P. 1
Hubungan Ilmu Agama Dan Seni

Hubungan Ilmu Agama Dan Seni

|Views: 682|Likes:
Published by DiLa Resti Wahyuni

More info:

Published by: DiLa Resti Wahyuni on Apr 07, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/28/2014

pdf

text

original

FILSAFAT ILMU - Document Transcript

1. Nama Mahasiswa : MUHAMMAD ALI GUNAWAN NIM. : 0629021006 Jurusan : Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Mata Kuliah : FILSAFAT ILMU UTS/Tahun : I / 2006 Dosen Pengampu : Dr. I KETUT SUMA, MS. Cogito ergo sum Cogito ergo sum Cogito ergo sum Cogito ergo sum Cogito ergo sum Cogito ergo sum Cogito ergo sum Cogito ergo sum Soal : 1. Deskripsikanlah secara singkat persamaan dan perbedaan berpikir filsafati dan berpikir ilmiah. Berikan contoh masing-masing. 2. Jelaskan dan berikan contoh objek formal dan material dalam ilmu dan filsafat. 3. Deskripsikan cirriciri yang menonjol pada perkembangan filsafat dan ilmu pada (1) Sebelum abad 15/16, (2) abad pertengahan, dan (3) Abad Modern, dan tunjukkan kemajuan-kemajuan yang terjadi dari zaman ke zaman. Uraian hendaknya dilengkapi dengan tokoh-tokoh ilmu dan filsafat yang berperan besar pada setiap zaman. 4. Deskripsikanlah sumbangan dunia timur (Islam_Arab, India dan Cina) dalam perkembangan ilmu di dunia Barat. 5. Bidang telaah filsafat ilmu adalah Ontologi, Epistemologi dan Aksiologi. Tunjukkan bahwa ketiga bidang ini terkait satu sama lain, dan berikan contohnya. 6. Tunjukkan dan berikan contoh bahwa metode ilmiah merupakan kombinasi antara penalaran deduktif dan induktif (antara rasionalisme dan empirisme). Jelaskan langkah-langkah utama dalam metode ilmiah dan berikan contoh. 7. Jelaskan dan tunjukkan perbedaan dan persamaan Agama, Seni, dan Ilmu ditinjau dari aspek ontology, epistemology, dan aksiologi. 8. Berikan pendapat dan argumentasi anda apakah ilmu bebas nilai atau terikat nilai. 9. Deskripsikan dengan singkat tanggungjawab sosial ilmuwan dalam pengembangan ilmu dan berikan contoh. 10. Tulislah uraian singkat masalah aktual yang menyangkut dilema pengembangan ilmu (ambil misalnya kasus bioteknologi, teknologi nuklir dan lain-lain) uraian disertai dengan kajian teoretis dan fakta-fakta empiris dan sampaikan pandangan anda terhadap masalah itu. muhammad ali gunawan_undiksha2006 1 2. Jawaban : 1. Persamaan dan Perbedaan berpikir filsafati dan berpikir ilmiah. a. Persamaan : § Filsafat dan ilmu mencari rumusan yang sebaik-baiknya, menyelidiki objek selengkap-lengkapnya sampai ke akar-akarnya. § Keduanya memberikan pengertian mengenai hubungan atau koheren yang ada antara kejadian-kejadian yang kita alami dan mencoba menunjukkan sebab-sebabnya. § Keduanya hendak memberikan sintesis, yaitu suatu pandangan yang bergandengan. § Keduanya mempunyai metode dan system § Keduanya hendak memberikan penjelasan tentang kenyataan, seluruhnya timbul dari hasrat manusia (objektivitas), akan pengetahuan yang mendasar. Contoh : Misalkan, kita berbicara mengenai kasus Poligami yang dilakukan oleh A.A Gym. Awalnya filsafat mencari apa sebutan dari perbuatan kawin lebih dari satu? Bagaimana seharusnya ikatan perkawinan itu dan bagaimana poligami bisa terjadi? Kenapa dan untuk apa poligami? Setelah filsafat memberikan jawabannya mengenai poligami. Maka ilmu mengambil alih, dijelaskanlah masalah poligami melalui teori-teori atau norma-norma atau kaidah-kaidah dan ajaran agama serta ilmu-ilmu sosial lainnya. Ilmu mencari sebab-sebab dan dasar dari sahnya perbuatan poligami, mudharat dan manfaatnya, serta dampak- dampak yang ditimbulkan dalam kehidupan masyarakat. Sampai pada ditemukannya aturan-aturan baru atau kesepakatan bersama mengenai boleh tidaknya poligami di Indonesia. b. Perbedaan : § Objek material (lapangan) filsafat itu bersifat universal (umum), yaitu segala sesuatu yang ada (realita) sedangkan objek material ilmu (pengetahuan ilmiah) itu bersifat khusus dan empiris. Artinya, ilmu hanya terfokus pada disiplin bidang masing-masing secara

Di samping itu. khususnya ilmu pertelevisian menanyakan: Apakah smackdown memang berbahaya bagi anak-anak. ilmu. spesifik. Smackdown lantas dilarang untuk disiarkan? Bagaimana dengan mobil yang setiap hari membawa korban? Apakah mobil juga akan dihentikan pemakaiannya karena berbahaya bagi pengguna jalan? Di sisi yang lain. bagaimana/how Tuhan itu ada (epistemologi). berarti dapat menemukan kegunaan ilmu pengetahuan itu. sedangkan ilmu haruslah diadakan riset lewat pendekatan trial and error. Sedangkan kajian filsafat tidak terkotak-kotak dalam disiplin tertentu. Namun dengan bantuan logika dan nalar Tuhan/Agama sebagai objek material dapat terjawab. perasaan dan pemikiran) yang membuahkan pengetahuan sebagai objek materialnya. mendalam dan mendasar. melainkan seluruh hakikat sesuatu baik yang nyata maupun yang abstrak. berarti bahwa cara ide-ide manusia itu mengadakan penyatuan diri dengan realita.sebab yang tidak begitu mendalam. moral serta hubungan antara teknik operasional metode ilmiah dengan norma-norma moral/profesional itu sebagai objek materialnya. § Filsafat memuat pertanyaan lebih jauh dan lebih mendalam berdasarkan pada pengalaman realitas sehari-hari. yang lebih dekat. Dengan epistemologis. yang sekunder (secondary cause) Contoh : “Tayangan SmackDown di Televisi” Filsafat berupaya mempertanyakan lebih mendalam: Apa yang sebenarnya ada dalam otak anak-anak kita di saat mereka melihat tayangan semacam itu? Bagaimana smackdown mempengaruhi perilaku anak-anak/penontonnya? Untuk apa smackdown ditayangkan? Kalau hanya untuk hiburan. § Filsafat memberikan penjelasan yang terakhir. nilai ilmu terletak pada kegunaan pragmatis. § Objek formal (sudut pandangan) filsafat itu bersifat non fragmentaris. kritis. tapi apakah dengan adanya korban jiwa. § Berpikir filsafat dilaksanakan dalam suatu suasana pengetahuan yang menonjolkan daya spekulasi.kaku dan terkotak-kotak. Selanjutnya dapatlah menemukan tentang hakikat kebenaran dan kriterianya sebagai objek materialnya.kotak) 2. hubungan antara sistem penggunaannya dengan norma-norma. karena mencari pengertian dari segala sesuatu yang ada itu secara luas. berarti bagaimana kemungkinan penimbaan pengetahuan yang merupakan ilmu. hubungan antara objek tadi dengan daya tangkap manusia (pengindraan. dan faktor pendukungnya. disinilah fungsi logika dan penalaran begitu berarti. sedangkan kegunaan filsafat timbul dari nilainya. Tuhan dalam hal ini adalah objek material yang tidak berbentuk immaterial. yang dimulai dari tidak tahu menjadi tahu. dan pengawasan. agar memperoleh pengetahuan yang benar. Sedangkan ilmu bersifat fragmentaris. dan mendalam sampai mendasar (primary cause) sedangkan ilmu menunjukkan sebab. sedangkan ilmu bersifat diskursif. Oleh karena itu. Sedangkan objek materialnya adalah proses-proses yang memungkinkan ditimbanya pengetahuan yang benar dan cara/teknik atau sarana yang membantu dalam mendapatkan pengetahuan yang benar itu. yang mutlak. muhammad ali gunawan_undiksha2006 3 4. ilmu tidak mempertanyakan hal-hal lain diluar itu. yang muhammad ali gunawan_undiksha2006 2 3. dan intensif. Objek Formal dan Materal Filsafat Objek formal filsafat tidak terbatas pada apa yang mampu diindrawi saja. untuk apa/what for Tuhan ada (aksiologi). Dengan aksiologis. yaitu menguraikan secara logis. seberapa besar pengaruhnya? Pertanyaannya kira-kira hanya sampai kepada hal itu saja. objek formal ilmu itu bersifat teknik. Objek Formal dan Material Ilmu Pengetahuan Objek formal ilmu . apakah tidak ada hiburan lain selain hiburan kekerasan? Pertanyaannya tidak sampai di situ. Contoh : Objek formal filsafat itu ada tiga : Apa/what? (ontologi) Tuhan. Dengan ontologis berati mempelajari wujud dari sesuatu objek. karena ilmu sifatnya terbatas (terkotak. proses-proses.

Sumbangan dunia timur dalam perkembangan ilmu di Dunia Barat: a. Contoh : a. Ditemukan juga Projective Geometri. d. muhammad ali gunawan_undiksha2006 4 5. Ilmu Kedokteran : Objek formalnya: efisiensif. Pada masa yang bersamaan dengan Keppler dan Galileo ditemukan Logaritma oleh Napier (1550-1617). dalam politik dan dalam ekonomi. b. Pada abad ke 17 dikuasai oleh pemikiran Galileo dan Newton. dan penemuan tata bulan planet Jupiter oleh Galileo (1546-1642). dan objek materialnya : noologis (socio-cultural) b. Baik bidang filsafat maupun dibidang politik ada suatu revolusi mendalam terhadap sistem-sistem tradisional dalam pemikiran. botani dan farmasi.pengetahuan adalah sudut pandangan ilmu pada umumnya. Sedangkan objek material ilmu adalah objek yang mempelajari secara langsung pekerjaan akal dan mengevaluasi hasil-hasil dari objek formal ilmu itu dan mengujinya denan realisasi praktis yang sebenarnya. Ilmu Pengetahuan Normatif. Idealisme Jerman setelah Kant dan yang kemudian. muhammad ali gunawan_undiksha2006 5 6. sistematisnya. norma-norma atau hukum-hukum berpikir yang harus ditaati agar kita dapat berpikir benar dan mencapai kebenaran yang dikatakan sebagai ilmu. optik. Daerah tempat filsafat berkembang menjadi lebih luas. kimia. b. artinya bahwa yang dikatakan sebagai objek formal ilmu adalah dari sudut mana kerja ilmu itu dilihat. Teori lintasan peluru. Ilmu Paedagogik : Objek formalnya: normatif. Al-Razi. maka pada abad ke 19 pengaruh Darwin besar sekali. noologis (sosial dan budaya). dan . seperti Al-Khawarizmi.penemuan lainnya seperti lintasan planet oleh Tycho dan Johannes Keppler (1571-1630). Ilmu Ekonomi : Objek formalnya: efisiensif. Suatu faktor baru yang tampak pada zaman ini ialah dominasi Jerman secara intelektual dimulai oleh Kant. c. Ibnu Sina. dan kimia organis. 4. Pada zaman ini ditandai dengan munculnya renaisans. telah memajukan dunia matematika. di mana manusia Barat mulai berpikir secara baru. kaidah-kaidah. Islam (Arab) Sumbangan para ahli pikir muslim. f. besar sekali pengaruhnya terhadap sejarah filsafat di Jerman. astronomi. Dengan tidak meninggalkan tradisi berpikir rasional. Produksi yang dihasilkan mesin-mesin sangat mengubah masyarakat dan memberikan kepada manusia suatu konsepsi baru tentang kuasa dalam hubungan dengan alam sekitar. Ciri-ciri Filsafat dan Ilmu Sebelum Abad XV dan XVI Ciri-ciri Filsafat dan Ilmu Abad Pertengahan (XV dan XVI) a. biologi. sehingga melahirkan para filsuf yang juga ilmuwan. c. Al-Battani. dan secara berangsur-angsur melepaskan diri dari otoritas kekuasaan gereja yang selama ini telah membelenggu kebebasan dalam mengemukakan kebenaran filsafat dan ilmu. e. Yang dilanjutkan dengan penemuan. dan Ilmu Pengetahuan Efisiensif. Desarque (1593-1662) Ciri-ciri Filsafat dan Ilmu Zaman Modern (Abad XIX dan XX ) a. Corak berpikir filsafati begitu bebas dan terbuka sesuai dengan teori-teori dan fakta-fakta empiris. Atas dasar ini dapat dikatakan bahwa ilmu secara sistematisnya memiliki tiga objek formal yaitu : Ilmu pengetahuan Deskriptif. Hal ini ditandai dengan gugurnya teori Geosentrisme-nya ptolomeus oleh teori heliosentrisme. termasuk Ameriska dan Unisoviet memberi sumbangannya. Dan objek materialnya adalah : kosmologis. fisika. yang mengakibatkan adanya serangan-serangan terhadap kepercayaan dan lembaga-lembaga yang hingga sekarang dipandang tak tergoyahkan. zoologi. terlebih-lebih dalam bidang geologi. apakah dari sudut asas-asasnya. hukum gerak. Pemikir yang dapat dikemukakan dalam jawaban ini antara lain : Nicholas Copernicus (1473-1543) dan Francis Bacon (15611626). dan objek materialnya: cosmologis prinsipia – phisis/ethis 3. Ilmu Pengetahuan berkembang cepat sekali. dan objek materialnya : noologis prinsipia – matematis/etis.

kemudian dimantapkan sebagai paradigma ilmiah oleh muhammad ali gunawan_undiksha2006 6 7. tulis Harry Hamersma. 1986 : 12) Selanjutnya. Bacon tak menyadari peran matematika dalam metode keilmuan. dunia modern sekarang ini mendapatkan kekuatan dan cahayanya” (Jujun S. Descartes menyarankan dilakukannnya metode deduksi-konsekwensi penggunaan matematika. Galileo menggeser pertanyaan mengapa dalam filsafat Yunani. Whitehead . Dengan diterimanya metode ilmiah sebagai paradigma.G. tak heran jika H. Lebih jauh. Isaac Newton (1642-1727) merupakan pionir yang menggabungkan metode berpikir deduktif dan induktif dalam penyelidikan ilmiahnya. metode eksperimental dikembangkan oleh para ilmuwan muslim dan disosialisasikan oleh Francis Bacon.lain. Dapat dilihat betapa berbedanya pendekatan yang ditawarkan Bacon dibandingkan tradisi Yunani.lain. ke bagaimana yang menekankan eksperimen sebuah pergeseran dari kualitatif ke kuantitatif. Galileo (1564-1642) membawa metode eksperimental dan gagasan-gagasan Bacon ke dalam praktek. dikomentari Ilmuwan Belanda. maka filsafat Yunani bisa dibaca manusia sekarang ini. Dua pandangan berbeda ini. para ilmuwan Islamlah yang telah berhasil memadukan warisan Yunani dan Hindu. manusia tak lagi menempatkan alam sebagai objek pemikirannya. bukannya saling bertentangan. Bacon berpendapat bahwa untuk menyelidiki alam. “warisan Islam terhadap peradaban manusia adalah pembakaran perpustakaan dan penebangan hutan tanpa sejengkal tanah pun ditanami” padahal. orang yang berziarah di dunia ini. diperkenalkan di dunia Barat oleh Roger Bacon (1214-1294). tetapi lebih jauh lagi. sehingga dewasa ini berkembang menjadi ilmu yang dinikmati umat manusia. Surisumantri. umpamanya dalam bukunya The History of The World. Tak terpikir. Wells dalam bukunya The Outline of History menyatakan “Dalam perjalanan sejarahnya maka lewat orang muslimlah dan bukan lewat kebudayaan latin. “Penyatuan penafsiran teoritis dan kontrol terhadap alam akan menghasilkan serangkaian penemuan yang dalam beberapa hal mungkin mengatasi kebutuhan hidup manusia” demikian pandangan Bacon (Haidar Bagir dan Zainal Abidin. singkatnya. Rene Descartes (1596-1650) menekankan penggunaan matematika dalam metode keilmuan. Ya. Dan lebih dari itu. bagaimana memanfaatkan ilmu untuk menciptakan teknologi yang berguna untuk kehidupan seharihari. Berbeda dengan Bacon. Diteruskan oleh Charles Darwin (1809-1882) yang menghasilkan muhammad ali gunawan_undiksha2006 7 8. Hyugens sebagai berikut : “Gagasan Bacon dan Descartes. dengan sinis dan penuh prasangka menulis. lewat terjemahan-terjemahan zaman Islam. sementara Descartes tak tahu potensi eksperimental. Para pemikir Yunani semata-mata merenungkan alam semesta demi memahami alam. manusia berusaha menciptakan dunia sebagaimana yang dikehendakinya. melainkan sebagai faber mundi. Alfred N. tetapi saling melengkapi. Francis Bacon (1561-1626). Manusia telah menganggap dirinya sebagai pusat kenyataan. 1988 : 11).dalam metode keilmuan. manusia harus menempatkannya pada sebuah posisi di mana alam dipaksa untuk memberikan jawabannya! Manusia tiadk lagi sebagai Viator Mundi. maka ilmu pada abad tujuh belas dan seterusnya mengalami perkembangan pesat. orang yang menciptakan dunianya. Bacon juga menegaskan tujuan ilmu: kegunaan praktis dalam kehidupan (pragmatisme). Penulis-penulis barat pada umumnya berusaha menghilangkan sumbangan dunia Islam terhadap perkembangan ilmu. Rene Sedillot. Perkembangan selanjutnya. Selain itu. Descartes sependapat dengan Bacon tentang tujuan ilmu… menjadi tuan dan pemiliki alam” (Haidar Bagir dan Zainal Abidin. 1988 : 114-115). teori evolusi. Metode eksperimental era Islam.

(1948) dalam Science Philosophy menyebutkan. dan Susruta. spekulasi.M) yang begitu diagungkan. seorang ahli fisika. telah banyak digambarkan mengenai tata cara muhammad ali gunawan_undiksha2006 8 9. dan Karl Popper dengan teori klasifikasinya. yang menunjukkan akar sejarah mulanya ilmu pengetahuan di India melalui tulisan sansekerta (sanscrit) yang sekarang kita gunakan. Yang sampai sekarang dikenal dengan Agnivesa. sumber mendasar penomoran telah terlupakan dan Dunia Arab telah memberikan nama yang salah. prinsip Weiner Heisenberg tentang ketidakpastian (uncertainly). di Taksasila atau Taxila. Pada tahun-tahun Budha sendiri. Yang mana kemudian. Khun dengan “Peran Paradigma dalam Revolusi Sains”-nya. (William F. apakah ilmu kedokteran Hindu atau Yunani yang lebih tua. sebagaimana usaha Thomas S. menyangkut teori tentang ada (being) sebagai obyek ilmu. atau barangkali kedua-duanya relatif saling mempengaruhi satu sama lainnya. sistem notasi telah digunakan untuk mengembangkan skema (urutan) penomoran yang kita pakai hari ini. Aritmetika India adalah sebuah bukti. Ini bisa dijabarkan sebagai sebuah fakta. seperti untuk penyakit katarak dan hernia.M. Akan tetapi filsafat etika yakni „Budha‟ (560. China 5. partikel-partikel subatomik yang anti materi aneh. bahwa periode antara 1870-1880 sebagai titik kulminasi perkembangan ilmu di mana Pasteur. India Ilmu pengetahuan bermula di India. seperti : “Teori kuantum. b. Sejarah Atreya diabadikan oleh Karaka di Kasmir. O‟neil temuan ilmiah yang luar biasa. yang tidak perlu dijelaskan lagi bahwa sebelum permulaan abad ke 3 S. Keduanya bersama segenap ilmuwan di seluruh permukaan bumi. bagaikan alat asah penajam untuk pisau metode ilmiah. pembedahan (operasi). serta psikologi behavioral (khususnya teori dorongan dan penguatan). c. Pada zaman India. 2001 : 167). Perkembangan ini merupakan sesuatu yang wajar. dominasi dunia Arab telah menguasai dunia timur Mediteranian. kira-kira 150 S. sulit dikatakan. pshiologi dan patologi. Langkah-langkah detail metode ilmiah digambarkan jauh sebelumnya. Dengan melihat catatan ini. Dan diajarkan kembali pada Eropa Barat melalui Spanyol dan Konstantinopel. dari Kasi atau Benares. dan ilmu dengan kemampuan akal manusia menemukan dan menata sebagaimana adanya.spekulasi terbaru mengenai pemindahan pola-pola elektris holografik dalam otak. merujuk tradisi. sehingga lebih tepat dan cepat menemukan hukum-hukum sebagaimana istilah Kuntowijoyo – dihamburkan Allah di alam semesta ini. bahwa ketika skema notasi India digunakan kembali oleh orang tokoh-tokoh Romawi. mengambil konsep-konsep matematika dan ilmu kedokteran India dengan belajar dari Yunani dan Romawi. dan pada saat yang sama sekolah kedokteran telah ada. menulis tentang semua kejadian. perkembangan di bidang genetika dan biologi molekuler.480 S. teori umum dan teori khusus relativitas.pertanyaan yang berkaitan dengan ontologi dengan ontologi diantaranya : obyek apa yang ditelaah ilmu? Bagaimana wujud yang hakiki dari objek tersebut? . Ontologi. Atreya. fenomena-fenomena yang menghebohkan seperti misalnya „lubang-lubang hitam‟ (black holes) di angkasa luar. temuan terbaru dalam psikologi fisik (khususnya yang berkaitan dengan rangsangan eletris terhadap saraf otak).M. Darwin dan Clerk-Maxwell berhasil mengembangkan penemuan ilmiahnya. dan lebih dari 700 pengobatan tumbuh-tumbuhan termasuk sebagai catatan. dan menetapkannya sebagai sistem pengobatan Atreya. Pertanyaan. yakni ditemukannya petunjuk penggunaan angka desimal dalam matematika. Juga. dijelaskan William F. beberapa diantaranya memberikan dasar-dasar anatomy. dan sebagian tak terjelaskan”. mengingat metode ilmiah mendasarkan dirinya pada akal sehat (reasonable) lebih-lebih ditunjang dengan usaha yang terus menerus menyempurnakannya. O‟neil.

menggenang atau mengalir dipermukaan tanah. terbentuklah arus kecil dipermukaan tanah. disebut metode ilmiah. pengetahuan merupakan hasil persentuhan objek (real) dan (interpretasi) subjek. Pertanyaan-pertanyaan yang sering timbul dengan masalah aksiologi ini diantaranya : untuk apa pengetahuan yang berupa ilmu itu dipergunakan? Bagaimana kaitan antara cara penggunaannya dengan kaidah-kaidah moral? Bagaimana kaitan antara teknik prosedural yang merupakan operasional metode ilmiah dengan norma-norma moral/profesional. Apabila titik air itu menitik dalam waktu cukup lama. Epistemologi mempelajari sifat-sifat dan cara kerja kemampuan-kemampuan tersebut. merasa dan mengindera) yang menghasilkan pengetahuan? Benar-benar adakah apa yang disebut sebagai realitas objektif (objective reality) yang terpisah dari subjek? Ataukah. Serta dapat meletakkan pada tempatnya masing-masing pemahaman kita tentang ciri-ciri tiap pengetahuan. atau teori pengetahuan (theory of knowledge) menyangkut kemampuan manusia dalam mencapai objek. Pertanyaan yang timbul berkaitan dengan epistemologi. Gabungan antara kedua kemampuan ini – akal merefleksikan pengalaman empiris sesuai pandangan Immanuel Kant. Dalam hal ini. diantaranya : bagaimana proses yang memungkinkan ditimbanya pengetahuan yang berupa ilmu? Bagaimana prosedurnya? Hal-hal apa yang harus diperhatikan agar kita mendapatkan pengetahuan yang benar? Apa yang disebut kebenaran itu sendiri? Apa kriterianya? Cara/teknik sarana apa yang membantu kita dalam mendapatkan pengetahuan berupa ilmu? Aksiologi menilai maslahat mudarat pembagian ilmu. Dengan demikian aksiologi tak terpisahkan dari nilai-nilai (value). membantu kita memanfaatkan setiap pengetahuan dengan benar. Titik air itulah yang kita sebut hujan. untuk apa pengetahuan itu digunakan (aksiologi)? Dengan jawaban dari ketiga pertanyaan tersebut kita dapat membedakan pengetahuan-pengetahuan yang ada dalam kehidupan manusia. yang membentuk metode ilmiah. Sedangkan cara atau proses ini muhammad ali gunawan_undiksha2006 9 10. dan aksiologi terkait satu dengan yang lainnya.Bagaimana hubungan antara objek tadi dengan daya tangkap manusia (seperti berfikir. dengan tanpa mengorbankan martabat manusia dan merusak kelestarian atau keseimbangan alam. Contoh: Suatu saat dalam hidup kita. Ontologi mempertanyakan: Apa itu hujan? Pengetahuan indera menjawab. Untuk membedakan antara pengetahuan yang satu dengan pengetahuan yang lainnya maka ketiga aspek tersebut : ontologi. hujan muhammad ali gunawan_undiksha2006 10 11. Sehingga kita tidak terjerembab mempertentangkan antara ilmu. Indera (sense) dan akal (ratio) adalah kemampuan yang diakui oleh ilmu (science) modern. dan dengan demikian tak sepenuhnya terpisah. pasti kita pernah melihat hari mendung. seni dan agama. adalah titik air yang jatuh ke bumi setelah hari mendung dan awan menebal. epistemologi. turunlah titik air. Tidak lama setelah itu. maka ilmu dapat dimanfaatkan sebagai sarana atau alat untuk meningkatkan kesejahteraan hidup. Titik air itu sampai di tanah menghilang. sampai ditanah mula. Epistemologi. karena peristiwa itu . Pertanyaan yang dapat diajukan misalnya apa yang dikaji oleh pengetahuan itu (ontologi)? Bagaimana caranya mendapatkan pengetahuan tersebut (epistemologi)? Serta. Sekadar itulah tangkapan pancaindera kita tentang hujan.mula titik air itu menghilang. menyerbu bumi. awan menebal. awan menebal dan hujan? Mengapa sampai ke tanah? Mengapa mula-mula titik air itu menghilang? Mengapa kemudian terbentuk arus kecil dipermukaan tanah? Kemana akhirnya arus itu menuju? Pertanyaan ini tidak mampu dijawab oleh pancaindera. Epistemologi kemudian melanjutkan pertanyaan kepada : Bagaimana hubungan antara hari mendung.

hukum alam adalah hukum materi atau zat. that is. Eight. Six. Jika kemudian timbul pertanyaan Aksiologi: Kenapa dan untuk apa terjadi hujan? Ilmu menjawab. idealisme atau serba ide.tama menyadarkan kita akan adanya suatu masalah. arrive at an assertion which appears to be warranted. kenapa keduanya bersenyawa? Ya. dicari jawabnya melalui kemampuan analisis terhadap data-data yang ada dan teori. unity the warranted assertion. menjelaskan langkah metode ilmiah (steps in the scientific method). Data yang terkumpul. Terbentuklah pengetahuan secara ilmiah tentang hujan. kemudian muhammad ali gunawan_undiksha2006 11 12. 6. Seven. Metode ilmiah merupakan sintesis antara berpikir rasional dan bertumpu pada data empiris. Zat adalah hakikat dari segala yang ada. Terbentur lagi kita kepada pertanyaan. sampai kepada batas kemampuannya.teori yang mendukungnya. Dari pertanyaan. karena hukum alam. Ketika ilmu angkat tangan. state the problem in specific terms. apa itu hukum alam. dianalisis secara mendasar dan runtut dengan urutan yang dapat dipertanggungjawabkan. transform these raw data into a statement having meaning and significance. This is a conflicting or obscure situation demanding inqury. Bahwa hujan diturunkan untuk memakmurkan bumi atau membasahi bumi dari kekeringan. Sebagaimana dijelaskan dalam Doubleday Pictorial Library of The Growth of Ideas. if it proves to be new knowledge in science. maka timbullah masalah yang berhubungan dengan hal itu. Conant. Apa hukum alam itu? Hukum alam adalah ketentuan alam atau peristiwa alam yang serba tetap. Begitu pun juga dengan masalah-masalah lainnya yang kita hadapi dalam kehidupan sehari-hari. “ Science: the study of the world according to scientific method. sebagai berikut : “Recognize that an indeterminate situation exists. itu adalah hukum alam.pertanyaan seperti ini. 2000 : 192). Ternyata terdiri atas hidrogen dan oksigen. Pada dasarnya pemikiran secara empiris pertama. James B. Three. dengan perbandingan 2 : 1. timbullah aliran materialisme atau serba zat. Kedua cara berpikir ini tercermin dalam berbagai langkah yang terdapat dalam proses kegiatan ilmiah. Pengetahuan yang bersifat ilmiah atau yang telah dibuktikan dengan metode ilmiah inilah yang disebut ilmu. Five. yang merupakan aliran besar filsafat metafisika. Two. Berlawanan dengan aliran besar lainnya spritual atau serba ruh.tidak langsung diserapnya. formulate a working hypothesis. Mengapa lumpur panas bisa keluar sebegitu hebatnya sampai menimbulkan korban jiwa dan menenggelamkan sejumlah desa? Apa yang menyebabkan terjadinya musibah tersebut? Bagaimana cara untuk menanggulanginya? Munculnya pertanyaan/permasalahan ini. Aksiologi juga menjawab bahwa jika tidak terjadi hujan maka bumi akan panas dan terjadi kebakaran di mana-mana. prediction maybe made from it. yakni pengamatan dalam hubungannya dengan metode hipotesis dan deduksi)” (The Liang Gie. Contoh sederhana : ketika kita menghadapi masalah bencana lumpur panas Lapindo Berantas. Filsafat menjawab. If the assertion is correct. with the body of . Apa yang dimaksud dengan ketentuan dan peristiwa alam? Pertanyaan ini tidak dijawab oleh ilmu. Apa yang mau diriset atau dieksperimen? Air yang membentuk siklus itu masih dapat diteliti. Untuk menjawabnya diperlukan penyelidikan. Four. Tidak pernah berpikir sekiranya kita tidak menyadari adanya masalah yang kita pikirkan. devise a controlled method of investigation by observation … or by exsperimentation or both. observation in conjuntion with the method of hypotesis and deduction (Ilmu : penelaahan mengenai dunia sesuai dengan metode ilmiah. pertanyaan itu diserahkan kepada filsafat. gather and record the testimony or „raw data‟. Ia adalah awal dan akhir dari segalanya. kemudian disimpulkan menjadi fakta. riset dan eskperimen.

Dalam hal hipotesis tidak terbukti. yakni perumusan kerangka masalah. dapat disusun langkah-langkah utama dalam metode ilmiah sebagai berikut : a. rancang suatu metode penyelidikan yang terkendalikan dengan jalan pengamatan… atau dengan jalan percobaan ataupun kedua-duanya. Perumusan kerangka masalah Merupakan usaha untuk mendeskripsikan masalah dengan lebih jelas. Demikian juga batas-batasnya. Pada langkah ini kita mengidentifikasikan faktor-faktor yang terlibat dalam masalah tersebut. Penerimaan hipotesis menjadi teori ilmiah. ini merupakan suatu situasi bertentangan atau kabur yang mengharuskan penyelidikan. Dua. Dengan demikian maka proses kegiatan ilmiah mulai berputar lagi dalam suatu daur sebagaimana yang telah ditempuh dalam rangka mendapatkan teori ilmiah tersebut. ramalan-ramalan dapat dibuat darinya. Enam. Delapan. tibalah pada suatu penegasan yang tampak dapat dipertanggungjawabkan. Tiga. Lima. maka hipotesis ini ditolak kebenarannya dan kita kembali mengajukan hipotesis yang lain. muhammad ali gunawan_undiksha2006 12 13. b. Jikalau penegasan itu betul. sebab tanpa kejelasan ini kita akan mengalami kesukaran dalam melangkah kepada kegiatan berikutnya. d. Empat. Sampai saat kita menemukan hipotesis tertentu yang didukung oleh fakta. kalau terbukti merupakan kumpulan pengetahuan yang baru dalam ilmu. Deduksi dari hipotesis Merupakan langkah perantara dalam usaha kita untuk menguji hipotesis yang diajukan. Contoh : Masalah : “Terorisme Global dan Pembangunan Sumber Daya Pariwisata di Bali” muhammad ali gunawan_undiksha2006 13 . dengan mempergunakan pengetahuan yang sudah kita ketahui kebenarannya. nyatakan masalah itu dalam istilah spesifik. Kalau fakta-fakta tersebut memang ada dalam dunia empiris kita. Hipotesis ini pada hakikatnya merupakan hasil suatu penalaran induktif-deduktif. Hipotesis yang terbukti kebenarannya dianggap merupakan pengetahuan baru dan diterima sebagai bagian dari ilmu. Pembuktian hipotesis Merupakan usaha untuk mengumpulkan fakta-fakta sebagaimana telah disebutkan di atas. c. satupadukan penegasan yang dapat dipertanggungjawabkan itu. e. Faktorfaktor tersebut membentuk suatu kerangka masalah yang berwujud gejala yang sedang kita telaah. yakni sebagai premis dalam usaha kita untuk menjelaskan berbagai gejala yang lainnya. dengan kumpulan pengetahuan yang telah mapan” (The Liang Gie. Pengajuan hipotesis Merupakan usaha kita untuk memberikan penjelasan sementara mengenai hubungan sebab-akibat yang mengikat faktor-faktor yang membentuk kerangka masalah tersebut. sebab didukung oleh fakta-fakta yang nyata. Secara luas teori ilmiah dapat diartikan sebagai suatu penjelasan teoretis mengenai suatu gejala tertentu. Tujuh. dalam hubungannya dengan hipotesis yang kita ajukan. Atau dengan kata lain hipotesis tersebut sekarang dapat kita anggap sebagai bagian dari suatu teori ilmiah. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa deduksihipotesis merupakan identifikasi fakta-fakta apa saja yang dapat kita lihat dalam dunia fisik yang nyata. rumuskan suatu hipotesis kerja. alihkan data kasar ini menjadi suatu pernyataan yang mempunyai makna dan kepentingan. kumpulkan dan catat bahan pembuktian atau „data kasar‟. Secara deduktif kita menjabarkan konsekuensinya secara empiris. (Kenali bahwa suatu situasi yang tak menentu ada. maka dinyatakan bahwa hipotesis itu telah terbukti. Penemuan atau penentuan masalah Di sini secara sadar kita menetapkan masalah yang akan kita telaah dengan ruang lingkup dan batas-batasnya. f.knowledge already estabished. Ruang lingkup permasalahan ini harus jelas. 2000 : 115) Dari uraian di atas. Pengetahuan ini dapat kita gunakan untujk penelaahan selanjutnya.

Terdapat sikap yang memandang hanya agamanya saja yang paling benar dalam diri si pelaku (Cauvinisme_Panatik buta). Perumusan Masalah : 1. Faktor-faktor yang menyebabkan timbulnya aksi Teror: a. 3.14. Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan munculnya aksi teror? 4. Pengaruh yang ditimbulkan sangat besar. Laju pertumbuhan ekonomi berjalan pesat. 3. 2. Faktor Sosial Pembuktian Hipotesis 1. Faktor Politik c. wilayah-wilayah pariwisata dan sekeliling sangat ramai pengunjung. d. kelihatannya para pengunjung takut berkunjung ke Bali. Pembangunan di Bali sekarang ini sedikit demi sedikit mengalami stagnasi (macet).Rendahnya tingkat kesejahteraan rakyat . Faktor Agama d. .Adanya kebencian yang mendalam terhadap pihak asing termasuk Amerika Serikat yang diklaim sebagai teroris internasional. Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan orang melakukan tindakan teror yaitu : .Lebarnya jurang/gap antara yang miskin dan yang kaya . 2. Tindakan teror berpengaruh terhadap pembangunan sektor pariwisata di Bali 2.Rendahnya pemahaman ajaran agama pelaku teror Mengendornya rasa kebersamaan antar warga negara . Pengaruh tindakan teror cukup besar terhadap perekonomian di Bali. . . Faktor Politik . banyak hotel-hotel berbintang yang gulung tikar.Keinginan untuk terkenal (populer) bagi si pelaku .Lemahnya supremasi .Keinginan untuk berkuasa dan diakui sebagai satu-satunya entitas dalam suatu wilayah kekuasaan negara. Faktor Agama Ajaran agama tidak dipahami secara benar oleh pemeluknya termasuk oleh si pelaku teror. .Pihak asing kurang memperhatikan keberagaman agama di tanah air yang pada akhirnya terkadang sikap mereka juga tidak mengindahkan atau kurang memahami keberagaman tersebut. pariwisata di Bali begitu maju dan mampu menghasilkan PAD yang cukup tinggi. Faktor Ekonomi b. para pedagang asongan pun tidak lagi terdengar suaranya menjajakan rokok dan permen. c. Tindakan teror berpengaruh besar terhadap sektor pariwisata di Bali yang secara langsung dapat mengurangi pendapatan asli daerah (ekonomi).Rendahnya rasa kebersamaan (ikatan sosial) antar warga negara dan antar daerah atau kesenjangan sosial di lingkup nasional .Terdapat deal-deal politik antara pihak asing dengan kelompok teroris dalam bentuk bantuan material (dana dan sarana).sikap anarkis dan perbuatan terlarang untuk memperoleh kehidupan yang layak. b. sampai pada tahun 2006 sekarang ini.Aksi teror menjanjikan santunan yang cukup besar bagi si pelaku (motif ekonomi) Deduksi dari Hipotesis : muhammad ali gunawan_undiksha2006 14 15. Namun setelah BOM Bali I dan II. selain itu juga pemerintah di negara mereka sendiri telah mengeluarkan peringatan (travle warning) yang cukup keras kepada setiap warga negaranya yang akan berkunjung ke Bali. Faktor Ekonomi Rendahnya tingkat kesejahteraan rakyat menyebabkan timbulnya sikap. Beberapa tahun yang lalu (sebelum terjadinya teror).Bergesernya nilai-nilai pancasila-isme kepada nilai-nilai luar yang bertentangan dengan budaya lokal. Apakah dengan adanya tindakan teror dari sekompok orang dapat mempengaruhi pembangunan sektor pariwisata di Bali? 2. Faktor Sosial dan Ideologi Kecemburuan sosial . 1. Tindakan teror terbukti berpengaruh secara signifikan terhadap pembangunan sektor pariwisata di Bali. Seberapa besar pengaruh yang ditimbulkan oleh tindakan teror tersebut terhadap pembangunan sektor pariwisata dan ekonomi di Bali? 3. . Upaya apa saja yang dilakukan oleh pemerintah daerah Bali dalam mengeliminir tindakan teror dan memproteksi pembangunan sumber daya pariwisata dari gangguan sejenis? Pengajuan Hipotesis: 1. .Perilaku para tamu yang berkunjung tidak sesuai dengan ajaran agama yang ada di daerah. karena sektor pariwisata merupakan tulang punggung pembangunan di Bali 3. Ada beberapa faktor yang menyebabkan orang melakukan tindakan tertentu : a.

Lemahnya sistem proteksi dini bagi tindakan teror dan sejenisnya . Ilmu tidak bebas nilai: Ilmu sebagai hasil karya tertinggi manusia (ilmuwan) adalah sesuatu yang terus dan akan mengikuti pola dan model si pemikirnya (ilmuwan). Terjadinya rekonstruksi sosial ditingkatan global 7. nilai adat. penerapan ilmu pengetahuan yang telah dihasilkan oleh para ilmuwan. Tujuan etika keilmuan adalah agar seorang ilmuwan dapat menerapkan prinsip-prinsip moral. Persamaan antara Agama. yaitu hati nurani. nilai dan norma moral yang dimilikinya akan menjadi penentu. 1987 : 46). Karena ilmu sudah berada di tengah-tengah masyarakat luas dan masyarakat akan mengujinya. berpenalaran tinggi dengan daya pikir logis. mestilah memperhatikan nilai-nilai kemanusiaan. Seni dan Ilmu : a. ilmu bisa saja menjadi momok yang menakutkan bila disalahgunakan. maupun teori-teori emansipasi masyarakat dan sebagainya itu. Persoalan ini mengharuskan etika keilmuwan selalu mengacu kepada “elemen. apakah itu berupa teknologi. yaitu yang baik dan menghindarkan dari yang buruk ke dalam perilaku keilmuannya. Sebagai homo sapiens manusia mampu untuk berpikir benar. yang pada hakikatnya mengharuskan seorang ilmuwan mempunyai landasan moral yang kuat. Aspek Epistemologi: f. Aspek Epistemologi: c. Tanpa ini seorang ilmuwan akan lebih merupakan seorang hantu atau serigala yang menakutkan bagi manusia lainnya. Perbedaan antara Agama. Sementara filsafat memberikan wawasan hidup yang lebih luas. apakah ia sudah menjadi ilmuwan yang baik atau belum. Bali. Dengan demikian. nilai agama. nilai dan norma yang bersifat utilitaristik (kegunaan). “Dari seni manusia mengharapkan kegairahan hidup sehingga tidak gersang. Bagi seorang ilmuwan. kritis.elemen” kaidah moral. sehingga dapat menjadi ilmuwan yang mempertanggungjawabkan perilaku ilmiahnya. Afganistan dan lain sebagainya. Aspek Ontologi: § Kasadk § akdajd b. dibarengi dengan kemampuan mereka yang pas-pasan. dan intuitif dengan solusi problema yang baik dan benar. seperti yang diunggulkan oleh tokoh Sigmund Freud dengan Psycho Analisis-nya. Manusia dengan rasionalisasi membuat ulah untuk menutupi kesalahannya. Aspek Aksiologi: muhammad ali gunawan_undiksha2006 15 16.kaidah yang mendasari pemberian penilaian terhadap perbuatan-perbuatan apa yang seharusnya dikerjakan dan apa yang seharusnya terjadi serta menetapkan apa yang bertentangan dengan yang seharusnya terjadi.Adanya kontrak-kontrak politik antara teroris dengan negara asing . Namun demikian terdapat pula segi negatif daya rasional manusia yaitu manusia mampu juga membuat rasionalisasi. Aspek Aksiologi: 8. bahwa ilmu sudah tidak bebas nilai. Etika keilmuan merupakan etika normatif yang merumuskan prinsip-prinsip etis yang dapat dipertanggungjawabkan secara rasional dan dapat diterapkan dalam ilmu pengetahuan. a. agar manusia tidak tersesat dalam menjalani hidupnya. Seni dan Ilmu : d. Ini artinya. Dalih semacam itu bisa saja mempesona manusia apalagi bila didukung oleh sarana seperti kekuasaan (machtsvorming). Sedangkan ilmu dan teknologi memberikan kemudahan dan kesejahteraan hidup” (Rindjin. terhadap dirinya dan orang lain dengan cara yang sistematis dan meyakinkan. kreatif. 9. Di sinilah keharusan bagi para ilmuwan untuk mampu menilai mana yang baik dan mana yang buruk. Aspek Ontologi: § Kasadk § akdajd e. Tangung Jawab sosial ilmuwan dalam pengembangan ilmu adalah : muhammad ali gunawan_undiksha2006 16 17.Polisi dan aparat keamanan selalu datangnya terlambat. dan sebagainya. kebebasan dan tanggung jawab. Dalam sejarah kemanusiaan tidak sedikit manusia terkena oleh persepsi Adolf Hitler dengan motto: “Jerman Uber .hukum . rasional. Dari agama menusia mengharapkan bimbingan dan tuntunan hidup. Seperti yang terjadi di Irak. Etika normatif menetapkan kaidah.

Sendi utama masyarakat modern adalah IPTEK (ilmu pengetahuan dan teknologi). Tampillah ilmuwan itu dengan kekuatan dan keberaniannya serta menjadi suri tauladan laksana seorang pedagang. Keadaan ini juga sekarang mirip dengan penindasan oleh bangsa Serbia-Kroasia terhadap bangsa Bosnia yang dulunya bersatu dalam bangsa Yugoslavia di bawah kepemimpinan diktator Yoseph Bros Tito. Justru aspek etika dari hakikat keilmuan kita masih kurang diperhatikan oleh kaum pedagang dan ilmuwan di mana kita cenderung mendidik anak kita menjadi cerdas. baik sebagai jalan pikirannya maupun seluruh jalan hidupnya. Contoh : Dalam tanggung jawab sosialnya para ilmuwan seperti Andre Sakharove dari Rusia telah melaksanakan tugas sosialnya dengan menyarankan kepada pemerintahnya dalam proyek nuklir dan proyek-proyek lainnya yang membahayakan nasib umat manusia. Di bidang etika atau filsafat moral. tanggung jawab sosial ilmuwan di samping memberi informasi juga sebagai penuntun hidup dengan meneladani sikap objektif. Itulah gambaran proses rasionalisasi yang keliru atau materi pikiran yang tidak benar. Sikap sosial dan moral dari para ilmuwan adalah konsisten dengan penelaahan keilmuwannya dalam arti ilmunya itu terbebas dari sistem nilai. tanpa dilengkapi dengan pendidikan nilai-nilai moral yang luhur bangsa kita. Namun apakah hal itu selalu demikian? Disinilah letak . demi rakyat manusia semua itu direlakan. yang dianggapnya memang benar dan kalau perlu mengakui kesalahan kalau memang bersalah. Melalui pendidikan moral dan takwa sebagai unsur yang tak terlupakan oleh para ilmuwan. terbuka. teguh pada pendirian (istiqomah). Di sinilah agaknya pelajaran etika sebagai conditiosine qua non bagi pelajar dan mahasiswa. Walaupun pada akhirnya dia harus mendekam dalam penjara dengan kerja paksa. Sebagai contoh ilmuwan Bertrand Russel mengungkapkan betapa dana yang dipakai untuk produksi senjata akan lebih bermanfaat bila digunakan untuk mengurangi keadatan penduduk dan peningkatan distribusi bahan makanan. Unsur kebenaran telah berfungsi muhammad ali gunawan_undiksha2006 17 18. c. sedangkan berbekal Iman dan Taqwa saja kita akan tertinggal jauh dari masyarakat modern dalam mencapai bangsa dan umat. Itulah kategori moral sebagai landasan sikap etisnya. Pilar penyangga keilmuwan itu sebagai tanggung jawab sosial para ilmuwan. e. Karena IPTEK tanpa Iman dan Taqwa (IMTAQ) atau agama akan menghancurkan manusia. Maka bangsa Yahudi harus dibantai habis-habisan dalam kamp-kamp konsentrasi dengan pembunuhan massal dengan gas. Daya analisis seorang ilmuwan dapat menciptakan dari objek permasalahan yang muncul di permukaan. d. Bagi ilmuwan proses penemuan ilmiah mempunyai implikasi etis. Ia merasa terpanggil oleh kewajiban sosialnya baik sebagai penganalisis materi kebenaran maupun sebagai prototipe moral yang baik. Fenomena perang saudara antara bangsa Serbia-Kroasia dengan bangsa Bosnia telah melahirkan sekurang-kurangnya 2 (dua) orang tokoh penjahat perang yang diminta oleh Mahkamah Internasional di Den Haag untuk diseret kepengadilan yaitu Jenderal Radovan Karadsic dan Jenderal Ratcko Mladic karena membantai manusia secara besar-besaran tanpa bersalah. b.Alles” Jerman sebagai bangsa Aria adalah superman dan bangsa Yahudi adalah pengotor ras Aria. Di samping IPTEK masih terdapat kebenaran lain sebagai pelengkap harkat dan martabat manusia (human dignity) yang hakiki. Namun. menerima kritik dan pendapat orang lain. 10. ilmu itu sendiri bersifat netral dan ilmuwanlah yang memberinya nilai. Perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan telah menciptakan berbagai bentuk kemudahan bagi manusia. Untuk itu ia dituntut bersifat imperatif dengan latar belakang pengetahuan yang cukup guna menempatkan segala sesuatunya sesuai proporsi yang sebenarnya. f.

Sudahlah tidur saja. Sumantri. “Aduh nak. kapada bapaknya. dia menyebabkan hidup kita dikejar waktu dan penuh tak tentu. (Jujun S. “Csssss……. muhammad ali gunawan_undiksha2006 19 http://www. ayah ngantuk” Kelihatan sang bapak sudah tidak sabar. “Akh sudahlah. “Akh. itu sudah ketentuan Tuhan” jawab bapaknya. Bagaimana dengan kisah berikut? “Ayah berapakah kemungkinan matahari terbit esok pagi?” tanya seorang anak sebelum tidur. ayah kok sudah tahu apa yang dilakukan Tuhan besok pagi?” tanya sang anak tidak mau mundur. Bagaimana kemudian ilmu pengetahuan dan teknologinya merupakan berkah dan penyelamat manusia. terbebas dari kutuk yang membawa malapetaka muhammad ali gunawan_undiksha2006 18 19. Dalam perdamaian. tetapi di pihak lain hal ini bisa juga berakibat sebaliknya. hanya membawa kebahagiaan yang sedikit kepada kita? Jawabannya yang sederhana adalah karena kita belum lagi belajar menggunakannya secara wajar. yang menghemat kerja dan membikin hidup lebih mudah. matahari akan terbit lagi besok. Seperti apa yang dikeluhkan oleh Albert Einstein ketika menyampaikan pandangannya dihadapan mahasiswa California Institut of Technology.persoalannya. ilmu menyebabkan kita saling meracun dan saling menjegal.net/guns12380/filsafat-ilmu-2127862 . kalau tanya jangan yang susah-susah. dan kesengsaraan? Memang dengan jalan mempelajari teknologi seperti pembuatan bom atom. yakni membawa manusia kepada penciptaan bom atom yang menimbulkan malapetaka. “Tapi bagaimana kalau besok Tuhan tidak menerbitkannya?” sang anak melanjutkan pertanyaannya. manusia bisa memanfaatkan wujudnya sebagai sumber energi bagi keselematan manusia. 1987 : 107). kau ada-ada saja. Sudah pasti. ingin buru-buru menghentikan keceriwisan anaknya. Dalam peperangan. Ketika sang anak ingin melanjutkan pertanyaan lagi. sudah larut”. si bapak terlanjur mendengkur. Seperti yang terjadi di Bali baru-baru ini dan menciptakan senjata kuman yang dipakai sebagai alat untuk membunuh sesama manusia. Ilmu yang seharusnya membebaskan kita dari pekerjaan yang melelahkan malah menjadikan manusia budak-budak mesin”. “Lho.Csssss……”. “Mengapa ilmu yang sangat indah ini.slideshare.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->