P. 1
MAKALAH BIOKIMIA LIPID PROTEIN KABOHIDRAT

MAKALAH BIOKIMIA LIPID PROTEIN KABOHIDRAT

|Views: 345|Likes:
Published by Arin Arrin Arinn
Berisi tentang struktur dan fungsi
Berisi tentang struktur dan fungsi

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Arin Arrin Arinn on Apr 07, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/08/2014

pdf

text

original

MAKALAH BIOKIMIA

HUBUNGAN METABOLISME KARBOHIDRAT, METABOLISME PROTEIN, DAN METABOLISME LIPIDA PADA HEWAN

KELOMPOK 4 Anggota : Sulthon Nurur Rizki Marina Corselia Savitri Amalia Citra Dewanti Bona Ari Swasti R Rr. Diah Nibras I. M. P 125130100111034 125130100111035 125130100111036 125130100111037 125130100111038

PROGRAM KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2012

Malang. Dengan adanya makalah ini. 3 Desember 2012 Penulis. penulis berharap dapat membantu memberikan informasi tentang hubungan berbagai metabolisme yang terjadi pada hewan. M. Metabolisme Protein. AppSc yang telah membimbing dalam proses penyelesaian makalah ini. . karena atas rahmatNya makalah biokimia tentang “Hubungan Metabolisme Karbohidrat. Tidak lupa juga terima kasih penulis ucapkan pada dosen pembimbing biokimia Dra.KATA PENGANTAR Terima kasih penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. dan Metabolisme Lipida pada Hewan” ini dapat terselesaikan tepat waktu. Anna Rosdiana.

1. karbohidrat.PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Metabolisme sel adalah proses-proses pengubahan biokamis yang terjadi di dalam sel dan dapat di bedakan menjadi anabolisme atau penyusunan dan katabolisme atau penguraian. Dalam makalah ini kami akan membahas tentang hubungan antara metabolisme karbohidrat. . akan tetapi katabolismenya mempunyai kesamaan dengan sel tumbuhan meliputi peristiwa respirasi.2 Rumusan Masalah 1. Bagaimana jalannya metabolism lipida pada hewan? 1.3 Tujuan Makalah ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana jalannya metabolisme karbohidrat. 1. protein. dan lemak bersama-sama vitaminvitamin. Bagaimana jalannya metabolism karbohidrat pada hewan? 2. dan lipida yang terjadi pada hewan. dan metabolisme lipida pada hewan. garam-garam dan air. yaitu pembokaran zat-zat makanan menjadi energi. Tanaman dan binatang mengambil makanan yang terdiri atas protoplasma yang dibuat dari bahan protein. Bagaimana jalannya metabolism protein pada hewan? 3. Air dan garam anorganik diserap dari saluran pncernaan tanpa perubahan tetapi material protoplasmatis harus diubah sebelum dipergunakan. metabolisme protein dan metabolisme lipida pada hewan. metabolisme protein. Sistim pencernaan ini merupakan suatu laboratorium. Penyusunan pada sel-sel hewan tidak seperti yang dalam sel tumbuhan.4 Manfaat Manfaat yang dapat diperoleh dari penulisan makalah ini yaitu diharapkan dapat menambah pengetahuan pembaca tentang metabolisme karbohidrat.

Bakteri kemoautotrof ini akan mengoksidasi senyawa-senyawa tertentu dan energi yang timbul digunakan untuk asimilasi karbon. dan tidak diperlukan klorofil. Sintesis Protein . Energi yang digunakan dalam reaksi ini dapat berupa energi cahaya ataupun energi kimia. Berdasarkan prosesnya metabolisme dibagi menjadi 2. Beberapa macam proses anabolisme yang terjadi pada hewan diantaranya: 1. Proses ini membutuhkan energi dari luar. dalam proses ini energi yang diperlukan tersebut tidak hilang. karbohidrat dapat dibentuk dari lemak dan protein dan seterusnya. Sebagian besar pertemuannya berlangsung melalui pintu gerbang utama siklus (daur) Krebs. ketiga zat tersebut bertemu di dalarn daur Krebs.1 Metabolisme Metabolisme adalah proses-proses kimia yang terjadi di dalam tubuh makhluk hidup/sel. Energi tersebut. karena metabolisme terjadi selalu menggunakan katalisator enzim. 3. Selain itu juga. Anabolisme Anabolisme adalah suatu peristiwa perubahan senyawa sederhana menjadi senyawa kompleks. anabolisme adalah proses sintesis molekul kompleks dari senyawa-senyawa kimia yang sederhana secara bertahap. 2. Kemosintesis Kemosintesis adalah proses asimilasi karbon yang energinya berasal dari reaksi-reaksi kimia. karena dalam metabolisme.PEMBAHASAN 2. energi kimia untuk kemosintesis. misalnya bakteri. selanjutnya digunakan untuk mengikat senyawa-senyawa sederhana tersebut menjadi senyawa yang lebih kompleks. tetapi tersimpan dalam bentuk ikatan-ikatan kimia pada senyawa kompleks yang terbentuk. Organisme disebut kemoautotrof. yaitu Asetil Ko-enzim A. Umumnya dilakukan oleh mikroorganisme. Lemak dapat dibentuk dari protein dan karbohidrat. Sintesis Lemak Lemak dapat disintesis dari karbohidrat dan protein. Jadi. Akibatnya ketiga macam senyawa tadi dapat saling mengisi sebagai bahan pembentuk semua zat tersebut. nama lain dari anabolisme adalah peristiwa sintesis atau penyusunan. misalnya : energi cahaya untuk fotosintesis. Metabolisme disebut juga reaksi enzimatis. yaitu : a. Anabolisme memerlukan energi.

atau ke dalam bentuk glukosalah karbohidrat dikonversi di dalam hati. dalam senyawa lipid kompleks tertentu dan dalam bentuk gabungan dengan protein. serta dari glukosalah semua bentuk karbohidrat lain dalam tubuh dapat dibentuk.2 Metabolisme Karbohidrat Glukosa merupakan karbohidrat terpenting. Peristiwa yang dialami unsur-unsur makanan setelah dicerna dan diserap adalah Metabolisme Intermediate. . Termasuk didalamnya reaksi pemecahan dan oksidasi molekul makanan seperti reaksi yang menangkap energi dari cahaya matahari. Glukosa sebagai bahan bakar utama akan mengalami glikolisis (dipecah) menjadi 2 piruvat jika tersedia oksigen. Sintesis protein dalam sel dapat terjadi karena pada inti sel terdapat suatu zat (substansi) yang berperan penting sebagai “pengatur sintesis protein”. Selanjutnya masing-masing piruvat dioksidasi menjadi asetil KoA. Substansi-substansi tersebut adalah DNA dan RNA. Dalam tahap ini dihasilkan energi berupa ATP. yang dapat digunakan organisme untuk melakukan aktivitasnya. 2. RNA dan Ribosom. galaktosa dalam laktosa susu. Fungsi reaksi katabolisme adalah untuk menyediakan energi dan komponen yang dibutuhkan oleh reaksi anabolisme. Setiap sel dari organisme mampu untuk mensintesis protein-protein tertentu yang sesuai dengan keperluannya. Dalam tahap ini dihasilkan energi berupa ATP. ribose dalam bentuk asam nukleat. Dalam bentuk glukosalah massa karbohidrat makanan diserap ke dalam aliran darah. yaitu glikoprotein serta proteoglikan. Jadi metabolisme intermediat mencakup suatu bidang luas yang berupaya memahami bukan saja lintasan metabolik yang dialami oleh masing-masing molekul. Unsur ini diubah menjadi karbohidrat lain dengan fungsi sangat spesifik. Katabolisme Katabolisme adalah serangkaian reaksi yang merupakan proses pemecahan senyawa kompleks menjadi senyawa-senyawa yang lebih sederhana dengan membebaskan energi. b. melibatkan DNA. Pada dasarnya protein adalah suatu polipeptida. Glukosa merupakan bahan bakar metabolik utama bagi jaringan mamalia (kecuali hewan pemamah biak) dan bahan bakar universal bagi janin. Secara ringkas. jalur-jalur metabolisme karbohidrat dijelaskan sebagai berikut: 1. misalnya glikogen untuk simpanan.Sintesis protein yang berlangsung di dalam sel. tetapi juga interelasi dan mekanisme yang mengatur arus metabolit melewati lintasan tersebut. 2. Penggabungan molekul-molekul asam amino dalam jumlah besar akan membentuk molekul polipeptida.

5. Jika glukosa dari diet tak tersedia dan cadangan glikogenpun juga habis. Metabolisme karbohidrat terdiri dari 3 fase: 1. maka karbohidrat harus dikonversi menjadi jaringan lipid sebagai cadangan energi jangka panjang. Fosforilasi Oksidatif . Jika sumber glukosa berlebihan. maka sumber energi non karbohidrat yaitu lipid dan protein harus digunakan. Asetil KoA akan masuk ke jalur persimpangan yaitu siklus asam sitrat. Siklus Kreb 3. melainkan akan dirangkai menjadi polimer glukosa (disebut glikogen). Jalur ini dinamakan glukoneogenesis (pembentukan glukosa baru) karena dianggap lipid dan protein harus diubah menjadi glukosa baru yang selanjutnya mengalami katabolisme untuk memperoleh energi. maka glikogen dipecah menjadi glukosa. Glikogen ini disimpan di hati dan otot sebagai cadangan energi jangka pendek. 6. Jika terjadi kekurangan glukosa dari diet sebagai sumber energi. Selanjutnya glukosa mengalami glikolisis. Dalam tahap ini dihasilkan energi berupa ATP. 4. diikuti dengan oksidasi piruvat sampai dengan siklus asam sitrat. Jika kapasitas penyimpanan glikogen sudah penuh. Glikolisis 2. melebihi kebutuhan energi kita maka glukosa tidak dipecah.3.

GLIKOLISIS   Proses perubahan glukose menjadi asam piruvat atau asetil coenzim-A Glikolisis terjadi di sitoplasma         Glukose tidak dapat langsung diffusi ke sel Glukose harus berikatan dulu dengan carrier: G + C → GC → GC dapat berdiffusi kedalam sel Didalam sel GC → G + C C keluar sel lagi untuk mengikat G yang lain → sampai semua G masuk sel Proses ini dipercepat oleh H. jika H. Insulin. Insulin kurang → proses masuknya G kedalam sel lambat → G menumpuk didalam darah → DM G di sitoplasma mengalami fosforilasi → glukose 6-PO4 (enzim glukokinase) Fruktokinase → fruktose → fruktose 6-PO4 Galaktokinase → galaktose → galaktose 6-PO4 .

    Glikolisis: proses perubahan glukose menjadi asam piruvat atau asam laktat Glikolisis terdiri 2 lintasan: Katabolisme glukosa (glikolisis) melalui triose (dihidroksi aseton fosfat atau gliseraldehid 3-PO4) disebut lintasan Embden Meyerhof Katabolisme glukosa (glikolisis) melalui 6-fosfoglukonat disebut lintasan oksidatif langsung (pintas heksosmonofosfat) SIKLUS KREBS     Proses perubahan asetil co-A → H Proses ini terjadi didalam mitokondria Pengambilan asetil co-A di sitoplasma dilakukan oleh: oxalo asetat → proses pengambilan ini terus berlangsung sampai asetil co-A di sitoplasma habis Jika dalam asupan nutrisi kekurangan KH → akan kekurangan oxaloasetat .

karena biasanya terdapat pada penderita DM → koma diabeticum . aseton dan asam β hidroksi butirat → disebut Badan Keton Meningkatnya badan keton didalam darah → ketosis Badan keton bersifat racun bagi otak → koma.   Kekurangan oxaloasetat → pengambilan asetil co-A di sitoplasma terhambat → asetil co-A menumpuk di sitoplasma Penumpukan asetil co-A → berikatan sesama asetil co-A → asam aseto asetat Asam aseto asetat → senyawa tidak setabil → mudah mengurai: aseton + asam β hidroksi butirat    Ketiga senyawa: asam aseto asetat.

FOSFORILASI OKSIDATIF   Dalam proses rantai respirasi dihasilkan energi yang tinggi → energi tsb ditangkap oleh senyawa yang disebut ATP Fosforilasi oksidatif adalah proses pengikatan fosfor menjadi ikatan berenergi tinggi dalam proses rantai respirasi  Fosforilasi oksidatif: proses perubahan ADP → ATP dengan cara mengambil energi yang dihasilkan Rantai Respirasi (reaksi H + O2 → H2O) RINGKASAN METABOLISME KARBOHIDRAT .

Contoh dari protein turnover. Protein Enzim Di dalam hati Di dalam plasma Hemoglobin Otot Kolagen Turnover rate (waktu paruh) 7-10 menit 10 hari 10 hari 120 hari 180 hari 1000 hari . Karena protein di dalam tubuh secara terus menerus diganti (protein turnover). Asam-asam amino dapat diperoleh dari protein yang kita makan atau dari hasil degradasi protein di dalam tubuh kita.3 Metabolisme Protein Kira-kira 75% asam amino digunakan untuk sintesis protein.Glikolisis: perubahan glukose → asam piruvat      R/ Glukose + 2 ADP + 2 PO4 → 2 asam piruvat + 2 ATP + 4 H Hasil utama glikolisis: asam piruvat Energi dihasilkan: 2 ATP Tempat reaksi glikolisis: sitoplasma Terdiri 2 lintasan: Embden Meyerhof dan Heksosmonofosfat Siklus Kreb: perubahan asetil co-A → H      R/ 2 Asetil Ko-A + 6 H2O + 2 ADP → 4 CO2 + 16 H + 2 Ko-A + 2 ATP Hasil utama: H Energi dihasilkan: 2 ATP Tempat berlangsung: mitokondria Sisa metabolisme CO2 berasal dari hasil samping Siklus Krebs/ Siklus Asam Sitrat/ Siklus Asam Trikarboksilat Fosforilasi oksidatif: proses perubahan ADP → ATP dengan cara mengambil energi yang dihasilkan Rantai Respirasi (reaksi H + O2 → H2O)   R/ 2 H + ½ O2 + 2e + ADP → H2O + ATP Energi yang dihasilkan: 34 ATP Total hasil energi metabolisme karbohidrat: 38 ATP 1. Degradasi ini merupakan proses kontinu. tercantum pada tabel berikut.

 Jalur metabolik utama dari asam amino Jalur metabolik utama dari asam-asam amino terdiri atas pertama. asam amino memerlukan pelepasan gugus amin. Deaminasi oksidatif Pelepasan amin dari glutamat menghasilkan ion amonium Ringkasan skematik mengenai reaksi transaminasi dan deaminasi oksidatif Setelah mengalami pelepasan gugus amin. Dengan peran enzim karbamoil fosfat sintase I. asam-asam amino dapat memasuki siklus asam sitrat melalui jalur yang beraneka ragam. ion amonium bereaksi dengan CO2 menghasilkan karbamoil fosfat. L-argininosuksinat dipecah menjadi fumarat dan L-arginin . Tidak seperti karbohidrat dan lipid. 3. Keempat adalah sintesis protein dari asam-asam amino. Dalam siklus ini dihasilkan urea yang selanjutnya dibuang melalui ginjal berupa urin. Jalur-jalur metabolik utama asam amino  Katabolisme asam amino Asam-asam amino tidak dapat disimpan oleh tubuh. Dengan peran enzim argininosuksinat sintase. Proses yang terjadi di dalam siklus urea digambarkan terdiri atas beberapa tahap yaitu: 1. karbamoil fosfat bereaksi dengan L-ornitin menghasilkan L-sitrulin dan gugus fosfat dilepaskan. L-sitrulin bereaksi dengan L-aspartat menghasilkan L-argininosuksinat. Tempat-tempat masuknya asam amino ke dalam sikulus asam sitrat untuk produksi energi Gugus-gugus amin dilepaskan menjadi ion amonium (NH4+) yang selanjutnya masuk ke dalam siklus urea di hati. Dalam raksi ini diperlukan energi dari ATP 2. pengambilan nitrogen dari asam amino. Kedua. Jika jumlah asam amino berlebihan atau terjadi kekurangan sumber energi lain (karbohidrat dan protein). Transaminasi Enzim aminotransferase memindahkan amin kepada α-ketoglutarat menghasilkan glutamat atau kepada oksaloasetat menghasilkan aspartat 2. Gugus amin ini kemudian dibuang karena bersifat toksik bagi tubuh. Dengan peran enzim argininosuksinat liase. Sedangkan ketiga adalah katabolisme asam amino menjadi energi melalui siklus asam serta siklus urea sebagai proses pengolahan hasil sampingan pemecahan asam amino. digesti protein diet serta sintesis asam amino di hati. tubuh akan menggunakan asam amino sebagai sumber energi. Dengan peran enzim ornitin transkarbamoilase. yaitu: 1. Ada 2 tahap pelepasan gugus amin dari asam amino. Reaksi ini membutuhkan energi dari ATP 4. produksi asam amino dari pembongkaran protein tubuh.

Selanjutnya sebagaimana asetil KoA dari hasil metabolisme karbohidrat dan protein. Badan-badan keton dapat menyebabkan gangguan keseimbangan asam-basa yang dinamakan asidosis metabolik. dengan rumus (CH3)3N+-CH2-CH(OH)-CH2-COO-. Asetil KoA sebagai hasil oksidasi asam lemak juga berpotensi menghasilkan badan-badan keton (aseto asetat. Di sisi lain. asam lemak dapat dioksidasi dalam proses yang dinamakan oksidasi beta. Gliserol ini selanjutnya masuk ke dalam jalur metabolisme karbohidrat yaitu glikolisis. Selanjutnya senyawa ini masuk ke dalam rantai respirasi membentuk dihidroksi aseton fosfat. asam lemak diaktifkan dengan dikatalisir oleh enzim asil-KoA sintetase (Tiokinase). Pada tahap awal. gliserol mendapatkan 1 gugus fosfat dari ATP membentuk gliserol 3-fosfat. Asetil KoA mengalami kolesterogenesis menjadi kolesterol.  Oksidasi asam lemak (oksidasi beta) Untuk memperoleh energi. .5. 2. Dengan adanya ATP dan Koenzim A. Selanjutnya kolesterol mengalami steroidogenesis membentuk steroid. hidroksi butirat dan aseton). Proses ini dinamakan ketogenesis. Asam lemak rantai panjang ini akan dapat masuk ke dalam mitokondria dengan bantuan senyawa karnitin. Sebelum dikatabolisir dalam oksidasi beta.  Langkah-langkah masuknya asil KoA ke dalam mitokondria dijelaskan sebagai berikut: o Asam lemak bebas (FFA) diaktifkan menjadi asil-KoA dengan dikatalisir oleh enzim tiokinase. penambahan H2O terhadap L-arginin akan menghasilkan L-ornitin dan urea. jika kebutuhan energi sudah mencukupi. asetil KoA dari jalur inipun akan masuk ke dalam siklus asam sitrat sehingga dihasilkan energi.  Metabolisme gliserol Gliserol sebagai hasil hidrolisis lipid (trigliserida) dapat menjadi sumber energi. Dengan peran enzim arginase. Keadaan ini dapat menyebabkan kematian. asetil KoA dapat mengalami lipogenesis menjadi asam lemak dan selanjutnya dapat disimpan sebagai trigliserida. Asam lemak bebas pada umumnya berupa asam-asam lemak rantai panjang.4 Metabolisme Lipida Proses oksidasi asam lemak dinamakan oksidasi beta dan menghasilkan asetil KoA. asam lemak harus diaktifkan terlebih dahulu menjadi asil-KoA. Beberapa lipid non gliserida disintesis dari asetil KoA. suatu produk antara dalam jalur glikolisis.

dan energi yang di hasilkan oleh oksidasi beta adalah 10 dibagi 2 dikurangi 1. Pada tahap ini terjadi rantai respirasi dengan menghasilkan energi 3P (+3P) o 4. . asil-KoA dikonversikan oleh enzim karnitin palmitoil transferase I yang terdapat pada membran eksterna mitokondria menjadi asil karnitin. Pada membran interna mitokondria terdapat enzim karnitin asil karnitin translokase yang bertindak sebagai pengangkut asil karnitin ke dalam dan karnitin keluar. o Setelah berada di dalam mitokondria. Selanjutnya terbentuklah asetil KoA yang mengandung 2 atom C dan asil-KoA yang telah kehilangan 2 atom C. Setelah menjadi asil karnitin. Telah dijelaskan bahwa asam lemak dapat dioksidasi jika diaktifkan terlebih dahulu menjadi asil-KoA. Dengan demikian sebuah asam lemak dengan 10 atom C. akan dimetabolisir dengan hasil -2 ATP (untuk aktivasi) + 20 ATP (hasil oksidasi beta) + 60 ATP (hasil siklus Kreb’s) = 78 ATP. yaitu 4 kali oksidasi beta. Proses aktivasi ini membutuhkan energi sebesar 2P. delta2-trans-enoil-KoA diubah menjadi L(+)-3-hidroksi-asil-KoA o 3. Aseto asetat. Asil karnitin yang masuk ke dalam mitokondria selanjutnya bereaksi dengan KoA dengan dikatalisir oleh enzim karnitin palmitoiltransferase II yang ada di membran interna mitokondria menjadi Asil Koa dan karnitin dibebaskan. Penghitungan energi hasil metabolisme lipid Dari uraian di atas kita bisa menghitung energi yang dihasilkan oleh oksidasi beta suatu asam lemak. Pada tahap ini terjadi rantai respirasi dengan menghasilkan energi 2P (+2P) o 2. hidroksi butirat dan aseton dikenal sebagai badan-badan keton. sehingga totalnya adalah 5 X 12 ATP = 60 ATP.o o o o Setelah menjadi bentuk aktif. Setiap asetil-KoA akan masuk ke dalam siklus Kreb’s yang masingmasing akan menghasilkan 12 ATP. asil-KoA akan mengalami tahaptahap perubahan sebagai berikut: o 1. Proses perubahan asetilKoA menjadi benda-benda keton dinamakan ketogenesis. Asil-KoA diubah menjadi delta2-trans-enoil-KoA. maka kita memerlukan energi 2 ATP untuk aktivasi. Sebagian dari asetil-KoA akan berubah menjadi asetoasetat. maka asetil-KoA yang terbentuk adalah 5 buah. barulah senyawa tersebut bisa menembus membran interna mitokondria. selanjutnya asetoasetat berubah menjadi hidroksi butirat dan aseton. berarti hasilnya adalah 4 x 5 = 20 ATP. Misalnya tersedia sebuah asam lemak dengan 10 atom C. Karena asam lemak memiliki 10 atom C. L(+)-3-hidroksi-asil-KoA diubah menjadi 3-Ketoasil-KoA. Asil KoA yang sudah berada dalam mitokondria ini selanjutnya masuk dalam proses oksidasi beta.

1 Kesimpulan Metabolisme pada hewan terbagi atas metabolisme karbohidrat. siklus Kreb dan fosforilasi oksidatif yang menghasilkan total 38 ATP. pengambilan nitrogen dari asam amino. digesti protein diet serta sintesis asam amino di hati. katabolisme asam amino menjadi energi melalui siklus asam. dan metabolisme lipid beserta reaksi-reaksinya sehingga pembaca bisa lebih memahamai tentang berbagai metabolisme yang terjadi pada hewan. yaitu Glikolisis. 3. metabolism protein. Metabolisme lipid terdiri atas metabolism gliserol dan oksidasi asam lemak (oksidas beta).KESIMPULAN 3. .2 Saran Makalah ini seharusnya lebih detail dalam menjelaskan tentang metabolisme karbohidrat. siklus urea sebagai proses pengolahan hasil sampingan pemecahan asam amino serta sintesis protein dari asam-asam amino. Metabolisme karbohidrat terdiri atas 3 fase. metabolisme protein. Jalur metabolik utama dari asam-asam amino terdiri atas produksi asam amino dari pembongkaran protein tubuh. dan metabolisme lipida.

1992. Dasar-dasar Biokimia. Alih Bahasa: Adji Dharma. Ringkasan Biokimia Harper. Review of Physiological Chemistry Colby. Biokimia: Metabolisme Biomolekul. Supriyanti. 2007. Rodwell. Jakarta: FKUI Toha. Metabolisme Energi. Bandung: Alfabeta Poedjiadi. 1985. Karbohidrat dan Lipid. 1977. Mayes. 1996. 2001. Ikhtisar Biokimia dasar B.DAFTAR PUSTAKA Harper. Bandung: UI Press . Jakarta: EGC Wirahadikusumah. Bandung: ITB Harjasasmita.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->