Proposal Penelitian Hubungan Antara Kesadaran Masyarakat Terhadap Lingkungan dengan Tingginya Kasus Demam Berdarah Dengue di Cawang

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA 2013
Kata Pengantar

Puji dan syukur kami haturkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa , karena atas berkat dan rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan penulisan proposal penilitian yang berjudul : “ Hubungan Antara Kesadaran Masyarakat Terhadap Lingkungan dengan Tingginya Kasus Demam Berdarah Dengue di Kelurahan Cawang “. Proposal ini kami buat untuk membantu Pemerintah dalam pembuatan data dasar Demam Berdarah diwilayah tersebut. Terima kasih yang sebesar-besarnya kami ucapkan kepada : Prof. Retno Wahyuningsih, yang telah membimbing kami dalam pembuatan proposal penilitian ini. Kami menyadari bahwa proposal penilitian ini jauh dari kesempurnaan baik dalam bentuk penyajiannya, kelengkapan isi, dan lain-lainnya. Dengan hati yang terbuka kami menerima kritik dan saran yang bersifat membangun . Akhir kata, besar harapan kami semoga proposal penilitian ini dapat berguna.

Tuhan memberkati,

Peneliti

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I: PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Rumusan Masalah 1.3 Tujuan Penelitian 1.4 Manfaat Penelitian BAB II: Kerangka Teoritis 2.1 Tinjauan Pustaka 2.2 Kerangka Konsep 2.3 Hipotesis BAB III: Metode Penelitian 3.1 Desain Penelitian 3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian 3.3 Populasi dan Sampel 3.4 Prosedur Pengumpulan Data 3.5 Metode Analisis Data 3.6 Pengukuran Penelitian

4 Lembar pengesahan BAB I PENDAHULUAN .9 Dana Penelitian BAB IV: PENUTUP 4.3 Daftar Pustaka 4.7 Variabel Penelitian 3.3.2 Data Personalia 4.1 Contoh Lembar Kuisioner 4.8 Instrumen Pokok Penelitian 3.

curah hujan.1. (Analisis data Riskesdas 2007) Berdasarkan data kasus surveilans aktif Rumah sakit perbulan dan kecamatan di DKI Jakarta juni tahun 2006. Di Wilayah Cawang Jakarta Timur kasus Demam Berdarah Dengue terus meningkat tajam selama 10 tahun terakhir.1 Latar Belakang Demam Berdarah Dengue (DBD) atau Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) merupakan penyakit akut. suhu permukaan.1 1. tempat penampungan air yang tidak dibersihkan serta tanaman yang dapat menjadi tempat perindukan nyamuk. 2006). Upaya pemberantasan Demam Berdarah Dengue sebaiknya difokuskan pada implentasi program 3M (menguras.(Bhakti Husada. menutup tempat air. Kelurahan Cawang termasuk salah satu kelurahan yang rawan penyakit Demam Berdarah Dengue. bersifat endemik dan dapat mendatangkan kejadian luar biasa (KLB). yaitu mencapai 6823 kasus. wilayah Jakarta Barat 2369 kasus. Menurut Cahyono. sampai bulan Juli 2006 jumlah penderita Demam Berdarah Dengue di wilayah Jakarta timur paling tinggi dibandingkan wilayah Jakarta lainnya.2 Rumusan Masalah . 2008). menyingkirkan atau mengubur barang bekas) serta Jumantik. ( Seksi Surveilans Epidemiologi DinKes DKI Jakarta. wilayah Jakarta utara 3092 kasus. Faktor yang tidak dapat dimodifikasi antara lain ketinggian daerah. sementara wilayah Jakarta pusat hanya 2603 kasus. dan wilayah Jakarta Selatan 4684 kasus. Bahkan Cawang telah dinyatakan sebagai wilayah endemis Demam Berdarah Dengue (Puji astuti. Sejak kasus Demam Berdarah Dengue dilaporkan pertama kali pada tahun 1968 di Surabaya. Untuk itu penting bagi kita untuk mengetahui seberapa besar Pengetahuan. Sedangkan faktor yang dapat dimodifikasi antara lain keberadaan sampah. kelurahan Cililitan dan kelurahan Kampung Tengah. sedangkan Faktor lingkungan dalam kasus infeksi Demam Berdarah Dengue terbagi menjadi faktor yang dapat dimodifikasi dan yang tidak. selain kelurahan Kramat Jati. 2006 ) Kelurahan Cawang rawan Demam Berdarah Dengue karena ditemukan banyak genangan di tempat tersebut dan sering dilanda banjir. Sikap dan Kesadaran masyarakat yang dihubungkan dengan upaya menghadapi Demam Berdarah Dengue.dan kelembaban. Seksi Penyakit Menular DinKes Jakarta Timur.

4 Manfaat Penelitian 1.4.1 Tujuan Umum Untuk mendapatkan data dasar tentang hubungan perilaku masyarakat dan lingkungan terhadap tingginya kasus Demam Berdarah Dengue dikelurahan cawang 1.4.3. BAB II KERANGKA TEORITIS .1 Bagi Peneliti Penelitian ini merupakan perwujudan aplikasi Ilmu Kesehatan Masyarakat yang diperoleh selama masa pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia.2 Bagi Masyarakat Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mendukung program pemerintah dalam pemberantasan Demam Berdarah Dengue. 1.. 1.3 Bagi Pemerintah Pemerintah dapat menentukan tindakan yang efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mendukung program pemberantasan Demam Berdarah Dengue.Apakah ada pengaruh lingkungan terhadap penyebaran Demam Berdarah Dengue? 1.3 Tujuan Penelitian 1.4.3.2 Tujuan Khusus Untuk mengetahui pengaruh program pemerintah seperti 3M+ dan Jumantik terhadap prilaku masyarakat untuk menanggapi tingginya kasus Demam Berdarah Dengue.Bagaimanakah sikap dan kesadaran masyarakat kelurahan cawang terhadap pencegahan Demam Berdarah Dengue? . 1.

1. pertama kali dilaporkan di Indonesia pada tahun 1968.1 Demam Berdarah Dengue Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit infeksi yang disebabkan Virus Dengue. 15 menit kemudian telur berubah warna menjadi abu-abu kemudian menjadi hitam. Virus dengue dipindahkan dari satu orang ke orang lain bersama liur nyamuk pada waktu nyamuk mengisap darah. Stadium Telur Telur Ae. bahkan pernah terjadi KLB besar tahun 1998 dan 2004 dimana jumlah kasus mencapai 79. Penyakit tersebut merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia karena prevalensinya yang tinggi dan penyebarannya semakin luas. Telur menetas dalam waktu 1-2 hari.2 Demam Berdarah Dengue ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti.2.1. disebut juga dengan istilah Dengue Hemoragic Fever (DHF). karena mereka dapat pergi kemana mana dan menyebarkan virus dengue.2 Vektor Demam Berdarah Nyamuk Aedes Aegypti memiliki 4 stadium: 1. demam ringan.3 2. pada dinding luar (eksokorion) telur nyamuk tampak garis-garis yang menyerupai sarang lebah. Akibat infeksi virus bermacam-macam tergantung imunitas seseorang yaitu asimtomatik. Demam Berdarah Dengue masih menjadi salah satu masalah kesehatan di Indonesia karena prevalensinya yang tinggi dan penyebarannya yang semakin meluas. Telur dapat bertahan sampai 6 bulan.0113 mg.aegypti berukuran kecil (1 mikron).1 Tinjauan Pustaka 2. Demam Berdarah Dengue (DBD). Saat diletakkan telur berwarna putih. berbentuk lonjong seperti torpedo dengan berat 0. dengue fever (demam dengue) dan dengue haemorrhagic fever (DHF/DBD). Virus itu akan berada dalam sirkulasi darah (viremia) selama 4 – 7 hari. Penderita yang asimtomatik dan demam ringan merupakan sumber penularan yang efektif. Hingga kini. Kejadian Luar Biasa (KLB) Demam Berdarah Dengue terjadi hampir setiap tahun di beberapa provinsi. Satu-satunya cara pemberantasan Demam Berdarah Dengue yang dapat dilakukan saat ini adalah memberantas nyamuk penularnya untuk memutuskan rantai penularan karena vaksin untuk mencegah Demam Berdarah Dengue masih dalam taraf penelitian dan obat yang efektif terhadap virus belum ditemukan. .480 kasus dengan angka kematian 800 jiwa. berwarna hitam. Di bawah mikroskop. Tempat penampungan air yang disukai adalah yang berisi air jernih dan terlindung dari cahaya matahari langsung.

Setelah bertelur nyamuk betina siap mengisap darah lagi. Stadium Pupa Pupa terdiri dari sefalotoraks. Berukuran lebih kecil daripada nyamuk rumah (Culex quinquefasciatus) dan ujung abdomennya lancip 2.4. Bila nyamuk terganggu pada waktu mengisap darah nyamuk akan menggigit kembali orang yang sama atau berpindah ke orang lain sehingga virus dipindahkan dengan cepat kepada beberapa orang. Seekor nyamuk betina Ae.4 . pupa menjadi nyamuk dewasa jantan atau betina. Nyamuk betina setelah berumur 1 hari siap melakukan kopulasi dengan nyamuk jantan.aegypti biasanya bertelur pada sore hari menjelang matahari terbenam. Berwarna dasar hitam dengan belang-belang putih di bagian badan dan kaki 3. abdomen. mempunyai tanda-tanda khas berupa pelana yang terbuka pada segmen anal. Pada bagian dorsal toraks (mesonotum) terdapat bulu-bulu halus berwarna putih yang membentuk lire (lyre shaped ornament).aegypti mempunyai warna dasar hitam dengan belang-belang putih pada bagian badan dan kaki. Dalam suasana optimum perkembangan dari telur sampai dewasa memerlukan waktu sekurang-kurangnya 9 hari. sepasang bulu sifon. 4. Stadium Larva Larva Ae. Larva Ae. Larva mengambil makanannya di dasar tempat perindukan sehingga disebut bottom feeder. nyamuk dewasa akan keluar dari pupa. dan kaki pengayuh.aegypti terdiri dari kepala. 3. Telur menetas menjadi larva dalam waktu 1-2 hari. dan mengambil oksigen dari udara. Nyamuk dewasa Ae.aegypti setelah 3-4 hari menghisap darah mampu menghasilkan 80-125 butir telur dengan rata-rata 100 butir telur.aegypti bergerak sangat lincah dan sangat sensitif terhadap rangsangan getaran dan cahaya.3.3. toraks.aegypti dapat hidup di wadah yang mengandung air dengan pH 5.8-8. dan gigi sisir yang berduri lateral pada segmen abdomen ke-7. Umumnya nyamuk betina akan mati dalam waktu 10 hari. Pada ujung abdomen terdapat segmen anal dan sifon. Siklus Hidup Nyamuk betina meletakkan telurnya di dinding tempat air saat bertelur. Ae. aegypti dewasa mempunyai ciri-ciri morfologi yang khas yaitu: 1. Kemudian. Larva instar III-IV berukuran kurang lebih 7x4 mm. Larva Ae. Ae. Stadium Dewasa Setelah berumur 1-2 hari.2. dan setelah kopulasi nyamuk betina akan mencari makanan berupa darah manusia atau binatang yang diperlukan untuk pembentukan telur. Setelah 2 hari.6 dan tahan terhadap air dengan kadar garam 10-59. Larva instar IV dalam waktu kurang lebih 2 hari melakukan pengelupasan kulit untuk tumbuh menjadi pupa. Sefalotoraks memiliki sepasang corong pernapasan yang berbentuk segitiga.5 mg klor/liter. dalam waktu 5-15 hari larva berkembang menjadi pupa. dan abdomen.

2. Mobilitas penduduk : memindahkan penularan dari suatu tempat ke tempat lain. 4.Penderita DBD Sasaran Intern: • • • .Daya tahan tubuh Tidak Sakit Sakit • • Ekstern: • • .4 Patofisiologi . Pendidikan : akan mempengaruhi cara berpikir dalam penerimaan penyuluhan dan cara pemberantasan yang dilakukan. 5. 2. Kepadatan penduduk : penduduk yang padat lebih mudah untuk terjadi penularan demam berdarah.Perilaku . 3.1.Nyamuk Aedes aegypti . Kualitas perumahan : jarak antara satu rumah dengan rumah yang lain. Faktor-faktor yang terkait dalam penularan penyakit Demam Berdarah Dengue adalah sebagai berikut: 1. 6.Jenis kelamin .Pekerjaan Dari desain teori di atas. Kerentanan terhadap penyakit : lebih rentan maka akan lebih mudah tertular penyakit. Perilaku : jika rajin dan senang akan kebersihan dan cepat tanggap masalah akan mengurangi resiko penularan penyakit. pencahayaan. bentuk rumah.Air bersih yang tidak berhubungan langsung dengan tanah .Umur . Golongan umur : akan mempengaruhi peluang terjadinya penularan penyakit.3 Mekanisme Penularan Mekanisme sakit dan tidak sakit demam berdarah berdasarkan teori simpul adalah sebagai berikut: Media: • Penyebab: Virus Dengue . kesemuanya akan mempengaruhi penularan. bahan bangunan.1. maka akan diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi terhadap keadaan sakit atau tidak sakit demam berdarah di wilayah yang telah ditentukan sebelumnya.2. 7.

Plasma merembes selama perjalanan penyakit mulai dari permulaan masa demam dan mencapai puncaknya pada masa renjatan. Limfosit T juga memegang peran penting dalam patogenesis Demam Berdarah Dengue. Dikenal 2 tipe antibody berdasarkan virion determinant specificity yaitu kelompok monoklonal reaktif yang mempunyai sifat menetralisasi tetapi memacu replikasi virus dan antibody yang dapat menetralisasi secara spesifik tanpa disertai daya memacu replikasi virus. Antibodi non-netralisasi yang dibentuk pada infeksi primer akan menyebabkan terbentuknya kompleks imun pada infeksi sekunder dengan akibat memacu replikasi virus. trombositopenia dan diatesis hemoragik. dan biokimiawi Demam Berdarah Dengue belum diketahui dengan pasti sehingga teori yang masih dianut sampai saat ini adalah the secondary heterologous infection hypothesis. Dasar utama hipotesis ialah meningkatnya reaksi immunologis. limfosit manusia dapat mengeluarkan interferon (IFN) alfa dan gamma. gangguan faktor pembekuan dan kemungkinan besar oleh factor Disseminated Intravascular Coagulation.3. sedangkan perdarahan masif terjadi akibat kelainan mekanisme yang lebih kompleks lagi. Pada infeksi sekunder oleh virus dengue serotipe .Fenomena patofisiologi utama Demam Berdarah Dengue adalah meningginya permeabilitas dinding pembuluh darah. terjadinya hipotensi.1.4 2. kelainan sistem koagulasi juga berperan dalam perdarahan penderita Demam Berdarah Dengue. Selain trombositopenia. yaitu trombositopenia. gangguan fungsi trombosit dan trombositopenia. Trombositopenia diduga akibat meningkatnya destruksi trombosit dan depresi fungsi megakariosit.5 Patogenesis Patofisiologi. Teori tersebut menyatakan bahwa Demam Berdarah Dengue dapat terjadi apabila seseorang setelah terinfeksi virus dengue pertama kali mendapatkan infeksi kedua dengan virus dengue serotipe lain dalam waktu 6 bulan sampai 5 tahun. Trombositopenia merupakan kelainan hematologis yang sering ditemukan. hemodinamika. Nilai hematokrit meningkat bersamaan dengan menghilangnya plasma melalui endotel dinding pembuluh darah. Oleh rangsang monosit yang telah terinfeksi virus dengue atau antigen virus dengue. yaitu enhancing antibody dan neutralizing antibody. menurunnya volume plasma. Pada infeksi dengue terbentuk antibodi yang terdiri atas imunoglobulin G yang berfungsi menghambat peningkatan replikasi virus dalam monosit. Perdarahan kulit pada penderita Demam Berdarah Dengue umumnya disebabkan oleh factor kapiler. Trombositopenia dan gangguan fungsi trombosit dianggap sebagai penyebab utama terjadinya pendarahan pada Demam Berdarah Dengue. Meningginya nilai hematocrit menimbulkan dugaan bahwa renjatan terjadi sebagai akibat kebocoran plasma ke daerah ekstra vaskuler melalui kapiler yang rusak.

tulang. sendi dan nyeri kepala. perdarahan gusi) hematemesis dan atau melena. hepatomegali. IFN alfa itu merangsang sel yang terinfeksi virus dengue dan mengakibatkan monosit memproduksi mediator yang menyebabkan kebocoran plasma dan perdarahan. 3. Lama demam sebelum dirawat antara 2-7 hari. lemah.berbeda dengan infeksi pertama. . nadi menjadi cepat dan lembut dan akhirnya penurunan tekanan darah. nyeri punggung. Demam sebagai gejala utama terdapat pada semua penderita. Kewaspadaan perlu ditingkatkan pada anak yang hatinya semula tidak dapat diraba pada saat masuk rumah sakit kemudian selama perawatan hatinya membesar. yaitu demam tinggi. Pembesaran hati. Demam tinggi secara mendadak dan terus menerus selama 2-7 hari. Hepatomegali pada umumnya dapat diraba pada permulaan penyakit dan pembesaran hati ini tidak sejajar dengan berat penyakit.3 2. Hati pada anak berumur 4 tahun dan/atau lebih dengan gizi baik biasanya tidak dapat diraba. sianosis sekitar mulut.1. Selain itu pada anak yang sudah ada pembesaran hati pada waktu masuk rumah sakit dan selama perawatan hati menjadi lebih besar dan kenyal perlu diwaspadai karena keadaan itu mengarah kepada terjadinya renjatan.3 2. Pada penderita ditemukan tanda kegagalan peredaran darah yaitu kulit teraba lembab dan dingin. Pada kira-kira sepertiga penderita Demam Berdarah Dengue setelah demam berlangsung beberapa hari. Klinis 1. ekimosis. 2. Nyeri tekan seringkali ditemukan tanpa disertai ikterus. limfosit T CD4 berproliferasi dan menghasilkan IFN alfa. purpura.7 Diagnosis Demam Berdarah Dengue Diagnosis Demam Berdarah Dengue ditetapkan berdasarkan Kriteria WHO yaitu: A. perdarahan terutama perdarahan kulit. Hal itu biasanya terjadi pada saat atau setelah demam menurun.1.6 Gejala Klinis Demam Berdarah Dengue Demam Berdarah Dengue ditandai oleh 4 manifestasi klinis. yaitu di antara hari ke-3 dan ke-7 sakit. Demam timbul secara mendadak disertai gejala klinis yang tidak spesifik seperti anoreksi. Terjadinya kejang dengan hiperpireksi disertai penurunan kesadaan pada beberapa kasus seringkali mengelabui sehingga ditegakkan diagnosis kemungkinan ensefalitis. dan kegagalan peredaran darah. setidaknya uji torniket positif dan salah satu bentuk lain (petekiae. keadaan umum penderita tiba-tiba memburuk. epistaksis. Manifestasi perdarahan.

Derajat II 3. C. berbagai perubahan akan terjadi dalam serum penderita. Viremia terjadi satu minggu setelah terjadinya infeksi. yaitu nadi cepat dan lembut. Pemeriksaan Serologis Setelah tubuh terinfeksi oleh virus dengue. timbul pada sekitar hari keduapuluh. Dengan patokan itu juga dapat menghindarkan diagnosis berlebihan. Derajat penyakit Demam Berdarah Dengue 1. yaitu antibodi yang mengikat komplemen (complement fixing antibody/CF). akan timbul antibodi yang mempunyai sifat menghambat hemaglutinasi sel darah merah angsa (haemaglutination inhibiting antibody/ HI). cepat disertai tekanan nadi menurun. Antibodi yang terakhir. Titer antibodi itu naik setelah perjalanan : Demam disertai gejala tidak khas dan satu-satunya manifestasi perdarahan ialah : Derajat I disertai perdarahan spontan di kulit dan atau perdarahan lain : Ditemukannnya kegagalan sirkulasi. lembab. IgM berada dalam waktu yang relatif singkat dan akan disusul segera oleh pembentukan lgG. Derajat I 2. tetapi lebih cepat daripada antibodi NT.000/ul atau kurang 2. D. Penderita menjadi gelisah dan timbul sianosis di sekitar mulut. tekanan nadi uji torniket positif menurun (<20 mmHg) atau hipotensi dissertai kulit yang dingin. Dengan patokan itu. Trombosit 100. Derajat III gelisah. Renjatan yang ditandai oleh nadi lemah. Titer antibodi NT akan naik dengan cepat.4. jari dan kaki. Diagnosis ditetapkan bila ditemukan dua atau tiga patokan klinis pertama disertai trombositopeni dan hemokonsentrasi. diikuti oleh pembentukan lgMantidengue. biasanya seumur hidup. Setelah antibodi NT. 87% penderita yang tersangka Demam Berdarah Dengue diagnosisnya tepat. kemudian turun perlahan. tekanan darah menurun disertai kulit yang teraba dingin dan lembab terutama pada ujung hidung. B. Titer antibodi HI naik sejajar dengan antibodi NT. kemudian menurun secara lambat untuk waktu lama. dan penderita menjadi . Derajat IV : Renjatan berat dengan nadi yang tidak dapat diraba dan tekanan darah yang tidak dapat diukur. Laboratorium 1. Hemokonsentrasi: nilai hematokrit meningkat 20% atau lebih dibandingkan dengan nilai hematokrit pada masa konvalesen. Sekitar hari kelima infeksi terbentuk antibodi yang bersifat menetralisasi virus (neutralizing antibody/NT. yang dibuktikan dengan pemeriksaan serologis. 4.

Dasar pemeriksaan serologis adalah membandingkan titer antibodi pada masa akut dengan konvalesen. kemudian turun secara cepat dan menghilang setelah 1-2 tahun. Tanda lain infeksi sekunder ialah apabila titer antibodi akut sama atau lebih besar daripada 1:20 dan titer akan naik 4 kali atau lebih pada masa konvalesen.4 2. yaitu apabila serum diperoleh sebelum hari ke-4 sakit adalah kurang dari 1:20 dan titer akan naik 4x atau lebih pada masa konvalesen. Pada saat ini terdapat metode untuk membuat diagnosis infeksi dengue pada masa akut melalui deteksi IgM dan antigen virus. Dugaan infeksi sekunder yang baru terjadi (presumptive diagnosis) ditandai oleh titer antibodi HI yang sama atau lebih besar dari 1:1280 pada masa akut. Kedua cara itu membutuhkan 2 contoh darah. titer antibodi HI pada masa akut. Selain itu secara komersial telah beredar dengue blot yang dapat digunakan sebagai uji diagnostik yang cepat pada masa akut untuk memastikan diagnosis infeksi dengue sekunder. 3.4 . Pada infeksi primer. sedangkan pada masa konvalesen titer bernilai sama atau lebih besar dari 1:2560. tetapi tidak akan melebihi 1:1280 2. Pada dasarnya diagnosis konfirmasi infeksi virus dengue ditegakkan atas hasil pemeriksaan serologik atau hasil isolasi virus.1. dalam hal ini tidak diperlukan kenaikan titer 4x atau lebih pada masa konvalesen. Interpretasi hasil pemeriksaan berdasarkan kriteria WHO (1975) adalah sebagai berikut: 1. sedangkan yang kedua pada masa konvalesen yang diambil 1-4 minggu setelah perjalanan penyakit. Pada hari ke 3-4 demam.3.penyakit mencapai maksimum dalam waktu 1-2 bulan.8 Diagnosis Banding Pada hari-hari pertama diagnosis Demam Berdarah Dengue sulit dibedakan dari morbili dan idiopathic thrombocytopenic purpura (ITP) yang disertai demam. adanya infeksi baru ( recent dengue infection) ditandai oleh titer antibodi HI kurang dari 1:20 pada masa akut. Contoh darah pertama diambil pada waktu demam akut. Teknik pemeriksaan serologik yang dianjurkan WHO ialah pemeriksaan HI dan CF. Pada infeksi sekunder.3. kemungkinan diagnosis Demam Berdarah Dengue akan lebih besar apabila gejala klinis lain seperti manifestasi perdarahan dan pembesaran hati menjadi nyata Kadang-kadang sulit dalam membedakan renjatan pada Demam Berdarah Dengue dengan renjatan karena sepsis. baik sendiri-sendiri maupun dalam bentuk kompleks IgM-antigen dengan memanfaatkan teknik ELISA mikro.

penurunan tekanan nadi). Strategi pemberantasan Demam Berdarah Dengue lebih ditekankan pada upaya preventif.4: 1. Berat badan 10-15 kg = 155 ml/kb BB/24 jam 3. asidosis. susu.2. Strategi itu diperkuat dengan menggalakkan pembinaan peran serta masyarakat dalam kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Berat badan 15-25 kg = 140 ml/kg BB/24 jam 2. oleh sebab itu antipiretik sebaiknya diberikan. teh gula. sari buah maupun oralit. Pada dasarnya penatalaksanaan penderita Demam Berdarah Dengue bersifat suportif. Jumlah cairan yang diberikan disesuaikan dengan jumlah cairan yang dibutuhkan untuk mengatasi dehidrasi sedang pada penderita gastroenteritis (defisit 6%-10%) yaitu3. sedangkan turunnya nilai trombosit biasanya mendahului kenaikan nilai hematokrit. Pemberian cairan intravena pada penderita Demam Berdarah Dengue tanpa renjatan perlu dipertimbangkan apabila anak terus menerus muntah. ekspander plasma dan/atau plasma memberikan hasil baik. 1½-2 liter dalam 24 jam.3.9.4 2.9. yang merupakan pusat penyebaran penyakit ke wilayah lainnya. Demam tinggi dapat mengancam terjadinya kejang.1. sirup. baik berupa air. sehingga tidak mungkin diberikan makan dan minum per oral sedangkan muntah tersebut mengancam terjadinya dehidrasi. Pemeriksaan inilah yang menentukan perlu tidaknya seseorang penderita dirawat dan/atau mendapatkan pemberian cairan intravena.1.2 Demam Berdarah Dengue Tanpa Renjatan Penderita perlu minum banyak. 1995). Berat badan 3-10 kg = 200 ml/kg BB/24 jam 2. Cairan intravena juga diberikan bila hematokrit pada pemeriksaan berkala cenderung terus meningkat. Hemokonsentrasi mencerminkan derajat kebocoran plasma dan biasanya mendahului munculnya perubahan vital secara klinis (hipotensi.1 Demam Berdarah Dengue Dasar terapi Demam Berdarah Dengue adalah pemberian cairan ganti (volume replacement) secara adekuat.1. Pada sebagian besar penderita penggantian dini plasma secara efektif dengan memberikan cairan yang mengandung elektrolit. yaitu melaksanakan penyemprotan masal sebelum musim penularan penyakit di desa/kelurahan endemis Demam Berdarah Dengue.10 Pemberantasan Demam Berdarah Dengue Pemberantasan Demam Berdarah Dengue adalah semua upaya untuk mencegah dan menangani kejadian Demam Berdarah Dengue termasuk tindakan untuk membatasi penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (Ditjen PPM & PLP.1. Pada penderita tersangka Demam Berdarah Dengue nilai hematokrit dan trombosit harus diperiksa setiap hari mulai hari ke-3 sakit sampai 1-2 hari setelah demam menjadi normal. melaksanakan penanggulangan fokus di rumah penderita .9 Penatalaksanaan 2.

Penatalaksanaan penderita dilakukan dengan cara rawat jalan dan rawat inap sesuai dengan prosedur diagnosis. tindakan yang pertama kali dilakukan adalah menghubungi pemuka setempat misalnya kepala desa. Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) Penggerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk adalah kunjungan ke rumah/tempat umum secara teratur sekurang-kurangnya setiap 3 bulan untuk melakukan penyuluhan dan pemeriksaan jentik. Pemberantasan sebelum musim penularan 1. autan. Pemberantasan bertujuan untuk mengurangi penyebarluasan wilayah terjangkit Demam Berdarah Dengue.aegypti bisa dilakukan dengan meniadakan sarang nyamuk di dalam rumah dengan memakai kelambu pada waktu tidur siang. mengurangi peningkatan jumlah kasus dan mengusahakan angkakematian Demam Berdarah Dengue (Case Fatality Rate) tidak melebihi 3% per tahun. pengobatan/perawatan dan sistem rujukan yang berlaku. pelaporan kasus ke Dinas Kesehatan Dati II atau Puskesmas serta memberikan penyuluhan dalam rangka penggerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di lingkungan tempat tinggal penderita. Pasien DHF di rumah sakit juga perlu diberi kelambu. Pemberantasan Vektor a. Kegiatan Pokok 1. diagnosis. RW .dan di sekitar tempat tinggal penderita guna mencegah terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) dan melaksanakan penyuluhan kepada masyarakat melalui berbagai media. Perlindungan perorangan Perlindungan perseorangan untuk mencegah gigitan Ae. Peran Dokter dalam Program Pemberantasan Demam Berdarah Dengue adalah penemuan. Aegypti. A. hit dsb. Juga bias dengan melakukan penyemprotan dengan obat yang dibeli di toko seperti: mortein. raid. Kegiatan itu bertujuan untuk menyuluh dan memotivasi keluarga dan pengelola tempat umum untuk melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk secara terus menerus sehingga rumah dan tempat umum bebas dari jentik nyamuk Ae. 2. Sebelum melakukan suatu kegiatan di masyarakat. pengobatan dan perawatan penderita. 2. baygon. sari puspa). Pengamatan dan Penatalaksanaan Penderita Setiap penderita/tersangka Demam Berdarah Dengue yang dirawat di rumah sakit/Puskesmas dilaporkan secepatnya ke Dinas Kesehatan Dati II dan diambil specimen darahnya untuk pemeriksaan serologi di Balai Laboratorium Kesehatan. memasang kasadi lubang ventilasi dan memakai penolak nyamuk (off.

2. Setiap regu/petugas yang telah ditetapkan harus diberi bagian wilayah tertentu secara jelas untuk memudahkan pelaksanaan dan pengawasan. Untuk mengumpulkan data dilakukan survei secara acak untuk mengetahui ratarata container per rumah. Dengan menghitung out put petugas 1 hari kerja dapat menyelesaikan 30 – 50 rumah. Tempayan dengan penutup yang longgar seperti itu lebih disukai nyamuk untuk tempat bertelur karena ruangan didalamnya lebih gelap daripada tempat air yang tidak tertutup sama sekali. dan menyiapkan alat. dll. Wilayah yang akan dicakup agar dipetakan (terutama jalan/gang) agar dapat dibagi menurut tenaga yang tersedia. Membersihkan pekarangan/halaman dari kaleng. Demam Berdarah Dengue /DSS yang ada. Menguras bak mandi/wc dan tempat penampungan air lainnya sekurang-kurangnya seminggu sekali (perkembangan telur – larva – pupa – nyamuk kurang lebih 9 hari) Secara teratur menggosok dinding bagian dalam dari bak mandi. Lebih baik lagi jika dilakukan penyuluhan keliling menggunakan megafon ke kampung-kampung. sehingga tidak menjadi sarang nyamuk. Sejumlah 2–3 regu dipimpin oleh seorang supervisor. 3.) sehingga nyamuk tidak dapat masuk. kantong plastik. Para petugas harus mendapat latihan dan praktek terlebih dahulu antara lain cara mengukur container. sarung tangan plastik/karet. meteran panjang ± 50 cm. Setelah itu diadakan penyuluhan kepada pemuka tersebut yang dilanjutkan dengan penyuluhan kepada masyarakat.dan RT. botol. dll. Kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk meliputi: 1. pemetaan lokasi. volume container per rumah. Dalam peta tersebut dicantumkan pula lokasi kasus tersangka/pos laboratorium. Menutup rapat tempat penampungan air (tempayan. drum. . pensil dan formulir. maka ditetapkan jumlah petugas yang diperlukan. Ternyata tempat penampungan air tertutup lebih sering mengandung larva dibandingkan tempat perindukan yang terbuka karena penutupnya jarang terpasang dengan baik dan sering dibuka untuk mengambil air didalamnya. cara mengisi formulir laporan. ban bekas. Tiap 4–5 petugas agar dipimpin oleh seorang kepala regu. menyusun personalia pelaksana. dosis Abate dalam air. sendok makan ukuran 10 gram. tempurung. dan semua tempat penyimpanan air untuk menyingkirkan telur nyamuk. dll. jenis container dan data jumlah rumah serta penduduk yang akan dicakup. Tiap petugas dilengkapi dengan tas/ransel. Tahap selanjutnya adalah mengumpulkan data.

Pendidikan kesehatan Masyarakat.4. 7. botol dan semua tempat yang mungkin menjadi tempat sarang nyamuk. 5. Jadi bila dalam 1 tahun suatu daerah dilakukan 4 kali abatisasi maka selama setahun populasi Aedes akan terkontrol dan dapat ditekan serendah-rendahnya.aegypti.aegypti serta memberikan penyuluhan tentang PSN kepada masyarakat/pengelola TTU.5 Abatisasi Abatisasi adalah penggunaan larvasida temefos (Abate) untuk memberantas larva Ae. 9. b. 8. yang dilakukan di rumah dan tempat umum secara teratur sekurang-kurangnya tiap 3 bulan untuk mengetahui keadaan populasi jentik vektor Demam Berdarah Dengue. Menutup lubang pohon atau bambu dengan tanah. Setelah Abate SG 1% dimasukkan ke dalam air maka butiran akan jatuh sampai ke dasar dan racun aktifnya akan keluar dari butiran tersebut lalu menempel pada pori-pori dinding container setinggi permukaan air. Membubuhi garam dapur pada perangkap semut. Temefos yang digunakan berbentuk butir pasir ( sand granules/SG) dengan dosis 1 ppm artinya 1 bagian Abate dalam satu juta bagian air atau 1 gram temefos SG 1% per 10 liter air. Abatisasi pada tempat penampungan air mempunyai efek residu selama 2 – 3 bulan. Kegiatan ini dilakukan dengan mengunjungi rumah /tempat umum untuk memeriksa TPA dan tempat yang menjadi perkembangbiakan Ae. TPA yang ditemukan jentik dilakukan abatisasi. Pemeriksaan Jentik Berkala di rumah-rumah dilakukan oleh Kader atau tenaga pemeriksa jentik lain di RW/Desa secara swadaya. Dengan kunjungan yang berulang disertai penyuluhan tersebut diharapkan masyarakat dapat termotivasi untuk melaksanakan PSN secara teratur. Pemeriksaan Jentik Berkala di tempat umum dilakukan oleh petugas kesehatan. Sebagian . Pemeriksaan Jentik Berkala (PJB) Pemeriksaan Jentik Berkala adalah pemeriksaan TPA dan tempat perkembangbiakan nyamuk Ae aegypti untuk mengetahui adanya jentik nyamuk. Mengganti air pada vas bunga dan tempat minum burung. Pembuangan secara baik kaleng. Mencegah/mengeringkan air tergenang di atap atau talang 6. Di desa rawan I dan rawan II pada setiap TPA yang ditemukan jentik dilakukan abatisasi (abatisasi selektif).

Penelitian epidemiologi dilakukan dengan cara pemeriksaan larva di rumah penderita (yang dirawat di RS/Puskesmas) dan rumah lain di sekitarnya. 4. Jika di sekolah tempat penderita bersekolah ditemukan Ae. 2. Penyuluhan kepada murid di sekolah dilakukan guru. Jika penderita adalah murid sekolah pemeriksaan jentik juga dilaksanakan di sekolah dan bila perlu rumah-rumah di sekitar sekolah. penyuluhan kelompok dan pengasapan. dilakukan pengasapan di sekolah dan halamannya (bila perlu rumahrumah di sekitarnya). dilakukan pengasapan di wilayah RW yang ada penderita dalam bulan yang lalu dan bulan yang sedang berjalan.racun tersebut masih tetap berada dalam air. Jika di suatu wilayah kelurahan dalam 1 bulan terdapat peningkatan jumlah penderita 2 kali atau lebih dibandingkan dengan bulan sebelumnya atau dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya. Aplikasi I dilakukan 2 bulan sebelum musim penularan yang tinggi di suatu daerah atau pada daerah yang belum pernah terjangkit DBD 2. 5. Pada penyuluhan ini disampaikan hasil pemeriksaan larva dan masyarakat diminta untuk melaksanakan Pemberantasan Sarang Nyamuk. House Index di lokasi tempat tinggal penderita ≥ 10% atau jika ditemukan lebih dari 1 penderita di wilayah RW tersebut dalam kurun waktu 1 bulan. Penanggulangan focus Penanggulangan fokus meliputi kegiatan penelitian epidemiologi. Pengasapan dilakukan jika: 1. Di suatu wilayah RW terdapat 2 penderita atau lebih dengan jarak waktu kurang dari 4 minggu/1 bulan. aegypti. dilakukan pengasapan di seluruh wilayah RW tersebut. . Jika di suatu wilayah kelurahan dalam satu minggu terjadi peningkatan jumlah penderita 2 kali atau lebih dibandingkan dengan minggu sebelumnya. 3.2½ bulan setelah aplikasi II. Aplikasi III dapat dilakukan 2 . Aplikasi Abate dilakukan sebagai berikut : 1. Penyuluhan kelompok diberikan kepada warga RT/RW tempat tinggal penderita oleh petugas Puskesmas atau kader. 3. c. Aplikasi II dilakukan 2 .2½ bulan berikutnya (pada masa penularan/populasi Aedes yang tertinggi). dilakukan pengasapan di semua wilayah RW yang terdapat penderita dalam minggu sebelumnya dan minggu sedang berjalan (2 minggu terakhir).

Peninjauan di lapangan dilakukan untuk mengetahui kebenaran pelaksanaan kegiatan program.5. di wilayah/kota yang endemis. Penilaian dampak dilakukan berdasarkan Indikator HI dan tingkat pengetahuan & sikap masyarakat yang diperoleh melalui survei larva dan survei pengetahuan dan sikap masyarakat yang dilaksanakan setiap tahun. Perilaku yang didasari oleh pengetahuan akan lebih langgeng . Penyuluhan masal dilaksanakan melalui TV. Pengetahuan atau kognitif merupakan dominant yang sangat penting utnuk terbentuknya tindakan seseorang (overt behaviour). pengunjung di rumah sakit/Puskesmas/Posyandu. radio spot. slides. di rumah sakit yang merawat penderita dan sekitarnya. d.1. penglihatan. Penanggulangan KLB/Wabah Penanggulangan KLB/wabah dilaksanakan dengan cara pengasapan masal 2 siklus. Media komunikasi yang digunakan : film. Penyuluhan Kepada Masyarakat Penyuluhan perorangan dilakukan di rumah pada waktu pemeriksaan jentik berkala oleh petugas kesehatan atau petugas pemeriksa jentik dan di rumah sakit/Puskesmas/praktek dokter oleh dokter/perawat. 4. dll. rasa dan raba. Penginderaan terjadi melalui panca indera manusia yaitu indera pendengaran.Pengasapan dilakukan minimum 2 kali dengan jarak 10 hari di rumah penderita dan sekitarnya dengan jarak 100 meter sekeliling rumah penderita. Selain itu dinilai Incidence Rate dan Case Fatality Rate selama setahun yang diperoleh dari pencatatan & pelaporan penderita yang dirawat di RS/Puskesmas. guru. di sekolah penderita dan sekitarnya. sekolah lain. Media yang digunakan adalah leaflet. flip chart. Media yang digunakan leaflet. radio atau media masa lainnya. TV spot. dll. dll. slides. Penyuluhan kelompok dilakukan kepada warga di lokasi sekitar rumah penderita. 3. Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga. penciuman.11 Pengetahuan Pengetahuan merupakan hasil dari tahu dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu.6 2. Penggerakan masyarakat untuk Pemberantasan Sarang Nyamuk juga dilaksanakan di wilayah/daerah sekitarnya yang mempunyai risiko penyebaran KLB atau wabah. pengelola tempat umum. flip chart. abatisasi masal dan penggerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk di seluruh wilayah terjangkit. Evaluasi Penilaian operasional dilaksanakan dengan membandingkan pencapaian target masingmasing kegiatan dengan yang direncanakan berdasarkan pelaporan untuk kegiatan pemberantasan sebelum musim penularan. poster. dan organisasi sosial kemasyarakatan lainnya. pasar dan rumah sakit lain didekatnya.

Sebelum orang mengadopsi perilaku baru. tetapi masih didalam suatu struktur organisasi tersebut dan masih berkaitan satu sama lainnya.daripada perilaku yang tidak didasari oleh pengetahuan. 3. 5. prinsip. 4. yaitu:6 1. terhadap suatu teori atau rumusan-rumusan yang telah ada. Sintesis Sintesis yaitu kemampuan untuk meletakkan atau menghubungkan bagianbagian di dalam suatu bentuk keseluruhan yang baru. Evaluasi . kesadaran. 5. Evaluation (menimbang) terhadap baik dan tidaknya stimulus tersebut bagi dirinya. Aplikasi Aplikasi yaitu sebagai kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi dan kondisi yang sebenarnya. Memahami Comprehension atau memahami diartikan sebagai suatu kemampuan untuk menjelaskan secara benar objek yang diketahui. sintesis adalah suatu kemampuan untuk menyusun suatu formulasi baru dari formulasi-formulasi yang ada. menyesuaikan. dan dapat meninterpretasikan materi tersebut secara benar. misalnya penggunaan kata kerja. di mana subjek telah berperilaku baru sesuai dengan pengetahuan. Tahu Tahu diartikan sebagai mengingat suat materi yang telah dipelajari sebelumnya. hal ini berarti sikap responden sudah baik. Dengan kata lain. 3. Sedangkan tingkat pengetahuan yang dicakup di dalam domain kognitif mempunyai enam tingkatan. meringkaskan. 2. Aplikasi dapat diartikan sebagai penggunaan hokum-hukum.8: 1. Analisis Analisis adalah suatu kemampuan untuk menjabarkan suatu materi atau objek ke dalam komponen-komponen. rumus-rumus. yakni4. Tahu merupakan tingkat pengetahuan yang paling rendah. dan sebagainya dalam kontek atau situasi yang lain. dan sikap terhadap stimulus. di dalam diri orang tersebut terjadi proses yang berurutan. di mana subjek mulai mencoba melakukan sesuatu sesuai apa yang dikehendaki oleh stimkulus. Adaption. dsb. di sini sikap subjek sudah mulai timbul. merencanakan. Awareness (kesadaran) dimana orang tersebut menyadari dalam arti mengetahui terlebih dahulu sebuah stimulus (objek). 4. 2. misalnya dapat menyusun. 6. Interest (merasa tertarik) terhadap stimulus atau objek tersebut. Trial. metode.

3.5. Pengetahuan pada hakekatnya adalah segenap apa yang diketahui manusia tentang suatu objek tertentu.6 . termasuk didalamnya tentang ilmu. Pengetahuan tentang penyakit misalnya dapat bermanfaat bagi seseorang untuk untuk menjaga agar dirinya tidak tertular oleh penyakit tersebut. Pengetahuan dapat diperoleh melalui melihat atau mendengar kenyataan. selain itu juga dapat diperoleh melalui pengalaman dan proses belajar dalam pendidikan. Pengetahuan dapat diibaratkan sebagai suatu alat yang dipakai manusia dalam memecahkan persoalan yang dihadapinya.Evaluasi yaitu kemampuan untuk justifikasi atau penilaian terhadap materi atau objek. penialaian-penilaian ini berdasarkan suatu criteria yang ditentukan sendiri atau menggunakan kriteria-kriteria yang telah ada. baik yang bersifat formal maupun informal.

2.3 Hipotesis Ada hubungan antara kesadaran masyarakat dan keadaan lingkungan dengan tingginya kasus Demam Berdarah Dengue .2 Kerangka Konsep Peningkatan Kasus Demam Berdarah Dengue Kepadatan penduduk Bentuk dan bahan Jarak antar bangunan rumah rumah Masyarakat Lingkungan TPS Pengetahuan Perilaku/ kesadaran akan kebersihan Kualitas Air Sistem Dreinase 2.

2 Lokasi dan Waktu Penelitian 3.2.3 Populasi dan Sampel .persiapan bahan dan instrument 3 4 Pelaksanaan Penelitian Pengolahan dan analisis Data 5 Penyusunan laporan dan Presentasi Hasil √ √ √ √ 3.dll) dan (pengurusan uji coba √ √ 2 3 4 5 6 ijin.1 Desain Penelitian Penelitian yang akan dilakukan menggunakan Metode Deskriptif dan pendekatan penelitian yang dilakukan menggunakan Pendekatan Exploratif.2.BAB III METODE PENELITIAN 3. Jakarta Timur 3.2 Waktu Penelitian Penulisan proposal dan penelitian ini dilakukan sejak 6 Januari 2013-25 Juni 2013 No Kegiatan Bulan Ke (2013) 1 1 2 Penyusunan Proposal Persiapan alat.1 Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Cawang. 3.

Menyusun Data (Entry) Data yang telah dikoreksi dan diberi kode selanjutnya akan dimasukkan ke data base komputer. Editing Memeriksa data yang telah dikumpulkan dan mengoreksi data. 4.3 Sampel 25 rumah di Kelurahan Cawang. Jakarta Timur.3. 3.4 Prosedur Pengumpulan Data Penarikan sampling dilakukan dengan angket atau kuesioner berbentuk pilihan yang dibagikan secara acak terhadap penduduk setempat terjangkit penyakit Demam Berdarah Dengue di Cawang.3. Jakarta Timur 3. Analisa . 2. Memberi kode (Coding) Memberi kode pada masing-masing variabel yang diteliti. 3. Jakarta Timur dan pemeriksaan Jentik Nyamuk di air dilingkungan tersebut.3.3.2 Teknik Pengambilan Sampling Simple Random Sampling 3. 3.1 Populasi Seluruh penduduk yang tinggal di wilayah Kelurahan Cawang.5 Metode Analisa Data  Langkah pengolahan data yang akan dilakukan peneliti : 1.

aegypti 8. pengetahuan 3.6 Pengukuran Penelitian Pengukuran dilakukan dengan cara Skala Nominal Dikotom dengan uji X2 .2 variabel terikat (dependen)adalah . penemuan nyamuk dewasa A. sistem drainase 6. Tempat Pembuangan Sampah ( TPS ) 9. 3.7.  Analisa Univariat Dilakukan terhadap setiap variabel dan akan menghasilkan distribusi dan presentase dari masing-masing variabel.7.1 variabel bebas (Independen) dari peneltian ini adalah lingkungan : 1. penyimpanan dan kualitas air bersih 5. Bentuk dan bahan bangunan rumah 3. penemuan jentik 7.Data yang sudah terkumpul akan dilakukan analisis secara univariat dan bivariat. Jarak antar rumah 10.7 Variabel Penelitian 3. 3. pembuangan sampah 2. perilaku dan kesadaran akan kebersihan 4.  Analisa Bivariat Dilakukan untuk menghubungkan masing-masing variabel dependen dan independen.

Analisis Data .8 Instrumen Pokok Penelitian .Rp.000.1. 150.Penyusunan Laporan Total Pengeluaran = = = = = Rp. 150.Penyusunan Instrumen .Alat Transportasi .000.= = Rp. peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue(DBD).Rp.700.000. 150. 3.Komputer .000. Penyakit DBD tidak akan berjangkit apabila semua variabel independen berupa kebersihan lingkungan tidak memberikan lingkungan hidup yang kondusif terhadap vektor penyakit nyamuk Aedes aegypti.000.Rp. 250.000.Penyusunan Proposal .000.Tempat penampungan air (bak mandi .Rp. vas.000.+ Rp.- . 1. ban bekas) 3. drum.Pengumpulan Data .Persiapan Lapangan . wc.9 Dana Penelitian .Kuisioner . 1. 2.000.

1 Contoh Lembar Kuisioner KUESIONER Nama Usia : : Jenis Kelamin : Alamat : Penjelasan dan petunjuk pengisian angket. Angket atau soal ini diajukan dalam rangka pembuatan data dasar pemberantasan Demam Berdarah Dengue. .BAB IV Penutup 4. 1.

2. Apakah menurut anda kebiasaan membuang sampah sembarangan perlu untuk memberantas Demam b.tidak 3.tidak 5.ya Berdarah Dengue? a.perlu b.perlu Berdarah Dengue? a.ya b.ya Dengue? a. Apakah menurut anda bentuk dan bahan bangunan rumah mampu meningkatkan kejadian Demam b. Untuk pertanyaan di bawah ini adalah pertanyaan tertutup 5. Apakah menurut anda kebersihan lingkungan menjadi faktor utama dalam memberantas Demam 4. Jawaban Bapak/ Ibu adalah rahasia dan orang lain tidak mengetahuinya. Jawaban Bapak/ Ibu tidak akan mempengaruhi Bapak/ Ibu baik didalam lingkungan dan kehidupan Bapak/ Ibu.tidak b.tidak 6.tidak perlu b. 3.ya Berdarah Dengue? a. Apakah menurut anda semak-semak disekitar lahan kosong mampu meningkatkan angka kejadian Demam berdarah Dengue? a. Pertanyaan tertutup 1. Apakah menurut anda jarak antar rumah mampu meningkatkan angka kejadian Demam Berdarah . Di bawah ini disediakan beberapa bentuk pertanyaan terkait masalah penelitian yang sedang diteliti. 4. Apakah menurut anda dengan adanya Sistem Dreinase (penyerapan) mampu menurunkan tingkat kejadian Demam Berdarah Dengue? a. Apakah menurut anda kebiasaan menggantungkan pakaian kotor mampu meningkatkan angka kejadian Demam Berdarah Dengue? a.ya b.tidak 8.tidak 7.tidak perlu 2.ya b. Berilah tanda silang (X) pada pilihan yang tersedia menurut jawaban Bapak/Ibu. Apakah menurut anda perlukah adanya kesadaran pola hidup sehat dan bersih dalam memberantas Demam Berdarah Dengue? a.

David Martian Adrian Tambunan 2.tahu a. Bagaimana tanggapan anda mengenai Dinas Kesehatan yang mencanangkan semboyan berkaitan dengan pencegahan Demam Berdarah Dengue? a.9. Cindy Herti Sirait 8. Apakah langkah yang sudah ditempuh oleh Dinas Kesehatan tepat dilakukan untuk mencegah sekaligus memberantas Demam Berdarah Dengue ? a.2 Data Personalia 1.tidak tahu b.ya 4. Christman Maruli Tua Sihite 5.ya a.pernah b.belum b. Rebekka Martina 7. Rahel Martini 6.sudah a.baik b.tidak tahu b.apakah anda sering melakukan Jumantik? .tidak tahu b. Carol Wojtyla Petrus Advent Mere 10. Yesi Yolanda Pandala (1161050032) (1161050219) (1161050017) (1161050126) (1161050248) (1161050257) (1161050121) (1161050085) (1161050093) (1161050212) (1161050052) (1161050099) (1161050071) (1161050019) b. Derilandry Isham 3. Maria Elly Nobeta Hutabarat 4.tidak baik 11. Mutia Dhyas Prameswari 13.tidak pernah 10.tidak b. Christy Anggeline Jawiraka 11.apakah anda sering melakukan 3M dirumah ? 15 Apakah anda tahu tentang program Jumantik ? 16. Suci Nurika Haviza 12.tidak 12.tahu a. Safira Nadita Marsha 9.Apakah anda tahu tentang program 3M ? 14. Apakah anda tahu apa saja program pemerintah dalam mencegah Demam Berdarah Dengue? 13. Apakah anda pernah mendapat pemahaman pencegahan Demam Berdarah dari Dinas Kesehatan Setempat? a.tahu a. Christopher Vande 14.

Jakarta. Ana Yuliana Karewo Nautje 19. Cintya Tirza Kusuma 17. Pemberantasan Sarang Nyamuk Demam Berdarah Dengue (PSN DBD) Oleh Juru Pemantauan Jentik. 2010. 2004.id/maskes/052004/demamberdarah1. Triyani. L. Departemen Kesehatan RI.litbang. Djunaedi.go. Yusnia Siti. Analisis spasiotemporal kasus dbd di kecamatan tembalang bulan Januari- Juni 2009. D. Pemberantasan Sarang Nyamuk Demam Berdarah Dengue (PSN DBD) Oleh Juru Pemantauan Jentik. Pinandhito N.W. . Kristina. Malang : Penerbit Universitas Muhammadiyah Malang. Ardiga Pridiasko (1161050157) (1161050069) (1161050012) (1161050208) (1161050126) (1161050188) 4. Departemen Kesehatan RI. 5. Jakarta 3. 2006. Demam Berdarah Dengue (DBD). 2007. 6. Latukolan 20. Semarang: Fakutas Kedokteran Universitas Diponegoro 2. Isminah.depkes. Waspada Penyakit Demam Berdarah.3 Daftar Pustaka 1. Hervina Restianty Hanny 16. Nobel Edumedia. Diunduh tanggal 29 januari 2012 dari http://www. Immanuela Irene Harmany tangkilisan 18. Jakarta.15. 2007. Wulandaari. Demam Berdarah Dengue.html 4. 2010.

4.4 Lembar pengesahan PROPOSAL PENELITIAN Hubungan Antara Kesadaran Masyarakat Terhadap Lingkungan dengan Tingginya Kasus Demam Berdarah Dengue di Cawang Diajukan Kepada Dinas Kesehatan Kelurahan Cawang Sebagai Pengajuan Penelitian data dasar Demam Berdarah Dengue di Cawang Sebagai dasar upaya pemberantasan Demam Berdarah dengue .

Phd) .Disusun Oleh: Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia 2011 Mengetahui. Ketua Tim Penelitian (Prof Retno.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful