P. 1
Hukum Perburuhan Dan Ketenagakerjaan

Hukum Perburuhan Dan Ketenagakerjaan

|Views: 200|Likes:
Published by Indo Canova
Hukum
Hukum

More info:

Categories:Types, Business/Law
Published by: Indo Canova on Apr 06, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/23/2015

pdf

text

original

Sections

  • 1 X UU no.5/1960 (UUPA)
  • 6 X 1. Drs. Munawir

Judul Matakuliah

: Hukum Perburuhan dan Ketenagakerjaan

Kode Matakuliah:

: HKA 3201 / 2 sks

Deskripsi Singkat

: Hukum perburuhan mempelajari tentang kebijakan ketenagakerjaan, hubungan kerja, upah, jaminan social dan
lembaga-lembaga perburuhan.

Tujuan Instruksi Umum

: Diharapkan mahasiswa dapat membedakan hubungan antara hukum perburuhan yang berlaku dewasa ini dengan
pembangunan nasonal Indonesia khususnya dibidang ketenagakerjaan sesuai dengan perkembanganya.

N
o

Tujuan Instruksi Umum

Pokok Bahasan

Sub Pokok Bahasan

Waktu
Tatap
Muka

Kepustakaan

1

2

3

4

5

6

1

Selesai mengikuti kuliah ini
diharapkan mahasiswa dapat
mengidentifikasikan karakteristik
hukum perburuhan yang berlaku
dewasa ini di Indonesia, sesuai
dengan hukum positif

Karakteristik
hukum
perburuhan

a.

pengertian dan

istilah hukum
perburuhan
b.ruang lingkup hukum
perburuhan

c.

letak hukum
perburuhan dalam
penggolongan hukum/
pembagian hukum

d.

hakekat dan

fungsi hukum
perburuhan

2 X

1. Imam Soepomo, pengantar
hukum perburuhan, 1981

2

Selesai mengikuti kuliah ini
diharapkan mahasiswa dapat
mengidentifikasikan sumber-sumber
hukum perburuhan menurut hukum
positif dan perkembangan hukum
perburuhan di Indonesia.

Sumber-
sumber hukum
dan
perkembangan
hukum
perburuhan di
Indonesia

a.Undang-Undang
b.Perjanjian
c.Adat dan kebiasaan
d.Yurispudensi
e.Putusan P4
f.Perkembangan hukum
perburuhan
- sebelum
- sesudah merdeka

2 X

1. Imam Soepomo, pengantar
hukum perburuhan, 1981

3

Selesai mengikuti kuliah ini
diharapkan mahasiswa dapat
mengidentifikasikan pembinaan dan
penempatan tenaga kerja / buruh

Pembinaan dan
penempatan
tenaga
kerja/buruh

a.pendidikan
b.latihan kerja
c.perluasan kesempatan
kerja
d.peningkatan mutu
tenaga kerja
e.penempatan tenaga
kerja didalam negeri
g.penempatan tenaga
kerja diluar negeri

2 X

1. Peraturan Pemerintah no. 71
1991 tentang latihan kerja
2. Lalu Husni, pengantar hukum
ketengakerjaan Indonesia,
2000
3. Manulang H. Sajun, pokok-pokok
hukum

ketenagakerjaan

Indonesia

4.

Permenaker

no.per02/men/1994
5. Kepmenaker no.kep 44-
men/1994

4

Selesai mengikuti kuliah ini
diharapkan mahasiswa dapat
menjelaskan tentang hubungan
industrial pancasila dan pokok-pokok
ketenagakerjaan sesuai dengan
pedoman pelaksanaan hubungan
industrial pancasila (HIP)

Pola kebijakan
ketenagakerjaa
n Indonesia

a.latar belakang dan
pengertian HIP
b.Pola kemitraan dalam
hubungan Industrial
Pancasila
c.Tujuan akhir daripada
HIP

1 X

1. Drs. Soekarno, MPA,
pembaharuan penggerakan
buruh Indonesia dan hubungan
perburuhan pancasila, 1983
2. Pedoman pelaksanaan HIP,
Depnaker 1985
3. UU pokok tenaga kerja no. 14
tahun 1969
4. Manulang H Sajun, SH, pokok-
pokok hukum ketenagakerjaan

5

Selesai mengikuti kuliah ini
mahasiswa diharapkan dapat
menjelaskan hubungan kerja antara
pekerja dengan pengusaha/majikan
mulai dari dibuat perjanjian sampai
berakhirnya.

Hubungan kerja
/ perburuhan

a.perjanjian kerja atau
kesempatan kerja
b.kesempatan kerja
bersama (KKB)
c.Perjanjian kerja di
kapal / laut
d.Peraturan perusahaan
e.Pemutusan hubungan
kerja

(PHK)
perorangan / kolektif
f.Perselisihan
perburuhan

4 X

1. Kepmenaker No. 02/1993
tentang kesepakatan kerja.
2. UU No. 21/1954 tentang
perjanjian perburuhan
3. Permenaker No. 02/1978
tentang prosedur
pembuatan

peraturan

perusahaan
4. UU No. 12/1964 tentang PHK
5. Ins. Menaker No. 9/1964
6. Kepmenaker No. 150/2000
7. UU No.22/1957
8. Koko Kosidim, perjanjian kerja
dan perburuhan dan peraturan
perusahaan.
9. UU No. 3/1992 tentang jmainan
social tenaga kerja.

6

Setelah mengikuti kuliah ini
diharapkan mahasiswa dapat
memahami dan mengidentifikasikan
bentuk-bentuk

perlindungan
berdasarkan ketentuan hukum
positif yang berlaku.

Perlindungan
kerja

a.kesehatan kerja
b.keselamatan kerja
c.upah
d.jaminan social tenaga
kerja (JAMSOSTEK)

3 X

1. Imam Soepomo, pengnatar
hukum perburuhan, 1981
2. SDA, bidang kesehatan kerja,
3. UU No. 1/1970, tentang
kesehatan dan keselamatan
kerja
4. UU No.3 1992 tentang
jamsostek
5. PP No. 8 1981 tentang
penetapan upah
6. Permenaker No.01/1996,
tentang penetapan upah
minimum.

7

Selesai mengikuti kuliah ini
mahasiswa diharapkan dapat/mampu
memahami dan menjelaskan bentuk-
bentuk lembaga perburuhan yang
diakui pemerintah

Lembaga-
lembaga
pemerintahan

a.lembaga kerjasama
Bipartite
b.Lembaga kerjasama
Tripartite
c.Organisasi Pekerja
d.Organisasi
Perburuhan
Internasional

1 X

1. Depnaker, peranan tripartite
sektoral dalam menciptakan
kesejahteraan industri
2. H. Manulang Sajun, pokok-pokok
hukum ketenaga kerjaan.

Judul Matakuliah

: Hukum Pajak Perusahaan

Kode Matakuliah

: HKA 6403 / 2 SKS

Deskripsi Singkat

: Hukum Pajak Perusahaan mempelajari tentang kebijakan-kebijakan perpajakan khususnya pajak perusahaan
serta hak dan kewajiban.

Tujuan Instruksi Umum

: Diharapkan mahasiswa dapat memahami arti penting dari pajak perusahaan dalam rangka membiayai
pembanguan nasional.

N
o

Tujuan Instruksi Umum

Pokok Bahasan

Sub Pokok Bahasan

Waktu
Tatap
Muka

Kepustakaan

1

2

3

4

5

6

1

Selesai mengikuti kuliah ini
diharapkan mahasiswa dapat
mengidentifikasikan pajak secara
umum dan khususnya pajak
perusahaan sesuai dengan
ketentuan-ketentauan hukum
positif

Karakteristik
pajak perusahaan

a.dasar

hukum
pemungutan pajak
perusahaan
b.subjek dan objek-
objek perusahaan
c.objek pajak yang
dikecualikan
d.pengertian penghasilan
menurut PPH 1984
e.pengertian dan runag
lingkup penghasilan,
keuntungan/laba yang
dikenakan pajak

2 X

1. UU no. 6,UU no 7 /1983 tentang
PPH
2. Perseroan Terbatas dengan UU
Pajak Perseroan, oleh Rochman
Soemitro, 1982
3. Pajak-pajak Indonesia oleh
B.Usman dan K.Subroto, 1980

2

Selesai mengikuti kuliah ini
diharapkan mahasiswa dapat
mengidentifikasikan objek pajak
pada umumnya dan pajak
penghasilan

perusahaan
khususnya sesuai dengan
perkembangan hukum pajak di
Indonesia.

Hal-hal khusus
objek

pajak
perusahaan (badan
tidak
berkedudukan dan
tidak didirikan di
Indonesia )

a.bentuk

usaha
tetap /permanent
estabilismen sebagai
objek pajak luar
negeri
b.perbandingan
dengan hukum pajak
internasional
c.hubungan istimewa
antar perusahaan

2 X

1. UU no. 6 UU no 7/1983 tentang
PPH
2. Perseroan Terbatas dengan UU
Pajak Perseroan, oleh Rochman
Soemitro, 1982
3. Penjelasan dan komentar Pajak
Pengahasilan 1984, Husein
Kartasamita, 1985.

3

Selesai mengikuti kuliah ini
diharapkan mahasiswa dapat
memahami

bentuk-bentuk
penyusutan kekayaan perusahaan.

Penyusutan
terhadap kekayaan a.pengertian :
-Depresiasi
-Amortisasi
-Deplesi
b.penilaian

harta

perusahaan

bila
terdapat kerugian yang
dapat disusutkan.
c.Matoda yang dipakai
dalam penyusutan

2 X

1. UU no. 6 UU no 7/1983 tentang
PPH
2. UU no.10/1994 tentang
perubahan UU PPH no7/1983
3. Penjelasan dan komentar Pajak
Pengahasilan 1984, Husein
Kartasamita, 1985.

4

Selesai mengikuti kuliah ini
diharapkan mahasiswa dapat
memahami kompensasi kerugian
perusahaan dalam penghitungan
pajak.

Konpensasi
kerugian

a.bentuk-bentuk
kompensasi
b.penghitungan
kompensasi dan jangka
waktu berlakunya
kompensasi

2 X

1. UU no. 6 UU no 7/1983 tentang
PPH
2. UU no.10/1994 tentang
perubahan UU PPH no7/1983
3. Pajak-pajak Indonesia oleh
B.Usman dan K.Subroto, 1980
4. Penjelasan dan komentar Pajak
Pengahasilan 1984, Husein
Kartasamita, 1985.

5

Selesai mengikuti kuliah ini
mahasiswa diharapkan dapat Pemakaian norma
penghitungan

a.tujuan

norma

penghitunan

2 X

1. UU no. 6 UU no 7/1983 tentang
PPH

memahami norma penghitungan
bagi wajib pajak yang tidak
menyelenggarakan pembukuan

b.dasar pemakaian norma
penghitungan
c.tata cara penghitungan
pajak memakai norma
penghitungan

2. Penjelasan dan komentar Pajak
Pengahasilan 1984, Husein
Kartasamita, 1985.

6

Selesai mengikuti kuliah ini
diharapkan mahasiswa dapat
memahami pentingnya arti
pembukuan bagi perusahaan atau
badan hukum

Pembukuan
perusahaan

a.pengertian dan dasar
hukum pembukuan
b.kewajiban pembukuan
c.jenis-jenis pembukuan
d.akibat hukum tidak
menyelenggarakan
pembukuan
e.kewajiban
memperlihatkan
pembukuan
f.pemeriksaan
pembukuan
g.tujuan pemeriksaan

5 X

1. UU No.6 /1983 ttg ketentuan
umum perpajakan
2.UU No9/1994 tentang KUP
perobahan UU no. 6/1983
3. PP no.31/1986 tentang tata cara
pemeriksaan di bidang
perpajakan
4. pembaharuan perpajakan
nasional, Moh. Zain dan Kastadi
Arinta, 1990
5. Pemeriksaan dan peradilan
dibidang perpajakan, Bambang
Waluyo, 1991

Nama Matakuliah

: Hukum Pemerintahan Di Daerah

Kode Matakuliah

: HKA 5023 / 2 SKS

Deskripsi

: Perkuliahan membahas asas-asas penyelenggaraan pemerintahan daerah. Untuk memahami pemerintahan daerah
diuraikan secara sistematis sejarah dan dasar hukum pengaturan penyelenggaraan pemerintahan. Dalam rangka
reformasi penyelenggaraan pemerintahan daeah dibahas pradigma baru penyelenggaraan pemerintahan daerah
dibawah Undang-Undang no. 22 / 1999. aspek hubungan pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten kota,
masalah keuangan daerah merupakan materi yang dibahas dalam matakuliah ini.

Tujuan Isntruksi Umum

: Mahasiswa memahami dan mengerti serta dapat menjelaskan asas penyelenggaraan pemerintah daerah, sejarah
serta aspek hukum penyelenggaran pemerintahan daerah saat ini.

N
o

Tujuan Instruksi Umum

Pokok Bahasan

Sub Pokok Bahasan

Waktu
Tatap
Muka

Kepustakaan

1

2

3

4

5

6

1

Mahasiswa dapat menjelaskan
asas-asas / system serta ajaran
rumah tangga daerah.

Asas dan system
otonomi daerah -

asas otonomi

daerah

-

system rumah

tangga daerah

2

Bk. 1,2,3,6,10,13

2

Mahasiswa mengetahui sejarah
perkembangan

pemerintah
daerah dan dasar hukum
pengaturanya

Sejarah rumah
tangga daerah

-Zaman penjajahan
Belanda dan Jepang
-Zaman Kemerdekaan
a.UUD 1945 dan UU
no.22/1999
b.UU no.1/1954
c.UU no.18/1965
d.UU no.5/1974

5

Bk. 4,10,12,13

Bk. 7,9,11

Mid Semester

Mid Semester

Mid Semester

1

3

Mahasiswa memahami paradigma
perkembangan pemerintahan
daerah

Paradigma baru
penyelenggara- an
pemerintahan
daerah

-

dasar hukum
perubahan paradigma
pemerintahan daerah

-

perubahan
landasan konstitusi
pemerintahan

-

prinsip otonomi
menurut UU no.
22/1999

6

Bk. 4,5,8

4

Mahasiswa dapat mengerti dan
menjelaskan penyeleggaraan
pemerintahan daerah dibawah
UU no. 22 / 1999

Pemerintahan
daerah menurut
UU no. 22 tahun
1999

-

pembagian
daerah dan werwenang
daerah

-

bentuk dan
susunan pemerintahan
daerah

-

fungsi, tugas
dan wewennag DPRD

-

kewajiban,
tugas kepala daerah,
wakil dan perangkat
daerah lainya.

-

Hubungan

pemeritah

pusat
dengan daerah dan
pemerintah provinsi
dengan kabupaten
kota.

-

Hubungan
antara DPRD dengan

kepala daerah

-

Pengawasan dan

pembinaan

5

Mahasiswa dapat menjelaskan
pertimbangan keuanngan antara
pusat dan daerah

Perimbangan
keuangan antara
pusat dan derah

-

perimbangan

pada masa lalu

-

perimbangan
pusat dan daerah
dibawah UU no. 25 /
1999

2

Bk. 4,5,8

Literatur,

1.Ateng Syafruddin, Pasang surut otonomi daerah, Binacipta, Bandung
2.---------------------, Titik berat otonomi daerah pada daerah tingkat II, Binacipta, Bandung
3.Amrah Muslimin, Aspek-aspek hkm otonomi daerah , alumni, Bandung
4.Bagir Manan, Hubungan pemerintah pusat dan daerah menurut UUD 1945, Sinar Harapan, Jakarta
5.Mardiasmo, otonomi dan managemen keuangan daerah, Andi, Yogyakarta
6.RDH. Koesoemahatmadja, pengantar ke arah system pemerintahan daerah di Indonesia , Binacipta, Bandung
7.Riant Nugroho, Otonomi Daerah, Desentralisasi tanpa revolusi , PT. Alex Media, Computindo, Jakarta.
8.Riwu Kaho, Analisis Hubungan Pemerintah Pusat dan Daerah di Indonesia, Bina Aksara, Jakarta
9.Sandu Wisitiono, Etika Hubungan Legislatif dan Eksekutif, Pusat Kajian Pemerintahan STPDN, Bandung
10.Suhino, Perkembangan Pemerintahan Daerahdi Indonesia, Liberty, Jokyakarta
11.S.H sarundayang, Arus balik kekuasaan pusat ke daerah, Sinar Harapan, Jakarta
12.Sujamto, Otonomi nyata, dinamis dan bertanggung jawab, ghalia Indonesia, Jakarta
13.The Liang Gie, Pertumbuhan pemerintahan daerah di Indonesia.

Judul Matakuliah

: Hukum Tata Ruang dan Tata Guna Tanah

Kode Matakuliah

:
Deskripsi Singkat : Mempelajari sejarah dan dasar tentang hukunm berkaitan dengan penataan ruang, yang meliputi sajarah, latar
belakang lahirnya sub spesies hukum yang berkaitan dengan tata ruang dan letak hukum tata ruang dalam
pohon ilmu hukum di Indonesia, konsep-konsep, dasar filosofi (azas-azas), politik dan kondisi sosiologis
penataan ruang di masyarakat, kelmbagaan penyusun dan yang bertanggung jawab dalam penataan dan
pengelolaan tata ruang nasional, regional dan daerah, instrument hukum tata ruang, hak dan kewajiban dalam
penataan ruang, penataan ruang dan lingkungan hidup, penataan ruang dan pengadaan tanah untuk berbagai
kebutuhan masyarakat, pemerintah dan Negara, penataan ruang dan perizinan lokasi, penataan ruang daerah
aliran sungai dan pantai, penataan perkotaan dan penataan ruang perdesaan.

Tujuan Instruksi Umum

: Setelah mengikuti kuliah ini diharapkan mahasiswa dapat mengurikan secara teoritis dan yuridis
permasalahan hukum yang berkaitan dengan penataan ruang dan perkembanganya, serta mempunyai
pengetahuan dan kemampuan untuk menganalisis setiap permasalahan hukum yang berkaitan dengan penataan
ruang, serta dapat membuat opini hukum berkaitan dengan permasalahan penataan ruang dan tata guna tanah.

No

Tujuan Instruksi Umum

Pokok Bahasan

Sub Pokok Bahasan

Waktu
Tatap
Muka

Kepustakaan

1

2

3

4

5

6

1

Mahasiswa mengetahui dan
dapat menjelaskan sejarah
dan latar belakang lahirnya
sub spesies hukum tata
ruang dan letaknya dalam
pohon ilmu hukum

Sejarah dan latar
belakang, serta letak
hukum tata ruang dalam
pohon ilmu hukum

1.sejarah penataan ruang dan tata
guna tanah
2.masalah-masalah penataan ruang
dan tata guna tanah

1

1.Johara T.J.Dinata tata
guna tanah dalam
perencanaan
perdesaan perkotaan
dan wilayah.
2. Aca Sugandhy,
penataan ruang dalam
pengelolaan lingkungan
hidup

3.

Koesnadi

Hardjasumantri,
hukum tata lingkungan
4. Boediharsono, Hukum
agrarian Indonesia,
Himpunan Peraturan
Hukum Tanah

2

Mahasiswa mengetahui dan
dapat menjelaskan konsep,
dasar, filosofi (azas-azas),
politik, pendekatan dan
kondisi sosiologis penataan
ruang di masyarakat.

Konsep dasar filosofi
(azas-azas), politik,
pendekatan dan kondisi
sosiologis penataan
ruang di masyarakat.

1.

konsep dasar filosofi (azas-
azas), politik penataan ruang dan
tata guna tanah
2.pendekatan penataan ruang dan
tata guna tanah
3.kondisi sosiologis penataan ruang
dan tata guna tanah di masyarakat
Indonesia.

2

1.

Prof. Ir. Eko
Budiharjo, tata ruang
perkotaan

2.

Johara

T.
Jayadinata tata guna
tanah

dalam

perencanaan
perdesaan, perkotaan
dan wilayah.

3.

Aca Sugandhi
penataan ruang dalam
pengelolaan lingkungan
hidup

4.

Boediharsono,

hukum

agraria
Indonesia, himpunan
peraturan

hukum

tanah

3

Mahasiswa mengetahui dan
dapat menjelaskan sejarah
pengaturan tata ruang dan
tata guna tanah

-

sejarah
pengaturan tata
ruang

-

sejarah
pengaturan tata guna
tanah

-penataan ruang pada masa SVO,
UU no. 24/1992
-penatagunaan tanah sebelum UU
no. 5 /1960 dan setelah UU
no.5/1960

2

1.Prof. Ir. Eko
Budiharjo, tata ruang
perkotaan
2.Johara T. Jayadinata
tata guna tanah dalam
perencanaan
perdesaan, perkotaan
dan wilayah.

3.Aca

Sugandhy,
penataan ruang dalam
pengelolaan lingkungan
hidup

4.

Boediharsono,

Hukum

Agraria
Indonesia, Himpunan
Peraturan Hukum
Tanah

4

Mahasiswa mengetahui dan
dapat

menjelaskan
kewenangan hak menguasai
Negara atas sumber daya
agraria

-

hak
menguasai Negara
dalam penataan ruang

-

hak
menguasaai Negara
dalam tata guna
tanah

-

penyusunan
RUTR,RUTRK,RUTRD

-

Tanah terlantar

-

Landreform

-

Pengadaan dan penggunaan
tanah untuk kepentingan umum

-

Redistribusi tanah

-

Konsolidasi tanah

5

1.

Prof. Ir. Eko
Budiharjo, tata ruang
perkotaan

2.

Johara

T.
Jayadinata tata guna
tanah

dalam

perencanaan
perdesaan, perkotaan
dan wilayah.

3.

penataan ruang

dalam

pengelolaan

lingkungan hidup

4.

Boediharsono,

hukum

agraria
Indonesia, himpunan
peraturan

hukum

tanah
5.Friedman

Jhon,

Perkiraan
perkembangan
masyarakat Indonesia

6.Arie

Sukanti
Hutagalung SH,MLI,
program retrisbusi
tanah di Indonesia

5

Mahasiswa mengetahui dan
dapat menjelaskan peran
masyarakat dalam penataan
ruang dan tata guna tanah

-peran masyarakat
dalam penataan ruang
-peran masyarakat
dalam tata guna
tanah

-

Hak dan kewajiban
masyarakatdalam penataan ruang
dan penatagunaan tanah

-

Kasus-kasus penataan tanah
yang menimbulkan konflik di tengah
masyarakat

2

1.

Prof. Ir. Eko
Budiharjo, tata ruang
perkotaan

2.

Johara

T.
Jayadinata tata guna
tanah

dalam

perencanaan
perdesaan, perkotaan
dan wilayah.

3.

Aca Sugandhi
penataan ruang dalam
pengelolaan lingkungan
hidup

4.Boediharsono, hukum
agraria Indonesia,
himpunan peraturan
hukum tanah

6

Mahasiswa mengetahui dan
dapat menjelaskan penatan
ruang dan tata guna tanah
dengan adanya otonomi
daerah

Tat ruang dan tata
guna tanah dalam
otonomi daerah

-penataan ruang oleh pemerintah
daerah
-sinkronisasi penataan ruang daerah
dengan tata ruang nasionalregional
dan daerah lain
-tata guna tanah dalam rangka
otonomi daerah

2

1.Prof. Ir. Eko
Budiharjo, tata ruang
perkotaan
2.Johara T. Jayadinata
tata guna tanah dalam
perencanaan
perdesaan, perkotaan
dan wilayah.

3.Aca

Sugandhi
penataan ruang dalam
pengelolaan lingkungan
hidup
4. Boediharsono, hukum
agraria Indonesia,
himpunan peraturan
hukum tanah

7

Mahasiswa mengatahui dan
dapt menjelaskan tat ruang
dan tata guna tanah dalam
rangka

pembangunan
ekonomi dengan adanya
investasi

-tata ruang dalam
pembangunan sector
kehutanan

,

perkebunan,
pertambangan dan
industri
-tata ruang dan tata
guna tanah dalam
penyediaan sarana
pelayanan

untuk

meningkatkan
investasi
-tata ruang dan tata
guna tanah dalam
penyediaan
perumahan

dan
sarana penunjang
investasi dalam era
globalisasi

-tata ruang dan tata guna tanah
untuk kehutanan, perkebunan,
pertambangan dan industri
-perubahan tata ruang dan tata
guna tanah untuk pembangunan
sarana dan prasarana pelayanan
dalam investasi
-perubahan subyek dan obyek
pengguna ruang dan tanah dengan
adanya era globalisasi

2

1.Prof. Ir. Eko
Budiharjo, tata ruang
perkotaan
2.Johara T. Jayadinata
tata guna tanah dalam
perencanaan
perdesaan, perkotaan
dan wilayah.

3.Aca

Sugandhi
penataan ruang dalam
pengelolaan lingkungan
hidup
4. Boediharsono, hukum
agraria Indonesia,
himpunan peraturan
hukum tanah

Judul Matakuliah

: Hukum Pendaftaran Tanah

Kode Matakuliah

: HKA / 2 SKS

Deskripsi Singkat

: Matakuliah hukum pendaftaran tanah menjelaskan pengertian pendaftaran tanah dan hukum pendaftran tanah,
latar belakang dan tujuan pendaftaran tanah, sumber hukum pendaftran tanah, azas-azas dan system
penyelenggaraan pendaftaran tanah meliputi pendaftaran tanah hak barat (konversi), pendaftaran tanah hak
milik, hak guna bangunan, hak guna usaha hak pakai dan hak pengelolaan atas tanah Negara, pendaftaran hak milik
atas tanah RSS, pendaftran tanah wakaf, pendaftaran pemindahan dan peralihanhak, pendaftran pembebanan
hak atas tanah dan masalah-masalah yang timbul dalam pendaftaran tanah.

Tujuan Instruksi Umum

: setelah mempelajari hukuma agrarian dan hukum pertanahan mahasiswa dapat menguraikan secara teoritis
yuridisberkaitan dengan pendaftran tanah dan hukum pendaftaran tanah, dapat mengetahui perkembanganya dan
mahasiswa dapat menganalisa setiap masalah dalam pendaftaran tanah.

No

Tujuan Instruksi Umum

Pokok Bahasan

Sub Pokok Bahasan

Waktu
Tatap
Muka

Kepustakaan

1

2

3

4

5

6

1

Mahasiswa mengerti dan dapat
menjelaskan

pengertian
pendaftarn tanah dan hukum
pendaftaran tanah, latar belakang
lahirnya pendaftran tanah, tujuan
pendaftran tanah, sumber hukum
pendaftran tanah dan masalah
yang timbul dalam pendaftaran
tanah.

Pendahuluan

1.pengertian
pendaftaran tanah dan
hukum pendaftaran
tanah

2.

l
atar belakang lahirnya
pendaftaran tanah.

3.

t
ujuan pendaftaran
tanah

4.

s

umber

hukum

pendaftaran tanah.

2 X

1. Prof. Boedi Harsono, hukum
agraria Indonesia , sejarah
pembentukan UU pokok agraria.
Isi dan pelaksanaanya,
Djambatan, Jakarta, 1999
2. Prof. Dr. Drs. Notonegoro, SH,
politik hukum dan pembangunan
agrarian di Indonesia. Bina
Aksara, Jakarta, 1984

2

Mahasiswa mengerti dan dapat
menjelaskan,

azas-azas
pendaftaran tanah, system
pendaftaran tanah, hak-hak atas
tanah yang dapat didaftrakan dan
masalah yang timbul dalam
pendaftaran tanah

Pendaftaran
tanah

1.penyelenggaraan
pendaftaran tanah
2.Azas-azas
pendaftaran tanah
3.system pendaftaran
tanah

4.

hak-hak atas
tanah yang dapat
didaftarkan

5.

masalah-
masalah yang timbul
dalam pendaftaran
tanah

2 X

1. Prof.Mr.Dr. S.Gautama,
Tafsiran UU pokok agrarian,
Alumni Bandung, 1973

3

Mahasiswa mengerti dan dapat
menjelaskan pengertian konversi
dan hak yang harus dikonfersi,
aturan hukum tentang konfersi,

Pendaftaran
bekas hak barat
atas

tanah

(konversi)

1.pengertian konversi
2.sejarah terjadinya
hak-hak barat
3.bentuk-bentuk hak

1 X

tatacara pendaftran hak atas
tanah sebagai pelaksanaan
konversi, serta masalah yang
timbul dalam pelaksanaan konversi.

atas tanah yang harus
dikonversi
4.ketentuan tentang
konversi
5.tatacara pendaftaran
hak atas tanah sebagai
pelaksanaan ketentuan
tentang konversi
6.masalah yang timbul
dalam konversi

4

Mahasiswa mengeti dan dapat
menjelaskan, pengertian tanah
milik, pengertian tanah milik,
ketentuan hukum tentang
pendaftaran tanah, proses dan
tatacara pendaftaran tanah, dan
masalah yang timbul dalam
pendaftaran tanah milik

Pendaftaran
tanah hak milik

1.pengertian tanah hak
milik
2.terjadinya hak milik
3.ketentuan hukum
tetang pendaftaran
tanah hak milik
4.proses dan tatacara
pendaftaran tanah hak
milik
5.masalah yang timbul
dalam pendaftaran
tanah hak milik

2 X

5

Mahasiswa mengerti dan dapat
menjelaskan pengertian hak guna
usaha, terjadinya hak guna usaha,
ketentuan tentang pendaftaran
hak guna usaha , proses dan
tatacara pendaftaran tanah hak
guna usaha.

Pendaftaran hak
guna usaha

1.pengertian hak guna
usaha
2.terjadinya hak guna
usaha
3.ketentuan tentang
pendaftran tanah hak
guna usaha
4.proses dan tata cara
pendaftaran tanah hak
guna usaha
5.masalah yang timbul
dalam pendaftaran
tanah hak guna usaha

1 X

6

Mahasiswa mengerti dan dapat
menjelaskan, pengertian hak guna
bangunan, terjadinya hak guna
bangunan, ketentuan hukum untuk
mendapatkan hak guna bangunan,
proses dan tatacara pendaftaran
tanah hak guna bangunan

Pendaftaran hak
guna bangunan

1.pengertian hak guna
bangunan
2.terjadinya hak guna
bangunan
3.ketentuan hukum
untuk mendapatkan
hak guna bangunan
4.proses dan tatacara
pendaftaran tanah hak
guna bangunan
5.masalah yang timbul
dalam pendaftaran
hak guna bangunan.

1 X

7

Mahasiswa mengerti dan dapat
menjelaskan pengertian hak pakai,
terjadinya hak pakai, ketentuan
hukum untuk mendapatkan hak
pakai atas tanah Negara, proses
dan tatacara pendaftaran tanah
hak pakai

Pendaftaran hak
pakai atas tanah
Negara

1.pengertian hak pakai
2.terjadinya hak pakai
tanah Negara
3.ketentuan hukum
untuk mendapatkan
hak pakai atas tanah
Negara
4.proses dan tatacara

1 X

pendaftaran tanah hak
pakai atas tanah
Negara
5.masalah yang timbul
dalam pendaftaran
hak pakai atas tanah
Negara

8

Mahasiswa mengerti dan dapat
menjelaskan pengertian hak
pengelolaan, terjadinya hak
pengelolaan, ketentuan hukum
untuk mendapatkan hak
pengelolaan atas tanah Negara,
proses dan tatacara pendaftaran
tanah hak pegnelolaan atas tanah
Negara

Pendaftaran hak
pengelolaan atas
tanah Negara

1.pengertian

hak
pengelolaan atas tanah
Negara
2.terjadinya

hak
pengelolaan atas tanah
Negara
3.ketentuan hukum
untuk mendapatkan
hak pengelolaan atas
tanah Negara

4.

proses dan tatcara
pendaftaran tanah hak
pengelolaan atas tanah
Negara

5.

masalah

yang

timbul

dalam
pendaftara hak-hak
pengelolaan atas tanah
Negara

2 X

9

Mahasiswa mengerti dan dapat
menjelaskan pengertian tanah
wakaf, terjadinya hak atas tanah
wakaf, ketentuan hukum tentang
tanah wakaf, proses dan tatacara
pendaftaran tanah wakaf

Pendaftaran
tanah wakaf

1.pengertian tanah
wakaf
2.terjadinya hak atas
tanah wakaf
3.ketentuan hukum
tentang tanah wakaf
4.proses dan tatacara
pendaftaran tanah hak
guna bangunan
5.masalah yang timbul
dalam pendaftaran

1 X

10

Mahasiswa mengerti dan dapat
menjelaskan

pengertian
pemindahan hak atas tanah,
bentuk-bentuk pemindahan hak
atas tanah , ketentuan hukum
tentang pendaftaran pemindahan
hak atas tanah

Pendaftaran
pemindahan hak
atas tanah

1.pengertian
pemindahan hak atas
tanah
2.bentuk-bentuk
pemindahan hak atas
tanah
3.ketentuan hukum
tentang pendaftaran
pemindahan hak atas
tanah
4.pembuatan

akta

pemindahan hak
5.pendaftaran
pemindahan hak

1 X

11

Mahasiswa mengerti dan dapat
menjelaskan pengertian hak
tanggungan atas tanah, ketentuan
hukum tentang pendaftran
pembebanan hak tanggungan atas

Pendaftaran
pembebanan hak
atas tanah atau
hak tanggungan
atas tanah

1.pengertian

hak
tanggungan atas tanah

2.

ketentuan hukum
tentang pendaftaran
pembebanan

hak

1 X

tanah, tatacara pembebanan hak
tanggungan

atas tanah,
pendaftaran hak tanggungan atas
tanah

tanggungan atas tanah

3.

tatacara
pembebanan

hak
tanggungan atas tanah

4.

pendaftaran hak
tanggungan atas tanah

12

Mahasiswa mengerti dan dapat
menjelaskan pengertian hak milik
atas tanah RSS dan RS, terjadinya
hak milik atas tanah RSS dan RS,
ketentuan hukum

untuk
mendapatkan hak milik atas tanah
untuk RSS dan RS, proses dan
tatacara pendaftaran tanah hak
milik untuk RSS dan RS

Pendaftaran hak
milik atas tanah
untuk RSS dan
RS

1.pengertian hak milik
atas tanah RSS dan
RS
2.terjadinya hak milik
atas tanah RSS dan
RS
3.ketentuan hukum
untuk mendapatkan
hak milik atas tanah
RSS dan RS
4.proses dan tatacara
pendaftaran tanah hak
milik untuk RSS dan
RS

1 X

Judul Matakuliah

: Hukum Agraria

Deskripsi Singkat

: Hukum Agraria mepelajari pengertian hukum agraria dan hukum tanah, politik hukum pertanahan
nasional dalam UUD 1945 dan hubungan dengan UUPA, ruan lingkup hukum agraria, perkembanganya
sebagai ilmu hukum yang berdiri sendiri, dasar-dasar dan sumber hukum agrarian / hukum tanah, azas
hukum tanah nasional, hak-hak penguasaan atas tanah, hak-hak atas tanah, pembebanan hak atas tanah,
peralihan hak atas tanah, pengadaan tanah, land reform, serta tata guna tanah.

Tujuan Instruksional Umum

: setelah mempelajari hukum agraria dan hukum pertanahan mahasiswa akan dapat menguraikan secara
teoritis / yuridis yang berkaitan dengan hak penguasaan atas tanah, dapat mengetahui perkembanganya
dan mahasiswa mampu menganalisa setiap masalah pertanahan.

No

Tujuan Instruksi Umum

Pokok Bahasan

Sub Pokok Bahasan

Waktu
Tatap
Muka

Kepustakaan

1

2

3

4

5

6

1

Mahasiswa mengerti dan dapat
menjelaskan pengertian hukum
agraria sebagai cabang ilmu yang
berdiri sendiri, objek dan ruang
lingkup hukum agraria, landasan
konstitusi dan politik hukum
agrarian serta perkembangan
hukum agrarian

Hukum agrarian
sebagai cabang
ilmu pengetahuan
yang berdiri
sendiri

1.pengertian hukum
agrari nasional dan
hukum tanah
2.politik

hukum
pertanahan nasional
dalam UUD 1945 dan
hubunganya dengan
UUPA
3.ruang lingkup kajian
hukum agrarian/hukum
tanah
4.dasar-dasar

dan

sumber

hukum
agrarian/hukum tanah
5.perkembangan hukum
agraria

2 X

Prof.Boedi Harsono, Hukum Agraria
Indonesia, sejarah pembentukan
Undang-undang pokok agraria, Isi
dan pelaksanaanya, djambatan
Jakarta

Prof.Dr.Drs. Notonagoro, SH,
politik hukum dan pembangunan
agrarian di Indonesia, bina aksara
Jakarta, 1984

2

Mahasiswa mengerti dan dapat
menjelaskan perkembangan hukum
agrarian, masa sebelum datangnya
penjajahan, masa penjajahan, masa
kemerdekaan, sebelum dan
sesudah berlakunya UUPA

Sejarah

dan

perkembangan
hukum agrarian

1.hukum

agraria

sebelum era colonial
2.hukum agrarian dalam
era colonial
3.politik hukum agraria
dalam UUD 1945 dan
UUPA

2 X

Prof.Boedi Harsono, Hukum Agraria
Indonesia, sejarah pembentukan
Undang-undang pokok agraria, Isi
dan pelaksanaanya, djambatan
Jakarta

R Atang Ranumiharja, SH
perkembangan hukum agraria di
Indonesia, Tarsito, Bandung

3

Mahasiswa mengerti dan dapat
menjelaskan hukum pertanahan
sebagai bagian dari hukum agraria,

Hukum
pertanahan
sebagai bagian

1.latar belakang
2.politik hukum agraria
dan perkembangan

2 X

Prof.Dr.Drs. Notonagoro, SH,
politik hukum dan pembangunan
agrarian di Indonesia, bina aksara

menjelaskan objek kajian hukum
pertanahan serta sumber-sumber
hukm dan peraturan pelaksana

hukum agrarian

hukum agrarian
3.objek dan ruang
lingkup kajian hukum
pertanahan
4.sumber hukum dan
peraturan pelaksana

Jakarta, 1984

4

Mahasiswa mengerti dan dapat
menjelaskan azas-azas hukum
pertanahan nasional yangmenjadi
landasan perkembangan hukum
pertanahan nasional

Azas-Azas hukum
pertanahan
nasional

1.Azas hak ulayat dalam
hukum adat
2.azas hak menguasai
Negara
3.Azas fungsi social
4.Azas pembatasan hak
5.Azas produktif aktif
6.Azas persamaan hak
7.Azas usaha bersama
8.Azas pemanfaatan
9.Azas konservasi

2 X

UUPA

Pasal 3,5

Pasal 1,2
Pasal 6
Pasal 7,10,11
Pasal 10,11
Pasal 9
Pasal 12,13
Pasal 14,15
Pasal 15

5

Mahasiswa mengerti dan dapat
menjelaskan hak-hak atas tanah
dalam perkembangan hukum
pertanahan nasional

Hak-hak atas
tanah

1.hak milik
2.hak guna usaha
3.hak guna bangunan
4.hak pakai
5.hak sewa
6.hak membuka tanah
7.hak memungut hasil
hutan
8.hak-hak lain yang akan
ditetapkan dengan
undang-undang, serta
hak yang disebut
dalam pasal 53 UUPA
(hak yang sifatnya
sementara)

3 X

UU No.5 /1960 (UUPA)
Prof.Dr. Sudargo Goutama,
Tafsiran Undang-Undang Pokok
Agraria, Alumni Bandung

6

Mahasiswa mengerti dan dapat
menjelaskan pengertian, dasar
hukm dan pelaksanaan konversi
hak atas tanah

Konversi Hak
atas tanah

1.pengertian
2.dasar Hukum
3.pelaksanaanya

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->