MAKALAH BIOKIMIA

HUBUNGAN METABOLISME KARBOHIDRAT, METABOLISME PROTEIN, DAN METABOLISME LIPIDA PADA HEWAN

KELOMPOK 4 Anggota : Sulthon Nurur Rizki Marina Corselia Savitri Amalia Citra Dewanti Bona Ari Swasti R Rr. Diah Nibras I. M. P 125130100111034 125130100111035 125130100111036 125130100111037 125130100111038

PROGRAM KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2012

Metabolisme Protein. dan Metabolisme Lipida pada Hewan” ini dapat terselesaikan tepat waktu. AppSc yang telah membimbing dalam proses penyelesaian makalah ini. Anna Rosdiana. . M. 3 Desember 2012 Penulis. Malang. penulis berharap dapat membantu memberikan informasi tentang hubungan berbagai metabolisme yang terjadi pada hewan. Tidak lupa juga terima kasih penulis ucapkan pada dosen pembimbing biokimia Dra. Dengan adanya makalah ini. karena atas rahmatNya makalah biokimia tentang “Hubungan Metabolisme Karbohidrat.KATA PENGANTAR Terima kasih penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

1.2 Rumusan Masalah 1. Bagaimana jalannya metabolism karbohidrat pada hewan? 2. .1 Latar Belakang Metabolisme sel adalah proses-proses pengubahan biokamis yang terjadi di dalam sel dan dapat di bedakan menjadi anabolisme atau penyusunan dan katabolisme atau penguraian.4 Manfaat Manfaat yang dapat diperoleh dari penulisan makalah ini yaitu diharapkan dapat menambah pengetahuan pembaca tentang metabolisme karbohidrat. 1. Penyusunan pada sel-sel hewan tidak seperti yang dalam sel tumbuhan. Dalam makalah ini kami akan membahas tentang hubungan antara metabolisme karbohidrat.PENDAHULUAN 1.3 Tujuan Makalah ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana jalannya metabolisme karbohidrat. garam-garam dan air. Air dan garam anorganik diserap dari saluran pncernaan tanpa perubahan tetapi material protoplasmatis harus diubah sebelum dipergunakan. Bagaimana jalannya metabolism lipida pada hewan? 1. karbohidrat. akan tetapi katabolismenya mempunyai kesamaan dengan sel tumbuhan meliputi peristiwa respirasi. Tanaman dan binatang mengambil makanan yang terdiri atas protoplasma yang dibuat dari bahan protein. metabolisme protein dan metabolisme lipida pada hewan. metabolisme protein. dan lipida yang terjadi pada hewan. dan metabolisme lipida pada hewan. yaitu pembokaran zat-zat makanan menjadi energi. dan lemak bersama-sama vitaminvitamin. Sistim pencernaan ini merupakan suatu laboratorium. Bagaimana jalannya metabolism protein pada hewan? 3. protein.

yaitu Asetil Ko-enzim A. 2. selanjutnya digunakan untuk mengikat senyawa-senyawa sederhana tersebut menjadi senyawa yang lebih kompleks. 3.1 Metabolisme Metabolisme adalah proses-proses kimia yang terjadi di dalam tubuh makhluk hidup/sel. dan tidak diperlukan klorofil. Energi yang digunakan dalam reaksi ini dapat berupa energi cahaya ataupun energi kimia. Organisme disebut kemoautotrof. Metabolisme disebut juga reaksi enzimatis. karena dalam metabolisme. Sintesis Lemak Lemak dapat disintesis dari karbohidrat dan protein. Energi tersebut. Umumnya dilakukan oleh mikroorganisme. Berdasarkan prosesnya metabolisme dibagi menjadi 2. anabolisme adalah proses sintesis molekul kompleks dari senyawa-senyawa kimia yang sederhana secara bertahap. Anabolisme Anabolisme adalah suatu peristiwa perubahan senyawa sederhana menjadi senyawa kompleks. Sintesis Protein . karbohidrat dapat dibentuk dari lemak dan protein dan seterusnya. energi kimia untuk kemosintesis. Sebagian besar pertemuannya berlangsung melalui pintu gerbang utama siklus (daur) Krebs. tetapi tersimpan dalam bentuk ikatan-ikatan kimia pada senyawa kompleks yang terbentuk. Lemak dapat dibentuk dari protein dan karbohidrat. Beberapa macam proses anabolisme yang terjadi pada hewan diantaranya: 1. misalnya : energi cahaya untuk fotosintesis.PEMBAHASAN 2. ketiga zat tersebut bertemu di dalarn daur Krebs. Anabolisme memerlukan energi. karena metabolisme terjadi selalu menggunakan katalisator enzim. misalnya bakteri. nama lain dari anabolisme adalah peristiwa sintesis atau penyusunan. Jadi. Proses ini membutuhkan energi dari luar. Bakteri kemoautotrof ini akan mengoksidasi senyawa-senyawa tertentu dan energi yang timbul digunakan untuk asimilasi karbon. Akibatnya ketiga macam senyawa tadi dapat saling mengisi sebagai bahan pembentuk semua zat tersebut. Selain itu juga. Kemosintesis Kemosintesis adalah proses asimilasi karbon yang energinya berasal dari reaksi-reaksi kimia. dalam proses ini energi yang diperlukan tersebut tidak hilang. yaitu : a.

Dalam bentuk glukosalah massa karbohidrat makanan diserap ke dalam aliran darah. ribose dalam bentuk asam nukleat. Unsur ini diubah menjadi karbohidrat lain dengan fungsi sangat spesifik. jalur-jalur metabolisme karbohidrat dijelaskan sebagai berikut: 1. Katabolisme Katabolisme adalah serangkaian reaksi yang merupakan proses pemecahan senyawa kompleks menjadi senyawa-senyawa yang lebih sederhana dengan membebaskan energi. Jadi metabolisme intermediat mencakup suatu bidang luas yang berupaya memahami bukan saja lintasan metabolik yang dialami oleh masing-masing molekul. Fungsi reaksi katabolisme adalah untuk menyediakan energi dan komponen yang dibutuhkan oleh reaksi anabolisme. 2.2 Metabolisme Karbohidrat Glukosa merupakan karbohidrat terpenting. Secara ringkas. Dalam tahap ini dihasilkan energi berupa ATP. yaitu glikoprotein serta proteoglikan.Sintesis protein yang berlangsung di dalam sel. b. Pada dasarnya protein adalah suatu polipeptida. RNA dan Ribosom. dalam senyawa lipid kompleks tertentu dan dalam bentuk gabungan dengan protein. Selanjutnya masing-masing piruvat dioksidasi menjadi asetil KoA. Setiap sel dari organisme mampu untuk mensintesis protein-protein tertentu yang sesuai dengan keperluannya. yang dapat digunakan organisme untuk melakukan aktivitasnya. Sintesis protein dalam sel dapat terjadi karena pada inti sel terdapat suatu zat (substansi) yang berperan penting sebagai “pengatur sintesis protein”. Glukosa sebagai bahan bakar utama akan mengalami glikolisis (dipecah) menjadi 2 piruvat jika tersedia oksigen. atau ke dalam bentuk glukosalah karbohidrat dikonversi di dalam hati. galaktosa dalam laktosa susu. melibatkan DNA. serta dari glukosalah semua bentuk karbohidrat lain dalam tubuh dapat dibentuk. 2. misalnya glikogen untuk simpanan. . Substansi-substansi tersebut adalah DNA dan RNA. Termasuk didalamnya reaksi pemecahan dan oksidasi molekul makanan seperti reaksi yang menangkap energi dari cahaya matahari. Penggabungan molekul-molekul asam amino dalam jumlah besar akan membentuk molekul polipeptida. Dalam tahap ini dihasilkan energi berupa ATP. tetapi juga interelasi dan mekanisme yang mengatur arus metabolit melewati lintasan tersebut. Glukosa merupakan bahan bakar metabolik utama bagi jaringan mamalia (kecuali hewan pemamah biak) dan bahan bakar universal bagi janin. Peristiwa yang dialami unsur-unsur makanan setelah dicerna dan diserap adalah Metabolisme Intermediate.

Glikogen ini disimpan di hati dan otot sebagai cadangan energi jangka pendek. maka sumber energi non karbohidrat yaitu lipid dan protein harus digunakan. Siklus Kreb 3. Fosforilasi Oksidatif . Jalur ini dinamakan glukoneogenesis (pembentukan glukosa baru) karena dianggap lipid dan protein harus diubah menjadi glukosa baru yang selanjutnya mengalami katabolisme untuk memperoleh energi.3. Jika terjadi kekurangan glukosa dari diet sebagai sumber energi. melainkan akan dirangkai menjadi polimer glukosa (disebut glikogen). Dalam tahap ini dihasilkan energi berupa ATP. melebihi kebutuhan energi kita maka glukosa tidak dipecah. Selanjutnya glukosa mengalami glikolisis. maka glikogen dipecah menjadi glukosa. Jika kapasitas penyimpanan glikogen sudah penuh. Metabolisme karbohidrat terdiri dari 3 fase: 1. Jika sumber glukosa berlebihan. diikuti dengan oksidasi piruvat sampai dengan siklus asam sitrat. 4. 6. Asetil KoA akan masuk ke jalur persimpangan yaitu siklus asam sitrat. Jika glukosa dari diet tak tersedia dan cadangan glikogenpun juga habis. 5. maka karbohidrat harus dikonversi menjadi jaringan lipid sebagai cadangan energi jangka panjang. Glikolisis 2.

GLIKOLISIS   Proses perubahan glukose menjadi asam piruvat atau asetil coenzim-A Glikolisis terjadi di sitoplasma         Glukose tidak dapat langsung diffusi ke sel Glukose harus berikatan dulu dengan carrier: G + C → GC → GC dapat berdiffusi kedalam sel Didalam sel GC → G + C C keluar sel lagi untuk mengikat G yang lain → sampai semua G masuk sel Proses ini dipercepat oleh H. jika H. Insulin kurang → proses masuknya G kedalam sel lambat → G menumpuk didalam darah → DM G di sitoplasma mengalami fosforilasi → glukose 6-PO4 (enzim glukokinase) Fruktokinase → fruktose → fruktose 6-PO4 Galaktokinase → galaktose → galaktose 6-PO4 . Insulin.

    Glikolisis: proses perubahan glukose menjadi asam piruvat atau asam laktat Glikolisis terdiri 2 lintasan: Katabolisme glukosa (glikolisis) melalui triose (dihidroksi aseton fosfat atau gliseraldehid 3-PO4) disebut lintasan Embden Meyerhof Katabolisme glukosa (glikolisis) melalui 6-fosfoglukonat disebut lintasan oksidatif langsung (pintas heksosmonofosfat) SIKLUS KREBS     Proses perubahan asetil co-A → H Proses ini terjadi didalam mitokondria Pengambilan asetil co-A di sitoplasma dilakukan oleh: oxalo asetat → proses pengambilan ini terus berlangsung sampai asetil co-A di sitoplasma habis Jika dalam asupan nutrisi kekurangan KH → akan kekurangan oxaloasetat .

aseton dan asam β hidroksi butirat → disebut Badan Keton Meningkatnya badan keton didalam darah → ketosis Badan keton bersifat racun bagi otak → koma. karena biasanya terdapat pada penderita DM → koma diabeticum .   Kekurangan oxaloasetat → pengambilan asetil co-A di sitoplasma terhambat → asetil co-A menumpuk di sitoplasma Penumpukan asetil co-A → berikatan sesama asetil co-A → asam aseto asetat Asam aseto asetat → senyawa tidak setabil → mudah mengurai: aseton + asam β hidroksi butirat    Ketiga senyawa: asam aseto asetat.

FOSFORILASI OKSIDATIF   Dalam proses rantai respirasi dihasilkan energi yang tinggi → energi tsb ditangkap oleh senyawa yang disebut ATP Fosforilasi oksidatif adalah proses pengikatan fosfor menjadi ikatan berenergi tinggi dalam proses rantai respirasi  Fosforilasi oksidatif: proses perubahan ADP → ATP dengan cara mengambil energi yang dihasilkan Rantai Respirasi (reaksi H + O2 → H2O) RINGKASAN METABOLISME KARBOHIDRAT .

Asam-asam amino dapat diperoleh dari protein yang kita makan atau dari hasil degradasi protein di dalam tubuh kita. Contoh dari protein turnover. Karena protein di dalam tubuh secara terus menerus diganti (protein turnover). Degradasi ini merupakan proses kontinu.3 Metabolisme Protein Kira-kira 75% asam amino digunakan untuk sintesis protein.Glikolisis: perubahan glukose → asam piruvat      R/ Glukose + 2 ADP + 2 PO4 → 2 asam piruvat + 2 ATP + 4 H Hasil utama glikolisis: asam piruvat Energi dihasilkan: 2 ATP Tempat reaksi glikolisis: sitoplasma Terdiri 2 lintasan: Embden Meyerhof dan Heksosmonofosfat Siklus Kreb: perubahan asetil co-A → H      R/ 2 Asetil Ko-A + 6 H2O + 2 ADP → 4 CO2 + 16 H + 2 Ko-A + 2 ATP Hasil utama: H Energi dihasilkan: 2 ATP Tempat berlangsung: mitokondria Sisa metabolisme CO2 berasal dari hasil samping Siklus Krebs/ Siklus Asam Sitrat/ Siklus Asam Trikarboksilat Fosforilasi oksidatif: proses perubahan ADP → ATP dengan cara mengambil energi yang dihasilkan Rantai Respirasi (reaksi H + O2 → H2O)   R/ 2 H + ½ O2 + 2e + ADP → H2O + ATP Energi yang dihasilkan: 34 ATP Total hasil energi metabolisme karbohidrat: 38 ATP 1. Protein Enzim Di dalam hati Di dalam plasma Hemoglobin Otot Kolagen Turnover rate (waktu paruh) 7-10 menit 10 hari 10 hari 120 hari 180 hari 1000 hari . tercantum pada tabel berikut.

Reaksi ini membutuhkan energi dari ATP 4. Kedua. 3. Jika jumlah asam amino berlebihan atau terjadi kekurangan sumber energi lain (karbohidrat dan protein). tubuh akan menggunakan asam amino sebagai sumber energi. Dengan peran enzim argininosuksinat sintase. Tidak seperti karbohidrat dan lipid. asam amino memerlukan pelepasan gugus amin. Dengan peran enzim argininosuksinat liase. ion amonium bereaksi dengan CO2 menghasilkan karbamoil fosfat. Gugus amin ini kemudian dibuang karena bersifat toksik bagi tubuh. karbamoil fosfat bereaksi dengan L-ornitin menghasilkan L-sitrulin dan gugus fosfat dilepaskan. pengambilan nitrogen dari asam amino. Transaminasi Enzim aminotransferase memindahkan amin kepada α-ketoglutarat menghasilkan glutamat atau kepada oksaloasetat menghasilkan aspartat 2. produksi asam amino dari pembongkaran protein tubuh. Dalam raksi ini diperlukan energi dari ATP 2. asam-asam amino dapat memasuki siklus asam sitrat melalui jalur yang beraneka ragam. Deaminasi oksidatif Pelepasan amin dari glutamat menghasilkan ion amonium Ringkasan skematik mengenai reaksi transaminasi dan deaminasi oksidatif Setelah mengalami pelepasan gugus amin. Dengan peran enzim ornitin transkarbamoilase. yaitu: 1. Dengan peran enzim karbamoil fosfat sintase I. Dalam siklus ini dihasilkan urea yang selanjutnya dibuang melalui ginjal berupa urin. Jalur-jalur metabolik utama asam amino  Katabolisme asam amino Asam-asam amino tidak dapat disimpan oleh tubuh. Tempat-tempat masuknya asam amino ke dalam sikulus asam sitrat untuk produksi energi Gugus-gugus amin dilepaskan menjadi ion amonium (NH4+) yang selanjutnya masuk ke dalam siklus urea di hati. digesti protein diet serta sintesis asam amino di hati. Sedangkan ketiga adalah katabolisme asam amino menjadi energi melalui siklus asam serta siklus urea sebagai proses pengolahan hasil sampingan pemecahan asam amino. L-sitrulin bereaksi dengan L-aspartat menghasilkan L-argininosuksinat. Ada 2 tahap pelepasan gugus amin dari asam amino. Proses yang terjadi di dalam siklus urea digambarkan terdiri atas beberapa tahap yaitu: 1. Keempat adalah sintesis protein dari asam-asam amino. L-argininosuksinat dipecah menjadi fumarat dan L-arginin . Jalur metabolik utama dari asam amino Jalur metabolik utama dari asam-asam amino terdiri atas pertama.

Dengan peran enzim arginase. gliserol mendapatkan 1 gugus fosfat dari ATP membentuk gliserol 3-fosfat. Selanjutnya senyawa ini masuk ke dalam rantai respirasi membentuk dihidroksi aseton fosfat. Asam lemak rantai panjang ini akan dapat masuk ke dalam mitokondria dengan bantuan senyawa karnitin. . Di sisi lain. Asetil KoA sebagai hasil oksidasi asam lemak juga berpotensi menghasilkan badan-badan keton (aseto asetat. jika kebutuhan energi sudah mencukupi.4 Metabolisme Lipida Proses oksidasi asam lemak dinamakan oksidasi beta dan menghasilkan asetil KoA. Dengan adanya ATP dan Koenzim A. Selanjutnya sebagaimana asetil KoA dari hasil metabolisme karbohidrat dan protein.  Langkah-langkah masuknya asil KoA ke dalam mitokondria dijelaskan sebagai berikut: o Asam lemak bebas (FFA) diaktifkan menjadi asil-KoA dengan dikatalisir oleh enzim tiokinase. Proses ini dinamakan ketogenesis. Sebelum dikatabolisir dalam oksidasi beta. 2. Asetil KoA mengalami kolesterogenesis menjadi kolesterol. dengan rumus (CH3)3N+-CH2-CH(OH)-CH2-COO-. Pada tahap awal. asam lemak diaktifkan dengan dikatalisir oleh enzim asil-KoA sintetase (Tiokinase). Selanjutnya kolesterol mengalami steroidogenesis membentuk steroid.  Metabolisme gliserol Gliserol sebagai hasil hidrolisis lipid (trigliserida) dapat menjadi sumber energi. Beberapa lipid non gliserida disintesis dari asetil KoA. asetil KoA dapat mengalami lipogenesis menjadi asam lemak dan selanjutnya dapat disimpan sebagai trigliserida. suatu produk antara dalam jalur glikolisis. asam lemak harus diaktifkan terlebih dahulu menjadi asil-KoA. Badan-badan keton dapat menyebabkan gangguan keseimbangan asam-basa yang dinamakan asidosis metabolik. Gliserol ini selanjutnya masuk ke dalam jalur metabolisme karbohidrat yaitu glikolisis. penambahan H2O terhadap L-arginin akan menghasilkan L-ornitin dan urea. hidroksi butirat dan aseton).  Oksidasi asam lemak (oksidasi beta) Untuk memperoleh energi. asetil KoA dari jalur inipun akan masuk ke dalam siklus asam sitrat sehingga dihasilkan energi. Asam lemak bebas pada umumnya berupa asam-asam lemak rantai panjang.5. Keadaan ini dapat menyebabkan kematian. asam lemak dapat dioksidasi dalam proses yang dinamakan oksidasi beta.

Pada tahap ini terjadi rantai respirasi dengan menghasilkan energi 3P (+3P) o 4. maka asetil-KoA yang terbentuk adalah 5 buah. Setiap asetil-KoA akan masuk ke dalam siklus Kreb’s yang masingmasing akan menghasilkan 12 ATP. o Setelah berada di dalam mitokondria. Aseto asetat. berarti hasilnya adalah 4 x 5 = 20 ATP. yaitu 4 kali oksidasi beta. selanjutnya asetoasetat berubah menjadi hidroksi butirat dan aseton. Penghitungan energi hasil metabolisme lipid Dari uraian di atas kita bisa menghitung energi yang dihasilkan oleh oksidasi beta suatu asam lemak. Proses perubahan asetilKoA menjadi benda-benda keton dinamakan ketogenesis. Karena asam lemak memiliki 10 atom C. Selanjutnya terbentuklah asetil KoA yang mengandung 2 atom C dan asil-KoA yang telah kehilangan 2 atom C. Telah dijelaskan bahwa asam lemak dapat dioksidasi jika diaktifkan terlebih dahulu menjadi asil-KoA. maka kita memerlukan energi 2 ATP untuk aktivasi. Sebagian dari asetil-KoA akan berubah menjadi asetoasetat. sehingga totalnya adalah 5 X 12 ATP = 60 ATP. asil-KoA dikonversikan oleh enzim karnitin palmitoil transferase I yang terdapat pada membran eksterna mitokondria menjadi asil karnitin. Misalnya tersedia sebuah asam lemak dengan 10 atom C. Pada membran interna mitokondria terdapat enzim karnitin asil karnitin translokase yang bertindak sebagai pengangkut asil karnitin ke dalam dan karnitin keluar. Pada tahap ini terjadi rantai respirasi dengan menghasilkan energi 2P (+2P) o 2. asil-KoA akan mengalami tahaptahap perubahan sebagai berikut: o 1. Asil-KoA diubah menjadi delta2-trans-enoil-KoA. Setelah menjadi asil karnitin. barulah senyawa tersebut bisa menembus membran interna mitokondria. Dengan demikian sebuah asam lemak dengan 10 atom C. hidroksi butirat dan aseton dikenal sebagai badan-badan keton. Asil karnitin yang masuk ke dalam mitokondria selanjutnya bereaksi dengan KoA dengan dikatalisir oleh enzim karnitin palmitoiltransferase II yang ada di membran interna mitokondria menjadi Asil Koa dan karnitin dibebaskan. akan dimetabolisir dengan hasil -2 ATP (untuk aktivasi) + 20 ATP (hasil oksidasi beta) + 60 ATP (hasil siklus Kreb’s) = 78 ATP. . L(+)-3-hidroksi-asil-KoA diubah menjadi 3-Ketoasil-KoA. dan energi yang di hasilkan oleh oksidasi beta adalah 10 dibagi 2 dikurangi 1. Asil KoA yang sudah berada dalam mitokondria ini selanjutnya masuk dalam proses oksidasi beta. Proses aktivasi ini membutuhkan energi sebesar 2P. delta2-trans-enoil-KoA diubah menjadi L(+)-3-hidroksi-asil-KoA o 3.o o o o Setelah menjadi bentuk aktif.

Metabolisme karbohidrat terdiri atas 3 fase. metabolisme protein. dan metabolisme lipida. Metabolisme lipid terdiri atas metabolism gliserol dan oksidasi asam lemak (oksidas beta). yaitu Glikolisis. katabolisme asam amino menjadi energi melalui siklus asam.KESIMPULAN 3. siklus Kreb dan fosforilasi oksidatif yang menghasilkan total 38 ATP. digesti protein diet serta sintesis asam amino di hati. Jalur metabolik utama dari asam-asam amino terdiri atas produksi asam amino dari pembongkaran protein tubuh. metabolism protein.1 Kesimpulan Metabolisme pada hewan terbagi atas metabolisme karbohidrat.2 Saran Makalah ini seharusnya lebih detail dalam menjelaskan tentang metabolisme karbohidrat. 3. dan metabolisme lipid beserta reaksi-reaksinya sehingga pembaca bisa lebih memahamai tentang berbagai metabolisme yang terjadi pada hewan. . pengambilan nitrogen dari asam amino. siklus urea sebagai proses pengolahan hasil sampingan pemecahan asam amino serta sintesis protein dari asam-asam amino.

Bandung: Alfabeta Poedjiadi. Biokimia: Metabolisme Biomolekul. 2007. Alih Bahasa: Adji Dharma. Ikhtisar Biokimia dasar B. 1996. 2001. Jakarta: EGC Wirahadikusumah. 1985. 1977. Rodwell.DAFTAR PUSTAKA Harper. Bandung: UI Press . Karbohidrat dan Lipid. Mayes. Dasar-dasar Biokimia. Supriyanti. Metabolisme Energi. 1992. Ringkasan Biokimia Harper. Review of Physiological Chemistry Colby. Bandung: ITB Harjasasmita. Jakarta: FKUI Toha.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful