TUGAS INDIVIDU ANTI KORUPSI

OLEH:

MUHAMMAD ADHAN C1A1 10 088

PROGRAM STUDI ILMU ADMINISTRASI NEGARA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS HALUOLEO KENDARI 2013

Bab I Latar Belakang Korupsi.25 (nilai 10 merupakan nilai tertinggi atau terkorup). tercatat data 10 besar negara yang dinyatakan sebagai negara terkorup. Kenya. Sebaliknya.67). entah itu para birokratnya. yaitu India (8. Kamerun. akan tetapi hampir seluruh negara yang ada di dunia ini tidak lepas dari tindak korupsi yang dilakukan oleh warganya. Satu kata yang menimbulkan ribuan masalah. sampai pada masyarakat kecil yang ada di dalamnya. Korupsi tidak saja terjadi pada lingkungan pemerintahan dan pengusaha bahkan telah merambah sampai lembaga perwakilan rakyat dan lembaga peradilan. Indonesia. Urutan penyebutan Negara-negara di atas disesuaikan dengan peringkat masingmasing berdasarkan tingkat korupsinya. Malaysia dan China berada pada posisi sejajar di peringkat keempat yang terbersih. negara yang terbersih tingkat korupsinya adalah . Di Indonesia sendiri. pun semakin meluas.9) dan Vietnam (8. Pakistan. Maraknya korupsi di Indonesia disinyalir terjadi di semua bidang dan sektor pembangunan. Peringkat negara terkorup setelah Indonesia. berdasarkan hasil survei yang dilakukan PERC. Thailand. Nigeria. disinyalir korupsi terjadi bukan hanya pada tingkat pusat tetapi juga pada tingkat daerah dan bahkan menembus ke tingkat pemerintahan yang paling kecil di daerah. Tidak heran jika Indonesia masuk ke dalam data di atas sebagai 10 besar negara terkorup. Bangladesh. Indonesia masih termasuk dalam tiga teratas negara terkorup di Asia.org. berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah yang diperbaharui dengan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004. didapatkan bahwa dari 146 negara. sebuah badan independen. Berdasarkan hasil survei lembaga konsultan PERC yang berbasis di Hong Kong menyatakan bahwa Indonesia merupakan negara yang paling korup di antara 12 negara Asia. Predikat negara terkorup diberikan karena nilai Indonesia hampir menyentuh angka mutlak 10 dengan skor 9. Negara-negara tersebut adalah Azerbaijan. Bolivia. Apalagi setelah ditetapkannya pelaksanaan otonomi daerah. Dari survey yang dilakukan oleh transparency. dan Rusia. pengusahanya. korupsi sudah menjadi permasalahan mendasar bahkan telah mengakar sedemikian dalam sehingga sulit untuk diberantas. Yang mengalaminya pun bukan hanya satu negara. Pada tahun 2005. Irak. Hal ini terlihat semakin lama tindak pidana korupsi di Indonesia.

Tidak lah sesuatu itu terjadi melainkan karena ada yang menjadi penyebab dari terjadinya sesuatu itu. dan Korea Selatan. Selain itu. Hong Kong. agar kegiatan pembangunan berjalan secara efektif. terutama pengelolaan keuangan negara. pemerintah juga membentuk komisi-komisi yang berhubungan langsung dengan pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi seperti Komisi Pemeriksa Kekayaan Penyelenggara Negara (KPKPN) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). efisien. sekalipun telah banyak langkah-langkah yang telah dilakukan sebagai bentuk pemberantasan bahkan pencegaahannya sebagaimana yang telah dijelaskan di atas. dan ekonomis sesuai sasaran. di mana skor nol adalah mewakili posisi terbaik. Namun sayangnya. Ini merupakan survei tahunan yang dilakukan oleh PERC untuk menilai kecenderungan korupsi di Asia dari tahun ke tahun. Taiwan. Upaya pemerintah dilaksanakan melalui berbagai kebijakan berupa peraturan perundang-undangan dari yang tertinggi yaitu Undang-Undang Dasar 1945 sampai dengan Undang-Undang tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. di mana masing-masing instansi memiliki Internal Control Unit (unit pengawas dan pengendali dalam instansi) yang berupa inspektorat.Singapura (0. . ada juga pengawasan dan pemeriksaan kegiatan pembangunan yang dilakukan oleh instansi eksternal yaitu Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pengawas Keuangan Pembangunan (BPKP). Rentang skor dari nol sampai 10. kenyataan yang kita hadapi saat ini adalah korupsi masih saja menjadi aktifitas rutin para mayoritas birokrasi dan kalangan-kalangan lainnya. Upaya pencegahan praktek korupsi juga dilakukan di lingkungan eksekutif atau penyelenggara negara. Di samping pengawasan internal.5).5) disusul Jepang (3. Pemerintah Indonesia sebenarnya telah berupaya banyak dalam mengatasi praktekpraktek korupsi. Fungsi inspektorat mengawasi dan memeriksa penyelenggaraan kegiatan pembangunan di instansi masingmasing. sedangkan skor 10 merupakan posisi skor terburuk. Maka berdasarkan latar belakang di atas lah kami berinisiatif untuk membuat sebuah makalah yang bertujuan untuk meneliti mengenai apa penyebab dari korupsi ini.

kesadaran masyarakat yang masih rendah. Cara pandang terhadap kekayaan yang salah akan menyebabkan cara yang salah dalam mengakses kekayaan. Dalam memformulasikan faktor-faktor penyebab terjadinya korupsi. Diantaranya adalah Pengamat sosial politik dari IAIN Sumut." katanya. yakni faktor penegakan hukum yang masih lemah. jika menggunakan cara pandang penyebab korupsi seperti ini. maka jadilah seseorang akan melakukan korupsi. mental aparatur. maka semakin besar pula kemungkinan orang akan melakukan kesalahan dalam mengakses kekayaan.Si menjelaskan bahwa penyebab seseorang melakukan korupsi adalah karena ketergodaannya akan dunia materi atau kekayaan yang tidak mampu ditahannya. Drs Ansari Yamamah." Selanjutnya Prof. Dr. Korupsi bukanlah sesuatu hal yang terjadi secara begitu saja. ada empat faktor dominan penyebab merajelalanya korupsi di Indonesia. Korupsi dengan demikian kiranya akan terus berlangsung.Bab II Pembahasan Seperti yang telah dijelaskan dalam latarbelakang sebelumnya bahwa tidaklah sesuatu itu terjadi melainkan ada hal-hal yang menyebabkan sehingga hal itu harus terjadi. Hal ini sering disebut dengan hukum kausalitas. selama masih terdapat kesalahan tentang cara memandang kekayaan. Ketika dorongan untuk menjadi kaya tidak mampu ditahan sementara akses ke arah kekayaan bisa diperoleh melalui cara berkorupsi. banyak pendapat yang telah dikemukakan oleh para ahli. MA menyatakan bahwa Perilaku materialistik dan konsumtif masyarakat serta sistem politik yang masih "mendewakan" materi telah "memaksa" terjadinya permainan uang dan korupsi. . Begitu pula dengan korupsi. dan `political will. Jadi. Semakin banyak orang yang salah dalam memandang kekayaan. Nur Syam. M. melainkan pasti ada hal-hal atau faktor-faktor yang menjadi penyebab terjadinya korupsi. "Dengan kondisi itu hampir dapat dipastikan seluruh pejabat kemudian `terpaksa` korupsi kalau sudah menjabat.` "Dari empat faktor itu telah menyebabkan uang negara dikorupsi lebih kurang Rp300 triliun tiap tahunnya. maka salah satu penyebab korupsi adalah cara pandang terhadap kekayaan. Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh mengakui.

tanpa kemiskinan tidak akan ada korupsi. "Satu adalah sistem politik. Kota Kediri. dan peraturan lain. Fenomena bahwa korupsi tidak berbanding lurus dengan kemiskinan dapat dijelaskan dengan “Hukum Kesepadanan Korupsi” yang dirumuskan oleh Revrisond Baswir. Apabila kemiskinan merupakan penyebab korupsi. Kamis (3/12/2009) malam. kejujuran. seperti perda. Penghasilan yang tidak sepadan ini dapat saja dianggap sebagai penyumbang sebab terjadinya korupsi pada tingkatan rendah. adalah menyangkut masalah keimanan. ia menyebutkan tingginya kasus korupsi di negeri ini disebabkan oleh beberapa hal diantaranya: (1) Kurang keteladanan dan kepemimpinan elite bangsa. Kemiskinan –kata mayoritas masyarakat– merupakan akar dari persoalan. "Ketiga adalah remunisasi. ditemui wartawan di kediaman almarhum orang tuanya di Jl Suparjan Mangun Wijaya. SH. semakin besar kekuasaan yang dimilikinya dan dengan demikian semakin besar pula jumlah uang yang potensial dikorup.MH Salah satu penyebab yang paling utama dan sangat mendasar terjadinya Korupsi di kalangan para Birokrat. Bibit Samad Riyanto. dimana elitnya sangat korup. (6) Kondisi lingkungan kerja. banyak diantara mereka adalah justru orang-orang yang mempunyai uang dan kekuasaan. (4) Rendahnya integritas dan profesionalisme. atau pendapatan (penghasilan) minim. keuangan. dan lingkungan masyarakat. dan birokrasi belum mapan. Hukum ini menyatakan korupsi berbanding lurus dengan kekayaan seseorang. Sukorame. (2) Rendahnya gaji Pegawai Negeri Sipil. Di Indonesia. (5) Mekanisme pengawasan internal di semua lembaga perbankan. pemerintah tidak mampu untuk membayar pegawai negeri secara memadai. dan etika sang Birokrat itu sendiri. kalau tidak pada seluruh sistem. Artinya. moral dan etika. Namun tidak lantas yang . Kedua. dan (7) Lemahnya keimanan. (3) Lemahnya komitmen dan konsistensi penegakan hukum dan peraturan perundangan. rasa malu. imbuh Bibit adalah intensitas moral seseorang atau kelompok." ujar Bibit. tugas jabatan. 'Mereka' atau pelaku dapat berlindung dengan aturan tersebut. Hardjapamekas. Goenawan Wanaradja. membeberkan lima hal yang dianggap berpotensi menjadi penyebab tindakan korupsi. bagaimana menjelaskan mengapa mereka yang terlibat korupsi besar-besaran justru bukan orang miskin. moral. kejujuran. semakin kaya seseorang. Ditandai dengan munculnya aturan perundang-undangan. Mojoroto.Erry R.

Kemampuan Adalah kemampuan orang tersebut untuk melakukan korupsi? Kemampuan melakukan tindak korupsi hanya bisa dilakukan apabila orang tsb memilki kemampuan dan kecerdasan untuk merekayasa dengan membuat data. Prinsip dasar ini akan bekerja efektif apabila eksekutif. pengawasan baik bersifat internal-eksternal. Kesempatan Kesempatan adalah sistem yang dibangun pada instansi tersebut hendaknya dengan menggunakan prinsip management yang efektif dengan prosedure dan mekanisme yang jelas serta pengawasan dan pengendalian yang baik sehingga tidak menciptakan dan memberi peluang pada orang per-orang untuk melakukan tindak pidana korupsi. sehingga orang tersebut tidak akan mau melakukan walaupun sebenarnya dia memiliki kemampuan untuk melakukannya.pembukuan dan laporan fiktif yang tentunya bertujuan agar kasusnya tidak terdeteksi atau tidak terungkap saat ada pemeriksaan dari Instansi yang berkompeten. Karena tanpa hal tersebut sangat sukar dan mustahil . maka masyarakat akan mengerti konskuensi dari apa yang ia lakukan. legislatif dan judikatif memilki perpektif dan filosofi yang sama tentang good goverment dan clean goverment dengan membuat seluruh kebijakan secara transparan dan akuntable serta memberikan akses seluas-luasnya pada masyarakat untuk ikut mengawasi program yang dijalankan eksekutif. a. artinya walaupun orang tersebut memilki kemampuan untuk melakukan tindakan korupsi. namun karena orang tersebut memilki integritas yang tinggi apakah karena memilki keimanan yang kuat terhadap agamanya. c. Dengan sadar hukum. jadi kembali lagi ke moral tadi. memiliki nasionalisme yang tinggi terhadap negaranya atau juga memilki kesadaran yang kuat tentang hak dan kewajibannya tentang berbangsa dan bernegara atau kekhawatiran mendapat sangsi hukum yang tegas & keras. Adapun faktor penyebab terjadinya korupsi dalam suatu oganisasi dapat kita bedakan dalam 3 faktor bagaimana korupsi itu terjadi .memiliki pendapatan tidak melakukan korupsi. "Ini yang paling penting adalah budaya sadar akan aturan hukum." jelas Bibit. Keempat. yaitu . terus Bibit. dan kelimanya adalah budaya taat aturan. b. Kemauan Adalah kemauan orang tersebut untuk melakukan tindak pidana korupsi.

Hal ini adalah realita yang terjadi negara kita. 2.pencegahan korupsi dapat dilakukan . mengingat sifat dari korupsi sendiri yang senantiasa melibatkan banyak orang dengan melakukan kolusi baik secara vertical. biasanya dilakukan oleh pegawai rendahan. khususnya di daerah yang jauh dari pantauan berita stasiun televisi nasional. sang . karena saat ini rupanya control media massa yang paling efektif ternyata yang dilakukan oleh stasiun televisi nasional walaupun independensinya masih belum terjamin. dan lebih sering dilakukan secara individu. karena pimpinan memanfaatkan kekuasaan dan keengganan atau ketidak beranian bawahan menolak keinginan pimpinan walaupun itu melanggar standar operasi dalam instansi tersebut. mereka mampu meredam berita dari media massa. karena dia melakukan sematamata karena terdesak oleh kebutuhan ekonomi. Pada saat terjadi pemeriksaan oleh Auditor. Faktor penyebab korupsi pada SDM dalam konteks tersebut diatas adalah sebagai berikut: 1. Corruption by Need/ Korupsi karena kebutuhan Korupsi yang dilakukan atas dasar kebutuhan. horizontal maupun diagonal dan merusak system yang ada dan dari beberapa kejadian senantiasa ada keterlibatan legislatif dalam penyusunan program dan ketika kasusnya terkuak mulai terlihat ada pelibatkan aparat penegak hukum dengan melakukan gratifikasi untuk membungkam dan mempeti-es kan kasus-kasus tertentu bahkan dengan kekuatan yang mereka miliki.Untuk pencegahan dan pengungkapan kasus seperti ini biasanya tidak terlalu sulit karena tidak melibatkan system dan banyak orang. faktor kemampuan dan kemauan lebih diharapkan pada integritas orang itu sendiri ( SDM ) sedangkan kesempatan lebih ditekankan pada system management pemerintahan dan pengawasan yang efektif. biasanya dalam bentuk pungli. hal ini sering dijumpai akibat prosedur dan mekanisme yang telah digariskan tidak dijalankan sebagaimanan mestinya. uang yang dicuri biasanya tidak terlalu besar. merubah kwitansi pembelian atau tindakan lainnya yang pada intinya bukan untuk memperkaya tapi semata-mata karena desakan ekonomi. Dari uraian tersebut di atas. Corruption by accident/ Korupsi karena kecelakaan Korupsi yang dilakukan biasanya oleh pemegang jabatan demi melindungi kepentingan atasannya yang lebih tinggi atau dikorbankan olehi pimpinan yang lebih tinggi.

Korupsi jenis ini sangat sulit dibongkar karena melibatkan orang dan dana yang cukup besar. pada akhirnya sang pemegang jabatan keuangan harus mempertanggung jawabkan kekeliruannya sendirian saja. sedangkan pimpinan yang menginstruksikan dirinya untuk melanggar biasanya dilakukan secara lisan sehingga tidak memiliki keuatan hukum. sehingga mampu mendesign secara terintegrasi termasuk menyuap orang yang akan menghalangi atau menghambat kegiatan pencurian ini. Corruption by design / Korupsi yang direncanakan Korupsi yang direncanakan dan ini hanya bisa dilakukan oleh orang yang memegang jabatan dan kekuasaan cukup tinggi serta memiliki kewenangan dalam mengambil kebijakan. . 3. padahal dirinya hanya menikmati sebagian kecil uang hasil penyalahgunaan jabatan tersebut.pemegang jabatan keuangan harus mempertanggung jawabkan segala tindakannya berdasarkan peraturan yang ada. dan seluruh kegiatan pencurian uang negara ini sudah direncanakan jauh sebelum proyek itu dilaksanakan. siapa yang melaksanakan dan bagaimana melaksanakan serta bagamana menutupi persoalan ini jika muncul gugatan atau pemeriksaan dari pihak yang berwenang.

Bab III Kesimpulan Korupsi adalah aktifitas yang untuk sementara ini memang sulit untuk dihentikan. Dan dari sekian banyak penyebab yang telah dikemukakan di atas. telah diketahui dengan jelas dan terang terkait penyebab. begitu pula dengan manusia. Apalagi melihat dari penyebab-penyebab korupsi yang telah dikemukakan pada pembahasan di atas. Artinya kita telah mengetahui penyebab suatu penyakit. sehingga akan lebih mudah untuk menyembuhkannya. . menurut kami hal yang paling mendasari yang menjadi penyebab terjadinya korupsin adalah masalah tingkat keimanan seseorang yang memang masih kurang dan hal itu dibuktikan dengan tidak mampunya mereka untuk menahan nafsu mereka untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak diridhoi oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Akan tetapi bukan berarti hal mustahil korupsi akan hilang dari dunia ini.

Dan obat dari penyakit korupsi ini adalah dengan mengembalikan kepribadian-kepribadian manusia kepada fitrahnya yaitu kebaikan.Bab IV Saran Segala penyakit pasti ada obatnya. tentulah hal-hal buruk seperti korupsi akan terhindar dari perilaku manusia. Caranya adalah dengan mengajarkan kepada meraka Islam yang benar sehingga ketika Islam telah diterapkan secara benar. .