MAKALAH TENTANG MOTIFASI BELAJAR

D I S U S U N OLEH

1. 2. 3.

SMA NEGERI 7 MATARAM 20212-2013

penulisan laporan ini juga bertujuan untuk menyimpulkan mengenai motivasi berlajar siswa. Penyusun menyadari sepenuhnya bahwa penyusunan laporan ini masih kurang dari sempurna. yang telah memberikan kesempatan pada penulis untuk menyelesaikan makalah ini. Tujuan utama penulisan laporan ini adalah guna memenuhi tugas mata kuliah Psikologi Pendidikan. Terimakasih penulis sampaikan kepada Ibu Liftiah selaku dosen pengampu mata kuliahPsikologi Pendidikan. Mei 2010 Penulis .KATA PENGANTAR Puji syukur penulis haturkan kehadirat Allah SWT yang atas berkat dn rahmat-Nya penulis dapat menyelesikan tugas strategi pembelajaran dengan baik. oleh karena itu saran dan kritik yang bersifat membangun sangat diharapkan demi perbaikan selanjutnya. Selain itu. Tidak lupa kami sampaikan terimakasih kepada teman-teman yang tidak dapat disebutkan disini yang telah membantu kelancaran penyusunan makalah ini. Akhirnya kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca. Semarang.

.......................4 Teori-teori.....................................................................1 Kesimpulan .......... KATA PENGANTAR....................2 Pentingnya Motifasi Dalam Belajar ............................................................................... 2....2 Saran ...................................... DAFTAR ISI .........................................3 Faktor-Faktor ......................DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ........... 2........................................................................................... 2.................. BAB I : PENDAHULUAN .................................5 Strategi .. BAB II : PEMBAHASAN 2................................................................1 Pengertian .............................................................. 3..................................................................................................................................................................................................................... 2............... i ii iii 1 ............. BAB III : PENUTUP 3.........................................................................................................

sebab seseorang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar. motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan. Dalam kegiatan belajar. maka motivasi ekstrinsik yang merupakan dorongan dari luar dirinya mutlak diperlukan.BAB I PENDAHULUAN Motivasi belajar setiap orang. Biasanya. Rasa ingin tahunya lebih banyak terhadap materi pelajaran yang diberikan. Lain halnya bagi siswa yang tidak ada motivasi di dalam dirinya. Berbagai gangguan yang ada disekitarnya. tidak akan mungkin melakukan aktivitas belajar. seorang anak mau belajar dan mengejar rangking pertama karena diiming-imingi akan dibelikan sepeda oleh orangtuanya. Siswa yang demikian biasanya dengan kesadaran sendiri memperhatikan penjelasan guru. Namun pada intinya bahwa motivasi merupakan kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. . Dari sinilah penulis ingin membahas secara tuntas tentang motivasi belajar yang sangat mempengaruhi hasil belajar siswa tersebut. yaitu motivasi intrinsik. Bagi siswa yang selalu memperhatikan materi pelajaran yang diberikan. kurang dapat mempengaruhinya agar memecahkan perhatiannya. bukanlah masalah bagi guru. motivasi sangat diperlukan. Di sini tugas guru adalah membangkitkan motivasi peserta didik sehingga ia mau melakukan belajar. menjamin kelangsungan dan memberikan arah kegiatan belajar. bisa jadi tidak sama. Karena di dalam diri siswa tersebut ada motivasi. sehingga diharapkan tujuan dapat tercapai. Dalam kegiatan belajar. Misalnya. satu dengan yang lainnya. hal itu bergantung dari apa yang diinginkan orang yang bersangkutan.

Dalam pengertian tersebut menggambarkan bahwa motivasi mengandung suatu kekuatan yang timbul dalam diri seseorang sebagai dukungan untuk memenuhi keinginannya.BAB II ISI 2. Tetapi kadang-kadang motivasi kerja itu akan datang dari keinginan untuk memperoleh kepuasan kerja yang muncul dalam diri individu sendiri. Motivasi itu sebenarnya merupakan suatu keadaan (state) psikologis yang dapat diubah/dibentuk. banyak para ahli yang membahas bagaimana motivasi tersebut muncul. Menurut Tabrani Rusyam pada hakekatnya motivasi adalah perbuatan energi dalam diri seseorang ditandai dengan timbulnya perasaan dari reaksi untuk mencapai tujuan. Pandangan tentang hal ini dikemukakan oleh Soejono Trimo (1986 : 174) sebagai berikut : a. Motivasi itu pada hakikatnya merupakan suatu karakteristik atau suatu kepribadian yang cukup stabil sehingga setiap individu dipandang berbeda dari individu yang lain. . melainkan pada aktivitas pekerjaan itu sendiri serta adanya perasaan puas yang diperolehnya dalam melakukan pekerjaan tersebut. Begitu banyaknya peran morivasi tersebut. Motivasi menjadi daya bagi individu untuk memperoleh sesuatu yang diinginkannya. b. Keadaan utama yang paling menentukan motivasi kerja seseorang adalah jenis penghargaan (rewards) yang disediakan dalam lembaga/organisasi tempatnya berkiprah. Berkaitan dengan motivasi yang dianggap sebagai suatu karakteristik (kepribadian). dimana seorang melaksanakan tugas/pekerjaannya tidak didasarkan pada ada tidaknya penghargaan bagi penyelesaian tugas/pekerjaan tadi. motivasi dipandang sebagai suatu karakteristik dan suatu keadaan. Motivasi tidak hanya penting untuk membuat peserta didika melakukan aktivitas belajar. Dalam pengembangan suatu organisasi atau lembaga. apakah macam-macam motivasi tersebut menentukan prestasi yang di capai anak dan bagaimana pendidik dalam memberikan penghargaan hingga dapat meningkatkan motivasi tersebut. Peserta didik yang termotivasi peserta didik menunjukkan proses kognitif apa yang telah di pelajari. bagaimana dapat mengembangkan motivasi. Setiap individu yang tampil dengan motivasi seperti ini lebih tertarik pada konteks pekerjaan (job context) dari pada penghargaan atau upah yang diperolehnya. melainkan juga menentukan berapa banyak peserta didik dapat belajar dari aktivitas yang mereka lakukan atau informasi yang mereka hadapi. Sedangkan motivasi yang termasuk sebagai suatu keadaan maksudnya yaitu seseorang (individu) dalam melaksanakan tugas/pekerjaan yang dimilikinya sangat bergantung pada suatu keadaan yang dihadapi pada saat itu. termasuk orientasinya terhadap pekerjaan/tugasnya. Tugas utama pendidik adalah merencanakan cara-cara mendukung motivasi peserta didik. Jadi motivasi kerja yang timbul sangat bergantung pada keadaan yang di hadapi pada saat itu.1 PENGERTIAN MOTIVASI Motivasi merupakan salah satu faktor yang ikut menentukan keberhasilan anak di dalam belajar. Motivasi merupakan suatu kondisi kejiwaan individu yang dapat mendorongnya untuk melakukan suatu aktivitas guna pemenuhan kebutuhan atau mencapai tujuan.

Pembelajaran yang di ikuti oleh peserta didik yang termotivasi akan benar-benar menyenagkan. namun akhirnya mengalami titik balik dimaan presentasinya tidak mengalami kemajuan lagi. bahkan tanpa kesepakatan tertentu mengenai definisi konsep tersebut. namun juga memperlancar belajar dan hasil belajar.Motivasi untuk melakukan sesuatu berasal dari berbagai faktor seperti karakteristik kepribadian. Apabila motivasi peserta didik anak itu rendah. Motivasi bukan saja penting. maka semakin mungkin akan menjadi peserta didik sepanjang hayat. ada penurunan titik penggembalian pada kedua faktor tersebut. Motivasi juga dapat berasal dari sumber ektriksik suatu tugas. Pembelajaran matematika yang menyenangkan merupakan bentuk karakteristik dari suatu tugas belajar.m maka tidak akan terjadi kegiatan belajar pada diri anak tersebut. Banyak atlet yang membuat kejutan di dalam olahraga tertentu karena usaha-usaha tertentu. pendidik selalu mengetahui kapan peserta didik perlu di motivasi selama proses belajar. karena motivasi bukanlah suatu kondisi. arus komunikasi lancar. Kenyataannya. Secara historik. Walaupun motivasi merupakan prasyarat penting dalam belajar. hal itu kadangkadang menjadi masalah. Walaupun begitu. 2. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa apabila anak tidak memiliki motivasi belajar. Apabila terdapayt dua anak yang memiliki kemampuan sama dan pemberian peluang dan kondisi yang sama untuk mencapai tujuan. Ada faktor lain seperti kemampuan dan kualitas pembelajaran yang harus di perhatikan pula. Individu mungkin memiliki minat yang cukup dan mantap dalam berpartisipasi pada berbagai kegiatan seperti akademik. kinerja dan hasil yang di capai oleh anak yang termativasi akan lebih baik dibandingkan dengan anak yang tidak termotivasi. karena menjadi faktor penyebab belajar. Motivasi dapat berasal dari karakteristik dari suatu tugas. Olahraga merupakan contoh umum. Intrinsik dan ektrinsik suatu tugas. olahraga. dan aktivitas sosial. dan kegiatan pembelajaran yang menarik agar anak tersebut termotivasi. . bagaimanapun mereka termotivasi. Hal yang perlu dipertimbangkan adalah berkenaan dengan masalah kemampuan anak dalam melakukan aktivitas belajar. Hal ini dapat di ketahui dari pengalaman dan pengamatan sehari-hari. Hal ini juga logis untuk mengasumsikan bahwa semakin anak memiliki pengalaman belajar yang termotivasi. Peserta didik yang menyelesaikan pengalaman belajar dan mengelesaikan tugas belajar dengan perasaan termotivasi terhadap materi yang telah dipelajari. sehingga aktivitas belajar berlangsung lebih menyenangkan. Penilaian terhadap peserta didik merupakan bentuk karakteristik ekstrinsik dari suatu tugas belajar. anak tersebut tidak akan mampu melakukannya.2 PENTINGNYA MOTIVASI DALAM BELAJAR Motivasi adalah penting. menurunkan kecemasan peserta didik meningkatkan kreativitas dan aktivitas belajar. terutama bagi peserta didik. termasuk juga motivasi. Jika anak diberikan tugas-tugas belajar diluar kemampuannya. umumnya diasumsikan bahwa peserta didik yang bersangkutan rendah. namun agar aktivitas belajar itu terjadi pada diri anak.

situasi sekarng. Sikap diperoleh melalui proses seperti pengalaman. pembelajaran. 2. Rangsangan secara langsung membentu memenuhi kebutuhan belajar peserta didik. peristiwa. mata pelajaran. Kebutuhan nama yang dialami peserta didik sekarang ini akan bergantung pada sejarah belajar individu. RANGSANGAN Rangsangan merupakan perubahan di dalam persepsi atau pengalaman dengan lingkungan yang membuat seseorang bersifat aktif. situasi pembelajaran. informasi. semakin besar peluangnya untuk mengatasi perasaan yang menekan di dalam memenuhi kebutuhannya. gagasan. Pendidik dapat menumbuhkan motivasi belajar berdasarkan pada kebutuhan yang dirasakan oleh peserta didik. Seseorang melihat sesuatu dan tertarik padanya. dan harapan personalnya untuk sukses. Sikap memiliki pengaruh kuat terhadap perilaku dan belajar peserta didik karena sikap itu membantu peserta didik dalam merasakan dunianya san memberikan pedoman kepada perilaku yang dapat membentu dalam menjelaskan dunianya. peserta didik umumya segera membuat penilaian mengenai pendidik. Proses pembelajaran dan materi yang terkait dapat membuat sekumpulan kegiatan belajar. Semakin kuat seseorang merasakan kebutuhan. dan kebutuhan terakhir yang dipenuhi. dan emosi yang dihasilkan di dalam predisposisi untuk merespon orang. Biasanya pengalaman belajar baru merupakan kegiatan yang banyak mengandung resiko karena hasilnya kadang-kadang tidak menentu. Kebanyakan kebutuhan bertindak sebagai kekuatan internal yang mendorong seseorang untuk mencapai tujuan. Setiap peserta didik memiliki keinginan untuk mempelajari sesuatu dan memiliki sikap positif terhadap materi pembelajaran. Sifat merupakan produk dari kegiatan belajar.3 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MOTIVASI 1. perilaku peran. maka sedikit sekali belajar akan terjadi pada diri peserta didik tersebut. SIKAP Sikap merupakan kombinasi dari konsep. Sikap akan membuat kehidupan lebih sederhana dan membebaskan seseorang dalam mengatasi unsur-unsur kehidupan sehari-hari yang bersifat unik. Semua orang merasa kebutuhan yang tidak pernah berakhir. Apabila peserta didik tidak memperhatikan pembelajaran. Sikap akan memberikan pedoman dan peluang kepada seseorang untuk mereaksi secara lebih optimis. mereka cenderung sangat termotivasi. atau objek tertentu secara menyenangkan atau tidak menyenangkan.2. 3. Seorang peserta didik dapat harus menyakini bahwa sikapnya akan memiliki pengaruh aktif terhadap motivasi belajar anak pada saat awal pembelajaran. Apabila peserta didik membutuhkan atau menginginkan sesuatu untuk dipelajari. Perolehan tujuan merupakan kemampuan melepaskan atau mengakhiri perasaan kebutuhan dan tekanan. Sikap juga akan membentu seseorang merasa aman di suatu lingkungan yang pada mulanya tampak asing. KEBUTUHAN Kebutuhan merupakan kondisi yang di alami oleh individu sebagai suatu kekuatan internal yang memnadu poeserta didik untuk mencapai tujuan. kelompok. Pada setiap awal pembelajaran. identivikasi. .

