BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
1.1.1 Pengertian Live In
Live In merupakan suatu kegiatan menghargai dan mengetahui makna kehidupan yang dilakukan dengan

cara tinggal di rumah – rumah penduduk ( orang tua asuh) dan mengikuti seluruh kegiatan yang dilakukan oleh keluarga yang merepa tempati itu serta mengenal penduduk dan keadaan masyarakat sekitar.

1.1.2 Program Sekolah
Live In merupakan sebuah kegiatan rutin tahunan yang selalu dilaksanakan sekolah SMA Bunda Hati

Kudus Kota Wisata. Peserta Live In itu sendiri adalah para siswa / siswi kelas XI baik dari program jurusan IPA maupun Program jurusan IPS. Kegiatan Live In SMA Bunda Hati Kudus biasanya mengambil lokasi di daerah Yogyakarta, daerah yang jauh dari pusat kota Yogyakarta dan jauh dari hiruk pikuk masyarakat perkotaan disana, kegiatan ini

biasanya mengambil lokasi di daerah pedesaan yang ada
1

di Yogyakarta. Pada Live In kali ini. Kudus Kota Wisata mengambil Kulon Progo. Yogyakarta yang lokasi di diadakan pada tanggal 18 – 22 Februari 2013. sekolah SMA Bunda Hati Nanggulan. 1.2 Tujuan Live in Live in pada kali ini bertujuan untuk :   Melatih rasa persaudaraan diantara sesame Melatih diri untuk selalu membantu dan menghargai orang lain   Melatih kemandirian Melatih diri agar dapat memaknai hidup orang lain 1.3 Manfaat Live in Manfaat yang kitadapat terima setelah melakukan kegiatan Live In :  Kita akan semakin peka terhadap kejadian yang berlangsung di lingkungan sekitar  Perilaku kita akan menjadi lebih sopan dan lebih baik disbanding sebelumnya  Kita akan menjadi mandiri 2 .

1 Kegiatan Live in Kegiatan hari pertama Setelah menempuh perjalanan panjang dari sekolah hingga mencapai lokasi tujuan. pada akhirnya pada pukul 05.30 wib rombongan siswa / siswi live in sampai di Gereja Paroki Santa Maria Tak Bercela di Nanggulan Yogyakarta. Setelah penyambutan siswa – dan selesai.BAB II PEMBAHASAN 2. Di gereja ini dilakukan sambutan pembukaan oleh dewan stasi serta oleh wakil pendamping yang ik ut serta di kegiatan Live In ini. Kemudian perjalanan dilanjutkan deng an menempuh jalan menanjak dan berbatu serta ditemani panorama alam yang indah di sudut kanan dan kiri jalan menuju Gereja Santa Maria Fatima Stasi Pelem Dukuh. yang serta dilanjutkan menempati dengan rumah pembagian mereka siswi masing masing mempertemukan para siswa dan siswi tersebut dengan para orang tua asuh mereka saat mengikuti kegia tan live in di Nanggulan ini. Dari gereja tadi. kegiatan menuju 3 dilanjutkan orang dengan tua asuh melakukan perjalanan rumah .

berjalan maka – jalan sekitar rumah kamipun beristirahat dan tidur sejenak untuk menunggu hujan itu berhenti. kamipun makan sambil menonton tv. Pada jam 7 malam kamipun kembali kerumah masing – masing. pemilik rumah dengan ramahnya mempersilahkan kami untuk menyantap makanan yang sebelumnya t elah dia sediakan. saya dan teman 1 rumah disini yaitu Benito Jovian berbincang – bincang dan melakukan perkenalan dengan ibu Martijah ini. Lokasi yang saya tempati berlokasi di rumah ibu Y. Patihombo. Karena kondisi diluar hujan. saya dan Benito menghabiskan waktu menonton tv 4 . Seusai berbincang – bincang kami menata barang dikamar yang disediakan pemilik rumah tersebut.masing – masing. Kamipun terbangun ketika jam menunjukan pukul 5 petang. kamipun melihat tidak kondisi dapat keluar untuk itu. Seusai makan kamipun berjalan – jalan melihat kondisi di sekitar rumah ibu Martijah tersebut. ditempuh hanya dengan beberapa langkah Kamipun berbincang – bincang dan menghabiskan waktu untuk mengobrol satu sama lain. ke dua rumah kaki dapat saja. Martijah di lingkungan FX. Di rumah. Tanpa disadari ternyata letak rumah kami dan teman kami yang bernama Victor serta Reno berdekatan. Sesampainya disana.

Selesai mandi. pemilik rumah memberikan kami makanan serta membuatkan kami susu coklat yang hangat. Kami mengajak Victor dan Reno untuk ikut bersama kami menelusuri jalan – jalan di sekitar rumah kami tersebut. namun tidak jadi karena lokasi yang lumayan jauh. kami sampai pada suatu rumah. Selanjutnya kami b erpamitan kepada pemilik rumah tersebut untuk pergi jalan – jalan melihat lingkungan sekitar. Pada pukul 9 malam kami pergi tidur. Tidak beberapa lama kemudian. disusul dengan Benito seusai saya mandi. Teman yang menempati rumah tersebut yaitu Elvan dan Axel. saya mandi. Saat jam makan siang tiba. kami pun bergegas pulang ke rumah masing – masing untuk makan siang.30 wib setelah bangun pagi. kami pergi makan. Awalnya kami berniat untuk berkunjung kesana. Akhirnya sisa waktu pun kami habiskan di rumah ibu Martijah untuk mengobrol sembari menunggu siang. dalam Kamipun berbincang bincang dengan mereka di perbincangan itu kami mengetahui bahwa ada lagi rumah teman kami yang letaknya agak sedikit berjauhan d ari lokasi yang kami tempati tadi. Kegiatan hari kedua Kami bangun di pagi hari pada pukul 06. Seusai makan 5 .hingga pukul 9 malam. ternyata di dalam rumah tersebut terdapat rumah kedua teman kami yang – bernama JA dan Rofano.

Elvan. kami lalu menyantap hidangan makan malam yang disediakan pemilik rumah. Setelah bangun kamipun pergi mandi dan lalu dilanjutkan dengan sarapan. Seusai berbincang – bincang kami lalu beristirahat dengan tidur siang hingga pukul 4 sore. Rofano. Kami makan sambil menonton tv diselingi dengan berbincang – bincang dengan anggota rumah dimana kami tinggal. kami pergi ke rumah Victor dan Reno untuk mengobrol mengenai kegiatan apa yang akan kami lakukan hari ini. Seusai sarapan kira – kira sekitar jam 8. kamipun beranjak pergi tempat tidur untuk tidur. saya dan Benito lalu beristirahat sejenak di kamar untuk melepas lelah. Pada pukul 4 sore ada teman – teman kami lainnya yang menghampiri kami selain JA. yaitu membantu orang tua asuh kami masing – masing untuk pergi ke ladang 6 . Kegiatan hari Ketiga Kegiatan diawali dengan bangun pada pukul 06.siang. Seusai makan dan berbincang – bincang. Victor. Reno. Ternyata sama kegiatan kami dan mereka. Pada pukul 7 malam. Axel. saya dan Benito diajak untuk pergi berkeliling menemui teman - teman lainnya yang rumahnya berdekatan dengan jalan raya besar.00 wib. saya dan Benito lalu berbincang – bincang dengan ibu Martijah dan ke 2 anaknya. Capek berjalan – jalan kamipun lalu pulang ke rumah masing – masing pada pukul setengah 6 sore.

tepatnya di daerah Gedong. namun setelah berjalan agak lama di saya Goa menemukan Goa Maria Lawangsih. Selanjutnya saya dan Benito kembali ke rumah kami untuk bersiap – siap untuk pergi ke ladang. Setelah 30 menit kira – kira kami menghabiskan waktu diladang. hanya ladang dengan menit. Sesampainya dirumah. kamipun bergegas kembali ke rumah untuk beristirahat. kamar selama 1 jam hingga pukul Karena saya memiliki keluarga nenek disini. saya pun berinisiatif untuk pergi mengunjungi rumah nenek saya itu. Saya dan Benito bergantian mencangkul untuk menggali lubang guna ditanami tanaman kopi tersebut.dan membantu mereka disana. Di perjalanan. kami bersama – sama membersihkan lumpur dan tanah yang sejak tadi menempel sejenak di di sandal kami. Di ladang. kami membantu ibu Martijah menanam pohon kopi. setelah mandi. memakan merupakan Lokasi waktu ladang ternyata sekitar 15 tidak cukup jauh. Setelah itu kami beristirahat 11 siang. saya kira saya nyasar. Jalan menuju ditemani jalanan tanah setapak. Sesampainya tersebut. serta pohon – pohon yang rindang dan besar yang berada di kanan – kiri jalan setapak tersebut. yang hanya berjarak dekat dengan lokasi tempat live in tersebut. Perjalanan saya tempuh dengan berjalan kaki dan memerlukan waktu sekitar 45 menit hingga sampai ke lokasi itu. saya mengunjungi goa itu dan berdoa serta ber doa 7 . saya dan Benito mandi terlebih dahulu.

saya bersama pakde saya pergi sebentar untuk mencari rumput untuk makan ternak. Sesampainya untuk di rumah lelah. tepatnya pukul 16. Perjalanan dilakukan dengan berjalan kaki. Pada jam 3 sore. saya. Sesampainya disana saya mandi dan bersiap – siap.00 akan diadakan misa penutupan di gereja ST Maria Fatimah. Elvan. Benito. saya bertemu nenek dan sanak saudara saya yang berada di r umah nenek saya tersebut. Saya pun ikut memotong rumput dan mengumpulkannya. setelah puas melihat – lihat saya lalu melanjutkan perjalanan nenek ke rumah saya nenek saya. JA. saya lalu kembali ke rumah untuk member makan ternak. karena 1 jam kemudian. sebelum pulang saya diberikan beberapa buah naga dari nenek saya untuk oleh oleh untuk orang tua asuh serta keluarga saya di Jakarta. membuat Seu sai gas dari tersebut kepada rumah nenek. Rofano. saya makan dan berbincang – bincang disana.disana. Di rumah nenek saya itu juga terdapat alat – alat yang dibutuhkan untuk membuat gas dari kotoran sapi. Saya lalu menanyakan saudara sedikit saya hal yang untuk lainnya. Reno. saya kembali ke rumah orang tua asuh saya di Lingkungan Patihombo tadi. Setelah dirasa cukup. saya. Victor. sekitar 20 menit sampailah 8 . lalu beristirahat melepas Terbangun dari istirahat. Setelah lama berbincang – bincang. Axel berangkat menuju gereja. Perjalanan pulang ke tempat orang tua asuh diantar oleh pakde menggunakan motor.

HP dan alat elektronik dibagikan. Sesampainya dirumah.00 misapun dimulai. Pukul 16. tak berapa lama kemudian kamipun lalu makan.30.00 misa selesai. Pada pukul 18. dia pun memberanikan diri untuk pergi dan akhirnya selamat sampai ditujuan. yang memang letaknya a gak sedikit jauh dari rumah saya dan Benito itu. setelah itu Victor dan Reno datang berkunjung ke rumah kami. Pada pukul 20.45 tanpa diduga ada seorang anak yang takut untuk pulang ke rumah orang tua asuhnya dan juga ada 2 orang anak yang tidak bisa masuk ke rumahnya. Sedangkan Alvan dan Axel. Seusai misa. setelah pembagian itu para murid pun kembali ke rumah para orang tua asuh mereka. mereka lalu menunggu di rumah Victor dan Reno hingga pukul 9 malam untuk menunggu 9 . saya dan Benito lalu tidur – tiduran dan beristirahat dikamar sambi l mendengarkan musik. Pada jam itu Victor dan Reno lalu kembali ke rumah mereka. karena orang tua asuhnya pergi melayat dan mengunci pintu rumahnya. disana kami bertemu dengan teman – teman kami lainnya dan mulai berbincang – bincang sebelum misa dimulai. Pada akhirnya kami mendorong Alfan untuk memberanikan diri berjalan menyusuri gelapnya malam untuk pergi ke rumah induk semangnya. Kami berempat lalu berbincang – bincang hingga waktu menunjukan pukul 20.kami di gereja. dan ke 2 orang kurang beruntung itu tidak lain bernama Elvan dan Axel. Orang yang takut pulang ke rumah itu bernama Alfan.

kami bermain ke rumah Victor dan Reno. kami pergi pamit bermain. Sekitar pukul 10 pagi. Setelah itu. para siswa pergi untuk menuju Malioboro.kepulangan orang tua asuh mereka.00 wib. Setelah bangun. Victor dan Reno pergi ke rumah depan rumah Dwina untuk menunggu dijemput oleh truk barang dan mobil penumpang. Benito. saya lalu bergegas untuk mandi. Setelah merapikan barang. kami melanjutkan tidur hingga pukul 05. saya dan Benito lalu pergi makan dan memberitahu orang tua asuh kami bahwa di hari itu kami akan pergi meninggalkannya dan ke mbali ke Jakarta. Setelah mandi kami lalu menonton sisa pertandingan Chelsea. dilanjutkan dengan Benito setelahnya. dilanjutkan dengan JA dan Rofano. Setelah mandi. Pada pukul 07. Seusai pengambilan foto. mereka pun kembali ke rumah mereka. Hari Keempat Kegiatan hari ini diawali dengan bangun pagi pukul 03. saya dan Benito lalu tertidur pada jam 11 malam. Sesampainya di Malioboro pukul 10 .00 saya. Setelah laga tersebut berakhir. kami lalu merapikan barang – barang bawaan kami dan menata kembali kamar kami hing ga ke keadaan semula. saya lalu mengambil foto rumah dan keadaan sekitar rumah.00 wib. Setelah jam 9.

2. Disana saya berlarian dan bercanda dengan teman mengambil tepatnya perjalanan beberapa pada foto disana. Seusai dari Malioboro. foto – foto tersebut diantaranya : Goa Maria Lawangsih 11 . melanjutkan DI keesokan menuju harinya. disana para siswa diberi kebebasan untuk berbelanja hingga pukul 14. Di tempat live in tersebut saya mengambil beberapa foto disana.30 rombongan live in sampai di sekolah SMA BHK Kota Wisata.2 Objek Live in Objek Live in yang saya maksudkan pada pembicaraan kali ini adalah panorama alam serta objek – objek lain yang ada di tempat Live in ini yang sekiranya menarik dan dapat diperlihatkan kepada para pembaca sekalian.00. – teman saya serta dari pantai itu. tepatnya pukul 08.00 SMA rombongan BHK Kota kembali Wisata. rombongan SMA BHK ini lalu pergi menuju pantai Glagah. Saya hanya berbelanja beberapa buah baju dan kalung disana.12. Seusai 18.00.

Gereja Santa Maria Fatima Pemandangan gunung di lokasi live in lingkungan Patihombo Gambar keadaan rumah lokasi live in 12 .

2 Saran Secara keseluruhan. serta semangat persaudaraan antara diri kita dengan sesama manusia yang ada di lingkungan sekitar kita. Saran saya hanya 13 . tetapi bertujuan positif. lokasi tempat live in itu bagus. Sikap mandiri serta perilaku sopan juga ditanamkan pada kita secara tidak langsung melalui kegiatan Live In yang telah kita jalani itu.BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Kesimpulan yang dapat saya ambil dari kegiatan Live In yang sudah saya lakukan sejak 18-22 Februari 2013 ini adalah Live In dilakukan bukan dengan tanpa tujuan. yakni menjalin kerjasama dan semangat gotong royong. karena menyediakan sarana – sarana yang dapat membantu kita untuk hidup mandiri dan sebagainya. 3.

14 . saya sarankan agar diberikan buku agenda kecil untuk siswa. yaitu tempat live in sekiranya diberi beberapa lampu penerangan jalan. supaya sewaktu malam tidak terlalu gelap dan pada kegiatan Live in selanjutnya.sedikit. Buku agenda tersebut dapat membantu siswa dalam mencatat atau dapat mengarahkan siswa dalam melakukan kegiatannya sehari – hari.

scribd.com/doc/79404251/Laporan-Live-In http://www.com/doc/8071780/Laporan-Live-in-Desa-Wonogiri-Desa-Pendem http://yenny16.com/2009/05/09/live-in/ 15 .wordpress.scribd.DAFTAR PUSTAKA    http://www.

16 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful