1.

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Praktikum Praktikum yang dilakukan membahas tentang isolasi dan ekstraksi DNA dari inti sel. Praktikum ini dilaksanakan pada hari Jumat,16 September 2011 dengan asisten dosen Hendri Gunawan. Praktikum ini dilakukan karena hal ini merupakan prinsip dasar dari bioteknologi. Sebelum mempelajari bioteknologi secara lebih mendalam, kita harus memahami cara mengisolasi dan mengekstraksi DNA dari inti sel. Sebab setiap makhluk hidup pasti memiliki DNA.

DNA memiliki karakteristik yang unik dan akan berbeda-beda pada tiap organisme. Dalam praktikum ini yang akan diamati adalah bentuk DNA dari DNA sel hewan (hati sapi dan hati ayam), dan sel tumbuhan (kecambah kacang hijau). Larutan yang digunakan adalah sukrosa 0,5M dingin, NaCl 1M dingin, larutan “sunlight”, kloroform, dan etanol. Larutan sukrosa disini digunakan supaya cairan yang berada dalam sel hewan maupun tumbuhan dapat keluar karena adanya perbedaan konsentrasi di dalam dan di luar sel yang disebut juga lisis sel.

NaCl dingin termasuk dalam kelompok garam. Garam memiliki fungsi utama yaitu untuk memberikan kondisi ionik, sehingga reaksi berjalan lebih stabil. Selain itu, garam juga menyebabkan protein terdenaturasi. Pada akhir percobaan, terbentuk titik-titik atau globula. Hal ini merupakan DNA. Molekul DNA bersifat larut air, tapi tidak larut dalam alkohol. Akibatnya, ketika DNA kontak dengan alkohol, molekul DNA akan terpresipitasi dalam alkohol dan dapat terlihat secara visual. Namun, yang tampak tersebut merupakan ribuan molekul DNA yang tergabung bersama. DNA murni sebenarnya tidak berwarna. Warna yang tampak saat pengamatan berasal dari pigmen bahan yang diekstrak DNA-nya (Kimball, 1992). Etanol digunakan untuk

mengelompokkan DNA yang melayang-layang dalam larutan sehingga menggumpal di permukaan larutan.

DNA (Deoxyribonucleic acid) merupakan informasi genetik utama pada sel hidup dan organisme. Pesan genetik disampaikan melalui rangkaian basa pada polinukleotida dari

1

Prinsip utama sentrifugasi adalah memisahkan substansi berdasarkan berat jenis molekul dengan cara memberikan gaya sentrifugal sehingga substansi yang lebih berat akan berada di dasar. Dinding dan membran sel dilisiskan 3. Tujuan dan Manfaat Praktikum Tujuan dan manfaat dilakukannya praktikum ini adalah agar praktikan dapat mengetahui cara mengisolasi DNA. .2 DNA tersebut. mengetahui cara pemurnian DNA. 1996). yaitu: 1. Dipresipitasi (Lewis. Dipurifikasi 5. 2003) 1. 2003). (Kimball. 1992). DNA makromolekul pada sel hidup secara normal terlihat dalam bentuk polimer 2 nukleotida yang terhubung sehingga berbentuk seperti spiral atau yang biasa disebut dengan double helix. (Balasubramanian et al. Diekstraksi dalam larutan 4. Sel dijadikan pilihan karena memiliki nukleus. serta mengetahui dan membandingkan bentuk DNA pada sel hewan dan sel tumbuhan. sedangkan substansi yang lebih ringan akan terletak di atas. contohnya 2500 rpm (rotation per minute) atau 3000 rpm (Lewis. Dua polimer basa pada ikatan double helix ini dihubungkan oleh atom hidrogen. Isolasi jaringan 2. yaitu sentrifugasi dan presipitasi. Prinsipprinsip dalam melakukan isolasi DNA ada 2. Teknik sentrifugasi tersebut dilakukan di dalam sebuah mesin yang bernama mesin sentrifugasi dengan kecepatan yang bervariasi. Isolasi DNA memiliki beberapa tahapan.2.. Isolasi adalah suatu cara untuk memisahkan satu mikrobia dari mikrobia lainnya yang bertujuan untuk mendapatkan spesies tunggal dengan sifat-sifat yang diinginkan. di mana terdapat DNA di dalamnya. mengetahui cara mengekstraksi DNA dari inti sel.

2. Kel E1 Bahan Hati sapi sebelum ditambah etanol Gambar DNA Warna Keterangan DNA berupa titik-titik yang melayang di atas permukaan Putih bening Hati sapi sesudah ditambah etanol Putih keruh DNA berupa titik-titik yang berukuran lebih besar dan jumlahnya lebih banyak Titik-titik menyebar di permukaan E2 Hati sapi sebelum ditambah etanol Putih bening Hati sapi sesudah ditambah etanol Putih keruh menyebar di seluruh bagian larutan E3 Hati ayam sebelum ditambah etanol Merah muda Larutan berwarna merah muda dan ada endapan putih di permukaan 3 . Hasil Pengamatan Isolasi dan Ekstraksi DNA dari Inti Sel. HASIL PRAKTIKUM Hasil pengamatan isolasi dan ekstraksi DNA dari inti sel dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1.

4 Hati ayam sesudah ditambah etanol Putih keruh Larutan menjadi bewarna putih keruh karena ada endapan di seluruh bagian larutan E4 Hati ayam sebelum ditambah etanol Merah muda Ada endapan putih di permukaan Hati ayam sesudah ditambah etanol Putih keruh Ada endapan di seluruh bagian larutan E5 Kecambah kacang hijau sebelum ditambah etanol Bening Gelembung menyatu di bawah Kecambah kacang hijau sesudah ditambah etanol Bening Gelembung menyebar di atas permukaan E6 Kecambah kacang hijau sebelum ditambah etanol Bening Gelembung menyatu di bawah .

larutan yang diperoleh sebelum ditambah etanol bewarna merah muda dan ada endapan putih di permukaan. larutan menjadi bewarna putih keruh dengan ada endapan di seluruh bagian larutan. larutan menjadi bewarna putih keruh karena ada endapan di seluruh bagian larutan. larutan tetap bewarna bening dengan gelembung menyebar di atas permukaan. . sedangkan setelah ditambah etanol.5 Kecambah kacang hijau sesudah ditambah etanol Bening Gelembung menyebar di atas permukaan Pada Tabel 1 dapat dilihat bahwa hasil yang diperoleh kelompok E1 yang menggunakan sampel hati sapi. Kelompok E5 yang menggunakan sampel kecambah kacang hijau. Kelompok E3 yang menggunakan sampel hati ayam. larutan menjadi bewarna putih keruh dengan DNA berupa titik-titik yang berukuran lebih besar dan jumlahnya lebih banyak. larutan yang diperoleh sebelum ditambah etanol bewarna merah muda dengan ada endapan putih di permukaan. Kelompok E4 yang menggunakan sampel hati ayam. sedangkan setelah ditambah etanol. larutan yang diperoleh sebelum ditambah etanol bewarna bening dengan gelembung menyatu di bawah. larutan yang diperoleh sebelum ditambah etanol bewarna putih bening dengan titik-titik menyebar di permukaan. sedangkan setelah ditambah etanol. . larutan yang diperoleh sebelum ditambah etanol bewarna putih bening dengan DNA berupa titik-titik yang melayang di atas permukaan. Kelompok E6 yang menggunakan sampel kecambah kacang hijau. sedangkan setelah ditambah etanol. larutan tetap bewarna bening dengan gelembung menyebar di atas permukaan. sedangkan setelah ditambah etanol. larutan yang diperoleh sebelum ditambah etanol bewarna bening dengan gelembung menyatu di bawah. Kelompok E2 yang menggunakan sampel hati sapi. sedangkan setelah ditambah etanol. larutan menjadi bewarna putih keruh dengan titik-titik menyebar di seluruh bagian larutan.

6 . Basa purin terdiri atas adenin (A) dan guanin (G) yang mempunyai struktur cincinganda. gugus fosfat. 2003). struktur DNA prokariot berbeda dengan struktur DNA eukariot. DNA prokariot tidak memiliki protein histon dan berbentuk sirkular. sedangkan DNA mitokondria dan kloroplas berbentuk sirkular dan tidak berasosiasi dengan protein histon. d TMP. Perbedaan di antara ketiganya adalah: DNA nukleus berbentuk linear dan berasosiasi sangat erat dengan protein histon. DNA mitokondria dan kloroplas memiliki ciri khas. d GMP. DNA terdapat pada nukleus. Satu komponen pembangun (building block) DNA terdiri atas 1 gula pentosa. Molekul DNA pada semua macam sel terdiri atas unit – unit keempat mononukleotida utama yaitu d AMP. berat molekul DNA untuk tiap macam organisme juga berbeda. yaitu gula pentosa (deoksiribosa). sedangkan DNA eukariot berbentuk linear dan memiliki protein histon (Klug & Cummings. Pasangan basa pada DNA terdiri dari 2 macam. sedangkan basa pirimidin terdiri atas sitosin (C) dan timin (T) yang memiliki struktur cincin-tunggal. Sel eukariotik mengandung beberapa kromosoma dan memiliki banyak molekul DNA dengan berat molekul yang sangat besar (Wirahadikusumah. sedangkan ketika Adenin berikatan dengan Timin maka hanya akan terbentuk dua ikatan hidrogen. Dilihat dari organismenya. DNA suatu spesies atau organisme tertentu memiliki perbandingan dan urutan yang khas untuk keempat mononukleotida tersebut. 1994). Selain itu. Selain itu. 1 gugus fosfat dan 1 pasang basa yang disebut nukleotida (Lewis. Hal ini sangat berbeda dengan DNA nukleus yang memiliki pola pewarisan sifat dari kedua orangtua. PEMBAHASAN DNA adalah asam nukleat yang mengandung materi genetik dan berfungsi untuk mengatur perkembangan biologis seluruh bentuk kehidupan secara seluler. mitokondria dan kloroplas.3. dan d CMP yang dihubungkan dalam suatu variasi deretan oleh ikatan fosfodiester. Ketika Guanin berikatan dengan Sitosin akan terbentuk tiga ikatan hidrogen. DNA mempunyai struktur pilinan utas ganda (double helix) yang antiparalel dengan komponen-komponennya. dan pasangan basa. yaitu hanya mewariskan sifat-sifat yang berasal dari garis ibu. 1989). yaitu basa purin dan pirimidin.

Menurut jurnal yang diterbitkan oleh Prana dan Hartati (2003). Penggerusan ini termasuk proses homogenisasi dari fraksinasi sel. pompa Pilleus. larutan “Sunlight” 10%.5M dingin. Pinus radiata dan padi. Selain itu. larutan sukrosa 0.Kelemahan teknik RAPD adalah tingkat keberulangannya (reproducibility) yang rendah. pipet volume. Sedangkan menurut jurnal yang dibuat oleh Yun-Jiang Cheng (2003) metode yang sederhana dan efisien untuk ekstraksi genom DNA dari tanaman yang mengandung kadar polisakarida tinggi adalah metode CTAB atau prosedur SDS yang menggunakan langkah pemurnian untuk menghilangkan polisakarida dengan menggunakan eter dan 1. kuantitas DNA yang dibutuhkan hanya sedikit. larutan etanol dingin 95%. antara lain : hati sapi.7 Metode ekstraksi DNA yang sering digunakan biasanya adalah ekstraksi CTAB dan RAPD. sentrifuge. hati ayam. Sedangkan alat-alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah timbangan analitik. Teknik ini mampu menyajikan hasil dalam waktu yang relatif singkat karena setelah proses amplifikasi DNA. kecambah kacang hijau. teknik molekuler berdasarkan teknologi PCR. larutan NaCl dingin 1M. Pada praktikum ini kami menggunakan bahan.25 M NaCl. salah satu teknik yang dapat digunakan untuk memperoleh DNA yaitu RAPD (Random Amplified Polymorphic DNA). Isolasi inti sel dilakukan dengan cara. Teknik ini cukup sederhana dan dapat dikerjakan dalam waktu relatif singkat dibanding teknik molekular lainnya. untuk teknik RAPD tingkat kemurnian DNA yang dibutuhkanpun tidak perlu terlalu tinggi atau dengan kata lain teknik ini toleran terhadap tingkat kemurnian DNA. Selain mempunyai keuntungan dalam segi teknis yaitu relatif sederhana. tabung sentrifuge. larutan kloroform. RAPD telah banyak digunakan dalam analisis keragaman berbagai jenis tanaman seperti Shorea laevis. pengaduk. dan baskom. erlenmmeyer. Metode CTAB bila dikombinasikan dengan eter NaCl dapat menghasilkan hasil yang memuaskan. kain saring (kain kasa). dan es batu. Dimana . bekker glass. pertama-tama hati sapi maupun hati ayam(untuk isolasi inti sel hewan) atau kecambah kacang hijau(untuk isolasi inti sel tumbuhan) ditimbang sebanyak 4 gram menggunakan timbangan analitik kemudian digerus hingga halus. gelas ukur. hasil dapat segera divisualisasi.

Hal tersebut bertujuan agar didapat ekstrak nukleusnya. Sehingga dari proses ini.1992). Selain itu larutan sukrosa juga berfungsi untuk membersihkan sel dari pengotor-pengotor protein. Menurut teori dari Suyitno (1989) filtrasi atau penyaringan adalah salah satu cara untuk memisahkan antar partikel padat dengan partikel fluida termasuk gas. Menurut Kimball (1992) prinsip utama sentrifugasi adalah memisahkan substansi berdasarkan berat jenis molekul dengan cara memberikan gaya sentrifugal sehingga substansi yang lebih berat akan berada di dasar. (Kimball. dan ditimbang. sedangkan substansi yang lebih ringan akan terletak di atas. Kemudian ditambahkan 20 ml larutan sukrosa dingin 0. dilewatkan dengan melalui medium berpori. Sukrosa ditambahkan untuk membantu sentrifugasi dalam memisahkan fraksi homogen. dan kemudian cairannya dibuang. Hal tersebut sesuai dengan teori Harley (2005) yaitu supernatan yang terbentuk dibuang dan kemudian dilakukan ekstraksi di dalam larutan. protein yang mengendap. Sebagai medium penyaring. setelah disentrifuge selama 10 menit.2003). anyaman kawat. potongan-potongan bahan yang tidak dapat dihancurkan seluruhnya. Menurut Kimball (1992). larutan disaring untuk menghilangkan debris. Homogenasi ialah upaya penggerusan jaringan agar sel-sel pecah dan isinya diletakkan dalam medium homogenat dengan buffer yang menjaganya dari kerusakan. Partikel padat yang tidak lolos pada pori-pori medium akan tertahan sedangkan cairan akan lolos melalui pori-pori medium tersebut. dibuang cairannya dan diambil endapannya. Pada penyaringan campuran yang terdiri atas partikel padat yang terdispersi dalam fase cair atau gas.5M. Larutan yang didapat. lalu disentrifuge selama 10 menit. Setelah itu. larutan dalam kedua tabung sentrifuge dicampur menjadi satu dalam bekker glass dan disaring menggunakan kain saring. isi sel ini akan terjaga dari kerusakan (Muslim. Cairan yang lolos dari medium tersebut disebut dengan filtrat dan partikel padatan yang tertahan dikenal dengan cake. Endapan yang didapat dalam tabung sentrifuge ditambah masingmasing 10 ml larutan sukrosa dingin 0. Teknik .5M. dan anyaman plastik. akan dihasilkan isi sel termasuk inti sel yang akan dianalisa DNA-nya dan dengan penambahan sukrosa.8 fraksinasi ialah upaya memisahkan bagian sel dan mengambil organel yang diinginkan. Setelah itu larutan dimasukkan ke dalam dua tabung sentrifuge. Larutan sukrosa berfungsi sebagai larutan isotonis yang dapat menstabilkan keadaan di dalam sel. dapat digunakan kain saring. seperti membran sel. Fraksinasi umumnya dimulai dengan homogenasi yang diikuti dengan ultrasentrifugasi. disentrifuge kembali selama 10 menit.

garam juga menyebabkan protein terdenaturasi. yang mengikat kation seperti Mg2+. . garam juga menyebabkan protein terdenaturasi. Selain itu. seperti lauryl atau laureth sulfate yang terkandung dalam sampo dan sabun pencuci piring. Perubahan yang terjadi pada larutan diamati. Lisisnya membran sel akan memudahkan molekul – molekul DNA terpisah dari kompleks CTAB.9 sentrifugasi tersebut dilakukan di dalam sebuah mesin yang bernama mesin sentrifugasi dengan kecepatan yang bervariasi. Kation bertindak sebagai kofaktor yang membantu enzim bekerja. Sabun “sunlight” berfungsi untuk mengikat kation. Etanol berfungsi untuk mendeteksi adanya DNA dalam bahan pangan(Kimball. Kemudian larutan tersebut ditambah dengan etanol sebanyak 30 ml dan difoto kembali. Kutub positif dari NaCl (Na2+) mengarah ke DNA yang bersifat negatif. Hal ini membuat DNA dapat terpresipitasi ketika ditambahkan alkohol. Pengadukan dilakukan dalam baskom berisi es batu untuk menjaga suhu agar tetap stabil dan tidak merusak DNA. Lapisan lemak bilayer dari membran sel dan nukleus dipecah oleh sabun. Lalu disentrifugasi ± selama 10 menit dengan kecepatan maksimal. Penambahan ini juga dapat menyebabkan lisisnya membran sel serta terdenaturasinya protein – protein sel seperti endonuklease.2 ml kloroform. ditambah dengan 20 ml NaCl dingin dan 0. Sampo dan sabun pencuci piring juga mengandung EDTA (ethylene diamine tetraacetic acid). Selain itu. yaitu dengan menguraikan DNA(Kimball. Menurut Kimball (1992) penambahan reagen-reagen tersebut memiliki tujuan khusus.1992). sehingga reaksi berjalan lebih stabil. Kemudian campuran tersebut diaduk dalam baskom berisi es batu hingga mengental.2 ml larutan “sunlight” 10%.1992). Inti sel hewan atau tumuhan yang sudah didapatkan. Hal ini menimbulkan shield di sekitar molekul DNA dan menyebabkannya berkumpul (coalesce). lalu cairan yang didapat dari sentrifugasi dipindahkan ke dalam erlenmeyer (cairan diambil. setelah campuran tersebut mengental ditambahkan 0. Tahap selanjutnya adalah melakukan ekstraksi DNA.. protein. dan senyawa – senyawa polisakarida. Salah satu enzim yang berperan ialah nuklease. NaCl dingin yang termasuk dalam kelompok garam berfungsi untuk memberikan kondisi ionik. Pemberian larutan kloroform menurut Kimbal (1992) berfungsi untuk memisahkan DNA dari membran sel yang memiliki berat molekul lebih besar. endapan dibuang) setelah itu difoto.

2. Dipurifikasi Tahap ini bertujuan untuk membersihkan jaringan dari zat-zat lainnya. sehingga untai-untai DNA tidak lagi menggulung (coiling) dan berikatan dengan protein histon. Dipresipitasi Tahap terakhir ini. Hasil akhirnya adalah DNA yang berada pada tepi dasar tabung. Selanjutnya tabung disentrifugasi kembali selama 5 menit dengan kecepatan 3000 rpm. Pemberian isopropanol bertujuan untuk visualisasi DNA. Dinding dan membran sel dilisiskan Menggunakan larutan pelisis yang merupakan larutan hipotonis. Pada hasil praktikum dapat dilihat bahwa hasil yang diperoleh kelompok E1 yang menggunakan sampel hati sapi. tabung kemudian disentrifugasi kembali selama 5 menit dengan kecepatan 3000 rpm. larutan yang diperoleh sebelum ditambah etanol . Pemberian etanol bertujuan untuk membersihkan DNA dari pengotor-pengotornya. Hal tersebut bertujuan agar didapat ekstrak nukleusnya.10 Langkah-langkah yang dilakukan pada percobaan ini sudah sesuai dengan pendapat Harley (2005) yang mengatakan bahwa isolasi DNA memiliki beberapa tahapan. Supernatan yang berisi DNA kemudian dituangkan ke dalam tabung berisi isopropanol dingin dan tabung dibolak-balik dengan gerakan angka 8. Hasil dari sentrifugasi adalah terdapatnya pelet DNA pada dasar tabung yang kemudian ditambahkan etanol 70% dan dibolak-balik kembali. Selanjutnya supernatan yang terbentuk dibuang dan kemudian dilakukan ekstraksi di dalam larutan. Langkah akhirnya adalah dengan pemberian Tris-EDTA yang bertujuan untuk melarutkan kembali DNA untuk dipreservasi. Diekstraksi dalam larutan Setelah dilakukan inkubasi. maka akan terjadi hemolisis. 5. bertujuan untuk mengendapkan protein histon. Prinsip utama dalam melakukan isolasi DNA adalah sentrifugasi dan presipitasi. 3. jaringan yang telah bercampur dengan larutan pelisis tersebut disentrifugasi selama 10 menit dengan kecepatan 2500 rpm. yaitu: 1. yang menyebabkan DNA menjadi terlihat. 4. Isolasi jaringan yang diinginkan. Karena larutan tersebut hipotonis. Setelah tercampur.

1992). Hal inilah yang menyebabkan larutan menjadi bertambah keruh. sedangkan setelah ditambah etanol. tapi tidak larut dalam alkohol. Hasil yang diperoleh tiap kelompok berbeda-beda. larutan yang diperoleh sebelum ditambah etanol bewarna bening dengan gelembung menyatu di bawah. Sementara pada warnanya. ketika DNA kontak dengan alkohol. larutan yang diperoleh sebelum ditambah etanol bewarna bening dengan gelembung menyatu di bawah. molekul DNA akan terpresipitasi dalam alkohol dan dapat terlihat secara visual. larutan yang diperoleh sebelum ditambah etanol bewarna putih bening dengan titik-titik menyebar di permukaan. Karena menurut Kimball (1992) molekul DNA bersifat larut air. seharusnya jumlah DNA pada hewan lebih banyak daripada yang lain karena sel DNA hewan ukurannya lebih besar (Kimball. Hal itu karena sampel yang digunakan juga berbeda. sedangkan setelah ditambah etanol. sedangkan setelah ditambah etanol. larutan menjadi bewarna putih keruh dengan titik-titik menyebar di seluruh bagian larutan. larutan tetap bewarna bening dengan gelembung menyebar di atas permukaan. semua larutan setelah ditambah etanol akan berwarna lebih keruh dari sebelumnya. sedangkan setelah ditambah etanol. larutan menjadi bewarna putih keruh karena ada endapan di seluruh bagian larutan. Kelompok E3 yang menggunakan sampel hati ayam. sedangkan setelah ditambah etanol. Kelompok E2 yang menggunakan sampel hati sapi. larutan yang diperoleh sebelum ditambah etanol bewarna merah muda dengan ada endapan putih di permukaan. Kelompok E5 yang menggunakan sampel kecambah kacang hijau. larutan menjadi bewarna putih keruh dengan DNA berupa titik-titik yang berukuran lebih besar dan jumlahnya lebih banyak. Kelompok E4 yang menggunakan sampel hati ayam. sedangkan setelah ditambah etanol.11 bewarna putih bening dengan DNA berupa titik-titik yang melayang di atas permukaan. larutan tetap bewarna bening dengan gelembung menyebar di atas permukaan. larutan menjadi bewarna putih keruh dengan ada endapan di seluruh bagian larutan. Bila dilihat dari jumlahnya. . larutan yang diperoleh sebelum ditambah etanol bewarna merah muda dan ada endapan putih di permukaan. Kelompok E6 yang menggunakan sampel kecambah kacang hijau. namun pada hasil praktikum tidak nampak perbedaan dari segi jumlah DNAnya. Akibatnya.

Akibatnya. 1961). Oleh karena itu sample yang baik sebagai sumber DNA mempunyai syarat mengandung DNA tinggi namun mempunyai aktifitas deoksiribonuklease rendah. yaitu tetap bewarna bening. Namun pada hasil praktikum ini justru DNA terlihat di seluruh bagian larutan setelah penambahan etanol. Dalam proses ekstraksi DNA. hal ini mungkin disebabkan adanya kesalahan saat memisahkan endapan dan cairan setelah sentrifugasi yaitu masih ada endapan dan cairan yang bercampur. Warna yang tampak saat pengamatan berasal dari pigmen bahan yang diekstrak DNAnya (Kimball. Pada hasil praktikum dapat dilihat hasil yang didapat terdapat titik-titik atau gelembung. Menurut Kimball (1992) titik-titik atau gelembung yang terbentuk tersebut merupakan molekul-molekul DNA. Penambahan ini berfungsi untuk membantu mendeteksi adanya DNA dalam bahan pangan. atau bisa juga alat yang dicuci kurang bersih sehingga reagen bercampur dengan bahan lain. Dalam ekstraksi. karena DNA tidak larut ethanol. 1992). yang tampak tersebut merupakan ribuan molekul DNA yang tergabung bersama. Namun.12 Namun pada hasil praktikum terdapat perbedaan dengan teori yang ada yaitu larutan sampel pada kelompok 5 dan 6 sebelum dan setelah ditambah etanol tidak terdapat perubahan. molekul DNA akan terpresipitasi dalam alkohol dan dapat terlihat secara visual. Molekul DNA bersifat larut air. Kesalahan ini mungkin disebabkan karena adanya kesalahan saat memisahkan endapan dan cairan setelah sentrifugasi yaitu masih ada endapan dan cairan yang bercampur. Sehingga dapat diamati dengan melihat lapisan atas dari campuran tersebut (Mazmur. . Semua sel mengandung DNA namun beberapa jaringan mempunyai aktifitas deoksiribonuklease yang tinggi sehingga menyebabkan DNA pecah menjadi fragmen yang lebih kecil. (Tranggono. atau bisa juga alat yang dicuci kurang bersih sehingga reagen bercampur dengan bahan lain dan tidak bekerja sebagaimana mestinya karena menurut Hadioetomo (1993) kondisi lingkungan sangat menentukan dalam isolasi DNA. ditambahkan larutan etanol. DNA diendapkan sebagai massa berserat berwarna putih dengan penambahan ethanol. 1989). tapi tidak larut dalam alkohol. DNA yang dihasilkan akan terdapat pada lapisan atas larutan yang ditambahkan ethanol. DNA murni sebenarnya tidak berwarna. ketika DNA kontak dengan alkohol.

Hal inilah yang menyebabkan warna larutan menjadi berbeda antara satu bahan dengan yang lainnya. . Semakin keruh larutan maka DNA yang terpresipitasi pun semakin banyak. tidak terlihat bentuk double helix seperti pada teori di semua larutan yang telah dibuat. maka sel yang terlarut akan semakin sedikit sehingga DNA yang terpresipitasi juga semakin sedikit. semakin tinggi kadar air (makin beningnya larutan).13 Menurut Fatchiyah (2006). Pada hasil pengamatan yang telah dilakukan. sel tersebut berukuran sangat kecil juga dan sulit dilihat tanpa menggunakan mikroskop. Hasil yang diperoleh sesuai dengan teori tersebut sebab hati sapi merupakan bahan yang paling padat dan paling sedikit mengandung kadar air bila dibandingkan dengan bahan lainnya sehingga larutan yang berisi inti sel hewan yang diambil dari sampel hati sapi dan hati ayam berwarna lebih keruh daripada larutan yang berisi inti sel tumbuhan yang diambil dari sampel kecambah kacang hijau. Menurut teori Zanta (2006) hal ini disebabkan karena ukuran DNA yang terlalu kecil sehingga sulit untuk dilihat. Selain itu mungkin ada DNA yang terpotong atau tergulung sehingga terlihat sebagai titik-titik. DNA terdapat di dalam sel. apalagi DNA yang terdapat di dalamnya.

sehingga reaksi berjalan lebih stabil. sehingga akan dihasilkan isi sel termasuk inti sel yang akan dianalisa DNA-nya    Larutan sukrosa berfungsi sebagai larutan isotonis yang menstabilkan keadaan di dalam sel dan membersihkan sel dari pengotor-pengotor protein. Homogenasi ialah upaya penggerusan jaringan agar sel-sel pecah dan isinya diletakkan dalam medium homogenat dengan buffer yang menjaganya dari kerusakan. KESIMPULAN      DNA merupakan asam nukleat yang mengandung materi genetik. Larutan kloroform berfungsi untuk memisahkan DNA dari membran sel yang memiliki berat molekul lebih besar dan menyebabkan lisisnya membran sel serta terdenaturasinya protein – protein sel seperti endonuklease. Pengadukan pada suhu dingin pada ekstraksi sel bertujuan agar suhu tetap stabil dan DNA tidak rusak. seperti membran sel. dapat digunakan kain saring. Sentrifugasi berfungsi untuk memisahkan dua substansi berdasarkan perbedaan berat jenisnya. DNA larut air. Penyaringan dilakukan untuk menghilangkan debris.4. Penambahan NaCl ditujukan untuk memberikan kondisi ionik. tetapi tidak larut alkohol. Prinsip utama dalam melakukan isolasi dan ekstraksi DNA adalah presipitasi dan sentrifugasi. pengekstrasian dalam larutan. dan anyaman plastik. pelisisan dinding sel. protein yang mengendap. dan memecah lapisan lemak bilayer dari membran sel dan nukleus. anyaman kawat. Sabun “sunlight” berfungsi untuk mengikat kation. Tahap-tahap isolasi adalah isolasi jaringan. purifikasi. dan presipitasi.      Sebagai medium penyaring. 14 . potongan-potongan bahan yang tidak dapat dihancurkan seluruhnya.

70.0027 10.70.0062 10.70. sedangkan ekstraksi DNA dari sel hewan berwarna keruh. Semarang.0058 10.0121 Asisten Dosen: -Hendri Gunawan .    Etanol berfungsi untuk mendeteksi adanya DNA dalam bahan pangan.70.22 September 2011 Praktikan: Erika Saraswati Samuel Christianto Hardha Noni Jouvita Kiki Ria Kristianti 10. Ekstraksi DNA dari sel tumbuhan berwarna bening.15  Warna larutan paling keruh terdapat pada hati sapi karena hati sapi merupakan sampel yang paling padat sehingga DNA yang terpresipitasi pun semakin banyak. Jumlah DNA pada hewan lebih banyak daripada yang lain karena sel DNA hewan ukurannya lebih besar.

Bengkulu. Harley. Dharmalingam.A. 16 . Petunjuk Laboratorium Rekayasa Pangan. DAFTAR PUSTAKA Balasubramanian.unri. dkk. (1989). Jakarta. Boston: xiv + 466 hlm. L. J. S.ac. McGraw-Hill Company. M.. Malang: Brawijaya Press. http://www. (1989). 2006.. Gramedia Pustaka Utama. (1992). ITB. C. Hadioetomo. Kimball. (1993). Human genetics: Concepts and applications.uk/NCBE/Protocols?PDF/PeaDNA. & M. Englewood Cliffs: xvi + 779 hlm. Yogyakarta. (2005).reading.T. Klug. Petunjuk Laboratorium Biokimia Pangan. Setiaji. Bryce. (1961). Jakarta. (2003). Tranggono. Biologi jilid 1 edisi 5. Lewis. Journal of Molecular Biology. Biologi Molekuler Sel. Teknik dan Prosedur Dasar Laboratorium. Inc.W. The McGraw-Hills Company. P. (1996).ncbe. Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi Universitas Gajah Mada. Mazmur. www.pdf Suyitno. B. Biokimia : Protein. Enzim. Wirahadikusumah.F.as. 6th ed. India. T. Kunthala Jayaraman. R. (1994). J.Titik & Sri Hartati (2003) Identifikasi Sidik Jari DNA Talas (Colocasia esculenta L. Green. K. (2003). dan Asam Nukleat.pdf Muslim. R. Gel Elektroforesis. C.id/jurnal/jurnal_natur/vol5%282%29/titik.R.S. (1989). W. Pusat Antar Universitas Pangan & Gizi UGM. Cummings. Jurusan Biologi Universitas Bengkulu. A Procedure for the Isolation of DNA from Microorganism. Concept inBiotechnology. Concepts of genetics. Universities Press. Prana. Regulatory exercises in microbiology. Bandung. Schott)Indonesia dengan Teknik RAPD (Random Amplified Polymorphic DNA): Skrining Primer dan Optimalisasi Kondisi PCR. Prentice-Hall Inc. Erlangga. Yogyakarta. Boston. Fatchiyah. J. Mikobiologi Dasar dalam Praktek.5.

C. Jiang Cheng. https://secure. et al.pdf Zanta.uiuc.edu/hughes/footlocker).(2003) An Efficient Protocol for Genomic DNA Extraction From Citrus Species.ca/cisti/journals/ispmb/ispmb21/r03-016.gc.A.cisti-icist.life.nrccnrc. Biotechnology in a lunchbox:Extract DNA from fruit and make a smoothie!!!UIUC-Hughes Biotechnology Education and outreach Program(www.17 Yun.(2006). Diakses tanggal 21 September 2011 .

1.6. LAMPIRAN 6.2. Jurnal 6. Laporan Sementara 18 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful