MAKALAH TENTANG MOTIFASI BELAJAR

D I S U S U N OLEH

1. 2. 3.

SMA NEGERI 7 MATARAM 20212-2013

oleh karena itu saran dan kritik yang bersifat membangun sangat diharapkan demi perbaikan selanjutnya. Selain itu. penulisan laporan ini juga bertujuan untuk menyimpulkan mengenai motivasi berlajar siswa. Semarang. Penyusun menyadari sepenuhnya bahwa penyusunan laporan ini masih kurang dari sempurna. Tujuan utama penulisan laporan ini adalah guna memenuhi tugas mata kuliah Psikologi Pendidikan. Terimakasih penulis sampaikan kepada Ibu Liftiah selaku dosen pengampu mata kuliahPsikologi Pendidikan. Akhirnya kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca. yang telah memberikan kesempatan pada penulis untuk menyelesaikan makalah ini. Mei 2010 Penulis .KATA PENGANTAR Puji syukur penulis haturkan kehadirat Allah SWT yang atas berkat dn rahmat-Nya penulis dapat menyelesikan tugas strategi pembelajaran dengan baik. Tidak lupa kami sampaikan terimakasih kepada teman-teman yang tidak dapat disebutkan disini yang telah membantu kelancaran penyusunan makalah ini.

................ 2............................................5 Strategi .......... i ii iii 1 .............1 Pengertian .................................................................................................................... BAB I : PENDAHULUAN .........................................2 Pentingnya Motifasi Dalam Belajar ................................................... 2..................... 2..................................... 2............ 3..................................................... BAB III : PENUTUP 3....................DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ....................3 Faktor-Faktor ............................................................................................................... KATA PENGANTAR..................................................................................................................................................... DAFTAR ISI ....................................................4 Teori-teori.............................................................1 Kesimpulan ................................................... BAB II : PEMBAHASAN 2....................................................2 Saran ...

satu dengan yang lainnya. motivasi sangat diperlukan. sebab seseorang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar. kurang dapat mempengaruhinya agar memecahkan perhatiannya. Dalam kegiatan belajar. yaitu motivasi intrinsik. Dari sinilah penulis ingin membahas secara tuntas tentang motivasi belajar yang sangat mempengaruhi hasil belajar siswa tersebut. sehingga diharapkan tujuan dapat tercapai. tidak akan mungkin melakukan aktivitas belajar. Berbagai gangguan yang ada disekitarnya. Karena di dalam diri siswa tersebut ada motivasi. Namun pada intinya bahwa motivasi merupakan kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Lain halnya bagi siswa yang tidak ada motivasi di dalam dirinya. bukanlah masalah bagi guru. Rasa ingin tahunya lebih banyak terhadap materi pelajaran yang diberikan. Dalam kegiatan belajar.BAB I PENDAHULUAN Motivasi belajar setiap orang. hal itu bergantung dari apa yang diinginkan orang yang bersangkutan. Bagi siswa yang selalu memperhatikan materi pelajaran yang diberikan. Di sini tugas guru adalah membangkitkan motivasi peserta didik sehingga ia mau melakukan belajar. menjamin kelangsungan dan memberikan arah kegiatan belajar. seorang anak mau belajar dan mengejar rangking pertama karena diiming-imingi akan dibelikan sepeda oleh orangtuanya. bisa jadi tidak sama. Siswa yang demikian biasanya dengan kesadaran sendiri memperhatikan penjelasan guru. . Misalnya. motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan. maka motivasi ekstrinsik yang merupakan dorongan dari luar dirinya mutlak diperlukan. Biasanya.

Motivasi itu pada hakikatnya merupakan suatu karakteristik atau suatu kepribadian yang cukup stabil sehingga setiap individu dipandang berbeda dari individu yang lain. melainkan pada aktivitas pekerjaan itu sendiri serta adanya perasaan puas yang diperolehnya dalam melakukan pekerjaan tersebut. Berkaitan dengan motivasi yang dianggap sebagai suatu karakteristik (kepribadian). motivasi dipandang sebagai suatu karakteristik dan suatu keadaan. Motivasi itu sebenarnya merupakan suatu keadaan (state) psikologis yang dapat diubah/dibentuk. Jadi motivasi kerja yang timbul sangat bergantung pada keadaan yang di hadapi pada saat itu. b. apakah macam-macam motivasi tersebut menentukan prestasi yang di capai anak dan bagaimana pendidik dalam memberikan penghargaan hingga dapat meningkatkan motivasi tersebut. Motivasi merupakan suatu kondisi kejiwaan individu yang dapat mendorongnya untuk melakukan suatu aktivitas guna pemenuhan kebutuhan atau mencapai tujuan. Menurut Tabrani Rusyam pada hakekatnya motivasi adalah perbuatan energi dalam diri seseorang ditandai dengan timbulnya perasaan dari reaksi untuk mencapai tujuan. Setiap individu yang tampil dengan motivasi seperti ini lebih tertarik pada konteks pekerjaan (job context) dari pada penghargaan atau upah yang diperolehnya. Dalam pengertian tersebut menggambarkan bahwa motivasi mengandung suatu kekuatan yang timbul dalam diri seseorang sebagai dukungan untuk memenuhi keinginannya. Peserta didik yang termotivasi peserta didik menunjukkan proses kognitif apa yang telah di pelajari. banyak para ahli yang membahas bagaimana motivasi tersebut muncul. Tetapi kadang-kadang motivasi kerja itu akan datang dari keinginan untuk memperoleh kepuasan kerja yang muncul dalam diri individu sendiri.1 PENGERTIAN MOTIVASI Motivasi merupakan salah satu faktor yang ikut menentukan keberhasilan anak di dalam belajar. bagaimana dapat mengembangkan motivasi. Motivasi menjadi daya bagi individu untuk memperoleh sesuatu yang diinginkannya. . Begitu banyaknya peran morivasi tersebut. Motivasi tidak hanya penting untuk membuat peserta didika melakukan aktivitas belajar. Tugas utama pendidik adalah merencanakan cara-cara mendukung motivasi peserta didik. Pandangan tentang hal ini dikemukakan oleh Soejono Trimo (1986 : 174) sebagai berikut : a. Sedangkan motivasi yang termasuk sebagai suatu keadaan maksudnya yaitu seseorang (individu) dalam melaksanakan tugas/pekerjaan yang dimilikinya sangat bergantung pada suatu keadaan yang dihadapi pada saat itu. Keadaan utama yang paling menentukan motivasi kerja seseorang adalah jenis penghargaan (rewards) yang disediakan dalam lembaga/organisasi tempatnya berkiprah.BAB II ISI 2. dimana seorang melaksanakan tugas/pekerjaannya tidak didasarkan pada ada tidaknya penghargaan bagi penyelesaian tugas/pekerjaan tadi. Dalam pengembangan suatu organisasi atau lembaga. termasuk orientasinya terhadap pekerjaan/tugasnya. melainkan juga menentukan berapa banyak peserta didik dapat belajar dari aktivitas yang mereka lakukan atau informasi yang mereka hadapi.

namun juga memperlancar belajar dan hasil belajar. Motivasi bukan saja penting. Walaupun begitu. ada penurunan titik penggembalian pada kedua faktor tersebut. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa apabila anak tidak memiliki motivasi belajar. Intrinsik dan ektrinsik suatu tugas. Ada faktor lain seperti kemampuan dan kualitas pembelajaran yang harus di perhatikan pula. sehingga aktivitas belajar berlangsung lebih menyenangkan. terutama bagi peserta didik. hal itu kadangkadang menjadi masalah. karena menjadi faktor penyebab belajar. bagaimanapun mereka termotivasi. pendidik selalu mengetahui kapan peserta didik perlu di motivasi selama proses belajar. dan kegiatan pembelajaran yang menarik agar anak tersebut termotivasi. menurunkan kecemasan peserta didik meningkatkan kreativitas dan aktivitas belajar. maka semakin mungkin akan menjadi peserta didik sepanjang hayat. namun agar aktivitas belajar itu terjadi pada diri anak.Motivasi untuk melakukan sesuatu berasal dari berbagai faktor seperti karakteristik kepribadian.m maka tidak akan terjadi kegiatan belajar pada diri anak tersebut. Motivasi juga dapat berasal dari sumber ektriksik suatu tugas. Olahraga merupakan contoh umum. umumnya diasumsikan bahwa peserta didik yang bersangkutan rendah. . Apabila terdapayt dua anak yang memiliki kemampuan sama dan pemberian peluang dan kondisi yang sama untuk mencapai tujuan. Pembelajaran matematika yang menyenangkan merupakan bentuk karakteristik dari suatu tugas belajar.2 PENTINGNYA MOTIVASI DALAM BELAJAR Motivasi adalah penting. arus komunikasi lancar. namun akhirnya mengalami titik balik dimaan presentasinya tidak mengalami kemajuan lagi. Peserta didik yang menyelesaikan pengalaman belajar dan mengelesaikan tugas belajar dengan perasaan termotivasi terhadap materi yang telah dipelajari. Pembelajaran yang di ikuti oleh peserta didik yang termotivasi akan benar-benar menyenagkan. dan aktivitas sosial. bahkan tanpa kesepakatan tertentu mengenai definisi konsep tersebut. Motivasi dapat berasal dari karakteristik dari suatu tugas. termasuk juga motivasi. Walaupun motivasi merupakan prasyarat penting dalam belajar. Hal ini juga logis untuk mengasumsikan bahwa semakin anak memiliki pengalaman belajar yang termotivasi. Hal ini dapat di ketahui dari pengalaman dan pengamatan sehari-hari. Apabila motivasi peserta didik anak itu rendah. Kenyataannya. Penilaian terhadap peserta didik merupakan bentuk karakteristik ekstrinsik dari suatu tugas belajar. Individu mungkin memiliki minat yang cukup dan mantap dalam berpartisipasi pada berbagai kegiatan seperti akademik. olahraga. anak tersebut tidak akan mampu melakukannya. karena motivasi bukanlah suatu kondisi. Hal yang perlu dipertimbangkan adalah berkenaan dengan masalah kemampuan anak dalam melakukan aktivitas belajar. kinerja dan hasil yang di capai oleh anak yang termativasi akan lebih baik dibandingkan dengan anak yang tidak termotivasi. Jika anak diberikan tugas-tugas belajar diluar kemampuannya. Secara historik. 2. Banyak atlet yang membuat kejutan di dalam olahraga tertentu karena usaha-usaha tertentu.

Seseorang melihat sesuatu dan tertarik padanya. Rangsangan secara langsung membentu memenuhi kebutuhan belajar peserta didik. atau objek tertentu secara menyenangkan atau tidak menyenangkan. situasi pembelajaran. informasi. maka sedikit sekali belajar akan terjadi pada diri peserta didik tersebut. Kebanyakan kebutuhan bertindak sebagai kekuatan internal yang mendorong seseorang untuk mencapai tujuan. Sikap akan memberikan pedoman dan peluang kepada seseorang untuk mereaksi secara lebih optimis. 3. perilaku peran. Sikap akan membuat kehidupan lebih sederhana dan membebaskan seseorang dalam mengatasi unsur-unsur kehidupan sehari-hari yang bersifat unik. Apabila peserta didik membutuhkan atau menginginkan sesuatu untuk dipelajari. Semakin kuat seseorang merasakan kebutuhan. situasi sekarng. identivikasi. 2. SIKAP Sikap merupakan kombinasi dari konsep. gagasan. pembelajaran. Setiap peserta didik memiliki keinginan untuk mempelajari sesuatu dan memiliki sikap positif terhadap materi pembelajaran. RANGSANGAN Rangsangan merupakan perubahan di dalam persepsi atau pengalaman dengan lingkungan yang membuat seseorang bersifat aktif. dan harapan personalnya untuk sukses. Sikap juga akan membentu seseorang merasa aman di suatu lingkungan yang pada mulanya tampak asing. Semua orang merasa kebutuhan yang tidak pernah berakhir. mereka cenderung sangat termotivasi. kelompok. Sikap memiliki pengaruh kuat terhadap perilaku dan belajar peserta didik karena sikap itu membantu peserta didik dalam merasakan dunianya san memberikan pedoman kepada perilaku yang dapat membentu dalam menjelaskan dunianya. Apabila peserta didik tidak memperhatikan pembelajaran. dan kebutuhan terakhir yang dipenuhi.3 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MOTIVASI 1. KEBUTUHAN Kebutuhan merupakan kondisi yang di alami oleh individu sebagai suatu kekuatan internal yang memnadu poeserta didik untuk mencapai tujuan. semakin besar peluangnya untuk mengatasi perasaan yang menekan di dalam memenuhi kebutuhannya. Perolehan tujuan merupakan kemampuan melepaskan atau mengakhiri perasaan kebutuhan dan tekanan. peserta didik umumya segera membuat penilaian mengenai pendidik. peristiwa. . dan emosi yang dihasilkan di dalam predisposisi untuk merespon orang. Biasanya pengalaman belajar baru merupakan kegiatan yang banyak mengandung resiko karena hasilnya kadang-kadang tidak menentu. Sifat merupakan produk dari kegiatan belajar. Seorang peserta didik dapat harus menyakini bahwa sikapnya akan memiliki pengaruh aktif terhadap motivasi belajar anak pada saat awal pembelajaran. Pada setiap awal pembelajaran. mata pelajaran. Pendidik dapat menumbuhkan motivasi belajar berdasarkan pada kebutuhan yang dirasakan oleh peserta didik. Kebutuhan nama yang dialami peserta didik sekarang ini akan bergantung pada sejarah belajar individu.2. Sikap diperoleh melalui proses seperti pengalaman. Proses pembelajaran dan materi yang terkait dapat membuat sekumpulan kegiatan belajar.

kepedulian. TEORI KEBUTUHAN MANUSIA Abraham Maslow merupakan pakar teori kebutuhan manusia yang menjelaskan konsep motivasi untuk memenuhi kebutuhan. Apabila emosi bersifat positif pada waktu kegiatan belajar berlangsung.4 TEORI-TEORI MOTIVASI 1. dan pemilikan dari individu atau kelompok pada waktu belajar. KOMPETENSI Teori kompetensi mengasumsikan bahwa peserta didik secara alamiah berusaha keras untuk berinteraksi dengan lingkungan secara efektif. Tidak ada kegiatan belajar yang terjadi di dalam kevakuman emosional. 2. dan perhatian. rasa aman. menerima. maka emosi mampu mendorong peserta didik untuk belajar keras. misalnya dicemooh oleh teman-temannya padawaktu belajar. Banyak kebutuhan dasar yang semuanya harus dipenuhi. Afeksi dapat menjadi motivator intrinsik. Setiap anak berbeda kepentingananya di dalam memenuhi kebutuhannya. Misalnya anak memiliki kenyakinan bahwa . PENGUATAN Penguatan merupakan peristiwa yang mempertahankan tau menemukan bahwa perilaku seseorang dapat dibentuk kurang lebih sama melalui penerapan penguatan positif atau negatif. dinyatakan sebagai variabel yang sangat penting di dalam perancangan pembelajaran. namun bagi peserta didik yang tidak mendapatkan penguatan dalam belajar maka anak itu tidak termotivasi untuk belajar. karena motivasi merupakan produk dari sejarah penguatan. Demikian pula setiap orang secara genetik diprogram untuk menggali.4. berfikir. Demikian pula peserta didik yang memperoleh hukuman pada waktu belajar. TEORI DISONANSI Teori disonansi menyatakan bahwa kebutuhan untuk mempertahankan citra diri yang positif merupakan motivator yang sangat kuat. sementara yang lain memiliki kebutuhan psikologis dan keamanan. 5. Peserta didik diperkuat untuk belajar akan termotivasi untuk belajar. 6. akan termotivasi untuk tidak belajar. penghargaan sosial. 3. Beberapa anak ada yang lebih membutuhkan rasa afeksi dan perhatian. cinta dan perawatan harga diri yang positif. Kebanyakan perilaku anak di arahkan pada upaa pemenuhan sntandar personalnya. TEORI BELAJAR BEHAVIORAL Konsep motivasi erat berhubungan dengan suatu prinsip bahwa perilaku yang diperkuat di masa lalu adalah lebih mungkin diulangi lagi dibandingkan dengan perilaku yang tidak diperkuat atau di hukum. Peserta didik secara intrinsik termotivasi utnuk mneguasai lingkungan dan mengerjakan tugas-tugas secara berhasil agar menjadi puas. Penggunaan hasil karya peserta didik. Banyak anak mempunyai kebutuhan yang berbeda pada waktu yang berbeda pula. Para pakar behaviorisme menyatakan bahwa tidak perlu memisahkan teori belajar dengan motivasi. pujian. AFEKSI Konsep afeksi berkaitan dengan pengalaman emosional kecemasan. seperti makan. 2. dan mnegubah lingkungan secara efektif. memanipulasi.

sementara itu keberuntungan bersifat tidak stabil dan tidak dapat diprediksikan. dan usaha dapat berubah. Dalam pengertian ini. 5. . yaitu: kemampuan. dan banyak pula yang termotivasi untuk bersosialisasi dengan anak lain. Banyak anak yang termotivasi untuk berprestasi. 6. tidak berubah. maka anak itu akan berperilaku baim dan jujur walaupun tidak ada anak lain yang melihatnya. Motivasi sebagai karakteristik kepribadian yang stabil merupakan konsep yang berbeda dengan motivasi untuk melakukan sesuatu dalam situasi tertentu pula. mereka cenderung memilih partner belajar yang cakap dalam mengerjakan tugas. motivasi sering kali dipandang sebagai karakteristik kepribadian yang relatif stabil. kesulitan tugas bersifat stabil. yaitu tugas-tugas yang diberikan kepada peserta didik hendaknya tidak terlalu mudah ataupun terlalu sukar. Kemampuan bersifat relatif stabil.dirina adalah seorang anak yang baik dan jujur. Peserta didik yang mempunyai motivasi berprestasi. namun memerlukan pengetahuan yang telah diperileh sebelumnya. TEORI ATRIBUSI Teori atribusi pada dasarnya menjelaskan empat hal tentang keberhasilan dan kegagalan dalam situasi berprestasi. Fenomena ini merupakan kondisi dimana anak sellau berkeinginan untuk mempertahankan citra diri yang positif. dan keberuntungan. TEORI KEPRIBADIAN Istilah motivasi umumnya digunakan untuk menggambarkan suatu dorongan kebutuhan atau keinginan untuk melakukan sesuatu. TEORI MOTIVASI BERPRESTASI Salah satu teori motivasi yang penting dalam psikologi adalah motivasi berprestasi karena kecenderungan untuk mencapai keberhasilan atau tujuan dan melakukan kegiatan yang mengarah pada kesuksesan atau kegagalan. Secara sama. usaha. Penggunaan konsep motivasi itu ditujukan untuk menggambarkan kecenderungan umum yang mendorong ke arah tujuan tertentu. maka anak itu akan memenuhi dengan cara berperilaku yang intelegen. atribusi kesulitan tugas dan keberuntungan berasal dari luar individu. Demikian pula tidak memberikan saran bahwa pertanyaan yang disajikan dalam ujian memiliki tingkat kesulitan rendah atau hanya dapat dijawab oleh separoh peserta didik. probabilitas keberhasilan yang sangat tinggi akan dapat menjadi pengganggu motivasi. peserta didik yang mempunyai motivasi berafiliasi merupakan kebutuhan yang diekspresikan untuk mencintai dan menerima lebih menyukai memilih partner kerja berdasarkan pada persahabatan. TEORI HARAPAN Aspek penting dalam teori harapan adalah bahwa situasi dan kondisi tertentu.demikian pula anak mengekspresikan motivasinya dengan berbagai cara. Ini karena soal-soal ujian itu biasanya tidak memerlukan usaha keras. Sebaliknya. Atribusi kemampuan dan usaha berasal dari dalam individu. Anak akan termotivasi untuk makan manakala dia tidak makan dalam waktu tertentu. kesulitas tugas. Demikian pula apabila anak itu memiliki keyakinan bahwa dia adalah anak yang mampu dan cerdas. 4. Teori harapan ini implikasinya penting bagi pendidikan. 7.

dan karena itu pembelajaran akan mampu meningkatkan motivasi intrinsik peserta didik untuk mempelajari materi pembelajaran yang disajikan oleh pendidik. Cara lain yang dapat dilakukan adalah apabila pendidik yang merumuskan tujuan pembelajaran. diskusi. Untuk mencapai kearah itu ada beberapa cara yang dapat dilakukan pendidik dalam meningkatkan motivasi instrinsik peserta didik. Keberhasilan yang di capai dipandang sebagai buah dari usaha dan kemampuan personal yang dicurahkan dalam mengerjakan tugas. curah pendapat. diskonveri. Demikian pula tujuan pembelajaran yang penting membangkitkan hasrat ingin tahu peserta didik mengenai pelajaran yang akand atang. Mendorong rasa ingin tahu Pendidik yang terampil akan mampu menggunakan cara untuk membangkitkan dan memelihara rasa ingin tahu peserta didik di dalam kegiatan pembelajaran. Hak ini berarti bahwa pendidik harus mampu menarik minat dan meningkatkan hasrat ingin tahu peserta didik terhadap materi yang di sajikan. Cara lain yang dapat dilakukan adalah memberikan pilihan kepada peserta didik tentang materi pembelajaran yang akan dipelajari dan cara-cara mempelajarinya. 2. 4.Motivasi berprestasi merupakan keinginan untuk memperoleh keberhasilan dan berpartisipasi katif di dalam suatu kegiatan. Membantu peserta didik dalam merumuskan tujuan belajar Prinsip yang mendasar dari motivasi adalah anak akan belajar keras untuk mencapai tujuan apabila tujuan itu dirumuskan atau ditetapkan oleh dirinya sendiri. Membangkitkan minat belajar Pengaitan pembelajaran dengan minat peserta didik adalah sangat penting.5 STRATEGI MOTIVASI BELAJAR Pembelajaran hendaknya mampu meningkatkan motivasi intrinsik peserta didik sebanyak mungkin. 1. Oleh karena itu pendidik hendaknya mendorong dan membantu peserta didik agar merumuskan dan mencapai tujuan belajarnya sendiri. maka sampaikan tujuan pembelajaran itu kepada peserta didik agar mereka merasa memiliki tujuan pembelajaran tersebut. . dan karena itu tunjukkanlah bahwa pengetahuan yang dipelajari itu sangat bermanfaat bagi mereka. Metode pembelajaran studi kasus. dan juga penggunaan variasi metode penyajian. 3. dan bukan dirumuskan atau di tetapkan oleh orang lain. inkuiri. Menggunakan variasi metode penyajian yang menarik Motivasi intrinsik untuk belajar sesuatu dapat ditingkatkan melalui penggunaan materi pembelajaran yang menarik. dan sejenisnya merupakan beberapa metode yang dapat digunakan untuk membangkitkan hasrat ingin tahu peserta didik. 2.

banyak para ahli yang membahas bagaimana motivasi tersebut muncul. bahkan tanpa kesepakatan tertentu mengenai definisi konsep tersebut.2 SARAN Motivasi berprestasi merupakan keinginan untuk memperoleh keberhasilan dan berpartisipasi katif di dalam suatu kegiatan. Apabila terdapayt dua anak yang memiliki kemampuan sama dan pemberian peluang dan kondisi yang sama untuk mencapai tujuan.BAB III PENUTUP 3. dan bukan dirumuskan atau di tetapkan oleh orang lain. Begitu banyaknya peran morivasi tersebut.1 KESIMPULAN Motivasi merupakan salah satu faktor yang ikut menentukan keberhasilan anak di dalam belajar. Motivasi adalah penting. 3. apakah macam-macam motivasi tersebut menentukan prestasi yang di capai anak dan bagaimana pendidik dalam memberikan penghargaan hingga dapat meningkatkan motivasi tersebut. bagaimana dapat mengembangkan motivasi. Keberhasilan yang di capai dipandang sebagai buah dari usaha dan kemampuan personal yang dicurahkan dalam mengerjakan tugas . Prinsip yang mendasar dari motivasi adalah anak akan belajar keras untuk mencapai tujuan apabila tujuan itu dirumuskan atau ditetapkan oleh dirinya sendiri. kinerja dan hasil yang di capai oleh anak yang termativasi akan lebih baik dibandingkan dengan anak yang tidak termotivasi.

M. dkk. Psikologi Pendidikan. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. ( Jakarta : Rajawali Pers. 1992 ) h. 2009) .Pd. 73 Dr. (Semarang: Universitas Negeri Semarang Press.DAFTAR PUSTAKA Sardiman AM. Achmad Rifa’i RC.