BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Strategi adalah pendekatan secara keseluruhan yang berkaitan dengan pelaksanaan gagasan, perencanaan, dan eksekusi sebuah aktivitas dalam kurun waktu tertentu. Didalam strategi yang baik terdapat koordinasi tim kerja, memiliki tema, mengidentifikasi faktor pendukung yang sesuai dengan prinsip-prinsip pelaksanaan gagasan secara rasional, efisien dalam pendanaan, dan memiliki taktik untuk mencapai tujuan secara efektif. Strategi dibedakan dengan taktik yang memiliki ruang lingkup yang lebih sempit dan waktu yang lebih singkat, walaupun pada umumnya orang sering kali mencampur adukkan ke dua kata tersebut. Manajemen strategis adalah seni dan ilmu penyusunan, penerapan, dan pengevaluasian keputusan-keputusan lintas fungsional yang dapat memungkinkan suatu perusahaan mencapai sasarannya. Manajemen strategis adalah proses penetapan tujuan organisasi, pengembangan kebijakan dan perencanaan untuk mencapai sasaran tersebut, serta mengalokasikan sumber daya untuk menerapkan kebijakan dan merencanakan pencapaian tujuan organisasi. Manajemen strategis mengkombinasikan aktivitas-aktivitas dari berbagai bagian fungsional suatu bisnis untuk mencapai tujuan organisasi. Manajemen strategis berbicara tentang gambaran besar. Inti dari manajemen strategis adalah mengidentifikasi tujuan organisasi, sumber dayanya, dan bagaimana sumber daya yang ada tersebut dapat digunakan secara paling efektif untuk memenuhi tujuan strategis. Manajemen strategis di saat ini harus memberikan fondasi dasar atau pedoman untuk pengambilan keputusan dalam organisasi. Ini adalah proses yang berkesinambungan dan terus-menerus. Rencana strategis organisasi merupakan dokumen hidup yang selalu dikunjungi dan kembali dikunjungi. Bahkan mungkin sampai perlu dianggap sebagaimana suatu cairan karena sifatnya yang terus harus dimodifikasi. Seiring dengan adanya informasi baru telah tersedia, dia harus digunakan untuk membuat penyesuaian dan revisi. Tugas pertama dalam manajemen strategis pada umumnya adalah kompilasi dan penyebarluasan pernyataan misi. Aktivitas ini mendokumentasikan kerangka dasar organisasi dan mendefinisikan lingkup aktivitas yang hendak dijalankan oleh organisasi. Setelah itu, organisasi bersangkutan akan melakukan pemindaian lingkungan untuk membangun keselarasan dengan pernyataan misi yang telah dibuat. Pembentukan strategi adalah kombinasi dari tiga proses utama sebagai berikut:

1

 

Melakukan analisis situasi, evaluasi diri dan analisis pesaing: baik internal maupun eksternal; baik lingkungan mikro maupun makro. Bersamaan dengan penaksiran tersebut, tujuan dirumuskan. Tujuan ini harus bersifat paralel dalam rentang jangka pendek dan juga jangka panjang. Maka di sini juga termasuk di dalamnya penyusunan pernyataan visi (cara pandang jauh ke depan dari masa depan yang dimungkinkan), pernyataan misi (bagaimana peran organisasi terhadap lingkungan publik), tujuan perusahaan secara umum (baik finansial maupun strategis), tujuan unit bisnis strategis (baik finansial maupun strategis), dan tujuan taktis.

Selain itu stategi dibedakan dengan beberapa macam diantaranya : strategi generic, strategi ledearhip, strategi perencanaan, strategi diferensiasi, strategi pemasaran, dll. B. Rumusan Masalah  Apa yang dimaksud dengan alternative Strategi dan Keunggulan Persaingan ?  Apa yang dimaksud dengan Strategi Generic ?  Apa yang dimaksud dengan Strategi Diferensiasi ?  Apa yang dimaksud dengan Perencanaan Strategi ?  Apa yang dimaksud dengan Strategi Pemasaran ? C. Tujuan Penulisan  Agar mahasiswa lebih mengetahui segala sesuatu yang berkaitan dengan manajemen strategi  Untuk meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya sebuah strategi dalam suatu bisnis

2

Strategi ini terdiri dari strategi keunggulan biaya. menjadi spesialisas. Pertama. Strategi adalah ilmu perencanaan dan penentuan arah operasi-operasi militer berskala besar. menguasai satu kata yang sederhana di kepala. Strategi adalah bagaimana menggerakkan pasukan ke posisi paling menguntungkan sebelum pertempuran aktual dengan musuh. melakukan langkah untuk menemukan dan meningkatkan pengetahuan yang mendalam tentang peluang-peluang yang akan datang. Hamel dan Prahalat menyatakan bahwa untuk bersaing masa yang akan datang yang dibutuhkan empat hal. Kondisi badai yang dahsyat bagi perusahaan memaksa perusahaan-perusahan yang dikagumi dunia membuat strategi untuk dapat tetap bertahan dan tumbuh. strategi deferensiasi dan strategi fokus. Porter. strategi dari Jack Trout. Sedangkan strategi fokus merupakan strategi unit bisnis yang memfokuskan diri pada satu atau lebih segmen pasar yang sempit dari pada mengejar pasar yang lebih besar. Porter. Ketiga. mengenali kekuatan dan kelemahan pesaing. Strategi bisnis berfokus pada peningkatan posisi bersaing produk dan jasa perusahaan dalam industri atau segmen pasar tertentu yang dilayani perusahaan. Strategi Diferensiasi merupakan strategi unit bisnis yang berkonsentrasi untuk mencapai kinerja terbaik dalam memberikan manfaat bagi pelanggan yang dinilai penting oleh sebagian besar pasar. Strategi keunggulan biaya secara keseluruhan merupakan strategi yang membuat unit bisnis bekerja keras mencapai biaya produksi dan distribusi terendah. Strategi bisnis mengatasi masalah bagaimana perusahaan dan unit-unitnya bersaing dalam bisnis dan industri. melakukan mobilisasi sumberdaya perusahaan untuk menuju 3 .BAB II PEMBAHASAN A. bagaimana membuat persepsi yang baik di benak konsumen. Strategi dari Jack Trout menyebutkan bahwa inti dari strategi adalah bagaimana bertahan hidup dalam dunia kompetitif. kepemimpinan yang memberi arah dan memahami realitas pasar dengan menjadi yang pertama daripada menjadi yang lebih baik. Strategic Intent dari Hamel dan Prahalat dan strategi samudra biru dari Kim dan Mauborgne. ALTERNATIF STRATEGI DAN KEUNGGULAN PERSAINGAN Strategi bisnis atau strategi bersaing biasanya dikembangkan dalam level devisi dan menekankan pada perbaikan posisi persaingan produk barang atau jasa perusahaan dalam industri khusus atau segmen pasar yang dilayani oleh devisi tersebut. sehingga harganya dapat lebih rendah daripada pesaing dan mendapat pangsa pasar yang besar. Kedua. menjadi berbeda. Strategi generik dari Michael E. Strategi bisnis ini misalnya strategi generik dari Michael E. harus memahami bahwa bagaimana bersaing pada masa yang akan datang adalah berbeda dengan bersaing di masa sekarang.

atau terbaik dalam melayani beberapa segmen pasar. yaitu perusahaan dapat meningkatkan industri baru yang lengkap. perusahaan-perusahaan yang melakukan strategi yang sama dan ditujukan untuk pasar atau segemen sasaran yang sama membentuk kelompok strategis.menerapkan strategi yang jelas ―pengambil jalan tengah‖ akan gagal. Sebagai contoh. karena dalam industri ia bukanlah perusahaan dengan biaya terendah. bukan diperebutkan dengan persaingan. Sedangkan strategi samudra biru dari Kim dan Mauborgne atau Blue Ocean Strategy. Perusahaan yang melaksanakan strategis tersebut dengan paling baik akan memperoleh laba paling besar. Perusahaan yang tidak . perusahaanperusahaan ini akhirnya tidak unggul dalam satu bidangpun. Strategi fungsional menekankan terutama pada pemaksimalan sumberdaya produktivitas. strategi operasi dan strategi penelitian dan pengembangan. tidak dikenal ruang pasarnya dan tidak ada persaingan. membeli dari pemasok lokal untuk memenuhi persyaratan ―kandungan lokal‖ dan sebagainya. Philips. strategi keuangan. Menurut Porter. strategi sumberdaya manusia. misalnya eBay menciptakan lelang. baik. Blue Oceans merupakan seluruh industri yang tidak ada saat ini. Bahkan perusahaan-perusahaan raksasa AT&T. Pengambil jalan tengah mencoba untuk tampil baik dalam semua dimensi strategis. perusahaan mungkin perlu mendapatkan lisensi produknya. International Harvester mengalami masa sulit. lihat uraian Visi 2000 pada halaman 76 yang berjudul ―Persekutuan Aneh : Mengusahakan Pertumbuhan Global Melalui Aliansi Strategis. Untuk berusaha dalam negara lain. menganggap bahwa bersaing adalah menciptakan ruang pasar yang tidak ada lawannya. semakin banyak perusahaan yang mengembangkan jaringan kerja strategis global. mengambil masa yang akan datang yang pertama. Dalam blue oceans permintaan itu diciptakan. misalnya strategi pemasaran. Jadi perusahaan yang memiliki biaya paling rendah diantara perusahaanperusahaan yang melaksanakan strategi biaya rendah akan tampil paling baik. IBM. tanpa membentuk aliansi strategis dengan perusahaan domestik dan / atau multinasional yang melengkapi atau meningkatkan kemampuan dan sumber daya mereka. Siemens sering tidak dapat menjadi pemimpin. blue oceans dapat diciptakan dari dalam red oceans pada saat perusahaan mengubah batas industri yang ada. membentuk kerja sama dengan perusahaan lokal. Cara kedua. Untuk menciptakan blue oceans dengan dua cara. Perusahaan-perusahaan juga menemukan bahwa strategi yang paling efektif mengharuskan mereka memiliki mitra strategis. mencapai nilai yang tertinggi. secara Nasional maupun global. Sebagai akibatnya. tetapi secara online. Untuk lebih rinci. Keempat. Permintaan itu dapat tumbuh dengan cepat dan menguntungkan. tetapi karena berbagai dimensi strategis memerlukan cara pengelolaan perusahaan yang berbeda dan kadang kala tidak konsisten.‖ Banyak aliansi strategis mengambil bentuk aliansi pemasaran yang terbagi dalam empat kategori : 4 . tanpa mengambil mengambil risiko yang berlebihan.perjalanan pada masa yang akan datang.

Misalnya. Jadi kalau unit usaha memutuskan untuk unggul dalam teknologi. mengumpulkan intelejensi teknologi. Misalnya. Manajemen strategis adalah seni dan ilmu penyusunan. Sprinty baru-baru ini bergabung dengan RCA sebagai imbalan mengganti pelayanan telepon mereka kepada Sprint. Manajemen strategis mengkombinasikan aktivitas-aktivitas dari berbagai bagian fungsional suatu bisnis untuk mencapai tujuan organisasi. Manajemen strategis berbicara tentang gambaran besar. Setelah unit usaha mengembangkan strategi utamanya. suatu perushaan menawarkan dukungan logistik untuk produk perusahaan lain. sumber dayanya. memproduksi. H&R Blockdan Hyatt Legal Service dua usaha jasa telah bekerja sama dalam sebuah aliansi pemasaran. dan sebagainya. Aliansi logistik : Di sini. aliansi memungkinkan perusahaan-perusahaan untuk mencapai penjualan yang lebih tinggi dengan biaya yang lebih rendah. atau dua perusahaan bersama-sama memasarkan produk mereka yang saling melengkapi atau suatu produk baru. Burger King bekerja sama dengan Disney menawarkan bendabenda berkarakter Lion king atau Pocahontas serta produk lain kepada pembeli burgernya. penerapan. pengembangan kebijakan dan perencanaan untuk mencapai sasaran tersebut. Biasanya jaringan hotel dan perusahaan penyewaan mobil saling memberikan potongan harga. Kolaborasi harga : Satu atau lebih perusahaan turut serta dalam kolobarasi harga khusus.Aliansi produk dan/atau pelayanan : Satu perusahaan memberikan lisensi pada perusahaan lain untuk memproduksi produknya. dan bagaimana sumber daya 5 . Abbott Laboratories menyimpan dan mengirimkan seluruh produk medis dan bedah 3M ke rumah-rumah di seluruh Amerika Serikat. Aliansi promosi : Sebuah perusahaan setuju melakukan promosi untuk produk atau jasa perusahaan lain. Perusahaan-perusahaan perlu mempunyai pemikiran yang relatif dalam menemukan mitra usaha yang akan melengkapi kekuatan dan menutupi kelemahan mereka. sebuah bank mungkin bersedia untuk memajang sebuah lukisan dan suatu galeri lokal. serta mengalokasikan sumber daya untuk menerapkan kebijakan dan merencanakan pencapaian tujuan organisasi. Sebagai contoh. Apple bekerja sama dengan Digital Vax untuk bersama merancang. mengembangkan produk mutakhir. unit usaha tersebut mengembangkan program pendukungnya yang terinci. membuat iklan untuk mengkomunikasikan keunggulan teknologinya. Inti dari manajemen strategis adalah mengidentifikasi tujuan organisasi. Bila dikelola dengan baik. Manajemen strategis adalah proses penetapan tujuan organisasi. Demikian juga halnya. unit usaha tersebut harus merencanakan program untuk memperkuat departemen litbangnya. dan pengevaluasian keputusan-keputusan lintas fungsional yang dapat memungkinkan suatu perusahaan mencapai sasarannya. melatih para staf penjual teknis. dan memasarkan suatu produk baru.

tetapi berbagai strategi tersebut harus ― diterjemahkan ― kedalam berbagai kegiatan konkrit dan dikendalikan dengan seksama. Pandangan yang lebih tradisional dari manajemen strategis menggunakan pendekatan linear dimana pertama dilakukan pemantauan terhadap lingkungan organisasi (baik internal dan eksternal). Idealnya. Manajemen strategis secara umum didefinisikan sebagai suatu proses yang berorientasi masa depan yang memungkinkan organisasi untuk membuat keputusan hari ini untuk memposisikan diri untuk kesuksesan di masa mendatang. Kecepatan pacu saat ini dari perubahan menyatakan bahwa tahap perumusan dan pelaksanaan harus lebih diintegrasikan lebih erat untuk memastikan bahwa sejalan terjadinya perubahan dan timbulnya masalah di implementasi. Proses implementasi strategi adalah salah satu tugas dan tantangan utama seorang manajer umum (general manajer). maka biasanya proses mnajemen juga akan menyesuaikan terhadap tuntutan perubahan. strategi dirumuskan. maka proses manajeen akan diarhan untuk dapat memilih alternative terbaik bagi kepentingan implementasi strategi. Pemantauan lingkungan harus mencakup baik internal dan komponen eksternal. tetapi juga bagaimana ia merancang mekanisme kelembagaan beserta style bisnis yang dianut.seperti misalnya perencanaan. Bila proses formulasi strategi terutama merupakan suatu kegiatan entrepreneurial. Dalam kondisi dimana tidak ada keharusan untuk merubah strategi yang dipilih. Seiring dengan adanya informasi baru telah tersedia. Ini adalah proses yang berkesinambungan dan terus-menerus. pengorganisasian. Sementara sebagian besar organisasi merasa nyaman dengan pemindaian lingkungan internal. Manajemen strategis di saat ini harus memberikan fondasi dasar atau pedoman untuk pengambilan keputusan dalam organisasi. Sebaliknya kalau perubahan strategi memang harus dilakakan. Implementasi strategi yang sukses tergantung pada keterampilanketerampilan manajerial. Tidak cukup bagi manajer hanya mengembangkan.yang ada tersebut dapat digunakan secara paling efektif untuk memenuhi tujuan strategis. kepemipinan. mereka masih memiliki lebih banyak kesulitan dengan bagian eksternal. seluruh proses manajemen yang terjadi mampu mendukung keberadaan strategi organisasi yang dipilih. Hal yang disebut kemudian sering dimasukkan sebagai bagian tersendiri yaitu implementasi strategi. Beberapa elemen yang biasa digunakan untuk 6 . strategi yang diimplementasikan dan lantas kemajuan organisasi terhadap strategi kemudian dievaluasi.merumuskan dan mengevaluasi serangkaian strategi yang akan di tempuh perusahaan. Organisasi yang hanya melihat ke dalam masih kehilangan setengah dari persamaan utuh untuk membuat keputusan yang lebih efektif bagi perusahaan. keterampilan dan menciptakan keterpaduan (fits) yang kuat antarastrategi dan manajemen serta organisasi perusahaan secara keseluruhan. strategi tersebut kembali dikunjungi secara terus menerus. dia harus digunakan untuk membuat penyesuaian dan revisi. Rencana strategis organisasi merupakan dokumen hidup yang selalu dikunjungi dan kembali dikunjungi. motivasi. Bahkan mungkin sampai perlu dianggap sebagaimana suatu cairan karena sifatnya yang terus harus dimodifikasi. Strategi organisasi sebenarnya tidak hanya mencakup bagaimana seorang manajer memilih alternative strategi yang akan ditempuh.maka implementasi strategi merupakan kegiatan administrative internal.

dan teknik manajemen terbaik yang tersedia – bergeser ke luar menurunkan biaya dan meningkatkan nilai pada saat yang sama. Data dari pemantauan lingkungan ini kemudian digunakan untuk membuat rencana strategis bagi organisasi . Ada tiga tingkatan strategi dibuat dalam organisasi yang lebih besar. Sebagaimana setiap kompetitor dalam industri tersebut mengadopsinya. sebagaimaan ditunjukkan oleh perusahaan-perusahaan Jepang pada dekade 1970–an dan 1980-an melalui cara-cara TQM dan perbaikan terus-menerus. perusahaan akan perlu melibatkan lebih banyak karyawan dalam tahap perencanaan. persoalan yang dihadapi oleh efektivitas operasional adalah kebiasaan-kebiasan baik sangatlah mudah disamai dan bahkan diungguli. dia juga terbilang tidak mengambil kendali atas masa depannya. teknologi. Begitu banyak aktivitas dilakukan untuk membuat. Sementara perhatian historis lebih diberikan untuk tahap perencanaan. ketrampilan. tapal batas produktivitas (productivity frontier) – yaitu nilai maksimum yang bisa disampaikan oleh perusahaan pada suatu biaya tertentu. dan fungsional (atau operasional). yakni meliputi strategi perusahaan.yang kemudian dilaksanakan. tren politik-hukum. serta sosial-budaya. bisnis. Komponen terakhir dari manajemen strategis adalah evaluasi dan pemantauan kemajuan perusahaan ke arah sasaran strategisnya. menjual. dengan teknologi. organisasi saat ini yang cerdik juga menyadari sifat kritis dari aspek pelaksanaan. dan tren sosial dalam empat bidang utama: ekonomi. strategi bisnis akan menentukan bagaimana perusahaan akan bersaing di masing-masing bisnis yang telah dipilih. Jika sebuah organisasi tidak merencanakan arahnya. Perusahaan dapat meraih beragam keunggulan dari efektivitas operasional. Sebuah pepatah lama menyatakan bahwa "gagal dalam merencanakan sama dengan merencanakan untuk gagal‖. Kompetisi seperti itu 7 . Penting sekali bagi organisasi untuk terus memantau kemajuannya. dan menyampaikan (delivery) sebuah produk atau layanan merupakan unit dasar dari keunggulan kompetitif. Akibatnya. Efektivitas operasional (operational effectiveness) berarti menjalankan berbagai aktivitas tersebut dengan lebih baik – yaitu lebih cepat atau dengan input atau kerusakan yang lebih redah – daripada perusahaan pesaing. Organisasi-organisasi yang meyakini bahwa proses terbilang selesai setelah rencana diimplementasikan hanya akan menemukan diri mereka menemui kegagalan. dari sudut pandang kompetitif. Semua strategi ini harus berkaitan erat untuk memastikan bahwa organisasi bergerak ke arah yang menyatu. Dan strategi tingkat operasional akan menentukan bagaimana masing-masing bidang fungsional (seperti sumber daya manusia atau akuntansi) benar-benar akan mendukung strategi-strategi bisnis dan korporasi. Sementara strategi perusahaan akan menentukan bisnis apakah yang perusahaan akan benar-benar beroperasi di sana. Rencana terbaik tak ada artinya jika implementasinya cacat.memeriksa kondisi eksternal meliputik industri sebagai suatu keseluruhan (termasuk tren yang berdampak pada industri). Tetapi. memproduksi. Tahap implementasi melibatkan hampir semua anggota organisasi.

Akibatnya keberhasilan di bidang pemasukan hanyalah hasil dari pengorbanan return on sales. b. Melayani banyak kebutuhan dari sedikit kastemer. Strategi merupakan sebuah karya dari suatu posisi yang unik dan berharga serta melibatkan seperangkat aktivitas yang berbeda. c. Pada prinsipnya. Artinya. karena menciptakan kebutuhan untuk memilih (memutuskan) dan secara sengaja membatasi apa yang dapat ditawarkan oleh perusahaan. Melayani sedikit kebutuhan dari banyak kastemer. 3. 2. 1996) mengidentifikasi adanya tiga prinsip dasar yang melandasi strategic positioning. Artinya. Michael A. yaitu: a. Dan semakin banyak benchmark yang dilakukan perusahaan. menjalankan aktivitas yang berbeda dibanding para pesaing atau menjalankan aktivitas yang sama melalui cara-cara yang berbeda. Melayani banyak kebutuhan dari banyak kastemer dalam suatu pasar yang sempit. Strategi mensyaratkan terjadinya pertukaran (trade-off) dalam berkompetisi. Porter (Porter. sabun Neutrogena diposisikan sebagai produk kesehatan dari pada sebagai sabun cuci tangan. Beberapa bentuk kegiatan kompetitif tidak dapat dipadukan dengan lainnya (incompatible). Pemposisian strategik (strategic positioning) berusaha untuk mencapai keunggulan kompetitif yang berkelanjutan dengan cara mempertahankan apa yang khas dari perusahaan tersebut. keputusan Maytag untuk memperluas lini produknya dan membeli merek lain menunjukkan contoh kegagalan untuk melakukan pertukaran (trade-offs). Sebaliknya. Trade-offs adalah sangat penting bagi strategi. yaitu untuk memilih apa yang tidak akan dilakukan. yaitu: 1. Sebagai contoh. Vanguard Group 8 . melepas volume (penjualan) besar. Perusahaan mengatakan ―tidak‖ pada penjualan berbasis zat pewangi. aksesibilitas kastemer. dan mengorbankan efisiensi produksi. tetapi relatif tidak memberikan peningkatan kepada siapa pun. posisi strategik muncul dari tiga sumber daya yang membedakan. maka semakin banyak titik temu kompetitif (competitive convergence) yang terjadi. Fit merupakan sesuatu yang berkaitan dengan cara aktivitas-aktivitas perusahaan berinteraksi dan saling memperkuat satu dengan lainnya. Strategi melibatkan penciptaan kesesuaian (fit) di tengah berbagai aktivitas perusahaan. Posisi strategik dapat berbasis pada kebutuhan kastemer.menghasilkan perbaikan yang absolut dalam efektivitas operasional. semakin sulit membedakan antara satu perusahaan dengan yang lainnya. sehingga keberhasilan di suatu wilayah hanya dapat dicapai jika terjadi pengorbanan/pengeluaran di wilayah yang lain. Misalnya. atau keragaman produk atau layanan perusahaan.

yaitu cost leadership. Berdasarkan ketiga prinsip dasar di atas. dan inti sebenarnya adalah mendefinisikan serta mengkomunikasikan keunikan posisi perusahaan. Ketika Continental Lite mencoba untuk memadukan aktivitasnya dengan beberapa (tetapi tidak seluruh sistem yang saling mengunci) aktivitas Southwest Airlines. dan komunikasi secara terbuka/transparan. membuat trade-offs. Manajemen Umum lebih dari sekadar pelayanan (stewardship) fungsi-fungsi individual. STRATEGI GENERIK Definisi strategi generik menurut M. 9 . ketika berbagai aktivitas secara mutualisme saling memperkokoh satu dengan lainnya. serta focus. Jika pun meniru maka harus ditiru secara keseluruhan sistem. Porter adalah suatu pendekatan strategi perusahaan dalam rangka mengungguli pesaing dalam industri sejenis. B. Tentang bagaimana memperluas keunikan perusahaan sambil memperkuat kesesuaian (fit) di tengah berbagai aktivitasnya. Fit mendorong keduanya. di mana strategi itu ada 3 kategori. para pesaing tidak secara mudah bisa menirunya. differentiation. Artinya. kemampuan untuk menetapkan batasan. Pekerjaan untuk menentukan kelompok sasaran (target group) serta kebutuhan yang mana yang akan dilayani mensyaratkan adanya disiplin. yang dikenal dengan istilah Porter’s generic strategy. Jelas sekali bahwa strategi dan kepemimpinan merupakan suatu rangkaian yang tidak dapat dipisahkan. hasil yang diperoleh adalah kehancuran. dan menempa fit dalam berbagai aktivitasnya. dapat dijelaskan bahwa para pegawai membutuhkan panduan tentang bagaimana memperdalam (menggali lebih dalam) posisi strategik dari pada memperluas atau mengkompromikannya. baik keunggulan kompetitif maupun keberlanjutan. Strategi generik merupakan salah satu pendekatan strategi yang dimunculkan oleh Michael Porter.mengkaitkan seluruh aktivitasnya dengan strategi biaya rendah. perusahaan ini mendistribusikan dana langsung kepada para konsumen dan meminimalkan turnover portfolio.

ketika konsumen tidak (terlalu) peduli terhadap perbedaan merek.1. tetapi berkaitan dengan sifat dan atribut fisik suatu produk atau pengalaman kepuasan (secara nyata maupun psikologis) yang didapat oleh konsumen dari produk 10 . Biasanya strategi ini dijalankan beriringan dengan strategi diferensiasi. ke hilir (forward integration). strategi ini tidak hanya membuat perusahaan mampu bertahan terhadap persaingan harga yang terjadi tetapi juga dapat menjadi pemimpin pasar (market leader) dalam menentukan harga dan memastikan tingkat keuntungan pasar yang tinggi (di atas rata-rata) dan stabil melalui cara-cara yang agresif dalam efisiensi dan kefektifan biaya. Dari sisi perilaku pelanggan. 1980 dan 1985). Produk ini (barang maupun jasa) biasanya ditujukan kepada konsumen yang relatif mudah terpengaruh oleh pergeseran harga (price sensitive) atau menggunakan harga sebagai faktor penentu keputusan. Pass dan Lowes. 1997. atau jika terdapat sejumlah besar konsumen memiliki kekuatan tawarmenawar yang signifikan. Termasuk di dalamnya adalah pemanfaatan skala ekonomi (economies of scale). 2. sebuah perusahaan harus mampu memenuhi persyaratan di dua bidang. strategi jenis ini amat sesuai dengan kebutuhan pelanggan yang termasuk dalam kategori perilaku low-involvement. informasi pengendalian yang baik. mendorong perusahaan untuk sanggup menemukan keunikan tersendiri dalam pasar yang jadi sasarannya. alasan utama pelaksanaan strategi integrasi ke hulu (backward integration). dan akses yang baik terhadap bahan baku atau saluran distribusi. Porter. (relatif) tidak membutuhkan pembedaan produk. optimasi kapasitas utilitas. serta biaya distribusi dan promosi rendah. Sedangkan dari bidang organisasi. Terutama dalam pasar komoditi. Strategi Pembedaan Produk (differentiation) Strategi Pembedaan Produk (differentiation). yaitu: sumber daya (resources) dan organisasi. Untuk dapat menjalankan strategi biaya rendah. insentif berdasarkan target (alokasi insentif berbasis hasil). (Umar. Strategi ini hanya mungkin dijalankan jika dimiliki beberapa keunggulan di bidang sumber daya perusahaan. Cara pembedaan produk bervariasi dari pasar ke pasar. pengawasan yang ketat. trampil pada rekayasa proses (process engineering). maupun ke samping (horizontal integration) adalah untuk memperoleh berbagai keuntungan dari strategi biaya rendah ini. 1999). 1997. Sumber dari keefektifan biaya (cost effectiveness) ini bervariasi. Strategi Biaya Rendah (cost leadership) Strategi Biaya Rendah (cost leadership) menekankan pada upaya memproduksi produk standar (sama dalam segala aspek) dengan biaya per unit yang sangat rendah. mudah diproduksi. (Lihat David. perusahaan harus memiliki: kemampuan mengendalikan biaya dengan ketat. yaitu: kuat akan modal. Pada prinsipnya. Keunikan produk (barang atau jasa) yang dikedepankan ini memungkinkan suatu perusahaan untuk menarik minat sebesar-besarnya dari konsumen potensialnya. sharing biaya dan pengetahuan dalam internal organisasi. dampak kurva pembelajaran dan pengalaman (learning and experience curve). investasi dalam teknologi yang terbaik. 1998. Fournier dan Deighton.

distribusi. Diferensiasi tidak memberikan jaminan terhadap keunggulan kompetitif. disebut pula sebagai ceruk pasar) untuk memenuhi kebutuhan suatu produk — barang dan jasa — khusus. Berbagai kemudahan pemeliharaan. Pada umumnya strategi biaya rendah dan pembedaan produk diterapkan perusahaan dalam rangka mencapai keunggulan bersaing (competitive advantage) terhadap para pesaingnya pada semua pasar. maka pesaing yang menawarkan produk standar dengan strategi biaya rendah akan sangat mudah merebut pasar. dan mengukur insentif yang subyektif di samping yang obyektif. maka untuk menerapkan strategi ini dibutuhkan kekuatan-kekuatan yang tinggi dalam hal: pemasaran produk. 1997. (Lihat David. Porter. kenyamanan dan berbagai hal lainnya yang sulit ditiru lawan merupakan sedikit contoh dari diferensiasi. Strategi jenis ini biasa ditujukan kepada para konsumen potensial yang relatif tidak mengutamakan harga dalam pengambilan keputusannya (price insensitive). kreativitas dan bakat. features tambahan. 1998. 11 . Sedangkan dari sisi organisasi. merekrut tenaga yang berkemampuan tinggi. (Umar. Contoh penggunaan strategi ini secara tepat adalah pada produk barang yang bersifat tahan lama (durable) dan sulit ditiru oleh pesaing. kekuatan departemen Penelitian dan Pengembangan sangatlah berperan. perusahaan harus kuat dan mampu untuk melakukan: koordinasi antar fungsi manajemen yang terkait. Strategi jenis ini ditujukan untuk melayani kebutuhan konsumen yang jumlahnya relatif kecil dan dalam pengambilan keputusannya untuk membeli relatif tidak dipengaruhi oleh harga. Fournier dan Deighton. Jika hal ini terjadi. strategi fokus diintegrasikan dengan salah satu dari dua strategi generik lainnya: strategi biaya rendah atau strategi pembedaan karakteristik produk. Strategi ini biasa digunakan oleh pemasok ―niche market‖ (segmen khusus/khas dalam suatu pasar tertentu. reputasi perusahaan.tersebut. terdapat dua bidang syarat yang harus dipenuhi ketika perusahaan memutuskan untuk memanfaatkan strategi ini. Dari sisi sumber daya perusahaan. Perlu diperhatikan bahwa terdapat berbagai tingkatan diferensiasi. Oleh karenanya. Dalam pelaksanaannya – terutama pada perusahaan skala menengah dan besar –. fleksibilitas. yaitu: bidang sumber daya (resources) dan bidang organisasi. perekayasaan produk (product engineering). 1997. 1980 dan 1985). 1999) 3. Strategi Fokus (focus) Strategi fokus digunakan untuk membangun keunggulan bersaing dalam suatu segmen pasar yang lebih sempit. riset pasar. dan ketrampilan kerja. Secara umum. terutama jika produk-produk standar yang beredar telah (relatif) memenuhi kebutuhan konsumen atau jika kompetitor/pesaing dapat melakukan peniruan dengan cepat. dalam strategi jenis ini. Pass dan Lowes. Resiko lainnya dari strategi ini adalah jika perbedaan atau keunikan yang ditawarkan produk tersebut ternyata tidak dihargai (dianggap biasa) oleh konsumen.

Strategi ini akan menjadi lebih efektif jika konsumen membutuhkan suatu kekhasan tertentu yang tidak diminati oleh perusahaan pesaing. perlu dilakukan diferensiasi supaya penjualan di dalam pemasaran kita meningkat kembali. Biasanya perusahaan yang bergerak dengan strategi ini lebih berkonsentrasi pada suatu kelompok pasar tertentu (niche market). Berikut akan dibahas beberapa alas an mengapa strategi diferensiasi merupakan salh satu strategi yang ampuh dalam pemasaran. C. Mungkin banyak orang tidak memanfaatkan cara ini karena terkadang orang merasa ragu jika produknya berbeda dengan produk lain yang ada di pasaran. pada prinsipnya sebelum terjadi penurunan di dalam pemasaran produk atau jasa kita.Syarat bagi penerapan strategi ini adalah adanya besaran pasar yang cukup (market size). Tetapi. segala sesuatu yang unik dan tidak dimiliki oleh produk maupun jasa lain akan merupakan suatu hal yang selalu memancing rasa ingin tahu konsumen. Dikatakan lebih percaya diri karena dengan adanya keunikan tersebut. Salah Satu Strategi Ampuh Yang Mempengaruhi Pemasaran Kamis. Pada dasarnya. Pass dan Lowes. Fournier dan Deighton. Jadi. 1997. Diferensiasi akan membuat produk atau jasa kita lebih melekat di benak konsumen. Porter. keuntungan yang akan diperoleh adalah mereka menjadi lebih percaya diri dalam memasarkan produknya. konsumen akan tertarik untuk mengetahui produk atau jasa tersebut dengan lebih dalam dan biasanya. para marketing akan dapat menjelaskan produk atau jasa mereka dengan lebih mudah dan hal tersebut juga akan lebih menarik bagi konsumen. (Lihat David. wilayah geografis tertentu. perbedaan yang ada pada produk maupun jasa kita. ada juga yang merasa bahwa dengan adanya diferensiasi. Berbekal rasa ingin tahu tersebut. Salah satu strategi yang ampuh di dalam pemasaran adalah strategi diferensiasi. terdapat potensi pertumbuhan yang baik. pada akhirnya konsumen akan tertarik untuk mencoba mengkonsumsi produk atau 12 . 1998. 1997. Diferensiasi akan memperpanjang siklus hidup produk Suatu produk pasti akan mengalami siklus decline atau penurunan. atau produk — barang atau jasa — tertentu dengan kemampuan memenuhi kebutuhan konsumen secara baik. akan membuat konsumen lebih mudah untuk mengingat produk atau jasa yang kita pasarkan karena adanya point of interest yang kita miliki. yaitu keunikan yang tidak dimiliki oleh produk atau jasa yang lain. excellent delivery. Bagi para marketing. STRATEGI DIFERENSIASI Diferensiasi. Diferensiasi akan membuat produk atau jasa kita lebih diingat oleh konsumen. yaitu strategi dimana produk kita memiliki perbedaan maupun keunikan dibandingkan dengan produk yang lain.Banyak strategi yang dipergunakan untuk pemasaran suatu produk dan jasa. Sebagai informasi. 1980 dan 1985). 09 Juli 2009 19:23 WIB (Vibizmanagement – Sales & Marketing ) . dan tidak terlalu diperhatikan oleh pesaing dalam rangka mencapai keberhasilannya (pesaing tidak tertarik untuk bergerak pada ceruk tersebut).maka produk atau jasanya akan lebih lku bil dijual dipasaran.

Keunikan produk atau jasa yang dimiliki bisa merupakan asset yang berharga bagi kita. Dengan keunikan produk atau jasa tersebut. Dengan adanya keunikan yang kita miliki. terampil. kita dapat menjual produk atau jasa kita dengan harga yang lebih tinggi.jasa tersebut. karena keunikan tersebut adalah nilai tambah dari produk atau jasa yang kita pasarkan. maka produk kita akan terlihat lebih baik dibandingkan produk lain. kita bisa mempromosikan bahwa harga yang kita pasarkan merupakan suatu hal yang wajar karena konsumen bisa menikmati keunikan yang tidak dimiliki oleh produk atau jasa yang lain. Keunggulan bersaing menurut Porter (1986) adalah kemampuan suatu perusahaan untuk meraih keuntungan ekonomis di atas laba yang mampu diraih oleh pesaing di pasar dalam industri yang sama. Jadi. Perusahaan yang memiliki keunggulan kompetitif senantiasa memiliki kemampuan dalam memahami perubahan struktur pasar dan mampu memilih strategi pemasaran yang efektif. sejuk. karyawan yang ramah. Diferensiasi akan membuat nilai jual dari produk atau jasa yang kita pasarkan menjadi lebih tinggi. kita dapat dengan percaya diri mengatakan kepada konsumen bahwa hal yang dimiliki oleh kita tidak dimiliki oleh produk atau jasa yang lain. nyaman. menyenangkan. aman. 13 . konsumen sering merasa jenuh dengan penawaran produk atau jasa yang keunggulannya relatif sama dengan yang lain. dan focus. Pilihan tiap-tiap perusahaan terhadap strategi generik di atas akan bergantung kepada analisis lingkungan usaha untuk menentukan peluang dan ancaman. karena pada prinsipnya. Dengan adanya keunikan atau perbedaan yang menarik dari produk atau jasa kita. diferensiasi. berwawasan. Dengan persepsi tersebut. dengan kata lain. dan mampu mewujudkan dalam keseharian sehingga lebih diminati oleh konsumen dibandingkan dengan produk pesaing lainnya. yaitu cost leadership. Menurut Tjiptono (2001). maka pada konsumen juga akan lebih tertarik untuk mencoba menggunakan produk atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan kita dibandingkan produk atau jasa yang lain. Dikatakan bahwa kita dapat menjual produk kita dengan harga yang lebih tinggi karena dengan keunikan yang kita miliki. strategi pemasaran yang dapat dipilih oleh perusahaan yang menerapkan strategi produk diferensiasi agar senantiasa memiliki keunggulan bersaing di pasar dapat dilakukan dengan melakukan pilihan terhadap strategi berikut ini  Diferensiasi Produk Kreativitas yang tinggi dalam menciptakan keunikan produk yang lebih menarik. maka hal tersebut akan membuat konsumen memiliki persepsi bahwa produk atau jasa yang kita hasilkan lebih baik dibandingkan dengan yang lain. Studi yang dilakukan Porter selanjutnya menetapkan strategi generik yang diklasifikasikan dalam tiga kategori. Suatu produk atau jasa yang memiliki bentuk dan keunggulan yang relatif sama dengan produk atau jasa lain biasanya akan terlihat biasa saja di mata konsumen. Diferensiasi akan membuat produk atau jasa kita terlihat lebih baik dibandingkan dengan produk atau jasa yang lain.

misalnya melalui symbol-simbol dan merek yang digunakan. J. yang khusus atau pembeda dari penampilan seseorang atau benda. yang menciptakan citra sebuah merek. Diferensiasi citra adalah bauran yang tepat dari elemen pencitraan. packaging. Pendekatan Diferensiasi Produk terhadap Keunggulan Bersaing Pemilihan produk di antara banyaknya tawaran yang ada di pasar selalu didasarkan pada adanya perbedaan.  Diferensiasi Citra. atau menghalangi para pesaing untuk melakukan duplikasi atau membuat tandingannya (Macmillan dalam Aaker. place. Literatur Psikologi merujuk kepada fakta bahwa perbedaan mencolok yang terkait dengan suatu produk akan merangsang daya ingat karena perbedaan tersebut akan diapresiasikan secara intelektual (Trout. 2000 : 95). perusahaan dapat melakukan diferensiasi produk dalam penyampaian jasa (service delivery) melalui tiga aspek yang juga dikenal sebagai 3P dalam pemasaran jasa. Perusahaan jasa perlu melakukan diferensiasi melalui inovasi yang bersifat pre-emptive dalam jangka panjang.promotion. mencegah. price. 14 . Ireland dan Hoskisson. memaksimalkan. dan mengekploitasikan kekuatan dan kelemahan setiap elemen citra untuk memastikan bahwa merek itu memiliki prospek yang baik secara terusmenerus (Zyman. Perusahaan jasa dapat mendeferensiasikan dirinya melalui citra di mata pelanggan. people. Pada saat perusahaan menerapkan strategi tersebut dan perusahaan pesaing tidak secara berkesinambungan menerapkannya serta perusahaan lain tidak mampu meniru keunggulan strategi tersebut maka perusahaan tersebut dikatakan memiliki keunggulan bersaing yang berkesinambungan (Hit. programming patnership sehingga kualitas jasa yang dirasakan oleh konsumen melebihi harapan. maka dapat menghasilkan keterampilan atau aset yang dapat merintangi. yaitu :    orang (people) lingkungan fisik (physical environment) proses (process) Keunggulan bersaing yang berkesinambungan adalah kemampuan suatu perusahaan untuk enciptakan suatu produk yang pada saat pesaing berusaha untuk menirunya akan selalu mengalami kegagalan secara signifikan. Preemptive di sini maksudnya adalah implementasi suatu strategi yang baru bagi suatu bisnis tertentu. Citra identik dengan atribut adalah sebuah karakteristik. Diferensiasi Kualitas Pelayanan. Selain itu. Kreativitas yang tinggi mengharmonisasikan unsur-unsur marketing mix : product. Karena merupakan yang pertama. S. 1999 : 14). Proses pencitraan harus membangun. 1992) dalam Tjiptono (2001 : 145--146). memanfaatkan. baik secara implicit maupun eksplisit. 1996 :5).

Menurut Trout. kebanyakan perusahaan yang sukses adalah mereka-mereka yang ―memiliki kata‖ yang menempati tempat spesial dalam benak konsumen. lingkungan. maka langkah berikutnya adalah mengkomunikasikan citra tersebut agar elemen ini menjadi sumber keunggulan bersaing yang Anda miliki dalam jangka panjang (Robert Grede. Begitu perusahaan telah secara jelas mendefinisikan citranya kepada pelanggan. tempat atau lokasi strategis. serta mengambil keputusan untuk mengalokasikan sumber dayanya (termasuk modal dan sumber daya manusia) untuk mencapai strategi ini. J. dan promosi yang memadai. D. Menurut Sergio Zyman (2000). Berbagai teknik analisis bisnis dapat digunakan dalam proses ini. yang lebih tinggi daripada yang dapat diraih oleh pesaing dalam industri yang sama. dan proses. 15 . Berbagai konsep yang berkembang saat ini menyiratkan bahwa pentingnya citra sebagai sarana atau alat untuk meraih keunggulan bersaing di pasar. banyak perusahaan yang sukses dalam menjual produk karena produk mereka memiliki citra jelas yang menentukan posisi mereka di titik yang secara potensial menarik dalam pilihan konsumen yang begitu banyak. Pendekatan Diferensiasi Citra terhadap Keunggulan Bersaing Para pemasar yang tidak menciptakan hubungan antara penciptaan citra dan penjualan produk sering kali tidak melakukan pekerjaan yang baik. PERENCANAAN STRATEGI Perencanaan strategis adalah proses yang dilakukan suatu organisasi untuk menentukan strategi atau arahan. perusahaan yang memiliki keunggulan bersaing juga menerapkan strategi marketing mix yang meliputi harga yang mampu bersaing.Kualitas jasa sendiri dipengaruhi oleh dua variabel. Pendekatan Diferensiasi Kualitas Pelayanan terhadap Keunggulan Bersaing Menurut Tjiptono (2001). Bila jasa yang dirasakan lebih kecil daripada yang diharapkan. cara lain untuk melakukan diferensiasi adalah secara konsisten memberikan kualitas pelayanan yang lebih baik daripada para pesaing. termasuk analisis SWOT (Strengths. Hal ini dapat dicapai dengan memenuhi atau bahkan melampaui kualitas jasa yang diharapkan para pelanggan. Bila yang terjadi adalah sebaliknya (perceived >expexted). perusahaan akan menikmati tingkat pengembalian pasar dalam konsep pemasaran. yaitu jasa yang dirasakan (perceived service) dan jasa yang diharapkan (expexted service). maka para pelanggan menjadi tidak tertarik lagi pada penyedia jasa yang bersangkutan. Melalui investasi pada proses pencitraan yang dilakukan secara terus-menerus. maka ada kemungkinan para pelanggan akan menggunakan penyedia jasa itu lagi. (2000).Di samping factor keunikan produk. 2002 : 81). Simpulan yang dapat ditarik dari konsep keunggulan bersaing melalui diferensiasi produk adalah bagaimana perusahaan dapat menciptakan produk unik yang memberikan tingkat keuntungan di atas rata-rata yang mampu diraih oleh industri melalui kombinasi manusia.

Economic. Anthony. 1969 ). Perencanaan Strategis ( Strategic Planning ) adalah sebuah alat manajemen yang digunakan untuk mengelola kondisi saat ini untuk melakukan proyeksi kondisi di masa depan.Untuk mencapai sebuah strategy yang telah ditetapkan oleh organisasi dalam rangka mempunyai keunggulan kompetitif. 1979). Technological. Lorange (1980). harus dipergunakan secara tepat. bahwa strategic planning adalah kegiatan yang mencakup serangkaian proses dari inovasi dan merubah perusahaan. Kemampuan manufaktur. Perencanaan strategis secara eksplisit berhubungan dengan manajemen perubahan. Technological). Philadelphia (Pennsylvania). Hal ini berbeda dengan aplikasiperencanaan strategis ke organisasi yang menekankan pada cara pemerintah kota ataukantor dinasnya menjalankan misinya secara lebih efektif. sehingga rencana strategis adalah sebuah petunjuk yang dapat digunakan organisasi dari kondisi saat ini untuk mereka bekerja menuju 5 sampai 10 tahun ke depan ( Kerzner . sehingga dapat menjadi sebuah senjata yang unggul dalam sebuah perencanaan stategi ( Skinner. manajer operasi. maka para pimpinan perusahaan. antara lain: transportasi. dan Memphis. maka itu adalah kegagalan Prencanaan strategis mulai diperbincangkan untuk dipakai pada pemerintahan daerah sejak awal tahun 1980an. menuliskan.Weaknesses. 1969 ). Ansoff. haruslah bekerja dalam sebuah sistem yang ada pada proses perencanaan strategis / strategic planning ( Brown .tapi juga di bidang-bidang publik lainnya. antara lain: San Fransisco. 1980. Economic. 2005 ). kesehatan. Ecological. Bab ini dimulai denganmembahas unsur-unsur yang mengindikasikan perencanaan strategis. Threats). sehingga apabila strategic planning tidak mendukung inovasi dan perubahan. dan disusul dengankajian pustaka berkaitan dengan tipe perencanaan tersebut. Steiner. 1965. Pada masa tersebut. 16 . Kemampuan manufaktur. atau STEER (Socio-cultural. dengan menekankan pada aplikasinya ke perencanaan masyarakatluas (sebagai fokus tradisional dari perencanaan publik). PEST (Political. dan Pasadena (Kalifornia). Bab ini bertujuan untuk mengkaji perencanaan strategis dari perspektifperencanaan publik. Lorange.1965. 2001 ) Untuk mencapai sebuah strategy yang telah ditetapkan oleh organisasi dalam rangka mempunyai keunggulan kompetitif. haruslah bekerja dalam sebuah sistem yang ada pada proses perencanaan strategis Brown . harus dipergunakan secara tepat. perencanaan strategis yang diimpor dari model dunia bisnis dipakai dalam yurisdiksi beberapa pemerintahan kota (di AS). maka para pimpinan perusahaan. Regulatory).g. Albany (New York). sehingga dapat menjadi sebuah senjata yang unggul dalam sebuah perencanaan stategi ( Skinner. hal ini telah menjadi hasil penelitian beberapa ahli (e. Bagian berikutnya berkaitandengan pandangan para perencana praktisi terhadap tipe perencanaan ini. danlingkungan.. Opportunities. San Luis Obispo. manajer operasi. Social. 2005 ). (Tennessee). Perencanaan strategis telah diterapkan tidak hanya pada bidang pembangunan ekonomi.

yang dikaji dari masyarakat. dan strategi yang terkait dengan tiap isu kunci (develop goals. sasaran. ke bidang perencanaan perkotaan. objectives. komunikasi antara dua pihak tersebut terjalin. SWOT merupakan kepanjangan dari strengths (kekuatan). yang terdiri dari:  mengkaji lingkungan (scan the environment). yang diangkat dari model kebijakan Harvard.  mempromosikan partisipasi yang lebih luas dan beragam perencanaannya. dalam proses 17 .Unsur-unsur Perencanaan Strategis Model-model perencanaan strategis diaplikasikan di bidang usaha (bisnis) karena diperlukan untuk merencanakan perusahaan secara efektif dalam mengelola masa depan yang penuh dengan ketidak-pastian. Secara singkat.  melakukan kajian eksternal dan internal (undertake external dan internal analyses). ekonomi industri.  mengembangkan tujuan. sebagai dasar bagi penyusunan strategi untuk mencapai tujuan dan sasaran dalam bidang isu-isu kunci.stakeholder.  mengembangkan rencana implementasi untuk menjalankan tindakan-tindakan strategis (develop an implementation plan to carry out strategic actions). yang biasa dipakai di bidang usaha. dan model-model proses keputusan. para perencana perusahaan dan perencana perkotaan tidak pernah saling berkomunikasi untuk bertukar cara berpikir perencanaan. yaitu langkah-langkah dasar perencanaan strategis di tingkat masyarakat. yaitu: kebijakan Harvard. portofolio. memperbarui. Pada awal 1980an. dan Roering (1986) membedakan lima model perencanaan strategis. dan perencana perkotaan meminjam pendekatan perencanaan strategis. dan threats (ancaman).  memilih isu-isu kunci (select key issues). dan Hudak (1984) mengidentifikasi unsur penting lainnya. dikaji sifat-sifat perencanaan strategis perusahaan dan kemungkinannya untuk diterapkan dalam perencanaan publik.1 Kajian Pustaka terkait dengan Perencanaan Strategis Sebelum tahun 1980an. Sorkin. opportunities (peluang). Berdasar bahan-bahan dari literatur. Freeman. hasil. Bryson. Ferris. dan implementasi.  merumuskan pernyataan misi atau tujuan umum/visi (set mission statements or broad goals). dan scan). Unsur sentral perencanaan strategis bidang publik terdapat pada akronim SWOT. update.  memantau. dan mengkaji (monitor. and strategies with respect to each issue). weaknesses (kelemahan). kajian ini menghasilkan temuan bahwa perencanaanstrategis perusahaan mempunyai sifat-sifat:  berorientasi lebih menuju ke tindakan.

Lebih lanjut. 1967). dan lebih peka terhadap lingkungan pengambilan keputusan yang terkait dengan bidang kerja perencana. Dalam kritiknya yang terkenal. meskipun dorongan untuk mengadakan kerjasama antara publik dan swasta tidak pernah absen dari literatur perencanaan (Catanese. mengidentifikasi peluang dan ancaman terhadap masyarakatmelalui kajian lingkungan. Lebih dari dua puluh tahun. Branch. 1969. 1956. Partisipasi warga masyarakat ke proses perencanaan. terjadi debat berkaitan dengan partisipasi dalam perencanaan. Sebagai akibatnya. Tuntutan agar perencanaan lebih mewadahi partisipasi tidak hanya dilontarkan oleh perencanaan strategis. 18 . 1983). 1965. lebih menekankan pada pemahaman masyarakat terhadap kontekslingkungannya. Bolan. dan Bolan. 1974. 1971. penulis ini dan juga lainnya (misal: Meyerson. Catanese. Arnstein. karena rancangannya atau pada prakteknya. berjangka lebih pendek (lebih dekat dengan tindakan dan hasil). 1965. Goodman. organisasi-organisasi/lembaga-lembaga banyak yang tidak ingin atau tidak mampu melakukan perencanaan rasional komprehensif. tidak pernah berpartisipasi (Davidoff. Sifat-sifat tersebut di atas dibahas lebih lanjut di bawah ini. 1974) mulai mencari model perencanaan yang lebih terkait dengan pengambilan keputusan yang juga terbatas lingkupnya. 1972. Banyak kritik terhadap perencanaan komprehensif bahwa tipe perencanaan tersebut tidak terkait dengan pengambilan keputusan publik dalam praktek nyata (Altshuler.  mengandung perilaku kompetitif (bersaing) di pihak masyarakat. Clavel. Lindblom (1959) menyatakan bahwa perencanaankomprehensif tidak mungkin dilakukan. 1983). Para penulis ini yakin bahwa partisipasi yang lebih luas akan menghasilkan rencana yang lebih menghayati dan responsif. Hal yang ditekankan oleh perencanaan strategis adalah partisipasi yang lebih besar dari bagian-bagian tertentu dari komunitas bisnis swasta.  menekankan kajian kekuatan dan kelemahan masyarakat dalam konteks peluang dan ancaman. dengan kata lain lebih terkait dengan pengambilan keputusan. 1971. yang orang-orang tersebut. Orientasi ke Tindakan dan Hasil berorientasi ke tindakan dan hasil. Benviste. karena memerlukan kecerdasan dan informasi yang melebihi daripada yang tersedia. Banfield (1959) menyatakan bahwa pada banyak kasus.

peluang dan ancaman tersebut bersifat harus diterima apa adanya (given) dan secara esensial tidak dapat diubah. Krumholz. Kota. propinsi lainnya. persaingan dipandang sebagai sesuatu yang dapat merusak kesehatan ekonomi dan sosial masyarakat. kabupaten. Lebih lagi. kompetisi dipandang sebagai tak terelakkan. 1978. terutama dalam hal penciptaan lapangan kerja dan lokasi investasi industri (Perry dan Watkins. dan hal ini telah dipahami oleh para perencana. Bluestone dan Harrison. Karena merupakan faktor eksternal. Perilaku Kompetitif Sifat lain dari perencanaan strategis perusahaan adalah kekuatan untuk mendorong masyarakat untuk berperilaku kompetitif. organisasi dapat mengukur kekuatan dan kelemahannya yang relative terhadap peluang dan ancaman. tapi baik tujuan maupun langkah-langkah organisasi untuk mencapai tujuan tersebut perlu dilihat dalam konteks sumberdaya dan kendala yang ada dalam lingkungan organisasi tersebut. Dalam konteks kajian lingkungan. 1982). Dalam perencanaan strategis.Kajian Lingkungan (Peluang dan Ancaman) Kontribusi penting lainnya yang perencanaan strategis perusahaan dapat menawarkan ke perencanaan publik adalah ide untuk pengkajian (scanning) lingkungan. para perencana menyadari adanya persaingan antar-daerah. 1977.‖ Kepekaan terhadap lingkungan inilah yang membuat organisasi menjadi lebih cerdas. 1982). Kajian lingkungan (environmental scan) mendorong organisasi untuk melihat di luar dirinya dalam ruang maupun waktu. Hal yang berbeda pada perencanaan strategis perusahaan dalam hal persaingan. maka masyarakat diminta untuk mengidentifikasikan persaingan dan melakukan antisipasi terhadapnya atau harus menerima konsekuensi akibat mengabaikan persaingan tersebut. Menurut Denhardt (1985: 175). propinsi berada pada posisi bersaing dengan kota. proses keterlibatan publik. Hal ini juga bukan merupakan hal baru bagi para perencana publik. antar negara. Kekuatan dan Kelemahan Masyarakat Sifat berbeda lainnya dari perencanaan strategis perusahaan adalah kajian kritis masyarakat terhadap kekuatan dan kelemahannya yang relatif terhadap kajian lingkungan (peluang dan ancaman) dan dalam parameter hal-hal yang telah didiskusikan di atas (orientasi ke tindakan. Para perencana praktisi telah lama menyadari persaingan kota-kota dengan lingkungan komunitas di sekitar kota (Catanese dan Farmer. bukanlah kesadaran tentang adanya persaingan tersebut. kabupaten. Para perencana dan teori perencanaan selalu mendorong kerjasama dan pengatasan masalah secara bersama. dalam perencanaan strategis ―organisasi tidak dianggap berada di ruang vakum. tapi ketepatan istilah yang dipakai untuk menjelaskan hal tersebut dan penekanan hal ini mungkin berbeda 19 . perencanaannya lebih terfokus dan meningkatkan kemampuan pemahamannya terhadap resiko relatif berkaitan dengan alternatif-alternatif rencana. tapi perspektifnya terhadap persaingan tersebut. Pada perencanaan tradisional publik. dan perspektif persaingan dalam hubungan antar pemerintah daerah).

Sejak dulu. para perencana telah diberitahu untuk lebah relevan dengan pembuatan kebijakan. Secara kontras. Pemasaran Menurut W. berupaya memaksimalkan kekuatan dan meminimalkan kelemahan dalam konteks peluang dan ancaman. proses pemasaran dimulai dari menemukan apa yang diinginkan oleh konsumen.Y. Menurut para penganut perencanaan strategis. perencanaan strategis mendorong kajian yang jujur terhadap kapasitas komunitas dalam melakukan tindakan. Yang akhirnya pemasaran memiliki tujuan yaitu : 1. Karena pada saat kondisi kritis justru usaha kecillah yang mampu memberikan pertumbuhan terhadap pendapatan masyarakat. Hal ini juga didukung oleh pendapat Swastha ―Strategi adalah serangkaian rancangan besar yang menggambarkan bagaimana sebuah perusahaan harus beroperasi untuk mencapai tujuannya. Perencana dari dulu juga sudah sadar akan adanya kompetisi serta ide untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dan bertindak sesuai dengan itu. Artinya. dan kebijakan yang dirumuskan dan dinyatakan di dokumen rencana sering mencakup seluruh topik yang mungkin berkaitan dengan daerah setempat serta menganggap bahwa kebijakan perencanaan dan unit-unit administrasi pemerintahan semuanya mempunyai kapasitas dan insentif yang sebanding (sama) dalam melakukan tindakan sesuai rekomendasi perencanaan. E.Berdasarkan definisi di atas. hal-hal tersebut di atas bukanlah hal baru dalam teori atau praktek perencanaan. sasaran. Dengan melihat semua sifat-sifat di atas dan mengkaji teori perencanaan yang telah ada di literatur. STRATEGI PEMASARAN Strategi pemasaran merupakan hal yang sangat penting bagi perusahaan dimana strategi pemasaran merupakan suatu cara mencapai tujuan dari sebuah perusahaan. meskipun sebelumnya belum dikembangkan jauh (inilah perbedaan yang dibawa dari sifat perencanaan strategis perusahaan). perencanaan tradisional public (perencanaan komprehensif) sering memandang ―dunia sekitar dan di dalamnya‖ sebagai berdimensi tunggal. Seperti halnya butir-butir terdahulu. tujuan.dalam perencanaan strategis perusahaan (dibandingkan dengan yang terjadi dalam perencanaan publik). semua sifat yang oleh pendukung perencanaan strategis dikatakan sangat berbeda.Stanton pemasaran adalah sesuatu yang meliputi seluruh sistem yang berhubungan dengan tujuan untuk merencanakan dan menentukan harga sampai dengan mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang bisa memuaskan kebutuhan pembeli aktual maupun potensial.‖Sehingga dalam menjalankan usaha kecil khususnya diperlukan adanya pengembangan melalui strategi pemasarannya. ternyata tidak seluruhnya hal baru. untuk lebih mewadahi partisipasi lebih banyak orang dan dengan pihak-pihakyang lebih beragam dalam proses perencanaan. Konsumen potensial mengetahui secara detail produk yang kita hasilkan dan perusahaan dapat menyediakan semua permintaan mereka atas produk yang dihasilkan. 20 . serta untuk melakukan perencanaan dengan kajian yang realistik mengenai sistem dan jaringan kerja tempat perencanaan tersebut dilakukan.

dan Komunikasi (comunication). komunikasi kepada konsumen. yaitu perantara pemasaran. Kegiatan pemasaran ini meliputi berbagai kegiatan. promosi produk. Berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan untuk pemasaran : Dari sudut pandang penjual : 1. Dari sudut pandang konsumen : 1. Perusahaan dapat menjelaskan secara detail semua kegiatan yang berhubungan dengan pemasaran. Faktor mikro. Tempat yang strategis (place). 3. pesaing dan masyarakat 2. Produk yang bermutu (product). pemasok. 3. Strategi pemasaran ini dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut : 1. dan Promosi yang gencar (promotion). desain produk. Kenyamanan (convenience). Kebutuhan dan keinginan konsumen (customer needs and wants). 3. sehingga dapat menciptakan sinergi di dalam upaya melakukan kegiatan pemasaran. sampai pengiriman produk agar sampai ke tangan konsumen secara cepat. Biaya konsumen (cost to the customer). Harga yang kompetitif (price). 2. 2. pengiklanan produk. politik/hukum. bahwa pembuatan produk atau jasa yang diinginkan oleh konsumen harus menjadi fokus kegiatan operasional maupun perencanaan suatu perusahaan.2. Beberapa pengertian pemasaran diantaranya adalah :  Pengertian Pemasaran Menurut WY. Stanton Pemasaran adalah sesuatu yang meliputi seluruh sistem yang berhubungan dengan tujuan untuk merencanakan dan menentukan harga sampai dengan mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang bisa memuaskan kebutuhan pembeli aktual maupun potensial. teknologi/fisik dan sosial/budaya. Pemasaran yang berkesinambungan harus adanya koordinasi yang baik dengan berbagai departemen (tidak hanya di bagian pemasaran saja). Pada umumnya kegiatan pemasaran berkaitan dengan koordinasi beberapa kegiatan bisnis. Dari apa yang sudah dibahas di atas ada beberapa hal yang dapat disimpulkan. Faktor makro. Mengenal dan memahami konsumen sedemikian rupa sehingga produk cocok dengannya dan dapat terjual dengan sendirinya. 4. mulai dari penjelasan mengenai produk. yaitu demografi/ekonomi. 21 . 4.

 Pengertian Pemasaran Menurut Philip dan Duncan Pemasaran yaitu sesuatu yang meliputi semua langkah yang dipakai atau dibutuhkan untuk menempatkan barang yang bersifat tangible ke tangan konsumen. Dalam kegiatan pemasaran ini. Banyak ahli yang telah memberikan definisi atas pemasaran ini. Pemasaran adalah salah satu kegiatan dalam perekonomian yang membantu dalam menciptakan nilai ekonomi. Definisi yang diberikan sering berbeda antara ahli yang satu dengan ahli yang lain. Pertukaran merupakan kegiatan pemasaran dimana seseorang berusaha menawarkan sejumlah barang atau jasa dengan sejumlah nilai keberbagai macam kelompok social untuk memenuhi kebutuhannya. menawarkan. 1997). Nystrom Pemasaran merupakan suatu kegiatan penyaluran barang atau jasa dari tangan produsen ke tangan konsumen. Definisi yangpaling sesuai dengan tujuan tersebut adalah : Pemasaran adalah suatu proses social dan manajerial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan. keinginan (wants). Dengan demikian pemasaran bia juga diartikan suatu usaha untuk memuaskan kebutuhan pembeli dan penjual (Swasta. aktivitas pertukaran merupakan hal sentral. Nilai ekonomi itu sendiri menentukan harga barang dan jasa. Pemasaran menjadi penghubung antara kegiatan produksi dan konsumsi. Definisi pemasaran ini bersandar pada konsep inti yang meliputi kebutuhan (needs). Pengertian Pemasaran Menurut H.  Pengertian Pemasaran Menurut Asosiasi Pemasaran Amerika Serikat / American Merketing Association Pemasaran adalah pelaksanaan kegiatan usaha pedagangan yang diarahkan pada aliran barang dan jasa dari produsen ke konsumen. Perbedaan ini disebabkan karena adanya perbedaan para ahli tersebut dalam memandang dan meninjau pemasaran. Manusia harus menemukan kebutuhannya terlebih dahulu. 1996). 22 . pemasaran dan konsumsi. sebelum ia memenuhinya. dan mempertukarkan prosuk yang bernilai kepada pihak lain (Kotler. Pemasaran sebagai kegiatan manusia diarahkan untuk memuaskan keinginan dan kebutuhan melalui proses pertukaran. Usaha untuk memenuhi kebutuhan tersebut dapat dilakukan dengan cara mengadakan suatu hubungan. Faktor penting dalam menciptakan nilai tersebut adalah produksi. dan permintaan (demands).

Ini menandakan bahwa kegiatan pemasaran dalam perusahaan harus dikoordinasi dan dikelola dengan cara yang labih baik. promosi serta penyaluran gagasan. Dari definisi tersebut. barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan tujuan-tujuan individu dan organisasi (Kotler. manajemen pemasaran dapat diartikan : “Manajemen pemasaran adalah proses perencanaan dan pelaksanaan pemikiran. Manajemen pemasaran dapat diterapkan pada semua bidang usaha. Organisasi perusahaan yang menerapkan konsep pemasaran ini disebut organisasi pemasaran. Secara definitive dapat dikatakan bahwa konsep pemasaran adalah falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomis dan social bagi kelangsungan hisup perusahaan (Swasta. 1997)‖. Konsep pemasaran ini 23 .Pengertian Manajemen Pemasaran Penanganan proses pertukaran memerlukan waktu dan keahlian yang banyak. jasa dan gagasan yang tergantung pada pertukaran dengan tujuan menghasilkan kepuasan bagi pihak-pihak yang terkait. pelaksanaan. penetapan harga. Falsafah konsep pemasaran bertujuan untuk memberikan kepuasan terhadap keinginan dan kebutuhan konsumen. Konsep Pemasaran Suatu perusahaan dalam menjalankan aktivitasnya harus efi menjalankan konsep pemasaran agar keuntungan yang diharapkan dapat terealisasi dengan baik. pelaksanaan atau penerapan serta pengawasan. Konsep pemasaran juga menyatakan bahwa kunci untuk meraih tujuan organisasi adalah menjadi lebih efektif daripada para pesaing dalam memadukan kegiatan pemasaran guna menetapkan dan memuaskan kebutuhan pasar sasaran (Kotler. Dengan demikian. perusahaan memiliki konsekuensi seluruh kegiatan perusahaan harus diarahkan untuk mengetahui kebutuhan konsumen dan mampu memberikan kepuasan agar mendapat laba dalam jangka panjang. perencanaan. kebijakan dan prosedur untuk mencapai tujuan pemasaran. Kegiatan perusahaan yang berdasar pada konseop pemasaran ini harus diarahkan untuk memenuhi tujuan perusahaan. 1996). Definisi ini mengakui bahwa manajemen pemasaran adalah proses yang melibatkan analisa. Proses perencanaan merupakan satu proses yang selalu memandang ke depan atau pada kemungkinan masa akan datang termasuk dalam pengembangan program. Dalam manajemen terdapat fungsi penganalisaan. dan pengendalian yang mencakup barang. Manajemen pemasaran akan terjadi apabila sekurang-kurangnya satu pihak dari pertukaran potensial memikirkan cara untuk mendapatkan tanggapan dari pihak lain sesuai dengan yang diinginkannya. perencanaan. 1997). Tahap perencanan merupakan tahap yang menentukan terhadap kelangsungan dan kesuksesan suatu organisasi pemasaran.

24 . Selanjutnya akan dibahas tiga factor penting yang digunakan sebagai dasar dalam konsep pemasaran (Swasta. 1996) : a) Orientasi konsumen Pada intinya. b) Koordinasi dan integrasi dalam perusahaan Untuk memberikan kepuasan secara optimal kepada konsumen. 5. Hindari adanya pertentangan antara perusahaan dengan pasarnya. menilai dan menafsirkan keinginan. semua elemen pemasaran yang ada harus diintegrasikan. 4. akan tetapi berorientasi pada masyarakat atau manusia. 1996). sikap serta tingkah laku mereka. 2.bersandar pada empat pilar. maka : 1. Menentukan kebutuhan pokok dari pembeli yang akan dilayani dan dipenuhi. harga yang murah atau model yang menarik. c. Banyak perusahaan yang mempunyai tujuan lain disamping laba. Konsep yang demikianlah yang disebut dengan konsep pemasaran masyarakat (Swasta. kebutuhan pelanggan. hubungan antara perusahaan dan konsumen akan dapat diperbaiki yang pada akhirnya akan menguntungkan bagi perusahaan. Menentukan produk dan program pemasarannya. Salah satu cara penyelesaian untuk mengatasi masalah koordinasi dan integrasi ini dapat menggunakan satu orang yang mempunyai tanggung jawab terhadap seluruh kegiatan pemasaran.Menentukan dan melaksanakan strategi yang paling baik. yaitu manajer pemasaran.Mengadakan penelitian pada konsumen untuk mengukur. Mendapatkan laba melalui pemuasan konsumen Salah satu tujuan dari perusahaan adalah untuk mendapatkan profit atau laba. Sebenarnya laba merupakan tujuan umum dari sebuah perusahaan. Dengan menggunakan konsep pemasaran ini. Memilih kelompok pembeli tertentu sebagai sasaran dalam penjualan. Dewasa ini konsep pemasaran mengalami perkembangan yang semakin maju sejalan dengan majunya masyarakat dan teknologi. yaitu : pasar sasaran. Jadi dapat disimpulkan bahwa setiap orang dan bagian dalam perusahaan turut serta dalam suatu upaya yang terkoordinir untuk memberikan kepuasan konsumen sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai. Dengan laba tersebut perusahaan bisa tumbuh dan berkembang dengan kemampuan yang lebih besar. Perusahaan tidak lagi berorientasi hanya pada pembeli saja. jika suatu perusahaan ingin menerapkan orientasi konsumen ini. apakah menitikberatkan pada mutu yang tinggi. pemasaran terpadu dan profitabilitas. 3.

interelasi dan segmen-super. Ada beberapa pola berbeda yang akan muncul dalam melakukan segmenatasi pasar ini. Perusahaan yang mengidentifikasi segmen pasarnya harus bisa mengevaluasi berbagai segmen dan memutuskan berapa banyak segmen yang akan dimasuki. ada berapa hal tambahan yang dapat dijadikan pertimbangan untuk memilih segmen yaitu pilihan etika atas pasar sasaran. Akan tetapi tidak semua segmentasi pasar yang dilakukan efektif. uang untuk belanja dan kemauan untuk membelanjakannya. Falsafah ini menunjukan usaha untuk meningkatkan ketepatan penetapan sasaran dari suatu perusahaan. 1997). bisa dibedakan serta dapat diambil tindakan. memilih media advertensi. dan mengatur waktu yang sebaik-baiknya. Dengan mengacu pada demografi atau gaya hidup. Segmentasi pasar dapat membantu manajemen dalam hal menyalurkan uang dan usaha ke pasar potensial yang paling menguntungkan. Pada tahap evaluasi. yaitu : preferesi homogen. merencanakan produk yang dapat memenuhi permintaan pasar. 25 . adanya pasar yang bersifat dinamis dan adanya pasar untuk suatu produk tertentu. Segmen pasar ini dapat dibentuk dengan banyak cara. Dengan demikian perlu suatu upaya agar segmentasi pasar yang dilakukan itu berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Pasar bisa diartikan sebagai orang-orang yang mempunyai keinginan untuk puas. 1997). yaitu daya tarik segmen secara keseluruhan dan sumberdaya perusahaan (Kotler. Adapun istilah segmentasi pasar dapat didefinisikan sebagai berikut : “Segmentasi pasar adalah kegiatan membagi-bagi pasar yang bersifat heterogen dari suatu produk ke dalam satuan-satuan pasar (segmen pasar) yang bersifat homogen (Swasta. 1996). Ada beberapa hal yang mungkin perlu untuk diperhatikan dalam melakukan segmentasi. misalnya. preferensi yang tersebar dan preferensi terkelompok (Kotler. dapat diakses dengan mudah. manajemen dapat melaksanakan pemasaran dengan lebih baik dan dapat menggunakan sumberdaya pemasaran secara efisien. menentukan cara-cara promosi yang paling efektif. segmentasi pasar dapat dilakukan. Dengan menyatukan program pemasaran yang ditujukan kepada segmen-segmen pasar yang dituju. Pasar dapat dibedakan atau disegmentasikan dalam berbagai cara. Setelah evaluasi dilakukan. Dalam melakukan segmentasi pasar ini juga perlu suatu alasan yang cukup baik. “ Segmentasi pasar ini merupakan suatu falsafah yang berorientasi pada konsumen. perusahaan kemudian mengambil keputusan seberapa banyak segmen yang akan dilayani. diantaranya : dapat diukur. dalam jumlah besar.Pengertian Segmentasi Pasar Pasar terdiri atas pembeli dan pembeli berbeda dalam banyak hal. Ada dua factor penting yang mesti diperhatikan dalam melakukan evaluasi segmen pasar. rencana serangan segmen per segmen dan kerjasama antarsegmen.

Manajemen strategis adalah proses penetapan tujuan organisasi.BAB III PENUTUP A. dan eksekusi sebuah aktivitas dalam kurun waktu tertentu. Manajemen strategis mengkombinasikan aktivitas-aktivitas dari berbagai bagian fungsional suatu bisnis untuk mencapai tujuan organisasi. efisien dalam pendanaan. dan memiliki taktik untuk mencapai tujuan secara efektif. Saran  Para pembaca khusnya mahasiswa (i) STIE NOBEL harus lebih meningkatkan pengetahuannya tentang alternative strategi dan keunggulan persaingan. memiliki tema. serta mengalokasikan sumber daya untuk menerapkan kebijakan dan merencanakan pencapaian tujuan organisasi. mengidentifikasi faktor pendukung yang sesuai dengan prinsip-prinsip pelaksanaan gagasan secara rasional. 26 . Kesimpulan Strategi adalah pendekatan secara keseluruhan yang berkaitan dengan pelaksanaan gagasan. perencanaan. penerapan. Didalam strategi yang baik terdapat koordinasi tim kerja. Manajemen strategis adalah seni dan ilmu penyusunan. pengembangan kebijakan dan perencanaan untuk mencapai sasaran tersebut. Strategi dibedakan dengan taktik yang memiliki ruang lingkup yang lebih sempit dan waktu yang lebih singkat. walaupun pada umumnya orang sering kali mencampuradukkan ke dua kata tersebut. B. dan pengevaluasian keputusan-keputusan lintas fungsional yang dapat memungkinkan suatu perusahaan mencapai sasarannya.

google.com/business-management/business-ideas-and-opportunities/2069019strategi-generik 27 .or.com/business-management/business-ideas-and-opportunities/2069019strategi-generik/#ixzz1gNKC3PaA http://id.52l6l0&bav=on.2.2.2.r_pw.DAFTAR PUSTAKA http://www.shvoong.id/search?q=STRATEGI+GENERIK&ie=utf-8&oe=utf8&aq=t&rls=org.mozilla:enUS%3Aofficial&source=hp&q=+DEFENISI+STRATEGI+GENERIK+ADALAH&pbx=1& oq=+DEFENISI+STRATEGI+GENERIK+ADALAH&aq=f&aqi=&aql=&gs_sm=e&gs_upl =15988l22087l1l22429l10l9l0l0l0l3l602l1999l0.osb&fp=4a2dd86a33789b7a&biw=1366&bih=601 http://id.shvoong.r_gc.mozilla:en-US:official&client=firefox-a#sclient=psyab&hl=id&client=firefox-a&hs=cZH&rls=org.co.cf..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful