P. 1
20

20

|Views: 21|Likes:
Published by pustaka78

More info:

Published by: pustaka78 on Apr 08, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/08/2013

pdf

text

original

Sections

  • B. Fokus Penelitian
  • 1. Landasan
  • 2. Program
  • 3. Struktur Kurikulum
  • Tabel 3. Struktur kurikulum 1 minggu
  • 4. Pelaksanaan Pembelajaran
  • 5. Evaluasi
  • 6. Sertifikasi
  • C. Pengembangan Kurikulum SMK Edisi 2004 Berpendekatan KBK
  • D. Administrasi dan Pelaporan Hasil
  • A. Desain Penelitian
  • B. Lokasi Penelitian
  • C. Informan Penelitian
  • D. Tahap-tahap Penelitian dan Jadwal Waktu Penelitian
  • E. Teknik Pengumpulan Data
  • F. Sumber Data
  • G. Proses Pencatatan dan Teknik Analisis Data
  • Bagan 1. Tahapan analisis data kualitatif
  • H. Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data
  • A. Setting Penelitian
  • K. Analisis Data
  • L. TRIANGULASI
  • A. Simpulan
  • B. Saran
  • DAFTAR PUSTAKA

IMPLEMENTASI KURIKULUM SMK EDISI 2004 MELALUI PENDEKATAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI PADA MATADIKLAT SIKLUS AKUNTANSI

(Studi Kasus di SMK Yapek Gombong Kebumen Tahun Pelajaran 2004/2005)

Skripsi

Diajukan dalam rangka menyelesaikan Studi Strata I untuk mencapai gelar Sarjana Pendidikan

Disusun Oleh: Nama NIM : Dwi Marwati : 1102401002

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN KURIKULUM DAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN 2005 1

2

PERSETUJUAN PEMBIMBING

Skripsi ini telah disetujui oleh pembimbing untuk diajukan ke sidang panitia ujian skripsi pada:

Hari Tanggal

: Rabu : 27 Juli 2005

Pembimbing I

Pembimbing II

Drs. Achmad Munib, S.H, M.Si NIP. 130371112

Drs. Haryanto NIP. 131404301

Mengetahui, Ketua Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan

Drs. Haryanto NIP. 131404301

ii

3

PENGESAHAN KELULUSAN

Skripsi ini telah dipertahankan di depan Sidang Panitia Ujian Skripsi Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang pada : Hari Tanggal : Selasa : 23 Agustus 2005

Panitia Ujian Ketua Sekretaris

Drs. Siswanto, M.M NIP. 130515769 Pembimbing I

Dra. Hj. Nurussa’dah, M.Si NIP. 131469642 Anggota Penguji Penguji I

Drs. Achmad Munib, S.H., M. Si NIP. 130371112 Pembimbing II

Dra. Hj. Nurussa’dah, M. Si NIP. 131469642 Penguji II

Drs. Haryanto NIP. 131404301

Drs. Achmad Munib, S.H., M. Si NIP. 130371112 Penguji III

Drs. Haryanto NIP. 131404301

iii

baik sebagian atau seluruhnya. bukan jiplakan dari karya tulis orang lain.4 PERNYATAAN. Haryanto Dosen Pembimbing II. Achmad Munib S. Semarang.Si Dosen Pembimbing I dan Drs. Pendapat atau temuan orang lain yang terdapat dalam skripsi ini dikutip atau dirujuk berdasarkan kode etik ilmiah. Saya menyatakan bahwa yang tertulis di dalam skripsi atau tugas akhir ini benarbenar hasil karya sendiri dengan sumbangan pemikiran dari Drs. ………… 2005 Dwi Marwati NIM. M.H. 1102401002 iv .

E ) Anakku tersayang ( Iraya Febri Anggana ) Kakakku (Mba Yuni & Mas Budi) dan Adik-adikku (Sutri. Haryanto. SMK Yapek Gombong Kebumen Almamater UNNES v . Drs. Teman-teman seperjuanganku “Angakatan 2001” Jurusan Kurtekdik. S.H. Suamiku tercinta ( Jupri. Jangan menuntut imbalan kecuali yang sesuai pekerjaan.5 MOTTO Segala problema yang ada di dunia ini akan mudah terpecahkan selama kita tetap berusaha dan berdoa kepada Allah SWT. Jangan membelanjakan untuk sesuatu. dan segalanya. Teman-teman Venus Cost & Hidayah Cost. Jangan mencampuri urusan yang tidak Anda kuasai dan tidak menyangkut Anda. Jangan memaksakan diri di luar kemampuan. Restin. kecuali sesuai dengan kemanfaatan (kebutuhan). dan Riska). kasih sayang. Budi. Achmad Munib. cinta. Barang siapa tidak berani berjuang. skripsi ini penulis persembahkan kepada : Ibunda dan Ayahanda tercinta yang telah memberikan doa. Jangan menjanjikan sesuatu di luar kesanggupan Anda. M.Si dan Drs. maka dia tidak akan meraih citacitanya. PERSEMBAHAN Dengan mengucap rasa syukur Alkhamdulillah kepada Allah SWT. S. dan jangan menangani suatu pekerjaan kecuali yang Anda benar-benar ahli dalam bidangnya.

Oleh karena itu. Di samping itu. Achmad Munib. sehingga dapat membangkitkan motivasi kerja yang lebih produktif. implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang menggunakan pendekatan kurikulum berbasis kompetensi juga menuntut adanya dukungan tenaga kerja yang terampil dan berkualitas. Dalam hal ini. dan menghilangkan birokrasi yang tumpang tindih. memberdayakan otoritas daerah setempat. Kata kunci : Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004 Berbasis KBK Pendidikan adalah salah satu bentuk perwujudan kebudayaan manusia yang dinamis dan sarat untuk menuju perkembangan. Dengan kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi diharapkan agar jajaran pendidikan menengah kejuruan mampu mengembangkan potensi peserta didik untuk bekerja. dituntut pula kemandirian dan kreativitas sekolah dalam menjalankan pendidikan dan pembelajaran dibalik otonomi yang dimilikinya. Adapun tujuan penelitian ini yaitu : 1) untuk mengetahui bagaimana implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang berpendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada mata diklat siklus akuntansi. Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004 Melalui Pendekatan Kurikulum Berbasis Kompetensi pada Matadiklat Siklus Akuntansi di SMK Yapek Gombong kebumen Tahun Ajaran 2004/2005. Perubahan dalam arti perbaikan pendidikan pada semua tingkat perlu terus menerus untuk dilakukan sebagai antisipasi kepentingan masa depan. Haryanto. 2) bagaimana peran serta kepala sekolah dan orang-orang yang terkait di instansi sekolah dalam memahami kurikulum SMK edisi 2004 yang berpendekatan kurikulum berbasis kompetensi. yaitu kurikulum SMK edisi 2004 yang merupakan hasil penyempurnaan dari kurikulum SMK edisi 1999.H. S. khususnya pada mata diklat siklus akuntansi. M. Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang. Pemikiran ini mengandung konsekuensi bahwa penyempurnaan/ perbaikan pendidikan menengah kejuruan dimaksudkan untuk mengantisipasi kebutuhan dan tantangan masa depan yang perlu dilakukan dan diselaraskan dengan perkembangan kebutuhan dunia usaha/ industri. dan 3) bagaimana pelaksanaan proses belajar mengajar di kelas dengan menggunakan kurikulum SMK edisi 2004 yang vi . mengefesiensikan sistem. pembimbing II Drs. 2005. perubahan atau perkembangan pendidikan adalah hal yang memang seharusnya terjadi sejalan dengan perubahan budaya kehidupan. membentuk pribadi yang mandiri.6 SARI Dwi Marwati.Si. ilmu pengetahuan dan teknologi. dan mampu menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat dan warga negara. Dosen Pembimbing I Drs. Penyempurnaan/ perbaikan pendidikan tersebut berupa perubahan kurikulum.

Penulis menyarankan kepada pihak-pihak yang terkait dalam instansi sekolah seperti kepala sekolah. yaitu dengan dilakukan pemeriksaan keabsahan data yang menggunakan teknik triangulasi akhirnya peneliti memperoleh gambaran bahwa implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang menggunakan pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada mata diklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen telah terlaksana dengan baik sesuai dengan peraturan dan petunjuk dari Dinas Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Menengah dan Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan. dan siswasiswi SMK Yapek Gombong Kebumen. wawancara. vii . Sesuai dengan hasil observasi. Penelitian ini dilakukan di SMK Yapek Gombong Kebumen dengan mengambil informan sebanyak 9 (sembilan) orang yang terdiri dari kepala sekolah. wakil kepala sekolah bagian kurikulum. pekerjaan lapangan.7 berpendekatan kurikulum berbasis kompetensi. wakil kepala sekolah bagian kurikulum. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode observasi. dan dokumentasi. Tahap-tahap penelitian yang dilakukan antara lain penelitian pra lapangan. dan dokumentasi yang telah dilakukan peneliti. dan siswa-siswi SMK Yapek Gombong Kebumen untuk selalu meningkatkan pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 yang sudah baik agar menjadi lebih optimal dan sempurna sesuai dengan tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. guru mata diklat siklus akuntansi. wawancara. khususnya pada mata diklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen. guru mata diklat siklus akuntansi. dan tahap analisis data.

Drs. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada : 1. H. M. dan saran dalam penyusunan skripsi ini. SH. DR. M. 4. M. Ketua Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang sekaligus dosen pembimbing II yang telah memberikan pengarahan. A.T. SH.8 KATA PENGANTAR Puji syukur Alkhamdulillah atas rahmat dan hidayah yang dilimpahkan oleh-Nya. Drs. Haryanto. Rektor Universitas Negeri Semarang yang telah memberikan ijin untuk menempuh jenjang pendidikan di perguruan tinggi. dosen pembimbing I yang telah memberikan bimbingan. 3. Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang yang telah memberikan ijin untuk mengadakan penelitian. MM. sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi yang berjudul “Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004 yang Menggunakan Pendekatan Kurikulum Berbasis Kompetensi pada Mata Pelajaran Siklus Akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen Tahun Pelajaran 2004/2005“. Siswanto. Menyadari keterbatasan pengetahuan yang penulis miliki. viii . Achmad Munib. Soegito. pengarahan. maka dalam penyusunan skripsi ini penulis mendapat bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak. Drs.Si. 2.

8. 7. Drs. Bapak dan Ibuku.9 5. penulis menyampaikan terima kasih yang sedalam-dalamnya semoga segala kebaikan beliau mendapat imbalan yang setimpal dari Allah SWT. terima kasih atas suport dan kebersamaannya. Kepada beliau-beliau tersebut di atas. 9.Pd dan Bapak Ibu guru. 10. serta siswa-siswi SMK Yapek Gombong Kebumen yang telah meluangkan waktu dan memberikan informasi dalam penelitian ini. S. 6. Agus Supriyanto. Kepala sekolah SMK Yapek Gombong Kebumen yang telah memberikan ijin penelitian dan informasi yang berguna bagi penulis. Semarang. Amiin … Dengan penyusunan skripsi ini penulis berharap semoga skripsi ini dapat berguna dan bermanfaat bagi para pembaca. Suamiku. Semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan skripsi ini hingga selesai yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Ibu Sri Ariyani. Penulis 2005 ix . terima kasih atas doa dan kasih sayang serta pengertian dan perhatiannya selama ini. Seluruh Bapak dan Ibu Dosen jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan yang telah memberikan pengalaman dan ilmunya kepada penulis.

.................................................................................................. C.............................. xiii DAFTAR GAMBAR .............................................. xv DAFTAR LAMPIRAN ............... Pengertian Kurikulum Berbasis Kompetensi ..................... iii HALAMAN PERNYATAAN ................................................................................. Latar Belakang Penelitian ....................................................................................................................... iv v vi KATA PENGANTAR .................................................. Penegasan Istilah............................................................................... xiv DAFTAR BAGAN............................................................................ E.................................................................................... D....................10 DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL .......................................... HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ............... SARI ................... Manfaat penelitian ..... i ii HALAMAN PENGESAHAN KELULUSAN ..................................................................... Konsep-konsep Dasar Kurikulum Berbasis Kompetensi 1........................ MOTTO DAN PERSEMBAHAN ......................................... xvi BAB I PENDAHULUAN A........ 11 x ................................................................................... B......... BAB II LANDASAN TEORI 1 5 6 6 7 A................................................................ Tujuan penelitian ......... viii DAFTAR ISI ........................................................................................................................................ Fokus Penelitian.................................................................................. x DAFTAR TABEL .......................................

........... 67 G.. Karakteristik KBK ................................................... 41 5.................................................. 45 6................................ Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data .............................. 28 2........... 26 B. Tahap-tahap Penelitan dan Jadwal Penelitian .......... Proses Pencatatan dan Teknik Analisis Data ............................. Komponen KBK ....................... Administrasi dan Pelaporan Hasil .............................. Pelaksanaan Pembelajaran ................... 73 xi ............ 62 F....... Sertifikasi ................................................................. Landasan ................................................. 67 H. 47 C...................................................... Program .... 36 4........................ Kompetensi Dalam KBK .................................................................................................................. 25 6.................................... Kurikulum SMK Edisi 2004 Berpendekatan KBK 1.................................................. Pengembangan Kurikulum SMK Edisi 2004 Berpendekatan KBK 48 D................................. Prinsip-prinsip KBK ........................................................ Informan Penelitian ...... 55 C........... 14 3..................... Kerangka KBK .. Teknik Pengumpulan Data ........... Evaluasi ............ 58 E................................................................................................................ Desain Penelitian ...................................................... Struktur Kurikulum ........... Sumber Data .. 16 4..................... 55 D............................. 54 B.......... 19 5...................... 51 BAB III METODE PENELITIAN A....................................................11 2......................... Lokasi Penelitian ............................................................................... 34 3................

............................................................... 126 xii .. 92 E.......................................... Hasil penelitian Informan VII ............................................................ Hasil Penelitian Informan V ...................................................................... 124 LAMPIRAN ........................................................................................................................................ 103 K.. Hasil Penelitian Informan II .... 96 F....................... 97 G........................................ 121 B...................... Hasil Penelitian Informan VIII ....................12 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A... Setting Penelitian ........................ 83 C............................................... 102 J................................................................................... 99 H...... 115 BAB V PENUTUP A................................................................................................................ Saran .... Simpulan ................................................................................................................ 100 I....... Hasil penelitian Informan VI .......... Hasil Penelitian Informan IV ..................... 123 DAFTAR PUSTAKA ................................... Hasil penelitian Informan IX .................................. Hasil Penelitian Informan I .................................. Hasil Penelitian Informan III .. 104 L.................. 88 D.................. 75 B.......... Triangulasi ................. Analisis Data .........

....................... 40 xiii ...............................13 DAFTAR TABEL Tabel 1 Struktur Kurikulum Dalam 3 Tahun .................................... 38 Tabel 2 Struktur Kurikulum Dalam 1 Tahun ................................................. 39 Tabel 3 Struktur Kurikulum Dalam 1 Minggu ...................

.....................14 DAFTAR GAMBAR Gambar 1 Kerangka Kurikulum Berbasis Kompetensi ........................... 20 Gambar 2 Komponen Dasar Kurikulum Berbasis Kompetensi ........................ 25 Gambar 3 Urutan Jabaran Kompetensi Dalam KBK .... 27 xiv .............................

......15 DAFTAR BAGAN Bagan 1 Tahapan Analisis Data Kualitatif ............................................. 72 Bagan 2 Struktur Organisasi SMK Yapek Gombong Kebumen ........................... 82 xv ....

................................................................................................................................ 132 Lampiran 5 Personalia SMK Yapek Gombong Kebumen ...... 126 Lampiran 2 Surat Keterangan Penelitian ................................................................ 134 Lampiran 6 Hasil Dokumentasi ............................................... 137 xvi ................................ 127 Lampiran 3 Kisi-kisi Instrumen Penelitian ..........16 DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Permohonan Ijin Penelitian .................................. 128 Lampiran 4 Biodata Informan Penelitian ....................

tetapi juga dalam penataan cara berfikir. Salah satu contoh proses pembelajaran yang memerlukan keterlibatan siswa secara komprehensif adalah matadiklat siklus akuntansi. Dalam dunia pendidikan. 1 .BAB I PENDAHULUAN A. Dalam proses pembelajaran matadiklat siklus akuntansi diperlukan adanya kemampuan guru dalam mengelola proses belajar mengajar. sehingga terjadi interaksi antara guru dengan siswa dan siswa dengan siswa. Kegunaan akuntansi bukan hanya memberi kemampuan dalam perhitunganperhitungan kuantitatif. Interaksi tersebut sudah barang tentu akan mengoptimalkan pencapaian tujuan yang dirumuskan. terutama dalam hal pembentukan kemampuan menganalisis dan melakukan evaluasi serta kemampuan dalam memecahkan masalah. yaitu yang selalu dekat dengan aktivitas menghitung. Selain itu. akuntansi berperan sebagai bahasa simbolis yang memungkinkan terwujudnya komunikasi yang cermat dan tepat. sehingga keterlibatan siswa dapat optimal dan pada akhirnya berdampak pada perolehan hasil belajar. matadiklat siklus akuntansi juga mempunyai peranan yang penting dalam kehidupan sehari-hari karena pada kenyataannya siswa tidak dapat lepas dengan dunia akuntansi. Latar Belakang Penelitian Tugas utama seorang guru adalah mengelola proses belajar mengajar.

serta dalam mempersiapkan warga masyarakat yang mampu mengantisipasi perkembangan ilmu pengetahuan dengan cara berfikir dan bersikap yang tepat pula. Kurikulum disusun untuk perencanaan kegiatan belajar. dan proses belajar mengajar itu sendiri. khususnya Akuntansi dan 4) menjadi warga negara yang produktif. dan perencanaan tersebut hendaknya memperhatikan perkembangan siswa. khususnya Akuntansi. Dengan kenyataan itulah matadiklat siklus akuntansi mempunyai potensi yang sangat besar dalam kaitannya dengan perkembangan ilmu pengetahuan secara cermat dan tepat. khususnya Akuntansi. guru. adaptif dan kreatif. maka matadiklat siklus akuntansi yang merupakan rumpun dari kelompok produktif program keahlian Akuntansi mempunyai tujuan untuk menyiapkan siswa/ tamatan seperti : 1) memasuki lapangan kerja dan dapat mengembangkan sikap profesional dalam lingkup keahlian bisnis dan manajemen. kesesuaian lingkungan dan perubahan-perubahan yang mungkin terjadi. berkompetisi dan mengembangkan diri dalam lingkup keahlian bisnis dan manajemen. . Variabelvariabel tersebut adalah kurikulum. 3) menjadi tenaga kerja tingkat menengah untuk mengisi kebutuhan dunia usaha dan industri pada saat ini maupun masa yang akan datang dalam lingkup keahlian bisnis dan manajemen. 2) mampu memilih karir. Untuk mencapai tujuan pendidikan banyak variabel yang mempengaruhi pelaksanaan proses belajar mengajar di sekolah.2 Sesuai dengan kurikulum SMK Edisi 2004 yang telah mencoba menerapkan pendekatan kurikulum berbasis kompetensi.

32/2004 tentang Pemerintahan Daerah yang menuntut agar dilakukannya pembaharuan berupa diversifikasi kurikulum yang memberi kesempatan kepada daerah untuk mengembangkannya dalam rangka melayani keberagaman peserta didik. materi pokok dan indikator pencapaian. Maka dari itu perlu diadakannya suatu pembaharuan kurikulum. kompetensi dasar. yaitu pendekatan kurikulum berbasis kompetensi dan pendekatan berbasis luas dan mendasar (Dirjen Dikdasmen dan Dikmenjur. Perubahan-perubahan tersebut sesuai dengan penjelasan UndangUndang No. 2004). Berdasarkan landasan-landasan tersebut di atas. Pembaharuan kurikulum yang dimaksud yaitu suatu analisis mengenai penerapan kurikulum berbasis kompetensi (Competency Based Curriculum) yang dapat membekali peserta didik dengan berbagai kemampuan dalam melakukan tugas-tugas yang sesuai dengan standar performansi tertentu. maka disusun GBPP dan pedoman pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 yang dalam pengembangannya menggunakan dua pendekatan utama. diversifikasi jenis pendidikan secara profesional yang sesuai dengan kepentingan daerah tentang adanya perubahan kurikulum. Dengan tetap mengacu pada landasan filosofis. dan yuridis. ekonomis.3 sehingga diharapkan dapat mempersiapkan sumber daya manusia untuk menghadapi dan menjalani perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. . maka Departemen Pendidikan Nasional melakukan penyusunan standar nasional untuk seluruh matadiklat di SMK yang mencakup standar kompetensi.

karena disisi lain banyak anggapan bahwa matadiklat siklus akuntansi merupakan pelajaran yang sulit seperti halnya matematika. guru sebaiknya membuat persiapan yang terencana agar murid mendapatkan pengalaman belajar yang beragam dan fungsional. b) berorientasi pada hasil belajar dan keberagaman. 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah dan landasan filosofis. Untuk menghilangkan atau mengurangi kejadian-kejadian tersebut. d) sumber belajar bukan hanya guru. .4 Di samping berpedoman pada UU No. ekonomis. maka guru perlu memberikan informasi yang jelas dan sedapat mungkin berorientasi kepada pengguna akuntansi di kehidupan sehari-hari. 2) siswa malas mengikuti matadiklat siklus akuntansi karena kegiatan menghitung cenderung lebih banyak dari pada teori yang diberikan. Sebagai contoh nyata yaitu: 1) terkadang siswa tidak mengikuti matadiklat siklus akuntansi karena belum mengerjakan tugas yang telah diberikan oleh guru. c) penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi. Oleh sebab itu. or. dan yuridis. Puskur.id). suatu kurikulum berbasis kompetensi dipilih sebagai bentuk konkret dari pembaharuan kurikulum karena kurikulum ini mempunyai beberapa karakteristik seperti : a) menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun klasikal. tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif dan e) penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi (Download. Dalam penelitian ini penulis mengangkat permasalahan pendidikan pada matadiklat siklus akuntansi. http: : //www.

B. guru matadiklat. masyarakat. keterampilan dan sikap yang dikembangkan berdasarkan pemahaman yang akan membentuk kompetensi individual. baik di sekolah. Dengan demikian. dan 3) proses belajar mengajar yang baik di kelas dengan menggunakan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan KBK khususnya pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan KBK pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen. serta memberanikan diri untuk berperanserta dalam berbagai kegiatan. wakil kepala sekolah bidang kurikulum. maka suatu kurikulum berbasis kompetensi perlu dikembangkan dan diterapkan pada tiap-tiap sekolah guna menumbuhkan tanggungjawab dan partisipasi peserta didik untuk belajar menilai dan mempengaruhi kebijakan umum.5 Persiapan yang terencana tersebut diantaranya dengan diberlakukannya kurikulum berbasis kompetensi sebagai penerapan kurikulum yang baru dan lebih memfokuskan pada kemampuan pengetahuan. siswa-siswi. Dalam penelitian ini yang dijadikan fokus penelitian adalah 1) implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen. 2) peran serta kepala sekolah. Fokus Penelitian Menurut Moleong (2002:65) fokus pada dasarnya adalah masalah yang bersumber dari pengalaman peneliti atau melalui pengetahuan yang diperolehnya melalui kepustakaan ilmiah ataupun lainnya. . bangsa ataupun negara.

kepala sekolah.6 Peneliti sengaja memilih SMK Yapek Gombong Kebumen sebagai fokus penelitian. khususnya pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen. instansi terkait dan para orang tua siswa dalam upaya peningkatan pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. Hal ini dikarenakan SMK tersebut merupakan sekolah kejuruan swasta yang sudah menerapkan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. Tujuan Penelitian Tujuan dari skripsi ini adalah: 1) untuk mengetahui bagaimana implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang berpendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen. Manfaat Penelitian Harapan penulis dari hasil penelitian ini agar dapat bermanfaat bagi para guru. wakil kepala sekolah bidang kurikulum. dan 3) bagaimana pelaksanaan proses belajar mengajar di kelas dengan menggunakan kurikulum SMK edisi 2004 yang berpendekatan kurikulum berbasis kompetensi. khususnya pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen. dan pelaksanaannya hampir setara dengan sekolah kejuruan yang berstatus negeri. yaitu : . pengawas. D. 2) bagaimana peran serta kepala sekolah. dan siswa-siswi dalam memahami kurikulum SMK edisi 2004 yang berpendekatan kurikulum berbasis kompetensi. guru matadiklat. Adapun manfaat dari penelitian ini meliputi 2 hal. C.

c. b. sehingga dapat digunakan sebagai upaya peningkatan proses pembelajaran di SMK khususnya dan dunia pendidikan umumnya. Manfaat Teoritis a. Hasil-hasil penelitian ini dapat memberikan masukan-masukan yang berharga yang berupa konsep sebagai upaya peningkatan dan pengembangan ilmu. manfaat penelitian ini dapat dijadikan tolak ukur dan merupakan bahan pertimbangan untuk melakukan pembenahan serta koreksi diri terhadap berbagai kekurangan dalam melaksanakan tugas profesinya. Bagi para guru SMK. konsep. Bagi kepala sekolah dan pengawas sekolah. c. Manfaat Praktis a. E. Bagi SMK Yapek Gombong Kebumen. atau inovasi dalam suatu tindakan praktis sehingga memberikan dampak. manfaat penelitian ini dapat digunakan untuk mengoreksi dan mengevaluasi dalam melaksanakan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi agar tercapai hasil belajar yang maksimal.7 1. manfaat penelitian ini sangat membantu dalam meningkatkan pembinaan dan supervisi kepada para guru secara efektif dan efesien. 2. b. Hasil-hasil penelitian ini dapat dijadikan sumber bahan yang penting bagi para peneliti dibidang pendidikan dan para pengembang kurikulum. Implementasi Adalah merupakan suatu proses penerapan ide. . Penegasan Istilah 1. kebijakan. khususnya pelaksanaan implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi. Diharapkan dapat menambah wawasan baru tentang implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi.

Kurikulum Berbasis Kompetensi Kurikulum berbasis kompetensi adalah merupakan seperangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi dan hasil belajar yang harus dicapai siswa.id) 4. (Download. (Kamus Besar Bahasa Indonesia. Kompetensi a. Kompetensi adalah kewenangan / kekuasaan untuk menentukan atau memutuskan sesuatu. nilai dan sikap yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak. Mulyasa. keterampilan maupun nilai dan sikap. Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi Adalah sebagai suatu proses penerapan ide. Kurikulum adalah sesuatu yang direncanakan sebagai pegangan guna mencapai tujuan pendidikan. keterampilan.id) 5.8 baik berupa perubahan pengetahuan. http: //www. Nasution. Mulyasa.or. (Download. 1990:479) b.or. http: // www. Kompetensi adalah merupakan perpaduan dari pengetahuan.puskur. penilaian. 1990:453) b. (E.puskur. (S. (E. Kurikulum adalah perangkat mata pelajaran atau yang diajarkan pada lembaga pendidikan atau perangkat mata kuliah mengenai bidang keahlian khusus. 2001:8) 3. 2003:93) 2. 2003:93) . kegiatan belajar mengajar dan pembudayaan sumber daya pendidikan dalam pengembangan kurikulum di sekolah. konsep dan kebijakan kurikulum (kurikulum potensial) dalam suatu aktivitas pembelajaran sehingga peserta didik menguasai seperangkat kompetensi tertentu sebagai hasil interaksi dengan lingkungan. (Kamus Besar Bahasa Indonesia. Kurikulum a.

maka dapat ditarik pemahaman bahwa dalam penelitian ini implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen adalah suatu penerapan kurikulum SMK edisi 2004 di sekolah kejuruan (SMK Yapek Gombong Kebumen) yang pada pelaksanannya menggunakan pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. Berdasarkan penegasan istilah tersebut di atas. SMK Yayasan Pendidikan Ekonomi (Yapek) Adalah salah satu sekolah menengah kejuruan yang berada diwilayah Wero kecamatan Gombong kabupaten Kebumen yang telah melaksanakan implementasi kurikulum berbasis kompetensi. . sikap dan keterampilan tertentu serta penerapannya di lapangan (dunia industri). yaitu merefleksikan kemampuan dalam mengerjakan sesuatu (siklus akuntansi) yang lebih menitik beratkan pada penguasaaan suatu pengetahuan.9 6.

yaitu : 1) kurikulum sebagai produk. Dengan demikian. 10 . dan curere yang artinya tempat berpacu.10 BAB II LANDASAN TEORI Dalam bidang pendidikan. Secara etimologis. Jika kurikulum dipahami dalam arti kata yang sempit. istilah kurikulum berasal dari dunia olah raga pada zaman Romawi kuno di Yunani yang mengandung pengertian jarak yang harus ditempuh oleh pelari dari garis star sampai finish (Sudirman dalam idi. Mengingat sangat pentingnya kurikulum. kurikulum merupakan unsur penting dalam setiap bentuk dan model pendidikan. 3) hasil belajar yang diinginkan. Tanpa adanya kurikulum. kurikulum berasal dari bahasa Yunani yaitu curir yang berarti pelari. dan 5) sebagai pengalaman belajar. maka semua pelaksana pendidikan harus dapat memahami kurikulum dengan baik. Secara sederhana pengertian kurikulum menurut B3PTKSM dalam Edi Waluyo (2002) adalah : 1) sebagai jalan meraih ijazah. 4) sebagai hasil belajar. maka jangan diharapkan kalau pendidikan dan pengajaran yang dilaksanakan akan mendapatkan hasil sesuai dengan yang kita inginkan. 2) program. Pemahaman yang benar tentang kurikulum sangat penting karena akan menentukan arah pembelajaran yang terkait dengan proses maupun substansinya. dan 4) pengalaman belajar bagi siswa. 3) sebagai rencana kegiatan pembelajaran. sulit rasanya bagi para perencana pendidikan dalam mencapai tujuan pendidikan yang diselenggarakan. Beane dalam Suyatno (2000:59) membagi kurikulum dalam empat jenis. 1999:118). 2) sebagai mata dan isi pelajaran.

Seiring dengan kemajuan jaman dan ilmu pengetahuan teknologi yang semakin canggih. yaitu : 1) kesesuaian antara kurikulum dengan tuntutan. Selain itu. (Nana Sudjana. kondisi. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab I Pasal 1 ayat 19 kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. 2001:4) . Keempat komponen tersebut berkaitan erat satu sama lain. dan 2) kesesuaian antar komponen-komponen kurikulum. dan evaluasi. Pengertian Kurikulum Berbasis Kompetensi Berdasarkan UU No. proses atau sistem penyampaian antar media. keterampilan. A. nilai dan sikap. kebutuhan. kurikulum juga harus memiliki kesesuaian atau relevansi. evaluasi dengan proses. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. isi.11 Suatu kurikulum memiliki komponen utama seperti : tujuan. maka di era globalisasi ini suatu pendidikan juga mengalami banyak perubahan. Kurikulum dalam kaitannya dengan pendidikan adalah sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh atau diselesaikan anak didik untuk memperoleh ijazah. Konsep-konsep Dasar Kurikulum Berbasis Kompetensi 1. dan perkembangan masyarakat. Sebagai contoh yaitu dengan adanya perubahan kurikulum yang lebih memfokuskan pada pengetahuan. Kesesuaian ini meliputi dua hal. yaitu sesuai dengan isi dan tujuan. atau lebih dikenal dengan sebutan kurikulum berbasis kompetensi (Competency Based Curriculum). isi atau materi. dan isi dengan tujuan kurikulum.

Oleh karena itu kurikulum ini mencakup sejumlah kompetensi dan seperangkat tujuan pembelajaran yang pencapaiannya dapat diamati dalam bentuk perilaku atau keterampilan peserta didik sebagai suatu kriteria keberhasilan.id ). Pendidikan merupakan lingkungan utama yang memberikan kesempatan dan dukungan bagi perkembangan potensi-potensi peserta didik. tetapi pemekarannya sangat bergantung pada kesempatan yang ada dan kondisi lingkungannya. Kurikulum berbasis kompetensi menuntut guru yang berkualitas dan profesional untuk melakukan kerjasama dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan. Peserta didik berada dalam proses perkembangan yang berkelanjutan dari seluruh aspek kepribadian sebagai pemekaran terhadap potensi-potensi bawaan sesuai dengan kesempatan belajar yang ada dan diberikan oleh lingkungan. Sesuai dengan konsep belajar tuntas dan pengembangan bakat.puskur. maka setiap peserta didik harus diberi kesempatan untuk mencapai tujuan sesuai dengan kemampuan dan kecepatan belajar masing-masing. Kurikulum berbasis kompetensi memfokuskan pada pemerolehan kompetensi-kompetensi tertentu pada peserta didik. Setiap tahap perkembangan memiliki sejumlah potensi bawaan yang dapat dikembangkan.or.12 Suatu pengembangan pendekatan kurikulum kompetensi yang merupakan pada pendekatan penguasaan memfokuskan kompetensi tertentu berdasarkan tahap-tahap perkembangan peserta didik (Download. http: //www. kompetensi menunjuk kepada perbuatan yang bersifat rasional dan memenuhi spesifikasi tertentu . Dalam hubungannya dengan pembelajaran.

sehingga terjadi perubahan pada sekelompok orang yang diharapkan untuk berubah. Hal tersebut sejalan dengan apa yang diungkapkan Miller dan Seller (1985:13) bahwa implementasi kurikulum merupakan suatu proses penerapan konsep ide. Suatu implementasi kurikulum berbasis kompetensi juga dapat diartikan sebagai aktualisasi kurikulum tertulis (written curriculum) dalam bentuk pembelajaran. dan sebagai konsep yang mencakup aspek-aspek pengetahuan. kebutuhan. serta tahap-tahap pelaksanaannya secara utuh. Kurikulum berbasis kompetensi juga memberikan keleluasaan kepada sekolah untuk menyusun dan mengembangkan silabus mata pelajaran sesuai dengan potensi sekolah. program atau tatanan kurikulum kedalam praktek pembelajaran atau aktifitas-aktifitas baru.13 dalam proses belajar. yaitu penerapan sesuatu yang memberikan efek atau dampak. Standar akademis yaitu merefleksikan pengetahuan dan ketrampilan esensial setiap disiplin ilmu yang harus dipelajari oleh seluruh peserta didik dengan merinci tujuan pembelajaran setiap pokok bahasan dan cara mencapai tujuan (E. nilai. dan kemampuan peserta didik serta kebutuhan masyarakat di sekitar sekolah tanpa mengurangi kompetensi yang telah ditetapkan dan berlaku secara nasional (standar akademis). maka dapat disimpulkan bahwa kompetensi merupakan indikator yang menunjuk kepada perbuatan yang bisa diamati. Implementasi itu sendiri merupakan “put something Into effect”. 2003:24). Dari pernyataan di atas. keterampilan. sikap. Sedangkan kurikulum berbasis kompetensi adalah sebagai suatu . Mulyasa.

Buku-buku seri kurikulum tersebut terdiri dari : Buku I (Landasan. b.14 konsep kurikulum yang menekankan pada pengembangan kemampuan melakukan (kompeten) tugas-tugas dengan standar performansi tertentu yang hasilnya dapat dirasakan oleh peserta didik berupa penguasaan terhadap seperangkat kompetensi tertentu. seperti : a. Karakteristik Kurikulum Berbasis Kompetensi Dalam Dikmenjur Depdiknas (2004) sebagai arahan dan bimbingan dalam melaksanakan kurikulum. oleh sebab itu SMK pada saat ini sudah milik bersama Depdikbud dan dunia usaha/industri termasuk kurikulumnya serta dalam pelaksanaannyapun dilakukan secara taat azas . dan Buku III (Pedoman Pelaksanaan Kurikulum SMK). Pendidikan Sistem Ganda (PSG) ini merupakan kebijakan pendidikan kejuruan di Indonesia. 2. dan Pengembangan Kurikulum SMK). berikut ini merupakan beberapa karakteristik kurikulum berbasis kompetensi yang perlu diperhatikan. Memiliki Pendidikan Sistem Ganda (PSG). Pemahaman secara utuh dan benar tehadap buku-buku seri kurikulum. oleh sebab itu apabila SMK dapat menemukan cara-cara pelaksanaan yang lebih baik dari buku-buku pedoman tersebut maka dipersilakan untuk memilihnya dengan berdasarkan pada prinsip akuntabilitas (bertanggungjawab). Dari ketiga buku tersebut bukan merupakan suatu harga mati. Buku II (Garis-garis Besar program Pembelajaran). Program.

d.15 kebersamaan. e. Jadi seorang siswa tidak boleh mempelajari pelajaran selanjutnya sebelumnya dia menguasai secara tuntas apa yang dipelajarinya saat ini. Mengidentifikasi dan memilih bahan ajar yang mampu menampilkan sosok utuh isi kurikulum yang merupakan keputusan esensial yang harus dilakukan secara bersama-sama oleh SMK dan industri. dan industri. Bahanbahan ajar yang dimaksud telah tersedia diberbagai sumber. yaitu di SMK dan di industri. Pendekatan ini sangat cocok untuk SMK karena di SMK menerapkan pendekatan kompetensi. Kurikulum dilaksanakan di dua tempat. Penerapan Sistem Modul (Modularisasi Pengajaran). Dalam pendekatan kompetensi setiap siswa harus menguasai kompetensi yang sedang dipelajari sebelum mempelajari kompetensi berikutnya yang lebih sulit. seperti : toko buku. Pendekatan belajar tuntas mengharapkan bahwa setiap siswa harus menguasai apa yang dipelajari secara tuntas. c. Penerapan Belajar Tuntas (Mastery Learning). penerbit. Modul adalah paket pengajaran mandiri yang terdiri dari serentetan pengalaman belajar yang dirancang untuk membantu siswa . Jadi tugas guru dan instruktur adalah mengidentifikasi dan meilih bahan-bahan ajar yang dapat membantu siswa dalam menguasai kompetensi-kompetensi yang ditetapkan. Menurut Badan Litbang dan Dikmenjur Depdiknas 2004 belajar tuntas adalah suatu pendekatan pembelajaran dimana diasumsikan bahwa setiap siswa dapat menyelesaikan belajarnya secara tuntas asalkan diberi kesempatan sesuai dengan langgam belajarnya (kecepatan masing-masing).

Pada umumnya modul dibuat secara berseri. Jadi. 3. kebutuhan masyarakat. dan begitu seterusnya. Semua pembelajaran yang berlangsung di SMK dievaluasi oleh SMK dan pelatihan yang berlangsung di industri dievaluasi oleh industri. dimana modul seri pertama merupakan prasyarat bagi siswa untuk mempelajari modul seri kedua. Prinsip-prinsip Kurikulum Berbasis Kompetensi Sesuai dengan kondisi negara. Oleh karena itu evaluasi prestasi belajar siswapun harus dilakukan di dua tempat. 4) . mempertimbangkan prinsip-prinsip nilai dan budi pekerti luhur. 3) keseimbangan etika. Pendidikan Sistem Ganda (PSG) mengharuskan siswa belajar di dua tempat. logika. maka dalam pengembangan dan kurikulum berbasis kompetensi perlu seperti: memperhatikan 1) keimanan. dan kinestetika. dan berbagai perkembangan serta perubahan yang sedang berlangsung dewasa ini.16 menguasai tujuan yang telah ditentukan (Badan Litbang dan Dikmenjur Depdiknas. yaitu di SMK dan industri. estetika. siswa tidak diperkenankan mengambil modul lanjutannya sebelum tuntas pada modul sebelumnya. dan modul seri kedua harus dikuasai sebelum siswa mempelajari modul seri ketiga. 2004:7). yaitu yang sifatnya memberi kesempatan kepada siswa untuk memeperoleh sertifikasi (pengakuan) terhadap keahlian yang dimiliki sebagai bekal untuk memasuki dunia kerja. Uji Kompetensi dan UAN Untuk kepentingan pemasaran tamatan di SMK selain UAN juga diberlakukan Uji Kompetensi. 2) penguatan integritas nasional. g. Evaluasi siswa dilakukan bersama-sama oleh SMK dan industri. f.

dan budi pekerti luhur yang dianut dan dijunjung tinggi masyarakat sangat berpengaruh terhadap sikap dan arti kehidupannya. 5) abad pengetahuan dan teknologi informasi. Kesamaan memperoleh kesempatan Pengembangan kurikulum berbasis kompetensi harus menyediakan tempat yang memberdayakan semua peserta didik untuk memperoleh pengetahuan. logika. hal tersebut perlu digali. Penguatan integritas nasional Pengembangan kurikulum berbasis kompetensi harus memperhatikan penguatan integritas nasional melalui pendidikan yang memberikan pemahaman tentang masyarakat Indonesia yang majemuk dan kemajuan peradaban dalam tatanan kehidupan dunia yang multikultur dan multibahasa. dipahami. dan kinestetika Dalam mengembangkan kurikulum berbasis kompetensi perlu diperhatikan adanya suatu keseimbangan pengalaman belajar peserta didik antara etika. dan sikap. 2002). dan kinestetika. c. estetika. a. (Depdikbud. d. 6) pengembangan keterampilan hidup.17 kesamaan memperoleh kesempatan. Oleh karena itu. Keimanan. estetika. nilai dan budi pekerti luhur Keimanan. Keseimbangan etika. dan diamalkan oleh peserta didik melalui pengembangan kurikulum berbasis kompetensi (KBK). 8) berpusat pada anak dengan pemikiran yang berkelanjutan dan komprehensif dan 9) pendekataan menyeluruh dan kemitraaan. ketrampilan. Hal ini tanpa . 7) belajar sepanjang hayat. logika. nilai-nilai. b.

dan yang merupakan kompetensi terpenting dalam menghadapi abad ilmu pengetahuan dan teknologi informasi. Belajar sepanjang hayat Pendidikan berlangsung sepanjang hidup manusia untuk mengembangkan. memilih. kooperatif dan kompetitif dalam menghadapi tantangan dan tuntutan kehidupan sehari-hari secara efektif. Selain itu. pengembangan kurikulum berbasis kompetensi perlu memperhatikan . menambah kesadaran. dan menilai pengetahuan untuk mangatasi situasi yang cepat berubah dan penuh ketidakpastian. Pengembangan ketrampilan hidup Pengembangan kurikulum berbasis kompetensi perlu memasukan unsur ketrampilan untuk hidup agar peserta didik memiliki ketrampilan. kurikulum juga perlu mengintegrasikan unsur-unsur penting yang menunjang kemampuan untuk bertahan hidup. dan selalu belajar memahami dunia yang selalu berubah dalam berbagai bidang. Oleh karena itu. dan perilaku adaptif. baik itu kelompok yang kurang beruntung atau yang beruntung dalam status ekonomi dan sosial semuanya berhak atas kesamaan dalam memperoleh kesempatan untuk menerima pendidikan yang tepat dan sesuai dengan kemampuan dan kecepatannya. artinya bahwa seluruh peserta didik dari berbagai kelompok. Abad pengetahuan dan teknologi informasi Kurikulum perlu mengembangkan kemampuan berpikir dan belajar dengan mengakses. f. sikap. g.18 melihat adanya perbedaan dari masing-masing peserta didik. e.

19

kemampuan belajar sepanjang hayat yang dapat dilakukan melalui pendidikan formal, non formal, dan pendidikan alternatif yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun masyarakat. h. Berpusat pada anak dengan pemikiran yang berkelanjutan dan komprehensif Pengembangan kurikulum berbasis kompetensi harus berupaya memandirikan peserta didik untuk belajar, bekerja sama, dan menilai diri sendiri agar mampu membangun pemahaman dan pengetahuannya. Penilaian berkelanjutan dan komprehensif menjadi sangat penting dalam rangka pencapaian upaya tersebut. i. Pendekatan menyeluruh dan kemitraan Pendekatan yang digunakan dalam mengorganisasikan

pengalaman belajar harus berfokus pada kebutuhan peserta didik yang bervariasi dan mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu. Keberhasilan pencapaian pengalaman belajar menuntut kemitraan dan tanggung jawab bersama dari peserta didik, guru, sekolah, orangtua, perguruan tinggi, dunia usaha, industri, dan masyarakat pada umumnya. 4. Kerangka Kurikulum Berbasis Kompetensi Untuk mewujudkan hasil pendidikan yang berkualitas tinggi, maka diperlukan kompetensi dasar tamatan yang dapat dipertanggungjawabkan dalam konteks lokal, nasional, dan global. Peningkatan kualitas secara nasional memerlukan standar kualitas pendidikan nasional yang memuat kompetensi dasar yang harus dikuasai oleh siswa di seluruh Indonesia. Menurut Puskur (2001) kerangka KBK dapat digambarkan sebagai berikut .

20

Gambar 1. Kerangka kurikulum berbasis kompetensi

Potensi Anak Diversifikasi Kurikulum Masyarakat Majemuk Manajemen Berbasis Sekolah

Standar Nasional

Pendidikan Bermutu Kurikulum Berbasis kompetensi Misi Pendidikan Masa Depan 4 pilar Pendidikan Kesejagatan

Siswa yang beriman, Sehat, berbudaya, berakhlak mulia, beretos kerja, berpengetahuan, dan menguasai teknologi serta cinta tanah air

Partisipasi
Sekolah sebagai Peningkatan Peradaban dan Kebudayaan Masyarakat Pendidikan Kesejagatan

Fokus hasil pendidikan yang bermutu adalah siswa yang sehat, mandiri, berbudaya, berakhlak mulia, beretos kerja, berpengetahuan dan menguasai teknologi, serta cinta tanah air. Untuk mewujudkan siswa dengan ciri-ciri tersebut, maka perlu dikembangkan kurikulum

berdasarkan aspek-aspek : a) diversifikasi kurikulum, b) standar nasional, c) kurikulum berbasis kompetensi dasar, d) empat pilar pendidikan kesejagatan, e) partisipasi masyarakat, dan f) manajemen berbasis sekolah (Puskur 2001). a. Diversifikasi Kurikulum Kurikulum berdiversifikasi ialah kurikulum yang

mengakomodasikan berbagai perbedaan siswa dalam kesiapan untuk

21

belajar, potensi akademik, kecerdasan, minat, lingkungan, dan budaya. Dengan kurikulum berdiversifikasi, maka dapat dikembangkan kurikulum inklusif (khusus seperti anak yang berpotensi unggul) yang

mengakomodasikan pemerataan mutu dan kesempatan belajar yang bermakna melalui penyelenggaraan pendidikan yang produktif, interaksi belajar mengajar yang bervariasi dan kesempatan mengekspresikan keanekaragaman gagasan. Keinklusifan kurikulum tersebut dapat memaksimalkan

pencapaian hasil belajar karena dapat memberdayakan semua potensi yang digali dari kemajemukan sumber daya alam, budaya, dan etnis. Dengan demikian, maka kurikulum yang berdiversifikasi ini

memungkinkan adanya perbedaan, tetapi tetap mengacu pada standar minimal yang sama, yaitu standar nasional. b. Standar Nasional Kerangka ini disajikan dalam bentuk pengembangan

penguasaan ilmu-ilmu dasar dengan sistematika keilmuan dan kebenaran materi yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademis. Standar ini juga disertai dengan standar pemahiran keterampilan dan pembentukan akhlak mulia yang mengutamakan terbentuknya sistem nilai komprehensif untuk mewujudkan pembentukan manusia Indonesia yang berkepribadian dan beretos kerja. c. Kurikulum Berbasis Kompetensi Dasar Kurikulum disusun sesuai dengan kekinian dan kemasadepanan. Oleh karena itu, kurikulum harus relevan, fleksibel, dan dapat

dan learning to be. Pertanggungjawaban ini menuntut kejelasan orientasi kurikulum. memecahkan masalah dan berinovasi. Oleh karena itu. Empat Pilar Pendidikan Kesejagatan Landasan pembaruan pendidikan kesejagatan menggali dan memberdayakan potensi serta bakat-bakat anak yang terpendam seperti : learning to know. sasarannya adalah kemampuan kerja generasi muda untuk mendukung dan memasuki . yaitu lebih tertuju pada hasil belajar daripada prosedur pembelajarannya. Hakikat learning to know adalah proses pembelajaran yang memungkinkan siswa menguasai teknik memperoleh pengetahuan dan bukan semata-mata memperoleh pengetahuan. d. 2003:21) pilar ini pada hakikatnya terkait dengan relevansi epistemologi yang mengutamakan proses pembelajaran dan memungkinkan peserta didik untuk terlibat dalam proses belajar meneliti dan mengkaji. Hakikat learning to do adalah pendidikan sebagai upaya penguasaan seni dalam menggunakan pengetahuan agar melahirkan generasi baru yang mempunyai potensi tinggi dalam bekerja. learning to do. Dengan orientasi ini. Menurut Scheffler (Sudijarta.22 dipertanggungjawabkan baik secara akademik maupun publik. Melalui pilar ini sasarannya adalah pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. maka ditetapkan kompetensi dasar siswa pada setiap jenjang pendidikan yang dapat dicapai melalui berbagai cara sesuai dengan keadaan sekolah atau daerah. learning to live together.

Hakikat learning to be adalah proses pembelajaran yang mengarahkan siswa untuk memiliki kemantapan emosional dan intelektual yang dapat mengenali dan mengendalikan dirinya sendiri secara konsisten.23 ekonomi industri. pengertian. Oleh karena itu. dan tanpa prasangka buruk. penguasaan keterampilan teknis. sehingga dapat memberikan kesempatan pada siswa untuk mengintegrasikan pemahaman konsep. dan intelektual dalam memecahkan masalah. Partisipasi Masyarakat Masyarakat tempat sekolah atau lembaga pendidikan yang ada memiliki berbagai kompetensi. tugas pendidikan adalah memberi kesempatan kepada peserta didik untuk memahami dan memiliki pengetahuan serta kesadaran tentang hakikat manusia yang beragam. Dalam kaitannya dengan pilar ini. segala potensi yang ada dalam masyarakat perlu dibangkitkan untuk mendukung . e. makna yang terkandung yaitu tentang perlunya pendidikan secara konsekuentif dan bermuara pada paradigma pemecahan masalah. Pada pilar yang kedua ini. Oleh sebab itu. pembelajaran di alam terbuka seperti ‘camping’ atau sekolah berasrama dapat dijadikan sebagai salah satu implementasi pilar ini. Hakikat learning to live together adalah proses pembelajaran yang dapat hidup bersama dengan orang lain yang berbeda dengan penuh toleransi. tetapi dalam keragaman tersebut terdapat persamaan.

Apabila suatu kurikulum telah berkembang berdasarkan aspekaspek diversifikasi kurikulum. Namun dilain pihak menuntut pula kesiapan sekolah agar membuka diri untuk bekerja sama dengan berbagai pihak dalam menyelenggarakan program pendidikan. khususnya dalam pengelolaan kurikulum. 3) pendidikan kesejagatan. Oleh karena itu. maka sekolah harus dikelola secara profesional. 5) masyarakat majemuk. Keprofesionalan ini sejalan dengan pemberian kewenangan sekolah dalam mengambil keputusan untuk penyelenggaraan program pendidikan yang berorientasi pada standar nasional. Standar ini dapat dicapai melalui cara yang dipilih oleh sekolah secara mandiri. dan manajemen berbasis sekolah. . Tujuan-tujuan itu itu antara lain: 1) dapat mencapai pendidikan yang bermutu. dan 6) potensi anak yang berkualitas. kurikulum berbasis kompetensi dasar. standar nasional. partisipasi masyarakat. Perkembangan kehidupan masa kini dan yang akan datang menuntut akan kesadaran masyarakat agar berperan serta secara aktif dalam proses pendidikan. pencapaian pendidikan yang berkualitas tersebut menuntut agar pengembangan sekolah dapat terwujud secara profesional. empat pilar pendidikan kesejagatan. Manajemen berbasis Sekolah Untuk mencapai pendidikan yang berkualitas tinggi. 4) sekolah sebagai peningkatan peradaban dan kebudayaan.24 terciptanya pendidikan yang bermutu. f. 2) misi pendidikan masa depan. maka akan terwujud pula suatu tujuan pendidikan yang telah diharapkan.

Kurikulum dan Hasil Belajar (KHB) Memuat perencanaan pengembangan kompetensi peserta didik yang perlu dicapai secara keseluruhan dan meliputi kompetensi. b. hasil belajar. dan indikator. Penilaian berbasis Kelas (PBK) Memuat prinsip. 2) penilaian berbasis kelas. Adapun komponen-komponen dari kurikulum berbasis kompetensi tersebut dapat digambarkan sebagai berikut : Gambar 2. Komponen-komponen Kurikulum Berbasis Kompetensi Komponen dasar kurikulum berbasis kompetensi terdiri dari empat komponen yaitu: 1) kurikulum dan hasil belajar.25 5. 3) kegiatan belajar mengajar. Komponen Dasar Kurikulum Berbasis Kompetensi Kurikulum dan Hasil belajar Penilaian Berbasis Kelas Kurikulum Berbasis Kompetensi Pengelolaan Kurikulum Berbasis Sekolah Kegiatan Belajar Mengajar a. sasaran dan pelaksanaan penilaian berkelanjutan yang lebih akurat dan konsisten sebagai akuntabilitas publik melalui penilaian terpadu dengan kegiatan belajar mengajar di kelas (berbasis . dan 4) pengelolaan kurikulum berbasis sekolah.

d. kinerja (performance). dan pengembangan sistem informasi kurikulum. dan nilai-nilai dasar yang terefleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak (Pusku. c. hasil karya (produk).26 kelas) dengan mengumpulkan kerja siswa (portofolio). Kompetensi Dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi a. 2) . 2002:1). 6. Hakikat Kompetensi 1) Kompetensi merupakan pengetahuan. penugasan (proyek). ketrampilan. Kebiasaan berpikir dan bertindak secara konsisten dan terus menerus memungkinkan seseorang menjaadi kompeten. Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Memuat gagasan-gagasan pokok tentang pembelajaran dan pengajaran untuk mencapai kompetensi yang ditetapkan serta gagasan-gagasan paedagogis dan andragogis yang mengelola pembelajaran agar tidak mekanistik. 2) Konsep kompetensi ini digunakan dalam kurikulum baru didasarkan pada pemikiran sebagai berikut: 1) kompetensi berkenaan dengan kemampuan siswa melakukan sesuatu dalam berbagai konteks. artinya seseorang itu memiliki pengetahuan. pengetahuan. Pengelolaan Kurikulum Berbasis Sekolah (PKBS) Memuat berbagai pola pemberdayaan tenaga kependidikan dan sumber daya lain untuk meningkatkan mutu hasil belajar. pembinaan profesional tenaga kependidikan. Pola ini dilengkapi pula dengan gagasan pembentukan jaringan kurikulum. ketrampilan. dan tes tertulis. dan nilai-nilai dasar untuk melakukan sesuatu. pengembangan kurikulum.

kompetensi tamatan. Penjabaran hasil belajar untuk tiap-tiap mata pelajaran dikelompokan berdasarkan aspek. dan 4) kehandalan kemampuan siswa melakukan sesuatu harus didefinisikan secara jelas dan luas dalam suatu standar yang dapat dicapai melalui kinerja yang dapat diukur (Puskur. 2002:7). TPN secara urut dijabarkan menjadi kompetensi lintas kurikulum (KLK). 3) Kompeten merupakan hasil belajar (learning outcome) yang menjelaskan hal-hal yang dilakukan siswa setelah melalui proses pembelajaran. b. Kompetensi Dalam KBK Kompetensi KBK merupakan jabaran dari tujuan pendidikan nasional (TPN). dan kompetensi dasar mata pelajaran.27 kompetensi menjelaskan pengalaman belajar yang dilalui siswa untuk menjadi kompeten. Adapun urutan jabaran kompetensi dalam KBK tampak pada diagram berikut ini : Gambar 3. kompetensi rumpun pelajaran. dan setiap aspek dijabarkan menjasi hasil belajar dan indikator (Puskur. 2002:1). Urutan Jabaran Kompetensi dalam KBK Kompetensi Lintas Kurikulum Kompetensi Tamatan Kompetensi Rumpun Mata Pelajaran Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Kompetensi Dasar Hasil Belajar Indikator (Sumber : Puskur 2002) Tujuan Pendidikan Nasional Silabus .

2) Kompetensi tamatan merupakan pengetahuan. ketrampilan. B. 4) Kompetensi dasar merupakan pernyataan minimal atau memadai tentang pengetahuan. dan nilai-nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan berindak setelah siswa menyelesaikan suatu aspek atau subaspek mata pelajaran tertentu. Kurikulum SMK Edisi 2004 Berpendekatan KBK 1. ketrampilan. UndangUndang Dasar 1945 mengamanatkan upaya untuk mencerdaskan . 3) Kompetensi rumpun mata pelajaran merupakan pernyataan tetnang pengetahuan. Landasan Pendidikan nasional berakar pada kebudayaan bangsa Indonesia dan berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945.28 1) Kompetensi Lintas Kurikulum (KLK) merupakan pernyataan tentang pengetahuan. sikap. dan nilai-nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak yang seharusnya dicapai setelah siswa menyelesaikan rumpun mata pelajaran tertentu. dan nilai-nilai yang direleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak setelah siswa menyelesaikan suatu jenjang tertentu. sikap. Hasil belajar dari KLK ini perlu dicapai melalui pembelajaran-pembelajaran dari semua rumpun mata pelajaran. sikap dan nilai-nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak yang mencakup kecakapan belajar sepanjang hayat dan ketrampilan hidup yang harus dimiliki. sikap. ketrampilan. ketrampilan.

Ini berarti kurikulum SMK dirancang untuk mengembangkan nilai-nilai demokratis. dan yuridis. serta kesenian. Untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebagai bagian dari Sistem Pendidikan Nasional. kebutuhan pembangunan nasional. Landasan Filosofis Landasan filosofis yang dijadikan acuan adalah demokratis. maka penyusunan kurikulum SMK edisi 2004 bertumpu pada landasan filosofis. Implikasinya. melihat peluang kerja. Di samping itu kurikulum SMK edisi 2004 dirancang untuk memberi kesempatan berkembangnya . Oleh sebab itu. dan diberikan peluang untuk mengembangkan nilainilai demokratis pada dirinya. pendidikan menengah kejuruan merupakan pendidikan pada jenjang pendidikan menengah yang mengutamakan pengembangan kemampuan peserta didik untuk dapat bekerja dalam bidang tertentu. a. dan humanistis. ekonomis. maka dalam menyusun kurikulum SMK sangat memperhatikan tahap perkembangan siswa dan kesesuaian dengan jenis pekerjaan. peserta didik diberi kebebasan untuk berkembang sesuai dengan minat dan kebutuhannya. lingkungan sosial. dan mengembangkan diri di kemudian hari.29 kehidupan bangsa serta agar pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang diatur dengan undang-undang yaitu Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. pragmatis. kemampuan beradaptasi di lingkungan kerja.

Pendidikan harus memberikan arah yang terencana bagi kepentingan bersama peserta didik. 2. Pendidikan adalah salah satu wujud kebudayaan manusia yang selalu tumbuh dan berkembang. sesuai dengan kebutuhan peserta didik. dan negara. baik yang ideal maupun pragmatis. Secara filosofis. tetapi dengan secara perlahan-lahan ada kalanya mengalami penurunan kualitas sesuai perkembangan jaman. masyarakat. Kurikulum SMK disusun untuk mengemban misi agar dapat turut mendukung perkembangan kebudayaan pada arah yang positif. Oleh karena itu. Pendidikan harus menanamkan tata nilai yang kuat dan jelas sebagai landasan pembentukan watak dan perkembangan kehidupan manusia.30 kompetensi kerja yang relevan dengan perkembangan permintaan pasar kerja. 3. . penyusunan kurikulum SMK perlu mempertimbangkan perkembangan psikologis peserta didik dan perkembangan/ kondisi kehidupan social budaya masyarakat. Pendidikan harus memberikan sesuatu yang bermakna. keluarga. kurikulum SMK edisi 2004 harus memperhatikan beberapa hal mendasar sebagai berikut : 1. serta memberi ruang gerak pada diri peserta didik untuk mengembangkan dan melakukan berbagai aktivitas yang dapat memberi kontribusi terhadap kecakapan hidup di lingkungan masyarakat. bangsa.

Pendidikan kejuruan melandasi diri pada kenyataan bahwa manusia itu memiliki perbedaan dalam dimensi-dimensi fisik.31 a) Perkembangan Psikologi Peserta Didik Landasan psikologisnya yaitu jika filosofi “apa” yang seharusnya diajarkan kepada peserta didik. Secara umum. dan spiritual. intelektual. baik kehidupan profesional maupun keseharian yang selalu berubah bentuk dan jenisnya serta mampu meningkatkan diri dengan mengikuti pendidikan yang lebih tinggi. emosional. intelektual. dan spiritual. ekonomi keluarga. emosional. mampu beradaptasi dan mengatasi berbagai masalah kehidupan. maka psikologi mempersoalkan “bagaimana” cara mengajarkan “apa” tersebut. Fondasi kejiwaan yang kuat diperlukan oleh peserta didik agar berani menghadap. mereka memiliki kecenderungan untuk mencari identitas atau jati diri. sehingga muncul model-model pembelajaran yang beragam yang penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhan individual yang berbeda-beda pula. Pada kurun usia peserta didik di SMK. dan lingkungan pergaulan yang mengakibatkan perbedaan dalam dimensi fisik. kita harus menggunakan cara-cara penyampaian yang berbeda-beda. manusia mengalami perkembangan psikologis sesuai dengan pertambahan usia dan berbagai faktor lainnya yaitu latar belakang pendidikan. . Oleh karena itu.

Adapun landasan sosiologinya yaitu merupakan ilmu pengetahuan yang memusatkan perhatian pada hubungan antar manusia. kurikulum SMK edisi 2004 dikembangkan dengan memperhatikan berbagai dinamika. masyarakat. Landasan Ekonomis Landasan ekonomi yang dimaksud disini yaitu suatu ilmu ekonomi yang menekankan pada efisiensi dan investasi dasar penyelenggaraan pendidikan kejuruan. b. kelompok. dan diharapkan dapat saling memperkaya secara positif.32 b) Kondisi Sosial Budaya Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga. baik internal maupun . pendidikan kejuruan dijalankan atas dasar prinsip-prinsip efisiensi. politik. dan pemerintah. dan moral). social. dan tidak meninggalkan akar budaya Indonesia. masyarakat. maupun sekolah akan menyatu dalam diri peserta didik dan menjadi satu kesatuan yang utuh. sehingga segala upaya yang dilakukan harus selalu berpegang teguh pada keharmonisan hubungan antar sesama individu dalam masyarakat luas yang dilandasi dengan akhlak dan budi pekerti yang luhur. serta keharmonisan antar system pendidikan dengan system-sistem yang lain (ekonomi. Secara sosial budaya. Pendidikan kejuruan mendasarkan pada sosiologi. dan system. kebutuhan masyarakat. Artinya. religi. Pendidikan yang diterima dari lingkungan keluarga. saling mengisi.

Dengan demikian. Dengan demikian.33 eksternal. yaitu: a) untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. maka semestinya orang yang bersangkutan semakin produktif. Inilah esensi human capital theory yang menjadi dasar penyelenggaraan pendidikan kejuruan. b) agar mengusahakan dan menyelenggarakan satu system pendidikan nasional yang . maka orang yang lebih produktif akan mendapatkan upah yang lebih besar. yang artinya bahwa kita berpedoman pada semakin tinggi pendidikan dan pelatihan seseorang. Pendidikan menengah kejuruan adalah pendidikan yang menyiapkan peserta didik menjadi manusia yang produktif dan dapat bekerja langsung di bidangnya setelah melalui pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi (Dirjen Dikdasmen. kaitannya dengan pendidikan nasional. c. pembukaan program diklat di SMK harus responsif tehadap perubahan pasar kerja. Penyiapan manusia untuk bekerja bukan berarti menganggap manusia semata-mata sebagai faktor produksi. Landasan Yuridis Peraturan perundang-undangan yang mendasari dan menjadi acuan dalam penyusunan kurikulum SMK edisi 2004 adalah : 1) UUD 1945 Undang-undang Dasar 1945 yang mengamanatkan kepada pemerintah. Selain itu. pendidikan kejuruan juga dijalankan atas dasar prinsip investasi. 2004:3). hal ini dikarenakan pembangunan ekonomi memerlukan kesadaran sebagai warga negara yang baik dan bertanggung jawab.

34 meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang-undang. Program a. bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Jenis Program Keahlian SMK menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan (diklat) berbagai program keahlian yang disesuaikan dengan kebutuhan lapangan kerja. mandiri. 2) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 4) Ketentuan-ketentuan lain (yang akan disusun) berkaitan dengan Sistem Pendidikan Nasional Indonesia pada umumnya dan Pendidikan Menengah Kejuruan pada khususnya. cakap kreatif. 2. 3) Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 323/U/1997 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Sistem Ganda pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Yaitu berfungsi mengembangkan kemampuan serta membentuk watak dan peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. berilmu. sehat. Program keahlian tersebut dikelompokan menjadi bidang keahlian sesuai dengan kelompok bidang industri/ usaha/ . berakhal mulia. dan menjadi warga negara yang demokratis.

Dengan mempertimbangkan keluasan dan jumlah kompetensi yang harus dipelajari. maka masa pendidikan dapat diperpanjang paling banyak 2 (dua) semester atau sampai dengan 4 (empat) tahun. Jenis keahlian baru diwadahi dengan jenis program keahlian baru atau spesialisasi baru pada program keahlian yang relevan. . Kompetensi yang dimaksud meliputi kompetensi-kompetensi yang dibutuhkan untuk menjadi manusia Indonesia yang cerdas dan pekerja yang kompeten sesuai dengan standar kompetensi yang ditetapkan oleh industri/ dunia usaha/ asosiasi profesi. c.35 profesi. b. Masa Pendidikan Masa pendidikan di SMK pada prinsipnya sama dengan masa pendidikan tingkat menengah lainnya yaitu 3 (tiga) tahun. Jenis bidang dan program keahlian ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah. dan jika Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) menuntut masa pendidikan lebih dari tiga tahun. Substansi Pendidikan Substansi atau materi yang diajarkan di SMK disajikan dalam bentuk berbagai kompetensi yang dinilai penting dan perlu bagi peserta didik dalam menjalani kehidupan sesuai dengan perkembangan jaman. Penamaan bidang keahlian dan program keahlian pada kurikulum SMK edisi 2004 yang dikembangkan mengacu pada nama bidang dan program keahlian yang berlaku pada kurikulum SMK edisi 1999.

sikap. Program normatif dijabarkan menjadi matadiklat yang memuat kompetensi-kompetensi tentang norma. substansi diklat dikemas dalam berbagai matadiklat yang dikelompokan dan diorganisasikan menjadi program normative. Struktur Kurikulum Untuk mencapai standar kompetensi yang telah ditetapkan oleh industri/ dunia usaha / asosiasi profesi.36 3. b. Program Normatif Yaitu kelompok matadiklat yang berfungsi membentuk peserta didik sebagai pribadi yang utuh. sosial. dan produktif. Program adaptif memberi kesempatan kepada peserta didik untuk memahami dan menguasai konsep dan prinsip dasar keilmuan yang dapat diterapkan pada kehidupan sehari-hari dan atau melandasi suatu kompetensi untuk bekerja. Program Adaptif Yaitu kelompok matadiklat yang berfungsi membentuk peserta didik sebagai individu agar memiliki dasar yang kuat untuk berkembang dan mampu menyesuaikan diri dengan perubahan. dan perilaku yang harus diajarkan dan dilatihkan pada peserta didik. adaptif. . dan bernegara. sebagai warga negara Indonesia maupun sebagai warga dunia. yang memiliki norma-norma sebagai mahluk individu maupun sosial (anggota masyarakat). Program normatif diberikan agar peserta didik biasa hidup dan berkembang selaras dalam kehidupan pribadi. a.

dan produktif. tetapi memberi pemahaman dan penguasaan tentang “mengapa” hal tersebut harus dilakukan. Program Produktif Yaitu kelompok matadiklat yang berfungsi membekali peserta didik agar memiliki kompetensi standar atau kemampuan produktif pada suatu pekerjaan/keahlian tertentu yang relevan dengan tuntutan dan permintaan pasar kerja. Substansi pembelajaran terdiri dari 2 (dua) kelompok. c. Pengorganisasian materi program normatif dan adaptif mengacu pada UU Sisdiknas Nomor 20 tahun 2003 pasal 37. Sedangkan program produktif berupa nama kompetensi yang mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). 1) Substansi Instruksional Substansi instruksional adalah substansi pembelajaran yang dirancang secara terstruktur dalam kurikulum dan dikemas dalam berbagai matadiklat yang dikelompokan dalam program normatif.37 Program adaptif diberikan agar peserta didik tidak hanya memahami dan menguasai “apa” dan “bagaimana” suatu suatu pekerjaan yang dilakukan. 2) Substansi Noninstruksional Substansi noninstruksional berisi hal-hal yang dianggap penting dan perlu bagi peserta didik dan dirancang secara tidak terstruktur dalam kurikulum. adaptif. dan 2 ) substansi noninstruksional. yaitu berupa nama matadiklat. Penyajiannya terintegrasi dengan substansi instruksional yang dituangkan pada saat merencanakan . yaitu : 1) substansi instruksional.

II 1. Struktur kurikulum dalam 3 tahun (kelas 1. lingkungan hidup. 3. noninstruksional meliputi kompetensi kunci. 3) Bidang Keahlian Program Keahlian No I 1. 14. dan pendidikan seks. 16. 2. 2. 5. 6. 2. 10. 4. 5. 12. 3. 4. Matadiklat pada SMK program keahlian akuntansi adalah sebagai berikut: Tabel 1. kecakapan Substansi hidup. narkoba. 3. 2. 8. III 1. 7. dan isu-isu lain seperti muatan lokal. 15.38 strategi pembelajaran dan penyusunan pendidikan modul. : Bisnis dan Manajemen : Akuntansi DURASI 192 288 192 288 403 550 203 192 112 12 12 30 20 30 70 65 460 80 70 40 20 40 60 60 60 MATADIKLAT NORMATIF Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan dan Sejarah Bahasa Indonesia Pendidikan Jasmani dan Olah Raga ADAPTIF Matematika Bahasa Inggris Keterampilan Komputer dan pengelolaan Informasi Kewirausahaan Ekonomi PRODUKTIF Bekerja sama dengan kolega dan pelanggan Bekerja sama dengan lingkungan sosial yang berbeda Berkomunikasi melalui telepon dan faksimili Mengerjakan persamaan dasar akuntansi Mengelola bukti transaksi Mengelola buku jurnal Mengelola buku besar Menyelesaikan siklus akuntansi perusahaan jasa dan dagang Mengelola administrasi kas bank Mengelola administrasi dana kas kecil Mengelola order penjualan Mengelola proses kredit Mengelola kartu piutang Mengelola penagihan piutang Mengelola administrasi pembelian Mengelola kartu utang . 11. 4. 9. 13.

39

17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27.

Mengelola penerimaan barang supplies Mengelola kartu persediaan supplies Mengelola kartu persediaan barang dagangan Mengelola administrasi gudang Mengelola aktiva tetap Mengelola buku jurnal Mengelola buku besar Menyelesaikan siklus akuntansi perusahaan jasa dan dagang Mengelola administrasi gaji dan upah Mengelola kartu biaya produksi Menyelesaikan siklus akuntansi perusahaan manufaktur JUMLAH (Sumber : Dirjen Dikdasmenjur 2004)

10 16 30 20 80 70 65 460 80 45 465 4396

Tabel 2. Struktur kurikulum I tahun PROGRAM KEAHLIAN TINGKAT NO I. 1. 2. 3. 4. II. 1. 2. 3. 4. 5. 6. III. 1. 2. 3. : AKUNTANSI : I (SATU) WAKTU

MATADIKLAT
PROGRAM NORMATIF Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Pendidikan Jasmani dan Olah Raga PROGRAM ADAPTIF Matematika Bahasa Inggris Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi Kewirausahaan Ekonomi Mengetik Manual dan elektronik PROGRAM PRODUKTIF Bekerja sama dengan kolega dan pelanggan Bekerja sama dalam lingkungan sosial yang berbeda Berkomunikasi melalui telepon dan faksimili

80 120 80 120

200 200 160 80 80 200

20 20 40

40

Matadiklat Siklus Akuntansi : 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. IV. 1 Mengerjakan persamaan dasar akuntansi Mengelola bukti transaksi Mengelola buku jurnal Mengelola buku besar Menyelesaikan siklus akuntansi perusahaan jasa dan dagang Mengelola administrasi kas bank Mengelola administrasi dana kas kecil Mengelola order penjualan PROGRAM MUATAN LOKAL Bimbingan dan penyuluhan JUMLAH (Sumber : Dirjen Dikdasmenjur 2004) 40 1920 480

Tabel 3. Struktur kurikulum 1 minggu NO I. 1. 2. 3. 4. II. 1. 2. 3. 4. 5. 6. MATADIKLAT PROGRAM NORMATIF Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan dan Sejarah Bahasa Indonesia Pendidikan Jasmani dan Olah Raga PROGRAM ADAPTIF Matematika Bahasa Inggris Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi Kewirausahaan Ekonomi Mengetik Manual dan Elektronik 5 5 4 2 2 5 2 3 2 3 WAKTU

41

III. 1.

PROGRAM ADAPTIF Bekerja sama dengan kolega dan pelanggan Bekerja sama dalam lingkungan sosial yang Berbeda Berkomunikasi melalui telepon dan faksimili 2

2.

Matadiklat Siklus Akuntansi : Mengerjakan persamaan dasar akuntansi Mengelola bukti transaksi Mengelola buku jurnal Mengelola buku besar Menyelesaikan siklus akuntansi perusahaan jasa dan dagang Mengelola administrasi kas bank Mengelola administrasi dana kas kecil Mengelola order penjualan 1 48 12

3.

Bimbingan dan penyuluhan JUMLAH (Sumber : Dirjen Dikdasmenjur 2004)

4. Pelaksanaan Pembelajaran Pembelajaran pada hakekatnya adalah proses interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya, sehingga terjadi perubahan perilaku ke arah yang lebih baik. Dalam interaksi tersebut berbagai faktor yang mempengaruhinya, baik faktor internal yang datang dari dalam diri individu maupun faktor eksternal yang datang dari lingkungan. a. Kegiatan Pembelajaran Pelaksanaan pembelajaran adalah proses kegiatan belajar peserta diklat sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan guna

Pelaksanaan pembelajaran dituangkan dalam bentuk kegiatankegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler. pembimbingan. 2004. baik pada saat penerimaan maupun pada saat pemilihan program diklat. mendasar. dan pelatihan yang dilakukan di sekolah dan di dunia kerja. 2) Kegiatan Ekstrakurikuler Merupakan kegiatan diklat di luar jam yang tercantum pada struktur kurikulum. Prosedur pelaksanaan pembelajaran di SMK merupakan tatacara pembelajaran. kuat. Kegiatan kurikuler dilakukan melalui kegiatan pembelajaran terstruktur sesuai dengan struktur kurikulum. III:16). Pelaksanaan pembelajaran di sekolah merupakan realisasi pembelajaran program produkif yang ditekankan pada penguasaan dasar-dasar keahlian yang luas. dan penguasaaan alat serta teknik bekerja yang tepat. Kegiatan ekstrakurikuler ditujukan untuk pengembangan bakat dan minat serta untuk memantapkan . Bag. Pembelajaran dapat dilaksanakan di sekolah dan atau di dunia kerja (Dirjen Dikdasmen. Sedangkan pelaksanaan pembelajaran di dunia industri (kerja) yaitu peserta yang mengikuti pelatihan di industri adalah mereka yang memenuhi persyaratan minimal yang telah ditetapkan.42 mencapai penguasaan kompetensi. 1) Kegiatan Kurikuler Merupakan kegiatan yang dilaksanakan sesuai dengan struktur kurikulum dan ditujukan untuk mengembangkan kompetensi peserta didik sesuai dengan bidang keahliannya.

dan keterampilan (skills). . kegiatan sosial. kelompok debat. Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk lebih mengaitkan dan menerapkan kompetensi yang diperoleh pada program kurikuler dengan keadaan dan kebutuhan lingkungan guna kepribadian peserta didik seutuhnya. Learning by doing Yaitu belajar melalui aktivitas/kegiatan nyata yang memberikan pengalaman belajar bermakna dan dikembangkan menjadi mengembangkan pembelajaran berbasis produksi. Hal ini dimaksudkan agar peserta didik dapat menguasai sikap (attitude). Untuk dapat belajar secara tuntas. perlu dikembangkan prinsip pembelajaran sebagai berikut : 1). serta situasi dan kondisi sosial. olah raga.43 pembentukan kepribadian peserta didik. keadaan dan kemampuan sekolah. palang merah. Pendekatan Pembelajaran Pembelajaran berbasis kompetensi harus menganut prinsip pembelajaran tuntas (mastery learning). usaha kesehatan sekolah. ekonomi. antara lain dapat berupa kepramukaan. ilmu pengetahuan (knowledge). b. kesenian. maupun budaya masyarakat dimana sekolah berada. Jenis kegiatan yang dipilih harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kebermaknaan bagi peserta didik. penyelenggaraan kegiatan kesiswaan dan kemasyarakatan.

Pemilihan model pembelajaran kelas industri atau kelas wiraswasta mempertimbangkan minat dan kemampuan peserta didik serta kondisi sekolah. Mengingat lulusan SMK dapat bekerja sebagai wiraswastawan atau pegawai.44 2). dan dunia kerja sekitar sekolah. Dalam hal ini yang paling menentukan adalah ada tidaknya kesempatan berwirausaha pada program keahlian yang diminati peserta didik. c. maka pelaksanaan pembelajaran dengna pendekatan tersebut di atas dapat dilakukan melalui dua jalur alternatif. Individualized learning Yaitu pembelajaran dengan memperhatikan keunikan setiap individu yang dilaksanakan dengan sistem modular. dan 2) jalur kelas wiraswasta/mandiri (selfemployed) peserta didik belajar dan berlatih berwiraswasta di sekolah dan berusaha secara mandiri. 1) Pola pendidikan sistem ganda (PSG) PSG adalah pola penyelenggaraan diklat yang dikelola bersama-sama antara SMK dengan industri/asosiasi profesi sebagai . yaitu : 1) jalur kelas industri (employed) peserta didik belajar di sekolah dan berlatih di industri. dan pendidikan jarak jauh. industri. yaitu pola pendidikan sistem ganda (PSG). Pola Penyelenggaraan Pendidikan di SMK dapat menerapkan berbagai pola penyelenggaraan pendidikan yang dapat dilaksanakan secara terpadu. multi entry-multi exit (MEME).

Dengan pola ini. Oleh sebab itu. peserta didik dapat mengambil program/ kompetensi di berbagai institusi pendidikan seperti SMK. 2004:22). Durasi pelatihan di industri dilaksanakan selama 4 (empat) bulan sampai dengan 1 (satu) tahun pada industri dalam dan atau luar negeri. 5. pelaksanaan. maka peserta didik di SMK dapat mengikuti pendidikan secara paruh waktu. Penilaian hasil belajar peserta didik dalam sistem pembelajaran berbasis kompetensi pada dasarnya merupakan proses penentuan untuk . evaluasi. Pola pendidikan sistem ganda ini diterapkan dalam proses penyelenggaraan SMK dalam rangka lebih mendekatkan mutu lulusan yang berkualitas sesuai dengan permintaan dari dunia industri/ usaha. Sedangkan pengukuran adalah proses kuantifikasi atau pengumpulan bukti-bukti suatu gejala atau objek menurut aturan tertentu yang sdapat dilakukan baik dengan cara tes maupun nontes (Dirjen Dikdasmen. lembaga kursus. Evaluasi Evaluasi (penilaian) adalah penentuan nilai hasil pengukuran dinbandingkan dengan acuan atau standar tertentu. dan sebagainya. politeknik.45 institusi pasangan (IP) mulai dari tahap perencanaan. diklat industri. dan sertifikasi. 2) Pola multi entry-multi exit Pola multi entry-multi exit merupakan perwujudan konsep pendidikan dengan sistem terbuka yang diterapkan agar peserta didik dapat memperoleh layanan secara fleksibel dalam menyelesaikan pendidikannya.

Sesuai dengan pendekatan kompetensi yang digunakan dalam pengembangan kurikulum SMK edisi 2004. 2) Diberlakukan secara perseorangan (individualized). Pelaksanaan penilaian dapat dilakukan secara langsung pada saat peserta didik melakukan aktivitas belajar. Dalam pelaksanaannya penilaian hasil belajar peserta didik dapat dibagi menjadi penilaian berbasis kelas (classroom based assesment) yang berguna untuk mengukur tingkat penguasaan suatu kompetensi atau tahap pembelajaran.46 memastikan peserta didik apakah sudah kompeten atau belum. dan secara tidak langsung melalui bukti-bukti hasil belajar (learning evidance) yang diperoleh seorang peserta didik dengan kriteria kinerja (performance criteria) yang ditetapkan pada standar kompetensi. kemajuan. 3) Keberhasilan peserta didik hanya dikategorikan dalam bentuk kompeten dan belum kompeten. 4) Dilaksanakan secara berkelanjutan. penilaian hasil belajar juga merupakan bagian integral dari proses pembelajaran yang diarahkan untuk menilai kinerja peserta didik dalam memantau proses. dan perbaikan hasil belajar secara berkesinambungan. penilaian acuan patokan (criterion reference . maka sistem penilaian menitikberatkan pada penilaian hasil belajar berbasis kompetensi (competency based assesment) dengan ciri sebagai berikut : 1) Menggunakan assesment). Selain itu.

maka sekolah dapat bekerja sama dengan dunia industri/ industri terkait yang mempunyai kredibilitas untuk berperan sebagai pengganti lembaga sertifikasi. b) Penilaian Kompetensi Penilaian kompetensi pada dasarnya merupakan penilaian sumatif terhadap ketuntasan pencapaian hasil belajar peserta didik setelah menyelesaikan satu unit kompetensi. Menetapkan sistem pembimbingan guna membantu kelancaran dan keberhasilan belajar peserta didik. maka SMK yang telah diakreditasi diberi wewenang untuk menyelenggarakan ujian dan . Sertifikasi a. Menetapkan penyelesaian suatu tahap pembelajaran sebagai dasar untuk memutuskan kelanjutan pembelajaran tahap berikutnya.47 a) Penilaian Berbasis Kelas Penilaian berbasis kelas adalah penilaian yang dilaksanakan oleh guru dalam proses pembelajaran yang bertujuan untuk : 1. Penilaian yang berkaitan dengan sertifikasi kompetensi dilakukan oleh lembaga sertifikasi independen sesuai dengan keahliannya. Apabila lembaga ini belum tersedia. 2. Penilaian tersebut bertujuan untuk menetapkan keberhasilan peserta didik dalam menguasai satu unit kompetensi. 6. 3. Ijazah Mengacu pada Undang-Undang Sisdiknas. Memantau kegiatan dan kemajuan belajar peserta didik sebagai bahan masukan untuk perbaikan pembelajaran lebih lanjut.

baik bekerja secara mandiri (wiraswasta) maupun mengisi lowongan pekerjaan yang ada. Tenaga kerja yang dibutuhkan adalah sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sesuai dengan bidang pekerjaannya. lembaga diklat yang memiliki kredibilitas dalam bidangnya. perusahaan/ industri. Ijasah ini digunakan sebagai pengakuan terhadap penyelesaian pada jenjang pendidikan SMK atau prestasi belajar yang telah diraih oleh peserta didik. arah pengembangan pendidikan menengah kejuruan diorientasikan pada pemenuhan permintaan pasar kerja. memiliki daya . b. asosiasi profesi. Sertifikat kompetensi tersebut diterbitkan oleh lembaga sertifikasi. Sertifikat Kompetensi Sertifikat kompetensi diberikan kepada peserta didik yang lulus uji kompetensi yang diselenggarakan oleh SMK/ lembaga diklat yang terakreditasi sebagai penyelenggara uji kompetensi. dan lembaga diklat yang diberi wewenang oleh lembaga sertifikasi. dituntut agar mampu menghasilkan lulusan sebagaimana yang diharapkan oleh dunia kerja.48 memberikan ijasah yang diterbitkan oleh Departemen Pendidikan Nasional kepada peserta didik yang dinyatakan lulus ujian. SMK sebagai salah satu institusi yang menyiapkan tenaga kerja. Pengembangan Kurikulum SMK Edisi 2004 Berpendekatan KBK Arah pengembangan pendidikan menengah kejuruan memiliki peran untuk menyiapkan peserta didik agar siap bekerja. C. Oleh karena itu.

Perkuatan daya suai adaptabilitas tidak cukup dengan memperluas dasardasar keahlian. tetapi perlu didukung oleh kemampuan-kemampuan . Pengelompokan kembali program-program diklat (bidang dan program keahlian) berdasarkan kesamaan akar kompetensi untuk menentukan dasar-dasar keahlian dan keilmuan sejenis. maka perluasan bidang keahlian dan dasar-dasar keilmuan disesuaikan dengan kebutuhan kontekstual pada masingmasing karakteristik lapangan kerja. maka akan makin tinggi derajat keluwesannya. Tingkat keluwesan keahlian sangat ditentukan oleh keleluasaan bidang keahlian yang dijadikan dasar dalam pengembangan isi kurikulum. maka pengembangan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan dunia kerja. Makin lebar/ luas bidang keahlian dan keilmuan yang dijadikan dasar acuan. 3. Atas dasar itulah. Atas dasar itulah. maka tidak mungkin memberikan dasardasar yang lebih luas yang berarti derajat keluwesannya akan menurun. Sebaliknya jika kontekstual dipertajam.49 adaptasi dan daya saing yang tinggi. Berdasarkan Dikmenjur Depdiknas (2004) penyempurnaan kurikulum SMK edisi 2004 dirancang sebagai : 1. 2. tetapi derajat kontekstualnya terhadap dunia kerja akan semakin rendah. Pengembangan kurikulum SMK edisi 2004 yang berpendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada dasarnya merupakan upaya penyempurnaan terhadap kurikulum yang berlaku.

yaitu perlu pengorganisasian yang tegas mengenai materi atau isi kurikulum sesuai dengan kedudukannya. mulai dari penetapan materi dasar keahlian. maka program pendidikan di SMK . sehingga jelas mana yang bersifat dasar. 6. Dengan demikian. dan kontekstual. Oleh karena itu diperlukan peningkatan dan perkuatan kompetensi-kompetensi dasar (key competencies) yang lebih luas. dan sertifikasi. Seseorang dapat dikatakan kompeten apabila memenuhi persyaratan-persyaratan yang telah ditetapkan. Hal ini akan sangat membantu dalam mengatur pentahapan pembelajaran (learning hierarchy). 4. deskripsi program. dan spesialisasi (paket keahlian). keahlian. lanjut keahlian. Pentahapan pembelajaran. Berbasis ganda. penyelenggaraan program. 5. evaluasi. bahan pembelajaran. yaitu bahwa penggunaan pendekatan kompetensi dimaksudkan agar SMK mampu menghasilkan tamatan yang memiliki kompetensi (kompeten). yaitu tamatan yang memiliki kemampuan sekaligus berkewenangan. Standarisasi program. mulai dari profil kompetensi. yaitu bahwa pendidikan di SMK harus berbasis ganda (school and industry based) dan tidak bisa hanya berbasis tunggal (school based).50 generik yang lebih memungkinkan terjadinya proses interaksi individu dengan lingkungan yang lebih luas sebagai prasyarat untuk terjadinya pengembangan pribadi secara optimal. Oleh karena itu penggunaan pendekatan kompetensi mengandung makna bahwa program pendidikan di SMK harus terstandar.

dan memelihara data hasil belajar peserta didik secara cermat. D. Administrasi dan pelaporan hasil belajar peserta didik dimaksudkan untuk : 1) mencatat. Oleh karena itu SMK diharapkan dapat mengembangkan kegiatan ekstrakurikuler sebagai bagian integral dari pelaksanaan diklat untuk mengembangkan aspek kedewasaan emosional peserta didik. Administrasi dan Pelaporan Hasil Administrasi dan pelaporan hasil belajar adalah aktivitas mengadministrasikan seluruh data hasil belajar peserta didik dengan cara-cara yang dapat memudahkan penyimpanan. III:24). aman. 2004. Kegiatan ekstrakurikuler. 2) menyediakan informasi tentang kemajuan dan prerstasi belajar bagi kepentingan pembinaan dan pengembangan peserta didik dalam bentuk/format yang sesuai dengna kepentingannya. 7.51 harus dirancang dengan mempertimbangkan bahwa implementasinya dalam bentuk pendidikan sistem ganda (dual based program). dan 3) menginformasikan kemajuan dan prestasi hasil belajar peserta didik kepada pihak-pihak yang berkepentingan sebagai bagian pertanggung jawaban sekolah dalam rangka akuntabilitas penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. menyimpan. memeriksa. dan mudah digunakan. . dan melaporkan data tersebut sesuai dengan tujuan masing-masing aktivitas (Dirjen Dikdasmen. yaitu bahwa tugas SMK menghasilkan tamatan yang terdidik sekaligus terlatih tidak seluruhnya dapat diprogramkan secara terstruktur dalam kurikulum. akurat. Bag.

penjelasan tentang skill passport. 3. identitas peserta didik.52 Hasil penilaian didokumenkan dalam berbagai bentuk. leger. nama program keahlian. Skill passport minimal berisi komponen-komponen seperti identitas pemegang. Paspor keterampilan (Skill Passport) Skill passport dimaksudkan untuk menginformasikan kompetensi/ sub kompetensi yang telah dicapai dan menginformasikan kepada dunia kerja atau pihak lain yang terkait tentang riwayat pencapaian kompetensi/ sub kompetensi yang dikuasai pemegangnya sebagai bukti dan bahan pertimbangan bagi lapangan kerja. paspor keterampilan (skill passport). Buku laporan berisi tentang identitas sekolah. daftar kompetensi dan sub kompetensi. Leger Leger merupakan buku yang berisi informasi pencapaian hasil belajar peserta didik dalam satu kelas yang memberi gambaran secara . nilai hasil belajar matadiklat. identitas sekolah. serta pencapaian dan legalitas. Buku laporan (Rapor) Buku laporan (rapor) berisi informasi hasil belaajr peserta didik yang memberi gambaran secara rinci tentang pencapaian kompetensi pada tahap waktu pembelajaran tertentu. transkip. dan ijazah. pengesahan oleh guru pembimbing diketahui oleh orang tua/ wali murid. dan legalitas kepala sekolah. yaitu dapat berupa laporan penilaian seperti buku laporan (rapor). 2. 1.

Leger ini diimaksudkan untuk merekam perkembangan kemajuan belajar peserta didik dan memberi informasi tentang keadaan hasil belajar peserta didik dalam satu kelas. Transkip Transkip merupakan kumpulan laporan pencapaian hasil belajar pada akhir pendidikan yang memberikan gambaran secara rinci dan menyeluruh kompetensi dan prestasi peserta didik selama proses pendidikan. Transkip dimaksudkan untuk memberi penjelasan secara rinci prestasi peserta didik pada akhir pendidikan.53 rinci tentang penguasaan kompetensi dan catatan pribadi dalam satu tahun. nilai hasil belajar matadiklat yang dinyatakan dalam angka dan huruf. . identitas peserta didik. 5. Transkip ini berisi komponen-komponen seperti identitas sekolah. Ijazah dimaksudkan untuk memberikan pengakuan bahwa yang bersangkutan telah menyelesaikan program dan lulus jenejang pendidikan SMK. 4. serta pengesahan dan cap oleh kepala sekolah. Ijazah Ijazah merupakan keterangan pengakuan penyelesaian suatu jenjang pendidikan sekaligus tanda kelulusan yang diberikan setelah peserta didik menyelesaikan seluruh program pendidikan jenjang SMK dan lulus ujian yang diselenggarakan pada akhir pendidikan.

54

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Desain Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini bersifat kualitatif dan menggunakan metode deskripsi, yaitu dengan menggambarkan keadaan dan memecahkan masalah yang sedang berlangsung. Dengan pendekatan ini diharapkan peneliti dapat menghasilkan data yang deskriptif yang nantinya dituangkan dalam bentuk laporan dan uraian, jadi tidak mengutamakan angkaangka statistik. Istilah penelitian kualitatif menurut Bogdan dan Taylor (1975:25)

yang dikutip oleh Moleong (2002:3) mendefinisikan “Metodologi Kualitatif” sebagai prosedur pemilihan yang menghasilkan data dan deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Penelitian kualitatif tidak bertujuan untuk menguji hipotesis tetapi berusaha mengumpulkan data empiris, dari data tersebut ditemukan pola-pola yang mungkin dapat dikembangkan menjadi teori. Disamping untuk memberikan gambaran secara objektif tentang realitas di lapangan, deskripsi disini tidak terbatas pada pengumpulan data dan penyusunan data saja, melainkan meliputi analisis tentang arti data tersebut. Pendekatan kualitatif menurut Bodgan dan Biklen yang diterjemahkan oleh Munandar (1990:33–36) memiliki 5 sifat yaitu : 1. Pendekatan kualitatif mempunyai latar belakang alami, karena sebagai alat terpenting adanya sumber data yang langsung di lapangan perisetnya. 2. Pendekatan kualitatif bersifat deskriptif. 3. Pendekatan kualitatif lebih memperhatikan proses daripada hasil atau produk semata. 54

55

4. Periset kualitatif cenderung menganalisis datanya secara induktif. 5. Makna merupakan bagiana yang esensial untuk rancangan kualitatif. Dengan pendekatan kualitatif maka penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran secara obyektif dan menguraikan keadaan atau fenomena tentang pelaksanaan implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Kecamatan Gombong Kabupaten Kebumen. B. Lokasi Penelitian Lokasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Sekolah Menengah Kejuruan Yayasan Pendidikan Ekonomi (Yapek), yang beralokasi di Jalan Merbabu No. 64 Wero Kecamatan Gombong Kabupaten Kebumen. Lokasi ini dipilih karena peneliti berasal dari Kebumen, dan kebetulan peneliti juga merupakan alumni dari SMK tersebut. Dengan demikian, maka antara peneliti dan pihak SMK Yapek Gombong Kebumen terjalin hubungan familier. Di samping itu, peneliti juga ingin mengetahui sejauh mana pelaksanaan implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi, khususnya pada matadiklat siklus akuntansi. C. Informan Penelitian Informan adalah orang yang dimanfaatkan untuk memberikan informasi tentang situasi dan kondisi latar penelitian (Moleong, 2002:90). Dalam penelitian kualitatif, keberadaan informan penelitian sebagai informasi kunci yang akan diwawancarai secara mendalam sangat dibutuhkan. Oleh karena itu, sebagai informan penelitian pada penelitian ini adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah bagian kurikulum, guru matadiklat siklus akuntansi dan siswa-siswi yang sedang menempuh mata pelajaran siklus akuntansi.

56

1. Kepala Sekolah SMK Yapek Gombong Kebumen Peneliti memilih kepala sekolah sebagai informan penelitian karena tugas kepala sekolah adalah selaku penanggung jawab dari kegiatan pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. Kepala sekolah juga berperan sebagai dinamisator,

organisator, administrator dan supervisor yang mengelola pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. Dengan demikian, maka kepala sekolah dapat dimintai keterangan tentang perannya dalam memperdayakan seluruh aspek kependidikan yang menyangkut fasilitas, sarana dan prasarana sekolah guna mendukung terlaksananya penerapan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan KBK, khususnya pada matadiklat siklus akuntansi. Selain itu, peneliti juga dapat memperoleh informasi dari kepala sekolah mengenai tenaga pengajar, proses pembelajaran, ragam kegiatan belajar, waktu belajar, pendukung belajar dan guru yang mengelola proses pembelajaran. 2. Wakil kepala sekolah bagian kurikulum SMK Yapek Gombong Kebumen Wakil kepala sekolah bagian kurikulum dijadikan informan penelitian karena tugas dan wewenang dari wakil kepala sekolah bagian kurikulum adalah mengatur, mengelola, dan menyesuaikan kurikulum yang hendak diterapkan dalam sekolah tersebut. Dengan demikian, maka peneliti dapat memperoleh informasi dari wakil kepala sekolah bagian kurikulum mengenai penerapan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan KBK, khususnya pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen. 3. Guru matadiklat siklus akuntansi Tugas dari seorang guru bidang studi adalah sebagai pelaksana kegiatan belajar mengajar. Untuk mengetahui proses belajar mengajar dengan kkkkk

maka peneliti sangat memerlukan informasi dari guru bidang studi yang bersangkutan.57 menggunakan kurikulum SMK edisi 2004 yang berpendekatan KBK. Dari informan penelitian yang telah dipilih oleh peneliti. Sedangkan di SMK Yapek Gombong Kebumen siswa-siswi yang mendapatkan matadiklat siklus akuntansi adalah semua siswa-siswi yang duduk di tingkat I program keahlian akuntansi. Siswa-siswi SMK Yapek Gombong Kebumen Selain kepala sekolah. yaitu dari tiap-tiap kelas diambil 2 siswa yang merupakan siswa berprestasi. 4. siswa-siswi yang dijadikan informan penelitian sebanyak 6 siswa. Dalam mengumpulkan data/ informasi dari masing-masing informan. disamping kepala sekolah dan wakil kepala sekolah bagian kurikulum. khususnya pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen. dan guru mata pelajaran siklus akuntansi. dan untuk tingkat satunya ada 3 kelas. Dengan demikian. siswa-siswi SMK Yapek Gombong Kebumen khususnya yang sedang menempuh matadiklat siklus akuntansi juga perlu dijadikan sebagai informan penelitian. Dari ke-6 informan ini dapat ditanya mengenai bagaimana siswa-siswi dalam menerima pelajaran siklus akuntansi yang penerapannya menggunakan kurikulum SMK edisi 2004 yang berpendekatan KBK. Oleh karena itu. peneliti dapat melakukannya secara . khususnya pada matadiklat siklus akuntansi. Dalam penelitian ini siswa-siswi yang dijadikan informan penelitian hanya sebagian saja. wakil kepala sekolah bagian kurikulum. peneliti juga memilih guru matadiklat siklus akuntansi sebagai informan penelitian. diharapkan dapat memberikan segala informasi yang diperlukan guna memecahkan permasalahan yang ada dalam penelitian ini.

peneliti merupakan instrumen utama. bahwa peneliti dalam meminta keterangan dari masing-masing informan tidak terikat alur urutan jabatan. 2002:9). yaitu penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan keadaan atau status fenomena. Oleh karena itu seyogyanya. apabila pada suatu saat peneliti meminta keterangan pada masing-masing informan dan ternyata mengalami kegagalan. penelitian ini digolongkan pada jenis penelitian deskriptif yang bersifat eksploratif. Selama melakukan penelitian.58 bebas dan tidak terbatas waktu. dan dapat dilakukan kapan saja dengan catatan selama tidak mengganggu jam-jam kesibukan para informan. Artinya. peneliti melakukan wawancara dengan informan. Dilihat dari jenisnya. tetapi tergantung pada situasi. guru matadiklat siklus akuntansi. kebutuhan peneliti. . maka peneliti dapat meminta keterangan dilain hari selama jangka waktu penelitian. 2002:47) peneliti menyesuaikan diri dengan memahami kenyataan di lapangan. wakil kepala sekolah bagian kurikulum. menurut Bogdan dan Biklen (1982) dalam (Utanto. kondisi. yaitu kepala sekolah. Dengan demikian. Peneliti dalam pandangan fenomenologis berusaha memahami arti peristiwa dan kaitan-kaitannya terhadap orang-orang biasa dalam situasi tertentu (Moleong. Adapun pelaksanaan penelitian dilakukan di lapangan. dan siswa-siswi yang sedang menempuh matadiklat siklus akuntansi yang sesuai dengan tujuan penelitian. D. Tahap-tahap Penelitian dan Jadwal Waktu Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan lebih mengacu pada perspektif fenomenologis.

c. yaitu meliputi konsep dasar analisis data. memilih lapangan penelitian. Tahap analisis data. tahap-tahap penelitian yang telah disesuaikan dengan keadaan Indonesia adalah : a. memasuki lapangan. dan menganalisis berdasarkan hipotesis. menyiapkan perlengkapan penelitian dan persoalan etika penelitian.59 Tahap-tahap yang ditempuh dalam penelitian ini terdiri dari persiapan penelitian sampai dengan pelaksanaan penelitian. mengurus perijinan. Pada tahap awal. Selanjutnya tema yang telah disetujui disusun dalam bentuk proposal penelitian dan diserahkan kepada dosen pembimbing I dan II untuk mendapatkan bimbingan dan persetujuan. yaitu meliputi menyusun rancangan penelitian. memilih dan memanfaatkan informan. b. menjajagi dan menilai keadaan lapangan. Tahap pra lapangan. yaitu meliputi memahami latar penelitian dan persiapan diri. Tahap-tahap penelitian yang akan dilaksanakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : a. Menurut Moleong (1988:85). tema penelitian terlebih dahulu diajukan kepada tim penyeleksi tema di tingkat jurusan untuk mendapatkan persetujuan tema. menemukan tema dan perumusan hipotesis. . Penelitian pra lapangan 1) Menyusun rancangan penelitian yang sering kita kenal dengan sebutan proposal penelitian. dan berperan serta sambil mengumpulkan data. Tahap pekerjaan lapangan.

Informan penelitian merupakan orang-orang yang terkait dalam instansi yang digunakan sebagai tempat penelitian. 6) Menyiapkan kelengkapan penelitian. Kegiatan ini selain dilakukan pada saat memilih lapangan penelitian. II. dan siswa-siswi yang sedang menempuh matadiklat siklus akuntansi. Berkaitan dengan tema penelitian yaitu pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi. Informan penelitian dipilih dengan cara purposive sample dan dimanfaatkan sesuai dengan tujuan pengungkapan data penelitian. dan III skripsi disetujui oleh masing-masing dosen pembimbing kemudian perijinan penelitian dilakukan secara formal antara lembaga yang menaungi peneliti yaitu UNNES dengan Yayasan SMK Yapek Gombong Kebumen. maka lembaga yang dipilih sebagai lapangan penelitian adalah SMK Yapek Gombong Kebumen. seperti : kepala sekolah. dan panduan observasi. 3) Mengurus perijinan.60 2) Memilih lapangan penelitian. wakil kepala sekolah bagian kurikulum. dilakukan juga pada saat peneliti hampir memasuki lapangan penelitian. 5) Memilih dan memanfaatkan informan penelitian. Pada tahap awal. Perlengkapan penelitian yang dipersiapkan antara lain peralatan tulis sebagai peralatan catatan lapangan. perijinan penelitian dilakukan secara lisan. kamera. guru matadiklat siklus akuntansi. . garis besar materi wawancara. selanjutnya setelah Bab I. alat perekam. 4) Menjajagi dan menilai keadaan lapangan.

maupun observasi. peneliti diharapkan berusaha untuk melakukan interaksi awal. dan kebutuhan peneliti. Dengan adanya persiapan yang matang. dokumentasi. . kemudian peneliti dapat memulai memasuki lapangan penelitian secara proporsional. dan observasi peneliti dapat melakukannya secara bebas (tidak terikat alur urutan jabatan).61 7) Etika penelitian. mempelajari kembali proposal serta memperdalam dan memperluas kajian literatur penelitian. Dalam penelitian kualitatif. Pada tahapan ini. tetapi tergantung pada situasi. Peneliti dapat secara langsung melakukan wawancara. Dalam melakukan wawancara. peran keterlibatan peneliti sangat dibutuhkan. sehingga perasaan empati dan kekeluargaan dapat terjalin baik dengan konsisten pada tujuan penelitian. 3) Berperan serta sambil mengumpulkan data. oleh sebab itu etika peneliti harus selalu diperhatikan. maka pelaksanaan penelitian dapat dilakukan secara efektif dan efesien. Setelah seluruh persiapan intern maupun ekstern peneliti terpenuhi. kondisi. Adanya perasaan empati dan kekeluargaan antara peneliti dengan informan penelitian di SMK Yapek Gombong Kebumen dapat memberi kemudahan bagi peneliti untuk berpartisipasi dalam kegiatan yang dilakukan di SMK tersebut. 2) Memasuki lapangan. dokumentasi. Tahap pekerjaan lapangan 1) Memahami latar penelitian dan persiapan diri. b.

Peneliti memilih dua tahap dalam melakukan penelitian di lapangan karena pada pelaksanaan tahap I merupakan tahun ajaran baru dan proses belajar mengajar baru dimulai. Jadwal penelitian yang direncanakan oleh peneliti ada dua tahap. Dalam kegiatan ini peneliti dilengkapi dengan alat perekam mini. . yaitu tahap-1 dimulai tanggal 15 Juli sampai dengan 30 Agustus 2004 dan tahap ke2 dimulai setelah Bab I. sehinggga peneliti dapat memperoleh informasi dari para informan secara langsung mulai dari awal tahun ajaran baru 2004/2005. Sedangkan pada tahap II peneliti memilih waktu tersebut karena peneliti sambil menunggu bimbingan skripsi dari Bab I.62 c. (3) display data. dan III disetujui oleh dosen pembimbing I dan II. II. 1985). (4) mengambil kesimpulan atau verifikasi. II. yaitu : (1) pengumpulan data. agar peneliti dapat menyelami dan memahami realitas sosial di lapangan yang dijumpai (Bogdan & Biklen. Teknik Pengumpulan Data Proses pengumpulan data dalam penelitian ini menempatkan peneliti sebagai instrumen penelitian yang utama. Guba & Lincoin. Mengenai tahapan analisis data akan dibahas lebih lanjut secara luas pada sub G tentang proses pencatatan dan teknik analisis data. E. Menurut Milles dan Hoberman dalam Rahman (1999:20) salah satu cara yang dianjurkan ialah mengikuti langkah-langkah analisis data yang umum digunakan. Tahap Analisis Data Ada banyak cara yang dapat diikuti oleh para peneliti dalam menganalis data. (2) reduksi data. catatan kecil. dipercaya dan bisa menjalin hubungan baik dengan para responden. 1982. dan dokumentasi fotografi. Ini bisa dilakukan setelah peneliti dapat diterima. dan III yang harus disetujui terlebih dahulu oleh dosen pembimbing I dan II.

Metode Observasi Merujuk pendapat Audrey True (1983) dalam Nugroho (1993:18). Pada tahap ini peneliti mengamati langsung di sekolah yang telah dijadikan tempat penelitian. Berikut dipaparkan pengunaan masing-masing metode pengumpul data : 1. dan siswa yang akan diteliti. Disitu tekandung pengertian bahwa peneliti sebagai instrumen penelitian harus peka dalam mengamati segala sesuatu. . wakil kepala sekolah bagian kurikulum. Observasi dan wawancara merupakan dua teknik pengumpulan data yang digunakan sekaligus. Syarat yang harus dipenuhi dalam penggunaan teknik ini adalah tidak boleh mempengaruhi hal-hal yang diobservasi seperti apa yang dikendaki observer. sedangkan dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data tentang beberapa kegiatan yang berhubungan dengan situasi pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi pada mata pelajaran siklus akuntansi. observasi adalah kegiatan mengamati sesuatu tanpa mempengaruhi dan secara simultan mencatat atau merekamnya untuk bahan analisis. dan mampu merekam/mencatat segala hal yang menjadi fokus pengamatannya.63 Pengumpulan data dilakukan berulang-ulang dalam beberapa tahap berdasarkan perkembangan yang muncul sehubungan dengan jawaban-jawaban atas suatu pertanyaan. Awal dari tahap ini yaitu peneliti melakukan sosialisasi untuk menanamkan rasa saling percaya antara peneliti dengan kepala sekolah. guru bidang studi.

dilihat. Wawancara Penelitian ini bersifat kualitatif. sehingga penggunaan wawancara menjadi sangat cocok karena mampu mengorek kedalaman peristiwa maupun setting sosial yang menjadi bingkai terjadinya peristiwa tersebut. pelaksanaan. khususnya pada matadiklat siklus akuntansi. dari persiapan. implementasi hasil dan evaluasi pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi yang diterapkan di SMK Yapek Gombong Kebumen. selanjutnya peneliti mengamati kondisi sekolah yang meliputi kondisi fisik dan kondisi non fisik. .64 Setelah terbina hubungan baik dan saling percaya antara peneliti dengan pihak-pihak informan. dan dipikirkan. Selain itu. Hal-hal yang diobservasi meliputi: waktu pelaksanaan. observasi dilakukan dengan mengamati situasi pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi dan mengamati kegiatan guru-guru yang sedang melaksanakan proses pembelajaran. Setiap data dan informasi yang diperoleh melalui teknik observasi ini akan selalu didokumentasikan dalam catatan lapangan. hal ini bertujuan untuk menghindari tercecernya data-data yang telah diperoleh saat di lapangan. 2. yaitu menyangkut ketersediaan sarana dan prasarana yang dapat menunjang kegiatan belajar mengajar. maka wawancara merupakan teknik yang penting. Catatan lapangan adalah catatan tertulis tentang apa yang didengar. Banyak fenomena sosial di lapangan yang sulit dijaring melalui angket dan sejenisnya. dialami. dan evaluasi pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi.

wawancara dilaksanakan secara berencana terhadap informan-informan yang telah ditentukan di atas tentang hal-hal yang berkaitan dengan pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi. guru matadiklat siklus akuntansi. sehingga saat pelaksanaannya berfungsi sebagai pedoman wawancara. dan siswa-siswi yang sedang menempuh matadiklat siklus akuntansi dalam menyikapi kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi. Menurut Tim Pengembangan MKDK IKIP Semarang (1989:104). . Adapun bahanbahan yang menjadi bahan wawancara meliputi : persiapan. wawancara berencana adalah suatu bentuk wawancara dengan merumuskan terlebih dahulu semua aspek-aspek yang akan dipertanyakan ke dalam suatu daftar. peran kepala sekolah. makna pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi pada matadiklat akuntansi.. Sedangkan wawancara tak berencana hanya sebagai teknik pelengkap apabila pewawancara merasa bahwa data yang diperoleh dari teknik lain belum memadai. wakil kepala sekolah bagian kurikulum. waktu pelaksanaan. implementasi hasil. Dalam penelitian ini. khususnya pada matadiklat siklus akuntansi. dan proses belajar mengajar yang baik.65 Teknik wawancara yang dilakukan dalam penelitian ini adalah bentuk wawancara mendalam dengan menggunakan teknik wawancara berencana (standar interview) dan wawancara tanpa rencana (under standardized interview).

notulen rapat. Metode dokumentasi ini adalah mencari data mengenai hal-hal atau catatan. Metode Dokumentasi Dokumentasi berasal dari kata dokumen yang artinya barang-barang tertulis. transkip. . dokumen. agenda dan sebagainya untuk melengkapi datadata yang belum terambil melalui pengisian-pengisian kuesener atau dalam mengamati perangkat dokumen yang berkaitan dengan ketentuan pelaksanaan proses pembelajaran yang berorientasi pada kurikulum berbasis kompetensi. peneliti menyelidiki benda-benda tertulis seperti buku-buku. majalah. catatan harian dan sebagainya (Suharsimi Arikunto. 2) dokumen merupakan sumber data yang stabil. 1998:148). Pelaksanaan metode dokumentasi dengan menyelidiki administrasi kepala sekolah dan foto kegiatan yang berhubungan dengan pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen. 3) data/informasi yang ada pada dokumen bersifat faktual dan realistis dalam arti memuat apa adanya tentang hal-hal yang didokumentasikan. buku. peraturanperaturan. Di dalam melaksanakan metode dokumentasi. mudah didapat dan digunakan.66 3. Dokumentasi digunakan dalam penelitian ini dengan alasan: 1) selalu tersedia di kantor/lembaga.

Dalam penelitian ini penulis memperoleh data sekunder dari dokumen. guru-guru mata pelajaran siklus akuntansi SMK Yapek Kecamatan Gombong Kabupaten Kebumen. Proses pencatatan Data Kegiatan yang tidak kalah penting dan perlu diperhatikan oleh seorang peneliti dalam usaha mengumpulkan informasi adalah proses pencatatan data. Untuk mengumpulkan data-data mengenai implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntasi di SMK Yapek Gombong Kebumen penulis menggunakan data yang berasal dari : 1. wakil kepala sekolah bagian kurikulum. Data Primer Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari responden. Alat penelitian penting yang akan digunakan dalam . Proses Pencatatan dan Teknik Analisis Data 1. 2.67 F. catatan-catatan rapat kerja dinas yang penting tentang pelaksanaan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi. petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis kurikulum berbasis kompetensi dari Depdiknas. Data Sekunder Data sekunder adalah data yang diperoleh secara tidak langsung dan dipakai untuk melengkapi data-data primer. Sumber Data Data merupakan suatu faktor yang sangat penting dalam suatu penelitian. yaitu dari kepala sekolah. G.

yaitu catatan yang dibuat oleh peneliti sewaktu mengadakan pengamatan/observasi.68 pengumpulan data ialah catatan lapangan (field notes). pokok-pokok utama saja. sebab makin ditunda pekerjaan. singkatan. Pada saat melakukan proses pencatatan lapangan. yaitu tape recorder maupun kamera sebagai alat dokumentasi dipilih untuk mengatasi kesulitan-kesulitan tersebut. b) buatlah garis besar yang berisi judul-judul tentang sesuatu yang ditemui dalam suatu pengamatan atau wawancara yang cukup lama dilakukan. Peneliti tidak mungkin melakukan pengamatan sambil membuat catatan yang baik. dan dapat memberikan dasar . jika teringat segeralah dicatat kembali. maka makin sulit data diingat dan kemungkinan data hilang akan semakin besar. wawancara. peneliti berusaha mengikuti pedoman yang telah dirumuskan oleh Bogdan dan Moleong (2002:101) antara lain : a) buatlah catatan secepatnya. sehingga apa yang diragukan dalam penafsiran data dapat dicek secara langsung. c) apa yang dikatakan atau yang telah diamati sering terlupakan setelah beberapa hari berlalu. kemudian dilengkapi dan disempurnakan. Catatan lapangan dalam bentuk kata-kata kunci. penggunaan alat-alat perekam kejadian. dokumentasi maupun menyaksikan suatu kejadian tertentu. Dengan dasar kenyataan tersebut. Pada dasarnya peneliti tidak dapat melakukan dua pekerjaan sekaligus. dan tidak dapat pula membuat catatan yang baik sambil mengadakan wawancara secara mendalam dengan seseorang. jangan menundanunda pekerjaan. Penggunaan peralatan tersebut sebagai pencatat data mempunyai keuntungan antara lain dapat diamati dan didengar secara berulang.

kategori dan suatu uraian dasar. Analisis data dilakukan secara induktif. Reduksi data Yaitu memilih hal-hal pokok yang sesuai dengan fokus penelitian. Sedangkan Bogdan dan Taylor mendefinisikan analisis data sebagai proses yang merinci usaha formal untuk menentukan tema dan merumuskan hipotesis (ide) seperti yang disarankan oleh data dan sebagai usaha untuk memberikan bantuan dan tema pada hipotesis itu. yaitu dimulai dari lapangan atau fakta empiris dengan cara terjun ke lapangan. menganalisis. Analisis data di dalam penelitian kualitatif dilakukan bersamaan dengan proses pengumpulan data. menafsir dan menarik kesimpulan dari fenomena yang ada di lapangan. mengorganisasikannya ke dalam suatu pola. 2.69 yang kuat tentang apa yang dikatakan oleh peneliti itu benar-benar terjadi dan dapat dicek kembali dengan mudah. Data yang diperoleh dalam lapangan ditulis dalam bentuk uraian terinci . Adapun tahapan analisis data sebagai berikut : a. b. bahwa peneliti mencatat semua data secara objektif dan apa adanya sesuai dengan hasil observasi dan wawancara di lapangan. Menurut Miles dan Hoberman dalam Rachman (1999:120). Teknik Analisis Data Menurut Patton dalam Moleong (2002:103) analisis data adalah proses mengatur urutan data. Pengumpulan data Peneliti mencatat semua data secara objektif dan apa adanya sesuai dengan hasil observasi dan interview di lapangan. mempelajari.

artinya satuan itu harus dapat ditafsirkan tanpa informasi tambahan selain pengertian umum dalam konteks latar penelitian (Moleong. dan disusun lebih sistematis sehingga lebih mudah dikendalikan. Kategori disini tidak lain adalah salah satu tumpukan dari seperangkat tumpukan yang disusun atas dasar pikiran. 2002:192). yaitu pertama satuan itu harus “heuristic” artinya mengarah pada suatu pengertian atau tindakan yang diperlukan oleh peneliti atau akan dilakukannya.70 yang akan terus bertambah sejalan bertambahnya waktu penelitian. intuisi. Menurut Licoln dan Guba (1985:345) karakteristik ada dua. oleh sebab itu laporan tersebut perlu direduksi. difokuskan pada hal yang penting. laporan sebagai bahan mentah juga perlu disingkatkan direduksi. dan satuan itu hendaknya juga menarik. dirangkum. pendapat ataupun kriteria tertentu. Satuan itu tidak lain adalah bagian terkecil yang mengandung makna yang bulat dan dapat berdiri sendiri terlepas dari bagian yang lain. Langkah selanjutnya adalah menyusun data hasil reduksi dalam bentuk satuan-satuan. dipilih hal-hal yang pokok. Disamping itu. Setelah seluruh data penelitian telah tersusun dalam satuansatuan. satuan itu hendaknya merupakan “sepotong” informasi kecil yang dapat berdiri sendiri. Kedua. Selanjutnya Licoln dan Guba dalam Moleong (2002: 347–351) menguraikan kategori sebagai berikut : tugas pokok kategorisasi adalah 1) mengelompokan kartu-kartu yang telah dibuat . langkah penelitian selanjutnya adalah melakukan kategorisasi. dan dicari tema atau polanya.

yaitu data-data dari hasil penelitian setelah direduksi. Untuk menampilkan data-data tersebut agar lebih menarik maka diperlukan penyajian yang menarik pula. Kesimpulan adalah tinjauan ulang pada catatan di lapangan atau kesimpulan dapat ditinjau sebagai makna-makna yang muncul dari data . c. misalnya gambar. Penarikan kesimpulan merupakan bagian dari satu kegiatan konvigurasi yang utuh. d. 2) merumuskan aturan yang menguraikan kawasan kategori dan yang akhirnya dapat digunakan untuk menetapkan inkluisi setiap kartu pada kategori. matrik. Hasil dari data-data yang telah didapatkan dari laporan penelitian selanjutnya digabungkan dan disimpulkan serta diuji kebenarannya. chart network. Dalam pelaksanaan penelitian penyajian-penyajian data yang lebih baik merupakan suatu cara yang utama bagi analisis kualitatif yang valid. 1992:17). 3) menjaga agar setiap kategori yang telah disusun satu dengan lainnya mengikuti prinsip taat asas. yaitu sekumpulan informasi tersusun yang memberikan kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. Penyajian data (display data). Pengambilan keputusan atau verifikasi. Verifikasi data yaitu pemeriksaan tentang besar dan tidaknya hasil laporan penelitian. Dalam penyajian ini dapat dilakukan melalui berbagai macam visual. disajikan langkah terakhir adalah kesimpulan-kesimpulan. grafik.71 ke dalam bagian-bagian isi yang secara jelas berkaitan. diagram. sehingga kesimpulan-kesimpulan juga diverifikasi selama penelitian berlangsung. dan sebagainya (Milles dan Hoberman.

maka diambil suatu keputusan atau verifikasi. hubungan. persamaan. selain itu pengumpulan data juga digunakan untuk penyajian data. hal-hal yang sering muncul. Sejak semula peneliti berusaha mencari makna dari data yang diperoleh. tema. 1992:19). maka perlu diadakan reduksi data.72 yang harus diuji kebenarannya. Pertama-tama peneliti di lapangan dengan mengadakan wawancara atau observasi yang disebut tahap pengumpulan data. hipotesis. yaitu yang merupakan validitasnya (Milles dan Hoberman. Karena data yang dikumpulkan banyak. Tahapan analisis data kualitatif PENGUMPULAN DATA REDUKSI DATA SAJIAN DATA PENGAMBILAN KEPUTUSAN ATAU VERIFIKASI Sumber : Milles dan Hoberman dalam Rahman (1999:20) Keempat komponen tersebut saling mempengaruhi dan terkait. model. Untuk itu peneliti berusaha mencari pola. . Apabila ketiga tahapan tersebut selesai dilakukan. Tahapan analisis data kualitatif tersebut dapat dilihat dalam bagan di bawah ini : Bagan 1. dan sebagainya. Setelah direduksi kemudian diadakan sajian data. kekokohannya dan kecocokannya.

2) keteralihan (transferability). maka peneliti menggunakan teknik triangulasi. untuk membuktikan keabsahan data. Denzim (dalam Moleong. yang berarti membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda dalam metode kualitatif (Patton dalam Lembaran Penelitian. Membandingkan data hasil pengamatan dengan hasil data wawancara. kajian terhadap kasus-kasus negatif. referensi yang memadai. yaitu : 1) derajat kepercayaan (credibility). Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data Keabsahan suatu data dapat dilakukan dengan teknik pemeriksaan yang didasarkan atas kriteria tertentu. Membandingkan apa yang dikatakan orang di depan umum dengan apa yang dikatakannya secara pribadi. dan teori. Menurut Moleong (2002:173) ada empat kriteria dalam teknik pemeriksaan data. . dan pengecekan anggota. triangulasi. Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu untuk keperluan pengecekan dan perbandingan terhadap data itu (Moleong. metode. 2. 2002:178). penyidik. 3. Membandingkan apa yang dikatakan orang-orang tentang situasi penelitian dengan apa yang dikatakan sepanjang waktu. pengecekan dengan teman sejawat. 3) kebergantungan (dependability). 2002:178) membedakan triangulasi menjadi empat macam yaitu : sumber. 1993:73). dan 4) kepastian (confirmability). Dalam hal ini proses triangulasi yang digunakan oleh peneliti adalah triangulasi sumber. Adapun teknik yang digunakan untuk membuktikan kebenaran data yaitu melalui ketekunan pengamatan di lapangan.73 H. Hal ini dapat dicapai dengan jalan: 1. Dalam penelitian ini.

orang yang dan orang berpendidikan pemerintahan.74 4. Apabila kedua jawaban yang diberikan sama. Informasi ynag diperoleh diusahakan dari nara sumber yang betul-betul mengetahui akan permasalahan dalam penelitian ini. maka jawaban itu dianggap sah. tinggi. . Triangulasi sumber yang digunakan yaitu sebagai teknik pemeriksaan yang memanfaatkan penggunaan sumber. sehingga akan diperoleh informasi yang benar-benar valid. Hal ini dilakukan untuk membahas setiap fokus penelitian yang ada. dengan pertimbangan bahwa untuk memperoleh informasi dari para informan perlu diadakan cros cek antara satu informan dengan informan yang lain. Membandingkan keadaan dan perspektif seseorang dengan berbagai pendapat dan pandangan menengah orang/ atau masyarakat orang biasa. Informasi yang diberikan oleh salah satu informan dalam menjawab pertanyaan peneliti. Membandingkan hasil wawancara dengan isi suatu dokumen yang berkaitan. maka langkah alternatif sebagai solusi yang tepat adalah dengan mencari jawaban atas pertanyaan itu kepada informan ketiga yang berfungsi sebagai pembanding antara keduanya. tetapi apabila kedua jawaban saling berlawanan atau berbeda. 5. berada. kemudian peneliti mengecek ulang dengan jalan menanyakan ulang pertanyaan yang disampaikan oleh informan pertama ke informan kedua. sehingga keabsahan data tetap terjaga dan bisa dipertanggungjawabkan.

Setelah melihat daya tampung siswa di SMA Negeri Gombong yang masih sangat terbatas dan minat calon siswa lulusan SLTP yang akan meneruskan ke jenjang lebih tinggi sangat banyak. Setting Penelitian 1. Tinjauan Historis SMK Yapek Gombong Kebumen Pemrakarsa pendirian SMEA Gombong Kebumen atau kini disebut dengan SMK Yapek Gombong Kebumen tidak dapat dipisahkan dari usaha dan perjuangan para guru SMA Negeri Gombong Kebumen.75 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Dari hasil rapat tersebut memutuskan bahwa Drs. dimaksudkan juga untuk mengisi waktu luang bagi para guru SMA Negeri Kebumen pada waktu siang maupun sore hari sesudah selesai melaksanakan tugas mengajar. Niat mendirikan sekolah adalah niat yang tulus dan luhur. Kemudian pada bulan Desember 1967 SMEA Yapek Gombong Kebumen menerima pendaftaran siswa baru sebanyak 89 siswa. Untuk mewujudkan keinginan dalam mendirikan SMEA Gombong Kebumen dipandang perlu diadakannya rapat. Pelaksanaan rapat pertama kali pada tanggal 15 Agustus 1967. Soedarman SA sebagai kepala SMEA Gombong Kebumen. maka niat mendirikan sekolah semakin mantap. Selain itu. terutama dalam rangka peran aktif untuk mencerdaskan kehidupan bangsa melalui bidang pendidikan. khususnya pendidikan kejuruan. sedangkan tenaga 75 .

dan tenaga pesuruh 1 orang. Berdasarkan pada Peraturan Pemerintah bahwa untuk mendirikan sekolah negeri harus ada persetujuan dari instansi pemerintah setempat. Kemudian atas anjuran dari bapak Suparjadi Tjokrodimejo selaku kepala sekolah SMA Negeri Gombong agar SMEA Gombong diubah namanya menjadi SMEA Persiapan Negeri Gombong Kebumen.76 pengajar sejumlah 10 orang. staf usaha 1 orang. Kegiatan proses belajar mengajar sementara masih menggunakan gedung dan fasilitas dari SMA Negeri Gombong Kebumen. yaitu gedung KWN Kendalgrowong Gombong Kebumen. Koesni (wedono Gombong) Ketua Sekretaris : Bapak Mas Soekarno. Pada rapat ini dihadiri oleh para pejabat dan tokoh masyarakat di kecamatan Gombong yang menghasilkan keputusan tentang susunan kepanitiaan pendiri SMEA persiapan Negeri gombong kebumen. Soedarman SA (Kepala SMEA Negeri Karanganyar Kebumen) . Adapun tenaga pengajar tersebut kesemuanya merupakan guru dari SMA Negeri Gombong Kebumen. yaitu Kawedanan atau Kecamatan Gombong maka pada bulan Januari 1968 diadakan rapat di rumah bapak Sosro Mihardjo. BA (Camat Gombong) : Bapak Pitojo Soesilo (Kepala SD Wonokriyo I Gombong) Bendahara I : Bapak Sosro Mihardjo (Pemborong) Bendahara II : Bapak Drs. Adapun susunan kepanitiaan tersebut adalah sebagai berikut : Penasehat I : Bapak Mayor Suripto (komando Garnizun Gombong) Penasehat II : Bapak M.

Bapak Lie Chan San (Pengusaha Pabrik Nusantara Gombong) 2. Bapak Atmowinangun (Carik Wero Gombong) 4. dan tata niaga (sekarang penjualan). . sehingga di sekolah ini dibuka 3 jurusan yaitu jurusan tata usaha (sekarang sekretaris). tata buku (sekarang akuntansi). Perkembangan jumlah siswa terus meningkat. khususnya masyarakat Gombong dan sekitarnya. Sesuai dengan waktu pertama kali diadakan rapat yaitu pada tanggal 15 Agustus 1967. Bapak Kwee Kie Shoo (Pengusaha pabrik Sarawita Gombong) 3. Adapun jumlah tenaga pengajar pada tahun 1972 sebagian besar masih tetap guru dari SMA Negeri Gombong Kebumen.64 Wero Gombong Kebumen. Dengan keuletan dan kegigihan dari para seksi usaha dan segenap panitia. dan 2) agar masyarakat Gombong dan sekitarnya dapat menikmati pendidikan yang lebih tinggi tanpa harus pergi ke luar kota.77 Seksi Usaha : 1. maka tanggal tersebut dijadikan hari jadi berdirinya SMEA Persiapan Negeri Gombong Kebumen atau yang kini disebut dengan SMK Yapek Gombong Kebumen. Bapak Soekiran (Guru SMEP Gombong) Adapun tujuan mendirikan SMEA Persiapan Negeri Gombong adalah: 1) ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa. akhirnya pada tahun 1969 SMEA Persiapan Negeri Gombong berhasil membeli sebidang tanah yang beralokasi di Jalan Merbabu No.

khususnya guru bidang studi kejuruan ekonomi. Soedarman SA berlangsung hanya sampai tahun 1972. maka harapan SMEA Persiapan Negeri Gombong Kebumen untuk menajdi SMEA Negeri Gombong Kebumen gagal. Usaha untuk menjadikan SMEA Persiapan Negeri Gombong Kebumen agar menjadi sekolah yang berstatus negeri terus dilakukan. maka SMEA Persiapan Negeri Gombong Kebumen harus menjadi sekolah swasta. BcHk.78 Perkembangan jumlah siswa tiap tahun selalu meningkat. baik itu dari SMA Negeri Gombong maupun SMEA Negeri Karanganyar Kebumen. Dengan demikian tenaga pengajarpun ditambah dari SMEA Negeri Karanganyar Kebumen. Dengan demikian. sehingga kegiatan belajar mengajar terpaksa dilaksanakan pada pagi dan siang hari. hal ini dikarenakan pada bulan Februari 1972 beliau diangkat menjadi Kepala SMEP Negeri Prembun Kebumen. tetapi karena Peraturan Pemerintah yang menetapkan bahwa setiap kabupaten hanya ada dua SMEA Negeri yaitu di Kebumen dan Karanganyar. Selaku kepala sekolah beliau mulai melakukan upaya beberapa pembenahan dalam kegiatan proses belajar mengajar. Kepemimpinan bapak Drs. . maka kepemimpinan SMEA Persiapan Negeri Gombong digantikan oleh bapak Tjetjep Supandi. selain itu secara bertahap beliau juga mulai memberhentikan guru-guru negeri yang kurang efektif. Dengan demikian.

maka SMK Yapek Gombong Kebumen ini mengalami kemajuan dan keberhasilan yang cukup pesat. karyawan. dan seluruh siswa. dan sebagai gantinya yaitu bapak Drs. Yayasan ini kemudian didaftarkan ke Notaris Soetardjo Sastro Atmodjo di Purwokerto dengan Akta no. maka status SMK Yapek Gombong Kebumen sejak tahun 1986 “DIAKUI”. guru. Hal ini terbukti dengan adanya subsidi yang diberikan dari pemerintah mulai tahun 1979. BcHk memimpin SMK Yapek Gombong Kebumen. Agus . Sementara itu berlaku Peraturan Pemerintah yang mengatur tentang status sekolah-sekolah swasta dengan cara akreditasi. 21 tanggal 27 Agustus 1973. dengan SK Nomor 001/C/Kep/I. Diakui. baik itu berupa materi. sarana prasarana sekolah.86 tanggal 6 Januari 1986. Adapun status yang dimaksud adalah “Terdaftar. yaitu yang diberi nama “YAYASAN PENDIDIKAN EKONOMI (YAPEK) GOMBONG KEBUMEN”. Berdasarkan hasil tim akreditasi.79 Sesuai dengan Peraturan Pemerintah sekolah swasta harus dikelola oleh suatu badan atau yayasan. dan Disamakan”. akhirnya pada tanggal 19 Juli 1999 beliau purna tugas. maupun bantuan guru negeri. Setelah puluhan tahun bapak Tjetjep Supandi. Dengan adanya kerja keras dan semangat tinggi dari pihak kepala sekolah. Oleh karena itu pada tanggal 27 Agustus 1973 didirikan Badan Usaha yang berbentuk yayasan.

Jarak orbitasi SMK Yapek Gombong Kebumen dengan pusat kecamatan sekitar 2 km. Sebelah Timur 4. Agus Supriyanto selalu menekankan pada kedisiplinan dan kebersamaan. Dengan batas. sehingga mudah untuk ditempuh dengan menggunakan kendaraan umum. Kemudian mulai tahun 1999 kurikulum yang berlaku di SMK adalah kurikulum SMK edisi 1999 yang pada akhirnya mulai tahun pembelajaran 2004/2005 berubah menjadi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. 2. 64 Wero Gombong Kebumen Jawa Tengah. Dalam kepimpinan bapak Drs. .80 Supriyanto. tepatnya jalan Merbabu No. Letak Geografis SMK Yapek Gombong Kebumen Secara geografis SMK Yapek Gombong Kebumen terletak di perkotaan.batas : 1. Sebelah Utara 3. Sebelah Barat 2. Sebelah Selatan : Perkampungan Wero Gombong : Perkampungan Wero Gombong : Hotel Marsiwo Gombong : Jalan Yos Sudarso Timur Lokasi sekolah terletak di perkotaan.

dan memiliki tenaga pengajar sebanyak 42 orang guru. Keadaan Guru SMK Yapek Gombong Kebumen Pada tahun pembelajaran 2004/2005 SMK Gombong Kebumen dipimpin oleh 1 kepala sekolah. Struktur Organisasi SMK Yapek Gombong Kebumen Bagan 2 Struktur Organisasi KOMITE SEKOLAH KEPALA SEKOLAH MS WAKA KURIKULUM WAKA KESISWAAN WAKA HUMAS WAKA SAPRAS KPK AKUNTANSI KPK SEKRETARIS KPK PENJUALAN WALI KELAS BP DEWAN GURU SISWA (Profil SMK Yapek Gombong Kebumen 2004/ 2004) 4. Dari ke 42 tenaga pengajar tersebut yang laki-laki berjumlah 23. sedangkan tenaga pengajar perempuan berjumlah 19 orang .81 3.

2004/2005). dan 3) Penjualan. yaitu : 1) Akuntansi. Keadaan Siswa SMK Yapek Gombong Kebumen Program keahlian yang dimiliki SMK Yapek Gombong Kebumen ada 3. Hal ini terbukti dengan banyaknya kapasitas pendaftar calon siswa baru yang selalu meningkat setiap tahun ajaran baru.82 guru. Keadaan Sarana dan Prasarana SMK Yapek Gombong Sarana dan prasarana yang dimiliki oleh SMK Yapek Gombong Kebumen antara lain laboratorium komputer. khususnya matadiklat siklus akuntansi (Profil SMK Yapek Gombong Kebumen. mengetik. Selain itu masih banyak bukti-bukti lain yang dapat dilihat. 6. 2) Administrasi Perkantoran. yaitu : 1) kelas I berjumlah 441 siswa. sekolah tersebut merupakan sekolah swasta yang favorit. 5. baik itu di tingkat kabupaten maupun propinsi. Pada tahun pembelajaran 2004/2005 jumlah siswa keseluruhan yang sekolah di SMK Yapek Gombong Kebumen berjumlah 1400 siswa. yaitu banyaknya prestasi yang telah diraih oleh siswa-siswi SMK Yapek Gombong Kebumen dari tahun ke tahun. Guru yang dijadikan informan dalam penelitian ini adalah guru yang mengajar program keahlian akuntansi. . ruang kelas. Adapun daftar personalia organisasi di SMK Yapek Gombong Kebumen terlampir. 2) kelas II 478. Sejak SMK Yapek Gombong Kebumen berdiri hingga sampai diberlakukannya kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. dan 3) kelas III 480.

B. penyelenggara. yang artinya suatu proses untuk mempengaruhi aktivitas individu atau kelompok dalam usaha menuju pencapaian tujuan. mendorong. BKK. baik itu mulai dari pengelolaan sekolah maupun penataan segala administrasi dalam mengimplementasikan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi di SMK Yapek Gombong Kebumen. kamar kecil. mushola. dan mengajak guru-guru dan . dapur.83 pertokoan. Kepala sekolah sebagai pemimpin juga memiliki tugas pokok untuk mempengaruhi. Hasil Penelitian Informan I (Kepala Sekolah/A) Tentang : 1. bank mini. kafetaria/ kantin. dan tanah. Secara umum kepala sekolah mempunyai tugas untuk bertanggung jawab dan mengkoordinator terhadap sekolah yang dipimpin. kepala sekolah. guru. lapangan bola volly. tempat parkir. ketua program keahlian. rumah dinas karyawan. UKS. BP. Tugas dan tanggung jawab kepala sekolah kepala sekolah salah satunya adalah kepemimpinan. wakil-wakil kepala sekolah. khususnya pada matadiklat siklus akuntansi terlebih dahulu kepala sekolah menerangkan tugas dan tanggung jawabnya selaku pemimpin di SMK Yapek Gombong Kebumen. perpustakaan. bola basket. tata usaha. Impelementasi Kurikulum SMK Edisi 2004 Sebelum kepala sekolah menjelaskan tentang persiapan apa saja yang dilakukan dalam rangka mengimplementasikan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. gudang.

7) Menyelenggarakan rapat-rapat sesuai dengan keperluan yang meliputi: a) membicarakan program tahunan. b) persiapan evaluasi. sehingga apabila terjadi ketimpangan/ hambatan dapat segera diatasi. 5) Secara terus menerus melaksanakan pengawasan / monitoring kepada semua personil sekolah. sehingga membangkitkan partisipasi dan dedikasi yang sebesar-besarnya. 2) Mengorganisasikan semua sumber daya dan dana secara efektif sesuai dengan peraturan yang berlaku untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. dijelaskan pula bahwa tugas dan tanggung jawab kepala sekolah meliputi : 1) Merencanakan seluruh kegiatan sekolah dengan dibantu oleh pembantu kepala sekolah sesuai dengan urusan masing-masing. c) persiapan . 3) Mengarahkan semua pembantu kepala sekolah termasuk guru dan staff tata usaha untuk mencapai tujuan yang hendak dicapai sesuai dengan bidang dan tugas masing-masing. 6) Secara rutin mengadakan supervisi/ pembinaan setiap seminggu sekali pada hari sabtu atau senin dalam rangka mengatasi hambatanhambatan. 4) Mengkoordinasikan semua pembantu agar terjalin hubungan kerja yang baik dan serasi dalam rangka memberikan motifasi kepada semua unsur/ personil sekolah. Selain itu.84 karyawan lainnya agar mereka bersedia untuk berbuat sesuatu yang dapat menyokong pencapaian tujuan sekolah sebagai suatu institusi.

“Adapun persiapan yang dilakukan oleh saya selaku pemimpin dalam mengkoordinator pengelolaan sekolah. khususnya pada matadiklat siklus akuntansi.85 UAN. dan staff karyawan lainnya. dan 3) mengadakan sering dengan wakilwakil kepala sekolah. dan e) penerimaan siswa baru. 9) Menjalin hubungan erat dengan industri dan dunia usaha. 2) pemantauan secara rutin terhadap hasil-hasil yang telah dirapatkan secara bersama-sama. diharapkan agar pelaksanaan kurikulum tersebut dapat berjalan lebih baik lagi. Dengan adanya pensosialisasian tentang implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang berpendekatan kurikulum berbasis kompetensi. sehingga dapat diterapkan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi sekolah. d) kemajuan pengembangan pengajaran. apakah sudah dapat terlaksana dengan baik atau belum. Sedangkan cara mensosialisasikan kurikulum tersebut yaitu dengan mengambil langkah-langkah sebagai berikut : 1) menyelenggarakan pertemuan-pertemuan rutin dengan orang-orang yang terkait di instansi sekolah. guru-guru. yaitu sejauh mana pelaksanaan implementasi kurikulum SMK edisi 2004. dipersiapkan pula sarana dan prasarana serta alat dan bahan yang merupakan sarana . 8) Mengadakan evaluasi terhadap semua kegiatan sekolah dalam rangka mengurangi hambatan dan meningkatkan hasil yang sesuai tujuan. yaitu dengan cara mensosialisasikan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi kepada wakil kepala sekolah bagian kurikulum dan guru-guru serta staff karyawan yang ada di SMK Yapek Gombong Kebumen” (A). Selain mensosialisasikan tentang kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi.

3) mengelola buku jurnal.86 penunjang dalam kegiatan belajar mengajar. Matadiklat yang dimaksud adalah : 1) mengerjakan persamaan dasar akuntansi. 2) kedudukan guru hanya sebagai fasilitor. mengetik. bank mini. 4) mengelola buku besar. makna dari adanya kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. Sarana penunjang tersebut antara lain dengan adanya ruang kelas yang nyaman dan memadai serta ruang praktek seperti : ruang komputer. “Menurut saya. Sebagai contoh yaitu peserta didik dalam menguasai materi matadiklat siklus akuntansi terlebih dahulu harus menguasai matadiklat secara runtut dari kompetensi yang satu ke kompetensi yang berikutnya. dijelaskan pula tentang bagaimana kepala sekolah dalam memaknai kurikulum tersebut. Dalam matadiklat siklus akuntansi maksud dari kompetensi per kompetensi yaitu bahwa setiap peserta didik dalam menguasai materi hendaknya secara bertahap dari yang dasar dulu lalu meningkat ke yang lebih tinggi. 6) mengelola administrasi kas bank. Di samping mensosialisasikan implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. pertokoan. dan perpustakaan sekolah. sehingga siswa-siswi harus dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar secara aktif. melainkan dinilai dari kompetensi per kompetensi” (A). 2) mengelola bukti transaksi. 7) mengelola administrasi dana kas kecil. dan 8) mengelola order penjualan. Kepala sekolah juga menyadari bahwa implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi . 5) menyelesaikan siklus akuntansi perusahaan jasa dan dagang. khususnya pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen adalah 1) siswa dituntut adanya kemandirian dalam menguasai masing-masing kompetensi. dan 3) penilaian tidak dilakukan secara global.

Meskipun masih tahap awal dan baru dimulai pada tahun ajaran 2004/2005. maka dituntut adanya pembuatan modul bahan ajar. Implementasi dari hasil pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi pada dasarnya merupakan penyempurnaan dari kurikulum SMK edisi 1999. serta blangko administrasi”(A). Akan tetapi agar pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dapat dikatakan baik dan maksimal. “Adapun peran serta saya sebagai kepala sekolah adalah : 1) memberikan masukan. arahan. yaitu kurikulum SMK edisi 1999. 2. dan motifasi serta pengawasan terhadap guru. Peran Serta terhadap Kurikulum SMK Edisi 2004 Dalam pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi selalu melibatkan orang-orang yang terkait di dalam instansi sekolah.87 masih merupakan tahap awal yang perlu ditingkatkan dan dikembangkan lebih lanjut lagi guna mencapai hasil belajar yang maksimal. Sedangkan pembuatan modul bahan ajar tersebut memerlukan biaya yang . dan 2) menyediakan keperluan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 seperti sarana dan prasarana. bimbingan. khususnya guru matadiklat siklus akuntansi. sehingga dalam pelaksanaannya pun tidak begitu masalah. Hal ini dikarenakan kurikulum SMK edisi 2004 merupakan penyempurnaan dari kurikulum sebelumnya. diantaranya yaitu peran serta dari kepala sekolah yang sangat mendukung diberlakukannya kurikulum tersebut. alat dan bahan. namun pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi sudah dapat berjalan baik.

Oleh sebab itu pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi bisa saja mengalami keterlambatan apabila kendala biaya tidak dapat terpenuhi 3. Proses Belajar Mengajar yang Baik Teori dari matadiklat siklus akuntansi yang diperoleh oleh tiap-tiap peserta didik setiap kompetensinya lebih sedikit apabila dibandingkan dengan prakteknya. agar siswa dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar secara aktif. maka menurut saya setiap siswa harus memiliki modul sebagai bahan ajar.88 cukup banyak. kemajuan. khususnya pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen dilakukan secara bertahap. Hasil Penelitian Informan II (Waka Bidang Kurikulum/B) Tentang : 1. dan bagaimana cara mengatasinya. kendala. “Oleh karena itu. C. yaitu guna mengetahui kelebihan. kekurangan. Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004 Sebelum wakil kepala sekolah bidang kurikulum menjabarkan secara luas tentang implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. Proses evaluasi terhadap implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. dan perbaikan hasil belajar secara berkesinambungan. Evaluasi atau penilaian pada dasarnya merupakan bagian integral dari proses pembelajaran yang diarahkan untuk menilai kinerja peserta didik dalam memantau proses. Informan B terlebih dahulu menuturkan bahwa apa yang hendak diungkapkan pada dasarnya sama . Dengan demikian siswa dapat memperbanyak latihan-latihan soal secara mandiri sesuai penekanan pada praktek studi kasus” (A).

9) mengkoordinasikan kegiatan evaluasi/ UNAS. pengendalian. mulai dari perencanaan. “Selaku wakil kepala sekolah bidang kurikulum. 6) mengawasi kelancaran kegiatan proses belajar mengajar. 3) bersama ketua program keahlian menginventarisasi kebutuhan dokumen yang . 7) mengkoordinasikan kegiatan pengadaan bahan pengajaran. Wakil kepala sekolah bidang kurikulum bertanggung jawab kepada sekolah atas berlangsungnya semua kegiatan. 3) mengkoordinasikan penyusunan jadwal proses belajar mengajar. 8) mengumpulkan dan menganalisa absensi murid.89 dengan yang diungkapkan oleh kepala sekolah. dan 10) mengkoordinasikan keseluruhan pengajaran di semua jurusan. maka persiapan-persiapan yang dilakukan oleh saya dalam mengimplementasikan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. 4) mengkoordinasikan penyusunan kalender pendidikan. koordinasi. Selaku pembantu kepala sekolah. khususnya pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen adalah 1) rapat koordinasi dengan ketua program keahlian akuntansi dan guru produktif akuntansi untuk menentukan pencapaian materi yang harus dicapai pada tiap-tiap semester dan tiap-tiap tingkat. 5) mengkoordinasikan pembagian tugas bahan pengajaran. dan evaluasi terhadap implementasi kurikulum yang berlaku di sekolah secara optimal. 2) bersama ketua program keahlian dan guru produktif akuntansi menentukan alokasi waktu tiap minggunya. pelaksanaan. wakil kepala sekolah bidang kurikulum mempunyai tugas-tugas seperti : 1) menyusun program tahunan dan semesteran yang berkaitan dengan implementasi kurikulum di sekolah. 2) mengkoordinasikan pembagian kelas di awal tahun pelajaran. karena dalam mengimplementasikan kurikulum SMK edisi 2004 wakil kepala sekolah bidang kurikulum selalu berkoordinasi dengan kepala sekolah.

wakil kepala sekolah bidang kurikulum juga menerangkan bahwa dengan diberlakukannya kurikulum ini maka dituntut adanya kemandirian pada peserta didik untuk dapat menguasai masing-masing kompetensi yang ada. 3) mengkoordinir guru-guru .90 diperlukan untuk praktek siswa. sedangkan untuk tingkat II dan III masih tetap mengacu pada penerapan kurikulum SMK edisi 1999. Peran Serta terhadap Kurikulum SMK Edisi 2004 Peran serta dari wakil kepala sekolah bidang kurikulum juga berpengaruh besar terhadap keberhasilan implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi. 4) mempersiapkan blangko-blangko administrasi guru. Seperti halnya yang dijelaskan oleh informan A dalam memaknai implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi. dimana penilaian disini tidak dilakukan secara global melainkan dinilai dari kompetensi perkompetensi. dan 5) koordinasi dengan pembina perpustakaan untuk mempersiapkan buku materi pelajaran yang diperlukan sebagai acuan untuk persiapan penyusunan modul bahan ajar” (B). Dengan menggunakan kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi. “Peran serta saya selaku kepala sekolah bidang kurikulum antara lain : 1) menyediakan blangko-blangko administrasi. maka guru selaku fasilitator harus mempersiapkan materi seoptimal mungkin agar batas nilai yang dicapai siswa dapat terwujud secara maksimal sesuai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan sebelumnya. sehingga pelaksanaan kurikulum ini baru diterapkan untuk tingkat I. 2) menyusun jadwal pembelajaran. Informan B juga menuturkan bahwa implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi diberlakukan mulai tahun pelajaran 2004/ 2005. 2.

dan 4) mengkoordinir penyiapan alat-alat praktek siswa melalui guru diklat” (B). kekurangan. sehingga dalam pelaksanaannya pun dapat berjalan dengan baik. Adapun evaluasi terhadap implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. Proses Belajar Mengajar yang Baik Jika dibandingkan dengan praktek. khususnya pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen dilakukan secara bertahap. waktu. Implementasi dari hasil pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi pada dasarnya merupakan penyempurnaan dari kurikulum SMK edisi 1999. yaitu guna mengetahui kelebihan. penyediaan bahan dan alat praktek juga harus memadai” (B). khususnya dalam penyiapan modul bahan ajar. pikiran. dan bagaimana cara mengatasinya. baik dari segi tenaga. dan biaya. kendala. Akan tetapi masih ada sedikit kendala yang terjadi di lapangan.91 produktif akuntansi melalui ketua program keahlian. Hal ini dikarenakan pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi baru dimulai tahun pelajaran 2004/ 2005. 3. “Dengan adanya perbandingan yang demikian. maka saya selaku wakil kepala sekolah bidang kurikulum menganjurkan agar setiap siswa harus memiliki modul sebagai bahan ajar. sedangkan sosialisi kurikulum SMK edisi 2004 terlambat. Proses evaluasi atau penilaian pada dasarnya merupakan bagian integral dari proses pembelajaran yang diarahkan untuk menilai kinerja peserta didik yang dilakukan secara berkesinambungan. teori dari matadiklat siklus akuntansi yang diperoleh oleh setiap peserta didik lebih sedikit. .

c) Mengkoordinir dan mengevaluasi pembersihan dan penyimpangan alat serta ruangan setelah pelajaran praktek. seperti : a) Mempersiapkan pembagian tugas. Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004 Dengan diberlakukannya kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi. guru juga harus betul-betul menguasai kompetensi yang diajarkan. 4) Mengembangkan alat bantu sebagai sarana penunjang kegiatan belajar mengajar. Hasil Penelitian Informan III (Guru Matadiklat/C) Tentang : 1. sehingga peserta didik dalam menguasai masing-masing kompetensi dituntut adanya kemandirian dan keaktifan dari diri sendiri. dan kisi-kisi serta perangkat evaluasi. 2) Melaksanakan administrasi siswa. daftar hadir. Meskipun guru hanya sebagai fasilitator. ruang. seperti : daftar nilai. bahan praktek. b) Melaksanakan kegiatan belajar mengajar praktek dan penilaian.92 D. 3) Melaksanakan kegiatan belajar mengajar. dan daftar kemajuan kelas. dan . analisis program satuan pelajaran. maka kedudukan guru hanya sebagai fasilitator. d) Mempertanggung jawabkan semua fasilitas yang digunakan. bahan ajaran. Selaku guru matadiklat siklus akuntansi (C) memiliki tugas-tugas seperti : 1) Menyiapkan perangkat mengajar semesteran.

Di samping itu. Oleh sebab itu. Dengan menggunakan kurikulum SMK edisi 2004. Jika dibandingkan dengan kurikulum-kurikulum sebelumnya. 6) Mengembangkan kemampuan potensi melalui kegiatan/ keterampilan yang diberikan. dan 5) menarget pencapaian materi yang harus dicapai pada tiap-tiap semester” (C). maka dalam rangka mensukseskan implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi menurut perlu adanya persiapan-persiapan yang lebih matang. baik tenaga.93 5) Mengembangkan bahan ajaran sesuai dengan perkembangan IPTEK dan kebutuhan lokal. guru yang hanya berkedudukan sebagai fasilitator juga harus berusaha semaksimal mungkin agar peserta didik dapat mencapai hasil belajar sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. pikiran. siswa dituntut adanya kemandirian dan keaktifan dalam menguasai kompeten per kompeten. “Adapun persiapan-persiapan yang saya lakukan selama ini adalah 1) penguasaan kompetensi yang hendak diajarkan. 2) mengembangkan alat bantu guna menunjang kegiatan belajar mengajar. 7) Mengajar tepat pada jam pelajaran dan membina budi pekerti siswa serta menyusun laporan. maka penguasaan materi cukup banyak. 4) pengawasan ketat terhadap pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. . maupun waktu. baik secara formal maupun informal. 3) mempersiapkan bahan-bahan untuk praktek.

Peran Serta terhadap Kurikulum SMK Edisi 2004 “Dalam pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 selaku guru saya berperan serta sebagai fasilitator dan pembimbing siswa”(C). maka mau tidak mau guru harus mengulang/mengajarkan kembali dari tiap-tiap kompetensi sampai siswa mencapai target lulus kompetensi. karena dengan adanya siswa yang tidak lulus kompetensi. sehingga baru tingkat I saja melalui kurikulum ini. dan bekerja keras. Mengingat pendapat guru matadiklat seperti di atas. keaktifan. yaitu kurikulum SMK edisi 1999. Hal ini merupakan tanggung jawab dari guru secara utuh. siswa harus benarbenar menguasai kompetensi per kompetensi guna mencapai target nilai yang telah ditentukan. siap. maka selaku guru harus benar-benar siap dan mampu untuk mengajarkan peserta didik agar pada akhirnya siswa benar-benar menguasai kompetensi yang diajarkan dan mampu mencapai target nilai dari masing-masing kompetensi. Sedangkan untuk tingkat II dan III masih menggunakan kurikulum lama. dan target nilai yang harus dipenuhi oleh tiap-tiap peserta didik dari kompetensi per kompetensi. Seperti yang diungkapkan oleh (A & B) informan (C) juga mengaku bahwa pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi baru dimulai pada awal tahun ajaran 2004/ 2005. maka selaku guru dalam memaknai implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi harus lebih giat.94 Mengingat adanya kemandirian. . Oleh karena itu. 2.

Adapun biaya yang diperlukan untuk dapat memiliki modul bahan ajar tidaklah sedikit. Sedangkan untuk mencapai kemandirian dan keaktifan tersebut. maka proses belajar mengajar yang baik menurut saya selaku guru matadiklat yaitu dengan memperbanyak latihan-latihan soal” (C). kemajuan. tiap-tiap siswa harus menggunakan modul sebagai bahan ajar. Semakin banyak mengerjakan latihan-latihan soal. Proses evaluasi merupakan bagian yang sangat penting dari proses pembelajaran yang diarahkan untuk menilai kinerja peserta didik yang dilakukan guna memantau proses. Hal ini dikarenakan adanya tuntutan kemandirian dan keaktifan dari tiap-tiap peserta didik untuk lulus setiap kompetensinya. maka dari itu pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi harus memiliki dana yang dapat mencukupi kebutuhan. sehingga pelaksanaannya pun tidak begitu sulit. maka peserta didik memiliki keterampilan dalam menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan kemampuan afektif. Proses Belajar Mengajar yang Baik “Dengan diberlakukannya kurikulum SMK edisi 2004 khususnya pada matadiklat siklus akuntansi.95 Kurikulum SMK edisi 2004 yang merupakan penyempurnaan dari kurikulum SMK edisi 1999 pada dasarnya hampir sama. hanya saja dengan menggunakan kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi harus lebih memfokuskan pada pengetahuan. dan perbaikan hasil belajar secara berkesinambungan. 3. Adapun evaluasi terhadap implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis . kognitif. dan psikomotorik. dan sikap. nilai.

Pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi pada dasarnya sudah . Dengan diberlakukannya kurikulum SMK edisi 2004 yang merupakan penyempurnaan dari kurikulum SMK edisi 1999. maka peran serta dari siswa yaitu belajar secara mandiri dan berusaha untuk dapat memiliki berbagai modul yang diperlukan sebagai bahan ajar. kendala. 2. Kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi baru diterapkan pada awal tahun ajaran 2004/2005. kekurangan. khususnya pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen dilakukan secara bertahap. E. Hasil Penelitian Informan IV (Siswa/D1) Tentang : 1. Hal ini dikarenakan siswa dalam memperoleh materi tidak selalu didampingi oleh guru.96 kompetensi. maka persiapan-persiapan yang dilakukan oleh seorang siswa adalah mempersiapkan diri semaksimal mungkin terhadap matadiklat yang hendak dipelajari dan berusaha untuk dapat mandiri serta aktif tanpa harus didampingi oleh guru. yaitu guna mengetahui kelebihan. maka dalam memaknai kurikulum ini selaku siswa harus belajar lebih giat. Peran Serta terhadap Kurikulum SMK Edisi 2004 Dengan diberlakukannya kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi khususnya pada matadiklat siklus akuntansi. melainkan berpedoman pada modul bahan ajar. Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004 Dalam rangka mensukseskan implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi. dan bagaimana cara mengatasinya.

. Proses Belajar Mengajar yang Baik Apabila menggunakan kurikulum yang baru ini. maka selaku siswa perlu mempersiapkan diri sedini mungkin untuk dapat mengikuti proses belajar mengajar yang berbeda dari kurikulum sebelumnya. hal ini dimaksudkan agar guru dapat mengetahui perkembangan hasil belajar yang telah dicapai oleh siswa dari kompeten per kompeten. tetapi siswa terkadang mengalami kendala mengenai modul yang hendak digunakan sebagai bahan ajar.97 terlaksana dengan baik. Evaluasi sering dilakukan oleh guru. dan 3) siswa tidak boleh bergantung pada guru. maka kegiatan belajar mengajar yang baik adalah : 1) sebelum masuk kelas siswa hendaknya sudah mempelajari materi terlebih dahulu. Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004 Dengan diterapkan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi khususnya pada matadiklat siklus akuntansi. Selaku siswa kejuruan. Adapun evaluasi yang sering dilakukan oleh guru adalah diberikan tugas-tugas secara rutin. Hasil Penelitian Informan V (Siswa/D2) Tentang : 1. 2) siswa harus lebih banyak latihan soal-soal. 3. F. maka dalam memaknai kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi adalah dituntut adanya kepribadian yang mandiri dan tidak selalu bergantung pada orang lain. tetapi harus belajar secara mandiri tanpa harus didampingi oleh guru.

Proses Belajar Mengajar yang Baik Dengan diterapkan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi khususnya pada matadiklat siklus akuntansi. .98 Pada awal tahun ajaran 2004/ 2005 di SMK Yapek Gombong Kebumen mulai diterapkan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. Dalam hal ini peran serta dari siswa yaitu mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan baik secara mandiri dan tidak harus bergantung pada guru. maka siswa ikut berperan serta. 3. Implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi di SMK Yapek Gombong Kebumen sudah terlaksana dengan baik. maka kegiatan belajar mengajar yang baik yaitu dengan memperbanyak latihan-latihan soal yang lebih menekankan pada praktek studi kasus. maka guru sering melakukan evaluasi secara rutin. Evaluasi tersebut dapat berupa pemberian tugas-tugas yang lebih menekankan pada praktek. Untuk mengetahui seberapa besar tingkat perkembangan yang telah dicapai dalam melakukan kegiatan belajar mengajar. Hal ini dapat dilihat pada kepribadian tiap-tiap siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar yang dilakukan secara mandiri tanpa harus bergantung pada orang lain (guru). 2. Peran Serta terhadap Kurikulum SMK Edisi 2004 Untuk mensukseskan pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi.

Implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi mulai diterapkan di SMK Yapek Gombong Kebumen pada awal tahun ajaran 2004/ 2005. Hal ini dikarenakan matadiklat siklus akuntansi merupakan materi yang perlu dipahami secara mendasar. maka selaku siswa perlu mempersiapkan diri sedini mungkin. Dalam memaknai implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi khususnya pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong yaitu sangat diperlukan adanya peran aktif dari siswa. Peran Serta terhadap Kurikulum SMK Edisi 2004 Peran serta yang sangat penting dalam mensukseskan implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi adalah dengan belajar lebih giat lagi agar mencapai hasil belajar yang maksimal dan mampu mencapai target nilai dari masing-masing kompeten per kompeten yang telah ditentukan. 2. sehingga guru hanya bertindak sebagai fasilitator saja. baik fisik maupun mental.99 G. Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004 Sehubungan dengan adanya kurikulum SMK edisi 2004 yang diterapkan di SMK Yapek Gombong. Hasil Penelitian Informan VI (Siswa/D3) Tentang : 1. namun implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi di SMK Yapek Gombong Kebumen sudah dapat dikatakan . Meskipun masih ada beberapa kendala.

tetapi harus belajar secara mandiri tanpa harus didampingi oleh guru. maka kegiatan belajar mengajar yang baik adalah: 1) sebelum masuk kelas siswa hendaknya sudah mempelajari materi terlebih dahulu. Hal ini terbukti pada kegiatan belajar mengajar yang sudah dapat dilaksanakan sesuai dengan kurikulum SMK edisi 2004. . 3. baik fisik maupun mental tanpa ada paksaan dari pihak lain. maka guru sering mengadakan evaluasi. Proses Belajar Mengajar yang Baik Apabila menggunakan kurikulum yang baru ini. Dalam memaknai implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi khususnya pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong yaitu siswa dituntut untuk mandiri dan berfikir secara kreatif dalam mengembangkan materi yang telah dipelajari. dan 3) siswa tidak boleh bergantung pada guru. Agar siswa dapat mencapai hasil belajar sesuai target yang telah ditentukan. maka selaku siswa perlu mempersiapkan diri sedini mungkin. Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004 Dengan diberlakukan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi khususnya pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong. yaitu siswa belajar secara aktif dan mandiri. Evaluasi yang dilakukan tersebut merupakan tindak lanjut dari akhir proses belajar mengajar untuk tiap-tiap kompeten. 2) siswa harus lebih banyak latihan soal-soal. Hasil penelitian Informan VII (Siswa/D4) Tentang : 1.100 baik. H.

Adapun peran serta tersebut yaitu dengan belajar lebih giat dan berusaha mencari pengetahuan dari luar guna mengikuti perkembangan jaman. Hal ini terbukti pada kegiatan belajar mengajar yang sudah dapat dilaksanakan sesuai dengan kurikulum SMK edisi 2004. 3. sehingga pada saat jam pelajaran siswa sudah menguasai materi yang diajarkan. dan 2) perbanyak latihan soal-soal yang menekankan pada praktek studi kasus. Implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi di SMK Yapek Gombong Kebumen sudah dapat dikatakan baik. Peran Serta terhadap Kurikulum SMK Edisi 2004 Dalam rangka mencapai keberhasilan dari implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi. Evaluasi tersebut berupa tugas-tugas akhir dari tiap-tiap kompeten yang telah dipelajari. Proses Belajar Mengajar yang Baik Proses belajar mengajar yang baik yaitu : 1) sebelum jam pelajaran dimulai siswa perlu mempelajari materi terlebih dahulu.101 Pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi mulai diterapkan di SMK Yapek Gombong Kebumen pada awal tahun ajaran 2004/ 2005. . maka sering dilakukan evaluasi. 2. yaitu siswa belajar secara aktif dan mandiri. Agar tingkat keberhasilan yang dicapai dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar diketahui. maka peran serta siswa sangat dibutuhkan.

Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004 Selaku siswa. Dalam memaknai implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi sudah dapat dikatakan bagus. Hasil penelitian Informan Penelitian VIII (Siswa/D5) 1. maka tugas guru hanya sebagai fasilitator. Hasil pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi adalah baik dan sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku. Proses Belajar Mengajar yang Baik Dengan menggunakan kurikulum ini. sehingga siswa harus belajar secara aktif dan mandiri.102 I. 2. 3. . Hal ini dikarenakan pentingnya persiapan mental guna menghadapi berbagai kesulitan yang dihadapi. Implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi dimulai sejak awal tahun pelajaran 2004/ 2005. maka persiapan-persiapan dalam mengimplementasikan kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi adalah dengan belajar dan menyiapkan mental sebaik mungkin. karena melalui pendekatan tersebut dapat mendorong siswa untuk belajar secara aktif dan mandiri tanpa harus ada guru yang mendampingi. Peran Serta terhadap Kurikulum SMK Edisi 2004 Peran serta siswa dalam rangka memajukan implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi adalah dengan turut serta mensukseskan kurikulum tersebut (belajar).

Proses evaluasi atau penilaian pada dasarnya merupakan kegiatan rutin setelah pembelajaran selesai. J. perlu diadakan persiapan-persiapan yang lebih lanjut. Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004 Dengan diberlakukan kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi. Akan tetapi guru juga harus banyak menguasai materi dari kompeten per kompeten yang akan diajarkan. melainkan guru harus memberikan latihan-latihan soal semaksimal mungkin. maka proses belajar mengajar yang baik adalah guru tidak perlu memberi materi sebanyak mungkin. Hasil penelitian Informan IX (Siswa/D6) 1.103 Dengan demikian. maka proses evaluasi sangat penting. maka melatih siswa untuk belajar secara aktif. Adapun evaluasi terhadap implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi dapat dilakukan dengan memberikan penugasan terstruktur yang mengacu pada modul bahan ajar. Dengan demikian. Adapun persiapanpersiapan yang dilakukan oleh seorang siswa adalah dengan belajar sungguh-sungguh tanpa harus menunggu perintah dari guru. Oleh sebab itu. Dalam memaknai implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi khususnya pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong yaitu sangat diperlukan adanya peran aktif dari siswa. . sehingga guru hanya bertindak sebagai fasilitator saja.

2.104 Implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi di SMK Yapek Gombong Kebumen dimulai sejak awal tahun pelajaran 2004/ 2005. maka akan melatih siswa untuk belajar secara mandiri. Evaluasi tersebut berupa tugas-tugas akhir dari tiap-tiap kompeten yang diberikan oleh guru dengan berpedoman pada modul bahan ajar. Peran Serta terhadap Kurikulum SMK Edisi 2004 Peran serta selaku siswa dalam implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi adalah dengan belajar lebih giat agar mencapai hasil belajar yang maksimal. Analisis Data Dalam melakukan proses analisis data dimulai dari menelaah seluruh data yang tersedia dari berbagai sumber wawancara. Proses Belajar Mengajar yang Baik Dengan menggunakan kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi. gambar. Implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi di SMK Yapek Gombong Kebumen sudah terlaksana dengan baik. Dengan demikian. K. Agar tingkat keberhasilan yang dicapai dalam proses belajar mengajar diketahui. artikel. biografi. . maka dilakukan evaluasi. catatan lapangan dan komentar peneliti. maka proes belajar mengajar yang baik adalah guru harus memperbanyak praktek daripada teori. dokumen berupa laporan. 3. foto. dan guru juga harus memperbanyak latihan-latihan soal.

D3. Kategorisasi ini didasarkan pada tujuan dan kemiripan isi dengan menggunakan kriteria-kriteria implementasi. khususnya pada matadiklat siklus akuntansi. D4. dan ditelaah maka langkah berikutnya adalah mengadakan reduksi data dan menyusunnya dalam satuan-satuan yang selanjutnya akan dikategorikan. Diberlakukannya kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi. maka pengelola pendidikan harus senantiasa berjuang keras . Setelah dibaca. dipelajari. Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004 Melalui Pendekatan Kurikulum Berbasis Kompetensi pada Matadiklat Siklus Akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen Dengan menerapkan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen pada dasarnya merupakan kegiatan penyempurnaan dari kurikulum SMK edisi 1999. C. B. di bawah ini disajikan data yang kemudian akan dilakukan kategorisasi. dan pelaksanaan proses belajar mengajar dengan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen dapat disajikan sebagai berikut. Dalam hal ini sekolah sebagai tempat pelaksanaan proses belajar mengajar harus mempunyai rencana yang matang guna menunjang pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. dan hasil dokumentasi. 2002: 103). Berdasarkan data temuan hasil wawancara dengan ke-9 informan penelitian yaitu (A. peran serta. D1. hasil observasi. D5.105 dan sebagainya (Moleong. 1. D6). D2.

keterampilan. Sesuai yang dipaparkan oleh kepala sekolah (A) bahwa pengertian kurikulum berbasis kompetensi adalah suatu pemberlakuan kurikulum yang lebih memfokuskan pada perpaduan pengetahuan. Ketiga landasan tersebut antara lain : 1) adanya pergeseran dari pembelajaran kelompok ke arah pembelajaran individu. Adanya kurikulum yang idealis akan membawa peserta didik ke dalam kerangka pemikiran yang jauh ke depan. keterampilan. nilai. dan staf karyawan yang lain harus lebih bekerja keras secara utuh dalam rangka mempersiapkan dan memaknai pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. penerapan kurikulum ini juga memberikan kemudahan bagi penyelenggara pendidikan untuk memasukan perkembangan-perkembangan yang ada dalam masyarakat. .106 untuk menentukan rencana-rencana yang akan diajarkan sesuai kebutuhan sekarang dan yang akan datang. kepala sekolah dengan dibantu oleh wakil-wakil kepala sekolah. Dengan demikian tidak menutup kemungkinan untuk tercipta kurikulum yang idealis. nilai. Selain itu. khususnya pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen. guru. maka dalam pelaksanaannya pun harus didasarkan pada 3 (tiga) landasan teoritis. dan sikap yang menonjol pada pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi. 2) pengembangan konsep belajar tuntas. dan 3) pendefinisian kembali terhadap bakat. Adanya perpaduan pengetahuan. dan sikap yang direfleksikan ke dalam kebiasaan berfikir dan bertindak.

107 Hal tersebut juga dibenarkan oleh informan penelitian II (B) mengenai persiapan dan pemaknaan terhadap implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi. nyaman. . 2. Berkaitan dengan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. Melakukan peningkatan mutu pendidikan yang dapat dicapai oleh sekolah melalui kemandirian dan inisiatif kepala sekolah dan orangorang yang terkait di instansi sekolah dalam mengelola dan memberdayakan sumber-sumber yang tersedia. Menumbuhkan kemandirian dan ketidak tergantungan di kalangan warga sekolah agar memiliki jiwa kewirausahaan yang tinggi. Melakukan peningkatan efisiensi dan efektifitas pengelolaan dan penggunaan sumber-sumber pendidikan melalui pembagian tanggung jawab yang jelas. Persiapan itu antara lain dengan cara mensosialisasikan kurikulum tersebut kepada orang-orang yang terkait di instansi sekolah dan mempersiapkan sarana prasarana. 6. alat dan bahan yang dibutuhkan dalam kegiatan belajar mengajar. 3. maka secara garis besar persiapanpersiapan tersebut dapat dilakukan dengan cara : 1. serta tertib. dan demokratis. transparan. Melakukan proses evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan. Melakukan peningkatan perhatian serta partisipasi warga dan masyarakat sekitar sekolah dalam penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran yang dicapai melalui pengambilan keputusan bersama. 5. Mewujudkan proses belajar mengajar yang efektif dan menciptakan iklim sekolah yang aman. 4.

seminar. pemeliharaan. Berdasarkan pemaparan dari ke-tiga informan (A. Sosialisasi kurikulum SMK edisi 2004 . Pengelolaan sarana dan sumber belajar mulai dari pengadaan. sosialisasi ini dapat pula digunakan untuk memasyarakatkan program pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. Selain itu. penataran. baik di sekolah ataupun di masyarakat melalui berbagai kegiatan-kegiatan seperti : pertemuan. dan sebagainya. Pemaparan (A dan B) dibenarkan dan dikuatkan oleh (C) yaitu bahwa persiapan-persiapan yang dilakukan terhadap implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi di SMK Yapek Gombong Kebumen perlu dilaksanakan secara optimal dalam rangka untuk mencapai hasil belajar yang maksimal. B.108 7. C) dapat disimpulkan bahwa persiapan dan pemaknaan terhadap implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen sangat penting guna memasyarakatkan pelaksanaan kurikulum tersebut di lingkungan sekolah. Persiapan-persiapan yang dilakukan dengan cara mensosialisasikan kurikulum SMK edisi 2004 kepada orang-orang yang terkait di instansi sekolah sangat penting. perbaikan hingga pengembangan. pelatihan. Hal ini bertujuan untuk mengenalkan dan menerapkan kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi di kehidupan sekolah agar tidak terjadi tumpang tindih antara yang satu dengan yang lain.

seminar. Kepala sekolah sebagai penanggung jawab pelaksanaan kurikulum di sekolah dan berperan sebagai pembina kurikulum serta koordinator pembinaan kurikulum. Dengan demikian. maka dapat saling bekerja sama dalam pembuatan berbagai keputusan dan saling memahami. wakil kepala sekolah bidang kurikulum. peran serta dari kepala sekolah. Selain itu. penataran. wakil kepala sekolah bidang kurikulum. dan siswa-siswi merupakan aspek penting dalam mengimplementasikan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. Peran Serta Orang-orang yang Terkait Dalam Instansi Sekolah terhadap Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004 Melalui Pendekatan Kurikulum Berbasis Kompetensi pada Matadiklat Siklus Akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen Peran serta dari orang-orang yang terkait di instansi sekolah terhadap implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi seperti kepala sekolah. maka kepala sekolah harus dapat menciptakan hubungan baik antara orang-orang yang terkait di instansi sekolah terhadap implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi secara efektif. maka . Dengan adanya peran serta dari orang-orang tersebut. guru. mengawasi. 2. guru. dan siswa-siswi terhadap implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi bertujuan untuk memajukan kualitas pembelajaran dan pertumbuhan anak serta meningkatkan kualitas hidup. dan membantu sekolah dalam pengelolaan kegiatan belajar mengajar. dan pertemuan-pertemuan dengan tokoh-tokoh pendidikan.109 yang berbasis kompetensi dapat dilakukan melalui rapat rutin.

Peran serta tersebut diperlukan juga dalam rangka peningkatan mutu pelayanan pendidikan sehingga tercipta kondisi yang memenuhi standar minimal. bahkan bentuk kerja sama juga sudah dibentuk dengan badan yang berdiri sendiri yaitu komite sekolah. dan guru terjalin dengan baik.D3. Hal ini juga dituturkan oleh (B) bahwa kerja sama yang terbentuk dengan orang-orang yang terkait di instansi sekolah terhadap implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang berpendekatan kurikulum berbasis kompetensi sangat erat.110 sekolah dalam hal kerja sama dengan orang-orang yang terkait di instansi sekolah akan terlihat unsur transparan. Pendapat-pendapat tersebut diperkuat lagi melalui pendapat (D1. Dari pendapat (A dan B) dipertegas oleh pendapat (C) yaitu bahwa kerja sama dengan orang-orang yang terkait di instansi sekolah terhadap implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi sagat erat hubungannya.D4. peran serta dari orang tersebut merupakan peran yang sangat penting. partisipasi langsung dalam kegiatan pendidikan ataupun dalam bentuk bantuan sarana dan prasarana. wakil kepala sekolah bidang kurikulum.D5. baik dalam bentuk gagasan/ pemikiran.D6) bahwa kerja sama antara kepala sekolah.D2. Berkaitan dengan dunia pendidikan. . sehingga pelaksanaan kurikulum ini dapat terlaksana dengan baik dan sesuai peraturan-peraturan dari Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Menengah dan Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan.

111 Adanya peran serta dari orang-orang yang terkait di instansi sekolah dapat menimbulkan beberapa kelebihan dan kelemahan. sehingga terjadi perubahan perilaku ke arah yang lebih baik. Pelaksanaan Proses Belajar Mengajar Dengan Menggunakan Kurikulum SMK Edisi 2004 Melalui Pendekatan Kurikulum Berbasis Kompetensi pada Matadiklat Siklus Akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen Belajar juga merupakan kegiatan aktif siswa dalam membangun makna atau pemahaman. Sedangkan pembelajaran pada hakekatnya adalah proses interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya. monitoring. maka akan menimbulkan permasalahan dan pro kontra antara sekolah dengan komponen-komponen pendidikan. wakil kepala sekolah bidang kurikulum. Dalam . Sedangkan kelemahan dari peran serta orang-orang tersebut dalam penyelenggaraan pendidikan adalah apabila kurang saling pengertian. 3. Hal ini terbukti pada pendayagunaan potensi dalam kelancaran penyelenggaraan pendidikan di sekolah sehingga pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen sudah terlaksana dengan baik dan dapat mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. dan evaluasi dapat terjalin secara kebersamaan. maka dapat disimpulkan bahwa peran serta antara kepala sekolah. guru. dan siswa-siswi SMK Yapek Gombong Kebumen sudah terjalin baik. Kelebihan tersebut adalah bahwa dalam penyelenggaraan pendidikan yang menyangkut pengambilan keputusan. Dari berbagai pendapat para informan yang telah memberikan pernyataan.

Tanggung jawab belajar berada pada diri siswa. sehingga mendorong individu untuk belajar sepanjang hayat dan mewujudkan masyarakat belajar. Kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan adalah pembelajaran yang memberdayakan semua potensi peserta didik untuk menguasai kompetensi yang diharapkan. dan tanggung jawab siswa untuk belajar. b) mengembangkan kreativitas peserta didik. Oleh karena itu. serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga mampu mengembangkan diri sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan dunia kerja.112 interaksi tersebut banyak faktor yang mempengaruhi. d) mengembangkan beragam kemampuan yang bermuatan nilai. tetapi guru juga harus bertanggung jawab untuk menciptakan situasi yang mendorong prakarsa. c) menciptakan kondisi menyenangkan dan manantang. dan f) belajar melalui . baik faktor internal yang datang dari dalam diri individu maupun faktor eksternal yang datang dari luar lingkungan. Secara umum kegiatan belajar mengajar dilandasi oleh prinsipprinsip seperti : a) berpusat pada siswa. motivasi. e) menyediakan pengalaman belajar yang beragam. maka dalam proses pembelajaran tugas guru yang paling utama adalah mengkondisikan lingkungan agar menunjang terjadinya perubahan perilaku bagi peserta didik dan memberikan dorongan kepada siswa untuk menggunakan seluruh kompetensinya. Sedangkan proses pembelajaran di sekolah dimaksudkan untuk mengembangkan potensi akademis dan kepribadian siswa.

b) kompetensi dasar yang akan dicapai. 4) Untuk mengetahui darimana seharusnya proses pembelajaran dimulai. yaitu a) pre tes. 2) Untuk mengetahui tingkat kemajuan peserta didik sehubungan dengan proses pembelajaran yang dilakukan. dan d) sistem evaluasi. suatu pre tes mempunyai peranan yang cukup penting. Adapun pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi mencakup 3 hal pokok. b. b) proses. yakni bagaimana tujuan-tujuan belajar direalisasikan melalui modul. dan c) pos test. Sedangkan kegiatan belajar mengajar yang berbasis kompetensi dilandasi oleh: a) standar kompetensi. a.113 berbuat. Pre Tes (Tes Awal) Dalam menjajagi proses pembelajaran yang akan dilaksanakan. Proses Proses disini dimaksudkan sebagai kegiatan inti dari pelaksanaan proses pembelajaran. Adapun fungsi dari pre tes tersebut antara lain : 1) Untuk menyiapkan peserta didik dalam proses belajar. tujuan-tujuan mana yang telah dikuasai peserta didik dan tujuan-tujuan mana yang perlu mendapat penekanan dan perhatian khusus. c) strategi pencapaian. 3) Untuk mengetahui kemampuan awal yang telah dimiliki peserta didik mengenai bahan ajaran yang akan dijadikan topik dalam proses pembelajaran. Proses pembelajaran perlu dilakukan .

c. menghasilkan output yang banyak dan bermutu tinggi. Fungsi pos test tersebut diantaranya yaitu : a) Untuk mengetahui tingkat penguasaan peserta didik terhadap kompetensi yang telah ditentukan. dan pembangunan.114 dengan tenang dan menyenangkan. baik secara individu maupun kelompok. suatu proses pembelajaran dikatakan berhasil dan berkualitas apabila masukan merata. baik fisik mental maupun sosial dalam proses pembelajaran. serta sesuai dengan kebutuhan. b) Untuk mengetahui kompetensi dan tujuan-tujuan yang dapat dikuasai oleh peserta didik serta kompetensi dan tujuan-tujuan yang belum dikuasainya. Kualitas pembelajaran dapat dilihat dari segi proses dan hasil. Sama halnya dengan pre tes. perkembangan masyarakat. Oleh sebab itu. bahkan menuntut aktivitas dan kreativitas guru dalam menciptakan lingkungan yang kondusif. Sedangkan dari segi hasil. Dari segi proses. . Pos Test Pada umumnya pelaksanaan pembelajaran diakhiri dengan pos test. proses pembelajaran dikatakan berhasil apabila terjadi perubahan perilaku yang positif pada diri peserta didik seluruhnya atau setidak-tidaknya sebagian besar 75 %. pembelajaran dikatakan berhasil dan berkualitas apabila seluruhnya atau setidak-tidaknya sebagian besar 75 % peserta didik terlibat secara aktif. pos test juga memiliki banyak kegunaan. terutama dalam melihat keberhasilan pembelajaran.

D2.115 c) Untuk mengetahui para peserta didik yang perlu mengikuti kegiatan remedial dan peserta didik yang perlu mengikuti kegiatan pengayaan serta untuk mengetahui tingkat kesulitan dalam mengerjakan modul (kesulitan belajar). C) yang juga dibenarkan oleh (D1. d) Sebagai bahan acuan untuk melakukan perbaikan terhadap komponen-komponen modul dan proses pembelajaran yang telah dilaksanakan. 2) . D6) yaitu dengan memperbanyak praktek yang mengacu pada modul bahan ajar dan memperbanyak soal-soal latihan dengan penekanan pada praktek studi kasus. maka proses belajar mengajar yang baik menurut pendapat (A. D3. B. melainkan penguasaan praktek yang dapat dilakukan melalui latihan-latihan soal. Dengan diberlakukannya kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi. D4. setidaknya ada aspek utama yang diungkap dalam penelitian ini. pelaksanaan maupun evaluasi. L. baik terhadap perencanaan. TRIANGULASI Dalam konteks implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen. Dengan demikian. yakni : 1) implementasi kurikulum SMK edisi 2004. maka metode belajar yang sesuai dengan kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi adalah dengan cara tidak memberi materi yang sebanyak-banyaknya kepada siswa. D5.

permasalahan yang ditelaah dalam implementasi kurikulum SMK edisi 2004 merupakan satu sistem yang saling berhubungan. Persiapan-persiapan tersebut merupakan tugas utama bagi kepa sekolah yang berkedudukan sebagai pemimpin dalam mengkoordinator pengelolaan sekolah. makna implementasi kurikulum SMK edisi 2004. Dengan adanya sarana dan prasarana yang dapat mendukung berjalannya penerapan kurikulum SMK edisi 2004. dan waktu pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004. wakil kepala sekolah bidang kurikulum. maka usaha keras dan kerjasama yang kuat juga merupakan salah satu ciri khas dari pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004. persiapan-persiapan yang telah dilakukan bertujuan untuk mencapai hasil yang optimal dan sesuai dengan tujuan yang diharapkan sebelumnya. dan 3) proses belajar mengajar yang baik. Persiapan implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang dilakukan di SMK Yapek Gombong Kebumen ditandai dengan penyiapan sarana dan prasarana sebagai penunjang keberhasilan dari pelaksanaan kurikulum tersebut. Meskipun demikian. jika dianalisis lebih mendalam akan menemukan berbagai gambaran mengenai implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi di SMK Yapek Gombong Kebumen. kepala sekolah dalam melaksanakan tugas utamanya selalu melibatkan orang-orang yang berkedudukan .116 peran serta kepala sekolah. Secara integratif. Dari beberapa permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini. siswa. guru matadiklat. Pada umumnya. diantaranya yaitu dalam hal persiapan.

maka wakilwakil kepala sekolah.117 dibawahnya. “Bagaimanapun juga. Hal tersebut langsung ditanggapi oleh guru matadiklat : “memang kedudukan saya sebagai guru matadiklat hanya sebagai fasilitator. semua informan penelitian mengungkapkan bahwa waktu pelaksanaan kurikulum tersebut dimulai pada awal tahun pembelajaran 2004/2005. menurutnya apa yang dilakukan kepala sekolah adalah merupakan bentuk kerjasama yang harus dibina secara erat guna mencapai keberhasilan secara maksimal. guru. staf. Dengan demikian. Fenomena tersebut ditanggapi oleh wakil kepala sekolah bidang kurikulum. Informan penelitian kepala sekolah dan wakil kepala sekolah bidang kurikulum mengatakan bahwa guru matadiklat bertindak sebagai fasilitator. namun dalam hal ini kepala sekolah beserta informan penelitian yang lainnya juga menyadari bahwa dalam melaksanakan kurikulum SMK edisi 2004 setiap guru hendaknya benar-benar . dan siswa-siswi juga terlibat didalamnya” (B). Mengenai makna implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan KBK. Meskipun kurikulum SMK edisi 2004 merupakan bentuk penyempurnaan dari kurikulum SMK edisi 1999. sehingga peserta didik dalam menguasai masing-masing kompetensi dituntut adanya kemandirian dan keaktifan dari diri sendiri” (C). pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 ini merupakan tanggung jawab bersama. semua informan penelitian memaknai implementasi kurikulum SMK edisi 2004 sebagai proses awal dari perubahan kurikulum SMK edisi 1999 menjadi kurikulum SMK edisi 2004 yang lebih difokuskan pada kemandirian dan keaktifan masing-masing siswa dalam menguasai materi dari kompeten per kompeten. Berkenaan dengan waktu pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekaran KBK.

informan (B) menyatakan bahwa implementasi hasil pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 merupakan hasil penyempurnaan dari kurikulum SMK edisi 1999. informan penelitian (C) juga lebih menitikberatkan dalam hal ketersediaan sarana dan prasarana penunjang seperti . waktu.118 memperhatikan situasi dan kondisi sekitar. seyogyanya dilaksanakan dengan baik dan selalu berpedoman pada modul-modul yang diberlakukan oleh Dinas Pendidikan Nasional Dirjen Dikdasmen Dikmenjur. Sehubungan dengan implementasi hasil pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004. waktu. wakil kepala sekolah bidang kurikulum. guru matadiklat. dana. Dari beberapa pernyataan di atas dapat dipahami bahwa pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 yang masih baru ini. penambahan modul sebagai bahan ajar. baik itu tenaga. maupun keadaan siswa itu sendiri. yaitu kepala sekolah. Terhadap pernyataan tersebut. konsistensi komponen-komponen tersebut diawali adanya pemaknaan terhadap pemberlakuan kurikulum SMK edisi 2004 yang dilaksanakan dengan tepat dan sesuai tujuan pendidikan nasional. sehingga pada pelaksanaannya sudah berjalan dengan baik. Selanjutnya. pemikiran. pikiran. dan siswa-siswi. tenaga. keberhasilan implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan KBK sangat tergantung dari konsistensi komponen yang terkait. Secara logis. informan penelitian (A) mengatakan bahwa guru matadiklat sudah berusaha menjalankan tugas mengajar dengan baik dan sesuai peraturanperaturan yang berlaku. . hanya saja masih perlu ditambah beberapa modul sebagai bahan ajar. dan biaya. Dalam konteks yang aplikatif.

119 Perlunya ketersediaan sarana dan prasarana terhadap implementasi hasil pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan KBK dikatakan pula oleh kepala sekolah. baik kepala sekolah maupun informan penelitian yang lain sama-sama melaksanakan evaluasi. Mengacu pada uraian di atas. biaya. Dalam pelaksanaannya. maka akan berdampak positif bagi proses evaluasi pelaksanaan implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan KBK. khususnya pada matadiklat siklus akuntansi. implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan KBK pada matadiklat siklus akuntansi mampu mencapai hasil belajar sesuai dengan . yaitu: “Sarana dan prasarana seperti : penambahan modul. Menanggapi hal tersebut di atas. Adapun proses evaluasi tersebut digunakan untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan tujuan yang telah dicapai. pikiran. yaitu dari kompetensi per kompetensi. maka dapat dipahami bahwa secara teoritis. maka dapat dipahami bahwa proses belajar mengajar yang baik yaitu apabila siswa sudah dapat menguasai materi dari masing-masing kompeten per kompeten secara aktif dan mandiri. melainkan bertahap. waktu. dan penyediaan ruangan praktek yang memadai merupakan sarana penunjang untuk mencapai suatu keberhasilan” (A). dan sekolah kejuruan lain pada umumnya. Dengan demikian. tenaga. Menurut informan penelitian (A) wujud evaluasi dari implementasi kurikulum SMK edisi 2004 tidak dilakukan secara global. Dengan berjalannya proses belajar mengajar yang baik. maka implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan KBK pada matadiklat siklus akuntansi mampu memberikan kontribusi bagi upaya peningkatan proses belajar mengajar di SMK Yapek Gombong Kebumen khususnya.

sehingga dapat mengembangkan kemampuan afektif. . kognitif. dan psikomotorik.120 tujuan pendidikan nasional dan mampu menciptakan keaktifan serta kemandirian pada tiap-tiap peserta didik dalam menguasai materi dari kompeten per kompeten.

yaitu sebagai upaya untuk lebih meningkatkan kualitas kelulusan sekolah menengah kejuruan. namun pelaksanaannya sudah berjalan baik dan sesuai dengan peraturan dan petunjuk-petunjuk yang diatur oleh Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Menengah. 121 . Hal ini terbukti bahwa proses belajar mengajar yang dilakukan sesuai dengan persiapan-persiapan yang telah direncanakan sebelumnya. membentuk pribadi yang mandiri. dan mampu menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat dan warga negara. dan baru dilaksanakan pada awal tahun pelajaran 2004/2005 yang merupakan bagian dari rencana jangka panjang. Melalui kurikulum ini diharapkan agar jajaran pendidikan menengah kejuruan lebih mampu mengembangkan potensi anak didik. dan Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan tahun 2004. Simpulan Berdasarkan analisis data seperti terurai di atas. Implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat di SMK Yapek Gombong Kebumen merupakan penyempurnaan dari kurikulum SMK edisi 1999. sehingga siap untuk bekerja. Meskipun implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen baru diberlakukan pada awal tahun ajaran 2004/2005.121 BAB V SIMPULAN DAN SARAN A. maka peneliti dapat menyimpulkan hal-hal sebagai berikut : 1.

dan pikiran tanpa mengenal lelah. . Sebagai wujud nyata yaitu kepala sekolah. khususnya pada matadiklat siklus akuntansi merupakan suatu dukungan yang sangat menunjang keberhasilan dalam mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan sesuai dengan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 3. Dengan demikian. Dengan diberlakukannya kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. maka proses belajar mengajar yang baik dengan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. tenaga. wakil kepala sekolah bidang kurikulum. khususnya pada matadiklat siklus akuntansi adalah dengan memperbanyak praktek studi kasus dengan berpedoman pada modul bahan ajar. wakil kepala sekolah bagian kurikulum. guru matadiklat siklus akuntansi dan siswa-siswi SMK Yapek Gombong Kebumen terhadap implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. Peran serta dari kepala sekolah.122 2. 20 tahun 2003. maka dalam proses belajar mengajar kedudukan guru hanya sebagai fasilitator. Kurikulum SMK edisi 2004 ini juga memberikan kesempatan yang lebih luas kepada peserta didik untuk belajar secara aktif dan mandiri tanpa didampingi oleh guru dengan cara menggunakan modul bahan ajar. dan guru matadiklat rela mengorbankan waktu.

123 B. 3. Saran Berdasarkan simpulan di atas. dari pihak sekolah agar tetap menyediakan modul bahan ajar sesuai dengan kebutuhan siswa dan selalu menjalin kerja sama dengan dunia industri/ usaha. maka pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 ini mampu meluluskan siswa-siswi yang berkompeten dan banyak dibutuhkan oleh dunia industri/ usaha. Dengan demikan. Berkaitan dengan peran serta dari pihak-pihak yang bersangkutan di instansi sekolah terhadap implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen diharapkan agar tetap berpartisipasi dan mendukung diberlakukannya kurikulum SMK edisi 2004 dengan cara selalu menjalankan tugas dan kewajiban sesuai dengan bidangnya masing-masing dan membantu berbagai hal yang diperlukan guna terlaksananya kurikulum tersebut. saran yang diajukan adalah : 1. sehingga setiap siswa dapat melaksanakan praktek studi kasus sesuai program keahliannya masing-masing. Sehubungan dengan implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen. perlu kiranya untuk selalu dipertahankan dan selalu menjalin kerja sama dengan pihak luar seperti dunia industri/ usaha. Dalam melaksanakan proses belajar mengajar yang menggunakan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen. . 2.

1993. Dinas Pendidikan Nasional Dirjen Dikdasmen Dikmenjur. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta : UI Press. Bandung : Remaja Rosdakarya.124 DAFTAR PUSTAKA Abdullah. http : // www. Jakarta : Depdikbud. Kualitatif Dasar-dasar Penelitian (Terjemahan A. 1999. Michael. 2003. 2004. Jakarta : Gaya Media Pratama. 2003. Jakarta : Badan Penelitian dan Pengembangan Depdiknas. S.id E. 1985. Nasution. Pengembangan Kurikulum.or. Modul I. Nasution. Pengembangan Kurikulum. Asas-Asas Kurikulum. Kaber. Tidak Dipublikasikan. Achasius. 1999. Arikunto. Miles. Strategi dan Langkah-langkah Penelitian. dan III Kurikulum SMK edisi 2004. Mulyasa. Kurikulum Berbasis Kompetensi. Depdiknas. 1998. 1988. 1990. Gramedia. Nugroho. Robert dan Steven J. Munandar SC Utami. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. Jakarta : PT. 1991. Moleong. Surabaya : Usaha Nasional. Jakarta : Depdiknas Download. Khozin Afendi). Licoln & Guba. Part Analysis (Terjemahan Nasution). Jakarta : UI Press. Jakarta : Bumi Aksara. . 2001. Maman. Petunjuk Bagi Guru dan Orangtua. Matthew B dan Huberman. Jakarta : PT Rineka Cipta. Idi.puskur. Bogdan. S. Mengembangkan Bakat dan Kreatifitas Anak Sekolah. Semarang : IKIP Semarang Press. Bandung : Citra Aditya. Analisis Data Kualitatif (Terjemahan Tjetjep Rohendi Rohidi). II. 1992. Rahman. 2002. Metode Penelitian Kualitatif. Suharsimi. Lexy J. 1993. Hasil Penelitian (Ruang Hidup Psikologis dan Kinerja Guru SD di Jateng 1993/1994). Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional. Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktik.

Skripsi. Semarang : IKIP Semarang Press. Semarang : Universitas Negeri Semarang. Skripsi. 1989. Manajemen Kurikulum Sekolah di SLTP I Wonosobo. Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum di Sekolah. Nana. . Kesiapan Pengembangan Kurikulum Model Grass Roots Dalam Rangka Otonomi Daerah. Semarang : Universitas Negeri Semarang. Waluyo. Tim. Tim Pengembang MKDK IKIP Semarang.125 Sudjana. Kebumen : SMK Yapek Gombong Kebumen. 2002. Utanto. 2004. Yuli. 2002. 1995. Jakarta : Balai Pustaka. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Edi. 2002. Bandung : Sinar Baru Algensindo. Proses Belajar Mengajar dan Prinsip-prinsip Belajar. Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Profil Sekolah Menengah Kejuruan Yapek Gombong Kebumen.

126 .

Lampiran 2 127 .

Indikator Penelitian a). Implementasi hasil pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada siklus akuntansi. Observasi. 2). Peran serta kepala sekolah. a). Wawancara. Peran serta kepala sekolah.128 Lampiran 3 KISI-KISI DAN LAY OUT INSTRUMEN PENELITIAN Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004 Melalui Pendekatan Kurikulum Berbasis Kompetensi pada Matadiklat Siklus Akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen Tahun Pelajaran 2004/2005 Fokus Penelitian (Aspek-aspek yang Diungkap) 1). wakil kepala sekolah bidang kurikulum. Makna implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi. guru matadiklat. dan siswa-siswi terhadap implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi. wakil kepala sekolah bidang kurikulum. b). Instrumen Penelitian Wawancara Wawancara Nomor Item A 1a A 1b c). guru matadiklat. Persiapan b). Pelaksanaan proses belajar mengajar yang baik. Implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada mata pelajran siklus akuntansi. Observasi A 2b B1 3). Wawancara A 1c Wawancara A 2a b). Evaluasi pelaksanaan kurikulum SMK Wawancara. Pelaksanaan proses belajar mengajar yang baik dengan menggunakan kurikulum SMK edisi 2004 yang berpendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi. Dokumentasi A 3a B2 C1 A 3b B3 . Wawancara. a). edisi 2004 melalui Observasi pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi. dan siswa-siswi. Waktu pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurkulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi.

a. Bagaimana persiapan kepala sekolah dalam mengimplementasikan kurikulum SM edisi 2004 melalui pendekatan kurkulum berbasis kompetensi. Bagaimana anda memaknai implementasi kurkulum SMK edisi 2004 yang berpendekatan kurkulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen ? c. Sejak kapan implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang berpendekatan kurikulum berbasis kompetensi. dan siswa terhadap implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SM Yapek Gombong Kebumen. dan siswa-siswi dalam mengimplementasikan hasil pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen ? 3. dan siswa-siswi SMK Yapek Gombong Kebumen yang sedang menempuh matadiklat siklus akuntansi terhadap implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. khususnya pada matadiklat siklus akuntansi. Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004 Melalui Pendekatan Kurikulum Berbasis Kompetensi pada Matadiklat Siklus Akuntansi. Pelaksanaan Proses Belajar Mengajar a. wakil kepala sekolah bagian kurikulum. khususnya pada matadiklat siklus akuntansi di Smk Yapek Gombong Kebumen ? b. Dengan menggunakan kurkulum SMK edisi 2004 yang berpendekatan kurikulum berbasis kompetensi. guru matadiklat. menurut Anda bagaimana proses belajar mengajar yang baik ? . wakil kepala sekolah bagian kurikulum. khususnya pada matadiklat siklus akuntansi ? b.129 A. Bagaimana peran serta kepala sekolah. guru matadiklat siklus akuntansi. DRAF PEDOMAN WAWANCARA Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004 Melalui Pendekatan Kurikulum Berbasis Kompetensi pada Matadiklat Siklus Akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen Tahun Pelajaran 2004/2005 1. a. Peran serta kepala sekolah. wakil kepala sekolah bidang kurikulum. khususnya pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen dimulai ? 2. guru matadiklat siklus akuntansi. Sejauh mana kepala sekolah.

Proses belajar mengajar yang baik. Implementasi hasil pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen. Evaluasi terhadap implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang berpendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen. 3.130 b. . 2. DRAF PEDOMAN OBSERVASI Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004 Melalui Pendekatan Kurikulum Berbasis Kompetensi pada Matadiklat Siklus Akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen Tahun Pelajaran 2004/2005 1. khususnya pada matadiklat siklus akuntansi dengan menggunakan kurikulum SMK edisi 2004 yang berpendekatan kurikulum berbasis kompetensi. Sejauh mana proses evaluasi implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen ? B.

. DRAF PEDOMAN DOKUMENTASI Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004 Melalui Pendekatan Kurikulum Berbasis Kompetensi pada Matadiklat Siklus Akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen Tahun Pelajaran 2004/2005 1. Dokumen/gambar mengenai waktu/situasi pelaksanaan observasi. Kegiatan belajar mengajar di kelas dengan menggunakan kurikulum SMK edisi 2004 yang berpendekatan KBK pada matadiklat siklus akuntansi.131 C. 2.

Informan Penelitian IV (Siswa/D1) Nama : Ratih Tempat/ Tgl Lahir : Kebumen. S. 11 Juni 1989 Jenis Kelamin : Perempuan Jabatan : Siswa I AK 1 Agama : Islam Alamat : Penimbun RT 03/ III Krajen Karanganyar Kebumen 5.Pd Tempat/ Tgl Lahir : Purworejo. Informan Penelitian II (Waka Bidang Kurikulum/B) Nama : Sri Ariyani. Informan Penelitian III (Guru Matadiklat/C) Nama : Musriyati. 29 Februari 1968 Jenis Kelamin : Perempuan Jabatan : Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Agama : Islam Alamat : Gg. 7 Oktober 1979 Jenis Kelamin : Perempuan Jabatan : Guru Mata Diklat Siklus Akuntansi Agama : Islam Alamat : Kemujen Adimulyo Kebumen 4. Informan Penelitian V (Siswa/D2) Nama : Warti Agustina Tempat/ Tgl Lahir : Kebumen.Pd Tempat/ Tgl Lahir : Kebumen. 29 Agustus 1989 Jenis Kelamin : Perempuan Jabatan : Siswa Kelas I AK 1 Agama : Islam Alamat : Wonokriyo RT 01/VI Gombong Kebumen . Informan Penelitian I (Kepala Sekolah/A) Nama : Drs. Bogowonto No. 18 Desember 1964 Agama : Islam Alamat : RT 02/ IV Tangeran Sruweng Kebumen 2. S.132 Lampiran 4 BIODATA INFORMAN PENELITIAN 1. Agus Supriyanto Jabatan : Kepala Sekolah Jenis Kelamin : Laki-laki Tempat/ Tgl Lahir : Kebumen. 5A Rt 01/I Wero Gombong Kebumen 3.

21 April 1989 Jenis Kelamin : Perempuan Jabatan : Siswa Kelas I AK 2 Agama : Islam Alamat : Kalitengah RT 03/ VI Gombong Kebumen 7. 27 Juli 1989 Jenis Kelamin : Perempuan Jabatan : Siswa Kelas I AK 3 Agama : Islam Alamat : Banjareja RT 01/ V Kuwarasan Kebumen . Informan penelitian IX (Siswa/D6) Nama : Siti Umi Rukoyah Tempat/ Tgl Lahir : Kebumen. Informan Penelitian VII (Siswa/D4) Nama : Kuswati Tempat/ Tgl Lahir : Kebumen. 24 Agustus 1989 Jenis Kelamin : Perempuan Jabatan : Siswa Kelas I AK 2 Agama : Islam Alamat : Gunung Mujil RT 03/ VI Kuwarasan Kebumen 8. Informan Penelitian VI (Siswa/D3) Nama : Reni Purwasih Tempat/ Tgl Lahir : Kebumen. 16 Mei 1989 Jenis Kelamin : Perempuan Jabatan : Siswa Kelas I AK 3 Agama : Islam Alamat : Kenteng RT 02/ I Sempor Kebumen 9.133 6. Informan Penelitian VIII (Siswa/D5) Nama : Eti Astuti Tempat/ Tgl Lahir : Kebumen.

134 Lampiran 5 .

135 .

136

137 Lampiran 6 HASIL DOKUMENTASI DI SMK YAPEK GOMBONG KEBUMEN

Pintu Gerbang SMK YAPEK

Tujuan SMK YAPEK

Visi dan Misi SMK YAPEK

138

Ruang Praktek Perbankan

Ruang Praktek Komputer

Ruang Praktek Pertokoan

Siswi .139 Wawancara dengan Kepala Sekolah Wawancara dengan Waka Kurikulum Wawancara dengan Guru Matadiklat Wawancara dengan Siswa – Siswi Wawancara dengan Siswa .

140 Kegiatan Belajar Mengajar di Kelas Kegiatan Belajar Mengajar di Kelas .

141 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->