P. 1
Makalah seni budaya

Makalah seni budaya

|Views: 182|Likes:
Published by thomyemoekty
the culture of borneo
the culture of borneo

More info:

Categories:Types, Research
Published by: thomyemoekty on Apr 06, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial
List Price: $0.99 Buy Now

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

09/14/2015

$0.99

USD

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indonesia merupakan salah satu negara multikultural terbesar di dunia.

Hal ini dapat dilihat dari kondisi sosio-kultural, agama maupun geografis yang begitu beragam dan luas. Sekarang ini, jumlah pulau yang ada di wilayah Negara kesatuan republik indonesia (NKRI) sekitar 13.000 pulau besar dan kecil. Populasi penduduknya berjumlah lebih dari 200 juta jiwa, terdiri dari 300 suku yang menggunakan hampir 200 bahasa yang berbeda. Selain itu mereka juga menganut agama dan kepercayaan yang beragam seperti Islam, Katolik, Kristen Protestan, Hindu, Budha, Konghucu serta berbagai macam aliran kepercayaan . Kebudayaan adalah salah satu aset penting bagi sebuah Negara berkembang, kebudayaan tersebut untuk sarana pendekatan sosial, simbol karya daerah, asset kas daerah dengan menjadikannya tempat wisata, karya ilmiah dan lain sebagainya. Dalam hal ini suku Dayak Kalimantan yang mengedepankan budaya leluhurnya, sehingga kebudayaan tersebut sebagai ritual ibadah mereka dalam menyembah sang pencipta yang dilatarbelakangi kepercayaan tradisional yang disebut Kaharingan. Sebagai bukti ragam budaya Indonesia yaitu tradisi Tiwah sebagai salah satu kebudayaan masyarakat Dayak Ngaju Propinsi Kalimantan Tengah yangpada mulanya sebuah tradisi kepercayaan masyarakat Kaharingan. Berbagaimacam prosesi yang terjadi pada acara tersebut, diantaranya: Ngayau (penggalkepala), ritual Tabuh (tidak tidur selama dua malam dengan diselingi minum. Dari uraian di atas kami tertarik untuk membuat makalah yang terkait lebih dengan mengambil judul "Kebudayaan Suku Dayak". B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas, dan mengacu pada judul yang ada, kami merumuskan masalah dalam penulisan makalah adalah ini sebagai berikut : 1. Mengapa masyarakat suku Dayak Ngaju masih melaksanakan Upacara Tiwah ? 2. Bagai mana system kekerabatan suku dayak ?

C.

Tujuan Penulisan Makalah

Secara umum penelitian ini berusaha mengungkap prosesi tiwah dalam perspektif hukum Islam dan Hukum Negara. Sedangkan secara rincinya sebagai berikut: 1. Untuk mengetahui kebudayaan suku dayak. 2. Untuk memenuhi nilai mata pelajaran disekolah .
1

Pengertian Suku Dayak Dayak atau Daya adalah nama yang oleh penduduk pesisir pulau Borneo diberi kepada penghuni pedalaman yang mendiami Pulau Kalimantan yang meliputi Brunei. Kelompok Suku Dayak. rumpun Iban. mendiami daerah pesisir pantai dan sungai-sungai di tiap-tiap pemukiman mereka. merujuk kepada sosiologi kemasyarakatannya dan perbedaan adat istiadat. Nama Borneo mungkin berasal dari nama Brunei dan sering digunakan untuk menamai seluruh pulau sedangkan nama Kalimantan mungkin berasal dari keadaan pulau yang punya banyak kali. Lamanta adalah sagu dari pohon yang baru ditebang. terdiri dari 6 suku besar dan 405 sub suku kecil. B. Suku Dayak yang masih mempertahankan adat budayanya akhirnya memilih masuk ke pedalaman. Kenyah dan Bahau. Hampir semua nama sebutan orang Dayak mempunyai arti sebagai sesuatu yang berhubungan dengan "perhuluan" atau sungai. Pada umumnya nama Kalimantan digunakan untuk bagian geografis tanah di bawah pemerintahan Indonesia dan West Malaysia atau nama Borneo untuk bagian di bawah pemerintahan Malaysia. U. Namun secara ilmiah. maupun bahasa yang khas. rumpun Ot Danum-Ngaju dan rumpun Punan. serta Indonesia yang terdiri dari Kalimantan Barat. 1975 dalam Bukunya Hukum Adat dan Adat Istiadat Kalimantan Barat. yang masih mentah. Masing-masing sub suku Dayak di pulau Kalimantan mempunyai adat istiadat dan budaya yang mirip. Lontaan. Etnis Dayak Kalimantan menurut seorang antropologi J. rumpun Apokayan yaitu Dayak Kayan. Malaysia yang terdiri dari Sabah dan Sarawak. para linguis melihat 5 kelompok bahasa yang dituturkan di pulau Kalimantan dan masing-masing memiliki kerabat di luar pulau Kalimantan: 2 . Dikarenakan arus migrasi yang kuat dari para pendatang. Menurut beberapa pihak lain mungkin nama Kalimantan berasal dari nama Lamanta. banyak mas. Kalimantan Timur. Lontaan. rumpun Murut. Persebaran suku-suku Dayak di Pulau Kalimantan. Ada yang membagi orang Dayak dalam enam rumpun yakni rumpun Klemantan alias Kalimantan. yang menyebar di seluruh Kalimantan.U. dan Kalimantan Selatan .BAB II PEMBAHASAN A. Suku Dayak menjadi terpencar-pencar dan menjadi sub-sub etnis tersendiri. Akibatnya. Geografi Antara daratan Asia dan Australia terletak Nusa Tenggara Indonesia termasuk pulau Borneo yang oleh orang Indonesia dinamakan Kalimantan. sehingga menjadi Kalimantan. Masa lalu masyarakat yang kini disebut suku Dayak. C. terutama pada nama-nama rumpun dan nama kekeluargaannya. Budaya masyarakat Dayak adalah Budaya Maritim atau bahari. budaya. Kalimantan Tengah. 1975). terbagi dalam sub-sub suku yang kurang lebih jumlahnya 405 sub (menurut J. dan banyak intan.

     "Barito Raya (33 bahasa. Padahal. sebab lebih diartikan agak negatif. gunung. masuk ke pedalaman di Kalimantan Tengah. Labuan Lawas dan Watang Balangan. Suku Dayak merupakan penduduk Kalimantan yang sejati. Namun setelah orang-orang Melayu dari Sumatra dan Semenanjung Malaka datang. sebagian masuk daerah pedalaman. Arus besar berikutnya terjadi pada saat pengaruh Islam yang berasala dari kerajaan Demak bersama masuknya para pedagang Melayu sekitar tahun 1608 . serta tidak kenal menyerah atau pantang mundur. dan sebagainya. Watang Amandit. Makasar. yang diperkirakan terjadi antara tahun 1309-1389 . sering disebut ”Nansarunai Usak Jawa”. Pada tahun 1977-1978 saat itu. Kejadian tersebut mengakibatkan suku Dayak terdesak dan terpencar. dan Sama-Bajau). Tidak termasuk Banjar. Margasari. Berau. mereka makin lama makin mundur ke dalam. 3 . Sejarah Suku Dayak Suku Dayak adalah suku asli Kalimantan yang hidup berkelompok yang tinggal di pedalaman. Orang-orang Dayak sendiri sebenarnya keberatan memakai nama Dayak. Dayak Embaloh. yakni sebuah kerajaan Dayak Nansarunai yang hancur oleh Majapahit. Sebagain lagi terus terdesak masuk rimba. Dalam tradisi lisan Dayak. benua Asia dan pulau Kalimantan yang merupakan bagian nusantara yang masih menyatu. semboyan orang Dayak adalah “Menteng Ueh Mamut”. Senganan. yang berarti seseorang yang memiliki kekuatan gagah berani. Suku ini terdiri atas beberapa suku yang masingmasing memiliki sifat dan perilaku berbeda. Sekarang beberapa suku berbudaya Melayu yang sekarang telah bergabung dalam suku Dayak adalah Tidung. Suku Dayak pernah membangun sebuah kerajaan. Belum lagi kedatangan orang-orang Bugis. "Sulawesi Selatan" dituturkan 3 suku Dayak di pedalaman Kalbar: Dayak Taman. Sambas yang dianggap berbudaya Melayu. Sebagian besar suku Dayak memeluk Islam dan tidak lagi mengakui dirinya sebagai orang Dayak. dan Jawa pada masa kejayaan Kerajaan Majapahit. termasuk 11 bahasa dari kelompok bahasa Madagaskar. termasuk bahasa Yakan di Filipina. Dayak Iban dan Dayak Kendayan (Kanayatn). Sedangkan orang Dayak yang menolak agama Islam kembali menyusuri sungai. "Dayak Darat" (13 bahasa) "Borneo Utara" (99 bahasa). mereka harus menyebar menelusuri sungai-sungai hingga ke hilir dan kemudian mendiami pesisir pulau Kalimantan. Dayak Kalis disebut rumpun Dayak Banuaka. Kata Dayak itu sendiri sebenarnya diberikan oleh orangorang Melayu yang datang ke Kalimantan. Bulungan (keduanya rumpun Borneo Utara) dan Paser (rumpun Barito Raya). Amuntai. "Melayik" dituturkan 3 suku Dayak: Dayak Meratus/Bukit (alias Banjar arkhais yang digolongkan bahasa Melayu). salah seorang Sultan Kesultanan Banjar yang terkenal adalah Lambung Mangkurat sebenarnya adalah seorang Dayak (Ma’anyan atau Ot Danum). Orang Dayak pemeluk Islam kebanyakan berada di Kalimantan Selatan dan sebagian Kotawaringin. Kedayan (Brunei). D. Kutai. yang memungkinkan ras mongoloid dari asia mengembara melalui daratan dan sampai di Kalimantan dengan melintasi pegunungan yang sekarang disebut pegunungan “Muller-Schwaner”. bermukim di daerah-daerah Kayu Tangi. tapi menyebut dirinya sebagai orang Melayu atau orang Banjar. Suku Dayak hidup terpencar-pencar di seluruh wilayah Kalimantan dalam rentang waktu yang lama.

Tongkat menggambarkan kayu penumbuk sedangkan bambu serta biji-bijian didalamnya menggambarkan benih padi dan wadahnya. Tari ini diiringi dengan lagu Sak Paku dan hanya menggunakan alat musik Sampe. bangsa-bangsa lain juga berdatangan ke Kalimantan. Kedatangan bangsa Tionghoa tidak mengakibatkan perpindahan penduduk Dayak dan tidak memiliki pengaruh langsung karena langsung karena mereka hanya berdagang. Sultan Mempawah menerima orang-orang Tionghoa (dari Brunei) yang sedang mencari emas.Tari ini tidak hanya dikenal oleh suku Dayak Tunjung namun juga dikenal oleh suku Dayak Benuaq. Pada abad XV Raja Yung Lo mengirim sebuah angkatan perang besar ke selatan (termasuk Nusantara) di bawah pimpinan Chang Ho. terutama dengan kerajaan Banjar di Banjarmasin. Sejak awal abad V bangsa Tionghoa telah sampai di Kalimantan. barang pecah belah seperti piring. Seni Tari Dayak 1. Tarian ini cukup terkenal dan sering disajikan dalam penyambutan tamu dan acara-acara lainnya. Kalimantan. Tarian ini dapat dibagi dalam tiga versi yaitu tari Gantar Rayatn. dan kembali ke Tiongkok pada tahun 1407. setelah sebelumnya singgah ke Jawa. belanga (guci) dan peralatan keramik. Bangsa Tionghoa diperkirakan mulai datang ke Kalimantan pada masa Dinasti Ming tahun 1368-1643. gesit. 4 . Orang-orang Tionghoa tersebut membawa juga barang dagangan diantaranya candu.1963) E. Mereka tidak langsung berniaga dengan orang Dayak. Tetapi masih belum jelas apakah bangsa Tionghoa datang pada era Bajarmasin (dibawah hegemoni Majapahit) atau di era Islam. penuh semangat dan kadang-kadang diikuti oleh pekikan si penari. mangkok dan guci (Sarwoto kertodipoero. Gantar Busai dan Gantar Senak/Gantar Kusak. Dalam tari Kancet Pepatay.Tidak hanya dari nusantara. 2. cangkir. penari mempergunakan pakaian tradisionil suku Dayak Kenyah dilengkapi dengan peralatan perang seperti mandau. Pada tahun 1750. Malaka. Dari manuskrip berhuruf kanji disebutkan bahwa kota yang pertama di kunjungi adalah Banjarmasin. perisai dan baju perang. Tari Gantar Tarian yang menggambarkan gerakan orang menanam padi. sutera. Manila dan Solok. Tari Kancet Papatai / Tari Perang Tarian ini menceritakan tentang seorang pahlawan Dayak Kenyah berperang melawan musuhnya. Peninggalan bangsa Tionghoa masih disimpan oleh sebagian suku Dayak seperti piring malawen. Gerakan tarian ini sangat lincah.

5. Tari Hudoq Tarian ini dilakukan dengan menggunakan topeng kayu yang menyerupai binatang buas serta menggunakan daun pisang atau daun kelapa sebagai penutup tubuh penari. Utan Along akhirnya melarikan diri kedalam hutan. namun si penari tidak mempergunakan gong dan bulubulu burung Enggang dan juga si penari banyak mempergunakan posisi merendah dan berjongkok atau duduk dengan lutut menyentuh lantai. Biasanya tari ini ditarikan diatas sebuah gong. burung yang dimuliakan oleh suku Dayak Kenyah karena dianggap sebagai tanda keagungan dan kepahlawanan. Tari Kancet Lasan Menggambarkan kehidupan sehari-hari burung Enggang. Tari Kancet Lasan merupakan tarian tunggal wanita suku Dayak Kenyah yang sama gerak dan posisinya seperti Tari Kancet Ledo. Tari Kancet Ledo / Tari Gong Jika Tari Kancet Pepatay menggambarkan kejantanan dan keperkasaan pria Dayak Kenyah. Tarian gadis suku Dayak Kenyah ini ditarikan dengan diiringi nyanyian lagu Leleng. Tarian ini lebih ditekankan pada gerak-gerak burung Enggang ketika terbang melayang dan hinggap bertengger di dahan pohon. Tarian ini erat hubungannya dengan upacara keagamaan dari kelompok suku Dayak Bahau dan Modang. sehingga Kancet Ledo disebut juga Tari Gong. 6. Tarian ini lebih ditekankan pada gerak-gerak burung Enggang ketika terbang melayang dan hinggap bertengger di dahan pohon. Tari 5 . Tari Leleng Tarian ini menceritakan seorang gadis bernama Utan Along yang akan dikawinkan secara paksa oleh orangtuanya dengan pemuda yang tak dicintainya. sebaliknya Tari Kancet Ledo menggambarkan kelemahlembutan seorang gadis bagai sebatang padi yang meliuk-liuk lembut ditiup oleh angin. namun si penari tidak mempergunakan gong dan bulubulu burung Enggang dan juga si penari banyak mempergunakan posisi merendah dan berjongkok atau duduk dengan lutut menyentuh lantai. Posisinya seperti Tari Kancet Ledo. Tari ini dibawakan oleh seorang wanita dengan memakai pakaian Tari Kancet Ledo tradisional suku Dayak Kenyah dan pada kedua tangannya memegang rangkaian bulu-bulu ekor burung Enggang. 4.3.

Kutai Barat) yang memakan waktu bertahun-tahun. Tari Serumpai Tarian suku Dayak Benuaq ini dilakukan untuk menolak wabah penyakit dan mengobati orang yang digigit anjing gila. gerakan tarinya dan iringan musiknya. Ada dua jenis topeng dalam tari Hudoq Kita'. mengobati orang sakit. Disebut tarian Serumpai karena tarian diiringi alat musik Serumpai (sejenis seruling bambu). sedangkan topengnya berbentuk wajah manusia biasa yang banyak dihiasi dengan ukiran khas Dayak Kenyah. Tari Belian Bawo Upacara Belian Bawo bertujuan untuk menolak penyakit. Tari Hudoq Kita' Tarian dari suku Dayak Kenyah ini pada prinsipnya sama dengan Tari Hudoq dari suku Dayak Bahau dan Modang. yakni untuk upacara menyambut tahun tanam maupun untuk menyampaikan rasa terima kasih pada dewa yang telah memberikan hasil panen yang baik.Hudoq dimaksudkan untuk memperoleh kekuatan dalam mengatasi gangguan hama perusak tanaman dan mengharapkan diberikan kesuburan dengan hasil panen yang banyak. Kostum penari Hudoq Kita' menggunakan baju lengan panjang dari kain biasa dan memakai kain sarung. tari ini sering disajikan pada acara-acara penerima tamu dan acara kesenian lainnya. topeng. 6 . Setelah diubah menjadi tarian. yakni yang terbuat dari kayu dan yang berupa cadar terbuat dari manikmanik dengan ornamen Dayak Kenyah. Tarian ini merupakan tarian suku Dayak Benuaq. Bulungan) ke daerah Long Segar (Kab. 9. 11. 7. Tari Pecuk Kina Tarian ini menggambarkan perpindahan suku Dayak Kenyah yang berpindah dari daerah Apo Kayan (Kab. 8. 10. Perbedaan yang mencolok anatara Tari Hudoq Kita' dan Tari Hudoq ada pada kostum. membayar nazar dan lain sebagainya. Tari Kuyang Sebuah tarian Belian dari suku Dayak Benuaq untuk Tari Hudoq Tari Belian Bawo mengusir hantu-hantu yang menjaga pohon-pohon yang besar dan tinggi agar tidak mengganggu manusia atau orang yang menebang pohon tersebut.

sebagai tanda syukur dan kegembiraan atas kelahiran seorang cucunya. tari bersama ini diciptakan oleh seorang kepala suku Dayak Kenyah di Apo Kayan yang bernama Nyik Selung. Kemudian tari ini berkembang ke segenap daerah suku Dayak Kenyah. Tari Baraga' Bagantar Awalnya Baraga' Bagantar adalah upacara belian untuk merawat bayi dengan memohon bantuan dari Nayun Gantar. Sekarang upacara ini sudah digubah menjadi sebuah tarian oleh suku Dayak Benuaq. Macam-macam suku dayak                     Suku Dayak Abal Suku Dayak Bakumpai Suku Dayak Bentian Suku Dayak Benuaq Suku Dayak Bidayuh Suku Dayak Bukit Suku Dayak Darat:Dayak Mali Suku Dayak Dusun Suku Dayak Dusun Deyah Suku Dayak Dusun Malang Suku Dayak Dusun Witu Suku Dayak Kadazan Suku Dayak Lawangan Suku Dayak Maanyan Suku Dayak Mali Suku Dayak Mayau Suku Dayak Meratus Suku Dayak Mualang Suku Dayak Ngaju Suku Dayak Ot Danum 7 . F. Tari Datun Tarian ini merupakan tarian bersama gadis suku Dayak Kenyah dengan jumlah tak pasti. Menurut riwayatnya. boleh 10 hingga 20 orang. 13. Tarian ini mempergunakan alat-alat penumbuk padi yang dibentur-benturkan secara teratur dalam posisi mendatar sehingga menimbulkan irama tertentu.12. Tari Ngerangkau Tari Ngerangkau adalah tarian adat dalam hal kematian dari suku Dayak Tunjung dan Benuaq. 14.

                Suku Dayak Samihim Suku Dayak Seberuang Suku Dayak Siang Murung Suku Dayak Tunjung Suku Dayak Kebahan Suku Dayak Keninjal Suku Dayak Kenyah Suku Dayak Simpangk Suku Dayak Kualant Suku Dayak Ketungau Suku Dayak Sebaruk Suku Dayak Undau Suku Dayak Desa Suku Dayak Iban Suku Dayak Pesaguan Suku Dayak Lebang H. ditatah. Disebelah dalam dijumpai tempat pegangan. Batu-batuan yang sering dipakai sebagai bahan dasar pembuatan Mandau dimasa yang telah lalu yaitu: Batu Sanaman Mantikei. Lonjo / Tombak. panjang 1.2. serdadu Belanda ternyata jauh lebih takut terkena anak sumpit ketimbang prajurit Dayak diterjang peluru. 8 . Senjata Tradisional Suku Dayak Pada zaman penjajahan di Kalimantan dahulu kala.¾ cm yang digunakan untuk memasukan anak sumpitan (Damek). Sebelah luar diberi ukiran atau lukisan dan mempunyai makna tertentu. Bentuknya bulat dan berdiameter 2-3 cm. Merupakan senjata utama suku dayak. Berikut ini adalah senjata-senjata tradisional suku dayak : 1. 4.5 meter. Bentuknya panjang dan selalu ada tanda ukiran baik dalam bentuk tatahan maupun hanya ukiran biasa. Ukuran panjang 1 – 2 meter dengan lebar 30 – 50 cm. tetapi liat. karena dirawat dengan baik oleh pemiliknya. Mandau mempunyai nama asli yang disebut “Mandau Ambang Birang Bitang Pono Ajun Kajau”. Batu Montalat. Batu Mujat atau batu Tengger.5 . Sipet / Sumpitan. Merupakan senjata utama dan merupakan senjata turun temurun yang dianggap keramat. Terbuat dari kayu ringan. 2. dan telep adalah tempat anak sumpitan. merupakan barang yang mempunyai nilai religius. Ujung atas ada tombak yang terbuat dari batu gunung yang diikat dengan rotan dan telah di anyam. Dibuat dari besi dan dipasang atau diikat dengan anyaman rotan dan bertangkai dari bambu atau kayu keras. Akan tetapi. 3. diukir dengan emas/perak/tembaga dan dihiasi dengan bulu burung atau rambut manusia. ditengah-tengahnya berlubang dengan diameter lubang ¼ . Telawang / Perisai. Mandau. serdadu Belanda bersenjatakan senapan dengan teknologi mutakhir pada masanya. Mandau dibuat dari batu gunung. Anak sumpit disebut damek. sementara prajurit Dayak umumnya hanya mengandalkan sumpit.

Dohong. Senjata ini semacam keris tetapi lebih besar dan tajam sebelah menyebelah. Basir. Senjata ini hanya boleh dipakai oleh kepala-kepala suku. Demang.5. 9 . Hulunya terbuat dari tanduk dan sarungnya dari kayu.

Kesimpulan Berdasarkan paparan dan analisis data pada bab sebelumnya. melainkan masih banyak budaya-budaya yang belum kita ketahui . apapun yang ditinggalkan oleh leluhur mereka itulah yang wajib dikerjakan dan mereka beranggapan bahwa bila ini tidak dijalankan maka aka nada bencana bagi keluarga mereka dan juga orang yang ada disekitar mereka . Salah satu budaya dari Negara kita adalah budaya suku dayak . 10 . Kadang kita lebih mengenal budaya yang ada di Negara barat melainkan budaya kita sendiri. karena dalam kehidupan mereka sangat percaya pada leluhur mereka.BAB III PENUTUP A. Sebagian masyarakat suku dayak pada dasarnya masih sangat menghargai kebudayaan tersebut dan juga sangat menghormati leluhur mereka. Maka dari itu kita harus mengenal budaya kita sendiri mulai memberikan wawasan kepada anak-anak sejak dini agar memahami beragam budaya yang ada di Negeri cercinta ini. Tentu bukan hanya budaya dayak yang ada di negara Indonesia. Saran Sebagai warga Negara Indonesia kita perlu mengetahui kebudayaan-kebudayaan yang ada di Negara kita sendiri. B. maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai jawaban atas permasalahan yang diangkat yaitu antara lain: 1. Sistem kekerabatan suku dayak yaitu menggunakan system parental ( ayah dan ibu) . 2.

KATA PENGANTAR Seiring dengan kemajuan jaman. tradisi dan kebudayaan daerah yang pada awalnya dipegang teguh. yang ahirnya akan membuat masyarakat menjadi merasa bangga terhadap budaya daerahnya sendiri. di pelihara dan dijaga keberadaannya oleh setiap suku. Kebanyakan masyarakat memilih untuk menampilkan dan menggunakan kesenian dan budaya modern dari pada budaya yang berasal dari daerahnya sendiri yang sesungguhnya justru budaya daerah atau budaya lokallah yang sangat sesuai dengan kepribadian bangsanya. 11 i .. Pada umumnya masyarakat merasa gengsi dan malu apabila masih mempertahankan dan menggunakan budaya lokal atau budaya daerah. Pada umumnya mereka tidak menyadari bahwa sesungguhnya kebudayaan merupakan jati diri bangsa yang mencerminkan segala aspek kehidupan yang berada didalalmnya. Besar harapan saya. Tanpa mereka sadari bahwa budaya daerah merupakan faktor utama terbentuknya kebudayaan nasional dan kebudayaan daerah yang mereka miliki merupakan sebuah kekayaan bangsa yang sangat bernilai tinggi dan perlu dijaga kelestarian dan keberadaanya oleh setiap individu di masyarakat. semoga dengan dibuatnya makalah yang berjudul Budaya Suku Dayak ( Kalimantan ) yang didalamnya membahas tentang kebudayaan yang berasal dari daerah Kalimantan ini menjadi salah satu sarana agar masyarakat menyadari betapa berharganya sebuah kebudayaan bagi suatu bangsa. kini sudah hampir punah. Mereka lebih memilih dan berpindah ke budaya asing yang belum tetntu sesuai dengan keperibadian bangsa bahkan masyarakat lebih merasa bangga terhadap budaya asing daripada budaya yang berasal dari daerahnya sendiri.

PEMBAHASAN A. Latar Belakang ---------------------------------------------------------------------------B. Saran --------------------------------------------------------------------------------------- i ii 1 1 1 2 2 2 3 4 7 8 10 10 12 ii . Seni Tari Suku Dayak ------------------------------------------------------------------F. Sejarah Suku Dayak --------------------------------------------------------------------E. Kesimpulan ------------------------------------------------------------------------------B. PENDAHULUAN A.DAFTAR ISI Kata Pengantar ------------------------------------------------------------------------------------Daftar Isi -------------------------------------------------------------------------------------------BAB I. Rumusan Masalah ----------------------------------------------------------------------C. Persebaran Suku Dayak di Kalimantan ----------------------------------------------C. Tujuan Penulisan Makalah ------------------------------------------------------------BAB II. PENUTUP A. Geografis ---------------------------------------------------------------------------------B. Pengertian Suku Dayak ----------------------------------------------------------------D. Macam – Macam Suku Dayak --------------------------------------------------------G. Senjata Tradisional Suku Dayak -----------------------------------------------------BAB III.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->