IMPLEMENTASI KURIKULUM SMK EDISI 2004 MELALUI PENDEKATAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI PADA MATADIKLAT SIKLUS AKUNTANSI

(Studi Kasus di SMK Yapek Gombong Kebumen Tahun Pelajaran 2004/2005)

Skripsi

Diajukan dalam rangka menyelesaikan Studi Strata I untuk mencapai gelar Sarjana Pendidikan

Disusun Oleh: Nama NIM : Dwi Marwati : 1102401002

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN KURIKULUM DAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN 2005 1

2

PERSETUJUAN PEMBIMBING

Skripsi ini telah disetujui oleh pembimbing untuk diajukan ke sidang panitia ujian skripsi pada:

Hari Tanggal

: Rabu : 27 Juli 2005

Pembimbing I

Pembimbing II

Drs. Achmad Munib, S.H, M.Si NIP. 130371112

Drs. Haryanto NIP. 131404301

Mengetahui, Ketua Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan

Drs. Haryanto NIP. 131404301

ii

3

PENGESAHAN KELULUSAN

Skripsi ini telah dipertahankan di depan Sidang Panitia Ujian Skripsi Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang pada : Hari Tanggal : Selasa : 23 Agustus 2005

Panitia Ujian Ketua Sekretaris

Drs. Siswanto, M.M NIP. 130515769 Pembimbing I

Dra. Hj. Nurussa’dah, M.Si NIP. 131469642 Anggota Penguji Penguji I

Drs. Achmad Munib, S.H., M. Si NIP. 130371112 Pembimbing II

Dra. Hj. Nurussa’dah, M. Si NIP. 131469642 Penguji II

Drs. Haryanto NIP. 131404301

Drs. Achmad Munib, S.H., M. Si NIP. 130371112 Penguji III

Drs. Haryanto NIP. 131404301

iii

Achmad Munib S. Haryanto Dosen Pembimbing II. Semarang. ………… 2005 Dwi Marwati NIM.4 PERNYATAAN.H. baik sebagian atau seluruhnya. Pendapat atau temuan orang lain yang terdapat dalam skripsi ini dikutip atau dirujuk berdasarkan kode etik ilmiah. Saya menyatakan bahwa yang tertulis di dalam skripsi atau tugas akhir ini benarbenar hasil karya sendiri dengan sumbangan pemikiran dari Drs.Si Dosen Pembimbing I dan Drs. 1102401002 iv . bukan jiplakan dari karya tulis orang lain. M.

Drs. dan jangan menangani suatu pekerjaan kecuali yang Anda benar-benar ahli dalam bidangnya. S. Achmad Munib. skripsi ini penulis persembahkan kepada : Ibunda dan Ayahanda tercinta yang telah memberikan doa. Jangan menjanjikan sesuatu di luar kesanggupan Anda. Haryanto. Jangan memaksakan diri di luar kemampuan. dan segalanya.Si dan Drs. M. Jangan membelanjakan untuk sesuatu. Jangan menuntut imbalan kecuali yang sesuai pekerjaan.H. Suamiku tercinta ( Jupri. cinta. S. Jangan mencampuri urusan yang tidak Anda kuasai dan tidak menyangkut Anda.5 MOTTO Segala problema yang ada di dunia ini akan mudah terpecahkan selama kita tetap berusaha dan berdoa kepada Allah SWT. Budi. Restin. Teman-teman Venus Cost & Hidayah Cost. PERSEMBAHAN Dengan mengucap rasa syukur Alkhamdulillah kepada Allah SWT. kecuali sesuai dengan kemanfaatan (kebutuhan). Teman-teman seperjuanganku “Angakatan 2001” Jurusan Kurtekdik.E ) Anakku tersayang ( Iraya Febri Anggana ) Kakakku (Mba Yuni & Mas Budi) dan Adik-adikku (Sutri. kasih sayang. Barang siapa tidak berani berjuang. SMK Yapek Gombong Kebumen Almamater UNNES v . dan Riska). maka dia tidak akan meraih citacitanya.

Achmad Munib. M. 2) bagaimana peran serta kepala sekolah dan orang-orang yang terkait di instansi sekolah dalam memahami kurikulum SMK edisi 2004 yang berpendekatan kurikulum berbasis kompetensi. 2005. dan menghilangkan birokrasi yang tumpang tindih. Dosen Pembimbing I Drs. S. sehingga dapat membangkitkan motivasi kerja yang lebih produktif. Haryanto. implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang menggunakan pendekatan kurikulum berbasis kompetensi juga menuntut adanya dukungan tenaga kerja yang terampil dan berkualitas. Penyempurnaan/ perbaikan pendidikan tersebut berupa perubahan kurikulum. Dalam hal ini. memberdayakan otoritas daerah setempat. perubahan atau perkembangan pendidikan adalah hal yang memang seharusnya terjadi sejalan dengan perubahan budaya kehidupan. dituntut pula kemandirian dan kreativitas sekolah dalam menjalankan pendidikan dan pembelajaran dibalik otonomi yang dimilikinya.Si. yaitu kurikulum SMK edisi 2004 yang merupakan hasil penyempurnaan dari kurikulum SMK edisi 1999.6 SARI Dwi Marwati. Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang. Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004 Melalui Pendekatan Kurikulum Berbasis Kompetensi pada Matadiklat Siklus Akuntansi di SMK Yapek Gombong kebumen Tahun Ajaran 2004/2005. khususnya pada mata diklat siklus akuntansi. pembimbing II Drs. ilmu pengetahuan dan teknologi. membentuk pribadi yang mandiri. Oleh karena itu. Perubahan dalam arti perbaikan pendidikan pada semua tingkat perlu terus menerus untuk dilakukan sebagai antisipasi kepentingan masa depan.H. dan mampu menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat dan warga negara. dan 3) bagaimana pelaksanaan proses belajar mengajar di kelas dengan menggunakan kurikulum SMK edisi 2004 yang vi . Kata kunci : Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004 Berbasis KBK Pendidikan adalah salah satu bentuk perwujudan kebudayaan manusia yang dinamis dan sarat untuk menuju perkembangan. Adapun tujuan penelitian ini yaitu : 1) untuk mengetahui bagaimana implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang berpendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada mata diklat siklus akuntansi. Dengan kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi diharapkan agar jajaran pendidikan menengah kejuruan mampu mengembangkan potensi peserta didik untuk bekerja. Pemikiran ini mengandung konsekuensi bahwa penyempurnaan/ perbaikan pendidikan menengah kejuruan dimaksudkan untuk mengantisipasi kebutuhan dan tantangan masa depan yang perlu dilakukan dan diselaraskan dengan perkembangan kebutuhan dunia usaha/ industri. Di samping itu. mengefesiensikan sistem.

dan siswasiswi SMK Yapek Gombong Kebumen. wawancara.7 berpendekatan kurikulum berbasis kompetensi. khususnya pada mata diklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen. guru mata diklat siklus akuntansi. Tahap-tahap penelitian yang dilakukan antara lain penelitian pra lapangan. vii . yaitu dengan dilakukan pemeriksaan keabsahan data yang menggunakan teknik triangulasi akhirnya peneliti memperoleh gambaran bahwa implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang menggunakan pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada mata diklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen telah terlaksana dengan baik sesuai dengan peraturan dan petunjuk dari Dinas Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Menengah dan Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan. Penelitian ini dilakukan di SMK Yapek Gombong Kebumen dengan mengambil informan sebanyak 9 (sembilan) orang yang terdiri dari kepala sekolah. Penulis menyarankan kepada pihak-pihak yang terkait dalam instansi sekolah seperti kepala sekolah. dan tahap analisis data. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode observasi. Sesuai dengan hasil observasi. wawancara. wakil kepala sekolah bagian kurikulum. dan siswa-siswi SMK Yapek Gombong Kebumen untuk selalu meningkatkan pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 yang sudah baik agar menjadi lebih optimal dan sempurna sesuai dengan tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. pekerjaan lapangan. dan dokumentasi. guru mata diklat siklus akuntansi. wakil kepala sekolah bagian kurikulum. dan dokumentasi yang telah dilakukan peneliti.

DR. 3. A. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada : 1. Ketua Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang sekaligus dosen pembimbing II yang telah memberikan pengarahan. 4.8 KATA PENGANTAR Puji syukur Alkhamdulillah atas rahmat dan hidayah yang dilimpahkan oleh-Nya. Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang yang telah memberikan ijin untuk mengadakan penelitian. M. maka dalam penyusunan skripsi ini penulis mendapat bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak. M. Soegito. dosen pembimbing I yang telah memberikan bimbingan. viii . Rektor Universitas Negeri Semarang yang telah memberikan ijin untuk menempuh jenjang pendidikan di perguruan tinggi. Siswanto. H. Achmad Munib. sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi yang berjudul “Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004 yang Menggunakan Pendekatan Kurikulum Berbasis Kompetensi pada Mata Pelajaran Siklus Akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen Tahun Pelajaran 2004/2005“. Drs. MM. pengarahan. SH. Drs. M. SH.Si. Drs. 2. Haryanto. Menyadari keterbatasan pengetahuan yang penulis miliki. dan saran dalam penyusunan skripsi ini.T.

Kepala sekolah SMK Yapek Gombong Kebumen yang telah memberikan ijin penelitian dan informasi yang berguna bagi penulis. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Ibu Sri Ariyani. Agus Supriyanto. Penulis 2005 ix . S. Bapak dan Ibuku. 8. 9. Semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan skripsi ini hingga selesai yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu. Semarang. 6.9 5. terima kasih atas doa dan kasih sayang serta pengertian dan perhatiannya selama ini. Amiin … Dengan penyusunan skripsi ini penulis berharap semoga skripsi ini dapat berguna dan bermanfaat bagi para pembaca. serta siswa-siswi SMK Yapek Gombong Kebumen yang telah meluangkan waktu dan memberikan informasi dalam penelitian ini. penulis menyampaikan terima kasih yang sedalam-dalamnya semoga segala kebaikan beliau mendapat imbalan yang setimpal dari Allah SWT. Seluruh Bapak dan Ibu Dosen jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan yang telah memberikan pengalaman dan ilmunya kepada penulis. Suamiku. 10. terima kasih atas suport dan kebersamaannya. Kepada beliau-beliau tersebut di atas. 7.Pd dan Bapak Ibu guru. Drs.

..................................................... i ii HALAMAN PENGESAHAN KELULUSAN .................................................................. viii DAFTAR ISI ... xvi BAB I PENDAHULUAN A... xiii DAFTAR GAMBAR ... C................................................ iv v vi KATA PENGANTAR ........................................................................................................................................................... 11 x ............................................................................. Fokus Penelitian........................ SARI ............................................. E................ Penegasan Istilah............................................ Pengertian Kurikulum Berbasis Kompetensi ................................................................................................................ B............................................................................................................................................. HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING .....................................................10 DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ............................ x DAFTAR TABEL ............... MOTTO DAN PERSEMBAHAN . Manfaat penelitian ...................................... Konsep-konsep Dasar Kurikulum Berbasis Kompetensi 1............................................................................. xv DAFTAR LAMPIRAN . iii HALAMAN PERNYATAAN ............................... BAB II LANDASAN TEORI 1 5 6 6 7 A.......................... Tujuan penelitian ..................................................................................................................................................................................................................................................................................... D................. xiv DAFTAR BAGAN....... Latar Belakang Penelitian ...

............................... Informan Penelitian ............... 51 BAB III METODE PENELITIAN A............................ 16 4....... Landasan ................... Tahap-tahap Penelitan dan Jadwal Penelitian ......... 14 3........................................................ Komponen KBK .... 55 C................................ Struktur Kurikulum ............ Kurikulum SMK Edisi 2004 Berpendekatan KBK 1........................ 26 B........................................................ Desain Penelitian .......................... 67 H................................11 2......................... Prinsip-prinsip KBK ............... Lokasi Penelitian .............. 55 D................................................................... Evaluasi ...... Proses Pencatatan dan Teknik Analisis Data .............. Administrasi dan Pelaporan Hasil ................................... 67 G...... Pengembangan Kurikulum SMK Edisi 2004 Berpendekatan KBK 48 D............... 58 E........................ 47 C..... 41 5.......................... 62 F. Program .......... Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data ...... Sertifikasi ............ 34 3................................. Karakteristik KBK .................................. Kompetensi Dalam KBK .. Sumber Data ............................................................... Pelaksanaan Pembelajaran ................................................... 36 4.................................................................................................................... Kerangka KBK ..................... 25 6................................................. 45 6......................................................................................................................................................................................... Teknik Pengumpulan Data ..................................... 73 xi .............................. 19 5.............. 28 2........................ 54 B.........

.. Hasil Penelitian Informan II ...... 97 G..................................................................................... Hasil Penelitian Informan VIII ..... 100 I............................... Hasil Penelitian Informan III ........................ 92 E............................................. Hasil penelitian Informan IX ..... Hasil Penelitian Informan I ................................. Hasil penelitian Informan VI ... 102 J............... Setting Penelitian ...................... 75 B................ 96 F....... 83 C.................................................................................................. 126 xii ............................................................ Saran ........................ 115 BAB V PENUTUP A........................................................................................................................................ Analisis Data ........................................................ Simpulan ............................................. 123 DAFTAR PUSTAKA .......................................................................... 104 L....................................... Hasil Penelitian Informan IV ......................................12 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A..................................... Triangulasi ....................................................... 88 D.................. 121 B.................... Hasil Penelitian Informan V .............................. 124 LAMPIRAN .......................... 103 K...... Hasil penelitian Informan VII ............ 99 H.................

......................................................................... 38 Tabel 2 Struktur Kurikulum Dalam 1 Tahun ...... 40 xiii ..13 DAFTAR TABEL Tabel 1 Struktur Kurikulum Dalam 3 Tahun ................................................................... 39 Tabel 3 Struktur Kurikulum Dalam 1 Minggu ..........

.... 27 xiv ............................... 25 Gambar 3 Urutan Jabaran Kompetensi Dalam KBK ..................14 DAFTAR GAMBAR Gambar 1 Kerangka Kurikulum Berbasis Kompetensi ......................... 20 Gambar 2 Komponen Dasar Kurikulum Berbasis Kompetensi ...........................

................. 72 Bagan 2 Struktur Organisasi SMK Yapek Gombong Kebumen ....15 DAFTAR BAGAN Bagan 1 Tahapan Analisis Data Kualitatif ....................................... 82 xv ......................

.............. 132 Lampiran 5 Personalia SMK Yapek Gombong Kebumen ................................................... 137 xvi ..............................................16 DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Permohonan Ijin Penelitian ................................................. 134 Lampiran 6 Hasil Dokumentasi ........ 128 Lampiran 4 Biodata Informan Penelitian ...................................................................................................... 126 Lampiran 2 Surat Keterangan Penelitian .................................................................... 127 Lampiran 3 Kisi-kisi Instrumen Penelitian ...

Dalam dunia pendidikan. Interaksi tersebut sudah barang tentu akan mengoptimalkan pencapaian tujuan yang dirumuskan. 1 . Kegunaan akuntansi bukan hanya memberi kemampuan dalam perhitunganperhitungan kuantitatif.BAB I PENDAHULUAN A. Salah satu contoh proses pembelajaran yang memerlukan keterlibatan siswa secara komprehensif adalah matadiklat siklus akuntansi. sehingga keterlibatan siswa dapat optimal dan pada akhirnya berdampak pada perolehan hasil belajar. yaitu yang selalu dekat dengan aktivitas menghitung. Selain itu. sehingga terjadi interaksi antara guru dengan siswa dan siswa dengan siswa. terutama dalam hal pembentukan kemampuan menganalisis dan melakukan evaluasi serta kemampuan dalam memecahkan masalah. tetapi juga dalam penataan cara berfikir. akuntansi berperan sebagai bahasa simbolis yang memungkinkan terwujudnya komunikasi yang cermat dan tepat. Dalam proses pembelajaran matadiklat siklus akuntansi diperlukan adanya kemampuan guru dalam mengelola proses belajar mengajar. Latar Belakang Penelitian Tugas utama seorang guru adalah mengelola proses belajar mengajar. matadiklat siklus akuntansi juga mempunyai peranan yang penting dalam kehidupan sehari-hari karena pada kenyataannya siswa tidak dapat lepas dengan dunia akuntansi.

adaptif dan kreatif. khususnya Akuntansi. Kurikulum disusun untuk perencanaan kegiatan belajar. 2) mampu memilih karir. dan perencanaan tersebut hendaknya memperhatikan perkembangan siswa. 3) menjadi tenaga kerja tingkat menengah untuk mengisi kebutuhan dunia usaha dan industri pada saat ini maupun masa yang akan datang dalam lingkup keahlian bisnis dan manajemen. serta dalam mempersiapkan warga masyarakat yang mampu mengantisipasi perkembangan ilmu pengetahuan dengan cara berfikir dan bersikap yang tepat pula. Untuk mencapai tujuan pendidikan banyak variabel yang mempengaruhi pelaksanaan proses belajar mengajar di sekolah. maka matadiklat siklus akuntansi yang merupakan rumpun dari kelompok produktif program keahlian Akuntansi mempunyai tujuan untuk menyiapkan siswa/ tamatan seperti : 1) memasuki lapangan kerja dan dapat mengembangkan sikap profesional dalam lingkup keahlian bisnis dan manajemen. khususnya Akuntansi dan 4) menjadi warga negara yang produktif. .2 Sesuai dengan kurikulum SMK Edisi 2004 yang telah mencoba menerapkan pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. Variabelvariabel tersebut adalah kurikulum. Dengan kenyataan itulah matadiklat siklus akuntansi mempunyai potensi yang sangat besar dalam kaitannya dengan perkembangan ilmu pengetahuan secara cermat dan tepat. guru. khususnya Akuntansi. berkompetisi dan mengembangkan diri dalam lingkup keahlian bisnis dan manajemen. kesesuaian lingkungan dan perubahan-perubahan yang mungkin terjadi. dan proses belajar mengajar itu sendiri.

maka disusun GBPP dan pedoman pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 yang dalam pengembangannya menggunakan dua pendekatan utama. materi pokok dan indikator pencapaian. ekonomis. diversifikasi jenis pendidikan secara profesional yang sesuai dengan kepentingan daerah tentang adanya perubahan kurikulum. Dengan tetap mengacu pada landasan filosofis. . maka Departemen Pendidikan Nasional melakukan penyusunan standar nasional untuk seluruh matadiklat di SMK yang mencakup standar kompetensi. Maka dari itu perlu diadakannya suatu pembaharuan kurikulum. Berdasarkan landasan-landasan tersebut di atas. yaitu pendekatan kurikulum berbasis kompetensi dan pendekatan berbasis luas dan mendasar (Dirjen Dikdasmen dan Dikmenjur.3 sehingga diharapkan dapat mempersiapkan sumber daya manusia untuk menghadapi dan menjalani perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.32/2004 tentang Pemerintahan Daerah yang menuntut agar dilakukannya pembaharuan berupa diversifikasi kurikulum yang memberi kesempatan kepada daerah untuk mengembangkannya dalam rangka melayani keberagaman peserta didik. dan yuridis. kompetensi dasar. 2004). Pembaharuan kurikulum yang dimaksud yaitu suatu analisis mengenai penerapan kurikulum berbasis kompetensi (Competency Based Curriculum) yang dapat membekali peserta didik dengan berbagai kemampuan dalam melakukan tugas-tugas yang sesuai dengan standar performansi tertentu. Perubahan-perubahan tersebut sesuai dengan penjelasan UndangUndang No.

. d) sumber belajar bukan hanya guru. or. Oleh sebab itu. maka guru perlu memberikan informasi yang jelas dan sedapat mungkin berorientasi kepada pengguna akuntansi di kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh nyata yaitu: 1) terkadang siswa tidak mengikuti matadiklat siklus akuntansi karena belum mengerjakan tugas yang telah diberikan oleh guru. tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif dan e) penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi (Download. c) penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi. ekonomis. 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah dan landasan filosofis.4 Di samping berpedoman pada UU No. Untuk menghilangkan atau mengurangi kejadian-kejadian tersebut. Dalam penelitian ini penulis mengangkat permasalahan pendidikan pada matadiklat siklus akuntansi.id). guru sebaiknya membuat persiapan yang terencana agar murid mendapatkan pengalaman belajar yang beragam dan fungsional. b) berorientasi pada hasil belajar dan keberagaman. dan yuridis. 2) siswa malas mengikuti matadiklat siklus akuntansi karena kegiatan menghitung cenderung lebih banyak dari pada teori yang diberikan. http: : //www. karena disisi lain banyak anggapan bahwa matadiklat siklus akuntansi merupakan pelajaran yang sulit seperti halnya matematika. Puskur. suatu kurikulum berbasis kompetensi dipilih sebagai bentuk konkret dari pembaharuan kurikulum karena kurikulum ini mempunyai beberapa karakteristik seperti : a) menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun klasikal.

maka suatu kurikulum berbasis kompetensi perlu dikembangkan dan diterapkan pada tiap-tiap sekolah guna menumbuhkan tanggungjawab dan partisipasi peserta didik untuk belajar menilai dan mempengaruhi kebijakan umum. Fokus Penelitian Menurut Moleong (2002:65) fokus pada dasarnya adalah masalah yang bersumber dari pengalaman peneliti atau melalui pengetahuan yang diperolehnya melalui kepustakaan ilmiah ataupun lainnya. 2) peran serta kepala sekolah. Dengan demikian. masyarakat.5 Persiapan yang terencana tersebut diantaranya dengan diberlakukannya kurikulum berbasis kompetensi sebagai penerapan kurikulum yang baru dan lebih memfokuskan pada kemampuan pengetahuan. siswa-siswi. baik di sekolah. keterampilan dan sikap yang dikembangkan berdasarkan pemahaman yang akan membentuk kompetensi individual. wakil kepala sekolah bidang kurikulum. Dalam penelitian ini yang dijadikan fokus penelitian adalah 1) implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen. bangsa ataupun negara. B. dan 3) proses belajar mengajar yang baik di kelas dengan menggunakan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan KBK khususnya pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan KBK pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen. . serta memberanikan diri untuk berperanserta dalam berbagai kegiatan. guru matadiklat.

Tujuan Penelitian Tujuan dari skripsi ini adalah: 1) untuk mengetahui bagaimana implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang berpendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen. guru matadiklat. dan 3) bagaimana pelaksanaan proses belajar mengajar di kelas dengan menggunakan kurikulum SMK edisi 2004 yang berpendekatan kurikulum berbasis kompetensi. wakil kepala sekolah bidang kurikulum. khususnya pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen. C. khususnya pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen. dan siswa-siswi dalam memahami kurikulum SMK edisi 2004 yang berpendekatan kurikulum berbasis kompetensi. instansi terkait dan para orang tua siswa dalam upaya peningkatan pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. dan pelaksanaannya hampir setara dengan sekolah kejuruan yang berstatus negeri. Adapun manfaat dari penelitian ini meliputi 2 hal. 2) bagaimana peran serta kepala sekolah.6 Peneliti sengaja memilih SMK Yapek Gombong Kebumen sebagai fokus penelitian. Manfaat Penelitian Harapan penulis dari hasil penelitian ini agar dapat bermanfaat bagi para guru. D. pengawas. Hal ini dikarenakan SMK tersebut merupakan sekolah kejuruan swasta yang sudah menerapkan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. yaitu : . kepala sekolah.

Manfaat Teoritis a. manfaat penelitian ini dapat digunakan untuk mengoreksi dan mengevaluasi dalam melaksanakan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi agar tercapai hasil belajar yang maksimal. atau inovasi dalam suatu tindakan praktis sehingga memberikan dampak. manfaat penelitian ini sangat membantu dalam meningkatkan pembinaan dan supervisi kepada para guru secara efektif dan efesien. Implementasi Adalah merupakan suatu proses penerapan ide. b. Manfaat Praktis a. sehingga dapat digunakan sebagai upaya peningkatan proses pembelajaran di SMK khususnya dan dunia pendidikan umumnya. Bagi kepala sekolah dan pengawas sekolah. khususnya pelaksanaan implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi. c. Hasil-hasil penelitian ini dapat memberikan masukan-masukan yang berharga yang berupa konsep sebagai upaya peningkatan dan pengembangan ilmu. kebijakan. Bagi para guru SMK. E. Diharapkan dapat menambah wawasan baru tentang implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi. konsep. Bagi SMK Yapek Gombong Kebumen. Hasil-hasil penelitian ini dapat dijadikan sumber bahan yang penting bagi para peneliti dibidang pendidikan dan para pengembang kurikulum. . c. Penegasan Istilah 1. b.7 1. 2. manfaat penelitian ini dapat dijadikan tolak ukur dan merupakan bahan pertimbangan untuk melakukan pembenahan serta koreksi diri terhadap berbagai kekurangan dalam melaksanakan tugas profesinya.

(S. http: //www. Nasution. (Download. Kurikulum Berbasis Kompetensi Kurikulum berbasis kompetensi adalah merupakan seperangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi dan hasil belajar yang harus dicapai siswa.puskur.or.puskur. penilaian. 2001:8) 3.id) 4.or. Mulyasa. nilai dan sikap yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak. keterampilan. 1990:479) b.id) 5. konsep dan kebijakan kurikulum (kurikulum potensial) dalam suatu aktivitas pembelajaran sehingga peserta didik menguasai seperangkat kompetensi tertentu sebagai hasil interaksi dengan lingkungan. Kurikulum a. Kompetensi adalah kewenangan / kekuasaan untuk menentukan atau memutuskan sesuatu.8 baik berupa perubahan pengetahuan. 2003:93) 2. (Kamus Besar Bahasa Indonesia. Kurikulum adalah sesuatu yang direncanakan sebagai pegangan guna mencapai tujuan pendidikan. Kurikulum adalah perangkat mata pelajaran atau yang diajarkan pada lembaga pendidikan atau perangkat mata kuliah mengenai bidang keahlian khusus. Kompetensi a. (E. Mulyasa. 2003:93) . Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi Adalah sebagai suatu proses penerapan ide. 1990:453) b. kegiatan belajar mengajar dan pembudayaan sumber daya pendidikan dalam pengembangan kurikulum di sekolah. (Download. Kompetensi adalah merupakan perpaduan dari pengetahuan. (Kamus Besar Bahasa Indonesia. http: // www. (E. keterampilan maupun nilai dan sikap.

9 6. Berdasarkan penegasan istilah tersebut di atas. SMK Yayasan Pendidikan Ekonomi (Yapek) Adalah salah satu sekolah menengah kejuruan yang berada diwilayah Wero kecamatan Gombong kabupaten Kebumen yang telah melaksanakan implementasi kurikulum berbasis kompetensi. maka dapat ditarik pemahaman bahwa dalam penelitian ini implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen adalah suatu penerapan kurikulum SMK edisi 2004 di sekolah kejuruan (SMK Yapek Gombong Kebumen) yang pada pelaksanannya menggunakan pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. sikap dan keterampilan tertentu serta penerapannya di lapangan (dunia industri). yaitu merefleksikan kemampuan dalam mengerjakan sesuatu (siklus akuntansi) yang lebih menitik beratkan pada penguasaaan suatu pengetahuan. .

dan curere yang artinya tempat berpacu. kurikulum berasal dari bahasa Yunani yaitu curir yang berarti pelari. Dengan demikian. Pemahaman yang benar tentang kurikulum sangat penting karena akan menentukan arah pembelajaran yang terkait dengan proses maupun substansinya. istilah kurikulum berasal dari dunia olah raga pada zaman Romawi kuno di Yunani yang mengandung pengertian jarak yang harus ditempuh oleh pelari dari garis star sampai finish (Sudirman dalam idi. dan 4) pengalaman belajar bagi siswa.10 BAB II LANDASAN TEORI Dalam bidang pendidikan. yaitu : 1) kurikulum sebagai produk. 2) sebagai mata dan isi pelajaran. sulit rasanya bagi para perencana pendidikan dalam mencapai tujuan pendidikan yang diselenggarakan. Tanpa adanya kurikulum. 2) program. kurikulum merupakan unsur penting dalam setiap bentuk dan model pendidikan. 10 . Secara sederhana pengertian kurikulum menurut B3PTKSM dalam Edi Waluyo (2002) adalah : 1) sebagai jalan meraih ijazah. Beane dalam Suyatno (2000:59) membagi kurikulum dalam empat jenis. 4) sebagai hasil belajar. maka jangan diharapkan kalau pendidikan dan pengajaran yang dilaksanakan akan mendapatkan hasil sesuai dengan yang kita inginkan. Mengingat sangat pentingnya kurikulum. Secara etimologis. 1999:118). maka semua pelaksana pendidikan harus dapat memahami kurikulum dengan baik. dan 5) sebagai pengalaman belajar. Jika kurikulum dipahami dalam arti kata yang sempit. 3) sebagai rencana kegiatan pembelajaran. 3) hasil belajar yang diinginkan.

Pengertian Kurikulum Berbasis Kompetensi Berdasarkan UU No. (Nana Sudjana. dan isi dengan tujuan kurikulum. proses atau sistem penyampaian antar media. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. nilai dan sikap. Kesesuaian ini meliputi dua hal. kondisi. yaitu : 1) kesesuaian antara kurikulum dengan tuntutan. 2001:4) . dan evaluasi. dan 2) kesesuaian antar komponen-komponen kurikulum. kebutuhan. Konsep-konsep Dasar Kurikulum Berbasis Kompetensi 1. Seiring dengan kemajuan jaman dan ilmu pengetahuan teknologi yang semakin canggih. Keempat komponen tersebut berkaitan erat satu sama lain. atau lebih dikenal dengan sebutan kurikulum berbasis kompetensi (Competency Based Curriculum). 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab I Pasal 1 ayat 19 kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. Kurikulum dalam kaitannya dengan pendidikan adalah sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh atau diselesaikan anak didik untuk memperoleh ijazah. maka di era globalisasi ini suatu pendidikan juga mengalami banyak perubahan. Sebagai contoh yaitu dengan adanya perubahan kurikulum yang lebih memfokuskan pada pengetahuan.11 Suatu kurikulum memiliki komponen utama seperti : tujuan. kurikulum juga harus memiliki kesesuaian atau relevansi. keterampilan. dan perkembangan masyarakat. yaitu sesuai dengan isi dan tujuan. isi atau materi. A. Selain itu. isi. evaluasi dengan proses.

http: //www. Kurikulum berbasis kompetensi memfokuskan pada pemerolehan kompetensi-kompetensi tertentu pada peserta didik. kompetensi menunjuk kepada perbuatan yang bersifat rasional dan memenuhi spesifikasi tertentu .or.puskur. tetapi pemekarannya sangat bergantung pada kesempatan yang ada dan kondisi lingkungannya. Dalam hubungannya dengan pembelajaran. maka setiap peserta didik harus diberi kesempatan untuk mencapai tujuan sesuai dengan kemampuan dan kecepatan belajar masing-masing.id ). Kurikulum berbasis kompetensi menuntut guru yang berkualitas dan profesional untuk melakukan kerjasama dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan.12 Suatu pengembangan pendekatan kurikulum kompetensi yang merupakan pada pendekatan penguasaan memfokuskan kompetensi tertentu berdasarkan tahap-tahap perkembangan peserta didik (Download. Setiap tahap perkembangan memiliki sejumlah potensi bawaan yang dapat dikembangkan. Pendidikan merupakan lingkungan utama yang memberikan kesempatan dan dukungan bagi perkembangan potensi-potensi peserta didik. Sesuai dengan konsep belajar tuntas dan pengembangan bakat. Peserta didik berada dalam proses perkembangan yang berkelanjutan dari seluruh aspek kepribadian sebagai pemekaran terhadap potensi-potensi bawaan sesuai dengan kesempatan belajar yang ada dan diberikan oleh lingkungan. Oleh karena itu kurikulum ini mencakup sejumlah kompetensi dan seperangkat tujuan pembelajaran yang pencapaiannya dapat diamati dalam bentuk perilaku atau keterampilan peserta didik sebagai suatu kriteria keberhasilan.

Kurikulum berbasis kompetensi juga memberikan keleluasaan kepada sekolah untuk menyusun dan mengembangkan silabus mata pelajaran sesuai dengan potensi sekolah. Standar akademis yaitu merefleksikan pengetahuan dan ketrampilan esensial setiap disiplin ilmu yang harus dipelajari oleh seluruh peserta didik dengan merinci tujuan pembelajaran setiap pokok bahasan dan cara mencapai tujuan (E. maka dapat disimpulkan bahwa kompetensi merupakan indikator yang menunjuk kepada perbuatan yang bisa diamati. kebutuhan. dan kemampuan peserta didik serta kebutuhan masyarakat di sekitar sekolah tanpa mengurangi kompetensi yang telah ditetapkan dan berlaku secara nasional (standar akademis). serta tahap-tahap pelaksanaannya secara utuh. sikap.13 dalam proses belajar. Mulyasa. Implementasi itu sendiri merupakan “put something Into effect”. Hal tersebut sejalan dengan apa yang diungkapkan Miller dan Seller (1985:13) bahwa implementasi kurikulum merupakan suatu proses penerapan konsep ide. program atau tatanan kurikulum kedalam praktek pembelajaran atau aktifitas-aktifitas baru. dan sebagai konsep yang mencakup aspek-aspek pengetahuan. keterampilan. 2003:24). nilai. sehingga terjadi perubahan pada sekelompok orang yang diharapkan untuk berubah. Sedangkan kurikulum berbasis kompetensi adalah sebagai suatu . Suatu implementasi kurikulum berbasis kompetensi juga dapat diartikan sebagai aktualisasi kurikulum tertulis (written curriculum) dalam bentuk pembelajaran. Dari pernyataan di atas. yaitu penerapan sesuatu yang memberikan efek atau dampak.

Program. oleh sebab itu apabila SMK dapat menemukan cara-cara pelaksanaan yang lebih baik dari buku-buku pedoman tersebut maka dipersilakan untuk memilihnya dengan berdasarkan pada prinsip akuntabilitas (bertanggungjawab). oleh sebab itu SMK pada saat ini sudah milik bersama Depdikbud dan dunia usaha/industri termasuk kurikulumnya serta dalam pelaksanaannyapun dilakukan secara taat azas . Pemahaman secara utuh dan benar tehadap buku-buku seri kurikulum. Buku-buku seri kurikulum tersebut terdiri dari : Buku I (Landasan. Dari ketiga buku tersebut bukan merupakan suatu harga mati.14 konsep kurikulum yang menekankan pada pengembangan kemampuan melakukan (kompeten) tugas-tugas dengan standar performansi tertentu yang hasilnya dapat dirasakan oleh peserta didik berupa penguasaan terhadap seperangkat kompetensi tertentu. Memiliki Pendidikan Sistem Ganda (PSG). Karakteristik Kurikulum Berbasis Kompetensi Dalam Dikmenjur Depdiknas (2004) sebagai arahan dan bimbingan dalam melaksanakan kurikulum. b. dan Pengembangan Kurikulum SMK). dan Buku III (Pedoman Pelaksanaan Kurikulum SMK). Buku II (Garis-garis Besar program Pembelajaran). 2. berikut ini merupakan beberapa karakteristik kurikulum berbasis kompetensi yang perlu diperhatikan. seperti : a. Pendidikan Sistem Ganda (PSG) ini merupakan kebijakan pendidikan kejuruan di Indonesia.

d. e. Mengidentifikasi dan memilih bahan ajar yang mampu menampilkan sosok utuh isi kurikulum yang merupakan keputusan esensial yang harus dilakukan secara bersama-sama oleh SMK dan industri. Penerapan Sistem Modul (Modularisasi Pengajaran). Modul adalah paket pengajaran mandiri yang terdiri dari serentetan pengalaman belajar yang dirancang untuk membantu siswa . dan industri. penerbit. Penerapan Belajar Tuntas (Mastery Learning). Menurut Badan Litbang dan Dikmenjur Depdiknas 2004 belajar tuntas adalah suatu pendekatan pembelajaran dimana diasumsikan bahwa setiap siswa dapat menyelesaikan belajarnya secara tuntas asalkan diberi kesempatan sesuai dengan langgam belajarnya (kecepatan masing-masing). c. Dalam pendekatan kompetensi setiap siswa harus menguasai kompetensi yang sedang dipelajari sebelum mempelajari kompetensi berikutnya yang lebih sulit. yaitu di SMK dan di industri.15 kebersamaan. Bahanbahan ajar yang dimaksud telah tersedia diberbagai sumber. Pendekatan belajar tuntas mengharapkan bahwa setiap siswa harus menguasai apa yang dipelajari secara tuntas. Kurikulum dilaksanakan di dua tempat. Jadi seorang siswa tidak boleh mempelajari pelajaran selanjutnya sebelumnya dia menguasai secara tuntas apa yang dipelajarinya saat ini. Jadi tugas guru dan instruktur adalah mengidentifikasi dan meilih bahan-bahan ajar yang dapat membantu siswa dalam menguasai kompetensi-kompetensi yang ditetapkan. Pendekatan ini sangat cocok untuk SMK karena di SMK menerapkan pendekatan kompetensi. seperti : toko buku.

siswa tidak diperkenankan mengambil modul lanjutannya sebelum tuntas pada modul sebelumnya. 2) penguatan integritas nasional. logika. 4) . 3) keseimbangan etika. g. dan modul seri kedua harus dikuasai sebelum siswa mempelajari modul seri ketiga. 2004:7). dan berbagai perkembangan serta perubahan yang sedang berlangsung dewasa ini. dimana modul seri pertama merupakan prasyarat bagi siswa untuk mempelajari modul seri kedua. f. yaitu di SMK dan industri. Semua pembelajaran yang berlangsung di SMK dievaluasi oleh SMK dan pelatihan yang berlangsung di industri dievaluasi oleh industri. Jadi. Pada umumnya modul dibuat secara berseri. kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu evaluasi prestasi belajar siswapun harus dilakukan di dua tempat. dan kinestetika. Uji Kompetensi dan UAN Untuk kepentingan pemasaran tamatan di SMK selain UAN juga diberlakukan Uji Kompetensi. Prinsip-prinsip Kurikulum Berbasis Kompetensi Sesuai dengan kondisi negara.16 menguasai tujuan yang telah ditentukan (Badan Litbang dan Dikmenjur Depdiknas. yaitu yang sifatnya memberi kesempatan kepada siswa untuk memeperoleh sertifikasi (pengakuan) terhadap keahlian yang dimiliki sebagai bekal untuk memasuki dunia kerja. dan begitu seterusnya. Evaluasi siswa dilakukan bersama-sama oleh SMK dan industri. 3. Pendidikan Sistem Ganda (PSG) mengharuskan siswa belajar di dua tempat. estetika. mempertimbangkan prinsip-prinsip nilai dan budi pekerti luhur. maka dalam pengembangan dan kurikulum berbasis kompetensi perlu seperti: memperhatikan 1) keimanan.

dan sikap. nilai-nilai. logika. dan budi pekerti luhur yang dianut dan dijunjung tinggi masyarakat sangat berpengaruh terhadap sikap dan arti kehidupannya. estetika. Oleh karena itu. Hal ini tanpa . (Depdikbud. dipahami. Penguatan integritas nasional Pengembangan kurikulum berbasis kompetensi harus memperhatikan penguatan integritas nasional melalui pendidikan yang memberikan pemahaman tentang masyarakat Indonesia yang majemuk dan kemajuan peradaban dalam tatanan kehidupan dunia yang multikultur dan multibahasa. a. b.17 kesamaan memperoleh kesempatan. nilai dan budi pekerti luhur Keimanan. Keimanan. logika. Keseimbangan etika. estetika. 5) abad pengetahuan dan teknologi informasi. 6) pengembangan keterampilan hidup. Kesamaan memperoleh kesempatan Pengembangan kurikulum berbasis kompetensi harus menyediakan tempat yang memberdayakan semua peserta didik untuk memperoleh pengetahuan. ketrampilan. dan diamalkan oleh peserta didik melalui pengembangan kurikulum berbasis kompetensi (KBK). c. 7) belajar sepanjang hayat. d. dan kinestetika Dalam mengembangkan kurikulum berbasis kompetensi perlu diperhatikan adanya suatu keseimbangan pengalaman belajar peserta didik antara etika. hal tersebut perlu digali. dan kinestetika. 8) berpusat pada anak dengan pemikiran yang berkelanjutan dan komprehensif dan 9) pendekataan menyeluruh dan kemitraaan. 2002).

Selain itu. baik itu kelompok yang kurang beruntung atau yang beruntung dalam status ekonomi dan sosial semuanya berhak atas kesamaan dalam memperoleh kesempatan untuk menerima pendidikan yang tepat dan sesuai dengan kemampuan dan kecepatannya. sikap. dan menilai pengetahuan untuk mangatasi situasi yang cepat berubah dan penuh ketidakpastian. f. Abad pengetahuan dan teknologi informasi Kurikulum perlu mengembangkan kemampuan berpikir dan belajar dengan mengakses. pengembangan kurikulum berbasis kompetensi perlu memperhatikan . artinya bahwa seluruh peserta didik dari berbagai kelompok. Oleh karena itu. menambah kesadaran. dan selalu belajar memahami dunia yang selalu berubah dalam berbagai bidang. Pengembangan ketrampilan hidup Pengembangan kurikulum berbasis kompetensi perlu memasukan unsur ketrampilan untuk hidup agar peserta didik memiliki ketrampilan. kooperatif dan kompetitif dalam menghadapi tantangan dan tuntutan kehidupan sehari-hari secara efektif.18 melihat adanya perbedaan dari masing-masing peserta didik. e. kurikulum juga perlu mengintegrasikan unsur-unsur penting yang menunjang kemampuan untuk bertahan hidup. Belajar sepanjang hayat Pendidikan berlangsung sepanjang hidup manusia untuk mengembangkan. dan perilaku adaptif. memilih. g. dan yang merupakan kompetensi terpenting dalam menghadapi abad ilmu pengetahuan dan teknologi informasi.

19

kemampuan belajar sepanjang hayat yang dapat dilakukan melalui pendidikan formal, non formal, dan pendidikan alternatif yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun masyarakat. h. Berpusat pada anak dengan pemikiran yang berkelanjutan dan komprehensif Pengembangan kurikulum berbasis kompetensi harus berupaya memandirikan peserta didik untuk belajar, bekerja sama, dan menilai diri sendiri agar mampu membangun pemahaman dan pengetahuannya. Penilaian berkelanjutan dan komprehensif menjadi sangat penting dalam rangka pencapaian upaya tersebut. i. Pendekatan menyeluruh dan kemitraan Pendekatan yang digunakan dalam mengorganisasikan

pengalaman belajar harus berfokus pada kebutuhan peserta didik yang bervariasi dan mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu. Keberhasilan pencapaian pengalaman belajar menuntut kemitraan dan tanggung jawab bersama dari peserta didik, guru, sekolah, orangtua, perguruan tinggi, dunia usaha, industri, dan masyarakat pada umumnya. 4. Kerangka Kurikulum Berbasis Kompetensi Untuk mewujudkan hasil pendidikan yang berkualitas tinggi, maka diperlukan kompetensi dasar tamatan yang dapat dipertanggungjawabkan dalam konteks lokal, nasional, dan global. Peningkatan kualitas secara nasional memerlukan standar kualitas pendidikan nasional yang memuat kompetensi dasar yang harus dikuasai oleh siswa di seluruh Indonesia. Menurut Puskur (2001) kerangka KBK dapat digambarkan sebagai berikut .

20

Gambar 1. Kerangka kurikulum berbasis kompetensi

Potensi Anak Diversifikasi Kurikulum Masyarakat Majemuk Manajemen Berbasis Sekolah

Standar Nasional

Pendidikan Bermutu Kurikulum Berbasis kompetensi Misi Pendidikan Masa Depan 4 pilar Pendidikan Kesejagatan

Siswa yang beriman, Sehat, berbudaya, berakhlak mulia, beretos kerja, berpengetahuan, dan menguasai teknologi serta cinta tanah air

Partisipasi
Sekolah sebagai Peningkatan Peradaban dan Kebudayaan Masyarakat Pendidikan Kesejagatan

Fokus hasil pendidikan yang bermutu adalah siswa yang sehat, mandiri, berbudaya, berakhlak mulia, beretos kerja, berpengetahuan dan menguasai teknologi, serta cinta tanah air. Untuk mewujudkan siswa dengan ciri-ciri tersebut, maka perlu dikembangkan kurikulum

berdasarkan aspek-aspek : a) diversifikasi kurikulum, b) standar nasional, c) kurikulum berbasis kompetensi dasar, d) empat pilar pendidikan kesejagatan, e) partisipasi masyarakat, dan f) manajemen berbasis sekolah (Puskur 2001). a. Diversifikasi Kurikulum Kurikulum berdiversifikasi ialah kurikulum yang

mengakomodasikan berbagai perbedaan siswa dalam kesiapan untuk

21

belajar, potensi akademik, kecerdasan, minat, lingkungan, dan budaya. Dengan kurikulum berdiversifikasi, maka dapat dikembangkan kurikulum inklusif (khusus seperti anak yang berpotensi unggul) yang

mengakomodasikan pemerataan mutu dan kesempatan belajar yang bermakna melalui penyelenggaraan pendidikan yang produktif, interaksi belajar mengajar yang bervariasi dan kesempatan mengekspresikan keanekaragaman gagasan. Keinklusifan kurikulum tersebut dapat memaksimalkan

pencapaian hasil belajar karena dapat memberdayakan semua potensi yang digali dari kemajemukan sumber daya alam, budaya, dan etnis. Dengan demikian, maka kurikulum yang berdiversifikasi ini

memungkinkan adanya perbedaan, tetapi tetap mengacu pada standar minimal yang sama, yaitu standar nasional. b. Standar Nasional Kerangka ini disajikan dalam bentuk pengembangan

penguasaan ilmu-ilmu dasar dengan sistematika keilmuan dan kebenaran materi yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademis. Standar ini juga disertai dengan standar pemahiran keterampilan dan pembentukan akhlak mulia yang mengutamakan terbentuknya sistem nilai komprehensif untuk mewujudkan pembentukan manusia Indonesia yang berkepribadian dan beretos kerja. c. Kurikulum Berbasis Kompetensi Dasar Kurikulum disusun sesuai dengan kekinian dan kemasadepanan. Oleh karena itu, kurikulum harus relevan, fleksibel, dan dapat

Pertanggungjawaban ini menuntut kejelasan orientasi kurikulum. memecahkan masalah dan berinovasi. Hakikat learning to know adalah proses pembelajaran yang memungkinkan siswa menguasai teknik memperoleh pengetahuan dan bukan semata-mata memperoleh pengetahuan. learning to do. maka ditetapkan kompetensi dasar siswa pada setiap jenjang pendidikan yang dapat dicapai melalui berbagai cara sesuai dengan keadaan sekolah atau daerah.22 dipertanggungjawabkan baik secara akademik maupun publik. yaitu lebih tertuju pada hasil belajar daripada prosedur pembelajarannya. Melalui pilar ini sasarannya adalah pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. dan learning to be. sasarannya adalah kemampuan kerja generasi muda untuk mendukung dan memasuki . learning to live together. d. 2003:21) pilar ini pada hakikatnya terkait dengan relevansi epistemologi yang mengutamakan proses pembelajaran dan memungkinkan peserta didik untuk terlibat dalam proses belajar meneliti dan mengkaji. Hakikat learning to do adalah pendidikan sebagai upaya penguasaan seni dalam menggunakan pengetahuan agar melahirkan generasi baru yang mempunyai potensi tinggi dalam bekerja. Menurut Scheffler (Sudijarta. Empat Pilar Pendidikan Kesejagatan Landasan pembaruan pendidikan kesejagatan menggali dan memberdayakan potensi serta bakat-bakat anak yang terpendam seperti : learning to know. Dengan orientasi ini. Oleh karena itu.

Partisipasi Masyarakat Masyarakat tempat sekolah atau lembaga pendidikan yang ada memiliki berbagai kompetensi. penguasaan keterampilan teknis. Oleh sebab itu. Hakikat learning to be adalah proses pembelajaran yang mengarahkan siswa untuk memiliki kemantapan emosional dan intelektual yang dapat mengenali dan mengendalikan dirinya sendiri secara konsisten. dan tanpa prasangka buruk. dan intelektual dalam memecahkan masalah. sehingga dapat memberikan kesempatan pada siswa untuk mengintegrasikan pemahaman konsep. Dalam kaitannya dengan pilar ini. pembelajaran di alam terbuka seperti ‘camping’ atau sekolah berasrama dapat dijadikan sebagai salah satu implementasi pilar ini. tugas pendidikan adalah memberi kesempatan kepada peserta didik untuk memahami dan memiliki pengetahuan serta kesadaran tentang hakikat manusia yang beragam. tetapi dalam keragaman tersebut terdapat persamaan. makna yang terkandung yaitu tentang perlunya pendidikan secara konsekuentif dan bermuara pada paradigma pemecahan masalah. Pada pilar yang kedua ini. segala potensi yang ada dalam masyarakat perlu dibangkitkan untuk mendukung . e. Hakikat learning to live together adalah proses pembelajaran yang dapat hidup bersama dengan orang lain yang berbeda dengan penuh toleransi. pengertian. Oleh karena itu.23 ekonomi industri.

Perkembangan kehidupan masa kini dan yang akan datang menuntut akan kesadaran masyarakat agar berperan serta secara aktif dalam proses pendidikan. khususnya dalam pengelolaan kurikulum. Oleh karena itu. 2) misi pendidikan masa depan. kurikulum berbasis kompetensi dasar.24 terciptanya pendidikan yang bermutu. . dan manajemen berbasis sekolah. Apabila suatu kurikulum telah berkembang berdasarkan aspekaspek diversifikasi kurikulum. Manajemen berbasis Sekolah Untuk mencapai pendidikan yang berkualitas tinggi. 5) masyarakat majemuk. Standar ini dapat dicapai melalui cara yang dipilih oleh sekolah secara mandiri. maka akan terwujud pula suatu tujuan pendidikan yang telah diharapkan. pencapaian pendidikan yang berkualitas tersebut menuntut agar pengembangan sekolah dapat terwujud secara profesional. f. dan 6) potensi anak yang berkualitas. standar nasional. Tujuan-tujuan itu itu antara lain: 1) dapat mencapai pendidikan yang bermutu. empat pilar pendidikan kesejagatan. maka sekolah harus dikelola secara profesional. 3) pendidikan kesejagatan. Namun dilain pihak menuntut pula kesiapan sekolah agar membuka diri untuk bekerja sama dengan berbagai pihak dalam menyelenggarakan program pendidikan. partisipasi masyarakat. Keprofesionalan ini sejalan dengan pemberian kewenangan sekolah dalam mengambil keputusan untuk penyelenggaraan program pendidikan yang berorientasi pada standar nasional. 4) sekolah sebagai peningkatan peradaban dan kebudayaan.

hasil belajar. dan 4) pengelolaan kurikulum berbasis sekolah. dan indikator. 3) kegiatan belajar mengajar.25 5. Penilaian berbasis Kelas (PBK) Memuat prinsip. Komponen Dasar Kurikulum Berbasis Kompetensi Kurikulum dan Hasil belajar Penilaian Berbasis Kelas Kurikulum Berbasis Kompetensi Pengelolaan Kurikulum Berbasis Sekolah Kegiatan Belajar Mengajar a. Kurikulum dan Hasil Belajar (KHB) Memuat perencanaan pengembangan kompetensi peserta didik yang perlu dicapai secara keseluruhan dan meliputi kompetensi. 2) penilaian berbasis kelas. b. Komponen-komponen Kurikulum Berbasis Kompetensi Komponen dasar kurikulum berbasis kompetensi terdiri dari empat komponen yaitu: 1) kurikulum dan hasil belajar. sasaran dan pelaksanaan penilaian berkelanjutan yang lebih akurat dan konsisten sebagai akuntabilitas publik melalui penilaian terpadu dengan kegiatan belajar mengajar di kelas (berbasis . Adapun komponen-komponen dari kurikulum berbasis kompetensi tersebut dapat digambarkan sebagai berikut : Gambar 2.

c. pengetahuan. Pengelolaan Kurikulum Berbasis Sekolah (PKBS) Memuat berbagai pola pemberdayaan tenaga kependidikan dan sumber daya lain untuk meningkatkan mutu hasil belajar. hasil karya (produk).26 kelas) dengan mengumpulkan kerja siswa (portofolio). pengembangan kurikulum. Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Memuat gagasan-gagasan pokok tentang pembelajaran dan pengajaran untuk mencapai kompetensi yang ditetapkan serta gagasan-gagasan paedagogis dan andragogis yang mengelola pembelajaran agar tidak mekanistik. dan pengembangan sistem informasi kurikulum. pembinaan profesional tenaga kependidikan. dan tes tertulis. 2) Konsep kompetensi ini digunakan dalam kurikulum baru didasarkan pada pemikiran sebagai berikut: 1) kompetensi berkenaan dengan kemampuan siswa melakukan sesuatu dalam berbagai konteks. ketrampilan. Kebiasaan berpikir dan bertindak secara konsisten dan terus menerus memungkinkan seseorang menjaadi kompeten. Pola ini dilengkapi pula dengan gagasan pembentukan jaringan kurikulum. dan nilai-nilai dasar yang terefleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak (Pusku. 2002:1). ketrampilan. artinya seseorang itu memiliki pengetahuan. dan nilai-nilai dasar untuk melakukan sesuatu. kinerja (performance). 2) . d. penugasan (proyek). Kompetensi Dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi a. 6. Hakikat Kompetensi 1) Kompetensi merupakan pengetahuan.

Kompetensi Dalam KBK Kompetensi KBK merupakan jabaran dari tujuan pendidikan nasional (TPN). dan 4) kehandalan kemampuan siswa melakukan sesuatu harus didefinisikan secara jelas dan luas dalam suatu standar yang dapat dicapai melalui kinerja yang dapat diukur (Puskur. kompetensi tamatan.27 kompetensi menjelaskan pengalaman belajar yang dilalui siswa untuk menjadi kompeten. 3) Kompeten merupakan hasil belajar (learning outcome) yang menjelaskan hal-hal yang dilakukan siswa setelah melalui proses pembelajaran. Adapun urutan jabaran kompetensi dalam KBK tampak pada diagram berikut ini : Gambar 3. Penjabaran hasil belajar untuk tiap-tiap mata pelajaran dikelompokan berdasarkan aspek. dan kompetensi dasar mata pelajaran. TPN secara urut dijabarkan menjadi kompetensi lintas kurikulum (KLK). Urutan Jabaran Kompetensi dalam KBK Kompetensi Lintas Kurikulum Kompetensi Tamatan Kompetensi Rumpun Mata Pelajaran Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Kompetensi Dasar Hasil Belajar Indikator (Sumber : Puskur 2002) Tujuan Pendidikan Nasional Silabus . 2002:7). kompetensi rumpun pelajaran. 2002:1). dan setiap aspek dijabarkan menjasi hasil belajar dan indikator (Puskur. b.

4) Kompetensi dasar merupakan pernyataan minimal atau memadai tentang pengetahuan. 2) Kompetensi tamatan merupakan pengetahuan. ketrampilan.28 1) Kompetensi Lintas Kurikulum (KLK) merupakan pernyataan tentang pengetahuan. sikap. UndangUndang Dasar 1945 mengamanatkan upaya untuk mencerdaskan . Kurikulum SMK Edisi 2004 Berpendekatan KBK 1. ketrampilan. sikap dan nilai-nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak yang mencakup kecakapan belajar sepanjang hayat dan ketrampilan hidup yang harus dimiliki. Landasan Pendidikan nasional berakar pada kebudayaan bangsa Indonesia dan berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945. ketrampilan. sikap. Hasil belajar dari KLK ini perlu dicapai melalui pembelajaran-pembelajaran dari semua rumpun mata pelajaran. sikap. dan nilai-nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan berindak setelah siswa menyelesaikan suatu aspek atau subaspek mata pelajaran tertentu. dan nilai-nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak yang seharusnya dicapai setelah siswa menyelesaikan rumpun mata pelajaran tertentu. 3) Kompetensi rumpun mata pelajaran merupakan pernyataan tetnang pengetahuan. dan nilai-nilai yang direleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak setelah siswa menyelesaikan suatu jenjang tertentu. ketrampilan. B.

a. serta kesenian. pragmatis. melihat peluang kerja. Ini berarti kurikulum SMK dirancang untuk mengembangkan nilai-nilai demokratis. kemampuan beradaptasi di lingkungan kerja. peserta didik diberi kebebasan untuk berkembang sesuai dengan minat dan kebutuhannya.29 kehidupan bangsa serta agar pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang diatur dengan undang-undang yaitu Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. kebutuhan pembangunan nasional. maka penyusunan kurikulum SMK edisi 2004 bertumpu pada landasan filosofis. dan yuridis. lingkungan sosial. Di samping itu kurikulum SMK edisi 2004 dirancang untuk memberi kesempatan berkembangnya . dan humanistis. Implikasinya. perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. ekonomis. dan mengembangkan diri di kemudian hari. pendidikan menengah kejuruan merupakan pendidikan pada jenjang pendidikan menengah yang mengutamakan pengembangan kemampuan peserta didik untuk dapat bekerja dalam bidang tertentu. Untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Oleh sebab itu. dan diberikan peluang untuk mengembangkan nilainilai demokratis pada dirinya. Landasan Filosofis Landasan filosofis yang dijadikan acuan adalah demokratis. Sebagai bagian dari Sistem Pendidikan Nasional. maka dalam menyusun kurikulum SMK sangat memperhatikan tahap perkembangan siswa dan kesesuaian dengan jenis pekerjaan.

Pendidikan adalah salah satu wujud kebudayaan manusia yang selalu tumbuh dan berkembang. serta memberi ruang gerak pada diri peserta didik untuk mengembangkan dan melakukan berbagai aktivitas yang dapat memberi kontribusi terhadap kecakapan hidup di lingkungan masyarakat. penyusunan kurikulum SMK perlu mempertimbangkan perkembangan psikologis peserta didik dan perkembangan/ kondisi kehidupan social budaya masyarakat. baik yang ideal maupun pragmatis. Pendidikan harus memberikan arah yang terencana bagi kepentingan bersama peserta didik. dan negara. bangsa. . Secara filosofis. 3. kurikulum SMK edisi 2004 harus memperhatikan beberapa hal mendasar sebagai berikut : 1. Oleh karena itu. tetapi dengan secara perlahan-lahan ada kalanya mengalami penurunan kualitas sesuai perkembangan jaman. masyarakat. keluarga. Kurikulum SMK disusun untuk mengemban misi agar dapat turut mendukung perkembangan kebudayaan pada arah yang positif. sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Pendidikan harus memberikan sesuatu yang bermakna.30 kompetensi kerja yang relevan dengan perkembangan permintaan pasar kerja. 2. Pendidikan harus menanamkan tata nilai yang kuat dan jelas sebagai landasan pembentukan watak dan perkembangan kehidupan manusia.

intelektual. Secara umum. . emosional. kita harus menggunakan cara-cara penyampaian yang berbeda-beda. intelektual. Fondasi kejiwaan yang kuat diperlukan oleh peserta didik agar berani menghadap. Pendidikan kejuruan melandasi diri pada kenyataan bahwa manusia itu memiliki perbedaan dalam dimensi-dimensi fisik. manusia mengalami perkembangan psikologis sesuai dengan pertambahan usia dan berbagai faktor lainnya yaitu latar belakang pendidikan.31 a) Perkembangan Psikologi Peserta Didik Landasan psikologisnya yaitu jika filosofi “apa” yang seharusnya diajarkan kepada peserta didik. maka psikologi mempersoalkan “bagaimana” cara mengajarkan “apa” tersebut. Pada kurun usia peserta didik di SMK. sehingga muncul model-model pembelajaran yang beragam yang penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhan individual yang berbeda-beda pula. dan lingkungan pergaulan yang mengakibatkan perbedaan dalam dimensi fisik. baik kehidupan profesional maupun keseharian yang selalu berubah bentuk dan jenisnya serta mampu meningkatkan diri dengan mengikuti pendidikan yang lebih tinggi. mereka memiliki kecenderungan untuk mencari identitas atau jati diri. Oleh karena itu. dan spiritual. ekonomi keluarga. emosional. dan spiritual. mampu beradaptasi dan mengatasi berbagai masalah kehidupan.

masyarakat.32 b) Kondisi Sosial Budaya Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga. social. maupun sekolah akan menyatu dalam diri peserta didik dan menjadi satu kesatuan yang utuh. dan pemerintah. Pendidikan yang diterima dari lingkungan keluarga. kurikulum SMK edisi 2004 dikembangkan dengan memperhatikan berbagai dinamika. serta keharmonisan antar system pendidikan dengan system-sistem yang lain (ekonomi. saling mengisi. dan moral). Artinya. b. Adapun landasan sosiologinya yaitu merupakan ilmu pengetahuan yang memusatkan perhatian pada hubungan antar manusia. Landasan Ekonomis Landasan ekonomi yang dimaksud disini yaitu suatu ilmu ekonomi yang menekankan pada efisiensi dan investasi dasar penyelenggaraan pendidikan kejuruan. dan tidak meninggalkan akar budaya Indonesia. masyarakat. Pendidikan kejuruan mendasarkan pada sosiologi. kelompok. baik internal maupun . politik. Secara sosial budaya. pendidikan kejuruan dijalankan atas dasar prinsip-prinsip efisiensi. kebutuhan masyarakat. sehingga segala upaya yang dilakukan harus selalu berpegang teguh pada keharmonisan hubungan antar sesama individu dalam masyarakat luas yang dilandasi dengan akhlak dan budi pekerti yang luhur. religi. dan system. dan diharapkan dapat saling memperkaya secara positif.

Selain itu. maka semestinya orang yang bersangkutan semakin produktif. Dengan demikian.33 eksternal. Pendidikan menengah kejuruan adalah pendidikan yang menyiapkan peserta didik menjadi manusia yang produktif dan dapat bekerja langsung di bidangnya setelah melalui pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi (Dirjen Dikdasmen. yang artinya bahwa kita berpedoman pada semakin tinggi pendidikan dan pelatihan seseorang. Inilah esensi human capital theory yang menjadi dasar penyelenggaraan pendidikan kejuruan. 2004:3). c. kaitannya dengan pendidikan nasional. Landasan Yuridis Peraturan perundang-undangan yang mendasari dan menjadi acuan dalam penyusunan kurikulum SMK edisi 2004 adalah : 1) UUD 1945 Undang-undang Dasar 1945 yang mengamanatkan kepada pemerintah. pembukaan program diklat di SMK harus responsif tehadap perubahan pasar kerja. yaitu: a) untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. hal ini dikarenakan pembangunan ekonomi memerlukan kesadaran sebagai warga negara yang baik dan bertanggung jawab. Penyiapan manusia untuk bekerja bukan berarti menganggap manusia semata-mata sebagai faktor produksi. Dengan demikian. maka orang yang lebih produktif akan mendapatkan upah yang lebih besar. b) agar mengusahakan dan menyelenggarakan satu system pendidikan nasional yang . pendidikan kejuruan juga dijalankan atas dasar prinsip investasi.

34 meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang-undang. sehat. Jenis Program Keahlian SMK menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan (diklat) berbagai program keahlian yang disesuaikan dengan kebutuhan lapangan kerja. dan menjadi warga negara yang demokratis. mandiri. cakap kreatif. berakhal mulia. Yaitu berfungsi mengembangkan kemampuan serta membentuk watak dan peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Program a. bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. 2. 3) Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 323/U/1997 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Sistem Ganda pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). 4) Ketentuan-ketentuan lain (yang akan disusun) berkaitan dengan Sistem Pendidikan Nasional Indonesia pada umumnya dan Pendidikan Menengah Kejuruan pada khususnya. berilmu. 2) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Program keahlian tersebut dikelompokan menjadi bidang keahlian sesuai dengan kelompok bidang industri/ usaha/ .

35 profesi. b. . Masa Pendidikan Masa pendidikan di SMK pada prinsipnya sama dengan masa pendidikan tingkat menengah lainnya yaitu 3 (tiga) tahun. dan jika Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) menuntut masa pendidikan lebih dari tiga tahun. Kompetensi yang dimaksud meliputi kompetensi-kompetensi yang dibutuhkan untuk menjadi manusia Indonesia yang cerdas dan pekerja yang kompeten sesuai dengan standar kompetensi yang ditetapkan oleh industri/ dunia usaha/ asosiasi profesi. c. Jenis keahlian baru diwadahi dengan jenis program keahlian baru atau spesialisasi baru pada program keahlian yang relevan. Jenis bidang dan program keahlian ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah. maka masa pendidikan dapat diperpanjang paling banyak 2 (dua) semester atau sampai dengan 4 (empat) tahun. Dengan mempertimbangkan keluasan dan jumlah kompetensi yang harus dipelajari. Penamaan bidang keahlian dan program keahlian pada kurikulum SMK edisi 2004 yang dikembangkan mengacu pada nama bidang dan program keahlian yang berlaku pada kurikulum SMK edisi 1999. Substansi Pendidikan Substansi atau materi yang diajarkan di SMK disajikan dalam bentuk berbagai kompetensi yang dinilai penting dan perlu bagi peserta didik dalam menjalani kehidupan sesuai dengan perkembangan jaman.

Struktur Kurikulum Untuk mencapai standar kompetensi yang telah ditetapkan oleh industri/ dunia usaha / asosiasi profesi. Program Adaptif Yaitu kelompok matadiklat yang berfungsi membentuk peserta didik sebagai individu agar memiliki dasar yang kuat untuk berkembang dan mampu menyesuaikan diri dengan perubahan. Program normatif diberikan agar peserta didik biasa hidup dan berkembang selaras dalam kehidupan pribadi. dan perilaku yang harus diajarkan dan dilatihkan pada peserta didik. a. sosial. Program normatif dijabarkan menjadi matadiklat yang memuat kompetensi-kompetensi tentang norma. dan bernegara. Program adaptif memberi kesempatan kepada peserta didik untuk memahami dan menguasai konsep dan prinsip dasar keilmuan yang dapat diterapkan pada kehidupan sehari-hari dan atau melandasi suatu kompetensi untuk bekerja. b. . Program Normatif Yaitu kelompok matadiklat yang berfungsi membentuk peserta didik sebagai pribadi yang utuh. adaptif. dan produktif. substansi diklat dikemas dalam berbagai matadiklat yang dikelompokan dan diorganisasikan menjadi program normative.36 3. sikap. sebagai warga negara Indonesia maupun sebagai warga dunia. yang memiliki norma-norma sebagai mahluk individu maupun sosial (anggota masyarakat).

Penyajiannya terintegrasi dengan substansi instruksional yang dituangkan pada saat merencanakan . 2) Substansi Noninstruksional Substansi noninstruksional berisi hal-hal yang dianggap penting dan perlu bagi peserta didik dan dirancang secara tidak terstruktur dalam kurikulum. adaptif. dan 2 ) substansi noninstruksional. 1) Substansi Instruksional Substansi instruksional adalah substansi pembelajaran yang dirancang secara terstruktur dalam kurikulum dan dikemas dalam berbagai matadiklat yang dikelompokan dalam program normatif. dan produktif. c. yaitu berupa nama matadiklat.37 Program adaptif diberikan agar peserta didik tidak hanya memahami dan menguasai “apa” dan “bagaimana” suatu suatu pekerjaan yang dilakukan. tetapi memberi pemahaman dan penguasaan tentang “mengapa” hal tersebut harus dilakukan. Substansi pembelajaran terdiri dari 2 (dua) kelompok. Sedangkan program produktif berupa nama kompetensi yang mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Pengorganisasian materi program normatif dan adaptif mengacu pada UU Sisdiknas Nomor 20 tahun 2003 pasal 37. Program Produktif Yaitu kelompok matadiklat yang berfungsi membekali peserta didik agar memiliki kompetensi standar atau kemampuan produktif pada suatu pekerjaan/keahlian tertentu yang relevan dengan tuntutan dan permintaan pasar kerja. yaitu : 1) substansi instruksional.

5. : Bisnis dan Manajemen : Akuntansi DURASI 192 288 192 288 403 550 203 192 112 12 12 30 20 30 70 65 460 80 70 40 20 40 60 60 60 MATADIKLAT NORMATIF Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan dan Sejarah Bahasa Indonesia Pendidikan Jasmani dan Olah Raga ADAPTIF Matematika Bahasa Inggris Keterampilan Komputer dan pengelolaan Informasi Kewirausahaan Ekonomi PRODUKTIF Bekerja sama dengan kolega dan pelanggan Bekerja sama dengan lingkungan sosial yang berbeda Berkomunikasi melalui telepon dan faksimili Mengerjakan persamaan dasar akuntansi Mengelola bukti transaksi Mengelola buku jurnal Mengelola buku besar Menyelesaikan siklus akuntansi perusahaan jasa dan dagang Mengelola administrasi kas bank Mengelola administrasi dana kas kecil Mengelola order penjualan Mengelola proses kredit Mengelola kartu piutang Mengelola penagihan piutang Mengelola administrasi pembelian Mengelola kartu utang . 6. dan pendidikan seks. 4. 2. 2. 2. Struktur kurikulum dalam 3 tahun (kelas 1. 4. II 1. 3. narkoba. Matadiklat pada SMK program keahlian akuntansi adalah sebagai berikut: Tabel 1. 15. lingkungan hidup. 5. 13. 4. 2. 3. 12. 3) Bidang Keahlian Program Keahlian No I 1. noninstruksional meliputi kompetensi kunci. dan isu-isu lain seperti muatan lokal. 8. 16. 9. 14. 7. 11. 3. III 1. kecakapan Substansi hidup. 10.38 strategi pembelajaran dan penyusunan pendidikan modul.

39

17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27.

Mengelola penerimaan barang supplies Mengelola kartu persediaan supplies Mengelola kartu persediaan barang dagangan Mengelola administrasi gudang Mengelola aktiva tetap Mengelola buku jurnal Mengelola buku besar Menyelesaikan siklus akuntansi perusahaan jasa dan dagang Mengelola administrasi gaji dan upah Mengelola kartu biaya produksi Menyelesaikan siklus akuntansi perusahaan manufaktur JUMLAH (Sumber : Dirjen Dikdasmenjur 2004)

10 16 30 20 80 70 65 460 80 45 465 4396

Tabel 2. Struktur kurikulum I tahun PROGRAM KEAHLIAN TINGKAT NO I. 1. 2. 3. 4. II. 1. 2. 3. 4. 5. 6. III. 1. 2. 3. : AKUNTANSI : I (SATU) WAKTU

MATADIKLAT
PROGRAM NORMATIF Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Pendidikan Jasmani dan Olah Raga PROGRAM ADAPTIF Matematika Bahasa Inggris Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi Kewirausahaan Ekonomi Mengetik Manual dan elektronik PROGRAM PRODUKTIF Bekerja sama dengan kolega dan pelanggan Bekerja sama dalam lingkungan sosial yang berbeda Berkomunikasi melalui telepon dan faksimili

80 120 80 120

200 200 160 80 80 200

20 20 40

40

Matadiklat Siklus Akuntansi : 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. IV. 1 Mengerjakan persamaan dasar akuntansi Mengelola bukti transaksi Mengelola buku jurnal Mengelola buku besar Menyelesaikan siklus akuntansi perusahaan jasa dan dagang Mengelola administrasi kas bank Mengelola administrasi dana kas kecil Mengelola order penjualan PROGRAM MUATAN LOKAL Bimbingan dan penyuluhan JUMLAH (Sumber : Dirjen Dikdasmenjur 2004) 40 1920 480

Tabel 3. Struktur kurikulum 1 minggu NO I. 1. 2. 3. 4. II. 1. 2. 3. 4. 5. 6. MATADIKLAT PROGRAM NORMATIF Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan dan Sejarah Bahasa Indonesia Pendidikan Jasmani dan Olah Raga PROGRAM ADAPTIF Matematika Bahasa Inggris Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi Kewirausahaan Ekonomi Mengetik Manual dan Elektronik 5 5 4 2 2 5 2 3 2 3 WAKTU

41

III. 1.

PROGRAM ADAPTIF Bekerja sama dengan kolega dan pelanggan Bekerja sama dalam lingkungan sosial yang Berbeda Berkomunikasi melalui telepon dan faksimili 2

2.

Matadiklat Siklus Akuntansi : Mengerjakan persamaan dasar akuntansi Mengelola bukti transaksi Mengelola buku jurnal Mengelola buku besar Menyelesaikan siklus akuntansi perusahaan jasa dan dagang Mengelola administrasi kas bank Mengelola administrasi dana kas kecil Mengelola order penjualan 1 48 12

3.

Bimbingan dan penyuluhan JUMLAH (Sumber : Dirjen Dikdasmenjur 2004)

4. Pelaksanaan Pembelajaran Pembelajaran pada hakekatnya adalah proses interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya, sehingga terjadi perubahan perilaku ke arah yang lebih baik. Dalam interaksi tersebut berbagai faktor yang mempengaruhinya, baik faktor internal yang datang dari dalam diri individu maupun faktor eksternal yang datang dari lingkungan. a. Kegiatan Pembelajaran Pelaksanaan pembelajaran adalah proses kegiatan belajar peserta diklat sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan guna

dan pelatihan yang dilakukan di sekolah dan di dunia kerja. pembimbingan. dan penguasaaan alat serta teknik bekerja yang tepat. Pelaksanaan pembelajaran dituangkan dalam bentuk kegiatankegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler. Sedangkan pelaksanaan pembelajaran di dunia industri (kerja) yaitu peserta yang mengikuti pelatihan di industri adalah mereka yang memenuhi persyaratan minimal yang telah ditetapkan. Prosedur pelaksanaan pembelajaran di SMK merupakan tatacara pembelajaran. baik pada saat penerimaan maupun pada saat pemilihan program diklat. 1) Kegiatan Kurikuler Merupakan kegiatan yang dilaksanakan sesuai dengan struktur kurikulum dan ditujukan untuk mengembangkan kompetensi peserta didik sesuai dengan bidang keahliannya. III:16). kuat. Pelaksanaan pembelajaran di sekolah merupakan realisasi pembelajaran program produkif yang ditekankan pada penguasaan dasar-dasar keahlian yang luas. Bag. 2) Kegiatan Ekstrakurikuler Merupakan kegiatan diklat di luar jam yang tercantum pada struktur kurikulum. Kegiatan ekstrakurikuler ditujukan untuk pengembangan bakat dan minat serta untuk memantapkan .42 mencapai penguasaan kompetensi. 2004. mendasar. Kegiatan kurikuler dilakukan melalui kegiatan pembelajaran terstruktur sesuai dengan struktur kurikulum. Pembelajaran dapat dilaksanakan di sekolah dan atau di dunia kerja (Dirjen Dikdasmen.

Untuk dapat belajar secara tuntas. kelompok debat. ilmu pengetahuan (knowledge). b. ekonomi. penyelenggaraan kegiatan kesiswaan dan kemasyarakatan. Hal ini dimaksudkan agar peserta didik dapat menguasai sikap (attitude). .43 pembentukan kepribadian peserta didik. usaha kesehatan sekolah. palang merah. kesenian. Pendekatan Pembelajaran Pembelajaran berbasis kompetensi harus menganut prinsip pembelajaran tuntas (mastery learning). antara lain dapat berupa kepramukaan. Jenis kegiatan yang dipilih harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kebermaknaan bagi peserta didik. keadaan dan kemampuan sekolah. olah raga. kegiatan sosial. serta situasi dan kondisi sosial. dan keterampilan (skills). perlu dikembangkan prinsip pembelajaran sebagai berikut : 1). maupun budaya masyarakat dimana sekolah berada. Learning by doing Yaitu belajar melalui aktivitas/kegiatan nyata yang memberikan pengalaman belajar bermakna dan dikembangkan menjadi mengembangkan pembelajaran berbasis produksi. Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk lebih mengaitkan dan menerapkan kompetensi yang diperoleh pada program kurikuler dengan keadaan dan kebutuhan lingkungan guna kepribadian peserta didik seutuhnya.

Pemilihan model pembelajaran kelas industri atau kelas wiraswasta mempertimbangkan minat dan kemampuan peserta didik serta kondisi sekolah. 1) Pola pendidikan sistem ganda (PSG) PSG adalah pola penyelenggaraan diklat yang dikelola bersama-sama antara SMK dengan industri/asosiasi profesi sebagai . yaitu : 1) jalur kelas industri (employed) peserta didik belajar di sekolah dan berlatih di industri. Individualized learning Yaitu pembelajaran dengan memperhatikan keunikan setiap individu yang dilaksanakan dengan sistem modular. yaitu pola pendidikan sistem ganda (PSG). dan dunia kerja sekitar sekolah. multi entry-multi exit (MEME). industri. c. dan 2) jalur kelas wiraswasta/mandiri (selfemployed) peserta didik belajar dan berlatih berwiraswasta di sekolah dan berusaha secara mandiri.44 2). maka pelaksanaan pembelajaran dengna pendekatan tersebut di atas dapat dilakukan melalui dua jalur alternatif. Dalam hal ini yang paling menentukan adalah ada tidaknya kesempatan berwirausaha pada program keahlian yang diminati peserta didik. Mengingat lulusan SMK dapat bekerja sebagai wiraswastawan atau pegawai. Pola Penyelenggaraan Pendidikan di SMK dapat menerapkan berbagai pola penyelenggaraan pendidikan yang dapat dilaksanakan secara terpadu. dan pendidikan jarak jauh.

diklat industri. politeknik. Oleh sebab itu. Durasi pelatihan di industri dilaksanakan selama 4 (empat) bulan sampai dengan 1 (satu) tahun pada industri dalam dan atau luar negeri. peserta didik dapat mengambil program/ kompetensi di berbagai institusi pendidikan seperti SMK. pelaksanaan. lembaga kursus. Penilaian hasil belajar peserta didik dalam sistem pembelajaran berbasis kompetensi pada dasarnya merupakan proses penentuan untuk . dan sertifikasi.45 institusi pasangan (IP) mulai dari tahap perencanaan. dan sebagainya. 2004:22). 2) Pola multi entry-multi exit Pola multi entry-multi exit merupakan perwujudan konsep pendidikan dengan sistem terbuka yang diterapkan agar peserta didik dapat memperoleh layanan secara fleksibel dalam menyelesaikan pendidikannya. Evaluasi Evaluasi (penilaian) adalah penentuan nilai hasil pengukuran dinbandingkan dengan acuan atau standar tertentu. evaluasi. 5. Pola pendidikan sistem ganda ini diterapkan dalam proses penyelenggaraan SMK dalam rangka lebih mendekatkan mutu lulusan yang berkualitas sesuai dengan permintaan dari dunia industri/ usaha. maka peserta didik di SMK dapat mengikuti pendidikan secara paruh waktu. Dengan pola ini. Sedangkan pengukuran adalah proses kuantifikasi atau pengumpulan bukti-bukti suatu gejala atau objek menurut aturan tertentu yang sdapat dilakukan baik dengan cara tes maupun nontes (Dirjen Dikdasmen.

Dalam pelaksanaannya penilaian hasil belajar peserta didik dapat dibagi menjadi penilaian berbasis kelas (classroom based assesment) yang berguna untuk mengukur tingkat penguasaan suatu kompetensi atau tahap pembelajaran. penilaian acuan patokan (criterion reference . maka sistem penilaian menitikberatkan pada penilaian hasil belajar berbasis kompetensi (competency based assesment) dengan ciri sebagai berikut : 1) Menggunakan assesment). penilaian hasil belajar juga merupakan bagian integral dari proses pembelajaran yang diarahkan untuk menilai kinerja peserta didik dalam memantau proses. kemajuan. dan perbaikan hasil belajar secara berkesinambungan. 2) Diberlakukan secara perseorangan (individualized). Pelaksanaan penilaian dapat dilakukan secara langsung pada saat peserta didik melakukan aktivitas belajar.46 memastikan peserta didik apakah sudah kompeten atau belum. Selain itu. dan secara tidak langsung melalui bukti-bukti hasil belajar (learning evidance) yang diperoleh seorang peserta didik dengan kriteria kinerja (performance criteria) yang ditetapkan pada standar kompetensi. Sesuai dengan pendekatan kompetensi yang digunakan dalam pengembangan kurikulum SMK edisi 2004. 3) Keberhasilan peserta didik hanya dikategorikan dalam bentuk kompeten dan belum kompeten. 4) Dilaksanakan secara berkelanjutan.

Memantau kegiatan dan kemajuan belajar peserta didik sebagai bahan masukan untuk perbaikan pembelajaran lebih lanjut. Menetapkan penyelesaian suatu tahap pembelajaran sebagai dasar untuk memutuskan kelanjutan pembelajaran tahap berikutnya. maka sekolah dapat bekerja sama dengan dunia industri/ industri terkait yang mempunyai kredibilitas untuk berperan sebagai pengganti lembaga sertifikasi. Ijazah Mengacu pada Undang-Undang Sisdiknas. b) Penilaian Kompetensi Penilaian kompetensi pada dasarnya merupakan penilaian sumatif terhadap ketuntasan pencapaian hasil belajar peserta didik setelah menyelesaikan satu unit kompetensi. Penilaian yang berkaitan dengan sertifikasi kompetensi dilakukan oleh lembaga sertifikasi independen sesuai dengan keahliannya. 2. Menetapkan sistem pembimbingan guna membantu kelancaran dan keberhasilan belajar peserta didik. Apabila lembaga ini belum tersedia. 6.47 a) Penilaian Berbasis Kelas Penilaian berbasis kelas adalah penilaian yang dilaksanakan oleh guru dalam proses pembelajaran yang bertujuan untuk : 1. Penilaian tersebut bertujuan untuk menetapkan keberhasilan peserta didik dalam menguasai satu unit kompetensi. 3. Sertifikasi a. maka SMK yang telah diakreditasi diberi wewenang untuk menyelenggarakan ujian dan .

asosiasi profesi. Sertifikat kompetensi tersebut diterbitkan oleh lembaga sertifikasi. C. dituntut agar mampu menghasilkan lulusan sebagaimana yang diharapkan oleh dunia kerja. arah pengembangan pendidikan menengah kejuruan diorientasikan pada pemenuhan permintaan pasar kerja. lembaga diklat yang memiliki kredibilitas dalam bidangnya. dan lembaga diklat yang diberi wewenang oleh lembaga sertifikasi.48 memberikan ijasah yang diterbitkan oleh Departemen Pendidikan Nasional kepada peserta didik yang dinyatakan lulus ujian. b. memiliki daya . baik bekerja secara mandiri (wiraswasta) maupun mengisi lowongan pekerjaan yang ada. Pengembangan Kurikulum SMK Edisi 2004 Berpendekatan KBK Arah pengembangan pendidikan menengah kejuruan memiliki peran untuk menyiapkan peserta didik agar siap bekerja. Oleh karena itu. Ijasah ini digunakan sebagai pengakuan terhadap penyelesaian pada jenjang pendidikan SMK atau prestasi belajar yang telah diraih oleh peserta didik. SMK sebagai salah satu institusi yang menyiapkan tenaga kerja. perusahaan/ industri. Sertifikat Kompetensi Sertifikat kompetensi diberikan kepada peserta didik yang lulus uji kompetensi yang diselenggarakan oleh SMK/ lembaga diklat yang terakreditasi sebagai penyelenggara uji kompetensi. Tenaga kerja yang dibutuhkan adalah sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sesuai dengan bidang pekerjaannya.

2. Perkuatan daya suai adaptabilitas tidak cukup dengan memperluas dasardasar keahlian. maka pengembangan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan dunia kerja.49 adaptasi dan daya saing yang tinggi. 3. Makin lebar/ luas bidang keahlian dan keilmuan yang dijadikan dasar acuan. Tingkat keluwesan keahlian sangat ditentukan oleh keleluasaan bidang keahlian yang dijadikan dasar dalam pengembangan isi kurikulum. Pengembangan kurikulum SMK edisi 2004 yang berpendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada dasarnya merupakan upaya penyempurnaan terhadap kurikulum yang berlaku. maka perluasan bidang keahlian dan dasar-dasar keilmuan disesuaikan dengan kebutuhan kontekstual pada masingmasing karakteristik lapangan kerja. tetapi derajat kontekstualnya terhadap dunia kerja akan semakin rendah. Atas dasar itulah. maka tidak mungkin memberikan dasardasar yang lebih luas yang berarti derajat keluwesannya akan menurun. maka akan makin tinggi derajat keluwesannya. tetapi perlu didukung oleh kemampuan-kemampuan . Sebaliknya jika kontekstual dipertajam. Pengelompokan kembali program-program diklat (bidang dan program keahlian) berdasarkan kesamaan akar kompetensi untuk menentukan dasar-dasar keahlian dan keilmuan sejenis. Berdasarkan Dikmenjur Depdiknas (2004) penyempurnaan kurikulum SMK edisi 2004 dirancang sebagai : 1. Atas dasar itulah.

Seseorang dapat dikatakan kompeten apabila memenuhi persyaratan-persyaratan yang telah ditetapkan. Oleh karena itu diperlukan peningkatan dan perkuatan kompetensi-kompetensi dasar (key competencies) yang lebih luas. Berbasis ganda. evaluasi. keahlian. dan sertifikasi. yaitu bahwa pendidikan di SMK harus berbasis ganda (school and industry based) dan tidak bisa hanya berbasis tunggal (school based). mulai dari penetapan materi dasar keahlian. dan kontekstual. lanjut keahlian. Standarisasi program. sehingga jelas mana yang bersifat dasar. Dengan demikian. Hal ini akan sangat membantu dalam mengatur pentahapan pembelajaran (learning hierarchy). 6. maka program pendidikan di SMK .50 generik yang lebih memungkinkan terjadinya proses interaksi individu dengan lingkungan yang lebih luas sebagai prasyarat untuk terjadinya pengembangan pribadi secara optimal. 5. Oleh karena itu penggunaan pendekatan kompetensi mengandung makna bahwa program pendidikan di SMK harus terstandar. yaitu tamatan yang memiliki kemampuan sekaligus berkewenangan. deskripsi program. yaitu bahwa penggunaan pendekatan kompetensi dimaksudkan agar SMK mampu menghasilkan tamatan yang memiliki kompetensi (kompeten). dan spesialisasi (paket keahlian). Pentahapan pembelajaran. mulai dari profil kompetensi. bahan pembelajaran. yaitu perlu pengorganisasian yang tegas mengenai materi atau isi kurikulum sesuai dengan kedudukannya. 4. penyelenggaraan program.

Administrasi dan pelaporan hasil belajar peserta didik dimaksudkan untuk : 1) mencatat. Kegiatan ekstrakurikuler.51 harus dirancang dengan mempertimbangkan bahwa implementasinya dalam bentuk pendidikan sistem ganda (dual based program). dan mudah digunakan. Bag. menyimpan. dan memelihara data hasil belajar peserta didik secara cermat. dan 3) menginformasikan kemajuan dan prestasi hasil belajar peserta didik kepada pihak-pihak yang berkepentingan sebagai bagian pertanggung jawaban sekolah dalam rangka akuntabilitas penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. yaitu bahwa tugas SMK menghasilkan tamatan yang terdidik sekaligus terlatih tidak seluruhnya dapat diprogramkan secara terstruktur dalam kurikulum. D. Oleh karena itu SMK diharapkan dapat mengembangkan kegiatan ekstrakurikuler sebagai bagian integral dari pelaksanaan diklat untuk mengembangkan aspek kedewasaan emosional peserta didik. aman. 7. dan melaporkan data tersebut sesuai dengan tujuan masing-masing aktivitas (Dirjen Dikdasmen. memeriksa. 2004. III:24). Administrasi dan Pelaporan Hasil Administrasi dan pelaporan hasil belajar adalah aktivitas mengadministrasikan seluruh data hasil belajar peserta didik dengan cara-cara yang dapat memudahkan penyimpanan. akurat. 2) menyediakan informasi tentang kemajuan dan prerstasi belajar bagi kepentingan pembinaan dan pengembangan peserta didik dalam bentuk/format yang sesuai dengna kepentingannya. .

1. yaitu dapat berupa laporan penilaian seperti buku laporan (rapor).52 Hasil penilaian didokumenkan dalam berbagai bentuk. Buku laporan (Rapor) Buku laporan (rapor) berisi informasi hasil belaajr peserta didik yang memberi gambaran secara rinci tentang pencapaian kompetensi pada tahap waktu pembelajaran tertentu. nilai hasil belajar matadiklat. transkip. Buku laporan berisi tentang identitas sekolah. 2. daftar kompetensi dan sub kompetensi. leger. dan ijazah. Leger Leger merupakan buku yang berisi informasi pencapaian hasil belajar peserta didik dalam satu kelas yang memberi gambaran secara . nama program keahlian. identitas peserta didik. dan legalitas kepala sekolah. paspor keterampilan (skill passport). Paspor keterampilan (Skill Passport) Skill passport dimaksudkan untuk menginformasikan kompetensi/ sub kompetensi yang telah dicapai dan menginformasikan kepada dunia kerja atau pihak lain yang terkait tentang riwayat pencapaian kompetensi/ sub kompetensi yang dikuasai pemegangnya sebagai bukti dan bahan pertimbangan bagi lapangan kerja. serta pencapaian dan legalitas. identitas sekolah. Skill passport minimal berisi komponen-komponen seperti identitas pemegang. penjelasan tentang skill passport. 3. pengesahan oleh guru pembimbing diketahui oleh orang tua/ wali murid.

serta pengesahan dan cap oleh kepala sekolah. identitas peserta didik. . Leger ini diimaksudkan untuk merekam perkembangan kemajuan belajar peserta didik dan memberi informasi tentang keadaan hasil belajar peserta didik dalam satu kelas. Transkip ini berisi komponen-komponen seperti identitas sekolah. Transkip Transkip merupakan kumpulan laporan pencapaian hasil belajar pada akhir pendidikan yang memberikan gambaran secara rinci dan menyeluruh kompetensi dan prestasi peserta didik selama proses pendidikan. 5. Transkip dimaksudkan untuk memberi penjelasan secara rinci prestasi peserta didik pada akhir pendidikan. nilai hasil belajar matadiklat yang dinyatakan dalam angka dan huruf. Ijazah dimaksudkan untuk memberikan pengakuan bahwa yang bersangkutan telah menyelesaikan program dan lulus jenejang pendidikan SMK. 4.53 rinci tentang penguasaan kompetensi dan catatan pribadi dalam satu tahun. Ijazah Ijazah merupakan keterangan pengakuan penyelesaian suatu jenjang pendidikan sekaligus tanda kelulusan yang diberikan setelah peserta didik menyelesaikan seluruh program pendidikan jenjang SMK dan lulus ujian yang diselenggarakan pada akhir pendidikan.

54

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Desain Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini bersifat kualitatif dan menggunakan metode deskripsi, yaitu dengan menggambarkan keadaan dan memecahkan masalah yang sedang berlangsung. Dengan pendekatan ini diharapkan peneliti dapat menghasilkan data yang deskriptif yang nantinya dituangkan dalam bentuk laporan dan uraian, jadi tidak mengutamakan angkaangka statistik. Istilah penelitian kualitatif menurut Bogdan dan Taylor (1975:25)

yang dikutip oleh Moleong (2002:3) mendefinisikan “Metodologi Kualitatif” sebagai prosedur pemilihan yang menghasilkan data dan deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Penelitian kualitatif tidak bertujuan untuk menguji hipotesis tetapi berusaha mengumpulkan data empiris, dari data tersebut ditemukan pola-pola yang mungkin dapat dikembangkan menjadi teori. Disamping untuk memberikan gambaran secara objektif tentang realitas di lapangan, deskripsi disini tidak terbatas pada pengumpulan data dan penyusunan data saja, melainkan meliputi analisis tentang arti data tersebut. Pendekatan kualitatif menurut Bodgan dan Biklen yang diterjemahkan oleh Munandar (1990:33–36) memiliki 5 sifat yaitu : 1. Pendekatan kualitatif mempunyai latar belakang alami, karena sebagai alat terpenting adanya sumber data yang langsung di lapangan perisetnya. 2. Pendekatan kualitatif bersifat deskriptif. 3. Pendekatan kualitatif lebih memperhatikan proses daripada hasil atau produk semata. 54

55

4. Periset kualitatif cenderung menganalisis datanya secara induktif. 5. Makna merupakan bagiana yang esensial untuk rancangan kualitatif. Dengan pendekatan kualitatif maka penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran secara obyektif dan menguraikan keadaan atau fenomena tentang pelaksanaan implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Kecamatan Gombong Kabupaten Kebumen. B. Lokasi Penelitian Lokasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Sekolah Menengah Kejuruan Yayasan Pendidikan Ekonomi (Yapek), yang beralokasi di Jalan Merbabu No. 64 Wero Kecamatan Gombong Kabupaten Kebumen. Lokasi ini dipilih karena peneliti berasal dari Kebumen, dan kebetulan peneliti juga merupakan alumni dari SMK tersebut. Dengan demikian, maka antara peneliti dan pihak SMK Yapek Gombong Kebumen terjalin hubungan familier. Di samping itu, peneliti juga ingin mengetahui sejauh mana pelaksanaan implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi, khususnya pada matadiklat siklus akuntansi. C. Informan Penelitian Informan adalah orang yang dimanfaatkan untuk memberikan informasi tentang situasi dan kondisi latar penelitian (Moleong, 2002:90). Dalam penelitian kualitatif, keberadaan informan penelitian sebagai informasi kunci yang akan diwawancarai secara mendalam sangat dibutuhkan. Oleh karena itu, sebagai informan penelitian pada penelitian ini adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah bagian kurikulum, guru matadiklat siklus akuntansi dan siswa-siswi yang sedang menempuh mata pelajaran siklus akuntansi.

56

1. Kepala Sekolah SMK Yapek Gombong Kebumen Peneliti memilih kepala sekolah sebagai informan penelitian karena tugas kepala sekolah adalah selaku penanggung jawab dari kegiatan pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. Kepala sekolah juga berperan sebagai dinamisator,

organisator, administrator dan supervisor yang mengelola pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. Dengan demikian, maka kepala sekolah dapat dimintai keterangan tentang perannya dalam memperdayakan seluruh aspek kependidikan yang menyangkut fasilitas, sarana dan prasarana sekolah guna mendukung terlaksananya penerapan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan KBK, khususnya pada matadiklat siklus akuntansi. Selain itu, peneliti juga dapat memperoleh informasi dari kepala sekolah mengenai tenaga pengajar, proses pembelajaran, ragam kegiatan belajar, waktu belajar, pendukung belajar dan guru yang mengelola proses pembelajaran. 2. Wakil kepala sekolah bagian kurikulum SMK Yapek Gombong Kebumen Wakil kepala sekolah bagian kurikulum dijadikan informan penelitian karena tugas dan wewenang dari wakil kepala sekolah bagian kurikulum adalah mengatur, mengelola, dan menyesuaikan kurikulum yang hendak diterapkan dalam sekolah tersebut. Dengan demikian, maka peneliti dapat memperoleh informasi dari wakil kepala sekolah bagian kurikulum mengenai penerapan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan KBK, khususnya pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen. 3. Guru matadiklat siklus akuntansi Tugas dari seorang guru bidang studi adalah sebagai pelaksana kegiatan belajar mengajar. Untuk mengetahui proses belajar mengajar dengan kkkkk

khususnya pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen. maka peneliti sangat memerlukan informasi dari guru bidang studi yang bersangkutan. Dengan demikian. diharapkan dapat memberikan segala informasi yang diperlukan guna memecahkan permasalahan yang ada dalam penelitian ini. 4. peneliti dapat melakukannya secara . dan guru mata pelajaran siklus akuntansi. siswa-siswi yang dijadikan informan penelitian sebanyak 6 siswa. khususnya pada matadiklat siklus akuntansi. Siswa-siswi SMK Yapek Gombong Kebumen Selain kepala sekolah. Dari informan penelitian yang telah dipilih oleh peneliti. yaitu dari tiap-tiap kelas diambil 2 siswa yang merupakan siswa berprestasi. dan untuk tingkat satunya ada 3 kelas.57 menggunakan kurikulum SMK edisi 2004 yang berpendekatan KBK. Sedangkan di SMK Yapek Gombong Kebumen siswa-siswi yang mendapatkan matadiklat siklus akuntansi adalah semua siswa-siswi yang duduk di tingkat I program keahlian akuntansi. Dari ke-6 informan ini dapat ditanya mengenai bagaimana siswa-siswi dalam menerima pelajaran siklus akuntansi yang penerapannya menggunakan kurikulum SMK edisi 2004 yang berpendekatan KBK. disamping kepala sekolah dan wakil kepala sekolah bagian kurikulum. Dalam mengumpulkan data/ informasi dari masing-masing informan. peneliti juga memilih guru matadiklat siklus akuntansi sebagai informan penelitian. Dalam penelitian ini siswa-siswi yang dijadikan informan penelitian hanya sebagian saja. wakil kepala sekolah bagian kurikulum. Oleh karena itu. siswa-siswi SMK Yapek Gombong Kebumen khususnya yang sedang menempuh matadiklat siklus akuntansi juga perlu dijadikan sebagai informan penelitian.

kebutuhan peneliti. apabila pada suatu saat peneliti meminta keterangan pada masing-masing informan dan ternyata mengalami kegagalan. Peneliti dalam pandangan fenomenologis berusaha memahami arti peristiwa dan kaitan-kaitannya terhadap orang-orang biasa dalam situasi tertentu (Moleong. yaitu penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan keadaan atau status fenomena.58 bebas dan tidak terbatas waktu. penelitian ini digolongkan pada jenis penelitian deskriptif yang bersifat eksploratif. guru matadiklat siklus akuntansi. maka peneliti dapat meminta keterangan dilain hari selama jangka waktu penelitian. peneliti melakukan wawancara dengan informan. yaitu kepala sekolah. bahwa peneliti dalam meminta keterangan dari masing-masing informan tidak terikat alur urutan jabatan. 2002:9). . Artinya. D. Tahap-tahap Penelitian dan Jadwal Waktu Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan lebih mengacu pada perspektif fenomenologis. menurut Bogdan dan Biklen (1982) dalam (Utanto. 2002:47) peneliti menyesuaikan diri dengan memahami kenyataan di lapangan. Selama melakukan penelitian. wakil kepala sekolah bagian kurikulum. Dilihat dari jenisnya. tetapi tergantung pada situasi. dan dapat dilakukan kapan saja dengan catatan selama tidak mengganggu jam-jam kesibukan para informan. Oleh karena itu seyogyanya. Adapun pelaksanaan penelitian dilakukan di lapangan. kondisi. dan siswa-siswi yang sedang menempuh matadiklat siklus akuntansi yang sesuai dengan tujuan penelitian. peneliti merupakan instrumen utama. Dengan demikian.

menyiapkan perlengkapan penelitian dan persoalan etika penelitian. Selanjutnya tema yang telah disetujui disusun dalam bentuk proposal penelitian dan diserahkan kepada dosen pembimbing I dan II untuk mendapatkan bimbingan dan persetujuan. Penelitian pra lapangan 1) Menyusun rancangan penelitian yang sering kita kenal dengan sebutan proposal penelitian. c. Tahap pekerjaan lapangan. menjajagi dan menilai keadaan lapangan. Tahap-tahap penelitian yang akan dilaksanakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : a. mengurus perijinan. Tahap pra lapangan. Pada tahap awal. yaitu meliputi memahami latar penelitian dan persiapan diri. yaitu meliputi konsep dasar analisis data. Tahap analisis data. tema penelitian terlebih dahulu diajukan kepada tim penyeleksi tema di tingkat jurusan untuk mendapatkan persetujuan tema. memilih dan memanfaatkan informan. menemukan tema dan perumusan hipotesis. tahap-tahap penelitian yang telah disesuaikan dengan keadaan Indonesia adalah : a. memilih lapangan penelitian. Menurut Moleong (1988:85).59 Tahap-tahap yang ditempuh dalam penelitian ini terdiri dari persiapan penelitian sampai dengan pelaksanaan penelitian. . dan menganalisis berdasarkan hipotesis. b. memasuki lapangan. dan berperan serta sambil mengumpulkan data. yaitu meliputi menyusun rancangan penelitian.

dan III skripsi disetujui oleh masing-masing dosen pembimbing kemudian perijinan penelitian dilakukan secara formal antara lembaga yang menaungi peneliti yaitu UNNES dengan Yayasan SMK Yapek Gombong Kebumen. alat perekam. Kegiatan ini selain dilakukan pada saat memilih lapangan penelitian. Informan penelitian merupakan orang-orang yang terkait dalam instansi yang digunakan sebagai tempat penelitian. dan siswa-siswi yang sedang menempuh matadiklat siklus akuntansi. dilakukan juga pada saat peneliti hampir memasuki lapangan penelitian. dan panduan observasi.60 2) Memilih lapangan penelitian. . selanjutnya setelah Bab I. Pada tahap awal. wakil kepala sekolah bagian kurikulum. perijinan penelitian dilakukan secara lisan. 5) Memilih dan memanfaatkan informan penelitian. 4) Menjajagi dan menilai keadaan lapangan. seperti : kepala sekolah. guru matadiklat siklus akuntansi. maka lembaga yang dipilih sebagai lapangan penelitian adalah SMK Yapek Gombong Kebumen. Informan penelitian dipilih dengan cara purposive sample dan dimanfaatkan sesuai dengan tujuan pengungkapan data penelitian. garis besar materi wawancara. Perlengkapan penelitian yang dipersiapkan antara lain peralatan tulis sebagai peralatan catatan lapangan. 3) Mengurus perijinan. kamera. Berkaitan dengan tema penelitian yaitu pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi. 6) Menyiapkan kelengkapan penelitian. II.

dan kebutuhan peneliti. Setelah seluruh persiapan intern maupun ekstern peneliti terpenuhi. b. dan observasi peneliti dapat melakukannya secara bebas (tidak terikat alur urutan jabatan). oleh sebab itu etika peneliti harus selalu diperhatikan. tetapi tergantung pada situasi. Tahap pekerjaan lapangan 1) Memahami latar penelitian dan persiapan diri. dokumentasi. Dalam melakukan wawancara. kemudian peneliti dapat memulai memasuki lapangan penelitian secara proporsional. maka pelaksanaan penelitian dapat dilakukan secara efektif dan efesien. Dalam penelitian kualitatif.61 7) Etika penelitian. mempelajari kembali proposal serta memperdalam dan memperluas kajian literatur penelitian. peneliti diharapkan berusaha untuk melakukan interaksi awal. dokumentasi. 2) Memasuki lapangan. . Adanya perasaan empati dan kekeluargaan antara peneliti dengan informan penelitian di SMK Yapek Gombong Kebumen dapat memberi kemudahan bagi peneliti untuk berpartisipasi dalam kegiatan yang dilakukan di SMK tersebut. Peneliti dapat secara langsung melakukan wawancara. 3) Berperan serta sambil mengumpulkan data. peran keterlibatan peneliti sangat dibutuhkan. kondisi. maupun observasi. Dengan adanya persiapan yang matang. sehingga perasaan empati dan kekeluargaan dapat terjalin baik dengan konsisten pada tujuan penelitian. Pada tahapan ini.

catatan kecil. E. (4) mengambil kesimpulan atau verifikasi. dipercaya dan bisa menjalin hubungan baik dengan para responden. yaitu tahap-1 dimulai tanggal 15 Juli sampai dengan 30 Agustus 2004 dan tahap ke2 dimulai setelah Bab I. Sedangkan pada tahap II peneliti memilih waktu tersebut karena peneliti sambil menunggu bimbingan skripsi dari Bab I. . sehinggga peneliti dapat memperoleh informasi dari para informan secara langsung mulai dari awal tahun ajaran baru 2004/2005. Tahap Analisis Data Ada banyak cara yang dapat diikuti oleh para peneliti dalam menganalis data. Dalam kegiatan ini peneliti dilengkapi dengan alat perekam mini. dan III disetujui oleh dosen pembimbing I dan II. yaitu : (1) pengumpulan data.62 c. Peneliti memilih dua tahap dalam melakukan penelitian di lapangan karena pada pelaksanaan tahap I merupakan tahun ajaran baru dan proses belajar mengajar baru dimulai. Jadwal penelitian yang direncanakan oleh peneliti ada dua tahap. Menurut Milles dan Hoberman dalam Rahman (1999:20) salah satu cara yang dianjurkan ialah mengikuti langkah-langkah analisis data yang umum digunakan. Guba & Lincoin. 1985). agar peneliti dapat menyelami dan memahami realitas sosial di lapangan yang dijumpai (Bogdan & Biklen. II. (2) reduksi data. dan III yang harus disetujui terlebih dahulu oleh dosen pembimbing I dan II. dan dokumentasi fotografi. Mengenai tahapan analisis data akan dibahas lebih lanjut secara luas pada sub G tentang proses pencatatan dan teknik analisis data. (3) display data. 1982. II. Teknik Pengumpulan Data Proses pengumpulan data dalam penelitian ini menempatkan peneliti sebagai instrumen penelitian yang utama. Ini bisa dilakukan setelah peneliti dapat diterima.

guru bidang studi. observasi adalah kegiatan mengamati sesuatu tanpa mempengaruhi dan secara simultan mencatat atau merekamnya untuk bahan analisis. Pada tahap ini peneliti mengamati langsung di sekolah yang telah dijadikan tempat penelitian. Berikut dipaparkan pengunaan masing-masing metode pengumpul data : 1. . Disitu tekandung pengertian bahwa peneliti sebagai instrumen penelitian harus peka dalam mengamati segala sesuatu. Syarat yang harus dipenuhi dalam penggunaan teknik ini adalah tidak boleh mempengaruhi hal-hal yang diobservasi seperti apa yang dikendaki observer. Awal dari tahap ini yaitu peneliti melakukan sosialisasi untuk menanamkan rasa saling percaya antara peneliti dengan kepala sekolah.63 Pengumpulan data dilakukan berulang-ulang dalam beberapa tahap berdasarkan perkembangan yang muncul sehubungan dengan jawaban-jawaban atas suatu pertanyaan. wakil kepala sekolah bagian kurikulum. dan mampu merekam/mencatat segala hal yang menjadi fokus pengamatannya. Metode Observasi Merujuk pendapat Audrey True (1983) dalam Nugroho (1993:18). dan siswa yang akan diteliti. sedangkan dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data tentang beberapa kegiatan yang berhubungan dengan situasi pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi pada mata pelajaran siklus akuntansi. Observasi dan wawancara merupakan dua teknik pengumpulan data yang digunakan sekaligus.

dan evaluasi pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi. observasi dilakukan dengan mengamati situasi pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi dan mengamati kegiatan guru-guru yang sedang melaksanakan proses pembelajaran. . maka wawancara merupakan teknik yang penting. Catatan lapangan adalah catatan tertulis tentang apa yang didengar. dialami. Selain itu. Setiap data dan informasi yang diperoleh melalui teknik observasi ini akan selalu didokumentasikan dalam catatan lapangan. sehingga penggunaan wawancara menjadi sangat cocok karena mampu mengorek kedalaman peristiwa maupun setting sosial yang menjadi bingkai terjadinya peristiwa tersebut. dan dipikirkan. dilihat. yaitu menyangkut ketersediaan sarana dan prasarana yang dapat menunjang kegiatan belajar mengajar. khususnya pada matadiklat siklus akuntansi. Banyak fenomena sosial di lapangan yang sulit dijaring melalui angket dan sejenisnya. 2. hal ini bertujuan untuk menghindari tercecernya data-data yang telah diperoleh saat di lapangan. implementasi hasil dan evaluasi pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi yang diterapkan di SMK Yapek Gombong Kebumen.64 Setelah terbina hubungan baik dan saling percaya antara peneliti dengan pihak-pihak informan. pelaksanaan. Wawancara Penelitian ini bersifat kualitatif. selanjutnya peneliti mengamati kondisi sekolah yang meliputi kondisi fisik dan kondisi non fisik. dari persiapan. Hal-hal yang diobservasi meliputi: waktu pelaksanaan.

. wawancara berencana adalah suatu bentuk wawancara dengan merumuskan terlebih dahulu semua aspek-aspek yang akan dipertanyakan ke dalam suatu daftar.65 Teknik wawancara yang dilakukan dalam penelitian ini adalah bentuk wawancara mendalam dengan menggunakan teknik wawancara berencana (standar interview) dan wawancara tanpa rencana (under standardized interview). wawancara dilaksanakan secara berencana terhadap informan-informan yang telah ditentukan di atas tentang hal-hal yang berkaitan dengan pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi. sehingga saat pelaksanaannya berfungsi sebagai pedoman wawancara. implementasi hasil. peran kepala sekolah. Adapun bahanbahan yang menjadi bahan wawancara meliputi : persiapan. . Menurut Tim Pengembangan MKDK IKIP Semarang (1989:104). wakil kepala sekolah bagian kurikulum. waktu pelaksanaan. makna pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi pada matadiklat akuntansi. Dalam penelitian ini. dan siswa-siswi yang sedang menempuh matadiklat siklus akuntansi dalam menyikapi kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi. Sedangkan wawancara tak berencana hanya sebagai teknik pelengkap apabila pewawancara merasa bahwa data yang diperoleh dari teknik lain belum memadai. dan proses belajar mengajar yang baik. guru matadiklat siklus akuntansi. khususnya pada matadiklat siklus akuntansi.

peneliti menyelidiki benda-benda tertulis seperti buku-buku. notulen rapat. 1998:148).66 3. Dokumentasi digunakan dalam penelitian ini dengan alasan: 1) selalu tersedia di kantor/lembaga. transkip. . mudah didapat dan digunakan. dokumen. Metode Dokumentasi Dokumentasi berasal dari kata dokumen yang artinya barang-barang tertulis. buku. 3) data/informasi yang ada pada dokumen bersifat faktual dan realistis dalam arti memuat apa adanya tentang hal-hal yang didokumentasikan. Pelaksanaan metode dokumentasi dengan menyelidiki administrasi kepala sekolah dan foto kegiatan yang berhubungan dengan pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen. peraturanperaturan. 2) dokumen merupakan sumber data yang stabil. majalah. agenda dan sebagainya untuk melengkapi datadata yang belum terambil melalui pengisian-pengisian kuesener atau dalam mengamati perangkat dokumen yang berkaitan dengan ketentuan pelaksanaan proses pembelajaran yang berorientasi pada kurikulum berbasis kompetensi. catatan harian dan sebagainya (Suharsimi Arikunto. Di dalam melaksanakan metode dokumentasi. Metode dokumentasi ini adalah mencari data mengenai hal-hal atau catatan.

wakil kepala sekolah bagian kurikulum. petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis kurikulum berbasis kompetensi dari Depdiknas. Dalam penelitian ini penulis memperoleh data sekunder dari dokumen. Sumber Data Data merupakan suatu faktor yang sangat penting dalam suatu penelitian. Proses Pencatatan dan Teknik Analisis Data 1.67 F. guru-guru mata pelajaran siklus akuntansi SMK Yapek Kecamatan Gombong Kabupaten Kebumen. Data Sekunder Data sekunder adalah data yang diperoleh secara tidak langsung dan dipakai untuk melengkapi data-data primer. yaitu dari kepala sekolah. G. catatan-catatan rapat kerja dinas yang penting tentang pelaksanaan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi. Data Primer Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari responden. Alat penelitian penting yang akan digunakan dalam . Proses pencatatan Data Kegiatan yang tidak kalah penting dan perlu diperhatikan oleh seorang peneliti dalam usaha mengumpulkan informasi adalah proses pencatatan data. Untuk mengumpulkan data-data mengenai implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntasi di SMK Yapek Gombong Kebumen penulis menggunakan data yang berasal dari : 1. 2.

Dengan dasar kenyataan tersebut. Peneliti tidak mungkin melakukan pengamatan sambil membuat catatan yang baik. wawancara. kemudian dilengkapi dan disempurnakan. b) buatlah garis besar yang berisi judul-judul tentang sesuatu yang ditemui dalam suatu pengamatan atau wawancara yang cukup lama dilakukan. yaitu tape recorder maupun kamera sebagai alat dokumentasi dipilih untuk mengatasi kesulitan-kesulitan tersebut. maka makin sulit data diingat dan kemungkinan data hilang akan semakin besar. Pada saat melakukan proses pencatatan lapangan. pokok-pokok utama saja. sehingga apa yang diragukan dalam penafsiran data dapat dicek secara langsung. peneliti berusaha mengikuti pedoman yang telah dirumuskan oleh Bogdan dan Moleong (2002:101) antara lain : a) buatlah catatan secepatnya. penggunaan alat-alat perekam kejadian. singkatan. Penggunaan peralatan tersebut sebagai pencatat data mempunyai keuntungan antara lain dapat diamati dan didengar secara berulang. dan tidak dapat pula membuat catatan yang baik sambil mengadakan wawancara secara mendalam dengan seseorang.68 pengumpulan data ialah catatan lapangan (field notes). Pada dasarnya peneliti tidak dapat melakukan dua pekerjaan sekaligus. Catatan lapangan dalam bentuk kata-kata kunci. c) apa yang dikatakan atau yang telah diamati sering terlupakan setelah beberapa hari berlalu. jangan menundanunda pekerjaan. jika teringat segeralah dicatat kembali. yaitu catatan yang dibuat oleh peneliti sewaktu mengadakan pengamatan/observasi. dan dapat memberikan dasar . dokumentasi maupun menyaksikan suatu kejadian tertentu. sebab makin ditunda pekerjaan.

yaitu dimulai dari lapangan atau fakta empiris dengan cara terjun ke lapangan. kategori dan suatu uraian dasar. 2. Menurut Miles dan Hoberman dalam Rachman (1999:120). Data yang diperoleh dalam lapangan ditulis dalam bentuk uraian terinci . Analisis data di dalam penelitian kualitatif dilakukan bersamaan dengan proses pengumpulan data. Teknik Analisis Data Menurut Patton dalam Moleong (2002:103) analisis data adalah proses mengatur urutan data. Reduksi data Yaitu memilih hal-hal pokok yang sesuai dengan fokus penelitian. Adapun tahapan analisis data sebagai berikut : a. Analisis data dilakukan secara induktif. bahwa peneliti mencatat semua data secara objektif dan apa adanya sesuai dengan hasil observasi dan wawancara di lapangan. b. mengorganisasikannya ke dalam suatu pola. menganalisis. Sedangkan Bogdan dan Taylor mendefinisikan analisis data sebagai proses yang merinci usaha formal untuk menentukan tema dan merumuskan hipotesis (ide) seperti yang disarankan oleh data dan sebagai usaha untuk memberikan bantuan dan tema pada hipotesis itu.69 yang kuat tentang apa yang dikatakan oleh peneliti itu benar-benar terjadi dan dapat dicek kembali dengan mudah. mempelajari. Pengumpulan data Peneliti mencatat semua data secara objektif dan apa adanya sesuai dengan hasil observasi dan interview di lapangan. menafsir dan menarik kesimpulan dari fenomena yang ada di lapangan.

dirangkum. Selanjutnya Licoln dan Guba dalam Moleong (2002: 347–351) menguraikan kategori sebagai berikut : tugas pokok kategorisasi adalah 1) mengelompokan kartu-kartu yang telah dibuat . oleh sebab itu laporan tersebut perlu direduksi. artinya satuan itu harus dapat ditafsirkan tanpa informasi tambahan selain pengertian umum dalam konteks latar penelitian (Moleong. Langkah selanjutnya adalah menyusun data hasil reduksi dalam bentuk satuan-satuan. dan satuan itu hendaknya juga menarik.70 yang akan terus bertambah sejalan bertambahnya waktu penelitian. Kedua. pendapat ataupun kriteria tertentu. Disamping itu. Setelah seluruh data penelitian telah tersusun dalam satuansatuan. Menurut Licoln dan Guba (1985:345) karakteristik ada dua. difokuskan pada hal yang penting. Kategori disini tidak lain adalah salah satu tumpukan dari seperangkat tumpukan yang disusun atas dasar pikiran. dan dicari tema atau polanya. dan disusun lebih sistematis sehingga lebih mudah dikendalikan. dipilih hal-hal yang pokok. intuisi. 2002:192). langkah penelitian selanjutnya adalah melakukan kategorisasi. laporan sebagai bahan mentah juga perlu disingkatkan direduksi. satuan itu hendaknya merupakan “sepotong” informasi kecil yang dapat berdiri sendiri. yaitu pertama satuan itu harus “heuristic” artinya mengarah pada suatu pengertian atau tindakan yang diperlukan oleh peneliti atau akan dilakukannya. Satuan itu tidak lain adalah bagian terkecil yang mengandung makna yang bulat dan dapat berdiri sendiri terlepas dari bagian yang lain.

71 ke dalam bagian-bagian isi yang secara jelas berkaitan. sehingga kesimpulan-kesimpulan juga diverifikasi selama penelitian berlangsung. Verifikasi data yaitu pemeriksaan tentang besar dan tidaknya hasil laporan penelitian. Kesimpulan adalah tinjauan ulang pada catatan di lapangan atau kesimpulan dapat ditinjau sebagai makna-makna yang muncul dari data . Untuk menampilkan data-data tersebut agar lebih menarik maka diperlukan penyajian yang menarik pula. yaitu sekumpulan informasi tersusun yang memberikan kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. disajikan langkah terakhir adalah kesimpulan-kesimpulan. diagram. Pengambilan keputusan atau verifikasi. Hasil dari data-data yang telah didapatkan dari laporan penelitian selanjutnya digabungkan dan disimpulkan serta diuji kebenarannya. 1992:17). Dalam penyajian ini dapat dilakukan melalui berbagai macam visual. Penyajian data (display data). Dalam pelaksanaan penelitian penyajian-penyajian data yang lebih baik merupakan suatu cara yang utama bagi analisis kualitatif yang valid. dan sebagainya (Milles dan Hoberman. 3) menjaga agar setiap kategori yang telah disusun satu dengan lainnya mengikuti prinsip taat asas. grafik. yaitu data-data dari hasil penelitian setelah direduksi. d. matrik. chart network. 2) merumuskan aturan yang menguraikan kawasan kategori dan yang akhirnya dapat digunakan untuk menetapkan inkluisi setiap kartu pada kategori. Penarikan kesimpulan merupakan bagian dari satu kegiatan konvigurasi yang utuh. c. misalnya gambar.

model. Tahapan analisis data kualitatif PENGUMPULAN DATA REDUKSI DATA SAJIAN DATA PENGAMBILAN KEPUTUSAN ATAU VERIFIKASI Sumber : Milles dan Hoberman dalam Rahman (1999:20) Keempat komponen tersebut saling mempengaruhi dan terkait. . Pertama-tama peneliti di lapangan dengan mengadakan wawancara atau observasi yang disebut tahap pengumpulan data.72 yang harus diuji kebenarannya. Sejak semula peneliti berusaha mencari makna dari data yang diperoleh. persamaan. selain itu pengumpulan data juga digunakan untuk penyajian data. dan sebagainya. Karena data yang dikumpulkan banyak. Apabila ketiga tahapan tersebut selesai dilakukan. hubungan. Tahapan analisis data kualitatif tersebut dapat dilihat dalam bagan di bawah ini : Bagan 1. maka diambil suatu keputusan atau verifikasi. hal-hal yang sering muncul. yaitu yang merupakan validitasnya (Milles dan Hoberman. kekokohannya dan kecocokannya. 1992:19). hipotesis. maka perlu diadakan reduksi data. tema. Setelah direduksi kemudian diadakan sajian data. Untuk itu peneliti berusaha mencari pola.

3) kebergantungan (dependability). 2. Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu untuk keperluan pengecekan dan perbandingan terhadap data itu (Moleong. penyidik.73 H. triangulasi. Dalam hal ini proses triangulasi yang digunakan oleh peneliti adalah triangulasi sumber. metode. dan 4) kepastian (confirmability). dan teori. 3. Denzim (dalam Moleong. . Dalam penelitian ini. dan pengecekan anggota. 2002:178) membedakan triangulasi menjadi empat macam yaitu : sumber. maka peneliti menggunakan teknik triangulasi. Menurut Moleong (2002:173) ada empat kriteria dalam teknik pemeriksaan data. 2) keteralihan (transferability). pengecekan dengan teman sejawat. Membandingkan apa yang dikatakan orang di depan umum dengan apa yang dikatakannya secara pribadi. 1993:73). 2002:178). Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data Keabsahan suatu data dapat dilakukan dengan teknik pemeriksaan yang didasarkan atas kriteria tertentu. yaitu : 1) derajat kepercayaan (credibility). Hal ini dapat dicapai dengan jalan: 1. untuk membuktikan keabsahan data. referensi yang memadai. kajian terhadap kasus-kasus negatif. Adapun teknik yang digunakan untuk membuktikan kebenaran data yaitu melalui ketekunan pengamatan di lapangan. Membandingkan data hasil pengamatan dengan hasil data wawancara. Membandingkan apa yang dikatakan orang-orang tentang situasi penelitian dengan apa yang dikatakan sepanjang waktu. yang berarti membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda dalam metode kualitatif (Patton dalam Lembaran Penelitian.

sehingga akan diperoleh informasi yang benar-benar valid. kemudian peneliti mengecek ulang dengan jalan menanyakan ulang pertanyaan yang disampaikan oleh informan pertama ke informan kedua. tetapi apabila kedua jawaban saling berlawanan atau berbeda. Apabila kedua jawaban yang diberikan sama. Membandingkan keadaan dan perspektif seseorang dengan berbagai pendapat dan pandangan menengah orang/ atau masyarakat orang biasa. tinggi. Triangulasi sumber yang digunakan yaitu sebagai teknik pemeriksaan yang memanfaatkan penggunaan sumber.74 4. berada. Informasi yang diberikan oleh salah satu informan dalam menjawab pertanyaan peneliti. Membandingkan hasil wawancara dengan isi suatu dokumen yang berkaitan. maka jawaban itu dianggap sah. dengan pertimbangan bahwa untuk memperoleh informasi dari para informan perlu diadakan cros cek antara satu informan dengan informan yang lain. Informasi ynag diperoleh diusahakan dari nara sumber yang betul-betul mengetahui akan permasalahan dalam penelitian ini. maka langkah alternatif sebagai solusi yang tepat adalah dengan mencari jawaban atas pertanyaan itu kepada informan ketiga yang berfungsi sebagai pembanding antara keduanya. Hal ini dilakukan untuk membahas setiap fokus penelitian yang ada. 5. sehingga keabsahan data tetap terjaga dan bisa dipertanggungjawabkan. orang yang dan orang berpendidikan pemerintahan. .

Selain itu. Setelah melihat daya tampung siswa di SMA Negeri Gombong yang masih sangat terbatas dan minat calon siswa lulusan SLTP yang akan meneruskan ke jenjang lebih tinggi sangat banyak.75 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Kemudian pada bulan Desember 1967 SMEA Yapek Gombong Kebumen menerima pendaftaran siswa baru sebanyak 89 siswa. Dari hasil rapat tersebut memutuskan bahwa Drs. Untuk mewujudkan keinginan dalam mendirikan SMEA Gombong Kebumen dipandang perlu diadakannya rapat. terutama dalam rangka peran aktif untuk mencerdaskan kehidupan bangsa melalui bidang pendidikan. Setting Penelitian 1. khususnya pendidikan kejuruan. Tinjauan Historis SMK Yapek Gombong Kebumen Pemrakarsa pendirian SMEA Gombong Kebumen atau kini disebut dengan SMK Yapek Gombong Kebumen tidak dapat dipisahkan dari usaha dan perjuangan para guru SMA Negeri Gombong Kebumen. Pelaksanaan rapat pertama kali pada tanggal 15 Agustus 1967. Soedarman SA sebagai kepala SMEA Gombong Kebumen. dimaksudkan juga untuk mengisi waktu luang bagi para guru SMA Negeri Kebumen pada waktu siang maupun sore hari sesudah selesai melaksanakan tugas mengajar. Niat mendirikan sekolah adalah niat yang tulus dan luhur. maka niat mendirikan sekolah semakin mantap. sedangkan tenaga 75 .

BA (Camat Gombong) : Bapak Pitojo Soesilo (Kepala SD Wonokriyo I Gombong) Bendahara I : Bapak Sosro Mihardjo (Pemborong) Bendahara II : Bapak Drs. Adapun tenaga pengajar tersebut kesemuanya merupakan guru dari SMA Negeri Gombong Kebumen. staf usaha 1 orang. Soedarman SA (Kepala SMEA Negeri Karanganyar Kebumen) . Kemudian atas anjuran dari bapak Suparjadi Tjokrodimejo selaku kepala sekolah SMA Negeri Gombong agar SMEA Gombong diubah namanya menjadi SMEA Persiapan Negeri Gombong Kebumen. Kegiatan proses belajar mengajar sementara masih menggunakan gedung dan fasilitas dari SMA Negeri Gombong Kebumen. dan tenaga pesuruh 1 orang. Adapun susunan kepanitiaan tersebut adalah sebagai berikut : Penasehat I : Bapak Mayor Suripto (komando Garnizun Gombong) Penasehat II : Bapak M. yaitu Kawedanan atau Kecamatan Gombong maka pada bulan Januari 1968 diadakan rapat di rumah bapak Sosro Mihardjo. Koesni (wedono Gombong) Ketua Sekretaris : Bapak Mas Soekarno. yaitu gedung KWN Kendalgrowong Gombong Kebumen. Berdasarkan pada Peraturan Pemerintah bahwa untuk mendirikan sekolah negeri harus ada persetujuan dari instansi pemerintah setempat.76 pengajar sejumlah 10 orang. Pada rapat ini dihadiri oleh para pejabat dan tokoh masyarakat di kecamatan Gombong yang menghasilkan keputusan tentang susunan kepanitiaan pendiri SMEA persiapan Negeri gombong kebumen.

.77 Seksi Usaha : 1. khususnya masyarakat Gombong dan sekitarnya. Bapak Atmowinangun (Carik Wero Gombong) 4. dan 2) agar masyarakat Gombong dan sekitarnya dapat menikmati pendidikan yang lebih tinggi tanpa harus pergi ke luar kota. Dengan keuletan dan kegigihan dari para seksi usaha dan segenap panitia. Perkembangan jumlah siswa terus meningkat. sehingga di sekolah ini dibuka 3 jurusan yaitu jurusan tata usaha (sekarang sekretaris). Bapak Lie Chan San (Pengusaha Pabrik Nusantara Gombong) 2. Sesuai dengan waktu pertama kali diadakan rapat yaitu pada tanggal 15 Agustus 1967. Adapun jumlah tenaga pengajar pada tahun 1972 sebagian besar masih tetap guru dari SMA Negeri Gombong Kebumen. Bapak Kwee Kie Shoo (Pengusaha pabrik Sarawita Gombong) 3. Bapak Soekiran (Guru SMEP Gombong) Adapun tujuan mendirikan SMEA Persiapan Negeri Gombong adalah: 1) ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa. akhirnya pada tahun 1969 SMEA Persiapan Negeri Gombong berhasil membeli sebidang tanah yang beralokasi di Jalan Merbabu No. maka tanggal tersebut dijadikan hari jadi berdirinya SMEA Persiapan Negeri Gombong Kebumen atau yang kini disebut dengan SMK Yapek Gombong Kebumen.64 Wero Gombong Kebumen. dan tata niaga (sekarang penjualan). tata buku (sekarang akuntansi).

Dengan demikian. sehingga kegiatan belajar mengajar terpaksa dilaksanakan pada pagi dan siang hari. khususnya guru bidang studi kejuruan ekonomi. tetapi karena Peraturan Pemerintah yang menetapkan bahwa setiap kabupaten hanya ada dua SMEA Negeri yaitu di Kebumen dan Karanganyar. baik itu dari SMA Negeri Gombong maupun SMEA Negeri Karanganyar Kebumen. Soedarman SA berlangsung hanya sampai tahun 1972. . Selaku kepala sekolah beliau mulai melakukan upaya beberapa pembenahan dalam kegiatan proses belajar mengajar. Usaha untuk menjadikan SMEA Persiapan Negeri Gombong Kebumen agar menjadi sekolah yang berstatus negeri terus dilakukan. hal ini dikarenakan pada bulan Februari 1972 beliau diangkat menjadi Kepala SMEP Negeri Prembun Kebumen. selain itu secara bertahap beliau juga mulai memberhentikan guru-guru negeri yang kurang efektif. Kepemimpinan bapak Drs.78 Perkembangan jumlah siswa tiap tahun selalu meningkat. maka harapan SMEA Persiapan Negeri Gombong Kebumen untuk menajdi SMEA Negeri Gombong Kebumen gagal. BcHk. Dengan demikian tenaga pengajarpun ditambah dari SMEA Negeri Karanganyar Kebumen. Dengan demikian. maka kepemimpinan SMEA Persiapan Negeri Gombong digantikan oleh bapak Tjetjep Supandi. maka SMEA Persiapan Negeri Gombong Kebumen harus menjadi sekolah swasta.

dengan SK Nomor 001/C/Kep/I. yaitu yang diberi nama “YAYASAN PENDIDIKAN EKONOMI (YAPEK) GOMBONG KEBUMEN”. maupun bantuan guru negeri.79 Sesuai dengan Peraturan Pemerintah sekolah swasta harus dikelola oleh suatu badan atau yayasan. dan Disamakan”. dan sebagai gantinya yaitu bapak Drs. akhirnya pada tanggal 19 Juli 1999 beliau purna tugas. maka status SMK Yapek Gombong Kebumen sejak tahun 1986 “DIAKUI”. Yayasan ini kemudian didaftarkan ke Notaris Soetardjo Sastro Atmodjo di Purwokerto dengan Akta no. 21 tanggal 27 Agustus 1973. Hal ini terbukti dengan adanya subsidi yang diberikan dari pemerintah mulai tahun 1979. Diakui. Agus .86 tanggal 6 Januari 1986. Setelah puluhan tahun bapak Tjetjep Supandi. Oleh karena itu pada tanggal 27 Agustus 1973 didirikan Badan Usaha yang berbentuk yayasan. sarana prasarana sekolah. baik itu berupa materi. karyawan. dan seluruh siswa. BcHk memimpin SMK Yapek Gombong Kebumen. Adapun status yang dimaksud adalah “Terdaftar. Sementara itu berlaku Peraturan Pemerintah yang mengatur tentang status sekolah-sekolah swasta dengan cara akreditasi. maka SMK Yapek Gombong Kebumen ini mengalami kemajuan dan keberhasilan yang cukup pesat. guru. Berdasarkan hasil tim akreditasi. Dengan adanya kerja keras dan semangat tinggi dari pihak kepala sekolah.

64 Wero Gombong Kebumen Jawa Tengah.batas : 1. Letak Geografis SMK Yapek Gombong Kebumen Secara geografis SMK Yapek Gombong Kebumen terletak di perkotaan. Sebelah Utara 3. Agus Supriyanto selalu menekankan pada kedisiplinan dan kebersamaan. Sebelah Timur 4. Sebelah Barat 2. tepatnya jalan Merbabu No. Jarak orbitasi SMK Yapek Gombong Kebumen dengan pusat kecamatan sekitar 2 km.80 Supriyanto. . Kemudian mulai tahun 1999 kurikulum yang berlaku di SMK adalah kurikulum SMK edisi 1999 yang pada akhirnya mulai tahun pembelajaran 2004/2005 berubah menjadi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. Sebelah Selatan : Perkampungan Wero Gombong : Perkampungan Wero Gombong : Hotel Marsiwo Gombong : Jalan Yos Sudarso Timur Lokasi sekolah terletak di perkotaan. sehingga mudah untuk ditempuh dengan menggunakan kendaraan umum. Dengan batas. 2. Dalam kepimpinan bapak Drs.

dan memiliki tenaga pengajar sebanyak 42 orang guru. Keadaan Guru SMK Yapek Gombong Kebumen Pada tahun pembelajaran 2004/2005 SMK Gombong Kebumen dipimpin oleh 1 kepala sekolah. sedangkan tenaga pengajar perempuan berjumlah 19 orang . Dari ke 42 tenaga pengajar tersebut yang laki-laki berjumlah 23. Struktur Organisasi SMK Yapek Gombong Kebumen Bagan 2 Struktur Organisasi KOMITE SEKOLAH KEPALA SEKOLAH MS WAKA KURIKULUM WAKA KESISWAAN WAKA HUMAS WAKA SAPRAS KPK AKUNTANSI KPK SEKRETARIS KPK PENJUALAN WALI KELAS BP DEWAN GURU SISWA (Profil SMK Yapek Gombong Kebumen 2004/ 2004) 4.81 3.

sekolah tersebut merupakan sekolah swasta yang favorit. yaitu : 1) Akuntansi. Pada tahun pembelajaran 2004/2005 jumlah siswa keseluruhan yang sekolah di SMK Yapek Gombong Kebumen berjumlah 1400 siswa. dan 3) Penjualan. yaitu : 1) kelas I berjumlah 441 siswa. 2004/2005). Keadaan Sarana dan Prasarana SMK Yapek Gombong Sarana dan prasarana yang dimiliki oleh SMK Yapek Gombong Kebumen antara lain laboratorium komputer. khususnya matadiklat siklus akuntansi (Profil SMK Yapek Gombong Kebumen. Keadaan Siswa SMK Yapek Gombong Kebumen Program keahlian yang dimiliki SMK Yapek Gombong Kebumen ada 3. dan 3) kelas III 480. ruang kelas. 2) kelas II 478. 6. 5. Hal ini terbukti dengan banyaknya kapasitas pendaftar calon siswa baru yang selalu meningkat setiap tahun ajaran baru. baik itu di tingkat kabupaten maupun propinsi. yaitu banyaknya prestasi yang telah diraih oleh siswa-siswi SMK Yapek Gombong Kebumen dari tahun ke tahun. Sejak SMK Yapek Gombong Kebumen berdiri hingga sampai diberlakukannya kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi.82 guru. 2) Administrasi Perkantoran. Adapun daftar personalia organisasi di SMK Yapek Gombong Kebumen terlampir. Selain itu masih banyak bukti-bukti lain yang dapat dilihat. . mengetik. Guru yang dijadikan informan dalam penelitian ini adalah guru yang mengajar program keahlian akuntansi.

mendorong. bank mini. rumah dinas karyawan. baik itu mulai dari pengelolaan sekolah maupun penataan segala administrasi dalam mengimplementasikan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi di SMK Yapek Gombong Kebumen. khususnya pada matadiklat siklus akuntansi terlebih dahulu kepala sekolah menerangkan tugas dan tanggung jawabnya selaku pemimpin di SMK Yapek Gombong Kebumen. tempat parkir. UKS. Hasil Penelitian Informan I (Kepala Sekolah/A) Tentang : 1. Impelementasi Kurikulum SMK Edisi 2004 Sebelum kepala sekolah menjelaskan tentang persiapan apa saja yang dilakukan dalam rangka mengimplementasikan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. B. bola basket. perpustakaan. Kepala sekolah sebagai pemimpin juga memiliki tugas pokok untuk mempengaruhi. dan mengajak guru-guru dan . dan tanah. wakil-wakil kepala sekolah. Tugas dan tanggung jawab kepala sekolah kepala sekolah salah satunya adalah kepemimpinan. guru. BP.83 pertokoan. mushola. gudang. BKK. ketua program keahlian. kamar kecil. Secara umum kepala sekolah mempunyai tugas untuk bertanggung jawab dan mengkoordinator terhadap sekolah yang dipimpin. penyelenggara. yang artinya suatu proses untuk mempengaruhi aktivitas individu atau kelompok dalam usaha menuju pencapaian tujuan. dapur. tata usaha. lapangan bola volly. kepala sekolah. kafetaria/ kantin.

sehingga apabila terjadi ketimpangan/ hambatan dapat segera diatasi. 7) Menyelenggarakan rapat-rapat sesuai dengan keperluan yang meliputi: a) membicarakan program tahunan. 2) Mengorganisasikan semua sumber daya dan dana secara efektif sesuai dengan peraturan yang berlaku untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. 3) Mengarahkan semua pembantu kepala sekolah termasuk guru dan staff tata usaha untuk mencapai tujuan yang hendak dicapai sesuai dengan bidang dan tugas masing-masing. dijelaskan pula bahwa tugas dan tanggung jawab kepala sekolah meliputi : 1) Merencanakan seluruh kegiatan sekolah dengan dibantu oleh pembantu kepala sekolah sesuai dengan urusan masing-masing.84 karyawan lainnya agar mereka bersedia untuk berbuat sesuatu yang dapat menyokong pencapaian tujuan sekolah sebagai suatu institusi. b) persiapan evaluasi. c) persiapan . 5) Secara terus menerus melaksanakan pengawasan / monitoring kepada semua personil sekolah. Selain itu. 4) Mengkoordinasikan semua pembantu agar terjalin hubungan kerja yang baik dan serasi dalam rangka memberikan motifasi kepada semua unsur/ personil sekolah. sehingga membangkitkan partisipasi dan dedikasi yang sebesar-besarnya. 6) Secara rutin mengadakan supervisi/ pembinaan setiap seminggu sekali pada hari sabtu atau senin dalam rangka mengatasi hambatanhambatan.

dan e) penerimaan siswa baru. khususnya pada matadiklat siklus akuntansi. dan 3) mengadakan sering dengan wakilwakil kepala sekolah. d) kemajuan pengembangan pengajaran. yaitu sejauh mana pelaksanaan implementasi kurikulum SMK edisi 2004. Selain mensosialisasikan tentang kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. diharapkan agar pelaksanaan kurikulum tersebut dapat berjalan lebih baik lagi. Dengan adanya pensosialisasian tentang implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang berpendekatan kurikulum berbasis kompetensi.85 UAN. dan staff karyawan lainnya. 9) Menjalin hubungan erat dengan industri dan dunia usaha. yaitu dengan cara mensosialisasikan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi kepada wakil kepala sekolah bagian kurikulum dan guru-guru serta staff karyawan yang ada di SMK Yapek Gombong Kebumen” (A). “Adapun persiapan yang dilakukan oleh saya selaku pemimpin dalam mengkoordinator pengelolaan sekolah. Sedangkan cara mensosialisasikan kurikulum tersebut yaitu dengan mengambil langkah-langkah sebagai berikut : 1) menyelenggarakan pertemuan-pertemuan rutin dengan orang-orang yang terkait di instansi sekolah. sehingga dapat diterapkan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi sekolah. guru-guru. 2) pemantauan secara rutin terhadap hasil-hasil yang telah dirapatkan secara bersama-sama. apakah sudah dapat terlaksana dengan baik atau belum. dipersiapkan pula sarana dan prasarana serta alat dan bahan yang merupakan sarana . 8) Mengadakan evaluasi terhadap semua kegiatan sekolah dalam rangka mengurangi hambatan dan meningkatkan hasil yang sesuai tujuan.

4) mengelola buku besar. Kepala sekolah juga menyadari bahwa implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi . mengetik.86 penunjang dalam kegiatan belajar mengajar. sehingga siswa-siswi harus dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar secara aktif. Dalam matadiklat siklus akuntansi maksud dari kompetensi per kompetensi yaitu bahwa setiap peserta didik dalam menguasai materi hendaknya secara bertahap dari yang dasar dulu lalu meningkat ke yang lebih tinggi. dan 3) penilaian tidak dilakukan secara global. 6) mengelola administrasi kas bank. dijelaskan pula tentang bagaimana kepala sekolah dalam memaknai kurikulum tersebut. makna dari adanya kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. khususnya pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen adalah 1) siswa dituntut adanya kemandirian dalam menguasai masing-masing kompetensi. Sarana penunjang tersebut antara lain dengan adanya ruang kelas yang nyaman dan memadai serta ruang praktek seperti : ruang komputer. 3) mengelola buku jurnal. bank mini. melainkan dinilai dari kompetensi per kompetensi” (A). “Menurut saya. dan 8) mengelola order penjualan. 2) mengelola bukti transaksi. Di samping mensosialisasikan implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. Sebagai contoh yaitu peserta didik dalam menguasai materi matadiklat siklus akuntansi terlebih dahulu harus menguasai matadiklat secara runtut dari kompetensi yang satu ke kompetensi yang berikutnya. dan perpustakaan sekolah. 7) mengelola administrasi dana kas kecil. Matadiklat yang dimaksud adalah : 1) mengerjakan persamaan dasar akuntansi. pertokoan. 5) menyelesaikan siklus akuntansi perusahaan jasa dan dagang. 2) kedudukan guru hanya sebagai fasilitor.

Akan tetapi agar pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dapat dikatakan baik dan maksimal. Sedangkan pembuatan modul bahan ajar tersebut memerlukan biaya yang . arahan. sehingga dalam pelaksanaannya pun tidak begitu masalah. Meskipun masih tahap awal dan baru dimulai pada tahun ajaran 2004/2005. namun pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi sudah dapat berjalan baik. dan motifasi serta pengawasan terhadap guru. dan 2) menyediakan keperluan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 seperti sarana dan prasarana. khususnya guru matadiklat siklus akuntansi. alat dan bahan. diantaranya yaitu peran serta dari kepala sekolah yang sangat mendukung diberlakukannya kurikulum tersebut. Implementasi dari hasil pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi pada dasarnya merupakan penyempurnaan dari kurikulum SMK edisi 1999. yaitu kurikulum SMK edisi 1999. maka dituntut adanya pembuatan modul bahan ajar. Peran Serta terhadap Kurikulum SMK Edisi 2004 Dalam pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi selalu melibatkan orang-orang yang terkait di dalam instansi sekolah. Hal ini dikarenakan kurikulum SMK edisi 2004 merupakan penyempurnaan dari kurikulum sebelumnya. bimbingan.87 masih merupakan tahap awal yang perlu ditingkatkan dan dikembangkan lebih lanjut lagi guna mencapai hasil belajar yang maksimal. “Adapun peran serta saya sebagai kepala sekolah adalah : 1) memberikan masukan. serta blangko administrasi”(A). 2.

Oleh sebab itu pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi bisa saja mengalami keterlambatan apabila kendala biaya tidak dapat terpenuhi 3. Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004 Sebelum wakil kepala sekolah bidang kurikulum menjabarkan secara luas tentang implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. khususnya pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen dilakukan secara bertahap. kendala. dan perbaikan hasil belajar secara berkesinambungan. Informan B terlebih dahulu menuturkan bahwa apa yang hendak diungkapkan pada dasarnya sama . C.88 cukup banyak. maka menurut saya setiap siswa harus memiliki modul sebagai bahan ajar. kemajuan. dan bagaimana cara mengatasinya. Dengan demikian siswa dapat memperbanyak latihan-latihan soal secara mandiri sesuai penekanan pada praktek studi kasus” (A). yaitu guna mengetahui kelebihan. Proses evaluasi terhadap implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. kekurangan. Hasil Penelitian Informan II (Waka Bidang Kurikulum/B) Tentang : 1. agar siswa dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar secara aktif. Evaluasi atau penilaian pada dasarnya merupakan bagian integral dari proses pembelajaran yang diarahkan untuk menilai kinerja peserta didik dalam memantau proses. Proses Belajar Mengajar yang Baik Teori dari matadiklat siklus akuntansi yang diperoleh oleh tiap-tiap peserta didik setiap kompetensinya lebih sedikit apabila dibandingkan dengan prakteknya. “Oleh karena itu.

Wakil kepala sekolah bidang kurikulum bertanggung jawab kepada sekolah atas berlangsungnya semua kegiatan. 2) bersama ketua program keahlian dan guru produktif akuntansi menentukan alokasi waktu tiap minggunya.89 dengan yang diungkapkan oleh kepala sekolah. mulai dari perencanaan. 2) mengkoordinasikan pembagian kelas di awal tahun pelajaran. “Selaku wakil kepala sekolah bidang kurikulum. Selaku pembantu kepala sekolah. 6) mengawasi kelancaran kegiatan proses belajar mengajar. wakil kepala sekolah bidang kurikulum mempunyai tugas-tugas seperti : 1) menyusun program tahunan dan semesteran yang berkaitan dengan implementasi kurikulum di sekolah. 5) mengkoordinasikan pembagian tugas bahan pengajaran. koordinasi. 3) mengkoordinasikan penyusunan jadwal proses belajar mengajar. khususnya pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen adalah 1) rapat koordinasi dengan ketua program keahlian akuntansi dan guru produktif akuntansi untuk menentukan pencapaian materi yang harus dicapai pada tiap-tiap semester dan tiap-tiap tingkat. pelaksanaan. 4) mengkoordinasikan penyusunan kalender pendidikan. 8) mengumpulkan dan menganalisa absensi murid. karena dalam mengimplementasikan kurikulum SMK edisi 2004 wakil kepala sekolah bidang kurikulum selalu berkoordinasi dengan kepala sekolah. 7) mengkoordinasikan kegiatan pengadaan bahan pengajaran. 3) bersama ketua program keahlian menginventarisasi kebutuhan dokumen yang . dan evaluasi terhadap implementasi kurikulum yang berlaku di sekolah secara optimal. dan 10) mengkoordinasikan keseluruhan pengajaran di semua jurusan. 9) mengkoordinasikan kegiatan evaluasi/ UNAS. maka persiapan-persiapan yang dilakukan oleh saya dalam mengimplementasikan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. pengendalian.

Seperti halnya yang dijelaskan oleh informan A dalam memaknai implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi. sehingga pelaksanaan kurikulum ini baru diterapkan untuk tingkat I. sedangkan untuk tingkat II dan III masih tetap mengacu pada penerapan kurikulum SMK edisi 1999. dan 5) koordinasi dengan pembina perpustakaan untuk mempersiapkan buku materi pelajaran yang diperlukan sebagai acuan untuk persiapan penyusunan modul bahan ajar” (B). Peran Serta terhadap Kurikulum SMK Edisi 2004 Peran serta dari wakil kepala sekolah bidang kurikulum juga berpengaruh besar terhadap keberhasilan implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi. maka guru selaku fasilitator harus mempersiapkan materi seoptimal mungkin agar batas nilai yang dicapai siswa dapat terwujud secara maksimal sesuai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan sebelumnya.90 diperlukan untuk praktek siswa. 2. wakil kepala sekolah bidang kurikulum juga menerangkan bahwa dengan diberlakukannya kurikulum ini maka dituntut adanya kemandirian pada peserta didik untuk dapat menguasai masing-masing kompetensi yang ada. 4) mempersiapkan blangko-blangko administrasi guru. Dengan menggunakan kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi. 2) menyusun jadwal pembelajaran. “Peran serta saya selaku kepala sekolah bidang kurikulum antara lain : 1) menyediakan blangko-blangko administrasi. dimana penilaian disini tidak dilakukan secara global melainkan dinilai dari kompetensi perkompetensi. 3) mengkoordinir guru-guru . Informan B juga menuturkan bahwa implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi diberlakukan mulai tahun pelajaran 2004/ 2005.

Implementasi dari hasil pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi pada dasarnya merupakan penyempurnaan dari kurikulum SMK edisi 1999.91 produktif akuntansi melalui ketua program keahlian. waktu. Hal ini dikarenakan pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi baru dimulai tahun pelajaran 2004/ 2005. maka saya selaku wakil kepala sekolah bidang kurikulum menganjurkan agar setiap siswa harus memiliki modul sebagai bahan ajar. sehingga dalam pelaksanaannya pun dapat berjalan dengan baik. khususnya pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen dilakukan secara bertahap. yaitu guna mengetahui kelebihan. Proses Belajar Mengajar yang Baik Jika dibandingkan dengan praktek. dan 4) mengkoordinir penyiapan alat-alat praktek siswa melalui guru diklat” (B). penyediaan bahan dan alat praktek juga harus memadai” (B). pikiran. dan biaya. Adapun evaluasi terhadap implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. baik dari segi tenaga. dan bagaimana cara mengatasinya. Akan tetapi masih ada sedikit kendala yang terjadi di lapangan. . sedangkan sosialisi kurikulum SMK edisi 2004 terlambat. khususnya dalam penyiapan modul bahan ajar. “Dengan adanya perbandingan yang demikian. 3. Proses evaluasi atau penilaian pada dasarnya merupakan bagian integral dari proses pembelajaran yang diarahkan untuk menilai kinerja peserta didik yang dilakukan secara berkesinambungan. teori dari matadiklat siklus akuntansi yang diperoleh oleh setiap peserta didik lebih sedikit. kendala. kekurangan.

sehingga peserta didik dalam menguasai masing-masing kompetensi dituntut adanya kemandirian dan keaktifan dari diri sendiri.92 D. Selaku guru matadiklat siklus akuntansi (C) memiliki tugas-tugas seperti : 1) Menyiapkan perangkat mengajar semesteran. 2) Melaksanakan administrasi siswa. bahan ajaran. d) Mempertanggung jawabkan semua fasilitas yang digunakan. 3) Melaksanakan kegiatan belajar mengajar. dan kisi-kisi serta perangkat evaluasi. c) Mengkoordinir dan mengevaluasi pembersihan dan penyimpangan alat serta ruangan setelah pelajaran praktek. Hasil Penelitian Informan III (Guru Matadiklat/C) Tentang : 1. bahan praktek. guru juga harus betul-betul menguasai kompetensi yang diajarkan. analisis program satuan pelajaran. Meskipun guru hanya sebagai fasilitator. ruang. dan daftar kemajuan kelas. seperti : a) Mempersiapkan pembagian tugas. daftar hadir. Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004 Dengan diberlakukannya kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi. b) Melaksanakan kegiatan belajar mengajar praktek dan penilaian. seperti : daftar nilai. dan . maka kedudukan guru hanya sebagai fasilitator. 4) Mengembangkan alat bantu sebagai sarana penunjang kegiatan belajar mengajar.

3) mempersiapkan bahan-bahan untuk praktek. 6) Mengembangkan kemampuan potensi melalui kegiatan/ keterampilan yang diberikan. siswa dituntut adanya kemandirian dan keaktifan dalam menguasai kompeten per kompeten. baik secara formal maupun informal. Oleh sebab itu. . dan 5) menarget pencapaian materi yang harus dicapai pada tiap-tiap semester” (C). guru yang hanya berkedudukan sebagai fasilitator juga harus berusaha semaksimal mungkin agar peserta didik dapat mencapai hasil belajar sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Jika dibandingkan dengan kurikulum-kurikulum sebelumnya. Di samping itu. pikiran. 2) mengembangkan alat bantu guna menunjang kegiatan belajar mengajar. “Adapun persiapan-persiapan yang saya lakukan selama ini adalah 1) penguasaan kompetensi yang hendak diajarkan. maupun waktu. Dengan menggunakan kurikulum SMK edisi 2004. baik tenaga. maka penguasaan materi cukup banyak. 7) Mengajar tepat pada jam pelajaran dan membina budi pekerti siswa serta menyusun laporan. 4) pengawasan ketat terhadap pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. maka dalam rangka mensukseskan implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi menurut perlu adanya persiapan-persiapan yang lebih matang.93 5) Mengembangkan bahan ajaran sesuai dengan perkembangan IPTEK dan kebutuhan lokal.

Oleh karena itu. karena dengan adanya siswa yang tidak lulus kompetensi. keaktifan. Seperti yang diungkapkan oleh (A & B) informan (C) juga mengaku bahwa pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi baru dimulai pada awal tahun ajaran 2004/ 2005. sehingga baru tingkat I saja melalui kurikulum ini. dan target nilai yang harus dipenuhi oleh tiap-tiap peserta didik dari kompetensi per kompetensi. yaitu kurikulum SMK edisi 1999. Peran Serta terhadap Kurikulum SMK Edisi 2004 “Dalam pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 selaku guru saya berperan serta sebagai fasilitator dan pembimbing siswa”(C). siswa harus benarbenar menguasai kompetensi per kompetensi guna mencapai target nilai yang telah ditentukan. maka mau tidak mau guru harus mengulang/mengajarkan kembali dari tiap-tiap kompetensi sampai siswa mencapai target lulus kompetensi. . dan bekerja keras. maka selaku guru harus benar-benar siap dan mampu untuk mengajarkan peserta didik agar pada akhirnya siswa benar-benar menguasai kompetensi yang diajarkan dan mampu mencapai target nilai dari masing-masing kompetensi. Sedangkan untuk tingkat II dan III masih menggunakan kurikulum lama.94 Mengingat adanya kemandirian. 2. maka selaku guru dalam memaknai implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi harus lebih giat. Hal ini merupakan tanggung jawab dari guru secara utuh. siap. Mengingat pendapat guru matadiklat seperti di atas.

Proses evaluasi merupakan bagian yang sangat penting dari proses pembelajaran yang diarahkan untuk menilai kinerja peserta didik yang dilakukan guna memantau proses. Adapun biaya yang diperlukan untuk dapat memiliki modul bahan ajar tidaklah sedikit. kemajuan. maka peserta didik memiliki keterampilan dalam menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan kemampuan afektif.95 Kurikulum SMK edisi 2004 yang merupakan penyempurnaan dari kurikulum SMK edisi 1999 pada dasarnya hampir sama. dan psikomotorik. hanya saja dengan menggunakan kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi harus lebih memfokuskan pada pengetahuan. Proses Belajar Mengajar yang Baik “Dengan diberlakukannya kurikulum SMK edisi 2004 khususnya pada matadiklat siklus akuntansi. maka dari itu pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi harus memiliki dana yang dapat mencukupi kebutuhan. sehingga pelaksanaannya pun tidak begitu sulit. nilai. maka proses belajar mengajar yang baik menurut saya selaku guru matadiklat yaitu dengan memperbanyak latihan-latihan soal” (C). Semakin banyak mengerjakan latihan-latihan soal. Hal ini dikarenakan adanya tuntutan kemandirian dan keaktifan dari tiap-tiap peserta didik untuk lulus setiap kompetensinya. Adapun evaluasi terhadap implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis . tiap-tiap siswa harus menggunakan modul sebagai bahan ajar. dan perbaikan hasil belajar secara berkesinambungan. dan sikap. kognitif. 3. Sedangkan untuk mencapai kemandirian dan keaktifan tersebut.

Peran Serta terhadap Kurikulum SMK Edisi 2004 Dengan diberlakukannya kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi khususnya pada matadiklat siklus akuntansi. khususnya pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen dilakukan secara bertahap. Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004 Dalam rangka mensukseskan implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi. maka persiapan-persiapan yang dilakukan oleh seorang siswa adalah mempersiapkan diri semaksimal mungkin terhadap matadiklat yang hendak dipelajari dan berusaha untuk dapat mandiri serta aktif tanpa harus didampingi oleh guru. dan bagaimana cara mengatasinya. Hal ini dikarenakan siswa dalam memperoleh materi tidak selalu didampingi oleh guru. kekurangan. Kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi baru diterapkan pada awal tahun ajaran 2004/2005. Hasil Penelitian Informan IV (Siswa/D1) Tentang : 1. Pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi pada dasarnya sudah . yaitu guna mengetahui kelebihan. Dengan diberlakukannya kurikulum SMK edisi 2004 yang merupakan penyempurnaan dari kurikulum SMK edisi 1999. E. 2. kendala. maka peran serta dari siswa yaitu belajar secara mandiri dan berusaha untuk dapat memiliki berbagai modul yang diperlukan sebagai bahan ajar. melainkan berpedoman pada modul bahan ajar. maka dalam memaknai kurikulum ini selaku siswa harus belajar lebih giat.96 kompetensi.

Evaluasi sering dilakukan oleh guru. 2) siswa harus lebih banyak latihan soal-soal. dan 3) siswa tidak boleh bergantung pada guru. Hasil Penelitian Informan V (Siswa/D2) Tentang : 1. maka kegiatan belajar mengajar yang baik adalah : 1) sebelum masuk kelas siswa hendaknya sudah mempelajari materi terlebih dahulu. F. tetapi harus belajar secara mandiri tanpa harus didampingi oleh guru. 3. Proses Belajar Mengajar yang Baik Apabila menggunakan kurikulum yang baru ini. . Adapun evaluasi yang sering dilakukan oleh guru adalah diberikan tugas-tugas secara rutin. tetapi siswa terkadang mengalami kendala mengenai modul yang hendak digunakan sebagai bahan ajar. maka dalam memaknai kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi adalah dituntut adanya kepribadian yang mandiri dan tidak selalu bergantung pada orang lain. Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004 Dengan diterapkan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi khususnya pada matadiklat siklus akuntansi. maka selaku siswa perlu mempersiapkan diri sedini mungkin untuk dapat mengikuti proses belajar mengajar yang berbeda dari kurikulum sebelumnya.97 terlaksana dengan baik. hal ini dimaksudkan agar guru dapat mengetahui perkembangan hasil belajar yang telah dicapai oleh siswa dari kompeten per kompeten. Selaku siswa kejuruan.

Evaluasi tersebut dapat berupa pemberian tugas-tugas yang lebih menekankan pada praktek. maka kegiatan belajar mengajar yang baik yaitu dengan memperbanyak latihan-latihan soal yang lebih menekankan pada praktek studi kasus. 2. Proses Belajar Mengajar yang Baik Dengan diterapkan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi khususnya pada matadiklat siklus akuntansi. Peran Serta terhadap Kurikulum SMK Edisi 2004 Untuk mensukseskan pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi. .98 Pada awal tahun ajaran 2004/ 2005 di SMK Yapek Gombong Kebumen mulai diterapkan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. Dalam hal ini peran serta dari siswa yaitu mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan baik secara mandiri dan tidak harus bergantung pada guru. Implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi di SMK Yapek Gombong Kebumen sudah terlaksana dengan baik. maka siswa ikut berperan serta. Untuk mengetahui seberapa besar tingkat perkembangan yang telah dicapai dalam melakukan kegiatan belajar mengajar. 3. maka guru sering melakukan evaluasi secara rutin. Hal ini dapat dilihat pada kepribadian tiap-tiap siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar yang dilakukan secara mandiri tanpa harus bergantung pada orang lain (guru).

Hal ini dikarenakan matadiklat siklus akuntansi merupakan materi yang perlu dipahami secara mendasar. Meskipun masih ada beberapa kendala. maka selaku siswa perlu mempersiapkan diri sedini mungkin. Hasil Penelitian Informan VI (Siswa/D3) Tentang : 1. Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004 Sehubungan dengan adanya kurikulum SMK edisi 2004 yang diterapkan di SMK Yapek Gombong. baik fisik maupun mental. Dalam memaknai implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi khususnya pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong yaitu sangat diperlukan adanya peran aktif dari siswa. 2. namun implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi di SMK Yapek Gombong Kebumen sudah dapat dikatakan . Implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi mulai diterapkan di SMK Yapek Gombong Kebumen pada awal tahun ajaran 2004/ 2005. Peran Serta terhadap Kurikulum SMK Edisi 2004 Peran serta yang sangat penting dalam mensukseskan implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi adalah dengan belajar lebih giat lagi agar mencapai hasil belajar yang maksimal dan mampu mencapai target nilai dari masing-masing kompeten per kompeten yang telah ditentukan.99 G. sehingga guru hanya bertindak sebagai fasilitator saja.

maka kegiatan belajar mengajar yang baik adalah: 1) sebelum masuk kelas siswa hendaknya sudah mempelajari materi terlebih dahulu. Hal ini terbukti pada kegiatan belajar mengajar yang sudah dapat dilaksanakan sesuai dengan kurikulum SMK edisi 2004. dan 3) siswa tidak boleh bergantung pada guru. baik fisik maupun mental tanpa ada paksaan dari pihak lain. Evaluasi yang dilakukan tersebut merupakan tindak lanjut dari akhir proses belajar mengajar untuk tiap-tiap kompeten. maka selaku siswa perlu mempersiapkan diri sedini mungkin. . Dalam memaknai implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi khususnya pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong yaitu siswa dituntut untuk mandiri dan berfikir secara kreatif dalam mengembangkan materi yang telah dipelajari. maka guru sering mengadakan evaluasi. Hasil penelitian Informan VII (Siswa/D4) Tentang : 1. Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004 Dengan diberlakukan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi khususnya pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong.100 baik. tetapi harus belajar secara mandiri tanpa harus didampingi oleh guru. Agar siswa dapat mencapai hasil belajar sesuai target yang telah ditentukan. Proses Belajar Mengajar yang Baik Apabila menggunakan kurikulum yang baru ini. 2) siswa harus lebih banyak latihan soal-soal. 3. yaitu siswa belajar secara aktif dan mandiri. H.

Hal ini terbukti pada kegiatan belajar mengajar yang sudah dapat dilaksanakan sesuai dengan kurikulum SMK edisi 2004. maka sering dilakukan evaluasi. . Implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi di SMK Yapek Gombong Kebumen sudah dapat dikatakan baik. sehingga pada saat jam pelajaran siswa sudah menguasai materi yang diajarkan. Evaluasi tersebut berupa tugas-tugas akhir dari tiap-tiap kompeten yang telah dipelajari. maka peran serta siswa sangat dibutuhkan. 2. Adapun peran serta tersebut yaitu dengan belajar lebih giat dan berusaha mencari pengetahuan dari luar guna mengikuti perkembangan jaman. Proses Belajar Mengajar yang Baik Proses belajar mengajar yang baik yaitu : 1) sebelum jam pelajaran dimulai siswa perlu mempelajari materi terlebih dahulu.101 Pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi mulai diterapkan di SMK Yapek Gombong Kebumen pada awal tahun ajaran 2004/ 2005. Peran Serta terhadap Kurikulum SMK Edisi 2004 Dalam rangka mencapai keberhasilan dari implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi. yaitu siswa belajar secara aktif dan mandiri. Agar tingkat keberhasilan yang dicapai dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar diketahui. 3. dan 2) perbanyak latihan soal-soal yang menekankan pada praktek studi kasus.

Dalam memaknai implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi sudah dapat dikatakan bagus. sehingga siswa harus belajar secara aktif dan mandiri. . Hal ini dikarenakan pentingnya persiapan mental guna menghadapi berbagai kesulitan yang dihadapi. karena melalui pendekatan tersebut dapat mendorong siswa untuk belajar secara aktif dan mandiri tanpa harus ada guru yang mendampingi. 2. Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004 Selaku siswa.102 I. Hasil pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi adalah baik dan sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku. maka tugas guru hanya sebagai fasilitator. Implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi dimulai sejak awal tahun pelajaran 2004/ 2005. 3. Proses Belajar Mengajar yang Baik Dengan menggunakan kurikulum ini. Hasil penelitian Informan Penelitian VIII (Siswa/D5) 1. Peran Serta terhadap Kurikulum SMK Edisi 2004 Peran serta siswa dalam rangka memajukan implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi adalah dengan turut serta mensukseskan kurikulum tersebut (belajar). maka persiapan-persiapan dalam mengimplementasikan kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi adalah dengan belajar dan menyiapkan mental sebaik mungkin.

Adapun persiapanpersiapan yang dilakukan oleh seorang siswa adalah dengan belajar sungguh-sungguh tanpa harus menunggu perintah dari guru. Proses evaluasi atau penilaian pada dasarnya merupakan kegiatan rutin setelah pembelajaran selesai. Akan tetapi guru juga harus banyak menguasai materi dari kompeten per kompeten yang akan diajarkan. maka proses evaluasi sangat penting. melainkan guru harus memberikan latihan-latihan soal semaksimal mungkin. sehingga guru hanya bertindak sebagai fasilitator saja.103 Dengan demikian. Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004 Dengan diberlakukan kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi. Adapun evaluasi terhadap implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi dapat dilakukan dengan memberikan penugasan terstruktur yang mengacu pada modul bahan ajar. maka proses belajar mengajar yang baik adalah guru tidak perlu memberi materi sebanyak mungkin. Hasil penelitian Informan IX (Siswa/D6) 1. J. Dengan demikian. . Oleh sebab itu. Dalam memaknai implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi khususnya pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong yaitu sangat diperlukan adanya peran aktif dari siswa. maka melatih siswa untuk belajar secara aktif. perlu diadakan persiapan-persiapan yang lebih lanjut.

Agar tingkat keberhasilan yang dicapai dalam proses belajar mengajar diketahui.104 Implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi di SMK Yapek Gombong Kebumen dimulai sejak awal tahun pelajaran 2004/ 2005. K. catatan lapangan dan komentar peneliti. Evaluasi tersebut berupa tugas-tugas akhir dari tiap-tiap kompeten yang diberikan oleh guru dengan berpedoman pada modul bahan ajar. Dengan demikian. Analisis Data Dalam melakukan proses analisis data dimulai dari menelaah seluruh data yang tersedia dari berbagai sumber wawancara. foto. dokumen berupa laporan. Proses Belajar Mengajar yang Baik Dengan menggunakan kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi. maka dilakukan evaluasi. gambar. artikel. maka akan melatih siswa untuk belajar secara mandiri. biografi. 2. . dan guru juga harus memperbanyak latihan-latihan soal. 3. Peran Serta terhadap Kurikulum SMK Edisi 2004 Peran serta selaku siswa dalam implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi adalah dengan belajar lebih giat agar mencapai hasil belajar yang maksimal. Implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi di SMK Yapek Gombong Kebumen sudah terlaksana dengan baik. maka proes belajar mengajar yang baik adalah guru harus memperbanyak praktek daripada teori.

Dalam hal ini sekolah sebagai tempat pelaksanaan proses belajar mengajar harus mempunyai rencana yang matang guna menunjang pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. maka pengelola pendidikan harus senantiasa berjuang keras . Berdasarkan data temuan hasil wawancara dengan ke-9 informan penelitian yaitu (A. Diberlakukannya kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi. D4. D5. 1. hasil observasi. Kategorisasi ini didasarkan pada tujuan dan kemiripan isi dengan menggunakan kriteria-kriteria implementasi. Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004 Melalui Pendekatan Kurikulum Berbasis Kompetensi pada Matadiklat Siklus Akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen Dengan menerapkan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen pada dasarnya merupakan kegiatan penyempurnaan dari kurikulum SMK edisi 1999. D3. dan pelaksanaan proses belajar mengajar dengan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen dapat disajikan sebagai berikut. dipelajari. D6). Setelah dibaca. D2. C. dan hasil dokumentasi. 2002: 103). D1. peran serta. dan ditelaah maka langkah berikutnya adalah mengadakan reduksi data dan menyusunnya dalam satuan-satuan yang selanjutnya akan dikategorikan. di bawah ini disajikan data yang kemudian akan dilakukan kategorisasi. khususnya pada matadiklat siklus akuntansi. B.105 dan sebagainya (Moleong.

maka dalam pelaksanaannya pun harus didasarkan pada 3 (tiga) landasan teoritis. kepala sekolah dengan dibantu oleh wakil-wakil kepala sekolah. dan staf karyawan yang lain harus lebih bekerja keras secara utuh dalam rangka mempersiapkan dan memaknai pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. keterampilan. 2) pengembangan konsep belajar tuntas. . Adanya perpaduan pengetahuan. penerapan kurikulum ini juga memberikan kemudahan bagi penyelenggara pendidikan untuk memasukan perkembangan-perkembangan yang ada dalam masyarakat. dan 3) pendefinisian kembali terhadap bakat. Sesuai yang dipaparkan oleh kepala sekolah (A) bahwa pengertian kurikulum berbasis kompetensi adalah suatu pemberlakuan kurikulum yang lebih memfokuskan pada perpaduan pengetahuan. Adanya kurikulum yang idealis akan membawa peserta didik ke dalam kerangka pemikiran yang jauh ke depan. guru. nilai.106 untuk menentukan rencana-rencana yang akan diajarkan sesuai kebutuhan sekarang dan yang akan datang. keterampilan. nilai. dan sikap yang menonjol pada pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi. khususnya pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen. Ketiga landasan tersebut antara lain : 1) adanya pergeseran dari pembelajaran kelompok ke arah pembelajaran individu. Dengan demikian tidak menutup kemungkinan untuk tercipta kurikulum yang idealis. dan sikap yang direfleksikan ke dalam kebiasaan berfikir dan bertindak. Selain itu.

maka secara garis besar persiapanpersiapan tersebut dapat dilakukan dengan cara : 1. 5. transparan.107 Hal tersebut juga dibenarkan oleh informan penelitian II (B) mengenai persiapan dan pemaknaan terhadap implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi. Berkaitan dengan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. Mewujudkan proses belajar mengajar yang efektif dan menciptakan iklim sekolah yang aman. . 3. 4. Persiapan itu antara lain dengan cara mensosialisasikan kurikulum tersebut kepada orang-orang yang terkait di instansi sekolah dan mempersiapkan sarana prasarana. Melakukan peningkatan perhatian serta partisipasi warga dan masyarakat sekitar sekolah dalam penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran yang dicapai melalui pengambilan keputusan bersama. 2. Melakukan peningkatan efisiensi dan efektifitas pengelolaan dan penggunaan sumber-sumber pendidikan melalui pembagian tanggung jawab yang jelas. nyaman. alat dan bahan yang dibutuhkan dalam kegiatan belajar mengajar. Melakukan peningkatan mutu pendidikan yang dapat dicapai oleh sekolah melalui kemandirian dan inisiatif kepala sekolah dan orangorang yang terkait di instansi sekolah dalam mengelola dan memberdayakan sumber-sumber yang tersedia. dan demokratis. Menumbuhkan kemandirian dan ketidak tergantungan di kalangan warga sekolah agar memiliki jiwa kewirausahaan yang tinggi. 6. Melakukan proses evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan. serta tertib.

108 7. seminar. pelatihan. C) dapat disimpulkan bahwa persiapan dan pemaknaan terhadap implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen sangat penting guna memasyarakatkan pelaksanaan kurikulum tersebut di lingkungan sekolah. Pengelolaan sarana dan sumber belajar mulai dari pengadaan. baik di sekolah ataupun di masyarakat melalui berbagai kegiatan-kegiatan seperti : pertemuan. penataran. Berdasarkan pemaparan dari ke-tiga informan (A. perbaikan hingga pengembangan. B. Hal ini bertujuan untuk mengenalkan dan menerapkan kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi di kehidupan sekolah agar tidak terjadi tumpang tindih antara yang satu dengan yang lain. Selain itu. pemeliharaan. sosialisasi ini dapat pula digunakan untuk memasyarakatkan program pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. Persiapan-persiapan yang dilakukan dengan cara mensosialisasikan kurikulum SMK edisi 2004 kepada orang-orang yang terkait di instansi sekolah sangat penting. Pemaparan (A dan B) dibenarkan dan dikuatkan oleh (C) yaitu bahwa persiapan-persiapan yang dilakukan terhadap implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi di SMK Yapek Gombong Kebumen perlu dilaksanakan secara optimal dalam rangka untuk mencapai hasil belajar yang maksimal. Sosialisasi kurikulum SMK edisi 2004 . dan sebagainya.

109 yang berbasis kompetensi dapat dilakukan melalui rapat rutin. Peran Serta Orang-orang yang Terkait Dalam Instansi Sekolah terhadap Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004 Melalui Pendekatan Kurikulum Berbasis Kompetensi pada Matadiklat Siklus Akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen Peran serta dari orang-orang yang terkait di instansi sekolah terhadap implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi seperti kepala sekolah. Selain itu. wakil kepala sekolah bidang kurikulum. Dengan adanya peran serta dari orang-orang tersebut. guru. maka kepala sekolah harus dapat menciptakan hubungan baik antara orang-orang yang terkait di instansi sekolah terhadap implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi secara efektif. seminar. dan siswa-siswi merupakan aspek penting dalam mengimplementasikan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. guru. dan membantu sekolah dalam pengelolaan kegiatan belajar mengajar. penataran. maka dapat saling bekerja sama dalam pembuatan berbagai keputusan dan saling memahami. Kepala sekolah sebagai penanggung jawab pelaksanaan kurikulum di sekolah dan berperan sebagai pembina kurikulum serta koordinator pembinaan kurikulum. wakil kepala sekolah bidang kurikulum. Dengan demikian. dan pertemuan-pertemuan dengan tokoh-tokoh pendidikan. maka . dan siswa-siswi terhadap implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi bertujuan untuk memajukan kualitas pembelajaran dan pertumbuhan anak serta meningkatkan kualitas hidup. 2. peran serta dari kepala sekolah. mengawasi.

Hal ini juga dituturkan oleh (B) bahwa kerja sama yang terbentuk dengan orang-orang yang terkait di instansi sekolah terhadap implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang berpendekatan kurikulum berbasis kompetensi sangat erat.D2. Peran serta tersebut diperlukan juga dalam rangka peningkatan mutu pelayanan pendidikan sehingga tercipta kondisi yang memenuhi standar minimal. sehingga pelaksanaan kurikulum ini dapat terlaksana dengan baik dan sesuai peraturan-peraturan dari Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Menengah dan Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan.D5. partisipasi langsung dalam kegiatan pendidikan ataupun dalam bentuk bantuan sarana dan prasarana.110 sekolah dalam hal kerja sama dengan orang-orang yang terkait di instansi sekolah akan terlihat unsur transparan. Berkaitan dengan dunia pendidikan. baik dalam bentuk gagasan/ pemikiran. peran serta dari orang tersebut merupakan peran yang sangat penting.D3. .D6) bahwa kerja sama antara kepala sekolah. dan guru terjalin dengan baik. Pendapat-pendapat tersebut diperkuat lagi melalui pendapat (D1. wakil kepala sekolah bidang kurikulum. bahkan bentuk kerja sama juga sudah dibentuk dengan badan yang berdiri sendiri yaitu komite sekolah. Dari pendapat (A dan B) dipertegas oleh pendapat (C) yaitu bahwa kerja sama dengan orang-orang yang terkait di instansi sekolah terhadap implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi sagat erat hubungannya.D4.

dan evaluasi dapat terjalin secara kebersamaan. Dalam . maka akan menimbulkan permasalahan dan pro kontra antara sekolah dengan komponen-komponen pendidikan. monitoring. Hal ini terbukti pada pendayagunaan potensi dalam kelancaran penyelenggaraan pendidikan di sekolah sehingga pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen sudah terlaksana dengan baik dan dapat mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Dari berbagai pendapat para informan yang telah memberikan pernyataan. dan siswa-siswi SMK Yapek Gombong Kebumen sudah terjalin baik. sehingga terjadi perubahan perilaku ke arah yang lebih baik. Pelaksanaan Proses Belajar Mengajar Dengan Menggunakan Kurikulum SMK Edisi 2004 Melalui Pendekatan Kurikulum Berbasis Kompetensi pada Matadiklat Siklus Akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen Belajar juga merupakan kegiatan aktif siswa dalam membangun makna atau pemahaman. Sedangkan kelemahan dari peran serta orang-orang tersebut dalam penyelenggaraan pendidikan adalah apabila kurang saling pengertian. Sedangkan pembelajaran pada hakekatnya adalah proses interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya. Kelebihan tersebut adalah bahwa dalam penyelenggaraan pendidikan yang menyangkut pengambilan keputusan.111 Adanya peran serta dari orang-orang yang terkait di instansi sekolah dapat menimbulkan beberapa kelebihan dan kelemahan. 3. maka dapat disimpulkan bahwa peran serta antara kepala sekolah. wakil kepala sekolah bidang kurikulum. guru.

b) mengembangkan kreativitas peserta didik. Kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan adalah pembelajaran yang memberdayakan semua potensi peserta didik untuk menguasai kompetensi yang diharapkan. Tanggung jawab belajar berada pada diri siswa.112 interaksi tersebut banyak faktor yang mempengaruhi. serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga mampu mengembangkan diri sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan dunia kerja. motivasi. c) menciptakan kondisi menyenangkan dan manantang. maka dalam proses pembelajaran tugas guru yang paling utama adalah mengkondisikan lingkungan agar menunjang terjadinya perubahan perilaku bagi peserta didik dan memberikan dorongan kepada siswa untuk menggunakan seluruh kompetensinya. Sedangkan proses pembelajaran di sekolah dimaksudkan untuk mengembangkan potensi akademis dan kepribadian siswa. baik faktor internal yang datang dari dalam diri individu maupun faktor eksternal yang datang dari luar lingkungan. d) mengembangkan beragam kemampuan yang bermuatan nilai. tetapi guru juga harus bertanggung jawab untuk menciptakan situasi yang mendorong prakarsa. dan f) belajar melalui . dan tanggung jawab siswa untuk belajar. sehingga mendorong individu untuk belajar sepanjang hayat dan mewujudkan masyarakat belajar. Secara umum kegiatan belajar mengajar dilandasi oleh prinsipprinsip seperti : a) berpusat pada siswa. Oleh karena itu. e) menyediakan pengalaman belajar yang beragam.

dan c) pos test. Pre Tes (Tes Awal) Dalam menjajagi proses pembelajaran yang akan dilaksanakan. b) proses. 4) Untuk mengetahui darimana seharusnya proses pembelajaran dimulai. Adapun pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi mencakup 3 hal pokok. yakni bagaimana tujuan-tujuan belajar direalisasikan melalui modul. b) kompetensi dasar yang akan dicapai. suatu pre tes mempunyai peranan yang cukup penting. Proses pembelajaran perlu dilakukan . 2) Untuk mengetahui tingkat kemajuan peserta didik sehubungan dengan proses pembelajaran yang dilakukan.113 berbuat. yaitu a) pre tes. Sedangkan kegiatan belajar mengajar yang berbasis kompetensi dilandasi oleh: a) standar kompetensi. dan d) sistem evaluasi. c) strategi pencapaian. b. tujuan-tujuan mana yang telah dikuasai peserta didik dan tujuan-tujuan mana yang perlu mendapat penekanan dan perhatian khusus. Adapun fungsi dari pre tes tersebut antara lain : 1) Untuk menyiapkan peserta didik dalam proses belajar. 3) Untuk mengetahui kemampuan awal yang telah dimiliki peserta didik mengenai bahan ajaran yang akan dijadikan topik dalam proses pembelajaran. Proses Proses disini dimaksudkan sebagai kegiatan inti dari pelaksanaan proses pembelajaran. a.

dan pembangunan. Sama halnya dengan pre tes. Sedangkan dari segi hasil.114 dengan tenang dan menyenangkan. b) Untuk mengetahui kompetensi dan tujuan-tujuan yang dapat dikuasai oleh peserta didik serta kompetensi dan tujuan-tujuan yang belum dikuasainya. suatu proses pembelajaran dikatakan berhasil dan berkualitas apabila masukan merata. terutama dalam melihat keberhasilan pembelajaran. proses pembelajaran dikatakan berhasil apabila terjadi perubahan perilaku yang positif pada diri peserta didik seluruhnya atau setidak-tidaknya sebagian besar 75 %. Oleh sebab itu. Kualitas pembelajaran dapat dilihat dari segi proses dan hasil. Dari segi proses. . Fungsi pos test tersebut diantaranya yaitu : a) Untuk mengetahui tingkat penguasaan peserta didik terhadap kompetensi yang telah ditentukan. baik secara individu maupun kelompok. serta sesuai dengan kebutuhan. perkembangan masyarakat. pembelajaran dikatakan berhasil dan berkualitas apabila seluruhnya atau setidak-tidaknya sebagian besar 75 % peserta didik terlibat secara aktif. pos test juga memiliki banyak kegunaan. bahkan menuntut aktivitas dan kreativitas guru dalam menciptakan lingkungan yang kondusif. baik fisik mental maupun sosial dalam proses pembelajaran. menghasilkan output yang banyak dan bermutu tinggi. c. Pos Test Pada umumnya pelaksanaan pembelajaran diakhiri dengan pos test.

D5. L. maka proses belajar mengajar yang baik menurut pendapat (A. pelaksanaan maupun evaluasi. 2) . Dengan diberlakukannya kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi. D6) yaitu dengan memperbanyak praktek yang mengacu pada modul bahan ajar dan memperbanyak soal-soal latihan dengan penekanan pada praktek studi kasus. D4.115 c) Untuk mengetahui para peserta didik yang perlu mengikuti kegiatan remedial dan peserta didik yang perlu mengikuti kegiatan pengayaan serta untuk mengetahui tingkat kesulitan dalam mengerjakan modul (kesulitan belajar). B. melainkan penguasaan praktek yang dapat dilakukan melalui latihan-latihan soal. setidaknya ada aspek utama yang diungkap dalam penelitian ini. Dengan demikian. d) Sebagai bahan acuan untuk melakukan perbaikan terhadap komponen-komponen modul dan proses pembelajaran yang telah dilaksanakan. D3. baik terhadap perencanaan. TRIANGULASI Dalam konteks implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen. C) yang juga dibenarkan oleh (D1. yakni : 1) implementasi kurikulum SMK edisi 2004. D2. maka metode belajar yang sesuai dengan kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi adalah dengan cara tidak memberi materi yang sebanyak-banyaknya kepada siswa.

Pada umumnya.116 peran serta kepala sekolah. kepala sekolah dalam melaksanakan tugas utamanya selalu melibatkan orang-orang yang berkedudukan . guru matadiklat. makna implementasi kurikulum SMK edisi 2004. wakil kepala sekolah bidang kurikulum. maka usaha keras dan kerjasama yang kuat juga merupakan salah satu ciri khas dari pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004. permasalahan yang ditelaah dalam implementasi kurikulum SMK edisi 2004 merupakan satu sistem yang saling berhubungan. Meskipun demikian. Persiapan implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang dilakukan di SMK Yapek Gombong Kebumen ditandai dengan penyiapan sarana dan prasarana sebagai penunjang keberhasilan dari pelaksanaan kurikulum tersebut. dan waktu pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004. Dengan adanya sarana dan prasarana yang dapat mendukung berjalannya penerapan kurikulum SMK edisi 2004. Secara integratif. Dari beberapa permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini. jika dianalisis lebih mendalam akan menemukan berbagai gambaran mengenai implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi di SMK Yapek Gombong Kebumen. dan 3) proses belajar mengajar yang baik. diantaranya yaitu dalam hal persiapan. siswa. Persiapan-persiapan tersebut merupakan tugas utama bagi kepa sekolah yang berkedudukan sebagai pemimpin dalam mengkoordinator pengelolaan sekolah. persiapan-persiapan yang telah dilakukan bertujuan untuk mencapai hasil yang optimal dan sesuai dengan tujuan yang diharapkan sebelumnya.

semua informan penelitian memaknai implementasi kurikulum SMK edisi 2004 sebagai proses awal dari perubahan kurikulum SMK edisi 1999 menjadi kurikulum SMK edisi 2004 yang lebih difokuskan pada kemandirian dan keaktifan masing-masing siswa dalam menguasai materi dari kompeten per kompeten. Hal tersebut langsung ditanggapi oleh guru matadiklat : “memang kedudukan saya sebagai guru matadiklat hanya sebagai fasilitator. Fenomena tersebut ditanggapi oleh wakil kepala sekolah bidang kurikulum. maka wakilwakil kepala sekolah. pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 ini merupakan tanggung jawab bersama. “Bagaimanapun juga. staf. menurutnya apa yang dilakukan kepala sekolah adalah merupakan bentuk kerjasama yang harus dibina secara erat guna mencapai keberhasilan secara maksimal. Informan penelitian kepala sekolah dan wakil kepala sekolah bidang kurikulum mengatakan bahwa guru matadiklat bertindak sebagai fasilitator.117 dibawahnya. semua informan penelitian mengungkapkan bahwa waktu pelaksanaan kurikulum tersebut dimulai pada awal tahun pembelajaran 2004/2005. dan siswa-siswi juga terlibat didalamnya” (B). Meskipun kurikulum SMK edisi 2004 merupakan bentuk penyempurnaan dari kurikulum SMK edisi 1999. Mengenai makna implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan KBK. Dengan demikian. guru. Berkenaan dengan waktu pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekaran KBK. sehingga peserta didik dalam menguasai masing-masing kompetensi dituntut adanya kemandirian dan keaktifan dari diri sendiri” (C). namun dalam hal ini kepala sekolah beserta informan penelitian yang lainnya juga menyadari bahwa dalam melaksanakan kurikulum SMK edisi 2004 setiap guru hendaknya benar-benar .

Dari beberapa pernyataan di atas dapat dipahami bahwa pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 yang masih baru ini. maupun keadaan siswa itu sendiri. Dalam konteks yang aplikatif. pikiran. dana. yaitu kepala sekolah. Terhadap pernyataan tersebut. seyogyanya dilaksanakan dengan baik dan selalu berpedoman pada modul-modul yang diberlakukan oleh Dinas Pendidikan Nasional Dirjen Dikdasmen Dikmenjur. konsistensi komponen-komponen tersebut diawali adanya pemaknaan terhadap pemberlakuan kurikulum SMK edisi 2004 yang dilaksanakan dengan tepat dan sesuai tujuan pendidikan nasional. Selanjutnya.118 memperhatikan situasi dan kondisi sekitar. wakil kepala sekolah bidang kurikulum. waktu. Sehubungan dengan implementasi hasil pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004. baik itu tenaga. informan (B) menyatakan bahwa implementasi hasil pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 merupakan hasil penyempurnaan dari kurikulum SMK edisi 1999. sehingga pada pelaksanaannya sudah berjalan dengan baik. tenaga. penambahan modul sebagai bahan ajar. keberhasilan implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan KBK sangat tergantung dari konsistensi komponen yang terkait. hanya saja masih perlu ditambah beberapa modul sebagai bahan ajar. . dan biaya. dan siswa-siswi. informan penelitian (C) juga lebih menitikberatkan dalam hal ketersediaan sarana dan prasarana penunjang seperti . Secara logis. guru matadiklat. pemikiran. informan penelitian (A) mengatakan bahwa guru matadiklat sudah berusaha menjalankan tugas mengajar dengan baik dan sesuai peraturanperaturan yang berlaku. waktu.

waktu. Menurut informan penelitian (A) wujud evaluasi dari implementasi kurikulum SMK edisi 2004 tidak dilakukan secara global. maka dapat dipahami bahwa proses belajar mengajar yang baik yaitu apabila siswa sudah dapat menguasai materi dari masing-masing kompeten per kompeten secara aktif dan mandiri. maka dapat dipahami bahwa secara teoritis. maka implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan KBK pada matadiklat siklus akuntansi mampu memberikan kontribusi bagi upaya peningkatan proses belajar mengajar di SMK Yapek Gombong Kebumen khususnya. Dengan berjalannya proses belajar mengajar yang baik. maka akan berdampak positif bagi proses evaluasi pelaksanaan implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan KBK. khususnya pada matadiklat siklus akuntansi. biaya. melainkan bertahap. dan penyediaan ruangan praktek yang memadai merupakan sarana penunjang untuk mencapai suatu keberhasilan” (A). baik kepala sekolah maupun informan penelitian yang lain sama-sama melaksanakan evaluasi. Adapun proses evaluasi tersebut digunakan untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan tujuan yang telah dicapai. Mengacu pada uraian di atas. Menanggapi hal tersebut di atas. tenaga.119 Perlunya ketersediaan sarana dan prasarana terhadap implementasi hasil pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan KBK dikatakan pula oleh kepala sekolah. yaitu: “Sarana dan prasarana seperti : penambahan modul. dan sekolah kejuruan lain pada umumnya. implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan KBK pada matadiklat siklus akuntansi mampu mencapai hasil belajar sesuai dengan . pikiran. yaitu dari kompetensi per kompetensi. Dengan demikian. Dalam pelaksanaannya.

120 tujuan pendidikan nasional dan mampu menciptakan keaktifan serta kemandirian pada tiap-tiap peserta didik dalam menguasai materi dari kompeten per kompeten. dan psikomotorik. kognitif. sehingga dapat mengembangkan kemampuan afektif. .

Hal ini terbukti bahwa proses belajar mengajar yang dilakukan sesuai dengan persiapan-persiapan yang telah direncanakan sebelumnya. namun pelaksanaannya sudah berjalan baik dan sesuai dengan peraturan dan petunjuk-petunjuk yang diatur oleh Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Menengah. membentuk pribadi yang mandiri. dan mampu menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat dan warga negara. dan baru dilaksanakan pada awal tahun pelajaran 2004/2005 yang merupakan bagian dari rencana jangka panjang. Meskipun implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen baru diberlakukan pada awal tahun ajaran 2004/2005. Melalui kurikulum ini diharapkan agar jajaran pendidikan menengah kejuruan lebih mampu mengembangkan potensi anak didik. Simpulan Berdasarkan analisis data seperti terurai di atas.121 BAB V SIMPULAN DAN SARAN A. Implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat di SMK Yapek Gombong Kebumen merupakan penyempurnaan dari kurikulum SMK edisi 1999. maka peneliti dapat menyimpulkan hal-hal sebagai berikut : 1. sehingga siap untuk bekerja. 121 . yaitu sebagai upaya untuk lebih meningkatkan kualitas kelulusan sekolah menengah kejuruan. dan Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan tahun 2004.

122 2. Sebagai wujud nyata yaitu kepala sekolah. Dengan demikian. Dengan diberlakukannya kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. wakil kepala sekolah bagian kurikulum. Peran serta dari kepala sekolah. khususnya pada matadiklat siklus akuntansi merupakan suatu dukungan yang sangat menunjang keberhasilan dalam mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan sesuai dengan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. guru matadiklat siklus akuntansi dan siswa-siswi SMK Yapek Gombong Kebumen terhadap implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. Kurikulum SMK edisi 2004 ini juga memberikan kesempatan yang lebih luas kepada peserta didik untuk belajar secara aktif dan mandiri tanpa didampingi oleh guru dengan cara menggunakan modul bahan ajar. tenaga. 3. wakil kepala sekolah bidang kurikulum. 20 tahun 2003. maka dalam proses belajar mengajar kedudukan guru hanya sebagai fasilitator. dan pikiran tanpa mengenal lelah. dan guru matadiklat rela mengorbankan waktu. maka proses belajar mengajar yang baik dengan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. . khususnya pada matadiklat siklus akuntansi adalah dengan memperbanyak praktek studi kasus dengan berpedoman pada modul bahan ajar.

dari pihak sekolah agar tetap menyediakan modul bahan ajar sesuai dengan kebutuhan siswa dan selalu menjalin kerja sama dengan dunia industri/ usaha. . 2. saran yang diajukan adalah : 1. Dalam melaksanakan proses belajar mengajar yang menggunakan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen. Berkaitan dengan peran serta dari pihak-pihak yang bersangkutan di instansi sekolah terhadap implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen diharapkan agar tetap berpartisipasi dan mendukung diberlakukannya kurikulum SMK edisi 2004 dengan cara selalu menjalankan tugas dan kewajiban sesuai dengan bidangnya masing-masing dan membantu berbagai hal yang diperlukan guna terlaksananya kurikulum tersebut. Dengan demikan. sehingga setiap siswa dapat melaksanakan praktek studi kasus sesuai program keahliannya masing-masing. Sehubungan dengan implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen.123 B. perlu kiranya untuk selalu dipertahankan dan selalu menjalin kerja sama dengan pihak luar seperti dunia industri/ usaha. 3. maka pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 ini mampu meluluskan siswa-siswi yang berkompeten dan banyak dibutuhkan oleh dunia industri/ usaha. Saran Berdasarkan simpulan di atas.

Part Analysis (Terjemahan Nasution). Metode Penelitian Kualitatif. Miles. Achasius. . http : // www. Jakarta : UI Press.id E. Modul I. Nasution. Michael. Khozin Afendi). Mengembangkan Bakat dan Kreatifitas Anak Sekolah. Jakarta : UI Press. Analisis Data Kualitatif (Terjemahan Tjetjep Rohendi Rohidi). Lexy J. Dinas Pendidikan Nasional Dirjen Dikdasmen Dikmenjur. Bandung : Citra Aditya. 1985. Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktik. Kaber. Idi. Depdiknas. Gramedia. Munandar SC Utami. Kurikulum Berbasis Kompetensi.puskur. Petunjuk Bagi Guru dan Orangtua. 1999. 1990. S. 1988. Jakarta : Depdikbud. Nugroho. Pengembangan Kurikulum. Jakarta : PT. 1998. Kualitatif Dasar-dasar Penelitian (Terjemahan A. Mulyasa. Rahman. Suharsimi. Jakarta : PT Rineka Cipta. Licoln & Guba. Bandung : Remaja Rosdakarya. Strategi dan Langkah-langkah Penelitian. 2004. Maman. Jakarta : Depdiknas Download. Asas-Asas Kurikulum. Tidak Dipublikasikan. Jakarta : Gaya Media Pratama. Moleong. Jakarta : Badan Penelitian dan Pengembangan Depdiknas. 2003. II. 1999. 1993. 1993. 1992.or. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Bogdan. Hasil Penelitian (Ruang Hidup Psikologis dan Kinerja Guru SD di Jateng 1993/1994). Robert dan Steven J. dan III Kurikulum SMK edisi 2004. S. Surabaya : Usaha Nasional. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.124 DAFTAR PUSTAKA Abdullah. Jakarta : Bumi Aksara. 2003. Nasution. Pengembangan Kurikulum. 1991. Arikunto. 2001. Semarang : IKIP Semarang Press. Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional. 2002. Matthew B dan Huberman.

2004. Kesiapan Pengembangan Kurikulum Model Grass Roots Dalam Rangka Otonomi Daerah. Yuli. Waluyo. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Semarang : Universitas Negeri Semarang. Edi. Bandung : Sinar Baru Algensindo. 2002. Tim. .125 Sudjana. Kebumen : SMK Yapek Gombong Kebumen. Tim Pengembang MKDK IKIP Semarang. Semarang : IKIP Semarang Press. Manajemen Kurikulum Sekolah di SLTP I Wonosobo. Proses Belajar Mengajar dan Prinsip-prinsip Belajar. 2002. Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum di Sekolah. Skripsi. 1995. 1989. Jakarta : Balai Pustaka. Nana. Semarang : Universitas Negeri Semarang. 2002. Utanto. Skripsi. Profil Sekolah Menengah Kejuruan Yapek Gombong Kebumen. Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

126 .

Lampiran 2 127 .

Wawancara. Waktu pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurkulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi. a). Makna implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi. a). guru matadiklat. dan siswa-siswi terhadap implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi. Wawancara. wakil kepala sekolah bidang kurikulum. Implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada mata pelajran siklus akuntansi. wakil kepala sekolah bidang kurikulum. Indikator Penelitian a). guru matadiklat.128 Lampiran 3 KISI-KISI DAN LAY OUT INSTRUMEN PENELITIAN Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004 Melalui Pendekatan Kurikulum Berbasis Kompetensi pada Matadiklat Siklus Akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen Tahun Pelajaran 2004/2005 Fokus Penelitian (Aspek-aspek yang Diungkap) 1). Dokumentasi A 3a B2 C1 A 3b B3 . Observasi. Implementasi hasil pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada siklus akuntansi. b). Evaluasi pelaksanaan kurikulum SMK Wawancara. Observasi A 2b B1 3). Persiapan b). 2). Peran serta kepala sekolah. Pelaksanaan proses belajar mengajar yang baik dengan menggunakan kurikulum SMK edisi 2004 yang berpendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi. Instrumen Penelitian Wawancara Wawancara Nomor Item A 1a A 1b c). Wawancara A 1c Wawancara A 2a b). dan siswa-siswi. Pelaksanaan proses belajar mengajar yang baik. Peran serta kepala sekolah. edisi 2004 melalui Observasi pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi.

wakil kepala sekolah bagian kurikulum. guru matadiklat. menurut Anda bagaimana proses belajar mengajar yang baik ? . wakil kepala sekolah bagian kurikulum.129 A. Sejauh mana kepala sekolah. guru matadiklat siklus akuntansi. guru matadiklat siklus akuntansi. Bagaimana anda memaknai implementasi kurkulum SMK edisi 2004 yang berpendekatan kurkulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen ? c. Peran serta kepala sekolah. khususnya pada matadiklat siklus akuntansi di Smk Yapek Gombong Kebumen ? b. DRAF PEDOMAN WAWANCARA Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004 Melalui Pendekatan Kurikulum Berbasis Kompetensi pada Matadiklat Siklus Akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen Tahun Pelajaran 2004/2005 1. dan siswa-siswi dalam mengimplementasikan hasil pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen ? 3. Sejak kapan implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang berpendekatan kurikulum berbasis kompetensi. a. Pelaksanaan Proses Belajar Mengajar a. dan siswa terhadap implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SM Yapek Gombong Kebumen. Dengan menggunakan kurkulum SMK edisi 2004 yang berpendekatan kurikulum berbasis kompetensi. dan siswa-siswi SMK Yapek Gombong Kebumen yang sedang menempuh matadiklat siklus akuntansi terhadap implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004 Melalui Pendekatan Kurikulum Berbasis Kompetensi pada Matadiklat Siklus Akuntansi. khususnya pada matadiklat siklus akuntansi. Bagaimana persiapan kepala sekolah dalam mengimplementasikan kurikulum SM edisi 2004 melalui pendekatan kurkulum berbasis kompetensi. wakil kepala sekolah bidang kurikulum. Bagaimana peran serta kepala sekolah. khususnya pada matadiklat siklus akuntansi ? b. khususnya pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen dimulai ? 2. a.

khususnya pada matadiklat siklus akuntansi dengan menggunakan kurikulum SMK edisi 2004 yang berpendekatan kurikulum berbasis kompetensi. Implementasi hasil pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen. DRAF PEDOMAN OBSERVASI Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004 Melalui Pendekatan Kurikulum Berbasis Kompetensi pada Matadiklat Siklus Akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen Tahun Pelajaran 2004/2005 1. Sejauh mana proses evaluasi implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen ? B. Evaluasi terhadap implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang berpendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen. 2. Proses belajar mengajar yang baik. . 3.130 b.

Dokumen/gambar mengenai waktu/situasi pelaksanaan observasi. .131 C. DRAF PEDOMAN DOKUMENTASI Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004 Melalui Pendekatan Kurikulum Berbasis Kompetensi pada Matadiklat Siklus Akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen Tahun Pelajaran 2004/2005 1. Kegiatan belajar mengajar di kelas dengan menggunakan kurikulum SMK edisi 2004 yang berpendekatan KBK pada matadiklat siklus akuntansi. 2.

S. Bogowonto No. Informan Penelitian V (Siswa/D2) Nama : Warti Agustina Tempat/ Tgl Lahir : Kebumen.Pd Tempat/ Tgl Lahir : Kebumen. 29 Agustus 1989 Jenis Kelamin : Perempuan Jabatan : Siswa Kelas I AK 1 Agama : Islam Alamat : Wonokriyo RT 01/VI Gombong Kebumen . Informan Penelitian II (Waka Bidang Kurikulum/B) Nama : Sri Ariyani. Agus Supriyanto Jabatan : Kepala Sekolah Jenis Kelamin : Laki-laki Tempat/ Tgl Lahir : Kebumen. 5A Rt 01/I Wero Gombong Kebumen 3. 18 Desember 1964 Agama : Islam Alamat : RT 02/ IV Tangeran Sruweng Kebumen 2. Informan Penelitian III (Guru Matadiklat/C) Nama : Musriyati. 29 Februari 1968 Jenis Kelamin : Perempuan Jabatan : Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Agama : Islam Alamat : Gg. S. Informan Penelitian I (Kepala Sekolah/A) Nama : Drs.132 Lampiran 4 BIODATA INFORMAN PENELITIAN 1. Informan Penelitian IV (Siswa/D1) Nama : Ratih Tempat/ Tgl Lahir : Kebumen. 11 Juni 1989 Jenis Kelamin : Perempuan Jabatan : Siswa I AK 1 Agama : Islam Alamat : Penimbun RT 03/ III Krajen Karanganyar Kebumen 5.Pd Tempat/ Tgl Lahir : Purworejo. 7 Oktober 1979 Jenis Kelamin : Perempuan Jabatan : Guru Mata Diklat Siklus Akuntansi Agama : Islam Alamat : Kemujen Adimulyo Kebumen 4.

Informan Penelitian VII (Siswa/D4) Nama : Kuswati Tempat/ Tgl Lahir : Kebumen. 16 Mei 1989 Jenis Kelamin : Perempuan Jabatan : Siswa Kelas I AK 3 Agama : Islam Alamat : Kenteng RT 02/ I Sempor Kebumen 9. Informan Penelitian VI (Siswa/D3) Nama : Reni Purwasih Tempat/ Tgl Lahir : Kebumen.133 6. 24 Agustus 1989 Jenis Kelamin : Perempuan Jabatan : Siswa Kelas I AK 2 Agama : Islam Alamat : Gunung Mujil RT 03/ VI Kuwarasan Kebumen 8. Informan Penelitian VIII (Siswa/D5) Nama : Eti Astuti Tempat/ Tgl Lahir : Kebumen. 27 Juli 1989 Jenis Kelamin : Perempuan Jabatan : Siswa Kelas I AK 3 Agama : Islam Alamat : Banjareja RT 01/ V Kuwarasan Kebumen . Informan penelitian IX (Siswa/D6) Nama : Siti Umi Rukoyah Tempat/ Tgl Lahir : Kebumen. 21 April 1989 Jenis Kelamin : Perempuan Jabatan : Siswa Kelas I AK 2 Agama : Islam Alamat : Kalitengah RT 03/ VI Gombong Kebumen 7.

134 Lampiran 5 .

135 .

136

137 Lampiran 6 HASIL DOKUMENTASI DI SMK YAPEK GOMBONG KEBUMEN

Pintu Gerbang SMK YAPEK

Tujuan SMK YAPEK

Visi dan Misi SMK YAPEK

138

Ruang Praktek Perbankan

Ruang Praktek Komputer

Ruang Praktek Pertokoan

Siswi .139 Wawancara dengan Kepala Sekolah Wawancara dengan Waka Kurikulum Wawancara dengan Guru Matadiklat Wawancara dengan Siswa – Siswi Wawancara dengan Siswa .

140 Kegiatan Belajar Mengajar di Kelas Kegiatan Belajar Mengajar di Kelas .

141 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful