Sejarah Permainan Bola Tangan Permainan bola tangan yang kita kenal pada saat ini, pertama kali

diperkenalkan pada tahun 1890 oleh seorang tokoh gymnastic dari Jerman yaitu Konrad Koch. Akan tetapi permainan bola tangan ini tidak dapat langsung menjadi populer pada saat tersebut. Sejak diperkenalkan oleh Koch dan berkembang di Eropa, sampai tahun 1904 hanya sedikit sekali terdengar tentang permainan ini. Setelah perang dunia pertama berakhir, dua orang Jerman yaitu Hirschman dan Dr. Schelenz memajukan dan mempopulerkan kembali permainan bola tangan ini. Pada permulaannya, bola tangan tidak diakui sebagai cabang olahraga yang berdiri sendiri, karena belum mempunyai badan/organisasi sendiri. Peraturan permainan bola tangan ini pada saat itu disusun berdasarkan peraturan dari association football yang disesuaikan dengan bentuk dan pola permainan bola tangan. Salah satu peraturan yang diambil dari sepak bola adalah peraturan offside, tetapi peraturan ini dirasakan sebagai penghambat dan bukannya melancarkan jalannya permainan. Kemudian peraturan ini dihapuskan, setelah beberapa tahun berjalan. Permainan bola tangan ini mulai berkembang di Eropa, kemudian menjadi salah satu cabang olahraga yang tetap dan teratur dimainkan di sekolah, klub, sekolah lanjutan dan perguruan tinggi. Permainan bola tangan, pertama kali diakui dan disejajarkan seperti cabang olahrga yang lain dalam lingkup internasional oleh International Amateur Athletic Federation (I.A.A.F), suatu badan yang bertanggung jawab dan sebagai pelindung dari organisasi cabang olahraga yang baru tumbuh di Eropa pada saat itu. Sejak tahun 1904, permainan bola tangan mulai berkembang dengan mantap di bawah pengawasan I.A.A.F. makin banyak bangsa-bangsa yang mulai mencantumkan permainan bola tangan dalam kegiatan olahraga mereka dan pertandingan internasional menjadi bertambah populer. Pada tahun 1926, seiring dengan kemajuan perkembangan permainan bola tangan dan juga cabang olahraga yang baru berkembang lainnya, I.A.A.F membentuk panitia khusus yang mewakili negara-negara dimana permainan bola tangan dimainkan; untuk melihat kemungkinan membentuk suatu peraturan permainan bola tangan yang standar dan seragam. Hasil kerja panitia khusus adalah : diakuinya permainan bola tangan sebagai cabang olahraga tersendiri dan adanya kemungkinan dibentuk organisasi federasi bola tangan yang berdiri sendiri. Tahun 1928 yang bertepatan dengan diadakannya Olympic Games, wakil dari 11 negara mengadakan pertemuan di Amsterdam. Dari hasil pertemuan itu, terbentuklah suatu organisasi federasi bola tangan yang resmi yang disebut International Amateur Handball Federation (I.A.H.F) yang beranggotakan 11 negara. Presiden I.A.H.F pertama adalah Avery Brundage seorang anggota yang kemudian hari menjadi presiden dari International Olympic Committee (I.O.C). Salah satu tugas pertama I.A.H.F di Amsterdam pada tahun 1928 itu adalah menyelenggarakan demonstrasi pertandingan di Olympic Games tersebut. Tahun 1931, hanya tiga tahun setelah I.A.H.F terbentuk, permainan bola tangan dicantumkan dalam acara Olympic Games oleh I.O.C. Pada tahun 1934 anggota dari I.A.H.F bertamabah menjadi 25 negara anggota.

Permainan bola tangan menjadi suatu cabang olahraga yang populer dan dimainkan si seluruh dunia dan pada tahun 1936, pada waktu dilangsungkannyaOlympic Games di Berlin, permainan bola tangan memperkokoh posisinya dan menjadi slah satu cabang olahraga yang dipertandingkan secara resmi. Pada Olypmpic Games tersebut, negara tuan rumah berhasil memenangkan medali emas. Dan dua tahun kemudian, Jerman kembali mengulangi keberhasilannya, pada saat kejuaraan dunia I yang diselenggarakan untuk merayakan 10 tahun berdirinya I.A.H.F. Jumlah peserta pada saat itu adalah 10 negara. Perang dunia ke II menimbulkan banyak persoalan karena banyak negara yang ikut terlibat dalam perang. Banyak bangsa di dunia tidak mempunyai kesempatan untuk berolahraga karena situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan. Dengan sendirinya permainan bola tangan dan juga cabang olahraga lainnya mengalami kemunduran. Akan tetapi setelah perang dunia berakhir, para wakil dari negara anggota I.A.H.F mengadakan pertemuan kembali. Kemudian dilangsungkanlah Kongres Internasional di Kopenhagen. Tujuan dari kongres itu sendiri yaitu untuk mencoba menumbuhkan kembali permainan bola tangan. Hasil dari kongres ini adalah pembubaran I.A.H.F dan lahirnya International Handball Federation (I.H.F) badan/organisasi yang resmi untuk bola tangan di seluruh dunia. Sekretariat, dewan pimpinan dan komisi teknik dari I.H.F berpusat di Basel, Swiss, dan kemudian I.H.F menjadi anggota dari Federation of International Sports Assoaciation. I.H.F sebagai organisasi yang resmi dari cabang olahraga bola tangan diwajibkan menghimpun semua perkumpulan nasional yang beranggotakan klub, sekolah, akademi, universitas dan lain-lain. I.H.F bertanggung jawab dalm penyelenggaraan kompetisi, turnamen internasional seperti :  Piala Eropa  Piala Baltic  Piala Mediterranean (Laut Tengah)  Piala Latin  Piala Asia  Piala Dunia dan  Turnamen Olympiade.

1. 2. kecuali kaki dan cara bermainnya membawa bola sebanyak-banyaknya tiga langkah dan menahan bola ditangan paling lama menit. dengan cara melempar bola ke gawang lawan yang dijaga oleh lawan. Sekilas permainan Bola Tangan Permainan bola tangan merupakan modifikasi antara permainan bola basket dan sepak bola yang mengandalkan kemahiran tangan untuk memasukkan bola kegawang lawan. Tujuan permainan adalah mencetak gol sebanyak-banyaknya. Permainan ini memainkan bola dengan seluruh anggota tubuh. Peraturan a) Lapangan Lapangan berbentuk empat persegi panjang berukuran: • Panjang lapangan : 40 meter • Lebar lapangan : 20 meter • Garis pembatas lapangan : 5 cm . masing-masing regu terdiri dari 7 orang pemain dan dimainkan pada lapangan berukuran 20x40 meter. Dimainkan oleh 2 regu.

berjari-jari 9 meter diukur dari tiang gawang e) Garis tembakan hukuman Garis tembakan hukuman atau garis pinalty sejauh 7 meter dari garis gawang dan panjangya 1 meter sejajar dengan garis gawang. Diameter : 54 – 56 cm. bagian luarnya terbuat dari kulit atau dari karet atau bahan sintetis lainnya. • Untuk putri : berat bola: 325 – 400 gram. Bola berukuran: • Untuk putra : berat bola: 425 – 475 gram Diameter : 58 – 60 cm. d) Garis lempar bebas Garis lempar bebas dibuat dengan panjang 3 meter. f) Bola Bentuk bola harus berbentuk bulat berwarna tunggal (satu warna). . dengan membentuk seperempat lingkaran dengan jari-jari 6 meter diukur dari tiang gawang. sedangkan ukuran gawang adalah sebagai berikut: • Tinggi gawang : 2 meter • Lebar gawang : 3 meter c) Daerah gawang Daerah gawang dibuat garis panjangnya 3 meter. dibuat pada jarak 9 meter dari garis gawang. pada jarak 6 meter (akhir) dan ujungnya dihubungkan dengan garis gawang.b) Gawang Tiang gawang harus berbentu persegi panjang dengan ukuran 8x8 cm. dan ujungnya dihubungkan pada garis gawang membentuk seperempat lingkaran.

 Pertandingan dimulai kembali dengan menjatuhkan bola pengganti di tempat dimana bola pertama tersebut rusak. g) Lama permainan Lama permainan dibagi menjadi 2 babak yaitu: • Untuk putra : 2x30 menit dengan waktu istirahat 10 menit.PENGGANTIAN BOLA RUSAK Jika bola pecah atau rusak dalam suatu pertandingan:  Pertandingan dihentikan sementara. tendangan bebas.  Bola tidak dapat diganti selama pertandingan tanpa ijin dari wasit. 5). 3). Drible – vivot – drible zig-zag. Suatu bentuk sistematika dribbling antara lain: 1). tendangan pinalti atau tendangan ke dalam :  Pertandingan dimulai kembali sesuai dengan peraturan biasa. Teknik dasar permainan bola tangan a) Teknik melempar bola 1) Cara melempar bola dapat dilakukan dengan dua tangan dan tergantung pada variasi yang digunakan:  Lemparan dari atas kepala (over head pass)  Lemparan dada (over chest pass)  Lemparan dari bawah lengan (over underhand pass) 2) Cara melempar bola dengan satu tangan paling sering dilakukan karena lemparan ini secara relative sangat mudah. cepat dan terarah. Drible harus dengan berganti-ganti tangan yang memenatulkan bola. tendangan gawang. • Untuk putri : 2x 25 menit dengan waktu istirahat 10 menit. 2). 3. 4). Drible zig-zag. kemudian setelah gerakan tersebut sedah dikuasai gerakan ditambah dengan gerakan-gerakan yang lebih sulit. Macammacam lemparan satu tangan adalah:  Lemparan dari atas bahu (javelin pass)  Lemparan dari samping badan (side pass)  Lemparan dari belakang badan ( reverse pass) b) Teknik menggiring bola (dribbling) Latihan dribbling harus dilakukan secara sistematis. maksudnya diawali dengan gerakan yang lambat ke gerakan yang lebih cepat atau dari yangmudah. Drible harus dengan satu tangan. . tendangan pojok. Jika bola pecah atau menjadi rusak ketika bola tidak dalam permainan pada saat permainan dimulai. Bodweaving – drible zig-zag.

Dalam melakukan flying shot ini. dan jarak. Posisi menghadap kearah sasaran atau bola. . bola dilepaskan pada saat mencapai titik tertinggi dari hasil lompatan ke depan. d) Teknik menangkap bola Menangkap bola umumnya menggunakan dua tangan. penembak bola melakukan gerakan melompat keatas dengan maksud menembakkan bola melewati ats kepala atau lengan lawan. harus diperhatikan 3 unsur pokok yaitu: awalan (irama langkah). 3). Pada waktu melakukan lompatan. Penembak mendaratkan kakinya disekitar dimana ia menumpuh atau melompat pada awal gerakan. ketinggian lompatan. penembak mendaratkan badannya dilanjutkan dengan gerakan menggulingkan badan. Cara ini dilakukan apabila terhalang oleh lawan sehingga tidak dapat bekerjasama dengan temannya 6) Menembak saat melayang (the flying shot) Aspek penting yang diperhatikan ialah irama langkah. 2). c) Teknik menembak bola 1) Menembak bola dengan sikap berdiri (the standing throw shot) Tembakan ini sangat sederhana dan kemungkinan berhasilnya sangat kecil. Bola dipegang dengan satu tangan diatas bahu. Pemain harus dapat menangkap dan menguasai bola dengan baik dan kemudian melakukan awalan tiga langkah yang diizinkan sebelum melompat pada waktu langkah terakhir. sebagai berikut: 1). 3) Menembak saat meloncat ke depan (the dive shot) Menolakkan kaki didepan garis gawang kemudian meluncurkan badannya kedepan arah gawang lawang sehingga seluruh badannya melayang diudara. pemain harus dapat mengkonsentrasikan diri untuk melompat cukup jauh ke depan dan juga melepas bola. 2) Menembak saat bola keatas (the jump shot) Sebelum menembak. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menangkap bola adalah. Bola dipantulkan kira-kira 1meter di depan pemain yang sedang bergerak atau berlari kedepan. Memantulkan bola dengan cara melecutkan pergelangan tangan yang terakhir menyentuh ujung-ujung jari tangan. Menembak dengan cara ini. karena lemparan ini memberikan kesempatan lawannya untuk mempertahankan gawangnya. memberi keuntungan bagi penembak yaitu memperpendek jarak lemparan dan juga daya tembaknya akan lebih bertenaga atau lebih keras. 5) Menembak dari samping badan (the side throw) Menembak dari samping diakhiri dengan gerakan pura-pura untuk memperdaya lawan sehingga bergerak kearah yang salah dan membuka ruang yang keras untuk dapat menembakkan bola. Pada waktu menembak dianjurkan untuk menembak ke bawah atas panggul dan memantulkan bola didepan gawang agar sulit ditangkap penjaga gawang.Cara melakukan gerakan drible: 1). Setelah bola lepas dari lengan. 4) Menembak sambil menjatuhkan diri (the fatal shot) Bola dipegang dengan satu tangan lalu badan dicondongkan kedepan atau kesamping dan dilanjutkan dengan gerakan melepaskan tembakan. Bola dipantulkan dengan satu tangan.

2). 2) Pola pertahanan daerah. Taktik dalam permainan Pola pertahanan : 1) Pertahanan man to man : pertahanan ini dilakukan bila lawan menguasai bola. maka penyerang menggunakan pola serangan dengan membentuk formasi 4-2. dan pemain bertahan segera menjaga dengan ketat pemain penyerang yang memasuki daerahnya dengan cara satu lawan satu. Tangkapan dua tangan dari atas 4. Tangkapan dua tangan dari didepan 2). 4). Posisi kaki agak sedikit dibuka. 3-3 atau 3-2-1. Posisi badan agak condong ke depan. 2) Pertahanan zone defence (pertahanan daerah): setiap pemain bertahan bertanggung jawab menjaga daerah pertahanan masing-masing yang telah dibagi. Macam-macam jenis tangkapan dalam bola tangan: 1). Pola penyerangan 1) Pola pertahanan man to man. 3). 3) Serangan balik cepat (conter attack). Cara Memegang Bola Tangan . Posisi kedua tangan dijulurkan lurus ke depan. maka untuk penyerang mnenggunakan pola blocking dan screeving.

Seorang pemain yang telah diganti dapat masuk kembali kedalam lapangan untuk menggatikan pemain lainnya. Permainan dimulai kembali dengan melakukan tendangan bebas tidak langsung dilakukan oleh tim lawan dari tempat dimana bola berada ketika permainan dihentikan. tetapi dilakukan setelah pemain yang diganti telah melewati batas lapangan. Pemain pengganti tersebut diperingatkan dan menunjukkan kartukuning. apakah dipanggil untuk bermain atau tidak. dilakukan dari tempat yang terdekat dengan posisi bola ketika permainan dihentikan. seorang pemain cadangan masuk lapangan sebelum pemain yang akan digantikannya meninggalkan lapangan secara sempurna maka:      Permainan dihentikan. Jumlah pemain cadangan atau pemain pengganti maximum tujuh orang pemain. . Pemain yang diganti diperintahkan untuk meninggalkan lapangan. Pergantian dianggap sah ketika pemain pengganti telah masuk lapangan. salah satu diantaranya adalah penjaga gawang. Jumlah pergantian pemain selama pertandingan berlangsung tidak dibatasi. Pergantian pemain dapat dilakukan pada saat bola didalam atau diluar permainan dengan mengikuti persyaratan sebagai berikut:     Pemain yang ingin meninggalkan lapangan harus melakukannyadidaerah pergantiannya sendiri. dimana saat itu pemain tersebut telah menjadi pemain aktif dan pemain yang ia gantikan telah keluar dan berhenti menjadi pemain aktif.PEMAIN Dalam setiap pertandingan dimainkan oleh dua tim. masing-masing tim terdiri dari lima pemain. PELANGGARAN DAN SANGSI Ketika pergantian pemain sedang dilakukan. Pemain yang ingin memasuki lapangan harus melakukannya pada daerah pergantiannya sendiri. Jika bola didalam daerah pinalti. Penjaga gawang boleh berganti tempat dengan pemain lainnya. konfedarasi atau asosiasi. tendangan bebas tidak langsung dilakukan dari garis daerah pinalti. Pergantian pemain sangat bergantung kepada kewenangan wasit. PROSEDUR PERGANTIAN PEMAIN Pergantian pemain dapat dilakukan sewaktu-waktu selama pertandingan berlangsung dengan mengikuti peraturan kompetisi resmi yang dikeluarkan oleh FIFA.

termasuk bentuk perhiasan apapun. Pengaman kaki (shinguards). PERLENGKAPAN PEMAIN KESELAMATAN Seorang pemain tidak boleh menggunakan peralatan atau memakai apapun yang membahayakan dirinya sendiri atau pemain lainnya. pemain pengganti masuk lapangan atau pemain pengganti meninggalkan lapangan dilakukan bukan dari tempat atau daerah pergantian pemain yang telah ditetapkan. maka:   Permainan dihentikan. Kaos kaki. Penggunaan sepatu adalah wajib. Pemain yang melanggar diperingatkan dan menunjukkan kartu kuning.Jika pada saat pergantian pemain dilakukan. warnanya harus sama dengan celana pendek utama. Sepatu dengan model yang diperkenankan untuk dipakai terbuat dari kain atau kulit lunak atau sepatu gimnastik dengan sol karet atau terbuat dari bahan yang sejenisnya. SERAGAM ATAU KOSTUM   Diberi nomor antara 1 – 15 dan harus tampak pada bagian belakang kostum. nomornya juga harus tampak pada bagian depan kostum dalam ukuran yang lebih kecil. . Celana pendek – apabila pemain memakai celana dalam stretch pants. dilakukan dari tempat yang terdekat dimana posisi bola berada ketika permainan dihentikan. Permainan dimulai kembali dengan tendangan bebas tidak langsung dilakukan oleh tim lawan dari tempat dimana bola berada ketika permainan dihentikan. tendangan bebas tidak langsung dilakukan dari garis daerah pinalti. DASAR PERLENGKAPAN Dasar perlengkapan yang diwajibkan dari seorang pemain adalah:      Seragam atau kostum. Warna nomor harus berbeda dan lebih kontras dengan warna bajunya Untuk pertandingan Internasional. Jika bola didalam daerah pinalti.

baju yang dipakai penjaga gawang pengganti. jika kesempatan tersebut tidak dapat . Setiap penjaga gawang memakai warna yang mudah membedakannya dari pemain lain serta wasit. terhitung mulai dari saat ia masuk sampai dengan ia meninggalkan lapangan tersebut.    Secara keseluruhan pengaman kaki harus ditutup oleh kaos kaki.  Memulai kembali pertandingan dengan tendangan bebas tidak langsung dilakukan pemain dari tim lawan dari tempat bola berada ketika wasit hentikan permainan WASIT WEWENANG WASIT Setiap pertandingan dipimpin oleh seorang wasit yang memiliki wewenang penuh untuk memegang teguh Peraturan Permainan sehubungan dengan pertandingan dimana ia telah ditunjuk untuk memimpinnya. membetulkan perlengkapannya atau melengkapi salah satu perlengkapan yang hilang atau belum dipakai. yang kemudian memeriksa perlengkapan pemain tersebut. di bagian luar harus di tutup dengan kaos kaki. PELANGGARAN DAN SANGSI Untuk setiap pelanggaran dari Peraturan ini :  Pemain yang melakukan kesalahan akan diperintahkan oleh wasit untuk meninggalkan lapangan. Pemain diperkenankan masuk kembali. Pemain tidak boleh kembali ke dalam lapangan tanpa melapor terlebih dahulu kepada salah seorang wasit. oleh pemain tersebut harus ditandai pada bagian belakang dengan nomor pemain itu sendiri. Tetapi. namun pada saat yang sama tim yang dilanggar mempunyai kesempatan untuk mencetak gol. Membiarkan permainan terus berlanjut ketika terjadi pelanggaran pada salah satu tim.PENGAMAN KAKI (Shinguards). PENJAGA GAWANG    Penjaga gawang diperkenankan memakai celana panjang. Jika seorang pemain yang berada diluar lapangan ingin mengganti penjaga gawang. Harus memberikan tingkat perlindungan yang cukup. plastik atau bahan sejenis). Terbuat dari bahan yang cocok (karet. KEKUASAAN DAN TANGGUNG JAWAB WASIT   Memegang teguh Peraturan Permainan. ketika bola berada diluar permainan (when the ball is out of play) MEMULAI KEMBALI PERTANDINGAN Jika Wasit hentikan permainan (sementara) untuk berikan peringatan dan menunjukkan kartu kuning terhadap pemain (yang) melakukan pelanggaran.

Ia juga diperkenankan menggunakan peluit. Memastikan bahwa setiap bola yang digunakan memenuhi persyaratan dari Peraturan No.        diraihnya. Bertindak sebagai pencatat waktu jika ofisial/petugas yang ditetapkan. Memperkenankan permainan diteruskan hingga bola keluar lapangan permainan jika seorang pemain. Seusai pertandingan melaporkannya kepada pejabat yang berwenang. seorang pemain terluka parah dan memastikan bahwa ia dipindahkan dari lapangan. jika menyadari bahwa mereka membuat kesalahan atau jika mereka beranggapan itu perlu dilakukan. WASIT KEDUA   Memiliki kekuasaan untuk menghentikan permainan untuk setiap pelanggaran Peraturan. tidak hadir. Memastikan/menjamin bahwa tidak ada seorang pun yang tidak berkepentingan masuk kedalam lapangan. WASIT KEDUA TUGAS Wasit kedua ditunjuk untuk menjalankan sisi lapangan yang berlawanan dari posisi wasit. Mencatat hasil pertandingan sebagai bahan laporan pertandingan.2 KEPUTUSAN WASIT Semua keputusan wasit mengenai fakta yang berhubungan dengan permainan adalah final dan tidak dapat dirubah. hanya cidera ringan. Menghentikan. termasuk memberikan hukuman terhadap para pemain dan/atau ofisial tim pada insiden lainnya yang terjadi sebelum. menunda atau mengakhiri pertandingan untuk setiap pelanggaran peraturan atau yang disebabkan oleh bentuk campur tangan luar. Menghentikan pertandingan jika. menurut pendapatnya. . asalkan permainan belum dimulai kembali atau pertandingan (belum) diakhiri. Wasit kedua membantu wasit untuk mengawasi pertandingan sesuai dengan Peraturan Permainan. Memastikan bahwa pergantian pemain dilakukan dengan baik. Memberikan hukuman terhadap pemain yang salah dan mengeluarkan pemain tersebut. Dalam hal ini sering terjadi dimana tindakan yang diambil wasit kedua tidak sesuai dengan yang telah ditentukan. maka wasit dapat membebas tugaskan wasit kedua dari tugas-tugasnya dan mengatur pergantian wasit kedua. Wasit dan wasit kedua hanya dapat merubah keputusannya. menurut pendapatnya. wasit tetap akan memberikan hukuman kepada tim yang membuat pelanggaran sebelumnya. selama dan seusai pertandingan.

Dalam kejadian campur tangan yang tidak pantas/diluar batas dilakukan oleh pencatat waktu atau wasit ketiga. mengatur penggantinya serta melaporkan kepada pihak atau pejabat yang berwenang. waktu time-out atau wasit menjatuhkan bola. tendangan bebas. disisi yang sama dengan daerah pergantian pemain. Memberikan/menyediakan informasi yang relevan mengenai permainan. Menunjukkan akhir dari paruh pertama permainan dan akhir dari pertandingan. Mencatat nomor pemain yang mencetak gol. tendangan dari titik pinalti atau titik pinalti kedua. Memeriksa tepat dua menit sewaktu menghukum ketika pemain telah dikeluarkan (send off). Mencatat penghentian permainan dan alasan-alasannya. PENCATAT WAKTU (The Time Keeper) Memastikan bahwa lama waktu disesuaikan dengan ketentuan Peraturan No. tendangan sudut. WASIT KETIGA Wasit ketiga membantu mencatat waktu:      Mencatat lima kesalahan pertama yang dilakukan oleh masing-masing pemain disetiap babak dicatat oleh para wasit dan memberi sinyal jika kesalahan kelima sudah dilakukan oleh salah satu tim.8 dengan:         Menjalankan jam penghitung/pencatat waktu (chronometer) setelah tendangan permulaan (kick-off). akhir dari perpanjangan waktu serta akhir dari time out dengan peluit atau bunyi sinyal lainnya berbeda dengan yang digunakan oleh wasit. Menghentikan jam (chronometer) ketika bola tidak dalam permainan. yang disediakan oleh asosiasi atau klub pemilik lapangan.PENCATAT WAKTU DAN WASIT KETIGA TUGAS DAN KEWAJIBAN Seorang pencatat waktu (Timekeeper) dan adanya wasit ketiga adalah penunjukan. . yang dicatat oleh wasit dalam setiap babak dalam pertandingan dan memberi sinyal ketika kesalahan kelima sudah dilakukan oleh salah satu tim. maka wasit akan membebas tugaskan mereka. Mereka duduk disisi luar pada pertengahan lapangan. Mencatat seluruh time-out yang tersisa bagi masing-masing tim.8) Mencatat lima kesalahan pertama yang dilakukan oleh masing-masing tim. Seorang pencatat waktu dan wasit ketiga dilengkapi dengan jam/pencatat waktu yang sesuai (chronometer) serta peralatan yang diperlukan lainnya untuk mengakumulasi jumlah pelanggaran yang dilakukan. memberitahukan wasit dan tim dengan benar serta memberikan ijin untuk timeout ketika diminta oleh pelatih kedua tim (Peraturan No. seusai pertandingan. Memeriksa waktu time-out (waktu sela) satu menit. Mencatat nama-nama serta nomor pemain yang mendapat peringatan dan dikeluarkan. Memulai kembali permainan setelah tendangan kedalam. gol (bola masuk gawang).

Ketika time-out diberikan.LAMANYA PERTANDINGAN PERIODE PERMAINAN WAKTU UNTUK TIME-OUT (waktu sela) Setiap Tim berhak meminta waktu untuk Time-out selama satu menit disetiap babak. Tim yang menang pada lemparan koin memutuskan gawang yang ingin diserang pada babak pertama pertandingan tersebut. tetapi hanya diperkenankan jika Tim tersebut memegang bola (menguasai bola). jika dilakukan. . Ofisial yang memberikan instruksi tidak boleh memasuki lapangan. Tim-tim berpindah tempat (bench). Pada babak kedua dari pertandingan. dan menyerang gawang lawan.yang sejajar dengan tempat duduk Tim dan pemain cadangan. Tim yang tidak meminta time-out pada babak pertama. Pada permulaan babak kedua dari pertandingan. Time-out selama satu menit dapat diminta setiap saat. Setelah gol tercetak/tercipta. MEMULAI dan MEMULAI KEMBALI PERMAINAN Pemilihan tempat diputuskan melalui lemparan koin. Pencatat waktu dapat memberikan ijin untuk time-out ketika bola tidak dalam permainan dengan menggunakan peluit atau bunyi sinyal lainnya berbeda dari yang digunakan oleh wasit. cara ini hanya dapat dilakukan hanya pada garis pembatas lapangan (garis samping) . para pemain harus tetap berada didalamlapangan. Tim lainnya melakukan tendangan pada babak pertama untuk memulai pertandingan. pada babak kedua tim tersebut hanya berhak mendapatkan satu kali time-out. kondisi berikut dapat diberlakukan untuk mendapatkan Time-out:      Para pelatih tim diberikan wewenang meminta kepada pencatat waktu untuk time-out selama satu menit. Gol dapat dicetak/tercipta langsung dari kick-off. Jika selama masa time-out itu mereka ingin menerima instruksi dari ofisial tim. JARAK WAKTU ISTIRAHAT Waktu istirahat antar babak tidak boleh lebih dari 15 menit. TENDANGAN Permulaan (Kick-off) Kick-off adalah cara untuk memulai permainan:      Pada permulaan babak pertama pertandingan. Tim yang memenangkan lemparan koin melakukan tendangan pertama untuk mulai pertandingan dibabak kedua. Pada permulaan masing-masing periode perpanjangan waktu.

apabila bola ditendang dan bergerak kearah depan. maka tendangan bebas tidak langsung diberikan kepada Tim lawan. Penendang tidak boleh menyentuh bola untuk kedua kalinya sampai bola tersebut telah menyentuh/disentuh pemain lainnya. Wasit memberikan isyarat untuk memulai kick-off. maka kick-off MENJATUHKAN BOLA = BOLA WASIT Menjatuhkan bola adalah cara untuk memulai kembali pertandingan setelah penghentian sementara. Atau permainan dihentikan bukan karena bola melewati garis samping atau garis gawang atau untuk alasan apapun yang tidak disebutkan dalam peraturan permainan. Pada saat memulai pertandingan kick-off yang sah. ditempat terdekat dimana bola berada ketika pertandingan dihentikan.PROSEDUR      Seluruh pemain berada dalam setengah lapangannya sendiri. dimana dalam hal ini ia menjatuhkan bola tersebut pada garis daerah pinalti. dilakukan dari tempat terjadinya pelanggaran. . Bola ditempatkan dititik tengah lapangan. Setelah salah satu tim mencetak gol. menjatuhkan bola merupakan cara untuk melanjutkan pertandingan yang dihentikan bukan karena bola mati. maka tendangan bebas tidak langsung dilakukan dari garis daerah pinalti dari tempat terdekat dimana terjadinya pelanggaran tersebut. Lawan dari tim yang melakukan kick-off paling kurang 3 m dari bola hingga bola sudah dalam permainan. Untuk setiap pelanggaran prosedur kick-off. tendangan permulaan dilakukan oleh tim lainnya (tim lawannya) PELANGGARAN DAN SANGSI    Jika penendang menyentuh bola untuk kedua kalinya sebelum tersentuh/disentuh oleh pemain lainnya. kecuali jika dia dalam daerah pinalti. Permainan dimulai kembali atau bola dalam permainan ketika bola sudah menyentuh lapangan. PROSEDUR Salah seorang Wasit menjatuhkan bola ditempat dimana bola berada ketika permainan dihentikan. Jika pelanggaran dilakukan oleh pemain didalam daerah pinalti lawan.

CARA MENCETAK GOL GOL MASUK GAWANG Kecuali ditentukan lain dari peraturan ini. Tendangan bebas tidak langsung diberikan kepada tim penyerang di dalam daerah pinalti tim lawannya. Bola memantul/menyentuh wasit ketika mereka masih berada didalam lapangan. apakah menggelinding atau melayang. . KETENTUAN KHUSUS    Tendangan bebas diberikan kepada tim bertahan didalam daerah pinalti sendiri. jika :    Bola secara keseluruhan melewati garis gawang. dapat dikatakan gol ketika keseluruhan bagian dari bola melewati garis gawang antara kedua tiang gawang dan dibawah palang gawang. tanpa disentuh oleh pemain. BOLA DIDALAM PERMAINAN Bola dalam permainan setiap waktu termasuk ketika :   Bola memantul dari tiang gawang atau memantul palang gawang ke dalam lapangan. termasuk penjaga gawang. Dropped ball untuk memulai kembali permainan di dalam daerah pinalti.   Jika Bola disentuh oleh pemain sebelum bola tersebut menyentuh permukaan lapangan (tanah).. boleh dilaksanakan dari titik mana saja dalam daerah pinalti. dibawa atau secara sengaja didorong oleh tangan seorang pemain dari tim penyerang. BOLA DI DALAM DAN DI LUAR PERMAINAN BOLA DILUAR PERMAINAN Bola diluar permainan. Jika bola meninggalkan lapangan setelah kontak dengan tanah. Permainan telah dihentikan sementara oleh wasit. asalkan bola tersebut tidak dilemparkan.PELANGGARAN DAN SANGSI Bola dijatuhkan lagi/kembali. harus dilakukan di atas garis daerah pinalti pada titik terdekat dimana bola berada ketika permainan dihentikan. Bola menyentuh langit-langit. harus dilakukan dari garis daerah pinalti pada titik terdekat dimana pelanggaran dilakukan/terjadi.

Tendangan bebas langsung juga dapat diberikan kepada tim lawan. kasar atau menggunakan kekuatan yang berlebihan. Memukul atau mencoba memukul lawan. Semua pelanggaran yang disebutkan diatas merupakan kumpulan pelanggaran yang diakumulasikan. Mengganjal atau mencoba mengganjal lawan. jika seorang pemain telah melakukan pelanggaran didaerah pinaltinya sendiri. Jika kedua tim mencetak gol yang sama atau tidak tercetak/tercipta gol. peraturan kompetisi boleh menyatakan ketentuan yang menyertakan perpanjangan waktu atau dilakukan tendangan dari titik pinalti untuk menentukan pemenangnya. Kecuali untuk penjaga gawang didaerah pinaltinya sendiri dan dengan syarat ia tidak bermain dengan hati-hati. ketika berusaha menguasai bola. . maka pertandingan dinyatakan imbang atau seri. kasar atau menggunakan tenaga yang berlebihan :       Menendang atau mencoba menendang lawan. jika seorang pemain melakukan salah satu dari enam bentuk pelanggaran dibawah ini. Tendangan bebas langsung dilakukan dari tempat dimana terjadinya pelanggaran. dengan pengamatan wasit dan itu merupakan tindakan yang kurang berhati-hati. Mendorong lawan. Menyentuh lawan sebelumya. Meludah pada lawan. Mendorong lawan. tidak peduli dimana posisi bola. Melakukan sliding tackle dalam rangka mencoba merebut bola ketika bola sedang dimainkan/dikuasai oleh lawan. PERATURAN DAN PERTANDINGAN Untuk suatu pertandingan yang berakhir seri. jika seseorang pemain melakukan pelanggaran sebagai berikut :      Memegang lawan. Memegang bola secara sengaja. kecuali dilakukan oleh penjaga gawang didaerah pinaltinya sendiri. TENDANGAN PINALTI Tendangan pinalti diberikan.TIM PEMENANG Tim yang mencetak jumlah gol paling banyak selama pertandingan adalah pemenangnya. KESALAHAN-KESALAHAN dan KELAKUKAN JAHAT TENDANGAN BEBAS LANGSUNG Tendangan bebas langsung diberikan kepada tim lawan. meskipun dengan bahunya. tetapi asalkan bola dalam permainan atau bola hidup. Menerjang lawan.

Dengan cara sengaja menghalang-halangi gerakan pemain lawan tanpa ada bola padanya (yang dimaksud bola tidak dalam jarak permainan). PELANGGARAN YANG DIPERINGATKAN Seorang pemain diperingatkan dan menunjukkan kartu kuning. ia menerima kembali dari rekan tim (dengan kaki/tangan). jika seorang penjaga gawang telah melakukan salah satu pelanggaran dibawah ini :     Setelah melepaskan bola dari tangannya. lebih dari empat detik. Tidak mengikuti perintah untuk menjaga jarak yang ditentukan ketika dilakukan tendangan sudut. tendangan bebas atau tendangan gawang. Memperlihatkan perbedaan pendapatnya dengan melontarkan perkataan atau aksi yang tidak baik. Para wasit memiliki kekuasaan untuk memutuskan sangsi disiplin kepada para pemain dari sejak ia masuk lapangan sampai meninggalkan lapangan setelah isyarat peluit akhir. Tendangan bebas tidak langsung diberikan kepada tim lawan. terjadi didalam daerah pinalti. Kecuali. Tendangan bebas tidak langsung diberikan pada tim lawan. Memperlambat atau mengulur-ulur waktu pada saat memulai kembali permainan. Mencegah penjaga gawang melepaskan bola dari tangannya. Menyentuh atau menguasai bola dengan tangannya. dari tempat dimana terjadinya pelanggaran. . SANGSI DISIPLIN Kartu kuning dan kartu merah hanya dapat ditunjukkan kepada para pemain atau para (pemain) cadangan. dilakukan ditempat terjadinya pelanggaran. Menyentuh atau menguasai bola dengan tangannya atau kaki. dengan secara sengaja dikembalikan kepadanya oleh rekan tim (back pass). jika menurut pendapat wasit seorang pemain:    Bermain dengan cara yang membahayakan. Menyentuh atau menguasai bola dengan tangannya.TENDANGAN BEBAS TIDAK LANGSUNG Tendangan bebas tidak langsung diberikan pada tim lawan. jika ia melakukan pelanggaran-pelanggaran sebagai berikut :      Bersalah karena melakukan tindakan yang tidak sportif. tendangan kedalam. Tetap melanggar Peraturan Permainan.. setelah ia menerima bola langsung dari tendangan kedalam yang dilakukan oleh rekan tim. sebelum melewati garis tengah atau sebelum dimainkan atau belum disentuh oleh pemain lawan. maka tendangan bebas tidak langsung dilakukan dari garis daerah pinalti ditempat yang terdekat dimana pelanggaran terjadi.

Pemain melakukan tindakan kasar. Gol tidak dapat disahkan langsung dari tendangan kedalam. baik menggelinding di permukaan lapangan maupun melayang di udara atau menyentuh langit-langit. TENDANGAN KEDALAM Tendangan kedalam adalah cara untuk memulai kembali permainan. Jika pelanggaran ini terjadi didalam daerah pinalti.  Masuk atau kembali ke lapangan tanpa ijin wasit atau melanggar prosedur pergantian pemain. Di tempat persilangan garis samping lapangan. Tendangan kedalam diberikan:    Jika keseluruhan bagian dari bola melewati garis samping. Mengagalkan pemain lawan yang berkesempatan menciptakan gol dengan bergerak maju kedepan menuju ke arah gawang pemain tersebut. Untuk setiap pelanggaran. jika ia melakukan salah satu pelanggaran sebagai berikut :        Pemain bermain sangat kasar. Mengeluarkan kata-kata yang sifatnya menghina atau kata-kata caci-maki. dan kepada lawan akan diberikan tendangan bebas tidak langsung. PELANGGARAN YANG DAPAT MENYEBABKAN PEMAIN DIKELUARKAN Seorang pemain atau pemain cadangan dikeluarkan dengan menunjukkan kartu merah. Menerima peringatan (Kartu Kuning) kedua didalam pertandingan yang sama. dilakukan ditempat dimana terjadinya pelanggaran tersebut. Dapat ditendang kembali kedalam permainan ke arah manapun. . POSISI BOLA DAN PEMAIN BOLA   Harus ditempatkan pada garis pembatas lapangan (garis samping). Menghalangi lawan untuk mencetak gol atau kesempatan mencetak gol dengan sengaja memegang bola dengan cara yang tidak diperkenankan dalam peraturan (hal ini tidak berlaku kepada penjaga gawang didalam daerah pinaltinya sendiri). maka tendangan bebas tidak langsung dilakukan dari garis daerah pinalti pada tempat yang terdekat dimana terjadinya pelanggaran tersebut dan selain itu kepada pemain itu diberikan peringatan dengan menunjukkan kartu kuning. Secara sengaja meninggalkan lapangan tanpa ijin dari wasit. Dengan melakukan tindakan pelanggaran yang dapat dikenai hukuman melalui tendangan bebas atau tendangan pinalti. Kepada Tim lawan dari pemain yang terakhir kali menyentuh bola. Meludah pada lawan atau orang lain.

11. apakah menggelinding di tanah atau melayang di udara dan gol tidak tercetak sesuai Peraturan No. Pemain dari tim yang bertahan:  Para pemain minimum berjarak 5 meter dari bola tempat dimana dilakukannya tendangan kedalam. telah melewati garis gawang.Pemain mengambil tendangan kedalam:  Pada saat menendang bola. Gol tidak dapat dikatakan sah apabila gol dilaksanakan melalui ditendang atau dilempar langsung dari gawang oleh penjaga gawang. bagian dari setiap kakinya berada pada garis pembatas lapangan atau di luar garis pembatas lapangan. PEMBERSIHAN GOL Pembersihan gol adalah cara untuk memulai kembali permainan. . Pembersihan gol diberikan jika :  Keseluruhan bola telah disentuh oleh pemain dari tim penyerang.

Tokoh dari Kuwait itu menjadi seseorang yang mempunyai peranan yang besar dalam menggalang solidaritas dan persahabatan diantara negara-negara Asia melalui olahraga. Syeikh Fahid Al-Ahmad Al Sabah yang ditunjuk sebagai presiden. Federasi bola tangan Asia dibentuk pada saat itu juga dan Syeikh Fahid terpilih dengan suara bulat sebagai Presiden dari federasi tersebut. pada waktu Asian Games berlangsung di kota Teheran.H. Kemudian pada tahun 1976 federasi ini dikukuhkan secar resmi di Kuwait. Anggota dari federasi mulai bertambah dan negara-negara baru mulai memainkan permaina bola tangan ini. negara-negara yang berhasil menempatkan diri dalam urutan juara Indoor Handball untuk putra adalah sebagai berikut : Korea Selatan. A.F ditetapkan/berada di Kuwait.H. Syeikh Fahid memperoleh persetujuan resmi untuk melangsungkan kompetisi bola tangan pada acara Asian Games yang diselenggarakan di Teheran.H. Markas besar A. . Korea Selatan.H. Dan padaAsian Games tersebut. Presiden dan A.H. China dan Jepang.F (International Handball Federation). Pemerintah Kuwait dengan murah hati memberikan dukungan keuangan dan moral untuk membantu kelangsungan hidup A. menyadari pentingnya permainan bola tangan bagi para remaja di Asia.Permainan Bola Tangan Di Benua Asia Federasi bola tangan asia (Asian Handball Federation) terbentuk pada tahun 1974.F juga selalu mengadakan hubungan yang baik dengan I. Pada Asian Games yang diselenggarakan pada tahun 1986 di Seoul. Indoor Handball termasuk cabang olahraga yang dipertandingkan.F selalu siap melayani negara-negara yang ingin bersekutu dan juga siap membantu segala sesuatu yang mungkin untuk mempromosikaan permainan bola tangan di negara-negara Asia.F.

hanya terdiri dari empat daerah yaitu : Jakarta Raya. Pada masa itu juga cukup banyak pertandingan diselenggarakan. Jawa Tengah dan Jawa Timur. Meskipun demikian sampai saat ini permainan bola tangan merupakan salah satu cabang olahraga yang harus diajarkan kepada siswa SMP maupun SMA. tetapa hanya pada PON ke II yang diselenggarakan di Jakarta pada tahun 1951. Jawa Barat. Bola tangan juga merupakan mata kuliah wajib di Fakultas Pendidikan Olaharaga dan Kesehatan (FPOK) di Unversitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan dibeberapa Perguruan Tinggi. Permainan bola tangan pernah mengisi acara pertandingan dalam Pekan Olahraga Nasional. Selain dalam PON.Permainan Bola Tangan di Indonesia Pada masa lalu. Peserta pertandingan pada watu PON II tersebut. Bentuk permainan bola tangan yang dimainkan ialah bola tangan 11 pemain (Outdoor/field handball) dan dilakukan dalam kegiatan intra kulikuler maupun ekstra kuliler. khususnya pelajar dan mahasiswa. permainan bola tangan mempunyai banyak penggemarnya di Indonesia. baik oleh perguruan tinggi maupun oleh organisasi mahasiswa. . permainan bola tangan juga pernah mengisi acara dalam Pekan Olahraga Mahasiswa (POM) yang sekarang berubah namanya menjadi Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS). Bola tangan pernah dipertandingkan pada POM ke V yang diselenggarakan di Medan pada Tahun 1960. Akan tetapi permainan bola tangan ini hanya bertahan sampai akhir orde lama (1965-1966) dan kemudian secara perlahan permainan bola tangan mengalami kemunduran dan akhirnya menjadi tidak populeer lagi.

blogspot.com/ http://ws-or.html .Daftar Pustaka http://ady-freecss.html http://bolatangan-indonesia.com/2011/03/peraturan-futsal.com/2011/04/permainan-bola-tangan.blogspot.blogspot.