Akuntansi Sektor Publik

1

AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK
SAP 1. Karak teristik dan lingkungan sektor publik 2. Akuntansi manajemen sektor publik 3. Sistem pengendalian manajemen sektor publik 4. Penganggaran sektor publik 5. Teknik akuntansi keuangan 6. Laporan keuangan sektor publik 7. Sistem akuntansi pemerintah pusat 8. Otonomi daerah dan perimbangan keuangan pusat dan daerah 9. Akuntansi keuangan daerah sebagai bagian dari manajemen keuangan daerah 10. Akuntansi keuangan daerah 11. Akuntansi dalam rekening-rekening APBD dan laporan keuangan daerah 12. Akuntansi untuk BUMD 13. Akuntansi keuangan nirlaba (Yayasan) Literatur : Abdul Halim : Akuntansi sektor publik : Akuntansi keuangan daerah Mardiasmo : Akuntansi sektor publik Indra Bastian : Sistem Akuntansi sektor publik

Akuntansi Sektor Publik

2

I.

KARAKTERISTIK DAN LINGKUNGAN SEKTOR PUBLIK

A. Pengertian dan ruang lingkup akuntansi sektor publik Istilah sektor publik memiliki pengertian yang bermacam-macam, hal ini merupakan konsekuensi dari luasnya wilayah publik, sehingga setiap disiplin ilmu (politik, ekonomi hukum dan sosial) memiliki cara pandang dan definisi yang berbedabeda. Dari sudut pandang ekonomi sektor publik dapat dipahami sebagai suatu entitas (kesatuan) yang aktivitasnya berhubungan dengan usaha untuk menghasilkan barang dan pelayanan publik dalam rangka memenuhi kebutuhan dan hak publik. Sejalan dengan perkembangan maka di negara kita Akuntansi Sektor Publik didefinisikan sebagai mekanisme teknik dan analisis akuntansi yang diterapkan pengelolaan dana masyarakat di lembaga–lembaga tinggi negara dan departemen dibawahnya, pemerintah daerah, BUMN,BUMD, LSM dan yayasan sosial, maupun pada proyek-proyek kerjasama sektor publik dan suasta. Beberapa tugas dan fungsi sektor publik sebenarnya dapat juga dilakukan oleh sektor suasta misalnya untuk menghasilkan beberapa jenis pelayanan publik seperti layanan komunikasi, penarikan pajak, pendidikan, transportasi publik dll, akan tetapi untuk tugastertentu tugas sekotr publik tidak dapat digantikan oleh sektor suasta, misalnya fungsi birokrasi pemerintahan. Sebagai konsekuensinya akuntansi sektor publik dalam beberapa hal bebeda dengan akuntansi padasektor suasta. A. Tujuan Akuntansi Sektor Publik • Memberikan informasi yang diperlukan untuk mengelola secara tepat, efisien dan ekonomis atas alokasi suatu sumber daya yang dipercayakan kepada organisasi. Tujuan ini terkait dengan pengendalian manajemen • Memberikan informasi yang memungkinkan bagi manajer untuk melaporkan pelaksanaan tanggungjawab secara tepat dan efektif program dan penggunaan sumberdaya yang menjadi wewenangnya pemerintah untuk melaporkan dan memungkinkan bagi pegawai kepada publik atas hasil operasi pemerintah dan

penggunaan dana publik. Tujuan ini terkait dengan akuntabilitas.

Akuntansi Sektor Publik

3

B. Akuntabilitas Publik Fenomena yang dapat diamati dalam perkembangan sektor publik adalah semakin meningkatnya tuntutan pelaksanaan akuntabilitas publik oleh organisasi sektor publik seperti: pemerintah pusat dan daerah, unit-unit kerja pemerintah, departemen dan lembaga negara) Tuntutan akuntabilitas ini terkait dengan perlunya transparansi dan pemberian informasi kepada publik dalam rangka memenuhi hak-hak publik. Pengertian Akuntabilitas publik adalah kewajiaban pemegang amanah (agent) untuk memberikan pertanggungjawaban, menyajikan, melaporkan dan mengungkapkan segala aktivitas dan kegiatan yang menjadi tanggungjawab kepada pihak pemberi amanah (principal) yang memiliki hak dan kewajiban untuk meminta pertanggungjawaban tersebut. Akuntabilitas terdiri dari 2 macam yaitu : akuntabilitas vertikal dan akuntabilitas horizontal. Akuntabilitas vertikal adalah pertanggungjawaban atas pengelolaan dana kepada otoritas yang lebih tinggi, misalnya pertanggungjawaban unit-unit kerja dinas kepada pemerintah daerah, pertanggungjawaban pemerintah daerah kepada pemerintah pusat, pemerintah pusat kepada MPR. Sedangkan akuntabilitas horizontal adalah pertanggungjawaban kepada masyarakat luas. Akuntabilitas publik yang harus dilakukan oleh organisasi sektor publik terdiri atas beberapa dimensi : 1. Akuntabilitas kejujuran dan akuntabilitas hukum Akuntabilitas kejujuran terkait dengan penghindaran penyalahgunaan jabatan, sedangkan akuntabilitas hukum terkait dengan jaminan adanya kepatuhan terhadap hukum dan peraturan lain yang disyaratkan dalam penggunaan sumber dana publik. 2. Akuntabilitas proses Akuntabilitas proses terkait dengan apakah prosedur yang digunakan dalam melaksanakan tugas sudah cukup baik dalam hal kecukupan informasi informasi akuntansi, sistem informasi manajemen dan prosedur administrasi. Akuntabilitas proses termanifestasi melalui pemberian pelayanan publik yang cepat, responsif dan biaya murah. Pengawasan dan pemeriksaan terhadap akuntabilitas proses dapat dilakukan dengan ada tidaknya mark up dan pungutan yang lain diluar yang ditetapkan dan pemborosan yang menyebabkan pemborosan sehingga menjadikan

Akuntansi Sektor Publik

4

mahalnya biaya pelayanan publik dan kelambanan pelayanan. Serta pengawasan dan pemeriksaan terhadap proyek-proyek tender untuk melaksanakan proyek-proyek publik. 3. Akuntabilitas program Akuntabilitas program terkait dengan pertimbangan apakah tujuan yang ditetapkan dapat dicapai atau tidak dan apakah telah mempertimbangkan alternatif program yanng memberikan hasil yang optimal dengan biaya yang minimal. 4. Akuntabilitas kebijakan Akuntabilitas kebijakan terkait dengan pertanggungjawaban pemerintah, baik pusat maupun daerah atas kebijakan-kebijakan yang diambil pemerintah terhadap DPR/DPRD dan masyarakat luas. Akuntansi sektor publik tidak bisa melepaskan diri dari pengaruh kecenderungan menguatnya tuntutan akuntabilitas sektor publik tersebut. Akuntansi sektor publik dituntut dapat menjadi alat perencanaan dan pengendalian organisasi sektor publik secara efektif dan efisien serta memfasilitasi tercapainya akuntabilitas publik. C. Privatisasi Di Indonesia masih banyak BUMN dan BUMD yang dijalankan tidak secara efisien. Inefisiensi yang dialami tersebut disebabkan adanya intervensi politik, sentralisasi dan manajemen yang buruk. Di era globalisasi BUMN dan BUMD menghadapi beberapa tekanan dan tuntutan antara lain : ♦ Regulation & Political Pressure ♦ Social Pressure ♦ Rent Seeking Behaviaour ♦ Economic & Efficiency Privatisasi merupakan salah satu upaya mereformasi perusahaan publik untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas perusahaan-perusahaan publik. Privatisasi berarti pelibatan modal swasta dalam struktur modal perusahaan publik sehingga kinerja finansial dapat dipengaruhi secara langsung oleh investor melalui mekanisme pasar uang.

Desentarlisasi tidak hanya berarti pelimpahan wewenang dari pemerintah pusat ke daerah tetapi pelimpahan beberapa wewenang pemerintah ke pihak swasta dalam bentuk privatisasi .Akuntansi Sektor Publik 5 D. Otonomi daerah Perkembangan akuntansi sektor publik khususnya di Indonesia semakin pesat seiring dengan adanya era baru dalam pelaksanaan otonomi daerah dan desentaralisasi fiskal.

AKUNTANSI MANAJEMEN SEKTOR PUBLIK A. Sementara itu organisasi sektor publik seringkali menghadapi masalah yang sifatnya temporer dan membutuhkan informasi yang sifatnya segera. sehingga perencanaan tidak dapat dilakukan secara personal atau hanya melibatkan beberapa orang saja. Akuntansi Sebagai Alat Perencanaan Organisasi Perencanaan merupakan cara organisasi menertapkan tujuan dan sasaran organisasi. Pada organisasi sektor publik. triwulanan. Dalam organisasi sektor publik. Apakah disampaiakn secara formal atau informal. rapat komisis dsb. misalnya laporan keuangan bulanan. saluran informasi lebih banyak bersifat formal. . Faktor politik dan ekonomi sangat dominan dalam mempengaruhi tangkat kestabilan organisasi.Akuntansi Sektor Publik 6 2. semesteran atau bulanan. Informasi akuntansi utntuk perencanmaan dapat juga dibedakan berdasarkan cara penyampaiannya. Informasi sebagai alat perencanaan pada dasarnya dapat dibedakan menjadi 3 kelompok yaitu : • • • Informasi yang sifatnya rutin ataukah ad hoc Informasi kuantitatif ataukah kualitatif Informasi disampaiakan melalui saluran formal ataukah informal Informasi yang sifatnya rutin diperlukan untuk perencanaan yang reguler. Untuk melakukan perencanaan temporer diperlukan informasi yang sifatnya temporer. sedangkan informal relatif jarang dilakukan. Akuntansi Sebagai Alat Perencanaan Organisasi dan Pengendalian Organisasi 1. Perencanaan meliputi aktivitas yang sifatnya stategik. Informasi akuntansi diperlukan untuk membuat prediksi-prediksi dan estimasi mengenai kejadian ekonomi yang akan datang diakitkan dengan keadaan ekonomi dan politik saat ini. Hal tsb disebabkan karena adanya batasan transparansi dan akunbtabilitas publik yang harus dilakukan oleh lembaga-lembaga publik. taktis dan melibatkan aspek operasional. lingkungan yang mempengaruhi sangat heterogen. Dalam hal perencanaan oprganisasi akuntansi menejemen berperan dalam pemberian informasi historis dan prospektif untuk menfasilitasi perencanaan. Mekanisme formalnya misalanya melaului rapat-rapat dinas.

Untuk organisasi sektor publik karena sifatnya tidak mengejar laba serta adanya pengaruh politik yang besar. Lebih lanjut informasi akuntansi memungkinkan bagi organisasi untuk mengintegrasikan aktivitas organisasi. khususnya memastikan bahwa organisasi memiliki likuiditas dan solvabilitas yang baik. efisiensi dan efektivitas (value for money). Dalam memahami organisasi sebagai alat pengendalian perlu dibedakan penggunaan informasi akuntansi sebagai alat pengendalian keuangan (financial control) dengan akuntansi sebagai alat pengendali organisasi (organization control). Fungsi utama informasi akuntansi pada dasarnya adalah pengendalian.Akuntansi Sektor Publik 7 2. Pengendalian organisasi diperlukan untuk menjamin bahwa organisasi tidak menyimpang dari tujuan dan strategi organisasi yang telah ditetapkan. akuntansi manajemen memiliki peran utama dalam pengendalian organisasi yaitu mengkuantifikasi keseluruhan kinerja terutama dalam ukuran moneter. Pola pengendalian tiap organisasi berbeda-beda tyergantung pada jenis dan karakteristik organisasi. Informasi akuntansi merupakan pengendalian yang vital bagi organisasi karena akuntansi memberikan informasi yang bersifat kuantitatif. Pengendalian untuk menajemen level bawah lebih bersifat tegas dan memaksa. Pengendalian organisasi memerlukan informasi yang lebih luas diandingkan pengendalian keuangan. amak alat pengendalinya lebih banyak berupa peraturan birokrasi. meskipun hal tersebut bervariasai untuk setiap organisasi dan tingkat manajemen. informasi yang dibutuhkan untuk pengendalian . Sebagai contoh dalam sebuah usulan investasi publik. sehingga memungkinkan untuk dilakukan pengintgrasian informasi dari tiap-tiap unit organisasi yang pada akhirnya membentuk gambaran kinerja organisasi secara keseluruhan. Informasi akunatnsi umumnya disampaiakan dalam bentuk ukuran finansial. Pengendalian keuangan terkait dengan peraturan atau sistem aliran uang dalam organisasi. amak alat pengendalinya lebih banyak bertumpu pada mekanisme negoisasi (negotiated bargain). Pada organisasi bisnis yang sifatnya berorientasi pada laba. efisien dan efektif. Terkait dengan pengukuran kinerja terutama pengukuran ekonomi. sedangkan untuk manajmen level atas bersifat normatif. Akuntansi Sebagai Alat Pengendali Organisasi Untuk menjamin bahwa strategi untuk mencapai tujuan organisasi dijalankan secara ekonomis. Informasi yang dibutuhkan lebih komplek tidak sekedar informasi keuangan saja. maka diperlukan suatu sistem pengendalian yang efektif.

Pelaporan Analisis dan Umpan Balik 3. sosial dan politik dari investasi yang diajukan. Perencanaan dan pengendalian merupalkan suatu proses yang membentuk suatu siklus. Jones dan Pendlebury membagi p[roses perencanaan dan pengendalian manajerial pada organisasi sektor publik menjadi lima tahap yaitu : 1. Penganggaran 4. Perencanaan operasional 3.Akuntansi Sektor Publik 8 keuangan adalah berupa prediksi aliran kas dan profitabilitas dari investasi tersebut. Pelaporan. Perencanaan tujuan dan sasaran dasar 2. Pengendalian dan pengukuran 5. Proses Perencanaan dan pengendalian Manajerial Sektor Publik Perencanaan dan pengendalian pada dasarnya merupakan dua sisi mata uang yang sama. sehingga keduanya harus dipertimbangkan secara bersama-sama. sehingga satu tahap aklan terkait dengan tahap yang lainnya dan terintegrasi dalam satu organisasi. Pengendalian dan Pengukuran . Sebaliknya tanpa pengendalian perencanaan tidak akan berarti karena tidak adanya target atau rencana yang digunakan sebagai pembanfding. Perencanaan Operasional Revisi Perencanaan Operasional 5. Pengangguran Revisi Anggaran Aksi 4. B. Sementara itu untuk tujuan pengendalian organisasi dibutuhkan informasi yang lebih luas meliputi asapek ekonomi. analisis dan umpan balik Gambar Proses Perencanaan dan Pengendalian Manajerial Organisasi Sektor Publik Perencanaan Tujuan dan Susunan dan Dasar Revisi/modifikasi Tujuan dan Sasaran Dasar 2. Tanpa pengendalian perencanaan tidak akan berarti karena tidak adanya tindak lanjut (follow up) untuk menidentifikasi apakah rencana organisasi telah tercapoai.

sehingga berdasarkan informasi akuntansi tsb manajer dapat menentukan anggaran yang dibutuhkan dikaitkan dengan sumber daya yang dimiliki. Untuk memberikan jaminan dialokasikannya sumber daya secara ekonomis. relevan untuk menghitung berapa besarnya biaya program. Pada tahap perencanaan strategik. Peran akuntansi manajemen dalam organisasi sektor publik meliputi : 1. efisien dan efektif maka diperlukan informasi akuntansi manajemen yang handal dan akurat. Akunatsni manajemen pada sektor publik dihadapkan pada tiga permasalahan yaitu : efisiensi biaya. Pemberian informasi biaya 3. kualitas produk dan pelayanan ( cash. Program-program tsb diseleksi dan dipilih sesuai dengan skala prioritas sumber daya yang dimiliki. Peran Akuntansi Manajemen Sektor Publik Peran utama akuntansi manajemen dalam organisasi sektor publik adalah memberikan informasi akuntansi yang relevan dan handal kepada manajer untuk melaksanakan fungsi perencanaan dan pengendalian organisasi. Untuk dapat menghasilkan kualitas pelayanan publik yang tinggi dengan biaya yang murah pemerintah harus mengadopsi sistem informasi akantansi manajemen yang . Penganggaran 5.Akuntansi Sektor Publik 9 C.kebocoran dana dan mendeteksi program-pprogram yang tidak layak secara ekonomi. Perencanaan strategik 2. Penilaian investasi 4. Penentuan biaya pelayanan (cost of service) dan penentuan tarif pelayanan (charging for service) 6. manajemen organisasi membuat alternatif-alternatif program yang dapat mendukung strategi organisasi. Penilaian kinerja Perencanaan Strategik Akuntansi majamen dibutuhkan sejak tahap perencanaan strategik. Inti akuntansi manajemen adalah perencanaan dan pengendalian. quality and service). Sistem informasi akunatsni manajemen yang baik dapat mengurangi peluang terjadinya pembororsan. aktivitas atau proyek. Peran akuntansi manajmen adalah memberikan informasi untuk mementukan berapa biaya program dan berapa biaya suatu aktivitas.

Biaya input bisa berupabiaya tenaga kerja dan biaya bahan baku Biaya output.Akuntansi Sektor Publik 10 modern. Kebanyakan output yang dihasilkan sektor publik merupakan intangible output yang sulit diukur. adalah biaya yang dikeluarkan untuk mengantarkan produk hingga samapai ke tangan pelanggan. cost analizing. yaitu dengan menerapkan teknis akunatnsi manajemen yang diterapkan di sektor suasta. hal ini disebabkan bahwa sebagain besar biaya pelayanan pada sektor suasta cenderung merupakan engineered cost yang memiliki hubungan secara langsung dengan output yang dihasilkan. maka peran manajer publik sangat penting dalam pengendalian biaya Pemberian Informasi Biaya Biaya (cost) dalam konteks organisasi sektor publik dapat dikategorikan menjadi tiga kelompok : • • Biaya input. Contoh pada perusahaan transportasi massa. misalnya biaya departemen produksi. Pada tahap ini yang dilakukan adalah kegiatan pencatatan data ke dalam sistem akuntansi organisasi . Pada tahap ini pemerintah mengakumulasi data mengenai biaya yang dibutuhkan untuk menghasilkan produk/ jasa layanan • Cost recording. biaya dapat diukur dengan mempertimbangkan fungsi organisasi. Proses penentuan biaya meliputi lima aktivitas. sementara biaya pada sektor publik sebagaian besar merupakan discretionary cost yang ditetapkan di awal periode anggaran dan sering tidak memiliki hubungan langsunmg dengan aktivitas yang dilakukan dengan output yang dihasilkan. biaya mungkin diukur berdasarkan biaya per penumpang • Biaya proses. yaitu cost finding. dep personalia. adalah sumber daya yang dikorbankan untuk memberikan pelayanan. biaya ini dapat dipisahkan berdasarkan fungsi organisasi. • Cost finding. strategic cost reduction dan cost reporting. Pada organisasi sektor publik output dapat diukur dengan berbagai cara tergantung pada pelayanan yang dihasilkan. biaya dinas-dinas dsb. cost recording. Terdapat perbedaan antara sektor suasta dan sektor publik dalam hal penentuan biaya produk atau pelayanan.

Manajemen biaya strategik merupakan usaha jangka paanjang yang membentuk kultur organisasi agar penurunan biaya menjadi budaya yang mampu bertahan lama 2. Pendekatan strategik dalam pengurangan biaya memiliki karakteristik sbb : 1. Manajemen harus bersifat proaktif dalam melakukan penghematan biaya 4. Akuntansi manajemen diperlukan dalam penilaian investasi karena untuk dapat menilai investasi diperlukan identifikasi baiya. Manajamen organisasi harus dapat menentukan pemicu biaya (cost driver) agar dapat doilakukan strategi efisiensi biaya. Dalam penilaian suatu investasi.Akuntansi Sektor Publik 11 • Cost analizing. Pada tahap ini dilakukan analisis biaya yaitu mengindentifikasi jenis dan perikalku biaya. • Strategic cost reduction Tahap ini adalah menentukan strategi penghematan biaya agar tercapai value for money. perubahan biaya dan volume kegiatan. yaitu untuk menilai kelayakan investasi secara ekonomi dan finansial. Akuntansi manajemen hendaknya dapat mendukung dan memperkuat pelaksanaan prinsip value for money dan public accountability organisasi sektor publik Penilaian Investasi Akuntansi manajemen dibutuhkan pada saat organisasi sektor publik handak melakukan investasi. Keseriusan manajemen puncak (top manager) merupakan penentu efektifitas program pengurangan biaya karena pada dasarnya manajemen biaya strategik merupakan tone form the top • Cost reporting. faktor yang harus fdiperhatikan oleh . Berdasarkan kultur perbaiakan berkelanjutan dan berfokus pada pelayanan kepada masyarakat 3. Tahap terakhir adalah memeberikan informasi baiay secara lengkap kepada pimpinan dalam bentuk internal report yang kemudian diintegrasikan ke dalam suatu laporan yang akan disampaikan kepada pihak eksternal. resiko dan manfaat atau keuntungan dari suatu investasi. Berjangka panjang. Informasi manajemen hendaknya dapat mendeteksi adanya pemborosan yanbg masih berpotensi untuk diefisiensikan serta mencari metode atau teknik untuk penghematan biaya.

Untuk mencapai hal tersebut dibutuhkan sumber daya manusia yang handal. Penilaian invesatasi pada organisasi sektor publik dilakukan dengan menggunakan analisis biaya – manfaat (cost benefit analysis). alat distribusi dan stabilisasi maka akuntansi manajemen merupakan alat yang vital untuk proses mengalokasikan an mendistribusikan sumber adana publik secara ekonomis. tuntutan dan keinginan masyarakat tersebut agar kualitas hidup masyarakat menjadi semakin meningkat dan kesejahteraan akan semakin meningkat pula. yaitu menekankan seberapa besar dampak yang dicapai dari suatu proyek atau investasi dengan biaya tertentu Penganggaran Akuntansi menajemen berperan untuk memfasilitasi terciptanya anggaran publik yang efektif. jika tidak akuntansi manajemen tidak akan banyak bermanfaat karena hanya akan berfungsi sebagai alat perencanaan dan pengendalian. Sebagai contoh pemerintah harus dapat menentukan berapa biaya untuk membangaun terminal bus atau stasiun kereta api yang tertib aman dan nyaman serta . berkualitas dan murah. tingkat inflasi. Kemudian untuk memudahkan digunakan analisis efektifitas biaya (cost effectiveness analysis). Terkait dengan 3 fungsi anggaran. yaitu sebagai alat alokasi sumber daya publik. tingkat resiko dan ketidakpastian serta sumber pendanaan untuk investasi yang akan dilakukan. Menentukan biaya dan manfaat sosial dalam satuan moneter sanbgat silut dilakukan.Akuntansi Sektor Publik 12 akuntansi manajemen adalah tingkat diskonto. Pemerintah yang berorientasi pada pelayanan publik harus merespon keluhan. Penentuan biaya pelayanan (Cost of Service) dan penentuan tarif (Charging for Service) merupakan satu rangakaian dimana keduanya membutuhkan informasi akuntansi. Penentuan Cost of Service dan Charging for Service Tuntutan agar pemerintah meningkatkan mutu pelayanan dan keluhan masyarakat akan besarnya biaya pelayanan merupakan suatu indikasi perlunya perbaikan sistem akuntansi manajemen di sektor publik. efisien dan efektif adil dan merata. Dalam praktek ini sulit dilakukan karena biaya yang diukur tidak hanya dari sisi finansial tetapi juga dari sisi biaya sosial dan manfaat sosial yang akan diperoleh dari investasi yang diajukan. Masyarakat menghendaki pemerintah memberikan pelayanan secara cepat.

demikian juga untuk PDAM dsb. . Penilaian Kinerja Penilaian kinerja merupakan bagian dari sistem pengendalian. Disini peran akuntansi manajemen adalah dalam pembuatan indikator kinerja kunci dan satuan ukur untuk masing-masing aktifitas.Akuntansi Sektor Publik 13 biaya operasioalnya. Bedasarkan informasi ini pemerintah dapat menentukan berapa besarnya biaya tarif pelayanan yang akan dibebankan kepada para pemakai jasa pelayanan terminal atau stasiun tsb. ini untuk mengetahui tingkat efisiensi dan efektifitas organisasi dalam mencapai tujuan yang ditetapkan.

Dalam tahap ini pengendalian manajemen terkait dengan pelaksanaan pengawasan program yang telah ditetapkan melalui alat berupa anggaran. 2. penilaian kinerja. SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN SEKTOR PUBLIK A. training. Sistem pengendalian manajmenen tersebut harus didukung dengan adanya perangkat lain berupa struktur organisasi yang sesuai dengan tipe pengendalian manajemen yang digunakan. Struktur organisasi harus sesuai dengan desain sistem pengendalian manajemen karena sistem pengendalian menajemen berfokus pada unit-unit organisasi sebagai pusat pertanggungjawaban. Dalam tahap ini pengendalian manajemen terkait dengan perumusan strategi dan perencanaan stretegik yang dijabarkan dalam bentuk program-program. Anggaran ini menghubungkan perencanaan dan pengendalian . Dimana semua unsur tsb harus dapat mendukung pelaksanaan strategi organisasi. MSDM harus dilalakukan sejak proses seleksi dan rekruitmen. Pusat-pusat petanggungjawaban tersebut merupakan basis perencanaan pengendalian.Akuntansi Sektor Publik 14 3. Pengendalian manajemen meliputi beberapa aktivitas yaitu : (1) perencanaan (2) koordinasi antar berbagai bagian dalam organisasi (3) Komunikasi informasi (4) pengambilan keputusan (5) motivasi orang-orang dalam organisasi agar berperilaku sesuai dengan tujuan organisasi (6) pengendalian dan (7) penilaian kinerja Kegagalan dalam organiasai mencapai tujuan yang telah ditetapkan dapat terjadi karena adanya kelemahan atau kegagalan pada salah satu atau beberapa tahap dalam proses pengendalian manajenen. Tipe Pengendalian Manajemen Tipe pengendalian manajemen dapat dikategorikan dalam 3 kelompok : 1. Sistem Pengendalian Manajemen Sektor Publik Organisasi memerlukan sistem pengendalian manajemen untuk memberikan jaminan dilaksanakannnya strategi organisasi secara efektif dan efisien sehingga tujuan organisasi dapat dicapai. sosial. Faktor lingkungan meliputi kestabilan politik. Pengendalian operasional (operasional control). Sistem pengendalian sektor publik berfokus pada bagaimana melaksanakan strategi organisasi secara efektif dan efisien sehingga tujuan organisasi dapat dicapai. B. Pengendalian preventif (preventive control). pengembangan dan promosi hingga pemberhentian karyawan. ekonomi. MSDM dan lingkungan yang mendukung. keamanan dsb.

Struktur organisasi termanifestasi dalam bentuk pusat pertanggungjawaban (responsibility centers). Pusat biaya banyak dijumpai pada sektor publik karena output yang dihasilkan seringkali ada akan tetapi tidak dapat diukur atau yang memiliki kompetensi . C. Input diukur dengan jumlah sumberdaya yang digunakan sedangkan output diukur dengan jumlah produk atau output yang dihasilkan. Suatu organisasi merupakan kumpulan dari suatu pusat pertanggungjawaban. Sebagai alat untuk melaksanakan strategi organisasi secara efektif dan efisien 7. Pengendalian kinerja. Sebagai alat pengendali anggaran Tugas manajer pusat pertanggungjawaban adalah untuk menciptakan hubungan yang optimal antara suberdaya input yang digunakan dan output yang dihasilkan dikaitkan sdentgan target kinerja. Sebagai basis perencanaan. Mendelegasikan wewenang dan tugas ke unit-unit sehingga mengurangi beban tugas manajer pusat 5.Akuntansi Sektor Publik 15 3. Struktur Pengendalian Manajemen Sistem pengendalian manajemen harus didukung dengan struktur pengendalian yang baik . Pusat-Pusat Pertanggungjawaban Pada dasarnya terdapat 4 pusat pertanggungjawaban yaitu : • Pusat biaya (expense center) Pusat biaya adalah pusat pertanggungjawaban yang prestasi manajernya dinilai berdasarkan biaya yang telah dikeluarkan. Untuk meudahklan mencapai tujuan organisasi 3. Pada tahap ini pengendalian manajemen berupa analisis evaluasi kinerja berasarkan tolak ukur kinerja yang telah ditetapkan. Pusaat pertanggungjawaban adalah unit organisasi yang dipimpin oleh manajer yang bertangungjawab terhadap aktivitas pusat pertanggungjawaban yang dipimpinnya. Tujuan dibuatnya pusat pertanggungjawaban tersebut adalah: 1. Memfasilitasi terbentuknya goal congruence 4. Suatu unit organisasi disebut sebagai pusat biaya apabila ukuran kinerja dinilai berdasarkan biaya yang telah digunakan (bulan nilai output yang dihasilkan). pengendalian dan penilaian kinerja manajer dan unit organisai yang dipimpinnya 2. Mendorong kreativitas dan daya inovasi bawahan 6.

Dinas Sosial dan DPU • Pusat pendapatan (revenue center) Pusat pendapatan adalah pusat petanggungjawaban yang prestasi manjernya dinilai berdasarkan pendapatan yang dihasilkan.Akuntansi Sektor Publik 16 hanya dapat diukur secara fisik tidak dalam nilai rupiahnya. Pusat pertanggungjawan tersebut selanjutnya menjadi dasar untuk perencanaan dan pengendalain anggaran serta penilaian kinerja pada unit ybs. material dsbnya yang dengan input tsb diharapkan dapat menghasilkan output dalam bentuk barang atau pelayanan pada kualitas dan kuantitas tertentu. Contahnya Dinas Pendapatan Daerah dan dep. Contah : BUMD dan BUMN. Pusat pertanggung jawaban memperoleh sumberdaya input berupa tenaga kerja. Adanya perbedaan antara hasil yang dicapai dan jumlah anggaran kemudaian dianalisis untuk diketahui penyebabnya dan dicari siapa yang bertanggungjawab atas terjadinya perbedaan tersebut. Pusat pertanggungjawaban yang besar tersebut dapat dipecapecah lagi menjadi pusat pertanggungjawaban yang lebih kecil hingga pada level pelayanan atau program. misalnya dinas-dinas atau subdinas-subdinas. Anggaran mencerminkan nilai rupiah dari input yang dialokasikan ke pusatpusat pertanggungjawaban dan output yang diharapkan atau level aktivitas yang dihasilkan. Contoh pusat biaya adalah dep. • Pusat incestasi (investment center) Pusat investasi adalah pusat pertanggungjawaban yang prestasi manajernya dinilai berdasarkan laba yang dihasilkan dikaitkan dengan investasi yang ditanamkan pada pusat pertanggungjawaban yang dipimpinnya. Manajer pusat pertanggungjawaban sebagai budget holder memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan anggaran. sehiungga dapat . bandara dan pelabuhan. pemanasaran • Pusat laba ( profit center) Pusat laba adalah pusat pertanggungjawaban yang menandingkan input (expenses) dan output ( revenue) dalam satuan moneter. Contah : Dep Riset dan Pengembangan dan Balitbang Suatu organisasi besar seperti pemerintah daerah dapat dianggap sebagai suatu pusat pertanggungjawaban. Pengendalian anggran meliputi pengukuran terhadap output dan belanja riil yang dilakukan dibandingkan dengan anggaran. obyek pariwisata milik PEMDA. Kinerja manajernya dinilai berdasarkan laba yang dihasilkan. produksi.

struktur pusat pertanggungjawaban sebagai alat pengendalian anggaran sejalan dengan program atau struktur aktivitas organisasi. Membantu mengkomunikasdikan anggaran ke seluruh bagian dalam organisasi 4. Mengkoordinasi dan membuat asumsi sebagai dasar anggaran (misal: asumsi tingkat inflasi. sehingga pada akhirnya tujuan umum organisasi dapat tercapai.Akuntansi Sektor Publik 17 segera dilakukan tindakan korektif. Menetapkan prosedur dan formulir untuk persiapan anggran 2. Pada organisasi publik. nilai tukar. Laporan kinerja disiapkan dan dikirim ke setiap level manajemen untuk dievaluasi kinerjanya. Depatemen anggaran sebagai berikut : 1. harga migas) 3. yaitu dibandingkan antara hasil yang telah dicapai dengan anggaran. Keberadaan depatemen anggaran dan komite anggaran pada pusat pertanggungjawaban sangat perlu untuk membentu terciptanya anggaran yang efektif. Pusat pertanggungjawaban berfunmgsi sebagai pengemban budget holder. Idealnya. Tindakan tsb biasa dilakukan pada perusahaanperusahaan swasta. maka proses penyiapan dan pengendalian anggaran harus menjadi fokus perhatian manajer pusat pertanggungjawaban. Informasi yang relevan harus up to date (terbaru) dan biaya yang dikendalikan secara langsung (controllable) dengan biaya-biaya yang tidak dikendalikan (uncontrollable) oleh manajer pusat pertanggungjawaban. Informasi yang terkait dengan sistem pengendalian anggaran biasanya banyak diketahui oleh bagian departemen anggaran. Menganalisis anggaran yang diajukan dan membuat rekomendasi kepada budgeter dan manajer pusat pertanggungjawaban memiliki fungsi . Jika sistem pengendalian anggaran berjalan dengan baik maka informasi yang dikirimkan kepada manajer harus relevan dan tepat waktu. Setiap jenis pusat pertanggungjawaban membutuhkan data mengenai berlanja (pengeluaran) yang telah dilakukan dan output yang dihasilkan selama masa anggaran. Dengan kata lain tiap-tiap pusat pertanggungjawaban bertugas untuk melaksanakan program atau aktivitas tertentu dan penggabungan proram-program dari tiap-tiap pusat pertanggungjawaban tsb seharusnya mendukung program pusat pertanggungjawaban pada level yang leih tinggi. mekanisme tsb perlu dilakukan sebagai salah satu cara pengendalian anggaran.

Prengendalian organisasi dapat berupa aturan dan prosedur birokrasi atau melalui sistem pengendalian dan manajemen informasi yang dirancang secara formal. Faktir yang mempengaruhi goal congrunce dapat dikategorikan dalam 2 kelompok yaitu faktor pengendalian formal dan informal. kepala dinas. Proses Pengendalian Manajemen Sektor Publik Proses pengendalian manajemen pada organisasi sektor publik dapat dilakukan dengan cara komunikasi formal dan informal. Komite anggaran ujuga memiliki peran yang vital. Depaemen anggran dan komite anggran merupakan perangkat yanmg berad pada pusat pertanggungjawaban.Dalam hal ini hendaknya pengendalian manajemen dapat digunakan sebagai jembatan untuk mewujudkan goal congruence yaitu keselaran antara tujuan individu dan tujuan organisasi. diskusi dll. Komite anggran bertugas menuyusun anggran untuk tiap-tiap unitoperasi. Saluran informasi informal dapat dilakukan dengan komunikasi langsung yaitu pertemuan informal. Saluran komunikasi formal terdiri dari aktivitas formal dalam organisasi yang terdiri dari : (1) perumusan strategi (2) perencanaan strategi (3) penganggran (4) opersional (5) evaluasi kinerja . yaitu tercapainya keselarasan antara tujuan individu dan tuuan oraganisasi. Dalam suatu organisasi setiap individu pasti mempunyai tujuan person. menginterprestasikan hasil dan menyiapkan ikhtisar laporan untuk manajer pusat pertanggungjawaban 6.. Untuk menyingkapi ini perlu adanya jembatan yang mampu menghantarkan organisasi mencapai tujuannya. D. Menganalisis kinerja anggaran yang dilaporkan. Sistem pengendalian manajemen suatu organisasi dirancang untuk mempengaruhi orang-orang di dalam organisasi tersebut agar berperilaku sesuai dengan tujuan organisasi. Karenanya pusat pertanggungjawaban merupakan alat yang sangat vital untuk pelaksanaan dan pengendalian anggaran selain itu juga merupakan basis pengukuran kinerja yaitu membendingkan apa yang telah dicapai oleh pusat pertanggungjawaban dibandingkan dengan anggaran yang telah ditetapkan. Faktor pengendalian formal misalnya : sistem pengendalian manajemen dan sistem aturan. Menyiapkan revisi anggaran jika diperlukan. Sedangkan faktor informal .Akuntansi Sektor Publik 18 5. kepala biro dsb. Komite anggran biasanya teddiri dari para pimpinan puncak seperti kepala depatemen.

Yang bersifat eksternal contohnya etos kerja dan loyalitas karyawan ( dalam pemerintahan kita kenal sebagi abdi negara dan abdi masyarakat). misi. misi dan tujuan oragnisasi sangat jarang dilakukuan oleh organisasi baik itu pemerintahan atau swasta. Berdasarkan analisis SWOT oganisasi dapat menentukan startegi terbaik untuk mencapai tujuan organisasi. sasran. Yang berubah hanyalah strategi untuk mewujudkan visi. gaya manajemen dan gaya komunikasi. Perubahan visi. Perubahan lingkungan dalam organisasi sektor publik sanat mungkin karena karena organisasi sektor publik dipengaruhi oleh faktor politik. Perumusan strategi merupakan tugas dan tanggungjawab manajemen puncak. Ancaman dan peluang baru dapat muncul setiap saat. . Analsisi ini dikembangkan dengan menganalisis faktor internal yang menjadi kekuatan dan kelemahan dalam suatu organisasi dan faktor eksternal yang merupakan ancaman dan peluang.  Perumusan Strategi (strategy formulation) Perumusan strategi merupakan proses pehnentuan visis.Akuntansi Sektor Publik 19 terdiri dari ekstrenal dan internal. Karenanya perumusan strategi bersifat tidak sistematis dan tidak harus kaku. tujuan. sedangkan yang bersifat internal : kulktur organisasi. ekoomi. Ketidakstabilan ekonomi dan politik yang terjadi secara terus menerus dapat mendorong pemerintah untuk sewaktu-waktu mengeluarkan kebijakan dan strategi baru.arah dan kebijakan serta strategi organisasi. Dalam organisasi pemerintahan perumusan strategi dilakukan oleh dewan legislatif yang hasilnya berupa GBHN yang akhirnya merupakan acuan bagi eksektutif dalam berindak. Hasil perumusan strategi bersifat permanen dan jangka panjang bisa berjangka 4. Strategi perusahaann dapat berubah atau mengalami revisi jika terdapat lingkungan yang berubah yang dipengaruhi adanya ancaman dan kesempatan.5. target. Pertimbangan untuk revisi strategi biasanya kalau muncul perubahan lingkunan yang berupa ancaman atau peluang baru. Strategi organisasi ditetapkan untuk memberikan kemudahan dalam mencapai tujuan organisasi. 10 bahkan 20 tahun. peraturan pemerintah baru atau perubahan lingkungan politik dan ekonomi lokal dan global. misalnya adanya inovasi teknologi baru. Salah satu metode penentuan strategi adalah dengan menggunakan analisis SWOT. sosial dan budaya. misi dan tujuan yang telah ditetapkan.

yang mengidentifikasi dan mengevaluasi kekuatan dan kelemahan organisasi dalam hal berbagai faktor yang perlu dipertimbangkan dalam perencanaan strategik 4. Profil internal dan audit sumber daya. terdiri dari pengidentifikasian dan pengukuran faktor-faktor eksternal yang sedang dan akan terjadi dan kondisi yang harus dipertimangkan pada saat merumuskan strategi organisasi 3. Pernyataan misi dan tujuan umum organisasi yang dirumuskan oleh manajemen eksekutif organisasi dan memberikan rerangka pengembangan strategi serta target yang akan dicapai 2. Analisis atau scanning lingkungan. Perencanaan dimulai dari perumusan strategi.soial. Sama halnya dengan sektor swasta tahap awal dari manajemen strategi adalah perencnaan. evaluasi dan pemilihan strategi 5. .Akuntansi Sektor Publik 20 Gambar: Proses Perumusan Strategi Analisis Eksternal: Ekonomi. peraturan (regulasi) trend global Teknologi baru Analisis Internal: Teknologi yang dimiliki Sumber daya Sumber daya alam Sumber daya manusia Infrastruktur dsbnya Strength & Weaknes : Identifikasi kekuatan & kelemahan Opportunity & Threat: Identifikasi peluang & ancaman Penyesuaian kompetensi dengan peluang dan ancaman Strategi Proses perumusan pada organisasi sektor publik banyak dipengaruhi perkembangan disektor swasta. Perumusan.pilitik. Menurut Olsen dan Eadi (1982) proses perumusan strategi terdiri dari 5 komponen dasar yaitu : 1. Implementasi dan pengendalian rencana strategik.

Memulai dan menyetujui proses perencanaan strategi 2. Identifikasi isu strategi yang sedang dihadapi organisasi 7. Identifikasi apa yang menjadi mandat organisasi 3.Akuntansi Sektor Publik 21 Model Perumusan Strategi pada Organisasi Sektor Publik Innitiate and agree process Stakeholder Internal Environmental Analysis Missin and mandate Ekternal Environmental Analysis Strategic issues Strategics Opportunity and threats Strength & weakneses PEST ANALYSIS Vision for the future Political Economic Sociological Technical Actions Outcomes Sumber : Bryson JM (1995) Menurut Bryson Jm model 8 langkah untuk memfasilitasi proses perumusan strategi yaitu: 1.manage isu-isu 8. Menilai lingkungan internal 6. Menetapkan visi organisasi untuk masa ke depan. Menilai lingkungan eksternal 5. Perumusan strategi untuk me. Klarifikasi misi dan nilai-nilai organisasi 4. .

Proses Perencanaan Strategik Strategi A Strategi B Strategi C Strategi D dst Perencanaan strategi Program A1.A2 &A3 Program A1.Akuntansi Sektor Publik 22  Perencanaan Strategi (strategic planning) Sistem pengendalian manajemen diawali dari perencanaan strategik.program. Perencanaan strategik adalah proses pemantauan program-program.A2 &A3 Program A1.misi dan tujuan oganisasi. manajemen memutuskan visi. Dalam proses perumusan strategi .A2 &A3 dst Seleksi program dikaitkan dengan prioritas dan sumber daya yang tersedia Review strategi. Hasil perencanaan strategik berupa rencana-rencana strategik. sedangkan perencanaan strategik adalah proses menentukan bagaimana mengimplementasikan strategi tersebut. Perencanaan strategik merupakan proses menurunkan strategi dalam bentuk program-program.pri oritas dan anggaran Anggaran yang dibutuhkan Program yang lolos seleksi .A2 &A3 Program A1. aktivitas atau proyek yang akan dilaksdankan suatu organisasidan penentuan jumlah alokasi sumber daya yang akan dibutuhkan Perbedaan dengan perumusan strategi adalah bahwa perumusan strategi merupakan proses untuk menentukan strategi.

misi.Akuntansi Sektor Publik 23 Gambar Sistem Manajemen Strategik pada Pemerintah Daerah Perencanaan Strategik Perencanaan kinerja Anggaran kinerja Pelaporan kinerja LPJ Kepala Daerah Visi. strategic leadership dan strategic organization. alokasi sumberdaya yang tidak tepat sasaran dab dilakukannya pilihan startyegi yang salah. Organisasi yang tidak memiliki atau tidak melakukan perencanaan strategik akan mengalaami masalah da. strategic thinking. . Orientasi dilakukannya manajemen strategik pada organisasi manajemen organisasi publik menuntut adanya strategic vision.filosofi unit kerja Sub Sisem pengumpula n data Tujuan unit kerja Saran & Target kinerja Ukuran efektifitas Target kinerja Strategi & Action plan Ukuran ekonomi Target kinerja Laporan Keu Pemda Target kinerja & analisis biaya Justifikasi Ukuran efisiensi Ukuran penjelas Perencanaan strategik merupakan proses yang sistematis yang memilikiu prosedru dan skedul yang jelas.lam penganggaran. misalnya terjadinya beban kerja anggaran yang terlalu berat.

Desain sistem pengendalian manajemen harus didukung oleh struktur organisasi yang sesuai. karenanya perlu adanya restrukturisasi dan reorganisasi agar selaras dengan startegi dan sistem pengendalian manajemen. Mengubah perencanaan Strategik Menjadi Tindakan Nyata Perencanaan strategi dapat digunakan untuk membantu mengantisipasi dan memberikan arah perubahan. tujuan dan strategi yang telah ditetapkan secara biak dapat gagal bila struktur organisasi tiudak mendukung strategi. misi. yang nantinya akan mendorong goal congruence. baik secra manajerial maupun secara politik Proses dan praktek implementasi di lapangan Kultur organisasi Struktur organisasi hendaknya dapat mendukung pelaksanaan strategi. tetapi perubahan belum dapat berjalan dengan mulus meskipun sudah ada perencanaan strategik. Untuk itu harus didukung oleh : • • • Struktur pendukung. Restrukturisasi dapat didasarkan pada prinsip 1.Akuntansi Sektor Publik 24 Manfaat Perencanaan Strategik • Sebagai sarana untuk memfasilitasi terciptanya anggaran yang efektif • Sebagai sarana untuk memfokuskan manajer pada pelaksanaan strategi yang telah ditetapkan • Sebagai sarana untuk memfasilitasi dilakukannya alokasi sumber daya yang optimal • Sebagai rerangka pelaksanaan tindakan jangka pendek • Sebagai sarana manajemen untuk memahami strategi organisasi secara lebih jelas • Sebagai alat untuk memperkecil rentang alternatif strategi Tujuan utama perencanaan strategik adalah untuk meningkatkan komunikasi antara manajer puncak dengan manajer dibawahnya. tapi masih perlu ditranslasikan dalam bentuk tindakan-tindakan konkrit. Perencanaan strategik bukan merupakan hasil akhir. Perubahan strktur organisasi hendaknya dapat meningktakan kapasitas untuk mencapai strategi yang efektif . sehingga memungkinkan terjadi persetujuan antara manajer puncak dengan manajer level dibawahnya mengenai strategi terbaik untuk mencapai tujuan organisasi yang ditetapkan. Visi.

Visi.  Penganggaran Tahap penganggaran dalam proses pengendalian manajemen sektor publik merupakan tahap yang pang dominan. Perbedaan tersebut terletak pada pengaruh politik dalam proses penganggaran. Pengendalian manajemen melalui sistem penilaian kinerja dapat dilakukan dengana menciptakan mekanisme reward dan punishment. Proses dan praktik di lapangan terkait dengan prosedur dan sistem pengendalian. Sistem reward dan punishment harus didukung oleh manajemen kompensasi yang memadai. pengendalian personel dan manajemen kompensasi yang jelas dan fair. Pimpinan eksekutif bertanggung jawab untuk melaksanakan strategi dan arahan kebijakan hingga level bawah. Program akan gagal bila personel di lapangan bertindak tidak sesuai dengan arah dan strategi organisasi. kebijakan dan otorisasi alokasi sumber daya dan menilai kinerja manajemen. Prencanaan strategik tidak akan efektif jika prosedur dan sistem pengendalian tidak sesuai dengan strategi. Kultur organisasi terkait dengan lingkungan kerja dan kesediaan anggota untuk melakukan perubahan. Sistem pemberian penghargaan dan hukuman dapat digunakan sebagai pendorong untuk pencapaian suatu strategi.Akuntansi Sektor Publik 25 2. Peran peting adanya penghargaan dalam suatu organisasi akan mendorong tercapainya tujuan oragnisasi dan untuk menciptakan kepuasan setiap individu. . dan harus didukung oleh perubahan perilaku dan sikap anggota organisasi untuk melaksanakan program-program secara efektif dan efisien. misi dan tujuan organisasi harus selalu dikomunikasiokan kepada seluruh anggota organisasi 3. Dewan bertanggung jawab secara kolektif untuk merencanakan strategi. Manajemen kompensasi merupakan mekanisme penting untuk mendorong motivasi manajer untuk mencapai tujuan organisasi.  Pengukuran Kinerja Penilaian kinerja merupakan bagian akhir dari proses pengendalian manajemen yang dapat digunakan sebagai alat penegndalian. Arus ada kejelasan wewenang dan tanggung jawab. Selain itu harus didukung oleh regulasi keuangan. Intensif positif pada manajer disebut sebagai reward dan intensif negatinya disebut sebagai punishment. Perencanaan srtategik harus didukung adanya budaya organisasi yang kuat. karena memiliki karakteristik yang agak berbeda dengan penganggraan pada sektor swasta. pendelegasian wewenang dan tugas.

bonus dan pemberian tunjangan. penambahan tanggung jawab. sedangkan non financial dapat berupa promosi jabatan. Mekanisme pemberian sanksi dan hukuman pada kondisi tetentu diperlukan. otonomi yang lebih besar. yang bersifat financial misalnya kenaikan gaji.Akuntansi Sektor Publik 26 Pemberian reward dapat berupa financial atau non financial. . tetapi orientasi penilaian harus selalu pada pemberian penghargaan. penempatan kerja di lokasi yang lebih baik dan pengakuan.

Anggaranmerupakan artikulasi dari perumusan dan perencanaan strategi yang dibuat. Penganggaran dalam organisasi sektor publik merupakan tahapan yang cukup rumit dan mengandung nuansa politik yang tinggi. Hal tersebut berbeda dengan sektor swasta yang relatif lebih kecil nuansa politiknya. didiskusikan dan diberi masukan. Penganggaran pada sektor publik terkait dengan proses penentanjumlah alokasi dana untuk tiap-tiap program dan aktivitas dalam satuan moneter. Konsep Anggaran Sektor Publik Anggaran merupakan pernyataan mengenai setimasi kinerja yang hendak dicapai selama periode tertentu yang dinyatakan dalam ukuran finansial. . Anggaran pada sektor publik merupakan instrumen akuntabilitas dan pengelolaan dana publik dan pelaksanaan program-program yang dibiayai dengan uang publik. Pada sektor swasta anggaran merupakan bagian dari rahasia perusahaan yang tertutup bagi publik. PENGANGGARAN SEKTOR PUBLIK A. Proses penganggaran sektor publik dimulai ketika perumusan staretgi dan perencanaan strategik selesai dilakukan. Pengertian Anggaran Sektor Publik Anggaran publik berisi rencana kegiatan yang direpresentasikan dalam bentuk rencana perolehan pendapatan dan belanja dalam satuan moneter. belanja dan aktivitas. namun pada sektor publik anggran merupakan hal yang harus diinformasikan kepada publik untuk dikritik. sedangkan penganggaran adalah proses atau metode untuk menyiapkan anggaran. Aspek-aspek yang harus dicakup dalam anggaran sektor publik : • • • Aspek perencanaan Aspek pengendalian Aspek akuntabilitas B. Anggaran berisi estimasi mengenai apa yang akan dilakukan organisasi di masa yang akan datang. Dalam organisasi sektor publik penganggaran merupakan suatu proses politik. Dalam bentuk yang sederhana anggaran sektor publik merupakan suatu dokumen yang menggambarkan kodisi keuangan dari suatu organisasi yang meliputi informasi mengenai pendapatan.Akuntansi Sektor Publik 27 4.

kualitas kesehatan. pendidikan dsbnya agar terjamin secara layak. Tingkat kesejahteraan masyarakat dipengaruhi oleh keputusan yang dibuat pemerintah melalui anggran yang dibuat. lapangan kerja. Anggaran sektor publik harsu dapat memenuhi kriteria sbb : • • Merefleksikan perubahan prioritas kebutuhan dan keinginan masyarakat Menetukan penerimaan dan pengeluaran departemen-depatemen pemerintah.Akuntansi Sektor Publik 28 Secara singkat anggaran publik merupakan suatau rencana finansial yang menyatakan : 1. baik propinsi maupun daerah Aliran uang yang terkait dengan aktivitas pemerintahan akan mempengaruhi harga. Dalam sebuah negara demokrasi. air bersih. Keputusan anggaran yang dibuat pemerintah daerah dan propinsi seharusnya dapat merefleksikan prioritas pemerintah daerah dan propinsi dengan baik. Anggaran merupakan alat ekonomi terpenting yang dimiliki pemerintah untuk mengarahkan perkembangan sosial dan ekonomi. Anggaran dan Kebijakan Fiskal Pemerintah Kebijakan fiskal adalah usaha yang dilakukan pemerintah untuk mempengaruhi keadaan ekoomi melalui sistem pengeluaran atau sistem perpajakan untuk mencapai tujuan tertentu. Alat utama kebijakan fiskal adalah anggaran. Berapa banyak dan bagaimana cara memperoleh uang untuk mendanai rencanarencana tersebut C. menjamin kesinambungan dan kualitas hidup masyarakat. pemerintah mewakili kepentingan rakyat. Berapa biaya-biaya atas rencana yang telah dibuat 2. distribusi pendapatan. Anggaran merupakan blue print keberadaan sebuah negra dan merupakan arahan di masa yang akan datang. uang yang dimiliki oleh pemerintah adalah uang rakyat dan anggaran menunjukkkan rencana pemerintah untuk membelanjakan uang rakyat. pertumbuhan ekonomi dan beban pajak yang harus dibayar atas pelayanan yang diberikan pemerintah. Pentingnya Anggaran Sektor Publik Anggaran sektor publik dibuat untuk membantu menentukan tingkat kebutuhan masyarakat seperti listrik. Anggaran sektor publik penting karena : .

Anggaran sebagai alat perencanaan digunakan untuk : • • • • Merumuskan tujuan serta sasarn kebijakan agar sesuai dengan visi. sedangkan sumber daya jumlahnya terbatas. Sebagai alat perencanaan 2. 3. Anggaran diperlukan untuk meyakinkan bahwa pemerintah bertanggung jawab terhadap rakyat. Alat pengendalian 3. Alat motivasi 8. Anggaran Sebagai Alat Perencanaan (Planning tool) Anggaran meupakan alat pengendalian manajemen untuk mencapai tujuan organisasi. Dalam hal ini anggaran publik merupakan instrumen pelaksanaan akuntabilitas publik oleh lembaga-lembaga publik yang ada. Alat koordinasi dan komunikasi 6. Anggaran merupakan alat bagi pemerintah untuk mengarahkan pembangunan sosial.Akuntansi Sektor Publik 29 1. 2. ekonomi. menjamin kesinambungan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. D. Fungsi Anggaran Sektor Publik Anggaran sektor publik mempunyai beberapa fungsi utama yaitu 1.misi dan sasaran yang telah ditetapkan Merencanakan berbagai program dan kegiatan untuk mencapai tuuan organisasi serta merencanakan alternatif sumber pembiayaannya Mengalokasikan dana pada berbagai program dan kegiatan yang telah disusun Menetukan indikator kinerja dan tingkat pencapaian strategi Anggaran Sebagai Alat Pengendalian (Control tool) . Alat penilaian kinerja 7. berapa biaya yang dibutuhkan dan berapa hasil yang diperoleh dari belanja pemerinta tersebut. Anggaran sektor publik dibuat untuk merencanakan tindakan apa yang akan dilakukan pemerintah. Alat kebijakan fiskal 4. Alat politik 5. Alat menciptakan ruang publik. Anggaran dibuat karena adanya kebutuhan dan keinginan masyarakat yang terus berkembang.

Anggaran bukan sekedar masalah teknis tetapi lebih merupakan alat politik. keahlian negoisasi. Anggaran sektor publik dapat digunakan untuk mengendalikan kekuasaan eksekutif. Tanpa anggaran pemerintah tidak dapat mengendalikan pemborosan pengeluaran. Tidak berlebihan kalau dikatakan bahwa presiden. Anggaran dapat digunakan unrtuk mendorong. Melalui anggaran publik dapat diketahui arah kebijakan fiskal pemerintah. karenanya pembuatan anggaran publik membutuhkan political skill. coalition holding. Pada sektor publik anggaran merupakan dokumen politik sebagai bentuk komitmen eksekutif dan kesepakatan legislatif atas penggunaan dana publik untuk kepentingan tertentu. Merivisi standar biaya atau target anggaran untuk tahun berikutnya Anggaran Sebagai Alat Kebijakan Fiskal (Fiscal tool) Anggaran sebagai alat kebijakan fiskal digunakan untuk alat menstabilkan ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi. bupati dan manajer publik lainnya dapat dikendalikan lewat anggaran. gubernur.Akuntansi Sektor Publik 30 Sebagai alat pengendalian anggaran memberikan rencana detail atas pendapatan dan pengeluaran pemerintah agar pembelanjaan yang dilakukan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. Menemukan penyebab yang dapat dikendalikan dan tidak dapat dikendalikan 4. menteri. Anggaran Sebagai Alat Politik (Political tool) Anggaran dapat digunakan untuk memutuskan prioritas dan kebutuhan keuangan terhadap prioritas tersebut. sehingga dapat dilakukan prediksi dan estimasi ekonomi. Menghitung selisih anggaran 3. Sebagai alat penengendali manajerial. pemahaman tentang prinsip manajemen . Pengendalian anggaran publik dapat dilakukan melalui 4 cara : 1. anggaran sektor publik digunakan untuk meyakinkan bahwa pemerintah masih mempunyai cukup uang untuk memenuhi kewajibannya. selain itu juga digunakan sebagai pemberi informasi dan meyakinkan legislatif bahwa pemerintah bekrja secara efisien tanpa ada korupsi dan pemborosan. Membandingkan kinerja aktual dengan kinerja yang dianggarkan 2. memfasilitasi dan mengkoordinasikan kegiatan ekonomi masyarakat sehingga dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi.

Anggaran Sebagai Alat Koordinasi dan Komunikasi Communication tool) Setiap unit kerja pemerintah terlibat dalam penyusunan anggaran. Anggaran harus dikomunikasikan ke seluruh bagian organisasi untuk dilaksanakan. Anggaran publik merupakan alat koordinasi antar bagian dalam pemerintahan. Anggaran publik yang disusun dengan baik akan mampu mendeteksi terjadinya inkonsistensi suatu unit kerja di dalam pencapaian tujuan organisasi.namun juga jangan terlalu rendah sehingga terlalu mudah untuk dicapai. Kinerja eksekutif akan dinilai berdasarkan pencapaian target anggaran adan pelaksanaan efisiensi anggaran. Masyarakat.Akuntansi Sektor Publik 31 keuangan publik oleh para manajer publik. Kelompok lain dari kemasyarakat yang kurang terorganisasi akan mnyampaikan aspirasinya melaui proses (Coordination and . perguruan tinggi dan berbagai organisasi kemasyarakatan harus terlibat dalam penganggaran publik. Agar dapat memotivasi pegawai target anggaran hendaknya jangan terlalu tinggi sehingga tidak dapat dipenuhi. Disamping itu anggaran publik juga berfungsi sebagai alat komunikasi antar unit kerja dalam lingkungan eksekutif. Anggaran Sebagai Alat Pinilaian Kinerja (Performance measurement tool) Anggaran merupakan wujud komitmen dari publik holer (eksekutif) kepada pemberi wewenang (legislatif). atau paling tidak menurunkan kredibilitas pemerintah. Kelompok masyarakat yang teroganisir akan mencoba mempengaruhi anggaran publik utnk kepentingan mereka. Anggaran merupakan alat yang efektif untuk pengendalian dan penilaian kinerja. Anggaran Sebagai Alat Motivasi (Motivation tool) Anggaran dapat digunakan sebagai alat untuk memotivasi manajer dan stafnya agar bekerja secara ekonomis.. birokrat dan DPR/MPR. LSM. efektif dan efisien dalam mencapai target dan tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Manajer publik harus sadar sepenuhnya bahwa kegagalan dalam melaksanakan anggaran yang telah disetujui akan menjatuhkan kepemimpinannya. Anggaran Sebagai Alat untuk Menciptakan Ruang Publik (Public Sphere) Anggaran publik tidak boleh diabaikan oleh kabinet.

