Kesadaran Bela Negara

Materi :
   Pengertian Bela Negara Pendidikan Pendahuluan Bela Negara PPBN Di Perguruan Tinggi

TUJUAN PEMBELAJARAN UMUM Mahasiswa Memahami Pengertian Kesadaran Bela Negara     TUJUAN PEMBELAJARAN KHUSUS Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian bela negara Mahasiswa dapat mendiskripsikan fungsi warga negara dalam pembelaan negara Mahasiswa dapat menjelaskan Tujuan Bela Negara Mahasiswa dapat mendiskripsikan Motivasi Bela Negara

33

yang semakin kompleks dalam berbagai manifestasinya maka amandemen UUD 1945.BELA NEGARA 5. maka identitas bangsa akan larut sekaligus memudarkan semangat patriotisme generesai mudanya. Bila dicermati sungguh luar biasa pernyataan “bela negara” termuat dalam UUD 1945. Mantapnya jatidiri sangat berkorelasi dengan maningkatnya rasa rela berkorban untuk bangsanya. tepatnya ayat (3) dinyatakan . serta nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945. inilah suatu tantangan bagi semua negara untuk saling berlomba memantapkan jati dirinya. tantangan. tanpa melakukan aktivitas itu.1. terpadu dan berlanjut yang dilandasi oleh kecintaan terhadap tanah aie. 34 . “ Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib serta usaha pertahanan dan keamanan negara. menyeluruh. PENGertian P embelaan negara atau bela negara adalah tekad. keutuhan wilayah Nusantara dan yuridiksi nasional. dan merupakan fakta yang harus disiasati yakni globalisasi. upaya pembelaan dilandasi oleh kecintaan pada tanah tumpah darah yakni wilayah Nusantara yang terbentang dari Sabang sampai Merauke. serta kesadaran hidup berbangsa dan bernegara. Disamping itu pula pembelaan negara juga didasari oleh kesadaran berbangsa dan bernegara. persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. dan pada akhirnya hilanglah nama Indonesia sebagai negara. apalagi dinyatakan dalam dua pasal. hal ini menujukkan bahwa bela negara merupakan hal yang sangat substansial bagi warga negara. Bagi warganegara Indonesia.2. hambatan dan gangguan. dengan meyakini Pancasila sebagai dasar negara serta UUD 1945 sebagai pijakan konstitusi negara. Komplektisitas dipicu oleh kondisi yang tidak dapat ditawar lagi. 5. PENGANTAR. sikap dan tindakan waranegara yang teratur. Memudarnya semangat patriotic identik dengan lenyapnya suatu negara secara perlahan. dengan rela berkorban maka kemampuan bela negara seningkat. disaping itu juga pada Bab XII Pasal 30 ayat (1) dinyatakan.“ Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara ”. Wujud dari upaya bela negara adalah kesiapan dan kerelaan warganegara untuk berkorban demi mempertahankan kedaulatan negara. Jika ditilik dari spectrum ancaman. D alam pasal 27 Undang-undang Dasar 1945. Indonesia sebagai negara yang berdaulat juga dituntut untuk berperuilaku yang sama dengan bangsa lainnya. utamanya pada pasal 27 (3) yakni tentang bela negara sangat signifikan. Globalisasi merupakan suatu keadaan yang menggambarkan peta dunia yang tanpa batas.

telah membuktikan kebenaran rumusan Bab XIII pasal 30 UUD 1945 bahwa : 1. Weakness. motivasi bela negara B erdasarkan pengertian yang terkandung dalam Bab XII pasal 30 UUD 1945 maka dasar pokok penyelenggaraan pertahanan keamanan negara Republik Indonesia bertumpu pada kesadaran setiap warga negara akan hak dan kewajibannya . Dalam hubungan ini. ras dan agama. Sadar bahwa bangsa kita disamping memiliki keunggulan juga menyimpan sejuta kelemahan. 35 . Melalui analisa SWOT [Strenght. kondisi negara. Disamping itu Indonesia sebagai negara yang didiami oleh berbagai varian mulai dari berbagai suku bangsa. memiliki ancaman. Proses motivasi ditumbuhkan melalui beberapa startegi yakni penyadaran akan jatidiri bangsa. tidak mungkin negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dapat tetap tegak berdiri sampai saat ini 2. namun juga memiliki peluang. Secara tidak langsung setaip orang kan mehami kondisi bangsanya secara utuh dan menyeluruh. Kesadaranya demikian perlu ditumbuh kembangkan melului situasi yang kondusif serta proses motivasi agar tercipta pertubahan tingkah laku dalam bentuk rasa cinta tanah airnya yang berlanjut pada kemauan bela negara. Opportunities dan Threat]. yang didorong oleh rasa senasib serta sistem penyelenggaraan pertahanan keamanan negara Republik Indonesia. terdapat beberapa motivasi keikutsertaan warga negara dalam pembelaan negara yang dapat divisualisasikan berikut : PENGALAMAN SEJARAH GEOGRAFIS YANG KONDISI DEMOGRAFIS KEKAYAAN ALAM IPTEKS  PENGALAMAN SEJARAH. Pembelaan negara atau pertahan keaman negara merupakan factor hakiki dalam menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara. Tanpa mampu mempertahankan diri terhadap ancaman dalam negeri. Rangkaian sejarah uapaya penyelenggaraan pertahanan keamanan negara sejak tahun 1945.5. Bangsa Indonesia dalam membela dan mempertahankan kemerdekaannya senantiasa mendasarkan diri pada perjoangan dan keikutsertaan seluruh rakyat secara spontan.3.

KEKAYAAN ALAM Indonesia memiliki potensi yang sangat luar biasa dikaitkan dengan kandungan alamnya yang bernilai ekonomi. Posisi ini menempatkan Indonesia pada suatu kedudukan dan peranan yang sangat penting sekali.4. inilah bila dicermati lebih dalam diperlukan motivasi yang kuat untuk menjamin tegaknya negara kesatuan Republik Indonesia. Kandungan mineral yang berlimpah ruah. disamping memberikan Manfaat yang luar bisa. KONDISI DEMOGRAFIS Jumlah penduduk yang menempati urutan keempat terbesar dunia disamping merupakan factor dominan yang memberikan potensi sumberdaya manusia. Kedudukan ini menuntut adanya kemampuan bangsa Indonesia untuk melaksanakan peranannya guna meningkatkan tanggung jawab atas kedudukan geografisnya. Indonesia adalah negara Kepulauuan terbesar di dunia. Keadaannya yang berada pada posisi silang dua. memiliki niali-nilai yang sangat strategis dalam hubungannya antar bangsaa. yakni diantara dua benua dan dua samudra. ideologi. namun memiliki kerawanan akibat pantai-pantai terbuka kesemua jurusan. ILMU PENGETAHUAN TEKNOLOGI DAN SENI. HASIL YANG DIHARAPKAN DALAM PPBN 36 . Letak geografis Indonesia berada di Khatulistiwa.    5. juga kaya akan sinar matahari sebagai sumber energi yang potensial. tetapi juga dalam hubungan regional maupun internasional. ekonomi dan militer. namun juga memiliki titik kerawan social yang besar. tidak saja dalam persoalan dalam negeri. social budaya. Perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan teknologi dan seni. mengkondisikan sikap warga negara untuk mengamankan wilayahnya. Komunikasi. Kemampuan ini terwujud dari keikutsertaan seluruh rakyat serta pengerahan segenap potensi nasional. GEOGRAFIS YANG STRATEGIS Kududukan geografis dan geosterategis negara kesatuan Republik Indonesia dengan wawasan Nusantaranya : 1. flora dan fauna. dan sumber alam yang tiada banding. namun juga memberikan dampak yang negatif . politik. disamping membawa dampak positif pada musim dan cuaca. 3. khususnya dalam arti transportasi lintas laut. 2. yang memiliki ribuan pulau yang diantaranya dapat dijadikan kompertimen strategis yang terdiri atas pulau-pulau perlawanan. didukung dengan keragaman hasil bumi dan laut.

yakni sebuah kesadaran yang kuat dan mampu menanggalkan segala bentuk kontaminasi atau bentuk intervensi lain yang mengancam tujuan penyadaran tersebut. sedang secara metodologis untuk menumbuhkan gairah patriotisme dapak dilakukan dengan mengintegrasikan kedalam setiap mata pelajaran yang relevan 5.5. setelah memiliki kemampuan awal belanegara. Oleh karenanya dalam aplikasi memiliki karakter khusus yakni menumbuhkan apresiasi pertahanan keamanan serta memupuk kemampuan berpikir secara komprehensif dan integralistik Berpikir secara komprehensif integralistik memungkinkan suatu persoalan didekati dan dipecahkan secara menyeluruh (holistic) dan bukan perbagian (atomistik). terarah dan menyeluruh. Militansi yang identik dengan jiwa dan semangat pelopor diperlukan untuk menghadapi ancamaan. Pendidikan dasar bela negara dimaksud pada tahap awal bukan merupakan mata pelajaran khusus. PPBN Tahap LANJUTAN B entuk PPBN di tingkat pendidikan tinngi adalah pendidikan kewargaannegara/kewiraan. jiwa dan semangat yang menkondisi munculnya sifat-sifat warga negara yang militan. dalam pendidikan formal maupun informal. Pendidikan Kewarganegaraan/Kewiraan dimaksud juga untuk memperluas horizon pemikiran mahasiswa sebagai kader pejuang bangsa. luar sekolah. dan menggunakan pendekatan penalaran (kognitif) dan titik berat pendekatan afektif. Dilakukan secara terpadu. melainkan rangkaian mata pelajaran untuk membina dan menumbuh kembangkan kesadaran bela negara.H asil yang ingin dicapai dalam PPBN ialah lahirnya kesadaran. Lebih cermat lagi dalam pelaksanakan segenap pikiran diarahkan kepada terciptanya kesadaran yang hakiki. kesadaran berbangsa dan bernegara. Pendidikan Bela Negara pada hakikatnya adalah proses internalisasi sebuah kesadaran. Pancasila. PPBN Tahap awal P PBN tahap awal sebagai bagian tak terpisahkan dalam system pendidikan nasional. disiplin dan rela berkorban. dalam upaya menciptakan kesejahteraan [prosperity] dan keamanan nasional [security]. IPS dan Seni budaya. lingkungan organisasi kepemudaan dan olah raga. 5. sehingga memiliki jalinan erat dengan mata pelajaran lain seperti. yang merupakan sub set dari Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MKPK). sehingga dengan tumbuhnya militansi akan menkondisi meningkatnya patriot-patriot kebangsaan. Untuk memacu hasil maka sedapatnya setiap komponen pendidikan memberikan keteladanan. Pada aplikasinya dapat dimasukkan kedalam berbagai mata pelajaran.6. Penciptaan kesejahteraan 37 . hambatan dan gannguan. yakni pendidikan yang diselenggarakan di sekolah. Sejarah. tantangan. jiwa dan semangat bela negara yang merupakan akumulasi dari disiplin dan jiwa atau semangat untuk rela berkorban yang dipupuk dengan seksama sejak usia dini dan berakar pada cinta tanah air. keyakinan akan kesaktian pancasila sebagai idelogi negara serta didorong oleh tanggung jawab moral yang tinggi. Agama.

Dengan demikian pendidikan kewargaan negara sebagai manifestasi pendidikan pendahuluan negara tingkat lanjut. Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dala upaya pembelaan negara Pasal 30 (1).dan keamanan ini dilakukan karena merupakan unsur dasar yang digunakan dalam menjamin kelangsungan hidup bangsa serta terwujudnya aspirasi perjuangan . Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam uasaha pertahanan dan keamanan negara. Sebagai salah satu mata kuliah pengembangan kepribadian [MKPK] yang menamkan pemahaman identitas bangsa. Kewarganegaaran/kewiraan mengajarkan doktrin nasional. dan akatif berperan dalam upayaupaya terwujudnya ketahanan nasional.  Menjadi pejuang cita-cita bangsa. dapat membekali mahasiswa calon pemimpin bangsa secara rasional. dengan mengambil peran sebagai motor penggerak pembangunan nasional sekaligus untuk menjamin kepentingan negara menuju kerangka terwujudnya tujuan nasional. Setelah mengkuti mata kuliah kewarganegaraan/kewiraan dapat diharapkan mahasiswa memiliki kemamapuan yang kritis dalam memandang negaranya secara positif.7. tesis dan desertasi dengan menggunakan pendekatan atau latar belakang pemikiran komprhensif dan integralistik utamanya yang menyangkut kepentingan kesejahteraan dan keamnanan nasional. dan memaparkan karakteristik bangsa Indonesia serta kepentingannya termasuk masalah nasional yang dihadapi bangsa [current national problems]. 5. Pandangan intelektualnya selalu menjujung tinggi kewibawaan negaranya demi terwujudanya kemanan negara  Menjadi filter dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuuan teknologi dan seni maupun penetrasi budaya asing. 38 . bela negara DALAM UUD 1945 Pasal 27 (3). Adapun wujud yang diharapkan antara lain:  Menunjang terwudnya/terselenggaranya system pertahanan dan keamanan rakyat semesta [SISHANKAMRATA] dengan lebih tajam mengetahui dan menyadari peran dan tanggung jawabnya sebagai sarjana yang tinggi rasa nasionalisme dengan kekuatan nalarnya untuk HANKAMRATA. Implementasi pemahaman dapat dimanifestasikan kedalam bentuk pembuatan skripsi.

keutuhan wilayah dan yuridiksi nasional.Keanggotaan Perlindungan Masyarakat secara sukarela Pasal 19 (1) Pendidikan Pendahuluan Bela Negara diselenggarakan guna memasyarakatkan upaya bela negara serta menegakkan upa bela negara serta menegakkan hak dan kewajiban warga negara dalam upaya bela negara. kerelaan berkorban untuk negara. Pendidikan Pendahuluan Bela negara sebagai tindak tak terpisahkan dalam sistem pendidikan nasional.Keanggotaan Cadangan Tentara Nasional Indoenesia secara sukarela atau secara wajib e). c). d). serta memberikan kemampuan awal bela negara. Bela Negara adalah tekad. kesadaran berbangsa dan bernegara Indonesia. kecuali menurut ketentuan-ketentuan yang ditetapkan dengan Undang-undang (2).5.Keanggotaan Rakyat terlatih secara wajib.20 Th 1982 Pasal 1 (2). serta niali-nilai Pancasila dan Undang-undang dasar 1945. kesatuan dan persatuan bangsa. kesadaran berbangsa dan bernegara Indonesia serta keyakinan akan kesaktian Pancasila sebagai ideology negara dan kerelaan untuk berkurban guna meniadakan setiap ancaman baik dari luar negeri maupun dari dalam negeri yang membahayakan kemerdekaan dan kedaulatan negara. Pasal 17 (1) Hak dan kewajiban warga negara yang diwujudkan dengan keikutsertaan dalam upaya bela negara tidak dapat dihindarkan. terpadu dan berlanjut yang dilandasi oleh kecintaan pada tanah air. Pasal 18 Hak dan kewajiban warga negara yang diwujudkan dengan keikutsertaan dalam upaya bela negara diselenggarakan melalui : a). Upaya bela negara merupakan kehormatan yang dilakukan oleh setiap warga negara secar adil dan merata. Upaya bela negara adalah kegiatan yang dilakukan oleh setiap warga negara sebagai penuaian hak.8. 39 . (3). keyakinan akan kesaktian pancasila sebagai ideologi negara.Keangggotaan Angkatan Bersenjata secara sukarela atau secara wajib. dan kewajiban dalam rangka penyelenggaraan pertahanan keamanan negara (6) Pendidikan Pendahuluan Bela Negara adalah pendidikan dasar bela negara guna menumbuhkan kecintaan pada tanah air. sikap dan tindakan warga negara yang teratur. menyeluruh. b). bela negara DALAM UU No.

ini wajib diikuti secara bertahap yaitu : a). b). tahap awal pada pendidikan tingkat dasar sampai menengah atas dan dalam Gerakan Pramuka. Tahap lanjutan dalam bentuk pendidikan Kewiraan pada tingkat pendidikan tinggi. 40 .(2) Pendidikan Pendahuluan Bela Negara sebagaimana dimaksud ayat (1) pasal.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful