Kesadaran Bela Negara

Materi :
   Pengertian Bela Negara Pendidikan Pendahuluan Bela Negara PPBN Di Perguruan Tinggi

TUJUAN PEMBELAJARAN UMUM Mahasiswa Memahami Pengertian Kesadaran Bela Negara     TUJUAN PEMBELAJARAN KHUSUS Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian bela negara Mahasiswa dapat mendiskripsikan fungsi warga negara dalam pembelaan negara Mahasiswa dapat menjelaskan Tujuan Bela Negara Mahasiswa dapat mendiskripsikan Motivasi Bela Negara

33

menyeluruh. dengan rela berkorban maka kemampuan bela negara seningkat. keutuhan wilayah Nusantara dan yuridiksi nasional.1.2. dengan meyakini Pancasila sebagai dasar negara serta UUD 1945 sebagai pijakan konstitusi negara. disaping itu juga pada Bab XII Pasal 30 ayat (1) dinyatakan. Bagi warganegara Indonesia. Indonesia sebagai negara yang berdaulat juga dituntut untuk berperuilaku yang sama dengan bangsa lainnya. persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Mantapnya jatidiri sangat berkorelasi dengan maningkatnya rasa rela berkorban untuk bangsanya. D alam pasal 27 Undang-undang Dasar 1945. 5. upaya pembelaan dilandasi oleh kecintaan pada tanah tumpah darah yakni wilayah Nusantara yang terbentang dari Sabang sampai Merauke. PENGertian P embelaan negara atau bela negara adalah tekad. yang semakin kompleks dalam berbagai manifestasinya maka amandemen UUD 1945. hambatan dan gangguan.“ Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara ”. Bila dicermati sungguh luar biasa pernyataan “bela negara” termuat dalam UUD 1945. serta kesadaran hidup berbangsa dan bernegara.BELA NEGARA 5. “ Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib serta usaha pertahanan dan keamanan negara. apalagi dinyatakan dalam dua pasal. Komplektisitas dipicu oleh kondisi yang tidak dapat ditawar lagi. Wujud dari upaya bela negara adalah kesiapan dan kerelaan warganegara untuk berkorban demi mempertahankan kedaulatan negara. terpadu dan berlanjut yang dilandasi oleh kecintaan terhadap tanah aie. utamanya pada pasal 27 (3) yakni tentang bela negara sangat signifikan. Memudarnya semangat patriotic identik dengan lenyapnya suatu negara secara perlahan. Jika ditilik dari spectrum ancaman. sikap dan tindakan waranegara yang teratur. hal ini menujukkan bahwa bela negara merupakan hal yang sangat substansial bagi warga negara. tepatnya ayat (3) dinyatakan . maka identitas bangsa akan larut sekaligus memudarkan semangat patriotisme generesai mudanya. serta nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945. tanpa melakukan aktivitas itu. Disamping itu pula pembelaan negara juga didasari oleh kesadaran berbangsa dan bernegara. tantangan. inilah suatu tantangan bagi semua negara untuk saling berlomba memantapkan jati dirinya. PENGANTAR. 34 . dan merupakan fakta yang harus disiasati yakni globalisasi. dan pada akhirnya hilanglah nama Indonesia sebagai negara. Globalisasi merupakan suatu keadaan yang menggambarkan peta dunia yang tanpa batas.

3.5. Weakness. Dalam hubungan ini. Melalui analisa SWOT [Strenght. memiliki ancaman. Kesadaranya demikian perlu ditumbuh kembangkan melului situasi yang kondusif serta proses motivasi agar tercipta pertubahan tingkah laku dalam bentuk rasa cinta tanah airnya yang berlanjut pada kemauan bela negara. terdapat beberapa motivasi keikutsertaan warga negara dalam pembelaan negara yang dapat divisualisasikan berikut : PENGALAMAN SEJARAH GEOGRAFIS YANG KONDISI DEMOGRAFIS KEKAYAAN ALAM IPTEKS  PENGALAMAN SEJARAH. Sadar bahwa bangsa kita disamping memiliki keunggulan juga menyimpan sejuta kelemahan. Proses motivasi ditumbuhkan melalui beberapa startegi yakni penyadaran akan jatidiri bangsa. telah membuktikan kebenaran rumusan Bab XIII pasal 30 UUD 1945 bahwa : 1. motivasi bela negara B erdasarkan pengertian yang terkandung dalam Bab XII pasal 30 UUD 1945 maka dasar pokok penyelenggaraan pertahanan keamanan negara Republik Indonesia bertumpu pada kesadaran setiap warga negara akan hak dan kewajibannya . Rangkaian sejarah uapaya penyelenggaraan pertahanan keamanan negara sejak tahun 1945. Secara tidak langsung setaip orang kan mehami kondisi bangsanya secara utuh dan menyeluruh. yang didorong oleh rasa senasib serta sistem penyelenggaraan pertahanan keamanan negara Republik Indonesia. tidak mungkin negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dapat tetap tegak berdiri sampai saat ini 2. 35 . namun juga memiliki peluang. Opportunities dan Threat]. kondisi negara. ras dan agama. Tanpa mampu mempertahankan diri terhadap ancaman dalam negeri. Pembelaan negara atau pertahan keaman negara merupakan factor hakiki dalam menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara. Bangsa Indonesia dalam membela dan mempertahankan kemerdekaannya senantiasa mendasarkan diri pada perjoangan dan keikutsertaan seluruh rakyat secara spontan. Disamping itu Indonesia sebagai negara yang didiami oleh berbagai varian mulai dari berbagai suku bangsa.

namun juga memiliki titik kerawan social yang besar. ideologi. HASIL YANG DIHARAPKAN DALAM PPBN 36 . 3. politik. didukung dengan keragaman hasil bumi dan laut. Kedudukan ini menuntut adanya kemampuan bangsa Indonesia untuk melaksanakan peranannya guna meningkatkan tanggung jawab atas kedudukan geografisnya. ILMU PENGETAHUAN TEKNOLOGI DAN SENI. tidak saja dalam persoalan dalam negeri. 2. khususnya dalam arti transportasi lintas laut. Perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan teknologi dan seni.    5. ekonomi dan militer. yang memiliki ribuan pulau yang diantaranya dapat dijadikan kompertimen strategis yang terdiri atas pulau-pulau perlawanan. Kemampuan ini terwujud dari keikutsertaan seluruh rakyat serta pengerahan segenap potensi nasional. Letak geografis Indonesia berada di Khatulistiwa. social budaya. yakni diantara dua benua dan dua samudra. juga kaya akan sinar matahari sebagai sumber energi yang potensial. Posisi ini menempatkan Indonesia pada suatu kedudukan dan peranan yang sangat penting sekali. Keadaannya yang berada pada posisi silang dua. namun juga memberikan dampak yang negatif . Indonesia adalah negara Kepulauuan terbesar di dunia. GEOGRAFIS YANG STRATEGIS Kududukan geografis dan geosterategis negara kesatuan Republik Indonesia dengan wawasan Nusantaranya : 1. Komunikasi. flora dan fauna. memiliki niali-nilai yang sangat strategis dalam hubungannya antar bangsaa. dan sumber alam yang tiada banding. tetapi juga dalam hubungan regional maupun internasional. disamping membawa dampak positif pada musim dan cuaca. mengkondisikan sikap warga negara untuk mengamankan wilayahnya. KEKAYAAN ALAM Indonesia memiliki potensi yang sangat luar biasa dikaitkan dengan kandungan alamnya yang bernilai ekonomi. Kandungan mineral yang berlimpah ruah. KONDISI DEMOGRAFIS Jumlah penduduk yang menempati urutan keempat terbesar dunia disamping merupakan factor dominan yang memberikan potensi sumberdaya manusia. disamping memberikan Manfaat yang luar bisa. namun memiliki kerawanan akibat pantai-pantai terbuka kesemua jurusan. inilah bila dicermati lebih dalam diperlukan motivasi yang kuat untuk menjamin tegaknya negara kesatuan Republik Indonesia.4.

disiplin dan rela berkorban. dalam upaya menciptakan kesejahteraan [prosperity] dan keamanan nasional [security]. Pada aplikasinya dapat dimasukkan kedalam berbagai mata pelajaran. Militansi yang identik dengan jiwa dan semangat pelopor diperlukan untuk menghadapi ancamaan.H asil yang ingin dicapai dalam PPBN ialah lahirnya kesadaran. Pendidikan Bela Negara pada hakikatnya adalah proses internalisasi sebuah kesadaran. Dilakukan secara terpadu. PPBN Tahap awal P PBN tahap awal sebagai bagian tak terpisahkan dalam system pendidikan nasional. yang merupakan sub set dari Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MKPK). Penciptaan kesejahteraan 37 . Untuk memacu hasil maka sedapatnya setiap komponen pendidikan memberikan keteladanan.6. sehingga memiliki jalinan erat dengan mata pelajaran lain seperti. Agama. dalam pendidikan formal maupun informal. jiwa dan semangat bela negara yang merupakan akumulasi dari disiplin dan jiwa atau semangat untuk rela berkorban yang dipupuk dengan seksama sejak usia dini dan berakar pada cinta tanah air. melainkan rangkaian mata pelajaran untuk membina dan menumbuh kembangkan kesadaran bela negara. yakni pendidikan yang diselenggarakan di sekolah. PPBN Tahap LANJUTAN B entuk PPBN di tingkat pendidikan tinngi adalah pendidikan kewargaannegara/kewiraan.5. Oleh karenanya dalam aplikasi memiliki karakter khusus yakni menumbuhkan apresiasi pertahanan keamanan serta memupuk kemampuan berpikir secara komprehensif dan integralistik Berpikir secara komprehensif integralistik memungkinkan suatu persoalan didekati dan dipecahkan secara menyeluruh (holistic) dan bukan perbagian (atomistik). setelah memiliki kemampuan awal belanegara. sedang secara metodologis untuk menumbuhkan gairah patriotisme dapak dilakukan dengan mengintegrasikan kedalam setiap mata pelajaran yang relevan 5. jiwa dan semangat yang menkondisi munculnya sifat-sifat warga negara yang militan. luar sekolah. yakni sebuah kesadaran yang kuat dan mampu menanggalkan segala bentuk kontaminasi atau bentuk intervensi lain yang mengancam tujuan penyadaran tersebut. Pendidikan Kewarganegaraan/Kewiraan dimaksud juga untuk memperluas horizon pemikiran mahasiswa sebagai kader pejuang bangsa. terarah dan menyeluruh. lingkungan organisasi kepemudaan dan olah raga. kesadaran berbangsa dan bernegara. 5. Pendidikan dasar bela negara dimaksud pada tahap awal bukan merupakan mata pelajaran khusus. tantangan. sehingga dengan tumbuhnya militansi akan menkondisi meningkatnya patriot-patriot kebangsaan. hambatan dan gannguan. Lebih cermat lagi dalam pelaksanakan segenap pikiran diarahkan kepada terciptanya kesadaran yang hakiki. keyakinan akan kesaktian pancasila sebagai idelogi negara serta didorong oleh tanggung jawab moral yang tinggi. IPS dan Seni budaya. Sejarah. Pancasila. dan menggunakan pendekatan penalaran (kognitif) dan titik berat pendekatan afektif.

Dengan demikian pendidikan kewargaan negara sebagai manifestasi pendidikan pendahuluan negara tingkat lanjut.  Menjadi pejuang cita-cita bangsa. Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dala upaya pembelaan negara Pasal 30 (1). dan akatif berperan dalam upayaupaya terwujudnya ketahanan nasional. Adapun wujud yang diharapkan antara lain:  Menunjang terwudnya/terselenggaranya system pertahanan dan keamanan rakyat semesta [SISHANKAMRATA] dengan lebih tajam mengetahui dan menyadari peran dan tanggung jawabnya sebagai sarjana yang tinggi rasa nasionalisme dengan kekuatan nalarnya untuk HANKAMRATA. Setelah mengkuti mata kuliah kewarganegaraan/kewiraan dapat diharapkan mahasiswa memiliki kemamapuan yang kritis dalam memandang negaranya secara positif. dan memaparkan karakteristik bangsa Indonesia serta kepentingannya termasuk masalah nasional yang dihadapi bangsa [current national problems]. Pandangan intelektualnya selalu menjujung tinggi kewibawaan negaranya demi terwujudanya kemanan negara  Menjadi filter dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuuan teknologi dan seni maupun penetrasi budaya asing. Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam uasaha pertahanan dan keamanan negara. 5.dan keamanan ini dilakukan karena merupakan unsur dasar yang digunakan dalam menjamin kelangsungan hidup bangsa serta terwujudnya aspirasi perjuangan . Implementasi pemahaman dapat dimanifestasikan kedalam bentuk pembuatan skripsi. 38 . dengan mengambil peran sebagai motor penggerak pembangunan nasional sekaligus untuk menjamin kepentingan negara menuju kerangka terwujudnya tujuan nasional. Sebagai salah satu mata kuliah pengembangan kepribadian [MKPK] yang menamkan pemahaman identitas bangsa. tesis dan desertasi dengan menggunakan pendekatan atau latar belakang pemikiran komprhensif dan integralistik utamanya yang menyangkut kepentingan kesejahteraan dan keamnanan nasional. dapat membekali mahasiswa calon pemimpin bangsa secara rasional.7. bela negara DALAM UUD 1945 Pasal 27 (3). Kewarganegaaran/kewiraan mengajarkan doktrin nasional.

keutuhan wilayah dan yuridiksi nasional. terpadu dan berlanjut yang dilandasi oleh kecintaan pada tanah air. Bela Negara adalah tekad.20 Th 1982 Pasal 1 (2). kerelaan berkorban untuk negara. sikap dan tindakan warga negara yang teratur.5. c).Keangggotaan Angkatan Bersenjata secara sukarela atau secara wajib. b).8.Keanggotaan Cadangan Tentara Nasional Indoenesia secara sukarela atau secara wajib e). keyakinan akan kesaktian pancasila sebagai ideologi negara.Keanggotaan Perlindungan Masyarakat secara sukarela Pasal 19 (1) Pendidikan Pendahuluan Bela Negara diselenggarakan guna memasyarakatkan upaya bela negara serta menegakkan upa bela negara serta menegakkan hak dan kewajiban warga negara dalam upaya bela negara. (3). serta memberikan kemampuan awal bela negara. kesadaran berbangsa dan bernegara Indonesia. serta niali-nilai Pancasila dan Undang-undang dasar 1945. kesatuan dan persatuan bangsa. Pasal 17 (1) Hak dan kewajiban warga negara yang diwujudkan dengan keikutsertaan dalam upaya bela negara tidak dapat dihindarkan.Keanggotaan Rakyat terlatih secara wajib. Pendidikan Pendahuluan Bela negara sebagai tindak tak terpisahkan dalam sistem pendidikan nasional. dan kewajiban dalam rangka penyelenggaraan pertahanan keamanan negara (6) Pendidikan Pendahuluan Bela Negara adalah pendidikan dasar bela negara guna menumbuhkan kecintaan pada tanah air. Pasal 18 Hak dan kewajiban warga negara yang diwujudkan dengan keikutsertaan dalam upaya bela negara diselenggarakan melalui : a). kecuali menurut ketentuan-ketentuan yang ditetapkan dengan Undang-undang (2). bela negara DALAM UU No. kesadaran berbangsa dan bernegara Indonesia serta keyakinan akan kesaktian Pancasila sebagai ideology negara dan kerelaan untuk berkurban guna meniadakan setiap ancaman baik dari luar negeri maupun dari dalam negeri yang membahayakan kemerdekaan dan kedaulatan negara. 39 . Upaya bela negara merupakan kehormatan yang dilakukan oleh setiap warga negara secar adil dan merata. menyeluruh. d). Upaya bela negara adalah kegiatan yang dilakukan oleh setiap warga negara sebagai penuaian hak.

ini wajib diikuti secara bertahap yaitu : a). 40 . tahap awal pada pendidikan tingkat dasar sampai menengah atas dan dalam Gerakan Pramuka.(2) Pendidikan Pendahuluan Bela Negara sebagaimana dimaksud ayat (1) pasal. Tahap lanjutan dalam bentuk pendidikan Kewiraan pada tingkat pendidikan tinggi. b).