Pada lintasan glukoneogenesis. untuk menjaga keseimbangan kadar glukosa di dalam plasma darah untuk menghindari simtoma hipoglisemia. asam oksaloasetat. . sintesis glukosa terjadi dengan substrat yang merupakan produk dari lintasan glikolisis. asam suksinat. asam laktat.Glukoneogenesis adalah lintasan metabolisme yang digunakan oleh tubuh. selain glikogenolisis. seperti asam piruvat.

 Terkecuali .

Hal ini terjadi bilamana kadar glukosa darah berada di bawah nilai kritis. yaitu terjadinya DISFUNGSI OTAK yang berakibat KOMA dan kematian. . khususnya sistem saraf dan peredaran darah (eritrosit).PENGATURAN KADAR GLUKOSA DARAH  Peristiwa glukoneogenesis berperan penting dalam penyediaan energi bagi kebutuhan tubuh.  Kegagalan glukoneogenesis berakibat FATAL.

1 mmol/LSetelah penyerapan makanan kadar glukosa darah pada manusia berkisar antara 4.2 mmol/L.5 – 5.5 mmol/L.  Saat puasa kadar glukosa darah turun berkisar 3.NILAI NORMAL LABORATORIS DARI GLUKOSA DALAM DARAH IALAH : 65 – 110 ml/dL atau 3.5 – 7. Jika orang tersebut makan karbohidrat kadarnya akan naik menjadi sekitar 6.3 – 3.9 mmol/L.6 – 6.  Pengaturan kadar glukosa darah dilakukan melalui mekanisme METABOLIK dan HORMONAL  .

seperti GLUKOKINASE dan HEKSOKINASE  Hormon penting yang memainkan peranan sentral dalam pengaturan kadar glukosa darah adalah INSULIN.Insulin dihasilkan dari sel-sel B dari Pulau-pulau Langerhans Pankreas dan disekresikan langsung ke dalam darah sebagai reaksi langsung bila keadaan HIPERGLIKEMIA.Aktivitas metabolik yang mengatur kadar glukosa darah dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain : (1) Mutu dan Jumlah Glikolisis dan glukoneogenesis. (2) Aktivitas enzim-enzim.Pengaturan tersebut termasuk bagian dari HOMEOSTATIK. Proses pelepasan insulin dari sel B pulau Langerhans Pankreas dijelaskan sebagi berikut :  .

Glukosa kemudian difosforilasi oleh enzim GLUKOKINASE yang kadarnya tinggi. seperti SULFONILUREA berkhasiat menekan (menghambat) pompa kalium. . siklus Kreb dan Electron Transport System di mitokondria. sehingga penderita DM tipe II yang tidak tergantung insulin dari luar dapat menghasilkan insulinnya sendiri. Obat-obat untuk penderita Diabetes mellitus. Konsentrasi glukosa darah mempengaruhi kecepatan pembentukan ATP dari proses glikolisis. Selanjutnya insulin dibawa darah dan mengubah glukosa yang kadarnya tinggi menjadi GLIKOGEN. Peningkatan produksi ATP akan menghambat pompa kalium ( K+ pump) sehingga membran sel-sel B mengalami depolarisasi sehingga ion-ion Kalsium ( Ca2+ ) masuk ke dalam membran dan mendorong terjadinya eksositosis INSULIN. glukoneogenesis.   Glukosa dengan bebas dapat memasuki sel-sel B Langerhans karena adanya Transporter GLUT 2.

Insulin memiliki efek langsung terhadap aktivitas enzim glikogen sintetase. Bila glukoagon yang dibawa darah sampai di hepar maka akan mengaktifkan kerja enzim FOSFORILASE sehingga mendorong terjadinya GLUKONEOGENESIS. glukagon. badan keton.  . Sekresi hormon ini distimulasi oleh keadaan HIPOGLIKEMIA.  Enzim yang kerjanya berlawanan dengan insulin adalah GLUKAGON.  Glukoagon dihasilkan oleh sel-sel A Langerhans Pankreas.Senyawaan lain yang mendorong pelepasan insulik dari sel-sel B Langerhans adalah asam amino. asam lemak bebas. dan preparat obat tolbutamid.

  Keadaan hiperglikemia juga direspon oleh ginjal dengan mengadakan pengaturan melalui penyaringan oleh GLOMERULUS secara terus menerus. dan selama KEHAMILAN dan NEONATUS (bayi lahir prematur atau dengan berat badan rendah). Bila kadar glukosa darah terus meningkat maka filtrat glomerulus dapat mengandung glukosa yang kemudia dibuang bersama urin.Glukosa merupakan precursor GULA SUSU (LAKTOSA) dalam kelenjar payudara dan secara aktif diambil oleh janin ibu yang mengandung.6 BIFOSFAT. Contoh penyebab hipoglikemia defisiensi FRUKTOSA 1. . Kemampuan filtrasi glukosa oleh ginjal adalah 350 mg/menit. Keadaan semacam ini disebut GLIKOSURIA. Keadaan glikosuria dapat digunakan sebagai indikasi adanya Diabetes mellitus. gangguan Oksidasi asam lemak. Keadaan yang berhubungan dengan kadar gula dan enzim tertentu dapat menyebabkan HIPOGLIKEMIA.