berfikir. maka emosi mampu mendorong peserta didik untuk belajar keras. Peserta didik secara intrinsik termotivasi utnuk mneguasai lingkungan dan mengerjakan tugas-tugas secara berhasil agar menjadi puas. Penggunaan hasil karya peserta didik. dan pemilikan dari individu atau kelompok pada waktu belajar. Setiap anak berbeda kepentingananya di dalam memenuhi kebutuhannya. menerima. namun bagi peserta didik yang tidak mendapatkan penguatan dalam belajar maka anak itu tidak termotivasi untuk belajar. akan termotivasi untuk tidak belajar. 6. KOMPETENSI Teori kompetensi mengasumsikan bahwa peserta didik secara alamiah berusaha keras untuk berinteraksi dengan lingkungan secara efektif. Peserta didik diperkuat untuk belajar akan termotivasi untuk belajar. 2. penghargaan sosial. TEORI BELAJAR BEHAVIORAL Konsep motivasi erat berhubungan dengan suatu prinsip bahwa perilaku yang diperkuat di masa lalu adalah lebih mungkin diulangi lagi dibandingkan dengan perilaku yang tidak diperkuat atau di hukum. Demikian pula peserta didik yang memperoleh hukuman pada waktu belajar. Demikian pula setiap orang secara genetik diprogram untuk menggali. memanipulasi. seperti makan. Tidak ada kegiatan belajar yang terjadi di dalam kevakuman emosional. sementara yang lain memiliki kebutuhan psikologis dan keamanan. Banyak kebutuhan dasar yang semuanya harus dipenuhi. Kebanyakan perilaku anak di arahkan pada upaa pemenuhan sntandar personalnya.4. Banyak anak mempunyai kebutuhan yang berbeda pada waktu yang berbeda pula. dan mnegubah lingkungan secara efektif. AFEKSI Konsep afeksi berkaitan dengan pengalaman emosional kecemasan. misalnya dicemooh oleh teman-temannya padawaktu belajar. cinta dan perawatan harga diri yang positif. 3. PENGUATAN Penguatan merupakan peristiwa yang mempertahankan tau menemukan bahwa perilaku seseorang dapat dibentuk kurang lebih sama melalui penerapan penguatan positif atau negatif. 2. TEORI KEBUTUHAN MANUSIA Abraham Maslow merupakan pakar teori kebutuhan manusia yang menjelaskan konsep motivasi untuk memenuhi kebutuhan. 5. pujian. karena motivasi merupakan produk dari sejarah penguatan. Para pakar behaviorisme menyatakan bahwa tidak perlu memisahkan teori belajar dengan motivasi.4 TEORI-TEORI MOTIVASI 1. dinyatakan sebagai variabel yang sangat penting di dalam perancangan pembelajaran. Apabila emosi bersifat positif pada waktu kegiatan belajar berlangsung. Beberapa anak ada yang lebih membutuhkan rasa afeksi dan perhatian. dan perhatian. kepedulian. Misalnya anak memiliki kenyakinan bahwa . Afeksi dapat menjadi motivator intrinsik. TEORI DISONANSI Teori disonansi menyatakan bahwa kebutuhan untuk mempertahankan citra diri yang positif merupakan motivator yang sangat kuat. rasa aman.

mereka cenderung memilih partner belajar yang cakap dalam mengerjakan tugas. Anak akan termotivasi untuk makan manakala dia tidak makan dalam waktu tertentu. Penggunaan konsep motivasi itu ditujukan untuk menggambarkan kecenderungan umum yang mendorong ke arah tujuan tertentu. Demikian pula tidak memberikan saran bahwa pertanyaan yang disajikan dalam ujian memiliki tingkat kesulitan rendah atau hanya dapat dijawab oleh separoh peserta didik. maka anak itu akan berperilaku baim dan jujur walaupun tidak ada anak lain yang melihatnya. TEORI MOTIVASI BERPRESTASI Salah satu teori motivasi yang penting dalam psikologi adalah motivasi berprestasi karena kecenderungan untuk mencapai keberhasilan atau tujuan dan melakukan kegiatan yang mengarah pada kesuksesan atau kegagalan. Dalam pengertian ini. dan banyak pula yang termotivasi untuk bersosialisasi dengan anak lain. namun memerlukan pengetahuan yang telah diperileh sebelumnya. yaitu: kemampuan. kesulitan tugas bersifat stabil. dan keberuntungan. Teori harapan ini implikasinya penting bagi pendidikan. Atribusi kemampuan dan usaha berasal dari dalam individu. Demikian pula apabila anak itu memiliki keyakinan bahwa dia adalah anak yang mampu dan cerdas. kesulitas tugas. sementara itu keberuntungan bersifat tidak stabil dan tidak dapat diprediksikan. 7. TEORI KEPRIBADIAN Istilah motivasi umumnya digunakan untuk menggambarkan suatu dorongan kebutuhan atau keinginan untuk melakukan sesuatu. peserta didik yang mempunyai motivasi berafiliasi merupakan kebutuhan yang diekspresikan untuk mencintai dan menerima lebih menyukai memilih partner kerja berdasarkan pada persahabatan. . 6. Kemampuan bersifat relatif stabil. Motivasi sebagai karakteristik kepribadian yang stabil merupakan konsep yang berbeda dengan motivasi untuk melakukan sesuatu dalam situasi tertentu pula. Peserta didik yang mempunyai motivasi berprestasi. Secara sama. maka anak itu akan memenuhi dengan cara berperilaku yang intelegen. motivasi sering kali dipandang sebagai karakteristik kepribadian yang relatif stabil. 4. yaitu tugas-tugas yang diberikan kepada peserta didik hendaknya tidak terlalu mudah ataupun terlalu sukar. TEORI HARAPAN Aspek penting dalam teori harapan adalah bahwa situasi dan kondisi tertentu. probabilitas keberhasilan yang sangat tinggi akan dapat menjadi pengganggu motivasi. Banyak anak yang termotivasi untuk berprestasi. Fenomena ini merupakan kondisi dimana anak sellau berkeinginan untuk mempertahankan citra diri yang positif. atribusi kesulitan tugas dan keberuntungan berasal dari luar individu.demikian pula anak mengekspresikan motivasinya dengan berbagai cara. Ini karena soal-soal ujian itu biasanya tidak memerlukan usaha keras.dirina adalah seorang anak yang baik dan jujur. dan usaha dapat berubah. TEORI ATRIBUSI Teori atribusi pada dasarnya menjelaskan empat hal tentang keberhasilan dan kegagalan dalam situasi berprestasi. 5. usaha. Sebaliknya. tidak berubah.

Oleh karena itu pendidik hendaknya mendorong dan membantu peserta didik agar merumuskan dan mencapai tujuan belajarnya sendiri. dan bukan dirumuskan atau di tetapkan oleh orang lain. Membangkitkan minat belajar Pengaitan pembelajaran dengan minat peserta didik adalah sangat penting. Cara lain yang dapat dilakukan adalah apabila pendidik yang merumuskan tujuan pembelajaran. dan juga penggunaan variasi metode penyajian. Membantu peserta didik dalam merumuskan tujuan belajar Prinsip yang mendasar dari motivasi adalah anak akan belajar keras untuk mencapai tujuan apabila tujuan itu dirumuskan atau ditetapkan oleh dirinya sendiri. Cara lain yang dapat dilakukan adalah memberikan pilihan kepada peserta didik tentang materi pembelajaran yang akan dipelajari dan cara-cara mempelajarinya. maka sampaikan tujuan pembelajaran itu kepada peserta didik agar mereka merasa memiliki tujuan pembelajaran tersebut. diskonveri. Metode pembelajaran studi kasus. . Untuk mencapai kearah itu ada beberapa cara yang dapat dilakukan pendidik dalam meningkatkan motivasi instrinsik peserta didik. dan karena itu tunjukkanlah bahwa pengetahuan yang dipelajari itu sangat bermanfaat bagi mereka. 4. diskusi. 2. inkuiri. 2. dan karena itu pembelajaran akan mampu meningkatkan motivasi intrinsik peserta didik untuk mempelajari materi pembelajaran yang disajikan oleh pendidik. Demikian pula tujuan pembelajaran yang penting membangkitkan hasrat ingin tahu peserta didik mengenai pelajaran yang akand atang. Hak ini berarti bahwa pendidik harus mampu menarik minat dan meningkatkan hasrat ingin tahu peserta didik terhadap materi yang di sajikan. 3. Menggunakan variasi metode penyajian yang menarik Motivasi intrinsik untuk belajar sesuatu dapat ditingkatkan melalui penggunaan materi pembelajaran yang menarik. Mendorong rasa ingin tahu Pendidik yang terampil akan mampu menggunakan cara untuk membangkitkan dan memelihara rasa ingin tahu peserta didik di dalam kegiatan pembelajaran.Motivasi berprestasi merupakan keinginan untuk memperoleh keberhasilan dan berpartisipasi katif di dalam suatu kegiatan. curah pendapat. Keberhasilan yang di capai dipandang sebagai buah dari usaha dan kemampuan personal yang dicurahkan dalam mengerjakan tugas. dan sejenisnya merupakan beberapa metode yang dapat digunakan untuk membangkitkan hasrat ingin tahu peserta didik. 1.5 STRATEGI MOTIVASI BELAJAR Pembelajaran hendaknya mampu meningkatkan motivasi intrinsik peserta didik sebanyak mungkin.

dan bukan dirumuskan atau di tetapkan oleh orang lain. bagaimana dapat mengembangkan motivasi.2 SARAN Motivasi berprestasi merupakan keinginan untuk memperoleh keberhasilan dan berpartisipasi katif di dalam suatu kegiatan. Keberhasilan yang di capai dipandang sebagai buah dari usaha dan kemampuan personal yang dicurahkan dalam mengerjakan tugas . 3. Begitu banyaknya peran morivasi tersebut. Apabila terdapayt dua anak yang memiliki kemampuan sama dan pemberian peluang dan kondisi yang sama untuk mencapai tujuan. bahkan tanpa kesepakatan tertentu mengenai definisi konsep tersebut. Prinsip yang mendasar dari motivasi adalah anak akan belajar keras untuk mencapai tujuan apabila tujuan itu dirumuskan atau ditetapkan oleh dirinya sendiri.1 KESIMPULAN Motivasi merupakan salah satu faktor yang ikut menentukan keberhasilan anak di dalam belajar.BAB III PENUTUP 3. apakah macam-macam motivasi tersebut menentukan prestasi yang di capai anak dan bagaimana pendidik dalam memberikan penghargaan hingga dapat meningkatkan motivasi tersebut. kinerja dan hasil yang di capai oleh anak yang termativasi akan lebih baik dibandingkan dengan anak yang tidak termotivasi. banyak para ahli yang membahas bagaimana motivasi tersebut muncul. Motivasi adalah penting.

DAFTAR PUSTAKA Sardiman AM. 1992 ) h. (Semarang: Universitas Negeri Semarang Press.Pd. 73 Dr. ( Jakarta : Rajawali Pers. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. 2009) . M. Achmad Rifa’i RC. dkk. Psikologi Pendidikan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful