FILSAFAT ILMU - Document Transcript

1. Nama Mahasiswa : MUHAMMAD ALI GUNAWAN NIM. : 0629021006 Jurusan : Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Mata Kuliah : FILSAFAT ILMU UTS/Tahun : I / 2006 Dosen Pengampu : Dr. I KETUT SUMA, MS. Cogito ergo sum Cogito ergo sum Cogito ergo sum Cogito ergo sum Cogito ergo sum Cogito ergo sum Cogito ergo sum Cogito ergo sum Soal : 1. Deskripsikanlah secara singkat persamaan dan perbedaan berpikir filsafati dan berpikir ilmiah. Berikan contoh masing-masing. 2. Jelaskan dan berikan contoh objek formal dan material dalam ilmu dan filsafat. 3. Deskripsikan cirriciri yang menonjol pada perkembangan filsafat dan ilmu pada (1) Sebelum abad 15/16, (2) abad pertengahan, dan (3) Abad Modern, dan tunjukkan kemajuan-kemajuan yang terjadi dari zaman ke zaman. Uraian hendaknya dilengkapi dengan tokoh-tokoh ilmu dan filsafat yang berperan besar pada setiap zaman. 4. Deskripsikanlah sumbangan dunia timur (Islam_Arab, India dan Cina) dalam perkembangan ilmu di dunia Barat. 5. Bidang telaah filsafat ilmu adalah Ontologi, Epistemologi dan Aksiologi. Tunjukkan bahwa ketiga bidang ini terkait satu sama lain, dan berikan contohnya. 6. Tunjukkan dan berikan contoh bahwa metode ilmiah merupakan kombinasi antara penalaran deduktif dan induktif (antara rasionalisme dan empirisme). Jelaskan langkah-langkah utama dalam metode ilmiah dan berikan contoh. 7. Jelaskan dan tunjukkan perbedaan dan persamaan Agama, Seni, dan Ilmu ditinjau dari aspek ontology, epistemology, dan aksiologi. 8. Berikan pendapat dan argumentasi anda apakah ilmu bebas nilai atau terikat nilai. 9. Deskripsikan dengan singkat tanggungjawab sosial ilmuwan dalam pengembangan ilmu dan berikan contoh. 10. Tulislah uraian singkat masalah aktual yang menyangkut dilema pengembangan ilmu (ambil misalnya kasus bioteknologi, teknologi nuklir dan lain-lain) uraian disertai dengan kajian teoretis dan fakta-fakta empiris dan sampaikan pandangan anda terhadap masalah itu. muhammad ali gunawan_undiksha2006 1 2. Jawaban : 1. Persamaan dan Perbedaan berpikir filsafati dan berpikir ilmiah. a. Persamaan : § Filsafat dan ilmu mencari rumusan yang sebaik-baiknya, menyelidiki objek selengkap-lengkapnya sampai ke akar-akarnya. § Keduanya memberikan pengertian mengenai hubungan atau koheren yang ada antara kejadian-kejadian yang kita alami dan mencoba menunjukkan sebab-sebabnya. § Keduanya hendak memberikan sintesis, yaitu suatu pandangan yang bergandengan. § Keduanya mempunyai metode dan system § Keduanya hendak memberikan penjelasan tentang kenyataan, seluruhnya timbul dari hasrat manusia (objektivitas), akan pengetahuan yang mendasar. Contoh : Misalkan, kita berbicara mengenai kasus Poligami yang dilakukan oleh A.A Gym. Awalnya filsafat mencari apa sebutan dari perbuatan kawin lebih dari satu? Bagaimana seharusnya ikatan perkawinan itu dan bagaimana poligami bisa terjadi? Kenapa dan untuk apa poligami? Setelah filsafat memberikan jawabannya mengenai poligami. Maka ilmu mengambil alih, dijelaskanlah masalah poligami melalui teori-teori atau norma-norma atau kaidah-kaidah dan ajaran agama serta ilmu-ilmu sosial lainnya. Ilmu mencari sebab-sebab dan dasar dari sahnya perbuatan poligami, mudharat dan manfaatnya, serta dampak- dampak yang ditimbulkan dalam kehidupan masyarakat. Sampai pada ditemukannya aturan-aturan baru atau kesepakatan bersama mengenai boleh tidaknya poligami di Indonesia. b. Perbedaan : § Objek material (lapangan) filsafat itu bersifat universal (umum), yaitu segala sesuatu yang ada (realita) sedangkan objek material ilmu (pengetahuan ilmiah) itu bersifat khusus dan empiris. Artinya, ilmu hanya terfokus pada disiplin bidang masing-masing secara

Objek Formal dan Materal Filsafat Objek formal filsafat tidak terbatas pada apa yang mampu diindrawi saja. hubungan antara sistem penggunaannya dengan norma-norma. seberapa besar pengaruhnya? Pertanyaannya kira-kira hanya sampai kepada hal itu saja. dan mendalam sampai mendasar (primary cause) sedangkan ilmu menunjukkan sebab.kaku dan terkotak-kotak. dan faktor pendukungnya. berarti dapat menemukan kegunaan ilmu pengetahuan itu. proses-proses. ilmu. agar memperoleh pengetahuan yang benar. Smackdown lantas dilarang untuk disiarkan? Bagaimana dengan mobil yang setiap hari membawa korban? Apakah mobil juga akan dihentikan pemakaiannya karena berbahaya bagi pengguna jalan? Di sisi yang lain. apakah tidak ada hiburan lain selain hiburan kekerasan? Pertanyaannya tidak sampai di situ. tapi apakah dengan adanya korban jiwa. Objek Formal dan Material Ilmu Pengetahuan Objek formal ilmu . karena ilmu sifatnya terbatas (terkotak. mendalam dan mendasar. dan intensif. Sedangkan objek materialnya adalah proses-proses yang memungkinkan ditimbanya pengetahuan yang benar dan cara/teknik atau sarana yang membantu dalam mendapatkan pengetahuan yang benar itu. yang sekunder (secondary cause) Contoh : “Tayangan SmackDown di Televisi” Filsafat berupaya mempertanyakan lebih mendalam: Apa yang sebenarnya ada dalam otak anak-anak kita di saat mereka melihat tayangan semacam itu? Bagaimana smackdown mempengaruhi perilaku anak-anak/penontonnya? Untuk apa smackdown ditayangkan? Kalau hanya untuk hiburan. yang mutlak. Contoh : Objek formal filsafat itu ada tiga : Apa/what? (ontologi) Tuhan. perasaan dan pemikiran) yang membuahkan pengetahuan sebagai objek materialnya. Sedangkan kajian filsafat tidak terkotak-kotak dalam disiplin tertentu. § Filsafat memberikan penjelasan yang terakhir. sedangkan kegunaan filsafat timbul dari nilainya. yaitu menguraikan secara logis. Selanjutnya dapatlah menemukan tentang hakikat kebenaran dan kriterianya sebagai objek materialnya. Namun dengan bantuan logika dan nalar Tuhan/Agama sebagai objek material dapat terjawab. berarti bahwa cara ide-ide manusia itu mengadakan penyatuan diri dengan realita.kotak) 2. § Berpikir filsafat dilaksanakan dalam suatu suasana pengetahuan yang menonjolkan daya spekulasi. dan pengawasan. spesifik. Di samping itu. § Objek formal (sudut pandangan) filsafat itu bersifat non fragmentaris. berarti bagaimana kemungkinan penimbaan pengetahuan yang merupakan ilmu. moral serta hubungan antara teknik operasional metode ilmiah dengan norma-norma moral/profesional itu sebagai objek materialnya. sedangkan ilmu haruslah diadakan riset lewat pendekatan trial and error. yang lebih dekat. Oleh karena itu. Dengan ontologis berati mempelajari wujud dari sesuatu objek. hubungan antara objek tadi dengan daya tangkap manusia (pengindraan. karena mencari pengertian dari segala sesuatu yang ada itu secara luas. objek formal ilmu itu bersifat teknik. disinilah fungsi logika dan penalaran begitu berarti.sebab yang tidak begitu mendalam. nilai ilmu terletak pada kegunaan pragmatis. sedangkan ilmu bersifat diskursif. Sedangkan ilmu bersifat fragmentaris. ilmu tidak mempertanyakan hal-hal lain diluar itu. Dengan aksiologis. muhammad ali gunawan_undiksha2006 3 4. melainkan seluruh hakikat sesuatu baik yang nyata maupun yang abstrak. yang muhammad ali gunawan_undiksha2006 2 3. kritis. untuk apa/what for Tuhan ada (aksiologi). bagaimana/how Tuhan itu ada (epistemologi). § Filsafat memuat pertanyaan lebih jauh dan lebih mendalam berdasarkan pada pengalaman realitas sehari-hari. yang dimulai dari tidak tahu menjadi tahu. Dengan epistemologis. khususnya ilmu pertelevisian menanyakan: Apakah smackdown memang berbahaya bagi anak-anak. Tuhan dalam hal ini adalah objek material yang tidak berbentuk immaterial.

Sedangkan objek material ilmu adalah objek yang mempelajari secara langsung pekerjaan akal dan mengevaluasi hasil-hasil dari objek formal ilmu itu dan mengujinya denan realisasi praktis yang sebenarnya. Pada zaman ini ditandai dengan munculnya renaisans. apakah dari sudut asas-asasnya. terlebih-lebih dalam bidang geologi. Suatu faktor baru yang tampak pada zaman ini ialah dominasi Jerman secara intelektual dimulai oleh Kant. maka pada abad ke 19 pengaruh Darwin besar sekali. Atas dasar ini dapat dikatakan bahwa ilmu secara sistematisnya memiliki tiga objek formal yaitu : Ilmu pengetahuan Deskriptif. artinya bahwa yang dikatakan sebagai objek formal ilmu adalah dari sudut mana kerja ilmu itu dilihat. astronomi. zoologi. Teori lintasan peluru. Ilmu Pengetahuan berkembang cepat sekali. Ilmu Paedagogik : Objek formalnya: normatif. c. hukum gerak. termasuk Ameriska dan Unisoviet memberi sumbangannya. Contoh : a. Daerah tempat filsafat berkembang menjadi lebih luas. 4. seperti Al-Khawarizmi. b. Islam (Arab) Sumbangan para ahli pikir muslim.pengetahuan adalah sudut pandangan ilmu pada umumnya. besar sekali pengaruhnya terhadap sejarah filsafat di Jerman. Dan objek materialnya adalah : kosmologis. Ciri-ciri Filsafat dan Ilmu Sebelum Abad XV dan XVI Ciri-ciri Filsafat dan Ilmu Abad Pertengahan (XV dan XVI) a. Ilmu Pengetahuan Normatif. norma-norma atau hukum-hukum berpikir yang harus ditaati agar kita dapat berpikir benar dan mencapai kebenaran yang dikatakan sebagai ilmu. dan objek materialnya : noologis (socio-cultural) b. Idealisme Jerman setelah Kant dan yang kemudian. Ilmu Kedokteran : Objek formalnya: efisiensif. telah memajukan dunia matematika. Al-Razi. Ibnu Sina. dan . fisika. kaidah-kaidah. sistematisnya. d. dan penemuan tata bulan planet Jupiter oleh Galileo (1546-1642). f. Produksi yang dihasilkan mesin-mesin sangat mengubah masyarakat dan memberikan kepada manusia suatu konsepsi baru tentang kuasa dalam hubungan dengan alam sekitar. Ditemukan juga Projective Geometri. muhammad ali gunawan_undiksha2006 5 6.penemuan lainnya seperti lintasan planet oleh Tycho dan Johannes Keppler (1571-1630). Al-Battani. biologi. di mana manusia Barat mulai berpikir secara baru. Pada abad ke 17 dikuasai oleh pemikiran Galileo dan Newton. Baik bidang filsafat maupun dibidang politik ada suatu revolusi mendalam terhadap sistem-sistem tradisional dalam pemikiran. dalam politik dan dalam ekonomi. Corak berpikir filsafati begitu bebas dan terbuka sesuai dengan teori-teori dan fakta-fakta empiris. Pada masa yang bersamaan dengan Keppler dan Galileo ditemukan Logaritma oleh Napier (1550-1617). e. dan kimia organis. yang mengakibatkan adanya serangan-serangan terhadap kepercayaan dan lembaga-lembaga yang hingga sekarang dipandang tak tergoyahkan. b. sehingga melahirkan para filsuf yang juga ilmuwan. c. Yang dilanjutkan dengan penemuan. dan Ilmu Pengetahuan Efisiensif. noologis (sosial dan budaya). dan objek materialnya : noologis prinsipia – matematis/etis. dan objek materialnya: cosmologis prinsipia – phisis/ethis 3. Hal ini ditandai dengan gugurnya teori Geosentrisme-nya ptolomeus oleh teori heliosentrisme. muhammad ali gunawan_undiksha2006 4 5. Desarque (1593-1662) Ciri-ciri Filsafat dan Ilmu Zaman Modern (Abad XIX dan XX ) a. Sumbangan dunia timur dalam perkembangan ilmu di Dunia Barat: a. botani dan farmasi. Dengan tidak meninggalkan tradisi berpikir rasional. dan secara berangsur-angsur melepaskan diri dari otoritas kekuasaan gereja yang selama ini telah membelenggu kebebasan dalam mengemukakan kebenaran filsafat dan ilmu. Pemikir yang dapat dikemukakan dalam jawaban ini antara lain : Nicholas Copernicus (1473-1543) dan Francis Bacon (15611626). kimia. Ilmu Ekonomi : Objek formalnya: efisiensif. optik.

Penulis-penulis barat pada umumnya berusaha menghilangkan sumbangan dunia Islam terhadap perkembangan ilmu. Surisumantri. Wells dalam bukunya The Outline of History menyatakan “Dalam perjalanan sejarahnya maka lewat orang muslimlah dan bukan lewat kebudayaan latin. manusia harus menempatkannya pada sebuah posisi di mana alam dipaksa untuk memberikan jawabannya! Manusia tiadk lagi sebagai Viator Mundi. singkatnya. bagaimana memanfaatkan ilmu untuk menciptakan teknologi yang berguna untuk kehidupan seharihari. sementara Descartes tak tahu potensi eksperimental. tak heran jika H. Descartes menyarankan dilakukannnya metode deduksi-konsekwensi penggunaan matematika. Metode eksperimental era Islam. 1988 : 114-115). diperkenalkan di dunia Barat oleh Roger Bacon (1214-1294). orang yang menciptakan dunianya. Para pemikir Yunani semata-mata merenungkan alam semesta demi memahami alam. Perkembangan selanjutnya. Diteruskan oleh Charles Darwin (1809-1882) yang menghasilkan muhammad ali gunawan_undiksha2006 7 8. 1986 : 12) Selanjutnya. “warisan Islam terhadap peradaban manusia adalah pembakaran perpustakaan dan penebangan hutan tanpa sejengkal tanah pun ditanami” padahal. Dan lebih dari itu.dalam metode keilmuan. teori evolusi. manusia berusaha menciptakan dunia sebagaimana yang dikehendakinya. Bacon tak menyadari peran matematika dalam metode keilmuan. Rene Descartes (1596-1650) menekankan penggunaan matematika dalam metode keilmuan. tetapi saling melengkapi. manusia tak lagi menempatkan alam sebagai objek pemikirannya. tulis Harry Hamersma.lain. bukannya saling bertentangan. Lebih jauh. lewat terjemahan-terjemahan zaman Islam. sehingga dewasa ini berkembang menjadi ilmu yang dinikmati umat manusia. Galileo menggeser pertanyaan mengapa dalam filsafat Yunani. Descartes sependapat dengan Bacon tentang tujuan ilmu… menjadi tuan dan pemiliki alam” (Haidar Bagir dan Zainal Abidin. Bacon berpendapat bahwa untuk menyelidiki alam. Francis Bacon (1561-1626). dunia modern sekarang ini mendapatkan kekuatan dan cahayanya” (Jujun S.G. melainkan sebagai faber mundi. Berbeda dengan Bacon. Dengan diterimanya metode ilmiah sebagai paradigma. ke bagaimana yang menekankan eksperimen sebuah pergeseran dari kualitatif ke kuantitatif. Hyugens sebagai berikut : “Gagasan Bacon dan Descartes. orang yang berziarah di dunia ini. metode eksperimental dikembangkan oleh para ilmuwan muslim dan disosialisasikan oleh Francis Bacon. dikomentari Ilmuwan Belanda. tetapi lebih jauh lagi. Galileo (1564-1642) membawa metode eksperimental dan gagasan-gagasan Bacon ke dalam praktek. Selain itu. maka ilmu pada abad tujuh belas dan seterusnya mengalami perkembangan pesat. Tak terpikir. kemudian dimantapkan sebagai paradigma ilmiah oleh muhammad ali gunawan_undiksha2006 6 7. Rene Sedillot. Ya. Isaac Newton (1642-1727) merupakan pionir yang menggabungkan metode berpikir deduktif dan induktif dalam penyelidikan ilmiahnya. Alfred N. 1988 : 11). dengan sinis dan penuh prasangka menulis. Bacon juga menegaskan tujuan ilmu: kegunaan praktis dalam kehidupan (pragmatisme). para ilmuwan Islamlah yang telah berhasil memadukan warisan Yunani dan Hindu. umpamanya dalam bukunya The History of The World. Dapat dilihat betapa berbedanya pendekatan yang ditawarkan Bacon dibandingkan tradisi Yunani. Dua pandangan berbeda ini. Whitehead . maka filsafat Yunani bisa dibaca manusia sekarang ini.lain. Manusia telah menganggap dirinya sebagai pusat kenyataan. “Penyatuan penafsiran teoritis dan kontrol terhadap alam akan menghasilkan serangkaian penemuan yang dalam beberapa hal mungkin mengatasi kebutuhan hidup manusia” demikian pandangan Bacon (Haidar Bagir dan Zainal Abidin.

dijelaskan William F. China 5. pembedahan (operasi). Ini bisa dijabarkan sebagai sebuah fakta. Pada zaman India. dari Kasi atau Benares.M) yang begitu diagungkan.spekulasi terbaru mengenai pemindahan pola-pola elektris holografik dalam otak. pshiologi dan patologi. Aritmetika India adalah sebuah bukti. Yang mana kemudian. sistem notasi telah digunakan untuk mengembangkan skema (urutan) penomoran yang kita pakai hari ini. yang menunjukkan akar sejarah mulanya ilmu pengetahuan di India melalui tulisan sansekerta (sanscrit) yang sekarang kita gunakan. b. dan pada saat yang sama sekolah kedokteran telah ada. Sejarah Atreya diabadikan oleh Karaka di Kasmir. mengingat metode ilmiah mendasarkan dirinya pada akal sehat (reasonable) lebih-lebih ditunjang dengan usaha yang terus menerus menyempurnakannya. di Taksasila atau Taxila. apakah ilmu kedokteran Hindu atau Yunani yang lebih tua. dan menetapkannya sebagai sistem pengobatan Atreya. seorang ahli fisika. dan Karl Popper dengan teori klasifikasinya. Perkembangan ini merupakan sesuatu yang wajar. India Ilmu pengetahuan bermula di India. Darwin dan Clerk-Maxwell berhasil mengembangkan penemuan ilmiahnya.480 S. sebagaimana usaha Thomas S. seperti : “Teori kuantum. telah banyak digambarkan mengenai tata cara muhammad ali gunawan_undiksha2006 8 9. spekulasi. dominasi dunia Arab telah menguasai dunia timur Mediteranian. yakni ditemukannya petunjuk penggunaan angka desimal dalam matematika. 2001 : 167). menulis tentang semua kejadian. Yang sampai sekarang dikenal dengan Agnivesa.M. serta psikologi behavioral (khususnya teori dorongan dan penguatan). bahwa periode antara 1870-1880 sebagai titik kulminasi perkembangan ilmu di mana Pasteur. dan sebagian tak terjelaskan”. prinsip Weiner Heisenberg tentang ketidakpastian (uncertainly). c. sumber mendasar penomoran telah terlupakan dan Dunia Arab telah memberikan nama yang salah. Dengan melihat catatan ini. beberapa diantaranya memberikan dasar-dasar anatomy. Pada tahun-tahun Budha sendiri. dan Susruta. dan lebih dari 700 pengobatan tumbuh-tumbuhan termasuk sebagai catatan. bagaikan alat asah penajam untuk pisau metode ilmiah. yang tidak perlu dijelaskan lagi bahwa sebelum permulaan abad ke 3 S. kira-kira 150 S. fenomena-fenomena yang menghebohkan seperti misalnya „lubang-lubang hitam‟ (black holes) di angkasa luar. Langkah-langkah detail metode ilmiah digambarkan jauh sebelumnya. Keduanya bersama segenap ilmuwan di seluruh permukaan bumi.(1948) dalam Science Philosophy menyebutkan.M. O‟neil temuan ilmiah yang luar biasa. teori umum dan teori khusus relativitas. Atreya.pertanyaan yang berkaitan dengan ontologi dengan ontologi diantaranya : obyek apa yang ditelaah ilmu? Bagaimana wujud yang hakiki dari objek tersebut? . sulit dikatakan. Ontologi. mengambil konsep-konsep matematika dan ilmu kedokteran India dengan belajar dari Yunani dan Romawi. seperti untuk penyakit katarak dan hernia. Dan diajarkan kembali pada Eropa Barat melalui Spanyol dan Konstantinopel. O‟neil. Pertanyaan. dan ilmu dengan kemampuan akal manusia menemukan dan menata sebagaimana adanya. merujuk tradisi. bahwa ketika skema notasi India digunakan kembali oleh orang tokoh-tokoh Romawi. Akan tetapi filsafat etika yakni „Budha‟ (560. temuan terbaru dalam psikologi fisik (khususnya yang berkaitan dengan rangsangan eletris terhadap saraf otak). partikel-partikel subatomik yang anti materi aneh. sehingga lebih tepat dan cepat menemukan hukum-hukum sebagaimana istilah Kuntowijoyo – dihamburkan Allah di alam semesta ini. menyangkut teori tentang ada (being) sebagai obyek ilmu. Juga. atau barangkali kedua-duanya relatif saling mempengaruhi satu sama lainnya. perkembangan di bidang genetika dan biologi molekuler. (William F. Khun dengan “Peran Paradigma dalam Revolusi Sains”-nya.

dan dengan demikian tak sepenuhnya terpisah. Dalam hal ini. Indera (sense) dan akal (ratio) adalah kemampuan yang diakui oleh ilmu (science) modern. dan aksiologi terkait satu dengan yang lainnya. menggenang atau mengalir dipermukaan tanah. hujan muhammad ali gunawan_undiksha2006 10 11. Dengan demikian aksiologi tak terpisahkan dari nilai-nilai (value). Epistemologi mempelajari sifat-sifat dan cara kerja kemampuan-kemampuan tersebut. pasti kita pernah melihat hari mendung. awan menebal. Titik air itu sampai di tanah menghilang. Sekadar itulah tangkapan pancaindera kita tentang hujan. Ontologi mempertanyakan: Apa itu hujan? Pengetahuan indera menjawab. maka ilmu dapat dimanfaatkan sebagai sarana atau alat untuk meningkatkan kesejahteraan hidup. terbentuklah arus kecil dipermukaan tanah. Pertanyaan yang dapat diajukan misalnya apa yang dikaji oleh pengetahuan itu (ontologi)? Bagaimana caranya mendapatkan pengetahuan tersebut (epistemologi)? Serta. membantu kita memanfaatkan setiap pengetahuan dengan benar. atau teori pengetahuan (theory of knowledge) menyangkut kemampuan manusia dalam mencapai objek. menyerbu bumi.Bagaimana hubungan antara objek tadi dengan daya tangkap manusia (seperti berfikir. awan menebal dan hujan? Mengapa sampai ke tanah? Mengapa mula-mula titik air itu menghilang? Mengapa kemudian terbentuk arus kecil dipermukaan tanah? Kemana akhirnya arus itu menuju? Pertanyaan ini tidak mampu dijawab oleh pancaindera. Titik air itulah yang kita sebut hujan. Sedangkan cara atau proses ini muhammad ali gunawan_undiksha2006 9 10. epistemologi. adalah titik air yang jatuh ke bumi setelah hari mendung dan awan menebal. merasa dan mengindera) yang menghasilkan pengetahuan? Benar-benar adakah apa yang disebut sebagai realitas objektif (objective reality) yang terpisah dari subjek? Ataukah. Gabungan antara kedua kemampuan ini – akal merefleksikan pengalaman empiris sesuai pandangan Immanuel Kant.mula titik air itu menghilang. dengan tanpa mengorbankan martabat manusia dan merusak kelestarian atau keseimbangan alam. Epistemologi. yang membentuk metode ilmiah. Sehingga kita tidak terjerembab mempertentangkan antara ilmu. sampai ditanah mula. Tidak lama setelah itu. Apabila titik air itu menitik dalam waktu cukup lama. Pertanyaan-pertanyaan yang sering timbul dengan masalah aksiologi ini diantaranya : untuk apa pengetahuan yang berupa ilmu itu dipergunakan? Bagaimana kaitan antara cara penggunaannya dengan kaidah-kaidah moral? Bagaimana kaitan antara teknik prosedural yang merupakan operasional metode ilmiah dengan norma-norma moral/profesional. Contoh: Suatu saat dalam hidup kita. seni dan agama. untuk apa pengetahuan itu digunakan (aksiologi)? Dengan jawaban dari ketiga pertanyaan tersebut kita dapat membedakan pengetahuan-pengetahuan yang ada dalam kehidupan manusia. Pertanyaan yang timbul berkaitan dengan epistemologi. pengetahuan merupakan hasil persentuhan objek (real) dan (interpretasi) subjek. karena peristiwa itu . turunlah titik air. Epistemologi kemudian melanjutkan pertanyaan kepada : Bagaimana hubungan antara hari mendung. disebut metode ilmiah. Serta dapat meletakkan pada tempatnya masing-masing pemahaman kita tentang ciri-ciri tiap pengetahuan. diantaranya : bagaimana proses yang memungkinkan ditimbanya pengetahuan yang berupa ilmu? Bagaimana prosedurnya? Hal-hal apa yang harus diperhatikan agar kita mendapatkan pengetahuan yang benar? Apa yang disebut kebenaran itu sendiri? Apa kriterianya? Cara/teknik sarana apa yang membantu kita dalam mendapatkan pengetahuan berupa ilmu? Aksiologi menilai maslahat mudarat pembagian ilmu. Untuk membedakan antara pengetahuan yang satu dengan pengetahuan yang lainnya maka ketiga aspek tersebut : ontologi.

tidak langsung diserapnya. Two. If the assertion is correct. Terbentuklah pengetahuan secara ilmiah tentang hujan. idealisme atau serba ide. Dari pertanyaan. 6. This is a conflicting or obscure situation demanding inqury. Untuk menjawabnya diperlukan penyelidikan. arrive at an assertion which appears to be warranted. itu adalah hukum alam. Eight. prediction maybe made from it. yakni pengamatan dalam hubungannya dengan metode hipotesis dan deduksi)” (The Liang Gie. if it proves to be new knowledge in science. Five. Contoh sederhana : ketika kita menghadapi masalah bencana lumpur panas Lapindo Berantas. karena hukum alam. dianalisis secara mendasar dan runtut dengan urutan yang dapat dipertanggungjawabkan. kemudian disimpulkan menjadi fakta. Mengapa lumpur panas bisa keluar sebegitu hebatnya sampai menimbulkan korban jiwa dan menenggelamkan sejumlah desa? Apa yang menyebabkan terjadinya musibah tersebut? Bagaimana cara untuk menanggulanginya? Munculnya pertanyaan/permasalahan ini. James B. hukum alam adalah hukum materi atau zat. yang merupakan aliran besar filsafat metafisika. Aksiologi juga menjawab bahwa jika tidak terjadi hujan maka bumi akan panas dan terjadi kebakaran di mana-mana. Conant. dengan perbandingan 2 : 1. Apa yang mau diriset atau dieksperimen? Air yang membentuk siklus itu masih dapat diteliti. “ Science: the study of the world according to scientific method. gather and record the testimony or „raw data‟. Four. menjelaskan langkah metode ilmiah (steps in the scientific method). dicari jawabnya melalui kemampuan analisis terhadap data-data yang ada dan teori. riset dan eskperimen. Seven. state the problem in specific terms. Terbentur lagi kita kepada pertanyaan. Three. 2000 : 192). Jika kemudian timbul pertanyaan Aksiologi: Kenapa dan untuk apa terjadi hujan? Ilmu menjawab. unity the warranted assertion. Bahwa hujan diturunkan untuk memakmurkan bumi atau membasahi bumi dari kekeringan. timbullah aliran materialisme atau serba zat. Ternyata terdiri atas hidrogen dan oksigen.pertanyaan seperti ini. devise a controlled method of investigation by observation … or by exsperimentation or both. pertanyaan itu diserahkan kepada filsafat. kemudian muhammad ali gunawan_undiksha2006 11 12. Data yang terkumpul. Six. Ia adalah awal dan akhir dari segalanya. maka timbullah masalah yang berhubungan dengan hal itu. Sebagaimana dijelaskan dalam Doubleday Pictorial Library of The Growth of Ideas. Apa hukum alam itu? Hukum alam adalah ketentuan alam atau peristiwa alam yang serba tetap. Metode ilmiah merupakan sintesis antara berpikir rasional dan bertumpu pada data empiris. sebagai berikut : “Recognize that an indeterminate situation exists. that is. Ketika ilmu angkat tangan. kenapa keduanya bersenyawa? Ya. Berlawanan dengan aliran besar lainnya spritual atau serba ruh. Kedua cara berpikir ini tercermin dalam berbagai langkah yang terdapat dalam proses kegiatan ilmiah. Zat adalah hakikat dari segala yang ada. sampai kepada batas kemampuannya. Pada dasarnya pemikiran secara empiris pertama. Apa yang dimaksud dengan ketentuan dan peristiwa alam? Pertanyaan ini tidak dijawab oleh ilmu. with the body of . observation in conjuntion with the method of hypotesis and deduction (Ilmu : penelaahan mengenai dunia sesuai dengan metode ilmiah. Tidak pernah berpikir sekiranya kita tidak menyadari adanya masalah yang kita pikirkan.teori yang mendukungnya. Filsafat menjawab.tama menyadarkan kita akan adanya suatu masalah. apa itu hukum alam. Pengetahuan yang bersifat ilmiah atau yang telah dibuktikan dengan metode ilmiah inilah yang disebut ilmu. Begitu pun juga dengan masalah-masalah lainnya yang kita hadapi dalam kehidupan sehari-hari. formulate a working hypothesis. transform these raw data into a statement having meaning and significance.

sebab tanpa kejelasan ini kita akan mengalami kesukaran dalam melangkah kepada kegiatan berikutnya. Dua. Hipotesis ini pada hakikatnya merupakan hasil suatu penalaran induktif-deduktif. tibalah pada suatu penegasan yang tampak dapat dipertanggungjawabkan. maka dinyatakan bahwa hipotesis itu telah terbukti. yakni sebagai premis dalam usaha kita untuk menjelaskan berbagai gejala yang lainnya. 2000 : 115) Dari uraian di atas. Tujuh. dengan mempergunakan pengetahuan yang sudah kita ketahui kebenarannya. Penemuan atau penentuan masalah Di sini secara sadar kita menetapkan masalah yang akan kita telaah dengan ruang lingkup dan batas-batasnya. kumpulkan dan catat bahan pembuktian atau „data kasar‟. Deduksi dari hipotesis Merupakan langkah perantara dalam usaha kita untuk menguji hipotesis yang diajukan. c. d. Penerimaan hipotesis menjadi teori ilmiah. Hipotesis yang terbukti kebenarannya dianggap merupakan pengetahuan baru dan diterima sebagai bagian dari ilmu. Secara luas teori ilmiah dapat diartikan sebagai suatu penjelasan teoretis mengenai suatu gejala tertentu. kalau terbukti merupakan kumpulan pengetahuan yang baru dalam ilmu. Tiga. (Kenali bahwa suatu situasi yang tak menentu ada. Contoh : Masalah : “Terorisme Global dan Pembangunan Sumber Daya Pariwisata di Bali” muhammad ali gunawan_undiksha2006 13 . Secara deduktif kita menjabarkan konsekuensinya secara empiris. Ruang lingkup permasalahan ini harus jelas. Demikian juga batas-batasnya. b. Pembuktian hipotesis Merupakan usaha untuk mengumpulkan fakta-fakta sebagaimana telah disebutkan di atas. rancang suatu metode penyelidikan yang terkendalikan dengan jalan pengamatan… atau dengan jalan percobaan ataupun kedua-duanya. Kalau fakta-fakta tersebut memang ada dalam dunia empiris kita. nyatakan masalah itu dalam istilah spesifik. f. yakni perumusan kerangka masalah. Empat. Jikalau penegasan itu betul. dengan kumpulan pengetahuan yang telah mapan” (The Liang Gie. Perumusan kerangka masalah Merupakan usaha untuk mendeskripsikan masalah dengan lebih jelas. alihkan data kasar ini menjadi suatu pernyataan yang mempunyai makna dan kepentingan. maka hipotesis ini ditolak kebenarannya dan kita kembali mengajukan hipotesis yang lain. ramalan-ramalan dapat dibuat darinya. dalam hubungannya dengan hipotesis yang kita ajukan. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa deduksihipotesis merupakan identifikasi fakta-fakta apa saja yang dapat kita lihat dalam dunia fisik yang nyata.knowledge already estabished. Sampai saat kita menemukan hipotesis tertentu yang didukung oleh fakta. Pengetahuan ini dapat kita gunakan untujk penelaahan selanjutnya. Enam. sebab didukung oleh fakta-fakta yang nyata. Pada langkah ini kita mengidentifikasikan faktor-faktor yang terlibat dalam masalah tersebut. e. ini merupakan suatu situasi bertentangan atau kabur yang mengharuskan penyelidikan. Delapan. Dalam hal hipotesis tidak terbukti. Dengan demikian maka proses kegiatan ilmiah mulai berputar lagi dalam suatu daur sebagaimana yang telah ditempuh dalam rangka mendapatkan teori ilmiah tersebut. Pengajuan hipotesis Merupakan usaha kita untuk memberikan penjelasan sementara mengenai hubungan sebab-akibat yang mengikat faktor-faktor yang membentuk kerangka masalah tersebut. satupadukan penegasan yang dapat dipertanggungjawabkan itu. muhammad ali gunawan_undiksha2006 12 13. Faktorfaktor tersebut membentuk suatu kerangka masalah yang berwujud gejala yang sedang kita telaah. dapat disusun langkah-langkah utama dalam metode ilmiah sebagai berikut : a. rumuskan suatu hipotesis kerja. Lima. Atau dengan kata lain hipotesis tersebut sekarang dapat kita anggap sebagai bagian dari suatu teori ilmiah.

Pihak asing kurang memperhatikan keberagaman agama di tanah air yang pada akhirnya terkadang sikap mereka juga tidak mengindahkan atau kurang memahami keberagaman tersebut. . Seberapa besar pengaruh yang ditimbulkan oleh tindakan teror tersebut terhadap pembangunan sektor pariwisata dan ekonomi di Bali? 3.Bergesernya nilai-nilai pancasila-isme kepada nilai-nilai luar yang bertentangan dengan budaya lokal. c. 1. 2. kelihatannya para pengunjung takut berkunjung ke Bali.Keinginan untuk terkenal (populer) bagi si pelaku . .sikap anarkis dan perbuatan terlarang untuk memperoleh kehidupan yang layak.Terdapat sikap yang memandang hanya agamanya saja yang paling benar dalam diri si pelaku (Cauvinisme_Panatik buta).Aksi teror menjanjikan santunan yang cukup besar bagi si pelaku (motif ekonomi) Deduksi dari Hipotesis : muhammad ali gunawan_undiksha2006 14 15. Faktor Sosial dan Ideologi Kecemburuan sosial . 2. Faktor-faktor yang menyebabkan timbulnya aksi Teror: a. Tindakan teror berpengaruh besar terhadap sektor pariwisata di Bali yang secara langsung dapat mengurangi pendapatan asli daerah (ekonomi).Rendahnya rasa kebersamaan (ikatan sosial) antar warga negara dan antar daerah atau kesenjangan sosial di lingkup nasional . 3. pariwisata di Bali begitu maju dan mampu menghasilkan PAD yang cukup tinggi. Faktor Politik . Pengaruh tindakan teror cukup besar terhadap perekonomian di Bali. wilayah-wilayah pariwisata dan sekeliling sangat ramai pengunjung. Faktor Ekonomi b. . . Pembangunan di Bali sekarang ini sedikit demi sedikit mengalami stagnasi (macet).14.Perilaku para tamu yang berkunjung tidak sesuai dengan ajaran agama yang ada di daerah. Perumusan Masalah : 1. banyak hotel-hotel berbintang yang gulung tikar. . Tindakan teror terbukti berpengaruh secara signifikan terhadap pembangunan sektor pariwisata di Bali. Faktor Ekonomi Rendahnya tingkat kesejahteraan rakyat menyebabkan timbulnya sikap. . Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan munculnya aksi teror? 4. Pengaruh yang ditimbulkan sangat besar. sampai pada tahun 2006 sekarang ini. Faktor Agama Ajaran agama tidak dipahami secara benar oleh pemeluknya termasuk oleh si pelaku teror.Rendahnya pemahaman ajaran agama pelaku teror Mengendornya rasa kebersamaan antar warga negara . 3. karena sektor pariwisata merupakan tulang punggung pembangunan di Bali 3. d.Lebarnya jurang/gap antara yang miskin dan yang kaya .Rendahnya tingkat kesejahteraan rakyat . Ada beberapa faktor yang menyebabkan orang melakukan tindakan tertentu : a.Lemahnya supremasi . Apakah dengan adanya tindakan teror dari sekompok orang dapat mempengaruhi pembangunan sektor pariwisata di Bali? 2. Laju pertumbuhan ekonomi berjalan pesat. Namun setelah BOM Bali I dan II.Terdapat deal-deal politik antara pihak asing dengan kelompok teroris dalam bentuk bantuan material (dana dan sarana).Keinginan untuk berkuasa dan diakui sebagai satu-satunya entitas dalam suatu wilayah kekuasaan negara. para pedagang asongan pun tidak lagi terdengar suaranya menjajakan rokok dan permen. Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan orang melakukan tindakan teror yaitu : . selain itu juga pemerintah di negara mereka sendiri telah mengeluarkan peringatan (travle warning) yang cukup keras kepada setiap warga negaranya yang akan berkunjung ke Bali. Tindakan teror berpengaruh terhadap pembangunan sektor pariwisata di Bali 2. Faktor Politik c. Upaya apa saja yang dilakukan oleh pemerintah daerah Bali dalam mengeliminir tindakan teror dan memproteksi pembangunan sumber daya pariwisata dari gangguan sejenis? Pengajuan Hipotesis: 1. b. Beberapa tahun yang lalu (sebelum terjadinya teror).Adanya kebencian yang mendalam terhadap pihak asing termasuk Amerika Serikat yang diklaim sebagai teroris internasional. Faktor Sosial Pembuktian Hipotesis 1. Faktor Agama d.

Bagi seorang ilmuwan. Perbedaan antara Agama.Polisi dan aparat keamanan selalu datangnya terlambat. Sebagai homo sapiens manusia mampu untuk berpikir benar.hukum . sehingga dapat menjadi ilmuwan yang mempertanggungjawabkan perilaku ilmiahnya. Aspek Ontologi: § Kasadk § akdajd e. bahwa ilmu sudah tidak bebas nilai.elemen” kaidah moral. Etika normatif menetapkan kaidah. Aspek Aksiologi: 8. 1987 : 46). nilai dan norma moral yang dimilikinya akan menjadi penentu. Etika keilmuan merupakan etika normatif yang merumuskan prinsip-prinsip etis yang dapat dipertanggungjawabkan secara rasional dan dapat diterapkan dalam ilmu pengetahuan. Seni dan Ilmu : d. Tujuan etika keilmuan adalah agar seorang ilmuwan dapat menerapkan prinsip-prinsip moral. Sementara filsafat memberikan wawasan hidup yang lebih luas. 9.kaidah yang mendasari pemberian penilaian terhadap perbuatan-perbuatan apa yang seharusnya dikerjakan dan apa yang seharusnya terjadi serta menetapkan apa yang bertentangan dengan yang seharusnya terjadi. dan intuitif dengan solusi problema yang baik dan benar. nilai agama. a. yang pada hakikatnya mengharuskan seorang ilmuwan mempunyai landasan moral yang kuat. Ilmu tidak bebas nilai: Ilmu sebagai hasil karya tertinggi manusia (ilmuwan) adalah sesuatu yang terus dan akan mengikuti pola dan model si pemikirnya (ilmuwan). Seni dan Ilmu : a. apakah itu berupa teknologi. Dari agama menusia mengharapkan bimbingan dan tuntunan hidup. “Dari seni manusia mengharapkan kegairahan hidup sehingga tidak gersang. Aspek Epistemologi: c. maupun teori-teori emansipasi masyarakat dan sebagainya itu. Aspek Aksiologi: muhammad ali gunawan_undiksha2006 15 16. yaitu hati nurani. dibarengi dengan kemampuan mereka yang pas-pasan. Tanpa ini seorang ilmuwan akan lebih merupakan seorang hantu atau serigala yang menakutkan bagi manusia lainnya. Dalih semacam itu bisa saja mempesona manusia apalagi bila didukung oleh sarana seperti kekuasaan (machtsvorming). penerapan ilmu pengetahuan yang telah dihasilkan oleh para ilmuwan. yaitu yang baik dan menghindarkan dari yang buruk ke dalam perilaku keilmuannya. Karena ilmu sudah berada di tengah-tengah masyarakat luas dan masyarakat akan mengujinya. Persoalan ini mengharuskan etika keilmuwan selalu mengacu kepada “elemen. Manusia dengan rasionalisasi membuat ulah untuk menutupi kesalahannya.Adanya kontrak-kontrak politik antara teroris dengan negara asing . Aspek Ontologi: § Kasadk § akdajd b. kritis. mestilah memperhatikan nilai-nilai kemanusiaan. agar manusia tidak tersesat dalam menjalani hidupnya. Namun demikian terdapat pula segi negatif daya rasional manusia yaitu manusia mampu juga membuat rasionalisasi. Persamaan antara Agama. rasional. kreatif. nilai adat. Afganistan dan lain sebagainya. ilmu bisa saja menjadi momok yang menakutkan bila disalahgunakan. Bali.Lemahnya sistem proteksi dini bagi tindakan teror dan sejenisnya . apakah ia sudah menjadi ilmuwan yang baik atau belum. Terjadinya rekonstruksi sosial ditingkatan global 7. berpenalaran tinggi dengan daya pikir logis. Dalam sejarah kemanusiaan tidak sedikit manusia terkena oleh persepsi Adolf Hitler dengan motto: “Jerman Uber . Dengan demikian. dan sebagainya. nilai dan norma yang bersifat utilitaristik (kegunaan). terhadap dirinya dan orang lain dengan cara yang sistematis dan meyakinkan. kebebasan dan tanggung jawab. seperti yang diunggulkan oleh tokoh Sigmund Freud dengan Psycho Analisis-nya. Seperti yang terjadi di Irak. Ini artinya. Di sinilah keharusan bagi para ilmuwan untuk mampu menilai mana yang baik dan mana yang buruk. Aspek Epistemologi: f. Sedangkan ilmu dan teknologi memberikan kemudahan dan kesejahteraan hidup” (Rindjin. Tangung Jawab sosial ilmuwan dalam pengembangan ilmu adalah : muhammad ali gunawan_undiksha2006 16 17.

c. Sebagai contoh ilmuwan Bertrand Russel mengungkapkan betapa dana yang dipakai untuk produksi senjata akan lebih bermanfaat bila digunakan untuk mengurangi keadatan penduduk dan peningkatan distribusi bahan makanan. Justru aspek etika dari hakikat keilmuan kita masih kurang diperhatikan oleh kaum pedagang dan ilmuwan di mana kita cenderung mendidik anak kita menjadi cerdas. Bagi ilmuwan proses penemuan ilmiah mempunyai implikasi etis. Contoh : Dalam tanggung jawab sosialnya para ilmuwan seperti Andre Sakharove dari Rusia telah melaksanakan tugas sosialnya dengan menyarankan kepada pemerintahnya dalam proyek nuklir dan proyek-proyek lainnya yang membahayakan nasib umat manusia. demi rakyat manusia semua itu direlakan. tanggung jawab sosial ilmuwan di samping memberi informasi juga sebagai penuntun hidup dengan meneladani sikap objektif. Sikap sosial dan moral dari para ilmuwan adalah konsisten dengan penelaahan keilmuwannya dalam arti ilmunya itu terbebas dari sistem nilai. Namun apakah hal itu selalu demikian? Disinilah letak . Di sinilah agaknya pelajaran etika sebagai conditiosine qua non bagi pelajar dan mahasiswa. Unsur kebenaran telah berfungsi muhammad ali gunawan_undiksha2006 17 18. yang dianggapnya memang benar dan kalau perlu mengakui kesalahan kalau memang bersalah. ilmu itu sendiri bersifat netral dan ilmuwanlah yang memberinya nilai. Walaupun pada akhirnya dia harus mendekam dalam penjara dengan kerja paksa. Keadaan ini juga sekarang mirip dengan penindasan oleh bangsa Serbia-Kroasia terhadap bangsa Bosnia yang dulunya bersatu dalam bangsa Yugoslavia di bawah kepemimpinan diktator Yoseph Bros Tito. Di samping IPTEK masih terdapat kebenaran lain sebagai pelengkap harkat dan martabat manusia (human dignity) yang hakiki. Fenomena perang saudara antara bangsa Serbia-Kroasia dengan bangsa Bosnia telah melahirkan sekurang-kurangnya 2 (dua) orang tokoh penjahat perang yang diminta oleh Mahkamah Internasional di Den Haag untuk diseret kepengadilan yaitu Jenderal Radovan Karadsic dan Jenderal Ratcko Mladic karena membantai manusia secara besar-besaran tanpa bersalah. Untuk itu ia dituntut bersifat imperatif dengan latar belakang pengetahuan yang cukup guna menempatkan segala sesuatunya sesuai proporsi yang sebenarnya. Maka bangsa Yahudi harus dibantai habis-habisan dalam kamp-kamp konsentrasi dengan pembunuhan massal dengan gas. 10. baik sebagai jalan pikirannya maupun seluruh jalan hidupnya. Karena IPTEK tanpa Iman dan Taqwa (IMTAQ) atau agama akan menghancurkan manusia. Pilar penyangga keilmuwan itu sebagai tanggung jawab sosial para ilmuwan. Tampillah ilmuwan itu dengan kekuatan dan keberaniannya serta menjadi suri tauladan laksana seorang pedagang. sedangkan berbekal Iman dan Taqwa saja kita akan tertinggal jauh dari masyarakat modern dalam mencapai bangsa dan umat. Di bidang etika atau filsafat moral. b. teguh pada pendirian (istiqomah). d. Itulah kategori moral sebagai landasan sikap etisnya. menerima kritik dan pendapat orang lain. tanpa dilengkapi dengan pendidikan nilai-nilai moral yang luhur bangsa kita. Itulah gambaran proses rasionalisasi yang keliru atau materi pikiran yang tidak benar. Ia merasa terpanggil oleh kewajiban sosialnya baik sebagai penganalisis materi kebenaran maupun sebagai prototipe moral yang baik. Melalui pendidikan moral dan takwa sebagai unsur yang tak terlupakan oleh para ilmuwan. Sendi utama masyarakat modern adalah IPTEK (ilmu pengetahuan dan teknologi). f. Namun. e. Perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan telah menciptakan berbagai bentuk kemudahan bagi manusia.Alles” Jerman sebagai bangsa Aria adalah superman dan bangsa Yahudi adalah pengotor ras Aria. terbuka. Daya analisis seorang ilmuwan dapat menciptakan dari objek permasalahan yang muncul di permukaan.

yang menghemat kerja dan membikin hidup lebih mudah. dia menyebabkan hidup kita dikejar waktu dan penuh tak tentu. Ketika sang anak ingin melanjutkan pertanyaan lagi. sudah larut”. “Akh sudahlah. “Mengapa ilmu yang sangat indah ini. yakni membawa manusia kepada penciptaan bom atom yang menimbulkan malapetaka. 1987 : 107). ayah ngantuk” Kelihatan sang bapak sudah tidak sabar. Seperti apa yang dikeluhkan oleh Albert Einstein ketika menyampaikan pandangannya dihadapan mahasiswa California Institut of Technology. kau ada-ada saja. Sudah pasti. Dalam peperangan.Csssss……”. matahari akan terbit lagi besok. dan kesengsaraan? Memang dengan jalan mempelajari teknologi seperti pembuatan bom atom. Sumantri. ayah kok sudah tahu apa yang dilakukan Tuhan besok pagi?” tanya sang anak tidak mau mundur.slideshare. hanya membawa kebahagiaan yang sedikit kepada kita? Jawabannya yang sederhana adalah karena kita belum lagi belajar menggunakannya secara wajar. “Csssss……. Dalam perdamaian. kalau tanya jangan yang susah-susah. “Aduh nak. terbebas dari kutuk yang membawa malapetaka muhammad ali gunawan_undiksha2006 18 19.net/guns12380/filsafat-ilmu-2127862 . “Tapi bagaimana kalau besok Tuhan tidak menerbitkannya?” sang anak melanjutkan pertanyaannya. Ilmu yang seharusnya membebaskan kita dari pekerjaan yang melelahkan malah menjadikan manusia budak-budak mesin”. kapada bapaknya. “Lho. ilmu menyebabkan kita saling meracun dan saling menjegal. itu sudah ketentuan Tuhan” jawab bapaknya. Seperti yang terjadi di Bali baru-baru ini dan menciptakan senjata kuman yang dipakai sebagai alat untuk membunuh sesama manusia. tetapi di pihak lain hal ini bisa juga berakibat sebaliknya. ingin buru-buru menghentikan keceriwisan anaknya. muhammad ali gunawan_undiksha2006 19 http://www.persoalannya. manusia bisa memanfaatkan wujudnya sebagai sumber energi bagi keselematan manusia. Sudahlah tidur saja. (Jujun S. si bapak terlanjur mendengkur. Bagaimana kemudian ilmu pengetahuan dan teknologinya merupakan berkah dan penyelamat manusia. “Akh. Bagaimana dengan kisah berikut? “Ayah berapakah kemungkinan matahari terbit esok pagi?” tanya seorang anak sebelum tidur.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful