P. 1
Tugas Cutting Drill Oil

Tugas Cutting Drill Oil

|Views: 228|Likes:
Published by Itqon H Harahap
Cutting Drill Oil adalah LImbah Pengeboran Minyak bumi yang berbahaya bagi lingkungan.
Cutting Drill Oil adalah LImbah Pengeboran Minyak bumi yang berbahaya bagi lingkungan.

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Itqon H Harahap on Apr 07, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial
List Price: $0.99 Buy Now

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

11/17/2015

$0.99

USD

pdf

text

original

Penerapan dan Pemanfaatan Solidifikasi/Stabilisasi pada Cutting Drill Oil (CDO

)

Disusun oleh : Itqon Harokah Harahap Kristian Pardede Woro Ayu Kusumadewi 125061107111012 125061107111007 125061101111020

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG MARET 2013

Namun dalam penyusunan makalah ini penulis menyadari bahwa masih terdapat banyak kekurangan dikarenakan adanya keterbatasan penulis. Malang.KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Maret 2013 Penulis ii . Oleh karena itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Kiranya dengan mempelajari makalah ini mahasiswa akan mampu memahami adanya solusi yang dapat diimplementasikan untuk menangani limbah (CDO) dari hasil pertambangan. “Penerapan dan Pemanfaatan Solidifikasi/Stabilisasi pada Cutting Drill Oil” ini dapat diselesaikan. Materi-materi bertujuan agar dapat menambah pengetahuan dan wawasan mahasiswa dalam mempelajari penerapan solidifikasi/stabilisasi serta pemanfaatannya pada Cutting Drill Oil (CDO) yang merupakan limbah dari hasil penambangan minyak bumi. Makalah ini disusun dan dibuat berdasarkan materi-materi yang ada. yang telah berkenan memberikan rahmat dan petunjukNya kepada kami sehingga makalah.

............................................................2 Solidifikasi/Stabilisasi ................ 1 Manfaat ............................................................................................................. Peraturan pemerintah ...........................................................................................4 Analisa Lingkungan .............................................. 3 2.3 Paving . 3 2..................5............1 Proses Terbentuknya Cutting Drill Oil (CDO) ..................................................................................................................................... 6 BAB II PEMBAHASAN ............... 12 DAFTAR PUSTAKA ....... 11 3.......... i KATA PENGANTAR ................................................................................................... iii BAB I PENDAHULUAN .......................... 2 BAB II TINJAUAN PUSTAKA .............................. 8 3.................................................................................2 Pengolahan Limbah ..............................1 Proses pengolahan limbah hasil pengeboran ............................................................. 1 Tujuan ........................................................................... ii DAFTAR ISI ............... 3 2....................................... 1 Latar Belakang ......................2.......................................... 13 iii ..................................4.................................................................. 3 2.......................................................................................................................................1........................................................................................2.............................. 9 3.................................. 3 2........1 Komposisi Cement Portland Tipe V 5 2.... 8 3.............. Cement Portland Tipe V 5 2.............. 11 BAB VI PENUTUP ...............1 Cutting Drill Oil (CDO) ...........................DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ...4.................................................................................... 6 2.2 Proses Solidifikasi sludge drill oil menjadi paving block .............................. 8 3.....................................4..........2 Karakter dan Sifat Fisik serta Kimiawi Cement Portland Tipe V ..........3 Analisa Ekonomi ........................1 Gagasan menggunakan sement portland tipe V dalam pembuatan paving block ................................................................................................. 8 3.........

1 BAB I PENDAHULUAN 1. baik secara langsung maupun tidak langsung. Karena limbah cutting drill oil merupakan salah satu jenis material yang mengandung B3. dapat mencemarkan dan/atau merusakkan lingkungan hidup. Limbah utama yang dihasilkan selama kegiatan eksplorasi meliputi cairan pengeboran. cutting drill. Mengetahui penanganan CDO dalam bidang pertambangan 2. (MENLH. pengeboran harus mencapai batu/dasar (baik horizontal atau juga vertikal). lumpur dari pabrik pengolahan air limbah dan air limbah yang telah diperlakukan. yang selanjutnya disebut limbah B3 adalah sisa suatu usaha dan/atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya dan/ata u beracun yang karena sifat dan/atau konsentrasinya dan/atau jumlahnya. Data yang diperoleh melalui literatur bahwa cairan pengeboran yang paling efektif adalah minyak.2009) 1. dan/atau dapat membahayakan lingkungan hidup. kesehatan. banyak dari formulasi rahasia yang dijaga dengan baik dan dikenal dengan nama dagang saja.2010) Limbah cutting drill oil hasil pertambangan harus melalui tahap pemulihan (treatment) sebelum di buang kelingkungan. sirkulasi lumpur yang normal tidak mungkin lagi dan tingkat cairan dari lubang bor turun drastis membuat situasi berbahaya. Melalui peraturan menteri lingkungan hidup tentang Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun. lumpur pengeboran memiliki sifat spesifik. Latar Belakang Dalam beberapa tahun belakangan. namun dampaknya terhadap lingkungan sangat penting. mentah atau berbasis sintetis. Dalam rangka meningkatkan produktivitas. (Prasad. Dalam kasus ini. Dalam eksplorasi. kelangsungan hidup manusia serta makhluk hidup lain. sejumlah besar lumpur pengeboran hilang ke dalam pembentukan geologi.2010) Selama operasi pengeboran. Berbagai campuran yang digunakan dalam kondisi yang berbeda. industri minyak dan gas telah mengembangkan teknik pengeboran baru untuk tujuan eksplorasi dan ekstraksi.2 Tujuan 1.( Prasad. Mengetahui proses dan penerapan solidifikasi/stabilisasi dengan paving sebagai hasil penerapan .

Memanfaatkan limbah CDO menjadi paving yang ekonomis dan ramah lingkungan . Mengetahui solusi pemanfaatan limbah CDO yang ekonomis dan ramah lingkungan 1. Mengaplikasikan proses solidifikasi/stabilisasi dalam penangan CDO 4.2 3. Memanfaatkan cement portland tipe v dalam komposisi pembuatan paving CDO yang ramah lingkungan 5.3 Manfaat 2. Mengaplikasikan proses penanganan CDO yang ramah lingkungan 3. Memahami peran cement portland tipe V dalam komposisi pembuatan paving CDO 4.

2 Solidifikasi/Stabilisasi Teknologi Stabilisasi dan pemadatan (S/S) telah digunakan selama beberapa dekade sebagai langkah pemulihan akhir sebelum pembuangan limbah radioaktif dan kimia berbahaya. Lumpur dipompa dari permukaan melalui string bor berongga. Air yang digunakan untuk mencuci dapat dibuang dengan sumur injeksi. proses stabilisasi juga melibatkan beberapa bentuk fisik solidifikasi.1. (Aird. mungkin perlu menghilangkan garam terlarut dengan mencucinya sebelum baik untuk digunakan.3 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. sehingga menghasilkan bentuk limbah yang lebih ramah lingkungan. dan kembali ke permukaan melalui ruang annular antara string bor dan dinding lubang.1 Cutting Drill Oil (CDO) Cutting drill terbuat dari batu tanah dilapisi dengan lapisan cairan pengeboran. melumasi mata bor.2008) Mata bor menggiling batu menjadi potongan-potongan. potonganpotongan tersebut menjadi menyatu dalam aliran lumpur dan dibawa ke permukaan. meskipun beberapa diperlakukan dan menguntungkan digunakan kembali. menstabilkan lubang dengan baik dan membawa potongan ke permukaan. (Gailius. (Aird. Sebelum Cutting drill dapat digunakan kembali sangat penting untuk memastikan bahwa kandungan hidrokarbon. Biasanya.1 Proses Terbentuknya Cutting Drill Oil (CDO) Sludge Lumpur pemboran (Drill oil) digunakan untuk mengontrol tekanan bawah permukaan.2008) Komposisi dari sludge oil dapat dilihat pada Tabel 1. 2. Dalam rangka untuk mengembalikan lumpur ke sistem sirkulasi lumpur dan untuk lebih mudah menangani padat harus dipisahkan dari lumpur. Dalam beberapa jenis cutting drill terutama ketika jenis air garam yang digunakan untuk mengebor sumur. antara fungsi lainnya. (Aird.2010) .2008) 2. salinitas dan Cutting drill di dalam tanah liat cocok untuk tujuan penggunaan bahan. Langkah pertama dalam memisahkan potongan dari lumpur melibatkan pemisahan campuran lumpur dan potongan-potongan diatas layar bergetar disebut shaker serpih. potongan bor kebanyakan dikelola melalui pembuangan. kadar air. keluar melalui pipa yang berada di bor. Stabilisasi mengacu pada perubahan kontaminan limbah ke bentuk yang lebih stabil secara kimiawi.

(Aird. setelah digunakan limbah berbahaya kemudian didepositokan di situs pembuangan limbah.2008) Dalam kasus ini (penambangan) biaya limbah produsen untuk pembuangan limbah berbahaya sangat tinggi. Pembuangan limbah berbahaya oleh perusahaan dengan cara S/S jauh lebih efisien alternatif karena memberikan deposisi pada TPA dengan biaya jelas lebih rendah untuk limbah deposito. tetapi juga dapat memberikan kemungkinan pemanfaatan berikutnya dalam industri bangunan dengan modifikasi yang tepat. Solidifikasi tidak selalu melibatkan interaksi kimia antara limbah dan dapat tetapi memperkuat dengan reagen mekanis yang mengikat sampah menjadi monolit. (Gailius. Sifat dan penanganan karakteristik fisik limbah tidak selalu diubah oleh stabilisasi. Migrasi Pencemaran dibatasi oleh pengurangan luas permukaan dan / atau dengan mengisolasi limbah dalam sebuah kapsul tahan. Enkapsulasi dapat diperlakukan pada partikel limbah halus (mikroenkapsulasi) atau blok besar atau wadah limbah (macroencapsulation). Penyebab utama beban keuangan yang tinggi adalah biaya investasi yang tinggi dan biaya operasional teknologi pembuangan.2008) Stabilisasi mengacu pada teknik yang mengurangi potensi bahaya dari limbah dengan mengubah kontaminan ke dalam bentuk paling larut.2010) . tidak hanya sukses pembuangan limbah berbahaya.(Aird. Dengan menemukan metode S/S yang cocok bagi limbah berbahaya. atau datau dalam bentuk racun. mudah bereaksi .4 Solidifikasi mengacu pada teknik enkapsulasi limbah padat dalam monolitik integritas struktural tinggi.

mulai dari keperluan yang sederhana sampai penggunaan yang memerlukan spesifikasi khusus.Y.4.3 Paving Paving blok merupakan produk bahan bangunan dari semen yang digunakan sebagai salah satu alternatif penutup atau pengerasan permukaan tanah.(SNI 15-2409-2004) 2. Berdasarkan SNI 03-0691-1996 paving blok (bata beton) adalah suatu komposisi bahan bangunan yang dibuat dari campuran semen portland atau bahan perekat hidrolis sejenisnya. Sebagai bahan penutup dan pengerasan permukaan tanah. Jenis V yaitu semen portland yang dalam penggunaanya memerlukan ketahanan tinggi terhadap sulfat.2010) 2. paving blok sangat luas penggunaannya untuk berbagai keperluan.5 2. Komposisi Kimia Semen Portland SNI 15-2409-2004 . (BI.1 Komposisi Cement Portland Tipe V Gambar X. Paving blok dikenal juga dengan sebutan bata beton (concrete block)atau cone blok. air dan agregat dengan atau tanpa bahan lainnya yang tidak mengurangi mutu bata beton.4 Cement Portland Tipe V Semen Portland adalah semen hidrolis yang dihasilkan dengan cara menggiling terak semen portland terutama yang terdiri atas kalsium silikat yang bersifat hidrolis dan digiling bersama-sama dengan bahan tambahan berupa satu atau lebih bentuk kristal senyawa kalsium sulfat dan boleh ditambah dengan bahan tambahan lain.

dan limbah B3 tersebut masih dapat dimanfaatkan.Y.6 2. 18 Tahun 1999 Tentang : Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya Dan Beracun  Bagian Pertama Penghasil Pasal 9 1.peraturan yang mengatur mengenai Limbah Hasil Industri di negara Indonesia : 1. . Apabila kegiatan reduksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) masih menghasilkan limbah B3.2 Karakter dan Sifat Fisik Cement Portland Tipe V Gambar X. penghasil dapat memanfaatkannya sendiri atau menyerahkan pemanfaatannya kepada pemanfaat limbah B3. Peraturan Pemerintah No. Setiap orang yang melakukan usaha dan/atau kegiatan yang menggunakan bahan berbahaya dan beracun dan/atau menghasilkan limbah B3 wajib melakukan reduksi limbah B3. Sifat Fisis Semen Portland SNI 15-2409-2004 2.4. mengolah limbah B3 dan/atau menimbun limbah B3. 2.5 Peraturan Pemerintah Peraturan.

Pengolahan limbah B3 secara fisika dan/atau kimia yang menghasilkan : a. Setiap usaha dan atau kegiatan minyak dan gas bumi serta kegiatan lain yang menghasilkan limbah minyak bumi wajib melakukan pengolahan limbahnya. 4. KEPUTUSAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR: 128 TAHUN 2003 Pasal 2 1. maka limbah padat tersebut wajib memenuhi ketentuan tentang pengelolaan limbah B3. melakukan penimbunan hasil pengolahan stabilisasi dan solidifikasi dengan ketentuan penimbunan limbah B3 (landfill). stabilisasi dan solidifikasi. . Bebas dari banjir. secara fisika. 2. limbah cair. biologi dan/atau cara lainnya sesuai dengan perkembangan teknologi. melakukan analisis dengan prosedur ekstraksi untuk menentukan mobilitas senyawa organik dan anorganik (Toxicity Characteristic Leaching Procedure). b. Merupakan lokasi yang ditetapkan sebagai kawasan peruntukan industri berdasarkan rencana tata ruang. 2. maka limbah cair tersebut wajib memenuhi baku mutu limbah cair. Pengolahan limbah B3 dengan cara stabilisasi dan solidifikasi wajib memenuhi persyaratan sebagai berikut : a. tidak rawan bencana dan bukan kawasan lindung. Pemilihan lokasi untuk pengolahan limbah B3 harus memenuhi ketentuan : a. limbah padat. kimia. b. Pengolahan limbah B3 dapat dilakukan dengan cara thermal. 3.7  Bagian Ketujuh Pengolahan Pasal 34 1. b.

3. Cd. Larutan harus melewati saringan dan bersirkulasi kembali ke dalam tank yang mana lumpur tersebut adalah lumpur hasil pengambilan dari lubang pengeboran .8 BAB III PEMBAHASAN 3. Pb. Serpihan bor akan bersisa pada saringan. kemudian getaran dari shaker akan menggerakkan serpihan tersebut berpindah dari saringan ke tempat dimana serpihan tersebut dapat disimpan dan disistribusikan . Pada tahap ini digunakan 2 tipe dari shale shaker . Limbah hasil dari pengeboran (cuttings material) diuji Toxicity Characteristic Leaching Procedure (TCLP) dengan parameter Ba. Paving bagian dalam dibuat menggunakan bahan baku semen portland tipe V 3. Ag. padatan yang terdapat pada lumpur bor tersebut harus dipisahkan terlebih dahulu .1 Proses pengolahan limbah hasil pengeboran 1. Cr6+.2. maka pengelolaan limbah akan mengacu pada PP No. yaitu bagian dalam yang mengandung cutting drill dan bagian luar untuk melapisi bagian dalam. Agar lumpur pengeboran mudah untuk bersirkulasi dan membuat padatan mudah untuk ditangani. Jika berdasarkan uji TCLP menunjukkan bahwa limbah padat tidak memenuhi syarat. tipe pertama digunakan untuk menghilangkan potongan yang berukuran besar sedangkan tipe kedua digunakan untuk menghilangkan potongan yang berukuran lebih kecil. Langkah pertama adalah dengan melibatkan shale shaker . 18/1999 jo PP No. Zn dan Cu.2 Pengolahan Limbah Setelah pemboran selesai.1 Gagasan menggunakan sement portland tipe V dalam pembuatan paving Block Dalam proses solidifikasi sludge drill oil menjadi paving block kami merekomendasikan semen yang digunakan adalah semen portland tipe V dikarenakan semen portland tipe V ini tahan terhadap asam sehingga limbah cutting drill tidak akan terlarut bersama hujan asam serta memperkecil kemungkinan bagi limbah cutting drill untuk lolos dan membuat pencemaran lingkungan Paving hasil solidifikasi cutting drill yang akan kami rekomendasikan terdiri dari 2 bagian. Hg. 85/1999 dan peraturan pelaksanaannya. .

Limbah padat yang mengendap secara berskala selanjutnya diangkat dan dibuang ke tempat yang telahditentukan (landfill) setelah memenuhi syarat pengujian toksisitas dan logam berat . Bila hasil pengujian masih di atas ambang batas yang ditentukan. Pemisahan benda padat yang terlarut Limbah cair yang telah dipisahkan dari minyak selanjutnya dialirkan ke kolam penampungan untuk untuk dilakukan proses pengendapan dan flokulasi dengan penginjeksian bahan kimia tertentu di Bak koagulasi/Ground Pit 3 . Kemudian minyak secara berskala diambil atau dihisap secara berskala untuk selanjutnya dibakar di tempat yang telah disediakan 4.2 Proses Solidifikasi sludge drill oil menjadi paving block Apabila setelah dilakukan treatment lumpur pemboran masih mengandung logam berbahaya di atas ambang batas standart maka lumpur tersebut akan ditreatment untuk mereduksi kuantitas dari logam berat tersebut. Adapun pilihan kami untuk mereduksi kandungan logam berat pada lumpur ini adalah dengan cara solidifikasi menjadi paving block . Mudd cutting drill oil yang dihasilkan mengalami pemisahan di Kolam pengendapan cutting/Ground Pit 1. Pemisahan minyak dan limbah cair Secara grafitasi minyak akan dipisahkan dari limbah cair dengan sendirinya di Bak Oil Cathcher/Ground Pit 2. Karena mempunyai densitas yang kecil minyak akan berada di permukaan . Limbah padat akan mengendap di dasar dan limbah cair akan dialirkan ke dalam kolam penampungan berikutnya. maka limbah padat tersebut harus lebih dulu mengalami proses solidifikasi 3.9 2. untuk limbah padat yang mengandung logam berat di atas ambang batas standart. maka limbah padat akan mengalami proses solidifikasi dengan cara dicampurkan semen atau resin 3.2.       Alat-alat yang digunakan : Alat Pengayak Sekop Cetakan Timbangan Mesin Press Mixer / mesin molen Bahan –bahan yang diperlukan : . Dalam pembuatan paving block menggunakan campuran sludge oil ini diperlukan beberapa alat dan bahan seperti di hawah ini.

Oil sludge pada awalnya mengandung minyak maka harus terlebih dahulu dikalsinasi 2. Proses pengerasan sample berlangsung secara sempurna selama 28 hari Diagram alur pembuatan Paving dengan semen Portland tipe V . Lalu masukkkan campuran binder pada mud cutting drill oil dengan . Sambil menunggu proses pengerasan secara sempurna dilakukan penyiraman 3 x 1 hari selama 4 hari. 5. Campuran dimasukkan dalam cetakan dan kemudian dipadatkan dengan mesin press 7.4.10      Semen Air Lumpur cutting drill oil Pasir Fly ash  Proses Pembuatan Paving 1.Lakukan pengadukan dengan menggunakan mixer sampai bahan tercampur rata 6. Pengayakan. Kalsinasi. Hasil cetakan dikeluarkan lalu disusun di tempat yang teduh untuk proses pengeringan (kurang lebih 24 jam). Pencampuran. Semua pencampuran bahan dilakukan dengan menggunakan mixer agar diperoleh pencampuran yang homogen dan merata. Dilakukan proses pengayakan untuk menyaring antara sludge dan pasir 3. Siapkan perbandingan 1 semen portland : 6 pasir : 2 fly ash : 7 abu batu 4. Siapkan binder dengan campuran semen dan air dengan rasio 1:0.

00 Rp105.000.11 3.000. sehingga mampu mengungkung limbah B-3 dan logam berat.2 kg.Y Estimasi Biaya Bahan Produksi Paving Massa Paving 640 kg 3.00 Rp15.8 kg Jumlah Paving 200 buah 1 buah 44 buah Biaya Bahan Paving Rp105.4 Analisa Lingkungan Lumpur limbah cair yang telah disolidifikasi mempunyai hasil konsentrasi logam berat kecil.100. Berdasarkan standar baku mutu yang diizinkan (Keputusan Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Nomor: KEP-04/BAPEDAL/09/1995 tentang Persyaratan Teknis Pengolahan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun kadar maksimum Cr total dan Pb yang diperbolehkan terhadap lingkungan (air tanah dan air permukaan) masingmasing sebesar 0.000.000.1 ppm. Harga Semen Dried Cutting Drill Pasir Fly Ash Total Rp60.00 Rp15. Tabel X.00 Rp2.000. Hal tersebut disebabkan karena dengan rasio campuran bahan yang diberikanakan menghasilkan paving block yang mempunyai hasil kuat tekan yang lebih baik dan memenuhi SNI bata beton untuk lantai (paving block). Cutting Drill digunakan sebagai substitusi abu batu.00 Rp30.00 Rp100.5 ppm dan 0.2 kg 140.00 Tabel X.500.000.00 Per 40kg 1600kg 40kg Harga/ 40kg Rp60.5 x 6 cm rata-rata memiliki harga Rp60.000.Y menunjukkan estimasi harga 640kg paving atau 200 balok paving seharga Rp105.00 Rp15.000.000 sehingga harga satu paving adalah Rp525.3 Analisis Ekonomi Komposisi paving balok K250 adalah 1 semen portland : 6 pasir : 2 fly ash : 7 abu batu.00 Tabel X. 3.000. Paving block hasil solidifikasi cukup mampu untuk mengungkung Cr total dan Pb karena hasil kadar Cr total dan Pb .900 untuk setiap m2 paving balok. terbukti dengan menggunakan metode solidifikasi dapat mereduksi logam berat yang terdapat pada sludge drill oil.00 Komposisi 1 7 6 2 Massa (kg) 40 280 240 80 640 Harga Komposisi Rp60.00 Rp23.00 Rp525. Paving balok K250 ukuran 21 x 10. Jika dijual sesuai dengan harga rata-rata pasar maka akan mendapat keuntungan sebesar Rp36.Y Perhitungan Biaya Bahan Produksi 44 Buah Paving Satu buah paving balok memiliki massa kurang lebih sebesar 3.000.000/m2 di pasaran dan terdapat 44 buah paving setiap satu meter persegi.

paving block hasil solififikasi sludge drill oil tidak akan mencemari lingkungan. Gambar X. Hal ini merupakan upaya preventif sehingga paving yang diproduksi lebih aman. .Y Ilustrasi Bagian pada Paving Cutting Drill Paving hasil solidifikasi cutting drill yang akan kami rekomendasikan terdiri dari 2 bagian. Jadi. Paving bagian dalam ini dibuat dengan semen portland V yang tahan terhadap asam sehingga limbah cutting drill tidak akan terlarut bersama hujan asam serta memperkecil kemungkinan bagi limbah cutting drill untuk lolos dan membuat pencemaran lingkungan. Lapisan yang mengandung cutting drill berada pada bagian dalam paving agar tidak terjadi kontak antara cutting drill yang merupakan limbah dengan lingkungan. Bagian luar merupakan paving yang komposisinya sama dengan paving konvensional seperti yang banyak digunakan dan dijual di pasaran.12 setelah disolidifikasi mengalami perlindian dengan konsentrasi masih di bawah baku mutu. yaitu bagian dalam yang mengandung cutting drill dan bagian luar untuk melapisi bagian dalam.

4 KESIMPULAN 1.13 BAB VI PENUTUP 3. Paving block hasil solidifikasi sludge drill oil mempunyai kandungan logam berat di bawah baku mutu standart 3. Dengan menggunakan metode solidifikasi dapat mereduksi kandungan logam berat yang terdapat pada sludge oil 2. Dengan menggunakan semen portland tipe V membuat paving block yang dihasilkan akan tahan terhadap kandungan asam sehingga logam berat yang terdapat pada paving tidak akan bereaksi dengan lingkungan .

Research Article “Oil-Well & Environment” Environmental Impacts of Drilling Mud and Cutting Wastes from the Igbokoda Onshore Oil Wells. Semen Portland Pozolan. 2010. Applying Solidification/ Stabilization for Sustainable Redevelopment of Contaminated Propert.100. no.10 Charles M. Indian Journal of Science and Technology Vol. Abeokuta. Ifeadi. Journal of Materials Science (Medžiagotyra). 2004. 25 june 2010 Joseph. 2004. 2004.6846.100. Kurian. International maritime organization. 50. Development of Performance Specifications for Solidification/Stabilization. 5 May 2010 ISSN: 0974. Technical/Regulatory Guidance. N. SNI 15-70642004 ICS 91.10 Badan Standardisasi Nasional. Pola Pembiayaan Usaha Kecil (PPUK) Industri Paving Blok. Drill Cuttings and Fluids of Fossil Fuel Exploration in North-eastern India: Environmental Concern and Mitigation Options Current Science. SNI 15-03022004 ICS 91. 2011. 16. Nigeria. The Interstate Technology & Regulatory Council Solidification/Stabilization Team.14 DAFTAR PUSTAKA Badan Standardisasi Nasional. Hazardous Wastes Recycling By Solidification/ Stabilization Method. [ppt] Hazardous Waste Solidification And Stabilisation. The Treatment of Drill Cuttings Using Dispersion by Chemical Reaction (DCR). Wilk. Albinas dkk. London. Chennai. 2010. 12. 2. GESAMP reports & studies No. Gailius. Semen Portland Komposit. No. Gbadebo Et Al. University of Agriculture. 98. . Direktorat Kredit BPR dan UMKM Bank Indonesia.100.10 Badan Standardisasi Nasional. 2010. vol. 2010. SNI 15-2049-2004 ICS 91. Semen Portland. GESAMP (1993) Impact of oil and related chemicals and wastes on the marine environment. Chris. ISSN 1392–1320 Vol. 3 No. Anna University.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->