“PRINSIP ADULT LEARNING THEORY PADA ON THE JOB TRAINING BAB I PENDAHULUAN Latarbelakang Dalam rangka persiapan akan

menghadapi ekonomi global yang sejalan dengan terjadinya perkembangan teknologi dan pasar bebas, diperlukan suatu pela tihan yang mampu mengembangkan para anggota perusahaan, terlebih karyawan sebaga i salah satu penggerak kegiatan perusahaan, untuk dapat berkompetisi, bekerjasam a, dan membentuk strategi demi kelangsungan hidup perusahaan. Di bidang HRM, mis alnya, manajer menggarisbawahi bahwa lulusan HR harus diajari keterampilan berke lompok dan keterampilan “orang”. Satu jalan untuk memfasilitasi perkembangan berkait an dengan keterampilan karir tersebut adalah menyediakan kesempatan latihan ters truktur bagi siswa undergraduate jurusan bisnis (Mencl et al, 2010). Salah satu kesulitan dari melakukan investigasi terhadap teknologi pembelajaran yang inovat if, adalah bahwa responden memberikan respons atas pertanyaan yang diberikan den gan lebih cenderung kepada jawaban yang lebih diterima secara sosial dibandingka n dengan metode tradisional. Memberikan materi revisi menggunakan medium yang le bih diterima secara sosial tentunya akan meningkatkan proses pembelajaran. Banya k institusi pendidikan tingkat tinggi yang kini sudah mengadaptasi penggunaan me tode alternative dalam proses pengajaran tradisional yang mereka gunakan sebagai suatu mekanisme penggabungan. Bila dibandingkan dengan metode pembelajaran trad isional yang menggunakan classroom setting, pembelajaran berbasis work setting l ebih member kebebasan pada para pembelajar untuk memilih kapan, dimana dan bagai mana mereka belajar. Selain itu juga memudahkan pelajar untuk mengkaji ulang dan mendapatkan feedback. (Evans & Fan et al, 2002) UAS PKKP ‘11Page 1

dan mampu mengaplikasikannya ses uai dengan tugasnya dalam bekerja. Tidak hanya itu. Oleh karenanya.Pelatihan merupakan usaha terencana oleh perusahaan untuk memfasilitasi karyawan untuk belajar dan meningkatkan kompetensi berkaitan dengan tugasnya. Pelatihan harus menekankan pada kebutuhan akan kepemimpinan. Karyawan mendapatkan pengetahuan dan peningkatan keter ampilan melalui proses belajar dalam pelatihan. . perlu suatu model pelatihan yang cukup efektif dalam memberikan pengetahuan aplikatif bagi para karyawan dengan mengintegrasikan prin sip belajar orang dewasa. Pelatihan didesa in untuk dapat membantu karyawan dalam mencapai tujuan pelatihan yang telah dite ntukan. Sehingga diharapkan karyawan tidak hanya memi liki keterampilan. namun juga memiliki dan mampu bersaing dengan karyawan dari p erusahaan lain terlebih dalam persiapannya menghadapi tantangan globalisasi. serta penekanan pada kualitas. mengutamakan nilai pada penge tahuan. pelatihan juga harus mempertimbangkan beberapa konsep p ada prinsip-prinsip belajar seperti pada adult learning theory salah satunya ada lah membawa pengalaman kerja yang didapat untuk diintegrasikan dalam situasi pem belajaran. talenta yang dibutuhkan.

penciptaa n kondisi untuk proses belajar. hingga monitoring dan evaluasi program. Satu hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa desain pelatihan dikatakan efektif apabila pelatihan mampu membantu karyawan dalam mencapai tuju an pelatihan yang telah ditentukan. pengembangan pengetahuan dalam me nghadapi kompetisi global. mengutamakan nilai pada pengetahuan. Tidak hanya kemampuan yang didapat dalam bangku akademik saja teta pi juga perlu kemampuan yang didapat dari pengalaman-pengalaman bekerja terlebih dari pelatihan yang memang dimaksudkan sebagai salah satu sarana belajar yang s elanjutnya dapat diaplikasikan sesuai dengan konteks kerja yang bersangkutan. Pelatihan dan Pengembangan Karyawan sebagai salah satu penggerak ekonomi dan bertanggungjawab atas kelangsungan hidup perusahaan dituntut untuk memiliki kema mpuan dan daya kompetisi serta strategi dalam menghadapi berbagai dinamika dalam dunia kerja. Pe latihan menjadi satu upaya terencana untuk memfasilitasi seseorang dalam mempela jari berbagai kompetensi yang relevan dengan pekerjaannya.“PRINSIP ADULT LEARNING THEORY PADA ON THE JOB TRAINING BAB II ISI 1. Penekanan pelatihan suatu perusahaan pada ke butuhan akan kepemimpinan. Pelatihan didesain me lalui proses-proses mulai dari analisis kebutuhan. talenta yang dib utuhkan. serta kualitas memiliki arti bahwa pelatihan diselenggarakan dalam rang ka pemenuhan kebutuhan akan karyawan yang memiliki talenta manajerial untuk meng antisipasi proses pensiun bagi para eksekutif. persiapan karyawan. persiapan terjadinya transfer hasil pelatihan. tuntutan organisasi terhadapp talenta yang beragam ka rena perkembangan jenis pekerjaan baru sehingga menuntut keterampilan yang UAS PKKP ‘11Page 3 . pemilihan metode pelatihan. p engembangan rencana evaluasi.

serta kualitas yang optimal. Assumption One: Adult Learner’s are Self-Directed Self-directed meny atakan bahwa seseorang mampu mengapresiasi kebutuhannya sebagai orang dewasa unt uk secara aktif terlibat dalam keputusan yang dapat mempengaruhi mereka. dan kar ena mereka matang. ada lima asumsi yang mendasari dal am teori ini. talenta yang dibutuhkan. Menurut Blondy dkk (2007).bersifat spesifik. maka diperlukan s uatu metode pelatihan yang berdasarkan teori pembelajaran dewasa atau Adult Lear ning Theory. serta pemberian kualitas perusahaan baik pada produk ataupun jasa yang dihasilkan. Silabus belajar sebaiknya dibuat sejelas mungkin mengenai harapan yang ingin dicapai lewat pembelajaran tersebut. namun juga harus memiliki work setting sesuai pada apa yang kana dihadapi di dun ia kerja nantinya. Pembelajar harus terdorong untuk berkomunikasi satu sama lain secara berkesinambungan deng an percakapan yang substantif Tantangan: Pembelajar tidak cenderung untuk menjad i self- . dan contact information bagi fasilitator. mengutamakan nilai pada peng etahuan. mereka menjadi lebih mampu untuk merespon dirinya sendiri. Alasanya diantara lain adalah karyawan yang rata – rata berusia dewas a tidaklah mugkin hanya menerima pelatihan dalam bentuk classroom setting saja. Adult Learning Theory Dalam rangka tercapainya pelatiha n yang menekankan pada kebutuhan akan kepemimpinan. 2. Im plikasi: Sistem pembelajaran online yang self-directed membutuhkan pembelajar un tuk menentukan tujuan belajar mereka sendiri dan aktivitas yang akan dilakukan s elama proses belajar. panduan untuk berkomunik asi/latihan melalui online.

Implikasi: Fasilitator harus menyadari bahwa pembelajar memasuki lingkungan pembelajaran online untuk suatu alasan yang spes ifik.“PRINSIP ADULT LEARNING THEORY PADA ON THE JOB TRAINING directed dalam belajar karena mereka secara spesifik mendasarkan pada instruksi yang jelas mengenai bagaimana cara mengerjakan tugas. Orang dewa sa lebih termotivasi untuk belajar karena faktor UAS PKKP ‘11Page 5 . Tantangan: Pembelajar harus menjadi dua dimensi. yaitu memanfaatkan pri nsip pedagogy dan andragogy pada waktu yang bersamaan dengan tujuan yang berbeda . baik karena keinginan pribadi untuk mempelajari hal baru ataukah karena pe lajaran tersebut dibutuhkan oleh pekerja atau institusi Tantangan: tidak semua p embelajar mampu untuk mengidentifikasi apa yang mereka butuhkan untuk diketahui. Assumption Two: Adults Bri ng Experience with Them to the Learning Environment Pembelajar siap mengobservas i bahwa orang dewasa sering mengalami situasi yang menggerakkan pada kebutuhan u ntuk mempelajari sesuatu yang baru. Assumption Five: Adults are Motivated to Learn by Internal Factors. tapi karena mereka butuh secara cepat mengaplikasikan apa yang mereka dapatkan dari belajar dalam situasi kehidupan ny ata. dan tidak semua pelajaran diambil murni dengan cara memilih Assumption Four: Ad ult Learners are Problem Oriented Orang dewasa secara normal tidak mengejar bela jar hanya untuk kepentingan pembelajaran. Implikasi: kurikulum sebaiknya diproses berdasarkan versus content based un tuk mendorong pembelajar mengembangkan isi yang sesuai dengan kebutuhan spesifik mereka.

kebiasaan kerja dan sikap karyawan. atau recognition.” OJT dapat diterapkan uta manya pada setiap karyawan baru. bahkan juga pada karyawan yang m enunjukkan prestasi kurang baik dalam pekerjaannya.internal. dan hal ini dipandang sebagai per tentangan antara conditioned or learned dan natural. T antangan: Asumsi ini bertolak belakang dengan asumsi bahwa orang dewasa lebih me ndasarkan pada problem centered dalam belajar. karyawan yang pindah ke bagian lain (mutasi). Implikasi: fasilitator harus mengenali kebutuhan pembelajar untuk d iapresiasi dan dihargai supaya tercipta lingkungan pembelajaran yang kondusif. Selain itu. seperti peningkatan self-esteem. self-actualization. . On The Job Training Sala h satu metode pelatihan yang cocok dikembangkan untuk karyawan sekaligus sesuai dengan adult learning theory adalah on the job training. k aryawan yang ganti tugas dan tanggung jawabnya. rekan kerja dan terutama pekerjaannya karena seting pelati han diutamakan mendekati work setting di kehidupan nyata kelak. pengetahuan. Metode ini sangat cocok diterapkan khususnya pada karyawan baru karena masih memiliki kebulatan tekad a tau sikap kerja yang positif menuju prestasi. Definisi OJT: “On the Job Training adalah suatu proses yang terorganisasi untuk meningkatkan ketra mpilan. karyawan baru nantinya diharapkan memiliki gambaran atau pengetahuan pengetahuan dan jenis pelatihan y ang akan dijalankan selama menjadi karyawan sehingga dapat menyesuaikan diri den gan lingkungan kerja. 3.

sebab pekerja dapat merasakan kebutuhan pelatihan sekaligus dapat melihat hasil pelatihan yang diperolehnya. Pekerja juga merasa a pa yang mereka kerjakan dapat memberikan manfaat bagi perusahaan dan memahami ba hwa kesalahan berarti pembuangan waktu dan material. On the Job Training Dilaksanakan di tempat kerj a Pengetahuan/ketrampilan berupa pengalaman (praktek langsung) Dilaksanakan seca ra individual Biaya relatif kecil 2. Pelatihan di tempat kerja otomatis menuju pelatihan keselamatan kerja.“PRINSIP ADULT LEARNING THEORY PADA ON THE JOB TRAINING Keunggulannya diantara lain karyawan bisa bekerja sambil mendapatkan pelatihan. Manfaat lain yang d apat dirasakan khususnya dalam sisi psikologis karyawan antara lain hasrat peker ja untuk belajar lebih besar. Hal ini penting agar pekerjaan sesungguhnya di kantor tid ak sampai terabaikan atau terbengkalai. Karyawan juga bisa mendapatkan pelatihan khusus bidang kerjanya dengan prosedur dan teknik kerja yang bisa dikerjakan de ngan sebenarnya dan menjadi kebiasaan kerjanya. Off the Job Training Dilaksanakan dalam suatu ruangan/kelas (di luar tempaat kerja) Pengetahuan/ketrampilan berupa konsep (teori) Dilaksanakan secara kelompo k Biaya relatif besar UAS PKKP ‘11Page 7 . Instruksi yang diberikan lebih didenga r oleh pekerja. Ketrampilan berproduksi dapat dikembangkan lebih cepat. Pekerja juga akan lebih cepat me ngenal situasi kerjanya atau mampu berorientasi pada pekerjaan dengan lebih opti mal. Jenis-jenis Pelatihan: 1. Materi dan metode dapat dib uat lebih spesifiksesuai kebutuhan kerja.

Pelatihan S-OJT dapat dilakukan apabila ada beberapa Kondisi Kebutuhan Pelatihan. Selain itu. dalam kondisi tingkat produksi dan efisien si kerja yang rendah seperti efek dari perubahan prosedur. Pengembangan Kari r Adalah pengembangan sistematis dalam seleksi karyawan yang berprestasi dan mam pu mengemban tugas dan tanggung jawab yang lebih besar. dan juga adanya pener imaan karyawan baru. diantaranya resesi akibat biaya produksi tinggi sem entara banyak terjadi reject dan kesalahan berlebihan seperti misalnya pada pemb uangan material dan alat. pengetahuan serta ketrampilan. serta hubungan bawahan de ngan atasan tidak harmonis juga sangat tepat apabila diterapkan . Pengembangan Karyawan Adalah efisiensi dalam pengetahuan pelaksanaan sistematis kerja menuju tercapainya agar dapat sehari-h ari dipertahankan untuk mengantisipasi tugas di masa mendatang. tin gginya staf yang mutasi dan mangkir maupun sebaliknya.Manfaat Pelatihan Bagi Karyawan: 1. moral karyawan yang dipandang rendah. 3. Beberapa kondisi lain yang bersifat non profit seperti peng awasan yang buruk dari atasan – bawahan. yaitu pelatihan membantu menum buhkan minat dan memperluas pengalaman. 2. Pengembangan Diri Ada lah aktivitas yang berhubungan dengan pendidikan.

Sementara itu.“PRINSIP ADULT LEARNING THEORY PADA ON THE JOB TRAINING metode pelatihan S-OJT ini. Bahkan untuk faktor eksternal seperti banyak keluhan dan komplain dari relasi dan tingginya kecelakaan kerja dapat juga dimasukkan k e dalam agenda pelatihan S-OJT. tanggung jawab pada orang dewasa ini justru membuat orang dewasa terkadang memiliki hambatan da lam belajar. Namun. Dengan demikian. S-OJT berbeda dari OJT tidak terstruktur dala m hal proses perencanaan yang sistematis yang digunakan untuk merancang dan mela ksanakan pelatihan (Stolovitch dan Ngoa-Nguele 2001). pembelajaran dewasa atau Adult Learning Theory memiliki dasar pemahaman bahwa o rang dewasa memiliki banyak tanggung jawab sementara mereka harus mengimbangi tu ntutan belajar lanjutan demi memenuhi tuntutan pekerjaan. pengetahuan. diharapkan karyawan dapat belajar dengan menonton apa yang dilakukan pekerja berpengalaman atau deng an melakukan praktek pekerjaan tersebut. (Johnson dan Leach2001). BAB III KESIMPULAN Definisi dan fitur S-OJT On-the-job training sendiri mengacu pada pelatihan yang berlangsung di tempat peserta pelatihan biasa bekerja sehingga proses yang tero rganisasi tersebu dapat diterapkan untuk meningkatkan ketrampilan. Unstructured OJT terjadi di tempat kerja akan tetapi sediki t tidak logis dalam urutan pelaksanaannya. dan perilaku kerja dipisah kan menjadi unit yang ter-manage dan unit yang didokumentasikan dalam modul (Jon es dan Jacobs 1997). Beberapa dari hambatan-hambatan ini meliputi UAS PKKP ‘11Page 9 . OJT sebagai bentuk pelatihan individual dapa t dirancang dan disampaikan menggunakan dua dasar pendekatan: OJT terstruktur da n tidak terstruktur (Jacobs 2003). kebiasaan kerja dan sikap karyawan.

S-OJT adalah sebuah bentuk pela tihan individu yang memungkinkan karyawan pemula yang membutuhkan pelatihan untu k menerima pengetahuan yang yang diperlukan. proses pelatihan i ntensional. pembelajaran yang tepat untuk diterapkan pada karyawan yan g rata – rata berusia dewasa tidaklah mugkin hanya menerima pelatihan dalam bentuk classroom setting saja. Pembelajaran dengan metode seperti inilah yang dira sa tepat sesuai dengan adult learning theory sehinggga diharapkan output hasil p elatihan dapat optimal sesuai yang diharapkan. S-OJT didefinisikan sebagai proses yang ditujukan untuk meng embangkan kompetensi pada unit kerja dengan memiliki karyawan yang berpengalaman dalam melatih karyawan pemula di tempat kerja atau lokasi yang menyerupai tempa t kerjanya. uang. kurangnya informasi tentang peluang unt uk belajar. masalah penjadwalan. Tujuan dari S-OJT telah jelas diuraikan saat training. Oleh karena itu. isi dan materi training juga sudah dijelaskan. kepercayaan diri. "pita merah. dan evaluasi dilakukan berdasarkan kinerja tiap pekerjaan (Bjorkquis t dan Murphy 1996). meningkatkan kinerja-nya padapekerjaan. Dalam model pembelajaran ini. . karyawan harus harus menemukan sendiri apa yang membuat mereka termotivasi untuk berkarya." dan juga semacam “gengsi” untuk berta nya.kurangnya waktu. namun juga pelatihan yang dapat meningkatkan motivasi m ereka untuk berproduktif dan mengurangi faktor – faktor yang menghambatnya. dan mengembangkan keterampilan dibu tuhkan. Di sisi lain. Oleh karena itu.

The impact of structured on-the-job t raining (S-OJT) on a trainer’s organizational commitment. 4. 10 :445–453 Evans.shvoong. D.com/business-management/management/2058328-jobtraining-ojt/#ixzz1Pd jLGry9 UAS PKKP ‘11Page 11 . Cho. (2009). Computers & Education. 116-130.learning in the form of podca st revision lectures in higher education. 1. 50. Asia Pacific Educ. 14-30. 2. J. (2007). Journal of Human Resource Education. Rev. Journal of Interactive Onlin e Learning. A Comparison of Pedagogy and Andragogy in the Development of An U ndergraduate HRM Course. (2010). 491 – 498 Men cl. L. (2008) The effectiveness of m. C. http: //id. 6.“PRINSIP ADULT LEARNING THEORY PADA ON THE JOB TRAINING ================***==================== DAFTAR PUSTAKA Blondy. Evaluation and Application of Andragogical A ssumtions to the Adult Online Learning Environment.C.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful