BBM 1: OBJEK KAJIAN FONETIK, ALAT UCAP, KLASIFIKASI BUNYI BAHASA, DAN PROSES TERBENTUKNYA BUNYI BAHASA

Iyos A. Rosmana

PENDAHULUAN Ilmu bahasa terdiri atas empat tataran, yaitu fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik. Dari keempat cabang ilmu tersebut dapat dibagi menjadi dua bagian besar, yaitu tata bahasa (gramatika) atau struktur bahasa dan di luar gramatika atau di luar struktur bahasa. Cabang ilmu bahasa yang mencakup tata bahasa atau struktur bahasa (gramatika) adalah morfologi dan sintaksis. Morfologi mempelajari seluk-beluk kata, sedangkan sintaksis mempelajari bagian yang lebih besar dari kata yaitu frasa, klausa, dan kalimat. Cabang ilmu bahasa yang tidak termasuk pada struktur bahasa adalah fonologi dan semantik. Fonologi yaitu cabang ilmu bahasa yang meneliti fonem atau bunyi-bunyi bahasa. Mengenai fonologi ini, Anda akan mempelajarinya pada BBM 1 sampai BBM 3, sedangkan morfologi, sintaksis, dan semantik akan Anda pelajari pada BBM 4 sampai BBM 9 .

Saudara, dalam Bahan Belajar mandiri (BBM) 1 ini dibahas objek kajian fonetik, alat ucap, dan klasifikasi bunyi bahasa. Tujuan penulisan BBM ini agar Anda dapat mengetahui dan memahami objek kajian fonetik, alat ucap, klasifikasi dan pembentukan bunyi bahasa. Tujuan pembelajaran fonetik secara umum adalah sebagai berikut: 1) mempunyai pengetahuan dan keterampilam dalam menganalisis bunyi bahasa, baik bahasa yang sudah dikuasai, maupun bahasa asing; 2) dapat mendeskripsikan perubahan dan variasi bahasa; 3) mengetahui cara anak menguasai kemampuan fonologi suatu bahasa (language aqcuisition); 4) membantu proses pembelajaran bahasa yang efektif dan cara mengajarkan dan

mengucapkan bunyi bahasa; 1.1

Seperti telah disinggung di atas bahwa BBM ini akan melatih Anda mengetahui dan memahami objek kajian fonetik, alat ucap, pembentukan dan klasifikasi bunyi bahasa. Anda harus menguasai dengan baik uraian dan contoh dalam BBM ini. Anda pun harus dapat menjawab soal-soal dalam BBM ini. Pemahaman dan pengetahuan Anda tentang objek kajian fonetik, alat ucap, dan klasifikasi bunyi bahasa dengan baik diperlukan sebagai syarat bagi penguasaan BBM-BBM selanjutnya. Secara umum BBM 1 ini menjelaskan objek kajian fonetik, alat ucap, dan klasifikasi bunyi bahasa. Anda diharapkan dapat mengetahui dan memahami
pengertian fonologi, kedudukan fonologi dalam linguistik, tujuan pengkajian fonologi, objek kajian fonologi, pengertian fonetik dan jenis-jenis fonetik, klasifikasi bunyi bahasa, dan proses terbentuknya bunyi bahasa.

Setelah mempelajari BBM ini, secara khusus Anda diharapkan dapat: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10)
membandingkan berbagai pengertian fonologi; menyimpulkan definisi fonologi; menjelaskan kedudukan fonologi dalam linguistik; menjelaskan tujuan pengkajian fonologi; menjelaskan objek kajian fonologi. membandingkan berbagai pengertian fonetik; menyimpulkan definisi fonetik; menjelaskan berbagai jenis fonetik. menyebutkan berbagai alat ucap; dan menjelaskan proses terbentuknya bunyi bahasa.

Untuk membantu Anda dalam mencapai tujuan tersebut, BBM ini diorganisasikan menjadi tiga Kegiatan Belajar (KB), yakni: KB 1: Objek Kajian Fonetik KB 2: Alat Ucap KB 3: Klasifikasi Bunyi Bahasa Baik tujuan umum maupun tujuan khusus seperti disebutkan di atas dapat terpenuhi apabila Anda dapat menguasai isi BBM ini. Penguasaan BBM ini akan Anda dapatkan jika Anda mempunyai strategi atau cara tertentu dalam mempelajari BBM ini. Salah satu caranya adalah sebagai berikut.

2 .1.

lanjutkanlah ke kegiatan belajar berikutnya! 1. kerjakanlah latihan-latihan yang tersedia. baca kembali uraian dan contoh dalam BBM ini! 8) Setelah itu. Tes formatif adalah sarana pengukur taraf keberhasilan penguasaan Anda terhadap konsep-konsep yang dipelajari. barulah Anda membaca rangkuman sehingga pemahaman Anda akan konsep materi yang telah dipelajari semakin mantap. Adapun langkah-langkah mengerjakan tes formatif dapat dipaparkan seperti di bawah ini. Selanjutnya. persiapkanlah diri Anda sebelum mengerjakan tes formatif. Oleh karena itu. 6) Bandingkanlah hasil latihan Anda dengan kunci jawaban yang telah disediakan! 7) Seandainya hasil latihan Anda kurang memuaskan. gunakanlah glosarium yang terdapat pada bagian belakang BBM ini sehingga kata atau istilah tersebut jelas maknanya! 5) Setelah Anda memahami uraian dan contoh. mengulang sebagian materi yang telah disajikan.3 . Hasilnya.1) Pahamilah dengan cermat tujuan pembelajaran umum dan khusus! 2) Bulatkanlah tekad Anda serta pusatkan perhatian pada setiap uraian mengenai pokok bahasan yang ada dalam BBM ini! 3) Pelajari setiap kegiatan belajar dengan cermat dengan membaca konsep uraian dan contoh! 4) Apabila Anda menemui kata atau istilah yang tidak Anda pahami. akan menjadi acuan dalam menentukan kegiatan belajar Anda selanjutnya. 1) Jawablah seluruh butir tes formatif dengan sebaik-baiknya! 2) Bandingkanlah jawaban Anda dengan kunci tes formatif! 3) Jika hasil kerja Anda memuaskan. ataukah meneruskan ke kegiatan belajar berikutnya. Apakah harus mengulang seluruh materi yang telah disajikan. Anda mengerjakan tes formatif.

jika tidak memuaskan. bacalah kembali uraian dan contoh dari bagian yang belum Anda kuasai. lalu jawablah kembali tes formatif sampai hasilnya memuaskan! Selamat Belajar! 1.4) Akan tetapi.4 .

Hal itu merupakan fenomena yang menggabungkan dua dunia.KEGIATAN BELAJAR 1 OBJEK KAJIAN FONETIK Bahasa merupakan suatu sistem lambang bunyi yang arbitrer yang dipakai oleh manusia untuk tujuan komunikasi. klausa. sedangkan susunan kata yang berupa frasa. Hubungan ketiga subsistem bahasa tersebut dapat digambarkan seperti di bawah ini. gramatikal. Bahasa mempunyai tiga subsistem yaitu subsistem fonologis. Ketiga subsistem tersebut berhubungan dengan aspek-aspek semantis. unsur bunyi bahasa yang berhubungan dengan fungsinya dalam komunikasi dikaji oleh fonemik. dan auditoris dikaji oleh fonetik. akustis. yakni dunia maknya dan dunia bunyi. dan leksikal berhubungan dengan aspek-aspek semantis atau makna dikaji oleh semantik. bagian kata (morfem). dan proses pembentukan kata dikaji oleh morfologi. Gambar 1 Hubungan Tiga Subsistem Bahasa Bahasa Fonologi Gramatika Semantik Subsistem fonologis yang meliputi unsur bunyi bahasa yang berhubungan dengan unsur artikulatoris. dan subsistem leksikal. Subsistem leksikal yang meliputi kosakata (leksikon) dikaji oleh leksikologi. Subsistem fonologi. dan wacana dikaji oleh sintaksis. kalimat. subsistem gramatikal. 1.5 . Subsistem gramatikal yang meliputi kata.

maupun yang masih dalam pikiran (emik. fonologi adalah ‘ilmu buny i’. Adapun yang mengkaji fonem disebut tata fonem (fonemik). Menurut Sudaryanto (1974:1). logos = ‘ilmu’. 1. Langue). 1989:1). Secara harfiah. dan perubahannya. baik yang diucapkan (etik.Batasan dan Kajian Fonologi Istilah fonologi berasal dari bahasa Yunani phone = ‘bunyi’. Objek garapan fonologi meliputi dua macam yaitu (1) fonetik dan (2) fonemik. Marsono.6 . proses terbentuknya. Fonologi merupakan bagian dari ilmu bahasa yang mengkaji bunyi. dapat disimpulkan bahwa fonologi adalah cabang ilmu bahasa (linguistik) yang mengkaji dan mendeskripsikan bunyi-bunyi bahasa. Fonologi mengkaji bunyi bahasa secara umum dan fungsional. parole). Objek kajian fonologi yang pertama disebut bunyi bahasa (fon) disebut tata bunyi (fonetik). Dengan demikian. fonetik mengkaji bunyi bahasa dari sudut ucapan (parole). Gambar 2 Objek Garapan Fonologi Bahasa Fonologi Gramatika Semantik Fonetik Fonemik Batasan Fonetik Istilah fonetik berasal dari bahasa Inggris phonetics artinya ‘ilmu yang mengkaji bunyi-bunyi tanpa memperhatikan fungsinya untuk membedakan arti (Verhaar.1982:12.

Oleh sebab itu. Jenis Fonetik Berdasarkan sudut pandang bunyi bahasa. (2) fonetik akustis. 1) Fonetik Organis Fonetik organis (artikulatoris. Kajian fonetik pada BBM ini pun mendeskripsikan fonetik organis. Fonetik ini sebagian besar termasuk ke dalam bidang garapan linguistik. Bunyi bahasa dikaji frekuensi getarannya. 1963: 5). 1982: 12). beserta timbrenya. Verhaar. 3) Fonetik Auditoris Fonetik auditoris yaitu fonetik yang mengkaji dan mendeskripsikan cara mekanisme pendengaran penerimaan bunyi-bunyi bahasa sebagai getaran udara . rekaman piringan hitam. fisiologis) yaitu fonetik yang mengkaji dan mendeskripsikan mekanisme alat-alat ucap manusia dalam menghasikan bunyi bahasa (Gleason. 2) Fonetik Akustis Fonetik akustis yaitu fonetik yang mengkaji dan mendeskripsikan bunyi bahasa berdasar pada aspek-aspek fisiknya sebagai getaran udara (Malmberg. para linguis memasukkannya pada bidang linguistik teoretis. serta pembagian bunyi bahasa berdasarkan artikulasinya. Fonetik akustis erat hubungannya dengan fisika. Jadi. fonetik dapat dibagi menjadi tiga macam. 1942: 11. cassette recorder. intensitas. bagaimana cara membentuknya sehingga menjadi getaran udara dan dapat diterima oleh pendengaran. dan (3) fonetik auditoris (Bloch & Trager. amplitudo. Fonetik akustis berfungsi praktis seperti dalam pembuatan telepon. yakni: (1) fonetik organis. atau merupakan ilmu antardisiplin antara linguistik dan fisika. fonetik organis ini mendeskripsikan cara membentuk dan mengucapkan bunyi bahasa.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa fonetik merupakan cabang fonologi yang mengkaji dan mendeskripsikan bunyi bahasa dari sudut ucapan. 1955: 239).

7 .1.

. Pendekatan tersebut disebut pendekatan parametris. Pendekatan ini memandang ucapan sebagai sistem fisiologis tunggal yang variabel-variabel artikulasinya berada dalam saluran bunyi yang terus berubah dan saling melengkapi. Hubungan ketiga fonetik tersebut dapat dilihat dalam gambar berikut ini. 1982:12) Ada sebuah pendekatan ketika kita menganalisis bunyi bahasa.(Bronstein & Jacoby. Fonetik auditoris ini sebagian besar termasuk pada bidang neurologi (kedokteran). 1967:70-72). atau merupakan ilmu antardisiplin antara linguistik dan kedokteran. Gambar 3 Pembagian Fonetik (Verhaar.

4. Jelaskan definisi bahasa! Paparkan tiga jenis subsistem bahasa! Apakah yang disebut dengan fonetik? Terangkan tiga macam fonetik! Jelaskan menurut pemahaman Anda aplikasi teori yang berkaitan dengan fonetik dalam pengajaran bahasa di sekolah dasar! 1. 5. 3. 2.8 .LATIHAN OBJEK KAJIAN FONETIK 1.

Fonetik organis mendeskripsikan cara membentuk dan mengucapkan bunyi bahasa. kalimat. rekaman piringan hitam. atau merupakan ilmu antar disiplin antara linguistik dan fisika. susunan kata seperti frasa. (2) Fonetik akustis yaitu fonetik yang mengkaji dan mendeskripsikan bunyi bahasa berdasar pada aspek-aspek fisiknya sebagai getaran udara. Bahasa merupakan suatu sistem lambang bunyi yang arbitrer yang dipakai oleh manusia untuk tujuan komunikasi. klausa. cassette recorder. dan terbentuknya kata dikaji oleh morfologi. bagaimana cara membentuknya sehingga menjadi getaran udara dan dapat diterima oleh pendengaran. 2. dan leksikal berhubungan dengan aspek-aspek semantis atau arti dikaji oleh semantik. bagian kata (morfem). serta pembagian bunyi bahasa berdasarkan artikulasinya. 4. gramatikal. Fonetik yaitu bagian dari fonologi yang mengkaji dan mendeskripsikan bunyi bahasa dari sudut ucapan. fisiologis) yaitu fonetik yang mengkaji dan mendeskripsikan mekanisme alat-alat ucap manusia dalam menghasikan bunyi bahasa. Subsistem fonologi. dan auditoris dikaji oleh fonetik. (a) Fonetik organis (artikulatoris. para linguis memasukkannya pada bidang linguistik teoretis. akustis. amplitudo. beserta timbrenya. Oleh sebab itu. unsur bunyi bahasa yang berhubungan dengan fungsinya dalam komunikasi dikaji oleh fonemik.. 3. Bunyi bahasa dikaji frekuensi getarannya. (a) Subsistem fonologis meliputi unsur bunyi bahasa yang berhubungan dengan unsur artikulatoris. Kajian fonetik pada BBM ini pun mendeskripsikan fonetik organis. dan wacana dikaji oleh sintaksis. (c) Fonetik akustis berfungsi secara praktis seperti dalam pembuatan telepon. (c) Subsistem leksikal meliputi kosakata (leksikon) dikaji oleh leksikologi. Fonetik ini sebagian besar termasuk ke dalam bidang garapan linguistik. intensitas. Fonetik ini erat hubungannya dengan fisika.RAMBU-RAMBU JAWABAN 1. Fonetik auditoris . (b) Subsistem gramatikal meliputi kata.

9 .1.

Fonetik terdiri atas tiga jenis. bagian kata (morfem). serta pembagian bunyi bahasa berdasarkan artikulasinya. yakni 1) Fonetik organis (artikulatoris. Subsistem bahasa terdiri atas tiga macam. gramatikal. Subsistem fonologi. dan wacana dikaji oleh sintaksis. Oleh sebab itu. dan terbentuknya kata dikaji oleh morfologi. para linguis memasukkannya pada bidang . 2) Subsistem gramatikal meliputi kata. Fonetik yaitu bagian dari fonologi yang mengkaji dan mendeskripsikan bunyi bahasa dari sudut ucapan. bagaimana cara membentuknya sehingga menjadi getaran udara dan dapat diterima oleh pendengaran. kalimat. akustis. yakni: 1) Subsistem fonologis meliputi unsur bunyi bahasa yang berhubungan dengan unsur artikulatoris. Fonetik ini sebagian besar termasuk ke dalam bidang garapan linguistik. dan auditoris dikaji oleh fonetik.yaitu fonetik yang mengkaji dan mendeskripsikan cara mekanisme pendengaran penerimaan bunyi-bunyi bahasa sebagai getaran udara. 5. atau merupakan ilmu antardisiplin antara linguistik dan kedokteran. Fonetik organis mendeskripsikan cara membentuk dan mengucapkan bunyi bahasa. unsur bunyi bahasa yang berhubungan dengan fungsinya dalam komunikasi dikaji oleh fonemik. RANGKUMAN Bahasa merupakan suatu sistem lambang bunyi yang arbitrer yang dipakai oleh manusia untuk tujuan komunikasi. fisiologis) yaitu fonetik yang mengkaji dan mendeskripsikan mekanisme alat-alat ucap manusia dalam menghasikan bunyi bahasa. c) Subsistem leksikal meliputi kosakata (leksikon) dikaji oleh leksikologi. klausa. Analisis Kurikulum Bahasa Indonesia Sekolah Dasar yang memuat kompetensi dasar yang berkaitan dengan kajian fonetik. Fonetik ini sebagian besar termasuk pada bidang neurologi (kedokteran). susunan kata seperti frasa. dan leksikal berhubungan dengan aspekaspek semantis atau arti dikaji oleh semantik.

1.10 .

fonetik B. Bunyi bahasa dikaji frekuensi getarannya. morfem B. intensitas. morfologi D.linguistik teoretis. B. beserta timbrenya. sintaksis Sistem lambang bunyi yang arbitrer yang dipakai oleh manusia untuk tujuan komunikasi adalah: A. atau merupakan ilmu antar disiplin antara linguistik dan fisika. bahasa 3 . fonetik 2 . 3) Fonetik akustis berfungsi secara praktis seperti dalam pembuatan telepon. kata C.. cassette recorder. amplitudo. Subsistem bahasa yang mengkaji unsur bunyi bahasa yang berhubungan dengan unsur artikulatoris. kalimat D. fonemik C. atau merupakan ilmu antardisiplin antara linguistik dan kedokteran. b) Fonetik akustis yaitu fonetik yang mengkaji dan mendeskripsikan bunyi bahasa berdasar pada aspek-aspek fisiknya sebagai getaran udara. rekaman piringan hitam.11 . akustis. bagaimana cara membentuknya sehingga menjadi getaran udara dan dapat diterima oleh pendengaran. A. Fonetik auditoris yaitu fonetik yang mengkaji dan mendeskripsikan cara mekanisme pendengaran penerimaan bunyi-bunyi bahasa sebagai getaran udara. sintaksis 1. Kajian fonetik pada BBM ini pun mendeskripsikan fonetik organis. Fonetik ini sebagian besar termasuk pada bidang _eurology (kedokteran). TES FORMATIF 1 Petunjuk: Pilihlah salah satu jawaban yang dianggap paling tepat! 1. morfologi D. dan auditoris adalah: A. fonemik C. Fonetik ini erat hubungannya dan fisika. Bagian dari fonologi yang mengkaji dan mendeskripsikan bunyi bahasa dari sudut ucapan. Hubungan ketiga fonetik tersebut dapat dilihat dalam gambar berikut ini.

fonetik auditoris D. fonetik auditoris C.4 . fonetik B. Fonetik yang berfungsi secara praktis seperti dalam pembuatan telepon. fonemik morfologi D. fonemik 8. Fonetik yang mengkaji dan mendeskripsikan cara mekanisme pendengaran dalam penerimaan bunyi-bunyi bahasa sebagai getaran udara disebut A. klausa. dan kalimat adalah: A. n ta ). fonetik B. fonetik auditoris D. Fonetik yang mengkaji dan mendeskripsikan bunyi bahasa berdasar pada aspek-aspek fisiknya sebagai getaran udara disebut A. fonetik akustis B. n terbentuknya kata adalah: A. fonemik 9. fonetik organis C. fonetik organis C. sintaksis Subsistem bahasa yang mengkaji susunan kata seperti frasa. fonetik akustis D. fonetik organis B. D. fonemik 10. fonemik morfologi D. fonemik C. morfologi 6 . C. C. fonetik akustis B. sintaksis d Subsiste baha yan mengka kat bagia ka (morfem a m sa g ji a. . Fonetik yang mengkaji dan mendeskripsikan mekanisme alat-alat ucap manusia dalam menghasikan bunyi bahasa sebut: A. fonetik B. sintaksis 7 . 5 . Subsistem bahasa yang mengkaji unsur bunyi bahasa yang berhubungan dengan fungsinya dalam komunikasi adalah: A.

fonetik akustis 1. fonetik organis C.rekaman piringan hitam.12 . cassette recorder. A.

% = baik = cukup = kurang X 100 % Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80% ke atas. silakan Anda mengulangi kembali mempelajari Kegiatan Belajar 1. fonetik auditoris D. Hitunglah jumlah jawaban Anda yang benar. jika tingkat penguasaan Anda masih di bawah 80%. Akan tetapi. terutama bagian-bagian yang belum Anda kuasai.13 . fonemik UMPAN BALIK DAN TINDAK LANJUT Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang ada di bagian belakang BBM ini.89% 70% .B.79% 69 . Kemudian pergunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan terhadap materi Kegiatan Belajar 1. 1. Anda dapat melanjutkan dengan Kegiatan Belajar 2. Rumus Jawaban Anda yang benar Tingkat Penguasaan = 10 Tingkat penguasaam yang Anda capai: 90% 100% = baik sekali 80% .

Ketika udara keluar dari paru-paru melalui tenggorokan. Proses terbentuknya bunyi bahasa secara garis besarnya terbagi atas 4 macam. Agar lebih jelas proses terbentuknya bunyi bahasa. yaitu lewatnya bunyi dalam tenggorokan. ada pula bunyi yang tidak dapat dikategorisasikan menjadi segmen-segmen tertentu yang disebut bunyi suprasegmental. Walaupun denikian. (3) proses artikulasi yaitu proses terbentuknya bunyi oleh artikulator dan.14 . bunyi bahasa dapat dibagi menjadi (1) bunyi segmental dan (2) bunyi suprasegmental. yakni: (1) proses keluarnya bunyi dari paru-paru. arus bunyi yang kontinuum tersebut bisa dikategorisasikan berdasarkan segmen tertentu. Proses membentuk dan mengucapkan bunyi berlangsung dalam suatu kontinuum. Oleh sebab itu. Udara tersebut dihisap ke dalam paru-paru. (4) proses oro-nasal. kemudian dikeluarkan ketika bernafas. 1973: 2-3).KEGIATAN BELAJAR 2 TERJADINYA BUNYI DAN ALAT UCAP Seperti yang sudah disebutkan. Gambar 4 Terjadinya Bunyi 1. ada yang mendapat hambatan ada yang tidak mendapat hambatan. Adapun sumber kakuatan utama untuk membentuk bunyi bahasa yaitu udara yang keluar dari paru-paru. (2) proses fonasi. bahwa fonetik (artikulatoris) mengkaji cara membentuk bunyi-bunyi bahasa. proses keluarnya bunyi melalui mulut atau hidung (Ladefoged. Menurut analisis bunyi fungsional. dapat dilihat dalam gambar berikut ini.

ALAT UCAP Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa terbentuknya bunyi bahasa disebabkan oleh empat hal. (3) . (2) artikulator. bagian alat ucap yang dapat digeser. yakni: (1) udara yang keluar dari paru-paru melalui tenggorokan.

bagian alat ucap yang menjadi pusat tujuan atikulator. paru-paru (lungs) 2. tenggorokan (trachea) 1. Di bawah ini disebutkan satu per satu alat ucap manusia yang berguna dalam membentuk bunyi bahasa.artikulasi. jalan keluarnya udara yaitu mulut atau hidung (Ladefoged. dan (4) oronasal.15 . 1973: 2-3) . 1.

anak tekak (uvula) 16. ujung lidah (apex) 15. mulut (mouth) 24. gigi bawah (denta) 21. aritenoid (arythenoid) 8. punggung lidah (dorsum) 12. rongga hidung (nasal cavity) 1. bibir bawah (labia) 23. rongga anak tekak (pharynx) 9. tiroid (tyroid) atau gondok laki 7.3. tengah lidah (medium) 13. bibir atas (labia) 22. langit-langit lunak (velum) 17. pangkal tenggorokan (larynx) 4. epiglotis (epiglottis) 10. langit-langit keras (palatum) 18. rongga mulut (mouth cavity) 25. akar lidah (root of tangue) 11. daun lidah (lamina) 14. gusi (alveolum) 19. krikoid (cricoid) 6. gigi atas (denta) 20. pita suara (vocal cords) 5.1 6 .

Gambar 5 Alat Ucap Manusia .

(Verhaar. 1982:13) 1.17 .

Uraian mengenai fungsi pita suara dijelaskan di bawah ini. (2) tulang rawan Aritenoid. (3) sepasang pita suara. a. Pada bagian ini dideskripsikan secara singkat fungsi alat ucap. Paru-paru (Lungs) Paru-paru berfungsi untuk bernafas. yakni: (1) Proses menghisap udara ke paru-paru. 1963:22). b.18 . dan anak tekak (uvula). fungsi pita suara sangat penting dalam menghasilkan bunyi. 1974). paru-paru berfungsi untuk mengeluarkan udara yang menjadi sumber terbentuk bunyi bahasa (Pike. 1. yang berupa oksigen (O2). sebaliknya jika rongga tenggorokan menutup akan membentuk bunyi konsonan. pita suara (vocal cords). rongga tersebut dapat membuka atau menutup. dan (4) tulang rawan tiroid (Malmberg. yakni: (1) tulang rawan krikoid. rongga Anak Tekak (Pharynx) Rongga anak tekak ada di antara pangkal tenggorokan dan rongga mulut dan rongga hidung. Tentu saja. Bernafas terdiri atas dua proses. dan (2) Proses mengeluarkan udara dari paru-paru. a.Alat ucap manusia tersebut berfungsi khusus dan mandiri. Jika rongga tenggorokan membuka akan membentuk bunyi vokal. yang berupa karbondioksida (CO2). Adapun bunyi yang dihasilkannya disebut bunyi faringal. manusia senantiasa menghisap dan mengeluarkan uadara. Pangkal Tenggorokan (Larynx) Pangkal tenggorokan adalah rongga di ujung saluran pernapasan. Salama hidup. Tenggorokan berfungsi untuk mengeluarkan udara dari paru-paru. Pangkal tenggorokan ini terdiri atas empat komponen. Gunanya sebagai saluran udara yang akan bergetar bersamasama dengan pita suara. rongga anak tekak (pharinx). Tenggorokan (larynx). Dengan demikian.

Pita suara dapat membuka luas atau menutup. yakni: membuka lebar. akan memunculkan rongga di antara pita suara yang disebut glotis. Proses bergetarnya pita suara tersebut disebut proses fonasi. fungsinya sebagai katup yang ngatur jalannya udara dari paru-paru ketika melalui tenggorokan. Posisi glotis ada empat macam.d. Proses teresebut dapat digambarkan sebagai berikut. Pita suara bagian depan mengait pada tulang rawan tiroid. Pita suara (Vocal Cords) Bunyi yang dihasilkan pita suara diatur oleh sistem otot aritenoid. Gambar 6 Proses membuka-Nutupnya Glotis . Akibat membuka dan menutup pita suara. dan menutup rapat. Adapun pita suara bagian belakang mengait pada tulang rawan Aritenoid. membuka. menutup.

Jika posisi glotis membuka akan menghasilkan bunyi tak bersuara.Posisi Glotis akan mempengaruhi pola terbentuknya bunyi bahasa. jika 1. Sebaliknya.19 .

Di bawah ini dijelaskan posisi pita suara ketika membentuk bunyi bahasa.c.posisi glotis menutup akan menghasilkan bunyi bersuara.s]. (3) Posisi pita suara ketika ngengucapkan bunyi glotal Ketika ngucapkan konsonan glotal.m. pita suara membuka lebar sehingga udara yang keluar dari paru-paru melalui tenggorokan tidak ada yang menghalangi. akan menghasilkan bunyi [p. (2) Posisi pita suara bergetar Jika pita suara bergetar. Posisi pita suara seperti ini umumnya menghasilkan bunyi vokal.d.t. dan menghasilkan bunyi hamzah [?]. bagian bawahnya menutup sedikit.2 0 . bunyi [h p. pita suara menutup sehingga bunyi yang melalui tenggorokanberhenti sejenak. (4) Posisi pita suara ketika berbisik Posisi pita suara ketika berbisik. Macam-macam posisi pita suara dapat dilihat dalam gambar di bawah ini. Jika pita suara tidak bergetar. (1) Posisi pita suara ketika bernafas Ketika bernafas.r].g.s k].f.t. udara yang keluarnya pun berkurang sehingga bunyi–bunyi b ahasa tersebut tidak jelas terdengarnya. 1.h. bagian atasnya membuka sedikit sehingga membentuk bunyi [b.k.

Gambar 7 Macam-macam Posisi Glotis .

sehingga udara dapat 1.(Marsono. langit-langit lunak dan anak tekak tersebut turun.21 . liang pita suara) 2 = pita suara e. 1989:11) Keterangan: 1 = glotis (ruangan. dapat turun atau naik. Langit-langit Lunak (Velum) dan Anak tekak (Uvula) Langit-langit lunak (velum) beserta bagian ujungnya yaitu anak tekak (uvula) dalam menghasilkan bunyi bahasa. Ketika bernafas normal.

f. 1942:15). Adapun bunyi yang dihasilkan dengan hambatan anak tekak disebut bunyi uvular. Bagian depannya mulai dari langit-langit cekung ka atas.2 2 .leluasa melalui hidung. 1. Posisi anak tekak dan langit-langit dapat dilihat dalam gambar berikut ini. Bunyi yang dihasilkan oleh tengah lidah (medium) disebut bunyi medial. kemudian diikuti oleh bagian belakang yang lunak. sedangkan bunyi yang dihasilkan oleh ujung lidah (apex) disebut bunyi apical. termasuk ketika membentuk bunyi nasal. Bunyi–bunyi tersebut biasa digabungkan menjadi apikopalatal dan medio-palatal (Bloch & Trager. Bunyi bahasa yang dihasilkan oleh langit-langit lunak disebut bunyi velar. Adapun artikulator aktifnya ialah ujung lidah dan tengah lidah. Ketika menghasilkan bunyi nonnasal. langit-langit lunak dan anak tekak naik menutup rongga hidung. Bunyi yang dihasilkan oleh langit-langit keras disebut bunyi palatal. Langit-langit Keras (Palatum) Langit-langit keras merupakan susunan tulang-belulang. Menghasilkan bunyi bahasa. langit-langit keras menjadi artikulator pasif.

yaitu gigi atas dan gigi bawah. Selain itu. gusi merupakan titik artikulasi.Gambar 8 Posisi Langit-langit dan Anak tekak dalam Posisi Turun (O’Connor. sedangkan artikulator aktifnya ialah ujung lidah. 1970:23) g. sehingga menghasilkan bunyi laminal. Gigi (Dentum) Gigi terbagi dua. Gusi dapat disebut daerah kaki gigi. Gusi (Alveolum) Gusi merupakan tempat tumbuhnya gigi. gusi dapat bersama-sama dengan daun lidah (lamina) membentuk bunyi bahasa. Dalam membentuk bunyi bahasa. Bunyi yang dihasilkan oleh gusi disebut bunyi alveolar. Gabungan kedua bunyi tersebut disebut bunyi lamino-alveolar . Ketika membentuk bunyi . h.

i. Gigi atas biasanya bersamasama dengan bibir bawah atau ujung lidah. Bunyi bahasa yang dihasilkan oleh gigi atas dan gigi bawah disebut bunyi dental. gigi yang berperan penting yaitu gigi atas.bahasa.2 3 . bunyi bahasa yang dihasilkan oleh gigi atas dan bibir bawah disebut bunyi labio-dental. Adapun bunyi bahasa yang terbentuk oleh gigi atas dan ujung lidah disebut bunyi apiko-dental. Bibir (Labium) 1.

ada yang mendapat hambatan ada yang tidak mendapat hambatan. LATIHAN ALAT UCAP Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini secara singkat dan jelas! 1. yaitu: akar lidah ( root). lidah berperan aktif menjadi artikulator.Bibir dibagi menjadi dua bagian. tengah lidah (medium). Ketika udara keluar dari paru-paru melalui tenggorokan. Terangkan proses udara yang masuk ke paru-paru hingga terjadinya bunyi! Jelaskan 4 macam proses terbentuknya bunyi bahasa! Gambarkan dan sebutkan bagain-bagian alat ucap manusia! Jelaskan aplikasi pemahaman Anda tentang bunyi bahasa dalam pengajaran membaca di sekolah dasar! RAMBU-RAMBU JAWABAN 1. 3. Ketika membentuk bunyi bahasa. kemudian dikeluarkan ketika bernafas. tengah lidah bersama-sama dengan langit-langit keras akan menghasilkan bunyi medio-palatal. 2. daun lidah (lamina). yaitu bibir atas dan bibir bawah. Lidah dapat dibagi menjadi lima bagian. bibir atas berfungsi sebagai artikulator pasif bersamasama dengan bibir bawah yang menjadi artikulator aktif. Akar lidah bersama-sama dengan tenggorokan akan ngahasikan bunyi radikofaringal. jika dengan gigi atas menghasilkan apiko-dental. 4. Sumber kakuatan utama untuk membentuk bunyi bahasa yaitu udara yang keluar dari paru-paru. ujung lidah bersamasama dengan gusi menghasilkan bunyi apiko-alveolar. j. Bunyi yang dihasilkan oleh dua bibirdisebut bunyi bilabial. Lidah Ketika membentuk bunyi bahasa. pangkal lidah bersama-sama dengan langit-langit lunak akan menghasilkan bunyi dorso velar. pangkal lidah (dorsum). Udara tersebut dihisap ke dalam paru-paru. ujung lidah bersama-sama dengan langit-langit keras akan menghasilkan bunyi apiko-palatal. . dan ujung lidah (apex).

1.2 4 .

yaitu lewatnya bunyi dalam tenggorokan. 3. Proses terbentuknya bunyi bahasa secara garis besarnya terbagi atas 4 macam. proses keluarnya bunyi melalui mulut atau hidung.2 .2. (3) proses artikulasi yaitu proses terbentuknya bunyi oleh artikulator dan. Gambar dan bagian alat ucap manusia 1 14 ) paru-paru (lungs) ) 2 15 ) tenggorokan (trachea) ) 3 16 ) pangkal tenggorokan (larynx) ) 4 17 ) pita suara (vocal cords) ) 5 18 ) krikoid (cricoid) ) 6 19 ) tiroid (tyroid) atau gondok laki ) 7 20 ) aritenoid (arythenoid) ) 8 21 ) rongga anak tekak (pharynx) ) 9 22 ) epiglotis (epiglottis) ) 23 10) akar lidah (root of tangue) ) 24 11) punggung lidah (dorsum) ) 25 12) tengah lidah (medium) ) 13) daun lidah (lamina) ujung lidah (apex) anak tekak (uvula) langit-langit lunak (velum) langit-langit keras (palatum) gusi (alveolum) gigi atas (denta) gigi bawah (denta) bibir atas (labia) bibir bawah (labia) mulut (mouth) rongga mulut (mouth cavity) rongga hidung (nasal cavity) 1. (2) proses fonasi. (4) proses oro-nasal. yakni: (1) proses keluarnya bunyi dari paru-paru.

5 .

.

1.26 .RANGKUMAN Sumber kakuatan utama untuk membentuk bunyi bahasa yaitu udara yang keluar dari paru-paru. kemudian dikeluarkan ketika bernafas. Ketika udara keluar dari paru-paru melalui tenggorokan. Udara tersebut dihisap ke dalam paru-paru. ada yang mendapat hambatan ada yang tidak mendapat hambatan.

17) langit-langit keras (palatum). 4) pita suara (vocal cords). 3. 7)aritenoid (arythenoid). 3) pangkal tenggorokan (larynx). 18) gusi (alveolum). (4) proses oro-nasal. 4. proses keluarnya bunyi dari paru-paru proses fonasi proses artikulasi proses oro-nasal 2. TES FORMATIF 2 Petunjuk: Pilihlah salah satu jawaban yang Anda anggap paling tepat! 1. 24) rongga mulut (mouth cavity). (3) proses artikulasi yaitu proses terbentuknya bunyi oleh artikulator dan. 11) punggung lidah (dorsum). 12) tengah lidah (medium). 14) ujung lidah (apex). 19) gigi atas (dentum). yakni: (1) proses keluarnya bunyi dari paru-paru. Alat ucap manusia terdiri atas: 1) paru-paru (lungs/pulmonum). 5) krikoid (cricoid). Proses keluarnya bunyi dan mulut disebut: 1. 3. 16) langitlangit lunak (velum). proses keluarnya bunyi melalui mulut atau hidung. proses artikulasi proses fonasi proses keluarnya bunyi dari paru-paru proses oro-nasal 1. 8) rongga anak tekak (pharynx). 2) tenggorokan (trachea). 23) mulut (mouth).2 . 2. 9) epiglotis (epiglottis). 6) tiroid (tyroid) atau gondok laki. 4. 15)anak tekak (uvula). 10) akar lidah (root of tangue). yaitu lewatnya bunyi dalam tenggorokan. 22) bibir bawah (labium). 2. dan 25) rongga hidung (nasal cavity).Proses terbentuknya bunyi bahasa secara garis besarnya terbagi atas 4 macam. Proses terbentuknya bunyi oleh artikulator disebut: 1. 20) gigi bawah (dentum). (2) proses fonasi. 13) daun lidah (lamina). 21) bibir atas (labium).

7 .

h. apical 8 .s k] B.. [h p.r] C. glotal 1. Bunyi yang dihasilkannya anak tekak disebut bunyi: A.m. apikopalatal apical D. mediopalatal C.. akan menghasilkan bunyi A.. faringal D.t.g. Jika pita suara tidak bergetar. B. Proses bergetarnya pita suara tersebut disebut proses . proses fonasi C. proses oro-nasal 6 . Bunyi yang dihasilkan oleh ujung lidah disebut: A. dental C. [b.d.r] 7. uvular B. uvular 5 . Bunyi yang dihasilkan oleh gusi disebut bunyi . [b. 4 . rongga anak tekak (pharinx) D. faringal D.3 . A. faringal 9 .. dental C. bilabial B.f.. A.n.g. proses labialisasi D. apical B. faringal D. proses artikulasi B. [p. alveolar C.s] D.k.j. Bunyi yang dihasilkan oleh dua bibirdisebut bunyi . Bunyi yang dihasilkan dengan cara menyentuhkan tengah lidah kepada langit-langit keras disebut: A. pita suara (vocal cords) C. bilabial B.d. laringal C. Alat ucap yang berfungsi untuk mengeluarkan udara dari paru-paru adalah A.c.. mediopalatal 1 0 .. faringal D.m. anak tekak (uvula). A. tenggorokan (larynx) B.2 8 .t.

1. Hitunglah jumlah jawaban Anda yang benar. terutama bagian-bagian yang belum Anda kuasai. Rumus Jawaban Anda yang benar Tingkat Penguasaan = 10 X 100 % Arti tingkat penguasaam yang Anda capai: 90% 100% = baik sekali 80% . Anda dapat melanjutkan dengan Kegiatan Belajar 3.% = baik = cukup = kurang Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80% ke atas.79% 69 .UMPAN BALIK DAN TINDAK LANJUT Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang terdapat di bagian akhir BBM ini.89% 70% . silahkan Anda mengulangi kembali mempelajari Kegiatan Belajar 2. Akan tetapi. kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda dalam materi Kegiatan Belajar 2.2 9 . jika tingkat penguasaan Anda masih di bawah 80%.

dan Semivokal Sacara umum. (6) Egresif dan ingresif (Ladefoged. Vokal. Bab 8). tetapi tidak rapat sekali. (4) keras dan lunak (Malmberg. dan semivokal (Jones. 1974: Bab 2). Klasifikasi bunyi ini didasarkan pada proses artikulasi. Dalam hal ini terjadi artikulasi. dan semivokal (Jones. (3) panjang dan pendek (Jones. (5) tunggal dan rangkap (Jones. konsonan. Hambatan dalam pita suara tidak pernah disebut artikulasi. konsonan. Posisi glotis dalam keadaan tertutup. 1958:22). 1980. Karena vokal dihasilkan dengan hambatan pita suara maka pita suara bergetar. Karena itu. 1958: 12). konsonan. 1958:136). Pada pembentukan vokal tidak ada artikulasi. A. yaitu vokal. Bunyi vokal adalah bunyi yang arus udaranya tidak mengalami rintangan. Hambatan untuk bunyi vokal hanya pada pita suara saja. Pembagian ini berdasar pada ada tidaknya hambatan (proses artikulasi) dalam alat ucap. Vokal.KEGIATAN BELAJAR 3 KLASIFIKASI BUNYI BAHASA Dalam kegiatan belajar ini akan dibahas berbagai jenis bunyi bahasa yang dihasilkan oleh alat bicara. bunyi segmental lazim dibedakan atas bunyi vokal dan bunyi konsonan. dan (7) geminat dan homorgan (Robins. Proses hambatan . semua vokal termasuk bunyi bersuara. bunyi bahasa terbagi atas tiga macam. dan semivokal merupakan jenis bunyi yang dibedakan berdasarkan ada tidaknya rintangan terhadap arus udara dalam saluran suara. Dengan demikian. (2) nasal dan oral (Hyman. 1958:12). Semivokal biasa dimasukkan ke dalam konsonan. Konsonan adalah bunyi bahasa yang dibentuk dengan menghambat arus udara pada sebagian alat ucap. Konsonan. Bunyi bahasa dapat dikategorisasikan menjadi (1) vokal. 1973:23). Hambatan pada pita suara tidak lazim disebut artikulasi. 1963:51-52).

1.3 0 .

(1) antara ujung lidah dan ceruk. B. namun istilah ini jarang dipakai. apabila pada waktu diartikulasikan tidak disertai ketengan kekuatan arus udara. (3) antara pangkal lidah dan langit-langit lunak. C. 1963:51-52). tetapi karena pada saat diartikulasikan belum membentuk konsonan murni. Penutupan arus udara ke luar melalui rongga mulut dapat terjadi : (1) antara kedua bibir.atau artikulasi ini dapat disertai dengan bergetarnya pita suara. Bunyi oral dihasilkan dengan jalan mengangkut ujung anak tekak mendekati langkit-langkit lunak untuk menutupi rongga hidung sehingga arus udara dari paru-paru keluar melalui mulut. Sebaliknya. hasilnya bunyi [ň]. Jika artikulasi itu tidak disertai bergetarnya pita suara. hasilnya bunyi [n]. Bunyi Keras dan Lunak Kategorisasi bunyi keras (fortis) dan bunyi lunak (lenis) dibedakan berdasarkan ada tidaknya ketegangan arus udara pada waktu bunyi itu diartikulasikan (Malmberg. tetapi membuka jalan agar dapat keluar melalui rongga hidung. Bunyi Nasal dan Oral Bunyi nasal atau sengau dibedakan dari bunyi oral berdasarkan jalan keluarnya arus udara. Selain bunyi nasal. Bunyi keras mencakupi beberapa jenis bunyi seperti : . Bunyi semi-vokal adalah bunyi yang secara praktis termasuk konsonan. sehingga terbentuk bunyi konsonan bersuara. glotis dalam keadaan terbuka akan menghasilkan konsonan tak bersuara. Bunyi bahasa disebut keras apabila pada waktu diartikulasikan disertai ketegangan kekuatan arus udara. bunyi itu disebut lunak. Baik bunyi keras maupun bunyi lunak dapat berupa vokal dan konsonan seperti diuraikan berikut ini. Bunyi nasal dihasilkan dengan menutup arus udara ke luar melalui rongga mulut. hasilnya bunyi [η]. hasilnya bunyi [m]. Bunyi semivokal dapat disebut semikonsonan. semua bunyi vokal dan konsonan bahsa Indonesia termasuk bunyi oral. Dalam bahasa Indonesia terdapat kedua jenis bunyi tersebut. dan (4) antara ujung lidah dan langit-langit keras.

31 .1.

bunyi geseran bersuara: [Z]. n. g]. Makin luas ruang resonansinya. bunyi geseran tak bersuara: [s]. bunyi vokal: [i. d. k]. c. Derajat kenyaringan itu sendiri ditentukan oleh luas sempitnya atau besar kecilnya ruang resonansi pada waktu bunyi itu ducapkan.η]. o. Bunyi Nyaring dan Tak Nyaring Bunyi nyaring dibedakan dari bunyi tak nyaring berdasarkan kenyaringan bunyi pada waktu terdengar oleh telinga. makin rendah derajat kenyaringannya. t. contohnya: [1] panjang ditulis [ā] atau [a: ]. l].1) 2) 3) 1) 2) 3) 4) 5) 6) bunyi letup tak bersuara: [p. j. E. 1958:136). e. Bunyi Panjang dan Pendek Bunyi panjang dibedakan dari bunyi pendek berdasarkan lamanya bunyi tersebut diucapkan atau diartikulasikan. bunyi likuida: [r. Pembedaan bunyi berdasarkan derajat kenyaringan itu merupakan tinjauan fonetik auditoris. u]. y]. Bunyi Tunggal dan Rangkap Bunyi tunggal dibedakan dari bunyi rangkap berdasarkan perwujudannya dalam suku kata. sedangkan bunyi rangkap adalah dua bunyi atau lebih yang . atau menggunakan tanda titik dua di sebelah kanannya. Vokal dan konsonan dapat dibedakan atas bunyi panjang dan bunyi pendek (Jones. F. bunyi nasal: [m. Bunyi tunggal adalah sebuah bunyi yang berdiri sendiri dalam satu suku kata. bunyi semi-vokal: [w. ñ. bunyi vokal: [ ] Bunyi lunak mencakupi beberapa jenis seperti: bunyi letup bersuara: [b. Tanda bunyi panjang biasanya menggunakan tanda garis pendek di atas suatu bunyi. D.

3 2 .1.

Adapun bunyi . Misalnya. otot perut. Dibentuk dengan cara menghisap udara dan merapatkan pita suara sehingga glotis menutup. dalam bahasa Indonesia terdapat diftong [oi]. Bunyi egresif dibedakan lagi atas bunyi egresif pulmonik dan bunyi egresif glotalik. dan [dr].. dan [aU]. s’]. Bunyi egresif glotalik disebut juga bunyi ejektif. contohnya bunyi-bunyi dalam bahasa-bahasa Kaukasus. yang ditandai dengan tanda apostrof. [str]. Semua bunyi vokal dan konsonan adalah bunyi tunggal. Bunyi tunggal vokal disebut juga monoftong. Bunyi rangkap dapat berupa diftong maupun klaster. (2) Egresif glotalik dibentuk dengan cara merapatkan pita suara sehingga gloatis dalam keadaan tertutup sama sekali. [aI]. Diftong. t’. Bunyi ingresif dibedakan atas bunyi ingresif glotalik dan bunyi ingresif velarik. Klaster. dan Afrika (Ladefoged. k’. contohnya [p’. 1958:22). sedangkan bunyi ingresif dibentuk dengan cara mengisap udara ke dalam paruparu. Kebanyakan bunyi bahasa Indonesia merupakan bunyi egresif. (1) Egresif pulmonik dibentuk dengan cara mengecilkan rongga paru-paru oleh otot paru-paru. yang lazim disebut vokal rangkap. 1973:25). dibentuk apabila keadaan posisi lidah sewaktu mengucapkan bunyi vokal yang satu dengan bunyi vokal yang lainnya saling berbeda (Jones. G. Bunyi Egresif dan Ingresif Bunyi egresif dan ingresif dibedakan berdasarkan arus udara. dibentuk apabila cara artikulasi atau tempat artikulasi dari kedua konsonan yang diucapkan saling berbeda. Hampir semua bunyi bahasa Indonesia dibentuk melalui egresif pulmonik. yang lazim disebut gugus konsonan. dan rongga dada. dalam bahasa Indonesia terdapat gugus [pr]. Indian. (1) Ingresif glotalik memiliki kemiripan dengan cara pembentukan bunyi egresif glotalik. hanya arus udara yang berbeda. Misalnya. Bunyi egresif dibentuk dengan cara mengeluarkan arus udara dari dalam paru-paru.bergabung dalam satu suku kata.

1.3 3 .

dan semivokal. konsonan palatal [c]. 1973:28-30). (2) bunyi nasal dan oral. (6) bunyi nyaring dan tak nyaring. konsonan. H.3 4 . d. 1973:26). 1. Klasifikasi bunyi biasanya ditentukan berdasarkan pembentukannya. (2) Ingresif velarik dibentuk dengan cara menghisap udara dan menaikkan pangkal lidah dalam langit-langit lunak. dan Sawu (Ladefoged. Swahili. dan [m]. dan (8) geminat dan homorgan. sehingga menimbulkan ucapan panjang dalam bunyi tersebut. Contohnya. contohnya: Allah dan assalamualaikum. [n] (Robins. contohnya [b. Pada dasarnya berdasarkan cara pembentukannya. [b]. dan Zulu (Ladefoged. Rangkuman Pembentukan dan klasifikasi bunyi bahasa erat kaitannya. konsonan alveolar: [t]. Ngadha. Geminat dan Homorgan Geminat yaitu rentetan artikulasi yang sama (identik). yang ditandai dengan tanda melengkung ke sebelah kanan. Bab 8). 1980. konsonan bilabial [p]. [j]. (3) bunyi keras dan lunak. Contohnya bunyi-bunyi dalam bahasa Sindhi. dan (7) bunyi egresif dan ingresif. bersama-sama dengan merapatkan bibir. [d]. yakni (1) bunyi vokal. bunyi bahasa dapat diklasifikasikan atas beberapa jenis. (4) bunyi panjang dan pendek. (5) bunyi tunggal dan rangkap. g]. dan [n]. Adapun yang disebut Homorgan yaitu bunyi-bunyi bahasa yang terbentuk oleh alat dan daerah artikulasi yang sama. ujung lidah dirapatkan ke dalam gigi/gusi. begitu pula. Xhosa. Marwari. Contohnya bunyi-bunyi dalam bahasa Khoisa.yang dihasilkannya disebut implosif.

TES FORMATIF 3 Petunjuk: Pilihlah salah satu jawaban yang Anda anggap paling tepat! 1) Berikut ini pembedaan bunyi bahasa berdasarkan dibedakan berdasarkan ada tidaknya ketegangan arus udara pada waktu bunyi itu diartikulasikan. sehingga menimbulkan ucapan panjang dalam bunyi tersebut disebut …… 1. geminat 2. bunyi keras dan lunak 4.3 5 . bunyi oral dan nasal 2. bunyi oral 1. bunyi tunggal dan rangkap 2) Bunyi vokal rangkap dapat juga disebut …… 1. sonoritas 3. 1. bunyi diftong 3) Bunyi yang berupa rentetan artikulasi yang sama (identik). bunyi luncuran 2. homorgan 4. bunyi vokal. glotalik 4) Bunyi yang keluar melalui hidung disebut …… 1. konsonan. bunyi kluster 3. bunyi monoftong 4. bunyi nasal 4. dan semivokal 3. bunyi konsonan 3. bunyi vokal 2.

3 . [‘] 4.5) Bunyi yang dibentuk dengan cara mengecilkan rongga paru-paru oleh otot paru-paru. bunyi hamzah dilambangkan dengan: 1. bunyi keras dan lunak 9) Bunyi yang hanya mengalami hambatan hanya pada pita suara saja disebut: 1. ada tidaknya hambatan pada alat ucap 3. [?] 7) Bunyi nyaring dan bunyi tidak nyaring dibedakan berdasarkan 1. Hampir semua bunyi bahasa Indonesia dibentuk melalui ini termasuk bunyi: 1. otot perut. lantang tidaknya waktu diucapkan 4. ada tidaknya ketegangan kekuatan arus udara 2. terdengar kenyaringannya oleh telinga 8) Bunyi yang dibedakan oleh jalan keluarnya arus udara dari paru-paru disebut: 1. [“] 3. prosodi 1. vokal 2. bunyi oral dan nasal 2. Ingresif velarik 4. dan rongga dada. bunyi egresif dan ingresif 2. Ingresif glotalik 6) Secara fonetis. [k] 2. Egresif glotalik 3. konsonan 3. bunyi vokal. dan semivokal 3. Egresif pulmonik 2. konsonan.

6 .

4. semivokal 10) Bunyi [ň] dan [ŋ] termasuk …… 1. bunyi tunggal 2. bunyi rangkap 3. bunyi ingresif 4. bunyi egresif

UMPAN BALIK DAN TINDAK LANJUT Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 3 yang terdapat di bagian akhir BBM ini. Hitunglah jumlah jawaban Anda yang benar, kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda dalam materi Kegiatan Belajar 3.

Rumus Jawaban Anda yang benar Tingkat Penguasaan = 10 X 100 %

Arti tingkat penguasaam yang Anda capai: 90% 100% = baik sekali 80% - 89% 70% - 79% 69 - % = baik = cukup = kurang

1.3 7

KUNCI TES FORMATIF KUNCI TES FORMATIF 1

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

A. fonetik D. bahasa A. fonetik B. fonemik C. morfologi D. sintaksis A. fonetik organis C. Fonetik akustis B. fonetik auditoris

10. C. fonetik akustis

KUNCI TES FORMATIF 2

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

B. proses fonasi A. proses artikulasi A. tenggorokan (larynx) D. uvular B. proses fonasi C. [p,t,c,k,f,h,s] D. apical D. medio-palatal B. alveolar

10. A. bilabial

KUNCI TES FORMATIF 3

1. C. bunyi keras dan lunak 2. D. bunyi diftong 3. A. geminat 4. C. bunyi nasal 5. A. Egresif pulmonik

1.38

[?] 7. terdengar kenyaringannya oleh telinga 8. D. vokal 10.3 9 . D. A. A. A. bunyi tunggal 1.6. bunyi egresif dan ingresif 9.

b.4 0 . m/ sistem bahasa pada pikiran manusia nada: tinggi rendahnya bunyi palatalisasi: pengucapan bunyi yang disertai palatal /l/ parole: sistem pengucapan bahasa pasangan posisi fonem: proses proses artikulasi: proses produksi bunyi bahasa tempat fonem dalam kata proses fonasi: proses pengucapan proses oro-nasal: pungtuasi: proses pengucapan melalui mulut dan hidung tanda baca 1.GLOSARIRIUM artikulasi: aspirasi: alat ucap yang dapat digerak-gerakan pengucapan bunyi yang dibarengi konsonan /h/ bunyi akustis: bunyi sebagai getaran udara bunyi distingtif: bunyi yang membedakan arti bunyi egresif: bunyi yang dihasilkan dengan mengeluarkan suara bunyi fungsional: bunyi distingtif bunyi ingresif: bunyi yang dihasilkan dengan menghisap udara bunyi signifikasi: ciri prosodi: deretan: diftong: distribusi: fon: bunyi distingtif ciri-ciri suprasegmental urutan atau untaian vokal rangkap penyebaran atau posisi dalam kontruksi bunyi ujar atau bunyi bahasa fonetik:kajian bunyi bahasa glotalisasi: pengucapan bunyi yang disertai glotal /?/ gugus: deretan konsonan dalam satu suku kata homorgan: kluster:gugus labialisasi: langue: bunyi bahasa yang memiliki pasangan pengucapan bunyi yang disertai labial /p.

4 1 .realisasi fonem: retrofleksi: segmental: striktur: suku kata buka: suku kata tutup: suku kata: suprasegmental: tekanan: tranliterasi: transkripsi : pengungkapan yang satuan fonologi sebenarnya dari ciri atau artikulasi bunyi yang disertai oleh ujung lidah yang melengkung ke arah palatum bunyi yang dapat dipilah-pilah seperti vokal dan konsonan keadaan hubungan posisional artikulator dan titik artikulasi suku kata yang berakhir dengan vokal suku kata yang berakhir dengan konsonan vokal atau kombinasi vokal dan konsonan dalam kata bunyi yang sukar dipilah-pilah seperti tekanan. dan nada keras lemahnya bunyi penggantian huruf demi huruf dari abjad yang satu ke abjad yang lain penulisan atau penggubahan teks dengan tujuan tertentu sesuai dengan ejaan yang berlaku dalam suatu bahasa penyebaran atau posisi konsonan dalam kata penyebaran atau posisi fonem dalam kata urutan konsonan dalam kata penyebaran atau posisi vokal dalam kata urutan konsonan: urutan fonem: urutan konsonan: urutan vokal: 1. jangka.

1984. 1958. London: Departement of Phonetics. Intonation in Relation to Syntax in Bahasa Indonesia. Fourth Edition. 1967. Jr. Bandung: Ganaco. 1970. Soetikno). 1975. 1995. A. English Pronunciation Exercises. Bunyi dan Ejaan Bahasa Inggeris (Pengantar Ilmu. Illustrated by the Text in 51 Languages. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Proyek Pengembahanya Bahan dan Sastra Indonesia dan Daerah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan-Djambatan. Hyman. Gleason. Bronstein. Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia.4 . Intonation. Baltimore. Dodd. Amran. The Pronunciation of English. H. Charles C. 1942. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Kridalaksana. Jakarta:Gramedia Pustaka Utama. dkk. Fries.: Linguistics Society of America. Md. Language: Bahasa. An Introduction to Descriptive Linguistics. 1954.A. 1987.. Rinehart and Winston. Bloch. Great Britain at the University Press.M. Outline of Lnguistics Analysis.DAFTAR PUSTAKA Aminoedin. The Principles of the International Alphabeth and the Manner of using It. Arthur J.. Bloomfield. Your Speech and Voice. and Rhythm. International Phonetic Association. Phonology: The Theory and Analysis. 1974. New York-Chicago-San Fransisco-Toronto-London: Holt Rinehart & Winston. Trager. H. (terjemahan: I. L. Fonologi Bahasa Indonesia: Sebuah Studi Deskripstif. Cambridge. Jacoby. 1961. Daniel. English Language Institute University of Michigan. University College. 1961. in Sound Segments. Leonard. Fonetik). Jones. Harimurti. New YorkChicago-San Fransisco-Toronto-London: Holt. Tupan. Robert & Leo C. New York: Random House. 1. Bernard & George L. & Beatrice F. Halim.

2 .

Soetikno).Ladefoged. A Technique for Reducing Language to writing. J. Hans. H. Yogyakarta: UGM Press. H. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Fonetik. Fundamrntals of Phonetics II. Pike. Pengantar Linguistik. 1963. J. John. Lyons. Phonemics A technique for Reducing Languages to Writing. 1995. Lapoliwa. Modern Phonology. Ilmu Bahasa:Pengantar (terjemahan:Rahayu Hidayat). M. 1987. Analisis Bahasa: Memahami Bahasa secara Ilmiah. The Hague-Paris:Mouton.D.L. Yogyakarta: Kanisius. 1970. Peter. Sommerstein. Marsono.4 . 1947. Ann Arbor: Michigan Press. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Yogyakarta: Kanisius. 1971. Yogyakarta: Fakultas Sastra dan Kebudayaan Universitas Gadjah Mada Verhaar. Linguistik Umum:Sebuah Pengantar (terjemahan:Soenarjati Djajanegara). Penataran Linguistik Umum Tahap 1. 1977. Martinet. 1973. Samsuri. Yusuf. 1994. Fonetik:Ilmu Bunyi yang Penyelidikannya dari sudut Parole. Preliminaries to Linguistic Phonetics. Jakarta: Erlangga. Jakarta: Gramedia. 1998. Robins. 1981. K. Fonetik dan Fonologi. Malmberg. Better English Pronounciation. Mol. 1989. O'Connor. Bertil. Alan H. 1974. Pike. New York: Dover Publications. R. Pengantar Teori Linguistik (terjemahan:I. London: Cambridge University Press. Chicago and London: The University of Chicago Press. Phonetics. Suhendra. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembahanya Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Dasar-Dasar Fonetik. Sudaryanto. University Park Press. Andre. Kenneth L. Ann Arbor: University of Michigan Press. 1970. 1. 1989. 1982.

3 .

44 .1.

PDF to Wor .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful