MAKALAH TENTANG MOTIFASI BELAJAR

D I S U S U N OLEH

1. 2. 3.

SMA NEGERI 7 MATARAM 20212-2013

penulisan laporan ini juga bertujuan untuk menyimpulkan mengenai motivasi berlajar siswa. Terimakasih penulis sampaikan kepada Ibu Liftiah selaku dosen pengampu mata kuliahPsikologi Pendidikan. yang telah memberikan kesempatan pada penulis untuk menyelesaikan makalah ini. oleh karena itu saran dan kritik yang bersifat membangun sangat diharapkan demi perbaikan selanjutnya. Tujuan utama penulisan laporan ini adalah guna memenuhi tugas mata kuliah Psikologi Pendidikan. Penyusun menyadari sepenuhnya bahwa penyusunan laporan ini masih kurang dari sempurna.KATA PENGANTAR Puji syukur penulis haturkan kehadirat Allah SWT yang atas berkat dn rahmat-Nya penulis dapat menyelesikan tugas strategi pembelajaran dengan baik. Mei 2010 Penulis . Semarang. Akhirnya kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca. Tidak lupa kami sampaikan terimakasih kepada teman-teman yang tidak dapat disebutkan disini yang telah membantu kelancaran penyusunan makalah ini. Selain itu.

......................................................................................DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ................ BAB I : PENDAHULUAN .....3 Faktor-Faktor ......................4 Teori-teori........................ 3.................................. 2................................. i ii iii 1 ...................................................................... 2.....................................................................2 Saran ......... BAB II : PEMBAHASAN 2.................. KATA PENGANTAR..................................................................... DAFTAR ISI ... 2...................................................................................2 Pentingnya Motifasi Dalam Belajar .....................................................................................................1 Kesimpulan .............................1 Pengertian .......................... BAB III : PENUTUP 3.............................................................................................................................. 2..........................................................................................................5 Strategi ....

bukanlah masalah bagi guru. Dalam kegiatan belajar. Namun pada intinya bahwa motivasi merupakan kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Rasa ingin tahunya lebih banyak terhadap materi pelajaran yang diberikan. Dalam kegiatan belajar.BAB I PENDAHULUAN Motivasi belajar setiap orang. seorang anak mau belajar dan mengejar rangking pertama karena diiming-imingi akan dibelikan sepeda oleh orangtuanya. menjamin kelangsungan dan memberikan arah kegiatan belajar. Dari sinilah penulis ingin membahas secara tuntas tentang motivasi belajar yang sangat mempengaruhi hasil belajar siswa tersebut. Di sini tugas guru adalah membangkitkan motivasi peserta didik sehingga ia mau melakukan belajar. tidak akan mungkin melakukan aktivitas belajar. kurang dapat mempengaruhinya agar memecahkan perhatiannya. . Misalnya. motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan. Lain halnya bagi siswa yang tidak ada motivasi di dalam dirinya. sebab seseorang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar. Karena di dalam diri siswa tersebut ada motivasi. hal itu bergantung dari apa yang diinginkan orang yang bersangkutan. sehingga diharapkan tujuan dapat tercapai. maka motivasi ekstrinsik yang merupakan dorongan dari luar dirinya mutlak diperlukan. Biasanya. Berbagai gangguan yang ada disekitarnya. Siswa yang demikian biasanya dengan kesadaran sendiri memperhatikan penjelasan guru. motivasi sangat diperlukan. yaitu motivasi intrinsik. Bagi siswa yang selalu memperhatikan materi pelajaran yang diberikan. satu dengan yang lainnya. bisa jadi tidak sama.

Motivasi merupakan suatu kondisi kejiwaan individu yang dapat mendorongnya untuk melakukan suatu aktivitas guna pemenuhan kebutuhan atau mencapai tujuan. melainkan juga menentukan berapa banyak peserta didik dapat belajar dari aktivitas yang mereka lakukan atau informasi yang mereka hadapi. termasuk orientasinya terhadap pekerjaan/tugasnya. melainkan pada aktivitas pekerjaan itu sendiri serta adanya perasaan puas yang diperolehnya dalam melakukan pekerjaan tersebut. Keadaan utama yang paling menentukan motivasi kerja seseorang adalah jenis penghargaan (rewards) yang disediakan dalam lembaga/organisasi tempatnya berkiprah. b. Motivasi menjadi daya bagi individu untuk memperoleh sesuatu yang diinginkannya. motivasi dipandang sebagai suatu karakteristik dan suatu keadaan. Tetapi kadang-kadang motivasi kerja itu akan datang dari keinginan untuk memperoleh kepuasan kerja yang muncul dalam diri individu sendiri. Dalam pengembangan suatu organisasi atau lembaga. Begitu banyaknya peran morivasi tersebut. . banyak para ahli yang membahas bagaimana motivasi tersebut muncul. Sedangkan motivasi yang termasuk sebagai suatu keadaan maksudnya yaitu seseorang (individu) dalam melaksanakan tugas/pekerjaan yang dimilikinya sangat bergantung pada suatu keadaan yang dihadapi pada saat itu.BAB II ISI 2.1 PENGERTIAN MOTIVASI Motivasi merupakan salah satu faktor yang ikut menentukan keberhasilan anak di dalam belajar. Tugas utama pendidik adalah merencanakan cara-cara mendukung motivasi peserta didik. Menurut Tabrani Rusyam pada hakekatnya motivasi adalah perbuatan energi dalam diri seseorang ditandai dengan timbulnya perasaan dari reaksi untuk mencapai tujuan. Peserta didik yang termotivasi peserta didik menunjukkan proses kognitif apa yang telah di pelajari. Motivasi itu pada hakikatnya merupakan suatu karakteristik atau suatu kepribadian yang cukup stabil sehingga setiap individu dipandang berbeda dari individu yang lain. Setiap individu yang tampil dengan motivasi seperti ini lebih tertarik pada konteks pekerjaan (job context) dari pada penghargaan atau upah yang diperolehnya. Pandangan tentang hal ini dikemukakan oleh Soejono Trimo (1986 : 174) sebagai berikut : a. apakah macam-macam motivasi tersebut menentukan prestasi yang di capai anak dan bagaimana pendidik dalam memberikan penghargaan hingga dapat meningkatkan motivasi tersebut. Motivasi itu sebenarnya merupakan suatu keadaan (state) psikologis yang dapat diubah/dibentuk. Berkaitan dengan motivasi yang dianggap sebagai suatu karakteristik (kepribadian). Motivasi tidak hanya penting untuk membuat peserta didika melakukan aktivitas belajar. dimana seorang melaksanakan tugas/pekerjaannya tidak didasarkan pada ada tidaknya penghargaan bagi penyelesaian tugas/pekerjaan tadi. bagaimana dapat mengembangkan motivasi. Dalam pengertian tersebut menggambarkan bahwa motivasi mengandung suatu kekuatan yang timbul dalam diri seseorang sebagai dukungan untuk memenuhi keinginannya. Jadi motivasi kerja yang timbul sangat bergantung pada keadaan yang di hadapi pada saat itu.

2 PENTINGNYA MOTIVASI DALAM BELAJAR Motivasi adalah penting. Motivasi juga dapat berasal dari sumber ektriksik suatu tugas. Pembelajaran matematika yang menyenangkan merupakan bentuk karakteristik dari suatu tugas belajar. Individu mungkin memiliki minat yang cukup dan mantap dalam berpartisipasi pada berbagai kegiatan seperti akademik. ada penurunan titik penggembalian pada kedua faktor tersebut. namun agar aktivitas belajar itu terjadi pada diri anak. anak tersebut tidak akan mampu melakukannya. Banyak atlet yang membuat kejutan di dalam olahraga tertentu karena usaha-usaha tertentu. Secara historik. sehingga aktivitas belajar berlangsung lebih menyenangkan. Apabila terdapayt dua anak yang memiliki kemampuan sama dan pemberian peluang dan kondisi yang sama untuk mencapai tujuan. menurunkan kecemasan peserta didik meningkatkan kreativitas dan aktivitas belajar. Penilaian terhadap peserta didik merupakan bentuk karakteristik ekstrinsik dari suatu tugas belajar. Kenyataannya. Walaupun motivasi merupakan prasyarat penting dalam belajar. . Pembelajaran yang di ikuti oleh peserta didik yang termotivasi akan benar-benar menyenagkan. umumnya diasumsikan bahwa peserta didik yang bersangkutan rendah. Ada faktor lain seperti kemampuan dan kualitas pembelajaran yang harus di perhatikan pula. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa apabila anak tidak memiliki motivasi belajar. terutama bagi peserta didik. maka semakin mungkin akan menjadi peserta didik sepanjang hayat. olahraga. Hal ini dapat di ketahui dari pengalaman dan pengamatan sehari-hari. Apabila motivasi peserta didik anak itu rendah. hal itu kadangkadang menjadi masalah. namun akhirnya mengalami titik balik dimaan presentasinya tidak mengalami kemajuan lagi. dan aktivitas sosial. kinerja dan hasil yang di capai oleh anak yang termativasi akan lebih baik dibandingkan dengan anak yang tidak termotivasi. karena menjadi faktor penyebab belajar. Hal yang perlu dipertimbangkan adalah berkenaan dengan masalah kemampuan anak dalam melakukan aktivitas belajar. pendidik selalu mengetahui kapan peserta didik perlu di motivasi selama proses belajar. bagaimanapun mereka termotivasi. Peserta didik yang menyelesaikan pengalaman belajar dan mengelesaikan tugas belajar dengan perasaan termotivasi terhadap materi yang telah dipelajari. arus komunikasi lancar. bahkan tanpa kesepakatan tertentu mengenai definisi konsep tersebut. Walaupun begitu. Olahraga merupakan contoh umum. 2.m maka tidak akan terjadi kegiatan belajar pada diri anak tersebut. dan kegiatan pembelajaran yang menarik agar anak tersebut termotivasi. namun juga memperlancar belajar dan hasil belajar. Hal ini juga logis untuk mengasumsikan bahwa semakin anak memiliki pengalaman belajar yang termotivasi. Motivasi bukan saja penting. Motivasi dapat berasal dari karakteristik dari suatu tugas. Intrinsik dan ektrinsik suatu tugas. termasuk juga motivasi.Motivasi untuk melakukan sesuatu berasal dari berbagai faktor seperti karakteristik kepribadian. karena motivasi bukanlah suatu kondisi. Jika anak diberikan tugas-tugas belajar diluar kemampuannya.

Setiap peserta didik memiliki keinginan untuk mempelajari sesuatu dan memiliki sikap positif terhadap materi pembelajaran. Kebutuhan nama yang dialami peserta didik sekarang ini akan bergantung pada sejarah belajar individu. Seorang peserta didik dapat harus menyakini bahwa sikapnya akan memiliki pengaruh aktif terhadap motivasi belajar anak pada saat awal pembelajaran. . identivikasi. Pada setiap awal pembelajaran. gagasan. situasi pembelajaran. Kebanyakan kebutuhan bertindak sebagai kekuatan internal yang mendorong seseorang untuk mencapai tujuan. perilaku peran. maka sedikit sekali belajar akan terjadi pada diri peserta didik tersebut. dan kebutuhan terakhir yang dipenuhi. Semakin kuat seseorang merasakan kebutuhan. Sikap akan memberikan pedoman dan peluang kepada seseorang untuk mereaksi secara lebih optimis. Sikap diperoleh melalui proses seperti pengalaman. mereka cenderung sangat termotivasi. Pendidik dapat menumbuhkan motivasi belajar berdasarkan pada kebutuhan yang dirasakan oleh peserta didik. 2. Perolehan tujuan merupakan kemampuan melepaskan atau mengakhiri perasaan kebutuhan dan tekanan. KEBUTUHAN Kebutuhan merupakan kondisi yang di alami oleh individu sebagai suatu kekuatan internal yang memnadu poeserta didik untuk mencapai tujuan. Rangsangan secara langsung membentu memenuhi kebutuhan belajar peserta didik. mata pelajaran. informasi. kelompok. Proses pembelajaran dan materi yang terkait dapat membuat sekumpulan kegiatan belajar.2. Sikap akan membuat kehidupan lebih sederhana dan membebaskan seseorang dalam mengatasi unsur-unsur kehidupan sehari-hari yang bersifat unik. Apabila peserta didik tidak memperhatikan pembelajaran. semakin besar peluangnya untuk mengatasi perasaan yang menekan di dalam memenuhi kebutuhannya. situasi sekarng. RANGSANGAN Rangsangan merupakan perubahan di dalam persepsi atau pengalaman dengan lingkungan yang membuat seseorang bersifat aktif. 3. Sifat merupakan produk dari kegiatan belajar. Sikap memiliki pengaruh kuat terhadap perilaku dan belajar peserta didik karena sikap itu membantu peserta didik dalam merasakan dunianya san memberikan pedoman kepada perilaku yang dapat membentu dalam menjelaskan dunianya. dan harapan personalnya untuk sukses. Semua orang merasa kebutuhan yang tidak pernah berakhir. pembelajaran. atau objek tertentu secara menyenangkan atau tidak menyenangkan. Seseorang melihat sesuatu dan tertarik padanya. dan emosi yang dihasilkan di dalam predisposisi untuk merespon orang. SIKAP Sikap merupakan kombinasi dari konsep. Biasanya pengalaman belajar baru merupakan kegiatan yang banyak mengandung resiko karena hasilnya kadang-kadang tidak menentu. peristiwa.3 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MOTIVASI 1. Apabila peserta didik membutuhkan atau menginginkan sesuatu untuk dipelajari. Sikap juga akan membentu seseorang merasa aman di suatu lingkungan yang pada mulanya tampak asing. peserta didik umumya segera membuat penilaian mengenai pendidik.

TEORI DISONANSI Teori disonansi menyatakan bahwa kebutuhan untuk mempertahankan citra diri yang positif merupakan motivator yang sangat kuat. PENGUATAN Penguatan merupakan peristiwa yang mempertahankan tau menemukan bahwa perilaku seseorang dapat dibentuk kurang lebih sama melalui penerapan penguatan positif atau negatif. Kebanyakan perilaku anak di arahkan pada upaa pemenuhan sntandar personalnya. Banyak anak mempunyai kebutuhan yang berbeda pada waktu yang berbeda pula. Demikian pula setiap orang secara genetik diprogram untuk menggali. sementara yang lain memiliki kebutuhan psikologis dan keamanan. dinyatakan sebagai variabel yang sangat penting di dalam perancangan pembelajaran. akan termotivasi untuk tidak belajar. Penggunaan hasil karya peserta didik. 2. cinta dan perawatan harga diri yang positif. namun bagi peserta didik yang tidak mendapatkan penguatan dalam belajar maka anak itu tidak termotivasi untuk belajar. dan mnegubah lingkungan secara efektif. seperti makan. berfikir. Setiap anak berbeda kepentingananya di dalam memenuhi kebutuhannya. penghargaan sosial. TEORI BELAJAR BEHAVIORAL Konsep motivasi erat berhubungan dengan suatu prinsip bahwa perilaku yang diperkuat di masa lalu adalah lebih mungkin diulangi lagi dibandingkan dengan perilaku yang tidak diperkuat atau di hukum. menerima. 5. Afeksi dapat menjadi motivator intrinsik. maka emosi mampu mendorong peserta didik untuk belajar keras. dan pemilikan dari individu atau kelompok pada waktu belajar. Peserta didik secara intrinsik termotivasi utnuk mneguasai lingkungan dan mengerjakan tugas-tugas secara berhasil agar menjadi puas. Misalnya anak memiliki kenyakinan bahwa . 3. Demikian pula peserta didik yang memperoleh hukuman pada waktu belajar. karena motivasi merupakan produk dari sejarah penguatan. Tidak ada kegiatan belajar yang terjadi di dalam kevakuman emosional. AFEKSI Konsep afeksi berkaitan dengan pengalaman emosional kecemasan. misalnya dicemooh oleh teman-temannya padawaktu belajar. memanipulasi. kepedulian. 6. dan perhatian. rasa aman.4. KOMPETENSI Teori kompetensi mengasumsikan bahwa peserta didik secara alamiah berusaha keras untuk berinteraksi dengan lingkungan secara efektif. TEORI KEBUTUHAN MANUSIA Abraham Maslow merupakan pakar teori kebutuhan manusia yang menjelaskan konsep motivasi untuk memenuhi kebutuhan. Peserta didik diperkuat untuk belajar akan termotivasi untuk belajar. Apabila emosi bersifat positif pada waktu kegiatan belajar berlangsung.4 TEORI-TEORI MOTIVASI 1. Banyak kebutuhan dasar yang semuanya harus dipenuhi. pujian. Para pakar behaviorisme menyatakan bahwa tidak perlu memisahkan teori belajar dengan motivasi. Beberapa anak ada yang lebih membutuhkan rasa afeksi dan perhatian. 2.

TEORI HARAPAN Aspek penting dalam teori harapan adalah bahwa situasi dan kondisi tertentu. Demikian pula tidak memberikan saran bahwa pertanyaan yang disajikan dalam ujian memiliki tingkat kesulitan rendah atau hanya dapat dijawab oleh separoh peserta didik. maka anak itu akan memenuhi dengan cara berperilaku yang intelegen. mereka cenderung memilih partner belajar yang cakap dalam mengerjakan tugas. Dalam pengertian ini. Secara sama.demikian pula anak mengekspresikan motivasinya dengan berbagai cara. Anak akan termotivasi untuk makan manakala dia tidak makan dalam waktu tertentu. Penggunaan konsep motivasi itu ditujukan untuk menggambarkan kecenderungan umum yang mendorong ke arah tujuan tertentu. 4.dirina adalah seorang anak yang baik dan jujur. tidak berubah. kesulitan tugas bersifat stabil. namun memerlukan pengetahuan yang telah diperileh sebelumnya. kesulitas tugas. probabilitas keberhasilan yang sangat tinggi akan dapat menjadi pengganggu motivasi. motivasi sering kali dipandang sebagai karakteristik kepribadian yang relatif stabil. Fenomena ini merupakan kondisi dimana anak sellau berkeinginan untuk mempertahankan citra diri yang positif. dan usaha dapat berubah. 5. yaitu tugas-tugas yang diberikan kepada peserta didik hendaknya tidak terlalu mudah ataupun terlalu sukar. dan keberuntungan. Motivasi sebagai karakteristik kepribadian yang stabil merupakan konsep yang berbeda dengan motivasi untuk melakukan sesuatu dalam situasi tertentu pula. peserta didik yang mempunyai motivasi berafiliasi merupakan kebutuhan yang diekspresikan untuk mencintai dan menerima lebih menyukai memilih partner kerja berdasarkan pada persahabatan. Banyak anak yang termotivasi untuk berprestasi. yaitu: kemampuan. TEORI ATRIBUSI Teori atribusi pada dasarnya menjelaskan empat hal tentang keberhasilan dan kegagalan dalam situasi berprestasi. atribusi kesulitan tugas dan keberuntungan berasal dari luar individu. 6. Sebaliknya. usaha. TEORI MOTIVASI BERPRESTASI Salah satu teori motivasi yang penting dalam psikologi adalah motivasi berprestasi karena kecenderungan untuk mencapai keberhasilan atau tujuan dan melakukan kegiatan yang mengarah pada kesuksesan atau kegagalan. Peserta didik yang mempunyai motivasi berprestasi. . Teori harapan ini implikasinya penting bagi pendidikan. dan banyak pula yang termotivasi untuk bersosialisasi dengan anak lain. Atribusi kemampuan dan usaha berasal dari dalam individu. Ini karena soal-soal ujian itu biasanya tidak memerlukan usaha keras. TEORI KEPRIBADIAN Istilah motivasi umumnya digunakan untuk menggambarkan suatu dorongan kebutuhan atau keinginan untuk melakukan sesuatu. maka anak itu akan berperilaku baim dan jujur walaupun tidak ada anak lain yang melihatnya. Kemampuan bersifat relatif stabil. Demikian pula apabila anak itu memiliki keyakinan bahwa dia adalah anak yang mampu dan cerdas. 7. sementara itu keberuntungan bersifat tidak stabil dan tidak dapat diprediksikan.

Keberhasilan yang di capai dipandang sebagai buah dari usaha dan kemampuan personal yang dicurahkan dalam mengerjakan tugas. Membantu peserta didik dalam merumuskan tujuan belajar Prinsip yang mendasar dari motivasi adalah anak akan belajar keras untuk mencapai tujuan apabila tujuan itu dirumuskan atau ditetapkan oleh dirinya sendiri. curah pendapat. 1. diskonveri. diskusi. Menggunakan variasi metode penyajian yang menarik Motivasi intrinsik untuk belajar sesuatu dapat ditingkatkan melalui penggunaan materi pembelajaran yang menarik. maka sampaikan tujuan pembelajaran itu kepada peserta didik agar mereka merasa memiliki tujuan pembelajaran tersebut.5 STRATEGI MOTIVASI BELAJAR Pembelajaran hendaknya mampu meningkatkan motivasi intrinsik peserta didik sebanyak mungkin. Membangkitkan minat belajar Pengaitan pembelajaran dengan minat peserta didik adalah sangat penting.Motivasi berprestasi merupakan keinginan untuk memperoleh keberhasilan dan berpartisipasi katif di dalam suatu kegiatan. Demikian pula tujuan pembelajaran yang penting membangkitkan hasrat ingin tahu peserta didik mengenai pelajaran yang akand atang. dan juga penggunaan variasi metode penyajian. Metode pembelajaran studi kasus. inkuiri. Oleh karena itu pendidik hendaknya mendorong dan membantu peserta didik agar merumuskan dan mencapai tujuan belajarnya sendiri. 2. Hak ini berarti bahwa pendidik harus mampu menarik minat dan meningkatkan hasrat ingin tahu peserta didik terhadap materi yang di sajikan. Cara lain yang dapat dilakukan adalah apabila pendidik yang merumuskan tujuan pembelajaran. Mendorong rasa ingin tahu Pendidik yang terampil akan mampu menggunakan cara untuk membangkitkan dan memelihara rasa ingin tahu peserta didik di dalam kegiatan pembelajaran. 4. dan sejenisnya merupakan beberapa metode yang dapat digunakan untuk membangkitkan hasrat ingin tahu peserta didik. Cara lain yang dapat dilakukan adalah memberikan pilihan kepada peserta didik tentang materi pembelajaran yang akan dipelajari dan cara-cara mempelajarinya. 3. . dan bukan dirumuskan atau di tetapkan oleh orang lain. dan karena itu tunjukkanlah bahwa pengetahuan yang dipelajari itu sangat bermanfaat bagi mereka. 2. dan karena itu pembelajaran akan mampu meningkatkan motivasi intrinsik peserta didik untuk mempelajari materi pembelajaran yang disajikan oleh pendidik. Untuk mencapai kearah itu ada beberapa cara yang dapat dilakukan pendidik dalam meningkatkan motivasi instrinsik peserta didik.

dan bukan dirumuskan atau di tetapkan oleh orang lain. apakah macam-macam motivasi tersebut menentukan prestasi yang di capai anak dan bagaimana pendidik dalam memberikan penghargaan hingga dapat meningkatkan motivasi tersebut. Motivasi adalah penting. Prinsip yang mendasar dari motivasi adalah anak akan belajar keras untuk mencapai tujuan apabila tujuan itu dirumuskan atau ditetapkan oleh dirinya sendiri. kinerja dan hasil yang di capai oleh anak yang termativasi akan lebih baik dibandingkan dengan anak yang tidak termotivasi. bagaimana dapat mengembangkan motivasi. banyak para ahli yang membahas bagaimana motivasi tersebut muncul.BAB III PENUTUP 3. 3. Begitu banyaknya peran morivasi tersebut. Keberhasilan yang di capai dipandang sebagai buah dari usaha dan kemampuan personal yang dicurahkan dalam mengerjakan tugas . Apabila terdapayt dua anak yang memiliki kemampuan sama dan pemberian peluang dan kondisi yang sama untuk mencapai tujuan. bahkan tanpa kesepakatan tertentu mengenai definisi konsep tersebut.2 SARAN Motivasi berprestasi merupakan keinginan untuk memperoleh keberhasilan dan berpartisipasi katif di dalam suatu kegiatan.1 KESIMPULAN Motivasi merupakan salah satu faktor yang ikut menentukan keberhasilan anak di dalam belajar.

Achmad Rifa’i RC. ( Jakarta : Rajawali Pers.Pd. Psikologi Pendidikan. (Semarang: Universitas Negeri Semarang Press. dkk. M.DAFTAR PUSTAKA Sardiman AM. 73 Dr. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. 2009) . 1992 ) h.