P. 1
37

37

|Views: 42|Likes:
Published by pustaka78

More info:

Published by: pustaka78 on Apr 08, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/10/2014

pdf

text

original

PROFIL PEMBINAAN PENITIPAN ANAK USIA DINI DI TAMAN PENGASUHAN ANAK MELATI SEMARANG

SKRIPSI

Diajukan Guna Menyelesaikan Studi Strata I Untuk Mendapatkan Gelar Sarjana Pendidikan

Disusun oleh : Nama : Dyah Wahyuni NIM : 1214000001

PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2005

HALAMAN PERSETUJUAN

Profil pembinaan Anak Usia Dini Di Taman Pengasuhan Anak Melati Semarang

Oleh : Nama Nim Jurusan : Dyah Wahyuni : 1214000001 : Pendidikan Luar Sekolah

Pembimbing I

Pembimbing II

Drs. K. Nurhalim, M.Pd. NIP. 130870431

Dra. Trie Suminar NIP. 132137919

Dekan FIP

Ketua Jurusan PLS

Drs. Siswanto, M.M NIP. 130515769

Drs. Achmad Rifa'i RC, M.Pd NIP. 131413232

ii

HALAMAN PENGESAHAN

Telah dipertahankan di hadapan sidang panitia Ujian Skripsi Jurusan Pendidikan Luar Sekolah fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang pada : Hari Tanggal Panitia Ujian Ketua Sekertaris : : 8 September 2005

Drs. Siswanto, M.M NIP. 130515769

Drs. Achmad Rifa'i RC, M.Pd NIP. 131413232 Penguji I

Drs. Zoedindarto. B NIP. 130345749 Penguji II

Drs. K. Nurhalim, M.Pd. NIP. 130870431 Penguji III

Dra. Trie Suminar NIP. 132137919

iii

Drs. 2. Untuk itu penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada : 1. Khomsun Nurhalim. 4. Tri Suminar.M. Dekan FIP atas bantuannya dalam memberikan ijin untuk melaksanakan penelitian. M. 3. Penulis menyadari bahwa skripsi ini tidak akan terwujud tanpa adanya bimbingan. M. iv . Drs. pengarahan dan bantuan dari berbagai pihak. Dra.Pd Dosen pembimbing II yang dengan penuh kesabaran telah memberikan bimbingan. Drs. motivasi sehingga penulisan skripsi ini dapat terselesaikan.Pd Dosen pembimbing I yang tiada hentinya memberikan bimbingan dalam penulisan skripsi ini. Ketua Jurusan Pendidikan Luar Sekolah atas bantuannya dalam memberikan ijin untuk penelitian. M.” Penelitian ini dilaksanakan guna melengkapi syarat-syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Jurusan Pendidikan Luar Sekolah pada Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang.Pd. Achmad Rifa’i RC. pengarahan.KATA PENGANTAR Puji syukur pada Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat dan taufiq hidayah Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan SKRIPSI dengan Judul “PROFIL PEMBINAAN PENITIPAN ANAK USIA DINI DI TAMAN PENGASUHAN ANAK MELATI SEMARANG. Siswanto. M.

6. kemampuan dan pengetahuan penulis yakin bahwa skripsi ini jauh dari sempurna.5. Penulis berharap semoga skripsi ini bermanfaat bagi pembaca. Oleh karena itu kritik dan saran sangat penulis harapkan demi kesempurnaan skripsi ini. dengan segala keterbatasan. Semarang. Atas segala bantuannya penulis ucapkan banyak terima kasih. Agustus 2005 Penulis v . Berbagai fihak yang tidak dapat penulis cantumkan satu-persatu yang telah memberikan bantuan dan motivasi dalam penulisan skripsi ini. Ny Moeljono S Trastotenojo sebagai pimpinan TPA Melati Semarang.

Tenaga pengasuh dan orang tua anak didik di TPA Melati. dan mengidentifikasi faktor – faktor penunjang dan penghambat pembinaan penitipan anak usia dini di TPA Melati. Universitas Negeri Semarang. dan mengasuh anak usia dini serta sebagai wahana pembinaan kesejahteraan yang berfungsi sebagai pengganti keluarga untuk jangka waktu tertentu selama orang tua mereka berhalangan atau tidak memiliki waktu yang cukup untuk mengasuh anaknya karena bekerja atau sebab lain. Pembinaan dilakukan dengan menyesuaikan seluruh kegiatan dengan usia dan tingkat perkembangan anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tentang profil pembinaan penitipan anak usia dini di TPA Melati.30 sampai pukul 15. kegiatan yang dilakukan di TPA Melati berupa pengasuhan dalam rangka membina. Pengorganisasian disusun atas musyawarah bersama para penyelenggara TPA dengan mengacu pada pemberdayaan ibu – ibu Dharma wanita Universitas Diponegoro dan anggapan bahwa mereka dipandang mampu dan mau serta mempunyai latar belakang pengalaman yang cukup meskipun mereka tidak meneruskan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. pengorganisasian. apa saja faktor penunjang dan penghambat pembinaan anak usia dini di TPA Melati. Skripsi Jurusan Luar Sekolah. taman pengasuhan anak Melati Semarang merupakan salah satu lembaga penyelenggara pengasuhan anak usia dini yang dikelola sejak tahun 1994. pada perencanaan daya vi . Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis kualitatif. Adapun permasalahan yang muncul adalah bagaimana profil pembinaan penitipan anak usia dini di Taman Pengasuhan Anak Melati Semarang. 2005. pelaksanaan dan evaluasi. Taman penitipan anak usia dini. Fakultas Ilmu Pendidikan.ABSTRAK Dyah Wahyuni. mendidik. 30 Wib. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dalam perencanaan kurikulum dibuat oleh pengelola dan tenaga pendidik yang disarikan dari berbagai literatur tentang pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini. Informan terdiri dari kepala TPA. Secara keseluruhan pembina bertatap muka dengan anak didik selama 7 – 8 jam per hari. pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi terfokus dan wawancara struktural diakhiri dengan observasi selektif dan wawancara kontras.30 Wib. sedangkan untuk hari Jumat mulai pukul 07. Fokus penelitian ini adalah profil pembinaan penitipan anak usia dini di TPA Melati Semarang yang meliputi : Perencanaan. Daya dukung dari penyelenggaraan pembinaan penitipan anak usia dini antara lain: Pada pengorganisasian kegiatan yang diselenggarakan dikelola dengan matang oleh para personil organisasi melalui kegiatan musyawarah terlebih dahulu untuk pengambilan keputusan tentang kegiatan pembinaan. Pelaksanaan pembinaan dilakukan sesuai jadwal yang telah ditetapkan yaitu setiap Senin sampai kami mulai pukul 07. Evaluasi dilakukan oleh tenaga pendidik dengan memberikan blangko isian setiap satu bulan sekali. “ Profil Pembinaan Penitipan Anak Usia Dini di Taman Pengasuhan Anak Melati Semarang “. Dalam pengumpulan data tidak diabaikan juga penggunaan sumber – sumber non manusia seperti dokumen dan catatan – catatan yang tersedia.00 sampai 12.

sarana dan prasarana. Evaluasi akan terhambat jika kedatangan anak – anak ke TPA Melati hanya dalam waktu singkat. pembuatan kurikulum yang mengacu pada beberapa literatur buku tentang perkembangan dan pertumbuhan anak serta perlunya peningkatan ke jenjang yang lebih tinggi. pengelola sebaiknya lebih memberikan kesempatan kepada tenaga pendidik untuk mengembangkan kemampuan dengan cara mengikutkan mereka pada kegiatan – kegiatan pelatihan. Dalam pelaksanaan pembinaan perlu dilakukan pemantauan secara terus menerus dan berkesinambungan dari pengelola agar kesalahan dalam kegiatan pembinaan dapat dibenahi secara dini. evaluasi.dukung yang sangat berperan adalah persiapan sumber belajar yang memadai. metode dan teknik yang disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak. untuk media belajar yang sudah usang dapat diganti dengan yang baru. Agar fasilitas penunjang yang ada dapat dipertahankan. vii . Sedangkan faktor penghambat antara lain :Pada pengorganisasian dapat dilihat dari perlunya pemantauan yang lebih intensif dari ikatan pengurus dan pengelola untuk memantau kinerja pengasuh. Perlu ditingkatkan kerja sama yang lebih baik antara pengelola dan tenaga pendidik. Pada perencanaan penghambatnya adalah penyediaan sarana dan prasarana yang perlu adanya penggantian dengan yang baru. Perlu dilakukan kerjasama dalam setiap kegiatan perencanaan. pelaksanaan dan evaluasi yang lebih baik antara pengelola dengan tenaga pengasuh. Daya dukung Pelaksanan pembinaan meliputi sumber belajar yang berpengalaman dibidang pengasuhan anak. Sistem evaluasi pembinaan yang dilakukan oleh pendidik melalui pengamatan dan observasi terhadap perkembangan anak yang melibatkan orang tua peserta didik melalui blangko isian yang telah diterapkan agar dipertahankan dan ditingkatkan. solusi yang diambil pengasuh adalah dengan tetap menbiarkan anak – anak tersebut bermain dengan anak – anak yang lain secara bebas tanpa paksaan dari siapapun. kadang kadang datang. pengorganisasian. letak TPA. sarana dan prasarana yang digunakan sesuai dengan fungsinya. Berdasarkan temuan – temuan dalam penelitian disarankan agar dalam perencanaan semua anggota organisasi dilibatkan. Daya dukung kegiatan evaluasi di TPA Melati dapat dilihat dari respon orang tua terhadap perkembangan anak yang bisa digunakan untuk lembar evaluasi yang sangat baik. sarana prasarana yang kurang atau perlu diperbaiki. penggunaan metode dan teknik pembinaan. Pada pelaksanaan hal yang menghambat adalah pernedaan minat dan pola asuh orang tua. pengalaman dan kemampuan anggota. Dalam pengorganisasian perlu dipertimbangkan latar belakang pendidikan. Jalan keluar yang diambil pengasuh tetap memantau dan mengisi lembar evaluasi meskipun nantinya lembar tersebut tidak sampai pada orang tua anak didik.

4. PERSEMBAHAN Skripsi ini saya persembahkan untuk : 1. Adik-adikku makasih suportnya. kedamaian dan kemenangan. Kakak-kakakku yang selalu memberi motivasi dan bantuan. doa. namun meskipun sulit dicapai tetapi kesatuan layak diperjuangkan untuk mencapai keberhasilan’.MOTTO DAN PERSEMBAHAN MOTTO ‘Kesatuan akan menimbulkan kekuatan. 3. 2. Bapak dan Ibu tercinta atas kasih sayang. Buat “Ayah” Gue Tersayang Thanks a lot viii . ‘Kesabaran merupakan modal utama mewujudkan semua impian’. serta pengorbanannya.

............................................................................................................................................................ B........................................................ F......................... KATA PENGANTAR ..............................................................................................DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ............................................................. Tujuan Penelitian ................................ Pendidikan Anak Usia Dini ........................................................................... B................................................................... HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN ....................................................................... Taman Pengasuhan Anak (Penitipan Anak) ..................................................................................... HALAMAN PENGESAHAN ...................................................................................................... C....................... DAFTAR DOKUMENTASI ... DAFTAR ISI ... HALAMAN PERSETUJUAN .......................... E............... BAB II KAJIAN PUSTAKA A.................... Pembinaan Anak Usia Dini ..... Manfaat Penelitian ................... i ii iii iv vi viii ix xii xiii 1 1 4 4 5 6 9 10 19 26 ix .............................. Sistematika Skripsi ................ A................................................. BAB I PENDAHULUAN ........................................ Penegasan Istilah .............. D............................................................................................................ C.................................... DAFTAR LAMPIRAN ...................................................................... ABSTRAK .......... Permasalahan.... Latar Belakang ..................

...................................... 8........................................ Pengorganisasian ............ C............................................................ BAB III METODOLOGI PENELITIAN A..... 1............................................................................................... Metode Pengumpulan Data ........................................................................ Pelaksanaan Pembinaan ............................................. Sumber Data Penelitian ........................................... Pendekatan Penelitian ........................................................ Hasil Penelitian .................... 7........................... 3.......................................... Identitas Responden ......................... E................................................................ 6...... Sarana dan Prasarana ............................. B...................... Lokasi Penelitian ............... G.................... Anak Didik .. 3............ Letak Geografis .................................... 4................................................................. Penyelenggaraan Program ........ Pembahasan Hasil Penelitian ....................... Sejarah Singkat Berdirinya TPA Melati Semarang .................................................................................. D........ Fokus Penelitian ............... Perencanaan Pembinaan ........... BAB IV HASIL PENELITIAN A....... 2........................ B.... 28 30 31 31 32 33 37 39 41 41 42 42 46 62 71 72 73 119 119 120 122 x ................ Organisasi dan Ketenagaan TPA ....................... 5............ Program Pembinaan .................................... 1.. Hasil Wawancara ......................... Keabsahan Data ............... 2.....D........... Analisis Data .. F......................................

................................................................................... B.... Simpulan .......... 5................saran ................................................... Faktor Pendukung dan Penghambat ............................ Evaluasi Pembinaan .4........................................................ LAMPIRAN 123 123 126 130 131 xi . DAFTAR PUSTAKA .......... Saran . BAB V SIMPULAN DAN SARAN A..........................................................................

................... 3............. 2..............DAFTAR DOKUMENTASI PENELITIAN Gambar 1........................... Wawancara informan tenaga pengasuh ................................ Kegiatan anak bermain di luar ruangan ......... 4...... 161 161 162 163 xii .................................................... Kegiatan bercengkrama pengasuh dengan anak ..................... Kegiatan anak istirahat setelah makan siang ..

......................... Format evaluasi tingkat perkembangan motorik anak usia 0-1 tahun ..................... Format evaluasi tingkat perkembangan fisik ............... 12.... Format evaluasi tingkat perkembangan fisik anak prasekolah usia > 4-5 tahun ..................... 11..... 133 135 136 2....................................................................................................... 18.. Dokumentasi penelitian .......DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1....... Format evaluasi tingkat perkembangan bahasa . Format evaluasi tingkat perkembangan moral dan nilai – nilai agama .................... 3. Format evaluasi tingkat perkembangan fisik anak usia > 3-4 tahun ........ Format evaluasi tingkat perkembangan fisik anak prasekolah usia 2-3 tahun . 13........................................ Satuan kegiatan harian ................. Format evaluasi tingkat perkembangan kognitif ........................................................................................... 17........................................................................................ Surat ijin penelitian ................. 140 141 142 143 144 145 146 147 154 159 160 161 xiii ............. 139 7............ Surat keterangan penelitian ....... Kisi – kisi instrumen .... Lembar Observasi ........................ 15........................................................................................... 8.......................... 9....................... 137 138 6....................................................................... 5............... 4....................... 16.......................................................................... 10........... 14............................................ Format evaluasi tingkat perkembangan fisik anak usia 1-2 tahun .......................... Format evaluasi tingkat perkembangan sosial emosional ........... Pedoman wawancara .......................... Format evaluasi tingkat perkembangan seni .........

DAFTAR TABEL DAN SKEMA

Tabel 1. Data ketenagaan TPA Melati ................................................................... 2. Lembar observasi lingkungan fisik .......................................................... 3. Data anak didik ......................................................................................... 4. Identitas pimpinan dan tenaga pengasuh .................................................. 5. Identitas orang tua anak didik .................................................................. Skema 1. Proses teknik pengumpulan data menurut Spradley ................................. 2. Struktur organisasi TPA Melati ................................................................ 40 44 46 66 71 72 72

xiv

BAB I

PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG MASALAH
Undang - Undang Dasar 1945 mengamanatkan upaya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa serta agar pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan suatu sistem pengajaran nasional yang diatur dengan Undang - Undang. Pembangunan nasional di bidang pendidikan adalah upaya demi mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas manusia Indonesia dalam mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur berdasarkan pancasila dan undang - undang dasar 1945, yang memungkinkan warganya mengembangkan diri sebagai manusia Indonesia seutuhnya. Untuk mewujudkan pengembangan nasional dibidang pendidikan tersebut diperlukan peningkatan dan penyempurnaan penyelenggaraan pendidikan nasional, yang disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kesenian, perkembangan masyarakat dan kebutuhan pembangunan. Menurut penjelasan umum UU No. 20 tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 1 ayat 1 dikemukakan bahwa pada dasarnya pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif

mengembangkan potensi diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

xv

Iklim pendidikan perlu diciptakan pada semua jalur, seperti yang tercantum dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menyatakan jalur pendidikan terdiri atas pendidikan formal, non formal, dan informal yang dapat saling melengkapi dan memperkaya, agar perkembangan pendidikan menjadi wahana yang tepat untuk mempertinggi kualitas sumber daya manusia, untuk meletakkan dasar yang kuat demi tercapainya masyarakat yang terbuka, demokratis, adil dan sejahtera perkembangan pendidikan dengan kecenderungan baru harus diarahkan agar dapat menampung salah satu tujuan nasional, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan anak usia dini memegang peranan yang sangat penting dan menentukan bagi perkembangan anak selanjutnya, sebab PAUD merupakan fondasi bagi dasar kepribadian anak. Anak yang mendapatkan pembinaan sejak usia dini akan dapat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan fisik , mental, yang itu akan berdampak pada peningkatan prestasi belajar, etos kerja dan produktivitas. Taman penitipan anak adalah lembaga kesejahteraan sosial yang memberikan pelayanan pengganti berupa asuhan, perawatan dan pendidikan bagi anak balita selama anak tersebut ditinggal bekerja oleh orang tuanya. Perlu diketahui bahwa keberadaan taman penitipan anak atau taman pengasuhan anak merupakan suatu kebutuhan masyarakat yang mengalami perubahan struktur keluarga pada umumnya dan pada khususnya di kota-kota besar seperti Semarang. Dalam Undang-undang No: 20 tahun 2003,

xvi

PAUD yang diselenggarakan pada jalur pendidikan non formal dapat berbentuk Kelompok Bermain (KB). Dalam pasal 28 ayat 1 dijelaskan Pendidikan Anak Usia Dini diselenggarakan bagi anak sejak lahir sampai enam tahun dan bukan merupakan prasyarat untuk mengikuti pendidikan dasar. Taman Penitipan Anak (TPA). Adapun maksud dan tujuan Taman Penitipan Anak adalah memberikan pelayanan xvii . non formal dan atau informal yang berfungsi sebagai pengganti. Semakin meningkatnya jumlah orang tua yang bekerja diluar rumah membuat fungsi keluarga sebagai tempat untuk mendidik anak semakin berkurang. Pendidikan anak usia dini (PAUD) diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar. penambah dan atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat. juga telah menuntut perlunya lembaga atau pihak lain yang mampu menangani pendidikan anak secara lebih profesional. kompleknya kebutuhan pendidikan anak selaras dengan perkembangan IPTEK. Salah satu lembaga yang diharapkan mampu melaksanakan fungsi tersebut adalah Taman Penitipan Anak atau Taman Pengasuhan Anak ( Depdiknas.menyatakan Pendidikan anak usia dini dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal. Taman Penitipan anak adalah Wahana pendidikan dan pembinaan kesejahteraan anak yang berfungsi sebagai pengganti keluarga untuk jangka waktu tertentu selama orang tuanya berhalangan atau tidak memiliki waktu yang cukup dalam mengasuh anaknya karena bekerja atau sebab lain. atau bentuk lain yang sederajat. 2001 ).

Untuk mengidentifikasi faktor penunjang dan penghambat pembinaan Taman Penitipan Anak Usia Dini Melati Semarang. 2. xviii . Faktor penunjang dan penghambat pembinaan Taman Penitipan Anak Melati Semarang.kepada anak usia dini dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal berdasarkan konsep pendidikan anak usia dini. Menanggapi kondisi yang demikian maka penulis akan berusaha mengungkap tentang : Profil pembinaan penitipan anak usia dini di Tempat Pengasuhan Anak Melati Semarang. PERMASALAHAN Permasalahan dapat timbul karena adanya kesenjangan antara apa yang diinginkan dengan kenyataannya. Untuk Mendeskripsikan tentang profil pembinaan penitipan anak usia dini di Taman Pengasuhan Anak Melati Semarang. Adapun permasalahannya yang timbul dalam penelitian ini adalah: Bagaimana profil pembinaan penitipan anak usia dini di Taman Pengasuhan Anak Melati Semarang ? Apa faktor penunjang dan penghambat pembinaan penitipan anak usia dini di Taman Pengasuhan Anak Melati Semarang ? C. B. TUJUAN PENELITIAN Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah : 1.

Dapat memberikan manfaat bagi pembaca sebagai bahan pemikiran tentang permasalahan yang berkaitan dengan tema pendidikan anak usia dini dan taman penitipan anak ( TPA ). pelaksanaan. MANFAAT PENELITIAN Melalui penelitian ini dapat memberikan manfaat sebagai berikut: Manfaat Teoritis Sebagai bahan masukan untuk pengembangan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan PAUD khususnya pada teknik penyelenggaraan PAUD di Taman Pengasuhan Anak. Adapun istilah-istilah yang perlu mendapatkan penegasan dan batasan adalah sebagai berikut : Profil xix . evaluasi TPA. Manfaat Praktis Menambah wawasan peneliti tentang profil penyelenggaraan penitipan anak mulai dari perencanaan. dan E.D. maka peneliti perlu memberikan penegasan dan pembatasan tentang istilah-istilah atau kalimat-kalimat yang terangkum dalam judul penelitian. Sebagai bahan masukan dalam teknik manajemen penyelenggaraan PAUD di TPA. Hasil penelitian ini di harapkan dapat menjadi referensi bagi penelitian lanjutan. PENEGASAN ISTILAH Untuk menghindari kesalahan pengertian dan kesimpangan serta kekaburan kemungkinan penafsiran dalam pemakaian istilah-istilah yang berkaitan dengan judul penelitian ini. pengorganisasian.

Menurut kamus besar Bahasa Indonesia (2002:897) profil adalah grafik-grafik atau iktisar yang memberikan fakta tentang hal-hal khusus. dan evaluasi. pengorganisasian. Pembinaan Menurut Mangun Hardjana pembinaan diartikan sebagai suatu proses belajar dengan melepaskan hal-hal yang sudah dimiliki dengan tujuan membantu orang yang menjalaninya untuk membetulkan dan mengembangkan pengetahuan dan kecakapan baru untuk mencapai tujuan hidup dan kerja yang sedang dijalani secara lebih efektif (Mangun Hardjana. mental dan perilaku kearah yang lebih baik atau segala usaha yang mengacu pada intensitas pembelajaran dalam kegiatan pendidikan untuk mempelajari hal-hal yang baru dengan tujuan xx . 1986:12). Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa profil adalah diskripsi atau gambaran sesuatu yang mencakup ciri-ciri yang melekat pada objek tersebut. Pembinaan adalah suatu bentuk dari serangkaian kegiatan untuk merubah sikap. Profil pendidikan anak usia dini di Taman Pengasuhan Anak Melati mencakup perencanaan.Dalam American Peoples Encyclopedia (1962:996) profil adalah suatu gambaran yang memperhatikan tingkatan dasar pada bermacam-macam hal sesuai dengan lokasinya. Penggambaran seperti ini berdasarkan data yang dikembangkan oleh pengukuran tentang profil. pelaksanaan.

Perkembangan emosional. empati. Usia dini juga merupakan periode penting bagi pembentukan kepribadian anak di kemudian hari. d. Taman Penitipan Anak Taman penitipan anak adalah wahana pendidikan dan pembinaan kesejahteraan anak yang berfungsi sebagai pengganti keluarga untuk jangka waktu tertentu selama orang tuanya berhalangan atau tidak memiliki waktu yang cukup dalam mengasuh anaknya karena bekerja atau sebab lain (Depdiknas. Aspek perkembangan anak yaitu aspek – aspek yang dikembangkan dalam diri anak melalui PAUD. 2001: 3). Banyak aspek – aspek kepribadian yang dapat ditanamkan pada anak. xxi . c. b.mengembangkan pengetahuan. Anak Usia Dini Anak usia dini merupakan masa yang paling baik dan sangat kritis bagi perkembangan fisik. Pembinaan merupakan bagian dari pendidikan. Aspek perkembangan anak tersebut meliputi : a. e. disiplin. Perkembangan kognitif. mengarahkan dan membetulkan kearah yang lebih baik. Perkembangan sosial. Perkembangan fisik – motorik. harga diri dan aktualisasi diri. kerjasama. etika. motorik. moral – emosional dan intelektual. Perkembangan moral. namun pembinaan menekankan pengembangan manusia pada segi praktis.

permasalahan. F. manfaat. Perkembangan bahasa dan literasi g. halaman pengesahan. 20 tahun 2003 bahwa pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan non formal berbentuk kelompok bermain ( KB ). Perkembangan kreativitas dan daya cipta. Taman Penitipan Anak ( TPA ). daftar isi dan intisari skripsi. halaman motto dan persembahan. SISTEMATIKA SKRIPSI Skripsi ini dibagi dalam lima bab yang didahului dengan halaman judul.f. kata pengantar. Slamet . tujuan. untuk memperhalus bahasanya maka istilah penitipan diganti dengan pengasuhan. penegasan istilah dan sistematika skripsi. xxii . atau bentuk lain yang sederajat. Tempat pengasuhan anak sebagaimana dimaksudkan diatas merupakan bagian dari pada pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal. seperti yang tercantum dalam UU No. Sistematika yang digunakan adalah sebagai berikut: BAB I : Pendahuluan. ( Suyanto. 2003 : 53 – 81 ) Tempat Pengasuhan Anak “Melati” Istilah lama diartikan tempat penitipan anak. yang membahas alasan pemilihan judul.

xxiii . metode pengumpulan data. Bagian akhir dari skripsi ini berisi daftar pustaka untuk menyusun skripsi dan lampiran. keabsahan data dan analisis data. lokasi penelitian. bab ini menguraikan tentang pendekatan penelitian. BAB : Penutup. subjek penelitian.BAB II : Tinjauan pustaka. bab ini menguraikan tentang berbagai teori. konsep dan pendapat para ahli yang ada hubungannya dengan permasalahan penelitian. bab ini menguraikan tentang simpulan dari hasil penelitian yang dilakukan sekaligus memberikan saran terhadap obyek yang telah diteliti serta pihak tersebut. bab ini berisi uraian hasil penelitian dan pembahasan hasil penelitian. BAB III : Metode penelitian. BAB IV : Hasil penelitian dan pembahasan.

xxiv . Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa pendidikan anak usia dini adalah upaya pembinaan anak usia dini (0-8 tahun) yang dilakukan melalui pemberian berbagai rangsangan pendidikan dengan tujuan agar anak mampu mengembangkan potensi yang dimiliki secara optimal. Hibana. Pendidikan anak usia dini merupakan upaya yang terencana dan sistematis yang dilakukan oleh pendidik atau pengasuh anak usia 0-8 tahun dengan tujuan agar anak mampu mengembangkan potensi yang dimiliki secara optimal (Rahman. 2001: 2). S. Pentingnya PAUD Pendidikan Anak Usia Dini memegang peranan yang sangat penting dan menentukan bagi sejarah perkembangan anak selanjutnya.BAB II KAJIAN PUSTAKA Pendidikan Anak Usia Dini ( PAUD ) Pengertian Pendidikan Anak Usia Dini Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan pada anak dan sejak usia dini yang dilakukan melalui pemberian berbagai rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani anak agar memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan dasar dan dalam kehidupan tahap berikutnya (Depdiknas. 2002: 2).

80 % hingga usia 8 tahun dan selebihnya di proses hingga anak usia 18 tahun. Oleh sebab itu usia dini disebut sebagai usia emas “Golden Age “ karena perkembangannya yang luar biasa (Rahman. yakni meliputi 80 % perkembangan otak. masa bayi hingga anak berusia kurang dari 8 tahun. Anak yang mendapatkan pembinaan sejak usia dini akan dapat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan fisik dan mental. yang akan berdampak pada peningkatan prestasi belajar. Ditinjau dari perkembangan otak manusia. xxv . maka tahap perkembangan otak pada usia dini menempati posisi yang paling vital. bahkan secara tidak langsung sejak anak masih dalam kandungan. 2002: 45). etos kerja dan produktivitas dan pada akhirnya anak akan lebih mampu untuk mandiri dan mengoptimalkan potensi yang dimiliki.sebab pendidikan anak usia dini merupakan fondasi bagi dasar kepribadian anak. Lebih jelasnya bayi lahir telah mencapai perkembangan otak 25 % orang dewasa. Proses PAUD dimulai sejak anak dalam kandungan. Fungsi dan Tujuan PAUD Fungsi PAUD berfungsi untuk : Memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada anak untuk mengikuti pendidikan anak usia dini sesuai dengan potensi yang dimiliki. Untuk mencapai kesempurnaan perkembangan otak manusia 50 % dicapai hingga usia 4 tahun.

Secara umum tujuan program PAUD adalah menfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal dan menyeluruh sesuai dengan norma. 2003 :3). menyatakan bahwa pendidikan prasekolah adalah pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan xxvi . 2002: 25). Slamet.Membantu memfasilitasi pengembangan potensi anak secara utuh di lingkungan keluarga. Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia.Undang pendidikan prasekolah. (Santoso Soegeng.norma dan nilai kehidupan yang dianut. Tujuan PAUD Tujuan PAUD adalah mengembangkan seluruh potensi anak (the whole child) agar kelak dapat berfungsi sebagai manusia yang utuh sesuai dengan falsafah suatu bangsa (Suyanto. Membantu memperbaiki mutu dan relevansi pendidikan anak usia dini. Memberdayakan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan anak usia dini. Dengan demikian PAUD berfungsi untuk memberikan kesempatan pada anak untuk mengikuti pembinaan dalam mengembangkan potensi anak secara utuh. Pendidikan anak usia dini dikenal dengan istilah pendidikan prasekolah. masyarakat (kelompok bermain. Secara khusus tujuan program PAUD tercantum dalam Undang . Berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 1990 tentang pendidikan prasekolah. penitipan anak).

Pentingnya Memahami Anak Usia Dini Anak usia dini memiliki karakteristik yang khas. sebab dasar awal cenderung bertahan dan akan mempengaruhi sikap dan perilaku anak sepanjang hidupnya. Pengalaman awal sangat penting. Perkembangan fisik dan mental mengalami kecepatan yang luar biasa. Sebab masa kanak.kanak juga masa yang paling penting untuk sepanjang usia hidupnya. sebab usia tersebut merupakan periode diletakkannya struktur yang dibangun untuk sepanjang hidupnya. Beberapa hal yang menjadi alasan pentingnya memahami karakteristik anak usia dini. disamping itu dasar awal akan cepat berkembang menjadi kebiasaan. Menurut rumusan keputusan menteri pendidikan dan kebudayaan RI Nomor 0486/ 4/ 1992 tentang taman kanak. yang diselenggarakan di jalur sekolah atau pendidikan luar sekolah. baik secara fisik. moral dan sebagainya. yaitu : Anak usia dini merupakan usia yang paling penting dalam tahap perkembangan manusia. keterampilan dan daya cipta yang diperlukan oleh anak didik dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan dan untuk pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya ( Rahman. xxvii . pengetahuan. Masa kanak.perkembangan jasmani dan rohani anak didik diluar lingkungan keluarga sebelum memasuki pendidikan dasar. 2002: 30-31 ). sosial. dibanding dengan sepanjang usianya yang sangat membutuhkan stimulasi fisik dan mental ( Rahman. 2002: 48 ).kanak bertujuan membantu meletakkan dasar kearah perkembangan sikap. psikis.kanak adalah masa pembentukan fondasi dan dasar kepribadian yang akan menentukan pengalaman anak selanjutnya. perilaku.kanak yang menyatakan bahwa taman kanak.

Keinginan anak untuk belajar menjadikan ia aktif dan eksploratif. Ia memperhatikan apa saja yang ada dilingkungannya untuk kemudian ditiru. Secara bertahap pancaindera anak difungsikan lebih sempurna. Cara belajar anak mengalami perkembangan seiring dengan bertambahnya usia. Sehingga usia satu tahun anak ingin mempelajari apa saja yang dilihat dengan menggerakkan seluruh panca indera. c. Usia 0 – 1 tahun Anak belajar dengan mengandalkan kemampuan pancaindera (Pendengaran. penciuman. khususnya pada masa kanak. penglihatan. Mampu mengembangkan potensi anak secara optimal sesuai dengan keadaan dan kemampuannya.Dengan memahami karakteristik anak usia dini adalah diharapkan orang dewasa dapat : Mengetahui hal . secara garis besar dapat diuraikan sebagai berikut : a.tugas perkembangan anak sehingga memberikan stimulasi kepada anak agar dapat melaksanakan tugas perkembangan dengan baik. yang bermanfaat bagi perkembangan hidupnya. dan dalam waktu singkat ia akan beralih ke hal lain untuk dipelajari.hal yang dibutuhkan oleh anak. peraba dan perasa). Mengetahui tugas . Mengetahui bagaimana membimbing proses belajar anak pada saat yang tepat sesuai dengan kebutuhannya. Usia 2 – 3 Tahun Anak melaksanakan proses belajar dengan sungguh – sungguh.kanak awal. Cara Belajar Anak Usia Dini Anak pada usia dini ( 0-8 tahun ) memiliki kemampuan belajar yang luar biasa. Usia 4 – 6 Tahun xxviii . b. Menaruh harapan dan tuntutan terhadap anak secara realistis. Anak belajar dengan seluruh panca inderanya untuk dapat memahami sesuatu.

prinsip PAUD Prinsip. lebih terintegrasi. perlu lebih meriah. antara lain : a.prinsip PAUD. e. yaitu : a. Anak adalah peserta didik aktif b. Pada penelitian ini peneliti dapat melakukan pengamatan mengenai cara belajar anak seiring dengan bertambahnya usia anak dan kebutuhan perkembangannya Karakteristik Program PAUD Program pendidikan untuk anak usia dini memiliki karakteristik tersendiri. Usia 7 – 8 Tahun Perkembangan anak dari berbagai aspek sudah semakin baik. berbeda dengan program pendidikan sesudahnya. c. f.Kemampuan berbahasa anak semakin baik. Menyediakan fasilitas agar anak belajar melalui bermain dan bermain sambil belajar c. yaitu suatu program pembelajaran yang dapat menyajikan suatu aktivitas anak secara terpadu. termasuk juga cara penyampaian. Anak melaksanakan proses belajar dengan cara yang semakin komplek. sistem evaluasi yang dilakukan untuk anak usia dini lebih bersifat natural. Mendorong anak untuk membangun dan mengembangkan idenya sendiri. alamiah. begitu anak mampu berkomunikasi dengan baik maka akan segera diikuti proses belajar anak dengan cara bertanya. Materi pelajaran. perlu dipilih sarana yang memudahkan dan memancing anak untuk terlibat. Tingkat perkembangan dan cara belajar anak membawa konsekuensi langsung terhadap sifat dan isi program pendidikan anak usia dini . b. lebih menekankan metode yang bersifat rekreatif daripada metode ceramah. Memberikan kesempatan anak untuk berpartisipasi aktif d. Beberapa karakteristik program pendidikan anak usia dini. Desain ruangan. mulai mampu membaca dan berkomunikasi secara halus. lebih cenderung menunjukan keceriaan. dan keterlibatan secara total dengan kegiatan anak. Metode pendidikan. Media dan sarana. Sistem evaluasi. aman dan menyenangkan. Hal utama yang membedakan karakteristik program pendidikan anak usia dini adalah tuntutan tingkat perkembangan dan cara belajarnya. Prinsip. d. kerjasama. kreatif dan menantang bagi anak untuk bereksplorasi. Karakteristik guru. ia menggunakan pancainderanya untuk menangkap berbagai informasi dari luar. d. xxix .

kanak (Rahman.kanak. Sekolah Dasar Sekolah Dasar adalah jenjang pendidikan formal pertama setelah taman kanak.Kanak Taman kanak. sebab pendidikan keluarga merupakan fondasi bagi anak untuk membangun struktur kepribadian selanjutnya. Taman Penitipan Anak ( TPA ) Usaha Kesejahteraan Sosial RI. yang materinya lebih menekankan pada materi Al-Qur’an. 2001: 3) Menurut Rapat koordinasi anak. 2002: 58-62). 2002: 55 ). perawatan dan pendidikan bagi anak balita selama anak tersebut ditinggal bekerja oleh orang tuanya (Rahman. TKA ( Taman Kanak. xxx . yang materinya lebih menekankan pada materi Al-Qur’an. Memotivasi anak untuk mengembangkan potensi diri tanpa takut berbuat salah ( Rahman.Bentuk Program PAUD Program pendidikan anak usia dini ( 0-8 Th ) memiliki beberapa bentuk organisasi. TPA adalah wahana pendidikan dan pembinaan kesejahteraan anak yang berfungsi sebagai pengganti keluarga untuk jangka waktu tertentu selama orang tuanya berhalangan atau tidak memiliki waktu yang cukup dalam mengasuh anak karena bekerja atau sebab lain. Pelayanan ini diberikan dalam bentuk peningkatan gizi. pengembangan.bentuk program PAUD sebagai berikut : Pendidikan keluarga ( 0-3 Th ) Pada tahap ini pendidikan anak masih berada pada lingkup terkecil. Pendidikan keluarga merupakan pendidikan pertama dan utama bagi anak. Bentuk. Taman Kanak.anak balita yang dikhawatirkan akan mengalami hambatan dalam pertumbuhannya. Kelompok bermain Taman bermain merupakan tempat bermain dan belajar bagi anak sebelum memasuki taman kanak. karena ditinggalkan orang tua atau ibunya bekerja.Kanak Al-Qur’an ) TKA adalah program bagi anak usia 4-6 tahun. intelektual. 2002: 59). S.kanak merupakan jenjang pendidikan setelah Playgroup. bentuk . (Depdiknas. tempat penitipan anak adalah lembaga sosial yang memberikan pelayanan kepada anak. TPA ( Taman Pendidikan Al-Qur’an ) TPA merupakan program pendidikan bagi anak usia 7-12 tahun.e. Hibana. emosional dan sosial. Taman penitipan anak merupakan lembaga kesejahteraan sosial yang memberikan pelayanan pengganti berupa asuhan. sebelum anak masuk sekolah dasar. yakni keluarga.

2003: 71). Pelayanan ini diberikan dalam bentuk peningkatan gizi. Dengan demikian pembinaan penitipan anak usia dini di TPA Melati merupakan latihan. Penitipan anak atau TPA adalah lembaga kesejahteraan sosial yang memberikan pelayanan pengganti berupa asuhan. pengembangan intelektual. karena ditinggalkan orang tua atau ibunya bekerja. Dalam Rapat hasil koordinasi “Usaha Kesejahteraan Anak“ Departemen sosial RI. 1986:12). perawatan dan pendidikan bagi anak balita selama anak tersebut ditinggal bekerja oleh orang tuanya ( Rahman.anak balita yang dikawatirkan akan mengalami hambatan dalam pertumbuhannya. 59 ). pembinaan yang dilakukan lembaga xxxi . 2002.Dengan melihat bentuk – bentuk program pendidikan anak usia dini dapat disimpulkan bahwa Taman Pengasuhan atau Penitipan Anak Melati merupakan salah satu bagian dari program pembinaan anak. dikemukakan TPA merupakan lembaga sosial yang memberikan pelayanan kepada anak . emosional dan sosial (Patmonodewo. Pembinaan Anak Usia Dini Pengertian Menurut Mangun Hardjana pembinaan diartikan sebagai suatu proses belajar dengan melepaskan hal-hal yang sudah dimiliki dengan tujuan membantu orang yang menjalaninya untuk membetulkan dan mengembangkan pengetahuan dan kecakapan baru untuk mencapai tujuan hidup dan kerja yang sedang dijalani secara lebih efektif (Mangun Hardjana. pendidikan.

pengembangan sosial . Tujuan khusus Kegiatan pembinaan secara khusus bertujuan agar : Anak mampu melakukan ibadah. Anak mampu berfikir logis. kritis. pengembangan fisik.dengan memberikan pelayanan kepada anak usia dini yang dikawatirkan akan mengalami hambatan dalam pertumbuhannya selama ditinggal orang tua atau ibunya bekerja dalam bentuk pengembangan moral dan nilai – nilai agama.emosional. serta menerima rangsangan sensorik ( pancaindera ). memecahkan masalah dan menemukan hubungan sebab akibat. gerakan halus dan gerakan kasar. dan pengembangan seni. Tujuan Pembinaan Anak Usia Dini Tujuan Umum Kegiatan pembinaan bertujuan mengembangkan potensi anak sejak dini sebagai persiapan untuk hidup dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya termasuk siap memasuki pendidikan dasar. pengembangan bahasa. memberi alasan. pengembangan kognitif. xxxii . Anak mampu menggunakan bahasa untuk pemahaman bahasa pasif dan dapat berkomunikasi secara efektif yang bermanfaat untuk berfikir dan belajar. mengenal dan percaya akan ciptaan Tuhan dan mencintai sesama. Anak mampu mengelola ketrampilan tubuh termasuk gerakan – gerakan yang mengontrol gerakan tubuh.

Anak memiliki kepekaan terhadap irama. bukan apa yang tidak dapat dikerjakan anak. Pembelajaran pada anak usia dini saling terkait tidak dapat di pisahkan. Hibana. merupakan masa persiapan untuk menghadapi kehidupan yang akan datang. 2002. Prinsip-prinsip pembinaan 1) Program pembinaan dibangun berdasarkan prinsip-prinsip pendidikan anak secara tepat. birama. Orang – orang yang ada disekitar anak dalam melaksanakan interaksi dengan anak merupakan hal yang penting. 2002: 4 ). dimana dalam lingkungan tersebut termasuk orang dewasa dan pengetahuan itu sendiri ( Rahman. 53-55 ). Penyelenggaraan Program Pembinaan Adapun penyelenggaraan program pembinaan anak mencakup : Program pembinaan Program pembinaan yang dipergunakan adalah kurikulum program pembinaan yang dibuat lembaga sesuai dengan kebutuhan anak usia dini. Titik tolak hendaknya pada apa yang dapat dikerjakan anak. Masa peka untuk mempelajari sesuatu pada tahap perkembangan tertentu perlu di observasi. Suatu kehidupan terjadi dalam diri anak ( inner life ) khususnya pada kondisi yang menunjang. Motivasi intrinsik akan menghasilkan inisiatif tersendiri (Self Directed Activity) yang sangat bernilai. xxxiii . Program pendidikan pada anak usia dini perlu menekankan disiplin. yaitu : Usia anak adalah sebagian dari kehidupan secara keseluruhan. lingkungan sosial. mental dan kesehatan sama pentingnya seperti berfikir dan aspek psikis lainnya. Bertahap adalah mengikuti tahap perkembangan usia anak yaitu usia 3 bulan sampai 3 tahun dan usia 3 tahun sampai 6 tahun. peranan masyarakat dan menghargai keragaman sosial serta mampu mengembangkan konsep diri. bertahap dan terpadu. PAUD merupakan interaksi antara anak dengan lingkungan. nada. S. Fisik. Adapun prinsip – prinsip pendidikan untuk anak usia dini seperti yang dirumuskan oleh Tina Bruce (1987) dalam tulisan Aswarni Sudjud (1997) ada sepuluh prinsip – prinsip pendidikan anak usia dini. berbagai bunyi. bertepuk tangan serta menghargai hasil karya yang kreatif ( Depdikbud.Anak mampu mengenal lingkungan alam. kontrol diri dan rasa memiliki. sikap positif terhadap belajar.

mengenal. situasi dan kondisi anak (Depdiknas. 2001:7-8 ) Organisasi penyelenggara Organisasi penyelenggaraan taman pengasuhan anak adalah perorangan. mencoba benda-benda). teman sebaya dan bendabenda disekitarnya. kelompok dan atau organisasi kemasyarakatan dalam penyelenggaraan pembinaan yang memenuhi syarat sebagai berikut : 1) Adanya anak didik berusia sekurang . dan tingkat perkembangan yang berbeda-beda pada setiap anak secara individual. 2) 3) 4) 5) Tersedianya sarana dan prasarana pembinaan Adanya kurikulum pembinaan Adanya tenaga pembinaan yang melaksanakan kurikulum program pembinaan Tersedianya sumber dana untuk pelaksanaan pembinaan Proses Pembinaan 1) Proses pembinaan dalam satu hari minimal 2 jam @ 45 menit atau disesuaikan dengan kebutuhan situasi dan kondisi anak. 2) Program pembinaan disesuaikan dengan usia. 3) Program pembinaan menekankan proses interaksi dengan orang dewasa. 2001:5-6). keluarga.Berulang artinya latihan atau simulasi diberikan secara berulang-ulang (anak memerlukan pengulangan dalam belajar) Terpadu adalah mengintegrasikan seluruh aspek pengembangan anak (pembentukan perilaku melalui pembahasan dan pengembangan kemampuan dasar). bakat.kurangnya 3 bulan sampai dengan 6 tahun (kecuali pada kasus khusus) dengan sejumlah lima orang atau lebih. 2) Proses pembinaan dalam satu minggu minimal 3 kali pertemuan atau dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. kemampuan.prinsip perencanaan Dalam menyusun perencanaan. 5) Program pembinaan memberikan pengalaman nyata bagi anak sehingga termotivasi dan memperoleh pengalaman belajar yang bermakna. ( Depdikbud. minat. Perencanaan Prinsip . hendaknya memperhatikan prinsip – prinsip sebagai berikut : xxxiv . 4) Program pembinaan dikembangkan untuk memberi kesempatan anak untuk berpartisipasi aktif melalui kegiatan permainan (menyentuh. Pengorganisasian a.

menyanyi) xxxv . bercerita. Satuan kegiatan harian Satuan kegiatan mingguan b. b) Pembinaan dilakukan dalam suasana bermain sambil belajar. Tema yang diberikan sesuai dengan kemampuan anak dan usia anak yang berisi tentang tema keagamaan. dan pengembangan seni. pengembangan sosial-emosional. pengembangan fisik. pengembangan bahasa. Pelaksanaan 1) Tema Merupakan wadah yang berisi unsur-unsur kegiatan untuk mengembangkan kemampuan anak.a) Berorientasi pada kebutuhan dan usia anak dalam berbagai pengembangan yang ingin dicapai dalam pembinaan. 2) Metode pembinaan (bermain sambil belajar) a) Persyaratan metode : Membuat anak aktif dan banyak terlibat Memberi kesempatan pada anak untuk mengembangkan kreativitas Sesuai dengan usia dan kemampuan anak Tidak membosankan anak Memungkinkan bagi anak untuk memilih aktivitas b) Metode pokok (Bermain) c) Metode pelengkap (Latihan. pengembangan kognitif.

xxxvi . untuk memperhalus bahasanya maka istilah penitipan diganti dengan pengasuhan. Taman Pengasuhan Anak atau Penitipan Anak Pengertian Taman Penitipan Anak Istilah lama diartikan tempat penitipan anak. sarana dan peralatan pendukung belajar. c. Penilaian Pembinaan / evaluasi Penilaian pembinaan dilakukan dengan menggunakan instrumen dalam bentuk pengamatan observasi yang digunakan untuk merekam proses dan hasil dari suatu aktivitas sehari-hari di TPA d.3) Persiapan sarana pembinaan Persiapan sarana pembinaan anak berupa perlengkapan ruangan. 4) Pengelolaan proses pembinaan Pengelolaan proses pembinaan dilakukan penyelenggara berupa persiapan – persiapan yang dilakukan bersama dengan pengasuh mulai dari proses pembinaan (pelaksanaan) yang berakhir pada penilaian atau evaluasi. Komunikasi Lembaga mengkomunikasikan hasil pembinaan dengan memberikan format penilaian yang telah diisi kepada orang tua untuk digunakan sebagai hasil akhir yang telah ditempuh dalam tiap tahap perkembangan anak.

emosional dan sosial. 2002. Pelayanan ini diberikan dalam bentuk peningkatan gizi. ( Rahman. 2001: 3). perawatan dan pendidikan bagi anak balita selama anak tersebut ditinggal bekerja oleh orang tuanya. Hibana.Tempat Penitipan Anak adalah wahana pendidikan dan pembinaan kesejahteraan anak yang berfungsi sebagai pengganti keluarga untuk jangka waktu tertentu selama orang tuanya berhalangan atau tidak memiliki waktu yang cukup dalam mengasuh anak karena bekerja atau sebab lain. pengembangan.anak balita yang dikhawatirkan akan mengalami hambatan dalam pertumbuhannya. 2001: 3) Menurut rapat koordinasi Usaha Kesejahteraan Sosial RI. Tujuan TPA xxxvii . 59 ). intelektual. karena ditinggalkan orang tua atau ibunya bekerja. Tempat Penitipan Anak adalah lembaga sosial yang memberikan pelayanan kepada anak. (Depdiknas. S. Fungsi dan tujuan TPA Fungsi TPA Fungsi TPA adalah wahana pendidikan dan pembinaan kesejahteraan anak sebagai pengganti keluarga untuk jangka waktu tertentu selama orang tuanya berhalangan atau tidak memiliki waktu yang cukup dalam mengasuh anaknya karena bekerja atau sebab lain (Depdiknas. Taman penitipan anak merupakan lembaga kesejahteraan sosial yang memberikan pelayanan pengganti berupa asuhan.

Sudjana. ketrampilan dan sikap keluarga yang mempunyai anak usia dini dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal. Menurut William Kami (1986) menyatakan untuk mendorong kemampuan berfikir anak sebaiknya guru merancang suatu kegiatan yang memungkinkan masing – masing anak untuk mendapatkan kesempatan khusus untuk memutuskan sendiri kegiatan mana yang dipilih. Dikatakan sistematik karena perencanaan dilaksanakan dengan menggunakan prinsip – prinsip tertentu dalam proses pengambilan keputusan. Perencanaan adalah proses yang sistematis dalam pengambilan keputusan tentang tindakan yang akan dilakukan pada waktu yang akan datang (H. Penyelenggaraan Program Perencanaan Kegiatan dalam bentuk apapun akan dapat berjalan dengan baik apabila direncanakan sebelumnya. Pada perencanaan kegiatan ini terlebih dahulu pengelola dan tenaga pengasuh membuat xxxviii . sebab hanya dengan perencanaan yang baik maka suatu kegiatan tersebut hampir dapat dipastikan akan berjalan dengan baik pula. penggunaan pengetahuan dan teknik secara alamiah.D.1) Memberikan pelayanan kepada anak usia dini dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal berdasarkan konsep PAUD. 2) Meningkatkan pengetahuan. serta tindakan atau kegiatan yang terorganisasi. 1992: 41).

Pelaksanaan Setelah perencanaan dan pengorganisasian maka fungsi pelaksanaan baru dilakukan agar dapat merealisasikan tujuan yang ingin dicapai. 1994 pengorganisasian merupakan suatu proses mengelompokkan dan mengatur serta membagi tugas-tugas atau pekerjaan diantara para anggota organisasi agar tujuan organisasi dapat dicapai dengan efisien. (Didiet Hardjito. 1995 : 76). Untuk pengorganisasian kegiatan dilakukan bersama – sama oleh pengurus dan pengasuh dalam musyawarah yang didalamnya dibahas secara teknis penyelenggaraan program pembinaan. Pelaksanaan pembinaan penitipan anak dilakukan secara pelan dan pasti yang menyangkut pengembangan moral dan nilai – nilai xxxix . Dalam proses manajemen pelaksanaan merupakan proses yang sangat penting sebagai tindak lanjut dari fungsi perencanaan dan pengorganisasian. Menurut Hani Handoko. Pengorganisasian Pengorganisasian merupakan usaha untuk mengintegrasikan sumber-sumber manusiawi dan non manusiawi yang diperlukan kedalam suatu kesatuan dalam melaksanakan kegiatan sebagaimana telah direncanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.satuan kegiatan harian dan satuan kegiatan mingguan yang pembuatannya dimusyawarahkan dalam forum.

(Patmodewo. pengembangan sosial . xl . dan pengembangan seni. Biasanya penilaian dikaitkan dengan penilaian terhadap perkembangan sosial.agama. Dalam pembinaan ini evaluasi dilakukan melalui kegiatan pengamatan yang dijalankan pengasuh untuk mengetahui tingkat perkembangan anak secara pasti dalam tiap harinya. 2003 : 138). Evaluasi Menurut Brewer (1992) penilaian atau evaluasi adalah penggunaan sistem evaluasi yang bersifat menyeluruh untuk menentukan kualitas dari suatu program atau kemajuan dari seorang anak.emosional. fisik maupun perkembangan intelektual. pengembangan fisik. emosional. pengembangan bahasa. pengembangan kognitif.

Untuk memperoleh kebenaran tersebut digunakan metode pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Agar peneliti dapat mendeskripsikan secara jelas dan rinci serta dapat memperoleh data yang mendalam dari fokus penelitian ini. 1993:203). maka peneliti menggunakan metode kualitatif. Sudarsono. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif karena tidak menggunakan angka-angka. 27-30) dalam Moleong (2002: 4-8) bahwa penelitian kualitatif memiliki lima ciri. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan kualitatif yaitu pendekatan yang memandang obyek kajian terdiri dari unsur yang saling terkait dan mendeskripsikan fenomena yang andal (Arikunto. Sesuai dengan judul yaitu tentang Profil Pembinaan Penitipan Anak Usia Dini di Taman Pengasuhan Anak Melati maka. 1999) hakekat penelitian adalah untuk mencari kebenaran yang dapat diujikan oleh orang secara obyektif untuk memperoleh kebenaran ilmiah. yaitu : xli . menurut Bodgan dan Biklen (1982.BAB III METODE PENELITIAN A. menguraikan dan menggambarkan tentang permasalahan yang akan di bahas yang berkenaan dengan profil pembinaan anak usia dini di Taman Penitipan Anak dan faktor penunjang serta penghambat pembinaan. Pendekatan Penelitian Menurut (FX. tetapi mendeskripsikan.

Lebih memperhatikan proses daripada hasil atau produk semata. 4. pemilihan lokasi penelitian tersebut karena TPA Melati berada di tengah lingkungan perkantoran / kampus. karena merupakan alat penting adalah adanya sumber data yang langsung dari peristiwa. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian adalah obyek penelitian dimana kegiatan penelitian dilakukan. Hayam Wuruk 1A Semarang. Penentuan lokasi penelitian dimaksudkan untuk mempermudah dan memperjelas obyek yang menjadi sasaran penelitian. pelaksanaan. Profil pembinaan penitipan anak usia dini di Taman Pengasuhan Anak Melati. Bersifat deskriptif yaitu data yang dikumpulkan berbentuk kata-kata atau gambar daripada angka. C. yaitu: 1. Fokus Penelitian Fokus penelitian berisi pokok kajian yang menjadi pusat perhatian. dan evaluasi. xlii . Lokasi dalam penelitian ini adalah tempat pengasuhan anak Melati Jl. 5. Dilaksanakan dengan latar alami. Lebih mementingkan tentang makna (essensial). pengorganisasian.1. 2. Dalam menganalisis data cenderung cara induktif. B. sehingga permasalahan tidak terlalu luas. dengan ruang lingkup perencanaan. 3.

Pengambilan informasi penelitian dilakukan dengan mengambil informasi dari satu orang kepala TPA. orang tua. 4 orang pengasuh.lain ( Moleong. 2001: 90 ). pengasuh. Informan adalah orang.orang yang dimanfaatkan untuk memberikan informasi tentang situasi dan kondisi. Pemilihan informan penelitian berdasarkan pada tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui Profil TPA Melati dan faktor penunjang serta penghambat pembinaan. Adapun sumber data primer berupa wawancara kepada informan dan observasi. dilakukan pengumpulan data primer melalui wawancara yang bersumber dari informan penelitian. Untuk mendukung kegiatan penelitian ini. Faktor penunjang serta penghambat pembinaan penitipan anak usia dini yang berasal dari penyelenggara. anak didik baik itu mengenai sarana prasarana maupun lingkungannya. Adapun penulis memilih 10 informan tersebut didasarkan pada keaktifan beliau – beliau berada di TPA Melati diantaranya 1 orang pimpinan dan 4 orang pengasuh yang selalu ada di TPA dan 5 orang tua xliii . Dalam penelitian ini sumber data terdiri dari sumber data primer dan sumber data sekunder. latar belakang penelitian ( Moleong.2. 2001 : 112 ). D. Sumber Data Penelitian Menurut Lofland dan Lofland (1984 : 47) Sumber data utama dalam penelitian kualitatif adalah kata-kata dan tindakan selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dan lain . sedangkan sumber data sekunder berasal dari dokumentasi. dan 5 orang tua peserta didik.

adapun metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah sebagai berikut : 1. Pengamatan memungkinkan peneliti mencatat peristiwa dalam situasi proporsional maupun pengetahuan yang langsung diperoleh dari data. c. xliv . Teknik pengamatan didasarkan atas pengalaman secara langsung. E. Teknik pengamatan juga memungkinkan melihat dan mengamati sendiri.anak didik yang aktif menitipkan anaknya disana. Pengamatan atau observasi dimanfaatkan sebesar-besarnya seperti yang dikemukakan oleh Guba dan Lincoln (1981: 191-193) bahwa: a. Untuk mengetahui gambaran awal tentang subyek penelitian. maka peneliti harus lebih dahulu mengadakan survey terhadap situasi sosial dan kondisi sasaran penelitian. Metode Pengumpulan Data Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis data dilakukan bersama dengan pengumpulan data. Untuk memperoleh data dan informasi yang sebanyak banyaknya. d. peneliti mengobservasi terlebih dahulu situasi sosial lokasi penelitian. Teknik pengamatan memungkinkan peneliti mampu memahami situasi-situasi yang rumit. Adapun yang dilakukan adalah pengumpulan data lewat wawancara. Metode Observasi Merupakan metode pengumpulan data esensial dalam penelitian terlebih menggunakan pendekatan kualitatif. b.

Orang tua anak asuh TPA Melati 1) Identitas Orang tua. pelaksanaan dan evaluasi pembinaan anak di TPA Melati. Wawancara dilakukan melalui tanya jawab langsung kepada nara sumber (informan) yang dapat dipercaya kebenarannya. kegiatan. Metode Wawancara Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. tenaga pengasuh di TPA Melati. Metode wawancara adalah suatu metode pengumpulan data dengan jalan wawancara yaitu mendapatkan informasi dengan cara bertanya langsung kepada responden. 2. 2000:135). 2) Pendapat orang tua tentang motivasi orang tua dan peran orang tua dalam proses. jenis kelamin. Adapun garis besar pertanyaan yang akan ditanyakan dalam wawancara tersebut adalah : a. memproyeksikan sesuatu yang diharapkan dimasa depan (Guba dan Lincoln dalam Moleong. Setiap pertanyaan diarahkan pada bidang yang sedang diteliti yaitu pembinaan penitipan anak usia dini di Taman Pengasuhan Anak Melati Semarang. pendidikan terakhir. umur. dan pimpinan TPA Melati. sesuatu dimasa lalu. b. pekerjaan dan alamat. peneliti mengadakan pengamatan situasi sosial lokasi penelitian serta mengetahui secara langsung kegiatan pengasuhan yang terjadi di TPA Melati Semarang. hasil pertanyaan atau jawaban ditulis dalam lembaran yang disediakan. Tenaga Pengasuh xlv . Dalam penelitian ini peneliti melakukan wawancara dengan orang tua anak asuh TPA Melati. tempat/ tanggal lahir. Adapun pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan wawancara terstruktur dimana pada wawancara ini menggunakan pedoman wawancara yang dijabarkan dalam bentuk deskripsi. meliputi : Nama.Dalam observasi atau pengamatan ini. Dalam pengumpulan data tidak diabaikan juga penggunaan sumber-sumber non manusia seperti dokumentasi dan catatan-catatan yang tersedia. Metode pengumpulan data dalam bentuk komunikasi verbal yang dapat mengkonstruksikan mengenai orang. Wawancara dan observasi dipedomani dan dikembangkan sebagaimana yang diajukan oleh Spadley (Sanapiah: 1999: 91-108) yang diawali dengan observasi dan wawancara struktural serta diakhiri dengan observasi selektif dan wawancara kontras. organisasi. kejadian.

Keduanya berguna dan sesuai untuk penelitian kualitatif. umur. xlvi . Dokumen dan record digunakan karena merupakan sumber yang stabil. meliputi : Nama. pekerjaan dan alamat. tempat / tanggal lahir. umur. Berguna sebagai bukti untuk suatu pengujian. Dokumentasi Metode dokumentasi adalah suatu metode yang mencari data mengenai hal-hal yang berupa catatan suatu buku. pendidikan terakhir. b. c. tempat / tanggal lahir. surat kabar. majalah dan sebagainya.1) Identitas Tenaga Pengasuh meliputi : Nama. alasan pemilihan metode. jenis kelamin. antara lain : a. c. 3) Faktor penunjang dan penghambat pembinaan. Pimpinan TPA 1) Identitas Pimpinan TPA. Dokumentasi juga dimaksudkan sebagai rekaman suatu peristiwa yang lebih dekat dengan percakapan dan memerlukan interpretasi yang berhubungan sangat dekat dengan konteks rekaman peristiwa. Dokumen ini dimaksudkan untuk melengkapi data dari wawancara dan observasi. 3) Faktor penunjang dan penghambat pembinaan. 2) Pendapat tenaga pengasuh tentang pembinaan penitipan anak di TPA Melati yang berkaitan dengan metode pembinaan. 3. pekerjaan dan alamat. kaya dan mendorong. jenis kelamin. pendidikan terakhir. serta evaluasi akhir dari pembinaan. 2) Pendapat pimpinan tentang pembinaan penitipan anak di TPA Melati. Menurut Guba dan Lincoln dalam Moleong (2000:160) ada beberapa alasan dari penggunaan dokumentasi.

d. Relatif murah dan tidak sukar diperoleh. e. Keduanya tidak sukar ditemukan. Dalam penelitian ini, peneliti mengambil bahan-bahan sumber dan data-data dokumentasi yang ada di Taman Pengasuhan Anak Melati berupa foto - foto pelaksanaan kegiatan penelitian, data - data lain berupa buku – buku referensi lain yang berkaitan dengan tema pengasuhan anak usia dini.

F. Keabsahan Data
Menurut Lincoln dan Guba (dalam Moleong, 2000:173) ada empat kriteria yang digunakan dalam penelitian kualitatif untuk keabsahan data, yaitu : 1. Derajat kepercayaan (Credibility). 2. Keteralihan (Transferability). 3. Kebergantungan (Dependability). 4. Kepastian (Confirmability). Kriteria keabsahan data diterapkan dalam rangka membuktikan temuan hasil penelitian dengan kenyataan yang diteliti di lapangan. Teknik-teknik yang digunakan untuk melacak atau membuktikan kebenaran atau taraf kepercayaan data melalui ketekunan pengamatan (persistent observation), triangulasi (triangulation), pengecekan dengan teman sejawat. Untuk membuktikan keabsahan data dalam penelitian ini, teknik yang digunakan hanya terbatas pada teknik pengamatan lapangan dan triangulasi. Dezim dalam Moleong (2000:278) membedakan 4 macam triangulasi, yaitu : 1. Triangulasi sumber maksudnya membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda dalam metode kualitatif. xlvii

2. Triangulasi

metode

maksudnya

menurut

Patton

dalam

Moleong

(2000:178) terdapat dua strategi, yaitu : a. Pengecekan derajat kepercayaan penemuan hasil penelitian beberapa teknik pengumpulan data. b. Pengecekan derajat kepercayaan beberapa sumber data dengan metode yang sama. 3. Triangulasi peneliti maksudnya memanfaatkan peneliti untuk keperluan pengecekan kembali derajat kepercayaan data. 4. Triangulasi teori maksudnya membandingkan teori yang ditemukan berdasarkan kajian lapangan dengan teori yang telah ditemukan para pakar. Teknik triangulasi dalam penelitian ini adalah triangulasi sumber dengan pertimbangan bahwa untuk memperoleh informasi dari para informan perlu diadakan croscek antara satu informan dengan informan yang lain sehingga akan diperoleh informasi yang benar – benar valid. Informasi yang diperoleh Diusahakan dari narasumber yang benar- benar mengetahui akar permasalahan dalam penelitian ini.

G. Analisis Data
Bersamaan dengan proses pengumpulan data dilakukan juga analisis data. Alur analisis mengikuti pendapat Spradley dalam Sanapiah (1990:91-108) dengan mereduksi banyaknya data yang diperoleh, diklasifikasikan dalam domain untuk memperoleh gambaran yang bersifat umum dan relatif menyeluruh dari suatu fokus permasalahan yang diteliti.

xlviii

Analisis data dilakukan bersamaan dalam proses pengamatan dan wawancara deskriptif, selanjutnya dilakukan analisis taksonomik yang berusaha merinci lebih lanjut, mengorganisasikan atau menghimpun elemen-elemen yang sama. Analisis taksonomik dilakukan bersamaan dengan pengamatan terfokus dan wawancara struktural. Dalam tahap ini terkait dengan fokus penelitian, yaitu : “Profil pembinaan penitipan anak usia dini di Taman Pengasuhan Anak Melati Semarang dan Faktor penunjang dan penghambat pembinaan”. Selanjutnya dilakukan analisis komponensial dengan mengorganisasikan kontras antar elemen dalam domain yang diperoleh dari pengamatan dan wawancara terseleksi dan kemudian dilanjutkan dengan analisis tema untuk mendeskripsikan secara menyeluruh dan menampilkan makna dari yang menjadi fokus penelitian.

Deskriptif Terfokus
selektif

Struktural Deskriptif

kontras

Skema alur analisis data Spradley (Sanapiah, 1990: 91-108) Ket: Diawali dengan pengamatan dan wawancara struktural serta diakhiri dengan observasi selektif dan wawancara kontras.

xlix

Penjelasan dari skema diatas sebagai berikut : Pengamatan Deskriptif dilakukan untuk melihat secara umum tentang kondisi TPA Melati, setelah itu dilakukan pengamatan yang terfokus pada objek yang akan diteliti mengenai profil. Proses selanjutnya dilakukan pengamatan secara selektif untuk melihat bagaimana kegiatan pembinaan mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasi, bersama dengan proses pengamatan itu juga dilakukan wawancara Deskriptif kepada pimpinan TPA untuk memperoleh gambaran secara umum tentang sejarah singkat, letak geografis. Selanjutnya dilakukan wawancara terstruktur secara mendalam kepada pengasuh dan orang tua untuk mengungkap fokus penelitian. Untuk melengkapi dan mendukung data yang diperoleh, kemudian dilakukan pengambilan dokumentasi. Melalui kegiatan ini dapat diperoleh berbagai kejadian- kejadian yang dapat memperjelas dari setiap kegiatan.

l

TPA Melati sejak berdiri dikelola oleh para istri pendiri dan ibu – ibu Dharma Wanita UNDIP sampai sekarang. yang tercatat dalam akta notaris nomor 18 tahun 1994 dan dipelopori oleh beberapa Dosen dan Guru Besar Universitas Negeri Diponegoro yang pada saat itu menjabat di Universitas Diponegoro. li . tetapi sebelum disampaikan hasil penelitiannya terlebih dahulu disampaikan gambaran umum mengenai Taman Pengasuhan Anak Melati Semarang (TPA) mengingat TPA tersebut sebagai tempat dilaksanakannya penelitian ini. observasi. Sejarah singkat TPA Melati Semarang. 1. Taman Pengasuhan Anak Melati (TPA) Semarang berdiri pada tanggal 31 Maret 1994. dan dokumentasi. Hasil Penelitian Hasil penelitian pada dasarnya merupakan data yang diperoleh melalui metode wawancara.BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A.

mendorong peran keluarga untuk memenuhi fungsi keluarga. TPA Melati berada dibawah naungan Universitas Diponegoro dengan tenaga administrasi maupun tenaga teknis yang membantu kerja kepala TPA Melati. asuhan. 2. Letak Geografis lii .ibu Dharma wanita UNDIP dan dikepalai oleh Ny Moeljono. membantu ibu pekerja untuk meningkatkan produktivitas kerja yang optimal. Dasar didirikannya Taman Pengasuhan Anak Melati adalah untuk memenuhi hak anak untuk tumbuh kembang dan perlindungan dengan menghindarkan kekosongan rawatan.Taman Pengasuhan Anak Melati Semarang dr diresmikan pada tanggal 31 Maret 1994 oleh Prof Moeljono Soegiarto Trastotenejo yang pada saat itu menjabat sebagai Rektor UNDIP. TPA Melati didukung langsung dan dikelola oleh ibu. kesehatan. Peresmian TPA sebagai kenang-kenangan beliau mendekati masa pensiun. bimbingan dan pembinaan dalam pertumbuhan dan perkembangannya. sosial dan dalam bidang jasa. membantu program pemerintah dalam bidang pendidikan.

Taman Pengasuhan Anak Melati terletak di jalan Hayam Wuruk I A Semarang propinsi Jawa Tengah.undang no 6 tahun 1974 tentang ketentuan pokok kesejahteraan sosial dan UU no. sebelah selatan jalan Singosari dan sebelah timur kampus USM. Landasan dari berdirinya Taman Pengasuhan Anak Melati adalah Undang . sebelah barat jalan Pahlawan. TPA Melati berbatasan langsung sebelah utara dengan kampus UNDIP. Organisasi dan Ketenagaan TPA Taman Pengasuhan Anak Melati merupakan lembaga pelaksana teknis yang dikelola langsung oleh ibu – ibu Dharma Wanita UNDIP dan dibantu oleh beberapa pengasuh atau pendidik anak. Jarak Taman Pengasuhan Anak Melati dengan pusat pemerintahan kota Semarang kurang lebih 5 km. 3. 4 tahun 1979 tentang kesejahteraan anak. tepatnya berada di lingkungan Kampus UNDIP. Dengan demikian TPA Melati terletak strategis ditengah-tengah perkantoran / kampus dimana para ibu-ibu atau orang tua bekerja. liii .

Soemarti Prapto. Eko Budihardjo M. DR.Susunan kepengurusan Taman Pengasuhan Anak Melati Semarang sebagai berikut : Pelindung : Rektor UNDIP Prof. Ismiati : Prof. Joetata Hadihardaja : 1. Ir. liv . SH Bendahara Pembantu Umum Soewito 2. Dewi Handayani Diono Iksan : Ketua Persatuan Dharma Wanita Wakil Sekretaris : 1. Achmad Tenaga Pendidik : 1. Soegiarsih 2. Suparmi 4.Sc Pembina : Prof. SR. Ny. Harjono Soejitno Penanggung jawab UNDIP Ketua Wakil Ketua : Ny. Ir. Moeljono S Trastotenejo : 1. Anhari Basuki Sekretaris : Ir. Warella 2. Moeljono S Trastotenejo Prof. Ny. Saryono 3. Ir. Dr. Djoko Moeljanto 3. Dr.

Sri Hastuti Astuti 4.2. Estu Dwi STRUKTUR ORGANISASI TPA MELATI SEMARANG Pelindung Penanggung jawab Ketua Pengelola Wakil Ketua Sekretaris Bendahara Wakil Sekretaris TP TP TP TP lv .

D2.Pembantu umum Ketenagaan yang ada di TPA Melati Semarang terdiri dari para istri. tenaga pengasuh. bendahara. sedangkan untuk tenaga pengasuh ditinjau dari latar belakang pendidikannya kurang mendukung terhadap perkembangan anak karena rasionalnya tenaga kependidikan untuk pendidik setidak-tidaknya lulusan lvi . sekretaris. SMP. SMA. Untuk tenaga pengelola ditinjau dari latar belakang pendidikan cukup potensial untuk dapat mengembangkan pendidikan anak usia dini di TPA Melati.istri dan pegawai UNDIP yang menjabat sebagai ketua. Sumber tenaga yang ada di TPA Melati pada umumnya berusia 30-40 tahun dan memiliki kualifikasi pendidikan yang beragam mulai dari lulusan S3. S1. pembantu umum. yang secara keseluruhan berjumlah 15 orang. S2. wakil ketua.

PGTK atau bahkan sarjana terkhusus dari jurusan yang relevan atau sarjana psikologi. Nama Ny Moeljono S Trastotenojo Ny Warella Ny Anhari Basuki Ir Dwi Handayaani Ir Soegiarsih Pendidikan SMU SMU SMU S1 S1 Ket Ketua Wakil Ketua Wakil Ketua Sekretaris Wakil Sekr lvii . 3. 2. Data ketenagaan TPA Melati UNDIP tahun 2005 tercantum dalam tabel berikut ini : Tabel I Data Ketenagaan TPA Melati UNDIP Tahun 2005 No 1. 5. 4. psikologi perkembangan anak dan ilmu jiwa anak. karena mereka harus benarbenar mendalami paedagogis.

Joetata Djoko Moeljanto Soewito Achmad Saryono Suparmi Estu Dwiastuti Sri hastuti Ismiati S1 S3 SMU SMU SMU SMU D2 SMU SMU SLTP Wakil Sekr Bendahaara Pemb. 14. Umum Tng Pendidk Tng Pendidk Tng Pendidk Tng Pendidk 4. Ir Soemarti Prapto S Prof . Pada program pembinaan telah dibuat acuan pelaksanaan kegiatan pembinaan di TPA Melati sebagai berikut : a. pelayanan dan pembinaan dengan stimulasi psikomotorik dan psiko sosial sewaktu – waktu bila diperlukan sesuai dengan kebutuhan orang tua. 7. 13. Program Pembinaan TPA Melati merupakan lembaga yang memberikan pelayanan pembinaan berupa pengasuhan anak dalam jangka waktu tertentu yang termasuk dalam kategori TPA dengan pengasuhan sewaktu–waktu Care) yang melaksanakan (Incidental Day berupa kegiatan–kegiatan penyuluhan. 15. Umum Pemb. Umum Pemb. 11.6. 12. Umum Pemb. 10. Pengembangan moral dan nilai-nilai agama lviii . 9. 8.

sesuai agama masing-masing. Hal ini membantu anak untuk lebih mengenal ciptaan Tuhan dan mencintai sesama. Pengasuh kadang membiarkan bila anak melakukan kesalahan. Mengikuti bacaan doa Menyayangi orang tua. teman. mengenal dan percaya akan ciptaan Tuhan dan mencintai sesama. Indikator kemampuan dan cara pencapaian kemampuan adalah: 1). Sesuai perkembangannya. Secara lix . binatang dan tanaman Berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan serta menirukan sikap berdoa. Bersenandung lagu keagamaan Pengasuh menyenandungkan lagu-lagu keagamaan pada saat di dekat anak dan sesekali mengajak anak untuk ikut bersenandung. pengasuh mengajak anak untuk mengikuti bacaan doa dimaksud dan menunjukkan sikap berdoa yang benar. Meniru gerakan beribadah Pengasuh mengajak anak untuk menirukan gerakangerakan beribadah.Kompetensi dan hasil belajar yang ingin dicapai adalah kemampuan melakukan ibadah. 3). 2). orang di sekeliling. Pengasuh membiasakan memperdengarkan doa sebelum melakukan sesuatu bersama anak.

Sesuai dengan perkembangannya. Setelah itu pengasuh meminta anak untuk menirukan dan mengulangi setiap ada kesempatan. Selain itu pengasuh menceritakan atau membacakan buku cerita tentang perlunya menyayangi orang-orang di sekitar kita. sesuai agama masing-masing. diberitahukan cara-cara yang benar. sesuai dengan perkembangan daya pikirnya. cerita bisa diperluas temanya. yang disamping lx . Mendengarkan cerita tentang kebesaran Tuhan Pengasuh TPA sering membacakan cerita-cerita tentang kebesaran Tuhan dan bila memungkinkan pengasuh mempergunakan buku cerita untuk melakukan kegiatan ini. sehingga tidak sekedar menceritakan tentang ciptaan Tuhan. Pengasuh TPA sering membelai atau memeluk anak dan membisikkan kata-kata yang lembut. Mengenal "nama" Tuhan ( Sesuai agama masing . 4). maupun menyayangi binatang dan tanaman.masing ) Pengasuh memberitahukan kepada anak tentang sebutan "nama" Tuhan. 6). Kegiatan ini dilakukan untuk melatih daya fikir dan imajinasi anak.bertahap. menyayangi teman. 5). cinta kasih melalui belaian rangkulan. Merasakan dan menunjukkan rasa sayang.

Pengasuh TPA mengingatkan anak untuk mengucapkan terimakasih setiap kali menerima sesuatu. tolong. Hal ini dilakukan untuk memberikan pengertian anak akan cara menghargai pemberian orang lain. Mengucapkan salam Pengasuh membiasakan mengucapkan salam dengan suara yang cukup keras setiap kali bertemu dengan anak.hal ini dilakukan selain untuk mambantu anak berkomunikasi dengan orang lain juga secara tidak langsung membantu anak untuk berinteraksi dengan orang disekitarnya. misalnya minta maaf setelah melakukan kesalahan atau mengucapkan tolong sebelum minta tolong kepada orang lain. Pengembangan Fisik Kompetensi dan hasil belajar yang ingin dicapai adalah kemampuan mengelola dan keterampilan tubuh termasuk gerakan- lxi . Kegiatan ini dilakukan untuk melatih Kesopanan pada anak. Mengucapkan kata-kata santun. 8). 7). Pengasuh TPA membiasakan anak untuk mengucapkan kata-kata santun. b.memberikan rasa aman pada anak juga dimaksudkan agar anak dapat merasakan rasa sayang dan cinta kasih. 9). seperti maaf. Pengasuh mengajarkan anak untuk mengucapkan terimakasih setelah menerima sesuatu (dengan dorongan).

2). dan gerakan kasar. gerakan halus. Berjalan mundur Kemampuan anak untuk berjalan mundur harus makin dimantapkan. Berjalan stabil Kegiatan ini dilakukan dengan maksud untuk melatih anak berjalan stabil dan seimbang.gerakan yang mengontrol gerakan tubuh. 3). Pengasuh TPA kadang memvariasikan dengan perlombaan berjalan mundur dengan rintangan kecil dengan memberikan hadian pada anak bila dapat melewati rintangan tersebut agar anak termotivasi untuk terus mencoba dengan harapan mendapatkan hadiah. apabila pada umur 2 tahun lebih anak belum dapat berjalan. pengasuh segera menyarankan orang tua untuk secepatnya memeriksakan anak ke dokter atau therapy dan pengasuh ikut mengawasi anak yang berada pada pengawasan dokter untuk proses terapi. Naik-turun tangga dengan atau tanpa berpegangan Dalam kegiatan ini pengasuh mengawasi anak saat naikturun tangga. serta menerima rangsangan sensorik (pancaindera). Indikator kernampuan dan cara pencapaian kemampuan ini adalah: 1). Pengasuh tidak perlu ikut naik-turun bersama lxii .

gerakan sayap burung terbang. pengasuh tinggal mengawasi saja dan berusaha untuk tidak berteriak saat anak melakukan gerakan yang cukup berbahaya. Ini merupakan latihan keseimbangan agar anak semakin dapat berjalan dengan mantap. 3 meter misalnya. 6). Mengikuti gerakan binatang Sambil bercerita dengan anak pengasuh memperagakan gerakan binatang. dengan sedikit rintangan misalnya diletakkan kardus kecil di antara area tersebut dan meminta anak untuk sesekali melompatinya. Pengasuh mencari tempat yang cukup lapang. misalnya anak terjatuh. Pengasuh lxiii . 7). karena akan mengagetkan anak dan dapat mematikan niat anak untuk mencoba.anak. namun tetap harus mengawasi untuk menjaga berbagai kemungkinan yang ada. Berlari tanpa jatuh Pengasuh mengajak anak berlomba lari sampai jarak tertentu. misalnya cara angsa berjalan. 5). gerakan cacing berjalan. Berjalan mengikuti jejak secara lurus atau melingkar Dalam kegiatan ini pengasuh meminta anak untuk berjalan di atas garis lurus atau melingkar yang dibuat di atas tanah. 4). Memanjat Dalam kegiatan ini pengasuh membiarkan anak memanjat.

Menendang. 10). menangkap dan melempar bola. menangkap dan melempar bola dari jarak dekat Dalam kegiatan ini pengasuh memberikan sebuah bola kepada anak ( sebaiknya dipilih bola plastik). 8). Sebelum melakukan kegiatan ini. Melompat dengan dua kaki sekaligus Pengasuh menunjukkan cara melompat dengan dua kaki sekaligus. Pengasuh memberitahukan cara menendang.kemudian meminta anak untuk mengikuti gerakan-gerakan binatang tersebut. Masuk ke dalam gorong-gorong atau meja-kursi atau kardus yang disusun Pada kegiatan ini pengasuh menyusun kardus yang ukuran agak besar sehingga anak dapat masuk ke dalamnya tidak jarang meminta anak untuk masuk ke bawah meja dan merangkak ke ujung meja yang lain dengan maksud melatih anak bergerak di ruang sempit. Selanjutnya pengasuh dapat pula meminta anak untuk menirukan gerakan binatang yang dilihatnya sendiri di lingkungan TPA Melati. Kadang pengasuh mengajak anak untuk bermain dengan bola. lxiv . 9). pengasuh dapat bercerita tentang katak yang sedang melompat. baru kemudian pengasuh meminta kepada anak untuk menirukannya.

harapan lxv . Membedakan permukaan 3 jenis benda melalui perabaan Pengasuh TPA Melati memberikan tiga jenis benda yang memiliki permukaan berbeda. deangan harapan anak dapat memasukkan sesuatu kedalam tempat lain untuk mengetahui kemampuan anak dalam membedakan 3 permukaan benda yangberbeda. beras. biji-bijian). dan amplas. Menunjuk mata boneka Pengasuh TPA Melati menunjukkan cara menunjuk. Bila perlu pengasuh juga mengajari merobek kertas dengan melipat kertas itu terlebih dahulu . kain katun. Merobek lurus Dalam kegiatan ini pengasuh mengajari anak untuk merobek kertas secara lurus. 13). dan kadang pengasuh juga meminta anak untuk menunjuk mata mereka masing – masing. 12). Pengasuh TPA Melati tinggal memberikan alat-alat dan bahan yang dapat dipergunakan untuk melakukan kegiatan ini. Pengasuh meminta anak untuk meraba dan merasakan perbedaan permukaan ketiga jenis benda dimaksud untuk menuang (air.11). anak umumnya suka menuang sesuatu dari satu tempat ke tempat lainnya. setelah itu meminta anak menunjukkan mana mata boneka. misalnya kain wool. Pengasuh mengulangi kegiatan itu sampai anak dapat dengan tepat menunjuk pada mata boneka.

binatang. 2). dari situ dapat dilihat seberapa kreatifnya anak. Mengenal suara .dari kegiatan ini dapat melatih perkembangan fisik otot tangan dengan meremas kertas sesuai keinginan. benda ) dan menirukan suara beberapa binatang Untuk memperkenalkan suara. Pengembangan Bahasa Kompetensi dan hasil belajar yang ingin dicapai adalah kemampuan menggunakan bahasa untuk pemahaman bahasa pasif dan dapat berkomunikasi secara efektif yang bermanfaat untuk berfikir dan belajar.suara di sekitarnya ( orang-orang terdekat. pengasuh menirukan suara beberapa binatang atau suara lainnya. Komunikasi dengan anak secara lxvi . c. Indikator kemampuan dan cara pencapaian kemampuan ini adalah: 1). sebaiknya kertas berwarna.pengasuh membiarkan saja anak melipat kertas tersebut semaunya. 14). Kemudian pengasuh meminta anak untuk menirukan suara binatang sambil menyebutkan nama binatangnya. dari kegiatan ini pengasuh secara langsung memberikan latihan pada mengenal suara yang didengar disekitar mereka. Menyatakan dalam kalimat pendek 2-4 kata Mendengarkan radio atau melihat televisi merupakan latihan yang cukup bagus yang diberiakn pengasuh di TPA Melati untuk latihan menyusun kalimat. Melipat kertas sembarangan Pengasuh menunjukkan kertas kepada anak dan mengajak anak untuk mulai bermaian melipat kertas.

intensif akan sangat membantu kemampuan ini, dari kegiatan ini dapat dilihat dari cara anak mengungkapkan keinginannya. 3). Mengerti dan melaksanakan 1 perintah Pengasuh dapat meminta anak untuk mengambilkan suatu barang yang memang diperlukan, dan melihat respon anak untuk perintah yang diberikan apakah anak melakukannya sesuai perintah atau tidak. 4). Mengajukan pertanyaan Anak umumnya suka bertanya untuk memuaskan rasa ingin tahunya. Pengasuh menjawab setiap pertanyaan anak dengan jawaban sejelas mungkin. 5). Menyebutkan nama benda Pengasuh sering berkomunikasi dengan anak,

dengan memberikan pertanyaan tentang nama panggilannya, nama-nama bagian / anggota tubuh, atau benda-benda yang telah dikenalnya. Pada saat bertanya, pengasuh

mengupayakan sambil menunjukkan benda / anggota tubuh yang ditanyakan. 6). Tertarik pada gambar dalam buku Pengasuh memberikan buku-buku atau majalah yang penuh dengan gambar berwarna. Dari kegiatan ini

pengasuh mencoba memberikan pertanyaan kepada anak

lxvii

untuk menyebutkan dan menceritakan isi gambar sesuai versi anak. d. Pengembangan Kognitif Kompetensi dan hasil belajar yang ingin dicapai adalah kemampuan berfikir logis, kritis, memberi alasan, memecahkan masalah dan menemukan hubungan sebab akibat. Indikator kemampuan dan cara pencapaian kemampuan ini adalah: 1). Mengelompokkan benda yang sama Pengasuh memberikan anak beberapa benda,

diantaranya lebih dari dua buah, kemudian meminta anak untuk mengelompokkan benda-benda yang sama. 2). Mengelompokkan bentuk (lingkaran dan bujursangkar) Pengasuh memperkenalkan bentuk lingkaran dan bujursangkar dengan menunjukkan gambarnya. Kemudian mengumpulkan berbagai gambar yang memiliki dasar bentuk lingkaran dan bujur sangkar, kemudian meminta anak untuk mengelompokkan gambar - gambar tersebut menjadi dua kelompok (lingkaran dan bujursangkar ). 3). Membedakan besar - kecil Pengasuh mencari benda sejenis yang ukurannya berbeda, misalnya daun atau batu kemudian menujukkan mana yang besar dan mana yang lebih kecil. Pengasuh mengajak anak untuk membedakan atau menyebutkan benda mana yang lebih besar dan mana yang lebih kecil. lxviii

4).

Membedakan rasa Untuk membedakan rasa, pengasuh meminta anak untuk merasakan makanan yang berbeda rasanya. Misalnya garam, gula, asam. Saat anak merasakan sebutkan "nama" rasa yang dimaksud (asin, manis, asam). Pada kesempatan lain, pengasuh meminta anak untuk merasakan dan

menyebutkan nama rasa yang dimaksud. 5). Membedakan bau Untuk mengenal bau-bauan, Pengasuh memasukkan beberapa jenis minyak ke dalam botol atau masukkan beberapa rempah-rempah, masing-masing jenis dalam

kantung yang berbeda, kemudian meminta anak untuk membaui dengan mendekatkan hidungnya. Sebutkan

namanya setiap anak membaui jenis benda tertentu. Setelah beberapa kali, pengasuh melakukan hal yang sama namun kali ini pengasuh meminta anak untuk menyebutkan nama bendanya. 6). Mengulang bilangan 1,2,3,4,5 Pengasuh mengajak anak untuk menyebutkan

bilangan 1 sampai dengan 5 secara berurutan. Lakukan sambil bermain, misalnya saat berjalan ajak untuk

menghitung langkah kakinya atau sambil menghitung batu.

lxix

sikap positif terhadap belajar dan rasa memiliki. misalnya makan harus dengan duduk. Mengenal etiket makan dan jadwal makan teratur. Pengelompokan atau pengenalan warna (2 warna) Bersamaan dengan menanyakan nama-nama benda. Disamping melatih jadwal makan yang teratur. dan menghargai keragaman sosial dan budaya.7). Hal itu dapat membantu anak tentang cara makan yang benar. Serta mampu mengembangkan konsep diri. jangan berbicara saat makan. lxx . pengasuh memperkenalkan anak dengan etiket sederhana. pengasuh menyebutkan atau menanyakan (bila anak sudah mengenal) warna-warna dari benda-benda yang disebutkan namanya. e. lingkungan sosial. Indikator kemampuan dan cara pencapaian kemampuan ini adalah: 1). Mulai dapat "berbagi" Pengasuh mencoba meminta sebagian yang ada dalam genggaman anak. Secara berulang-ulang pengasuh mengenalkan anak dengan 2 warna. 2). peranan masyarakat. makan harus dengan tangan kanan. misalnya saat anak makan biskuit. Pengembangan Sosial-Emosional Kompetensi dan hasil belajar yang ingin dicapai adalah kemampuan mengenal lingkungan alam.

pengasuh meminta sedikit biskuit dan memberikan pada teman yang lain. sebagai contoh kegiatan untuk bermain anak dibiarkan secara bebas melakukannya sendiri. Dengan bimbingan anak diberiakan pengertian kalau merasa sakit perut dan terasa ingin pipis kita harus segera ke kamar mandi. anak belum "bersedia" orang tuanya menghilang dari pandangannya. Mulai mahir menggunakan toilet (WC kamar mandi). lxxi . dengan bantuan diingatkan. tetapi pada umur 2-3 tahun pengasuh menyarankan sebaiknya orang tua benarbenar meninggalkan anak sendirian agar anak terlatih untuk mandiri melakukan kegiatannya. 4). Dapat ditinggalkan oleh orangtuanya Pada usia 1-2 tahun. Pada saat anak menunjukkan tanda-tanda akan buang air dan tidak secepatnya menuju ke toilet. pengasuh mengingatkan agar anak segera ke toilet. Dapat memilih kegiatan sendiri Pengasuh selalu memberikan kesempatan kepada anak untuk memilih sendiri kegiatan yang akan dilakukannya bersama-sama temannya. 3). dengan kebiasaan itu diharapkan anak dapat melakukannya sendiri. 5).

f. sedih.6). nada. Indikator kemampuan yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah: 1). Misalnya jangan menyela pembicaraan orang lain dengan mencontohkan tidak akan menyela pada saat anak berbicara. Pengembangan Seni Kompetensi dan hasil belajar yang ingin dicapai kemampuan kepekaan terhadap irama. marah asal anak tidak dibiarkan menangis. 7). atau membiarkan untuk sementara bila anak sedang kesal. Menunjukkan ekspresi wajar saat marah. bertepuk tangan. Latihan membereskan alat permainan Pengasuh melatih anak untuk membereskan alat permainannya setelah selesai bermain. birama. Pengasuh melatih anak untuk menunjukkan ekspresi yang wajar. misalnya tunjukkan bagaimana wajah orang marah. Hal tersebut dicontohkan pengasuh pada anak saat salah satu dari anak bercerita tentang dirinya. untuk selanjutnya di TPA anak dibiasakan merapikan semua alat permainan yang telah selesai digunakan. Menjadi pendengar yang baik Pengasuh mengajari anak untuk menjadi pendengar yang baik. berbagai bunyi. 8). takut. serta menghargai hasil karya yang kreatif. Mendengarkan musik dan mengikuti irama lxxii .

1994 ). Memukul-mukul benda dengan tangan Kegiatan ini mula-mula dilakukan sambil mendengarkan musik. Kesesuaian gerakan dengan irama merupakan latihan untuk mengenal ritmik. benda apa saja dapat dijadikan permainan. oleh karena itu pembinaan di TPA Melati menggunakan prinsip bermain sambil belajar. Bagi anak. 3). setelah itu tanpa iringan musik. 2). kemudian pengasuh mengajak anak untuk membuat musik dengan memukul-mukul bangku meja misalnya. Metode yang digunakan adalah metode bermain sambil belajar karena sesuai dengan pendapat Isenberg dan Quisenberry ( 1988 ) bermain merupakan kegiatan utama anak. Dengan demikian pelaksanaan pembinan penitipan anak dilakukan dengan menggunakan perencanaan kurikulum yang disusun berdasarkan kemampuan anak ( Rambush. lxxiii . disaat bermain anak berinteraksi dengan objek dan secara sadar atau tidak sadar ia belajar atribut dari objek tersebut. Bertepuk-tangan dengan variasi Pengasuh mengajak anak untuk bertepuk tangan dengan bermacam-macam jeda tepuk sehingga menghasilkan berbagai macam suara yang dihasilkan.Pengasuh memperdengarkan musik dan memberi contoh anak gerakan-gerakan sesuai iramanya.

Ruang makan anak b). Kamar mandi / toilet anak e). dan berhitung. Ruang Perpustakaan h). Ruang tidur anak d). menulis. Ruang isolasi sementara ( bagi anak yang mendadak sakit ) f). g). Sarana dan prasarana a. terdiri atas : a). Ruang pemeriksaan anak c). Ruangan tempat penyimpanan peralatan bermain 2). Ruangan bermain i). Kelengkapan ruangan Untuk kelengkapan ruangan TPA Melati mempunyai beberapa ruangan diantaranya sebagai berikut : 1). Ruangan tata usaha lxxiv . Halaman / tempat bermain di luar ruangan ( out door ) 3). Ruang administrasi perkantoran yang terdiri dari : a). Ruang belajar membaca.5. Ruangan pembinaan anak.

Ruang pimpinan 4). WC / kamar mandi petugas c). Ruangan penjaga TPA Melati menyiapkan ruanganruangan tersebut dengan memperhatikan tingkat keamanan dan kenyamanan ruangan bagi anak selama anak berada di TPA Melati agar anak terhindar dari kecelakaan dan penularan penyakit.b). Ruang cuci / setrika d). Meja dan kursi anak 2). Ruangan tunggu orang tua c). Ruang dapur b). Sarana pendukung Sarana pendukung yang disediakan TPA Melati antara lain : 1). Ruangan serbaguna d).alat mainan lxxv . Rak buku / almari 4). b. Ruangan penunjang yang terdiri dari : a). Karpet / tikar 3). Rak penyimpanan alat .

diantaranya : 1). c. Alat tulis kantor 7). Fasilitas audiovisual ( TV ) d).5).orangan ) e). orang . Peralatan pendukung bimbingan belajar. rumah rumahan. Televisi dan Radio 6). Alat permainan teka . Kipas angin Adapun penggunaan sesuai dengan kebutuhan pembinaan. Mesin ketik 9). Telepon 8).teki / puzzle lxxvi . Alat belajar mengukur dan menghitung b). antara lain : a). Alat melukis. alat musik c). alat kerajinan tangan. Materi miniatur ( Rumah ibadah. Sarana air bersih / ledeng 10). Peralatan pendukung belajar TPA Melati menyediakan juga peralatan pendukung belajar bagi anak sesuai dengan kebutuhan anak.

Alat pemanjat d). Ayunan b).alat untuk peran keagamaan / manusia yang baik dan yang jahat b). api. Alat percobaan ( Air. Ban bekas c). antara lain : a). Alat untuk peran petani f). antara lain : a). Alat untuk peran binatang d). Alat untuk peran kegiatan di dapur. Alat . Peralatan pendukung permainan motorik kasar TPA Melati juga menyediakan peralatan pendukung permainan motorik kasar. udara. tumbuhan ) 2). Peralatan pendukung bermain peran Peralatan yang disediakan TPA Melati untuk anak . Alat untuk peran profesi medis. masak masakan c). tanah. dokter . Alat untuk sandiwara boneka 3).anak bermain peran.dokteran e). Papan luncuran / plosotan lxxvii .f).

dan boneka tangan 5). Mainan tradisional seperti dakonan d). Boneka khas daerah. Balok . Buku keagamaan b).balok ringan h). Gambar pahlawan b). orang tua maupun tenaga pendidik. Sarana Perpustakaan Sarana perpustakaan juga disediakan di TPA Melati baik untuk anak. Lilin malam untuk melatih jari – jari anak e). Buku petunjuk bimbingan anak lxxviii . kebaya c).jungkit 4). Pakaian adat Jawa seperti blankon. wayang. Arena bermain bola f). Buku kesehatan anak c). antara lain : a). antara lain : a).e). Peralatan pendukung permainan budaya lokal Peralatan yang disediakan sebagai pendukung permainan anak yang berasal dari budaya Jawa tengah. Jungkat .guling g). Bantalan untuk berguling .

d). Sepeda – sepedaan h). Jungkat – jungkit g). permainan pendukung permainan luar ruangan antara lain : a). Ayunan c). senam b). Peralatan pendukung permainan luar ruangan TPA Melati menyediakan pendukung permainan luar ruangan bagi anak untuk mengembangkan kreativitas anak. Papan plosotan f). Buku gambar alam dan lingkungan f). Buku cerita bergambar e). Tanda – tanda lalu lintas d). Area berkemah / Rumah – rumahan e). Lapangan rumput sebagai arena berlari. Majalah anak 6). Ban bekas Dari keseluruhan sarana yang disediakan TPA Melati penggunaannya disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan pembinaan anak usia dini dan diperhatikan lxxix .

Penyimpangan v lxxx . Tidur o Kamar Mandi o R Bacaan v v v v v / v v v 2 1 1 1 1 1 v v v v v v v v v Tidak Bai k Bur uk Jml Kondisi Perpustakaan o R.pula tingkat keamanan dan kenyamanan bagi tumbuh kembang anak. Bermain o R. Makan o R. Kelengkapan Ruangan Ruang Pembinaan Anak o R. Pemeriksaan Anak o R. Isolasi Sementara o R. Tabel 2 Lembar Observasi Lingkungan Fisik Dan Fasilitas TPA No Nama Barang Keberadaa n Ad a 1.

o R. Penjaga Sarana Pendukung Meja Kursi Karpet Almari Rak v v v v v v v Penyimpangan v 1 15 35 3 3 1 1 v v v v v v v v v v v v 1 1 1 v v v v v Administrasi v v v 1 1 1 v v v v lxxxi . Cuci/ Setrika o Kamar mandi o R. Dapur 2. Tunggu Orang Tua o R Serbaguna Ruang Penunjang o R. Tata Usaha o R.Mainan Halaman Ruang Perkantoran o R Pimpinan o R.

Mainan TV/ Radio Alat Tulis Kantor 3. v Belajar v Dan v 1 2 v v 2 v Kerajinan Tangan o Fasilitas Audio Visual o Alat Permainan TekaTeki/ Puzzle v 3 v v 1 v lxxxii . Telepon Mesin Ketik Sarana Air Bersih Kipas Angin Peralatan Belajar Peralatan Pendukung Pendukung v v v 1 v v 1 v v 5 v v 4 v Bimbingan Belajar o Alat Menghitung Mengukur o Alat Melukis.

o Alat Percobaan Peralatan Bermain Peran o Alat Pendukung Peran v Keagamaan o Alat Pendukung Peran v Kegiatan Dapur o Alat Pendukung Peran Binatang o Alat Pendukung Peran Profesi Medis v 1 3 2 1 1 2 2 1 v v v v v v v v v 2 4 v v 3 v Pendukung v 5 v o Alat Pendukung Peran v Petani v o Alat Pendukung Peran v Untuk Boneka Peralatan Sandiwara v v Pendukung v v Permainan Motorik Kasar o Ayunan lxxxiii .

o Buku Keagamaan o Buku kesehatan anak v 5 v lxxxiv .Balok Ringan 5.o Ban Bekas o Alat Pemanjat o Papan Luncuran o Arena Main Bola o Bantalan Berguling o Balok.Jungkit Peralatan Pendukung v v v 4 3 2 v v v v 3 v v v v Untuk v 1 2 2 5 v v v v Permainan Budaya o Gambar Pahlawan o Pakaian Adat Jawa o Mainan Tradisional o Lilin Malam v 5 5 v v Untuk v Melatih Jari.Jari o Boneka Khas Daerah Sarana perpustakaan 6. o Jungkat.

o Buku petunjuk v v v 1 1 4 2 1 1 1 3 v v v v v v v v bimbingan anak o Buku cerita bergambar o Buku gambar alam dan v lingkungan o Majalah anak v v v Peralatan pendukung v permainan luar ruangan o Lapangan o Ayunan o Tanda. Anak Didik Jumlah warga belajar atau anak didik yang aktif sampai dengan Maret 2005 ada kurang lebih 5 anak.jungkit o Sepeda o Ban bekas 6.tanda lalu lintas o Kemah-kemahan o Papan plosotan o Jungkat. lxxxv .

Rafida Safira Alfian Nanda 28 Mei 1999 11 Februari 2000 6 th 3 th Tempat / tgl Lahir 14 Juni 2001 6 Februari 1999 17 Februari 2002 Usia 4 th 6 th 3 th Dari tabel diatas anak didik tetap yang ada di TPA Melati yang berusia 3 tahun berjumlah 2 anak. Nabil Bagas Izzulhaq Yustisya 4. 3. Nama Gebyar Berlianto Moh. Adapun data-data dari anak didik yang aktif di TPA Melati adalah sebagai berikut : Tabel 3 Data Anak Didik Tetap TPA Melati UNDIP Tahun 2005 No. lxxxvi . 5. Dari banyaknya anak didik dan dengan ditunjang oleh sarana dan prasarana yang ada. 1.selebihnya ada 10 warga belajar yang kadang – kadang datang ke TPA. 2. dan usia 6 tahun berjumlah 2 anak. usia 4 tahun berjumlah 1 anak. maka TPA Melati dirasa telah memenuhi syarat sebagai Lembaga Pembinaan dan Pengasuhan Anak.

psikis.6 tahun. dan tenaga pengasuh TPA Melati Semarang sebagai berikut : Tabel 4 Identitas Pimpinan dan Tenaga Pengasuh No Nama Usia Statu s 1. Keadaan ini menunjukkan bahwa usia anak di TPA Melati tergolong anak usia dini antara usia 3 . kepala TPA Melati. 7. Identitas Responden Identitas orang tua. Ibu Suparmi 34 Th 45 Th Pendidik Alamat an Citandui Sltn D2 Sendang asri Kepal SMU a TP lxxxvii . sosial dan moral yang sesuai dengan penambahan usia mereka melalui kegiatan pembinaan tumbuh kembang anak. Rentang usia ini merupakan usia dimana mereka memiliki kemampuan perkembangan yang sangat luar biasa baik secara fisik.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya usia anak yang dititipkan di TPA Melati adalah anak usia antara usia 3 tahun sampai 6 tahun. Ibu Moeljono 2.

Bp Suryanto 2. Ibu Ismiati 31 Th TP SMP Lempong Tabel 5 Identitas Orang Tua Anak Didik No Nama Usia Pendidik an 1. Ibu Suyatini 4. Hasil Wawancara dengan informan Hasil penelitian mengenai profil pembinaan penitipan anak usia dini di TPA Melati Semarang dapat lxxxviii . Ibu Sugiatmi 3. Ibu Tahmida 5.3. Ibu Sri Hastuti 56 Th TP SMU Lamper 5. Ibu Romlah 33 Th SMU Pucang Gading 33 Th D3 Sendang Mulya 37 Th S1 Gemah Raya 40 Th S1 40 Th S1 Sendang Seruni Kompl BPLP Asri Alamat 8. Ibu Estu Dwi 34 Th TP SMU Jangli 4.

mulai dari perkembangan moral. tenaga pengasuh yang menentukan kegiatan dan disetujui oleh pengelola.kenangan pada akhir masa jabatan beliau menjabat sebagai Rektor UNDIP. beliau sebagai istri sekaligus juga kepala TPA Melati Semarang. Kurikulum yang dipakai sekarang ini adalah mengacu pada menu pembinaan yang disesuaikan pada usia anak. Moeljono S Trastotenojo yang pada saat itu meresmikan TPA Melati sebagai kenang . sedangkan hari Jumat pukul 07. Perencanaan kegiatan pembinaan harian dibuat oleh tenaga pengasuh dan disetujui oleh forum musyawarah.dipahami melalui pembahasan dari 10 (Sepuluh ) orang responden dapat dijelaskan sebagai berikut : a.30 WIB.30 WIB. Beliau menjelaskan sebenarnya sama kurikulum untuk TK. Beliau aktif diberbagai organisasi sosial. Menurut beliau TPA melati berdiri pada tanggal 31 Maret 1994 dan diresmikan oleh suaminya Prof dr. Untuk kegiatan harian dibuat oleh tenaga pengasuh yang disetujui oleh pengelola dan kepala sedangkan untuk jadwal dimusyawarahkan oleh seluruh pihak yang terlibat seperti kepala. lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa kurikulum itu sebenarnya hanya sebagai panduan lxxxix . berusia 45 tahun. tempat tinggal di jalan Citandui Selatan Semarang. Di sini orang tua diminta saran dan masukan tentang jadwal keseharian. pengasuh dan orang tua. motorik halus dan motorik kasar anak. peralatan dan sarana. Menurut beliau perencanaan program pembinaan dilakukan secara musyawarah oleh para pengelola dan pengasuh. Responden 1 Responden ini bernama Ny. pendidikan terakhir SMU. kelompok bermain. Untuk kurikulum yang dipakai di TPA Melati yang mengacu pada menu penitipan anak.00 WIB sampai 15.00 WIB sampai 12. pengelola. Tentang isi program pembinaan dituangkan dalam kegiatan harian mulai dari anak datang ke TPA sampai waktu mereka dijemput orang tua mereka. Mengenai program pembinaan yang digunakan adalah kurikulum program pembinaan yang dibuat oleh lembaga yang disesuaikan dengan kebutuhan anak usia dini. Moeljono S Trastotenojo. Selanjutnya beliau menjelaskan mengenai tema pembinaan. Menurut beliau isi program pembinaan meliputi kegiatankegiatan yang dilakukan untuk mengembangkan kemampuan anak di berbagai aspek perkembangan. Dari hasil perundingan akhirnya untuk jadwal ditetapkan setiap Senin sampai Jumat diadakan pembinaan anak melalui kegiatan pengasuhan untuk setiap Senin sampai Kamis pembinaan dimulai pukul 07. Adapun perencanaan pembinaan dipersiapkan secara matang mulai dari persiapan kegiatan harian. hanya saja bobotnya yang berbeda.

Pengembangan kognitif yang pengasuh berikan disini dengan harapan anak dapat berpikir logis.nilai agama.kegiatan yang ada hasil kegiatan yang diharapkan adalah kemampuan beribadah. Kurikulum yang dibuat sebelum proses pembinaan disarikan terlebih dahulu dari berbagai literatur dari buku – buku tentang pertumbuhan anak dan perkembangannya kemudian dibuat rencana kegiatan harian yang nantinya dijadikan pegangan oleh tenaga pengasuh sehingga mereka tetap siap untuk kegiatan apa saja yang akan diberikan pada anak didik untuk setiap hari. gerakan kasar serta mampu menerima rangsangan sensorik melalui panca indra. mengenal dan percaya akan ciptaan Tuhan serta mencintai sesama. birama dan berbagai bunyi serta menghargai hasil-hasil karya yang kreatif.tiap kegiatan bermain sambil belajar yang secara tidak langsung melatih pengembangan moral dan nilai. lingkungan sosial. nada.para tenaga pengasuh dalam membina anak dan dimasukkan dalam rencana kegiatan harian. Melatih pengembangan bahasa beliau menjelaskan hasil yang diharapkan dari kegiatan ini agar anak mampu menggunakan bahasa baik secara pasif maupun aktif dan dapat berkomunikasi dengan baik yang nantinya bermanfaat dalam perkembangan selanjutnya. Untuk metode bermain sambil belajar dengan harapan metode ini dapat menarik minat anak menuju ke arah belajar dengan metode ini anak secara tidak langsung belajar melalui kegiatan permainan dengan menghayati proses permainan tersebut melalui panca indera dan emosi anak . Melatih pengembangan fisik dengan kompetensi hasil yang diharapkan adalah anak – anak mempunyai kemampuan mengelola dan ketrampilan tubuh termasuk gerakan – gerakan yang mengontrol gerakan tubuh. ada berbagai manfaat dari metode bermain sambil belajar diantaranya anak akan memperoleh pengalaman baik manis maupun pahit. Metode belajar di sini tenaga pengasuh melibatkan anak untuk banyak terlibat dalam belajar. Tentang metode pembinaan yang diterapkan di TPA Melati adalah metode bermain sambil belajar. dari kegiatan. kritis dalam memberikan alasan dan memecahkan masalah selain itu secara tidak langsung dapat melatih anak untuk menemukan hubungan sebab akibat. Melatih pengembangan sosial – emosional dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan beliau mengatakan harapan yang ingin dicapai dari kegiatan ini agar anak mempunyai kemampuan alam. Selanjutnya ia mengatakan bentuk pembinaan yang melatih pengembangan seni diharapkan mampu mengajarkan kepada anak untuk mempunyai kepekaan terhadap irama. anak diberikan kesempatan untuk berkreativitas sesuai dengan kemampuan anak dan usia sehingga mereka tidak bosan dalam memilih aktivitas apa yang mereka inginkan. peranan masyarakat dan memahami keragaman sosial serta budaya. Pada program pembinaan ini beliau mengatakan secara rinci untuk tiap . Pengalaman tersebut diperoleh sebagai suatu kenyataan dan akan menjadi suatu peristiwa penting xc .

Untuk pengelola ada ketua. sekretaris. maksudnya untuk melihat apakah benar . yang berpengalaman dibidang pengasuhan anak. bendahara. Pada saat penerimaan calon pengasuh beliau langsung menguji calon tersebut. mengembangkan toleransi dan anak belajar mengambil sikap positif agar dapat diterima dalam kelompok. mengajak bermain.waktu bisa kambuh di TPA. untuk semua kegiatan yang sekiranya memerlukan beliau untuk berinteraksi dengan anak harus didampingi oleh tenaga pengasuh supaya mereka tidak takut. wanita. mengembangkan kemampuan berkomunikasi. Untuk ujian penerimaan tersebut dilakukan praktek tentang pengasuhan misalnya. menenangkan anak waktu menangis.yang akan direkam dalam memori anak. Tentang proses pembinaan pengasuh mengacu pada rencana kegiatan harian yang telah dibuat dalam keseharian yang disesuaikan dengan usia anak. sehat jasmani maksudnya tidak punya penyakit dalam yang sewaktu. Tentang cara perekrutan pengasuh beliau membuka lowongan di koran tentang penawaran sebagai pengasuh anak dengan kriteria pendidikan maksimal D3 minimal SMP. kalaupun punya penyakit terlebih dahulu memberitahu jenis penyakitnya.benar ia mampu. tidak menular pada anak lain. Kepengurusan yang secara administratif tersusun di TPA Melati terdiri dari pengelola dan tenaga Pembina. bagaimana merawat anak mulai dari memandikan. Beliau mengatakan cara lembaga mengkomunikasikan hasil pembinaan dengan memberikan format penilaian yang telah diisi kepada orang tua untuk tiap satu bulan sekali dengan harapan orang tua tahu perkembangan yang terjadi pada anaknya pada saat dititipkan di TPA Melati dan dapat terus melatih xci . mengajak bermain yang didalam permainan tersebut mengandung unsur belajar. dengan bermain anak dapat meningkatkan kecerdasan. Tentang cara penilaian yang dilakukan tenaga pendidik dengan menggunakan instrumen dalam bentuk pengamatan observasi yang digunakan untuk merekam proses dan hasil dari suatu aktivitas seharihari di TPA untuk melaksanakan pengamatan dengan baik tenaga pendidik harus menyiapkan format penilaian sesuai dengan keperluan. Untuk perekrutan anak didik beliau menerangkan pada saat perekrutan syarat. untuk tenaga pembina terdiri dari beberapa pengasuh. Beliau mengatakan untuk berinteraksi dengan anak beliau sedikit mengalami kesulitan karena pada awal pertemuan anak takut pada beliau mungkin karena tidak sering bertemu. usia minimal 24 tahun. cara penanganan sementara. ramah.5 tahun sampai 7 tahun. meningkatkan kemandirian.syarat yang harus dipenuhi antara lain : anak usia antara 1. mau bekerja keras. mengembangkan kemampuan bermasyarakat dan bersosialisasi. caranya setiap anak diamati sendiri-sendiri dan hasil pengamatan dicatat dalam format penilaian. menidurkan. memberi makan.

ada juga yang latar belakang pengalaman sebagai baby sister. Beliau mengatakan untuk persiapan sarana idealnya harus ditambah mengingat jumlah anak yang dititipkan naik turun. sedangkan manajemen pembinaan itu menjadi tanggung jawab pembina. Untuk jaminan kesejahteraan pengasuh lembaga memberikan gaji dan tambahan uang kesehatan pada pengasuh dan mengikutsertakan tenaga pengasuh saat ada acara – acara seminar yang berkaitan dengan anak usia dini dan usaha kesejahteraan anak dan keluarga dengan biaya yang ditanggung oleh lembaga. Untuk persiapan sarana beliau bersama tenaga pengasuh lainnya mempersiapkan berbagai keperluan untuk pembinaan seperti ruang pembinaan. Mengenai manajemen yang dan di TPA Melati beliau menjelaskan bahwa di TPA Melati ada yang namanya pengelola dan ada yang namanya tenaga pengasuh. alat permainan yang sejauh ini digunakan sebagai sarana belajar baik dalam ruangan maupun luar ruangan. Penyediaan sarana yang ada menurut beliau masih kurang karena mengingat biaya yang dibutuhkan sangat banyak sedangkan persiapan biaya operasional yang diterima dari orang tua dan sumbangan donatur belum mencukupi. ruang tidur. Harapan TPA setelah anak mengikuti pembinaan di TPA Melati menurut beliau setelah dibina anak – anak yang dititipkan akan lebih siap untuk bergaul dengan orang lain. seorang sekretaris. dapat berkembang kemampuan motoriknya baik itu motorik halus maupun kasar. pengelola mengelola masalah manajemen penyelenggaraan TPA. dapur dan halaman luar. siap mengikuti pendidikan formal. Persiapan sarana juga disesuaikan dengan kebutuhan TPA dan anak didik serta disesuaikan juga dengan kebutuhan anak karena untuk menunjang kegiatan pembinaan seperti alat . Beliau mengatakan untuk penyediaan sarana beliau selalu berkonsultasi dengan tenaga pengasuh karena pengasuh tenaga dianggap lebih tahu apa yang dibutuhkan oleh anak baik pada saat pembinaan berlangsung atau pada saat pembinaan berakhir. dua wakil sekretaris. kamar mandi. seorang bendahara dan pembantu umum sedangkan tenaga pembina disebut pengasuh. Pengelola ada ketua yang dikepalai oleh beliau sendiri di bantu oleh dua orang wakil ketua.alat permainan yang digunakan baik untuk mengembangkan kemampuan motorik kasar maupun halus. Mereka diterima karena pengalaman sebagai pengasuh yang lama. latar belakang anak berbeda-beda. Hambatan yang dialami saat pembinaan yang sedikit menganggu adalah perbedaan pola asuh orang tua dan perbedaan minat anak.anaknya di rumah seperti apa yang dilakukan tenaga pengasuh di TPA Melati. solusi yang xcii . ruang tunggu. Untuk tenaga pembina atau pengasuh TPA Melati mencari orang-orang yang sudah berpengalaman untuk mengasuh anak dalam kondisi apapun meski jenjang pendidikan mereka hanya SMU atau SMP.

00 WIB sampai 12. keseluruhan waktu tiap hari pembina bertatap muka dengan anak didik selama 7 sampai delapan jam perhari. Untuk susunan kepengurusan yang secara administratif tercantum beliau menjelaskan bahwa di TPA Melati terdapat pengelola yang terdiri dari kepala TPA.30 WIB dan setiap Jumat mulai pukul 07. sebagai contoh telah dilakukan penerapan penggunaan bahasa tubuh tersebut pada anak yang dalam kesehariannya diasuh dengan pola pengasuhan otoriter dengan penggunaan bahasa Inggris dalam tiap percakapan. seorang bendahara.anak tersebut menjadi satu kelompok saat bermain bebas. dibantu oleh empat orang pembantu umum dan tenaga pendidik yang terdiri dari empat orang. Beliau mengatakan memang pada awalnya anak akan menangis dan takut akan suasana baru yang ia terima di TPA Melati. yang didampingi oleh orang tua agar anak tidak takut dengan pengasuh. dua orang wakil ketua.diambil untuk mengatasi hal itu pengasuh beserta pengelola berusaha mengatasi dengan tetap menggabungkan anak. pengasuh menerapkannya pada tiap anak yang mengalami masalah. karena dengan bermain anak akan bisa dengan sendirinya berinteraksi dengan teman bermainnya. Tentang cara pengasuh melaksanakan interaksi dengan anak melalui pengenalan awal kepada anak. dua orang wakil sekretaris. Dalam pembinaan jadwal pembinaan di musyawarahkan oleh tenaga pendidik dan kemudian disetujui oleh pengelola selanjutnya diambil keputusan waktu pembinaan dilaksanakan pada tiap hari senin sampai jumat. Responden 2 Informasi selanjutnya adalah R2 yang berpendidikan D2 Pendidikan Guru Luar Biasa ( PGSLB ) beliau menjelaskan tentang Penyelenggaraan Pembinaan Penitipan anak dilakukan oleh pengurus atau pengelola dan tenaga pendidik atau pengasuh. seorang sekretaris. Mereka merasa sendirian dan takut dengan orang-orang yang baru ia kenal di sana. sebagai contoh ada salah satu anak asuh yang mengalami kesulitan bergaul dengan teman-teman yang lain di sini peran tenaga pendidik dituntut untuk menemani anak tersebut agar secara perlahan-lahan bisa bergaul dengan teman yang lain caranya tenaga pendidik memberikan mainan dan membiarkan ia bermain dengan anak yang lain. xciii . b. untuk setiap senin sampai kamis dilakukan pukul 07.30 WIB.30 WIB sampai 15. dengan harapan anak – anak yang mempunyai perbedaan minat akan dapat berbaur dengan saling berinteraksi dengan yang lain melalui permainan tersebut. tenaga pengasuh menemani secara langsung pada saat pembinaan berlangsung dan memberikan bimbingan pada anak-anak yang membutuhkan bimbingan. sedangkan untuk anak dengan pola asuh yang berbeda pengasuh melakukan pendekatan secara individual dengan menggunakan bahasa tubuh yang sebisa mungkin dipahami oleh anak.

dari kegiatan yang ada hasil kegiatan yang diharapkan adalah kemampuan beribadah.15. Pukul 09. Untuk sarana yang disediakan tempat cuci kaki dan tangan.30 WIB makan siang dan minum. karena perkembangan tubuh dan otaknya berbeda.11. Tahap – tahap kegiatan pembinaan didasarkan pada usia misalnya usia 3 sampai 6 tahun.00 WIB tidur. dan perbedaan pola asuh orang tua.00 . minum susu dan bersiap pulang. Pukul 13.30 . Pukul 12. Untuk metode yang digunakan adalah : metode bermain sambil belajar.11. untuk pendekatan yang dilakukan pembina untuk pembinaan adalah pendekatan bermain sambil belajar. Melatih pengembangan fisik dengan Kompetensi hasil yang diharapkan adalah anak mempunyai kemampuan mengelola dan ketrampilan tubuh termasuk gerakan – gerakan yang mengontrol gerakan tubuh. mengenal dan percaya akan ciptaan Tuhan serta mencintai sesama.30 WIB ganti pakaian.00 WIB sampai 09. usia anak yang berbeda. Jam 09. pukul 11. Pukul 11.00 WIB anak tiba di TPA dan melalui proses pemeriksaan umum dengan tujuan meningkatkan komunikasi. adapun tujuan agar anak belajar bersosialisasi dan meningkatkan kesegaran jasmani. tempat penyimpanan pakaian untuk selanjutnya pukul 08. gerakan kasar serta mampu menerima rangsangan sensorik melalui panca indra. pendidik membuat rencana kegiatan harian yang nantinya digunakan untuk pedoman dalam kegiatan pembinaan. bercerita dan kegiatan bebas. Sebagai contoh anak yang kurang dapat bergaul membutuhkan bimbingan dan bantuan agar ia dapat bergaul dengan anak yang lain dan solusinya pendidik membantu agar anak dapat bergaul dan bersosialisasi dengan anak yang lain melalui kegiatan bermain. Pukul 10.30 WIB waktu minum susu tujuannya dengan memberikan susu sambil berbincang-bincang dapat meningkatkan komunikasi dan sosialisasi dengan anak.00 WIB kegiatan yang dilakukan bebas di luar. ganti baju.30 WIB Membersihkan diri.00 08. sosialisasi dan etika. membersihkan badan dan tidur siang.30 13. Untuk awal datang pukul 07. Beliau menjelaskan pada dasarnya pembina juga menyesuaikan isi program dengan usia anak sebagai contoh untuk anak usia 2 tahun dan 6 tahun berbeda pembinaannya.30 WIB bernyanyi. Pada program pembinaan ini beliau mengatakan secara rinci untuk tiap kegiatan bermain sambil belajar yang secara tidak langsung melatih pengembangan moral dan nilai agama.30 12.30 . Dalam pembinaan kendala yang dialami saat menggunakan metode pembinaan adalah keinginan anak atau respon anak.09. Melatih pengembangan bahasa beliau menjelaskan hasil yang diharapkan dari kegiatan ini agar anak mampu menggunakan xciv .00 .00 WIB kegiatan bermain dalam ruangan. Dalam pembinaan pendidik menyesuaikan isi program dengan kebutuhan anak. Berjemur kegiatan yang dilakukan tenaga pendidik mengawasi anak di luar.Sama halnya dengan interaksi.00 .10.

nada. mereka mempunyai motivasi untuk bermain dan berjumpa teman-teman yang lain dan pada kesempatan itulah yang pendidik gunakan untuk melatih anak belajar sambil mereka bermain. Pengembangan kognitif yang pengasuh berikan disini dengan harapan anak dapat berpikir logis. setelah mengenal lingkungan sekitar TPA. Mengenai respon orang tua tehadap hasil perkembangan anak yang diberikan mereka sangat puas dengan hasil perkembangan anak mereka. buku cerita. puzzle. Beliau mengatakan untuk mengkomunikasikan hasil pembinaan pendidik tinggal memberikan blangko isian yang sudah diisi sebelumnya kepada orang tua dan menjelaskan perkembangan anak selama di TPA Melati dalam tiap bulannya. rumah-rumahan susun. orang-orang yang ada di TPA teman-teman yang ada. Untuk alat-alat belajar yang digunakan dan mendukung kegiatan berupa puzzle. Beliau mengatakan cara pembina berinteraksi dengan anak melalui perkenalan dengan anak yang didampingi orang tua anak agar mereka tidak takut untuk selanjutnya pengasuh mengajak bermain dengan harapan anak-anak belajar bersosialisasi di samping itu pendidik juga berupaya mengenalkan anak kepada lingkungan sekitar mereka. Selanjutnya ia mengatakan bentuk pembinaan yang melatih pengembangan seni diharapkan mampu mengajarkan kepada anak untuk mempunyai kepekaan terhadap irama. peranan masyarakat dan memahami keragaman sosial serta budaya. balok-balok susun. orang tua juga turut menyukseskan kegiatan tersebut dengan melatih anak mereka tentang apa yang diberikan tenaga pengasuh sebagai contoh di TPA anak dilatih untuk belajar mandiri meletakkan sepatu atau sandal pada tempatnya dan orang tua juga menerapkan hal yang sama di rumah. Untuk motivasi anak saat mengikuti kegiatan di TPA pada awalnya anak sama sekali tidak punya motivasi apa-apa. birama dan berbagai bunyi serta menghargai hasil-hasil karya yang kreatif. kritis dalam memberikan alasan dan memecahkan masalah selain itu secara tidak langsung dapat melatih anak untuk menemukan hubungan sebab akibat. Untuk penilaian dilakukan menggunakan instrumen pengamatan dengan menggunakan blangko isian yang dibuat bersama-sama pengelola dan pengasuh. pada awal mereka datang mereka merasa asing di tempat mereka berada sekarang. Melatih pengembangan sosial. Untuk sarana belajar beliau menjelaskan ada beberapa sarana belajar yang digunakan seperti alat-alat permainan yang berupa balok susun. mereka juga mendukung untuk setiap kegiatan yang diberikan kepada anak mereka. buku dongeng. mobil-mobilan.bahasa baik secara pasif maupun aktif dan dapat berkomunikasi dengan baik yang nantinya bermanfaat dalam perkembangan selanjutnya. xcv . lingkungan sosial. boneka. emosional dari kegiatan yang dilakukan beliau mengatakan harapan yang ingin dicapai dari kegiatan ini agar anak mempunyai kemampuan alam.

berjalan maju dan mundur. Untuk berinteraksi dengan tenaga pengasuh dan orang lain di sekitar mereka langsung bisa akrab. keseluruhan waktu pembina bertatap muka dengan anak didik selama 7 sampai delapan jam perhari. Dalam pembinaan jadwal pembinaan dimusyawarahkan oleh tenaga pengasuh dan kemudian disetujui oleh pengelola selanjutnya diambil keputusan waktu pembinaan dilaksanakan pada tiap hari senin sampai jumat. naik turun tangga.balik. Keingintahuan mereka itulah yang membuat anak-anak TPA berani mendekati orang lain dan mengajak bicara dengan bahasa mereka. dibantu oleh empat orang pembantu umum dan tenaga pengasuh yang terdiri dari empat orang. seorang sekretaris. melompat dan sebagainya sedang untuk usia 4-5 tahun kompetensi dan hasil belajar yang dicapai sama untuk melatih motorik kasar dan halus dengan cara berjalan stabil. memanjat. anak-anak menikmati walau kadang tenaga pengasuh harus sabar menangani mereka saat berebut mainan. menangkap. sebagai contoh untuk kelompok usia 2 tahun–3 tahun kompetensi pengembangan fisik yang diharapkan adalah kemampuan anak dalam mengelola ketrampilan tubuh termasuk gerakan-gerakan yang mengontrol gerakan tubuh. Beliau menjelaskan tentang penyelenggaraan pembinaan penitipan anak dilakukan oleh pengelola dan pengasuh.30 WIB dan setiap jumat mulai pukul 07.00 WIB sampai 12. menendang. untuk setiap senin sampai kamis dilakukan pukul 07. anak-anak merasa ingin tahu tentang orang baru yang datang di tempat mereka ( TPA Melati ). dua orang wakil ketua. dua orang wakil sekretaris. menangkap dan melempar bola jarak dekat. gerakan halus dan gerakan kasar serta menerima rangsangan sensorik ( panca indera ) dengan cara berjalan stabil. Untuk susunan kepengurusan beliau menjelaskan bahwa di TPA Melati terdiri dari para pengelola. tenaga pengasuh. Beliau juga mengatakan pengelola terdiri dari kepala TPA. berjalan mundur. menuang air tanpa tumpah. Reaksi anak-anak ketika bermain dengan teman-teman sebayanya.30 WIB. Tentang cara pengasuh melaksanakan interaksi dengan anak melalui pengenalan awal kepada anak yang didampingi oleh orang tua xcvi . Responden 3 Informasi selanjutnya adalah R3 yang berpendidikan SMU. berlari tanpa jatuh bolak . menirukan gerakan binatang. Dari situ dapat dilihat perbedaan kemampuan belajar berdasarkan usia.Kemampuan belajar anak di TPA Melati menurut beliau kemampuan belajar anak disesuaikan dengan usia dan tingkat perkembangannya. berjalan mengikuti jejak. menendang dan melempar bola jarak jauh serta melompat.30 WIB sampai 15. mengikuti binatang. seorang bendahara. berlari tanpa jatuh. memanjat menaiki tangga plosotan. c. naik turun tangga tanpa berpegangan.

xcvii . birama dan berbagai bunyi serta menghargai hasil-hasil karya yang kreatif. nada.kegiatan yang ada hasil kegiatan yang diharapkan adalah kemampuan beribadah. perbedaan pola asuh orang tua. Dalam pembinaan kendala yang dialami saat menggunakan metode pembinaan biasanya pada respon anak. Pengasuh membuat rencana kegiatan harian yang nantinya digunakan untuk pedoman dalam kegiatan pembinaan. Melatih pengembangan fisik dengan Kompetensi hasil yang diharapkan adalah anak – anak mempunyai kemampuan mengelola dan ketrampilan tubuh termasuk gerakan – gerakan yang mengontrol gerakan tubuh. Untuk penilaian dilakukan menggunakan instrumen pengamatan dengan menggunakan blangko isian yang dibuat bersama-sama pengelola dan pengasuh. Beliau mengatakan untuk mengkomunikasikan hasil pembinaan pengasuh tinggal memberikan blangko isian yang sudah diisi sebelumnya kepada orang tua dan menjelaskan perkembangan anak selama di TPA Melati dalam tiap bulannya. kritis dalam memberikan alasan dan memecahkan masalah selain itu secara tidak langsung dapat melatih anak untuk menemukan hubungan sebab akibat. peranan masyarakat dan memahami keragaman sosial serta budaya. tenaga pengasuh menemani secara langsung pada saat pembinaan berlangsung dan memberikan bimbingan pada anak-anak yang membutuhkan bimbingan. usia anak yang berbeda. Untuk metode yang digunakan adalah : metode bermain sambil belajar. Melatih pengembangan sosial – emosional dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan beliau mengatakan harapan yang ingin dicapai dari kegiatan ini agar anak mempunyai kemampuan alam. lingkungan sosial. dari kegiatan . gerakan kasar serta mampu menerima rangsangan sensorik melalui panca indra. Untuk pendekatan yang dilakukan pembina dalam pembinaan adalah pendekatan bermain sambil belajar.agar anak tidak takut dengan pengasuh. Pada program pembinaan beliau mengatakan secara rinci untuk tiap kegiatan bermain sambil belajar yang secara tidak langsung melatih pengembangan moral dan nilai. karena perkembangan tubuh dan otaknya berbeda. Pengembangan kognitif yang pengasuh berikan disini dengan harapan anak dapat berpikir logis. Selanjutnya ia mengatakan bentuk pembinaan yang melatih pengembangan seni diharapkan mampu mengajarkan kepada anak untuk mempunyai kepekaan terhadap irama. Melatih pengembangan bahasa beliau menjelaskan hasil yang diharapkan dari kegiatan ini agar anak mampu menggunakan bahasa baik secara pasif maupun aktif dan dapat berkomunikasi dengan baik yang nantinya bermanfaat dalam perkembangan selanjutnya.. mengenal dan percaya akan ciptaan Tuhan serta mencintai sesama. Sebagai contoh anak yang usianya 2 tahun dengan anak yang usianya 6 tahun berbeda pembinaannya.nilai agama.

Mengenai respon orang tua tehadap hasil perkembangan anak yang diberikan sangat puas dengan hasil perkembangan anak mereka.teman sebayanya mereka menikmati walau kadang tenaga pengasuh harus sabar menangani mereka saat berebut mainan. setelah mengenal lingkungan sekitar TPA. buku dongeng. Kemampuan belajar anak di TPA Melati menurut beliau kemampuan belajar anak disesuaikan dengan usia dan tingkat perkembangannya. mereka juga mendukung untuk setiap kegiatan yang ada.Untuk sarana belajar beliau menjelaskan ada beberapa sarana belajar yang digunakan seperti alat-alat permainan seperti balok susun.teman yang ada mereka mempunyai motivasi untuk bermain dan berjumpa teman-teman yang lain dan pada kesempatan itulah yang pengasuh gunakan untuk melatih anak belajar sambil mereka bermain. anak . Keingintahuan mereka itulah yang membuat anak-anak TPA berani mendekati orang lain dan mengajak bicara dengan bahasa mereka. d. xcviii . Untuk berinteraksi dengan tenaga pengasuh dan orang lain di sekitar mereka langsung bisa akrab. puzzle. Untuk motivasi anak saat mengikuti kegiatan di TPA pada awalnya anak sama sekali tidak punya motivasi apa-apa. buku cerita. mobil .mobilan.alat belajar yang digunakan dan mendukung kegiatan berupa puzzle. pada awal mereka datang mereka diperkenalkan tempat mereka berada sekarang. orang tua juga diharapkan memperhatikan dan membantu anak memberikan kosakata benda – benda yang baru mereka kenal di rumah. Untuk alat . tidak jarang orang tua mengeluhkan anak mereka pada saat tidak datang ke TPA malah rewel dirumah. balok-balok susun. Responden 4 Informasi selanjutnya adalah R4 yang berpendidikan SMU sebagai pengasuh beliau menjelaskan tentang penyelenggaraan pembinaan penitipan anak dilakukan oleh pengelola dan tenaga pengasuh. orang tua juga turut menyukseskan kegiatan tersebut dengan melatih anak mereka tentang apa yang diberikan tenaga pengasuh sebagai contoh di TPA anak dilatih untuk belajar menyebutkan benda – benda yang ada disekitarnya. Beliau mengatakan cara pembina berinteraksi dengan anak melalui perkenalan dengan anak yang didampingi oleh orang tua anak agar mereka tidak takut.anak merasa ingin tahu tentang orang baru yang datang ke TPA Melati. rumah – rumah susun. orang-orang yang ada di TPA teman . Reaksi anak-anak ketika bermain dengan teman . boneka. untuk selanjutnya pengasuh mengajak mereka bermain dengan harapan anak-anak belajar bersosialisasi di samping itu pengasuh juga berupaya mengenalkan anak kepada lingkungan sekitar mereka.

tenaga pengasuh menemani secara langsung pada saat pembinaan berlangsung dan memberikan bimbingan pada anak-anak yang membutuhkan bimbingan. dua orang wakil sekretaris. dua orang wakil ketua. keseluruhan pembina bertatap muka dengan anak didik selama 7 sampai 8 jam perhari. seorang bendahara.00 WIB sampai 12. dibantu oleh empat orang pembantu umum dan tenaga pengasuh yang terdiri dari empat orang. untuk pendekatan yang dilakukan pembina adalah pendekatan bermain sambil belajar. contohnya ada salah satu anak asuh yang mengalami kesulitan bergaul dengan teman .30 WIB dan setiap jumat mulai pukul 07. seorang sekretaris. Dalam pembinaan jadwal pembinaan dimusyawarahkan dahulu oleh tenaga pengasuh dan kemudian disetujui oleh pengelola dan kemudian diambil keputusan waktu pembinaan dilaksanakan pada tiap hari senin sampai jumat. dimana dalam tema ini terdapat kegiatan bermain yang mengajarkan anak untuk bersosialisasi secara tidak langsung. Mereka merasa sendirian dan asing dengan orang-orang yang baru ia kenal di sana. yang didampingi oleh orang tua agar anak tidak takut dengan pengasuh. Sama halnya dengan interaksi. Dalam pembinaan pengasuh menyesuaikan isi program dengan kebutuhan anak. Perencanaan yang dilakukan pengasuh sebelum pembinaan dilaksanakan adalah merencanakan tema kegiatan harian serta mempersiapkan sarana yang dibutuhkan pada kegiatan tersebut sehingga semua teratur dan berjalan dengan baik.. karena perkembangan tubuh dan otaknya berbeda. pengasuh membuat rencana kegiatan harian yang nantinya digunakan sebagai pedoman dalam kegiatan pembinaan.30 WIB. Tentang cara pengasuh melaksanakan interaksi dengan anak melalui pengenalan awal kepada anak.nilai agama dan kasih sayang terhadap sesama.30 WIB sampai 15.Untuk susunan kepengurusan yang secara administratif beliau menjelaskan bahwa di TPA Melati terdapat pengelola yang terdiri dari kepala TPA. Menurut beliau memang pada awalnya anak menangis dan takut akan suasana baru yang ia terima di TPA Melati.teman yang lain di sini peran tenaga pengasuh dituntut untuk menemani anak tersebut agar secara perlahan-lahan bisa bergaul dengan teman yang lain cara yang biasa ditempuh adalah dengan memberikan mainan dan membiarkan ia bermain dengan anak yang lain. karena menurut beliau dengan bermain anak akan bisa dengan sendirinya berinteraksi dengan teman bermainnya. Beliau menjelaskan pada dasarnya pembina juga menyesuaikan isi program dengan usia anak sebagai contoh untuk anak usia 2 tahun dan 6 tahun pembinaannya berbeda. untuk setiap senin sampai kamis dilakukan pukul 07. xcix . Sebagai contoh anak yang kurang dapat bergaul membutuhkan bimbingan dan bantuan agar ia dapat bergaul dengan anak yang lain dan solusinya pengasuh membantu agar anak dapat bergaul dengan anak yang lain melalui kegiatan bermain dengan tema Pengembangan nilai .

Untuk penilaian dilakukan menggunakan instrumen pengamatan dengan menggunakan blangko isian yang dibuat bersama-sama pengelola dan pengasuh.kegiatan yang ada hasil kegiatan yang diharapkan adalah kemampuan beribadah. Melatih pengembangan fisik dengan Kompetensi hasil yang diharapkan adalah anak – anak mempunyai kemampuan mengelola dan ketrampilan tubuh termasuk gerakan – gerakan yang mengontrol gerakan tubuh.Untuk metode yang digunakan adalah : metode bermain sambil belajar. nada. lingkungan sosial. puzzle. rumah .mobilan.nilai agama. boneka.alat belajar yang digunakan dan mendukung kegiatan berupa puzzle. mengenal dan percaya akan ciptaan Tuhan serta mencintai sesama. Selanjutnya ia mengatakan bentuk pembinaan yang melatih pengembangan seni diharapkan mampu mengajarkan kepada anak untuk mempunyai kepekaan terhadap irama. kritis dalam memberikan alasan dan memecahkan masalah selain itu secara tidak langsung dapat melatih anak untuk menemukan hubungan sebab akibat. Untuk alat . dari kegiatan . usia anak yang berbeda. Beliau mengatakan untuk mengkomunikasikan hasil pembinaan pengasuh memberikan blangko isian yang sudah diisi sebelumnya kepada orang tua dan menjelaskan perkembangan anak selama di TPA Melati dalam tiap bulannya. balok-balok susun.alat permainan yang berupa balok susun. Untuk sarana belajar beliau menjelaskan ada beberapa sarana belajar yang digunakan seperti alat . Pengembangan kognitif yang pengasuh berikan disini dengan harapan anak dapat berpikir logis.tiap kegiatan bermain sambil belajar yang secara tidak langsung melatih pengembangan moral dan nilai . mobil . peranan masyarakat dan memahami keragaman sosial serta budaya. c . buku dongeng. perbedaan pola asuh orang tua. birama dan berbagai bunyi serta menghargai hasil-hasil karya yang kreatif. buku cerita.rumahan susun. Dalam pembinaan kendala yang dialami saat menggunakan metode pembinaan adalah respon anak atau keinginan anak. Pada program pembinaan ini beliau mengatakan secara rinci untuk tiap. Melatih pengembangan bahasa beliau menjelaskan hasil yang diharapkan dari kegiatan ini agar anak mampu menggunakan bahasa baik secara pasif maupun aktif dan dapat berkomunikasi dengan baik yang nantinya bermanfaat dalam perkembangan selanjutnya. Beliau mengatakan cara pembina berinteraksi dengan anak melalui pendekatan awal dengan anak yang didampingi orang tua anak agar mereka tidak takut untuk selanjutnya pengasuh mengajak bermain dengan harapan anak-anak belajar bersosialisasi di samping itu juga pengasuh berupaya mengenalkan anak kepada lingkungan sekitar. Melatih pengembangan sosial – emosional dari kegiatankegiatan yang dilakukan beliau mengatakan harapan yang ingin dicapai dari kegiatan ini agar anak mempunyai kemampuan alam. gerakan kasar serta mampu menerima rangsangan sensorik melalui panca indra.

setelah mengenal lingkungan sekitar TPA. berlari tanpa jatuh bolak-balik. berjalan stabil. Motivasi anak pada saat mengikuti kegiatan di TPA sama sekali tidak ada. orang tua juga turut menyukseskan kegiatan tersebut dengan melatih anak mereka tentang apa yang diberikan tenaga pengasuh sebagai contoh di TPA anak dilatih untuk belajar mandiri membereskan alat – alat permainan yang baru saja ia gunakan untuk bermain dan meletakkan pada tempatnya dan orang tua saat rumah diharapkan juga mengingatkan anak untuk membereskan mainannya sendiri dan mengembalikan pada tempat semula. mereka juga mendukung untuk setiap kegiatan yang diberikan kepada anak mereka. memanjat menaiki tangga plosotan. Kemampuan belajar anak di TPA Melati menurut beliau kemampuan belajar anak disesuaikan dengan usia dan tingkat perkembangannya. Keingintahuan mereka itu yang membuat anak-anak TPA berani mendekat dan mengajak bicara dengan bahasa mereka. ci . memanjat. menangkap.teman yang ada mereka mempunyai motivasi untuk bermain dan bertemu teman . berjalan mundur. menendang. menirukan gerakan binatang.5 tahun kompetensi dan hasil belajar yang dicapai sama untuk melatih motorik kasar dan halus dengan cara berjalan stabil. sebagai contoh untuk kelompok usia 2 tahun – 3 tahun pengembangan fisik yang diharapkan adalah kemampuan anak dalam mengelola dan ketrampilan tubuh yang didalamnya termasuk gerakan-gerakan yang mengontrol gerakan tubuh.teman yang lain dan pada kesempatan itulah yang digunakan pengasuh untuk melatih anak belajar sambil mereka bermain. mundur dan berjalan maju. naik turun tangga. mengikuti binatang. sedangkan motivasi orang tua lebih memilih TPA Melati karena menurut mereka lokasi TPA dekat dengan tampat kerja. menendang dan melempar bola jarak jauh serta melompat. Untuk berinteraksi dengan tenaga pengasuh dan orang lain di sekitar mereka langsung bisa akrab. orang-orang yang ada di TPA teman .Mengenai respon orang tua tehadap hasil perkembangan anak yang diberikan mereka merasa sangat puas dengan hasil perkembangan anak mereka. menuang air tanpa tumpah. menangkap dan melompat dan sebagainya sedang untuk usia 4 . anak-anak merasa ingin tahu tentang orang baru yang datang ke TPA Melati. naik turun tangga tanpa berpegangan. pada awal mereka datang mereka merasa asing di tempat mereka berada sekarang. Reaksi anak-anak ketika bermain dengan teman-teman sebayanya anak-anak menikmati permainan meski kadang tenaga pengasuh harus sabar menangani mereka saat berebut mainan. gerakan motorik halus dan gerakan motorik kasar serta menerima rangsangan pancaindera dengan cara melempar bola jarak dekat. berjalan mengikuti jejak. Dari situ dapat dilihat perbedaan kemampuan belajar berdasarkan usia.

seorang bendahara. dibantu oleh empat orang pembantu umum dan empat orang tenaga pengasuh.00 WIB sampai 12. untuk setiap senin sampai kamis dilakukan pukul 07.00 WIB anak tiba di TPA dan melalui proses pemeriksaan umum cii . seorang sekretaris.30 WIB. pendekatan yang dilakukan pembina untuk pembinaan adalah pendekatan bermain sambil belajar . Dalam pembinaan pengasuh menyesuaikan isi program dengan kebutuhan anak dan usia anak. Tentang cara pengasuh melaksanakan interaksi dengan anak melalui perkenalan awal kepada anak.30 WIB dan setiap jumat mulai pukul 07. keseluruhan waktu pembina bertatap muka dengan anak didik selama 7 sampai delapan jam perhari. Usaha ini dilakukan karena dengan bermain anak akan bisa dengan sendirinya berinteraksi dengan teman bermainnya. Untuk awal datang pukul 07. Responden 5 Informasi selanjutnya adalah R5 yang berusia 31 tahun sebagai tenaga pengasuh beliau menjelaskan tentang penyelenggaraan pembinaan penitipan anak dilakukan oleh para pengelola beserta pengurus dan dalam pelaksanaannya di bantu oleh tenaga pengasuh. Sebagai contoh anak yang kurang dapat bergaul membutuhkan bantuan agar ia dapat bergaul dengan anak yang lain dan solusinya pengasuh membantu agar anak dapat bergaul dan bersosialisasi dengan anak yang lain melalui kegiatan bermain. dua orang wakil sekretaris. Beliau menjelaskan pada dasarnya pembina juga menyesuaikan isi program dengan usia anak karena perkembangan tubuh dan otaknya berbeda. pada awalnya anak akan menangis dan takut akan keadaan baru yang ia terima di TPA Melati. Tahap – tahap kegiatan pembinaan didasarkan pada usia misalnya usia 3 sampai 6 tahun.e. pengasuh membuat rencana kegiatan harian yang nantinya digunakan untuk pedoman dalam kegiatan pembinaan. dari kegiatan – kegiatan itulah mengapa saya lebih memilih menitipkan anak saya di TPA daripada ditempat lain.00 08. yang didampingi oleh orang tua agar anak tidak takut dengan pengasuh. Dalam susunan kepengurusan beliau menjelaskan bahwa dalam organisasi TPA Melati terdapat pengelola yang terdiri dari beberapa pengurus ada kepala TPA. contoh ada salah satu anak asuh yang mengalami kesulitan bergaul dengan teman-teman yang lain karena perbedaan cara mengasuh orang tua disini peran tenaga pendidik dituntut untuk menemani anak tersebut agar secara perlahan-lahan bisa bergaul dengan teman yang lain. Dalam pembinaan jadwal pembinaan dimusyawarahkan oleh tenaga pengasuh dan kemudian disetujui oleh pengelola selanjutnya diambil keputusan waktu pembinaan dilaksanakan pada tiap hari senin sampai jumat. Hampir sama dengan interaksi.30 WIB sampai 15. dua orang wakil ketua. tenaga pengasuh menemani secara langsung pada saat pembinaan berlangsung dan memberikan bimbingan pada anak-anak yang membutuhkan bimbingan.

mobilan. Pukul 13. Dalam pembinaan kendala yang dialami saat menggunakan metode pembinaan adalah keinginan anak atau respon anak. Untuk sarana belajar beliau menjelaskan ada beberapa sarana belajar yang digunakan seperti alat-alat permainan yang berupa balok susun. Beliau mengatakan untuk mengkomunikasikan hasil pembinaan pengasuh tinggal memberikan blangko isian yang sudah diisi sebelumnya kepada orang tua dan menjelaskan perkembangan anak selama di TPA Melati dalam tiap bulannya.30-15.30 WIB kegiatan selanjutnya bernyanyi. Pukul 10.00 WIB kegiatan selanjutnya bermain dalam ruangan dengan menggunakan alat – alat permainan dalam ruangan.dengan tujuan meningkatkan komunikasi. Adapun tujuan agar anak belajar bersosialisasi dan meningkatkan kesegaran jasmani. buku dongeng. mereka juga mendukung untuk setiap kegiatan yang diberikan kepada anak mereka. ganti baju.30 WIB anak – anak diberikan makan siang dan minum dari TPA Melati. Untuk alat-alat belajar yang digunakan dan mendukung kegiatan berupa puzzle.00 . bercerita dan kegiatan bebas diluar ruangan.00 . sosialisasi dan etika.30 WIB waktu minum susu tujuannya dengan memberikan susu anak diajak berkomunikasi dan sosialisasi dengan anak. Pukul 12. dan perbedaan pola asuh. Pukul 11.09. buku cerita.13.30 WIB anak – anak diberi pakaian ganti. balok-balok susun. Pukul 11. orang tua juga turut menyukseskan kegiatan tersebut dengan melatih anak mereka tentang apa yang diberikan tenaga pengasuh sebagai contoh di TPA anak dilatih untuk belajar ciii . boneka. Beliau mengatakan cara pembina berinteraksi dengan anak melalui perkenalan dengan anak yang didampingi orang tua anak agar mereka tidak takut untuk selanjutnya pendidik mengajak bermain dengan harapan anak-anak belajar bersosialisasi di samping itu pendidik juga berupaya mengenalkan anak kepada lingkungan sekitar mereka.30 .00 WIB sampai 09.10. membersihkan badan dan tidur.30 . Untuk metode yang digunakan adalah : metode bermain sambil belajar. usia anak yang berbeda.00 WIB kegiatan yang dilakukan bebas di luar.30 WIB Membersihkan diri.30 . mobil .12. untuk sarana yang disediakan tempat cuci kaki dan tangan. tempat penyimpanan pakaian untuk selanjutnya pukul 08. puzzle.11.00 WIB waktu ini digunakan untuk istirahat dan tidur.00 . Jam 09. Berjemur kegiatan yang dilakukan tenaga pendidik mengawasi anak di luar. rumah-rumahan susun. Mengenai respon orang tua tehadap hasil perkembangan anak yang diberikan mereka sangat puas dengan hasil perkembangan anak mereka. Pukul 09. minum susu dan bersiap pulang. Untuk penilaian dilakukan menggunakan instrumen pengamatan dengan menggunakan blangko isian yang dibuat bersama-sama pengelola dan pengasuh.11.

pada awal mereka datang mereka merasa asing di tempat mereka berada sekarang. sebagai contoh untuk kelompok usia 2 tahun – 3 tahun pengembangan fisik kompetensi yang diharapkan adalah kemampuan anak dalam mengelola dan ketrampilan tubuh termasuk gerakan-gerakan yang mengontrol gerakan tubuh. karena menurut beliau anaknya sekarang lebih mandiri dari pada sebelumnya. f. naik turun tangga. Untuk berinteraksi dengan tenaga pengasuh dan orang lain di sekitar mereka langsung bisa akrab. Keiingintahuan mereka itulah yang membuat anak .anak TPA berani mendekati orang lain dan mengajak bicara dengan bahasa mereka. dulu anaknya belum bisa meletakkan sepatunya pada rak civ .mandiri meletakkan sepatu atau sandal pada tempatnya dan orang tua juga menerapkan hal yang sama di rumah. Reaksi anak . menirukan gerakan binatang. setelah mengenal lingkungan sekitar TPA. berlari tanpa jatuh bolak – balik. tempatnya bersih.anak ketika bermain dengan teman .apa.anak merasa ingin tahu tentang orang baru yang datang di tempat mereka ( TPA Melati ). Untuk motivasi anak saat mengikuti kegiatan di TPA pada awalnya anak sama sekali tidak punya motivasi apa . menangkap dan melempar bola jarak dekat.teman sebayanya anak-anak menikmati walau kadang tenaga pengasuh harus sabar menangani mereka saat berebut mainan. Dari situ dapat dilihat perbedaan kemampuan belajar berdasarkan usia. melompat dan sebagainya sedang untuk usia 4 . Beliau bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil usia beliau 40 tahun. Beliau juga mengatakan pembinaan yang dilakukan sangat memuaskan. menendang dan melempar bola jarak jauh serta melompat. orang-orang yang ada di TPA teman-teman yang ada mereka mempunyai motivasi untuk bermain dan berjumpa teman-teman yang lain dan pada kesempatan itulah yang pengasuh gunakan untuk melatih anak belajar sambil mereka bermain.5 tahun Kompetensi dan hasil belajar yang dicapai sama untuk melatih motorik kasar dan halus dengan cara berjalan stabil. menangkap. ayah dari Gebyar Berlianto ini mengatakan alasan memilih TPA Melati sebagai tempat menitipkan anak mereka karena fasilitas yang memuaskan. memanjat menaiki tangga plosotan. berjalan mengikuti jejak. gerakan motorik halus dan gerakan motorik kasar serta menerima rangsangan sensorik ( pancaindera ) dengan cara berjalan stabil. berlari tanpa jatuh. mengikuti binatang. berjalan maju dan mundur. dekat dengan tempat kerja istri. Kemampuan belajar anak di TPA Melati menurut beliau kemampuan belajar anak disesuaikan dengan usia dan tingkat perkembangannya. memanjat. anak . naik turun tangga tanpa berpegangan. Responden 6 Informasi selanjutnya R6 yang berpendidikan S1 jurusan teknik. menuang air tanpa tumpah. berjalan mundur. menendang.

. memakai sepatu sendiri.00 WIB.sampai dengan Rp 400. dari hal itu pula yang membuat beliau lebih memilih TPA Melati dari pada tempat penitipan yang lain. Tentang jadwal beliau menitipkan anak beliau mengatakan pembinaan dilakukan setiap senin dan jumat dan beliau juga selalu menitipkan anaknya pada hari itu. Untuk meluagkan waktu dalam memantau perkembangan anak di TPA beliau selalu datang ke TPA saat istirahat kerja meskipun cv . Beliau memberikan gambaran pembinaan yang beliau harapkan adalah pembinaan yang dapat sepenuhnya membantu anak untuk lebih mandiri dan tidak selalu bergantung pada orang tua yang bekerja di kemudian hari. dapat dijangkau dengan menggunakan kendaraan sendiri ataupun angkatan kota.. Anak saya sekarang lebih lancar berbicara dan tidak takut dengan orang yang tidak dia kenal. Motivasi beliau menitipkan anak di TPA Melati karena beliau dan istri dapat bekerja lebih tenang sehingga beliau merasa perlu sekali menitipkan anaknya agar anaknya tidak kehilangan masa anakanaknya dan masa belajarnya. Kesulitan yang beliau hadapi saat menitipkan anak di TPA Melati saat anak sedang rewel karena sakit atau memang kadangkadang anak tidak mau ditinggal kerja. jarak rumah saya dengan TPA Melati kirakira 10 km.000.sepatu.per bulannya. Saya mengetahui keberadaan TPA Melati UNDIP dari istri saya yang bekerja di UNDIP. beliau mengatakan sekitar Rp 125. Beliau telah menitipkan anak di TPA Melati 3 tahun yang pada saat pertama kali masuk di TPA Melati usia 3 bulan. dengan tanpa disuruh anak dapat melakukannya sendiri. TPA dekat dengan jalan raya. mungkin karena di TPA sering diajak berbincang-bincang. berbahasa. Sebagai contoh untuk mengambil sepatu dilakukan sendiri. Mengenai biaya yang dikeluarkan untuk menitipkan anak di TPA Melati. Sejak mengikuti pembinaan anak saya mandiri mengerjakan sesuatu yang menyangkut dirinya tanpa harus meminta tolong orang lain. Letak TPA Melati menurut beliau sangat strategis. anak saya lebih mandiri di rumah dia tidak rewel. untuk tiap hari beliau sebelum bekerja mengantar anak ke TPA terlebih dahulu selanjutnya beliau menjemput kembali putranya setelah pulang kerja jam 16. dan berkomunikasi. Perubahan yang sangat mencolok selama anak mengikuti pembinaan anak beliau tidak rewel dan cengeng. dan mengembalikan sepatu pada tempatnya semula setelah dipakai tanpa harus disuruh.000. dari kegiatan – kegiatan yang diberikan dengan anaknya sangat mempunyai pengaruh yang sangat besar sekali mulai dari keagamaan. tapi setelah dilatih untuk mandiri di TPA Melati dengan meletakkan alas kaki di rak sepatu yang ada di TPA Melati dan itu sangat membantu kerja ibu di rumah. olah tubuh.

Beliau bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil ( BP7 ) usia beliau 40 tahun. karena beliau merasakan perbedaan yang mencolok pada anaknya sekarang dulu anak saya takut dan cengeng saat berada di sekolah sehingga sangat merepotkan gurunya sampai . g. Responden 7 Informasi selanjutnya R 7 yang berpendidikan D3 Kesehatan. ayah dari Mohammad Nabil ini mengatakan alasan memilih TPA Melati dari pada tempat penitipan yang lain atau play group sebagai tempat menitipkan anak mereka karena fasilitas yang memuaskan.hanya sebentar. Selain itu beliau juga mengatakan untuk memantau perkembangan anak memang harus selalu dilakukan sekecil apapun bentuk perhatian tersebut sangat berarti bagi perkembangan anak selanjutnya. tidak rewel dan cengeng. terpaksa saya harus menitipkannya di TPA dan saya setiap saat terus memantau keadaan anak dan itu membuat pikiran saya tidak bisa tenang. Untuk jadwal beliau menitipkan anak beliau mengatakan jadwal telah ditetapkan bersama. beliau menjemput anak setelah pulang sekolah dan langsung mengantarnya ke TPA. tetapi sekarang mungkin karena telah terbiasa berada bersama anak – anak lain ia jadi lebih berani dan tidak cengeng dari pada sebelumnya. pembinaan dilakukan setiap hari senin sampai kamis pukul 07. Kesulitan yang beliau hadapi saat menitipkan anak di TPA Melati saat anak sedang sakit sementara pekerjaan saya tidak bisa ditinggal. dari seluruh kegiatan yang diberikan saya lebih senang kegiatan anak dalam pengembangan seni dan bahasa yang melatih anak untuk menghargai hasil karya yang ada dan berkomunikasi yang merupakan hal yang terpenting untuk perkembangan anak selanjutnya. dekat dengan jalan raya sehingga mudah dijangkau oleh angkutan umum. Perubahan yang sangat mencolok selama anak mengikuti pembinaan anak beliau lebih mandiri. Beliau juga mengatakan pembinaan yang dilakukan sangat memuaskan. Beliau berharap anak akan dapat mandiri setelah mengikuti semua kegiatan yang ada di TPA Melati. yang menurutnya hanya masalah kepercayaan saja mengapa beliau memilih TPA Melati yang pada dasarnya hampir sama pelayanannya dengan play group. tempatnya bersih. Sejak cvi . dan beliau juga selalu menitipkan anaknya setelah pulang sekolah. Dalam sehari – harinya anak beliau tetap sekolah. Beliau memberikan gambaran pembinaan yang beliau harapkan adalah pembinaan yang dapat sepenuhnya membantu anak untuk lebih mandiri dan tidak selalu bergantung pada orang tua yang bekerja di kemudian hari. tentang mengapa memilih TPA dari pada play group menurut beliau tempat penitipan yang sekarang dipilih lebih aman dan tepat untuk anak beliau.30 dan hari jumat mulai pukul 07.30.sampai saya harus menunggui di sana.00 sampai 12.30 sampai pukul 15.

Beliau berharap anak akan dapat mandiri setelah mengikuti semua kegiatan yang ada di TPA Melati. dengan bertanya kepada pengasuh bagaimana keadaan anak di TPA begitu juga sebaliknya pihak TPA selalu siap memberikan kabar tentang anak – anak yang diasuh kepada orang tua kalau ada masalah pada anak – anak di TPA. h. Saya mengetahui keberadaan TPA Melati UNDIP dari kakak saya yang kebetulan melewati jalan Hayam Wuruk dan melihat papan nama yang terpampang di depan TPA dan kebetulan juga sejak anak saya lahir saya tidak pernah mempekerjakan pembantu rumah tangga. dari situ saya mencoba mencari informasi dengan langsung datang ke TPA dan bertanya – tanya seputar pengasuhan anak. Letak TPA Melati menurut beliau sangat strategis. Sekarang saya dan suami tidak lagi khawatir seperti dulu. selain itu sarana dan prasarana yang ada sangat memuaskan.. setelah tahu ada lembaga yang secara resmi mengasuh dan membina anak.dengan per bulannya.anak di usia dini saya langsung tertarik dan mengambil keputusan menitipkan anak di sana.000.sampai Rp 400. kami lebih bisa tenang dan dapat berkonsentrasi dengan pekerjaan masing – masing. dapat dijangkau dengan menggunakan kendaraan sendiri ataupun angkatan kota.. malah anak saya rewel dirumah kalau hari minggu TPA Melati tutup karena memang tidak ada jadwal. tidak rewel dan cengeng. karena takut kalau – kalau anak saya tidak bisa menyesuaikan diri dengan pembantu saya dan saya memang tidak bisa percaya dengan pembantu – pembantu rumah tangga jaman sekarang. Motivasi beliau menitipkan anak di TPA Melati karena beliau dapat bekerja lebih tenang. suami saya terus mendesak saya untuk keluar dari tempat kerja untuk mengasuh anak di rumah tapi setelah saya menemukan TPA Melati dan suami saya setuju untuk menitipkan anak kami memutuskan menitipkan anak di TPA. keramahan dan kesabaran tenaga pengasuh yang saya rasakan dapat membantu anak saya dalam belajar Mengenai biaya yang dikeluarkan untuk menitipkan anak di TPA Melati beliau mengatakan sekitar Rp 125. beliau juga mengatakan untuk memantau perkembangan anak memang harus selalu beliau lakukan sekecil apapun bentuk perhatian tersebut sangat berarti. Untuk meluangkan waktu dalam memantau perkembangan anak di TPA beliau lakukan melalui telepon. beliau berpendidikan D3 dan bertempat tinggal di Sendang Mulyo ini cvii . Responden 8 Informasi selanjutnya R 8 yang berusia 33 tahun.mengikuti pembinaan anak saya mandiri mengerjakan sesuatu yang menyangkut dirinya tanpa harus meminta tolong orang lain. TPA dekat dengan jalan raya. ya terpaksa saya mengajak anak saya ke tempat hiburan lain.000. karena sebelum saya mendapatkan solusi menitipkan anak.

dan yang penting anaknya nyaman berada di TPA Melati. beliau juga mengaku lebih percaya kepada TPA Melati dari pada tempat lainnya karena anak saya kelihatan menikmati sekali selama di cviii . Saya mengetahui keberadaan TPA Melati UNDIP dari teman kerja saya yang dulu sebelum mempunyai pembantu menitipkan anaknya di TPA. Tentang pembinaan yang dilakukan sangat memuaskan. Tentang jadwal beliau menitipkan anak beliau mengatakan pembinaan dilakukan setiap hari senin dan jumat dan beliau juga selalu menitipkan anaknya pada hari itu. gerakan kasar serta mampu menerima rangsangan sensorik melalui panca indra yang merupakan hal yang terpenting untuk perkembangan anak saya selanjutnya. saya tinggal memantau kegiatan apa saja yang dilakukannya. dan memilih pembantu yang mengasuh anaknya.mengatakan alasan memilih TPA Melati sebagai tempat menitipkan anak mereka karena fasilitas yang bagus. tapi setelah dua minggu pertama saya menitipkan anak saya mengalami perkembangan yang pesat. tempatnya bersih. lebih mandiri untuk melakukan kegiatannya sendiri. Karena menurut beliau anaknya sekarang lebih mandiri. dari seluruh kegiatan yang diberikan saya lebih senang kegiatan anak dalam melatih pengembangan fisik dengan kompetensi hasil yang diharapkan adalah anak – anak mempunyai kemampuan mengelola dan ketrampilan tubuh termasuk gerakan – gerakan yang mengontrol gerakan tubuh. dan itu sangat membantu pekerjaan saya di rumah. Perubahan yang sangat mencolok selama anak mengikuti pembinaan anak beliau lebih mampu berinteraksi dengan anak lain. Kesulitan yang beliau hadapi saat menitipkan anak di TPA Melati saat anak sedang rewel karena sakit atau memang kadangkadang anak tidak mau ditinggal kerja. terlebih lagi anak – anak di TPA dapat lebih mandiri mengerjakan segala sesuatu kegemarannya sendiri tanpa harus minta bantuan kalau tidak benar – benar terpaksa. untuk setiap hari sebelum bekerja beliau mengantar anak ke TPA terlebih dahulu selanjutnya beliau menjemput kembali setelah pulang kerja. Gambaran pembinaan yang beliau harapkan adalah pembinaan yang dapat sepenuhnya membantu anak untuk lebih mandiri dan tidak selalu bergantung pada orang tua yang bekerja di kemudian hari. dan setelah mempunyai pembantu ia berhenti menitipkan anaknya. saya tinggal memberi perintah meletakkan botol minuman yang sudah habis isinya ke meja langsung dikerjakannya. saya juga lebih fleksibel untuk membiarkan anak saya melakukan aktivitasnya sendiri tanpa harus memberikan tekanan – tekanan yang nantinya mematikan kreativitasnya. dulu anaknya tidak mau melakukan segala sesuatunya sendiri misalnya mengambil botol minumnya sendiri di meja semuanya harus saya yang mengerjakan.

Selain itu beliau juga mengatakan untuk memantau perkembangan anak memang harus selalu dilakukan sekecil apapun bentuk perhatian tersebut sangat berarti bagi perkembangan selanjutnya. dan menitipkan anak dulu sebelum anak saya masuk sekolah.30. WIB dan beliau juga selalu menitipkan anaknya pada hari itu tentunya setelah pulang sekolah. Dari kegiatan yang diberikan beliau senang kegiatan yang mencakup pengembangan kognitif. Tentang jadwal beliau menitipkan anak beliau menyesuaikan dengan jadwal yang dibuat TPA Melati setiap hari senin sampai kamis pukul 07. kalau tidak malah saya yang repot”. dapat dijangkau dengan menggunakan kendaraan sendiri ataupun angkatan kota. cix . karena menurut beliau hal itu penting bagi anak beliau. Ibu dari Rafida Safira ini mengatakan alasan memilih TPA Melati sebagai tempat penitipkan anak karena fasilitasnya bagus untuk kenyamanan anak. Untuk meluangkan waktu dalam memantau perkembangan anak di TPA beliau selalu datang menanyakan kondisi anak di TPA dan tidak jarang saya datang sekali – kali ke TPA saat istirahat kerja meskipun hanya sebentar.” Saya takut memindahkan anak saya ke tempat lain.00 WIB sampai 12. pembinaan yang dilakukan pengasuh memuaskan dapat membantu perkembangan anak. Mengenai biaya yang dikeluarkan beliau keberatan menyebutkannya. untuk tiap hari beliau mengantar anak ke TPA terlebih dahulu langsung setelah pulang sekolah selanjutnya beliau menjemput kembali putranya setelah pulang kerja.30 WIB dan hari jumat mulai pukul 07. ya kalau anak saya cocok. Beliau memberikan gambaran pembinaan yang beliau harapkan adalah pembinaan yang dapat sepenuhnya membantu anak untuk lebih mandiri karena kesibukan beliau sebagai wiraswasta berdagang di pasar yang kurang memberikan perhatian yang penuh kepada anak. Letak TPA Melati menurut beliau sangat strategis. dimana beliau dulu kurang perhatian yang cukup soal perkembangan fisik. Responden 9 Informasi selanjutnya R6 yang berpendidikan SMU. TPA dekat dengan jalan raya. karena beliau beranggapan berapapun biaya yang harus dikeluarkan untuk kebutuhan anak akan beliau keluarkan yang terpenting anak tercukupi baik soal pendidikan maupun pengasuhan Motivasi beliau menitipkan anak di TPA Melati karena pengalaman pribadi beliau yang tidak mengenakan yang pernah beliau alami sewaktu kecil.i. itu terjadi karena kedua orang tuanya sibuk bekerja. TPA.30 WIB sampai pukul 15. maka saya monomer satukan kebutuhan – kebutuhan anak saya. Dari pengalaman itu saya tidak mau anak saya mengalaminya. kurang bergaul dengan anak – anak seusia sehingga beliau merasa kehilangan masa kanak – kanaknya.

.per bulannya untuk menitipkan anak di TPA Melati. dan itu tidak memungkinkan saya untuk meninggalkan anak di tempat pengasuhan. Kesulitan yang beliau hadapi saat menitipkan anak di TPA Melati saat anak sedang bandel karena tidak mau dititipkan dan menangis minta diajak ke tempat saya dagang. ibu dari Alfian Nanda ini menuturkan alasan memilih TPA Melati sebagai tempat menitipkan anak mereka karena fasilitas yang memuaskan. Motivasi beliau menitipkan anak di TPA Melati karena beliau dan suami dapat bekerja lebih tenang. Beliau juga mengatakan pembinaan yang dilakukan sangat memuaskan. TPA dekat dengan jalan raya. Perubahan yang sangat mencolok selama anak mengikuti pembinaan. Untuk meluangkan waktu dalam memantau perkembangan anak di TPA beliau menggunakan jasa telepon untuk mengetahui kondisi anaknya. makanya saya tidak berani ambil resiko memindahkan anak ke tempat lain. dapat dijangkau dengan menggunakan kendaraan sendiri ataupun angkatan kota. Beliau juga mengatakan untuk memantau perkembangan anak memang harus selalu dilakukan sekecil apapun bentuk perhatian tersebut sangat berarti bagi perkembangan selanjutnya. Beliau baru menitipkan anak di TPA Melati 3 bulan ini. beliau menjelaskan lebih memilih TPA Melati daripada tempat lain karena anak saya terlanjur menikmati tempat itu dari awal. Beliau berharap anak akan dapat mandiri setelah mengikuti semua kegiatan yang ada di TPA Melati. karena menurut beliau cx . Letak TPA Melati menurut beliau sangat strategis sekali.j. “ Anak saya itu dari pertama saya ajak langsung senang melihat anak –anak yang ada bermain disana dan kesenangan awal itu yang tidak pernah saya lihat sebelumnya dari anak. beliau menggunakan kesempatan ini untuk bekerja mencari nafkah demi pendidikan yang baik untuk anak – anaknya. Saya mengetahui keberadaan TPA Melati dari keponakan saya yang kuliah di UNDIP yang mengatakan ada tempat pengasuhan anak. tempatnya bersih.000. dekat dengan jalan raya yang memudahkan transportasi. beliau bekerja di PEMDA. Mengenai biaya yang dikeluarkan beliau mengatakan sekitar Rp 125. yang sebelumnya saya cari – cari keberadaannya karena TPA yang ada dipasar – pasar kebanyakan sekarang sudah tidak ada lagi kalaupun ada kegiatan yang ada didalamnya tidak jalan. anak beliau lancar berbicara dan lebih berani untuk berbicara dengan orang lain dan tidak malu – malu baik dirumah atau disekolah. Menurut beliau nanti saja dipindahkan ke TK setelah usianya mencukupi. mungkin karena di TPA sering diajak berbincang-bincang oleh pengasuh. Responden 10 Informasi selanjutnya seorang Perempuan yang usia 37 tahun.

Motivasi beliau menitipkan anak di TPA Melati karena beliau dan istri dapat bekerja lebih tenang selain itu beliau merasa agar anaknya tidak kehilangan masa anak-anaknya dan masa belajarnya perlu sekali menitipkan anaknya. Mengenai biaya yang dikeluarkan beliau mengatakan sekitar Rp 125. Letak TPA Melati menurut beliau sangat strategis. pengembangan fisik.. Untuk meluangkan waktu dalam memantau perkembangan anak di TPA beliau datang ke TPA saat istirahat kerja meskipun hanya sebentar. Perubahan yang sangat mencolok selama anak mengikuti pembinaan anak beliau tidak rewel dan cengeng. cxi . pengembangan kognitif anak.000.30 sampai pukul 15. Saya mengetahui keberadaan TPA Melati UNDIP dari teman saya. Beliau memberikan gambaran pembinaan yang beliau harapkan adalah pembinaan yang dapat sepenuhnya membantu anak untuk lebih mandiri dan tidak selalu bergantung pada orang tua yang bekerja di kemudian hari. karena terlanjur percaya baik sama pengasuhnya dan tidak bisa dibohongi adalah saat perkembangan yang mencolok sekali pada saat dirumah anak saya tidak rewel dan lebih mandiri.anaknya sekarang lebih mandiri dari pada sebelumnya.nilai agama. pengembangan bahasa. tentang masalah mengapa tidak memilih play group atau TPA lain beliau mengungkapkan. anak saya lebih mandiri di rumah dia tidak rewel.30 dan hari jumat mulai pukul 07. tapi setelah dilatih untuk mandiri di TPA Melati dengan mengambil pakaiannya sendiri dari tas yang mereka bawa dari rumah. memang perubahan itu belum berarti tapi beliau yakin dari pelajaran itu setidaknya anak akan tambah pengetahuannya. dari informasi tersebut saya langsung percaya dan memasukkan anak disana. Sejak mengikuti pembinaan anak saya mandiri mengerjakan sesuatu yang menyangkut dirinya tanpa harus meminta tolong orang lain.000. dulu anaknya belum bisa mengambil baju sendiri..sampai dengan Rp 400. Tentang jadwal beliau menitipkan anak beliau mengatakan beliau menyesuaikan dengan jadwal yang dibuat TPA Melati setiap hari senin sampai kamis pukul 07. TPA dekat dengan jalan Raya.per bulannya untuk menitipkan anak di TPA Melati. dan pengembangan sosial emosional serta pengembangan seni. Untuk tiap hari beliau sebelum bekerja terlebih dahulu mengantar anak ke TPA selanjutnya beliau menjemput kembali putranya setelah pulang kerja. Kesulitan yang beliau hadapi saat menitipkan anak di TPA Melati saat anak sedang rewel karena sakit. Pembinaan yang dilakukan TPA Melati secara keseluruhan sangat membantu anak saya mulai dari perkembangan moral dan nilai.00 sampai 12. dapat dijangkau dengan menggunakan kendaraan sendiri ataupun angkatan kota.30 WIB.

Kurikulum yang dipakai saat ini dibuat dan dikembangkan berdasarkan beberapa literatur dan buku .ibu Dharma wanita UNDIP dan dalam perencanaan pembinaan yang ada di TPA Melati dirancang oleh pengelola dan para tenaga pengasuh yang mengacu pada pembelajaran anak usia dini. pelaksanaan dan evaluasi pembinaan. cxii . B. Dalam kurikulum dibuat program kegiatan harian yang nantinya akan digunakan pengasuh sebagai pedoman pembinaan. pengorganisasian. Pembahasan Hasil Penelitian Pada bagian ini akan dibahas hasil penelitian seperti yang telah dipaparkan di depan yang meliputi : perencanaan pembinaan. 1.buku tentang pertumbuhan dan perkembangan anak yang disarikan kemudian dijabarkan dalam kegiatan harian. Perencanaan Pembinaan Taman Pengasuhan Anak Melati merupakan lembaga pengelola penitipan anak yang dikelola oleh para ibu .Beliau berharap anak akan dapat mandiri setelah mengikuti semua kegiatan yang ada di TPA Melati.

pengembangan kognitif.Dalam kegiatan harian yang dilakukan didasarkan pada tingkat pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini antara 0 . Penentuan metode dan media yang digunakan secara keseluruhan mengacu pada tujuan pembinaan berdasarkan usia dan tingkat perkembangan dan pertumbuhan anak dengan memanfaatkan lingkungan sekitar. Adapun tingkat perkembangan yang ingin dicapai meliputi pengembangan moral dan nilai – nilai agama. Adapun penjabaran dari tiap – tiap kegiatan dapat dilihat dari satuan kegiatan mingguan dan satuan kegiatan harian yang telah dibuat oleh para pengasuh dan disetujui oleh kepala TPA Melati melalui proses musyawarah. pengembangan bahasa. pengembangan sosial – emosional dan pengembangan seni. pengelola dan sesuai kebutuhan orang tua. Dari temuan tersebut dapat diketahui bahwa perencanaan yang ada di TPA Melati Semarang dibuat sebelum pembinaan dilakukan dengan menentukan cxiii . Pembinaan dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah dibuat bersama .8 tahun.sama tenaga pengasuh. pengembangan fisik.

Dalam pembentukan organisasi di TPA Melati Semarang didasarkan atas keputusan bersama-sama ikatan ibu .ibu dharma wanita UNDIP dengan pertimbangan bahwa mereka dipandang mampu dan mau dalam artian mereka dipandang berpotensi. metode dan media yang disesuaikan dengan usia perkembangan anak serta melibatkan orangorang yang ada dalam organisasi.kegiatan harian. Pengorganisasian Pengorganisasian adalah usaha mengintegrasikan sumber . Dengan demikian langkah-langkah yang ditempuh sesuai dengan saran Williams dan Kami (1986) yang menyarankan untuk mendorong kemampuan berfikir anak sebaiknya guru merancang suatu kegiatan yang memungkinkan masingmasing anak mendapatkan kesempatan khusus untuk memutuskan sendiri kegiatan mana yang dipilih.sumber manusiawi dan non manusiawi yang diperlukan ke dalam suatu kesatuan dalam melaksanakan kegiatan sebagaimana telah direncanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. cxiv berkemampuan dan cukup . Hal ini dapat dilihat dari satuan kegiatan mingguan dan satuan kegiatan harian yang telah dibuat TPA Melati. 2.

hal ini di pelopori oleh kepala TPA Melati itu sendiri. mengelompokkan dan membagi tugas serta pekerjaan diantara para anggota organisasi agar tujuan organisasi dapat dicapai dengan efisien. 1994 ( didiet Hardjito.5 tahun sampai 7 tahun. 1995 : 76 ). Dari keterangan yang diperoleh dapat diambil kesimpulan sementara bahwa pengorganisasian di TPA Melati merupakan suatu proses pengelompokan dan mengatur serta membagi tugas – tugas atau pekerjaan di antara para anggota organisasi agar tujuan organisasi dapat dicapai dengan efisien Hani Handoko. tidak berpenyakit dalam Pembagian tugas serta wewenang dalam organisasi ini cukup jelas dimana masing-masing anggota organisasi mengerti dengan jelas tugas dan tanggung jawabnya dalam organisasi ini. Tugas pengelola adalah bertanggung jawab terhadap manajemen penyelenggaraan. Perekrutan pengasuh didasarkan pada pengalaman di bidangnya serta ketelatenan dan kesabarannya mengurus anak. beliau sebagai sosok pimpinan yang mengayomi anggotanya dan seorang yang cxv .berpengalaman untuk melaksanakan tugasnya sesuai dengan jabatan yang diberikan dalam organisasi tersebut. sedangkan perekrutan anak didik didasarkan pada usia anak yang tidak lebih dari 1. para Pengurus sudah paham betul tugas dan kewajibannya sebagai suatu kesatuan dalam organisasi. Dari informasi yang didapat tersebut dapat diambil kesimpulan sementara. bahwa pengorganisasian TPA merupakan suatu proses pengatur. Hal ini dapat dilihat dari kepengurusan yang ada di TPA Melati. sedangkan para tenaga pembina atau pengasuh bertanggung jawab terhadap manajemen pembinaan.

3. Metode yang dipakai adalah metode bermain dan belajar atau belajar sambil bermain. pengembangan bahasa. semua kegiatan dilaksanakan tanpa hambatan yang berarti. Semua kegiatan yang dilakukan dipilih dalam rangka perkembangan moral dan nilai..dapat membedakan antara tanggung jawab pekerjaan dengan urusan pribadi. Pelaksanaan kegiatan pembinaan dilakukan menganut prinsipprinsip perkembangan anak usia dini dan bermain sambil belajar. TPA Melati mengatasinya dengan penggunaan media alami bermain yang ada di TPA misal tanah berumput. pengembangan kognitif. Pelaksanaan Pembinaan Setelah perencanaan pengorganisasian selanjutnya fungsi pelaksanaan baru dilakukan agar dapat merealisasi tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dari beberapa komentar para informan bahwa pelaksanaan dilakukan sesuai dengan apa yang telah direncanakan dalam satuan kegiatan harian yang didasarkan pada usia anak. pengembangan bahasa. pengembangan seni. cxvi . Pada pelaksanaan kegiatan diharapkan semua tujuan pembinaan tercapai mulai dari Pengembangan moral dan nilai – nilai agama.nilai agama. pengembangan sosial – emosional. dan pengembangan sosial emosional serta pengembangan seni. pengembangan fisik. pengembangan kognitif anak. kurang beragamnya alat permainan yang ada sehingga proses belajar menjadi kurang sempurna. pengembangan fisik.

Dari data yang diperoleh dari para responden diatas evaluasi pembinaan di TPA Melati dilaksanakan oleh pengasuh dengan melibatkan orang tua peserta didik. Dari hasil informsasi yang didapat penilaian atau evaluasi di TPA Melati sesuai dengan pendapat Brewer ( 1992 ) yang menyatakan penilaian adalah penggunan sistem evaluasi yang bersifat komprehensif. Evaluasi pembinaan Evaluasi dilakukan untuk mengetahui tingkat keberhasilan suatu program. 5. hal ini telah diterapkan oleh TPA Melati dengan menggunakan alat ukur berupa pengisian lembar pengamatan yang dilakukan oleh pengasuh yang dalam evaluasi melibatkan orang tua peserta didik melalui buku penghubung yang diserahkan tenaga pengasuh kepada orang tua. Faktor – faktor pendukung dan penghambat Daya dukung dari penyelenggaraan pembinaan penitipan anak usia dini antara lain: a. Pengorganisasian Kegiatan yang diselenggarakan dikelola dengan matang oleh para personil organisasi melalui kegiatan musyawarah terlebih dahulu untuk pengambilan suatu keputusan tentang kegiatan pembinaan. b. Evaluasi dilaksanakan melalui pengamatan dan observasi dalam setiap kegiatan. Perencanaan cxvii .4. menyeluruh untuk menentukan suatu program atau kemajuan dari seorang anak.

Pada perencanaan daya dukung yang sangat berperan adalah persiapan sumber belajar yang memadai. Pengorganisasian Penghambat dari kegiatan pengorganisasian dapat dilihat dari perlunya pemantauan yang lebih intensif dari ikatan pengurus dan pengelola untuk melihat kinerja pengasuh. c. b. d. letak yang strategis. sarana dan prasarana yang kurang dan perlu diperbaiki. penggunaan metode dan teknik pembinaan yang tepat. Pelaksanaan Daya dukung yang sangat berperan meliputi sumber belajar yang berpengalaman dibidang pengasihan anak. metode dan teknik pembinaan yang tepat sesuai dengan tingkat usia dan perkembangan anak. Perencanaan Pada perencanaan penghambatnya adalah pada penyediaan sarana dan prasarana yang perlu adanya pergantian media belajar yang cxviii . sarana dan prasarana yang digunakan sesuai dengan fungsinya. Sedangkan faktor penghambat adalah: a. evaluasi. Evaluasi Daya dukung kegiatan evaluasi di TPA Melati dapat dilihat dari respon orang tua terhadap perkembangan anak yang bisa digunakan untuk mengisi lembar evaluasi. sarana dan prasarana.

Solusi pengasuh tetap memantau anak-anak yang datang dengan mengisi lembar evaluasi dan memberikan kepada orang tua anak didik. Evaluasi Penghambat dari evaluasi-evaluasi jika anak datang hanya dalam waktu yang singkat atau hanya beberapa kali saja ke TPA Melati. minat anak dapat tumbuh dengan sendirinya dan anak dapat berinteraksi dengan anak yang lain. Pelaksanaan Pada pelaksanaan hal yang menghambat adalah perbedaan minat dan pola asuh orang tua.sudah tidak bisa dipakai dengan yang baru. d. Solusi sebelum media diganti anak-anak masih tetap menggunakan media belajar yang lama. c. cxix . jalan keluar yang diambil pengasuh dengan membiarkan anak bermain bersama dengan temanteman yang lain dan harapan pengasuh.

sedangkan cxx . pengasuh bertanggung jawab terhadap menajemen pembinaan. Perekrutan pengasuh didasarkan pada pengalaman dan ketelatenan. Perencanaan Pembelajaran Pembuatan kurikulum dilakukan oleh pengelola dan tenaga pendidik yang dikembangkan berdasarkan beberapa literatur dan buku tentang pertumbuhan dan perkembangan anak yang disarikan kemudian dijabarkan ke dalam rencana kegiatan harian.BAB V SIMPULAN DAN SARAN A. Tema. dapat disimpulkan. Pembagian tugas dan wewenang jelas dalam artian pengelola bertanggung jawab terhadap menajemen penyelenggaraan. Pengorganisasian Pembentukan organisasi TPA Melati disusun berdasarkan keikutsertaan anggotanya dalam dharma wanita UNDIP dengan pertimbangan keaktifan dalam organisasi dan dianggap mempunyai kemampuan serta kompetensi dalam mengembangkan TPA Melati. Pembinaan penitipan anak usia dini di TPA Melati a. b. metode dan media ditentukan oleh pengasuh yang dikoordinasikan kepada pengelola yang disesuaikan dengan usia perkembangan anak. Adapun beberapa kesimpulan tersebut sebagai berikut : 1. SIMPULAN Berdasarkan temuan data sebagaimana tersebut pada Bab IV.

d. pengembangan kognitif. pengembangan seni. Pada pelaksanaan digunakan acuan pelaksanaan yang mencakup berbagai aspek diantaranya pengembangan moral dan nilai – nilai agama. Pada pelaksanaan pembinaan yang dilakukan mencakup kegiatan yang melatih pengembangan moral dan nilai – nilai agama. sebagai contoh evaluasi pada anak dilakukan saat anak sedang aktif melakukan kegiatan bermain di TPA. dari situ dapat dilihat dan dinilai perkembangan anak untuk kemudian dituangkan dalam lembar evaluasi. pengembangan kognitif dan pengembangan sosial emosional. pengembangan sosial-emosional. Pelaksanaan Pembinaan Pelaksanaan pembinaan dilakukan dengan menganut prinsip perkembangan anak usia dini dan menggunakan metode bermain sambil belajar. cxxi . pengembangan bahasa dan seni. pengembangan fisik. Bimbingan dan pemantauan dari pengelola masih diperlukan oleh pengasuh dalam setiap proses pembinaan.5 – 7 tahun dan tidak berpenyakit dalam c.perekrutan anak didik didasarkan pada usia yang tidak lebih dari 1. Evaluasi Pembinaan Evaluasi pembinaan dilaksanakan oleh pengasuh melalui lembar pengamatan dengan melibatkan orang tua peserta didik melalui buku penghubung yang diserahkan tenaga pengasuh kepada orang tua. pengembangan bahasa. pengembangan fisik.

penggunaan metode dan teknik pembinaan yang tepat.2. 2) Perencanaan Pada perencanaan daya dukung yang sangat berperan adalah persiapan sumber belajar yang memadai. evaluasi. sarana dan prasarana. 3) Pelaksanaan Daya dukung yang sangat berperan meliputi sumber belajar yang berpengalaman dibidang pengasihan anak. sarana dan prasarana yang digunakan sesuai dengan fungsinya. cxxii . 4) Evaluasi Daya dukung kegiatan evaluasi di TPA Melati dapat dilihat dari respon orang tua terhadap perkembangan anak yang bisa digunakan untuk mengisi lembar evaluasi. metode dan teknik pembinaan yang tepat sesuai dengan tingkat usia dan perkembangan anak. Faktor Pendukung dan Penghambat a. letak yang strategis. Faktor pendukung 1) Pengorganisasian Kegiatan yang diselenggarakan dikelola dengan matang oleh para personil organisasi melalui kegiatan musyawarah terlebih dahulu untuk pengambilan suatu keputusan tentang kegiatan pembinaan.

Solusi sebelum media diganti anak-anak masih tetap menggunakan media belajar yang lama. 2) Perencanaan Pada perencanaan penghambatnya adalah pada penyediaan sarana dan prasarana yang perlu adanya pergantian media belajar yang sudah tidak bisa dipakai dengan yang baru. Faktor Penghambat 1) Pengorganisasian Penghambat dari kegiatan pengorganisasian dapat dilihat dari perlunya pemantauan yang lebih intensif dari ikatan pengurus dan pengelola untuk melihat kinerja pengasuh. minat anak dapat tumbuh dengan sendirinya dan anak dapat berinteraksi dengan anak yang lain. 4) Evaluasi Penghambat dari evaluasi-evaluasi jika anak datang hanya dalam waktu yang singkat atau hanya beberapa kali saja ke TPA Melati. 3) Pelaksanaan Pada pelaksanaan hal yang menghambat adalah perbedaan minat dan pola asuh orang tua.b. sarana dan prasarana yang kurang dan perlu diperbaiki. Solusi pengasuh tetap memantau anak-anak yang datang cxxiii . jalan keluar yang diambil pengasuh dengan membiarkan anak bermain bersama dengan teman-teman yang lain dan harapan pengasuh.

penggunaan media dan sarana yang tepat perlu ditingkatkan dan untuk penggunaan media belajar yang sudah usang dapat diganti dengan yang baru. perlunya peningkatan pendidikan pengasuh ke jenjang yang lebih tinggi dan pengelola hendaknya memberikan kesempatan bagi para pengasuh untuk meningkatkan jenjang pendidikannya. pemantauan pelaksanaan kegiatan perlu dilakukan. namun kekurangannya masih saja tetap harus dibenahi diantaranya pada perencanaan yang harus terus melibatkan seluruh anggota organisasi. cxxiv . B. SARAN Berdasarkan temuan penelitian di lapangan yaitu tentang profil pembinaan penitipan anak usia dini di TPA Melati secara keseluruhan sudah sesuai dengan kebutuhan anak usia dini.dengan mengisi lembar evaluasi dan memberikan kepada orang tua anak didik.

Pendidikan Anak Usia Dini. Pustaka Utama.. Citra Pendidikan. Jakarta. Gramedia. Soelaiman. 1990. Rosdakarya Offset. Patmono Dewo. ………………….. Didiet. 1999. Suyanto. Bandung. Penelitian kualitatif Dasar – Dasar dan Aplikasi. …………… Acuan Menu Pembelajaran Pada Taman Penitipan Anak. 2002. Metodologi Penelitian kualitatif. Depdikbud. Rineka Cipta. Soemiarti. 2000. cxxv . 2003. 2002. Pasaribuan. Slamet. Simanjutak. Pengantar Psikologi Perkembangan.2001. Bandung Remaja. Undang-undang RI Nomor 2 tahun 1989. Jakarta.. Jakarta. Jakarta. 2001. Jakarta. Moeslihatoen. Rineka Cipta. Jakarta. Lexy. 2002. 2003. Sudono. Jakarta.1995. Teori Organisasi dan Teknik Pengorganisasian. Sistem Pendidikan Nasional . Jakarta . 2000. 1984. J. Model Pengembangan Motorik Anak Pra Sekolah. Joesoef . Grasindo. Metode Pengajaran di TK. Konsep Dasar PAUD. Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan Pada Taman Penitipan Anak. PT Grafindo Persada. Universitas Negeri Yogyakarta. Malang : YA3 Malang.DAFTAR PUSTAKA Hardjito. Moleong. Sylvia. Bumi Aksara. Pendidikan Anak Pra Sekolah. …………. Depdiknas. Rimm. Jakarta. Sumber Belajar dan Alat permainan Untuk PAUD. Konsep Dasar PLS.1992. Mendidik Dan Menerapkan Disiplin pada Anak Pra sekolah (Pola Asuh Anak Masa Kini). Tarsito. Soegeng. Depdikbud Jakarta. Dirjen Olahraga Depdiknas. Surabaya. Sanapiah Faisal. Santoso. R. Anggani.

…………………. Suparlan.2003. Yogyakarta.20 Tahun 2003 Tentang SISDIKNAS.undang Republik Indonesia No. Pustaka Pengarang. Semarang. cxxvi . Undang. 1987. C V Duta Nusindo. Kamus Istilah Kesejahteraan Sosial. Yb.

FORMAT EVALUASI TINGKAT PERKEMBANGAN MOTORIK ANAK USIA 0-1 TAHUN No Keterampilan Motorik Bermain dengan tangan 1 2 3 4 Mengamati mainan yang ada dalam genggaman Mencoba meraup suatu benda Melempar dan mengambil barang dilemparkan sambil diamati yang terjadi Menahan barang yang dipegangnya Memegang benda kecil dengan telunjuk dan ibu jari Menunjuk titik tertentu misalnya mata boneka. Membuka lembaran buku atau majalah Mengangkat kaki dan memainkan jari tangan di depan matanya Mengangkat kepala ketika ditengkurapkan Duduk dengan bantuan dan kepala tegak Mengangkat dada saat bertumpu pada tangan Duduk tanpa ditopang Mencoba berdiri sendiri dengan berpengangan Berjalan jika dipengangi / berpengangan Keterangan tingkat keterampilan Dapat melakukan sendiri Perlu bantuan : : : tengkurap dengan yang Tingkat Keterampilan 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Perlu bantuan yang bersifat paksaan : cxxvii .

Senang mendengarkan musik dan mengikuti irama 6.2 TAHUN No 1. merangkak naik tangga 12. Mulai meloncat dan melompat walau sederhana Keterangan tingkat keterampilan Dapat melakukan sendiri Perlu bantuan Perlu bantuan yang bersifat paksaan : : : : FORMAT EVALUASI cxxviii . 7. Latihan berjalan tanpa dipegang Berjalan mantap Berjalan mundur satu sampai tiga langkah Berlari tanpa jatuh Naik turun tangga dengan berpegang Memanjat kursi orang dewasa. 4. 3. 2. 8. 9.FORMAT EVALUASI TINGKAT PERKEMBANGAN FISIK ANAK USIA 1. 10. 11. Keterampilan Motorik Meletakkan gelas di atas gelas Mencoret-coret Menyusun balok dua sampai tiga balok Mencoba makan sendiri dengan sendok atau membuka buku Tingkat Keterampilan 5.

3. Belajar meniti Keterangan tingkat keterampilan Dapat melakukan sendiri Perlu bantuan Perlu bantuan yang bersifat paksaan : : : : cxxix . 8. Menggambar garis lurus Menyusun balok tiga hingga lima buah Berjalan mantap Berjalan mundur Naik turun tangga Memanjat Melompat dengan dua kaki sekaligus berjingkat-jingkat 11.TINGKAT PERKEMBANGAN FISIK ANAK PRA SEKOLAH USIA 2-3 TAHUN No 1. 6. 5. 9. 10. Keterampilan Motorik Meronce / merangkai manik-manik Mengaduk air di gelas dengan sendok Membuka tutup botol yang bergulir Tingkat Ketrampilan (membuka dengan memutar tutup botol) 4. 2. 7.

11. Berlari dengan baik (keseimbangan tubuh makin baik) 9. Keterampilan Motorik Meremas kertas Memakai dan membuka pakaian dan sepatu sendiri Tingkat Keterampilan 3. Menggambar garis lingkaran dan garis silang (garis tegak dan datar) 4. Merayap dan merangkak lurus ke depan Melakukan contoh. 10. Menyusun menara empat samapai tujuah balok 5. 2. Melempar bola Berjalan dengan baik (keseimbangan tubuh makin baik) 8. Berlari di tempat Naik turun tangga tanpa berpengangan Melompat bergantian dengan satu kaki secara 12. 13.FORMAT EVALUASI TINGKAT PERKEMBANGAN FISIK ANAK USIA > 3-4 TAHUN No 1. Mengekspresikan motorikan tari dengan irama sederhana 6. senam dengan mengikuti Keterangan tingkat ketrampilan Dapat melakukan sendiri Perlu bantuan : : : cxxx . 7.

Perlu bantuan yang bersifat paksaan : cxxxi .

13. 2. ke samping. 4. 16. 11.teki (puzzle) Menyusun potongan-potongan gambar ) Menjahit sederhana Makin terampil menggunakan jari tangan (mewarnai dengan rapi) 6. 10. Mengisi pola sederhana (dengan sobekan kertas. 17 Memanjat dan bergelantungan (berayun) Melompati parit atau guling Melakukan senam dengan motoriknya sendiri : : Keterampilan Motorik Tingkat Keterampilan Keterangan tingkat ketrampilan Dapat melakukan sendiri Perlu bantuan : Perlu bantuan yang bersifat paksaan : cxxxii . 14. Menempel Mengerjakan teka. 8. dan stempel) 7.FORMAT EVALUASI TINGKAT PERKEMBANGAN FISIK ANAK USIA > 4-5 TAHUN No 1. 12. lengkung. Menarik garis lurus. Mengancingkan kancing baju Menggambar dengan motorik naik turun bersambung (seperti gunung atau bukti) 9. di atas satu garis) 15. 5. 3. dan miring Mengekspresikan gerakan dengan irama bervariasi Melempar dan menangkap bola Melipat kertas Berjalan di atas papan titian (keseimbangan tubuh) Berjalan dengan berbagai variasi (maju mundur.

C2. 2. 7. Persiapan sarana prasarana A 11. Perencanaan kegiatan b. 6. B1 A4 A 5. Pelaksanaan a. Motivasi orang tua g. VARIABEL Pembinaan Penitipan Anak SUB VARIABEL 1. 16 cxxxiii . 19 A 18. Bentuk pembinaan d. B6. Biaya A 9. 4 A 7. C12 A 20 C 8. 13 A 14. Perekrutan Pengurus c. 10 B 23.9 C 10 3. Pengorganisasian a. Isi program c. Motivaswi anak f. 24 C 1. Perencanaan INDIKATOR a. B15. C15 2.KISI-KISI INSTRUMEN PROFIL PEMBINAAN PENITIPAN ANAK USIA DINI DI TPA MELATI SEMARANG NO A. Lokasi f. Metode pembinaan e. Jaminan kesejahteraan e. 15. 11. Perekrutan anak didik d. Susunan Kepengurusan b. 3. Harapan TPA ITEM A 1. B2 A 17.

B9. Kendala C 6. B 20 c. Kemampuan pengasuh f. Waktu dan jadwal d.b. 18 C. 14 A 8. Komunikasi Hasil A 12. Respon orang tua B 21. Tahap pembinaan e. B7. 4 C. 26. 22 cxxxiv . Evaluasi . B25. 8. 12 A 16. Proses penilaian b.3. B5 B 11. C5 4.6 A 10. B14. Interaksi dengan anak g. B13 A 13. B 17. 19 B 3. a. Pengembangan kemampuan anak c.

Kelengkapan Ruangan Ruang Pembinaan Anak o R. Mainan Halaman Ruang Perkantoran o R Pimpinan o R. Tunggu Orang Tua o R Serbaguna Administrasi Penyimpangan cxxxv .Lembar Observasi Lingkungan Fisik Dan Fasilitas TPA No Nama Barang Keberadaa n Ad a Tidak Jml Kondisi Bai k Bur uk 1. Pemeriksaan Anak o R. Makan o R. Tidur o Kamar Mandi o R. Tata Usaha o R. Isolasi Sementara o R Bacaan / Perpustakaan o R. Bermain o R.

o Alat Melukis. Belajar Dan Kerajinan Tangan cxxxvi . Rak Mainan TV/Radio Alat Tulis Kantor Telepon Mesin Ketik Sarana Air Bersih Kipas Angin Peralatan Belajar Peralatan Pendukung Pendukung Penyimpangan Bimbingan Belajar o Alat Menghitung Mengukur 3. Kursi Karpet Almari 2. Dapur o Kamar Mandi o R. Cuci/ Setrika o R.Ruang Penunjang o R. Penjaga Sarana Pendukung Meja.

o Fasilitas Audio Visual o Alat Permainan TekaTeki/ Puzzle o Alat Percobaan Peralatan Bermain Peran o Alat Pendukung Peran Keagamaan o Alat Pendukung Peran Kegiatan Dapur o Alat Pendukung Peran Binatang o Alat Pendukung Peran Profesi Medis o Alat Pendukung Peran Petani o Alat Pendukung Peran Untuk Boneka Peralatan Pendukung Sandiwara Pendukung Permainan Motorik Kasar o Ayunan o Ban Bekas o Alat Pemanjat o Papan Luncuran o Arena Main Bola cxxxvii .

tanda lalu lintas cxxxviii .Jari o Boneka Khas Daerah Sarana perpustakaan o Buku Keagamaan o Buku kesehatan anak o Buku petunjuk bimbingan anak o Buku cerita bergambar o Buku gambar alam dan lingkungan o Majalah anak Peralatan pendukung permainan luar ruangan o Lapangan o Ayunan o Tanda.Balok Ringan o Jungkat.Jungkit Peralatan Pendukung Permainan Budaya o Gambar Pahlawan o Pakaian Adat Jawa o Mainan Tradisional o Lilin Malam Untuk Melatih Jari.o Bantalan Berguling Untuk o Balok.

DOKUMENTASI PENELITIAN Profil Pembinaan Penitipan Anak Usia Dini di Taman Pengasuhan Anak Melati cxxxix .o Kemah-kemahan o Papan plosotan o Jungkat. o Ban bekas 6.jungkit o Sepeda 5.

Kegiatan anak istirahat cxl . Dokumentasi wawancara informan tenaga pengasuh 2.1. Foto peneliti bersama tenaga pengasuh dan anak didik TPA Melati 3.

Kegiatan bermain di luar ruangan PEDOMAN WAWANCARA cxli .4.

Siapakah yang merencanakan pembinaan di TPA Melati ? 3. Jenis Kelamin 5. Nama 2. Bagaimanakah proses pembinaan dilakukan ? cxlii . Tempat /Tgl lahir 3. Kapan TPA Melati berdiri ? 2. Bagaimanakah prinsip – prinsip pembinaan yang dilakukan di TPA Melati ? 6. Identitas subyek 1. Bagaimanakah perencanaan pembinaan dilakukan ? 4. Pendidikan terakhir 6. Informan Pimpinan I. Hari/ Tgl wawancara : : : : : : : : II. Bagaimanakah bentuk pembinaan Penitipan anak usia dini di TPA Melati ? 7. Alamat 8.A. Umur 4. Apa metode pembinaan yang dilakukan di TPA Melati ? 8. Pekerjaan 7. Bagaimanakah isi program pembinaan di TPA Melati ? 5. Profil Pembinaan Penitipan Anak Usia Dini Di TPA Melati 1.

Bagaimanakah cara penilaian dilakukan ? 13. Bagaimanakah lembaga mengkomunikasikan hasil pembinaan kepada orang tua anak didik ? 14. Bagaimanakah sarana dan prasarana yang disediakan oleh TPA Melati untuk pembinaan ini ? 16. Bagaimanakah lembaga memberikan jaminan kesejahteraan pengasuh ? cxliii . Bagaimanakah cara merekrut anak didik ? 19. Syarat apa saja yang ditentukan oleh lembaga dalam merekrut tenaga pengasuh? 20. Bagaimanakah cara merekrut tenaga pengasuh ? 18.9. Bagaimanakah kemampuan tenaga pengasuh dalam melaksanakan pembinaan terhadap anak usia dini ? 17. Bagaimanakah anda melakukan interaksi dengan anak ? 11. Bagaimanakah susunan kepengurusan yang secara administratif tersusun di TPA Melati ? 10. Bagaimanakah persiapan sarana pembinaan di TPA Melati ? 12. Bagaimanakah harapan TPA Melati setelah anak mengikuti pembinaan ? 15.

Informan Tenaga pengasuh I. Pekerjaan 7. Hari/ Tgl wawancara : : : : : : : : II. Bagaimana cara pembina melakukan interaksi pada saat pembinaan ? 6. Nama 2. Berapa lama pembina bertatap muka dengan anak dalam satu hari ? 5. Bagaimanakah susunan kepengurusan yang secara administratif yang tersusun di TPA Melati ? 3. Berapa lamakah waktu pembinaan dilakukan ? 4. Identitas subyek 1. Siapa yang menyelenggarakan pembinaan penitipan anak di TPA Melati ? 2. Pendekatan apa yang dilakukan pembina dalam pembinaan? cxliv . Tempat Tgl lahir 3. Jenis Kelamin 5. Profil Pembinaan Penitipan Anak Usia Dini Di TPA Melati 1.PEDOMAN WAWANCARA B. Umur 4. Alamat 8. Pendidikan Terakhir 6.

Kendala apa saja yang ditemui pembina saat menggunakan metode – metode pembinaan ? 12. Usaha apa yang dilakukan pembina dalam berinteraksi dengan anak didik ? 18. Apa metode yang digunakan dalam pelaksanaan pembinaan ? 11. Bagaimanakah kegiatan rutin keseharian dalam pembinaan ? 13. Bagaimanakah pembina menyesuaikan isi program pembinaan dengan kebutuhan anak ? 8. Bagaimanakah pembina menyesuaikan isi program pembinaan dengan tahap perkembangan anak ? 9. Bagaimanakah tahap – tahap kegiatan pembinaan di TPA Melati ? 10. Bagaimana anda mengkomunikasikan hasil pembinaan baik kepada lembaga maupun kepada orang tua ? 15. Apa saja alat belajar yang mendukung kegiatan yang dilakukan di TPA? 17. Bagaimana cara pembina membimbing anak usia dini agar dapat terjalin interaksi antara anak dengan orang lain di sekitar ? 19. Bagaimana penilaian yang anda lakukan dalam memantau perkembangan anak ? 14.7. Bagaimana cara anak untuk berinteraksi dengan tenaga pengajar dan orang lain ? cxlv . Apa saja sarana belajar yang anda gunakan untuk pelaksanaan pembinaan ? 16.

Bagaimanakah tanggapan orang tua pada pembinaan yang dilakukan oleh pembina ? 23. Bagaimana cara anak untuk berinteraksi dengan tenaga pengajar dan orang lain disekitar TPA Melati ? 26. Bagaimana kemampuan belajar anak ditinjau dari usia mereka ? 25.20. Bagaimanakah respon orang tua pada saat anda menunjukkan hasil perkembangan anak mereka ? 22. Bagaimana sebayanya? reaksi anak ketika bermain dengan teman-teman cxlvi . Bagaimana anda mengkomunikasikan perkembangan anak di TPA kepada orang tua ? 21. Bagaimana motivasi anak untuk mengikuti kegiatan di TPA Melati ? 24.

Pendidikan Terakhir 6. Alamat 8. Tempat Tgl lahir 3. Nama 2. Hari/ Tgl wawancara : : : : : : : : II. Mengapa anda memilih TPA Melati untuk menitipkan anak ? 2. Informan Orang tua I. Bentuk pembinaan yang seperti apa yang anda harapkan di TPA Melati ? 5. Perubahan apa saja yang mencolok dari anak selama mengikuti pembinaan di TPA Melati ? 7. Pekerjaan 7. Berapa jarak antara rumah anda dengan TPA Melati ? cxlvii . Anda mengetahui keberadaan TPA Melati dari siapa ? 8. Jenis Kelamin 5.PEDOMAN WAWANCARA C. Profil Pembinaan Penitipan Anak Usia Dini Di TPA Melati 1. Bagaimana pembinaan yang dilakukan oleh pembina pada anak anda ? 3. Identitas subyek 1. Umur 4. Bagaimana waktu atau jadwal anda menitipkan anak anda ? 4. Kesulitan apa saja yang anda hadapi selama menitipkan anak anda ? 6.

Apa motivasi anda menitipkan anak anda di TPA ? 14. Berapakah usia anak anda saat pertama kali anda titipkan di TPA Melati ? 13. Berapa biaya yang anda keluarkan untuk menitipkan anak di TPA Melati ? 11. Bagaimana cara anda meluangkan waktu dalam memantau perkembangan anak ? 15. Menurut anda bagaimana letak TPA Melati ? 10. Berapa lama anda telah menitipkan anak anda di TPA Melati ? 12.9. Bagaimanakah harapan anda dengan menitipkan anak anda di TPA Melati ? cxlviii .

kreativitas Relaksasi badan/ pengembangan fisik Pengembangan komunikasi.3010.0008. guling . moral etika. bantal.3012.Alat-alat permainan .0011.3015.Tempat tidur.00 Kegiatan Proses pemeriksaan umum Kemampuan Meningkatkan sosialisasi dan etika Sarana .Alat permainan luar 08.0011.SATUAN KEGIATAN HARIAN Hari Pukul 07. Pengembangan fisik Kemampuan sosialisasi dan melatih kemandirian .Peralatan makan .3013. bantal.00 Istirahat 11. meningkatkan kesegaran jasmani Meningkatkan sosialisasi.30 Makan siang dan minum Kegiatan bebas Istirahat Berbenah Belajar sosialisasi.00 Kegiatan bebas diluar berjamur 09. komunikasi.Alat permainan dalam ruangan .30 12.0009.Peralatan yang dibawa anak dari rumah cxlix .Tempat tidur.30 11. guling .30 13. etika Kemampuan kognitif.00 Kegiatan bermain dalam ruangan Senin s/d Jumat 10.Tempat cuci kaki tangan dan penyimpanan pakaian .

Lahir : : Keterangan kemampuan Dapat melakukan sendiri Perlu bantuan : : Perlu bantuan yang bersifat paksaan : cl . tolong) Nama anak Tempat/Tgl.FORMAT EVALUASI TINGKAT PENGEMBANGAN MORAL DAN NILAI-NILAI AGAMA No 1 2 3 4 Keterampilan Moral dan Nilai-nilai agama Bersenandung lagu agama Mengikuti bacaan doa Menirukan gerak ibadah Mendengarkan cerita tentang kebesaran Tuhan Tingkat Pengembangan 5 6 Mengenal “Nama” Tuhan Menanyakan dan mengajukan rasa sayang. rangkulan 7 8 9 Mengucapkan terima kasih Mengucapkan salam Mengucapkan kata-kata santun (maaf. cinta kasih melalui belaian.

FORMAT EVALUASI TINGKAT PENGEMBANGAN FISIK No 1 2 3 Keterampilan Fisik Berjalan Stabil Berjalan Mundur Naik-turun tangga dengan atau tanpa berpegangan 4 5 Memanjat Berjalan mengikuti jejak secara lurus atau melingkar 6 7 8 Berjalan tanpa jatuh Mengikuti gerakan binatang Menendang. Lahir : : Keterangan kemampuan Dapat melakukan sendiri : cli . menangkap. dan melempar bola dari jarak dekat 9 10 Melompat dengan dua kaki sekaligus Masuk kedalam lorong-lorong atau meja kursi atau kardus yang di susun 11 Membedakan permukaan 3 jenis benda melalui rabaan 12 13 14 Menunjuk mata boneka Merobek lurus Melipat kertas sembarang Tingkat Pengembangan Nama anak Tempat/ Tgl.

Lahir : : Keterangan kemampuan Dapat melakukan sendiri Perlu bantuan Perlu bantuan tapi dipaksakan : : : clii .Perlu bantuan Perlu bantuan tapi dipaksakan : : FORMAT EVALUASI TINGKAT PENGEMBANGAN BAHASA No 1 2 Keterampilan Bahasa Mengenal suara di sekitar Mengatakan dalam kalimat pendek 2-4 kata 3 4 5 6 Mengerti dan melaksanakan 1 perintah Mengajukan pertanyaan Menyebutkan nama benda Tertarik pada gambar dalam buku Tingkat Pengembangan Nama anak Tempat/ Tgl.

2.FORMAT EVALUASI TINGKAT PENGEMBANGAN KOGNITIF No 1 2 Keterampilan Kognitif Mengelompokkan benda yang sama Mengelompokkan ( lingkaran dan bujur sangkar) 3 4 5 6 7 Membedakan besar kecil Membedakan rasa Membedakan bau Mengulang bilangan 1.4. Lahir : : Keterangan kemampuan Dapat melakukan sendiri Perlu bantuan : : : Perlu bantuan tapi dipaksakan cliii .3.5 Mengelompokkan atau pengenalan warna Tingkat Pengembangan Nama anak Tempat/ Tgl.

Lahir : : Keterangan kemampuan Dapat melakukan sendiri Perlu bantuan : : : Perlu bantuan tapi dipaksakan cliv . takut 7 8 Menjadi pendengar yang baik Latihan membereskan alat permainan Tingkat Pengembangan Nama anak Tempat/ Tgl. sedih.FORMAT EVALUASI TINGKAT PENGEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL No 1 Keterampilan Sosial Emosional Mengenal etika makan dan jadwal makan teratur 2 3 Mulai dapat “berbagi” Mulai mahir menggunakan toilet (WC kamar mandi) 4 5 6 Dapat ditinggalkan oleh orang tuanya Dapat memilih kegiatannya sendiri Menunjukkan ekspresi wajar saat marah.

Lahir : : Keterangan kemampuan Dapat melakukan sendiri Perlu bantuan Perlu bantuan tapi dipaksakan : : : clv .FORMAT EVALUASI TINGKAT PENGEMBANGAN SENI No 1 2 3 Keterampilan Seni Mendengarkan musik dan mengikuti irama Bertepuk tangan dengan variasi Memukul benda-benda dengan tangan Tingkat Pengembangan Nama anak Tempat/ Tgl.

clvi .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->