BAB I PENDAHULUAN

Pernapasan merupakan pertukaran gas antara organisme dan lingkungannya. Pernapasan dapat terjadi di luar sel ataupun didalam sel. Jika pernapasan terjadi didalam sel maka disebut pernapasan seluler. Secara garis besar,pernapasan merupakan pemecahan glukosa dengan bantuan enzim-enzim untuk menghasilkan energy. Pernapasan seluler melibatkan tahap-tahap glikolisis ,siklus kreb,dan tranpor electron. Selain menghasilkan enrgi,pernapasan juga

menghasilkan CO2. Pernapasan pada manusia menggunakan paru-paru. Jalur prnapasan pada manusia adalah: rongga hidung faring laring trakea bronkus bronkiolus alveolus.

Difusi O2 dan CO2 pada paru-paru terjadi di bagian alveolus. Pernapasan melibatkan 2 proses, yaitu menarik napas (inspirasi) dan mengeluarkan napas (ekspirasi). Berdasarkan organ-organ yang terlibat, pernapasan dibagi menjadi dua, yaitu prnapasan dada dan pernapasan perut. Dalam keadaan normal volume udara pernapasan adalah 500 sampai 3500 ml, yang terdiri dari 500 ml volume tidal, 1500 ml udara komplementer, dan 1500 udara suplementer. Jumlah antara udara residu dengan udara komplementer , suplementer disebutt kapasitas vital paru-paru. Oksigen (o2) sangat diperlukan dalam semua kegiatan tubuh. Oleh karena itu, pemasukan oksigen dari luar kedalam tubuh tidak boleh berhenti. Difusi oksigen dari paru-paru ke sel-sel jaringan tubuh terjadi akibat perbedaan tekanan O2. Pada waktu tekanan udara luar satu atmosfer (760 mmHg), besarnya tekanan oksigen di paru-paru 150 mmHg (seperlimanya). Tekanan dalam arteri 100 mmHg, dan di vena 40 mmHg. Tekanan O2 di jaringan 0-40 mmHg, maka oksigen dapat berdifusi ke sel-sel jaringan tubuh. Pada saat tekanan oksigen 100 mmHg, setiap 100 ml darah dapat mengangkut 19ml O2 tersebut, 12 ml oksigen ikut terbawa dalam vena, sedangkan yang 7 ml disampaikan ke sel-sel jaringan tubuh. Jadi, seorang laki-laki dengan 5 liter darahnya dapat menyampaikan 350 ml oksigen setiap satu kali beredar. Pengangkutan oksigen dalam tubuh oleh plasma darah dan hemoglobin. Sebagian oksigen diangkut oleh hb dalam bentuk oksihemoglobin yang tersimpan dalam darah dan otot, hanya 2-3% saja oksigen yang larut dalam plasma. Hemoglobin dapat mengikat dan melepaskan oksigen dalam reaksi bolak balik sebagai berikut Dalam pulmo Hb4 + 4O2 4HbO2 Dalam jaringan

1

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

1. PENGERTIAN OKSIGEN
Oksigen atau zat asam adalah unsur kimia dalam sistem tabel periodik yang mempunyai lambang O dan nomor atom 8. Ia merupakan unsur golongan kalkogen dan dapat dengan mudah bereaksi dengan hampir semua unsur lainnya (utamanya menjadi oksida). Pada Temperatur dan tekanan standar, dua atom unsur ini berikatan menjadi dioksigen, yaitu senyawa gas diatomik dengan rumus O2 yang tidak berwarna, tidak berasa, dan tidak berbau. Oksigen merupakan unsur paling melimpah ketiga di alam semesta berdasarkan massa dan unsur paling melimpah di kerak Bumi. Gas oksigen diatomik mengisi 20,9% volume atmosfer bumi.. Semua kelompok molekul struktural yang terdapat pada organisme hidup, seperti protein, karbohidrat, dan lemak, mengandung oksigen. Demikian pula senyawa anorganik yang terdapat pada cangkang, gigi, dan tulang hewan. Oksigen dalam bentuk O2 dihasilkan dari air oleh sianobakteri, ganggang, dan tumbuhan selama fotosintesis, dan digunakan pada respirasi sel oleh hampir semua makhluk hidup. Oksigen beracun bagi organisme anaerob, yang merupakan bentuk kehidupan paling dominan pada masa-masa awal evolusi kehidupan. O2 kemudian mulai berakumulasi pada atomsfer sekitar 2,5 miliar tahun yang lalu. Terdapat pula alotrop oksigen lainnya, yaitu ozon (O3). Lapisan ozon pada atomsfer membantu melindungi biosfer dari radiasi ultraviolet, namun pada permukaan bumi ia adalah polutan yang merupakan produk samping dari asbut. Oksigen secara terpisah ditemukan oleh Carl Wilhelm Scheele di Uppsala pada tahun 1773 dan Joseph Priestley di Wiltshire pada tahun 1774. Temuan Priestley lebih terkenal oleh karena publikasinya merupakan yang pertama kali dicetak. Istilah oxygen diciptakan oleh Antoine Lavoisier pada tahun 1777, yang eksperimennya dengan oksigen berhasil meruntuhkan teori flogiston pembakaran dan korosi yang terkenal. Oksigen secara industri dihasilkan dengan distilasi bertingkat udara cair, dengan munggunakan zeolit untuk memisahkan karbon dioksida dan nitrogen dari udara, ataupun elektrolisis air, dll. Oksigen digunakan dalam produksi baja, plastik, dan tekstil, ia juga digunakan sebagai propelan roket, untuk terapi oksigen, dan sebagai penyokong kehidupan pada pesawat terbang, kapal selam, penerbangan luar angkasa, dan penyelaman.

1.1. Karakteristik Struktur
2

Trioksigen (O3). dan oleh sistem kekebalan tubuh sebagai sumber oksigen aktif. Secara alami. Altrop oksigen ini digunakan oleh makhluk hidup dalam respirasi sel dan merupakan komponen utama atmosfer bumi. 1. Ozon diproduksi di atmosfer bumi ketika O2 bergabung dengan oksigen atomik yang dihasilkan dari pemisahan O2 oleh radiasi ultraviolet (UV). 3 . sehingga ikatan oksigen diatomik adalah lebih lemah daripada ikatan rangkap tiga nitrogen. Ia lebih reaktif terhadap molekul organik pada umumnya. dikenal sebagai ozon. Oksigen triplet merupakan keadaan dasar molekul O2. jembatan oksigen cair akan terbentuk di antara dua kutub magnet kuat. di mana dua atom oksigen secara kimiawi berikatan dengan konfigurasi elektron triplet spin. Ia memiliki panjang ikat 121 pm dan energi ikat 498 kJ·mol-1. Oksigen singlet. adalah nama molekul oksigen O2 yang kesemuaan spin elektronnya berpasangan. Ikatan ini memiliki orde ikatan dua dan sering dijelaskan secara sederhana sebagai ikatan ganda ataupun sebagai kombinasi satu ikatan dua elektron dengan dua ikatan tiga elektron. Konfigurasi elektron molekul ini memiliki dua elektron tak berpasangan yang menduduki dua orbital molekul yang berdegenerasi. Namun. Oksigen cair akan tertarik kepada magnet.Pada temperatur dan tekanan standar. Dalam bentuk triplet yang normal. sedemikiannya pada percobaan laboratorium. Ia juga dihasilkan di troposfer melalui fotolisis ozon oleh sinar berpanjang gelombang pendek. lapisan ozon yang berada di atmosfer berfungsi sebagai perisai radiasi yang melindungi planet. molekul O2 bersifat paramagnetik oleh karena spin momen magnetik elektron tak berpasangan molekul tersebut dan energi pertukaran negatif antara molekul O2 yang bersebelahan. oksigen berupa gas tak berwarna dan tak berasa dengan rumus kimia O2. merupakan alotrop oksigen yang sangat reaktif dan dapat merusak jaringan paru-paru. dekat permukaan bumi. Karotenoid pada organisme yang berfotosintesis (kemungkinan juga ada pada hewan) memainkan peran yang penting dalam menyerap oksigen singlet dan mengubahnya menjadi berkeadaan dasar tak tereksitasi sebelum ia menyebabkan kerusakan pada jaringan. ozon merupakan polutan udara yang dibentuk dari produk sampingan pembakaran otomobil. oksigen singlet umumnya dihasilkan dari air selama fotosintesis. Alotrop Alotrop oksigen Alotrop oksigen elementer yang umumnya ditemukan di bumi adalah dioksigen O2.2. Kedua orbital ini dikelompokkan sebagai antiikat (melemahkan orde ikatan dari tiga menjadi dua). Oleh karena ozon menyerap gelombang UV dengan sangat kuat.

95 mL per liter. manakala pada suhu 20 °C oksigen yang larut adalah sekitar 7. 17O utamanya dihasilkan dari pembakaran hidrogen menjadi helium semasa siklus CNO. menjadikannya bentuk isotop yang paling umum di zona kaya helium bintang 4 . manakala dalam air laut mengandung sekitar 4. Pada suhu 25 °C dan 1 atm udara. warna biru langit disebabkan oleh penyebaran Rayleigh. Isotop Isotop oksigen Oksigen yang dapat ditemukan secara alami adalah 16O.36 K (−218. Warna oksigen cair adalah biru seperti warna biru langit. Kebanyakan 18O diproduksi ketika 14N (berasal dari pembakaran CNO) menangkap inti 4He. dan membeku pada 54. Fenomena ini tidak berkaitan. Oksigen mengembun pada 90.2 mL (45% lebih) per liter untuk air laut.82 °F). membuatnya menjadi isotop yang paling umum pada zona pembakaran hidrogen bintang.95 °C. Kelarutan oksigen dalam air bergantung pada suhu. kelarutannya bertambah menjadi 9. Oksigen cair dengan kadar kemurnian yang tinggi biasanya didapatkan dengan distilasi bertingkat udara cair. −361. Hal ini dikarenakan oleh penyerapan warna merah. Sifat fisik 1. −297. bandingkan dengan rasio atmosferik yang sekitar 1:4.20 K (−182.0 mL (50% lebih banyak daripada 25 °C) per liter untuk air murni dan 7.6 mg·L−1. menggunakan nitrogen cair dengan pendingin. dengan menekan O2 sampai dengan 20 GPa. dan diasumsikan terdapat pada salah satu enam fase oksigen padat. dengan 16O merupakan yang paling melimpah (99. fase ini menjadi superkonduktor. namun ada juga beberapa yang dihasilkan pada proses pembakaran neon. Oksigen merupakan zat yang sangat reaktif dan harus dipisahkan dari bahan-bahan yang mudah terbakar.79 °C. Baik oksigen cair dan oksigen padat berwarna biru langit.Molekul metastabil tetraoksigen (O4) ditemukan pada tahun 2001. dan 18O. 17O. Ditemukan pula pada tahun 1998 bahwa pada suhu yang sangat rendah. Pada suhu 5 °C. Hal ini dibuktikan pada tahun 2006.6 mg·L−1. Air mengandung sekitar satu molekul O2 untuk setiap dua molekul N2.04 mililiter (mL) oksigen per liter.31 °F). Pada suhu 0 °C.762%). Oksigen lebih larut dalam air daripada nitrogen. Kebanyakan 16O di disintesis pada akhir proses fusi helium pada bintang. Fase logam oksigen ditemukan pada tahun 1990 ketika oksigen padat ditekan sampai di atas 96 GPa.3. dan dapat digunakan dalam bahan bakar roket. Oksigen cair juga dapat dihasilkan dari pengembunan udara. Isotop oksigen dapat berkisar dari yang bernomor massa 12 sampai dengan 28. air tawar mengandung 6. Gerombol ini berpotensi sebagai oksidator yang lebih kuat daripada O2 maupun O3. konsentrasi oksigen dalam air adalah 14. dan ditemukan struktur gerombol rombohedral O8.

setelah hidrogen dan helium.2% massa kerak bumi dan merupakan komponen utama dalam samudera (88.24 detik dan 14O dengan umur paruh 70.606 detik. Bumi memiliki ketidaklaziman pada atmosfernya dibandingkan planetplanet lainnya dalam sistem tata surya karena ia memiliki konsentrasi gas oksigen yang tinggi di atmosfernya.0% volume dan 23. manakala respirasi dan proses pembusukan menghilangkannya dari atmosfer. Faktor utama yang mendorong siklus oksigen ini adalah fotosintesis. Lautan di sekitar kutub bumi dapat menyokong kehidupan laut yang lebih banyak oleh karena kandungan oksigen yang lebih tinggi. Air yang terkena polusi dapat mengurangi jumlah O2 dalam air tersebut. sedangkan modus peluruhan yang paling umum untuk isotop yang lebih berat daripada 18O adalah peluruhan beta.1% O2 berdasarkan volume dan Venus yang bahkan memiliki kadar konsentrasi yang lebih rendah. laju produksi dan konsumsi oksigen adalah sekitar 1/2000 keseluruhan oksigen yang ada di atmosfer setiap tahunnya. Modus peluruhan yang paling umum untuk isotop yang lebih ringan dari 16O adalah penangkapan elektron. misalnya karbon dioksida. Bandingkan dengan Mars yang hanya memiliki 0. Dalam keadaan kesetimbangan. Konsentrasi gas oksigen di Bumi yang tidak lazim ini merupakan akibat dari siklus oksigen. Namun. Sekitar 0. Fotosintesis melepaskan oksigen ke atmosfer. menghasilkan nitrogen. biosfer. Isotop radioaktif sisanya memiliki umur paruh yang lebih pendek daripada 27 detik. yang paling stabil adalah 15O dengan umur paruh 122. 5 . Siklus biogeokimia ini menjelaskan pergerakan oksigen di dalam dan di antara tiga reservoir utama bumi: atmosfer. dan mayoritas memiliki umur paruh kurang dari 83 milidetik. Air dingin melarutkan lebih banyak O2. oksigen merupakan unsur kimia paling melimpah di biosfer. Peningkatan kelarutan O2 pada temperatur yang rendah memiliki implikasi yang besar pada kehidupan laut. Gas oksigen merupakan komponen paling umum kedua dalam atmosfer bumi. menghasilkan fluorin. 1. Oksigen merupakan unsur kimia paling melimpah ketiga di alam semesta. Oksigen mengisi sekitar 49. Keberadaan Menurut massanya. Para ilmuwan menaksir kualitas air dengan mengukur kebutuhan oksigen biologis atau jumlah O2 yang diperlukan untuk mengembalikan konsentrasi oksigen dalam air itu seperti semula.4.Empat belas radioisotop telah berhasil dikarakterisasi.1% massa (sekitar 1015 ton) atmosfer. dan tanah bumi. menduduki 21. dan litosfer. Oksigen bebas juga terdapat dalam air sebagai larutan.9% massa Matahari adalah oksigen. udara. O2 yang berada di planet-planet selain bumi hanya dihasilkan dari radiasi ultraviolet yang menimpa molekul-molekul beratom oksigen. laut.8% berdasarkan massa).

1. Pemenuhan kebutuhan oksigen ini tidak terlepas dari kondisi sistem pernapasan secara fungsional. Tidak adanya oksigen akan menyebabkan tubuh.2. individu merasakan pentingnya oksigen. Kebutuhan tubuh terhadap oksigen merupakan kebutuhan yang sangat mendasar dan mendesak. maka kebutuhan oksigen akan mengalami gangguan. 2. Selain oksigen. kebutuhan oksigen merupakan kebutuhan yang paling utama dan sangat vital bagi tubuh. Selain itu. secara fungsional. Manfaat Oksigen Bagi Tubuh. Pada kondisi yang asidosis atau alkalosis. Perawat mempunyai peran yang penting dalam pemenuhan kebutuhan oksigen dan pemeliharaan keseimbangan asam basa klien. perawat harus memahami konsep kebutuhan oksigen dan keseimbangan asam basa. keberlangsungan fungsional tubuh juga dipengaruhi oleh keseimbangan asam basa. Pada bab ini. Proses pernapasan dianggap sebagai sesuatu yang biasabiasa saja. Bila ada gangguan pada salah satu organ sistem respirasi. perawat juga harus terampil dalam melakukan intervensi keperawatan dalam upaya pemenuhan kebutuhan oksigen dan asam basa. PERAN OKSIGEN DI DALAM TUBUH 2. Tanpa oksigen dalam waktu tertentu. sel tubuh akan mengalami kerusakan yang menetap dan menimbulkan kematian. Oksigen Pada Tubuh Oksigen memegang peranan penting dalam semua proses tubuh secara fungsional. gangguan seperti Pada dalam pemenuhan kebutuhan saluran adanya kondisi sumbatan ini. mengalami kemunduran atau bahkan dapat menimbulkan kematian. konsep dan aplikasi yang berkenaan dengan kebutuhan oksigen dan asam basa akan diuraikan secara sederhana. Keseimbangan asam basa dipertahankan oleh tubuh melalui berbagai mekanisme. Oleh karena itu. Sering kali individu tidak menyadari terhadap pentingnya oksigen. pada pernapasan.2. tubuh akan mengalami banyak gangguan. Oleh karena itu. Banyak kondisi yang menyebabkan seseorang mengalami oksigen. Otak merupakan organ yang sangat sensitif terhadap 6 .

otomatis halhal yang alami jadi terlupakan. Fungsi ini berlangsung selama kehidupan untuk mempertahankan homeostasis dengan mengatur penyediaan oksigen. Oksigen dipasok ke dalam tubuh melalui proses pernapasan/respirasi yang melibatkan sistem pernapasan. transportasi oksigen. mitokondria tidak dapat membuat ATP. Oksigen merupakan suatu komponen yang sangat penting di dalam memproduksi molekul Adenosin Trifosfat (ATP) secara normal. dan perfusi ke jaringan. Saat kita bernafas. dapat terjadi kerusakan sel otak secara permanen (Kozier dan Erb 1998). Banyak oksigen. Setiap tarikan nafas kita langsung menghirup oksigen yang merupakan hasil fotosintesis tanaman yang melepaskan O2 dan menyerap karbondioksida (CO). 2. Walaupun dalam kondisi kekurangan oksigen akan diproduksi ATP melalui proses glikolisis di dalam sitosol. O2 langsung masuk kedalam tubuh melalui sistim repirasi kemudian di angkut oleh hemoglobin di dalam sel darah merah 7 . akan tetapi ATP yang dihasilkan tidak sebanyak di dalam mitokondria. Mana ada tempat luas untuk tumbuhan? Ada sih yang tetap peduli dengan menanamkan tumbuhan di pojok-pojok kota. Oleh karena tidak adekuatnya oksigen. lahan semakin lama semakin menghilang tergantikan oleh gedung-gedung yang bertingkat menjulang tinggi serta bangunan yang lain tak henti berbenah. Tapi mana cukup untuk menggantikan kadar oksigen yang harus kita hirup demi kesehatan? Padahal hampir semua makhluk hidup di bumi ini amat membutuhkan kehadiran oksigen (O2). difusi. melakukan eliminasi sisa metabolisme (karbondioksida). Sistem pernapasan terdiri atas serangkaian organ yang berfungsi melakukan pertukaran gas antara atmosfer dengan plasma melalui proses ventilasi paru-paru. Otak masih mampu menoleransi kekurangan oksigen antara tiga sampai lima menit. Sel tubuh manusia membutuhkan oksigen untuk mempertahankan kelangsungan metabolisme sel dan menyelamatkan nyawa.2. Tanpa oksigen. sel akan kehilangan fungsinya dan selanjutnya akan mengakibatkan jaringan dan organ tubuh juga kehilangan fungsinya. Bila oksigen tersedia di dalam tubuh secara adekuat. Apabila kekurangan oksigen berlangsung lebih dari lima menit. Contohnya. ATP membcrikan energi yang diperlukan oleh sel untuk melakukan keperluan berbagai aktivitas untuk memelihara efektivitas segala fungsi tubuh. dan mengatur keseimbangan asam basa. maka mitokondria akan memproduksi ATP. Hal tersebut menyebabkan kehidupan seseorang berada dalam bahaya. Zaman semakin maju perkembangan tekhnologi makin canggih dan moderen. mengatur penggunaan nutrisi. Hidup Sehat.kekurangan oksigen. ATP adalah sumber bahan bakar untuk sel agar dapat berfungsi secara optimal.

tubuh akan merasa lelah karena asupan oksigennya berkurang. paru-paru bisa menampung sekitar 500 ml udara ke dalam tubuh. Agar sampai kejaringan. Proses pembakaran energi dalam tubuh juga memerlukan oksigen dalam jumlah cukup besar agar racun dan zat tak terpakai bisa keluar dari dalam tubuh. oksigen akan di lepaskan dan di gunakan untuk proses respirasisel. oksigen yang sudah larut dalam air?bersifat sangat labil dan mudah terlepas kembali terutama jika air tersebut berada dalam kondisi di atas suhu ruang (25-30oC). Oksigen sampai di paru-paru kemudian ke alveoli lalu akan diikat oleh hemoglobin di dalam darah. atau terpapar cahaya matahari langsung. terkena panas. tapi bisa dikonsumsi layaknya seperti minuman. kemudian di akhir prosesnya ditambahkan dengan oksigen. Proses respirasi amat penting bagi kelangsungan hidup karena berfungsi sebagai pemasok oksigenuntuk metabolisme semua sel aktif dalam tubuh serta menyingkirkan CO2 yang merupakan hasil proses metabolisme dari sel. namun bisa juga dimasukkan melalui saluran pencernaan. 2. Apa jadinya kehidupan manusia tanpa oksigen.?Perlu 8 . Apa bila aliran darah atau persedian oksigen terganggu atau bahkan sama sekali tak ada pasokan oksigen kedalam jaringan maka akan terjadi kematian sel. Dalam suhu ruangan.4. Oksigen kini tidak hanya dapat dihirup. seperti sehabis olah raga. Benarkah air oksigen menyehatkan? Manusia yang normal akan membutuhkan oksigen sekitar 375 liter per hari. air secara alamiah sudah mengandung oksigen sebanyak 10 ppm atau 10 miligram per liter. Hampir sama dengan air minum dalam kemasan lainnya. Sekali kita menghirup nafas. Dalam kondisi lelah. Sebenarnya manfaat air oksigen sejauh ini belum terbukti secara ilmiah atau secara klinis. Pentingnya Oksigen Bagi Regenerasi Sel Tubuh Oksigen kini tidak hanya dapat dihirup. Menurut berbagai literatur kurang lebih 90% dari energi hidup di produksi oleh oksigen. Melalui oxygen keeper technology. kebutuhan tersebut akan meningkat 5-10 kali lipat. Kemudian disalurkan ke seluruh tubuh untuk membantu proses pembakaran glukosa menjadi energi. Saat berolahraga. kini banyak dijual produk air kemasan yang mengandung oksigen. Di dalam jaringan. darah yang mengangkut oksigen dipompa oleh jantung melalui dari sejak masuk di paru sampai kejaringan oleh sistem kardiovaskuler. kita mendapatkan oksigen dengan bernapas melalui paru-paru. kadar oksigen bisa meningkat hingga 15 ppm. kini bisa mencapai 10 kali lipat lebih tinggi kadar oksigennya.ke jaringan. Secara alamiah. air oksigen berasal dari tanah atau mata air yang telah melalui proses destilasi. Pada suhu lebih rendah (misalnya dalam lemari pendingin).?Berkat kemajuan teknologi pangan. Air oksigen biasanya mengandung 80 ppm oksigen per botol. air yang tadinya mengandung oksigen relatif sedikit. Namun.

Pemanfaatan teori VO2max ditentukan oleh kemampuan tubuh untuk menggunakan oksigen yang tersedia dan kemampuan sistem kardiovaskular tubuh untuk mengantarkan oksigen ke jaringan aktif. bila kadarnya terlalu tinggi. Namun. yang dapat digunakan dalam satu menit per kilogram berat badan. Sebuah studi 9 . menjadi antara 65 dan 85 persen dari maksimum. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa orang dapat meningkatkan VO2max dengan bekerja atau berolahraga yang meningkatkan denyut jantung. Radikal bebas merupakan salah satu faktor pencetus terjadinya kanker. Jumlah oksigen maksimal dalam tubuh ini juga dijadikan sebagai ukuran kebugaran para atlet sepakbola. maka akan bersifat berbahaya karena oksigen bersifat radikal bebas.diketahui. jumlah oksigen maksimal berdasarkan usia: Usia 10-19 20-29 30-39 40-49 50-59 60-69 70-79 Pria (L/menit) Wanita (L/menit) 47-56 43-52 39-48 36-44 34-41 31-38 28-35 38-46 33-42 30-38 26-35 24-33 22-30 20-27 Jumlah oksigen maksimal dalam tubuh tentunya semakin turun seriring dengan usia. Orang yang memiliki VO2max lebih tinggi dapat diartikan lebih kuat dan lebih bugar ketimbang orang dengan nilai VO2max rendah. 2. bila asupan oksigen di dalam tubuh berada dalam kadar yang normal. VO2max adalah jumlah maksimum oksigen dalam mililiter.5. maka akan mendukung kesehatan kita. Jumlah Oksigen Maksimal Dalam Tubuh Sesuai Usia Kebugaran tubuh dapat diukur dengan jumlah oksigen yang Anda konsumsi selama berolahraga pada kapasitas maksimum. setidaknya selama 20 menit dalam 3 sampai 5 kali seminggu.

54 ml/kg/menit untuk perempuan (1. Penyebab tersering asfiksia dalam konteks forensik adalah jenis asfiksia mekanik. pneumotoraks bilateral.7 persen). KEKURANGAN OKSIGEN DIDALAM TUBUH 3.3. misalnya barbiturat dan narkotika. 2. ASFIKSIA 3. emboli lemak. sumbatan atau halangan pada saluran napas dan sebagainya. Keracunan bahan yang menimbulkan depresi pusat pernapasan. dibandingkan dengan penyebab yang lain seperti penyebab alamiah ataupun keracunan (Knight. Trauma mekanik yang menyebabkan asfiksia mekanik. Anoksia Anoksik (Anoxic anoxia) Pada tipe ini O2 tidak dapat masuk ke dalam paru-paru karena: Universitas Sumatera Utara 10 . Defenisi Asfiksia Asfiksia adalah suatu keadaan yang ditandai dengan terjadinya gangguan pertukaran udara pernapasan. 1997): 1.46 ml/kg/menit per tahun untuk laki-laki (1. mengakibatkan oksigen darah berkurang (hipoksia) disertai dengan peningkatan karbon dioksida (hiperkapnea). Dengan demikian organ tubuh mengalami kekurangan oksigen (hipoksia hipoksik) dan terjadi kematian (Ilmu Kedokteran Forensik.2.1.oleh Jackson dari Amerika Serikat menemukan bahwa terjadi penurunan rata-rata 0. 3.2 persen) dan 0. 1996 ). yaitu: 1.1. Fisiologi Secara fisiologi dapat dibedakan 4 bentuk anoksia (Amir. asfiksia dapat disebabkan oleh hal berikut (Ilmu Kedokteran Forensik. 2008). misalnya penyakit yang menyumbat saluran pernapasan seperti laringitis difteri atau menimbulkan gangguan pergerakan paru seperti fibrosis paru. Penyebab alamiah. Secara klinis keadaan asfiksia sering disebut anoksia atau hipoksia (Amir. misalnya trauma yang mengakibatkan emboli udara vena. 1997). 3.1.1.1. 3. Etiologi Asfiksia Dari segi etiologi. 2008). 3.

Substrat 11 . Ini bisa karena gagal jantung.Tidak ada atau tidak cukup O2. sehingga jaringan atau tubuh tidak dapat menggunakan oksigen secara efektif. penjeratan. kepala di tutupi kantong plastik. .Ekstraseluler Anoksia yang terjadi karena gangguan di luar sel. udara yang kotor atau busuk. 4. Dalam keadaan ini tekanan oksigen cukup tinggi. Ini di kenal dengan asfiksia murni atau sufokasi.Metabolik Di sini asfiksia terjadi karena hasil metabolik yang mengganggu pemakaian O2 oleh jaringan seperti pada keadaan uremia. gantung diri. bernafas dalam selokan tetutup atau di pegunungan yang tinggi. Tipe ini dibedakan atas: . Pada keracunan Sianida terjadi perusakan pada enzim sitokrom oksidase. pemitingan atau korpus alienum dalam tenggorokan. misalnya pada keracunan zat anastetik yang larut dalam lemak seperti kloform.. Keadaan ini diibaratkan lalu lintas macet tersendat jalannya. . Anoksia Anemia (Anemia anoxia) Di mana tidak cukup hemoglobin untuk membawa oksigen. Ini di kenal dengan asfiksia mekanik. Anoksia Jaringan (Hystotoxic anoxia) Gangguan terjadi di dalam jaringan sendiri. 3. syok dan sebagainya. sitokrom dihambat secara parsial sehingga kematian berlangsung perlahan. pencekikan. Keadaan ini diibaratkan dengan sedikitnya kendaraan yang membawa bahan bakar ke pabrik. 2. tetapi sirkulasi darah tidak lancar.Hambatan mekanik dari luar maupun dari dalam jalan nafas seperti pembekapan. Bernafas dalam ruangan tertutup. .Intraselular Di sini oksigen tidak dapat memasuki sel-sel tubuh karena penurunan permeabilitas membran sel. udara lembab. Ini didapati pada anemia berat dan perdarahan yang tiba-tiba. yang dapat menyebabkan kematian segera. . Pada keracunan Barbiturat dan hipnotik lainnya. Anoksia Hambatan (Stagnant anoxia) Tidak lancarnya sirkulasi darah yang membawa oksigen. eter dan sebagainya.

. Sekunder (berhubungan dengan penyebab dan usaha kompensasi dari tubuh) Jantung berusaha mengkompensasi keadaan tekanan oksigen yang rendah dengan mempertinggi outputnya. yaitu: 1. Stadium Dispnea 12 . dan basal ganglia.4. 2008). Di sini sel-sel otak yang mati akan digantikan oleh jaringan glial. paru-paru.Penutupan mulut dan hidung (pembekapan). Primer (akibat langsung dari asfiksia) Kekurangan oksigen ditemukan di seluruh tubuh.Obstruksi jalan napas seperti pada mati gantung. Karena oksigen dalam darah berkurang terus dan tidak cukup untuk kerja jantung. 2. penjeratan.5. tidak tergantung pada tipe dari asfiksia. yaitu: 1. pencekikan dan korpus alienum dalam saluran napas atau pada tenggelam karena cairan menghalangi udara masuk ke paru-paru. misalnya pada luka listrik dan beberapa bentuk keracunan. Keadaan ini didapati pada: . maka terjadi gagal jantung dan kematian berlangsung dengan cepat. sedangkan pada organ tubuh yang lain yakni jantung. dengan demikian bagian tersebut lebih rentan terhadap kekurangan oksigen. Stadium Pada Asfiksia Pada orang yang mengalami asfiksia akan timbul gejala yang dapat dibedakan dalam 4 stadium (Amir. Sel-sel otak sangat sensitif terhadap kekurangan oksigen. ginjal dan yang lainnya perubahan akibat kekurangan oksigen langsung atau primer tidak jelas.Gangguan gerakan pernafasan karena terhimpit atau berdesakan (Traumatic asphyxia). Perubahan yang karakteristik terlihat pada sel-sel serebrum.1. Bagian-bagian otak tertentu membutuhkan lebih banyak oksigen.1. akibatnya tekanan arteri dan vena meninggi. kematian akibat asfiksia dapat dibagi dalam 2 golongan (Amir. misalnya pada keadaan hipoglikemia. 3.Penghentian primer dari pernafasan akibat kegagalan pada pusat pernafasan. 2008).Dalam hal ini makanan tidak mencukupi untuk metabolisme yang efisien. . hati. serebellum. . Patologi Dari pandangan patologi. 3.

perikardium. circumoral skin. pada stadium ini bisa dijumpai jantung masih berdenyut beberapa saat lagi. maka penderita akan masuk ke stadium apnoe. timus. Tanda Kardinal Asfiksia Selama beberapa tahun dilakukan autopsi untuk mendiagnosis kematian akibat asfiksia. konjungtiva dan sklera mata. 2. kulit dibagian belakang telinga. 3. Wajah cemas. terjadi 13 . spinkter mengalami relaksasi sehingga feses dan urin dapat keluar spontan. sianosis makin jelas. Umumnya berkisar antara 3-5 menit. akhirnya berhenti bersamaan dengan lumpuhnya pusat-pusat kehidupan. Pada kondisi vena yang terbendung.6. Tardieu’s spot (Petechial hemorrages) Tardieu’s spot terjadi karena peningkatan tekanan vena secara akut yang menyebabkan overdistensi dan rupturnya dinding perifer vena. Bila keadaan ini berlanjut.Terjadi karena kekurangan O2 disertai meningkatnya kadar CO2 akan merangsang pusat pernafasan. Masa dari saat asfiksia timbul sampai terjadinya kematian sangat bervariasi. bibir mulai kebiruan. Stadium Apnea Korban kehabisan nafas karena depresi pusat pernafasan. Selain itu juga bisa terdapat dipermukaan jantung. Walaupun nafas telah berhenti dan denyut nadi hampir tidak teraba.1. telah ditetapkan beberapa tanda klasik (Knight. 1996). Bisa juga terdapat pada lapisan viseral dari pleura. tekanan darah menurun. Stadium Kejang Berupa gerakan klonik yang kuat pada hampir seluruh otot tubuh. terutama pada jaringan longgar. otot menjadi lemah. b. seperti kelopak mata. Kongesti dan Oedema Ini merupakan tanda yang lebih tidak spesifik dibandingkan dengan ptekie. mata menonjol. Denyut nadi dan tekanan darah masih tinggi. jarang pada mesentrium dan intestinum. hilangnya refleks. denyut nadi dan tekanan darah meningkat. Kongesti adalah terbendungnya pembuluh darah. maka masuk ke stadium kejang. mukosa laring dan faring. yaitu: a. pernafasan dangkal dan semakin memanjang. kesadaran hilang dengan cepat. dilatasi pupil. peritoneum. Bila kekurangan O2ini terus berlanjut. gerakan pernafasan (inspirasi dan ekspirasi) bertambah dalam dan cepat disertai bekerjanya otot-otot pernafasan tambahan. 3. sehingga terjadi akumulasi darah dalam organ yang diakibatkan adanya gangguan sirkulasi pada pembuluh darah. paru dan otak. dibawah kulit dahi.

Tetap cairnya darah Terjadi karena peningkatan fibrinolisin paska kematian. Pada kebanyakan kasus forensik dengan konstriksi leher. Pada pembekapan. Kematian terjadi akibat tekanan di leher oleh pengaruh berat badan sendiri. b. tidak sempat terjadi proses pembendungan. Tanda-tanda 14 . maka lebam mayat didapati di kedua kaki dan tangan. sianosis hampir selalu diikuti dengan kongesti pada wajah. 2007). Biasanya korban anak-anak atau orang yang tidak berdaya. Perhatikan bagian di belakang bibir luka akibat penekanan pada gigi. Bila korban cukup lama tergantung. harus ada minimal 5 gram hemoglobin per 100 ml darah yang berkurang sebelum sianosis menjadi bukti. yaitu: a. didapati resapan darah setentang jeratan. Dapat berupa luka memar atau lecet. Mati tergantung. kelainan terdapat disekitar lobang hidung dan mulut. Cairan plasma ini akan mengisi pada sela-sela jaringan ikat longgar dan rongga badan (terjadi oedema). maka lebam mayat akan didapati pada bagian terendah tubuh. Tanda Khusus Asfiksia Didapati sesuai dengan jenis asfiksia (Amir. Hal ini tidak relevan dalam diagnosis asfiksia 3.7. karena peristiwa kematian berlangsung cepat. Namun bila segera diturunkan. seperti akhirnya pencairan bekuan tersebut diakibatkan oleh enzim fibrinolitik. Ini tidak dapat dinyatakan sebagai anemia. Ada garis ludah di pinggir salah satu sudut mulut. begitu pula di belakang kepala atau tengkuk akibat penekanan.peningkatan tekanan hidrostatik intravaskular (tekanan yang mendorong darah mengalir di dalam vaskular oleh kerja pompa jantung) menimbulkan perembesan cairan plasma ke dalam ruang interstitium. Kesannya leher sedikit memanjang. Gambaran tentang tetap cairnya darah yang dapat terlihat pada saat autopsi pada kematian akibat asfiksia adalah bagian dari mitologi forensik. Pembekuan yang terdapat pada jantung dan sistem vena setelah kematian adalah sebuah proses yang tidak pasti. d. Pada pembukaan kulit di daerah leher.1. seperti darah vena yang kandungan hemoglobinnya berkurang setelah perfusi kepala dan leher dibendung kembali dan menjadi lebih biru karena akumulasi darah. kadang-kadang sulit mendapatkan tanda-tanda kekerasan. dengan bekas jeratan di leher. terlepas dari jumlah total hemoglobin. c. demikian juga di pangkal tenggorokan dan oesophagus. Sianosis Merupakan warna kebiru-biruan yang terdapat pada kulit dan selaput lendir yang terjadi akibat peningkatan jumlah absolut Hb tereduksi (Hb yang tidak berikatan dengan O2). Bila dilakukan dengan bahan halus. Muka korban lebih sering pucat.

Kalau keadaan hipoksia berlangsung lama mengakibatkan gejala keletihan. Sebab dari berkurangnya efek perubahan tekanan oksigen pada pengaturan pernapasan berlawanan dengan yang disebabkan oleh mekanisme yang mengatur karbondioksida dan ion hidrogen. terjadinya perubahan pada sistem syaraf pusat. Yang khas disini adalah adanya perdarahan berupa garis yang letaknya melintang pada tunika intima dari arteri karotis interna. inkoordinasi motorik dan gambaran klinis yang mempunyai gambaran pada alkoholisme akut. Hipoksia akaut akan menyebabkan gangguan judgement. Tanda-tanda diatas tidak didapati pada korban yang digantung setelah mati. apatis. setentang dengan tekanan tali pada leher. ini juga mengeluarkan ion hidrogen dari darah karena pengurangan karbondioksida juga mengurangi asam karbonat darah. PaCO2 biasanya meningakat. Bila hasil hipoksia sebagai akibat gagal pernapasan. Peningkatan ventilasi yang benar-benar terjadi bila PO2 turun mengeluarkan karbondioksida dari darah dan oleh karena itu mengurangi tekanan PCO2.1 Perubahan tegangan oksigen dan karbondioksida serta perubahan konsentrasi intraeritrosit dari komponen fosfat organik. kelambatan waktu reaksi dan penurunan 15 . dimana jumlah total hemoglobin yang berfungsi untuk membawa oksigen berkurang. dan kurva disosiasi oksigen bergeser ke kanan. pada waktu yang sama konsentrasi ion hidrogen juga menurun. Akibat dari hipoksia. Berbagai keadaan yang menurunkan transpor oksigen dari paru ke jaringan termasuk anemia. yang menyebabkan peningkatan sinyal inspirasi dan ekspirasi yang kuat ke otot-otot pernapasan. Namun tanda-tanda di leher tetap menjadi petunjuk yang baik.1 PO2 darah yang rendah pada keadaan normal tidak akan meningkatkan ventilasi alveolus secara bermakna sampai tekanan oksigen alveolus turun hampir separuh dari normal. pusing. Dalam kondisi ini. terutama asam 2.pembendungan seperti pada keadaan asfiksia yang lain juga didapati. sehingga sebagian besar hemoglobin menjadi tidak mampu mengangkut oksigen. Hipoksia Tujuan akhir pernapasan adalah untuk mempertahankan konsentrasi oksigen. dan penurunan aliran darah ke jaringan dapat di sebabkan oleh penurunan curah jantung atau iskemi lokal jaringan.3 bifosfat (2. keracunan karbondioksida.3-BPG) men yebabkan pergeseran kurva disosiasi oksigen. Kelebihan karbondioksida atau ion hidrogen mempengaruhi pernapasan terutama efek perangsangan pusat pernapasannya sendiri. gangguan daya konsentrasi. 3.2. Akibat peningkatan ventilasi pelepasan karbondioksida dari darah meningkat. persentase saturasi hemoglobin dalam darah arteri pada kadar penurunan tegangan okmsigen alveolar (PaO2) yang diberikan. kecuali bila dibunuh dengan cara asfiksia. karbondioksida dan ion hidrogen dalam cairan tubuh.

misal pada keracunan enzim sel. Rasio ventilasi –perfusi tidak sama (termasuk peningkatan ruang rugi fisiologik dan shunt fisiologik). edem jaringan. hipoventilasi karena peningkatan tahanan saluran napas atau compliance paru menurun.3 Di otak terdapat pusat pernapasan yang merupakan sekelompok neuron yang tersebar luas dan terletak bilateral (dari kiri ke kanan) medula oblongata dan pons. Bila penurunan PaO2 disertai hiperventilasi dan penurunan PaCO2. yang menyebabkan inspirasi.1 16 .1 neuron-neuron kelompok pernapasan dorsal memegang peranan penting dalam mengontrol pernapasan. otak dipengaruhi pertama kali. resistensi serebro-vasculer meningkat. Berkurangnya membran difusi respirasi.2 Pengaruh hipoksia stagnant tergantung pada jaringan yang dipengaruhi.2.1. (4) transpor dan pelepasan oksigen yang tidak memedai (inadekuat). (2) penyakit paru.2. (3) pusat pneumotaksik. 3. terletak di bagian superior belakang pons yang membantu kecepatan dan pola pernapasan. Definisi Hipoksia adalah penurunan pemasukan oksigen ke jaringan sampai di bawah tingkat fisiologik meskipun perfusi jaringan oleh darah memedai. Pada hipoksia. penurunan sirekulasi umum. aliran darah serebral meningkat dan hipoksia bertambah. kekurangan enzim sel karena defisiensi vitamin B.2. (5) pemakaian oksigen yang tidak memedai pada jaringan. (2) kelompok pernapasan ventral yang terletak di ventro lateral medulla yang menyebabkan ekspirasi atau inspirasi tergantubg pada kelompok neuron yang dirangsang. bisa karena kekurangan oksigen dalam atmosfer atau karena hipoventilasi (gangguan syaraf otot). Ada tiga kelompok neuron utama: (1) kelompok neuron pernapasan dorsal terletak di bagian dorsal medulla. pembuluh darah jantung).kapasitas kerja.4.5 3. dan kematian biasanya disebabkan oleh gagal pernapasan. Hipoksia dapat disebabkan karena: (1) oksigenasi paru yang tidak memadai karena keadaan ekstrinsik. serebral. penurunan sirkulasi lokal (perifer. Begitu hipoksia bertambah parah pusat batang otak akan terkena. Etiologi Hipoksia dapat terjadi karena defisiensi oksigen pada tingkat jaringan akibatnya sel-sel tidak cukup memperoleh oksigen sehingga metabolisme sel akan terganggu. Hal ini terjadi pada anemia. (3) shunt vena ke arteri (shunt dari “kanan ke kiri’ pada jaringan).

hipoventilasi alveolar. ( 4) Post operasi misal bedah thorak. sumbatan jalan napas akan menganggu ventilasi dan oksigenasi. Beberapa kasus umum gagal pernapasan adalah: (1) syaraf pusat.trauma kepala. b. strok. e. Jalan napas. Tekanan intra abdominal yang tinggi akan menghambat gerak diafragma. edem. tranquiliser). Syaraf. abnormalitas ventilasi-perfusi. dapat menyebabkan gangguan napas. narkotik. kelainan di paru seperti radang. Bila ada kelumpuhan otot-otot tersebut misal karena sisa obat pelumpuh otot. Dinding dada. Rongga pleura. f. normalnya rongga pleura kosong dan bertekanan negatif. cairan (fluidothorak). d. cedera tulang leher. masalah difusi. otot inspirasi utama adalah diafragma dan interkostal eksternus. patah tulang iga yang multipel apalagi segmental akan menyebabkan nyeri waktu inspirasi dan terjadinya flail chest sehingga terjadi hipoventilasi sampai atelektasis paru. penyakit jantung. kelumpuhan atau menurunnya fungsi syaraf yang mengnervasi otot interkostal dan diafragma akan menurunkan kemampuan inspirasi sehingga terjadi hipoventilasi. Poliomyelitis. ketinggian. tetapi biula sesuatu yang menyebabkan tekanan menjadi positif seperti udara (pneumothorak).7. keracunan organophospat. akan menyebabkan gangguan napas. scleroderma.Gagal pernapasan dapat akut dapat didefinisikan sebagai kurangnya PO2 dari 50 mmHg dengan atau tanpa PCO2 lebih dari 50 mmHg. aspirasi. radang otak. lesi pirau. neoplasma.8 17 . darah (hemothorak) maka paru dapat terdesak dan timbul gangguan napas. myastenia gravis. atelektasis. c. kyphoscoliosis. (3) Percabangan neuromuscular misalnaya otot yang relaksasi. contusio. Misalnya: Blok subarachnoid yang terlalu tinggi. Paru. bedah abdomen.6 Gagal napas selalu disertai hipoksia. pengaruh kimia misal karbonmonoksida. hemoglobin abnormal. tetapi setelah sumbatan jalan napas bebas masih tetap ada gangguan ventilasi maka harus di cari penyebab yang lain. (2) syaraf tepi: a. segala sesuatu yang menimbulkan depresi pada pusat napas akan menimbulkan gangguan napas misalnya obatobatan(anestesia. faktor jaringan lokal misal peningkatan kebutuhan metabolisme. Guillain Barre Syndrome. Otot napas. dimana hipoksia dapat menimbulkan efekefek pada metabolisme jaringan yang selanjutnya menyebabkan asidosis jaringan dan mengakibatkan efek-efek pada tanda vital dan efek pada tingkat kesadaran. Hipoksia dapat disebabkan oleh gagal kardiovaskuler misalnya syok.

(2) kadar hemoglobin.9 3. atau pH kurang dari 7. penderita trauma kepal/karena suatu penyakit. Diagnosis Setiap keluhan atau tanda gangguan respirasi hendaknya mendorong di lakukannya analisis gasgas darah arteri. Sphincter cardia yang 18 . Saturasi hemoglobin akan oksigen (SaO2) kurang dari 90% yang biasanya sesuai dengan tegangan oksigen arterial (PaO2) kurang dari 60 mmHg sangat mengganggu oksigenasi CO2 arterial (PaCO2) hingga lebih dari 45-50 mmHg mengandung arti bahwa ventilasi alveolar sangat terganggu./lendir.2. keracunan). gagal pernapasan/sumbatan jalan napas dapat disebabkan oleh tindakan operasi itu sendiri misalnya karena obat pelumpuh otot. stroke. trauma kepala.3 3. karena muntahan. (2) hipoksia anemik. trauma/kecelakaan (trauma maksilofasial.35 dengan PaCO2 lebih besar dari 50mmHg. Dimana daya penyampaian oksigen ke jaringan tergantung pada: (1) sistem pernapasan yang utuh yang akan memberikan oksigen untuk menjenuhi hemoglobin. dimana PO2 darah arteri berkurang. Patofisiologi Pada keadaan dengan penurunan kesadaran misalnya pada tindakan anestesi.2. suatu penyakit. radang otak).2. (4) mekanisme pelepasan oksihemoglobin. maka akan terjadi relaksasi otot-otot termasuk otot lidah dan sphincter cardia akibatnya bila posisi penderita terlentang maka pangkal lidah akan jatuh ke posterior menutup orofaring. dimana aliran darah ke jaringan sangat lambat sehingga oksigen yang adekuat tidak di kirim ke jaringan walaupun PO2 konsentrasi hemoglobin normal.4. Kegagalan pernapsan terjadi karena PaCO2 kurang dari 60mmHg pada udara ruangan.8 3. dimana PO2 darah arteri normal tetapi jumlah hemoglobin yang tersedia untuk mengangkut oksigen berkurang.(koma. (3) hipoksia stagnant atau iskemik.Dalam anestesi.5. (4) hipoksia histotoksik dimana jumlah oksigen yang dikirim ke suatu jaringan adalah adekuat tetapi oleh karene kerja zat yang toksik sel-sel jaringan tidak dapat memakai oksigen yang disediakan. sehingga menimbulkan sumbatan jalan napas. Macam Hipoksia Hipoksia di bagi dalam 4 tipe : (1) hipoksia hipoksik (anoksia anoksik).3. (3) curah jantung dan microvascular.

Untuk inspirasi agar diperoleh volume udara yang cukup diperlukan jalan napas yang bebas. menyebabkan isi lambung mengalir kembali ke orofaring (regurgitasi). yang dapat menurunkan kesadran dan menekan pusat napas bila disertai hipoksemia keadaan akan makin buruk. (3) tegangan oksigen vena paru rendah karena inspirasi yang kurang. Lingkaran ini harus dipatahkan dengan memberikan ventilasi dan oksigensi.Bila ada gangguan dari unsur-unsur mekanik diatas maka akan terjadi hipoventilasi yang mengakibatkan hiperkarbia dan hipoksemia. Tahap awal berupa pernapasan yang dangkal dan cepat yang diikuti oleh aktivitas otot-otot inspirasi yang tidak terkoordinsiberupa alterans respirasi (pernapasan dada dan perut bergantian). 19 .penyebab lain yang terutama adalah gangguan pada mekanik ventilasi dan depresi susunan syaraf pusat. Kelelahan otot-otot respirasi /kelemahan otot-otot respirasi timbul bila otot-otot inspirasi terutama diafragma tidak mampu membangkitkan tekanan yang diperlukan untuk mempertahankan ventilasi yang sudah cukup memadai. atau karena tercampur darah yang mengandung oksigen rendah. (2) hubungan pendek darah intrapulmoner kanan-kiri. Hal ini merupakan ancaman terjadinya sumbatan jalan napas oleh aspirat yang padat dan aspirasi pneumonia oleh aspirasi cair. kekuatan otot inspirasi yang kuat. dinding thorak yang utuh. Hiperkarbia menyebabkan vasodilatasi pembuluh darah otak yang akan meningkatkan tekanan intrakranial. (5) hipoventilasi alveoler. Penekanan pusat napas akan menurunkan ventilasi.9 Jalan napas yang tersumbat akan menyebabkan gangguan ventilasi karena itu langkah yang pertama adalah membuka jalan napas dan menjaganya agar tetap bebas.35. Tanda-tanda awal kelelahan otot-otot inspirasi seringkali mendahului penurunan yang cukup berarti pada ventilasi alveolar yang berakibat kenaikan PaCO2. (4) gangguan difusi pada membran kapiler alveoler.relaks. Kegagalan oksigenasi dapat disebabkan oleh: (1) ketimpangan antara ventilasi dan perfusi. Kegagalan ventilasi terjadi bila “minut ventilation” berkurang secara tidak wajar atau bila tidak dapat meningkat dalam usaha memberikan kompensasi bagi peningkatan produksi CO2 atau pembentukan rongga tidak berfungsi pada pertukaran gas (dead space). Setelah jalan napas bebas tetapi tetap ada gangguan ventilasi maka harus dicari penyebab lain.8 Kegagalan respirasi mencakup kegagalan oksigenasi maupun kegagalan ventilasi. rongga pleura yang negatif dan susunan syaraf yang baik. sebab pada keadaan ini pada umumnya reflek batuk sudah menurun atau hilang. dan gerakan abdominal paradoxal (gerakan dinding perut ke dalam pada saat inspirasi) dapat menunjukan asidosis respirasi yang sedang mengancam dan henti napas. Kegagalan ventilasi dapat terjadi bila PaCO2 meninggi dan pH kurang dari 7.

8 Jalan napas orofaringeal. Manuver Chin lift ini tidak boleh menyebabkan posisi kepala hiperekstensi. Pada penderita yang mengalami penurunan kesadaran maka lidah akan jatuh ke belakang menyumbat hipofarings atau epiglotis jatuh kebelakang menutup rima glotidis. pembebasan jalan napas dapat dilakukan tanpa alat maupun dengan menggunakan jalan napas buatan. Membuka jalan napas tanpa alat dilakukan dengan cara Chin lift yaitu dengan empat jari salah satu tangan diletakkan dibawah rahang ibu jari diatas dagu. kedua ibu jari membuka mulut dan kedua telapak tangan menempel pada kedua pipi penderita untuk melakukan immobilisasi kepala. Tindakan ditujukan untuk membuka jalan napas dan menjaga agar jalan napas tetap bebas dan waspada terhadap keadaan klinis yang menghambat jalan napas. Penatalaksanaan Penilaian dari pengelolaan jalan napas harus dilakukan dengan cepat. Harus diperhatikan tata cara penghisapan agar tidak mendapatkan komplikasi yang dapat fatal. sekret. darah. Benda asing misalnya daging atau patahan gigi dapat dibersihkan secara manual dengan jari-jari. Dalam keadaan seperti ini.6.2.8 20 .8 3. Tindakan jaw thrust buka mulut dan head tilt disebut airway manuver. parameter oksigenasi : Pa O2 (N: 80-100 mmHg). Cara Jaw Thrust yaitu dengan mendorong angulus mandibula kanan dan kiri ke depan dengan jari-jari kedua tangan sehingga barisan gigi bawah berada di depan barisan gigi atas. Jalan napas nasofaringeal. ETCO2 (N: 25-35mmHg). Alat ini dipasang lewat mulut sampai ke faring sehingga menahan lidah tidak jatuh menutup hipofarings. tepat dan cermat. kemudian secara hati-hati dagu diangkat ke depan. Untuk sumbatan yang berupa muntahan. Parameter ventilasi : PaCO2 (N: 35-45 mmHg). benda asing. abdominal thrust. Untuk menghisap rongga mulut dianjurkan memakai yang rigid tonsil/dental tip sedangkan untuk menghisap lewat pipa endotrakheal atau trakheostomi menggunakan yang soft catheter tip. trauma daerah maksilofasial. sekret. Sa O2 (N: 95-100%). Alat di pasang lewat salah satu lubang hidung sampai ke faring yang akan menahan jatuhnya pangkal lidah agar tidak menutup hipofaring. Bila perlu ibu jari dipergunakan untuk membuka mulut/bibir atau dikaitkan pada gigi seri bagian bawah untuk mengangkat rahang bawah. darah.Penyebab sumbatan jalan napas yang tersering adalah lidah dan epiglotis. Jangan menggunakan soft catheter tip lewat lubang hidung pad penderita yang den gan fraktur lamina cribosa karena dapat menembus masuk rongga otak.Gangguan ventilasi dan oksigensi juga dapat terjadi akibat kelainan di paru dan kegagalan fungsi jantung. benda asing dapat dilakukan dengan menggunakan alat penghisap atau suction. dicoba dulu dengan cara back blows. Ada 2 macam kateter penghisap yang sering digunakan yaitu rigid tonsil dental suction tip atau soft catheter suction tip. muntahan. Bila terjadi tersedak umumnya “nyantol”didaerah subglotis.

Sebagai kesimpulan.3. 3. Daerah watershed adalah daerah di antara dua pembuluh darah. kerusakan otak menyebabkan stroke. Jaringan subendorcardial (dari jantung) juga mudah terkena hypoxia. Kerena ada beberapa jaringan yang mudah terkena luka. dan renal cortex/medulla. Padahal tubuh kurus perokok sebenarnya akibat karena kekurangan oksigen. jaringan subendocardial. dan ginjal). maka hypoxia bisa menyebabkan kerusakan pada organ-organ vital (otak. Proximal tubule (bagian yang lurus) adalah yang paling mudah luka dan di dalam renal medulla (cabang naik di tengah) juga paling mudah luka. kita akan menjelaskan jaringanjaringan tubuh yang paling mudah kekurangan oksigen (atau hypoxia). jantung. dan kematian bisa datang hanya dalam hitungan menit jika otak tidak mendapat oksigen untuk menjalankan metabolisme aerobic. Daerah ini suplai oleh arteri coronary yang melewati permukaan epicardial ke jaringan subendocardial. Sebagai contoh. Ini melibatkan daerah watershed. Daerah watershed termasuk jaringan yang disuplai oleh arteri anterior dan middle cerebral (daerah otak di antara dua arteri ini). serangan jantung menyebabkan kerusakan jantung permanen. otot penunjang kerangka tubuh di lengan atau kaki bisa mengalami metabolisme anaerobic (tidak memerlukan oksigen) untuk beberapa menit atau lebih lama (tergantung pada kekuatan seseorang) sebelum timbul tanda-tanda yang membahayakan. ketika seseorang yang berada dalam ketinggian dan hipoksia (kekurangan oksigen) maka ia akan cenderung mengalami penurunan berat badan. dan gagal ginjal menyulitkan pasokan darah ke ginjal (arteri renal).4 Perokok Dapat Mengakibatkan Kekurangan Oksigen Merokok secara berlebihat bisa berakibat fatal Banyak perokok yang tidak mau berhenti merokok karena beralasan berat badannya akan naik ketika ia tidak merokok. Pasien yang menderita penyakit arteri coronary mempunyai gejala dada sesak ketika berada di bawah tekanan (seperti berolah raga).3. Dalam artikel ini. Yang terakhir. otak adalah organ yang mudah kekurangan oksigen. Tetapi. Contoh lain adalah daerah di dekat limpa (khususnya. Kekurangan oksigen bisa menyebabkan kerusakan pada organ vital dalam tubuh Kemudahan terkena hypoxia (kekurangan oksigen) bisa bervariasi di antara jaringan tubuh. lendutan splenic di usus) yang disuplai oleh arteri superior dan inferior mesenteric. 21 . bagian dari ginjal (renal cortex dan medulla) juga sangat mudah mengalami kekurangan oksigen.

tapi juga perokok relatif kekurangan oksigen. Kekurangan oksigen ini bisa disebabkan oleh posisi leher yang kurang baik atau karena sumbatan jalan nafas saat tidur. apalagi jika sakit kepala tersebut terus-terusan terjadi. kerusakan yang terjadi bisa berupa lesi kecil. Khusus untuk lambung. stres.Keseimbangan oksigen bisa terganggu salah satunya karena meningkatkan kadar CO yang bisa berasal dari asap rokok. Jadi apabila keseimbangan terganggu. Kekurangan oksigen akut lambat laun menyebabkan gangguan pada organ tubuh yang disebut hipoksia.5 Kurang Oksigen Perparah Tukak Lambung KURANG oksigen tak hanya berpengaruh pada gangguan pernapasan. Sering sakit kepala juga bisa karena anemia sehingga suplai oksigen tidak maksimal ke seluruh tubuh termasuk bagian kepala. dan bagaimana pergerakan lambung. dan obat-obat rematik. ada faktor yang bersifat merusak. Banyak keadaan membuat seseorang mengalami gangguan pernapasan. Pertama mungkin karena nafsu makan menurun. Biasanya.”. alkohol. salah satunya gen nafsu makan (gen leptin) yang menyebabkan nafsu makan menurun. Nyeri kepala setelah bangun tidur dapat karena gangguan saat tidur (posisi tubuh). Saya ingin melihat penyebab lambung itu ada faktor keseimbangan.” saat seseorang merokok dalam ruangan yang pengap (tertutup) maka oksigen yang berkurang dapat mengurangi nafsu makan. HIF-1alfa adalah suatu gen yang terinduksi dalam kondisi tersebut. berada di ruangan tertutup tanpa sirkulasi udara yang baik. Sumbatan jalan nafas dapat ditandai dengan adanya suara mendengkur saat tidur. Tapi di sisi lain ternyata lambung itu memiliki sistem pertahanan tubuh. rokok. Obat-obatan sakit kepala mungkin hanya jadi penyembuh sementara maka perlu diketahui penyebab pastinya sehingga bisa dilakukan perawatan dengan tepat. misalnya asam lambung 22 . Ada baiknya diperiksakan ke dokter. 3.“Faktor-faktor itu tergantung dari ketebalan dinding lambung. bisa juga tanpa tanda itu. tapi juga organ tubuh termasuk lambung. “Proses terjadinya suatu penyakit harus diteliti.“Salah satunya saya rasa juga menjelaskan kenapa perokok itu berat badannya menurun. aliran darah. luka di lambung makin parah ketika oksigen kurang terpasok. Kejadian kekurangan oksigen saat tidur sangat dapat mengakibatkan sakit kepala saat bangun tidur. yang paling sering adalah diakibatkan oleh sumbatan oleh lidah. berada di atas ketinggian seperti pegunungan. Bahkan. karena alas tidur yang digunakan. dimana gen ini juga berpengaruh pada gen-gen yang lain. seperti asam lambung. ataupun sirkulasi udara baik tapi dipenuhi asap rokok. kafein berlebih atau sinusitis. tukak (ulkus). hingga kebocoran lambung.

maka diharapkan para klinisi dapat melakukan upaya pencegahan dan pengobatan yang tepat dalam mengatasi permasalahan pada lambung jika terjadi hipoksia sistemik kronis. 3. Penelitian tentu menjadi perhatian bagi para klinisi untuk mencegah terjadinya hipoksia pada berbagai keadaan penyakit sehingga pasien dapat terhindar dari luka pada permukaan dalam lambung. maka akan mengakibatkan kerusakan. Kebutuhan kolesterol dalam tubuh sebenarnya sudah tercukupi pada lemak yang diproduksi oleh hati namun jika mengkonsumsi makanan lemak jenuh berkadar tinggi maka hati akan memproduksi kolesterol lebih banyak lagi sehingga menyebabkan kolesterol yang berlebih. Kolesterol yang berlebih dan tak digunakan sesuai fungsinya akan bercampur dalam darah (lemak darah). serta merupakan bagian asam empedu yang memecah lemak dalam sistem pencernaan. obat rematik terlalu banyak. Ketika lambung rusak. Penelitian pada tikus. yaitu luka pada lambung yang makin lama makin dalam. Namun biasanya penderita kolesterol tinggi (hiperkolesterol) diketahui setelah dinyatakan menderita penyakit jantung koroner atau penyakit stroke. sebenarnya tubuh melakukan adaptasi. Penelitian ini mengungkap bahwa lambung akan mengalami proses kerusakan yang bertahap berupa pembentukan tukak. Gejala ini muncul sebagai akibat dari kurangnya oksigen. Melihat hubungan antara kejadian pada organ dan pola molekuler di atas. Namun seiring perjalanan waktu. Kadar kolesterol yang tinggi menyebabkan aliran darah menjadi kental sehingga oksigen menjadi kurang. 23 . Proses adaptasi terjadi dikarenakan faktor molekuler yang meningkat pada awalnya dan menurun seiring dengan perjalanan waktu. Keadaan hipoksia ternyata membuat tubuh beradaptasi dengan menginduksi berbagai faktor molekuler penting. Selain itu.6 gejala penyakit kolesterol karena kurang oksigen kolesterol dibutuhkan oleh tubuh untuk membuat hormon dan vitamin D. Meskipun demikian rasa sakit kepala dan pegalpegal tidak selalu menjadi tanda bahwa seorang penderita memiliki kolesterol tinggi karena hal tersebut bukan gejala dan tanda yang spesifik.”. hipoksia juga memicu tubuh melakukan proses proteksi. Itu merupakan gejala penyakit kolesterol. rokok dan alkohol terlalu banyak. Sebagian orang merasakan sakit kepala dan pegal-pegal sebagai gejala awal.terlalu banyak. tukak tersebut mengalami penyembuhan berupa epitelisasi.

I.II. Jakarta.. “Gagal Pernapasan Akut”.I et all. Jakarta 24 . hal: 586 597. Polisitemia dan Sianosis”. hal: 563.Fisiologi Kedokteran. ed.D.10. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. “Pengangkutan Oksigen dan Karbondioksida di dalam Darah dan Cairan Tubuh.. Horrison.DAFTAR PUSTAKA 1. Buku II. Keperawatan Kritis. Sylvia A. Ganong M.VI. hal: 685. Vol. ed..Cet. hal: 208-212. Kurt J. 1988. 2. 1999.”Hipoksia. EGC.W. Lorraine M. Kamus Kedokteran Dorlan. 1995.. Vol.EGC. 3.G. cet.. 1996. 5. Tanda dan Gejala Penyakit Pernapasan. “Hipoksia”. Barbara M. “Hipoksia”. Pendekatan Holistik. hal: 181-207.IV. EGC. I. 6. EGC. Rima dkk..ed.I. Jakarta.P. Penyesuaian Pernapasan Pada Orang Sehat dan Sakit.. 4. Prinsip-prinsip Ilmu Penyakit Dalam. 1994. Fisiologis Proses-proses Penyakit. EGC.. Cet. Jakarta 4. Jakarta. Jakarta.H. Guyton. Carolyn M.7.Pengaturan Pernapasan”. 1995.II. hal: 898. Bag.Pernapasan. “Hiperkapnea dan Hipokapnea”. ed.. EGC.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful