Ptsd

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam beberapa tahun terakhir berbagai bencana melanda bangsa Indonesia.

Bencana yang pernah terjadi mulai dari bencana tsunami di Aceh, lumpur panas di Sidoarjo, serta gempa bumi di Yogyakarta, Padang, Sumatera Barat dan beberapa daerah di tanah air. Beberapa peristiwa kebakaran, tanah longsor serta banjir semakin melengkapi deretan bencana yang melanda tanah air. Kejadian bencana yang terjadi akan menjadi pengalaman traumatis bagi korban. Para korban yang kehilangan keluarga, tempat tinggal, pekerjaan, serta harta kekayaan yang dimiliki sangat mungkin mengalami trauma. Pengalaman traumatis ini dipersepsikan sebagai suatu kondisi yang tidak menyenangkan bagi korban. Pengalaman traumatis itu bisa menimbulkan perasaan cemas jika bencana itu terjadi kembali. Selain itu juga akan menimbulkan perasaan tidak terima dengan kondisi yang ada saat ini dimana para korban telah kehilangan keluarga, tempat tinggal, pekerjaan, serta harta kekayaannya. Pengalaman traumatis ini bisa terbawa dalam ingatan korban selama berhari-hari, bahkan berminggu-minggu. Bila pengalaman traumatis ini tidak ditangani dengan baik, maka sangat mungkin para korban akan mengalami PTSD (Post Traumatic Stress Disorder). Hal seperti itu yang terjadi pada bencana tanah longsor yang terjadi di Cianjur beberapa waktu yang lalu. Trauma bencana dialami oleh anak-anak di Desa Cikangkareng, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Cianjur Jawa Barat. Hal ini dialami oleh Dedek (7). Dia selalu tidak ingin berada di dalam rumah, apalagi menjelang sore (www.nasional.kompas.com). Selain itu, sekitar 277 siswa SD dan SMP di Kecamatan Pameungpeuk dan Cikelet Kabupaten Garut mogok sekolah. Hal itu diduga akibat trauma melihat rumah mereka hancur diguncang gempa berkekuatan 7,3 SR, Rabu (2/9/2009) (www.nasional.kompas.com). Dari beberapa fakta yang penulis temukan di atas, dapat dilihat bagaimana bencana yang terjadi akan menimbulkan luka psikologis pada korban. Dalam beberapa bulan setelah terjadi bencana, para korban mengalami trauma. Apabila tidak ditangani dengan

1

Tujuan Penulisan Tulisan ini bertujuan untuk memenuhi tugas pada mata kuliah Seminar Psikologi Klinis. Mengingat banyak sekali bencana yang terjadi di Indonesia. tulisan ini juga diharapkan bisa menambah wawasan dan pemahaman pembaca tentang PTSD (Post Traumatic Stress Disorder). maka akan berlanjut pada PTSD. B.tepat. penulis tertarik untuk meneliti lebih jauh tentang PTSD. Selain itu. 2 .

Definisi Dalam pembahasan tentang Gangguan Stress Pasca Trauma. 3 . mengerikan.hypnosis45. ASD akan menjadi faktor risiko mayor untuk PTSD.com) Apabila orang yang mengalami peristiwa traumatis tidak mendapatkan penganan dengan tepat. akan ditemui beberapa istilah terkait gangguan traumatis. Hal ini diperkuat oleh pernyataan sejumlah ahli yang menyebutkan bahwa 2005). korban kecelakaan hebat dan orang-orang yang telah menjadi saksi dari hancurnya rumah-rumah dan lingkungan hidup mereka oleh bencana alam.. 2005) menyatakan bahwa orang-orang yang mendapatkan pengobatan untuk PTSD lebih cepat sembuh dari simtom-simtom PTSD dibandingkan mereka yang tidak. bukti-bukti juga mendukung penggunaan terapi kognitif-behavioral dalam penanganan PTSD(dalam Nevid.BAB II ISI A. dan mengancam jiwa seseorang. Artinya. seperti peperangan. Sedangkan gangguan stress pasca trauma ( Post Traumatic Stress Disorder) adalah reaksi maladaptif yang berkelanjutan terhadap suatu pengalaman traumatis. korban perkosaan. maka akan berlanjut pada PTSD. Dari uraian di atas dapat terlihat dengan jelas bahwa orang yang mengalami PTSD pada awalnya mengalami ASD.(Nevid. Apabila penanganan terhadap korban yang mengalami ASD tidak dilakukan dengan tepat. atau oleh bencana teknologis seperti tabrakan kereta api atau kecelakaan pesawat. ASD adalah faktor risiko mayor untuk PTSD. dsb. Di sini perlu dibedakan antara gangguan stress akut dengan gangguan stress pasca trauma. dkk.dkk. dkk. sangat mungkin korban akan mengembangkan ASD. Pengalaman traumatis ini merupakan pengalaman luar biasa yang mencekam. Tetapi perlu diketahui bahwa orang yang mengalami trauma tidak selalu mengembangkan PTSD..2005). Hanya sekitar 20% saja yang mengembangkan PTSD(www. karena banyak orang-orang dengan ASD kemudian mengembangkan PTSD (Nevid. Gangguan stress akut ( Acute Stress Disorder) adalah suatu reaksi maladaptif yang terjadi pada bulan pertama sesudah pengalaman traumatis.

terutama pada anak-anak (Medical procedures . ada konflik – konflik tak sadar yang tetap tinggal tersembunyi dan merembes ke alam ketidaksadaran. Bencana alam (Natural Disasters) 4. ataupun harta. Selain itu Smith & Segal menyebutkan bahwa peristiwa traumatik yang dapat mengarah kepada munculnya PTSD antara lain : 1. Perspektif Psikoanalisis Dalam perspektif ini memandang bahwa PTSD disebabkan pengalaman masa lalu yang tanpa disadari individu telah membuat individu menjadi trauma dan cemas berlebihan. keluarga dan masyarakat. PTSD dapat juga timbul oleh sebab bencana susulan seperti gempa kecil yang dikaitkan dengan bencana asal. Dengan kata lain. Penculikan (Kidnapping) 6. Penyerangan fisik (Violent assault) 7. Perspektif Aliran-Aliran Terdapat beberapa sudut pandang aliran psikologi yang memandang kasus PTSD ini. Pemerkosaan (Rape) 3. Perspektif Kognitif 4 . sebelum penderitanya mengalami gangguan jiwa lebih parah. seperti pekerjaan. Penyiksaan seksual / fisik (Sexual or physical abuse) 8. 2. Masalah kesehatan jiwa ini tentunya harus segera diatasi sedini mungkin.especially in kids) C. teman. Prosedur medikal . Kecelakaan mobil / Pesawat (A car or plane crash) 5. perspektif yang memandang ganguan tersebut antara lain : 1. Perang (War) 2. Sebab lainnya bisa karena cedera fisik dan penyakit yang diderita akibat bencana atau kehilangan kehidupan yang normal. Hal ini dapat memunculkan stress baru. Sebab-Sebab 1) Psikologis: Pada dasarnya PTSD timbul pada orang-orang yang kehilangan anggota keluarga. kerabat.B. Selain sebab di atas.

dan bau yang diasosiasikan dengan gambaran trauma. serta self – efficacy yang rendah 3. kemudian rahmat itu Kami cabut daripadanya.S. sensitivitas kecemasan.S. sesungguhnya dia sangat gembira lagi bangga. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. bisa meliputi beberapa hal seperti prediksi berlebihan terhadap rasa takut. kelaparan. mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun"[101]. jiwa dan buah-buahan.Perspektif kognitif berasumsi bahwa adanya cara berpikir yang terdistorsi dan disfungsional. Terjemahan Q. Perspektif Islami Dalam perspektif Islami. pastilah dia menjadi putus asa lagi tidak berterima kasih. Artinya: Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah kami kembali. Perspektif berdasarkan pendekatan behavioral Etiologi terjadinya PTSD dapat dijelaskan dengan menggunakan pendekatan behavioral dengan kerangka pikir conditioning. dengan sedikit ketakutan. niscaya dia akan berkata: "Telah hilang bencana-bencana itu daripadaku". mereka itu beroleh ampunan dan pahala yang besar. salah mengatribusikan sinyal – sinyal tubuh. Hud ayat 9-11 Dan jika Kami rasakan kepada manusia suatu rahmat (nikmat) dari Kami. keyakinan yang self – defeating atau irasional. Terjemahan Q. kecuali orang-orang yang sabar (terhadap bencana). Pemaparan terhadap stimuli yang sama atau hampir sama memunculkan kecemasan yang diasosiasikan dengan PTSD 4. pengalaman traumatis berfungsi sebagai stimulus tak terkondisi yang dipasangkan dengan stimulus netral seperti sesuatu yang dilihat. [101]. dan mengerjakan amal-amal saleh. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah. Kalimat ini dinamakan kalimat istirjaa (pernyataan kembali 5 . sensitivitas berlebihan terhadap ancaman. Al Baqarah ayat 155-156 Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu. Dalam perspektif behavioral melalui teori classical conditioning. kekurangan harta. Dan jika Kami rasakan kepadanya kebahagiaan sesudah bencana yang menimpanya. suara.

sesungguhnya semua keadaannya itu adalah merupakan kebaikan baginya dan kebaikan yang sedemikian itu tidak akan ada lagi seseorangpun melainkan hanya untuk orang mu'min itu belaka.yakni yang merupakan bencana – iapun bersabar dan hal inipun adalah merupakan kebaikan baginya." 6 . Terjemahan Q. kemudian ia mengharapkan keridhaan Allah. bahwasanya Rasululiah s. yaitu apabila ia mendapatkan kelapangan hidup. katanya: "Saya mendengar Rasululiah s. Hadits: Hadits no 27 dari Kitab Tarjamah Riyadus Shalihin. yaitu Shuhaib bin Sinan r. Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu..S.w.mematikan ..a. bersabda: "Amat mengherankan sekali keadaan orang mu'min itu.a." (Riwayat Bukhari) Hadits no 34 dari Kitab Tarjamah Riyadus Shalihin Dari Anas r.w." (Riwayat Muslim) Hadits no 32 dari Kitab Tarjamah Riyadus Shalihin Dari Abu Hurairah r.sedang apabila ia ditimpa oleh kesukaran .kekasihnya dari ahli dunia. Muhammad ayat 31. katanya: Rasulullah s. melainkan orang itu akan mendapatkan syurga. maka hal itu adalah kebaikan baginya.a. dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu. Disunatkan menyebutnya waktu ditimpa marabahaya baik besar maupun kecil. kemudian ia bersabar.a.kepada Allah).a. Dari Abu Yahya. bersabda: "Allah Ta'ala berfirman: "Tidak ada balasan bagi seseorang hambaKu yang mu'min di sisiKu.w.a. bersabda: "Sesungguhnya Allah 'Azzawajalla berfirman: "Jikalau Aku memberi cobaan kepada hambaKu dengan melenyapkan kedua matanya . iapun bersyukur-|ah. maka untuknya akan Kuberi ganti syurga kerana kehilangan keduanya yakni kedua matanya itu.yakni menjadi buta. di waktu Aku mengambil .

" (Diriwayatkan Tirmidzi) D. Gejala Pada umumnya para penderita PTSD mengalami beberapa gejala yang sangat mengganggu para penderita gangguan tersebut.pahala . atau merasa seperti kejadian terjadi kembali ("Flashbacks") 2. munculnya keringat dingin. bersabda . Gejala yang harus muncul sebagai bukti tambahan selain trauma bahwa seseorang telah mengalami gangguan ini adalah: 1. Oleh sebab itu barangsiapa yang rela . lemas tubuh atau sesak nafas saat teringat atau berada dalam situasi yang mengingatkan pada kejadian 3.juga riwayat Anas r. Ingatan atau bayangan mencengkeram tentang trauma. Mudah terbangkitkan ingatannya bila ada stimulus atau rangsang yang berasosiasi dengan trauma (lokasi. ia akan memperoleh keridhaan dari Allah dan barangsiapa yang uring-uringan maka ia memperoleh kemurkaan Allah pula. maka mereka itu diberi cobaan. Kewaspadaan berlebih.a. kebutuhan besar untuk menjaga dan melindungi diri 4. dan sebagainya).w. Beberapa gejala yang di alami para penderita PTSD antara lain : 1. Respon-respon fisik seperti dada berdebar.a. Individu tersebut mengalami mimpi-mimpi atau bayang-bayang dari kejadian traumatik tersebut secara berulang-ulang kemabali (flashback) 7 . Diagnosis baru bisa ditegakkan apabila gangguan stres pasca trauma ini timbul dalam kurun waktu 6 bulan setelah kejadian traumatik berat.menerima bala' tadi.itu menilik besarnya bala' yang menimpa dan sesungguhnya Allah itu apabila mencintai sesuatu kaum. kemiripan fisik atau suasana. suara dan bau.: "Sesungguhnya besarnya balasan .(Riwayat Bukhari) Dan Nabi s.

Bertindak atau merasa seolah-olah peristiwa traumatik kembali terjadi(meliputi perasaan mengalami kembali. Ingatan tentang peristiwa yang menyebabkan penderitaan bersifat berulang dan mengganggu. B. atau persepsi. meliputi bayangan. Catatan: Pada anak kecil.kriteria diagnosis bagi penderita gangguan stress pasca trauma: A. dapat terjadi penghidupan kembali trauma spesifik. 8 . 2. Respon orang tersebut berupa ketakutan yang hebat. gejala ini mungkin saja mewarnai hasil diagnosis akan tetapi sifatnya tidak khas. dapat berupa mimpi menakutkan tanpa isi yang dapat dikenali. pikiran. gangguan afek dan kelainan tingkah laku. 2. Peristiwa traumatik secara menetap dialami kembali dalam satu(atau lebih) cara berikut: 1.2. menyaksikan. Muncul gangguan otonomik. Menurut DSM IV. atau dihadapkan dengan suatu peristiwa atau kejadian-kejadian yang berupa ancaman kematian atau kematian yang sesungguhnya atau cedera serius. dan episode kilas balik disosiatif. Catatan: Pada anak kecil. hal ini dapat diekspresikan dengan perilaku yang kacau atau teragitasi. 3. Catatan: Pada anak-anak. atau ancaman terhadap integritas fisik sendiri atau orang lain. dapat mengekspresikannya dengan permainan berulang dengan tema atau aspek trauma. Orang telah terpapar dengan suatu peristiwa traumatik dimana terdapat kedua dari berikut ini: 1. atau horor. ilusi. halunsinasi. Mimpi menakutkan yang berulang tentang peritiwa. Orang mengalami. Catatan: Pada anak kecil. rasa tidak berdaya. termasuk yang terjadi saat terjaga atau intoksilasi).

Kesulitan untuk berkonsentrasi. Usaha untuk menghindari aktivitas. Gangguan menyebabkan penderitaan secara klinis yang bermakna atau gangguan pada fungsi sosial. Penderitaan psikologis yang kuat pada pemaparan terhadap tanda internal atau eksternal yang disimbolkan atau menyerupai aspek kejadian traumatik. atau umur harapan hidup yang normal) D. 3. atau orang yang membangkitkan ingatan terhadap trauma. 5. Tidak mampu mengingat kembali aspek penting dari trauma. Respon kejut yang berlebih. 4.4. seperti yang ditunjukkan oleh dua (atau lebih) berikut ini: 1. Rantang afek terbatas(misalnya.C. Hilangnya minat atau peran serta yang jelas dalam aktivitas penting. Onset 9 . tempat. F. 6. tidak berharap memiliki karier. 5. C. Perasaan terlepas atau asing dari orang lain. Kewaspadaan berlebih. 4. Penghindaran menetap dari stimulus yang berhubungan dengan trauma dan kaku pada responsivitas secara umum(tidak ditemukan sebelum trauma). Perasaan masa depan pendek(misalnya. E. Iritabilitas atau ledakan kemarahan. Adanya gejala peningkatan kewaspadaan yang menetap(tidak ditemukan sebelum trauma). perasaan. atau percakapan yang dihubungkan dengan trauma. E. Durasi gangguan(gejala dalam kriteria B. pekerjaan. menikah. seperti yang ditunjukkan oleh tiga (atau lebih) berikut: 1. Kesulitan untuk mulai atau tetap tidur. atau fungsi penting lainnya. Usaha untuk menghindari pikiran. 3. 5. anak-anak. tidak mampu untuk memiliki perasaan cinta) 7. dan D) lebih dari 1 bulan. 2. Reaktivitas psikologis pada pemaparan terhadap tanda internal atau eksternal yang disimbolkan atau menyerupai aspek kejadian traumatik. 2.

Beberapa cara penyembuhan dalam gangguan tersebut antara lain : 1. F. Terapi kognitif untuk menghadapi efek peristiwa penyebab trauma. Banyak penderita gangguan PTSD mencoba melarikan diri dari pikiran yang menghantuinya sebisa mungkin. Terapi dengan cara si penderita katarsis bisa membantu penderita mengurangi kenangan buruk masa silam. traumatis. Onset dikatakan akut jika durasi gejala kurang dari 3 bulan. ketersediaan penggunaan respon coping aktif dalam menghadapi stressor seksual pada masa dukungan sosial. Dengan teknik ini. menurut beberapa orang penderita mengaku tertolong dengan terapi eksposure. kejadian traumatik akan berkurang dampaknya pada penderita karena mereka telah belajar untuk tenang sementara memikirkannya.. Terapi behavior lewat proses khusus yang melibatkan pengandaian mental dari peristiwa yang memicu traumatik dan disandingkan dengan terapi relaksasi. 10 . sementara terus membuatnya merasa santai dan tenang. setelah beberapa waktu. penderita akan menanggulangi rasa takutnya pada pemicu trauma. 2.Onset dikatakan lambat jika onset gejala paling kurang 6 bulan setelah stressor. Terapi Salah satu terapi yang kontroversial untuk PTSD disebut terapi eksposure atau invivo exposure. 2005) G. dan perasaan malu (Nevid. Psikolog dan konselor biasanya membuat penderita menggambarkan kejadian detil. riwayat penganiayaan anak-anak. perawatan ini dinilai dapat mengurangi kecemasan dan gejala merugikan lain pada PTSD dengan "membanjiri" penderita dengan pikiran-pikiran tentang kejadian traumatik yang dideritanya dengan seting yang dapat dikontrol. keparahan trauma. Onset dikatakan kronik jika durasi gejala 3 bulan atau lebih. dkk. Terapi eksposure membuat seseorang berani menghadapi ketakutan dengan ditemani seseorang yang sudah profesional. derajat pemaparan. Prevalensi Kerentanan terhadap PTSD kemungkinan tergantung pada faktor-faktor seperti resiliensi dan kerentanan terhadap terhadap efek trauma.

Dalam terapi ini. 6. sedih. lanjut dia. penderita akan memahami perasaan sadar dan tak sadar terhadap peristiwa yang mempengaruhinya tersebut dan belajar menerima kondisi. `'Psikiater akan membantu untuk meredakan perasaan bersalah. tempat. cemas. Namun masalah potensial dengan terapi obat adalah bahwa pasien kemungkian menganggap perbaikan klinis yang terajadi disebabkan oleh obat dan bukan karena mereka sendiri. Banyak menkonsumsi buah. sayuran. 8.'' jelas Tjhin. 5. Terapi medis dengan pemberian obat penenang atau obat anti depresan dapat membantu untuk mengobati gangguan-gangguan kecemasan lainnya. penderita trauma juga sebaiknya menghindari makanan/minuman pemicu PTSD seperti kafein (kopi. 7. teh hitam.'' cetusnya. Melalui terapi ini pasien akan diarahkan untuk mendukung. Pasien juga diarahkan untuk mengenali bagianbagian paling menakutkan dalam peristiwa itu. Terapi psikodinamik dengan memaparkan kembali penderita terhadap peristiwa traumatik namun dengan lingkungan yang lebih mendukung. coklat. `'Tujuannya. metode prolonged exposure therapy adalah salah satu metode perawatan psikoterapi yang dapat membantu pasien menghadapi situasi yang ditakuti secara aman dan sistematis. marah. lanjut Tjhin. Selain itu. memperkuat.3. serta ikan. Ahli juga bersepakat. Mempertahankan kadar gula darah untuk menyeimbangkan mood. dan mengurangi problem mental yang ada. orang. dan memperbarui mekanisme adaptasi. atau apa pun yang dapat membangkitkan ingatan akan peristiwa traumatik yang pernah dialami. untuk melatih otak agar otak tidak sensitif lagi pada peristiwa tersebut. depresi. Obat tidak mampe memberikan efek kesembuhan secara total karena terapi obat hanya mengobati gejal bukan inti dari masalah trauma itu sendiri. upaya lain adalah menghindarkan pasien dari pikiran-pikiran. kata Tjhin dalam harian republika tertanggal 6 Februari. Pendapat lain mengenai cara menghilangkan atau terapi pada klien dengan PTSD adalah sebagai berikut: 11 . Dengan terapi ini. dan kola) dan alkohol. perasaan. 4. Untuk mengatasi PTSD. pasien akan diarahkan untuk menceritakan peristiwa traumatik yang dialaminya. dan protein dari sayuran seperti kacangkacangan.

3. murung yang berkelanjutan. Segal. yang sering disertai perasaan tidak berdaya. Selain itu peristiwa yang dapat dikategorikan sebagai peristiwa traumatik pada umumnya mengandung tiga buah elemen sebagai berikut (Jaffe. marah. Mengenali dulu apa yang menjadi penyebab gangguan itu. dan mengeluarkan emosi yang seharusnya dia keluarkan saat itu. H. 2. I. Tindakan pencegahan yang mungkin bisa diupayakan yaitu senantiasa ingat kepada Allah Swt karena segala sesuatu itu datangnya dari Allah Swt. Yaitu penyembuhan kognitif artinya dia akan diajar atau mulai belajar melihat hidup ini atau situasi ini dengan kaca mata yang berbeda. Prevensi Pada dasarnya suatu gangguan atau penyakit dapat dicegah ataupun dihindari agar tidak terjangkit apabila dapat diprediksi penyebab dari gangguan tersebut. agar trauma yang dialami para korban tidak berlanjut. Akan tetapi gangguan PTSD di sebabkan oleh hal-hal yang tidak dapat diprediksi seperti tersebut di atas. Kembali lagi pada peristiwa saat itu. Kejadian tersebut tidak dapat diprediksi (It was unexpected) 2. Kualitas Hidup Pada dasarnya orang yang menderita PTSD menunjukkan ekspresi takut – perasaan sedih. & Dumke. Selain itu. ada baiknya dari pihak keluarga terdekat segera memberikan pertolongan secara tepat sehingga kemungkinan trauma dampak dari trauma yang dialami oleh korban dapat dikendalikan. Tentunya dengan bantuan seorang ahli terapi dia mengunjungi kembali saat itu dan mengeluarkan perasaannya yaitu perasaan takut. sebab tidak sama dalam setiap kasus.1. 2005): 1. diekspresikan semua. tidak 12 . Setelah itu baru masuk ke tahap yang disebut di dalam ilmu terapi ke arah yang bersifat kognitif. Tidak ada yang dapat dilakukan oleh orang tersebut untuk mencegah terjadinya peristiwa tersebut (There was nothing the person could do to prevent it from happening) . Orang yang mengalami kejadian tersebut tidak siap dihadapkan pada kondisi / kejadian demikian (The person was unprepared) 3.

bersabda : Allah Ta'ala berfirman : "Tidak ada balasan disisiKu bagi hambaKu yang mu'min apabila aku mematikan 13 . Gangguan kecemasan – rasa khawatir/cemas yang berlebihan sehingga mengganggu rutinitas disfungsi dalam keluarga dan pekerjaan. Artinya: Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah kami kembali. (Hadits ditakhrij oleh Turmudzi). 156. Disunatkan menyebutnya waktu ditimpa marabahaya baik besar maupun kecil. kelaparan. bahwasanya Rasulullah saw.  Dari Abu Hurairah ra. mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun"[101].S. Al Baqarah ayat 155-156 kehidupan. Kalimat ini dinamakan kalimat istirjaa (pernyataan kembali kepada Allah). Adapun hadits terkait dengan topik yang dibahas:  Dari Anas bin Malik. kekurangan harta. bersabda : "Sesungguhnya Allah berfirman : "Apabila Aku mengambil kedua kehormatan hambaKu di dunia. maka balasannya di sisiKu adalah sorga . ia berkata : "Saya mendengar Rasulullah saw. ia berkata : Rasulullah saw. dengan sedikit ketakutan. [101]. Dalil Q. bahkan menyebabkan 155.  Dari Anas bin Malik ra. bersabda : "Sesungguhnya Allah berfirman : "Apabila Aku menguji hambaku dengan kedua kesayangannya lalu ia bersabar maka Aku menggantikannya dengan sorga". (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah. (Hadits ditakhrij oleh Bukhari). jiwa dan buah-buahan. J. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu..berpengharapan dan merasa tidak berarti.

bahwasanya Rasulullah saw. bersabda : "Apabila anak manusia meninggal maka Allah berfirman kepada MalaikatNya : "Kamu matikan anak hambaKu ?". Mereka menjawab : "Sehingga orang tua kami masuk (sorga)".kekasihnya dari penghuni dunia dan ia mengharap pahalanya. aku tidak merelakan pahala untukmu selain sorga". Dia berfirman : "Masuklah kamu ke (sorga) dan orang tuamu". dan berilah nama Baitul Hamdi (rumah pujian)". Mereka menjawab. beliau bersabda : "Tidaklah dua orang Muslim yang tiga orang anaknya yang belum dewasa meninggal dunia melainkan Allah memasukkannya ke sorga sebab anugerah rahmatNya kepada mereka". dari Nabi saw. 14 . Allah berfirman : "Bangunlah rumah untuk hambaKu di sorga.  Dari Abu Musa Al Asy'ari ra. melainkan sorga". Dia berfirman : "Kamu matikan buah hatinya ?" Mereka menjawab : "Ya". "Ya". Beliau bersabda : "Dikatakan kepada mereka : "Masuklah ke sorga".  Dari Abu Umamah ra. (Hadits ditakhrij oleh Bukhari). (Hadits ditakhrij oleh Ibnu Majah). Dia berfirman : "Apakah yang diucapkan oleh hambaKu?" Mereka menjawab : "Memuji dan mengembalikannya kepadaMu (membaca istirja')". dari Nabi saw. jika kamu sabar dan mengharapkan pahala pada kejadian pertama. beliau bersabda : "Allah Yang Maha Suci berfirman : "Hai anak Adam.  Dari Abu Hurairah ra. (Hadits ditakhrij oleh Tirmidzi). (Hadits ditakhrij oleh An Nasa'i).

KESIMPULAN Dari pembahasan di atas ada beberapa hal yang bisa penulis simpulkan. maka sangat mungkin para korban akan mengalami PTSD (Post Traumatic Stress Disorder). Banyaknya bencana yang melanda Indonesia secara terus menerus memungkinkan terjadinya peningkatan penderita PTSD. yaitu: Pengalaman traumatis yang dialami oleh korban tidak ditangani dengan baik. 15 . Gangguan stress pasca trauma (Post Traumatic Stress Disorder) adalah reaksi maladaptif yang berkelanjutan terhadap suatu pengalaman traumatis.

Longsor.Gempa.Siswa.Dedek. Post Traumatic Stress Disorder.DAFTAR PUSTAKA Al Qur’an dan Terjemahnya versi 1.dan.Selal u.Sejumlah. http://www.Luar http://nasional. Psikologi Abnormal.2(digital).com/trauma.Masih. Nevid.di.kompas.htm.com/read/2009/09/07/14383613/Trauma. Jakarta: Erlangga.hypnosis45.kompas. Edisi Kelima. diakses tanggal 10 Maret 2010.S ekolah 16 .com/read/2009/09/08/10041675/Trauma. November 2003. 2005.28 http://nasional. Jilid 2.Ingin.Mogok. pukul 09.dkk.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful