P. 1
Makalah Tentang Motifasi Belajar

Makalah Tentang Motifasi Belajar

|Views: 15|Likes:
Published by Raja Rahman Way

More info:

Published by: Raja Rahman Way on Apr 07, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/29/2014

pdf

text

original

MAKALAH TENTANG MOTIFASI BELAJAR

D I S U S U N OLEH

1. 2. 3.

SMA NEGERI 7 MATARAM 20212-2013

yang telah memberikan kesempatan pada penulis untuk menyelesaikan makalah ini.KATA PENGANTAR Puji syukur penulis haturkan kehadirat Allah SWT yang atas berkat dn rahmat-Nya penulis dapat menyelesikan tugas strategi pembelajaran dengan baik. Mei 2010 Penulis . Akhirnya kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca. Semarang. Tujuan utama penulisan laporan ini adalah guna memenuhi tugas mata kuliah Psikologi Pendidikan. Terimakasih penulis sampaikan kepada Ibu Liftiah selaku dosen pengampu mata kuliahPsikologi Pendidikan. Selain itu. Penyusun menyadari sepenuhnya bahwa penyusunan laporan ini masih kurang dari sempurna. penulisan laporan ini juga bertujuan untuk menyimpulkan mengenai motivasi berlajar siswa. oleh karena itu saran dan kritik yang bersifat membangun sangat diharapkan demi perbaikan selanjutnya. Tidak lupa kami sampaikan terimakasih kepada teman-teman yang tidak dapat disebutkan disini yang telah membantu kelancaran penyusunan makalah ini.

................................. BAB II : PEMBAHASAN 2. 3...................................................................................1 Pengertian ... 2...................................... 2..............DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL . 2.... KATA PENGANTAR........................................1 Kesimpulan ..................................................................................................... 2.........4 Teori-teori......................................................................5 Strategi ....................................................................................................................2 Saran ............................................................................................................2 Pentingnya Motifasi Dalam Belajar ................................... DAFTAR ISI ........................................................................................................................ BAB III : PENUTUP 3........ i ii iii 1 .................3 Faktor-Faktor ................. BAB I : PENDAHULUAN ...................................................................................................................

Siswa yang demikian biasanya dengan kesadaran sendiri memperhatikan penjelasan guru. kurang dapat mempengaruhinya agar memecahkan perhatiannya. Dalam kegiatan belajar. motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan. Dalam kegiatan belajar.BAB I PENDAHULUAN Motivasi belajar setiap orang. Dari sinilah penulis ingin membahas secara tuntas tentang motivasi belajar yang sangat mempengaruhi hasil belajar siswa tersebut. Berbagai gangguan yang ada disekitarnya. sebab seseorang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar. sehingga diharapkan tujuan dapat tercapai. motivasi sangat diperlukan. satu dengan yang lainnya. Di sini tugas guru adalah membangkitkan motivasi peserta didik sehingga ia mau melakukan belajar. Namun pada intinya bahwa motivasi merupakan kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. bukanlah masalah bagi guru. Rasa ingin tahunya lebih banyak terhadap materi pelajaran yang diberikan. seorang anak mau belajar dan mengejar rangking pertama karena diiming-imingi akan dibelikan sepeda oleh orangtuanya. Lain halnya bagi siswa yang tidak ada motivasi di dalam dirinya. bisa jadi tidak sama. tidak akan mungkin melakukan aktivitas belajar. yaitu motivasi intrinsik. Misalnya. hal itu bergantung dari apa yang diinginkan orang yang bersangkutan. menjamin kelangsungan dan memberikan arah kegiatan belajar. Biasanya. maka motivasi ekstrinsik yang merupakan dorongan dari luar dirinya mutlak diperlukan. . Karena di dalam diri siswa tersebut ada motivasi. Bagi siswa yang selalu memperhatikan materi pelajaran yang diberikan.

Berkaitan dengan motivasi yang dianggap sebagai suatu karakteristik (kepribadian). termasuk orientasinya terhadap pekerjaan/tugasnya. bagaimana dapat mengembangkan motivasi. Tetapi kadang-kadang motivasi kerja itu akan datang dari keinginan untuk memperoleh kepuasan kerja yang muncul dalam diri individu sendiri. b. Keadaan utama yang paling menentukan motivasi kerja seseorang adalah jenis penghargaan (rewards) yang disediakan dalam lembaga/organisasi tempatnya berkiprah. . Peserta didik yang termotivasi peserta didik menunjukkan proses kognitif apa yang telah di pelajari. apakah macam-macam motivasi tersebut menentukan prestasi yang di capai anak dan bagaimana pendidik dalam memberikan penghargaan hingga dapat meningkatkan motivasi tersebut.BAB II ISI 2. Motivasi itu sebenarnya merupakan suatu keadaan (state) psikologis yang dapat diubah/dibentuk. Begitu banyaknya peran morivasi tersebut. dimana seorang melaksanakan tugas/pekerjaannya tidak didasarkan pada ada tidaknya penghargaan bagi penyelesaian tugas/pekerjaan tadi. Motivasi itu pada hakikatnya merupakan suatu karakteristik atau suatu kepribadian yang cukup stabil sehingga setiap individu dipandang berbeda dari individu yang lain. Dalam pengertian tersebut menggambarkan bahwa motivasi mengandung suatu kekuatan yang timbul dalam diri seseorang sebagai dukungan untuk memenuhi keinginannya. Motivasi menjadi daya bagi individu untuk memperoleh sesuatu yang diinginkannya.1 PENGERTIAN MOTIVASI Motivasi merupakan salah satu faktor yang ikut menentukan keberhasilan anak di dalam belajar. motivasi dipandang sebagai suatu karakteristik dan suatu keadaan. Jadi motivasi kerja yang timbul sangat bergantung pada keadaan yang di hadapi pada saat itu. melainkan pada aktivitas pekerjaan itu sendiri serta adanya perasaan puas yang diperolehnya dalam melakukan pekerjaan tersebut. Pandangan tentang hal ini dikemukakan oleh Soejono Trimo (1986 : 174) sebagai berikut : a. banyak para ahli yang membahas bagaimana motivasi tersebut muncul. Motivasi merupakan suatu kondisi kejiwaan individu yang dapat mendorongnya untuk melakukan suatu aktivitas guna pemenuhan kebutuhan atau mencapai tujuan. Dalam pengembangan suatu organisasi atau lembaga. Menurut Tabrani Rusyam pada hakekatnya motivasi adalah perbuatan energi dalam diri seseorang ditandai dengan timbulnya perasaan dari reaksi untuk mencapai tujuan. Sedangkan motivasi yang termasuk sebagai suatu keadaan maksudnya yaitu seseorang (individu) dalam melaksanakan tugas/pekerjaan yang dimilikinya sangat bergantung pada suatu keadaan yang dihadapi pada saat itu. Setiap individu yang tampil dengan motivasi seperti ini lebih tertarik pada konteks pekerjaan (job context) dari pada penghargaan atau upah yang diperolehnya. melainkan juga menentukan berapa banyak peserta didik dapat belajar dari aktivitas yang mereka lakukan atau informasi yang mereka hadapi. Motivasi tidak hanya penting untuk membuat peserta didika melakukan aktivitas belajar. Tugas utama pendidik adalah merencanakan cara-cara mendukung motivasi peserta didik.

kinerja dan hasil yang di capai oleh anak yang termativasi akan lebih baik dibandingkan dengan anak yang tidak termotivasi. dan aktivitas sosial. namun agar aktivitas belajar itu terjadi pada diri anak. hal itu kadangkadang menjadi masalah. . namun akhirnya mengalami titik balik dimaan presentasinya tidak mengalami kemajuan lagi. pendidik selalu mengetahui kapan peserta didik perlu di motivasi selama proses belajar.Motivasi untuk melakukan sesuatu berasal dari berbagai faktor seperti karakteristik kepribadian. menurunkan kecemasan peserta didik meningkatkan kreativitas dan aktivitas belajar. Motivasi dapat berasal dari karakteristik dari suatu tugas. Pembelajaran matematika yang menyenangkan merupakan bentuk karakteristik dari suatu tugas belajar. Motivasi juga dapat berasal dari sumber ektriksik suatu tugas. bahkan tanpa kesepakatan tertentu mengenai definisi konsep tersebut. termasuk juga motivasi. Motivasi bukan saja penting. maka semakin mungkin akan menjadi peserta didik sepanjang hayat. sehingga aktivitas belajar berlangsung lebih menyenangkan. Kenyataannya. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa apabila anak tidak memiliki motivasi belajar. Apabila terdapayt dua anak yang memiliki kemampuan sama dan pemberian peluang dan kondisi yang sama untuk mencapai tujuan. karena menjadi faktor penyebab belajar. Hal yang perlu dipertimbangkan adalah berkenaan dengan masalah kemampuan anak dalam melakukan aktivitas belajar. Olahraga merupakan contoh umum. umumnya diasumsikan bahwa peserta didik yang bersangkutan rendah. ada penurunan titik penggembalian pada kedua faktor tersebut. Peserta didik yang menyelesaikan pengalaman belajar dan mengelesaikan tugas belajar dengan perasaan termotivasi terhadap materi yang telah dipelajari.2 PENTINGNYA MOTIVASI DALAM BELAJAR Motivasi adalah penting. Penilaian terhadap peserta didik merupakan bentuk karakteristik ekstrinsik dari suatu tugas belajar. Hal ini juga logis untuk mengasumsikan bahwa semakin anak memiliki pengalaman belajar yang termotivasi. anak tersebut tidak akan mampu melakukannya. Walaupun begitu. dan kegiatan pembelajaran yang menarik agar anak tersebut termotivasi.m maka tidak akan terjadi kegiatan belajar pada diri anak tersebut. Hal ini dapat di ketahui dari pengalaman dan pengamatan sehari-hari. terutama bagi peserta didik. bagaimanapun mereka termotivasi. karena motivasi bukanlah suatu kondisi. Pembelajaran yang di ikuti oleh peserta didik yang termotivasi akan benar-benar menyenagkan. Secara historik. arus komunikasi lancar. Banyak atlet yang membuat kejutan di dalam olahraga tertentu karena usaha-usaha tertentu. Ada faktor lain seperti kemampuan dan kualitas pembelajaran yang harus di perhatikan pula. 2. Walaupun motivasi merupakan prasyarat penting dalam belajar. namun juga memperlancar belajar dan hasil belajar. olahraga. Individu mungkin memiliki minat yang cukup dan mantap dalam berpartisipasi pada berbagai kegiatan seperti akademik. Apabila motivasi peserta didik anak itu rendah. Intrinsik dan ektrinsik suatu tugas. Jika anak diberikan tugas-tugas belajar diluar kemampuannya.

Sikap akan membuat kehidupan lebih sederhana dan membebaskan seseorang dalam mengatasi unsur-unsur kehidupan sehari-hari yang bersifat unik. mereka cenderung sangat termotivasi. Seorang peserta didik dapat harus menyakini bahwa sikapnya akan memiliki pengaruh aktif terhadap motivasi belajar anak pada saat awal pembelajaran. Perolehan tujuan merupakan kemampuan melepaskan atau mengakhiri perasaan kebutuhan dan tekanan. dan kebutuhan terakhir yang dipenuhi. Sifat merupakan produk dari kegiatan belajar. perilaku peran. dan emosi yang dihasilkan di dalam predisposisi untuk merespon orang.3 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MOTIVASI 1. Pendidik dapat menumbuhkan motivasi belajar berdasarkan pada kebutuhan yang dirasakan oleh peserta didik. kelompok. Kebutuhan nama yang dialami peserta didik sekarang ini akan bergantung pada sejarah belajar individu. peristiwa. atau objek tertentu secara menyenangkan atau tidak menyenangkan. Semua orang merasa kebutuhan yang tidak pernah berakhir. situasi pembelajaran. situasi sekarng. SIKAP Sikap merupakan kombinasi dari konsep. RANGSANGAN Rangsangan merupakan perubahan di dalam persepsi atau pengalaman dengan lingkungan yang membuat seseorang bersifat aktif. maka sedikit sekali belajar akan terjadi pada diri peserta didik tersebut. Sikap diperoleh melalui proses seperti pengalaman. peserta didik umumya segera membuat penilaian mengenai pendidik. 2. .2. Rangsangan secara langsung membentu memenuhi kebutuhan belajar peserta didik. mata pelajaran. Kebanyakan kebutuhan bertindak sebagai kekuatan internal yang mendorong seseorang untuk mencapai tujuan. informasi. pembelajaran. Pada setiap awal pembelajaran. Sikap memiliki pengaruh kuat terhadap perilaku dan belajar peserta didik karena sikap itu membantu peserta didik dalam merasakan dunianya san memberikan pedoman kepada perilaku yang dapat membentu dalam menjelaskan dunianya. Apabila peserta didik membutuhkan atau menginginkan sesuatu untuk dipelajari. Semakin kuat seseorang merasakan kebutuhan. Sikap juga akan membentu seseorang merasa aman di suatu lingkungan yang pada mulanya tampak asing. Biasanya pengalaman belajar baru merupakan kegiatan yang banyak mengandung resiko karena hasilnya kadang-kadang tidak menentu. KEBUTUHAN Kebutuhan merupakan kondisi yang di alami oleh individu sebagai suatu kekuatan internal yang memnadu poeserta didik untuk mencapai tujuan. Seseorang melihat sesuatu dan tertarik padanya. Sikap akan memberikan pedoman dan peluang kepada seseorang untuk mereaksi secara lebih optimis. Setiap peserta didik memiliki keinginan untuk mempelajari sesuatu dan memiliki sikap positif terhadap materi pembelajaran. 3. dan harapan personalnya untuk sukses. semakin besar peluangnya untuk mengatasi perasaan yang menekan di dalam memenuhi kebutuhannya. identivikasi. Proses pembelajaran dan materi yang terkait dapat membuat sekumpulan kegiatan belajar. gagasan. Apabila peserta didik tidak memperhatikan pembelajaran.

Penggunaan hasil karya peserta didik. Demikian pula setiap orang secara genetik diprogram untuk menggali. Beberapa anak ada yang lebih membutuhkan rasa afeksi dan perhatian. dinyatakan sebagai variabel yang sangat penting di dalam perancangan pembelajaran. kepedulian. TEORI KEBUTUHAN MANUSIA Abraham Maslow merupakan pakar teori kebutuhan manusia yang menjelaskan konsep motivasi untuk memenuhi kebutuhan. 5. pujian. dan pemilikan dari individu atau kelompok pada waktu belajar. Kebanyakan perilaku anak di arahkan pada upaa pemenuhan sntandar personalnya. 2. Apabila emosi bersifat positif pada waktu kegiatan belajar berlangsung. Banyak kebutuhan dasar yang semuanya harus dipenuhi. penghargaan sosial. 2. Afeksi dapat menjadi motivator intrinsik. memanipulasi. AFEKSI Konsep afeksi berkaitan dengan pengalaman emosional kecemasan. TEORI DISONANSI Teori disonansi menyatakan bahwa kebutuhan untuk mempertahankan citra diri yang positif merupakan motivator yang sangat kuat. sementara yang lain memiliki kebutuhan psikologis dan keamanan.4 TEORI-TEORI MOTIVASI 1. TEORI BELAJAR BEHAVIORAL Konsep motivasi erat berhubungan dengan suatu prinsip bahwa perilaku yang diperkuat di masa lalu adalah lebih mungkin diulangi lagi dibandingkan dengan perilaku yang tidak diperkuat atau di hukum.4. misalnya dicemooh oleh teman-temannya padawaktu belajar. 6. 3. Banyak anak mempunyai kebutuhan yang berbeda pada waktu yang berbeda pula. maka emosi mampu mendorong peserta didik untuk belajar keras. Demikian pula peserta didik yang memperoleh hukuman pada waktu belajar. karena motivasi merupakan produk dari sejarah penguatan. Misalnya anak memiliki kenyakinan bahwa . Setiap anak berbeda kepentingananya di dalam memenuhi kebutuhannya. Para pakar behaviorisme menyatakan bahwa tidak perlu memisahkan teori belajar dengan motivasi. akan termotivasi untuk tidak belajar. Peserta didik secara intrinsik termotivasi utnuk mneguasai lingkungan dan mengerjakan tugas-tugas secara berhasil agar menjadi puas. KOMPETENSI Teori kompetensi mengasumsikan bahwa peserta didik secara alamiah berusaha keras untuk berinteraksi dengan lingkungan secara efektif. berfikir. PENGUATAN Penguatan merupakan peristiwa yang mempertahankan tau menemukan bahwa perilaku seseorang dapat dibentuk kurang lebih sama melalui penerapan penguatan positif atau negatif. Tidak ada kegiatan belajar yang terjadi di dalam kevakuman emosional. seperti makan. namun bagi peserta didik yang tidak mendapatkan penguatan dalam belajar maka anak itu tidak termotivasi untuk belajar. menerima. dan mnegubah lingkungan secara efektif. cinta dan perawatan harga diri yang positif. dan perhatian. rasa aman. Peserta didik diperkuat untuk belajar akan termotivasi untuk belajar.

Teori harapan ini implikasinya penting bagi pendidikan. Demikian pula apabila anak itu memiliki keyakinan bahwa dia adalah anak yang mampu dan cerdas. Anak akan termotivasi untuk makan manakala dia tidak makan dalam waktu tertentu. yaitu tugas-tugas yang diberikan kepada peserta didik hendaknya tidak terlalu mudah ataupun terlalu sukar. motivasi sering kali dipandang sebagai karakteristik kepribadian yang relatif stabil. peserta didik yang mempunyai motivasi berafiliasi merupakan kebutuhan yang diekspresikan untuk mencintai dan menerima lebih menyukai memilih partner kerja berdasarkan pada persahabatan. kesulitan tugas bersifat stabil. TEORI MOTIVASI BERPRESTASI Salah satu teori motivasi yang penting dalam psikologi adalah motivasi berprestasi karena kecenderungan untuk mencapai keberhasilan atau tujuan dan melakukan kegiatan yang mengarah pada kesuksesan atau kegagalan. dan banyak pula yang termotivasi untuk bersosialisasi dengan anak lain. 5. probabilitas keberhasilan yang sangat tinggi akan dapat menjadi pengganggu motivasi. usaha. Secara sama. Demikian pula tidak memberikan saran bahwa pertanyaan yang disajikan dalam ujian memiliki tingkat kesulitan rendah atau hanya dapat dijawab oleh separoh peserta didik. mereka cenderung memilih partner belajar yang cakap dalam mengerjakan tugas. 7. Atribusi kemampuan dan usaha berasal dari dalam individu. sementara itu keberuntungan bersifat tidak stabil dan tidak dapat diprediksikan. 6.dirina adalah seorang anak yang baik dan jujur. maka anak itu akan berperilaku baim dan jujur walaupun tidak ada anak lain yang melihatnya. Banyak anak yang termotivasi untuk berprestasi. Peserta didik yang mempunyai motivasi berprestasi. dan keberuntungan. atribusi kesulitan tugas dan keberuntungan berasal dari luar individu. maka anak itu akan memenuhi dengan cara berperilaku yang intelegen. Fenomena ini merupakan kondisi dimana anak sellau berkeinginan untuk mempertahankan citra diri yang positif. TEORI ATRIBUSI Teori atribusi pada dasarnya menjelaskan empat hal tentang keberhasilan dan kegagalan dalam situasi berprestasi. Kemampuan bersifat relatif stabil. yaitu: kemampuan. 4. Penggunaan konsep motivasi itu ditujukan untuk menggambarkan kecenderungan umum yang mendorong ke arah tujuan tertentu. kesulitas tugas. namun memerlukan pengetahuan yang telah diperileh sebelumnya. Motivasi sebagai karakteristik kepribadian yang stabil merupakan konsep yang berbeda dengan motivasi untuk melakukan sesuatu dalam situasi tertentu pula.demikian pula anak mengekspresikan motivasinya dengan berbagai cara. Dalam pengertian ini. tidak berubah. Ini karena soal-soal ujian itu biasanya tidak memerlukan usaha keras. Sebaliknya. . dan usaha dapat berubah. TEORI HARAPAN Aspek penting dalam teori harapan adalah bahwa situasi dan kondisi tertentu. TEORI KEPRIBADIAN Istilah motivasi umumnya digunakan untuk menggambarkan suatu dorongan kebutuhan atau keinginan untuk melakukan sesuatu.

dan juga penggunaan variasi metode penyajian.Motivasi berprestasi merupakan keinginan untuk memperoleh keberhasilan dan berpartisipasi katif di dalam suatu kegiatan. Keberhasilan yang di capai dipandang sebagai buah dari usaha dan kemampuan personal yang dicurahkan dalam mengerjakan tugas. dan sejenisnya merupakan beberapa metode yang dapat digunakan untuk membangkitkan hasrat ingin tahu peserta didik. 2. Menggunakan variasi metode penyajian yang menarik Motivasi intrinsik untuk belajar sesuatu dapat ditingkatkan melalui penggunaan materi pembelajaran yang menarik. Hak ini berarti bahwa pendidik harus mampu menarik minat dan meningkatkan hasrat ingin tahu peserta didik terhadap materi yang di sajikan. curah pendapat. Demikian pula tujuan pembelajaran yang penting membangkitkan hasrat ingin tahu peserta didik mengenai pelajaran yang akand atang. Membantu peserta didik dalam merumuskan tujuan belajar Prinsip yang mendasar dari motivasi adalah anak akan belajar keras untuk mencapai tujuan apabila tujuan itu dirumuskan atau ditetapkan oleh dirinya sendiri. dan bukan dirumuskan atau di tetapkan oleh orang lain. Cara lain yang dapat dilakukan adalah memberikan pilihan kepada peserta didik tentang materi pembelajaran yang akan dipelajari dan cara-cara mempelajarinya. dan karena itu pembelajaran akan mampu meningkatkan motivasi intrinsik peserta didik untuk mempelajari materi pembelajaran yang disajikan oleh pendidik. diskusi. Cara lain yang dapat dilakukan adalah apabila pendidik yang merumuskan tujuan pembelajaran. Untuk mencapai kearah itu ada beberapa cara yang dapat dilakukan pendidik dalam meningkatkan motivasi instrinsik peserta didik. maka sampaikan tujuan pembelajaran itu kepada peserta didik agar mereka merasa memiliki tujuan pembelajaran tersebut. 1. 3. Oleh karena itu pendidik hendaknya mendorong dan membantu peserta didik agar merumuskan dan mencapai tujuan belajarnya sendiri. diskonveri. . inkuiri. 2. Metode pembelajaran studi kasus. 4. dan karena itu tunjukkanlah bahwa pengetahuan yang dipelajari itu sangat bermanfaat bagi mereka.5 STRATEGI MOTIVASI BELAJAR Pembelajaran hendaknya mampu meningkatkan motivasi intrinsik peserta didik sebanyak mungkin. Membangkitkan minat belajar Pengaitan pembelajaran dengan minat peserta didik adalah sangat penting. Mendorong rasa ingin tahu Pendidik yang terampil akan mampu menggunakan cara untuk membangkitkan dan memelihara rasa ingin tahu peserta didik di dalam kegiatan pembelajaran.

BAB III PENUTUP 3.2 SARAN Motivasi berprestasi merupakan keinginan untuk memperoleh keberhasilan dan berpartisipasi katif di dalam suatu kegiatan. apakah macam-macam motivasi tersebut menentukan prestasi yang di capai anak dan bagaimana pendidik dalam memberikan penghargaan hingga dapat meningkatkan motivasi tersebut. Begitu banyaknya peran morivasi tersebut. bahkan tanpa kesepakatan tertentu mengenai definisi konsep tersebut. Keberhasilan yang di capai dipandang sebagai buah dari usaha dan kemampuan personal yang dicurahkan dalam mengerjakan tugas . kinerja dan hasil yang di capai oleh anak yang termativasi akan lebih baik dibandingkan dengan anak yang tidak termotivasi. banyak para ahli yang membahas bagaimana motivasi tersebut muncul. Apabila terdapayt dua anak yang memiliki kemampuan sama dan pemberian peluang dan kondisi yang sama untuk mencapai tujuan. Motivasi adalah penting. dan bukan dirumuskan atau di tetapkan oleh orang lain. bagaimana dapat mengembangkan motivasi. 3. Prinsip yang mendasar dari motivasi adalah anak akan belajar keras untuk mencapai tujuan apabila tujuan itu dirumuskan atau ditetapkan oleh dirinya sendiri.1 KESIMPULAN Motivasi merupakan salah satu faktor yang ikut menentukan keberhasilan anak di dalam belajar.

dkk. M.DAFTAR PUSTAKA Sardiman AM. Achmad Rifa’i RC. (Semarang: Universitas Negeri Semarang Press. 1992 ) h. 73 Dr. ( Jakarta : Rajawali Pers.Pd. 2009) . Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Psikologi Pendidikan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->