P. 1
1 Materi Kuliah Evaluasi Pembelajaran

1 Materi Kuliah Evaluasi Pembelajaran

|Views: 30|Likes:
Published by @rizkyrifandi

More info:

Published by: @rizkyrifandi on Apr 08, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/23/2013

pdf

text

original

EVALUASI PEMBELAJARAN

Dr. SYAHRUL, M.Pd. 081 242 717 81 syahrulab@yahoo.co.id

JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

PENGERTIAN-PENGERTIAN

Tes

Evaluasi
Pengukuran

Penilaian

PENGERTIAN TES dan PENGUKURAN
Dilihat dari wujud fisiknya, suatu tes tidak lain daripada sekumpulan pertanyaan yang harus dijawab dan/atau tugas yang harus dikerjakan yang akan memberikan informasi mengenai aspek psikologis tertentu berdasarkan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan atau cara dan hasil subjek dalam melakukan tugas-tugas tersebut.
3

Anne Anastasi dalam bukunya Psychological Testing (1976) mengatakan bahwa tes pada dasarnya merupakan suatu pengukuran yang objektif dan standar terhadap sampel perilaku. Frederick G. Brown (1976) mengatakan bahwa tes adalah prosedur yang sistematik guna mengukur sampel perilaku seseorang, yang memenuhi syarat objektif, standar, dan syarat-syarat kualitas lainnya.

4

aitem yang ada di dalamnya tidak akan dapat mencakup seluruh isi materi yang mungkin ditanyakan. Artinya aitem-aitem dalam tes menghendaki agar subjek menunjukkan apa yang diketahui atau apa yang telah dipelajari subjek dengan cara menjawab pertanyaan-pertanyaan atau mengerjakan tugas-tugas yang dikehendaki oleh tes. Artinya (a) betapapun panjangnya suatu tes. (b) prosedur administrasi tes dan pemberian angka (scoring) terhadap hasilnya harus jelas dan dipesifikasikan secara terperinci. Tes adalah prosedur yang sistematik. dan (c) setiap orang yang mengambil tes itu harus mendapat aitem-aitem yang sama dalam kondisi yang sebanding. Tes mengukur perilaku.Jadi beberapa ciri tes adalah: 1. 2. 5 . Tes berisi sampel perilaku. dan (b) kelayakan suatu tes tergantung pada sejauhmana aitem-aitem dalam tes itu mewakili secara representatif kawasan (domain) perilaku yang diukur. Maksudnya (a) aitem-aitem dalam tes disusun menurut cara dan aturan tertentu. 3.

subjek tidak selalu perlu tahu aspek psikologis apakah 6 yang sedang diungkap dari dalam dirinya. Artinya tes dapat dirancang untuk melakukan pengukuran terhadap hasil belajar. Artinya tes dapat disusun dalam berbagai bentuk dan tipe sesuai dengan tujuan dan maksud penyusunan tes. 2. Subjek yang dikenai tes tidak selalu perlu dan tidak selalu pula harus tahu kalau ia sedang dikenai tes. Definisi tes tidak memberikan spesifikasi mengenai formatnya. . terhadap kemampuan atau abilitas. terhadap kemampuan khusus atau bakat. 3. inteligensi.Beberapa Hal Yang Tidak Tercakup Dalam Pengertian Tes adalah: 1. Lebih lanjut. dan sebagainya. Definisi tes tidak rnembatasi macam materi yang dapat dicakupnya.

Ciri pokok pengukuran adalah adanya proses pembandingan Mengukur adalah membandingkan atribut yang hendak liukur dengan alat ukurnya secara deskriptif. hal. 7 . atau objek tertentu menurut aturan atau formulasi yang jelas. Deskriptif artinya menyatakan hasil ukur secara kuantitatif hanya dengan satuan atau besaran ukurnya saja tanpa memberikan penilaian kualitatif. Pengukuran diartikan sebagai proses pemberian angka kepada suatu atribut karakteristik tertentu yang dimiliki oleh orang.PENGERTIAN PENGUKURAN Pengukuran (measurement) mempunyai arti yang sering dipertukarkan dengan pengertian tes.

Pengukuran merupakan proses yang mendeskripsikan performance siswa dengan menggunakan suatu skala kuantitatif (system angka) sedemikian rupa sehingga sifat kualitatif dari performance siswa tersebut dinyatakan dengan angka-angka Pengukuran memiliki dua karakteristik utama yaitu: 1) penggunaan angka atau skala tertentu. atau objek tertentu menurut aturan atau formulasi yang jelas. hal. 8 .Measurement (pengukuran) diartikan sebagai proses pemberian angka kepada suatu atribut atau karakteristik tertentu yang dimiliki oleh orang. 2) menurut suatu aturan atau formula tertentu.

PENGERTIAN PENILAIAN  Penilaian adalah suatu proses untuk mengambil keputusan dengan menggunakan informasi yang diperoleh melalui pengukuran hasil belajar baik yang menggunakan instrumen tes maupun non-tes.  Penilaian adalah penafsiran hasil pengukuran dan penentuan pencapaian hasil belajar 9 .

pengumpulan.PENGERTIAN EVALUASI Evaluasi adalah merupakan proses perencanaan. penggambaran. dan menyajikan informasi tentang pencapaian tujuan suatu program sehingga dapat ditarik kesimpulan dan digunakan untuk mengambil keputusan 10 .

baik yang menggunakan instrumen tes maupun non tes. 11 .Evaluasi dapat dinyatakan sebagai suatu proses pengambilan keputusan dengan menggunakan informasi yang diperoleh melalui pengukuran hasil belajar.

. Penilaian berfungsi diagnostik. Penilaian berfungsi sebagai pengukur keberhasilan dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana suatu program berhasil diterapkan. Dengan demikian. 3. akan lebih mudah dicari cara untuk mengatasinya. Penilaian berfungsi sebagai penempatan Untuk dapat menentukan dengan pasti dikelompok mana seseorang siswa ditempatkan 4.Penilaian berfungsi selektif  Untuk memilih siswa yang dapat diterima di sekolah tertentu Untuk memilih siswa yang dapat naik ke kelas atau tingkat berikutnya.Tujuan atau Fungsi Penilaian 1. guru dapat mengetahui tentang keterbatasan dan kelemahan siswa. Dengan mengadakan penilaian. Untuk memilih siswa yang seharusnya mendapat beasiswa Untuk memilih siswa yang sudah berhak meninggalkan sekolah 2.

maupun mengetahui siswa-siswa yang belum berhasil menguasai bahan.Makna Penilaian 1. Makna Bagi Siswa siswa dapat mengetahui sejauhmana ia telah berhasil menguasai/menyerap pelajaran yang diberikan oleh guru 2. Guru akan mengetahui apakah metode yang digunakan sudah tepat atau belum Makna Bagi Sekolah. . 3. Makna Bagi Guru Dengan hasil penilaian yang diperoleh. guru akan dapat mengetahui siswa-siswa mana yang sudah berhak melanjutkan pelajarannya karena sudah berhasil menguasai bahan. merupakan bahan pertimbangan bagi perencanaan sekolah /kurikulum untuk masa yang akan datang. Guru akan mengetahui apakah materi yang diajarkan sudah tepat bagi siswa sehingga untuk memberikan pengajaran diwaktu yang akan datang tidak perlu diadakan perubahan.

utuh dan menyeluruh akan diperoleh bahan-bahan keterangan dan imformasi yang lengkap mengenai keadaan dan perkembangan peserta didik yang menjadi sasaran evaluasi . utuh atau menyeluruh.Prinsip-Prinsip Dasar Penilaian 1. Prinsip keseluruhan (prinsip komprehensif ) bahwa evaluasi hasil belajar dapat dikatakan terlaksana dengan baik apabila evaluasi tersebut dilaksanakan secara bulat. Dengan melakukan evaluasi hasil belajar secara bulat.

. sejak dari awal mengikuti program pendidikan sampai saat mereka mengakhiri program pendidikan yang ditempuh. terencana dan terjadwal itu maka dimungkinkan bagi evaluator (guru) untuk memperoleh informasi yang dapat memberikan gambaran mengenai kemajuan dan perkembangan peserta didik.2. Prinsip Kesinambungan (prinsip kontinuitas) bahwa evaluasi hasil belajar yang baik adalah evaluasi hasil belajar yang dilaksanakan secara teratur dan sambung-menyambung dari waktu ke waktu. Dengan evaluasi hasil belajar yang dilaksanakan secara teratur.

menurut keadaan senyatanya.3. dalam pelaksanaan evaluasi hasil belajar. seorang evaluator harus senantiasa berpikir dan bertindak wajar. tidak dicampuri oleh kepentingankepentingan yang bersifat subyektif. Prinsip Objektivitas bahwa evaluasi hasil belajar dapat dinyatakan sebagai evaluasi yang baik apabila dapat terlepas dari faktor-faktor yang sifatnya subyektif. .

Misal. guru ingin menilai kompetensi berbicara. • . b. Penilaian yang reliable (ajeg) memungkinkan perbandingan yang reliable dan menjamin konsistensi. Bentuk penilaian valid jika menggunakan tes lisan. Misal. dan menggunakan bahasa yang tidak mengandung makna ganda. Jika menggunakan tes tertulis penilaian tidak valid. guru menilai suatu proyek. Dalam menyusun soal sebagai alat penilaian perlu memperhatikan kompetensi yang diukur. dalam pelajaran bahasa Indonesia. penilaian akan reliabel jika hasil yang diperoleh itu cenderung sama bila proyek itu dilakukan lagi dengan kondisi yang relatif sama. Untuk menjamin penilaian yang reliabel petunjuk pelaksanaan proyek dan penSkorannya harus jelas. Validitas Validitas berarti menilai apa yang seharusnya dinilai dengan menggunakan alat yang sesuai untuk mengukur kompetensi. Reliabilitas Reliabilitas berkaitan dengan konsistensi (keajegan) hasil penilaian.Kriteria Penilaian Hasil Belajar • a.

Terfokus pada kompetensi Penilaian harus terfokus pada pencapaian kompetensi (rangkaian kemampuan).c. sehingga tergambar profil kemampuan peserta didik. bukan hanya pada penguasaan materi (pengetahuan). terencana. e. Objektivitas Penilaian harus dilaksanakan secara obyektif. Keseluruhan/Komprehensif Penilaian harus menyeluruh dengan menggunakan beragam cara dan alat untuk menilai beragam kompetensi atau kemampuan peserta didik. berkesinambungan. penilaian harus adil. Untuk itu. f. d. . dan menerapkan kriteria yang jelas dalam pemberian Skor. Mendidik Penilaian dilakukan untuk memperbaiki proses pembelajaran bagi guru dan meningkatkan kualitas belajar bagi peserta didik.

Non-tes adalah prosedur penilaian yang ditujukan untuk menilai hasil belajar dari aspek tingkah laku seperti menilai aspek afektif dan aspek keterampilan (psikomotorik).Alat Evaluasi Secara umum alat evaluasi dibedakan menjadi dua jenis. perintah. dengan tujuan untuk mengukur tingkat kemampuan seseorang atau mengungkap aspek tertentu dari orang yang dikenai tes. yang dapat berupa pertanyaan . . Tes Tes adalah alat atau prosedur yang dipergunakan dalam rangka pengukuran dan penilaian. a. dan petunjuk yang ditujukan kepada peserta didik untuk mendapatkan respons sesuai dengan petunjuk tersebut. yaitu: a.

yaitu semua tes yang mengharuskan siswa memilih diantara kemungkinankemungkinan jawaban yang telah disediakan. Tes bentuk Objektif.Ditinjau dari segi pelaksaaan. Tes bentuk uraian. yaitu semua tes yang pertanyaannya membutuhkan jawaban dalam bentuk uraian. Yaitu alat penilaian yang harus dijawab oleh siswa. 1. memberi jawaban singkat. meliputi. tes terdiri dari tiga jenis. yaitu. Tes Tertulis (Written Test). . atau mengisi jawaban pada kolom titik-titik yang telah disediakan.

2. tes lisan dapat berbentuk . dan penguasaan materi pelajaran. tes lisan dapat berbentuk Pertanyaanpertanyaan berupa: – Hapalan – Pemahaman – Analisis – Aplikasi – Sintesis dan – Evaluasi .Pertanyaan terbuka – Ditinjau dari jawaban yang diinginkan. Pertanyaan tertutup . Tes Lisan (Oral Test). – Ditinjau dari jenis pertanyaan yang akan di ajukan. penggunaan bahasa. mempertanggung jawabkan pendapat. Merupakan alat penilaian yang pelaksanaannya dilakukan dengan mengadakan Tanya jawab secara langsung untuk mengetahui kemampuan– kemampuan berupa proses berpikir siswa dalam memecahkan suatu masalah.

praktek kesenian dan lain-lain).3. • Lembaran pengamatan yang digunakan untuk menilai tingkah laku siswa selama proses pelaksanaan tugas sampai kepada hasil yang dicapai. Tes Perbuatan (Performance Test) Tes Perbuatan adalah tes yang diberikan dalam bentuk tugas –tugas. praktek olah raga. Untuk melaksanakan tes perbuatan perlu dipersiapakan dua jenis alat. • Lembaran tugas (kerja) yang berisi deskripsi mengenai instruksi (Petunjuk) yang jelas sehingga siswa mengetahui secara tepat apa yang akan dilaksanakan. . praktek laboratorium. praktek kerja lapangan. pengalaman lapangan. yaitu. Pelaksanaannya dalam bentuk penampilan atau perbuatan ( Praktek.

c. Tes Akhir Tes akhir dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui apakah semua materi pelajaran tergolong penting sudah dapat dikuasai dengan sebaik-baiknya oleh para peserta didik. Tes Seleksi Tes ini dilaksanakan dalam rangka pengujian dan pemilihan calon peserta didik yang tergolong paling baik dari sekian banyak calon yang mengikuti tes. Tes Formatif Tes Formatif adalah tes hasil belajar yang bertujuan untuk mengetahui sudah sejauhmanakah peserta didik “telah terbentuk” (sesuai dengan tujuan Pengajaran yang telah ditentukan) setelah mereka mengikuti proses pembelajaran dalam jangka waktu tertentu. a. jenis kesukaran yang dihadapi oleh para peserta didik dalam suatu pelajaran tertentu. e. Tes Diagnostik Tes diagnostik adalah tes yang dilaksanakan untuk menentukan secara tepat. tes terdiri dari . Tes Sumatif Tes Sumatif adalah tes hasil belajar yang dilaksanakan setelah sekumpulan satuan program pengajaran selesai diberikan. d. b. f.Ditinjau dari segi fungsinya. . Tes Awal Tes ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui sejauh manakah materi atau bahan pelajaran yang akan diajarkan telah dapat dikuasai oleh para peserta didik.

Dikatakan sepihak karena dalam wawancara ini responden tidak diberi kesempatan sama sekali untuk mengajukan pertanyaan. Wawancara Wawancara atau interviu adalah suatu metode atau cara yang digunakan untuk mendapatkan jawaban dari responden dengan jalan tanya jawab sepihak. . A.Ditinjau dari segi pelaksanaan non-tes berupa.

.B.. Pengamatan atau Observasi • Pengamatan merupakan suatu cara yang tepat untuk menilai perilaku dengan mengadakan pengamatan dan pencatatan secara sistimatis terhadap fenomena-fenomena yang sedang dijadikan sasarna pengamatan.

Kuesioner dapat berupa kuesioner terbuka dan kuesioner tertutup atau kombinasi dari keduanya. Dengan kuesioner orang dapat diketahui tentang keadaan/data diri. . pengetahuan. sikap. Kuesioner (Angket) Kuesioner adalah sebuah daftar pertanyaan yang harus diisi oleh responden (orang yang akan diukur).C. pengalaman. pendapatnya. dan lain-lain.

D. Sangat Tidak Suka Biasa Suka Sangat suka Tidak suka . sehingga pada skala tersebut penilai tinggal membubuhi tanda cek saja. Contoh: Kecenderunagn seseorang terhadap jenis kesenian tertentu. Skala tersebut menggambarkan suatu nilai yang berbentuk angka terhadap suatu hasil pertimbangan. Skala Penilaiaan (Rating Scale) Rating Scale merupakan alat penilaian yang menggunakan skala yang telah disusun dari ujung negatif sampai kepada ujung yang positif.

PERENCANAAN TES ENAM HAL YANG HARUS DIPERTIMBANGKAN 28 .

kompleksitas tugas yang dituntut oleh tes. Format B (Pilihan Ganda Analisis Hubungan Antar Hal). biaya yang ada. dan waktu ujian diadakan Tes yang mempunyai tingkat kesukaran yang rendah sebaiknya diletakkan di awal tes dan yang 29 tinggi pada akhir perangkat tes 3. Jumlah butir soal. Apakah pengetahuan. Distribusi tingkat kesukaran butir soal. aplikasi. Format butir soal. dan evaluasi. Tipe tes yang akan digunakan. 6. Tes hasil belajar haruslah disusun atas butir-butir soal yang representatif dari ilmu atau bidang studi yang diujikan Tipe soal: (1) esei. atau Format D (Pilihan Ganda Kompleks) Dalam menentukan jumlah soal harus mempertimbangkan waktu yang tersedia. sintesis. 5. analisis.ENAM HAL YANG HARUS DIPERTIMBANGKAN 1. 4. (2) objektif. Pengambilan sampel dan pemilihan butir soal. Aspek yang akan diuji. 2. dan (3) problematik Level kemampuan apa yang diuji. pemahaman. . atau aspek Afektif dan psikomotorik Format A (Pilihan Ganda). Format C (Pilihan Ganda analisis kasus).

    Berapa pertimbangan lain dalam merencanakan tes adalah: Apakah akan menggunakan "open book" atau "closed book" Apakah frekuensi pelaksanaan tes sering atau jarang Apakah pelaksanaan tes diumumkan sebelumnya atau mendadak Bagaimana mode penyajian tes. 30 .

B. KONSTRUKSI BUTIR TES TES URAIAN OBJEKTIF Terbuka Terbatas Benar-Salah Menjodohkan Pilihan Jamak Pilihan Jamak Biasa Pilihan Jamak Hub Antar Hal Pilihan Jamak Analisis Kasus Pilihan Jamak Komplek Pilihan Jamak Membaca Diagram/ Grafik/ 31 Gambar .

Peserta tes memiliki kebebasan yang luas untuk mengorganisasikan dan mengekspresikan pikiran dan gagasannya dalam menjawab soal tersebut.KLASIFIKASI TES ESEI/URAIAN a. dan ruang lingkup jawaban. dan tidak terstruktur. fleksibel. b. Tes uraian terbatas (Restricted response) Keterbatasan itu mencakup format. Batas itu meliputi konteks jawaban yang diinginkan. isi. jumlah butir jawaban yang diharapkan: 1) Butir soal tipe jawaban melengkapi 2) Butir soal tipe jawaban singkat 32 . Jawaban siswa bersifat terbuka. Tes uraian bebas (Extended response).

Memeberi kesempatan kepada siswa untuk mengutarakan maksudnya dengan gaya bahasa dan caranya sendiri e. Mendorong siswa untuk berani mengemukakan pendapat serta menyusun dalam bentuk kalimat yang bagus d. Mudah disiapkan dan disusun b.Kelebihan dan Kekurangan Tes Uraian/Esei 1. Kelebihan-kelebihannya a. Tidak memberi banyak kesempatan untuk berspekulasi dan untung-untungan c. Dapat diketahui sejauh mana siswa mendalami sesuatu masalah yang diteskan 33 .

2) Kelemahan-kelemahannya a) Kadar validitas dan reliabilitas rendah karena sukar diketahui segi-segi mana dari pengetahuan siswa yang betul-betul telah dikuasai b) Kurang refresentatif dalam hal mewakili seluruh skor bahan pelajaran yang akan diteskan karena soalnya hanya beberapa saja (terbatas) c) Cara memeriksanya banyak dipengaruhi oleh unsur-unsur subyektif d) Pemeriksaanya lebih sulit sebab membutuhkan pertimbangan invidual lebih bayak dari penilai e) Waktu untuk koreksinya lama dan tida dapat diwakilkan kepada orang lain 34 .

35 . 5.PRINSIP KONSTRUKSI BUTIR TES ESAI/URAIAN 1. dengan demikian peserta tes tahu dengan pasti bahan yang harus dipelajarinya. Gunakanlah tipe tes uraian untuk mengukur hasil belajar yang cocok. Jangan terlalu banyak menggunakan butir soal tipe uraian untuk mengukur kemampuan mengingat. Beritahulah sebelumnya bahwa dalam tes yang akan datang akan digunakan tipe tes uraian. 2. Pertanyaan hendaknya terutama untuk mengukur tujuan hasil belajar yang penting saja. 3. 4. Batasilah ruang lingkup tes secara pasti.

Dengan demikian peserta tes dapat membatasi diri dalam memberikan responsnya. Kemampuan dan keterampilan menulis peserta tes haruslah menjadi pertimbangan utama dalam konstruksi butir soal uraian. 7. 9. Makin banyak jumlah butir soal untuk setiap perangkat soal makin baik.PRINSIP KONSTRUKSI BUTIR TES ESAI/URAIAN 6.Tulislah petunjuk awal yang jelas. 10. dan juga petunjuk untuk setiap butir soal harus rinci dan dapat 36 dipahami oleh peserta tes dengan jelas. Jangan memberikan butir soal yang dapat dipilih atau dapat tidak dikerjakan. Setiap soal harus jelas apakah jenis terbatas atau jenis bebas. 8. .

16. Hendaknya selalu ada kombinasi jenis tes uraian terbatas dan jenis tes uraian bebas. Hendaknya pertanyaan menuntut jawaban yang bersifat pemikiran peserta tes. Janganlah mulai kalimat butir soal dengan kata-kata seperti apa dan siapa. 12. tulislah garis besar. berilah ilustrasi. 14. 15. Waktu yang tersedia harusiah diperkirakan cukup untuk rata-rata kemampuan peserta tes. dll. pilihlah. Pergunakanlah kata-kata deskriptif seperti definisikanlah. 13. 37 . Dalam setiap butir soal harus dijelaskan skor maksimal yang dapat diperoleh bila jawabannya sesuai dengan yang diminta.PRINSIP KONSTRUKSI BUTIR TES ESAI/URAIAN 11.

KLASIFIKASI TES OBJEKTIF TES OBJEKTIF Benar-Salah Menjodohkan Pilihan Jamak Pilihan Jamak Biasa Pilihan Jamak Hub Antar Hal Pilihan Jamak Analisis Kasus Pilihan Jamak Komplek Pilihan Jamak Membaca Diagram/ Grafik/ Gambar 38 .

Kelebihan dan Kekurangan Tes Objektif 1. b. Lebih mudah dan cepat dalam memeriksanya karena dapat menggunakan kunci tes bahkan alat-alat hasil kemajuan teknologi c. Dalam pemeriksaan. dapat dihindari campur tangannya unsur-unsur subyektif baik dari segi siswa maupun guru yang memeriksa. Pemeriksaanya dapat diserahkan kepada orang lain d. lebih obyektif. Kelebihan a. Mengandung lebih banyak segi-segi yang positif. misalnya lebih representatif mewakili isi dan luas bahan. tidak ada unsur subyektif yang mempengaruhi 39 .

Persiapan untuk menyusunnya jauh lebih sulit daripada tes esai karena soalnya banyak dan harus teliti untuk menghindari kelemahan-kelemahan yang lain. Soal-soal cenderung untuk mengungkapkan igatan dan daya pengenalan kembali saja. Banyak kesempatan untuk main untung-untungan d.2. b. dan sukar untuk mengukur proses mental yang tinggi. c. Kelemahan-kelemahannya: a. “kerjasama” antar siswa pada waktu mengerjakan soal tes lebih terbuka 40 .

41 .

42 .

43 .

baik Tes maupun non Tes 2.TUGAS INDIVIDU: DIKUMPUL MINGGU DEPAN 1. Jelaskan keuntungan masing-masing alat evaluasi. Berikan contoh masing-masing minimal 10 (sepuluh) butir 3. Matakuliah yang dievaluasi adalah mata kuliah bidang studi .

TERIMA KASIH KITA LANJUTKAN MINGGU DEPAN SELAMAT BEKERJA .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->