P. 1
MANAJEMEN KELUARGA

MANAJEMEN KELUARGA

|Views: 71|Likes:
Published by Ralph Whitney

More info:

Published by: Ralph Whitney on Apr 07, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/24/2013

pdf

text

original

MANAJEMEN KELUARGA MENUJU KELUARGA SEJAHTERA

I. Apa Arti Keluarga ? - Secara umum pengertian keluarga adalah suami istri yang terikat perkawinan yang sah dan anak yang masih dalam tanggungannya. - Akan tetapi dalam masyarakat kita sudah menjadi kebiasaan hidup dalam keluarga besar; yaitu keluarga kecil seperti diatas ditambah sanak keluarga lain, misalnya orang tua, keponakan, dll. - Ada juga keluarga yang tidak harus ada ikatan perkawinan, contoh: kepala keluarga bisa perempuan saja, karena bujangan atau janda; sebaliknya begitu juga dengan pria. Akan tetapi semuanya harus tetap patuh pada kekuatan hukum yang berlaku dan adat istiadat dalam masyarakat. II. Apa Pengertian Kehidupan Keluarga ? Kehidupan merupakann pengalaman masing-masing individu dalam keluarga baik dari pergaulannya dalam bentuk kelompok maupun bentuk perorangan. III. Apa itu Pengalaman dalam Kehidupan keluarga ? Pengalaman seseorang dalam keluarga bisa diperoleh melalui: 1) Dari pembagian sumber-sumber yang ada dalam keluarga antara lain: a. b. c. d. sumber tenaga sumber waktu sumber keuangan sumber sarana dalam kepribadian tiap individu

2) Pengembangan watak

dalam hubungan antar keluarga. 3) Kepuasan lahir dan batin baik dalam pekerjaan maupun dalam pergaulan 4) Kewajiban sosial dari teori masing-masing keluarga

Arti MANAJEMEN KELUARGA dalam kehidupan keluarga; mengenali dan memanfaatkan sumber-sumber yang ada dalam keluarga dan mampu merumuskan tujuan keluarga sejahtera serta langkahlangkah menuju tercapainya tujuan tersebut. Apa arti SEJAHTERA dalam keluarga? Sejahtera adalah suatu tata kehidupan dan penghidupan sosial, material dan spiritual, yang diliputi rasa spiritual, rasa keselamatan, ketenangan dan ketentraman lahir dan batin. Akan tetapi pengertian sejahtera dalam keluarga sangat relatif sebab ukurannya berbeda-beda bagi masing-masing keluarga, tergantung bersangkutan. Jadi unsur pokok sejahtera meliputi: 1) segi fisik 2) Psikologis 3) Sosial 4) Ekonomis 5) Agama Kebutuhan dalam keluarga: 1) Pendidikan 2) Kesehatan 3) Sandang 4) Pangan 5) Perumahan 6) Pendapatan 7) Kerohanian 8) Keamanan 9) Rekreasi 10) Kebudayaan 11) Keadilan Dalam menjalankan tugas sebagai ibu rumah tangga supaya lebih mudah dan berhasil adalah dengan menerapkan unsur-unsur MANAJEMEN KELUARGA. Sumber-sumber yang terdapat dalam keluarga: 1. Sumber waktu 2. sumber tenaga situasi-kondisi dan wawasan keluarga yang

3. sumber keuangan 4. sumber sarana dengan cara pengelolaan sumber-sumber dalam keluarga dengan baik dan benar maka masalah keluarga lebih mudah dipecahkan melalui unsur-unsur Manajemen tersebut. A. Manajemen Waktu waktu merupakan kekayaan kita yang terbesar sebaiknya dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin dengan pertimbangan yang bijaksana untuk kesejahteraan keluarga pemakaian waktu seharusnya diprogramkan dengan skala prioritas mana yang harus didahulukan memilih hal-hal yang berdaya guna dan berhasil guna kalau perlu memakai program kerja keluarga baik harian/bulanan/tahunan harusnya ada pencatatan/buku harian nama-nama daftar kegiatan sehari-hari kalau ada kendala hal-hal yang tidak sesuai yang diinginkan bisa dikoreksi kembali/diperbaiki. Sebutkan kegiatan-kegiatan lain yang belum dilaksanakan tapi belum ada waktu setiap minggu/bulan, contohhnya: 1. Belum membawa anak ke dokter gigi 2. belum mengunjungi teman yang melahirkan atau yang kesusahan 3. belum menjahitkan baju 4. belum ke orang tua, dll kegiatan seorang ibu mengandung peran sebagai ibu rumah tangga, istri, warga masyarakat, ibu. Contoh: Kalau ke pasar sebagai ibu rumah tangga Kalau ke PKK sebagai warga masyarakat Kalau ke DW sebagai istri Kalau ke sekolah sebagai ibu, dll

Seandainya ada anggota keluarga lain yang membantu, buatlah perencanaan sesuaikan kondisi yang ada: 1. Kegiatan mana yang bisa dikerjakan orang lain. 2. Kegiatan mana yang tidak bisa dikerjakan orang lain. Sekarang manajemen waktu kita posisikan pada diri kita sendiri:

1. Apakah cukup waktu saya untuk pekerjaan saya? 2. Apakah bisa saya kurangi waktu untuk pekerjaan rumah tangga? 3. Apakah ada waktu untuk pribadi, misalnya tidur, istirahat, kerohanian dan rekreasi? 4. Apakah bisa menyisihkan waktu pada gerakan sosial? Cara memperbaiki manajemen waktu Metode sederhana 1. Membiasakan diri dengan menggunakan kalender dan catatan 2. Meluangkan waktu untuk membuat daftar kegiatan karena sangat berguna dalam mengatur waktu Menetapkan Prioritas Tulis urutan yang dikerjakan setiap hari menurut urutan yang terpenting Pendelegasian Pekerjaan Sebelumnya harus diberi tahu tentang hal-hal yang perlu diketahui kepada orang yang diberi tugas agar dapat melaksanakan pekerjaannya dengan baik Yang perlu kita perhatikan: - dihadapi dengan sungguh-sungguh - dihadapi dengan tenang - sabar - kerjakan pada kondisi yang terbaik Kesimpulan: - Waktu adalah sumber yang bernilai - Yang sukses/berhasil adalah orang yang bisa mengatus waktu dengan baik

B. Manajemen Tenaga Sifat pekerjaan : 1. Ada yang ringan 2. Ada yang cukup 3. Ada yang berat Dalam melaksanakan pekerjaan tersebut kita harus betul mengetahui kondisi tenaga kita: - apabila terlalu kita porsir/paksakan yang rugi kita sendiri

-

Tenaga harus dihemat dan disesuaikan dengan hasil yang maksimal

Beberapa hal yang menyebabkan ketidak-nyamanan bekerja: 1. Kurang menguasai cara membuat/mengerjakan  kurang terampil 2. Kurang dukungan 3. Peralatan kurang memadai 4. Biasa kerja sendiri 5. Kurang waktu 6. Peralatan terlalu canggih

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->