Politisi mentranslasikan mandat melalui tersebut melalui kebijakan dan program yang memberi mamfaat lebih kepada pemilih yang direfleksikan dalam anggaran. peralatan. kendaraann. melakukan boikot dsbnya E. Anggaran operasional 2. Pengeluaran modal yang besar biasanya dilakukan dengan mengunakan pinjaman. Jenis-Jenis Anggaran Sektor Publik Anggaran sektor publik dibagi menjadi menjadi 2 yaitu : 1. Anggaran Modal Anggran modal menunjukkan rencana jangka penjang dan pembelanjaan atas aktiva tetap seperti gedung. tetapi pemerintah akan . Pengangguran dan tuna wisma dan kelompok lain yang kurang terorganisasi akan mudah dan tidak berdaya mengikuti tindakan pemerintah. Belanja modal adalah pengeluaran yang masa manfaatnmya lebih dari satu tahun anggran dan akan menambah aset atau kekayaan pemerintah dan selanjutnya akan menambah anggaran rutin untuk biaya operasional dan pemeliharaannya. Secara umum pengeluaran yang masuk kategori anggaran operasional antara lain belanja administrasi umum dan belanja operasional dan pemeliharaan. Anggaran Modal Anggaran Operasional Anggaran digunakan untuk merencanakan kebutuhan sehari-hari dalam menjalankan pemerintahan.Akuntansi Sektor Publik 32 politik yang ada. perabot dsbnya. mereka kan mengambil tindakan dengan jalan lain seperti dengan tindakan massa. Dalam sebuah msyarakat yang demokratis rakyat memberi mandat kepada pemerintah melalui pemilihan umum. Jika tidak ada alat untuk menyampaikan suara mereka. sebab selutrhnya adalah milik publik. Disebut rutin karena pengeluaran tersebut berulang-ulang ada setiap tahun. Pada dasarnya pemerintah tidak memiliki uang yang dimiliki sendiri. Pemerintah tidak mungkin memebuhi semua permintaan stake holdernya secara simultan. Pengeluaran pemerintah yang dapat dikatagorikan dalam anggaran operasional adalah belanja rutin yaitu belanja yang manfaatnya hanya untuk satu tahun anggaran saja dan tidak dapat menambah aset atau kekayaan bagi pemerintah.

Prinsip-Prinsip Anggaran Sektor Publik Prinsip-prinsip anggaran sektor publik meliputi : 1. Akurat Estimasi anggaran hendaknya tidak memasukkan cadangan yang tersembunyi yang dijadikan sebagi kantong-kantong pemborosan 7. Diketahui publik Anggaran harus diinformasikan kepada masyarakat luas. Karenanya adana anggaran non budgetair menyalahi prinsip anggran yang bersifat komprehensif 3. Otorisasi oleh legislatif Anggaran publik harus mendapat otorisasi dari legislatif terlebih dahulu sebelum dibelanjakan oleh eksekutif 2. Komprehensif Anggaran harus menunjukkan semua penerimaan dan pengeluaran pemerintah. Disinilah fingsi anggaran yang akan digunakan sebagai alat politis dalam memutuskan prioritas dan kebutuhan keuangan pada sektor tersebut. . Periodik Anggran bersifat periodik yang bersifat tahunan atau multi tahunan 6. Nondiscretionary Appropriation Jumlah yang disetujui oleh legislatif harus termanfaat secaara ekonomis. efisien dan efektif 5. Keutuhan anggaran Semua penerimaan dan pengeluaran pemerintah harus terhimpun dalam dana umum 4.Akuntansi Sektor Publik 33 memilih program yang menjadi prioritas. F. Jelas Anggaran hendaknya sederhanan dan mudah dipahami oleh masyarakat dan tidak membingungkan 8.

Akuntansi Sektor Publik 34 G. H. Siklus anggaran tersebut ada 4 tahap : • • • • Tahap persiapan anggaran Tahap ratifikasi Tahap implementasi Tahap pelaporan dan evaluasi Tahap persiapan anggaran Pada tahap ini dilakukan taksiran pengeluaran atas dasar talsiran pendapatan yang tersedia. fluktuasi pasar. Proses Penyusunan Anggaran Sektor Publik APBD/APBN yang dipresentasikan setiap akhir tahun dihadapan DPRD/DPR memberikan informasi kepada masyarakat luas tentang program yang direncanakan oleh pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat • • • • dan darimana program tersebut dibiayai. Proses penyusunan anggaran mempunyai 4 tujuan : Membantu pemerintah mencapai tujuan dan meningkatkan koordinasi antar bagian dalam lingkungan pemerintah Membantu menciptakan efisiensi dan keadilan dalam menyediakan barang dan jasa publik melalui proses pemrioritasan Memungkinkan pemerintah untuk memenuhi prioritas belanja Meningkatkan transparansi dan pertanggungjawaban pemerintah kepada DPRD/DPR dan masyarakat luas. perubahan sosial politik. bencana alam dsbnya. Faktor-faktor dominan yang terdapat dalam proses penganggaran adalah : • • • • Tujuan dan target yang hendak dicapai Ketersediaan sumber daya (faktor produksi yang dimiliki pemnerintah) Waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan atau target Faktor lain yang mmpengaruhi anggaran seperti : munculnya peraturan pemerintah yang baru. yang perlu diperhatikan adalah sebelum menyetujui taksiran pengeluaran . Prinsip-Prinsip Pokok dalam Siklus Anggaran Pokok-pokok prinsip siklus anggaran harus diketahui oleh penyelengara pemerintahan.

108 pemerintah daerah diisyaratkan untuk membuat dokumen perencanaan daerah yang terdiri atas PROPERDA (RENSTRADA). PROPERDA (RENSTRADA) yang dibuat oleh pemerintah daerah bersama-sama dengan DPRD dalam kerangka waktu 5 tahun yang kemudian dijabarkan dalam pelaksanaannya dalam kerangka tahunan. 105 tahun 2000 pemerintah daerah bersamasama DPRD menetapkan arah kebijakan umum APBD. Berdasarkan RENSTRADA yang telah dibuat dan analisis kebijakan fiskal dan ekonomi daerah. Di Indonesia arahan kebijakan pembangunan pemerintah pusat tertuang dalam dokummen (RAPETA). Dalam PROPERDA di mungkinkan adanya penekanan prioritas pembanguann yang berbeda antara daerah yang satu dengan yang lain. menurut ketentuan PP No. setelah itu pemerintah daerah menetapkan Strategi dan Prioritas APBD. Sesuai dengan kebutuhan masingmasing daerah. Harus disadari adanya masalah yang cukup berbahaya jika anggaran pendapatan diestimasi pada saat bersamaan dengan pembuatan keputusan tentang anggaran pengeluaran. PROPERNAS tersebut kemudian dijabarkan dalam bentuk RENSTRA. Besarnya mata anggaran tergantung pada sistem anggaran yang digunakan. Dokumen tersebut diupayakan tidak meyimpang dari PROPERNAS dan RENSTRA yang dibuat oleh pemerintah pusat. Pada pemerintah pusat penyusunan perencanaan pembangunan dimulai dari penyusunan PROPERNAS yang merupakan operasinalisasi GBHN. Karenanya manajer keuangan publik harus memahami betul dalam menentukan besarnya suatau mata anggaran. Sementara itu ditingkat daerah (propinsi dan kab/kota) berdasarkan PP No. REPETADA memuat program pembanguan perencanaan berupa GBHN. Sinkronisasi perencanaan pembangunan yang digariskan oleh pemerintah pusat dan perencanaan pembangunan daerah secara spesifik diatur dalam Peraturan Pemerintah No. Berdasarkan POPERNAS dan RENSTRA serta analisis fiskal dan makro ekonomi kemudian mulai dibuat persiapan APBN dan RAPETA.Akuntansi Sektor Publik 35 terlebih dulu hendaknya dilakukan taksiran pendapatan secara lebih akurat. Dalam persoalan estimasai yang perlu diperhatikan adalah terdapatnya faktor ketidakpastian yang cukup tinggi. Rencana Strategis (RENSTRA) dan Rencana Pembangunan Tahunan . 105 dan 108 tahun 2000. Rincian RENSTRADA setiap tahunnya akan digunakan sebagai masukan dalam penyusunan REPETADA dan APBD. Program Pembangunan Nasional (PROPERNAS).

Tahap ratifikasi Tahap ini melibatkan proses plotik yang cukup rumit dan cukup berat. hal terpenting yang harus dimiliki oleh manajer keuangan publik adalah dimilikinya sistem informasi akuntansi dan sistem pengendalian manajemen. Pimpinan eksekutif dituntut untuk memiliki manejerial skill dan political skill. kelemahan. Manajer keuangan publik dalam hal ini bertanggung jawab menciptakan sistem akuntansi keuangan yang memadai . Integritas dan kesiapan mental yang tinggi dari eksekutif sangat penting dalam tahap ini. Dengan demikian REPETADA merupakan kerangka kebijakan dalam penyediaan dana bagi APBD. salesmanship dan coalition holdimg yang memadai.Akuntansi Sektor Publik 36 daerah secara menyeluruh dalam satu tahun. termasuk sasaran yang ingin dicapai dan kebijakan yang ditempuh untuk mencapai sasaran tersebut.sehingga bisa diketahui kekuatan. Penjabaran rencana strategis jangka panjang dalam REPETADA tersebut dilengkapi dengan : • • • Perimbangan-perimbangan yang barasal dari evaluasi kinerja pemerintah daerah pada periode sebelumnya Masukan dan aspirasi masyrakat Pengkajian kondisi yang saat ini terjadi. Tahap implementasi/pelaksanaan anggaran Setelah disetujui oleh legislatif. peluang dan tantangan yang sedang dan akan dihadapi Proses pertencanaan arah dan kebijakan pembangunan daerah tahunan (REPETADA) dan anggaran tahuan (APBD) pada hakekatnya merupakan perencanaan instrumnen kebijakan publik sebagai upaya peningktan pelayanan kepada masyarakat. karena eksekutif harus mempunyai kemampuan untuk memberikan argumen yang rasional atas segala pertanyaan dan bantahan yang disampaikan oleh legislatif. juga memuat indikator kinerja yang terukur dalam jangka waktu satu tahun. tahap selanjutnya adalah pelaksanaan anggaran. APBD menunjukkan implikasi dari anggaran REPETADA yang dibuat. Pendekatan ini diharapkan akan lebih memperjelas program kerja tahuan pemerintah daerah.

Tahap pelaporan dan evaluasi Tahap persiapan.Akuntansi Sektor Publik 37 dan handal untuk perencanaan dan pengendalian anggaran yang telah disepakati. ratifikasi dan implementasi terkait dengan aspek operasional anggaran. sedangkan tahap pelaporan dan evaluasi terkait dengan aspek akuntabilitas. maka pada tahap pelaporan diharapkan tidak memiliki masalah. bahkan dapat diandalkan untuk penyusunan periode anggaran tahun berikutnya. . Jika tahap implementasi telah didukung dengan sistem akuntansi dan sistem pengendalian manajemen yang baik.

Pengembangan akuntansi sektor publik dilakukan untuk memperbaiki praktik yang saat ini dilakukan.Akuntansi Sektor Publik 38 5. dan dapat dipercaya. Daya banding 4. Sistem akuntansi yang lemah menyebabkan pengendalian intern lemah dan pada akhirnya laporan keuangan yang dihasilkan juga kurang handal dan kurang relevan untuk pembuatan keputusan. pemerintah daerah harus memiliki sistem akuntansi yang handal. Saat ini sedang disiapkan standar . Materialitas B. Ekonomis dalam penyajian laporan 6. Hambatan tersebut adalah : 1. dalam rangka pelaksanaan otonomi daerah dan desentralisasi. TEKNIK AKUNTANSI KEUANGAN SEKTOR PUBLIK A. maka diperlukan Standar Akuntansi Keuangan Pemerintah Daerah atau secara lebih luas Standar Akuntansi Keuangan Sektor Publik. Objektifitas 2. Teori Akuntansi Sektor Publik Pada dasarnya ada tiga tujuan perlunya mempelajari teori akuntansi : 91) untuk memahami praktek akuntansi yang ada saat ini (2) mempelajari kelemahan dan kekurangan dari praktek akuntansi yang ada saat ini dilakukan (3) memperbaiki praktek akuntansi di masa yang akan datang. handal. Saat ini sistem akuntansi yang dimiliki pemerintah daerah rata-rata masih lemah. Selain sistem akuntansi yang handal. Perlunya Sistem Akuntansi Keuangan Daerah Untuk dapat menghasilkan laporan keuangan yang relevan. Konsistensi 3. Hal ini terkait dengan upaya meningkatkan kualitas laporan keuangan sektor publik. terdapat beberapa kendala yang dihadapi akuntansi sektor publik. Tepat waktu 5. yaitu laporan yang menyajikan informasi yang relevan dan dapat diandalkan (reliabel) Untuk menghasilkan laporan keuangan sektor publik yang relevan dan dapat diandalkan.

usaha pengembangan sistem akuntansi keuangan pemerintah telah dirintis sejak dua puluh tahun silam. 1999). handal. Hal ini terlihat dengan mulai diperkenalkannya sistem double entry (pembukuan berpasangan) dan akuntansi berbasis akrual yang diformulasikan oleh "Studi Penyempurnaan Sistem Akuntansi dan Manajemen Keuangan Daerah" yaitu tim yang dibentuk oleh Pusat Analisa Keuangan Daerah (PAKD).Departemen Keuangan (Yasin. yaitu konsultan yang ditunjuk oleh Tim Studi Penyempurnaan Sistem Akuntansi dan Manajemen Keuangan Daerah dengan bantuan World Bank. Pada tahun 1985 Sistem Administrasi Keuangan Pemerintah Daerah sendiri telah mengalami perubahan yang cukup mendasar. akan tetapi sampai saat ini sistem yang ada belum berjalan secara efektif dan efisien. maka diperlukan Standar Akuntansi Keuangan Pemerintah Daerah (Standar . dalam rangka pelaksanaan otonomi daerah dan desentralisasi. Untuk dapat menghasilkan laporan keuangan yang relevan. sedangkan sistem akuntansi untuk pemerintah pusat upaya pengembangannya telah dilakukan oleh Departemen Keuangan sejak tahun 1982 melalui Proyek Penyempurnaan Sistem Akuntansi dan Pengembangan Akuntansi.Akuntansi Sektor Publik 39 akuntansi keuangan untuk pemerintah daerah dalam rangka mendukung pelaksanaan otonomi daerah dan desentralisasi fiskal. Untuk pelaksanaan proyek tersebut. 1999). pemerintah daerah harus memiliki sistem akuntansi yang handal. dan dapat dipercaya. Sistem akuntansi yang lemah menyebabkan pengendalian intern lemah dan pada akhirnya laporan keuangan yang dihasilkan juga kurang handal dan kurang relevan untuk pembuatan keputusan. SAPA merupakan penyempurnaan dari proposal “Sistem Perencanaan dan Manajemen Keuangan Daerah (SPMKD)” yang dibuat oleh PT Redecon. dan untuk itu telah dihasilkan konsep Sistem Akuntansi dan Pengendalian Anggaran/SAPA (Triharta. dibentuk secara khusus Sub Tim Penyempurnaan Akuntansi Pemerintah (PSAP) yang hasilnya antara lain menerapkan sistem pembukuan berpasangan dalam akuntansi pemerintah pusat (Triharta. Sejak tahun 1980-an Departemen Dalam Negeri telah berupaya mengembangkan sistem akuntansi yang dipandang cocok dengan corak pemerintah daerah. Jika dilihat dari perspektif historis. 1999). SAPA adalah sistem akuntansi untuk pemerintah daerah. Selain sistem akuntansi yang handal. dan mulai aktif bekerja tahun 1991. Badan Analisa Keuangan Negara Perkreditan dan Neraca Pembayaran (BAKNPNP) . Saat ini sistem akuntansi yang dimiliki pemerintah daerah rata-rata masih lemah.

Sementara itu di Indonesia belum ada Standar Akuntansi Keuangan Sektor Publik yang baku yang dapat digunakan sebagai pedoman bagi pemerintah daerah dalam penyusunan laporan keuangan dan bagi auditor dalam mengaudit laporan tersebut. Sebenarnya Indonesia dalam hal ini sudah cukup ketinggalan. 1999). Exposure draft tersebut terdiri atas lima bagian. dan BAKUN sebagai Central Accounting Office ditugasi untuk mempersiapkan draftnya. Upaya untuk menghasilkan standar akuntansi keuangan yang baku terus dilakukan. Pada tahun 1995 BPK telah mengirim surat kepada Menteri Keuangan untuk mempersiapkan Standar Akuntansi Keuangan Pemerintah. Tidak adanya standar akuntansi yang memadai akan menimbulkan implikasi negatif berupa rendahnya reliabilitas informasi keuangan serta menyulitkan dalam pengauditan. Dengan telah dihasilkannya exposure draft tersebut diharapkan dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi sudah dapat disahkan menjadi standar yang baku. Kesalahan Mendasar dan Perubahan Kebijakan Akuntansi. Usaha untuk membuat standar akuntansi keuangan pemerintah sudah pernah dilakukan oleh Badan Akuntansi Keuangan Negara (BAKUN). yaitu Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Sektor Publik tentang Penyajian Laporan Keuangan. Namun sampai saat ini. karena baru sekarang mempunyai rancangan standar akuntansi keuangan sektor publik. Laporan Arus Kas. dan Surplus atau Defisit Neto untuk Periode Berjalan. Kos Pinjaman. Laporan Keuangan Konsolidasi dan Akuntansi untuk Entitas Kendalian. Saat ini baru dihasilkan exposure draft mengenai Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Sektor Publik yang diterbitkan November 2000. Standar yang saat ini ada belum mencukupi untuk mendukung pelaksanaan otonomi daerah dan desentralisasi. yang ditugasi untuk menyelenggarakan akuntansi dan mempersiapkan laporan pertanggungjawaban konstitusional pemerintah pusat. Pada tahun 1999 yang lalu Ikatan Akuntan Indonesia telah membentuk kompartemen baru yaitu Kompartemen Akuntan Sektor Publik. draft tersebut masih perlu dilakukan pembahasan dan public hearing dengan user agar dapat dijadikan standar (Sugijanto. Salah satu tugas kompartemen baru ini adalah menyusun standar akuntansi keuangan sektor publik. Selain itu BAKUN juga diserahi tugas untuk membantu melakukan pengembangan akuntansi untuk instansi (agency accounting).Akuntansi Sektor Publik 40 Akuntansi Keuangan Sektor Publik). BAKUN merupakan lembaga yang dibentuk oleh Departemen Keuangan tahun 1992. Tidak adanya standar akuntansi sektor publik di Indonesia saat ini menyebabkan kesulitan dalam mengaudit laporan keuangan .

Sedangkan dari sisi pemakai eksternal. dan politik.Akuntansi Sektor Publik 41 pemerintah. Karena laporan tersebut akan digunakan untuk pembuatan keputusan. Perlunya Informasi Akuntansi Untuk Mewujudkan Akuntabilitas Publik Salah satu alat untuk memfasilitasi terciptanya transparansi dan akuntabilitas publik adalah melalui penyajian Laporan Keuangan Pemerintah Daerah yang komprehensif. akuntabilitas politik (political accountability). dan akuntabilitas kebijakan (policy accountability). Dalam era otonomi daerah dan desentralisasi. laporan keuangan pemerintah daerah merupakan salah satu bentuk mekanisme pertanggungjawaban dan sebagai dasar untuk pengambilan keputusan. Laporan Keuangan Pemerintah Daerah yang berisi informasi keuangan daerah akan digunakan sebagai dasar pertimbangan untuk pengambilan keputusan ekonomi. Laporan keuangan tersebut merupakan komponen penting untuk menciptakan akuntabilitas sektor publik dan merupakan salah satu alat ukur kinerja finansial pemerintah daerah. Sedangkan bagi pihak intern pemerintah daerah. Bagi pihak eksternal. akuntabilitas hukum (legal accountability). akuntabilitas manajerial (managerial accountability). tantangan yang dihadapi akuntansi sektor publik adalah menyediakan informasi yang dapat digunakan untuk memonitor akuntabilitas pemerintah daerah yang meliputi akuntabilitas finansial ( financial accountability). dan Neraca. Laporan Realisasi Anggaran (Perhitungan APBD). Sejalan dengan pelaksanaan otonomi daerah dan desentralisasi fiskal. Pada perkembangan selanjutnya perlu juga dipersiapkan alat ukur kinerja (performance measurement) untuk mengukur kinerja lembaga-lembaga pemerintahan di Indonesia. laporan keuangan merupakan alat pengendalian dan evaluasi kinerja pemerintah dan unit kerja pemerintah daerah. Terdapat beberapa alasan mengapa pemerintah daerah perlu membuat laporan keuangan. maka laporan keuangan pemerintah daerah perlu dilengkapi dengan pengungkapan yang memadai (disclosure) mengenai informasi-informasi yang dapat mempengaruhi keputusan. pemerintah daerah diharapkan dapat menyajikan laporan keuangan yang terdiri atas Laporan Surplus/Defisit. Standar Auditing Pemerintah (SAP) sudah ada dan saat ini sedang kita tunggu Standar Akuntansi Keuangan Sektor Publik (SAKSP). Laporan Aliran Kas. . Dilihat dari sisi internal. Akuntansi sektor publik memiliki peran utama untuk menyiapkan laporan keuangan sebagai salah satu bentuk pelaksanaan akuntabilitas publik. sosial. laporan keuangan tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk penilaian kinerja.

serta untuk memprediksi pengaruh pemilikan dan pembelanjaan sumber daya ekonomi terhadap pencapaian tujuan operasional. Memberikan informasi untuk mengevaluasi kinerja manajerial dan organisasional: (a) untuk menentukan biaya program. 4. 5. 3. (d) untuk mengevaluasi tingkat pemerataan (equity). dan dengan kinerja unit pemerintah lain. Untuk memberikan informasi yang digunakan untuk mengevaluasi kinerja manajerial dan organisasional. dan politik serta sebagai bukti pertanggungjawaban (accountability) dan pengelolaan (stewardship). dan kebutuhan sumber daya finansial jangka pendek unit pemerintah. (b) untuk mengevaluasi tingkat ekonomi dan efisiensi operasi. Untuk memberikan informasi yang digunakan dalam pembuatan keputusan ekonomi. dan aktivitas sehingga memudahkan analisis dan melakukan perbandingan dengan kriteria yang telah ditetapkan. (c) untuk mengevaluasi hasil suatu program. Memberikan informasi keuangan untuk menentukan dan memprediksi kondisi ekonomi suatu unit pemerintahan dan perubahan-perubahan yang terjadi di dalamnya. Secara khusus. Memberikan informasi keuangan untuk memonitor kinerja.Akuntansi Sektor Publik 42 E. fungsi. program. dan fungsi serta efektivitas terhadap pencapaian tujuan dan target. tujuan penyajian laporan keuangan oleh pemerintah daerah adalah: 1. TUJUAN PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH Secara garis besar. kontrak yang telah disepakati. saldo neraca. sosial. Memberikan informasi untuk perencanaan dan penganggaran. tujuan umum penyajian laporan keuangan oleh pemerintah daerah adalah: 1. dan fungsi tertentu di unit pemerintah. Memberikan informasi keuangan untuk menentukan dan memprediksi aliran kas. dan ketentuan lain yang disyaratkan. aktivitas. . aktivitas. membandingkan dengan kinerja periode-periode sebelumnya. 2. kesesuaiannya dengan peraturan perundang-undangan. 2.

Sekjen. Juga mempunyai tanggungjawab untuk penyusunan laporan konsolidasi atas seluruh kantor dan proyek yang di bawah kendali masing-masing Eselon I dimaksud 3. Keputusan Menteri Keuangan No. Pusat Pertanggungjawaban * Seluruh Pemerintah Pusat * Departemen/Lembaga * Eselon I . 2. Tanggung Jawab Fungsi Akuntansi Departemen/Lembaga 1. SISTEM AKUNTANSI PEMERINTAH PUSAT A.012/2003 Tanggal 18 Juli 2003 tentang Sistem Akuntansi dan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat 3. Keputusan Presiden RI No.Akuntansi Sektor Publik 43 6.q. Kakanwil mempunyai wewenang/tanggungjawab terhadap akuntansi dan pelaporan keuangan yang meliputi seluruh kantor dan proyek di wilayahnya 2. 42 Tahun 2002 tentang Pelaksanaan APBN • Menteri/Pimpinan Lembaga wajib menyelenggarakan pertanggungjawaban penggunaan dana yang dikuasainya berupa laporan realisasi anggaran dan neraca departemen/lembaga bersangkutan kepada Presiden melalui Menteri Keuangan. KEP-16/AK/2004 tanggal 24 Juni 2004 tentang Pelaksanaan Penyusunan Laporan Keuangan Kementerian Negara /Lembaga Tahun Anggaran 2004 B. Dirjen dan Unit Eselon I lainnya mempunyai wewenang/ tanggungjawab terhadap seluruh kantor dan proyek dibawah kendalinya. Sekjen bertanggung jawab untuk menyiapkan laporan keuangan konsolidasi untuk tingkat departemen/lembaga C. Dasar Hukum 1. Kepala BAKUN. Keputusan Kepala Badan Akuntansi Keuangan Negara No. 337/KMK. • Menteri/pimpinan lembaga/gubernur/bupati/walikota/kepala satuan kerja yang menggunakan dana bagian anggaran yang dikuasai Menteri Keuangan wajib menyampaikan pertanggungjawaban penggunaan dana kepada Menteri Keuangan c. Keluaran Sistem Akuntansi Menurut Pusat PertanggungJawaban 1.

Penanggung Jawab * Presiden * Menteri/Ketua Lembaga * Sekjen/Irjen/Dirjen/Kepala * Kepala Kantor Wilayah D. Departemen Keuangan * BAKUN Pusat * Kantor Akuntansi Regional * Kantor Akuntansi Khusus 2. Neraca * Neraca bertujuan untuk melaporkan posisi keuangan pada suatu tanggal tertentu * Neraca menginformasikan saldo perkiraan aset. Departemen/Lembaga * Unit Akuntansi Kantor Pusat Instansi (UAKPI) * Unit Akuntansi Eselon I (UAE I) * Unit Akuntansi Wilayah (UAW) E. Unit Pelaksana SAPP 1. Laporan Departemen/Lembaga 1. hutang dan ekuitas dana pada akhir periode pelaporan .Akuntansi Sektor Publik 44 * Propinsi * Satuan Kerja * Proyek 2. Laporan Realisasi Anggaran * Laporan Realisasi Anggaran bertujuan untuk melaporkan Pelaksanaan anggaran selama periode tertentu * Laporan ini memperlihatkan perbandingan realisasi belanja dengan allotment yang dirinci menurut tujuan dan klasifikasi belanja atau perbandingan realisasi pendapatan denganestimasi pendapatan 2.

selambat-lambatnya disampaikan ke BAKUN pada akhir bulan bulan Maret tahun berikutnya. Laporan Realisasi Anggaran dan Neraca . Waktu Penyampaian Laporan 1.Akuntansi Sektor Publik 45 F. Pelaksanaan Penyusunan Neraca Departemen/Lembaga G. Pemrosesan Data SAPP 1. . Laporan Tahunan * Laporan Hutang Jangka Panjang * Laporan Investasi Permanen 3. Laporan Mutasi Barang Triwulanan. Laporan * Laporan Realisasi Anggaran * Laporan Bulanan Inventaris. Buku Besar * Penerimaan/pengeluaran Anggaran * Aktiva tetap * Hutang Jangka Panjang * Investasi Permanen 2.

peradilan. 5 tahun 1974 dan PP No. OTONOMI DAERAH dan PERIMBANGAN KEUANGAN PUSAT DAN DERAH Pengantar Diperkirakan penerapan kewenangan otonomi daerah baru akan terlaksana pada tahun 2002 atau bahkan tahun berikutnya. saya mencoba mengetengahkan UU yang baru (No. Pertahanan dan keamanan. Pada pasal 11 UU no. tinjauan tentang otonomi daerah tersebut masih mengacu pada UU yang lama. Padahal UU tersebut kurang menyiratkan asas demokrasi dan jauh dari rumusan mengenai kewenangan penyelenggaraan urusan pemerintahan secara luas. Oleh karena itu melalui tulisan ini. Namun yang patut disayangkan. Substansi kewenangan daerah khususnya kabupaten/ kotamadya yang selama ini diketahui. keculai kewenangan dalam bidang politik luar negeri. otonomi daerah akan diimplementasikan ke daerah. Sudah menajdi persoalan publik. juga mencoba mencari solusi dan visi kewenangan otonomi daerah sebagai upaya membangun paradigma baru otonomi yang luas. 22/99 dan No. Sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomr 22/1999. Belum bersinggungan terhadap proses perubahan urusan daerah masing-masing secara penuh dan bertanggung jawab serta adanya proses reformasi yang tengah berlangsung dalam rangka penyerahan urusan pemerintahan dan pembangunan ke daerah masing-masing. fiskal serta agama sebagai diatur pada Peraturan Pemerintah (PP) yang menjabarkan . 22/1999 yang mengatur tentang (1) Kewenangan daerah kabupaten/kotamadya mencakup semua kewenangan yang dikecualikan pasal 7 ayat (2). karena idealnya tahun anggaran 2001 harus sudah ditopang oleh kewenangan-kewenangan serta struktur organisasi/kelembagaan baru yang harus disesuaikan dengan paradigma baru otonomi. moneter.Akuntansi Sektor Publik 46 VII. Berbagai tulisan mengenai tinjauan terhadap otonomi daerah pernah dimuat pada edisi 17 dan 18 pada Buletin Pengawasan ini. Bahkan dengan adanya perubahan tahun anggaran yang akan dimulai 1 Januari 2001 mendatang. yakni UU No. 25/99) tentang Otonomi Daerah dan Perimbangan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah sebagai tinjauan umum tentang otonomi daerah yang dikehendaki oleh masyarakat dan pemerintah daerah. Perubahan ini sekaligus ditandai dengan pergantian pemerintahan pada pemilu mendatang. perihal akan berlakunya pelaksanaan otonomi yang luas. 45 tahun 1992. sangat mungkin implementasi tersebut juga dipercepat.

Pendelegasian Kewenangan Uraian mengenai pengertian dan visi dari pendelegasian kewenangan dalam otonomi daerah sebagai perwujudan dalam upaya membangun paradigma baru otonomi dapat dijelaskan sebagai berikut : Pertama Pendelegasian kewenangan pengelolaan keuangan. pertambangan umum maupun perikanan yang berdasarkan formula baru akan menerima lebih banyak dari pusat. Pendelegasian kewenangan ini menyangkut khususnya pada pembagian keuangan pusat-daerah berdasarkan UU no. kehutanan. 25/1999. kewenangan mengatur yang berkaitan . Yang jelas. harus memberi kesempatan pada daerah untuk secara aktif dan kreatif serta bertanggung jawab mengembangkan potensi daerahnya. penanaman modal. sebaiknya menerima alokasi bantuan/subsidi yang minimal sama dengan sebelum diberlakukannya sistem alokasi baru nanti. gas. pendidikan dan kebudayaan. maka untuk menjaga tingkat kesejahteraan yang sudah dicapai sampai saat ini. 25/1999 menurut pandangan daerah. pertanahan. Di sisi lain. perhubungan. kesehatan. Sedangkan Undang-Undang Nomor 25/1999 tentang perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah sampai saat ini belum jelas seperti apa penjabarannya ke dalam PP. lingkungan hidup. Sebaliknya. koperasi dan tenaga kerja.Akuntansi Sektor Publik 47 pasal 7 ayat (2) dan pasal 9 yang saat ini sedang dimantapkan di pusat (disosialisasikan ke daerah). industri dan perdagangan. pada saat ini untuk sementara masih berlaku UU no. bagi daerah yang tidak memiliki sumber alam sebagaimana dimaksud UU No. 18 tahun 1997 tentang Pajak dan Restribusi Daerah yang justru sangat membatasi kewenangan daerah. Bagi kabupaten/kotamadya yang memiliki sumber minyak bumi. saat ini pemerintah daerah sangat berharap agar pendelegasian kewenangan dalam bidang keuangan yang juga sedang dirumuskan di Pusat. Di lain pihak. Memang. serta harus segera menyiapkan program belanja yang benar-benar berorientasi pada peningkatan kesejahteraan rakyat daerah sesuai tuntutan otonomi. pemerintah pusat/propinsi harus mampu menyediakan dana alokasi khusus untuk menghindari ketimpangan penerimaan antar kabupaten/kotamadya di satu propinsi antara lain karena tidak meratanya ketersediaan sumber-sumber alam atau potensi lainnya. Pada pasal 11 ayat (2) bidang pemerintahan yang wajib dilaksanakan oleh daerah kabupaten/kotamadya meliputi pekerjaan umum (sekarang kimbangwil). pertanian.

Kedua Pendelegasian kewenangan politik. Dengan demikian perlu diimbangi dengan tumbuhnya peran kontrol masyarakat (internal control) kepada DPRDnya. Pemilu tahun 1999 yang menghasilkan DPRD yang representatif telah mewakili politik rakyat daerah. Dalam konteks otonomi daerah. sehingga memiliki kewenangan politik yang sangat otonom. Mekanisme Pendelegasian kewenangan politik yang berlaku efektif pada saat dan setelah pelaksanaan Pemilu 1999 yang lalu. Artinya tidak perlu ada lagi mekanisme semacam rapat teknis yang hanya menambah tenaga hierarki dan pendanaan. Kewenangan dalam politik yang demikian independen di daerah. agar dalam menjalankan fungsi kontrolnya yang ketat kepada eksekutif dan perlu diimbangi pula adanya kontrol masyarakat atas perilaku politiknya.Akuntansi Sektor Publik 48 dengan kebijakan atas perencanaan dan pelaksanaan program/proyek/kegiatan yang bersumber dana dari bantuan pusat/propinsi harus didelegasikan sepenuhnya kepada kabupaten/kotamadya. nampaknya tidak memungkinkan lagi terbukanya peluang intervensi kepentingan pusat atau propinsi dalam proses maupun keputusan politik di daerah. telah mencapai suatu perkembangan yang sangat signifikan dibanding bidang-bidang lainnya. DPRD sebagai badan legislatif daerah berkedudukan sejajar dan menjadi mitra dari pemerintah daerah (pasal 16 ayat 2 UU no. termasuk dalam proses 2. Dengan demikian. maka fungsi kontrol dapat dilaksanakan secara efektif. pemilihan kepala daerah (Gubernur/ Walikota/Bupati). kekuasaan politik yang dimiliki DPRD tersebut didukung oleh kedudukan dan fungsi legislatif yang terpisah dari eksekutif. Kondisi ini terjadi dimungkinkan karena : 1. di samping telah memberdayakan peran DPRDnya. juga secara pasti sedang mengarah pada terwujudnya sistem check and balance dalam sistem kekuasaan di daerah. implementasi kewenangan politik sudah berkembang jauh melampaui batas-batas etika dan bahkan terkadang berbenturan dengan fungsi birokrasi. Terputusnya hierarki kewenangan pusat dan propinsi atas sistem politik di kab/kota. dengan melalui pendelegasian kewenangan politik ini sebagai upaya membangun paradigma baru . Pelimpahan kekuasaan politik kepada daerah. 22/99). Bahkan dalam hal-hal tertentu. Dengan kedudukan yang sejajar bahwa DPRD merupakan mitra bagi pemerintah daerah.

Walikota dan Bupati untuk menyampaikan pertanggungjawaban pada setiap akhir tahun anggaran akan memperkuat posisi politik DPRD dalam melaksanakan fungsi kontrolnya. Adanya kewajiban bagi Gubernur.22/99 di dalamnya mengatur 26 bidang kewenangan pusat dan propinsi yang mencakup 426 urusan yang masih menjadi kewenangan pusat dari 203 urusan yang menjadi kewenangan propinsi. Ketiga Pendelegasian kewenangan urusan daerah. Seperti yang telah kita ketahui. yang pada dasarnya merupakan penjabaran lebih lanjut dari pasal 7 dan 9 UU No. Yang menjadi pertanyaan. Sedangkan di luar kewenangan pusat sebagaimana ditetapkan dalam pasal 7 ayat 1 maupun kewenangan propinsi sebagaimana ditetapkan dalam pasal 9 ayat 1 adalah merupakan kewenangan kab/kota sebagai daerah otonom untuk mengatur (legislasi) dan kewenangan untuk mengurusi (eksekusi). 22/99 ini. 22/99 pada prinsipnya bukan merupakan sesuatu yang didelegasikan dari atas seperti pada pemerintahan orde lalu. Dalam konteks UU No. Sebagai upaya mengaktualisasikan mengatur (fungsi legislatif). kadangkala sering muncul berbagai kasus yang terkesan keluar dari nilai-nilai demokrasi yang universal seperti isu politik uang atau sejenisnya di daerah. melainkan lebih sebagai tuntutan dari bawah sesuai dengan kebutuhan masyarakat daerah. menetapkan dan mensahkan peraturan daerah sejak . apakah benar akan demikian kenyataannya pada saat nanti? Hal ini perlu dibuktikan dan sangat tergantung pada substansi peraturan pemerintah yang mengatur kewenangan pemerintah dan propinsi yang rencananya akan dikeluarkan pada bulan (Juli 2000). diharapkan masalah calon titipan atau pendamping dari pusat yang selama ini selalu menyertai dalam pemilihan Kepala daerah hanya tinggal cerita. Mudahmudahan itu hanya merupakan dampak dari keterkejutan sesaat atas terjadinya perubahan yang drastis dan global dalam sistem politik. pihak eksekutif akan bekerja keras untuk tidak melakukan kesalahan sekecil apapun dalam melaksanakan tugasnya. khususnya dalam menyusun. Pada saatnya akuntabilitas publik dari para aktor politik maupun para birokrat akan menjadi syarat utama yang dituntut masyarakat. 22/99 ini. berdasarkan rancangan PP yang sedang disosialisasikan ke daerah. Dalam rangka menuju bangsa yang demokratis seperti yang tersirat dalam UU no. diharapkan urusan-urusan yang dalam PP dirancang masih menjadi kewenangan pusat atau propinsi tersebut diharapkan tidak menyimpang (meskipun) melalui berbagai cara apapun) dari maksud otonomi luas dari UU no. Oleh karena itu. 4.Akuntansi Sektor Publik 49 otonomi. Sehingga. 3.

22/99 dan UU No. maka daerah akan menata ulang kelembagaan maupun SDMnya segera setelah PP tersebut ditetapkan.Akuntansi Sektor Publik 50 diberlakukan UU no. Seperti Badan/Dinas/Bagian yang ada saat ini akan disesuaikan dengan urusan yang wajib dilaksanakan berdasarkan UU No. Sehingga diharapkan dengan paradigma baru bahwa urusan daerah merupakan sesuatu yang harus lahir dari bawah. tetapi bukan segalanya dalam mengatur pemerintahan. Di pihak lain. akan lebih bijaksana apabila makna otonomi luas dapat diartikan sebagai kebebasan yang bertanggung jawab untuk memilih dan menentukan urusan sesuai kebutuhan daerah dan dalam batas-batas kemampuan anggaran yang tersedia untuk membiayainya. tetapi lebih kepada manfaat (benefit) yang diperoleh bagi masyarakat daerah tersebut. perlu ada sikap konsistensi dari substansi peraturan pemerintah yang mengatur pelaksanaan lebih lanjut UU No. kewenangan mulai ada pada daerah. jika dimilikinya kewenangan mengatur oleh daerah khususnya kabupaten/kotamadya. otonomi yang luas tidak diartikan bebas semaunya dan dengan begitu maka daerah akan selalu mempertimbangkan bukan hanya soal banyak atau sedikitnya urusan yang ditangani. untuk melaksanakan otonomi.25/99. Banyak kebijakan bisa diputuskan dengan cepat dan memungkinkan pelayanan berjalan dengan lebih baik. juga harus didasarkan pada suatu keyakinan bahwa pelayanan yang dilakukan oleh lembaga yang terdesentralisasi adalah lebih baik daripada yang tersentralisasi. Diharapkan dari sini akan lahir dan terbangun akuntabilitas publik dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Pada akhirnya. Karena tanpa dukungan . Yang terpenting lagi. Kesiapan Daerah untuk Otonomi Kesiapan daerah untuk melaksanakan otonomi di samping karena memadainya kewenangan otonom yang dimiliki. tentu akan terkait langsung dengan urusan yang benar-benar dibutuhkan oleh daerah dan tidak termasuk ke dalam urusan propinsi atau pusat berdasarkan PP. 22/99. Dengan demikian. segi materi (keuangan) memang sangat penting. Selanjutnya. Sedangkan upaya untuk mengaktualisasikan kewenangan mengurus. masyarakat daerah harus mampu bersikap kritis dan berani menyatakan hal yang benar bila para politikus (DPRD) dan birokrat menyimpang dari rel yang benar. 22/99 (pasal 11) maupun urusan yang harus dilakukan sesuai dengan tuntutan nyata daerah. Karena yang lebih penting lagi adalah diberikannya kebebasan kewenangan untuk mengatur dan mengurus fungsi-fungsi pemerintahannya yang sebenarnya sudah menjadi hak atau milik daerah sejak lama.

Akuntansi Sektor Publik 51 dari masyarakat daerah tersebut. . membangun visi otonomi daerah yang diinginkan oleh bangsa ini sulit akan diwujudkan.

Bukti penerimaan kas dapat berupa: a. Bukti Penerimaan Kas Bukti Penerimaan Kas merupakan semua dokumen yang menjadi bukti adanya penerimaan kas oleh daerah dan menjadi sumber bagi pencatatan ke dalam jurnal penerimnaan kas. Dst sesuai dengan kebijakan yang ada di daerah 3. Dst sesuai dengan kebijakan yang ada di daerah 2. Setiap transaksi merupakan sumber utama untuk pencatatan ke dalam jurnal dan buku pembantu. PRAKTEK AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH DALAM PRESPEKTIF PARADIGMA BARU PENGELOLAAN KEUANGAN SEKTOR PUBLIK A. Surat Perintah Membayar (SPM) c. Surat Tanda Setoran b. Bukti pengeluaran kas dapat berupa: a. Karena akuntansi hanya mencatat objek yang timbul akibat transaksi yang sah maka tidak ada transaksi tanpa bukti transaksi. Tanda Bukti Pengeluaran e.Akuntansi Sektor Publik 52 VIII. Surat Pertanggungjawaban (SPJ) d. Tanda Bukti Penerimaan c. Setiap transaksi harus disertai dengan dokumen atau bukti transaksi yang sah. Dokumen transaksi terdiri atas: 1. Bukti Pengeluaran Kas Bukti Pengeluaran Kas merupakan semua dokumen yang menjadi bukti adanya pengeluaran kas oleh daerah dan menjadi sumber bagi pencatatan ke dalam jurnal pengeluaran kas. PENDAHULUAN Dokumen Akumtansi merupakan sumber utama untuk pencatatan ke dalam jurnal dan buku pembantu. Bukti Memorial Bukti Memorial merupakan bukti pencatatan pada Jurnal Umum . Rekap Penerimaan Hariian d. Surat Permintaan Pembayaran (SPP) b. Adanya bukti transasksi inilah yang memicu pencatatan akuntansi.

dan ekuitas organisasi 2. pencatatan anggaran menggunakan basis kas. dan keberadaan kekayaan. sedangkan transaksi yang tidak ada penerimaan atau pengeluaran kas dicatat diakhir periode dalam jurnal penyesuaian. utang. Sistem double entry merupakan sistem pembukuan berpasangan. catatan. 3. dimana dalam setiap pencatatan transaksi maka kita akan mencatat dua hal yang terpengaruh dengan adanya transaksi tersebut. sedangkan untuk menghasilkan . Sedangkan basis kas modifikasian berarti pencatatan hanya dilakukan hanya terhadap transaksi yang melibatkan kas. CATATAN AKUNTANSI Catatan akuntansi merupakan bagian dari siklus akuntansi keuangan daerah. 2. laporan neraca di akhir periode akuntansi digunakan basis akrual. Sistem double entry digunakan sebab memiliki keuntungan 1. Sistem singe entry ditinggalkan karena 1. Sistem double entry menggantikan sistem single entry. Pencatatan dilakukan dengan sistem double entry berdasarkan basis Kas Modifikasian.Akuntansi Sektor Publik 53 B. Pencatatan ini dikenal dengan sistem debit-kredit. Single entry tidak dapat memberikan informasi yang komprehensif Tidak dapat mencerminkan kinerja yang sesungguhnya Single entry telah ditinggalkan oleh banyak negar-negara maju. Catatan akuntansi tersebut digunakan untuk mencatat segala macam transaksi yang terjadi di lingkungan Pemerintah Daerah. Pengukuran kinerja dapat dilakukan secara lebih komprehensif. Sistem double entry dapat menghasilkan laporan keuangan yang lebih mudah diaudit dan penelusuran antara bukti transaksi. Dengan basis kas modifikasian.

ATURAN DEBIT-KREDIT Dalam sistem pembukuan berpasangan dikenal aturan debit-kredit. Sehingga dibuat jurnal khusus yang digunakan untuk mencatat transaksi yang terjadi berulang-ulang dengan tujuan mengurangi pekerjaan dalam membuat jurnal dan akan memudahkan pembukuan ke rekening-rekening. Peringkasan (posting ke Buku Besar) d.Akuntansi Sektor Publik 54 C. Analisis transaksi b. maka sangat tidak efisien untuk mencatat transaksi yang berulang kali. Jurnal Penerimaan Kas . Pencatatan dalam Jurnal c. Perincian ke dalam buku pembantu e. yaitu: a. Catatan akuntansi terdiri dari beberapa macam jurnal. Laporan Keuangan Data yang terdapat dalam buku besar dan buku pembantu menjadi sumber untuk membuat laporan keuangan. Aturan tersebut adalah sebagai berikut: Jenis Rekening Bertambah Berkurang Aktiva D K Utang K D Modal K D Pendapatan K D Biaya D K Klasifikasi rekening diatas adalah untuk rekening umum yang terdapat dalam neraca. Dengan adanya pencatatan dengan sistem double entry tersebut. Sedangkan untuk aturan debit-kredit dalam struktur APBD yang baru adalah sebagai berikut: Struktur APBD Pendapatan Belanja Pembiayaan Penerimaan Derah Pengeluaran Daerah Bertambah K D K K D Berkurang D K D D K Berikut ini adalah langkah-langkah yang harus dilakukan utnuk melakukan pencatatan: a.

yaitu obyek yang menyebabkan terjadinya penerimaan kas Jurnal Standar Transaksi atau kejadian yang mengakibatkan penerimaan kas umumnya berupa: 1. Seperti halnya Jurnal Penerimaan Kas. Jurnal Pengeluaran Kas Jurnal Pengeluaran Kas memberikan makna bahwa kas dikredit dan rekening yang terdapat dalam jurnal pengeluaran kas pada tanggal terjadinya transaksi. Tanggal transaksi atau kejadian keuangan. Penerimaan Kas dari penerimaan dana perimbangan 3. Obyek Penerimaan kas.Akuntansi Sektor Publik 55 Buku Jurnal Penerimaan Kas merupakan buku yang digunakan untuk mencatat dan mengolongkan transaksi atau kejadian yang mengakibatkan terjadinya penerimaan kas. Data yang dicatat dan digolongkan dalam buku jurnal ini adalah: 1. Penerimaan Kas dari pendapatan asli daerah 2. Buku Jurnal Pengeluaran Kas merupakan buku yang digunakan untuk mencatat dan menggolongkan transaksi atau kejadian yang mengakibatkan terjadinya pengeluaran kas. transaksi pengeluaran kas juga terjadi berulangkali. Data yang dicatat dan digolongkan dalam buku jurnal ini minimal adalah: . Penerimaan Kas dari lain-lain pendapatan yang sah 4. Penerimaan Kas dari tagihan piutang Untuk mencatat dan menggolongkan transaksi kejadian tersebut. misalnya adalah pengeluaran kas untuk belanja. dalam bentuk uang. dicatat secara urut tanggal (kronologis) 2. Contohnya adalah penerimaan kas dari pinjaman. Jurnal Kas yang diterima. Penerimaan Kas dari pinjaman 5. jurnal standar penerimaan kas adalah: Debit : Kas Kredit : Pendapatan Asli Daerah (ditulis nama obyek) Pendapatan Dana Perimbangan (ditulis nama obyek) Lain-lain Pendapatan yang Sah (ditulis nama obyek) Pembiayaan – Penerimaan Pinjaman (ditulis nama obyek) Pembiayaan – Penerimaan Piutang (ditulis nama obyek) b. bukan barang 3.

Untuk transaksi yang tidak melibatkan Kas Daerah. Pengeluaran Kas untuk belanja modal aparatur 4. Buku Jurnal Umum merupakan buku yang digunakan untuk mencatat dan menggolongkan transaksi atau kejadian yang tidak mengakibatkan terjadinya . Pengeluaran Kas untuk penyertaan modal Untuk mencatat dan menggolongkan transaksi atau kejadian tersebut. dicatat dalam satu buku jurnal yang lain yaitu Buku Jurnal Umum. Pengeluaran Kas untuk belanja tidak tersangka 7. Jurnal Standar Pengeluaran Kas adalah: Debit : Belanja Administrasi Umum ( ditulis nama obyek) Belanja Operasi dan Pemeliharaan ( ditulis nama obyek) Belanja Modal aparatur ( ditulis nama obyek) Belanja modal Publik ( ditulis nama obyek) Belanja Transfer ( ditulis nama obyek) Belanja Tdak Tersangka ( ditulis nama obyek) Pembiayaan – Pembayaran Hutang ( ditulis nama obyek) Pembiayaan – Penyertaan Modal ( ditulis nama obyek) Kredit : Kas c. Pengeluaran Kas untuk belanja operasi 3. Pengeluaran Kas untuk belanja transfer 6. Pengeluaran Kas untuk belanja adminstrasi umum 2. Pengeluaran Kas untuk pembayaran hutang pokok 8. Pengeluaran Kas untuk belanja modal publik 5.Akuntansi Sektor Publik 56 1) Tanggal Transaksi atau Kejadian Keuangan 2) Jumlah Kas yang Diterima 3) Obyek Pengeluaran Kas Jurnal Standar Transaksi atau kejadian yang mengakibatkan pengeluaran kas antara lain: 1. Jurnal Umum Kedua jurnal diatas merupakan jurnal yang digunakan hanya untuk transaksi yang melibatkan Kas Daearah.

yaitu: A. Lain-lain Pendapatan yang Sah . Jenis dan macam buku besar menyesuaikan dengan kelompok rekening dalam struktur APBD yang baru. Selanjutnya dirinci lagi sesuai dengan komponen yang menyusun rekening pendapatan yaitu: a. buku jurnal umum dapat dirancang utnuk menampung data lain sesuai dengan kebutuhan. Sedangkan untuk penggolangan dan perincian transaki digunakan 2 buku. Buku besar pada dasarnya terdiri dari sekumpulan rekening yang digunakan untuk menmpung nama rekening yang telah dicatat dan digolongkan dalam Buku Jurnal. dan pembelian barang secara kredit.Akuntansi Sektor Publik 57 penerimaan dan pengeluaran kas. Dana Perimbangan 1) buku besar bagi Hasil Pajak 2) buku besar Bagi Hasil Bukan Pajak c. Buku Besar Pendapatan Buku Besar Pendapatan memuat rekening-rekening pendapatan. Buku Besar Transaksi yang telah dicatat dalam buku jurnal kemudian akan diringkas dalam buku besar. Proses peringkasan atau pemindahan akun/ rekening ke buku besar disebut dengan posting. Data yang dicatat dan digolongkan dalam buku jurnal ini minimal adalah: • • • • • Tanggal Transaksi atau Kejadian Keuangan Kode Rekening Uraian Jumlah Debit Jumlah Kredit Disamping itu. yaitu: 1. Misalnya adalah donasi berupa aktiva tetap. Pendapatan Asli Daerah Termasuk dalam buku besar kelompok Pendapatan Asli daerah adalah: 1) buku besar Pajak Hotel 2) buku besar Pajak Restoran 3) buku besar Retribusi Pelayanan Kesahatan 4) buku besar Pelayanan Parkir b.

buku besar Bantuan Dana Kontinjensi b. Buku Besar Aktiva Tetap. terdiri dari BB Kas. baik pembiayaan dari penerimaan maupun pengeluaran daerah. buku besar Dana Darurat 2. Buku Besar Aktiva Lancar. contohnya Belanja Modal Gedung.Akuntansi Sektor Publik 58 a. Buku Besar Belanja Operasi dan Pemeliharaan. BB Piutang Pajak. BB Jalan dan Jembatan d. Buku Besar Aktiva Lain-lain 5. Buku Besar Utang Jenis dan Klasifikasi buku besar utang sesuai dengan jenis utang dan kondisi daerah masing-masing. Buku Besar Ekuitas Dana . Buku Besar Belanja Modal/Pembangunan. terdiri atas: BB Tanah. BB Utang Pajak) dan Buku Besar Utang Jangka Panjang (BB Utang Dalam Negeri) 6. yaitu: a. terdiri atas BB Invesatasi dalam Saham c. BB Piutang Retribusi b. Buku Besar Investasi Jangka Panjang. Buku Besar Belanja Bagi Hasil dan Bantuan e. Contohnya adalah Buku Besar Utang Lancar (BB Utang Belanja. Belanja Modal Kendaraan d. contoh Honorarium/ Upah c. Buku Besar Belanja Buku besar ini mencakup rekening-rekening belanja daerah. contoh Gaji dan Tunjangan b. Buku Besar Pembiayaan Buku besar pembiayaan memuat ringkasan rekening-rekening pembiayaan yang dilakukan oleh daerah. Jenisnya antara lain: Buku Besar Pembiayaan-Penerimaan Piutang dan Buku Besar Pembiayaan-Pembayaran Utang Pokok yang Jatuh Tempo 4. Buku Besar Dana Cadangan e. Buku Besar Aktiva Termasuk jenis buku besar aktiva adalah: a. Buku Besar Belanja Administrasi Umum. Buku Besar Belanja Tidak Tersangka 3.

secar kumulatif 3. Aktiva Tetap. Masukkan jumlah setiap transaksi pada kolom yang sesuai. buku besar Dana Donasi Berikut adalah Langkah-langkah yang harus dilakukan sewaktu pemindahbukuan jurnal (posting) dari buku jurnal ke buku besar. Buku Besar Pembantu Rekening –rekening yang terdapat dalam buku besar dapat dibedakan atas rekening yang tidak membutuhkan perincian dan rekening yang membutuhkan perincian. Contoh rekening-rekening dalam buku besar yang memerlukan Buku Besar Pembantu adalah: Piutang. Buku besar pembantu merupakan catatan akuntansi yang fungsinya memberikan informasi rinci dari suatu rekening yang diringkas dalam Buku Besar. buku besar Ekuitas dana Umum b. Masukkan tanggal setiap transaksi pada kolom tanggal 2. 8. 7.Akuntansi Sektor Publik 59 Jenis dan klasifiasi buku besar tersebut disesuaikan dengan daerah masingmasing. misalnya: a. persediaan. Sumber pencatatan ke buku buku pembantu adalah dokumen atau bukti transaksi. 1. Investasi Jangka Panjang. Contoh Pencatatan Akuantansi Keuangan Daerah . Kolom Ref pada Jurnal Penerimaan dan Pengeluaran serta jurnal umum diberikan tanda (V) atau check sebagai tanda bahwa transaksi atau jurnal tersebut telah diposting ke buku besar. debit atau kredit dan masukkan saldo baru pada kolom saldo. dan Hutang. Untuk rekening yang memerlukan perincian lebih lanjut dan dicatat dalam buku pembantu.

250.000.00 490.000.00 .00 750.000.000.Akuntansi Sektor Publik 60 Berikut ini adalah neraca awal (neraca Saldo) dan APBD suatu Kabupaten: PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X N E R A C A 1 Januari Tahun 20x4 URAIAN AKTIVA LANCAR Kas Piutang Pajak Piutang Retribusi Piutang Lain-Lain Persediaan Bahan Habis Pakai/Material Persediaan Obat-Obatan Belanja Dibayar Dimuka INVESTASI JANGKA PANJANG Investasi Jangka Panjang AKTIVA TETAP Tanah Jalan dan Jembatan Bangunan Air Gedung Mesin dan Peralatan Kendaraan Meubelair dan Perlengkapan Buku Perpustakaan HUTANG JANGKA PENDEK Bagian Lancar Utang Jangka Panjang Utang Perhitungan Pihak Ketiga UTANG JANGKA PANJANG Utang Dalam Negeri Utang Luar Negeri EKUITAS DANA Ekuitas Dana Umum Jumlah DEBET 1.975.00 17.00 75.00 KREDIT 500.00 4.586.600.000.000.000.000.500.00 100.000.000.00 110.500.500.00 17.00 125.500.00 550.000.00 1.00 3.836.00 975.250.000.750.00 2.00 13.00 35.00 200.500.00 800.000.00 2.586.000.800.000.500.

000.000.000.000.000.500. PEMBIAYAAN Penerimaan Daerah Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Yang Lalu Penerimaan Pinjaman dan Obligasi Penerimaan Piutang Penerimaan Donasi.000.00 0.500.II ) III.00 900. PENDAPATAN Pendapatan Asli Daerah Pajak Daerah Retribusi Daerah Bagian Laba Usaha Daerah Dana Perimbangan Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak Bagi Hasil Bukan Pajak/Sumber Daya Alam Dana Alokasi Umum Dana Perimbangan dari Propinsi Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah Bantuan Dana Kontinjens i/Penyeimbang dari Pemerintah ANGGARAN 2 KETERANGAN 3 1.00 350.000. BELANJA Aparatur Daerah Belanja Administras i Umum Belanja Pegawai/Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Operasi dan Pemeliharaan Belanja Pegawai/Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Modal/Pembangunan Belanja Modal Gedung Belanja Modal Kendaraan Pelayanan Publik Belanja Administras i Umum Belanja Pegawai/Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Operasi dan Pemeliharaan Belanja Pegawai/Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Modal/Pembangunan Belanja Modal Gedung Belanja Modal Kendaraan Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan Belanja Bantuan Keuangan Kepada Organis asi Profesi Belanja Tidak Tersangka Belanja Tidak Tersangka JUMLAH BELANJA SURPLUS/DEFISIT ANGGARAN ( I .00 0.00 4.000.00 200.000.00 125.500.00 400.000.000.300.00 400.00 125.00 75.00 0.500.700.00 . Hibah.00 125.000.00 500. Sumbangan Transfer dari Dana Cadangan Hasil Penjualan Aset Daerah Yang Dipisahkan 450.00 350.00 175.00 4.000.00 500.000.00 275.000.000.00 200.00 750.000.00 125.Akuntansi Sektor Publik 61 Pemerintah Kabupaten/Kota X ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH Tahun Anggaran 20X4 (Dalam Ribuan) UR A IA N 1 I.000.000.00 0.000.00 800.00 200.00 325.000.00 150.00 250.00 150.00 0.00 II.000.000.000.

dan Pelayanan Publik Rp 260.00 dengan rincian sebagai berikut: Nama Hotel Hotel Bintang Lima Hotel Bintang Tiga Hotel Melati Jumlah SKPD 1.000. DAU yang diterima realisasinya sebesar Rp 850.000 Realisasi 900.000.00 0.000 1.dengan rincian sebagai berikut: Gaji Pokok Rp 300.dengan rincian sebagai berikut: Uang representasi Rp 100.00.000 Tunjangan Fungsional Rp 45. 4.600.000 Pasar B 200.Rincian dari jumlah di atas yaitu sebagai berikut: a..-.Akuntansi Sektor Publik 62 Berikut ini adalah transaksi-transaksi yang terjadi di PemKab X selama tahun 2004: 1.475. tetapi baru diterima sebesar Rp 1.000..000 1..000. Belanja Pemeliharaan gedung kantor Setda sebesar Rp 125.500. Retribusi Pasar yang diterima sebesar Rp 825.475.-.500. Membayar Belanja Modal untuk kendaraan roda empat sebagai berikut: .11.600.000.-. Bagi Hasil pajak Propinsi yang diterima adalah Rp.• Biaya pemeliharaan bangunan gedung tempat tinggal Rp 50. Membayar biaya perjalanan dinas bupati sebesar Rp 280.000.000. Dari dana tersebut telah dipertanggungjawabkan sebesar Rp 270.00 dengan rincian sebagai berikut: Nama Pasar Penerimaan Retribusi Pasar A 400.000 Pasar C 225. PPh psl 21 sebesar Rp 150.000.000 9.000.000 2..000.000. Membeli BHP kantor Setda sebesar Rp 200.dan BPHTB sebesar Rp 90.000.000.000 Tunjangan Jabatan Rp 100.500.000.8.terdiri atas PDAM sebesar Rp 200.dengan perincian sebagai berikut: • Biaya pemeliharaan bangunan gedung tempat kerja Rp 75.700. Laba BUMD yang diterima sebesar Rp 300.500.000 100. 10.000 475. Membayar Gaji dan Tunjangan Pegawai untuk Kampaye Anti Narkoba sejumlah Rp 260. Diterbitkan SKPD atas Pajak Hotel sebesar Rp 1.500 b.000.000 100.-.. 7..000.. Membayar Gaji dan Tunjangan Pegawai Setda sejumlah Rp 445.-. Belanja Pegawai (BAU) Aparatur Daerah Rp 445.000 Tunjangan Komisi Rp 100.000. 5..500 3.000.000 500.dan BPD sebesar Rp 100.000 Tunjangan Panitia Rp 60... 6.-.00 yang terdiri atas PBB sebesar Rp 200.000.500. Bagi Hasil Pajak yang direalisasikan sebesar Rp 440.dari kontrak sebesar Rp 295.

29/2002 (tidak dianggarkan) sebesar Rp 50.17.000 80.b. Buatlah Neraca Saldo.000 Jumlah 500..16.000.000 247. Pinjaman diperoleh dari BPD sebesar Rp 150.500 12.d. Membayar Biaya Operasional dan Pemeliharaan (BOP) yang terjadi di Setda sebagai berikut.000 145.. Bagian Pelayanan Publik Bidang/sektor Kontrak Anggaran SPJ/Dibayarkan Pariwisata 99. Bag Pembukuan. Membayar biaya bahan habis pakai untuk pelayanan publik sebesar Rp 100.000.Diminta: Diasumsikan bahwa Anda bekerja di bagian Sub.500 500.21. Bayar Utang jangka panjang yang telah jatuh tempo sebesar Rp 200.000 175. Belanja Operasional dan Pemeliharaan (BOP) untuk pelayanan publik adalah sebagai berikut: a. d.000 162.000.000 467. Postinglah ke Buku Besar sesuai dengan akunnya masing-masing. Laporan Perhitungan APBD 2. Biaya perjalanan dinas luar kota untuk pelayanan publik sebesar Rp 155. a.500. . Analisislah transaksi di atas dan bukukanlah ke dalam buku Jurnal Penerimaan Kas.000.dari IHH yang tidak dianggarkan.000 Jumlah 494.000 472.000.13.15. Bagian Aparatur Daerah Bidang/sektor Kontrak Pertanian 200. Biaya Pemeliharaan Instalasi Rp 74.000 120.000 150. Biaya Perjalanan Dinas dalam Kota Rp 120. Biaya Cetak/Penggandaan Rp 149.d.000. 18.000.000.b. Diterima dari Pemerintah Pusat Rp 250. Buatlah Laporan Keuangan Daerah yang terdiri dari: 1.000 100. Menerima Dana dari Penjualan Obligasi PemKab X Rp 124. Honorarium/upah Rp 200. Biaya Pemeliharaan alat-alat angkutan Rp 174.c.000.000.000 500.c. Biaya bantuan korban banjir dan kebakaran Rp 200.000.dari nilai kontrak sebesar Rp 125. b. Jurnal Pengeluaran Kas.500 Tata Ruang 145.000 B.500. dan Jurnal Umum.000.000 Industri&Perdag 180. Biaya makan dan minum Rp 150.500.000 SPJ/Dibayarkan 185.000. Neraca Daerah.20.000 250. c.000 Kesehatan 250. Dibayarkan biaya sosialisasi akuntansi keuangan daerah untuk pelaksanaan Kepmendagri No. Laporan Aliran Kas. Bagaimanakah pencatatan transaksi-transaksi di atas dengan menggunakan sistem double entry dengan sistem pencatatan kas modifikasian dengan mengerjakan tahapan pekerjaan sebagai berikut: a.000 125. Gaji dan Tunjangan Rp 199. Biaya Perjalanan dinas Rp 125. 3.000 Anggaran 200.Akuntansi Sektor Publik 63 A.000.14.19.000 Pekerjaan Umum 120.

000. Informasi Untuk Penutupan Buku Akhir Tahun Anggaran 1. Penutupan elemen Pembiayaan yang digunakan untuk mengalokasikan surplus atau menutup defisit dalam Perhitungan APBD ke rekening Ekuitas Dana Umum (Kecuali elemen Pembiayaan berupa Tranfer dari Dana Cadangan dan Transfer ke Dana Cadangan ditutup ke rekening Ekuitas Dana Dicadangkan). 2.1.500.Penerimaan Pinjaman V V V V V V V V V 1.1. Penutupan rekening Surplus/Defisit ke rekening Ekuitas Dana Umum 3. 2.000.00 5.590.XXXX. Persediaan Bahan Habis Pakai yang tersisa Rp 25.00 3.2.XX.150.00 4.XX.500.4.2.Rek Uraian Ref Jumlah ( Rp) Akumulasi ( Rp) .840..Akuntansi Sektor Publik 64 Data Tambahan Untuk Jurnal Penyesuaian 1.00 825.500.475.500.XXXX.XX.00 4.990.1.XXXX. Penutupan saldo seluruh rekening Pendapatan dan saldo seluruh rekening Belanja (Kecuali Belanja Modal) ke rekening Surplus/Defisit 2.000.XXXX.01 1.XXXX.1.890.XX. Berdasarkan Soal tersebut.000.500.02 3.XX.2.00 2.2.500.000.XXXX.1.00 440.XX.3 3. Persediaan Obat-obatan yang terpakai sebesar Rp 50.00 850. 2.590.XXXX.500.01 1.XX.500.00 700.Penerimaan Pinjaman Pembiayaan .000.1.115.XXXX.00 250. maka pencatatan transaksi adalah sbb: JURNAL PENERIMAAN KAS ( Dalam Jutaan Rupiah ) Tanggal Transaks i 1 2 3 4 5 7 17 19 20 1.(BOP PP).01 1.XX.00 150.000.500.1. 00 1.00 4.00 3.00 124.01 1.475.300.01 1.00 300.XXXX.00 3.1.000.000.3.3 Pendapatan Pajak Hotel Pendapatan Retribusi Pelayanan Pasar Pendapatan Dana Alokasi Umum Pendapatan Bagi Hasil Pajak Bagian Laba Perusda Bagi Hasil Pajak Propinsi Bagi Hasil Bukan Pajak/Sumber Daya Alam Pembiayaan .08 1.XX.500.000 (BAU AD). 00 Kode.

00 2.00 3.XXXX.XX.XXXX.894.00 986.2.778.3.3.XX.1.000.00 3.500.000.XXXX.0 0 149.XXXX.0 0 260.000.XXXX.03 2.03.0 0 120.2.500.03 2.623.XX.500.XX.0 0 125.1.500.01.1.0 0 125.XXXX.2.01 2.XX.01 2.00 726.03.2.Akuntansi Sektor Publik 65 PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X JURNAL PENGELUARAN KAS ( Dalam jutaan ) Tanggal Transaks i 6 8 Kode.500.00 3.00 1.1.05 2.XX.4.00 2.000.000.500.311.XX.4.3.01 2.XXXX.000.1.9.XXXX.00 1.2.1.XX.000.720.XX.1.00 2.00 Akumulasi ( Rp) 2.186.0 0 445.0 0 155.00 3.500.2.0 0 174.XX.3.00 1.XXXX.000.500.2.1.XX.XX.149.994.XX.000.00 2.0 0 199.01 2.XXXX.1.500.498.03 .1.Rek Uraian Ref Jumlah ( Rp) 280.3.348.2.01 2.000.000.0 0 74.XXXX.0 0 200.00 2.500.0 0 100.000. 2.250.4.01 2.000.0 0 150.XXXX.XX.00 2.0 0 200.000.697.1.000.00 3.1.XXXX.00 9 10 11 2.500.1.500.500.9. 2.599.000.XXXX.1.450.0 0 467.01 12 2.000. 1 1 2 1 1 1 2 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 Biaya Perjalanan Dinas Gaji dan Tunjangan Pegawai Gaji dan Tunjangan Pegawai Biaya Bahan Habis Pakai Kantor Biaya Pemeliharaan Bangunan Gedung Belanja Modal Kendaraan Roda 4 Belanja Modal Kendaraan Roda 4 Honorarium/Upah Biaya Cetak dan Penggandaan Biaya Perjalanan Dinas Biaya Pemeliharaan Alat-Alat Angkutan Biaya Bahan Habis Pakai Kantor Biaya Perjalanan Dinas Gaji dan Tunjangan Pegawai Daerah Biaya Makanan dan Minuman Kantor Biaya Perjalanan Dinas Biaya Pemeliharaan Instalasi V V V V V V V V V V V V V V V V V 280.XX.XX.500.XXXX.3.500.000.01 2.02 13 14 15 2.XXXX.01 2.500.XX.XXXX.0 0 472.1.

00 95.XX.00 4.000.01 5.XX.00 50.2 2.1.XX.0 0 50.000.00 25.01 1 .00 75.XX.000.500.000.XX.1.XXXX.3.000.00 125.XX.5.XXXX.4 2.XX.00 10.01 2.1 2 Belanja Tidak Tersangka Pembiayaan .XXXX.2.XX.2.10 2.2 2.XXXX.1.0 0 200.XX.01 2.097.500.3.00 10.Pembayaran Utang Pokok V V V 200.00 2 Belanja Tidak Tersangka PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X JURNAL UMUM Kode Rekening (Ayat/Pasal) 1 2 Penyesuaian APBD Tanggal Uraian 3 Re f 4 Debet (Rp) 5 Kredit (Rp) 6 1 4.00 50.XXXX.XXXX.1. 5.3.1.2 2.XXXX.XXXX.Akuntansi Sektor Publik 66 16 18 21 2.1.000.XX.01 5.XXXX.1.00 25.2.000.000.500.XX.XX.6.XXXX.147.000.XXXX.000.00 75.2.000.00 95.000.000.000.2.897.00 55.000.XXXX.00 2 1 1 3 4 1 2 V V V V V V V V V 33.01 4.XX.5.1 3.1.XXXX.04 1.00 3.XXXX.000.2.XXXX.01.00 22.6.XX.XX.1.500.XX.00 4.1.01 Piutang Pajak Pendapatan Pajak Hotel Belanja Dibayar Dimuka Biaya Perjalanan Dinas Biaya Bahan Habis Pakai Kantor Utang Kepada Pihak Ketiga Belanja Modal Kendaraan Roda 4 Belanja Modal Kendaraan Roda 4 Utang Kepada Pihak Ketiga Biaya Bahan Habis Pakai Kantor Utang Kepada Pihak Ketiga Biaya Bahan/Material Persediaan Obat-Obatan Biaya Bahan Habis Pakai Kantor Persediaan Bahan Habis Pakai V V V V V 125.XXXX.500.1.00 5 2 6 2 7 2.

2.00 Jurnal di atas.XX.XXXX.000.00 149.XXXX.XXXX.XX.1.500.1.00 300.01.00 150.1.03 2.9.9 2.1.02 2.01 1.XXXX.XXXX.000.1.1.XXXX.02 2.1.500.01 2.03.00 174.1.773.XX.XX.2.00 802.00 994.2.00 200.00 125.XX.2.XX.XXXX.XXXX.000.00 274.XX.3.05 2.000.000.XXXX.XXXX.Akuntansi Sektor Publik 67 3. Bangunan Gedung Honorarium/Upah Biaya Cetak dan Penggandaan Biaya Pem.00 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 Pendapatan Pajak Hotel Pendapatan Retribusi Pelayanan Pasar Pendapatan Dana Alokasi Umum Pendapatan Bagi Hasil Pajak Bagian Laba Perusda Bagi Hasil Pajak Propinsi Bagi Hasil Bukan Pajak/SDA Gaji dan Tunjangan Pegawai Biaya Perjalanan Dinas Biaya Bahan Habis Pakai Kantor Biaya Pem.XXXX.2.08 1. 2.XXXX.00 1.00 440.1.4.4 6.01 2.500.00 1.500.XX.XX.01 1.00 802.00 994. 2.500.000.XX.XXXX.XXXX.XXXX.1.0 0 825.00 1.00 700.000.00 390.01 2.XXXX.XX.XX.000.XXXX.00 200.000.1 3.XX.XX.4.00 250.XX.000.1.1.4 802.01 2.1.XXXX.2.XXXX.XXXX. 2.1.00 445.500.2.2.000.XX.1.500.XXXX.2.XXXX.1 Penyesuaian Neraca 4.01 2.01 1.XX.500.2.00 370.00 200.773.000. maka buku besar masing-masing adalah sbb: LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X .XX.000.3.000.2.1.2.3.1.500.000.XX.1 6.XXXX.03.773. 2.00 1.000.4.2.00 280. Alat-Alat Angkutan Gaji dan Tunjangan Pegawai Biaya Bahan Habis Pakai Kantor Biaya Perjalanan Dinas Biaya Makanan dan Minuman Kantor Biaya Pemeliharaan Instalasi Belanja Tidak Tersangka Ikhtisar Surplus/Defisit Ikhtisar Surplus/Defisit Ekuitas Dana Umum Ekuitas Dana Umum Pembiayaan sisa Lebih Tahun Berjalan 6.01 1.2.000.00 125.1 3.XXXX.XXXX.XX.500.03 2.4. 2.1 Jurnal Penutup 1.XX.XX.1 Pembiayaan Sisa Lebih Perhit Th Berjalan Ekuitas Dana Umum Kendaraan Belanja Modal Kendaraan Roda 4 Hutang Pembiyaan-Pembayaran Hutang Pokok Pembiyaan-Penerimaan Pinjaman Hutang Jk Panjang-Dalam Negeri V V V V 802.XX.3 5.XXXX.00 250.000.01 1.00 274.3.XX.5.3 3.500.XX.XXXX.XX.500.00 74.XX.XX.1.000.01 5.1.XX.00 459.XXXX.XXXX.000.XX.3.000.XX.XXXX.1.XXXX.00 850.600.2.

Penerimaan Pinjaman Belanja Tidak Tersangka 1.00 174.500.00 472.250.217.000.000.000.000.000. : Tanggal Transaksi 1 2 3 4 5 6 7 8 8 9 10 11 11 12 12 12 12 13 14 15 15 15 15 16 17 18 19 20 21 KAS 4.114.00 74.Pemby.000.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR .143.00 1.500.000.000.1 Gaji dan Tunjangan Pegawai .725.00 4.00 3. Utang Pokok Pembiyaan .000.143.00 124.00 260.Akuntansi Sektor Publik 68 BUKU BESAR Nama : Kode.217.000.500.691.000.529.1 Uraian SALDO AWAL Pendapatan Pajak Hotel Pendapatan Retribusi Pelayanan Psr Pendapatan DAU Pendapatan Bagi Hasil Pajak Bagian Laba Perusda Biaya Perjalanan Dinas Bagi Hasil Pajak Propinsi Gaji dan Tunjangan Pegawai .000.00 445.000.475.00 850. Darat Bermotor1 Honorarium/Upah Biaya Cetak dan Penggadaan Biaya Perjalanan Dinas Biaya Pemeliharaan Alat Angkt.500.000.193.00 4.00 2.000.860.560.590.00 280.390.120.946.000.000.000.000.500.00 4.000.140.00 200.000.500.00 300.241.00 199.00 150.000.00 2.00 5.00 2.500.00 2.062.00 4.00 125.00 2.500.500.000.2 Biaya Bahan Habis Pakai Kantor Biaya Pemeliharaan Bangunan Ged. Darat Bermotor1 Belanja Modal Angkt.00 155.XX.500.00 150.000.00 467.00 2.00 4.00 440.00 4.00 2.000.000.00 50.500.00 2.000.840. Biaya Bahan Habis Pakai Kantor Biaya Perjalanan Dinas Gaji dan Tunjangan Pegawai Daerah Biaya Makanan dan Minuman Kantor Biaya Perjalanan Dinas Biaya Pemeliharaan Instalasi Belanja Tidak Tersangka Bagi Hasil Bukan Pajak/SDA Pembiyaan .500.000.Penerimaan Pinjaman Pembiyaan .500.500.00 100.500.00 700.00 3.342.500.000.000.000.000.267.00 5.000.400.00 200.550.846.00 1.00 2.XXXX.00 2.854.00 Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp Saldo Rp 1.500.000.00 200.00 3. Rek.0 0 825.00 5.000.000.500.00 2.000.500.00 120.00 149.000.00 200.943.993. Belanja Modal Angkt.654.00 125.000.00 4.1.00 250.00 3.00 3.492.00 2.000.

Rek. : Tanggal PIUTANG LAIN-LAIN 4. : Tanggal PIUTANG RETRIBUSI 4. : PERSEDIAAN BAHAN HABIS PAKAI KANTOR 4.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode. Rek.9 Hal………… .XX.5 Uraian SALDO AWAL Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp Saldo Rp 75.XX.4 Uraian SALDO AWAL penyesuaian Hal………… Ref Debet Rp 125.000.XX.1.000. Rek.000.1.000. : Tanggal 1 PIUTANG PAJAK 4.000.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.XXXX.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.Akuntansi Sektor Publik 69 Nama : Kode.XX.XXXX.1.XXXX.00 Kredit Rp Saldo Rp 125.00 250.1.8 Uraian SALDO AWAL Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp Saldo Rp 35. Rek.XXXX.

1.000. : Tanggal 7 PERSEDIAAN OBATOBATAN 4.Akuntansi Sektor Publik 70 Tanggal 7 Uraian Saldo Awal Penyesuaian Ref Debet Rp Kredit Rp 75.00 Saldo Rp 110.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.XXXX. Rek.00 Kredit Rp Saldo Rp 10. : INVESTASI JANGKA PANJANG 4.9.XX.500.XX.000.500.XX.00 Saldo Rp 100.000. Rek.000.2 Hal………… .XXXX.1.10 Uraian Penyesuaian Neraca Hal………… Ref Debet Rp 10.00 25.XXXX. Rek.000.00 60.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode. : Tanggal BELANJA DIBAYAR DIMUKA 4.000.1 Uraian Saldo Awal Penyesuaian Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp 50.

3.3 Uraian Ref Debet Rp Kredit Rp Hal………… Saldo Rp . : Tanggal JALAN DAN JEMBATAN 4.000.1 Uraian SALDO AWAL Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp Saldo Rp 4.XX.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode. : Tanggal BANGUNAN AIR 4.975.XX. Rek.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.XX.000.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.2 Uraian SALDO AWAL Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp Saldo Rp 1. Rek.Akuntansi Sektor Publik 71 Tanggal Uraian SALDO AWAL Ref Debet Rp Kredit Rp Saldo Rp 500.XXXX.XXXX. : Tanggal TANAH 4.XXXX.3.3. Rek.250.000.

00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.500.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.XXXX. Rek.000.594. : Tanggal GEDUNG 4.XXXX.3.XX.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.00 Kredit Rp Saldo Rp 2.5 Uraian SALDO AWAL Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp Saldo Rp 3.500. Rek.XX.00 3.000.XXXX.8 Uraian SALDO AWAL Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp Saldo Rp 550.600.3.XX.9 Uraian SALDO AWAL Penyesuaian Neraca Hal………… Ref Debet Rp 994. : Tanggal MESIN & PERALATAN 4.Akuntansi Sektor Publik 72 SALDO AWAL 800. : Tanggal 11 KENDARAAN 4.000. Rek.00 .750.500.3.

Rek.000.XX.XXXX.12 Uraian SALDO AWAL Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp Saldo Rp 975.XX.00 .500.00 Kredit Rp Saldo Rp 200. Rek. : Tanggal BAGIAN LANCAR UTANG JK.000.1 Uraian SALDO AWAL Penyesuaian Neraca Hal………… Ref Debet Rp 200.Akuntansi Sektor Publik 73 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode. PANJANG 5. Rek.3.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.16 Uraian SALDO AWAL Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp Saldo Rp 490.00 0.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.XX. : Tanggal MEUBELAIR DAN PERLENGKAPAN 4. : Tanggal BUKU PERPUSTAKAAN 4.XXXX.000.3.1.XXXX.

XXXX.000.000.00 274.000.00 25.500. Rek.1.00 Saldo Rp 750. Rek.000.2.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X .2 Uraian SALDO AWAL Penyesuaian APBD Penyesuaian APBD Penyesuaian APBD Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp 95.XXXX.000.1 Uraian SALDO AWAL Penyesuaian Neraca Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp 274.XX.XXXX. : Tanggal UTANG DALAM NEGERI 5. : Tanggal UTANG PERHITUNGAN PIHAK KE-3 5.2 Uraian SALDO AWAL Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp Saldo Rp 2.000.00 55. Rek.00 845.00 Saldo Rp 0. : Tanggal UTANG LUAR NEGERI 5.00 925.000.XX.XX.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.00 900.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.Akuntansi Sektor Publik 74 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.000.800.2.500.

000.1 Uraian SALDO AWAL Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp Saldo Rp 13.500. : Tanggal EKUITAS DANA UMUM 6.1. Rek.00 Saldo Rp 1.0 0 125.XX.600.000.01 Uraian Kas Penyesuaian Penutupan 1.500. : Tanggal 1 PAJAK HOTEL 1.000.XX.600. : Tanggal 2 Kas Penutupan RETRIBUSI PELAYANAN PASAR 1.00 Hal………… Kredit Rp 825.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.2.475.08 Uraian Ref Debet Rp 825.0 0 Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp 1.XXXX.00 0. Rek.836.475.1.00 .00 0.XXXX.500.00 1.500.00 Saldo Rp 825. Rek.1.Akuntansi Sektor Publik 75 BUKU BESAR Nama : Kode.000.000.XX.XXXX.

00 Hal………… Kredit Rp 300.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : BAGI HASIL PAJAK PROPINSI Hal………… .00 0.01 Uraian Ref Debet Rp 300.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.000.2. Rek.000.00 0.00 Saldo Rp 850.000.000. : Tanggal 4 Kas Penutupan BAGI HASIL PAJAK 1. : Tanggal 5 Kas Penutupan BAGIAN LABA PERUSDA 1.XX.000.00 Saldo Rp 300.1.2.000.XXXX.1.00 Hal………… Kredit Rp 850.XX. Rek.Akuntansi Sektor Publik 76 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.00 0.00 Saldo Rp 440. : Tanggal 3 Kas Penutupan DANA ALOKASI UMUM 1.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.000.01 Uraian Ref Debet Rp 440.2.00 Hal………… Kredit Rp 440.3.01 Uraian Ref Debet Rp 850. Rek.000.XXXX.000.XX.XXXX.

1. : Tanggal 7 1. : Tanggal 17 Kas Penutupan BG.000.XX.000. Rek. Rek.00 0.XXXX.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.Akuntansi Sektor Publik 77 Kode.01 Hal………… 1 .XX.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.00 0. Rek.HASIL BUKAN PJK 1.00 445. : Tanggal 8 Kas Penutupan GAJI DAN TUNJANGAN PEGAWAI 2.500.1. Rek.000.00 0.00 Saldo Rp 700.2.500.4.1.00 Hal………… Kredit Rp Saldo Rp 445.XXXX.000.02 Uraian Ref Debet Rp 250. : HONORARIUM 2.000.2.1.03 1 Uraian Ref Debet Rp 445.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.000.500.00 Kredit Rp 700.00 Saldo Rp 250.XXXX.00 Hal………… Kredit Rp 250.01 Uraian Kas Penutupan Ref Debet Rp 700.2.XX.XXXX.XX.

03 1 Uraian Ref Debet Rp 149. Rek.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.000.000.000.2.XXXX.00 Hal………… Kredit Rp Saldo Rp 149.2. : Tanggal 9 BIAYA BAHAN HABIS PAKAI KANTOR 2.000.000.000.4.000.00 95.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.00 295. : Tanggal 12 Kas Penutupan BIAYA CETAK DAN PENGGANDAAN 2. : Tanggal 10 Kas BIAYA PEMELIHARAAN GEDUNG 2.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.00 Kredit Rp 200.XXXX.Akuntansi Sektor Publik 78 Tanggal 12 Kas Penutupan Uraian Ref Debet Rp 200.00 75. Rek.00 149.000.000.00 Saldo Rp 200.1.01 1 Uraian Ref Debet Rp 125.000.XX.00 0.00 0.2.000.01 1 Debet Uraian Ref Rp Kas Penyesuaian APBD Penyesuaian APBD Penutupan 200.00 0.00 370.000.00 Hal………… Kredit Rp Saldo Rp 125.XXXX.00 370. Rek.XX.XX.000.00 Hal………… Kredit Rp Saldo Rp 200.1.000.00 .000.

Akuntansi Sektor Publik 79 Penutupan 125.00 120.00 Kredit Rp Saldo Rp 33.500.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.500.2.00 0.XXXX.00 0. Rek.XXXX. : Tanggal BELANJA MODAL KEND.500.000.00 Saldo Rp 280.3.00 Hal………… Kredit Rp Saldo Rp 174.000.02 1 Uraian Ref Debet Rp 174.500.XX.XX.00 400.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.500.06 1 Uraian Penyesuaian APBD Hal………… Ref Debet Rp 33.01 1 Uraian Kas Kas Penyesuaian Neraca Penutupan Hal………… Ref Debet Rp 280. : Tanggal 12 Kas Pentupan BIAYA PEMELIHARAAN BANGUNAN GEDUNG 2.000. Rek.1.000.00 390.00 0.500. RODA 2 2. : Tanggal 6 12 BIAYA PERJALANAN DINAS 2.XX.4.00 Kredit Rp 10.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.00 174.000.3.500.00 .000.XXXX.00 390. Rek.

3.00 459.00 Kredit Rp 125.XX.1.000.000.1.XXXX.00 125.09 1 Uraian Penyesuaian APBD Hal………… Ref Debet Rp 467.00 199.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.000.03 2 Uraian Ref Debet Rp 260.XX.000.000.XX.00 Hal………… Kredit Rp Saldo Rp 260.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.000.XXXX. Rek.00 . : Tanggal 13 BIAYA BAHAN HABIS PAKAI 2.1.00 Saldo Rp 100.000. : Tanggal 8 15 Kas Kas Penutupan GAJI DAN TUNJANGAN PEGAWAI 2.000.01 2 Uraian Kas Penyesuaian APBD Penutupan Hal………… Ref Debet Rp 100.000. Rek. : Tanggal BELANJA MODAL ANGK. DARAT BERMOTOR 2.00 Kredit Rp Saldo Rp 467.XXXX.000.2.Akuntansi Sektor Publik 80 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.000.00 459.000.00 25. Rek.

XXXX.4.00 Kredit Rp 150.XX.000.00 Hal………… Kredit Rp Saldo Rp 155. : Tanggal 14 15 Kas Kas Penutupan BIAYA PERJALANAN DINAS 2.000.00 Kredit Rp 74.1.000.XX.03 2 Hal………… Uraian Ref Debet Rp 74.2. Rek.1.05 2 Hal………… Uraian Ref Debet Rp 150.1.000.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR .XXXX.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode. Rek. : Tanggal 15 Kas Penutupan Biaya Pemeliharaan Instalasi 2.000.XX.000.3.00 280.000.00 125. : Tanggal 15 Kas Penutupan Biaya Makanan dan Minuman Kantor 2. Rek.00 Saldo Rp 74.Akuntansi Sektor Publik 81 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.000.000.000.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.XXXX.000.00 0.01 2 Uraian Ref Debet Rp 155.00 280.00 Saldo Rp 150.

Akuntansi Sektor Publik

82

Nama : Kode. Rek. : Tanggal
11

BELANJA MODAL KENDARAAN RODA 2 2.XX.XXXX.3.6.01 2 Uraian
Kas

Hal…………

Ref

Debet Rp
27.500,00

Kredit Rp

Saldo Rp
27.500,00

LOGO

PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X

BUKU BESAR
Nama : Kode. Rek. : Tanggal
11 Kas

BELANJA MODAL ANGKT. DARAT BERMOTOR 2.XX.XXXX.3.9.01 2 Uraian Ref Debet Rp
472.500,00

Hal…………

Kredit Rp

Saldo Rp
472.500,00

LOGO

PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X

BUKU BESAR
Nama : Kode. Rek. : Tanggal
16 21 Kas Kas Penutup

BELANJA TAK TERSANGKA 2.XX.XXXX.5.1 2 Uraian Ref Debet Rp
200.000,00 50.000,00 250.000,00

Hal…………

Kredit Rp

Saldo Rp
200.000,00 250.000,00 0,00

LOGO

PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X

BUKU BESAR
Nama : Kode. Rek. : PEMBIAYAAN - PENERIMAAN PINJAMAN DAN OBLIGASI 3.XX.XXXX.1.3
Hal…………

Akuntansi Sektor Publik

83

Tanggal
19 20

Uraian
Kas Kas Penyesuaian

Ref

Debet Rp
274.500,00

Kredit Rp
150.000,00 124.500,00

Saldo Rp
150.000,00 274.500,00 0,00

LOGO

PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X

BUKU BESAR
Hal…………

Nama : Kode. Rek. : Tanggal
18

PEMBIAYAAN - PEMBAYARAN UTANG POKOK YG JATUH TEMPO 3.XX.XXXX.2.3 Uraian
Kas Penyesuaian Neraca

Ref

Debet Rp
200.000,00

Kredit Rp
200.000,00

Saldo Rp
200.000,00 0,00

LOGO

PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X

BUKU BESAR
Hal…………

Nama : Kode. Rek. : Tanggal

PEMBIAYAAN- SISA LEBIH ANGGARAN TAHUN BERJALAN 3.XX.XXXX.2.4 Uraian Ref Debet Rp Kredit Rp Saldo Rp

LOGO

PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X

BUKU BESAR
Nama : IKHTISAR SURPLUS/DEFISIT NETTO
Hal…………

Tanggal

Uraian

Ref

Debet Rp

Kredit Rp

Saldo Rp

Akuntansi Sektor Publik

84

Akuntansi Sektor Publik

85

Pemerintah Kabupaten/Kota X LAPORAN PERHITUNGAN APBD Tahun Anggaran 20X2
ANGGARAN UR A IA N 1 I. PENDAPATAN Pendapatan Asli Daerah Pajak Daerah Retribusi Daerah Bagian Laba Usaha Daerah Dana Perimbangan Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak Bagi Hasil Bukan Pajak/Sumber Daya Alam Dana Alokasi Umum Dana Perimbangan dari Propinsi Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah Bantuan Dana Kontinjensi/Penyeimbang dari Pemerintah (Rp.000) 2 (Rp.000) 3 REALISASI BERTAMBAH (BERKURANG) (Rp.000) 4

1.500.000,00 800.500,00 350.000,00 400.000,00 900.000,00 750.000,00

1.600.000,00 825.500,00 300.000,00 690.000,00 850.000,00 700.000,00

100.000,00 25.000,00 -50.000,00 0,00 290.000,00 0,00 -50.000,00 -50.000,00

4.700.500,00 II. BELANJA Aparatur Daerah Belanja Administrasi Umum Belanja Pegawai/Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Operasi dan Pemeliharaan Belanja Pegawai/Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Modal/Pembangunan Belanja Modal Gedung Belanja Modal Kendaraan Pelayanan Publik Belanja Administrasi Umum Belanja Pegawai/Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Operasi dan Pemeliharaan Belanja Pegawai/Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Modal/Pembangunan Belanja Modal Gedung Belanja Modal Kendaraan Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan Belanja Bantuan Keuangan Kepada Organisasi Profesi Belanja Tidak Tersangka Belanja Tidak Tersangka JUMLAH BELANJA SURPLUS/DEFISIT ANGGARAN ( I - II ) III. PEMBIAYAAN Penerimaan Daerah Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Yang Lalu Penerimaan Pinjaman dan Obligasi Penerimaan Piutang Penerimaan Donasi, Hibah, Sumbangan Transfer dari Dana Cadangan Hasil Penjualan Aset Daerah Yang Dipisahkan Pengeluaran Daerah Pembayaran Utang Pokok Yang Jatuh Tempo Transfer ke Dana Cadangan Penyertaan Modal Sisa Lebih Anggaran Tahun Sekarang

4.965.500,00

265.000,00

450.000,00 350.000,00 325.000,00 125.000,00 200.000,00 150.000,00 125.000,00 175.000,00 500.000,00

445.500,00 370.000,00 270.500,00 125.000,00 200.000,00 149.000,00 120.500,00 174.500,00 500.000,00

-4.500,00 20.000,00 -54.500,00 0,00 0,00 -1.000,00 -4.500,00 -500,00 0,00

275.000,00 125.000,00 150.000,00

260.000,00 125.000,00 155.000,00

-15.000,00 0,00 5.000,00

200.000,00 200.000,00 125.000,00 75.000,00 500.000,00

199.000,00 200.500,00 125.000,00 74.000,00 494.000,00

-1.000,00 500,00 0,00 -1.000,00 -6.000,00

0,00

250.000,00 4.300.000,00 400.500,00

250.000,00 4.237.500,00 728.000,00

0,00 -62.500,00 327.500,00

0,00 0,00

274.500,00

274.500,00

0,00 0,00 200.000,00 100.000,00 0,00 100.500,00 200.000,00 0,00 802.500,00

-100.000,00 702.000,00

PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X LAPORAN ALIRAN KAS

996.00) (994.500.00) (135.500.00 (994.00 1.000.00) (34.00 1.000.Akuntansi Sektor Publik 86 31 Desember 20x4 Arus Kas dari Aktivitas Operasi Kenaikan Aktiva Lancar Non Kas dan Bank Penurunan Aktiva Lancar Non Kas dan Bank Kenaikan Hutang Lancar Penurunan Hutang Lancar Jumlah Arus Kas Dari Aktivitas Operasi Arus Kas Dari Aktivitas Penyertaan Kenaikan Penyertaan Modal Jangka Panjang Penurunan Penyertaan Modal Jangka Panjang Kenaikan Aktiva Tetap Penurunan Aktiva Tetap Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Penyertaan Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan Kenaikan Hutang Jangka Panjang Penurunan Hutang Jangka Panjang Kenaikan Dana Cadangan Penurunan Dana Cadangan Kenaikan Ekuitas Penurunan Ekuitas Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan Total Arus Kas Sisa Kas Awal Tahun Anggaran Sisa Kas Akhir Tahun Anggaran 1.500.500.500.00 967.00 274.722.500.000.00) PEMERINTAH PROPINSI/KABUPATEN/KOTA X NERACA 31 Desember Tahun 20x4 .250.217.500.500.00 2.000.00 (200.00 175.000.00) 125.

000 25.558.500 274.217.500 2.000 AKTIVA TETAP Tanah Jalan dan Jembatan Bangunan Air Gedung Mesin dan Peralatan Kendaraan Meubelair dan Perlengkapan Buku Perpustakaan JUMLAH AKTIVA 4.000 UTANG JANGKA PANJANG Utang Dalam Negeri Utang Luar Negeri EKUITAS DANA Ekuitas Dana Umum 15.594.000 3.000 10.000 2.000 75.557.500 3.000 490.000 1.500 19.000 60.500 975.500 .557.000 800.250.Akuntansi Sektor Publik 87 AKTIVA AKTIVA LANCAR Kas Piutang Pajak Piutang Retribusi Piutang Lain-Lain Persediaan Bahan Habis Pakai/Material Persediaan Obat-Obatan Belanja Dibayar Dimuka INVESTASI JANGKA PANJANG Investasi Jangka Panjang 500.000 550.975.500 250.000 PASIVA HUTANG JANGKA PENDEK Bagian Lancar Utang Jangka Panjang Utang Perhitungan Pihak Ketiga 925.500 JUMLAH PASIVA 19.000 35.800.750.