Akuntansi Sektor Publik

1

AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK
SAP 1. Karak teristik dan lingkungan sektor publik 2. Akuntansi manajemen sektor publik 3. Sistem pengendalian manajemen sektor publik 4. Penganggaran sektor publik 5. Teknik akuntansi keuangan 6. Laporan keuangan sektor publik 7. Sistem akuntansi pemerintah pusat 8. Otonomi daerah dan perimbangan keuangan pusat dan daerah 9. Akuntansi keuangan daerah sebagai bagian dari manajemen keuangan daerah 10. Akuntansi keuangan daerah 11. Akuntansi dalam rekening-rekening APBD dan laporan keuangan daerah 12. Akuntansi untuk BUMD 13. Akuntansi keuangan nirlaba (Yayasan) Literatur : Abdul Halim : Akuntansi sektor publik : Akuntansi keuangan daerah Mardiasmo : Akuntansi sektor publik Indra Bastian : Sistem Akuntansi sektor publik

Akuntansi Sektor Publik

2

I.

KARAKTERISTIK DAN LINGKUNGAN SEKTOR PUBLIK

A. Pengertian dan ruang lingkup akuntansi sektor publik Istilah sektor publik memiliki pengertian yang bermacam-macam, hal ini merupakan konsekuensi dari luasnya wilayah publik, sehingga setiap disiplin ilmu (politik, ekonomi hukum dan sosial) memiliki cara pandang dan definisi yang berbedabeda. Dari sudut pandang ekonomi sektor publik dapat dipahami sebagai suatu entitas (kesatuan) yang aktivitasnya berhubungan dengan usaha untuk menghasilkan barang dan pelayanan publik dalam rangka memenuhi kebutuhan dan hak publik. Sejalan dengan perkembangan maka di negara kita Akuntansi Sektor Publik didefinisikan sebagai mekanisme teknik dan analisis akuntansi yang diterapkan pengelolaan dana masyarakat di lembaga–lembaga tinggi negara dan departemen dibawahnya, pemerintah daerah, BUMN,BUMD, LSM dan yayasan sosial, maupun pada proyek-proyek kerjasama sektor publik dan suasta. Beberapa tugas dan fungsi sektor publik sebenarnya dapat juga dilakukan oleh sektor suasta misalnya untuk menghasilkan beberapa jenis pelayanan publik seperti layanan komunikasi, penarikan pajak, pendidikan, transportasi publik dll, akan tetapi untuk tugastertentu tugas sekotr publik tidak dapat digantikan oleh sektor suasta, misalnya fungsi birokrasi pemerintahan. Sebagai konsekuensinya akuntansi sektor publik dalam beberapa hal bebeda dengan akuntansi padasektor suasta. A. Tujuan Akuntansi Sektor Publik • Memberikan informasi yang diperlukan untuk mengelola secara tepat, efisien dan ekonomis atas alokasi suatu sumber daya yang dipercayakan kepada organisasi. Tujuan ini terkait dengan pengendalian manajemen • Memberikan informasi yang memungkinkan bagi manajer untuk melaporkan pelaksanaan tanggungjawab secara tepat dan efektif program dan penggunaan sumberdaya yang menjadi wewenangnya pemerintah untuk melaporkan dan memungkinkan bagi pegawai kepada publik atas hasil operasi pemerintah dan

penggunaan dana publik. Tujuan ini terkait dengan akuntabilitas.

Akuntansi Sektor Publik

3

B. Akuntabilitas Publik Fenomena yang dapat diamati dalam perkembangan sektor publik adalah semakin meningkatnya tuntutan pelaksanaan akuntabilitas publik oleh organisasi sektor publik seperti: pemerintah pusat dan daerah, unit-unit kerja pemerintah, departemen dan lembaga negara) Tuntutan akuntabilitas ini terkait dengan perlunya transparansi dan pemberian informasi kepada publik dalam rangka memenuhi hak-hak publik. Pengertian Akuntabilitas publik adalah kewajiaban pemegang amanah (agent) untuk memberikan pertanggungjawaban, menyajikan, melaporkan dan mengungkapkan segala aktivitas dan kegiatan yang menjadi tanggungjawab kepada pihak pemberi amanah (principal) yang memiliki hak dan kewajiban untuk meminta pertanggungjawaban tersebut. Akuntabilitas terdiri dari 2 macam yaitu : akuntabilitas vertikal dan akuntabilitas horizontal. Akuntabilitas vertikal adalah pertanggungjawaban atas pengelolaan dana kepada otoritas yang lebih tinggi, misalnya pertanggungjawaban unit-unit kerja dinas kepada pemerintah daerah, pertanggungjawaban pemerintah daerah kepada pemerintah pusat, pemerintah pusat kepada MPR. Sedangkan akuntabilitas horizontal adalah pertanggungjawaban kepada masyarakat luas. Akuntabilitas publik yang harus dilakukan oleh organisasi sektor publik terdiri atas beberapa dimensi : 1. Akuntabilitas kejujuran dan akuntabilitas hukum Akuntabilitas kejujuran terkait dengan penghindaran penyalahgunaan jabatan, sedangkan akuntabilitas hukum terkait dengan jaminan adanya kepatuhan terhadap hukum dan peraturan lain yang disyaratkan dalam penggunaan sumber dana publik. 2. Akuntabilitas proses Akuntabilitas proses terkait dengan apakah prosedur yang digunakan dalam melaksanakan tugas sudah cukup baik dalam hal kecukupan informasi informasi akuntansi, sistem informasi manajemen dan prosedur administrasi. Akuntabilitas proses termanifestasi melalui pemberian pelayanan publik yang cepat, responsif dan biaya murah. Pengawasan dan pemeriksaan terhadap akuntabilitas proses dapat dilakukan dengan ada tidaknya mark up dan pungutan yang lain diluar yang ditetapkan dan pemborosan yang menyebabkan pemborosan sehingga menjadikan

Akuntansi Sektor Publik

4

mahalnya biaya pelayanan publik dan kelambanan pelayanan. Serta pengawasan dan pemeriksaan terhadap proyek-proyek tender untuk melaksanakan proyek-proyek publik. 3. Akuntabilitas program Akuntabilitas program terkait dengan pertimbangan apakah tujuan yang ditetapkan dapat dicapai atau tidak dan apakah telah mempertimbangkan alternatif program yanng memberikan hasil yang optimal dengan biaya yang minimal. 4. Akuntabilitas kebijakan Akuntabilitas kebijakan terkait dengan pertanggungjawaban pemerintah, baik pusat maupun daerah atas kebijakan-kebijakan yang diambil pemerintah terhadap DPR/DPRD dan masyarakat luas. Akuntansi sektor publik tidak bisa melepaskan diri dari pengaruh kecenderungan menguatnya tuntutan akuntabilitas sektor publik tersebut. Akuntansi sektor publik dituntut dapat menjadi alat perencanaan dan pengendalian organisasi sektor publik secara efektif dan efisien serta memfasilitasi tercapainya akuntabilitas publik. C. Privatisasi Di Indonesia masih banyak BUMN dan BUMD yang dijalankan tidak secara efisien. Inefisiensi yang dialami tersebut disebabkan adanya intervensi politik, sentralisasi dan manajemen yang buruk. Di era globalisasi BUMN dan BUMD menghadapi beberapa tekanan dan tuntutan antara lain : ♦ Regulation & Political Pressure ♦ Social Pressure ♦ Rent Seeking Behaviaour ♦ Economic & Efficiency Privatisasi merupakan salah satu upaya mereformasi perusahaan publik untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas perusahaan-perusahaan publik. Privatisasi berarti pelibatan modal swasta dalam struktur modal perusahaan publik sehingga kinerja finansial dapat dipengaruhi secara langsung oleh investor melalui mekanisme pasar uang.

Akuntansi Sektor Publik 5 D. Otonomi daerah Perkembangan akuntansi sektor publik khususnya di Indonesia semakin pesat seiring dengan adanya era baru dalam pelaksanaan otonomi daerah dan desentaralisasi fiskal. Desentarlisasi tidak hanya berarti pelimpahan wewenang dari pemerintah pusat ke daerah tetapi pelimpahan beberapa wewenang pemerintah ke pihak swasta dalam bentuk privatisasi .

Apakah disampaiakn secara formal atau informal. Informasi akuntansi utntuk perencanmaan dapat juga dibedakan berdasarkan cara penyampaiannya. Untuk melakukan perencanaan temporer diperlukan informasi yang sifatnya temporer. rapat komisis dsb.Akuntansi Sektor Publik 6 2. semesteran atau bulanan. Akuntansi Sebagai Alat Perencanaan Organisasi dan Pengendalian Organisasi 1. Dalam hal perencanaan oprganisasi akuntansi menejemen berperan dalam pemberian informasi historis dan prospektif untuk menfasilitasi perencanaan. Faktor politik dan ekonomi sangat dominan dalam mempengaruhi tangkat kestabilan organisasi. Dalam organisasi sektor publik. Mekanisme formalnya misalanya melaului rapat-rapat dinas. lingkungan yang mempengaruhi sangat heterogen. Perencanaan meliputi aktivitas yang sifatnya stategik. Sementara itu organisasi sektor publik seringkali menghadapi masalah yang sifatnya temporer dan membutuhkan informasi yang sifatnya segera. taktis dan melibatkan aspek operasional. Akuntansi Sebagai Alat Perencanaan Organisasi Perencanaan merupakan cara organisasi menertapkan tujuan dan sasaran organisasi. sedangkan informal relatif jarang dilakukan. AKUNTANSI MANAJEMEN SEKTOR PUBLIK A. Pada organisasi sektor publik. . triwulanan. Informasi sebagai alat perencanaan pada dasarnya dapat dibedakan menjadi 3 kelompok yaitu : • • • Informasi yang sifatnya rutin ataukah ad hoc Informasi kuantitatif ataukah kualitatif Informasi disampaiakan melalui saluran formal ataukah informal Informasi yang sifatnya rutin diperlukan untuk perencanaan yang reguler. Informasi akuntansi diperlukan untuk membuat prediksi-prediksi dan estimasi mengenai kejadian ekonomi yang akan datang diakitkan dengan keadaan ekonomi dan politik saat ini. saluran informasi lebih banyak bersifat formal. misalnya laporan keuangan bulanan. sehingga perencanaan tidak dapat dilakukan secara personal atau hanya melibatkan beberapa orang saja. Hal tsb disebabkan karena adanya batasan transparansi dan akunbtabilitas publik yang harus dilakukan oleh lembaga-lembaga publik.

sehingga memungkinkan untuk dilakukan pengintgrasian informasi dari tiap-tiap unit organisasi yang pada akhirnya membentuk gambaran kinerja organisasi secara keseluruhan.Akuntansi Sektor Publik 7 2. akuntansi manajemen memiliki peran utama dalam pengendalian organisasi yaitu mengkuantifikasi keseluruhan kinerja terutama dalam ukuran moneter. Pengendalian keuangan terkait dengan peraturan atau sistem aliran uang dalam organisasi. Pengendalian organisasi memerlukan informasi yang lebih luas diandingkan pengendalian keuangan. Sebagai contoh dalam sebuah usulan investasi publik. Lebih lanjut informasi akuntansi memungkinkan bagi organisasi untuk mengintegrasikan aktivitas organisasi. efisiensi dan efektivitas (value for money). amak alat pengendalinya lebih banyak bertumpu pada mekanisme negoisasi (negotiated bargain). informasi yang dibutuhkan untuk pengendalian . Pengendalian untuk menajemen level bawah lebih bersifat tegas dan memaksa. Pengendalian organisasi diperlukan untuk menjamin bahwa organisasi tidak menyimpang dari tujuan dan strategi organisasi yang telah ditetapkan. sedangkan untuk manajmen level atas bersifat normatif. Informasi akunatnsi umumnya disampaiakan dalam bentuk ukuran finansial. efisien dan efektif. Fungsi utama informasi akuntansi pada dasarnya adalah pengendalian. Informasi yang dibutuhkan lebih komplek tidak sekedar informasi keuangan saja. Pola pengendalian tiap organisasi berbeda-beda tyergantung pada jenis dan karakteristik organisasi. Informasi akuntansi merupakan pengendalian yang vital bagi organisasi karena akuntansi memberikan informasi yang bersifat kuantitatif. maka diperlukan suatu sistem pengendalian yang efektif. Untuk organisasi sektor publik karena sifatnya tidak mengejar laba serta adanya pengaruh politik yang besar. Pada organisasi bisnis yang sifatnya berorientasi pada laba. khususnya memastikan bahwa organisasi memiliki likuiditas dan solvabilitas yang baik. Dalam memahami organisasi sebagai alat pengendalian perlu dibedakan penggunaan informasi akuntansi sebagai alat pengendalian keuangan (financial control) dengan akuntansi sebagai alat pengendali organisasi (organization control). Akuntansi Sebagai Alat Pengendali Organisasi Untuk menjamin bahwa strategi untuk mencapai tujuan organisasi dijalankan secara ekonomis. meskipun hal tersebut bervariasai untuk setiap organisasi dan tingkat manajemen. amak alat pengendalinya lebih banyak berupa peraturan birokrasi. Terkait dengan pengukuran kinerja terutama pengukuran ekonomi.

Akuntansi Sektor Publik 8 keuangan adalah berupa prediksi aliran kas dan profitabilitas dari investasi tersebut. sehingga keduanya harus dipertimbangkan secara bersama-sama. Penganggaran 4. Pengendalian dan pengukuran 5. Pelaporan. B. Sebaliknya tanpa pengendalian perencanaan tidak akan berarti karena tidak adanya target atau rencana yang digunakan sebagai pembanfding. Perencanaan dan pengendalian merupalkan suatu proses yang membentuk suatu siklus. Pelaporan Analisis dan Umpan Balik 3. Sementara itu untuk tujuan pengendalian organisasi dibutuhkan informasi yang lebih luas meliputi asapek ekonomi. Tanpa pengendalian perencanaan tidak akan berarti karena tidak adanya tindak lanjut (follow up) untuk menidentifikasi apakah rencana organisasi telah tercapoai. sehingga satu tahap aklan terkait dengan tahap yang lainnya dan terintegrasi dalam satu organisasi. Perencanaan operasional 3. Pengendalian dan Pengukuran . Pengangguran Revisi Anggaran Aksi 4. Jones dan Pendlebury membagi p[roses perencanaan dan pengendalian manajerial pada organisasi sektor publik menjadi lima tahap yaitu : 1. Proses Perencanaan dan pengendalian Manajerial Sektor Publik Perencanaan dan pengendalian pada dasarnya merupakan dua sisi mata uang yang sama. Perencanaan Operasional Revisi Perencanaan Operasional 5. analisis dan umpan balik Gambar Proses Perencanaan dan Pengendalian Manajerial Organisasi Sektor Publik Perencanaan Tujuan dan Susunan dan Dasar Revisi/modifikasi Tujuan dan Sasaran Dasar 2. Perencanaan tujuan dan sasaran dasar 2. sosial dan politik dari investasi yang diajukan.

relevan untuk menghitung berapa besarnya biaya program. quality and service). Program-program tsb diseleksi dan dipilih sesuai dengan skala prioritas sumber daya yang dimiliki. Penentuan biaya pelayanan (cost of service) dan penentuan tarif pelayanan (charging for service) 6. Penilaian kinerja Perencanaan Strategik Akuntansi majamen dibutuhkan sejak tahap perencanaan strategik. manajemen organisasi membuat alternatif-alternatif program yang dapat mendukung strategi organisasi.Akuntansi Sektor Publik 9 C. efisien dan efektif maka diperlukan informasi akuntansi manajemen yang handal dan akurat. Pada tahap perencanaan strategik. aktivitas atau proyek. Perencanaan strategik 2. Akunatsni manajemen pada sektor publik dihadapkan pada tiga permasalahan yaitu : efisiensi biaya. Penganggaran 5. kualitas produk dan pelayanan ( cash. Pemberian informasi biaya 3. Untuk memberikan jaminan dialokasikannya sumber daya secara ekonomis. Peran akuntansi manajemen dalam organisasi sektor publik meliputi : 1. Inti akuntansi manajemen adalah perencanaan dan pengendalian. Untuk dapat menghasilkan kualitas pelayanan publik yang tinggi dengan biaya yang murah pemerintah harus mengadopsi sistem informasi akantansi manajemen yang . Penilaian investasi 4. Peran Akuntansi Manajemen Sektor Publik Peran utama akuntansi manajemen dalam organisasi sektor publik adalah memberikan informasi akuntansi yang relevan dan handal kepada manajer untuk melaksanakan fungsi perencanaan dan pengendalian organisasi.kebocoran dana dan mendeteksi program-pprogram yang tidak layak secara ekonomi. Sistem informasi akunatsni manajemen yang baik dapat mengurangi peluang terjadinya pembororsan. Peran akuntansi manajmen adalah memberikan informasi untuk mementukan berapa biaya program dan berapa biaya suatu aktivitas. sehingga berdasarkan informasi akuntansi tsb manajer dapat menentukan anggaran yang dibutuhkan dikaitkan dengan sumber daya yang dimiliki.

Pada tahap ini yang dilakukan adalah kegiatan pencatatan data ke dalam sistem akuntansi organisasi . cost recording. strategic cost reduction dan cost reporting. biaya mungkin diukur berdasarkan biaya per penumpang • Biaya proses. Pada organisasi sektor publik output dapat diukur dengan berbagai cara tergantung pada pelayanan yang dihasilkan.Akuntansi Sektor Publik 10 modern. adalah sumber daya yang dikorbankan untuk memberikan pelayanan. adalah biaya yang dikeluarkan untuk mengantarkan produk hingga samapai ke tangan pelanggan. dep personalia. Kebanyakan output yang dihasilkan sektor publik merupakan intangible output yang sulit diukur. hal ini disebabkan bahwa sebagain besar biaya pelayanan pada sektor suasta cenderung merupakan engineered cost yang memiliki hubungan secara langsung dengan output yang dihasilkan. misalnya biaya departemen produksi. • Cost finding. cost analizing. maka peran manajer publik sangat penting dalam pengendalian biaya Pemberian Informasi Biaya Biaya (cost) dalam konteks organisasi sektor publik dapat dikategorikan menjadi tiga kelompok : • • Biaya input. sementara biaya pada sektor publik sebagaian besar merupakan discretionary cost yang ditetapkan di awal periode anggaran dan sering tidak memiliki hubungan langsunmg dengan aktivitas yang dilakukan dengan output yang dihasilkan. yaitu dengan menerapkan teknis akunatnsi manajemen yang diterapkan di sektor suasta. biaya ini dapat dipisahkan berdasarkan fungsi organisasi. Terdapat perbedaan antara sektor suasta dan sektor publik dalam hal penentuan biaya produk atau pelayanan. Pada tahap ini pemerintah mengakumulasi data mengenai biaya yang dibutuhkan untuk menghasilkan produk/ jasa layanan • Cost recording. Biaya input bisa berupabiaya tenaga kerja dan biaya bahan baku Biaya output. Contoh pada perusahaan transportasi massa. Proses penentuan biaya meliputi lima aktivitas. biaya dinas-dinas dsb. yaitu cost finding. biaya dapat diukur dengan mempertimbangkan fungsi organisasi.

Informasi manajemen hendaknya dapat mendeteksi adanya pemborosan yanbg masih berpotensi untuk diefisiensikan serta mencari metode atau teknik untuk penghematan biaya. yaitu untuk menilai kelayakan investasi secara ekonomi dan finansial. • Strategic cost reduction Tahap ini adalah menentukan strategi penghematan biaya agar tercapai value for money. Berdasarkan kultur perbaiakan berkelanjutan dan berfokus pada pelayanan kepada masyarakat 3.Akuntansi Sektor Publik 11 • Cost analizing. Pendekatan strategik dalam pengurangan biaya memiliki karakteristik sbb : 1. Keseriusan manajemen puncak (top manager) merupakan penentu efektifitas program pengurangan biaya karena pada dasarnya manajemen biaya strategik merupakan tone form the top • Cost reporting. resiko dan manfaat atau keuntungan dari suatu investasi. Berjangka panjang. Akuntansi manajemen hendaknya dapat mendukung dan memperkuat pelaksanaan prinsip value for money dan public accountability organisasi sektor publik Penilaian Investasi Akuntansi manajemen dibutuhkan pada saat organisasi sektor publik handak melakukan investasi. Akuntansi manajemen diperlukan dalam penilaian investasi karena untuk dapat menilai investasi diperlukan identifikasi baiya. Pada tahap ini dilakukan analisis biaya yaitu mengindentifikasi jenis dan perikalku biaya. faktor yang harus fdiperhatikan oleh . Manajemen biaya strategik merupakan usaha jangka paanjang yang membentuk kultur organisasi agar penurunan biaya menjadi budaya yang mampu bertahan lama 2. Manajamen organisasi harus dapat menentukan pemicu biaya (cost driver) agar dapat doilakukan strategi efisiensi biaya. Manajemen harus bersifat proaktif dalam melakukan penghematan biaya 4. perubahan biaya dan volume kegiatan. Dalam penilaian suatu investasi. Tahap terakhir adalah memeberikan informasi baiay secara lengkap kepada pimpinan dalam bentuk internal report yang kemudian diintegrasikan ke dalam suatu laporan yang akan disampaikan kepada pihak eksternal.

Terkait dengan 3 fungsi anggaran.Akuntansi Sektor Publik 12 akuntansi manajemen adalah tingkat diskonto. jika tidak akuntansi manajemen tidak akan banyak bermanfaat karena hanya akan berfungsi sebagai alat perencanaan dan pengendalian. Penentuan Cost of Service dan Charging for Service Tuntutan agar pemerintah meningkatkan mutu pelayanan dan keluhan masyarakat akan besarnya biaya pelayanan merupakan suatu indikasi perlunya perbaikan sistem akuntansi manajemen di sektor publik. Penentuan biaya pelayanan (Cost of Service) dan penentuan tarif (Charging for Service) merupakan satu rangakaian dimana keduanya membutuhkan informasi akuntansi. Kemudian untuk memudahkan digunakan analisis efektifitas biaya (cost effectiveness analysis). yaitu menekankan seberapa besar dampak yang dicapai dari suatu proyek atau investasi dengan biaya tertentu Penganggaran Akuntansi menajemen berperan untuk memfasilitasi terciptanya anggaran publik yang efektif. tuntutan dan keinginan masyarakat tersebut agar kualitas hidup masyarakat menjadi semakin meningkat dan kesejahteraan akan semakin meningkat pula. Penilaian invesatasi pada organisasi sektor publik dilakukan dengan menggunakan analisis biaya – manfaat (cost benefit analysis). Dalam praktek ini sulit dilakukan karena biaya yang diukur tidak hanya dari sisi finansial tetapi juga dari sisi biaya sosial dan manfaat sosial yang akan diperoleh dari investasi yang diajukan. alat distribusi dan stabilisasi maka akuntansi manajemen merupakan alat yang vital untuk proses mengalokasikan an mendistribusikan sumber adana publik secara ekonomis. yaitu sebagai alat alokasi sumber daya publik. Menentukan biaya dan manfaat sosial dalam satuan moneter sanbgat silut dilakukan. Untuk mencapai hal tersebut dibutuhkan sumber daya manusia yang handal. berkualitas dan murah. tingkat inflasi. Pemerintah yang berorientasi pada pelayanan publik harus merespon keluhan. Masyarakat menghendaki pemerintah memberikan pelayanan secara cepat. Sebagai contoh pemerintah harus dapat menentukan berapa biaya untuk membangaun terminal bus atau stasiun kereta api yang tertib aman dan nyaman serta . efisien dan efektif adil dan merata. tingkat resiko dan ketidakpastian serta sumber pendanaan untuk investasi yang akan dilakukan.

Penilaian Kinerja Penilaian kinerja merupakan bagian dari sistem pengendalian. demikian juga untuk PDAM dsb. Disini peran akuntansi manajemen adalah dalam pembuatan indikator kinerja kunci dan satuan ukur untuk masing-masing aktifitas. . ini untuk mengetahui tingkat efisiensi dan efektifitas organisasi dalam mencapai tujuan yang ditetapkan.Akuntansi Sektor Publik 13 biaya operasioalnya. Bedasarkan informasi ini pemerintah dapat menentukan berapa besarnya biaya tarif pelayanan yang akan dibebankan kepada para pemakai jasa pelayanan terminal atau stasiun tsb.

B. Faktor lingkungan meliputi kestabilan politik. Pengendalian manajemen meliputi beberapa aktivitas yaitu : (1) perencanaan (2) koordinasi antar berbagai bagian dalam organisasi (3) Komunikasi informasi (4) pengambilan keputusan (5) motivasi orang-orang dalam organisasi agar berperilaku sesuai dengan tujuan organisasi (6) pengendalian dan (7) penilaian kinerja Kegagalan dalam organiasai mencapai tujuan yang telah ditetapkan dapat terjadi karena adanya kelemahan atau kegagalan pada salah satu atau beberapa tahap dalam proses pengendalian manajenen. sosial. Pengendalian preventif (preventive control). penilaian kinerja. Anggaran ini menghubungkan perencanaan dan pengendalian . SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN SEKTOR PUBLIK A. keamanan dsb. Sistem Pengendalian Manajemen Sektor Publik Organisasi memerlukan sistem pengendalian manajemen untuk memberikan jaminan dilaksanakannnya strategi organisasi secara efektif dan efisien sehingga tujuan organisasi dapat dicapai. Tipe Pengendalian Manajemen Tipe pengendalian manajemen dapat dikategorikan dalam 3 kelompok : 1. Sistem pengendalian manajmenen tersebut harus didukung dengan adanya perangkat lain berupa struktur organisasi yang sesuai dengan tipe pengendalian manajemen yang digunakan. pengembangan dan promosi hingga pemberhentian karyawan. ekonomi. training. Struktur organisasi harus sesuai dengan desain sistem pengendalian manajemen karena sistem pengendalian menajemen berfokus pada unit-unit organisasi sebagai pusat pertanggungjawaban. MSDM dan lingkungan yang mendukung. Sistem pengendalian sektor publik berfokus pada bagaimana melaksanakan strategi organisasi secara efektif dan efisien sehingga tujuan organisasi dapat dicapai. Dimana semua unsur tsb harus dapat mendukung pelaksanaan strategi organisasi. 2. MSDM harus dilalakukan sejak proses seleksi dan rekruitmen. Pusat-pusat petanggungjawaban tersebut merupakan basis perencanaan pengendalian. Dalam tahap ini pengendalian manajemen terkait dengan pelaksanaan pengawasan program yang telah ditetapkan melalui alat berupa anggaran. Pengendalian operasional (operasional control).Akuntansi Sektor Publik 14 3. Dalam tahap ini pengendalian manajemen terkait dengan perumusan strategi dan perencanaan stretegik yang dijabarkan dalam bentuk program-program.

Sebagai alat untuk melaksanakan strategi organisasi secara efektif dan efisien 7. Pengendalian kinerja. Sebagai alat pengendali anggaran Tugas manajer pusat pertanggungjawaban adalah untuk menciptakan hubungan yang optimal antara suberdaya input yang digunakan dan output yang dihasilkan dikaitkan sdentgan target kinerja. Tujuan dibuatnya pusat pertanggungjawaban tersebut adalah: 1. Mendorong kreativitas dan daya inovasi bawahan 6. Pada tahap ini pengendalian manajemen berupa analisis evaluasi kinerja berasarkan tolak ukur kinerja yang telah ditetapkan. Pusat-Pusat Pertanggungjawaban Pada dasarnya terdapat 4 pusat pertanggungjawaban yaitu : • Pusat biaya (expense center) Pusat biaya adalah pusat pertanggungjawaban yang prestasi manajernya dinilai berdasarkan biaya yang telah dikeluarkan. Struktur Pengendalian Manajemen Sistem pengendalian manajemen harus didukung dengan struktur pengendalian yang baik . Suatu unit organisasi disebut sebagai pusat biaya apabila ukuran kinerja dinilai berdasarkan biaya yang telah digunakan (bulan nilai output yang dihasilkan). pengendalian dan penilaian kinerja manajer dan unit organisai yang dipimpinnya 2. Memfasilitasi terbentuknya goal congruence 4. Sebagai basis perencanaan.Akuntansi Sektor Publik 15 3. Pusat biaya banyak dijumpai pada sektor publik karena output yang dihasilkan seringkali ada akan tetapi tidak dapat diukur atau yang memiliki kompetensi . C. Pusaat pertanggungjawaban adalah unit organisasi yang dipimpin oleh manajer yang bertangungjawab terhadap aktivitas pusat pertanggungjawaban yang dipimpinnya. Input diukur dengan jumlah sumberdaya yang digunakan sedangkan output diukur dengan jumlah produk atau output yang dihasilkan. Untuk meudahklan mencapai tujuan organisasi 3. Struktur organisasi termanifestasi dalam bentuk pusat pertanggungjawaban (responsibility centers). Mendelegasikan wewenang dan tugas ke unit-unit sehingga mengurangi beban tugas manajer pusat 5. Suatu organisasi merupakan kumpulan dari suatu pusat pertanggungjawaban.

misalnya dinas-dinas atau subdinas-subdinas. Pusat pertanggungjawan tersebut selanjutnya menjadi dasar untuk perencanaan dan pengendalain anggaran serta penilaian kinerja pada unit ybs. material dsbnya yang dengan input tsb diharapkan dapat menghasilkan output dalam bentuk barang atau pelayanan pada kualitas dan kuantitas tertentu. Kinerja manajernya dinilai berdasarkan laba yang dihasilkan. Pusat pertanggungjawaban yang besar tersebut dapat dipecapecah lagi menjadi pusat pertanggungjawaban yang lebih kecil hingga pada level pelayanan atau program. Contahnya Dinas Pendapatan Daerah dan dep. produksi. Adanya perbedaan antara hasil yang dicapai dan jumlah anggaran kemudaian dianalisis untuk diketahui penyebabnya dan dicari siapa yang bertanggungjawab atas terjadinya perbedaan tersebut. sehiungga dapat . Pengendalian anggran meliputi pengukuran terhadap output dan belanja riil yang dilakukan dibandingkan dengan anggaran. Pusat pertanggung jawaban memperoleh sumberdaya input berupa tenaga kerja. Contoh pusat biaya adalah dep. Contah : BUMD dan BUMN. • Pusat incestasi (investment center) Pusat investasi adalah pusat pertanggungjawaban yang prestasi manajernya dinilai berdasarkan laba yang dihasilkan dikaitkan dengan investasi yang ditanamkan pada pusat pertanggungjawaban yang dipimpinnya. pemanasaran • Pusat laba ( profit center) Pusat laba adalah pusat pertanggungjawaban yang menandingkan input (expenses) dan output ( revenue) dalam satuan moneter.Akuntansi Sektor Publik 16 hanya dapat diukur secara fisik tidak dalam nilai rupiahnya. obyek pariwisata milik PEMDA. Manajer pusat pertanggungjawaban sebagai budget holder memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan anggaran. Contah : Dep Riset dan Pengembangan dan Balitbang Suatu organisasi besar seperti pemerintah daerah dapat dianggap sebagai suatu pusat pertanggungjawaban. Anggaran mencerminkan nilai rupiah dari input yang dialokasikan ke pusatpusat pertanggungjawaban dan output yang diharapkan atau level aktivitas yang dihasilkan. bandara dan pelabuhan. Dinas Sosial dan DPU • Pusat pendapatan (revenue center) Pusat pendapatan adalah pusat petanggungjawaban yang prestasi manjernya dinilai berdasarkan pendapatan yang dihasilkan.

yaitu dibandingkan antara hasil yang telah dicapai dengan anggaran. Depatemen anggaran sebagai berikut : 1. struktur pusat pertanggungjawaban sebagai alat pengendalian anggaran sejalan dengan program atau struktur aktivitas organisasi. Idealnya. Setiap jenis pusat pertanggungjawaban membutuhkan data mengenai berlanja (pengeluaran) yang telah dilakukan dan output yang dihasilkan selama masa anggaran. Menetapkan prosedur dan formulir untuk persiapan anggran 2. Tindakan tsb biasa dilakukan pada perusahaanperusahaan swasta. Informasi yang terkait dengan sistem pengendalian anggaran biasanya banyak diketahui oleh bagian departemen anggaran. mekanisme tsb perlu dilakukan sebagai salah satu cara pengendalian anggaran. Pada organisasi publik. Mengkoordinasi dan membuat asumsi sebagai dasar anggaran (misal: asumsi tingkat inflasi. Pusat pertanggungjawaban berfunmgsi sebagai pengemban budget holder. Laporan kinerja disiapkan dan dikirim ke setiap level manajemen untuk dievaluasi kinerjanya. sehingga pada akhirnya tujuan umum organisasi dapat tercapai. Dengan kata lain tiap-tiap pusat pertanggungjawaban bertugas untuk melaksanakan program atau aktivitas tertentu dan penggabungan proram-program dari tiap-tiap pusat pertanggungjawaban tsb seharusnya mendukung program pusat pertanggungjawaban pada level yang leih tinggi.Akuntansi Sektor Publik 17 segera dilakukan tindakan korektif. Jika sistem pengendalian anggaran berjalan dengan baik maka informasi yang dikirimkan kepada manajer harus relevan dan tepat waktu. maka proses penyiapan dan pengendalian anggaran harus menjadi fokus perhatian manajer pusat pertanggungjawaban. nilai tukar. harga migas) 3. Informasi yang relevan harus up to date (terbaru) dan biaya yang dikendalikan secara langsung (controllable) dengan biaya-biaya yang tidak dikendalikan (uncontrollable) oleh manajer pusat pertanggungjawaban. Keberadaan depatemen anggaran dan komite anggaran pada pusat pertanggungjawaban sangat perlu untuk membentu terciptanya anggaran yang efektif. Menganalisis anggaran yang diajukan dan membuat rekomendasi kepada budgeter dan manajer pusat pertanggungjawaban memiliki fungsi . Membantu mengkomunikasdikan anggaran ke seluruh bagian dalam organisasi 4.

Komite anggran bertugas menuyusun anggran untuk tiap-tiap unitoperasi. Komite anggaran ujuga memiliki peran yang vital.Dalam hal ini hendaknya pengendalian manajemen dapat digunakan sebagai jembatan untuk mewujudkan goal congruence yaitu keselaran antara tujuan individu dan tujuan organisasi. Menyiapkan revisi anggaran jika diperlukan. Faktir yang mempengaruhi goal congrunce dapat dikategorikan dalam 2 kelompok yaitu faktor pengendalian formal dan informal. Faktor pengendalian formal misalnya : sistem pengendalian manajemen dan sistem aturan. D. menginterprestasikan hasil dan menyiapkan ikhtisar laporan untuk manajer pusat pertanggungjawaban 6. Prengendalian organisasi dapat berupa aturan dan prosedur birokrasi atau melalui sistem pengendalian dan manajemen informasi yang dirancang secara formal.. Proses Pengendalian Manajemen Sektor Publik Proses pengendalian manajemen pada organisasi sektor publik dapat dilakukan dengan cara komunikasi formal dan informal. Depaemen anggran dan komite anggran merupakan perangkat yanmg berad pada pusat pertanggungjawaban. Karenanya pusat pertanggungjawaban merupakan alat yang sangat vital untuk pelaksanaan dan pengendalian anggaran selain itu juga merupakan basis pengukuran kinerja yaitu membendingkan apa yang telah dicapai oleh pusat pertanggungjawaban dibandingkan dengan anggaran yang telah ditetapkan. Sistem pengendalian manajemen suatu organisasi dirancang untuk mempengaruhi orang-orang di dalam organisasi tersebut agar berperilaku sesuai dengan tujuan organisasi. Untuk menyingkapi ini perlu adanya jembatan yang mampu menghantarkan organisasi mencapai tujuannya. Dalam suatu organisasi setiap individu pasti mempunyai tujuan person. kepala biro dsb. Saluran informasi informal dapat dilakukan dengan komunikasi langsung yaitu pertemuan informal. kepala dinas. yaitu tercapainya keselarasan antara tujuan individu dan tuuan oraganisasi. diskusi dll. Menganalisis kinerja anggaran yang dilaporkan. Sedangkan faktor informal .Akuntansi Sektor Publik 18 5. Saluran komunikasi formal terdiri dari aktivitas formal dalam organisasi yang terdiri dari : (1) perumusan strategi (2) perencanaan strategi (3) penganggran (4) opersional (5) evaluasi kinerja . Komite anggran biasanya teddiri dari para pimpinan puncak seperti kepala depatemen.

. misi. ekoomi. peraturan pemerintah baru atau perubahan lingkungan politik dan ekonomi lokal dan global. 10 bahkan 20 tahun. Salah satu metode penentuan strategi adalah dengan menggunakan analisis SWOT. Perumusan strategi merupakan tugas dan tanggungjawab manajemen puncak. Pertimbangan untuk revisi strategi biasanya kalau muncul perubahan lingkunan yang berupa ancaman atau peluang baru. Strategi perusahaann dapat berubah atau mengalami revisi jika terdapat lingkungan yang berubah yang dipengaruhi adanya ancaman dan kesempatan. Ketidakstabilan ekonomi dan politik yang terjadi secara terus menerus dapat mendorong pemerintah untuk sewaktu-waktu mengeluarkan kebijakan dan strategi baru. misalnya adanya inovasi teknologi baru. Berdasarkan analisis SWOT oganisasi dapat menentukan startegi terbaik untuk mencapai tujuan organisasi. Yang berubah hanyalah strategi untuk mewujudkan visi. Perubahan visi. Dalam organisasi pemerintahan perumusan strategi dilakukan oleh dewan legislatif yang hasilnya berupa GBHN yang akhirnya merupakan acuan bagi eksektutif dalam berindak. target.Akuntansi Sektor Publik 19 terdiri dari ekstrenal dan internal.  Perumusan Strategi (strategy formulation) Perumusan strategi merupakan proses pehnentuan visis. Ancaman dan peluang baru dapat muncul setiap saat. Hasil perumusan strategi bersifat permanen dan jangka panjang bisa berjangka 4. Analsisi ini dikembangkan dengan menganalisis faktor internal yang menjadi kekuatan dan kelemahan dalam suatu organisasi dan faktor eksternal yang merupakan ancaman dan peluang. sosial dan budaya. Strategi organisasi ditetapkan untuk memberikan kemudahan dalam mencapai tujuan organisasi. Yang bersifat eksternal contohnya etos kerja dan loyalitas karyawan ( dalam pemerintahan kita kenal sebagi abdi negara dan abdi masyarakat). tujuan. sasran. gaya manajemen dan gaya komunikasi. sedangkan yang bersifat internal : kulktur organisasi.5.arah dan kebijakan serta strategi organisasi. misi dan tujuan oragnisasi sangat jarang dilakukuan oleh organisasi baik itu pemerintahan atau swasta. Karenanya perumusan strategi bersifat tidak sistematis dan tidak harus kaku. Perubahan lingkungan dalam organisasi sektor publik sanat mungkin karena karena organisasi sektor publik dipengaruhi oleh faktor politik. misi dan tujuan yang telah ditetapkan.

Analisis atau scanning lingkungan. Perencanaan dimulai dari perumusan strategi. yang mengidentifikasi dan mengevaluasi kekuatan dan kelemahan organisasi dalam hal berbagai faktor yang perlu dipertimbangkan dalam perencanaan strategik 4. Pernyataan misi dan tujuan umum organisasi yang dirumuskan oleh manajemen eksekutif organisasi dan memberikan rerangka pengembangan strategi serta target yang akan dicapai 2.pilitik. peraturan (regulasi) trend global Teknologi baru Analisis Internal: Teknologi yang dimiliki Sumber daya Sumber daya alam Sumber daya manusia Infrastruktur dsbnya Strength & Weaknes : Identifikasi kekuatan & kelemahan Opportunity & Threat: Identifikasi peluang & ancaman Penyesuaian kompetensi dengan peluang dan ancaman Strategi Proses perumusan pada organisasi sektor publik banyak dipengaruhi perkembangan disektor swasta. Profil internal dan audit sumber daya. Implementasi dan pengendalian rencana strategik.Akuntansi Sektor Publik 20 Gambar: Proses Perumusan Strategi Analisis Eksternal: Ekonomi. evaluasi dan pemilihan strategi 5. Menurut Olsen dan Eadi (1982) proses perumusan strategi terdiri dari 5 komponen dasar yaitu : 1.soial. Perumusan. Sama halnya dengan sektor swasta tahap awal dari manajemen strategi adalah perencnaan. terdiri dari pengidentifikasian dan pengukuran faktor-faktor eksternal yang sedang dan akan terjadi dan kondisi yang harus dipertimangkan pada saat merumuskan strategi organisasi 3. .

Identifikasi isu strategi yang sedang dihadapi organisasi 7.manage isu-isu 8. Menetapkan visi organisasi untuk masa ke depan. Menilai lingkungan eksternal 5. Perumusan strategi untuk me. Memulai dan menyetujui proses perencanaan strategi 2.Akuntansi Sektor Publik 21 Model Perumusan Strategi pada Organisasi Sektor Publik Innitiate and agree process Stakeholder Internal Environmental Analysis Missin and mandate Ekternal Environmental Analysis Strategic issues Strategics Opportunity and threats Strength & weakneses PEST ANALYSIS Vision for the future Political Economic Sociological Technical Actions Outcomes Sumber : Bryson JM (1995) Menurut Bryson Jm model 8 langkah untuk memfasilitasi proses perumusan strategi yaitu: 1. Menilai lingkungan internal 6. . Klarifikasi misi dan nilai-nilai organisasi 4. Identifikasi apa yang menjadi mandat organisasi 3.

aktivitas atau proyek yang akan dilaksdankan suatu organisasidan penentuan jumlah alokasi sumber daya yang akan dibutuhkan Perbedaan dengan perumusan strategi adalah bahwa perumusan strategi merupakan proses untuk menentukan strategi. Hasil perencanaan strategik berupa rencana-rencana strategik.program.pri oritas dan anggaran Anggaran yang dibutuhkan Program yang lolos seleksi .A2 &A3 dst Seleksi program dikaitkan dengan prioritas dan sumber daya yang tersedia Review strategi. Dalam proses perumusan strategi .A2 &A3 Program A1. Proses Perencanaan Strategik Strategi A Strategi B Strategi C Strategi D dst Perencanaan strategi Program A1.A2 &A3 Program A1. sedangkan perencanaan strategik adalah proses menentukan bagaimana mengimplementasikan strategi tersebut.Akuntansi Sektor Publik 22  Perencanaan Strategi (strategic planning) Sistem pengendalian manajemen diawali dari perencanaan strategik. manajemen memutuskan visi. Perencanaan strategik adalah proses pemantauan program-program. Perencanaan strategik merupakan proses menurunkan strategi dalam bentuk program-program.misi dan tujuan oganisasi.A2 &A3 Program A1.

strategic thinking. . strategic leadership dan strategic organization.misi. misalnya terjadinya beban kerja anggaran yang terlalu berat.Akuntansi Sektor Publik 23 Gambar Sistem Manajemen Strategik pada Pemerintah Daerah Perencanaan Strategik Perencanaan kinerja Anggaran kinerja Pelaporan kinerja LPJ Kepala Daerah Visi. Orientasi dilakukannya manajemen strategik pada organisasi manajemen organisasi publik menuntut adanya strategic vision.lam penganggaran. alokasi sumberdaya yang tidak tepat sasaran dab dilakukannya pilihan startyegi yang salah.filosofi unit kerja Sub Sisem pengumpula n data Tujuan unit kerja Saran & Target kinerja Ukuran efektifitas Target kinerja Strategi & Action plan Ukuran ekonomi Target kinerja Laporan Keu Pemda Target kinerja & analisis biaya Justifikasi Ukuran efisiensi Ukuran penjelas Perencanaan strategik merupakan proses yang sistematis yang memilikiu prosedru dan skedul yang jelas. Organisasi yang tidak memiliki atau tidak melakukan perencanaan strategik akan mengalaami masalah da.

Perubahan strktur organisasi hendaknya dapat meningktakan kapasitas untuk mencapai strategi yang efektif . karenanya perlu adanya restrukturisasi dan reorganisasi agar selaras dengan startegi dan sistem pengendalian manajemen. Restrukturisasi dapat didasarkan pada prinsip 1. tujuan dan strategi yang telah ditetapkan secara biak dapat gagal bila struktur organisasi tiudak mendukung strategi. Desain sistem pengendalian manajemen harus didukung oleh struktur organisasi yang sesuai. Visi. sehingga memungkinkan terjadi persetujuan antara manajer puncak dengan manajer level dibawahnya mengenai strategi terbaik untuk mencapai tujuan organisasi yang ditetapkan. baik secra manajerial maupun secara politik Proses dan praktek implementasi di lapangan Kultur organisasi Struktur organisasi hendaknya dapat mendukung pelaksanaan strategi. Untuk itu harus didukung oleh : • • • Struktur pendukung. yang nantinya akan mendorong goal congruence. Mengubah perencanaan Strategik Menjadi Tindakan Nyata Perencanaan strategi dapat digunakan untuk membantu mengantisipasi dan memberikan arah perubahan. tetapi perubahan belum dapat berjalan dengan mulus meskipun sudah ada perencanaan strategik. misi. Perencanaan strategik bukan merupakan hasil akhir.Akuntansi Sektor Publik 24 Manfaat Perencanaan Strategik • Sebagai sarana untuk memfasilitasi terciptanya anggaran yang efektif • Sebagai sarana untuk memfokuskan manajer pada pelaksanaan strategi yang telah ditetapkan • Sebagai sarana untuk memfasilitasi dilakukannya alokasi sumber daya yang optimal • Sebagai rerangka pelaksanaan tindakan jangka pendek • Sebagai sarana manajemen untuk memahami strategi organisasi secara lebih jelas • Sebagai alat untuk memperkecil rentang alternatif strategi Tujuan utama perencanaan strategik adalah untuk meningkatkan komunikasi antara manajer puncak dengan manajer dibawahnya. tapi masih perlu ditranslasikan dalam bentuk tindakan-tindakan konkrit.

 Penganggaran Tahap penganggaran dalam proses pengendalian manajemen sektor publik merupakan tahap yang pang dominan. Manajemen kompensasi merupakan mekanisme penting untuk mendorong motivasi manajer untuk mencapai tujuan organisasi. Pimpinan eksekutif bertanggung jawab untuk melaksanakan strategi dan arahan kebijakan hingga level bawah. Sistem reward dan punishment harus didukung oleh manajemen kompensasi yang memadai. Dewan bertanggung jawab secara kolektif untuk merencanakan strategi. Selain itu harus didukung oleh regulasi keuangan. kebijakan dan otorisasi alokasi sumber daya dan menilai kinerja manajemen. Arus ada kejelasan wewenang dan tanggung jawab. Perencanaan srtategik harus didukung adanya budaya organisasi yang kuat. Prencanaan strategik tidak akan efektif jika prosedur dan sistem pengendalian tidak sesuai dengan strategi. Program akan gagal bila personel di lapangan bertindak tidak sesuai dengan arah dan strategi organisasi. Pengendalian manajemen melalui sistem penilaian kinerja dapat dilakukan dengana menciptakan mekanisme reward dan punishment. . karena memiliki karakteristik yang agak berbeda dengan penganggraan pada sektor swasta. Perbedaan tersebut terletak pada pengaruh politik dalam proses penganggaran. Visi. pengendalian personel dan manajemen kompensasi yang jelas dan fair.  Pengukuran Kinerja Penilaian kinerja merupakan bagian akhir dari proses pengendalian manajemen yang dapat digunakan sebagai alat penegndalian.Akuntansi Sektor Publik 25 2. Intensif positif pada manajer disebut sebagai reward dan intensif negatinya disebut sebagai punishment. dan harus didukung oleh perubahan perilaku dan sikap anggota organisasi untuk melaksanakan program-program secara efektif dan efisien. Peran peting adanya penghargaan dalam suatu organisasi akan mendorong tercapainya tujuan oragnisasi dan untuk menciptakan kepuasan setiap individu. pendelegasian wewenang dan tugas. Kultur organisasi terkait dengan lingkungan kerja dan kesediaan anggota untuk melakukan perubahan. Proses dan praktik di lapangan terkait dengan prosedur dan sistem pengendalian. misi dan tujuan organisasi harus selalu dikomunikasiokan kepada seluruh anggota organisasi 3. Sistem pemberian penghargaan dan hukuman dapat digunakan sebagai pendorong untuk pencapaian suatu strategi.

Mekanisme pemberian sanksi dan hukuman pada kondisi tetentu diperlukan. bonus dan pemberian tunjangan. . otonomi yang lebih besar. yang bersifat financial misalnya kenaikan gaji. tetapi orientasi penilaian harus selalu pada pemberian penghargaan. penambahan tanggung jawab. sedangkan non financial dapat berupa promosi jabatan. penempatan kerja di lokasi yang lebih baik dan pengakuan.Akuntansi Sektor Publik 26 Pemberian reward dapat berupa financial atau non financial.

Penganggaran dalam organisasi sektor publik merupakan tahapan yang cukup rumit dan mengandung nuansa politik yang tinggi. Anggaran berisi estimasi mengenai apa yang akan dilakukan organisasi di masa yang akan datang. sedangkan penganggaran adalah proses atau metode untuk menyiapkan anggaran. Pengertian Anggaran Sektor Publik Anggaran publik berisi rencana kegiatan yang direpresentasikan dalam bentuk rencana perolehan pendapatan dan belanja dalam satuan moneter. Pada sektor swasta anggaran merupakan bagian dari rahasia perusahaan yang tertutup bagi publik. Dalam bentuk yang sederhana anggaran sektor publik merupakan suatu dokumen yang menggambarkan kodisi keuangan dari suatu organisasi yang meliputi informasi mengenai pendapatan. Anggaran pada sektor publik merupakan instrumen akuntabilitas dan pengelolaan dana publik dan pelaksanaan program-program yang dibiayai dengan uang publik. Penganggaran pada sektor publik terkait dengan proses penentanjumlah alokasi dana untuk tiap-tiap program dan aktivitas dalam satuan moneter. Aspek-aspek yang harus dicakup dalam anggaran sektor publik : • • • Aspek perencanaan Aspek pengendalian Aspek akuntabilitas B. Anggaranmerupakan artikulasi dari perumusan dan perencanaan strategi yang dibuat. Hal tersebut berbeda dengan sektor swasta yang relatif lebih kecil nuansa politiknya. Konsep Anggaran Sektor Publik Anggaran merupakan pernyataan mengenai setimasi kinerja yang hendak dicapai selama periode tertentu yang dinyatakan dalam ukuran finansial. . Proses penganggaran sektor publik dimulai ketika perumusan staretgi dan perencanaan strategik selesai dilakukan. didiskusikan dan diberi masukan.Akuntansi Sektor Publik 27 4. namun pada sektor publik anggran merupakan hal yang harus diinformasikan kepada publik untuk dikritik. Dalam organisasi sektor publik penganggaran merupakan suatu proses politik. belanja dan aktivitas. PENGANGGARAN SEKTOR PUBLIK A.

pendidikan dsbnya agar terjamin secara layak. uang yang dimiliki oleh pemerintah adalah uang rakyat dan anggaran menunjukkkan rencana pemerintah untuk membelanjakan uang rakyat.Akuntansi Sektor Publik 28 Secara singkat anggaran publik merupakan suatau rencana finansial yang menyatakan : 1. Anggaran sektor publik penting karena : . lapangan kerja. Keputusan anggaran yang dibuat pemerintah daerah dan propinsi seharusnya dapat merefleksikan prioritas pemerintah daerah dan propinsi dengan baik. Anggaran merupakan blue print keberadaan sebuah negra dan merupakan arahan di masa yang akan datang. air bersih. Berapa banyak dan bagaimana cara memperoleh uang untuk mendanai rencanarencana tersebut C. pertumbuhan ekonomi dan beban pajak yang harus dibayar atas pelayanan yang diberikan pemerintah. Dalam sebuah negara demokrasi. baik propinsi maupun daerah Aliran uang yang terkait dengan aktivitas pemerintahan akan mempengaruhi harga. Anggaran sektor publik harsu dapat memenuhi kriteria sbb : • • Merefleksikan perubahan prioritas kebutuhan dan keinginan masyarakat Menetukan penerimaan dan pengeluaran departemen-depatemen pemerintah. Berapa biaya-biaya atas rencana yang telah dibuat 2. pemerintah mewakili kepentingan rakyat. Alat utama kebijakan fiskal adalah anggaran. Pentingnya Anggaran Sektor Publik Anggaran sektor publik dibuat untuk membantu menentukan tingkat kebutuhan masyarakat seperti listrik. menjamin kesinambungan dan kualitas hidup masyarakat. distribusi pendapatan. Anggaran merupakan alat ekonomi terpenting yang dimiliki pemerintah untuk mengarahkan perkembangan sosial dan ekonomi. Anggaran dan Kebijakan Fiskal Pemerintah Kebijakan fiskal adalah usaha yang dilakukan pemerintah untuk mempengaruhi keadaan ekoomi melalui sistem pengeluaran atau sistem perpajakan untuk mencapai tujuan tertentu. kualitas kesehatan. Tingkat kesejahteraan masyarakat dipengaruhi oleh keputusan yang dibuat pemerintah melalui anggran yang dibuat.

Alat penilaian kinerja 7. Fungsi Anggaran Sektor Publik Anggaran sektor publik mempunyai beberapa fungsi utama yaitu 1. Anggaran dibuat karena adanya kebutuhan dan keinginan masyarakat yang terus berkembang. Anggaran sebagai alat perencanaan digunakan untuk : • • • • Merumuskan tujuan serta sasarn kebijakan agar sesuai dengan visi.misi dan sasaran yang telah ditetapkan Merencanakan berbagai program dan kegiatan untuk mencapai tuuan organisasi serta merencanakan alternatif sumber pembiayaannya Mengalokasikan dana pada berbagai program dan kegiatan yang telah disusun Menetukan indikator kinerja dan tingkat pencapaian strategi Anggaran Sebagai Alat Pengendalian (Control tool) . Alat politik 5. berapa biaya yang dibutuhkan dan berapa hasil yang diperoleh dari belanja pemerinta tersebut. Sebagai alat perencanaan 2. Alat koordinasi dan komunikasi 6. Anggaran diperlukan untuk meyakinkan bahwa pemerintah bertanggung jawab terhadap rakyat. Alat kebijakan fiskal 4. Dalam hal ini anggaran publik merupakan instrumen pelaksanaan akuntabilitas publik oleh lembaga-lembaga publik yang ada. Alat menciptakan ruang publik. Anggaran Sebagai Alat Perencanaan (Planning tool) Anggaran meupakan alat pengendalian manajemen untuk mencapai tujuan organisasi. Alat motivasi 8. menjamin kesinambungan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.Akuntansi Sektor Publik 29 1. 2. Alat pengendalian 3. sedangkan sumber daya jumlahnya terbatas. 3. Anggaran merupakan alat bagi pemerintah untuk mengarahkan pembangunan sosial. D. ekonomi. Anggaran sektor publik dibuat untuk merencanakan tindakan apa yang akan dilakukan pemerintah.

Tanpa anggaran pemerintah tidak dapat mengendalikan pemborosan pengeluaran. selain itu juga digunakan sebagai pemberi informasi dan meyakinkan legislatif bahwa pemerintah bekrja secara efisien tanpa ada korupsi dan pemborosan. Menghitung selisih anggaran 3. keahlian negoisasi. memfasilitasi dan mengkoordinasikan kegiatan ekonomi masyarakat sehingga dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi. Merivisi standar biaya atau target anggaran untuk tahun berikutnya Anggaran Sebagai Alat Kebijakan Fiskal (Fiscal tool) Anggaran sebagai alat kebijakan fiskal digunakan untuk alat menstabilkan ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi. menteri. Membandingkan kinerja aktual dengan kinerja yang dianggarkan 2. Anggaran dapat digunakan unrtuk mendorong. Anggaran Sebagai Alat Politik (Political tool) Anggaran dapat digunakan untuk memutuskan prioritas dan kebutuhan keuangan terhadap prioritas tersebut. Sebagai alat penengendali manajerial. Anggaran bukan sekedar masalah teknis tetapi lebih merupakan alat politik. sehingga dapat dilakukan prediksi dan estimasi ekonomi. coalition holding. pemahaman tentang prinsip manajemen . Anggaran sektor publik dapat digunakan untuk mengendalikan kekuasaan eksekutif. Pada sektor publik anggaran merupakan dokumen politik sebagai bentuk komitmen eksekutif dan kesepakatan legislatif atas penggunaan dana publik untuk kepentingan tertentu. bupati dan manajer publik lainnya dapat dikendalikan lewat anggaran. Tidak berlebihan kalau dikatakan bahwa presiden. Pengendalian anggaran publik dapat dilakukan melalui 4 cara : 1. gubernur. anggaran sektor publik digunakan untuk meyakinkan bahwa pemerintah masih mempunyai cukup uang untuk memenuhi kewajibannya. Melalui anggaran publik dapat diketahui arah kebijakan fiskal pemerintah. Menemukan penyebab yang dapat dikendalikan dan tidak dapat dikendalikan 4.Akuntansi Sektor Publik 30 Sebagai alat pengendalian anggaran memberikan rencana detail atas pendapatan dan pengeluaran pemerintah agar pembelanjaan yang dilakukan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. karenanya pembuatan anggaran publik membutuhkan political skill.

Kinerja eksekutif akan dinilai berdasarkan pencapaian target anggaran adan pelaksanaan efisiensi anggaran.namun juga jangan terlalu rendah sehingga terlalu mudah untuk dicapai.Akuntansi Sektor Publik 31 keuangan publik oleh para manajer publik. birokrat dan DPR/MPR. Anggaran Sebagai Alat Koordinasi dan Komunikasi Communication tool) Setiap unit kerja pemerintah terlibat dalam penyusunan anggaran.. Anggaran harus dikomunikasikan ke seluruh bagian organisasi untuk dilaksanakan. efektif dan efisien dalam mencapai target dan tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Kelompok lain dari kemasyarakat yang kurang terorganisasi akan mnyampaikan aspirasinya melaui proses (Coordination and . Kelompok masyarakat yang teroganisir akan mencoba mempengaruhi anggaran publik utnk kepentingan mereka. Masyarakat. atau paling tidak menurunkan kredibilitas pemerintah. Anggaran Sebagai Alat Pinilaian Kinerja (Performance measurement tool) Anggaran merupakan wujud komitmen dari publik holer (eksekutif) kepada pemberi wewenang (legislatif). Disamping itu anggaran publik juga berfungsi sebagai alat komunikasi antar unit kerja dalam lingkungan eksekutif. Anggaran publik yang disusun dengan baik akan mampu mendeteksi terjadinya inkonsistensi suatu unit kerja di dalam pencapaian tujuan organisasi. Anggaran Sebagai Alat untuk Menciptakan Ruang Publik (Public Sphere) Anggaran publik tidak boleh diabaikan oleh kabinet. Manajer publik harus sadar sepenuhnya bahwa kegagalan dalam melaksanakan anggaran yang telah disetujui akan menjatuhkan kepemimpinannya. Agar dapat memotivasi pegawai target anggaran hendaknya jangan terlalu tinggi sehingga tidak dapat dipenuhi. LSM. Anggaran merupakan alat yang efektif untuk pengendalian dan penilaian kinerja. Anggaran publik merupakan alat koordinasi antar bagian dalam pemerintahan. Anggaran Sebagai Alat Motivasi (Motivation tool) Anggaran dapat digunakan sebagai alat untuk memotivasi manajer dan stafnya agar bekerja secara ekonomis. perguruan tinggi dan berbagai organisasi kemasyarakatan harus terlibat dalam penganggaran publik.

kendaraann. Anggaran operasional 2. Pengeluaran pemerintah yang dapat dikatagorikan dalam anggaran operasional adalah belanja rutin yaitu belanja yang manfaatnya hanya untuk satu tahun anggaran saja dan tidak dapat menambah aset atau kekayaan bagi pemerintah. Pada dasarnya pemerintah tidak memiliki uang yang dimiliki sendiri. melakukan boikot dsbnya E.Akuntansi Sektor Publik 32 politik yang ada. Belanja modal adalah pengeluaran yang masa manfaatnmya lebih dari satu tahun anggran dan akan menambah aset atau kekayaan pemerintah dan selanjutnya akan menambah anggaran rutin untuk biaya operasional dan pemeliharaannya. Pemerintah tidak mungkin memebuhi semua permintaan stake holdernya secara simultan. Politisi mentranslasikan mandat melalui tersebut melalui kebijakan dan program yang memberi mamfaat lebih kepada pemilih yang direfleksikan dalam anggaran. sebab selutrhnya adalah milik publik. Anggaran Modal Anggaran Operasional Anggaran digunakan untuk merencanakan kebutuhan sehari-hari dalam menjalankan pemerintahan. Disebut rutin karena pengeluaran tersebut berulang-ulang ada setiap tahun. Pengangguran dan tuna wisma dan kelompok lain yang kurang terorganisasi akan mudah dan tidak berdaya mengikuti tindakan pemerintah. mereka kan mengambil tindakan dengan jalan lain seperti dengan tindakan massa. perabot dsbnya. Jika tidak ada alat untuk menyampaikan suara mereka. Jenis-Jenis Anggaran Sektor Publik Anggaran sektor publik dibagi menjadi menjadi 2 yaitu : 1. tetapi pemerintah akan . Secara umum pengeluaran yang masuk kategori anggaran operasional antara lain belanja administrasi umum dan belanja operasional dan pemeliharaan. Anggaran Modal Anggran modal menunjukkan rencana jangka penjang dan pembelanjaan atas aktiva tetap seperti gedung. Dalam sebuah msyarakat yang demokratis rakyat memberi mandat kepada pemerintah melalui pemilihan umum. peralatan. Pengeluaran modal yang besar biasanya dilakukan dengan mengunakan pinjaman.

Akuntansi Sektor Publik 33 memilih program yang menjadi prioritas. Diketahui publik Anggaran harus diinformasikan kepada masyarakat luas. Nondiscretionary Appropriation Jumlah yang disetujui oleh legislatif harus termanfaat secaara ekonomis. Jelas Anggaran hendaknya sederhanan dan mudah dipahami oleh masyarakat dan tidak membingungkan 8. Akurat Estimasi anggaran hendaknya tidak memasukkan cadangan yang tersembunyi yang dijadikan sebagi kantong-kantong pemborosan 7. Karenanya adana anggaran non budgetair menyalahi prinsip anggran yang bersifat komprehensif 3. Keutuhan anggaran Semua penerimaan dan pengeluaran pemerintah harus terhimpun dalam dana umum 4. F. . Prinsip-Prinsip Anggaran Sektor Publik Prinsip-prinsip anggaran sektor publik meliputi : 1. Komprehensif Anggaran harus menunjukkan semua penerimaan dan pengeluaran pemerintah. Otorisasi oleh legislatif Anggaran publik harus mendapat otorisasi dari legislatif terlebih dahulu sebelum dibelanjakan oleh eksekutif 2. Disinilah fingsi anggaran yang akan digunakan sebagai alat politis dalam memutuskan prioritas dan kebutuhan keuangan pada sektor tersebut. Periodik Anggran bersifat periodik yang bersifat tahunan atau multi tahunan 6. efisien dan efektif 5.

Siklus anggaran tersebut ada 4 tahap : • • • • Tahap persiapan anggaran Tahap ratifikasi Tahap implementasi Tahap pelaporan dan evaluasi Tahap persiapan anggaran Pada tahap ini dilakukan taksiran pengeluaran atas dasar talsiran pendapatan yang tersedia. H. Prinsip-Prinsip Pokok dalam Siklus Anggaran Pokok-pokok prinsip siklus anggaran harus diketahui oleh penyelengara pemerintahan. Faktor-faktor dominan yang terdapat dalam proses penganggaran adalah : • • • • Tujuan dan target yang hendak dicapai Ketersediaan sumber daya (faktor produksi yang dimiliki pemnerintah) Waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan atau target Faktor lain yang mmpengaruhi anggaran seperti : munculnya peraturan pemerintah yang baru. perubahan sosial politik. yang perlu diperhatikan adalah sebelum menyetujui taksiran pengeluaran .Akuntansi Sektor Publik 34 G. bencana alam dsbnya. fluktuasi pasar. Proses Penyusunan Anggaran Sektor Publik APBD/APBN yang dipresentasikan setiap akhir tahun dihadapan DPRD/DPR memberikan informasi kepada masyarakat luas tentang program yang direncanakan oleh pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat • • • • dan darimana program tersebut dibiayai. Proses penyusunan anggaran mempunyai 4 tujuan : Membantu pemerintah mencapai tujuan dan meningkatkan koordinasi antar bagian dalam lingkungan pemerintah Membantu menciptakan efisiensi dan keadilan dalam menyediakan barang dan jasa publik melalui proses pemrioritasan Memungkinkan pemerintah untuk memenuhi prioritas belanja Meningkatkan transparansi dan pertanggungjawaban pemerintah kepada DPRD/DPR dan masyarakat luas.

setelah itu pemerintah daerah menetapkan Strategi dan Prioritas APBD. menurut ketentuan PP No. 105 dan 108 tahun 2000. PROPERNAS tersebut kemudian dijabarkan dalam bentuk RENSTRA. Dalam PROPERDA di mungkinkan adanya penekanan prioritas pembanguann yang berbeda antara daerah yang satu dengan yang lain. 108 pemerintah daerah diisyaratkan untuk membuat dokumen perencanaan daerah yang terdiri atas PROPERDA (RENSTRADA). Sinkronisasi perencanaan pembangunan yang digariskan oleh pemerintah pusat dan perencanaan pembangunan daerah secara spesifik diatur dalam Peraturan Pemerintah No.Akuntansi Sektor Publik 35 terlebih dulu hendaknya dilakukan taksiran pendapatan secara lebih akurat. Rincian RENSTRADA setiap tahunnya akan digunakan sebagai masukan dalam penyusunan REPETADA dan APBD. Program Pembangunan Nasional (PROPERNAS). 105 tahun 2000 pemerintah daerah bersamasama DPRD menetapkan arah kebijakan umum APBD. Besarnya mata anggaran tergantung pada sistem anggaran yang digunakan. Berdasarkan POPERNAS dan RENSTRA serta analisis fiskal dan makro ekonomi kemudian mulai dibuat persiapan APBN dan RAPETA. Pada pemerintah pusat penyusunan perencanaan pembangunan dimulai dari penyusunan PROPERNAS yang merupakan operasinalisasi GBHN. Sesuai dengan kebutuhan masingmasing daerah. Berdasarkan RENSTRADA yang telah dibuat dan analisis kebijakan fiskal dan ekonomi daerah. Karenanya manajer keuangan publik harus memahami betul dalam menentukan besarnya suatau mata anggaran. Harus disadari adanya masalah yang cukup berbahaya jika anggaran pendapatan diestimasi pada saat bersamaan dengan pembuatan keputusan tentang anggaran pengeluaran. PROPERDA (RENSTRADA) yang dibuat oleh pemerintah daerah bersama-sama dengan DPRD dalam kerangka waktu 5 tahun yang kemudian dijabarkan dalam pelaksanaannya dalam kerangka tahunan. Sementara itu ditingkat daerah (propinsi dan kab/kota) berdasarkan PP No. Rencana Strategis (RENSTRA) dan Rencana Pembangunan Tahunan . Dalam persoalan estimasai yang perlu diperhatikan adalah terdapatnya faktor ketidakpastian yang cukup tinggi. Di Indonesia arahan kebijakan pembangunan pemerintah pusat tertuang dalam dokummen (RAPETA). REPETADA memuat program pembanguan perencanaan berupa GBHN. Dokumen tersebut diupayakan tidak meyimpang dari PROPERNAS dan RENSTRA yang dibuat oleh pemerintah pusat.

APBD menunjukkan implikasi dari anggaran REPETADA yang dibuat. termasuk sasaran yang ingin dicapai dan kebijakan yang ditempuh untuk mencapai sasaran tersebut. Dengan demikian REPETADA merupakan kerangka kebijakan dalam penyediaan dana bagi APBD. karena eksekutif harus mempunyai kemampuan untuk memberikan argumen yang rasional atas segala pertanyaan dan bantahan yang disampaikan oleh legislatif. juga memuat indikator kinerja yang terukur dalam jangka waktu satu tahun. Integritas dan kesiapan mental yang tinggi dari eksekutif sangat penting dalam tahap ini. salesmanship dan coalition holdimg yang memadai. Manajer keuangan publik dalam hal ini bertanggung jawab menciptakan sistem akuntansi keuangan yang memadai . peluang dan tantangan yang sedang dan akan dihadapi Proses pertencanaan arah dan kebijakan pembangunan daerah tahunan (REPETADA) dan anggaran tahuan (APBD) pada hakekatnya merupakan perencanaan instrumnen kebijakan publik sebagai upaya peningktan pelayanan kepada masyarakat. Pimpinan eksekutif dituntut untuk memiliki manejerial skill dan political skill. hal terpenting yang harus dimiliki oleh manajer keuangan publik adalah dimilikinya sistem informasi akuntansi dan sistem pengendalian manajemen. Pendekatan ini diharapkan akan lebih memperjelas program kerja tahuan pemerintah daerah.Akuntansi Sektor Publik 36 daerah secara menyeluruh dalam satu tahun. Tahap implementasi/pelaksanaan anggaran Setelah disetujui oleh legislatif.sehingga bisa diketahui kekuatan. tahap selanjutnya adalah pelaksanaan anggaran. Tahap ratifikasi Tahap ini melibatkan proses plotik yang cukup rumit dan cukup berat. Penjabaran rencana strategis jangka panjang dalam REPETADA tersebut dilengkapi dengan : • • • Perimbangan-perimbangan yang barasal dari evaluasi kinerja pemerintah daerah pada periode sebelumnya Masukan dan aspirasi masyrakat Pengkajian kondisi yang saat ini terjadi. kelemahan.

Jika tahap implementasi telah didukung dengan sistem akuntansi dan sistem pengendalian manajemen yang baik.Akuntansi Sektor Publik 37 dan handal untuk perencanaan dan pengendalian anggaran yang telah disepakati. Tahap pelaporan dan evaluasi Tahap persiapan. sedangkan tahap pelaporan dan evaluasi terkait dengan aspek akuntabilitas. maka pada tahap pelaporan diharapkan tidak memiliki masalah. ratifikasi dan implementasi terkait dengan aspek operasional anggaran. bahkan dapat diandalkan untuk penyusunan periode anggaran tahun berikutnya. .

dan dapat dipercaya. pemerintah daerah harus memiliki sistem akuntansi yang handal. dalam rangka pelaksanaan otonomi daerah dan desentralisasi. yaitu laporan yang menyajikan informasi yang relevan dan dapat diandalkan (reliabel) Untuk menghasilkan laporan keuangan sektor publik yang relevan dan dapat diandalkan. Objektifitas 2. TEKNIK AKUNTANSI KEUANGAN SEKTOR PUBLIK A. Ekonomis dalam penyajian laporan 6. terdapat beberapa kendala yang dihadapi akuntansi sektor publik. Hal ini terkait dengan upaya meningkatkan kualitas laporan keuangan sektor publik. Saat ini sistem akuntansi yang dimiliki pemerintah daerah rata-rata masih lemah. Perlunya Sistem Akuntansi Keuangan Daerah Untuk dapat menghasilkan laporan keuangan yang relevan. maka diperlukan Standar Akuntansi Keuangan Pemerintah Daerah atau secara lebih luas Standar Akuntansi Keuangan Sektor Publik. Sistem akuntansi yang lemah menyebabkan pengendalian intern lemah dan pada akhirnya laporan keuangan yang dihasilkan juga kurang handal dan kurang relevan untuk pembuatan keputusan. Pengembangan akuntansi sektor publik dilakukan untuk memperbaiki praktik yang saat ini dilakukan. Selain sistem akuntansi yang handal. Saat ini sedang disiapkan standar . Materialitas B. handal. Teori Akuntansi Sektor Publik Pada dasarnya ada tiga tujuan perlunya mempelajari teori akuntansi : 91) untuk memahami praktek akuntansi yang ada saat ini (2) mempelajari kelemahan dan kekurangan dari praktek akuntansi yang ada saat ini dilakukan (3) memperbaiki praktek akuntansi di masa yang akan datang. Konsistensi 3. Hambatan tersebut adalah : 1. Tepat waktu 5. Daya banding 4.Akuntansi Sektor Publik 38 5.

dan mulai aktif bekerja tahun 1991. dan dapat dipercaya. akan tetapi sampai saat ini sistem yang ada belum berjalan secara efektif dan efisien. pemerintah daerah harus memiliki sistem akuntansi yang handal. 1999).Departemen Keuangan (Yasin. maka diperlukan Standar Akuntansi Keuangan Pemerintah Daerah (Standar . Pada tahun 1985 Sistem Administrasi Keuangan Pemerintah Daerah sendiri telah mengalami perubahan yang cukup mendasar. handal. SAPA adalah sistem akuntansi untuk pemerintah daerah. usaha pengembangan sistem akuntansi keuangan pemerintah telah dirintis sejak dua puluh tahun silam. dibentuk secara khusus Sub Tim Penyempurnaan Akuntansi Pemerintah (PSAP) yang hasilnya antara lain menerapkan sistem pembukuan berpasangan dalam akuntansi pemerintah pusat (Triharta. sedangkan sistem akuntansi untuk pemerintah pusat upaya pengembangannya telah dilakukan oleh Departemen Keuangan sejak tahun 1982 melalui Proyek Penyempurnaan Sistem Akuntansi dan Pengembangan Akuntansi. yaitu konsultan yang ditunjuk oleh Tim Studi Penyempurnaan Sistem Akuntansi dan Manajemen Keuangan Daerah dengan bantuan World Bank. Sistem akuntansi yang lemah menyebabkan pengendalian intern lemah dan pada akhirnya laporan keuangan yang dihasilkan juga kurang handal dan kurang relevan untuk pembuatan keputusan. Badan Analisa Keuangan Negara Perkreditan dan Neraca Pembayaran (BAKNPNP) .Akuntansi Sektor Publik 39 akuntansi keuangan untuk pemerintah daerah dalam rangka mendukung pelaksanaan otonomi daerah dan desentralisasi fiskal. Hal ini terlihat dengan mulai diperkenalkannya sistem double entry (pembukuan berpasangan) dan akuntansi berbasis akrual yang diformulasikan oleh "Studi Penyempurnaan Sistem Akuntansi dan Manajemen Keuangan Daerah" yaitu tim yang dibentuk oleh Pusat Analisa Keuangan Daerah (PAKD). Sejak tahun 1980-an Departemen Dalam Negeri telah berupaya mengembangkan sistem akuntansi yang dipandang cocok dengan corak pemerintah daerah. 1999). Jika dilihat dari perspektif historis. Saat ini sistem akuntansi yang dimiliki pemerintah daerah rata-rata masih lemah. Selain sistem akuntansi yang handal. 1999). Untuk dapat menghasilkan laporan keuangan yang relevan. dan untuk itu telah dihasilkan konsep Sistem Akuntansi dan Pengendalian Anggaran/SAPA (Triharta. SAPA merupakan penyempurnaan dari proposal “Sistem Perencanaan dan Manajemen Keuangan Daerah (SPMKD)” yang dibuat oleh PT Redecon. Untuk pelaksanaan proyek tersebut. dalam rangka pelaksanaan otonomi daerah dan desentralisasi.

dan BAKUN sebagai Central Accounting Office ditugasi untuk mempersiapkan draftnya. draft tersebut masih perlu dilakukan pembahasan dan public hearing dengan user agar dapat dijadikan standar (Sugijanto. Pada tahun 1995 BPK telah mengirim surat kepada Menteri Keuangan untuk mempersiapkan Standar Akuntansi Keuangan Pemerintah. Kos Pinjaman. Laporan Arus Kas. Kesalahan Mendasar dan Perubahan Kebijakan Akuntansi. Namun sampai saat ini. Exposure draft tersebut terdiri atas lima bagian. Upaya untuk menghasilkan standar akuntansi keuangan yang baku terus dilakukan. Sementara itu di Indonesia belum ada Standar Akuntansi Keuangan Sektor Publik yang baku yang dapat digunakan sebagai pedoman bagi pemerintah daerah dalam penyusunan laporan keuangan dan bagi auditor dalam mengaudit laporan tersebut. Selain itu BAKUN juga diserahi tugas untuk membantu melakukan pengembangan akuntansi untuk instansi (agency accounting). Pada tahun 1999 yang lalu Ikatan Akuntan Indonesia telah membentuk kompartemen baru yaitu Kompartemen Akuntan Sektor Publik. 1999). dan Surplus atau Defisit Neto untuk Periode Berjalan.Akuntansi Sektor Publik 40 Akuntansi Keuangan Sektor Publik). karena baru sekarang mempunyai rancangan standar akuntansi keuangan sektor publik. yang ditugasi untuk menyelenggarakan akuntansi dan mempersiapkan laporan pertanggungjawaban konstitusional pemerintah pusat. Sebenarnya Indonesia dalam hal ini sudah cukup ketinggalan. Salah satu tugas kompartemen baru ini adalah menyusun standar akuntansi keuangan sektor publik. BAKUN merupakan lembaga yang dibentuk oleh Departemen Keuangan tahun 1992. Tidak adanya standar akuntansi sektor publik di Indonesia saat ini menyebabkan kesulitan dalam mengaudit laporan keuangan . Usaha untuk membuat standar akuntansi keuangan pemerintah sudah pernah dilakukan oleh Badan Akuntansi Keuangan Negara (BAKUN). Laporan Keuangan Konsolidasi dan Akuntansi untuk Entitas Kendalian. Tidak adanya standar akuntansi yang memadai akan menimbulkan implikasi negatif berupa rendahnya reliabilitas informasi keuangan serta menyulitkan dalam pengauditan. Standar yang saat ini ada belum mencukupi untuk mendukung pelaksanaan otonomi daerah dan desentralisasi. yaitu Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Sektor Publik tentang Penyajian Laporan Keuangan. Saat ini baru dihasilkan exposure draft mengenai Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Sektor Publik yang diterbitkan November 2000. Dengan telah dihasilkannya exposure draft tersebut diharapkan dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi sudah dapat disahkan menjadi standar yang baku.

Sedangkan bagi pihak intern pemerintah daerah. Terdapat beberapa alasan mengapa pemerintah daerah perlu membuat laporan keuangan. Sedangkan dari sisi pemakai eksternal. sosial. . Standar Auditing Pemerintah (SAP) sudah ada dan saat ini sedang kita tunggu Standar Akuntansi Keuangan Sektor Publik (SAKSP). laporan keuangan merupakan alat pengendalian dan evaluasi kinerja pemerintah dan unit kerja pemerintah daerah. Laporan keuangan tersebut merupakan komponen penting untuk menciptakan akuntabilitas sektor publik dan merupakan salah satu alat ukur kinerja finansial pemerintah daerah. akuntabilitas hukum (legal accountability). pemerintah daerah diharapkan dapat menyajikan laporan keuangan yang terdiri atas Laporan Surplus/Defisit. Akuntansi sektor publik memiliki peran utama untuk menyiapkan laporan keuangan sebagai salah satu bentuk pelaksanaan akuntabilitas publik. laporan keuangan tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk penilaian kinerja. Karena laporan tersebut akan digunakan untuk pembuatan keputusan. Pada perkembangan selanjutnya perlu juga dipersiapkan alat ukur kinerja (performance measurement) untuk mengukur kinerja lembaga-lembaga pemerintahan di Indonesia. dan Neraca. tantangan yang dihadapi akuntansi sektor publik adalah menyediakan informasi yang dapat digunakan untuk memonitor akuntabilitas pemerintah daerah yang meliputi akuntabilitas finansial ( financial accountability).Akuntansi Sektor Publik 41 pemerintah. laporan keuangan pemerintah daerah merupakan salah satu bentuk mekanisme pertanggungjawaban dan sebagai dasar untuk pengambilan keputusan. Laporan Aliran Kas. maka laporan keuangan pemerintah daerah perlu dilengkapi dengan pengungkapan yang memadai (disclosure) mengenai informasi-informasi yang dapat mempengaruhi keputusan. Bagi pihak eksternal. dan akuntabilitas kebijakan (policy accountability). Sejalan dengan pelaksanaan otonomi daerah dan desentralisasi fiskal. Dalam era otonomi daerah dan desentralisasi. Dilihat dari sisi internal. dan politik. Perlunya Informasi Akuntansi Untuk Mewujudkan Akuntabilitas Publik Salah satu alat untuk memfasilitasi terciptanya transparansi dan akuntabilitas publik adalah melalui penyajian Laporan Keuangan Pemerintah Daerah yang komprehensif. Laporan Keuangan Pemerintah Daerah yang berisi informasi keuangan daerah akan digunakan sebagai dasar pertimbangan untuk pengambilan keputusan ekonomi. akuntabilitas politik (political accountability). Laporan Realisasi Anggaran (Perhitungan APBD). akuntabilitas manajerial (managerial accountability).

dan kebutuhan sumber daya finansial jangka pendek unit pemerintah. Secara khusus. (d) untuk mengevaluasi tingkat pemerataan (equity). 3. dan ketentuan lain yang disyaratkan. 2. sosial. . serta untuk memprediksi pengaruh pemilikan dan pembelanjaan sumber daya ekonomi terhadap pencapaian tujuan operasional. kontrak yang telah disepakati. Memberikan informasi untuk mengevaluasi kinerja manajerial dan organisasional: (a) untuk menentukan biaya program. Memberikan informasi untuk perencanaan dan penganggaran. program. dan fungsi serta efektivitas terhadap pencapaian tujuan dan target. dan fungsi tertentu di unit pemerintah. dan dengan kinerja unit pemerintah lain. Untuk memberikan informasi yang digunakan dalam pembuatan keputusan ekonomi. kesesuaiannya dengan peraturan perundang-undangan. tujuan umum penyajian laporan keuangan oleh pemerintah daerah adalah: 1. membandingkan dengan kinerja periode-periode sebelumnya. aktivitas. fungsi. Memberikan informasi keuangan untuk menentukan dan memprediksi kondisi ekonomi suatu unit pemerintahan dan perubahan-perubahan yang terjadi di dalamnya. TUJUAN PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH Secara garis besar. (c) untuk mengevaluasi hasil suatu program. (b) untuk mengevaluasi tingkat ekonomi dan efisiensi operasi.Akuntansi Sektor Publik 42 E. 2. aktivitas. dan politik serta sebagai bukti pertanggungjawaban (accountability) dan pengelolaan (stewardship). Untuk memberikan informasi yang digunakan untuk mengevaluasi kinerja manajerial dan organisasional. saldo neraca. 5. Memberikan informasi keuangan untuk menentukan dan memprediksi aliran kas. Memberikan informasi keuangan untuk memonitor kinerja. tujuan penyajian laporan keuangan oleh pemerintah daerah adalah: 1. 4. dan aktivitas sehingga memudahkan analisis dan melakukan perbandingan dengan kriteria yang telah ditetapkan.

Keluaran Sistem Akuntansi Menurut Pusat PertanggungJawaban 1. • Menteri/pimpinan lembaga/gubernur/bupati/walikota/kepala satuan kerja yang menggunakan dana bagian anggaran yang dikuasai Menteri Keuangan wajib menyampaikan pertanggungjawaban penggunaan dana kepada Menteri Keuangan c.Akuntansi Sektor Publik 43 6. Tanggung Jawab Fungsi Akuntansi Departemen/Lembaga 1.q. 42 Tahun 2002 tentang Pelaksanaan APBN • Menteri/Pimpinan Lembaga wajib menyelenggarakan pertanggungjawaban penggunaan dana yang dikuasainya berupa laporan realisasi anggaran dan neraca departemen/lembaga bersangkutan kepada Presiden melalui Menteri Keuangan. Juga mempunyai tanggungjawab untuk penyusunan laporan konsolidasi atas seluruh kantor dan proyek yang di bawah kendali masing-masing Eselon I dimaksud 3. Sekjen.012/2003 Tanggal 18 Juli 2003 tentang Sistem Akuntansi dan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat 3. Pusat Pertanggungjawaban * Seluruh Pemerintah Pusat * Departemen/Lembaga * Eselon I . Dirjen dan Unit Eselon I lainnya mempunyai wewenang/ tanggungjawab terhadap seluruh kantor dan proyek dibawah kendalinya. Keputusan Menteri Keuangan No. 2. Kakanwil mempunyai wewenang/tanggungjawab terhadap akuntansi dan pelaporan keuangan yang meliputi seluruh kantor dan proyek di wilayahnya 2. Kepala BAKUN. Keputusan Kepala Badan Akuntansi Keuangan Negara No. 337/KMK. Sekjen bertanggung jawab untuk menyiapkan laporan keuangan konsolidasi untuk tingkat departemen/lembaga C. SISTEM AKUNTANSI PEMERINTAH PUSAT A. Dasar Hukum 1. KEP-16/AK/2004 tanggal 24 Juni 2004 tentang Pelaksanaan Penyusunan Laporan Keuangan Kementerian Negara /Lembaga Tahun Anggaran 2004 B. Keputusan Presiden RI No.

Departemen/Lembaga * Unit Akuntansi Kantor Pusat Instansi (UAKPI) * Unit Akuntansi Eselon I (UAE I) * Unit Akuntansi Wilayah (UAW) E. Penanggung Jawab * Presiden * Menteri/Ketua Lembaga * Sekjen/Irjen/Dirjen/Kepala * Kepala Kantor Wilayah D. Unit Pelaksana SAPP 1. hutang dan ekuitas dana pada akhir periode pelaporan .Akuntansi Sektor Publik 44 * Propinsi * Satuan Kerja * Proyek 2. Neraca * Neraca bertujuan untuk melaporkan posisi keuangan pada suatu tanggal tertentu * Neraca menginformasikan saldo perkiraan aset. Departemen Keuangan * BAKUN Pusat * Kantor Akuntansi Regional * Kantor Akuntansi Khusus 2. Laporan Realisasi Anggaran * Laporan Realisasi Anggaran bertujuan untuk melaporkan Pelaksanaan anggaran selama periode tertentu * Laporan ini memperlihatkan perbandingan realisasi belanja dengan allotment yang dirinci menurut tujuan dan klasifikasi belanja atau perbandingan realisasi pendapatan denganestimasi pendapatan 2. Laporan Departemen/Lembaga 1.

Waktu Penyampaian Laporan 1. Buku Besar * Penerimaan/pengeluaran Anggaran * Aktiva tetap * Hutang Jangka Panjang * Investasi Permanen 2. Laporan * Laporan Realisasi Anggaran * Laporan Bulanan Inventaris. selambat-lambatnya disampaikan ke BAKUN pada akhir bulan bulan Maret tahun berikutnya. Laporan Realisasi Anggaran dan Neraca . Laporan Mutasi Barang Triwulanan. Pemrosesan Data SAPP 1. Laporan Tahunan * Laporan Hutang Jangka Panjang * Laporan Investasi Permanen 3.Akuntansi Sektor Publik 45 F. . Pelaksanaan Penyusunan Neraca Departemen/Lembaga G.

fiskal serta agama sebagai diatur pada Peraturan Pemerintah (PP) yang menjabarkan . Bahkan dengan adanya perubahan tahun anggaran yang akan dimulai 1 Januari 2001 mendatang. Perubahan ini sekaligus ditandai dengan pergantian pemerintahan pada pemilu mendatang. Substansi kewenangan daerah khususnya kabupaten/ kotamadya yang selama ini diketahui. 45 tahun 1992. Sudah menajdi persoalan publik. tinjauan tentang otonomi daerah tersebut masih mengacu pada UU yang lama. Padahal UU tersebut kurang menyiratkan asas demokrasi dan jauh dari rumusan mengenai kewenangan penyelenggaraan urusan pemerintahan secara luas. 25/99) tentang Otonomi Daerah dan Perimbangan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah sebagai tinjauan umum tentang otonomi daerah yang dikehendaki oleh masyarakat dan pemerintah daerah. yakni UU No. otonomi daerah akan diimplementasikan ke daerah. saya mencoba mengetengahkan UU yang baru (No. keculai kewenangan dalam bidang politik luar negeri. Oleh karena itu melalui tulisan ini. Pada pasal 11 UU no. Berbagai tulisan mengenai tinjauan terhadap otonomi daerah pernah dimuat pada edisi 17 dan 18 pada Buletin Pengawasan ini. peradilan. juga mencoba mencari solusi dan visi kewenangan otonomi daerah sebagai upaya membangun paradigma baru otonomi yang luas. perihal akan berlakunya pelaksanaan otonomi yang luas. 22/1999 yang mengatur tentang (1) Kewenangan daerah kabupaten/kotamadya mencakup semua kewenangan yang dikecualikan pasal 7 ayat (2). sangat mungkin implementasi tersebut juga dipercepat. OTONOMI DAERAH dan PERIMBANGAN KEUANGAN PUSAT DAN DERAH Pengantar Diperkirakan penerapan kewenangan otonomi daerah baru akan terlaksana pada tahun 2002 atau bahkan tahun berikutnya. Namun yang patut disayangkan. Pertahanan dan keamanan. moneter. Sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomr 22/1999. 22/99 dan No.Akuntansi Sektor Publik 46 VII. karena idealnya tahun anggaran 2001 harus sudah ditopang oleh kewenangan-kewenangan serta struktur organisasi/kelembagaan baru yang harus disesuaikan dengan paradigma baru otonomi. Belum bersinggungan terhadap proses perubahan urusan daerah masing-masing secara penuh dan bertanggung jawab serta adanya proses reformasi yang tengah berlangsung dalam rangka penyerahan urusan pemerintahan dan pembangunan ke daerah masing-masing. 5 tahun 1974 dan PP No.

25/1999 menurut pandangan daerah. saat ini pemerintah daerah sangat berharap agar pendelegasian kewenangan dalam bidang keuangan yang juga sedang dirumuskan di Pusat. pendidikan dan kebudayaan. kehutanan. lingkungan hidup. gas. Pada pasal 11 ayat (2) bidang pemerintahan yang wajib dilaksanakan oleh daerah kabupaten/kotamadya meliputi pekerjaan umum (sekarang kimbangwil). harus memberi kesempatan pada daerah untuk secara aktif dan kreatif serta bertanggung jawab mengembangkan potensi daerahnya. Di lain pihak. Bagi kabupaten/kotamadya yang memiliki sumber minyak bumi. Pendelegasian kewenangan ini menyangkut khususnya pada pembagian keuangan pusat-daerah berdasarkan UU no. bagi daerah yang tidak memiliki sumber alam sebagaimana dimaksud UU No. pemerintah pusat/propinsi harus mampu menyediakan dana alokasi khusus untuk menghindari ketimpangan penerimaan antar kabupaten/kotamadya di satu propinsi antara lain karena tidak meratanya ketersediaan sumber-sumber alam atau potensi lainnya. kewenangan mengatur yang berkaitan . Yang jelas. perhubungan. industri dan perdagangan. pertanahan. Di sisi lain. Sedangkan Undang-Undang Nomor 25/1999 tentang perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah sampai saat ini belum jelas seperti apa penjabarannya ke dalam PP. pertambangan umum maupun perikanan yang berdasarkan formula baru akan menerima lebih banyak dari pusat. sebaiknya menerima alokasi bantuan/subsidi yang minimal sama dengan sebelum diberlakukannya sistem alokasi baru nanti. maka untuk menjaga tingkat kesejahteraan yang sudah dicapai sampai saat ini. Sebaliknya. 25/1999. Memang. Pendelegasian Kewenangan Uraian mengenai pengertian dan visi dari pendelegasian kewenangan dalam otonomi daerah sebagai perwujudan dalam upaya membangun paradigma baru otonomi dapat dijelaskan sebagai berikut : Pertama Pendelegasian kewenangan pengelolaan keuangan. serta harus segera menyiapkan program belanja yang benar-benar berorientasi pada peningkatan kesejahteraan rakyat daerah sesuai tuntutan otonomi.Akuntansi Sektor Publik 47 pasal 7 ayat (2) dan pasal 9 yang saat ini sedang dimantapkan di pusat (disosialisasikan ke daerah). kesehatan. pertanian. koperasi dan tenaga kerja. 18 tahun 1997 tentang Pajak dan Restribusi Daerah yang justru sangat membatasi kewenangan daerah. penanaman modal. pada saat ini untuk sementara masih berlaku UU no.

juga secara pasti sedang mengarah pada terwujudnya sistem check and balance dalam sistem kekuasaan di daerah. nampaknya tidak memungkinkan lagi terbukanya peluang intervensi kepentingan pusat atau propinsi dalam proses maupun keputusan politik di daerah.Akuntansi Sektor Publik 48 dengan kebijakan atas perencanaan dan pelaksanaan program/proyek/kegiatan yang bersumber dana dari bantuan pusat/propinsi harus didelegasikan sepenuhnya kepada kabupaten/kotamadya. sehingga memiliki kewenangan politik yang sangat otonom. Terputusnya hierarki kewenangan pusat dan propinsi atas sistem politik di kab/kota. Dalam konteks otonomi daerah. pemilihan kepala daerah (Gubernur/ Walikota/Bupati). Kewenangan dalam politik yang demikian independen di daerah. Kedua Pendelegasian kewenangan politik. Pelimpahan kekuasaan politik kepada daerah. termasuk dalam proses 2. DPRD sebagai badan legislatif daerah berkedudukan sejajar dan menjadi mitra dari pemerintah daerah (pasal 16 ayat 2 UU no. Dengan demikian perlu diimbangi dengan tumbuhnya peran kontrol masyarakat (internal control) kepada DPRDnya. Bahkan dalam hal-hal tertentu. telah mencapai suatu perkembangan yang sangat signifikan dibanding bidang-bidang lainnya. kekuasaan politik yang dimiliki DPRD tersebut didukung oleh kedudukan dan fungsi legislatif yang terpisah dari eksekutif. Dengan demikian. Mekanisme Pendelegasian kewenangan politik yang berlaku efektif pada saat dan setelah pelaksanaan Pemilu 1999 yang lalu. maka fungsi kontrol dapat dilaksanakan secara efektif. Kondisi ini terjadi dimungkinkan karena : 1. agar dalam menjalankan fungsi kontrolnya yang ketat kepada eksekutif dan perlu diimbangi pula adanya kontrol masyarakat atas perilaku politiknya. di samping telah memberdayakan peran DPRDnya. Dengan kedudukan yang sejajar bahwa DPRD merupakan mitra bagi pemerintah daerah. dengan melalui pendelegasian kewenangan politik ini sebagai upaya membangun paradigma baru . Pemilu tahun 1999 yang menghasilkan DPRD yang representatif telah mewakili politik rakyat daerah. implementasi kewenangan politik sudah berkembang jauh melampaui batas-batas etika dan bahkan terkadang berbenturan dengan fungsi birokrasi. Artinya tidak perlu ada lagi mekanisme semacam rapat teknis yang hanya menambah tenaga hierarki dan pendanaan. 22/99).

Dalam konteks UU No. yang pada dasarnya merupakan penjabaran lebih lanjut dari pasal 7 dan 9 UU No. Dalam rangka menuju bangsa yang demokratis seperti yang tersirat dalam UU no. kadangkala sering muncul berbagai kasus yang terkesan keluar dari nilai-nilai demokrasi yang universal seperti isu politik uang atau sejenisnya di daerah. melainkan lebih sebagai tuntutan dari bawah sesuai dengan kebutuhan masyarakat daerah. menetapkan dan mensahkan peraturan daerah sejak . pihak eksekutif akan bekerja keras untuk tidak melakukan kesalahan sekecil apapun dalam melaksanakan tugasnya. khususnya dalam menyusun. Pada saatnya akuntabilitas publik dari para aktor politik maupun para birokrat akan menjadi syarat utama yang dituntut masyarakat.22/99 di dalamnya mengatur 26 bidang kewenangan pusat dan propinsi yang mencakup 426 urusan yang masih menjadi kewenangan pusat dari 203 urusan yang menjadi kewenangan propinsi. Seperti yang telah kita ketahui. 4. diharapkan urusan-urusan yang dalam PP dirancang masih menjadi kewenangan pusat atau propinsi tersebut diharapkan tidak menyimpang (meskipun) melalui berbagai cara apapun) dari maksud otonomi luas dari UU no. Adanya kewajiban bagi Gubernur. berdasarkan rancangan PP yang sedang disosialisasikan ke daerah. apakah benar akan demikian kenyataannya pada saat nanti? Hal ini perlu dibuktikan dan sangat tergantung pada substansi peraturan pemerintah yang mengatur kewenangan pemerintah dan propinsi yang rencananya akan dikeluarkan pada bulan (Juli 2000). diharapkan masalah calon titipan atau pendamping dari pusat yang selama ini selalu menyertai dalam pemilihan Kepala daerah hanya tinggal cerita. Walikota dan Bupati untuk menyampaikan pertanggungjawaban pada setiap akhir tahun anggaran akan memperkuat posisi politik DPRD dalam melaksanakan fungsi kontrolnya. Yang menjadi pertanyaan.Akuntansi Sektor Publik 49 otonomi. 22/99 ini. 22/99 pada prinsipnya bukan merupakan sesuatu yang didelegasikan dari atas seperti pada pemerintahan orde lalu. 22/99 ini. 3. Ketiga Pendelegasian kewenangan urusan daerah. Sebagai upaya mengaktualisasikan mengatur (fungsi legislatif). Mudahmudahan itu hanya merupakan dampak dari keterkejutan sesaat atas terjadinya perubahan yang drastis dan global dalam sistem politik. Oleh karena itu. Sedangkan di luar kewenangan pusat sebagaimana ditetapkan dalam pasal 7 ayat 1 maupun kewenangan propinsi sebagaimana ditetapkan dalam pasal 9 ayat 1 adalah merupakan kewenangan kab/kota sebagai daerah otonom untuk mengatur (legislasi) dan kewenangan untuk mengurusi (eksekusi). Sehingga.

Banyak kebijakan bisa diputuskan dengan cepat dan memungkinkan pelayanan berjalan dengan lebih baik. Pada akhirnya. tetapi bukan segalanya dalam mengatur pemerintahan. Yang terpenting lagi. 22/99. jika dimilikinya kewenangan mengatur oleh daerah khususnya kabupaten/kotamadya. Karena tanpa dukungan . Dengan demikian. Diharapkan dari sini akan lahir dan terbangun akuntabilitas publik dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. juga harus didasarkan pada suatu keyakinan bahwa pelayanan yang dilakukan oleh lembaga yang terdesentralisasi adalah lebih baik daripada yang tersentralisasi. untuk melaksanakan otonomi.25/99. 22/99 (pasal 11) maupun urusan yang harus dilakukan sesuai dengan tuntutan nyata daerah. masyarakat daerah harus mampu bersikap kritis dan berani menyatakan hal yang benar bila para politikus (DPRD) dan birokrat menyimpang dari rel yang benar. maka daerah akan menata ulang kelembagaan maupun SDMnya segera setelah PP tersebut ditetapkan. Sehingga diharapkan dengan paradigma baru bahwa urusan daerah merupakan sesuatu yang harus lahir dari bawah. 22/99 dan UU No. perlu ada sikap konsistensi dari substansi peraturan pemerintah yang mengatur pelaksanaan lebih lanjut UU No. akan lebih bijaksana apabila makna otonomi luas dapat diartikan sebagai kebebasan yang bertanggung jawab untuk memilih dan menentukan urusan sesuai kebutuhan daerah dan dalam batas-batas kemampuan anggaran yang tersedia untuk membiayainya. kewenangan mulai ada pada daerah. tentu akan terkait langsung dengan urusan yang benar-benar dibutuhkan oleh daerah dan tidak termasuk ke dalam urusan propinsi atau pusat berdasarkan PP. Di pihak lain. segi materi (keuangan) memang sangat penting. Kesiapan Daerah untuk Otonomi Kesiapan daerah untuk melaksanakan otonomi di samping karena memadainya kewenangan otonom yang dimiliki.Akuntansi Sektor Publik 50 diberlakukan UU no. otonomi yang luas tidak diartikan bebas semaunya dan dengan begitu maka daerah akan selalu mempertimbangkan bukan hanya soal banyak atau sedikitnya urusan yang ditangani. Selanjutnya. tetapi lebih kepada manfaat (benefit) yang diperoleh bagi masyarakat daerah tersebut. Seperti Badan/Dinas/Bagian yang ada saat ini akan disesuaikan dengan urusan yang wajib dilaksanakan berdasarkan UU No. Karena yang lebih penting lagi adalah diberikannya kebebasan kewenangan untuk mengatur dan mengurus fungsi-fungsi pemerintahannya yang sebenarnya sudah menjadi hak atau milik daerah sejak lama. Sedangkan upaya untuk mengaktualisasikan kewenangan mengurus.

.Akuntansi Sektor Publik 51 dari masyarakat daerah tersebut. membangun visi otonomi daerah yang diinginkan oleh bangsa ini sulit akan diwujudkan.

PENDAHULUAN Dokumen Akumtansi merupakan sumber utama untuk pencatatan ke dalam jurnal dan buku pembantu. Dst sesuai dengan kebijakan yang ada di daerah 2. Surat Permintaan Pembayaran (SPP) b. Surat Pertanggungjawaban (SPJ) d. Tanda Bukti Pengeluaran e. Surat Tanda Setoran b. Bukti pengeluaran kas dapat berupa: a. PRAKTEK AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH DALAM PRESPEKTIF PARADIGMA BARU PENGELOLAAN KEUANGAN SEKTOR PUBLIK A. Dokumen transaksi terdiri atas: 1. Setiap transaksi merupakan sumber utama untuk pencatatan ke dalam jurnal dan buku pembantu. Bukti Penerimaan Kas Bukti Penerimaan Kas merupakan semua dokumen yang menjadi bukti adanya penerimaan kas oleh daerah dan menjadi sumber bagi pencatatan ke dalam jurnal penerimnaan kas. Bukti Pengeluaran Kas Bukti Pengeluaran Kas merupakan semua dokumen yang menjadi bukti adanya pengeluaran kas oleh daerah dan menjadi sumber bagi pencatatan ke dalam jurnal pengeluaran kas. Bukti penerimaan kas dapat berupa: a. Adanya bukti transasksi inilah yang memicu pencatatan akuntansi. Rekap Penerimaan Hariian d.Akuntansi Sektor Publik 52 VIII. Dst sesuai dengan kebijakan yang ada di daerah 3. Setiap transaksi harus disertai dengan dokumen atau bukti transaksi yang sah. Bukti Memorial Bukti Memorial merupakan bukti pencatatan pada Jurnal Umum . Surat Perintah Membayar (SPM) c. Tanda Bukti Penerimaan c. Karena akuntansi hanya mencatat objek yang timbul akibat transaksi yang sah maka tidak ada transaksi tanpa bukti transaksi.

sedangkan transaksi yang tidak ada penerimaan atau pengeluaran kas dicatat diakhir periode dalam jurnal penyesuaian. Pengukuran kinerja dapat dilakukan secara lebih komprehensif. Sistem double entry dapat menghasilkan laporan keuangan yang lebih mudah diaudit dan penelusuran antara bukti transaksi. Sistem double entry merupakan sistem pembukuan berpasangan.Akuntansi Sektor Publik 53 B. utang. Sedangkan basis kas modifikasian berarti pencatatan hanya dilakukan hanya terhadap transaksi yang melibatkan kas. CATATAN AKUNTANSI Catatan akuntansi merupakan bagian dari siklus akuntansi keuangan daerah. Single entry tidak dapat memberikan informasi yang komprehensif Tidak dapat mencerminkan kinerja yang sesungguhnya Single entry telah ditinggalkan oleh banyak negar-negara maju. dan keberadaan kekayaan. Sistem double entry menggantikan sistem single entry. Pencatatan dilakukan dengan sistem double entry berdasarkan basis Kas Modifikasian. dimana dalam setiap pencatatan transaksi maka kita akan mencatat dua hal yang terpengaruh dengan adanya transaksi tersebut. dan ekuitas organisasi 2. Sistem singe entry ditinggalkan karena 1. catatan. Catatan akuntansi tersebut digunakan untuk mencatat segala macam transaksi yang terjadi di lingkungan Pemerintah Daerah. laporan neraca di akhir periode akuntansi digunakan basis akrual. pencatatan anggaran menggunakan basis kas. Sistem double entry digunakan sebab memiliki keuntungan 1. Dengan basis kas modifikasian. 3. 2. Pencatatan ini dikenal dengan sistem debit-kredit. sedangkan untuk menghasilkan .

ATURAN DEBIT-KREDIT Dalam sistem pembukuan berpasangan dikenal aturan debit-kredit. Pencatatan dalam Jurnal c. Peringkasan (posting ke Buku Besar) d. yaitu: a. Catatan akuntansi terdiri dari beberapa macam jurnal. Laporan Keuangan Data yang terdapat dalam buku besar dan buku pembantu menjadi sumber untuk membuat laporan keuangan. Sehingga dibuat jurnal khusus yang digunakan untuk mencatat transaksi yang terjadi berulang-ulang dengan tujuan mengurangi pekerjaan dalam membuat jurnal dan akan memudahkan pembukuan ke rekening-rekening. Jurnal Penerimaan Kas . Analisis transaksi b. Dengan adanya pencatatan dengan sistem double entry tersebut. Perincian ke dalam buku pembantu e. Sedangkan untuk aturan debit-kredit dalam struktur APBD yang baru adalah sebagai berikut: Struktur APBD Pendapatan Belanja Pembiayaan Penerimaan Derah Pengeluaran Daerah Bertambah K D K K D Berkurang D K D D K Berikut ini adalah langkah-langkah yang harus dilakukan utnuk melakukan pencatatan: a.Akuntansi Sektor Publik 54 C. maka sangat tidak efisien untuk mencatat transaksi yang berulang kali. Aturan tersebut adalah sebagai berikut: Jenis Rekening Bertambah Berkurang Aktiva D K Utang K D Modal K D Pendapatan K D Biaya D K Klasifikasi rekening diatas adalah untuk rekening umum yang terdapat dalam neraca.

Penerimaan Kas dari pinjaman 5. transaksi pengeluaran kas juga terjadi berulangkali. yaitu obyek yang menyebabkan terjadinya penerimaan kas Jurnal Standar Transaksi atau kejadian yang mengakibatkan penerimaan kas umumnya berupa: 1. bukan barang 3. Data yang dicatat dan digolongkan dalam buku jurnal ini adalah: 1.Akuntansi Sektor Publik 55 Buku Jurnal Penerimaan Kas merupakan buku yang digunakan untuk mencatat dan mengolongkan transaksi atau kejadian yang mengakibatkan terjadinya penerimaan kas. Penerimaan Kas dari penerimaan dana perimbangan 3. dicatat secara urut tanggal (kronologis) 2. Jurnal Pengeluaran Kas Jurnal Pengeluaran Kas memberikan makna bahwa kas dikredit dan rekening yang terdapat dalam jurnal pengeluaran kas pada tanggal terjadinya transaksi. Seperti halnya Jurnal Penerimaan Kas. Jurnal Kas yang diterima. dalam bentuk uang. Penerimaan Kas dari pendapatan asli daerah 2. Obyek Penerimaan kas. misalnya adalah pengeluaran kas untuk belanja. Data yang dicatat dan digolongkan dalam buku jurnal ini minimal adalah: . Buku Jurnal Pengeluaran Kas merupakan buku yang digunakan untuk mencatat dan menggolongkan transaksi atau kejadian yang mengakibatkan terjadinya pengeluaran kas. Penerimaan Kas dari lain-lain pendapatan yang sah 4. Tanggal transaksi atau kejadian keuangan. jurnal standar penerimaan kas adalah: Debit : Kas Kredit : Pendapatan Asli Daerah (ditulis nama obyek) Pendapatan Dana Perimbangan (ditulis nama obyek) Lain-lain Pendapatan yang Sah (ditulis nama obyek) Pembiayaan – Penerimaan Pinjaman (ditulis nama obyek) Pembiayaan – Penerimaan Piutang (ditulis nama obyek) b. Contohnya adalah penerimaan kas dari pinjaman. Penerimaan Kas dari tagihan piutang Untuk mencatat dan menggolongkan transaksi kejadian tersebut.

Pengeluaran Kas untuk belanja tidak tersangka 7.Akuntansi Sektor Publik 56 1) Tanggal Transaksi atau Kejadian Keuangan 2) Jumlah Kas yang Diterima 3) Obyek Pengeluaran Kas Jurnal Standar Transaksi atau kejadian yang mengakibatkan pengeluaran kas antara lain: 1. dicatat dalam satu buku jurnal yang lain yaitu Buku Jurnal Umum. Untuk transaksi yang tidak melibatkan Kas Daerah. Pengeluaran Kas untuk belanja operasi 3. Buku Jurnal Umum merupakan buku yang digunakan untuk mencatat dan menggolongkan transaksi atau kejadian yang tidak mengakibatkan terjadinya . Pengeluaran Kas untuk belanja modal publik 5. Pengeluaran Kas untuk pembayaran hutang pokok 8. Pengeluaran Kas untuk penyertaan modal Untuk mencatat dan menggolongkan transaksi atau kejadian tersebut. Pengeluaran Kas untuk belanja modal aparatur 4. Jurnal Standar Pengeluaran Kas adalah: Debit : Belanja Administrasi Umum ( ditulis nama obyek) Belanja Operasi dan Pemeliharaan ( ditulis nama obyek) Belanja Modal aparatur ( ditulis nama obyek) Belanja modal Publik ( ditulis nama obyek) Belanja Transfer ( ditulis nama obyek) Belanja Tdak Tersangka ( ditulis nama obyek) Pembiayaan – Pembayaran Hutang ( ditulis nama obyek) Pembiayaan – Penyertaan Modal ( ditulis nama obyek) Kredit : Kas c. Pengeluaran Kas untuk belanja transfer 6. Pengeluaran Kas untuk belanja adminstrasi umum 2. Jurnal Umum Kedua jurnal diatas merupakan jurnal yang digunakan hanya untuk transaksi yang melibatkan Kas Daearah.

Jenis dan macam buku besar menyesuaikan dengan kelompok rekening dalam struktur APBD yang baru. Buku Besar Pendapatan Buku Besar Pendapatan memuat rekening-rekening pendapatan. dan pembelian barang secara kredit. Pendapatan Asli Daerah Termasuk dalam buku besar kelompok Pendapatan Asli daerah adalah: 1) buku besar Pajak Hotel 2) buku besar Pajak Restoran 3) buku besar Retribusi Pelayanan Kesahatan 4) buku besar Pelayanan Parkir b. buku jurnal umum dapat dirancang utnuk menampung data lain sesuai dengan kebutuhan. Data yang dicatat dan digolongkan dalam buku jurnal ini minimal adalah: • • • • • Tanggal Transaksi atau Kejadian Keuangan Kode Rekening Uraian Jumlah Debit Jumlah Kredit Disamping itu. Selanjutnya dirinci lagi sesuai dengan komponen yang menyusun rekening pendapatan yaitu: a. Lain-lain Pendapatan yang Sah . Buku besar pada dasarnya terdiri dari sekumpulan rekening yang digunakan untuk menmpung nama rekening yang telah dicatat dan digolongkan dalam Buku Jurnal. yaitu: 1. Sedangkan untuk penggolangan dan perincian transaki digunakan 2 buku. Buku Besar Transaksi yang telah dicatat dalam buku jurnal kemudian akan diringkas dalam buku besar. Dana Perimbangan 1) buku besar bagi Hasil Pajak 2) buku besar Bagi Hasil Bukan Pajak c. Misalnya adalah donasi berupa aktiva tetap. yaitu: A. Proses peringkasan atau pemindahan akun/ rekening ke buku besar disebut dengan posting.Akuntansi Sektor Publik 57 penerimaan dan pengeluaran kas.

Buku Besar Aktiva Tetap. terdiri atas BB Invesatasi dalam Saham c. terdiri dari BB Kas. Buku Besar Dana Cadangan e. contoh Gaji dan Tunjangan b. contoh Honorarium/ Upah c. Jenisnya antara lain: Buku Besar Pembiayaan-Penerimaan Piutang dan Buku Besar Pembiayaan-Pembayaran Utang Pokok yang Jatuh Tempo 4. Buku Besar Aktiva Lancar. Buku Besar Utang Jenis dan Klasifikasi buku besar utang sesuai dengan jenis utang dan kondisi daerah masing-masing. Buku Besar Belanja Buku besar ini mencakup rekening-rekening belanja daerah. buku besar Dana Darurat 2. Buku Besar Belanja Bagi Hasil dan Bantuan e. yaitu: a. BB Piutang Pajak.Akuntansi Sektor Publik 58 a. BB Utang Pajak) dan Buku Besar Utang Jangka Panjang (BB Utang Dalam Negeri) 6. Buku Besar Pembiayaan Buku besar pembiayaan memuat ringkasan rekening-rekening pembiayaan yang dilakukan oleh daerah. Buku Besar Belanja Administrasi Umum. Buku Besar Belanja Tidak Tersangka 3. baik pembiayaan dari penerimaan maupun pengeluaran daerah. terdiri atas: BB Tanah. Buku Besar Aktiva Termasuk jenis buku besar aktiva adalah: a. Belanja Modal Kendaraan d. buku besar Bantuan Dana Kontinjensi b. Buku Besar Investasi Jangka Panjang. Buku Besar Ekuitas Dana . BB Piutang Retribusi b. Contohnya adalah Buku Besar Utang Lancar (BB Utang Belanja. BB Jalan dan Jembatan d. Buku Besar Belanja Operasi dan Pemeliharaan. Buku Besar Aktiva Lain-lain 5. Buku Besar Belanja Modal/Pembangunan. contohnya Belanja Modal Gedung.

Untuk rekening yang memerlukan perincian lebih lanjut dan dicatat dalam buku pembantu. Investasi Jangka Panjang. Masukkan jumlah setiap transaksi pada kolom yang sesuai. Masukkan tanggal setiap transaksi pada kolom tanggal 2. 7. buku besar Dana Donasi Berikut adalah Langkah-langkah yang harus dilakukan sewaktu pemindahbukuan jurnal (posting) dari buku jurnal ke buku besar.Akuntansi Sektor Publik 59 Jenis dan klasifiasi buku besar tersebut disesuaikan dengan daerah masingmasing. 8. Aktiva Tetap. Buku Besar Pembantu Rekening –rekening yang terdapat dalam buku besar dapat dibedakan atas rekening yang tidak membutuhkan perincian dan rekening yang membutuhkan perincian. Contoh Pencatatan Akuantansi Keuangan Daerah . debit atau kredit dan masukkan saldo baru pada kolom saldo. Buku besar pembantu merupakan catatan akuntansi yang fungsinya memberikan informasi rinci dari suatu rekening yang diringkas dalam Buku Besar. 1. secar kumulatif 3. Contoh rekening-rekening dalam buku besar yang memerlukan Buku Besar Pembantu adalah: Piutang. Kolom Ref pada Jurnal Penerimaan dan Pengeluaran serta jurnal umum diberikan tanda (V) atau check sebagai tanda bahwa transaksi atau jurnal tersebut telah diposting ke buku besar. buku besar Ekuitas dana Umum b. persediaan. Sumber pencatatan ke buku buku pembantu adalah dokumen atau bukti transaksi. dan Hutang. misalnya: a.

Akuntansi Sektor Publik 60 Berikut ini adalah neraca awal (neraca Saldo) dan APBD suatu Kabupaten: PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X N E R A C A 1 Januari Tahun 20x4 URAIAN AKTIVA LANCAR Kas Piutang Pajak Piutang Retribusi Piutang Lain-Lain Persediaan Bahan Habis Pakai/Material Persediaan Obat-Obatan Belanja Dibayar Dimuka INVESTASI JANGKA PANJANG Investasi Jangka Panjang AKTIVA TETAP Tanah Jalan dan Jembatan Bangunan Air Gedung Mesin dan Peralatan Kendaraan Meubelair dan Perlengkapan Buku Perpustakaan HUTANG JANGKA PENDEK Bagian Lancar Utang Jangka Panjang Utang Perhitungan Pihak Ketiga UTANG JANGKA PANJANG Utang Dalam Negeri Utang Luar Negeri EKUITAS DANA Ekuitas Dana Umum Jumlah DEBET 1.000.500.00 800.00 KREDIT 500.500.00 17.00 975.000.00 2.500.00 110.000.586.00 1.000.800.00 490.00 550.500.250.500.00 2.00 750.586.000.000.00 4.00 125.000.750.00 .00 100.000.00 200.600.000.250.00 35.000.00 75.000.836.00 17.000.00 3.500.00 13.000.000.000.975.

00 II.00 4.00 0.00 325.00 125.00 150.000.000.00 200.00 4.00 125.000.00 200.00 0.500.000.00 125.000. Sumbangan Transfer dari Dana Cadangan Hasil Penjualan Aset Daerah Yang Dipisahkan 450.00 500.300.00 400.00 0.00 125.000.00 175.II ) III.00 350.00 750.000.000.000.000.500.000.000.000.00 350.00 75. PEMBIAYAAN Penerimaan Daerah Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Yang Lalu Penerimaan Pinjaman dan Obligasi Penerimaan Piutang Penerimaan Donasi.00 250.000.00 .00 200.00 900.500.000.00 275.000. PENDAPATAN Pendapatan Asli Daerah Pajak Daerah Retribusi Daerah Bagian Laba Usaha Daerah Dana Perimbangan Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak Bagi Hasil Bukan Pajak/Sumber Daya Alam Dana Alokasi Umum Dana Perimbangan dari Propinsi Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah Bantuan Dana Kontinjens i/Penyeimbang dari Pemerintah ANGGARAN 2 KETERANGAN 3 1.700.000.00 0.000.Akuntansi Sektor Publik 61 Pemerintah Kabupaten/Kota X ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH Tahun Anggaran 20X4 (Dalam Ribuan) UR A IA N 1 I.00 0.000. Hibah.00 400.500.000.000.000.00 800.000.000.00 500. BELANJA Aparatur Daerah Belanja Administras i Umum Belanja Pegawai/Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Operasi dan Pemeliharaan Belanja Pegawai/Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Modal/Pembangunan Belanja Modal Gedung Belanja Modal Kendaraan Pelayanan Publik Belanja Administras i Umum Belanja Pegawai/Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Operasi dan Pemeliharaan Belanja Pegawai/Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Modal/Pembangunan Belanja Modal Gedung Belanja Modal Kendaraan Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan Belanja Bantuan Keuangan Kepada Organis asi Profesi Belanja Tidak Tersangka Belanja Tidak Tersangka JUMLAH BELANJA SURPLUS/DEFISIT ANGGARAN ( I .00 150.

000. Belanja Pegawai (BAU) Aparatur Daerah Rp 445. Membayar Gaji dan Tunjangan Pegawai untuk Kampaye Anti Narkoba sejumlah Rp 260.-.475..8.00 dengan rincian sebagai berikut: Nama Pasar Penerimaan Retribusi Pasar A 400..000.11.. Diterbitkan SKPD atas Pajak Hotel sebesar Rp 1.terdiri atas PDAM sebesar Rp 200.475.00. tetapi baru diterima sebesar Rp 1.dengan rincian sebagai berikut: Uang representasi Rp 100.000 Tunjangan Fungsional Rp 45.000 500.-.dengan perincian sebagai berikut: • Biaya pemeliharaan bangunan gedung tempat kerja Rp 75.000 475.700.000. DAU yang diterima realisasinya sebesar Rp 850.000.000.-.000.000 Tunjangan Panitia Rp 60.000.• Biaya pemeliharaan bangunan gedung tempat tinggal Rp 50.000.000 1. Bagi Hasil Pajak yang direalisasikan sebesar Rp 440.500. Membeli BHP kantor Setda sebesar Rp 200.Rincian dari jumlah di atas yaitu sebagai berikut: a.000..500.000. 10.000.000 Pasar B 200.000.600. Membayar Belanja Modal untuk kendaraan roda empat sebagai berikut: .000. Laba BUMD yang diterima sebesar Rp 300.-.000. Membayar Gaji dan Tunjangan Pegawai Setda sejumlah Rp 445.. Retribusi Pasar yang diterima sebesar Rp 825.500.00 yang terdiri atas PBB sebesar Rp 200. 4.500 b.000 1. 6.dan BPHTB sebesar Rp 90.500 3. 7.000. Belanja Pemeliharaan gedung kantor Setda sebesar Rp 125.-..000.600. 5.000 100.dan BPD sebesar Rp 100.000.000 Tunjangan Jabatan Rp 100. Dari dana tersebut telah dipertanggungjawabkan sebesar Rp 270.00 dengan rincian sebagai berikut: Nama Hotel Hotel Bintang Lima Hotel Bintang Tiga Hotel Melati Jumlah SKPD 1.dari kontrak sebesar Rp 295.. Bagi Hasil pajak Propinsi yang diterima adalah Rp. PPh psl 21 sebesar Rp 150.000.00 0.500.000..-.dengan rincian sebagai berikut: Gaji Pokok Rp 300.000 9.000 Pasar C 225.500.000 Realisasi 900.000 Tunjangan Komisi Rp 100..Akuntansi Sektor Publik 62 Berikut ini adalah transaksi-transaksi yang terjadi di PemKab X selama tahun 2004: 1.000 100.dan Pelayanan Publik Rp 260. Membayar biaya perjalanan dinas bupati sebesar Rp 280.000 2..

000 SPJ/Dibayarkan 185.000. Biaya makan dan minum Rp 150.000 175.19.000..000 Industri&Perdag 180. Biaya perjalanan dinas luar kota untuk pelayanan publik sebesar Rp 155.000.000 100.000 162. Diterima dari Pemerintah Pusat Rp 250.000 500.17.000 250.13.000. Analisislah transaksi di atas dan bukukanlah ke dalam buku Jurnal Penerimaan Kas. Membayar biaya bahan habis pakai untuk pelayanan publik sebesar Rp 100. Biaya Perjalanan Dinas dalam Kota Rp 120. Bagian Pelayanan Publik Bidang/sektor Kontrak Anggaran SPJ/Dibayarkan Pariwisata 99.c.000. Buatlah Laporan Keuangan Daerah yang terdiri dari: 1.000 Anggaran 200. c. Dibayarkan biaya sosialisasi akuntansi keuangan daerah untuk pelaksanaan Kepmendagri No. Biaya Pemeliharaan Instalasi Rp 74.000 120. Pinjaman diperoleh dari BPD sebesar Rp 150. Jurnal Pengeluaran Kas.000. Menerima Dana dari Penjualan Obligasi PemKab X Rp 124.d. Biaya Pemeliharaan alat-alat angkutan Rp 174.000.000 150.000 247. Laporan Aliran Kas.500. a.000. Membayar Biaya Operasional dan Pemeliharaan (BOP) yang terjadi di Setda sebagai berikut. b. Bagian Aparatur Daerah Bidang/sektor Kontrak Pertanian 200.Akuntansi Sektor Publik 63 A. . Buatlah Neraca Saldo.. 3.dari IHH yang tidak dianggarkan. Postinglah ke Buku Besar sesuai dengan akunnya masing-masing.000.000 Kesehatan 250.15.000 Jumlah 494.000 472.d.000 Jumlah 500.000. Honorarium/upah Rp 200.000. Bayar Utang jangka panjang yang telah jatuh tempo sebesar Rp 200.000 125. Bag Pembukuan.b.500 Tata Ruang 145.500 12. dan Jurnal Umum.000 145.Diminta: Diasumsikan bahwa Anda bekerja di bagian Sub.500. Biaya bantuan korban banjir dan kebakaran Rp 200. Bagaimanakah pencatatan transaksi-transaksi di atas dengan menggunakan sistem double entry dengan sistem pencatatan kas modifikasian dengan mengerjakan tahapan pekerjaan sebagai berikut: a.000 Pekerjaan Umum 120.16.500. Biaya Perjalanan dinas Rp 125. Neraca Daerah. 29/2002 (tidak dianggarkan) sebesar Rp 50.000 B.c. Gaji dan Tunjangan Rp 199.000.dari nilai kontrak sebesar Rp 125. Belanja Operasional dan Pemeliharaan (BOP) untuk pelayanan publik adalah sebagai berikut: a.b.000 467. 18.20. d. Biaya Cetak/Penggandaan Rp 149.000. Laporan Perhitungan APBD 2.500 500.000.000 80.14.21.

00 250.00 4.500.XX.890.590.000.00 825.00 300.01 1.1.000.XXXX.01 1.XXXX. 00 1.3 Pendapatan Pajak Hotel Pendapatan Retribusi Pelayanan Pasar Pendapatan Dana Alokasi Umum Pendapatan Bagi Hasil Pajak Bagian Laba Perusda Bagi Hasil Pajak Propinsi Bagi Hasil Bukan Pajak/Sumber Daya Alam Pembiayaan .XXXX.00 3.XX. 2.XX.500.XX.Rek Uraian Ref Jumlah ( Rp) Akumulasi ( Rp) .1.150.3 3.500.000.00 4.475. 2.Penerimaan Pinjaman Pembiayaan .500.300.XXXX.500.1.00 700.00 4.2.1.XXXX.01 1.XX.XXXX.500.1.1.000.000.2.475.00 3.XX. maka pencatatan transaksi adalah sbb: JURNAL PENERIMAAN KAS ( Dalam Jutaan Rupiah ) Tanggal Transaks i 1 2 3 4 5 7 17 19 20 1.840.000.500.XX.115. Persediaan Bahan Habis Pakai yang tersisa Rp 25.000. 00 Kode.00 3.01 1.2.Akuntansi Sektor Publik 64 Data Tambahan Untuk Jurnal Penyesuaian 1. Penutupan saldo seluruh rekening Pendapatan dan saldo seluruh rekening Belanja (Kecuali Belanja Modal) ke rekening Surplus/Defisit 2.(BOP PP).XXXX.00 440.000.XX.1. Penutupan rekening Surplus/Defisit ke rekening Ekuitas Dana Umum 3. Persediaan Obat-obatan yang terpakai sebesar Rp 50.4.08 1.00 150.00 124.. Penutupan elemen Pembiayaan yang digunakan untuk mengalokasikan surplus atau menutup defisit dalam Perhitungan APBD ke rekening Ekuitas Dana Umum (Kecuali elemen Pembiayaan berupa Tranfer dari Dana Cadangan dan Transfer ke Dana Cadangan ditutup ke rekening Ekuitas Dana Dicadangkan).000.Penerimaan Pinjaman V V V V V V V V V 1.500.XXXX.000 (BAU AD).XX.1.01 1.500.00 5. 2.3.00 2.590.00 850. Informasi Untuk Penutupan Buku Akhir Tahun Anggaran 1. Berdasarkan Soal tersebut.500.2.02 3.XXXX.990.

XX.0 0 125.500.000.1.000.500.500.XX.250.1.00 3.0 0 155.500.XX.2.00 9 10 11 2.4.0 0 200.9.00 986.XX.1.4.000.1.2.000.2.500.1.01 2.01 2.XXXX.500.00 2.994.01 2.XX.0 0 445.1. 1 1 2 1 1 1 2 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 Biaya Perjalanan Dinas Gaji dan Tunjangan Pegawai Gaji dan Tunjangan Pegawai Biaya Bahan Habis Pakai Kantor Biaya Pemeliharaan Bangunan Gedung Belanja Modal Kendaraan Roda 4 Belanja Modal Kendaraan Roda 4 Honorarium/Upah Biaya Cetak dan Penggandaan Biaya Perjalanan Dinas Biaya Pemeliharaan Alat-Alat Angkutan Biaya Bahan Habis Pakai Kantor Biaya Perjalanan Dinas Gaji dan Tunjangan Pegawai Daerah Biaya Makanan dan Minuman Kantor Biaya Perjalanan Dinas Biaya Pemeliharaan Instalasi V V V V V V V V V V V V V V V V V 280.3.0 0 150.450.XXXX.XXXX.XXXX.000.000.000.500.05 2.894.XX.0 0 467.00 3.186.0 0 200.3.01 2.500. 2.2.00 1.498.XXXX.Akuntansi Sektor Publik 65 PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X JURNAL PENGELUARAN KAS ( Dalam jutaan ) Tanggal Transaks i 6 8 Kode.2.1.000.500.00 1.03 2.0 0 260.1.500.03 .XXXX.00 2.697.000.311.000.XX.XXXX.03.XXXX.500.XX.0 0 74.000.348.XX.00 2.500.01.00 2.00 Akumulasi ( Rp) 2.XXXX.00 2.149.000. 2.4.XX.XX.2.2.720.0 0 100.500.1.1.XXXX.XX.XX.3.00 726.0 0 472.000.9.01 2.0 0 174.01 2.XXXX.XXXX.00 3.XX.0 0 120.000.778.1.500.XXXX.623.02 13 14 15 2.01 2.500.XXXX.03.000.XX.0 0 125.500.000.XX.XXXX.00 3.1.00 3.599.03 2.Rek Uraian Ref Jumlah ( Rp) 280.XX.1.XXXX.XXXX.000.3.01 12 2.0 0 199.0 0 149.1.3.00 2.000.2.01 2.3.1.00 1.

XX.01 Piutang Pajak Pendapatan Pajak Hotel Belanja Dibayar Dimuka Biaya Perjalanan Dinas Biaya Bahan Habis Pakai Kantor Utang Kepada Pihak Ketiga Belanja Modal Kendaraan Roda 4 Belanja Modal Kendaraan Roda 4 Utang Kepada Pihak Ketiga Biaya Bahan Habis Pakai Kantor Utang Kepada Pihak Ketiga Biaya Bahan/Material Persediaan Obat-Obatan Biaya Bahan Habis Pakai Kantor Persediaan Bahan Habis Pakai V V V V V 125.10 2.00 10.000.00 2 1 1 3 4 1 2 V V V V V V V V V 33.000.XX.00 50.00 75.00 3.00 125.01 4.XX.500.XXXX.XX.00 25.1.00 10.1.XXXX.Pembayaran Utang Pokok V V V 200.1 2 Belanja Tidak Tersangka Pembiayaan .1.000.0 0 200.000.000.XX.3.XX.1.00 22.XXXX.2 2.00 95.00 75.01.XXXX.5.00 4.01 5.000.1.XXXX.XXXX.2 2.XX.XX.500.01 5.00 2 Belanja Tidak Tersangka PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X JURNAL UMUM Kode Rekening (Ayat/Pasal) 1 2 Penyesuaian APBD Tanggal Uraian 3 Re f 4 Debet (Rp) 5 Kredit (Rp) 6 1 4.000.XX.XX.2.01 2.000.XX.000.XX.1.2.XXXX.500.XXXX.XX.000.XXXX.147.XXXX.00 95.000.01 2.2.2.XXXX.3.4 2.XXXX.0 0 50.04 1.6.000.000.6.500.XX.000.00 5 2 6 2 7 2.2.00 25.XX.1.Akuntansi Sektor Publik 66 16 18 21 2.5.1.XXXX.1.XXXX.2.097.1.1. 5.000.XXXX.500.XXXX.2 2.1 3.000.XX.00 50.897.00 4.00 55.01 1 .3.

00 802.XXXX.2.00 250.600.2.1.XX.00 994.00 370.01 1.XX.000.1.3.XXXX.XX.000.00 850.XXXX.00 280.2.1.03.5.000.00 200. 2.XX.1.XXXX.2.03 2.01.00 1.2.1 Penyesuaian Neraca 4.01 2.03 2.00 174. 2.500.1 3.3 5.XXXX.XX.XXXX.XX.000.2.XXXX. Alat-Alat Angkutan Gaji dan Tunjangan Pegawai Biaya Bahan Habis Pakai Kantor Biaya Perjalanan Dinas Biaya Makanan dan Minuman Kantor Biaya Pemeliharaan Instalasi Belanja Tidak Tersangka Ikhtisar Surplus/Defisit Ikhtisar Surplus/Defisit Ekuitas Dana Umum Ekuitas Dana Umum Pembiayaan sisa Lebih Tahun Berjalan 6.XX.2.00 200.01 2.01 2.2.XX.00 250.05 2.500.00 802.4.1.XXXX.2.XXXX.000.XXXX.XX.1.1.500.000. Bangunan Gedung Honorarium/Upah Biaya Cetak dan Penggandaan Biaya Pem.03.XXXX.000.2.9. maka buku besar masing-masing adalah sbb: LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X .2.XX.1 3.XX.2.2.1 Pembiayaan Sisa Lebih Perhit Th Berjalan Ekuitas Dana Umum Kendaraan Belanja Modal Kendaraan Roda 4 Hutang Pembiyaan-Pembayaran Hutang Pokok Pembiyaan-Penerimaan Pinjaman Hutang Jk Panjang-Dalam Negeri V V V V 802.500.3.00 Jurnal di atas.01 1.500.00 125.00 200.500.XXXX.XXXX.1.00 440.4.XXXX.XXXX.XXXX.000.XXXX.XX.00 700.02 2.XX. 2.XX.XX.XXXX.XX.3.00 274.XXXX.500.01 5.00 300.00 125. 2.XXXX.XXXX.XXXX.1.1.000.000.XX.1.000.9 2.00 994.00 1.1.XX.1 6.00 150.00 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 Pendapatan Pajak Hotel Pendapatan Retribusi Pelayanan Pasar Pendapatan Dana Alokasi Umum Pendapatan Bagi Hasil Pajak Bagian Laba Perusda Bagi Hasil Pajak Propinsi Bagi Hasil Bukan Pajak/SDA Gaji dan Tunjangan Pegawai Biaya Perjalanan Dinas Biaya Bahan Habis Pakai Kantor Biaya Pem.XXXX.1.500.1.XXXX.XXXX.XX.773.000.00 274.500.4 802.01 1.XX.000.08 1.XX.000.00 459.4.3.XX.XX.773.XX.XX.500.01 1.000.XX.1. 2.XX.2.0 0 825.XX.500.500.773.XXXX.XX.4.000.1 Jurnal Penutup 1.000.2.XX.000.1.1.XXXX.3.XXXX.XX.00 445.Akuntansi Sektor Publik 67 3.00 74.1.1.00 1.XXXX.1.00 390.000.000.01 1.02 2.XXXX.01 2.00 1.XXXX.00 149.000.01 2.3 3.4 6.

00 2.00 2.00 200.000.00 174.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR .000.654.500.500.500.000.000.00 4.00 260.000.000.1.00 149.00 2.000.00 3.00 Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp Saldo Rp 1.000.000.00 2.00 2.062.500.500.00 440.XX.00 2.00 4.000.000.00 4.114.00 4.691. Belanja Modal Angkt.000.0 0 825.000.000.00 5.Akuntansi Sektor Publik 68 BUKU BESAR Nama : Kode.00 1.000.500.00 150.000.267.846.390.000.500.00 472.00 4.000.500.143.500.XXXX.000.241. Darat Bermotor1 Belanja Modal Angkt.Penerimaan Pinjaman Pembiyaan .00 200. Rek.500. Darat Bermotor1 Honorarium/Upah Biaya Cetak dan Penggadaan Biaya Perjalanan Dinas Biaya Pemeliharaan Alat Angkt. Biaya Bahan Habis Pakai Kantor Biaya Perjalanan Dinas Gaji dan Tunjangan Pegawai Daerah Biaya Makanan dan Minuman Kantor Biaya Perjalanan Dinas Biaya Pemeliharaan Instalasi Belanja Tidak Tersangka Bagi Hasil Bukan Pajak/SDA Pembiyaan .590.Penerimaan Pinjaman Belanja Tidak Tersangka 1.00 124.00 445.550.00 155.00 2.00 150.529.000.000.840.00 2. Utang Pokok Pembiyaan .000.00 3.00 300.00 74.000.00 250.00 467.943.1 Gaji dan Tunjangan Pegawai .000.000.00 125.500.00 2.00 2.500.000.000.00 5.00 199.993.00 200.00 4.500.00 850.217.1 Uraian SALDO AWAL Pendapatan Pajak Hotel Pendapatan Retribusi Pelayanan Psr Pendapatan DAU Pendapatan Bagi Hasil Pajak Bagian Laba Perusda Biaya Perjalanan Dinas Bagi Hasil Pajak Propinsi Gaji dan Tunjangan Pegawai .000.00 200.00 2.000.860.00 100.250.000.946.000.217.000.000.2 Biaya Bahan Habis Pakai Kantor Biaya Pemeliharaan Bangunan Ged.00 3.00 3.143.00 280.560.000.00 120.140.854.Pemby.000.00 700.00 50.492.000.193.500.00 3.00 4.342.000.725.475.500.500.120.00 2. : Tanggal Transaksi 1 2 3 4 5 6 7 8 8 9 10 11 11 12 12 12 12 13 14 15 15 15 15 16 17 18 19 20 21 KAS 4.000.500.000.500.00 125.400.00 1.00 5.000.500.

Rek.XXXX.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode. Rek. : PERSEDIAAN BAHAN HABIS PAKAI KANTOR 4. : Tanggal PIUTANG RETRIBUSI 4.8 Uraian SALDO AWAL Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp Saldo Rp 35. Rek.000.00 250.Akuntansi Sektor Publik 69 Nama : Kode.XXXX.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.4 Uraian SALDO AWAL penyesuaian Hal………… Ref Debet Rp 125.1.XX. : Tanggal PIUTANG LAIN-LAIN 4.XX.9 Hal………… .00 Kredit Rp Saldo Rp 125.000.XXXX.XX.1.000.1.XX.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.000.1. : Tanggal 1 PIUTANG PAJAK 4.XXXX.5 Uraian SALDO AWAL Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp Saldo Rp 75. Rek.000.

XX.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.XX.000.XX.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.XXXX.000.Akuntansi Sektor Publik 70 Tanggal 7 Uraian Saldo Awal Penyesuaian Ref Debet Rp Kredit Rp 75. Rek.1 Uraian Saldo Awal Penyesuaian Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp 50.00 Saldo Rp 110.XXXX.9. Rek.1. : INVESTASI JANGKA PANJANG 4.00 60.500.00 25.XXXX.10 Uraian Penyesuaian Neraca Hal………… Ref Debet Rp 10. : Tanggal 7 PERSEDIAAN OBATOBATAN 4.00 Kredit Rp Saldo Rp 10.000.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.500.000. : Tanggal BELANJA DIBAYAR DIMUKA 4.1.000. Rek.2 Hal………… .00 Saldo Rp 100.000.

00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.3.Akuntansi Sektor Publik 71 Tanggal Uraian SALDO AWAL Ref Debet Rp Kredit Rp Saldo Rp 500.250.975.XXXX.3 Uraian Ref Debet Rp Kredit Rp Hal………… Saldo Rp .00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.1 Uraian SALDO AWAL Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp Saldo Rp 4.3.XXXX. Rek.XXXX.000.XX.000.3.XX. Rek. : Tanggal BANGUNAN AIR 4.2 Uraian SALDO AWAL Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp Saldo Rp 1.000. : Tanggal JALAN DAN JEMBATAN 4.XX. : Tanggal TANAH 4.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode. Rek.

XX.3.8 Uraian SALDO AWAL Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp Saldo Rp 550.500.000. Rek.Akuntansi Sektor Publik 72 SALDO AWAL 800.594.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode. : Tanggal 11 KENDARAAN 4.XXXX. Rek.00 3.5 Uraian SALDO AWAL Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp Saldo Rp 3.500.000.9 Uraian SALDO AWAL Penyesuaian Neraca Hal………… Ref Debet Rp 994.00 .500.3.XXXX.XXXX. : Tanggal MESIN & PERALATAN 4.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode. Rek.XX.600.750.00 Kredit Rp Saldo Rp 2. : Tanggal GEDUNG 4.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.XX.3.000.

00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.XX. : Tanggal BAGIAN LANCAR UTANG JK.000.XXXX.1 Uraian SALDO AWAL Penyesuaian Neraca Hal………… Ref Debet Rp 200.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.XX.1.12 Uraian SALDO AWAL Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp Saldo Rp 975.000. PANJANG 5.000. : Tanggal MEUBELAIR DAN PERLENGKAPAN 4. Rek.3.00 Kredit Rp Saldo Rp 200. Rek.00 . Rek. : Tanggal BUKU PERPUSTAKAAN 4.Akuntansi Sektor Publik 73 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.00 0.3.500.16 Uraian SALDO AWAL Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp Saldo Rp 490.XXXX.XX.XXXX.

000.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X .000.2 Uraian SALDO AWAL Penyesuaian APBD Penyesuaian APBD Penyesuaian APBD Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp 95.00 900.00 845.000.000.000.XX.500.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode. : Tanggal UTANG DALAM NEGERI 5.1.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.2. : Tanggal UTANG LUAR NEGERI 5.00 Saldo Rp 750.500.1 Uraian SALDO AWAL Penyesuaian Neraca Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp 274. Rek.2 Uraian SALDO AWAL Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp Saldo Rp 2.XXXX. Rek.XXXX.00 274.2.00 55.XX.00 925.Akuntansi Sektor Publik 74 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.00 25.XXXX.000.000. : Tanggal UTANG PERHITUNGAN PIHAK KE-3 5. Rek.800.00 Saldo Rp 0.XX.000.

0 0 Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp 1.000.01 Uraian Kas Penyesuaian Penutupan 1.000.00 1.XX.00 Saldo Rp 1.XXXX. : Tanggal EKUITAS DANA UMUM 6.XX.500.1.00 0. Rek.1.00 Saldo Rp 825.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.836.000.00 Hal………… Kredit Rp 825.600.475.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.475.XXXX.000.XXXX.Akuntansi Sektor Publik 75 BUKU BESAR Nama : Kode.00 .500.1.1 Uraian SALDO AWAL Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp Saldo Rp 13.500.00 0.2.08 Uraian Ref Debet Rp 825.500. : Tanggal 1 PAJAK HOTEL 1. Rek. : Tanggal 2 Kas Penutupan RETRIBUSI PELAYANAN PASAR 1.000.XX.600. Rek.0 0 125.

00 0.XXXX. : Tanggal 4 Kas Penutupan BAGI HASIL PAJAK 1.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode. Rek.2.00 Saldo Rp 440.00 Hal………… Kredit Rp 850.XXXX.XXXX.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.00 Hal………… Kredit Rp 300.00 Saldo Rp 300.000.000.000. Rek.000.000.1.000.01 Uraian Ref Debet Rp 850.000.XX.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : BAGI HASIL PAJAK PROPINSI Hal………… .3.2.000.00 0.XX.00 Saldo Rp 850. : Tanggal 3 Kas Penutupan DANA ALOKASI UMUM 1. Rek.00 0.00 Hal………… Kredit Rp 440.XX.01 Uraian Ref Debet Rp 440. : Tanggal 5 Kas Penutupan BAGIAN LABA PERUSDA 1.2.1.Akuntansi Sektor Publik 76 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.000.01 Uraian Ref Debet Rp 300.

000. : HONORARIUM 2.4.00 Hal………… Kredit Rp Saldo Rp 445.000.500.00 0.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.XX.000.XX.XXXX.00 0.1.2.00 Hal………… Kredit Rp 250.1. Rek.01 Hal………… 1 .000.2.Akuntansi Sektor Publik 77 Kode. Rek.00 Saldo Rp 250.000. Rek.01 Uraian Kas Penutupan Ref Debet Rp 700.2.00 Saldo Rp 700.XXXX.XX.500. : Tanggal 8 Kas Penutupan GAJI DAN TUNJANGAN PEGAWAI 2.XX.HASIL BUKAN PJK 1.500.02 Uraian Ref Debet Rp 250.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.000. : Tanggal 17 Kas Penutupan BG.1.00 Kredit Rp 700. : Tanggal 7 1.XXXX.00 445.03 1 Uraian Ref Debet Rp 445.1. Rek.XXXX.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.00 0.

00 149.XX.00 75.000.Akuntansi Sektor Publik 78 Tanggal 12 Kas Penutupan Uraian Ref Debet Rp 200.XX.XX.000.2.000.000.000. : Tanggal 9 BIAYA BAHAN HABIS PAKAI KANTOR 2.1.00 295.00 95.4. : Tanggal 12 Kas Penutupan BIAYA CETAK DAN PENGGANDAAN 2.000.1.000.00 370. Rek.00 .000.2.00 Hal………… Kredit Rp Saldo Rp 149. : Tanggal 10 Kas BIAYA PEMELIHARAAN GEDUNG 2.XXXX.00 0.03 1 Uraian Ref Debet Rp 149.00 0.000.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.000.2.000.00 370. Rek.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.000.01 1 Uraian Ref Debet Rp 125.000.000.00 0.01 1 Debet Uraian Ref Rp Kas Penyesuaian APBD Penyesuaian APBD Penutupan 200.000.XXXX. Rek.00 Saldo Rp 200.XXXX.00 Hal………… Kredit Rp Saldo Rp 125.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.00 Kredit Rp 200.00 Hal………… Kredit Rp Saldo Rp 200.

500.XXXX.00 0.500.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.XX.1.XXXX.2.000.00 400.XX.00 . Rek.00 0.000.500.500.00 Kredit Rp 10.3. Rek.00 390. RODA 2 2.000.500.01 1 Uraian Kas Kas Penyesuaian Neraca Penutupan Hal………… Ref Debet Rp 280.Akuntansi Sektor Publik 79 Penutupan 125. : Tanggal BELANJA MODAL KEND. Rek.00 120.00 Hal………… Kredit Rp Saldo Rp 174.XXXX.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.XX.02 1 Uraian Ref Debet Rp 174.00 390.500.3.000.000.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.00 174.4.00 Saldo Rp 280.06 1 Uraian Penyesuaian APBD Hal………… Ref Debet Rp 33.500.000.00 0. : Tanggal 12 Kas Pentupan BIAYA PEMELIHARAAN BANGUNAN GEDUNG 2.00 Kredit Rp Saldo Rp 33. : Tanggal 6 12 BIAYA PERJALANAN DINAS 2.

000.01 2 Uraian Kas Penyesuaian APBD Penutupan Hal………… Ref Debet Rp 100.00 Kredit Rp 125.Akuntansi Sektor Publik 80 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.000.2.XX.XX.03 2 Uraian Ref Debet Rp 260.3.XXXX.000.00 Saldo Rp 100.000. : Tanggal 8 15 Kas Kas Penutupan GAJI DAN TUNJANGAN PEGAWAI 2. Rek.00 199. : Tanggal 13 BIAYA BAHAN HABIS PAKAI 2.00 Kredit Rp Saldo Rp 467.00 .00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.000.000. Rek.000.000.00 459.XXXX.00 125.1.00 Hal………… Kredit Rp Saldo Rp 260. Rek.1.XXXX.09 1 Uraian Penyesuaian APBD Hal………… Ref Debet Rp 467.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode. DARAT BERMOTOR 2.00 25.XX. : Tanggal BELANJA MODAL ANGK.000.00 459.000.000.000.1.

00 Hal………… Kredit Rp Saldo Rp 155.00 Saldo Rp 74. Rek.XXXX.1. : Tanggal 15 Kas Penutupan Biaya Pemeliharaan Instalasi 2.Akuntansi Sektor Publik 81 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.00 125. Rek.000.000.XX.05 2 Hal………… Uraian Ref Debet Rp 150.00 Saldo Rp 150.2.000.XXXX.000.1.00 280.XX.000. Rek.00 Kredit Rp 150.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.XX.000.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.000.00 Kredit Rp 74.000.4. : Tanggal 14 15 Kas Kas Penutupan BIAYA PERJALANAN DINAS 2.XXXX.00 0.000.000.01 2 Uraian Ref Debet Rp 155.000.03 2 Hal………… Uraian Ref Debet Rp 74.00 280.1.3. : Tanggal 15 Kas Penutupan Biaya Makanan dan Minuman Kantor 2.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR .

Akuntansi Sektor Publik

82

Nama : Kode. Rek. : Tanggal
11

BELANJA MODAL KENDARAAN RODA 2 2.XX.XXXX.3.6.01 2 Uraian
Kas

Hal…………

Ref

Debet Rp
27.500,00

Kredit Rp

Saldo Rp
27.500,00

LOGO

PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X

BUKU BESAR
Nama : Kode. Rek. : Tanggal
11 Kas

BELANJA MODAL ANGKT. DARAT BERMOTOR 2.XX.XXXX.3.9.01 2 Uraian Ref Debet Rp
472.500,00

Hal…………

Kredit Rp

Saldo Rp
472.500,00

LOGO

PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X

BUKU BESAR
Nama : Kode. Rek. : Tanggal
16 21 Kas Kas Penutup

BELANJA TAK TERSANGKA 2.XX.XXXX.5.1 2 Uraian Ref Debet Rp
200.000,00 50.000,00 250.000,00

Hal…………

Kredit Rp

Saldo Rp
200.000,00 250.000,00 0,00

LOGO

PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X

BUKU BESAR
Nama : Kode. Rek. : PEMBIAYAAN - PENERIMAAN PINJAMAN DAN OBLIGASI 3.XX.XXXX.1.3
Hal…………

Akuntansi Sektor Publik

83

Tanggal
19 20

Uraian
Kas Kas Penyesuaian

Ref

Debet Rp
274.500,00

Kredit Rp
150.000,00 124.500,00

Saldo Rp
150.000,00 274.500,00 0,00

LOGO

PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X

BUKU BESAR
Hal…………

Nama : Kode. Rek. : Tanggal
18

PEMBIAYAAN - PEMBAYARAN UTANG POKOK YG JATUH TEMPO 3.XX.XXXX.2.3 Uraian
Kas Penyesuaian Neraca

Ref

Debet Rp
200.000,00

Kredit Rp
200.000,00

Saldo Rp
200.000,00 0,00

LOGO

PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X

BUKU BESAR
Hal…………

Nama : Kode. Rek. : Tanggal

PEMBIAYAAN- SISA LEBIH ANGGARAN TAHUN BERJALAN 3.XX.XXXX.2.4 Uraian Ref Debet Rp Kredit Rp Saldo Rp

LOGO

PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X

BUKU BESAR
Nama : IKHTISAR SURPLUS/DEFISIT NETTO
Hal…………

Tanggal

Uraian

Ref

Debet Rp

Kredit Rp

Saldo Rp

Akuntansi Sektor Publik

84

Akuntansi Sektor Publik

85

Pemerintah Kabupaten/Kota X LAPORAN PERHITUNGAN APBD Tahun Anggaran 20X2
ANGGARAN UR A IA N 1 I. PENDAPATAN Pendapatan Asli Daerah Pajak Daerah Retribusi Daerah Bagian Laba Usaha Daerah Dana Perimbangan Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak Bagi Hasil Bukan Pajak/Sumber Daya Alam Dana Alokasi Umum Dana Perimbangan dari Propinsi Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah Bantuan Dana Kontinjensi/Penyeimbang dari Pemerintah (Rp.000) 2 (Rp.000) 3 REALISASI BERTAMBAH (BERKURANG) (Rp.000) 4

1.500.000,00 800.500,00 350.000,00 400.000,00 900.000,00 750.000,00

1.600.000,00 825.500,00 300.000,00 690.000,00 850.000,00 700.000,00

100.000,00 25.000,00 -50.000,00 0,00 290.000,00 0,00 -50.000,00 -50.000,00

4.700.500,00 II. BELANJA Aparatur Daerah Belanja Administrasi Umum Belanja Pegawai/Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Operasi dan Pemeliharaan Belanja Pegawai/Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Modal/Pembangunan Belanja Modal Gedung Belanja Modal Kendaraan Pelayanan Publik Belanja Administrasi Umum Belanja Pegawai/Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Operasi dan Pemeliharaan Belanja Pegawai/Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Modal/Pembangunan Belanja Modal Gedung Belanja Modal Kendaraan Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan Belanja Bantuan Keuangan Kepada Organisasi Profesi Belanja Tidak Tersangka Belanja Tidak Tersangka JUMLAH BELANJA SURPLUS/DEFISIT ANGGARAN ( I - II ) III. PEMBIAYAAN Penerimaan Daerah Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Yang Lalu Penerimaan Pinjaman dan Obligasi Penerimaan Piutang Penerimaan Donasi, Hibah, Sumbangan Transfer dari Dana Cadangan Hasil Penjualan Aset Daerah Yang Dipisahkan Pengeluaran Daerah Pembayaran Utang Pokok Yang Jatuh Tempo Transfer ke Dana Cadangan Penyertaan Modal Sisa Lebih Anggaran Tahun Sekarang

4.965.500,00

265.000,00

450.000,00 350.000,00 325.000,00 125.000,00 200.000,00 150.000,00 125.000,00 175.000,00 500.000,00

445.500,00 370.000,00 270.500,00 125.000,00 200.000,00 149.000,00 120.500,00 174.500,00 500.000,00

-4.500,00 20.000,00 -54.500,00 0,00 0,00 -1.000,00 -4.500,00 -500,00 0,00

275.000,00 125.000,00 150.000,00

260.000,00 125.000,00 155.000,00

-15.000,00 0,00 5.000,00

200.000,00 200.000,00 125.000,00 75.000,00 500.000,00

199.000,00 200.500,00 125.000,00 74.000,00 494.000,00

-1.000,00 500,00 0,00 -1.000,00 -6.000,00

0,00

250.000,00 4.300.000,00 400.500,00

250.000,00 4.237.500,00 728.000,00

0,00 -62.500,00 327.500,00

0,00 0,00

274.500,00

274.500,00

0,00 0,00 200.000,00 100.000,00 0,00 100.500,00 200.000,00 0,00 802.500,00

-100.000,00 702.000,00

PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X LAPORAN ALIRAN KAS

996.00 1.500.250.000.500.000.500.000.00 1.500.722.500.217.00) (994.00 175.500.00 (200.000.00 (994.00) (135.00 274.Akuntansi Sektor Publik 86 31 Desember 20x4 Arus Kas dari Aktivitas Operasi Kenaikan Aktiva Lancar Non Kas dan Bank Penurunan Aktiva Lancar Non Kas dan Bank Kenaikan Hutang Lancar Penurunan Hutang Lancar Jumlah Arus Kas Dari Aktivitas Operasi Arus Kas Dari Aktivitas Penyertaan Kenaikan Penyertaan Modal Jangka Panjang Penurunan Penyertaan Modal Jangka Panjang Kenaikan Aktiva Tetap Penurunan Aktiva Tetap Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Penyertaan Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan Kenaikan Hutang Jangka Panjang Penurunan Hutang Jangka Panjang Kenaikan Dana Cadangan Penurunan Dana Cadangan Kenaikan Ekuitas Penurunan Ekuitas Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan Total Arus Kas Sisa Kas Awal Tahun Anggaran Sisa Kas Akhir Tahun Anggaran 1.00) 125.00) PEMERINTAH PROPINSI/KABUPATEN/KOTA X NERACA 31 Desember Tahun 20x4 .00 2.500.00) (34.00 967.500.000.

217.500 JUMLAH PASIVA 19.Akuntansi Sektor Publik 87 AKTIVA AKTIVA LANCAR Kas Piutang Pajak Piutang Retribusi Piutang Lain-Lain Persediaan Bahan Habis Pakai/Material Persediaan Obat-Obatan Belanja Dibayar Dimuka INVESTASI JANGKA PANJANG Investasi Jangka Panjang 500.000 60.500 .000 25.500 975.000 AKTIVA TETAP Tanah Jalan dan Jembatan Bangunan Air Gedung Mesin dan Peralatan Kendaraan Meubelair dan Perlengkapan Buku Perpustakaan JUMLAH AKTIVA 4.250.500 274.975.557.000 3.000 UTANG JANGKA PANJANG Utang Dalam Negeri Utang Luar Negeri EKUITAS DANA Ekuitas Dana Umum 15.500 19.000 75.000 1.594.500 2.000 800.558.000 10.000 35.750.000 490.500 3.000 PASIVA HUTANG JANGKA PENDEK Bagian Lancar Utang Jangka Panjang Utang Perhitungan Pihak Ketiga 925.800.000 2.500 250.000 550.557.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful