BAB 2 ANALISIS LINGKUNGAN MAKRO

Baik di industri furniture maupun industri lainnya, akan ada faktor eksternal yang akan mempengaruhi keberlangsungan bisnis perusahaan. Ada 5 faktor eksternal yang turut mempengaruhi suatu industri, diantaranya : 1. Faktor Ekonomi 2. Faktor Politik dan Hukum 3. Faktor Sosial Budaya 4. Faktor Teknologi 5. Faktor Demografi

2.1 Faktor Ekonomi Terdapat variabel kunci makroekonomi disisi domestik dalam sistem perekonomian, yaitu tingkat harga, kesempatan kerja, pendapatan total dan suku bunga. Di sisi internasional yang merupakan variabel kunci makroekonomi yaitu nilai tukar dan neraca pembayaran. Industri bisnis secara keseluruhan berpengaruh terhadap faktor ekonomi suatu negara. Jika kondisi ekonomi suatu negara baik maka maka akan meningkatkan daya beli masyarakat dinegara tersebut yang akhirnya akan mempengaruhi kondisi makroekonomi negara tersebut. Jadi jika kondisi

makroekonomi suatu negara sedang booming maka akan meningkatkan daya beli masyarakat dinegara tersebut. Berlaku juga dengan kebalikannya, jika kondisi makroekonomi suatu negara sedang down maka akan menurunkan daya beli masyarakat.

8   

Business plan..., Ferry Dianda, FE UI, 2008

Karena PT. XYZ.2 Faktor Politik dan Hukum Faktor politik dan hukum suatu negara akan berpengaruh terhadap aktivitas bisnis perusahaan. 2008 . FE UI.. XYZ turut mendukung peraturan pemerintah Indonesia yang berhubungan dengan menjaga hutan Indonesia serta melindungi hutan dari penebangan liar serta membuka lahan baru bagi perkebunan. 2. jika tingkat harga mengalami kenaikan maka akan menurunkan daya beli masyarakat terhadap barang.. maka keinginan membeli suatu barang yang bersifat durable goods akan meningkat. Serta didukung dengan kepastian hukum agar aturan main bisnis bisa jelas dan transparan untuk semua pelaku bisnis.. Didalam aktivitasnya. XYZ. yang akan menyebabkan konsumen atau masyarakat akan menunda pembelian furniture ketika inflasi dinegara tersebut sedang tinggi. Sebaliknya jika tingkat harga mengalami penurunan maka akan menaikkan daya beli masyarakat terhadap barang. Industri furniture termasuk kedalam barang yang tahan lama (durable goods).9    Ini bisa dilihat dari perubahan tingkat harga. Ferry Dianda. PT. XYZ menggunakan bahan baku yang berupa bambu yang ramah lingkungan serta banyak Universitas Indonesia   Business plan. Kondisi politik yang stabil serta kondusif di suatu negara sangat diperlukan karena akan mendukung aktifitas bisnis dan akan bertumbuh dengan sehat dan normal. Dan ketika inflasi disuatu negara membaik. Jika kondisi politik yang tidak stabil dan ditambah lagi dengan tidak adanya kepastian hukum maka akan berakibat buruk bagi lingkungan industri termasuk didalamnya yaitu aktivitas bisnis PT. Atau bisa dilihat dari sisi inflasi suatu negara. Dan ketika kondisi makroekonomi sedang down maka akan menurunkan daya beli masyarakat yang akan berpengaruh juga terhadap berkurangnya tingkat pembelian furniture termasuk PT.

XYZ mengikuti prosedur hukum yang berlaku di Indonesia.. bisa puluhan hingga ratusan tahun lamanya. XYZ untuk semakin mengembangkan perusahaan karena bahan baku jati akan mengurangi kemampuan produksi industri furniture dan tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan untuk masyarakat Indonesia yang sangat banyak. Ferry Dianda. Seperti yang kita tahu bahwa jika kita ingin membuat furniture maka akan menggunakan bahan baku yang berasal dari pohon terutama pohon jati. 2. Sejak dahulu Universitas Indonesia   Business plan.3 Faktor Sosial Budaya Faktor sosial budaya sebenarnya mempengaruhi dalam industri furniture di Indonesia terutama yang berbahan baku bambu.. FE UI. Sehingga bambu laminasi yang diproduksi bisa menjadi alternatif sebagai bahan baku pengganti kayu jati furniture untuk kebutuhan rumah tinggal. Masyarakat Indonesia sudah terbiasa semenjak dahulu menggunakan bambu sebagai bahan atau alat untuk membangun rumah.10    tumbuh diseluruh hutan Indonesia dan mengurangi dampak lingkungan yaitu pemanasan global yang saat ini sedang gencar dibicarakan didunia. Dari segi luas tanah. Sedangkan untuk bambu hanya memerlukan waktu beberapa tahun untuk bisa diambil hasilnya serta proses menanamnya kembalipun lebih cepat dibandingkan pohon jati. Didalam proses bisnisnya PT. Karena bambu terkenal kuat dan elastis serta banyak terdapat disetiap hutan di Indonesia serta mudah dan cepat tumbuhnya dibandingkan yang berbahan baku kayu. Maka proses untuk menanamnya untuk diambil lagi hasilnya memerlukan waktu yang lama.. Dan dengan munculnya peraturan dari Departemen Kehutanan dan Perkebunan yang membahas tentang dibatasinya penebangan kayu jati di Indonesia serta pembatasan eksploitasi kayu jati bisa dijadikan sebuah peluang bagi PT. untuk menanam bambu memerlukan tanah sedikit dibandingkan pohon jati. 2008 .

. Penemuan-penemuan inilah yang membuat pekerjaan serta aktifitas di industri furniture termasuk PT.4 Faktor Teknologi Faktor teknologi yang berkembang pesat telah merubah pada seluruh aspek kehidupan manusia. gazebo. Untuk merancang serta membuat desain furniture lebih dipermudah dengan kemajuan teknologi.11    bambu sudah menjadi bagian dari sosial budaya masyarakat Indonesia. cabangnya dibuat menjadi sapu.. 2008 . XYZ dalam memasarkan produk furniturenya. Di abad 21 ini telah banyak ditemukan peralatan baru yang semakin mempermudah pekerjaan manusia. Kita tidak bisa mengelak dari internet yang telah merubah segalanya menjadi lebih mudah. Faktor teknologi lain yang cukup berpengaruh yaitu internet. Yaitu dengan menggunakan software atau program desain seperti CAD (Computer Aided Design) yang bisa mempermudah dalam merancang blueprint dari furniture yang akan segera diproduksi. dibuat masakan. ditemukan alat-alat yang mempermudah untuk memproduksi bahan baku menjadi bahan jadi. XYZ disebabkan desain produknya dipublish di internet. lebih dekat dan lebih murah dari sebelumnya. sampai untuk berperang merebut kemerdekaan menggunakan bambu runcing. Universitas Indonesia   Business plan. misalnya untuk membangun rumah berbahan baku bambu. XYZ menjadi semakin mudah dalam arti kecepatan proses produksi dan produktivitas kerja serta akan membuat kualitas hasil furniture menjadi lebih baik. Tetapi ada kekurangan dari internet sebagai sarana berpromosi karena akan lebih mudah bagi para pesaing untuk meniru desain yang sudah dibuat PT. 2. Begitu juga di Industri bambu ini.. FE UI. Misalnya sekarang sudah terdapat mesin atau alat pemotong yang menggunakan mesin untuk memotong kayu yang sebelumnya kita menggunakan gergaji manual. Dengan adanya internet bisa menjadi sarana berpromosi lain yang bisa digunakan PT. Ferry Dianda.

Ferry Dianda. Jika menurut data dari BPS Propinsi DKI Jakarta.2). Dalam jangka tersebut kenaikan hampir mencapai dua kali lipatnya. semenjak tahun 1980 kepadatan penduduk Jakarta per Km2 sebesar 9. Depok. (Tabel 2.635 orang penduduk per 1 Km2 (Tabel 2. Ini yang bisa menjadi peluang dari PT. 2008 .335 orang penduduk. Arus urbanisasi ke daerah Jakarta menyebabkan kepadatan semakin bertambah. Dan ketika ditahun 2000 kepadatannya mencapai 12. maka akan meningkat pula kebutuhan akan tempat tinggal dan akan mendorong peningkatan kebutuhan akan furniture. XYZ untuk dapat mensupply kebutuhan yang besar masyarakat Indonesia terutama di daerah DKI Jakarta. Universitas Indonesia   Business plan.5 Faktor Demografi Tingkat pertumbuhan penduduk khususnya di DKI Jakarta terus mengalami kenaikan dari tahun ketahun. Tetapi kegiatan serta aktivitas mereka dihabiskan di Jakarta. Tidak dapat dihindarkan jika ditahun 2010 maka jumlah penduduk Jakarta mencapai 9 juta lebih.. Ini bisa dilihat dari table sensus penduduk yang didapat dari badan statistik semenjak tahun 1970 hingga ketahun 2005 terus mengalami peningkatan. dan Bekasi. Tangerang.12    2. FE UI. yang pada akhirnya sebagian besar mereka yang bekerja di Jakarta memilih pindah kedaerah dipinggir Jakarta seperti Bogor.1) Dilihat dari jumlah penduduk. Ini yang menyebabkan terbatasnya lahan pemukiman di Jakarta...

300          815.545      1.456      1..651    36..144 2005      4.820. Ferry Dianda.635      6.388 Sumber : www.643      2.440    31.763      2.064.991 na      2.780      2.266    35.894      3.936          701.445.624.852 na      2.568      6.689      1.372.848.027      4.156    10.539          884.13    Tabel 2.345      1.136      2.831      2.180.429      1.115.529    21.416. 2008 .294.451.611.489.765.984.040.207      8.798      2.503.153      1.601      3.303    21.294.303.168.708 2000      3.704      1.294      4.579.322      2.154      4.718.573          519.360    25.509.089.128.175.057      4.176                   969.913.166      6.016      2.384      1.016.256.281..816      2.646      1.801          768.313.353      2.785 na na      6.006.800      1.353      1. Bangka Belitung Kepulauan Riau DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah DI Yogyakarta Jawa Timur Banten Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi  Utara Sulawesi  Tengah Sulawesi  Selatan Sulawesi  Tenggara Gorontalo Sulawesi  Barat Maluku Maluku Utara Irian Jaya Barat Papua 1971      2.384.618      1. FE UI.411.287      2.105          733.295.339      1.234    11.369.663      2.datastatistik-indonesia.503.875 1990      3.188.816      3.316      2.043.813    29.379          633.045    34.911      4.478.006 na na      1.662      5.469.711.150.184.098.751          899.644      3.579.449    27.229.777.968      1.635.855.079    35.589    12.064      4.936      1.968      3.212          942.977.277      3.008 na na      4.993      8.535      1.219      2.450.993      7.327      6.218.166      2.101          529.500      6.930      2.649      1.349.597.999 na      2.2 Kepadatan Penduduk Jakarta Kepadatan penduduk Jakarta per km2 1980 9.841      7.274.289.621.496          891.028.008.724.876.488      4.860.084      3.571      4.196      1.914.823.407.520.793.121.525    25.1 Sensus jumlah penduduk Indonesia Provinsi NAD Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Kep.142          643.872      2.396.486      2.993      2.031.120 na na      1.260.877.179.017.361.025 922.573 na na      8.271      8.549.981.543          913.173.166.280      9.093    31.207      3.848      8.648.000.576          714.699.251.273      7.335 Sumber: BPS Propinsi DKI Jakarta Universitas Indonesia 1990 12495 1995 13786 2000 12635   Business plan.com Tabel 2.008.383.453.248.684.595      6.994      4.122      6.352    28.473      2.963.411      4.062.623.012      1.020.641.649      3.258      3.968      6.054    32.566.572      1.790 na na      1.516.259.976      2.223.664      2.026      2.343.900      3.074      1.068          954.159.895      2.782.797      1.268.857.929.119      1.381    38.642.203.120.889      2.777.302 na na      1.455.210.750.619 na na      1.515      3.440 1980      2.875.486.730.170      1.907.360.126      4.116.724.965.406.811      3.177      1.000.565 na na          923.052.629.440.737.465      2.019.