P. 1
Laju Endap Darah

Laju Endap Darah

|Views: 44|Likes:
Published by Eddie Gythu Loo

More info:

Published by: Eddie Gythu Loo on Apr 08, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/07/2014

pdf

text

original

LAJU ENDAP DARAH (LED) 1.

PENGANTAR: Pemeriksaan Laju Endap Darah (LED) adalah pemeriksaan laboratorium untuk menetapkan kecepatan pengendapan sel darah di dalam plasmanya. Pemeriksaan LED ini merupakan salah satu skills yang harus dimiliki oleh mahasiswa kedokteran. Salah satu cara pemeriksaan LED adalah cara Westergren. Pada cara ini campuran darah EDTA dengan NaCl fisiologis dengan perbandingan 4 : 1 dimasukkan dalam pipet Westergren, kemudian dibiarkan selama 1 jam dan dibaca tinggi plasma dalam mm/jam. Keterampilan ini dilakukan oleh mahasiswa semester 3. Kegiatan ini dilakukan pada 2 kali pertemuan. 2. TUJUAN PEMBELAJARAN: Tujuan umum Dengan skills ini mahasiswa dapat melakukan pemeriksaan LED Tujuan khusus Mahasiswa dapat melakukan pemeriksaan LED sesuai prosedur dengan benar dan teliti Mahasiswa dapat menginterpretasikan hasil pemeriksaan LED 3. STRATEGI PEMBELAJARAN - Demonstrasi oleh instruktur - Bekerja kelompok dengan pengawasan instruktur - Bekerja dan belajar mandiri 1. PRASYARAT Pengetahuan yang perlu dimiliki sebelum berlatih yaitu teori mengenai proses yang terjadi selama 1 jam pemeriksaan LED, nilai normal LED, hal-hal yang dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan LED 2. TEORI LAJU ENDAP DARAH ( LED ) = ESR (Erythrocyte Sedimentation Rate) 1. Kecepatan eritrosit mengendap setelah memisahkan diri dari plasma 2. Ukuran : mm/jam 3. Menggambarkan komposisi plasma dan perbandingan antara eritrosit & plasma 4. Setiap keadaan yg meningkatkan penggumpalan sel satu dengan yang lain akan meningkatkan LED.

Pipet Westergreen b. Botol kering dan bersih d.Tahapan : 1. Nilai Rujukan : Westergren Wintrobe Laki-laki 0 – 10 mm/jam 0 – 10 mm/jam Wanita 0 – 15 mm/jam 0 – 20 mm/jam 6. Darah EDT . PROSEDUR KERJA Bahan dan Alat a. Fase pengendapan lambat (pemadatan) Faktor-faktor yang mempengaruhi : 1. darah simpan lama ). Faktor mekanis dan teknis o Posisi tabung LED yg panjang & diameter tabung sterilitas o Sterilitas o Suhu o Kondisi darah ( Antikoagulan. NaCl fisiologis e. Faktor sel darah merah ( massa yg terbentuk stlh rouleaux ) o Bentuk tertentu sel darah merah o Aglutinasi o Makrosit o RBC yg rendah 2. Rak standar Westergreen c. Terbentuknya Rouleaux 2. Plasma : o Alfa globulin o Alga2 globulin o Fibrinogen 3. Fase pengendapan cepat 3.

Membiarkan selama 1 jam dan membaca hasil .Pipet Westergreen tidak tegak lurus 7.Menginterpretasikan hasil .Mengisap NaCl fisiologis dengan pipet Westergreen sampai tanda 150 . Yang dinilai : .Isap darah EDTA sampai tanda 0.Tidak tepat menghisap campuran pada tanda 0 . campurkan dengan NaCl fisiologis yang sudah dipipet sebelumnya .Mengisap darah dengan pipet Westergreen sampai tanda 0 dan mencampurkannya dengan NaCl . masukkan ke dalam botol yang kering dan bersih .Baca tinggi plasma dalam mm/jam Kesalahan yang mungkin timbul pada ketrampilan tersebut : .Isap NaCl fisiologis dengan pipet Westergreen sampai tanda 150. letakkan pada rak standar dalam keadaan tegak lurus .Mengisap campuran sampai tanda 0 . EVALUASI a.Isap campuran tersebut sampai tanda 0.Tunggu selama 1 jam .Cara kerja . Cara penilaian dengan menggunakan checklist b.Tidak tepat perbandingan darah dengan NaCl fisiologis .Meletakkan pipet westergreen pada rak dengan tegak lurus .

LEMBAR CHECKLIST PENILAIAN BLOK 2.4 (HEMATOLOMFOPOIETIK) PEMERIKSAAN LAJU ENDAP DARAH No 1 2 3 4 5 6 7 8 Mempersiapkan alat dan bahan Menyebutkan tujuan pemeriksaan Aktivitas yang dinilai 1 Skor 2 3 Mengisap NaCl fisiologis dengan pipet Westergreen sampai tanda 150 Mengisap darah dengan pipet Westergreen sampai tanda 0 dan mencampurkannya dengan NaCl Mengisap campuran sampai tanda 0 Meletakkan pipet westergreen pada rak dengan tegak lurus Membiarkan selama 1 jam dan membaca hasil Menginterpretasikan hasil Jumlah skor KETERANGAN: Untuk item 1 dan 2 : 1 = Tidak dilakukan 2 = Dilakukan Untuk item 3 dan seterusnya : 1 = Tidak dilakukan sama sekali 2 = Dilakukan dengan perbaikan 3 = Dilakukan dengan sempurna NILAI = JUMLAH SKOR : 20 x 100 = .

Catatan a.1 N 2) Aquades 4. Masukkan darah sebanyak 20 ul inike dalam tabung yang berisi larutanHCL tadi tanpa menimbulkan gelembung udara. Miniskus dari larutandibaca. Cara Pemeriksaan a.1 N sampai tanda 2 b. Volume pipet Hb tidak selalu tepat 20 ul b. Hisaplah darah kapiler/vena dengan pipet Sahli sampai tepat pada tanda 20 ul. lalu kadar dari asam hematin ini diukur dengan membandingkan warna yang terjadi dengan warna standard memakaimata biasa. Sahli terdiri dari : 1) Gelas berwarna sebagai warna standard 2) Tabung hemometer dengan pembagian skala putih 2 sampai dengan 22. 6. e. Orang yang melakukan pemeriksaan : a. Pengambilan darah kurang baik. f. Tunggu 5 menit untk pembentukan asam hematin g. 6) Kertas saring/tissue/kain kassa kering b. Kadar larutan HCL sering tidak dikontrol. Reagen 1) Larutan HCL 0. 12. 3) Pengaduk dari gelas 4) Pipet Sahli yang merupakan kapiler dan mempunyai volume 20/ul 5) Pipet pasteur. . e. Alat/regen kurang sempurna. 5. Alat dan bahan yang dipergunakan a. atau naik setengah. Kesalahan yang sering terjadi 1. Penglihatan pemeriksa tidak normal atau sudah lelah. Pada waktu waktu membaca hsil dipermukaan terdapat gelembung udara. 11 ½. 12 ½. h. Pelaporan Dinyatakan dalam gr/dl Hanya dilaporkan dalam angka bulat. Misal 11. d. Tabung hemometer diisi dengan larutan HCL 0. yaitu : a. Nilai normal Laki-laki : 14 – 18 gram/dl Wanita : 12 – 16 gram/dl b. 2. c. dan sebagainya. Asam hematin yang terjadi diencerkan dengan aquades setetes demi setetes sambil diaduk dengan pengaduk dari gelas sampai didapat warna yang sama dengan warna standard. Bilas pipet sebelum diangkat dengan jalan menghisap dan mengeluarkan HCL dari dalam pipet secra berulang-ulang 3 kali f. Tujuan Menetapkan kadar hemoglobin dalam darah 3. c. Intensitas sinar/penerangan kurang.Pemeriksaan Hb (Sahli) 1. Miniskus dalam hal ini adalah permukaan terendah dari larutan. Pipet tidak dibilas dengan HCL. Warna standard sering sudah pucat. Skla merah untuk hematokrit. Hapuslah kelebihan darah yang melekat pada ujung luar pipet dengan kertas tissue secara hati-hati jangan sampai darah dari dalam pipet berkurang. Hemoglobinometer (hemometer). Pengenceran tidak baik. 2. Prinsip Hemoglobin darah diubah menjadi asam hematin dengan pertolongan larutan HCL. d. b. c.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->