Sastra Anak

D I S U S U N Oleh : 1. Reza Handi Zakrin (06101413016) 2. Liska Aisyah (06101413027) 3. Shantya Aghnis Widya P (06101413033) 4. Devi Irma Andriani (06101413039)

Dosen Pengasuh : 1) Drs. Umar Effendi, M.Pd 2) Bunda Harini, S.Pd

FAKULTAS KEGURUAN dan ILMU PENDIDIKAN PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2012 - 2013

melakukan pembinaan dan pengembangan social supaya anak hidup dalam masyarakat yang tentram dan penuh solider. Di samping itu. berbicara dan menulis . Sastra dapat membuat orang senang dan tenang. Lembaga pendidikan. melakukan pembinaan dan pengembangan moral agar anak lebih berbudi . Karya sastra yang disajikan baik melalui proses belajar dan dipajangkan secara tidak langsung melalui media yang ada kepada anak didik. Yang jelas. pencerahan dan ketenangan. Padahal. Temuan ini tidak dapat dibiarkan terus menerus dan segera dicari pemecahannya. Ada yang beralasan bahwa dia tidak berbakat dengan bidang puisi. Mereka lebih senang mengajarkan IPA atau matematika yang terkadang lebih sulit lagi dibandingkan materi bahasa dan sastra. Hendaklah membawa manfaat bagi mereka. karya sastra yang disuguhkan kepada anak didiknya akan bermanfaat dan membina dan mengembangkan kemampuan dan keterampilan berbahasa yang pada akhirnya anak gemar menyimak. Kata-kata yang terdapat di dalam puisi sering menyentuk pembaca atau pendengarnya dan dapat membuat orang itu terbuai. khususnya Guru harus terpacu untuk mencari dan memilih karya sastra yang baik agar dapat memuaskan anak saat mereka sedang belajar di sekolah dan dampaknya agak luas. fiksi apalagi drama. dan tidak kalah pentingnya melalui . melakukan pembinaan dan pengembangan etika dan estetika anak agar hati anak kita menjadi tenang dan cerah. irama yang digunakan dalam membaca puisi akan menambah pendengarnya menjadi bergairah dan terhibur. membaca. Anak perlu hiburan.Pendahuluan Latar Belakang dan Tujuan Selama ini. guru-guru SD kita tidak begitu tertarik dengan pengajaran sastra dengan berbagai alasan dikemukakan. Ada yang beralasan. Manfaat ini tidak hanya daat dirasakan pada masa kini tetapi dapat berdampak jauh sehingga akan menjadi pemacu dan pemicu mereka mempersiapkan hidup untuk masa-masa mendatang. malalui sastra perasaan anak dapat dikendalikan dan dicerahkan. Ada juga guru yang menyenangi sastra tetapi kebanykan mereka kurang terampil dalam mencari model dan media yang tepat dalam mengajarkannya. pengajaran bahasa sudah demikian rumit dean ditambah lagi dengan pembelajaran sastra yang lebih rumit lagi.

(1) pengembangan kebahasaan anak. . Dalam bab ini dibahas satu persatu tentang manfaat sastra dalam. (3) pengembangan estetika anak. (2) pengembangan moral anak.suguhan karya sastra dapat membina dan mengembangkan kemampuan kognitif anak yang sangat berguna dalam mencetak manusia cerdas. dan (4) peningkatan kognitif anak.

yaitu perkembangan bahasa. semakin terampil orang berbicara. Canel televisi seperti parabola dan UHF telah menjamur dimana-mana. estetika dan sosial . Begitu juga anak dapat menulis dengan baik pula kalau keterampilan menulisnya baik pula. Di atap-atap rumah. membaca dan menulis. Salah satu unsur penting untuk menyerap komunikasi adalah bahasa. Pada zaman globalisasi sekarang ini. Komunikasi saat ini sudah maju pesat dan terkadang tidak diimbangi oleh kemampuan penggunaannya. berbicara dan membaca dibutuhkan dan masih tetap penting. A. Pemanfaatan Sastra anak dalam Pengembangan Bahasa Anak Ada empat keterampilan berahasa yang dipreoritaskan untuk dibina dan dikembangkan oleh guru SD untuk anak didiknya sebagai bekal pentig yakni keterampilan menyimak atau mendengar. Kita tidak boleh gatek atau gagap teknologi. Bekal ini sudah dimanfaatkan selama menimba ilmu di SD. Masing-msing perkembangan dan peran cerita dalam perkembangan tersebut akan dibahas dalam uraian berikut. anak dapat menerima berbagai pesan lisan baik langsung dari guru atau melalui media elektronik seperti televisi atau radio. Dengan memiliki bekal menyimak yang baik. berpidato atau wawancara kalau keterampilan berbicaranya baik.Pembahasan Ada beberapa perkembangan anak yang akan dibahas dalam makalah ini. Kita harus tenang dan tetap waspada tetapi tidak boleh terlena agar kita tidak ketinggalan dan ikut dilanda dan menjadi korban kepesatan komunikasi ini namun harus ikut berada di dalamnya dan sekali gus menguasainya. semakin rajin membaca dari berbagai ilmu dan semakin rajin kita menulis ide kedalam buku akan seakin cerdaslah orang itu. teknologi semakin berkembang dan jaringan komunikasi sudah menambah ke mana-mana mulai dari perkotaan sampaike pelosok-plosok desa. Setelah menamatkan sekolah dasar dan melanjutkan ke jenjang berikutnya . Media televisi dan internet telah menyelinap ke mana-mana mulai dari kota-kota besar sampai ke pelosok pedesaan. keterampilan menyimak. Anak bisa berdiskusi. moral . di lereng-lereng gunung terpasang canel ini ibarat sebuah pepatah lama “ibarat sendawan besi tumbuh dimusim . Semakin cerdas seseorang dalam menyimak informasi. sehinggga kecepatan informasi lebih cepat dari denyut nadi kita. di atas pematang sawah. berbicara. siswa dapat menyerap ilmu yang dibacanya. Dengan memiliki keterampilan membaca baik.

pengajar dan sekaligus pekerja. nyaman dan sejuk. waktunya maupun dari segi kemasannya. Kreatif dan aktifitas guru dan sangat dituntut dalam hal ini. Perpustakaan umum dan sekolah sudah ada. Ruang pustaka harus lebih nyaman dari ruang kelas apalagi ruang kepala sekolah. Sedang ruang pustaka sangat tidak menarik untuk dilihat apalagi untu dimasuki. Kita dapat memperolehnya dengan mudah dan murah. Tinggal. kaset. Saat ini. Jarang pustaka sekolah dikemas seperti ruang kepala sekolahnya yang lebih menarik. siswa lebih terhormat dan seharusnya lebih dihormati. Cerita-cerita sastra dapat ditonton setiap hari. Cerita drama atau sinetron film. Mobil pustaka ini menyebar di pasar-pasar. Mengapa ruang guru dan kepala sekolah SD lebih indah dan dari ruang pustaka/ Buku-buku cerita sastra anak sudah menyebar kemana-mana. sandi wara tradisional sering menghiasi layar televisi kita baik yang berasal dari indonesia maupun dari luar negri. kalau ditanya mereka akan menjawab bahwa perpustakaan sekolah sangat penting.kdituntut dalam hal ini. Siaran-siaran ini sangat beragam. ilmu menyebar dimana-mana dan dalam berbagai disiplin termasuk buku sastra. baik dari segi nama acaranya. Terkadang. Puisi-puisi sering diperdengarkan juga dilayar televisi yang tentu sasa sudah dikemas dengan menarik. setiap jam dan malahn setiap detik. sudah ada pustaka mobil. medianya lebih menarik dan canggih. Mereka menggunakan istilah jemput bola dan tidak lagi mencari buku dan menunggu di ruang pustaka yang relatif pengap. apakah guru mau menfasilitasinya. kemasan yang dipertontonkan oleh televisi dan internet tidak atau kurang sesuai dengan dengan budaya setempat yang agamis. bagaimana guru memanfaatkan dan melibatkan anak. Cerita-cerita anak sudah dikemas sedemikian rupa dalam kaset tape atau video. Di pustaka. Tinggal. CD telah tersebar di mana-mana. Para guru tidak perlu lagi mencari-car media karena semuanya sudah tersedia di pasar. menyebar dimana-mana dan dapat digunakan. Di samping televisi dan internet. Melalui televisi dan internet orang dapat mencari informasi apa saja dengan harga yang murah hampir terjangkau oleh siapa saja dan dimana saja. radio. Padahal. emarau “. Sistem guru kelas yang diterapkan pada saat ini sangat terbantu dengan adanya perpustakaan sekolah. . Canel-canel ini dapat merekam berbagai siaran baik siaran dalam negri maupun manca negara. Toko-toko buku sdah semakin banyak dan judul yang disampaikan atau ditawarkan amat beragam. di daerah tertentu. Pada saat ini kepala sekolah termasuk guru-guru belum menggap pustaka sebagai sebagai sarana penting dan seharusnya ditata lebih baik. Seharusnya. Kepala sekolah dan guru adalah pendidik. dan pengabdi siswa.

sosial. Scarr dikutip Borich (1992:56) menjelaskan bahwa ada dua faktor penyumbang kecerdasan anak belajar di sekolah yakni IQ 35% dan kompetensi sosial 75%. berbicara. umur. agama dan budaya yang berbeda sering menimbulkan keterbedaan pula. Bertambahnya kosakata anak akan menambah kecerdasan anak seperti yang disampaikan Scarr bahwa pengetahuan latar atau skemata dapat menyumbang kecerdasan anak. ada yang cerda sains dan matematika. dan ada juga yang cerdas diplomasi dan setiap orang hanya bisa mengembangkan satu atau lebih kecerdasan dengan maksimal. Alasan kebijakan dan gaji guru tidaklah menjadi alasan dan pemerintah memperhatikan itu. ada yang cerdas musik. membaca dan menulis karya sastra? Sarana yang lengkap `yang diberikan sekolah dan kemajuan teknologi belum menjamin guru merasa tertarik untuk menggerakkan hati siswa dalam menggemari kegiatan menyimak. kualitas pengajaran. ada yang cerdas emosi. Pendapat piaget tentang perkembangan bahasa anak. keterampilan sosial. Benar apa yang menjadi keluhan guru tentang keterbatasan kecerdasan. gaji belum mencukupi dan perbedaan kecerdasan anak di dalam kelas. ada yang cerdas olah tubuh. dkk. Kompetensi sosial meliputi motivasi. Gardner dan Scarr tentang inteligensi dan Vygotsky tentang ZPD menunjukkan bahwa pengetahuan bahasa anak bisa berkembang melalui cara-cara tertentu. Pada saat itulah guru memberikan berbagai tugas bacaan sastra baik puisi. kesehatan. (1997:640) menyatakan bahwa siswa yang berada dalam kelas memiliki tingkat dan ragam kecerdasan yang berbeda-beda seperti ada yang cerdas bahasa. . Seperti dikatakan Gardner s dikutip Burn.Apakah keberagaman kecerdasan dan gaya anak belajar akan menghambat kegemaran anak dalam menyimak. Belum lagi cara anak menerima atau menyerap ilmu juga dengan cara yang berbeda-beda seperti ada yang audial atau setelah menyimak dia mengerti atau visual atau setelah melihat sesuatu baru menyerap dan ada yang kinesteik baru mengerti setelah dia memegang barang atau bendanya. Belum lagi keterbedaan jenis kelamin. prosa atau drama. Pendapat Gardner menyatakan bahwa anak sudah memiliki tujuh kecerdasan yang dapat ditumbuh kembangkan termasuk kecerdasan bahasa. berbicara. Kecerdasan ini tidak berarti apa-apa kalau anak tidak memiliki kosakata yang mencukupi untuk mencukupi perbendaharaan pembicaraan. pengetahuan latar. berbicara. ada yang cerdas spatial. Guru sering beralasan bahwa mata pelajaran yang harus diajarkan terlalu banyak karena kebijakan guru kelas. membaca dan menulis karya sastra. ekonomi. emosional yang baik dan dukungan keluarga. membaca dan menulis sastra. melalui bacaan ini kosakata anak akan bertambah. Siswa perlu motivasi yang banyak dan berulang-ulang dari guru agar menggemari menyimak.

000 kosakata maka setelah menyelesaikan SD kosakata anak mencapai 20. (4) Siswa belajar untuk berbagi tanggung jawab. Smith dikutip Cox (1997:13) menyatakan bahwa pembaca dewasa harus menguasai 50.000 kosakata dan lulusan perguruan tinggi 156. Goodman dikutip Santoso (2008:23) menjelaskan ciri-ciri kelas Whole Language yakni (1) Kelas penuh dengan barang cetak.hasil tulisan itu dibaca dan setelah itu selalu dibicarakan dan begitulah terus menerus.000 kosakata/tahun berarti kosakata anak mencapai 18. Dalam perkembangan anak.000 kosakata dan Geldia dikutip Cox (1997:14) menyatakan bahwa tamatan SMA harus menguasai 80. Kita dapat menggunakan pendekatan Whole Language dalam pembelajaran. sebelum siswa memasuki sekolah anak sudah memiliki 2. Menurut Hurlock (2000:185).000. dan (7) Ada refleksi atau balikan.Berapa jumlah kosakata anak setelah menyelesaikan SD? Herman dan Anderson dikutip Cox (1997:14) menyatakan bahwa kosakata anak SD dapat mencapaik 3000/tahun.000 kata memudahkan anak mengikuti pelajaran di SMP. Jadi guru-guru harus dapat menyiapkan media yang beragam dengan model pembelajaran yang beragam agar kosakata anak dapat meningkat dari waktu kewaktu. Pendapat ini menunjukkan tanpa perbendaharaan kosakata yang mencukupi untuk berbagai disiplin seseorang tidak begitu cerdas dan sulit berbuat sesuatu. (3) Belajar sesuai dengan tingkat kemampuan masingmasing. Kalu dihitung rata-rata 3. (6) Siswa berani mengambil resiko. ada tiga hal penting yang saling berhubungan dalam perkembangan bicara ini. Saat kita menyimak tentu ada orang lain yang menulis simakan kita. Keempat keterampilan berbahasa diajarkan secara terpadu dan jangan dipisahkan. . (5) Siswa terlibat secara aktif.000 kata. Perpustakaan sekolah perlu diperankan. Bahasa menjadi sarana penting untuk berkomunikasi. Keempat keterampilan berbahasa ini ibarat dua sisi mata uang yang bersebelahan antara satu dengan yang lain tidak dapat dipisahkan. kualitas dan kuantitas buku perlu diperhatikan dan ruang pustaka haru kondusif.000. perkembangan bahasa tidak bisa dilepaskan dari perkembangan bicara.000 kosakata. untuk mempercepat anak menguasai 18. (2) Guru dan siswa sebagai model belajar. Seandainya. Dengan modal 20. dan pengembangan kalimat. yaitu pengucapan¸pengembangan kosa kata.

Selain peran-peran tersebut. yaitu melalui perbendaharaan kosa kata yang sering didengarnya. atau menirukan gerak. kedewasaan ditentukan dengan ciri – ciri tertentu yang kalau wanita menstruasi umur mencapai lebih kurang 12 bagi yang subur bisa sebelum itu dan kalau laki – laki mendapat mimpi yang mengeluarkan air mani dan biasanya terjadi pada usia lebih kurang 13 tahun. dan sebagainya. siapa pun yang bersalah harus dihukum biarpun dia masih anak kecil. Banyak anak masuk penjara karena dianggap melanggar aturan atau hukum. Negara kita negara hukum jadi. Selain melalui kosa kata. Jika hal ini sering dilakukan maka lambat laun konsentrasi anak pun menjadi terbentuk lebih stabil.Bagaimana cerita dapat mengembangkan aspek bahasa anak? Cerita juga dapat mengembangkan kemampuan berbahasa. Pendapat ini menunjukkan bahwa moral baik dan buruk anak tidak dibawa sejak lahir tapi diserapnya setelah dia bersentuhan dengan lingkungan. Melalui aktivitas bercerita. Lebih dari itu. Sebagai sarana melatih konsentrasi. Cerita dapat menjadi terapi bagi lemahnya konsentrasi anak. . Semakin banyak kosa kata yang dikenalnya. kemampuan berbahasa secara baik dan benar akan diperoleh anak jika si pencerita mampu bercerita dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar juga. misalnya dengan memberi pertanyaan. Peran-peran itu dapat dieksplorasi lagi sehingga kekayaan peran cerita dalam kehidupan anak akan lebih tergali lagi. menyimak mimik dan gerak si pencerita. yaitu bagaimana berbahasa ketika suasana sedih. berteriak. membahgiakan. atau memberi komentar di sela-sela bercerita. Selain dengan cerita yang menarik dan penampilan yang ekspresif. cerita juga memiliki manfaat untuk melatih konsentrasi anak. Bagi seorang warga negara ukuran moral tidak tergantung dewasa atau tidak. Pemanfaatan Sastra Anak dalam Pengembangan Moral Anak Anak seusisa SD atau usia 6 – 11 tahun belum tergolong manusia terkena dosa karena pembatasan pembatasan umur yang di tetapkan belum tergolong dewasa usia dewasa. menirukan suara binatang. John Lock dan beberapa ahli ilmu jiwa anak berpendapat bahwa anak yang baru lahir ibarat seperti kertas putih. hal ini juga harus diimbangi oleh kemampuan si pencerita dalam menghidupkan cerita. si pencerita juga dapat melibatkan anak dalam aktivitas berceritanya. kemampuan berbahasa ini juga dapat diasah melalui ketepatan berbahasa sesuai dengan suasana emosi. Secara agama . B . mengharukan. semakin banyak juga konsep tentang sesuatu yang dikenalnya. Dari uraian di atas tampaklah peran cerita dalam perkembangan anak. anak terbiasa untuk mendengar.

Anak perlu bimbingan dari berbagai pihak agar anak tidak melakukan perbuatan yang melanggar moral. yaitu peraturan sebagai pedoman perilaku. Disiplin ini diharapkan mampu mendidik anak untuk berperilaku sesuai dengan standar yang ditetapkan kelompok sosial. yaitu : (1) peran hukum. pemahaman atas nilai moral ini semakin meningkat. Kebalikan yang berbuat jahat adalah neraka. Rasa bersalah berperan sebagai evaluasi diri yang bersifat negatif yang yang terjadi pada anak yang perilakunya berbeda dengan nilai moral yang wajib dipenuhi.Lingkunganlah yang membentuk anak itu bermoral baik dan buruk. Dengan interaksi sosial. kebiasaan. Lingkungan yang di maksud disini adalah sekolah . Hati nurani bagi anak berperan untuk mengetahui yang benar dan yang salah. menurut Hurlock (1998:75-78) ada empat hal yang harus diperhatikan. tidak boleh mencuri . Penanaman nilai moral pada anak dapat dilakukan dengan penanaman disiplin. Rasa malu berperan sebagai pengendali jika anak mendapatkan penilaian negatif karena perilakunya. Setiap agama memiliki aturan yang ketat yang hampir kurang lebih sama seperti tidak boleh berjudi . Untuk menanamkan pendidikan moral pada anak. (2) peran hati nurani. Pajangan yang mereka lihat dari berbagai media cetak . Pemahaman anak atas hukum. tidak boleh berbohong . menipu dan sebagainya. dan penghargaan untuk perilaku yang baik. dan peraturan akan membantunya memahami aturan bermoral dalam lingkungan sosial. atau melihat langsung kejadian akan berpengaruh besar terhadap perkembangan moral anak. kebiasaan. tidak boleh berzina . dan peraturan. Setiap orang tahu tentang neraka dan surga tetapi setiap orang pula sering melupakan itu. hukuman untuk pelanggaran peraturan. dan (4) peran interaksi sosial. konsistensi dalam cara yang digunakan untuk mengajarkannya dan memaksanya. rumah atau masyarakat. Setiap agam memilki cara – cara yang baik yang harus dapat diikuti umatnya dan dijanjikan tempat yang sangat baik apabila kelak yakni surga. . televisi . (3) peran rasa bersalah dan rasa malu. tidak boleh minum – minuman keras . Menurut Hurlock (1998:84) ada empat unsur pokok dalam penanaman disiplin ini.

Kata kunci untuk kebaikan adalah kalau berkata – kata selalu benar. kepekaan terhadap kesalahan. Melalui cerita – cerita atau puisi ini akan membawa kesan tersendiri dan mendalam bagi anak yang pada dasarnya sudah baik. kepekaan untuk menghormati yang tua dan menyayangi yang muda. Anak – anak tidak semuanya beruntung dalam sosial ekonomi tetapi moral baik atau tidak baik tidak banyak tergantung pada lingkungan saja tetapi pada anak itu sendiri. Setiap hari dia dipajankan dengan sesuatu yang baik akan membawa dampak yang baik. kepekaan untuk meminta maaf dan memaafkan. Cerita – cerita tentang keagamaan akan banyak merubah moral anak dari keadaan yang tidak baik dan baik. Pantun berikut menanamkan moral untuk bekerja keras. lambat laun dia akan terpengaruh dan malahan dia mengikutinya. Sikap malin kundang yang durhaka ini menyebabkan ibunya berang dan malin kundang dikutuknya menjadi batu. Tanpa kerja keras sita – sita yang telah kita buat akan menjadi kandas seperti pantun berikut : Berburu ke padang ajar Mendapat rusa belang kaki Berguru kepalang ajar Bagai bunga kembang tak jadi . Pesan-pesan yang kental tentang penanaman disiplin. apabila berjanji tidak ingkar. dan selalu sabar apabila mendapat cobaan. kalau di beri kepercayaan tidak pernah berlaku curang. malin kundang legenda dari Sumatra Barat nilai moral dimana tokoh malin kundang yang tidak mengakui ibunya yang miskin sedangkan dia sudah menjadi juragan dan memiliki istri yang cantik. dan sebagainya dapat dititipkan melalui para tokoh cerita. Contohnya . Berakit – rakit dahulu Berenang –renang ke tepian Bersakit-sakit dahulu Bersenang – senang kemudian Secara gamblang anak akan tahu makna yang terkandung di dalamnya dan seketika itu juga dia menyadari bahwa kerja keras itu penting. Apabila disuguhkan atau pajankan pada anak dengan cerita yang tidak baik. Penanaman moralitas melalui cerita dianggap efektif karena cara ini berjalan dengan sangat alami tanpa anak merasa digurui.Bagaimana cerita dapat mengembangkan aspek moral? Cerita memiliki peluang yang sangat besar untuk menanamkan moralitas pada anak.

kesempurnaan dan keindahan tubuh manusia ini selalu menjadi perbincangan pengamat sosial . Tidak kalah menariknya apabila kita melihat keadaan manusia itu sendiri. Keajaiban . munafik . suku memiliki bentuk. Malahan tingkah laku tokoh dalam cerita sering ditiru dengan baiknya oleh anak. kulit untuk merasa dan lidah untuk mencicip. bohong . D. Badan yang memiliki berbagai komponen yang salah satunya hati untuk berkata hati. Membicarakan asal muasal manusia sudah agak kabur dan samar apalagi membahas penciptaannya . Imajinasi mereka ikut terbentuk dengan sendirinya setelah membaca atau menonton sebuah karya sastra yang disenanginya. Kesempatan penuh untuk bersosialisasi dengan orang lain tidak akan terlaksana apabila sebagian besar waktu untuk diri sendiri. Semua manusia sepakat dan yakin bahwa manusia telah diciptakan bukan tercipta sendiri.C. cemburu . Pemanfaatan Sastra Anak dalam Pengembangan sosial Anak Hurlock dikutip Mustakim (2005 :164) menyatakan perkembangan sosial ada 4 faktor untuk menjadi pribadi yang dapat bermasyarakat : 1. puitis. berbudi .1)menyatakan bahwa kata estetika berasal dari kata aisthetika berarti penerapan indra atau sense of percertion. sepasang mata untuk melihat. Anak memiliki panca indra seperti sepasang telinga untuk mendengar.3. Keindahan yang terpancar lewat lekuk tubuh manusia memiliki nilai seni dan jual yang tinggi. Imajinasi ini sering membawa seorang kreatif dan menghasilkan sesuatu yang lain dan terkadang lebih bagus dari sumber inspirasinya. . cinta . Ada juga yang ikut terjun dan membaur kedalamnya seperti menyanyi . culas . Sebagian orang beranggapan bahwa estetika identik dengan keindahan. Baumagarten di kutip Sukarya (2010 : 1. Karya sastra ini terkadang amat berpengaruh pada daya estetika anak seusia SD. rupa yang beragam tetapi namanya tetap manusia. Prilaku ditunjukkan manusia seperti perasaan gembira . Setiap negara. Kerangka tubuh yang terbentuk sangat serasi mulai dari kepala badan yang memiliki berbagai komponen termasuk otak untuk berfikir dan merasa. satu hidung untuk mencium . Penciptaan manusia oleh Tuhan tetap misterius walau sudah ada bayangan kasarnya tetapi tetap dalam samar. perkasa. Pemanfaatan Sastra Anak dalam Pengembangan Estetika Anak Estetika diartikan sebagai suatu cabang filsafat yang memperhatika atau berhubungan dengan gejala yang indah pada alam dan seni. sedih . ekonomi dan seni. mesti lebih kabur dan samar lagi. Anak adalah sosok manusia yang kecil yang penciptaanya sangat sempurna.

Kehidupan sosial dapat dilatih dengan menyayangi mahluk lain seperti puisi berikut . dukungan social dari teman-temannya. memikirkan diri sendiri.2. Anak akan belajar sosialisasi bila mereka mempunyai motivasi untuk melakukan hubungan 4. mulai mengerti arti saling membantu dan berbagi. kerja sama. simpati. Menurut Hurlock (1998:81). kecenderungan terhadap pola-pola itu akan mengalami perubahan. Hamsterku Hamsterku Kau sangatlah lucu Ku sayang padamu Hamsterku Apa kamu sayang padaku Apa pun jawabanmu Ku tetap sayang padamu Hamsterku Bulumu lembut Wajahmu lucu . agresif. Dalam keadaan bersama – sama . baik dengan orang tua. empati. sekolahdan masyarakat harus dimiliki anak dalam masa pertumbuhan dan perkembangan. mementingkan diri sendiri. persaingan. Sroufe dkk. dan berbagi. Seiring dengan bertambahnya usia. dan teman bermainnya. Anak-anak mengembangkan aktivitas sosialnya melalui pergaulan atau hubungan sosial. (1996:461-464) berpendapat bahwa seiring dengan meluasnya hubungan sosialnya. orang tua perlu menanamka sikap sosial sebagaimana kodrat manusia yang membutuhkan interaksi dengan mahluk sosial lain. Perilaku tidak sosial tersebut adalah negativisme. dan pertentangan seks. anak – anak tidak hanya harus mampu berkomunikasi dengan kata – kata yang harus dimengerti orang lain. perilaku berkuasa. Dalam kehidupan sosialnya. Dalam lingkungan keluarga. anak akan memiliki teman yang lebih banyak. Pemahaman perkembangan sosial dari dari kehidupan berkeluarga . serta mulai mengerti adanya konflik dalam persahabatan dan adanya pendukung yang akan memperkuat persahabatan. anak mulai mengerti loyalitas dan pengertian. anggota keluarga. Metode belajar yang efektif dengan bimbingan adalah penting. Dengan teman yang banyak tersebut. 3. merusak. kemampuan sosialisasi anak akan selalu meningkat. perilaku sosial anak-anak dapat dikategorikan menjadi dua pola yaitu pola perilaku sosial dan tidak social. mulai mengerti bahwa teman bisa memberikan dukungan (support). Perilaku sosial tersebut adalah meniru.

Bukan hanya empati sosial.Ku suka bermain denganmu Hamsterku Maafkan aku Terkadang lupa padamu Terkadang kulupa memberimu makan Hamsterku Kini kau telah tiada Semoga Tuhan mengijinkan kita Untuk bertemu di sana Hamsterku Ku tak akan lupa padamu Ku tahu kau hanyalah seekor hamster Tapi ku tak melupakanu Terkait dengan hal ini . apalagi sebuah cerita pasti mengandung pesan-pesan yang dalam. Dalam cerita anak. belajar percaya pada orang-orang di sekitarnya. banyak cerita sastra yang membicarakan kehidupan sosial yang dapat dijadikan contoh. mampu berkomunikasi dengan baik dengan orang lain. Sebagai contoh. Berbagai karakter dan berbagai reaksi yang muncul pada tokoh-tokoh cerita tersebut dapat dipelajari oleh anak. maka anak akan belajar memunculkan empati sosial di dalam dirinya. Banyak aspek sosial lain yang bisa ditanamkan kepada anak melalui cerita. Jika hal ini diulang-terus menerus dalam berbagai variasi cerita. Bagaimana cerita dapat mengembangkan aspek sosial anak? Cerita tidak mungkin dibangun hanya oleh satu tokoh. dan sebagainya. adanya hubungan cinta antara penduduk lokal dengan warga pribumi menendakan hubungan sosial sangat terjaga. munculnya tokoh yang miskin dan penuh penderitaan akan memunculkan reaksi dari tokoh yang lain dalam bentuk pertolongan dan rasa simpati. Di samping itu. melalui cerita anak juga dapat belajar bekerja sama dengan teman-temannya. tokohtokoh itu saling berkomunikasi dan bersosialisasi satu sama lain. Laskar pelangi telah menyiratkan adanya hubungan sosial yang baik yang ditunjukkan warga pribumi di Belitung saat ini. . Munculnya berbagai tokoh dalam cerita mencerminkan kebersamaan dalam kehidupan sosial.

Dengan memasukkan unsur moral . Memlalui cerita – cerita maupun puisi akan membawa kesan tersendiri dan mendalam bagi anak yang pada dasarnya sudah baik.Penutup Kesimpulan Karya sastra yang disajikan baik melalui proses belajar maupun pajangan secara tidak langsung melalui media yang ada kepada anak didik. manfaat ini tidak hanya dapat dirasakan saat ini melainkan juga dapat berdampak jauh sehingga akan menjadi pemacu dan pemicu mereka untuk kehidupan di masa yang akan datang. dan sosial. Hendaklah membawa manfaat bagi mereka . . estetika . bahasa .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful