MENGENAL KEBISINGAN (NOISE

)
Oleh : A. Gunandi
Sebagai pegawai yang bekerja di lingkungan Pusat Listrik, kita (khususnya Operator dan Teknisi Pemeliharaan) sering berada di area yang penuh dengan kebisingan. Para Teknisipun secara berkala melakukan pengukuran level kebisingan di area-area tertentu, baik untuk memonitor kondisi mesin maupun dalam hubungannya dengan kesehatan pendengaran. Untuk lebih mengenal kebisingan, berikut ini disajikan pembahasan mengenai kebisingan, penyebab dan karakteristiknya. Apa itu kebisingan (noise) ? Secara psykologi, kebisingan dapat didefinisikan sebagai suara yang tidak dikehendaki oleh pendengarnya. Secara teknik, kebisingan atau suara, adalah tekanan osilasi di udara yang memancar dari sumbernya. Untuk memvisualkan terjadinya suara, bayangkan apa yang terjadi pada udara di sekeliling vibrating weight (bobot bergetar) pada gambar 1. sekitar 1130 feet persecond (346 meter per detik). Frekuensi (Frequency) Karakteristik suara lainnya adalah frekuensi (f), yaitu jumlah gelombang suara atau daerah kompresi yang melewati satu titik tetap selama periode waktu tertentu. Sebagai contoh, jika 100 daerah dari molekul udara yang dikompresi bergerak melewati satu titik tetap (seperti microphone) dalam satu menit, maka frekuensinya adalah 100 CPM (Cycles Per Minute). Pengukuran frekuensi suara yang digunakan dalam hubungannya dengan masalah mesin biasanya dinyatakan dalm CPM, sedangkan yang berhubungan dengan pendengaran manusia dinyatakan dalam “Hertz” (disingkat Hz) atau sama dengan Cycles Per Second (CPS).

Gambar 2 Pada saat bobot bergerak ke bawah memadatkan udara di depannya, kekosongan atau kevakuman terjadi di belakang bobot. Daerah vacuum ini disebut “zona penipisan (zone of rarefaction)”. Daerah penipisan ini memancar dari sumbernya secara berantai menarik molekul-molekul udara dari area di dekatnya dalam usahanya untuk menyamakan kekosongan yang terjadi. Jadi sedikit gerakan turun dari bobot menciptakan zona pemadatan dan zona penipisan yang memancar dari sumbernya. Saat bobot bergerak naik, zona pemadatan terjadi di atas bobot sedangkan zona penipisan terjadi di bawah bobot. Vibrasi (getaran) bobot seterusnya akan menghasilkan zona pemadatan dan zona penipisan seperti ditunjukkan pada gambar 3. Penyebab Kebisingan Gelombang suara atau kebisingan dapat dibangkitkan dalam tiga cara. Pertama dan yang paling umum adalah vibrasi dari struktur padat seperti getaran mesin, dinding panel atau getaran gong karena ditabuh. Kedua yaitu gerakan udara melalui struktur padat sebagaimana suara seruling atau aliran udara melalui gril ventilasi. Mekanisme ketiga dari timbulnya kebisingan berasal dari campuran turbulensi gerakan udara yang cepat dengan gerakan udara yang relatif lambat tanpa adanya struktur padat. Contohnya kebisingan dari mesin jet. Velositi Propagasi Velocity)

Gambar 3 Berdasarkan pendengaran manusia, frekuensi suara dibagi menjadi tiga kategori : • Infrasonic - sounds adalah suara dengan frekuensi di bawah range pendengaran manusia (< 15 Hz) • Audiosonic - sounds adalah suara dengan frekuensi di dalam range pendengaran manusia (15 s/d 20.000 Hz) • Ultrasonic - sounds adalah suara dengan frekuensi di atas range pendengaran manusia (> 20.000 Hz).

Gambar 1 Saat bobot bergerak ke bawah, molekul-molekul udara di depannya ditekan secara bersama atau dipadatkan. Molekul-molekul udara yang berdekatan dengan bobot menekan molekul-molekul udara lainnya dan seterusnya secara berantai. Dengan cara ini “zona pemadatan (zone of compression)” memancar dari sumbernya sebagaimana penerusan gerakan kartu-kartu domino yang kita susun berdiri kemudian kita robohkan kartu pertama (gambar 2). Secara berturut-turut kartu domino (atau molekul) meneruskan gerakan menjatuhkan kartu lainnya.

(Propagation Pada kebisingan industri kita hanya berurusan dengan audiosonic noise, sebab kebisingan inilah yang berpeKecepatan atau velositi dari pancaran ngaruh paling besar pada manusia. gelombang suara dinamakan “velositi propagasi” (c). Kecepatan Untuk merasakan macam-macam suara di dalam udara pada temperatur frekuensi suara dengan lebih baik, key board piano. dan tekanan standard adalah konstan perhatikan

000 Hz. frekuensi suara yang tinggi mempunyai panjang gelombang yang Dari persamaan di atas. yaitu dari 0. yang lebih tinggi. maka diperlukan alat ukur suara Sebagaimana dijelaskan di atas yang mirip telinga manusia. Pembobotan sepuluh juta. sebaliknya frekuensi suara halus pendengaran menjadi 0 dB. atau bersangkutan (yang diamati).0002 microbar dan Sound Pressure frekuensi suara berbanding terbalik adalah amplitudo suara yang dengan panjang gelombang. dan yang rendah mempunyai panjang ambang menyakitkan menjadi 140 dB. telinga manusia Suara paling keras yang dapat di.000 microbar atau tajam responnya dalam cara yang sebanding dengan satu sampai mirip telinga manusia. (Sumber bahan : IRD Mechanalysis Audio – Visual Customer Training Instruction Manual). propagasi dB = 20 log 10 (c). Jarak antara daerah level tekanan suara (sound pressure kompresi ini dinamakan panjang gelevel / SPL) dalam decibel ditetapkan lombang dengan simbol Lambda (λ). bungan dengan pendengaran manuDecibel (dB) sia. Ukuran amplitudo suara merupakan Jejaring Pembobotan (Weighting ukuran seberapa jauh tekanan udara Network) naik di atas tekanan atmosfir (kompresi) dan kemudian turun di Telinga manusia normal tidak bawah tekanan atmosfir (penipisan).0002 sampai 2.0002 network)” elektronik yang mempersampai 2. gambar 4 yang memperlihatkan Dibanding dengan tekanan atmosfir. Hal ini ditunjukkan pada sejuta bar.Frekuensi not terendah pada piano sangat panjang ini sangatlah tidak sekitar 27 Hz. suara paling halus (pelan) amplitudo dan frekuensi suara. mendengar semua suara dengan sama Jumlah perbedaan tekanan maksi. Oleh karenanya untuk tertinggi 4.0002 microbar atau dua per frekuensi 60 Hz sama dengan 20 dB sepuluh milyar tekanan atmosfir.000. Karakteristik respon dari ketiga pembobotan tersebut dapat dilihat pada gambar 5. dan frekuensi not sesuai untuk mengukur amplitudo suara.dan frekuensinya.000 suara hampir sama baiknya.000 Hz. suara 60 dB pada 0.baik. dan juga ada korelasi yang baik antara kerusakan pendengaran dengan pengukuran menggunakan bobot “A”. bahwa daerah kompresi mempunyai Dengan persetujuan internasional. Tanpa diragukan lagi skala dari 0 gelombang yang relatif panjang. ambang pendek. Pressure dinyatakan dengan persamaan : Standard. dan panjang gelombang (λ) yang Std. yang dapat kita dengar adalah sekitar Sebagai contoh. sampai 140 jauh lebih sesuai untuk Amplitudo Kebisingan (Noise difahami dan untuk bekerja dari pada Amplitude) skala 0. Grafik ini amplitudo tekanan suara yang secara sederhana menunjukkan cara terdengar sangatlah kecil. Bobot “B” jarang digunakan kecuali untuk studi khusus mengenai pendengaran.mulai mendengar semua frekuensi terima pendengaran manusia ± 2. micobar dan dinamakan “ambang Karena pengukuran suara berhumenyakitkan” (threshold of pain). Bobot “C” digunakan bila berkepentingan dalam frekuensi suara yang relatif rendah dan untuk analisa suara bila diinginkan respon yang relatif tepat. sebagai berikut : Ada hubungan khas antara karakSound Pressure teristik suara frekuensi (f). Gambar 4 Gambar 5 Secara umum pembacaan level kebisingan yang diambil untuk menentukan kelayakan dalam hubungannya dengan peraturan keselamatan dan kesehatan kerja menggunakan jaringan bobot “A” tanpa mem-perhatikan level suara. dan 1 bar = 1 atmosfir). Reference Pressure adalah f=c/λ ambang halus pendengaran yaitu Persamaan ini menyatakan bahwa 0.bar = 1 dyne/cm2 = seper frekuensi sangat rendah dan sangat tinggi. bobot “B” pada level suara menengah (55 sampai 85 dB) dan bobot “C” di atas 85 dB. skala Panjang Gelombang (Wavelength) decibel logaritmik digunakan sebagai Perhatikan lagi gambar 3. Bobot “A” ini mempunyai keuntungan menyederhanakan pengukuran. tapi tergantung pada amplitudo mum dari tekanan atmosfir dinama. tapi kurang baik pada micro. Secara umum kita kan amplitudo tekanan suara dan mendengar suara paling baik pada ± lazim dinyatakan dalam microbar (1 4. terlihat penggantinya. . Ref. Range linier yang yang digunakan pada sebagian besar alat ukur kebisingan adalah “A”. menyederhanakan pengukuran. “B” dan “C”.168 Hz.wa bila amplitudo suara naik ke level ngaran (acute threshold of hearing). “Grafik Kekerasan Suara”. jarak tertentu. Itulah bahwa respon pendengaran terhadap sebabnya alat ukur suara memakai dynamic range amplitudo tekanan “jejaring pembobotan (weighting suara sangat besar. Bobot “A” paling mirip telinga manusia pada level suara rendah (< 55 dB). Sebagai telinga manusia merespon pelbagai contoh. Perlu diketahui bahdinamakan “ambang halus” pende. dan pada 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful