LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN SEKOLAH UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DALAM MENYUSUN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MELALUI BIMBINGAN

BERKELANJUTAN DI SMP TUNAS HARAPAN SEBAWI KABUPATEN SAMBAS TAHUN 2010

OLEH IWAN SUPARDI, SPD NIP. 19691011 19890511 1 012

DINAS PENDIDIKAN SAMBAS KALIMANTAN BARAT 2010

HALAMAN PENGESAHAN Yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa Laporan Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) yang berjudul :

UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DALAM MENYUSUN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MELALUI BIMBINGAN BERKELANJUTAN DI ………………………………………………………………… … TAHUN 2010

Disusun oleh : ………………………………………………………………………………

Pembimbing Dra. Lili

:

: …DTO………

…………………….. 2010 Kepala Dinas Pendidikan …………..

………………………………… NIP ………………………

DAFTAR ISI Halaman Judul …………………………………………………………………… i Lembar Pengesahan……………………………………………………………… ii Daftar Isi…………………………………………………………………………… iii Kata Pengantar…………………………………………………………………… iv Daftar Lampiran…………………………………………………………………… v Ringkasan………………………………………………………………………… vi BAB I PENDAHULUAN.………………………………………………………….1 A. Latar Belakang…………………………………………………………… 1 B. Identifikasi Masalah……………………………………………………… 5 C. Pembatasan Masalah……………………………………………………… 6 D. Rumusan Masalah………………………………………………………… 6 E. Pemechan Masalah………………………………………………………… 6 F. Tujuan Penelitian………………………………………………………… 7 G. Manfaat Penelitian…………….…………………………………………… 7 BAB II TINJAUAN PUSTAKA ………………………………………………… 10 A. Pengertian Guru..………………………………………………………… 10 B. Standar Kompetensi Guru………………………………………………… 11 C. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran……………………………………… 14 D. Bimbingan Berkelanjutan…………….…………………………………… 18 BAB III METODE PENELITIAN…………………..…………………………… 20 A. Setting Penelitian………………………………………………………… 20 B. Persiapan Penelitian Tindakan Sekolah.…………………………………… 21

C. Subjek Penelitian…………………………………………………..……… 21 D. Sumber data…………………………………………………………… E. Teknik Dan Alat Pengumpulan Data…………………………………… F. Prosedur Penelitian…..…………………………………………… 21 21 22

G. Rencana Pelaksanaan……………………………………………………… 25 H. Indikator Pencapaian Hasil………………………………………………… 26 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN………………………… 28 A. Deskripsi Hasil Penelitian………………………………………………… 28 B. Pembahasan Hasil Penelitian……………… …………………………… 31 BAB V Simpulan Dan Saran A. Simpulan ………………………………………………………………… 37 B. Saran……………………………………………………………………… 37 Daftar Pustaka………………………………………………………………………39 LAMPIRAN

KATA PENGANTAR
Puji syukur Penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan ini. Laporan ini disusun dalam rangka memenuhi tugas materi Penelitian Tindakan Sekolah pada Diklat Cawas Tahun 2012. Keberhasilan peningkatan mutu pendidikan, khususnya kualitas pengelolaan kelas sangat ditentukan oleh penguasaan kompetensi secara memadai oleh guru. Untuk meningkatkan kompetensi guru antara lain dapat ditempuh melalui peningkatan penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) . Untuk itulah, maka melalui Diklat Penguatan Kemampuan kepala SEkolah, setiap peserta wajib membuat karya ilmiah dan untuk kepala sekolah diwajibkan melakukan Penelitian Tindakan Sekolah pada saat On the Job Learning.. Untuk melaksanakan kegiatan “Penelitian Tindakan Sekolah”, maka pada pelaksanaannya Cawas berkolaborasi dengan guru. Untuk itu melalui kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan dalam penyelenggaraan kegiatan ini. Selanjutnya penulis mohon adanya perbaikan atas laporan ini, karena penulis menyadari, bahwa dimungkinkan terdapat sejumlah kekuarangannya, semoga saja laporan Penelitian Tindakan Sekolah ini mendapatkan perhatian dan saran yang konstruktif dari berbagai pihak yang berkompeten.

peneliti dan pengembang pendidikan). Komponen-komponen sistem pendidikan yang mencakup sumber daya manusia dapat digolongkan menjadi dua yaitu: tenaga kependidikan guru dan nonguru . Usaha-usaha untuk mempersiapkan guru menjadi profesional telah banyak dilakukan.……………………2010 Peneliti . ”komponen-komponen sistem pendidikan yang bersifat sumber daya manusia dapat digolongkan menjadi tenaga pendidik dan pengelola satuan pendidikan ( penilik. Kenyataan menunjukkan bahwa tidak semua guru memiliki kinerja yang baik dalam melaksanakan tugasnya. (2) guru sering mengeluhkan kurikulum yang syarat dengan beban. Besarnya perhatian terhadap guru antara lain dapat dilihat dari banyaknya kebijakan khusus seperti kenaikan tunjangan fungsional guru dan sertifikasi guru. “Hal itu ditunjukkan dengan kenyataan (1) guru sering mengeluh kurikulum yang berubah-ubah. (3) seringnya siswa mengeluh dengan cara mengajar guru yang kurang .” Tenaga gurulah yang mendapatkan perhatian lebih banyak di antara komponen-komponen sistem pendidikan. Menurut Undang-Undang Nomor 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan investasi dalam pengembangan sumber daya manusia dan dipandang sebagai kebutuhan dasar bagi masyarakat yang ingin maju. pengawas.

1992:3). (4) masih belum dapat dijaminnya kualitas pendidikan sebagai mana mestinya” (Imron. Hal ini berarti bahwa guru sebagai fasilitator yang mengelola proses pembelajaran di kelas mempunyai andil dalam menentukan kualitas pendidikan. adalah guru harus mempersiapkan (merencanakan ) segala sesuatu agar proses pembelajaran di kelas berjalan dengan efektif”. Konsekuensinya adalah guru . mempunyai andil dalam menentukan kualitas pendidikan konsekuensinya. Tingkat produktivitas sekolah dalam memberikan pelayanan-pelayanan secara efisien kepada pengguna ( peserta didik. Direktorat Pembinaan SMP (2008:3) menyatakan ”kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh kemampuan sekolah dalam mengelola proses pembelajaran. 2000:5). masyarakat ) akan sangat tergantung pada kualitas gurunya yang terlibat langsung dalam proses pembelajaran dan keefektifan mereka dalam melaksanakan tanggung jawab individual dan kelompok. Kinerja guru perlu ditingkatkan agar usaha membimbing siswa untuk belajar dapat berkembang. Pada pelaksanaan KTSP menuntut kemampuan baru pada guru untuk dapat mengelola proses pembelajaran secara efektif dan efisien. ”Proses pengembangan kinerja guru terbentuk dan terjadi dalam kegiatan belajar mengajar di tempat mereka bekerja. Berdasarkan kenyataan begitu berat dan kompleksnya tugas serta peran guru tersebut. dan lebih khusus lagi adalah proses pembelajaran yang terjadi di kelas.menarik. Selain itu kinerja guru dipengaruhi oleh hasil pembinaan dan supervisi kepala sekolah” (Pidarta. perlu diadakan supervisi atau pembinaan terhadap guru secara terus menerus untuk meningkatkan kinerjanya.

Perencanaan pembelajaran dituangkan ke dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) atau beberapa istilah lain seperti desain pembelajaran. implementor (pelaksana). ( 3) selalu menjaga dan berupaya meningkatkan kompetensinya.harus mempersiapkan ( merencanakan) segala sesuatu agar proses pembelajaran di kelas berjalan dengan efektif. (5) menjaga nama baik profesinya. metode pembelajaran. (4) bekerja dengan sungguh tanpa harus diawasi. langkah pembelajaran. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang 8 Standar Nasional Pendidikan menyatakan standar proses merupakan salah satu SNP untuk satuan pendidikan dasar dan menengah yang mencakup: 1) Perencanaan proses pembelajaran. media pembelajaran. dan sumber belajar serta penilaian. Guru harus mampu berperan sebagai desainer (perencana). (6) bersyukur atas imbalan yang diperoleh dari profesinya. 4) dan pengawasan proses pembelajaran. 3) Penilaian hasil pembelajaran. Perencanaan pembelajaran merupakan langkah yang sangat penting sebelum pelaksanaan pembelajaran. 2) Pelaksanaan proses pembelajaran. Kualitas mengajar guru secara langsung maupun tidak langsung dapat mempengaruhi kualitas pembelajaran pada umumnya. Seorang guru dikatakan profesional apabila profesinya. indikator yang akan dicapai. Perencanaan yang matang diperlukan supaya pelaksanaan pembelajaran berjalan secara efektif. Perencanaan pembelajaran meliputi Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). skenario pembelajaran. materi yang akan dipelajari. . Guru merupakan faktor yang paling dominan karena di tangan gurulah keberhasilan pembelajaran dapat dicapai. (2) bangga dengan tugas (1) serius melaksanakan tugas profesinya. dan evaluator (penilai) kegiatan pembelajaran. RPP memuat KD.

. dan kunci jawaban merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Soal. Beberapa guru mengadopsi RPP orang lain. dan sumber belajar sebagian besar guru sudah membuatnya.Silabus dan RPP dikembangkan oleh guru pada satuan pendidikan . minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. skor dan kunci jawaban). Masalah yang terjadi di lapangan masih ditemukan adanya guru (baik di sekolah negeri maupun swasta) yang tidak bisa memperlihatkan RPP yang dibuat dengan alasan ketinggalan di rumah dan bagi guru yang sudah membuat RPP masih ditemukan adanya guru yang belum melengkapi komponen tujuan pembelajaran dan penilaian (soal. serta langkah-langkah kegiatan pembelajarannya masih dangkal. Selama ini guru-guru yang mengajar di sekolah swasta sedikit/jarang mendapatkan kesempatan untuk mengikuti berbagai Diklat Peningkatan Profesionalisme Guru dibandingkan sekolah negeri. menantang. skor. Pada komponen penilaian ( penskoran dan kunci jawaban) sebagian besar guru tidak lengkap membuatnya dengan alasan sudah tahu dan ada di kepala. materi ajar. kreativitas. Hal ini peneliti ketahui pada saat mengadakan supervisi akademik (supervisi kunjungan kelas) ke sekolah binaan. Masalah yang lain yaitu sebagian besar guru khususnya di sekolah swasta belum mendapatkan pelatihan pengembangan RPP. dan kemandirian sesuai dengan bakat. Sedangkan pada komponen tujuan pembelajaran. menyenangkan. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. Permasalahan tersebut berpengaruh besar terhadap pelaksanaan proses pembelajaran. Hal ini menyebabkan banyak guru yang belum tahu dan memahami penyusunan/pembuatan RPP secara baik/lengkap. inspiratif. Guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun Silabus dan RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif. metode pembelajaran.

Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang di atas. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran sangat penting bagi seorang guru melaksanakan proses pembelajaran. Oleh karena itu. . 1. 3. maka masalah-masalah yang muncul dapat diidentifikasikan sebagai berikut. biasanya pembelajaran menjadi tidak terarah. Guru banyak yang belum paham dan termotivasi dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dengan lengkap. Hal itu juga sesuai dengan Tupoksi peneliti sebagai pengawas sekolah berdasarkan Permendiknas No. karena merupakan acuan dalam B. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran harus dibuat agar kegiatan pembelajaran berjalan sistematis dan mencapai tujuan pembelajaran.Dengan keadaan demikian. guru harus mampu menyusun RPP dengan lengkap berdasarkan silabus yang disusunnya. Tanpa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Ada guru yang tidak bisa memperlihatkan RPP yang dibuatnya dengan berbagai alasan. 2.12 Tahun 2007 tentang enam standar kompetensi pengawas sekolah yang salah satunya adalah supervisi akademik yaitu membina guru. peneliti sebagai pembina sekolah berusaha untuk memberi bimbingan berkelanjutan pada guru dalam menyusun RPP secara lengkap sesuai dengan tuntutan pada standar proses dan standar penilaian yang merupakan bagian dari standar nasional pendidikan. Sebagian besar guru belum mendapatkan pelatihan pengembangan KTSP.

Apakah dengan bimbingan berkelanjutan akan dapat meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun RPP ? E. D. Dengan bimbingan berkelanjutan diharapkan guru termotivasi dalam menyusun RPP dengan lengkap dan dapat digunakan sebagai . identifikasi. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang. Peneliti mencoba untuk mengambil tindakan dengan memberi penjelasan dan bimbingan berkelanjutan serta arahan kepada guru tentang pentingnya seorang guru membuat RPP secara lengkap. Guru banyak yang mengadopsi RPP orang lain. 5. 2. C. masalahnya dibatasi menjadi: 1. RPP yang dibuat guru komponennya belum lengkap/ tajam khususnya pada komponen langkah-langkah pembelajaran dan penilaian. RPP yang dibuat guru belum lengkap. Guru belum paham dalam menyusun RPP. Pemecahan Masalah/Tindakan 1. dan pembatasan masalah di atas. diajukan rumusan masalah sebagai berikut.4. Pembatasan Masalah Dari lima masalah yang diidentifikasikan di atas.

Hal itu nanti akan dibuktikan dengan melihat RPP yang dibuat oleh guru. Manfaat Penelitian Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) ini diharapkan dapat memberikan manfaat . Tujuan Penelitian Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran melalui bimbingan berkelanjutan di sekolah binaan SMP Negeri 12 dan 17 Banda Aceh. 4) indikator pencapaian kompetensi. 2) standar kompetensi. 6) materi ajar. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada siklus pertama. Peneliti mencoba untuk melihat proses peningkatan kemampuan guru dalam menyusun RPP melalui instrumen proses yang telah dirancang yaitu berupa lembar observasi/pengamatan komponen RPP yang memuat sebelas komponen yaitu: 1) identitas mata pelajaran. untuk melihat apakah guru sudah membuat RPP dengan lengkap. 8) metode pembelajaran. 9) kegiatan pembelajaran. Terjadi peningkatan atau tidak pada siklus ke-2. 7) alokasi waktu. F.acuan atau panduan dalam mengajar. 2. 10) sumber belajar dan 11) penilaian hasil belajar ( soal. skor dan kunci jawaban ). 5) tujuan pembelajaran. agar SK dan KD yang terdapat dalam standar isi dapat tersampaikan semua karena sudah ada dalam RPP yang dibuat oleh guru. 3) kompetensi dasar. G.

Dapat meningkatkan kualitas pendidikan karena Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar sudah tersampaikan. b. Sebagai motivasi bagi peneliti dalam membuat karya tulis ilmiah. Hasil penelitian ini digunakan peneliti sebagai evaluasi terhadap guru dalam menyusun RPP yang selanjutnya akan digunakan sebagai bahan pembinaan kepada guru di sekolah binaan. Akan berdampak adanya peningkatan administrasi guru pada KBM yang lebih lengkap.1. Manfaat bagi peneliti a. c.Manfaat bagi sekolah a. 2. f. e. b. dapat memberikan bimbingan kepada teman-teman pengawas dan guru yang akan menulis. Manfaat bagi guru sebagai syarat untuk laporan . Meningkatkan kemampuan peneliti dalam menyusun serta menulis dan artikel ilmiah. Meningkatkan kemampuan profesionalisme peneliti untuk melakukan penelitian tindakan sekolah sesuai dengan permasalahan yang dihadapi di sekolah binaan peneliti. 3.IV b. Dengan adanya pengalaman menulis. d. Hasil penelitian ini dapat digunakan oleh peneliti kenaikan golongan ke.

a. Dapat meningkatkan kompetensi dalam membuat RPP dengan lengkap serta menciptakan kesadaran guru tentang tanggung jawabnya terhadap pelaksanaan tugasnya. Siswa lebih percaya diri dalam mengikuti proses pembelajaran sehingga tercapai target kompetensinya. 4. keingintahuan. b. . keseriusan . Sebagai panduan dan arahan dalam mengajar sehingga apa yang diinginkan dalam standar isi dapat tersampaikan. Manfaat bagi siswa a. b. dan semangaat belajar tinggi terhadap pelajaran. Adanya kesiapan belajar.

Republika. guru senam dan guru musik. seperti guru tari. guru dapat diartikan sebagai orang yang tugasnya terkait dengan upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dalam semua aspeknya. ( dalam Suparlan 2005:11). . Dengan demikian. guru olah raga. baik spiritual dan emosional. Kemudian Rabindranath Tagore (dalam Suparlan 2005:11) menggunakan istilah Shanti Niketan atau rumah damai untuk tempat para guru mengamalkan tugas mulianya membangun spiritualitas anak-anak bangsa di India ( spiritual intelligence). tidak hanya terbatas dalam kegiatan keilmuan yang bersifat kecerdasan spiritual (spiritual intelligence) dan kecerdasan intelektual (intellectual intelligence). intelektual. Pengertian guru kemudian menjadi semakin luas. tetapi juga menyangkut kecerdasan kinestetik jasmaniah (bodily kinesthetic).BAB II KAJIAN PUSTAKA A. fisikal. Pengertian Guru Secara etimologi ( asal usul kata). maupun aspek lainnya. istilah ”Guru” berasal dari bahasa India yang artinya ” orang yang mengajarkan tentang kelepasan dari sengsara” Shambuan.

” Dengan definisi ini.” Berdasarkan definisi di atas.” UU Guru dan Dosen Republik Indonesia No. melakukan pembimbingan dan pelatihan. mengarahkan. terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi. ”pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran. dapat disimpulkan bahwa guru adalah tenaga pendidik yang profesional dengan tugas utama mendidik. tidak termasuk pengertian guru sebagai pendidik dan pelatih. dan bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran. mengajar. Pengertian guru ini hanya menyebutkan satu sisi yaitu sebagai pengajar. melatih. melatih.20 Tahun 2003 pasal 39 ayat 2 tentang sistem pendidikan nasional menyatakan. Selanjutnya Zakiyah Daradjat (dalam Suparlan 2005:13) menyatakan. dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal.19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan menyatakan. menilai dan mengevaluasi peserta didik. menilai. membimbing. pendidikan dasar. dan pendidikan menengah”.” PP No.14 Tahun 2005 ”Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik. menilai hasil pembelajaran. mengajar. guru disamakan dengan pengajar. mengarahkan. ”pendidik (guru) harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran. serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. membimbing. sehat jasmani dan rohani.” guru adalah pendidik profesional karena guru telah menerima dan memikul beban dari orang tua untuk ikut mendidik anak-anak. “guru adalah orang yang kerjanya mengajar. Selanjutnya UU No. . serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.KBBI ( dalam Suparlan 2005:13) menyatakan.

Pengertian Standar Kompetensi Guru Depdiknas (2004:4) kompetensi diartikan. nilai dan keterampilan yang harus dikuasai dan dimiliki seseorang dalam rangka melaksanakan tugas pokok. keterampilan. Nurhadi (2004:15) menyatakan.B. afektif. sehingga dapat melakukan perilaku-perilaku koqnitif.” Kompetensi diartikan sebagai pengetahuan. “Secara sederhana kompetensi diartikan seperangkat kemampuan yang meliputi pengetahuan. ”sebagai pengetahuan. Standar Kompetensi Guru 1. dan kemampuan yang dikuasai seseorang yang telah menjadi bagian dari dirinya. dan sikap yang dimiliki . keterampilan. sikap. dan nilai-nilai dasar yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak” . dan nilai-nilai dasar yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak”. keterampilan. dan psikomotor dengan sebaik-baiknya. Arti lain dari kompetensi adalah spesifikasi dari pengetahuan. Selanjutnya menurut para ahli pendidikan McAshan (dalam Nurhadi 2004:16) menyatakan. dan nilai-nilai dasar yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak (Dalam Suparlan). ”kompetensi diartikan Sebagai pengetahuan. keterampilan. keterampilan. dan kemampuan yang dikuasai seseorang sebagai pengetahuan. “kompetensi merupakan pengetahuan. fungsi dan tanggung jawab pekerjaan dan/atau jabatan yang disandangnya” (Nana Sudjana 2009:1). keterampilan.

keterampilan ataupun keahlian yang dimiliki untuk melaksanakan suatu pekerjaan. Berdasarkan beberapa definisi di atas dapat disimpulkan standar Kompetensi guru adalah suatu pernyataan tentang kriteria yang dipersyaratkan. pembelajaran. ” guru wajib memiliki kualifikasi akademik. sertifikat pendidik.14 Tahun 2005 Pasal 8 menyatakan. keterampilan. serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. (2) kompetensi kepribadian. Selanjutnya Pasal 10 menyebutkan empat kompetensi yang harus dimiliki oleh guru yakni (1) kompetensi pedagogik. ditetapkan dalam bentuk penguasaan perangkat kemampuan yang meliputi pengetahuan. 2) pengembangan profesi. nilai dan keterampilan bagi seorang tenaga kependidikan sehingga layak disebut kompeten. dan yakni: 1) pengelolaan 3) penguasaan akademik.” Dari rumusan di atas jelas disebutkan pemilikan kompetensi oleh setiap guru merupakan syarat yang mutlak harus dipenuhi oleh guru. kompetensi yang dimiliki oleh setiap guru akan menunjukkan kualitas guru yang sebenarnya.mengait. (3) kompetensi sosial. dan (4) kompetensi profesional. Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan kompetensi adalah sebagai suatu kecakapan untuk melakukan sesuatu pekerjaan berkat pengetahuan. Kompetensi tersebut akan terwujud dalam bentuk penguasaan pengetahuan. Standar kompetensi guru dipilah ke dalam tiga komponen yang kait. maupun sikap profesional dalam menjalankan fungsi sebagai guru. sesuai dengan standar kinerja yang dibutuhkan oleh lapangan. Komponen . sikap. Undang-Undang Guru dan Dosan No.seseorang serta penerapannya di dalam pekerjaan. Dengan demikian. kompetensi. sehat jasmani dan rohani.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran . dan komponen ketiga memiliki dua kompetensi. dan 7) penguasaan bahan kajian akademik ( sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan). 6) pemahaman wawasan kependidikan. 3) penilaian prestasi belajar peserta didik. Tujuan dan Manfaat Standar Kompetensi Guru Depdiknas (2004: 4) tujuan adanya Standar Kompetensi Guru adalah sebagai jaminan dikuasainya tingkat kompetensi minimal oleh guru sehingga yang bersangkutan dapat melakukan tugasnya secara profesional. Dengan demikian. 5) pengembangan profesi. komponen kedua memiliki satu kompetensi. penyelenggaraan diklat. yakni: (1) menguasai materi atau bahan ajar. Abdurrahman Mas’ud (dalam Suparlan 2005:99) menyebutkan tiga kompetensi dasar yang harus dimiliki guru. dapat dibina secara efektif dan efisien serta dapat melayani pihak yang berkepentingan terhadap proses pembelajaran.pertama terdiri atas empat kompetensi. (2) antusiasme. dan ( 3) penuh kasih sayang (loving) dalam mengajar dan mendidik. interaksi belajar mengajar. dengan sebaikbaiknya sesuai bidang tugasnya. 4) pelaksanaan tindak lanjut hasil penilaian prestasi belajar peserta didik. C. Adapun manfaat disusunnya standar kompetensi guru adalah sebagai acuan pelaksanaan uji kompetensi. yaitu: 1) 2) pelaksanaan penyusunan rencana pembelajaran. 2. ketiga komponen tersebut secara keseluruhan meliputi tujuh kompetensi dasar. pengembangan bahan ajar dan sebagainya bagi tenaga kependidikan. dan pembinaan. maupun acuan bagi pihak yang berkepentingan terhadap kompetensi guru untuk melakukan evaluasi.

rasional.1.” Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa perencanaan pembelajaran adalah suatu upaya menyusun perencanaan pembelajaran yang akan dilaksanakan dalam . Philip Combs ( dalam Kurniawati. “Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam standar isi dan telah dijabarkan dalam silabus. Permendiknas No. berupa keputusan yang akan dilaksanakan . 2009:66 ) menyatakan bahwa perencanaan program pembelajaran merupakan suatu penetapan yang memuat komponen-komponen pembelajaran secara sistematis. sesuai dengan kebutuhan siswa. Silabus merupakan sebagian sub-sistem pembelajaran yang terdiri dari atau yang satu sama yang lain saling berhubungan dalam rangka mencapai tujuan. Pengertian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan RPP. 41 Tahun 2007 menyatakan. Hal penting yang berkaitan dengan pembelajaran adalah penjabaran tujuan yang disusun berdasarkan indikator yang ditetapkan. ”bahwa perencanaan program pembelajaran pada hakekatnya merupakan perencanaan program jangka pendek untuk memperkirakan suatu proyeksi tentang sesuatu yang akan dilakukan dalam kegiatan pembelajaran”. Selanjutnya Oemar Hakim (dalam Kurniawati 2009:74) menyatakan. Analisis sistematis merupakan proses perkembangan pendidikan yang akan mencapai tujuan pendidikan agar lebih efektif dan efisien disusun secara logis. sekolah. dan daerah (masyarakat). Perencanaan program pembelajaran adalah hasil pemikiran.

” 3. Oleh karena itu. Prinsip-Prinsip Penyusunan RPP . apa yang tertuang di dalam RPP memuat hal-hal yang langsung berkaitan dengan aktivitas pembelajaran dalam upaya pencapaian penguasaan suatu KD. silabus. inti. (d) indikator pencapaian kompetensi. (2) materi ajar. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar peserta didik dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar. guru bersama warga sekolah berupaya menyusun kurikulum dan perencanaan program pembelajaran. RPP merupakan acuan guru dalam melaksanakan pembelajaran untuk setiap KD.kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam kurikulum sesuai dengan kebutuhan siswa. komponen RPP terdiri dari a). Dalam KTSP. meliputi: program tahunan. 41 Tahun 2007. dan rencana peleksanaan pembelajaran. (g) alokasi waktu . (c) kompetensi dasar. (4) sumber belajar. Komponen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Menurut Permendiknas No. (e) tujuan pembelajaran. skor dan kunci jawaban. program semester. 19 bahwa. (b) standar kompetensi. dan (5) penilaian hasil belajar. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. sekolah. (f) materi ajar. (k) penilaian hasil belajar meliputi: soal. dan daerah. penutup. (i) kegiatan pembelajaran meliputi: pendahuluan. (h) metode pembelajaran. identitas mata pelajaran. (2005 pasal 20) menyatakan ”RPP minimal memuat sekurang-kurangnya lima komponen yang meliputi: (1) tujuan pembelajaran. 2. (3) metode pengajaran. (j) sumber belajar.

inti dan akhir. Langkah. c) mengembangkan budaya membaca dan menulis. KD dan indikator yang telah ditentukan. b) Menentukan alokasi waktu yang dibutuhkan untuk pertemuan yang telah ditetapkan. e) mengidentifikasi materi ajar berdasarkan materi pokok/pembelajaran yang terdapat dalam silabus. b) mendorong partisipasi peserta didik. KD. f) menerapkan teknologi informasi dan komunikasi RPP . b) tujuan pembelajaran menggambarkan proses dan hasil belajar yang harus di capai oleh peserta didik .langkah Menyusun RPP Langkah-langkah menyusun RPP adalah a) mengisi kolom identitas. g) merumuskan langkah-langkah yang terdiri dari kegiatan awal. f) menentukan metode pembelajaran yang akan digunakan. 41 Tahun 2007 menyatakan dalam menyusun rencana a) aktif pelaksanaan pembelajaran harus memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut: memperhatikan perbedaan individu peserta didik. d) memberikan umpan balik dan tindak lanjut. dan indikator yang akan digunakan yang terdapat pada silabus yang telah disusun. i) menyusun kriteria penilaian. contoh soal. Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Menyusun RPP Dalam penyusunan RPP perlu memperhatikan hal sebagai berikut: (a) RPP disusun untuk setiap KD yang dapat dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih. h) menentukan alat/bahan/sumber belajar yang digunakan. e) keterkaitan dan keterpaduan.Permendiknas No. teknik penskoran dan kunci jawaban 5. d) Merumuskan tujuan pembelajaran berdasarkan SK. 4. materi ajar merupakan uraian dari materi pokok/pembelajaran. lembar pengamatan. c) Menentukan SK.

com ) menyatakan.wordpress. maka dalam RPP tersebut terdapat 3 langkah pembelajaran. 1951 (dalam RM Fatihah http://eko13. bila dalam satu RPP terdapat 3 kali pertemuan. e).sesuai dengan kompetenrsi dasar.” Chiskon 1959 (dalam RM Fatihah http://eko13. Menurut Tim Redaksi Kamus Besar Bahasa Indonesia. Bimbingan Berkelanjutan Pengertian Bimbingan dan berkelanjutan Frank Parson. tuntutan. ”bahwa bimbingan dilakukan meningkatkan perwujudan diri individu.” Dapat dipahami bahwa bimbingan membantu individu untuk mengaktualisasikan diri dengan lingkungannya.com) menyatakan.” . tidak perlu dibuatkan langkah kegiatan yang lengkap untuk setiap pertemuannya. D. Bila terdapat lebih dari satu pertemuan untuk indikator yang sama. d) Kegiatan pembelajaran (langkahlangkah pembelajaran) dibuat setiap pertemuan.wordpress. ”bimbingan adalah petunjuk penjelasan cara mengerjakan sesuatu. c) tujuan pembelajaran dapat mencakupi sejumlah indikator.com Bernard ) dan Fullmer 1969 (dalam RM Fatihah untuk menyatakan. “bimbingan membantu individu untuk lebih mengenal berbagai informasi tentang dirinya sendiri. atau satu tujuan pembelajaran untuk beberapa indikator.wordpress. mempersiapkan diri dan memangku suatu jabatan dan mendapat kemajuan dalam jabatan yang dipilihnya. “bimbingan sebagai bantuan yang diberikan kepada individu untuk dapat memilih.” Berikutnya http://eko13. yang penting tujuan pembelajaran harus mengacu pada pencapaian indikator.

berkesinambungan. Edisi Kedua.” Berdasarkan pengertian bimbingan dan berkelanjutan dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa bimbingan berkelanjutan adalah pemberian bantuan yang diberikan seorang ahli kepada seseorang atau individu secara berkelanjutan berlangsung secara terus menerus untuk dapat mengembangkan potensi dirinya secara optimal dan mendapat kemajuan dalam bekerja. serta dapat mengarahkan diri dan menyesuaikan diri dengan lingkungan untuk dapat mengembangkan potensi dirinya secara optimal untuk kesejahteraan dirinya dan kesejahteraan masyarakat.dimaksudkan agar individu dapat memahami dirinya. dapat ditarik kesimpulan bahwa bimbingan adalah pemberian bantuan kepada individu secara berkelanjutan dan sistematis yang dilakukan oleh seorang ahli yang telah mendapat latihan khusus untuk itu. . Menurut Redaksi Kamus Besar Bahasa Indonesia.Dari beberapa pengertian bimbingan di atas. ”berkelanjutan adalah berlangsung terus menerus. lingkungannya.

jadwal penelitian. Tempat Penelitian Penelitian Tindakan Sekolah dilaksanakan di salah satu sekolah binaan yaitu SMP Negeri 12 Banda Aceh. dan siklus PTS sebagai berikut : 1. Jadwal Pelaksanaan Penelitian pelaksanaan penelitian seperti pada tabel berikut.BAB III METODE PENELITIAN A. 2. No. Setting Penelitian Setting dalam penelitian ini meliputi: tempat penelitian. Waktu Penelitian PTS ini dilaksanakan pada semester satu tahun 2012 selama kurang lebih dua setengah bulan mulai Juli sampai dengan September 2012. 3. waktu penelitian . Pemilihan sekolah tersebut bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun rencana perlaksanaan pembelajaran (RPP) dengan lengkap. Kegiatan Waktu Jadwal .

28 Agustus 2010 30 Agustus s.1. 4.d. Siklus Penelitian 24 s. Subjek Penelitian Yang menjadi subyek dalam PTS ini adalah guru IPS SMP Negeri 12 Banda Aceh. 5.d. Membuat proposal Merevisi proposal Melaksanakan PTS Membuat laporan PTS Mempresentasikan hasil PTS 4. Sumber Data . B. Persiapan Penelitian Tindakan Sekolah Sebelum PTS dilaksanakan. 6 Oktober 2010 Penelitian Tindakan Sekolah dilaksanakan melalui dua siklus untuk melihat peningkatan kompetensi guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ). 30 September 2010 4 s.d. 25 September 2010 26 s. 3.d. C. 25 Agustus 2010 26 s. D. 2. dibuat berbagai input instrument yang digunakan untuk mendapatkan data dan informasi.d.

Diskusi dilakukan antara peneliti dengan guru. b. observasi. 2. dan diskusi. Observasi dipergunakan untuk mengumpulkan data dan mengetahui kompetensi guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dengan lengkap. Observasi menggunakan lembar observasi untuk mengetahui komponen RPP yang telah dibuat dan yang belum dibuat oleh guru . Alat Pengumpulan Data Alat pengumpulan data dalam PTS ini sebagai berikut. . a. a. Teknik Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara. Wawancara dipergunakan untuk mendapatkan data atau informasi tentang pemahaman guru terhadap RPP.Sumber data dalam PTS ini adalah rencana pelaksanaan pembelajaran yang sudah dibuat guru. c. b. E. Wawancara menggunakan panduan wawancara untuk mengetahui kemampuan awal yang dimiliki guru tentang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Teknik dan Alat Pengumpulan Data 1.

lembaga. Dengan metode ini peneliti berupaya menjelaskan data yang peneliti kumpulkan melalui komunikasi langsung atau wawancara. F. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. menurut Sudarsono. dan diskusi yang berupa persentase atau angka-angka. dengan menggunakan teknik persentase untuk melihat peningkatan yang terjadi dari siklus ke siklus. masyarakat.X. peneliti F. ”Metode deskriptif dapat diartikan sebagai prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan/melukiskan keadaan subjek/objek penelitian (seseorang. Selanjutnya peneliti memberikan alternatif atau usaha guna meningkatkan kemampuan guru dalam membuat rencana pelaksanaan pembelajaran. Hal-hal penting yang harus diperhatikan dalam Penelitian Tindakan Sekolah. (1999:2) yakni: . dan lain-lain) pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau sebagaimana adanya (Nawawi. Prosedur Penelitian Penelitian ini berbentuk Penelitian Tindakan Sekolah ( School Action Research). 1985:63). yaitu sebuah penelitian yang merupakan kerjasama antara peneliti dan guru.c. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan-kesulitan yang dialami oleh guru dalam menyusun RPP. observasi/pengamatan. meningkatkan kemampuan guru agar menjadi dalam lebih baik dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran . Diskusi dilakukan dengan maksud untuk sharing pendapat antara dengan guru.

Observasi: Peneliti melakukan pengamatan terhadap RPP yang telah dibuat untuk memotret seberapa jauh kemampuan guru dalam menyusun RPP dengan lengkap. 3. peneliti bersama guru melaksanakan revisi atau perbaikan terhadap RPP yang telah disusun agar sesuai dengan rencana awal yang mungkin saja masih bisa sesuai dengan yang peneliti inginkan.1. b) Diskusi dalam suasana yang menyenangkan memberikan bimbingan dalam menyusun RPP secara lengkap. Solusinya yaitu dengan melakukan : a) wawancara dengan guru dengan menyiapkan lembar wawancara. Rencana : Tindakan apa yang akan dilakukan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun RPP secara lengkap. 4. Rekaman dari pertemuan dan digunakan untuk analisis dan komentar kemudian. Refleksi: Peneliti mengkaji. Pelaksanaan: Apa yang dilakukan oleh peneliti sebagai upaya meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun RPP yang lengkap yaitu dengan memberikan bimbingan berkelanjutan pada guru sekolah binaan . hasil atau dampak dari tindakan yang telah dilaksanakan oleh guru dalam mencapai sasaran. dan c) 2. Berdasarkan hasil dari refleksi ini. melihat. dan mempertimbangkan hasil atau dampak dari tindakan yang telah dilakukan. Selain itu juga peneliti mencatat hal-hal yang terjadi dalam pertemuan dan wawancara. wawancara akan .

Penelitian ini merupakan proses pengkajian sistem berdaur sebagaimana kerangka berpikir yang dikembangkan oleh Suharsimi Arikunto dkk.Prosedur penelitian adalah suatu rangkaian tahap-tahap penelitian dari awal sampai akhir. Keempat kegiatan tersebut saling terkait dan secara urut membentuk sebuah siklus. Prosedur ini mencakup tahap-tahap: (1) perencanaan. (2) pelaksanaan. Penelitian Tindakan Sekolah merupakan penelitian yang bersiklus. dan (4) refleksi. artinya penelitian dilakukan secara berulang dan berkelanjutan sampai tujuan penelitian dapat tercapai. (3) pengamatan.” Alur PTS dapat dilihat pada Gambar berikut : Permasalahan Perencanaan tindakan I Pelaksanaan Refleksi I Pengamatan/ pengumpulan data I Permasalahan baru hasil refleksi Perencanaan tindakan II Pelaksanaan tindakan II Refleksi II Pengamatan/ pengumpulan data II .

Rencana Pelaksanaan Rencana pelaksanaan dilakukan dalam dua siklus yaitu: 1. Peneliti menjelaskan kepada guru tentang pentingnya RPP dibuat secara lengkap. . penilaian RPP. b).Peneliti merencanakan tindakan pada siklus I (membuat format/instrumen wawancara. Peneliti memberi kesempatan kepada guru untuk mengemukakan kesulitan atau hambatan dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.Apabila permasalahan belum terselesaikan Dilanjutkan ke siklus berikutnya Gambar Alur Penelitian Tindakan Kelas G. Peneliti melakukan observasi/pengamatan terhadap RPP yang telah dibuat guru. Peneliti memberikan bimbingan dalam pengembangan RPP. b). rekapitulasi hasil penyusunan RPP). d). Siklus Pertama (Siklus I ) a). c).

Indikator Pencapaian Hasil Peneliti mengharapkan secara rinci indikator pencapaian hasil paling rendah 78 % guru membuat kesebelas komponen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran sebagai berikut.f). Peneliti melakukan revisi atau perbaikan penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran yang lengkap. Peneliti melakukan perbaikan atau revisi penyusunan RPP. Siklus Kedua (Siklus II) a). Peneliti dan guru melakukan refleksi. d). Peneliti melaksanakan tindakan sesuai dengan rencana pada siklus II. 2. Peneliti melakukan observasi/pengamatan terhadap RPP yang telah dibuat guru. mengumpulkan. seperti menugasi guru menyusun RPP yang kedua. 1. e). H. . c). dan melakukan pembimbingan penyusunan RPP. Komponen standar kompetensi diharapkan ketercapaiannya 85%. 2. d). Komponen identitas mata pelajaran diharapkan ketercapaiannya 100%. Peneliti dan guru melakukan refleksi. b). Peneiti merencanakan tindakan pada siklus II yang mendasarkan pada revisi/perbaikan pada siklus I.

Deskripsi Hasil Penelitian Dari hasil wawancara terhadap delapan orang guru. Komponen indikator pencapaian kompetensi diharapkan ketercapaiannya 75%. Komponen kompetensi dasar diharapkan ketercapaiannya 85%.3. 9. diharapkan BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN A. Komponen alokasi waktu diharapkan ketercapaiannya 75%. 11. kunci jawaban) ketercapaiannya 75%. Komponen tujuan pembelajaran diharapkan ketercapaiannya 75%. 5. hanya sekolah . peneliti memperoleh informasi bahwa semua guru (delapan orang) belum tahu kerangka penyusunan RPP. 7. 6. Komponen langkah-langkah kegiatan pembelajaran diharapkan ketercapaiannya 70%. 8. Komponen materi pembelajaran diharapkan kecercapaian 75%. pedoman penskoran. Komponen metode pembelajaran diharapkan kecercapaiannya 75%. 4. Komponen penilaian (soal. 10. Komponen sumber belajar diharapkan ketercapaiannya 70%.

Selain itu. hanya dua orang guru yang pernah mengikuti pelatihan pengembangan RPP. Rumusan kegiatan siswa pada komponen langkah-langkah kegiatan pembelajaran masih kurang tajam.yang memiliki dokumen standar proses (satu buah). inspiratif. Membuat format/instrumen penilaian RPP . menantang. kebanyakan guru belum tahu dengan komponen-komponen RPP secara lengkap. terjadi peningkatan dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dari siklus ke siklus . kebanyakan guru tidak tahu dan tidak paham menyusun RPP secara lengkap. dan sistematis. misalnya komponen indikator dan penilaian hasil belajar (pedoman penskoran dan kunci jawaban). interaktif. (2) pelaksanaan. Berdasarkan hasil observasi peneliti terhadap delapan RPP yang dibuat guru (khusus pada siklus I). mereka setuju bahwa guru harus menggunakan RPP dalam melaksanakan proses pembelajaran yang dapat dijadikan acuan/pedoman dalam proses pembelajaran. 1. umumnya guru mengadopsi dan mengadaptasi RPP. Membuat lembar wawancara b. Hal itu dapat dilihat pada lampiran Rekapitulasi Hasil Penyusunan RPP dari Siklus ke Siklus (Lampiran 4). Dilihat dari segi kompetensi guru. Perencanaan ( Planning ) a. diperoleh informasi/data bahwa masih ada guru yang tidak melengkapi RPPnya dengan komponen dan sub-subkomponen RPP tertentu. dan (4) refleksi seperti berikut ini. Siklus I (Pertama) Siklus pertama terdiri dari empat tahap yakni: (1) perencanaan. (3) observasi.

Sebelas komponen RPP yakni: 1) identitas mata pelajaran. pedoman penskoran. . soal. 8) metode pembelajaran. 11) penilaiaan hasil belajar ( soal. 9) langkah-langkah kegiatan pembelajaran. 10) sumber belajar. 7) alokasi waktu. Satu orang tidak melengkapinya dengan teknik. bentuk instumen. pedoman penskoran. terhadap delapan orang guru. Satu orang tidak melengkapinya dengan soal. pedoman penskoran.c. 6) materi ajar. Untuk komponen penilaian hasil belajar. dan kunci jawaban). dan kunci jawaban. Hal itu dibuktikan dengan masih adanya komponen RPP yang belum dibuat oleh guru. 4) indikator pencapaian kompetensi. pedoman penskoran. Semuanya menyusun RPP. Satu orang tidak melengkapinya dengan teknik dan bentuk instrumen. tapi masih ada guru yang belum melengkapi RPP-nya baik dengan komponen maupun sub-sub komponen RPP tertentu. dan kunci jawaban. Satu orang tidak melengkapi RPPnya dengan komponen indikator pencapaian kompetensi. 5) tujuan pembelajaran. Pelaksanaan (Acting) Pada saat awal siklus pertama indikator pencapaian hasil dari setiap komponen RPP belum sesuai/tercapai seperti rencana/keinginan peneliti. dapat dikemukakan sebagai berikut. 31 Agustus 2010. Membuat format rekapitulasi hasil penyusunan RPP siklus I dan II d. Hasil observasi pada siklus kesatu dapat dideskripsikan berikut ini: Observasi dilaksanakan Selasa. 3) kompetensi dasar. 2) standar kompetensi. dan kunci jawaban. Membuat format rekapitulasi hasil penyusunan RPP dari siklus ke siklus 2. Dua orang tidak melengkapinya dengan teknik.

. (2) pelaksanaan. terhadap delapan orang guru. Selanjutnya mereka dibimbing dan disarankan untuk melengkapinya. serta tidak memilah/ menguraikan materi pembelajaran dalam sub-sub materi. Satu orang keliru dalam menentukan bentuk instrumen berdasarkan teknik penilaian yang dipilih. Satu orang keliru dalam menentukan teknik dan bentuk instrumennya. Semuanya menyusun RPP. (3) observasi. Dua orang kurang jelas dalam menentukan pedoman penskoran. dan (4) refleksi. B.- Satu orang tidak melengkapinya dengan pedoman penskoran dan kunci jawaban. Siklus II (Kedua) Siklus kedua juga terdiri dari empat tahap yakni: (1) perencanaan. dapat dikemukakan sebagai berikut. Untuk komponen penilaian hasil belajar. tapi masih ada guru yang keliru dalam menentukan kegiatan siswa dalam langkah-langkah kegiatan pembelajaran dan metode pembelajaran. 21 September 2010. terdiri atas delapan guru. Pembahasan Penelitian Tindakan Sekolah dilaksanakan di SMP Tunas Harapan Sebawi Kabupaten Sambas yang merupakan sekolah binaan peneliti berstatus swasta. Selanjutnya mereka dibimbing dan disarankan untuk melengkapinya. Hasil observasi pada siklus kedua dapat dideskripsikan berikut ini: Observasi dilaksanakan Selasa. Satu orang tidak menuliskan rumus perolehan nilai siswa.

1. Pada siklus kedua kedelapan guru tersebut mencantumkan standar kompetensi dalam RPP-nya. Pada siklus kedua kedelapan guru tersebut mencantumkan identitas mata pelajaran dalam RPP-nya. Komponen Standar Kompetensi Pada siklus pertama semua guru (delapan orang) mencantumkan standar kompetensi dalam RPP-nya (melengkapi RPP-nya dengan standar kompetensi). 94%. Dua orang mendapat skor 3 (baik) dan enam orang mendapat skor 4 (sangat baik). Kedelapan guru tersebut menunjukkan sikap yang baik dan termotivasi dalam menyusun RPP dengan lengkap. Jika dipersentasekan. terjadi peningkatan 16% dari siklus I. Jika dipersentasekan. 2. Hal ini peneliti ketahui dari hasil pengamatan pada saat melakukan wawancara dan bimbingan penyusunan RPP. Lima orang guru mendapat skor 3 (baik) dan tiga orang mendapat skor 4 (sangat baik). Komponen Kompetensi Dasar . 84%. Masing-masing satu orang guru mendapat skor 1. dan 3 (kurang baik. Komponen Identitas Mata Pelajaran Pada siklus pertama semua guru (delapan orang) mencantumkan identitas mata pelajaran dalam RPP-nya (melengkapi RPP-nya dengan identitas mata pelajaran). Jika dipersentasekan. Selanjutnya dilihat dari kompetensi guru dalam menyusun RPP. cukup baik. 3.dan dilaksanakan dalam dua siklus. terjadi peningkatan dari siklus ke siklus. Jika dipersentasekan. Lima orang guru mendapat skor 4 (sangat baik). dan baik). 81%. terjadi peningkatan 13% dari siklus I. 2. Semuanya mendapat skor 4 (sangat baik). 100%.

Pada siklus pertama semua guru (delapan orang) mencantumkan kompetensi dasar dalam RPP-nya (melengkapi RPP-nya dengan kompetensi dasar). 94%. Jika dipersentasekan. Satu orang guru masing-masing mendapat skor 1. Tujuh orang mendapat skor 3 (baik) dan satu orang mendapat skor 4 (sangat baik). Jika dipersentasekan. 81%. Pada siklus kedua kedelapan guru tersebut mencantumkan indikator pencapaian kompetensi dalam RPP-nya. Pada siklus kedua kedelapan guru tersebut mencantumkan kompetensi dasar dalam RPP-nya. Jika dipersentasekan. cukup baik. 63%. 78%. 56%. Empat orang guru mendapat skor 3 (baik). Komponen Tujuan Pembelajaran Pada siklus pertama semua guru (delapan orang) mencantumkan tujuan pembelajaran dalam RPP-nya (melengkapi RPP-nya dengan tujuan pembelajaran). Dua orang mendapat skor 3 (baik) dan enam orang mendapat skor 4 (sangat baik). Lima orang guru mendapat skor 4 (sangat baik). terjadi peningkatan 22% dari siklus I. 4. dua orang mendapat skor 2 (cukup baik). Jika Jika dipersentasekan. dipersentasekan. dan baik). Pada siklus kedua kedelapan guru tersebut mencantumkan tujuan pembelajaran dalam RPP-nya. Sedangkan satu orang tidak mencantumkan/melengkapinya. Dua orang guru masing-masing mendapat skor 1 dan 2 (kurang baik dan cukup baik). 2. dan 3 (kurang baik. Komponen Indikator Pencapaian Kompetensi Pada siklus pertama tujuh orang guru mencantumkan indikator pencapaian kompetensi dalam RPP-nya (melengkapi RPP-nya dengan indikator pencapaian kompetensi). 5. dan lima orang mendapat skor 3 (baik). Satu orang guru mendapat skor 1 (kurang baik). . terjadi peningkatan 13% dari siklus I.

Jika dipersentasekan. lima orang . Dua orang guru mendapat skor 2 (cukup baik). peningkatan 16% dari siklus I. dipersentasekan. 75%. Pada siklus kedua kedelapan guru tersebut mencantumkan alokasi waktu dalam RPP-nya. dan empat orang mendapat skor 3 (baik). terjadi peningkatan 21% dari siklus I. dua orang mendapat skor 2 (cukup baik). terjadi Jika dipersentasekan. Pada siklus kedua kedelapan guru tersebut mencantumkan materi ajar dalam RPP-nya. Enam orang mendapat skor 3 (baik) dan dua orang mendapat skor 4 (sangat baik). 7. Komponen Alokasi Waktu Pada siklus pertama semua guru (delapan orang) mencantumkan alokasi waktu dalam RPP-nya (melengkapi RPP-nya dengan alokasi waktu). Satu orang guru masing-masing mendapat skor 1 dan 4 (kurang baik dan sangat baik). 8.Lima orang mendapat skor 3 (baik) dan tiga orang mendapat skor 4 (sangat baik). 66%. 84%. 6. 81%. Jika dipersentasekan. Komponen Materi Ajar Pada siklus pertama semua guru (delapan orang) mencantumkan materi ajar dalam RPPnya (melengkapi RPP-nya dengan materi ajar). Komponen Metode Pembelajaran Pada siklus pertama semua guru (delapan orang) mencantumkan metode pembelajaran dalam RPP-nya (melengkapi RPP-nya dengan metode pembelajaran). Jika dipersentasekan. 91%. Semuanya mendapat skor 3 (baik). Tiga orang mendapat skor 3 (baik) dan lima orang mendapat skor 4 (sangat baik). Jika Jika dipersentasekan. 72%. terjadi peningkatan 15% dari siklus I.

Jika dipersentasekan. sedangkan lima orang mendapat skor 3 (baik). dan satu orang mendapat skor 4 (sangat baik). 72%. Pada siklus kedua kedelapan guru tersebut mencantumkan sumber belajar dalam RPP-nya. terjadi peningkatan 19% dari siklus I. Jika dipersentasekan. enam orang mendapat skor 3 (baik). Komponen Penilaian Hasil Belajar . 9. terjadi peningkatan 3% dari siklus I. 66%. Pada siklus kedua kedelapan guru tersebut mencantumkan langkah-langkah kegiatan pembelajaran dalam RPP-nya. 53%. 75%. Jika dipersentasekan. 11. 69%.mendapat skor 3 (baik). Pada siklus kedua kedelapan guru tersebut mencantumkan metode pembelajaran dalam RPP-nya. Komponen Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Pada siklus pertama semua guru (delapan orang) mencantumkan langkah-langkah kegiatan pembelajaran dalam RPP-nya (melengkapi RPP-nya dengan langkah-langkah kegiatan pembelajaran). Komponen Sumber Belajar Pada siklus pertama semua guru (delapan orang) mencantumkan sumber belajar dalam RPP-nya (melengkapi RPP-nya dengan sumber belajar). Jika dipersentasekan. sedangkan satu orang mendapat skor 3 (baik). Jika dipersentasekan. terjadi peningkatan 3% dari siklus I. Dua orang mendapat skor 2 (cukup baik) dan enam orang mendapat skor 3 (baik). Satu orang mendapat skor 2 (cukup baik) dan tujuh orang mendapat skor 3 (baik). Tiga orang guru mendapat skor 2 (cukup baik). Tujuh orang guru mendapat skor 2 (cukup baik). dan satu orang mendapat skor 4 (sangat baik). 10. Satu orang mendapat skor 2 (cukup baik).

terjadi peningkatan 14%. pedoman penskoran. terjadi peningkatan 22% dari siklus I. Jika dipersentasekan. dapat dilihat pada lampiran Rekapitulasi Hasil Penyusunan RPP dari Siklus ke Siklus SMP Tunas Harapan Sebawi (Lampiran 4).Pada siklus pertama semua guru (delapan orang) mencantumkan penilaian hasil belajar dalam RPP-nya meskipun sub-sub komponennya (teknik. Dua orang guru masing-masing mendapat skor 1 dan 3 (kurang baik dan baik). Untuk mengetahui lebih jelas peningkatan setiap komponen RPP. 78%. dan kunci jawabannya kurang lengkap. . 56%. Pada siklus kedua kedelapan guru tersebut mencantumkan penilaian hasil belajar dalam RPP-nya meskipun ada guru yang masih keliru dalam menentukan teknik dan bentuk penilaiannya. Berdasarkan pembahasan di atas terjadi peningkatan kompetensi guru dalam menyusun RPP. tiga orang mendapat skor 2 (cukup baik). soal). dan satu orang mendapat skor 4 (sangat baik). bentuk instrumen. Pada siklus I nilai rata-rata komponen RPP 69%. Jika dipersentasekan. Tujuh orang mendapat skor 3 (baik) dan satu orang mendapat skor 4 (sangat baik). pada siklus II nilai rata-rata komponen RPP 83%.

Hal itu dapat dibuktikan dari hasil observasi /pengamatan yang memperlihatkan bahwa terjadi peningkatan kompetensi guru dalam menyusun RPP . Informasi ini peneliti peroleh dari hasil pengamatan pada saat mengadakan wawancara dan bimbingan pengembangan/penyusunan RPP kepada para guru. Kesimpulan Berdasarkan hasil Penelitian Tinadakan Sekolah (PTS) dapat disimpulkan sebagai berikut. Guru menunjukkan keseriusan dalam memahami dan menyusun RPP apalagi setelah mendapatkan bimbingan pengembangan/penyusunan RPP dari peneliti.BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. 2. Bimbingan berkelanjutan dapat meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun RPP. Bimbingan berkelanjutan dapat meningkatkan motivasi guru dalam menyusun RPP dengan lengkap. 1.

2. Motivasi yang sudah tertanam khususnya dalam penyusunan RPP hendaknya terus dipertahankan dan ditingkatkan/ dikembangkan . 3. . peneliti menyampaikan beberapa saran sebagai berikut. Dokumen RPP hendaknya dibuat minimal dua rangkap. RPP yang disusun/dibuat hendaknya mengandung komponen-komponen RPP secara lengkap dan baik karena RPP merupakan acuan/pedoman dalam melaksanakan pembelajaran.dari siklus ke siklus . Jadi. 1. Saran Telah terbukti bahwa dengan bimbingan berkelanjutan dapat meningkatkan motivasi dan kompetensi guru dalam menyusun RPP. satu untuk arsip sekolah dan satunya lagi untuk pegangan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran. B. Pada siklus I nilai rata-rata komponen RPP 69% dan pada siklus II 83%. Oleh karena itu. terjadi peningkatan 14% dari siklus I.

1980. Pengembangan Bahan Ajar Bahasa Dan Sastra Indonesia Dengan Pendekatan Tematis. Zakiyah. Tesis. UU RI No. Surakarta: Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret. Jakarta: Depdiknas. 2003. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Kepribadian Guru. Dewi.DAFTAR PUSTAKA Daradjat. Jakarta: Depdiknas. Kurniawati Eni . . 2009. Jakarta: Bulan Bintang. 2004. Standar Kompetensi Guru Sekolah Dasar. Depdiknas.

Jakarta. Petunjuk Teknis Pembuatan Laporan Penelitian Tindakan Sekolah Sebagai Karya Tulis Ilmiah Dalam Kegiatan Pengembangan Profesi Pengawas Sekolah. Kumaidi. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Perangkat Pembelajaran Kurikulum Tingkat Satuan Pembelajaran SMA. RM . 2008. Jakarta: Depdiknas. 41 Tahun 2007a tentang Standar Proses. 2008. Supervisi Akademik. Jakarta. 2009. 12 Tahun 2007b tentang Standar Pengawas Sekolah/Madrasah. . Standar Nasional Pendidikan. Permendiknas RI No. 2008. 2008. 2005.wordpress. diakses 19 Maret 2009). Jakarta: Depdiknas. Jakarta: Depdiknas. 2007. Kemendiknas. 2010. Penelitian Tindakan Sekolah. Malang: Pustaka Jaya. Jakarta. Alat Penilaian Kemampuan Guru. 2007. UU RI No.com.2005. Jakarta: Depdiknas. 2000.com diakses 10 Agustus 2009). Jakarta. Permendiknas RI No. 2010. Jakarata: Depdiknas. Imron.wordpress. Fatihah. Pengertian konseling (Http://eko13. Pembinaan Guru Di Indonesia. Sistem Sertifikasi (http://massofa. Ali.

Jakarta: Bumi Aksara. Yogyakarta: Hikayat Publishing. 2006. Jakarta : Binamitra Publishing. Edisi kedua . 1985. Yogyakarta: Hikayat Publishing. Kurikulum 2004. Pidarta. Metode Penelitian Bidang Sosial. Nana. Sudjana. Suparlan. Menyusun Usulan Penelitian. Jakarta: Makalah Disajikan pada Kegiatan Pelatihan Tehnis Tenaga Fungsional Pengawas. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia. Standar Kompetensi Pengawas Dimensi dan Indikator. Guru Sebagai Profesi. Nurhadi. Made . Pemikiran Tentang Supervisi Pendidikan. 2004. Hadari. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Tim Redaksi Kamus Besar Bahasa Indonesia. 2009. 1992. Menjadi Guru Efektif.Nawawi. 2003. Suharjono. 2005.

LAMPIRAN . yang paling penting bukan membangun gedung sekolah atau sarana dan prasarananya. Bapak Abdul Malik Fadjar “ (Republika. melainkan harus dengan upaya peningkatan proses pembelajaran yang menyenangkan. Kesemuanya itu hanya dapat dilakukan oleh guru yang bermutu. dan mencerdaskan. mengasyikkan. Untuk membangun pendidikan yang bermutu. . 2003).LAMPIRAN Mutu pendidikan amat ditentukan oleh mutu gurunya Mendiknas.

9. 7. Apakah bapak/Ibu ada membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ? Jika ada. Kalau tidak mengapa ? Jelaskan ! Bagaimanakah pendapat bapak/Ibu jika seorang guru mengajar tanpa menggunakan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ? 8. apakah bapak/ ibu menyusunnya sendiri atau mengadopsi RPP atau mengadaptasi RPP yang dibuat oleh orang lain ? 6. 2. Apakah ada kendala dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ? Apakah bapak/Ibu setuju guru mengajar menggunakan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ? 10. Apakah bapak/Ibu mengetahui kerangka dalam menyusun RPP ? Apakah bapak/Ibu memiliki dokumen Standar Proses ? Apakah bapak/Ibu pernah mengikuti pelatihan/penataran dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ? 4. 3.Lembar Wawancara kepada Guru Ada beberapa pertanyaan yang akan ditanyakan kepada guru yang berhubungan dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. 5. 1. Apakah Bapak/Ibu tahu komponen-komponen yang harus ada pada RPP? .

.

Apakah Bapak/Ibu pernah mengikuti pelatihan/penataran dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ? Jawab: Enam dari delapan orang guru menyatakan belum pernah mengikuti pelatihan pengembangan/penyusunan RPP.Lampiran 1 Lembar Wawancara kepada Guru Beberapa pertanyaan yang ditanyakan kepada guru yang berhubungan dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran sebagai berikut. 2. tapi tidak tahu apakah RPP yang telah mereka buat. . 3. lengkap/belum. 4. 5. Apakah Bapak/Ibu mengetahui kerangka dalam menyusun RPP ? Jawab: Semua guru mengatakan belum mengetahuinya. benar/salah. 1. Hanya sebuah sebagai dokumen sekolah. Apakah Bapak/Ibu memiliki dokumen Standar Proses ? Jawab: Semua guru mengatakan tidak memilikinya. Jika ada. apakah Bapak/ Ibu menyusunnya sendiri atau mengadopsi RPP atau mengadaptasi RPP yang dibuat oleh orang lain ? Jawab: Sebagian besar menyatakan mengadopsi dan mengadaptasi RPP orang lain. Apakah Bapak/Ibu ada membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ? Jawab: Semuanya menyatakan telah membuat RPP.

Kalau tidak mengapa ? Jelaskan ! Jawab: 7.” 10. .6. 8.” 9. Apakah Bapak/Ibu tahu komponen-komponen RPP secara lengkap? Jawab: Sebagian besar menyatakan belum tahu. Bagaimanakah pendapat Bapak/Ibu jika seorang guru mengajar tanpa menggunakan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ? Jawab: Mereka mengatakan akan merasa kesulitan dalam melaksanakan pembelajaran dan berlangsung kurang sistematis karena tidak ada acuan/pedoman dalam melaksanakannya. Apakah ada kendala dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ? Jawab: Sebagian besar menjawab “ada. Apakah Bapak/Ibu setuju guru mengajar menggunakan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ? Jawab: Semuanya menyatakan “setuju.

.

Setuju c. Setuju c. Materi ajar. Tidak setuju d. materi ajar. d. 7. konsep. Tidak setuju d. Sangat setuju b. Tidak setuju d. Sangat tidak setuju Sumber belajar didasarkan pada SK. Sangat setuju b. Sangat tidak setuju Rencana Pelaksanaan pembelajaran digunakan sebagai acuan dalam mengajar a. Tidak setuju d. Sangat setuju b. Sangat tidak setuju . Tidak setuju d. Tidak setuju d. Sangat setuju b. 9. Sangat tidak setuju Guru berkewajiban membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran a. Sangat tidak setuju Materi ajar memuat fakta. Tidak setuju d. Sangat setuju b. sumber belajar dan penilaian hasil belajar a. KD. Sangat tidak setuju Tujuan pembelajaran menggambarkan proses dan hasil belajar yang diharapkan dicapai oleh peserta didik a. metode pembelajaran. Sangat tidak setuju Metode pembelajaran sesuai dengan karakteristik dari setiap indikator dan kompetensi yang hendak dicapai pada setiap mata pelajaran a. Setuju c. 6. Setuju c. Setuju c. Sangat setuju b. Sangat tidak setuju Dalam penyusunan RPP paling sedikit memuat lima komponen yaitu tujuan pembelajaran. 8. Guru wajib memiliki Standar proses dan standar penilaian a. Setuju c.ANGKET YANG BERHUBUNGAN DENGAN MOTIVASI NAMA GURU ASAL SEKOLAH : : ALAMAT SEKOLAH : 1. Sangat setuju b. Setuju c. 5. Setuju c. Tidak setuju 2. Sangat setuju b. kegiatan pembelajaran dan indikator pencapaian kompetensi a. 3. Sangat setuju b. Setuju c. prinsif dan prosedur yang relevan a. Sangat tidak setuju Penilaian hasil belajar mengacu kepada standar penilaian a. 4. Tidak setuju d.

Sangat tidak setuju 11. pedoman penskoran dan kunci jawaban a. Tidak setuju d. RPP yang sudah dibuat perlu direvisi apabila tidak dapat dilaksanakan di kelas a. Setuju c. Tidak setuju Setuju Sangat setuju skor 1 skor 2 skor 3 skor 4 PEDOMAN PENILAIAN RPP NAMA RESPONDEN : …………………………………………………………. . Komponnen penilaian dilengkapi dengan soal. Tidak setuju d. Setuju c.10. Sangat setuju b. Sangat tidak setuju KETERANGAN : Kolom komponen/aspek motivasi diisi dengan angka yang sesuai dengan kriteria berikut : STS = TS S ST = = = Sangat tidak setuju.. Sangat setuju b.

3... Komponen 1 Mencantumkan Identitas Mencantumkan Indikator Mencantumkan Tujuan Pembelajaran Mencantumkan Materi Pembelajaran Mencantumkan Metode Pembelajaran Mencantumkan langkah-langkah kegiatan pembelajaran Mencantumkan Sumber Belajar Mencantumkan Penilaian Jumlah NILAI 2 3 Keterangan 4 Total = Catatan : Skor 1 : Tidak Mencantumkan Skor 2 : Mencantumkan tapi tidak sinkron Skor 3 : Mencantumkan secara singkat Skor 4 : Mencantumkan secara lengkap dan sinkron Saran : ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ……………………………………… Perbaikan : ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… . KELAS : …………………………………………………………. 6. 5. BIDANG STUDY : ………………………………………………………….NIP/NUPTK : …………………………………………………………. 4. 7. 2. 8. No 1.

Sambas..…………2010 Kepala Sekolah .………………………………………………………………………………………… ………………………………….

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful