BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Manusia melakukan komunikasi setiap saat dalam setiap setting kehidupan baik itu antara individu dengan individu dan individu dengan kelompok. Manusia sebagai makhluk sosial tidak dapat hidup sendiri untuk mempertahankan hidup. Manusia perlu dan harus berkomunikasi dengan orang lain untuk memenuhi kebutuhan biologis, seperti minum, makan, dan memenuhi kebutuhan psikologis, seperti kebahagiaan, sukses, rasa ingin tahu, dan lain-lain. Komunikasi dapat terjadi pada siapa saja, baik antara guru dan muridnya, orang tua dengan anak, pedagang dengan pembeli, dan sebagainya. Pada dasarnya komunikasi tidak hanya berupa memberitahukan dan mendengarkan saja. Komunikasi harus mengandung informasi, sikap, ide, opini atau pendapat. Komunikasi merupakan suatu proses mulai dari merancang pesan, mendengarkan pesan, menginterpretasikan pesan, memahami pesan, sampai pada penyampaian pesan kembali oleh penerima (komunikan) untuk mencapai kesepakatan atau tujuan bersama. Salah satu jenis komunikasi, yaitu komunikasi antar pribadi yang merupakan jenis komunikasi yang efektif. Komunikasi antar pribadi didefinisikan sebagai proses hubungan yang tercipta, tumbuh dan berkembang antar individu yang satu (sebagai komunikator) dengan individu lain (sebagai komunikan), komunikator dengan gayanya sendiri menyampaikan pesan kepada komunikan, sedangkan komunikan dengan gayanya sendiri menerima pesan dari komunikator. Dalam komunikasi antar pribadi kita sebagai pelaku komunikasi harus mengetahui dan memahami syarat, unsur-unsur, dan cara berkomunikasi yang efektif. Selain itu juga perlu memahami fungsi komunikasi antar pribadi, hal-hal yang mempengaruhi komunikasi antar pribadi, komunikasi antar pribadi yang

efektif hingga implementasinya dalam kegiatan konseling. Semua itu akan dibahas oleh penyusun dalam makalah ini. 1.2 Rumusan Masalah 1. Apa pengertian komunikasi antar pribadi? 2. Apa fungsi komunikasi antar pribadi? 3. Bagaimana komunikasi antar pribadi yang efektif? 4. Bagaimana hubungan antar pribadi itu terjadi? 5. Bagaimana implementasi komunikasi antar pribadi yang efektif dalam konseling? 1.3 Tujuan Tujuan Umum antar pribadi. Tujuan Khusus : 1. Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian komunikasi antar pribadi 2. Mahasiswa dapat menyebutkan fungsi komunikasi antar pribadi. 3. Mahasiswa dapat menyebutkan komunikasi antar pribadi yang efektif. 4. Mahasiswa dapat menjelaskan hubungan antar pribadi dan menyebutkan jenis-jenis hubungan antar pribadi 5. Mahasiswa dapat mengimplementasikan dan mempraktekkan secara langsung komunikasi antar pribadi dalam konseling : Mahasiswa mengetahui dan memahami definisi komunikasi

1.4 Manfaat Manfaat penyusunan makalah ini bagi mahasiswa, yaitu agar mahasiswa dapat rmengimplementasikan komunikasi antar pribadi yang efektif ke dalam proses konseling. Sehingga proses konseling dapat berjalan efektif dan terentaskannya masalah yang dihadapi oleh konseli.

a. bercinta. yaitu homogeneous apabila orang-orang di suatu kultur berprilaku kurang lebih sama dan menilai sesuatu juga sama. Sedangkan yang heterogemous adanya perbedaan-perbedaandi dalam pola prilaku dan nilai-nilai yang dianutnya. bermain.kata. dan cara ia bekerja.1 Pengertian Komunikasi Antar Pribadi Sebelum membahas mengenai definisi komunikasi antar-pribadi. dan mempertahankan diri. kita perlu membedakan antara komunikasi non-antarpribadi dan komunikasi antarpribadi.BAB II PEMBAHASAN 2. ekspresi wajah. kata cokot bagi orang Jawa dan Sunda . sosiologi. postur. Pada analisis tingkat kultural sering terjadi kesalahan dalam menangkap makna yang disamapikan komunikator dan komunikator sering juga menyampaikan pesan yang kurang dimengerti oleh komunikan misalnya dalam berkomunikasi dengan orang berbeda latar budaya dalam menggunakan kata-kata yang terkadang memiliki makna yang berbeda. Miller dan Steinberg (1975) membedakannya berdasarkan tingkatan analisis yang digunakan untuk melakukan prediksi guna mengetahui apakah komunikasi itu bersifat non-antarpribadi atau antarpribadi. nada suara. ruang. dan materi. penggunaan waktu. Analisis Tingkat Kultural Kultur merupakan keseluruhan karangka kerja komunikasi: kata. apabila komunikator melakukan prediksi terhadap reaksi penerima atau receiver sebagai akibat menerima pesan dengan mengguanakan dasar kultural. Jadi. dan psikologis. Kesemuanya itu dan selebihnya merupakan sistem-sistem komunikasi yang lengkap dengan makna-makna yang hanya dapat dibaca secara tepat apabila seseorang akrab dengan prilaku dalam konteks sejarah. 1976 ). Hall. Misalnya . tindakan-tindakan. dan kultural ( Edward T. gerak-isyarat. Menurut mereka terdapat tiga tingkatan dalam melakukan prediksi. Terdapat dua macam-macam. yaitu kultural. sosial.

Kelompok menyerupai budaya karena anggota kelompok memperlihatkan pola perilaku dan nilai yang membedakannya dari kelompok lain.berbeda maknanya bagi orang Jawa. kebiasaan. kata tersebut memiliki arti “ mengigit” dan bagi orang sunda berarti “ mengambil”. c. Dua orang yang sering berinteraksi mencari perbedaan – perbedaan yang relevan pada orang yang diajak komunikasi. satu sama lain terutama pada data psikologis secara khusus menegaskan bahwa mereka mengenal satu sama lain sebagai individu. bukan hanya masalah perbedaan makana sebuah kata tetapi bisa juga perbedaan sikap. Men-cokot sabun bagi orang Sunda berarti mrngambil sabun sedangkan bagi orang Jawa berarti mengigit sabun. Analisi Pada Tingkat Sosiologis Apabila prediksi komunikator tentang reaksi komunikan terhadap pesan-pesan yang ia sampaikan didasarkan kepada keanggotaan komunikan didalam kelompok sosial tertentu. Perbedaan makna tersebut bisa juga berkaitan dengan stereotip sosial yang sifatnya negatif terhadap pihak lain. maka komunikator melakukan prediksi pada tingkat sosiologis. Jadi komunikator melihat bahwa setiap orang memiliki karakteristik yang khas yang membedakannya satu sama lainnya. Kelompok pada umumnya terdapat jumlah anggota yang lebih sedikit dibandingkan dengan anggota yang ada di seluruh budaya. b. Keanggotaan kelompok merupakan golongan orang-orang yang memiliki karakteristik tertentu yang sama. Anlisis Pada Tingkat Psikologis Apabila komunikator melakukan prediksi mengenai reaksi komunikan terhadap prilaku komunikasi didasarkan pada analisis dari pengalaman-pengalaman belajar individual yang unik maka prediksi itu didasarkan pada analisis tingkat psikologis. Selain itu juga manyangkut masalah tradisi. Penegasan ini berarti bahwa telah tidak tertulis yang bisa saja berbeda . persepsi seseorang terhadap orang lain yang berbada latar belakang budayanya. adat istiadat. Jadi. peraturan yang tertulis maupun dengan budaya lain.

Perbedaan Antarpribadi Berdasarkan uraian di atas maka dapat dibedakan antara komunikasi antar pribadi dan komunikasi non-antar pribadi. rapi. Contohnya adalah ketika kita melakuakan sebuah observasi terhadap sekelompok objek. Pokok Antar Komunikasi Non-Antarpribadi Dan Komunikasi . Apabila prediksi mengenai hasil komunikasi terutama didasarkan pada tingkat analisis kultural dan sosiologis. maka pemahaman psikologis acapkali dianggap sebagai makna yang sesungguhnya dari suatu hubungan antar pribadi. Memahami komunikasi dan hubungan antar pribadi dari sudut padang individu adalah menempatkan pemahaman mengenai komunikasi di dalam proses psikologis. dan sebagainya. memiliki banyak anak buah. kita akan dapat menyimpulkan bahwa orang yang memiliki jabatan direktur adalah orang yang memiliki ciri. misalnya mengenai jabatan seorang direktur. berkemeja. Dengan begitu. kita akan membuat aspek – aspek yang memiliki kesamaan. Setiap individu dalam tindakan komunikasi memiliki pemahaman dan makna tersendiri terhadap hubungan dimana dia terlihat di dalamnya. karena ternyata orang yang bersangkutan hanyalah seorang sales.mendapatakan pengertian didalam karakteristis yang unik mengenai kepribadian satiu sama lain. Terkadang saat kita bertemu dengan seseorang dengan ciri direktur. ternyata hal tersebut jauh dari kenyataan. Namun terkadang generalisasi rangsangan ini tidak sesuai dengan kenyataan. Generalisasi rangsangan mirip dengan proses abstraksi. seperti : selalu berdasi. maka komunikator terlibat dalam komunikasi non-antarpribadi. Karena pemahaman tersebut bersifat sangat pribadi dan sangat bermakna bagi individu. Pada komunikasi nonantarpribadi di tingkat kultural dan sosiologis. prediksi mengenai hasil – hasil komunikasi dapat disamakan dengan apa yang dinamakan generalisasi rangsangan (stimulus generalization) yakni individu dalam melakukan prediksi mencari kesamaan di antara para pelaku komunikasi lainnya.

2 Fungsi Komunikasi Antar Pribadi Komunikasi antar pribadi memiliki 2 fungsi yaitu fungsi sosial dan fungsi pengambilan keputusan : 1. sedangkan komunikan dengan gayanya sendiri menerima pesan dari komunikator. dan keakraban. pada komunikasi antarpribadi.Sebaliknya. Fungsi Sosial • Untuk kebutuhan biologis dan psikologis Sejak lahir kita tidak dapat hidup sendiri untuk mempertahankan hidup. Jadi komunikator melihat bahwa individu karakteristik yang khas yang membedakannya satu sama lainnya. maka Komunikasi Antarpribadi dapat di definisikan sebagai proses hubungan yang tercipta. maka hubungan yang terjadi ditandai dengan adanya sikap saling memperhatikan. dan memenuhi kebutuhan psikologis kita seperti sukses dan kebahagiaan. tumbuh dan berkembang antar individu yang satu (sebagai komunikator) dengan individu lain (sebagai komunikan). . Sebagaimana sifat komunikasi. Berdasarkan uraian di atas. prediksi pada tingkat psikologis mengenai hasil komunikasi dapat disamakan dengan perbedaan rangsangan (stimulus discrimination). yaitu seseorang dalam melakukan prediksi mencari perbedaan yang relevan pada komunikan. memiliki 2. Melalui komunikasi pula kita dapat memenuhi kebutuhan emosional kita dan meningkatkan kesehatan .Komunikasi antar pribadi sesungguhnya baru akan tercipta kalau terdapat kesadaran dari dua pihak untuk mengamati keadaan masing-masing pihak dan memberikan respon atas keadaan tersebut. saling memahami. penuh pengertian. Kita perlu dan harus berkomunikasi dengan orang lain untuk memenuhi kebutuhan biologis kita seperti dan minum. komunikator dengan gayanya sendiri menyampaikan pesan kepada komunikan.

Manusia bias menjadi sangat sensitive pada bahasa tubuh. rasa bangga. Inilah yang disebut aktualisasi diri atau pernyataan eksistensi diri.mental kita. postur. Kita belajar makna cinta. bahwa setiap manusia itu seperti sebuah radar yang melingkupi lingkungan. • Mengembangkan hubungan timbal balik Komunikasi dengan suatu proses sebab-akibat atau aksi-reaksi yang arahnya bergantian. Sebagaimana yang kita tahu. Jadi hubungan timbal balik ini berfungsi sebagai unsur pemerkarya. gerakan. • Untuk meningkatkan dan mempertahankan mutu diri sendiri Komunikasi itu penting membangun konsep diri kita. Konsep diri adalah pandangan kita mengenai siapa diri kita dan itu hanya bias kita peroleh lewat informasi yang diberikan orang lain kepada kita. intonasi suara yang akan membantu individu untuk . Ketika berbicara. kasih sayang. kemudian orang pertama beraksi lagi setelah menerima respons atau umpan balik dari kedua. Melalui komunikasi kita dapat mengalami berbagai kualitas perasaan itu dan membandingkannya antara perasaan satu dengan perasaan yang lain. ekspresi wajah. dan begitu seterusnya. aktualisasi diri. keintiman. pemerkuat komunikasi antar pribadi sehingga harapan-harapan dalam proses komunikasi menjadi sungguh-sunguh terjadi. Seseorang menyampaikan pesan baik secara verbal atau nonverbal. terhindar dari tekanan. Pembentukan konsep diri. • Menangani konflik Untuk melakukan komunikasi dengan baik. kelangsungan hidup untuk memperoleh kebahagiaan. Pernyataan eksistensi diri orang berkomunikasi untuk menunjukkan dirinya eksis. seseorang penerima beraksi dengan jawaban verbal atau menggunakan kepala. sebaiknya kita mengetahui situasi dan kondisi serta karakteristik lawan bicara. simpati. rasa hormat. bahkan iri hati dan kebencian. kita sebenarnya menyatakan bahwa kita ada.

• Manusia berkomunikasi untuk mempengaruhi orang lain Komunikasi yang berfungsi seperti ini mengandung muatan persuasif dalam arti pembicara ingin pendengarnya mempercayai bahwa fakta atau informasi yang disampaikan akurat dan layak untuk diketahui. Kecermatan dalam persepsi interpersonal akan berpengaruh terhaddap keberhasilan komunikasi. . 2. Persepsi Interpersonal Persepsi adalah memberikan makna pada stimuli inderawi. Fungsi pengambilan keputusan • Manusia berkomunikasi untuk membagi informasi Dalam proses memberi atau bertukar informasi. Bahkan komunikasi yang sifatnya menghiburpun secara tidak langsung membujuk kalayak untuk melupakan persoalan hidup mereka. Dengan demikian KAP berfungsi untuk mengurangi atau mencegah timbulnya suatu konflik didalam suatu organisasi atau kelompok masyarakat. Persepsi interpersonal adalah meberikanmakna terhadap stimui inderawi yang berasal dari seseorang (komunikan). seorang peserta komunikasi yang salah memberi makna terhadap pesan akan mengakibatkan kegagalan komunikasi. Dengan adanya KAP maka permasalahan kecil. komunikasi sangat memiliki pengaruh yang sangat efektif digunakan karena dalam hal ini komunikasi dapat mewakili informasi yang dikehendaki dalam pesan yang dia sampaikan sebagai bahan perakapan pada kegiatan komunikasi.memberi penekanan pada kebenaran. atau menafsirkan informasi inderawi. Hal-hal yang mempengaruhi komunikasi antar pribadi : 1. ketulusan dan reliabilitas dari komunikasi itu sendiri sehingga komunikasi itu sendiri dapat mempengaruhi pola pikir lawan bicara kita. yang berupa pesan verbal dan nonverbal.

e. Karena setiaporang bertingkah laku sedapat mungkin sesuai dengan konsep dirinya. kita akan lebih terbuka untuk menerima pengalaman dan gagasan baru. Konsep diri merupakan factor yang sangat menentukan dalam komunikasi antar pribadi yaitu : • Nubuat yang dipenuhi sendiri. membuat catatan yang baik. keinginan dan perilaku yang tidak seluruhnya disetujui oleh masyarakat. Orang yang aprehensif dalam komunikasi . sehingga memperoleh nilai akademis yang baik.2. ditandai dengan 5 hal yaitu : a. Bila seorang mahasiswa menganggap dirinya sebagai orng yang rajin. Konsep diri yang positif. bahwa setiap orang mempunyai berbagai perasaan. Ketakutan untuk melakukan komunikasi dikenal sebagai communication apprehension. Dengan membuka diri. berkomunikasi dengan orang lain meningkatkan pengetahuan tentang diri kita. • Percaya diri. memplajari materi kuliah dengan sungguh-sungguh. Merasa setara dengan orang lain c. dan pada saat yang sama. • Membuka diri. Pengetahuan tentang diri kita akan meningkatkan komunikasi. Mampu memperbaiki dirinya karena ia sanggup mengungkapkan aspekaspek kepribadian yang tidak disenanginya dan berusaha mengubah. Menyadari. Konsep diri Konsep diri adalah pandangan dan perasaan kita tentang diri kita. Menerima pujian tanpa rasa malu d. Yakin akan kemampuan mengatasi masalah b. Bila konsep diri sesuai dengan pengalaman kita. ia akan berusaha menghadiri kuliah secara teratur. konsep diri menjadi dekat dengan kenyataan.

Atraksi Interpersonal Atraksi Interpersonal adalah kesukaan pada orang lain. dan tidak enak. Untuk menumbuhkan percaya diri. 4. Kita akan menutup diri dan menghindari komunikasi. Pendapat dan penilaian kita terhadap orang lain tidak semata – mata berdasarkan pertimbangan rasional. bagaimana kita mempersepsi pesan ( persepsi selektif ). Konsep diri mempengaruhi perilaku komunikasi kita karena konsep diri mempengaruhi kepada pesan apa kita bersedia membuka diri ( terpaan selektif ). menumbuhkan konsep diri yang sehat menjadi perlu. Bila kita berkumpul dengan orang yang kita benci akan membuat kita tegang. Selain itu konsep diri juga berpengaruh dalam penyandian pesan ( penyandian selektif ). kita juga makhluk emosional. Hubungan Interpersonal Hubungan Interpersonal dapat diartikan sebagai hubungan antara seseorang dengan orang lain. kita juga cenderung melihat segala hal yang berkaitan dengan dia secara positif sebaliknya jika membencinya. Komunikasi antar pribadi dinyatakan efektif bila pertemuan komunikasi merupakan hal yang menyenangkan bagi komunikan. Komunikasi antar pribadi dipengaruhi atraksi interpersonal dalam hal : • Penafsiran pesan dan penilaian. Bila kita berkumpul dengan satu kelompok yang memiliki kesamaan dengan kita. kita akan gembira dan terbuka. ketika kita menyenangi seseorang. sikap positif dan daya tarik seseorang. Hubungan interpersonal yang baik akan . resah. dan apa yang kita ingat ( ingatan selektif ).disebabkan oleh kurangnya percaya diri. 3. • Efektivitas komunikasi. kita cenderung melihat karakteristiknya secara negative. Karena itu. • Selektifitas.

3 Komunikasi Antar Pribadi yang Efektif Jalaluddin Rachmat (1986:147) menyatakan bahwa komunikasi antar pribadi yang efektif bila pertemuan komunikasi merupakan hal yang menyenangkan bagi komunikan. Komunikasi antar pribadi yang efektif harus adanya: 1. Keterbukaan Kualitas keterbukaan mengacu pada sedikitnya tiga aspek dari komunikasi interpersonal. dan terbuka. Pertama. 2. Kita akan cenderung menutup diri dan menghindari komunikasi. dan c. Bila kita berkumpul dalam satu kelompok yang memiliki kesamaan dengan kita.” Lebih jauh. sikap terbuka. komunikator interpersonal yang efektif harus terbuka . Sedangkan apabila kita berkumpul dengan orang-orang yang kita benci atau tidak sukai. gembira. b. menyatakan bahwa “memahami proses komunikasi interpersonal menuntut hubungan simbiosis antara komunikasi dan perkembangan rasional. resah dan tidak enak. a. sehingga makin efektif komunikasi yang berlangsung diantara peserta komunikasi. Miller ( 1976 ) dalam explorations in interpersonal communication. sikap suportif. Jalalludin Rakhmat ( 1994 ) memberi catatan bahwa terdapat tiga factor dalam komunikasi antar pribadi yang menumbuhkan hubungan interpersonal yang baik. yaitu : a. maka akan membuat kita tegang. perkembangan rasional mempengaruhi sifat komunikasi antar pihak yang terlibat dalam hubungan tersebut. makin cermat persepsinya tentang orang lain dan persepsi dirinya. maka kita akan menyenangi mereka. dan pada gilirannya ( secara serentak ).menumbuhkan derajat keterbukaan orang untuk mengungkapkan dirinya. Komunikasi pun berlangsung lebuh santai. percaya.

dan kedekatan fisik. Terbuka dalam pengertian ini adalah mengakui bahwa perasaan dan pikiran yang kita lontarkan adalah memang milik kita dan kita dapat mempertanggungjawabkannya. Kita memperlihatkan keterbukaan dengan cara bereaksi secara spontan terhadap orang lain. dari sudut pandang orang lain itu. berada di kapal yang sama dan merasakan perasaan yang sama dengan cara yang sama. Aspek keterbukaan yang kedua mengacu kepada kesediaan komunikator untuk bereaksi secara jujur terhadap stimulus yang datang. Aspek ketiga menyangkut “kepemilikan” perasaan dan pikiran (Bochner dan Kelly. Ini tidaklah berarti bahwa orang harus dengan segera membuka semua riwayat hidupnya. 1974). serta harapan dan keinginan mereka untuk masa mendatang. dan tidak tanggap pada umumnya merupakan peserta percakapan yang menjemukan. (2) konsentrasi terpusat meliputi kontak mata. postur tubuh yang penuh perhatian. Dan kita berhak mengharapkan hal ini. Kita dapat mengkomunikasikan empati baik secara verbal maupun non verbal. Secara nonverbal. (3) sentuhan atau belaian yang sepantasnya. Sikap Mendukung . melalui kacamata orang lain itu. Empati Henry Backrack (1976) mendefinisikan empati sebagai “kemampuan seseorang untuk mengetahui apa yang sedang dialami orang lain pada suatu saat tertentu. Orang yang diam. 3. Orang yang empatik mampu memahami motivasi dan pengalaman orang lain. tidak kritis. perasaan dan sikap mereka. Kita ingin orang bereaksi secara terbuka terhadap apa yang kita ucapkan. 2. Sedangkan berempati adalah merasakan sesuatu seperti orang yang mengalaminya.kepada orang yang diajaknya berinteraksi. kita dapat mengkomunikasikan empati dengan memperlihatkan (1) keterlibatan aktif dengan orang itu melalui ekspresi wajah dan gerak-gerik yang sesuai.

Kesetaraan Dalam setiap situasi. .Hubungan interpersonal yang efektif adalah hubungan dimana terdapat sikap mendukung. Tidak pernah ada dua orang yang benar-benar setara dalam segala hal. Terlepas dari ketidaksetaraan ini. lebih tampan atau cantik. barangkali terjadi ketidaksetaraan. atau menurut istilah Carl rogers. Tidak ada yang lebih menyenangkan daripada berkomunikasi dengan orang yang tidak menikmati interaksi atau tidak bereaksi secara menyenangkan terhadap situasi atau suasana interaksi 5. Pertama. komunikasi interpersonal terbina jika seseorang memiliki sikap positif terhadap diri mereka sendiri. bukan evaluatif. Lebih kaya. bukan sangat yakin. Kedua. Sikap Positif Sikap positif mengacu pada sedikitnya dua aspek dari komunikasi interpersonal. harus ada pengakuan secara diam-diam bahwa kedua pihak sama-sama bernilai dan berharga.Kita memperlihatkan sikap mendukung dengan bersikap (1) deskriptif. (2) spontan. dan (3) provisional. Komunikasi yang terbuka dan empatik tidak dapat berlangsung dalam suasana yang tidak mendukung. atau lebih atletis daripada yang lain. bukan strategic. komunikasi interpersonal akan lebih efektif bila suasananya setara. 4. dan bahwa masing-masing pihak mempunyai sesuatu yang penting untuk disumbangkan. perasaan positif untuk situasi komunikasi pada umumnya sangat penting untuk interaksi yang efektif. kesetaraan meminta kita untuk memberikan ”penghargaan positif tak bersyarat” kepada orang lain. ketidak-sependapatan dan konflik lebih dillihat sebagai upaya untuk memahami perbedaan yang pasti ada daripada sebagai kesempatan untuk menjatuhkan pihak lain. Dalam suatu hubungan interpersonal yang ditandai oleh kesetaraan.kesetaraan tidak mengharuskan kita menerima dan menyetujui begitu saja semua perilaku verbal dan nonverbal pihak lain. Kesetaraan berarti kita menerima pihak lain. Artinya. Salah seorang mungkin lebih pandai.

Jika terjadi perubahan yang diharapkan oleh komunikator sebagai akibat dari komunikasi iti maka komunikasi akan menjadi sangat efektif. Apakah dengan mudah komunikan merespon kembali pesan yang diterima. Komunikator sebagai pengirim esan hendaknya benar-benar siap dengan pesanya. Syarat . 4. 3.b. atau apakah ada perubahan sikap setelah melakukan komunikasi. Pihak penerima pesan juga harus siap menerima pesan. Media atau saluran pengiriman pesan. Efek. Media yang digunakan dalam mengirim pesan juga harus jelas dan tidak bias. Sumber (komunikasi). Mengajarkan organ tubuh manusia bagi anak-anak sekoah dasar maka medianya harus jelas dengan menggunakan alat perasa torso manusia. (4) pesan yang disampaikan . atau apakah terjadi perubahan perilaku. c. Unsur – unsur Komuniasi yang Efektif Jika ingin komunikasi menjadi efektif maka unsure-unsur berikut perlu diperhatikan. Menerima pesan ( komunikan atau receiver). Dengan pengetahuannya atau emahamannya maka komunikan harus focus pada pesan yang diterima. 1. yaitu apa yang terjadi setelah menerima pesan. (1) meniptakan suasana yang saling menguntungkan. 2. (2) menggunakan bahasa yang mudah dimengerti bila mungkin bahasa yang digunakan adalah bahasa yang setara (3) pesan yang disampaikan menggugah perhatian atau minat bagi pihak komunikan.syarat Komunikasi yang Efektif Agar komunikasi menjadi efektif maka syarat-syarat berikut perlu diperhatikan yaitu. Pesan dikemas dengan bahasa tulis atau bahasa lisan yang benar-benar bisa dipahami oleh pendengar pesan.

Jadi dalam tersebut ada yang mempengaruhi dan ada pula yang dipengaruhi. Bahwa komunikasi bersifat transaksi dan komunikasi. Ada pula berkomunikasi dengan bahasa isyarat atau bahasa non verbal. Seseorang berbicara dan yang mendengar pembiaraan itu memberikan reaksi atau komentar atas pesan yang disampaikan. Menguasai ragam komunikasi. (5) pesan yang disampaikan dapat menumbuhkan suatu penghargaan bagi pihak komunikan. Harus diingat bahwa komunikasi adalah suatu proses. d. Komunikasi itu sering berubah ataun berlanjt menjadi transaksi yaitu melakukan perjanjian. Jika menggunakan bahasa verbal maka hal-hal yang perlu diperhatikan . ada media komuniasi manakala satu sub system terganggu akan yang lain jga terganggu. Komunikasi adalah sebuah system. Bahwa komunikasi merupakan sebuah system terdiri dari beberapa sub system. Tehnik yang dipakai tergantung pada dimana komunikasi itu dilakukan dengan siapa berkomunikasi.menggugah kepentingan komunikan yang dapat menguntungkan. Komunikasi itu banyak ragamnya. Berkomunikasi dengan bahasa lisan atau bisa pula berkomunikasi dengan bahasa tulisan. Cara-cara Melakukan Komunikasi yang Efektif Agar komunikasi yang kita lakukan menjadi efektif maka perlu memperhatikan cara-cara berikut. 2. Yang di maksud dengan interaksi adalah saling bertukar pesan. Komunikasi adalah suatu proses karena merupakan kegiatan yang terus meneerus dalam sebuah proses. 3. Ada komunikator ada komunikan dan ada saliran. Berikut adalah beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam komunikasi yang efektif: 1. 1.

Semua itu akan menggabarkan isi hati pengiriman pesan atau penerima pesan. Sebagaimana disebutkandidepan bahwa empati adalah memposisikan diri dalam situasi yang dialami dan sekaligus memahami apa yang dirasakan oleh komunikan. (2) kecepatan (speed) dapat diatur dengan tepat artinya tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat. 3. Terkadang bahsa tubuh lebih bermakna ketimbang bahasa verbal karena sulit dimanipulasi. Bila menggunakan bahasa tubuh atau bahasa isyarat maka hal-hal yang perlu diperhatikan adalah. Komunikan akan efektif bila pesan yang disampaikan jelas dan singkat. Pleksibel.adalah (1) kata-kata digunakan dalam berkmunikasidapat dimengerti. Pemakaian kata atau kalimat yang bertele-tele menjadi membosankan. 5. tergantung pada komunikan. postur tubuh dan gerak isyarat. Gunakan kata atau kalimat yang to the point dan ringkas. dalam pengucapan dan pengejaan kata harus jelas dengan kata dan intonasi yang benar dan tepat. Apakah semua itu telah sesuai dengan apa yang dikemukakan secara lisan. kontak mata. (3) intonasi suara. ekspresi wajah. menyediakan waktu untuk mendengar atau memperhatikan apa yang didengar apa yang disampaikan. Dan sedapat mungkin dengan kata atau kalimat pendek tetapi tidak mengurangi makna atau maksud. (4) volime suara. dapat diatur dengan baik tidak terlalu keras dan tidak terlalu kecil. Lugas dan ringkar. (6) Timing ( waktu yang tepat) artinya. Anda tidak harus kaku dan serius dengan gaya yang formal. Komunikasi itu perlu sisipan informal dengan humor agar santai. Bersikap empati. 4. . 2. (5) singkat dan jelas. Memahami bahasa non verbal yang tepat.

Artinya apabila ada seseorang yang sedang berbicara maka kita harus mendengarkan dengan baik agar bisa memberikan respon yang tepat sesuai dengan harapan lawan bicara kita. Metode peningkatan hubungan menurut Arnold P. Goldstein (1975) yaitu ada tiga prisip : makin baik hubungan antar pribadi (1) makin terbuka pasien mengungkapkan perasaannya. Ketidak pahaman ini membuat hubungan antara komunikator dan komunikan menjadi tidak kondusif.4 Hubungan Antar Pribadi Komunikasi antar pribadi lebih menekankan pada hubungan antar pribadi dari dua pihak yang melakukan komunikasi. 9. Menurut menciptakan Rochmaningsih interpersonal (2004) Komunikasi yang baik. Menjadi pendengar yang baik. Sikap seperti ini turut mendukung komunikasi. Egaliter. Artinya tidak membuat sekat-sekat atau pembatas antara komunikator dengan komunikan. (2) makin cenderung ia meneliti perasaannya secara mendalam beserta penolongnya dan (3) makin cenderungg ia mendengarkan dengan .6. Dalam konteks komunikasi maka komunikator tidak dengan mudah memindahkan topik-topik pembicaraan kepada komunikan sehingga komunikan menjadi bingung. Konsisten mempunyai makna kesucian. Konsisten. Terbuka. Dalam artian bersedia untuk dikresi jika ada kekeliruan dan meminta maaf jika salah. 8. sehingga orang yang melakukan interaksi tersebut akan bisa mengetahui reaksi orang yang diajak berkomunikasi baik yang bersifat verbal maupun non verbal. Jika ini tersa makna hubungan baik menjadi terhapus. yang efektif akan hubungan Karena dalam hubungan interpersonal yang baik dilakukan dari mulut ke mulut yang terjadi dalam interaksi tatap muka antar pribadi. apabila isi pesan yang disampaikan oleh komunikator tidak dipahami oleh komunikan. Kegagalan komunikasi terjadi. 7. 2.

. mereka dapat melanjutkan untuk bertemu di luar kelas dan akhirnya menjadi teman. tetapi interaksi kita dengan mereka terbatas. persahabatab anda dengan orang di kantor bisa putus jika anda atau teman anda dapat pekerjaan baru di perusahaan lain. Sebagaimana persahabatan berkembangan. teman. Misalnya. dan sahabat atau teman akrab ( Verderber et al. Beberapa dari persahabatan kita atau temen tetangga. sehingga makin efektif komunikasi yang berlangsung di atara komunikator dan komunikan. Adapun jenisjenis hubungan antar pribadi. Jika mereka merasa cocok terhadap satu sama lain. Semakin baik hubungan antar pribadi. dapat memutuskan untuk pergi bersama setelah kuliah ke pertandingan bola basket. Kita dapat menggolongkan orang yang kita ajak berhubungan sebagai kenalan. A dan B yang teman sekelas di komunikasi dan telah berbicara hanya mengenai kuliah komunikasi. . makin cemat persepsinya tentang orang lain dan persepsi dirinya. b. dan Nussbaum. beberapa kenalan bisa menjadi teman kita. 2007). orang bergerak ke arah interaksi yang kurang terkait kepada peran. Persahabatan konteks ini bisa hilang atau putus jika konteksnya berubah.penuh perhatian dan bertindak atas nasehat yang diberikkan penolongnya. Kenalan Kenalan adalah orang yang kita kenal melalui namanya dan berbicara bila ada kesempatan. maka semakin terbuka orang untuk mengungkapkan dirnya. Banyak hubungan dengan kenalan tumbuh atau berkembang pada konteks khusus. Misalanya. 1993). Teman atau teman-teman adalah mereka dengan siapa kita telah mengadakan hubungan yang lebih pribadi secara sukarela (Patteerson Bettini. yaitu : a. Teman Karena perjalanan waktu.

dan merespon pembicaraan mitranya.Agar persahabatan itu berkembang dan berkesinambungan. Inisiasi (initiation). dan menyenangkan. Orang berharap mendapatkan kenyamanan dan dukungan dari temanya. Samter (2003). dengan mengelola konflik secara kompeten. santai. beberapa prilaku kunci harus ada. Kita berharap mendapatakan teman dengan sifat-sifat seperti ini. c. menjelaskan lima kompetensi penting perlu untuk hubungan persahabatan. Sahabat Kental atau Teman Akrab . Di mana seseorang harus berhubungan atau bekenalan dengan orang lain dan interaksi harus berjalan mulus. Pengelolaan konflik (conflict management) . Pengungkapan diri (self-disclosure). 4. Persahabatan tidak akan terjalin. fokus kepada mitranya. Adalah sulit untuk menjalin persahabatan kepada orang yang fokus pada dirinya sendiri atau masalahnya sendiri. Masing-masing harus mendengarkan kepada orang lain. 5. 2. jika masing-masing hanya mendiskusikan hal-hal yang abstrak saja atau membicarakan masalah-masalah yang dangkal sifatnya dan tidak mendalam. Sifat mau mendengarkan (responsivenees) . 1. Kedua belah pihak mampu mengungkapakan perasaan pribadinya terhadap satu sama lain. Pada kenyataan. Sebuah persahabatan tidak akan terjalain dua orang yang jarang berinteraksi atau interaksinya tidak memuaskan. 3. Dukungan emosional (emotionalvsupportr). maka orang dapat mempeerat persahabatnya. Suatu hal yang tak terelakan bahwa teman-teman akan tidak setuju mengenai gagasan atau prilaku kita. Persahabatan bergantung pada keberhasialan mengenai hal-hal yang tidak disetujui ini.

yaitu (1) informasi demografis. Dengan sahabat kental. informasi pada tahap perkenalan dapat dikelompokan menjadi tujuh kategori. kebanyakan orang mengalami kesenangan dan kegembiraan terbesar dari hubungan dengan sahabat kental dan teman karib. saling ketergantungan. Kita tunjukkan kepercayaan kita dengan mempunyai harapan – harapan positif terhadap lainnya dan percaya bahwa ia akan berperilaku dengan adil dan jujur. Dengan sahabat kental. sikap. Kita saling mengungkapkan informasi pribadi mengenai diri kita dengan sahabat kental. dan nilai pihak yang lain. . (2) sikap dan pendapat. Tahap – tahap tersebut adalah sebagai berikut: 1. Dalam hubungan antarpribadi. Pembentukan hubungan interpersonal Tahap ini disebut tahap perkenalan diamana kedua individu baru bertemu dan terjadinya proses penyampaian informasi yaitu berupa “fase kontak yang permulaan” atau adanya usaha dari kedua individu untuk mengetahui secepatnya identitas. Berger (1973). Walaupun hubungan dengan kenalan dapat menyenangkan. Kita saling mengandalkan atau bergantung terhadap satu sama lain. Seseorang bisa mempunyai kenalan yang tidak terbatas jumlahnya dan banyak teman tetapi ia hanya mempunyai sejumlah kecil teman yang benar – benar akrab. tentang orang atau objek (3) rencana yang akan datang (4) kepribadian (5) perilaku pada masa lalu (6) orang lain (7) hobi dan minat. kepercayaan. pengungkapan. kita menunjukkan tanggung jawab kita dengan saling berikrar terhadap satu sama lain. memiliki tahapan – tahapan tertentu sampai pada akhirnya seseorang mampu melakukan proses self disclosure. kesenangan di dalam persahabatan.Sahabat kental atau teman akrab atau close friend or intimate adalah mereka yang jumlahnya sedikit dengan siapa seseorang secara bersama – sama mempunyai komitmen tingkat tinggi. kehidupan kita adanya saling ketergantungan atau jalin – menjalin. Menurut Charles R.

Konfirmasi Tahap ini adalah tahap dimana seseorang membutuhkan pengakuan langsung. 4. Pemutusan hubungan interpersonal Dalam tahap ini. yaitu keakraban. salah satu pihak berusaha mengendalikan pihak lain sehingga orang itu merasakan hak – haknya dilanggar (3) kegagalan masing – masing. 2. perasaan positif. respon yang tepat.D Nye (1973) yang menyebutkan lima sumber konflik : (1) kompetisi. salah satu pihak terus – menerus berbuat sesuatu yang ia ketahui menyinggung perasaan orang lain (5) perbedaan nilai. 3. respon meminta keterangan. berusaha menyalahkan yang lain apabila tujuan bersama tidak tercapai (4) provokasi. Peneguhan hubungan interpersonal Hubungan interpersonal bersifat statis. salah satu pihak berusaha memperoleh sesuatu dengan mengorbankan orang lain. Walaupun kemungkinan. saat terjadinya komunikasi. misalnya menunjukan kelebihan dalam bidang tertentu dengan merendahkan orang lain (2) dominasi. Cara memelihara hubungan pada tahap ini adalah dengan empat faktor.4 Implementasi Komunikasi Antar pribadi yang Efektif dalam Konseling . respon setuju dan respon suportif. kedua pihak tidak sepakat tentang nilai – nilai yang mereka anut.2. Diskonfirmasi Diskonfirmasi adalah keseraian suasana emosional ketika berlangsungnya komunikasi. control. keduanya berinteraksi dalam suasana emosional yang berbeda 5. dan nada emosi yang tepat. kita dapat mengambil analisis dari R.

kalimat tanya. Dalam proses wawancara konseling. keterampilan seorang konselor dalam merespon pernyataaan konseli dan mengkomunikasikannya kembali sangatlah diperlukan. teknik konseling verbal adalah tanggapantanggapan verbal ( dengan kata-kata) yang diberikan konselor. Teknik-teknik konseling secara verbal adalah sebagai berikut (Winkell. setelah itu baru teknik ajakan untuk memulai bias dipahami oleh konseli. . maka konselor seyogyanya memiliki kemampuan dan keterampilan berkomunikasi. Di dalam proses konseling. atau kombinasi dari pernyataan dan kalimat Tanya. yang merupakan perwujudan konkret dari maksud pikiran. perasaan yang terbentuk dalam batin konselor untuk membantu konseli pada saat tertentu. a. Tanggapan verbal konselor akan dituangkan dalam bentuk pertanyaan maupaun pernyataan. Agar proses komunikasi yang dimaksud dapat efektif dan efisien. konselor perlu menjelasakan terlebih dahulu maksud dan tujuan konseli untuk diundang. Akan tetapi. Untuk itu konselor harus menguasai teknik-teknik konseling secara verbal maupun nonverbal. Jika konseli datang kepada konselor atas inisiatifnya sendiri. Proses penggalian ini membutuhkan sebuah teknik khusus agar pertanyaan maupun pernyataan yang dilontarkan konselor kepada konseli dapat menghipnotis konseli untuk semakin terbuka. Ajakan untuk memulai (invitation to talk) Pada akhir fase pembukaan konselor mempersilakan konseli untuk memulai menjelaskan masalah yang ingin dibicarakan. 1991: 316): 1. jika konseli dating kepada konselor karena dipanggil. ajakan untuk memulai ini akan mudah ditanggapi oleh konseli. konselor harus mampu menggali perasaan dan pikiran konseli. Ungkapan konselor kepada konseli akan menggunakan sebuah teknik verbal. Teknik Konseling Verbal Menurut Wndinkell (1991: 316).Konseling merupakan hubungan komunikasi antar pribadi antara konselor dan konseli yang bersifat psikologis. tergantung pada intensitas pertemuannya. Sebagai contoh konselor dapat berkata.

peristiwa/kejadian/pengalaman. Saya memahami maksud saudara. sependapat atau sepaham. Perumusan perasaan atau refleksi perasaan (reflection of feelings) Menyangkut komponen afektif dalam perasaan konseli. “Adakah yang mengganggu pikiran atau perasaan saudara saat ini?” d. dirumuskan kembali oleh konselor dalam bentuk kata-kata sendiri atau kata-kata konseli.a.” b. a. atau pendapat/pandangan konseli sendiri terhadap apa apa yang telah terjadi yang tertangkap secara eksplisit. konselor dapat berkata. Disebut pikiran-gagasan karena subjek menggunakan bentuk-bentuk representative mental. apa boleh saya tahu?” 2. Penerimaan atau pengertian (acceptance/understanding) Konselor menyatakan penerimaan dan atau pengertiannya terhadap ungkapan konsel.” 4. “Coba ceritakan apa yang membuat saudara ingin bertemu dengan saya!” c. perhatikan percakapan antara konseli dengan konselor. Dengan ungkapan-ungkapan tersebut konselor tidak bermaksud menyatakan bahwa ia setuju. sekaligus mempersilahkan konseli memberikan pernyataan selanjutnya. Perumusan pikiran-gagasan atau refleksi pikiran (reflection of content) Menyangkut komponen pengalaman dan komponen reflektif dalam pesan yang disampaikan konseli.Ya. Konselor memantulkan kembali kepada konseli perasaan yang sedang dialaminya atau pengalaman yang telah diungkapkannya secara verbal maupun nonverbal. Sebagai contoh.” 3. Sebagai contoh. gagasan dari pihak selain konseli. “Mm…mmm.ya. saudara akan mendapatkan kenyamanan setelah tinggal di rumah yang baru. “Saya mengerti…. “Tampaknya ada hal yang mengganggu saudara saat ini. .ya. “Apa yang ingin saudara bicarakan dengan saya?” b. berikut: Konseli : ” Saya berharap akan mendapatkan kenyamanan setelah tinggal di rumah yang baru.” Konselor: “ Jadi.

pandangan. Penjelasan pikiran-gagasan atau klarifikasi pikiran (clarification of content) Menyangkut komponen reflektif dalam pesan konseli. saudar sangat puas dengan pertemanan tersebut?” (konselor meminta umpan balik dengan kalimat khusus) 7.” 6. atau evaluasi terhadap pengalaman. Contoh : Konseli : “Saya sungguh-sungguh kecewa dengan cara seperti itu. yang biasanya mencangkup suatu keyakinan. Permintaan untuk melanjutkan (general lead) . Saya tidak percaya pada diri sendiri. Reflektif pikiran ini akan bersifat tentatif (meraba atau menduga) sehingga konseli diminta untuk memberikan umpan balik kepada konselor dengan katakata khusus atau dengan bentuk kalimat tanya. akan tetapi kadangkadang saya menjadi ragu. Contoh : Konseli : “ Saya kira persahabatan kami selama ini baik-baik saja.Oleh konselor pernyataan tersebut dipantulkan kembali tanpa menambah atau mengurangi makna dan bobot perasaan konseli.” Konselor : “ Saudara sangat kecewa dengan cara demikian.” Konselor :“Tampaknya saudara masih belum yakin pada kemampuan saudara?” (meminta umpan balik dengan menggunakan kalimat tanya) Konseli : “Ya. Konselor ingin mengecek apakah konseli telah menangkap dengan tepatat isi dan bobot/kedalaman perasaan secara implisit yang telah diungkapkannta. Ungkapan perasaan konseli dapat berupa ungkapan verbal maupun nonverbal (secara tidak langsung).… mungkin memang demikian.” Konselor : “Jadi. Penjelasan perasaan atau klarifikasi perasaan (clarification of feelings) Menyangkut komponen afektif dalam pesan konseli. Contoh : Konseli : “Saya kira saya mampu untuk melakukan itu.” 5.

atau yang lebih mengungkapkan perasaan. “Coba lanjutkan dengan lebih jelas.Konselor mempersilakan konseli untuk memberikan ulasan/penjelasam mengenai sesuatu yang telah dikemukakannya. menggali lebih dalam. . Pengulangan satu-dua kata (accent) Konselor mengulangi satu atau dua kata kunci pernyataan konseli dalam bentuk kalimat tanya agar konseli memberikan penjelasaan lebih lanjut. atau tugas yang berat?” 9. Contoh: “Lalu. sebaiknya memakai pertanyaan terbuka. Pikiran dan gagasan yang telah dikemukakan oleh konseli sampai sekarang. “maka”.” Konselor : “Terlalu resah atau menjengkelkan. Sejumlah perasaan yang telah diungkapakan oleh konseli sampai sekarang. Ada empat kemungkinan. Teknik ini dapat dipakai dalam beberapa selama proses konseling.” 8. Jika konselor ingin menggunakan kalimat tanya. yaitu : a. dan memperluas pandangan. b. Tujuan penggunaan teknik ini adalah agar konseli menjelaskan secara mendalam. Sayalah yang harus memikul tugas yang berat. menjengkelkan rasanya. “dan”. Contoh: Konseli : “Saya merasa terlalu resah dengan kegiatan tersebut. bagaimana?”. “Bagaimana maksud Anda tersebut?”. dengan pemberian umpan balik ya:ng merangsang. Konselor dapat memilih kata-kata yang lebih mengungkapkan pikiran atau gagasan. Ringkasan/rangkuman (summary) Konselor merumuskan secara singkat dan jelas apa yang telah dikatakan oleh konseli.

tampaknya pemikiranmu ini membuat kita akan selangkah lebih maju 12. Pemberian umpan balik (feedback) Pemberian umpan balik dilakukan oleh konselor untuk menyampaikan kepada konseli bagaimana kata-kata. Pertanyaan ini bias bersifat tertutup maupun terbuka. “Bagaimana itu terjadi?”. Contoh : Konselor : “Mulailah membaur bersama teman-temanmu. questioning/probing) Konselor ingin mendapat tanggapan tentang hal tertentu. jika ada permasalahan bicarakan dengan teman-teman. yaitu sesuai dengan hal yang ditanyakan. maka jawaban konseli terbatas isinya. Pertanyaan mengenai hal tertentu (PHT. dan tindakanya dalam mempengaruhi orang lain. Isi pembicaraan antara konseli dan konselor samapai. sesuatu yang sebaiknya diketahui. dan seterusnya. Siapa saja?”. dan d. “Di mana?”.c. 11.” Konseli : “Maksud Ibu. bagus. Dalam hal ini. sikap. Pemberiaan informasi (information giving) Konselor menyampaikan pengetahuan tentang sesuatu kepada konseli. konselor menyampaikan sendiri perasaan/pikiranya kepada konseli mengenai sikap konseli selama wawancara berlangsung atau mengenai kemajuan yang telah dicapai konseli selama proses wawancara. . Contohnya : “Kapan?”. Isi pembicaraan selama wawancara 10. saya seharusnya bersikap terbuka dengan seluruh teman ? Konselor : Nah. namun belum disadari oleh konseli. siapa tau mereka bisa membantu.

marilah kita tinjau lebih dalam hal – hal apa saja yang telah saudara . Konseli diminta untuk memilih salah satu dari dari beberapa alternatif yang diberikan.Penyampaian informasi ini tidak boleh mengandung unsur saran.” 14. jika ingin perguruan tinggi swasta saudara bisa ke IKIP PGRI di Denpasar. dan lain-lain. Contoh : Konseli : “Saya akan memilih masuk jurusan IPS. Pemberian struktur (structuring) Konselor memberikan petunjuk tentang urutan langkah berpikir atau urutan tahap dalam pembicaraan yang diikuti agar sampai pada pemecahan masalah/penyelesaian masalah. misalnya konselor menerangkan ciri-ciri masa remaja. Meninjau bersama – sama konsekuensi pada masing – masing alternatif. hasil tes IQ.” Konselor: “ Saudara ingin perguruan tinggi negeri atau swasta? Apabila perguruan tinggi negeri saudara bisa ke UNDIKSHA Singaraja. 13. tapi saya binggung untuk kuliah dimana Bu. Biasanya teknik penyelidikan ini digunakan pada beberapa alternative pemecahan yang disebut pengambilan keputusan (decision making). Penyajian alternatif (forking response) Konselor mengemukakan beberapa alternatif.” Konselor: “ Apa keuntungan dan kerugian anda jika masuk jurusan IPS?” 15. Penyelidikan (Investigation) Konselor mengajak konseli untuk bersama-sama menyelidiki alternatif – alternatif yang dapat dipilih. Contoh : Konseli : “Saya ingin kuliah di perguruan tinggi guru dan mengambil jurusan Bimbingan Konseling. Contoh : “ Sebelum kita melangkah lebih dalam pada permasalahan saudara.

Bu… (berbicara sangat lambat. Contoh : . Diagnosis Konselor mejelaskan kepada konseli apa yang menjadi inti masalahnya/mengapa masalah tersebut muncul.uangkapkan tadi. Dalam hal ini. Konselor menggali makna yang terdapat di balik kata – kata konseli atau dibalik tindakan yang telah diceritakan. Contoh: Konselor : “Bagaimana perasaan saudara saat ini ?” Konseli : “Baik – baik saja. Apakah keberatan masuk jurusan IPA itu muncul karena belajar di jurusan IPA anda harus belajar dengan keras. Ketidaksesuaian ini terdapat pada hal – hal yang diungkapkan konseli. Interpretasi (interpretation) Konselor menambahkan sesuatu pada hal – hal yang sudah terungkap dan yang elum disadari konseli.” . ekspresi wajah ingin menangis) Konselor : “Anda tadi mengatakan baik – baik saj tetapi mengapa Anda bersedih? Kiranya apa yang terjadi?” 18. baik secara verbal maupun nonverbal. konselor menggelar semua data hasil percakapan dengan konseli. sedangkan jurusan IPS membuat saudara puas karena saudara merasa tidak memerlukan prestasi belajar? Bagaimana menurut pendapat saudara?” 17. ada baiknya kita kembali pada hal-hal yang saudara banyak bicarakan tadi. Contoh : “ Saudara tadi mengatakan berat jika harus masuk jurusan IPA. Konfrontasi (confrontation) Konselor mengarahkan perhatian konseli atas beberapa hal yang menurut pandangan konselor tidak sesuai satu sama lain.” 16. baik yang bersifat psikologis maupun hasil wawancara dengan konseli. “Nah.

tindakan. baimana?” 21. Konselor membesarkan hati konseli.” . Konselor yang berpengalaman tidak akan ragu-ragu dalam menggunakan teknik ini. “Tidak sesulit seperti yang saudar pikirkan. Penolakan (criticsm) Konselor menyatakan pendapatnya berdasarkan objektif. lebih – lebih pada saat segalanya menjadi sulit bagi konseli. tetapi konselor harus sangat bijaksana dalam menentukan terhadap siapa dan kapan teknik ini digunakan. teknik ini kiranya akan mudah digunakan. pemberian teknik ini harus sangat hati-hati karena penyampaian yang kurang tepat bisa merusak hubungan dalam proses konseling. yang bersifat menolak pandangan. Tampaknya demikian ?” 19. Bagaimana?”. bimbingan yang diberikan jangan terlalu berlebihan. “Kalau boleh saya usul. Akan tetapi. Contoh: “Waktu yang tepat seandainya saudara ingi membicarakan pemilihan jurusan kepada ibu saudara adalah pada saat acara santai dengan keluarga. atau rencana konseli. waktu yang tepat adalah setelah makan malam. Dalam hal tindakan moral dan pendidikan. memberikan harapan – harapan agar konseli tidak kehilangan semangar. Usulan atau saran (suggestion/advice) Dalam proses konseling kadang ditemukan konseli yang sangat mebutuhkan saran apabila sedang dalam keadaan bingung. bukan?”.Konselor : “Rasa takut saudara untuk berenang di kolam renang saat ini bersumber dari pengalaman saudara sewaktu kelas 1 SD. Contoh: “Saya kurang sependapat dengan tindakan anda yang main hakim sendiri.” 20. “Saya yakin saudara mampu melaksanakannya. Contoh : “Yakinlah dengan keputusanmu ini. Saat itu saudara pernah tercebur di kolam renang sehingga saudara tenggelam tak sadarkan diri.”. Usul/saran biasanya digunakan dalam fase peyelesaian masalah. Namun. Dukungan atau bimbingan (reassurance/support) Konselor memberikan semangat dan keyakinan kepada konseli.

konselor dapat menangkap isyarat atau pesan konseli yang belum terungkap secara verbal. Karena jika terlalu jaug terkesan menolak. Senyuman : untuk menyatakan sikap menerima. Tentunya tatapan mata yang dimaksud adalah menatap atau memperhatikan kea rah seluruh wajah konseli. Gerakan tangan : untuk memperkuat atau mendukung apa yang diungkapkan konselor secara verbal. 6. Anggukan kepala : untuk menyatakan sependapat. Biasanya pada saat menyambut keedatangan konseli. jika terlalu dekat konseli pun tidak akan merasa nyaman. dan sesuai. 9. Ekspresi muka : untuk mendukung reaksi-reaksi yang diungkapka konseli. 7. Dengan menguasai teknik konseling nonverbal. Diam adalah sikap menghargai.Selain menggunakan teknik konseling verbal. Diam : untuk menyatakan atau mempersilakan konseli untuk terus melanjutkan pembicaraan atau empati terhadap ungkapan perasaan konseli. . Jika konselor menggunakan pakaian rapi. Intonasi suara: untuk menyatakan kesesuaian pembicaraan dengan konseli. konseli akan merasa sangat nyaman berbicara dengan konselor. 5. Penggunaan teknik ini harus memiliki kesesuaian antara apa yang diungkapkan konselor dengan perilaku yang tampak di hadapan konseli. 4. Gerakan bibir : gerakan bibir harus dilakukan secara wajar jika konselor tidak bebicara karena gerakan bibir yang berlebihan bisa menimbulkan efek sikap negatif bagi konseli. 8. c. konselor harus mamapu menggunakan teknik konseling nonverbal. Diam bukan berarti membiarkan konseli. 10. Teknik Konseling Nonverbal 1. 2. Jarak tempat duduk : konselor harus tepat dalam mengatur jarak duduk dengan konseli. bersih wangi. searah dengan jalan yang diungkapkan konseli. setuju. 3. Pakaian : pakaian konselor akan sangat mendukung dalam proses konseling. Tatapan mata : untuk menyatakan sikap sedang memperhatikan.

Komunikasi antar pribadi yang efektif harus adanya keterbukaan. Implementasi komunikasi antar pribadi dalam proses konseling memerlukan suatu teknik agar konseling berjalan dengan efektif. yaitu teknik komunikasi verbal dan nonverbal. meningkatkan dan mempertahankan mutu diri sendiri. sikap mendukung. sahabat kental atau teman akrab.2 Saran Penyusun menyarankan agar mahasiswa secara khusus dapat menggunakan komunikasi antar pribadi yang efektif dalam setiap setting kehidupan. dan untuk menangani konflik. sedangkan komunikan dengan gayanya sendiri menerima pesan dari komunikator. tumbuh dan berkembang antar individu yang satu (sebagai komunikator) dengan individu lain (sebagai komunikan). komunikator dengan gayanya sendiri menyampaikan pesan kepada komunikan. empati. sikap positif.1 Kesimpulan Komunikasi Antarpribadi dapat di definisikan sebagai proses hubungan yang tercipta. Fungsi sosial untuk memenuhi kebutuhan biologis dan psikologis. 3. Khususnya untuk mahasiswa Bimbingan Konseling agar dapat mengimplementasikan komunikasi antar pribadi yang efektif dalam proses konseling dan saat pemberian layanan bimbingan konseling kepada siswa. teman.BAB III PENUTUP 3. Jenis-jenis hubungan antar pribadi. yaitu kenalan. Sedangkan fungsi pengambilan keputusan untuk membagi informasi dan untuk mempengaruhi orang lain. Fungsi komunikasi antar pribadi. . yaitu fungsi sosial dan fungsi pengambilan keputusan. dan kesetaraan. mengembangkan hubungan timbale balik.