BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Deskripsi Teori 1. Hakikat Zig-Zag Run dan Shuttle Run a.

Pengertian Shuttle Run Menurut Sajoto (1995) kelincahan adalah kemampuan

seseorang dalam merubah arah, dalam posisi-posisi di arena tertentu. Dengan demikian zig-zag run adalah suatu macam bentuk latihan yang dilakukan dengan gerakan berkelok-kelok melewati rambu-rambu yang telah disiapkan, dengan tujuan untuk melatih kemampuan berubah arah dengan cepat. Sedangkan shuttle run adalah tes untuk mengukur kelincahan kaki, tetapi dalam tes shuttle run testi juga harus memindahkan balok dengan jarak 4 x 10 meter sehingga testi juga harus lincah dalam mengambil balok dengan waktu yang cepat. Tujuan shuttle run untuk melatih mengubah gerak tubuh arah lurus. Atlet lari bolak balik secepatnya dari titik yang satu ke titik yang lain sebanyak 10 kali. Setiap kali sampai pada suatu titik dia harus berusaha secepatnya membalikkan badan untuk lari menuju titik yang lain. Menurut Harsono (1988: 172) yang perlu diperhatikan bahwa dalam latihan shuttle run, yaitu: a) Jarak antara kedua titik jangan terlalu jauh, misalnya 10 m, maka ada kemungkinan bahwa setelah lari beberapa kali bolak balik dia tidak mampu lagi untuk melanjutkan larinya, dan atau membalikkan badannya dengan cepat disebabkan karena faktor kelelahan. Dan kalau kelelahan mempengaruhi 7

kecepatan larinya, maka latihan tersebut sudah tidak sahih (valid) lagi untuk digunakan sebagai latihan kelincahan. b) Jumlah ulangan lari bolak balik jangan terlalu banyak sehingga menyebabkan atlet lelah. Kalau ulangan larinya terlalu banyak maka menyebabkan seperti di atas. Faktor kelelahan akan mempengaruhi apa yang sebetulnya ingin dilatih yaitu kelincahan. Menurut Harsono (1988: 172) keuntungan dan kerugian shuttle run, yaitu: 1) Keuntungan: a) Secara psikis gerakan shuttle run lebih mudah di ingat sehingga memungkinkan atlet dapat berkonsentrasi penuh pada kecepatan lari. b) Bila dilakukan terus menerus atlet terbiasa dengan sudut belok yang tajam (180 derajat), lebih tajam di banding dengan sudut belok lari zig-zag. (45 dan 90 derajat). Ketajaman sudut tersebut diatas memungkinkan hasil yang dicapai pada saat tes dengan alat tes kelincahan dribbling untuk shuttle run dibanding lari zig=zag.. 2) Kerugian: a) Pada waktu melakukan latihan, kemungkinan atlet cidera otot lebih besar karena shuttle run menuntut kekuatan otot untuk berhenti secara mendadak lalu berbelok arah untuk berlari kearah yang berlawanan. b) Banyak membutuhkan konsentrasi pada saat berbalik arah. Hal ini dikarenakan sering terjadi kehilangan keseimbangan. Bentuk latihan ini sangat sesuai dengan gerakan-gerakan menggiring bola dalam hampir setiap bentuk permainan terutama dalam permainan sepak bola. b. Lari Zig-zag Tujuan latihan lari zig-zag adalah untuk menguasai

keterampilan lari, menghindar dari berbagai halangan baik orang

8

Sesuai dengan tujuannya lari zig-zag dibedakan menjadi dua. 2002: 21). misalnya 10 titik (Harsono. pada saat berlari akan berbentuk garis zig-zag. a) Latihan lari angka delapan. b) Atlet tidak terbiasa dengan ketajaman sudut lari yang besar sehingga pada saat melakukan tes kelincahan dribbling atlet menganggap sudut lari tes kelincahan dribbling lebih sulit. sehingga mempermudah dalam tes kelincahan dribbling 2) Kerugian: a) Secara psikis arah lari perlu pengingatan lebih. berlari mengikuti angka delapan. 1988: 172). Latihan lari zig-zag hampir sama dengan lari bolak-balik. 2) Latihan lari zig-zag untuk merubah arah gerak tubuh atau bagian tubuh. b) Berlari dengan melewati rintangan. yaitu: 1) Keuntungan: a) Kemungkinan cidera lebih kecil karena sudut ketajaman berbelok arah lebih kecil (45 dan 90 derajat). Menurut Harsono (1988: 172) keuntungan dan kerugian zig-zag run. yaitu: 1) Latihan lari zig-zag untuk mengukur kelincahan seseorang a) Melatih lari segi tiga dengan ukuran garis segitiga yang telah ditentukan.maupun benda yang ada di sekeliling (Saputra. Akibatnya atlet konsentrasinya terpusat pada arah belok dan bukan pada kecepatan larinya. b) Latihan lari bentuk bintang dengan ukuran garis berbentuk bintang yang telah di tentukan. b) Banyak membutuhkan koordinasi gerak tubuh. 9 . kecuali atlet lari melintasi beberapa titik.

Teknik dasar bermain sepakbola adalah semua cara pelaksanaan gerakan-gerakan yang diperlukan untuk bermain sepakbola. Dengan demikian kesebelasan akan lebih lama menguasai bola atau menguasai permainan. yaitu pada saat bebas dari lawan (Sukatamsi. Artinya memerintah badan sendiri dan memerintah bola dengan kakinya. Keterampilan menurut Lutan Rusli (1988: 94) adalah keterampilan dipandang sebagai satu perbuatan atau tugas yang merupakan indikator dari tingkat kemahiran seseorang dalam melaksanakan suatu tugas. 10 . Oleh karena itu pemain pemula harus menguasai macammacam teknik dasar bermain yang merupakan faktor untuk bermain. moril dan taktik. bukan bola memerintah pemain. dengan kepalanya. terlepas sama sekali dari permainannya. kecuali dengan lengannya. Menggiring bola hanya dilakukan pada saat-saat menguntungkan saja. dengan badannya. Kualitas teknik dasar pemain lepas dari faktor-faktor taktik dan fisik akan menentukan tingkat permainan suatu kesebelasan sepakbola. Jadi setiap pemain harus dapat memerintah bola. Keterampilan Menggiring Bola Menggiring bola diartikan dengan gerakan-gerakan lari menggunakan bagian kaki mendorong bola agar bergulir terus-menerus di atas tanah. Makin baik tingkat keterampilan teknik pemain dalam memainkan dan menguasai bola makin cepat dan cermat kerjasama kolektif akan tercapai. 1992: 12). akan tetapi mendapatkan keuntungan secara fisik.2. dengan tungkainya.

Menggiring bola merupakan salah satu teknik dasar yang cukup memiliki peranan penting dalam permainan sepak bola. Untuk meningkatkan keterampilan menggiring bola. kelentukan dan kelincahan. kecepatan. seperti: kekuatan. kelentukan. Kini banyak para pelatih mengabaikan atau menganggap tidak penting. yaitu. teknik harus dilatih. yang menurut Bompa (1983: 249) dikatakan sebagai komponen biomotor. kecepatan. Adapun teknik dasar yang sering digunakan dalam permainan sepakbola di antaranya adalah teknik dasar menggiring bola. tidak heran jika para pengamat sepak bola khususnya mengatakan bahwa mahirnya seorang pamain dapat dilihat pada bagaimana seorang pemain tersebut menggiring bola. Kecepatan hubungannya dengan cepat tidaknya seorang pemain membawa bola ke arah depan. 11 . sedangkan kelentukan hubungannya dengan bagaimana keluwesan seorang pemain mengolah bola dengan kakinya dan bagaimana keluwesan dalam melalui rintangan.Melihat kenyataan yang sebenarnya maka keterampilan teknik dasar perlu dilakukan dengan latihan-latihan yang berulang-ulang sehingga akhirnya merupakan gerakan yang otomatis. Jadi seorang pemain sepakbola yang tidak menguasai keterampilan teknik dasar bermain tidaklah mungkin akan menjadi pemain yang baik dan terkemuka. Ada tiga unsur kondisi fisik yang cukup besar peranannya dalam menggiring bola. kelincahan dan sebagainya. serta kelincahan hubungannya dengan kecepatan mengubah arah untuk menghindari rintangan.

(2) Menerobos benteng pertahanan lawan. Hal itu dikatakan oleh Csanadi Arpad (1972: 145) bahwa menggiring bola adalah menggulirkan bola terus menerus di tanah sambil lari. yaitu: (a) Menggiring bola dengan kurakura kaki bagian dalam. sehingga dapat diambil suatu pengertian bahwa dribbling atau menggiring bola adalah suatu kemampuan menguasai bola dengan kaki oleh pemain sambil lari untuk melewati lawan ataui membuka daerah pertahanan lawan. Kemampuan menggiring bola bertujuan untuk membantu penyerangan dan menembus pertahanan lawan. Dribbling berguna untuk mengontrol bola dan menguasainya sampai seorang rekan satu tim bebas dan memberikannya dalam posisi yang lebih baik. (b) Menggiring bola dengan kura-kura kaki 12 . Dari batasan yang diberikan oleh para ahli tersebut tidak menunjukkan adanya perbedaan pengertian. (3) Mempermudah rekan kesebelasan atau diri sendiri untuk membuat serangan atau mengukur strategi. maka dapat dibedakan beberapa cara menggiring bola.Dribbling dapat diartikan sebagai suatu teknik menggiring bola. Menurut Hughes Charles (1980: 235) menggiring bola adalah kemampuan seseorang pemain penyerang menguasai bola untuk melewati lawan. (4) Menguasai permainan. Sedang menurut Engkos Kosasih (1985: 56) tujuan menggiring bola adalah: (1) Melewati lawan. Berorientasi dari tujuan menggiring bola. Selanjutnya menurut Soedjono (1985: 143) menggiring bola adalah membawa bola dengan kaki untuk melewati lawan.

(c) Menggiring bola dengan kura-kura kaki bagian atas atau punggung kaki. mata melihat bola. 3) Pada saat menggiring bola lutut kedua kaki harus selalu sedikit ditekuk. selanjutnya melihat situasi lapangan. Menggiring menggunakan kura-kura kaki bagian dalam berarti posisi bola selalu berada dalam penguasaan pemain. sedangkan untuk melakukan teknik menggiring ke arah kanan digunakan kura-kura sebelah luar kaki kanan (Sukatamsi 1988: 161).bagian luar. 2) Kaki yang digunakan untuk menggiring bola tidak diayunkan seperti taknik menendang. Adapun cara menggiring bola menurut Sukatamsi (1988: 159) dengan kura-kura kaki bagian dalam adalah sebagai berikut: 1) Posisi kaki menggiring bola sama dengan posisi kaki dalam menendang bola dengan kura-kura kaki sebelah kanan. Hal ini dikarenakan untuk melakukan teknik menggiring bola berputar ke arah kiri digunakan kurakura sebelah dalam kaki kanan. yang dipilih penulis adalah menggiring bola menggunakan kura-kura bagian dalam dan kurakura kaki bagian luar dalam penelitian. Dengan demikian bola mudah dikuasai dan tidak mudah direbut oleh lawan. Dari ketiga cara menggiring bola tersebut. akan tetapi tiap langkah secara teratur menyentuh atau mendorong bola bergulir ke depan dan bola harus selalu dekat dengan kaki. dan pada waktu kaki menyentuh bola. Selain itu pemain yang menggiring bola tersebut dengan mudah merubah arah jika pemain lawan berusaha merebut bola. Di samping itu kalau menggiring 13 . Hal ini akan menyebabkan lawan menemui kesukaran untuk merampas bola. Jadi pemain yang menggiring bola selalu diikuti atau bola selalu berada di antara kedua kaki penggiring sehingga bola selalu dapat dilindungi.

dan bola selalu dekat dengan kaki. Menggiring bola dengan menggunakan kura-kura kaki bagian luar memberi kesempatan pada pemain untuk mengubah-ubah arah serta dapat menghindari lawan yang berusaha merampas bola. selanjutnya melihat situasi lapangan. mata melihat bola. c) Pada saat menggiring bola lutut kedua kaki harus selalu sedikit ditekuk.bola menggunakan kura-kura kaki bagian dalam pemain dapat merubahrubah kecepatan sewaktu menggiring bola (Sarumpaet. Mengubah arah dan membelok ke kiri maupun ke kanan berarti menghindarkan bola dari lawan karena dengan cara demikian tubuh pemain yang sedang 14 . dan pada waktu kaki menyentuh bola. 1988: 159) Menurut Sukatamsi (1988: 161) menggiring bola dengan kura-kura kaki bagian luar adalah: a) Posisi kaki menggiring bola sama dengan posisi kaki dalam menendang bola dengan kura-kura kaki bagian luar. 1992: 25). b) Setiap langkah secara teratur dengan kura-kura kaki bagian luar kaki kanan atau kaki kiri mendorong bola bergulir ke depan. Gambar 1 Perkenaan Bola pada Teknik Menggiring Bola dengan Kura-kura Kaki Bagian Dalam (Sukatamsi.

atau menggunakan kaki kiri saja. Gambar 2 Perkenaan Bola pada Teknik Menggiring Bola dengan Kura-kura Kaki Bagian Luar (Sukatamsi. bola didorong dengan kura-kura kaki bagian dalam. melainkan dengan kedua-duanya kiri dan kanan. waktu melampaui di 15 . Hal itu dilatihkan sepanjang latihan dan terus menerus untuk meningkatkan kemampuan penguasaan bola yang baik dan secara bergantian akan memberikan tambahan keseimbangan antara kaki kiri dan kanan.menggiring bola dapat menutup atau membatasi lawan dengan bola (Sarumpaet. Dalam pelaksanaan menggiring bola zig-zag melewati pancang atau lawan dapat dilakukan dengan menggunakan kedua kaki bergantian. 1988: 162) Menggiring bola (dribbling) tidak hanya dilatih dengan satu kaki saja. 1992: 25). Adapun cara pelaksanaannya menurut Sukatamsi (1988: 169) adalah sebagai berikut: 1) Menggiring bola zig-zag melewati tiang pancang dengan menggunakan kaki kanan dan kiri bergantian. kaki kanan saja.

Setiap pemain atau tim berusaha untuk dapat menguasai bola. Sedangkan untuk memiliki kesempatan memasuki daerah lawan dan kesempatan memasukkan bola dibutuhkan kecepatan dalam menggiring bola. Setelah bola dapat dikuasai. pemain atau tim akan berusaha supaya bola tidak mudah hilang atau direbut oleh lawan. 16 . 3) Menggiring bola zig-zag melampaui tiang pancang dengan manggunakan kaki sebelah kiri saja. 2) Menggiring bola zig-zag melampaui tiang pancang dengan menggunakan kaki sebelah kanan saja yaitu dengan cara: waktu melampaui sebelah kanan tiang pancang digunakan kura-kura kaki bagian dalam dan waktu melampaui sebelah kiri tiang pancang digunakan kura-kura kaki sebelah luar. (2) Dapat menggunakan seluruh bagian kaki sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Dari pendapat di atas disimpulkan bahwa menggiring bola diartikan dengan gerakan-gerakan lari menggunakan kaki sambil mendorong bola agar terus-menerus bergulir di atas tanah. (3) Dapat mengawasi situasi pemain pada waktu menggiring bola. Oleh karena itu pemain harus dituntut untuk memiliki penguasaan bola. karena hanya dengan menguasai bola gol dapat terjadi. berarti tidak dapat dirampas lawan.sebelah kanan tiang pancang digunakan kura-kura kaki bagian dalam sedangkan pada waktu melampaui sebelah kiri tiang pancang digunakan kura-kura kaki bagian dalam kaki kiri. Menurut Sarumpaet (1992: 24) untuk dapat menggiring bola dengan baik perlu diketahui prinsip-prinsip menggiring bola di antaranya adalah: (1) Bola harus dikuasai sepenuhnya. yaitu dengan cara: pada waktu melampaui di sebelah kanan tiang pancang digunakan kura-kura kaki bagian luar dan waktu melampaui sebelah kiri tiang pancang digunakan kaki bagian dalam. Bola merupakan bagian yang penting dalam setiap permainan.

dan relektif pelaksanaannya sehingga semakin menghemat energi.3. berulang-ulang. Menurut Tohar (1992: 112) latihan suatu proses kerja yang harus dilakukan secara sistematis. dari yang sederhana ke yang lebih kompleks. jadi bukan berarti setiap hari. Lebih lanjut Junusul Hairy (1989: 67) menjelaskan bahwa salah satu yang paling penting dari latihan. Menurut Sukadiyanto (2005: 6) latihan adalah suatu proses penyempurnaan kemampuan berolahraga yang berisikan materi teori 17 . harus dilakukan secara berulang-ulang. Berulangulang maksudnya ialah agar gerakan-gerakan yang semula sukar dilakukan menjadi semakin mudah. menurut jadwal. Menurut Harsono (1988: 101) yang dimaksud dengan sistematis adalah berncana. otomatis. menurut pola dan standar tertentu. Hakikat Latihan a. yang dilakukan dengan kian hari kian meningkat jumlah beban latihan atau pekerjaannya. Menurut Nossek (1995: 3) latihan adalah suatu proses atau periode waktu yang berlangsung selama beberapa tahun. Kian hari maksudnya ialah setiap kali secara periodik. Pengertian Latihan Menurut Bompa (1994: 4) latihan adalah upaya seseorang mempersiapkan dirinya untuk tujuan tertentu. dan meningkatkan kekuatan dan daya tahan otot yang diperlukan untuk pekerjaannya. metodis. Menurut Junusul Hairy (1989: 67) latihan adalah proses yang sistematis dari berlatih atau bekerja. dari mudah kesukar. segera setelah tiba saatnya untuk ditambah bebannya. berkesinambungan. latihan yang teratur. sampai atlet tersebut mencapai standar penampilan tinggi. dan makin lama jumlah beban yang diberikan semakin meningkat.

berulang-ulang. dari yang ringan ke yang berat. berkesinambungan dengan kian hari meningkatkan jumlah beban latihannya untuk mencapai prestasi yang diinginkan. Sukadiyanto (2005: 7) menjelaskan beberapa ciri-ciri dari latihan adalah sebagai berikut: (a) Suatu proses untuk mencapai tingkat kemampuan yang lebih baik dalam berolahraga. agar pemahaman dan penguaasaan keterampilan menjadi relatif permanen. dari yang sederhana ke yang lebih sulit (kompleks). (b) Proses latihan harus teratur dan progresif. dan berkelanjutan (kontinyu). (e) Menggunakan metode tertentu. (d) Materi latihan harus berisikan meteri teori dan praktek. yaitu cara paling efektif yang direncanakan secara bertahap dengan memperhitungkan faktor kesulitan. kompleksitas gerak. Dalam penelitian ini yang dimaksud dengan latihan adalah suatu proses penyempurnaan kerja/olahraga yang dilakukan oleh atlet secara sistematis. dan diarahkan oleh pelatihnya untuk mencapai tujuan umum latihan.dan praktek. Menurut Sukadiyanto (2005: 8) sasaran latihan secara umum adalah untuk meningkatkan kemampuan dan kesiapan olahragawan dalam mencapai puncak prestasi. maju. b. Sedangkan bersifat progresif maksudnya materi latihan diberikan dari yang mudah ke yang sukar. (c) Pada setiap kali tatap muka (satu sesi/satu unit latihan) harus memiliki tujuan dan sasaran. 18 . serta memerlukan perencanaan yang tepat dan cermat. Tujuan dan Sasaran Latihan Bompa (1994: 5) menerangkan bahwa tujuan latihan adalah untuk memperbaiki prestasi tingkat terampil maupun kinerja atlet. yang memerlukan waktu tertentu (pentahapan). menggunakan metode. dan penekananan pada sasaran latihan. dan aturan. sehingga tujuan dapat tercapai tepat pada waktunya. Teratur maksudnya latihan harus dilakukan secara ajeg.

(c) Menambah dan menyempurnakan teknik. c. Selanjutnya Harsono (1988: 100) menyatakan bahwa untuk mencapai hal itu. yaitu: (a) latihan fisik. Menurut Harsono (1988: 100) tujuan serta sasaran utama dari latihan adalah untuk membantu atlet meningkatkan keterampilan dan prestasinya semaksimal mungkin. ada 4 (empat) aspek latihan yang perlu diperhatikan oleh atlet. antara lain: (1) prinsip kesiapan. (b) latihan teknik. (2) individual. (3) adaptasi. Menurut Bompa (1994: 29) prinsip latihan adalah suatu petunjuk/pedoman dan peraturan yang sistematis dan seluruhnya berlangsung dalam proses latihan. dan (e) Meningkatkan kualitas dan kemampuan psikis olahragawan dalam bertanding. (8) pemanasan dan pendinginan. (b) Mengembangkan dan meningkatkan potensi fisik khusus. (4) beban lebih.Sukadiyanto (2005: 9) menjelaskan sasaran latihan dan tujuan latihan secara garis besar antara lain: (a) Meningkatkan kualitas fisik dasar dan umum secara menyeluruh. (10) prinsip berkebalikan. dan (12) sistematik. (c) latihan taktik. teknik. dan pola bermain. (9) latihan jangka panjang. (5) progersif. dan (d) latihan mental. (d) Menambah dan menyempurnakan strategi. Menurut Sukadiyanto (2005: 12-22) prinsip-prinsip latihan yang menjadi pedoman agar tujuan latihan dapat tercapai. (11) tidak berlebihan. (7) variasi. Prinsip-prinsip latihan menurut Bompa (1994: 29-48) adalah: (1) Prinsip partisipasi aktif mengikuti 19 . Prinsip-prinsip Latihan Menurut Sukadiyanto (2005: 12) prinsip-prinsip latihan memiliki peranan penting terhadap aspek fisiologis dan psikologis olahragawan. taktik. Dalam penelitian ini yang dimaksud dengan tujuan dan sasaran latihan adalah untuk memperbaiki dan memyempurnakan keterampilan baik teknik atau pun fisik olahragawan untuk mencapai prestasi. (6) spesifik.

Sosial 1. (3) Prinsip spesialisasi. Mudah gelisah karena keadaan lemah. Jasmani 1. Ingin menetapkan pandangan hidup 3. b. Menurut Handoyo dan Marta Ade (2003) usia di bawah 15 tahun anak-anak menunjukkan tanda-tanda perubahan ke arah lebih dewasa dan 20 . Anak laki-laki mempunyai kecepatan dan kekuatan otot lebih baik dari pada putri 7. (3) Model dalam proses latihan. (7) Prinsip peningkatan beban. Psikis atau Mental 1. (6) Model dalam proses latihan. (5) Prinsip bervariasi.latihan. Ingin tetap diakui oleh kelompoknya 2. (4) Prinsip individual. Karakteristik Anak Usia 13-15 Tahun Menurut Sukintaka (1992: 45) tentang siswa yang berumur 13-15 mempunyai karakteristik sebagai barikut: a. Laki-laki maupun perempuan ada pertumbuhan memanjang 2. (2) Prinsip variasi. Merasa mempunyai ketahanan dan sumber energi tidak terbatas 5. Dalam penelitian ini prinsip latihan yang akan digunakan untuk mendukung proses latihan adalah: (1) Prinsip partisipasi aktif mengikuti latihan. Mudah lelah tidak dihiraukan 6. Banyak mengeluarkan energi untuk fantasinya 2. Membutuhkan pengaturan istirahat yang baik 3. 4. Mengetehui moral etik dari kehidupan 3. Persekawanan yang tetap makin berkembang. Sering menempilkan hubungan dan koordinasi yang kurang baik 4. (2) Prinsip perkembangan menyeluruh. dan (4) Prinsip peningkatan beban. Keseimbangan dan kematangan untuk keterampilan bermain menjadi baik. c.

cenderung menjauhi hal-hal yang berlaku kekanak-kanakan dan mulai mengharap kebebasan serta lepas dari pengaruh orang tuanya. kecakapan dasar intelektual menjadi laju perkembangan yang terpesat. konatif. 14-15 tahun) penjelasannya sebagai berikut: (a) Fisik. otot menyambung pada bagian-bagian tertentu). psikomotor. kausalitas ) yang bersifat abstrak. Untuk remaja awal (11-13 tahun s. (e) Perilaku sosial. 14-15 tahun) dan remaja akhir (14-16 s. gerak-gerik tampa canggung dan kurang koordinasi. Porsi ukuran berat badan sering kali kurang seimbang. bahasa kognitif. berkembangnya bahasa dan mulai tertarik mempelajari bahasa asing. 2003) memperinci karakteristik perilaku dan pribadi dan masa remaja yang terbagi ke dalam bagian dua kelompok yaitu remaja awal (1113 s. dan estentik.wordpress. kecakapan dasar khusus (bakat) mulai menunjukkan kecendrungan yang lebih jelas. komparasi. diawali 21 . dan munculnya ciri-ciri sekunder (timbulnya bulu pada publik region.d. menggemari literatur yang bernafaskan dan mengandung segi erotik. deferensiasi. (b) Psikomotor. laju perkembangan secara umum berlangsung pesat. fantastik. aktif dalam berbagai jenis cabang permainan. (c) Bahasa. (d) Perilaku kognitif. meskipun relatif terbatas. disertai mulai aktifnya sekresi kelenjar jenis kelamin (mentruasi pada wanita dan day dreaming pada laki-laki). keagamaan. com.d. proses berpikir sudah mampu mengoprasikan kaidah-kaidah logika formal (asosiasi. 18-20 tahun) meliputi aspek: fisik. sosial. Abin Syamsuddin Makmun (2003) dalam (http://id. moralitas. emosi efektif dan kepribadian.d.

politis. sosial. merupakan masa kritis dalam menghadapi 22 . gembira atau kesedihannya masih dapat berubah-ubah dan silih berganti dalam waktu yang tepat. adanya ambivalensi antara keinginan bebas dari dominasi pengaruh orang tua dengan kebutuhan dan bantuan dari orang tua. meski masih dalam taraf eksplorasi dan mencoba-coba. dan religius). mengidentifikasi dengan tokoh moralitas yang dipandang tepat dengan tipe idolanya. ekonomis. dilakukan atas penghayatan kehidupan sehari-hari pertimbangan adanya semacam tuntunan yang menekan dari luar dirinya. dan aktualisasi diri) mulai menunjukan arah kecendrungannya. dengan sikapnya dan acara berpikirnya yang kritis mulai menguji kaidah-kaidah atau sistem nilai etis dengan kenyataannya dalam perilaku sehari-hari oleh para pendukungnya. Emosi. rasa aman. lima kebutuhan dasar (fisiologis. mengenai eksistensi dan sifat kemurahan dan keadilan tuhan mulai dipertanyakan keagamaan secara kritis dan sekeptis. Afektif. (h) Konatif. harga diri. (g) Perilaku keagamaan.dengan kecendrungan ambivalensi keinginan untuk menyendiri dan bergaul dengan banyak teman tetapi bersifat temporer adanya semangat kebergantungan yang kuat kepada kelompok sebaya disertai semangat konfornitas yang tinggi. kecendrungan-kecendrungan arah sikap nilai mulai tampak (teoritis. etentis. (f) Moralitas. dan Kepribadian. kasih saying. masih mencari dan mencoba menemukan pegangan hidup. reaksi-reaksi emosionalnya masih lebih dan belum terkendali masih pertanyaan marah.

(3) Mega Aprilia. yaitu (1) M. SSB Adiraga Putra sudah memiliki kriteria dan syarat yang sangat baik. Pancang dari paralon berjumlah 5 dan paralon yang dibuat untuk rintangan berbentuk gawang lompat baik kecil. Kondisi SSB Adiraga Putra Magelang Sekolah Sepakbola Adiraga Putra Magelang berdiri pada tanggal 16 Juni 2006 dan memiliki alamat sekretariat sekaligus lapangan di Jl. tanggung atau tinggi berjumlah 20. Pengelompokan umur ini bertujuan supaya proses pengembangan skill dan mental anak didik yang usianya lebih muda tidak mengalami pengaruh pola pikir dari usia yang tua dan yang utama agar pelatih lebih fokus pada perkembangan anak didik dan untuk memastikan bahwa materi 23 . Selain 2 gawang permanen. (2) Dudut Ariawan. (4) Dede. Di samping itu ada 3 papan. Ainu Rofik. sarana serta prasarana penunjang latihan tergolong lengkap.krisis identitasnya yang sangat dipengaruhi oleh kondisi psikososialnya. Selain lapangan yang dimiliki secara pribadi. 2 gawang kecil. SSB Adiraga Putra juga memiliki 6 orang tenaga pelatih. dan (6) Budi yang menangani masingmasing kelompok umur. 5. Sebagai Sekolah Sepakbola. cones tergolong banyak dan jumlah kerucut besar dan kecil yang sama-sama berjumlah 40. Pertigaan Blondo No. (5) Toni. yang akan membentuk kepribadiannya.110 Rt 02/06 Blondo Mungkid Magelang. SSB Adiraga putra juga memiliki 4 gawang untuk setengah lapangan. masing-masing 2 papan untuk latihan passing anak usia dini dan 1 papan untuk akurasi longpassing.

Hasil pengujian hipotesis menggunakan uji-t mendapatkan t sebesar 7. namun ada beberapa kekurangan yang masih perlu dibenahi yaitu jika musim hujan pasti ada beberapa titik lapangan yang tergenang air.000 lebih kecil dari 0. lapangan yang semuanya sangat kondusif dalam kegiatan berlatih-melatih. oleh karena nilai t hitung > t tabel (7. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah Two Group Pretest-Posttest Design.05 (Sig < 0.763 > 1. Banyaknya potensi yang dimiliki oleh SSB Adiraga Putra membuat banyak juga siswa yang tertarik untuk ikut bergabung.761.yang diberikan dalam proses berlatih-melatih dapat diterima oleh anak didik dengan baik. Nilai t tabel dengan db=14 pada taraf signifikansi 5% adalah 1.761) dan nilai sig 0. untuk ke depannya SSB Adiraga Putra harus memperbaiki kualitas sarana prasarana dan juga pelatih. Ditunjukkan dengan nilai t hitung sebesar 24 .763 dengan signifikansi 0. Sedangkan hasil analisis untuk pengaruh latihan small side game di lapangan sepakbola terhadap keterampilan bermain sepakbola. Oleh karena itu. SSB Adiraga Putra memiliki fasilitas latihan yang cukup baik seperti gawang mini. hal ini berarti ada pengaruh latihan small side game di lapangan futsal terhadap peningkatan keterampilan bermain sepakbola siswa SSB Selabora UNY kelompok usia 14-15 tahun.05).000. Penelitian yang Relevan Penelitian yang dilakukan oleh Sigit Pratama (2012) yang berjudul “Pengaruh latihan small side game di lapangan futsal dan sepakbola terhadap peningkatan keterampilan bermain sepakbola siswa SSB Selabora UNY kelompok usia 14-15 tahun”. B.

10. C. Latihan shuttle run atau lari zig-zag merupakan asumsi dari penelitian untuk diadaptasikan dengan metode latihan teknik menggiring bola (dribbling).699 dengan signifikansi 0. Kemampuan teknik yang baik dihasilkan dari latihan gerak dasar yang baik serta kemampaun fisik yang baik akan diperoleh dengan latihan yang benar.000 lebih kecil dari 0.000.761.761) dan nilai sig 0. Teknik menggiring bola (dribbling) harus dikuasai oleh seorang pemain sepak bola karena teknik tersebut adalah teknik dasar dalam bermain sepakbola. Nilai t tabel dengan db=14 pada taraf signifikansi 5% adalah 1.699 > 1. Apabila seorang atlet mempunyai teknik-teknik sepakbola yang mumpuni dan didukung teknik menggiring bola yang bagus dan penempatannya yang bagus bisa menjadi andalan dalam suatu permainan.05). Latihan shuttle run atau lari zig-zag ini diharapkan para pemain dapat beradaptasi dengan lingkungan yang dihadapinya dan mengembangkan ketrampilan teknik mental maupun fisik untuk mencapai prestasi maksimal.05 (Sig < 0. Sebuah bentuk latihan berupa zig-zag run dan shuttle run diharapkan dapat 25 . hal ini berarti ada pengaruh latihan small side game di lapangan sepakbola terhadap peningkatan keterampilan bermain sepakbola siswa SSB Selabora UNY kelompok usia 14-15 tahun. Kerangka Berpikir Pemberian latihan teknik dan fisik yang baik dapat dicapai melalui latihan yang terprogram dan teratur. oleh karena nilai t hitung > t tabel (10.

meningkatkan kelincahan atlet sepakbola usia 13-15 tahun SSB Adiraga Putra Magelang. Ada pengaruh latihan shuttle run terhadap kelincahan atlet sepakbola usia 13-15 tahun SSB Adiraga Putra Magelang. D. Ada pengaruh latihan zig-zag run terhadap kelincahan atlet sepakbola usia 13-15 tahun SSB Adiraga Putra Magelang. 26 . 3. Latihan zig-zag run lebih baik daripada latihan shuttle run terhadap kelincahan atlet sepakbola usia 13-15 tahun SSB Adiraga Putra Magelang. Hipotesis Penelitian Berdasarkan kajian teori dan kerangka berfikir di atas dapat dikemukakan atau jawaban sementara dari permasalahan yang dibahas adalah: 1. 2.