BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Deskripsi Teori 1. Hakikat Zig-Zag Run dan Shuttle Run a.

Pengertian Shuttle Run Menurut Sajoto (1995) kelincahan adalah kemampuan

seseorang dalam merubah arah, dalam posisi-posisi di arena tertentu. Dengan demikian zig-zag run adalah suatu macam bentuk latihan yang dilakukan dengan gerakan berkelok-kelok melewati rambu-rambu yang telah disiapkan, dengan tujuan untuk melatih kemampuan berubah arah dengan cepat. Sedangkan shuttle run adalah tes untuk mengukur kelincahan kaki, tetapi dalam tes shuttle run testi juga harus memindahkan balok dengan jarak 4 x 10 meter sehingga testi juga harus lincah dalam mengambil balok dengan waktu yang cepat. Tujuan shuttle run untuk melatih mengubah gerak tubuh arah lurus. Atlet lari bolak balik secepatnya dari titik yang satu ke titik yang lain sebanyak 10 kali. Setiap kali sampai pada suatu titik dia harus berusaha secepatnya membalikkan badan untuk lari menuju titik yang lain. Menurut Harsono (1988: 172) yang perlu diperhatikan bahwa dalam latihan shuttle run, yaitu: a) Jarak antara kedua titik jangan terlalu jauh, misalnya 10 m, maka ada kemungkinan bahwa setelah lari beberapa kali bolak balik dia tidak mampu lagi untuk melanjutkan larinya, dan atau membalikkan badannya dengan cepat disebabkan karena faktor kelelahan. Dan kalau kelelahan mempengaruhi 7

kecepatan larinya, maka latihan tersebut sudah tidak sahih (valid) lagi untuk digunakan sebagai latihan kelincahan. b) Jumlah ulangan lari bolak balik jangan terlalu banyak sehingga menyebabkan atlet lelah. Kalau ulangan larinya terlalu banyak maka menyebabkan seperti di atas. Faktor kelelahan akan mempengaruhi apa yang sebetulnya ingin dilatih yaitu kelincahan. Menurut Harsono (1988: 172) keuntungan dan kerugian shuttle run, yaitu: 1) Keuntungan: a) Secara psikis gerakan shuttle run lebih mudah di ingat sehingga memungkinkan atlet dapat berkonsentrasi penuh pada kecepatan lari. b) Bila dilakukan terus menerus atlet terbiasa dengan sudut belok yang tajam (180 derajat), lebih tajam di banding dengan sudut belok lari zig-zag. (45 dan 90 derajat). Ketajaman sudut tersebut diatas memungkinkan hasil yang dicapai pada saat tes dengan alat tes kelincahan dribbling untuk shuttle run dibanding lari zig=zag.. 2) Kerugian: a) Pada waktu melakukan latihan, kemungkinan atlet cidera otot lebih besar karena shuttle run menuntut kekuatan otot untuk berhenti secara mendadak lalu berbelok arah untuk berlari kearah yang berlawanan. b) Banyak membutuhkan konsentrasi pada saat berbalik arah. Hal ini dikarenakan sering terjadi kehilangan keseimbangan. Bentuk latihan ini sangat sesuai dengan gerakan-gerakan menggiring bola dalam hampir setiap bentuk permainan terutama dalam permainan sepak bola. b. Lari Zig-zag Tujuan latihan lari zig-zag adalah untuk menguasai

keterampilan lari, menghindar dari berbagai halangan baik orang

8

b) Berlari dengan melewati rintangan. 1988: 172). pada saat berlari akan berbentuk garis zig-zag. 9 . 2002: 21). Sesuai dengan tujuannya lari zig-zag dibedakan menjadi dua. b) Latihan lari bentuk bintang dengan ukuran garis berbentuk bintang yang telah di tentukan. yaitu: 1) Latihan lari zig-zag untuk mengukur kelincahan seseorang a) Melatih lari segi tiga dengan ukuran garis segitiga yang telah ditentukan. Akibatnya atlet konsentrasinya terpusat pada arah belok dan bukan pada kecepatan larinya. berlari mengikuti angka delapan. sehingga mempermudah dalam tes kelincahan dribbling 2) Kerugian: a) Secara psikis arah lari perlu pengingatan lebih.maupun benda yang ada di sekeliling (Saputra. 2) Latihan lari zig-zag untuk merubah arah gerak tubuh atau bagian tubuh. a) Latihan lari angka delapan. Latihan lari zig-zag hampir sama dengan lari bolak-balik. misalnya 10 titik (Harsono. b) Atlet tidak terbiasa dengan ketajaman sudut lari yang besar sehingga pada saat melakukan tes kelincahan dribbling atlet menganggap sudut lari tes kelincahan dribbling lebih sulit. kecuali atlet lari melintasi beberapa titik. yaitu: 1) Keuntungan: a) Kemungkinan cidera lebih kecil karena sudut ketajaman berbelok arah lebih kecil (45 dan 90 derajat). Menurut Harsono (1988: 172) keuntungan dan kerugian zig-zag run. b) Banyak membutuhkan koordinasi gerak tubuh.

Dengan demikian kesebelasan akan lebih lama menguasai bola atau menguasai permainan. kecuali dengan lengannya. yaitu pada saat bebas dari lawan (Sukatamsi. moril dan taktik.2. 1992: 12). 10 . Kualitas teknik dasar pemain lepas dari faktor-faktor taktik dan fisik akan menentukan tingkat permainan suatu kesebelasan sepakbola. Oleh karena itu pemain pemula harus menguasai macammacam teknik dasar bermain yang merupakan faktor untuk bermain. Menggiring bola hanya dilakukan pada saat-saat menguntungkan saja. Teknik dasar bermain sepakbola adalah semua cara pelaksanaan gerakan-gerakan yang diperlukan untuk bermain sepakbola. dengan tungkainya. Jadi setiap pemain harus dapat memerintah bola. akan tetapi mendapatkan keuntungan secara fisik. Keterampilan Menggiring Bola Menggiring bola diartikan dengan gerakan-gerakan lari menggunakan bagian kaki mendorong bola agar bergulir terus-menerus di atas tanah. dengan kepalanya. terlepas sama sekali dari permainannya. Keterampilan menurut Lutan Rusli (1988: 94) adalah keterampilan dipandang sebagai satu perbuatan atau tugas yang merupakan indikator dari tingkat kemahiran seseorang dalam melaksanakan suatu tugas. bukan bola memerintah pemain. Makin baik tingkat keterampilan teknik pemain dalam memainkan dan menguasai bola makin cepat dan cermat kerjasama kolektif akan tercapai. Artinya memerintah badan sendiri dan memerintah bola dengan kakinya. dengan badannya.

serta kelincahan hubungannya dengan kecepatan mengubah arah untuk menghindari rintangan. Kecepatan hubungannya dengan cepat tidaknya seorang pemain membawa bola ke arah depan. Kini banyak para pelatih mengabaikan atau menganggap tidak penting. Jadi seorang pemain sepakbola yang tidak menguasai keterampilan teknik dasar bermain tidaklah mungkin akan menjadi pemain yang baik dan terkemuka. Adapun teknik dasar yang sering digunakan dalam permainan sepakbola di antaranya adalah teknik dasar menggiring bola. sedangkan kelentukan hubungannya dengan bagaimana keluwesan seorang pemain mengolah bola dengan kakinya dan bagaimana keluwesan dalam melalui rintangan. kecepatan.Melihat kenyataan yang sebenarnya maka keterampilan teknik dasar perlu dilakukan dengan latihan-latihan yang berulang-ulang sehingga akhirnya merupakan gerakan yang otomatis. kecepatan. kelentukan. 11 . Untuk meningkatkan keterampilan menggiring bola. yaitu. Menggiring bola merupakan salah satu teknik dasar yang cukup memiliki peranan penting dalam permainan sepak bola. seperti: kekuatan. Ada tiga unsur kondisi fisik yang cukup besar peranannya dalam menggiring bola. yang menurut Bompa (1983: 249) dikatakan sebagai komponen biomotor. kelincahan dan sebagainya. tidak heran jika para pengamat sepak bola khususnya mengatakan bahwa mahirnya seorang pamain dapat dilihat pada bagaimana seorang pemain tersebut menggiring bola. kelentukan dan kelincahan. teknik harus dilatih.

(2) Menerobos benteng pertahanan lawan. maka dapat dibedakan beberapa cara menggiring bola. Sedang menurut Engkos Kosasih (1985: 56) tujuan menggiring bola adalah: (1) Melewati lawan. (b) Menggiring bola dengan kura-kura kaki 12 . Berorientasi dari tujuan menggiring bola. Hal itu dikatakan oleh Csanadi Arpad (1972: 145) bahwa menggiring bola adalah menggulirkan bola terus menerus di tanah sambil lari. Kemampuan menggiring bola bertujuan untuk membantu penyerangan dan menembus pertahanan lawan. Menurut Hughes Charles (1980: 235) menggiring bola adalah kemampuan seseorang pemain penyerang menguasai bola untuk melewati lawan. Selanjutnya menurut Soedjono (1985: 143) menggiring bola adalah membawa bola dengan kaki untuk melewati lawan. (3) Mempermudah rekan kesebelasan atau diri sendiri untuk membuat serangan atau mengukur strategi. yaitu: (a) Menggiring bola dengan kurakura kaki bagian dalam. (4) Menguasai permainan. Dari batasan yang diberikan oleh para ahli tersebut tidak menunjukkan adanya perbedaan pengertian. sehingga dapat diambil suatu pengertian bahwa dribbling atau menggiring bola adalah suatu kemampuan menguasai bola dengan kaki oleh pemain sambil lari untuk melewati lawan ataui membuka daerah pertahanan lawan.Dribbling dapat diartikan sebagai suatu teknik menggiring bola. Dribbling berguna untuk mengontrol bola dan menguasainya sampai seorang rekan satu tim bebas dan memberikannya dalam posisi yang lebih baik.

selanjutnya melihat situasi lapangan. 2) Kaki yang digunakan untuk menggiring bola tidak diayunkan seperti taknik menendang. Dari ketiga cara menggiring bola tersebut. Hal ini dikarenakan untuk melakukan teknik menggiring bola berputar ke arah kiri digunakan kurakura sebelah dalam kaki kanan. Di samping itu kalau menggiring 13 . mata melihat bola. Selain itu pemain yang menggiring bola tersebut dengan mudah merubah arah jika pemain lawan berusaha merebut bola.bagian luar. dan pada waktu kaki menyentuh bola. 3) Pada saat menggiring bola lutut kedua kaki harus selalu sedikit ditekuk. sedangkan untuk melakukan teknik menggiring ke arah kanan digunakan kura-kura sebelah luar kaki kanan (Sukatamsi 1988: 161). Menggiring menggunakan kura-kura kaki bagian dalam berarti posisi bola selalu berada dalam penguasaan pemain. Adapun cara menggiring bola menurut Sukatamsi (1988: 159) dengan kura-kura kaki bagian dalam adalah sebagai berikut: 1) Posisi kaki menggiring bola sama dengan posisi kaki dalam menendang bola dengan kura-kura kaki sebelah kanan. Jadi pemain yang menggiring bola selalu diikuti atau bola selalu berada di antara kedua kaki penggiring sehingga bola selalu dapat dilindungi. Hal ini akan menyebabkan lawan menemui kesukaran untuk merampas bola. akan tetapi tiap langkah secara teratur menyentuh atau mendorong bola bergulir ke depan dan bola harus selalu dekat dengan kaki. Dengan demikian bola mudah dikuasai dan tidak mudah direbut oleh lawan. yang dipilih penulis adalah menggiring bola menggunakan kura-kura bagian dalam dan kurakura kaki bagian luar dalam penelitian. (c) Menggiring bola dengan kura-kura kaki bagian atas atau punggung kaki.

b) Setiap langkah secara teratur dengan kura-kura kaki bagian luar kaki kanan atau kaki kiri mendorong bola bergulir ke depan. c) Pada saat menggiring bola lutut kedua kaki harus selalu sedikit ditekuk.bola menggunakan kura-kura kaki bagian dalam pemain dapat merubahrubah kecepatan sewaktu menggiring bola (Sarumpaet. dan pada waktu kaki menyentuh bola. selanjutnya melihat situasi lapangan. Gambar 1 Perkenaan Bola pada Teknik Menggiring Bola dengan Kura-kura Kaki Bagian Dalam (Sukatamsi. dan bola selalu dekat dengan kaki. 1992: 25). mata melihat bola. Mengubah arah dan membelok ke kiri maupun ke kanan berarti menghindarkan bola dari lawan karena dengan cara demikian tubuh pemain yang sedang 14 . Menggiring bola dengan menggunakan kura-kura kaki bagian luar memberi kesempatan pada pemain untuk mengubah-ubah arah serta dapat menghindari lawan yang berusaha merampas bola. 1988: 159) Menurut Sukatamsi (1988: 161) menggiring bola dengan kura-kura kaki bagian luar adalah: a) Posisi kaki menggiring bola sama dengan posisi kaki dalam menendang bola dengan kura-kura kaki bagian luar.

waktu melampaui di 15 . kaki kanan saja. 1992: 25). Adapun cara pelaksanaannya menurut Sukatamsi (1988: 169) adalah sebagai berikut: 1) Menggiring bola zig-zag melewati tiang pancang dengan menggunakan kaki kanan dan kiri bergantian. atau menggunakan kaki kiri saja. Dalam pelaksanaan menggiring bola zig-zag melewati pancang atau lawan dapat dilakukan dengan menggunakan kedua kaki bergantian. Gambar 2 Perkenaan Bola pada Teknik Menggiring Bola dengan Kura-kura Kaki Bagian Luar (Sukatamsi. melainkan dengan kedua-duanya kiri dan kanan. 1988: 162) Menggiring bola (dribbling) tidak hanya dilatih dengan satu kaki saja. Hal itu dilatihkan sepanjang latihan dan terus menerus untuk meningkatkan kemampuan penguasaan bola yang baik dan secara bergantian akan memberikan tambahan keseimbangan antara kaki kiri dan kanan.menggiring bola dapat menutup atau membatasi lawan dengan bola (Sarumpaet. bola didorong dengan kura-kura kaki bagian dalam.

(3) Dapat mengawasi situasi pemain pada waktu menggiring bola. Oleh karena itu pemain harus dituntut untuk memiliki penguasaan bola. (2) Dapat menggunakan seluruh bagian kaki sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.sebelah kanan tiang pancang digunakan kura-kura kaki bagian dalam sedangkan pada waktu melampaui sebelah kiri tiang pancang digunakan kura-kura kaki bagian dalam kaki kiri. Setiap pemain atau tim berusaha untuk dapat menguasai bola. Menurut Sarumpaet (1992: 24) untuk dapat menggiring bola dengan baik perlu diketahui prinsip-prinsip menggiring bola di antaranya adalah: (1) Bola harus dikuasai sepenuhnya. berarti tidak dapat dirampas lawan. 2) Menggiring bola zig-zag melampaui tiang pancang dengan menggunakan kaki sebelah kanan saja yaitu dengan cara: waktu melampaui sebelah kanan tiang pancang digunakan kura-kura kaki bagian dalam dan waktu melampaui sebelah kiri tiang pancang digunakan kura-kura kaki sebelah luar. yaitu dengan cara: pada waktu melampaui di sebelah kanan tiang pancang digunakan kura-kura kaki bagian luar dan waktu melampaui sebelah kiri tiang pancang digunakan kaki bagian dalam. 3) Menggiring bola zig-zag melampaui tiang pancang dengan manggunakan kaki sebelah kiri saja. pemain atau tim akan berusaha supaya bola tidak mudah hilang atau direbut oleh lawan. karena hanya dengan menguasai bola gol dapat terjadi. Bola merupakan bagian yang penting dalam setiap permainan. Dari pendapat di atas disimpulkan bahwa menggiring bola diartikan dengan gerakan-gerakan lari menggunakan kaki sambil mendorong bola agar terus-menerus bergulir di atas tanah. 16 . Sedangkan untuk memiliki kesempatan memasuki daerah lawan dan kesempatan memasukkan bola dibutuhkan kecepatan dalam menggiring bola. Setelah bola dapat dikuasai.

Lebih lanjut Junusul Hairy (1989: 67) menjelaskan bahwa salah satu yang paling penting dari latihan. berulang-ulang. Menurut Nossek (1995: 3) latihan adalah suatu proses atau periode waktu yang berlangsung selama beberapa tahun. otomatis. Kian hari maksudnya ialah setiap kali secara periodik. yang dilakukan dengan kian hari kian meningkat jumlah beban latihan atau pekerjaannya. Hakikat Latihan a. Berulangulang maksudnya ialah agar gerakan-gerakan yang semula sukar dilakukan menjadi semakin mudah. Pengertian Latihan Menurut Bompa (1994: 4) latihan adalah upaya seseorang mempersiapkan dirinya untuk tujuan tertentu. menurut jadwal. dan meningkatkan kekuatan dan daya tahan otot yang diperlukan untuk pekerjaannya. Menurut Tohar (1992: 112) latihan suatu proses kerja yang harus dilakukan secara sistematis. harus dilakukan secara berulang-ulang. dari mudah kesukar. menurut pola dan standar tertentu. jadi bukan berarti setiap hari. dan relektif pelaksanaannya sehingga semakin menghemat energi. dari yang sederhana ke yang lebih kompleks. segera setelah tiba saatnya untuk ditambah bebannya. Menurut Sukadiyanto (2005: 6) latihan adalah suatu proses penyempurnaan kemampuan berolahraga yang berisikan materi teori 17 . Menurut Junusul Hairy (1989: 67) latihan adalah proses yang sistematis dari berlatih atau bekerja. dan makin lama jumlah beban yang diberikan semakin meningkat. berkesinambungan. latihan yang teratur. metodis. Menurut Harsono (1988: 101) yang dimaksud dengan sistematis adalah berncana.3. sampai atlet tersebut mencapai standar penampilan tinggi.

(c) Pada setiap kali tatap muka (satu sesi/satu unit latihan) harus memiliki tujuan dan sasaran. yaitu cara paling efektif yang direncanakan secara bertahap dengan memperhitungkan faktor kesulitan. 18 . agar pemahaman dan penguaasaan keterampilan menjadi relatif permanen. Sukadiyanto (2005: 7) menjelaskan beberapa ciri-ciri dari latihan adalah sebagai berikut: (a) Suatu proses untuk mencapai tingkat kemampuan yang lebih baik dalam berolahraga. sehingga tujuan dapat tercapai tepat pada waktunya. maju. dan berkelanjutan (kontinyu). kompleksitas gerak. (b) Proses latihan harus teratur dan progresif. Menurut Sukadiyanto (2005: 8) sasaran latihan secara umum adalah untuk meningkatkan kemampuan dan kesiapan olahragawan dalam mencapai puncak prestasi. b. berkesinambungan dengan kian hari meningkatkan jumlah beban latihannya untuk mencapai prestasi yang diinginkan. dari yang sederhana ke yang lebih sulit (kompleks). serta memerlukan perencanaan yang tepat dan cermat. Dalam penelitian ini yang dimaksud dengan latihan adalah suatu proses penyempurnaan kerja/olahraga yang dilakukan oleh atlet secara sistematis. (e) Menggunakan metode tertentu. (d) Materi latihan harus berisikan meteri teori dan praktek. menggunakan metode. Tujuan dan Sasaran Latihan Bompa (1994: 5) menerangkan bahwa tujuan latihan adalah untuk memperbaiki prestasi tingkat terampil maupun kinerja atlet. berulang-ulang. Teratur maksudnya latihan harus dilakukan secara ajeg.dan praktek. Sedangkan bersifat progresif maksudnya materi latihan diberikan dari yang mudah ke yang sukar. dan diarahkan oleh pelatihnya untuk mencapai tujuan umum latihan. dari yang ringan ke yang berat. dan penekananan pada sasaran latihan. dan aturan. yang memerlukan waktu tertentu (pentahapan).

antara lain: (1) prinsip kesiapan. (3) adaptasi. (c) Menambah dan menyempurnakan teknik. (11) tidak berlebihan. Prinsip-prinsip Latihan Menurut Sukadiyanto (2005: 12) prinsip-prinsip latihan memiliki peranan penting terhadap aspek fisiologis dan psikologis olahragawan. (c) latihan taktik. dan (e) Meningkatkan kualitas dan kemampuan psikis olahragawan dalam bertanding. (d) Menambah dan menyempurnakan strategi. (5) progersif. (4) beban lebih. Selanjutnya Harsono (1988: 100) menyatakan bahwa untuk mencapai hal itu. Menurut Sukadiyanto (2005: 12-22) prinsip-prinsip latihan yang menjadi pedoman agar tujuan latihan dapat tercapai. (2) individual. Prinsip-prinsip latihan menurut Bompa (1994: 29-48) adalah: (1) Prinsip partisipasi aktif mengikuti 19 .Sukadiyanto (2005: 9) menjelaskan sasaran latihan dan tujuan latihan secara garis besar antara lain: (a) Meningkatkan kualitas fisik dasar dan umum secara menyeluruh. Dalam penelitian ini yang dimaksud dengan tujuan dan sasaran latihan adalah untuk memperbaiki dan memyempurnakan keterampilan baik teknik atau pun fisik olahragawan untuk mencapai prestasi. Menurut Bompa (1994: 29) prinsip latihan adalah suatu petunjuk/pedoman dan peraturan yang sistematis dan seluruhnya berlangsung dalam proses latihan. dan (d) latihan mental. yaitu: (a) latihan fisik. (b) Mengembangkan dan meningkatkan potensi fisik khusus. dan (12) sistematik. (8) pemanasan dan pendinginan. (9) latihan jangka panjang. (b) latihan teknik. (10) prinsip berkebalikan. taktik. teknik. c. (7) variasi. Menurut Harsono (1988: 100) tujuan serta sasaran utama dari latihan adalah untuk membantu atlet meningkatkan keterampilan dan prestasinya semaksimal mungkin. ada 4 (empat) aspek latihan yang perlu diperhatikan oleh atlet. (6) spesifik. dan pola bermain.

Persekawanan yang tetap makin berkembang. (3) Model dalam proses latihan. Banyak mengeluarkan energi untuk fantasinya 2. Keseimbangan dan kematangan untuk keterampilan bermain menjadi baik. (2) Prinsip perkembangan menyeluruh. Sosial 1. b. Karakteristik Anak Usia 13-15 Tahun Menurut Sukintaka (1992: 45) tentang siswa yang berumur 13-15 mempunyai karakteristik sebagai barikut: a. dan (4) Prinsip peningkatan beban. (6) Model dalam proses latihan. Psikis atau Mental 1. 4. Laki-laki maupun perempuan ada pertumbuhan memanjang 2. Mudah gelisah karena keadaan lemah.latihan. Menurut Handoyo dan Marta Ade (2003) usia di bawah 15 tahun anak-anak menunjukkan tanda-tanda perubahan ke arah lebih dewasa dan 20 . (7) Prinsip peningkatan beban. Mengetehui moral etik dari kehidupan 3. Ingin menetapkan pandangan hidup 3. c. Sering menempilkan hubungan dan koordinasi yang kurang baik 4. (3) Prinsip spesialisasi. Jasmani 1. Anak laki-laki mempunyai kecepatan dan kekuatan otot lebih baik dari pada putri 7. (4) Prinsip individual. Dalam penelitian ini prinsip latihan yang akan digunakan untuk mendukung proses latihan adalah: (1) Prinsip partisipasi aktif mengikuti latihan. (5) Prinsip bervariasi. Mudah lelah tidak dihiraukan 6. (2) Prinsip variasi. Ingin tetap diakui oleh kelompoknya 2. Membutuhkan pengaturan istirahat yang baik 3. Merasa mempunyai ketahanan dan sumber energi tidak terbatas 5.

deferensiasi. fantastik. psikomotor. 18-20 tahun) meliputi aspek: fisik. (b) Psikomotor. Untuk remaja awal (11-13 tahun s. laju perkembangan secara umum berlangsung pesat. Abin Syamsuddin Makmun (2003) dalam (http://id. 14-15 tahun) penjelasannya sebagai berikut: (a) Fisik. (c) Bahasa. gerak-gerik tampa canggung dan kurang koordinasi. emosi efektif dan kepribadian. kecakapan dasar khusus (bakat) mulai menunjukkan kecendrungan yang lebih jelas. aktif dalam berbagai jenis cabang permainan. berkembangnya bahasa dan mulai tertarik mempelajari bahasa asing. sosial. (d) Perilaku kognitif.wordpress. menggemari literatur yang bernafaskan dan mengandung segi erotik. diawali 21 . kausalitas ) yang bersifat abstrak. konatif.cenderung menjauhi hal-hal yang berlaku kekanak-kanakan dan mulai mengharap kebebasan serta lepas dari pengaruh orang tuanya.d. 2003) memperinci karakteristik perilaku dan pribadi dan masa remaja yang terbagi ke dalam bagian dua kelompok yaitu remaja awal (1113 s.d. bahasa kognitif. proses berpikir sudah mampu mengoprasikan kaidah-kaidah logika formal (asosiasi. disertai mulai aktifnya sekresi kelenjar jenis kelamin (mentruasi pada wanita dan day dreaming pada laki-laki). keagamaan. dan munculnya ciri-ciri sekunder (timbulnya bulu pada publik region. com. meskipun relatif terbatas. kecakapan dasar intelektual menjadi laju perkembangan yang terpesat. moralitas. komparasi.d. 14-15 tahun) dan remaja akhir (14-16 s. (e) Perilaku sosial. otot menyambung pada bagian-bagian tertentu). Porsi ukuran berat badan sering kali kurang seimbang. dan estentik.

mengidentifikasi dengan tokoh moralitas yang dipandang tepat dengan tipe idolanya.dengan kecendrungan ambivalensi keinginan untuk menyendiri dan bergaul dengan banyak teman tetapi bersifat temporer adanya semangat kebergantungan yang kuat kepada kelompok sebaya disertai semangat konfornitas yang tinggi. mengenai eksistensi dan sifat kemurahan dan keadilan tuhan mulai dipertanyakan keagamaan secara kritis dan sekeptis. dan Kepribadian. harga diri. (h) Konatif. meski masih dalam taraf eksplorasi dan mencoba-coba. (f) Moralitas. dan aktualisasi diri) mulai menunjukan arah kecendrungannya. lima kebutuhan dasar (fisiologis. politis. Afektif. reaksi-reaksi emosionalnya masih lebih dan belum terkendali masih pertanyaan marah. Emosi. kasih saying. rasa aman. etentis. (g) Perilaku keagamaan. gembira atau kesedihannya masih dapat berubah-ubah dan silih berganti dalam waktu yang tepat. adanya ambivalensi antara keinginan bebas dari dominasi pengaruh orang tua dengan kebutuhan dan bantuan dari orang tua. dilakukan atas penghayatan kehidupan sehari-hari pertimbangan adanya semacam tuntunan yang menekan dari luar dirinya. ekonomis. dengan sikapnya dan acara berpikirnya yang kritis mulai menguji kaidah-kaidah atau sistem nilai etis dengan kenyataannya dalam perilaku sehari-hari oleh para pendukungnya. masih mencari dan mencoba menemukan pegangan hidup. kecendrungan-kecendrungan arah sikap nilai mulai tampak (teoritis. merupakan masa kritis dalam menghadapi 22 . dan religius). sosial.

(5) Toni. SSB Adiraga putra juga memiliki 4 gawang untuk setengah lapangan. yaitu (1) M. dan (6) Budi yang menangani masingmasing kelompok umur. (2) Dudut Ariawan.krisis identitasnya yang sangat dipengaruhi oleh kondisi psikososialnya. Pertigaan Blondo No. tanggung atau tinggi berjumlah 20.110 Rt 02/06 Blondo Mungkid Magelang. Selain lapangan yang dimiliki secara pribadi. 5. SSB Adiraga Putra juga memiliki 6 orang tenaga pelatih. 2 gawang kecil. (4) Dede. masing-masing 2 papan untuk latihan passing anak usia dini dan 1 papan untuk akurasi longpassing. cones tergolong banyak dan jumlah kerucut besar dan kecil yang sama-sama berjumlah 40. Pancang dari paralon berjumlah 5 dan paralon yang dibuat untuk rintangan berbentuk gawang lompat baik kecil. Kondisi SSB Adiraga Putra Magelang Sekolah Sepakbola Adiraga Putra Magelang berdiri pada tanggal 16 Juni 2006 dan memiliki alamat sekretariat sekaligus lapangan di Jl. yang akan membentuk kepribadiannya. Di samping itu ada 3 papan. Sebagai Sekolah Sepakbola. Pengelompokan umur ini bertujuan supaya proses pengembangan skill dan mental anak didik yang usianya lebih muda tidak mengalami pengaruh pola pikir dari usia yang tua dan yang utama agar pelatih lebih fokus pada perkembangan anak didik dan untuk memastikan bahwa materi 23 . Ainu Rofik. Selain 2 gawang permanen. SSB Adiraga Putra sudah memiliki kriteria dan syarat yang sangat baik. (3) Mega Aprilia. sarana serta prasarana penunjang latihan tergolong lengkap.

Banyaknya potensi yang dimiliki oleh SSB Adiraga Putra membuat banyak juga siswa yang tertarik untuk ikut bergabung. Ditunjukkan dengan nilai t hitung sebesar 24 . namun ada beberapa kekurangan yang masih perlu dibenahi yaitu jika musim hujan pasti ada beberapa titik lapangan yang tergenang air. SSB Adiraga Putra memiliki fasilitas latihan yang cukup baik seperti gawang mini. Penelitian yang Relevan Penelitian yang dilakukan oleh Sigit Pratama (2012) yang berjudul “Pengaruh latihan small side game di lapangan futsal dan sepakbola terhadap peningkatan keterampilan bermain sepakbola siswa SSB Selabora UNY kelompok usia 14-15 tahun”.yang diberikan dalam proses berlatih-melatih dapat diterima oleh anak didik dengan baik.05).761. oleh karena nilai t hitung > t tabel (7. hal ini berarti ada pengaruh latihan small side game di lapangan futsal terhadap peningkatan keterampilan bermain sepakbola siswa SSB Selabora UNY kelompok usia 14-15 tahun. Sedangkan hasil analisis untuk pengaruh latihan small side game di lapangan sepakbola terhadap keterampilan bermain sepakbola.763 > 1.761) dan nilai sig 0.000 lebih kecil dari 0. Oleh karena itu. Nilai t tabel dengan db=14 pada taraf signifikansi 5% adalah 1. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah Two Group Pretest-Posttest Design.000. B. Hasil pengujian hipotesis menggunakan uji-t mendapatkan t sebesar 7. lapangan yang semuanya sangat kondusif dalam kegiatan berlatih-melatih.763 dengan signifikansi 0.05 (Sig < 0. untuk ke depannya SSB Adiraga Putra harus memperbaiki kualitas sarana prasarana dan juga pelatih.

Kerangka Berpikir Pemberian latihan teknik dan fisik yang baik dapat dicapai melalui latihan yang terprogram dan teratur. Kemampuan teknik yang baik dihasilkan dari latihan gerak dasar yang baik serta kemampaun fisik yang baik akan diperoleh dengan latihan yang benar.761. oleh karena nilai t hitung > t tabel (10. hal ini berarti ada pengaruh latihan small side game di lapangan sepakbola terhadap peningkatan keterampilan bermain sepakbola siswa SSB Selabora UNY kelompok usia 14-15 tahun. Teknik menggiring bola (dribbling) harus dikuasai oleh seorang pemain sepak bola karena teknik tersebut adalah teknik dasar dalam bermain sepakbola.699 dengan signifikansi 0. Latihan shuttle run atau lari zig-zag ini diharapkan para pemain dapat beradaptasi dengan lingkungan yang dihadapinya dan mengembangkan ketrampilan teknik mental maupun fisik untuk mencapai prestasi maksimal.05). C.10.000 lebih kecil dari 0. Apabila seorang atlet mempunyai teknik-teknik sepakbola yang mumpuni dan didukung teknik menggiring bola yang bagus dan penempatannya yang bagus bisa menjadi andalan dalam suatu permainan. Latihan shuttle run atau lari zig-zag merupakan asumsi dari penelitian untuk diadaptasikan dengan metode latihan teknik menggiring bola (dribbling). Sebuah bentuk latihan berupa zig-zag run dan shuttle run diharapkan dapat 25 .699 > 1. Nilai t tabel dengan db=14 pada taraf signifikansi 5% adalah 1.05 (Sig < 0.000.761) dan nilai sig 0.

Ada pengaruh latihan zig-zag run terhadap kelincahan atlet sepakbola usia 13-15 tahun SSB Adiraga Putra Magelang. D. Latihan zig-zag run lebih baik daripada latihan shuttle run terhadap kelincahan atlet sepakbola usia 13-15 tahun SSB Adiraga Putra Magelang. Hipotesis Penelitian Berdasarkan kajian teori dan kerangka berfikir di atas dapat dikemukakan atau jawaban sementara dari permasalahan yang dibahas adalah: 1. 3.meningkatkan kelincahan atlet sepakbola usia 13-15 tahun SSB Adiraga Putra Magelang. Ada pengaruh latihan shuttle run terhadap kelincahan atlet sepakbola usia 13-15 tahun SSB Adiraga Putra Magelang. 26 . 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful