Alat Ukur Antropometri.ppt Compatibility Mode1

MATA KULIAH

ERGONOMI INTERIOR
Benny Armansyah

SEKOLAH TINGGI SENI RUPA & DESAIN INDONESIA TELKOM STISI TELKOM 2011

ALAT UKUR
ANTROPOMETRI

ALAT UKUR ANTROPOMETRI
Dalam pengukuran antropometri digunakan Beberapa alat, diantara alat-alat tersebut adalah sebagai berikut 1. Goniometer, alat ini dipakai untuk mengukur lekukanlekukan tubuhmanusia 2. Kursi antropometri dipakai untuk mengukur data-data antropometri manusia dalam posisi duduk. Data yang diperoleh biasanya dipakai untuk merancang kursi dan ketinggian meja kerja serta untuk perancangan fasilitas kerja yang berhubungan dengan manusia pemakainya. Orang yang akan diukur data antropometrinya harus duduk di kursi ini

3. Locator yang mengidentifikasikan suatu titik atau daerah dari tubuh yang menjadi dasar pengukuran titik atau bidang. Orientator yang mengidentifikasikan arah atau tujuan dari suatu dimensi tubuh. Potensioner yang menandakan asumsi dari posisi tubuh subyek dalam pengukuran. seperti posisi duduk. 2. .JenisJenis -jenis antropometer Secara umum deskripsi dari pengukuran data antropometrik terdiri dari setidaknya tiga buah tipe terminology dasar yaitu : 1.

yaitu struktural dan fungsional.Data Antropometri Data antropometri adalah data mengenai ukuran dimensi tubuh manusia. Data antropometri diperoleh dari pengukuran bagian tubuh manusia Dimensi tubuh manusia untuk perancangan produk terdiri dari dua jenis. Sedangkan dimensi tubuh fungsional adalah pengukuran tubuh manusia dalam keadaan bergerak . Dimensi tubuh struktural yaitu pengukuran tubuh manusia dalam keadaan tidak bergerak.

tinggi mata. tinggi siku. dan tinggi mata pada posisi duduk . panjang lengan.3. tinggi tubuh dalam posisi berdiri maupun duduk. jarak pantat-ibu jari kaki.Jenis antropometri 2. tinggi atau panjang lutut pada saat berdiri atau duduk. tinggi pertengahan pundak pada posisi duduk. Ada beberapa metode pengukuran tertentu agar hasilnya representative. Antropometri struktural ini diantaranya: tinggi selangkang.1 Antropometri Struktural Pengukuran manusia pada posisi diam dan linier pada permukaan tubuh. rentang bahu. dan sebagainya. ukuran kepala. Dimensi tubuh yang diukur dengan posisi tetap antara lain meliputi berat badan. Disebut juga pengukuran dimensi struktur tubuh dimana tubuh diukur dalam berbagai posisi standar dan tidak bergerak (tetap tegak sempurna).

.

3.Jenis antropometri 2.2 Antropometri Fungsional Antropometri fungsional adalah pengukuran keadaan dan ciri-ciri fisik manusia dalam keadaan bergerak atau memperhatikan gerakan-gerakan yang mungkin terjadi saat pekerja tersebut melaksanakan kegiatannya. Hasil yang diperoleh merupakan ukuran tubuh yang nantinya akan berkaitan erat dengan gerakan-gerakan nyata yang diperlukan tubuh untuk melaksanakan kegiatankegiatan tertentu. Antropometri dalam posisi tubuh melaksanakan fungsinya yang dinamis akan banyak diaplikasikan dalam proses perancangan fasilitas ataupun ruang kerja .

Metode pengangkatan yang benar . Metode pengangkatan yang salah 2.Metode angkat 1.

3. Sebagai contoh.5-th persentil sebagai batas-batasnya .5-th dan 97.3 Persentil Persentil adalah suatu nilai yang menunjukkan persentase tertentu dari orang yang memiliki ukuran pada atau dibawah nilai tersebut. sedangkan persentil ke-5 akan menunjukkan 5% populasi akan berada pada atau dibawah ukuran itu. angka persentil ke-95 akan menggambarkan ukuran manusia yang “terbesar” dan persentil ke-5 sebaliknya akan menunjukkan ukuran “terkecil”.Jenis antropometri 2. Bilamana diharapkan ukuran yang mampu mengakomodasikan 95% dari populasi yang ada. Dalam antropometri. persentil ke-95 akan menunjukkan 95% populasi akan berada pada atau dibawah ukuran tersebut. maka diambil rentang 2.

Berdasarkan prinsip ini. rancangan yang dibuat bisa digunakan oleh individu ekstrim yaitu terlalu besar atau kecil dibandingkan dengan rata. maka digunakan persentil besar (90th. 95th atau 99th percentile) atau persentil kecil (1st.3.ratanya agar memenuhi sasaran. Prinsip perancangan bagi individu dengan ukuran ekstrim.Jenis antropometri 2.4 Prinsip – Prinsip Penerapan Data Antropometri Prinsip – prinsip penerapan data antropometri adalah : 1. 5h atau 10th percentile) .

2. Dengan menggunakan prinsip ini maka kita dapat merancang produk yang dapat disesuaikan dengan keinginan konsumen. Disini. Prinsip perancangan yang bisa disesuaikan. Misalnya kursi pengemudi pada kendaraan. rancangan bisa diubah – ubah ukurannya sehingga cukup fleksibel untuk diaplikasikan pada berbagai ukuran tubuh (berbagai populasi). .

3. Rancangan didasarkan atas rata – rata ukuran manusia. Prinsip perancangan dengan ukuran rata – rata. Prinsip ini dipakai jika peralatan yang didisain harus dapat dipakai untuk berbagai ukuran tubuh manusia .

PENGUKURAN DATA ANTROPOMETRI Pengukuran Antropometri Statis/Dimensi Tubuh A. Ukur jarak vertikal dari permukaan alas duduk sampai ujung tulang bahu yang menonjol pada saat subjek duduk tegak. Posisi: Duduk Samping 1. dan lutut membentuk sudut siku-siku. Subjek duduk tegak dan memandang lurus ke depan.1. 5.Tinggi bahu duduk. Subjek duduk tegak dengan lengan atas vertikal di sisi badan dan lengan bawah membentuk sudut siku-siku dengan lengan bawah. Subjek duduk tegak dengan memandang lurus ke depan.Tinggi duduk normal. .Tinggi duduk tegak. 4. jarak vertikal dari permukaan alas duduk sampai ujung mata bagian dalam.Tinggi siku duduk. 3. Ukur jarak vertikal dari permukaan alas duduk sampai ujung atas kepala. 2.Tinggi mata dudukUkur. Ukur jarak vertikal dari permukaan alas duduk sampai ujung bawah siku kanan. Ukur jarak vertikal dari permukaan alas duduk sampai ujung atas kepala Subjek duduk normal dengan memandang lurus ke depan dan lutut membentuk sudutt siku-siku.

Ukur jarak horizontal dari bagian terluar pantat sampai ke lutut.Tinggi sandaran punggung. 11 + tebal lutut) .Pengukuran Antropometri Statis/Dimensi Tubuh 6.Pantat politeal. Subjek duduk tegak. 7. 9. Subjek duduk tegak. Subjek duduk tegak. Ukur jarak vertikal dari lantai sampai bagian bawah paha. 8. Ukur jarak horizontal dari bagian terluar pantat sampai lekukan lutut sebelah dalam (popliteal).Tinggi pinggang. Paha dan kaki bagian bawah membentuk sudut siku-siku (No. Subjek duduk tegak. 10.Pantat ke lutut. ukur jarak vertikal dari permukaan alas duduk sampai pinggang.Tinggi popliteal. ukur jarak vertikal dari permukaan alas duduk sampai pucuk belikat bawah. Paha dan kaki bagian bawah membentuk sudut sikusiku.

Ukur jarak horizontal dari bagian terluar siku sisi kiri sampai bagian terluar siku sisi kanan. 3. Ukur jarak horizontal dari bagian terluar pinggul sisi kiri sampai bagian terluar pinggul sisi kanan.Pengukuran Antropometri Statis/Dimensi Tubuh A. 2. Ukur jarak horizontal antara kedua lengan atas. Subjek duduk tegak dengan lengan atas merapat ke badan dan lengan bawah direntangkan ke depan. Ukur jarak horizontal dari bagian terluar pinggang sisi kiri sampai bagian terluar pinggang sisi kanan 5. 4. Siku ke siku. Ukur jarak horizontal antara kedua tulang belikat. Posisi: Duduk menghadap ke depan 1 . Subjek duduk tegak dengan lengan atas merapat ke badan dan lengan bawah direntangkan ke depan. . Subjek duduk tegak dengan lengan atas merapat ke badan dan lengan bawah direntangkan ke depan.2. Lebar pinggang. Subjek duduk tegak. Lebar sandaran duduk. Lebar pinggul. Subjek duduk tegak.Lebar bahu.

Tinggi siku berdiri.Tinggi lutut berdiri. Ukur jarak vertikal dari lantai sampai ujung mata bagian dalam (dekat pangkal hidung). Ukur jarak vertikal lantai sampai lutut pada saat subjek berdiri . 4.Pengukuran Antropometri Statis/Dimensi Tubuh A. Ukur jarak vertikal lantai sampai pinggang pada saat subjek berdiri tegak.3. Ukur jarak vertikal dari lantai ke titik pertemuan antara lengan atas dan lengan bawah.Tinggi mata berdiri. 2. 3. Jarak vertikal telapak kaki sampai ujung kepala yang paling atas.Tinggi pinggang berdiri.Tinggi badan tegak. 6. Subjek berdiri tegak dengan kedua tangan tergantung secara wajar. Posisi: Berdiri 1.Tinggi bahu berdiri. Subjek berdiri tegak dan memandang lurus ke depan. Sementara subjek berdiri tegak dengan mata memandang lurus ke depan. Ukur jarak vertikal dari lantai sampai bahu yang menonjol pada saat subjek berdiri tegak. 5.

tangan disamping.Tinggi lutut berdiri. Ukur jarak vertikal lantai sampai lutut pada saat subjek berdiri tegak.Panjang lengan bawah.6. Subjek berdiri tegak. 7.Berat badan. 9. 8. Ukur jarak vertikal lantai sampai ujung jari tengah pada saat subjek berdiri tegak. Tangan menjangkau ke atas setinggi-tingginya. ukur jarak dari siku sampai pergelangan tangan. Menimbang dengan posisi normal di atas timbangan.Jangkauan tangan ke atas. .

tangan direntangkan secara horizontal ke depan .Pengukuran Antropometri Statis/Dimensi Tubuh A.Jangkauan tangan ke depan Ukur jarak horizontal dari punggung sampai ujung jari tengah. pantat dan punggung merapat ke dinding. Subjek berdiri tegak dengan betis. Posisi: Berdiri dengan tangan lurus ke depan 1.4.

. Subjek berdiri tegak dan kedua tangan direntangkan horizontal ke samping sejauh mungkin.Rentangan tangan Ukur jarak horizontal dari ujung jari terpanjang tangan kiri sampai ujung jari terpanjang tangan kanan.5.Pengukuran Antropometri Statis/Dimensi Tubuh A. Posisi: Berdiri dengan kedua tangan direntangkan 1.

Lebar jari 2.Pangkal ke tangan. 2.Panjang telapak tangan.Panjang jari 1. 3.Pengukuran Antropometri Statis/Dimensi Tubuh A. Lengan bawah sampai telapak tangan subjek lurus.4. Jari-jari subjek lurus dan merapat satu sama lain.3.Lebar tangan. 3.5 Diukur dari sisi luar jari telunjuk sampai sisi luar jari kelingking.3. Posisi jari seperti pada No. 4. Diukur dari ujung jari tengah sampai pangkal pergelangan tangan .4.5 Diukur dari masing-masing pangkal ruas jari sampai ujung jari. Pengukuran menggunakan martin set 1.2. Diukur dari pangkal pergelangan tangan sampai pangkal ruas jari. Jari-jari subjek merentang lurus dan sejajar. Diukur dari sisi luar ibu jari sampai sisi luar jari kelingking. 5.6.

Tebal perut berdiri.Tebal paha. ukur jarak dari dada (bagian ulu hati) sampai punggung secara horizontal. 7.Tebal perut duduk. Subjek duduk tegak. Subjek duduk tegak. ukur (menyamping) jarak dari perut depan sampai perut belakang secara horizontal.Tebal dada. . ukur jarak dari permukaan alas duduk sampai ke permukaan atas pangkal paha. 8. ukur jarak samping dari belakang perut sampai ke depan perut. Subjek berdiri tegak. Subjek berdiri tegak.6. 9.

Sudut telapak kaki. Kemudian busur dikalibrasikan ke 0o. telapak kaki diputar ke bawah sejauh mungkin.Putaran Lengan. Kemudian diputar ke kanan sejauh mungkin (pergelangan dan lengan tangan tetap diam). jari-jari mencengkram batang tengah busur. Hitung sudut putaran . Kemudian putar dari posisi awal ke kiri sejauh mungkin. Posisi awal. Lalu dengan cara yang sama diputar ke kiri sejauh mungkin. Ukur sudut putaran cengkraman jari tangan. 2..Putaran telapak tangan.B. 3. Posisi awal. kemudian diputar ke kanan sejauh mungkin. Setelah itu kaki dinaikkan setinggi mungkin. Ukur sudut putaran vertikal telapak kaki. Pengukuran Antropometri Dinamis 1. Ukur sudut putaran lengan tangan bagian bawah dari posisi awal sampai ke putaran maksimum. Posisi awal lengan tangan bagian bawah ditekuk ke kiri semaksimal mungkin.

ukuran. .PRINSIP KERJA ANTROPOMETRI Pengertian : Antropometri menurut stevenson (1989) dan Nurmianto (1991) adalah satu kumpulan data numerik yg berhubungan dgn karakteristik fisik tubuh manusia. bentuk dan kekuatan serta penerapan dari data tersebut untuk penanganan masalah desain.

Antropometri Posisi Duduk Antropometri posisi duduk terpenting yang harus diukur adalah : 1. Panjang lengan bawah dan lengan .Tinggi lutut 2. Lipat lutut telapak kaki 5. Tinggi duduk 4. Lipat lutut punggung 3.

Hasil Ukur Tinggi badan posisi duduk : Pria : 864 mm Wanita : 834 mm Tinggi bahu posisi duduk: Pria : 572 mm Wanita : 550 mm Tinggi siku posisi duduk: Pria: 231 Wanita: 229 mm Tinggi lutut: Pria: 496 mm Wnt:472 Tinggi lipat lutut: Pria:403 mm Wnt:382 .

Posisi Samping Tebal perut : Pria : 228 mm Wanita : 231 mm Jrk Pantat ke lutut: Pria : 545 mm Wanita : 537 mm Jrk Lpt Ltt ke pantat: Pria : 450 mm Wanita : 537 mm .

523 mm Lebar Panggul : Pria : 330 mm Wanita : 345 mm .Dari Belakang Lebar Bahu : Pria : 424 mm Wanita : 385 mm Jarak bentang tangan: Pria : 1663 mm Wanita : 1.

mesin dan material. sehingga pekerja dapat meningkatkan performansinya dan di sisi lain dapat meminimalkan resiko cedera kerja (muskuloskeletal) .BIOMEKANIKA Posisi duduk Chaffin (1991) membuat istilah biomekanika kerja (Occupational Biomechanic) yang didefinisikan sebagai berikut: Biomekanika kerja adalah studi mengenai interaksi pekerja dengan peralatan.

>25%BB =25%BB < 25% BB’ Pada saat duduk berat badan bag. Atas akan terdistribusi pd tuberositas ischium. tekanan diskus. dan tekanan pada ischium tuberosities. Beban statis pd ligament pd lumbal menyebabkan otot para spinal spasme & hyperexitabilitas . Peningkatan tekanan beban pd spinal.Posisi Duduk meningkatkan aktifitas otot-otot belakang.

karena hal itu dapat mengurangi banyaknya beban otot statis pada kaki.Sikap Duduk Duduk memerlukan lebih sedikit energi daripada berdiri. namun tekanan pada bantalan saraf lebih besar . Sikap duduk membungkuk kerja otot lebih ringan.

Tinggi siku 5. Panjang lengan . Tinggi badan 2. Tinggi bahu 3. Tinggi pinggul 4. Depa 6.Antropometri Posisi Berdiri Antropometri posisi berdiri untuk diterapkan pada ergonomi yang terpenting adalah : 1.

Untuk menilai tingkat kenyamanan kursi. Sandaran punggung Tinggi bidang sandaran ini bervariasi. tergantung jenis dan maksud pemakaian kursi. sebaiknya punggung yang bersandar pada sandaran itu harus nyaman dan rileks. ketika memilih. Untuk itu. Kedalaman tempat duduk Jarak kedalaman ini diukur dari bagian depan sampai bagian belakang tempat duduk. . perhatikan hal-hal ini: 1. Landasan tempat duduk yang terlalu lebar akan menimbilkan itirasi dan gangguan pada peredaran darah. Jika kursi itu memiliki sandara. perlu diperhatikan beberapa hal yang terkait dengan ergonomi tubuh penggunanya.Kontur Kenyamanan sebuah kursi tidak selamanya ditentukan oleh tingkat keempukan dan harga mahalnya. Sebaliknya jika landasan temat duduk terlalu sempit. akan mengakibatkan kelelahan dan sakit pada punggung. pada saat duduk. Rasakan juga kenyamanan pada bagian pantat. 2.

Sandaran lengan Berfungsi untuk menopang berat lengan/tangan dan membantu ketika akan duduk atau bangkut dari tempat duduk dan menambah kenyamanan. 4. maka dapat menimbulkan ketidanyamanan dan gangguan pada peredaran darah.Tinggi tempat duduk Sandara lengan sebaiknya jangan terlalu tinggi atau rendah. Bentuk bahan dan konturnya boleh bermacam-macam. Jika ini terjadi. .Kontur 3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful