PROFIL PEMBINAAN PENITIPAN ANAK USIA DINI DI TAMAN PENGASUHAN ANAK MELATI SEMARANG

SKRIPSI

Diajukan Guna Menyelesaikan Studi Strata I Untuk Mendapatkan Gelar Sarjana Pendidikan

Disusun oleh : Nama : Dyah Wahyuni NIM : 1214000001

PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2005

HALAMAN PERSETUJUAN

Profil pembinaan Anak Usia Dini Di Taman Pengasuhan Anak Melati Semarang

Oleh : Nama Nim Jurusan : Dyah Wahyuni : 1214000001 : Pendidikan Luar Sekolah

Pembimbing I

Pembimbing II

Drs. K. Nurhalim, M.Pd. NIP. 130870431

Dra. Trie Suminar NIP. 132137919

Dekan FIP

Ketua Jurusan PLS

Drs. Siswanto, M.M NIP. 130515769

Drs. Achmad Rifa'i RC, M.Pd NIP. 131413232

ii

HALAMAN PENGESAHAN

Telah dipertahankan di hadapan sidang panitia Ujian Skripsi Jurusan Pendidikan Luar Sekolah fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang pada : Hari Tanggal Panitia Ujian Ketua Sekertaris : : 8 September 2005

Drs. Siswanto, M.M NIP. 130515769

Drs. Achmad Rifa'i RC, M.Pd NIP. 131413232 Penguji I

Drs. Zoedindarto. B NIP. 130345749 Penguji II

Drs. K. Nurhalim, M.Pd. NIP. 130870431 Penguji III

Dra. Trie Suminar NIP. 132137919

iii

Untuk itu penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada : 1. Ketua Jurusan Pendidikan Luar Sekolah atas bantuannya dalam memberikan ijin untuk penelitian.” Penelitian ini dilaksanakan guna melengkapi syarat-syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Jurusan Pendidikan Luar Sekolah pada Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang. iv . Siswanto. pengarahan. M. 4.M. Drs. 3.KATA PENGANTAR Puji syukur pada Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat dan taufiq hidayah Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan SKRIPSI dengan Judul “PROFIL PEMBINAAN PENITIPAN ANAK USIA DINI DI TAMAN PENGASUHAN ANAK MELATI SEMARANG.Pd. Penulis menyadari bahwa skripsi ini tidak akan terwujud tanpa adanya bimbingan. Dekan FIP atas bantuannya dalam memberikan ijin untuk melaksanakan penelitian. motivasi sehingga penulisan skripsi ini dapat terselesaikan. pengarahan dan bantuan dari berbagai pihak. M.Pd Dosen pembimbing I yang tiada hentinya memberikan bimbingan dalam penulisan skripsi ini. Achmad Rifa’i RC. Tri Suminar. M. Drs. Drs. Khomsun Nurhalim. Dra. M.Pd Dosen pembimbing II yang dengan penuh kesabaran telah memberikan bimbingan. 2.

5. Berbagai fihak yang tidak dapat penulis cantumkan satu-persatu yang telah memberikan bantuan dan motivasi dalam penulisan skripsi ini. kemampuan dan pengetahuan penulis yakin bahwa skripsi ini jauh dari sempurna. Penulis berharap semoga skripsi ini bermanfaat bagi pembaca. dengan segala keterbatasan. Atas segala bantuannya penulis ucapkan banyak terima kasih. Agustus 2005 Penulis v . 6. Semarang. Oleh karena itu kritik dan saran sangat penulis harapkan demi kesempurnaan skripsi ini. Ny Moeljono S Trastotenojo sebagai pimpinan TPA Melati Semarang.

00 sampai 12. pengorganisasian. dan mengasuh anak usia dini serta sebagai wahana pembinaan kesejahteraan yang berfungsi sebagai pengganti keluarga untuk jangka waktu tertentu selama orang tua mereka berhalangan atau tidak memiliki waktu yang cukup untuk mengasuh anaknya karena bekerja atau sebab lain. apa saja faktor penunjang dan penghambat pembinaan anak usia dini di TPA Melati. 2005.30 Wib. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dalam perencanaan kurikulum dibuat oleh pengelola dan tenaga pendidik yang disarikan dari berbagai literatur tentang pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini. dan mengidentifikasi faktor – faktor penunjang dan penghambat pembinaan penitipan anak usia dini di TPA Melati. Pelaksanaan pembinaan dilakukan sesuai jadwal yang telah ditetapkan yaitu setiap Senin sampai kami mulai pukul 07. Pembinaan dilakukan dengan menyesuaikan seluruh kegiatan dengan usia dan tingkat perkembangan anak. kegiatan yang dilakukan di TPA Melati berupa pengasuhan dalam rangka membina. Tenaga pengasuh dan orang tua anak didik di TPA Melati. sedangkan untuk hari Jumat mulai pukul 07. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis kualitatif. pada perencanaan daya vi . Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tentang profil pembinaan penitipan anak usia dini di TPA Melati. Informan terdiri dari kepala TPA. pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi terfokus dan wawancara struktural diakhiri dengan observasi selektif dan wawancara kontras. taman pengasuhan anak Melati Semarang merupakan salah satu lembaga penyelenggara pengasuhan anak usia dini yang dikelola sejak tahun 1994. 30 Wib. Taman penitipan anak usia dini. Universitas Negeri Semarang. Secara keseluruhan pembina bertatap muka dengan anak didik selama 7 – 8 jam per hari. Evaluasi dilakukan oleh tenaga pendidik dengan memberikan blangko isian setiap satu bulan sekali. “ Profil Pembinaan Penitipan Anak Usia Dini di Taman Pengasuhan Anak Melati Semarang “. Pengorganisasian disusun atas musyawarah bersama para penyelenggara TPA dengan mengacu pada pemberdayaan ibu – ibu Dharma wanita Universitas Diponegoro dan anggapan bahwa mereka dipandang mampu dan mau serta mempunyai latar belakang pengalaman yang cukup meskipun mereka tidak meneruskan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. mendidik. pelaksanaan dan evaluasi.ABSTRAK Dyah Wahyuni. Skripsi Jurusan Luar Sekolah. Fakultas Ilmu Pendidikan. Fokus penelitian ini adalah profil pembinaan penitipan anak usia dini di TPA Melati Semarang yang meliputi : Perencanaan. Adapun permasalahan yang muncul adalah bagaimana profil pembinaan penitipan anak usia dini di Taman Pengasuhan Anak Melati Semarang. Daya dukung dari penyelenggaraan pembinaan penitipan anak usia dini antara lain: Pada pengorganisasian kegiatan yang diselenggarakan dikelola dengan matang oleh para personil organisasi melalui kegiatan musyawarah terlebih dahulu untuk pengambilan keputusan tentang kegiatan pembinaan.30 sampai pukul 15. Dalam pengumpulan data tidak diabaikan juga penggunaan sumber – sumber non manusia seperti dokumen dan catatan – catatan yang tersedia.

Daya dukung kegiatan evaluasi di TPA Melati dapat dilihat dari respon orang tua terhadap perkembangan anak yang bisa digunakan untuk lembar evaluasi yang sangat baik. penggunaan metode dan teknik pembinaan. Berdasarkan temuan – temuan dalam penelitian disarankan agar dalam perencanaan semua anggota organisasi dilibatkan. Dalam pelaksanaan pembinaan perlu dilakukan pemantauan secara terus menerus dan berkesinambungan dari pengelola agar kesalahan dalam kegiatan pembinaan dapat dibenahi secara dini. sarana prasarana yang kurang atau perlu diperbaiki. letak TPA. pengorganisasian. pengalaman dan kemampuan anggota. Perlu ditingkatkan kerja sama yang lebih baik antara pengelola dan tenaga pendidik. solusi yang diambil pengasuh adalah dengan tetap menbiarkan anak – anak tersebut bermain dengan anak – anak yang lain secara bebas tanpa paksaan dari siapapun. Dalam pengorganisasian perlu dipertimbangkan latar belakang pendidikan. sarana dan prasarana. metode dan teknik yang disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak. pengelola sebaiknya lebih memberikan kesempatan kepada tenaga pendidik untuk mengembangkan kemampuan dengan cara mengikutkan mereka pada kegiatan – kegiatan pelatihan. kadang kadang datang.dukung yang sangat berperan adalah persiapan sumber belajar yang memadai. pembuatan kurikulum yang mengacu pada beberapa literatur buku tentang perkembangan dan pertumbuhan anak serta perlunya peningkatan ke jenjang yang lebih tinggi. Agar fasilitas penunjang yang ada dapat dipertahankan. Evaluasi akan terhambat jika kedatangan anak – anak ke TPA Melati hanya dalam waktu singkat. Sedangkan faktor penghambat antara lain :Pada pengorganisasian dapat dilihat dari perlunya pemantauan yang lebih intensif dari ikatan pengurus dan pengelola untuk memantau kinerja pengasuh. Pada perencanaan penghambatnya adalah penyediaan sarana dan prasarana yang perlu adanya penggantian dengan yang baru. evaluasi. Jalan keluar yang diambil pengasuh tetap memantau dan mengisi lembar evaluasi meskipun nantinya lembar tersebut tidak sampai pada orang tua anak didik. sarana dan prasarana yang digunakan sesuai dengan fungsinya. vii . Daya dukung Pelaksanan pembinaan meliputi sumber belajar yang berpengalaman dibidang pengasuhan anak. untuk media belajar yang sudah usang dapat diganti dengan yang baru. Perlu dilakukan kerjasama dalam setiap kegiatan perencanaan. pelaksanaan dan evaluasi yang lebih baik antara pengelola dengan tenaga pengasuh. Pada pelaksanaan hal yang menghambat adalah pernedaan minat dan pola asuh orang tua. Sistem evaluasi pembinaan yang dilakukan oleh pendidik melalui pengamatan dan observasi terhadap perkembangan anak yang melibatkan orang tua peserta didik melalui blangko isian yang telah diterapkan agar dipertahankan dan ditingkatkan.

‘Kesabaran merupakan modal utama mewujudkan semua impian’. Kakak-kakakku yang selalu memberi motivasi dan bantuan. doa. namun meskipun sulit dicapai tetapi kesatuan layak diperjuangkan untuk mencapai keberhasilan’. kedamaian dan kemenangan.MOTTO DAN PERSEMBAHAN MOTTO ‘Kesatuan akan menimbulkan kekuatan. Adik-adikku makasih suportnya. 2. 3. Buat “Ayah” Gue Tersayang Thanks a lot viii . Bapak dan Ibu tercinta atas kasih sayang. PERSEMBAHAN Skripsi ini saya persembahkan untuk : 1. 4. serta pengorbanannya.

....................................... B....................... ABSTRAK ....................................................................... DAFTAR DOKUMENTASI ............................................................................................... HALAMAN PERSETUJUAN ................................................................... Sistematika Skripsi ... BAB I PENDAHULUAN ......................................DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ................. F....... A....................................... E.................................................................................... BAB II KAJIAN PUSTAKA A.................... DAFTAR LAMPIRAN .................................................................... Pendidikan Anak Usia Dini ............... HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN ..................................................................................... i ii iii iv vi viii ix xii xiii 1 1 4 4 5 6 9 10 19 26 ix ..................................................................... C......................................... D........................ Tujuan Penelitian ............................................................................................... HALAMAN PENGESAHAN ................ Taman Pengasuhan Anak (Penitipan Anak) ............................................................................................................................ Pembinaan Anak Usia Dini ......................... DAFTAR ISI .............. C.... B...................... Penegasan Istilah ....................... Permasalahan........................ Manfaat Penelitian .................................... KATA PENGANTAR ................................................................................................................ Latar Belakang .................................

..................... D......................... 28 30 31 31 32 33 37 39 41 41 42 42 46 62 71 72 73 119 119 120 122 x .......................... Sumber Data Penelitian ......... Pelaksanaan Pembinaan ........................ Letak Geografis ............................ B....................................................................... Hasil Penelitian ................................................................ Program Pembinaan ...................... 2......................................................... 1............................................... 8............... Sejarah Singkat Berdirinya TPA Melati Semarang ..... 3......... Pembahasan Hasil Penelitian . 2........................................................................ Organisasi dan Ketenagaan TPA ......... E. Identitas Responden ..................................... 3................................ BAB IV HASIL PENELITIAN A.... Anak Didik ...... Sarana dan Prasarana ...................................... BAB III METODOLOGI PENELITIAN A..................................................................................................................................................... Hasil Wawancara .............. C...................... 4.......... G....... F...................................... Analisis Data . Penyelenggaraan Program .............................. Pendekatan Penelitian ....................... Fokus Penelitian ................. Keabsahan Data .................................. Perencanaan Pembinaan . 7.......... B.............................. 5.. 6................. 1...... Metode Pengumpulan Data ........... Pengorganisasian ..............................................................D......................... Lokasi Penelitian ......................................................................................

...............................4....... Evaluasi Pembinaan .............................................................saran ........................ B............................................................................................................................. Simpulan ............................... BAB V SIMPULAN DAN SARAN A.............. DAFTAR PUSTAKA ............................. Faktor Pendukung dan Penghambat ........ LAMPIRAN 123 123 126 130 131 xi . Saran ... 5.

...................... 2... Kegiatan anak istirahat setelah makan siang ........ 3.................................. Kegiatan bercengkrama pengasuh dengan anak ...................................... 4......................................... Kegiatan anak bermain di luar ruangan ....................... 161 161 162 163 xii ... Wawancara informan tenaga pengasuh ................DAFTAR DOKUMENTASI PENELITIAN Gambar 1.......

. Kisi – kisi instrumen ............ 9............................ 14.......... Format evaluasi tingkat perkembangan fisik anak prasekolah usia > 4-5 tahun ......................................... Format evaluasi tingkat perkembangan bahasa .................... 18.................. Format evaluasi tingkat perkembangan moral dan nilai – nilai agama ................................................................................... 133 135 136 2.............................. 16.................................. Format evaluasi tingkat perkembangan fisik anak prasekolah usia 2-3 tahun .................................................................. Dokumentasi penelitian ........................... Format evaluasi tingkat perkembangan fisik anak usia > 3-4 tahun ........ 3................................................ Format evaluasi tingkat perkembangan fisik ................................................................................... 15................... 11.................... Format evaluasi tingkat perkembangan sosial emosional ........................... 140 141 142 143 144 145 146 147 154 159 160 161 xiii ........ Pedoman wawancara ................... Surat ijin penelitian ................ 12........ Surat keterangan penelitian ................................ Format evaluasi tingkat perkembangan motorik anak usia 0-1 tahun ................................................ 8..........DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1.............. Satuan kegiatan harian ....................................................................... 13..... 17................................................ 137 138 6............... Format evaluasi tingkat perkembangan seni ..... 139 7........... Format evaluasi tingkat perkembangan kognitif ....... Lembar Observasi ................................................................................. 4............ 5........ 10.... Format evaluasi tingkat perkembangan fisik anak usia 1-2 tahun .......

DAFTAR TABEL DAN SKEMA

Tabel 1. Data ketenagaan TPA Melati ................................................................... 2. Lembar observasi lingkungan fisik .......................................................... 3. Data anak didik ......................................................................................... 4. Identitas pimpinan dan tenaga pengasuh .................................................. 5. Identitas orang tua anak didik .................................................................. Skema 1. Proses teknik pengumpulan data menurut Spradley ................................. 2. Struktur organisasi TPA Melati ................................................................ 40 44 46 66 71 72 72

xiv

BAB I

PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG MASALAH
Undang - Undang Dasar 1945 mengamanatkan upaya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa serta agar pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan suatu sistem pengajaran nasional yang diatur dengan Undang - Undang. Pembangunan nasional di bidang pendidikan adalah upaya demi mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas manusia Indonesia dalam mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur berdasarkan pancasila dan undang - undang dasar 1945, yang memungkinkan warganya mengembangkan diri sebagai manusia Indonesia seutuhnya. Untuk mewujudkan pengembangan nasional dibidang pendidikan tersebut diperlukan peningkatan dan penyempurnaan penyelenggaraan pendidikan nasional, yang disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kesenian, perkembangan masyarakat dan kebutuhan pembangunan. Menurut penjelasan umum UU No. 20 tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 1 ayat 1 dikemukakan bahwa pada dasarnya pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif

mengembangkan potensi diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

xv

Iklim pendidikan perlu diciptakan pada semua jalur, seperti yang tercantum dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menyatakan jalur pendidikan terdiri atas pendidikan formal, non formal, dan informal yang dapat saling melengkapi dan memperkaya, agar perkembangan pendidikan menjadi wahana yang tepat untuk mempertinggi kualitas sumber daya manusia, untuk meletakkan dasar yang kuat demi tercapainya masyarakat yang terbuka, demokratis, adil dan sejahtera perkembangan pendidikan dengan kecenderungan baru harus diarahkan agar dapat menampung salah satu tujuan nasional, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan anak usia dini memegang peranan yang sangat penting dan menentukan bagi perkembangan anak selanjutnya, sebab PAUD merupakan fondasi bagi dasar kepribadian anak. Anak yang mendapatkan pembinaan sejak usia dini akan dapat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan fisik , mental, yang itu akan berdampak pada peningkatan prestasi belajar, etos kerja dan produktivitas. Taman penitipan anak adalah lembaga kesejahteraan sosial yang memberikan pelayanan pengganti berupa asuhan, perawatan dan pendidikan bagi anak balita selama anak tersebut ditinggal bekerja oleh orang tuanya. Perlu diketahui bahwa keberadaan taman penitipan anak atau taman pengasuhan anak merupakan suatu kebutuhan masyarakat yang mengalami perubahan struktur keluarga pada umumnya dan pada khususnya di kota-kota besar seperti Semarang. Dalam Undang-undang No: 20 tahun 2003,

xvi

menyatakan Pendidikan anak usia dini dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal. Taman Penitipan Anak (TPA). Semakin meningkatnya jumlah orang tua yang bekerja diluar rumah membuat fungsi keluarga sebagai tempat untuk mendidik anak semakin berkurang. Pendidikan anak usia dini (PAUD) diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar. Salah satu lembaga yang diharapkan mampu melaksanakan fungsi tersebut adalah Taman Penitipan Anak atau Taman Pengasuhan Anak ( Depdiknas. Dalam pasal 28 ayat 1 dijelaskan Pendidikan Anak Usia Dini diselenggarakan bagi anak sejak lahir sampai enam tahun dan bukan merupakan prasyarat untuk mengikuti pendidikan dasar. kompleknya kebutuhan pendidikan anak selaras dengan perkembangan IPTEK. penambah dan atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat. juga telah menuntut perlunya lembaga atau pihak lain yang mampu menangani pendidikan anak secara lebih profesional. atau bentuk lain yang sederajat. Adapun maksud dan tujuan Taman Penitipan Anak adalah memberikan pelayanan xvii . 2001 ). PAUD yang diselenggarakan pada jalur pendidikan non formal dapat berbentuk Kelompok Bermain (KB). Taman Penitipan anak adalah Wahana pendidikan dan pembinaan kesejahteraan anak yang berfungsi sebagai pengganti keluarga untuk jangka waktu tertentu selama orang tuanya berhalangan atau tidak memiliki waktu yang cukup dalam mengasuh anaknya karena bekerja atau sebab lain. non formal dan atau informal yang berfungsi sebagai pengganti.

Faktor penunjang dan penghambat pembinaan Taman Penitipan Anak Melati Semarang. Untuk mengidentifikasi faktor penunjang dan penghambat pembinaan Taman Penitipan Anak Usia Dini Melati Semarang. 2. Menanggapi kondisi yang demikian maka penulis akan berusaha mengungkap tentang : Profil pembinaan penitipan anak usia dini di Tempat Pengasuhan Anak Melati Semarang. PERMASALAHAN Permasalahan dapat timbul karena adanya kesenjangan antara apa yang diinginkan dengan kenyataannya. Untuk Mendeskripsikan tentang profil pembinaan penitipan anak usia dini di Taman Pengasuhan Anak Melati Semarang. B. xviii . Adapun permasalahannya yang timbul dalam penelitian ini adalah: Bagaimana profil pembinaan penitipan anak usia dini di Taman Pengasuhan Anak Melati Semarang ? Apa faktor penunjang dan penghambat pembinaan penitipan anak usia dini di Taman Pengasuhan Anak Melati Semarang ? C. TUJUAN PENELITIAN Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah : 1.kepada anak usia dini dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal berdasarkan konsep pendidikan anak usia dini.

evaluasi TPA. maka peneliti perlu memberikan penegasan dan pembatasan tentang istilah-istilah atau kalimat-kalimat yang terangkum dalam judul penelitian. pelaksanaan. Hasil penelitian ini di harapkan dapat menjadi referensi bagi penelitian lanjutan. Dapat memberikan manfaat bagi pembaca sebagai bahan pemikiran tentang permasalahan yang berkaitan dengan tema pendidikan anak usia dini dan taman penitipan anak ( TPA ). MANFAAT PENELITIAN Melalui penelitian ini dapat memberikan manfaat sebagai berikut: Manfaat Teoritis Sebagai bahan masukan untuk pengembangan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan PAUD khususnya pada teknik penyelenggaraan PAUD di Taman Pengasuhan Anak. Sebagai bahan masukan dalam teknik manajemen penyelenggaraan PAUD di TPA. Adapun istilah-istilah yang perlu mendapatkan penegasan dan batasan adalah sebagai berikut : Profil xix . Manfaat Praktis Menambah wawasan peneliti tentang profil penyelenggaraan penitipan anak mulai dari perencanaan. dan E. pengorganisasian.D. PENEGASAN ISTILAH Untuk menghindari kesalahan pengertian dan kesimpangan serta kekaburan kemungkinan penafsiran dalam pemakaian istilah-istilah yang berkaitan dengan judul penelitian ini.

pengorganisasian. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa profil adalah diskripsi atau gambaran sesuatu yang mencakup ciri-ciri yang melekat pada objek tersebut. 1986:12). Pembinaan adalah suatu bentuk dari serangkaian kegiatan untuk merubah sikap. mental dan perilaku kearah yang lebih baik atau segala usaha yang mengacu pada intensitas pembelajaran dalam kegiatan pendidikan untuk mempelajari hal-hal yang baru dengan tujuan xx .Dalam American Peoples Encyclopedia (1962:996) profil adalah suatu gambaran yang memperhatikan tingkatan dasar pada bermacam-macam hal sesuai dengan lokasinya. pelaksanaan. dan evaluasi. Penggambaran seperti ini berdasarkan data yang dikembangkan oleh pengukuran tentang profil. Menurut kamus besar Bahasa Indonesia (2002:897) profil adalah grafik-grafik atau iktisar yang memberikan fakta tentang hal-hal khusus. Pembinaan Menurut Mangun Hardjana pembinaan diartikan sebagai suatu proses belajar dengan melepaskan hal-hal yang sudah dimiliki dengan tujuan membantu orang yang menjalaninya untuk membetulkan dan mengembangkan pengetahuan dan kecakapan baru untuk mencapai tujuan hidup dan kerja yang sedang dijalani secara lebih efektif (Mangun Hardjana. Profil pendidikan anak usia dini di Taman Pengasuhan Anak Melati mencakup perencanaan.

Banyak aspek – aspek kepribadian yang dapat ditanamkan pada anak. mengarahkan dan membetulkan kearah yang lebih baik. Perkembangan sosial. Aspek perkembangan anak yaitu aspek – aspek yang dikembangkan dalam diri anak melalui PAUD. Aspek perkembangan anak tersebut meliputi : a. Perkembangan emosional. empati. motorik.mengembangkan pengetahuan. Anak Usia Dini Anak usia dini merupakan masa yang paling baik dan sangat kritis bagi perkembangan fisik. disiplin. Perkembangan kognitif. harga diri dan aktualisasi diri. d. Pembinaan merupakan bagian dari pendidikan. c. kerjasama. Perkembangan fisik – motorik. xxi . 2001: 3). etika. namun pembinaan menekankan pengembangan manusia pada segi praktis. e. moral – emosional dan intelektual. Taman Penitipan Anak Taman penitipan anak adalah wahana pendidikan dan pembinaan kesejahteraan anak yang berfungsi sebagai pengganti keluarga untuk jangka waktu tertentu selama orang tuanya berhalangan atau tidak memiliki waktu yang cukup dalam mengasuh anaknya karena bekerja atau sebab lain (Depdiknas. b. Usia dini juga merupakan periode penting bagi pembentukan kepribadian anak di kemudian hari. Perkembangan moral.

20 tahun 2003 bahwa pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan non formal berbentuk kelompok bermain ( KB ). manfaat. Perkembangan bahasa dan literasi g. Perkembangan kreativitas dan daya cipta. Slamet . daftar isi dan intisari skripsi. SISTEMATIKA SKRIPSI Skripsi ini dibagi dalam lima bab yang didahului dengan halaman judul. Taman Penitipan Anak ( TPA ). Sistematika yang digunakan adalah sebagai berikut: BAB I : Pendahuluan. penegasan istilah dan sistematika skripsi. Tempat pengasuhan anak sebagaimana dimaksudkan diatas merupakan bagian dari pada pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal. kata pengantar. 2003 : 53 – 81 ) Tempat Pengasuhan Anak “Melati” Istilah lama diartikan tempat penitipan anak. permasalahan. xxii . halaman motto dan persembahan. yang membahas alasan pemilihan judul. halaman pengesahan. tujuan. ( Suyanto. seperti yang tercantum dalam UU No.f. atau bentuk lain yang sederajat. F. untuk memperhalus bahasanya maka istilah penitipan diganti dengan pengasuhan.

bab ini menguraikan tentang simpulan dari hasil penelitian yang dilakukan sekaligus memberikan saran terhadap obyek yang telah diteliti serta pihak tersebut. subjek penelitian. BAB : Penutup. metode pengumpulan data. keabsahan data dan analisis data. bab ini berisi uraian hasil penelitian dan pembahasan hasil penelitian. Bagian akhir dari skripsi ini berisi daftar pustaka untuk menyusun skripsi dan lampiran. lokasi penelitian. bab ini menguraikan tentang pendekatan penelitian. BAB IV : Hasil penelitian dan pembahasan. konsep dan pendapat para ahli yang ada hubungannya dengan permasalahan penelitian. BAB III : Metode penelitian.BAB II : Tinjauan pustaka. xxiii . bab ini menguraikan tentang berbagai teori.

2001: 2). Pendidikan anak usia dini merupakan upaya yang terencana dan sistematis yang dilakukan oleh pendidik atau pengasuh anak usia 0-8 tahun dengan tujuan agar anak mampu mengembangkan potensi yang dimiliki secara optimal (Rahman. 2002: 2). Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa pendidikan anak usia dini adalah upaya pembinaan anak usia dini (0-8 tahun) yang dilakukan melalui pemberian berbagai rangsangan pendidikan dengan tujuan agar anak mampu mengembangkan potensi yang dimiliki secara optimal.BAB II KAJIAN PUSTAKA Pendidikan Anak Usia Dini ( PAUD ) Pengertian Pendidikan Anak Usia Dini Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan pada anak dan sejak usia dini yang dilakukan melalui pemberian berbagai rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani anak agar memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan dasar dan dalam kehidupan tahap berikutnya (Depdiknas. S. xxiv . Hibana. Pentingnya PAUD Pendidikan Anak Usia Dini memegang peranan yang sangat penting dan menentukan bagi sejarah perkembangan anak selanjutnya.

sebab pendidikan anak usia dini merupakan fondasi bagi dasar kepribadian anak. bahkan secara tidak langsung sejak anak masih dalam kandungan. etos kerja dan produktivitas dan pada akhirnya anak akan lebih mampu untuk mandiri dan mengoptimalkan potensi yang dimiliki. 80 % hingga usia 8 tahun dan selebihnya di proses hingga anak usia 18 tahun. yakni meliputi 80 % perkembangan otak. Anak yang mendapatkan pembinaan sejak usia dini akan dapat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan fisik dan mental. 2002: 45). Lebih jelasnya bayi lahir telah mencapai perkembangan otak 25 % orang dewasa. yang akan berdampak pada peningkatan prestasi belajar. Untuk mencapai kesempurnaan perkembangan otak manusia 50 % dicapai hingga usia 4 tahun. Fungsi dan Tujuan PAUD Fungsi PAUD berfungsi untuk : Memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada anak untuk mengikuti pendidikan anak usia dini sesuai dengan potensi yang dimiliki. Proses PAUD dimulai sejak anak dalam kandungan. maka tahap perkembangan otak pada usia dini menempati posisi yang paling vital. masa bayi hingga anak berusia kurang dari 8 tahun. Ditinjau dari perkembangan otak manusia. xxv . Oleh sebab itu usia dini disebut sebagai usia emas “Golden Age “ karena perkembangannya yang luar biasa (Rahman.

Tujuan PAUD Tujuan PAUD adalah mengembangkan seluruh potensi anak (the whole child) agar kelak dapat berfungsi sebagai manusia yang utuh sesuai dengan falsafah suatu bangsa (Suyanto. masyarakat (kelompok bermain. Pendidikan anak usia dini dikenal dengan istilah pendidikan prasekolah. (Santoso Soegeng. 2002: 25). Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia. Dengan demikian PAUD berfungsi untuk memberikan kesempatan pada anak untuk mengikuti pembinaan dalam mengembangkan potensi anak secara utuh. penitipan anak). Secara umum tujuan program PAUD adalah menfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal dan menyeluruh sesuai dengan norma.norma dan nilai kehidupan yang dianut. menyatakan bahwa pendidikan prasekolah adalah pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan xxvi .Membantu memfasilitasi pengembangan potensi anak secara utuh di lingkungan keluarga. Slamet. Memberdayakan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan anak usia dini. Berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 1990 tentang pendidikan prasekolah.Undang pendidikan prasekolah. 2003 :3). Membantu memperbaiki mutu dan relevansi pendidikan anak usia dini. Secara khusus tujuan program PAUD tercantum dalam Undang .

dibanding dengan sepanjang usianya yang sangat membutuhkan stimulasi fisik dan mental ( Rahman. xxvii .kanak yang menyatakan bahwa taman kanak. disamping itu dasar awal akan cepat berkembang menjadi kebiasaan. Perkembangan fisik dan mental mengalami kecepatan yang luar biasa. pengetahuan. psikis.kanak juga masa yang paling penting untuk sepanjang usia hidupnya. Sebab masa kanak.kanak adalah masa pembentukan fondasi dan dasar kepribadian yang akan menentukan pengalaman anak selanjutnya. keterampilan dan daya cipta yang diperlukan oleh anak didik dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan dan untuk pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya ( Rahman. moral dan sebagainya. sebab usia tersebut merupakan periode diletakkannya struktur yang dibangun untuk sepanjang hidupnya. Beberapa hal yang menjadi alasan pentingnya memahami karakteristik anak usia dini.kanak bertujuan membantu meletakkan dasar kearah perkembangan sikap. yang diselenggarakan di jalur sekolah atau pendidikan luar sekolah. baik secara fisik. sosial. sebab dasar awal cenderung bertahan dan akan mempengaruhi sikap dan perilaku anak sepanjang hidupnya. Masa kanak. Pentingnya Memahami Anak Usia Dini Anak usia dini memiliki karakteristik yang khas. 2002: 48 ).perkembangan jasmani dan rohani anak didik diluar lingkungan keluarga sebelum memasuki pendidikan dasar. Pengalaman awal sangat penting. perilaku. yaitu : Anak usia dini merupakan usia yang paling penting dalam tahap perkembangan manusia. 2002: 30-31 ). Menurut rumusan keputusan menteri pendidikan dan kebudayaan RI Nomor 0486/ 4/ 1992 tentang taman kanak.

penciuman. yang bermanfaat bagi perkembangan hidupnya. Mengetahui tugas .hal yang dibutuhkan oleh anak. khususnya pada masa kanak.Dengan memahami karakteristik anak usia dini adalah diharapkan orang dewasa dapat : Mengetahui hal . c. Ia memperhatikan apa saja yang ada dilingkungannya untuk kemudian ditiru. Usia 2 – 3 Tahun Anak melaksanakan proses belajar dengan sungguh – sungguh. Secara bertahap pancaindera anak difungsikan lebih sempurna.kanak awal. Mampu mengembangkan potensi anak secara optimal sesuai dengan keadaan dan kemampuannya.tugas perkembangan anak sehingga memberikan stimulasi kepada anak agar dapat melaksanakan tugas perkembangan dengan baik. peraba dan perasa). Mengetahui bagaimana membimbing proses belajar anak pada saat yang tepat sesuai dengan kebutuhannya. Cara Belajar Anak Usia Dini Anak pada usia dini ( 0-8 tahun ) memiliki kemampuan belajar yang luar biasa. Keinginan anak untuk belajar menjadikan ia aktif dan eksploratif. Usia 4 – 6 Tahun xxviii . penglihatan. Menaruh harapan dan tuntutan terhadap anak secara realistis. Anak belajar dengan seluruh panca inderanya untuk dapat memahami sesuatu. Cara belajar anak mengalami perkembangan seiring dengan bertambahnya usia. Sehingga usia satu tahun anak ingin mempelajari apa saja yang dilihat dengan menggerakkan seluruh panca indera. dan dalam waktu singkat ia akan beralih ke hal lain untuk dipelajari. Usia 0 – 1 tahun Anak belajar dengan mengandalkan kemampuan pancaindera (Pendengaran. b. secara garis besar dapat diuraikan sebagai berikut : a.

alamiah. b. kreatif dan menantang bagi anak untuk bereksplorasi. lebih menekankan metode yang bersifat rekreatif daripada metode ceramah. Materi pelajaran. ia menggunakan pancainderanya untuk menangkap berbagai informasi dari luar. c. Menyediakan fasilitas agar anak belajar melalui bermain dan bermain sambil belajar c. antara lain : a. kerjasama. Sistem evaluasi. perlu dipilih sarana yang memudahkan dan memancing anak untuk terlibat. e. Karakteristik guru. termasuk juga cara penyampaian.Kemampuan berbahasa anak semakin baik. Pada penelitian ini peneliti dapat melakukan pengamatan mengenai cara belajar anak seiring dengan bertambahnya usia anak dan kebutuhan perkembangannya Karakteristik Program PAUD Program pendidikan untuk anak usia dini memiliki karakteristik tersendiri. Prinsip. Media dan sarana. f. mulai mampu membaca dan berkomunikasi secara halus. lebih terintegrasi. berbeda dengan program pendidikan sesudahnya. Beberapa karakteristik program pendidikan anak usia dini. Hal utama yang membedakan karakteristik program pendidikan anak usia dini adalah tuntutan tingkat perkembangan dan cara belajarnya. Memberikan kesempatan anak untuk berpartisipasi aktif d. perlu lebih meriah. aman dan menyenangkan. Anak melaksanakan proses belajar dengan cara yang semakin komplek. Usia 7 – 8 Tahun Perkembangan anak dari berbagai aspek sudah semakin baik. yaitu suatu program pembelajaran yang dapat menyajikan suatu aktivitas anak secara terpadu. sistem evaluasi yang dilakukan untuk anak usia dini lebih bersifat natural. Anak adalah peserta didik aktif b. Tingkat perkembangan dan cara belajar anak membawa konsekuensi langsung terhadap sifat dan isi program pendidikan anak usia dini . yaitu : a. lebih cenderung menunjukan keceriaan. begitu anak mampu berkomunikasi dengan baik maka akan segera diikuti proses belajar anak dengan cara bertanya. Desain ruangan. dan keterlibatan secara total dengan kegiatan anak. d.prinsip PAUD. d. xxix . Mendorong anak untuk membangun dan mengembangkan idenya sendiri.prinsip PAUD Prinsip. Metode pendidikan.

yakni keluarga. 2002: 55 ). yang materinya lebih menekankan pada materi Al-Qur’an. karena ditinggalkan orang tua atau ibunya bekerja. intelektual. Kelompok bermain Taman bermain merupakan tempat bermain dan belajar bagi anak sebelum memasuki taman kanak. Pendidikan keluarga merupakan pendidikan pertama dan utama bagi anak. TPA ( Taman Pendidikan Al-Qur’an ) TPA merupakan program pendidikan bagi anak usia 7-12 tahun. Memotivasi anak untuk mengembangkan potensi diri tanpa takut berbuat salah ( Rahman.kanak.Kanak Al-Qur’an ) TKA adalah program bagi anak usia 4-6 tahun. S. (Depdiknas. pengembangan.Bentuk Program PAUD Program pendidikan anak usia dini ( 0-8 Th ) memiliki beberapa bentuk organisasi.kanak merupakan jenjang pendidikan setelah Playgroup.kanak (Rahman. yang materinya lebih menekankan pada materi Al-Qur’an. Sekolah Dasar Sekolah Dasar adalah jenjang pendidikan formal pertama setelah taman kanak. sebab pendidikan keluarga merupakan fondasi bagi anak untuk membangun struktur kepribadian selanjutnya. tempat penitipan anak adalah lembaga sosial yang memberikan pelayanan kepada anak. emosional dan sosial. xxx .bentuk program PAUD sebagai berikut : Pendidikan keluarga ( 0-3 Th ) Pada tahap ini pendidikan anak masih berada pada lingkup terkecil. Taman Kanak. 2002: 59). TPA adalah wahana pendidikan dan pembinaan kesejahteraan anak yang berfungsi sebagai pengganti keluarga untuk jangka waktu tertentu selama orang tuanya berhalangan atau tidak memiliki waktu yang cukup dalam mengasuh anak karena bekerja atau sebab lain.e. Taman penitipan anak merupakan lembaga kesejahteraan sosial yang memberikan pelayanan pengganti berupa asuhan. Hibana. Bentuk. Pelayanan ini diberikan dalam bentuk peningkatan gizi. 2001: 3) Menurut Rapat koordinasi anak. Taman Penitipan Anak ( TPA ) Usaha Kesejahteraan Sosial RI. perawatan dan pendidikan bagi anak balita selama anak tersebut ditinggal bekerja oleh orang tuanya (Rahman.Kanak Taman kanak. 2002: 58-62). TKA ( Taman Kanak. sebelum anak masuk sekolah dasar. bentuk .anak balita yang dikhawatirkan akan mengalami hambatan dalam pertumbuhannya.

1986:12). pembinaan yang dilakukan lembaga xxxi . 2003: 71).anak balita yang dikawatirkan akan mengalami hambatan dalam pertumbuhannya. Penitipan anak atau TPA adalah lembaga kesejahteraan sosial yang memberikan pelayanan pengganti berupa asuhan. 59 ). dikemukakan TPA merupakan lembaga sosial yang memberikan pelayanan kepada anak . Pelayanan ini diberikan dalam bentuk peningkatan gizi. perawatan dan pendidikan bagi anak balita selama anak tersebut ditinggal bekerja oleh orang tuanya ( Rahman. pengembangan intelektual. karena ditinggalkan orang tua atau ibunya bekerja. Pembinaan Anak Usia Dini Pengertian Menurut Mangun Hardjana pembinaan diartikan sebagai suatu proses belajar dengan melepaskan hal-hal yang sudah dimiliki dengan tujuan membantu orang yang menjalaninya untuk membetulkan dan mengembangkan pengetahuan dan kecakapan baru untuk mencapai tujuan hidup dan kerja yang sedang dijalani secara lebih efektif (Mangun Hardjana. emosional dan sosial (Patmonodewo. pendidikan.Dengan melihat bentuk – bentuk program pendidikan anak usia dini dapat disimpulkan bahwa Taman Pengasuhan atau Penitipan Anak Melati merupakan salah satu bagian dari program pembinaan anak. Dengan demikian pembinaan penitipan anak usia dini di TPA Melati merupakan latihan. 2002. Dalam Rapat hasil koordinasi “Usaha Kesejahteraan Anak“ Departemen sosial RI.

kritis. memberi alasan. pengembangan sosial . Anak mampu mengelola ketrampilan tubuh termasuk gerakan – gerakan yang mengontrol gerakan tubuh. pengembangan kognitif. memecahkan masalah dan menemukan hubungan sebab akibat. Tujuan khusus Kegiatan pembinaan secara khusus bertujuan agar : Anak mampu melakukan ibadah. Anak mampu berfikir logis. Tujuan Pembinaan Anak Usia Dini Tujuan Umum Kegiatan pembinaan bertujuan mengembangkan potensi anak sejak dini sebagai persiapan untuk hidup dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya termasuk siap memasuki pendidikan dasar. pengembangan bahasa. dan pengembangan seni. pengembangan fisik. mengenal dan percaya akan ciptaan Tuhan dan mencintai sesama. serta menerima rangsangan sensorik ( pancaindera ). gerakan halus dan gerakan kasar.dengan memberikan pelayanan kepada anak usia dini yang dikawatirkan akan mengalami hambatan dalam pertumbuhannya selama ditinggal orang tua atau ibunya bekerja dalam bentuk pengembangan moral dan nilai – nilai agama. xxxii .emosional. Anak mampu menggunakan bahasa untuk pemahaman bahasa pasif dan dapat berkomunikasi secara efektif yang bermanfaat untuk berfikir dan belajar.

bertahap dan terpadu. S. dimana dalam lingkungan tersebut termasuk orang dewasa dan pengetahuan itu sendiri ( Rahman. yaitu : Usia anak adalah sebagian dari kehidupan secara keseluruhan. xxxiii . Fisik. 2002. bukan apa yang tidak dapat dikerjakan anak. kontrol diri dan rasa memiliki. 53-55 ). bertepuk tangan serta menghargai hasil karya yang kreatif ( Depdikbud. Anak memiliki kepekaan terhadap irama. PAUD merupakan interaksi antara anak dengan lingkungan. berbagai bunyi. Penyelenggaraan Program Pembinaan Adapun penyelenggaraan program pembinaan anak mencakup : Program pembinaan Program pembinaan yang dipergunakan adalah kurikulum program pembinaan yang dibuat lembaga sesuai dengan kebutuhan anak usia dini. mental dan kesehatan sama pentingnya seperti berfikir dan aspek psikis lainnya. Titik tolak hendaknya pada apa yang dapat dikerjakan anak. lingkungan sosial. nada. Suatu kehidupan terjadi dalam diri anak ( inner life ) khususnya pada kondisi yang menunjang. peranan masyarakat dan menghargai keragaman sosial serta mampu mengembangkan konsep diri. Pembelajaran pada anak usia dini saling terkait tidak dapat di pisahkan. Masa peka untuk mempelajari sesuatu pada tahap perkembangan tertentu perlu di observasi. Motivasi intrinsik akan menghasilkan inisiatif tersendiri (Self Directed Activity) yang sangat bernilai. Prinsip-prinsip pembinaan 1) Program pembinaan dibangun berdasarkan prinsip-prinsip pendidikan anak secara tepat. Adapun prinsip – prinsip pendidikan untuk anak usia dini seperti yang dirumuskan oleh Tina Bruce (1987) dalam tulisan Aswarni Sudjud (1997) ada sepuluh prinsip – prinsip pendidikan anak usia dini. sikap positif terhadap belajar. Orang – orang yang ada disekitar anak dalam melaksanakan interaksi dengan anak merupakan hal yang penting. Bertahap adalah mengikuti tahap perkembangan usia anak yaitu usia 3 bulan sampai 3 tahun dan usia 3 tahun sampai 6 tahun. birama. Program pendidikan pada anak usia dini perlu menekankan disiplin. Hibana.Anak mampu mengenal lingkungan alam. merupakan masa persiapan untuk menghadapi kehidupan yang akan datang. 2002: 4 ).

dan tingkat perkembangan yang berbeda-beda pada setiap anak secara individual. hendaknya memperhatikan prinsip – prinsip sebagai berikut : xxxiv . 4) Program pembinaan dikembangkan untuk memberi kesempatan anak untuk berpartisipasi aktif melalui kegiatan permainan (menyentuh.Berulang artinya latihan atau simulasi diberikan secara berulang-ulang (anak memerlukan pengulangan dalam belajar) Terpadu adalah mengintegrasikan seluruh aspek pengembangan anak (pembentukan perilaku melalui pembahasan dan pengembangan kemampuan dasar). keluarga. mengenal.kurangnya 3 bulan sampai dengan 6 tahun (kecuali pada kasus khusus) dengan sejumlah lima orang atau lebih.prinsip perencanaan Dalam menyusun perencanaan. mencoba benda-benda). ( Depdikbud. 3) Program pembinaan menekankan proses interaksi dengan orang dewasa. minat. 2) Program pembinaan disesuaikan dengan usia. 2) 3) 4) 5) Tersedianya sarana dan prasarana pembinaan Adanya kurikulum pembinaan Adanya tenaga pembinaan yang melaksanakan kurikulum program pembinaan Tersedianya sumber dana untuk pelaksanaan pembinaan Proses Pembinaan 1) Proses pembinaan dalam satu hari minimal 2 jam @ 45 menit atau disesuaikan dengan kebutuhan situasi dan kondisi anak. Perencanaan Prinsip . 2) Proses pembinaan dalam satu minggu minimal 3 kali pertemuan atau dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. situasi dan kondisi anak (Depdiknas. 5) Program pembinaan memberikan pengalaman nyata bagi anak sehingga termotivasi dan memperoleh pengalaman belajar yang bermakna. teman sebaya dan bendabenda disekitarnya. kelompok dan atau organisasi kemasyarakatan dalam penyelenggaraan pembinaan yang memenuhi syarat sebagai berikut : 1) Adanya anak didik berusia sekurang . kemampuan. Pengorganisasian a. bakat. 2001:7-8 ) Organisasi penyelenggara Organisasi penyelenggaraan taman pengasuhan anak adalah perorangan. 2001:5-6).

pengembangan bahasa. b) Pembinaan dilakukan dalam suasana bermain sambil belajar. Pelaksanaan 1) Tema Merupakan wadah yang berisi unsur-unsur kegiatan untuk mengembangkan kemampuan anak. bercerita. Tema yang diberikan sesuai dengan kemampuan anak dan usia anak yang berisi tentang tema keagamaan. 2) Metode pembinaan (bermain sambil belajar) a) Persyaratan metode : Membuat anak aktif dan banyak terlibat Memberi kesempatan pada anak untuk mengembangkan kreativitas Sesuai dengan usia dan kemampuan anak Tidak membosankan anak Memungkinkan bagi anak untuk memilih aktivitas b) Metode pokok (Bermain) c) Metode pelengkap (Latihan. Satuan kegiatan harian Satuan kegiatan mingguan b. pengembangan sosial-emosional. dan pengembangan seni.a) Berorientasi pada kebutuhan dan usia anak dalam berbagai pengembangan yang ingin dicapai dalam pembinaan. menyanyi) xxxv . pengembangan kognitif. pengembangan fisik.

untuk memperhalus bahasanya maka istilah penitipan diganti dengan pengasuhan. sarana dan peralatan pendukung belajar. Komunikasi Lembaga mengkomunikasikan hasil pembinaan dengan memberikan format penilaian yang telah diisi kepada orang tua untuk digunakan sebagai hasil akhir yang telah ditempuh dalam tiap tahap perkembangan anak. 4) Pengelolaan proses pembinaan Pengelolaan proses pembinaan dilakukan penyelenggara berupa persiapan – persiapan yang dilakukan bersama dengan pengasuh mulai dari proses pembinaan (pelaksanaan) yang berakhir pada penilaian atau evaluasi. xxxvi . Penilaian Pembinaan / evaluasi Penilaian pembinaan dilakukan dengan menggunakan instrumen dalam bentuk pengamatan observasi yang digunakan untuk merekam proses dan hasil dari suatu aktivitas sehari-hari di TPA d.3) Persiapan sarana pembinaan Persiapan sarana pembinaan anak berupa perlengkapan ruangan. Taman Pengasuhan Anak atau Penitipan Anak Pengertian Taman Penitipan Anak Istilah lama diartikan tempat penitipan anak. c.

emosional dan sosial. (Depdiknas. 59 ). Fungsi dan tujuan TPA Fungsi TPA Fungsi TPA adalah wahana pendidikan dan pembinaan kesejahteraan anak sebagai pengganti keluarga untuk jangka waktu tertentu selama orang tuanya berhalangan atau tidak memiliki waktu yang cukup dalam mengasuh anaknya karena bekerja atau sebab lain (Depdiknas. Tempat Penitipan Anak adalah lembaga sosial yang memberikan pelayanan kepada anak. Taman penitipan anak merupakan lembaga kesejahteraan sosial yang memberikan pelayanan pengganti berupa asuhan. 2001: 3). ( Rahman. Tujuan TPA xxxvii . 2002. 2001: 3) Menurut rapat koordinasi Usaha Kesejahteraan Sosial RI. karena ditinggalkan orang tua atau ibunya bekerja. pengembangan. Hibana. perawatan dan pendidikan bagi anak balita selama anak tersebut ditinggal bekerja oleh orang tuanya. intelektual. Pelayanan ini diberikan dalam bentuk peningkatan gizi.Tempat Penitipan Anak adalah wahana pendidikan dan pembinaan kesejahteraan anak yang berfungsi sebagai pengganti keluarga untuk jangka waktu tertentu selama orang tuanya berhalangan atau tidak memiliki waktu yang cukup dalam mengasuh anak karena bekerja atau sebab lain. S.anak balita yang dikhawatirkan akan mengalami hambatan dalam pertumbuhannya.

1) Memberikan pelayanan kepada anak usia dini dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal berdasarkan konsep PAUD. ketrampilan dan sikap keluarga yang mempunyai anak usia dini dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal. Penyelenggaraan Program Perencanaan Kegiatan dalam bentuk apapun akan dapat berjalan dengan baik apabila direncanakan sebelumnya. Pada perencanaan kegiatan ini terlebih dahulu pengelola dan tenaga pengasuh membuat xxxviii . Sudjana.D. penggunaan pengetahuan dan teknik secara alamiah. sebab hanya dengan perencanaan yang baik maka suatu kegiatan tersebut hampir dapat dipastikan akan berjalan dengan baik pula. Menurut William Kami (1986) menyatakan untuk mendorong kemampuan berfikir anak sebaiknya guru merancang suatu kegiatan yang memungkinkan masing – masing anak untuk mendapatkan kesempatan khusus untuk memutuskan sendiri kegiatan mana yang dipilih. 1992: 41). 2) Meningkatkan pengetahuan. Perencanaan adalah proses yang sistematis dalam pengambilan keputusan tentang tindakan yang akan dilakukan pada waktu yang akan datang (H. Dikatakan sistematik karena perencanaan dilaksanakan dengan menggunakan prinsip – prinsip tertentu dalam proses pengambilan keputusan. serta tindakan atau kegiatan yang terorganisasi.

satuan kegiatan harian dan satuan kegiatan mingguan yang pembuatannya dimusyawarahkan dalam forum. Menurut Hani Handoko. Pelaksanaan Setelah perencanaan dan pengorganisasian maka fungsi pelaksanaan baru dilakukan agar dapat merealisasikan tujuan yang ingin dicapai. Untuk pengorganisasian kegiatan dilakukan bersama – sama oleh pengurus dan pengasuh dalam musyawarah yang didalamnya dibahas secara teknis penyelenggaraan program pembinaan. Pelaksanaan pembinaan penitipan anak dilakukan secara pelan dan pasti yang menyangkut pengembangan moral dan nilai – nilai xxxix . Pengorganisasian Pengorganisasian merupakan usaha untuk mengintegrasikan sumber-sumber manusiawi dan non manusiawi yang diperlukan kedalam suatu kesatuan dalam melaksanakan kegiatan sebagaimana telah direncanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. 1994 pengorganisasian merupakan suatu proses mengelompokkan dan mengatur serta membagi tugas-tugas atau pekerjaan diantara para anggota organisasi agar tujuan organisasi dapat dicapai dengan efisien. Dalam proses manajemen pelaksanaan merupakan proses yang sangat penting sebagai tindak lanjut dari fungsi perencanaan dan pengorganisasian. 1995 : 76). (Didiet Hardjito.

Evaluasi Menurut Brewer (1992) penilaian atau evaluasi adalah penggunaan sistem evaluasi yang bersifat menyeluruh untuk menentukan kualitas dari suatu program atau kemajuan dari seorang anak. pengembangan sosial .agama. pengembangan fisik. pengembangan bahasa. Dalam pembinaan ini evaluasi dilakukan melalui kegiatan pengamatan yang dijalankan pengasuh untuk mengetahui tingkat perkembangan anak secara pasti dalam tiap harinya.emosional. emosional. dan pengembangan seni. (Patmodewo. fisik maupun perkembangan intelektual. Biasanya penilaian dikaitkan dengan penilaian terhadap perkembangan sosial. xl . 2003 : 138). pengembangan kognitif.

Untuk memperoleh kebenaran tersebut digunakan metode pendekatan kualitatif dan kuantitatif. 1993:203).BAB III METODE PENELITIAN A. 27-30) dalam Moleong (2002: 4-8) bahwa penelitian kualitatif memiliki lima ciri. tetapi mendeskripsikan. Pendekatan Penelitian Menurut (FX. maka peneliti menggunakan metode kualitatif. 1999) hakekat penelitian adalah untuk mencari kebenaran yang dapat diujikan oleh orang secara obyektif untuk memperoleh kebenaran ilmiah. menurut Bodgan dan Biklen (1982. Agar peneliti dapat mendeskripsikan secara jelas dan rinci serta dapat memperoleh data yang mendalam dari fokus penelitian ini. Sesuai dengan judul yaitu tentang Profil Pembinaan Penitipan Anak Usia Dini di Taman Pengasuhan Anak Melati maka. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan kualitatif yaitu pendekatan yang memandang obyek kajian terdiri dari unsur yang saling terkait dan mendeskripsikan fenomena yang andal (Arikunto. yaitu : xli . menguraikan dan menggambarkan tentang permasalahan yang akan di bahas yang berkenaan dengan profil pembinaan anak usia dini di Taman Penitipan Anak dan faktor penunjang serta penghambat pembinaan. Sudarsono. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif karena tidak menggunakan angka-angka.

pemilihan lokasi penelitian tersebut karena TPA Melati berada di tengah lingkungan perkantoran / kampus. dengan ruang lingkup perencanaan. Penentuan lokasi penelitian dimaksudkan untuk mempermudah dan memperjelas obyek yang menjadi sasaran penelitian. Lokasi dalam penelitian ini adalah tempat pengasuhan anak Melati Jl.1. Fokus Penelitian Fokus penelitian berisi pokok kajian yang menjadi pusat perhatian. karena merupakan alat penting adalah adanya sumber data yang langsung dari peristiwa. Profil pembinaan penitipan anak usia dini di Taman Pengasuhan Anak Melati. xlii . Lebih memperhatikan proses daripada hasil atau produk semata. pelaksanaan. C. Dalam menganalisis data cenderung cara induktif. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian adalah obyek penelitian dimana kegiatan penelitian dilakukan. 2. Lebih mementingkan tentang makna (essensial). 3. Bersifat deskriptif yaitu data yang dikumpulkan berbentuk kata-kata atau gambar daripada angka. yaitu: 1. B. 5. sehingga permasalahan tidak terlalu luas. dan evaluasi. Hayam Wuruk 1A Semarang. 4. Dilaksanakan dengan latar alami. pengorganisasian.

Pemilihan informan penelitian berdasarkan pada tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui Profil TPA Melati dan faktor penunjang serta penghambat pembinaan. Sumber Data Penelitian Menurut Lofland dan Lofland (1984 : 47) Sumber data utama dalam penelitian kualitatif adalah kata-kata dan tindakan selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dan lain . Untuk mendukung kegiatan penelitian ini. 4 orang pengasuh. 2001: 90 ). anak didik baik itu mengenai sarana prasarana maupun lingkungannya. Dalam penelitian ini sumber data terdiri dari sumber data primer dan sumber data sekunder. latar belakang penelitian ( Moleong. Adapun penulis memilih 10 informan tersebut didasarkan pada keaktifan beliau – beliau berada di TPA Melati diantaranya 1 orang pimpinan dan 4 orang pengasuh yang selalu ada di TPA dan 5 orang tua xliii . dan 5 orang tua peserta didik. Adapun sumber data primer berupa wawancara kepada informan dan observasi.2. sedangkan sumber data sekunder berasal dari dokumentasi. orang tua.lain ( Moleong. Pengambilan informasi penelitian dilakukan dengan mengambil informasi dari satu orang kepala TPA. pengasuh. Faktor penunjang serta penghambat pembinaan penitipan anak usia dini yang berasal dari penyelenggara. 2001 : 112 ).orang yang dimanfaatkan untuk memberikan informasi tentang situasi dan kondisi. dilakukan pengumpulan data primer melalui wawancara yang bersumber dari informan penelitian. Informan adalah orang. D.

Pengamatan memungkinkan peneliti mencatat peristiwa dalam situasi proporsional maupun pengetahuan yang langsung diperoleh dari data. Teknik pengamatan didasarkan atas pengalaman secara langsung. Untuk memperoleh data dan informasi yang sebanyak banyaknya. xliv . c. d. Metode Observasi Merupakan metode pengumpulan data esensial dalam penelitian terlebih menggunakan pendekatan kualitatif. maka peneliti harus lebih dahulu mengadakan survey terhadap situasi sosial dan kondisi sasaran penelitian. b.anak didik yang aktif menitipkan anaknya disana. Adapun yang dilakukan adalah pengumpulan data lewat wawancara. Pengamatan atau observasi dimanfaatkan sebesar-besarnya seperti yang dikemukakan oleh Guba dan Lincoln (1981: 191-193) bahwa: a. Teknik pengamatan memungkinkan peneliti mampu memahami situasi-situasi yang rumit. Untuk mengetahui gambaran awal tentang subyek penelitian. E. peneliti mengobservasi terlebih dahulu situasi sosial lokasi penelitian. Teknik pengamatan juga memungkinkan melihat dan mengamati sendiri. adapun metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah sebagai berikut : 1. Metode Pengumpulan Data Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis data dilakukan bersama dengan pengumpulan data.

kejadian. b. umur. Metode Wawancara Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. tempat/ tanggal lahir. pekerjaan dan alamat. sesuatu dimasa lalu. meliputi : Nama. 2) Pendapat orang tua tentang motivasi orang tua dan peran orang tua dalam proses. pendidikan terakhir. organisasi. Wawancara dilakukan melalui tanya jawab langsung kepada nara sumber (informan) yang dapat dipercaya kebenarannya. hasil pertanyaan atau jawaban ditulis dalam lembaran yang disediakan. Adapun pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan wawancara terstruktur dimana pada wawancara ini menggunakan pedoman wawancara yang dijabarkan dalam bentuk deskripsi. pelaksanaan dan evaluasi pembinaan anak di TPA Melati. jenis kelamin. Dalam penelitian ini peneliti melakukan wawancara dengan orang tua anak asuh TPA Melati. memproyeksikan sesuatu yang diharapkan dimasa depan (Guba dan Lincoln dalam Moleong. Tenaga Pengasuh xlv . Setiap pertanyaan diarahkan pada bidang yang sedang diteliti yaitu pembinaan penitipan anak usia dini di Taman Pengasuhan Anak Melati Semarang. 2. Orang tua anak asuh TPA Melati 1) Identitas Orang tua.Dalam observasi atau pengamatan ini. tenaga pengasuh di TPA Melati. Adapun garis besar pertanyaan yang akan ditanyakan dalam wawancara tersebut adalah : a. Metode pengumpulan data dalam bentuk komunikasi verbal yang dapat mengkonstruksikan mengenai orang. Wawancara dan observasi dipedomani dan dikembangkan sebagaimana yang diajukan oleh Spadley (Sanapiah: 1999: 91-108) yang diawali dengan observasi dan wawancara struktural serta diakhiri dengan observasi selektif dan wawancara kontras. Dalam pengumpulan data tidak diabaikan juga penggunaan sumber-sumber non manusia seperti dokumentasi dan catatan-catatan yang tersedia. dan pimpinan TPA Melati. peneliti mengadakan pengamatan situasi sosial lokasi penelitian serta mengetahui secara langsung kegiatan pengasuhan yang terjadi di TPA Melati Semarang. Metode wawancara adalah suatu metode pengumpulan data dengan jalan wawancara yaitu mendapatkan informasi dengan cara bertanya langsung kepada responden. 2000:135). kegiatan.

serta evaluasi akhir dari pembinaan. Dokumen dan record digunakan karena merupakan sumber yang stabil. xlvi . c. b.1) Identitas Tenaga Pengasuh meliputi : Nama. tempat / tanggal lahir. Dokumentasi juga dimaksudkan sebagai rekaman suatu peristiwa yang lebih dekat dengan percakapan dan memerlukan interpretasi yang berhubungan sangat dekat dengan konteks rekaman peristiwa. 3) Faktor penunjang dan penghambat pembinaan. jenis kelamin. antara lain : a. pendidikan terakhir. c. Berguna sebagai bukti untuk suatu pengujian. jenis kelamin. Pimpinan TPA 1) Identitas Pimpinan TPA. majalah dan sebagainya. tempat / tanggal lahir. alasan pemilihan metode. 3) Faktor penunjang dan penghambat pembinaan. pekerjaan dan alamat. umur. pendidikan terakhir. umur. Dokumen ini dimaksudkan untuk melengkapi data dari wawancara dan observasi. 3. Dokumentasi Metode dokumentasi adalah suatu metode yang mencari data mengenai hal-hal yang berupa catatan suatu buku. 2) Pendapat pimpinan tentang pembinaan penitipan anak di TPA Melati. 2) Pendapat tenaga pengasuh tentang pembinaan penitipan anak di TPA Melati yang berkaitan dengan metode pembinaan. kaya dan mendorong. Menurut Guba dan Lincoln dalam Moleong (2000:160) ada beberapa alasan dari penggunaan dokumentasi. pekerjaan dan alamat. Keduanya berguna dan sesuai untuk penelitian kualitatif. surat kabar. meliputi : Nama.

d. Relatif murah dan tidak sukar diperoleh. e. Keduanya tidak sukar ditemukan. Dalam penelitian ini, peneliti mengambil bahan-bahan sumber dan data-data dokumentasi yang ada di Taman Pengasuhan Anak Melati berupa foto - foto pelaksanaan kegiatan penelitian, data - data lain berupa buku – buku referensi lain yang berkaitan dengan tema pengasuhan anak usia dini.

F. Keabsahan Data
Menurut Lincoln dan Guba (dalam Moleong, 2000:173) ada empat kriteria yang digunakan dalam penelitian kualitatif untuk keabsahan data, yaitu : 1. Derajat kepercayaan (Credibility). 2. Keteralihan (Transferability). 3. Kebergantungan (Dependability). 4. Kepastian (Confirmability). Kriteria keabsahan data diterapkan dalam rangka membuktikan temuan hasil penelitian dengan kenyataan yang diteliti di lapangan. Teknik-teknik yang digunakan untuk melacak atau membuktikan kebenaran atau taraf kepercayaan data melalui ketekunan pengamatan (persistent observation), triangulasi (triangulation), pengecekan dengan teman sejawat. Untuk membuktikan keabsahan data dalam penelitian ini, teknik yang digunakan hanya terbatas pada teknik pengamatan lapangan dan triangulasi. Dezim dalam Moleong (2000:278) membedakan 4 macam triangulasi, yaitu : 1. Triangulasi sumber maksudnya membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda dalam metode kualitatif. xlvii

2. Triangulasi

metode

maksudnya

menurut

Patton

dalam

Moleong

(2000:178) terdapat dua strategi, yaitu : a. Pengecekan derajat kepercayaan penemuan hasil penelitian beberapa teknik pengumpulan data. b. Pengecekan derajat kepercayaan beberapa sumber data dengan metode yang sama. 3. Triangulasi peneliti maksudnya memanfaatkan peneliti untuk keperluan pengecekan kembali derajat kepercayaan data. 4. Triangulasi teori maksudnya membandingkan teori yang ditemukan berdasarkan kajian lapangan dengan teori yang telah ditemukan para pakar. Teknik triangulasi dalam penelitian ini adalah triangulasi sumber dengan pertimbangan bahwa untuk memperoleh informasi dari para informan perlu diadakan croscek antara satu informan dengan informan yang lain sehingga akan diperoleh informasi yang benar – benar valid. Informasi yang diperoleh Diusahakan dari narasumber yang benar- benar mengetahui akar permasalahan dalam penelitian ini.

G. Analisis Data
Bersamaan dengan proses pengumpulan data dilakukan juga analisis data. Alur analisis mengikuti pendapat Spradley dalam Sanapiah (1990:91-108) dengan mereduksi banyaknya data yang diperoleh, diklasifikasikan dalam domain untuk memperoleh gambaran yang bersifat umum dan relatif menyeluruh dari suatu fokus permasalahan yang diteliti.

xlviii

Analisis data dilakukan bersamaan dalam proses pengamatan dan wawancara deskriptif, selanjutnya dilakukan analisis taksonomik yang berusaha merinci lebih lanjut, mengorganisasikan atau menghimpun elemen-elemen yang sama. Analisis taksonomik dilakukan bersamaan dengan pengamatan terfokus dan wawancara struktural. Dalam tahap ini terkait dengan fokus penelitian, yaitu : “Profil pembinaan penitipan anak usia dini di Taman Pengasuhan Anak Melati Semarang dan Faktor penunjang dan penghambat pembinaan”. Selanjutnya dilakukan analisis komponensial dengan mengorganisasikan kontras antar elemen dalam domain yang diperoleh dari pengamatan dan wawancara terseleksi dan kemudian dilanjutkan dengan analisis tema untuk mendeskripsikan secara menyeluruh dan menampilkan makna dari yang menjadi fokus penelitian.

Deskriptif Terfokus
selektif

Struktural Deskriptif

kontras

Skema alur analisis data Spradley (Sanapiah, 1990: 91-108) Ket: Diawali dengan pengamatan dan wawancara struktural serta diakhiri dengan observasi selektif dan wawancara kontras.

xlix

Penjelasan dari skema diatas sebagai berikut : Pengamatan Deskriptif dilakukan untuk melihat secara umum tentang kondisi TPA Melati, setelah itu dilakukan pengamatan yang terfokus pada objek yang akan diteliti mengenai profil. Proses selanjutnya dilakukan pengamatan secara selektif untuk melihat bagaimana kegiatan pembinaan mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasi, bersama dengan proses pengamatan itu juga dilakukan wawancara Deskriptif kepada pimpinan TPA untuk memperoleh gambaran secara umum tentang sejarah singkat, letak geografis. Selanjutnya dilakukan wawancara terstruktur secara mendalam kepada pengasuh dan orang tua untuk mengungkap fokus penelitian. Untuk melengkapi dan mendukung data yang diperoleh, kemudian dilakukan pengambilan dokumentasi. Melalui kegiatan ini dapat diperoleh berbagai kejadian- kejadian yang dapat memperjelas dari setiap kegiatan.

l

1. Hasil Penelitian Hasil penelitian pada dasarnya merupakan data yang diperoleh melalui metode wawancara. observasi. TPA Melati sejak berdiri dikelola oleh para istri pendiri dan ibu – ibu Dharma Wanita UNDIP sampai sekarang. yang tercatat dalam akta notaris nomor 18 tahun 1994 dan dipelopori oleh beberapa Dosen dan Guru Besar Universitas Negeri Diponegoro yang pada saat itu menjabat di Universitas Diponegoro. tetapi sebelum disampaikan hasil penelitiannya terlebih dahulu disampaikan gambaran umum mengenai Taman Pengasuhan Anak Melati Semarang (TPA) mengingat TPA tersebut sebagai tempat dilaksanakannya penelitian ini. li . Sejarah singkat TPA Melati Semarang.BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Taman Pengasuhan Anak Melati (TPA) Semarang berdiri pada tanggal 31 Maret 1994. dan dokumentasi.

membantu ibu pekerja untuk meningkatkan produktivitas kerja yang optimal.ibu Dharma wanita UNDIP dan dikepalai oleh Ny Moeljono. membantu program pemerintah dalam bidang pendidikan. TPA Melati berada dibawah naungan Universitas Diponegoro dengan tenaga administrasi maupun tenaga teknis yang membantu kerja kepala TPA Melati. 2. Letak Geografis lii . bimbingan dan pembinaan dalam pertumbuhan dan perkembangannya. mendorong peran keluarga untuk memenuhi fungsi keluarga. Dasar didirikannya Taman Pengasuhan Anak Melati adalah untuk memenuhi hak anak untuk tumbuh kembang dan perlindungan dengan menghindarkan kekosongan rawatan. Peresmian TPA sebagai kenang-kenangan beliau mendekati masa pensiun. asuhan. sosial dan dalam bidang jasa.Taman Pengasuhan Anak Melati Semarang dr diresmikan pada tanggal 31 Maret 1994 oleh Prof Moeljono Soegiarto Trastotenejo yang pada saat itu menjabat sebagai Rektor UNDIP. TPA Melati didukung langsung dan dikelola oleh ibu. kesehatan.

sebelah selatan jalan Singosari dan sebelah timur kampus USM.Taman Pengasuhan Anak Melati terletak di jalan Hayam Wuruk I A Semarang propinsi Jawa Tengah. Landasan dari berdirinya Taman Pengasuhan Anak Melati adalah Undang . TPA Melati berbatasan langsung sebelah utara dengan kampus UNDIP. Organisasi dan Ketenagaan TPA Taman Pengasuhan Anak Melati merupakan lembaga pelaksana teknis yang dikelola langsung oleh ibu – ibu Dharma Wanita UNDIP dan dibantu oleh beberapa pengasuh atau pendidik anak. Jarak Taman Pengasuhan Anak Melati dengan pusat pemerintahan kota Semarang kurang lebih 5 km. sebelah barat jalan Pahlawan. Dengan demikian TPA Melati terletak strategis ditengah-tengah perkantoran / kampus dimana para ibu-ibu atau orang tua bekerja. liii . 3.undang no 6 tahun 1974 tentang ketentuan pokok kesejahteraan sosial dan UU no. tepatnya berada di lingkungan Kampus UNDIP. 4 tahun 1979 tentang kesejahteraan anak.

Moeljono S Trastotenejo Prof. Ismiati : Prof. Warella 2. Dewi Handayani Diono Iksan : Ketua Persatuan Dharma Wanita Wakil Sekretaris : 1. Dr. Ny. Joetata Hadihardaja : 1. liv . Harjono Soejitno Penanggung jawab UNDIP Ketua Wakil Ketua : Ny. DR. SR. Saryono 3. Soemarti Prapto. Suparmi 4. Anhari Basuki Sekretaris : Ir. Ir. Moeljono S Trastotenejo : 1.Sc Pembina : Prof. Ir. Djoko Moeljanto 3. SH Bendahara Pembantu Umum Soewito 2. Soegiarsih 2. Dr. Achmad Tenaga Pendidik : 1. Eko Budihardjo M. Ny. Ir.Susunan kepengurusan Taman Pengasuhan Anak Melati Semarang sebagai berikut : Pelindung : Rektor UNDIP Prof.

Estu Dwi STRUKTUR ORGANISASI TPA MELATI SEMARANG Pelindung Penanggung jawab Ketua Pengelola Wakil Ketua Sekretaris Bendahara Wakil Sekretaris TP TP TP TP lv . Sri Hastuti Astuti 4.2.

istri dan pegawai UNDIP yang menjabat sebagai ketua. tenaga pengasuh. S2. S1.Pembantu umum Ketenagaan yang ada di TPA Melati Semarang terdiri dari para istri. SMP. sedangkan untuk tenaga pengasuh ditinjau dari latar belakang pendidikannya kurang mendukung terhadap perkembangan anak karena rasionalnya tenaga kependidikan untuk pendidik setidak-tidaknya lulusan lvi . Untuk tenaga pengelola ditinjau dari latar belakang pendidikan cukup potensial untuk dapat mengembangkan pendidikan anak usia dini di TPA Melati. D2. wakil ketua. bendahara. pembantu umum. yang secara keseluruhan berjumlah 15 orang. SMA. sekretaris. Sumber tenaga yang ada di TPA Melati pada umumnya berusia 30-40 tahun dan memiliki kualifikasi pendidikan yang beragam mulai dari lulusan S3.

4. Data ketenagaan TPA Melati UNDIP tahun 2005 tercantum dalam tabel berikut ini : Tabel I Data Ketenagaan TPA Melati UNDIP Tahun 2005 No 1. 5. karena mereka harus benarbenar mendalami paedagogis. Nama Ny Moeljono S Trastotenojo Ny Warella Ny Anhari Basuki Ir Dwi Handayaani Ir Soegiarsih Pendidikan SMU SMU SMU S1 S1 Ket Ketua Wakil Ketua Wakil Ketua Sekretaris Wakil Sekr lvii . 2.PGTK atau bahkan sarjana terkhusus dari jurusan yang relevan atau sarjana psikologi. psikologi perkembangan anak dan ilmu jiwa anak. 3.

Umum Tng Pendidk Tng Pendidk Tng Pendidk Tng Pendidk 4. Joetata Djoko Moeljanto Soewito Achmad Saryono Suparmi Estu Dwiastuti Sri hastuti Ismiati S1 S3 SMU SMU SMU SMU D2 SMU SMU SLTP Wakil Sekr Bendahaara Pemb. Umum Pemb. 9. pelayanan dan pembinaan dengan stimulasi psikomotorik dan psiko sosial sewaktu – waktu bila diperlukan sesuai dengan kebutuhan orang tua. Pengembangan moral dan nilai-nilai agama lviii . 15. Ir Soemarti Prapto S Prof . 11. 7.6. 12. 10. Program Pembinaan TPA Melati merupakan lembaga yang memberikan pelayanan pembinaan berupa pengasuhan anak dalam jangka waktu tertentu yang termasuk dalam kategori TPA dengan pengasuhan sewaktu–waktu Care) yang melaksanakan (Incidental Day berupa kegiatan–kegiatan penyuluhan. Umum Pemb. Umum Pemb. 14. 13. 8. Pada program pembinaan telah dibuat acuan pelaksanaan kegiatan pembinaan di TPA Melati sebagai berikut : a.

pengasuh mengajak anak untuk mengikuti bacaan doa dimaksud dan menunjukkan sikap berdoa yang benar.Kompetensi dan hasil belajar yang ingin dicapai adalah kemampuan melakukan ibadah. mengenal dan percaya akan ciptaan Tuhan dan mencintai sesama. 3). Bersenandung lagu keagamaan Pengasuh menyenandungkan lagu-lagu keagamaan pada saat di dekat anak dan sesekali mengajak anak untuk ikut bersenandung. binatang dan tanaman Berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan serta menirukan sikap berdoa. Meniru gerakan beribadah Pengasuh mengajak anak untuk menirukan gerakangerakan beribadah. 2). Indikator kemampuan dan cara pencapaian kemampuan adalah: 1). Mengikuti bacaan doa Menyayangi orang tua. teman. Pengasuh kadang membiarkan bila anak melakukan kesalahan. Pengasuh membiasakan memperdengarkan doa sebelum melakukan sesuatu bersama anak. Secara lix . Hal ini membantu anak untuk lebih mengenal ciptaan Tuhan dan mencintai sesama. orang di sekeliling. Sesuai perkembangannya. sesuai agama masing-masing.

cinta kasih melalui belaian rangkulan. sesuai dengan perkembangan daya pikirnya. 6). menyayangi teman. maupun menyayangi binatang dan tanaman. sesuai agama masing-masing. yang disamping lx . Sesuai dengan perkembangannya. Selain itu pengasuh menceritakan atau membacakan buku cerita tentang perlunya menyayangi orang-orang di sekitar kita. Mendengarkan cerita tentang kebesaran Tuhan Pengasuh TPA sering membacakan cerita-cerita tentang kebesaran Tuhan dan bila memungkinkan pengasuh mempergunakan buku cerita untuk melakukan kegiatan ini. Mengenal "nama" Tuhan ( Sesuai agama masing . 5). Merasakan dan menunjukkan rasa sayang.masing ) Pengasuh memberitahukan kepada anak tentang sebutan "nama" Tuhan. sehingga tidak sekedar menceritakan tentang ciptaan Tuhan. Kegiatan ini dilakukan untuk melatih daya fikir dan imajinasi anak. cerita bisa diperluas temanya. Setelah itu pengasuh meminta anak untuk menirukan dan mengulangi setiap ada kesempatan. Pengasuh TPA sering membelai atau memeluk anak dan membisikkan kata-kata yang lembut. diberitahukan cara-cara yang benar. 4).bertahap.

Kegiatan ini dilakukan untuk melatih Kesopanan pada anak. Mengucapkan kata-kata santun. seperti maaf. Pengasuh TPA membiasakan anak untuk mengucapkan kata-kata santun. misalnya minta maaf setelah melakukan kesalahan atau mengucapkan tolong sebelum minta tolong kepada orang lain. b. Pengasuh TPA mengingatkan anak untuk mengucapkan terimakasih setiap kali menerima sesuatu.memberikan rasa aman pada anak juga dimaksudkan agar anak dapat merasakan rasa sayang dan cinta kasih. Pengembangan Fisik Kompetensi dan hasil belajar yang ingin dicapai adalah kemampuan mengelola dan keterampilan tubuh termasuk gerakan- lxi . 9). Hal ini dilakukan untuk memberikan pengertian anak akan cara menghargai pemberian orang lain. 8). tolong. Mengucapkan salam Pengasuh membiasakan mengucapkan salam dengan suara yang cukup keras setiap kali bertemu dengan anak. Pengasuh mengajarkan anak untuk mengucapkan terimakasih setelah menerima sesuatu (dengan dorongan). 7).hal ini dilakukan selain untuk mambantu anak berkomunikasi dengan orang lain juga secara tidak langsung membantu anak untuk berinteraksi dengan orang disekitarnya.

serta menerima rangsangan sensorik (pancaindera). gerakan halus. Berjalan stabil Kegiatan ini dilakukan dengan maksud untuk melatih anak berjalan stabil dan seimbang. apabila pada umur 2 tahun lebih anak belum dapat berjalan. Indikator kernampuan dan cara pencapaian kemampuan ini adalah: 1). dan gerakan kasar. 3). Pengasuh TPA kadang memvariasikan dengan perlombaan berjalan mundur dengan rintangan kecil dengan memberikan hadian pada anak bila dapat melewati rintangan tersebut agar anak termotivasi untuk terus mencoba dengan harapan mendapatkan hadiah. Naik-turun tangga dengan atau tanpa berpegangan Dalam kegiatan ini pengasuh mengawasi anak saat naikturun tangga. Pengasuh tidak perlu ikut naik-turun bersama lxii .gerakan yang mengontrol gerakan tubuh. 2). Berjalan mundur Kemampuan anak untuk berjalan mundur harus makin dimantapkan. pengasuh segera menyarankan orang tua untuk secepatnya memeriksakan anak ke dokter atau therapy dan pengasuh ikut mengawasi anak yang berada pada pengawasan dokter untuk proses terapi.

dengan sedikit rintangan misalnya diletakkan kardus kecil di antara area tersebut dan meminta anak untuk sesekali melompatinya. Mengikuti gerakan binatang Sambil bercerita dengan anak pengasuh memperagakan gerakan binatang. Pengasuh mencari tempat yang cukup lapang. gerakan sayap burung terbang. pengasuh tinggal mengawasi saja dan berusaha untuk tidak berteriak saat anak melakukan gerakan yang cukup berbahaya.anak. Ini merupakan latihan keseimbangan agar anak semakin dapat berjalan dengan mantap. Memanjat Dalam kegiatan ini pengasuh membiarkan anak memanjat. 3 meter misalnya. gerakan cacing berjalan. 5). Berlari tanpa jatuh Pengasuh mengajak anak berlomba lari sampai jarak tertentu. 4). Berjalan mengikuti jejak secara lurus atau melingkar Dalam kegiatan ini pengasuh meminta anak untuk berjalan di atas garis lurus atau melingkar yang dibuat di atas tanah. Pengasuh lxiii . 7). namun tetap harus mengawasi untuk menjaga berbagai kemungkinan yang ada. karena akan mengagetkan anak dan dapat mematikan niat anak untuk mencoba. misalnya cara angsa berjalan. 6). misalnya anak terjatuh.

Selanjutnya pengasuh dapat pula meminta anak untuk menirukan gerakan binatang yang dilihatnya sendiri di lingkungan TPA Melati. Pengasuh memberitahukan cara menendang. menangkap dan melempar bola. Sebelum melakukan kegiatan ini. Menendang. menangkap dan melempar bola dari jarak dekat Dalam kegiatan ini pengasuh memberikan sebuah bola kepada anak ( sebaiknya dipilih bola plastik). 8). baru kemudian pengasuh meminta kepada anak untuk menirukannya. Kadang pengasuh mengajak anak untuk bermain dengan bola. Masuk ke dalam gorong-gorong atau meja-kursi atau kardus yang disusun Pada kegiatan ini pengasuh menyusun kardus yang ukuran agak besar sehingga anak dapat masuk ke dalamnya tidak jarang meminta anak untuk masuk ke bawah meja dan merangkak ke ujung meja yang lain dengan maksud melatih anak bergerak di ruang sempit. lxiv .kemudian meminta anak untuk mengikuti gerakan-gerakan binatang tersebut. pengasuh dapat bercerita tentang katak yang sedang melompat. Melompat dengan dua kaki sekaligus Pengasuh menunjukkan cara melompat dengan dua kaki sekaligus. 9). 10).

Bila perlu pengasuh juga mengajari merobek kertas dengan melipat kertas itu terlebih dahulu . kain katun. dan amplas. beras. 12). anak umumnya suka menuang sesuatu dari satu tempat ke tempat lainnya. misalnya kain wool. setelah itu meminta anak menunjukkan mana mata boneka. Merobek lurus Dalam kegiatan ini pengasuh mengajari anak untuk merobek kertas secara lurus. biji-bijian). deangan harapan anak dapat memasukkan sesuatu kedalam tempat lain untuk mengetahui kemampuan anak dalam membedakan 3 permukaan benda yangberbeda. 13). Pengasuh mengulangi kegiatan itu sampai anak dapat dengan tepat menunjuk pada mata boneka. Pengasuh TPA Melati tinggal memberikan alat-alat dan bahan yang dapat dipergunakan untuk melakukan kegiatan ini. Menunjuk mata boneka Pengasuh TPA Melati menunjukkan cara menunjuk. dan kadang pengasuh juga meminta anak untuk menunjuk mata mereka masing – masing.11). Pengasuh meminta anak untuk meraba dan merasakan perbedaan permukaan ketiga jenis benda dimaksud untuk menuang (air. harapan lxv . Membedakan permukaan 3 jenis benda melalui perabaan Pengasuh TPA Melati memberikan tiga jenis benda yang memiliki permukaan berbeda.

Indikator kemampuan dan cara pencapaian kemampuan ini adalah: 1). Melipat kertas sembarangan Pengasuh menunjukkan kertas kepada anak dan mengajak anak untuk mulai bermaian melipat kertas. 2).dari kegiatan ini dapat melatih perkembangan fisik otot tangan dengan meremas kertas sesuai keinginan. Kemudian pengasuh meminta anak untuk menirukan suara binatang sambil menyebutkan nama binatangnya.pengasuh membiarkan saja anak melipat kertas tersebut semaunya.suara di sekitarnya ( orang-orang terdekat. c. binatang. Mengenal suara . dari kegiatan ini pengasuh secara langsung memberikan latihan pada mengenal suara yang didengar disekitar mereka. 14). Komunikasi dengan anak secara lxvi . dari situ dapat dilihat seberapa kreatifnya anak. pengasuh menirukan suara beberapa binatang atau suara lainnya. Pengembangan Bahasa Kompetensi dan hasil belajar yang ingin dicapai adalah kemampuan menggunakan bahasa untuk pemahaman bahasa pasif dan dapat berkomunikasi secara efektif yang bermanfaat untuk berfikir dan belajar. sebaiknya kertas berwarna. Menyatakan dalam kalimat pendek 2-4 kata Mendengarkan radio atau melihat televisi merupakan latihan yang cukup bagus yang diberiakn pengasuh di TPA Melati untuk latihan menyusun kalimat. benda ) dan menirukan suara beberapa binatang Untuk memperkenalkan suara.

intensif akan sangat membantu kemampuan ini, dari kegiatan ini dapat dilihat dari cara anak mengungkapkan keinginannya. 3). Mengerti dan melaksanakan 1 perintah Pengasuh dapat meminta anak untuk mengambilkan suatu barang yang memang diperlukan, dan melihat respon anak untuk perintah yang diberikan apakah anak melakukannya sesuai perintah atau tidak. 4). Mengajukan pertanyaan Anak umumnya suka bertanya untuk memuaskan rasa ingin tahunya. Pengasuh menjawab setiap pertanyaan anak dengan jawaban sejelas mungkin. 5). Menyebutkan nama benda Pengasuh sering berkomunikasi dengan anak,

dengan memberikan pertanyaan tentang nama panggilannya, nama-nama bagian / anggota tubuh, atau benda-benda yang telah dikenalnya. Pada saat bertanya, pengasuh

mengupayakan sambil menunjukkan benda / anggota tubuh yang ditanyakan. 6). Tertarik pada gambar dalam buku Pengasuh memberikan buku-buku atau majalah yang penuh dengan gambar berwarna. Dari kegiatan ini

pengasuh mencoba memberikan pertanyaan kepada anak

lxvii

untuk menyebutkan dan menceritakan isi gambar sesuai versi anak. d. Pengembangan Kognitif Kompetensi dan hasil belajar yang ingin dicapai adalah kemampuan berfikir logis, kritis, memberi alasan, memecahkan masalah dan menemukan hubungan sebab akibat. Indikator kemampuan dan cara pencapaian kemampuan ini adalah: 1). Mengelompokkan benda yang sama Pengasuh memberikan anak beberapa benda,

diantaranya lebih dari dua buah, kemudian meminta anak untuk mengelompokkan benda-benda yang sama. 2). Mengelompokkan bentuk (lingkaran dan bujursangkar) Pengasuh memperkenalkan bentuk lingkaran dan bujursangkar dengan menunjukkan gambarnya. Kemudian mengumpulkan berbagai gambar yang memiliki dasar bentuk lingkaran dan bujur sangkar, kemudian meminta anak untuk mengelompokkan gambar - gambar tersebut menjadi dua kelompok (lingkaran dan bujursangkar ). 3). Membedakan besar - kecil Pengasuh mencari benda sejenis yang ukurannya berbeda, misalnya daun atau batu kemudian menujukkan mana yang besar dan mana yang lebih kecil. Pengasuh mengajak anak untuk membedakan atau menyebutkan benda mana yang lebih besar dan mana yang lebih kecil. lxviii

4).

Membedakan rasa Untuk membedakan rasa, pengasuh meminta anak untuk merasakan makanan yang berbeda rasanya. Misalnya garam, gula, asam. Saat anak merasakan sebutkan "nama" rasa yang dimaksud (asin, manis, asam). Pada kesempatan lain, pengasuh meminta anak untuk merasakan dan

menyebutkan nama rasa yang dimaksud. 5). Membedakan bau Untuk mengenal bau-bauan, Pengasuh memasukkan beberapa jenis minyak ke dalam botol atau masukkan beberapa rempah-rempah, masing-masing jenis dalam

kantung yang berbeda, kemudian meminta anak untuk membaui dengan mendekatkan hidungnya. Sebutkan

namanya setiap anak membaui jenis benda tertentu. Setelah beberapa kali, pengasuh melakukan hal yang sama namun kali ini pengasuh meminta anak untuk menyebutkan nama bendanya. 6). Mengulang bilangan 1,2,3,4,5 Pengasuh mengajak anak untuk menyebutkan

bilangan 1 sampai dengan 5 secara berurutan. Lakukan sambil bermain, misalnya saat berjalan ajak untuk

menghitung langkah kakinya atau sambil menghitung batu.

lxix

peranan masyarakat. misalnya makan harus dengan duduk. pengasuh menyebutkan atau menanyakan (bila anak sudah mengenal) warna-warna dari benda-benda yang disebutkan namanya. 2). e. Pengembangan Sosial-Emosional Kompetensi dan hasil belajar yang ingin dicapai adalah kemampuan mengenal lingkungan alam. lingkungan sosial. dan menghargai keragaman sosial dan budaya. makan harus dengan tangan kanan. pengasuh memperkenalkan anak dengan etiket sederhana.7). lxx . Secara berulang-ulang pengasuh mengenalkan anak dengan 2 warna. Pengelompokan atau pengenalan warna (2 warna) Bersamaan dengan menanyakan nama-nama benda. sikap positif terhadap belajar dan rasa memiliki. Serta mampu mengembangkan konsep diri. Disamping melatih jadwal makan yang teratur. Indikator kemampuan dan cara pencapaian kemampuan ini adalah: 1). Hal itu dapat membantu anak tentang cara makan yang benar. jangan berbicara saat makan. misalnya saat anak makan biskuit. Mulai dapat "berbagi" Pengasuh mencoba meminta sebagian yang ada dalam genggaman anak. Mengenal etiket makan dan jadwal makan teratur.

5). sebagai contoh kegiatan untuk bermain anak dibiarkan secara bebas melakukannya sendiri. Dapat memilih kegiatan sendiri Pengasuh selalu memberikan kesempatan kepada anak untuk memilih sendiri kegiatan yang akan dilakukannya bersama-sama temannya. 3). Dengan bimbingan anak diberiakan pengertian kalau merasa sakit perut dan terasa ingin pipis kita harus segera ke kamar mandi. pengasuh mengingatkan agar anak segera ke toilet. dengan kebiasaan itu diharapkan anak dapat melakukannya sendiri. Dapat ditinggalkan oleh orangtuanya Pada usia 1-2 tahun. Pada saat anak menunjukkan tanda-tanda akan buang air dan tidak secepatnya menuju ke toilet. 4). dengan bantuan diingatkan. anak belum "bersedia" orang tuanya menghilang dari pandangannya.pengasuh meminta sedikit biskuit dan memberikan pada teman yang lain. tetapi pada umur 2-3 tahun pengasuh menyarankan sebaiknya orang tua benarbenar meninggalkan anak sendirian agar anak terlatih untuk mandiri melakukan kegiatannya. lxxi . Mulai mahir menggunakan toilet (WC kamar mandi).

bertepuk tangan. birama. Pengembangan Seni Kompetensi dan hasil belajar yang ingin dicapai kemampuan kepekaan terhadap irama. Indikator kemampuan yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah: 1). untuk selanjutnya di TPA anak dibiasakan merapikan semua alat permainan yang telah selesai digunakan. f. Menunjukkan ekspresi wajar saat marah. Misalnya jangan menyela pembicaraan orang lain dengan mencontohkan tidak akan menyela pada saat anak berbicara.6). takut. Mendengarkan musik dan mengikuti irama lxxii . Pengasuh melatih anak untuk menunjukkan ekspresi yang wajar. Latihan membereskan alat permainan Pengasuh melatih anak untuk membereskan alat permainannya setelah selesai bermain. Hal tersebut dicontohkan pengasuh pada anak saat salah satu dari anak bercerita tentang dirinya. nada. 8). Menjadi pendengar yang baik Pengasuh mengajari anak untuk menjadi pendengar yang baik. marah asal anak tidak dibiarkan menangis. atau membiarkan untuk sementara bila anak sedang kesal. 7). berbagai bunyi. misalnya tunjukkan bagaimana wajah orang marah. serta menghargai hasil karya yang kreatif. sedih.

lxxiii . kemudian pengasuh mengajak anak untuk membuat musik dengan memukul-mukul bangku meja misalnya. setelah itu tanpa iringan musik. Bagi anak. Memukul-mukul benda dengan tangan Kegiatan ini mula-mula dilakukan sambil mendengarkan musik. 2).Pengasuh memperdengarkan musik dan memberi contoh anak gerakan-gerakan sesuai iramanya. Kesesuaian gerakan dengan irama merupakan latihan untuk mengenal ritmik. 1994 ). 3). oleh karena itu pembinaan di TPA Melati menggunakan prinsip bermain sambil belajar. Metode yang digunakan adalah metode bermain sambil belajar karena sesuai dengan pendapat Isenberg dan Quisenberry ( 1988 ) bermain merupakan kegiatan utama anak. disaat bermain anak berinteraksi dengan objek dan secara sadar atau tidak sadar ia belajar atribut dari objek tersebut. Dengan demikian pelaksanaan pembinan penitipan anak dilakukan dengan menggunakan perencanaan kurikulum yang disusun berdasarkan kemampuan anak ( Rambush. Bertepuk-tangan dengan variasi Pengasuh mengajak anak untuk bertepuk tangan dengan bermacam-macam jeda tepuk sehingga menghasilkan berbagai macam suara yang dihasilkan. benda apa saja dapat dijadikan permainan.

terdiri atas : a). Halaman / tempat bermain di luar ruangan ( out door ) 3). Ruangan tata usaha lxxiv . Kamar mandi / toilet anak e). Ruang isolasi sementara ( bagi anak yang mendadak sakit ) f). Ruang administrasi perkantoran yang terdiri dari : a). Ruang Perpustakaan h).5. Ruangan pembinaan anak. Ruang makan anak b). g). Kelengkapan ruangan Untuk kelengkapan ruangan TPA Melati mempunyai beberapa ruangan diantaranya sebagai berikut : 1). Ruang tidur anak d). Ruang belajar membaca. menulis. Ruangan bermain i). Ruang pemeriksaan anak c). dan berhitung. Sarana dan prasarana a. Ruangan tempat penyimpanan peralatan bermain 2).

Rak penyimpanan alat . Ruangan serbaguna d). Karpet / tikar 3). Ruang dapur b). Rak buku / almari 4). Ruang cuci / setrika d).alat mainan lxxv . Ruangan penunjang yang terdiri dari : a). Ruangan tunggu orang tua c).b). Ruang pimpinan 4). Sarana pendukung Sarana pendukung yang disediakan TPA Melati antara lain : 1). WC / kamar mandi petugas c). Meja dan kursi anak 2). b. Ruangan penjaga TPA Melati menyiapkan ruanganruangan tersebut dengan memperhatikan tingkat keamanan dan kenyamanan ruangan bagi anak selama anak berada di TPA Melati agar anak terhindar dari kecelakaan dan penularan penyakit.

Fasilitas audiovisual ( TV ) d). orang . antara lain : a). rumah rumahan. alat musik c). diantaranya : 1). Alat melukis. Sarana air bersih / ledeng 10).teki / puzzle lxxvi . Materi miniatur ( Rumah ibadah. Kipas angin Adapun penggunaan sesuai dengan kebutuhan pembinaan. Peralatan pendukung belajar TPA Melati menyediakan juga peralatan pendukung belajar bagi anak sesuai dengan kebutuhan anak.orangan ) e). Alat tulis kantor 7).5). Alat belajar mengukur dan menghitung b). Televisi dan Radio 6). Telepon 8). c. alat kerajinan tangan. Mesin ketik 9). Alat permainan teka . Peralatan pendukung bimbingan belajar.

Alat untuk peran kegiatan di dapur. Papan luncuran / plosotan lxxvii . Alat . Ban bekas c). antara lain : a). dokter .f). tumbuhan ) 2). Alat pemanjat d). Alat untuk peran binatang d). masak masakan c).dokteran e). Alat untuk peran profesi medis.anak bermain peran. tanah. Peralatan pendukung permainan motorik kasar TPA Melati juga menyediakan peralatan pendukung permainan motorik kasar.alat untuk peran keagamaan / manusia yang baik dan yang jahat b). Peralatan pendukung bermain peran Peralatan yang disediakan TPA Melati untuk anak . Alat untuk sandiwara boneka 3). antara lain : a). udara. Ayunan b). Alat percobaan ( Air. api. Alat untuk peran petani f).

e). Mainan tradisional seperti dakonan d). Sarana Perpustakaan Sarana perpustakaan juga disediakan di TPA Melati baik untuk anak. Jungkat . Buku kesehatan anak c). Bantalan untuk berguling . Buku petunjuk bimbingan anak lxxviii . Lilin malam untuk melatih jari – jari anak e). antara lain : a). Arena bermain bola f). dan boneka tangan 5). orang tua maupun tenaga pendidik. Peralatan pendukung permainan budaya lokal Peralatan yang disediakan sebagai pendukung permainan anak yang berasal dari budaya Jawa tengah. wayang. Buku keagamaan b). antara lain : a). kebaya c).jungkit 4).balok ringan h). Balok . Gambar pahlawan b). Pakaian adat Jawa seperti blankon. Boneka khas daerah.guling g).

senam b). Sepeda – sepedaan h). Peralatan pendukung permainan luar ruangan TPA Melati menyediakan pendukung permainan luar ruangan bagi anak untuk mengembangkan kreativitas anak. Jungkat – jungkit g). Ayunan c). Buku cerita bergambar e). Area berkemah / Rumah – rumahan e). Papan plosotan f).d). Buku gambar alam dan lingkungan f). Lapangan rumput sebagai arena berlari. Ban bekas Dari keseluruhan sarana yang disediakan TPA Melati penggunaannya disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan pembinaan anak usia dini dan diperhatikan lxxix . Tanda – tanda lalu lintas d). permainan pendukung permainan luar ruangan antara lain : a). Majalah anak 6).

Isolasi Sementara o R.pula tingkat keamanan dan kenyamanan bagi tumbuh kembang anak. Tidur o Kamar Mandi o R Bacaan v v v v v / v v v 2 1 1 1 1 1 v v v v v v v v v Tidak Bai k Bur uk Jml Kondisi Perpustakaan o R. Penyimpangan v lxxx . Tabel 2 Lembar Observasi Lingkungan Fisik Dan Fasilitas TPA No Nama Barang Keberadaa n Ad a 1. Kelengkapan Ruangan Ruang Pembinaan Anak o R. Makan o R. Pemeriksaan Anak o R. Bermain o R.

o R. Penjaga Sarana Pendukung Meja Kursi Karpet Almari Rak v v v v v v v Penyimpangan v 1 15 35 3 3 1 1 v v v v v v v v v v v v 1 1 1 v v v v v Administrasi v v v 1 1 1 v v v v lxxxi . Dapur 2.Mainan Halaman Ruang Perkantoran o R Pimpinan o R. Cuci/ Setrika o Kamar mandi o R. Tunggu Orang Tua o R Serbaguna Ruang Penunjang o R. Tata Usaha o R.

v Belajar v Dan v 1 2 v v 2 v Kerajinan Tangan o Fasilitas Audio Visual o Alat Permainan TekaTeki/ Puzzle v 3 v v 1 v lxxxii . Telepon Mesin Ketik Sarana Air Bersih Kipas Angin Peralatan Belajar Peralatan Pendukung Pendukung v v v 1 v v 1 v v 5 v v 4 v Bimbingan Belajar o Alat Menghitung Mengukur o Alat Melukis.Mainan TV/ Radio Alat Tulis Kantor 3.

o Alat Percobaan Peralatan Bermain Peran o Alat Pendukung Peran v Keagamaan o Alat Pendukung Peran v Kegiatan Dapur o Alat Pendukung Peran Binatang o Alat Pendukung Peran Profesi Medis v 1 3 2 1 1 2 2 1 v v v v v v v v v 2 4 v v 3 v Pendukung v 5 v o Alat Pendukung Peran v Petani v o Alat Pendukung Peran v Untuk Boneka Peralatan Sandiwara v v Pendukung v v Permainan Motorik Kasar o Ayunan lxxxiii .

Jari o Boneka Khas Daerah Sarana perpustakaan 6. o Jungkat. o Buku Keagamaan o Buku kesehatan anak v 5 v lxxxiv .o Ban Bekas o Alat Pemanjat o Papan Luncuran o Arena Main Bola o Bantalan Berguling o Balok.Jungkit Peralatan Pendukung v v v 4 3 2 v v v v 3 v v v v Untuk v 1 2 2 5 v v v v Permainan Budaya o Gambar Pahlawan o Pakaian Adat Jawa o Mainan Tradisional o Lilin Malam v 5 5 v v Untuk v Melatih Jari.Balok Ringan 5.

lxxxv .jungkit o Sepeda o Ban bekas 6.tanda lalu lintas o Kemah-kemahan o Papan plosotan o Jungkat.o Buku petunjuk v v v 1 1 4 2 1 1 1 3 v v v v v v v v bimbingan anak o Buku cerita bergambar o Buku gambar alam dan v lingkungan o Majalah anak v v v Peralatan pendukung v permainan luar ruangan o Lapangan o Ayunan o Tanda. Anak Didik Jumlah warga belajar atau anak didik yang aktif sampai dengan Maret 2005 ada kurang lebih 5 anak.

usia 4 tahun berjumlah 1 anak. 2. Adapun data-data dari anak didik yang aktif di TPA Melati adalah sebagai berikut : Tabel 3 Data Anak Didik Tetap TPA Melati UNDIP Tahun 2005 No. Nabil Bagas Izzulhaq Yustisya 4. Dari banyaknya anak didik dan dengan ditunjang oleh sarana dan prasarana yang ada. 1. 5. dan usia 6 tahun berjumlah 2 anak. lxxxvi .selebihnya ada 10 warga belajar yang kadang – kadang datang ke TPA. 3. Rafida Safira Alfian Nanda 28 Mei 1999 11 Februari 2000 6 th 3 th Tempat / tgl Lahir 14 Juni 2001 6 Februari 1999 17 Februari 2002 Usia 4 th 6 th 3 th Dari tabel diatas anak didik tetap yang ada di TPA Melati yang berusia 3 tahun berjumlah 2 anak. maka TPA Melati dirasa telah memenuhi syarat sebagai Lembaga Pembinaan dan Pengasuhan Anak. Nama Gebyar Berlianto Moh.

6 tahun. Rentang usia ini merupakan usia dimana mereka memiliki kemampuan perkembangan yang sangat luar biasa baik secara fisik. Ibu Moeljono 2. psikis. kepala TPA Melati. Identitas Responden Identitas orang tua. Keadaan ini menunjukkan bahwa usia anak di TPA Melati tergolong anak usia dini antara usia 3 . Ibu Suparmi 34 Th 45 Th Pendidik Alamat an Citandui Sltn D2 Sendang asri Kepal SMU a TP lxxxvii .Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya usia anak yang dititipkan di TPA Melati adalah anak usia antara usia 3 tahun sampai 6 tahun. sosial dan moral yang sesuai dengan penambahan usia mereka melalui kegiatan pembinaan tumbuh kembang anak. 7. dan tenaga pengasuh TPA Melati Semarang sebagai berikut : Tabel 4 Identitas Pimpinan dan Tenaga Pengasuh No Nama Usia Statu s 1.

Bp Suryanto 2. Ibu Suyatini 4. Hasil Wawancara dengan informan Hasil penelitian mengenai profil pembinaan penitipan anak usia dini di TPA Melati Semarang dapat lxxxviii . Ibu Sugiatmi 3.3. Ibu Ismiati 31 Th TP SMP Lempong Tabel 5 Identitas Orang Tua Anak Didik No Nama Usia Pendidik an 1. Ibu Romlah 33 Th SMU Pucang Gading 33 Th D3 Sendang Mulya 37 Th S1 Gemah Raya 40 Th S1 40 Th S1 Sendang Seruni Kompl BPLP Asri Alamat 8. Ibu Estu Dwi 34 Th TP SMU Jangli 4. Ibu Sri Hastuti 56 Th TP SMU Lamper 5. Ibu Tahmida 5.

00 WIB sampai 15. Beliau menjelaskan sebenarnya sama kurikulum untuk TK.dipahami melalui pembahasan dari 10 (Sepuluh ) orang responden dapat dijelaskan sebagai berikut : a. Mengenai program pembinaan yang digunakan adalah kurikulum program pembinaan yang dibuat oleh lembaga yang disesuaikan dengan kebutuhan anak usia dini. Kurikulum yang dipakai sekarang ini adalah mengacu pada menu pembinaan yang disesuaikan pada usia anak. hanya saja bobotnya yang berbeda. lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa kurikulum itu sebenarnya hanya sebagai panduan lxxxix . Tentang isi program pembinaan dituangkan dalam kegiatan harian mulai dari anak datang ke TPA sampai waktu mereka dijemput orang tua mereka. Menurut beliau perencanaan program pembinaan dilakukan secara musyawarah oleh para pengelola dan pengasuh.30 WIB. sedangkan hari Jumat pukul 07. pendidikan terakhir SMU. tenaga pengasuh yang menentukan kegiatan dan disetujui oleh pengelola. peralatan dan sarana.00 WIB sampai 12. Moeljono S Trastotenojo yang pada saat itu meresmikan TPA Melati sebagai kenang . Untuk kegiatan harian dibuat oleh tenaga pengasuh yang disetujui oleh pengelola dan kepala sedangkan untuk jadwal dimusyawarahkan oleh seluruh pihak yang terlibat seperti kepala. Perencanaan kegiatan pembinaan harian dibuat oleh tenaga pengasuh dan disetujui oleh forum musyawarah. mulai dari perkembangan moral. Di sini orang tua diminta saran dan masukan tentang jadwal keseharian. tempat tinggal di jalan Citandui Selatan Semarang.kenangan pada akhir masa jabatan beliau menjabat sebagai Rektor UNDIP. Responden 1 Responden ini bernama Ny. Dari hasil perundingan akhirnya untuk jadwal ditetapkan setiap Senin sampai Jumat diadakan pembinaan anak melalui kegiatan pengasuhan untuk setiap Senin sampai Kamis pembinaan dimulai pukul 07. Untuk kurikulum yang dipakai di TPA Melati yang mengacu pada menu penitipan anak. berusia 45 tahun. Menurut beliau isi program pembinaan meliputi kegiatankegiatan yang dilakukan untuk mengembangkan kemampuan anak di berbagai aspek perkembangan.30 WIB. beliau sebagai istri sekaligus juga kepala TPA Melati Semarang. motorik halus dan motorik kasar anak. pengasuh dan orang tua. Moeljono S Trastotenojo. pengelola. Adapun perencanaan pembinaan dipersiapkan secara matang mulai dari persiapan kegiatan harian. Selanjutnya beliau menjelaskan mengenai tema pembinaan. kelompok bermain. Beliau aktif diberbagai organisasi sosial. Menurut beliau TPA melati berdiri pada tanggal 31 Maret 1994 dan diresmikan oleh suaminya Prof dr.

gerakan kasar serta mampu menerima rangsangan sensorik melalui panca indra. ada berbagai manfaat dari metode bermain sambil belajar diantaranya anak akan memperoleh pengalaman baik manis maupun pahit. birama dan berbagai bunyi serta menghargai hasil-hasil karya yang kreatif. dari kegiatan.nilai agama. kritis dalam memberikan alasan dan memecahkan masalah selain itu secara tidak langsung dapat melatih anak untuk menemukan hubungan sebab akibat. Pengalaman tersebut diperoleh sebagai suatu kenyataan dan akan menjadi suatu peristiwa penting xc . lingkungan sosial. Melatih pengembangan sosial – emosional dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan beliau mengatakan harapan yang ingin dicapai dari kegiatan ini agar anak mempunyai kemampuan alam. Pengembangan kognitif yang pengasuh berikan disini dengan harapan anak dapat berpikir logis.tiap kegiatan bermain sambil belajar yang secara tidak langsung melatih pengembangan moral dan nilai. anak diberikan kesempatan untuk berkreativitas sesuai dengan kemampuan anak dan usia sehingga mereka tidak bosan dalam memilih aktivitas apa yang mereka inginkan. Pada program pembinaan ini beliau mengatakan secara rinci untuk tiap . nada.para tenaga pengasuh dalam membina anak dan dimasukkan dalam rencana kegiatan harian.kegiatan yang ada hasil kegiatan yang diharapkan adalah kemampuan beribadah. Tentang metode pembinaan yang diterapkan di TPA Melati adalah metode bermain sambil belajar. Untuk metode bermain sambil belajar dengan harapan metode ini dapat menarik minat anak menuju ke arah belajar dengan metode ini anak secara tidak langsung belajar melalui kegiatan permainan dengan menghayati proses permainan tersebut melalui panca indera dan emosi anak . Melatih pengembangan bahasa beliau menjelaskan hasil yang diharapkan dari kegiatan ini agar anak mampu menggunakan bahasa baik secara pasif maupun aktif dan dapat berkomunikasi dengan baik yang nantinya bermanfaat dalam perkembangan selanjutnya. peranan masyarakat dan memahami keragaman sosial serta budaya. Kurikulum yang dibuat sebelum proses pembinaan disarikan terlebih dahulu dari berbagai literatur dari buku – buku tentang pertumbuhan anak dan perkembangannya kemudian dibuat rencana kegiatan harian yang nantinya dijadikan pegangan oleh tenaga pengasuh sehingga mereka tetap siap untuk kegiatan apa saja yang akan diberikan pada anak didik untuk setiap hari. Metode belajar di sini tenaga pengasuh melibatkan anak untuk banyak terlibat dalam belajar. Selanjutnya ia mengatakan bentuk pembinaan yang melatih pengembangan seni diharapkan mampu mengajarkan kepada anak untuk mempunyai kepekaan terhadap irama. Melatih pengembangan fisik dengan kompetensi hasil yang diharapkan adalah anak – anak mempunyai kemampuan mengelola dan ketrampilan tubuh termasuk gerakan – gerakan yang mengontrol gerakan tubuh. mengenal dan percaya akan ciptaan Tuhan serta mencintai sesama.

kalaupun punya penyakit terlebih dahulu memberitahu jenis penyakitnya. Kepengurusan yang secara administratif tersusun di TPA Melati terdiri dari pengelola dan tenaga Pembina. sehat jasmani maksudnya tidak punya penyakit dalam yang sewaktu. Untuk perekrutan anak didik beliau menerangkan pada saat perekrutan syarat. ramah. Tentang cara penilaian yang dilakukan tenaga pendidik dengan menggunakan instrumen dalam bentuk pengamatan observasi yang digunakan untuk merekam proses dan hasil dari suatu aktivitas seharihari di TPA untuk melaksanakan pengamatan dengan baik tenaga pendidik harus menyiapkan format penilaian sesuai dengan keperluan. usia minimal 24 tahun.waktu bisa kambuh di TPA. cara penanganan sementara. mengajak bermain. tidak menular pada anak lain. memberi makan.yang akan direkam dalam memori anak. bendahara. menidurkan.syarat yang harus dipenuhi antara lain : anak usia antara 1. yang berpengalaman dibidang pengasuhan anak. mengembangkan kemampuan bermasyarakat dan bersosialisasi. mengajak bermain yang didalam permainan tersebut mengandung unsur belajar.5 tahun sampai 7 tahun. untuk tenaga pembina terdiri dari beberapa pengasuh. mengembangkan kemampuan berkomunikasi. mengembangkan toleransi dan anak belajar mengambil sikap positif agar dapat diterima dalam kelompok. bagaimana merawat anak mulai dari memandikan. Untuk pengelola ada ketua. dengan bermain anak dapat meningkatkan kecerdasan. maksudnya untuk melihat apakah benar . Untuk ujian penerimaan tersebut dilakukan praktek tentang pengasuhan misalnya. Beliau mengatakan untuk berinteraksi dengan anak beliau sedikit mengalami kesulitan karena pada awal pertemuan anak takut pada beliau mungkin karena tidak sering bertemu. meningkatkan kemandirian.benar ia mampu. Tentang cara perekrutan pengasuh beliau membuka lowongan di koran tentang penawaran sebagai pengasuh anak dengan kriteria pendidikan maksimal D3 minimal SMP. Tentang proses pembinaan pengasuh mengacu pada rencana kegiatan harian yang telah dibuat dalam keseharian yang disesuaikan dengan usia anak. caranya setiap anak diamati sendiri-sendiri dan hasil pengamatan dicatat dalam format penilaian. Beliau mengatakan cara lembaga mengkomunikasikan hasil pembinaan dengan memberikan format penilaian yang telah diisi kepada orang tua untuk tiap satu bulan sekali dengan harapan orang tua tahu perkembangan yang terjadi pada anaknya pada saat dititipkan di TPA Melati dan dapat terus melatih xci . wanita. untuk semua kegiatan yang sekiranya memerlukan beliau untuk berinteraksi dengan anak harus didampingi oleh tenaga pengasuh supaya mereka tidak takut. sekretaris. Pada saat penerimaan calon pengasuh beliau langsung menguji calon tersebut. menenangkan anak waktu menangis. mau bekerja keras.

latar belakang anak berbeda-beda. Mereka diterima karena pengalaman sebagai pengasuh yang lama. Untuk tenaga pembina atau pengasuh TPA Melati mencari orang-orang yang sudah berpengalaman untuk mengasuh anak dalam kondisi apapun meski jenjang pendidikan mereka hanya SMU atau SMP. ruang tunggu. pengelola mengelola masalah manajemen penyelenggaraan TPA. Beliau mengatakan untuk persiapan sarana idealnya harus ditambah mengingat jumlah anak yang dititipkan naik turun. kamar mandi. dua wakil sekretaris. Beliau mengatakan untuk penyediaan sarana beliau selalu berkonsultasi dengan tenaga pengasuh karena pengasuh tenaga dianggap lebih tahu apa yang dibutuhkan oleh anak baik pada saat pembinaan berlangsung atau pada saat pembinaan berakhir.anaknya di rumah seperti apa yang dilakukan tenaga pengasuh di TPA Melati. Pengelola ada ketua yang dikepalai oleh beliau sendiri di bantu oleh dua orang wakil ketua. Penyediaan sarana yang ada menurut beliau masih kurang karena mengingat biaya yang dibutuhkan sangat banyak sedangkan persiapan biaya operasional yang diterima dari orang tua dan sumbangan donatur belum mencukupi.alat permainan yang digunakan baik untuk mengembangkan kemampuan motorik kasar maupun halus. Harapan TPA setelah anak mengikuti pembinaan di TPA Melati menurut beliau setelah dibina anak – anak yang dititipkan akan lebih siap untuk bergaul dengan orang lain. Untuk jaminan kesejahteraan pengasuh lembaga memberikan gaji dan tambahan uang kesehatan pada pengasuh dan mengikutsertakan tenaga pengasuh saat ada acara – acara seminar yang berkaitan dengan anak usia dini dan usaha kesejahteraan anak dan keluarga dengan biaya yang ditanggung oleh lembaga. ruang tidur. Persiapan sarana juga disesuaikan dengan kebutuhan TPA dan anak didik serta disesuaikan juga dengan kebutuhan anak karena untuk menunjang kegiatan pembinaan seperti alat . sedangkan manajemen pembinaan itu menjadi tanggung jawab pembina. solusi yang xcii . Untuk persiapan sarana beliau bersama tenaga pengasuh lainnya mempersiapkan berbagai keperluan untuk pembinaan seperti ruang pembinaan. siap mengikuti pendidikan formal. Mengenai manajemen yang dan di TPA Melati beliau menjelaskan bahwa di TPA Melati ada yang namanya pengelola dan ada yang namanya tenaga pengasuh. dapat berkembang kemampuan motoriknya baik itu motorik halus maupun kasar. seorang bendahara dan pembantu umum sedangkan tenaga pembina disebut pengasuh. alat permainan yang sejauh ini digunakan sebagai sarana belajar baik dalam ruangan maupun luar ruangan. dapur dan halaman luar. ada juga yang latar belakang pengalaman sebagai baby sister. seorang sekretaris. Hambatan yang dialami saat pembinaan yang sedikit menganggu adalah perbedaan pola asuh orang tua dan perbedaan minat anak.

untuk setiap senin sampai kamis dilakukan pukul 07. Untuk susunan kepengurusan yang secara administratif tercantum beliau menjelaskan bahwa di TPA Melati terdapat pengelola yang terdiri dari kepala TPA. Dalam pembinaan jadwal pembinaan di musyawarahkan oleh tenaga pendidik dan kemudian disetujui oleh pengelola selanjutnya diambil keputusan waktu pembinaan dilaksanakan pada tiap hari senin sampai jumat.30 WIB dan setiap Jumat mulai pukul 07. Tentang cara pengasuh melaksanakan interaksi dengan anak melalui pengenalan awal kepada anak. xciii . sedangkan untuk anak dengan pola asuh yang berbeda pengasuh melakukan pendekatan secara individual dengan menggunakan bahasa tubuh yang sebisa mungkin dipahami oleh anak. dua orang wakil sekretaris. b.anak tersebut menjadi satu kelompok saat bermain bebas. Beliau mengatakan memang pada awalnya anak akan menangis dan takut akan suasana baru yang ia terima di TPA Melati. seorang sekretaris. pengasuh menerapkannya pada tiap anak yang mengalami masalah. yang didampingi oleh orang tua agar anak tidak takut dengan pengasuh.30 WIB. dengan harapan anak – anak yang mempunyai perbedaan minat akan dapat berbaur dengan saling berinteraksi dengan yang lain melalui permainan tersebut. Responden 2 Informasi selanjutnya adalah R2 yang berpendidikan D2 Pendidikan Guru Luar Biasa ( PGSLB ) beliau menjelaskan tentang Penyelenggaraan Pembinaan Penitipan anak dilakukan oleh pengurus atau pengelola dan tenaga pendidik atau pengasuh.00 WIB sampai 12. sebagai contoh telah dilakukan penerapan penggunaan bahasa tubuh tersebut pada anak yang dalam kesehariannya diasuh dengan pola pengasuhan otoriter dengan penggunaan bahasa Inggris dalam tiap percakapan. seorang bendahara. keseluruhan waktu tiap hari pembina bertatap muka dengan anak didik selama 7 sampai delapan jam perhari. karena dengan bermain anak akan bisa dengan sendirinya berinteraksi dengan teman bermainnya. Mereka merasa sendirian dan takut dengan orang-orang yang baru ia kenal di sana.30 WIB sampai 15. dibantu oleh empat orang pembantu umum dan tenaga pendidik yang terdiri dari empat orang. sebagai contoh ada salah satu anak asuh yang mengalami kesulitan bergaul dengan teman-teman yang lain di sini peran tenaga pendidik dituntut untuk menemani anak tersebut agar secara perlahan-lahan bisa bergaul dengan teman yang lain caranya tenaga pendidik memberikan mainan dan membiarkan ia bermain dengan anak yang lain. tenaga pengasuh menemani secara langsung pada saat pembinaan berlangsung dan memberikan bimbingan pada anak-anak yang membutuhkan bimbingan.diambil untuk mengatasi hal itu pengasuh beserta pengelola berusaha mengatasi dengan tetap menggabungkan anak. dua orang wakil ketua.

bercerita dan kegiatan bebas. minum susu dan bersiap pulang.00 . pendidik membuat rencana kegiatan harian yang nantinya digunakan untuk pedoman dalam kegiatan pembinaan. untuk pendekatan yang dilakukan pembina untuk pembinaan adalah pendekatan bermain sambil belajar. karena perkembangan tubuh dan otaknya berbeda. Dalam pembinaan kendala yang dialami saat menggunakan metode pembinaan adalah keinginan anak atau respon anak.00 08. Tahap – tahap kegiatan pembinaan didasarkan pada usia misalnya usia 3 sampai 6 tahun.00 WIB tidur. Pukul 13. Melatih pengembangan bahasa beliau menjelaskan hasil yang diharapkan dari kegiatan ini agar anak mampu menggunakan xciv . Berjemur kegiatan yang dilakukan tenaga pendidik mengawasi anak di luar. tempat penyimpanan pakaian untuk selanjutnya pukul 08. membersihkan badan dan tidur siang. Untuk sarana yang disediakan tempat cuci kaki dan tangan. dan perbedaan pola asuh orang tua.00 WIB kegiatan bermain dalam ruangan. Pukul 12. usia anak yang berbeda.10.00 . Jam 09.11.30 WIB ganti pakaian. ganti baju.00 WIB sampai 09.09.30 . Pukul 09.30 .Sama halnya dengan interaksi. Beliau menjelaskan pada dasarnya pembina juga menyesuaikan isi program dengan usia anak sebagai contoh untuk anak usia 2 tahun dan 6 tahun berbeda pembinaannya. gerakan kasar serta mampu menerima rangsangan sensorik melalui panca indra. mengenal dan percaya akan ciptaan Tuhan serta mencintai sesama.30 WIB bernyanyi. Sebagai contoh anak yang kurang dapat bergaul membutuhkan bimbingan dan bantuan agar ia dapat bergaul dengan anak yang lain dan solusinya pendidik membantu agar anak dapat bergaul dan bersosialisasi dengan anak yang lain melalui kegiatan bermain. Pukul 10.30 WIB makan siang dan minum.30 WIB Membersihkan diri. Untuk awal datang pukul 07.11. Melatih pengembangan fisik dengan Kompetensi hasil yang diharapkan adalah anak mempunyai kemampuan mengelola dan ketrampilan tubuh termasuk gerakan – gerakan yang mengontrol gerakan tubuh. sosialisasi dan etika. adapun tujuan agar anak belajar bersosialisasi dan meningkatkan kesegaran jasmani.30 12.00 WIB kegiatan yang dilakukan bebas di luar.00 WIB anak tiba di TPA dan melalui proses pemeriksaan umum dengan tujuan meningkatkan komunikasi.00 . Untuk metode yang digunakan adalah : metode bermain sambil belajar. dari kegiatan yang ada hasil kegiatan yang diharapkan adalah kemampuan beribadah.30 13.15. pukul 11. Dalam pembinaan pendidik menyesuaikan isi program dengan kebutuhan anak.30 WIB waktu minum susu tujuannya dengan memberikan susu sambil berbincang-bincang dapat meningkatkan komunikasi dan sosialisasi dengan anak. Pukul 11. Pada program pembinaan ini beliau mengatakan secara rinci untuk tiap kegiatan bermain sambil belajar yang secara tidak langsung melatih pengembangan moral dan nilai agama.

emosional dari kegiatan yang dilakukan beliau mengatakan harapan yang ingin dicapai dari kegiatan ini agar anak mempunyai kemampuan alam. kritis dalam memberikan alasan dan memecahkan masalah selain itu secara tidak langsung dapat melatih anak untuk menemukan hubungan sebab akibat. Untuk alat-alat belajar yang digunakan dan mendukung kegiatan berupa puzzle. Selanjutnya ia mengatakan bentuk pembinaan yang melatih pengembangan seni diharapkan mampu mengajarkan kepada anak untuk mempunyai kepekaan terhadap irama. Beliau mengatakan cara pembina berinteraksi dengan anak melalui perkenalan dengan anak yang didampingi orang tua anak agar mereka tidak takut untuk selanjutnya pengasuh mengajak bermain dengan harapan anak-anak belajar bersosialisasi di samping itu pendidik juga berupaya mengenalkan anak kepada lingkungan sekitar mereka. lingkungan sosial. puzzle. mobil-mobilan. orang tua juga turut menyukseskan kegiatan tersebut dengan melatih anak mereka tentang apa yang diberikan tenaga pengasuh sebagai contoh di TPA anak dilatih untuk belajar mandiri meletakkan sepatu atau sandal pada tempatnya dan orang tua juga menerapkan hal yang sama di rumah. Untuk motivasi anak saat mengikuti kegiatan di TPA pada awalnya anak sama sekali tidak punya motivasi apa-apa. orang-orang yang ada di TPA teman-teman yang ada. Melatih pengembangan sosial. buku cerita. peranan masyarakat dan memahami keragaman sosial serta budaya. mereka juga mendukung untuk setiap kegiatan yang diberikan kepada anak mereka.bahasa baik secara pasif maupun aktif dan dapat berkomunikasi dengan baik yang nantinya bermanfaat dalam perkembangan selanjutnya. nada. setelah mengenal lingkungan sekitar TPA. birama dan berbagai bunyi serta menghargai hasil-hasil karya yang kreatif. pada awal mereka datang mereka merasa asing di tempat mereka berada sekarang. rumah-rumahan susun. Beliau mengatakan untuk mengkomunikasikan hasil pembinaan pendidik tinggal memberikan blangko isian yang sudah diisi sebelumnya kepada orang tua dan menjelaskan perkembangan anak selama di TPA Melati dalam tiap bulannya. Mengenai respon orang tua tehadap hasil perkembangan anak yang diberikan mereka sangat puas dengan hasil perkembangan anak mereka. buku dongeng. xcv . Untuk penilaian dilakukan menggunakan instrumen pengamatan dengan menggunakan blangko isian yang dibuat bersama-sama pengelola dan pengasuh. Untuk sarana belajar beliau menjelaskan ada beberapa sarana belajar yang digunakan seperti alat-alat permainan yang berupa balok susun. mereka mempunyai motivasi untuk bermain dan berjumpa teman-teman yang lain dan pada kesempatan itulah yang pendidik gunakan untuk melatih anak belajar sambil mereka bermain. balok-balok susun. boneka. Pengembangan kognitif yang pengasuh berikan disini dengan harapan anak dapat berpikir logis.

menangkap dan melempar bola jarak dekat. Beliau juga mengatakan pengelola terdiri dari kepala TPA. melompat dan sebagainya sedang untuk usia 4-5 tahun kompetensi dan hasil belajar yang dicapai sama untuk melatih motorik kasar dan halus dengan cara berjalan stabil.Kemampuan belajar anak di TPA Melati menurut beliau kemampuan belajar anak disesuaikan dengan usia dan tingkat perkembangannya. menangkap.30 WIB dan setiap jumat mulai pukul 07. dibantu oleh empat orang pembantu umum dan tenaga pengasuh yang terdiri dari empat orang. berjalan mengikuti jejak. mengikuti binatang. berjalan mundur. menendang dan melempar bola jarak jauh serta melompat. Beliau menjelaskan tentang penyelenggaraan pembinaan penitipan anak dilakukan oleh pengelola dan pengasuh. berjalan maju dan mundur. anak-anak merasa ingin tahu tentang orang baru yang datang di tempat mereka ( TPA Melati ). dua orang wakil ketua. naik turun tangga tanpa berpegangan. naik turun tangga. untuk setiap senin sampai kamis dilakukan pukul 07. keseluruhan waktu pembina bertatap muka dengan anak didik selama 7 sampai delapan jam perhari. Untuk susunan kepengurusan beliau menjelaskan bahwa di TPA Melati terdiri dari para pengelola. Reaksi anak-anak ketika bermain dengan teman-teman sebayanya. Dalam pembinaan jadwal pembinaan dimusyawarahkan oleh tenaga pengasuh dan kemudian disetujui oleh pengelola selanjutnya diambil keputusan waktu pembinaan dilaksanakan pada tiap hari senin sampai jumat.balik. Tentang cara pengasuh melaksanakan interaksi dengan anak melalui pengenalan awal kepada anak yang didampingi oleh orang tua xcvi .30 WIB. berlari tanpa jatuh bolak . menuang air tanpa tumpah. memanjat menaiki tangga plosotan. c. dua orang wakil sekretaris. Dari situ dapat dilihat perbedaan kemampuan belajar berdasarkan usia. seorang bendahara. menirukan gerakan binatang. Responden 3 Informasi selanjutnya adalah R3 yang berpendidikan SMU. anak-anak menikmati walau kadang tenaga pengasuh harus sabar menangani mereka saat berebut mainan. seorang sekretaris. menendang.30 WIB sampai 15.00 WIB sampai 12. berlari tanpa jatuh. gerakan halus dan gerakan kasar serta menerima rangsangan sensorik ( panca indera ) dengan cara berjalan stabil. Untuk berinteraksi dengan tenaga pengasuh dan orang lain di sekitar mereka langsung bisa akrab. memanjat. sebagai contoh untuk kelompok usia 2 tahun–3 tahun kompetensi pengembangan fisik yang diharapkan adalah kemampuan anak dalam mengelola ketrampilan tubuh termasuk gerakan-gerakan yang mengontrol gerakan tubuh. Keingintahuan mereka itulah yang membuat anak-anak TPA berani mendekati orang lain dan mengajak bicara dengan bahasa mereka. tenaga pengasuh.

Pengasuh membuat rencana kegiatan harian yang nantinya digunakan untuk pedoman dalam kegiatan pembinaan. mengenal dan percaya akan ciptaan Tuhan serta mencintai sesama. perbedaan pola asuh orang tua. Pada program pembinaan beliau mengatakan secara rinci untuk tiap kegiatan bermain sambil belajar yang secara tidak langsung melatih pengembangan moral dan nilai. karena perkembangan tubuh dan otaknya berbeda. lingkungan sosial. Pengembangan kognitif yang pengasuh berikan disini dengan harapan anak dapat berpikir logis. Selanjutnya ia mengatakan bentuk pembinaan yang melatih pengembangan seni diharapkan mampu mengajarkan kepada anak untuk mempunyai kepekaan terhadap irama.. dari kegiatan . gerakan kasar serta mampu menerima rangsangan sensorik melalui panca indra. birama dan berbagai bunyi serta menghargai hasil-hasil karya yang kreatif. Dalam pembinaan kendala yang dialami saat menggunakan metode pembinaan biasanya pada respon anak. tenaga pengasuh menemani secara langsung pada saat pembinaan berlangsung dan memberikan bimbingan pada anak-anak yang membutuhkan bimbingan. Beliau mengatakan untuk mengkomunikasikan hasil pembinaan pengasuh tinggal memberikan blangko isian yang sudah diisi sebelumnya kepada orang tua dan menjelaskan perkembangan anak selama di TPA Melati dalam tiap bulannya. usia anak yang berbeda. kritis dalam memberikan alasan dan memecahkan masalah selain itu secara tidak langsung dapat melatih anak untuk menemukan hubungan sebab akibat.kegiatan yang ada hasil kegiatan yang diharapkan adalah kemampuan beribadah. Melatih pengembangan fisik dengan Kompetensi hasil yang diharapkan adalah anak – anak mempunyai kemampuan mengelola dan ketrampilan tubuh termasuk gerakan – gerakan yang mengontrol gerakan tubuh. peranan masyarakat dan memahami keragaman sosial serta budaya. Untuk metode yang digunakan adalah : metode bermain sambil belajar.nilai agama. xcvii . Untuk penilaian dilakukan menggunakan instrumen pengamatan dengan menggunakan blangko isian yang dibuat bersama-sama pengelola dan pengasuh. Melatih pengembangan sosial – emosional dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan beliau mengatakan harapan yang ingin dicapai dari kegiatan ini agar anak mempunyai kemampuan alam. Untuk pendekatan yang dilakukan pembina dalam pembinaan adalah pendekatan bermain sambil belajar. nada.agar anak tidak takut dengan pengasuh. Sebagai contoh anak yang usianya 2 tahun dengan anak yang usianya 6 tahun berbeda pembinaannya. Melatih pengembangan bahasa beliau menjelaskan hasil yang diharapkan dari kegiatan ini agar anak mampu menggunakan bahasa baik secara pasif maupun aktif dan dapat berkomunikasi dengan baik yang nantinya bermanfaat dalam perkembangan selanjutnya.

mobil . untuk selanjutnya pengasuh mengajak mereka bermain dengan harapan anak-anak belajar bersosialisasi di samping itu pengasuh juga berupaya mengenalkan anak kepada lingkungan sekitar mereka. Kemampuan belajar anak di TPA Melati menurut beliau kemampuan belajar anak disesuaikan dengan usia dan tingkat perkembangannya. mereka juga mendukung untuk setiap kegiatan yang ada.anak merasa ingin tahu tentang orang baru yang datang ke TPA Melati. anak . pada awal mereka datang mereka diperkenalkan tempat mereka berada sekarang. d. orang-orang yang ada di TPA teman . puzzle. Untuk berinteraksi dengan tenaga pengasuh dan orang lain di sekitar mereka langsung bisa akrab. boneka. Responden 4 Informasi selanjutnya adalah R4 yang berpendidikan SMU sebagai pengasuh beliau menjelaskan tentang penyelenggaraan pembinaan penitipan anak dilakukan oleh pengelola dan tenaga pengasuh. Beliau mengatakan cara pembina berinteraksi dengan anak melalui perkenalan dengan anak yang didampingi oleh orang tua anak agar mereka tidak takut. orang tua juga turut menyukseskan kegiatan tersebut dengan melatih anak mereka tentang apa yang diberikan tenaga pengasuh sebagai contoh di TPA anak dilatih untuk belajar menyebutkan benda – benda yang ada disekitarnya. tidak jarang orang tua mengeluhkan anak mereka pada saat tidak datang ke TPA malah rewel dirumah. setelah mengenal lingkungan sekitar TPA. Keingintahuan mereka itulah yang membuat anak-anak TPA berani mendekati orang lain dan mengajak bicara dengan bahasa mereka. Untuk motivasi anak saat mengikuti kegiatan di TPA pada awalnya anak sama sekali tidak punya motivasi apa-apa.alat belajar yang digunakan dan mendukung kegiatan berupa puzzle.mobilan. Mengenai respon orang tua tehadap hasil perkembangan anak yang diberikan sangat puas dengan hasil perkembangan anak mereka. balok-balok susun.Untuk sarana belajar beliau menjelaskan ada beberapa sarana belajar yang digunakan seperti alat-alat permainan seperti balok susun. rumah – rumah susun. buku cerita. Untuk alat . orang tua juga diharapkan memperhatikan dan membantu anak memberikan kosakata benda – benda yang baru mereka kenal di rumah. xcviii .teman yang ada mereka mempunyai motivasi untuk bermain dan berjumpa teman-teman yang lain dan pada kesempatan itulah yang pengasuh gunakan untuk melatih anak belajar sambil mereka bermain. Reaksi anak-anak ketika bermain dengan teman . buku dongeng.teman sebayanya mereka menikmati walau kadang tenaga pengasuh harus sabar menangani mereka saat berebut mainan.

00 WIB sampai 12. Sama halnya dengan interaksi. Mereka merasa sendirian dan asing dengan orang-orang yang baru ia kenal di sana. karena menurut beliau dengan bermain anak akan bisa dengan sendirinya berinteraksi dengan teman bermainnya.nilai agama dan kasih sayang terhadap sesama.. Dalam pembinaan pengasuh menyesuaikan isi program dengan kebutuhan anak. Tentang cara pengasuh melaksanakan interaksi dengan anak melalui pengenalan awal kepada anak. dimana dalam tema ini terdapat kegiatan bermain yang mengajarkan anak untuk bersosialisasi secara tidak langsung. Dalam pembinaan jadwal pembinaan dimusyawarahkan dahulu oleh tenaga pengasuh dan kemudian disetujui oleh pengelola dan kemudian diambil keputusan waktu pembinaan dilaksanakan pada tiap hari senin sampai jumat. tenaga pengasuh menemani secara langsung pada saat pembinaan berlangsung dan memberikan bimbingan pada anak-anak yang membutuhkan bimbingan. seorang sekretaris. dua orang wakil sekretaris. dua orang wakil ketua. karena perkembangan tubuh dan otaknya berbeda. untuk setiap senin sampai kamis dilakukan pukul 07. pengasuh membuat rencana kegiatan harian yang nantinya digunakan sebagai pedoman dalam kegiatan pembinaan. untuk pendekatan yang dilakukan pembina adalah pendekatan bermain sambil belajar. Perencanaan yang dilakukan pengasuh sebelum pembinaan dilaksanakan adalah merencanakan tema kegiatan harian serta mempersiapkan sarana yang dibutuhkan pada kegiatan tersebut sehingga semua teratur dan berjalan dengan baik. Menurut beliau memang pada awalnya anak menangis dan takut akan suasana baru yang ia terima di TPA Melati. dibantu oleh empat orang pembantu umum dan tenaga pengasuh yang terdiri dari empat orang. seorang bendahara.30 WIB. xcix . contohnya ada salah satu anak asuh yang mengalami kesulitan bergaul dengan teman .30 WIB dan setiap jumat mulai pukul 07. yang didampingi oleh orang tua agar anak tidak takut dengan pengasuh.Untuk susunan kepengurusan yang secara administratif beliau menjelaskan bahwa di TPA Melati terdapat pengelola yang terdiri dari kepala TPA. Beliau menjelaskan pada dasarnya pembina juga menyesuaikan isi program dengan usia anak sebagai contoh untuk anak usia 2 tahun dan 6 tahun pembinaannya berbeda.teman yang lain di sini peran tenaga pengasuh dituntut untuk menemani anak tersebut agar secara perlahan-lahan bisa bergaul dengan teman yang lain cara yang biasa ditempuh adalah dengan memberikan mainan dan membiarkan ia bermain dengan anak yang lain. keseluruhan pembina bertatap muka dengan anak didik selama 7 sampai 8 jam perhari. Sebagai contoh anak yang kurang dapat bergaul membutuhkan bimbingan dan bantuan agar ia dapat bergaul dengan anak yang lain dan solusinya pengasuh membantu agar anak dapat bergaul dengan anak yang lain melalui kegiatan bermain dengan tema Pengembangan nilai .30 WIB sampai 15.

birama dan berbagai bunyi serta menghargai hasil-hasil karya yang kreatif. Beliau mengatakan untuk mengkomunikasikan hasil pembinaan pengasuh memberikan blangko isian yang sudah diisi sebelumnya kepada orang tua dan menjelaskan perkembangan anak selama di TPA Melati dalam tiap bulannya. buku dongeng. gerakan kasar serta mampu menerima rangsangan sensorik melalui panca indra. mengenal dan percaya akan ciptaan Tuhan serta mencintai sesama. dari kegiatan . Untuk sarana belajar beliau menjelaskan ada beberapa sarana belajar yang digunakan seperti alat . rumah . Dalam pembinaan kendala yang dialami saat menggunakan metode pembinaan adalah respon anak atau keinginan anak. Pada program pembinaan ini beliau mengatakan secara rinci untuk tiap.rumahan susun. puzzle.tiap kegiatan bermain sambil belajar yang secara tidak langsung melatih pengembangan moral dan nilai . Untuk penilaian dilakukan menggunakan instrumen pengamatan dengan menggunakan blangko isian yang dibuat bersama-sama pengelola dan pengasuh. kritis dalam memberikan alasan dan memecahkan masalah selain itu secara tidak langsung dapat melatih anak untuk menemukan hubungan sebab akibat. Melatih pengembangan sosial – emosional dari kegiatankegiatan yang dilakukan beliau mengatakan harapan yang ingin dicapai dari kegiatan ini agar anak mempunyai kemampuan alam.alat permainan yang berupa balok susun. Melatih pengembangan bahasa beliau menjelaskan hasil yang diharapkan dari kegiatan ini agar anak mampu menggunakan bahasa baik secara pasif maupun aktif dan dapat berkomunikasi dengan baik yang nantinya bermanfaat dalam perkembangan selanjutnya.kegiatan yang ada hasil kegiatan yang diharapkan adalah kemampuan beribadah.Untuk metode yang digunakan adalah : metode bermain sambil belajar. peranan masyarakat dan memahami keragaman sosial serta budaya. Pengembangan kognitif yang pengasuh berikan disini dengan harapan anak dapat berpikir logis. Untuk alat . c . boneka.mobilan. Beliau mengatakan cara pembina berinteraksi dengan anak melalui pendekatan awal dengan anak yang didampingi orang tua anak agar mereka tidak takut untuk selanjutnya pengasuh mengajak bermain dengan harapan anak-anak belajar bersosialisasi di samping itu juga pengasuh berupaya mengenalkan anak kepada lingkungan sekitar. perbedaan pola asuh orang tua. usia anak yang berbeda. mobil .nilai agama. buku cerita. balok-balok susun. Melatih pengembangan fisik dengan Kompetensi hasil yang diharapkan adalah anak – anak mempunyai kemampuan mengelola dan ketrampilan tubuh termasuk gerakan – gerakan yang mengontrol gerakan tubuh. nada.alat belajar yang digunakan dan mendukung kegiatan berupa puzzle. Selanjutnya ia mengatakan bentuk pembinaan yang melatih pengembangan seni diharapkan mampu mengajarkan kepada anak untuk mempunyai kepekaan terhadap irama. lingkungan sosial.

5 tahun kompetensi dan hasil belajar yang dicapai sama untuk melatih motorik kasar dan halus dengan cara berjalan stabil. memanjat menaiki tangga plosotan. Dari situ dapat dilihat perbedaan kemampuan belajar berdasarkan usia. pada awal mereka datang mereka merasa asing di tempat mereka berada sekarang. Kemampuan belajar anak di TPA Melati menurut beliau kemampuan belajar anak disesuaikan dengan usia dan tingkat perkembangannya. menirukan gerakan binatang. berjalan mengikuti jejak.teman yang ada mereka mempunyai motivasi untuk bermain dan bertemu teman . berlari tanpa jatuh bolak-balik.teman yang lain dan pada kesempatan itulah yang digunakan pengasuh untuk melatih anak belajar sambil mereka bermain. anak-anak merasa ingin tahu tentang orang baru yang datang ke TPA Melati. orang-orang yang ada di TPA teman . Motivasi anak pada saat mengikuti kegiatan di TPA sama sekali tidak ada. mereka juga mendukung untuk setiap kegiatan yang diberikan kepada anak mereka. mengikuti binatang. orang tua juga turut menyukseskan kegiatan tersebut dengan melatih anak mereka tentang apa yang diberikan tenaga pengasuh sebagai contoh di TPA anak dilatih untuk belajar mandiri membereskan alat – alat permainan yang baru saja ia gunakan untuk bermain dan meletakkan pada tempatnya dan orang tua saat rumah diharapkan juga mengingatkan anak untuk membereskan mainannya sendiri dan mengembalikan pada tempat semula. menangkap dan melompat dan sebagainya sedang untuk usia 4 . berjalan stabil. menangkap.Mengenai respon orang tua tehadap hasil perkembangan anak yang diberikan mereka merasa sangat puas dengan hasil perkembangan anak mereka. menendang dan melempar bola jarak jauh serta melompat. Keingintahuan mereka itu yang membuat anak-anak TPA berani mendekat dan mengajak bicara dengan bahasa mereka. naik turun tangga. menendang. ci . mundur dan berjalan maju. Untuk berinteraksi dengan tenaga pengasuh dan orang lain di sekitar mereka langsung bisa akrab. berjalan mundur. memanjat. Reaksi anak-anak ketika bermain dengan teman-teman sebayanya anak-anak menikmati permainan meski kadang tenaga pengasuh harus sabar menangani mereka saat berebut mainan. setelah mengenal lingkungan sekitar TPA. sebagai contoh untuk kelompok usia 2 tahun – 3 tahun pengembangan fisik yang diharapkan adalah kemampuan anak dalam mengelola dan ketrampilan tubuh yang didalamnya termasuk gerakan-gerakan yang mengontrol gerakan tubuh. gerakan motorik halus dan gerakan motorik kasar serta menerima rangsangan pancaindera dengan cara melempar bola jarak dekat. naik turun tangga tanpa berpegangan. menuang air tanpa tumpah. sedangkan motivasi orang tua lebih memilih TPA Melati karena menurut mereka lokasi TPA dekat dengan tampat kerja.

Responden 5 Informasi selanjutnya adalah R5 yang berusia 31 tahun sebagai tenaga pengasuh beliau menjelaskan tentang penyelenggaraan pembinaan penitipan anak dilakukan oleh para pengelola beserta pengurus dan dalam pelaksanaannya di bantu oleh tenaga pengasuh.30 WIB. Untuk awal datang pukul 07. dibantu oleh empat orang pembantu umum dan empat orang tenaga pengasuh.30 WIB dan setiap jumat mulai pukul 07. Tentang cara pengasuh melaksanakan interaksi dengan anak melalui perkenalan awal kepada anak. pada awalnya anak akan menangis dan takut akan keadaan baru yang ia terima di TPA Melati. Dalam pembinaan jadwal pembinaan dimusyawarahkan oleh tenaga pengasuh dan kemudian disetujui oleh pengelola selanjutnya diambil keputusan waktu pembinaan dilaksanakan pada tiap hari senin sampai jumat. Hampir sama dengan interaksi. seorang sekretaris.00 WIB sampai 12. tenaga pengasuh menemani secara langsung pada saat pembinaan berlangsung dan memberikan bimbingan pada anak-anak yang membutuhkan bimbingan. Tahap – tahap kegiatan pembinaan didasarkan pada usia misalnya usia 3 sampai 6 tahun. Sebagai contoh anak yang kurang dapat bergaul membutuhkan bantuan agar ia dapat bergaul dengan anak yang lain dan solusinya pengasuh membantu agar anak dapat bergaul dan bersosialisasi dengan anak yang lain melalui kegiatan bermain. keseluruhan waktu pembina bertatap muka dengan anak didik selama 7 sampai delapan jam perhari. pendekatan yang dilakukan pembina untuk pembinaan adalah pendekatan bermain sambil belajar . Beliau menjelaskan pada dasarnya pembina juga menyesuaikan isi program dengan usia anak karena perkembangan tubuh dan otaknya berbeda. contoh ada salah satu anak asuh yang mengalami kesulitan bergaul dengan teman-teman yang lain karena perbedaan cara mengasuh orang tua disini peran tenaga pendidik dituntut untuk menemani anak tersebut agar secara perlahan-lahan bisa bergaul dengan teman yang lain. yang didampingi oleh orang tua agar anak tidak takut dengan pengasuh. Usaha ini dilakukan karena dengan bermain anak akan bisa dengan sendirinya berinteraksi dengan teman bermainnya. Dalam susunan kepengurusan beliau menjelaskan bahwa dalam organisasi TPA Melati terdapat pengelola yang terdiri dari beberapa pengurus ada kepala TPA. dua orang wakil ketua. dari kegiatan – kegiatan itulah mengapa saya lebih memilih menitipkan anak saya di TPA daripada ditempat lain. untuk setiap senin sampai kamis dilakukan pukul 07.00 WIB anak tiba di TPA dan melalui proses pemeriksaan umum cii .00 08.e.30 WIB sampai 15. Dalam pembinaan pengasuh menyesuaikan isi program dengan kebutuhan anak dan usia anak. dua orang wakil sekretaris. seorang bendahara. pengasuh membuat rencana kegiatan harian yang nantinya digunakan untuk pedoman dalam kegiatan pembinaan.

30 WIB kegiatan selanjutnya bernyanyi. dan perbedaan pola asuh.30 . minum susu dan bersiap pulang. Pukul 10.10. usia anak yang berbeda. Jam 09. mobil . mereka juga mendukung untuk setiap kegiatan yang diberikan kepada anak mereka.11.00 . rumah-rumahan susun. buku cerita.13. Untuk metode yang digunakan adalah : metode bermain sambil belajar.00 WIB sampai 09.00 WIB kegiatan yang dilakukan bebas di luar.12. untuk sarana yang disediakan tempat cuci kaki dan tangan.00 WIB waktu ini digunakan untuk istirahat dan tidur. Adapun tujuan agar anak belajar bersosialisasi dan meningkatkan kesegaran jasmani.30 WIB anak – anak diberikan makan siang dan minum dari TPA Melati. membersihkan badan dan tidur. ganti baju. Untuk sarana belajar beliau menjelaskan ada beberapa sarana belajar yang digunakan seperti alat-alat permainan yang berupa balok susun. Pukul 11.30-15. puzzle. Untuk penilaian dilakukan menggunakan instrumen pengamatan dengan menggunakan blangko isian yang dibuat bersama-sama pengelola dan pengasuh. Untuk alat-alat belajar yang digunakan dan mendukung kegiatan berupa puzzle.00 . balok-balok susun.30 . buku dongeng. boneka. orang tua juga turut menyukseskan kegiatan tersebut dengan melatih anak mereka tentang apa yang diberikan tenaga pengasuh sebagai contoh di TPA anak dilatih untuk belajar ciii .30 WIB anak – anak diberi pakaian ganti.11. Pukul 09. tempat penyimpanan pakaian untuk selanjutnya pukul 08.09. Pukul 12.dengan tujuan meningkatkan komunikasi. bercerita dan kegiatan bebas diluar ruangan.mobilan. Dalam pembinaan kendala yang dialami saat menggunakan metode pembinaan adalah keinginan anak atau respon anak.00 WIB kegiatan selanjutnya bermain dalam ruangan dengan menggunakan alat – alat permainan dalam ruangan. Mengenai respon orang tua tehadap hasil perkembangan anak yang diberikan mereka sangat puas dengan hasil perkembangan anak mereka.30 .30 WIB Membersihkan diri. Berjemur kegiatan yang dilakukan tenaga pendidik mengawasi anak di luar. sosialisasi dan etika. Pukul 13. Pukul 11.00 .30 WIB waktu minum susu tujuannya dengan memberikan susu anak diajak berkomunikasi dan sosialisasi dengan anak. Beliau mengatakan untuk mengkomunikasikan hasil pembinaan pengasuh tinggal memberikan blangko isian yang sudah diisi sebelumnya kepada orang tua dan menjelaskan perkembangan anak selama di TPA Melati dalam tiap bulannya. Beliau mengatakan cara pembina berinteraksi dengan anak melalui perkenalan dengan anak yang didampingi orang tua anak agar mereka tidak takut untuk selanjutnya pendidik mengajak bermain dengan harapan anak-anak belajar bersosialisasi di samping itu pendidik juga berupaya mengenalkan anak kepada lingkungan sekitar mereka.

melompat dan sebagainya sedang untuk usia 4 . anak . naik turun tangga tanpa berpegangan. setelah mengenal lingkungan sekitar TPA.mandiri meletakkan sepatu atau sandal pada tempatnya dan orang tua juga menerapkan hal yang sama di rumah. Responden 6 Informasi selanjutnya R6 yang berpendidikan S1 jurusan teknik. naik turun tangga. Kemampuan belajar anak di TPA Melati menurut beliau kemampuan belajar anak disesuaikan dengan usia dan tingkat perkembangannya. berjalan mundur. memanjat menaiki tangga plosotan. f. tempatnya bersih. menendang dan melempar bola jarak jauh serta melompat. memanjat.apa. menendang.anak ketika bermain dengan teman . Keiingintahuan mereka itulah yang membuat anak . Dari situ dapat dilihat perbedaan kemampuan belajar berdasarkan usia. menuang air tanpa tumpah. mengikuti binatang.anak merasa ingin tahu tentang orang baru yang datang di tempat mereka ( TPA Melati ). berjalan maju dan mundur. sebagai contoh untuk kelompok usia 2 tahun – 3 tahun pengembangan fisik kompetensi yang diharapkan adalah kemampuan anak dalam mengelola dan ketrampilan tubuh termasuk gerakan-gerakan yang mengontrol gerakan tubuh. ayah dari Gebyar Berlianto ini mengatakan alasan memilih TPA Melati sebagai tempat menitipkan anak mereka karena fasilitas yang memuaskan. orang-orang yang ada di TPA teman-teman yang ada mereka mempunyai motivasi untuk bermain dan berjumpa teman-teman yang lain dan pada kesempatan itulah yang pengasuh gunakan untuk melatih anak belajar sambil mereka bermain. dekat dengan tempat kerja istri. Untuk berinteraksi dengan tenaga pengasuh dan orang lain di sekitar mereka langsung bisa akrab. pada awal mereka datang mereka merasa asing di tempat mereka berada sekarang.5 tahun Kompetensi dan hasil belajar yang dicapai sama untuk melatih motorik kasar dan halus dengan cara berjalan stabil. berlari tanpa jatuh. Reaksi anak . menirukan gerakan binatang. menangkap.anak TPA berani mendekati orang lain dan mengajak bicara dengan bahasa mereka. karena menurut beliau anaknya sekarang lebih mandiri dari pada sebelumnya.teman sebayanya anak-anak menikmati walau kadang tenaga pengasuh harus sabar menangani mereka saat berebut mainan. berlari tanpa jatuh bolak – balik. gerakan motorik halus dan gerakan motorik kasar serta menerima rangsangan sensorik ( pancaindera ) dengan cara berjalan stabil. berjalan mengikuti jejak. menangkap dan melempar bola jarak dekat. Untuk motivasi anak saat mengikuti kegiatan di TPA pada awalnya anak sama sekali tidak punya motivasi apa . Beliau juga mengatakan pembinaan yang dilakukan sangat memuaskan. Beliau bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil usia beliau 40 tahun. dulu anaknya belum bisa meletakkan sepatunya pada rak civ .

sepatu.00 WIB..sampai dengan Rp 400. Letak TPA Melati menurut beliau sangat strategis. Beliau memberikan gambaran pembinaan yang beliau harapkan adalah pembinaan yang dapat sepenuhnya membantu anak untuk lebih mandiri dan tidak selalu bergantung pada orang tua yang bekerja di kemudian hari. dan mengembalikan sepatu pada tempatnya semula setelah dipakai tanpa harus disuruh. Saya mengetahui keberadaan TPA Melati UNDIP dari istri saya yang bekerja di UNDIP. Sejak mengikuti pembinaan anak saya mandiri mengerjakan sesuatu yang menyangkut dirinya tanpa harus meminta tolong orang lain. dan berkomunikasi. tapi setelah dilatih untuk mandiri di TPA Melati dengan meletakkan alas kaki di rak sepatu yang ada di TPA Melati dan itu sangat membantu kerja ibu di rumah. untuk tiap hari beliau sebelum bekerja mengantar anak ke TPA terlebih dahulu selanjutnya beliau menjemput kembali putranya setelah pulang kerja jam 16. Kesulitan yang beliau hadapi saat menitipkan anak di TPA Melati saat anak sedang rewel karena sakit atau memang kadangkadang anak tidak mau ditinggal kerja.. berbahasa. dengan tanpa disuruh anak dapat melakukannya sendiri. dari kegiatan – kegiatan yang diberikan dengan anaknya sangat mempunyai pengaruh yang sangat besar sekali mulai dari keagamaan.000. Mengenai biaya yang dikeluarkan untuk menitipkan anak di TPA Melati. Sebagai contoh untuk mengambil sepatu dilakukan sendiri. jarak rumah saya dengan TPA Melati kirakira 10 km. olah tubuh. dapat dijangkau dengan menggunakan kendaraan sendiri ataupun angkatan kota. Motivasi beliau menitipkan anak di TPA Melati karena beliau dan istri dapat bekerja lebih tenang sehingga beliau merasa perlu sekali menitipkan anaknya agar anaknya tidak kehilangan masa anakanaknya dan masa belajarnya.000. Untuk meluagkan waktu dalam memantau perkembangan anak di TPA beliau selalu datang ke TPA saat istirahat kerja meskipun cv . Beliau telah menitipkan anak di TPA Melati 3 tahun yang pada saat pertama kali masuk di TPA Melati usia 3 bulan. Tentang jadwal beliau menitipkan anak beliau mengatakan pembinaan dilakukan setiap senin dan jumat dan beliau juga selalu menitipkan anaknya pada hari itu. anak saya lebih mandiri di rumah dia tidak rewel. TPA dekat dengan jalan raya. beliau mengatakan sekitar Rp 125. mungkin karena di TPA sering diajak berbincang-bincang. dari hal itu pula yang membuat beliau lebih memilih TPA Melati dari pada tempat penitipan yang lain. memakai sepatu sendiri.per bulannya. Anak saya sekarang lebih lancar berbicara dan tidak takut dengan orang yang tidak dia kenal. Perubahan yang sangat mencolok selama anak mengikuti pembinaan anak beliau tidak rewel dan cengeng.

tentang mengapa memilih TPA dari pada play group menurut beliau tempat penitipan yang sekarang dipilih lebih aman dan tepat untuk anak beliau.30 dan hari jumat mulai pukul 07.00 sampai 12. pembinaan dilakukan setiap hari senin sampai kamis pukul 07. Responden 7 Informasi selanjutnya R 7 yang berpendidikan D3 Kesehatan. dari seluruh kegiatan yang diberikan saya lebih senang kegiatan anak dalam pengembangan seni dan bahasa yang melatih anak untuk menghargai hasil karya yang ada dan berkomunikasi yang merupakan hal yang terpenting untuk perkembangan anak selanjutnya. Dalam sehari – harinya anak beliau tetap sekolah. Beliau juga mengatakan pembinaan yang dilakukan sangat memuaskan. dan beliau juga selalu menitipkan anaknya setelah pulang sekolah. Untuk jadwal beliau menitipkan anak beliau mengatakan jadwal telah ditetapkan bersama.sampai saya harus menunggui di sana. tempatnya bersih. g. dekat dengan jalan raya sehingga mudah dijangkau oleh angkutan umum. beliau menjemput anak setelah pulang sekolah dan langsung mengantarnya ke TPA. Beliau memberikan gambaran pembinaan yang beliau harapkan adalah pembinaan yang dapat sepenuhnya membantu anak untuk lebih mandiri dan tidak selalu bergantung pada orang tua yang bekerja di kemudian hari.hanya sebentar. yang menurutnya hanya masalah kepercayaan saja mengapa beliau memilih TPA Melati yang pada dasarnya hampir sama pelayanannya dengan play group. karena beliau merasakan perbedaan yang mencolok pada anaknya sekarang dulu anak saya takut dan cengeng saat berada di sekolah sehingga sangat merepotkan gurunya sampai . Selain itu beliau juga mengatakan untuk memantau perkembangan anak memang harus selalu dilakukan sekecil apapun bentuk perhatian tersebut sangat berarti bagi perkembangan anak selanjutnya. ayah dari Mohammad Nabil ini mengatakan alasan memilih TPA Melati dari pada tempat penitipan yang lain atau play group sebagai tempat menitipkan anak mereka karena fasilitas yang memuaskan. Beliau berharap anak akan dapat mandiri setelah mengikuti semua kegiatan yang ada di TPA Melati. tidak rewel dan cengeng. Kesulitan yang beliau hadapi saat menitipkan anak di TPA Melati saat anak sedang sakit sementara pekerjaan saya tidak bisa ditinggal. terpaksa saya harus menitipkannya di TPA dan saya setiap saat terus memantau keadaan anak dan itu membuat pikiran saya tidak bisa tenang.30. Sejak cvi . tetapi sekarang mungkin karena telah terbiasa berada bersama anak – anak lain ia jadi lebih berani dan tidak cengeng dari pada sebelumnya.30 sampai pukul 15. Beliau bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil ( BP7 ) usia beliau 40 tahun. Perubahan yang sangat mencolok selama anak mengikuti pembinaan anak beliau lebih mandiri.

Beliau berharap anak akan dapat mandiri setelah mengikuti semua kegiatan yang ada di TPA Melati. Untuk meluangkan waktu dalam memantau perkembangan anak di TPA beliau lakukan melalui telepon. Motivasi beliau menitipkan anak di TPA Melati karena beliau dapat bekerja lebih tenang.000. dengan bertanya kepada pengasuh bagaimana keadaan anak di TPA begitu juga sebaliknya pihak TPA selalu siap memberikan kabar tentang anak – anak yang diasuh kepada orang tua kalau ada masalah pada anak – anak di TPA. tidak rewel dan cengeng.anak di usia dini saya langsung tertarik dan mengambil keputusan menitipkan anak di sana. selain itu sarana dan prasarana yang ada sangat memuaskan. kami lebih bisa tenang dan dapat berkonsentrasi dengan pekerjaan masing – masing. suami saya terus mendesak saya untuk keluar dari tempat kerja untuk mengasuh anak di rumah tapi setelah saya menemukan TPA Melati dan suami saya setuju untuk menitipkan anak kami memutuskan menitipkan anak di TPA.sampai Rp 400. Sekarang saya dan suami tidak lagi khawatir seperti dulu. dari situ saya mencoba mencari informasi dengan langsung datang ke TPA dan bertanya – tanya seputar pengasuhan anak. Responden 8 Informasi selanjutnya R 8 yang berusia 33 tahun.. malah anak saya rewel dirumah kalau hari minggu TPA Melati tutup karena memang tidak ada jadwal.dengan per bulannya. beliau berpendidikan D3 dan bertempat tinggal di Sendang Mulyo ini cvii .mengikuti pembinaan anak saya mandiri mengerjakan sesuatu yang menyangkut dirinya tanpa harus meminta tolong orang lain. karena takut kalau – kalau anak saya tidak bisa menyesuaikan diri dengan pembantu saya dan saya memang tidak bisa percaya dengan pembantu – pembantu rumah tangga jaman sekarang. Saya mengetahui keberadaan TPA Melati UNDIP dari kakak saya yang kebetulan melewati jalan Hayam Wuruk dan melihat papan nama yang terpampang di depan TPA dan kebetulan juga sejak anak saya lahir saya tidak pernah mempekerjakan pembantu rumah tangga. setelah tahu ada lembaga yang secara resmi mengasuh dan membina anak.000. keramahan dan kesabaran tenaga pengasuh yang saya rasakan dapat membantu anak saya dalam belajar Mengenai biaya yang dikeluarkan untuk menitipkan anak di TPA Melati beliau mengatakan sekitar Rp 125. TPA dekat dengan jalan raya.. karena sebelum saya mendapatkan solusi menitipkan anak. h. Letak TPA Melati menurut beliau sangat strategis. ya terpaksa saya mengajak anak saya ke tempat hiburan lain. dapat dijangkau dengan menggunakan kendaraan sendiri ataupun angkatan kota. beliau juga mengatakan untuk memantau perkembangan anak memang harus selalu beliau lakukan sekecil apapun bentuk perhatian tersebut sangat berarti.

dan itu sangat membantu pekerjaan saya di rumah. saya tinggal memantau kegiatan apa saja yang dilakukannya. tempatnya bersih. untuk setiap hari sebelum bekerja beliau mengantar anak ke TPA terlebih dahulu selanjutnya beliau menjemput kembali setelah pulang kerja. lebih mandiri untuk melakukan kegiatannya sendiri. Perubahan yang sangat mencolok selama anak mengikuti pembinaan anak beliau lebih mampu berinteraksi dengan anak lain. Kesulitan yang beliau hadapi saat menitipkan anak di TPA Melati saat anak sedang rewel karena sakit atau memang kadangkadang anak tidak mau ditinggal kerja. Tentang jadwal beliau menitipkan anak beliau mengatakan pembinaan dilakukan setiap hari senin dan jumat dan beliau juga selalu menitipkan anaknya pada hari itu. Karena menurut beliau anaknya sekarang lebih mandiri.mengatakan alasan memilih TPA Melati sebagai tempat menitipkan anak mereka karena fasilitas yang bagus. terlebih lagi anak – anak di TPA dapat lebih mandiri mengerjakan segala sesuatu kegemarannya sendiri tanpa harus minta bantuan kalau tidak benar – benar terpaksa. Gambaran pembinaan yang beliau harapkan adalah pembinaan yang dapat sepenuhnya membantu anak untuk lebih mandiri dan tidak selalu bergantung pada orang tua yang bekerja di kemudian hari. saya tinggal memberi perintah meletakkan botol minuman yang sudah habis isinya ke meja langsung dikerjakannya. Saya mengetahui keberadaan TPA Melati UNDIP dari teman kerja saya yang dulu sebelum mempunyai pembantu menitipkan anaknya di TPA. saya juga lebih fleksibel untuk membiarkan anak saya melakukan aktivitasnya sendiri tanpa harus memberikan tekanan – tekanan yang nantinya mematikan kreativitasnya. tapi setelah dua minggu pertama saya menitipkan anak saya mengalami perkembangan yang pesat. dari seluruh kegiatan yang diberikan saya lebih senang kegiatan anak dalam melatih pengembangan fisik dengan kompetensi hasil yang diharapkan adalah anak – anak mempunyai kemampuan mengelola dan ketrampilan tubuh termasuk gerakan – gerakan yang mengontrol gerakan tubuh. dan setelah mempunyai pembantu ia berhenti menitipkan anaknya. dulu anaknya tidak mau melakukan segala sesuatunya sendiri misalnya mengambil botol minumnya sendiri di meja semuanya harus saya yang mengerjakan. beliau juga mengaku lebih percaya kepada TPA Melati dari pada tempat lainnya karena anak saya kelihatan menikmati sekali selama di cviii . gerakan kasar serta mampu menerima rangsangan sensorik melalui panca indra yang merupakan hal yang terpenting untuk perkembangan anak saya selanjutnya. dan yang penting anaknya nyaman berada di TPA Melati. Tentang pembinaan yang dilakukan sangat memuaskan. dan memilih pembantu yang mengasuh anaknya.

karena menurut beliau hal itu penting bagi anak beliau. maka saya monomer satukan kebutuhan – kebutuhan anak saya. Mengenai biaya yang dikeluarkan beliau keberatan menyebutkannya. itu terjadi karena kedua orang tuanya sibuk bekerja. Dari pengalaman itu saya tidak mau anak saya mengalaminya. Letak TPA Melati menurut beliau sangat strategis. Selain itu beliau juga mengatakan untuk memantau perkembangan anak memang harus selalu dilakukan sekecil apapun bentuk perhatian tersebut sangat berarti bagi perkembangan selanjutnya. karena beliau beranggapan berapapun biaya yang harus dikeluarkan untuk kebutuhan anak akan beliau keluarkan yang terpenting anak tercukupi baik soal pendidikan maupun pengasuhan Motivasi beliau menitipkan anak di TPA Melati karena pengalaman pribadi beliau yang tidak mengenakan yang pernah beliau alami sewaktu kecil. Beliau memberikan gambaran pembinaan yang beliau harapkan adalah pembinaan yang dapat sepenuhnya membantu anak untuk lebih mandiri karena kesibukan beliau sebagai wiraswasta berdagang di pasar yang kurang memberikan perhatian yang penuh kepada anak. Tentang jadwal beliau menitipkan anak beliau menyesuaikan dengan jadwal yang dibuat TPA Melati setiap hari senin sampai kamis pukul 07. Responden 9 Informasi selanjutnya R6 yang berpendidikan SMU. TPA.30 WIB sampai pukul 15. Untuk meluangkan waktu dalam memantau perkembangan anak di TPA beliau selalu datang menanyakan kondisi anak di TPA dan tidak jarang saya datang sekali – kali ke TPA saat istirahat kerja meskipun hanya sebentar. pembinaan yang dilakukan pengasuh memuaskan dapat membantu perkembangan anak. ya kalau anak saya cocok. Dari kegiatan yang diberikan beliau senang kegiatan yang mencakup pengembangan kognitif.i. kalau tidak malah saya yang repot”.30 WIB dan hari jumat mulai pukul 07. kurang bergaul dengan anak – anak seusia sehingga beliau merasa kehilangan masa kanak – kanaknya.30. WIB dan beliau juga selalu menitipkan anaknya pada hari itu tentunya setelah pulang sekolah. dimana beliau dulu kurang perhatian yang cukup soal perkembangan fisik. Ibu dari Rafida Safira ini mengatakan alasan memilih TPA Melati sebagai tempat penitipkan anak karena fasilitasnya bagus untuk kenyamanan anak.00 WIB sampai 12. untuk tiap hari beliau mengantar anak ke TPA terlebih dahulu langsung setelah pulang sekolah selanjutnya beliau menjemput kembali putranya setelah pulang kerja. dapat dijangkau dengan menggunakan kendaraan sendiri ataupun angkatan kota.” Saya takut memindahkan anak saya ke tempat lain. dan menitipkan anak dulu sebelum anak saya masuk sekolah. cix . TPA dekat dengan jalan raya.

Beliau baru menitipkan anak di TPA Melati 3 bulan ini. beliau menjelaskan lebih memilih TPA Melati daripada tempat lain karena anak saya terlanjur menikmati tempat itu dari awal. dekat dengan jalan raya yang memudahkan transportasi. karena menurut beliau cx . anak beliau lancar berbicara dan lebih berani untuk berbicara dengan orang lain dan tidak malu – malu baik dirumah atau disekolah. dan itu tidak memungkinkan saya untuk meninggalkan anak di tempat pengasuhan. Responden 10 Informasi selanjutnya seorang Perempuan yang usia 37 tahun. makanya saya tidak berani ambil resiko memindahkan anak ke tempat lain. TPA dekat dengan jalan raya. ibu dari Alfian Nanda ini menuturkan alasan memilih TPA Melati sebagai tempat menitipkan anak mereka karena fasilitas yang memuaskan. Menurut beliau nanti saja dipindahkan ke TK setelah usianya mencukupi. “ Anak saya itu dari pertama saya ajak langsung senang melihat anak –anak yang ada bermain disana dan kesenangan awal itu yang tidak pernah saya lihat sebelumnya dari anak. tempatnya bersih.. Mengenai biaya yang dikeluarkan beliau mengatakan sekitar Rp 125. dapat dijangkau dengan menggunakan kendaraan sendiri ataupun angkatan kota. Beliau berharap anak akan dapat mandiri setelah mengikuti semua kegiatan yang ada di TPA Melati.000. Letak TPA Melati menurut beliau sangat strategis sekali. mungkin karena di TPA sering diajak berbincang-bincang oleh pengasuh. beliau menggunakan kesempatan ini untuk bekerja mencari nafkah demi pendidikan yang baik untuk anak – anaknya. Kesulitan yang beliau hadapi saat menitipkan anak di TPA Melati saat anak sedang bandel karena tidak mau dititipkan dan menangis minta diajak ke tempat saya dagang. Saya mengetahui keberadaan TPA Melati dari keponakan saya yang kuliah di UNDIP yang mengatakan ada tempat pengasuhan anak. beliau bekerja di PEMDA. Beliau juga mengatakan untuk memantau perkembangan anak memang harus selalu dilakukan sekecil apapun bentuk perhatian tersebut sangat berarti bagi perkembangan selanjutnya. yang sebelumnya saya cari – cari keberadaannya karena TPA yang ada dipasar – pasar kebanyakan sekarang sudah tidak ada lagi kalaupun ada kegiatan yang ada didalamnya tidak jalan. Perubahan yang sangat mencolok selama anak mengikuti pembinaan. Beliau juga mengatakan pembinaan yang dilakukan sangat memuaskan.j. Untuk meluangkan waktu dalam memantau perkembangan anak di TPA beliau menggunakan jasa telepon untuk mengetahui kondisi anaknya. Motivasi beliau menitipkan anak di TPA Melati karena beliau dan suami dapat bekerja lebih tenang.per bulannya untuk menitipkan anak di TPA Melati.

karena terlanjur percaya baik sama pengasuhnya dan tidak bisa dibohongi adalah saat perkembangan yang mencolok sekali pada saat dirumah anak saya tidak rewel dan lebih mandiri. pengembangan kognitif anak. pengembangan fisik. tapi setelah dilatih untuk mandiri di TPA Melati dengan mengambil pakaiannya sendiri dari tas yang mereka bawa dari rumah..30 sampai pukul 15. pengembangan bahasa. Pembinaan yang dilakukan TPA Melati secara keseluruhan sangat membantu anak saya mulai dari perkembangan moral dan nilai.30 dan hari jumat mulai pukul 07. dulu anaknya belum bisa mengambil baju sendiri. cxi . memang perubahan itu belum berarti tapi beliau yakin dari pelajaran itu setidaknya anak akan tambah pengetahuannya.00 sampai 12.. Letak TPA Melati menurut beliau sangat strategis.sampai dengan Rp 400.30 WIB. anak saya lebih mandiri di rumah dia tidak rewel. Untuk meluangkan waktu dalam memantau perkembangan anak di TPA beliau datang ke TPA saat istirahat kerja meskipun hanya sebentar. Sejak mengikuti pembinaan anak saya mandiri mengerjakan sesuatu yang menyangkut dirinya tanpa harus meminta tolong orang lain. TPA dekat dengan jalan Raya. Untuk tiap hari beliau sebelum bekerja terlebih dahulu mengantar anak ke TPA selanjutnya beliau menjemput kembali putranya setelah pulang kerja. dari informasi tersebut saya langsung percaya dan memasukkan anak disana. Tentang jadwal beliau menitipkan anak beliau mengatakan beliau menyesuaikan dengan jadwal yang dibuat TPA Melati setiap hari senin sampai kamis pukul 07. tentang masalah mengapa tidak memilih play group atau TPA lain beliau mengungkapkan.000.nilai agama. Beliau memberikan gambaran pembinaan yang beliau harapkan adalah pembinaan yang dapat sepenuhnya membantu anak untuk lebih mandiri dan tidak selalu bergantung pada orang tua yang bekerja di kemudian hari. Perubahan yang sangat mencolok selama anak mengikuti pembinaan anak beliau tidak rewel dan cengeng.per bulannya untuk menitipkan anak di TPA Melati.000. dan pengembangan sosial emosional serta pengembangan seni. Motivasi beliau menitipkan anak di TPA Melati karena beliau dan istri dapat bekerja lebih tenang selain itu beliau merasa agar anaknya tidak kehilangan masa anak-anaknya dan masa belajarnya perlu sekali menitipkan anaknya. Saya mengetahui keberadaan TPA Melati UNDIP dari teman saya. Kesulitan yang beliau hadapi saat menitipkan anak di TPA Melati saat anak sedang rewel karena sakit. Mengenai biaya yang dikeluarkan beliau mengatakan sekitar Rp 125. dapat dijangkau dengan menggunakan kendaraan sendiri ataupun angkatan kota.anaknya sekarang lebih mandiri dari pada sebelumnya.

B. pengorganisasian. Perencanaan Pembinaan Taman Pengasuhan Anak Melati merupakan lembaga pengelola penitipan anak yang dikelola oleh para ibu .Beliau berharap anak akan dapat mandiri setelah mengikuti semua kegiatan yang ada di TPA Melati. Pembahasan Hasil Penelitian Pada bagian ini akan dibahas hasil penelitian seperti yang telah dipaparkan di depan yang meliputi : perencanaan pembinaan.buku tentang pertumbuhan dan perkembangan anak yang disarikan kemudian dijabarkan dalam kegiatan harian. 1.ibu Dharma wanita UNDIP dan dalam perencanaan pembinaan yang ada di TPA Melati dirancang oleh pengelola dan para tenaga pengasuh yang mengacu pada pembelajaran anak usia dini. Dalam kurikulum dibuat program kegiatan harian yang nantinya akan digunakan pengasuh sebagai pedoman pembinaan. pelaksanaan dan evaluasi pembinaan. cxii . Kurikulum yang dipakai saat ini dibuat dan dikembangkan berdasarkan beberapa literatur dan buku .

Penentuan metode dan media yang digunakan secara keseluruhan mengacu pada tujuan pembinaan berdasarkan usia dan tingkat perkembangan dan pertumbuhan anak dengan memanfaatkan lingkungan sekitar. pengelola dan sesuai kebutuhan orang tua. pengembangan fisik.8 tahun. pengembangan sosial – emosional dan pengembangan seni. Adapun tingkat perkembangan yang ingin dicapai meliputi pengembangan moral dan nilai – nilai agama. Adapun penjabaran dari tiap – tiap kegiatan dapat dilihat dari satuan kegiatan mingguan dan satuan kegiatan harian yang telah dibuat oleh para pengasuh dan disetujui oleh kepala TPA Melati melalui proses musyawarah.Dalam kegiatan harian yang dilakukan didasarkan pada tingkat pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini antara 0 . Pembinaan dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah dibuat bersama . pengembangan kognitif.sama tenaga pengasuh. pengembangan bahasa. Dari temuan tersebut dapat diketahui bahwa perencanaan yang ada di TPA Melati Semarang dibuat sebelum pembinaan dilakukan dengan menentukan cxiii .

kegiatan harian. Dengan demikian langkah-langkah yang ditempuh sesuai dengan saran Williams dan Kami (1986) yang menyarankan untuk mendorong kemampuan berfikir anak sebaiknya guru merancang suatu kegiatan yang memungkinkan masingmasing anak mendapatkan kesempatan khusus untuk memutuskan sendiri kegiatan mana yang dipilih. 2. metode dan media yang disesuaikan dengan usia perkembangan anak serta melibatkan orangorang yang ada dalam organisasi. cxiv berkemampuan dan cukup . Pengorganisasian Pengorganisasian adalah usaha mengintegrasikan sumber .sumber manusiawi dan non manusiawi yang diperlukan ke dalam suatu kesatuan dalam melaksanakan kegiatan sebagaimana telah direncanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Hal ini dapat dilihat dari satuan kegiatan mingguan dan satuan kegiatan harian yang telah dibuat TPA Melati.ibu dharma wanita UNDIP dengan pertimbangan bahwa mereka dipandang mampu dan mau dalam artian mereka dipandang berpotensi. Dalam pembentukan organisasi di TPA Melati Semarang didasarkan atas keputusan bersama-sama ikatan ibu .

mengelompokkan dan membagi tugas serta pekerjaan diantara para anggota organisasi agar tujuan organisasi dapat dicapai dengan efisien. sedangkan perekrutan anak didik didasarkan pada usia anak yang tidak lebih dari 1. Dari informasi yang didapat tersebut dapat diambil kesimpulan sementara. beliau sebagai sosok pimpinan yang mengayomi anggotanya dan seorang yang cxv . tidak berpenyakit dalam Pembagian tugas serta wewenang dalam organisasi ini cukup jelas dimana masing-masing anggota organisasi mengerti dengan jelas tugas dan tanggung jawabnya dalam organisasi ini. hal ini di pelopori oleh kepala TPA Melati itu sendiri. 1994 ( didiet Hardjito. Hal ini dapat dilihat dari kepengurusan yang ada di TPA Melati. Tugas pengelola adalah bertanggung jawab terhadap manajemen penyelenggaraan. bahwa pengorganisasian TPA merupakan suatu proses pengatur. 1995 : 76 ). para Pengurus sudah paham betul tugas dan kewajibannya sebagai suatu kesatuan dalam organisasi. Perekrutan pengasuh didasarkan pada pengalaman di bidangnya serta ketelatenan dan kesabarannya mengurus anak. sedangkan para tenaga pembina atau pengasuh bertanggung jawab terhadap manajemen pembinaan.berpengalaman untuk melaksanakan tugasnya sesuai dengan jabatan yang diberikan dalam organisasi tersebut.5 tahun sampai 7 tahun. Dari keterangan yang diperoleh dapat diambil kesimpulan sementara bahwa pengorganisasian di TPA Melati merupakan suatu proses pengelompokan dan mengatur serta membagi tugas – tugas atau pekerjaan di antara para anggota organisasi agar tujuan organisasi dapat dicapai dengan efisien Hani Handoko.

Pada pelaksanaan kegiatan diharapkan semua tujuan pembinaan tercapai mulai dari Pengembangan moral dan nilai – nilai agama. Metode yang dipakai adalah metode bermain dan belajar atau belajar sambil bermain. Pelaksanaan kegiatan pembinaan dilakukan menganut prinsipprinsip perkembangan anak usia dini dan bermain sambil belajar. 3. pengembangan sosial – emosional. pengembangan bahasa. cxvi . pengembangan kognitif anak. dan pengembangan sosial emosional serta pengembangan seni. pengembangan fisik. kurang beragamnya alat permainan yang ada sehingga proses belajar menjadi kurang sempurna. pengembangan seni. pengembangan kognitif. semua kegiatan dilaksanakan tanpa hambatan yang berarti.dapat membedakan antara tanggung jawab pekerjaan dengan urusan pribadi. pengembangan fisik.. TPA Melati mengatasinya dengan penggunaan media alami bermain yang ada di TPA misal tanah berumput. pengembangan bahasa.nilai agama. Pelaksanaan Pembinaan Setelah perencanaan pengorganisasian selanjutnya fungsi pelaksanaan baru dilakukan agar dapat merealisasi tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dari beberapa komentar para informan bahwa pelaksanaan dilakukan sesuai dengan apa yang telah direncanakan dalam satuan kegiatan harian yang didasarkan pada usia anak. Semua kegiatan yang dilakukan dipilih dalam rangka perkembangan moral dan nilai.

Dari hasil informsasi yang didapat penilaian atau evaluasi di TPA Melati sesuai dengan pendapat Brewer ( 1992 ) yang menyatakan penilaian adalah penggunan sistem evaluasi yang bersifat komprehensif. Perencanaan cxvii . 5. Pengorganisasian Kegiatan yang diselenggarakan dikelola dengan matang oleh para personil organisasi melalui kegiatan musyawarah terlebih dahulu untuk pengambilan suatu keputusan tentang kegiatan pembinaan. Faktor – faktor pendukung dan penghambat Daya dukung dari penyelenggaraan pembinaan penitipan anak usia dini antara lain: a. hal ini telah diterapkan oleh TPA Melati dengan menggunakan alat ukur berupa pengisian lembar pengamatan yang dilakukan oleh pengasuh yang dalam evaluasi melibatkan orang tua peserta didik melalui buku penghubung yang diserahkan tenaga pengasuh kepada orang tua. menyeluruh untuk menentukan suatu program atau kemajuan dari seorang anak. Evaluasi dilaksanakan melalui pengamatan dan observasi dalam setiap kegiatan. Evaluasi pembinaan Evaluasi dilakukan untuk mengetahui tingkat keberhasilan suatu program. b. Dari data yang diperoleh dari para responden diatas evaluasi pembinaan di TPA Melati dilaksanakan oleh pengasuh dengan melibatkan orang tua peserta didik.4.

d. Pelaksanaan Daya dukung yang sangat berperan meliputi sumber belajar yang berpengalaman dibidang pengasihan anak. b. evaluasi. sarana dan prasarana yang kurang dan perlu diperbaiki. sarana dan prasarana yang digunakan sesuai dengan fungsinya. sarana dan prasarana. Perencanaan Pada perencanaan penghambatnya adalah pada penyediaan sarana dan prasarana yang perlu adanya pergantian media belajar yang cxviii .Pada perencanaan daya dukung yang sangat berperan adalah persiapan sumber belajar yang memadai. Pengorganisasian Penghambat dari kegiatan pengorganisasian dapat dilihat dari perlunya pemantauan yang lebih intensif dari ikatan pengurus dan pengelola untuk melihat kinerja pengasuh. Sedangkan faktor penghambat adalah: a. penggunaan metode dan teknik pembinaan yang tepat. Evaluasi Daya dukung kegiatan evaluasi di TPA Melati dapat dilihat dari respon orang tua terhadap perkembangan anak yang bisa digunakan untuk mengisi lembar evaluasi. c. metode dan teknik pembinaan yang tepat sesuai dengan tingkat usia dan perkembangan anak. letak yang strategis.

Solusi pengasuh tetap memantau anak-anak yang datang dengan mengisi lembar evaluasi dan memberikan kepada orang tua anak didik. c. d. Pelaksanaan Pada pelaksanaan hal yang menghambat adalah perbedaan minat dan pola asuh orang tua. Solusi sebelum media diganti anak-anak masih tetap menggunakan media belajar yang lama. jalan keluar yang diambil pengasuh dengan membiarkan anak bermain bersama dengan temanteman yang lain dan harapan pengasuh. minat anak dapat tumbuh dengan sendirinya dan anak dapat berinteraksi dengan anak yang lain. Evaluasi Penghambat dari evaluasi-evaluasi jika anak datang hanya dalam waktu yang singkat atau hanya beberapa kali saja ke TPA Melati.sudah tidak bisa dipakai dengan yang baru. cxix .

Pembinaan penitipan anak usia dini di TPA Melati a. Adapun beberapa kesimpulan tersebut sebagai berikut : 1. SIMPULAN Berdasarkan temuan data sebagaimana tersebut pada Bab IV. b. Pengorganisasian Pembentukan organisasi TPA Melati disusun berdasarkan keikutsertaan anggotanya dalam dharma wanita UNDIP dengan pertimbangan keaktifan dalam organisasi dan dianggap mempunyai kemampuan serta kompetensi dalam mengembangkan TPA Melati. sedangkan cxx . Pembagian tugas dan wewenang jelas dalam artian pengelola bertanggung jawab terhadap menajemen penyelenggaraan. pengasuh bertanggung jawab terhadap menajemen pembinaan.BAB V SIMPULAN DAN SARAN A. Tema. Perencanaan Pembelajaran Pembuatan kurikulum dilakukan oleh pengelola dan tenaga pendidik yang dikembangkan berdasarkan beberapa literatur dan buku tentang pertumbuhan dan perkembangan anak yang disarikan kemudian dijabarkan ke dalam rencana kegiatan harian. metode dan media ditentukan oleh pengasuh yang dikoordinasikan kepada pengelola yang disesuaikan dengan usia perkembangan anak. dapat disimpulkan. Perekrutan pengasuh didasarkan pada pengalaman dan ketelatenan.

d. Pelaksanaan Pembinaan Pelaksanaan pembinaan dilakukan dengan menganut prinsip perkembangan anak usia dini dan menggunakan metode bermain sambil belajar. pengembangan seni.perekrutan anak didik didasarkan pada usia yang tidak lebih dari 1. pengembangan kognitif dan pengembangan sosial emosional. pengembangan fisik. Evaluasi Pembinaan Evaluasi pembinaan dilaksanakan oleh pengasuh melalui lembar pengamatan dengan melibatkan orang tua peserta didik melalui buku penghubung yang diserahkan tenaga pengasuh kepada orang tua. cxxi . Pada pelaksanaan pembinaan yang dilakukan mencakup kegiatan yang melatih pengembangan moral dan nilai – nilai agama. pengembangan fisik. Pada pelaksanaan digunakan acuan pelaksanaan yang mencakup berbagai aspek diantaranya pengembangan moral dan nilai – nilai agama. pengembangan sosial-emosional. sebagai contoh evaluasi pada anak dilakukan saat anak sedang aktif melakukan kegiatan bermain di TPA. pengembangan bahasa dan seni. pengembangan kognitif. dari situ dapat dilihat dan dinilai perkembangan anak untuk kemudian dituangkan dalam lembar evaluasi. pengembangan bahasa.5 – 7 tahun dan tidak berpenyakit dalam c. Bimbingan dan pemantauan dari pengelola masih diperlukan oleh pengasuh dalam setiap proses pembinaan.

4) Evaluasi Daya dukung kegiatan evaluasi di TPA Melati dapat dilihat dari respon orang tua terhadap perkembangan anak yang bisa digunakan untuk mengisi lembar evaluasi. sarana dan prasarana yang digunakan sesuai dengan fungsinya. sarana dan prasarana. cxxii . evaluasi. 3) Pelaksanaan Daya dukung yang sangat berperan meliputi sumber belajar yang berpengalaman dibidang pengasihan anak. metode dan teknik pembinaan yang tepat sesuai dengan tingkat usia dan perkembangan anak. penggunaan metode dan teknik pembinaan yang tepat.2. Faktor Pendukung dan Penghambat a. letak yang strategis. 2) Perencanaan Pada perencanaan daya dukung yang sangat berperan adalah persiapan sumber belajar yang memadai. Faktor pendukung 1) Pengorganisasian Kegiatan yang diselenggarakan dikelola dengan matang oleh para personil organisasi melalui kegiatan musyawarah terlebih dahulu untuk pengambilan suatu keputusan tentang kegiatan pembinaan.

4) Evaluasi Penghambat dari evaluasi-evaluasi jika anak datang hanya dalam waktu yang singkat atau hanya beberapa kali saja ke TPA Melati. minat anak dapat tumbuh dengan sendirinya dan anak dapat berinteraksi dengan anak yang lain. sarana dan prasarana yang kurang dan perlu diperbaiki. Solusi pengasuh tetap memantau anak-anak yang datang cxxiii . 2) Perencanaan Pada perencanaan penghambatnya adalah pada penyediaan sarana dan prasarana yang perlu adanya pergantian media belajar yang sudah tidak bisa dipakai dengan yang baru. 3) Pelaksanaan Pada pelaksanaan hal yang menghambat adalah perbedaan minat dan pola asuh orang tua. Faktor Penghambat 1) Pengorganisasian Penghambat dari kegiatan pengorganisasian dapat dilihat dari perlunya pemantauan yang lebih intensif dari ikatan pengurus dan pengelola untuk melihat kinerja pengasuh.b. jalan keluar yang diambil pengasuh dengan membiarkan anak bermain bersama dengan teman-teman yang lain dan harapan pengasuh. Solusi sebelum media diganti anak-anak masih tetap menggunakan media belajar yang lama.

SARAN Berdasarkan temuan penelitian di lapangan yaitu tentang profil pembinaan penitipan anak usia dini di TPA Melati secara keseluruhan sudah sesuai dengan kebutuhan anak usia dini. perlunya peningkatan pendidikan pengasuh ke jenjang yang lebih tinggi dan pengelola hendaknya memberikan kesempatan bagi para pengasuh untuk meningkatkan jenjang pendidikannya.dengan mengisi lembar evaluasi dan memberikan kepada orang tua anak didik. namun kekurangannya masih saja tetap harus dibenahi diantaranya pada perencanaan yang harus terus melibatkan seluruh anggota organisasi. penggunaan media dan sarana yang tepat perlu ditingkatkan dan untuk penggunaan media belajar yang sudah usang dapat diganti dengan yang baru. pemantauan pelaksanaan kegiatan perlu dilakukan. B. cxxiv .

Santoso. Rineka Cipta. …………. Penelitian kualitatif Dasar – Dasar dan Aplikasi. Konsep Dasar PAUD. Rosdakarya Offset. Pasaribuan. Anggani. 2001. Sylvia. 1990. R. Jakarta. Teori Organisasi dan Teknik Pengorganisasian. 2003. 2000. Metode Pengajaran di TK. Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan Pada Taman Penitipan Anak. Mendidik Dan Menerapkan Disiplin pada Anak Pra sekolah (Pola Asuh Anak Masa Kini). Slamet.1992. Bandung. Undang-undang RI Nomor 2 tahun 1989. Grasindo. Metodologi Penelitian kualitatif.2001. Patmono Dewo. Moleong. Jakarta . J.DAFTAR PUSTAKA Hardjito. Malang : YA3 Malang. Pendidikan Anak Pra Sekolah. Rimm. Depdiknas. Soemiarti. Sudono. …………………. Konsep Dasar PLS. Didiet. Moeslihatoen. Bandung Remaja. Jakarta. Jakarta. 1999. Universitas Negeri Yogyakarta. Soegeng. 2003. PT Grafindo Persada. Rineka Cipta.1995. Gramedia. Jakarta. 1984. Model Pengembangan Motorik Anak Pra Sekolah. Jakarta. Jakarta. cxxv . Pendidikan Anak Usia Dini. Citra Pendidikan. Depdikbud Jakarta. Surabaya. Jakarta. Dirjen Olahraga Depdiknas. Jakarta. 2000. Sanapiah Faisal. Joesoef . 2002.. Depdikbud. Sumber Belajar dan Alat permainan Untuk PAUD. Sistem Pendidikan Nasional . Simanjutak. 2002. Lexy. Bumi Aksara. …………… Acuan Menu Pembelajaran Pada Taman Penitipan Anak. 2002.. Pustaka Utama.. Suyanto. Tarsito. Soelaiman. Pengantar Psikologi Perkembangan.

Pustaka Pengarang. Suparlan.20 Tahun 2003 Tentang SISDIKNAS. Undang. cxxvi . Yogyakarta.…………………. Kamus Istilah Kesejahteraan Sosial. C V Duta Nusindo. Yb. Semarang.2003.undang Republik Indonesia No. 1987.

FORMAT EVALUASI TINGKAT PERKEMBANGAN MOTORIK ANAK USIA 0-1 TAHUN No Keterampilan Motorik Bermain dengan tangan 1 2 3 4 Mengamati mainan yang ada dalam genggaman Mencoba meraup suatu benda Melempar dan mengambil barang dilemparkan sambil diamati yang terjadi Menahan barang yang dipegangnya Memegang benda kecil dengan telunjuk dan ibu jari Menunjuk titik tertentu misalnya mata boneka. Membuka lembaran buku atau majalah Mengangkat kaki dan memainkan jari tangan di depan matanya Mengangkat kepala ketika ditengkurapkan Duduk dengan bantuan dan kepala tegak Mengangkat dada saat bertumpu pada tangan Duduk tanpa ditopang Mencoba berdiri sendiri dengan berpengangan Berjalan jika dipengangi / berpengangan Keterangan tingkat keterampilan Dapat melakukan sendiri Perlu bantuan : : : tengkurap dengan yang Tingkat Keterampilan 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Perlu bantuan yang bersifat paksaan : cxxvii .

4. 9. 7. merangkak naik tangga 12. Latihan berjalan tanpa dipegang Berjalan mantap Berjalan mundur satu sampai tiga langkah Berlari tanpa jatuh Naik turun tangga dengan berpegang Memanjat kursi orang dewasa. Senang mendengarkan musik dan mengikuti irama 6. Keterampilan Motorik Meletakkan gelas di atas gelas Mencoret-coret Menyusun balok dua sampai tiga balok Mencoba makan sendiri dengan sendok atau membuka buku Tingkat Keterampilan 5.FORMAT EVALUASI TINGKAT PERKEMBANGAN FISIK ANAK USIA 1. Mulai meloncat dan melompat walau sederhana Keterangan tingkat keterampilan Dapat melakukan sendiri Perlu bantuan Perlu bantuan yang bersifat paksaan : : : : FORMAT EVALUASI cxxviii .2 TAHUN No 1. 11. 2. 3. 10. 8.

8. Menggambar garis lurus Menyusun balok tiga hingga lima buah Berjalan mantap Berjalan mundur Naik turun tangga Memanjat Melompat dengan dua kaki sekaligus berjingkat-jingkat 11. 9. 3. Belajar meniti Keterangan tingkat keterampilan Dapat melakukan sendiri Perlu bantuan Perlu bantuan yang bersifat paksaan : : : : cxxix .TINGKAT PERKEMBANGAN FISIK ANAK PRA SEKOLAH USIA 2-3 TAHUN No 1. 7. 6. 2. Keterampilan Motorik Meronce / merangkai manik-manik Mengaduk air di gelas dengan sendok Membuka tutup botol yang bergulir Tingkat Ketrampilan (membuka dengan memutar tutup botol) 4. 5. 10.

13. 11. 7. Berlari dengan baik (keseimbangan tubuh makin baik) 9.FORMAT EVALUASI TINGKAT PERKEMBANGAN FISIK ANAK USIA > 3-4 TAHUN No 1. senam dengan mengikuti Keterangan tingkat ketrampilan Dapat melakukan sendiri Perlu bantuan : : : cxxx . Merayap dan merangkak lurus ke depan Melakukan contoh. Menggambar garis lingkaran dan garis silang (garis tegak dan datar) 4. 10. Melempar bola Berjalan dengan baik (keseimbangan tubuh makin baik) 8. 2. Mengekspresikan motorikan tari dengan irama sederhana 6. Keterampilan Motorik Meremas kertas Memakai dan membuka pakaian dan sepatu sendiri Tingkat Keterampilan 3. Berlari di tempat Naik turun tangga tanpa berpengangan Melompat bergantian dengan satu kaki secara 12. Menyusun menara empat samapai tujuah balok 5.

Perlu bantuan yang bersifat paksaan : cxxxi .

ke samping.FORMAT EVALUASI TINGKAT PERKEMBANGAN FISIK ANAK USIA > 4-5 TAHUN No 1. 13. dan miring Mengekspresikan gerakan dengan irama bervariasi Melempar dan menangkap bola Melipat kertas Berjalan di atas papan titian (keseimbangan tubuh) Berjalan dengan berbagai variasi (maju mundur. Menempel Mengerjakan teka. Menarik garis lurus. dan stempel) 7. Mengancingkan kancing baju Menggambar dengan motorik naik turun bersambung (seperti gunung atau bukti) 9. 8. 14. Mengisi pola sederhana (dengan sobekan kertas. 3. 16.teki (puzzle) Menyusun potongan-potongan gambar ) Menjahit sederhana Makin terampil menggunakan jari tangan (mewarnai dengan rapi) 6. 4. 10. di atas satu garis) 15. 11. 5. 2. 17 Memanjat dan bergelantungan (berayun) Melompati parit atau guling Melakukan senam dengan motoriknya sendiri : : Keterampilan Motorik Tingkat Keterampilan Keterangan tingkat ketrampilan Dapat melakukan sendiri Perlu bantuan : Perlu bantuan yang bersifat paksaan : cxxxii . 12. lengkung.

15. C12 A 20 C 8. Harapan TPA ITEM A 1. 16 cxxxiii . Biaya A 9. B2 A 17. Isi program c. C15 2. Perencanaan kegiatan b. Pelaksanaan a. Persiapan sarana prasarana A 11. Susunan Kepengurusan b. Jaminan kesejahteraan e. Perekrutan anak didik d. Bentuk pembinaan d. 4 A 7. 24 C 1. C2. 11. 6. Lokasi f.9 C 10 3. Motivaswi anak f. B1 A4 A 5. Perencanaan INDIKATOR a. B6. Perekrutan Pengurus c. 19 A 18. VARIABEL Pembinaan Penitipan Anak SUB VARIABEL 1. 3. 2.KISI-KISI INSTRUMEN PROFIL PEMBINAAN PENITIPAN ANAK USIA DINI DI TPA MELATI SEMARANG NO A. 13 A 14. Motivasi orang tua g. Metode pembinaan e. 10 B 23. 7. Pengorganisasian a. B15.

B14. B 17. Pengembangan kemampuan anak c. Evaluasi . 19 B 3. 26. 4 C. 18 C. a. Kendala C 6. B7. B5 B 11. B 20 c. 8. Respon orang tua B 21. 14 A 8. 22 cxxxiv . B25. 12 A 16. Kemampuan pengasuh f. Proses penilaian b. Komunikasi Hasil A 12. B13 A 13.3. Waktu dan jadwal d. Interaksi dengan anak g.6 A 10. B9.b. Tahap pembinaan e. C5 4.

Isolasi Sementara o R Bacaan / Perpustakaan o R.Lembar Observasi Lingkungan Fisik Dan Fasilitas TPA No Nama Barang Keberadaa n Ad a Tidak Jml Kondisi Bai k Bur uk 1. Bermain o R. Kelengkapan Ruangan Ruang Pembinaan Anak o R. Tunggu Orang Tua o R Serbaguna Administrasi Penyimpangan cxxxv . Makan o R. Tata Usaha o R. Mainan Halaman Ruang Perkantoran o R Pimpinan o R. Pemeriksaan Anak o R. Tidur o Kamar Mandi o R.

Dapur o Kamar Mandi o R. Penjaga Sarana Pendukung Meja. Kursi Karpet Almari 2.Ruang Penunjang o R. Rak Mainan TV/Radio Alat Tulis Kantor Telepon Mesin Ketik Sarana Air Bersih Kipas Angin Peralatan Belajar Peralatan Pendukung Pendukung Penyimpangan Bimbingan Belajar o Alat Menghitung Mengukur 3. Belajar Dan Kerajinan Tangan cxxxvi . Cuci/ Setrika o R. o Alat Melukis.

o Fasilitas Audio Visual o Alat Permainan TekaTeki/ Puzzle o Alat Percobaan Peralatan Bermain Peran o Alat Pendukung Peran Keagamaan o Alat Pendukung Peran Kegiatan Dapur o Alat Pendukung Peran Binatang o Alat Pendukung Peran Profesi Medis o Alat Pendukung Peran Petani o Alat Pendukung Peran Untuk Boneka Peralatan Pendukung Sandiwara Pendukung Permainan Motorik Kasar o Ayunan o Ban Bekas o Alat Pemanjat o Papan Luncuran o Arena Main Bola cxxxvii .

Jari o Boneka Khas Daerah Sarana perpustakaan o Buku Keagamaan o Buku kesehatan anak o Buku petunjuk bimbingan anak o Buku cerita bergambar o Buku gambar alam dan lingkungan o Majalah anak Peralatan pendukung permainan luar ruangan o Lapangan o Ayunan o Tanda.o Bantalan Berguling Untuk o Balok.tanda lalu lintas cxxxviii .Balok Ringan o Jungkat.Jungkit Peralatan Pendukung Permainan Budaya o Gambar Pahlawan o Pakaian Adat Jawa o Mainan Tradisional o Lilin Malam Untuk Melatih Jari.

DOKUMENTASI PENELITIAN Profil Pembinaan Penitipan Anak Usia Dini di Taman Pengasuhan Anak Melati cxxxix .jungkit o Sepeda 5. o Ban bekas 6.o Kemah-kemahan o Papan plosotan o Jungkat.

Dokumentasi wawancara informan tenaga pengasuh 2. Kegiatan anak istirahat cxl . Foto peneliti bersama tenaga pengasuh dan anak didik TPA Melati 3.1.

Kegiatan bermain di luar ruangan PEDOMAN WAWANCARA cxli .4.

Bagaimanakah perencanaan pembinaan dilakukan ? 4. Bagaimanakah isi program pembinaan di TPA Melati ? 5. Bagaimanakah bentuk pembinaan Penitipan anak usia dini di TPA Melati ? 7. Identitas subyek 1. Alamat 8. Umur 4. Bagaimanakah proses pembinaan dilakukan ? cxlii . Bagaimanakah prinsip – prinsip pembinaan yang dilakukan di TPA Melati ? 6. Apa metode pembinaan yang dilakukan di TPA Melati ? 8. Siapakah yang merencanakan pembinaan di TPA Melati ? 3. Kapan TPA Melati berdiri ? 2. Profil Pembinaan Penitipan Anak Usia Dini Di TPA Melati 1. Tempat /Tgl lahir 3. Hari/ Tgl wawancara : : : : : : : : II.A. Pendidikan terakhir 6. Informan Pimpinan I. Nama 2. Pekerjaan 7. Jenis Kelamin 5.

Bagaimanakah susunan kepengurusan yang secara administratif tersusun di TPA Melati ? 10. Syarat apa saja yang ditentukan oleh lembaga dalam merekrut tenaga pengasuh? 20. Bagaimanakah anda melakukan interaksi dengan anak ? 11. Bagaimanakah lembaga memberikan jaminan kesejahteraan pengasuh ? cxliii . Bagaimanakah cara merekrut tenaga pengasuh ? 18. Bagaimanakah harapan TPA Melati setelah anak mengikuti pembinaan ? 15. Bagaimanakah sarana dan prasarana yang disediakan oleh TPA Melati untuk pembinaan ini ? 16. Bagaimanakah lembaga mengkomunikasikan hasil pembinaan kepada orang tua anak didik ? 14. Bagaimanakah persiapan sarana pembinaan di TPA Melati ? 12. Bagaimanakah cara penilaian dilakukan ? 13.9. Bagaimanakah cara merekrut anak didik ? 19. Bagaimanakah kemampuan tenaga pengasuh dalam melaksanakan pembinaan terhadap anak usia dini ? 17.

Bagaimanakah susunan kepengurusan yang secara administratif yang tersusun di TPA Melati ? 3. Bagaimana cara pembina melakukan interaksi pada saat pembinaan ? 6.PEDOMAN WAWANCARA B. Jenis Kelamin 5. Pendekatan apa yang dilakukan pembina dalam pembinaan? cxliv . Siapa yang menyelenggarakan pembinaan penitipan anak di TPA Melati ? 2. Tempat Tgl lahir 3. Hari/ Tgl wawancara : : : : : : : : II. Pendidikan Terakhir 6. Berapa lama pembina bertatap muka dengan anak dalam satu hari ? 5. Nama 2. Alamat 8. Berapa lamakah waktu pembinaan dilakukan ? 4. Umur 4. Profil Pembinaan Penitipan Anak Usia Dini Di TPA Melati 1. Pekerjaan 7. Identitas subyek 1. Informan Tenaga pengasuh I.

Bagaimanakah tahap – tahap kegiatan pembinaan di TPA Melati ? 10. Bagaimana penilaian yang anda lakukan dalam memantau perkembangan anak ? 14.7. Kendala apa saja yang ditemui pembina saat menggunakan metode – metode pembinaan ? 12. Apa metode yang digunakan dalam pelaksanaan pembinaan ? 11. Usaha apa yang dilakukan pembina dalam berinteraksi dengan anak didik ? 18. Bagaimanakah kegiatan rutin keseharian dalam pembinaan ? 13. Bagaimanakah pembina menyesuaikan isi program pembinaan dengan tahap perkembangan anak ? 9. Bagaimana cara pembina membimbing anak usia dini agar dapat terjalin interaksi antara anak dengan orang lain di sekitar ? 19. Apa saja sarana belajar yang anda gunakan untuk pelaksanaan pembinaan ? 16. Bagaimana cara anak untuk berinteraksi dengan tenaga pengajar dan orang lain ? cxlv . Bagaimanakah pembina menyesuaikan isi program pembinaan dengan kebutuhan anak ? 8. Apa saja alat belajar yang mendukung kegiatan yang dilakukan di TPA? 17. Bagaimana anda mengkomunikasikan hasil pembinaan baik kepada lembaga maupun kepada orang tua ? 15.

Bagaimana kemampuan belajar anak ditinjau dari usia mereka ? 25. Bagaimanakah tanggapan orang tua pada pembinaan yang dilakukan oleh pembina ? 23. Bagaimana motivasi anak untuk mengikuti kegiatan di TPA Melati ? 24.20. Bagaimanakah respon orang tua pada saat anda menunjukkan hasil perkembangan anak mereka ? 22. Bagaimana sebayanya? reaksi anak ketika bermain dengan teman-teman cxlvi . Bagaimana anda mengkomunikasikan perkembangan anak di TPA kepada orang tua ? 21. Bagaimana cara anak untuk berinteraksi dengan tenaga pengajar dan orang lain disekitar TPA Melati ? 26.

Berapa jarak antara rumah anda dengan TPA Melati ? cxlvii . Pendidikan Terakhir 6. Informan Orang tua I. Bagaimana pembinaan yang dilakukan oleh pembina pada anak anda ? 3. Profil Pembinaan Penitipan Anak Usia Dini Di TPA Melati 1. Nama 2. Bagaimana waktu atau jadwal anda menitipkan anak anda ? 4. Kesulitan apa saja yang anda hadapi selama menitipkan anak anda ? 6. Identitas subyek 1. Tempat Tgl lahir 3. Hari/ Tgl wawancara : : : : : : : : II. Mengapa anda memilih TPA Melati untuk menitipkan anak ? 2.PEDOMAN WAWANCARA C. Umur 4. Anda mengetahui keberadaan TPA Melati dari siapa ? 8. Alamat 8. Pekerjaan 7. Jenis Kelamin 5. Perubahan apa saja yang mencolok dari anak selama mengikuti pembinaan di TPA Melati ? 7. Bentuk pembinaan yang seperti apa yang anda harapkan di TPA Melati ? 5.

Apa motivasi anda menitipkan anak anda di TPA ? 14. Berapakah usia anak anda saat pertama kali anda titipkan di TPA Melati ? 13. Berapa lama anda telah menitipkan anak anda di TPA Melati ? 12. Bagaimana cara anda meluangkan waktu dalam memantau perkembangan anak ? 15.9. Menurut anda bagaimana letak TPA Melati ? 10. Bagaimanakah harapan anda dengan menitipkan anak anda di TPA Melati ? cxlviii . Berapa biaya yang anda keluarkan untuk menitipkan anak di TPA Melati ? 11.

bantal. komunikasi.0008.00 Kegiatan bermain dalam ruangan Senin s/d Jumat 10.00 Kegiatan bebas diluar berjamur 09.00 Istirahat 11.Alat permainan dalam ruangan .30 12. meningkatkan kesegaran jasmani Meningkatkan sosialisasi. guling .SATUAN KEGIATAN HARIAN Hari Pukul 07.3010. etika Kemampuan kognitif.3012.Peralatan yang dibawa anak dari rumah cxlix .30 11.30 13. moral etika.Alat-alat permainan .30 Makan siang dan minum Kegiatan bebas Istirahat Berbenah Belajar sosialisasi.0009.0011.Tempat tidur.3015.Peralatan makan .Tempat cuci kaki tangan dan penyimpanan pakaian .00 Kegiatan Proses pemeriksaan umum Kemampuan Meningkatkan sosialisasi dan etika Sarana .Tempat tidur. guling . Pengembangan fisik Kemampuan sosialisasi dan melatih kemandirian . bantal.Alat permainan luar 08.0011. kreativitas Relaksasi badan/ pengembangan fisik Pengembangan komunikasi.3013.

cinta kasih melalui belaian. Lahir : : Keterangan kemampuan Dapat melakukan sendiri Perlu bantuan : : Perlu bantuan yang bersifat paksaan : cl . tolong) Nama anak Tempat/Tgl.FORMAT EVALUASI TINGKAT PENGEMBANGAN MORAL DAN NILAI-NILAI AGAMA No 1 2 3 4 Keterampilan Moral dan Nilai-nilai agama Bersenandung lagu agama Mengikuti bacaan doa Menirukan gerak ibadah Mendengarkan cerita tentang kebesaran Tuhan Tingkat Pengembangan 5 6 Mengenal “Nama” Tuhan Menanyakan dan mengajukan rasa sayang. rangkulan 7 8 9 Mengucapkan terima kasih Mengucapkan salam Mengucapkan kata-kata santun (maaf.

FORMAT EVALUASI TINGKAT PENGEMBANGAN FISIK No 1 2 3 Keterampilan Fisik Berjalan Stabil Berjalan Mundur Naik-turun tangga dengan atau tanpa berpegangan 4 5 Memanjat Berjalan mengikuti jejak secara lurus atau melingkar 6 7 8 Berjalan tanpa jatuh Mengikuti gerakan binatang Menendang. dan melempar bola dari jarak dekat 9 10 Melompat dengan dua kaki sekaligus Masuk kedalam lorong-lorong atau meja kursi atau kardus yang di susun 11 Membedakan permukaan 3 jenis benda melalui rabaan 12 13 14 Menunjuk mata boneka Merobek lurus Melipat kertas sembarang Tingkat Pengembangan Nama anak Tempat/ Tgl. menangkap. Lahir : : Keterangan kemampuan Dapat melakukan sendiri : cli .

Lahir : : Keterangan kemampuan Dapat melakukan sendiri Perlu bantuan Perlu bantuan tapi dipaksakan : : : clii .Perlu bantuan Perlu bantuan tapi dipaksakan : : FORMAT EVALUASI TINGKAT PENGEMBANGAN BAHASA No 1 2 Keterampilan Bahasa Mengenal suara di sekitar Mengatakan dalam kalimat pendek 2-4 kata 3 4 5 6 Mengerti dan melaksanakan 1 perintah Mengajukan pertanyaan Menyebutkan nama benda Tertarik pada gambar dalam buku Tingkat Pengembangan Nama anak Tempat/ Tgl.

FORMAT EVALUASI TINGKAT PENGEMBANGAN KOGNITIF No 1 2 Keterampilan Kognitif Mengelompokkan benda yang sama Mengelompokkan ( lingkaran dan bujur sangkar) 3 4 5 6 7 Membedakan besar kecil Membedakan rasa Membedakan bau Mengulang bilangan 1.4.2. Lahir : : Keterangan kemampuan Dapat melakukan sendiri Perlu bantuan : : : Perlu bantuan tapi dipaksakan cliii .5 Mengelompokkan atau pengenalan warna Tingkat Pengembangan Nama anak Tempat/ Tgl.3.

takut 7 8 Menjadi pendengar yang baik Latihan membereskan alat permainan Tingkat Pengembangan Nama anak Tempat/ Tgl. Lahir : : Keterangan kemampuan Dapat melakukan sendiri Perlu bantuan : : : Perlu bantuan tapi dipaksakan cliv .FORMAT EVALUASI TINGKAT PENGEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL No 1 Keterampilan Sosial Emosional Mengenal etika makan dan jadwal makan teratur 2 3 Mulai dapat “berbagi” Mulai mahir menggunakan toilet (WC kamar mandi) 4 5 6 Dapat ditinggalkan oleh orang tuanya Dapat memilih kegiatannya sendiri Menunjukkan ekspresi wajar saat marah. sedih.

FORMAT EVALUASI TINGKAT PENGEMBANGAN SENI No 1 2 3 Keterampilan Seni Mendengarkan musik dan mengikuti irama Bertepuk tangan dengan variasi Memukul benda-benda dengan tangan Tingkat Pengembangan Nama anak Tempat/ Tgl. Lahir : : Keterangan kemampuan Dapat melakukan sendiri Perlu bantuan Perlu bantuan tapi dipaksakan : : : clv .

clvi .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful