FILSAFAT ILMU - Document Transcript

1. Nama Mahasiswa : MUHAMMAD ALI GUNAWAN NIM. : 0629021006 Jurusan : Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Mata Kuliah : FILSAFAT ILMU UTS/Tahun : I / 2006 Dosen Pengampu : Dr. I KETUT SUMA, MS. Cogito ergo sum Cogito ergo sum Cogito ergo sum Cogito ergo sum Cogito ergo sum Cogito ergo sum Cogito ergo sum Cogito ergo sum Soal : 1. Deskripsikanlah secara singkat persamaan dan perbedaan berpikir filsafati dan berpikir ilmiah. Berikan contoh masing-masing. 2. Jelaskan dan berikan contoh objek formal dan material dalam ilmu dan filsafat. 3. Deskripsikan cirriciri yang menonjol pada perkembangan filsafat dan ilmu pada (1) Sebelum abad 15/16, (2) abad pertengahan, dan (3) Abad Modern, dan tunjukkan kemajuan-kemajuan yang terjadi dari zaman ke zaman. Uraian hendaknya dilengkapi dengan tokoh-tokoh ilmu dan filsafat yang berperan besar pada setiap zaman. 4. Deskripsikanlah sumbangan dunia timur (Islam_Arab, India dan Cina) dalam perkembangan ilmu di dunia Barat. 5. Bidang telaah filsafat ilmu adalah Ontologi, Epistemologi dan Aksiologi. Tunjukkan bahwa ketiga bidang ini terkait satu sama lain, dan berikan contohnya. 6. Tunjukkan dan berikan contoh bahwa metode ilmiah merupakan kombinasi antara penalaran deduktif dan induktif (antara rasionalisme dan empirisme). Jelaskan langkah-langkah utama dalam metode ilmiah dan berikan contoh. 7. Jelaskan dan tunjukkan perbedaan dan persamaan Agama, Seni, dan Ilmu ditinjau dari aspek ontology, epistemology, dan aksiologi. 8. Berikan pendapat dan argumentasi anda apakah ilmu bebas nilai atau terikat nilai. 9. Deskripsikan dengan singkat tanggungjawab sosial ilmuwan dalam pengembangan ilmu dan berikan contoh. 10. Tulislah uraian singkat masalah aktual yang menyangkut dilema pengembangan ilmu (ambil misalnya kasus bioteknologi, teknologi nuklir dan lain-lain) uraian disertai dengan kajian teoretis dan fakta-fakta empiris dan sampaikan pandangan anda terhadap masalah itu. muhammad ali gunawan_undiksha2006 1 2. Jawaban : 1. Persamaan dan Perbedaan berpikir filsafati dan berpikir ilmiah. a. Persamaan : § Filsafat dan ilmu mencari rumusan yang sebaik-baiknya, menyelidiki objek selengkap-lengkapnya sampai ke akar-akarnya. § Keduanya memberikan pengertian mengenai hubungan atau koheren yang ada antara kejadian-kejadian yang kita alami dan mencoba menunjukkan sebab-sebabnya. § Keduanya hendak memberikan sintesis, yaitu suatu pandangan yang bergandengan. § Keduanya mempunyai metode dan system § Keduanya hendak memberikan penjelasan tentang kenyataan, seluruhnya timbul dari hasrat manusia (objektivitas), akan pengetahuan yang mendasar. Contoh : Misalkan, kita berbicara mengenai kasus Poligami yang dilakukan oleh A.A Gym. Awalnya filsafat mencari apa sebutan dari perbuatan kawin lebih dari satu? Bagaimana seharusnya ikatan perkawinan itu dan bagaimana poligami bisa terjadi? Kenapa dan untuk apa poligami? Setelah filsafat memberikan jawabannya mengenai poligami. Maka ilmu mengambil alih, dijelaskanlah masalah poligami melalui teori-teori atau norma-norma atau kaidah-kaidah dan ajaran agama serta ilmu-ilmu sosial lainnya. Ilmu mencari sebab-sebab dan dasar dari sahnya perbuatan poligami, mudharat dan manfaatnya, serta dampak- dampak yang ditimbulkan dalam kehidupan masyarakat. Sampai pada ditemukannya aturan-aturan baru atau kesepakatan bersama mengenai boleh tidaknya poligami di Indonesia. b. Perbedaan : § Objek material (lapangan) filsafat itu bersifat universal (umum), yaitu segala sesuatu yang ada (realita) sedangkan objek material ilmu (pengetahuan ilmiah) itu bersifat khusus dan empiris. Artinya, ilmu hanya terfokus pada disiplin bidang masing-masing secara

ilmu. apakah tidak ada hiburan lain selain hiburan kekerasan? Pertanyaannya tidak sampai di situ. ilmu tidak mempertanyakan hal-hal lain diluar itu. melainkan seluruh hakikat sesuatu baik yang nyata maupun yang abstrak. hubungan antara sistem penggunaannya dengan norma-norma. berarti dapat menemukan kegunaan ilmu pengetahuan itu. yang lebih dekat. disinilah fungsi logika dan penalaran begitu berarti. Contoh : Objek formal filsafat itu ada tiga : Apa/what? (ontologi) Tuhan.sebab yang tidak begitu mendalam. Di samping itu. kritis. objek formal ilmu itu bersifat teknik. Sedangkan ilmu bersifat fragmentaris. moral serta hubungan antara teknik operasional metode ilmiah dengan norma-norma moral/profesional itu sebagai objek materialnya.kaku dan terkotak-kotak. yang muhammad ali gunawan_undiksha2006 2 3. sedangkan kegunaan filsafat timbul dari nilainya. mendalam dan mendasar. Objek Formal dan Material Ilmu Pengetahuan Objek formal ilmu . proses-proses. Sedangkan objek materialnya adalah proses-proses yang memungkinkan ditimbanya pengetahuan yang benar dan cara/teknik atau sarana yang membantu dalam mendapatkan pengetahuan yang benar itu. yang sekunder (secondary cause) Contoh : “Tayangan SmackDown di Televisi” Filsafat berupaya mempertanyakan lebih mendalam: Apa yang sebenarnya ada dalam otak anak-anak kita di saat mereka melihat tayangan semacam itu? Bagaimana smackdown mempengaruhi perilaku anak-anak/penontonnya? Untuk apa smackdown ditayangkan? Kalau hanya untuk hiburan. Dengan ontologis berati mempelajari wujud dari sesuatu objek. Objek Formal dan Materal Filsafat Objek formal filsafat tidak terbatas pada apa yang mampu diindrawi saja. karena ilmu sifatnya terbatas (terkotak. Namun dengan bantuan logika dan nalar Tuhan/Agama sebagai objek material dapat terjawab. Tuhan dalam hal ini adalah objek material yang tidak berbentuk immaterial. untuk apa/what for Tuhan ada (aksiologi). berarti bagaimana kemungkinan penimbaan pengetahuan yang merupakan ilmu. Dengan epistemologis. § Objek formal (sudut pandangan) filsafat itu bersifat non fragmentaris. yang mutlak. Oleh karena itu. Sedangkan kajian filsafat tidak terkotak-kotak dalam disiplin tertentu. § Filsafat memuat pertanyaan lebih jauh dan lebih mendalam berdasarkan pada pengalaman realitas sehari-hari. tapi apakah dengan adanya korban jiwa. agar memperoleh pengetahuan yang benar. sedangkan ilmu haruslah diadakan riset lewat pendekatan trial and error. hubungan antara objek tadi dengan daya tangkap manusia (pengindraan. § Berpikir filsafat dilaksanakan dalam suatu suasana pengetahuan yang menonjolkan daya spekulasi. dan mendalam sampai mendasar (primary cause) sedangkan ilmu menunjukkan sebab. sedangkan ilmu bersifat diskursif. spesifik. karena mencari pengertian dari segala sesuatu yang ada itu secara luas. perasaan dan pemikiran) yang membuahkan pengetahuan sebagai objek materialnya. khususnya ilmu pertelevisian menanyakan: Apakah smackdown memang berbahaya bagi anak-anak. dan intensif.kotak) 2. dan faktor pendukungnya. berarti bahwa cara ide-ide manusia itu mengadakan penyatuan diri dengan realita. bagaimana/how Tuhan itu ada (epistemologi). seberapa besar pengaruhnya? Pertanyaannya kira-kira hanya sampai kepada hal itu saja. dan pengawasan. Selanjutnya dapatlah menemukan tentang hakikat kebenaran dan kriterianya sebagai objek materialnya. Dengan aksiologis. Smackdown lantas dilarang untuk disiarkan? Bagaimana dengan mobil yang setiap hari membawa korban? Apakah mobil juga akan dihentikan pemakaiannya karena berbahaya bagi pengguna jalan? Di sisi yang lain. yang dimulai dari tidak tahu menjadi tahu. nilai ilmu terletak pada kegunaan pragmatis. § Filsafat memberikan penjelasan yang terakhir. muhammad ali gunawan_undiksha2006 3 4. yaitu menguraikan secara logis.

b. Corak berpikir filsafati begitu bebas dan terbuka sesuai dengan teori-teori dan fakta-fakta empiris. Desarque (1593-1662) Ciri-ciri Filsafat dan Ilmu Zaman Modern (Abad XIX dan XX ) a. 4. besar sekali pengaruhnya terhadap sejarah filsafat di Jerman. Al-Razi. kimia. termasuk Ameriska dan Unisoviet memberi sumbangannya. Ilmu Pengetahuan Normatif. Atas dasar ini dapat dikatakan bahwa ilmu secara sistematisnya memiliki tiga objek formal yaitu : Ilmu pengetahuan Deskriptif. dan secara berangsur-angsur melepaskan diri dari otoritas kekuasaan gereja yang selama ini telah membelenggu kebebasan dalam mengemukakan kebenaran filsafat dan ilmu. apakah dari sudut asas-asasnya. Teori lintasan peluru. sehingga melahirkan para filsuf yang juga ilmuwan. norma-norma atau hukum-hukum berpikir yang harus ditaati agar kita dapat berpikir benar dan mencapai kebenaran yang dikatakan sebagai ilmu. di mana manusia Barat mulai berpikir secara baru. c. Suatu faktor baru yang tampak pada zaman ini ialah dominasi Jerman secara intelektual dimulai oleh Kant. botani dan farmasi.pengetahuan adalah sudut pandangan ilmu pada umumnya. zoologi. kaidah-kaidah. Sedangkan objek material ilmu adalah objek yang mempelajari secara langsung pekerjaan akal dan mengevaluasi hasil-hasil dari objek formal ilmu itu dan mengujinya denan realisasi praktis yang sebenarnya. dan kimia organis. d. Ilmu Ekonomi : Objek formalnya: efisiensif. terlebih-lebih dalam bidang geologi. Sumbangan dunia timur dalam perkembangan ilmu di Dunia Barat: a. dan objek materialnya : noologis (socio-cultural) b. Pada abad ke 17 dikuasai oleh pemikiran Galileo dan Newton. optik. muhammad ali gunawan_undiksha2006 4 5. Dengan tidak meninggalkan tradisi berpikir rasional. dan Ilmu Pengetahuan Efisiensif. Baik bidang filsafat maupun dibidang politik ada suatu revolusi mendalam terhadap sistem-sistem tradisional dalam pemikiran. Ibnu Sina. dalam politik dan dalam ekonomi. yang mengakibatkan adanya serangan-serangan terhadap kepercayaan dan lembaga-lembaga yang hingga sekarang dipandang tak tergoyahkan. dan . Dan objek materialnya adalah : kosmologis. dan objek materialnya: cosmologis prinsipia – phisis/ethis 3. Islam (Arab) Sumbangan para ahli pikir muslim. dan penemuan tata bulan planet Jupiter oleh Galileo (1546-1642). sistematisnya. astronomi. Ditemukan juga Projective Geometri. hukum gerak. c. Hal ini ditandai dengan gugurnya teori Geosentrisme-nya ptolomeus oleh teori heliosentrisme. artinya bahwa yang dikatakan sebagai objek formal ilmu adalah dari sudut mana kerja ilmu itu dilihat. noologis (sosial dan budaya). biologi. Pada masa yang bersamaan dengan Keppler dan Galileo ditemukan Logaritma oleh Napier (1550-1617). dan objek materialnya : noologis prinsipia – matematis/etis. Produksi yang dihasilkan mesin-mesin sangat mengubah masyarakat dan memberikan kepada manusia suatu konsepsi baru tentang kuasa dalam hubungan dengan alam sekitar. Idealisme Jerman setelah Kant dan yang kemudian. telah memajukan dunia matematika. Pada zaman ini ditandai dengan munculnya renaisans. Ilmu Paedagogik : Objek formalnya: normatif. f. e. Pemikir yang dapat dikemukakan dalam jawaban ini antara lain : Nicholas Copernicus (1473-1543) dan Francis Bacon (15611626). Ilmu Kedokteran : Objek formalnya: efisiensif. b. Ilmu Pengetahuan berkembang cepat sekali. fisika. Al-Battani. Daerah tempat filsafat berkembang menjadi lebih luas.penemuan lainnya seperti lintasan planet oleh Tycho dan Johannes Keppler (1571-1630). Ciri-ciri Filsafat dan Ilmu Sebelum Abad XV dan XVI Ciri-ciri Filsafat dan Ilmu Abad Pertengahan (XV dan XVI) a. seperti Al-Khawarizmi. Yang dilanjutkan dengan penemuan. maka pada abad ke 19 pengaruh Darwin besar sekali. Contoh : a. muhammad ali gunawan_undiksha2006 5 6.

ke bagaimana yang menekankan eksperimen sebuah pergeseran dari kualitatif ke kuantitatif. Whitehead . Penulis-penulis barat pada umumnya berusaha menghilangkan sumbangan dunia Islam terhadap perkembangan ilmu. umpamanya dalam bukunya The History of The World. Perkembangan selanjutnya. Alfred N. Descartes sependapat dengan Bacon tentang tujuan ilmu… menjadi tuan dan pemiliki alam” (Haidar Bagir dan Zainal Abidin. maka filsafat Yunani bisa dibaca manusia sekarang ini. Rene Sedillot. Galileo (1564-1642) membawa metode eksperimental dan gagasan-gagasan Bacon ke dalam praktek. Lebih jauh. manusia berusaha menciptakan dunia sebagaimana yang dikehendakinya. tetapi saling melengkapi. 1988 : 11). Galileo menggeser pertanyaan mengapa dalam filsafat Yunani. Isaac Newton (1642-1727) merupakan pionir yang menggabungkan metode berpikir deduktif dan induktif dalam penyelidikan ilmiahnya. Berbeda dengan Bacon. sehingga dewasa ini berkembang menjadi ilmu yang dinikmati umat manusia. teori evolusi. tak heran jika H. tetapi lebih jauh lagi. singkatnya. “warisan Islam terhadap peradaban manusia adalah pembakaran perpustakaan dan penebangan hutan tanpa sejengkal tanah pun ditanami” padahal. Descartes menyarankan dilakukannnya metode deduksi-konsekwensi penggunaan matematika. Dengan diterimanya metode ilmiah sebagai paradigma. dengan sinis dan penuh prasangka menulis. Selain itu. Francis Bacon (1561-1626). manusia harus menempatkannya pada sebuah posisi di mana alam dipaksa untuk memberikan jawabannya! Manusia tiadk lagi sebagai Viator Mundi. manusia tak lagi menempatkan alam sebagai objek pemikirannya. Wells dalam bukunya The Outline of History menyatakan “Dalam perjalanan sejarahnya maka lewat orang muslimlah dan bukan lewat kebudayaan latin.G. 1986 : 12) Selanjutnya. orang yang berziarah di dunia ini. kemudian dimantapkan sebagai paradigma ilmiah oleh muhammad ali gunawan_undiksha2006 6 7. Dapat dilihat betapa berbedanya pendekatan yang ditawarkan Bacon dibandingkan tradisi Yunani. Dua pandangan berbeda ini. metode eksperimental dikembangkan oleh para ilmuwan muslim dan disosialisasikan oleh Francis Bacon. bukannya saling bertentangan.dalam metode keilmuan. diperkenalkan di dunia Barat oleh Roger Bacon (1214-1294). Diteruskan oleh Charles Darwin (1809-1882) yang menghasilkan muhammad ali gunawan_undiksha2006 7 8. melainkan sebagai faber mundi. Dan lebih dari itu. Bacon juga menegaskan tujuan ilmu: kegunaan praktis dalam kehidupan (pragmatisme). orang yang menciptakan dunianya. Surisumantri. dikomentari Ilmuwan Belanda. bagaimana memanfaatkan ilmu untuk menciptakan teknologi yang berguna untuk kehidupan seharihari.lain. lewat terjemahan-terjemahan zaman Islam.lain. “Penyatuan penafsiran teoritis dan kontrol terhadap alam akan menghasilkan serangkaian penemuan yang dalam beberapa hal mungkin mengatasi kebutuhan hidup manusia” demikian pandangan Bacon (Haidar Bagir dan Zainal Abidin. Manusia telah menganggap dirinya sebagai pusat kenyataan. Rene Descartes (1596-1650) menekankan penggunaan matematika dalam metode keilmuan. 1988 : 114-115). tulis Harry Hamersma. dunia modern sekarang ini mendapatkan kekuatan dan cahayanya” (Jujun S. Metode eksperimental era Islam. Para pemikir Yunani semata-mata merenungkan alam semesta demi memahami alam. Tak terpikir. para ilmuwan Islamlah yang telah berhasil memadukan warisan Yunani dan Hindu. Bacon tak menyadari peran matematika dalam metode keilmuan. sementara Descartes tak tahu potensi eksperimental. maka ilmu pada abad tujuh belas dan seterusnya mengalami perkembangan pesat. Hyugens sebagai berikut : “Gagasan Bacon dan Descartes. Ya. Bacon berpendapat bahwa untuk menyelidiki alam.

prinsip Weiner Heisenberg tentang ketidakpastian (uncertainly). Akan tetapi filsafat etika yakni „Budha‟ (560. dan menetapkannya sebagai sistem pengobatan Atreya. Sejarah Atreya diabadikan oleh Karaka di Kasmir. (William F. sebagaimana usaha Thomas S. kira-kira 150 S. Keduanya bersama segenap ilmuwan di seluruh permukaan bumi. yang menunjukkan akar sejarah mulanya ilmu pengetahuan di India melalui tulisan sansekerta (sanscrit) yang sekarang kita gunakan. China 5. di Taksasila atau Taxila.pertanyaan yang berkaitan dengan ontologi dengan ontologi diantaranya : obyek apa yang ditelaah ilmu? Bagaimana wujud yang hakiki dari objek tersebut? .M. Juga. seperti : “Teori kuantum. dijelaskan William F. partikel-partikel subatomik yang anti materi aneh. Pada zaman India. pshiologi dan patologi. dominasi dunia Arab telah menguasai dunia timur Mediteranian. Perkembangan ini merupakan sesuatu yang wajar. beberapa diantaranya memberikan dasar-dasar anatomy. temuan terbaru dalam psikologi fisik (khususnya yang berkaitan dengan rangsangan eletris terhadap saraf otak). yakni ditemukannya petunjuk penggunaan angka desimal dalam matematika. b.M) yang begitu diagungkan. bagaikan alat asah penajam untuk pisau metode ilmiah. Pada tahun-tahun Budha sendiri. dan pada saat yang sama sekolah kedokteran telah ada. Atreya. atau barangkali kedua-duanya relatif saling mempengaruhi satu sama lainnya. Darwin dan Clerk-Maxwell berhasil mengembangkan penemuan ilmiahnya. sehingga lebih tepat dan cepat menemukan hukum-hukum sebagaimana istilah Kuntowijoyo – dihamburkan Allah di alam semesta ini. sistem notasi telah digunakan untuk mengembangkan skema (urutan) penomoran yang kita pakai hari ini. apakah ilmu kedokteran Hindu atau Yunani yang lebih tua.spekulasi terbaru mengenai pemindahan pola-pola elektris holografik dalam otak. seorang ahli fisika.(1948) dalam Science Philosophy menyebutkan. yang tidak perlu dijelaskan lagi bahwa sebelum permulaan abad ke 3 S. pembedahan (operasi). Yang mana kemudian. teori umum dan teori khusus relativitas. spekulasi. dari Kasi atau Benares. menulis tentang semua kejadian. dan Susruta. Dan diajarkan kembali pada Eropa Barat melalui Spanyol dan Konstantinopel. Langkah-langkah detail metode ilmiah digambarkan jauh sebelumnya. c. bahwa periode antara 1870-1880 sebagai titik kulminasi perkembangan ilmu di mana Pasteur. dan lebih dari 700 pengobatan tumbuh-tumbuhan termasuk sebagai catatan.480 S. dan Karl Popper dengan teori klasifikasinya. India Ilmu pengetahuan bermula di India. perkembangan di bidang genetika dan biologi molekuler. Ini bisa dijabarkan sebagai sebuah fakta. Dengan melihat catatan ini. bahwa ketika skema notasi India digunakan kembali oleh orang tokoh-tokoh Romawi. sumber mendasar penomoran telah terlupakan dan Dunia Arab telah memberikan nama yang salah. telah banyak digambarkan mengenai tata cara muhammad ali gunawan_undiksha2006 8 9. merujuk tradisi. Ontologi. serta psikologi behavioral (khususnya teori dorongan dan penguatan). sulit dikatakan.M. Aritmetika India adalah sebuah bukti. Yang sampai sekarang dikenal dengan Agnivesa. Khun dengan “Peran Paradigma dalam Revolusi Sains”-nya. mengambil konsep-konsep matematika dan ilmu kedokteran India dengan belajar dari Yunani dan Romawi. dan ilmu dengan kemampuan akal manusia menemukan dan menata sebagaimana adanya. O‟neil temuan ilmiah yang luar biasa. dan sebagian tak terjelaskan”. fenomena-fenomena yang menghebohkan seperti misalnya „lubang-lubang hitam‟ (black holes) di angkasa luar. mengingat metode ilmiah mendasarkan dirinya pada akal sehat (reasonable) lebih-lebih ditunjang dengan usaha yang terus menerus menyempurnakannya. seperti untuk penyakit katarak dan hernia. O‟neil. menyangkut teori tentang ada (being) sebagai obyek ilmu. 2001 : 167). Pertanyaan.

terbentuklah arus kecil dipermukaan tanah. Untuk membedakan antara pengetahuan yang satu dengan pengetahuan yang lainnya maka ketiga aspek tersebut : ontologi. Indera (sense) dan akal (ratio) adalah kemampuan yang diakui oleh ilmu (science) modern. seni dan agama. Tidak lama setelah itu. Apabila titik air itu menitik dalam waktu cukup lama. karena peristiwa itu . yang membentuk metode ilmiah. pengetahuan merupakan hasil persentuhan objek (real) dan (interpretasi) subjek. atau teori pengetahuan (theory of knowledge) menyangkut kemampuan manusia dalam mencapai objek. Dalam hal ini. menyerbu bumi. Sehingga kita tidak terjerembab mempertentangkan antara ilmu. dan aksiologi terkait satu dengan yang lainnya. dan dengan demikian tak sepenuhnya terpisah. dengan tanpa mengorbankan martabat manusia dan merusak kelestarian atau keseimbangan alam. Dengan demikian aksiologi tak terpisahkan dari nilai-nilai (value). diantaranya : bagaimana proses yang memungkinkan ditimbanya pengetahuan yang berupa ilmu? Bagaimana prosedurnya? Hal-hal apa yang harus diperhatikan agar kita mendapatkan pengetahuan yang benar? Apa yang disebut kebenaran itu sendiri? Apa kriterianya? Cara/teknik sarana apa yang membantu kita dalam mendapatkan pengetahuan berupa ilmu? Aksiologi menilai maslahat mudarat pembagian ilmu. Epistemologi kemudian melanjutkan pertanyaan kepada : Bagaimana hubungan antara hari mendung. Gabungan antara kedua kemampuan ini – akal merefleksikan pengalaman empiris sesuai pandangan Immanuel Kant. disebut metode ilmiah. Epistemologi. Epistemologi mempelajari sifat-sifat dan cara kerja kemampuan-kemampuan tersebut. Sedangkan cara atau proses ini muhammad ali gunawan_undiksha2006 9 10. hujan muhammad ali gunawan_undiksha2006 10 11. Titik air itu sampai di tanah menghilang. Ontologi mempertanyakan: Apa itu hujan? Pengetahuan indera menjawab. untuk apa pengetahuan itu digunakan (aksiologi)? Dengan jawaban dari ketiga pertanyaan tersebut kita dapat membedakan pengetahuan-pengetahuan yang ada dalam kehidupan manusia. Pertanyaan-pertanyaan yang sering timbul dengan masalah aksiologi ini diantaranya : untuk apa pengetahuan yang berupa ilmu itu dipergunakan? Bagaimana kaitan antara cara penggunaannya dengan kaidah-kaidah moral? Bagaimana kaitan antara teknik prosedural yang merupakan operasional metode ilmiah dengan norma-norma moral/profesional. maka ilmu dapat dimanfaatkan sebagai sarana atau alat untuk meningkatkan kesejahteraan hidup. menggenang atau mengalir dipermukaan tanah. Serta dapat meletakkan pada tempatnya masing-masing pemahaman kita tentang ciri-ciri tiap pengetahuan. Sekadar itulah tangkapan pancaindera kita tentang hujan. merasa dan mengindera) yang menghasilkan pengetahuan? Benar-benar adakah apa yang disebut sebagai realitas objektif (objective reality) yang terpisah dari subjek? Ataukah. awan menebal.mula titik air itu menghilang. Contoh: Suatu saat dalam hidup kita. Pertanyaan yang timbul berkaitan dengan epistemologi. pasti kita pernah melihat hari mendung. Titik air itulah yang kita sebut hujan. adalah titik air yang jatuh ke bumi setelah hari mendung dan awan menebal. sampai ditanah mula. turunlah titik air. awan menebal dan hujan? Mengapa sampai ke tanah? Mengapa mula-mula titik air itu menghilang? Mengapa kemudian terbentuk arus kecil dipermukaan tanah? Kemana akhirnya arus itu menuju? Pertanyaan ini tidak mampu dijawab oleh pancaindera. epistemologi. membantu kita memanfaatkan setiap pengetahuan dengan benar. Pertanyaan yang dapat diajukan misalnya apa yang dikaji oleh pengetahuan itu (ontologi)? Bagaimana caranya mendapatkan pengetahuan tersebut (epistemologi)? Serta.Bagaimana hubungan antara objek tadi dengan daya tangkap manusia (seperti berfikir.

Dari pertanyaan. James B. Five. Terbentur lagi kita kepada pertanyaan. unity the warranted assertion. prediction maybe made from it. Pada dasarnya pemikiran secara empiris pertama. kemudian muhammad ali gunawan_undiksha2006 11 12. observation in conjuntion with the method of hypotesis and deduction (Ilmu : penelaahan mengenai dunia sesuai dengan metode ilmiah. Data yang terkumpul. Four.tidak langsung diserapnya. Apa hukum alam itu? Hukum alam adalah ketentuan alam atau peristiwa alam yang serba tetap. Two.tama menyadarkan kita akan adanya suatu masalah. Pengetahuan yang bersifat ilmiah atau yang telah dibuktikan dengan metode ilmiah inilah yang disebut ilmu. Sebagaimana dijelaskan dalam Doubleday Pictorial Library of The Growth of Ideas. transform these raw data into a statement having meaning and significance. Six. idealisme atau serba ide. Ternyata terdiri atas hidrogen dan oksigen. dicari jawabnya melalui kemampuan analisis terhadap data-data yang ada dan teori. Apa yang dimaksud dengan ketentuan dan peristiwa alam? Pertanyaan ini tidak dijawab oleh ilmu. dengan perbandingan 2 : 1. Eight. that is. Terbentuklah pengetahuan secara ilmiah tentang hujan. Contoh sederhana : ketika kita menghadapi masalah bencana lumpur panas Lapindo Berantas. 6. Tidak pernah berpikir sekiranya kita tidak menyadari adanya masalah yang kita pikirkan. hukum alam adalah hukum materi atau zat. maka timbullah masalah yang berhubungan dengan hal itu. Filsafat menjawab. Seven. riset dan eskperimen. If the assertion is correct. menjelaskan langkah metode ilmiah (steps in the scientific method). Conant. Bahwa hujan diturunkan untuk memakmurkan bumi atau membasahi bumi dari kekeringan. with the body of . Begitu pun juga dengan masalah-masalah lainnya yang kita hadapi dalam kehidupan sehari-hari. Three. sampai kepada batas kemampuannya. Aksiologi juga menjawab bahwa jika tidak terjadi hujan maka bumi akan panas dan terjadi kebakaran di mana-mana.pertanyaan seperti ini. Untuk menjawabnya diperlukan penyelidikan. Jika kemudian timbul pertanyaan Aksiologi: Kenapa dan untuk apa terjadi hujan? Ilmu menjawab. yang merupakan aliran besar filsafat metafisika. dianalisis secara mendasar dan runtut dengan urutan yang dapat dipertanggungjawabkan. Berlawanan dengan aliran besar lainnya spritual atau serba ruh. Zat adalah hakikat dari segala yang ada. Apa yang mau diriset atau dieksperimen? Air yang membentuk siklus itu masih dapat diteliti. yakni pengamatan dalam hubungannya dengan metode hipotesis dan deduksi)” (The Liang Gie. apa itu hukum alam. gather and record the testimony or „raw data‟. “ Science: the study of the world according to scientific method. formulate a working hypothesis. timbullah aliran materialisme atau serba zat. kemudian disimpulkan menjadi fakta. karena hukum alam. This is a conflicting or obscure situation demanding inqury. sebagai berikut : “Recognize that an indeterminate situation exists. kenapa keduanya bersenyawa? Ya.teori yang mendukungnya. 2000 : 192). pertanyaan itu diserahkan kepada filsafat. Metode ilmiah merupakan sintesis antara berpikir rasional dan bertumpu pada data empiris. if it proves to be new knowledge in science. Ia adalah awal dan akhir dari segalanya. itu adalah hukum alam. devise a controlled method of investigation by observation … or by exsperimentation or both. Kedua cara berpikir ini tercermin dalam berbagai langkah yang terdapat dalam proses kegiatan ilmiah. Mengapa lumpur panas bisa keluar sebegitu hebatnya sampai menimbulkan korban jiwa dan menenggelamkan sejumlah desa? Apa yang menyebabkan terjadinya musibah tersebut? Bagaimana cara untuk menanggulanginya? Munculnya pertanyaan/permasalahan ini. Ketika ilmu angkat tangan. arrive at an assertion which appears to be warranted. state the problem in specific terms.

c. Sampai saat kita menemukan hipotesis tertentu yang didukung oleh fakta. Tiga. Secara deduktif kita menjabarkan konsekuensinya secara empiris. Kalau fakta-fakta tersebut memang ada dalam dunia empiris kita. maka dinyatakan bahwa hipotesis itu telah terbukti. Dengan demikian maka proses kegiatan ilmiah mulai berputar lagi dalam suatu daur sebagaimana yang telah ditempuh dalam rangka mendapatkan teori ilmiah tersebut. b. Faktorfaktor tersebut membentuk suatu kerangka masalah yang berwujud gejala yang sedang kita telaah. Jikalau penegasan itu betul. Contoh : Masalah : “Terorisme Global dan Pembangunan Sumber Daya Pariwisata di Bali” muhammad ali gunawan_undiksha2006 13 . Hipotesis yang terbukti kebenarannya dianggap merupakan pengetahuan baru dan diterima sebagai bagian dari ilmu. tibalah pada suatu penegasan yang tampak dapat dipertanggungjawabkan. rumuskan suatu hipotesis kerja. Hipotesis ini pada hakikatnya merupakan hasil suatu penalaran induktif-deduktif. dengan mempergunakan pengetahuan yang sudah kita ketahui kebenarannya. Penerimaan hipotesis menjadi teori ilmiah. Pada langkah ini kita mengidentifikasikan faktor-faktor yang terlibat dalam masalah tersebut. Dalam hal hipotesis tidak terbukti. dalam hubungannya dengan hipotesis yang kita ajukan. Pengetahuan ini dapat kita gunakan untujk penelaahan selanjutnya. Perumusan kerangka masalah Merupakan usaha untuk mendeskripsikan masalah dengan lebih jelas. d. kumpulkan dan catat bahan pembuktian atau „data kasar‟. Pembuktian hipotesis Merupakan usaha untuk mengumpulkan fakta-fakta sebagaimana telah disebutkan di atas. e. Tujuh. yakni sebagai premis dalam usaha kita untuk menjelaskan berbagai gejala yang lainnya. (Kenali bahwa suatu situasi yang tak menentu ada. ini merupakan suatu situasi bertentangan atau kabur yang mengharuskan penyelidikan. Enam. Dua. Deduksi dari hipotesis Merupakan langkah perantara dalam usaha kita untuk menguji hipotesis yang diajukan. Demikian juga batas-batasnya. dengan kumpulan pengetahuan yang telah mapan” (The Liang Gie. satupadukan penegasan yang dapat dipertanggungjawabkan itu. kalau terbukti merupakan kumpulan pengetahuan yang baru dalam ilmu. Secara luas teori ilmiah dapat diartikan sebagai suatu penjelasan teoretis mengenai suatu gejala tertentu. Atau dengan kata lain hipotesis tersebut sekarang dapat kita anggap sebagai bagian dari suatu teori ilmiah. maka hipotesis ini ditolak kebenarannya dan kita kembali mengajukan hipotesis yang lain. sebab tanpa kejelasan ini kita akan mengalami kesukaran dalam melangkah kepada kegiatan berikutnya.knowledge already estabished. yakni perumusan kerangka masalah. ramalan-ramalan dapat dibuat darinya. Pengajuan hipotesis Merupakan usaha kita untuk memberikan penjelasan sementara mengenai hubungan sebab-akibat yang mengikat faktor-faktor yang membentuk kerangka masalah tersebut. Penemuan atau penentuan masalah Di sini secara sadar kita menetapkan masalah yang akan kita telaah dengan ruang lingkup dan batas-batasnya. Empat. sebab didukung oleh fakta-fakta yang nyata. Ruang lingkup permasalahan ini harus jelas. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa deduksihipotesis merupakan identifikasi fakta-fakta apa saja yang dapat kita lihat dalam dunia fisik yang nyata. dapat disusun langkah-langkah utama dalam metode ilmiah sebagai berikut : a. Lima. alihkan data kasar ini menjadi suatu pernyataan yang mempunyai makna dan kepentingan. 2000 : 115) Dari uraian di atas. nyatakan masalah itu dalam istilah spesifik. muhammad ali gunawan_undiksha2006 12 13. rancang suatu metode penyelidikan yang terkendalikan dengan jalan pengamatan… atau dengan jalan percobaan ataupun kedua-duanya. f. Delapan.

Terdapat sikap yang memandang hanya agamanya saja yang paling benar dalam diri si pelaku (Cauvinisme_Panatik buta). 1. Pengaruh tindakan teror cukup besar terhadap perekonomian di Bali.14. pariwisata di Bali begitu maju dan mampu menghasilkan PAD yang cukup tinggi.Keinginan untuk terkenal (populer) bagi si pelaku . 3. Faktor-faktor yang menyebabkan timbulnya aksi Teror: a. Namun setelah BOM Bali I dan II. Pembangunan di Bali sekarang ini sedikit demi sedikit mengalami stagnasi (macet). Faktor Agama Ajaran agama tidak dipahami secara benar oleh pemeluknya termasuk oleh si pelaku teror.Rendahnya rasa kebersamaan (ikatan sosial) antar warga negara dan antar daerah atau kesenjangan sosial di lingkup nasional . Faktor Sosial dan Ideologi Kecemburuan sosial . karena sektor pariwisata merupakan tulang punggung pembangunan di Bali 3. Pengaruh yang ditimbulkan sangat besar. sampai pada tahun 2006 sekarang ini. Perumusan Masalah : 1.Rendahnya pemahaman ajaran agama pelaku teror Mengendornya rasa kebersamaan antar warga negara . 2. Upaya apa saja yang dilakukan oleh pemerintah daerah Bali dalam mengeliminir tindakan teror dan memproteksi pembangunan sumber daya pariwisata dari gangguan sejenis? Pengajuan Hipotesis: 1.Rendahnya tingkat kesejahteraan rakyat . . c.Pihak asing kurang memperhatikan keberagaman agama di tanah air yang pada akhirnya terkadang sikap mereka juga tidak mengindahkan atau kurang memahami keberagaman tersebut.Aksi teror menjanjikan santunan yang cukup besar bagi si pelaku (motif ekonomi) Deduksi dari Hipotesis : muhammad ali gunawan_undiksha2006 14 15. Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan munculnya aksi teror? 4. Faktor Politik c. d. Seberapa besar pengaruh yang ditimbulkan oleh tindakan teror tersebut terhadap pembangunan sektor pariwisata dan ekonomi di Bali? 3. Faktor Ekonomi b. Tindakan teror berpengaruh besar terhadap sektor pariwisata di Bali yang secara langsung dapat mengurangi pendapatan asli daerah (ekonomi).sikap anarkis dan perbuatan terlarang untuk memperoleh kehidupan yang layak. 2.Lemahnya supremasi . . Faktor Ekonomi Rendahnya tingkat kesejahteraan rakyat menyebabkan timbulnya sikap. Faktor Politik . Tindakan teror berpengaruh terhadap pembangunan sektor pariwisata di Bali 2. banyak hotel-hotel berbintang yang gulung tikar.Lebarnya jurang/gap antara yang miskin dan yang kaya . Beberapa tahun yang lalu (sebelum terjadinya teror). Faktor Agama d.Terdapat deal-deal politik antara pihak asing dengan kelompok teroris dalam bentuk bantuan material (dana dan sarana). Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan orang melakukan tindakan teror yaitu : . para pedagang asongan pun tidak lagi terdengar suaranya menjajakan rokok dan permen.Keinginan untuk berkuasa dan diakui sebagai satu-satunya entitas dalam suatu wilayah kekuasaan negara. Laju pertumbuhan ekonomi berjalan pesat. Tindakan teror terbukti berpengaruh secara signifikan terhadap pembangunan sektor pariwisata di Bali. . Apakah dengan adanya tindakan teror dari sekompok orang dapat mempengaruhi pembangunan sektor pariwisata di Bali? 2. .Adanya kebencian yang mendalam terhadap pihak asing termasuk Amerika Serikat yang diklaim sebagai teroris internasional. . kelihatannya para pengunjung takut berkunjung ke Bali. b.Perilaku para tamu yang berkunjung tidak sesuai dengan ajaran agama yang ada di daerah. Ada beberapa faktor yang menyebabkan orang melakukan tindakan tertentu : a. .Bergesernya nilai-nilai pancasila-isme kepada nilai-nilai luar yang bertentangan dengan budaya lokal. wilayah-wilayah pariwisata dan sekeliling sangat ramai pengunjung. Faktor Sosial Pembuktian Hipotesis 1. selain itu juga pemerintah di negara mereka sendiri telah mengeluarkan peringatan (travle warning) yang cukup keras kepada setiap warga negaranya yang akan berkunjung ke Bali. 3.

nilai dan norma yang bersifat utilitaristik (kegunaan). Aspek Epistemologi: f.Polisi dan aparat keamanan selalu datangnya terlambat. Perbedaan antara Agama. yaitu yang baik dan menghindarkan dari yang buruk ke dalam perilaku keilmuannya. Tanpa ini seorang ilmuwan akan lebih merupakan seorang hantu atau serigala yang menakutkan bagi manusia lainnya. yang pada hakikatnya mengharuskan seorang ilmuwan mempunyai landasan moral yang kuat. Sementara filsafat memberikan wawasan hidup yang lebih luas. Aspek Ontologi: § Kasadk § akdajd b. kritis. penerapan ilmu pengetahuan yang telah dihasilkan oleh para ilmuwan.kaidah yang mendasari pemberian penilaian terhadap perbuatan-perbuatan apa yang seharusnya dikerjakan dan apa yang seharusnya terjadi serta menetapkan apa yang bertentangan dengan yang seharusnya terjadi. Persoalan ini mengharuskan etika keilmuwan selalu mengacu kepada “elemen. sehingga dapat menjadi ilmuwan yang mempertanggungjawabkan perilaku ilmiahnya.elemen” kaidah moral. Seni dan Ilmu : a. Aspek Epistemologi: c. seperti yang diunggulkan oleh tokoh Sigmund Freud dengan Psycho Analisis-nya. Etika keilmuan merupakan etika normatif yang merumuskan prinsip-prinsip etis yang dapat dipertanggungjawabkan secara rasional dan dapat diterapkan dalam ilmu pengetahuan. Dalam sejarah kemanusiaan tidak sedikit manusia terkena oleh persepsi Adolf Hitler dengan motto: “Jerman Uber . 1987 : 46). Tangung Jawab sosial ilmuwan dalam pengembangan ilmu adalah : muhammad ali gunawan_undiksha2006 16 17. Sebagai homo sapiens manusia mampu untuk berpikir benar. bahwa ilmu sudah tidak bebas nilai. Bali. ilmu bisa saja menjadi momok yang menakutkan bila disalahgunakan. Ilmu tidak bebas nilai: Ilmu sebagai hasil karya tertinggi manusia (ilmuwan) adalah sesuatu yang terus dan akan mengikuti pola dan model si pemikirnya (ilmuwan). Etika normatif menetapkan kaidah. Terjadinya rekonstruksi sosial ditingkatan global 7. Namun demikian terdapat pula segi negatif daya rasional manusia yaitu manusia mampu juga membuat rasionalisasi. nilai adat. dibarengi dengan kemampuan mereka yang pas-pasan. Seperti yang terjadi di Irak. dan intuitif dengan solusi problema yang baik dan benar. Sedangkan ilmu dan teknologi memberikan kemudahan dan kesejahteraan hidup” (Rindjin.Lemahnya sistem proteksi dini bagi tindakan teror dan sejenisnya . Aspek Ontologi: § Kasadk § akdajd e. Ini artinya. Di sinilah keharusan bagi para ilmuwan untuk mampu menilai mana yang baik dan mana yang buruk. rasional. Dengan demikian. Aspek Aksiologi: muhammad ali gunawan_undiksha2006 15 16. “Dari seni manusia mengharapkan kegairahan hidup sehingga tidak gersang. Persamaan antara Agama. apakah itu berupa teknologi. Aspek Aksiologi: 8. Bagi seorang ilmuwan. Dalih semacam itu bisa saja mempesona manusia apalagi bila didukung oleh sarana seperti kekuasaan (machtsvorming). dan sebagainya. Afganistan dan lain sebagainya.Adanya kontrak-kontrak politik antara teroris dengan negara asing . Karena ilmu sudah berada di tengah-tengah masyarakat luas dan masyarakat akan mengujinya. 9. Dari agama menusia mengharapkan bimbingan dan tuntunan hidup. terhadap dirinya dan orang lain dengan cara yang sistematis dan meyakinkan. Manusia dengan rasionalisasi membuat ulah untuk menutupi kesalahannya. yaitu hati nurani. kebebasan dan tanggung jawab. mestilah memperhatikan nilai-nilai kemanusiaan. nilai dan norma moral yang dimilikinya akan menjadi penentu. apakah ia sudah menjadi ilmuwan yang baik atau belum. a. Seni dan Ilmu : d. Tujuan etika keilmuan adalah agar seorang ilmuwan dapat menerapkan prinsip-prinsip moral. berpenalaran tinggi dengan daya pikir logis. nilai agama. kreatif.hukum . maupun teori-teori emansipasi masyarakat dan sebagainya itu. agar manusia tidak tersesat dalam menjalani hidupnya.

10. Namun apakah hal itu selalu demikian? Disinilah letak . b. menerima kritik dan pendapat orang lain. Unsur kebenaran telah berfungsi muhammad ali gunawan_undiksha2006 17 18. d. Sikap sosial dan moral dari para ilmuwan adalah konsisten dengan penelaahan keilmuwannya dalam arti ilmunya itu terbebas dari sistem nilai. Itulah kategori moral sebagai landasan sikap etisnya. baik sebagai jalan pikirannya maupun seluruh jalan hidupnya. Namun. Keadaan ini juga sekarang mirip dengan penindasan oleh bangsa Serbia-Kroasia terhadap bangsa Bosnia yang dulunya bersatu dalam bangsa Yugoslavia di bawah kepemimpinan diktator Yoseph Bros Tito. Di samping IPTEK masih terdapat kebenaran lain sebagai pelengkap harkat dan martabat manusia (human dignity) yang hakiki. Di bidang etika atau filsafat moral. Untuk itu ia dituntut bersifat imperatif dengan latar belakang pengetahuan yang cukup guna menempatkan segala sesuatunya sesuai proporsi yang sebenarnya. ilmu itu sendiri bersifat netral dan ilmuwanlah yang memberinya nilai. Contoh : Dalam tanggung jawab sosialnya para ilmuwan seperti Andre Sakharove dari Rusia telah melaksanakan tugas sosialnya dengan menyarankan kepada pemerintahnya dalam proyek nuklir dan proyek-proyek lainnya yang membahayakan nasib umat manusia. yang dianggapnya memang benar dan kalau perlu mengakui kesalahan kalau memang bersalah. Pilar penyangga keilmuwan itu sebagai tanggung jawab sosial para ilmuwan. e. tanggung jawab sosial ilmuwan di samping memberi informasi juga sebagai penuntun hidup dengan meneladani sikap objektif. demi rakyat manusia semua itu direlakan. Fenomena perang saudara antara bangsa Serbia-Kroasia dengan bangsa Bosnia telah melahirkan sekurang-kurangnya 2 (dua) orang tokoh penjahat perang yang diminta oleh Mahkamah Internasional di Den Haag untuk diseret kepengadilan yaitu Jenderal Radovan Karadsic dan Jenderal Ratcko Mladic karena membantai manusia secara besar-besaran tanpa bersalah. Melalui pendidikan moral dan takwa sebagai unsur yang tak terlupakan oleh para ilmuwan. teguh pada pendirian (istiqomah). c. Sendi utama masyarakat modern adalah IPTEK (ilmu pengetahuan dan teknologi). Karena IPTEK tanpa Iman dan Taqwa (IMTAQ) atau agama akan menghancurkan manusia. Daya analisis seorang ilmuwan dapat menciptakan dari objek permasalahan yang muncul di permukaan. Maka bangsa Yahudi harus dibantai habis-habisan dalam kamp-kamp konsentrasi dengan pembunuhan massal dengan gas. Perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan telah menciptakan berbagai bentuk kemudahan bagi manusia. Ia merasa terpanggil oleh kewajiban sosialnya baik sebagai penganalisis materi kebenaran maupun sebagai prototipe moral yang baik. terbuka. Tampillah ilmuwan itu dengan kekuatan dan keberaniannya serta menjadi suri tauladan laksana seorang pedagang. tanpa dilengkapi dengan pendidikan nilai-nilai moral yang luhur bangsa kita.Alles” Jerman sebagai bangsa Aria adalah superman dan bangsa Yahudi adalah pengotor ras Aria. Walaupun pada akhirnya dia harus mendekam dalam penjara dengan kerja paksa. Bagi ilmuwan proses penemuan ilmiah mempunyai implikasi etis. f. Justru aspek etika dari hakikat keilmuan kita masih kurang diperhatikan oleh kaum pedagang dan ilmuwan di mana kita cenderung mendidik anak kita menjadi cerdas. Di sinilah agaknya pelajaran etika sebagai conditiosine qua non bagi pelajar dan mahasiswa. sedangkan berbekal Iman dan Taqwa saja kita akan tertinggal jauh dari masyarakat modern dalam mencapai bangsa dan umat. Itulah gambaran proses rasionalisasi yang keliru atau materi pikiran yang tidak benar. Sebagai contoh ilmuwan Bertrand Russel mengungkapkan betapa dana yang dipakai untuk produksi senjata akan lebih bermanfaat bila digunakan untuk mengurangi keadatan penduduk dan peningkatan distribusi bahan makanan.

ayah ngantuk” Kelihatan sang bapak sudah tidak sabar. Sudahlah tidur saja. terbebas dari kutuk yang membawa malapetaka muhammad ali gunawan_undiksha2006 18 19. Dalam peperangan. kau ada-ada saja. sudah larut”.net/guns12380/filsafat-ilmu-2127862 . Bagaimana kemudian ilmu pengetahuan dan teknologinya merupakan berkah dan penyelamat manusia. “Lho. dia menyebabkan hidup kita dikejar waktu dan penuh tak tentu. yakni membawa manusia kepada penciptaan bom atom yang menimbulkan malapetaka. 1987 : 107). ingin buru-buru menghentikan keceriwisan anaknya.slideshare. hanya membawa kebahagiaan yang sedikit kepada kita? Jawabannya yang sederhana adalah karena kita belum lagi belajar menggunakannya secara wajar. “Akh sudahlah. dan kesengsaraan? Memang dengan jalan mempelajari teknologi seperti pembuatan bom atom. Sudah pasti. “Aduh nak. ayah kok sudah tahu apa yang dilakukan Tuhan besok pagi?” tanya sang anak tidak mau mundur. muhammad ali gunawan_undiksha2006 19 http://www. ilmu menyebabkan kita saling meracun dan saling menjegal. manusia bisa memanfaatkan wujudnya sebagai sumber energi bagi keselematan manusia. “Tapi bagaimana kalau besok Tuhan tidak menerbitkannya?” sang anak melanjutkan pertanyaannya. yang menghemat kerja dan membikin hidup lebih mudah. Bagaimana dengan kisah berikut? “Ayah berapakah kemungkinan matahari terbit esok pagi?” tanya seorang anak sebelum tidur. Seperti apa yang dikeluhkan oleh Albert Einstein ketika menyampaikan pandangannya dihadapan mahasiswa California Institut of Technology. (Jujun S. “Mengapa ilmu yang sangat indah ini. itu sudah ketentuan Tuhan” jawab bapaknya. Seperti yang terjadi di Bali baru-baru ini dan menciptakan senjata kuman yang dipakai sebagai alat untuk membunuh sesama manusia. tetapi di pihak lain hal ini bisa juga berakibat sebaliknya. Ketika sang anak ingin melanjutkan pertanyaan lagi. Dalam perdamaian. si bapak terlanjur mendengkur. Sumantri. “Akh. kapada bapaknya.Csssss……”.persoalannya. kalau tanya jangan yang susah-susah. matahari akan terbit lagi besok. “Csssss……. Ilmu yang seharusnya membebaskan kita dari pekerjaan yang melelahkan malah menjadikan manusia budak-budak mesin”.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful