PROFIL PEMBINAAN PENITIPAN ANAK USIA DINI DI TAMAN PENGASUHAN ANAK MELATI SEMARANG

SKRIPSI

Diajukan Guna Menyelesaikan Studi Strata I Untuk Mendapatkan Gelar Sarjana Pendidikan

Disusun oleh : Nama : Dyah Wahyuni NIM : 1214000001

PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2005

HALAMAN PERSETUJUAN

Profil pembinaan Anak Usia Dini Di Taman Pengasuhan Anak Melati Semarang

Oleh : Nama Nim Jurusan : Dyah Wahyuni : 1214000001 : Pendidikan Luar Sekolah

Pembimbing I

Pembimbing II

Drs. K. Nurhalim, M.Pd. NIP. 130870431

Dra. Trie Suminar NIP. 132137919

Dekan FIP

Ketua Jurusan PLS

Drs. Siswanto, M.M NIP. 130515769

Drs. Achmad Rifa'i RC, M.Pd NIP. 131413232

ii

HALAMAN PENGESAHAN

Telah dipertahankan di hadapan sidang panitia Ujian Skripsi Jurusan Pendidikan Luar Sekolah fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang pada : Hari Tanggal Panitia Ujian Ketua Sekertaris : : 8 September 2005

Drs. Siswanto, M.M NIP. 130515769

Drs. Achmad Rifa'i RC, M.Pd NIP. 131413232 Penguji I

Drs. Zoedindarto. B NIP. 130345749 Penguji II

Drs. K. Nurhalim, M.Pd. NIP. 130870431 Penguji III

Dra. Trie Suminar NIP. 132137919

iii

motivasi sehingga penulisan skripsi ini dapat terselesaikan. Penulis menyadari bahwa skripsi ini tidak akan terwujud tanpa adanya bimbingan. pengarahan. Ketua Jurusan Pendidikan Luar Sekolah atas bantuannya dalam memberikan ijin untuk penelitian. 2.KATA PENGANTAR Puji syukur pada Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat dan taufiq hidayah Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan SKRIPSI dengan Judul “PROFIL PEMBINAAN PENITIPAN ANAK USIA DINI DI TAMAN PENGASUHAN ANAK MELATI SEMARANG. Drs. Khomsun Nurhalim. 4. Drs. Untuk itu penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada : 1. Tri Suminar. Drs. M.Pd Dosen pembimbing I yang tiada hentinya memberikan bimbingan dalam penulisan skripsi ini.” Penelitian ini dilaksanakan guna melengkapi syarat-syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Jurusan Pendidikan Luar Sekolah pada Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang. M. Siswanto.Pd Dosen pembimbing II yang dengan penuh kesabaran telah memberikan bimbingan. pengarahan dan bantuan dari berbagai pihak. M.Pd. Dra. M. iv . 3. Dekan FIP atas bantuannya dalam memberikan ijin untuk melaksanakan penelitian. Achmad Rifa’i RC.M.

Ny Moeljono S Trastotenojo sebagai pimpinan TPA Melati Semarang. Agustus 2005 Penulis v . Berbagai fihak yang tidak dapat penulis cantumkan satu-persatu yang telah memberikan bantuan dan motivasi dalam penulisan skripsi ini. Semarang. Oleh karena itu kritik dan saran sangat penulis harapkan demi kesempurnaan skripsi ini.5. 6. kemampuan dan pengetahuan penulis yakin bahwa skripsi ini jauh dari sempurna. Atas segala bantuannya penulis ucapkan banyak terima kasih. dengan segala keterbatasan. Penulis berharap semoga skripsi ini bermanfaat bagi pembaca.

dan mengidentifikasi faktor – faktor penunjang dan penghambat pembinaan penitipan anak usia dini di TPA Melati. kegiatan yang dilakukan di TPA Melati berupa pengasuhan dalam rangka membina. Universitas Negeri Semarang. apa saja faktor penunjang dan penghambat pembinaan anak usia dini di TPA Melati. “ Profil Pembinaan Penitipan Anak Usia Dini di Taman Pengasuhan Anak Melati Semarang “. Secara keseluruhan pembina bertatap muka dengan anak didik selama 7 – 8 jam per hari. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dalam perencanaan kurikulum dibuat oleh pengelola dan tenaga pendidik yang disarikan dari berbagai literatur tentang pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini. Adapun permasalahan yang muncul adalah bagaimana profil pembinaan penitipan anak usia dini di Taman Pengasuhan Anak Melati Semarang. Tenaga pengasuh dan orang tua anak didik di TPA Melati. 2005. 30 Wib. Daya dukung dari penyelenggaraan pembinaan penitipan anak usia dini antara lain: Pada pengorganisasian kegiatan yang diselenggarakan dikelola dengan matang oleh para personil organisasi melalui kegiatan musyawarah terlebih dahulu untuk pengambilan keputusan tentang kegiatan pembinaan. Pelaksanaan pembinaan dilakukan sesuai jadwal yang telah ditetapkan yaitu setiap Senin sampai kami mulai pukul 07. Pembinaan dilakukan dengan menyesuaikan seluruh kegiatan dengan usia dan tingkat perkembangan anak. Fokus penelitian ini adalah profil pembinaan penitipan anak usia dini di TPA Melati Semarang yang meliputi : Perencanaan. Fakultas Ilmu Pendidikan. Skripsi Jurusan Luar Sekolah.30 sampai pukul 15. pada perencanaan daya vi . Taman penitipan anak usia dini.ABSTRAK Dyah Wahyuni. pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi terfokus dan wawancara struktural diakhiri dengan observasi selektif dan wawancara kontras. Pengorganisasian disusun atas musyawarah bersama para penyelenggara TPA dengan mengacu pada pemberdayaan ibu – ibu Dharma wanita Universitas Diponegoro dan anggapan bahwa mereka dipandang mampu dan mau serta mempunyai latar belakang pengalaman yang cukup meskipun mereka tidak meneruskan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. taman pengasuhan anak Melati Semarang merupakan salah satu lembaga penyelenggara pengasuhan anak usia dini yang dikelola sejak tahun 1994. Evaluasi dilakukan oleh tenaga pendidik dengan memberikan blangko isian setiap satu bulan sekali. dan mengasuh anak usia dini serta sebagai wahana pembinaan kesejahteraan yang berfungsi sebagai pengganti keluarga untuk jangka waktu tertentu selama orang tua mereka berhalangan atau tidak memiliki waktu yang cukup untuk mengasuh anaknya karena bekerja atau sebab lain. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis kualitatif. pelaksanaan dan evaluasi. Dalam pengumpulan data tidak diabaikan juga penggunaan sumber – sumber non manusia seperti dokumen dan catatan – catatan yang tersedia. mendidik. sedangkan untuk hari Jumat mulai pukul 07. Informan terdiri dari kepala TPA. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tentang profil pembinaan penitipan anak usia dini di TPA Melati.00 sampai 12. pengorganisasian.30 Wib.

Dalam pengorganisasian perlu dipertimbangkan latar belakang pendidikan. evaluasi. Evaluasi akan terhambat jika kedatangan anak – anak ke TPA Melati hanya dalam waktu singkat. metode dan teknik yang disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak. sarana dan prasarana. pengelola sebaiknya lebih memberikan kesempatan kepada tenaga pendidik untuk mengembangkan kemampuan dengan cara mengikutkan mereka pada kegiatan – kegiatan pelatihan. pembuatan kurikulum yang mengacu pada beberapa literatur buku tentang perkembangan dan pertumbuhan anak serta perlunya peningkatan ke jenjang yang lebih tinggi. Perlu ditingkatkan kerja sama yang lebih baik antara pengelola dan tenaga pendidik. Perlu dilakukan kerjasama dalam setiap kegiatan perencanaan. Pada perencanaan penghambatnya adalah penyediaan sarana dan prasarana yang perlu adanya penggantian dengan yang baru. untuk media belajar yang sudah usang dapat diganti dengan yang baru. pengalaman dan kemampuan anggota. pengorganisasian. sarana dan prasarana yang digunakan sesuai dengan fungsinya. solusi yang diambil pengasuh adalah dengan tetap menbiarkan anak – anak tersebut bermain dengan anak – anak yang lain secara bebas tanpa paksaan dari siapapun. Daya dukung Pelaksanan pembinaan meliputi sumber belajar yang berpengalaman dibidang pengasuhan anak. letak TPA. Sistem evaluasi pembinaan yang dilakukan oleh pendidik melalui pengamatan dan observasi terhadap perkembangan anak yang melibatkan orang tua peserta didik melalui blangko isian yang telah diterapkan agar dipertahankan dan ditingkatkan. penggunaan metode dan teknik pembinaan. Berdasarkan temuan – temuan dalam penelitian disarankan agar dalam perencanaan semua anggota organisasi dilibatkan. Sedangkan faktor penghambat antara lain :Pada pengorganisasian dapat dilihat dari perlunya pemantauan yang lebih intensif dari ikatan pengurus dan pengelola untuk memantau kinerja pengasuh. Daya dukung kegiatan evaluasi di TPA Melati dapat dilihat dari respon orang tua terhadap perkembangan anak yang bisa digunakan untuk lembar evaluasi yang sangat baik. vii .dukung yang sangat berperan adalah persiapan sumber belajar yang memadai. pelaksanaan dan evaluasi yang lebih baik antara pengelola dengan tenaga pengasuh. Pada pelaksanaan hal yang menghambat adalah pernedaan minat dan pola asuh orang tua. Dalam pelaksanaan pembinaan perlu dilakukan pemantauan secara terus menerus dan berkesinambungan dari pengelola agar kesalahan dalam kegiatan pembinaan dapat dibenahi secara dini. sarana prasarana yang kurang atau perlu diperbaiki. Agar fasilitas penunjang yang ada dapat dipertahankan. Jalan keluar yang diambil pengasuh tetap memantau dan mengisi lembar evaluasi meskipun nantinya lembar tersebut tidak sampai pada orang tua anak didik. kadang kadang datang.

Kakak-kakakku yang selalu memberi motivasi dan bantuan. PERSEMBAHAN Skripsi ini saya persembahkan untuk : 1. 3. Buat “Ayah” Gue Tersayang Thanks a lot viii . 4. serta pengorbanannya. 2. ‘Kesabaran merupakan modal utama mewujudkan semua impian’. namun meskipun sulit dicapai tetapi kesatuan layak diperjuangkan untuk mencapai keberhasilan’.MOTTO DAN PERSEMBAHAN MOTTO ‘Kesatuan akan menimbulkan kekuatan. Bapak dan Ibu tercinta atas kasih sayang. doa. Adik-adikku makasih suportnya. kedamaian dan kemenangan.

........................... C... DAFTAR ISI .................... ABSTRAK ............................................. Taman Pengasuhan Anak (Penitipan Anak) ...................... Permasalahan......................... Pembinaan Anak Usia Dini ........ D........................................................................ Penegasan Istilah ..................................................................................... DAFTAR DOKUMENTASI ......................... HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN ............................................................. Sistematika Skripsi .. B................... Pendidikan Anak Usia Dini . BAB I PENDAHULUAN ............ Latar Belakang .................................................................................... KATA PENGANTAR .. DAFTAR LAMPIRAN .......................... B............. i ii iii iv vi viii ix xii xiii 1 1 4 4 5 6 9 10 19 26 ix .... F..............DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ............................................................................................................................................................................................ HALAMAN PENGESAHAN ................................................................. C....... HALAMAN PERSETUJUAN .............................................................. Tujuan Penelitian ................................................................................................................................................ Manfaat Penelitian ..................................................................................................................................................... A........................ E........................................ BAB II KAJIAN PUSTAKA A....................................................................................

.......... Penyelenggaraan Program ........................ BAB III METODOLOGI PENELITIAN A.......... Hasil Wawancara ............. Perencanaan Pembinaan .............. 5...... 7..................................................... BAB IV HASIL PENELITIAN A...................................................... 4.................................... Program Pembinaan ................................ Sarana dan Prasarana .................... E................. Analisis Data ......... Lokasi Penelitian ..................... 3...............................D...... Anak Didik ........................................ Pendekatan Penelitian ...................................................... 1..................................... C............. 8............................................... Keabsahan Data ........................ 2............................... 1..... Organisasi dan Ketenagaan TPA ........... D........................................................................ Fokus Penelitian ...................................................................... Sejarah Singkat Berdirinya TPA Melati Semarang .............................. Letak Geografis ......................................... G...................... B................ 2...................... Identitas Responden .. 3.................................... F....................................................................................... Sumber Data Penelitian ...................................................................... 28 30 31 31 32 33 37 39 41 41 42 42 46 62 71 72 73 119 119 120 122 x ... B...................... Metode Pengumpulan Data ..... Pelaksanaan Pembinaan ............ Pembahasan Hasil Penelitian ....................... 6... Hasil Penelitian .................................. Pengorganisasian ..............................

......... LAMPIRAN 123 123 126 130 131 xi ................................... Simpulan ......................... Evaluasi Pembinaan .................................................. DAFTAR PUSTAKA ...... Saran . B.. 5..........4............................................................................................... Faktor Pendukung dan Penghambat ........................................................................... BAB V SIMPULAN DAN SARAN A...saran ........................

................................................ Wawancara informan tenaga pengasuh ................... Kegiatan bercengkrama pengasuh dengan anak .. 3................... 2..................... 161 161 162 163 xii ............. Kegiatan anak bermain di luar ruangan ...................................DAFTAR DOKUMENTASI PENELITIAN Gambar 1............... Kegiatan anak istirahat setelah makan siang .............. 4.........

........................ Format evaluasi tingkat perkembangan fisik ............DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1...... 11........ Surat keterangan penelitian .................... Format evaluasi tingkat perkembangan seni .................... 137 138 6............................................................... 139 7.......... 12..................................................... Format evaluasi tingkat perkembangan motorik anak usia 0-1 tahun ........... Format evaluasi tingkat perkembangan sosial emosional .... 8.................. 17................................................. 16.................................................. Format evaluasi tingkat perkembangan fisik anak prasekolah usia 2-3 tahun ........................................................................................................ 9.............. Kisi – kisi instrumen ................... Format evaluasi tingkat perkembangan kognitif .................. Lembar Observasi ......................................................... 133 135 136 2..................................... Pedoman wawancara ............................... 14............. Format evaluasi tingkat perkembangan fisik anak prasekolah usia > 4-5 tahun .................................... 13................ Satuan kegiatan harian ....................... 15.................. Dokumentasi penelitian ......... 140 141 142 143 144 145 146 147 154 159 160 161 xiii ...... Format evaluasi tingkat perkembangan fisik anak usia 1-2 tahun .................................................................................. 3........... 4... Surat ijin penelitian ........ 5.......................... Format evaluasi tingkat perkembangan bahasa ................ Format evaluasi tingkat perkembangan moral dan nilai – nilai agama ................. 10. Format evaluasi tingkat perkembangan fisik anak usia > 3-4 tahun ..................................................... 18......................................

DAFTAR TABEL DAN SKEMA

Tabel 1. Data ketenagaan TPA Melati ................................................................... 2. Lembar observasi lingkungan fisik .......................................................... 3. Data anak didik ......................................................................................... 4. Identitas pimpinan dan tenaga pengasuh .................................................. 5. Identitas orang tua anak didik .................................................................. Skema 1. Proses teknik pengumpulan data menurut Spradley ................................. 2. Struktur organisasi TPA Melati ................................................................ 40 44 46 66 71 72 72

xiv

BAB I

PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG MASALAH
Undang - Undang Dasar 1945 mengamanatkan upaya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa serta agar pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan suatu sistem pengajaran nasional yang diatur dengan Undang - Undang. Pembangunan nasional di bidang pendidikan adalah upaya demi mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas manusia Indonesia dalam mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur berdasarkan pancasila dan undang - undang dasar 1945, yang memungkinkan warganya mengembangkan diri sebagai manusia Indonesia seutuhnya. Untuk mewujudkan pengembangan nasional dibidang pendidikan tersebut diperlukan peningkatan dan penyempurnaan penyelenggaraan pendidikan nasional, yang disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kesenian, perkembangan masyarakat dan kebutuhan pembangunan. Menurut penjelasan umum UU No. 20 tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 1 ayat 1 dikemukakan bahwa pada dasarnya pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif

mengembangkan potensi diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

xv

Iklim pendidikan perlu diciptakan pada semua jalur, seperti yang tercantum dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menyatakan jalur pendidikan terdiri atas pendidikan formal, non formal, dan informal yang dapat saling melengkapi dan memperkaya, agar perkembangan pendidikan menjadi wahana yang tepat untuk mempertinggi kualitas sumber daya manusia, untuk meletakkan dasar yang kuat demi tercapainya masyarakat yang terbuka, demokratis, adil dan sejahtera perkembangan pendidikan dengan kecenderungan baru harus diarahkan agar dapat menampung salah satu tujuan nasional, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan anak usia dini memegang peranan yang sangat penting dan menentukan bagi perkembangan anak selanjutnya, sebab PAUD merupakan fondasi bagi dasar kepribadian anak. Anak yang mendapatkan pembinaan sejak usia dini akan dapat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan fisik , mental, yang itu akan berdampak pada peningkatan prestasi belajar, etos kerja dan produktivitas. Taman penitipan anak adalah lembaga kesejahteraan sosial yang memberikan pelayanan pengganti berupa asuhan, perawatan dan pendidikan bagi anak balita selama anak tersebut ditinggal bekerja oleh orang tuanya. Perlu diketahui bahwa keberadaan taman penitipan anak atau taman pengasuhan anak merupakan suatu kebutuhan masyarakat yang mengalami perubahan struktur keluarga pada umumnya dan pada khususnya di kota-kota besar seperti Semarang. Dalam Undang-undang No: 20 tahun 2003,

xvi

kompleknya kebutuhan pendidikan anak selaras dengan perkembangan IPTEK. Taman Penitipan anak adalah Wahana pendidikan dan pembinaan kesejahteraan anak yang berfungsi sebagai pengganti keluarga untuk jangka waktu tertentu selama orang tuanya berhalangan atau tidak memiliki waktu yang cukup dalam mengasuh anaknya karena bekerja atau sebab lain. Dalam pasal 28 ayat 1 dijelaskan Pendidikan Anak Usia Dini diselenggarakan bagi anak sejak lahir sampai enam tahun dan bukan merupakan prasyarat untuk mengikuti pendidikan dasar. 2001 ). non formal dan atau informal yang berfungsi sebagai pengganti.menyatakan Pendidikan anak usia dini dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal. juga telah menuntut perlunya lembaga atau pihak lain yang mampu menangani pendidikan anak secara lebih profesional. Taman Penitipan Anak (TPA). atau bentuk lain yang sederajat. PAUD yang diselenggarakan pada jalur pendidikan non formal dapat berbentuk Kelompok Bermain (KB). Adapun maksud dan tujuan Taman Penitipan Anak adalah memberikan pelayanan xvii . penambah dan atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat. Pendidikan anak usia dini (PAUD) diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar. Salah satu lembaga yang diharapkan mampu melaksanakan fungsi tersebut adalah Taman Penitipan Anak atau Taman Pengasuhan Anak ( Depdiknas. Semakin meningkatnya jumlah orang tua yang bekerja diluar rumah membuat fungsi keluarga sebagai tempat untuk mendidik anak semakin berkurang.

B. Adapun permasalahannya yang timbul dalam penelitian ini adalah: Bagaimana profil pembinaan penitipan anak usia dini di Taman Pengasuhan Anak Melati Semarang ? Apa faktor penunjang dan penghambat pembinaan penitipan anak usia dini di Taman Pengasuhan Anak Melati Semarang ? C. 2. xviii . TUJUAN PENELITIAN Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah : 1. Faktor penunjang dan penghambat pembinaan Taman Penitipan Anak Melati Semarang.kepada anak usia dini dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal berdasarkan konsep pendidikan anak usia dini. Untuk Mendeskripsikan tentang profil pembinaan penitipan anak usia dini di Taman Pengasuhan Anak Melati Semarang. Untuk mengidentifikasi faktor penunjang dan penghambat pembinaan Taman Penitipan Anak Usia Dini Melati Semarang. Menanggapi kondisi yang demikian maka penulis akan berusaha mengungkap tentang : Profil pembinaan penitipan anak usia dini di Tempat Pengasuhan Anak Melati Semarang. PERMASALAHAN Permasalahan dapat timbul karena adanya kesenjangan antara apa yang diinginkan dengan kenyataannya.

Adapun istilah-istilah yang perlu mendapatkan penegasan dan batasan adalah sebagai berikut : Profil xix . Hasil penelitian ini di harapkan dapat menjadi referensi bagi penelitian lanjutan. pelaksanaan. Dapat memberikan manfaat bagi pembaca sebagai bahan pemikiran tentang permasalahan yang berkaitan dengan tema pendidikan anak usia dini dan taman penitipan anak ( TPA ). PENEGASAN ISTILAH Untuk menghindari kesalahan pengertian dan kesimpangan serta kekaburan kemungkinan penafsiran dalam pemakaian istilah-istilah yang berkaitan dengan judul penelitian ini.D. MANFAAT PENELITIAN Melalui penelitian ini dapat memberikan manfaat sebagai berikut: Manfaat Teoritis Sebagai bahan masukan untuk pengembangan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan PAUD khususnya pada teknik penyelenggaraan PAUD di Taman Pengasuhan Anak. evaluasi TPA. dan E. pengorganisasian. Manfaat Praktis Menambah wawasan peneliti tentang profil penyelenggaraan penitipan anak mulai dari perencanaan. maka peneliti perlu memberikan penegasan dan pembatasan tentang istilah-istilah atau kalimat-kalimat yang terangkum dalam judul penelitian. Sebagai bahan masukan dalam teknik manajemen penyelenggaraan PAUD di TPA.

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa profil adalah diskripsi atau gambaran sesuatu yang mencakup ciri-ciri yang melekat pada objek tersebut. mental dan perilaku kearah yang lebih baik atau segala usaha yang mengacu pada intensitas pembelajaran dalam kegiatan pendidikan untuk mempelajari hal-hal yang baru dengan tujuan xx . pelaksanaan. Profil pendidikan anak usia dini di Taman Pengasuhan Anak Melati mencakup perencanaan. pengorganisasian. Menurut kamus besar Bahasa Indonesia (2002:897) profil adalah grafik-grafik atau iktisar yang memberikan fakta tentang hal-hal khusus.Dalam American Peoples Encyclopedia (1962:996) profil adalah suatu gambaran yang memperhatikan tingkatan dasar pada bermacam-macam hal sesuai dengan lokasinya. Pembinaan Menurut Mangun Hardjana pembinaan diartikan sebagai suatu proses belajar dengan melepaskan hal-hal yang sudah dimiliki dengan tujuan membantu orang yang menjalaninya untuk membetulkan dan mengembangkan pengetahuan dan kecakapan baru untuk mencapai tujuan hidup dan kerja yang sedang dijalani secara lebih efektif (Mangun Hardjana. Pembinaan adalah suatu bentuk dari serangkaian kegiatan untuk merubah sikap. Penggambaran seperti ini berdasarkan data yang dikembangkan oleh pengukuran tentang profil. 1986:12). dan evaluasi.

mengarahkan dan membetulkan kearah yang lebih baik. Banyak aspek – aspek kepribadian yang dapat ditanamkan pada anak. Perkembangan sosial. disiplin. c. Perkembangan kognitif. 2001: 3). Usia dini juga merupakan periode penting bagi pembentukan kepribadian anak di kemudian hari. Anak Usia Dini Anak usia dini merupakan masa yang paling baik dan sangat kritis bagi perkembangan fisik. Taman Penitipan Anak Taman penitipan anak adalah wahana pendidikan dan pembinaan kesejahteraan anak yang berfungsi sebagai pengganti keluarga untuk jangka waktu tertentu selama orang tuanya berhalangan atau tidak memiliki waktu yang cukup dalam mengasuh anaknya karena bekerja atau sebab lain (Depdiknas. Aspek perkembangan anak tersebut meliputi : a. d. Perkembangan moral. kerjasama. namun pembinaan menekankan pengembangan manusia pada segi praktis. Perkembangan fisik – motorik. Pembinaan merupakan bagian dari pendidikan. xxi . Perkembangan emosional. Aspek perkembangan anak yaitu aspek – aspek yang dikembangkan dalam diri anak melalui PAUD. empati.mengembangkan pengetahuan. etika. b. moral – emosional dan intelektual. e. harga diri dan aktualisasi diri. motorik.

penegasan istilah dan sistematika skripsi. tujuan. halaman pengesahan. Tempat pengasuhan anak sebagaimana dimaksudkan diatas merupakan bagian dari pada pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal. atau bentuk lain yang sederajat. untuk memperhalus bahasanya maka istilah penitipan diganti dengan pengasuhan. Sistematika yang digunakan adalah sebagai berikut: BAB I : Pendahuluan. Perkembangan kreativitas dan daya cipta. 2003 : 53 – 81 ) Tempat Pengasuhan Anak “Melati” Istilah lama diartikan tempat penitipan anak. halaman motto dan persembahan. yang membahas alasan pemilihan judul. seperti yang tercantum dalam UU No. kata pengantar. manfaat. ( Suyanto. SISTEMATIKA SKRIPSI Skripsi ini dibagi dalam lima bab yang didahului dengan halaman judul. permasalahan. F. xxii . daftar isi dan intisari skripsi. Taman Penitipan Anak ( TPA ). Perkembangan bahasa dan literasi g. Slamet .f. 20 tahun 2003 bahwa pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan non formal berbentuk kelompok bermain ( KB ).

konsep dan pendapat para ahli yang ada hubungannya dengan permasalahan penelitian. lokasi penelitian. keabsahan data dan analisis data. bab ini menguraikan tentang berbagai teori. bab ini berisi uraian hasil penelitian dan pembahasan hasil penelitian. BAB III : Metode penelitian. xxiii . bab ini menguraikan tentang pendekatan penelitian. subjek penelitian. BAB : Penutup. Bagian akhir dari skripsi ini berisi daftar pustaka untuk menyusun skripsi dan lampiran. metode pengumpulan data.BAB II : Tinjauan pustaka. BAB IV : Hasil penelitian dan pembahasan. bab ini menguraikan tentang simpulan dari hasil penelitian yang dilakukan sekaligus memberikan saran terhadap obyek yang telah diteliti serta pihak tersebut.

Pendidikan anak usia dini merupakan upaya yang terencana dan sistematis yang dilakukan oleh pendidik atau pengasuh anak usia 0-8 tahun dengan tujuan agar anak mampu mengembangkan potensi yang dimiliki secara optimal (Rahman. Hibana. Pentingnya PAUD Pendidikan Anak Usia Dini memegang peranan yang sangat penting dan menentukan bagi sejarah perkembangan anak selanjutnya. xxiv . Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa pendidikan anak usia dini adalah upaya pembinaan anak usia dini (0-8 tahun) yang dilakukan melalui pemberian berbagai rangsangan pendidikan dengan tujuan agar anak mampu mengembangkan potensi yang dimiliki secara optimal. 2001: 2). 2002: 2). S.BAB II KAJIAN PUSTAKA Pendidikan Anak Usia Dini ( PAUD ) Pengertian Pendidikan Anak Usia Dini Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan pada anak dan sejak usia dini yang dilakukan melalui pemberian berbagai rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani anak agar memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan dasar dan dalam kehidupan tahap berikutnya (Depdiknas.

Proses PAUD dimulai sejak anak dalam kandungan. 2002: 45). yakni meliputi 80 % perkembangan otak.sebab pendidikan anak usia dini merupakan fondasi bagi dasar kepribadian anak. etos kerja dan produktivitas dan pada akhirnya anak akan lebih mampu untuk mandiri dan mengoptimalkan potensi yang dimiliki. maka tahap perkembangan otak pada usia dini menempati posisi yang paling vital. 80 % hingga usia 8 tahun dan selebihnya di proses hingga anak usia 18 tahun. Anak yang mendapatkan pembinaan sejak usia dini akan dapat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan fisik dan mental. Untuk mencapai kesempurnaan perkembangan otak manusia 50 % dicapai hingga usia 4 tahun. Ditinjau dari perkembangan otak manusia. masa bayi hingga anak berusia kurang dari 8 tahun. Lebih jelasnya bayi lahir telah mencapai perkembangan otak 25 % orang dewasa. bahkan secara tidak langsung sejak anak masih dalam kandungan. Fungsi dan Tujuan PAUD Fungsi PAUD berfungsi untuk : Memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada anak untuk mengikuti pendidikan anak usia dini sesuai dengan potensi yang dimiliki. yang akan berdampak pada peningkatan prestasi belajar. xxv . Oleh sebab itu usia dini disebut sebagai usia emas “Golden Age “ karena perkembangannya yang luar biasa (Rahman.

Pendidikan anak usia dini dikenal dengan istilah pendidikan prasekolah. masyarakat (kelompok bermain. 2002: 25).Undang pendidikan prasekolah. Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia.norma dan nilai kehidupan yang dianut. Berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 1990 tentang pendidikan prasekolah. (Santoso Soegeng. Dengan demikian PAUD berfungsi untuk memberikan kesempatan pada anak untuk mengikuti pembinaan dalam mengembangkan potensi anak secara utuh.Membantu memfasilitasi pengembangan potensi anak secara utuh di lingkungan keluarga. menyatakan bahwa pendidikan prasekolah adalah pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan xxvi . Tujuan PAUD Tujuan PAUD adalah mengembangkan seluruh potensi anak (the whole child) agar kelak dapat berfungsi sebagai manusia yang utuh sesuai dengan falsafah suatu bangsa (Suyanto. 2003 :3). penitipan anak). Slamet. Secara umum tujuan program PAUD adalah menfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal dan menyeluruh sesuai dengan norma. Membantu memperbaiki mutu dan relevansi pendidikan anak usia dini. Secara khusus tujuan program PAUD tercantum dalam Undang . Memberdayakan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan anak usia dini.

yaitu : Anak usia dini merupakan usia yang paling penting dalam tahap perkembangan manusia.kanak bertujuan membantu meletakkan dasar kearah perkembangan sikap. sebab usia tersebut merupakan periode diletakkannya struktur yang dibangun untuk sepanjang hidupnya. baik secara fisik. dibanding dengan sepanjang usianya yang sangat membutuhkan stimulasi fisik dan mental ( Rahman. Pengalaman awal sangat penting. Masa kanak. Menurut rumusan keputusan menteri pendidikan dan kebudayaan RI Nomor 0486/ 4/ 1992 tentang taman kanak. perilaku. yang diselenggarakan di jalur sekolah atau pendidikan luar sekolah. Perkembangan fisik dan mental mengalami kecepatan yang luar biasa. 2002: 30-31 ). disamping itu dasar awal akan cepat berkembang menjadi kebiasaan. sosial. sebab dasar awal cenderung bertahan dan akan mempengaruhi sikap dan perilaku anak sepanjang hidupnya.kanak yang menyatakan bahwa taman kanak. Sebab masa kanak. pengetahuan. Beberapa hal yang menjadi alasan pentingnya memahami karakteristik anak usia dini. moral dan sebagainya.perkembangan jasmani dan rohani anak didik diluar lingkungan keluarga sebelum memasuki pendidikan dasar. xxvii . keterampilan dan daya cipta yang diperlukan oleh anak didik dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan dan untuk pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya ( Rahman. 2002: 48 ).kanak adalah masa pembentukan fondasi dan dasar kepribadian yang akan menentukan pengalaman anak selanjutnya. Pentingnya Memahami Anak Usia Dini Anak usia dini memiliki karakteristik yang khas. psikis.kanak juga masa yang paling penting untuk sepanjang usia hidupnya.

Secara bertahap pancaindera anak difungsikan lebih sempurna.hal yang dibutuhkan oleh anak. Usia 2 – 3 Tahun Anak melaksanakan proses belajar dengan sungguh – sungguh. Mampu mengembangkan potensi anak secara optimal sesuai dengan keadaan dan kemampuannya. peraba dan perasa). Anak belajar dengan seluruh panca inderanya untuk dapat memahami sesuatu. Mengetahui tugas . Sehingga usia satu tahun anak ingin mempelajari apa saja yang dilihat dengan menggerakkan seluruh panca indera. penciuman. Cara belajar anak mengalami perkembangan seiring dengan bertambahnya usia.kanak awal. Ia memperhatikan apa saja yang ada dilingkungannya untuk kemudian ditiru. c.Dengan memahami karakteristik anak usia dini adalah diharapkan orang dewasa dapat : Mengetahui hal . yang bermanfaat bagi perkembangan hidupnya. dan dalam waktu singkat ia akan beralih ke hal lain untuk dipelajari. khususnya pada masa kanak. penglihatan. Cara Belajar Anak Usia Dini Anak pada usia dini ( 0-8 tahun ) memiliki kemampuan belajar yang luar biasa. Menaruh harapan dan tuntutan terhadap anak secara realistis.tugas perkembangan anak sehingga memberikan stimulasi kepada anak agar dapat melaksanakan tugas perkembangan dengan baik. b. secara garis besar dapat diuraikan sebagai berikut : a. Usia 4 – 6 Tahun xxviii . Keinginan anak untuk belajar menjadikan ia aktif dan eksploratif. Usia 0 – 1 tahun Anak belajar dengan mengandalkan kemampuan pancaindera (Pendengaran. Mengetahui bagaimana membimbing proses belajar anak pada saat yang tepat sesuai dengan kebutuhannya.

lebih cenderung menunjukan keceriaan. kerjasama. yaitu : a. Prinsip. Media dan sarana. Menyediakan fasilitas agar anak belajar melalui bermain dan bermain sambil belajar c. dan keterlibatan secara total dengan kegiatan anak.prinsip PAUD Prinsip. Pada penelitian ini peneliti dapat melakukan pengamatan mengenai cara belajar anak seiring dengan bertambahnya usia anak dan kebutuhan perkembangannya Karakteristik Program PAUD Program pendidikan untuk anak usia dini memiliki karakteristik tersendiri. d. termasuk juga cara penyampaian.Kemampuan berbahasa anak semakin baik. Beberapa karakteristik program pendidikan anak usia dini. begitu anak mampu berkomunikasi dengan baik maka akan segera diikuti proses belajar anak dengan cara bertanya. Hal utama yang membedakan karakteristik program pendidikan anak usia dini adalah tuntutan tingkat perkembangan dan cara belajarnya. Sistem evaluasi.prinsip PAUD. Tingkat perkembangan dan cara belajar anak membawa konsekuensi langsung terhadap sifat dan isi program pendidikan anak usia dini . Desain ruangan. xxix . ia menggunakan pancainderanya untuk menangkap berbagai informasi dari luar. sistem evaluasi yang dilakukan untuk anak usia dini lebih bersifat natural. Usia 7 – 8 Tahun Perkembangan anak dari berbagai aspek sudah semakin baik. Anak adalah peserta didik aktif b. yaitu suatu program pembelajaran yang dapat menyajikan suatu aktivitas anak secara terpadu. antara lain : a. d. Materi pelajaran. e. alamiah. lebih terintegrasi. b. berbeda dengan program pendidikan sesudahnya. Mendorong anak untuk membangun dan mengembangkan idenya sendiri. aman dan menyenangkan. kreatif dan menantang bagi anak untuk bereksplorasi. f. Memberikan kesempatan anak untuk berpartisipasi aktif d. perlu dipilih sarana yang memudahkan dan memancing anak untuk terlibat. Anak melaksanakan proses belajar dengan cara yang semakin komplek. perlu lebih meriah. mulai mampu membaca dan berkomunikasi secara halus. Metode pendidikan. Karakteristik guru. c. lebih menekankan metode yang bersifat rekreatif daripada metode ceramah.

pengembangan.kanak merupakan jenjang pendidikan setelah Playgroup. intelektual. sebelum anak masuk sekolah dasar. Kelompok bermain Taman bermain merupakan tempat bermain dan belajar bagi anak sebelum memasuki taman kanak. Pendidikan keluarga merupakan pendidikan pertama dan utama bagi anak.anak balita yang dikhawatirkan akan mengalami hambatan dalam pertumbuhannya. Sekolah Dasar Sekolah Dasar adalah jenjang pendidikan formal pertama setelah taman kanak. (Depdiknas. 2002: 58-62). Hibana.Kanak Al-Qur’an ) TKA adalah program bagi anak usia 4-6 tahun. yang materinya lebih menekankan pada materi Al-Qur’an. yang materinya lebih menekankan pada materi Al-Qur’an. perawatan dan pendidikan bagi anak balita selama anak tersebut ditinggal bekerja oleh orang tuanya (Rahman. 2002: 55 ). xxx . TPA ( Taman Pendidikan Al-Qur’an ) TPA merupakan program pendidikan bagi anak usia 7-12 tahun. TPA adalah wahana pendidikan dan pembinaan kesejahteraan anak yang berfungsi sebagai pengganti keluarga untuk jangka waktu tertentu selama orang tuanya berhalangan atau tidak memiliki waktu yang cukup dalam mengasuh anak karena bekerja atau sebab lain. emosional dan sosial. bentuk . Pelayanan ini diberikan dalam bentuk peningkatan gizi.Kanak Taman kanak.kanak.e. 2002: 59). karena ditinggalkan orang tua atau ibunya bekerja. Memotivasi anak untuk mengembangkan potensi diri tanpa takut berbuat salah ( Rahman. Taman Penitipan Anak ( TPA ) Usaha Kesejahteraan Sosial RI.bentuk program PAUD sebagai berikut : Pendidikan keluarga ( 0-3 Th ) Pada tahap ini pendidikan anak masih berada pada lingkup terkecil. S. TKA ( Taman Kanak. Taman penitipan anak merupakan lembaga kesejahteraan sosial yang memberikan pelayanan pengganti berupa asuhan. yakni keluarga. sebab pendidikan keluarga merupakan fondasi bagi anak untuk membangun struktur kepribadian selanjutnya.kanak (Rahman. 2001: 3) Menurut Rapat koordinasi anak. tempat penitipan anak adalah lembaga sosial yang memberikan pelayanan kepada anak. Taman Kanak. Bentuk.Bentuk Program PAUD Program pendidikan anak usia dini ( 0-8 Th ) memiliki beberapa bentuk organisasi.

karena ditinggalkan orang tua atau ibunya bekerja. perawatan dan pendidikan bagi anak balita selama anak tersebut ditinggal bekerja oleh orang tuanya ( Rahman. pendidikan. 59 ). pembinaan yang dilakukan lembaga xxxi .anak balita yang dikawatirkan akan mengalami hambatan dalam pertumbuhannya. emosional dan sosial (Patmonodewo. 1986:12).Dengan melihat bentuk – bentuk program pendidikan anak usia dini dapat disimpulkan bahwa Taman Pengasuhan atau Penitipan Anak Melati merupakan salah satu bagian dari program pembinaan anak. Dengan demikian pembinaan penitipan anak usia dini di TPA Melati merupakan latihan. dikemukakan TPA merupakan lembaga sosial yang memberikan pelayanan kepada anak . Dalam Rapat hasil koordinasi “Usaha Kesejahteraan Anak“ Departemen sosial RI. pengembangan intelektual. Pelayanan ini diberikan dalam bentuk peningkatan gizi. 2002. Penitipan anak atau TPA adalah lembaga kesejahteraan sosial yang memberikan pelayanan pengganti berupa asuhan. Pembinaan Anak Usia Dini Pengertian Menurut Mangun Hardjana pembinaan diartikan sebagai suatu proses belajar dengan melepaskan hal-hal yang sudah dimiliki dengan tujuan membantu orang yang menjalaninya untuk membetulkan dan mengembangkan pengetahuan dan kecakapan baru untuk mencapai tujuan hidup dan kerja yang sedang dijalani secara lebih efektif (Mangun Hardjana. 2003: 71).

memecahkan masalah dan menemukan hubungan sebab akibat. mengenal dan percaya akan ciptaan Tuhan dan mencintai sesama. pengembangan fisik. serta menerima rangsangan sensorik ( pancaindera ). kritis. Anak mampu mengelola ketrampilan tubuh termasuk gerakan – gerakan yang mengontrol gerakan tubuh. memberi alasan. Tujuan khusus Kegiatan pembinaan secara khusus bertujuan agar : Anak mampu melakukan ibadah. Tujuan Pembinaan Anak Usia Dini Tujuan Umum Kegiatan pembinaan bertujuan mengembangkan potensi anak sejak dini sebagai persiapan untuk hidup dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya termasuk siap memasuki pendidikan dasar.dengan memberikan pelayanan kepada anak usia dini yang dikawatirkan akan mengalami hambatan dalam pertumbuhannya selama ditinggal orang tua atau ibunya bekerja dalam bentuk pengembangan moral dan nilai – nilai agama. gerakan halus dan gerakan kasar. Anak mampu menggunakan bahasa untuk pemahaman bahasa pasif dan dapat berkomunikasi secara efektif yang bermanfaat untuk berfikir dan belajar. pengembangan bahasa. pengembangan sosial . Anak mampu berfikir logis. xxxii . dan pengembangan seni.emosional. pengembangan kognitif.

Titik tolak hendaknya pada apa yang dapat dikerjakan anak.Anak mampu mengenal lingkungan alam. peranan masyarakat dan menghargai keragaman sosial serta mampu mengembangkan konsep diri. Fisik. Prinsip-prinsip pembinaan 1) Program pembinaan dibangun berdasarkan prinsip-prinsip pendidikan anak secara tepat. PAUD merupakan interaksi antara anak dengan lingkungan. Hibana. Masa peka untuk mempelajari sesuatu pada tahap perkembangan tertentu perlu di observasi. bertepuk tangan serta menghargai hasil karya yang kreatif ( Depdikbud. xxxiii . birama. nada. 2002: 4 ). dimana dalam lingkungan tersebut termasuk orang dewasa dan pengetahuan itu sendiri ( Rahman. berbagai bunyi. kontrol diri dan rasa memiliki. Motivasi intrinsik akan menghasilkan inisiatif tersendiri (Self Directed Activity) yang sangat bernilai. Adapun prinsip – prinsip pendidikan untuk anak usia dini seperti yang dirumuskan oleh Tina Bruce (1987) dalam tulisan Aswarni Sudjud (1997) ada sepuluh prinsip – prinsip pendidikan anak usia dini. mental dan kesehatan sama pentingnya seperti berfikir dan aspek psikis lainnya. Program pendidikan pada anak usia dini perlu menekankan disiplin. Bertahap adalah mengikuti tahap perkembangan usia anak yaitu usia 3 bulan sampai 3 tahun dan usia 3 tahun sampai 6 tahun. sikap positif terhadap belajar. yaitu : Usia anak adalah sebagian dari kehidupan secara keseluruhan. 53-55 ). merupakan masa persiapan untuk menghadapi kehidupan yang akan datang. Orang – orang yang ada disekitar anak dalam melaksanakan interaksi dengan anak merupakan hal yang penting. Penyelenggaraan Program Pembinaan Adapun penyelenggaraan program pembinaan anak mencakup : Program pembinaan Program pembinaan yang dipergunakan adalah kurikulum program pembinaan yang dibuat lembaga sesuai dengan kebutuhan anak usia dini. Suatu kehidupan terjadi dalam diri anak ( inner life ) khususnya pada kondisi yang menunjang. bertahap dan terpadu. lingkungan sosial. S. 2002. Anak memiliki kepekaan terhadap irama. bukan apa yang tidak dapat dikerjakan anak. Pembelajaran pada anak usia dini saling terkait tidak dapat di pisahkan.

2) 3) 4) 5) Tersedianya sarana dan prasarana pembinaan Adanya kurikulum pembinaan Adanya tenaga pembinaan yang melaksanakan kurikulum program pembinaan Tersedianya sumber dana untuk pelaksanaan pembinaan Proses Pembinaan 1) Proses pembinaan dalam satu hari minimal 2 jam @ 45 menit atau disesuaikan dengan kebutuhan situasi dan kondisi anak. mengenal. keluarga. 2001:5-6).prinsip perencanaan Dalam menyusun perencanaan.Berulang artinya latihan atau simulasi diberikan secara berulang-ulang (anak memerlukan pengulangan dalam belajar) Terpadu adalah mengintegrasikan seluruh aspek pengembangan anak (pembentukan perilaku melalui pembahasan dan pengembangan kemampuan dasar). 2) Proses pembinaan dalam satu minggu minimal 3 kali pertemuan atau dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. hendaknya memperhatikan prinsip – prinsip sebagai berikut : xxxiv . Pengorganisasian a. 3) Program pembinaan menekankan proses interaksi dengan orang dewasa. teman sebaya dan bendabenda disekitarnya. ( Depdikbud. dan tingkat perkembangan yang berbeda-beda pada setiap anak secara individual.kurangnya 3 bulan sampai dengan 6 tahun (kecuali pada kasus khusus) dengan sejumlah lima orang atau lebih. bakat. 2) Program pembinaan disesuaikan dengan usia. mencoba benda-benda). 5) Program pembinaan memberikan pengalaman nyata bagi anak sehingga termotivasi dan memperoleh pengalaman belajar yang bermakna. situasi dan kondisi anak (Depdiknas. 4) Program pembinaan dikembangkan untuk memberi kesempatan anak untuk berpartisipasi aktif melalui kegiatan permainan (menyentuh. minat. kelompok dan atau organisasi kemasyarakatan dalam penyelenggaraan pembinaan yang memenuhi syarat sebagai berikut : 1) Adanya anak didik berusia sekurang . kemampuan. Perencanaan Prinsip . 2001:7-8 ) Organisasi penyelenggara Organisasi penyelenggaraan taman pengasuhan anak adalah perorangan.

a) Berorientasi pada kebutuhan dan usia anak dalam berbagai pengembangan yang ingin dicapai dalam pembinaan. Satuan kegiatan harian Satuan kegiatan mingguan b. Pelaksanaan 1) Tema Merupakan wadah yang berisi unsur-unsur kegiatan untuk mengembangkan kemampuan anak. menyanyi) xxxv . bercerita. pengembangan sosial-emosional. 2) Metode pembinaan (bermain sambil belajar) a) Persyaratan metode : Membuat anak aktif dan banyak terlibat Memberi kesempatan pada anak untuk mengembangkan kreativitas Sesuai dengan usia dan kemampuan anak Tidak membosankan anak Memungkinkan bagi anak untuk memilih aktivitas b) Metode pokok (Bermain) c) Metode pelengkap (Latihan. Tema yang diberikan sesuai dengan kemampuan anak dan usia anak yang berisi tentang tema keagamaan. dan pengembangan seni. b) Pembinaan dilakukan dalam suasana bermain sambil belajar. pengembangan bahasa. pengembangan kognitif. pengembangan fisik.

untuk memperhalus bahasanya maka istilah penitipan diganti dengan pengasuhan. xxxvi . sarana dan peralatan pendukung belajar. c. Taman Pengasuhan Anak atau Penitipan Anak Pengertian Taman Penitipan Anak Istilah lama diartikan tempat penitipan anak.3) Persiapan sarana pembinaan Persiapan sarana pembinaan anak berupa perlengkapan ruangan. 4) Pengelolaan proses pembinaan Pengelolaan proses pembinaan dilakukan penyelenggara berupa persiapan – persiapan yang dilakukan bersama dengan pengasuh mulai dari proses pembinaan (pelaksanaan) yang berakhir pada penilaian atau evaluasi. Penilaian Pembinaan / evaluasi Penilaian pembinaan dilakukan dengan menggunakan instrumen dalam bentuk pengamatan observasi yang digunakan untuk merekam proses dan hasil dari suatu aktivitas sehari-hari di TPA d. Komunikasi Lembaga mengkomunikasikan hasil pembinaan dengan memberikan format penilaian yang telah diisi kepada orang tua untuk digunakan sebagai hasil akhir yang telah ditempuh dalam tiap tahap perkembangan anak.

emosional dan sosial. (Depdiknas. 2002. Tujuan TPA xxxvii . Hibana. intelektual. ( Rahman. pengembangan. Taman penitipan anak merupakan lembaga kesejahteraan sosial yang memberikan pelayanan pengganti berupa asuhan. Tempat Penitipan Anak adalah lembaga sosial yang memberikan pelayanan kepada anak.anak balita yang dikhawatirkan akan mengalami hambatan dalam pertumbuhannya. karena ditinggalkan orang tua atau ibunya bekerja. Pelayanan ini diberikan dalam bentuk peningkatan gizi. 59 ).Tempat Penitipan Anak adalah wahana pendidikan dan pembinaan kesejahteraan anak yang berfungsi sebagai pengganti keluarga untuk jangka waktu tertentu selama orang tuanya berhalangan atau tidak memiliki waktu yang cukup dalam mengasuh anak karena bekerja atau sebab lain. 2001: 3) Menurut rapat koordinasi Usaha Kesejahteraan Sosial RI. perawatan dan pendidikan bagi anak balita selama anak tersebut ditinggal bekerja oleh orang tuanya. Fungsi dan tujuan TPA Fungsi TPA Fungsi TPA adalah wahana pendidikan dan pembinaan kesejahteraan anak sebagai pengganti keluarga untuk jangka waktu tertentu selama orang tuanya berhalangan atau tidak memiliki waktu yang cukup dalam mengasuh anaknya karena bekerja atau sebab lain (Depdiknas. 2001: 3). S.

1) Memberikan pelayanan kepada anak usia dini dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal berdasarkan konsep PAUD. 1992: 41).D. Sudjana. Menurut William Kami (1986) menyatakan untuk mendorong kemampuan berfikir anak sebaiknya guru merancang suatu kegiatan yang memungkinkan masing – masing anak untuk mendapatkan kesempatan khusus untuk memutuskan sendiri kegiatan mana yang dipilih. Dikatakan sistematik karena perencanaan dilaksanakan dengan menggunakan prinsip – prinsip tertentu dalam proses pengambilan keputusan. Penyelenggaraan Program Perencanaan Kegiatan dalam bentuk apapun akan dapat berjalan dengan baik apabila direncanakan sebelumnya. serta tindakan atau kegiatan yang terorganisasi. sebab hanya dengan perencanaan yang baik maka suatu kegiatan tersebut hampir dapat dipastikan akan berjalan dengan baik pula. Perencanaan adalah proses yang sistematis dalam pengambilan keputusan tentang tindakan yang akan dilakukan pada waktu yang akan datang (H. penggunaan pengetahuan dan teknik secara alamiah. 2) Meningkatkan pengetahuan. Pada perencanaan kegiatan ini terlebih dahulu pengelola dan tenaga pengasuh membuat xxxviii . ketrampilan dan sikap keluarga yang mempunyai anak usia dini dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal.

Menurut Hani Handoko. 1995 : 76). Pelaksanaan Setelah perencanaan dan pengorganisasian maka fungsi pelaksanaan baru dilakukan agar dapat merealisasikan tujuan yang ingin dicapai.satuan kegiatan harian dan satuan kegiatan mingguan yang pembuatannya dimusyawarahkan dalam forum. Pengorganisasian Pengorganisasian merupakan usaha untuk mengintegrasikan sumber-sumber manusiawi dan non manusiawi yang diperlukan kedalam suatu kesatuan dalam melaksanakan kegiatan sebagaimana telah direncanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. 1994 pengorganisasian merupakan suatu proses mengelompokkan dan mengatur serta membagi tugas-tugas atau pekerjaan diantara para anggota organisasi agar tujuan organisasi dapat dicapai dengan efisien. Dalam proses manajemen pelaksanaan merupakan proses yang sangat penting sebagai tindak lanjut dari fungsi perencanaan dan pengorganisasian. (Didiet Hardjito. Pelaksanaan pembinaan penitipan anak dilakukan secara pelan dan pasti yang menyangkut pengembangan moral dan nilai – nilai xxxix . Untuk pengorganisasian kegiatan dilakukan bersama – sama oleh pengurus dan pengasuh dalam musyawarah yang didalamnya dibahas secara teknis penyelenggaraan program pembinaan.

dan pengembangan seni. pengembangan sosial . 2003 : 138). emosional. Dalam pembinaan ini evaluasi dilakukan melalui kegiatan pengamatan yang dijalankan pengasuh untuk mengetahui tingkat perkembangan anak secara pasti dalam tiap harinya.emosional. (Patmodewo. Evaluasi Menurut Brewer (1992) penilaian atau evaluasi adalah penggunaan sistem evaluasi yang bersifat menyeluruh untuk menentukan kualitas dari suatu program atau kemajuan dari seorang anak.agama. xl . fisik maupun perkembangan intelektual. pengembangan bahasa. pengembangan fisik. Biasanya penilaian dikaitkan dengan penilaian terhadap perkembangan sosial. pengembangan kognitif.

tetapi mendeskripsikan. Agar peneliti dapat mendeskripsikan secara jelas dan rinci serta dapat memperoleh data yang mendalam dari fokus penelitian ini. yaitu : xli . Pendekatan Penelitian Menurut (FX. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif karena tidak menggunakan angka-angka. 27-30) dalam Moleong (2002: 4-8) bahwa penelitian kualitatif memiliki lima ciri. 1999) hakekat penelitian adalah untuk mencari kebenaran yang dapat diujikan oleh orang secara obyektif untuk memperoleh kebenaran ilmiah. menurut Bodgan dan Biklen (1982.BAB III METODE PENELITIAN A. maka peneliti menggunakan metode kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan kualitatif yaitu pendekatan yang memandang obyek kajian terdiri dari unsur yang saling terkait dan mendeskripsikan fenomena yang andal (Arikunto. 1993:203). Untuk memperoleh kebenaran tersebut digunakan metode pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Sesuai dengan judul yaitu tentang Profil Pembinaan Penitipan Anak Usia Dini di Taman Pengasuhan Anak Melati maka. menguraikan dan menggambarkan tentang permasalahan yang akan di bahas yang berkenaan dengan profil pembinaan anak usia dini di Taman Penitipan Anak dan faktor penunjang serta penghambat pembinaan. Sudarsono.

5. Lokasi dalam penelitian ini adalah tempat pengasuhan anak Melati Jl. xlii . Profil pembinaan penitipan anak usia dini di Taman Pengasuhan Anak Melati. sehingga permasalahan tidak terlalu luas. Dilaksanakan dengan latar alami. B. pelaksanaan. karena merupakan alat penting adalah adanya sumber data yang langsung dari peristiwa. 4.1. dengan ruang lingkup perencanaan. Lebih mementingkan tentang makna (essensial). pemilihan lokasi penelitian tersebut karena TPA Melati berada di tengah lingkungan perkantoran / kampus. Dalam menganalisis data cenderung cara induktif. Penentuan lokasi penelitian dimaksudkan untuk mempermudah dan memperjelas obyek yang menjadi sasaran penelitian. C. Lebih memperhatikan proses daripada hasil atau produk semata. yaitu: 1. Bersifat deskriptif yaitu data yang dikumpulkan berbentuk kata-kata atau gambar daripada angka. Hayam Wuruk 1A Semarang. 2. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian adalah obyek penelitian dimana kegiatan penelitian dilakukan. Fokus Penelitian Fokus penelitian berisi pokok kajian yang menjadi pusat perhatian. 3. pengorganisasian. dan evaluasi.

Dalam penelitian ini sumber data terdiri dari sumber data primer dan sumber data sekunder. Untuk mendukung kegiatan penelitian ini. sedangkan sumber data sekunder berasal dari dokumentasi.2. pengasuh. 2001: 90 ). anak didik baik itu mengenai sarana prasarana maupun lingkungannya. Pengambilan informasi penelitian dilakukan dengan mengambil informasi dari satu orang kepala TPA. orang tua. Informan adalah orang. dan 5 orang tua peserta didik. 4 orang pengasuh. Pemilihan informan penelitian berdasarkan pada tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui Profil TPA Melati dan faktor penunjang serta penghambat pembinaan. Sumber Data Penelitian Menurut Lofland dan Lofland (1984 : 47) Sumber data utama dalam penelitian kualitatif adalah kata-kata dan tindakan selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dan lain . dilakukan pengumpulan data primer melalui wawancara yang bersumber dari informan penelitian. D.orang yang dimanfaatkan untuk memberikan informasi tentang situasi dan kondisi. 2001 : 112 ). Adapun sumber data primer berupa wawancara kepada informan dan observasi.lain ( Moleong. Faktor penunjang serta penghambat pembinaan penitipan anak usia dini yang berasal dari penyelenggara. Adapun penulis memilih 10 informan tersebut didasarkan pada keaktifan beliau – beliau berada di TPA Melati diantaranya 1 orang pimpinan dan 4 orang pengasuh yang selalu ada di TPA dan 5 orang tua xliii . latar belakang penelitian ( Moleong.

peneliti mengobservasi terlebih dahulu situasi sosial lokasi penelitian. Adapun yang dilakukan adalah pengumpulan data lewat wawancara. Untuk memperoleh data dan informasi yang sebanyak banyaknya. maka peneliti harus lebih dahulu mengadakan survey terhadap situasi sosial dan kondisi sasaran penelitian. Pengamatan memungkinkan peneliti mencatat peristiwa dalam situasi proporsional maupun pengetahuan yang langsung diperoleh dari data. adapun metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah sebagai berikut : 1. Teknik pengamatan didasarkan atas pengalaman secara langsung. Untuk mengetahui gambaran awal tentang subyek penelitian. xliv .anak didik yang aktif menitipkan anaknya disana. Teknik pengamatan juga memungkinkan melihat dan mengamati sendiri. Metode Observasi Merupakan metode pengumpulan data esensial dalam penelitian terlebih menggunakan pendekatan kualitatif. E. c. Teknik pengamatan memungkinkan peneliti mampu memahami situasi-situasi yang rumit. d. Pengamatan atau observasi dimanfaatkan sebesar-besarnya seperti yang dikemukakan oleh Guba dan Lincoln (1981: 191-193) bahwa: a. Metode Pengumpulan Data Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis data dilakukan bersama dengan pengumpulan data. b.

b. Dalam penelitian ini peneliti melakukan wawancara dengan orang tua anak asuh TPA Melati. memproyeksikan sesuatu yang diharapkan dimasa depan (Guba dan Lincoln dalam Moleong. Metode Wawancara Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. pendidikan terakhir. umur. Wawancara dan observasi dipedomani dan dikembangkan sebagaimana yang diajukan oleh Spadley (Sanapiah: 1999: 91-108) yang diawali dengan observasi dan wawancara struktural serta diakhiri dengan observasi selektif dan wawancara kontras. Orang tua anak asuh TPA Melati 1) Identitas Orang tua. organisasi. jenis kelamin. tempat/ tanggal lahir. kejadian. peneliti mengadakan pengamatan situasi sosial lokasi penelitian serta mengetahui secara langsung kegiatan pengasuhan yang terjadi di TPA Melati Semarang. Tenaga Pengasuh xlv . sesuatu dimasa lalu. Metode pengumpulan data dalam bentuk komunikasi verbal yang dapat mengkonstruksikan mengenai orang. pelaksanaan dan evaluasi pembinaan anak di TPA Melati. Dalam pengumpulan data tidak diabaikan juga penggunaan sumber-sumber non manusia seperti dokumentasi dan catatan-catatan yang tersedia. 2. 2) Pendapat orang tua tentang motivasi orang tua dan peran orang tua dalam proses. kegiatan. Setiap pertanyaan diarahkan pada bidang yang sedang diteliti yaitu pembinaan penitipan anak usia dini di Taman Pengasuhan Anak Melati Semarang. Adapun garis besar pertanyaan yang akan ditanyakan dalam wawancara tersebut adalah : a. pekerjaan dan alamat. Wawancara dilakukan melalui tanya jawab langsung kepada nara sumber (informan) yang dapat dipercaya kebenarannya. Metode wawancara adalah suatu metode pengumpulan data dengan jalan wawancara yaitu mendapatkan informasi dengan cara bertanya langsung kepada responden. 2000:135). tenaga pengasuh di TPA Melati. dan pimpinan TPA Melati. Adapun pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan wawancara terstruktur dimana pada wawancara ini menggunakan pedoman wawancara yang dijabarkan dalam bentuk deskripsi. meliputi : Nama. hasil pertanyaan atau jawaban ditulis dalam lembaran yang disediakan.Dalam observasi atau pengamatan ini.

3) Faktor penunjang dan penghambat pembinaan. c. xlvi . serta evaluasi akhir dari pembinaan.1) Identitas Tenaga Pengasuh meliputi : Nama. 2) Pendapat tenaga pengasuh tentang pembinaan penitipan anak di TPA Melati yang berkaitan dengan metode pembinaan. Pimpinan TPA 1) Identitas Pimpinan TPA. Dokumentasi Metode dokumentasi adalah suatu metode yang mencari data mengenai hal-hal yang berupa catatan suatu buku. tempat / tanggal lahir. 3. Dokumen dan record digunakan karena merupakan sumber yang stabil. pendidikan terakhir. Menurut Guba dan Lincoln dalam Moleong (2000:160) ada beberapa alasan dari penggunaan dokumentasi. 3) Faktor penunjang dan penghambat pembinaan. c. meliputi : Nama. umur. Dokumen ini dimaksudkan untuk melengkapi data dari wawancara dan observasi. antara lain : a. pendidikan terakhir. b. umur. alasan pemilihan metode. tempat / tanggal lahir. Keduanya berguna dan sesuai untuk penelitian kualitatif. kaya dan mendorong. pekerjaan dan alamat. Berguna sebagai bukti untuk suatu pengujian. Dokumentasi juga dimaksudkan sebagai rekaman suatu peristiwa yang lebih dekat dengan percakapan dan memerlukan interpretasi yang berhubungan sangat dekat dengan konteks rekaman peristiwa. pekerjaan dan alamat. 2) Pendapat pimpinan tentang pembinaan penitipan anak di TPA Melati. jenis kelamin. surat kabar. majalah dan sebagainya. jenis kelamin.

d. Relatif murah dan tidak sukar diperoleh. e. Keduanya tidak sukar ditemukan. Dalam penelitian ini, peneliti mengambil bahan-bahan sumber dan data-data dokumentasi yang ada di Taman Pengasuhan Anak Melati berupa foto - foto pelaksanaan kegiatan penelitian, data - data lain berupa buku – buku referensi lain yang berkaitan dengan tema pengasuhan anak usia dini.

F. Keabsahan Data
Menurut Lincoln dan Guba (dalam Moleong, 2000:173) ada empat kriteria yang digunakan dalam penelitian kualitatif untuk keabsahan data, yaitu : 1. Derajat kepercayaan (Credibility). 2. Keteralihan (Transferability). 3. Kebergantungan (Dependability). 4. Kepastian (Confirmability). Kriteria keabsahan data diterapkan dalam rangka membuktikan temuan hasil penelitian dengan kenyataan yang diteliti di lapangan. Teknik-teknik yang digunakan untuk melacak atau membuktikan kebenaran atau taraf kepercayaan data melalui ketekunan pengamatan (persistent observation), triangulasi (triangulation), pengecekan dengan teman sejawat. Untuk membuktikan keabsahan data dalam penelitian ini, teknik yang digunakan hanya terbatas pada teknik pengamatan lapangan dan triangulasi. Dezim dalam Moleong (2000:278) membedakan 4 macam triangulasi, yaitu : 1. Triangulasi sumber maksudnya membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda dalam metode kualitatif. xlvii

2. Triangulasi

metode

maksudnya

menurut

Patton

dalam

Moleong

(2000:178) terdapat dua strategi, yaitu : a. Pengecekan derajat kepercayaan penemuan hasil penelitian beberapa teknik pengumpulan data. b. Pengecekan derajat kepercayaan beberapa sumber data dengan metode yang sama. 3. Triangulasi peneliti maksudnya memanfaatkan peneliti untuk keperluan pengecekan kembali derajat kepercayaan data. 4. Triangulasi teori maksudnya membandingkan teori yang ditemukan berdasarkan kajian lapangan dengan teori yang telah ditemukan para pakar. Teknik triangulasi dalam penelitian ini adalah triangulasi sumber dengan pertimbangan bahwa untuk memperoleh informasi dari para informan perlu diadakan croscek antara satu informan dengan informan yang lain sehingga akan diperoleh informasi yang benar – benar valid. Informasi yang diperoleh Diusahakan dari narasumber yang benar- benar mengetahui akar permasalahan dalam penelitian ini.

G. Analisis Data
Bersamaan dengan proses pengumpulan data dilakukan juga analisis data. Alur analisis mengikuti pendapat Spradley dalam Sanapiah (1990:91-108) dengan mereduksi banyaknya data yang diperoleh, diklasifikasikan dalam domain untuk memperoleh gambaran yang bersifat umum dan relatif menyeluruh dari suatu fokus permasalahan yang diteliti.

xlviii

Analisis data dilakukan bersamaan dalam proses pengamatan dan wawancara deskriptif, selanjutnya dilakukan analisis taksonomik yang berusaha merinci lebih lanjut, mengorganisasikan atau menghimpun elemen-elemen yang sama. Analisis taksonomik dilakukan bersamaan dengan pengamatan terfokus dan wawancara struktural. Dalam tahap ini terkait dengan fokus penelitian, yaitu : “Profil pembinaan penitipan anak usia dini di Taman Pengasuhan Anak Melati Semarang dan Faktor penunjang dan penghambat pembinaan”. Selanjutnya dilakukan analisis komponensial dengan mengorganisasikan kontras antar elemen dalam domain yang diperoleh dari pengamatan dan wawancara terseleksi dan kemudian dilanjutkan dengan analisis tema untuk mendeskripsikan secara menyeluruh dan menampilkan makna dari yang menjadi fokus penelitian.

Deskriptif Terfokus
selektif

Struktural Deskriptif

kontras

Skema alur analisis data Spradley (Sanapiah, 1990: 91-108) Ket: Diawali dengan pengamatan dan wawancara struktural serta diakhiri dengan observasi selektif dan wawancara kontras.

xlix

Penjelasan dari skema diatas sebagai berikut : Pengamatan Deskriptif dilakukan untuk melihat secara umum tentang kondisi TPA Melati, setelah itu dilakukan pengamatan yang terfokus pada objek yang akan diteliti mengenai profil. Proses selanjutnya dilakukan pengamatan secara selektif untuk melihat bagaimana kegiatan pembinaan mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasi, bersama dengan proses pengamatan itu juga dilakukan wawancara Deskriptif kepada pimpinan TPA untuk memperoleh gambaran secara umum tentang sejarah singkat, letak geografis. Selanjutnya dilakukan wawancara terstruktur secara mendalam kepada pengasuh dan orang tua untuk mengungkap fokus penelitian. Untuk melengkapi dan mendukung data yang diperoleh, kemudian dilakukan pengambilan dokumentasi. Melalui kegiatan ini dapat diperoleh berbagai kejadian- kejadian yang dapat memperjelas dari setiap kegiatan.

l

Hasil Penelitian Hasil penelitian pada dasarnya merupakan data yang diperoleh melalui metode wawancara. tetapi sebelum disampaikan hasil penelitiannya terlebih dahulu disampaikan gambaran umum mengenai Taman Pengasuhan Anak Melati Semarang (TPA) mengingat TPA tersebut sebagai tempat dilaksanakannya penelitian ini. dan dokumentasi. TPA Melati sejak berdiri dikelola oleh para istri pendiri dan ibu – ibu Dharma Wanita UNDIP sampai sekarang. 1. observasi. Sejarah singkat TPA Melati Semarang. yang tercatat dalam akta notaris nomor 18 tahun 1994 dan dipelopori oleh beberapa Dosen dan Guru Besar Universitas Negeri Diponegoro yang pada saat itu menjabat di Universitas Diponegoro.BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Taman Pengasuhan Anak Melati (TPA) Semarang berdiri pada tanggal 31 Maret 1994. li .

ibu Dharma wanita UNDIP dan dikepalai oleh Ny Moeljono. mendorong peran keluarga untuk memenuhi fungsi keluarga. kesehatan. sosial dan dalam bidang jasa. TPA Melati berada dibawah naungan Universitas Diponegoro dengan tenaga administrasi maupun tenaga teknis yang membantu kerja kepala TPA Melati.Taman Pengasuhan Anak Melati Semarang dr diresmikan pada tanggal 31 Maret 1994 oleh Prof Moeljono Soegiarto Trastotenejo yang pada saat itu menjabat sebagai Rektor UNDIP. asuhan. membantu ibu pekerja untuk meningkatkan produktivitas kerja yang optimal. membantu program pemerintah dalam bidang pendidikan. Peresmian TPA sebagai kenang-kenangan beliau mendekati masa pensiun. bimbingan dan pembinaan dalam pertumbuhan dan perkembangannya. 2. TPA Melati didukung langsung dan dikelola oleh ibu. Letak Geografis lii . Dasar didirikannya Taman Pengasuhan Anak Melati adalah untuk memenuhi hak anak untuk tumbuh kembang dan perlindungan dengan menghindarkan kekosongan rawatan.

Dengan demikian TPA Melati terletak strategis ditengah-tengah perkantoran / kampus dimana para ibu-ibu atau orang tua bekerja. tepatnya berada di lingkungan Kampus UNDIP.Taman Pengasuhan Anak Melati terletak di jalan Hayam Wuruk I A Semarang propinsi Jawa Tengah. 4 tahun 1979 tentang kesejahteraan anak. TPA Melati berbatasan langsung sebelah utara dengan kampus UNDIP. sebelah selatan jalan Singosari dan sebelah timur kampus USM.undang no 6 tahun 1974 tentang ketentuan pokok kesejahteraan sosial dan UU no. Organisasi dan Ketenagaan TPA Taman Pengasuhan Anak Melati merupakan lembaga pelaksana teknis yang dikelola langsung oleh ibu – ibu Dharma Wanita UNDIP dan dibantu oleh beberapa pengasuh atau pendidik anak. liii . Landasan dari berdirinya Taman Pengasuhan Anak Melati adalah Undang . Jarak Taman Pengasuhan Anak Melati dengan pusat pemerintahan kota Semarang kurang lebih 5 km. 3. sebelah barat jalan Pahlawan.

Dr. Soegiarsih 2. Ny. Ir. Moeljono S Trastotenejo : 1. Ismiati : Prof. SR. Djoko Moeljanto 3. SH Bendahara Pembantu Umum Soewito 2. Ir. Dewi Handayani Diono Iksan : Ketua Persatuan Dharma Wanita Wakil Sekretaris : 1. Joetata Hadihardaja : 1. Saryono 3. DR. Eko Budihardjo M. Ny.Sc Pembina : Prof. Soemarti Prapto. Anhari Basuki Sekretaris : Ir. Dr. liv . Harjono Soejitno Penanggung jawab UNDIP Ketua Wakil Ketua : Ny.Susunan kepengurusan Taman Pengasuhan Anak Melati Semarang sebagai berikut : Pelindung : Rektor UNDIP Prof. Warella 2. Suparmi 4. Achmad Tenaga Pendidik : 1. Ir. Moeljono S Trastotenejo Prof.

2. Sri Hastuti Astuti 4. Estu Dwi STRUKTUR ORGANISASI TPA MELATI SEMARANG Pelindung Penanggung jawab Ketua Pengelola Wakil Ketua Sekretaris Bendahara Wakil Sekretaris TP TP TP TP lv .

tenaga pengasuh. Untuk tenaga pengelola ditinjau dari latar belakang pendidikan cukup potensial untuk dapat mengembangkan pendidikan anak usia dini di TPA Melati. S1. wakil ketua. S2. yang secara keseluruhan berjumlah 15 orang. Sumber tenaga yang ada di TPA Melati pada umumnya berusia 30-40 tahun dan memiliki kualifikasi pendidikan yang beragam mulai dari lulusan S3. SMA. pembantu umum.Pembantu umum Ketenagaan yang ada di TPA Melati Semarang terdiri dari para istri. sekretaris.istri dan pegawai UNDIP yang menjabat sebagai ketua. sedangkan untuk tenaga pengasuh ditinjau dari latar belakang pendidikannya kurang mendukung terhadap perkembangan anak karena rasionalnya tenaga kependidikan untuk pendidik setidak-tidaknya lulusan lvi . D2. SMP. bendahara.

Nama Ny Moeljono S Trastotenojo Ny Warella Ny Anhari Basuki Ir Dwi Handayaani Ir Soegiarsih Pendidikan SMU SMU SMU S1 S1 Ket Ketua Wakil Ketua Wakil Ketua Sekretaris Wakil Sekr lvii . karena mereka harus benarbenar mendalami paedagogis.PGTK atau bahkan sarjana terkhusus dari jurusan yang relevan atau sarjana psikologi. psikologi perkembangan anak dan ilmu jiwa anak. Data ketenagaan TPA Melati UNDIP tahun 2005 tercantum dalam tabel berikut ini : Tabel I Data Ketenagaan TPA Melati UNDIP Tahun 2005 No 1. 3. 2. 4. 5.

Umum Pemb. 13. Umum Pemb. 14. 9. Pengembangan moral dan nilai-nilai agama lviii . pelayanan dan pembinaan dengan stimulasi psikomotorik dan psiko sosial sewaktu – waktu bila diperlukan sesuai dengan kebutuhan orang tua. Umum Pemb. Pada program pembinaan telah dibuat acuan pelaksanaan kegiatan pembinaan di TPA Melati sebagai berikut : a. Umum Tng Pendidk Tng Pendidk Tng Pendidk Tng Pendidk 4. Ir Soemarti Prapto S Prof . 10. 7. 11. 15.6. 12. 8. Program Pembinaan TPA Melati merupakan lembaga yang memberikan pelayanan pembinaan berupa pengasuhan anak dalam jangka waktu tertentu yang termasuk dalam kategori TPA dengan pengasuhan sewaktu–waktu Care) yang melaksanakan (Incidental Day berupa kegiatan–kegiatan penyuluhan. Joetata Djoko Moeljanto Soewito Achmad Saryono Suparmi Estu Dwiastuti Sri hastuti Ismiati S1 S3 SMU SMU SMU SMU D2 SMU SMU SLTP Wakil Sekr Bendahaara Pemb.

pengasuh mengajak anak untuk mengikuti bacaan doa dimaksud dan menunjukkan sikap berdoa yang benar. Sesuai perkembangannya. 2). Meniru gerakan beribadah Pengasuh mengajak anak untuk menirukan gerakangerakan beribadah. orang di sekeliling. teman. binatang dan tanaman Berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan serta menirukan sikap berdoa.Kompetensi dan hasil belajar yang ingin dicapai adalah kemampuan melakukan ibadah. mengenal dan percaya akan ciptaan Tuhan dan mencintai sesama. Bersenandung lagu keagamaan Pengasuh menyenandungkan lagu-lagu keagamaan pada saat di dekat anak dan sesekali mengajak anak untuk ikut bersenandung. Pengasuh kadang membiarkan bila anak melakukan kesalahan. Mengikuti bacaan doa Menyayangi orang tua. Pengasuh membiasakan memperdengarkan doa sebelum melakukan sesuatu bersama anak. 3). Indikator kemampuan dan cara pencapaian kemampuan adalah: 1). Hal ini membantu anak untuk lebih mengenal ciptaan Tuhan dan mencintai sesama. sesuai agama masing-masing. Secara lix .

cinta kasih melalui belaian rangkulan. diberitahukan cara-cara yang benar. sehingga tidak sekedar menceritakan tentang ciptaan Tuhan. 5). Mengenal "nama" Tuhan ( Sesuai agama masing . Sesuai dengan perkembangannya. Pengasuh TPA sering membelai atau memeluk anak dan membisikkan kata-kata yang lembut. 4). Selain itu pengasuh menceritakan atau membacakan buku cerita tentang perlunya menyayangi orang-orang di sekitar kita. sesuai dengan perkembangan daya pikirnya. 6). Kegiatan ini dilakukan untuk melatih daya fikir dan imajinasi anak. Mendengarkan cerita tentang kebesaran Tuhan Pengasuh TPA sering membacakan cerita-cerita tentang kebesaran Tuhan dan bila memungkinkan pengasuh mempergunakan buku cerita untuk melakukan kegiatan ini.masing ) Pengasuh memberitahukan kepada anak tentang sebutan "nama" Tuhan. Merasakan dan menunjukkan rasa sayang. maupun menyayangi binatang dan tanaman. menyayangi teman.bertahap. Setelah itu pengasuh meminta anak untuk menirukan dan mengulangi setiap ada kesempatan. sesuai agama masing-masing. yang disamping lx . cerita bisa diperluas temanya.

Mengucapkan salam Pengasuh membiasakan mengucapkan salam dengan suara yang cukup keras setiap kali bertemu dengan anak. tolong. 8). Pengasuh TPA mengingatkan anak untuk mengucapkan terimakasih setiap kali menerima sesuatu.memberikan rasa aman pada anak juga dimaksudkan agar anak dapat merasakan rasa sayang dan cinta kasih. 7). Pengembangan Fisik Kompetensi dan hasil belajar yang ingin dicapai adalah kemampuan mengelola dan keterampilan tubuh termasuk gerakan- lxi . 9).hal ini dilakukan selain untuk mambantu anak berkomunikasi dengan orang lain juga secara tidak langsung membantu anak untuk berinteraksi dengan orang disekitarnya. Pengasuh TPA membiasakan anak untuk mengucapkan kata-kata santun. misalnya minta maaf setelah melakukan kesalahan atau mengucapkan tolong sebelum minta tolong kepada orang lain. seperti maaf. Kegiatan ini dilakukan untuk melatih Kesopanan pada anak. Hal ini dilakukan untuk memberikan pengertian anak akan cara menghargai pemberian orang lain. Mengucapkan kata-kata santun. b. Pengasuh mengajarkan anak untuk mengucapkan terimakasih setelah menerima sesuatu (dengan dorongan).

serta menerima rangsangan sensorik (pancaindera). Pengasuh tidak perlu ikut naik-turun bersama lxii . Berjalan mundur Kemampuan anak untuk berjalan mundur harus makin dimantapkan. Pengasuh TPA kadang memvariasikan dengan perlombaan berjalan mundur dengan rintangan kecil dengan memberikan hadian pada anak bila dapat melewati rintangan tersebut agar anak termotivasi untuk terus mencoba dengan harapan mendapatkan hadiah. Naik-turun tangga dengan atau tanpa berpegangan Dalam kegiatan ini pengasuh mengawasi anak saat naikturun tangga. 2). dan gerakan kasar. gerakan halus. Berjalan stabil Kegiatan ini dilakukan dengan maksud untuk melatih anak berjalan stabil dan seimbang. pengasuh segera menyarankan orang tua untuk secepatnya memeriksakan anak ke dokter atau therapy dan pengasuh ikut mengawasi anak yang berada pada pengawasan dokter untuk proses terapi. Indikator kernampuan dan cara pencapaian kemampuan ini adalah: 1). apabila pada umur 2 tahun lebih anak belum dapat berjalan. 3).gerakan yang mengontrol gerakan tubuh.

Berjalan mengikuti jejak secara lurus atau melingkar Dalam kegiatan ini pengasuh meminta anak untuk berjalan di atas garis lurus atau melingkar yang dibuat di atas tanah. gerakan sayap burung terbang. 7). misalnya cara angsa berjalan. dengan sedikit rintangan misalnya diletakkan kardus kecil di antara area tersebut dan meminta anak untuk sesekali melompatinya. Memanjat Dalam kegiatan ini pengasuh membiarkan anak memanjat. gerakan cacing berjalan. Pengasuh lxiii . Berlari tanpa jatuh Pengasuh mengajak anak berlomba lari sampai jarak tertentu. namun tetap harus mengawasi untuk menjaga berbagai kemungkinan yang ada. Pengasuh mencari tempat yang cukup lapang. misalnya anak terjatuh. Mengikuti gerakan binatang Sambil bercerita dengan anak pengasuh memperagakan gerakan binatang. 6). Ini merupakan latihan keseimbangan agar anak semakin dapat berjalan dengan mantap. 5). pengasuh tinggal mengawasi saja dan berusaha untuk tidak berteriak saat anak melakukan gerakan yang cukup berbahaya.anak. 3 meter misalnya. karena akan mengagetkan anak dan dapat mematikan niat anak untuk mencoba. 4).

menangkap dan melempar bola dari jarak dekat Dalam kegiatan ini pengasuh memberikan sebuah bola kepada anak ( sebaiknya dipilih bola plastik). 9). 8). Kadang pengasuh mengajak anak untuk bermain dengan bola. menangkap dan melempar bola. Sebelum melakukan kegiatan ini. baru kemudian pengasuh meminta kepada anak untuk menirukannya. Selanjutnya pengasuh dapat pula meminta anak untuk menirukan gerakan binatang yang dilihatnya sendiri di lingkungan TPA Melati. Pengasuh memberitahukan cara menendang. lxiv .kemudian meminta anak untuk mengikuti gerakan-gerakan binatang tersebut. Menendang. pengasuh dapat bercerita tentang katak yang sedang melompat. Masuk ke dalam gorong-gorong atau meja-kursi atau kardus yang disusun Pada kegiatan ini pengasuh menyusun kardus yang ukuran agak besar sehingga anak dapat masuk ke dalamnya tidak jarang meminta anak untuk masuk ke bawah meja dan merangkak ke ujung meja yang lain dengan maksud melatih anak bergerak di ruang sempit. 10). Melompat dengan dua kaki sekaligus Pengasuh menunjukkan cara melompat dengan dua kaki sekaligus.

anak umumnya suka menuang sesuatu dari satu tempat ke tempat lainnya.11). deangan harapan anak dapat memasukkan sesuatu kedalam tempat lain untuk mengetahui kemampuan anak dalam membedakan 3 permukaan benda yangberbeda. Bila perlu pengasuh juga mengajari merobek kertas dengan melipat kertas itu terlebih dahulu . Pengasuh mengulangi kegiatan itu sampai anak dapat dengan tepat menunjuk pada mata boneka. 12). Merobek lurus Dalam kegiatan ini pengasuh mengajari anak untuk merobek kertas secara lurus. Membedakan permukaan 3 jenis benda melalui perabaan Pengasuh TPA Melati memberikan tiga jenis benda yang memiliki permukaan berbeda. Pengasuh meminta anak untuk meraba dan merasakan perbedaan permukaan ketiga jenis benda dimaksud untuk menuang (air. misalnya kain wool. 13). harapan lxv . Menunjuk mata boneka Pengasuh TPA Melati menunjukkan cara menunjuk. setelah itu meminta anak menunjukkan mana mata boneka. beras. kain katun. dan amplas. dan kadang pengasuh juga meminta anak untuk menunjuk mata mereka masing – masing. biji-bijian). Pengasuh TPA Melati tinggal memberikan alat-alat dan bahan yang dapat dipergunakan untuk melakukan kegiatan ini.

14). binatang. 2). Indikator kemampuan dan cara pencapaian kemampuan ini adalah: 1). dari kegiatan ini pengasuh secara langsung memberikan latihan pada mengenal suara yang didengar disekitar mereka. Kemudian pengasuh meminta anak untuk menirukan suara binatang sambil menyebutkan nama binatangnya.dari kegiatan ini dapat melatih perkembangan fisik otot tangan dengan meremas kertas sesuai keinginan.suara di sekitarnya ( orang-orang terdekat. benda ) dan menirukan suara beberapa binatang Untuk memperkenalkan suara. Menyatakan dalam kalimat pendek 2-4 kata Mendengarkan radio atau melihat televisi merupakan latihan yang cukup bagus yang diberiakn pengasuh di TPA Melati untuk latihan menyusun kalimat. sebaiknya kertas berwarna. dari situ dapat dilihat seberapa kreatifnya anak. Komunikasi dengan anak secara lxvi . pengasuh menirukan suara beberapa binatang atau suara lainnya. c.pengasuh membiarkan saja anak melipat kertas tersebut semaunya. Melipat kertas sembarangan Pengasuh menunjukkan kertas kepada anak dan mengajak anak untuk mulai bermaian melipat kertas. Mengenal suara . Pengembangan Bahasa Kompetensi dan hasil belajar yang ingin dicapai adalah kemampuan menggunakan bahasa untuk pemahaman bahasa pasif dan dapat berkomunikasi secara efektif yang bermanfaat untuk berfikir dan belajar.

intensif akan sangat membantu kemampuan ini, dari kegiatan ini dapat dilihat dari cara anak mengungkapkan keinginannya. 3). Mengerti dan melaksanakan 1 perintah Pengasuh dapat meminta anak untuk mengambilkan suatu barang yang memang diperlukan, dan melihat respon anak untuk perintah yang diberikan apakah anak melakukannya sesuai perintah atau tidak. 4). Mengajukan pertanyaan Anak umumnya suka bertanya untuk memuaskan rasa ingin tahunya. Pengasuh menjawab setiap pertanyaan anak dengan jawaban sejelas mungkin. 5). Menyebutkan nama benda Pengasuh sering berkomunikasi dengan anak,

dengan memberikan pertanyaan tentang nama panggilannya, nama-nama bagian / anggota tubuh, atau benda-benda yang telah dikenalnya. Pada saat bertanya, pengasuh

mengupayakan sambil menunjukkan benda / anggota tubuh yang ditanyakan. 6). Tertarik pada gambar dalam buku Pengasuh memberikan buku-buku atau majalah yang penuh dengan gambar berwarna. Dari kegiatan ini

pengasuh mencoba memberikan pertanyaan kepada anak

lxvii

untuk menyebutkan dan menceritakan isi gambar sesuai versi anak. d. Pengembangan Kognitif Kompetensi dan hasil belajar yang ingin dicapai adalah kemampuan berfikir logis, kritis, memberi alasan, memecahkan masalah dan menemukan hubungan sebab akibat. Indikator kemampuan dan cara pencapaian kemampuan ini adalah: 1). Mengelompokkan benda yang sama Pengasuh memberikan anak beberapa benda,

diantaranya lebih dari dua buah, kemudian meminta anak untuk mengelompokkan benda-benda yang sama. 2). Mengelompokkan bentuk (lingkaran dan bujursangkar) Pengasuh memperkenalkan bentuk lingkaran dan bujursangkar dengan menunjukkan gambarnya. Kemudian mengumpulkan berbagai gambar yang memiliki dasar bentuk lingkaran dan bujur sangkar, kemudian meminta anak untuk mengelompokkan gambar - gambar tersebut menjadi dua kelompok (lingkaran dan bujursangkar ). 3). Membedakan besar - kecil Pengasuh mencari benda sejenis yang ukurannya berbeda, misalnya daun atau batu kemudian menujukkan mana yang besar dan mana yang lebih kecil. Pengasuh mengajak anak untuk membedakan atau menyebutkan benda mana yang lebih besar dan mana yang lebih kecil. lxviii

4).

Membedakan rasa Untuk membedakan rasa, pengasuh meminta anak untuk merasakan makanan yang berbeda rasanya. Misalnya garam, gula, asam. Saat anak merasakan sebutkan "nama" rasa yang dimaksud (asin, manis, asam). Pada kesempatan lain, pengasuh meminta anak untuk merasakan dan

menyebutkan nama rasa yang dimaksud. 5). Membedakan bau Untuk mengenal bau-bauan, Pengasuh memasukkan beberapa jenis minyak ke dalam botol atau masukkan beberapa rempah-rempah, masing-masing jenis dalam

kantung yang berbeda, kemudian meminta anak untuk membaui dengan mendekatkan hidungnya. Sebutkan

namanya setiap anak membaui jenis benda tertentu. Setelah beberapa kali, pengasuh melakukan hal yang sama namun kali ini pengasuh meminta anak untuk menyebutkan nama bendanya. 6). Mengulang bilangan 1,2,3,4,5 Pengasuh mengajak anak untuk menyebutkan

bilangan 1 sampai dengan 5 secara berurutan. Lakukan sambil bermain, misalnya saat berjalan ajak untuk

menghitung langkah kakinya atau sambil menghitung batu.

lxix

Disamping melatih jadwal makan yang teratur. e. makan harus dengan tangan kanan. Indikator kemampuan dan cara pencapaian kemampuan ini adalah: 1). Mulai dapat "berbagi" Pengasuh mencoba meminta sebagian yang ada dalam genggaman anak. lingkungan sosial. Pengembangan Sosial-Emosional Kompetensi dan hasil belajar yang ingin dicapai adalah kemampuan mengenal lingkungan alam. lxx .7). misalnya makan harus dengan duduk. Serta mampu mengembangkan konsep diri. Secara berulang-ulang pengasuh mengenalkan anak dengan 2 warna. pengasuh memperkenalkan anak dengan etiket sederhana. 2). Hal itu dapat membantu anak tentang cara makan yang benar. peranan masyarakat. pengasuh menyebutkan atau menanyakan (bila anak sudah mengenal) warna-warna dari benda-benda yang disebutkan namanya. dan menghargai keragaman sosial dan budaya. jangan berbicara saat makan. misalnya saat anak makan biskuit. sikap positif terhadap belajar dan rasa memiliki. Pengelompokan atau pengenalan warna (2 warna) Bersamaan dengan menanyakan nama-nama benda. Mengenal etiket makan dan jadwal makan teratur.

Mulai mahir menggunakan toilet (WC kamar mandi). tetapi pada umur 2-3 tahun pengasuh menyarankan sebaiknya orang tua benarbenar meninggalkan anak sendirian agar anak terlatih untuk mandiri melakukan kegiatannya. dengan bantuan diingatkan. dengan kebiasaan itu diharapkan anak dapat melakukannya sendiri. Pada saat anak menunjukkan tanda-tanda akan buang air dan tidak secepatnya menuju ke toilet. 3). lxxi . 4). anak belum "bersedia" orang tuanya menghilang dari pandangannya. Dapat ditinggalkan oleh orangtuanya Pada usia 1-2 tahun. Dapat memilih kegiatan sendiri Pengasuh selalu memberikan kesempatan kepada anak untuk memilih sendiri kegiatan yang akan dilakukannya bersama-sama temannya.pengasuh meminta sedikit biskuit dan memberikan pada teman yang lain. Dengan bimbingan anak diberiakan pengertian kalau merasa sakit perut dan terasa ingin pipis kita harus segera ke kamar mandi. pengasuh mengingatkan agar anak segera ke toilet. 5). sebagai contoh kegiatan untuk bermain anak dibiarkan secara bebas melakukannya sendiri.

birama. takut.6). Mendengarkan musik dan mengikuti irama lxxii . misalnya tunjukkan bagaimana wajah orang marah. Misalnya jangan menyela pembicaraan orang lain dengan mencontohkan tidak akan menyela pada saat anak berbicara. berbagai bunyi. Menjadi pendengar yang baik Pengasuh mengajari anak untuk menjadi pendengar yang baik. f. nada. marah asal anak tidak dibiarkan menangis. 8). Menunjukkan ekspresi wajar saat marah. 7). sedih. Pengasuh melatih anak untuk menunjukkan ekspresi yang wajar. serta menghargai hasil karya yang kreatif. Pengembangan Seni Kompetensi dan hasil belajar yang ingin dicapai kemampuan kepekaan terhadap irama. atau membiarkan untuk sementara bila anak sedang kesal. Hal tersebut dicontohkan pengasuh pada anak saat salah satu dari anak bercerita tentang dirinya. untuk selanjutnya di TPA anak dibiasakan merapikan semua alat permainan yang telah selesai digunakan. Indikator kemampuan yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah: 1). bertepuk tangan. Latihan membereskan alat permainan Pengasuh melatih anak untuk membereskan alat permainannya setelah selesai bermain.

lxxiii . Memukul-mukul benda dengan tangan Kegiatan ini mula-mula dilakukan sambil mendengarkan musik. Metode yang digunakan adalah metode bermain sambil belajar karena sesuai dengan pendapat Isenberg dan Quisenberry ( 1988 ) bermain merupakan kegiatan utama anak. Dengan demikian pelaksanaan pembinan penitipan anak dilakukan dengan menggunakan perencanaan kurikulum yang disusun berdasarkan kemampuan anak ( Rambush. benda apa saja dapat dijadikan permainan. 3). 2). 1994 ). setelah itu tanpa iringan musik. oleh karena itu pembinaan di TPA Melati menggunakan prinsip bermain sambil belajar. Bertepuk-tangan dengan variasi Pengasuh mengajak anak untuk bertepuk tangan dengan bermacam-macam jeda tepuk sehingga menghasilkan berbagai macam suara yang dihasilkan. Kesesuaian gerakan dengan irama merupakan latihan untuk mengenal ritmik. Bagi anak.Pengasuh memperdengarkan musik dan memberi contoh anak gerakan-gerakan sesuai iramanya. disaat bermain anak berinteraksi dengan objek dan secara sadar atau tidak sadar ia belajar atribut dari objek tersebut. kemudian pengasuh mengajak anak untuk membuat musik dengan memukul-mukul bangku meja misalnya.

Ruang pemeriksaan anak c). terdiri atas : a). Ruangan pembinaan anak. Ruang tidur anak d). Ruang makan anak b). Ruangan tempat penyimpanan peralatan bermain 2). Ruangan tata usaha lxxiv .5. menulis. Halaman / tempat bermain di luar ruangan ( out door ) 3). Ruang administrasi perkantoran yang terdiri dari : a). g). Kelengkapan ruangan Untuk kelengkapan ruangan TPA Melati mempunyai beberapa ruangan diantaranya sebagai berikut : 1). Kamar mandi / toilet anak e). Ruang belajar membaca. Ruangan bermain i). Ruang Perpustakaan h). dan berhitung. Sarana dan prasarana a. Ruang isolasi sementara ( bagi anak yang mendadak sakit ) f).

Ruangan tunggu orang tua c). Ruangan serbaguna d).b). b. Rak buku / almari 4). Ruang dapur b). Ruang pimpinan 4). Ruang cuci / setrika d). WC / kamar mandi petugas c).alat mainan lxxv . Rak penyimpanan alat . Sarana pendukung Sarana pendukung yang disediakan TPA Melati antara lain : 1). Karpet / tikar 3). Meja dan kursi anak 2). Ruangan penjaga TPA Melati menyiapkan ruanganruangan tersebut dengan memperhatikan tingkat keamanan dan kenyamanan ruangan bagi anak selama anak berada di TPA Melati agar anak terhindar dari kecelakaan dan penularan penyakit. Ruangan penunjang yang terdiri dari : a).

Alat permainan teka .5). Sarana air bersih / ledeng 10). Kipas angin Adapun penggunaan sesuai dengan kebutuhan pembinaan. Peralatan pendukung bimbingan belajar. Materi miniatur ( Rumah ibadah. alat kerajinan tangan. antara lain : a). rumah rumahan. orang .orangan ) e). Telepon 8). Fasilitas audiovisual ( TV ) d). Alat belajar mengukur dan menghitung b). alat musik c). Mesin ketik 9). diantaranya : 1). Alat tulis kantor 7). Televisi dan Radio 6).teki / puzzle lxxvi . c. Alat melukis. Peralatan pendukung belajar TPA Melati menyediakan juga peralatan pendukung belajar bagi anak sesuai dengan kebutuhan anak.

dokteran e). Peralatan pendukung permainan motorik kasar TPA Melati juga menyediakan peralatan pendukung permainan motorik kasar.anak bermain peran. Alat untuk peran binatang d). tumbuhan ) 2). Alat untuk peran profesi medis. Alat percobaan ( Air. udara. Ban bekas c). Ayunan b). masak masakan c).alat untuk peran keagamaan / manusia yang baik dan yang jahat b). tanah. antara lain : a). Alat pemanjat d). antara lain : a). dokter . Alat untuk peran kegiatan di dapur. Alat untuk sandiwara boneka 3). Alat untuk peran petani f). Alat . Peralatan pendukung bermain peran Peralatan yang disediakan TPA Melati untuk anak . api.f). Papan luncuran / plosotan lxxvii .

Lilin malam untuk melatih jari – jari anak e). Mainan tradisional seperti dakonan d). wayang. Arena bermain bola f).e). antara lain : a). antara lain : a). Pakaian adat Jawa seperti blankon.jungkit 4). Boneka khas daerah. Bantalan untuk berguling . Sarana Perpustakaan Sarana perpustakaan juga disediakan di TPA Melati baik untuk anak. kebaya c). orang tua maupun tenaga pendidik.balok ringan h). dan boneka tangan 5). Gambar pahlawan b). Balok . Buku petunjuk bimbingan anak lxxviii . Jungkat . Peralatan pendukung permainan budaya lokal Peralatan yang disediakan sebagai pendukung permainan anak yang berasal dari budaya Jawa tengah. Buku keagamaan b).guling g). Buku kesehatan anak c).

Sepeda – sepedaan h). Jungkat – jungkit g). Tanda – tanda lalu lintas d). Papan plosotan f). Peralatan pendukung permainan luar ruangan TPA Melati menyediakan pendukung permainan luar ruangan bagi anak untuk mengembangkan kreativitas anak. Buku cerita bergambar e). Majalah anak 6). permainan pendukung permainan luar ruangan antara lain : a). Lapangan rumput sebagai arena berlari.d). senam b). Buku gambar alam dan lingkungan f). Ayunan c). Area berkemah / Rumah – rumahan e). Ban bekas Dari keseluruhan sarana yang disediakan TPA Melati penggunaannya disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan pembinaan anak usia dini dan diperhatikan lxxix .

Isolasi Sementara o R. Makan o R. Kelengkapan Ruangan Ruang Pembinaan Anak o R. Penyimpangan v lxxx .pula tingkat keamanan dan kenyamanan bagi tumbuh kembang anak. Tidur o Kamar Mandi o R Bacaan v v v v v / v v v 2 1 1 1 1 1 v v v v v v v v v Tidak Bai k Bur uk Jml Kondisi Perpustakaan o R. Bermain o R. Pemeriksaan Anak o R. Tabel 2 Lembar Observasi Lingkungan Fisik Dan Fasilitas TPA No Nama Barang Keberadaa n Ad a 1.

Tunggu Orang Tua o R Serbaguna Ruang Penunjang o R.Mainan Halaman Ruang Perkantoran o R Pimpinan o R. Penjaga Sarana Pendukung Meja Kursi Karpet Almari Rak v v v v v v v Penyimpangan v 1 15 35 3 3 1 1 v v v v v v v v v v v v 1 1 1 v v v v v Administrasi v v v 1 1 1 v v v v lxxxi . Tata Usaha o R. o R. Cuci/ Setrika o Kamar mandi o R. Dapur 2.

Telepon Mesin Ketik Sarana Air Bersih Kipas Angin Peralatan Belajar Peralatan Pendukung Pendukung v v v 1 v v 1 v v 5 v v 4 v Bimbingan Belajar o Alat Menghitung Mengukur o Alat Melukis. v Belajar v Dan v 1 2 v v 2 v Kerajinan Tangan o Fasilitas Audio Visual o Alat Permainan TekaTeki/ Puzzle v 3 v v 1 v lxxxii .Mainan TV/ Radio Alat Tulis Kantor 3.

o Alat Percobaan Peralatan Bermain Peran o Alat Pendukung Peran v Keagamaan o Alat Pendukung Peran v Kegiatan Dapur o Alat Pendukung Peran Binatang o Alat Pendukung Peran Profesi Medis v 1 3 2 1 1 2 2 1 v v v v v v v v v 2 4 v v 3 v Pendukung v 5 v o Alat Pendukung Peran v Petani v o Alat Pendukung Peran v Untuk Boneka Peralatan Sandiwara v v Pendukung v v Permainan Motorik Kasar o Ayunan lxxxiii .

o Ban Bekas o Alat Pemanjat o Papan Luncuran o Arena Main Bola o Bantalan Berguling o Balok. o Buku Keagamaan o Buku kesehatan anak v 5 v lxxxiv .Jari o Boneka Khas Daerah Sarana perpustakaan 6. o Jungkat.Jungkit Peralatan Pendukung v v v 4 3 2 v v v v 3 v v v v Untuk v 1 2 2 5 v v v v Permainan Budaya o Gambar Pahlawan o Pakaian Adat Jawa o Mainan Tradisional o Lilin Malam v 5 5 v v Untuk v Melatih Jari.Balok Ringan 5.

lxxxv .o Buku petunjuk v v v 1 1 4 2 1 1 1 3 v v v v v v v v bimbingan anak o Buku cerita bergambar o Buku gambar alam dan v lingkungan o Majalah anak v v v Peralatan pendukung v permainan luar ruangan o Lapangan o Ayunan o Tanda. Anak Didik Jumlah warga belajar atau anak didik yang aktif sampai dengan Maret 2005 ada kurang lebih 5 anak.jungkit o Sepeda o Ban bekas 6.tanda lalu lintas o Kemah-kemahan o Papan plosotan o Jungkat.

Nabil Bagas Izzulhaq Yustisya 4. Rafida Safira Alfian Nanda 28 Mei 1999 11 Februari 2000 6 th 3 th Tempat / tgl Lahir 14 Juni 2001 6 Februari 1999 17 Februari 2002 Usia 4 th 6 th 3 th Dari tabel diatas anak didik tetap yang ada di TPA Melati yang berusia 3 tahun berjumlah 2 anak. 3. lxxxvi . Nama Gebyar Berlianto Moh. 2.selebihnya ada 10 warga belajar yang kadang – kadang datang ke TPA. dan usia 6 tahun berjumlah 2 anak. maka TPA Melati dirasa telah memenuhi syarat sebagai Lembaga Pembinaan dan Pengasuhan Anak. Adapun data-data dari anak didik yang aktif di TPA Melati adalah sebagai berikut : Tabel 3 Data Anak Didik Tetap TPA Melati UNDIP Tahun 2005 No. Dari banyaknya anak didik dan dengan ditunjang oleh sarana dan prasarana yang ada. usia 4 tahun berjumlah 1 anak. 5. 1.

6 tahun. dan tenaga pengasuh TPA Melati Semarang sebagai berikut : Tabel 4 Identitas Pimpinan dan Tenaga Pengasuh No Nama Usia Statu s 1. Ibu Suparmi 34 Th 45 Th Pendidik Alamat an Citandui Sltn D2 Sendang asri Kepal SMU a TP lxxxvii . Identitas Responden Identitas orang tua.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya usia anak yang dititipkan di TPA Melati adalah anak usia antara usia 3 tahun sampai 6 tahun. kepala TPA Melati. Keadaan ini menunjukkan bahwa usia anak di TPA Melati tergolong anak usia dini antara usia 3 . psikis. 7. Ibu Moeljono 2. Rentang usia ini merupakan usia dimana mereka memiliki kemampuan perkembangan yang sangat luar biasa baik secara fisik. sosial dan moral yang sesuai dengan penambahan usia mereka melalui kegiatan pembinaan tumbuh kembang anak.

Ibu Ismiati 31 Th TP SMP Lempong Tabel 5 Identitas Orang Tua Anak Didik No Nama Usia Pendidik an 1.3. Ibu Suyatini 4. Hasil Wawancara dengan informan Hasil penelitian mengenai profil pembinaan penitipan anak usia dini di TPA Melati Semarang dapat lxxxviii . Bp Suryanto 2. Ibu Sri Hastuti 56 Th TP SMU Lamper 5. Ibu Tahmida 5. Ibu Estu Dwi 34 Th TP SMU Jangli 4. Ibu Sugiatmi 3. Ibu Romlah 33 Th SMU Pucang Gading 33 Th D3 Sendang Mulya 37 Th S1 Gemah Raya 40 Th S1 40 Th S1 Sendang Seruni Kompl BPLP Asri Alamat 8.

pengasuh dan orang tua. Menurut beliau TPA melati berdiri pada tanggal 31 Maret 1994 dan diresmikan oleh suaminya Prof dr. pendidikan terakhir SMU.dipahami melalui pembahasan dari 10 (Sepuluh ) orang responden dapat dijelaskan sebagai berikut : a. Tentang isi program pembinaan dituangkan dalam kegiatan harian mulai dari anak datang ke TPA sampai waktu mereka dijemput orang tua mereka. peralatan dan sarana. Untuk kegiatan harian dibuat oleh tenaga pengasuh yang disetujui oleh pengelola dan kepala sedangkan untuk jadwal dimusyawarahkan oleh seluruh pihak yang terlibat seperti kepala. tenaga pengasuh yang menentukan kegiatan dan disetujui oleh pengelola.30 WIB. Menurut beliau perencanaan program pembinaan dilakukan secara musyawarah oleh para pengelola dan pengasuh. Beliau aktif diberbagai organisasi sosial. Di sini orang tua diminta saran dan masukan tentang jadwal keseharian. Responden 1 Responden ini bernama Ny. Menurut beliau isi program pembinaan meliputi kegiatankegiatan yang dilakukan untuk mengembangkan kemampuan anak di berbagai aspek perkembangan. sedangkan hari Jumat pukul 07.30 WIB. beliau sebagai istri sekaligus juga kepala TPA Melati Semarang.00 WIB sampai 12. berusia 45 tahun. Moeljono S Trastotenojo yang pada saat itu meresmikan TPA Melati sebagai kenang .00 WIB sampai 15. pengelola. kelompok bermain. tempat tinggal di jalan Citandui Selatan Semarang. Moeljono S Trastotenojo. Adapun perencanaan pembinaan dipersiapkan secara matang mulai dari persiapan kegiatan harian. hanya saja bobotnya yang berbeda. Untuk kurikulum yang dipakai di TPA Melati yang mengacu pada menu penitipan anak. mulai dari perkembangan moral. Kurikulum yang dipakai sekarang ini adalah mengacu pada menu pembinaan yang disesuaikan pada usia anak. Dari hasil perundingan akhirnya untuk jadwal ditetapkan setiap Senin sampai Jumat diadakan pembinaan anak melalui kegiatan pengasuhan untuk setiap Senin sampai Kamis pembinaan dimulai pukul 07. Mengenai program pembinaan yang digunakan adalah kurikulum program pembinaan yang dibuat oleh lembaga yang disesuaikan dengan kebutuhan anak usia dini. Selanjutnya beliau menjelaskan mengenai tema pembinaan. motorik halus dan motorik kasar anak.kenangan pada akhir masa jabatan beliau menjabat sebagai Rektor UNDIP. Beliau menjelaskan sebenarnya sama kurikulum untuk TK. lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa kurikulum itu sebenarnya hanya sebagai panduan lxxxix . Perencanaan kegiatan pembinaan harian dibuat oleh tenaga pengasuh dan disetujui oleh forum musyawarah.

peranan masyarakat dan memahami keragaman sosial serta budaya.kegiatan yang ada hasil kegiatan yang diharapkan adalah kemampuan beribadah.tiap kegiatan bermain sambil belajar yang secara tidak langsung melatih pengembangan moral dan nilai. gerakan kasar serta mampu menerima rangsangan sensorik melalui panca indra. Melatih pengembangan fisik dengan kompetensi hasil yang diharapkan adalah anak – anak mempunyai kemampuan mengelola dan ketrampilan tubuh termasuk gerakan – gerakan yang mengontrol gerakan tubuh. Pada program pembinaan ini beliau mengatakan secara rinci untuk tiap . Metode belajar di sini tenaga pengasuh melibatkan anak untuk banyak terlibat dalam belajar.para tenaga pengasuh dalam membina anak dan dimasukkan dalam rencana kegiatan harian. Selanjutnya ia mengatakan bentuk pembinaan yang melatih pengembangan seni diharapkan mampu mengajarkan kepada anak untuk mempunyai kepekaan terhadap irama. kritis dalam memberikan alasan dan memecahkan masalah selain itu secara tidak langsung dapat melatih anak untuk menemukan hubungan sebab akibat. mengenal dan percaya akan ciptaan Tuhan serta mencintai sesama. Pengembangan kognitif yang pengasuh berikan disini dengan harapan anak dapat berpikir logis. Melatih pengembangan sosial – emosional dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan beliau mengatakan harapan yang ingin dicapai dari kegiatan ini agar anak mempunyai kemampuan alam. Tentang metode pembinaan yang diterapkan di TPA Melati adalah metode bermain sambil belajar. birama dan berbagai bunyi serta menghargai hasil-hasil karya yang kreatif.nilai agama. Untuk metode bermain sambil belajar dengan harapan metode ini dapat menarik minat anak menuju ke arah belajar dengan metode ini anak secara tidak langsung belajar melalui kegiatan permainan dengan menghayati proses permainan tersebut melalui panca indera dan emosi anak . Pengalaman tersebut diperoleh sebagai suatu kenyataan dan akan menjadi suatu peristiwa penting xc . Melatih pengembangan bahasa beliau menjelaskan hasil yang diharapkan dari kegiatan ini agar anak mampu menggunakan bahasa baik secara pasif maupun aktif dan dapat berkomunikasi dengan baik yang nantinya bermanfaat dalam perkembangan selanjutnya. lingkungan sosial. anak diberikan kesempatan untuk berkreativitas sesuai dengan kemampuan anak dan usia sehingga mereka tidak bosan dalam memilih aktivitas apa yang mereka inginkan. Kurikulum yang dibuat sebelum proses pembinaan disarikan terlebih dahulu dari berbagai literatur dari buku – buku tentang pertumbuhan anak dan perkembangannya kemudian dibuat rencana kegiatan harian yang nantinya dijadikan pegangan oleh tenaga pengasuh sehingga mereka tetap siap untuk kegiatan apa saja yang akan diberikan pada anak didik untuk setiap hari. ada berbagai manfaat dari metode bermain sambil belajar diantaranya anak akan memperoleh pengalaman baik manis maupun pahit. dari kegiatan. nada.

Untuk pengelola ada ketua. Untuk ujian penerimaan tersebut dilakukan praktek tentang pengasuhan misalnya. mengembangkan toleransi dan anak belajar mengambil sikap positif agar dapat diterima dalam kelompok. Pada saat penerimaan calon pengasuh beliau langsung menguji calon tersebut. usia minimal 24 tahun. mengajak bermain. mengembangkan kemampuan bermasyarakat dan bersosialisasi. mengajak bermain yang didalam permainan tersebut mengandung unsur belajar.waktu bisa kambuh di TPA. Kepengurusan yang secara administratif tersusun di TPA Melati terdiri dari pengelola dan tenaga Pembina. Tentang cara penilaian yang dilakukan tenaga pendidik dengan menggunakan instrumen dalam bentuk pengamatan observasi yang digunakan untuk merekam proses dan hasil dari suatu aktivitas seharihari di TPA untuk melaksanakan pengamatan dengan baik tenaga pendidik harus menyiapkan format penilaian sesuai dengan keperluan.5 tahun sampai 7 tahun. yang berpengalaman dibidang pengasuhan anak.yang akan direkam dalam memori anak.benar ia mampu. untuk tenaga pembina terdiri dari beberapa pengasuh. untuk semua kegiatan yang sekiranya memerlukan beliau untuk berinteraksi dengan anak harus didampingi oleh tenaga pengasuh supaya mereka tidak takut. Beliau mengatakan untuk berinteraksi dengan anak beliau sedikit mengalami kesulitan karena pada awal pertemuan anak takut pada beliau mungkin karena tidak sering bertemu. kalaupun punya penyakit terlebih dahulu memberitahu jenis penyakitnya. Untuk perekrutan anak didik beliau menerangkan pada saat perekrutan syarat. ramah. menenangkan anak waktu menangis. bendahara. tidak menular pada anak lain. sehat jasmani maksudnya tidak punya penyakit dalam yang sewaktu. maksudnya untuk melihat apakah benar . dengan bermain anak dapat meningkatkan kecerdasan. bagaimana merawat anak mulai dari memandikan. meningkatkan kemandirian. Tentang proses pembinaan pengasuh mengacu pada rencana kegiatan harian yang telah dibuat dalam keseharian yang disesuaikan dengan usia anak.syarat yang harus dipenuhi antara lain : anak usia antara 1. sekretaris. caranya setiap anak diamati sendiri-sendiri dan hasil pengamatan dicatat dalam format penilaian. mau bekerja keras. Tentang cara perekrutan pengasuh beliau membuka lowongan di koran tentang penawaran sebagai pengasuh anak dengan kriteria pendidikan maksimal D3 minimal SMP. mengembangkan kemampuan berkomunikasi. cara penanganan sementara. memberi makan. wanita. menidurkan. Beliau mengatakan cara lembaga mengkomunikasikan hasil pembinaan dengan memberikan format penilaian yang telah diisi kepada orang tua untuk tiap satu bulan sekali dengan harapan orang tua tahu perkembangan yang terjadi pada anaknya pada saat dititipkan di TPA Melati dan dapat terus melatih xci .

dua wakil sekretaris. Untuk tenaga pembina atau pengasuh TPA Melati mencari orang-orang yang sudah berpengalaman untuk mengasuh anak dalam kondisi apapun meski jenjang pendidikan mereka hanya SMU atau SMP. dapat berkembang kemampuan motoriknya baik itu motorik halus maupun kasar. Persiapan sarana juga disesuaikan dengan kebutuhan TPA dan anak didik serta disesuaikan juga dengan kebutuhan anak karena untuk menunjang kegiatan pembinaan seperti alat . Harapan TPA setelah anak mengikuti pembinaan di TPA Melati menurut beliau setelah dibina anak – anak yang dititipkan akan lebih siap untuk bergaul dengan orang lain. Beliau mengatakan untuk penyediaan sarana beliau selalu berkonsultasi dengan tenaga pengasuh karena pengasuh tenaga dianggap lebih tahu apa yang dibutuhkan oleh anak baik pada saat pembinaan berlangsung atau pada saat pembinaan berakhir. dapur dan halaman luar. sedangkan manajemen pembinaan itu menjadi tanggung jawab pembina. kamar mandi.anaknya di rumah seperti apa yang dilakukan tenaga pengasuh di TPA Melati. solusi yang xcii . siap mengikuti pendidikan formal. Hambatan yang dialami saat pembinaan yang sedikit menganggu adalah perbedaan pola asuh orang tua dan perbedaan minat anak. seorang bendahara dan pembantu umum sedangkan tenaga pembina disebut pengasuh. alat permainan yang sejauh ini digunakan sebagai sarana belajar baik dalam ruangan maupun luar ruangan. Mengenai manajemen yang dan di TPA Melati beliau menjelaskan bahwa di TPA Melati ada yang namanya pengelola dan ada yang namanya tenaga pengasuh. Pengelola ada ketua yang dikepalai oleh beliau sendiri di bantu oleh dua orang wakil ketua.alat permainan yang digunakan baik untuk mengembangkan kemampuan motorik kasar maupun halus. Untuk persiapan sarana beliau bersama tenaga pengasuh lainnya mempersiapkan berbagai keperluan untuk pembinaan seperti ruang pembinaan. Beliau mengatakan untuk persiapan sarana idealnya harus ditambah mengingat jumlah anak yang dititipkan naik turun. ruang tunggu. seorang sekretaris. Mereka diterima karena pengalaman sebagai pengasuh yang lama. ada juga yang latar belakang pengalaman sebagai baby sister. Untuk jaminan kesejahteraan pengasuh lembaga memberikan gaji dan tambahan uang kesehatan pada pengasuh dan mengikutsertakan tenaga pengasuh saat ada acara – acara seminar yang berkaitan dengan anak usia dini dan usaha kesejahteraan anak dan keluarga dengan biaya yang ditanggung oleh lembaga. Penyediaan sarana yang ada menurut beliau masih kurang karena mengingat biaya yang dibutuhkan sangat banyak sedangkan persiapan biaya operasional yang diterima dari orang tua dan sumbangan donatur belum mencukupi. latar belakang anak berbeda-beda. ruang tidur. pengelola mengelola masalah manajemen penyelenggaraan TPA.

dengan harapan anak – anak yang mempunyai perbedaan minat akan dapat berbaur dengan saling berinteraksi dengan yang lain melalui permainan tersebut. untuk setiap senin sampai kamis dilakukan pukul 07. Tentang cara pengasuh melaksanakan interaksi dengan anak melalui pengenalan awal kepada anak. tenaga pengasuh menemani secara langsung pada saat pembinaan berlangsung dan memberikan bimbingan pada anak-anak yang membutuhkan bimbingan.diambil untuk mengatasi hal itu pengasuh beserta pengelola berusaha mengatasi dengan tetap menggabungkan anak. xciii . sebagai contoh ada salah satu anak asuh yang mengalami kesulitan bergaul dengan teman-teman yang lain di sini peran tenaga pendidik dituntut untuk menemani anak tersebut agar secara perlahan-lahan bisa bergaul dengan teman yang lain caranya tenaga pendidik memberikan mainan dan membiarkan ia bermain dengan anak yang lain. seorang bendahara.30 WIB dan setiap Jumat mulai pukul 07. keseluruhan waktu tiap hari pembina bertatap muka dengan anak didik selama 7 sampai delapan jam perhari. dua orang wakil ketua. Beliau mengatakan memang pada awalnya anak akan menangis dan takut akan suasana baru yang ia terima di TPA Melati. b. dibantu oleh empat orang pembantu umum dan tenaga pendidik yang terdiri dari empat orang. Mereka merasa sendirian dan takut dengan orang-orang yang baru ia kenal di sana. sebagai contoh telah dilakukan penerapan penggunaan bahasa tubuh tersebut pada anak yang dalam kesehariannya diasuh dengan pola pengasuhan otoriter dengan penggunaan bahasa Inggris dalam tiap percakapan. dua orang wakil sekretaris.anak tersebut menjadi satu kelompok saat bermain bebas. Untuk susunan kepengurusan yang secara administratif tercantum beliau menjelaskan bahwa di TPA Melati terdapat pengelola yang terdiri dari kepala TPA. yang didampingi oleh orang tua agar anak tidak takut dengan pengasuh. pengasuh menerapkannya pada tiap anak yang mengalami masalah.00 WIB sampai 12. karena dengan bermain anak akan bisa dengan sendirinya berinteraksi dengan teman bermainnya. Dalam pembinaan jadwal pembinaan di musyawarahkan oleh tenaga pendidik dan kemudian disetujui oleh pengelola selanjutnya diambil keputusan waktu pembinaan dilaksanakan pada tiap hari senin sampai jumat. seorang sekretaris. Responden 2 Informasi selanjutnya adalah R2 yang berpendidikan D2 Pendidikan Guru Luar Biasa ( PGSLB ) beliau menjelaskan tentang Penyelenggaraan Pembinaan Penitipan anak dilakukan oleh pengurus atau pengelola dan tenaga pendidik atau pengasuh.30 WIB.30 WIB sampai 15. sedangkan untuk anak dengan pola asuh yang berbeda pengasuh melakukan pendekatan secara individual dengan menggunakan bahasa tubuh yang sebisa mungkin dipahami oleh anak.

30 WIB waktu minum susu tujuannya dengan memberikan susu sambil berbincang-bincang dapat meningkatkan komunikasi dan sosialisasi dengan anak. Beliau menjelaskan pada dasarnya pembina juga menyesuaikan isi program dengan usia anak sebagai contoh untuk anak usia 2 tahun dan 6 tahun berbeda pembinaannya. pendidik membuat rencana kegiatan harian yang nantinya digunakan untuk pedoman dalam kegiatan pembinaan.00 WIB kegiatan yang dilakukan bebas di luar.15.00 WIB sampai 09.00 .30 .00 .30 WIB ganti pakaian.11. karena perkembangan tubuh dan otaknya berbeda. Tahap – tahap kegiatan pembinaan didasarkan pada usia misalnya usia 3 sampai 6 tahun. dari kegiatan yang ada hasil kegiatan yang diharapkan adalah kemampuan beribadah. Berjemur kegiatan yang dilakukan tenaga pendidik mengawasi anak di luar.30 13. Dalam pembinaan kendala yang dialami saat menggunakan metode pembinaan adalah keinginan anak atau respon anak. ganti baju. minum susu dan bersiap pulang. untuk pendekatan yang dilakukan pembina untuk pembinaan adalah pendekatan bermain sambil belajar. Jam 09. Untuk metode yang digunakan adalah : metode bermain sambil belajar.09.00 WIB anak tiba di TPA dan melalui proses pemeriksaan umum dengan tujuan meningkatkan komunikasi. Dalam pembinaan pendidik menyesuaikan isi program dengan kebutuhan anak. bercerita dan kegiatan bebas. Pukul 12. gerakan kasar serta mampu menerima rangsangan sensorik melalui panca indra. pukul 11. Pukul 09.00 WIB tidur.11.10.30 WIB Membersihkan diri.00 WIB kegiatan bermain dalam ruangan.Sama halnya dengan interaksi. usia anak yang berbeda. Sebagai contoh anak yang kurang dapat bergaul membutuhkan bimbingan dan bantuan agar ia dapat bergaul dengan anak yang lain dan solusinya pendidik membantu agar anak dapat bergaul dan bersosialisasi dengan anak yang lain melalui kegiatan bermain.30 .30 WIB makan siang dan minum.00 08.00 . tempat penyimpanan pakaian untuk selanjutnya pukul 08. Untuk sarana yang disediakan tempat cuci kaki dan tangan. Melatih pengembangan bahasa beliau menjelaskan hasil yang diharapkan dari kegiatan ini agar anak mampu menggunakan xciv . Pukul 11.30 12.30 WIB bernyanyi. Pukul 10. Untuk awal datang pukul 07. mengenal dan percaya akan ciptaan Tuhan serta mencintai sesama. membersihkan badan dan tidur siang. Pukul 13. adapun tujuan agar anak belajar bersosialisasi dan meningkatkan kesegaran jasmani. Melatih pengembangan fisik dengan Kompetensi hasil yang diharapkan adalah anak mempunyai kemampuan mengelola dan ketrampilan tubuh termasuk gerakan – gerakan yang mengontrol gerakan tubuh. sosialisasi dan etika. dan perbedaan pola asuh orang tua. Pada program pembinaan ini beliau mengatakan secara rinci untuk tiap kegiatan bermain sambil belajar yang secara tidak langsung melatih pengembangan moral dan nilai agama.

mereka mempunyai motivasi untuk bermain dan berjumpa teman-teman yang lain dan pada kesempatan itulah yang pendidik gunakan untuk melatih anak belajar sambil mereka bermain. peranan masyarakat dan memahami keragaman sosial serta budaya. Melatih pengembangan sosial. Selanjutnya ia mengatakan bentuk pembinaan yang melatih pengembangan seni diharapkan mampu mengajarkan kepada anak untuk mempunyai kepekaan terhadap irama. buku dongeng. Untuk sarana belajar beliau menjelaskan ada beberapa sarana belajar yang digunakan seperti alat-alat permainan yang berupa balok susun. Beliau mengatakan untuk mengkomunikasikan hasil pembinaan pendidik tinggal memberikan blangko isian yang sudah diisi sebelumnya kepada orang tua dan menjelaskan perkembangan anak selama di TPA Melati dalam tiap bulannya. rumah-rumahan susun. orang-orang yang ada di TPA teman-teman yang ada. Beliau mengatakan cara pembina berinteraksi dengan anak melalui perkenalan dengan anak yang didampingi orang tua anak agar mereka tidak takut untuk selanjutnya pengasuh mengajak bermain dengan harapan anak-anak belajar bersosialisasi di samping itu pendidik juga berupaya mengenalkan anak kepada lingkungan sekitar mereka. Pengembangan kognitif yang pengasuh berikan disini dengan harapan anak dapat berpikir logis. orang tua juga turut menyukseskan kegiatan tersebut dengan melatih anak mereka tentang apa yang diberikan tenaga pengasuh sebagai contoh di TPA anak dilatih untuk belajar mandiri meletakkan sepatu atau sandal pada tempatnya dan orang tua juga menerapkan hal yang sama di rumah. lingkungan sosial. mobil-mobilan. pada awal mereka datang mereka merasa asing di tempat mereka berada sekarang. boneka. mereka juga mendukung untuk setiap kegiatan yang diberikan kepada anak mereka. Untuk penilaian dilakukan menggunakan instrumen pengamatan dengan menggunakan blangko isian yang dibuat bersama-sama pengelola dan pengasuh. kritis dalam memberikan alasan dan memecahkan masalah selain itu secara tidak langsung dapat melatih anak untuk menemukan hubungan sebab akibat. xcv . setelah mengenal lingkungan sekitar TPA. buku cerita. nada. birama dan berbagai bunyi serta menghargai hasil-hasil karya yang kreatif.bahasa baik secara pasif maupun aktif dan dapat berkomunikasi dengan baik yang nantinya bermanfaat dalam perkembangan selanjutnya. Mengenai respon orang tua tehadap hasil perkembangan anak yang diberikan mereka sangat puas dengan hasil perkembangan anak mereka. emosional dari kegiatan yang dilakukan beliau mengatakan harapan yang ingin dicapai dari kegiatan ini agar anak mempunyai kemampuan alam. puzzle. Untuk motivasi anak saat mengikuti kegiatan di TPA pada awalnya anak sama sekali tidak punya motivasi apa-apa. balok-balok susun. Untuk alat-alat belajar yang digunakan dan mendukung kegiatan berupa puzzle.

dua orang wakil ketua. Untuk susunan kepengurusan beliau menjelaskan bahwa di TPA Melati terdiri dari para pengelola.30 WIB. Beliau menjelaskan tentang penyelenggaraan pembinaan penitipan anak dilakukan oleh pengelola dan pengasuh. untuk setiap senin sampai kamis dilakukan pukul 07. menuang air tanpa tumpah. menendang. berlari tanpa jatuh bolak . Keingintahuan mereka itulah yang membuat anak-anak TPA berani mendekati orang lain dan mengajak bicara dengan bahasa mereka.balik. Tentang cara pengasuh melaksanakan interaksi dengan anak melalui pengenalan awal kepada anak yang didampingi oleh orang tua xcvi . Dalam pembinaan jadwal pembinaan dimusyawarahkan oleh tenaga pengasuh dan kemudian disetujui oleh pengelola selanjutnya diambil keputusan waktu pembinaan dilaksanakan pada tiap hari senin sampai jumat. menendang dan melempar bola jarak jauh serta melompat.30 WIB dan setiap jumat mulai pukul 07. berjalan maju dan mundur. berjalan mengikuti jejak. berjalan mundur. seorang sekretaris. Dari situ dapat dilihat perbedaan kemampuan belajar berdasarkan usia. memanjat menaiki tangga plosotan. sebagai contoh untuk kelompok usia 2 tahun–3 tahun kompetensi pengembangan fisik yang diharapkan adalah kemampuan anak dalam mengelola ketrampilan tubuh termasuk gerakan-gerakan yang mengontrol gerakan tubuh. menangkap dan melempar bola jarak dekat.30 WIB sampai 15. naik turun tangga. mengikuti binatang. menangkap.Kemampuan belajar anak di TPA Melati menurut beliau kemampuan belajar anak disesuaikan dengan usia dan tingkat perkembangannya. menirukan gerakan binatang. tenaga pengasuh. anak-anak merasa ingin tahu tentang orang baru yang datang di tempat mereka ( TPA Melati ). dua orang wakil sekretaris. Beliau juga mengatakan pengelola terdiri dari kepala TPA. berlari tanpa jatuh. gerakan halus dan gerakan kasar serta menerima rangsangan sensorik ( panca indera ) dengan cara berjalan stabil. anak-anak menikmati walau kadang tenaga pengasuh harus sabar menangani mereka saat berebut mainan. seorang bendahara. Responden 3 Informasi selanjutnya adalah R3 yang berpendidikan SMU. naik turun tangga tanpa berpegangan. dibantu oleh empat orang pembantu umum dan tenaga pengasuh yang terdiri dari empat orang. Reaksi anak-anak ketika bermain dengan teman-teman sebayanya. keseluruhan waktu pembina bertatap muka dengan anak didik selama 7 sampai delapan jam perhari. melompat dan sebagainya sedang untuk usia 4-5 tahun kompetensi dan hasil belajar yang dicapai sama untuk melatih motorik kasar dan halus dengan cara berjalan stabil. memanjat. c. Untuk berinteraksi dengan tenaga pengasuh dan orang lain di sekitar mereka langsung bisa akrab.00 WIB sampai 12.

peranan masyarakat dan memahami keragaman sosial serta budaya. Untuk pendekatan yang dilakukan pembina dalam pembinaan adalah pendekatan bermain sambil belajar. Untuk penilaian dilakukan menggunakan instrumen pengamatan dengan menggunakan blangko isian yang dibuat bersama-sama pengelola dan pengasuh. Pengasuh membuat rencana kegiatan harian yang nantinya digunakan untuk pedoman dalam kegiatan pembinaan. mengenal dan percaya akan ciptaan Tuhan serta mencintai sesama. dari kegiatan . xcvii . lingkungan sosial. Pengembangan kognitif yang pengasuh berikan disini dengan harapan anak dapat berpikir logis. Selanjutnya ia mengatakan bentuk pembinaan yang melatih pengembangan seni diharapkan mampu mengajarkan kepada anak untuk mempunyai kepekaan terhadap irama. gerakan kasar serta mampu menerima rangsangan sensorik melalui panca indra. Beliau mengatakan untuk mengkomunikasikan hasil pembinaan pengasuh tinggal memberikan blangko isian yang sudah diisi sebelumnya kepada orang tua dan menjelaskan perkembangan anak selama di TPA Melati dalam tiap bulannya.agar anak tidak takut dengan pengasuh. tenaga pengasuh menemani secara langsung pada saat pembinaan berlangsung dan memberikan bimbingan pada anak-anak yang membutuhkan bimbingan.kegiatan yang ada hasil kegiatan yang diharapkan adalah kemampuan beribadah. usia anak yang berbeda. Pada program pembinaan beliau mengatakan secara rinci untuk tiap kegiatan bermain sambil belajar yang secara tidak langsung melatih pengembangan moral dan nilai.. Melatih pengembangan bahasa beliau menjelaskan hasil yang diharapkan dari kegiatan ini agar anak mampu menggunakan bahasa baik secara pasif maupun aktif dan dapat berkomunikasi dengan baik yang nantinya bermanfaat dalam perkembangan selanjutnya. Dalam pembinaan kendala yang dialami saat menggunakan metode pembinaan biasanya pada respon anak. kritis dalam memberikan alasan dan memecahkan masalah selain itu secara tidak langsung dapat melatih anak untuk menemukan hubungan sebab akibat. Untuk metode yang digunakan adalah : metode bermain sambil belajar. nada. Melatih pengembangan fisik dengan Kompetensi hasil yang diharapkan adalah anak – anak mempunyai kemampuan mengelola dan ketrampilan tubuh termasuk gerakan – gerakan yang mengontrol gerakan tubuh. karena perkembangan tubuh dan otaknya berbeda.nilai agama. Sebagai contoh anak yang usianya 2 tahun dengan anak yang usianya 6 tahun berbeda pembinaannya. Melatih pengembangan sosial – emosional dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan beliau mengatakan harapan yang ingin dicapai dari kegiatan ini agar anak mempunyai kemampuan alam. birama dan berbagai bunyi serta menghargai hasil-hasil karya yang kreatif. perbedaan pola asuh orang tua.

setelah mengenal lingkungan sekitar TPA.mobilan. boneka. orang tua juga diharapkan memperhatikan dan membantu anak memberikan kosakata benda – benda yang baru mereka kenal di rumah. pada awal mereka datang mereka diperkenalkan tempat mereka berada sekarang. xcviii . Untuk motivasi anak saat mengikuti kegiatan di TPA pada awalnya anak sama sekali tidak punya motivasi apa-apa. Untuk alat . buku dongeng. Beliau mengatakan cara pembina berinteraksi dengan anak melalui perkenalan dengan anak yang didampingi oleh orang tua anak agar mereka tidak takut. Kemampuan belajar anak di TPA Melati menurut beliau kemampuan belajar anak disesuaikan dengan usia dan tingkat perkembangannya. d. buku cerita. Responden 4 Informasi selanjutnya adalah R4 yang berpendidikan SMU sebagai pengasuh beliau menjelaskan tentang penyelenggaraan pembinaan penitipan anak dilakukan oleh pengelola dan tenaga pengasuh. rumah – rumah susun.anak merasa ingin tahu tentang orang baru yang datang ke TPA Melati. Reaksi anak-anak ketika bermain dengan teman .alat belajar yang digunakan dan mendukung kegiatan berupa puzzle. mobil .teman yang ada mereka mempunyai motivasi untuk bermain dan berjumpa teman-teman yang lain dan pada kesempatan itulah yang pengasuh gunakan untuk melatih anak belajar sambil mereka bermain. tidak jarang orang tua mengeluhkan anak mereka pada saat tidak datang ke TPA malah rewel dirumah. orang-orang yang ada di TPA teman . mereka juga mendukung untuk setiap kegiatan yang ada.Untuk sarana belajar beliau menjelaskan ada beberapa sarana belajar yang digunakan seperti alat-alat permainan seperti balok susun. Keingintahuan mereka itulah yang membuat anak-anak TPA berani mendekati orang lain dan mengajak bicara dengan bahasa mereka.teman sebayanya mereka menikmati walau kadang tenaga pengasuh harus sabar menangani mereka saat berebut mainan. Mengenai respon orang tua tehadap hasil perkembangan anak yang diberikan sangat puas dengan hasil perkembangan anak mereka. orang tua juga turut menyukseskan kegiatan tersebut dengan melatih anak mereka tentang apa yang diberikan tenaga pengasuh sebagai contoh di TPA anak dilatih untuk belajar menyebutkan benda – benda yang ada disekitarnya. puzzle. Untuk berinteraksi dengan tenaga pengasuh dan orang lain di sekitar mereka langsung bisa akrab. untuk selanjutnya pengasuh mengajak mereka bermain dengan harapan anak-anak belajar bersosialisasi di samping itu pengasuh juga berupaya mengenalkan anak kepada lingkungan sekitar mereka. balok-balok susun. anak .

dua orang wakil sekretaris. dibantu oleh empat orang pembantu umum dan tenaga pengasuh yang terdiri dari empat orang. Tentang cara pengasuh melaksanakan interaksi dengan anak melalui pengenalan awal kepada anak. untuk setiap senin sampai kamis dilakukan pukul 07.30 WIB sampai 15. untuk pendekatan yang dilakukan pembina adalah pendekatan bermain sambil belajar. Sebagai contoh anak yang kurang dapat bergaul membutuhkan bimbingan dan bantuan agar ia dapat bergaul dengan anak yang lain dan solusinya pengasuh membantu agar anak dapat bergaul dengan anak yang lain melalui kegiatan bermain dengan tema Pengembangan nilai .. Mereka merasa sendirian dan asing dengan orang-orang yang baru ia kenal di sana. karena menurut beliau dengan bermain anak akan bisa dengan sendirinya berinteraksi dengan teman bermainnya. Dalam pembinaan pengasuh menyesuaikan isi program dengan kebutuhan anak.nilai agama dan kasih sayang terhadap sesama. tenaga pengasuh menemani secara langsung pada saat pembinaan berlangsung dan memberikan bimbingan pada anak-anak yang membutuhkan bimbingan. seorang bendahara.Untuk susunan kepengurusan yang secara administratif beliau menjelaskan bahwa di TPA Melati terdapat pengelola yang terdiri dari kepala TPA.30 WIB. seorang sekretaris. Menurut beliau memang pada awalnya anak menangis dan takut akan suasana baru yang ia terima di TPA Melati. Perencanaan yang dilakukan pengasuh sebelum pembinaan dilaksanakan adalah merencanakan tema kegiatan harian serta mempersiapkan sarana yang dibutuhkan pada kegiatan tersebut sehingga semua teratur dan berjalan dengan baik. Dalam pembinaan jadwal pembinaan dimusyawarahkan dahulu oleh tenaga pengasuh dan kemudian disetujui oleh pengelola dan kemudian diambil keputusan waktu pembinaan dilaksanakan pada tiap hari senin sampai jumat. pengasuh membuat rencana kegiatan harian yang nantinya digunakan sebagai pedoman dalam kegiatan pembinaan. Beliau menjelaskan pada dasarnya pembina juga menyesuaikan isi program dengan usia anak sebagai contoh untuk anak usia 2 tahun dan 6 tahun pembinaannya berbeda. dua orang wakil ketua. xcix . karena perkembangan tubuh dan otaknya berbeda. dimana dalam tema ini terdapat kegiatan bermain yang mengajarkan anak untuk bersosialisasi secara tidak langsung. Sama halnya dengan interaksi.30 WIB dan setiap jumat mulai pukul 07. yang didampingi oleh orang tua agar anak tidak takut dengan pengasuh. keseluruhan pembina bertatap muka dengan anak didik selama 7 sampai 8 jam perhari.teman yang lain di sini peran tenaga pengasuh dituntut untuk menemani anak tersebut agar secara perlahan-lahan bisa bergaul dengan teman yang lain cara yang biasa ditempuh adalah dengan memberikan mainan dan membiarkan ia bermain dengan anak yang lain. contohnya ada salah satu anak asuh yang mengalami kesulitan bergaul dengan teman .00 WIB sampai 12.

boneka. Pengembangan kognitif yang pengasuh berikan disini dengan harapan anak dapat berpikir logis. Melatih pengembangan fisik dengan Kompetensi hasil yang diharapkan adalah anak – anak mempunyai kemampuan mengelola dan ketrampilan tubuh termasuk gerakan – gerakan yang mengontrol gerakan tubuh.tiap kegiatan bermain sambil belajar yang secara tidak langsung melatih pengembangan moral dan nilai . mobil . Selanjutnya ia mengatakan bentuk pembinaan yang melatih pengembangan seni diharapkan mampu mengajarkan kepada anak untuk mempunyai kepekaan terhadap irama.alat belajar yang digunakan dan mendukung kegiatan berupa puzzle. lingkungan sosial. Dalam pembinaan kendala yang dialami saat menggunakan metode pembinaan adalah respon anak atau keinginan anak. birama dan berbagai bunyi serta menghargai hasil-hasil karya yang kreatif. Melatih pengembangan bahasa beliau menjelaskan hasil yang diharapkan dari kegiatan ini agar anak mampu menggunakan bahasa baik secara pasif maupun aktif dan dapat berkomunikasi dengan baik yang nantinya bermanfaat dalam perkembangan selanjutnya.rumahan susun. nada.Untuk metode yang digunakan adalah : metode bermain sambil belajar. Pada program pembinaan ini beliau mengatakan secara rinci untuk tiap. perbedaan pola asuh orang tua.alat permainan yang berupa balok susun. Melatih pengembangan sosial – emosional dari kegiatankegiatan yang dilakukan beliau mengatakan harapan yang ingin dicapai dari kegiatan ini agar anak mempunyai kemampuan alam. buku cerita.kegiatan yang ada hasil kegiatan yang diharapkan adalah kemampuan beribadah. peranan masyarakat dan memahami keragaman sosial serta budaya. Untuk penilaian dilakukan menggunakan instrumen pengamatan dengan menggunakan blangko isian yang dibuat bersama-sama pengelola dan pengasuh. Beliau mengatakan cara pembina berinteraksi dengan anak melalui pendekatan awal dengan anak yang didampingi orang tua anak agar mereka tidak takut untuk selanjutnya pengasuh mengajak bermain dengan harapan anak-anak belajar bersosialisasi di samping itu juga pengasuh berupaya mengenalkan anak kepada lingkungan sekitar. Beliau mengatakan untuk mengkomunikasikan hasil pembinaan pengasuh memberikan blangko isian yang sudah diisi sebelumnya kepada orang tua dan menjelaskan perkembangan anak selama di TPA Melati dalam tiap bulannya. usia anak yang berbeda.mobilan. kritis dalam memberikan alasan dan memecahkan masalah selain itu secara tidak langsung dapat melatih anak untuk menemukan hubungan sebab akibat. buku dongeng. Untuk alat . gerakan kasar serta mampu menerima rangsangan sensorik melalui panca indra. c . rumah . puzzle. balok-balok susun. dari kegiatan . mengenal dan percaya akan ciptaan Tuhan serta mencintai sesama.nilai agama. Untuk sarana belajar beliau menjelaskan ada beberapa sarana belajar yang digunakan seperti alat .

menuang air tanpa tumpah. Motivasi anak pada saat mengikuti kegiatan di TPA sama sekali tidak ada. Dari situ dapat dilihat perbedaan kemampuan belajar berdasarkan usia. anak-anak merasa ingin tahu tentang orang baru yang datang ke TPA Melati. ci . Kemampuan belajar anak di TPA Melati menurut beliau kemampuan belajar anak disesuaikan dengan usia dan tingkat perkembangannya. menendang. naik turun tangga. mereka juga mendukung untuk setiap kegiatan yang diberikan kepada anak mereka. memanjat. menangkap. sedangkan motivasi orang tua lebih memilih TPA Melati karena menurut mereka lokasi TPA dekat dengan tampat kerja. berlari tanpa jatuh bolak-balik. berjalan mundur. Keingintahuan mereka itu yang membuat anak-anak TPA berani mendekat dan mengajak bicara dengan bahasa mereka. sebagai contoh untuk kelompok usia 2 tahun – 3 tahun pengembangan fisik yang diharapkan adalah kemampuan anak dalam mengelola dan ketrampilan tubuh yang didalamnya termasuk gerakan-gerakan yang mengontrol gerakan tubuh. orang-orang yang ada di TPA teman .Mengenai respon orang tua tehadap hasil perkembangan anak yang diberikan mereka merasa sangat puas dengan hasil perkembangan anak mereka. orang tua juga turut menyukseskan kegiatan tersebut dengan melatih anak mereka tentang apa yang diberikan tenaga pengasuh sebagai contoh di TPA anak dilatih untuk belajar mandiri membereskan alat – alat permainan yang baru saja ia gunakan untuk bermain dan meletakkan pada tempatnya dan orang tua saat rumah diharapkan juga mengingatkan anak untuk membereskan mainannya sendiri dan mengembalikan pada tempat semula. gerakan motorik halus dan gerakan motorik kasar serta menerima rangsangan pancaindera dengan cara melempar bola jarak dekat. menangkap dan melompat dan sebagainya sedang untuk usia 4 .5 tahun kompetensi dan hasil belajar yang dicapai sama untuk melatih motorik kasar dan halus dengan cara berjalan stabil. naik turun tangga tanpa berpegangan. setelah mengenal lingkungan sekitar TPA. pada awal mereka datang mereka merasa asing di tempat mereka berada sekarang. menendang dan melempar bola jarak jauh serta melompat. Untuk berinteraksi dengan tenaga pengasuh dan orang lain di sekitar mereka langsung bisa akrab. berjalan mengikuti jejak. Reaksi anak-anak ketika bermain dengan teman-teman sebayanya anak-anak menikmati permainan meski kadang tenaga pengasuh harus sabar menangani mereka saat berebut mainan. menirukan gerakan binatang.teman yang ada mereka mempunyai motivasi untuk bermain dan bertemu teman . memanjat menaiki tangga plosotan. mengikuti binatang. berjalan stabil. mundur dan berjalan maju.teman yang lain dan pada kesempatan itulah yang digunakan pengasuh untuk melatih anak belajar sambil mereka bermain.

pada awalnya anak akan menangis dan takut akan keadaan baru yang ia terima di TPA Melati. yang didampingi oleh orang tua agar anak tidak takut dengan pengasuh. pengasuh membuat rencana kegiatan harian yang nantinya digunakan untuk pedoman dalam kegiatan pembinaan.30 WIB sampai 15.00 08. Dalam pembinaan pengasuh menyesuaikan isi program dengan kebutuhan anak dan usia anak. dari kegiatan – kegiatan itulah mengapa saya lebih memilih menitipkan anak saya di TPA daripada ditempat lain. tenaga pengasuh menemani secara langsung pada saat pembinaan berlangsung dan memberikan bimbingan pada anak-anak yang membutuhkan bimbingan. Dalam pembinaan jadwal pembinaan dimusyawarahkan oleh tenaga pengasuh dan kemudian disetujui oleh pengelola selanjutnya diambil keputusan waktu pembinaan dilaksanakan pada tiap hari senin sampai jumat. Tentang cara pengasuh melaksanakan interaksi dengan anak melalui perkenalan awal kepada anak.00 WIB anak tiba di TPA dan melalui proses pemeriksaan umum cii . Beliau menjelaskan pada dasarnya pembina juga menyesuaikan isi program dengan usia anak karena perkembangan tubuh dan otaknya berbeda. contoh ada salah satu anak asuh yang mengalami kesulitan bergaul dengan teman-teman yang lain karena perbedaan cara mengasuh orang tua disini peran tenaga pendidik dituntut untuk menemani anak tersebut agar secara perlahan-lahan bisa bergaul dengan teman yang lain. Usaha ini dilakukan karena dengan bermain anak akan bisa dengan sendirinya berinteraksi dengan teman bermainnya.00 WIB sampai 12. dua orang wakil sekretaris. Sebagai contoh anak yang kurang dapat bergaul membutuhkan bantuan agar ia dapat bergaul dengan anak yang lain dan solusinya pengasuh membantu agar anak dapat bergaul dan bersosialisasi dengan anak yang lain melalui kegiatan bermain. Responden 5 Informasi selanjutnya adalah R5 yang berusia 31 tahun sebagai tenaga pengasuh beliau menjelaskan tentang penyelenggaraan pembinaan penitipan anak dilakukan oleh para pengelola beserta pengurus dan dalam pelaksanaannya di bantu oleh tenaga pengasuh. pendekatan yang dilakukan pembina untuk pembinaan adalah pendekatan bermain sambil belajar . Untuk awal datang pukul 07. seorang bendahara. Tahap – tahap kegiatan pembinaan didasarkan pada usia misalnya usia 3 sampai 6 tahun. Dalam susunan kepengurusan beliau menjelaskan bahwa dalam organisasi TPA Melati terdapat pengelola yang terdiri dari beberapa pengurus ada kepala TPA. Hampir sama dengan interaksi. keseluruhan waktu pembina bertatap muka dengan anak didik selama 7 sampai delapan jam perhari. dua orang wakil ketua.30 WIB. dibantu oleh empat orang pembantu umum dan empat orang tenaga pengasuh. seorang sekretaris.30 WIB dan setiap jumat mulai pukul 07. untuk setiap senin sampai kamis dilakukan pukul 07.e.

buku dongeng.00 .30 . minum susu dan bersiap pulang. membersihkan badan dan tidur. orang tua juga turut menyukseskan kegiatan tersebut dengan melatih anak mereka tentang apa yang diberikan tenaga pengasuh sebagai contoh di TPA anak dilatih untuk belajar ciii . untuk sarana yang disediakan tempat cuci kaki dan tangan. bercerita dan kegiatan bebas diluar ruangan. usia anak yang berbeda.13.30 . Adapun tujuan agar anak belajar bersosialisasi dan meningkatkan kesegaran jasmani.00 WIB sampai 09. Untuk metode yang digunakan adalah : metode bermain sambil belajar. rumah-rumahan susun.30 WIB waktu minum susu tujuannya dengan memberikan susu anak diajak berkomunikasi dan sosialisasi dengan anak.00 . sosialisasi dan etika. Dalam pembinaan kendala yang dialami saat menggunakan metode pembinaan adalah keinginan anak atau respon anak. mobil . ganti baju. Pukul 13. Untuk penilaian dilakukan menggunakan instrumen pengamatan dengan menggunakan blangko isian yang dibuat bersama-sama pengelola dan pengasuh. dan perbedaan pola asuh. Untuk alat-alat belajar yang digunakan dan mendukung kegiatan berupa puzzle. tempat penyimpanan pakaian untuk selanjutnya pukul 08. Pukul 11.10. Mengenai respon orang tua tehadap hasil perkembangan anak yang diberikan mereka sangat puas dengan hasil perkembangan anak mereka. Pukul 09. mereka juga mendukung untuk setiap kegiatan yang diberikan kepada anak mereka.30-15. Berjemur kegiatan yang dilakukan tenaga pendidik mengawasi anak di luar. balok-balok susun.30 WIB kegiatan selanjutnya bernyanyi. puzzle. buku cerita.11.30 WIB anak – anak diberi pakaian ganti.30 WIB Membersihkan diri.00 WIB waktu ini digunakan untuk istirahat dan tidur.30 WIB anak – anak diberikan makan siang dan minum dari TPA Melati. Beliau mengatakan cara pembina berinteraksi dengan anak melalui perkenalan dengan anak yang didampingi orang tua anak agar mereka tidak takut untuk selanjutnya pendidik mengajak bermain dengan harapan anak-anak belajar bersosialisasi di samping itu pendidik juga berupaya mengenalkan anak kepada lingkungan sekitar mereka. Jam 09. Untuk sarana belajar beliau menjelaskan ada beberapa sarana belajar yang digunakan seperti alat-alat permainan yang berupa balok susun.00 .00 WIB kegiatan yang dilakukan bebas di luar. Pukul 10.dengan tujuan meningkatkan komunikasi.00 WIB kegiatan selanjutnya bermain dalam ruangan dengan menggunakan alat – alat permainan dalam ruangan. Pukul 11.11.mobilan.09. Pukul 12. Beliau mengatakan untuk mengkomunikasikan hasil pembinaan pengasuh tinggal memberikan blangko isian yang sudah diisi sebelumnya kepada orang tua dan menjelaskan perkembangan anak selama di TPA Melati dalam tiap bulannya.12.30 . boneka.

tempatnya bersih. Untuk berinteraksi dengan tenaga pengasuh dan orang lain di sekitar mereka langsung bisa akrab. menuang air tanpa tumpah. sebagai contoh untuk kelompok usia 2 tahun – 3 tahun pengembangan fisik kompetensi yang diharapkan adalah kemampuan anak dalam mengelola dan ketrampilan tubuh termasuk gerakan-gerakan yang mengontrol gerakan tubuh. gerakan motorik halus dan gerakan motorik kasar serta menerima rangsangan sensorik ( pancaindera ) dengan cara berjalan stabil. naik turun tangga. naik turun tangga tanpa berpegangan. berjalan maju dan mundur. memanjat menaiki tangga plosotan. melompat dan sebagainya sedang untuk usia 4 . orang-orang yang ada di TPA teman-teman yang ada mereka mempunyai motivasi untuk bermain dan berjumpa teman-teman yang lain dan pada kesempatan itulah yang pengasuh gunakan untuk melatih anak belajar sambil mereka bermain. anak . menendang.teman sebayanya anak-anak menikmati walau kadang tenaga pengasuh harus sabar menangani mereka saat berebut mainan. Responden 6 Informasi selanjutnya R6 yang berpendidikan S1 jurusan teknik. berjalan mengikuti jejak. berjalan mundur. f. Beliau juga mengatakan pembinaan yang dilakukan sangat memuaskan. ayah dari Gebyar Berlianto ini mengatakan alasan memilih TPA Melati sebagai tempat menitipkan anak mereka karena fasilitas yang memuaskan. karena menurut beliau anaknya sekarang lebih mandiri dari pada sebelumnya. Keiingintahuan mereka itulah yang membuat anak . Reaksi anak . setelah mengenal lingkungan sekitar TPA.5 tahun Kompetensi dan hasil belajar yang dicapai sama untuk melatih motorik kasar dan halus dengan cara berjalan stabil. berlari tanpa jatuh. menendang dan melempar bola jarak jauh serta melompat. dulu anaknya belum bisa meletakkan sepatunya pada rak civ . menangkap dan melempar bola jarak dekat. dekat dengan tempat kerja istri.anak TPA berani mendekati orang lain dan mengajak bicara dengan bahasa mereka.apa. menangkap. pada awal mereka datang mereka merasa asing di tempat mereka berada sekarang. menirukan gerakan binatang. mengikuti binatang. Kemampuan belajar anak di TPA Melati menurut beliau kemampuan belajar anak disesuaikan dengan usia dan tingkat perkembangannya. Beliau bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil usia beliau 40 tahun. Dari situ dapat dilihat perbedaan kemampuan belajar berdasarkan usia.anak merasa ingin tahu tentang orang baru yang datang di tempat mereka ( TPA Melati ).anak ketika bermain dengan teman .mandiri meletakkan sepatu atau sandal pada tempatnya dan orang tua juga menerapkan hal yang sama di rumah. Untuk motivasi anak saat mengikuti kegiatan di TPA pada awalnya anak sama sekali tidak punya motivasi apa . memanjat. berlari tanpa jatuh bolak – balik.

00 WIB. anak saya lebih mandiri di rumah dia tidak rewel. Beliau memberikan gambaran pembinaan yang beliau harapkan adalah pembinaan yang dapat sepenuhnya membantu anak untuk lebih mandiri dan tidak selalu bergantung pada orang tua yang bekerja di kemudian hari. Beliau telah menitipkan anak di TPA Melati 3 tahun yang pada saat pertama kali masuk di TPA Melati usia 3 bulan. dan berkomunikasi. Letak TPA Melati menurut beliau sangat strategis.000. mungkin karena di TPA sering diajak berbincang-bincang.. jarak rumah saya dengan TPA Melati kirakira 10 km.sampai dengan Rp 400. dari hal itu pula yang membuat beliau lebih memilih TPA Melati dari pada tempat penitipan yang lain. dengan tanpa disuruh anak dapat melakukannya sendiri. untuk tiap hari beliau sebelum bekerja mengantar anak ke TPA terlebih dahulu selanjutnya beliau menjemput kembali putranya setelah pulang kerja jam 16.. Sebagai contoh untuk mengambil sepatu dilakukan sendiri. Sejak mengikuti pembinaan anak saya mandiri mengerjakan sesuatu yang menyangkut dirinya tanpa harus meminta tolong orang lain. Tentang jadwal beliau menitipkan anak beliau mengatakan pembinaan dilakukan setiap senin dan jumat dan beliau juga selalu menitipkan anaknya pada hari itu.sepatu. dapat dijangkau dengan menggunakan kendaraan sendiri ataupun angkatan kota. berbahasa. dan mengembalikan sepatu pada tempatnya semula setelah dipakai tanpa harus disuruh. Motivasi beliau menitipkan anak di TPA Melati karena beliau dan istri dapat bekerja lebih tenang sehingga beliau merasa perlu sekali menitipkan anaknya agar anaknya tidak kehilangan masa anakanaknya dan masa belajarnya. Perubahan yang sangat mencolok selama anak mengikuti pembinaan anak beliau tidak rewel dan cengeng. olah tubuh. dari kegiatan – kegiatan yang diberikan dengan anaknya sangat mempunyai pengaruh yang sangat besar sekali mulai dari keagamaan. Anak saya sekarang lebih lancar berbicara dan tidak takut dengan orang yang tidak dia kenal. Saya mengetahui keberadaan TPA Melati UNDIP dari istri saya yang bekerja di UNDIP. Kesulitan yang beliau hadapi saat menitipkan anak di TPA Melati saat anak sedang rewel karena sakit atau memang kadangkadang anak tidak mau ditinggal kerja.000. Mengenai biaya yang dikeluarkan untuk menitipkan anak di TPA Melati. memakai sepatu sendiri. tapi setelah dilatih untuk mandiri di TPA Melati dengan meletakkan alas kaki di rak sepatu yang ada di TPA Melati dan itu sangat membantu kerja ibu di rumah.per bulannya. beliau mengatakan sekitar Rp 125. TPA dekat dengan jalan raya. Untuk meluagkan waktu dalam memantau perkembangan anak di TPA beliau selalu datang ke TPA saat istirahat kerja meskipun cv .

yang menurutnya hanya masalah kepercayaan saja mengapa beliau memilih TPA Melati yang pada dasarnya hampir sama pelayanannya dengan play group. dekat dengan jalan raya sehingga mudah dijangkau oleh angkutan umum. Untuk jadwal beliau menitipkan anak beliau mengatakan jadwal telah ditetapkan bersama. tetapi sekarang mungkin karena telah terbiasa berada bersama anak – anak lain ia jadi lebih berani dan tidak cengeng dari pada sebelumnya.sampai saya harus menunggui di sana.00 sampai 12. Sejak cvi . Beliau memberikan gambaran pembinaan yang beliau harapkan adalah pembinaan yang dapat sepenuhnya membantu anak untuk lebih mandiri dan tidak selalu bergantung pada orang tua yang bekerja di kemudian hari. Beliau berharap anak akan dapat mandiri setelah mengikuti semua kegiatan yang ada di TPA Melati.30. dari seluruh kegiatan yang diberikan saya lebih senang kegiatan anak dalam pengembangan seni dan bahasa yang melatih anak untuk menghargai hasil karya yang ada dan berkomunikasi yang merupakan hal yang terpenting untuk perkembangan anak selanjutnya. karena beliau merasakan perbedaan yang mencolok pada anaknya sekarang dulu anak saya takut dan cengeng saat berada di sekolah sehingga sangat merepotkan gurunya sampai . Responden 7 Informasi selanjutnya R 7 yang berpendidikan D3 Kesehatan. Beliau bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil ( BP7 ) usia beliau 40 tahun. terpaksa saya harus menitipkannya di TPA dan saya setiap saat terus memantau keadaan anak dan itu membuat pikiran saya tidak bisa tenang. Beliau juga mengatakan pembinaan yang dilakukan sangat memuaskan. tidak rewel dan cengeng. g. Perubahan yang sangat mencolok selama anak mengikuti pembinaan anak beliau lebih mandiri.30 dan hari jumat mulai pukul 07. Dalam sehari – harinya anak beliau tetap sekolah. tentang mengapa memilih TPA dari pada play group menurut beliau tempat penitipan yang sekarang dipilih lebih aman dan tepat untuk anak beliau. ayah dari Mohammad Nabil ini mengatakan alasan memilih TPA Melati dari pada tempat penitipan yang lain atau play group sebagai tempat menitipkan anak mereka karena fasilitas yang memuaskan. Kesulitan yang beliau hadapi saat menitipkan anak di TPA Melati saat anak sedang sakit sementara pekerjaan saya tidak bisa ditinggal.hanya sebentar.30 sampai pukul 15. tempatnya bersih. beliau menjemput anak setelah pulang sekolah dan langsung mengantarnya ke TPA. pembinaan dilakukan setiap hari senin sampai kamis pukul 07. dan beliau juga selalu menitipkan anaknya setelah pulang sekolah. Selain itu beliau juga mengatakan untuk memantau perkembangan anak memang harus selalu dilakukan sekecil apapun bentuk perhatian tersebut sangat berarti bagi perkembangan anak selanjutnya.

dari situ saya mencoba mencari informasi dengan langsung datang ke TPA dan bertanya – tanya seputar pengasuhan anak. karena takut kalau – kalau anak saya tidak bisa menyesuaikan diri dengan pembantu saya dan saya memang tidak bisa percaya dengan pembantu – pembantu rumah tangga jaman sekarang. Saya mengetahui keberadaan TPA Melati UNDIP dari kakak saya yang kebetulan melewati jalan Hayam Wuruk dan melihat papan nama yang terpampang di depan TPA dan kebetulan juga sejak anak saya lahir saya tidak pernah mempekerjakan pembantu rumah tangga.. Beliau berharap anak akan dapat mandiri setelah mengikuti semua kegiatan yang ada di TPA Melati.anak di usia dini saya langsung tertarik dan mengambil keputusan menitipkan anak di sana. keramahan dan kesabaran tenaga pengasuh yang saya rasakan dapat membantu anak saya dalam belajar Mengenai biaya yang dikeluarkan untuk menitipkan anak di TPA Melati beliau mengatakan sekitar Rp 125.000. Responden 8 Informasi selanjutnya R 8 yang berusia 33 tahun. beliau berpendidikan D3 dan bertempat tinggal di Sendang Mulyo ini cvii . Letak TPA Melati menurut beliau sangat strategis. dengan bertanya kepada pengasuh bagaimana keadaan anak di TPA begitu juga sebaliknya pihak TPA selalu siap memberikan kabar tentang anak – anak yang diasuh kepada orang tua kalau ada masalah pada anak – anak di TPA. Untuk meluangkan waktu dalam memantau perkembangan anak di TPA beliau lakukan melalui telepon. malah anak saya rewel dirumah kalau hari minggu TPA Melati tutup karena memang tidak ada jadwal. suami saya terus mendesak saya untuk keluar dari tempat kerja untuk mengasuh anak di rumah tapi setelah saya menemukan TPA Melati dan suami saya setuju untuk menitipkan anak kami memutuskan menitipkan anak di TPA. Motivasi beliau menitipkan anak di TPA Melati karena beliau dapat bekerja lebih tenang.mengikuti pembinaan anak saya mandiri mengerjakan sesuatu yang menyangkut dirinya tanpa harus meminta tolong orang lain. setelah tahu ada lembaga yang secara resmi mengasuh dan membina anak.000. dapat dijangkau dengan menggunakan kendaraan sendiri ataupun angkatan kota. kami lebih bisa tenang dan dapat berkonsentrasi dengan pekerjaan masing – masing. karena sebelum saya mendapatkan solusi menitipkan anak. ya terpaksa saya mengajak anak saya ke tempat hiburan lain.dengan per bulannya.sampai Rp 400. beliau juga mengatakan untuk memantau perkembangan anak memang harus selalu beliau lakukan sekecil apapun bentuk perhatian tersebut sangat berarti. tidak rewel dan cengeng.. TPA dekat dengan jalan raya. Sekarang saya dan suami tidak lagi khawatir seperti dulu. selain itu sarana dan prasarana yang ada sangat memuaskan. h.

dan setelah mempunyai pembantu ia berhenti menitipkan anaknya. Saya mengetahui keberadaan TPA Melati UNDIP dari teman kerja saya yang dulu sebelum mempunyai pembantu menitipkan anaknya di TPA. Gambaran pembinaan yang beliau harapkan adalah pembinaan yang dapat sepenuhnya membantu anak untuk lebih mandiri dan tidak selalu bergantung pada orang tua yang bekerja di kemudian hari. Kesulitan yang beliau hadapi saat menitipkan anak di TPA Melati saat anak sedang rewel karena sakit atau memang kadangkadang anak tidak mau ditinggal kerja. untuk setiap hari sebelum bekerja beliau mengantar anak ke TPA terlebih dahulu selanjutnya beliau menjemput kembali setelah pulang kerja. beliau juga mengaku lebih percaya kepada TPA Melati dari pada tempat lainnya karena anak saya kelihatan menikmati sekali selama di cviii . dan yang penting anaknya nyaman berada di TPA Melati. Karena menurut beliau anaknya sekarang lebih mandiri.mengatakan alasan memilih TPA Melati sebagai tempat menitipkan anak mereka karena fasilitas yang bagus. gerakan kasar serta mampu menerima rangsangan sensorik melalui panca indra yang merupakan hal yang terpenting untuk perkembangan anak saya selanjutnya. saya tinggal memberi perintah meletakkan botol minuman yang sudah habis isinya ke meja langsung dikerjakannya. dari seluruh kegiatan yang diberikan saya lebih senang kegiatan anak dalam melatih pengembangan fisik dengan kompetensi hasil yang diharapkan adalah anak – anak mempunyai kemampuan mengelola dan ketrampilan tubuh termasuk gerakan – gerakan yang mengontrol gerakan tubuh. tempatnya bersih. saya tinggal memantau kegiatan apa saja yang dilakukannya. terlebih lagi anak – anak di TPA dapat lebih mandiri mengerjakan segala sesuatu kegemarannya sendiri tanpa harus minta bantuan kalau tidak benar – benar terpaksa. lebih mandiri untuk melakukan kegiatannya sendiri. Perubahan yang sangat mencolok selama anak mengikuti pembinaan anak beliau lebih mampu berinteraksi dengan anak lain. dan itu sangat membantu pekerjaan saya di rumah. Tentang jadwal beliau menitipkan anak beliau mengatakan pembinaan dilakukan setiap hari senin dan jumat dan beliau juga selalu menitipkan anaknya pada hari itu. saya juga lebih fleksibel untuk membiarkan anak saya melakukan aktivitasnya sendiri tanpa harus memberikan tekanan – tekanan yang nantinya mematikan kreativitasnya. dulu anaknya tidak mau melakukan segala sesuatunya sendiri misalnya mengambil botol minumnya sendiri di meja semuanya harus saya yang mengerjakan. dan memilih pembantu yang mengasuh anaknya. tapi setelah dua minggu pertama saya menitipkan anak saya mengalami perkembangan yang pesat. Tentang pembinaan yang dilakukan sangat memuaskan.

untuk tiap hari beliau mengantar anak ke TPA terlebih dahulu langsung setelah pulang sekolah selanjutnya beliau menjemput kembali putranya setelah pulang kerja. Untuk meluangkan waktu dalam memantau perkembangan anak di TPA beliau selalu datang menanyakan kondisi anak di TPA dan tidak jarang saya datang sekali – kali ke TPA saat istirahat kerja meskipun hanya sebentar. itu terjadi karena kedua orang tuanya sibuk bekerja. dapat dijangkau dengan menggunakan kendaraan sendiri ataupun angkatan kota. ya kalau anak saya cocok. Dari kegiatan yang diberikan beliau senang kegiatan yang mencakup pengembangan kognitif. WIB dan beliau juga selalu menitipkan anaknya pada hari itu tentunya setelah pulang sekolah. Selain itu beliau juga mengatakan untuk memantau perkembangan anak memang harus selalu dilakukan sekecil apapun bentuk perhatian tersebut sangat berarti bagi perkembangan selanjutnya. cix . Tentang jadwal beliau menitipkan anak beliau menyesuaikan dengan jadwal yang dibuat TPA Melati setiap hari senin sampai kamis pukul 07. karena beliau beranggapan berapapun biaya yang harus dikeluarkan untuk kebutuhan anak akan beliau keluarkan yang terpenting anak tercukupi baik soal pendidikan maupun pengasuhan Motivasi beliau menitipkan anak di TPA Melati karena pengalaman pribadi beliau yang tidak mengenakan yang pernah beliau alami sewaktu kecil. dimana beliau dulu kurang perhatian yang cukup soal perkembangan fisik. karena menurut beliau hal itu penting bagi anak beliau. Mengenai biaya yang dikeluarkan beliau keberatan menyebutkannya.30 WIB sampai pukul 15. Ibu dari Rafida Safira ini mengatakan alasan memilih TPA Melati sebagai tempat penitipkan anak karena fasilitasnya bagus untuk kenyamanan anak.i. Responden 9 Informasi selanjutnya R6 yang berpendidikan SMU.00 WIB sampai 12. Beliau memberikan gambaran pembinaan yang beliau harapkan adalah pembinaan yang dapat sepenuhnya membantu anak untuk lebih mandiri karena kesibukan beliau sebagai wiraswasta berdagang di pasar yang kurang memberikan perhatian yang penuh kepada anak. TPA. kurang bergaul dengan anak – anak seusia sehingga beliau merasa kehilangan masa kanak – kanaknya. Letak TPA Melati menurut beliau sangat strategis. maka saya monomer satukan kebutuhan – kebutuhan anak saya. kalau tidak malah saya yang repot”. TPA dekat dengan jalan raya.” Saya takut memindahkan anak saya ke tempat lain. Dari pengalaman itu saya tidak mau anak saya mengalaminya. dan menitipkan anak dulu sebelum anak saya masuk sekolah.30. pembinaan yang dilakukan pengasuh memuaskan dapat membantu perkembangan anak.30 WIB dan hari jumat mulai pukul 07.

Untuk meluangkan waktu dalam memantau perkembangan anak di TPA beliau menggunakan jasa telepon untuk mengetahui kondisi anaknya.j. Motivasi beliau menitipkan anak di TPA Melati karena beliau dan suami dapat bekerja lebih tenang. beliau bekerja di PEMDA. makanya saya tidak berani ambil resiko memindahkan anak ke tempat lain. Mengenai biaya yang dikeluarkan beliau mengatakan sekitar Rp 125. Responden 10 Informasi selanjutnya seorang Perempuan yang usia 37 tahun. beliau menjelaskan lebih memilih TPA Melati daripada tempat lain karena anak saya terlanjur menikmati tempat itu dari awal. Beliau juga mengatakan untuk memantau perkembangan anak memang harus selalu dilakukan sekecil apapun bentuk perhatian tersebut sangat berarti bagi perkembangan selanjutnya. dan itu tidak memungkinkan saya untuk meninggalkan anak di tempat pengasuhan. karena menurut beliau cx . dapat dijangkau dengan menggunakan kendaraan sendiri ataupun angkatan kota. Kesulitan yang beliau hadapi saat menitipkan anak di TPA Melati saat anak sedang bandel karena tidak mau dititipkan dan menangis minta diajak ke tempat saya dagang. TPA dekat dengan jalan raya. ibu dari Alfian Nanda ini menuturkan alasan memilih TPA Melati sebagai tempat menitipkan anak mereka karena fasilitas yang memuaskan. yang sebelumnya saya cari – cari keberadaannya karena TPA yang ada dipasar – pasar kebanyakan sekarang sudah tidak ada lagi kalaupun ada kegiatan yang ada didalamnya tidak jalan. beliau menggunakan kesempatan ini untuk bekerja mencari nafkah demi pendidikan yang baik untuk anak – anaknya.per bulannya untuk menitipkan anak di TPA Melati. Beliau berharap anak akan dapat mandiri setelah mengikuti semua kegiatan yang ada di TPA Melati. mungkin karena di TPA sering diajak berbincang-bincang oleh pengasuh. Letak TPA Melati menurut beliau sangat strategis sekali. dekat dengan jalan raya yang memudahkan transportasi. Saya mengetahui keberadaan TPA Melati dari keponakan saya yang kuliah di UNDIP yang mengatakan ada tempat pengasuhan anak. Beliau juga mengatakan pembinaan yang dilakukan sangat memuaskan. Perubahan yang sangat mencolok selama anak mengikuti pembinaan. “ Anak saya itu dari pertama saya ajak langsung senang melihat anak –anak yang ada bermain disana dan kesenangan awal itu yang tidak pernah saya lihat sebelumnya dari anak..000. anak beliau lancar berbicara dan lebih berani untuk berbicara dengan orang lain dan tidak malu – malu baik dirumah atau disekolah. Beliau baru menitipkan anak di TPA Melati 3 bulan ini. Menurut beliau nanti saja dipindahkan ke TK setelah usianya mencukupi. tempatnya bersih.

anak saya lebih mandiri di rumah dia tidak rewel. dari informasi tersebut saya langsung percaya dan memasukkan anak disana. Motivasi beliau menitipkan anak di TPA Melati karena beliau dan istri dapat bekerja lebih tenang selain itu beliau merasa agar anaknya tidak kehilangan masa anak-anaknya dan masa belajarnya perlu sekali menitipkan anaknya. Untuk meluangkan waktu dalam memantau perkembangan anak di TPA beliau datang ke TPA saat istirahat kerja meskipun hanya sebentar.00 sampai 12. cxi . dapat dijangkau dengan menggunakan kendaraan sendiri ataupun angkatan kota. tentang masalah mengapa tidak memilih play group atau TPA lain beliau mengungkapkan.. Saya mengetahui keberadaan TPA Melati UNDIP dari teman saya. karena terlanjur percaya baik sama pengasuhnya dan tidak bisa dibohongi adalah saat perkembangan yang mencolok sekali pada saat dirumah anak saya tidak rewel dan lebih mandiri. Pembinaan yang dilakukan TPA Melati secara keseluruhan sangat membantu anak saya mulai dari perkembangan moral dan nilai.30 WIB. pengembangan bahasa.000.nilai agama. dulu anaknya belum bisa mengambil baju sendiri.000.anaknya sekarang lebih mandiri dari pada sebelumnya. pengembangan kognitif anak. Beliau memberikan gambaran pembinaan yang beliau harapkan adalah pembinaan yang dapat sepenuhnya membantu anak untuk lebih mandiri dan tidak selalu bergantung pada orang tua yang bekerja di kemudian hari.30 dan hari jumat mulai pukul 07. Sejak mengikuti pembinaan anak saya mandiri mengerjakan sesuatu yang menyangkut dirinya tanpa harus meminta tolong orang lain. memang perubahan itu belum berarti tapi beliau yakin dari pelajaran itu setidaknya anak akan tambah pengetahuannya.. Perubahan yang sangat mencolok selama anak mengikuti pembinaan anak beliau tidak rewel dan cengeng. tapi setelah dilatih untuk mandiri di TPA Melati dengan mengambil pakaiannya sendiri dari tas yang mereka bawa dari rumah.sampai dengan Rp 400. dan pengembangan sosial emosional serta pengembangan seni.30 sampai pukul 15. Kesulitan yang beliau hadapi saat menitipkan anak di TPA Melati saat anak sedang rewel karena sakit. Mengenai biaya yang dikeluarkan beliau mengatakan sekitar Rp 125. Letak TPA Melati menurut beliau sangat strategis.per bulannya untuk menitipkan anak di TPA Melati. TPA dekat dengan jalan Raya. Untuk tiap hari beliau sebelum bekerja terlebih dahulu mengantar anak ke TPA selanjutnya beliau menjemput kembali putranya setelah pulang kerja. Tentang jadwal beliau menitipkan anak beliau mengatakan beliau menyesuaikan dengan jadwal yang dibuat TPA Melati setiap hari senin sampai kamis pukul 07. pengembangan fisik.

buku tentang pertumbuhan dan perkembangan anak yang disarikan kemudian dijabarkan dalam kegiatan harian. pelaksanaan dan evaluasi pembinaan. cxii . Kurikulum yang dipakai saat ini dibuat dan dikembangkan berdasarkan beberapa literatur dan buku .ibu Dharma wanita UNDIP dan dalam perencanaan pembinaan yang ada di TPA Melati dirancang oleh pengelola dan para tenaga pengasuh yang mengacu pada pembelajaran anak usia dini. B. Dalam kurikulum dibuat program kegiatan harian yang nantinya akan digunakan pengasuh sebagai pedoman pembinaan. Pembahasan Hasil Penelitian Pada bagian ini akan dibahas hasil penelitian seperti yang telah dipaparkan di depan yang meliputi : perencanaan pembinaan.Beliau berharap anak akan dapat mandiri setelah mengikuti semua kegiatan yang ada di TPA Melati. Perencanaan Pembinaan Taman Pengasuhan Anak Melati merupakan lembaga pengelola penitipan anak yang dikelola oleh para ibu . pengorganisasian. 1.

pengembangan sosial – emosional dan pengembangan seni. Pembinaan dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah dibuat bersama .sama tenaga pengasuh. Dari temuan tersebut dapat diketahui bahwa perencanaan yang ada di TPA Melati Semarang dibuat sebelum pembinaan dilakukan dengan menentukan cxiii . pengembangan kognitif.Dalam kegiatan harian yang dilakukan didasarkan pada tingkat pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini antara 0 . Penentuan metode dan media yang digunakan secara keseluruhan mengacu pada tujuan pembinaan berdasarkan usia dan tingkat perkembangan dan pertumbuhan anak dengan memanfaatkan lingkungan sekitar. pengembangan fisik. Adapun penjabaran dari tiap – tiap kegiatan dapat dilihat dari satuan kegiatan mingguan dan satuan kegiatan harian yang telah dibuat oleh para pengasuh dan disetujui oleh kepala TPA Melati melalui proses musyawarah.8 tahun. Adapun tingkat perkembangan yang ingin dicapai meliputi pengembangan moral dan nilai – nilai agama. pengembangan bahasa. pengelola dan sesuai kebutuhan orang tua.

ibu dharma wanita UNDIP dengan pertimbangan bahwa mereka dipandang mampu dan mau dalam artian mereka dipandang berpotensi. Dalam pembentukan organisasi di TPA Melati Semarang didasarkan atas keputusan bersama-sama ikatan ibu . cxiv berkemampuan dan cukup . 2.sumber manusiawi dan non manusiawi yang diperlukan ke dalam suatu kesatuan dalam melaksanakan kegiatan sebagaimana telah direncanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dengan demikian langkah-langkah yang ditempuh sesuai dengan saran Williams dan Kami (1986) yang menyarankan untuk mendorong kemampuan berfikir anak sebaiknya guru merancang suatu kegiatan yang memungkinkan masingmasing anak mendapatkan kesempatan khusus untuk memutuskan sendiri kegiatan mana yang dipilih. Hal ini dapat dilihat dari satuan kegiatan mingguan dan satuan kegiatan harian yang telah dibuat TPA Melati. Pengorganisasian Pengorganisasian adalah usaha mengintegrasikan sumber .kegiatan harian. metode dan media yang disesuaikan dengan usia perkembangan anak serta melibatkan orangorang yang ada dalam organisasi.

5 tahun sampai 7 tahun. para Pengurus sudah paham betul tugas dan kewajibannya sebagai suatu kesatuan dalam organisasi. hal ini di pelopori oleh kepala TPA Melati itu sendiri. tidak berpenyakit dalam Pembagian tugas serta wewenang dalam organisasi ini cukup jelas dimana masing-masing anggota organisasi mengerti dengan jelas tugas dan tanggung jawabnya dalam organisasi ini. Dari informasi yang didapat tersebut dapat diambil kesimpulan sementara. 1995 : 76 ).berpengalaman untuk melaksanakan tugasnya sesuai dengan jabatan yang diberikan dalam organisasi tersebut. Dari keterangan yang diperoleh dapat diambil kesimpulan sementara bahwa pengorganisasian di TPA Melati merupakan suatu proses pengelompokan dan mengatur serta membagi tugas – tugas atau pekerjaan di antara para anggota organisasi agar tujuan organisasi dapat dicapai dengan efisien Hani Handoko. sedangkan perekrutan anak didik didasarkan pada usia anak yang tidak lebih dari 1. Tugas pengelola adalah bertanggung jawab terhadap manajemen penyelenggaraan. 1994 ( didiet Hardjito. Hal ini dapat dilihat dari kepengurusan yang ada di TPA Melati. Perekrutan pengasuh didasarkan pada pengalaman di bidangnya serta ketelatenan dan kesabarannya mengurus anak. bahwa pengorganisasian TPA merupakan suatu proses pengatur. beliau sebagai sosok pimpinan yang mengayomi anggotanya dan seorang yang cxv . mengelompokkan dan membagi tugas serta pekerjaan diantara para anggota organisasi agar tujuan organisasi dapat dicapai dengan efisien. sedangkan para tenaga pembina atau pengasuh bertanggung jawab terhadap manajemen pembinaan.

pengembangan bahasa. pengembangan kognitif anak. pengembangan bahasa. kurang beragamnya alat permainan yang ada sehingga proses belajar menjadi kurang sempurna.nilai agama. Semua kegiatan yang dilakukan dipilih dalam rangka perkembangan moral dan nilai. 3. semua kegiatan dilaksanakan tanpa hambatan yang berarti.. pengembangan kognitif. pengembangan fisik. Pada pelaksanaan kegiatan diharapkan semua tujuan pembinaan tercapai mulai dari Pengembangan moral dan nilai – nilai agama. pengembangan seni. cxvi . pengembangan sosial – emosional. dan pengembangan sosial emosional serta pengembangan seni. Pelaksanaan kegiatan pembinaan dilakukan menganut prinsipprinsip perkembangan anak usia dini dan bermain sambil belajar. TPA Melati mengatasinya dengan penggunaan media alami bermain yang ada di TPA misal tanah berumput. Metode yang dipakai adalah metode bermain dan belajar atau belajar sambil bermain. Pelaksanaan Pembinaan Setelah perencanaan pengorganisasian selanjutnya fungsi pelaksanaan baru dilakukan agar dapat merealisasi tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dari beberapa komentar para informan bahwa pelaksanaan dilakukan sesuai dengan apa yang telah direncanakan dalam satuan kegiatan harian yang didasarkan pada usia anak.dapat membedakan antara tanggung jawab pekerjaan dengan urusan pribadi. pengembangan fisik.

hal ini telah diterapkan oleh TPA Melati dengan menggunakan alat ukur berupa pengisian lembar pengamatan yang dilakukan oleh pengasuh yang dalam evaluasi melibatkan orang tua peserta didik melalui buku penghubung yang diserahkan tenaga pengasuh kepada orang tua. Evaluasi dilaksanakan melalui pengamatan dan observasi dalam setiap kegiatan. Evaluasi pembinaan Evaluasi dilakukan untuk mengetahui tingkat keberhasilan suatu program.4. Dari data yang diperoleh dari para responden diatas evaluasi pembinaan di TPA Melati dilaksanakan oleh pengasuh dengan melibatkan orang tua peserta didik. Perencanaan cxvii . b. menyeluruh untuk menentukan suatu program atau kemajuan dari seorang anak. 5. Faktor – faktor pendukung dan penghambat Daya dukung dari penyelenggaraan pembinaan penitipan anak usia dini antara lain: a. Dari hasil informsasi yang didapat penilaian atau evaluasi di TPA Melati sesuai dengan pendapat Brewer ( 1992 ) yang menyatakan penilaian adalah penggunan sistem evaluasi yang bersifat komprehensif. Pengorganisasian Kegiatan yang diselenggarakan dikelola dengan matang oleh para personil organisasi melalui kegiatan musyawarah terlebih dahulu untuk pengambilan suatu keputusan tentang kegiatan pembinaan.

Pada perencanaan daya dukung yang sangat berperan adalah persiapan sumber belajar yang memadai. metode dan teknik pembinaan yang tepat sesuai dengan tingkat usia dan perkembangan anak. Evaluasi Daya dukung kegiatan evaluasi di TPA Melati dapat dilihat dari respon orang tua terhadap perkembangan anak yang bisa digunakan untuk mengisi lembar evaluasi. sarana dan prasarana. Sedangkan faktor penghambat adalah: a. sarana dan prasarana yang digunakan sesuai dengan fungsinya. evaluasi. c. d. Pengorganisasian Penghambat dari kegiatan pengorganisasian dapat dilihat dari perlunya pemantauan yang lebih intensif dari ikatan pengurus dan pengelola untuk melihat kinerja pengasuh. sarana dan prasarana yang kurang dan perlu diperbaiki. Pelaksanaan Daya dukung yang sangat berperan meliputi sumber belajar yang berpengalaman dibidang pengasihan anak. penggunaan metode dan teknik pembinaan yang tepat. b. Perencanaan Pada perencanaan penghambatnya adalah pada penyediaan sarana dan prasarana yang perlu adanya pergantian media belajar yang cxviii . letak yang strategis.

jalan keluar yang diambil pengasuh dengan membiarkan anak bermain bersama dengan temanteman yang lain dan harapan pengasuh.sudah tidak bisa dipakai dengan yang baru. Pelaksanaan Pada pelaksanaan hal yang menghambat adalah perbedaan minat dan pola asuh orang tua. Solusi sebelum media diganti anak-anak masih tetap menggunakan media belajar yang lama. cxix . d. Evaluasi Penghambat dari evaluasi-evaluasi jika anak datang hanya dalam waktu yang singkat atau hanya beberapa kali saja ke TPA Melati. minat anak dapat tumbuh dengan sendirinya dan anak dapat berinteraksi dengan anak yang lain. c. Solusi pengasuh tetap memantau anak-anak yang datang dengan mengisi lembar evaluasi dan memberikan kepada orang tua anak didik.

Tema. Perencanaan Pembelajaran Pembuatan kurikulum dilakukan oleh pengelola dan tenaga pendidik yang dikembangkan berdasarkan beberapa literatur dan buku tentang pertumbuhan dan perkembangan anak yang disarikan kemudian dijabarkan ke dalam rencana kegiatan harian. SIMPULAN Berdasarkan temuan data sebagaimana tersebut pada Bab IV. Pembinaan penitipan anak usia dini di TPA Melati a.BAB V SIMPULAN DAN SARAN A. b. pengasuh bertanggung jawab terhadap menajemen pembinaan. Pengorganisasian Pembentukan organisasi TPA Melati disusun berdasarkan keikutsertaan anggotanya dalam dharma wanita UNDIP dengan pertimbangan keaktifan dalam organisasi dan dianggap mempunyai kemampuan serta kompetensi dalam mengembangkan TPA Melati. sedangkan cxx . Pembagian tugas dan wewenang jelas dalam artian pengelola bertanggung jawab terhadap menajemen penyelenggaraan. metode dan media ditentukan oleh pengasuh yang dikoordinasikan kepada pengelola yang disesuaikan dengan usia perkembangan anak. Adapun beberapa kesimpulan tersebut sebagai berikut : 1. dapat disimpulkan. Perekrutan pengasuh didasarkan pada pengalaman dan ketelatenan.

cxxi . pengembangan kognitif. Bimbingan dan pemantauan dari pengelola masih diperlukan oleh pengasuh dalam setiap proses pembinaan. pengembangan bahasa dan seni. pengembangan seni. Pelaksanaan Pembinaan Pelaksanaan pembinaan dilakukan dengan menganut prinsip perkembangan anak usia dini dan menggunakan metode bermain sambil belajar. pengembangan kognitif dan pengembangan sosial emosional. sebagai contoh evaluasi pada anak dilakukan saat anak sedang aktif melakukan kegiatan bermain di TPA. Pada pelaksanaan digunakan acuan pelaksanaan yang mencakup berbagai aspek diantaranya pengembangan moral dan nilai – nilai agama. dari situ dapat dilihat dan dinilai perkembangan anak untuk kemudian dituangkan dalam lembar evaluasi.perekrutan anak didik didasarkan pada usia yang tidak lebih dari 1. pengembangan fisik. pengembangan bahasa. pengembangan sosial-emosional. pengembangan fisik.5 – 7 tahun dan tidak berpenyakit dalam c. Pada pelaksanaan pembinaan yang dilakukan mencakup kegiatan yang melatih pengembangan moral dan nilai – nilai agama. d. Evaluasi Pembinaan Evaluasi pembinaan dilaksanakan oleh pengasuh melalui lembar pengamatan dengan melibatkan orang tua peserta didik melalui buku penghubung yang diserahkan tenaga pengasuh kepada orang tua.

3) Pelaksanaan Daya dukung yang sangat berperan meliputi sumber belajar yang berpengalaman dibidang pengasihan anak. 2) Perencanaan Pada perencanaan daya dukung yang sangat berperan adalah persiapan sumber belajar yang memadai. metode dan teknik pembinaan yang tepat sesuai dengan tingkat usia dan perkembangan anak. evaluasi. sarana dan prasarana. cxxii .2. letak yang strategis. sarana dan prasarana yang digunakan sesuai dengan fungsinya. 4) Evaluasi Daya dukung kegiatan evaluasi di TPA Melati dapat dilihat dari respon orang tua terhadap perkembangan anak yang bisa digunakan untuk mengisi lembar evaluasi. Faktor Pendukung dan Penghambat a. Faktor pendukung 1) Pengorganisasian Kegiatan yang diselenggarakan dikelola dengan matang oleh para personil organisasi melalui kegiatan musyawarah terlebih dahulu untuk pengambilan suatu keputusan tentang kegiatan pembinaan. penggunaan metode dan teknik pembinaan yang tepat.

Solusi pengasuh tetap memantau anak-anak yang datang cxxiii . jalan keluar yang diambil pengasuh dengan membiarkan anak bermain bersama dengan teman-teman yang lain dan harapan pengasuh. 2) Perencanaan Pada perencanaan penghambatnya adalah pada penyediaan sarana dan prasarana yang perlu adanya pergantian media belajar yang sudah tidak bisa dipakai dengan yang baru. minat anak dapat tumbuh dengan sendirinya dan anak dapat berinteraksi dengan anak yang lain.b. 4) Evaluasi Penghambat dari evaluasi-evaluasi jika anak datang hanya dalam waktu yang singkat atau hanya beberapa kali saja ke TPA Melati. 3) Pelaksanaan Pada pelaksanaan hal yang menghambat adalah perbedaan minat dan pola asuh orang tua. sarana dan prasarana yang kurang dan perlu diperbaiki. Solusi sebelum media diganti anak-anak masih tetap menggunakan media belajar yang lama. Faktor Penghambat 1) Pengorganisasian Penghambat dari kegiatan pengorganisasian dapat dilihat dari perlunya pemantauan yang lebih intensif dari ikatan pengurus dan pengelola untuk melihat kinerja pengasuh.

penggunaan media dan sarana yang tepat perlu ditingkatkan dan untuk penggunaan media belajar yang sudah usang dapat diganti dengan yang baru.dengan mengisi lembar evaluasi dan memberikan kepada orang tua anak didik. pemantauan pelaksanaan kegiatan perlu dilakukan. SARAN Berdasarkan temuan penelitian di lapangan yaitu tentang profil pembinaan penitipan anak usia dini di TPA Melati secara keseluruhan sudah sesuai dengan kebutuhan anak usia dini. perlunya peningkatan pendidikan pengasuh ke jenjang yang lebih tinggi dan pengelola hendaknya memberikan kesempatan bagi para pengasuh untuk meningkatkan jenjang pendidikannya. B. namun kekurangannya masih saja tetap harus dibenahi diantaranya pada perencanaan yang harus terus melibatkan seluruh anggota organisasi. cxxiv .

2001. 2000. 2001. Depdikbud Jakarta. 1984. Soegeng. Metodologi Penelitian kualitatif. Jakarta. Sanapiah Faisal. Jakarta. Jakarta. Jakarta. …………… Acuan Menu Pembelajaran Pada Taman Penitipan Anak. 1990. Didiet. Jakarta. Jakarta. Sumber Belajar dan Alat permainan Untuk PAUD. Soemiarti.1992. Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan Pada Taman Penitipan Anak. Bumi Aksara. Teori Organisasi dan Teknik Pengorganisasian. Mendidik Dan Menerapkan Disiplin pada Anak Pra sekolah (Pola Asuh Anak Masa Kini). Moleong. Suyanto. Pustaka Utama. Pendidikan Anak Pra Sekolah. Joesoef . Konsep Dasar PAUD. Pasaribuan. Pengantar Psikologi Perkembangan. Malang : YA3 Malang. Lexy. …………. Rimm. Metode Pengajaran di TK. Rineka Cipta. J. 2003. Jakarta. 2003. Depdiknas. PT Grafindo Persada. 1999. Konsep Dasar PLS. Undang-undang RI Nomor 2 tahun 1989. Citra Pendidikan. Patmono Dewo. Anggani. Universitas Negeri Yogyakarta.DAFTAR PUSTAKA Hardjito. Santoso. Sylvia. Tarsito. Sudono. Surabaya. Pendidikan Anak Usia Dini. Gramedia. Rineka Cipta.. Rosdakarya Offset. R. cxxv . Soelaiman. Bandung. Bandung Remaja.1995. 2002. Moeslihatoen. Model Pengembangan Motorik Anak Pra Sekolah. …………………. Grasindo. 2000. Dirjen Olahraga Depdiknas.. Penelitian kualitatif Dasar – Dasar dan Aplikasi. Jakarta. 2002. Depdikbud. Sistem Pendidikan Nasional . Slamet.. Simanjutak. 2002. Jakarta .

Suparlan. 1987. Pustaka Pengarang.20 Tahun 2003 Tentang SISDIKNAS.undang Republik Indonesia No. Semarang. C V Duta Nusindo. Kamus Istilah Kesejahteraan Sosial.2003. Undang.…………………. Yb. cxxvi . Yogyakarta.

Membuka lembaran buku atau majalah Mengangkat kaki dan memainkan jari tangan di depan matanya Mengangkat kepala ketika ditengkurapkan Duduk dengan bantuan dan kepala tegak Mengangkat dada saat bertumpu pada tangan Duduk tanpa ditopang Mencoba berdiri sendiri dengan berpengangan Berjalan jika dipengangi / berpengangan Keterangan tingkat keterampilan Dapat melakukan sendiri Perlu bantuan : : : tengkurap dengan yang Tingkat Keterampilan 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Perlu bantuan yang bersifat paksaan : cxxvii .FORMAT EVALUASI TINGKAT PERKEMBANGAN MOTORIK ANAK USIA 0-1 TAHUN No Keterampilan Motorik Bermain dengan tangan 1 2 3 4 Mengamati mainan yang ada dalam genggaman Mencoba meraup suatu benda Melempar dan mengambil barang dilemparkan sambil diamati yang terjadi Menahan barang yang dipegangnya Memegang benda kecil dengan telunjuk dan ibu jari Menunjuk titik tertentu misalnya mata boneka.

10. 2. 8. Mulai meloncat dan melompat walau sederhana Keterangan tingkat keterampilan Dapat melakukan sendiri Perlu bantuan Perlu bantuan yang bersifat paksaan : : : : FORMAT EVALUASI cxxviii . 9. 11. 7. Senang mendengarkan musik dan mengikuti irama 6. 4.2 TAHUN No 1. Keterampilan Motorik Meletakkan gelas di atas gelas Mencoret-coret Menyusun balok dua sampai tiga balok Mencoba makan sendiri dengan sendok atau membuka buku Tingkat Keterampilan 5. 3.FORMAT EVALUASI TINGKAT PERKEMBANGAN FISIK ANAK USIA 1. Latihan berjalan tanpa dipegang Berjalan mantap Berjalan mundur satu sampai tiga langkah Berlari tanpa jatuh Naik turun tangga dengan berpegang Memanjat kursi orang dewasa. merangkak naik tangga 12.

TINGKAT PERKEMBANGAN FISIK ANAK PRA SEKOLAH USIA 2-3 TAHUN No 1. 5. 2. Menggambar garis lurus Menyusun balok tiga hingga lima buah Berjalan mantap Berjalan mundur Naik turun tangga Memanjat Melompat dengan dua kaki sekaligus berjingkat-jingkat 11. 9. 10. Keterampilan Motorik Meronce / merangkai manik-manik Mengaduk air di gelas dengan sendok Membuka tutup botol yang bergulir Tingkat Ketrampilan (membuka dengan memutar tutup botol) 4. 8. 7. Belajar meniti Keterangan tingkat keterampilan Dapat melakukan sendiri Perlu bantuan Perlu bantuan yang bersifat paksaan : : : : cxxix . 3. 6.

Berlari di tempat Naik turun tangga tanpa berpengangan Melompat bergantian dengan satu kaki secara 12. 7. Menyusun menara empat samapai tujuah balok 5. Mengekspresikan motorikan tari dengan irama sederhana 6. Keterampilan Motorik Meremas kertas Memakai dan membuka pakaian dan sepatu sendiri Tingkat Keterampilan 3. 13. senam dengan mengikuti Keterangan tingkat ketrampilan Dapat melakukan sendiri Perlu bantuan : : : cxxx . Berlari dengan baik (keseimbangan tubuh makin baik) 9. 10. 11. Melempar bola Berjalan dengan baik (keseimbangan tubuh makin baik) 8. Menggambar garis lingkaran dan garis silang (garis tegak dan datar) 4.FORMAT EVALUASI TINGKAT PERKEMBANGAN FISIK ANAK USIA > 3-4 TAHUN No 1. 2. Merayap dan merangkak lurus ke depan Melakukan contoh.

Perlu bantuan yang bersifat paksaan : cxxxi .

lengkung. 11. 14. 17 Memanjat dan bergelantungan (berayun) Melompati parit atau guling Melakukan senam dengan motoriknya sendiri : : Keterampilan Motorik Tingkat Keterampilan Keterangan tingkat ketrampilan Dapat melakukan sendiri Perlu bantuan : Perlu bantuan yang bersifat paksaan : cxxxii . 4. 3. Mengancingkan kancing baju Menggambar dengan motorik naik turun bersambung (seperti gunung atau bukti) 9. dan stempel) 7. 2. Menarik garis lurus. dan miring Mengekspresikan gerakan dengan irama bervariasi Melempar dan menangkap bola Melipat kertas Berjalan di atas papan titian (keseimbangan tubuh) Berjalan dengan berbagai variasi (maju mundur. 5.teki (puzzle) Menyusun potongan-potongan gambar ) Menjahit sederhana Makin terampil menggunakan jari tangan (mewarnai dengan rapi) 6. Mengisi pola sederhana (dengan sobekan kertas. di atas satu garis) 15. 8. ke samping. 16. 13. 12. Menempel Mengerjakan teka. 10.FORMAT EVALUASI TINGKAT PERKEMBANGAN FISIK ANAK USIA > 4-5 TAHUN No 1.

VARIABEL Pembinaan Penitipan Anak SUB VARIABEL 1. B1 A4 A 5. 4 A 7. Motivasi orang tua g. Perekrutan anak didik d. C2.9 C 10 3. 19 A 18. B2 A 17. 13 A 14. 7. 6. B6. 11. 10 B 23. Perekrutan Pengurus c. Metode pembinaan e. Pelaksanaan a. 3. Lokasi f. 16 cxxxiii . Pengorganisasian a. 24 C 1. C12 A 20 C 8. Motivaswi anak f. Susunan Kepengurusan b. 2. Bentuk pembinaan d. Perencanaan kegiatan b.KISI-KISI INSTRUMEN PROFIL PEMBINAAN PENITIPAN ANAK USIA DINI DI TPA MELATI SEMARANG NO A. Biaya A 9. B15. Persiapan sarana prasarana A 11. C15 2. Perencanaan INDIKATOR a. Jaminan kesejahteraan e. 15. Harapan TPA ITEM A 1. Isi program c.

Tahap pembinaan e. 19 B 3. 8. 4 C. 18 C. B13 A 13. 22 cxxxiv . a. Evaluasi . B14.6 A 10. Kemampuan pengasuh f. B5 B 11. Respon orang tua B 21. B25. 26. Proses penilaian b. Komunikasi Hasil A 12. Waktu dan jadwal d. Pengembangan kemampuan anak c. B 17. Kendala C 6. B9. 14 A 8. C5 4. 12 A 16. B 20 c.b. Interaksi dengan anak g. B7.3.

Pemeriksaan Anak o R.Lembar Observasi Lingkungan Fisik Dan Fasilitas TPA No Nama Barang Keberadaa n Ad a Tidak Jml Kondisi Bai k Bur uk 1. Tunggu Orang Tua o R Serbaguna Administrasi Penyimpangan cxxxv . Kelengkapan Ruangan Ruang Pembinaan Anak o R. Isolasi Sementara o R Bacaan / Perpustakaan o R. Tidur o Kamar Mandi o R. Makan o R. Bermain o R. Tata Usaha o R. Mainan Halaman Ruang Perkantoran o R Pimpinan o R.

o Alat Melukis. Kursi Karpet Almari 2. Belajar Dan Kerajinan Tangan cxxxvi . Penjaga Sarana Pendukung Meja. Dapur o Kamar Mandi o R. Rak Mainan TV/Radio Alat Tulis Kantor Telepon Mesin Ketik Sarana Air Bersih Kipas Angin Peralatan Belajar Peralatan Pendukung Pendukung Penyimpangan Bimbingan Belajar o Alat Menghitung Mengukur 3.Ruang Penunjang o R. Cuci/ Setrika o R.

o Fasilitas Audio Visual o Alat Permainan TekaTeki/ Puzzle o Alat Percobaan Peralatan Bermain Peran o Alat Pendukung Peran Keagamaan o Alat Pendukung Peran Kegiatan Dapur o Alat Pendukung Peran Binatang o Alat Pendukung Peran Profesi Medis o Alat Pendukung Peran Petani o Alat Pendukung Peran Untuk Boneka Peralatan Pendukung Sandiwara Pendukung Permainan Motorik Kasar o Ayunan o Ban Bekas o Alat Pemanjat o Papan Luncuran o Arena Main Bola cxxxvii .

Balok Ringan o Jungkat.tanda lalu lintas cxxxviii .Jungkit Peralatan Pendukung Permainan Budaya o Gambar Pahlawan o Pakaian Adat Jawa o Mainan Tradisional o Lilin Malam Untuk Melatih Jari.Jari o Boneka Khas Daerah Sarana perpustakaan o Buku Keagamaan o Buku kesehatan anak o Buku petunjuk bimbingan anak o Buku cerita bergambar o Buku gambar alam dan lingkungan o Majalah anak Peralatan pendukung permainan luar ruangan o Lapangan o Ayunan o Tanda.o Bantalan Berguling Untuk o Balok.

jungkit o Sepeda 5. o Ban bekas 6.o Kemah-kemahan o Papan plosotan o Jungkat. DOKUMENTASI PENELITIAN Profil Pembinaan Penitipan Anak Usia Dini di Taman Pengasuhan Anak Melati cxxxix .

Dokumentasi wawancara informan tenaga pengasuh 2. Kegiatan anak istirahat cxl . Foto peneliti bersama tenaga pengasuh dan anak didik TPA Melati 3.1.

4. Kegiatan bermain di luar ruangan PEDOMAN WAWANCARA cxli .

Bagaimanakah prinsip – prinsip pembinaan yang dilakukan di TPA Melati ? 6. Hari/ Tgl wawancara : : : : : : : : II. Informan Pimpinan I. Identitas subyek 1. Bagaimanakah isi program pembinaan di TPA Melati ? 5. Siapakah yang merencanakan pembinaan di TPA Melati ? 3. Tempat /Tgl lahir 3. Umur 4. Profil Pembinaan Penitipan Anak Usia Dini Di TPA Melati 1. Kapan TPA Melati berdiri ? 2. Alamat 8. Bagaimanakah bentuk pembinaan Penitipan anak usia dini di TPA Melati ? 7. Apa metode pembinaan yang dilakukan di TPA Melati ? 8. Bagaimanakah perencanaan pembinaan dilakukan ? 4. Pendidikan terakhir 6. Pekerjaan 7. Nama 2.A. Bagaimanakah proses pembinaan dilakukan ? cxlii . Jenis Kelamin 5.

Bagaimanakah lembaga memberikan jaminan kesejahteraan pengasuh ? cxliii . Bagaimanakah cara merekrut tenaga pengasuh ? 18. Bagaimanakah cara merekrut anak didik ? 19. Bagaimanakah harapan TPA Melati setelah anak mengikuti pembinaan ? 15. Syarat apa saja yang ditentukan oleh lembaga dalam merekrut tenaga pengasuh? 20. Bagaimanakah persiapan sarana pembinaan di TPA Melati ? 12. Bagaimanakah lembaga mengkomunikasikan hasil pembinaan kepada orang tua anak didik ? 14. Bagaimanakah anda melakukan interaksi dengan anak ? 11.9. Bagaimanakah kemampuan tenaga pengasuh dalam melaksanakan pembinaan terhadap anak usia dini ? 17. Bagaimanakah susunan kepengurusan yang secara administratif tersusun di TPA Melati ? 10. Bagaimanakah cara penilaian dilakukan ? 13. Bagaimanakah sarana dan prasarana yang disediakan oleh TPA Melati untuk pembinaan ini ? 16.

Umur 4.PEDOMAN WAWANCARA B. Nama 2. Bagaimanakah susunan kepengurusan yang secara administratif yang tersusun di TPA Melati ? 3. Pendekatan apa yang dilakukan pembina dalam pembinaan? cxliv . Identitas subyek 1. Hari/ Tgl wawancara : : : : : : : : II. Tempat Tgl lahir 3. Bagaimana cara pembina melakukan interaksi pada saat pembinaan ? 6. Siapa yang menyelenggarakan pembinaan penitipan anak di TPA Melati ? 2. Pendidikan Terakhir 6. Berapa lama pembina bertatap muka dengan anak dalam satu hari ? 5. Jenis Kelamin 5. Berapa lamakah waktu pembinaan dilakukan ? 4. Alamat 8. Informan Tenaga pengasuh I. Pekerjaan 7. Profil Pembinaan Penitipan Anak Usia Dini Di TPA Melati 1.

Apa saja alat belajar yang mendukung kegiatan yang dilakukan di TPA? 17. Bagaimanakah tahap – tahap kegiatan pembinaan di TPA Melati ? 10. Bagaimana anda mengkomunikasikan hasil pembinaan baik kepada lembaga maupun kepada orang tua ? 15. Bagaimanakah pembina menyesuaikan isi program pembinaan dengan tahap perkembangan anak ? 9. Usaha apa yang dilakukan pembina dalam berinteraksi dengan anak didik ? 18. Bagaimanakah kegiatan rutin keseharian dalam pembinaan ? 13. Bagaimana cara anak untuk berinteraksi dengan tenaga pengajar dan orang lain ? cxlv . Apa saja sarana belajar yang anda gunakan untuk pelaksanaan pembinaan ? 16.7. Apa metode yang digunakan dalam pelaksanaan pembinaan ? 11. Kendala apa saja yang ditemui pembina saat menggunakan metode – metode pembinaan ? 12. Bagaimana penilaian yang anda lakukan dalam memantau perkembangan anak ? 14. Bagaimana cara pembina membimbing anak usia dini agar dapat terjalin interaksi antara anak dengan orang lain di sekitar ? 19. Bagaimanakah pembina menyesuaikan isi program pembinaan dengan kebutuhan anak ? 8.

Bagaimana motivasi anak untuk mengikuti kegiatan di TPA Melati ? 24. Bagaimana sebayanya? reaksi anak ketika bermain dengan teman-teman cxlvi . Bagaimanakah tanggapan orang tua pada pembinaan yang dilakukan oleh pembina ? 23.20. Bagaimanakah respon orang tua pada saat anda menunjukkan hasil perkembangan anak mereka ? 22. Bagaimana cara anak untuk berinteraksi dengan tenaga pengajar dan orang lain disekitar TPA Melati ? 26. Bagaimana anda mengkomunikasikan perkembangan anak di TPA kepada orang tua ? 21. Bagaimana kemampuan belajar anak ditinjau dari usia mereka ? 25.

Mengapa anda memilih TPA Melati untuk menitipkan anak ? 2. Berapa jarak antara rumah anda dengan TPA Melati ? cxlvii . Jenis Kelamin 5. Anda mengetahui keberadaan TPA Melati dari siapa ? 8. Hari/ Tgl wawancara : : : : : : : : II. Informan Orang tua I. Pekerjaan 7. Pendidikan Terakhir 6. Profil Pembinaan Penitipan Anak Usia Dini Di TPA Melati 1. Tempat Tgl lahir 3. Kesulitan apa saja yang anda hadapi selama menitipkan anak anda ? 6. Bagaimana pembinaan yang dilakukan oleh pembina pada anak anda ? 3. Identitas subyek 1. Nama 2. Bentuk pembinaan yang seperti apa yang anda harapkan di TPA Melati ? 5. Bagaimana waktu atau jadwal anda menitipkan anak anda ? 4. Umur 4. Perubahan apa saja yang mencolok dari anak selama mengikuti pembinaan di TPA Melati ? 7. Alamat 8.PEDOMAN WAWANCARA C.

Menurut anda bagaimana letak TPA Melati ? 10. Berapakah usia anak anda saat pertama kali anda titipkan di TPA Melati ? 13.9. Berapa lama anda telah menitipkan anak anda di TPA Melati ? 12. Apa motivasi anda menitipkan anak anda di TPA ? 14. Bagaimana cara anda meluangkan waktu dalam memantau perkembangan anak ? 15. Bagaimanakah harapan anda dengan menitipkan anak anda di TPA Melati ? cxlviii . Berapa biaya yang anda keluarkan untuk menitipkan anak di TPA Melati ? 11.

30 Makan siang dan minum Kegiatan bebas Istirahat Berbenah Belajar sosialisasi.3012. bantal. komunikasi.00 Istirahat 11. etika Kemampuan kognitif.3013.0011.Tempat tidur.Peralatan makan .Alat permainan luar 08.00 Kegiatan bermain dalam ruangan Senin s/d Jumat 10.0009.SATUAN KEGIATAN HARIAN Hari Pukul 07.30 13.Tempat tidur.0008. guling .30 11.Peralatan yang dibawa anak dari rumah cxlix . Pengembangan fisik Kemampuan sosialisasi dan melatih kemandirian .3015. meningkatkan kesegaran jasmani Meningkatkan sosialisasi. kreativitas Relaksasi badan/ pengembangan fisik Pengembangan komunikasi.Alat-alat permainan .Alat permainan dalam ruangan .3010.00 Kegiatan Proses pemeriksaan umum Kemampuan Meningkatkan sosialisasi dan etika Sarana . guling .00 Kegiatan bebas diluar berjamur 09. moral etika. bantal.Tempat cuci kaki tangan dan penyimpanan pakaian .0011.30 12.

rangkulan 7 8 9 Mengucapkan terima kasih Mengucapkan salam Mengucapkan kata-kata santun (maaf. cinta kasih melalui belaian.FORMAT EVALUASI TINGKAT PENGEMBANGAN MORAL DAN NILAI-NILAI AGAMA No 1 2 3 4 Keterampilan Moral dan Nilai-nilai agama Bersenandung lagu agama Mengikuti bacaan doa Menirukan gerak ibadah Mendengarkan cerita tentang kebesaran Tuhan Tingkat Pengembangan 5 6 Mengenal “Nama” Tuhan Menanyakan dan mengajukan rasa sayang. Lahir : : Keterangan kemampuan Dapat melakukan sendiri Perlu bantuan : : Perlu bantuan yang bersifat paksaan : cl . tolong) Nama anak Tempat/Tgl.

dan melempar bola dari jarak dekat 9 10 Melompat dengan dua kaki sekaligus Masuk kedalam lorong-lorong atau meja kursi atau kardus yang di susun 11 Membedakan permukaan 3 jenis benda melalui rabaan 12 13 14 Menunjuk mata boneka Merobek lurus Melipat kertas sembarang Tingkat Pengembangan Nama anak Tempat/ Tgl. Lahir : : Keterangan kemampuan Dapat melakukan sendiri : cli . menangkap.FORMAT EVALUASI TINGKAT PENGEMBANGAN FISIK No 1 2 3 Keterampilan Fisik Berjalan Stabil Berjalan Mundur Naik-turun tangga dengan atau tanpa berpegangan 4 5 Memanjat Berjalan mengikuti jejak secara lurus atau melingkar 6 7 8 Berjalan tanpa jatuh Mengikuti gerakan binatang Menendang.

Perlu bantuan Perlu bantuan tapi dipaksakan : : FORMAT EVALUASI TINGKAT PENGEMBANGAN BAHASA No 1 2 Keterampilan Bahasa Mengenal suara di sekitar Mengatakan dalam kalimat pendek 2-4 kata 3 4 5 6 Mengerti dan melaksanakan 1 perintah Mengajukan pertanyaan Menyebutkan nama benda Tertarik pada gambar dalam buku Tingkat Pengembangan Nama anak Tempat/ Tgl. Lahir : : Keterangan kemampuan Dapat melakukan sendiri Perlu bantuan Perlu bantuan tapi dipaksakan : : : clii .

FORMAT EVALUASI TINGKAT PENGEMBANGAN KOGNITIF No 1 2 Keterampilan Kognitif Mengelompokkan benda yang sama Mengelompokkan ( lingkaran dan bujur sangkar) 3 4 5 6 7 Membedakan besar kecil Membedakan rasa Membedakan bau Mengulang bilangan 1.2.3. Lahir : : Keterangan kemampuan Dapat melakukan sendiri Perlu bantuan : : : Perlu bantuan tapi dipaksakan cliii .4.5 Mengelompokkan atau pengenalan warna Tingkat Pengembangan Nama anak Tempat/ Tgl.

takut 7 8 Menjadi pendengar yang baik Latihan membereskan alat permainan Tingkat Pengembangan Nama anak Tempat/ Tgl.FORMAT EVALUASI TINGKAT PENGEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL No 1 Keterampilan Sosial Emosional Mengenal etika makan dan jadwal makan teratur 2 3 Mulai dapat “berbagi” Mulai mahir menggunakan toilet (WC kamar mandi) 4 5 6 Dapat ditinggalkan oleh orang tuanya Dapat memilih kegiatannya sendiri Menunjukkan ekspresi wajar saat marah. sedih. Lahir : : Keterangan kemampuan Dapat melakukan sendiri Perlu bantuan : : : Perlu bantuan tapi dipaksakan cliv .

Lahir : : Keterangan kemampuan Dapat melakukan sendiri Perlu bantuan Perlu bantuan tapi dipaksakan : : : clv .FORMAT EVALUASI TINGKAT PENGEMBANGAN SENI No 1 2 3 Keterampilan Seni Mendengarkan musik dan mengikuti irama Bertepuk tangan dengan variasi Memukul benda-benda dengan tangan Tingkat Pengembangan Nama anak Tempat/ Tgl.

clvi .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful