PROFIL PEMBINAAN PENITIPAN ANAK USIA DINI DI TAMAN PENGASUHAN ANAK MELATI SEMARANG

SKRIPSI

Diajukan Guna Menyelesaikan Studi Strata I Untuk Mendapatkan Gelar Sarjana Pendidikan

Disusun oleh : Nama : Dyah Wahyuni NIM : 1214000001

PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2005

HALAMAN PERSETUJUAN

Profil pembinaan Anak Usia Dini Di Taman Pengasuhan Anak Melati Semarang

Oleh : Nama Nim Jurusan : Dyah Wahyuni : 1214000001 : Pendidikan Luar Sekolah

Pembimbing I

Pembimbing II

Drs. K. Nurhalim, M.Pd. NIP. 130870431

Dra. Trie Suminar NIP. 132137919

Dekan FIP

Ketua Jurusan PLS

Drs. Siswanto, M.M NIP. 130515769

Drs. Achmad Rifa'i RC, M.Pd NIP. 131413232

ii

HALAMAN PENGESAHAN

Telah dipertahankan di hadapan sidang panitia Ujian Skripsi Jurusan Pendidikan Luar Sekolah fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang pada : Hari Tanggal Panitia Ujian Ketua Sekertaris : : 8 September 2005

Drs. Siswanto, M.M NIP. 130515769

Drs. Achmad Rifa'i RC, M.Pd NIP. 131413232 Penguji I

Drs. Zoedindarto. B NIP. 130345749 Penguji II

Drs. K. Nurhalim, M.Pd. NIP. 130870431 Penguji III

Dra. Trie Suminar NIP. 132137919

iii

Untuk itu penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada : 1. Tri Suminar. Dekan FIP atas bantuannya dalam memberikan ijin untuk melaksanakan penelitian. Siswanto. 2. Dra. M. iv .Pd. pengarahan. Penulis menyadari bahwa skripsi ini tidak akan terwujud tanpa adanya bimbingan. Khomsun Nurhalim.Pd Dosen pembimbing II yang dengan penuh kesabaran telah memberikan bimbingan.” Penelitian ini dilaksanakan guna melengkapi syarat-syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Jurusan Pendidikan Luar Sekolah pada Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang. 4. M. Ketua Jurusan Pendidikan Luar Sekolah atas bantuannya dalam memberikan ijin untuk penelitian. Achmad Rifa’i RC. Drs. M. 3. Drs. Drs.KATA PENGANTAR Puji syukur pada Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat dan taufiq hidayah Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan SKRIPSI dengan Judul “PROFIL PEMBINAAN PENITIPAN ANAK USIA DINI DI TAMAN PENGASUHAN ANAK MELATI SEMARANG. motivasi sehingga penulisan skripsi ini dapat terselesaikan.M.Pd Dosen pembimbing I yang tiada hentinya memberikan bimbingan dalam penulisan skripsi ini. pengarahan dan bantuan dari berbagai pihak. M.

Berbagai fihak yang tidak dapat penulis cantumkan satu-persatu yang telah memberikan bantuan dan motivasi dalam penulisan skripsi ini. Penulis berharap semoga skripsi ini bermanfaat bagi pembaca. 6. Ny Moeljono S Trastotenojo sebagai pimpinan TPA Melati Semarang. kemampuan dan pengetahuan penulis yakin bahwa skripsi ini jauh dari sempurna. Atas segala bantuannya penulis ucapkan banyak terima kasih.5. dengan segala keterbatasan. Oleh karena itu kritik dan saran sangat penulis harapkan demi kesempurnaan skripsi ini. Semarang. Agustus 2005 Penulis v .

Secara keseluruhan pembina bertatap muka dengan anak didik selama 7 – 8 jam per hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis kualitatif. dan mengasuh anak usia dini serta sebagai wahana pembinaan kesejahteraan yang berfungsi sebagai pengganti keluarga untuk jangka waktu tertentu selama orang tua mereka berhalangan atau tidak memiliki waktu yang cukup untuk mengasuh anaknya karena bekerja atau sebab lain. pada perencanaan daya vi . apa saja faktor penunjang dan penghambat pembinaan anak usia dini di TPA Melati. taman pengasuhan anak Melati Semarang merupakan salah satu lembaga penyelenggara pengasuhan anak usia dini yang dikelola sejak tahun 1994. sedangkan untuk hari Jumat mulai pukul 07. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dalam perencanaan kurikulum dibuat oleh pengelola dan tenaga pendidik yang disarikan dari berbagai literatur tentang pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini. “ Profil Pembinaan Penitipan Anak Usia Dini di Taman Pengasuhan Anak Melati Semarang “. Fokus penelitian ini adalah profil pembinaan penitipan anak usia dini di TPA Melati Semarang yang meliputi : Perencanaan. kegiatan yang dilakukan di TPA Melati berupa pengasuhan dalam rangka membina. Evaluasi dilakukan oleh tenaga pendidik dengan memberikan blangko isian setiap satu bulan sekali.00 sampai 12. dan mengidentifikasi faktor – faktor penunjang dan penghambat pembinaan penitipan anak usia dini di TPA Melati. 2005. Pengorganisasian disusun atas musyawarah bersama para penyelenggara TPA dengan mengacu pada pemberdayaan ibu – ibu Dharma wanita Universitas Diponegoro dan anggapan bahwa mereka dipandang mampu dan mau serta mempunyai latar belakang pengalaman yang cukup meskipun mereka tidak meneruskan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.30 sampai pukul 15. 30 Wib. Dalam pengumpulan data tidak diabaikan juga penggunaan sumber – sumber non manusia seperti dokumen dan catatan – catatan yang tersedia. mendidik. pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi terfokus dan wawancara struktural diakhiri dengan observasi selektif dan wawancara kontras. pengorganisasian. Taman penitipan anak usia dini. Skripsi Jurusan Luar Sekolah. Pelaksanaan pembinaan dilakukan sesuai jadwal yang telah ditetapkan yaitu setiap Senin sampai kami mulai pukul 07. Universitas Negeri Semarang. Informan terdiri dari kepala TPA. Pembinaan dilakukan dengan menyesuaikan seluruh kegiatan dengan usia dan tingkat perkembangan anak. Adapun permasalahan yang muncul adalah bagaimana profil pembinaan penitipan anak usia dini di Taman Pengasuhan Anak Melati Semarang. Fakultas Ilmu Pendidikan. Tenaga pengasuh dan orang tua anak didik di TPA Melati. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tentang profil pembinaan penitipan anak usia dini di TPA Melati.30 Wib. pelaksanaan dan evaluasi.ABSTRAK Dyah Wahyuni. Daya dukung dari penyelenggaraan pembinaan penitipan anak usia dini antara lain: Pada pengorganisasian kegiatan yang diselenggarakan dikelola dengan matang oleh para personil organisasi melalui kegiatan musyawarah terlebih dahulu untuk pengambilan keputusan tentang kegiatan pembinaan.

Dalam pelaksanaan pembinaan perlu dilakukan pemantauan secara terus menerus dan berkesinambungan dari pengelola agar kesalahan dalam kegiatan pembinaan dapat dibenahi secara dini. Berdasarkan temuan – temuan dalam penelitian disarankan agar dalam perencanaan semua anggota organisasi dilibatkan. sarana prasarana yang kurang atau perlu diperbaiki. pengorganisasian. Daya dukung Pelaksanan pembinaan meliputi sumber belajar yang berpengalaman dibidang pengasuhan anak. Sistem evaluasi pembinaan yang dilakukan oleh pendidik melalui pengamatan dan observasi terhadap perkembangan anak yang melibatkan orang tua peserta didik melalui blangko isian yang telah diterapkan agar dipertahankan dan ditingkatkan. kadang kadang datang. Sedangkan faktor penghambat antara lain :Pada pengorganisasian dapat dilihat dari perlunya pemantauan yang lebih intensif dari ikatan pengurus dan pengelola untuk memantau kinerja pengasuh. Pada perencanaan penghambatnya adalah penyediaan sarana dan prasarana yang perlu adanya penggantian dengan yang baru. metode dan teknik yang disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak. pembuatan kurikulum yang mengacu pada beberapa literatur buku tentang perkembangan dan pertumbuhan anak serta perlunya peningkatan ke jenjang yang lebih tinggi. evaluasi. solusi yang diambil pengasuh adalah dengan tetap menbiarkan anak – anak tersebut bermain dengan anak – anak yang lain secara bebas tanpa paksaan dari siapapun. Perlu dilakukan kerjasama dalam setiap kegiatan perencanaan. Daya dukung kegiatan evaluasi di TPA Melati dapat dilihat dari respon orang tua terhadap perkembangan anak yang bisa digunakan untuk lembar evaluasi yang sangat baik. untuk media belajar yang sudah usang dapat diganti dengan yang baru. letak TPA. pelaksanaan dan evaluasi yang lebih baik antara pengelola dengan tenaga pengasuh. pengalaman dan kemampuan anggota. Evaluasi akan terhambat jika kedatangan anak – anak ke TPA Melati hanya dalam waktu singkat. pengelola sebaiknya lebih memberikan kesempatan kepada tenaga pendidik untuk mengembangkan kemampuan dengan cara mengikutkan mereka pada kegiatan – kegiatan pelatihan. Pada pelaksanaan hal yang menghambat adalah pernedaan minat dan pola asuh orang tua. Perlu ditingkatkan kerja sama yang lebih baik antara pengelola dan tenaga pendidik.dukung yang sangat berperan adalah persiapan sumber belajar yang memadai. sarana dan prasarana. penggunaan metode dan teknik pembinaan. Jalan keluar yang diambil pengasuh tetap memantau dan mengisi lembar evaluasi meskipun nantinya lembar tersebut tidak sampai pada orang tua anak didik. Agar fasilitas penunjang yang ada dapat dipertahankan. sarana dan prasarana yang digunakan sesuai dengan fungsinya. vii . Dalam pengorganisasian perlu dipertimbangkan latar belakang pendidikan.

2.MOTTO DAN PERSEMBAHAN MOTTO ‘Kesatuan akan menimbulkan kekuatan. Kakak-kakakku yang selalu memberi motivasi dan bantuan. namun meskipun sulit dicapai tetapi kesatuan layak diperjuangkan untuk mencapai keberhasilan’. kedamaian dan kemenangan. doa. 4. 3. Adik-adikku makasih suportnya. Buat “Ayah” Gue Tersayang Thanks a lot viii . ‘Kesabaran merupakan modal utama mewujudkan semua impian’. Bapak dan Ibu tercinta atas kasih sayang. serta pengorbanannya. PERSEMBAHAN Skripsi ini saya persembahkan untuk : 1.

. Latar Belakang .............................................................................................................. Permasalahan.................................. Pembinaan Anak Usia Dini ................................. E..................................... C...... F........... HALAMAN PERSETUJUAN ........................................................................... BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................. DAFTAR LAMPIRAN ........... Taman Pengasuhan Anak (Penitipan Anak) ................................ D............. ABSTRAK ...........................................................DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ............... C...................................................................................................................................................................................................................... HALAMAN PENGESAHAN ........................ DAFTAR DOKUMENTASI ... Penegasan Istilah ................................................................................................................................... HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN ... Sistematika Skripsi ...................................................... B............................................. DAFTAR ISI ... BAB II KAJIAN PUSTAKA A........... A....................................................................................... Tujuan Penelitian ...................................... KATA PENGANTAR .................................. Pendidikan Anak Usia Dini ........................................... Manfaat Penelitian .......................... B.................................................................. i ii iii iv vi viii ix xii xiii 1 1 4 4 5 6 9 10 19 26 ix .....................

...................... Lokasi Penelitian ... Identitas Responden ..............D....... Fokus Penelitian ......................................................... Sarana dan Prasarana ..... Perencanaan Pembinaan . B.............................................. BAB IV HASIL PENELITIAN A................................................................. Pembahasan Hasil Penelitian ................................ Sumber Data Penelitian ............ 6............................................. Pendekatan Penelitian ....... 1........................................... 5............................ Letak Geografis .............................................. Pelaksanaan Pembinaan ... 3............................................................................................. Organisasi dan Ketenagaan TPA ...... Metode Pengumpulan Data ............................. C.......................................................................... 28 30 31 31 32 33 37 39 41 41 42 42 46 62 71 72 73 119 119 120 122 x ............................................... BAB III METODOLOGI PENELITIAN A............................ Keabsahan Data ..................................... Hasil Penelitian ............................................................................................................ Program Pembinaan .................................................. Penyelenggaraan Program .... 4......... 8...................................................... E............................ 1...................................... 3.......... Hasil Wawancara ..... Pengorganisasian ................. Sejarah Singkat Berdirinya TPA Melati Semarang ................. 2......................................... 2.. B.................. Anak Didik ......... G.. D.... F... 7....................................... Analisis Data ..........

......................................................................saran ..... B....................... LAMPIRAN 123 123 126 130 131 xi .................................. Faktor Pendukung dan Penghambat . DAFTAR PUSTAKA .4.................................. Simpulan ............................... BAB V SIMPULAN DAN SARAN A.... 5.... Saran ................................................................... Evaluasi Pembinaan .............................................................

................................................ 161 161 162 163 xii .................. Kegiatan anak istirahat setelah makan siang ......................DAFTAR DOKUMENTASI PENELITIAN Gambar 1. 3............................ 2.. Kegiatan anak bermain di luar ruangan ...................... Kegiatan bercengkrama pengasuh dengan anak ... Wawancara informan tenaga pengasuh .................. 4.................................

......... Kisi – kisi instrumen ............ Satuan kegiatan harian ............................... 140 141 142 143 144 145 146 147 154 159 160 161 xiii .. 16.............................. 10.................................................... Lembar Observasi .......................................................................... 17.. 4........................................................... 18...................... 9........................................DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1.. Format evaluasi tingkat perkembangan moral dan nilai – nilai agama ............... 133 135 136 2... 137 138 6................. 15... Pedoman wawancara ......... Format evaluasi tingkat perkembangan fisik anak prasekolah usia > 4-5 tahun .............................. 5... Format evaluasi tingkat perkembangan bahasa ..................... 3.......... 139 7........................... Format evaluasi tingkat perkembangan seni ................................................................ Format evaluasi tingkat perkembangan sosial emosional ...... Dokumentasi penelitian ............................ Surat ijin penelitian ................... 8... 14.............................................................. Format evaluasi tingkat perkembangan fisik anak usia > 3-4 tahun ........................................ 12...... 11..................................................... Format evaluasi tingkat perkembangan motorik anak usia 0-1 tahun .................. Format evaluasi tingkat perkembangan kognitif . Format evaluasi tingkat perkembangan fisik anak prasekolah usia 2-3 tahun .......................................................................... 13........ Format evaluasi tingkat perkembangan fisik .......................................................... Surat keterangan penelitian ................................................................ Format evaluasi tingkat perkembangan fisik anak usia 1-2 tahun ...........................

DAFTAR TABEL DAN SKEMA

Tabel 1. Data ketenagaan TPA Melati ................................................................... 2. Lembar observasi lingkungan fisik .......................................................... 3. Data anak didik ......................................................................................... 4. Identitas pimpinan dan tenaga pengasuh .................................................. 5. Identitas orang tua anak didik .................................................................. Skema 1. Proses teknik pengumpulan data menurut Spradley ................................. 2. Struktur organisasi TPA Melati ................................................................ 40 44 46 66 71 72 72

xiv

BAB I

PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG MASALAH
Undang - Undang Dasar 1945 mengamanatkan upaya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa serta agar pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan suatu sistem pengajaran nasional yang diatur dengan Undang - Undang. Pembangunan nasional di bidang pendidikan adalah upaya demi mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas manusia Indonesia dalam mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur berdasarkan pancasila dan undang - undang dasar 1945, yang memungkinkan warganya mengembangkan diri sebagai manusia Indonesia seutuhnya. Untuk mewujudkan pengembangan nasional dibidang pendidikan tersebut diperlukan peningkatan dan penyempurnaan penyelenggaraan pendidikan nasional, yang disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kesenian, perkembangan masyarakat dan kebutuhan pembangunan. Menurut penjelasan umum UU No. 20 tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 1 ayat 1 dikemukakan bahwa pada dasarnya pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif

mengembangkan potensi diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

xv

Iklim pendidikan perlu diciptakan pada semua jalur, seperti yang tercantum dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menyatakan jalur pendidikan terdiri atas pendidikan formal, non formal, dan informal yang dapat saling melengkapi dan memperkaya, agar perkembangan pendidikan menjadi wahana yang tepat untuk mempertinggi kualitas sumber daya manusia, untuk meletakkan dasar yang kuat demi tercapainya masyarakat yang terbuka, demokratis, adil dan sejahtera perkembangan pendidikan dengan kecenderungan baru harus diarahkan agar dapat menampung salah satu tujuan nasional, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan anak usia dini memegang peranan yang sangat penting dan menentukan bagi perkembangan anak selanjutnya, sebab PAUD merupakan fondasi bagi dasar kepribadian anak. Anak yang mendapatkan pembinaan sejak usia dini akan dapat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan fisik , mental, yang itu akan berdampak pada peningkatan prestasi belajar, etos kerja dan produktivitas. Taman penitipan anak adalah lembaga kesejahteraan sosial yang memberikan pelayanan pengganti berupa asuhan, perawatan dan pendidikan bagi anak balita selama anak tersebut ditinggal bekerja oleh orang tuanya. Perlu diketahui bahwa keberadaan taman penitipan anak atau taman pengasuhan anak merupakan suatu kebutuhan masyarakat yang mengalami perubahan struktur keluarga pada umumnya dan pada khususnya di kota-kota besar seperti Semarang. Dalam Undang-undang No: 20 tahun 2003,

xvi

non formal dan atau informal yang berfungsi sebagai pengganti. juga telah menuntut perlunya lembaga atau pihak lain yang mampu menangani pendidikan anak secara lebih profesional. Taman Penitipan Anak (TPA). penambah dan atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat.menyatakan Pendidikan anak usia dini dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal. kompleknya kebutuhan pendidikan anak selaras dengan perkembangan IPTEK. Adapun maksud dan tujuan Taman Penitipan Anak adalah memberikan pelayanan xvii . PAUD yang diselenggarakan pada jalur pendidikan non formal dapat berbentuk Kelompok Bermain (KB). Salah satu lembaga yang diharapkan mampu melaksanakan fungsi tersebut adalah Taman Penitipan Anak atau Taman Pengasuhan Anak ( Depdiknas. 2001 ). Semakin meningkatnya jumlah orang tua yang bekerja diluar rumah membuat fungsi keluarga sebagai tempat untuk mendidik anak semakin berkurang. Taman Penitipan anak adalah Wahana pendidikan dan pembinaan kesejahteraan anak yang berfungsi sebagai pengganti keluarga untuk jangka waktu tertentu selama orang tuanya berhalangan atau tidak memiliki waktu yang cukup dalam mengasuh anaknya karena bekerja atau sebab lain. Pendidikan anak usia dini (PAUD) diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar. Dalam pasal 28 ayat 1 dijelaskan Pendidikan Anak Usia Dini diselenggarakan bagi anak sejak lahir sampai enam tahun dan bukan merupakan prasyarat untuk mengikuti pendidikan dasar. atau bentuk lain yang sederajat.

PERMASALAHAN Permasalahan dapat timbul karena adanya kesenjangan antara apa yang diinginkan dengan kenyataannya. B. xviii . Untuk mengidentifikasi faktor penunjang dan penghambat pembinaan Taman Penitipan Anak Usia Dini Melati Semarang. Faktor penunjang dan penghambat pembinaan Taman Penitipan Anak Melati Semarang. Adapun permasalahannya yang timbul dalam penelitian ini adalah: Bagaimana profil pembinaan penitipan anak usia dini di Taman Pengasuhan Anak Melati Semarang ? Apa faktor penunjang dan penghambat pembinaan penitipan anak usia dini di Taman Pengasuhan Anak Melati Semarang ? C.kepada anak usia dini dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal berdasarkan konsep pendidikan anak usia dini. Menanggapi kondisi yang demikian maka penulis akan berusaha mengungkap tentang : Profil pembinaan penitipan anak usia dini di Tempat Pengasuhan Anak Melati Semarang. TUJUAN PENELITIAN Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah : 1. 2. Untuk Mendeskripsikan tentang profil pembinaan penitipan anak usia dini di Taman Pengasuhan Anak Melati Semarang.

D. evaluasi TPA. Dapat memberikan manfaat bagi pembaca sebagai bahan pemikiran tentang permasalahan yang berkaitan dengan tema pendidikan anak usia dini dan taman penitipan anak ( TPA ). pelaksanaan. dan E. Sebagai bahan masukan dalam teknik manajemen penyelenggaraan PAUD di TPA. MANFAAT PENELITIAN Melalui penelitian ini dapat memberikan manfaat sebagai berikut: Manfaat Teoritis Sebagai bahan masukan untuk pengembangan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan PAUD khususnya pada teknik penyelenggaraan PAUD di Taman Pengasuhan Anak. pengorganisasian. Adapun istilah-istilah yang perlu mendapatkan penegasan dan batasan adalah sebagai berikut : Profil xix . Manfaat Praktis Menambah wawasan peneliti tentang profil penyelenggaraan penitipan anak mulai dari perencanaan. Hasil penelitian ini di harapkan dapat menjadi referensi bagi penelitian lanjutan. maka peneliti perlu memberikan penegasan dan pembatasan tentang istilah-istilah atau kalimat-kalimat yang terangkum dalam judul penelitian. PENEGASAN ISTILAH Untuk menghindari kesalahan pengertian dan kesimpangan serta kekaburan kemungkinan penafsiran dalam pemakaian istilah-istilah yang berkaitan dengan judul penelitian ini.

Dalam American Peoples Encyclopedia (1962:996) profil adalah suatu gambaran yang memperhatikan tingkatan dasar pada bermacam-macam hal sesuai dengan lokasinya. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa profil adalah diskripsi atau gambaran sesuatu yang mencakup ciri-ciri yang melekat pada objek tersebut. dan evaluasi. mental dan perilaku kearah yang lebih baik atau segala usaha yang mengacu pada intensitas pembelajaran dalam kegiatan pendidikan untuk mempelajari hal-hal yang baru dengan tujuan xx . Menurut kamus besar Bahasa Indonesia (2002:897) profil adalah grafik-grafik atau iktisar yang memberikan fakta tentang hal-hal khusus. pelaksanaan. Penggambaran seperti ini berdasarkan data yang dikembangkan oleh pengukuran tentang profil. Pembinaan adalah suatu bentuk dari serangkaian kegiatan untuk merubah sikap. 1986:12). Profil pendidikan anak usia dini di Taman Pengasuhan Anak Melati mencakup perencanaan. Pembinaan Menurut Mangun Hardjana pembinaan diartikan sebagai suatu proses belajar dengan melepaskan hal-hal yang sudah dimiliki dengan tujuan membantu orang yang menjalaninya untuk membetulkan dan mengembangkan pengetahuan dan kecakapan baru untuk mencapai tujuan hidup dan kerja yang sedang dijalani secara lebih efektif (Mangun Hardjana. pengorganisasian.

disiplin. Taman Penitipan Anak Taman penitipan anak adalah wahana pendidikan dan pembinaan kesejahteraan anak yang berfungsi sebagai pengganti keluarga untuk jangka waktu tertentu selama orang tuanya berhalangan atau tidak memiliki waktu yang cukup dalam mengasuh anaknya karena bekerja atau sebab lain (Depdiknas. d. Perkembangan moral. motorik. Perkembangan emosional. moral – emosional dan intelektual. xxi .mengembangkan pengetahuan. Banyak aspek – aspek kepribadian yang dapat ditanamkan pada anak. e. Usia dini juga merupakan periode penting bagi pembentukan kepribadian anak di kemudian hari. Anak Usia Dini Anak usia dini merupakan masa yang paling baik dan sangat kritis bagi perkembangan fisik. empati. Perkembangan kognitif. harga diri dan aktualisasi diri. mengarahkan dan membetulkan kearah yang lebih baik. 2001: 3). etika. Aspek perkembangan anak yaitu aspek – aspek yang dikembangkan dalam diri anak melalui PAUD. Aspek perkembangan anak tersebut meliputi : a. namun pembinaan menekankan pengembangan manusia pada segi praktis. Perkembangan sosial. Pembinaan merupakan bagian dari pendidikan. kerjasama. c. Perkembangan fisik – motorik. b.

f. kata pengantar. Perkembangan kreativitas dan daya cipta. xxii . untuk memperhalus bahasanya maka istilah penitipan diganti dengan pengasuhan. Sistematika yang digunakan adalah sebagai berikut: BAB I : Pendahuluan. Slamet . halaman motto dan persembahan. tujuan. yang membahas alasan pemilihan judul. permasalahan. Tempat pengasuhan anak sebagaimana dimaksudkan diatas merupakan bagian dari pada pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal. Perkembangan bahasa dan literasi g. manfaat. Taman Penitipan Anak ( TPA ). SISTEMATIKA SKRIPSI Skripsi ini dibagi dalam lima bab yang didahului dengan halaman judul. penegasan istilah dan sistematika skripsi. daftar isi dan intisari skripsi. F. ( Suyanto. 2003 : 53 – 81 ) Tempat Pengasuhan Anak “Melati” Istilah lama diartikan tempat penitipan anak. seperti yang tercantum dalam UU No. 20 tahun 2003 bahwa pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan non formal berbentuk kelompok bermain ( KB ). halaman pengesahan. atau bentuk lain yang sederajat.

bab ini menguraikan tentang berbagai teori. subjek penelitian. Bagian akhir dari skripsi ini berisi daftar pustaka untuk menyusun skripsi dan lampiran. BAB IV : Hasil penelitian dan pembahasan.BAB II : Tinjauan pustaka. xxiii . lokasi penelitian. keabsahan data dan analisis data. konsep dan pendapat para ahli yang ada hubungannya dengan permasalahan penelitian. bab ini berisi uraian hasil penelitian dan pembahasan hasil penelitian. bab ini menguraikan tentang pendekatan penelitian. metode pengumpulan data. bab ini menguraikan tentang simpulan dari hasil penelitian yang dilakukan sekaligus memberikan saran terhadap obyek yang telah diteliti serta pihak tersebut. BAB : Penutup. BAB III : Metode penelitian.

Pendidikan anak usia dini merupakan upaya yang terencana dan sistematis yang dilakukan oleh pendidik atau pengasuh anak usia 0-8 tahun dengan tujuan agar anak mampu mengembangkan potensi yang dimiliki secara optimal (Rahman. Pentingnya PAUD Pendidikan Anak Usia Dini memegang peranan yang sangat penting dan menentukan bagi sejarah perkembangan anak selanjutnya. 2002: 2). xxiv .BAB II KAJIAN PUSTAKA Pendidikan Anak Usia Dini ( PAUD ) Pengertian Pendidikan Anak Usia Dini Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan pada anak dan sejak usia dini yang dilakukan melalui pemberian berbagai rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani anak agar memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan dasar dan dalam kehidupan tahap berikutnya (Depdiknas. Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa pendidikan anak usia dini adalah upaya pembinaan anak usia dini (0-8 tahun) yang dilakukan melalui pemberian berbagai rangsangan pendidikan dengan tujuan agar anak mampu mengembangkan potensi yang dimiliki secara optimal. S. 2001: 2). Hibana.

yang akan berdampak pada peningkatan prestasi belajar. 80 % hingga usia 8 tahun dan selebihnya di proses hingga anak usia 18 tahun. maka tahap perkembangan otak pada usia dini menempati posisi yang paling vital. masa bayi hingga anak berusia kurang dari 8 tahun. Ditinjau dari perkembangan otak manusia. etos kerja dan produktivitas dan pada akhirnya anak akan lebih mampu untuk mandiri dan mengoptimalkan potensi yang dimiliki. 2002: 45). Lebih jelasnya bayi lahir telah mencapai perkembangan otak 25 % orang dewasa. Anak yang mendapatkan pembinaan sejak usia dini akan dapat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan fisik dan mental. Untuk mencapai kesempurnaan perkembangan otak manusia 50 % dicapai hingga usia 4 tahun. bahkan secara tidak langsung sejak anak masih dalam kandungan. Fungsi dan Tujuan PAUD Fungsi PAUD berfungsi untuk : Memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada anak untuk mengikuti pendidikan anak usia dini sesuai dengan potensi yang dimiliki. xxv . Proses PAUD dimulai sejak anak dalam kandungan.sebab pendidikan anak usia dini merupakan fondasi bagi dasar kepribadian anak. yakni meliputi 80 % perkembangan otak. Oleh sebab itu usia dini disebut sebagai usia emas “Golden Age “ karena perkembangannya yang luar biasa (Rahman.

Dengan demikian PAUD berfungsi untuk memberikan kesempatan pada anak untuk mengikuti pembinaan dalam mengembangkan potensi anak secara utuh. Secara umum tujuan program PAUD adalah menfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal dan menyeluruh sesuai dengan norma. Membantu memperbaiki mutu dan relevansi pendidikan anak usia dini.norma dan nilai kehidupan yang dianut. masyarakat (kelompok bermain. penitipan anak). (Santoso Soegeng. menyatakan bahwa pendidikan prasekolah adalah pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan xxvi . Tujuan PAUD Tujuan PAUD adalah mengembangkan seluruh potensi anak (the whole child) agar kelak dapat berfungsi sebagai manusia yang utuh sesuai dengan falsafah suatu bangsa (Suyanto. Secara khusus tujuan program PAUD tercantum dalam Undang . 2003 :3).Membantu memfasilitasi pengembangan potensi anak secara utuh di lingkungan keluarga. 2002: 25).Undang pendidikan prasekolah. Berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 1990 tentang pendidikan prasekolah. Pendidikan anak usia dini dikenal dengan istilah pendidikan prasekolah. Slamet. Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia. Memberdayakan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan anak usia dini.

kanak bertujuan membantu meletakkan dasar kearah perkembangan sikap. Masa kanak.kanak yang menyatakan bahwa taman kanak. sosial. psikis.kanak juga masa yang paling penting untuk sepanjang usia hidupnya. sebab dasar awal cenderung bertahan dan akan mempengaruhi sikap dan perilaku anak sepanjang hidupnya. moral dan sebagainya. dibanding dengan sepanjang usianya yang sangat membutuhkan stimulasi fisik dan mental ( Rahman. Beberapa hal yang menjadi alasan pentingnya memahami karakteristik anak usia dini. Sebab masa kanak. perilaku.perkembangan jasmani dan rohani anak didik diluar lingkungan keluarga sebelum memasuki pendidikan dasar. sebab usia tersebut merupakan periode diletakkannya struktur yang dibangun untuk sepanjang hidupnya. 2002: 30-31 ). yaitu : Anak usia dini merupakan usia yang paling penting dalam tahap perkembangan manusia. pengetahuan. Menurut rumusan keputusan menteri pendidikan dan kebudayaan RI Nomor 0486/ 4/ 1992 tentang taman kanak. disamping itu dasar awal akan cepat berkembang menjadi kebiasaan.kanak adalah masa pembentukan fondasi dan dasar kepribadian yang akan menentukan pengalaman anak selanjutnya. 2002: 48 ). Pentingnya Memahami Anak Usia Dini Anak usia dini memiliki karakteristik yang khas. baik secara fisik. keterampilan dan daya cipta yang diperlukan oleh anak didik dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan dan untuk pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya ( Rahman. Pengalaman awal sangat penting. yang diselenggarakan di jalur sekolah atau pendidikan luar sekolah. xxvii . Perkembangan fisik dan mental mengalami kecepatan yang luar biasa.

Secara bertahap pancaindera anak difungsikan lebih sempurna.hal yang dibutuhkan oleh anak. penciuman. Menaruh harapan dan tuntutan terhadap anak secara realistis. penglihatan. Usia 4 – 6 Tahun xxviii . khususnya pada masa kanak. Cara belajar anak mengalami perkembangan seiring dengan bertambahnya usia. Anak belajar dengan seluruh panca inderanya untuk dapat memahami sesuatu. Mengetahui bagaimana membimbing proses belajar anak pada saat yang tepat sesuai dengan kebutuhannya.kanak awal. Mampu mengembangkan potensi anak secara optimal sesuai dengan keadaan dan kemampuannya. Mengetahui tugas . dan dalam waktu singkat ia akan beralih ke hal lain untuk dipelajari. Keinginan anak untuk belajar menjadikan ia aktif dan eksploratif. Usia 2 – 3 Tahun Anak melaksanakan proses belajar dengan sungguh – sungguh. Usia 0 – 1 tahun Anak belajar dengan mengandalkan kemampuan pancaindera (Pendengaran.tugas perkembangan anak sehingga memberikan stimulasi kepada anak agar dapat melaksanakan tugas perkembangan dengan baik. Cara Belajar Anak Usia Dini Anak pada usia dini ( 0-8 tahun ) memiliki kemampuan belajar yang luar biasa.Dengan memahami karakteristik anak usia dini adalah diharapkan orang dewasa dapat : Mengetahui hal . c. Sehingga usia satu tahun anak ingin mempelajari apa saja yang dilihat dengan menggerakkan seluruh panca indera. Ia memperhatikan apa saja yang ada dilingkungannya untuk kemudian ditiru. b. yang bermanfaat bagi perkembangan hidupnya. secara garis besar dapat diuraikan sebagai berikut : a. peraba dan perasa).

Kemampuan berbahasa anak semakin baik. sistem evaluasi yang dilakukan untuk anak usia dini lebih bersifat natural. Hal utama yang membedakan karakteristik program pendidikan anak usia dini adalah tuntutan tingkat perkembangan dan cara belajarnya. alamiah. Sistem evaluasi. Media dan sarana. d. Anak adalah peserta didik aktif b. Materi pelajaran. d. Usia 7 – 8 Tahun Perkembangan anak dari berbagai aspek sudah semakin baik. Anak melaksanakan proses belajar dengan cara yang semakin komplek. c. lebih cenderung menunjukan keceriaan. lebih menekankan metode yang bersifat rekreatif daripada metode ceramah. Mendorong anak untuk membangun dan mengembangkan idenya sendiri. e. perlu lebih meriah. kerjasama. Desain ruangan.prinsip PAUD. Memberikan kesempatan anak untuk berpartisipasi aktif d. begitu anak mampu berkomunikasi dengan baik maka akan segera diikuti proses belajar anak dengan cara bertanya. Pada penelitian ini peneliti dapat melakukan pengamatan mengenai cara belajar anak seiring dengan bertambahnya usia anak dan kebutuhan perkembangannya Karakteristik Program PAUD Program pendidikan untuk anak usia dini memiliki karakteristik tersendiri. aman dan menyenangkan. yaitu suatu program pembelajaran yang dapat menyajikan suatu aktivitas anak secara terpadu. Metode pendidikan. lebih terintegrasi. Prinsip. xxix . f. mulai mampu membaca dan berkomunikasi secara halus. berbeda dengan program pendidikan sesudahnya. antara lain : a. perlu dipilih sarana yang memudahkan dan memancing anak untuk terlibat. b.prinsip PAUD Prinsip. yaitu : a. Karakteristik guru. kreatif dan menantang bagi anak untuk bereksplorasi. ia menggunakan pancainderanya untuk menangkap berbagai informasi dari luar. dan keterlibatan secara total dengan kegiatan anak. Tingkat perkembangan dan cara belajar anak membawa konsekuensi langsung terhadap sifat dan isi program pendidikan anak usia dini . Beberapa karakteristik program pendidikan anak usia dini. termasuk juga cara penyampaian. Menyediakan fasilitas agar anak belajar melalui bermain dan bermain sambil belajar c.

Bentuk. Taman Kanak. 2002: 58-62).e. Sekolah Dasar Sekolah Dasar adalah jenjang pendidikan formal pertama setelah taman kanak.Kanak Al-Qur’an ) TKA adalah program bagi anak usia 4-6 tahun. Kelompok bermain Taman bermain merupakan tempat bermain dan belajar bagi anak sebelum memasuki taman kanak. Memotivasi anak untuk mengembangkan potensi diri tanpa takut berbuat salah ( Rahman.Bentuk Program PAUD Program pendidikan anak usia dini ( 0-8 Th ) memiliki beberapa bentuk organisasi. TKA ( Taman Kanak. Hibana. xxx . TPA ( Taman Pendidikan Al-Qur’an ) TPA merupakan program pendidikan bagi anak usia 7-12 tahun. Pelayanan ini diberikan dalam bentuk peningkatan gizi. yang materinya lebih menekankan pada materi Al-Qur’an. Taman Penitipan Anak ( TPA ) Usaha Kesejahteraan Sosial RI.kanak (Rahman. sebab pendidikan keluarga merupakan fondasi bagi anak untuk membangun struktur kepribadian selanjutnya. emosional dan sosial. (Depdiknas. Taman penitipan anak merupakan lembaga kesejahteraan sosial yang memberikan pelayanan pengganti berupa asuhan. karena ditinggalkan orang tua atau ibunya bekerja.bentuk program PAUD sebagai berikut : Pendidikan keluarga ( 0-3 Th ) Pada tahap ini pendidikan anak masih berada pada lingkup terkecil. pengembangan. S.anak balita yang dikhawatirkan akan mengalami hambatan dalam pertumbuhannya. intelektual. 2002: 55 ). yang materinya lebih menekankan pada materi Al-Qur’an. tempat penitipan anak adalah lembaga sosial yang memberikan pelayanan kepada anak.kanak. perawatan dan pendidikan bagi anak balita selama anak tersebut ditinggal bekerja oleh orang tuanya (Rahman. bentuk . yakni keluarga.kanak merupakan jenjang pendidikan setelah Playgroup. sebelum anak masuk sekolah dasar.Kanak Taman kanak. Pendidikan keluarga merupakan pendidikan pertama dan utama bagi anak. 2002: 59). 2001: 3) Menurut Rapat koordinasi anak. TPA adalah wahana pendidikan dan pembinaan kesejahteraan anak yang berfungsi sebagai pengganti keluarga untuk jangka waktu tertentu selama orang tuanya berhalangan atau tidak memiliki waktu yang cukup dalam mengasuh anak karena bekerja atau sebab lain.

emosional dan sosial (Patmonodewo. 2002. pembinaan yang dilakukan lembaga xxxi . Dalam Rapat hasil koordinasi “Usaha Kesejahteraan Anak“ Departemen sosial RI.Dengan melihat bentuk – bentuk program pendidikan anak usia dini dapat disimpulkan bahwa Taman Pengasuhan atau Penitipan Anak Melati merupakan salah satu bagian dari program pembinaan anak. dikemukakan TPA merupakan lembaga sosial yang memberikan pelayanan kepada anak . Penitipan anak atau TPA adalah lembaga kesejahteraan sosial yang memberikan pelayanan pengganti berupa asuhan. Dengan demikian pembinaan penitipan anak usia dini di TPA Melati merupakan latihan. 2003: 71).anak balita yang dikawatirkan akan mengalami hambatan dalam pertumbuhannya. 1986:12). perawatan dan pendidikan bagi anak balita selama anak tersebut ditinggal bekerja oleh orang tuanya ( Rahman. Pelayanan ini diberikan dalam bentuk peningkatan gizi. pendidikan. 59 ). Pembinaan Anak Usia Dini Pengertian Menurut Mangun Hardjana pembinaan diartikan sebagai suatu proses belajar dengan melepaskan hal-hal yang sudah dimiliki dengan tujuan membantu orang yang menjalaninya untuk membetulkan dan mengembangkan pengetahuan dan kecakapan baru untuk mencapai tujuan hidup dan kerja yang sedang dijalani secara lebih efektif (Mangun Hardjana. pengembangan intelektual. karena ditinggalkan orang tua atau ibunya bekerja.

xxxii . mengenal dan percaya akan ciptaan Tuhan dan mencintai sesama.emosional. pengembangan sosial . Anak mampu mengelola ketrampilan tubuh termasuk gerakan – gerakan yang mengontrol gerakan tubuh. pengembangan kognitif. Anak mampu berfikir logis. memberi alasan. pengembangan bahasa. memecahkan masalah dan menemukan hubungan sebab akibat.dengan memberikan pelayanan kepada anak usia dini yang dikawatirkan akan mengalami hambatan dalam pertumbuhannya selama ditinggal orang tua atau ibunya bekerja dalam bentuk pengembangan moral dan nilai – nilai agama. pengembangan fisik. gerakan halus dan gerakan kasar. kritis. Tujuan Pembinaan Anak Usia Dini Tujuan Umum Kegiatan pembinaan bertujuan mengembangkan potensi anak sejak dini sebagai persiapan untuk hidup dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya termasuk siap memasuki pendidikan dasar. Tujuan khusus Kegiatan pembinaan secara khusus bertujuan agar : Anak mampu melakukan ibadah. Anak mampu menggunakan bahasa untuk pemahaman bahasa pasif dan dapat berkomunikasi secara efektif yang bermanfaat untuk berfikir dan belajar. serta menerima rangsangan sensorik ( pancaindera ). dan pengembangan seni.

Bertahap adalah mengikuti tahap perkembangan usia anak yaitu usia 3 bulan sampai 3 tahun dan usia 3 tahun sampai 6 tahun. 53-55 ). Anak memiliki kepekaan terhadap irama. nada. Adapun prinsip – prinsip pendidikan untuk anak usia dini seperti yang dirumuskan oleh Tina Bruce (1987) dalam tulisan Aswarni Sudjud (1997) ada sepuluh prinsip – prinsip pendidikan anak usia dini. mental dan kesehatan sama pentingnya seperti berfikir dan aspek psikis lainnya. merupakan masa persiapan untuk menghadapi kehidupan yang akan datang. Fisik. yaitu : Usia anak adalah sebagian dari kehidupan secara keseluruhan. lingkungan sosial. 2002: 4 ). Orang – orang yang ada disekitar anak dalam melaksanakan interaksi dengan anak merupakan hal yang penting. birama.Anak mampu mengenal lingkungan alam. xxxiii . Suatu kehidupan terjadi dalam diri anak ( inner life ) khususnya pada kondisi yang menunjang. dimana dalam lingkungan tersebut termasuk orang dewasa dan pengetahuan itu sendiri ( Rahman. peranan masyarakat dan menghargai keragaman sosial serta mampu mengembangkan konsep diri. Motivasi intrinsik akan menghasilkan inisiatif tersendiri (Self Directed Activity) yang sangat bernilai. Penyelenggaraan Program Pembinaan Adapun penyelenggaraan program pembinaan anak mencakup : Program pembinaan Program pembinaan yang dipergunakan adalah kurikulum program pembinaan yang dibuat lembaga sesuai dengan kebutuhan anak usia dini. Program pendidikan pada anak usia dini perlu menekankan disiplin. bertahap dan terpadu. S. PAUD merupakan interaksi antara anak dengan lingkungan. Pembelajaran pada anak usia dini saling terkait tidak dapat di pisahkan. Hibana. kontrol diri dan rasa memiliki. Titik tolak hendaknya pada apa yang dapat dikerjakan anak. bukan apa yang tidak dapat dikerjakan anak. berbagai bunyi. bertepuk tangan serta menghargai hasil karya yang kreatif ( Depdikbud. 2002. Prinsip-prinsip pembinaan 1) Program pembinaan dibangun berdasarkan prinsip-prinsip pendidikan anak secara tepat. Masa peka untuk mempelajari sesuatu pada tahap perkembangan tertentu perlu di observasi. sikap positif terhadap belajar.

minat. Pengorganisasian a. 2) Proses pembinaan dalam satu minggu minimal 3 kali pertemuan atau dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. 2) 3) 4) 5) Tersedianya sarana dan prasarana pembinaan Adanya kurikulum pembinaan Adanya tenaga pembinaan yang melaksanakan kurikulum program pembinaan Tersedianya sumber dana untuk pelaksanaan pembinaan Proses Pembinaan 1) Proses pembinaan dalam satu hari minimal 2 jam @ 45 menit atau disesuaikan dengan kebutuhan situasi dan kondisi anak. bakat. 5) Program pembinaan memberikan pengalaman nyata bagi anak sehingga termotivasi dan memperoleh pengalaman belajar yang bermakna. keluarga. situasi dan kondisi anak (Depdiknas. 2001:7-8 ) Organisasi penyelenggara Organisasi penyelenggaraan taman pengasuhan anak adalah perorangan. 3) Program pembinaan menekankan proses interaksi dengan orang dewasa.prinsip perencanaan Dalam menyusun perencanaan.Berulang artinya latihan atau simulasi diberikan secara berulang-ulang (anak memerlukan pengulangan dalam belajar) Terpadu adalah mengintegrasikan seluruh aspek pengembangan anak (pembentukan perilaku melalui pembahasan dan pengembangan kemampuan dasar). kelompok dan atau organisasi kemasyarakatan dalam penyelenggaraan pembinaan yang memenuhi syarat sebagai berikut : 1) Adanya anak didik berusia sekurang . 2001:5-6). Perencanaan Prinsip . mencoba benda-benda). 4) Program pembinaan dikembangkan untuk memberi kesempatan anak untuk berpartisipasi aktif melalui kegiatan permainan (menyentuh. hendaknya memperhatikan prinsip – prinsip sebagai berikut : xxxiv . ( Depdikbud. 2) Program pembinaan disesuaikan dengan usia. dan tingkat perkembangan yang berbeda-beda pada setiap anak secara individual.kurangnya 3 bulan sampai dengan 6 tahun (kecuali pada kasus khusus) dengan sejumlah lima orang atau lebih. mengenal. kemampuan. teman sebaya dan bendabenda disekitarnya.

menyanyi) xxxv . Pelaksanaan 1) Tema Merupakan wadah yang berisi unsur-unsur kegiatan untuk mengembangkan kemampuan anak. Tema yang diberikan sesuai dengan kemampuan anak dan usia anak yang berisi tentang tema keagamaan. pengembangan fisik. pengembangan bahasa. pengembangan kognitif. dan pengembangan seni. pengembangan sosial-emosional. 2) Metode pembinaan (bermain sambil belajar) a) Persyaratan metode : Membuat anak aktif dan banyak terlibat Memberi kesempatan pada anak untuk mengembangkan kreativitas Sesuai dengan usia dan kemampuan anak Tidak membosankan anak Memungkinkan bagi anak untuk memilih aktivitas b) Metode pokok (Bermain) c) Metode pelengkap (Latihan. b) Pembinaan dilakukan dalam suasana bermain sambil belajar.a) Berorientasi pada kebutuhan dan usia anak dalam berbagai pengembangan yang ingin dicapai dalam pembinaan. Satuan kegiatan harian Satuan kegiatan mingguan b. bercerita.

untuk memperhalus bahasanya maka istilah penitipan diganti dengan pengasuhan. xxxvi . c. Taman Pengasuhan Anak atau Penitipan Anak Pengertian Taman Penitipan Anak Istilah lama diartikan tempat penitipan anak. sarana dan peralatan pendukung belajar. 4) Pengelolaan proses pembinaan Pengelolaan proses pembinaan dilakukan penyelenggara berupa persiapan – persiapan yang dilakukan bersama dengan pengasuh mulai dari proses pembinaan (pelaksanaan) yang berakhir pada penilaian atau evaluasi.3) Persiapan sarana pembinaan Persiapan sarana pembinaan anak berupa perlengkapan ruangan. Penilaian Pembinaan / evaluasi Penilaian pembinaan dilakukan dengan menggunakan instrumen dalam bentuk pengamatan observasi yang digunakan untuk merekam proses dan hasil dari suatu aktivitas sehari-hari di TPA d. Komunikasi Lembaga mengkomunikasikan hasil pembinaan dengan memberikan format penilaian yang telah diisi kepada orang tua untuk digunakan sebagai hasil akhir yang telah ditempuh dalam tiap tahap perkembangan anak.

anak balita yang dikhawatirkan akan mengalami hambatan dalam pertumbuhannya. (Depdiknas. intelektual.Tempat Penitipan Anak adalah wahana pendidikan dan pembinaan kesejahteraan anak yang berfungsi sebagai pengganti keluarga untuk jangka waktu tertentu selama orang tuanya berhalangan atau tidak memiliki waktu yang cukup dalam mengasuh anak karena bekerja atau sebab lain. emosional dan sosial. Pelayanan ini diberikan dalam bentuk peningkatan gizi. karena ditinggalkan orang tua atau ibunya bekerja. 59 ). Tujuan TPA xxxvii . Tempat Penitipan Anak adalah lembaga sosial yang memberikan pelayanan kepada anak. 2001: 3) Menurut rapat koordinasi Usaha Kesejahteraan Sosial RI. Hibana. Taman penitipan anak merupakan lembaga kesejahteraan sosial yang memberikan pelayanan pengganti berupa asuhan. Fungsi dan tujuan TPA Fungsi TPA Fungsi TPA adalah wahana pendidikan dan pembinaan kesejahteraan anak sebagai pengganti keluarga untuk jangka waktu tertentu selama orang tuanya berhalangan atau tidak memiliki waktu yang cukup dalam mengasuh anaknya karena bekerja atau sebab lain (Depdiknas. ( Rahman. pengembangan. S. perawatan dan pendidikan bagi anak balita selama anak tersebut ditinggal bekerja oleh orang tuanya. 2001: 3). 2002.

Sudjana. 1992: 41). penggunaan pengetahuan dan teknik secara alamiah. serta tindakan atau kegiatan yang terorganisasi. Perencanaan adalah proses yang sistematis dalam pengambilan keputusan tentang tindakan yang akan dilakukan pada waktu yang akan datang (H.1) Memberikan pelayanan kepada anak usia dini dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal berdasarkan konsep PAUD. ketrampilan dan sikap keluarga yang mempunyai anak usia dini dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal. sebab hanya dengan perencanaan yang baik maka suatu kegiatan tersebut hampir dapat dipastikan akan berjalan dengan baik pula. Dikatakan sistematik karena perencanaan dilaksanakan dengan menggunakan prinsip – prinsip tertentu dalam proses pengambilan keputusan. 2) Meningkatkan pengetahuan. Penyelenggaraan Program Perencanaan Kegiatan dalam bentuk apapun akan dapat berjalan dengan baik apabila direncanakan sebelumnya. Pada perencanaan kegiatan ini terlebih dahulu pengelola dan tenaga pengasuh membuat xxxviii . Menurut William Kami (1986) menyatakan untuk mendorong kemampuan berfikir anak sebaiknya guru merancang suatu kegiatan yang memungkinkan masing – masing anak untuk mendapatkan kesempatan khusus untuk memutuskan sendiri kegiatan mana yang dipilih.D.

Untuk pengorganisasian kegiatan dilakukan bersama – sama oleh pengurus dan pengasuh dalam musyawarah yang didalamnya dibahas secara teknis penyelenggaraan program pembinaan. Pelaksanaan pembinaan penitipan anak dilakukan secara pelan dan pasti yang menyangkut pengembangan moral dan nilai – nilai xxxix . Dalam proses manajemen pelaksanaan merupakan proses yang sangat penting sebagai tindak lanjut dari fungsi perencanaan dan pengorganisasian. (Didiet Hardjito. 1994 pengorganisasian merupakan suatu proses mengelompokkan dan mengatur serta membagi tugas-tugas atau pekerjaan diantara para anggota organisasi agar tujuan organisasi dapat dicapai dengan efisien. 1995 : 76). Menurut Hani Handoko. Pelaksanaan Setelah perencanaan dan pengorganisasian maka fungsi pelaksanaan baru dilakukan agar dapat merealisasikan tujuan yang ingin dicapai.satuan kegiatan harian dan satuan kegiatan mingguan yang pembuatannya dimusyawarahkan dalam forum. Pengorganisasian Pengorganisasian merupakan usaha untuk mengintegrasikan sumber-sumber manusiawi dan non manusiawi yang diperlukan kedalam suatu kesatuan dalam melaksanakan kegiatan sebagaimana telah direncanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

pengembangan sosial . pengembangan fisik.agama. pengembangan bahasa. Dalam pembinaan ini evaluasi dilakukan melalui kegiatan pengamatan yang dijalankan pengasuh untuk mengetahui tingkat perkembangan anak secara pasti dalam tiap harinya. Evaluasi Menurut Brewer (1992) penilaian atau evaluasi adalah penggunaan sistem evaluasi yang bersifat menyeluruh untuk menentukan kualitas dari suatu program atau kemajuan dari seorang anak. pengembangan kognitif. emosional. 2003 : 138). fisik maupun perkembangan intelektual. (Patmodewo. dan pengembangan seni.emosional. Biasanya penilaian dikaitkan dengan penilaian terhadap perkembangan sosial. xl .

1993:203). menurut Bodgan dan Biklen (1982. 1999) hakekat penelitian adalah untuk mencari kebenaran yang dapat diujikan oleh orang secara obyektif untuk memperoleh kebenaran ilmiah. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan kualitatif yaitu pendekatan yang memandang obyek kajian terdiri dari unsur yang saling terkait dan mendeskripsikan fenomena yang andal (Arikunto. 27-30) dalam Moleong (2002: 4-8) bahwa penelitian kualitatif memiliki lima ciri. tetapi mendeskripsikan. Sudarsono. Agar peneliti dapat mendeskripsikan secara jelas dan rinci serta dapat memperoleh data yang mendalam dari fokus penelitian ini.BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian Menurut (FX. Sesuai dengan judul yaitu tentang Profil Pembinaan Penitipan Anak Usia Dini di Taman Pengasuhan Anak Melati maka. menguraikan dan menggambarkan tentang permasalahan yang akan di bahas yang berkenaan dengan profil pembinaan anak usia dini di Taman Penitipan Anak dan faktor penunjang serta penghambat pembinaan. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif karena tidak menggunakan angka-angka. yaitu : xli . maka peneliti menggunakan metode kualitatif. Untuk memperoleh kebenaran tersebut digunakan metode pendekatan kualitatif dan kuantitatif.

C. Lebih mementingkan tentang makna (essensial). pelaksanaan. 4. dengan ruang lingkup perencanaan. 3. 2. Bersifat deskriptif yaitu data yang dikumpulkan berbentuk kata-kata atau gambar daripada angka. Penentuan lokasi penelitian dimaksudkan untuk mempermudah dan memperjelas obyek yang menjadi sasaran penelitian. Dilaksanakan dengan latar alami. Hayam Wuruk 1A Semarang. Lokasi dalam penelitian ini adalah tempat pengasuhan anak Melati Jl. dan evaluasi.1. pengorganisasian. Dalam menganalisis data cenderung cara induktif. B. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian adalah obyek penelitian dimana kegiatan penelitian dilakukan. 5. Fokus Penelitian Fokus penelitian berisi pokok kajian yang menjadi pusat perhatian. Lebih memperhatikan proses daripada hasil atau produk semata. pemilihan lokasi penelitian tersebut karena TPA Melati berada di tengah lingkungan perkantoran / kampus. Profil pembinaan penitipan anak usia dini di Taman Pengasuhan Anak Melati. karena merupakan alat penting adalah adanya sumber data yang langsung dari peristiwa. sehingga permasalahan tidak terlalu luas. yaitu: 1. xlii .

pengasuh. Untuk mendukung kegiatan penelitian ini. Pengambilan informasi penelitian dilakukan dengan mengambil informasi dari satu orang kepala TPA. 2001: 90 ). Adapun penulis memilih 10 informan tersebut didasarkan pada keaktifan beliau – beliau berada di TPA Melati diantaranya 1 orang pimpinan dan 4 orang pengasuh yang selalu ada di TPA dan 5 orang tua xliii . latar belakang penelitian ( Moleong.2.orang yang dimanfaatkan untuk memberikan informasi tentang situasi dan kondisi. Sumber Data Penelitian Menurut Lofland dan Lofland (1984 : 47) Sumber data utama dalam penelitian kualitatif adalah kata-kata dan tindakan selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dan lain . 2001 : 112 ). dilakukan pengumpulan data primer melalui wawancara yang bersumber dari informan penelitian. Adapun sumber data primer berupa wawancara kepada informan dan observasi. Pemilihan informan penelitian berdasarkan pada tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui Profil TPA Melati dan faktor penunjang serta penghambat pembinaan. 4 orang pengasuh. dan 5 orang tua peserta didik. sedangkan sumber data sekunder berasal dari dokumentasi.lain ( Moleong. anak didik baik itu mengenai sarana prasarana maupun lingkungannya. orang tua. Faktor penunjang serta penghambat pembinaan penitipan anak usia dini yang berasal dari penyelenggara. Dalam penelitian ini sumber data terdiri dari sumber data primer dan sumber data sekunder. Informan adalah orang. D.

Untuk mengetahui gambaran awal tentang subyek penelitian. Teknik pengamatan didasarkan atas pengalaman secara langsung. peneliti mengobservasi terlebih dahulu situasi sosial lokasi penelitian. b. Teknik pengamatan memungkinkan peneliti mampu memahami situasi-situasi yang rumit. Metode Pengumpulan Data Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis data dilakukan bersama dengan pengumpulan data. d. E.anak didik yang aktif menitipkan anaknya disana. adapun metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah sebagai berikut : 1. Metode Observasi Merupakan metode pengumpulan data esensial dalam penelitian terlebih menggunakan pendekatan kualitatif. Pengamatan memungkinkan peneliti mencatat peristiwa dalam situasi proporsional maupun pengetahuan yang langsung diperoleh dari data. Adapun yang dilakukan adalah pengumpulan data lewat wawancara. Teknik pengamatan juga memungkinkan melihat dan mengamati sendiri. xliv . Pengamatan atau observasi dimanfaatkan sebesar-besarnya seperti yang dikemukakan oleh Guba dan Lincoln (1981: 191-193) bahwa: a. Untuk memperoleh data dan informasi yang sebanyak banyaknya. maka peneliti harus lebih dahulu mengadakan survey terhadap situasi sosial dan kondisi sasaran penelitian. c.

kegiatan. 2000:135). sesuatu dimasa lalu. memproyeksikan sesuatu yang diharapkan dimasa depan (Guba dan Lincoln dalam Moleong. umur. Adapun garis besar pertanyaan yang akan ditanyakan dalam wawancara tersebut adalah : a. 2. pendidikan terakhir. Wawancara dan observasi dipedomani dan dikembangkan sebagaimana yang diajukan oleh Spadley (Sanapiah: 1999: 91-108) yang diawali dengan observasi dan wawancara struktural serta diakhiri dengan observasi selektif dan wawancara kontras. Dalam penelitian ini peneliti melakukan wawancara dengan orang tua anak asuh TPA Melati. Metode wawancara adalah suatu metode pengumpulan data dengan jalan wawancara yaitu mendapatkan informasi dengan cara bertanya langsung kepada responden. meliputi : Nama. organisasi. pekerjaan dan alamat. 2) Pendapat orang tua tentang motivasi orang tua dan peran orang tua dalam proses. peneliti mengadakan pengamatan situasi sosial lokasi penelitian serta mengetahui secara langsung kegiatan pengasuhan yang terjadi di TPA Melati Semarang. Metode Wawancara Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. Metode pengumpulan data dalam bentuk komunikasi verbal yang dapat mengkonstruksikan mengenai orang. b. Adapun pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan wawancara terstruktur dimana pada wawancara ini menggunakan pedoman wawancara yang dijabarkan dalam bentuk deskripsi. Dalam pengumpulan data tidak diabaikan juga penggunaan sumber-sumber non manusia seperti dokumentasi dan catatan-catatan yang tersedia. pelaksanaan dan evaluasi pembinaan anak di TPA Melati. hasil pertanyaan atau jawaban ditulis dalam lembaran yang disediakan. tenaga pengasuh di TPA Melati. Setiap pertanyaan diarahkan pada bidang yang sedang diteliti yaitu pembinaan penitipan anak usia dini di Taman Pengasuhan Anak Melati Semarang. tempat/ tanggal lahir. Wawancara dilakukan melalui tanya jawab langsung kepada nara sumber (informan) yang dapat dipercaya kebenarannya. dan pimpinan TPA Melati. Tenaga Pengasuh xlv . kejadian.Dalam observasi atau pengamatan ini. jenis kelamin. Orang tua anak asuh TPA Melati 1) Identitas Orang tua.

b. Dokumentasi Metode dokumentasi adalah suatu metode yang mencari data mengenai hal-hal yang berupa catatan suatu buku. jenis kelamin. 2) Pendapat pimpinan tentang pembinaan penitipan anak di TPA Melati.1) Identitas Tenaga Pengasuh meliputi : Nama. tempat / tanggal lahir. alasan pemilihan metode. surat kabar. Pimpinan TPA 1) Identitas Pimpinan TPA. tempat / tanggal lahir. 3. umur. 3) Faktor penunjang dan penghambat pembinaan. 2) Pendapat tenaga pengasuh tentang pembinaan penitipan anak di TPA Melati yang berkaitan dengan metode pembinaan. serta evaluasi akhir dari pembinaan. c. meliputi : Nama. pendidikan terakhir. antara lain : a. Dokumen dan record digunakan karena merupakan sumber yang stabil. Keduanya berguna dan sesuai untuk penelitian kualitatif. majalah dan sebagainya. pendidikan terakhir. Berguna sebagai bukti untuk suatu pengujian. 3) Faktor penunjang dan penghambat pembinaan. Dokumen ini dimaksudkan untuk melengkapi data dari wawancara dan observasi. Menurut Guba dan Lincoln dalam Moleong (2000:160) ada beberapa alasan dari penggunaan dokumentasi. Dokumentasi juga dimaksudkan sebagai rekaman suatu peristiwa yang lebih dekat dengan percakapan dan memerlukan interpretasi yang berhubungan sangat dekat dengan konteks rekaman peristiwa. c. xlvi . jenis kelamin. pekerjaan dan alamat. kaya dan mendorong. umur. pekerjaan dan alamat.

d. Relatif murah dan tidak sukar diperoleh. e. Keduanya tidak sukar ditemukan. Dalam penelitian ini, peneliti mengambil bahan-bahan sumber dan data-data dokumentasi yang ada di Taman Pengasuhan Anak Melati berupa foto - foto pelaksanaan kegiatan penelitian, data - data lain berupa buku – buku referensi lain yang berkaitan dengan tema pengasuhan anak usia dini.

F. Keabsahan Data
Menurut Lincoln dan Guba (dalam Moleong, 2000:173) ada empat kriteria yang digunakan dalam penelitian kualitatif untuk keabsahan data, yaitu : 1. Derajat kepercayaan (Credibility). 2. Keteralihan (Transferability). 3. Kebergantungan (Dependability). 4. Kepastian (Confirmability). Kriteria keabsahan data diterapkan dalam rangka membuktikan temuan hasil penelitian dengan kenyataan yang diteliti di lapangan. Teknik-teknik yang digunakan untuk melacak atau membuktikan kebenaran atau taraf kepercayaan data melalui ketekunan pengamatan (persistent observation), triangulasi (triangulation), pengecekan dengan teman sejawat. Untuk membuktikan keabsahan data dalam penelitian ini, teknik yang digunakan hanya terbatas pada teknik pengamatan lapangan dan triangulasi. Dezim dalam Moleong (2000:278) membedakan 4 macam triangulasi, yaitu : 1. Triangulasi sumber maksudnya membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda dalam metode kualitatif. xlvii

2. Triangulasi

metode

maksudnya

menurut

Patton

dalam

Moleong

(2000:178) terdapat dua strategi, yaitu : a. Pengecekan derajat kepercayaan penemuan hasil penelitian beberapa teknik pengumpulan data. b. Pengecekan derajat kepercayaan beberapa sumber data dengan metode yang sama. 3. Triangulasi peneliti maksudnya memanfaatkan peneliti untuk keperluan pengecekan kembali derajat kepercayaan data. 4. Triangulasi teori maksudnya membandingkan teori yang ditemukan berdasarkan kajian lapangan dengan teori yang telah ditemukan para pakar. Teknik triangulasi dalam penelitian ini adalah triangulasi sumber dengan pertimbangan bahwa untuk memperoleh informasi dari para informan perlu diadakan croscek antara satu informan dengan informan yang lain sehingga akan diperoleh informasi yang benar – benar valid. Informasi yang diperoleh Diusahakan dari narasumber yang benar- benar mengetahui akar permasalahan dalam penelitian ini.

G. Analisis Data
Bersamaan dengan proses pengumpulan data dilakukan juga analisis data. Alur analisis mengikuti pendapat Spradley dalam Sanapiah (1990:91-108) dengan mereduksi banyaknya data yang diperoleh, diklasifikasikan dalam domain untuk memperoleh gambaran yang bersifat umum dan relatif menyeluruh dari suatu fokus permasalahan yang diteliti.

xlviii

Analisis data dilakukan bersamaan dalam proses pengamatan dan wawancara deskriptif, selanjutnya dilakukan analisis taksonomik yang berusaha merinci lebih lanjut, mengorganisasikan atau menghimpun elemen-elemen yang sama. Analisis taksonomik dilakukan bersamaan dengan pengamatan terfokus dan wawancara struktural. Dalam tahap ini terkait dengan fokus penelitian, yaitu : “Profil pembinaan penitipan anak usia dini di Taman Pengasuhan Anak Melati Semarang dan Faktor penunjang dan penghambat pembinaan”. Selanjutnya dilakukan analisis komponensial dengan mengorganisasikan kontras antar elemen dalam domain yang diperoleh dari pengamatan dan wawancara terseleksi dan kemudian dilanjutkan dengan analisis tema untuk mendeskripsikan secara menyeluruh dan menampilkan makna dari yang menjadi fokus penelitian.

Deskriptif Terfokus
selektif

Struktural Deskriptif

kontras

Skema alur analisis data Spradley (Sanapiah, 1990: 91-108) Ket: Diawali dengan pengamatan dan wawancara struktural serta diakhiri dengan observasi selektif dan wawancara kontras.

xlix

Penjelasan dari skema diatas sebagai berikut : Pengamatan Deskriptif dilakukan untuk melihat secara umum tentang kondisi TPA Melati, setelah itu dilakukan pengamatan yang terfokus pada objek yang akan diteliti mengenai profil. Proses selanjutnya dilakukan pengamatan secara selektif untuk melihat bagaimana kegiatan pembinaan mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasi, bersama dengan proses pengamatan itu juga dilakukan wawancara Deskriptif kepada pimpinan TPA untuk memperoleh gambaran secara umum tentang sejarah singkat, letak geografis. Selanjutnya dilakukan wawancara terstruktur secara mendalam kepada pengasuh dan orang tua untuk mengungkap fokus penelitian. Untuk melengkapi dan mendukung data yang diperoleh, kemudian dilakukan pengambilan dokumentasi. Melalui kegiatan ini dapat diperoleh berbagai kejadian- kejadian yang dapat memperjelas dari setiap kegiatan.

l

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Sejarah singkat TPA Melati Semarang. observasi. TPA Melati sejak berdiri dikelola oleh para istri pendiri dan ibu – ibu Dharma Wanita UNDIP sampai sekarang. yang tercatat dalam akta notaris nomor 18 tahun 1994 dan dipelopori oleh beberapa Dosen dan Guru Besar Universitas Negeri Diponegoro yang pada saat itu menjabat di Universitas Diponegoro. li . Hasil Penelitian Hasil penelitian pada dasarnya merupakan data yang diperoleh melalui metode wawancara. Taman Pengasuhan Anak Melati (TPA) Semarang berdiri pada tanggal 31 Maret 1994. dan dokumentasi. tetapi sebelum disampaikan hasil penelitiannya terlebih dahulu disampaikan gambaran umum mengenai Taman Pengasuhan Anak Melati Semarang (TPA) mengingat TPA tersebut sebagai tempat dilaksanakannya penelitian ini. 1.

Dasar didirikannya Taman Pengasuhan Anak Melati adalah untuk memenuhi hak anak untuk tumbuh kembang dan perlindungan dengan menghindarkan kekosongan rawatan. Peresmian TPA sebagai kenang-kenangan beliau mendekati masa pensiun. mendorong peran keluarga untuk memenuhi fungsi keluarga. TPA Melati didukung langsung dan dikelola oleh ibu. membantu ibu pekerja untuk meningkatkan produktivitas kerja yang optimal. TPA Melati berada dibawah naungan Universitas Diponegoro dengan tenaga administrasi maupun tenaga teknis yang membantu kerja kepala TPA Melati. membantu program pemerintah dalam bidang pendidikan. asuhan. 2. Letak Geografis lii .ibu Dharma wanita UNDIP dan dikepalai oleh Ny Moeljono. sosial dan dalam bidang jasa.Taman Pengasuhan Anak Melati Semarang dr diresmikan pada tanggal 31 Maret 1994 oleh Prof Moeljono Soegiarto Trastotenejo yang pada saat itu menjabat sebagai Rektor UNDIP. kesehatan. bimbingan dan pembinaan dalam pertumbuhan dan perkembangannya.

Jarak Taman Pengasuhan Anak Melati dengan pusat pemerintahan kota Semarang kurang lebih 5 km.Taman Pengasuhan Anak Melati terletak di jalan Hayam Wuruk I A Semarang propinsi Jawa Tengah. tepatnya berada di lingkungan Kampus UNDIP.undang no 6 tahun 1974 tentang ketentuan pokok kesejahteraan sosial dan UU no. 3. sebelah selatan jalan Singosari dan sebelah timur kampus USM. 4 tahun 1979 tentang kesejahteraan anak. Landasan dari berdirinya Taman Pengasuhan Anak Melati adalah Undang . liii . Dengan demikian TPA Melati terletak strategis ditengah-tengah perkantoran / kampus dimana para ibu-ibu atau orang tua bekerja. sebelah barat jalan Pahlawan. TPA Melati berbatasan langsung sebelah utara dengan kampus UNDIP. Organisasi dan Ketenagaan TPA Taman Pengasuhan Anak Melati merupakan lembaga pelaksana teknis yang dikelola langsung oleh ibu – ibu Dharma Wanita UNDIP dan dibantu oleh beberapa pengasuh atau pendidik anak.

Harjono Soejitno Penanggung jawab UNDIP Ketua Wakil Ketua : Ny. Anhari Basuki Sekretaris : Ir. Moeljono S Trastotenejo : 1. Eko Budihardjo M. Dewi Handayani Diono Iksan : Ketua Persatuan Dharma Wanita Wakil Sekretaris : 1. Ir. Dr. Ismiati : Prof. Ir. Achmad Tenaga Pendidik : 1. Soegiarsih 2. Ir. SR.Sc Pembina : Prof. Soemarti Prapto. Ny. Joetata Hadihardaja : 1. Saryono 3. Dr.Susunan kepengurusan Taman Pengasuhan Anak Melati Semarang sebagai berikut : Pelindung : Rektor UNDIP Prof. Djoko Moeljanto 3. SH Bendahara Pembantu Umum Soewito 2. Warella 2. Moeljono S Trastotenejo Prof. DR. Suparmi 4. Ny. liv .

Sri Hastuti Astuti 4. Estu Dwi STRUKTUR ORGANISASI TPA MELATI SEMARANG Pelindung Penanggung jawab Ketua Pengelola Wakil Ketua Sekretaris Bendahara Wakil Sekretaris TP TP TP TP lv .2.

Sumber tenaga yang ada di TPA Melati pada umumnya berusia 30-40 tahun dan memiliki kualifikasi pendidikan yang beragam mulai dari lulusan S3.Pembantu umum Ketenagaan yang ada di TPA Melati Semarang terdiri dari para istri. SMA. Untuk tenaga pengelola ditinjau dari latar belakang pendidikan cukup potensial untuk dapat mengembangkan pendidikan anak usia dini di TPA Melati. S1. wakil ketua. D2.istri dan pegawai UNDIP yang menjabat sebagai ketua. sedangkan untuk tenaga pengasuh ditinjau dari latar belakang pendidikannya kurang mendukung terhadap perkembangan anak karena rasionalnya tenaga kependidikan untuk pendidik setidak-tidaknya lulusan lvi . sekretaris. tenaga pengasuh. bendahara. pembantu umum. SMP. S2. yang secara keseluruhan berjumlah 15 orang.

Nama Ny Moeljono S Trastotenojo Ny Warella Ny Anhari Basuki Ir Dwi Handayaani Ir Soegiarsih Pendidikan SMU SMU SMU S1 S1 Ket Ketua Wakil Ketua Wakil Ketua Sekretaris Wakil Sekr lvii . Data ketenagaan TPA Melati UNDIP tahun 2005 tercantum dalam tabel berikut ini : Tabel I Data Ketenagaan TPA Melati UNDIP Tahun 2005 No 1. psikologi perkembangan anak dan ilmu jiwa anak. 4. 2. karena mereka harus benarbenar mendalami paedagogis. 3.PGTK atau bahkan sarjana terkhusus dari jurusan yang relevan atau sarjana psikologi. 5.

6. Program Pembinaan TPA Melati merupakan lembaga yang memberikan pelayanan pembinaan berupa pengasuhan anak dalam jangka waktu tertentu yang termasuk dalam kategori TPA dengan pengasuhan sewaktu–waktu Care) yang melaksanakan (Incidental Day berupa kegiatan–kegiatan penyuluhan. Umum Pemb. Joetata Djoko Moeljanto Soewito Achmad Saryono Suparmi Estu Dwiastuti Sri hastuti Ismiati S1 S3 SMU SMU SMU SMU D2 SMU SMU SLTP Wakil Sekr Bendahaara Pemb. 15. 10. 9. 8. Pada program pembinaan telah dibuat acuan pelaksanaan kegiatan pembinaan di TPA Melati sebagai berikut : a. Pengembangan moral dan nilai-nilai agama lviii . 13. 14. Umum Tng Pendidk Tng Pendidk Tng Pendidk Tng Pendidk 4. Ir Soemarti Prapto S Prof . 7. pelayanan dan pembinaan dengan stimulasi psikomotorik dan psiko sosial sewaktu – waktu bila diperlukan sesuai dengan kebutuhan orang tua. Umum Pemb. Umum Pemb. 12. 11.

2). Indikator kemampuan dan cara pencapaian kemampuan adalah: 1). Hal ini membantu anak untuk lebih mengenal ciptaan Tuhan dan mencintai sesama. Pengasuh kadang membiarkan bila anak melakukan kesalahan. sesuai agama masing-masing. Bersenandung lagu keagamaan Pengasuh menyenandungkan lagu-lagu keagamaan pada saat di dekat anak dan sesekali mengajak anak untuk ikut bersenandung.Kompetensi dan hasil belajar yang ingin dicapai adalah kemampuan melakukan ibadah. Secara lix . orang di sekeliling. Meniru gerakan beribadah Pengasuh mengajak anak untuk menirukan gerakangerakan beribadah. Mengikuti bacaan doa Menyayangi orang tua. Pengasuh membiasakan memperdengarkan doa sebelum melakukan sesuatu bersama anak. teman. pengasuh mengajak anak untuk mengikuti bacaan doa dimaksud dan menunjukkan sikap berdoa yang benar. Sesuai perkembangannya. mengenal dan percaya akan ciptaan Tuhan dan mencintai sesama. binatang dan tanaman Berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan serta menirukan sikap berdoa. 3).

maupun menyayangi binatang dan tanaman. cinta kasih melalui belaian rangkulan. diberitahukan cara-cara yang benar. sehingga tidak sekedar menceritakan tentang ciptaan Tuhan. sesuai agama masing-masing. Selain itu pengasuh menceritakan atau membacakan buku cerita tentang perlunya menyayangi orang-orang di sekitar kita. menyayangi teman. cerita bisa diperluas temanya. sesuai dengan perkembangan daya pikirnya. Mengenal "nama" Tuhan ( Sesuai agama masing .masing ) Pengasuh memberitahukan kepada anak tentang sebutan "nama" Tuhan. 5). 6).bertahap. Kegiatan ini dilakukan untuk melatih daya fikir dan imajinasi anak. Merasakan dan menunjukkan rasa sayang. Setelah itu pengasuh meminta anak untuk menirukan dan mengulangi setiap ada kesempatan. Mendengarkan cerita tentang kebesaran Tuhan Pengasuh TPA sering membacakan cerita-cerita tentang kebesaran Tuhan dan bila memungkinkan pengasuh mempergunakan buku cerita untuk melakukan kegiatan ini. Pengasuh TPA sering membelai atau memeluk anak dan membisikkan kata-kata yang lembut. yang disamping lx . Sesuai dengan perkembangannya. 4).

hal ini dilakukan selain untuk mambantu anak berkomunikasi dengan orang lain juga secara tidak langsung membantu anak untuk berinteraksi dengan orang disekitarnya. tolong. Kegiatan ini dilakukan untuk melatih Kesopanan pada anak. Hal ini dilakukan untuk memberikan pengertian anak akan cara menghargai pemberian orang lain. 8). Pengasuh TPA membiasakan anak untuk mengucapkan kata-kata santun. misalnya minta maaf setelah melakukan kesalahan atau mengucapkan tolong sebelum minta tolong kepada orang lain. b. Pengembangan Fisik Kompetensi dan hasil belajar yang ingin dicapai adalah kemampuan mengelola dan keterampilan tubuh termasuk gerakan- lxi . 9). Pengasuh mengajarkan anak untuk mengucapkan terimakasih setelah menerima sesuatu (dengan dorongan). Pengasuh TPA mengingatkan anak untuk mengucapkan terimakasih setiap kali menerima sesuatu.memberikan rasa aman pada anak juga dimaksudkan agar anak dapat merasakan rasa sayang dan cinta kasih. Mengucapkan kata-kata santun. 7). seperti maaf. Mengucapkan salam Pengasuh membiasakan mengucapkan salam dengan suara yang cukup keras setiap kali bertemu dengan anak.

Pengasuh TPA kadang memvariasikan dengan perlombaan berjalan mundur dengan rintangan kecil dengan memberikan hadian pada anak bila dapat melewati rintangan tersebut agar anak termotivasi untuk terus mencoba dengan harapan mendapatkan hadiah. gerakan halus. pengasuh segera menyarankan orang tua untuk secepatnya memeriksakan anak ke dokter atau therapy dan pengasuh ikut mengawasi anak yang berada pada pengawasan dokter untuk proses terapi. dan gerakan kasar. 3). Indikator kernampuan dan cara pencapaian kemampuan ini adalah: 1).gerakan yang mengontrol gerakan tubuh. 2). Berjalan mundur Kemampuan anak untuk berjalan mundur harus makin dimantapkan. Berjalan stabil Kegiatan ini dilakukan dengan maksud untuk melatih anak berjalan stabil dan seimbang. apabila pada umur 2 tahun lebih anak belum dapat berjalan. Naik-turun tangga dengan atau tanpa berpegangan Dalam kegiatan ini pengasuh mengawasi anak saat naikturun tangga. Pengasuh tidak perlu ikut naik-turun bersama lxii . serta menerima rangsangan sensorik (pancaindera).

7). misalnya cara angsa berjalan. Berjalan mengikuti jejak secara lurus atau melingkar Dalam kegiatan ini pengasuh meminta anak untuk berjalan di atas garis lurus atau melingkar yang dibuat di atas tanah. Pengasuh lxiii .anak. gerakan sayap burung terbang. namun tetap harus mengawasi untuk menjaga berbagai kemungkinan yang ada. karena akan mengagetkan anak dan dapat mematikan niat anak untuk mencoba. Ini merupakan latihan keseimbangan agar anak semakin dapat berjalan dengan mantap. Mengikuti gerakan binatang Sambil bercerita dengan anak pengasuh memperagakan gerakan binatang. pengasuh tinggal mengawasi saja dan berusaha untuk tidak berteriak saat anak melakukan gerakan yang cukup berbahaya. Memanjat Dalam kegiatan ini pengasuh membiarkan anak memanjat. dengan sedikit rintangan misalnya diletakkan kardus kecil di antara area tersebut dan meminta anak untuk sesekali melompatinya. misalnya anak terjatuh. 4). Pengasuh mencari tempat yang cukup lapang. 6). Berlari tanpa jatuh Pengasuh mengajak anak berlomba lari sampai jarak tertentu. gerakan cacing berjalan. 5). 3 meter misalnya.

10). baru kemudian pengasuh meminta kepada anak untuk menirukannya. Sebelum melakukan kegiatan ini. Pengasuh memberitahukan cara menendang. menangkap dan melempar bola dari jarak dekat Dalam kegiatan ini pengasuh memberikan sebuah bola kepada anak ( sebaiknya dipilih bola plastik). menangkap dan melempar bola. Kadang pengasuh mengajak anak untuk bermain dengan bola. Melompat dengan dua kaki sekaligus Pengasuh menunjukkan cara melompat dengan dua kaki sekaligus. Masuk ke dalam gorong-gorong atau meja-kursi atau kardus yang disusun Pada kegiatan ini pengasuh menyusun kardus yang ukuran agak besar sehingga anak dapat masuk ke dalamnya tidak jarang meminta anak untuk masuk ke bawah meja dan merangkak ke ujung meja yang lain dengan maksud melatih anak bergerak di ruang sempit.kemudian meminta anak untuk mengikuti gerakan-gerakan binatang tersebut. Menendang. 9). Selanjutnya pengasuh dapat pula meminta anak untuk menirukan gerakan binatang yang dilihatnya sendiri di lingkungan TPA Melati. 8). lxiv . pengasuh dapat bercerita tentang katak yang sedang melompat.

13).11). Merobek lurus Dalam kegiatan ini pengasuh mengajari anak untuk merobek kertas secara lurus. Pengasuh mengulangi kegiatan itu sampai anak dapat dengan tepat menunjuk pada mata boneka. misalnya kain wool. dan amplas. beras. dan kadang pengasuh juga meminta anak untuk menunjuk mata mereka masing – masing. Pengasuh TPA Melati tinggal memberikan alat-alat dan bahan yang dapat dipergunakan untuk melakukan kegiatan ini. Membedakan permukaan 3 jenis benda melalui perabaan Pengasuh TPA Melati memberikan tiga jenis benda yang memiliki permukaan berbeda. anak umumnya suka menuang sesuatu dari satu tempat ke tempat lainnya. biji-bijian). Pengasuh meminta anak untuk meraba dan merasakan perbedaan permukaan ketiga jenis benda dimaksud untuk menuang (air. harapan lxv . deangan harapan anak dapat memasukkan sesuatu kedalam tempat lain untuk mengetahui kemampuan anak dalam membedakan 3 permukaan benda yangberbeda. Menunjuk mata boneka Pengasuh TPA Melati menunjukkan cara menunjuk. 12). kain katun. setelah itu meminta anak menunjukkan mana mata boneka. Bila perlu pengasuh juga mengajari merobek kertas dengan melipat kertas itu terlebih dahulu .

benda ) dan menirukan suara beberapa binatang Untuk memperkenalkan suara. Mengenal suara . binatang. Melipat kertas sembarangan Pengasuh menunjukkan kertas kepada anak dan mengajak anak untuk mulai bermaian melipat kertas. Komunikasi dengan anak secara lxvi . Indikator kemampuan dan cara pencapaian kemampuan ini adalah: 1). c. Pengembangan Bahasa Kompetensi dan hasil belajar yang ingin dicapai adalah kemampuan menggunakan bahasa untuk pemahaman bahasa pasif dan dapat berkomunikasi secara efektif yang bermanfaat untuk berfikir dan belajar. dari kegiatan ini pengasuh secara langsung memberikan latihan pada mengenal suara yang didengar disekitar mereka. sebaiknya kertas berwarna. Kemudian pengasuh meminta anak untuk menirukan suara binatang sambil menyebutkan nama binatangnya.suara di sekitarnya ( orang-orang terdekat.dari kegiatan ini dapat melatih perkembangan fisik otot tangan dengan meremas kertas sesuai keinginan. Menyatakan dalam kalimat pendek 2-4 kata Mendengarkan radio atau melihat televisi merupakan latihan yang cukup bagus yang diberiakn pengasuh di TPA Melati untuk latihan menyusun kalimat. 2). dari situ dapat dilihat seberapa kreatifnya anak. pengasuh menirukan suara beberapa binatang atau suara lainnya. 14).pengasuh membiarkan saja anak melipat kertas tersebut semaunya.

intensif akan sangat membantu kemampuan ini, dari kegiatan ini dapat dilihat dari cara anak mengungkapkan keinginannya. 3). Mengerti dan melaksanakan 1 perintah Pengasuh dapat meminta anak untuk mengambilkan suatu barang yang memang diperlukan, dan melihat respon anak untuk perintah yang diberikan apakah anak melakukannya sesuai perintah atau tidak. 4). Mengajukan pertanyaan Anak umumnya suka bertanya untuk memuaskan rasa ingin tahunya. Pengasuh menjawab setiap pertanyaan anak dengan jawaban sejelas mungkin. 5). Menyebutkan nama benda Pengasuh sering berkomunikasi dengan anak,

dengan memberikan pertanyaan tentang nama panggilannya, nama-nama bagian / anggota tubuh, atau benda-benda yang telah dikenalnya. Pada saat bertanya, pengasuh

mengupayakan sambil menunjukkan benda / anggota tubuh yang ditanyakan. 6). Tertarik pada gambar dalam buku Pengasuh memberikan buku-buku atau majalah yang penuh dengan gambar berwarna. Dari kegiatan ini

pengasuh mencoba memberikan pertanyaan kepada anak

lxvii

untuk menyebutkan dan menceritakan isi gambar sesuai versi anak. d. Pengembangan Kognitif Kompetensi dan hasil belajar yang ingin dicapai adalah kemampuan berfikir logis, kritis, memberi alasan, memecahkan masalah dan menemukan hubungan sebab akibat. Indikator kemampuan dan cara pencapaian kemampuan ini adalah: 1). Mengelompokkan benda yang sama Pengasuh memberikan anak beberapa benda,

diantaranya lebih dari dua buah, kemudian meminta anak untuk mengelompokkan benda-benda yang sama. 2). Mengelompokkan bentuk (lingkaran dan bujursangkar) Pengasuh memperkenalkan bentuk lingkaran dan bujursangkar dengan menunjukkan gambarnya. Kemudian mengumpulkan berbagai gambar yang memiliki dasar bentuk lingkaran dan bujur sangkar, kemudian meminta anak untuk mengelompokkan gambar - gambar tersebut menjadi dua kelompok (lingkaran dan bujursangkar ). 3). Membedakan besar - kecil Pengasuh mencari benda sejenis yang ukurannya berbeda, misalnya daun atau batu kemudian menujukkan mana yang besar dan mana yang lebih kecil. Pengasuh mengajak anak untuk membedakan atau menyebutkan benda mana yang lebih besar dan mana yang lebih kecil. lxviii

4).

Membedakan rasa Untuk membedakan rasa, pengasuh meminta anak untuk merasakan makanan yang berbeda rasanya. Misalnya garam, gula, asam. Saat anak merasakan sebutkan "nama" rasa yang dimaksud (asin, manis, asam). Pada kesempatan lain, pengasuh meminta anak untuk merasakan dan

menyebutkan nama rasa yang dimaksud. 5). Membedakan bau Untuk mengenal bau-bauan, Pengasuh memasukkan beberapa jenis minyak ke dalam botol atau masukkan beberapa rempah-rempah, masing-masing jenis dalam

kantung yang berbeda, kemudian meminta anak untuk membaui dengan mendekatkan hidungnya. Sebutkan

namanya setiap anak membaui jenis benda tertentu. Setelah beberapa kali, pengasuh melakukan hal yang sama namun kali ini pengasuh meminta anak untuk menyebutkan nama bendanya. 6). Mengulang bilangan 1,2,3,4,5 Pengasuh mengajak anak untuk menyebutkan

bilangan 1 sampai dengan 5 secara berurutan. Lakukan sambil bermain, misalnya saat berjalan ajak untuk

menghitung langkah kakinya atau sambil menghitung batu.

lxix

misalnya makan harus dengan duduk. makan harus dengan tangan kanan. Secara berulang-ulang pengasuh mengenalkan anak dengan 2 warna. Mulai dapat "berbagi" Pengasuh mencoba meminta sebagian yang ada dalam genggaman anak. Indikator kemampuan dan cara pencapaian kemampuan ini adalah: 1). jangan berbicara saat makan. lxx . Disamping melatih jadwal makan yang teratur. Hal itu dapat membantu anak tentang cara makan yang benar. pengasuh menyebutkan atau menanyakan (bila anak sudah mengenal) warna-warna dari benda-benda yang disebutkan namanya. 2). Mengenal etiket makan dan jadwal makan teratur. misalnya saat anak makan biskuit. Serta mampu mengembangkan konsep diri. Pengelompokan atau pengenalan warna (2 warna) Bersamaan dengan menanyakan nama-nama benda. Pengembangan Sosial-Emosional Kompetensi dan hasil belajar yang ingin dicapai adalah kemampuan mengenal lingkungan alam. peranan masyarakat. lingkungan sosial. e.7). pengasuh memperkenalkan anak dengan etiket sederhana. sikap positif terhadap belajar dan rasa memiliki. dan menghargai keragaman sosial dan budaya.

anak belum "bersedia" orang tuanya menghilang dari pandangannya. tetapi pada umur 2-3 tahun pengasuh menyarankan sebaiknya orang tua benarbenar meninggalkan anak sendirian agar anak terlatih untuk mandiri melakukan kegiatannya. Pada saat anak menunjukkan tanda-tanda akan buang air dan tidak secepatnya menuju ke toilet. Mulai mahir menggunakan toilet (WC kamar mandi). pengasuh mengingatkan agar anak segera ke toilet.pengasuh meminta sedikit biskuit dan memberikan pada teman yang lain. Dengan bimbingan anak diberiakan pengertian kalau merasa sakit perut dan terasa ingin pipis kita harus segera ke kamar mandi. lxxi . 4). Dapat ditinggalkan oleh orangtuanya Pada usia 1-2 tahun. dengan bantuan diingatkan. dengan kebiasaan itu diharapkan anak dapat melakukannya sendiri. Dapat memilih kegiatan sendiri Pengasuh selalu memberikan kesempatan kepada anak untuk memilih sendiri kegiatan yang akan dilakukannya bersama-sama temannya. sebagai contoh kegiatan untuk bermain anak dibiarkan secara bebas melakukannya sendiri. 5). 3).

sedih. marah asal anak tidak dibiarkan menangis. nada. 8). misalnya tunjukkan bagaimana wajah orang marah. serta menghargai hasil karya yang kreatif. bertepuk tangan. takut. Menjadi pendengar yang baik Pengasuh mengajari anak untuk menjadi pendengar yang baik. atau membiarkan untuk sementara bila anak sedang kesal. f. untuk selanjutnya di TPA anak dibiasakan merapikan semua alat permainan yang telah selesai digunakan. Latihan membereskan alat permainan Pengasuh melatih anak untuk membereskan alat permainannya setelah selesai bermain. 7). Menunjukkan ekspresi wajar saat marah. Pengembangan Seni Kompetensi dan hasil belajar yang ingin dicapai kemampuan kepekaan terhadap irama. Misalnya jangan menyela pembicaraan orang lain dengan mencontohkan tidak akan menyela pada saat anak berbicara. Indikator kemampuan yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah: 1). Hal tersebut dicontohkan pengasuh pada anak saat salah satu dari anak bercerita tentang dirinya. Pengasuh melatih anak untuk menunjukkan ekspresi yang wajar. Mendengarkan musik dan mengikuti irama lxxii . berbagai bunyi.6). birama.

Bagi anak. Memukul-mukul benda dengan tangan Kegiatan ini mula-mula dilakukan sambil mendengarkan musik. benda apa saja dapat dijadikan permainan. 1994 ). disaat bermain anak berinteraksi dengan objek dan secara sadar atau tidak sadar ia belajar atribut dari objek tersebut. Kesesuaian gerakan dengan irama merupakan latihan untuk mengenal ritmik.Pengasuh memperdengarkan musik dan memberi contoh anak gerakan-gerakan sesuai iramanya. kemudian pengasuh mengajak anak untuk membuat musik dengan memukul-mukul bangku meja misalnya. Bertepuk-tangan dengan variasi Pengasuh mengajak anak untuk bertepuk tangan dengan bermacam-macam jeda tepuk sehingga menghasilkan berbagai macam suara yang dihasilkan. 3). Dengan demikian pelaksanaan pembinan penitipan anak dilakukan dengan menggunakan perencanaan kurikulum yang disusun berdasarkan kemampuan anak ( Rambush. setelah itu tanpa iringan musik. 2). lxxiii . oleh karena itu pembinaan di TPA Melati menggunakan prinsip bermain sambil belajar. Metode yang digunakan adalah metode bermain sambil belajar karena sesuai dengan pendapat Isenberg dan Quisenberry ( 1988 ) bermain merupakan kegiatan utama anak.

Ruang tidur anak d). Ruangan bermain i). Kelengkapan ruangan Untuk kelengkapan ruangan TPA Melati mempunyai beberapa ruangan diantaranya sebagai berikut : 1). Ruang administrasi perkantoran yang terdiri dari : a). menulis. Ruang belajar membaca. Ruang isolasi sementara ( bagi anak yang mendadak sakit ) f). Ruang pemeriksaan anak c). g). Kamar mandi / toilet anak e). Ruangan pembinaan anak. Sarana dan prasarana a. terdiri atas : a). Halaman / tempat bermain di luar ruangan ( out door ) 3).5. dan berhitung. Ruang Perpustakaan h). Ruang makan anak b). Ruangan tata usaha lxxiv . Ruangan tempat penyimpanan peralatan bermain 2).

Ruang dapur b). Sarana pendukung Sarana pendukung yang disediakan TPA Melati antara lain : 1). Ruangan tunggu orang tua c). Ruang pimpinan 4). Rak buku / almari 4).b). Rak penyimpanan alat . Ruang cuci / setrika d). Karpet / tikar 3). Ruangan penjaga TPA Melati menyiapkan ruanganruangan tersebut dengan memperhatikan tingkat keamanan dan kenyamanan ruangan bagi anak selama anak berada di TPA Melati agar anak terhindar dari kecelakaan dan penularan penyakit. Ruangan penunjang yang terdiri dari : a).alat mainan lxxv . Ruangan serbaguna d). b. WC / kamar mandi petugas c). Meja dan kursi anak 2).

Alat permainan teka . rumah rumahan. Peralatan pendukung bimbingan belajar. Materi miniatur ( Rumah ibadah. Alat melukis. orang . Kipas angin Adapun penggunaan sesuai dengan kebutuhan pembinaan. Alat belajar mengukur dan menghitung b). Peralatan pendukung belajar TPA Melati menyediakan juga peralatan pendukung belajar bagi anak sesuai dengan kebutuhan anak. Sarana air bersih / ledeng 10). alat kerajinan tangan. Televisi dan Radio 6). c.5). Fasilitas audiovisual ( TV ) d). Telepon 8). Alat tulis kantor 7). antara lain : a). Mesin ketik 9). diantaranya : 1).teki / puzzle lxxvi .orangan ) e). alat musik c).

alat untuk peran keagamaan / manusia yang baik dan yang jahat b). Alat untuk peran petani f). Alat pemanjat d). antara lain : a).anak bermain peran. tanah. udara.dokteran e). api. Alat percobaan ( Air. dokter . Peralatan pendukung bermain peran Peralatan yang disediakan TPA Melati untuk anak . Peralatan pendukung permainan motorik kasar TPA Melati juga menyediakan peralatan pendukung permainan motorik kasar. Ayunan b). Ban bekas c). Alat .f). antara lain : a). masak masakan c). Alat untuk sandiwara boneka 3). Papan luncuran / plosotan lxxvii . Alat untuk peran profesi medis. Alat untuk peran kegiatan di dapur. Alat untuk peran binatang d). tumbuhan ) 2).

Mainan tradisional seperti dakonan d). Boneka khas daerah. Buku petunjuk bimbingan anak lxxviii . Bantalan untuk berguling . Buku keagamaan b).balok ringan h). Arena bermain bola f). Jungkat . Buku kesehatan anak c).e). Peralatan pendukung permainan budaya lokal Peralatan yang disediakan sebagai pendukung permainan anak yang berasal dari budaya Jawa tengah. antara lain : a). wayang. Balok . Lilin malam untuk melatih jari – jari anak e).jungkit 4). orang tua maupun tenaga pendidik. Gambar pahlawan b). antara lain : a). Pakaian adat Jawa seperti blankon.guling g). kebaya c). Sarana Perpustakaan Sarana perpustakaan juga disediakan di TPA Melati baik untuk anak. dan boneka tangan 5).

Buku cerita bergambar e). Papan plosotan f). Lapangan rumput sebagai arena berlari. senam b).d). permainan pendukung permainan luar ruangan antara lain : a). Ayunan c). Area berkemah / Rumah – rumahan e). Ban bekas Dari keseluruhan sarana yang disediakan TPA Melati penggunaannya disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan pembinaan anak usia dini dan diperhatikan lxxix . Buku gambar alam dan lingkungan f). Tanda – tanda lalu lintas d). Peralatan pendukung permainan luar ruangan TPA Melati menyediakan pendukung permainan luar ruangan bagi anak untuk mengembangkan kreativitas anak. Jungkat – jungkit g). Majalah anak 6). Sepeda – sepedaan h).

Tabel 2 Lembar Observasi Lingkungan Fisik Dan Fasilitas TPA No Nama Barang Keberadaa n Ad a 1. Pemeriksaan Anak o R. Tidur o Kamar Mandi o R Bacaan v v v v v / v v v 2 1 1 1 1 1 v v v v v v v v v Tidak Bai k Bur uk Jml Kondisi Perpustakaan o R.pula tingkat keamanan dan kenyamanan bagi tumbuh kembang anak. Penyimpangan v lxxx . Bermain o R. Makan o R. Kelengkapan Ruangan Ruang Pembinaan Anak o R. Isolasi Sementara o R.

Mainan Halaman Ruang Perkantoran o R Pimpinan o R. Tunggu Orang Tua o R Serbaguna Ruang Penunjang o R. Dapur 2. o R. Tata Usaha o R. Cuci/ Setrika o Kamar mandi o R. Penjaga Sarana Pendukung Meja Kursi Karpet Almari Rak v v v v v v v Penyimpangan v 1 15 35 3 3 1 1 v v v v v v v v v v v v 1 1 1 v v v v v Administrasi v v v 1 1 1 v v v v lxxxi .

v Belajar v Dan v 1 2 v v 2 v Kerajinan Tangan o Fasilitas Audio Visual o Alat Permainan TekaTeki/ Puzzle v 3 v v 1 v lxxxii . Telepon Mesin Ketik Sarana Air Bersih Kipas Angin Peralatan Belajar Peralatan Pendukung Pendukung v v v 1 v v 1 v v 5 v v 4 v Bimbingan Belajar o Alat Menghitung Mengukur o Alat Melukis.Mainan TV/ Radio Alat Tulis Kantor 3.

o Alat Percobaan Peralatan Bermain Peran o Alat Pendukung Peran v Keagamaan o Alat Pendukung Peran v Kegiatan Dapur o Alat Pendukung Peran Binatang o Alat Pendukung Peran Profesi Medis v 1 3 2 1 1 2 2 1 v v v v v v v v v 2 4 v v 3 v Pendukung v 5 v o Alat Pendukung Peran v Petani v o Alat Pendukung Peran v Untuk Boneka Peralatan Sandiwara v v Pendukung v v Permainan Motorik Kasar o Ayunan lxxxiii .

Balok Ringan 5.Jari o Boneka Khas Daerah Sarana perpustakaan 6. o Buku Keagamaan o Buku kesehatan anak v 5 v lxxxiv .Jungkit Peralatan Pendukung v v v 4 3 2 v v v v 3 v v v v Untuk v 1 2 2 5 v v v v Permainan Budaya o Gambar Pahlawan o Pakaian Adat Jawa o Mainan Tradisional o Lilin Malam v 5 5 v v Untuk v Melatih Jari. o Jungkat.o Ban Bekas o Alat Pemanjat o Papan Luncuran o Arena Main Bola o Bantalan Berguling o Balok.

Anak Didik Jumlah warga belajar atau anak didik yang aktif sampai dengan Maret 2005 ada kurang lebih 5 anak.o Buku petunjuk v v v 1 1 4 2 1 1 1 3 v v v v v v v v bimbingan anak o Buku cerita bergambar o Buku gambar alam dan v lingkungan o Majalah anak v v v Peralatan pendukung v permainan luar ruangan o Lapangan o Ayunan o Tanda. lxxxv .tanda lalu lintas o Kemah-kemahan o Papan plosotan o Jungkat.jungkit o Sepeda o Ban bekas 6.

Rafida Safira Alfian Nanda 28 Mei 1999 11 Februari 2000 6 th 3 th Tempat / tgl Lahir 14 Juni 2001 6 Februari 1999 17 Februari 2002 Usia 4 th 6 th 3 th Dari tabel diatas anak didik tetap yang ada di TPA Melati yang berusia 3 tahun berjumlah 2 anak. 5. 2.selebihnya ada 10 warga belajar yang kadang – kadang datang ke TPA. lxxxvi . dan usia 6 tahun berjumlah 2 anak. 1. Adapun data-data dari anak didik yang aktif di TPA Melati adalah sebagai berikut : Tabel 3 Data Anak Didik Tetap TPA Melati UNDIP Tahun 2005 No. Nabil Bagas Izzulhaq Yustisya 4. usia 4 tahun berjumlah 1 anak. Nama Gebyar Berlianto Moh. Dari banyaknya anak didik dan dengan ditunjang oleh sarana dan prasarana yang ada. 3. maka TPA Melati dirasa telah memenuhi syarat sebagai Lembaga Pembinaan dan Pengasuhan Anak.

7. Ibu Moeljono 2. Keadaan ini menunjukkan bahwa usia anak di TPA Melati tergolong anak usia dini antara usia 3 . Rentang usia ini merupakan usia dimana mereka memiliki kemampuan perkembangan yang sangat luar biasa baik secara fisik. kepala TPA Melati. Identitas Responden Identitas orang tua.6 tahun. dan tenaga pengasuh TPA Melati Semarang sebagai berikut : Tabel 4 Identitas Pimpinan dan Tenaga Pengasuh No Nama Usia Statu s 1. Ibu Suparmi 34 Th 45 Th Pendidik Alamat an Citandui Sltn D2 Sendang asri Kepal SMU a TP lxxxvii . psikis. sosial dan moral yang sesuai dengan penambahan usia mereka melalui kegiatan pembinaan tumbuh kembang anak.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya usia anak yang dititipkan di TPA Melati adalah anak usia antara usia 3 tahun sampai 6 tahun.

Ibu Estu Dwi 34 Th TP SMU Jangli 4. Hasil Wawancara dengan informan Hasil penelitian mengenai profil pembinaan penitipan anak usia dini di TPA Melati Semarang dapat lxxxviii . Ibu Sri Hastuti 56 Th TP SMU Lamper 5. Ibu Tahmida 5.3. Ibu Ismiati 31 Th TP SMP Lempong Tabel 5 Identitas Orang Tua Anak Didik No Nama Usia Pendidik an 1. Bp Suryanto 2. Ibu Romlah 33 Th SMU Pucang Gading 33 Th D3 Sendang Mulya 37 Th S1 Gemah Raya 40 Th S1 40 Th S1 Sendang Seruni Kompl BPLP Asri Alamat 8. Ibu Sugiatmi 3. Ibu Suyatini 4.

Untuk kegiatan harian dibuat oleh tenaga pengasuh yang disetujui oleh pengelola dan kepala sedangkan untuk jadwal dimusyawarahkan oleh seluruh pihak yang terlibat seperti kepala.30 WIB. Selanjutnya beliau menjelaskan mengenai tema pembinaan.00 WIB sampai 15. Adapun perencanaan pembinaan dipersiapkan secara matang mulai dari persiapan kegiatan harian. Moeljono S Trastotenojo yang pada saat itu meresmikan TPA Melati sebagai kenang . berusia 45 tahun. Moeljono S Trastotenojo. Menurut beliau isi program pembinaan meliputi kegiatankegiatan yang dilakukan untuk mengembangkan kemampuan anak di berbagai aspek perkembangan. Untuk kurikulum yang dipakai di TPA Melati yang mengacu pada menu penitipan anak. sedangkan hari Jumat pukul 07. peralatan dan sarana. pendidikan terakhir SMU. pengelola. Di sini orang tua diminta saran dan masukan tentang jadwal keseharian. Tentang isi program pembinaan dituangkan dalam kegiatan harian mulai dari anak datang ke TPA sampai waktu mereka dijemput orang tua mereka. tenaga pengasuh yang menentukan kegiatan dan disetujui oleh pengelola. tempat tinggal di jalan Citandui Selatan Semarang. Perencanaan kegiatan pembinaan harian dibuat oleh tenaga pengasuh dan disetujui oleh forum musyawarah. motorik halus dan motorik kasar anak. Beliau menjelaskan sebenarnya sama kurikulum untuk TK. kelompok bermain. Menurut beliau TPA melati berdiri pada tanggal 31 Maret 1994 dan diresmikan oleh suaminya Prof dr.30 WIB. Dari hasil perundingan akhirnya untuk jadwal ditetapkan setiap Senin sampai Jumat diadakan pembinaan anak melalui kegiatan pengasuhan untuk setiap Senin sampai Kamis pembinaan dimulai pukul 07. Menurut beliau perencanaan program pembinaan dilakukan secara musyawarah oleh para pengelola dan pengasuh. Mengenai program pembinaan yang digunakan adalah kurikulum program pembinaan yang dibuat oleh lembaga yang disesuaikan dengan kebutuhan anak usia dini. Responden 1 Responden ini bernama Ny.00 WIB sampai 12. hanya saja bobotnya yang berbeda. Beliau aktif diberbagai organisasi sosial. beliau sebagai istri sekaligus juga kepala TPA Melati Semarang.kenangan pada akhir masa jabatan beliau menjabat sebagai Rektor UNDIP. Kurikulum yang dipakai sekarang ini adalah mengacu pada menu pembinaan yang disesuaikan pada usia anak. lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa kurikulum itu sebenarnya hanya sebagai panduan lxxxix .dipahami melalui pembahasan dari 10 (Sepuluh ) orang responden dapat dijelaskan sebagai berikut : a. mulai dari perkembangan moral. pengasuh dan orang tua.

ada berbagai manfaat dari metode bermain sambil belajar diantaranya anak akan memperoleh pengalaman baik manis maupun pahit. Pengembangan kognitif yang pengasuh berikan disini dengan harapan anak dapat berpikir logis. Pengalaman tersebut diperoleh sebagai suatu kenyataan dan akan menjadi suatu peristiwa penting xc . Melatih pengembangan sosial – emosional dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan beliau mengatakan harapan yang ingin dicapai dari kegiatan ini agar anak mempunyai kemampuan alam.para tenaga pengasuh dalam membina anak dan dimasukkan dalam rencana kegiatan harian. lingkungan sosial.nilai agama. dari kegiatan. kritis dalam memberikan alasan dan memecahkan masalah selain itu secara tidak langsung dapat melatih anak untuk menemukan hubungan sebab akibat. Kurikulum yang dibuat sebelum proses pembinaan disarikan terlebih dahulu dari berbagai literatur dari buku – buku tentang pertumbuhan anak dan perkembangannya kemudian dibuat rencana kegiatan harian yang nantinya dijadikan pegangan oleh tenaga pengasuh sehingga mereka tetap siap untuk kegiatan apa saja yang akan diberikan pada anak didik untuk setiap hari. nada. anak diberikan kesempatan untuk berkreativitas sesuai dengan kemampuan anak dan usia sehingga mereka tidak bosan dalam memilih aktivitas apa yang mereka inginkan. Tentang metode pembinaan yang diterapkan di TPA Melati adalah metode bermain sambil belajar. Selanjutnya ia mengatakan bentuk pembinaan yang melatih pengembangan seni diharapkan mampu mengajarkan kepada anak untuk mempunyai kepekaan terhadap irama. Untuk metode bermain sambil belajar dengan harapan metode ini dapat menarik minat anak menuju ke arah belajar dengan metode ini anak secara tidak langsung belajar melalui kegiatan permainan dengan menghayati proses permainan tersebut melalui panca indera dan emosi anak . Melatih pengembangan fisik dengan kompetensi hasil yang diharapkan adalah anak – anak mempunyai kemampuan mengelola dan ketrampilan tubuh termasuk gerakan – gerakan yang mengontrol gerakan tubuh. peranan masyarakat dan memahami keragaman sosial serta budaya.tiap kegiatan bermain sambil belajar yang secara tidak langsung melatih pengembangan moral dan nilai.kegiatan yang ada hasil kegiatan yang diharapkan adalah kemampuan beribadah. mengenal dan percaya akan ciptaan Tuhan serta mencintai sesama. Pada program pembinaan ini beliau mengatakan secara rinci untuk tiap . Metode belajar di sini tenaga pengasuh melibatkan anak untuk banyak terlibat dalam belajar. gerakan kasar serta mampu menerima rangsangan sensorik melalui panca indra. birama dan berbagai bunyi serta menghargai hasil-hasil karya yang kreatif. Melatih pengembangan bahasa beliau menjelaskan hasil yang diharapkan dari kegiatan ini agar anak mampu menggunakan bahasa baik secara pasif maupun aktif dan dapat berkomunikasi dengan baik yang nantinya bermanfaat dalam perkembangan selanjutnya.

mengajak bermain. tidak menular pada anak lain. yang berpengalaman dibidang pengasuhan anak.waktu bisa kambuh di TPA. mengajak bermain yang didalam permainan tersebut mengandung unsur belajar. Beliau mengatakan cara lembaga mengkomunikasikan hasil pembinaan dengan memberikan format penilaian yang telah diisi kepada orang tua untuk tiap satu bulan sekali dengan harapan orang tua tahu perkembangan yang terjadi pada anaknya pada saat dititipkan di TPA Melati dan dapat terus melatih xci . usia minimal 24 tahun. meningkatkan kemandirian. sekretaris.benar ia mampu. kalaupun punya penyakit terlebih dahulu memberitahu jenis penyakitnya. mau bekerja keras. Untuk pengelola ada ketua. cara penanganan sementara.syarat yang harus dipenuhi antara lain : anak usia antara 1. Tentang proses pembinaan pengasuh mengacu pada rencana kegiatan harian yang telah dibuat dalam keseharian yang disesuaikan dengan usia anak. untuk tenaga pembina terdiri dari beberapa pengasuh. Untuk perekrutan anak didik beliau menerangkan pada saat perekrutan syarat. menidurkan. mengembangkan toleransi dan anak belajar mengambil sikap positif agar dapat diterima dalam kelompok. Untuk ujian penerimaan tersebut dilakukan praktek tentang pengasuhan misalnya. Kepengurusan yang secara administratif tersusun di TPA Melati terdiri dari pengelola dan tenaga Pembina. bendahara. Beliau mengatakan untuk berinteraksi dengan anak beliau sedikit mengalami kesulitan karena pada awal pertemuan anak takut pada beliau mungkin karena tidak sering bertemu. dengan bermain anak dapat meningkatkan kecerdasan. Pada saat penerimaan calon pengasuh beliau langsung menguji calon tersebut.5 tahun sampai 7 tahun. menenangkan anak waktu menangis. ramah. caranya setiap anak diamati sendiri-sendiri dan hasil pengamatan dicatat dalam format penilaian. Tentang cara penilaian yang dilakukan tenaga pendidik dengan menggunakan instrumen dalam bentuk pengamatan observasi yang digunakan untuk merekam proses dan hasil dari suatu aktivitas seharihari di TPA untuk melaksanakan pengamatan dengan baik tenaga pendidik harus menyiapkan format penilaian sesuai dengan keperluan. memberi makan. mengembangkan kemampuan bermasyarakat dan bersosialisasi. bagaimana merawat anak mulai dari memandikan.yang akan direkam dalam memori anak. mengembangkan kemampuan berkomunikasi. sehat jasmani maksudnya tidak punya penyakit dalam yang sewaktu. Tentang cara perekrutan pengasuh beliau membuka lowongan di koran tentang penawaran sebagai pengasuh anak dengan kriteria pendidikan maksimal D3 minimal SMP. wanita. untuk semua kegiatan yang sekiranya memerlukan beliau untuk berinteraksi dengan anak harus didampingi oleh tenaga pengasuh supaya mereka tidak takut. maksudnya untuk melihat apakah benar .

Mengenai manajemen yang dan di TPA Melati beliau menjelaskan bahwa di TPA Melati ada yang namanya pengelola dan ada yang namanya tenaga pengasuh. alat permainan yang sejauh ini digunakan sebagai sarana belajar baik dalam ruangan maupun luar ruangan. Beliau mengatakan untuk penyediaan sarana beliau selalu berkonsultasi dengan tenaga pengasuh karena pengasuh tenaga dianggap lebih tahu apa yang dibutuhkan oleh anak baik pada saat pembinaan berlangsung atau pada saat pembinaan berakhir. dapat berkembang kemampuan motoriknya baik itu motorik halus maupun kasar. ruang tunggu. sedangkan manajemen pembinaan itu menjadi tanggung jawab pembina. latar belakang anak berbeda-beda. dapur dan halaman luar. seorang sekretaris.anaknya di rumah seperti apa yang dilakukan tenaga pengasuh di TPA Melati. siap mengikuti pendidikan formal. Persiapan sarana juga disesuaikan dengan kebutuhan TPA dan anak didik serta disesuaikan juga dengan kebutuhan anak karena untuk menunjang kegiatan pembinaan seperti alat . Untuk tenaga pembina atau pengasuh TPA Melati mencari orang-orang yang sudah berpengalaman untuk mengasuh anak dalam kondisi apapun meski jenjang pendidikan mereka hanya SMU atau SMP. kamar mandi. ruang tidur. Harapan TPA setelah anak mengikuti pembinaan di TPA Melati menurut beliau setelah dibina anak – anak yang dititipkan akan lebih siap untuk bergaul dengan orang lain. Mereka diterima karena pengalaman sebagai pengasuh yang lama. Penyediaan sarana yang ada menurut beliau masih kurang karena mengingat biaya yang dibutuhkan sangat banyak sedangkan persiapan biaya operasional yang diterima dari orang tua dan sumbangan donatur belum mencukupi. Beliau mengatakan untuk persiapan sarana idealnya harus ditambah mengingat jumlah anak yang dititipkan naik turun. pengelola mengelola masalah manajemen penyelenggaraan TPA. Untuk jaminan kesejahteraan pengasuh lembaga memberikan gaji dan tambahan uang kesehatan pada pengasuh dan mengikutsertakan tenaga pengasuh saat ada acara – acara seminar yang berkaitan dengan anak usia dini dan usaha kesejahteraan anak dan keluarga dengan biaya yang ditanggung oleh lembaga. solusi yang xcii . seorang bendahara dan pembantu umum sedangkan tenaga pembina disebut pengasuh.alat permainan yang digunakan baik untuk mengembangkan kemampuan motorik kasar maupun halus. dua wakil sekretaris. Pengelola ada ketua yang dikepalai oleh beliau sendiri di bantu oleh dua orang wakil ketua. ada juga yang latar belakang pengalaman sebagai baby sister. Untuk persiapan sarana beliau bersama tenaga pengasuh lainnya mempersiapkan berbagai keperluan untuk pembinaan seperti ruang pembinaan. Hambatan yang dialami saat pembinaan yang sedikit menganggu adalah perbedaan pola asuh orang tua dan perbedaan minat anak.

untuk setiap senin sampai kamis dilakukan pukul 07. dengan harapan anak – anak yang mempunyai perbedaan minat akan dapat berbaur dengan saling berinteraksi dengan yang lain melalui permainan tersebut. Tentang cara pengasuh melaksanakan interaksi dengan anak melalui pengenalan awal kepada anak. Dalam pembinaan jadwal pembinaan di musyawarahkan oleh tenaga pendidik dan kemudian disetujui oleh pengelola selanjutnya diambil keputusan waktu pembinaan dilaksanakan pada tiap hari senin sampai jumat. karena dengan bermain anak akan bisa dengan sendirinya berinteraksi dengan teman bermainnya. pengasuh menerapkannya pada tiap anak yang mengalami masalah. Beliau mengatakan memang pada awalnya anak akan menangis dan takut akan suasana baru yang ia terima di TPA Melati. yang didampingi oleh orang tua agar anak tidak takut dengan pengasuh. b. seorang bendahara. sebagai contoh telah dilakukan penerapan penggunaan bahasa tubuh tersebut pada anak yang dalam kesehariannya diasuh dengan pola pengasuhan otoriter dengan penggunaan bahasa Inggris dalam tiap percakapan. xciii . seorang sekretaris. keseluruhan waktu tiap hari pembina bertatap muka dengan anak didik selama 7 sampai delapan jam perhari.diambil untuk mengatasi hal itu pengasuh beserta pengelola berusaha mengatasi dengan tetap menggabungkan anak. dua orang wakil sekretaris.30 WIB. tenaga pengasuh menemani secara langsung pada saat pembinaan berlangsung dan memberikan bimbingan pada anak-anak yang membutuhkan bimbingan. sedangkan untuk anak dengan pola asuh yang berbeda pengasuh melakukan pendekatan secara individual dengan menggunakan bahasa tubuh yang sebisa mungkin dipahami oleh anak. dua orang wakil ketua. Responden 2 Informasi selanjutnya adalah R2 yang berpendidikan D2 Pendidikan Guru Luar Biasa ( PGSLB ) beliau menjelaskan tentang Penyelenggaraan Pembinaan Penitipan anak dilakukan oleh pengurus atau pengelola dan tenaga pendidik atau pengasuh. Untuk susunan kepengurusan yang secara administratif tercantum beliau menjelaskan bahwa di TPA Melati terdapat pengelola yang terdiri dari kepala TPA.30 WIB dan setiap Jumat mulai pukul 07. Mereka merasa sendirian dan takut dengan orang-orang yang baru ia kenal di sana.30 WIB sampai 15. sebagai contoh ada salah satu anak asuh yang mengalami kesulitan bergaul dengan teman-teman yang lain di sini peran tenaga pendidik dituntut untuk menemani anak tersebut agar secara perlahan-lahan bisa bergaul dengan teman yang lain caranya tenaga pendidik memberikan mainan dan membiarkan ia bermain dengan anak yang lain.anak tersebut menjadi satu kelompok saat bermain bebas. dibantu oleh empat orang pembantu umum dan tenaga pendidik yang terdiri dari empat orang.00 WIB sampai 12.

09. Untuk metode yang digunakan adalah : metode bermain sambil belajar. usia anak yang berbeda. Untuk awal datang pukul 07. Dalam pembinaan pendidik menyesuaikan isi program dengan kebutuhan anak. minum susu dan bersiap pulang.30 12. Pukul 10. karena perkembangan tubuh dan otaknya berbeda.15. Pada program pembinaan ini beliau mengatakan secara rinci untuk tiap kegiatan bermain sambil belajar yang secara tidak langsung melatih pengembangan moral dan nilai agama. Pukul 12.00 WIB kegiatan yang dilakukan bebas di luar.30 WIB ganti pakaian. Melatih pengembangan bahasa beliau menjelaskan hasil yang diharapkan dari kegiatan ini agar anak mampu menggunakan xciv .00 WIB tidur.Sama halnya dengan interaksi. tempat penyimpanan pakaian untuk selanjutnya pukul 08. ganti baju.00 . membersihkan badan dan tidur siang.30 WIB bernyanyi. sosialisasi dan etika.00 WIB sampai 09. Pukul 13. mengenal dan percaya akan ciptaan Tuhan serta mencintai sesama.11.10.30 . Jam 09.30 13.00 WIB anak tiba di TPA dan melalui proses pemeriksaan umum dengan tujuan meningkatkan komunikasi.30 .00 .00 WIB kegiatan bermain dalam ruangan. dari kegiatan yang ada hasil kegiatan yang diharapkan adalah kemampuan beribadah. untuk pendekatan yang dilakukan pembina untuk pembinaan adalah pendekatan bermain sambil belajar. dan perbedaan pola asuh orang tua. bercerita dan kegiatan bebas. pendidik membuat rencana kegiatan harian yang nantinya digunakan untuk pedoman dalam kegiatan pembinaan. Pukul 11.30 WIB makan siang dan minum. Sebagai contoh anak yang kurang dapat bergaul membutuhkan bimbingan dan bantuan agar ia dapat bergaul dengan anak yang lain dan solusinya pendidik membantu agar anak dapat bergaul dan bersosialisasi dengan anak yang lain melalui kegiatan bermain.00 08. pukul 11. Pukul 09.30 WIB Membersihkan diri. Untuk sarana yang disediakan tempat cuci kaki dan tangan. adapun tujuan agar anak belajar bersosialisasi dan meningkatkan kesegaran jasmani. Beliau menjelaskan pada dasarnya pembina juga menyesuaikan isi program dengan usia anak sebagai contoh untuk anak usia 2 tahun dan 6 tahun berbeda pembinaannya.00 . Melatih pengembangan fisik dengan Kompetensi hasil yang diharapkan adalah anak mempunyai kemampuan mengelola dan ketrampilan tubuh termasuk gerakan – gerakan yang mengontrol gerakan tubuh.11. Tahap – tahap kegiatan pembinaan didasarkan pada usia misalnya usia 3 sampai 6 tahun. gerakan kasar serta mampu menerima rangsangan sensorik melalui panca indra.30 WIB waktu minum susu tujuannya dengan memberikan susu sambil berbincang-bincang dapat meningkatkan komunikasi dan sosialisasi dengan anak. Dalam pembinaan kendala yang dialami saat menggunakan metode pembinaan adalah keinginan anak atau respon anak. Berjemur kegiatan yang dilakukan tenaga pendidik mengawasi anak di luar.

Untuk motivasi anak saat mengikuti kegiatan di TPA pada awalnya anak sama sekali tidak punya motivasi apa-apa. boneka. Melatih pengembangan sosial. Pengembangan kognitif yang pengasuh berikan disini dengan harapan anak dapat berpikir logis. Beliau mengatakan untuk mengkomunikasikan hasil pembinaan pendidik tinggal memberikan blangko isian yang sudah diisi sebelumnya kepada orang tua dan menjelaskan perkembangan anak selama di TPA Melati dalam tiap bulannya. buku cerita. birama dan berbagai bunyi serta menghargai hasil-hasil karya yang kreatif. orang-orang yang ada di TPA teman-teman yang ada. pada awal mereka datang mereka merasa asing di tempat mereka berada sekarang. Untuk sarana belajar beliau menjelaskan ada beberapa sarana belajar yang digunakan seperti alat-alat permainan yang berupa balok susun. mobil-mobilan. mereka juga mendukung untuk setiap kegiatan yang diberikan kepada anak mereka. orang tua juga turut menyukseskan kegiatan tersebut dengan melatih anak mereka tentang apa yang diberikan tenaga pengasuh sebagai contoh di TPA anak dilatih untuk belajar mandiri meletakkan sepatu atau sandal pada tempatnya dan orang tua juga menerapkan hal yang sama di rumah. setelah mengenal lingkungan sekitar TPA. Selanjutnya ia mengatakan bentuk pembinaan yang melatih pengembangan seni diharapkan mampu mengajarkan kepada anak untuk mempunyai kepekaan terhadap irama. kritis dalam memberikan alasan dan memecahkan masalah selain itu secara tidak langsung dapat melatih anak untuk menemukan hubungan sebab akibat. Untuk alat-alat belajar yang digunakan dan mendukung kegiatan berupa puzzle. Beliau mengatakan cara pembina berinteraksi dengan anak melalui perkenalan dengan anak yang didampingi orang tua anak agar mereka tidak takut untuk selanjutnya pengasuh mengajak bermain dengan harapan anak-anak belajar bersosialisasi di samping itu pendidik juga berupaya mengenalkan anak kepada lingkungan sekitar mereka. buku dongeng. Mengenai respon orang tua tehadap hasil perkembangan anak yang diberikan mereka sangat puas dengan hasil perkembangan anak mereka. peranan masyarakat dan memahami keragaman sosial serta budaya. puzzle. Untuk penilaian dilakukan menggunakan instrumen pengamatan dengan menggunakan blangko isian yang dibuat bersama-sama pengelola dan pengasuh. balok-balok susun. lingkungan sosial. emosional dari kegiatan yang dilakukan beliau mengatakan harapan yang ingin dicapai dari kegiatan ini agar anak mempunyai kemampuan alam. xcv .bahasa baik secara pasif maupun aktif dan dapat berkomunikasi dengan baik yang nantinya bermanfaat dalam perkembangan selanjutnya. rumah-rumahan susun. mereka mempunyai motivasi untuk bermain dan berjumpa teman-teman yang lain dan pada kesempatan itulah yang pendidik gunakan untuk melatih anak belajar sambil mereka bermain. nada.

memanjat. menendang. melompat dan sebagainya sedang untuk usia 4-5 tahun kompetensi dan hasil belajar yang dicapai sama untuk melatih motorik kasar dan halus dengan cara berjalan stabil. berjalan mundur. tenaga pengasuh. sebagai contoh untuk kelompok usia 2 tahun–3 tahun kompetensi pengembangan fisik yang diharapkan adalah kemampuan anak dalam mengelola ketrampilan tubuh termasuk gerakan-gerakan yang mengontrol gerakan tubuh. dua orang wakil sekretaris. menangkap dan melempar bola jarak dekat.balik. dua orang wakil ketua. berlari tanpa jatuh bolak .30 WIB sampai 15. menirukan gerakan binatang. menuang air tanpa tumpah. Beliau juga mengatakan pengelola terdiri dari kepala TPA. Dari situ dapat dilihat perbedaan kemampuan belajar berdasarkan usia. naik turun tangga. dibantu oleh empat orang pembantu umum dan tenaga pengasuh yang terdiri dari empat orang.00 WIB sampai 12. menangkap. menendang dan melempar bola jarak jauh serta melompat. Tentang cara pengasuh melaksanakan interaksi dengan anak melalui pengenalan awal kepada anak yang didampingi oleh orang tua xcvi . gerakan halus dan gerakan kasar serta menerima rangsangan sensorik ( panca indera ) dengan cara berjalan stabil. seorang sekretaris. mengikuti binatang. berlari tanpa jatuh. Keingintahuan mereka itulah yang membuat anak-anak TPA berani mendekati orang lain dan mengajak bicara dengan bahasa mereka. berjalan mengikuti jejak. memanjat menaiki tangga plosotan. Reaksi anak-anak ketika bermain dengan teman-teman sebayanya.30 WIB dan setiap jumat mulai pukul 07. anak-anak menikmati walau kadang tenaga pengasuh harus sabar menangani mereka saat berebut mainan. keseluruhan waktu pembina bertatap muka dengan anak didik selama 7 sampai delapan jam perhari. seorang bendahara. berjalan maju dan mundur.30 WIB. Responden 3 Informasi selanjutnya adalah R3 yang berpendidikan SMU. Untuk berinteraksi dengan tenaga pengasuh dan orang lain di sekitar mereka langsung bisa akrab. Dalam pembinaan jadwal pembinaan dimusyawarahkan oleh tenaga pengasuh dan kemudian disetujui oleh pengelola selanjutnya diambil keputusan waktu pembinaan dilaksanakan pada tiap hari senin sampai jumat. Beliau menjelaskan tentang penyelenggaraan pembinaan penitipan anak dilakukan oleh pengelola dan pengasuh. Untuk susunan kepengurusan beliau menjelaskan bahwa di TPA Melati terdiri dari para pengelola. naik turun tangga tanpa berpegangan.Kemampuan belajar anak di TPA Melati menurut beliau kemampuan belajar anak disesuaikan dengan usia dan tingkat perkembangannya. c. untuk setiap senin sampai kamis dilakukan pukul 07. anak-anak merasa ingin tahu tentang orang baru yang datang di tempat mereka ( TPA Melati ).

perbedaan pola asuh orang tua. Sebagai contoh anak yang usianya 2 tahun dengan anak yang usianya 6 tahun berbeda pembinaannya. peranan masyarakat dan memahami keragaman sosial serta budaya. karena perkembangan tubuh dan otaknya berbeda. kritis dalam memberikan alasan dan memecahkan masalah selain itu secara tidak langsung dapat melatih anak untuk menemukan hubungan sebab akibat. tenaga pengasuh menemani secara langsung pada saat pembinaan berlangsung dan memberikan bimbingan pada anak-anak yang membutuhkan bimbingan. Pada program pembinaan beliau mengatakan secara rinci untuk tiap kegiatan bermain sambil belajar yang secara tidak langsung melatih pengembangan moral dan nilai. mengenal dan percaya akan ciptaan Tuhan serta mencintai sesama. Selanjutnya ia mengatakan bentuk pembinaan yang melatih pengembangan seni diharapkan mampu mengajarkan kepada anak untuk mempunyai kepekaan terhadap irama.kegiatan yang ada hasil kegiatan yang diharapkan adalah kemampuan beribadah. xcvii . Melatih pengembangan sosial – emosional dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan beliau mengatakan harapan yang ingin dicapai dari kegiatan ini agar anak mempunyai kemampuan alam. Dalam pembinaan kendala yang dialami saat menggunakan metode pembinaan biasanya pada respon anak.agar anak tidak takut dengan pengasuh. dari kegiatan . Melatih pengembangan fisik dengan Kompetensi hasil yang diharapkan adalah anak – anak mempunyai kemampuan mengelola dan ketrampilan tubuh termasuk gerakan – gerakan yang mengontrol gerakan tubuh. Untuk pendekatan yang dilakukan pembina dalam pembinaan adalah pendekatan bermain sambil belajar. nada. Beliau mengatakan untuk mengkomunikasikan hasil pembinaan pengasuh tinggal memberikan blangko isian yang sudah diisi sebelumnya kepada orang tua dan menjelaskan perkembangan anak selama di TPA Melati dalam tiap bulannya. gerakan kasar serta mampu menerima rangsangan sensorik melalui panca indra.nilai agama. Untuk metode yang digunakan adalah : metode bermain sambil belajar. usia anak yang berbeda. Pengasuh membuat rencana kegiatan harian yang nantinya digunakan untuk pedoman dalam kegiatan pembinaan. Pengembangan kognitif yang pengasuh berikan disini dengan harapan anak dapat berpikir logis. Untuk penilaian dilakukan menggunakan instrumen pengamatan dengan menggunakan blangko isian yang dibuat bersama-sama pengelola dan pengasuh. lingkungan sosial.. birama dan berbagai bunyi serta menghargai hasil-hasil karya yang kreatif. Melatih pengembangan bahasa beliau menjelaskan hasil yang diharapkan dari kegiatan ini agar anak mampu menggunakan bahasa baik secara pasif maupun aktif dan dapat berkomunikasi dengan baik yang nantinya bermanfaat dalam perkembangan selanjutnya.

puzzle.teman sebayanya mereka menikmati walau kadang tenaga pengasuh harus sabar menangani mereka saat berebut mainan. Keingintahuan mereka itulah yang membuat anak-anak TPA berani mendekati orang lain dan mengajak bicara dengan bahasa mereka. rumah – rumah susun. orang-orang yang ada di TPA teman . untuk selanjutnya pengasuh mengajak mereka bermain dengan harapan anak-anak belajar bersosialisasi di samping itu pengasuh juga berupaya mengenalkan anak kepada lingkungan sekitar mereka. Untuk alat .teman yang ada mereka mempunyai motivasi untuk bermain dan berjumpa teman-teman yang lain dan pada kesempatan itulah yang pengasuh gunakan untuk melatih anak belajar sambil mereka bermain. Kemampuan belajar anak di TPA Melati menurut beliau kemampuan belajar anak disesuaikan dengan usia dan tingkat perkembangannya. Reaksi anak-anak ketika bermain dengan teman .Untuk sarana belajar beliau menjelaskan ada beberapa sarana belajar yang digunakan seperti alat-alat permainan seperti balok susun. xcviii . Responden 4 Informasi selanjutnya adalah R4 yang berpendidikan SMU sebagai pengasuh beliau menjelaskan tentang penyelenggaraan pembinaan penitipan anak dilakukan oleh pengelola dan tenaga pengasuh.mobilan. d. balok-balok susun. pada awal mereka datang mereka diperkenalkan tempat mereka berada sekarang. mobil . buku cerita. boneka. orang tua juga turut menyukseskan kegiatan tersebut dengan melatih anak mereka tentang apa yang diberikan tenaga pengasuh sebagai contoh di TPA anak dilatih untuk belajar menyebutkan benda – benda yang ada disekitarnya. tidak jarang orang tua mengeluhkan anak mereka pada saat tidak datang ke TPA malah rewel dirumah. anak . orang tua juga diharapkan memperhatikan dan membantu anak memberikan kosakata benda – benda yang baru mereka kenal di rumah. Untuk motivasi anak saat mengikuti kegiatan di TPA pada awalnya anak sama sekali tidak punya motivasi apa-apa. Untuk berinteraksi dengan tenaga pengasuh dan orang lain di sekitar mereka langsung bisa akrab. Mengenai respon orang tua tehadap hasil perkembangan anak yang diberikan sangat puas dengan hasil perkembangan anak mereka. Beliau mengatakan cara pembina berinteraksi dengan anak melalui perkenalan dengan anak yang didampingi oleh orang tua anak agar mereka tidak takut. setelah mengenal lingkungan sekitar TPA. mereka juga mendukung untuk setiap kegiatan yang ada. buku dongeng.anak merasa ingin tahu tentang orang baru yang datang ke TPA Melati.alat belajar yang digunakan dan mendukung kegiatan berupa puzzle.

seorang sekretaris. Sama halnya dengan interaksi. contohnya ada salah satu anak asuh yang mengalami kesulitan bergaul dengan teman . Menurut beliau memang pada awalnya anak menangis dan takut akan suasana baru yang ia terima di TPA Melati. Beliau menjelaskan pada dasarnya pembina juga menyesuaikan isi program dengan usia anak sebagai contoh untuk anak usia 2 tahun dan 6 tahun pembinaannya berbeda. Mereka merasa sendirian dan asing dengan orang-orang yang baru ia kenal di sana. xcix . tenaga pengasuh menemani secara langsung pada saat pembinaan berlangsung dan memberikan bimbingan pada anak-anak yang membutuhkan bimbingan. pengasuh membuat rencana kegiatan harian yang nantinya digunakan sebagai pedoman dalam kegiatan pembinaan.30 WIB.nilai agama dan kasih sayang terhadap sesama.teman yang lain di sini peran tenaga pengasuh dituntut untuk menemani anak tersebut agar secara perlahan-lahan bisa bergaul dengan teman yang lain cara yang biasa ditempuh adalah dengan memberikan mainan dan membiarkan ia bermain dengan anak yang lain.30 WIB sampai 15. seorang bendahara. dibantu oleh empat orang pembantu umum dan tenaga pengasuh yang terdiri dari empat orang.00 WIB sampai 12. dua orang wakil sekretaris. dua orang wakil ketua. Perencanaan yang dilakukan pengasuh sebelum pembinaan dilaksanakan adalah merencanakan tema kegiatan harian serta mempersiapkan sarana yang dibutuhkan pada kegiatan tersebut sehingga semua teratur dan berjalan dengan baik. dimana dalam tema ini terdapat kegiatan bermain yang mengajarkan anak untuk bersosialisasi secara tidak langsung. untuk pendekatan yang dilakukan pembina adalah pendekatan bermain sambil belajar. untuk setiap senin sampai kamis dilakukan pukul 07. yang didampingi oleh orang tua agar anak tidak takut dengan pengasuh. Dalam pembinaan pengasuh menyesuaikan isi program dengan kebutuhan anak.Untuk susunan kepengurusan yang secara administratif beliau menjelaskan bahwa di TPA Melati terdapat pengelola yang terdiri dari kepala TPA.. Dalam pembinaan jadwal pembinaan dimusyawarahkan dahulu oleh tenaga pengasuh dan kemudian disetujui oleh pengelola dan kemudian diambil keputusan waktu pembinaan dilaksanakan pada tiap hari senin sampai jumat. karena perkembangan tubuh dan otaknya berbeda.30 WIB dan setiap jumat mulai pukul 07. Tentang cara pengasuh melaksanakan interaksi dengan anak melalui pengenalan awal kepada anak. Sebagai contoh anak yang kurang dapat bergaul membutuhkan bimbingan dan bantuan agar ia dapat bergaul dengan anak yang lain dan solusinya pengasuh membantu agar anak dapat bergaul dengan anak yang lain melalui kegiatan bermain dengan tema Pengembangan nilai . karena menurut beliau dengan bermain anak akan bisa dengan sendirinya berinteraksi dengan teman bermainnya. keseluruhan pembina bertatap muka dengan anak didik selama 7 sampai 8 jam perhari.

Pengembangan kognitif yang pengasuh berikan disini dengan harapan anak dapat berpikir logis. Pada program pembinaan ini beliau mengatakan secara rinci untuk tiap.Untuk metode yang digunakan adalah : metode bermain sambil belajar.tiap kegiatan bermain sambil belajar yang secara tidak langsung melatih pengembangan moral dan nilai . gerakan kasar serta mampu menerima rangsangan sensorik melalui panca indra. c . buku dongeng. buku cerita. perbedaan pola asuh orang tua.alat belajar yang digunakan dan mendukung kegiatan berupa puzzle. boneka. Untuk penilaian dilakukan menggunakan instrumen pengamatan dengan menggunakan blangko isian yang dibuat bersama-sama pengelola dan pengasuh. Melatih pengembangan fisik dengan Kompetensi hasil yang diharapkan adalah anak – anak mempunyai kemampuan mengelola dan ketrampilan tubuh termasuk gerakan – gerakan yang mengontrol gerakan tubuh.nilai agama.mobilan. Untuk alat . nada.alat permainan yang berupa balok susun. kritis dalam memberikan alasan dan memecahkan masalah selain itu secara tidak langsung dapat melatih anak untuk menemukan hubungan sebab akibat. birama dan berbagai bunyi serta menghargai hasil-hasil karya yang kreatif. lingkungan sosial.kegiatan yang ada hasil kegiatan yang diharapkan adalah kemampuan beribadah. dari kegiatan . Melatih pengembangan bahasa beliau menjelaskan hasil yang diharapkan dari kegiatan ini agar anak mampu menggunakan bahasa baik secara pasif maupun aktif dan dapat berkomunikasi dengan baik yang nantinya bermanfaat dalam perkembangan selanjutnya. usia anak yang berbeda. Dalam pembinaan kendala yang dialami saat menggunakan metode pembinaan adalah respon anak atau keinginan anak. Melatih pengembangan sosial – emosional dari kegiatankegiatan yang dilakukan beliau mengatakan harapan yang ingin dicapai dari kegiatan ini agar anak mempunyai kemampuan alam. mobil . Untuk sarana belajar beliau menjelaskan ada beberapa sarana belajar yang digunakan seperti alat . peranan masyarakat dan memahami keragaman sosial serta budaya. Beliau mengatakan untuk mengkomunikasikan hasil pembinaan pengasuh memberikan blangko isian yang sudah diisi sebelumnya kepada orang tua dan menjelaskan perkembangan anak selama di TPA Melati dalam tiap bulannya.rumahan susun. rumah . Selanjutnya ia mengatakan bentuk pembinaan yang melatih pengembangan seni diharapkan mampu mengajarkan kepada anak untuk mempunyai kepekaan terhadap irama. Beliau mengatakan cara pembina berinteraksi dengan anak melalui pendekatan awal dengan anak yang didampingi orang tua anak agar mereka tidak takut untuk selanjutnya pengasuh mengajak bermain dengan harapan anak-anak belajar bersosialisasi di samping itu juga pengasuh berupaya mengenalkan anak kepada lingkungan sekitar. balok-balok susun. puzzle. mengenal dan percaya akan ciptaan Tuhan serta mencintai sesama.

menendang dan melempar bola jarak jauh serta melompat. Reaksi anak-anak ketika bermain dengan teman-teman sebayanya anak-anak menikmati permainan meski kadang tenaga pengasuh harus sabar menangani mereka saat berebut mainan. menangkap. anak-anak merasa ingin tahu tentang orang baru yang datang ke TPA Melati. berjalan mundur. Keingintahuan mereka itu yang membuat anak-anak TPA berani mendekat dan mengajak bicara dengan bahasa mereka. pada awal mereka datang mereka merasa asing di tempat mereka berada sekarang. sebagai contoh untuk kelompok usia 2 tahun – 3 tahun pengembangan fisik yang diharapkan adalah kemampuan anak dalam mengelola dan ketrampilan tubuh yang didalamnya termasuk gerakan-gerakan yang mengontrol gerakan tubuh. menuang air tanpa tumpah. orang tua juga turut menyukseskan kegiatan tersebut dengan melatih anak mereka tentang apa yang diberikan tenaga pengasuh sebagai contoh di TPA anak dilatih untuk belajar mandiri membereskan alat – alat permainan yang baru saja ia gunakan untuk bermain dan meletakkan pada tempatnya dan orang tua saat rumah diharapkan juga mengingatkan anak untuk membereskan mainannya sendiri dan mengembalikan pada tempat semula. memanjat menaiki tangga plosotan. naik turun tangga. gerakan motorik halus dan gerakan motorik kasar serta menerima rangsangan pancaindera dengan cara melempar bola jarak dekat. berlari tanpa jatuh bolak-balik. setelah mengenal lingkungan sekitar TPA. berjalan mengikuti jejak. Dari situ dapat dilihat perbedaan kemampuan belajar berdasarkan usia. orang-orang yang ada di TPA teman . berjalan stabil.teman yang lain dan pada kesempatan itulah yang digunakan pengasuh untuk melatih anak belajar sambil mereka bermain.Mengenai respon orang tua tehadap hasil perkembangan anak yang diberikan mereka merasa sangat puas dengan hasil perkembangan anak mereka. mengikuti binatang. mereka juga mendukung untuk setiap kegiatan yang diberikan kepada anak mereka.teman yang ada mereka mempunyai motivasi untuk bermain dan bertemu teman .5 tahun kompetensi dan hasil belajar yang dicapai sama untuk melatih motorik kasar dan halus dengan cara berjalan stabil. Kemampuan belajar anak di TPA Melati menurut beliau kemampuan belajar anak disesuaikan dengan usia dan tingkat perkembangannya. Motivasi anak pada saat mengikuti kegiatan di TPA sama sekali tidak ada. menirukan gerakan binatang. Untuk berinteraksi dengan tenaga pengasuh dan orang lain di sekitar mereka langsung bisa akrab. naik turun tangga tanpa berpegangan. ci . menangkap dan melompat dan sebagainya sedang untuk usia 4 . sedangkan motivasi orang tua lebih memilih TPA Melati karena menurut mereka lokasi TPA dekat dengan tampat kerja. menendang. mundur dan berjalan maju. memanjat.

Sebagai contoh anak yang kurang dapat bergaul membutuhkan bantuan agar ia dapat bergaul dengan anak yang lain dan solusinya pengasuh membantu agar anak dapat bergaul dan bersosialisasi dengan anak yang lain melalui kegiatan bermain. seorang sekretaris. pengasuh membuat rencana kegiatan harian yang nantinya digunakan untuk pedoman dalam kegiatan pembinaan. pendekatan yang dilakukan pembina untuk pembinaan adalah pendekatan bermain sambil belajar .30 WIB. yang didampingi oleh orang tua agar anak tidak takut dengan pengasuh.00 WIB anak tiba di TPA dan melalui proses pemeriksaan umum cii . tenaga pengasuh menemani secara langsung pada saat pembinaan berlangsung dan memberikan bimbingan pada anak-anak yang membutuhkan bimbingan. Responden 5 Informasi selanjutnya adalah R5 yang berusia 31 tahun sebagai tenaga pengasuh beliau menjelaskan tentang penyelenggaraan pembinaan penitipan anak dilakukan oleh para pengelola beserta pengurus dan dalam pelaksanaannya di bantu oleh tenaga pengasuh. keseluruhan waktu pembina bertatap muka dengan anak didik selama 7 sampai delapan jam perhari.00 WIB sampai 12. contoh ada salah satu anak asuh yang mengalami kesulitan bergaul dengan teman-teman yang lain karena perbedaan cara mengasuh orang tua disini peran tenaga pendidik dituntut untuk menemani anak tersebut agar secara perlahan-lahan bisa bergaul dengan teman yang lain.30 WIB sampai 15.00 08. pada awalnya anak akan menangis dan takut akan keadaan baru yang ia terima di TPA Melati. Dalam susunan kepengurusan beliau menjelaskan bahwa dalam organisasi TPA Melati terdapat pengelola yang terdiri dari beberapa pengurus ada kepala TPA. dari kegiatan – kegiatan itulah mengapa saya lebih memilih menitipkan anak saya di TPA daripada ditempat lain.e. Dalam pembinaan pengasuh menyesuaikan isi program dengan kebutuhan anak dan usia anak. Dalam pembinaan jadwal pembinaan dimusyawarahkan oleh tenaga pengasuh dan kemudian disetujui oleh pengelola selanjutnya diambil keputusan waktu pembinaan dilaksanakan pada tiap hari senin sampai jumat. Tentang cara pengasuh melaksanakan interaksi dengan anak melalui perkenalan awal kepada anak. Usaha ini dilakukan karena dengan bermain anak akan bisa dengan sendirinya berinteraksi dengan teman bermainnya. Hampir sama dengan interaksi. dua orang wakil sekretaris. Beliau menjelaskan pada dasarnya pembina juga menyesuaikan isi program dengan usia anak karena perkembangan tubuh dan otaknya berbeda. dua orang wakil ketua.30 WIB dan setiap jumat mulai pukul 07. Tahap – tahap kegiatan pembinaan didasarkan pada usia misalnya usia 3 sampai 6 tahun. untuk setiap senin sampai kamis dilakukan pukul 07. seorang bendahara. dibantu oleh empat orang pembantu umum dan empat orang tenaga pengasuh. Untuk awal datang pukul 07.

membersihkan badan dan tidur. Adapun tujuan agar anak belajar bersosialisasi dan meningkatkan kesegaran jasmani. untuk sarana yang disediakan tempat cuci kaki dan tangan.12.30 WIB anak – anak diberi pakaian ganti. orang tua juga turut menyukseskan kegiatan tersebut dengan melatih anak mereka tentang apa yang diberikan tenaga pengasuh sebagai contoh di TPA anak dilatih untuk belajar ciii .30 .00 WIB waktu ini digunakan untuk istirahat dan tidur.30 WIB anak – anak diberikan makan siang dan minum dari TPA Melati.00 . tempat penyimpanan pakaian untuk selanjutnya pukul 08. mereka juga mendukung untuk setiap kegiatan yang diberikan kepada anak mereka.13. Untuk sarana belajar beliau menjelaskan ada beberapa sarana belajar yang digunakan seperti alat-alat permainan yang berupa balok susun.09.dengan tujuan meningkatkan komunikasi. Jam 09. Beliau mengatakan cara pembina berinteraksi dengan anak melalui perkenalan dengan anak yang didampingi orang tua anak agar mereka tidak takut untuk selanjutnya pendidik mengajak bermain dengan harapan anak-anak belajar bersosialisasi di samping itu pendidik juga berupaya mengenalkan anak kepada lingkungan sekitar mereka.mobilan. buku dongeng.30 WIB kegiatan selanjutnya bernyanyi.30 WIB waktu minum susu tujuannya dengan memberikan susu anak diajak berkomunikasi dan sosialisasi dengan anak.10. buku cerita. puzzle. Pukul 11. Beliau mengatakan untuk mengkomunikasikan hasil pembinaan pengasuh tinggal memberikan blangko isian yang sudah diisi sebelumnya kepada orang tua dan menjelaskan perkembangan anak selama di TPA Melati dalam tiap bulannya.00 WIB kegiatan yang dilakukan bebas di luar. mobil .30-15. usia anak yang berbeda. Untuk metode yang digunakan adalah : metode bermain sambil belajar.11.00 WIB sampai 09.30 . sosialisasi dan etika.30 . Untuk penilaian dilakukan menggunakan instrumen pengamatan dengan menggunakan blangko isian yang dibuat bersama-sama pengelola dan pengasuh. Pukul 09. Untuk alat-alat belajar yang digunakan dan mendukung kegiatan berupa puzzle. Pukul 12. boneka. Pukul 13. Dalam pembinaan kendala yang dialami saat menggunakan metode pembinaan adalah keinginan anak atau respon anak.30 WIB Membersihkan diri.11.00 . minum susu dan bersiap pulang. balok-balok susun. dan perbedaan pola asuh. bercerita dan kegiatan bebas diluar ruangan. Berjemur kegiatan yang dilakukan tenaga pendidik mengawasi anak di luar. Pukul 10. ganti baju. Mengenai respon orang tua tehadap hasil perkembangan anak yang diberikan mereka sangat puas dengan hasil perkembangan anak mereka.00 WIB kegiatan selanjutnya bermain dalam ruangan dengan menggunakan alat – alat permainan dalam ruangan. Pukul 11. rumah-rumahan susun.00 .

menangkap dan melempar bola jarak dekat. memanjat menaiki tangga plosotan. pada awal mereka datang mereka merasa asing di tempat mereka berada sekarang.anak ketika bermain dengan teman . Dari situ dapat dilihat perbedaan kemampuan belajar berdasarkan usia. karena menurut beliau anaknya sekarang lebih mandiri dari pada sebelumnya. menirukan gerakan binatang. Keiingintahuan mereka itulah yang membuat anak . tempatnya bersih. ayah dari Gebyar Berlianto ini mengatakan alasan memilih TPA Melati sebagai tempat menitipkan anak mereka karena fasilitas yang memuaskan. berjalan mengikuti jejak. Beliau bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil usia beliau 40 tahun. gerakan motorik halus dan gerakan motorik kasar serta menerima rangsangan sensorik ( pancaindera ) dengan cara berjalan stabil. Kemampuan belajar anak di TPA Melati menurut beliau kemampuan belajar anak disesuaikan dengan usia dan tingkat perkembangannya. Untuk motivasi anak saat mengikuti kegiatan di TPA pada awalnya anak sama sekali tidak punya motivasi apa . menendang dan melempar bola jarak jauh serta melompat. f. dulu anaknya belum bisa meletakkan sepatunya pada rak civ .apa.5 tahun Kompetensi dan hasil belajar yang dicapai sama untuk melatih motorik kasar dan halus dengan cara berjalan stabil. berjalan mundur.mandiri meletakkan sepatu atau sandal pada tempatnya dan orang tua juga menerapkan hal yang sama di rumah.anak TPA berani mendekati orang lain dan mengajak bicara dengan bahasa mereka.teman sebayanya anak-anak menikmati walau kadang tenaga pengasuh harus sabar menangani mereka saat berebut mainan. memanjat. berlari tanpa jatuh bolak – balik. Beliau juga mengatakan pembinaan yang dilakukan sangat memuaskan. berlari tanpa jatuh. mengikuti binatang. Reaksi anak .anak merasa ingin tahu tentang orang baru yang datang di tempat mereka ( TPA Melati ). menangkap. menuang air tanpa tumpah. setelah mengenal lingkungan sekitar TPA. sebagai contoh untuk kelompok usia 2 tahun – 3 tahun pengembangan fisik kompetensi yang diharapkan adalah kemampuan anak dalam mengelola dan ketrampilan tubuh termasuk gerakan-gerakan yang mengontrol gerakan tubuh. Responden 6 Informasi selanjutnya R6 yang berpendidikan S1 jurusan teknik. naik turun tangga. berjalan maju dan mundur. menendang. melompat dan sebagainya sedang untuk usia 4 . anak . orang-orang yang ada di TPA teman-teman yang ada mereka mempunyai motivasi untuk bermain dan berjumpa teman-teman yang lain dan pada kesempatan itulah yang pengasuh gunakan untuk melatih anak belajar sambil mereka bermain. dekat dengan tempat kerja istri. Untuk berinteraksi dengan tenaga pengasuh dan orang lain di sekitar mereka langsung bisa akrab. naik turun tangga tanpa berpegangan.

000. TPA dekat dengan jalan raya. dapat dijangkau dengan menggunakan kendaraan sendiri ataupun angkatan kota. Kesulitan yang beliau hadapi saat menitipkan anak di TPA Melati saat anak sedang rewel karena sakit atau memang kadangkadang anak tidak mau ditinggal kerja. mungkin karena di TPA sering diajak berbincang-bincang..00 WIB. dengan tanpa disuruh anak dapat melakukannya sendiri. jarak rumah saya dengan TPA Melati kirakira 10 km. Beliau telah menitipkan anak di TPA Melati 3 tahun yang pada saat pertama kali masuk di TPA Melati usia 3 bulan.sampai dengan Rp 400. untuk tiap hari beliau sebelum bekerja mengantar anak ke TPA terlebih dahulu selanjutnya beliau menjemput kembali putranya setelah pulang kerja jam 16. dari kegiatan – kegiatan yang diberikan dengan anaknya sangat mempunyai pengaruh yang sangat besar sekali mulai dari keagamaan. tapi setelah dilatih untuk mandiri di TPA Melati dengan meletakkan alas kaki di rak sepatu yang ada di TPA Melati dan itu sangat membantu kerja ibu di rumah.000. Mengenai biaya yang dikeluarkan untuk menitipkan anak di TPA Melati. beliau mengatakan sekitar Rp 125. dan mengembalikan sepatu pada tempatnya semula setelah dipakai tanpa harus disuruh.per bulannya. berbahasa. Sebagai contoh untuk mengambil sepatu dilakukan sendiri. Letak TPA Melati menurut beliau sangat strategis.sepatu. Perubahan yang sangat mencolok selama anak mengikuti pembinaan anak beliau tidak rewel dan cengeng. Tentang jadwal beliau menitipkan anak beliau mengatakan pembinaan dilakukan setiap senin dan jumat dan beliau juga selalu menitipkan anaknya pada hari itu.. Untuk meluagkan waktu dalam memantau perkembangan anak di TPA beliau selalu datang ke TPA saat istirahat kerja meskipun cv . Motivasi beliau menitipkan anak di TPA Melati karena beliau dan istri dapat bekerja lebih tenang sehingga beliau merasa perlu sekali menitipkan anaknya agar anaknya tidak kehilangan masa anakanaknya dan masa belajarnya. dan berkomunikasi. memakai sepatu sendiri. dari hal itu pula yang membuat beliau lebih memilih TPA Melati dari pada tempat penitipan yang lain. Saya mengetahui keberadaan TPA Melati UNDIP dari istri saya yang bekerja di UNDIP. Anak saya sekarang lebih lancar berbicara dan tidak takut dengan orang yang tidak dia kenal. olah tubuh. Beliau memberikan gambaran pembinaan yang beliau harapkan adalah pembinaan yang dapat sepenuhnya membantu anak untuk lebih mandiri dan tidak selalu bergantung pada orang tua yang bekerja di kemudian hari. Sejak mengikuti pembinaan anak saya mandiri mengerjakan sesuatu yang menyangkut dirinya tanpa harus meminta tolong orang lain. anak saya lebih mandiri di rumah dia tidak rewel.

dekat dengan jalan raya sehingga mudah dijangkau oleh angkutan umum. terpaksa saya harus menitipkannya di TPA dan saya setiap saat terus memantau keadaan anak dan itu membuat pikiran saya tidak bisa tenang. Dalam sehari – harinya anak beliau tetap sekolah.sampai saya harus menunggui di sana. Responden 7 Informasi selanjutnya R 7 yang berpendidikan D3 Kesehatan. Beliau bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil ( BP7 ) usia beliau 40 tahun. Sejak cvi . Beliau berharap anak akan dapat mandiri setelah mengikuti semua kegiatan yang ada di TPA Melati. tidak rewel dan cengeng. karena beliau merasakan perbedaan yang mencolok pada anaknya sekarang dulu anak saya takut dan cengeng saat berada di sekolah sehingga sangat merepotkan gurunya sampai . Selain itu beliau juga mengatakan untuk memantau perkembangan anak memang harus selalu dilakukan sekecil apapun bentuk perhatian tersebut sangat berarti bagi perkembangan anak selanjutnya.30 dan hari jumat mulai pukul 07. beliau menjemput anak setelah pulang sekolah dan langsung mengantarnya ke TPA. tetapi sekarang mungkin karena telah terbiasa berada bersama anak – anak lain ia jadi lebih berani dan tidak cengeng dari pada sebelumnya. yang menurutnya hanya masalah kepercayaan saja mengapa beliau memilih TPA Melati yang pada dasarnya hampir sama pelayanannya dengan play group. pembinaan dilakukan setiap hari senin sampai kamis pukul 07. g. dan beliau juga selalu menitipkan anaknya setelah pulang sekolah. Untuk jadwal beliau menitipkan anak beliau mengatakan jadwal telah ditetapkan bersama.00 sampai 12. ayah dari Mohammad Nabil ini mengatakan alasan memilih TPA Melati dari pada tempat penitipan yang lain atau play group sebagai tempat menitipkan anak mereka karena fasilitas yang memuaskan.hanya sebentar. tentang mengapa memilih TPA dari pada play group menurut beliau tempat penitipan yang sekarang dipilih lebih aman dan tepat untuk anak beliau. dari seluruh kegiatan yang diberikan saya lebih senang kegiatan anak dalam pengembangan seni dan bahasa yang melatih anak untuk menghargai hasil karya yang ada dan berkomunikasi yang merupakan hal yang terpenting untuk perkembangan anak selanjutnya. Perubahan yang sangat mencolok selama anak mengikuti pembinaan anak beliau lebih mandiri.30. Kesulitan yang beliau hadapi saat menitipkan anak di TPA Melati saat anak sedang sakit sementara pekerjaan saya tidak bisa ditinggal. tempatnya bersih. Beliau juga mengatakan pembinaan yang dilakukan sangat memuaskan. Beliau memberikan gambaran pembinaan yang beliau harapkan adalah pembinaan yang dapat sepenuhnya membantu anak untuk lebih mandiri dan tidak selalu bergantung pada orang tua yang bekerja di kemudian hari.30 sampai pukul 15.

TPA dekat dengan jalan raya. Sekarang saya dan suami tidak lagi khawatir seperti dulu.000. malah anak saya rewel dirumah kalau hari minggu TPA Melati tutup karena memang tidak ada jadwal.mengikuti pembinaan anak saya mandiri mengerjakan sesuatu yang menyangkut dirinya tanpa harus meminta tolong orang lain. beliau juga mengatakan untuk memantau perkembangan anak memang harus selalu beliau lakukan sekecil apapun bentuk perhatian tersebut sangat berarti.anak di usia dini saya langsung tertarik dan mengambil keputusan menitipkan anak di sana. karena takut kalau – kalau anak saya tidak bisa menyesuaikan diri dengan pembantu saya dan saya memang tidak bisa percaya dengan pembantu – pembantu rumah tangga jaman sekarang. Beliau berharap anak akan dapat mandiri setelah mengikuti semua kegiatan yang ada di TPA Melati. Responden 8 Informasi selanjutnya R 8 yang berusia 33 tahun. suami saya terus mendesak saya untuk keluar dari tempat kerja untuk mengasuh anak di rumah tapi setelah saya menemukan TPA Melati dan suami saya setuju untuk menitipkan anak kami memutuskan menitipkan anak di TPA. ya terpaksa saya mengajak anak saya ke tempat hiburan lain. Saya mengetahui keberadaan TPA Melati UNDIP dari kakak saya yang kebetulan melewati jalan Hayam Wuruk dan melihat papan nama yang terpampang di depan TPA dan kebetulan juga sejak anak saya lahir saya tidak pernah mempekerjakan pembantu rumah tangga. selain itu sarana dan prasarana yang ada sangat memuaskan. dapat dijangkau dengan menggunakan kendaraan sendiri ataupun angkatan kota. tidak rewel dan cengeng.000. karena sebelum saya mendapatkan solusi menitipkan anak. h. Letak TPA Melati menurut beliau sangat strategis. dengan bertanya kepada pengasuh bagaimana keadaan anak di TPA begitu juga sebaliknya pihak TPA selalu siap memberikan kabar tentang anak – anak yang diasuh kepada orang tua kalau ada masalah pada anak – anak di TPA. Untuk meluangkan waktu dalam memantau perkembangan anak di TPA beliau lakukan melalui telepon.dengan per bulannya... Motivasi beliau menitipkan anak di TPA Melati karena beliau dapat bekerja lebih tenang. keramahan dan kesabaran tenaga pengasuh yang saya rasakan dapat membantu anak saya dalam belajar Mengenai biaya yang dikeluarkan untuk menitipkan anak di TPA Melati beliau mengatakan sekitar Rp 125. kami lebih bisa tenang dan dapat berkonsentrasi dengan pekerjaan masing – masing. beliau berpendidikan D3 dan bertempat tinggal di Sendang Mulyo ini cvii . setelah tahu ada lembaga yang secara resmi mengasuh dan membina anak.sampai Rp 400. dari situ saya mencoba mencari informasi dengan langsung datang ke TPA dan bertanya – tanya seputar pengasuhan anak.

tempatnya bersih. dulu anaknya tidak mau melakukan segala sesuatunya sendiri misalnya mengambil botol minumnya sendiri di meja semuanya harus saya yang mengerjakan. Gambaran pembinaan yang beliau harapkan adalah pembinaan yang dapat sepenuhnya membantu anak untuk lebih mandiri dan tidak selalu bergantung pada orang tua yang bekerja di kemudian hari. gerakan kasar serta mampu menerima rangsangan sensorik melalui panca indra yang merupakan hal yang terpenting untuk perkembangan anak saya selanjutnya. terlebih lagi anak – anak di TPA dapat lebih mandiri mengerjakan segala sesuatu kegemarannya sendiri tanpa harus minta bantuan kalau tidak benar – benar terpaksa. dan itu sangat membantu pekerjaan saya di rumah. Perubahan yang sangat mencolok selama anak mengikuti pembinaan anak beliau lebih mampu berinteraksi dengan anak lain. Tentang pembinaan yang dilakukan sangat memuaskan. dan memilih pembantu yang mengasuh anaknya. untuk setiap hari sebelum bekerja beliau mengantar anak ke TPA terlebih dahulu selanjutnya beliau menjemput kembali setelah pulang kerja. dari seluruh kegiatan yang diberikan saya lebih senang kegiatan anak dalam melatih pengembangan fisik dengan kompetensi hasil yang diharapkan adalah anak – anak mempunyai kemampuan mengelola dan ketrampilan tubuh termasuk gerakan – gerakan yang mengontrol gerakan tubuh. saya tinggal memberi perintah meletakkan botol minuman yang sudah habis isinya ke meja langsung dikerjakannya. Kesulitan yang beliau hadapi saat menitipkan anak di TPA Melati saat anak sedang rewel karena sakit atau memang kadangkadang anak tidak mau ditinggal kerja. lebih mandiri untuk melakukan kegiatannya sendiri. saya tinggal memantau kegiatan apa saja yang dilakukannya. Karena menurut beliau anaknya sekarang lebih mandiri. dan yang penting anaknya nyaman berada di TPA Melati. Tentang jadwal beliau menitipkan anak beliau mengatakan pembinaan dilakukan setiap hari senin dan jumat dan beliau juga selalu menitipkan anaknya pada hari itu. Saya mengetahui keberadaan TPA Melati UNDIP dari teman kerja saya yang dulu sebelum mempunyai pembantu menitipkan anaknya di TPA. beliau juga mengaku lebih percaya kepada TPA Melati dari pada tempat lainnya karena anak saya kelihatan menikmati sekali selama di cviii . dan setelah mempunyai pembantu ia berhenti menitipkan anaknya.mengatakan alasan memilih TPA Melati sebagai tempat menitipkan anak mereka karena fasilitas yang bagus. tapi setelah dua minggu pertama saya menitipkan anak saya mengalami perkembangan yang pesat. saya juga lebih fleksibel untuk membiarkan anak saya melakukan aktivitasnya sendiri tanpa harus memberikan tekanan – tekanan yang nantinya mematikan kreativitasnya.

ya kalau anak saya cocok. Dari kegiatan yang diberikan beliau senang kegiatan yang mencakup pengembangan kognitif.” Saya takut memindahkan anak saya ke tempat lain. Letak TPA Melati menurut beliau sangat strategis. TPA dekat dengan jalan raya. kurang bergaul dengan anak – anak seusia sehingga beliau merasa kehilangan masa kanak – kanaknya. Mengenai biaya yang dikeluarkan beliau keberatan menyebutkannya. Untuk meluangkan waktu dalam memantau perkembangan anak di TPA beliau selalu datang menanyakan kondisi anak di TPA dan tidak jarang saya datang sekali – kali ke TPA saat istirahat kerja meskipun hanya sebentar. cix .30 WIB dan hari jumat mulai pukul 07.00 WIB sampai 12. dapat dijangkau dengan menggunakan kendaraan sendiri ataupun angkatan kota. TPA. Beliau memberikan gambaran pembinaan yang beliau harapkan adalah pembinaan yang dapat sepenuhnya membantu anak untuk lebih mandiri karena kesibukan beliau sebagai wiraswasta berdagang di pasar yang kurang memberikan perhatian yang penuh kepada anak.30. WIB dan beliau juga selalu menitipkan anaknya pada hari itu tentunya setelah pulang sekolah. karena menurut beliau hal itu penting bagi anak beliau. Tentang jadwal beliau menitipkan anak beliau menyesuaikan dengan jadwal yang dibuat TPA Melati setiap hari senin sampai kamis pukul 07. pembinaan yang dilakukan pengasuh memuaskan dapat membantu perkembangan anak. Ibu dari Rafida Safira ini mengatakan alasan memilih TPA Melati sebagai tempat penitipkan anak karena fasilitasnya bagus untuk kenyamanan anak. dan menitipkan anak dulu sebelum anak saya masuk sekolah. Selain itu beliau juga mengatakan untuk memantau perkembangan anak memang harus selalu dilakukan sekecil apapun bentuk perhatian tersebut sangat berarti bagi perkembangan selanjutnya.30 WIB sampai pukul 15. itu terjadi karena kedua orang tuanya sibuk bekerja. Responden 9 Informasi selanjutnya R6 yang berpendidikan SMU. untuk tiap hari beliau mengantar anak ke TPA terlebih dahulu langsung setelah pulang sekolah selanjutnya beliau menjemput kembali putranya setelah pulang kerja. kalau tidak malah saya yang repot”.i. Dari pengalaman itu saya tidak mau anak saya mengalaminya. karena beliau beranggapan berapapun biaya yang harus dikeluarkan untuk kebutuhan anak akan beliau keluarkan yang terpenting anak tercukupi baik soal pendidikan maupun pengasuhan Motivasi beliau menitipkan anak di TPA Melati karena pengalaman pribadi beliau yang tidak mengenakan yang pernah beliau alami sewaktu kecil. maka saya monomer satukan kebutuhan – kebutuhan anak saya. dimana beliau dulu kurang perhatian yang cukup soal perkembangan fisik.

Mengenai biaya yang dikeluarkan beliau mengatakan sekitar Rp 125. Perubahan yang sangat mencolok selama anak mengikuti pembinaan. TPA dekat dengan jalan raya. makanya saya tidak berani ambil resiko memindahkan anak ke tempat lain.. anak beliau lancar berbicara dan lebih berani untuk berbicara dengan orang lain dan tidak malu – malu baik dirumah atau disekolah. Motivasi beliau menitipkan anak di TPA Melati karena beliau dan suami dapat bekerja lebih tenang. “ Anak saya itu dari pertama saya ajak langsung senang melihat anak –anak yang ada bermain disana dan kesenangan awal itu yang tidak pernah saya lihat sebelumnya dari anak. Beliau juga mengatakan pembinaan yang dilakukan sangat memuaskan. karena menurut beliau cx . Beliau baru menitipkan anak di TPA Melati 3 bulan ini. Menurut beliau nanti saja dipindahkan ke TK setelah usianya mencukupi. Beliau berharap anak akan dapat mandiri setelah mengikuti semua kegiatan yang ada di TPA Melati. Saya mengetahui keberadaan TPA Melati dari keponakan saya yang kuliah di UNDIP yang mengatakan ada tempat pengasuhan anak. beliau bekerja di PEMDA. dan itu tidak memungkinkan saya untuk meninggalkan anak di tempat pengasuhan.000. Responden 10 Informasi selanjutnya seorang Perempuan yang usia 37 tahun. Untuk meluangkan waktu dalam memantau perkembangan anak di TPA beliau menggunakan jasa telepon untuk mengetahui kondisi anaknya.j. Letak TPA Melati menurut beliau sangat strategis sekali.per bulannya untuk menitipkan anak di TPA Melati. ibu dari Alfian Nanda ini menuturkan alasan memilih TPA Melati sebagai tempat menitipkan anak mereka karena fasilitas yang memuaskan. mungkin karena di TPA sering diajak berbincang-bincang oleh pengasuh. yang sebelumnya saya cari – cari keberadaannya karena TPA yang ada dipasar – pasar kebanyakan sekarang sudah tidak ada lagi kalaupun ada kegiatan yang ada didalamnya tidak jalan. Kesulitan yang beliau hadapi saat menitipkan anak di TPA Melati saat anak sedang bandel karena tidak mau dititipkan dan menangis minta diajak ke tempat saya dagang. dapat dijangkau dengan menggunakan kendaraan sendiri ataupun angkatan kota. dekat dengan jalan raya yang memudahkan transportasi. beliau menjelaskan lebih memilih TPA Melati daripada tempat lain karena anak saya terlanjur menikmati tempat itu dari awal. Beliau juga mengatakan untuk memantau perkembangan anak memang harus selalu dilakukan sekecil apapun bentuk perhatian tersebut sangat berarti bagi perkembangan selanjutnya. tempatnya bersih. beliau menggunakan kesempatan ini untuk bekerja mencari nafkah demi pendidikan yang baik untuk anak – anaknya.

pengembangan bahasa. Beliau memberikan gambaran pembinaan yang beliau harapkan adalah pembinaan yang dapat sepenuhnya membantu anak untuk lebih mandiri dan tidak selalu bergantung pada orang tua yang bekerja di kemudian hari. TPA dekat dengan jalan Raya. dapat dijangkau dengan menggunakan kendaraan sendiri ataupun angkatan kota.sampai dengan Rp 400.nilai agama. dan pengembangan sosial emosional serta pengembangan seni.30 sampai pukul 15. tentang masalah mengapa tidak memilih play group atau TPA lain beliau mengungkapkan.30 WIB.000..anaknya sekarang lebih mandiri dari pada sebelumnya.. karena terlanjur percaya baik sama pengasuhnya dan tidak bisa dibohongi adalah saat perkembangan yang mencolok sekali pada saat dirumah anak saya tidak rewel dan lebih mandiri.00 sampai 12. Perubahan yang sangat mencolok selama anak mengikuti pembinaan anak beliau tidak rewel dan cengeng. Untuk tiap hari beliau sebelum bekerja terlebih dahulu mengantar anak ke TPA selanjutnya beliau menjemput kembali putranya setelah pulang kerja. Untuk meluangkan waktu dalam memantau perkembangan anak di TPA beliau datang ke TPA saat istirahat kerja meskipun hanya sebentar. pengembangan fisik. Tentang jadwal beliau menitipkan anak beliau mengatakan beliau menyesuaikan dengan jadwal yang dibuat TPA Melati setiap hari senin sampai kamis pukul 07. Sejak mengikuti pembinaan anak saya mandiri mengerjakan sesuatu yang menyangkut dirinya tanpa harus meminta tolong orang lain. Kesulitan yang beliau hadapi saat menitipkan anak di TPA Melati saat anak sedang rewel karena sakit. Saya mengetahui keberadaan TPA Melati UNDIP dari teman saya. tapi setelah dilatih untuk mandiri di TPA Melati dengan mengambil pakaiannya sendiri dari tas yang mereka bawa dari rumah. pengembangan kognitif anak. Mengenai biaya yang dikeluarkan beliau mengatakan sekitar Rp 125. Letak TPA Melati menurut beliau sangat strategis. dari informasi tersebut saya langsung percaya dan memasukkan anak disana. cxi .000.per bulannya untuk menitipkan anak di TPA Melati. anak saya lebih mandiri di rumah dia tidak rewel. Motivasi beliau menitipkan anak di TPA Melati karena beliau dan istri dapat bekerja lebih tenang selain itu beliau merasa agar anaknya tidak kehilangan masa anak-anaknya dan masa belajarnya perlu sekali menitipkan anaknya. memang perubahan itu belum berarti tapi beliau yakin dari pelajaran itu setidaknya anak akan tambah pengetahuannya.30 dan hari jumat mulai pukul 07. dulu anaknya belum bisa mengambil baju sendiri. Pembinaan yang dilakukan TPA Melati secara keseluruhan sangat membantu anak saya mulai dari perkembangan moral dan nilai.

pelaksanaan dan evaluasi pembinaan.Beliau berharap anak akan dapat mandiri setelah mengikuti semua kegiatan yang ada di TPA Melati. Dalam kurikulum dibuat program kegiatan harian yang nantinya akan digunakan pengasuh sebagai pedoman pembinaan. 1. cxii . Kurikulum yang dipakai saat ini dibuat dan dikembangkan berdasarkan beberapa literatur dan buku .buku tentang pertumbuhan dan perkembangan anak yang disarikan kemudian dijabarkan dalam kegiatan harian. Pembahasan Hasil Penelitian Pada bagian ini akan dibahas hasil penelitian seperti yang telah dipaparkan di depan yang meliputi : perencanaan pembinaan. B. pengorganisasian.ibu Dharma wanita UNDIP dan dalam perencanaan pembinaan yang ada di TPA Melati dirancang oleh pengelola dan para tenaga pengasuh yang mengacu pada pembelajaran anak usia dini. Perencanaan Pembinaan Taman Pengasuhan Anak Melati merupakan lembaga pengelola penitipan anak yang dikelola oleh para ibu .

Dalam kegiatan harian yang dilakukan didasarkan pada tingkat pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini antara 0 . Adapun tingkat perkembangan yang ingin dicapai meliputi pengembangan moral dan nilai – nilai agama. pengembangan sosial – emosional dan pengembangan seni. Dari temuan tersebut dapat diketahui bahwa perencanaan yang ada di TPA Melati Semarang dibuat sebelum pembinaan dilakukan dengan menentukan cxiii .8 tahun.sama tenaga pengasuh. pengelola dan sesuai kebutuhan orang tua. pengembangan kognitif. Penentuan metode dan media yang digunakan secara keseluruhan mengacu pada tujuan pembinaan berdasarkan usia dan tingkat perkembangan dan pertumbuhan anak dengan memanfaatkan lingkungan sekitar. Pembinaan dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah dibuat bersama . Adapun penjabaran dari tiap – tiap kegiatan dapat dilihat dari satuan kegiatan mingguan dan satuan kegiatan harian yang telah dibuat oleh para pengasuh dan disetujui oleh kepala TPA Melati melalui proses musyawarah. pengembangan fisik. pengembangan bahasa.

Dalam pembentukan organisasi di TPA Melati Semarang didasarkan atas keputusan bersama-sama ikatan ibu .kegiatan harian.ibu dharma wanita UNDIP dengan pertimbangan bahwa mereka dipandang mampu dan mau dalam artian mereka dipandang berpotensi. Pengorganisasian Pengorganisasian adalah usaha mengintegrasikan sumber . Dengan demikian langkah-langkah yang ditempuh sesuai dengan saran Williams dan Kami (1986) yang menyarankan untuk mendorong kemampuan berfikir anak sebaiknya guru merancang suatu kegiatan yang memungkinkan masingmasing anak mendapatkan kesempatan khusus untuk memutuskan sendiri kegiatan mana yang dipilih. metode dan media yang disesuaikan dengan usia perkembangan anak serta melibatkan orangorang yang ada dalam organisasi.sumber manusiawi dan non manusiawi yang diperlukan ke dalam suatu kesatuan dalam melaksanakan kegiatan sebagaimana telah direncanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Hal ini dapat dilihat dari satuan kegiatan mingguan dan satuan kegiatan harian yang telah dibuat TPA Melati. 2. cxiv berkemampuan dan cukup .

bahwa pengorganisasian TPA merupakan suatu proses pengatur. hal ini di pelopori oleh kepala TPA Melati itu sendiri.berpengalaman untuk melaksanakan tugasnya sesuai dengan jabatan yang diberikan dalam organisasi tersebut. beliau sebagai sosok pimpinan yang mengayomi anggotanya dan seorang yang cxv . 1995 : 76 ). para Pengurus sudah paham betul tugas dan kewajibannya sebagai suatu kesatuan dalam organisasi. Hal ini dapat dilihat dari kepengurusan yang ada di TPA Melati. Perekrutan pengasuh didasarkan pada pengalaman di bidangnya serta ketelatenan dan kesabarannya mengurus anak. Dari informasi yang didapat tersebut dapat diambil kesimpulan sementara. sedangkan para tenaga pembina atau pengasuh bertanggung jawab terhadap manajemen pembinaan.5 tahun sampai 7 tahun. tidak berpenyakit dalam Pembagian tugas serta wewenang dalam organisasi ini cukup jelas dimana masing-masing anggota organisasi mengerti dengan jelas tugas dan tanggung jawabnya dalam organisasi ini. 1994 ( didiet Hardjito. Tugas pengelola adalah bertanggung jawab terhadap manajemen penyelenggaraan. Dari keterangan yang diperoleh dapat diambil kesimpulan sementara bahwa pengorganisasian di TPA Melati merupakan suatu proses pengelompokan dan mengatur serta membagi tugas – tugas atau pekerjaan di antara para anggota organisasi agar tujuan organisasi dapat dicapai dengan efisien Hani Handoko. sedangkan perekrutan anak didik didasarkan pada usia anak yang tidak lebih dari 1. mengelompokkan dan membagi tugas serta pekerjaan diantara para anggota organisasi agar tujuan organisasi dapat dicapai dengan efisien.

dapat membedakan antara tanggung jawab pekerjaan dengan urusan pribadi. dan pengembangan sosial emosional serta pengembangan seni. 3. Pelaksanaan Pembinaan Setelah perencanaan pengorganisasian selanjutnya fungsi pelaksanaan baru dilakukan agar dapat merealisasi tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dari beberapa komentar para informan bahwa pelaksanaan dilakukan sesuai dengan apa yang telah direncanakan dalam satuan kegiatan harian yang didasarkan pada usia anak. cxvi . semua kegiatan dilaksanakan tanpa hambatan yang berarti.. Semua kegiatan yang dilakukan dipilih dalam rangka perkembangan moral dan nilai. Pada pelaksanaan kegiatan diharapkan semua tujuan pembinaan tercapai mulai dari Pengembangan moral dan nilai – nilai agama. TPA Melati mengatasinya dengan penggunaan media alami bermain yang ada di TPA misal tanah berumput. pengembangan seni. pengembangan kognitif anak. pengembangan fisik. pengembangan bahasa. pengembangan sosial – emosional. pengembangan fisik. Metode yang dipakai adalah metode bermain dan belajar atau belajar sambil bermain. pengembangan bahasa. kurang beragamnya alat permainan yang ada sehingga proses belajar menjadi kurang sempurna. Pelaksanaan kegiatan pembinaan dilakukan menganut prinsipprinsip perkembangan anak usia dini dan bermain sambil belajar. pengembangan kognitif.nilai agama.

Perencanaan cxvii . 5. Dari hasil informsasi yang didapat penilaian atau evaluasi di TPA Melati sesuai dengan pendapat Brewer ( 1992 ) yang menyatakan penilaian adalah penggunan sistem evaluasi yang bersifat komprehensif. menyeluruh untuk menentukan suatu program atau kemajuan dari seorang anak. b. Pengorganisasian Kegiatan yang diselenggarakan dikelola dengan matang oleh para personil organisasi melalui kegiatan musyawarah terlebih dahulu untuk pengambilan suatu keputusan tentang kegiatan pembinaan. hal ini telah diterapkan oleh TPA Melati dengan menggunakan alat ukur berupa pengisian lembar pengamatan yang dilakukan oleh pengasuh yang dalam evaluasi melibatkan orang tua peserta didik melalui buku penghubung yang diserahkan tenaga pengasuh kepada orang tua. Dari data yang diperoleh dari para responden diatas evaluasi pembinaan di TPA Melati dilaksanakan oleh pengasuh dengan melibatkan orang tua peserta didik. Evaluasi dilaksanakan melalui pengamatan dan observasi dalam setiap kegiatan.4. Evaluasi pembinaan Evaluasi dilakukan untuk mengetahui tingkat keberhasilan suatu program. Faktor – faktor pendukung dan penghambat Daya dukung dari penyelenggaraan pembinaan penitipan anak usia dini antara lain: a.

metode dan teknik pembinaan yang tepat sesuai dengan tingkat usia dan perkembangan anak. evaluasi. sarana dan prasarana yang digunakan sesuai dengan fungsinya. c. Perencanaan Pada perencanaan penghambatnya adalah pada penyediaan sarana dan prasarana yang perlu adanya pergantian media belajar yang cxviii . Evaluasi Daya dukung kegiatan evaluasi di TPA Melati dapat dilihat dari respon orang tua terhadap perkembangan anak yang bisa digunakan untuk mengisi lembar evaluasi.Pada perencanaan daya dukung yang sangat berperan adalah persiapan sumber belajar yang memadai. Pelaksanaan Daya dukung yang sangat berperan meliputi sumber belajar yang berpengalaman dibidang pengasihan anak. Sedangkan faktor penghambat adalah: a. d. penggunaan metode dan teknik pembinaan yang tepat. sarana dan prasarana yang kurang dan perlu diperbaiki. sarana dan prasarana. Pengorganisasian Penghambat dari kegiatan pengorganisasian dapat dilihat dari perlunya pemantauan yang lebih intensif dari ikatan pengurus dan pengelola untuk melihat kinerja pengasuh. b. letak yang strategis.

sudah tidak bisa dipakai dengan yang baru. Solusi pengasuh tetap memantau anak-anak yang datang dengan mengisi lembar evaluasi dan memberikan kepada orang tua anak didik. jalan keluar yang diambil pengasuh dengan membiarkan anak bermain bersama dengan temanteman yang lain dan harapan pengasuh. minat anak dapat tumbuh dengan sendirinya dan anak dapat berinteraksi dengan anak yang lain. d. Solusi sebelum media diganti anak-anak masih tetap menggunakan media belajar yang lama. c. Evaluasi Penghambat dari evaluasi-evaluasi jika anak datang hanya dalam waktu yang singkat atau hanya beberapa kali saja ke TPA Melati. Pelaksanaan Pada pelaksanaan hal yang menghambat adalah perbedaan minat dan pola asuh orang tua. cxix .

Pembagian tugas dan wewenang jelas dalam artian pengelola bertanggung jawab terhadap menajemen penyelenggaraan. Pembinaan penitipan anak usia dini di TPA Melati a. metode dan media ditentukan oleh pengasuh yang dikoordinasikan kepada pengelola yang disesuaikan dengan usia perkembangan anak. pengasuh bertanggung jawab terhadap menajemen pembinaan. Adapun beberapa kesimpulan tersebut sebagai berikut : 1. sedangkan cxx . b. Perekrutan pengasuh didasarkan pada pengalaman dan ketelatenan.BAB V SIMPULAN DAN SARAN A. dapat disimpulkan. SIMPULAN Berdasarkan temuan data sebagaimana tersebut pada Bab IV. Pengorganisasian Pembentukan organisasi TPA Melati disusun berdasarkan keikutsertaan anggotanya dalam dharma wanita UNDIP dengan pertimbangan keaktifan dalam organisasi dan dianggap mempunyai kemampuan serta kompetensi dalam mengembangkan TPA Melati. Perencanaan Pembelajaran Pembuatan kurikulum dilakukan oleh pengelola dan tenaga pendidik yang dikembangkan berdasarkan beberapa literatur dan buku tentang pertumbuhan dan perkembangan anak yang disarikan kemudian dijabarkan ke dalam rencana kegiatan harian. Tema.

d. Pelaksanaan Pembinaan Pelaksanaan pembinaan dilakukan dengan menganut prinsip perkembangan anak usia dini dan menggunakan metode bermain sambil belajar. pengembangan bahasa dan seni. pengembangan kognitif dan pengembangan sosial emosional. pengembangan bahasa. Pada pelaksanaan digunakan acuan pelaksanaan yang mencakup berbagai aspek diantaranya pengembangan moral dan nilai – nilai agama. pengembangan seni. dari situ dapat dilihat dan dinilai perkembangan anak untuk kemudian dituangkan dalam lembar evaluasi. Pada pelaksanaan pembinaan yang dilakukan mencakup kegiatan yang melatih pengembangan moral dan nilai – nilai agama. pengembangan fisik. pengembangan fisik. pengembangan kognitif. pengembangan sosial-emosional.perekrutan anak didik didasarkan pada usia yang tidak lebih dari 1. cxxi . sebagai contoh evaluasi pada anak dilakukan saat anak sedang aktif melakukan kegiatan bermain di TPA.5 – 7 tahun dan tidak berpenyakit dalam c. Evaluasi Pembinaan Evaluasi pembinaan dilaksanakan oleh pengasuh melalui lembar pengamatan dengan melibatkan orang tua peserta didik melalui buku penghubung yang diserahkan tenaga pengasuh kepada orang tua. Bimbingan dan pemantauan dari pengelola masih diperlukan oleh pengasuh dalam setiap proses pembinaan.

2) Perencanaan Pada perencanaan daya dukung yang sangat berperan adalah persiapan sumber belajar yang memadai. 4) Evaluasi Daya dukung kegiatan evaluasi di TPA Melati dapat dilihat dari respon orang tua terhadap perkembangan anak yang bisa digunakan untuk mengisi lembar evaluasi. Faktor Pendukung dan Penghambat a. metode dan teknik pembinaan yang tepat sesuai dengan tingkat usia dan perkembangan anak. 3) Pelaksanaan Daya dukung yang sangat berperan meliputi sumber belajar yang berpengalaman dibidang pengasihan anak. sarana dan prasarana yang digunakan sesuai dengan fungsinya. penggunaan metode dan teknik pembinaan yang tepat. evaluasi. letak yang strategis. sarana dan prasarana. Faktor pendukung 1) Pengorganisasian Kegiatan yang diselenggarakan dikelola dengan matang oleh para personil organisasi melalui kegiatan musyawarah terlebih dahulu untuk pengambilan suatu keputusan tentang kegiatan pembinaan.2. cxxii .

Faktor Penghambat 1) Pengorganisasian Penghambat dari kegiatan pengorganisasian dapat dilihat dari perlunya pemantauan yang lebih intensif dari ikatan pengurus dan pengelola untuk melihat kinerja pengasuh.b. 3) Pelaksanaan Pada pelaksanaan hal yang menghambat adalah perbedaan minat dan pola asuh orang tua. jalan keluar yang diambil pengasuh dengan membiarkan anak bermain bersama dengan teman-teman yang lain dan harapan pengasuh. 4) Evaluasi Penghambat dari evaluasi-evaluasi jika anak datang hanya dalam waktu yang singkat atau hanya beberapa kali saja ke TPA Melati. Solusi sebelum media diganti anak-anak masih tetap menggunakan media belajar yang lama. minat anak dapat tumbuh dengan sendirinya dan anak dapat berinteraksi dengan anak yang lain. Solusi pengasuh tetap memantau anak-anak yang datang cxxiii . 2) Perencanaan Pada perencanaan penghambatnya adalah pada penyediaan sarana dan prasarana yang perlu adanya pergantian media belajar yang sudah tidak bisa dipakai dengan yang baru. sarana dan prasarana yang kurang dan perlu diperbaiki.

B. penggunaan media dan sarana yang tepat perlu ditingkatkan dan untuk penggunaan media belajar yang sudah usang dapat diganti dengan yang baru. pemantauan pelaksanaan kegiatan perlu dilakukan. SARAN Berdasarkan temuan penelitian di lapangan yaitu tentang profil pembinaan penitipan anak usia dini di TPA Melati secara keseluruhan sudah sesuai dengan kebutuhan anak usia dini. perlunya peningkatan pendidikan pengasuh ke jenjang yang lebih tinggi dan pengelola hendaknya memberikan kesempatan bagi para pengasuh untuk meningkatkan jenjang pendidikannya. namun kekurangannya masih saja tetap harus dibenahi diantaranya pada perencanaan yang harus terus melibatkan seluruh anggota organisasi.dengan mengisi lembar evaluasi dan memberikan kepada orang tua anak didik. cxxiv .

1990. Jakarta. Universitas Negeri Yogyakarta. Teori Organisasi dan Teknik Pengorganisasian.. Jakarta. Mendidik Dan Menerapkan Disiplin pada Anak Pra sekolah (Pola Asuh Anak Masa Kini). Slamet. Simanjutak. 1999. Pengantar Psikologi Perkembangan. …………………. Sanapiah Faisal. Jakarta. Metodologi Penelitian kualitatif. Rimm. Malang : YA3 Malang. Patmono Dewo. 2002. Citra Pendidikan. Pustaka Utama. Dirjen Olahraga Depdiknas. Rineka Cipta. Jakarta . Jakarta. Surabaya. Lexy. Undang-undang RI Nomor 2 tahun 1989. Sylvia. Model Pengembangan Motorik Anak Pra Sekolah. R. Anggani. Gramedia. Depdikbud Jakarta. Depdikbud. 2002. Sudono. Soelaiman. Konsep Dasar PLS.. Pendidikan Anak Pra Sekolah. Jakarta. 2002. Soemiarti. 2000. …………… Acuan Menu Pembelajaran Pada Taman Penitipan Anak. Bumi Aksara. 2003. Rineka Cipta. Suyanto. 1984. Konsep Dasar PAUD. Joesoef . Pendidikan Anak Usia Dini. J. Sumber Belajar dan Alat permainan Untuk PAUD. Jakarta. Moeslihatoen. Pasaribuan. 2003. Soegeng. 2000. Rosdakarya Offset. Tarsito. cxxv . Penelitian kualitatif Dasar – Dasar dan Aplikasi. Metode Pengajaran di TK. Depdiknas. PT Grafindo Persada. Sistem Pendidikan Nasional .2001. Jakarta.1995. ………….DAFTAR PUSTAKA Hardjito. Jakarta. Bandung Remaja.1992. Moleong.. 2001. Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan Pada Taman Penitipan Anak. Santoso. Didiet. Grasindo. Bandung.

Semarang. 1987. cxxvi . C V Duta Nusindo. Undang. Pustaka Pengarang.undang Republik Indonesia No.…………………. Yogyakarta. Kamus Istilah Kesejahteraan Sosial. Yb.20 Tahun 2003 Tentang SISDIKNAS. Suparlan.2003.

FORMAT EVALUASI TINGKAT PERKEMBANGAN MOTORIK ANAK USIA 0-1 TAHUN No Keterampilan Motorik Bermain dengan tangan 1 2 3 4 Mengamati mainan yang ada dalam genggaman Mencoba meraup suatu benda Melempar dan mengambil barang dilemparkan sambil diamati yang terjadi Menahan barang yang dipegangnya Memegang benda kecil dengan telunjuk dan ibu jari Menunjuk titik tertentu misalnya mata boneka. Membuka lembaran buku atau majalah Mengangkat kaki dan memainkan jari tangan di depan matanya Mengangkat kepala ketika ditengkurapkan Duduk dengan bantuan dan kepala tegak Mengangkat dada saat bertumpu pada tangan Duduk tanpa ditopang Mencoba berdiri sendiri dengan berpengangan Berjalan jika dipengangi / berpengangan Keterangan tingkat keterampilan Dapat melakukan sendiri Perlu bantuan : : : tengkurap dengan yang Tingkat Keterampilan 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Perlu bantuan yang bersifat paksaan : cxxvii .

Mulai meloncat dan melompat walau sederhana Keterangan tingkat keterampilan Dapat melakukan sendiri Perlu bantuan Perlu bantuan yang bersifat paksaan : : : : FORMAT EVALUASI cxxviii . Senang mendengarkan musik dan mengikuti irama 6. 2. 3.2 TAHUN No 1. Latihan berjalan tanpa dipegang Berjalan mantap Berjalan mundur satu sampai tiga langkah Berlari tanpa jatuh Naik turun tangga dengan berpegang Memanjat kursi orang dewasa. Keterampilan Motorik Meletakkan gelas di atas gelas Mencoret-coret Menyusun balok dua sampai tiga balok Mencoba makan sendiri dengan sendok atau membuka buku Tingkat Keterampilan 5. 7. 8. 9. merangkak naik tangga 12. 10.FORMAT EVALUASI TINGKAT PERKEMBANGAN FISIK ANAK USIA 1. 4. 11.

2.TINGKAT PERKEMBANGAN FISIK ANAK PRA SEKOLAH USIA 2-3 TAHUN No 1. Keterampilan Motorik Meronce / merangkai manik-manik Mengaduk air di gelas dengan sendok Membuka tutup botol yang bergulir Tingkat Ketrampilan (membuka dengan memutar tutup botol) 4. 5. 8. 3. Menggambar garis lurus Menyusun balok tiga hingga lima buah Berjalan mantap Berjalan mundur Naik turun tangga Memanjat Melompat dengan dua kaki sekaligus berjingkat-jingkat 11. 6. 9. 10. Belajar meniti Keterangan tingkat keterampilan Dapat melakukan sendiri Perlu bantuan Perlu bantuan yang bersifat paksaan : : : : cxxix . 7.

Berlari di tempat Naik turun tangga tanpa berpengangan Melompat bergantian dengan satu kaki secara 12. 7.FORMAT EVALUASI TINGKAT PERKEMBANGAN FISIK ANAK USIA > 3-4 TAHUN No 1. Melempar bola Berjalan dengan baik (keseimbangan tubuh makin baik) 8. 10. 13. Merayap dan merangkak lurus ke depan Melakukan contoh. Mengekspresikan motorikan tari dengan irama sederhana 6. 2. Menggambar garis lingkaran dan garis silang (garis tegak dan datar) 4. 11. Menyusun menara empat samapai tujuah balok 5. senam dengan mengikuti Keterangan tingkat ketrampilan Dapat melakukan sendiri Perlu bantuan : : : cxxx . Berlari dengan baik (keseimbangan tubuh makin baik) 9. Keterampilan Motorik Meremas kertas Memakai dan membuka pakaian dan sepatu sendiri Tingkat Keterampilan 3.

Perlu bantuan yang bersifat paksaan : cxxxi .

8. 10. dan stempel) 7. 4. dan miring Mengekspresikan gerakan dengan irama bervariasi Melempar dan menangkap bola Melipat kertas Berjalan di atas papan titian (keseimbangan tubuh) Berjalan dengan berbagai variasi (maju mundur.teki (puzzle) Menyusun potongan-potongan gambar ) Menjahit sederhana Makin terampil menggunakan jari tangan (mewarnai dengan rapi) 6. Menarik garis lurus. di atas satu garis) 15. Menempel Mengerjakan teka. 3. 5. lengkung. 2.FORMAT EVALUASI TINGKAT PERKEMBANGAN FISIK ANAK USIA > 4-5 TAHUN No 1. 12. 13. Mengisi pola sederhana (dengan sobekan kertas. 11. Mengancingkan kancing baju Menggambar dengan motorik naik turun bersambung (seperti gunung atau bukti) 9. 14. 17 Memanjat dan bergelantungan (berayun) Melompati parit atau guling Melakukan senam dengan motoriknya sendiri : : Keterampilan Motorik Tingkat Keterampilan Keterangan tingkat ketrampilan Dapat melakukan sendiri Perlu bantuan : Perlu bantuan yang bersifat paksaan : cxxxii . ke samping. 16.

24 C 1. Perencanaan INDIKATOR a. 19 A 18. 15. 4 A 7.KISI-KISI INSTRUMEN PROFIL PEMBINAAN PENITIPAN ANAK USIA DINI DI TPA MELATI SEMARANG NO A. Perekrutan anak didik d. VARIABEL Pembinaan Penitipan Anak SUB VARIABEL 1. Biaya A 9. 6. B15. C15 2. Perencanaan kegiatan b. B2 A 17. Motivaswi anak f. Bentuk pembinaan d.9 C 10 3. 2. Persiapan sarana prasarana A 11. 11. C12 A 20 C 8. Pengorganisasian a. Harapan TPA ITEM A 1. 16 cxxxiii . Jaminan kesejahteraan e. Isi program c. Pelaksanaan a. Perekrutan Pengurus c. C2. Motivasi orang tua g. B1 A4 A 5. Lokasi f. 7. B6. Metode pembinaan e. 3. 10 B 23. Susunan Kepengurusan b. 13 A 14.

8. B9. 18 C. B 20 c.6 A 10. B25. B14.3. C5 4. Pengembangan kemampuan anak c. Kendala C 6. B13 A 13. Kemampuan pengasuh f. B 17. 26. Respon orang tua B 21. 14 A 8. Evaluasi . a. Proses penilaian b. Interaksi dengan anak g. 22 cxxxiv . Tahap pembinaan e.b. 12 A 16. 19 B 3. Komunikasi Hasil A 12. Waktu dan jadwal d. B7. 4 C. B5 B 11.

Makan o R. Isolasi Sementara o R Bacaan / Perpustakaan o R. Mainan Halaman Ruang Perkantoran o R Pimpinan o R. Bermain o R. Tata Usaha o R. Tidur o Kamar Mandi o R. Tunggu Orang Tua o R Serbaguna Administrasi Penyimpangan cxxxv . Kelengkapan Ruangan Ruang Pembinaan Anak o R.Lembar Observasi Lingkungan Fisik Dan Fasilitas TPA No Nama Barang Keberadaa n Ad a Tidak Jml Kondisi Bai k Bur uk 1. Pemeriksaan Anak o R.

Dapur o Kamar Mandi o R. Kursi Karpet Almari 2. Cuci/ Setrika o R. o Alat Melukis. Belajar Dan Kerajinan Tangan cxxxvi .Ruang Penunjang o R. Rak Mainan TV/Radio Alat Tulis Kantor Telepon Mesin Ketik Sarana Air Bersih Kipas Angin Peralatan Belajar Peralatan Pendukung Pendukung Penyimpangan Bimbingan Belajar o Alat Menghitung Mengukur 3. Penjaga Sarana Pendukung Meja.

o Fasilitas Audio Visual o Alat Permainan TekaTeki/ Puzzle o Alat Percobaan Peralatan Bermain Peran o Alat Pendukung Peran Keagamaan o Alat Pendukung Peran Kegiatan Dapur o Alat Pendukung Peran Binatang o Alat Pendukung Peran Profesi Medis o Alat Pendukung Peran Petani o Alat Pendukung Peran Untuk Boneka Peralatan Pendukung Sandiwara Pendukung Permainan Motorik Kasar o Ayunan o Ban Bekas o Alat Pemanjat o Papan Luncuran o Arena Main Bola cxxxvii .

Balok Ringan o Jungkat.Jari o Boneka Khas Daerah Sarana perpustakaan o Buku Keagamaan o Buku kesehatan anak o Buku petunjuk bimbingan anak o Buku cerita bergambar o Buku gambar alam dan lingkungan o Majalah anak Peralatan pendukung permainan luar ruangan o Lapangan o Ayunan o Tanda.o Bantalan Berguling Untuk o Balok.tanda lalu lintas cxxxviii .Jungkit Peralatan Pendukung Permainan Budaya o Gambar Pahlawan o Pakaian Adat Jawa o Mainan Tradisional o Lilin Malam Untuk Melatih Jari.

DOKUMENTASI PENELITIAN Profil Pembinaan Penitipan Anak Usia Dini di Taman Pengasuhan Anak Melati cxxxix . o Ban bekas 6.jungkit o Sepeda 5.o Kemah-kemahan o Papan plosotan o Jungkat.

Kegiatan anak istirahat cxl . Dokumentasi wawancara informan tenaga pengasuh 2.1. Foto peneliti bersama tenaga pengasuh dan anak didik TPA Melati 3.

Kegiatan bermain di luar ruangan PEDOMAN WAWANCARA cxli .4.

Profil Pembinaan Penitipan Anak Usia Dini Di TPA Melati 1. Identitas subyek 1. Bagaimanakah prinsip – prinsip pembinaan yang dilakukan di TPA Melati ? 6. Tempat /Tgl lahir 3. Bagaimanakah bentuk pembinaan Penitipan anak usia dini di TPA Melati ? 7. Hari/ Tgl wawancara : : : : : : : : II. Alamat 8. Bagaimanakah perencanaan pembinaan dilakukan ? 4. Informan Pimpinan I. Bagaimanakah isi program pembinaan di TPA Melati ? 5. Siapakah yang merencanakan pembinaan di TPA Melati ? 3.A. Nama 2. Bagaimanakah proses pembinaan dilakukan ? cxlii . Kapan TPA Melati berdiri ? 2. Pekerjaan 7. Umur 4. Apa metode pembinaan yang dilakukan di TPA Melati ? 8. Pendidikan terakhir 6. Jenis Kelamin 5.

Bagaimanakah persiapan sarana pembinaan di TPA Melati ? 12. Bagaimanakah harapan TPA Melati setelah anak mengikuti pembinaan ? 15. Bagaimanakah kemampuan tenaga pengasuh dalam melaksanakan pembinaan terhadap anak usia dini ? 17. Syarat apa saja yang ditentukan oleh lembaga dalam merekrut tenaga pengasuh? 20.9. Bagaimanakah cara penilaian dilakukan ? 13. Bagaimanakah lembaga memberikan jaminan kesejahteraan pengasuh ? cxliii . Bagaimanakah susunan kepengurusan yang secara administratif tersusun di TPA Melati ? 10. Bagaimanakah lembaga mengkomunikasikan hasil pembinaan kepada orang tua anak didik ? 14. Bagaimanakah anda melakukan interaksi dengan anak ? 11. Bagaimanakah cara merekrut anak didik ? 19. Bagaimanakah sarana dan prasarana yang disediakan oleh TPA Melati untuk pembinaan ini ? 16. Bagaimanakah cara merekrut tenaga pengasuh ? 18.

Berapa lamakah waktu pembinaan dilakukan ? 4.PEDOMAN WAWANCARA B. Informan Tenaga pengasuh I. Hari/ Tgl wawancara : : : : : : : : II. Pekerjaan 7. Bagaimanakah susunan kepengurusan yang secara administratif yang tersusun di TPA Melati ? 3. Alamat 8. Nama 2. Pendidikan Terakhir 6. Profil Pembinaan Penitipan Anak Usia Dini Di TPA Melati 1. Jenis Kelamin 5. Siapa yang menyelenggarakan pembinaan penitipan anak di TPA Melati ? 2. Tempat Tgl lahir 3. Identitas subyek 1. Umur 4. Pendekatan apa yang dilakukan pembina dalam pembinaan? cxliv . Berapa lama pembina bertatap muka dengan anak dalam satu hari ? 5. Bagaimana cara pembina melakukan interaksi pada saat pembinaan ? 6.

Bagaimanakah tahap – tahap kegiatan pembinaan di TPA Melati ? 10. Bagaimanakah pembina menyesuaikan isi program pembinaan dengan kebutuhan anak ? 8. Apa metode yang digunakan dalam pelaksanaan pembinaan ? 11. Bagaimana penilaian yang anda lakukan dalam memantau perkembangan anak ? 14. Bagaimana anda mengkomunikasikan hasil pembinaan baik kepada lembaga maupun kepada orang tua ? 15.7. Bagaimanakah pembina menyesuaikan isi program pembinaan dengan tahap perkembangan anak ? 9. Apa saja alat belajar yang mendukung kegiatan yang dilakukan di TPA? 17. Usaha apa yang dilakukan pembina dalam berinteraksi dengan anak didik ? 18. Bagaimanakah kegiatan rutin keseharian dalam pembinaan ? 13. Kendala apa saja yang ditemui pembina saat menggunakan metode – metode pembinaan ? 12. Bagaimana cara pembina membimbing anak usia dini agar dapat terjalin interaksi antara anak dengan orang lain di sekitar ? 19. Bagaimana cara anak untuk berinteraksi dengan tenaga pengajar dan orang lain ? cxlv . Apa saja sarana belajar yang anda gunakan untuk pelaksanaan pembinaan ? 16.

Bagaimana kemampuan belajar anak ditinjau dari usia mereka ? 25. Bagaimana motivasi anak untuk mengikuti kegiatan di TPA Melati ? 24.20. Bagaimana cara anak untuk berinteraksi dengan tenaga pengajar dan orang lain disekitar TPA Melati ? 26. Bagaimana anda mengkomunikasikan perkembangan anak di TPA kepada orang tua ? 21. Bagaimanakah tanggapan orang tua pada pembinaan yang dilakukan oleh pembina ? 23. Bagaimana sebayanya? reaksi anak ketika bermain dengan teman-teman cxlvi . Bagaimanakah respon orang tua pada saat anda menunjukkan hasil perkembangan anak mereka ? 22.

Hari/ Tgl wawancara : : : : : : : : II. Bentuk pembinaan yang seperti apa yang anda harapkan di TPA Melati ? 5. Berapa jarak antara rumah anda dengan TPA Melati ? cxlvii . Identitas subyek 1. Profil Pembinaan Penitipan Anak Usia Dini Di TPA Melati 1. Mengapa anda memilih TPA Melati untuk menitipkan anak ? 2. Anda mengetahui keberadaan TPA Melati dari siapa ? 8. Bagaimana waktu atau jadwal anda menitipkan anak anda ? 4. Bagaimana pembinaan yang dilakukan oleh pembina pada anak anda ? 3. Informan Orang tua I. Tempat Tgl lahir 3. Pendidikan Terakhir 6. Pekerjaan 7. Alamat 8.PEDOMAN WAWANCARA C. Jenis Kelamin 5. Perubahan apa saja yang mencolok dari anak selama mengikuti pembinaan di TPA Melati ? 7. Umur 4. Kesulitan apa saja yang anda hadapi selama menitipkan anak anda ? 6. Nama 2.

Berapa biaya yang anda keluarkan untuk menitipkan anak di TPA Melati ? 11. Bagaimanakah harapan anda dengan menitipkan anak anda di TPA Melati ? cxlviii . Menurut anda bagaimana letak TPA Melati ? 10. Bagaimana cara anda meluangkan waktu dalam memantau perkembangan anak ? 15.9. Berapa lama anda telah menitipkan anak anda di TPA Melati ? 12. Apa motivasi anda menitipkan anak anda di TPA ? 14. Berapakah usia anak anda saat pertama kali anda titipkan di TPA Melati ? 13.

meningkatkan kesegaran jasmani Meningkatkan sosialisasi. komunikasi. kreativitas Relaksasi badan/ pengembangan fisik Pengembangan komunikasi.30 12. Pengembangan fisik Kemampuan sosialisasi dan melatih kemandirian .Tempat tidur.00 Kegiatan bebas diluar berjamur 09.Alat permainan luar 08.Tempat tidur.Peralatan makan .Alat-alat permainan .0009.3015. bantal. guling .3010. etika Kemampuan kognitif.3012. bantal.30 Makan siang dan minum Kegiatan bebas Istirahat Berbenah Belajar sosialisasi.Tempat cuci kaki tangan dan penyimpanan pakaian .Alat permainan dalam ruangan . moral etika.30 11.SATUAN KEGIATAN HARIAN Hari Pukul 07.30 13.00 Kegiatan Proses pemeriksaan umum Kemampuan Meningkatkan sosialisasi dan etika Sarana .0011. guling .0008.0011.Peralatan yang dibawa anak dari rumah cxlix .3013.00 Kegiatan bermain dalam ruangan Senin s/d Jumat 10.00 Istirahat 11.

cinta kasih melalui belaian.FORMAT EVALUASI TINGKAT PENGEMBANGAN MORAL DAN NILAI-NILAI AGAMA No 1 2 3 4 Keterampilan Moral dan Nilai-nilai agama Bersenandung lagu agama Mengikuti bacaan doa Menirukan gerak ibadah Mendengarkan cerita tentang kebesaran Tuhan Tingkat Pengembangan 5 6 Mengenal “Nama” Tuhan Menanyakan dan mengajukan rasa sayang. tolong) Nama anak Tempat/Tgl. rangkulan 7 8 9 Mengucapkan terima kasih Mengucapkan salam Mengucapkan kata-kata santun (maaf. Lahir : : Keterangan kemampuan Dapat melakukan sendiri Perlu bantuan : : Perlu bantuan yang bersifat paksaan : cl .

Lahir : : Keterangan kemampuan Dapat melakukan sendiri : cli . menangkap. dan melempar bola dari jarak dekat 9 10 Melompat dengan dua kaki sekaligus Masuk kedalam lorong-lorong atau meja kursi atau kardus yang di susun 11 Membedakan permukaan 3 jenis benda melalui rabaan 12 13 14 Menunjuk mata boneka Merobek lurus Melipat kertas sembarang Tingkat Pengembangan Nama anak Tempat/ Tgl.FORMAT EVALUASI TINGKAT PENGEMBANGAN FISIK No 1 2 3 Keterampilan Fisik Berjalan Stabil Berjalan Mundur Naik-turun tangga dengan atau tanpa berpegangan 4 5 Memanjat Berjalan mengikuti jejak secara lurus atau melingkar 6 7 8 Berjalan tanpa jatuh Mengikuti gerakan binatang Menendang.

Lahir : : Keterangan kemampuan Dapat melakukan sendiri Perlu bantuan Perlu bantuan tapi dipaksakan : : : clii .Perlu bantuan Perlu bantuan tapi dipaksakan : : FORMAT EVALUASI TINGKAT PENGEMBANGAN BAHASA No 1 2 Keterampilan Bahasa Mengenal suara di sekitar Mengatakan dalam kalimat pendek 2-4 kata 3 4 5 6 Mengerti dan melaksanakan 1 perintah Mengajukan pertanyaan Menyebutkan nama benda Tertarik pada gambar dalam buku Tingkat Pengembangan Nama anak Tempat/ Tgl.

Lahir : : Keterangan kemampuan Dapat melakukan sendiri Perlu bantuan : : : Perlu bantuan tapi dipaksakan cliii .5 Mengelompokkan atau pengenalan warna Tingkat Pengembangan Nama anak Tempat/ Tgl.4.FORMAT EVALUASI TINGKAT PENGEMBANGAN KOGNITIF No 1 2 Keterampilan Kognitif Mengelompokkan benda yang sama Mengelompokkan ( lingkaran dan bujur sangkar) 3 4 5 6 7 Membedakan besar kecil Membedakan rasa Membedakan bau Mengulang bilangan 1.3.2.

takut 7 8 Menjadi pendengar yang baik Latihan membereskan alat permainan Tingkat Pengembangan Nama anak Tempat/ Tgl. sedih. Lahir : : Keterangan kemampuan Dapat melakukan sendiri Perlu bantuan : : : Perlu bantuan tapi dipaksakan cliv .FORMAT EVALUASI TINGKAT PENGEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL No 1 Keterampilan Sosial Emosional Mengenal etika makan dan jadwal makan teratur 2 3 Mulai dapat “berbagi” Mulai mahir menggunakan toilet (WC kamar mandi) 4 5 6 Dapat ditinggalkan oleh orang tuanya Dapat memilih kegiatannya sendiri Menunjukkan ekspresi wajar saat marah.

Lahir : : Keterangan kemampuan Dapat melakukan sendiri Perlu bantuan Perlu bantuan tapi dipaksakan : : : clv .FORMAT EVALUASI TINGKAT PENGEMBANGAN SENI No 1 2 3 Keterampilan Seni Mendengarkan musik dan mengikuti irama Bertepuk tangan dengan variasi Memukul benda-benda dengan tangan Tingkat Pengembangan Nama anak Tempat/ Tgl.

clvi .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful