P. 1
Radiasi Surya

Radiasi Surya

|Views: 152|Likes:
Published by Jendri Mamangkey

More info:

Published by: Jendri Mamangkey on Apr 07, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/01/2015

pdf

text

original

Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia

Merapikan artikel bisa berupa membagi artikel ke dalam paragraf atau wikifikasi artikel. Setelah dirapikan, tolong hapus pesan ini.

Radiasi Matahari adalah pancaran energi yang berasal dari proses thermonuklir yang terjadi di Matahari. Energi radiasi Matahari berbentuk sinar dan gelombang elektromagnetik. Spektrum radiasi Matahari sendiri terdiri dari dua yaitu, sinar bergelombang pendek dan sinar bergelombang panjang. Sinar yang termasuk gelombang pendek adalah sinar x, sinar gamma, sinar ultra violet, sedangkan sinar gelombang panjang adalah sinar infra merah. Jumlah total radiasi yang diterima di permukaan bumi tergantung 4 (empat) faktor. 1.Jarak Matahari. Setiap perubahan jarak bumi dan Matahari menimbulkan variasi terhadap penerimaan energi Matahari 2.Intensitas radiasi Matahari yaitu besar kecilnya sudut datang sinar Matahari pada permukaan bumi. Jumlah yang diterima berbanding lurus dengan sudut besarnya sudut datang. Sinar dengan sudut datang yang miring kurang memberikan energi pada permukaan bumi disebabkan karena energinya tersebar pada permukaan yang luas dan juga karena sinar tersebut harus menempuh lapisan atmosphir yang lebih jauh ketimbang jika sinar dengan sudut datang yang tegak lurus. 3. Panjang hari (sun duration), yaitu jarak dan lamanya antara Matahari terbit dan Matahari terbenam. 4. Pengaruh atmosfer. Sinar yang melalui atmosfer sebagian akan diadsorbsi oleh gasgas, debu dan uap air, dipantulkan kembali, dipancarkan dan sisanya diteruskan ke permukaan bumi.selain itu, radiasi matahari bisa menangkal black hole yang KATANYA bisa memerangkap cahaya
 Faktor esensial pertumbuhan dan perkembangan tanaman  Cahaya memegang peranan penting dalam proses fisiologis tanaman, terutama fotosintesis, respirasi, dan transpirasi  Fotosintesis : sebagai sumber energi bagi reaksi cahaya, fotolisis air menghasilkan daya asimilasi (ATP dan NADPH2)   PENGARUH RADIASI SURYA DAN CURAH HUJAN TERHADAP TANAMAN LADA (Piper nigrum L.) Radiasi Surya

 Matahari merupakan kendali iklim yang sangat penting dan sebagai sumber energi utama di bumi yang menggerakan udara dan arus laut. Energi matahari diradiasikan serba sama kesegala arah, sebagian besar dari energi tersebut hilang ke alam semesta, dan sebagian kecil saja yang dapat diterima bumi (Tjasyono, 2004).  Radiasi surya merupakan sumber energi utama dan penting dimuka bumi melalui beberapa proses fisika atmosfer, meskipun hanya sebagian kecil dari radiasi yang dipancarkan matahari yang diterima dipermukaan bumi, namun radiasi tersebut sangat menentukan keadaan cuaca/iklim diatmosfer bumi. Energi surya merupakan penyebab pokok dari semua perubahan dan pergerakan di dalam atmosfer (Kandari, 2001).

 Radiasi surya berpengaruh besar terhadap pertumbuhan tanaman.  Pengaruh radiasi surya terhadap tanaman tergantung dari efesiensi pemakaian energi oleh tanaman. 1999).  Matahari menyalurkan energinya dalam bentuk radiasi ke bumi. 1995). 1982). yang sangat berpengaruh terhadap produksi bahan keringnya yaitu kualitas sinar (panjang gelombang). dan berpengaruh terhadap evapotranspirasi (Trewartha dan Horn.5 mm dan intesitasnya kurang dari 1 mm/jam (Tjasyono.. intensitasnya lebih dari 1. Radiasi surya berperan dalam fluktuasi suhu (WatersBayer et al. dan lamanya penyinaran (Ashari. salju dan es hujan. 1995). sumber:  Sumber: http://id.  Curah Hujan  Endapan (presipitasi) didefenisikan sebagai bentuk air dan es yang jatuh ke permukaan bumi. menunjukkan tinggi air hujan yang menutupi permukaan 1 mm.  Hujan adalah tetesan dengan diameter lebih dari 0.25 mm/jam. Lebih lanjut Harjadi (2002) menjelaskan bahwa 2% digunakan tanaman untuk respirasi dan 5% menjadi bahan kering. 1999). Bentuk endapan adalah hujan. unsur tersebut tidak ditinjau sebagai endapan. gerimis. Hujan adalah bentuk endapan yang sering dijumpai dan di Indonesia yang dimaksud dengan endapan adalah curah hujan. karena merupakan faktor utama dalam menghitung produksi bahan kering dan dapat digunakan untuk membedakan produksi pada berbagai kondisi iklim dan manajemennya (Sitaniapessy.5 mm. yakni tumbuhan mengubah energi surya menjadi energi kimia. jika air tersebut tidak meresap kedalam tanah atau ke atmosfer. Gerimis adalah tetesan yang sangat kecil dalam jumlah besar yang tampaknya mengapung mengikuti arus udara.4 mm). energi surya secara langsung menentukan atas berlangsungnya proses fotosintesis. Meskipun kabut. dijelaskan bahwa efesiensi pemakaian energi surya yang paling penting adalah faktor intersepsi radiasi.  Dalam melakukan fotosintesis.  Curah hujan merupakan unsur iklim yang sangat penting bagi kehidupan di bumi. Radiasi ini digunakan oleh tumbuhan untuk fotosintesis dan evaporasi (penguapan). periode siang dan malam yang panjangnya bervariasi.. tumbuhan hanya membutuhkan sebagian kecil dari radiasi surya yang masuk yaitu berkisar 2-5% (Waters-Bayer et al. Jumlah curah hujan 1 mm. diameter kurang dari 0. intensitas sinar (kuat penyinaran).com/exact-sciences/agronomy-agriculture/2276368-pengaruhradiasi-surya-dan-curah/#ixzz2PjhKpPCU .  Dalam proses fotosintesis tanaman. 2004).shvoong. embun. Lebih lanjut. dan embun beku (frost) dapat berperan dalam alih kebasahan (moisture) dari atmosfer ke permukaan bumi. Jumlah curah hujan dicatat dalam inci atau millimeter (1 inci = 25.

18 Maret 2011 contoh laporan klimatologi.Jumat.radiasi surya LAPORAN KLIMATOLOGI RADIASI SURYA ACARA II NAMA NPM KEL CO-ASISTEN : : : : OLEH : VENNY NOVIA UTAMI PUTRI E1B009049 3 (TIGA) NOVA SAMOSIR GATRA BAYU PRODI KEHUTANAN FAKULTAS PERTANIAN .

Radiasi matahari sejak dulu sampai sekarang tak habis-habis dibicarakan dan ditulis. Berdasarkan . yang telah tersedia pada komputer. maka harapan/keinginan tersebut tidak dapat terlaksana. Orang juga mempelajari ketersediaan radiasi matahari dengan berbagai cara dan pemodelan. suhu udara. perikanan. suhu udara. Dahulu yang sangat populer dibahas mengenai iklim dan pengunaan untuk pemanasan/mengeringkan. baik untuk menghitung radiasi pada langit bening maupun keadaan langit sembarang di berbagai tempat (lintang dan bujur).UNIVERSITAS BENGKULU 2010 BAB I PENDAHULUAN 1. Kedua. Sekarang tidak hanya permasalahan itu saja. tapi sudah sangat berkembang. dan lain-lain. penguapan dan pencahayaan alami dalam bangunan di siang hari. tekanan udara. Iklim adalah keadaan unsur cuaca rata-rata dalam waktu yang relatif panjang. pertanian. Berbicara mengenai model pada radiasi matahari yang dibahas disini adalah model matematis. peternakan. kesehatan. dengan unsur-unsur sebagai berikut: radiasi surya. kelembaban nisbi udara. Model matematis yang disusun diharapkan: Pertama. mudah dibuat dengan program ecxel. pengairan. bangunan. Model yang disusun. baik secara langsung maupun tak langsung. Model dapat dengan mudah dipakai para pemakai dan para perancang alat untuk memperkirakan ketersediaan radiasi matahari baik sebagai sumber energi atau alat/bahan pelindung radiasi matahari yang menimpa benda tersbut. evapotranspirasi dan keawanan. kesehatan dan berbagai kegunaan yang sangat praktis. curah hujan. Perbedaan penerimaan radiasi surya antar tempat di permukaan bumi akan menciptakan pola angin yang selanjutnya akan berpengaruh terhadap kondisi curah hujan. Model lebih baik dari model terdahulu. seperti berkaitan dengan permasalahan cuaca. Setiap waktu hampir terjadi perubahan penerimaan energi radiasi surya yang dapat mengaktifkan melekul gas atmosfer sehingga terjadilah pembentukan cuaca. kehutanan.1 LATAR BELAKANG Radiasi surya merupakan sumber energi utama kehidupan di muka bumi ini. Radiasi surya merupakan unsur iklim/cuaca utama yang akan mempengaruhi keadaan unsur iklim/cuaca lainnya. angin. Bila model tidak ada. atmosfir. kelembaban nisbi udara. Ketiga. lingkungan hidup.

Pengertian. Diserap oleh aerosol* & awan di atmosfer bumi yang akhirnya menjadi panas. radiasi yang dapat kita rasakan (kulit. 1. Catatan: Bila yang dibicarakan mengenai “radiasi yang dipancarkan”. Sebagian radiasi menuju kembali ke angkasa. etc.2 TUJUAN Menentukan intensitas radiasi dan lama penyinaran surya pada satu hari. radiasi yang terlihat oleh mata kita (visible radiation) (cahaya) 2. Radiasi matahari yang diterima oleh bumi kita (energi matahari) akan diterima dengan cara sebagai berikut. dalam hal ini radiasi ditangkis dan disebarkan ke segala penjuru. gas. Menghitung data intensitas dan lama penyinaran surya untuk periode selama satu bulan dan memperkirakan fluktuasi tahunannya. Ditangkis oleh atmosfer (oleh gas2 dan aerosol-aerosol). 2. Penangkisan dan penyerapan radiasi bisa terjadi di segala lapisan atmosfir. Radiasi elektromagnetik bisa dibedakan. wajah). Radiasi yang terserap ini menyebabkan naiknya temperatur gas-gas dan aerosol-aerosol. seperti uap air di atmosfir. Dalam hal ini. aerosol= kumpulan cairan kecil atau partikel-partikel solid yang menyebar dalam suatu gas. yang paling sering . tapi bisa juga kekosongan (vacuum). cairan. Ada beberapa radiasi solar. yang terpenting: radiasi elektromagnetik (yg berhubungan dengan listrik dan magnet). sebagian sampai ke permukaan bumi. debu-debu angkasa.keadaan tersebut. panjang gelombang radiasi inframerah lebih panjang daripada panjang gelombang cahaya (visible radiation) Gelombang elektromagnetik menyebar dalam bentuk 3 dimensi (volumen). 1. volumen di sekitar gelombang elektromagnetik bisa berbentuk: benda keras. disebut “radiasi matahari”. Radiasi surya adalah pancaran energi yang berasal dari proses thermonuklir yang terjadi di matahari. namanya radiasi infra merah. BAB II TINJAUAN PUSTAKA II. seperti halnya gelombang yang tersebar membentuk sebuah bola (esfera). 1. Bila yang dibicarakan mengenai “sumber yang memancarkan radiasi matahari” disebut “surya”. disusun model matematis radiasi matahari langit bening dan keadaan langit sembarang 15 LU – 15 LS.

penyerapan radiasi di permukaan bumi menyebabkan naiknya temperatur permukaan tersebut II. Interaksi suatu organisme dengan lingkungannya terjadi untuk kelangsungan hidupnya.lapisan bawah di mana massa atmosfir lebih terkonsentrasi. Fotosintesis merupakan proses biologi yang dilakukan tanaman dan organisme berklorofil untuk menunjang proses hidupnya yakni dengan memproduksi gula (karbohidrat) pada tumbuhan hijau dengan bantuan energi sinar matahari. Seperti halnya yang terjadi pada atmosfir. Radiasi yang sampai ke permukaan bumi yang tidak direfleksi. Oksigen yang kita hirup di udara dihasilkan oleh tumbuhan. 3.walaupun sebenarnya sama saja dengan tangkisan). Hasil dari fotosintesis seperti yang sudah tersebut di atas adalah C6H12O6 atau dengan sebutan umum yaitu gula (karbohidrat). oksigen. maka radiasi ini bukan ditangkis. Es dan salju merefleksi hampir kebanyakan dari radiasi solar yang sampai ke permukaan bumi.3. yang melalui sel-sel yang ber-respirasi.peranan matahari terhadap tumbuhan dan organisme berklorofil Tidak diragukan bahwa tumbuhan dan organisme memegang peran utama dalam menjadikan bumi sebagai tempat yang dapat dihuni. seluruh tumbuhan di muka bumi dapat menghasilkan zat-zat atau bahan-bahan sebanyak 200 miliar ton. Karbohidrat merupakan jenis molekul yang paling banyak ditemukan di alam. baik kualitas maupun kuantitasnya. Pengubahan energi matahari menjadi energi kimia dalam reaksi biomolekul menjadikan karbohidrat sebagai sumber utama energi metabolit untuk organisme hidup. II. menjaga suhu bumi tetap konstan. akan diserap oleh bumi.2. merefleksi sangat sedikit. Karbohidrat terbentuk pada proses fotosintesis sehingga merupakan senyawa perantara awal dalam penyatuan karbon dioksida. sel tumbuhan dan organisme berklorofil dapat memanfaatkan langsung energi matahari. dan menjaga keseimbangan proporsi gas-gas di atmosfer. . Tumbuhan membersihkan udara untuk kita. energi tersebut akan dikonversi menjadi energi ATP sehingga dapat digunakan bagi pertumbuhannya. dan energi matahari kedalam bentuk hayati. peranan matahari terhadap keberlangsungan ekosistem. Berbeda dari sel manusia dan hewan. penyerapan ini sampai pada puluhan meter dari permukaan laut. Tumbuhan dan organisme berklorofil mengubah energi matahari menjadi energi kimia dan menyimpannya sebagai nutrisi dengan cara yang sangat khusus. Proses ini disebut "fotosintesis". Kelangsungan hidup organisme memerlukan energi. Di lautan. melainkan dikembalikan satu arah ke atmosfir (proses ini biasa disebut refleksi . Bagian penting dari makanan kita juga disediakan oleh tumbuhan. 4. hidrogen. sedangkan laut. hanya pada level yang lebih tipis. Karena bumi sangat padat. Setiap tahun. sampai ke permukaan bumi. sedangkan di daratan. Dari karbohidrat hasil fotosintesis dalam tanaman inilah yang merupakan dasar dari perkembangan kehidupan makhluk hidup dalam suatu ekosistem yang kemudian masuk pada piramida makanan dan rantai makanan dalam suatu ekosistem yang dapat dijelaskan sebagai berikut : 1. Radiasi yang tidak tertangkis maupun terserap oleh atmosfir. Reaksi umum dari proses fotosintesis adalah : 6 H2O + 6 CO2 C6H12O6 + 6 O2 Cahaya Proses fotosintesis adalah reaksi yang hanya akan terjadi dengan keberadaan sinar matahari. Komunitas dari suatu ekosistem berinteraksi satu sama lain dan juga berinteraksi dengan lingkungan abiotik.

Organisme autotrof disebut Produsen. internodianya lebih pendek. Bahan organik dalam komponen biotik awalnya terbentuk dengan bantuan energi cahaya matahari dan unsur-unsur hara. 3. Cahaya matahari merupakan sumber utama energi bagi kehidupan. tetapi ukurannya lebih kecil dibanding dengan tanaman yang terlindung.4. cahaya matahari penuh menghasilkan akar lebih panjang dan lebih bercabang. Pada tingkat trofik kedua dari struktur trofik suatu ekosestem adalah Konsumen primer (herbivora). Energi untuk kegiatan hidup diperoleh dari bahan organik yang disebut energi kimia. Intensitas cahaya berpengaruh nyata terhadap sifat morfologi tanaman. fotosistesi lambat. Akar keluarnya lebih awal.5 – 2.Intensitas Cahaya Matahari. Bahan organik yang mengandung energi dan unsur-unsur kimia ditransfer dari suatu organisme ke organisme lain melalui interaksi makan dan dimakan. 5. Tingkat trofik pertama adalah kelompok organisme autotrof yaitu organisme yang dapat membuat bahan organik sendiri dengan bantuan cahaya matahari yaitu tumbuhan dan fitoplankton. sehingga hidratarang sebagai hasil proses tersebut juga kurang jumlahnya. maka proses assimilasi akan berkurang.5. Intensitas cahaya yang tinggi di daerah tropis tidak seluruhnya dapat digunakan oleh tanaman. Organisme tersebut tergolong organisme heterotrof. ganggang dan tumbuhan air. Pemberian naungan pada tanaman baik secara alami & buatan.2. Bila cahaya matahari kurang. hal ini akan mempengruhi pertumbuhan maupun hasil tanaman . 4. tanpa adanya cahaya matahari kehidupan tidak akan ada lagi pertumbuhan tanaman ternyata pengaruh cahaya selain ditentukan oleh kualitasnya ternyata ditentukan intensitasnya (Hari Suseno. karena tanaman anggrek berada dalam keadaan terlalu teduh. laju respirasi meningkat tetapi cenderung mempertinggi daya tahan tanaman. Energi cahaya matahari yang digunakan oleh tanaman dalam proses fotosintesis berkisar antar 0. Energi surya dapat dimanfaatkan ke . Begitu juga diperkuat ole menyatakan bahwa tanaman anggrek yang cukup sinar matahari perakaran akan berkembang lebih baik. Produsen pada ekosistem darat adalah tumbuhan hijau sedangkan pada ekosistem perairan adalah fitoplankton. Tingkat trofik kedua dari struktur trofik suatu ekosistem ditempati oleh berbagai organisme yang tidak dapat membuat bahan organik sendiri. akan berarti mengurangi intensitas cahaya yang diterima oleh tanaman tersebut. yang tergantung pada jenis tanaman (Leopold & Kriedemann. seperti karbon dan nitrogen.Radiasi matahari untuk pengeringan produk pertanian. ukurannya besar dan banyak bercabang. susunan pembuluh kayu lebih sempurna. jadi tidak seberapa jauh dari puncak tanaman jenis anggrek monopodial seperti Vanda. jumlah akar akan banyak. Tanaman yang kurang mendapatkan cahaya matahari akan mempunyai akar yang pendek. Peristiwa makan dan dimakan antar organisme dalam suatu ekosistem membentuk struktur trofik yang terdiri dari tingkat-tingkat trofik dimana setiap tingkat trofik merupakan kumpulan berbagai organisme dengan sumber makanan tertentu. Bahan organik diperoleh dengan memakan organisme atau sisa-sisa organisme lain sehingga organisme heterotrof disebut juga konsumen. Tanaman yang mendapatkan cahaya matahari dengan intensitas yang tinggi menyebabkan lilit batang tumbuh lebih cepat. 1975) hal ini juga berlaku terhadap jenis-jenis anggrek.0 % dari jumlah total energi yang tersedia. Sehingga hasil fotosintesis berkurang apabila intensitas cahaya kurang dari batas optimum yang dibutuhkan oleh tanaman. II. Beberapa effek dari cahaya matahari yang penuh (yang melebihi) kebutuhan optimum dapat menyebabkan layu. daun lebih tebal. 1976). II.

pengaturan energi suatu ekosistem bergantung pada produktivitas primer. Bahan organik yang tersimpan pada organisme atotrof dapat digunakan sebagai makanan bagi organisme heterotrof. Semua organisme memerlukan energi untuk pertumbuhan. dan pada beberapa spesies. Pada prinsipnya pengeringan efek rumah kaca yaitu sinar matahari yang memiliki radiasi gelombang panjang masuk untuk kemudian diserap oleh absorber atau komponen lain di dalam bangunan pengering sehingga suhu absorber dan komponen tersebut akan meningkat.com/2010/01/peranan-radiasi-matahari-terhadap. II. Cahaya Matahari Sebagai Sumber Energi. Dari makanan tersebut.blogspot. salah satunya adalah pengeringan yang menggunakan kolektor berbentuk bangunan yang disebut dengan efek rumah kaca ERK) yang telah dikembangkan di IPB oleh Kamaruddin dan para kolega penelitinya sejak tahun 1993 sampai saat ini secara (berkesinambungan. reproduksi. Matahari merupakan sumber utama energi bagi kehidupan. Jadi. Produktifitas sekunder adalah kecepatan energi kimia mengubah bahan organik menjadi simpanan energi kimia baru oleh organisme heterotrof. Produktifitas primer adalah kecepatan mengubah energi cahaya matahari menjadi energi kimia dalam bentuk bahan organik oleh organisme autotrof. pemeliharaan. Aliran energi dalam ekosistem tersebut sumber utama dan proses pertamanya adalah cahaya matahari. Produktifitas ekosistem terdiri dari produktifitas primer dan produktifitas sekunder. Pemasukan dan penyimpanan energi dalam suatu ekosistem disebut sebagai Produktifitas ekosistem. energi cahaya matahari diubah menjadi energi kima Energi kimia mengalir dari produsen ke konsumen dari berbagai tingkat trofik melalui jalur rantai makanan. setiap organisme melakukan pemasukan dan penyimpanan energi. terjadi peningkatan suhu udara pengering dan udara dihembuskan melalui produk yang akan dikeringkan. Energi cahaya matahari masuk ke dalam komponen biotik melalui produsen. Oleh produsen. (http://kamaluddin86.html) . Radiasi yang dipancarkan oleh absorber/komponen dalam pengering dalam bentuk gelombang panjang sehingg a sulit untuk menembus dinding transparan. Pertumbuhan dan perkembangan organisme menunjukan energi kimia yang tersimpan dalam organisme tersebut. organisme heterotrof memperoleh energi kimia yang akan digunakan untuk kegiatan kehidupan dan disimpan. Pengeringan bisa dilakukan secara alami (penjemuran) maupun secara buatan Terdapat berbagai tipe pengering surya yang telah berkembang saat ini.dalam dua bentuk yaitu pemanfaatan secara termal dan pemanfaatan untuk listrik.6. Dengan demikian. Energi kimia yang diperoleh organisme digunakan untuk kegiatan hidupnya sehingga dapat tumbuh dan berkembang. Udara yang telah lembab kemudian dikeluarkan dari bangunan pengering. Pada bidang pertanian pemanfaatan energi surya termal biasa digunakan pada proses pengeringan bahan pertanian.

baik yang di stasiun maupun yang terdapat di laboratorium agroklimat. Mengamati penutup tanah stasun.  Memperhatikan lingkungan disekitar stasiun.  Pengenalan Alat  Mengamati setiap alat yang dipergunakan. Setelah itu mengamati tata letak alat-alat di dalam stasiun.  Mencatat nama-nama alat. dan penghalang lainnya yang bias mengganggu proser pengmatan berlangsung. mengamati bagaimanan keadaan bangunan. dan bagaimanan cara kerja alat tersebut. setalah itu memperhatikan berapa kira-kira jaraknya. sensor.2 PROSEDUR KERJA  Pengenalan Stasiun  Memilih stasiun klimatologi. . pepohonan.BAB III METODOLOGI 3.1 BAHAN DAN ALAT Adapun bahan dan alat yang di pergunakan pada saat proses pengamatan adalah sebagai berikut :       Solarimeter dan solarigraf Campbell stokes Pias masing-masing alat Data masing-masing alat data hasil pengukuran dalam satu bulan Alat tulis 3. Melihat ukuran stasiun.

Menghitug total energy radiasi selama satu tahun membandingkan jumlah energy radiasi yang diterima di lantai tinggi. Pias lengkung panjang digunakan ketika panjang hari adalah relatip panjang. Mencatat keadaan kejernihan langit hari itu. Membahas data yang yang diperoleh dengan mempertimbangkan catatan yang telah diamati.  Memasang pias yang sesuai. Kegiatan ini dilakukan dengan mengatur ketinggian setiapa sudut tiang penopang alat yang diatur dengan melihat water-pas yang terpasang. pias lurus duguakan di saat surya hany memberikan sinarnya dalam jangka waktu harian lebih pendek     Menghitung intensitas radiasi dan lama penyinaran surya terekam pada hari pengukuran. BAB IV . Sebaliknya pias lengkung pendek. Cara Kerja Alat campbell Stokes  Memasang alat sambell stokes di tempat yang telah di tentukan oleh Co-Asi ten Memasang alat dengan benar yaitu harus benar-benar terletak horizontal. dengan periode musim setempat.

Kesempurnaan penyinaran matahari jatuh pada tanggal 23 bulan maret dimana posisi matahari berada di atas khatulistiwa dan tidak menutup kemungkinan pada tanggal 25 maret (pada saat praktikum berlangsung) penyinaran matahari masih berada di sekitar khatulistiwa atau tidak jauh dari garis khatulistiwa sehingga penyinaran yang disampaikan matahari ke permukaan bumi cukup lumayan panas pada saat itu sehingga hasil yang diperoleh dapat memadahi walaupun tidak sesuai yang diinginkan sebagaimana diterangkan diatas. Untuk pengamatan penyinaran matahari. Campbell stokes adalah alat untuk mengukur intensitas dan lama penyinaran matahari sesuai denga keterangan pada Bab II. karena sinar matahari pada saat pagi hari tidak begitu panas karena dipengaruhi oleh kelembapan udara atau lapisan atmosfer masih tertutup embun dan awan. Dengan menggunakan alat ini pengamat mampu mengamati seberapa besar intensitas dan lama penyinaran matahari menyinari permukaan bumi pada saat praktikum berlangsung. disini pengamat akan mengukur lama penyinaran dengan mengunakan Campbell stokes. dimulai pada pagi hari pada jam 12:00-13:00 WIB.HASIL PENGAMATAN Adapun hasil pengamatan yang boleh di lampirkan pada laporan berikut ini adalah mengamati dan memperhatikan berbagai macam alat klimatologi sedang di stasiun manual.  Waktu yang digunakan untuk proses pengamatan tidak cukup atau terlalu sedikit waktunya sehingga hasil yang didapat tidak begitu maksimal. BAB V .  Tidak tersedianya tempat yang memadai yaitu tempat dimana tidak tertutupi oleh bangunan maupun pepohonan yang dapat menutupi penyinaran matahari. Dari hasil kegiatan tersebut maka diperoleh data hasil peyinaran yaitu. yang terbakar pada kertas ukur intensitas cahaya sebesar 25 menit selama 50 menit sesuai dengan ketentuan yang disepakati. Pembakaran tersebut dapat dikatakan belum sempurna karena hanya sebagian saja yang terbakar pada kertas ukur tersebut. Ketidak sempurnaan tersebut dapat terjadi karena dipengaruhi oleh beberapa factor antara lain :  Waktu pengamatan dilakukan pada pagi hari sehingga hasil yang didapat tidak efisien.

Intensitas radiasi merupakan gelombang elektromatik atau gelombang pendek. maka penulis mencoba membahasnya pada Bab pembahasan berikut ini. Semakin lama intensitas cahaya menyinari permukaan bumi maka akan berdampak terhadap tumbuhan baik berdampak positip yaitu semakin banyak udara O2 di keluarkan oleh tumbuhan disebabkan fotosintesis berkepanjangan dan akan berdampak negatip bagi tumbuhan yaitu kekeringan bagi daun karena lamanya penyinaran memaksa tanaman untuk berpotosintesis hingga kandungan air semakin lama semakin habis sehingga mengkibatkan kekeringan terhadap daun.PEMBAHASAN Kegiatan praktikum yang berjudul Radiasi Surya berlangsung di halaman Lep. Perlunya pengamatan radiasi surnya ini dipelajari adalah untuk dapat mengetahui seberapa besar intensitas cahaya matahari jatuh kepermukaan bumi menyinari setiap tumbuhan dan terkhususnya adalah tanaman yang dibudidayakan. karena tidak semua jenis tanaman budidaya tahan terhadap radiasi surya. lama penyinaran adalah seberapa lama radiasi surya menyinari permukaan bumi dalam kurung waktu tertentu. Lama penyinaran disetiap garis lintang tidak lah sama dan pada umumnya di aquator perbedaan panjang hari relatife. lamanya penyinaran surya juga mempengaruhi bagi tumbuhan. sesuai dengan ketentuan yang telah diterapkan oleh pihak pengelolah praktikum agroklimatologi. Intensitas radiasi sangat berpengaruh sekali bagi segala jenis tumbuhan. Selain intensitas radiasi surya. memasak zat-zat kimia yang ada pada daun untuk dijadikan menjadi cadangan makanan dan membantu pertumbuhan sel-sel tanaman pada permukaan kulit batang dan daun. Dari hasil pengamata yang telah dilkaukan selama praktikum berlangsung sesuai pada Bab IV. . karena intensitas cahaya membantu pertumbuhan pada setiap tanaman untuk berpoosintesis. Ilmu tanah pada hari Rabu tanggal 10 november 2010 pukul 12:00-13:00 WIB.

DAFTAR PUSATAKA . 2 Lama penyinaran adalah seberapa lama intensitas radiasi matahari menynari permukaan bumi dalam kurun waktu tertentu dan merupkan hal terpenting bagi penyinaran pada setiap tumbuhan. 3 Pada praktikum ini peserta praktikum di ajak untuk mengetahui seberapa besar intensitas matahari menyinari permukaan bumi pada saat praktikum melalui alat bentu yaitu Campbell stokes. KESIMPULAN Dari hasil kegiatan praktikum yang berjudul radiasi surya maka penulis dapat menyimpulkan beberapa hasil laporan yang diperoleh.BAB VI PENUTUP A. yaitu : 1 Radiasi surya adalah energy matahri yang disampaikan dalam bentuk glombang eloktromatik atau gelombang pendek yang membantu proses fotosintesis tumbuhan.

http://kamaluddin86. Laboratorium Agroklimatologi. “Model Matematis Radiasi Matahari Langit Bening dan Langit Sembarang”. Bandung.com/2010/01/peranan-radiasi-matahari-terhadap. Haslizen. LFN-LIPI. Bengkul Hoesin.blogspot. S. “Simulasi Matematis Radiasi Matahari di Indonesia”. Bandung.Nurmuin. Hoesin. Penuntun Praktikum Agroklimatologi. 2008. (1983). November. UNIB. Agustus. (2000).html . Universitas ARS Internasional. Teknik Industri – Tak Teknik. Haslizen.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->