EKONOMI & KEBUDAYAAN ISLAM

Kelompok
Anjar Pratama Rahmadi Firdaus Rizky Destriawan Nasrudin Bilal Barkah Usman Erik Setiawan Dede Rohaman Septian Hadi {12.2G.14} Syed Faza {12.2G.14}

melainkan hanya anugerah dari Allah swt agar dimanfaatkan sebaik-baiknya demi kepentingan umat manusia yang pada akhirnya semua akan kembali kepada Allah swt untuk dipertanggungjawabkan . sesungguhnya bukan milik manusia. Harta yang ada pada kita.Islam adalah satu-satunya agama yang sempurna yang mengatur seluruh sendi kehidupan manusia dan alam semesta. Kegiatan perekonomian manusia juga diatur dalam Islam dengan prinsip illahiyah.

EKONOMI & KEBUDAYAAN ISLAM Pengertian Ekonomi Islam Tujuan Ekonomi Islam Prinsip-Prinsip Ekonomi Islam Ciri-Ciri Ekonomi Islam Dasar Ekonomi Islam Perbedaan Antara Bank Konvensional dengan Praktik Ekonomi Syari’ah Konsep Dalam Kebudayaan islam Riba Macam-Macam Riba Prinsip-Prinsip Kebudayaan Islam Sejarah Intelektual Islam .

maka di waktu itu ia mendapat ampunan”. sebagaimana firman-Nya dalam surat At Taubah ayat 105: “Dan katakanlah. Bekerja merupakan suatu kewajiban kerana Allah swt memerintahkannya.Thabrani dan Baihaqi) . sebagaimana sabda Rasulullah Muhammad saw: “Barang siapa diwaktu harinya keletihan karena bekerja. karena Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang yang beriman akan melihat pekerjaan itu”.Pengertian Ekonomi Islam Ekonomi Islam merupakan ilmu yang mempelajari perilaku ekonomi manusia yang perilakunya diatur berdasarkan aturan agama Islam dan didasari dengan tauhid sebagaimana dirangkum dalam rukun iman dan rukun Islam. (HR. Kerja membawa pada keampunan. bekerjalah kamu.

dan kerugian pada seluruh ciptaan-Nya. Demikian pula dalam hal ekonomi. Tegaknya keadilan dalam masyarakat. kesengsaraan. Keadilan yang dimaksud mencakupi aspek kehidupan di bidang hukum dan muamalah. tujuannya adalah membantu manusia mencapai kemenangan di dunia dan di akhirat. Tercapainya maslahah (merupakan puncaknya). serta menghapuskan kejahatan. yaitu: 1. kesejahteraan. Penyucian jiwa agar setiap muslim boleh menjadi sumber kebaikan bagi masyarakat dan lingkungannya. 2.Muhammad Abu Zahrah mengatakan ada tiga sasaran hukum Islam yang menunjukan bahwa Islam diturunkan sebagai rahmat bagi seluruh umat manusia. . keutamaan. Seorang fuqaha asal Mesir bernama Prof. 3.Tujuan Ekonomi Islam Segala aturan yang diturunkan Allah swt dalam sistem Islam mengarah pada tercapainya kebaikan.

Kekuatan penggerak utama ekonomi Islam adalah kerjasama. 3. 8. Secara garis besar ekonomi Islam memiliki beberapa prinsip dasar: Berbagai sumber daya dipandang sebagai pemberian atau anugerah dari Allah swt kepada manusia. Islam mengakui pemilikan peribadi dalam batas-batas tertentu. Ekonomi Islam menjamin pemilikan masyarakat dan penggunaannya direncanakan untuk kepentingan banyak orang. Ekonomi Islam menolak terjadinya akumulasi kekayaan yang dikuasai oleh segelintir orang saja. 2. . Seorang muslim harus takut kepada Allah swt dan hari penentuan di akhirat nanti.Prinsip-Prinsip Ekonomi Islam 1. Zakat harus dibayarkan atas kekayaan yang telah memenuhi batas (nisab) Islam melarang riba dalam segala bentuk. 4. 6. 7. 5.

3.Ciri-Ciri Ekonomi Islam 1. memfasilitasi ibadah pribadi. Akhlaq berfungsi sebagai parameter dalam proses optimalisasi kegiatan ekonomi. meningkatakan peradaban dan membekali keturunan agar mempunyai keberdayaan/kejayaan yang lebih baik. . 2. Aqidah sebagai substansi (inti) yang menggerakkan dan mengarahkan kegiatan ekonomi. ibadah sosial. Syari’ah sebagai batasan-batasan untuk memformulasi keputusan ekonomi. Tujuan Ekonomi Islam (duniawi & ukhrawi) Yang dimaksud tujuan duniawi adalah bahwa kegiatan ekonomi sebagai upaya memepertahankan hidup.

Karena efektifitas fungsi ibadah. 4. . Dalam sistem Islam.S Ali Imran (3): 189 dan Al-Baqarah (2): 384 Artinya antara lain bahwa “economi opportunities” (peluang-peluang ekonomi) tidaklah menjadi klaim manusia hanya karena faktor sebagai penguasa. sebagai pemilik modal dan sebagai lainnya. 2. pelaku ekonomi harus mengimplementsikan fungsi kekhalifahan dan ibadah karena mengacu kepada Q. maka disiplin taqwa dalam perilaku ekonomi adalah pembeda bagi perilaku ekonomi konvensional. Yaitu individu pelaku ekonomi harus menghindari cara bisnis dan objek bisnis yang haram. Q.S : Al-Baqarah (2):30 dan Adz-Dzariat (51):56 Karena efektifitas fungsi kekhalifahan.Dasar Ekonomi Islam 1. 3. Dalam sistem Islam berlaku asas “Kepunyaan Allah atas apa yang ada di langit dan dibumi”. maka perilaku ekonomi individu dalam Islam harus senantiasa menghormati kepentingan ekonomi agregat (ekonomi makro).

Jenis-jenis riba : 1. Riba qordli 2. Riba yad 4. tidak diketahui sama atau tidaknya (kadar barang yang ditukarkan bahkan cenderung disembunyikan) menurut aturan syara’ atau terlambat menerimanya.Riba Riba artinya (secara bahasa) “tambahan”. Riba fadli 3. Riba nasa’ . adapun menurut syara’ riba artinya adalah akad yang terjadi dengan penukaran yang tertentu.

Riba yad yaitu berpisah dari tempat akad sebelum timbang terima. Muh. Riba nasa’ yaitu disyarat dari salah satu kedua barang yang dipertukarkan ditangguhkan penyerahannya. Riba jahiliyah yaitu utang dibayar lebih dari pokoknya karena terlambat membayar cicilan . Syafi’I Antonio) Riba fadli yaitu menukarkan dua barang yang sejenis dengan tidak sama (ukurannya).Macam-macam riba (Bank syari’ah dari teori ke praktik. Riba qordli yaitu utang dengan syarat ada keuntungan bagi yang memberi utang.

Perbedaan Antara Bank Konvensional dengan Praktik Ekonomi Syari’ah: Bank konvensional (bunga) Penentuan bunga dibuat pada saat akad tanpa berpedoman pada untung rugi Besarnya prosentasi berdasarkan pada jumlah uang (modal) yang dipinjamkan Pembayaran bunga tetap seperti yang dijanjikan tanpa pertimbangan apakah proyek yang dijalankan oleh pihak nasabah untung atau rugi Jumlah pembayaran bunga tidak mengikat sekalipun jumlah keuntungan berlipat ganda Eksistensi bunga diragukan oleh semua agama termasuk agama islam .

jika tidak mendapatkan keuntungan maka kerugian akan ditanggung bersama oleh kedua belah pihak Jumlah pembagian laba meningkat sesuai dengan peningkatan jumlah pendapatan Tidak ada yang meragukan keabsahan keuntungan bagi hasil .Bank Muamalat (bagi hasil) Penentuan besarnya rasio bagi hasil dibuat pada waktu akad dengan berpedoman pada kemungkinan untung rugi Besarnya rasio bagi hasil berdasarkan pada jumlah keuntungan yang diperoleh Bagi hasil tergantung pada keuntungan proyek yang dijalankan.

Bank konvensional  Memakai perangkat bunga  Profit oriented  Hubungan dengan nasabah adalah bentuk  Hubungan kreditur dan debitur  Creator of money supply  Investasi yang halal dan haram  Tidak ada dewan seperti yang terdapat di Bank Muamalat Bank Muamalat  Berdasarkan margin keuntungan  Profit dan “falah” orientid  Hubungan dengan nasabah dalam bentuk hubungan kemitraan  Users of real funds  Melakukan investasiinvestasi yang halal saja .

Konsep Kebudayaan Islam Secara umum kebudayaan dapat dipahami sebagai hasil oleh akal. dan karya manusia. rasa dan karsa yang telah terseleksi oleh nilai-nilai kemanusiaan yang universal berkembang menjadi sebuah peradaban. budi. karsa. Kebudayaan adalah hasil olah akal. Hasil olah akal. karsa dan karya manusia yang tidak lepas dari nilai-nilai ketuhanan. budi cipta rasa. budi cipta rasa. .

. akan tetapi dalam waktu yang bersamaan Islam menginginkan agar umat manusia ini jauh dan terhindar dari hal-hal yang yang tidak bermanfaat dan membawa madlarat di dalam kehidupannya. Dengan demikian Islam tidaklah datang untuk menghancurkan budaya yang telah dianut suatu masyarakat. datang untuk mengatur dan membimbing masyarakat menuju kepada kehidupan yang baik dan seimbang.Prinsip-Prinsip Kebudayaan Islam Islam. sehingga Islam perlu meluruskan dan membimbing kebudayaan yang berkembang di masyarakat menuju kebudayaan yang beradab dan berkemajuan serta mempertinggi derajat kemanusiaan.

Bacalah ! Dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Islam memiliki sejarah sendiri yang berbeda dari peradaban lainnya. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (Q. Sejarah intelektual islam bermula dari turunnya wahyu pertama kepada Rasululloh SAW. “Bacalah! Dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan.Sejarah Intelektual Islam Sejarah Intelektual setiap bangsa berbeda satu sama lainnya. .S Al-Alaq 1-5). Jadi sejarah intelektual Islam lahir berbarengan dengan diutusnya Muhammad SAW sebagai Rasululloh. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran Kalam. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.

Umar Bin Khotob (Damaskus & Mesir) 3. Walid ibn Abdul Malik (705-715M). Umar bin Abd Aziz (717720M) dan Hisyam ibn Abdul Malik (724-743 M). maka kekusaan beralih pada Mu’awiyah yang membentuk Dinasti Umaiyah (661.Menurut Harun Nasution. Ali Bin Abi Thalib Setelah Ali ibn Thalib. Abu Bakar (Irak & Syiria) 2. . Adapun khalifah-khalifah besar dari dinasti ini ialah Mu’awiyah ibn Sofyan (661-680 M). Utsman Bin’Affan (Palestina) 4. sejarah intelektual Islam dapat dikelompokkan kedalam tiga masa: a.750M) dan ekspansi Islam dilanjutkan oleh keluarga ini. Abdul Malik ibn Marwan (685-705 M). Masa Klasik yaitu tahun 650 – 1250 M (Rasulullah s/d khulafaur rasyidin) 1.

(masa kebangkitan dari kemunduran) Penyebab kebangkitan : 1. Kerajaan Mughol (India) c. Kerajaan Safawi (Persia – Iran) 3. Mengimbangi barat 3. Kerajaam Utsmani (Turki) 2.b. Sekularisme Di masa ini terdapat tiga kerajaan besar 1. Memurnikan ajaran islam 2. Masa Pertengahan yaitu tahun 1250 – 1800 M (masa kemunduran islam) Penyebab kemunduran : 1. Pengaruh Kristen 2. Membebaskan diri dari penjajahan . Masa Modern yaitu tahun 1800 – sekarang.