Menghitung Skala Peta (1

)
Pada sebuah peta di wilayah Asia atau peta-peta lain kita akan sering menemui ada 2 macam skala yang sering ditampilkan oleh pembuat, yaitu skala numerik dan skala garis. Mengapa harus ada 2 macam skala yang digambarkan? Hal ini sebenarnya mengacu pada sifat yang berbeda dari kedua skala tersebut jika peta yang ada mengalami perubahan, misalnya diperbesar/diperkecil melalui media Scanning dan Fotokopi. Perbedaan kedua skala tersebut adalah : 1. Skala numerik bersifat statis, jika sebuah peta diperbesar/diperkecil melalui fotokopi maka nilai skala yang tergambar tidak akan berubah. Sebagai contoh : jika sebuah peta skala numeriknya 1 : 20.000 diperbesar 4 kali dengan menggunakan mesin fotokopi, maka skala yang baru adalah 1 : 5.000 tetapi pada peta tersebut masih tergambar 1 : 20.000 2. Skala garis bersifat dinamis, jika sebuah peta diperbesar/diperkecil melalui fotokopi maka skala garis akan mengikuti perubahan pada peta tersebut. Sebagai contoh : jika sebuah peta diperbesar dengan fotokopi maka gambar skala garis akan mengikuti perbesaran peta tersebut.

Mengubah skala numerik ke skala garis
Skala numerik dapat kita buat menjadi skala garis dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

Contoh : Diketahui sebuah peta memiliki skala 1 : 25.000, jika akan dibuat skala garis yang mencerminkan jarak 4 km dilapangan maka berapa panjang skala garis yang akan tergambar? Jawab :

0004 km = ——————– 00025.000 Jadi skala numerik yang baru dari peta tersebut adalah 1 : 250.000 cm 000400.000 cm = ——————00025. S ebagai contoh : sebuah peta setelah difotokopi maka skala garisnya adalah seperti pada gambar berikut : Sebelum diperbesar panjang skala garisnya adalah 4 cm.000 . maka untuk mengetahui skala numerik yang baru adalah dengan menggunakan rumus. Berapa skala numerik yang baru? 00020 km = ————— 00008 cm 0002.000.000 cm = 16 cm Jadi skala garis yang tergambar adalah 16 cm. ===================================================== Mengubah skala garis ke skala numerik Pada peta yang telah mengalami perubahan ukuran karena telah difotokopi maka nilai pada skala numerik menjadi salah.000 cm = ———————– 000 8 cm = 250. setelah diperbesar 2 kali maka panjang skala garisnya menjadi 8 cm.

dia merasa peta tersebut kurang ringkas jika dibawa sehingga dia kemudian memperbesar atau memperkecil peta yang dimilikinya itu agar menjadi mudah dia bawa. Ada banyak media yang dapat digunakan untuk memperbesar/memperkecil peta.Menghitung Skala Peta (2) Seorang pengguna peta terkadang akan merasa bahwa peta yang dia gunakan ukurannya terlalu kecil atau terlalu besar. maka skalanya juga akan mengalami perubahan. misalnya : 1. Mesin Fotokopi 2. Suatu peta jika diperbesar atau diperkecil ukurannya menggunakan media apapun. Scanner 3. Pantograf Pantograf-alat untuk memperbesar dan memperkecil peta ================================================== Untuk menghitung skala baru dari peta yang diperbesar menggunakan rumus sebagai berikut : .

000 diperbesar 4 kali.500 Jadi skala baru pada peta hasil perbesaran tersebut adalah 1 : 7.Contoh soal : Sebuah peta berskala 1 : 30.000 -—-4 —–30.x 30.500 Untuk menghitung skala baru dari peta yang diperkecil menggunakan rumus sebagai berikut : Contoh soal : .000 = ————– ———-4 = 7. maka berapa skala peta hasil perbesarannya? Jawab : —–1 = ——.

X 12. Dengan skala para pengguna dapat menghitung jarak sebenarnya 2 obyek dalam suatu peta. maka berapa skala baru pada peta yang diperkecil tersebut? Jawab : ——–4 = ————.Sebuah peta dengan skala 1 : 12. karena skala merupakan komponen yang sangat vital untuk sebuah peta.500 = 50. Untuk mengetahui skala pada peta yang tidak mencantumkan informasi skala. dengan rumus : .000 Menghitung Skala Peta (3) Menghitung Skala Pada Peta Yang Tidak Mencantumkan Informasi Skala Karena sesuatu hal terkadang ada sebuah peta yang tidak mencantumkan informasi skala pada bagian peta tersebut.000 Jadi skala baru pada peta yangdiperkecil tersebut adalah 1 : 50.500 akan diperkecil 4 kali. dapat kita cari dengan menggunakan berbagai cara antara lain : • Membandingkan jarak 2 obyek (titik) pada peta dengan 2 obyek pada jarak sebenarnya.500 ——–1 = 4 X 12. Hal ini tentu saja menyulitkan pengguna dalam membaca/menggunakan peta tersebut.

dan peta pada kepemilikan lahan pribadi. misalnya peta RT. peta RW. peta Dusun. Dari hasil perbandingan diketahui jarak antara 2 titik pada peta yang tidak berskala tersebut adalah 2 cm. Berapakah skala peta tersebut? S = Js : Jp S = 30 meter : 4 cm S = 3000 cm : 4 cm S = 750 cm Jadi skala peta tersebut adalah 1 : 750 ================================================ • Membandingkan dengan peta lain yang sama memiliki skala yang berbeda Contoh : Ronnir mendapatkan sebuah peta wilayah Kecamatan Majapahe tidak mencantumkan informasi skala. Untuk mengetahui skala peta tersebut kemudian Ronnie membandingkan dengan peta Kecamatan Majapahe yang lain yang ada informasi skalanya. Sedangkan pada pengukuran jarak antara 2 obyek sebenarnya di lapangan diketahui 30 meter. Hal ini karena jika akan dilakukan pengukuran pada jarak sebenarnya maka kita tidak akan mudah melakasanakannya. Contoh : Sebuah peta kadaster yang tidak memiliki informasi skala setelah dilakukan pengukuran diketahui.Pembandingan menggunakan cara pertama ini sangat cocok digunakan untuk peta-peta yang berskala besar (peta yang lingkup wilayahnya sangat sempit). jarak antara 2 obyek pada peta adalah 4 cm. sedangkan pada peta yang berskala .

maka berapa skala pada peta kontur tersebut? S = 2.1 : 100.5) x 100.000 jarak antara 2 titik yang sama adalah 5 cm.000 P 2 = (2.000 x 20 S = 40.000 Jadi skala pada peta yang belum mencantumkan informasi skala tersebut adalah 1 : 250. Maka berapa skala peta yang belum mencantumkan informasi skala tersebut? P 2 = (J1 : J2) x P 1 P 2 = (5 : 2 ) x 100.000 .000 x Ci S = 2.000 P 2 = 250.000 Jadi skala pada peta kontur tersebut adalah 1 : 40.000 ================================================ • Jika peta yang tidak berskala tersebut peta topografi/kontur maka skala peta kita hitung dengan memperhatikan interval antar kontur (Ci – Contour Interval) Contoh : Sebuah peta topografi daerah gunung berapi diketahui memiliki jarak antar garis kontur sebesar 20 m.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful