P. 1
Model-Model Pembelajaran Inovatif

Model-Model Pembelajaran Inovatif

|Views: 27|Likes:
Published by big four

More info:

Published by: big four on Apr 08, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/07/2013

pdf

text

original

BAB VII MODEL-MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF

A. Tujuan Setelah diharapkan dapat 1. memahami memerapa model pembelajaran yang dapat diterapkan pada pembelajaran di kelas yang mampu membuat siswa aktif, kreatif, dan menyenangkan; 2. menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan langkahlangkah pembelajaran yang sesuai dengan model pembelajaran tertentu; 3. mampu mempraktikkan model pembelajaran inovatif baik pada kegiatan peer teaching maupun pembelajaran pada siswa di kelas (real teaching). B. Materi Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, bahwa proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Hal ini dapat tercipta jika para guru menguasai beberapa model pembelajaran baik secara teoretis maupun dari segi praktis. Adanya pembelajaran yang bervariasi diharapkan dapat membangkitkan semangat dan aktivitas siswa dalam belajar, supaya kompetensi yang ditetapkan dalam kurikulum dapat dicapai oleh siswa. Berikut akan diuraikan beberapa pendekatan dan model-model pembelajaran yang dapat dijadikan sebagai alternatif dalam pembelajaran. 1. CTL (CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING) CTL dikembangkan oleh The Washington State Concortium for Contextual Teaching and Learning yang melibatkan 11 perguruan tinggi, 20 sekolah, dan lembaga-lembaga yang bergerak dalam dunia pendidikan di AS. Salah satu kegiatannya adalah melatih dan memberi kesempatan pada guru-guru dari enam membaca dan mengikuti kegiatan pembelajaran, mahasiswa

Model-Model Pembelajaran Inovatif

65

provinsi di Indonesia untuk belajar pendekatan kontekstual di AS, melalui Direktorat SLTP Depdiknas. Konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari. A. Pengertian CTL adalah sebuah sistem yang menyeluruh. CTL terdiri dari bagian-bagian yang saling terhubung. Jika bagian-bagian itu terjalin satu sama lain, maka akan dihasilkan pengaruh yang melebihi hasil yang yang diberikan bagian-bagiannya secara terpisah. Seperti halnya biola, cello, clarinet, dan alat musik lain di dalam sebuah orkestra yang menghasilkan bunyi yang berbeda-beda, yang secara bersamasama menghasilkan musik, demikian juga bagian-bagian CTL yang terpisah melibatkan proses-proses yang berbeda, yang ketika digunakan secara bersamasama, memampukan para siswa membuat hubungan yang menghasilkan makna. Setiap bagian CTL yang berbeda-beda ini memberikan sumbangan dalam menolong siswa memahami tugas sekolah. Secara bersama-sama mereka membentuk suatu sistem yang memungkinkan para siswa melihat makna di dalamnya, dan mengingat materi akademik. B. Komponen CTL Inquiry Questioning Constructivism Learning community Authentic assessment Modeling Reflection 1. INQUIRY Siklus proses dalam membangun pengetahuan/konsep yang bermula dari observasi, bertanya, investigasi, analisis, kemudian membangun teori.

Model-Model Pembelajaran Inovatif

66

Penerapan CTL di kelas Kembangkan pemikiran bahwa anak akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri. Pertanyaan guru digunakan untuk mengarahkan. QUESTIONING Kegiatan bertanya yang dilakukan baik oleh guru maupun oleh siswa. atau melakukan sesuatu sesuai dengan model yang diberikan. AUTHENTIC ASSESSMENT Alternatif prosedur penilaian yang menuntut siswa untuk benar-benar menunjukkan kemampuannya secara nyata. LEARNING COMMUNITY Kelompok belajar atau sekelompok komunitas yang berfungsi sebagai wadah komunikasi untuk berbagi pengalaman dan gagasan. 7. 5. menemukan sendiri dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan barunya! Lakukan sejauh mungkin kegiatan inquiri untuk semua topik! Model-Model Pembelajaran Inovatif 67 .2. CONSTRUCTIVISM Aliran pembelajaran yang menuntut siswa untuk menyusun dan membangun makna atas pengalaman baru yang didasarkan pada pengetahuan tertentu. REFLECTION Melihat kembali atau merespon suatu kejadian. dan mengevaluasi cara berfikir siswa. 6. C. membimbing. 4. 3. kegiatan dan pengalaman yang bertujuan untuk mengidentifikasi hal-hal yang sudah diketahui. MODELING Kegiatan mendemonstrasikan suatu perbuatan agar siswa dapat mencontoh atau belajar. Sedangkan pertanyaan siswa merupakan wujud keingintahuan. dan hal-hal yang belum diketahui agar dapat dilakukan suatu tindakan penyempurnaan.

Disampaikan pada orang lain untuk mendapat masukan. guru. majalah sekolah. yaitu ketika kita merancang pembelajaran dalam bentuk siswa bekerja. atau audien yang lain. dsb. praktek mengerjakan sesuatu. berlatih secara fisik. Mari kita kembangkan lebih banyak lagi! 2. Melakukan refleksi. Memunculkan ide-ide baru. MENEMUKAN (INQUIRY) Merumuskan masalah Bagaimanakan cara melukiskan suasana kerja di Instansi saudara? Mengamati atau melakukan observasi Membaca referensi untuk informasi pendukung. Mengamati dan mengumpulkan data sebanyak-banyaknya tentang instansi saudara. karya tulis di mading.Kembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya! Ciptakan ‘masyarakat belajar’ (belajar dalam kelompok-kelompok)! Hadirkan ‘model’ sebagai contoh pembelajaran! Lakukan refleksi di akhir pertemuan! Lakukan penilaian yang sebenarnya! 1. Bertanya jawab dengan teman. gambar dll. Menempelkan gambar. Menganalisis dan menyajikan hasil dalam tulisan. teman sekelas. KONSTRUKTIVISME Pada umumnya kita juga sudah menerapkan filosofi ini dalam pembelajaran sehari-hari. mendemonstrasikan. Model-Model Pembelajaran Inovatif 68 . dan sebagainya. Siswa membuat paragraf deskripsi sendiri Mengkomunikasikan atau menyajikan hasil karya pada pembaca. menulis karangan. menciptakan ide.

ketika menemui kesulitan. BERTANYA (QUESTIONING) Hampir pada semua aktifitas belajar. Bekerja dengan kelas sederajat. Atau juga model pembuatan berita dari teks-teks berita dari Harian Kompas. Model-Model Pembelajaran Inovatif 69 . dsb. 5. Jawa Pos. Mendatangkan ‘ahli’ ke kelas. Bekerja dengan masyarakat. Bekerja dengan kelas di atasnya. antara guru dengan siswa. MASYARAKAT BELAJAR (LEARNING COMMUNITY) Prakteknya dapat terwujud dalam: Pembentukan kelompok kecil. dsb. 4. Bisa juga model dari siswa yang memenangkan kontes English Speech untuk mendemonstrasikan kemampuannya. Pembentukan kelompok besar. Bisa juga dilakukan saat berdiskusi. ketika mengamati. questioning dapat diterapkan: antara siswa dengan siswa. Dari luar kelas oleh native speaker.3. REFLEKSI (REFLECTION) Realisasinya berupa: Pernyataan langsung tentang apa-apa yang diperolehnya hari itu. PEMODELAN (MODELING) Guru bukan satu-satunya model. Oh ternyata saya pernah mengatakan we pay alone alone itu salah yang benar adalah we go halves. antara siswa dengan orang lain yang didatangkan ke kelas. Catatan atau jurnal di buku siswa. 6. antara siswa dengan guru. Kesan dan saran siswa mengenai pembelajaran siswa hari itu. bekerja dalam kelompok.

tetapi juga bisa teman lain atau orang lain Karakteristik Dilaksanakan selama dan sesudah proses pembelajaran berlangsung. Dalam pembelajaran bahasa asing (English). Hasil karya. 7. Bisa digunakan untuk formatif maupun sumatif. Berkesinambungan. PENILAIAN YANG SEBENARNYA (AUTHENTIC ASSESSMENT) Kemajuan belajar dinilai dari proses. D. Yang diukur pengetahuan dan keterampilan. Penilai tidak hanya guru. Dapat digunakan sebagai feed back. dialah yang nilainya tinggi. PR Kuis Karya siswa Presentasi atau penampilan siswa Demonstrasikan Laporan Jurnal Hasil tes tulis Karya tulis Model-Model Pembelajaran Inovatif 70 . bukan hasil ulangan tentang grammarnya.Diskusi. Hal-hal sebagai Dasar Penilaian: Proyek/kegiatan dan laporannya. siapa yang ucapannya cas-cis-cus. bukan mengingat fakta. bukan melulu hasil. Terintegrasi. Menilai pengetahuan dan keterampilan (performansi) yang diperoleh siswa.

dsb. Meaningful Learning. yakni ‘bagaimana menghidupkan kelas’. koran. Hanya. Media apapun dapat digunakan sebagai sumber belajar: televisi. 2. atau buku siswa tetap digunakan dalam kelas CTL. Bagaimana dengan buku siswa (buku paket)? Buku pelajaran. majalah anak dan remaja. buku-buku bidang studi lain. termasuk Ebtanas.Adakah tes dalam CTL? Tes tetap dilaksanakan. dalam CTL tidak hanya menggunakan tes. Quantum Learning. (b) sama-sama berperan serta dalam kerja kelompok dan (c) adanya persetujuan antar anggota dalam kelompok tentang setting kooperatif tersebut. Pendekatam Proses. Thelan telah mengembangkan prosedur yang tepat untuk membantu para siswa bekerja secara berkelompok. dll? Jiwa dari pendekatan itu sebenarnya sama dengan pendekatan CTL. untuk pengumpulan data kemajuan belajar itu. Apakah perbedaan CTL dengan CBSA. Bedanya pada aspek penekanannya. Problem-Based Learning. Bahwa teman yang lebih Model-Model Pembelajaran Inovatif 71 . Prinsip yang digunakan adalah authentic assessment. Student Active Learning. Work-Based Learning. Cooperative Learning. bungkus obat-obatan. PEMBELAJARAN KOOPERATIF A. Hanya. buku paket. penilaian yang sebenarnya. Tokoh lain adalah ahli sosiologi Gordon Alport yang mengingatkan kerja sama dan bekerja dalam kelompok akan memberikan hasil lebih baik. sebagai salah satu sumber data untuk melihat kemajuan belajar siswa. Pengertian Pakar-pakar yang memberikan sumbangan pemikiran bagi pengembangan model pembelajaran kooperatif adalah John Dewey dan Herbert Thelan. buku sejenis itu jangan digunakan sebagai satu-satunya sumber belajar. Shlomo Sharan mengilhami peminat model pembelajaran kooperatif untuk membuat setting kelas dan proses pengajaran yang memenuhi tiga kondisi yaitu (a) adanya kontak langsung. Hal yang penting dalam model pembelajaran kooperatif adalah bahwa siswa dapat belajar dengan cara bekerja sama dengan teman. buku telpon. Menurut Dewey kelas seharusnya merupakan cerminan masyarakat yang lebih besar.

B. Dan setiap anggota kelompok tetap memberi sumbangan pada prestasi kelompok. Terdapat tiga pencapaian tujuan seperti berikut ini: 1. 1995: 16). motivasi siswa pada pembelajaran kooperatif terutama terletak pada bagaimana bentuk hadiah atau struktur pencapaian tujuan saat siswa melaksanakan kegiatan. Siswa yakin bahwa mereka akan mencapai tujuan jika dan hanya jika siswa lain tidak mencapai tujuan tersebut. Para siswa juga mendapat kesempatan untuk bersosialisasi. b. Siswa yakin bahwa tujuan mereka tercapai jika dan hanya jika siswa lain mencapai tujuan tersebut 2. mengapa siswa yang bekerja dalam kelompok kooperatif belajar lebih banyak daripada kelas yang diorganisasikan secara tradisional adalah sebagai berikut (Slavin. Teori Kognitif Teori kognitif menekankan pengaruh bekerja dalam suasana kebersamaan di dalam kelompok itu sendiri (apakah kelompok mencoba mencapai suatu tujuan Model-Model Pembelajaran Inovatif 72 . Kooperatif. untuk mencapai tujuan yang diinginkan anggota kelompok harus saling membantu satu sama lain untuk keberhasilan kelompoknya dan atau yang lebih penting adalah memberi dorongan atau dukungan pada anggota lain untuk berusaha mencapai tujuan yang maksimal. Kooperatif. di mana upaya-upaya berorientasi tujuan tiap individu menyumbang pencapaian tujuan individu lain. Teori Belajar yang Melandasi Pembelajaran Kooperathif Beberapa teori yang mendasari. Oleh karena itu. 3. Berdasarkan teori motivasi. Siswa yakin upaya mereka sendiri untuk mencapai tujuan tidak ada hubungannya dengan upaya siswa lain dalam mencapai tujuan tersebut. di mana upaya-upaya berorientasi tujuan tiap individu membuat frustasi pencapaian tujuan individu lain. Teori Motivasi Menurut teori motivasi. a. struktur pencapaian tujuan menciptakan situasi di mana keberhasilan individu ditentukan atau dipengaruhi oleh keberhasilan kelompoknya. Individualistik. di mana upaya-upaya berorientasi tujuan tiap individu tidak memiliki konsekuensi terhadap pencapaian tujuan individu lain.mampu dapat menolong teman yang lemah.

” 2. pembicara akan lebih banyak belajar. siswa harus terlibat dalam beberapa macam kegiatan restruktur atau elaborasi atas suatu materi. Menurut Vygotsky interaksi antar siswa terjadi pada zona of proximal development ”jarak antara tingkat perkembangan sesungguhnya yang didefinisikan sebagai kemampuan pemecahan masalah secara mandiri dan tingkat perkembangan potensial yang didefinisikan sebagai kemampuan pemecahan masalah di bawah bimbingan orang dewasa atau teman sebaya yang lebih mampu. Yang termasuk dalam kategori teori kognitif adalah teori perkembangan atau teori elaborasi kognitif. 1. a. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian bahwa siswa yang menerima penjelasan yang telah dijabarkan akan mendapatkan satu pelajaran lebih bila dibandingkan dengan belajar sendiri. Salah satu cara elaborasi yang paling efektif adalah menjelaskan materi itu kepada orang lain.kelompok atau tidak). karena ikhtisar atau outline menghendaki siswa mereorganisasi materi dan memilih materi yang penting. Sebagai contoh. dan antara pembicara dan pendengar akan lebih banyak belajar. penerimaan akan penghargaan dan pengembangan keterampilan sosial (Arends. Perestasi Akademik Model-Model Pembelajaran Inovatif 73 . Dalam hal ini ada yang menjadi pembicara dan pendengar. Bila dibandingkan dengan belajar sendiri. Pandangan teori elaborasi kognitif berbeda dengan pandangan teori perkembangan. membuat ikhtisar atau outline dari suatu bkuliah merupakan kegiatan belajar yang lebih baik daripada sekedar membuat catatan. Teori Elaborasi Kognitif. tetapi tidak sebanyak yang diperoleh orang yang menerangkannya. Asumsi yang mendasar dari teori perkembangan adalah ingteraksi antar siswa di sekitar tugas-tugas yang sesuai dalam meningkatkan penguasaan mereka terhadap konsep-konsep yang sulit. yakni perestasi akademik. C. Penelitian dalam psikologji kognitif telah menemukan bahwa apabila informasi harus tinggal dalam memori. 1997: 111). Tujuan Pembelajaran Kooperatif Model pembelajaran kooperatif dikembangkan untuk mencapai tiga tujuan pembelajaran yang penting. Teori Perkembangan.

b. kelas sosial. Para pengembang pembelajaran kooperatif telah menunjukan bahwa struktur penghargaan kooperatif dapat meningkatkan nilai yang diperoleh siswa dan mengubah norma-norma yang sesuai dengan prestasi itu (Arends. siswa Perkembangan Keterampilan Kooperatif Tujuan ketiga dan penting dari belajar kooperatif adalah mengajarkan kepada keterampilan-keterampilan kerjasama dan elaborasi. 1997: 111). Terdapat beberapa tipe model pembelajaran kooperatif seperti tipe STAD (Student Teams Achievement Division).Meskipun pemelajaran kooperatif mencakup berbagai tujuan sosial. Siswa yang berprestasi tinggi secara akademik memperoleh lebih banyak karena ia berfungsi sebagai tutor yang membutuhkan pemikiran yang lebih mendalam tentang konsep-konsep dalam suatu pelajaran. budaya. Belajar kooperatif menyajikan peluang bagi siswa dari berbagai latar belakang dan kondisi untuk bekerja dengan saling bergantung pada tugas-tugas akademik. Ini merupakan keterampilan penting yang harus dimiliki dalam suatu masyarakat. dan melalui struktur penghargaan kooperatif akan belajar saling menghargai satu sama lain. tipe jigsaw dan investigasi kelompok dan pendekatan struktural. di mana banyak pekerjaan orang dewasa dilakukan dalam organisasi besar dan saling ketergantungan dan sangat beragam budayanya. Selain itu. namun pembelajaran kooperatif juga dapat digunakan untuk meningkatkan prestasi akademik. pembelajaran kooperatif dapat bermanfaat bagi siswa yang berprestasi rendah dan tinggi bersama-sama dalam mengajarkan tugas-tugas akademik. kemampuan dan ketidakmampuannya. Model-Model Pembelajaran Inovatif 74 . Penerimaan akan Keanekaragaman Efek penting kedua dari model pembelajaran kooperatif adalah penerimaan yang lebih luas dari orang-orang yang berbeda berdasarkan ras. Namun banyak anak-anak dan orang dewasa kekurangan keterampilan ini. Keempat tipe tersebut mempunyai perbandingan seperti pada Tabel 2 berikut ini. c. Hal ini dibutuhkan dengan seberapa sering ketidaksesuaian di antara individu-individu dapat membawa pada tindak kekerasan atau seberapa sering orang dewasa menyampaikan rasa tidak puasnya saat diminta bekerja dalam situasi kooperatif.

berdua. bertiga. kelompok dengan 4-6 anngota. Model-Model Pembelajaran Inovatif 75 . Perbandingan Empat Pendekatan dalam Pembelajaran Kooperatif Aspek Tujuan kognitif Tipe STAD Informasi akademik sederhana Tujuan sosial Kerja kelompok dan kerja sama Struktur tim Kelompok heterogen dengan 4-5 orang anggota Kelompok belajar heterogen dengan 5-6 orang anggota menggunakan pola kelompok ”asal” dan Pemilihan topik pelajaran Tugas Utama Siswa dapat menggunakan lembar kegiatan dan saling membantu untuk menuntaskan materi belajarnya Siswa mempelajari materi dalam kelompok” ahli” kemudian membantu anggota kelompok asal mempelajari materi itu Siswa menyelesaikan inkuiri kompleks Siswa mengerjakan tugas-tugas yang diberikan sosial dan kognitif Biasanya guru kelompok ”ahli” Biasanya guru Biasanya siswa Biasanya guru Tipe Jigsaw Informasi akademik sederhana Kerja kelompok dan kerja sama Investigasi Pendekatan Kelompok Struktural Informasi akademik Informasi tingkat tinggi dan keterampilan inkuiri Kerjasama dalam kelompok kompleks Kelompok belajar dengan 5-6 anggota heterogen akademik sederhana Keterampilan kelompok an keterampilan sosial Bervariasi.Tabel 2.

Penilaian Tes mingguan Bervariasi dapat Menyelesaikan berupa mingguan tes proyek dan menulis laporan. Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari atau masingmasing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya. Membimbing kelompok bekerja dan belajar pada saat mereka mengerjakan Model-Model Pembelajaran Inovatif 76 . Sintaks Model Pembelajaran Kooperatif Fase Fase 1 siswa Fase 2 Menyajikan informasi Fase 3 Mengorganisasi siswa ke kelompok-kelompok belajar Fase 4 belajar Fase 5 Evaluasi Tingkah Laku Guru Guru menyampaikan yang ingin semua dicapai tujuan pada Menyampaikan tujuan dan memotivasi pelajaran pelajaran tersebut dan memotivasi siswa belajar. Tabel 3 berikut ini adalah sintaks model pembelajaran kooperatif dan tingkah laku guru pada setiap sintaks. Guru menjelaskan kepada siswa dalam bagaimana cara membentuk kelompok belajar dan membantu setiap kelompok agar melakukan transisi secara efisien. Guru membimbing kelompok-kelompok tugas mereka. Tabel 3. Guru menyajikan informasi kepada siswa dengan jalan demonstrasi atau lewat bahan bacaan. menggunakan essay Lembar pengetahuan publikasi lain dan dapat tes Bervariasi Pengakuan Lembar pengetahuan dan lain publikasi Publikasi lain Bervariasi Model pembelajaran kooperatif mempunyai sintaks tertentu yang merupakan ciri khususnya.

atau Guru mampu menciptakan suasana yang meningkatkan keaktifan siswa untuk bertanya. Kegiatan belajar yang aktif. ekspresif. pengetahuan dan sikap bagi kehidupan kelak. memberi umpan balik. Siswa akan kreatif. semarak. EFEKTIF. poster umum. Guru dapat menciptakan teknik-teknik mengajar tertentu sesuai dengan karakteristik siswa dan karakteristik materi pembelajaran. PEMBELAJARAN AKTIF. Menyenangkan diartikan sebagai suasana belajar mengajar yang ”hidup”. Guru aktif memantau kegiatan belajar peserta didik. dan mendorong pemusatan perhatian siswa terhadap belajar. mendemonstrasikan gagasan/idenya. kreatif dan menyenangkan harus tetap bersandar pada tujuan atau kompetensi yang akan dicapai. memberikan mengungkapkan ide. Kreatif diartikan guru memberikan variasi dalam kegiatan belajar mengajar dan membuat alat bantu belajar. catatan pribadi atau saling menghargai. 3. untuk menunjang pembelajaran. KREATIF. Aktif diartikan siswa maupun guru berinteraksi tanggapan. Kegiatan tersebut akan memuaskan rasa keingintahuan dan imajinasi siswa. Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif dan Menyenangkan (PAKEM) adalah model pembelajaran yang beranggapan bahwa belajar merupakan proses aktif membangun makna/pemahaman dari informasi dan pengalaman si pembelajar. terkondisi untuk terus berlanjut. Agar menyenangkan dipelukan afirmasi (penguatan/penegasan). Memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif akan mendorong kreativitas siswa baik dalam belajar maupun memecahkan masalah. DAN MENYENANGKAN (PAIKEM) Menurut Sidi (2004). menuliskan ide atau gagasan. PAKEM bertujuan untuk menciptakan suatu lingkungan belajar yang lebih melengkapi peserta didik dengan ketrampilanketerampilan. Model-Model Pembelajaran Inovatif 77 . mengajukan pertanyaan yang menantang dan mempertanyakan gagasan siswa.Demikianlah uraian singkat tentang model pembelajaran kooperatif yang sangat cocok untuk memberi bekal kepada siswa trampil hidup bermasyarakat. Perayaan dapat diwujudkan dalam bentuk tepuk tangan. bila diberi kesempatan merancang/membuat sesuatu. memberi pengakuan dan merayakan kerja keras siswa. Suasana belajar yang aktif dan kreatif akan mendorong siswa untuk senang belajar dan memotivasi mereka untuk terus belajar. INOVATIF. PAKEM dapat ditinjau dari segi guru maupun siswa. Menurut Siswono (2004).

Memberikan umpan balik yang bertanggung jawab untuk meningkatkan kegiatan belajar mengajar. 2. termasuk belajar kelompok. Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar. Memanfaatkan perilaku siswa dalam pengorganisasian belajar. 6. 2. 5. 7. 1. PAKEM menggambarkan kondisi-kondisi sebagai berikut. 3. 4. dan melibatkan peserta didik dalam menciptakan lingkungan sekolahnya sendiri. 8. Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan (aktifitas) yang mengembangkan keterampilan. sebagai sumber belajar agar pengajaran lebih menarik. Membedakan antara aktif fisik dan aktif mental. Mengenal siswa secara individu/perorangan. 4. MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG Model-Model Pembelajaran Inovatif 78 . antara lain: 1.Efektif yang diartikan sebagai ketercapaian suatu tujuan (kompetensi) merupakan pijakan utama suatu rancangan pembelajaran. Mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik. Guru mengatur kelas untuk memajang buku-buku dan materi-materi yang menarik dan membuat ”pojok bacaan”. dan kemampuan memecahkan masalah. menyenangkan dan relevan bagi peserta didik. termasuk lingkungan 3. kemampuan dan pemahamannya dengan menekankan pada belajar dengan berbuat (learning by doing). Dalam pelaksanaan PAKEM perlu diperhatikan beberapa hal. Mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Memahami sifat siswa. Guru menggunakan berbagai stimulus/motivasi dan alat peraga. mengungkapkan gagasannya. Guru mendorong peserta didik untuk menemukan caranya sendiri dalam menyelesaikan suatu masalah. kreatif. 5. Guru menggunakan cara belajar yang lebih kooperatif dan interaktif. 4. Pembelajaran yang tampaknya aktif dan menyenangkan. tetapi tidak efektif akan tampak hanya sekedar permainan belaka.

Dampak mengembangkan demi setahap. Pengertian Pembelajaran Langsung Model Pembelajaran Langsung merupakan suatu model pendekatan mengajar yang dapat membantu siswa di dalam mempelajari dan menguasai ketrampilan dasar serta memperoleh informasi selangkah demi selangkah. dan disiplin diri dalam tugas penulisan. maka mereka terlebih dahulu harus mengetahui tentang konsep menembak pistol yang baik dan benar. kelihaian. melaksanakan latihan menembak pistol lanjutan yang dilakukan secara mandiri. dan juga informasi lainnya yang merupakan landasan untuk membangun hasil belajar yang lebih kompleks. Dalam model pembelajaran langsung dibutuhkan keaktifan. Diantaranya adalah ide-ide dari bidang instruksional penguasaan dan model pembelajaran sederhana dan langsung kompleks adalah serta ketrampilan pengetahuan deklaratif yang dapat dirumuskan dengan jelas dan diajarkan setahap Model-Model Pembelajaran Inovatif 79 . B. Pengembangan model pembelajaran langsung dilandasi oleh latar belakang teoritik dan empirik tertentu. Ketrampilan dasar yang dimaksud dapat berupa aspek kognitif maupun psikomotorik. Landasan Teoritik dan Empirik Secara historis. mengenal bagianbagian pistol dan fungsinya. Sebelum siswa dapat berfikir secara kritis. mereka perlu menguasai ketrampilan dasar yang berkaitan dengan logika. membuat referensi dari data. beberapa aspek model pembelajaran langsung banyak diterapkan dan dikembangkan dalam prosedur pelatihan-pelatihan oleh dunia kemiliteran dan industri. mereka harus menguasai terlebih dahulu strategi belajar seperti membuat catatan dan merangkum isi materi bacaan. mengikuti pelatihan menembak pistol secara terbimbing. Sebelum siswa menguasai teknik menembak pistol dengan baik dan benar. ketrampilan dan kreatifitas guru tanpa menghilangkan peran siswa sebagai subyek didik. Memang dalam model ini peran guru lebih menonjol daripada peran siswa. penggunaan katakata dengan benar. Sebelum siswa dapat memperoleh dan memproses sejumlah besar informasi yang akan diterimanya. dan mengenal ketidakobyektifan dalam presentasi.A. Sebelum siswa dapat menulis suatu paragraf mereka dalam menguasai pengkonstruksian kalimat dasar.

Model Pengajaran Langsung didukung beberapa hasil penelitian. Muhammad Nur (2000) mengutip hasil penelitian yang dilaksanakan Stallings dan Kaskowitz dengan mengamati penampilan guru di 166 kelas. Teori ini mencoba menggunakan mekanisme observasi dan penguatan dari pengamatan konsekuensi-konsekuensi perilaku orang lain untuk menjelaskan perolehan bermacam-macam perilaku sosial seperti agresi dan kerjasama. Teori Pemodelan Tingkah Laku. serta hasil penelitian tentang keefektifan guru dalam melaksanakan fungsinya. Dalam sebuah proses pembelajaran sebagai suatu sistem. mungkin sekali membawa perkembangan banyak individu oleh karena satu dan lain hal menjadi tidak kompeten dalam mencapai kepuasan pribadi dan kehidupan masyarakat sekarang atau masa yang akan datang” 2. Beberapa pakar pendidikan mengemukakan.analisis sistem. 1. dan hasilnya menyatakan bahwa model ini lebih berhasil dan Model-Model Pembelajaran Inovatif 80 . 3. Analisis Sistem. bahwa pendidikan akan menjadi paling baik jika dirancang hanya untuk memberikan kesempatan kepada siswa memperoleh lingkungan belajar yang menunjang dan berkembang sesuai dengan kemampuan dan aktifitasnya sendiri tanpa adanya paksaan apapun. Kita menganggap hal tersebut merupakan pandangan yang keliru. Teori belajar yang banyak memberikan sumbangannya pada model pembelajaran langsung adalah teori belajar sosial atau belajar melalui observasi yang menurut Arends disebut teori pemodelan tingkah laku. Pembelajaran yang tidak diarahkan. Beberapa hasil penelitian tentang keefektifan guru. seperti yang ditulis oleh Prof Dr. dan bagaimana menguraikan secara sistematik ketrampilan kompleks dan ideide menjadi komponen-komponen sehingga dapat diajarkan secara berurutan. Gagne dan Leslie Briggs (1987) mengemukakan pandangannya tentang hal ini: “Pengajaran yang dirancang secara sistematik akan berpengaruh besar terhadap perkembangan individu. teori pemodelan sosial dan perilaku. menurut mereka. analisis sistem menekankan pada bagaimana pengorganisasian pengetahuan dan ketrampilan.

pentingnya pelajaran. pendidikan olahraga dll. Guru menjelaskan tujuan Pembelajaran khusus. Apabila informasi atau ketrampilan yang akan diajarkan terstruktur dengan baik dan dapat diajarkan selangkah demi selangkah. model pembelajaran langsung sangat cocok dipergunakan. 2. Membimbing pelatihan. Memberikan pelatihan sampai benar-benar menguasai konsep/ketrampilan yang dipelajari. Pelaksanaan Model Pengajaran Langsung Tidak ada model dan strategi pembelajaran yang paling baik dan paling jelek masing-masing memiliki kelemahan dan kelebihan. 3) Memberikan latihan terbimbing 4) Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik dan 5) Memberikan latihan mandiri. Model ini sebenarnya dapat diterapkan di bidang studi apapun. Penerapannya tergantung pada konteks situasi.metode informal dan berpusat pada siswa. Demikian juga dengan model pembelajaran langsung.memperoleh tingkat keterlibatan yang tinggi dari pada mereka yang menggunakan metode. musik. Model pembelajaran langsung kurang cocok untuk mengajarkan ketrampilan sosial atau kreatifitas. b. Model-Model Pembelajaran Inovatif 81 . proses berfikir tinggi dan abstrak. 3. Mendemonstrasikan pengetahuan atau ketrampilan. membaca. namun yang paling sesuai adalah untuk mengajarkan mata pelajaran yang berorientasi pada penampilan atau kinerja seperti menulis. informasi latar belakang pelajaran. matematika. mempersiapkan siswa untuk belajar. C. 2) Mendemostrasikan ketrampilan atau pemahaman yang merupakan fokus pelajaran itu. kondisi atau kebutuhan siswa. Menyampaikan tujuan mempersiapkan siswa. Fase-fase Model Pengajaran Langsung dapat dijelaskan berikut ini: 1. Pembelajaran langsung dilaksanakan melalui lima Fase. atau menyajikan informasi setahap demi setahap. Guru merencanakan dan memberi bimbingan pelatihan awal. Dalam memberikan bimbingan pelatihan guru perlu: a. Menugasi siswa melakukan latihan singkat dan bermakna. Guru mendemonstrasikan ketrampilan dengan benar. yaitu 1) menyampaikan tujuan dan meyiapkan siswa.

memberi umpan balik. Terapkan konsekuensi atau hukuman apabila ada yang melanggar. perlu mendapat perhatian yang seksama. Jika terdapat hal yang demikian maka yang perlu dilakukan guru adalah: 1. Jelaskan dan ingatkan siswa itu tentang aturan atau prosedur yang benar. 3. dengan perhatian khusus pada penerapan kepada situasi lebih kompleks dan kehidupan sehari-hari. Memberikan kesempatan untuk pelatihan lanjutan dan penerapan. Beri umpan balik jika dia belum memahami. Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik. Pada tahap perencanaan perumusan tujuan dan analisis tugas. Model-Model Pembelajaran Inovatif 82 . Memberikan tugas tambahan yang bervariasi. maka tidak menutup kemungkinan terdapat perilaku siswa yang menyimpang. 2. Karena sifat dan model pengajaran langsung ini teacher centered. mengubah kegiatan yang ada merupakan sarana yang tepat untuk membuat siswa kembali aktif dalam proses belajar mengajar Terdapat beberapa hal yang penting yang perlu diperhatikan oleh para guru dalam mempraktekkan model pembelajaran langsung adalah: 1. Mencek apakah siswa telah berhasil melakukan tugas dengan baik. 5. Lakukan selalu kontak mata dengan siswa itu sebagai tanda perhatian gadik kepada siswanya. Model pembelajaran langsung memerlukan lingkungan pembelajaran yang terstruktur baik dan uraian gadik yang jelas. seringkali perilaku yang menyimpang terjadi karena siswa terlampau lama dan bosan melakukan kegiatan tertentu. 4. Jalinlah komunikasi yang baik sehingga dia betul-betul merubah perilakunya. Ubahlah aktifitas kelas. diskusi. Memperhatikan tahap-tahap pelatihan (dibagi dalam segmen-segmen sehingga sangat efektif untuk memantapkan ketrampilan yang pernah dipelajari siswa.c. Berilah siswa tersebut nasehat sehingga segera menghentikan perilakunya yang menyimpang. Guru mempersiapkan kesempatan melakukan pelatihan lanjutan. 2. Tugasi siswa itu mengidentifikasi prosedur yang benar. 4.

Model-Model Pembelajaran Inovatif 83 . kelancaran alur pembelajaran. Demikianlah uraian singkat dari artikel tentang model pembelajaran langsung yang dapat penulis paparkan. 5. yang sekarang ini mulai diangkat sebab ditinjau secara umum pembelajaran berdasarkan masalah terdiri dari menyajikan kepada siswa situasi masalah yang outentik dan bermakna yang dapat memberikan kemudahan kepada mereka untuk melakukan penyelidikan dan inkuiri. 7. Pembelajaran langsung menuntut pengelolaan kelas yang unik. Dalam melaksanakan pembelajaran langsung. 4. mendemonstrasikan dan memperagakan tingkah laku yang benar. Pelatihan perlu dilandasi oleh prinsip-prinsip sebagai berikut : berikan pelatihan singkat. Penilaian hasil belajar siswa ditekankan pada praktek pengembangan dan penerapan pengetahuan dasar yang sesuai.3. bermakna. mempertahankan keterlibatan dan peran serta siswa dan menangani dengan cepat penyimpangan-penyimpangan tingkah laku siswa. 5. 6. PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH Pembelajaran berdasarkan masalah telah dikenal sejak zaman John Dewey. menggunakan pelatihan yang berkelanjutan atau pelatihan berselang. Pengelolaan kelas yang juga perlu memperoleh perhatian adalah mengatur tempo pembelajaran. Akhir kata. Pembelajaran berbasis masalah dilandasi teori kontruktivisme yang berpandangan: (1) pembelajaran perlu dimulai dari permasalahan nyata yang pemecahannya memerlukan kerjasama kolaborasi diantara pebelajar. mengukur dengan teliti ketrampilan sederhana dan yang kompleks. gadik perlu memberikan uraian yang jelas. memberikan kesempatan pada siswa untuk berlatih. menarik dan mempertahankan perhatian siswa dari awal sampai selesainya proses pembelajaran. serta memberikan umpan balik kepada siswa. dan frekuensi yang tidak berlebihan. siswa benar-benar menguasai ketrampilan yang dilatihkan. penulis mengucapkan “Selamat mencoba untuk mempraktekkan model tersebut dan bahkan mengembangkannya”.

dan (4) bergantung pada mempertahankan suasana kelas yang fleksibel dan berorientasi pada upaya penyelidikan. Pengajuan pertanyaan atau masalah Pembelajaran berdasarkan masalah mengorganisasikan pengajaran di sekitar pertanyaan dan masalah yang dua-duanya secara sosial penting dan secara pribadi bermakna untuk siswa. dan pemerintah.(2) mengandung peran pembelajar sebagai pemandu pebelajar dalam merinci rencana pemecahan masalah menjadi tahap-tahap kegiatan yang dapat dilakukan oleh pebelajar. ekonomi. masalah populasi yang dimunculkan dalam pelajaran seperti biologi. A. Keterkaitan dengan disiplin ilmu lain (interdiciplinnary focus) Meskipun pembelajaran berdasarkan masalah mungkin berpusat pada mata pelajaran tertentu (IPA. Mereka mengajukan situasi kehidupan nyata autentik. 2. siswa meninjau masalah itu dari banyak mata pelajaran. Menyelidiki masalah autenti Model-Model Pembelajaran Inovatif 84 . 3. ilmu sosial). dan memungkinkan adanya berbagai macam solusi untuk situasi itu. Sebagai contoh. Karakteristik Pembelajaran Berbasis Masalah Pembelajaran berbasis masalah memiliki karakteristik sebagai berikut: 1. masalah yang akan diselidiki telah benar-benar nyata agar dalam pemecahannya. sosiologi. menghindari jawaban sederhana. matematika. Pengertian Pembelajaran Berbasis Masalah Pembelajaran Berbasis Masalah yaitu suatu pendekatan pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar melalui berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah dalam rangka memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensial dari materi pelajaran. pariwisata. (3) kemudian memandu bagaimana menggunakan keterampilan dan strategi yang diperlukan agar tugas-tugas tersebut dapat diselesaikan. B.

paling sering secara berpasangan atau dalam kelompok kecil. 5. D. 2000: 7). Bekerja sama memberikan motivasi untuk secara berkelanjutan terlibat dalam tugas-tugas kompleks dan memperbanyak peluang untuk berbagai inkuiri dan dialog dan untuk mengembangkan keterampilan sosial dan keterampilan berpikir.Pembelajaran berdasarkan masalah mengharuskan siswa melakukan penyelidikan autentik untuk mencari penyelesaian nyata terhadap masalah nyata. bergantung kepada masalah yang sedang dipelajari. C. metode penyelidikan yang digunakan. dan merumuskan kesimpulan. Langkah-langkah Pembelajaran Berbasis Masalah Ada beberapa cara menerapkan PBL dalam pembelajaran. 4. membuat inferensi. mengembangkan hipotesis. memecahkan masalah. Sudah barang tentu. mengumlpulkan dan menganalisa informasi. Secara umum penerapan model ini mulai dengan adanya masalah yang harus dipecahkan atau dicari pemecahannya oleh siswa/mahasiswa. Mereka harus menganalisis dan mendefinisikan masalah. dan keterampilan intelektual. Kolaborasi Pembelajaran berdasarkan masalah dicirikan oleh siswa yang bekerja sama satu sama lainnya. Manfaat Pembelajaran Berbasis Masalah Pembelajaran berdasarkan masalah dikembangkan untuk membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir. Masalah tersebut dapat berasal dari Model-Model Pembelajaran Inovatif 85 . dan membuat ramalan. Memamerkan hasil kerja Pembelajaran berdasarkan masalah menuntut siswa untuk menghasilkan produk tertentu dalam bentuk karya nyata atau artefak dan peragaan yang menjelaskan atau mewakili bentuk penyelesaian masalah yang mereka temukan. belajar berbagai peran orang dewasa melalui pelibatan mereka dalam pengalaman nyata atau simulasi dan menjadi pebelajar yang otonom dan mandiri (Ibrahim. melakukan eksperimen (jika diperlukan).

sangat penting adanya pendampingan oleh guru/dosen pada tahap ini. Artinya. siswa belajar teori dan metode ilmiah agar dapat memecahkan masalah yang menjadi pusat perhatiannya. 2001). Pemecahan masalah dalam PBL harus sesuai dengan langkah-langkah metode ilmiah. (2) mengumpulkan data. penggunaan PBL dapat memberikan pengalaman belajar melakukan kerja ilmiah yang sangat baik kepada siswa/mahasiswa. kurang relevan dengan konteks materi pembelajaran. (3) menganalisis data. yaitu: (1) mengidentifikasi masalah. Langkah mengidentifikasi masalah merupakan tahapan yang sangat penting dalam PBL. Walaupun guru/dosen tidak melakukan intervensi terhadap masalah tetapi dapat memfokuskan masalah melalui pertanyaan-pertanyaan agar siswa/mahasiswa melakukan refleksi lebih dalam terhadap masalah yang dipilih. Model-Model Pembelajaran Inovatif 86 . dan (8) melakukan tindakan (action) untuk memecahkan masalah. Siswa/mahasiswa akan memusatkan pembelajaran di sekitar masalah tersebut. (6) merencanakan penerapan pemecahan masalah. (5) memilih cara untuk memecahkan masalah. Pemilihan masalah yang tepat agar dapat memberikan pengalaman belajar yang mencirikan kerja ilmiah seringkali menjadi ”masalah” bagi guru dan siswa. seluruh tahapan terjadi dan bergulir dengan sendirinya. Oleh sebab itu. sedangkan empat tahap berikutnya harus dicapai bila pembelajaran dimaksudkan untuk mencapai keterampilan berfikir tingkat tinggi (higher order thinking skills). demikian pula keterampilan seseorang harus mencapai seluruh tahapan tersebut. Oleh sebab itu.siswa/mahasiswa atau mungkin juga diberikan oleh pengajar. atau suatu masalah yang sangat menyeimpang dengan tingkat berpikir siswa dapat menyebabkan tidak tercapainya tujuan pembelajaran. (4) memecahkan masalah berdasarkan pada data yang ada dan analisisnya. Empat tahap yang pertama mutlak diperlukan untuk berbagai kategori tingkat berfikir. Dalam proses pemecahan masalah sehari-hari. Langkah-langkah pemecahan masalah dalam pembelajaran PBL paling sedikit ada delapan tahapan (Pannen. Dalam hal ini guru/dosen harus berperan sebagai fasilitator agar pembelajaran tetap pada bingkai yang direncanakan. Dengan demikian siswa/mahasiswa belajar memecahkan masalah secara sistematis dan terencana. pemilihan masalah yang kurang luas. dengan arti lain. (7) melakukan ujicoba terhadap rencana yang ditetapkan.

dan menjelaskan pada pebelajar bagaimana cara pelaksanaannya. etnis. pembelajar terlebih dahulu menyampaikan secara jelas tujuan pembelajaran. Tahapan dalam proses pemecahan masalah digunakan sebagai kerangka atau panduan dalam proses belajar melalui PBL. 3. pembelajar dapat membuat tanda kelompok. dan jenis kelamin sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. Namun yang harus dicapai pada akhir pembelajaran adalah kemampuannya untuk memahami permasalahan dan alasan timbulnya permasalahan tersebut serta kedudukan permasalahan tersebut dalam tatanan sistem yang sangat luas. Arends mengemukakan ada 5 fase (tahap) yang perlu dilakukan untuk mengimplementasikan PBL. 1. ras. Oleh karena itu. Apalagi jika PBL digunakan untuk proses pembelajaran di perguruan tinggi. Jika perbedaan kelompok diperlukan. keterampilan mahasiswa dalam tahap tersebut hendaknya tidak semata-mata keterampilan how.Suatu hal yang sangat penting untuk diperhatikan dalam PBL adalah pertanyaan berbasis why bukan sekedar how. 2. tetapi kemampuan menjelaskan permasalahan dan bagaimana permasalahan dapat terjadi. Selanjutnya pembelajar melakaukan orientasi masalah hingga masalah muncul atau ditemukan sendiri oleh pebelajar. Mengorientasikan pebelajar pada masalah Pada awal pembelajaran berbasis masalah. Mengorganisasikan pebelajar untuk belajar Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam mengorganisasikan pebelajar ke dalam kelompok berdasar masalah yakni pebelajaran dibentuk bervariasi dengan memperhatikan kemampuan. Lebih lanjut Arends (2004) merinci langkah-langkah pelaksanaan PBL dalam pengajaran. Fase-fase tersebut merujuk pada tahap-tahapan praktis yang dilakukan dalam kegiatan pembelajaran dengan PBL sebagaimana disajikan berikut ini. menetapkan sikap positif terhadap pembelajaran. Memandu menyelidiki secara mandiri atau kelompok Pada tahap ini pembelajar mendorong pebelajar mengumpulkan data dan melaksanakan kegiatan aktual sampai mereka benar-benar mengerti dimensi Model-Model Pembelajaran Inovatif 87 . setiap tahap dalam pemecahan masalah.

Tujuannya adalah agar pebelajar dapat mengumpulkan informasi cukup untuk mengembangkan ide-ide mereka sendiri. Kelemahan 1. melibatkan secara aktif memecahkan masalah dan menuntut keterampilan berpikir pebelajar yang lebih tinggi. Mengembangkan dan menyajikan hasil kerja Pebelajar secara mandiri atau kelompok memberikan tanggapan atas hasil kerja temannya. pebelajar lebih memahami konsep yang diajarkan sebab mereka sendiri yang menemukan konsep tersebut. 4. menanamkan sikap sosial yang positif diantara pebelajar. Kelebihan 1. E. 4. 5. mampu memberi aspirasi dan menerima pendapat orang lain. Berdiskusi. 2. berdialog. Menuntut sumber-sumber dan sarana belajar yang cukup termasuk waktu untuk kegiatan belajar siswa. bahkan berdebat memberi komentar terhadap pemecahan masalah yang disajikan. pengkondisian pebelajar dalam belajar kelompok yang saling berinteraksi terhadap pembelajar dan temannya sehingga pencapaian ketuntasan belajar dapat diharapkan. hal ini dapat meningkatkan motivasi dan ketertarikan pebelajar terhadap bahan yang dipelajari. Model-Model Pembelajaran Inovatif 88 . menjadikan pebelajar lebih mandiri dan lebih dewasa. pengetahuan tertanam berdasarkan skemata yang dimiliki pebelajar sehingga pembelajaran lebih bermakna. Menganalisis dan mengevaluasi hasil pemecahan masalah Tahap akhir pembelajaran berdasar masalah meliputi bantuan pada pebelajar menganalisa dan mengevaluasi proses berpikir mereka sendiri sebagaimana kegitan dan keterampilan intelektual yang mereka gunakan di dalam pencapaian hasil pemecahan masalah. dan 6. 3.situasi permasalahan. pebelajar dapat merasakan manfaat pembelajaran sebab masalah-masalah yang diselesaikan langsung dikaitkan dengan kehidupan nyata. F. 5.

Apabila masalah tidak berbobot. 1989: 93-94). Model-Model Pembelajaran Inovatif 89 . maka usaha para siswa asal-asalan saja sehingga cenderung untuk menerima hipotesis (Sudjana. atau kegiatan belajar siswa tidak optimal disebabkan oleh sikap ketidakpedulian para siswa. Jika kegiatan belajar tidak dikontrol dan dikendalikan oleh guru pembelajaran dapat membawa resiko yang merugikan. 3.2. keselamatan pada waktu pengumpulan data di lapangan. Misalnya keselamatan kerja di laboratorium.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->