MINGGU KE 4

SIFAT TERMAL BAHAN

Sifat termal bahan dikaitkan dengan perpindahan kalor. Perpindahan kalor ada 2, yaitu : Keadaan tetap ( steady heat flow ) Keadaan berubah ( transient heat flow)

1. Perpindahan Kalor Keadaan Tetap Dalam keadaan yang sebenarnya perpindahan kalor bersifat rumit. Oleh karena itu untuk kepentingan praktis, persamaannya disederhanakan. Perpindahan kalor suatu bahan tidak hanya tergantung pada tahanan ( resistance ) bahan tersebut tetapi tahanan dari kedua permukaan bahan tersebut, atau koefisien permukaan bahan tersebut. Persamaan aliran kalor : q = UA ( t1-t2) Dimana, q = aliran kalor U= transmitan keseluruhan A= luas bahan atau elemen t1-t2=perbedaan suhu udara dua permukaan

Persamaan lain : q= 1/R A (t1-t2) U=1/R

U=__________1__________________ 1/hi+1/ho+(d1/k1+d2/k2+...+dn/kn)

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Dr. Ir. M. Syarif Hidayat M.Arch FISIKA BANGUNAN

..dn/kn = Ri+Ro+R1+...0125h) Dimana.Konduktifitas termal yang rendah pada bahan insulasi adalah selaras dengan kandungan udara dalam bahan tersebut... Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Kh=Konduktifitas termal pada kandungan uap air h Kd=Konduktifitas termal dalam keadaan kering H=kandungan uap air (%berat) 2. hi= koefisien permukaan dalam ho=koefisien permukaan luar k=konduktifitas termal d=tebal lapisan Tahanan termal R adalah jumlah dari tahanan termal dari kedua permukaan dan jumlah tahanan dari masing masing lapisan.Kandungan uap air Konduktifitas termal air sebesar 25x konduktifitas udara tenang.. Ir. M. R=1/hi+1/ho+d1/k1+.Oleh karena itu apabila suatu benda berpori diisi air maka akan berpengaruh terhadap konduktifitas termal.Dimana.+Rn Faktor-faktor yang mempengaruhi konduktifitas termal 1. Namun secara umum dapat dikatakan bahwa konduktifitas termal akan meningkat apabila suhu meningkat.Arch FISIKA BANGUNAN ... Syarif Hidayat M. Hubungan antara konduktifitas termaldan kandungan uap air dituangkan dalam persamaan sbb: Kh=Kd(1+0..UMB Dr.Suhu Pengaruh suhu terhadap konduktifitas termal suatu bahan adalah kecil.

21 0.05 0.03 0.49 0.22 0.16 0.20 0.12 2.32 1.56 0.47 0. Syarif Hidayat M. Papan insulasi Dr.21 0.25 0.20 0. Perbedaan konduktifitas termal bahan dengan kepadatan yang sama.21 96 16-160 1826 320 2323 1602 993 0. Ir.20 0.20 0. yang meliputi: ukuran.04 0. Klasifikasi konduktifitas Kgm/m³ Papan Tanah pengisi Bahan lantai Asbestos semen Gypsum board Tanah Aspal Marmer Teraso Bahan kaca Bahan insulasi Kaca Asbestos. hubungan pori/lubang.07 1. Batas Konduktifitas Termal Bahan. Kkal/m² 0. Tidak mungkin bahan yang berpori memiliki konduktifitas termal lebih rendah dari udara tenang (still air).UMB 1201 2243 2723 2435 2483 144 705 0.30 Kkal/kgm˚c.18 0.selimut Papan gabus Mineral wool Bahan bata Batu bata Beton (ringan) Beton (padat) Pusat Pengembangan Bahan Ajar .Kepadatan dan Porositas Konduktifitas termal berbeda pengaruh terhadap kepadatan apabila poro-pori bahan semakin banyak maka konduktifitas termak rendah.3.15 Perincian Berat jenis Kalor spesifik Asbes.71 0. akan tergantung kepada perbedaan struktur. Konduktifitas termal bahan insulasi terbatas kepada konduktifitas gas dalam poripor.09 0. distribusi.16 1.Arch FISIKA BANGUNAN .64 0. Namun demikian ada bahan insulasi (foam) yang mempunyai konduktifitas termal lebih rendah dari udara tenang.20 0. Beberapa sifat konduktifitas termal bahan dan sifat lainnya. M.

konveksi.Kecepatan permukaan. 2.Arch FISIKA BANGUNAN .75 45.. dan radiasi.Perbedaan Suhu antara permukaan dan udara diatasnya akan menyebabkan meningkatnya koefisien permukaan disebabkan perpindahan kalor secara konveksi. akan menyebabkan meningkatnya udara yang semakin tinggi pada sebuah permukaan akan meningkatkan kadar aliran kalor secara konveksi paksa.UMB Dr.11 Koefisien Permukaan Koefisien permukaan berpengaruh terhadap perpindahan kalor secara konduksi.Emisifitas permukaan (e) 2. Ir.22 0. Faktor-faktor yang mempengaruhi perpindahan kalor pada permukaan : 1.58 0. Suhu 1.12 0. Emisifitas Permukaan Emisifitas permukaan yang semakin tinggi akan menyebabkan peningkatan kalor yang hilang secara radiasi. M.88 0. Kecepatan udara diatasnya atau disebelahnya 4.45 0. Kekasaran permukaan 3. 4.22 0. dan meningkatkan koefisien perpindahan kalor secara konveksi yang juga menyebabkan koefisien permukaan Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Apabila suatu permukaan memancarkan radiasi kepada suatu daerah yang memiliki suhu yang lebih rendah.Plester Bahan atap Atap genteng Tanah Baja Kayu Kayu 1762 1922 7849 481 0.Semakin kasar sebuah permukaan. 3. maka koefisien permukaan akan meningkat. Syarif Hidayat M.

5. φ.meningkat. Unit kalor tentu adalah J kg-1 0C1 . memainkan peranan yang penting. diperlukan sejumlah kalor yang besar untuk menaikkan suhu unsur tersebut sebelum memindahkan kalornya ke sisi dalaman. Bahagian berikut akan menerangkan sifat-sifat termal bahan yang merangkumi • • • • • kalor spesifik dan kapasitas termal. konduksi termal dan konduktan. ‘Masa lambat’. 2. yang berkaitan dengan massa dan kalor tentu daripada unsur tersebut. Masa lambat suatu unsur selari dengan muatan termal dan terbalik dengan Pusat Pengembangan Bahan Ajar .1 Kalor Spesifik dan Kapasitas Termal Kalor spesifik sebuah bahan adalah sejumlah kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu sebuah massa bahan sebanyak 1 0C. Syarif Hidayat M.Arch FISIKA BANGUNAN . tahanan dan resistan. Akibatnya.koefisien permukaan yang vertikal berbeda dengan koefisien permukaan yang horizontal. Bahan yang lebih besar nilai kalor tentu akan menyerap kalor yang lebih besar untuk setiap unit kenaikan suhunya. didefinisikan sebagai beda masa antara masa suhu permukaan dalam mencapai maksimum dan suhu permukaan luar mencapai maksimum. M. 2. Kadar kalor yang melalui setiap unsur bangunan bergantung kepada sifat termal bahan konstruksi bangunan. terdapat ‘masa lambat’ antara gandaan kalor suria maksimum pada permukaan luar dan masa perpindahan kalor maksimum oleh permukaan ruang dalaman terhadap udara di dalam. Bagi dinding yang menggunakan konstruksi berat.1.1 Sifat Termal Bahan Perbedaan suhu antara dalam dan luar bangunan menyebabkan perpindahan kalor. hal ini disebabkan terjadinya turbulensi (perputaran) udara yang mengalir didekatnya. Kapasitas termal. konduksi permukaan dan tahanan permukaan dan emisiviti.UMB Dr.1. Ir.1.

1978. Dalam semua kes. Situasi ini lebih kerap berlaku dalam kes bahan 0 C. Syarif Hidayat M. manakala dinding yang ringan dan nipis akan mempunyai masa lambat yang rendah. konduksi meningkat selari dengan meningkatnya kandungan lembapan (Billington. Pengaruh suhu terhadap konduksi termal bahan adalah kecil berbanding selang suhu yang biasa ditemui dalam bangunan. didefinisikan sebagai kadar aliran kalor (secara konduksi) melalui seunit luas sekeping bahan dengan seunit ketebalan dan seunit perbedaan suhu (Harkness. berat jenis dan. • • • • kandungan uap air. Billington. Sebuah objek dengan nilai konduksi yang besar (nilai-k) adalah pengalir yang baik. 2. Konduktan daripada kepingan bahan didefinisikan sebagai kadar perpindahan kalor melalui seunit luas sebuah bidang apabila perbedaan suhu antara permukaannya adalah 1 merupakan sifat sesungguhnya daripada bahan. keadaan pori-pori bahan. k. M. Secara umum. Sifat-sifat penebatan hanya dapat dikekalkan apabila berada dalam keadaan kering. 1952).UMB Dr.2 Konduksi Termal dan konduktan Konduksi termal suatu bahan.1. suhu. Konduksi termal air adalah kirakira 25 kali udara bersih. Sebaliknya apabila memiliki nilai k yang kecil objek itu merupakan pengalir yang buruk atau penebat yang baik.1. konduksi termal cenderung meningkat selari dengan kenaikan suhu. Konduksi termal dipengaruhi oleh empat faktor yaitu. Oleh itu tidak menghairankan apabila penggantian udara dalam liang atau antara butir halus dalam bahan dengan air akan mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap konduksi termal bahan. 1952). Konduksi adalah Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Ir.Arch FISIKA BANGUNAN . dinding batu bata yang berat dan tebal memiliki masa lambat yang tinggi. Kehadiran air akan menggandakan konduksi termal daripada dinding papan dan batu bata pada amnya dan juga mempunyai pengaruh yang besar terhadap bahan-bahan bangunan yang lain.konduktannya. Oleh itu.

terdapat pula rintangan yang diakibatkan oleh permukaannya. ρ. Rintangan pada permukaan ini nipis dan disebut dengan ‘rintangan filem’ atau ‘rintangan permukaan’.1. Pusat Pengembangan Bahan Ajar .1. Rintangan permukaan yang terdapat pada dinding adalah rintangan permukaan dalaman dan luaran. khususnya daripada udara luar ke udara dalam atau sebaliknya.2) di mana. C/W (2.ringan (light-weight) dengan perbandingan udara dalam rongga yang besar. Syarif Hidayat M. Secara umum dapat disimpulkan konduksi termal yang rendah bagi kebanyakan bahan penebatan sesungguhnyanya sesuai dengan udara yang dikandungi bahan tersebut. kandungan udara dalam rongga semakin besar maka semakin rendah pula konduksi termal. Nilai konduksi berubah apabila terdapat perubahan berat jenis dan kandungan lembapan sesuatu bahan. M.Arch FISIKA BANGUNAN . 2. dengan unit m 0C W Rintangan didefinisikan sebagai balikan daripada konduktan: R= 1 d = = dρ C k 0 –1 . 2.1. Konduksi termal (W/j/m/0C) Berat jenis udara. R C d k ρ Rintangan Kalor tentu udara (W/kg/0C) Pekali rangkap pindah (W/j/m2/0C).1.3 Rintangan dan Tahanan Kebalikan daripada konduksi (1/k) adalah tahanan. Konduksi juga dipengaruhi oleh berat jenis dan ‘keliangan’ (porosity). Ir. Bahan dengan berat jenis yang tinggi merupakan pengalir yang baik. sesuai dengan kehadiran lapisan filem udara pada kedua sisi dinding ini.UMB Dr.4 Konduktan Permukaan dan Rintangan Permukaan Perpindahan kalor dalam bangunan perlu mengambil kira perpindahan kalor daripada udara ke udara melalui dinding. sebaliknya apabila berat jenis semakin rendah. Selain rintangan daripada dinding. Kebalikan daripada rintangan permukaan adalah ‘konduktan permukaan’ yang ditandakan dengan f.

1. M. daripada sebuah objek hitam adalah satu unit. Intensitas kalor yang dipancarkan oleh suatu permukaan diberikan oleh hukum Stefan Boltzmann: q r = σeAT 4 W (2. Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Nilai emisiviti. dan adalah penyerap dan juga pemancar yang sempurna daripada segi radiasi termal.Arch FISIKA BANGUNAN .4) sinaran terma dipancarkan oleh ' benda hitam' pada suhu yang sama. (2. objek hitam perbandingan radiasi termal dari satu luas terhadap radiasi daripada satu luas daripada sebuah pemancar berwarna hitam pada suhu yang sama. a. Keberpancaran = sinaran terma dipancarkan oleh permukaan pada suatu suhu.1. Dalam proses ini bahan perantaranya tidak menjadi panas.UMB Dr. Syarif Hidayat M.5 Emisiviti Perpindahan kalor secara radiasi daripada satu objek kepada objek lainnya.3) di mana qr σ e A T Gandaan kalor radiasi suria (W/j) konstan Stefan Boltzman.797x108 emisiviti bagi sebuah bumbung atau dinding (m2) Luas permukaan dalaman bagi sebuah bumbung atau dinding (m2) Suhu udara dalam ruang pada suatu masa (K) Emisiviti sebuah permukaan didefinisikan sebagai perbandingan daripada energi yang dipancarkan oleh permukaan dengan energi yang dipancarkan oleh sebuah objek hitam pada suhu yang sama seperti permukaan itu. Ir.2. e. 1. Oleh itu. Emisiviti sebuah permukaan bagi radiasi gelombang panjang adalah juga kebeserapan.

M. Syarif Hidayat M. Secara umum. Perpindahan kalor secara konduksi adalah kecil berbanding dengan radiasi kalor dari satu permukaan ke permukaan lain. Mengecat dengan warna putih (daya serapan kira-kira 0. 1978). maka rintangannya akan meningkat. Permukaan yang halus dan terang memiliki emisiviti yang rendah. Untuk setiap panjang gelombang berlaku persamaan seperti berikut: e +r=1 (2.UMB Dr. Konduksi termal udara tenang (still air) samada di bawah bahan-bahan bangunan. 1978). liang dalam dinding ataupun bumbung dianggap memiliki rintangan termal yang tinggi. Oleh itu sebuah ruang yang tertutup rapat merupakan sebuah rintangan yang baik. permukaan Pusat Pengembangan Bahan Ajar . 1978).7) 2. dan (2) suhu permukaan. Ir. Perpindahan kalor secara perolakan lebih besar berbanding dengan konduksi. Hal ini disebabkan daya serapan untuk lapisan tersebut terhadap radiasi adalah rendah (daya serapan gelombang pendek adalah kira-kira 0. yaitu antara permukaan yang berhadapan pada rongga tersebut dan hanya sedikit kalor dipindahkan secara konduksi melalui udara (Harkness. Kebanyakan proses perpindahan kalor melalui sebuah rongga berlaku secara radiasi. maka persamaan di atas berubah menjadi: e = α =1–r (2.Emisiviti merupakan fungsi daripada (1) sifat permukaan.Arch FISIKA BANGUNAN .90) tidak akan menghasilkan rintangan yang lebih baik berbanding dengan menggunakan lapisan nipis logam (Harkness.6) di mana e adalah emisiviti dan r adalah radiasi suria Apabila emisiviti sama dengan daya serapan pada suatu suhu. Selain itu juga berlaku proses perpindahan kalor secara perolakan di dalam ruang udara tersebut. warna dan kekasaran.6 Rintangan Termal Ruang Udara Konduksi termal untuk udara sangat rendah (Billington.05). Apabila liang dilapik dengan lapisan nipis logam penebat (seperti aluminium foil) sebagai penebatan yang bersifat memantul.1.1.

Oleh itu. 2 dan 3 2. 0 C/W (2. sedangkan permukaan dengan cat putih sesuai untuk radiasi suria.7 Rintangan Menyeluruh Dinding atau bumbung bangunan biasanya terdiri daripada beberapa lapisan yang berbeda bahannya. Unit keberhantaran adalah sama dengan konduktan. Dalam hal ini rintangan filem luaran dan dalaman harus diambil kira secara berasingan daripada rintangan dinding ataupun bumbung.. M. yaitu W m –1 0 C –1 . 2.1.1. Pada praktikalnya.9) di mana RT adalah rintangan menyeluruh bagi lapisan-lapisan sedangkan R1.1.Arch FISIKA BANGUNAN . Syarif Hidayat M.UMB Dr. Rintangan menyeluruh daripada lapisan tersebut didapati dengan menambahkan setiap rintangan lapisan tersebut. Pusat Pengembangan Bahan Ajar .R2 dan R3 adalah rintangan untuk lapisan 1. persamaan rintangan menyeluruh adalah: RT = R1 + R2 + R3 + .1. Ir. keberhantaran melalui dinding bangunan daripada udara luar ke udara dalam sentiasa diambil kira.8 Keberhantaran atau Nilai-U Keberhantaran atau nilai U daripada sebuah objek didefinisikan sebagai kebalikan daripada rintangan menyeluruh..logam yang berkilat adalah bahan penebat gelombang panjang.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful