PROFIL PEMBINAAN PENITIPAN ANAK USIA DINI DI TAMAN PENGASUHAN ANAK MELATI SEMARANG

SKRIPSI

Diajukan Guna Menyelesaikan Studi Strata I Untuk Mendapatkan Gelar Sarjana Pendidikan

Disusun oleh : Nama : Dyah Wahyuni NIM : 1214000001

PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2005

HALAMAN PERSETUJUAN

Profil pembinaan Anak Usia Dini Di Taman Pengasuhan Anak Melati Semarang

Oleh : Nama Nim Jurusan : Dyah Wahyuni : 1214000001 : Pendidikan Luar Sekolah

Pembimbing I

Pembimbing II

Drs. K. Nurhalim, M.Pd. NIP. 130870431

Dra. Trie Suminar NIP. 132137919

Dekan FIP

Ketua Jurusan PLS

Drs. Siswanto, M.M NIP. 130515769

Drs. Achmad Rifa'i RC, M.Pd NIP. 131413232

ii

HALAMAN PENGESAHAN

Telah dipertahankan di hadapan sidang panitia Ujian Skripsi Jurusan Pendidikan Luar Sekolah fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang pada : Hari Tanggal Panitia Ujian Ketua Sekertaris : : 8 September 2005

Drs. Siswanto, M.M NIP. 130515769

Drs. Achmad Rifa'i RC, M.Pd NIP. 131413232 Penguji I

Drs. Zoedindarto. B NIP. 130345749 Penguji II

Drs. K. Nurhalim, M.Pd. NIP. 130870431 Penguji III

Dra. Trie Suminar NIP. 132137919

iii

3. Tri Suminar. M. pengarahan dan bantuan dari berbagai pihak. Khomsun Nurhalim.Pd. 4. M. Penulis menyadari bahwa skripsi ini tidak akan terwujud tanpa adanya bimbingan. Drs. motivasi sehingga penulisan skripsi ini dapat terselesaikan.” Penelitian ini dilaksanakan guna melengkapi syarat-syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Jurusan Pendidikan Luar Sekolah pada Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang. Ketua Jurusan Pendidikan Luar Sekolah atas bantuannya dalam memberikan ijin untuk penelitian. Siswanto. M. Drs.M. Drs. pengarahan. iv . Dra. Achmad Rifa’i RC. M. Untuk itu penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada : 1.Pd Dosen pembimbing II yang dengan penuh kesabaran telah memberikan bimbingan. Dekan FIP atas bantuannya dalam memberikan ijin untuk melaksanakan penelitian.Pd Dosen pembimbing I yang tiada hentinya memberikan bimbingan dalam penulisan skripsi ini.KATA PENGANTAR Puji syukur pada Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat dan taufiq hidayah Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan SKRIPSI dengan Judul “PROFIL PEMBINAAN PENITIPAN ANAK USIA DINI DI TAMAN PENGASUHAN ANAK MELATI SEMARANG. 2.

Semarang. Ny Moeljono S Trastotenojo sebagai pimpinan TPA Melati Semarang. kemampuan dan pengetahuan penulis yakin bahwa skripsi ini jauh dari sempurna. dengan segala keterbatasan. Penulis berharap semoga skripsi ini bermanfaat bagi pembaca. Oleh karena itu kritik dan saran sangat penulis harapkan demi kesempurnaan skripsi ini. Atas segala bantuannya penulis ucapkan banyak terima kasih. Berbagai fihak yang tidak dapat penulis cantumkan satu-persatu yang telah memberikan bantuan dan motivasi dalam penulisan skripsi ini.5. Agustus 2005 Penulis v . 6.

2005. Fakultas Ilmu Pendidikan.ABSTRAK Dyah Wahyuni. Secara keseluruhan pembina bertatap muka dengan anak didik selama 7 – 8 jam per hari. kegiatan yang dilakukan di TPA Melati berupa pengasuhan dalam rangka membina. 30 Wib. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis kualitatif.00 sampai 12. Daya dukung dari penyelenggaraan pembinaan penitipan anak usia dini antara lain: Pada pengorganisasian kegiatan yang diselenggarakan dikelola dengan matang oleh para personil organisasi melalui kegiatan musyawarah terlebih dahulu untuk pengambilan keputusan tentang kegiatan pembinaan. Informan terdiri dari kepala TPA. Evaluasi dilakukan oleh tenaga pendidik dengan memberikan blangko isian setiap satu bulan sekali. pelaksanaan dan evaluasi. pada perencanaan daya vi . Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dalam perencanaan kurikulum dibuat oleh pengelola dan tenaga pendidik yang disarikan dari berbagai literatur tentang pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini. Adapun permasalahan yang muncul adalah bagaimana profil pembinaan penitipan anak usia dini di Taman Pengasuhan Anak Melati Semarang. Pelaksanaan pembinaan dilakukan sesuai jadwal yang telah ditetapkan yaitu setiap Senin sampai kami mulai pukul 07.30 Wib. Skripsi Jurusan Luar Sekolah. sedangkan untuk hari Jumat mulai pukul 07. Pembinaan dilakukan dengan menyesuaikan seluruh kegiatan dengan usia dan tingkat perkembangan anak. pengorganisasian. dan mengidentifikasi faktor – faktor penunjang dan penghambat pembinaan penitipan anak usia dini di TPA Melati. Dalam pengumpulan data tidak diabaikan juga penggunaan sumber – sumber non manusia seperti dokumen dan catatan – catatan yang tersedia. dan mengasuh anak usia dini serta sebagai wahana pembinaan kesejahteraan yang berfungsi sebagai pengganti keluarga untuk jangka waktu tertentu selama orang tua mereka berhalangan atau tidak memiliki waktu yang cukup untuk mengasuh anaknya karena bekerja atau sebab lain. Universitas Negeri Semarang. “ Profil Pembinaan Penitipan Anak Usia Dini di Taman Pengasuhan Anak Melati Semarang “. mendidik. Tenaga pengasuh dan orang tua anak didik di TPA Melati. Fokus penelitian ini adalah profil pembinaan penitipan anak usia dini di TPA Melati Semarang yang meliputi : Perencanaan.30 sampai pukul 15. taman pengasuhan anak Melati Semarang merupakan salah satu lembaga penyelenggara pengasuhan anak usia dini yang dikelola sejak tahun 1994. Pengorganisasian disusun atas musyawarah bersama para penyelenggara TPA dengan mengacu pada pemberdayaan ibu – ibu Dharma wanita Universitas Diponegoro dan anggapan bahwa mereka dipandang mampu dan mau serta mempunyai latar belakang pengalaman yang cukup meskipun mereka tidak meneruskan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Taman penitipan anak usia dini. apa saja faktor penunjang dan penghambat pembinaan anak usia dini di TPA Melati. pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi terfokus dan wawancara struktural diakhiri dengan observasi selektif dan wawancara kontras. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tentang profil pembinaan penitipan anak usia dini di TPA Melati.

letak TPA. Perlu ditingkatkan kerja sama yang lebih baik antara pengelola dan tenaga pendidik. pengorganisasian. penggunaan metode dan teknik pembinaan. Daya dukung kegiatan evaluasi di TPA Melati dapat dilihat dari respon orang tua terhadap perkembangan anak yang bisa digunakan untuk lembar evaluasi yang sangat baik. metode dan teknik yang disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak. Pada pelaksanaan hal yang menghambat adalah pernedaan minat dan pola asuh orang tua. Evaluasi akan terhambat jika kedatangan anak – anak ke TPA Melati hanya dalam waktu singkat. untuk media belajar yang sudah usang dapat diganti dengan yang baru. sarana dan prasarana yang digunakan sesuai dengan fungsinya. Dalam pengorganisasian perlu dipertimbangkan latar belakang pendidikan. solusi yang diambil pengasuh adalah dengan tetap menbiarkan anak – anak tersebut bermain dengan anak – anak yang lain secara bebas tanpa paksaan dari siapapun. Jalan keluar yang diambil pengasuh tetap memantau dan mengisi lembar evaluasi meskipun nantinya lembar tersebut tidak sampai pada orang tua anak didik. sarana prasarana yang kurang atau perlu diperbaiki. evaluasi. sarana dan prasarana. Agar fasilitas penunjang yang ada dapat dipertahankan.dukung yang sangat berperan adalah persiapan sumber belajar yang memadai. pengalaman dan kemampuan anggota. Daya dukung Pelaksanan pembinaan meliputi sumber belajar yang berpengalaman dibidang pengasuhan anak. Berdasarkan temuan – temuan dalam penelitian disarankan agar dalam perencanaan semua anggota organisasi dilibatkan. pembuatan kurikulum yang mengacu pada beberapa literatur buku tentang perkembangan dan pertumbuhan anak serta perlunya peningkatan ke jenjang yang lebih tinggi. Sistem evaluasi pembinaan yang dilakukan oleh pendidik melalui pengamatan dan observasi terhadap perkembangan anak yang melibatkan orang tua peserta didik melalui blangko isian yang telah diterapkan agar dipertahankan dan ditingkatkan. Perlu dilakukan kerjasama dalam setiap kegiatan perencanaan. kadang kadang datang. pelaksanaan dan evaluasi yang lebih baik antara pengelola dengan tenaga pengasuh. pengelola sebaiknya lebih memberikan kesempatan kepada tenaga pendidik untuk mengembangkan kemampuan dengan cara mengikutkan mereka pada kegiatan – kegiatan pelatihan. Sedangkan faktor penghambat antara lain :Pada pengorganisasian dapat dilihat dari perlunya pemantauan yang lebih intensif dari ikatan pengurus dan pengelola untuk memantau kinerja pengasuh. vii . Dalam pelaksanaan pembinaan perlu dilakukan pemantauan secara terus menerus dan berkesinambungan dari pengelola agar kesalahan dalam kegiatan pembinaan dapat dibenahi secara dini. Pada perencanaan penghambatnya adalah penyediaan sarana dan prasarana yang perlu adanya penggantian dengan yang baru.

Kakak-kakakku yang selalu memberi motivasi dan bantuan. serta pengorbanannya. Buat “Ayah” Gue Tersayang Thanks a lot viii . 3. Adik-adikku makasih suportnya. doa.MOTTO DAN PERSEMBAHAN MOTTO ‘Kesatuan akan menimbulkan kekuatan. kedamaian dan kemenangan. PERSEMBAHAN Skripsi ini saya persembahkan untuk : 1. 2. 4. ‘Kesabaran merupakan modal utama mewujudkan semua impian’. namun meskipun sulit dicapai tetapi kesatuan layak diperjuangkan untuk mencapai keberhasilan’. Bapak dan Ibu tercinta atas kasih sayang.

..... Taman Pengasuhan Anak (Penitipan Anak) ............................................ HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN ..................................................... HALAMAN PENGESAHAN ........... ABSTRAK .................................................... B............................... C........................................ HALAMAN PERSETUJUAN ............. A..................................................................................................................................................................................... DAFTAR ISI ......................................................... Latar Belakang .............. Penegasan Istilah ................................................... BAB I PENDAHULUAN . KATA PENGANTAR ........................................... Pendidikan Anak Usia Dini ............................... F............. BAB II KAJIAN PUSTAKA A............ Tujuan Penelitian ............................................................ Manfaat Penelitian ................................. Pembinaan Anak Usia Dini .................... Sistematika Skripsi ............ D............................................... DAFTAR DOKUMENTASI .................................................................................... i ii iii iv vi viii ix xii xiii 1 1 4 4 5 6 9 10 19 26 ix .....................................DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ............................ DAFTAR LAMPIRAN ............................... C............................................................. E............ Permasalahan............................................................................................................. B...................................................................................................................................................

........................................................ 3.............. 3............................................. Analisis Data .................................................. Perencanaan Pembinaan ............................. G...................................................... Pembahasan Hasil Penelitian .......... 1... Pendekatan Penelitian ........................................ Organisasi dan Ketenagaan TPA .................. Metode Pengumpulan Data ............................................. 28 30 31 31 32 33 37 39 41 41 42 42 46 62 71 72 73 119 119 120 122 x ............... Program Pembinaan ......... Hasil Penelitian .... E.............................................. Hasil Wawancara . Pelaksanaan Pembinaan ... 4............. 8........ Lokasi Penelitian ......................................... Penyelenggaraan Program ..................................D...... 2................................................................................... BAB IV HASIL PENELITIAN A....... D.................................. B....... C.............. Letak Geografis .......... 5................................................................................. Fokus Penelitian ........ BAB III METODOLOGI PENELITIAN A............................ 6... Keabsahan Data .................................................. Pengorganisasian ........................ Sarana dan Prasarana .................................................. B.......................... Sumber Data Penelitian .................................................... Identitas Responden ............. 2............ Sejarah Singkat Berdirinya TPA Melati Semarang ................................................................... F......................... Anak Didik ............. 1................ 7...................................................

............................................................................................. Simpulan ......................................... Evaluasi Pembinaan ..............................................................4...... 5...................... Faktor Pendukung dan Penghambat ... B......... Saran ............. LAMPIRAN 123 123 126 130 131 xi ...... DAFTAR PUSTAKA ....................................... BAB V SIMPULAN DAN SARAN A........................saran .................

............................. 2.......................... 3......................... Kegiatan anak bermain di luar ruangan .............. Kegiatan anak istirahat setelah makan siang .......DAFTAR DOKUMENTASI PENELITIAN Gambar 1... 161 161 162 163 xii ......................... 4.. Kegiatan bercengkrama pengasuh dengan anak ............................ Wawancara informan tenaga pengasuh ....................................

................. Format evaluasi tingkat perkembangan moral dan nilai – nilai agama ................... 17............................................. Format evaluasi tingkat perkembangan fisik anak usia > 3-4 tahun ...................................................... Satuan kegiatan harian ...... Format evaluasi tingkat perkembangan seni ...... 15.... 12............ 140 141 142 143 144 145 146 147 154 159 160 161 xiii .................... Surat ijin penelitian ......................... 133 135 136 2.............................. 4......... Pedoman wawancara ....... 18......DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1............ 3......... 10...................... 137 138 6............................................................................................................................................................... Format evaluasi tingkat perkembangan bahasa .............................................. 139 7.................................................. Format evaluasi tingkat perkembangan kognitif ............................. 14.. 16..... Dokumentasi penelitian .... Format evaluasi tingkat perkembangan fisik anak prasekolah usia > 4-5 tahun ...................... 5........................... 13...................... Format evaluasi tingkat perkembangan fisik ...................................................... Lembar Observasi ..... 9.................................. Format evaluasi tingkat perkembangan motorik anak usia 0-1 tahun ... 11..... Format evaluasi tingkat perkembangan sosial emosional ........ Format evaluasi tingkat perkembangan fisik anak prasekolah usia 2-3 tahun . Surat keterangan penelitian .................................. Kisi – kisi instrumen ................... Format evaluasi tingkat perkembangan fisik anak usia 1-2 tahun .......................................................................... 8..................................................................................................

DAFTAR TABEL DAN SKEMA

Tabel 1. Data ketenagaan TPA Melati ................................................................... 2. Lembar observasi lingkungan fisik .......................................................... 3. Data anak didik ......................................................................................... 4. Identitas pimpinan dan tenaga pengasuh .................................................. 5. Identitas orang tua anak didik .................................................................. Skema 1. Proses teknik pengumpulan data menurut Spradley ................................. 2. Struktur organisasi TPA Melati ................................................................ 40 44 46 66 71 72 72

xiv

BAB I

PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG MASALAH
Undang - Undang Dasar 1945 mengamanatkan upaya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa serta agar pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan suatu sistem pengajaran nasional yang diatur dengan Undang - Undang. Pembangunan nasional di bidang pendidikan adalah upaya demi mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas manusia Indonesia dalam mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur berdasarkan pancasila dan undang - undang dasar 1945, yang memungkinkan warganya mengembangkan diri sebagai manusia Indonesia seutuhnya. Untuk mewujudkan pengembangan nasional dibidang pendidikan tersebut diperlukan peningkatan dan penyempurnaan penyelenggaraan pendidikan nasional, yang disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kesenian, perkembangan masyarakat dan kebutuhan pembangunan. Menurut penjelasan umum UU No. 20 tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 1 ayat 1 dikemukakan bahwa pada dasarnya pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif

mengembangkan potensi diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

xv

Iklim pendidikan perlu diciptakan pada semua jalur, seperti yang tercantum dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menyatakan jalur pendidikan terdiri atas pendidikan formal, non formal, dan informal yang dapat saling melengkapi dan memperkaya, agar perkembangan pendidikan menjadi wahana yang tepat untuk mempertinggi kualitas sumber daya manusia, untuk meletakkan dasar yang kuat demi tercapainya masyarakat yang terbuka, demokratis, adil dan sejahtera perkembangan pendidikan dengan kecenderungan baru harus diarahkan agar dapat menampung salah satu tujuan nasional, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan anak usia dini memegang peranan yang sangat penting dan menentukan bagi perkembangan anak selanjutnya, sebab PAUD merupakan fondasi bagi dasar kepribadian anak. Anak yang mendapatkan pembinaan sejak usia dini akan dapat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan fisik , mental, yang itu akan berdampak pada peningkatan prestasi belajar, etos kerja dan produktivitas. Taman penitipan anak adalah lembaga kesejahteraan sosial yang memberikan pelayanan pengganti berupa asuhan, perawatan dan pendidikan bagi anak balita selama anak tersebut ditinggal bekerja oleh orang tuanya. Perlu diketahui bahwa keberadaan taman penitipan anak atau taman pengasuhan anak merupakan suatu kebutuhan masyarakat yang mengalami perubahan struktur keluarga pada umumnya dan pada khususnya di kota-kota besar seperti Semarang. Dalam Undang-undang No: 20 tahun 2003,

xvi

non formal dan atau informal yang berfungsi sebagai pengganti. Taman Penitipan anak adalah Wahana pendidikan dan pembinaan kesejahteraan anak yang berfungsi sebagai pengganti keluarga untuk jangka waktu tertentu selama orang tuanya berhalangan atau tidak memiliki waktu yang cukup dalam mengasuh anaknya karena bekerja atau sebab lain. Adapun maksud dan tujuan Taman Penitipan Anak adalah memberikan pelayanan xvii . Pendidikan anak usia dini (PAUD) diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar. Semakin meningkatnya jumlah orang tua yang bekerja diluar rumah membuat fungsi keluarga sebagai tempat untuk mendidik anak semakin berkurang. 2001 ). Taman Penitipan Anak (TPA).menyatakan Pendidikan anak usia dini dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal. Salah satu lembaga yang diharapkan mampu melaksanakan fungsi tersebut adalah Taman Penitipan Anak atau Taman Pengasuhan Anak ( Depdiknas. PAUD yang diselenggarakan pada jalur pendidikan non formal dapat berbentuk Kelompok Bermain (KB). penambah dan atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat. atau bentuk lain yang sederajat. kompleknya kebutuhan pendidikan anak selaras dengan perkembangan IPTEK. juga telah menuntut perlunya lembaga atau pihak lain yang mampu menangani pendidikan anak secara lebih profesional. Dalam pasal 28 ayat 1 dijelaskan Pendidikan Anak Usia Dini diselenggarakan bagi anak sejak lahir sampai enam tahun dan bukan merupakan prasyarat untuk mengikuti pendidikan dasar.

xviii . 2. Untuk Mendeskripsikan tentang profil pembinaan penitipan anak usia dini di Taman Pengasuhan Anak Melati Semarang. PERMASALAHAN Permasalahan dapat timbul karena adanya kesenjangan antara apa yang diinginkan dengan kenyataannya. Adapun permasalahannya yang timbul dalam penelitian ini adalah: Bagaimana profil pembinaan penitipan anak usia dini di Taman Pengasuhan Anak Melati Semarang ? Apa faktor penunjang dan penghambat pembinaan penitipan anak usia dini di Taman Pengasuhan Anak Melati Semarang ? C. TUJUAN PENELITIAN Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah : 1.kepada anak usia dini dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal berdasarkan konsep pendidikan anak usia dini. Untuk mengidentifikasi faktor penunjang dan penghambat pembinaan Taman Penitipan Anak Usia Dini Melati Semarang. Menanggapi kondisi yang demikian maka penulis akan berusaha mengungkap tentang : Profil pembinaan penitipan anak usia dini di Tempat Pengasuhan Anak Melati Semarang. Faktor penunjang dan penghambat pembinaan Taman Penitipan Anak Melati Semarang. B.

Hasil penelitian ini di harapkan dapat menjadi referensi bagi penelitian lanjutan.D. PENEGASAN ISTILAH Untuk menghindari kesalahan pengertian dan kesimpangan serta kekaburan kemungkinan penafsiran dalam pemakaian istilah-istilah yang berkaitan dengan judul penelitian ini. evaluasi TPA. Sebagai bahan masukan dalam teknik manajemen penyelenggaraan PAUD di TPA. maka peneliti perlu memberikan penegasan dan pembatasan tentang istilah-istilah atau kalimat-kalimat yang terangkum dalam judul penelitian. MANFAAT PENELITIAN Melalui penelitian ini dapat memberikan manfaat sebagai berikut: Manfaat Teoritis Sebagai bahan masukan untuk pengembangan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan PAUD khususnya pada teknik penyelenggaraan PAUD di Taman Pengasuhan Anak. pengorganisasian. Manfaat Praktis Menambah wawasan peneliti tentang profil penyelenggaraan penitipan anak mulai dari perencanaan. pelaksanaan. dan E. Dapat memberikan manfaat bagi pembaca sebagai bahan pemikiran tentang permasalahan yang berkaitan dengan tema pendidikan anak usia dini dan taman penitipan anak ( TPA ). Adapun istilah-istilah yang perlu mendapatkan penegasan dan batasan adalah sebagai berikut : Profil xix .

Dalam American Peoples Encyclopedia (1962:996) profil adalah suatu gambaran yang memperhatikan tingkatan dasar pada bermacam-macam hal sesuai dengan lokasinya. pengorganisasian. pelaksanaan. Penggambaran seperti ini berdasarkan data yang dikembangkan oleh pengukuran tentang profil. mental dan perilaku kearah yang lebih baik atau segala usaha yang mengacu pada intensitas pembelajaran dalam kegiatan pendidikan untuk mempelajari hal-hal yang baru dengan tujuan xx . 1986:12). Pembinaan Menurut Mangun Hardjana pembinaan diartikan sebagai suatu proses belajar dengan melepaskan hal-hal yang sudah dimiliki dengan tujuan membantu orang yang menjalaninya untuk membetulkan dan mengembangkan pengetahuan dan kecakapan baru untuk mencapai tujuan hidup dan kerja yang sedang dijalani secara lebih efektif (Mangun Hardjana. Pembinaan adalah suatu bentuk dari serangkaian kegiatan untuk merubah sikap. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa profil adalah diskripsi atau gambaran sesuatu yang mencakup ciri-ciri yang melekat pada objek tersebut. Profil pendidikan anak usia dini di Taman Pengasuhan Anak Melati mencakup perencanaan. Menurut kamus besar Bahasa Indonesia (2002:897) profil adalah grafik-grafik atau iktisar yang memberikan fakta tentang hal-hal khusus. dan evaluasi.

etika. c. Perkembangan kognitif. Pembinaan merupakan bagian dari pendidikan. d. moral – emosional dan intelektual. xxi . Perkembangan emosional. Aspek perkembangan anak tersebut meliputi : a. Banyak aspek – aspek kepribadian yang dapat ditanamkan pada anak. 2001: 3). Perkembangan sosial. Perkembangan fisik – motorik. mengarahkan dan membetulkan kearah yang lebih baik. Aspek perkembangan anak yaitu aspek – aspek yang dikembangkan dalam diri anak melalui PAUD. motorik. kerjasama. Anak Usia Dini Anak usia dini merupakan masa yang paling baik dan sangat kritis bagi perkembangan fisik. Perkembangan moral. Taman Penitipan Anak Taman penitipan anak adalah wahana pendidikan dan pembinaan kesejahteraan anak yang berfungsi sebagai pengganti keluarga untuk jangka waktu tertentu selama orang tuanya berhalangan atau tidak memiliki waktu yang cukup dalam mengasuh anaknya karena bekerja atau sebab lain (Depdiknas. b.mengembangkan pengetahuan. Usia dini juga merupakan periode penting bagi pembentukan kepribadian anak di kemudian hari. harga diri dan aktualisasi diri. namun pembinaan menekankan pengembangan manusia pada segi praktis. e. disiplin. empati.

Perkembangan bahasa dan literasi g. yang membahas alasan pemilihan judul. manfaat. untuk memperhalus bahasanya maka istilah penitipan diganti dengan pengasuhan. tujuan. ( Suyanto.f. Sistematika yang digunakan adalah sebagai berikut: BAB I : Pendahuluan. Slamet . Tempat pengasuhan anak sebagaimana dimaksudkan diatas merupakan bagian dari pada pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal. atau bentuk lain yang sederajat. 20 tahun 2003 bahwa pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan non formal berbentuk kelompok bermain ( KB ). F. 2003 : 53 – 81 ) Tempat Pengasuhan Anak “Melati” Istilah lama diartikan tempat penitipan anak. halaman motto dan persembahan. SISTEMATIKA SKRIPSI Skripsi ini dibagi dalam lima bab yang didahului dengan halaman judul. seperti yang tercantum dalam UU No. kata pengantar. xxii . permasalahan. Perkembangan kreativitas dan daya cipta. penegasan istilah dan sistematika skripsi. halaman pengesahan. daftar isi dan intisari skripsi. Taman Penitipan Anak ( TPA ).

xxiii . bab ini menguraikan tentang berbagai teori. bab ini berisi uraian hasil penelitian dan pembahasan hasil penelitian. subjek penelitian. lokasi penelitian. BAB IV : Hasil penelitian dan pembahasan. metode pengumpulan data. BAB : Penutup. bab ini menguraikan tentang simpulan dari hasil penelitian yang dilakukan sekaligus memberikan saran terhadap obyek yang telah diteliti serta pihak tersebut. konsep dan pendapat para ahli yang ada hubungannya dengan permasalahan penelitian.BAB II : Tinjauan pustaka. BAB III : Metode penelitian. bab ini menguraikan tentang pendekatan penelitian. keabsahan data dan analisis data. Bagian akhir dari skripsi ini berisi daftar pustaka untuk menyusun skripsi dan lampiran.

2002: 2). Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa pendidikan anak usia dini adalah upaya pembinaan anak usia dini (0-8 tahun) yang dilakukan melalui pemberian berbagai rangsangan pendidikan dengan tujuan agar anak mampu mengembangkan potensi yang dimiliki secara optimal. 2001: 2). xxiv . Pentingnya PAUD Pendidikan Anak Usia Dini memegang peranan yang sangat penting dan menentukan bagi sejarah perkembangan anak selanjutnya.BAB II KAJIAN PUSTAKA Pendidikan Anak Usia Dini ( PAUD ) Pengertian Pendidikan Anak Usia Dini Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan pada anak dan sejak usia dini yang dilakukan melalui pemberian berbagai rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani anak agar memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan dasar dan dalam kehidupan tahap berikutnya (Depdiknas. Hibana. S. Pendidikan anak usia dini merupakan upaya yang terencana dan sistematis yang dilakukan oleh pendidik atau pengasuh anak usia 0-8 tahun dengan tujuan agar anak mampu mengembangkan potensi yang dimiliki secara optimal (Rahman.

Ditinjau dari perkembangan otak manusia. 80 % hingga usia 8 tahun dan selebihnya di proses hingga anak usia 18 tahun. yang akan berdampak pada peningkatan prestasi belajar. Anak yang mendapatkan pembinaan sejak usia dini akan dapat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan fisik dan mental. etos kerja dan produktivitas dan pada akhirnya anak akan lebih mampu untuk mandiri dan mengoptimalkan potensi yang dimiliki. masa bayi hingga anak berusia kurang dari 8 tahun. maka tahap perkembangan otak pada usia dini menempati posisi yang paling vital. Oleh sebab itu usia dini disebut sebagai usia emas “Golden Age “ karena perkembangannya yang luar biasa (Rahman. bahkan secara tidak langsung sejak anak masih dalam kandungan. 2002: 45). Untuk mencapai kesempurnaan perkembangan otak manusia 50 % dicapai hingga usia 4 tahun. Lebih jelasnya bayi lahir telah mencapai perkembangan otak 25 % orang dewasa. Fungsi dan Tujuan PAUD Fungsi PAUD berfungsi untuk : Memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada anak untuk mengikuti pendidikan anak usia dini sesuai dengan potensi yang dimiliki. yakni meliputi 80 % perkembangan otak. xxv . Proses PAUD dimulai sejak anak dalam kandungan.sebab pendidikan anak usia dini merupakan fondasi bagi dasar kepribadian anak.

(Santoso Soegeng. Berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 1990 tentang pendidikan prasekolah. penitipan anak).Undang pendidikan prasekolah. Dengan demikian PAUD berfungsi untuk memberikan kesempatan pada anak untuk mengikuti pembinaan dalam mengembangkan potensi anak secara utuh. Pendidikan anak usia dini dikenal dengan istilah pendidikan prasekolah.norma dan nilai kehidupan yang dianut. Secara khusus tujuan program PAUD tercantum dalam Undang . menyatakan bahwa pendidikan prasekolah adalah pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan xxvi . 2002: 25). Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia. Membantu memperbaiki mutu dan relevansi pendidikan anak usia dini. Memberdayakan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan anak usia dini. 2003 :3). Slamet. masyarakat (kelompok bermain. Tujuan PAUD Tujuan PAUD adalah mengembangkan seluruh potensi anak (the whole child) agar kelak dapat berfungsi sebagai manusia yang utuh sesuai dengan falsafah suatu bangsa (Suyanto.Membantu memfasilitasi pengembangan potensi anak secara utuh di lingkungan keluarga. Secara umum tujuan program PAUD adalah menfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal dan menyeluruh sesuai dengan norma.

Pengalaman awal sangat penting. baik secara fisik. yang diselenggarakan di jalur sekolah atau pendidikan luar sekolah. psikis. perilaku. Beberapa hal yang menjadi alasan pentingnya memahami karakteristik anak usia dini. 2002: 48 ). pengetahuan.kanak bertujuan membantu meletakkan dasar kearah perkembangan sikap. dibanding dengan sepanjang usianya yang sangat membutuhkan stimulasi fisik dan mental ( Rahman. Perkembangan fisik dan mental mengalami kecepatan yang luar biasa. sosial.kanak adalah masa pembentukan fondasi dan dasar kepribadian yang akan menentukan pengalaman anak selanjutnya. sebab dasar awal cenderung bertahan dan akan mempengaruhi sikap dan perilaku anak sepanjang hidupnya. Menurut rumusan keputusan menteri pendidikan dan kebudayaan RI Nomor 0486/ 4/ 1992 tentang taman kanak. keterampilan dan daya cipta yang diperlukan oleh anak didik dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan dan untuk pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya ( Rahman. Masa kanak.kanak yang menyatakan bahwa taman kanak. 2002: 30-31 ).perkembangan jasmani dan rohani anak didik diluar lingkungan keluarga sebelum memasuki pendidikan dasar. moral dan sebagainya. disamping itu dasar awal akan cepat berkembang menjadi kebiasaan. Sebab masa kanak. sebab usia tersebut merupakan periode diletakkannya struktur yang dibangun untuk sepanjang hidupnya.kanak juga masa yang paling penting untuk sepanjang usia hidupnya. xxvii . Pentingnya Memahami Anak Usia Dini Anak usia dini memiliki karakteristik yang khas. yaitu : Anak usia dini merupakan usia yang paling penting dalam tahap perkembangan manusia.

dan dalam waktu singkat ia akan beralih ke hal lain untuk dipelajari. Keinginan anak untuk belajar menjadikan ia aktif dan eksploratif. Usia 2 – 3 Tahun Anak melaksanakan proses belajar dengan sungguh – sungguh. b. Mampu mengembangkan potensi anak secara optimal sesuai dengan keadaan dan kemampuannya. Menaruh harapan dan tuntutan terhadap anak secara realistis. Mengetahui tugas . peraba dan perasa). secara garis besar dapat diuraikan sebagai berikut : a. khususnya pada masa kanak. penciuman. yang bermanfaat bagi perkembangan hidupnya. Secara bertahap pancaindera anak difungsikan lebih sempurna. Usia 4 – 6 Tahun xxviii . Anak belajar dengan seluruh panca inderanya untuk dapat memahami sesuatu. Usia 0 – 1 tahun Anak belajar dengan mengandalkan kemampuan pancaindera (Pendengaran. Ia memperhatikan apa saja yang ada dilingkungannya untuk kemudian ditiru.tugas perkembangan anak sehingga memberikan stimulasi kepada anak agar dapat melaksanakan tugas perkembangan dengan baik.kanak awal.Dengan memahami karakteristik anak usia dini adalah diharapkan orang dewasa dapat : Mengetahui hal .hal yang dibutuhkan oleh anak. Mengetahui bagaimana membimbing proses belajar anak pada saat yang tepat sesuai dengan kebutuhannya. Sehingga usia satu tahun anak ingin mempelajari apa saja yang dilihat dengan menggerakkan seluruh panca indera. penglihatan. Cara belajar anak mengalami perkembangan seiring dengan bertambahnya usia. Cara Belajar Anak Usia Dini Anak pada usia dini ( 0-8 tahun ) memiliki kemampuan belajar yang luar biasa. c.

d. perlu lebih meriah. berbeda dengan program pendidikan sesudahnya.prinsip PAUD. Hal utama yang membedakan karakteristik program pendidikan anak usia dini adalah tuntutan tingkat perkembangan dan cara belajarnya. antara lain : a. d. Beberapa karakteristik program pendidikan anak usia dini. mulai mampu membaca dan berkomunikasi secara halus. kerjasama. Metode pendidikan. Anak melaksanakan proses belajar dengan cara yang semakin komplek. Karakteristik guru. Usia 7 – 8 Tahun Perkembangan anak dari berbagai aspek sudah semakin baik. lebih terintegrasi. dan keterlibatan secara total dengan kegiatan anak. Mendorong anak untuk membangun dan mengembangkan idenya sendiri. alamiah. termasuk juga cara penyampaian. ia menggunakan pancainderanya untuk menangkap berbagai informasi dari luar. Memberikan kesempatan anak untuk berpartisipasi aktif d. Anak adalah peserta didik aktif b. c. begitu anak mampu berkomunikasi dengan baik maka akan segera diikuti proses belajar anak dengan cara bertanya. lebih cenderung menunjukan keceriaan. xxix . Desain ruangan. sistem evaluasi yang dilakukan untuk anak usia dini lebih bersifat natural. lebih menekankan metode yang bersifat rekreatif daripada metode ceramah. Pada penelitian ini peneliti dapat melakukan pengamatan mengenai cara belajar anak seiring dengan bertambahnya usia anak dan kebutuhan perkembangannya Karakteristik Program PAUD Program pendidikan untuk anak usia dini memiliki karakteristik tersendiri. e. perlu dipilih sarana yang memudahkan dan memancing anak untuk terlibat.prinsip PAUD Prinsip. b. Tingkat perkembangan dan cara belajar anak membawa konsekuensi langsung terhadap sifat dan isi program pendidikan anak usia dini .Kemampuan berbahasa anak semakin baik. f. Media dan sarana. Sistem evaluasi. yaitu : a. kreatif dan menantang bagi anak untuk bereksplorasi. Menyediakan fasilitas agar anak belajar melalui bermain dan bermain sambil belajar c. Prinsip. aman dan menyenangkan. Materi pelajaran. yaitu suatu program pembelajaran yang dapat menyajikan suatu aktivitas anak secara terpadu.

2002: 55 ). tempat penitipan anak adalah lembaga sosial yang memberikan pelayanan kepada anak. 2001: 3) Menurut Rapat koordinasi anak. emosional dan sosial.e. TPA adalah wahana pendidikan dan pembinaan kesejahteraan anak yang berfungsi sebagai pengganti keluarga untuk jangka waktu tertentu selama orang tuanya berhalangan atau tidak memiliki waktu yang cukup dalam mengasuh anak karena bekerja atau sebab lain. TPA ( Taman Pendidikan Al-Qur’an ) TPA merupakan program pendidikan bagi anak usia 7-12 tahun. intelektual. bentuk . Pelayanan ini diberikan dalam bentuk peningkatan gizi. yang materinya lebih menekankan pada materi Al-Qur’an. pengembangan. Memotivasi anak untuk mengembangkan potensi diri tanpa takut berbuat salah ( Rahman. Bentuk.kanak merupakan jenjang pendidikan setelah Playgroup. xxx . 2002: 58-62). sebelum anak masuk sekolah dasar. Taman penitipan anak merupakan lembaga kesejahteraan sosial yang memberikan pelayanan pengganti berupa asuhan. Kelompok bermain Taman bermain merupakan tempat bermain dan belajar bagi anak sebelum memasuki taman kanak. Taman Kanak.Kanak Taman kanak.anak balita yang dikhawatirkan akan mengalami hambatan dalam pertumbuhannya.Bentuk Program PAUD Program pendidikan anak usia dini ( 0-8 Th ) memiliki beberapa bentuk organisasi. Taman Penitipan Anak ( TPA ) Usaha Kesejahteraan Sosial RI. (Depdiknas. perawatan dan pendidikan bagi anak balita selama anak tersebut ditinggal bekerja oleh orang tuanya (Rahman. Pendidikan keluarga merupakan pendidikan pertama dan utama bagi anak. yang materinya lebih menekankan pada materi Al-Qur’an.Kanak Al-Qur’an ) TKA adalah program bagi anak usia 4-6 tahun. yakni keluarga. Hibana. sebab pendidikan keluarga merupakan fondasi bagi anak untuk membangun struktur kepribadian selanjutnya.bentuk program PAUD sebagai berikut : Pendidikan keluarga ( 0-3 Th ) Pada tahap ini pendidikan anak masih berada pada lingkup terkecil. Sekolah Dasar Sekolah Dasar adalah jenjang pendidikan formal pertama setelah taman kanak. S. TKA ( Taman Kanak.kanak. karena ditinggalkan orang tua atau ibunya bekerja.kanak (Rahman. 2002: 59).

perawatan dan pendidikan bagi anak balita selama anak tersebut ditinggal bekerja oleh orang tuanya ( Rahman. Dengan demikian pembinaan penitipan anak usia dini di TPA Melati merupakan latihan. 1986:12). karena ditinggalkan orang tua atau ibunya bekerja.anak balita yang dikawatirkan akan mengalami hambatan dalam pertumbuhannya. pembinaan yang dilakukan lembaga xxxi . 2002. pendidikan. dikemukakan TPA merupakan lembaga sosial yang memberikan pelayanan kepada anak .Dengan melihat bentuk – bentuk program pendidikan anak usia dini dapat disimpulkan bahwa Taman Pengasuhan atau Penitipan Anak Melati merupakan salah satu bagian dari program pembinaan anak. 2003: 71). Penitipan anak atau TPA adalah lembaga kesejahteraan sosial yang memberikan pelayanan pengganti berupa asuhan. pengembangan intelektual. Dalam Rapat hasil koordinasi “Usaha Kesejahteraan Anak“ Departemen sosial RI. emosional dan sosial (Patmonodewo. Pelayanan ini diberikan dalam bentuk peningkatan gizi. 59 ). Pembinaan Anak Usia Dini Pengertian Menurut Mangun Hardjana pembinaan diartikan sebagai suatu proses belajar dengan melepaskan hal-hal yang sudah dimiliki dengan tujuan membantu orang yang menjalaninya untuk membetulkan dan mengembangkan pengetahuan dan kecakapan baru untuk mencapai tujuan hidup dan kerja yang sedang dijalani secara lebih efektif (Mangun Hardjana.

pengembangan kognitif. Anak mampu mengelola ketrampilan tubuh termasuk gerakan – gerakan yang mengontrol gerakan tubuh. kritis. serta menerima rangsangan sensorik ( pancaindera ). memecahkan masalah dan menemukan hubungan sebab akibat. memberi alasan. pengembangan sosial . Anak mampu menggunakan bahasa untuk pemahaman bahasa pasif dan dapat berkomunikasi secara efektif yang bermanfaat untuk berfikir dan belajar. mengenal dan percaya akan ciptaan Tuhan dan mencintai sesama. gerakan halus dan gerakan kasar. pengembangan bahasa. Anak mampu berfikir logis. dan pengembangan seni. xxxii . Tujuan khusus Kegiatan pembinaan secara khusus bertujuan agar : Anak mampu melakukan ibadah. Tujuan Pembinaan Anak Usia Dini Tujuan Umum Kegiatan pembinaan bertujuan mengembangkan potensi anak sejak dini sebagai persiapan untuk hidup dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya termasuk siap memasuki pendidikan dasar. pengembangan fisik.emosional.dengan memberikan pelayanan kepada anak usia dini yang dikawatirkan akan mengalami hambatan dalam pertumbuhannya selama ditinggal orang tua atau ibunya bekerja dalam bentuk pengembangan moral dan nilai – nilai agama.

Masa peka untuk mempelajari sesuatu pada tahap perkembangan tertentu perlu di observasi. PAUD merupakan interaksi antara anak dengan lingkungan. sikap positif terhadap belajar. Suatu kehidupan terjadi dalam diri anak ( inner life ) khususnya pada kondisi yang menunjang. Orang – orang yang ada disekitar anak dalam melaksanakan interaksi dengan anak merupakan hal yang penting. bertahap dan terpadu. yaitu : Usia anak adalah sebagian dari kehidupan secara keseluruhan. bukan apa yang tidak dapat dikerjakan anak. berbagai bunyi. xxxiii . merupakan masa persiapan untuk menghadapi kehidupan yang akan datang. Fisik. kontrol diri dan rasa memiliki. Titik tolak hendaknya pada apa yang dapat dikerjakan anak. bertepuk tangan serta menghargai hasil karya yang kreatif ( Depdikbud. Pembelajaran pada anak usia dini saling terkait tidak dapat di pisahkan. Penyelenggaraan Program Pembinaan Adapun penyelenggaraan program pembinaan anak mencakup : Program pembinaan Program pembinaan yang dipergunakan adalah kurikulum program pembinaan yang dibuat lembaga sesuai dengan kebutuhan anak usia dini. Anak memiliki kepekaan terhadap irama. nada. Motivasi intrinsik akan menghasilkan inisiatif tersendiri (Self Directed Activity) yang sangat bernilai. 2002: 4 ). lingkungan sosial. Adapun prinsip – prinsip pendidikan untuk anak usia dini seperti yang dirumuskan oleh Tina Bruce (1987) dalam tulisan Aswarni Sudjud (1997) ada sepuluh prinsip – prinsip pendidikan anak usia dini. Hibana. S. 2002. dimana dalam lingkungan tersebut termasuk orang dewasa dan pengetahuan itu sendiri ( Rahman. peranan masyarakat dan menghargai keragaman sosial serta mampu mengembangkan konsep diri. Prinsip-prinsip pembinaan 1) Program pembinaan dibangun berdasarkan prinsip-prinsip pendidikan anak secara tepat. Bertahap adalah mengikuti tahap perkembangan usia anak yaitu usia 3 bulan sampai 3 tahun dan usia 3 tahun sampai 6 tahun. mental dan kesehatan sama pentingnya seperti berfikir dan aspek psikis lainnya. birama. 53-55 ). Program pendidikan pada anak usia dini perlu menekankan disiplin.Anak mampu mengenal lingkungan alam.

2001:5-6).kurangnya 3 bulan sampai dengan 6 tahun (kecuali pada kasus khusus) dengan sejumlah lima orang atau lebih. mengenal. 4) Program pembinaan dikembangkan untuk memberi kesempatan anak untuk berpartisipasi aktif melalui kegiatan permainan (menyentuh. Pengorganisasian a.Berulang artinya latihan atau simulasi diberikan secara berulang-ulang (anak memerlukan pengulangan dalam belajar) Terpadu adalah mengintegrasikan seluruh aspek pengembangan anak (pembentukan perilaku melalui pembahasan dan pengembangan kemampuan dasar). dan tingkat perkembangan yang berbeda-beda pada setiap anak secara individual. situasi dan kondisi anak (Depdiknas. keluarga. 2) Program pembinaan disesuaikan dengan usia.prinsip perencanaan Dalam menyusun perencanaan. Perencanaan Prinsip . 3) Program pembinaan menekankan proses interaksi dengan orang dewasa. mencoba benda-benda). ( Depdikbud. minat. kemampuan. 2) Proses pembinaan dalam satu minggu minimal 3 kali pertemuan atau dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. 2) 3) 4) 5) Tersedianya sarana dan prasarana pembinaan Adanya kurikulum pembinaan Adanya tenaga pembinaan yang melaksanakan kurikulum program pembinaan Tersedianya sumber dana untuk pelaksanaan pembinaan Proses Pembinaan 1) Proses pembinaan dalam satu hari minimal 2 jam @ 45 menit atau disesuaikan dengan kebutuhan situasi dan kondisi anak. 2001:7-8 ) Organisasi penyelenggara Organisasi penyelenggaraan taman pengasuhan anak adalah perorangan. teman sebaya dan bendabenda disekitarnya. kelompok dan atau organisasi kemasyarakatan dalam penyelenggaraan pembinaan yang memenuhi syarat sebagai berikut : 1) Adanya anak didik berusia sekurang . 5) Program pembinaan memberikan pengalaman nyata bagi anak sehingga termotivasi dan memperoleh pengalaman belajar yang bermakna. bakat. hendaknya memperhatikan prinsip – prinsip sebagai berikut : xxxiv .

Tema yang diberikan sesuai dengan kemampuan anak dan usia anak yang berisi tentang tema keagamaan. pengembangan sosial-emosional. Pelaksanaan 1) Tema Merupakan wadah yang berisi unsur-unsur kegiatan untuk mengembangkan kemampuan anak. pengembangan bahasa.a) Berorientasi pada kebutuhan dan usia anak dalam berbagai pengembangan yang ingin dicapai dalam pembinaan. bercerita. pengembangan fisik. pengembangan kognitif. dan pengembangan seni. b) Pembinaan dilakukan dalam suasana bermain sambil belajar. menyanyi) xxxv . 2) Metode pembinaan (bermain sambil belajar) a) Persyaratan metode : Membuat anak aktif dan banyak terlibat Memberi kesempatan pada anak untuk mengembangkan kreativitas Sesuai dengan usia dan kemampuan anak Tidak membosankan anak Memungkinkan bagi anak untuk memilih aktivitas b) Metode pokok (Bermain) c) Metode pelengkap (Latihan. Satuan kegiatan harian Satuan kegiatan mingguan b.

Taman Pengasuhan Anak atau Penitipan Anak Pengertian Taman Penitipan Anak Istilah lama diartikan tempat penitipan anak. 4) Pengelolaan proses pembinaan Pengelolaan proses pembinaan dilakukan penyelenggara berupa persiapan – persiapan yang dilakukan bersama dengan pengasuh mulai dari proses pembinaan (pelaksanaan) yang berakhir pada penilaian atau evaluasi. Komunikasi Lembaga mengkomunikasikan hasil pembinaan dengan memberikan format penilaian yang telah diisi kepada orang tua untuk digunakan sebagai hasil akhir yang telah ditempuh dalam tiap tahap perkembangan anak. sarana dan peralatan pendukung belajar. c. xxxvi . untuk memperhalus bahasanya maka istilah penitipan diganti dengan pengasuhan. Penilaian Pembinaan / evaluasi Penilaian pembinaan dilakukan dengan menggunakan instrumen dalam bentuk pengamatan observasi yang digunakan untuk merekam proses dan hasil dari suatu aktivitas sehari-hari di TPA d.3) Persiapan sarana pembinaan Persiapan sarana pembinaan anak berupa perlengkapan ruangan.

anak balita yang dikhawatirkan akan mengalami hambatan dalam pertumbuhannya. karena ditinggalkan orang tua atau ibunya bekerja. pengembangan. 2001: 3). 2002. Taman penitipan anak merupakan lembaga kesejahteraan sosial yang memberikan pelayanan pengganti berupa asuhan. Hibana. intelektual. emosional dan sosial. Tujuan TPA xxxvii . Pelayanan ini diberikan dalam bentuk peningkatan gizi. 2001: 3) Menurut rapat koordinasi Usaha Kesejahteraan Sosial RI. perawatan dan pendidikan bagi anak balita selama anak tersebut ditinggal bekerja oleh orang tuanya. Tempat Penitipan Anak adalah lembaga sosial yang memberikan pelayanan kepada anak. (Depdiknas. 59 ).Tempat Penitipan Anak adalah wahana pendidikan dan pembinaan kesejahteraan anak yang berfungsi sebagai pengganti keluarga untuk jangka waktu tertentu selama orang tuanya berhalangan atau tidak memiliki waktu yang cukup dalam mengasuh anak karena bekerja atau sebab lain. S. ( Rahman. Fungsi dan tujuan TPA Fungsi TPA Fungsi TPA adalah wahana pendidikan dan pembinaan kesejahteraan anak sebagai pengganti keluarga untuk jangka waktu tertentu selama orang tuanya berhalangan atau tidak memiliki waktu yang cukup dalam mengasuh anaknya karena bekerja atau sebab lain (Depdiknas.

2) Meningkatkan pengetahuan. 1992: 41). sebab hanya dengan perencanaan yang baik maka suatu kegiatan tersebut hampir dapat dipastikan akan berjalan dengan baik pula. Menurut William Kami (1986) menyatakan untuk mendorong kemampuan berfikir anak sebaiknya guru merancang suatu kegiatan yang memungkinkan masing – masing anak untuk mendapatkan kesempatan khusus untuk memutuskan sendiri kegiatan mana yang dipilih.1) Memberikan pelayanan kepada anak usia dini dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal berdasarkan konsep PAUD. Pada perencanaan kegiatan ini terlebih dahulu pengelola dan tenaga pengasuh membuat xxxviii .D. ketrampilan dan sikap keluarga yang mempunyai anak usia dini dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal. Sudjana. Penyelenggaraan Program Perencanaan Kegiatan dalam bentuk apapun akan dapat berjalan dengan baik apabila direncanakan sebelumnya. Dikatakan sistematik karena perencanaan dilaksanakan dengan menggunakan prinsip – prinsip tertentu dalam proses pengambilan keputusan. penggunaan pengetahuan dan teknik secara alamiah. serta tindakan atau kegiatan yang terorganisasi. Perencanaan adalah proses yang sistematis dalam pengambilan keputusan tentang tindakan yang akan dilakukan pada waktu yang akan datang (H.

Pengorganisasian Pengorganisasian merupakan usaha untuk mengintegrasikan sumber-sumber manusiawi dan non manusiawi yang diperlukan kedalam suatu kesatuan dalam melaksanakan kegiatan sebagaimana telah direncanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.satuan kegiatan harian dan satuan kegiatan mingguan yang pembuatannya dimusyawarahkan dalam forum. 1995 : 76). (Didiet Hardjito. Untuk pengorganisasian kegiatan dilakukan bersama – sama oleh pengurus dan pengasuh dalam musyawarah yang didalamnya dibahas secara teknis penyelenggaraan program pembinaan. Pelaksanaan pembinaan penitipan anak dilakukan secara pelan dan pasti yang menyangkut pengembangan moral dan nilai – nilai xxxix . 1994 pengorganisasian merupakan suatu proses mengelompokkan dan mengatur serta membagi tugas-tugas atau pekerjaan diantara para anggota organisasi agar tujuan organisasi dapat dicapai dengan efisien. Menurut Hani Handoko. Pelaksanaan Setelah perencanaan dan pengorganisasian maka fungsi pelaksanaan baru dilakukan agar dapat merealisasikan tujuan yang ingin dicapai. Dalam proses manajemen pelaksanaan merupakan proses yang sangat penting sebagai tindak lanjut dari fungsi perencanaan dan pengorganisasian.

pengembangan fisik. emosional. pengembangan kognitif. Evaluasi Menurut Brewer (1992) penilaian atau evaluasi adalah penggunaan sistem evaluasi yang bersifat menyeluruh untuk menentukan kualitas dari suatu program atau kemajuan dari seorang anak. pengembangan bahasa.emosional. (Patmodewo. Dalam pembinaan ini evaluasi dilakukan melalui kegiatan pengamatan yang dijalankan pengasuh untuk mengetahui tingkat perkembangan anak secara pasti dalam tiap harinya.agama. xl . Biasanya penilaian dikaitkan dengan penilaian terhadap perkembangan sosial. 2003 : 138). fisik maupun perkembangan intelektual. pengembangan sosial . dan pengembangan seni.

27-30) dalam Moleong (2002: 4-8) bahwa penelitian kualitatif memiliki lima ciri. Agar peneliti dapat mendeskripsikan secara jelas dan rinci serta dapat memperoleh data yang mendalam dari fokus penelitian ini. maka peneliti menggunakan metode kualitatif. tetapi mendeskripsikan. 1993:203). Pendekatan Penelitian Menurut (FX. yaitu : xli . Sesuai dengan judul yaitu tentang Profil Pembinaan Penitipan Anak Usia Dini di Taman Pengasuhan Anak Melati maka. 1999) hakekat penelitian adalah untuk mencari kebenaran yang dapat diujikan oleh orang secara obyektif untuk memperoleh kebenaran ilmiah.BAB III METODE PENELITIAN A. Sudarsono. Untuk memperoleh kebenaran tersebut digunakan metode pendekatan kualitatif dan kuantitatif. menurut Bodgan dan Biklen (1982. menguraikan dan menggambarkan tentang permasalahan yang akan di bahas yang berkenaan dengan profil pembinaan anak usia dini di Taman Penitipan Anak dan faktor penunjang serta penghambat pembinaan. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan kualitatif yaitu pendekatan yang memandang obyek kajian terdiri dari unsur yang saling terkait dan mendeskripsikan fenomena yang andal (Arikunto. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif karena tidak menggunakan angka-angka.

Fokus Penelitian Fokus penelitian berisi pokok kajian yang menjadi pusat perhatian. pemilihan lokasi penelitian tersebut karena TPA Melati berada di tengah lingkungan perkantoran / kampus. 5. pelaksanaan. sehingga permasalahan tidak terlalu luas. dan evaluasi. Profil pembinaan penitipan anak usia dini di Taman Pengasuhan Anak Melati. xlii . dengan ruang lingkup perencanaan. Lebih memperhatikan proses daripada hasil atau produk semata. B. Hayam Wuruk 1A Semarang.1. Lokasi dalam penelitian ini adalah tempat pengasuhan anak Melati Jl. Bersifat deskriptif yaitu data yang dikumpulkan berbentuk kata-kata atau gambar daripada angka. pengorganisasian. 2. yaitu: 1. 3. 4. Lebih mementingkan tentang makna (essensial). Dalam menganalisis data cenderung cara induktif. karena merupakan alat penting adalah adanya sumber data yang langsung dari peristiwa. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian adalah obyek penelitian dimana kegiatan penelitian dilakukan. Dilaksanakan dengan latar alami. C. Penentuan lokasi penelitian dimaksudkan untuk mempermudah dan memperjelas obyek yang menjadi sasaran penelitian.

2001 : 112 ). 2001: 90 ). latar belakang penelitian ( Moleong. Informan adalah orang. Pemilihan informan penelitian berdasarkan pada tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui Profil TPA Melati dan faktor penunjang serta penghambat pembinaan. Sumber Data Penelitian Menurut Lofland dan Lofland (1984 : 47) Sumber data utama dalam penelitian kualitatif adalah kata-kata dan tindakan selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dan lain . dan 5 orang tua peserta didik. dilakukan pengumpulan data primer melalui wawancara yang bersumber dari informan penelitian. D. Dalam penelitian ini sumber data terdiri dari sumber data primer dan sumber data sekunder. sedangkan sumber data sekunder berasal dari dokumentasi. anak didik baik itu mengenai sarana prasarana maupun lingkungannya.orang yang dimanfaatkan untuk memberikan informasi tentang situasi dan kondisi. Adapun penulis memilih 10 informan tersebut didasarkan pada keaktifan beliau – beliau berada di TPA Melati diantaranya 1 orang pimpinan dan 4 orang pengasuh yang selalu ada di TPA dan 5 orang tua xliii . Untuk mendukung kegiatan penelitian ini. orang tua. Faktor penunjang serta penghambat pembinaan penitipan anak usia dini yang berasal dari penyelenggara. 4 orang pengasuh.lain ( Moleong. pengasuh.2. Pengambilan informasi penelitian dilakukan dengan mengambil informasi dari satu orang kepala TPA. Adapun sumber data primer berupa wawancara kepada informan dan observasi.

anak didik yang aktif menitipkan anaknya disana. adapun metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah sebagai berikut : 1. Teknik pengamatan juga memungkinkan melihat dan mengamati sendiri. Untuk mengetahui gambaran awal tentang subyek penelitian. E. maka peneliti harus lebih dahulu mengadakan survey terhadap situasi sosial dan kondisi sasaran penelitian. b. Metode Pengumpulan Data Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis data dilakukan bersama dengan pengumpulan data. xliv . Pengamatan memungkinkan peneliti mencatat peristiwa dalam situasi proporsional maupun pengetahuan yang langsung diperoleh dari data. c. Untuk memperoleh data dan informasi yang sebanyak banyaknya. Teknik pengamatan memungkinkan peneliti mampu memahami situasi-situasi yang rumit. Adapun yang dilakukan adalah pengumpulan data lewat wawancara. peneliti mengobservasi terlebih dahulu situasi sosial lokasi penelitian. Pengamatan atau observasi dimanfaatkan sebesar-besarnya seperti yang dikemukakan oleh Guba dan Lincoln (1981: 191-193) bahwa: a. d. Metode Observasi Merupakan metode pengumpulan data esensial dalam penelitian terlebih menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengamatan didasarkan atas pengalaman secara langsung.

2) Pendapat orang tua tentang motivasi orang tua dan peran orang tua dalam proses.Dalam observasi atau pengamatan ini. tenaga pengasuh di TPA Melati. Adapun garis besar pertanyaan yang akan ditanyakan dalam wawancara tersebut adalah : a. Setiap pertanyaan diarahkan pada bidang yang sedang diteliti yaitu pembinaan penitipan anak usia dini di Taman Pengasuhan Anak Melati Semarang. Dalam pengumpulan data tidak diabaikan juga penggunaan sumber-sumber non manusia seperti dokumentasi dan catatan-catatan yang tersedia. kegiatan. Tenaga Pengasuh xlv . dan pimpinan TPA Melati. pelaksanaan dan evaluasi pembinaan anak di TPA Melati. Adapun pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan wawancara terstruktur dimana pada wawancara ini menggunakan pedoman wawancara yang dijabarkan dalam bentuk deskripsi. Orang tua anak asuh TPA Melati 1) Identitas Orang tua. 2. Metode wawancara adalah suatu metode pengumpulan data dengan jalan wawancara yaitu mendapatkan informasi dengan cara bertanya langsung kepada responden. b. sesuatu dimasa lalu. organisasi. pekerjaan dan alamat. memproyeksikan sesuatu yang diharapkan dimasa depan (Guba dan Lincoln dalam Moleong. meliputi : Nama. umur. kejadian. jenis kelamin. peneliti mengadakan pengamatan situasi sosial lokasi penelitian serta mengetahui secara langsung kegiatan pengasuhan yang terjadi di TPA Melati Semarang. hasil pertanyaan atau jawaban ditulis dalam lembaran yang disediakan. Dalam penelitian ini peneliti melakukan wawancara dengan orang tua anak asuh TPA Melati. Wawancara dilakukan melalui tanya jawab langsung kepada nara sumber (informan) yang dapat dipercaya kebenarannya. Wawancara dan observasi dipedomani dan dikembangkan sebagaimana yang diajukan oleh Spadley (Sanapiah: 1999: 91-108) yang diawali dengan observasi dan wawancara struktural serta diakhiri dengan observasi selektif dan wawancara kontras. Metode Wawancara Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. 2000:135). Metode pengumpulan data dalam bentuk komunikasi verbal yang dapat mengkonstruksikan mengenai orang. pendidikan terakhir. tempat/ tanggal lahir.

umur. umur. alasan pemilihan metode. pekerjaan dan alamat. Dokumentasi juga dimaksudkan sebagai rekaman suatu peristiwa yang lebih dekat dengan percakapan dan memerlukan interpretasi yang berhubungan sangat dekat dengan konteks rekaman peristiwa. Pimpinan TPA 1) Identitas Pimpinan TPA. kaya dan mendorong. surat kabar. Dokumentasi Metode dokumentasi adalah suatu metode yang mencari data mengenai hal-hal yang berupa catatan suatu buku. 3. Dokumen ini dimaksudkan untuk melengkapi data dari wawancara dan observasi. Dokumen dan record digunakan karena merupakan sumber yang stabil. tempat / tanggal lahir. pekerjaan dan alamat. 2) Pendapat pimpinan tentang pembinaan penitipan anak di TPA Melati. antara lain : a. Keduanya berguna dan sesuai untuk penelitian kualitatif. 3) Faktor penunjang dan penghambat pembinaan. Berguna sebagai bukti untuk suatu pengujian.1) Identitas Tenaga Pengasuh meliputi : Nama. pendidikan terakhir. pendidikan terakhir. b. Menurut Guba dan Lincoln dalam Moleong (2000:160) ada beberapa alasan dari penggunaan dokumentasi. tempat / tanggal lahir. serta evaluasi akhir dari pembinaan. 2) Pendapat tenaga pengasuh tentang pembinaan penitipan anak di TPA Melati yang berkaitan dengan metode pembinaan. meliputi : Nama. jenis kelamin. majalah dan sebagainya. c. xlvi . c. 3) Faktor penunjang dan penghambat pembinaan. jenis kelamin.

d. Relatif murah dan tidak sukar diperoleh. e. Keduanya tidak sukar ditemukan. Dalam penelitian ini, peneliti mengambil bahan-bahan sumber dan data-data dokumentasi yang ada di Taman Pengasuhan Anak Melati berupa foto - foto pelaksanaan kegiatan penelitian, data - data lain berupa buku – buku referensi lain yang berkaitan dengan tema pengasuhan anak usia dini.

F. Keabsahan Data
Menurut Lincoln dan Guba (dalam Moleong, 2000:173) ada empat kriteria yang digunakan dalam penelitian kualitatif untuk keabsahan data, yaitu : 1. Derajat kepercayaan (Credibility). 2. Keteralihan (Transferability). 3. Kebergantungan (Dependability). 4. Kepastian (Confirmability). Kriteria keabsahan data diterapkan dalam rangka membuktikan temuan hasil penelitian dengan kenyataan yang diteliti di lapangan. Teknik-teknik yang digunakan untuk melacak atau membuktikan kebenaran atau taraf kepercayaan data melalui ketekunan pengamatan (persistent observation), triangulasi (triangulation), pengecekan dengan teman sejawat. Untuk membuktikan keabsahan data dalam penelitian ini, teknik yang digunakan hanya terbatas pada teknik pengamatan lapangan dan triangulasi. Dezim dalam Moleong (2000:278) membedakan 4 macam triangulasi, yaitu : 1. Triangulasi sumber maksudnya membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda dalam metode kualitatif. xlvii

2. Triangulasi

metode

maksudnya

menurut

Patton

dalam

Moleong

(2000:178) terdapat dua strategi, yaitu : a. Pengecekan derajat kepercayaan penemuan hasil penelitian beberapa teknik pengumpulan data. b. Pengecekan derajat kepercayaan beberapa sumber data dengan metode yang sama. 3. Triangulasi peneliti maksudnya memanfaatkan peneliti untuk keperluan pengecekan kembali derajat kepercayaan data. 4. Triangulasi teori maksudnya membandingkan teori yang ditemukan berdasarkan kajian lapangan dengan teori yang telah ditemukan para pakar. Teknik triangulasi dalam penelitian ini adalah triangulasi sumber dengan pertimbangan bahwa untuk memperoleh informasi dari para informan perlu diadakan croscek antara satu informan dengan informan yang lain sehingga akan diperoleh informasi yang benar – benar valid. Informasi yang diperoleh Diusahakan dari narasumber yang benar- benar mengetahui akar permasalahan dalam penelitian ini.

G. Analisis Data
Bersamaan dengan proses pengumpulan data dilakukan juga analisis data. Alur analisis mengikuti pendapat Spradley dalam Sanapiah (1990:91-108) dengan mereduksi banyaknya data yang diperoleh, diklasifikasikan dalam domain untuk memperoleh gambaran yang bersifat umum dan relatif menyeluruh dari suatu fokus permasalahan yang diteliti.

xlviii

Analisis data dilakukan bersamaan dalam proses pengamatan dan wawancara deskriptif, selanjutnya dilakukan analisis taksonomik yang berusaha merinci lebih lanjut, mengorganisasikan atau menghimpun elemen-elemen yang sama. Analisis taksonomik dilakukan bersamaan dengan pengamatan terfokus dan wawancara struktural. Dalam tahap ini terkait dengan fokus penelitian, yaitu : “Profil pembinaan penitipan anak usia dini di Taman Pengasuhan Anak Melati Semarang dan Faktor penunjang dan penghambat pembinaan”. Selanjutnya dilakukan analisis komponensial dengan mengorganisasikan kontras antar elemen dalam domain yang diperoleh dari pengamatan dan wawancara terseleksi dan kemudian dilanjutkan dengan analisis tema untuk mendeskripsikan secara menyeluruh dan menampilkan makna dari yang menjadi fokus penelitian.

Deskriptif Terfokus
selektif

Struktural Deskriptif

kontras

Skema alur analisis data Spradley (Sanapiah, 1990: 91-108) Ket: Diawali dengan pengamatan dan wawancara struktural serta diakhiri dengan observasi selektif dan wawancara kontras.

xlix

Penjelasan dari skema diatas sebagai berikut : Pengamatan Deskriptif dilakukan untuk melihat secara umum tentang kondisi TPA Melati, setelah itu dilakukan pengamatan yang terfokus pada objek yang akan diteliti mengenai profil. Proses selanjutnya dilakukan pengamatan secara selektif untuk melihat bagaimana kegiatan pembinaan mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasi, bersama dengan proses pengamatan itu juga dilakukan wawancara Deskriptif kepada pimpinan TPA untuk memperoleh gambaran secara umum tentang sejarah singkat, letak geografis. Selanjutnya dilakukan wawancara terstruktur secara mendalam kepada pengasuh dan orang tua untuk mengungkap fokus penelitian. Untuk melengkapi dan mendukung data yang diperoleh, kemudian dilakukan pengambilan dokumentasi. Melalui kegiatan ini dapat diperoleh berbagai kejadian- kejadian yang dapat memperjelas dari setiap kegiatan.

l

Sejarah singkat TPA Melati Semarang. 1. yang tercatat dalam akta notaris nomor 18 tahun 1994 dan dipelopori oleh beberapa Dosen dan Guru Besar Universitas Negeri Diponegoro yang pada saat itu menjabat di Universitas Diponegoro. Hasil Penelitian Hasil penelitian pada dasarnya merupakan data yang diperoleh melalui metode wawancara. TPA Melati sejak berdiri dikelola oleh para istri pendiri dan ibu – ibu Dharma Wanita UNDIP sampai sekarang. observasi. li .BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. tetapi sebelum disampaikan hasil penelitiannya terlebih dahulu disampaikan gambaran umum mengenai Taman Pengasuhan Anak Melati Semarang (TPA) mengingat TPA tersebut sebagai tempat dilaksanakannya penelitian ini. Taman Pengasuhan Anak Melati (TPA) Semarang berdiri pada tanggal 31 Maret 1994. dan dokumentasi.

bimbingan dan pembinaan dalam pertumbuhan dan perkembangannya. Letak Geografis lii . 2.ibu Dharma wanita UNDIP dan dikepalai oleh Ny Moeljono. Peresmian TPA sebagai kenang-kenangan beliau mendekati masa pensiun. TPA Melati berada dibawah naungan Universitas Diponegoro dengan tenaga administrasi maupun tenaga teknis yang membantu kerja kepala TPA Melati. mendorong peran keluarga untuk memenuhi fungsi keluarga. membantu program pemerintah dalam bidang pendidikan. kesehatan. Dasar didirikannya Taman Pengasuhan Anak Melati adalah untuk memenuhi hak anak untuk tumbuh kembang dan perlindungan dengan menghindarkan kekosongan rawatan. asuhan. membantu ibu pekerja untuk meningkatkan produktivitas kerja yang optimal.Taman Pengasuhan Anak Melati Semarang dr diresmikan pada tanggal 31 Maret 1994 oleh Prof Moeljono Soegiarto Trastotenejo yang pada saat itu menjabat sebagai Rektor UNDIP. sosial dan dalam bidang jasa. TPA Melati didukung langsung dan dikelola oleh ibu.

tepatnya berada di lingkungan Kampus UNDIP. Organisasi dan Ketenagaan TPA Taman Pengasuhan Anak Melati merupakan lembaga pelaksana teknis yang dikelola langsung oleh ibu – ibu Dharma Wanita UNDIP dan dibantu oleh beberapa pengasuh atau pendidik anak. Jarak Taman Pengasuhan Anak Melati dengan pusat pemerintahan kota Semarang kurang lebih 5 km.undang no 6 tahun 1974 tentang ketentuan pokok kesejahteraan sosial dan UU no. sebelah selatan jalan Singosari dan sebelah timur kampus USM.Taman Pengasuhan Anak Melati terletak di jalan Hayam Wuruk I A Semarang propinsi Jawa Tengah. TPA Melati berbatasan langsung sebelah utara dengan kampus UNDIP. Dengan demikian TPA Melati terletak strategis ditengah-tengah perkantoran / kampus dimana para ibu-ibu atau orang tua bekerja. 3. Landasan dari berdirinya Taman Pengasuhan Anak Melati adalah Undang . 4 tahun 1979 tentang kesejahteraan anak. sebelah barat jalan Pahlawan. liii .

Saryono 3. DR. Dr. Ny. Ir.Sc Pembina : Prof. SH Bendahara Pembantu Umum Soewito 2. Achmad Tenaga Pendidik : 1. Soemarti Prapto. Ir. Eko Budihardjo M. Warella 2. Ir. Djoko Moeljanto 3. liv . Suparmi 4. SR. Anhari Basuki Sekretaris : Ir. Harjono Soejitno Penanggung jawab UNDIP Ketua Wakil Ketua : Ny. Ismiati : Prof. Moeljono S Trastotenejo : 1. Moeljono S Trastotenejo Prof. Dewi Handayani Diono Iksan : Ketua Persatuan Dharma Wanita Wakil Sekretaris : 1.Susunan kepengurusan Taman Pengasuhan Anak Melati Semarang sebagai berikut : Pelindung : Rektor UNDIP Prof. Dr. Ny. Soegiarsih 2. Joetata Hadihardaja : 1.

Sri Hastuti Astuti 4. Estu Dwi STRUKTUR ORGANISASI TPA MELATI SEMARANG Pelindung Penanggung jawab Ketua Pengelola Wakil Ketua Sekretaris Bendahara Wakil Sekretaris TP TP TP TP lv .2.

istri dan pegawai UNDIP yang menjabat sebagai ketua. S1. sedangkan untuk tenaga pengasuh ditinjau dari latar belakang pendidikannya kurang mendukung terhadap perkembangan anak karena rasionalnya tenaga kependidikan untuk pendidik setidak-tidaknya lulusan lvi . SMP. pembantu umum. S2. SMA.Pembantu umum Ketenagaan yang ada di TPA Melati Semarang terdiri dari para istri. bendahara. sekretaris. Sumber tenaga yang ada di TPA Melati pada umumnya berusia 30-40 tahun dan memiliki kualifikasi pendidikan yang beragam mulai dari lulusan S3. wakil ketua. tenaga pengasuh. yang secara keseluruhan berjumlah 15 orang. D2. Untuk tenaga pengelola ditinjau dari latar belakang pendidikan cukup potensial untuk dapat mengembangkan pendidikan anak usia dini di TPA Melati.

karena mereka harus benarbenar mendalami paedagogis. Data ketenagaan TPA Melati UNDIP tahun 2005 tercantum dalam tabel berikut ini : Tabel I Data Ketenagaan TPA Melati UNDIP Tahun 2005 No 1. 4. psikologi perkembangan anak dan ilmu jiwa anak.PGTK atau bahkan sarjana terkhusus dari jurusan yang relevan atau sarjana psikologi. Nama Ny Moeljono S Trastotenojo Ny Warella Ny Anhari Basuki Ir Dwi Handayaani Ir Soegiarsih Pendidikan SMU SMU SMU S1 S1 Ket Ketua Wakil Ketua Wakil Ketua Sekretaris Wakil Sekr lvii . 5. 2. 3.

Program Pembinaan TPA Melati merupakan lembaga yang memberikan pelayanan pembinaan berupa pengasuhan anak dalam jangka waktu tertentu yang termasuk dalam kategori TPA dengan pengasuhan sewaktu–waktu Care) yang melaksanakan (Incidental Day berupa kegiatan–kegiatan penyuluhan. Umum Tng Pendidk Tng Pendidk Tng Pendidk Tng Pendidk 4. 15. Pada program pembinaan telah dibuat acuan pelaksanaan kegiatan pembinaan di TPA Melati sebagai berikut : a. Pengembangan moral dan nilai-nilai agama lviii . pelayanan dan pembinaan dengan stimulasi psikomotorik dan psiko sosial sewaktu – waktu bila diperlukan sesuai dengan kebutuhan orang tua. 12. 7. 14. Umum Pemb. Joetata Djoko Moeljanto Soewito Achmad Saryono Suparmi Estu Dwiastuti Sri hastuti Ismiati S1 S3 SMU SMU SMU SMU D2 SMU SMU SLTP Wakil Sekr Bendahaara Pemb. Umum Pemb. 8. 13. Umum Pemb. 10. 11. Ir Soemarti Prapto S Prof . 9.6.

Pengasuh membiasakan memperdengarkan doa sebelum melakukan sesuatu bersama anak. Hal ini membantu anak untuk lebih mengenal ciptaan Tuhan dan mencintai sesama. sesuai agama masing-masing. Mengikuti bacaan doa Menyayangi orang tua. binatang dan tanaman Berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan serta menirukan sikap berdoa. Secara lix . Indikator kemampuan dan cara pencapaian kemampuan adalah: 1). 2). Bersenandung lagu keagamaan Pengasuh menyenandungkan lagu-lagu keagamaan pada saat di dekat anak dan sesekali mengajak anak untuk ikut bersenandung. orang di sekeliling. Meniru gerakan beribadah Pengasuh mengajak anak untuk menirukan gerakangerakan beribadah. Pengasuh kadang membiarkan bila anak melakukan kesalahan. mengenal dan percaya akan ciptaan Tuhan dan mencintai sesama.Kompetensi dan hasil belajar yang ingin dicapai adalah kemampuan melakukan ibadah. pengasuh mengajak anak untuk mengikuti bacaan doa dimaksud dan menunjukkan sikap berdoa yang benar. Sesuai perkembangannya. 3). teman.

Setelah itu pengasuh meminta anak untuk menirukan dan mengulangi setiap ada kesempatan. maupun menyayangi binatang dan tanaman. Kegiatan ini dilakukan untuk melatih daya fikir dan imajinasi anak. 6). 5).masing ) Pengasuh memberitahukan kepada anak tentang sebutan "nama" Tuhan. menyayangi teman. sesuai agama masing-masing. Pengasuh TPA sering membelai atau memeluk anak dan membisikkan kata-kata yang lembut. cinta kasih melalui belaian rangkulan. Sesuai dengan perkembangannya.bertahap. sesuai dengan perkembangan daya pikirnya. Merasakan dan menunjukkan rasa sayang. cerita bisa diperluas temanya. diberitahukan cara-cara yang benar. sehingga tidak sekedar menceritakan tentang ciptaan Tuhan. yang disamping lx . Selain itu pengasuh menceritakan atau membacakan buku cerita tentang perlunya menyayangi orang-orang di sekitar kita. 4). Mengenal "nama" Tuhan ( Sesuai agama masing . Mendengarkan cerita tentang kebesaran Tuhan Pengasuh TPA sering membacakan cerita-cerita tentang kebesaran Tuhan dan bila memungkinkan pengasuh mempergunakan buku cerita untuk melakukan kegiatan ini.

misalnya minta maaf setelah melakukan kesalahan atau mengucapkan tolong sebelum minta tolong kepada orang lain. Kegiatan ini dilakukan untuk melatih Kesopanan pada anak. Pengembangan Fisik Kompetensi dan hasil belajar yang ingin dicapai adalah kemampuan mengelola dan keterampilan tubuh termasuk gerakan- lxi . tolong. seperti maaf. Pengasuh mengajarkan anak untuk mengucapkan terimakasih setelah menerima sesuatu (dengan dorongan). 7).hal ini dilakukan selain untuk mambantu anak berkomunikasi dengan orang lain juga secara tidak langsung membantu anak untuk berinteraksi dengan orang disekitarnya. Pengasuh TPA membiasakan anak untuk mengucapkan kata-kata santun. b.memberikan rasa aman pada anak juga dimaksudkan agar anak dapat merasakan rasa sayang dan cinta kasih. 8). Pengasuh TPA mengingatkan anak untuk mengucapkan terimakasih setiap kali menerima sesuatu. Hal ini dilakukan untuk memberikan pengertian anak akan cara menghargai pemberian orang lain. Mengucapkan kata-kata santun. 9). Mengucapkan salam Pengasuh membiasakan mengucapkan salam dengan suara yang cukup keras setiap kali bertemu dengan anak.

Berjalan stabil Kegiatan ini dilakukan dengan maksud untuk melatih anak berjalan stabil dan seimbang. 2). Berjalan mundur Kemampuan anak untuk berjalan mundur harus makin dimantapkan. Pengasuh TPA kadang memvariasikan dengan perlombaan berjalan mundur dengan rintangan kecil dengan memberikan hadian pada anak bila dapat melewati rintangan tersebut agar anak termotivasi untuk terus mencoba dengan harapan mendapatkan hadiah. 3). pengasuh segera menyarankan orang tua untuk secepatnya memeriksakan anak ke dokter atau therapy dan pengasuh ikut mengawasi anak yang berada pada pengawasan dokter untuk proses terapi. Indikator kernampuan dan cara pencapaian kemampuan ini adalah: 1). Pengasuh tidak perlu ikut naik-turun bersama lxii . dan gerakan kasar. Naik-turun tangga dengan atau tanpa berpegangan Dalam kegiatan ini pengasuh mengawasi anak saat naikturun tangga. gerakan halus. serta menerima rangsangan sensorik (pancaindera). apabila pada umur 2 tahun lebih anak belum dapat berjalan.gerakan yang mengontrol gerakan tubuh.

pengasuh tinggal mengawasi saja dan berusaha untuk tidak berteriak saat anak melakukan gerakan yang cukup berbahaya. Pengasuh mencari tempat yang cukup lapang. karena akan mengagetkan anak dan dapat mematikan niat anak untuk mencoba. dengan sedikit rintangan misalnya diletakkan kardus kecil di antara area tersebut dan meminta anak untuk sesekali melompatinya. gerakan cacing berjalan. Berlari tanpa jatuh Pengasuh mengajak anak berlomba lari sampai jarak tertentu. Mengikuti gerakan binatang Sambil bercerita dengan anak pengasuh memperagakan gerakan binatang. 3 meter misalnya. namun tetap harus mengawasi untuk menjaga berbagai kemungkinan yang ada. Ini merupakan latihan keseimbangan agar anak semakin dapat berjalan dengan mantap.anak. 7). Berjalan mengikuti jejak secara lurus atau melingkar Dalam kegiatan ini pengasuh meminta anak untuk berjalan di atas garis lurus atau melingkar yang dibuat di atas tanah. 6). 5). misalnya cara angsa berjalan. Pengasuh lxiii . misalnya anak terjatuh. Memanjat Dalam kegiatan ini pengasuh membiarkan anak memanjat. 4). gerakan sayap burung terbang.

menangkap dan melempar bola. Selanjutnya pengasuh dapat pula meminta anak untuk menirukan gerakan binatang yang dilihatnya sendiri di lingkungan TPA Melati. Pengasuh memberitahukan cara menendang. pengasuh dapat bercerita tentang katak yang sedang melompat. 9). Menendang. Sebelum melakukan kegiatan ini. 8). menangkap dan melempar bola dari jarak dekat Dalam kegiatan ini pengasuh memberikan sebuah bola kepada anak ( sebaiknya dipilih bola plastik). 10). baru kemudian pengasuh meminta kepada anak untuk menirukannya. Kadang pengasuh mengajak anak untuk bermain dengan bola. Masuk ke dalam gorong-gorong atau meja-kursi atau kardus yang disusun Pada kegiatan ini pengasuh menyusun kardus yang ukuran agak besar sehingga anak dapat masuk ke dalamnya tidak jarang meminta anak untuk masuk ke bawah meja dan merangkak ke ujung meja yang lain dengan maksud melatih anak bergerak di ruang sempit. Melompat dengan dua kaki sekaligus Pengasuh menunjukkan cara melompat dengan dua kaki sekaligus. lxiv .kemudian meminta anak untuk mengikuti gerakan-gerakan binatang tersebut.

deangan harapan anak dapat memasukkan sesuatu kedalam tempat lain untuk mengetahui kemampuan anak dalam membedakan 3 permukaan benda yangberbeda. anak umumnya suka menuang sesuatu dari satu tempat ke tempat lainnya. Membedakan permukaan 3 jenis benda melalui perabaan Pengasuh TPA Melati memberikan tiga jenis benda yang memiliki permukaan berbeda. misalnya kain wool. beras. Merobek lurus Dalam kegiatan ini pengasuh mengajari anak untuk merobek kertas secara lurus. setelah itu meminta anak menunjukkan mana mata boneka. 12). dan amplas. 13). harapan lxv . dan kadang pengasuh juga meminta anak untuk menunjuk mata mereka masing – masing. biji-bijian). Bila perlu pengasuh juga mengajari merobek kertas dengan melipat kertas itu terlebih dahulu . Pengasuh TPA Melati tinggal memberikan alat-alat dan bahan yang dapat dipergunakan untuk melakukan kegiatan ini.11). Pengasuh mengulangi kegiatan itu sampai anak dapat dengan tepat menunjuk pada mata boneka. Pengasuh meminta anak untuk meraba dan merasakan perbedaan permukaan ketiga jenis benda dimaksud untuk menuang (air. Menunjuk mata boneka Pengasuh TPA Melati menunjukkan cara menunjuk. kain katun.

Komunikasi dengan anak secara lxvi . Melipat kertas sembarangan Pengasuh menunjukkan kertas kepada anak dan mengajak anak untuk mulai bermaian melipat kertas. 14). pengasuh menirukan suara beberapa binatang atau suara lainnya. sebaiknya kertas berwarna. benda ) dan menirukan suara beberapa binatang Untuk memperkenalkan suara. Mengenal suara . Menyatakan dalam kalimat pendek 2-4 kata Mendengarkan radio atau melihat televisi merupakan latihan yang cukup bagus yang diberiakn pengasuh di TPA Melati untuk latihan menyusun kalimat. Pengembangan Bahasa Kompetensi dan hasil belajar yang ingin dicapai adalah kemampuan menggunakan bahasa untuk pemahaman bahasa pasif dan dapat berkomunikasi secara efektif yang bermanfaat untuk berfikir dan belajar. binatang. Indikator kemampuan dan cara pencapaian kemampuan ini adalah: 1).pengasuh membiarkan saja anak melipat kertas tersebut semaunya. 2).dari kegiatan ini dapat melatih perkembangan fisik otot tangan dengan meremas kertas sesuai keinginan. dari situ dapat dilihat seberapa kreatifnya anak.suara di sekitarnya ( orang-orang terdekat. dari kegiatan ini pengasuh secara langsung memberikan latihan pada mengenal suara yang didengar disekitar mereka. Kemudian pengasuh meminta anak untuk menirukan suara binatang sambil menyebutkan nama binatangnya. c.

intensif akan sangat membantu kemampuan ini, dari kegiatan ini dapat dilihat dari cara anak mengungkapkan keinginannya. 3). Mengerti dan melaksanakan 1 perintah Pengasuh dapat meminta anak untuk mengambilkan suatu barang yang memang diperlukan, dan melihat respon anak untuk perintah yang diberikan apakah anak melakukannya sesuai perintah atau tidak. 4). Mengajukan pertanyaan Anak umumnya suka bertanya untuk memuaskan rasa ingin tahunya. Pengasuh menjawab setiap pertanyaan anak dengan jawaban sejelas mungkin. 5). Menyebutkan nama benda Pengasuh sering berkomunikasi dengan anak,

dengan memberikan pertanyaan tentang nama panggilannya, nama-nama bagian / anggota tubuh, atau benda-benda yang telah dikenalnya. Pada saat bertanya, pengasuh

mengupayakan sambil menunjukkan benda / anggota tubuh yang ditanyakan. 6). Tertarik pada gambar dalam buku Pengasuh memberikan buku-buku atau majalah yang penuh dengan gambar berwarna. Dari kegiatan ini

pengasuh mencoba memberikan pertanyaan kepada anak

lxvii

untuk menyebutkan dan menceritakan isi gambar sesuai versi anak. d. Pengembangan Kognitif Kompetensi dan hasil belajar yang ingin dicapai adalah kemampuan berfikir logis, kritis, memberi alasan, memecahkan masalah dan menemukan hubungan sebab akibat. Indikator kemampuan dan cara pencapaian kemampuan ini adalah: 1). Mengelompokkan benda yang sama Pengasuh memberikan anak beberapa benda,

diantaranya lebih dari dua buah, kemudian meminta anak untuk mengelompokkan benda-benda yang sama. 2). Mengelompokkan bentuk (lingkaran dan bujursangkar) Pengasuh memperkenalkan bentuk lingkaran dan bujursangkar dengan menunjukkan gambarnya. Kemudian mengumpulkan berbagai gambar yang memiliki dasar bentuk lingkaran dan bujur sangkar, kemudian meminta anak untuk mengelompokkan gambar - gambar tersebut menjadi dua kelompok (lingkaran dan bujursangkar ). 3). Membedakan besar - kecil Pengasuh mencari benda sejenis yang ukurannya berbeda, misalnya daun atau batu kemudian menujukkan mana yang besar dan mana yang lebih kecil. Pengasuh mengajak anak untuk membedakan atau menyebutkan benda mana yang lebih besar dan mana yang lebih kecil. lxviii

4).

Membedakan rasa Untuk membedakan rasa, pengasuh meminta anak untuk merasakan makanan yang berbeda rasanya. Misalnya garam, gula, asam. Saat anak merasakan sebutkan "nama" rasa yang dimaksud (asin, manis, asam). Pada kesempatan lain, pengasuh meminta anak untuk merasakan dan

menyebutkan nama rasa yang dimaksud. 5). Membedakan bau Untuk mengenal bau-bauan, Pengasuh memasukkan beberapa jenis minyak ke dalam botol atau masukkan beberapa rempah-rempah, masing-masing jenis dalam

kantung yang berbeda, kemudian meminta anak untuk membaui dengan mendekatkan hidungnya. Sebutkan

namanya setiap anak membaui jenis benda tertentu. Setelah beberapa kali, pengasuh melakukan hal yang sama namun kali ini pengasuh meminta anak untuk menyebutkan nama bendanya. 6). Mengulang bilangan 1,2,3,4,5 Pengasuh mengajak anak untuk menyebutkan

bilangan 1 sampai dengan 5 secara berurutan. Lakukan sambil bermain, misalnya saat berjalan ajak untuk

menghitung langkah kakinya atau sambil menghitung batu.

lxix

dan menghargai keragaman sosial dan budaya. misalnya saat anak makan biskuit. makan harus dengan tangan kanan. sikap positif terhadap belajar dan rasa memiliki. pengasuh memperkenalkan anak dengan etiket sederhana. e. Indikator kemampuan dan cara pencapaian kemampuan ini adalah: 1). Pengembangan Sosial-Emosional Kompetensi dan hasil belajar yang ingin dicapai adalah kemampuan mengenal lingkungan alam. 2). lxx . Hal itu dapat membantu anak tentang cara makan yang benar.7). Secara berulang-ulang pengasuh mengenalkan anak dengan 2 warna. Mulai dapat "berbagi" Pengasuh mencoba meminta sebagian yang ada dalam genggaman anak. Mengenal etiket makan dan jadwal makan teratur. peranan masyarakat. misalnya makan harus dengan duduk. Serta mampu mengembangkan konsep diri. lingkungan sosial. Pengelompokan atau pengenalan warna (2 warna) Bersamaan dengan menanyakan nama-nama benda. pengasuh menyebutkan atau menanyakan (bila anak sudah mengenal) warna-warna dari benda-benda yang disebutkan namanya. Disamping melatih jadwal makan yang teratur. jangan berbicara saat makan.

dengan kebiasaan itu diharapkan anak dapat melakukannya sendiri. lxxi . Dapat ditinggalkan oleh orangtuanya Pada usia 1-2 tahun. tetapi pada umur 2-3 tahun pengasuh menyarankan sebaiknya orang tua benarbenar meninggalkan anak sendirian agar anak terlatih untuk mandiri melakukan kegiatannya. Pada saat anak menunjukkan tanda-tanda akan buang air dan tidak secepatnya menuju ke toilet. sebagai contoh kegiatan untuk bermain anak dibiarkan secara bebas melakukannya sendiri. pengasuh mengingatkan agar anak segera ke toilet. 5). 4). Dengan bimbingan anak diberiakan pengertian kalau merasa sakit perut dan terasa ingin pipis kita harus segera ke kamar mandi. dengan bantuan diingatkan. Dapat memilih kegiatan sendiri Pengasuh selalu memberikan kesempatan kepada anak untuk memilih sendiri kegiatan yang akan dilakukannya bersama-sama temannya.pengasuh meminta sedikit biskuit dan memberikan pada teman yang lain. anak belum "bersedia" orang tuanya menghilang dari pandangannya. Mulai mahir menggunakan toilet (WC kamar mandi). 3).

Hal tersebut dicontohkan pengasuh pada anak saat salah satu dari anak bercerita tentang dirinya. atau membiarkan untuk sementara bila anak sedang kesal. serta menghargai hasil karya yang kreatif. bertepuk tangan. 8). f. 7). sedih. marah asal anak tidak dibiarkan menangis. Pengembangan Seni Kompetensi dan hasil belajar yang ingin dicapai kemampuan kepekaan terhadap irama. untuk selanjutnya di TPA anak dibiasakan merapikan semua alat permainan yang telah selesai digunakan. berbagai bunyi. Misalnya jangan menyela pembicaraan orang lain dengan mencontohkan tidak akan menyela pada saat anak berbicara. takut. nada. Mendengarkan musik dan mengikuti irama lxxii . Pengasuh melatih anak untuk menunjukkan ekspresi yang wajar. misalnya tunjukkan bagaimana wajah orang marah. birama. Indikator kemampuan yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah: 1). Latihan membereskan alat permainan Pengasuh melatih anak untuk membereskan alat permainannya setelah selesai bermain.6). Menunjukkan ekspresi wajar saat marah. Menjadi pendengar yang baik Pengasuh mengajari anak untuk menjadi pendengar yang baik.

2).Pengasuh memperdengarkan musik dan memberi contoh anak gerakan-gerakan sesuai iramanya. benda apa saja dapat dijadikan permainan. setelah itu tanpa iringan musik. Bagi anak. 1994 ). 3). disaat bermain anak berinteraksi dengan objek dan secara sadar atau tidak sadar ia belajar atribut dari objek tersebut. Kesesuaian gerakan dengan irama merupakan latihan untuk mengenal ritmik. oleh karena itu pembinaan di TPA Melati menggunakan prinsip bermain sambil belajar. lxxiii . Bertepuk-tangan dengan variasi Pengasuh mengajak anak untuk bertepuk tangan dengan bermacam-macam jeda tepuk sehingga menghasilkan berbagai macam suara yang dihasilkan. Memukul-mukul benda dengan tangan Kegiatan ini mula-mula dilakukan sambil mendengarkan musik. Metode yang digunakan adalah metode bermain sambil belajar karena sesuai dengan pendapat Isenberg dan Quisenberry ( 1988 ) bermain merupakan kegiatan utama anak. kemudian pengasuh mengajak anak untuk membuat musik dengan memukul-mukul bangku meja misalnya. Dengan demikian pelaksanaan pembinan penitipan anak dilakukan dengan menggunakan perencanaan kurikulum yang disusun berdasarkan kemampuan anak ( Rambush.

Ruang administrasi perkantoran yang terdiri dari : a). dan berhitung. Ruangan tata usaha lxxiv . Ruang belajar membaca. Ruang isolasi sementara ( bagi anak yang mendadak sakit ) f). Ruang makan anak b). Ruangan tempat penyimpanan peralatan bermain 2). Ruang Perpustakaan h). Kelengkapan ruangan Untuk kelengkapan ruangan TPA Melati mempunyai beberapa ruangan diantaranya sebagai berikut : 1). Ruangan bermain i). Ruangan pembinaan anak. terdiri atas : a).5. Sarana dan prasarana a. Kamar mandi / toilet anak e). Halaman / tempat bermain di luar ruangan ( out door ) 3). g). menulis. Ruang tidur anak d). Ruang pemeriksaan anak c).

b). Ruang dapur b). Sarana pendukung Sarana pendukung yang disediakan TPA Melati antara lain : 1). Ruangan tunggu orang tua c). Ruang pimpinan 4). Karpet / tikar 3). Rak penyimpanan alat . Rak buku / almari 4). WC / kamar mandi petugas c). Ruangan serbaguna d). b.alat mainan lxxv . Ruang cuci / setrika d). Ruangan penunjang yang terdiri dari : a). Meja dan kursi anak 2). Ruangan penjaga TPA Melati menyiapkan ruanganruangan tersebut dengan memperhatikan tingkat keamanan dan kenyamanan ruangan bagi anak selama anak berada di TPA Melati agar anak terhindar dari kecelakaan dan penularan penyakit.

Mesin ketik 9). c. orang . Alat melukis. Fasilitas audiovisual ( TV ) d).orangan ) e). Alat tulis kantor 7).5). Materi miniatur ( Rumah ibadah. rumah rumahan. Alat permainan teka .teki / puzzle lxxvi . Sarana air bersih / ledeng 10). Peralatan pendukung bimbingan belajar. Kipas angin Adapun penggunaan sesuai dengan kebutuhan pembinaan. Peralatan pendukung belajar TPA Melati menyediakan juga peralatan pendukung belajar bagi anak sesuai dengan kebutuhan anak. diantaranya : 1). antara lain : a). alat kerajinan tangan. Telepon 8). alat musik c). Televisi dan Radio 6). Alat belajar mengukur dan menghitung b).

Alat untuk peran kegiatan di dapur.anak bermain peran. Alat . Ayunan b). antara lain : a). udara. Peralatan pendukung bermain peran Peralatan yang disediakan TPA Melati untuk anak . Alat pemanjat d). tanah. Peralatan pendukung permainan motorik kasar TPA Melati juga menyediakan peralatan pendukung permainan motorik kasar. dokter . Papan luncuran / plosotan lxxvii .alat untuk peran keagamaan / manusia yang baik dan yang jahat b). antara lain : a).f). Alat untuk sandiwara boneka 3). Alat percobaan ( Air.dokteran e). Ban bekas c). Alat untuk peran petani f). api. Alat untuk peran profesi medis. tumbuhan ) 2). masak masakan c). Alat untuk peran binatang d).

wayang. Mainan tradisional seperti dakonan d). kebaya c). Lilin malam untuk melatih jari – jari anak e). Sarana Perpustakaan Sarana perpustakaan juga disediakan di TPA Melati baik untuk anak. Pakaian adat Jawa seperti blankon.e). Buku keagamaan b). antara lain : a).jungkit 4). Gambar pahlawan b). dan boneka tangan 5). antara lain : a). Buku kesehatan anak c). Peralatan pendukung permainan budaya lokal Peralatan yang disediakan sebagai pendukung permainan anak yang berasal dari budaya Jawa tengah. Balok .guling g). Jungkat . orang tua maupun tenaga pendidik. Buku petunjuk bimbingan anak lxxviii . Bantalan untuk berguling . Boneka khas daerah. Arena bermain bola f).balok ringan h).

Tanda – tanda lalu lintas d). Buku gambar alam dan lingkungan f). permainan pendukung permainan luar ruangan antara lain : a). Lapangan rumput sebagai arena berlari. Peralatan pendukung permainan luar ruangan TPA Melati menyediakan pendukung permainan luar ruangan bagi anak untuk mengembangkan kreativitas anak. Ayunan c). senam b). Sepeda – sepedaan h). Area berkemah / Rumah – rumahan e). Majalah anak 6).d). Ban bekas Dari keseluruhan sarana yang disediakan TPA Melati penggunaannya disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan pembinaan anak usia dini dan diperhatikan lxxix . Papan plosotan f). Jungkat – jungkit g). Buku cerita bergambar e).

Isolasi Sementara o R.pula tingkat keamanan dan kenyamanan bagi tumbuh kembang anak. Pemeriksaan Anak o R. Tidur o Kamar Mandi o R Bacaan v v v v v / v v v 2 1 1 1 1 1 v v v v v v v v v Tidak Bai k Bur uk Jml Kondisi Perpustakaan o R. Makan o R. Bermain o R. Kelengkapan Ruangan Ruang Pembinaan Anak o R. Tabel 2 Lembar Observasi Lingkungan Fisik Dan Fasilitas TPA No Nama Barang Keberadaa n Ad a 1. Penyimpangan v lxxx .

Mainan Halaman Ruang Perkantoran o R Pimpinan o R. Penjaga Sarana Pendukung Meja Kursi Karpet Almari Rak v v v v v v v Penyimpangan v 1 15 35 3 3 1 1 v v v v v v v v v v v v 1 1 1 v v v v v Administrasi v v v 1 1 1 v v v v lxxxi . o R. Tata Usaha o R. Dapur 2. Tunggu Orang Tua o R Serbaguna Ruang Penunjang o R. Cuci/ Setrika o Kamar mandi o R.

Telepon Mesin Ketik Sarana Air Bersih Kipas Angin Peralatan Belajar Peralatan Pendukung Pendukung v v v 1 v v 1 v v 5 v v 4 v Bimbingan Belajar o Alat Menghitung Mengukur o Alat Melukis.Mainan TV/ Radio Alat Tulis Kantor 3. v Belajar v Dan v 1 2 v v 2 v Kerajinan Tangan o Fasilitas Audio Visual o Alat Permainan TekaTeki/ Puzzle v 3 v v 1 v lxxxii .

o Alat Percobaan Peralatan Bermain Peran o Alat Pendukung Peran v Keagamaan o Alat Pendukung Peran v Kegiatan Dapur o Alat Pendukung Peran Binatang o Alat Pendukung Peran Profesi Medis v 1 3 2 1 1 2 2 1 v v v v v v v v v 2 4 v v 3 v Pendukung v 5 v o Alat Pendukung Peran v Petani v o Alat Pendukung Peran v Untuk Boneka Peralatan Sandiwara v v Pendukung v v Permainan Motorik Kasar o Ayunan lxxxiii .

o Buku Keagamaan o Buku kesehatan anak v 5 v lxxxiv .Jungkit Peralatan Pendukung v v v 4 3 2 v v v v 3 v v v v Untuk v 1 2 2 5 v v v v Permainan Budaya o Gambar Pahlawan o Pakaian Adat Jawa o Mainan Tradisional o Lilin Malam v 5 5 v v Untuk v Melatih Jari.Balok Ringan 5. o Jungkat.Jari o Boneka Khas Daerah Sarana perpustakaan 6.o Ban Bekas o Alat Pemanjat o Papan Luncuran o Arena Main Bola o Bantalan Berguling o Balok.

tanda lalu lintas o Kemah-kemahan o Papan plosotan o Jungkat.o Buku petunjuk v v v 1 1 4 2 1 1 1 3 v v v v v v v v bimbingan anak o Buku cerita bergambar o Buku gambar alam dan v lingkungan o Majalah anak v v v Peralatan pendukung v permainan luar ruangan o Lapangan o Ayunan o Tanda.jungkit o Sepeda o Ban bekas 6. lxxxv . Anak Didik Jumlah warga belajar atau anak didik yang aktif sampai dengan Maret 2005 ada kurang lebih 5 anak.

2. usia 4 tahun berjumlah 1 anak. Adapun data-data dari anak didik yang aktif di TPA Melati adalah sebagai berikut : Tabel 3 Data Anak Didik Tetap TPA Melati UNDIP Tahun 2005 No. 1. Rafida Safira Alfian Nanda 28 Mei 1999 11 Februari 2000 6 th 3 th Tempat / tgl Lahir 14 Juni 2001 6 Februari 1999 17 Februari 2002 Usia 4 th 6 th 3 th Dari tabel diatas anak didik tetap yang ada di TPA Melati yang berusia 3 tahun berjumlah 2 anak. lxxxvi . Dari banyaknya anak didik dan dengan ditunjang oleh sarana dan prasarana yang ada. dan usia 6 tahun berjumlah 2 anak. 5. maka TPA Melati dirasa telah memenuhi syarat sebagai Lembaga Pembinaan dan Pengasuhan Anak. Nama Gebyar Berlianto Moh. 3. Nabil Bagas Izzulhaq Yustisya 4.selebihnya ada 10 warga belajar yang kadang – kadang datang ke TPA.

Keadaan ini menunjukkan bahwa usia anak di TPA Melati tergolong anak usia dini antara usia 3 . Rentang usia ini merupakan usia dimana mereka memiliki kemampuan perkembangan yang sangat luar biasa baik secara fisik. Identitas Responden Identitas orang tua.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya usia anak yang dititipkan di TPA Melati adalah anak usia antara usia 3 tahun sampai 6 tahun. dan tenaga pengasuh TPA Melati Semarang sebagai berikut : Tabel 4 Identitas Pimpinan dan Tenaga Pengasuh No Nama Usia Statu s 1. sosial dan moral yang sesuai dengan penambahan usia mereka melalui kegiatan pembinaan tumbuh kembang anak. Ibu Suparmi 34 Th 45 Th Pendidik Alamat an Citandui Sltn D2 Sendang asri Kepal SMU a TP lxxxvii . psikis. 7. Ibu Moeljono 2.6 tahun. kepala TPA Melati.

Ibu Sri Hastuti 56 Th TP SMU Lamper 5. Ibu Suyatini 4. Ibu Ismiati 31 Th TP SMP Lempong Tabel 5 Identitas Orang Tua Anak Didik No Nama Usia Pendidik an 1. Hasil Wawancara dengan informan Hasil penelitian mengenai profil pembinaan penitipan anak usia dini di TPA Melati Semarang dapat lxxxviii . Bp Suryanto 2.3. Ibu Tahmida 5. Ibu Estu Dwi 34 Th TP SMU Jangli 4. Ibu Romlah 33 Th SMU Pucang Gading 33 Th D3 Sendang Mulya 37 Th S1 Gemah Raya 40 Th S1 40 Th S1 Sendang Seruni Kompl BPLP Asri Alamat 8. Ibu Sugiatmi 3.

30 WIB. Tentang isi program pembinaan dituangkan dalam kegiatan harian mulai dari anak datang ke TPA sampai waktu mereka dijemput orang tua mereka. tenaga pengasuh yang menentukan kegiatan dan disetujui oleh pengelola. Beliau aktif diberbagai organisasi sosial. pendidikan terakhir SMU.kenangan pada akhir masa jabatan beliau menjabat sebagai Rektor UNDIP.30 WIB. Menurut beliau isi program pembinaan meliputi kegiatankegiatan yang dilakukan untuk mengembangkan kemampuan anak di berbagai aspek perkembangan.00 WIB sampai 15. Selanjutnya beliau menjelaskan mengenai tema pembinaan. Beliau menjelaskan sebenarnya sama kurikulum untuk TK. Perencanaan kegiatan pembinaan harian dibuat oleh tenaga pengasuh dan disetujui oleh forum musyawarah. berusia 45 tahun. pengasuh dan orang tua. Moeljono S Trastotenojo yang pada saat itu meresmikan TPA Melati sebagai kenang . Dari hasil perundingan akhirnya untuk jadwal ditetapkan setiap Senin sampai Jumat diadakan pembinaan anak melalui kegiatan pengasuhan untuk setiap Senin sampai Kamis pembinaan dimulai pukul 07. tempat tinggal di jalan Citandui Selatan Semarang. Menurut beliau TPA melati berdiri pada tanggal 31 Maret 1994 dan diresmikan oleh suaminya Prof dr. beliau sebagai istri sekaligus juga kepala TPA Melati Semarang. Kurikulum yang dipakai sekarang ini adalah mengacu pada menu pembinaan yang disesuaikan pada usia anak. Di sini orang tua diminta saran dan masukan tentang jadwal keseharian. Adapun perencanaan pembinaan dipersiapkan secara matang mulai dari persiapan kegiatan harian. peralatan dan sarana. motorik halus dan motorik kasar anak. Responden 1 Responden ini bernama Ny. sedangkan hari Jumat pukul 07. kelompok bermain. Untuk kegiatan harian dibuat oleh tenaga pengasuh yang disetujui oleh pengelola dan kepala sedangkan untuk jadwal dimusyawarahkan oleh seluruh pihak yang terlibat seperti kepala. lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa kurikulum itu sebenarnya hanya sebagai panduan lxxxix . Mengenai program pembinaan yang digunakan adalah kurikulum program pembinaan yang dibuat oleh lembaga yang disesuaikan dengan kebutuhan anak usia dini. pengelola.dipahami melalui pembahasan dari 10 (Sepuluh ) orang responden dapat dijelaskan sebagai berikut : a.00 WIB sampai 12. hanya saja bobotnya yang berbeda. Untuk kurikulum yang dipakai di TPA Melati yang mengacu pada menu penitipan anak. Moeljono S Trastotenojo. Menurut beliau perencanaan program pembinaan dilakukan secara musyawarah oleh para pengelola dan pengasuh. mulai dari perkembangan moral.

kritis dalam memberikan alasan dan memecahkan masalah selain itu secara tidak langsung dapat melatih anak untuk menemukan hubungan sebab akibat. Melatih pengembangan bahasa beliau menjelaskan hasil yang diharapkan dari kegiatan ini agar anak mampu menggunakan bahasa baik secara pasif maupun aktif dan dapat berkomunikasi dengan baik yang nantinya bermanfaat dalam perkembangan selanjutnya. Melatih pengembangan sosial – emosional dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan beliau mengatakan harapan yang ingin dicapai dari kegiatan ini agar anak mempunyai kemampuan alam. anak diberikan kesempatan untuk berkreativitas sesuai dengan kemampuan anak dan usia sehingga mereka tidak bosan dalam memilih aktivitas apa yang mereka inginkan. Pada program pembinaan ini beliau mengatakan secara rinci untuk tiap .para tenaga pengasuh dalam membina anak dan dimasukkan dalam rencana kegiatan harian. Pengalaman tersebut diperoleh sebagai suatu kenyataan dan akan menjadi suatu peristiwa penting xc . peranan masyarakat dan memahami keragaman sosial serta budaya. lingkungan sosial. Melatih pengembangan fisik dengan kompetensi hasil yang diharapkan adalah anak – anak mempunyai kemampuan mengelola dan ketrampilan tubuh termasuk gerakan – gerakan yang mengontrol gerakan tubuh. gerakan kasar serta mampu menerima rangsangan sensorik melalui panca indra.kegiatan yang ada hasil kegiatan yang diharapkan adalah kemampuan beribadah.nilai agama. Pengembangan kognitif yang pengasuh berikan disini dengan harapan anak dapat berpikir logis. nada. birama dan berbagai bunyi serta menghargai hasil-hasil karya yang kreatif. ada berbagai manfaat dari metode bermain sambil belajar diantaranya anak akan memperoleh pengalaman baik manis maupun pahit. Kurikulum yang dibuat sebelum proses pembinaan disarikan terlebih dahulu dari berbagai literatur dari buku – buku tentang pertumbuhan anak dan perkembangannya kemudian dibuat rencana kegiatan harian yang nantinya dijadikan pegangan oleh tenaga pengasuh sehingga mereka tetap siap untuk kegiatan apa saja yang akan diberikan pada anak didik untuk setiap hari. dari kegiatan. Metode belajar di sini tenaga pengasuh melibatkan anak untuk banyak terlibat dalam belajar. Tentang metode pembinaan yang diterapkan di TPA Melati adalah metode bermain sambil belajar. Selanjutnya ia mengatakan bentuk pembinaan yang melatih pengembangan seni diharapkan mampu mengajarkan kepada anak untuk mempunyai kepekaan terhadap irama. mengenal dan percaya akan ciptaan Tuhan serta mencintai sesama. Untuk metode bermain sambil belajar dengan harapan metode ini dapat menarik minat anak menuju ke arah belajar dengan metode ini anak secara tidak langsung belajar melalui kegiatan permainan dengan menghayati proses permainan tersebut melalui panca indera dan emosi anak .tiap kegiatan bermain sambil belajar yang secara tidak langsung melatih pengembangan moral dan nilai.

cara penanganan sementara. Beliau mengatakan untuk berinteraksi dengan anak beliau sedikit mengalami kesulitan karena pada awal pertemuan anak takut pada beliau mungkin karena tidak sering bertemu.waktu bisa kambuh di TPA. ramah. untuk semua kegiatan yang sekiranya memerlukan beliau untuk berinteraksi dengan anak harus didampingi oleh tenaga pengasuh supaya mereka tidak takut.benar ia mampu.yang akan direkam dalam memori anak. usia minimal 24 tahun. menidurkan. yang berpengalaman dibidang pengasuhan anak. meningkatkan kemandirian. mengajak bermain yang didalam permainan tersebut mengandung unsur belajar. sekretaris. mengajak bermain. maksudnya untuk melihat apakah benar . bendahara. Untuk ujian penerimaan tersebut dilakukan praktek tentang pengasuhan misalnya. Kepengurusan yang secara administratif tersusun di TPA Melati terdiri dari pengelola dan tenaga Pembina. dengan bermain anak dapat meningkatkan kecerdasan. wanita. Untuk perekrutan anak didik beliau menerangkan pada saat perekrutan syarat. mengembangkan toleransi dan anak belajar mengambil sikap positif agar dapat diterima dalam kelompok. Tentang cara perekrutan pengasuh beliau membuka lowongan di koran tentang penawaran sebagai pengasuh anak dengan kriteria pendidikan maksimal D3 minimal SMP. caranya setiap anak diamati sendiri-sendiri dan hasil pengamatan dicatat dalam format penilaian. sehat jasmani maksudnya tidak punya penyakit dalam yang sewaktu.5 tahun sampai 7 tahun. mengembangkan kemampuan bermasyarakat dan bersosialisasi. bagaimana merawat anak mulai dari memandikan. mau bekerja keras. Pada saat penerimaan calon pengasuh beliau langsung menguji calon tersebut. Tentang proses pembinaan pengasuh mengacu pada rencana kegiatan harian yang telah dibuat dalam keseharian yang disesuaikan dengan usia anak. Tentang cara penilaian yang dilakukan tenaga pendidik dengan menggunakan instrumen dalam bentuk pengamatan observasi yang digunakan untuk merekam proses dan hasil dari suatu aktivitas seharihari di TPA untuk melaksanakan pengamatan dengan baik tenaga pendidik harus menyiapkan format penilaian sesuai dengan keperluan. memberi makan.syarat yang harus dipenuhi antara lain : anak usia antara 1. Beliau mengatakan cara lembaga mengkomunikasikan hasil pembinaan dengan memberikan format penilaian yang telah diisi kepada orang tua untuk tiap satu bulan sekali dengan harapan orang tua tahu perkembangan yang terjadi pada anaknya pada saat dititipkan di TPA Melati dan dapat terus melatih xci . untuk tenaga pembina terdiri dari beberapa pengasuh. mengembangkan kemampuan berkomunikasi. tidak menular pada anak lain. Untuk pengelola ada ketua. menenangkan anak waktu menangis. kalaupun punya penyakit terlebih dahulu memberitahu jenis penyakitnya.

ruang tidur. Penyediaan sarana yang ada menurut beliau masih kurang karena mengingat biaya yang dibutuhkan sangat banyak sedangkan persiapan biaya operasional yang diterima dari orang tua dan sumbangan donatur belum mencukupi.alat permainan yang digunakan baik untuk mengembangkan kemampuan motorik kasar maupun halus. Untuk jaminan kesejahteraan pengasuh lembaga memberikan gaji dan tambahan uang kesehatan pada pengasuh dan mengikutsertakan tenaga pengasuh saat ada acara – acara seminar yang berkaitan dengan anak usia dini dan usaha kesejahteraan anak dan keluarga dengan biaya yang ditanggung oleh lembaga. Hambatan yang dialami saat pembinaan yang sedikit menganggu adalah perbedaan pola asuh orang tua dan perbedaan minat anak. solusi yang xcii . dapat berkembang kemampuan motoriknya baik itu motorik halus maupun kasar. ada juga yang latar belakang pengalaman sebagai baby sister. Untuk persiapan sarana beliau bersama tenaga pengasuh lainnya mempersiapkan berbagai keperluan untuk pembinaan seperti ruang pembinaan.anaknya di rumah seperti apa yang dilakukan tenaga pengasuh di TPA Melati. siap mengikuti pendidikan formal. Mengenai manajemen yang dan di TPA Melati beliau menjelaskan bahwa di TPA Melati ada yang namanya pengelola dan ada yang namanya tenaga pengasuh. seorang bendahara dan pembantu umum sedangkan tenaga pembina disebut pengasuh. Mereka diterima karena pengalaman sebagai pengasuh yang lama. ruang tunggu. Beliau mengatakan untuk penyediaan sarana beliau selalu berkonsultasi dengan tenaga pengasuh karena pengasuh tenaga dianggap lebih tahu apa yang dibutuhkan oleh anak baik pada saat pembinaan berlangsung atau pada saat pembinaan berakhir. latar belakang anak berbeda-beda. Pengelola ada ketua yang dikepalai oleh beliau sendiri di bantu oleh dua orang wakil ketua. Untuk tenaga pembina atau pengasuh TPA Melati mencari orang-orang yang sudah berpengalaman untuk mengasuh anak dalam kondisi apapun meski jenjang pendidikan mereka hanya SMU atau SMP. pengelola mengelola masalah manajemen penyelenggaraan TPA. kamar mandi. seorang sekretaris. dua wakil sekretaris. Harapan TPA setelah anak mengikuti pembinaan di TPA Melati menurut beliau setelah dibina anak – anak yang dititipkan akan lebih siap untuk bergaul dengan orang lain. alat permainan yang sejauh ini digunakan sebagai sarana belajar baik dalam ruangan maupun luar ruangan. sedangkan manajemen pembinaan itu menjadi tanggung jawab pembina. Beliau mengatakan untuk persiapan sarana idealnya harus ditambah mengingat jumlah anak yang dititipkan naik turun. Persiapan sarana juga disesuaikan dengan kebutuhan TPA dan anak didik serta disesuaikan juga dengan kebutuhan anak karena untuk menunjang kegiatan pembinaan seperti alat . dapur dan halaman luar.

untuk setiap senin sampai kamis dilakukan pukul 07. seorang bendahara. sebagai contoh telah dilakukan penerapan penggunaan bahasa tubuh tersebut pada anak yang dalam kesehariannya diasuh dengan pola pengasuhan otoriter dengan penggunaan bahasa Inggris dalam tiap percakapan. dengan harapan anak – anak yang mempunyai perbedaan minat akan dapat berbaur dengan saling berinteraksi dengan yang lain melalui permainan tersebut. sebagai contoh ada salah satu anak asuh yang mengalami kesulitan bergaul dengan teman-teman yang lain di sini peran tenaga pendidik dituntut untuk menemani anak tersebut agar secara perlahan-lahan bisa bergaul dengan teman yang lain caranya tenaga pendidik memberikan mainan dan membiarkan ia bermain dengan anak yang lain. Beliau mengatakan memang pada awalnya anak akan menangis dan takut akan suasana baru yang ia terima di TPA Melati.30 WIB sampai 15.30 WIB. tenaga pengasuh menemani secara langsung pada saat pembinaan berlangsung dan memberikan bimbingan pada anak-anak yang membutuhkan bimbingan. Responden 2 Informasi selanjutnya adalah R2 yang berpendidikan D2 Pendidikan Guru Luar Biasa ( PGSLB ) beliau menjelaskan tentang Penyelenggaraan Pembinaan Penitipan anak dilakukan oleh pengurus atau pengelola dan tenaga pendidik atau pengasuh.30 WIB dan setiap Jumat mulai pukul 07. xciii .anak tersebut menjadi satu kelompok saat bermain bebas. Tentang cara pengasuh melaksanakan interaksi dengan anak melalui pengenalan awal kepada anak. dibantu oleh empat orang pembantu umum dan tenaga pendidik yang terdiri dari empat orang. b. Mereka merasa sendirian dan takut dengan orang-orang yang baru ia kenal di sana. keseluruhan waktu tiap hari pembina bertatap muka dengan anak didik selama 7 sampai delapan jam perhari. yang didampingi oleh orang tua agar anak tidak takut dengan pengasuh.diambil untuk mengatasi hal itu pengasuh beserta pengelola berusaha mengatasi dengan tetap menggabungkan anak. Dalam pembinaan jadwal pembinaan di musyawarahkan oleh tenaga pendidik dan kemudian disetujui oleh pengelola selanjutnya diambil keputusan waktu pembinaan dilaksanakan pada tiap hari senin sampai jumat. pengasuh menerapkannya pada tiap anak yang mengalami masalah. dua orang wakil ketua. Untuk susunan kepengurusan yang secara administratif tercantum beliau menjelaskan bahwa di TPA Melati terdapat pengelola yang terdiri dari kepala TPA. dua orang wakil sekretaris.00 WIB sampai 12. karena dengan bermain anak akan bisa dengan sendirinya berinteraksi dengan teman bermainnya. sedangkan untuk anak dengan pola asuh yang berbeda pengasuh melakukan pendekatan secara individual dengan menggunakan bahasa tubuh yang sebisa mungkin dipahami oleh anak. seorang sekretaris.

00 . Berjemur kegiatan yang dilakukan tenaga pendidik mengawasi anak di luar. usia anak yang berbeda. Untuk sarana yang disediakan tempat cuci kaki dan tangan. bercerita dan kegiatan bebas.30 WIB ganti pakaian.00 WIB kegiatan yang dilakukan bebas di luar.11.00 WIB tidur. sosialisasi dan etika. Dalam pembinaan kendala yang dialami saat menggunakan metode pembinaan adalah keinginan anak atau respon anak. Pukul 10. Tahap – tahap kegiatan pembinaan didasarkan pada usia misalnya usia 3 sampai 6 tahun. tempat penyimpanan pakaian untuk selanjutnya pukul 08.10.30 13. Melatih pengembangan fisik dengan Kompetensi hasil yang diharapkan adalah anak mempunyai kemampuan mengelola dan ketrampilan tubuh termasuk gerakan – gerakan yang mengontrol gerakan tubuh.30 . Untuk metode yang digunakan adalah : metode bermain sambil belajar. Beliau menjelaskan pada dasarnya pembina juga menyesuaikan isi program dengan usia anak sebagai contoh untuk anak usia 2 tahun dan 6 tahun berbeda pembinaannya. Pukul 11.00 WIB kegiatan bermain dalam ruangan. ganti baju. Melatih pengembangan bahasa beliau menjelaskan hasil yang diharapkan dari kegiatan ini agar anak mampu menggunakan xciv .30 12.15. Jam 09. gerakan kasar serta mampu menerima rangsangan sensorik melalui panca indra. Dalam pembinaan pendidik menyesuaikan isi program dengan kebutuhan anak. Pukul 12.00 . Pukul 09. Sebagai contoh anak yang kurang dapat bergaul membutuhkan bimbingan dan bantuan agar ia dapat bergaul dengan anak yang lain dan solusinya pendidik membantu agar anak dapat bergaul dan bersosialisasi dengan anak yang lain melalui kegiatan bermain. untuk pendekatan yang dilakukan pembina untuk pembinaan adalah pendekatan bermain sambil belajar. dari kegiatan yang ada hasil kegiatan yang diharapkan adalah kemampuan beribadah.30 . Untuk awal datang pukul 07. pukul 11. Pukul 13. Pada program pembinaan ini beliau mengatakan secara rinci untuk tiap kegiatan bermain sambil belajar yang secara tidak langsung melatih pengembangan moral dan nilai agama. minum susu dan bersiap pulang.30 WIB makan siang dan minum.00 08.30 WIB Membersihkan diri.30 WIB bernyanyi. karena perkembangan tubuh dan otaknya berbeda.Sama halnya dengan interaksi.09. pendidik membuat rencana kegiatan harian yang nantinya digunakan untuk pedoman dalam kegiatan pembinaan. membersihkan badan dan tidur siang.11.30 WIB waktu minum susu tujuannya dengan memberikan susu sambil berbincang-bincang dapat meningkatkan komunikasi dan sosialisasi dengan anak.00 . dan perbedaan pola asuh orang tua. mengenal dan percaya akan ciptaan Tuhan serta mencintai sesama. adapun tujuan agar anak belajar bersosialisasi dan meningkatkan kesegaran jasmani.00 WIB anak tiba di TPA dan melalui proses pemeriksaan umum dengan tujuan meningkatkan komunikasi.00 WIB sampai 09.

Beliau mengatakan cara pembina berinteraksi dengan anak melalui perkenalan dengan anak yang didampingi orang tua anak agar mereka tidak takut untuk selanjutnya pengasuh mengajak bermain dengan harapan anak-anak belajar bersosialisasi di samping itu pendidik juga berupaya mengenalkan anak kepada lingkungan sekitar mereka. buku dongeng. setelah mengenal lingkungan sekitar TPA. Selanjutnya ia mengatakan bentuk pembinaan yang melatih pengembangan seni diharapkan mampu mengajarkan kepada anak untuk mempunyai kepekaan terhadap irama. mereka juga mendukung untuk setiap kegiatan yang diberikan kepada anak mereka. Untuk sarana belajar beliau menjelaskan ada beberapa sarana belajar yang digunakan seperti alat-alat permainan yang berupa balok susun. peranan masyarakat dan memahami keragaman sosial serta budaya. Untuk alat-alat belajar yang digunakan dan mendukung kegiatan berupa puzzle. orang tua juga turut menyukseskan kegiatan tersebut dengan melatih anak mereka tentang apa yang diberikan tenaga pengasuh sebagai contoh di TPA anak dilatih untuk belajar mandiri meletakkan sepatu atau sandal pada tempatnya dan orang tua juga menerapkan hal yang sama di rumah. balok-balok susun. rumah-rumahan susun. Beliau mengatakan untuk mengkomunikasikan hasil pembinaan pendidik tinggal memberikan blangko isian yang sudah diisi sebelumnya kepada orang tua dan menjelaskan perkembangan anak selama di TPA Melati dalam tiap bulannya. Mengenai respon orang tua tehadap hasil perkembangan anak yang diberikan mereka sangat puas dengan hasil perkembangan anak mereka. orang-orang yang ada di TPA teman-teman yang ada. nada. lingkungan sosial. emosional dari kegiatan yang dilakukan beliau mengatakan harapan yang ingin dicapai dari kegiatan ini agar anak mempunyai kemampuan alam. Untuk motivasi anak saat mengikuti kegiatan di TPA pada awalnya anak sama sekali tidak punya motivasi apa-apa. Melatih pengembangan sosial. puzzle. Untuk penilaian dilakukan menggunakan instrumen pengamatan dengan menggunakan blangko isian yang dibuat bersama-sama pengelola dan pengasuh. buku cerita. xcv . mobil-mobilan. birama dan berbagai bunyi serta menghargai hasil-hasil karya yang kreatif. Pengembangan kognitif yang pengasuh berikan disini dengan harapan anak dapat berpikir logis. pada awal mereka datang mereka merasa asing di tempat mereka berada sekarang. boneka.bahasa baik secara pasif maupun aktif dan dapat berkomunikasi dengan baik yang nantinya bermanfaat dalam perkembangan selanjutnya. kritis dalam memberikan alasan dan memecahkan masalah selain itu secara tidak langsung dapat melatih anak untuk menemukan hubungan sebab akibat. mereka mempunyai motivasi untuk bermain dan berjumpa teman-teman yang lain dan pada kesempatan itulah yang pendidik gunakan untuk melatih anak belajar sambil mereka bermain.

seorang sekretaris. memanjat. mengikuti binatang.30 WIB dan setiap jumat mulai pukul 07.30 WIB. Untuk susunan kepengurusan beliau menjelaskan bahwa di TPA Melati terdiri dari para pengelola. menendang dan melempar bola jarak jauh serta melompat. anak-anak menikmati walau kadang tenaga pengasuh harus sabar menangani mereka saat berebut mainan. dua orang wakil ketua. berlari tanpa jatuh. berjalan mundur. gerakan halus dan gerakan kasar serta menerima rangsangan sensorik ( panca indera ) dengan cara berjalan stabil. Untuk berinteraksi dengan tenaga pengasuh dan orang lain di sekitar mereka langsung bisa akrab. Reaksi anak-anak ketika bermain dengan teman-teman sebayanya. anak-anak merasa ingin tahu tentang orang baru yang datang di tempat mereka ( TPA Melati ). tenaga pengasuh. Beliau menjelaskan tentang penyelenggaraan pembinaan penitipan anak dilakukan oleh pengelola dan pengasuh.Kemampuan belajar anak di TPA Melati menurut beliau kemampuan belajar anak disesuaikan dengan usia dan tingkat perkembangannya. menendang.00 WIB sampai 12. sebagai contoh untuk kelompok usia 2 tahun–3 tahun kompetensi pengembangan fisik yang diharapkan adalah kemampuan anak dalam mengelola ketrampilan tubuh termasuk gerakan-gerakan yang mengontrol gerakan tubuh. memanjat menaiki tangga plosotan. untuk setiap senin sampai kamis dilakukan pukul 07. naik turun tangga. Responden 3 Informasi selanjutnya adalah R3 yang berpendidikan SMU. naik turun tangga tanpa berpegangan. Dari situ dapat dilihat perbedaan kemampuan belajar berdasarkan usia.30 WIB sampai 15. Beliau juga mengatakan pengelola terdiri dari kepala TPA. dibantu oleh empat orang pembantu umum dan tenaga pengasuh yang terdiri dari empat orang. berjalan maju dan mundur. berjalan mengikuti jejak. Tentang cara pengasuh melaksanakan interaksi dengan anak melalui pengenalan awal kepada anak yang didampingi oleh orang tua xcvi . menuang air tanpa tumpah. seorang bendahara.balik. Keingintahuan mereka itulah yang membuat anak-anak TPA berani mendekati orang lain dan mengajak bicara dengan bahasa mereka. c. berlari tanpa jatuh bolak . menangkap dan melempar bola jarak dekat. melompat dan sebagainya sedang untuk usia 4-5 tahun kompetensi dan hasil belajar yang dicapai sama untuk melatih motorik kasar dan halus dengan cara berjalan stabil. keseluruhan waktu pembina bertatap muka dengan anak didik selama 7 sampai delapan jam perhari. menangkap. dua orang wakil sekretaris. Dalam pembinaan jadwal pembinaan dimusyawarahkan oleh tenaga pengasuh dan kemudian disetujui oleh pengelola selanjutnya diambil keputusan waktu pembinaan dilaksanakan pada tiap hari senin sampai jumat. menirukan gerakan binatang.

lingkungan sosial.agar anak tidak takut dengan pengasuh. Untuk pendekatan yang dilakukan pembina dalam pembinaan adalah pendekatan bermain sambil belajar. Untuk penilaian dilakukan menggunakan instrumen pengamatan dengan menggunakan blangko isian yang dibuat bersama-sama pengelola dan pengasuh. tenaga pengasuh menemani secara langsung pada saat pembinaan berlangsung dan memberikan bimbingan pada anak-anak yang membutuhkan bimbingan. usia anak yang berbeda. perbedaan pola asuh orang tua. gerakan kasar serta mampu menerima rangsangan sensorik melalui panca indra. Untuk metode yang digunakan adalah : metode bermain sambil belajar. Pengasuh membuat rencana kegiatan harian yang nantinya digunakan untuk pedoman dalam kegiatan pembinaan. Sebagai contoh anak yang usianya 2 tahun dengan anak yang usianya 6 tahun berbeda pembinaannya. kritis dalam memberikan alasan dan memecahkan masalah selain itu secara tidak langsung dapat melatih anak untuk menemukan hubungan sebab akibat.nilai agama.kegiatan yang ada hasil kegiatan yang diharapkan adalah kemampuan beribadah. birama dan berbagai bunyi serta menghargai hasil-hasil karya yang kreatif. Melatih pengembangan bahasa beliau menjelaskan hasil yang diharapkan dari kegiatan ini agar anak mampu menggunakan bahasa baik secara pasif maupun aktif dan dapat berkomunikasi dengan baik yang nantinya bermanfaat dalam perkembangan selanjutnya. Pada program pembinaan beliau mengatakan secara rinci untuk tiap kegiatan bermain sambil belajar yang secara tidak langsung melatih pengembangan moral dan nilai. Pengembangan kognitif yang pengasuh berikan disini dengan harapan anak dapat berpikir logis. Selanjutnya ia mengatakan bentuk pembinaan yang melatih pengembangan seni diharapkan mampu mengajarkan kepada anak untuk mempunyai kepekaan terhadap irama.. Dalam pembinaan kendala yang dialami saat menggunakan metode pembinaan biasanya pada respon anak. peranan masyarakat dan memahami keragaman sosial serta budaya. dari kegiatan . mengenal dan percaya akan ciptaan Tuhan serta mencintai sesama. nada. Melatih pengembangan fisik dengan Kompetensi hasil yang diharapkan adalah anak – anak mempunyai kemampuan mengelola dan ketrampilan tubuh termasuk gerakan – gerakan yang mengontrol gerakan tubuh. karena perkembangan tubuh dan otaknya berbeda. xcvii . Melatih pengembangan sosial – emosional dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan beliau mengatakan harapan yang ingin dicapai dari kegiatan ini agar anak mempunyai kemampuan alam. Beliau mengatakan untuk mengkomunikasikan hasil pembinaan pengasuh tinggal memberikan blangko isian yang sudah diisi sebelumnya kepada orang tua dan menjelaskan perkembangan anak selama di TPA Melati dalam tiap bulannya.

balok-balok susun. buku cerita. Untuk motivasi anak saat mengikuti kegiatan di TPA pada awalnya anak sama sekali tidak punya motivasi apa-apa. Reaksi anak-anak ketika bermain dengan teman . Untuk berinteraksi dengan tenaga pengasuh dan orang lain di sekitar mereka langsung bisa akrab.anak merasa ingin tahu tentang orang baru yang datang ke TPA Melati. rumah – rumah susun. anak . buku dongeng.alat belajar yang digunakan dan mendukung kegiatan berupa puzzle.teman yang ada mereka mempunyai motivasi untuk bermain dan berjumpa teman-teman yang lain dan pada kesempatan itulah yang pengasuh gunakan untuk melatih anak belajar sambil mereka bermain. Kemampuan belajar anak di TPA Melati menurut beliau kemampuan belajar anak disesuaikan dengan usia dan tingkat perkembangannya. orang-orang yang ada di TPA teman . xcviii . d. setelah mengenal lingkungan sekitar TPA. Beliau mengatakan cara pembina berinteraksi dengan anak melalui perkenalan dengan anak yang didampingi oleh orang tua anak agar mereka tidak takut. orang tua juga diharapkan memperhatikan dan membantu anak memberikan kosakata benda – benda yang baru mereka kenal di rumah. Keingintahuan mereka itulah yang membuat anak-anak TPA berani mendekati orang lain dan mengajak bicara dengan bahasa mereka. Mengenai respon orang tua tehadap hasil perkembangan anak yang diberikan sangat puas dengan hasil perkembangan anak mereka. untuk selanjutnya pengasuh mengajak mereka bermain dengan harapan anak-anak belajar bersosialisasi di samping itu pengasuh juga berupaya mengenalkan anak kepada lingkungan sekitar mereka. mereka juga mendukung untuk setiap kegiatan yang ada.teman sebayanya mereka menikmati walau kadang tenaga pengasuh harus sabar menangani mereka saat berebut mainan. mobil . Untuk alat . pada awal mereka datang mereka diperkenalkan tempat mereka berada sekarang. orang tua juga turut menyukseskan kegiatan tersebut dengan melatih anak mereka tentang apa yang diberikan tenaga pengasuh sebagai contoh di TPA anak dilatih untuk belajar menyebutkan benda – benda yang ada disekitarnya. puzzle. tidak jarang orang tua mengeluhkan anak mereka pada saat tidak datang ke TPA malah rewel dirumah.mobilan. boneka. Responden 4 Informasi selanjutnya adalah R4 yang berpendidikan SMU sebagai pengasuh beliau menjelaskan tentang penyelenggaraan pembinaan penitipan anak dilakukan oleh pengelola dan tenaga pengasuh.Untuk sarana belajar beliau menjelaskan ada beberapa sarana belajar yang digunakan seperti alat-alat permainan seperti balok susun.

Sebagai contoh anak yang kurang dapat bergaul membutuhkan bimbingan dan bantuan agar ia dapat bergaul dengan anak yang lain dan solusinya pengasuh membantu agar anak dapat bergaul dengan anak yang lain melalui kegiatan bermain dengan tema Pengembangan nilai . untuk setiap senin sampai kamis dilakukan pukul 07. seorang bendahara. untuk pendekatan yang dilakukan pembina adalah pendekatan bermain sambil belajar. xcix . dua orang wakil ketua.nilai agama dan kasih sayang terhadap sesama.Untuk susunan kepengurusan yang secara administratif beliau menjelaskan bahwa di TPA Melati terdapat pengelola yang terdiri dari kepala TPA. Sama halnya dengan interaksi. karena perkembangan tubuh dan otaknya berbeda. pengasuh membuat rencana kegiatan harian yang nantinya digunakan sebagai pedoman dalam kegiatan pembinaan. dibantu oleh empat orang pembantu umum dan tenaga pengasuh yang terdiri dari empat orang.30 WIB. seorang sekretaris. karena menurut beliau dengan bermain anak akan bisa dengan sendirinya berinteraksi dengan teman bermainnya. Menurut beliau memang pada awalnya anak menangis dan takut akan suasana baru yang ia terima di TPA Melati. keseluruhan pembina bertatap muka dengan anak didik selama 7 sampai 8 jam perhari. Tentang cara pengasuh melaksanakan interaksi dengan anak melalui pengenalan awal kepada anak. Dalam pembinaan jadwal pembinaan dimusyawarahkan dahulu oleh tenaga pengasuh dan kemudian disetujui oleh pengelola dan kemudian diambil keputusan waktu pembinaan dilaksanakan pada tiap hari senin sampai jumat. Beliau menjelaskan pada dasarnya pembina juga menyesuaikan isi program dengan usia anak sebagai contoh untuk anak usia 2 tahun dan 6 tahun pembinaannya berbeda.teman yang lain di sini peran tenaga pengasuh dituntut untuk menemani anak tersebut agar secara perlahan-lahan bisa bergaul dengan teman yang lain cara yang biasa ditempuh adalah dengan memberikan mainan dan membiarkan ia bermain dengan anak yang lain.30 WIB sampai 15. yang didampingi oleh orang tua agar anak tidak takut dengan pengasuh.. Perencanaan yang dilakukan pengasuh sebelum pembinaan dilaksanakan adalah merencanakan tema kegiatan harian serta mempersiapkan sarana yang dibutuhkan pada kegiatan tersebut sehingga semua teratur dan berjalan dengan baik. Mereka merasa sendirian dan asing dengan orang-orang yang baru ia kenal di sana. dimana dalam tema ini terdapat kegiatan bermain yang mengajarkan anak untuk bersosialisasi secara tidak langsung.00 WIB sampai 12. contohnya ada salah satu anak asuh yang mengalami kesulitan bergaul dengan teman . Dalam pembinaan pengasuh menyesuaikan isi program dengan kebutuhan anak. tenaga pengasuh menemani secara langsung pada saat pembinaan berlangsung dan memberikan bimbingan pada anak-anak yang membutuhkan bimbingan. dua orang wakil sekretaris.30 WIB dan setiap jumat mulai pukul 07.

boneka. buku dongeng. usia anak yang berbeda.alat permainan yang berupa balok susun.nilai agama.kegiatan yang ada hasil kegiatan yang diharapkan adalah kemampuan beribadah. perbedaan pola asuh orang tua. rumah . Melatih pengembangan bahasa beliau menjelaskan hasil yang diharapkan dari kegiatan ini agar anak mampu menggunakan bahasa baik secara pasif maupun aktif dan dapat berkomunikasi dengan baik yang nantinya bermanfaat dalam perkembangan selanjutnya. kritis dalam memberikan alasan dan memecahkan masalah selain itu secara tidak langsung dapat melatih anak untuk menemukan hubungan sebab akibat. Untuk alat . buku cerita. puzzle.tiap kegiatan bermain sambil belajar yang secara tidak langsung melatih pengembangan moral dan nilai . Untuk penilaian dilakukan menggunakan instrumen pengamatan dengan menggunakan blangko isian yang dibuat bersama-sama pengelola dan pengasuh. Melatih pengembangan sosial – emosional dari kegiatankegiatan yang dilakukan beliau mengatakan harapan yang ingin dicapai dari kegiatan ini agar anak mempunyai kemampuan alam. dari kegiatan . peranan masyarakat dan memahami keragaman sosial serta budaya. Untuk sarana belajar beliau menjelaskan ada beberapa sarana belajar yang digunakan seperti alat . lingkungan sosial. mobil .mobilan.Untuk metode yang digunakan adalah : metode bermain sambil belajar. Beliau mengatakan cara pembina berinteraksi dengan anak melalui pendekatan awal dengan anak yang didampingi orang tua anak agar mereka tidak takut untuk selanjutnya pengasuh mengajak bermain dengan harapan anak-anak belajar bersosialisasi di samping itu juga pengasuh berupaya mengenalkan anak kepada lingkungan sekitar. gerakan kasar serta mampu menerima rangsangan sensorik melalui panca indra. Dalam pembinaan kendala yang dialami saat menggunakan metode pembinaan adalah respon anak atau keinginan anak. birama dan berbagai bunyi serta menghargai hasil-hasil karya yang kreatif. Pengembangan kognitif yang pengasuh berikan disini dengan harapan anak dapat berpikir logis.alat belajar yang digunakan dan mendukung kegiatan berupa puzzle. Melatih pengembangan fisik dengan Kompetensi hasil yang diharapkan adalah anak – anak mempunyai kemampuan mengelola dan ketrampilan tubuh termasuk gerakan – gerakan yang mengontrol gerakan tubuh.rumahan susun. Pada program pembinaan ini beliau mengatakan secara rinci untuk tiap. c . Beliau mengatakan untuk mengkomunikasikan hasil pembinaan pengasuh memberikan blangko isian yang sudah diisi sebelumnya kepada orang tua dan menjelaskan perkembangan anak selama di TPA Melati dalam tiap bulannya. nada. mengenal dan percaya akan ciptaan Tuhan serta mencintai sesama. Selanjutnya ia mengatakan bentuk pembinaan yang melatih pengembangan seni diharapkan mampu mengajarkan kepada anak untuk mempunyai kepekaan terhadap irama. balok-balok susun.

menuang air tanpa tumpah. menangkap. memanjat menaiki tangga plosotan. ci . memanjat. anak-anak merasa ingin tahu tentang orang baru yang datang ke TPA Melati. gerakan motorik halus dan gerakan motorik kasar serta menerima rangsangan pancaindera dengan cara melempar bola jarak dekat. naik turun tangga.Mengenai respon orang tua tehadap hasil perkembangan anak yang diberikan mereka merasa sangat puas dengan hasil perkembangan anak mereka. Untuk berinteraksi dengan tenaga pengasuh dan orang lain di sekitar mereka langsung bisa akrab. menendang. orang-orang yang ada di TPA teman . Motivasi anak pada saat mengikuti kegiatan di TPA sama sekali tidak ada. pada awal mereka datang mereka merasa asing di tempat mereka berada sekarang. mereka juga mendukung untuk setiap kegiatan yang diberikan kepada anak mereka.teman yang lain dan pada kesempatan itulah yang digunakan pengasuh untuk melatih anak belajar sambil mereka bermain.teman yang ada mereka mempunyai motivasi untuk bermain dan bertemu teman . Reaksi anak-anak ketika bermain dengan teman-teman sebayanya anak-anak menikmati permainan meski kadang tenaga pengasuh harus sabar menangani mereka saat berebut mainan. berlari tanpa jatuh bolak-balik. orang tua juga turut menyukseskan kegiatan tersebut dengan melatih anak mereka tentang apa yang diberikan tenaga pengasuh sebagai contoh di TPA anak dilatih untuk belajar mandiri membereskan alat – alat permainan yang baru saja ia gunakan untuk bermain dan meletakkan pada tempatnya dan orang tua saat rumah diharapkan juga mengingatkan anak untuk membereskan mainannya sendiri dan mengembalikan pada tempat semula. Dari situ dapat dilihat perbedaan kemampuan belajar berdasarkan usia. menendang dan melempar bola jarak jauh serta melompat. setelah mengenal lingkungan sekitar TPA. berjalan stabil. menangkap dan melompat dan sebagainya sedang untuk usia 4 .5 tahun kompetensi dan hasil belajar yang dicapai sama untuk melatih motorik kasar dan halus dengan cara berjalan stabil. berjalan mengikuti jejak. sedangkan motivasi orang tua lebih memilih TPA Melati karena menurut mereka lokasi TPA dekat dengan tampat kerja. berjalan mundur. mundur dan berjalan maju. Keingintahuan mereka itu yang membuat anak-anak TPA berani mendekat dan mengajak bicara dengan bahasa mereka. menirukan gerakan binatang. naik turun tangga tanpa berpegangan. Kemampuan belajar anak di TPA Melati menurut beliau kemampuan belajar anak disesuaikan dengan usia dan tingkat perkembangannya. mengikuti binatang. sebagai contoh untuk kelompok usia 2 tahun – 3 tahun pengembangan fisik yang diharapkan adalah kemampuan anak dalam mengelola dan ketrampilan tubuh yang didalamnya termasuk gerakan-gerakan yang mengontrol gerakan tubuh.

Dalam pembinaan pengasuh menyesuaikan isi program dengan kebutuhan anak dan usia anak. Tentang cara pengasuh melaksanakan interaksi dengan anak melalui perkenalan awal kepada anak.30 WIB sampai 15. Untuk awal datang pukul 07. keseluruhan waktu pembina bertatap muka dengan anak didik selama 7 sampai delapan jam perhari. seorang sekretaris. Hampir sama dengan interaksi.e. Dalam pembinaan jadwal pembinaan dimusyawarahkan oleh tenaga pengasuh dan kemudian disetujui oleh pengelola selanjutnya diambil keputusan waktu pembinaan dilaksanakan pada tiap hari senin sampai jumat. Responden 5 Informasi selanjutnya adalah R5 yang berusia 31 tahun sebagai tenaga pengasuh beliau menjelaskan tentang penyelenggaraan pembinaan penitipan anak dilakukan oleh para pengelola beserta pengurus dan dalam pelaksanaannya di bantu oleh tenaga pengasuh. dua orang wakil sekretaris.00 WIB anak tiba di TPA dan melalui proses pemeriksaan umum cii . yang didampingi oleh orang tua agar anak tidak takut dengan pengasuh.30 WIB. Dalam susunan kepengurusan beliau menjelaskan bahwa dalam organisasi TPA Melati terdapat pengelola yang terdiri dari beberapa pengurus ada kepala TPA. pengasuh membuat rencana kegiatan harian yang nantinya digunakan untuk pedoman dalam kegiatan pembinaan. contoh ada salah satu anak asuh yang mengalami kesulitan bergaul dengan teman-teman yang lain karena perbedaan cara mengasuh orang tua disini peran tenaga pendidik dituntut untuk menemani anak tersebut agar secara perlahan-lahan bisa bergaul dengan teman yang lain.00 08. Sebagai contoh anak yang kurang dapat bergaul membutuhkan bantuan agar ia dapat bergaul dengan anak yang lain dan solusinya pengasuh membantu agar anak dapat bergaul dan bersosialisasi dengan anak yang lain melalui kegiatan bermain. dari kegiatan – kegiatan itulah mengapa saya lebih memilih menitipkan anak saya di TPA daripada ditempat lain. Usaha ini dilakukan karena dengan bermain anak akan bisa dengan sendirinya berinteraksi dengan teman bermainnya. Tahap – tahap kegiatan pembinaan didasarkan pada usia misalnya usia 3 sampai 6 tahun. untuk setiap senin sampai kamis dilakukan pukul 07.30 WIB dan setiap jumat mulai pukul 07. dibantu oleh empat orang pembantu umum dan empat orang tenaga pengasuh.00 WIB sampai 12. seorang bendahara. pendekatan yang dilakukan pembina untuk pembinaan adalah pendekatan bermain sambil belajar . dua orang wakil ketua. tenaga pengasuh menemani secara langsung pada saat pembinaan berlangsung dan memberikan bimbingan pada anak-anak yang membutuhkan bimbingan. pada awalnya anak akan menangis dan takut akan keadaan baru yang ia terima di TPA Melati. Beliau menjelaskan pada dasarnya pembina juga menyesuaikan isi program dengan usia anak karena perkembangan tubuh dan otaknya berbeda.

Untuk penilaian dilakukan menggunakan instrumen pengamatan dengan menggunakan blangko isian yang dibuat bersama-sama pengelola dan pengasuh.11.30 WIB anak – anak diberi pakaian ganti. Dalam pembinaan kendala yang dialami saat menggunakan metode pembinaan adalah keinginan anak atau respon anak. Pukul 12. Pukul 11. Beliau mengatakan cara pembina berinteraksi dengan anak melalui perkenalan dengan anak yang didampingi orang tua anak agar mereka tidak takut untuk selanjutnya pendidik mengajak bermain dengan harapan anak-anak belajar bersosialisasi di samping itu pendidik juga berupaya mengenalkan anak kepada lingkungan sekitar mereka.30 WIB Membersihkan diri. Jam 09. Untuk alat-alat belajar yang digunakan dan mendukung kegiatan berupa puzzle. Pukul 13.10.00 .30 . untuk sarana yang disediakan tempat cuci kaki dan tangan. mereka juga mendukung untuk setiap kegiatan yang diberikan kepada anak mereka. buku dongeng.00 WIB kegiatan yang dilakukan bebas di luar.11.09. usia anak yang berbeda.30 WIB anak – anak diberikan makan siang dan minum dari TPA Melati.30 . Beliau mengatakan untuk mengkomunikasikan hasil pembinaan pengasuh tinggal memberikan blangko isian yang sudah diisi sebelumnya kepada orang tua dan menjelaskan perkembangan anak selama di TPA Melati dalam tiap bulannya.00 . balok-balok susun.00 WIB waktu ini digunakan untuk istirahat dan tidur.12. Berjemur kegiatan yang dilakukan tenaga pendidik mengawasi anak di luar. membersihkan badan dan tidur.00 WIB kegiatan selanjutnya bermain dalam ruangan dengan menggunakan alat – alat permainan dalam ruangan. puzzle. boneka.13. dan perbedaan pola asuh. Pukul 11.mobilan.00 WIB sampai 09. tempat penyimpanan pakaian untuk selanjutnya pukul 08. Adapun tujuan agar anak belajar bersosialisasi dan meningkatkan kesegaran jasmani.30-15. buku cerita. Pukul 09.30 WIB waktu minum susu tujuannya dengan memberikan susu anak diajak berkomunikasi dan sosialisasi dengan anak. sosialisasi dan etika. orang tua juga turut menyukseskan kegiatan tersebut dengan melatih anak mereka tentang apa yang diberikan tenaga pengasuh sebagai contoh di TPA anak dilatih untuk belajar ciii . bercerita dan kegiatan bebas diluar ruangan.30 WIB kegiatan selanjutnya bernyanyi. Untuk sarana belajar beliau menjelaskan ada beberapa sarana belajar yang digunakan seperti alat-alat permainan yang berupa balok susun. mobil .dengan tujuan meningkatkan komunikasi. Pukul 10.00 . Untuk metode yang digunakan adalah : metode bermain sambil belajar.30 . ganti baju. rumah-rumahan susun. Mengenai respon orang tua tehadap hasil perkembangan anak yang diberikan mereka sangat puas dengan hasil perkembangan anak mereka. minum susu dan bersiap pulang.

mandiri meletakkan sepatu atau sandal pada tempatnya dan orang tua juga menerapkan hal yang sama di rumah. pada awal mereka datang mereka merasa asing di tempat mereka berada sekarang. Beliau juga mengatakan pembinaan yang dilakukan sangat memuaskan. ayah dari Gebyar Berlianto ini mengatakan alasan memilih TPA Melati sebagai tempat menitipkan anak mereka karena fasilitas yang memuaskan. mengikuti binatang. berlari tanpa jatuh bolak – balik. f. karena menurut beliau anaknya sekarang lebih mandiri dari pada sebelumnya. naik turun tangga. Keiingintahuan mereka itulah yang membuat anak . memanjat. orang-orang yang ada di TPA teman-teman yang ada mereka mempunyai motivasi untuk bermain dan berjumpa teman-teman yang lain dan pada kesempatan itulah yang pengasuh gunakan untuk melatih anak belajar sambil mereka bermain. sebagai contoh untuk kelompok usia 2 tahun – 3 tahun pengembangan fisik kompetensi yang diharapkan adalah kemampuan anak dalam mengelola dan ketrampilan tubuh termasuk gerakan-gerakan yang mengontrol gerakan tubuh. menendang.anak TPA berani mendekati orang lain dan mengajak bicara dengan bahasa mereka. memanjat menaiki tangga plosotan. dekat dengan tempat kerja istri. melompat dan sebagainya sedang untuk usia 4 . menendang dan melempar bola jarak jauh serta melompat.apa.5 tahun Kompetensi dan hasil belajar yang dicapai sama untuk melatih motorik kasar dan halus dengan cara berjalan stabil. menirukan gerakan binatang. tempatnya bersih. anak .anak merasa ingin tahu tentang orang baru yang datang di tempat mereka ( TPA Melati ). Dari situ dapat dilihat perbedaan kemampuan belajar berdasarkan usia. berlari tanpa jatuh. berjalan maju dan mundur. gerakan motorik halus dan gerakan motorik kasar serta menerima rangsangan sensorik ( pancaindera ) dengan cara berjalan stabil. Untuk motivasi anak saat mengikuti kegiatan di TPA pada awalnya anak sama sekali tidak punya motivasi apa . berjalan mundur.teman sebayanya anak-anak menikmati walau kadang tenaga pengasuh harus sabar menangani mereka saat berebut mainan. dulu anaknya belum bisa meletakkan sepatunya pada rak civ .anak ketika bermain dengan teman . naik turun tangga tanpa berpegangan. menangkap. Untuk berinteraksi dengan tenaga pengasuh dan orang lain di sekitar mereka langsung bisa akrab. setelah mengenal lingkungan sekitar TPA. Beliau bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil usia beliau 40 tahun. Responden 6 Informasi selanjutnya R6 yang berpendidikan S1 jurusan teknik. menuang air tanpa tumpah. berjalan mengikuti jejak. menangkap dan melempar bola jarak dekat. Kemampuan belajar anak di TPA Melati menurut beliau kemampuan belajar anak disesuaikan dengan usia dan tingkat perkembangannya. Reaksi anak .

dan mengembalikan sepatu pada tempatnya semula setelah dipakai tanpa harus disuruh.00 WIB. dari kegiatan – kegiatan yang diberikan dengan anaknya sangat mempunyai pengaruh yang sangat besar sekali mulai dari keagamaan. tapi setelah dilatih untuk mandiri di TPA Melati dengan meletakkan alas kaki di rak sepatu yang ada di TPA Melati dan itu sangat membantu kerja ibu di rumah. untuk tiap hari beliau sebelum bekerja mengantar anak ke TPA terlebih dahulu selanjutnya beliau menjemput kembali putranya setelah pulang kerja jam 16. Tentang jadwal beliau menitipkan anak beliau mengatakan pembinaan dilakukan setiap senin dan jumat dan beliau juga selalu menitipkan anaknya pada hari itu. olah tubuh.000.. Untuk meluagkan waktu dalam memantau perkembangan anak di TPA beliau selalu datang ke TPA saat istirahat kerja meskipun cv . dari hal itu pula yang membuat beliau lebih memilih TPA Melati dari pada tempat penitipan yang lain.. Kesulitan yang beliau hadapi saat menitipkan anak di TPA Melati saat anak sedang rewel karena sakit atau memang kadangkadang anak tidak mau ditinggal kerja.sampai dengan Rp 400. Beliau memberikan gambaran pembinaan yang beliau harapkan adalah pembinaan yang dapat sepenuhnya membantu anak untuk lebih mandiri dan tidak selalu bergantung pada orang tua yang bekerja di kemudian hari. dapat dijangkau dengan menggunakan kendaraan sendiri ataupun angkatan kota. Motivasi beliau menitipkan anak di TPA Melati karena beliau dan istri dapat bekerja lebih tenang sehingga beliau merasa perlu sekali menitipkan anaknya agar anaknya tidak kehilangan masa anakanaknya dan masa belajarnya. Saya mengetahui keberadaan TPA Melati UNDIP dari istri saya yang bekerja di UNDIP. Anak saya sekarang lebih lancar berbicara dan tidak takut dengan orang yang tidak dia kenal. Sejak mengikuti pembinaan anak saya mandiri mengerjakan sesuatu yang menyangkut dirinya tanpa harus meminta tolong orang lain.000. Perubahan yang sangat mencolok selama anak mengikuti pembinaan anak beliau tidak rewel dan cengeng. dan berkomunikasi. Beliau telah menitipkan anak di TPA Melati 3 tahun yang pada saat pertama kali masuk di TPA Melati usia 3 bulan. TPA dekat dengan jalan raya.sepatu. dengan tanpa disuruh anak dapat melakukannya sendiri.per bulannya. jarak rumah saya dengan TPA Melati kirakira 10 km. mungkin karena di TPA sering diajak berbincang-bincang. memakai sepatu sendiri. Sebagai contoh untuk mengambil sepatu dilakukan sendiri. berbahasa. Mengenai biaya yang dikeluarkan untuk menitipkan anak di TPA Melati. beliau mengatakan sekitar Rp 125. anak saya lebih mandiri di rumah dia tidak rewel. Letak TPA Melati menurut beliau sangat strategis.

Untuk jadwal beliau menitipkan anak beliau mengatakan jadwal telah ditetapkan bersama. tentang mengapa memilih TPA dari pada play group menurut beliau tempat penitipan yang sekarang dipilih lebih aman dan tepat untuk anak beliau. Beliau juga mengatakan pembinaan yang dilakukan sangat memuaskan. pembinaan dilakukan setiap hari senin sampai kamis pukul 07. Kesulitan yang beliau hadapi saat menitipkan anak di TPA Melati saat anak sedang sakit sementara pekerjaan saya tidak bisa ditinggal. Responden 7 Informasi selanjutnya R 7 yang berpendidikan D3 Kesehatan.30 dan hari jumat mulai pukul 07.30 sampai pukul 15. ayah dari Mohammad Nabil ini mengatakan alasan memilih TPA Melati dari pada tempat penitipan yang lain atau play group sebagai tempat menitipkan anak mereka karena fasilitas yang memuaskan. g. karena beliau merasakan perbedaan yang mencolok pada anaknya sekarang dulu anak saya takut dan cengeng saat berada di sekolah sehingga sangat merepotkan gurunya sampai . tetapi sekarang mungkin karena telah terbiasa berada bersama anak – anak lain ia jadi lebih berani dan tidak cengeng dari pada sebelumnya. Sejak cvi . tempatnya bersih. dari seluruh kegiatan yang diberikan saya lebih senang kegiatan anak dalam pengembangan seni dan bahasa yang melatih anak untuk menghargai hasil karya yang ada dan berkomunikasi yang merupakan hal yang terpenting untuk perkembangan anak selanjutnya. Perubahan yang sangat mencolok selama anak mengikuti pembinaan anak beliau lebih mandiri. Dalam sehari – harinya anak beliau tetap sekolah. beliau menjemput anak setelah pulang sekolah dan langsung mengantarnya ke TPA.sampai saya harus menunggui di sana. Beliau berharap anak akan dapat mandiri setelah mengikuti semua kegiatan yang ada di TPA Melati. Selain itu beliau juga mengatakan untuk memantau perkembangan anak memang harus selalu dilakukan sekecil apapun bentuk perhatian tersebut sangat berarti bagi perkembangan anak selanjutnya. Beliau memberikan gambaran pembinaan yang beliau harapkan adalah pembinaan yang dapat sepenuhnya membantu anak untuk lebih mandiri dan tidak selalu bergantung pada orang tua yang bekerja di kemudian hari. tidak rewel dan cengeng. yang menurutnya hanya masalah kepercayaan saja mengapa beliau memilih TPA Melati yang pada dasarnya hampir sama pelayanannya dengan play group.30.hanya sebentar. Beliau bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil ( BP7 ) usia beliau 40 tahun. dekat dengan jalan raya sehingga mudah dijangkau oleh angkutan umum.00 sampai 12. dan beliau juga selalu menitipkan anaknya setelah pulang sekolah. terpaksa saya harus menitipkannya di TPA dan saya setiap saat terus memantau keadaan anak dan itu membuat pikiran saya tidak bisa tenang.

beliau berpendidikan D3 dan bertempat tinggal di Sendang Mulyo ini cvii .sampai Rp 400. Saya mengetahui keberadaan TPA Melati UNDIP dari kakak saya yang kebetulan melewati jalan Hayam Wuruk dan melihat papan nama yang terpampang di depan TPA dan kebetulan juga sejak anak saya lahir saya tidak pernah mempekerjakan pembantu rumah tangga. h. malah anak saya rewel dirumah kalau hari minggu TPA Melati tutup karena memang tidak ada jadwal. kami lebih bisa tenang dan dapat berkonsentrasi dengan pekerjaan masing – masing.000.mengikuti pembinaan anak saya mandiri mengerjakan sesuatu yang menyangkut dirinya tanpa harus meminta tolong orang lain. keramahan dan kesabaran tenaga pengasuh yang saya rasakan dapat membantu anak saya dalam belajar Mengenai biaya yang dikeluarkan untuk menitipkan anak di TPA Melati beliau mengatakan sekitar Rp 125. Responden 8 Informasi selanjutnya R 8 yang berusia 33 tahun. dari situ saya mencoba mencari informasi dengan langsung datang ke TPA dan bertanya – tanya seputar pengasuhan anak. dengan bertanya kepada pengasuh bagaimana keadaan anak di TPA begitu juga sebaliknya pihak TPA selalu siap memberikan kabar tentang anak – anak yang diasuh kepada orang tua kalau ada masalah pada anak – anak di TPA. dapat dijangkau dengan menggunakan kendaraan sendiri ataupun angkatan kota. suami saya terus mendesak saya untuk keluar dari tempat kerja untuk mengasuh anak di rumah tapi setelah saya menemukan TPA Melati dan suami saya setuju untuk menitipkan anak kami memutuskan menitipkan anak di TPA.dengan per bulannya. Motivasi beliau menitipkan anak di TPA Melati karena beliau dapat bekerja lebih tenang. karena sebelum saya mendapatkan solusi menitipkan anak. setelah tahu ada lembaga yang secara resmi mengasuh dan membina anak. Sekarang saya dan suami tidak lagi khawatir seperti dulu. beliau juga mengatakan untuk memantau perkembangan anak memang harus selalu beliau lakukan sekecil apapun bentuk perhatian tersebut sangat berarti. ya terpaksa saya mengajak anak saya ke tempat hiburan lain. TPA dekat dengan jalan raya. tidak rewel dan cengeng. Beliau berharap anak akan dapat mandiri setelah mengikuti semua kegiatan yang ada di TPA Melati.anak di usia dini saya langsung tertarik dan mengambil keputusan menitipkan anak di sana. karena takut kalau – kalau anak saya tidak bisa menyesuaikan diri dengan pembantu saya dan saya memang tidak bisa percaya dengan pembantu – pembantu rumah tangga jaman sekarang.. selain itu sarana dan prasarana yang ada sangat memuaskan.. Untuk meluangkan waktu dalam memantau perkembangan anak di TPA beliau lakukan melalui telepon. Letak TPA Melati menurut beliau sangat strategis.000.

dari seluruh kegiatan yang diberikan saya lebih senang kegiatan anak dalam melatih pengembangan fisik dengan kompetensi hasil yang diharapkan adalah anak – anak mempunyai kemampuan mengelola dan ketrampilan tubuh termasuk gerakan – gerakan yang mengontrol gerakan tubuh. Karena menurut beliau anaknya sekarang lebih mandiri. Saya mengetahui keberadaan TPA Melati UNDIP dari teman kerja saya yang dulu sebelum mempunyai pembantu menitipkan anaknya di TPA. untuk setiap hari sebelum bekerja beliau mengantar anak ke TPA terlebih dahulu selanjutnya beliau menjemput kembali setelah pulang kerja. tapi setelah dua minggu pertama saya menitipkan anak saya mengalami perkembangan yang pesat. Gambaran pembinaan yang beliau harapkan adalah pembinaan yang dapat sepenuhnya membantu anak untuk lebih mandiri dan tidak selalu bergantung pada orang tua yang bekerja di kemudian hari. Kesulitan yang beliau hadapi saat menitipkan anak di TPA Melati saat anak sedang rewel karena sakit atau memang kadangkadang anak tidak mau ditinggal kerja. terlebih lagi anak – anak di TPA dapat lebih mandiri mengerjakan segala sesuatu kegemarannya sendiri tanpa harus minta bantuan kalau tidak benar – benar terpaksa. dulu anaknya tidak mau melakukan segala sesuatunya sendiri misalnya mengambil botol minumnya sendiri di meja semuanya harus saya yang mengerjakan. saya juga lebih fleksibel untuk membiarkan anak saya melakukan aktivitasnya sendiri tanpa harus memberikan tekanan – tekanan yang nantinya mematikan kreativitasnya. Perubahan yang sangat mencolok selama anak mengikuti pembinaan anak beliau lebih mampu berinteraksi dengan anak lain. dan itu sangat membantu pekerjaan saya di rumah. tempatnya bersih.mengatakan alasan memilih TPA Melati sebagai tempat menitipkan anak mereka karena fasilitas yang bagus. dan setelah mempunyai pembantu ia berhenti menitipkan anaknya. Tentang pembinaan yang dilakukan sangat memuaskan. lebih mandiri untuk melakukan kegiatannya sendiri. dan memilih pembantu yang mengasuh anaknya. beliau juga mengaku lebih percaya kepada TPA Melati dari pada tempat lainnya karena anak saya kelihatan menikmati sekali selama di cviii . Tentang jadwal beliau menitipkan anak beliau mengatakan pembinaan dilakukan setiap hari senin dan jumat dan beliau juga selalu menitipkan anaknya pada hari itu. gerakan kasar serta mampu menerima rangsangan sensorik melalui panca indra yang merupakan hal yang terpenting untuk perkembangan anak saya selanjutnya. saya tinggal memberi perintah meletakkan botol minuman yang sudah habis isinya ke meja langsung dikerjakannya. dan yang penting anaknya nyaman berada di TPA Melati. saya tinggal memantau kegiatan apa saja yang dilakukannya.

dan menitipkan anak dulu sebelum anak saya masuk sekolah. kurang bergaul dengan anak – anak seusia sehingga beliau merasa kehilangan masa kanak – kanaknya. TPA. Letak TPA Melati menurut beliau sangat strategis.30 WIB dan hari jumat mulai pukul 07. kalau tidak malah saya yang repot”. Beliau memberikan gambaran pembinaan yang beliau harapkan adalah pembinaan yang dapat sepenuhnya membantu anak untuk lebih mandiri karena kesibukan beliau sebagai wiraswasta berdagang di pasar yang kurang memberikan perhatian yang penuh kepada anak. Ibu dari Rafida Safira ini mengatakan alasan memilih TPA Melati sebagai tempat penitipkan anak karena fasilitasnya bagus untuk kenyamanan anak.00 WIB sampai 12. dapat dijangkau dengan menggunakan kendaraan sendiri ataupun angkatan kota. karena beliau beranggapan berapapun biaya yang harus dikeluarkan untuk kebutuhan anak akan beliau keluarkan yang terpenting anak tercukupi baik soal pendidikan maupun pengasuhan Motivasi beliau menitipkan anak di TPA Melati karena pengalaman pribadi beliau yang tidak mengenakan yang pernah beliau alami sewaktu kecil. Dari pengalaman itu saya tidak mau anak saya mengalaminya.30. itu terjadi karena kedua orang tuanya sibuk bekerja.i. Mengenai biaya yang dikeluarkan beliau keberatan menyebutkannya. cix .30 WIB sampai pukul 15. dimana beliau dulu kurang perhatian yang cukup soal perkembangan fisik. Selain itu beliau juga mengatakan untuk memantau perkembangan anak memang harus selalu dilakukan sekecil apapun bentuk perhatian tersebut sangat berarti bagi perkembangan selanjutnya. Tentang jadwal beliau menitipkan anak beliau menyesuaikan dengan jadwal yang dibuat TPA Melati setiap hari senin sampai kamis pukul 07. ya kalau anak saya cocok. TPA dekat dengan jalan raya.” Saya takut memindahkan anak saya ke tempat lain. WIB dan beliau juga selalu menitipkan anaknya pada hari itu tentunya setelah pulang sekolah. maka saya monomer satukan kebutuhan – kebutuhan anak saya. Untuk meluangkan waktu dalam memantau perkembangan anak di TPA beliau selalu datang menanyakan kondisi anak di TPA dan tidak jarang saya datang sekali – kali ke TPA saat istirahat kerja meskipun hanya sebentar. pembinaan yang dilakukan pengasuh memuaskan dapat membantu perkembangan anak. karena menurut beliau hal itu penting bagi anak beliau. Dari kegiatan yang diberikan beliau senang kegiatan yang mencakup pengembangan kognitif. untuk tiap hari beliau mengantar anak ke TPA terlebih dahulu langsung setelah pulang sekolah selanjutnya beliau menjemput kembali putranya setelah pulang kerja. Responden 9 Informasi selanjutnya R6 yang berpendidikan SMU.

Letak TPA Melati menurut beliau sangat strategis sekali. Motivasi beliau menitipkan anak di TPA Melati karena beliau dan suami dapat bekerja lebih tenang. tempatnya bersih. TPA dekat dengan jalan raya.per bulannya untuk menitipkan anak di TPA Melati. Beliau baru menitipkan anak di TPA Melati 3 bulan ini. Kesulitan yang beliau hadapi saat menitipkan anak di TPA Melati saat anak sedang bandel karena tidak mau dititipkan dan menangis minta diajak ke tempat saya dagang. Perubahan yang sangat mencolok selama anak mengikuti pembinaan. beliau menggunakan kesempatan ini untuk bekerja mencari nafkah demi pendidikan yang baik untuk anak – anaknya. Beliau juga mengatakan pembinaan yang dilakukan sangat memuaskan. Untuk meluangkan waktu dalam memantau perkembangan anak di TPA beliau menggunakan jasa telepon untuk mengetahui kondisi anaknya.j. Beliau berharap anak akan dapat mandiri setelah mengikuti semua kegiatan yang ada di TPA Melati. beliau bekerja di PEMDA. makanya saya tidak berani ambil resiko memindahkan anak ke tempat lain. dapat dijangkau dengan menggunakan kendaraan sendiri ataupun angkatan kota. Saya mengetahui keberadaan TPA Melati dari keponakan saya yang kuliah di UNDIP yang mengatakan ada tempat pengasuhan anak. ibu dari Alfian Nanda ini menuturkan alasan memilih TPA Melati sebagai tempat menitipkan anak mereka karena fasilitas yang memuaskan. karena menurut beliau cx .000. anak beliau lancar berbicara dan lebih berani untuk berbicara dengan orang lain dan tidak malu – malu baik dirumah atau disekolah. “ Anak saya itu dari pertama saya ajak langsung senang melihat anak –anak yang ada bermain disana dan kesenangan awal itu yang tidak pernah saya lihat sebelumnya dari anak. dan itu tidak memungkinkan saya untuk meninggalkan anak di tempat pengasuhan. beliau menjelaskan lebih memilih TPA Melati daripada tempat lain karena anak saya terlanjur menikmati tempat itu dari awal. yang sebelumnya saya cari – cari keberadaannya karena TPA yang ada dipasar – pasar kebanyakan sekarang sudah tidak ada lagi kalaupun ada kegiatan yang ada didalamnya tidak jalan.. Beliau juga mengatakan untuk memantau perkembangan anak memang harus selalu dilakukan sekecil apapun bentuk perhatian tersebut sangat berarti bagi perkembangan selanjutnya. mungkin karena di TPA sering diajak berbincang-bincang oleh pengasuh. Responden 10 Informasi selanjutnya seorang Perempuan yang usia 37 tahun. Mengenai biaya yang dikeluarkan beliau mengatakan sekitar Rp 125. dekat dengan jalan raya yang memudahkan transportasi. Menurut beliau nanti saja dipindahkan ke TK setelah usianya mencukupi.

dapat dijangkau dengan menggunakan kendaraan sendiri ataupun angkatan kota. pengembangan fisik. TPA dekat dengan jalan Raya.nilai agama. tentang masalah mengapa tidak memilih play group atau TPA lain beliau mengungkapkan. karena terlanjur percaya baik sama pengasuhnya dan tidak bisa dibohongi adalah saat perkembangan yang mencolok sekali pada saat dirumah anak saya tidak rewel dan lebih mandiri. Perubahan yang sangat mencolok selama anak mengikuti pembinaan anak beliau tidak rewel dan cengeng. memang perubahan itu belum berarti tapi beliau yakin dari pelajaran itu setidaknya anak akan tambah pengetahuannya.30 dan hari jumat mulai pukul 07. Kesulitan yang beliau hadapi saat menitipkan anak di TPA Melati saat anak sedang rewel karena sakit.000. Tentang jadwal beliau menitipkan anak beliau mengatakan beliau menyesuaikan dengan jadwal yang dibuat TPA Melati setiap hari senin sampai kamis pukul 07. anak saya lebih mandiri di rumah dia tidak rewel. tapi setelah dilatih untuk mandiri di TPA Melati dengan mengambil pakaiannya sendiri dari tas yang mereka bawa dari rumah.30 sampai pukul 15.. cxi .00 sampai 12. Mengenai biaya yang dikeluarkan beliau mengatakan sekitar Rp 125.anaknya sekarang lebih mandiri dari pada sebelumnya.sampai dengan Rp 400.30 WIB. Untuk tiap hari beliau sebelum bekerja terlebih dahulu mengantar anak ke TPA selanjutnya beliau menjemput kembali putranya setelah pulang kerja. pengembangan kognitif anak. Letak TPA Melati menurut beliau sangat strategis. dan pengembangan sosial emosional serta pengembangan seni. Motivasi beliau menitipkan anak di TPA Melati karena beliau dan istri dapat bekerja lebih tenang selain itu beliau merasa agar anaknya tidak kehilangan masa anak-anaknya dan masa belajarnya perlu sekali menitipkan anaknya.000. dari informasi tersebut saya langsung percaya dan memasukkan anak disana. Saya mengetahui keberadaan TPA Melati UNDIP dari teman saya. Untuk meluangkan waktu dalam memantau perkembangan anak di TPA beliau datang ke TPA saat istirahat kerja meskipun hanya sebentar.per bulannya untuk menitipkan anak di TPA Melati. dulu anaknya belum bisa mengambil baju sendiri. Pembinaan yang dilakukan TPA Melati secara keseluruhan sangat membantu anak saya mulai dari perkembangan moral dan nilai.. Beliau memberikan gambaran pembinaan yang beliau harapkan adalah pembinaan yang dapat sepenuhnya membantu anak untuk lebih mandiri dan tidak selalu bergantung pada orang tua yang bekerja di kemudian hari. Sejak mengikuti pembinaan anak saya mandiri mengerjakan sesuatu yang menyangkut dirinya tanpa harus meminta tolong orang lain. pengembangan bahasa.

1. B.ibu Dharma wanita UNDIP dan dalam perencanaan pembinaan yang ada di TPA Melati dirancang oleh pengelola dan para tenaga pengasuh yang mengacu pada pembelajaran anak usia dini. Pembahasan Hasil Penelitian Pada bagian ini akan dibahas hasil penelitian seperti yang telah dipaparkan di depan yang meliputi : perencanaan pembinaan. pelaksanaan dan evaluasi pembinaan. pengorganisasian. Dalam kurikulum dibuat program kegiatan harian yang nantinya akan digunakan pengasuh sebagai pedoman pembinaan. Kurikulum yang dipakai saat ini dibuat dan dikembangkan berdasarkan beberapa literatur dan buku .Beliau berharap anak akan dapat mandiri setelah mengikuti semua kegiatan yang ada di TPA Melati.buku tentang pertumbuhan dan perkembangan anak yang disarikan kemudian dijabarkan dalam kegiatan harian. Perencanaan Pembinaan Taman Pengasuhan Anak Melati merupakan lembaga pengelola penitipan anak yang dikelola oleh para ibu . cxii .

sama tenaga pengasuh. pengelola dan sesuai kebutuhan orang tua. Penentuan metode dan media yang digunakan secara keseluruhan mengacu pada tujuan pembinaan berdasarkan usia dan tingkat perkembangan dan pertumbuhan anak dengan memanfaatkan lingkungan sekitar. pengembangan fisik. Adapun tingkat perkembangan yang ingin dicapai meliputi pengembangan moral dan nilai – nilai agama. pengembangan kognitif.Dalam kegiatan harian yang dilakukan didasarkan pada tingkat pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini antara 0 . Dari temuan tersebut dapat diketahui bahwa perencanaan yang ada di TPA Melati Semarang dibuat sebelum pembinaan dilakukan dengan menentukan cxiii . pengembangan bahasa. Pembinaan dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah dibuat bersama .8 tahun. pengembangan sosial – emosional dan pengembangan seni. Adapun penjabaran dari tiap – tiap kegiatan dapat dilihat dari satuan kegiatan mingguan dan satuan kegiatan harian yang telah dibuat oleh para pengasuh dan disetujui oleh kepala TPA Melati melalui proses musyawarah.

Dengan demikian langkah-langkah yang ditempuh sesuai dengan saran Williams dan Kami (1986) yang menyarankan untuk mendorong kemampuan berfikir anak sebaiknya guru merancang suatu kegiatan yang memungkinkan masingmasing anak mendapatkan kesempatan khusus untuk memutuskan sendiri kegiatan mana yang dipilih.sumber manusiawi dan non manusiawi yang diperlukan ke dalam suatu kesatuan dalam melaksanakan kegiatan sebagaimana telah direncanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. cxiv berkemampuan dan cukup . Hal ini dapat dilihat dari satuan kegiatan mingguan dan satuan kegiatan harian yang telah dibuat TPA Melati. Pengorganisasian Pengorganisasian adalah usaha mengintegrasikan sumber . metode dan media yang disesuaikan dengan usia perkembangan anak serta melibatkan orangorang yang ada dalam organisasi.ibu dharma wanita UNDIP dengan pertimbangan bahwa mereka dipandang mampu dan mau dalam artian mereka dipandang berpotensi.kegiatan harian. 2. Dalam pembentukan organisasi di TPA Melati Semarang didasarkan atas keputusan bersama-sama ikatan ibu .

mengelompokkan dan membagi tugas serta pekerjaan diantara para anggota organisasi agar tujuan organisasi dapat dicapai dengan efisien. 1995 : 76 ). bahwa pengorganisasian TPA merupakan suatu proses pengatur. sedangkan para tenaga pembina atau pengasuh bertanggung jawab terhadap manajemen pembinaan. tidak berpenyakit dalam Pembagian tugas serta wewenang dalam organisasi ini cukup jelas dimana masing-masing anggota organisasi mengerti dengan jelas tugas dan tanggung jawabnya dalam organisasi ini. beliau sebagai sosok pimpinan yang mengayomi anggotanya dan seorang yang cxv . Hal ini dapat dilihat dari kepengurusan yang ada di TPA Melati. hal ini di pelopori oleh kepala TPA Melati itu sendiri. Dari informasi yang didapat tersebut dapat diambil kesimpulan sementara. 1994 ( didiet Hardjito.berpengalaman untuk melaksanakan tugasnya sesuai dengan jabatan yang diberikan dalam organisasi tersebut. sedangkan perekrutan anak didik didasarkan pada usia anak yang tidak lebih dari 1.5 tahun sampai 7 tahun. Perekrutan pengasuh didasarkan pada pengalaman di bidangnya serta ketelatenan dan kesabarannya mengurus anak. para Pengurus sudah paham betul tugas dan kewajibannya sebagai suatu kesatuan dalam organisasi. Dari keterangan yang diperoleh dapat diambil kesimpulan sementara bahwa pengorganisasian di TPA Melati merupakan suatu proses pengelompokan dan mengatur serta membagi tugas – tugas atau pekerjaan di antara para anggota organisasi agar tujuan organisasi dapat dicapai dengan efisien Hani Handoko. Tugas pengelola adalah bertanggung jawab terhadap manajemen penyelenggaraan.

kurang beragamnya alat permainan yang ada sehingga proses belajar menjadi kurang sempurna. pengembangan bahasa.nilai agama. semua kegiatan dilaksanakan tanpa hambatan yang berarti. Pada pelaksanaan kegiatan diharapkan semua tujuan pembinaan tercapai mulai dari Pengembangan moral dan nilai – nilai agama. Semua kegiatan yang dilakukan dipilih dalam rangka perkembangan moral dan nilai. Pelaksanaan Pembinaan Setelah perencanaan pengorganisasian selanjutnya fungsi pelaksanaan baru dilakukan agar dapat merealisasi tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dari beberapa komentar para informan bahwa pelaksanaan dilakukan sesuai dengan apa yang telah direncanakan dalam satuan kegiatan harian yang didasarkan pada usia anak. 3. pengembangan fisik.dapat membedakan antara tanggung jawab pekerjaan dengan urusan pribadi. TPA Melati mengatasinya dengan penggunaan media alami bermain yang ada di TPA misal tanah berumput. pengembangan sosial – emosional.. pengembangan seni. Metode yang dipakai adalah metode bermain dan belajar atau belajar sambil bermain. dan pengembangan sosial emosional serta pengembangan seni. pengembangan fisik. cxvi . pengembangan kognitif anak. pengembangan bahasa. Pelaksanaan kegiatan pembinaan dilakukan menganut prinsipprinsip perkembangan anak usia dini dan bermain sambil belajar. pengembangan kognitif.

Dari data yang diperoleh dari para responden diatas evaluasi pembinaan di TPA Melati dilaksanakan oleh pengasuh dengan melibatkan orang tua peserta didik. 5. menyeluruh untuk menentukan suatu program atau kemajuan dari seorang anak. b. Dari hasil informsasi yang didapat penilaian atau evaluasi di TPA Melati sesuai dengan pendapat Brewer ( 1992 ) yang menyatakan penilaian adalah penggunan sistem evaluasi yang bersifat komprehensif. Evaluasi pembinaan Evaluasi dilakukan untuk mengetahui tingkat keberhasilan suatu program. hal ini telah diterapkan oleh TPA Melati dengan menggunakan alat ukur berupa pengisian lembar pengamatan yang dilakukan oleh pengasuh yang dalam evaluasi melibatkan orang tua peserta didik melalui buku penghubung yang diserahkan tenaga pengasuh kepada orang tua. Faktor – faktor pendukung dan penghambat Daya dukung dari penyelenggaraan pembinaan penitipan anak usia dini antara lain: a. Evaluasi dilaksanakan melalui pengamatan dan observasi dalam setiap kegiatan.4. Pengorganisasian Kegiatan yang diselenggarakan dikelola dengan matang oleh para personil organisasi melalui kegiatan musyawarah terlebih dahulu untuk pengambilan suatu keputusan tentang kegiatan pembinaan. Perencanaan cxvii .

sarana dan prasarana yang digunakan sesuai dengan fungsinya. d. c. b. sarana dan prasarana yang kurang dan perlu diperbaiki. sarana dan prasarana. Evaluasi Daya dukung kegiatan evaluasi di TPA Melati dapat dilihat dari respon orang tua terhadap perkembangan anak yang bisa digunakan untuk mengisi lembar evaluasi. Perencanaan Pada perencanaan penghambatnya adalah pada penyediaan sarana dan prasarana yang perlu adanya pergantian media belajar yang cxviii . Sedangkan faktor penghambat adalah: a. Pelaksanaan Daya dukung yang sangat berperan meliputi sumber belajar yang berpengalaman dibidang pengasihan anak. evaluasi. penggunaan metode dan teknik pembinaan yang tepat. metode dan teknik pembinaan yang tepat sesuai dengan tingkat usia dan perkembangan anak.Pada perencanaan daya dukung yang sangat berperan adalah persiapan sumber belajar yang memadai. letak yang strategis. Pengorganisasian Penghambat dari kegiatan pengorganisasian dapat dilihat dari perlunya pemantauan yang lebih intensif dari ikatan pengurus dan pengelola untuk melihat kinerja pengasuh.

c. Solusi sebelum media diganti anak-anak masih tetap menggunakan media belajar yang lama. Evaluasi Penghambat dari evaluasi-evaluasi jika anak datang hanya dalam waktu yang singkat atau hanya beberapa kali saja ke TPA Melati.sudah tidak bisa dipakai dengan yang baru. Pelaksanaan Pada pelaksanaan hal yang menghambat adalah perbedaan minat dan pola asuh orang tua. cxix . Solusi pengasuh tetap memantau anak-anak yang datang dengan mengisi lembar evaluasi dan memberikan kepada orang tua anak didik. minat anak dapat tumbuh dengan sendirinya dan anak dapat berinteraksi dengan anak yang lain. jalan keluar yang diambil pengasuh dengan membiarkan anak bermain bersama dengan temanteman yang lain dan harapan pengasuh. d.

Pembagian tugas dan wewenang jelas dalam artian pengelola bertanggung jawab terhadap menajemen penyelenggaraan. Tema. Pembinaan penitipan anak usia dini di TPA Melati a. metode dan media ditentukan oleh pengasuh yang dikoordinasikan kepada pengelola yang disesuaikan dengan usia perkembangan anak. b. Perencanaan Pembelajaran Pembuatan kurikulum dilakukan oleh pengelola dan tenaga pendidik yang dikembangkan berdasarkan beberapa literatur dan buku tentang pertumbuhan dan perkembangan anak yang disarikan kemudian dijabarkan ke dalam rencana kegiatan harian. Perekrutan pengasuh didasarkan pada pengalaman dan ketelatenan. Adapun beberapa kesimpulan tersebut sebagai berikut : 1. Pengorganisasian Pembentukan organisasi TPA Melati disusun berdasarkan keikutsertaan anggotanya dalam dharma wanita UNDIP dengan pertimbangan keaktifan dalam organisasi dan dianggap mempunyai kemampuan serta kompetensi dalam mengembangkan TPA Melati. dapat disimpulkan. pengasuh bertanggung jawab terhadap menajemen pembinaan. sedangkan cxx . SIMPULAN Berdasarkan temuan data sebagaimana tersebut pada Bab IV.BAB V SIMPULAN DAN SARAN A.

pengembangan kognitif. pengembangan fisik. cxxi . pengembangan bahasa. Pada pelaksanaan digunakan acuan pelaksanaan yang mencakup berbagai aspek diantaranya pengembangan moral dan nilai – nilai agama. pengembangan sosial-emosional. pengembangan bahasa dan seni. pengembangan fisik. Bimbingan dan pemantauan dari pengelola masih diperlukan oleh pengasuh dalam setiap proses pembinaan. dari situ dapat dilihat dan dinilai perkembangan anak untuk kemudian dituangkan dalam lembar evaluasi. Pada pelaksanaan pembinaan yang dilakukan mencakup kegiatan yang melatih pengembangan moral dan nilai – nilai agama.perekrutan anak didik didasarkan pada usia yang tidak lebih dari 1.5 – 7 tahun dan tidak berpenyakit dalam c. Pelaksanaan Pembinaan Pelaksanaan pembinaan dilakukan dengan menganut prinsip perkembangan anak usia dini dan menggunakan metode bermain sambil belajar. Evaluasi Pembinaan Evaluasi pembinaan dilaksanakan oleh pengasuh melalui lembar pengamatan dengan melibatkan orang tua peserta didik melalui buku penghubung yang diserahkan tenaga pengasuh kepada orang tua. pengembangan kognitif dan pengembangan sosial emosional. d. sebagai contoh evaluasi pada anak dilakukan saat anak sedang aktif melakukan kegiatan bermain di TPA. pengembangan seni.

penggunaan metode dan teknik pembinaan yang tepat. cxxii . 2) Perencanaan Pada perencanaan daya dukung yang sangat berperan adalah persiapan sumber belajar yang memadai. 4) Evaluasi Daya dukung kegiatan evaluasi di TPA Melati dapat dilihat dari respon orang tua terhadap perkembangan anak yang bisa digunakan untuk mengisi lembar evaluasi. sarana dan prasarana. 3) Pelaksanaan Daya dukung yang sangat berperan meliputi sumber belajar yang berpengalaman dibidang pengasihan anak. metode dan teknik pembinaan yang tepat sesuai dengan tingkat usia dan perkembangan anak. sarana dan prasarana yang digunakan sesuai dengan fungsinya. Faktor Pendukung dan Penghambat a. letak yang strategis.2. evaluasi. Faktor pendukung 1) Pengorganisasian Kegiatan yang diselenggarakan dikelola dengan matang oleh para personil organisasi melalui kegiatan musyawarah terlebih dahulu untuk pengambilan suatu keputusan tentang kegiatan pembinaan.

Solusi pengasuh tetap memantau anak-anak yang datang cxxiii .b. Faktor Penghambat 1) Pengorganisasian Penghambat dari kegiatan pengorganisasian dapat dilihat dari perlunya pemantauan yang lebih intensif dari ikatan pengurus dan pengelola untuk melihat kinerja pengasuh. jalan keluar yang diambil pengasuh dengan membiarkan anak bermain bersama dengan teman-teman yang lain dan harapan pengasuh. 3) Pelaksanaan Pada pelaksanaan hal yang menghambat adalah perbedaan minat dan pola asuh orang tua. sarana dan prasarana yang kurang dan perlu diperbaiki. minat anak dapat tumbuh dengan sendirinya dan anak dapat berinteraksi dengan anak yang lain. 2) Perencanaan Pada perencanaan penghambatnya adalah pada penyediaan sarana dan prasarana yang perlu adanya pergantian media belajar yang sudah tidak bisa dipakai dengan yang baru. 4) Evaluasi Penghambat dari evaluasi-evaluasi jika anak datang hanya dalam waktu yang singkat atau hanya beberapa kali saja ke TPA Melati. Solusi sebelum media diganti anak-anak masih tetap menggunakan media belajar yang lama.

B. pemantauan pelaksanaan kegiatan perlu dilakukan. namun kekurangannya masih saja tetap harus dibenahi diantaranya pada perencanaan yang harus terus melibatkan seluruh anggota organisasi. penggunaan media dan sarana yang tepat perlu ditingkatkan dan untuk penggunaan media belajar yang sudah usang dapat diganti dengan yang baru. cxxiv . SARAN Berdasarkan temuan penelitian di lapangan yaitu tentang profil pembinaan penitipan anak usia dini di TPA Melati secara keseluruhan sudah sesuai dengan kebutuhan anak usia dini. perlunya peningkatan pendidikan pengasuh ke jenjang yang lebih tinggi dan pengelola hendaknya memberikan kesempatan bagi para pengasuh untuk meningkatkan jenjang pendidikannya.dengan mengisi lembar evaluasi dan memberikan kepada orang tua anak didik.

Santoso. Bandung. 2003.. Depdikbud. Moeslihatoen.DAFTAR PUSTAKA Hardjito. Jakarta. Teori Organisasi dan Teknik Pengorganisasian. 2002. Sistem Pendidikan Nasional . Sumber Belajar dan Alat permainan Untuk PAUD. 1990. Jakarta. 2000. PT Grafindo Persada. 1999. Lexy. Didiet. Penelitian kualitatif Dasar – Dasar dan Aplikasi. Pasaribuan. …………… Acuan Menu Pembelajaran Pada Taman Penitipan Anak. Anggani. Mendidik Dan Menerapkan Disiplin pada Anak Pra sekolah (Pola Asuh Anak Masa Kini). Jakarta. Model Pengembangan Motorik Anak Pra Sekolah.2001. …………. Jakarta. Slamet. Rosdakarya Offset. Malang : YA3 Malang. Jakarta. 2001. Metode Pengajaran di TK. Moleong. Soemiarti. Konsep Dasar PAUD. Grasindo. Konsep Dasar PLS. Surabaya. …………………. Undang-undang RI Nomor 2 tahun 1989. Rimm. Universitas Negeri Yogyakarta. Depdiknas. Jakarta. Jakarta . Metodologi Penelitian kualitatif. 2002. Depdikbud Jakarta. Soelaiman. Pendidikan Anak Pra Sekolah. Rineka Cipta. Pengantar Psikologi Perkembangan. Rineka Cipta. Sylvia. Sanapiah Faisal. Patmono Dewo. Pendidikan Anak Usia Dini. Citra Pendidikan. Tarsito.1995. 1984. 2002. cxxv . 2000.1992. Bumi Aksara. Soegeng. Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan Pada Taman Penitipan Anak. Bandung Remaja.. Suyanto. J. Gramedia. 2003. R. Sudono. Pustaka Utama.. Simanjutak. Dirjen Olahraga Depdiknas. Jakarta. Jakarta. Joesoef .

…………………. C V Duta Nusindo. Semarang.undang Republik Indonesia No. Kamus Istilah Kesejahteraan Sosial. Yogyakarta.20 Tahun 2003 Tentang SISDIKNAS. Pustaka Pengarang. cxxvi . Undang. Yb. 1987. Suparlan.2003.

Membuka lembaran buku atau majalah Mengangkat kaki dan memainkan jari tangan di depan matanya Mengangkat kepala ketika ditengkurapkan Duduk dengan bantuan dan kepala tegak Mengangkat dada saat bertumpu pada tangan Duduk tanpa ditopang Mencoba berdiri sendiri dengan berpengangan Berjalan jika dipengangi / berpengangan Keterangan tingkat keterampilan Dapat melakukan sendiri Perlu bantuan : : : tengkurap dengan yang Tingkat Keterampilan 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Perlu bantuan yang bersifat paksaan : cxxvii .FORMAT EVALUASI TINGKAT PERKEMBANGAN MOTORIK ANAK USIA 0-1 TAHUN No Keterampilan Motorik Bermain dengan tangan 1 2 3 4 Mengamati mainan yang ada dalam genggaman Mencoba meraup suatu benda Melempar dan mengambil barang dilemparkan sambil diamati yang terjadi Menahan barang yang dipegangnya Memegang benda kecil dengan telunjuk dan ibu jari Menunjuk titik tertentu misalnya mata boneka.

Mulai meloncat dan melompat walau sederhana Keterangan tingkat keterampilan Dapat melakukan sendiri Perlu bantuan Perlu bantuan yang bersifat paksaan : : : : FORMAT EVALUASI cxxviii . 2. 4. Keterampilan Motorik Meletakkan gelas di atas gelas Mencoret-coret Menyusun balok dua sampai tiga balok Mencoba makan sendiri dengan sendok atau membuka buku Tingkat Keterampilan 5. 7.FORMAT EVALUASI TINGKAT PERKEMBANGAN FISIK ANAK USIA 1. 10. Latihan berjalan tanpa dipegang Berjalan mantap Berjalan mundur satu sampai tiga langkah Berlari tanpa jatuh Naik turun tangga dengan berpegang Memanjat kursi orang dewasa. 8. merangkak naik tangga 12.2 TAHUN No 1. 9. 3. 11. Senang mendengarkan musik dan mengikuti irama 6.

Belajar meniti Keterangan tingkat keterampilan Dapat melakukan sendiri Perlu bantuan Perlu bantuan yang bersifat paksaan : : : : cxxix . 9. 7. 8. Keterampilan Motorik Meronce / merangkai manik-manik Mengaduk air di gelas dengan sendok Membuka tutup botol yang bergulir Tingkat Ketrampilan (membuka dengan memutar tutup botol) 4. 2.TINGKAT PERKEMBANGAN FISIK ANAK PRA SEKOLAH USIA 2-3 TAHUN No 1. 10. 3. 6. 5. Menggambar garis lurus Menyusun balok tiga hingga lima buah Berjalan mantap Berjalan mundur Naik turun tangga Memanjat Melompat dengan dua kaki sekaligus berjingkat-jingkat 11.

11. Melempar bola Berjalan dengan baik (keseimbangan tubuh makin baik) 8. 7. Menggambar garis lingkaran dan garis silang (garis tegak dan datar) 4. senam dengan mengikuti Keterangan tingkat ketrampilan Dapat melakukan sendiri Perlu bantuan : : : cxxx . 10. Berlari di tempat Naik turun tangga tanpa berpengangan Melompat bergantian dengan satu kaki secara 12. Mengekspresikan motorikan tari dengan irama sederhana 6. Keterampilan Motorik Meremas kertas Memakai dan membuka pakaian dan sepatu sendiri Tingkat Keterampilan 3. Berlari dengan baik (keseimbangan tubuh makin baik) 9.FORMAT EVALUASI TINGKAT PERKEMBANGAN FISIK ANAK USIA > 3-4 TAHUN No 1. 2. Merayap dan merangkak lurus ke depan Melakukan contoh. 13. Menyusun menara empat samapai tujuah balok 5.

Perlu bantuan yang bersifat paksaan : cxxxi .

14.FORMAT EVALUASI TINGKAT PERKEMBANGAN FISIK ANAK USIA > 4-5 TAHUN No 1. di atas satu garis) 15. dan miring Mengekspresikan gerakan dengan irama bervariasi Melempar dan menangkap bola Melipat kertas Berjalan di atas papan titian (keseimbangan tubuh) Berjalan dengan berbagai variasi (maju mundur. Mengancingkan kancing baju Menggambar dengan motorik naik turun bersambung (seperti gunung atau bukti) 9.teki (puzzle) Menyusun potongan-potongan gambar ) Menjahit sederhana Makin terampil menggunakan jari tangan (mewarnai dengan rapi) 6. 12. 8. 3. 17 Memanjat dan bergelantungan (berayun) Melompati parit atau guling Melakukan senam dengan motoriknya sendiri : : Keterampilan Motorik Tingkat Keterampilan Keterangan tingkat ketrampilan Dapat melakukan sendiri Perlu bantuan : Perlu bantuan yang bersifat paksaan : cxxxii . ke samping. Mengisi pola sederhana (dengan sobekan kertas. Menempel Mengerjakan teka. 5. 13. dan stempel) 7. 4. 16. lengkung. 10. 11. 2. Menarik garis lurus.

16 cxxxiii . Harapan TPA ITEM A 1. C15 2. B6. 6.KISI-KISI INSTRUMEN PROFIL PEMBINAAN PENITIPAN ANAK USIA DINI DI TPA MELATI SEMARANG NO A. Jaminan kesejahteraan e. Perekrutan Pengurus c. Perencanaan INDIKATOR a. 19 A 18. B2 A 17. 11. Biaya A 9. C2. Perekrutan anak didik d. 4 A 7. C12 A 20 C 8. 7. Pengorganisasian a. Metode pembinaan e. Susunan Kepengurusan b. Motivasi orang tua g. 15. Isi program c.9 C 10 3. 24 C 1. 13 A 14. 3. B1 A4 A 5. Motivaswi anak f. Lokasi f. Bentuk pembinaan d. B15. Pelaksanaan a. VARIABEL Pembinaan Penitipan Anak SUB VARIABEL 1. 10 B 23. 2. Persiapan sarana prasarana A 11. Perencanaan kegiatan b.

6 A 10. B9. B13 A 13. 12 A 16. 26. Kendala C 6. B14. Waktu dan jadwal d. Evaluasi . B 20 c.3. Komunikasi Hasil A 12. 18 C. Respon orang tua B 21. 14 A 8. Pengembangan kemampuan anak c.b. 22 cxxxiv . 8. B7. B 17. B25. C5 4. B5 B 11. Interaksi dengan anak g. Tahap pembinaan e. Kemampuan pengasuh f. 4 C. 19 B 3. Proses penilaian b. a.

Pemeriksaan Anak o R. Bermain o R. Makan o R. Tidur o Kamar Mandi o R.Lembar Observasi Lingkungan Fisik Dan Fasilitas TPA No Nama Barang Keberadaa n Ad a Tidak Jml Kondisi Bai k Bur uk 1. Isolasi Sementara o R Bacaan / Perpustakaan o R. Tata Usaha o R. Kelengkapan Ruangan Ruang Pembinaan Anak o R. Tunggu Orang Tua o R Serbaguna Administrasi Penyimpangan cxxxv . Mainan Halaman Ruang Perkantoran o R Pimpinan o R.

Penjaga Sarana Pendukung Meja. Dapur o Kamar Mandi o R. Kursi Karpet Almari 2. Belajar Dan Kerajinan Tangan cxxxvi . Rak Mainan TV/Radio Alat Tulis Kantor Telepon Mesin Ketik Sarana Air Bersih Kipas Angin Peralatan Belajar Peralatan Pendukung Pendukung Penyimpangan Bimbingan Belajar o Alat Menghitung Mengukur 3. Cuci/ Setrika o R.Ruang Penunjang o R. o Alat Melukis.

o Fasilitas Audio Visual o Alat Permainan TekaTeki/ Puzzle o Alat Percobaan Peralatan Bermain Peran o Alat Pendukung Peran Keagamaan o Alat Pendukung Peran Kegiatan Dapur o Alat Pendukung Peran Binatang o Alat Pendukung Peran Profesi Medis o Alat Pendukung Peran Petani o Alat Pendukung Peran Untuk Boneka Peralatan Pendukung Sandiwara Pendukung Permainan Motorik Kasar o Ayunan o Ban Bekas o Alat Pemanjat o Papan Luncuran o Arena Main Bola cxxxvii .

tanda lalu lintas cxxxviii .o Bantalan Berguling Untuk o Balok.Jari o Boneka Khas Daerah Sarana perpustakaan o Buku Keagamaan o Buku kesehatan anak o Buku petunjuk bimbingan anak o Buku cerita bergambar o Buku gambar alam dan lingkungan o Majalah anak Peralatan pendukung permainan luar ruangan o Lapangan o Ayunan o Tanda.Jungkit Peralatan Pendukung Permainan Budaya o Gambar Pahlawan o Pakaian Adat Jawa o Mainan Tradisional o Lilin Malam Untuk Melatih Jari.Balok Ringan o Jungkat.

o Ban bekas 6. DOKUMENTASI PENELITIAN Profil Pembinaan Penitipan Anak Usia Dini di Taman Pengasuhan Anak Melati cxxxix .o Kemah-kemahan o Papan plosotan o Jungkat.jungkit o Sepeda 5.

Foto peneliti bersama tenaga pengasuh dan anak didik TPA Melati 3. Kegiatan anak istirahat cxl .1. Dokumentasi wawancara informan tenaga pengasuh 2.

4. Kegiatan bermain di luar ruangan PEDOMAN WAWANCARA cxli .

Umur 4.A. Hari/ Tgl wawancara : : : : : : : : II. Bagaimanakah perencanaan pembinaan dilakukan ? 4. Pekerjaan 7. Tempat /Tgl lahir 3. Profil Pembinaan Penitipan Anak Usia Dini Di TPA Melati 1. Bagaimanakah proses pembinaan dilakukan ? cxlii . Siapakah yang merencanakan pembinaan di TPA Melati ? 3. Informan Pimpinan I. Bagaimanakah prinsip – prinsip pembinaan yang dilakukan di TPA Melati ? 6. Nama 2. Jenis Kelamin 5. Bagaimanakah isi program pembinaan di TPA Melati ? 5. Kapan TPA Melati berdiri ? 2. Identitas subyek 1. Pendidikan terakhir 6. Bagaimanakah bentuk pembinaan Penitipan anak usia dini di TPA Melati ? 7. Alamat 8. Apa metode pembinaan yang dilakukan di TPA Melati ? 8.

Bagaimanakah persiapan sarana pembinaan di TPA Melati ? 12. Bagaimanakah kemampuan tenaga pengasuh dalam melaksanakan pembinaan terhadap anak usia dini ? 17.9. Bagaimanakah susunan kepengurusan yang secara administratif tersusun di TPA Melati ? 10. Bagaimanakah lembaga mengkomunikasikan hasil pembinaan kepada orang tua anak didik ? 14. Bagaimanakah harapan TPA Melati setelah anak mengikuti pembinaan ? 15. Bagaimanakah sarana dan prasarana yang disediakan oleh TPA Melati untuk pembinaan ini ? 16. Syarat apa saja yang ditentukan oleh lembaga dalam merekrut tenaga pengasuh? 20. Bagaimanakah cara merekrut tenaga pengasuh ? 18. Bagaimanakah anda melakukan interaksi dengan anak ? 11. Bagaimanakah lembaga memberikan jaminan kesejahteraan pengasuh ? cxliii . Bagaimanakah cara penilaian dilakukan ? 13. Bagaimanakah cara merekrut anak didik ? 19.

Umur 4. Pekerjaan 7.PEDOMAN WAWANCARA B. Informan Tenaga pengasuh I. Jenis Kelamin 5. Pendidikan Terakhir 6. Tempat Tgl lahir 3. Bagaimana cara pembina melakukan interaksi pada saat pembinaan ? 6. Identitas subyek 1. Nama 2. Berapa lama pembina bertatap muka dengan anak dalam satu hari ? 5. Profil Pembinaan Penitipan Anak Usia Dini Di TPA Melati 1. Bagaimanakah susunan kepengurusan yang secara administratif yang tersusun di TPA Melati ? 3. Pendekatan apa yang dilakukan pembina dalam pembinaan? cxliv . Alamat 8. Siapa yang menyelenggarakan pembinaan penitipan anak di TPA Melati ? 2. Berapa lamakah waktu pembinaan dilakukan ? 4. Hari/ Tgl wawancara : : : : : : : : II.

Bagaimanakah pembina menyesuaikan isi program pembinaan dengan tahap perkembangan anak ? 9. Bagaimanakah kegiatan rutin keseharian dalam pembinaan ? 13. Bagaimanakah pembina menyesuaikan isi program pembinaan dengan kebutuhan anak ? 8. Bagaimana penilaian yang anda lakukan dalam memantau perkembangan anak ? 14. Kendala apa saja yang ditemui pembina saat menggunakan metode – metode pembinaan ? 12. Bagaimana cara anak untuk berinteraksi dengan tenaga pengajar dan orang lain ? cxlv . Bagaimana cara pembina membimbing anak usia dini agar dapat terjalin interaksi antara anak dengan orang lain di sekitar ? 19.7. Bagaimana anda mengkomunikasikan hasil pembinaan baik kepada lembaga maupun kepada orang tua ? 15. Usaha apa yang dilakukan pembina dalam berinteraksi dengan anak didik ? 18. Apa saja sarana belajar yang anda gunakan untuk pelaksanaan pembinaan ? 16. Apa metode yang digunakan dalam pelaksanaan pembinaan ? 11. Bagaimanakah tahap – tahap kegiatan pembinaan di TPA Melati ? 10. Apa saja alat belajar yang mendukung kegiatan yang dilakukan di TPA? 17.

Bagaimanakah tanggapan orang tua pada pembinaan yang dilakukan oleh pembina ? 23. Bagaimana motivasi anak untuk mengikuti kegiatan di TPA Melati ? 24.20. Bagaimanakah respon orang tua pada saat anda menunjukkan hasil perkembangan anak mereka ? 22. Bagaimana kemampuan belajar anak ditinjau dari usia mereka ? 25. Bagaimana anda mengkomunikasikan perkembangan anak di TPA kepada orang tua ? 21. Bagaimana cara anak untuk berinteraksi dengan tenaga pengajar dan orang lain disekitar TPA Melati ? 26. Bagaimana sebayanya? reaksi anak ketika bermain dengan teman-teman cxlvi .

Pendidikan Terakhir 6. Bagaimana waktu atau jadwal anda menitipkan anak anda ? 4. Tempat Tgl lahir 3. Mengapa anda memilih TPA Melati untuk menitipkan anak ? 2. Berapa jarak antara rumah anda dengan TPA Melati ? cxlvii . Identitas subyek 1. Informan Orang tua I. Jenis Kelamin 5. Kesulitan apa saja yang anda hadapi selama menitipkan anak anda ? 6. Bagaimana pembinaan yang dilakukan oleh pembina pada anak anda ? 3.PEDOMAN WAWANCARA C. Perubahan apa saja yang mencolok dari anak selama mengikuti pembinaan di TPA Melati ? 7. Hari/ Tgl wawancara : : : : : : : : II. Pekerjaan 7. Profil Pembinaan Penitipan Anak Usia Dini Di TPA Melati 1. Anda mengetahui keberadaan TPA Melati dari siapa ? 8. Bentuk pembinaan yang seperti apa yang anda harapkan di TPA Melati ? 5. Umur 4. Alamat 8. Nama 2.

Bagaimanakah harapan anda dengan menitipkan anak anda di TPA Melati ? cxlviii . Menurut anda bagaimana letak TPA Melati ? 10. Bagaimana cara anda meluangkan waktu dalam memantau perkembangan anak ? 15. Berapa biaya yang anda keluarkan untuk menitipkan anak di TPA Melati ? 11. Apa motivasi anda menitipkan anak anda di TPA ? 14. Berapa lama anda telah menitipkan anak anda di TPA Melati ? 12. Berapakah usia anak anda saat pertama kali anda titipkan di TPA Melati ? 13.9.

0011.3012.30 Makan siang dan minum Kegiatan bebas Istirahat Berbenah Belajar sosialisasi. moral etika. kreativitas Relaksasi badan/ pengembangan fisik Pengembangan komunikasi.Alat-alat permainan .0008. Pengembangan fisik Kemampuan sosialisasi dan melatih kemandirian .Tempat tidur.30 11. guling . etika Kemampuan kognitif. guling . bantal.3013.0009.Tempat cuci kaki tangan dan penyimpanan pakaian .0011.00 Kegiatan bermain dalam ruangan Senin s/d Jumat 10.Alat permainan dalam ruangan .30 13.Tempat tidur.SATUAN KEGIATAN HARIAN Hari Pukul 07.Peralatan makan .Peralatan yang dibawa anak dari rumah cxlix .Alat permainan luar 08. meningkatkan kesegaran jasmani Meningkatkan sosialisasi. bantal. komunikasi.00 Kegiatan Proses pemeriksaan umum Kemampuan Meningkatkan sosialisasi dan etika Sarana .3010.00 Kegiatan bebas diluar berjamur 09.3015.00 Istirahat 11.30 12.

rangkulan 7 8 9 Mengucapkan terima kasih Mengucapkan salam Mengucapkan kata-kata santun (maaf. Lahir : : Keterangan kemampuan Dapat melakukan sendiri Perlu bantuan : : Perlu bantuan yang bersifat paksaan : cl . cinta kasih melalui belaian.FORMAT EVALUASI TINGKAT PENGEMBANGAN MORAL DAN NILAI-NILAI AGAMA No 1 2 3 4 Keterampilan Moral dan Nilai-nilai agama Bersenandung lagu agama Mengikuti bacaan doa Menirukan gerak ibadah Mendengarkan cerita tentang kebesaran Tuhan Tingkat Pengembangan 5 6 Mengenal “Nama” Tuhan Menanyakan dan mengajukan rasa sayang. tolong) Nama anak Tempat/Tgl.

FORMAT EVALUASI TINGKAT PENGEMBANGAN FISIK No 1 2 3 Keterampilan Fisik Berjalan Stabil Berjalan Mundur Naik-turun tangga dengan atau tanpa berpegangan 4 5 Memanjat Berjalan mengikuti jejak secara lurus atau melingkar 6 7 8 Berjalan tanpa jatuh Mengikuti gerakan binatang Menendang. dan melempar bola dari jarak dekat 9 10 Melompat dengan dua kaki sekaligus Masuk kedalam lorong-lorong atau meja kursi atau kardus yang di susun 11 Membedakan permukaan 3 jenis benda melalui rabaan 12 13 14 Menunjuk mata boneka Merobek lurus Melipat kertas sembarang Tingkat Pengembangan Nama anak Tempat/ Tgl. menangkap. Lahir : : Keterangan kemampuan Dapat melakukan sendiri : cli .

Lahir : : Keterangan kemampuan Dapat melakukan sendiri Perlu bantuan Perlu bantuan tapi dipaksakan : : : clii .Perlu bantuan Perlu bantuan tapi dipaksakan : : FORMAT EVALUASI TINGKAT PENGEMBANGAN BAHASA No 1 2 Keterampilan Bahasa Mengenal suara di sekitar Mengatakan dalam kalimat pendek 2-4 kata 3 4 5 6 Mengerti dan melaksanakan 1 perintah Mengajukan pertanyaan Menyebutkan nama benda Tertarik pada gambar dalam buku Tingkat Pengembangan Nama anak Tempat/ Tgl.

Lahir : : Keterangan kemampuan Dapat melakukan sendiri Perlu bantuan : : : Perlu bantuan tapi dipaksakan cliii .5 Mengelompokkan atau pengenalan warna Tingkat Pengembangan Nama anak Tempat/ Tgl.FORMAT EVALUASI TINGKAT PENGEMBANGAN KOGNITIF No 1 2 Keterampilan Kognitif Mengelompokkan benda yang sama Mengelompokkan ( lingkaran dan bujur sangkar) 3 4 5 6 7 Membedakan besar kecil Membedakan rasa Membedakan bau Mengulang bilangan 1.4.3.2.

takut 7 8 Menjadi pendengar yang baik Latihan membereskan alat permainan Tingkat Pengembangan Nama anak Tempat/ Tgl. sedih. Lahir : : Keterangan kemampuan Dapat melakukan sendiri Perlu bantuan : : : Perlu bantuan tapi dipaksakan cliv .FORMAT EVALUASI TINGKAT PENGEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL No 1 Keterampilan Sosial Emosional Mengenal etika makan dan jadwal makan teratur 2 3 Mulai dapat “berbagi” Mulai mahir menggunakan toilet (WC kamar mandi) 4 5 6 Dapat ditinggalkan oleh orang tuanya Dapat memilih kegiatannya sendiri Menunjukkan ekspresi wajar saat marah.

FORMAT EVALUASI TINGKAT PENGEMBANGAN SENI No 1 2 3 Keterampilan Seni Mendengarkan musik dan mengikuti irama Bertepuk tangan dengan variasi Memukul benda-benda dengan tangan Tingkat Pengembangan Nama anak Tempat/ Tgl. Lahir : : Keterangan kemampuan Dapat melakukan sendiri Perlu bantuan Perlu bantuan tapi dipaksakan : : : clv .

clvi .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful