MAKALAH TENTANG MOTIFASI BELAJAR

D I S U S U N OLEH

1. 2. 3.

SMA NEGERI 7 MATARAM 20212-2013

oleh karena itu saran dan kritik yang bersifat membangun sangat diharapkan demi perbaikan selanjutnya. Tidak lupa kami sampaikan terimakasih kepada teman-teman yang tidak dapat disebutkan disini yang telah membantu kelancaran penyusunan makalah ini. Akhirnya kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca.KATA PENGANTAR Puji syukur penulis haturkan kehadirat Allah SWT yang atas berkat dn rahmat-Nya penulis dapat menyelesikan tugas strategi pembelajaran dengan baik. Tujuan utama penulisan laporan ini adalah guna memenuhi tugas mata kuliah Psikologi Pendidikan. Mei 2010 Penulis . penulisan laporan ini juga bertujuan untuk menyimpulkan mengenai motivasi berlajar siswa. Semarang. Terimakasih penulis sampaikan kepada Ibu Liftiah selaku dosen pengampu mata kuliahPsikologi Pendidikan. yang telah memberikan kesempatan pada penulis untuk menyelesaikan makalah ini. Penyusun menyadari sepenuhnya bahwa penyusunan laporan ini masih kurang dari sempurna. Selain itu.

.................................... BAB II : PEMBAHASAN 2.......................................... 3................................................... KATA PENGANTAR...........................................................................................................................1 Pengertian ..3 Faktor-Faktor ......... DAFTAR ISI ........................... BAB I : PENDAHULUAN .1 Kesimpulan ...2 Pentingnya Motifasi Dalam Belajar ......................................................................... 2............................................................................... 2..... 2.......................................... BAB III : PENUTUP 3......................................................2 Saran ...................................... 2...4 Teori-teori.DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ........................................................................................................5 Strategi ......................................... i ii iii 1 .......................................................................................................................................................................................................

Lain halnya bagi siswa yang tidak ada motivasi di dalam dirinya. Misalnya. kurang dapat mempengaruhinya agar memecahkan perhatiannya. Siswa yang demikian biasanya dengan kesadaran sendiri memperhatikan penjelasan guru. bukanlah masalah bagi guru. tidak akan mungkin melakukan aktivitas belajar. . sebab seseorang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar. menjamin kelangsungan dan memberikan arah kegiatan belajar. Dalam kegiatan belajar. Bagi siswa yang selalu memperhatikan materi pelajaran yang diberikan. Karena di dalam diri siswa tersebut ada motivasi. Dari sinilah penulis ingin membahas secara tuntas tentang motivasi belajar yang sangat mempengaruhi hasil belajar siswa tersebut. Di sini tugas guru adalah membangkitkan motivasi peserta didik sehingga ia mau melakukan belajar. satu dengan yang lainnya. sehingga diharapkan tujuan dapat tercapai. Berbagai gangguan yang ada disekitarnya. motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan. bisa jadi tidak sama. Namun pada intinya bahwa motivasi merupakan kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. maka motivasi ekstrinsik yang merupakan dorongan dari luar dirinya mutlak diperlukan. Rasa ingin tahunya lebih banyak terhadap materi pelajaran yang diberikan. Dalam kegiatan belajar. hal itu bergantung dari apa yang diinginkan orang yang bersangkutan. yaitu motivasi intrinsik.BAB I PENDAHULUAN Motivasi belajar setiap orang. seorang anak mau belajar dan mengejar rangking pertama karena diiming-imingi akan dibelikan sepeda oleh orangtuanya. motivasi sangat diperlukan. Biasanya.

termasuk orientasinya terhadap pekerjaan/tugasnya. Begitu banyaknya peran morivasi tersebut. b.1 PENGERTIAN MOTIVASI Motivasi merupakan salah satu faktor yang ikut menentukan keberhasilan anak di dalam belajar. Setiap individu yang tampil dengan motivasi seperti ini lebih tertarik pada konteks pekerjaan (job context) dari pada penghargaan atau upah yang diperolehnya. . melainkan pada aktivitas pekerjaan itu sendiri serta adanya perasaan puas yang diperolehnya dalam melakukan pekerjaan tersebut. Sedangkan motivasi yang termasuk sebagai suatu keadaan maksudnya yaitu seseorang (individu) dalam melaksanakan tugas/pekerjaan yang dimilikinya sangat bergantung pada suatu keadaan yang dihadapi pada saat itu. Peserta didik yang termotivasi peserta didik menunjukkan proses kognitif apa yang telah di pelajari. bagaimana dapat mengembangkan motivasi. Motivasi itu sebenarnya merupakan suatu keadaan (state) psikologis yang dapat diubah/dibentuk. melainkan juga menentukan berapa banyak peserta didik dapat belajar dari aktivitas yang mereka lakukan atau informasi yang mereka hadapi. Tetapi kadang-kadang motivasi kerja itu akan datang dari keinginan untuk memperoleh kepuasan kerja yang muncul dalam diri individu sendiri. apakah macam-macam motivasi tersebut menentukan prestasi yang di capai anak dan bagaimana pendidik dalam memberikan penghargaan hingga dapat meningkatkan motivasi tersebut. banyak para ahli yang membahas bagaimana motivasi tersebut muncul. Tugas utama pendidik adalah merencanakan cara-cara mendukung motivasi peserta didik. Motivasi merupakan suatu kondisi kejiwaan individu yang dapat mendorongnya untuk melakukan suatu aktivitas guna pemenuhan kebutuhan atau mencapai tujuan. Dalam pengembangan suatu organisasi atau lembaga. motivasi dipandang sebagai suatu karakteristik dan suatu keadaan. Motivasi itu pada hakikatnya merupakan suatu karakteristik atau suatu kepribadian yang cukup stabil sehingga setiap individu dipandang berbeda dari individu yang lain.BAB II ISI 2. Dalam pengertian tersebut menggambarkan bahwa motivasi mengandung suatu kekuatan yang timbul dalam diri seseorang sebagai dukungan untuk memenuhi keinginannya. Menurut Tabrani Rusyam pada hakekatnya motivasi adalah perbuatan energi dalam diri seseorang ditandai dengan timbulnya perasaan dari reaksi untuk mencapai tujuan. Motivasi tidak hanya penting untuk membuat peserta didika melakukan aktivitas belajar. Berkaitan dengan motivasi yang dianggap sebagai suatu karakteristik (kepribadian). Pandangan tentang hal ini dikemukakan oleh Soejono Trimo (1986 : 174) sebagai berikut : a. dimana seorang melaksanakan tugas/pekerjaannya tidak didasarkan pada ada tidaknya penghargaan bagi penyelesaian tugas/pekerjaan tadi. Keadaan utama yang paling menentukan motivasi kerja seseorang adalah jenis penghargaan (rewards) yang disediakan dalam lembaga/organisasi tempatnya berkiprah. Jadi motivasi kerja yang timbul sangat bergantung pada keadaan yang di hadapi pada saat itu. Motivasi menjadi daya bagi individu untuk memperoleh sesuatu yang diinginkannya.

anak tersebut tidak akan mampu melakukannya. Hal ini dapat di ketahui dari pengalaman dan pengamatan sehari-hari. Pembelajaran yang di ikuti oleh peserta didik yang termotivasi akan benar-benar menyenagkan. Hal ini juga logis untuk mengasumsikan bahwa semakin anak memiliki pengalaman belajar yang termotivasi.2 PENTINGNYA MOTIVASI DALAM BELAJAR Motivasi adalah penting. Motivasi juga dapat berasal dari sumber ektriksik suatu tugas. Intrinsik dan ektrinsik suatu tugas. karena menjadi faktor penyebab belajar. Olahraga merupakan contoh umum. ada penurunan titik penggembalian pada kedua faktor tersebut. Peserta didik yang menyelesaikan pengalaman belajar dan mengelesaikan tugas belajar dengan perasaan termotivasi terhadap materi yang telah dipelajari. Kenyataannya. sehingga aktivitas belajar berlangsung lebih menyenangkan. Penilaian terhadap peserta didik merupakan bentuk karakteristik ekstrinsik dari suatu tugas belajar. Jika anak diberikan tugas-tugas belajar diluar kemampuannya. Individu mungkin memiliki minat yang cukup dan mantap dalam berpartisipasi pada berbagai kegiatan seperti akademik. namun juga memperlancar belajar dan hasil belajar. Apabila terdapayt dua anak yang memiliki kemampuan sama dan pemberian peluang dan kondisi yang sama untuk mencapai tujuan. arus komunikasi lancar. Walaupun motivasi merupakan prasyarat penting dalam belajar. Secara historik. umumnya diasumsikan bahwa peserta didik yang bersangkutan rendah. karena motivasi bukanlah suatu kondisi. Pembelajaran matematika yang menyenangkan merupakan bentuk karakteristik dari suatu tugas belajar. bagaimanapun mereka termotivasi. terutama bagi peserta didik. termasuk juga motivasi. Walaupun begitu. dan kegiatan pembelajaran yang menarik agar anak tersebut termotivasi. . namun agar aktivitas belajar itu terjadi pada diri anak. Hal yang perlu dipertimbangkan adalah berkenaan dengan masalah kemampuan anak dalam melakukan aktivitas belajar. kinerja dan hasil yang di capai oleh anak yang termativasi akan lebih baik dibandingkan dengan anak yang tidak termotivasi. Motivasi bukan saja penting. Ada faktor lain seperti kemampuan dan kualitas pembelajaran yang harus di perhatikan pula.Motivasi untuk melakukan sesuatu berasal dari berbagai faktor seperti karakteristik kepribadian. menurunkan kecemasan peserta didik meningkatkan kreativitas dan aktivitas belajar. olahraga. Banyak atlet yang membuat kejutan di dalam olahraga tertentu karena usaha-usaha tertentu.m maka tidak akan terjadi kegiatan belajar pada diri anak tersebut. maka semakin mungkin akan menjadi peserta didik sepanjang hayat. namun akhirnya mengalami titik balik dimaan presentasinya tidak mengalami kemajuan lagi. pendidik selalu mengetahui kapan peserta didik perlu di motivasi selama proses belajar. bahkan tanpa kesepakatan tertentu mengenai definisi konsep tersebut. dan aktivitas sosial. hal itu kadangkadang menjadi masalah. Motivasi dapat berasal dari karakteristik dari suatu tugas. Apabila motivasi peserta didik anak itu rendah. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa apabila anak tidak memiliki motivasi belajar. 2.

Rangsangan secara langsung membentu memenuhi kebutuhan belajar peserta didik. Proses pembelajaran dan materi yang terkait dapat membuat sekumpulan kegiatan belajar. Apabila peserta didik membutuhkan atau menginginkan sesuatu untuk dipelajari. Semakin kuat seseorang merasakan kebutuhan. Kebutuhan nama yang dialami peserta didik sekarang ini akan bergantung pada sejarah belajar individu. atau objek tertentu secara menyenangkan atau tidak menyenangkan. mereka cenderung sangat termotivasi.3 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MOTIVASI 1. Seorang peserta didik dapat harus menyakini bahwa sikapnya akan memiliki pengaruh aktif terhadap motivasi belajar anak pada saat awal pembelajaran. Sikap memiliki pengaruh kuat terhadap perilaku dan belajar peserta didik karena sikap itu membantu peserta didik dalam merasakan dunianya san memberikan pedoman kepada perilaku yang dapat membentu dalam menjelaskan dunianya. peristiwa. Sikap diperoleh melalui proses seperti pengalaman. dan harapan personalnya untuk sukses. perilaku peran. Sikap akan memberikan pedoman dan peluang kepada seseorang untuk mereaksi secara lebih optimis. . dan emosi yang dihasilkan di dalam predisposisi untuk merespon orang. Biasanya pengalaman belajar baru merupakan kegiatan yang banyak mengandung resiko karena hasilnya kadang-kadang tidak menentu. SIKAP Sikap merupakan kombinasi dari konsep. Setiap peserta didik memiliki keinginan untuk mempelajari sesuatu dan memiliki sikap positif terhadap materi pembelajaran. Semua orang merasa kebutuhan yang tidak pernah berakhir. kelompok. KEBUTUHAN Kebutuhan merupakan kondisi yang di alami oleh individu sebagai suatu kekuatan internal yang memnadu poeserta didik untuk mencapai tujuan. mata pelajaran. pembelajaran. Apabila peserta didik tidak memperhatikan pembelajaran. Perolehan tujuan merupakan kemampuan melepaskan atau mengakhiri perasaan kebutuhan dan tekanan. Pada setiap awal pembelajaran. 3. Kebanyakan kebutuhan bertindak sebagai kekuatan internal yang mendorong seseorang untuk mencapai tujuan. Sikap juga akan membentu seseorang merasa aman di suatu lingkungan yang pada mulanya tampak asing. maka sedikit sekali belajar akan terjadi pada diri peserta didik tersebut. peserta didik umumya segera membuat penilaian mengenai pendidik. dan kebutuhan terakhir yang dipenuhi. Seseorang melihat sesuatu dan tertarik padanya. semakin besar peluangnya untuk mengatasi perasaan yang menekan di dalam memenuhi kebutuhannya. gagasan. identivikasi. situasi sekarng. RANGSANGAN Rangsangan merupakan perubahan di dalam persepsi atau pengalaman dengan lingkungan yang membuat seseorang bersifat aktif. 2. situasi pembelajaran. Pendidik dapat menumbuhkan motivasi belajar berdasarkan pada kebutuhan yang dirasakan oleh peserta didik. informasi. Sifat merupakan produk dari kegiatan belajar.2. Sikap akan membuat kehidupan lebih sederhana dan membebaskan seseorang dalam mengatasi unsur-unsur kehidupan sehari-hari yang bersifat unik.

sementara yang lain memiliki kebutuhan psikologis dan keamanan. TEORI BELAJAR BEHAVIORAL Konsep motivasi erat berhubungan dengan suatu prinsip bahwa perilaku yang diperkuat di masa lalu adalah lebih mungkin diulangi lagi dibandingkan dengan perilaku yang tidak diperkuat atau di hukum. 2. namun bagi peserta didik yang tidak mendapatkan penguatan dalam belajar maka anak itu tidak termotivasi untuk belajar. 5. pujian. dan perhatian. seperti makan. akan termotivasi untuk tidak belajar. TEORI DISONANSI Teori disonansi menyatakan bahwa kebutuhan untuk mempertahankan citra diri yang positif merupakan motivator yang sangat kuat. Tidak ada kegiatan belajar yang terjadi di dalam kevakuman emosional. KOMPETENSI Teori kompetensi mengasumsikan bahwa peserta didik secara alamiah berusaha keras untuk berinteraksi dengan lingkungan secara efektif. Beberapa anak ada yang lebih membutuhkan rasa afeksi dan perhatian. penghargaan sosial. Apabila emosi bersifat positif pada waktu kegiatan belajar berlangsung. Misalnya anak memiliki kenyakinan bahwa . 3. cinta dan perawatan harga diri yang positif. 6. PENGUATAN Penguatan merupakan peristiwa yang mempertahankan tau menemukan bahwa perilaku seseorang dapat dibentuk kurang lebih sama melalui penerapan penguatan positif atau negatif. AFEKSI Konsep afeksi berkaitan dengan pengalaman emosional kecemasan.4. dan pemilikan dari individu atau kelompok pada waktu belajar. Penggunaan hasil karya peserta didik. Para pakar behaviorisme menyatakan bahwa tidak perlu memisahkan teori belajar dengan motivasi. 2. Banyak kebutuhan dasar yang semuanya harus dipenuhi. Kebanyakan perilaku anak di arahkan pada upaa pemenuhan sntandar personalnya.4 TEORI-TEORI MOTIVASI 1. berfikir. kepedulian. rasa aman. TEORI KEBUTUHAN MANUSIA Abraham Maslow merupakan pakar teori kebutuhan manusia yang menjelaskan konsep motivasi untuk memenuhi kebutuhan. memanipulasi. Peserta didik diperkuat untuk belajar akan termotivasi untuk belajar. maka emosi mampu mendorong peserta didik untuk belajar keras. dinyatakan sebagai variabel yang sangat penting di dalam perancangan pembelajaran. Afeksi dapat menjadi motivator intrinsik. menerima. Peserta didik secara intrinsik termotivasi utnuk mneguasai lingkungan dan mengerjakan tugas-tugas secara berhasil agar menjadi puas. misalnya dicemooh oleh teman-temannya padawaktu belajar. Banyak anak mempunyai kebutuhan yang berbeda pada waktu yang berbeda pula. Demikian pula setiap orang secara genetik diprogram untuk menggali. dan mnegubah lingkungan secara efektif. Setiap anak berbeda kepentingananya di dalam memenuhi kebutuhannya. Demikian pula peserta didik yang memperoleh hukuman pada waktu belajar. karena motivasi merupakan produk dari sejarah penguatan.

dan keberuntungan. Ini karena soal-soal ujian itu biasanya tidak memerlukan usaha keras. 7.demikian pula anak mengekspresikan motivasinya dengan berbagai cara. usaha. Fenomena ini merupakan kondisi dimana anak sellau berkeinginan untuk mempertahankan citra diri yang positif. kesulitas tugas. 4. yaitu: kemampuan. Penggunaan konsep motivasi itu ditujukan untuk menggambarkan kecenderungan umum yang mendorong ke arah tujuan tertentu. Demikian pula tidak memberikan saran bahwa pertanyaan yang disajikan dalam ujian memiliki tingkat kesulitan rendah atau hanya dapat dijawab oleh separoh peserta didik. probabilitas keberhasilan yang sangat tinggi akan dapat menjadi pengganggu motivasi. peserta didik yang mempunyai motivasi berafiliasi merupakan kebutuhan yang diekspresikan untuk mencintai dan menerima lebih menyukai memilih partner kerja berdasarkan pada persahabatan. maka anak itu akan berperilaku baim dan jujur walaupun tidak ada anak lain yang melihatnya. Dalam pengertian ini. motivasi sering kali dipandang sebagai karakteristik kepribadian yang relatif stabil. . namun memerlukan pengetahuan yang telah diperileh sebelumnya. Motivasi sebagai karakteristik kepribadian yang stabil merupakan konsep yang berbeda dengan motivasi untuk melakukan sesuatu dalam situasi tertentu pula. Sebaliknya. Kemampuan bersifat relatif stabil. mereka cenderung memilih partner belajar yang cakap dalam mengerjakan tugas. maka anak itu akan memenuhi dengan cara berperilaku yang intelegen. dan usaha dapat berubah. 5. 6. Banyak anak yang termotivasi untuk berprestasi. tidak berubah. Demikian pula apabila anak itu memiliki keyakinan bahwa dia adalah anak yang mampu dan cerdas. TEORI HARAPAN Aspek penting dalam teori harapan adalah bahwa situasi dan kondisi tertentu. Anak akan termotivasi untuk makan manakala dia tidak makan dalam waktu tertentu. kesulitan tugas bersifat stabil. yaitu tugas-tugas yang diberikan kepada peserta didik hendaknya tidak terlalu mudah ataupun terlalu sukar. Secara sama. Teori harapan ini implikasinya penting bagi pendidikan. TEORI MOTIVASI BERPRESTASI Salah satu teori motivasi yang penting dalam psikologi adalah motivasi berprestasi karena kecenderungan untuk mencapai keberhasilan atau tujuan dan melakukan kegiatan yang mengarah pada kesuksesan atau kegagalan. TEORI ATRIBUSI Teori atribusi pada dasarnya menjelaskan empat hal tentang keberhasilan dan kegagalan dalam situasi berprestasi. atribusi kesulitan tugas dan keberuntungan berasal dari luar individu. Atribusi kemampuan dan usaha berasal dari dalam individu.dirina adalah seorang anak yang baik dan jujur. TEORI KEPRIBADIAN Istilah motivasi umumnya digunakan untuk menggambarkan suatu dorongan kebutuhan atau keinginan untuk melakukan sesuatu. Peserta didik yang mempunyai motivasi berprestasi. dan banyak pula yang termotivasi untuk bersosialisasi dengan anak lain. sementara itu keberuntungan bersifat tidak stabil dan tidak dapat diprediksikan.

maka sampaikan tujuan pembelajaran itu kepada peserta didik agar mereka merasa memiliki tujuan pembelajaran tersebut. Untuk mencapai kearah itu ada beberapa cara yang dapat dilakukan pendidik dalam meningkatkan motivasi instrinsik peserta didik. diskonveri. Menggunakan variasi metode penyajian yang menarik Motivasi intrinsik untuk belajar sesuatu dapat ditingkatkan melalui penggunaan materi pembelajaran yang menarik. 2. 2. curah pendapat. inkuiri. Membangkitkan minat belajar Pengaitan pembelajaran dengan minat peserta didik adalah sangat penting. Cara lain yang dapat dilakukan adalah memberikan pilihan kepada peserta didik tentang materi pembelajaran yang akan dipelajari dan cara-cara mempelajarinya. dan karena itu tunjukkanlah bahwa pengetahuan yang dipelajari itu sangat bermanfaat bagi mereka. dan sejenisnya merupakan beberapa metode yang dapat digunakan untuk membangkitkan hasrat ingin tahu peserta didik. 1. Mendorong rasa ingin tahu Pendidik yang terampil akan mampu menggunakan cara untuk membangkitkan dan memelihara rasa ingin tahu peserta didik di dalam kegiatan pembelajaran.5 STRATEGI MOTIVASI BELAJAR Pembelajaran hendaknya mampu meningkatkan motivasi intrinsik peserta didik sebanyak mungkin. 3. diskusi. Cara lain yang dapat dilakukan adalah apabila pendidik yang merumuskan tujuan pembelajaran. dan bukan dirumuskan atau di tetapkan oleh orang lain. dan karena itu pembelajaran akan mampu meningkatkan motivasi intrinsik peserta didik untuk mempelajari materi pembelajaran yang disajikan oleh pendidik. Membantu peserta didik dalam merumuskan tujuan belajar Prinsip yang mendasar dari motivasi adalah anak akan belajar keras untuk mencapai tujuan apabila tujuan itu dirumuskan atau ditetapkan oleh dirinya sendiri. Keberhasilan yang di capai dipandang sebagai buah dari usaha dan kemampuan personal yang dicurahkan dalam mengerjakan tugas. 4. Demikian pula tujuan pembelajaran yang penting membangkitkan hasrat ingin tahu peserta didik mengenai pelajaran yang akand atang. Oleh karena itu pendidik hendaknya mendorong dan membantu peserta didik agar merumuskan dan mencapai tujuan belajarnya sendiri. Metode pembelajaran studi kasus. dan juga penggunaan variasi metode penyajian.Motivasi berprestasi merupakan keinginan untuk memperoleh keberhasilan dan berpartisipasi katif di dalam suatu kegiatan. Hak ini berarti bahwa pendidik harus mampu menarik minat dan meningkatkan hasrat ingin tahu peserta didik terhadap materi yang di sajikan. .

bagaimana dapat mengembangkan motivasi. Keberhasilan yang di capai dipandang sebagai buah dari usaha dan kemampuan personal yang dicurahkan dalam mengerjakan tugas . 3.1 KESIMPULAN Motivasi merupakan salah satu faktor yang ikut menentukan keberhasilan anak di dalam belajar. Motivasi adalah penting. Apabila terdapayt dua anak yang memiliki kemampuan sama dan pemberian peluang dan kondisi yang sama untuk mencapai tujuan.BAB III PENUTUP 3. bahkan tanpa kesepakatan tertentu mengenai definisi konsep tersebut. apakah macam-macam motivasi tersebut menentukan prestasi yang di capai anak dan bagaimana pendidik dalam memberikan penghargaan hingga dapat meningkatkan motivasi tersebut. Begitu banyaknya peran morivasi tersebut.2 SARAN Motivasi berprestasi merupakan keinginan untuk memperoleh keberhasilan dan berpartisipasi katif di dalam suatu kegiatan. dan bukan dirumuskan atau di tetapkan oleh orang lain. kinerja dan hasil yang di capai oleh anak yang termativasi akan lebih baik dibandingkan dengan anak yang tidak termotivasi. Prinsip yang mendasar dari motivasi adalah anak akan belajar keras untuk mencapai tujuan apabila tujuan itu dirumuskan atau ditetapkan oleh dirinya sendiri. banyak para ahli yang membahas bagaimana motivasi tersebut muncul.

2009) . (Semarang: Universitas Negeri Semarang Press. M. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. dkk. 1992 ) h. Psikologi Pendidikan. ( Jakarta : Rajawali Pers. Achmad Rifa’i RC. 73 Dr.Pd.DAFTAR PUSTAKA Sardiman AM.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful