IMPLEMENTASI KURIKULUM SMK EDISI 2004 MELALUI PENDEKATAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI PADA MATADIKLAT SIKLUS AKUNTANSI

(Studi Kasus di SMK Yapek Gombong Kebumen Tahun Pelajaran 2004/2005)

Skripsi

Diajukan dalam rangka menyelesaikan Studi Strata I untuk mencapai gelar Sarjana Pendidikan

Disusun Oleh: Nama NIM : Dwi Marwati : 1102401002

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN KURIKULUM DAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN 2005 1

2

PERSETUJUAN PEMBIMBING

Skripsi ini telah disetujui oleh pembimbing untuk diajukan ke sidang panitia ujian skripsi pada:

Hari Tanggal

: Rabu : 27 Juli 2005

Pembimbing I

Pembimbing II

Drs. Achmad Munib, S.H, M.Si NIP. 130371112

Drs. Haryanto NIP. 131404301

Mengetahui, Ketua Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan

Drs. Haryanto NIP. 131404301

ii

3

PENGESAHAN KELULUSAN

Skripsi ini telah dipertahankan di depan Sidang Panitia Ujian Skripsi Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang pada : Hari Tanggal : Selasa : 23 Agustus 2005

Panitia Ujian Ketua Sekretaris

Drs. Siswanto, M.M NIP. 130515769 Pembimbing I

Dra. Hj. Nurussa’dah, M.Si NIP. 131469642 Anggota Penguji Penguji I

Drs. Achmad Munib, S.H., M. Si NIP. 130371112 Pembimbing II

Dra. Hj. Nurussa’dah, M. Si NIP. 131469642 Penguji II

Drs. Haryanto NIP. 131404301

Drs. Achmad Munib, S.H., M. Si NIP. 130371112 Penguji III

Drs. Haryanto NIP. 131404301

iii

Si Dosen Pembimbing I dan Drs. Pendapat atau temuan orang lain yang terdapat dalam skripsi ini dikutip atau dirujuk berdasarkan kode etik ilmiah. Achmad Munib S.4 PERNYATAAN.H. 1102401002 iv . bukan jiplakan dari karya tulis orang lain. Haryanto Dosen Pembimbing II. ………… 2005 Dwi Marwati NIM. Saya menyatakan bahwa yang tertulis di dalam skripsi atau tugas akhir ini benarbenar hasil karya sendiri dengan sumbangan pemikiran dari Drs. baik sebagian atau seluruhnya. Semarang. M.

Barang siapa tidak berani berjuang. PERSEMBAHAN Dengan mengucap rasa syukur Alkhamdulillah kepada Allah SWT. Budi. Jangan menuntut imbalan kecuali yang sesuai pekerjaan.5 MOTTO Segala problema yang ada di dunia ini akan mudah terpecahkan selama kita tetap berusaha dan berdoa kepada Allah SWT. S. Drs.H. Haryanto. Teman-teman seperjuanganku “Angakatan 2001” Jurusan Kurtekdik. dan jangan menangani suatu pekerjaan kecuali yang Anda benar-benar ahli dalam bidangnya. kasih sayang. kecuali sesuai dengan kemanfaatan (kebutuhan). cinta. SMK Yapek Gombong Kebumen Almamater UNNES v . Jangan menjanjikan sesuatu di luar kesanggupan Anda. dan segalanya. Suamiku tercinta ( Jupri. Teman-teman Venus Cost & Hidayah Cost. dan Riska). M. Restin. Jangan mencampuri urusan yang tidak Anda kuasai dan tidak menyangkut Anda. Jangan membelanjakan untuk sesuatu. Achmad Munib. S. maka dia tidak akan meraih citacitanya.Si dan Drs. skripsi ini penulis persembahkan kepada : Ibunda dan Ayahanda tercinta yang telah memberikan doa.E ) Anakku tersayang ( Iraya Febri Anggana ) Kakakku (Mba Yuni & Mas Budi) dan Adik-adikku (Sutri. Jangan memaksakan diri di luar kemampuan.

M. Pemikiran ini mengandung konsekuensi bahwa penyempurnaan/ perbaikan pendidikan menengah kejuruan dimaksudkan untuk mengantisipasi kebutuhan dan tantangan masa depan yang perlu dilakukan dan diselaraskan dengan perkembangan kebutuhan dunia usaha/ industri. dan mampu menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat dan warga negara. khususnya pada mata diklat siklus akuntansi. Oleh karena itu. Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang. Dosen Pembimbing I Drs. Di samping itu. Adapun tujuan penelitian ini yaitu : 1) untuk mengetahui bagaimana implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang berpendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada mata diklat siklus akuntansi. pembimbing II Drs.H. membentuk pribadi yang mandiri. yaitu kurikulum SMK edisi 2004 yang merupakan hasil penyempurnaan dari kurikulum SMK edisi 1999. Haryanto. perubahan atau perkembangan pendidikan adalah hal yang memang seharusnya terjadi sejalan dengan perubahan budaya kehidupan. dan menghilangkan birokrasi yang tumpang tindih. Dalam hal ini. Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004 Melalui Pendekatan Kurikulum Berbasis Kompetensi pada Matadiklat Siklus Akuntansi di SMK Yapek Gombong kebumen Tahun Ajaran 2004/2005. S. Achmad Munib. implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang menggunakan pendekatan kurikulum berbasis kompetensi juga menuntut adanya dukungan tenaga kerja yang terampil dan berkualitas. ilmu pengetahuan dan teknologi. mengefesiensikan sistem. 2) bagaimana peran serta kepala sekolah dan orang-orang yang terkait di instansi sekolah dalam memahami kurikulum SMK edisi 2004 yang berpendekatan kurikulum berbasis kompetensi. Perubahan dalam arti perbaikan pendidikan pada semua tingkat perlu terus menerus untuk dilakukan sebagai antisipasi kepentingan masa depan. 2005. Kata kunci : Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004 Berbasis KBK Pendidikan adalah salah satu bentuk perwujudan kebudayaan manusia yang dinamis dan sarat untuk menuju perkembangan. dituntut pula kemandirian dan kreativitas sekolah dalam menjalankan pendidikan dan pembelajaran dibalik otonomi yang dimilikinya. sehingga dapat membangkitkan motivasi kerja yang lebih produktif. memberdayakan otoritas daerah setempat. Dengan kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi diharapkan agar jajaran pendidikan menengah kejuruan mampu mengembangkan potensi peserta didik untuk bekerja. dan 3) bagaimana pelaksanaan proses belajar mengajar di kelas dengan menggunakan kurikulum SMK edisi 2004 yang vi .6 SARI Dwi Marwati.Si. Penyempurnaan/ perbaikan pendidikan tersebut berupa perubahan kurikulum.

7 berpendekatan kurikulum berbasis kompetensi. Penulis menyarankan kepada pihak-pihak yang terkait dalam instansi sekolah seperti kepala sekolah. dan siswasiswi SMK Yapek Gombong Kebumen. dan siswa-siswi SMK Yapek Gombong Kebumen untuk selalu meningkatkan pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 yang sudah baik agar menjadi lebih optimal dan sempurna sesuai dengan tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. dan dokumentasi. Tahap-tahap penelitian yang dilakukan antara lain penelitian pra lapangan. wawancara. dan dokumentasi yang telah dilakukan peneliti. Penelitian ini dilakukan di SMK Yapek Gombong Kebumen dengan mengambil informan sebanyak 9 (sembilan) orang yang terdiri dari kepala sekolah. yaitu dengan dilakukan pemeriksaan keabsahan data yang menggunakan teknik triangulasi akhirnya peneliti memperoleh gambaran bahwa implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang menggunakan pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada mata diklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen telah terlaksana dengan baik sesuai dengan peraturan dan petunjuk dari Dinas Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Menengah dan Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan. vii . guru mata diklat siklus akuntansi. guru mata diklat siklus akuntansi. Sesuai dengan hasil observasi. wawancara. pekerjaan lapangan. khususnya pada mata diklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen. wakil kepala sekolah bagian kurikulum. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode observasi. wakil kepala sekolah bagian kurikulum. dan tahap analisis data.

4. A. viii .8 KATA PENGANTAR Puji syukur Alkhamdulillah atas rahmat dan hidayah yang dilimpahkan oleh-Nya. Achmad Munib. H. DR. Menyadari keterbatasan pengetahuan yang penulis miliki. maka dalam penyusunan skripsi ini penulis mendapat bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak. dosen pembimbing I yang telah memberikan bimbingan.Si. 3. Drs. Soegito. Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang yang telah memberikan ijin untuk mengadakan penelitian. 2. SH. M.T. dan saran dalam penyusunan skripsi ini. sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi yang berjudul “Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004 yang Menggunakan Pendekatan Kurikulum Berbasis Kompetensi pada Mata Pelajaran Siklus Akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen Tahun Pelajaran 2004/2005“. Drs. Siswanto. pengarahan. M. Ketua Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang sekaligus dosen pembimbing II yang telah memberikan pengarahan. MM. M. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada : 1. Drs. Haryanto. SH. Rektor Universitas Negeri Semarang yang telah memberikan ijin untuk menempuh jenjang pendidikan di perguruan tinggi.

Amiin … Dengan penyusunan skripsi ini penulis berharap semoga skripsi ini dapat berguna dan bermanfaat bagi para pembaca. Kepala sekolah SMK Yapek Gombong Kebumen yang telah memberikan ijin penelitian dan informasi yang berguna bagi penulis.Pd dan Bapak Ibu guru. Semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan skripsi ini hingga selesai yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu. serta siswa-siswi SMK Yapek Gombong Kebumen yang telah meluangkan waktu dan memberikan informasi dalam penelitian ini. Kepada beliau-beliau tersebut di atas. Bapak dan Ibuku. Penulis 2005 ix . Drs. terima kasih atas suport dan kebersamaannya. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Ibu Sri Ariyani. 10.9 5. terima kasih atas doa dan kasih sayang serta pengertian dan perhatiannya selama ini. 6. Suamiku. penulis menyampaikan terima kasih yang sedalam-dalamnya semoga segala kebaikan beliau mendapat imbalan yang setimpal dari Allah SWT. Semarang. S. 7. Seluruh Bapak dan Ibu Dosen jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan yang telah memberikan pengalaman dan ilmunya kepada penulis. 9. 8. Agus Supriyanto.

..... Penegasan Istilah......... Latar Belakang Penelitian ................................................. iv v vi KATA PENGANTAR ................................................................... xiii DAFTAR GAMBAR ....... Manfaat penelitian .......................................................... B....................... C................................................................................ E............................................................................................................................................................... i ii HALAMAN PENGESAHAN KELULUSAN .... MOTTO DAN PERSEMBAHAN ............ x DAFTAR TABEL .................... xiv DAFTAR BAGAN............. viii DAFTAR ISI ................................... Pengertian Kurikulum Berbasis Kompetensi ................................. Konsep-konsep Dasar Kurikulum Berbasis Kompetensi 1............................................................................................................. Tujuan penelitian ............................................................................. BAB II LANDASAN TEORI 1 5 6 6 7 A........................................................................................10 DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ......................................................... SARI .............................................................................................................................. HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ............................................................ iii HALAMAN PERNYATAAN ....................................... xv DAFTAR LAMPIRAN ........ D....................................................................................... Fokus Penelitian............................................................. xvi BAB I PENDAHULUAN A................. 11 x .............................................................

........ Desain Penelitian ....................................................................................................... Komponen KBK ........................................ Informan Penelitian .................................... Sumber Data ........................................................................................ Prinsip-prinsip KBK ................................................................. Kompetensi Dalam KBK ................ 34 3.................................. 16 4............................... 51 BAB III METODE PENELITIAN A........ 67 H...... 55 D................ Landasan ..................... 47 C....... Tahap-tahap Penelitan dan Jadwal Penelitian .................................................................................. Evaluasi ...................... Kerangka KBK ..................... Pengembangan Kurikulum SMK Edisi 2004 Berpendekatan KBK 48 D.... 19 5..................... Sertifikasi .......................................... 54 B......... Teknik Pengumpulan Data ........................... Lokasi Penelitian ...... 28 2. 45 6........................ Struktur Kurikulum ..................................... 41 5.................. 55 C.............. Kurikulum SMK Edisi 2004 Berpendekatan KBK 1...... Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data ............ 14 3....................................... 62 F...................................................... Program ........ 73 xi ..................................................... Proses Pencatatan dan Teknik Analisis Data ............. 26 B.. Pelaksanaan Pembelajaran ....................... 36 4........................................................................................................................... Administrasi dan Pelaporan Hasil .......................... 25 6............................ 58 E.................................................... Karakteristik KBK .. 67 G...............................11 2.....................

....... 99 H..... Hasil Penelitian Informan VIII ...... 75 B......... Saran .................................................................... 97 G.................................................................................................... 115 BAB V PENUTUP A.................... Triangulasi ......................................................... 126 xii ........................................................................................... 96 F........................ Hasil Penelitian Informan III .......................................... 100 I................ Hasil Penelitian Informan IV ....................... Hasil Penelitian Informan II ....... 124 LAMPIRAN .... 88 D.....................12 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A.. 123 DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................ Simpulan ................................. Hasil Penelitian Informan V ......................... Hasil Penelitian Informan I .......................... Hasil penelitian Informan IX .............................. Hasil penelitian Informan VII ................ 83 C........................................................................................ Analisis Data ....................................................................... Hasil penelitian Informan VI ............. 104 L.. Setting Penelitian ............... 121 B... 92 E......................... 102 J.............................................................................................. 103 K...........................................

..............................................13 DAFTAR TABEL Tabel 1 Struktur Kurikulum Dalam 3 Tahun . 39 Tabel 3 Struktur Kurikulum Dalam 1 Minggu ................ 40 xiii .............................. 38 Tabel 2 Struktur Kurikulum Dalam 1 Tahun .................................................................

........................... 27 xiv ........................ 25 Gambar 3 Urutan Jabaran Kompetensi Dalam KBK .................................14 DAFTAR GAMBAR Gambar 1 Kerangka Kurikulum Berbasis Kompetensi ............ 20 Gambar 2 Komponen Dasar Kurikulum Berbasis Kompetensi .........

.................. 72 Bagan 2 Struktur Organisasi SMK Yapek Gombong Kebumen ............................. 82 xv ..........................15 DAFTAR BAGAN Bagan 1 Tahapan Analisis Data Kualitatif .........

......................................................... 134 Lampiran 6 Hasil Dokumentasi ............................................................... 127 Lampiran 3 Kisi-kisi Instrumen Penelitian .........16 DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Permohonan Ijin Penelitian ................................................................ 126 Lampiran 2 Surat Keterangan Penelitian .................................................... 132 Lampiran 5 Personalia SMK Yapek Gombong Kebumen .......................................... 137 xvi ......................................... 128 Lampiran 4 Biodata Informan Penelitian .............

akuntansi berperan sebagai bahasa simbolis yang memungkinkan terwujudnya komunikasi yang cermat dan tepat. yaitu yang selalu dekat dengan aktivitas menghitung. Kegunaan akuntansi bukan hanya memberi kemampuan dalam perhitunganperhitungan kuantitatif. sehingga keterlibatan siswa dapat optimal dan pada akhirnya berdampak pada perolehan hasil belajar. sehingga terjadi interaksi antara guru dengan siswa dan siswa dengan siswa.BAB I PENDAHULUAN A. terutama dalam hal pembentukan kemampuan menganalisis dan melakukan evaluasi serta kemampuan dalam memecahkan masalah. Selain itu. Dalam dunia pendidikan. tetapi juga dalam penataan cara berfikir. 1 . matadiklat siklus akuntansi juga mempunyai peranan yang penting dalam kehidupan sehari-hari karena pada kenyataannya siswa tidak dapat lepas dengan dunia akuntansi. Interaksi tersebut sudah barang tentu akan mengoptimalkan pencapaian tujuan yang dirumuskan. Dalam proses pembelajaran matadiklat siklus akuntansi diperlukan adanya kemampuan guru dalam mengelola proses belajar mengajar. Latar Belakang Penelitian Tugas utama seorang guru adalah mengelola proses belajar mengajar. Salah satu contoh proses pembelajaran yang memerlukan keterlibatan siswa secara komprehensif adalah matadiklat siklus akuntansi.

dan proses belajar mengajar itu sendiri. maka matadiklat siklus akuntansi yang merupakan rumpun dari kelompok produktif program keahlian Akuntansi mempunyai tujuan untuk menyiapkan siswa/ tamatan seperti : 1) memasuki lapangan kerja dan dapat mengembangkan sikap profesional dalam lingkup keahlian bisnis dan manajemen. Kurikulum disusun untuk perencanaan kegiatan belajar. dan perencanaan tersebut hendaknya memperhatikan perkembangan siswa. khususnya Akuntansi. 2) mampu memilih karir. adaptif dan kreatif. Dengan kenyataan itulah matadiklat siklus akuntansi mempunyai potensi yang sangat besar dalam kaitannya dengan perkembangan ilmu pengetahuan secara cermat dan tepat. khususnya Akuntansi dan 4) menjadi warga negara yang produktif. 3) menjadi tenaga kerja tingkat menengah untuk mengisi kebutuhan dunia usaha dan industri pada saat ini maupun masa yang akan datang dalam lingkup keahlian bisnis dan manajemen. guru.2 Sesuai dengan kurikulum SMK Edisi 2004 yang telah mencoba menerapkan pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. serta dalam mempersiapkan warga masyarakat yang mampu mengantisipasi perkembangan ilmu pengetahuan dengan cara berfikir dan bersikap yang tepat pula. khususnya Akuntansi. berkompetisi dan mengembangkan diri dalam lingkup keahlian bisnis dan manajemen. Variabelvariabel tersebut adalah kurikulum. . Untuk mencapai tujuan pendidikan banyak variabel yang mempengaruhi pelaksanaan proses belajar mengajar di sekolah. kesesuaian lingkungan dan perubahan-perubahan yang mungkin terjadi.

Dengan tetap mengacu pada landasan filosofis. dan yuridis.32/2004 tentang Pemerintahan Daerah yang menuntut agar dilakukannya pembaharuan berupa diversifikasi kurikulum yang memberi kesempatan kepada daerah untuk mengembangkannya dalam rangka melayani keberagaman peserta didik. Pembaharuan kurikulum yang dimaksud yaitu suatu analisis mengenai penerapan kurikulum berbasis kompetensi (Competency Based Curriculum) yang dapat membekali peserta didik dengan berbagai kemampuan dalam melakukan tugas-tugas yang sesuai dengan standar performansi tertentu. maka disusun GBPP dan pedoman pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 yang dalam pengembangannya menggunakan dua pendekatan utama. .3 sehingga diharapkan dapat mempersiapkan sumber daya manusia untuk menghadapi dan menjalani perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. kompetensi dasar. diversifikasi jenis pendidikan secara profesional yang sesuai dengan kepentingan daerah tentang adanya perubahan kurikulum. Berdasarkan landasan-landasan tersebut di atas. ekonomis. materi pokok dan indikator pencapaian. yaitu pendekatan kurikulum berbasis kompetensi dan pendekatan berbasis luas dan mendasar (Dirjen Dikdasmen dan Dikmenjur. 2004). Maka dari itu perlu diadakannya suatu pembaharuan kurikulum. Perubahan-perubahan tersebut sesuai dengan penjelasan UndangUndang No. maka Departemen Pendidikan Nasional melakukan penyusunan standar nasional untuk seluruh matadiklat di SMK yang mencakup standar kompetensi.

32/2004 tentang Pemerintahan Daerah dan landasan filosofis. guru sebaiknya membuat persiapan yang terencana agar murid mendapatkan pengalaman belajar yang beragam dan fungsional. Untuk menghilangkan atau mengurangi kejadian-kejadian tersebut. Sebagai contoh nyata yaitu: 1) terkadang siswa tidak mengikuti matadiklat siklus akuntansi karena belum mengerjakan tugas yang telah diberikan oleh guru.4 Di samping berpedoman pada UU No. tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif dan e) penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi (Download. Oleh sebab itu. d) sumber belajar bukan hanya guru.id). maka guru perlu memberikan informasi yang jelas dan sedapat mungkin berorientasi kepada pengguna akuntansi di kehidupan sehari-hari. Puskur. dan yuridis. . Dalam penelitian ini penulis mengangkat permasalahan pendidikan pada matadiklat siklus akuntansi. or. 2) siswa malas mengikuti matadiklat siklus akuntansi karena kegiatan menghitung cenderung lebih banyak dari pada teori yang diberikan. ekonomis. karena disisi lain banyak anggapan bahwa matadiklat siklus akuntansi merupakan pelajaran yang sulit seperti halnya matematika. http: : //www. suatu kurikulum berbasis kompetensi dipilih sebagai bentuk konkret dari pembaharuan kurikulum karena kurikulum ini mempunyai beberapa karakteristik seperti : a) menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun klasikal. b) berorientasi pada hasil belajar dan keberagaman. c) penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi.

wakil kepala sekolah bidang kurikulum.5 Persiapan yang terencana tersebut diantaranya dengan diberlakukannya kurikulum berbasis kompetensi sebagai penerapan kurikulum yang baru dan lebih memfokuskan pada kemampuan pengetahuan. baik di sekolah. B. serta memberanikan diri untuk berperanserta dalam berbagai kegiatan. siswa-siswi. masyarakat. bangsa ataupun negara. maka suatu kurikulum berbasis kompetensi perlu dikembangkan dan diterapkan pada tiap-tiap sekolah guna menumbuhkan tanggungjawab dan partisipasi peserta didik untuk belajar menilai dan mempengaruhi kebijakan umum. keterampilan dan sikap yang dikembangkan berdasarkan pemahaman yang akan membentuk kompetensi individual. 2) peran serta kepala sekolah. . dan 3) proses belajar mengajar yang baik di kelas dengan menggunakan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan KBK khususnya pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan KBK pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen. Fokus Penelitian Menurut Moleong (2002:65) fokus pada dasarnya adalah masalah yang bersumber dari pengalaman peneliti atau melalui pengetahuan yang diperolehnya melalui kepustakaan ilmiah ataupun lainnya. Dalam penelitian ini yang dijadikan fokus penelitian adalah 1) implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen. Dengan demikian. guru matadiklat.

Hal ini dikarenakan SMK tersebut merupakan sekolah kejuruan swasta yang sudah menerapkan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. D. Tujuan Penelitian Tujuan dari skripsi ini adalah: 1) untuk mengetahui bagaimana implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang berpendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen. 2) bagaimana peran serta kepala sekolah. khususnya pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen. pengawas. instansi terkait dan para orang tua siswa dalam upaya peningkatan pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. wakil kepala sekolah bidang kurikulum. dan 3) bagaimana pelaksanaan proses belajar mengajar di kelas dengan menggunakan kurikulum SMK edisi 2004 yang berpendekatan kurikulum berbasis kompetensi. kepala sekolah.6 Peneliti sengaja memilih SMK Yapek Gombong Kebumen sebagai fokus penelitian. dan siswa-siswi dalam memahami kurikulum SMK edisi 2004 yang berpendekatan kurikulum berbasis kompetensi. guru matadiklat. C. dan pelaksanaannya hampir setara dengan sekolah kejuruan yang berstatus negeri. khususnya pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen. Manfaat Penelitian Harapan penulis dari hasil penelitian ini agar dapat bermanfaat bagi para guru. Adapun manfaat dari penelitian ini meliputi 2 hal. yaitu : .

c. Hasil-hasil penelitian ini dapat dijadikan sumber bahan yang penting bagi para peneliti dibidang pendidikan dan para pengembang kurikulum. konsep. Manfaat Teoritis a. Penegasan Istilah 1. E. Hasil-hasil penelitian ini dapat memberikan masukan-masukan yang berharga yang berupa konsep sebagai upaya peningkatan dan pengembangan ilmu. 2. khususnya pelaksanaan implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi. kebijakan. atau inovasi dalam suatu tindakan praktis sehingga memberikan dampak. Implementasi Adalah merupakan suatu proses penerapan ide. b. sehingga dapat digunakan sebagai upaya peningkatan proses pembelajaran di SMK khususnya dan dunia pendidikan umumnya. Bagi SMK Yapek Gombong Kebumen. . Bagi para guru SMK. Manfaat Praktis a. c. manfaat penelitian ini dapat digunakan untuk mengoreksi dan mengevaluasi dalam melaksanakan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi agar tercapai hasil belajar yang maksimal. manfaat penelitian ini sangat membantu dalam meningkatkan pembinaan dan supervisi kepada para guru secara efektif dan efesien.7 1. Bagi kepala sekolah dan pengawas sekolah. b. manfaat penelitian ini dapat dijadikan tolak ukur dan merupakan bahan pertimbangan untuk melakukan pembenahan serta koreksi diri terhadap berbagai kekurangan dalam melaksanakan tugas profesinya. Diharapkan dapat menambah wawasan baru tentang implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi.

1990:453) b.or. (E. konsep dan kebijakan kurikulum (kurikulum potensial) dalam suatu aktivitas pembelajaran sehingga peserta didik menguasai seperangkat kompetensi tertentu sebagai hasil interaksi dengan lingkungan. keterampilan maupun nilai dan sikap. 1990:479) b. Kompetensi adalah kewenangan / kekuasaan untuk menentukan atau memutuskan sesuatu. keterampilan. (Download.puskur.id) 5.or. 2001:8) 3. Mulyasa. penilaian. http: // www. http: //www. 2003:93) 2. nilai dan sikap yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak. Kompetensi a. (S. (Download. (Kamus Besar Bahasa Indonesia. kegiatan belajar mengajar dan pembudayaan sumber daya pendidikan dalam pengembangan kurikulum di sekolah. 2003:93) . Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi Adalah sebagai suatu proses penerapan ide. (Kamus Besar Bahasa Indonesia. Kurikulum a. Mulyasa.puskur.8 baik berupa perubahan pengetahuan. Kurikulum adalah perangkat mata pelajaran atau yang diajarkan pada lembaga pendidikan atau perangkat mata kuliah mengenai bidang keahlian khusus. Kurikulum adalah sesuatu yang direncanakan sebagai pegangan guna mencapai tujuan pendidikan. (E. Kompetensi adalah merupakan perpaduan dari pengetahuan.id) 4. Kurikulum Berbasis Kompetensi Kurikulum berbasis kompetensi adalah merupakan seperangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi dan hasil belajar yang harus dicapai siswa. Nasution.

sikap dan keterampilan tertentu serta penerapannya di lapangan (dunia industri). yaitu merefleksikan kemampuan dalam mengerjakan sesuatu (siklus akuntansi) yang lebih menitik beratkan pada penguasaaan suatu pengetahuan. .9 6. Berdasarkan penegasan istilah tersebut di atas. SMK Yayasan Pendidikan Ekonomi (Yapek) Adalah salah satu sekolah menengah kejuruan yang berada diwilayah Wero kecamatan Gombong kabupaten Kebumen yang telah melaksanakan implementasi kurikulum berbasis kompetensi. maka dapat ditarik pemahaman bahwa dalam penelitian ini implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen adalah suatu penerapan kurikulum SMK edisi 2004 di sekolah kejuruan (SMK Yapek Gombong Kebumen) yang pada pelaksanannya menggunakan pendekatan kurikulum berbasis kompetensi.

Secara etimologis. 2) program. Mengingat sangat pentingnya kurikulum. 4) sebagai hasil belajar. maka semua pelaksana pendidikan harus dapat memahami kurikulum dengan baik. 3) hasil belajar yang diinginkan. 2) sebagai mata dan isi pelajaran. istilah kurikulum berasal dari dunia olah raga pada zaman Romawi kuno di Yunani yang mengandung pengertian jarak yang harus ditempuh oleh pelari dari garis star sampai finish (Sudirman dalam idi. 3) sebagai rencana kegiatan pembelajaran. dan curere yang artinya tempat berpacu. yaitu : 1) kurikulum sebagai produk. dan 4) pengalaman belajar bagi siswa. Dengan demikian. 10 . sulit rasanya bagi para perencana pendidikan dalam mencapai tujuan pendidikan yang diselenggarakan. Pemahaman yang benar tentang kurikulum sangat penting karena akan menentukan arah pembelajaran yang terkait dengan proses maupun substansinya. Secara sederhana pengertian kurikulum menurut B3PTKSM dalam Edi Waluyo (2002) adalah : 1) sebagai jalan meraih ijazah. Jika kurikulum dipahami dalam arti kata yang sempit. kurikulum merupakan unsur penting dalam setiap bentuk dan model pendidikan. Beane dalam Suyatno (2000:59) membagi kurikulum dalam empat jenis.10 BAB II LANDASAN TEORI Dalam bidang pendidikan. kurikulum berasal dari bahasa Yunani yaitu curir yang berarti pelari. dan 5) sebagai pengalaman belajar. 1999:118). maka jangan diharapkan kalau pendidikan dan pengajaran yang dilaksanakan akan mendapatkan hasil sesuai dengan yang kita inginkan. Tanpa adanya kurikulum.

nilai dan sikap. Kesesuaian ini meliputi dua hal. Keempat komponen tersebut berkaitan erat satu sama lain. dan perkembangan masyarakat. dan 2) kesesuaian antar komponen-komponen kurikulum. kebutuhan. yaitu : 1) kesesuaian antara kurikulum dengan tuntutan. (Nana Sudjana. maka di era globalisasi ini suatu pendidikan juga mengalami banyak perubahan. dan isi dengan tujuan kurikulum. Konsep-konsep Dasar Kurikulum Berbasis Kompetensi 1. evaluasi dengan proses. Pengertian Kurikulum Berbasis Kompetensi Berdasarkan UU No. kondisi. 2001:4) . Selain itu. Seiring dengan kemajuan jaman dan ilmu pengetahuan teknologi yang semakin canggih. Kurikulum dalam kaitannya dengan pendidikan adalah sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh atau diselesaikan anak didik untuk memperoleh ijazah. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.11 Suatu kurikulum memiliki komponen utama seperti : tujuan. isi atau materi. dan evaluasi. kurikulum juga harus memiliki kesesuaian atau relevansi. keterampilan. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab I Pasal 1 ayat 19 kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. atau lebih dikenal dengan sebutan kurikulum berbasis kompetensi (Competency Based Curriculum). isi. yaitu sesuai dengan isi dan tujuan. A. proses atau sistem penyampaian antar media. Sebagai contoh yaitu dengan adanya perubahan kurikulum yang lebih memfokuskan pada pengetahuan.

12 Suatu pengembangan pendekatan kurikulum kompetensi yang merupakan pada pendekatan penguasaan memfokuskan kompetensi tertentu berdasarkan tahap-tahap perkembangan peserta didik (Download.puskur. tetapi pemekarannya sangat bergantung pada kesempatan yang ada dan kondisi lingkungannya. http: //www. Setiap tahap perkembangan memiliki sejumlah potensi bawaan yang dapat dikembangkan. Dalam hubungannya dengan pembelajaran. maka setiap peserta didik harus diberi kesempatan untuk mencapai tujuan sesuai dengan kemampuan dan kecepatan belajar masing-masing.or. Peserta didik berada dalam proses perkembangan yang berkelanjutan dari seluruh aspek kepribadian sebagai pemekaran terhadap potensi-potensi bawaan sesuai dengan kesempatan belajar yang ada dan diberikan oleh lingkungan. Kurikulum berbasis kompetensi memfokuskan pada pemerolehan kompetensi-kompetensi tertentu pada peserta didik. Kurikulum berbasis kompetensi menuntut guru yang berkualitas dan profesional untuk melakukan kerjasama dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan.id ). kompetensi menunjuk kepada perbuatan yang bersifat rasional dan memenuhi spesifikasi tertentu . Sesuai dengan konsep belajar tuntas dan pengembangan bakat. Pendidikan merupakan lingkungan utama yang memberikan kesempatan dan dukungan bagi perkembangan potensi-potensi peserta didik. Oleh karena itu kurikulum ini mencakup sejumlah kompetensi dan seperangkat tujuan pembelajaran yang pencapaiannya dapat diamati dalam bentuk perilaku atau keterampilan peserta didik sebagai suatu kriteria keberhasilan.

kebutuhan. Sedangkan kurikulum berbasis kompetensi adalah sebagai suatu . Standar akademis yaitu merefleksikan pengetahuan dan ketrampilan esensial setiap disiplin ilmu yang harus dipelajari oleh seluruh peserta didik dengan merinci tujuan pembelajaran setiap pokok bahasan dan cara mencapai tujuan (E. Implementasi itu sendiri merupakan “put something Into effect”. dan kemampuan peserta didik serta kebutuhan masyarakat di sekitar sekolah tanpa mengurangi kompetensi yang telah ditetapkan dan berlaku secara nasional (standar akademis). serta tahap-tahap pelaksanaannya secara utuh. sikap. yaitu penerapan sesuatu yang memberikan efek atau dampak.13 dalam proses belajar. dan sebagai konsep yang mencakup aspek-aspek pengetahuan. nilai. keterampilan. Hal tersebut sejalan dengan apa yang diungkapkan Miller dan Seller (1985:13) bahwa implementasi kurikulum merupakan suatu proses penerapan konsep ide. sehingga terjadi perubahan pada sekelompok orang yang diharapkan untuk berubah. Dari pernyataan di atas. Kurikulum berbasis kompetensi juga memberikan keleluasaan kepada sekolah untuk menyusun dan mengembangkan silabus mata pelajaran sesuai dengan potensi sekolah. maka dapat disimpulkan bahwa kompetensi merupakan indikator yang menunjuk kepada perbuatan yang bisa diamati. Suatu implementasi kurikulum berbasis kompetensi juga dapat diartikan sebagai aktualisasi kurikulum tertulis (written curriculum) dalam bentuk pembelajaran. Mulyasa. program atau tatanan kurikulum kedalam praktek pembelajaran atau aktifitas-aktifitas baru. 2003:24).

berikut ini merupakan beberapa karakteristik kurikulum berbasis kompetensi yang perlu diperhatikan. b. Memiliki Pendidikan Sistem Ganda (PSG). Program. seperti : a. Dari ketiga buku tersebut bukan merupakan suatu harga mati. dan Buku III (Pedoman Pelaksanaan Kurikulum SMK). Karakteristik Kurikulum Berbasis Kompetensi Dalam Dikmenjur Depdiknas (2004) sebagai arahan dan bimbingan dalam melaksanakan kurikulum. oleh sebab itu apabila SMK dapat menemukan cara-cara pelaksanaan yang lebih baik dari buku-buku pedoman tersebut maka dipersilakan untuk memilihnya dengan berdasarkan pada prinsip akuntabilitas (bertanggungjawab). oleh sebab itu SMK pada saat ini sudah milik bersama Depdikbud dan dunia usaha/industri termasuk kurikulumnya serta dalam pelaksanaannyapun dilakukan secara taat azas . dan Pengembangan Kurikulum SMK).14 konsep kurikulum yang menekankan pada pengembangan kemampuan melakukan (kompeten) tugas-tugas dengan standar performansi tertentu yang hasilnya dapat dirasakan oleh peserta didik berupa penguasaan terhadap seperangkat kompetensi tertentu. Pemahaman secara utuh dan benar tehadap buku-buku seri kurikulum. Pendidikan Sistem Ganda (PSG) ini merupakan kebijakan pendidikan kejuruan di Indonesia. Buku II (Garis-garis Besar program Pembelajaran). Buku-buku seri kurikulum tersebut terdiri dari : Buku I (Landasan. 2.

Mengidentifikasi dan memilih bahan ajar yang mampu menampilkan sosok utuh isi kurikulum yang merupakan keputusan esensial yang harus dilakukan secara bersama-sama oleh SMK dan industri. Pendekatan belajar tuntas mengharapkan bahwa setiap siswa harus menguasai apa yang dipelajari secara tuntas. Dalam pendekatan kompetensi setiap siswa harus menguasai kompetensi yang sedang dipelajari sebelum mempelajari kompetensi berikutnya yang lebih sulit. Modul adalah paket pengajaran mandiri yang terdiri dari serentetan pengalaman belajar yang dirancang untuk membantu siswa . Jadi seorang siswa tidak boleh mempelajari pelajaran selanjutnya sebelumnya dia menguasai secara tuntas apa yang dipelajarinya saat ini. seperti : toko buku. Bahanbahan ajar yang dimaksud telah tersedia diberbagai sumber. Jadi tugas guru dan instruktur adalah mengidentifikasi dan meilih bahan-bahan ajar yang dapat membantu siswa dalam menguasai kompetensi-kompetensi yang ditetapkan. Pendekatan ini sangat cocok untuk SMK karena di SMK menerapkan pendekatan kompetensi.15 kebersamaan. Kurikulum dilaksanakan di dua tempat. c. Menurut Badan Litbang dan Dikmenjur Depdiknas 2004 belajar tuntas adalah suatu pendekatan pembelajaran dimana diasumsikan bahwa setiap siswa dapat menyelesaikan belajarnya secara tuntas asalkan diberi kesempatan sesuai dengan langgam belajarnya (kecepatan masing-masing). Penerapan Belajar Tuntas (Mastery Learning). d. dan industri. yaitu di SMK dan di industri. e. Penerapan Sistem Modul (Modularisasi Pengajaran). penerbit.

f. Pada umumnya modul dibuat secara berseri. mempertimbangkan prinsip-prinsip nilai dan budi pekerti luhur. Semua pembelajaran yang berlangsung di SMK dievaluasi oleh SMK dan pelatihan yang berlangsung di industri dievaluasi oleh industri. kebutuhan masyarakat. Pendidikan Sistem Ganda (PSG) mengharuskan siswa belajar di dua tempat. yaitu yang sifatnya memberi kesempatan kepada siswa untuk memeperoleh sertifikasi (pengakuan) terhadap keahlian yang dimiliki sebagai bekal untuk memasuki dunia kerja. 2004:7). Jadi. Evaluasi siswa dilakukan bersama-sama oleh SMK dan industri. estetika. 3) keseimbangan etika. siswa tidak diperkenankan mengambil modul lanjutannya sebelum tuntas pada modul sebelumnya.16 menguasai tujuan yang telah ditentukan (Badan Litbang dan Dikmenjur Depdiknas. Uji Kompetensi dan UAN Untuk kepentingan pemasaran tamatan di SMK selain UAN juga diberlakukan Uji Kompetensi. g. dan kinestetika. Oleh karena itu evaluasi prestasi belajar siswapun harus dilakukan di dua tempat. 4) . yaitu di SMK dan industri. 3. logika. dimana modul seri pertama merupakan prasyarat bagi siswa untuk mempelajari modul seri kedua. dan modul seri kedua harus dikuasai sebelum siswa mempelajari modul seri ketiga. Prinsip-prinsip Kurikulum Berbasis Kompetensi Sesuai dengan kondisi negara. dan begitu seterusnya. dan berbagai perkembangan serta perubahan yang sedang berlangsung dewasa ini. maka dalam pengembangan dan kurikulum berbasis kompetensi perlu seperti: memperhatikan 1) keimanan. 2) penguatan integritas nasional.

dan budi pekerti luhur yang dianut dan dijunjung tinggi masyarakat sangat berpengaruh terhadap sikap dan arti kehidupannya. Hal ini tanpa .17 kesamaan memperoleh kesempatan. 8) berpusat pada anak dengan pemikiran yang berkelanjutan dan komprehensif dan 9) pendekataan menyeluruh dan kemitraaan. ketrampilan. logika. dan diamalkan oleh peserta didik melalui pengembangan kurikulum berbasis kompetensi (KBK). 7) belajar sepanjang hayat. dan kinestetika. logika. b. 2002). Penguatan integritas nasional Pengembangan kurikulum berbasis kompetensi harus memperhatikan penguatan integritas nasional melalui pendidikan yang memberikan pemahaman tentang masyarakat Indonesia yang majemuk dan kemajuan peradaban dalam tatanan kehidupan dunia yang multikultur dan multibahasa. a. c. estetika. 5) abad pengetahuan dan teknologi informasi. dan kinestetika Dalam mengembangkan kurikulum berbasis kompetensi perlu diperhatikan adanya suatu keseimbangan pengalaman belajar peserta didik antara etika. Keimanan. Kesamaan memperoleh kesempatan Pengembangan kurikulum berbasis kompetensi harus menyediakan tempat yang memberdayakan semua peserta didik untuk memperoleh pengetahuan. nilai dan budi pekerti luhur Keimanan. dipahami. hal tersebut perlu digali. nilai-nilai. dan sikap. 6) pengembangan keterampilan hidup. estetika. Oleh karena itu. (Depdikbud. Keseimbangan etika. d.

Selain itu. dan selalu belajar memahami dunia yang selalu berubah dalam berbagai bidang. Pengembangan ketrampilan hidup Pengembangan kurikulum berbasis kompetensi perlu memasukan unsur ketrampilan untuk hidup agar peserta didik memiliki ketrampilan. dan perilaku adaptif. kooperatif dan kompetitif dalam menghadapi tantangan dan tuntutan kehidupan sehari-hari secara efektif. Oleh karena itu. dan yang merupakan kompetensi terpenting dalam menghadapi abad ilmu pengetahuan dan teknologi informasi. g. pengembangan kurikulum berbasis kompetensi perlu memperhatikan . menambah kesadaran. dan menilai pengetahuan untuk mangatasi situasi yang cepat berubah dan penuh ketidakpastian. sikap. Belajar sepanjang hayat Pendidikan berlangsung sepanjang hidup manusia untuk mengembangkan. e.18 melihat adanya perbedaan dari masing-masing peserta didik. artinya bahwa seluruh peserta didik dari berbagai kelompok. f. Abad pengetahuan dan teknologi informasi Kurikulum perlu mengembangkan kemampuan berpikir dan belajar dengan mengakses. baik itu kelompok yang kurang beruntung atau yang beruntung dalam status ekonomi dan sosial semuanya berhak atas kesamaan dalam memperoleh kesempatan untuk menerima pendidikan yang tepat dan sesuai dengan kemampuan dan kecepatannya. memilih. kurikulum juga perlu mengintegrasikan unsur-unsur penting yang menunjang kemampuan untuk bertahan hidup.

19

kemampuan belajar sepanjang hayat yang dapat dilakukan melalui pendidikan formal, non formal, dan pendidikan alternatif yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun masyarakat. h. Berpusat pada anak dengan pemikiran yang berkelanjutan dan komprehensif Pengembangan kurikulum berbasis kompetensi harus berupaya memandirikan peserta didik untuk belajar, bekerja sama, dan menilai diri sendiri agar mampu membangun pemahaman dan pengetahuannya. Penilaian berkelanjutan dan komprehensif menjadi sangat penting dalam rangka pencapaian upaya tersebut. i. Pendekatan menyeluruh dan kemitraan Pendekatan yang digunakan dalam mengorganisasikan

pengalaman belajar harus berfokus pada kebutuhan peserta didik yang bervariasi dan mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu. Keberhasilan pencapaian pengalaman belajar menuntut kemitraan dan tanggung jawab bersama dari peserta didik, guru, sekolah, orangtua, perguruan tinggi, dunia usaha, industri, dan masyarakat pada umumnya. 4. Kerangka Kurikulum Berbasis Kompetensi Untuk mewujudkan hasil pendidikan yang berkualitas tinggi, maka diperlukan kompetensi dasar tamatan yang dapat dipertanggungjawabkan dalam konteks lokal, nasional, dan global. Peningkatan kualitas secara nasional memerlukan standar kualitas pendidikan nasional yang memuat kompetensi dasar yang harus dikuasai oleh siswa di seluruh Indonesia. Menurut Puskur (2001) kerangka KBK dapat digambarkan sebagai berikut .

20

Gambar 1. Kerangka kurikulum berbasis kompetensi

Potensi Anak Diversifikasi Kurikulum Masyarakat Majemuk Manajemen Berbasis Sekolah

Standar Nasional

Pendidikan Bermutu Kurikulum Berbasis kompetensi Misi Pendidikan Masa Depan 4 pilar Pendidikan Kesejagatan

Siswa yang beriman, Sehat, berbudaya, berakhlak mulia, beretos kerja, berpengetahuan, dan menguasai teknologi serta cinta tanah air

Partisipasi
Sekolah sebagai Peningkatan Peradaban dan Kebudayaan Masyarakat Pendidikan Kesejagatan

Fokus hasil pendidikan yang bermutu adalah siswa yang sehat, mandiri, berbudaya, berakhlak mulia, beretos kerja, berpengetahuan dan menguasai teknologi, serta cinta tanah air. Untuk mewujudkan siswa dengan ciri-ciri tersebut, maka perlu dikembangkan kurikulum

berdasarkan aspek-aspek : a) diversifikasi kurikulum, b) standar nasional, c) kurikulum berbasis kompetensi dasar, d) empat pilar pendidikan kesejagatan, e) partisipasi masyarakat, dan f) manajemen berbasis sekolah (Puskur 2001). a. Diversifikasi Kurikulum Kurikulum berdiversifikasi ialah kurikulum yang

mengakomodasikan berbagai perbedaan siswa dalam kesiapan untuk

21

belajar, potensi akademik, kecerdasan, minat, lingkungan, dan budaya. Dengan kurikulum berdiversifikasi, maka dapat dikembangkan kurikulum inklusif (khusus seperti anak yang berpotensi unggul) yang

mengakomodasikan pemerataan mutu dan kesempatan belajar yang bermakna melalui penyelenggaraan pendidikan yang produktif, interaksi belajar mengajar yang bervariasi dan kesempatan mengekspresikan keanekaragaman gagasan. Keinklusifan kurikulum tersebut dapat memaksimalkan

pencapaian hasil belajar karena dapat memberdayakan semua potensi yang digali dari kemajemukan sumber daya alam, budaya, dan etnis. Dengan demikian, maka kurikulum yang berdiversifikasi ini

memungkinkan adanya perbedaan, tetapi tetap mengacu pada standar minimal yang sama, yaitu standar nasional. b. Standar Nasional Kerangka ini disajikan dalam bentuk pengembangan

penguasaan ilmu-ilmu dasar dengan sistematika keilmuan dan kebenaran materi yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademis. Standar ini juga disertai dengan standar pemahiran keterampilan dan pembentukan akhlak mulia yang mengutamakan terbentuknya sistem nilai komprehensif untuk mewujudkan pembentukan manusia Indonesia yang berkepribadian dan beretos kerja. c. Kurikulum Berbasis Kompetensi Dasar Kurikulum disusun sesuai dengan kekinian dan kemasadepanan. Oleh karena itu, kurikulum harus relevan, fleksibel, dan dapat

Hakikat learning to know adalah proses pembelajaran yang memungkinkan siswa menguasai teknik memperoleh pengetahuan dan bukan semata-mata memperoleh pengetahuan. Hakikat learning to do adalah pendidikan sebagai upaya penguasaan seni dalam menggunakan pengetahuan agar melahirkan generasi baru yang mempunyai potensi tinggi dalam bekerja. learning to live together. 2003:21) pilar ini pada hakikatnya terkait dengan relevansi epistemologi yang mengutamakan proses pembelajaran dan memungkinkan peserta didik untuk terlibat dalam proses belajar meneliti dan mengkaji. Empat Pilar Pendidikan Kesejagatan Landasan pembaruan pendidikan kesejagatan menggali dan memberdayakan potensi serta bakat-bakat anak yang terpendam seperti : learning to know. maka ditetapkan kompetensi dasar siswa pada setiap jenjang pendidikan yang dapat dicapai melalui berbagai cara sesuai dengan keadaan sekolah atau daerah.22 dipertanggungjawabkan baik secara akademik maupun publik. memecahkan masalah dan berinovasi. Dengan orientasi ini. yaitu lebih tertuju pada hasil belajar daripada prosedur pembelajarannya. sasarannya adalah kemampuan kerja generasi muda untuk mendukung dan memasuki . Oleh karena itu. learning to do. d. Menurut Scheffler (Sudijarta. dan learning to be. Pertanggungjawaban ini menuntut kejelasan orientasi kurikulum. Melalui pilar ini sasarannya adalah pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

dan intelektual dalam memecahkan masalah. dan tanpa prasangka buruk. Partisipasi Masyarakat Masyarakat tempat sekolah atau lembaga pendidikan yang ada memiliki berbagai kompetensi. Dalam kaitannya dengan pilar ini. penguasaan keterampilan teknis. Oleh sebab itu. Oleh karena itu. pengertian.23 ekonomi industri. e. Hakikat learning to live together adalah proses pembelajaran yang dapat hidup bersama dengan orang lain yang berbeda dengan penuh toleransi. tetapi dalam keragaman tersebut terdapat persamaan. makna yang terkandung yaitu tentang perlunya pendidikan secara konsekuentif dan bermuara pada paradigma pemecahan masalah. pembelajaran di alam terbuka seperti ‘camping’ atau sekolah berasrama dapat dijadikan sebagai salah satu implementasi pilar ini. sehingga dapat memberikan kesempatan pada siswa untuk mengintegrasikan pemahaman konsep. tugas pendidikan adalah memberi kesempatan kepada peserta didik untuk memahami dan memiliki pengetahuan serta kesadaran tentang hakikat manusia yang beragam. segala potensi yang ada dalam masyarakat perlu dibangkitkan untuk mendukung . Hakikat learning to be adalah proses pembelajaran yang mengarahkan siswa untuk memiliki kemantapan emosional dan intelektual yang dapat mengenali dan mengendalikan dirinya sendiri secara konsisten. Pada pilar yang kedua ini.

maka sekolah harus dikelola secara profesional. f. . Keprofesionalan ini sejalan dengan pemberian kewenangan sekolah dalam mengambil keputusan untuk penyelenggaraan program pendidikan yang berorientasi pada standar nasional. Standar ini dapat dicapai melalui cara yang dipilih oleh sekolah secara mandiri. Oleh karena itu. Tujuan-tujuan itu itu antara lain: 1) dapat mencapai pendidikan yang bermutu. kurikulum berbasis kompetensi dasar. Manajemen berbasis Sekolah Untuk mencapai pendidikan yang berkualitas tinggi. standar nasional. Apabila suatu kurikulum telah berkembang berdasarkan aspekaspek diversifikasi kurikulum.24 terciptanya pendidikan yang bermutu. empat pilar pendidikan kesejagatan. Perkembangan kehidupan masa kini dan yang akan datang menuntut akan kesadaran masyarakat agar berperan serta secara aktif dalam proses pendidikan. 3) pendidikan kesejagatan. dan manajemen berbasis sekolah. 5) masyarakat majemuk. partisipasi masyarakat. 2) misi pendidikan masa depan. maka akan terwujud pula suatu tujuan pendidikan yang telah diharapkan. khususnya dalam pengelolaan kurikulum. Namun dilain pihak menuntut pula kesiapan sekolah agar membuka diri untuk bekerja sama dengan berbagai pihak dalam menyelenggarakan program pendidikan. dan 6) potensi anak yang berkualitas. 4) sekolah sebagai peningkatan peradaban dan kebudayaan. pencapaian pendidikan yang berkualitas tersebut menuntut agar pengembangan sekolah dapat terwujud secara profesional.

Adapun komponen-komponen dari kurikulum berbasis kompetensi tersebut dapat digambarkan sebagai berikut : Gambar 2. dan indikator. Komponen-komponen Kurikulum Berbasis Kompetensi Komponen dasar kurikulum berbasis kompetensi terdiri dari empat komponen yaitu: 1) kurikulum dan hasil belajar. sasaran dan pelaksanaan penilaian berkelanjutan yang lebih akurat dan konsisten sebagai akuntabilitas publik melalui penilaian terpadu dengan kegiatan belajar mengajar di kelas (berbasis . 2) penilaian berbasis kelas. hasil belajar. Komponen Dasar Kurikulum Berbasis Kompetensi Kurikulum dan Hasil belajar Penilaian Berbasis Kelas Kurikulum Berbasis Kompetensi Pengelolaan Kurikulum Berbasis Sekolah Kegiatan Belajar Mengajar a.25 5. Kurikulum dan Hasil Belajar (KHB) Memuat perencanaan pengembangan kompetensi peserta didik yang perlu dicapai secara keseluruhan dan meliputi kompetensi. dan 4) pengelolaan kurikulum berbasis sekolah. Penilaian berbasis Kelas (PBK) Memuat prinsip. b. 3) kegiatan belajar mengajar.

ketrampilan. penugasan (proyek). dan pengembangan sistem informasi kurikulum.26 kelas) dengan mengumpulkan kerja siswa (portofolio). Kebiasaan berpikir dan bertindak secara konsisten dan terus menerus memungkinkan seseorang menjaadi kompeten. hasil karya (produk). Pola ini dilengkapi pula dengan gagasan pembentukan jaringan kurikulum. c. 2) Konsep kompetensi ini digunakan dalam kurikulum baru didasarkan pada pemikiran sebagai berikut: 1) kompetensi berkenaan dengan kemampuan siswa melakukan sesuatu dalam berbagai konteks. pengetahuan. kinerja (performance). d. dan tes tertulis. pembinaan profesional tenaga kependidikan. dan nilai-nilai dasar untuk melakukan sesuatu. 6. Kompetensi Dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi a. pengembangan kurikulum. Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Memuat gagasan-gagasan pokok tentang pembelajaran dan pengajaran untuk mencapai kompetensi yang ditetapkan serta gagasan-gagasan paedagogis dan andragogis yang mengelola pembelajaran agar tidak mekanistik. Pengelolaan Kurikulum Berbasis Sekolah (PKBS) Memuat berbagai pola pemberdayaan tenaga kependidikan dan sumber daya lain untuk meningkatkan mutu hasil belajar. 2002:1). Hakikat Kompetensi 1) Kompetensi merupakan pengetahuan. dan nilai-nilai dasar yang terefleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak (Pusku. 2) . artinya seseorang itu memiliki pengetahuan. ketrampilan.

27 kompetensi menjelaskan pengalaman belajar yang dilalui siswa untuk menjadi kompeten. dan setiap aspek dijabarkan menjasi hasil belajar dan indikator (Puskur. 3) Kompeten merupakan hasil belajar (learning outcome) yang menjelaskan hal-hal yang dilakukan siswa setelah melalui proses pembelajaran. Kompetensi Dalam KBK Kompetensi KBK merupakan jabaran dari tujuan pendidikan nasional (TPN). TPN secara urut dijabarkan menjadi kompetensi lintas kurikulum (KLK). kompetensi rumpun pelajaran. Adapun urutan jabaran kompetensi dalam KBK tampak pada diagram berikut ini : Gambar 3. 2002:7). dan kompetensi dasar mata pelajaran. Penjabaran hasil belajar untuk tiap-tiap mata pelajaran dikelompokan berdasarkan aspek. dan 4) kehandalan kemampuan siswa melakukan sesuatu harus didefinisikan secara jelas dan luas dalam suatu standar yang dapat dicapai melalui kinerja yang dapat diukur (Puskur. Urutan Jabaran Kompetensi dalam KBK Kompetensi Lintas Kurikulum Kompetensi Tamatan Kompetensi Rumpun Mata Pelajaran Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Kompetensi Dasar Hasil Belajar Indikator (Sumber : Puskur 2002) Tujuan Pendidikan Nasional Silabus . kompetensi tamatan. b. 2002:1).

3) Kompetensi rumpun mata pelajaran merupakan pernyataan tetnang pengetahuan. UndangUndang Dasar 1945 mengamanatkan upaya untuk mencerdaskan . B. sikap. sikap. sikap dan nilai-nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak yang mencakup kecakapan belajar sepanjang hayat dan ketrampilan hidup yang harus dimiliki. Kurikulum SMK Edisi 2004 Berpendekatan KBK 1. ketrampilan. dan nilai-nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak yang seharusnya dicapai setelah siswa menyelesaikan rumpun mata pelajaran tertentu. Hasil belajar dari KLK ini perlu dicapai melalui pembelajaran-pembelajaran dari semua rumpun mata pelajaran. 2) Kompetensi tamatan merupakan pengetahuan. ketrampilan. 4) Kompetensi dasar merupakan pernyataan minimal atau memadai tentang pengetahuan.28 1) Kompetensi Lintas Kurikulum (KLK) merupakan pernyataan tentang pengetahuan. dan nilai-nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan berindak setelah siswa menyelesaikan suatu aspek atau subaspek mata pelajaran tertentu. dan nilai-nilai yang direleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak setelah siswa menyelesaikan suatu jenjang tertentu. ketrampilan. Landasan Pendidikan nasional berakar pada kebudayaan bangsa Indonesia dan berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945. sikap. ketrampilan.

Landasan Filosofis Landasan filosofis yang dijadikan acuan adalah demokratis. Implikasinya. kemampuan beradaptasi di lingkungan kerja. perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. pragmatis. Sebagai bagian dari Sistem Pendidikan Nasional. Untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. peserta didik diberi kebebasan untuk berkembang sesuai dengan minat dan kebutuhannya. dan humanistis. melihat peluang kerja. dan diberikan peluang untuk mengembangkan nilainilai demokratis pada dirinya. maka dalam menyusun kurikulum SMK sangat memperhatikan tahap perkembangan siswa dan kesesuaian dengan jenis pekerjaan. serta kesenian. a. Ini berarti kurikulum SMK dirancang untuk mengembangkan nilai-nilai demokratis.29 kehidupan bangsa serta agar pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang diatur dengan undang-undang yaitu Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. pendidikan menengah kejuruan merupakan pendidikan pada jenjang pendidikan menengah yang mengutamakan pengembangan kemampuan peserta didik untuk dapat bekerja dalam bidang tertentu. lingkungan sosial. Di samping itu kurikulum SMK edisi 2004 dirancang untuk memberi kesempatan berkembangnya . maka penyusunan kurikulum SMK edisi 2004 bertumpu pada landasan filosofis. dan yuridis. dan mengembangkan diri di kemudian hari. kebutuhan pembangunan nasional. ekonomis. Oleh sebab itu.

dan negara. Secara filosofis. bangsa.30 kompetensi kerja yang relevan dengan perkembangan permintaan pasar kerja. Pendidikan harus memberikan arah yang terencana bagi kepentingan bersama peserta didik. Kurikulum SMK disusun untuk mengemban misi agar dapat turut mendukung perkembangan kebudayaan pada arah yang positif. penyusunan kurikulum SMK perlu mempertimbangkan perkembangan psikologis peserta didik dan perkembangan/ kondisi kehidupan social budaya masyarakat. baik yang ideal maupun pragmatis. 3. Pendidikan adalah salah satu wujud kebudayaan manusia yang selalu tumbuh dan berkembang. 2. serta memberi ruang gerak pada diri peserta didik untuk mengembangkan dan melakukan berbagai aktivitas yang dapat memberi kontribusi terhadap kecakapan hidup di lingkungan masyarakat. tetapi dengan secara perlahan-lahan ada kalanya mengalami penurunan kualitas sesuai perkembangan jaman. sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Pendidikan harus menanamkan tata nilai yang kuat dan jelas sebagai landasan pembentukan watak dan perkembangan kehidupan manusia. keluarga. Pendidikan harus memberikan sesuatu yang bermakna. Oleh karena itu. masyarakat. kurikulum SMK edisi 2004 harus memperhatikan beberapa hal mendasar sebagai berikut : 1. .

Pada kurun usia peserta didik di SMK. Fondasi kejiwaan yang kuat diperlukan oleh peserta didik agar berani menghadap. mampu beradaptasi dan mengatasi berbagai masalah kehidupan. Pendidikan kejuruan melandasi diri pada kenyataan bahwa manusia itu memiliki perbedaan dalam dimensi-dimensi fisik. ekonomi keluarga.31 a) Perkembangan Psikologi Peserta Didik Landasan psikologisnya yaitu jika filosofi “apa” yang seharusnya diajarkan kepada peserta didik. baik kehidupan profesional maupun keseharian yang selalu berubah bentuk dan jenisnya serta mampu meningkatkan diri dengan mengikuti pendidikan yang lebih tinggi. manusia mengalami perkembangan psikologis sesuai dengan pertambahan usia dan berbagai faktor lainnya yaitu latar belakang pendidikan. . maka psikologi mempersoalkan “bagaimana” cara mengajarkan “apa” tersebut. sehingga muncul model-model pembelajaran yang beragam yang penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhan individual yang berbeda-beda pula. Secara umum. intelektual. dan spiritual. intelektual. kita harus menggunakan cara-cara penyampaian yang berbeda-beda. dan spiritual. dan lingkungan pergaulan yang mengakibatkan perbedaan dalam dimensi fisik. emosional. mereka memiliki kecenderungan untuk mencari identitas atau jati diri. emosional. Oleh karena itu.

kebutuhan masyarakat. politik. maupun sekolah akan menyatu dalam diri peserta didik dan menjadi satu kesatuan yang utuh. dan system. pendidikan kejuruan dijalankan atas dasar prinsip-prinsip efisiensi. Landasan Ekonomis Landasan ekonomi yang dimaksud disini yaitu suatu ilmu ekonomi yang menekankan pada efisiensi dan investasi dasar penyelenggaraan pendidikan kejuruan. kurikulum SMK edisi 2004 dikembangkan dengan memperhatikan berbagai dinamika. Pendidikan yang diterima dari lingkungan keluarga. kelompok.32 b) Kondisi Sosial Budaya Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga. baik internal maupun . masyarakat. dan diharapkan dapat saling memperkaya secara positif. Pendidikan kejuruan mendasarkan pada sosiologi. Adapun landasan sosiologinya yaitu merupakan ilmu pengetahuan yang memusatkan perhatian pada hubungan antar manusia. sehingga segala upaya yang dilakukan harus selalu berpegang teguh pada keharmonisan hubungan antar sesama individu dalam masyarakat luas yang dilandasi dengan akhlak dan budi pekerti yang luhur. serta keharmonisan antar system pendidikan dengan system-sistem yang lain (ekonomi. Artinya. social. Secara sosial budaya. religi. dan pemerintah. b. masyarakat. dan tidak meninggalkan akar budaya Indonesia. dan moral). saling mengisi.

Selain itu. Penyiapan manusia untuk bekerja bukan berarti menganggap manusia semata-mata sebagai faktor produksi. yaitu: a) untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. 2004:3). Inilah esensi human capital theory yang menjadi dasar penyelenggaraan pendidikan kejuruan. maka orang yang lebih produktif akan mendapatkan upah yang lebih besar. yang artinya bahwa kita berpedoman pada semakin tinggi pendidikan dan pelatihan seseorang. pembukaan program diklat di SMK harus responsif tehadap perubahan pasar kerja. Dengan demikian. pendidikan kejuruan juga dijalankan atas dasar prinsip investasi. kaitannya dengan pendidikan nasional. c. Pendidikan menengah kejuruan adalah pendidikan yang menyiapkan peserta didik menjadi manusia yang produktif dan dapat bekerja langsung di bidangnya setelah melalui pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi (Dirjen Dikdasmen. hal ini dikarenakan pembangunan ekonomi memerlukan kesadaran sebagai warga negara yang baik dan bertanggung jawab.33 eksternal. b) agar mengusahakan dan menyelenggarakan satu system pendidikan nasional yang . maka semestinya orang yang bersangkutan semakin produktif. Dengan demikian. Landasan Yuridis Peraturan perundang-undangan yang mendasari dan menjadi acuan dalam penyusunan kurikulum SMK edisi 2004 adalah : 1) UUD 1945 Undang-undang Dasar 1945 yang mengamanatkan kepada pemerintah.

bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.34 meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang-undang. sehat. 2. 3) Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 323/U/1997 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Sistem Ganda pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). mandiri. Jenis Program Keahlian SMK menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan (diklat) berbagai program keahlian yang disesuaikan dengan kebutuhan lapangan kerja. 2) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Program a. berakhal mulia. 4) Ketentuan-ketentuan lain (yang akan disusun) berkaitan dengan Sistem Pendidikan Nasional Indonesia pada umumnya dan Pendidikan Menengah Kejuruan pada khususnya. dan menjadi warga negara yang demokratis. Yaitu berfungsi mengembangkan kemampuan serta membentuk watak dan peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Program keahlian tersebut dikelompokan menjadi bidang keahlian sesuai dengan kelompok bidang industri/ usaha/ . cakap kreatif. berilmu.

Penamaan bidang keahlian dan program keahlian pada kurikulum SMK edisi 2004 yang dikembangkan mengacu pada nama bidang dan program keahlian yang berlaku pada kurikulum SMK edisi 1999. dan jika Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) menuntut masa pendidikan lebih dari tiga tahun. Masa Pendidikan Masa pendidikan di SMK pada prinsipnya sama dengan masa pendidikan tingkat menengah lainnya yaitu 3 (tiga) tahun. Dengan mempertimbangkan keluasan dan jumlah kompetensi yang harus dipelajari. Jenis keahlian baru diwadahi dengan jenis program keahlian baru atau spesialisasi baru pada program keahlian yang relevan. c.35 profesi. b. Jenis bidang dan program keahlian ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah. Substansi Pendidikan Substansi atau materi yang diajarkan di SMK disajikan dalam bentuk berbagai kompetensi yang dinilai penting dan perlu bagi peserta didik dalam menjalani kehidupan sesuai dengan perkembangan jaman. . Kompetensi yang dimaksud meliputi kompetensi-kompetensi yang dibutuhkan untuk menjadi manusia Indonesia yang cerdas dan pekerja yang kompeten sesuai dengan standar kompetensi yang ditetapkan oleh industri/ dunia usaha/ asosiasi profesi. maka masa pendidikan dapat diperpanjang paling banyak 2 (dua) semester atau sampai dengan 4 (empat) tahun.

dan bernegara. Program normatif diberikan agar peserta didik biasa hidup dan berkembang selaras dalam kehidupan pribadi. Program Adaptif Yaitu kelompok matadiklat yang berfungsi membentuk peserta didik sebagai individu agar memiliki dasar yang kuat untuk berkembang dan mampu menyesuaikan diri dengan perubahan. sebagai warga negara Indonesia maupun sebagai warga dunia. sikap. substansi diklat dikemas dalam berbagai matadiklat yang dikelompokan dan diorganisasikan menjadi program normative. .36 3. Program Normatif Yaitu kelompok matadiklat yang berfungsi membentuk peserta didik sebagai pribadi yang utuh. yang memiliki norma-norma sebagai mahluk individu maupun sosial (anggota masyarakat). b. Program adaptif memberi kesempatan kepada peserta didik untuk memahami dan menguasai konsep dan prinsip dasar keilmuan yang dapat diterapkan pada kehidupan sehari-hari dan atau melandasi suatu kompetensi untuk bekerja. sosial. Program normatif dijabarkan menjadi matadiklat yang memuat kompetensi-kompetensi tentang norma. a. adaptif. Struktur Kurikulum Untuk mencapai standar kompetensi yang telah ditetapkan oleh industri/ dunia usaha / asosiasi profesi. dan produktif. dan perilaku yang harus diajarkan dan dilatihkan pada peserta didik.

1) Substansi Instruksional Substansi instruksional adalah substansi pembelajaran yang dirancang secara terstruktur dalam kurikulum dan dikemas dalam berbagai matadiklat yang dikelompokan dalam program normatif. Program Produktif Yaitu kelompok matadiklat yang berfungsi membekali peserta didik agar memiliki kompetensi standar atau kemampuan produktif pada suatu pekerjaan/keahlian tertentu yang relevan dengan tuntutan dan permintaan pasar kerja. c. dan 2 ) substansi noninstruksional. Substansi pembelajaran terdiri dari 2 (dua) kelompok. 2) Substansi Noninstruksional Substansi noninstruksional berisi hal-hal yang dianggap penting dan perlu bagi peserta didik dan dirancang secara tidak terstruktur dalam kurikulum. dan produktif. Penyajiannya terintegrasi dengan substansi instruksional yang dituangkan pada saat merencanakan . yaitu berupa nama matadiklat. adaptif. yaitu : 1) substansi instruksional. Sedangkan program produktif berupa nama kompetensi yang mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Pengorganisasian materi program normatif dan adaptif mengacu pada UU Sisdiknas Nomor 20 tahun 2003 pasal 37. tetapi memberi pemahaman dan penguasaan tentang “mengapa” hal tersebut harus dilakukan.37 Program adaptif diberikan agar peserta didik tidak hanya memahami dan menguasai “apa” dan “bagaimana” suatu suatu pekerjaan yang dilakukan.

lingkungan hidup. 3. 2. II 1.38 strategi pembelajaran dan penyusunan pendidikan modul. dan pendidikan seks. 10. 5. 13. 3. dan isu-isu lain seperti muatan lokal. III 1. 16. 3. kecakapan Substansi hidup. 7. 4. 8. narkoba. 12. 4. 15. 14. 6. : Bisnis dan Manajemen : Akuntansi DURASI 192 288 192 288 403 550 203 192 112 12 12 30 20 30 70 65 460 80 70 40 20 40 60 60 60 MATADIKLAT NORMATIF Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan dan Sejarah Bahasa Indonesia Pendidikan Jasmani dan Olah Raga ADAPTIF Matematika Bahasa Inggris Keterampilan Komputer dan pengelolaan Informasi Kewirausahaan Ekonomi PRODUKTIF Bekerja sama dengan kolega dan pelanggan Bekerja sama dengan lingkungan sosial yang berbeda Berkomunikasi melalui telepon dan faksimili Mengerjakan persamaan dasar akuntansi Mengelola bukti transaksi Mengelola buku jurnal Mengelola buku besar Menyelesaikan siklus akuntansi perusahaan jasa dan dagang Mengelola administrasi kas bank Mengelola administrasi dana kas kecil Mengelola order penjualan Mengelola proses kredit Mengelola kartu piutang Mengelola penagihan piutang Mengelola administrasi pembelian Mengelola kartu utang . Matadiklat pada SMK program keahlian akuntansi adalah sebagai berikut: Tabel 1. 2. 2. 3) Bidang Keahlian Program Keahlian No I 1. 11. 9. Struktur kurikulum dalam 3 tahun (kelas 1. noninstruksional meliputi kompetensi kunci. 2. 5. 4.

39

17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27.

Mengelola penerimaan barang supplies Mengelola kartu persediaan supplies Mengelola kartu persediaan barang dagangan Mengelola administrasi gudang Mengelola aktiva tetap Mengelola buku jurnal Mengelola buku besar Menyelesaikan siklus akuntansi perusahaan jasa dan dagang Mengelola administrasi gaji dan upah Mengelola kartu biaya produksi Menyelesaikan siklus akuntansi perusahaan manufaktur JUMLAH (Sumber : Dirjen Dikdasmenjur 2004)

10 16 30 20 80 70 65 460 80 45 465 4396

Tabel 2. Struktur kurikulum I tahun PROGRAM KEAHLIAN TINGKAT NO I. 1. 2. 3. 4. II. 1. 2. 3. 4. 5. 6. III. 1. 2. 3. : AKUNTANSI : I (SATU) WAKTU

MATADIKLAT
PROGRAM NORMATIF Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Pendidikan Jasmani dan Olah Raga PROGRAM ADAPTIF Matematika Bahasa Inggris Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi Kewirausahaan Ekonomi Mengetik Manual dan elektronik PROGRAM PRODUKTIF Bekerja sama dengan kolega dan pelanggan Bekerja sama dalam lingkungan sosial yang berbeda Berkomunikasi melalui telepon dan faksimili

80 120 80 120

200 200 160 80 80 200

20 20 40

40

Matadiklat Siklus Akuntansi : 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. IV. 1 Mengerjakan persamaan dasar akuntansi Mengelola bukti transaksi Mengelola buku jurnal Mengelola buku besar Menyelesaikan siklus akuntansi perusahaan jasa dan dagang Mengelola administrasi kas bank Mengelola administrasi dana kas kecil Mengelola order penjualan PROGRAM MUATAN LOKAL Bimbingan dan penyuluhan JUMLAH (Sumber : Dirjen Dikdasmenjur 2004) 40 1920 480

Tabel 3. Struktur kurikulum 1 minggu NO I. 1. 2. 3. 4. II. 1. 2. 3. 4. 5. 6. MATADIKLAT PROGRAM NORMATIF Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan dan Sejarah Bahasa Indonesia Pendidikan Jasmani dan Olah Raga PROGRAM ADAPTIF Matematika Bahasa Inggris Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi Kewirausahaan Ekonomi Mengetik Manual dan Elektronik 5 5 4 2 2 5 2 3 2 3 WAKTU

41

III. 1.

PROGRAM ADAPTIF Bekerja sama dengan kolega dan pelanggan Bekerja sama dalam lingkungan sosial yang Berbeda Berkomunikasi melalui telepon dan faksimili 2

2.

Matadiklat Siklus Akuntansi : Mengerjakan persamaan dasar akuntansi Mengelola bukti transaksi Mengelola buku jurnal Mengelola buku besar Menyelesaikan siklus akuntansi perusahaan jasa dan dagang Mengelola administrasi kas bank Mengelola administrasi dana kas kecil Mengelola order penjualan 1 48 12

3.

Bimbingan dan penyuluhan JUMLAH (Sumber : Dirjen Dikdasmenjur 2004)

4. Pelaksanaan Pembelajaran Pembelajaran pada hakekatnya adalah proses interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya, sehingga terjadi perubahan perilaku ke arah yang lebih baik. Dalam interaksi tersebut berbagai faktor yang mempengaruhinya, baik faktor internal yang datang dari dalam diri individu maupun faktor eksternal yang datang dari lingkungan. a. Kegiatan Pembelajaran Pelaksanaan pembelajaran adalah proses kegiatan belajar peserta diklat sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan guna

Kegiatan ekstrakurikuler ditujukan untuk pengembangan bakat dan minat serta untuk memantapkan . mendasar. Pelaksanaan pembelajaran di sekolah merupakan realisasi pembelajaran program produkif yang ditekankan pada penguasaan dasar-dasar keahlian yang luas. pembimbingan. 1) Kegiatan Kurikuler Merupakan kegiatan yang dilaksanakan sesuai dengan struktur kurikulum dan ditujukan untuk mengembangkan kompetensi peserta didik sesuai dengan bidang keahliannya. III:16). dan penguasaaan alat serta teknik bekerja yang tepat. Pelaksanaan pembelajaran dituangkan dalam bentuk kegiatankegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler. Bag.42 mencapai penguasaan kompetensi. Pembelajaran dapat dilaksanakan di sekolah dan atau di dunia kerja (Dirjen Dikdasmen. 2) Kegiatan Ekstrakurikuler Merupakan kegiatan diklat di luar jam yang tercantum pada struktur kurikulum. baik pada saat penerimaan maupun pada saat pemilihan program diklat. Kegiatan kurikuler dilakukan melalui kegiatan pembelajaran terstruktur sesuai dengan struktur kurikulum. 2004. Sedangkan pelaksanaan pembelajaran di dunia industri (kerja) yaitu peserta yang mengikuti pelatihan di industri adalah mereka yang memenuhi persyaratan minimal yang telah ditetapkan. kuat. Prosedur pelaksanaan pembelajaran di SMK merupakan tatacara pembelajaran. dan pelatihan yang dilakukan di sekolah dan di dunia kerja.

dan keterampilan (skills). perlu dikembangkan prinsip pembelajaran sebagai berikut : 1). palang merah. penyelenggaraan kegiatan kesiswaan dan kemasyarakatan. Learning by doing Yaitu belajar melalui aktivitas/kegiatan nyata yang memberikan pengalaman belajar bermakna dan dikembangkan menjadi mengembangkan pembelajaran berbasis produksi. ilmu pengetahuan (knowledge). kesenian. Hal ini dimaksudkan agar peserta didik dapat menguasai sikap (attitude). Jenis kegiatan yang dipilih harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kebermaknaan bagi peserta didik. Pendekatan Pembelajaran Pembelajaran berbasis kompetensi harus menganut prinsip pembelajaran tuntas (mastery learning). ekonomi. Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk lebih mengaitkan dan menerapkan kompetensi yang diperoleh pada program kurikuler dengan keadaan dan kebutuhan lingkungan guna kepribadian peserta didik seutuhnya. maupun budaya masyarakat dimana sekolah berada. keadaan dan kemampuan sekolah. kelompok debat. b. olah raga. usaha kesehatan sekolah. kegiatan sosial. Untuk dapat belajar secara tuntas. serta situasi dan kondisi sosial.43 pembentukan kepribadian peserta didik. antara lain dapat berupa kepramukaan. .

c. dan pendidikan jarak jauh. dan dunia kerja sekitar sekolah. dan 2) jalur kelas wiraswasta/mandiri (selfemployed) peserta didik belajar dan berlatih berwiraswasta di sekolah dan berusaha secara mandiri. multi entry-multi exit (MEME). industri. Dalam hal ini yang paling menentukan adalah ada tidaknya kesempatan berwirausaha pada program keahlian yang diminati peserta didik.44 2). 1) Pola pendidikan sistem ganda (PSG) PSG adalah pola penyelenggaraan diklat yang dikelola bersama-sama antara SMK dengan industri/asosiasi profesi sebagai . yaitu : 1) jalur kelas industri (employed) peserta didik belajar di sekolah dan berlatih di industri. yaitu pola pendidikan sistem ganda (PSG). maka pelaksanaan pembelajaran dengna pendekatan tersebut di atas dapat dilakukan melalui dua jalur alternatif. Pemilihan model pembelajaran kelas industri atau kelas wiraswasta mempertimbangkan minat dan kemampuan peserta didik serta kondisi sekolah. Pola Penyelenggaraan Pendidikan di SMK dapat menerapkan berbagai pola penyelenggaraan pendidikan yang dapat dilaksanakan secara terpadu. Individualized learning Yaitu pembelajaran dengan memperhatikan keunikan setiap individu yang dilaksanakan dengan sistem modular. Mengingat lulusan SMK dapat bekerja sebagai wiraswastawan atau pegawai.

2004:22). Pola pendidikan sistem ganda ini diterapkan dalam proses penyelenggaraan SMK dalam rangka lebih mendekatkan mutu lulusan yang berkualitas sesuai dengan permintaan dari dunia industri/ usaha. lembaga kursus. dan sebagainya. diklat industri. Penilaian hasil belajar peserta didik dalam sistem pembelajaran berbasis kompetensi pada dasarnya merupakan proses penentuan untuk . dan sertifikasi. pelaksanaan. 2) Pola multi entry-multi exit Pola multi entry-multi exit merupakan perwujudan konsep pendidikan dengan sistem terbuka yang diterapkan agar peserta didik dapat memperoleh layanan secara fleksibel dalam menyelesaikan pendidikannya. politeknik. Dengan pola ini. Durasi pelatihan di industri dilaksanakan selama 4 (empat) bulan sampai dengan 1 (satu) tahun pada industri dalam dan atau luar negeri. Oleh sebab itu. maka peserta didik di SMK dapat mengikuti pendidikan secara paruh waktu. Evaluasi Evaluasi (penilaian) adalah penentuan nilai hasil pengukuran dinbandingkan dengan acuan atau standar tertentu. 5. peserta didik dapat mengambil program/ kompetensi di berbagai institusi pendidikan seperti SMK. evaluasi. Sedangkan pengukuran adalah proses kuantifikasi atau pengumpulan bukti-bukti suatu gejala atau objek menurut aturan tertentu yang sdapat dilakukan baik dengan cara tes maupun nontes (Dirjen Dikdasmen.45 institusi pasangan (IP) mulai dari tahap perencanaan.

4) Dilaksanakan secara berkelanjutan. 3) Keberhasilan peserta didik hanya dikategorikan dalam bentuk kompeten dan belum kompeten. Pelaksanaan penilaian dapat dilakukan secara langsung pada saat peserta didik melakukan aktivitas belajar.46 memastikan peserta didik apakah sudah kompeten atau belum. Selain itu. Dalam pelaksanaannya penilaian hasil belajar peserta didik dapat dibagi menjadi penilaian berbasis kelas (classroom based assesment) yang berguna untuk mengukur tingkat penguasaan suatu kompetensi atau tahap pembelajaran. 2) Diberlakukan secara perseorangan (individualized). dan perbaikan hasil belajar secara berkesinambungan. penilaian hasil belajar juga merupakan bagian integral dari proses pembelajaran yang diarahkan untuk menilai kinerja peserta didik dalam memantau proses. Sesuai dengan pendekatan kompetensi yang digunakan dalam pengembangan kurikulum SMK edisi 2004. maka sistem penilaian menitikberatkan pada penilaian hasil belajar berbasis kompetensi (competency based assesment) dengan ciri sebagai berikut : 1) Menggunakan assesment). dan secara tidak langsung melalui bukti-bukti hasil belajar (learning evidance) yang diperoleh seorang peserta didik dengan kriteria kinerja (performance criteria) yang ditetapkan pada standar kompetensi. penilaian acuan patokan (criterion reference . kemajuan.

Penilaian yang berkaitan dengan sertifikasi kompetensi dilakukan oleh lembaga sertifikasi independen sesuai dengan keahliannya. Sertifikasi a. Apabila lembaga ini belum tersedia. maka SMK yang telah diakreditasi diberi wewenang untuk menyelenggarakan ujian dan . 6. 2. maka sekolah dapat bekerja sama dengan dunia industri/ industri terkait yang mempunyai kredibilitas untuk berperan sebagai pengganti lembaga sertifikasi. Memantau kegiatan dan kemajuan belajar peserta didik sebagai bahan masukan untuk perbaikan pembelajaran lebih lanjut. Menetapkan penyelesaian suatu tahap pembelajaran sebagai dasar untuk memutuskan kelanjutan pembelajaran tahap berikutnya. Ijazah Mengacu pada Undang-Undang Sisdiknas. Penilaian tersebut bertujuan untuk menetapkan keberhasilan peserta didik dalam menguasai satu unit kompetensi.47 a) Penilaian Berbasis Kelas Penilaian berbasis kelas adalah penilaian yang dilaksanakan oleh guru dalam proses pembelajaran yang bertujuan untuk : 1. 3. Menetapkan sistem pembimbingan guna membantu kelancaran dan keberhasilan belajar peserta didik. b) Penilaian Kompetensi Penilaian kompetensi pada dasarnya merupakan penilaian sumatif terhadap ketuntasan pencapaian hasil belajar peserta didik setelah menyelesaikan satu unit kompetensi.

SMK sebagai salah satu institusi yang menyiapkan tenaga kerja.48 memberikan ijasah yang diterbitkan oleh Departemen Pendidikan Nasional kepada peserta didik yang dinyatakan lulus ujian. memiliki daya . C. Sertifikat kompetensi tersebut diterbitkan oleh lembaga sertifikasi. Sertifikat Kompetensi Sertifikat kompetensi diberikan kepada peserta didik yang lulus uji kompetensi yang diselenggarakan oleh SMK/ lembaga diklat yang terakreditasi sebagai penyelenggara uji kompetensi. dituntut agar mampu menghasilkan lulusan sebagaimana yang diharapkan oleh dunia kerja. lembaga diklat yang memiliki kredibilitas dalam bidangnya. Oleh karena itu. perusahaan/ industri. baik bekerja secara mandiri (wiraswasta) maupun mengisi lowongan pekerjaan yang ada. b. dan lembaga diklat yang diberi wewenang oleh lembaga sertifikasi. Pengembangan Kurikulum SMK Edisi 2004 Berpendekatan KBK Arah pengembangan pendidikan menengah kejuruan memiliki peran untuk menyiapkan peserta didik agar siap bekerja. Ijasah ini digunakan sebagai pengakuan terhadap penyelesaian pada jenjang pendidikan SMK atau prestasi belajar yang telah diraih oleh peserta didik. asosiasi profesi. Tenaga kerja yang dibutuhkan adalah sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sesuai dengan bidang pekerjaannya. arah pengembangan pendidikan menengah kejuruan diorientasikan pada pemenuhan permintaan pasar kerja.

Pengembangan kurikulum SMK edisi 2004 yang berpendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada dasarnya merupakan upaya penyempurnaan terhadap kurikulum yang berlaku. Pengelompokan kembali program-program diklat (bidang dan program keahlian) berdasarkan kesamaan akar kompetensi untuk menentukan dasar-dasar keahlian dan keilmuan sejenis. maka pengembangan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan dunia kerja. Atas dasar itulah. 2. maka akan makin tinggi derajat keluwesannya. Sebaliknya jika kontekstual dipertajam. maka perluasan bidang keahlian dan dasar-dasar keilmuan disesuaikan dengan kebutuhan kontekstual pada masingmasing karakteristik lapangan kerja.49 adaptasi dan daya saing yang tinggi. Berdasarkan Dikmenjur Depdiknas (2004) penyempurnaan kurikulum SMK edisi 2004 dirancang sebagai : 1. maka tidak mungkin memberikan dasardasar yang lebih luas yang berarti derajat keluwesannya akan menurun. tetapi derajat kontekstualnya terhadap dunia kerja akan semakin rendah. tetapi perlu didukung oleh kemampuan-kemampuan . Tingkat keluwesan keahlian sangat ditentukan oleh keleluasaan bidang keahlian yang dijadikan dasar dalam pengembangan isi kurikulum. Makin lebar/ luas bidang keahlian dan keilmuan yang dijadikan dasar acuan. Atas dasar itulah. Perkuatan daya suai adaptabilitas tidak cukup dengan memperluas dasardasar keahlian. 3.

Standarisasi program. 4. Dengan demikian. dan spesialisasi (paket keahlian). Seseorang dapat dikatakan kompeten apabila memenuhi persyaratan-persyaratan yang telah ditetapkan. Berbasis ganda. penyelenggaraan program. Hal ini akan sangat membantu dalam mengatur pentahapan pembelajaran (learning hierarchy).50 generik yang lebih memungkinkan terjadinya proses interaksi individu dengan lingkungan yang lebih luas sebagai prasyarat untuk terjadinya pengembangan pribadi secara optimal. yaitu bahwa penggunaan pendekatan kompetensi dimaksudkan agar SMK mampu menghasilkan tamatan yang memiliki kompetensi (kompeten). yaitu perlu pengorganisasian yang tegas mengenai materi atau isi kurikulum sesuai dengan kedudukannya. yaitu tamatan yang memiliki kemampuan sekaligus berkewenangan. sehingga jelas mana yang bersifat dasar. dan sertifikasi. lanjut keahlian. deskripsi program. mulai dari penetapan materi dasar keahlian. Oleh karena itu diperlukan peningkatan dan perkuatan kompetensi-kompetensi dasar (key competencies) yang lebih luas. keahlian. evaluasi. mulai dari profil kompetensi. bahan pembelajaran. yaitu bahwa pendidikan di SMK harus berbasis ganda (school and industry based) dan tidak bisa hanya berbasis tunggal (school based). 6. maka program pendidikan di SMK . 5. Oleh karena itu penggunaan pendekatan kompetensi mengandung makna bahwa program pendidikan di SMK harus terstandar. Pentahapan pembelajaran. dan kontekstual.

akurat. Administrasi dan Pelaporan Hasil Administrasi dan pelaporan hasil belajar adalah aktivitas mengadministrasikan seluruh data hasil belajar peserta didik dengan cara-cara yang dapat memudahkan penyimpanan. dan memelihara data hasil belajar peserta didik secara cermat. 7. . dan melaporkan data tersebut sesuai dengan tujuan masing-masing aktivitas (Dirjen Dikdasmen. Bag. dan mudah digunakan. dan 3) menginformasikan kemajuan dan prestasi hasil belajar peserta didik kepada pihak-pihak yang berkepentingan sebagai bagian pertanggung jawaban sekolah dalam rangka akuntabilitas penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. III:24). menyimpan. yaitu bahwa tugas SMK menghasilkan tamatan yang terdidik sekaligus terlatih tidak seluruhnya dapat diprogramkan secara terstruktur dalam kurikulum. aman. Administrasi dan pelaporan hasil belajar peserta didik dimaksudkan untuk : 1) mencatat. D. Oleh karena itu SMK diharapkan dapat mengembangkan kegiatan ekstrakurikuler sebagai bagian integral dari pelaksanaan diklat untuk mengembangkan aspek kedewasaan emosional peserta didik. memeriksa. 2004. 2) menyediakan informasi tentang kemajuan dan prerstasi belajar bagi kepentingan pembinaan dan pengembangan peserta didik dalam bentuk/format yang sesuai dengna kepentingannya.51 harus dirancang dengan mempertimbangkan bahwa implementasinya dalam bentuk pendidikan sistem ganda (dual based program). Kegiatan ekstrakurikuler.

dan legalitas kepala sekolah.52 Hasil penilaian didokumenkan dalam berbagai bentuk. 1. serta pencapaian dan legalitas. transkip. pengesahan oleh guru pembimbing diketahui oleh orang tua/ wali murid. 2. Skill passport minimal berisi komponen-komponen seperti identitas pemegang. daftar kompetensi dan sub kompetensi. paspor keterampilan (skill passport). identitas sekolah. yaitu dapat berupa laporan penilaian seperti buku laporan (rapor). Leger Leger merupakan buku yang berisi informasi pencapaian hasil belajar peserta didik dalam satu kelas yang memberi gambaran secara . Buku laporan berisi tentang identitas sekolah. Paspor keterampilan (Skill Passport) Skill passport dimaksudkan untuk menginformasikan kompetensi/ sub kompetensi yang telah dicapai dan menginformasikan kepada dunia kerja atau pihak lain yang terkait tentang riwayat pencapaian kompetensi/ sub kompetensi yang dikuasai pemegangnya sebagai bukti dan bahan pertimbangan bagi lapangan kerja. nilai hasil belajar matadiklat. dan ijazah. penjelasan tentang skill passport. leger. nama program keahlian. 3. Buku laporan (Rapor) Buku laporan (rapor) berisi informasi hasil belaajr peserta didik yang memberi gambaran secara rinci tentang pencapaian kompetensi pada tahap waktu pembelajaran tertentu. identitas peserta didik.

Ijazah Ijazah merupakan keterangan pengakuan penyelesaian suatu jenjang pendidikan sekaligus tanda kelulusan yang diberikan setelah peserta didik menyelesaikan seluruh program pendidikan jenjang SMK dan lulus ujian yang diselenggarakan pada akhir pendidikan. Leger ini diimaksudkan untuk merekam perkembangan kemajuan belajar peserta didik dan memberi informasi tentang keadaan hasil belajar peserta didik dalam satu kelas. Transkip ini berisi komponen-komponen seperti identitas sekolah. serta pengesahan dan cap oleh kepala sekolah. 5. Transkip dimaksudkan untuk memberi penjelasan secara rinci prestasi peserta didik pada akhir pendidikan. Ijazah dimaksudkan untuk memberikan pengakuan bahwa yang bersangkutan telah menyelesaikan program dan lulus jenejang pendidikan SMK. 4. Transkip Transkip merupakan kumpulan laporan pencapaian hasil belajar pada akhir pendidikan yang memberikan gambaran secara rinci dan menyeluruh kompetensi dan prestasi peserta didik selama proses pendidikan. .53 rinci tentang penguasaan kompetensi dan catatan pribadi dalam satu tahun. nilai hasil belajar matadiklat yang dinyatakan dalam angka dan huruf. identitas peserta didik.

54

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Desain Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini bersifat kualitatif dan menggunakan metode deskripsi, yaitu dengan menggambarkan keadaan dan memecahkan masalah yang sedang berlangsung. Dengan pendekatan ini diharapkan peneliti dapat menghasilkan data yang deskriptif yang nantinya dituangkan dalam bentuk laporan dan uraian, jadi tidak mengutamakan angkaangka statistik. Istilah penelitian kualitatif menurut Bogdan dan Taylor (1975:25)

yang dikutip oleh Moleong (2002:3) mendefinisikan “Metodologi Kualitatif” sebagai prosedur pemilihan yang menghasilkan data dan deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Penelitian kualitatif tidak bertujuan untuk menguji hipotesis tetapi berusaha mengumpulkan data empiris, dari data tersebut ditemukan pola-pola yang mungkin dapat dikembangkan menjadi teori. Disamping untuk memberikan gambaran secara objektif tentang realitas di lapangan, deskripsi disini tidak terbatas pada pengumpulan data dan penyusunan data saja, melainkan meliputi analisis tentang arti data tersebut. Pendekatan kualitatif menurut Bodgan dan Biklen yang diterjemahkan oleh Munandar (1990:33–36) memiliki 5 sifat yaitu : 1. Pendekatan kualitatif mempunyai latar belakang alami, karena sebagai alat terpenting adanya sumber data yang langsung di lapangan perisetnya. 2. Pendekatan kualitatif bersifat deskriptif. 3. Pendekatan kualitatif lebih memperhatikan proses daripada hasil atau produk semata. 54

55

4. Periset kualitatif cenderung menganalisis datanya secara induktif. 5. Makna merupakan bagiana yang esensial untuk rancangan kualitatif. Dengan pendekatan kualitatif maka penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran secara obyektif dan menguraikan keadaan atau fenomena tentang pelaksanaan implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Kecamatan Gombong Kabupaten Kebumen. B. Lokasi Penelitian Lokasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Sekolah Menengah Kejuruan Yayasan Pendidikan Ekonomi (Yapek), yang beralokasi di Jalan Merbabu No. 64 Wero Kecamatan Gombong Kabupaten Kebumen. Lokasi ini dipilih karena peneliti berasal dari Kebumen, dan kebetulan peneliti juga merupakan alumni dari SMK tersebut. Dengan demikian, maka antara peneliti dan pihak SMK Yapek Gombong Kebumen terjalin hubungan familier. Di samping itu, peneliti juga ingin mengetahui sejauh mana pelaksanaan implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi, khususnya pada matadiklat siklus akuntansi. C. Informan Penelitian Informan adalah orang yang dimanfaatkan untuk memberikan informasi tentang situasi dan kondisi latar penelitian (Moleong, 2002:90). Dalam penelitian kualitatif, keberadaan informan penelitian sebagai informasi kunci yang akan diwawancarai secara mendalam sangat dibutuhkan. Oleh karena itu, sebagai informan penelitian pada penelitian ini adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah bagian kurikulum, guru matadiklat siklus akuntansi dan siswa-siswi yang sedang menempuh mata pelajaran siklus akuntansi.

56

1. Kepala Sekolah SMK Yapek Gombong Kebumen Peneliti memilih kepala sekolah sebagai informan penelitian karena tugas kepala sekolah adalah selaku penanggung jawab dari kegiatan pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. Kepala sekolah juga berperan sebagai dinamisator,

organisator, administrator dan supervisor yang mengelola pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. Dengan demikian, maka kepala sekolah dapat dimintai keterangan tentang perannya dalam memperdayakan seluruh aspek kependidikan yang menyangkut fasilitas, sarana dan prasarana sekolah guna mendukung terlaksananya penerapan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan KBK, khususnya pada matadiklat siklus akuntansi. Selain itu, peneliti juga dapat memperoleh informasi dari kepala sekolah mengenai tenaga pengajar, proses pembelajaran, ragam kegiatan belajar, waktu belajar, pendukung belajar dan guru yang mengelola proses pembelajaran. 2. Wakil kepala sekolah bagian kurikulum SMK Yapek Gombong Kebumen Wakil kepala sekolah bagian kurikulum dijadikan informan penelitian karena tugas dan wewenang dari wakil kepala sekolah bagian kurikulum adalah mengatur, mengelola, dan menyesuaikan kurikulum yang hendak diterapkan dalam sekolah tersebut. Dengan demikian, maka peneliti dapat memperoleh informasi dari wakil kepala sekolah bagian kurikulum mengenai penerapan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan KBK, khususnya pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen. 3. Guru matadiklat siklus akuntansi Tugas dari seorang guru bidang studi adalah sebagai pelaksana kegiatan belajar mengajar. Untuk mengetahui proses belajar mengajar dengan kkkkk

Siswa-siswi SMK Yapek Gombong Kebumen Selain kepala sekolah. Dengan demikian.57 menggunakan kurikulum SMK edisi 2004 yang berpendekatan KBK. Dalam penelitian ini siswa-siswi yang dijadikan informan penelitian hanya sebagian saja. diharapkan dapat memberikan segala informasi yang diperlukan guna memecahkan permasalahan yang ada dalam penelitian ini. wakil kepala sekolah bagian kurikulum. peneliti dapat melakukannya secara . peneliti juga memilih guru matadiklat siklus akuntansi sebagai informan penelitian. disamping kepala sekolah dan wakil kepala sekolah bagian kurikulum. 4. siswa-siswi yang dijadikan informan penelitian sebanyak 6 siswa. Dalam mengumpulkan data/ informasi dari masing-masing informan. khususnya pada matadiklat siklus akuntansi. Sedangkan di SMK Yapek Gombong Kebumen siswa-siswi yang mendapatkan matadiklat siklus akuntansi adalah semua siswa-siswi yang duduk di tingkat I program keahlian akuntansi. khususnya pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen. yaitu dari tiap-tiap kelas diambil 2 siswa yang merupakan siswa berprestasi. Dari ke-6 informan ini dapat ditanya mengenai bagaimana siswa-siswi dalam menerima pelajaran siklus akuntansi yang penerapannya menggunakan kurikulum SMK edisi 2004 yang berpendekatan KBK. dan guru mata pelajaran siklus akuntansi. Oleh karena itu. maka peneliti sangat memerlukan informasi dari guru bidang studi yang bersangkutan. siswa-siswi SMK Yapek Gombong Kebumen khususnya yang sedang menempuh matadiklat siklus akuntansi juga perlu dijadikan sebagai informan penelitian. Dari informan penelitian yang telah dipilih oleh peneliti. dan untuk tingkat satunya ada 3 kelas.

Selama melakukan penelitian. yaitu penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan keadaan atau status fenomena. yaitu kepala sekolah. menurut Bogdan dan Biklen (1982) dalam (Utanto. kebutuhan peneliti. 2002:9). Peneliti dalam pandangan fenomenologis berusaha memahami arti peristiwa dan kaitan-kaitannya terhadap orang-orang biasa dalam situasi tertentu (Moleong. . 2002:47) peneliti menyesuaikan diri dengan memahami kenyataan di lapangan. D. Dilihat dari jenisnya. kondisi. Dengan demikian. peneliti melakukan wawancara dengan informan. bahwa peneliti dalam meminta keterangan dari masing-masing informan tidak terikat alur urutan jabatan. Tahap-tahap Penelitian dan Jadwal Waktu Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan lebih mengacu pada perspektif fenomenologis. tetapi tergantung pada situasi. guru matadiklat siklus akuntansi. Adapun pelaksanaan penelitian dilakukan di lapangan. peneliti merupakan instrumen utama.58 bebas dan tidak terbatas waktu. dan siswa-siswi yang sedang menempuh matadiklat siklus akuntansi yang sesuai dengan tujuan penelitian. wakil kepala sekolah bagian kurikulum. dan dapat dilakukan kapan saja dengan catatan selama tidak mengganggu jam-jam kesibukan para informan. Artinya. apabila pada suatu saat peneliti meminta keterangan pada masing-masing informan dan ternyata mengalami kegagalan. maka peneliti dapat meminta keterangan dilain hari selama jangka waktu penelitian. penelitian ini digolongkan pada jenis penelitian deskriptif yang bersifat eksploratif. Oleh karena itu seyogyanya.

Tahap-tahap penelitian yang akan dilaksanakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : a.59 Tahap-tahap yang ditempuh dalam penelitian ini terdiri dari persiapan penelitian sampai dengan pelaksanaan penelitian. memilih lapangan penelitian. tema penelitian terlebih dahulu diajukan kepada tim penyeleksi tema di tingkat jurusan untuk mendapatkan persetujuan tema. yaitu meliputi konsep dasar analisis data. b. Pada tahap awal. Tahap pra lapangan. Tahap pekerjaan lapangan. yaitu meliputi menyusun rancangan penelitian. Tahap analisis data. menjajagi dan menilai keadaan lapangan. Menurut Moleong (1988:85). c. Selanjutnya tema yang telah disetujui disusun dalam bentuk proposal penelitian dan diserahkan kepada dosen pembimbing I dan II untuk mendapatkan bimbingan dan persetujuan. Penelitian pra lapangan 1) Menyusun rancangan penelitian yang sering kita kenal dengan sebutan proposal penelitian. dan berperan serta sambil mengumpulkan data. yaitu meliputi memahami latar penelitian dan persiapan diri. menemukan tema dan perumusan hipotesis. memasuki lapangan. . mengurus perijinan. dan menganalisis berdasarkan hipotesis. memilih dan memanfaatkan informan. tahap-tahap penelitian yang telah disesuaikan dengan keadaan Indonesia adalah : a. menyiapkan perlengkapan penelitian dan persoalan etika penelitian.

5) Memilih dan memanfaatkan informan penelitian. kamera. maka lembaga yang dipilih sebagai lapangan penelitian adalah SMK Yapek Gombong Kebumen. Perlengkapan penelitian yang dipersiapkan antara lain peralatan tulis sebagai peralatan catatan lapangan. perijinan penelitian dilakukan secara lisan. dan III skripsi disetujui oleh masing-masing dosen pembimbing kemudian perijinan penelitian dilakukan secara formal antara lembaga yang menaungi peneliti yaitu UNNES dengan Yayasan SMK Yapek Gombong Kebumen. Pada tahap awal. seperti : kepala sekolah. alat perekam. garis besar materi wawancara. 6) Menyiapkan kelengkapan penelitian. Informan penelitian merupakan orang-orang yang terkait dalam instansi yang digunakan sebagai tempat penelitian. guru matadiklat siklus akuntansi. Informan penelitian dipilih dengan cara purposive sample dan dimanfaatkan sesuai dengan tujuan pengungkapan data penelitian. .60 2) Memilih lapangan penelitian. wakil kepala sekolah bagian kurikulum. dan panduan observasi. II. Kegiatan ini selain dilakukan pada saat memilih lapangan penelitian. Berkaitan dengan tema penelitian yaitu pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi. 3) Mengurus perijinan. dan siswa-siswi yang sedang menempuh matadiklat siklus akuntansi. selanjutnya setelah Bab I. 4) Menjajagi dan menilai keadaan lapangan. dilakukan juga pada saat peneliti hampir memasuki lapangan penelitian.

sehingga perasaan empati dan kekeluargaan dapat terjalin baik dengan konsisten pada tujuan penelitian. dan kebutuhan peneliti. Adanya perasaan empati dan kekeluargaan antara peneliti dengan informan penelitian di SMK Yapek Gombong Kebumen dapat memberi kemudahan bagi peneliti untuk berpartisipasi dalam kegiatan yang dilakukan di SMK tersebut. peran keterlibatan peneliti sangat dibutuhkan. maupun observasi. Dalam melakukan wawancara. 2) Memasuki lapangan. Dengan adanya persiapan yang matang. Peneliti dapat secara langsung melakukan wawancara. Pada tahapan ini. dokumentasi.61 7) Etika penelitian. dokumentasi. peneliti diharapkan berusaha untuk melakukan interaksi awal. tetapi tergantung pada situasi. . Tahap pekerjaan lapangan 1) Memahami latar penelitian dan persiapan diri. b. oleh sebab itu etika peneliti harus selalu diperhatikan. 3) Berperan serta sambil mengumpulkan data. kemudian peneliti dapat memulai memasuki lapangan penelitian secara proporsional. dan observasi peneliti dapat melakukannya secara bebas (tidak terikat alur urutan jabatan). kondisi. Setelah seluruh persiapan intern maupun ekstern peneliti terpenuhi. maka pelaksanaan penelitian dapat dilakukan secara efektif dan efesien. Dalam penelitian kualitatif. mempelajari kembali proposal serta memperdalam dan memperluas kajian literatur penelitian.

dan III disetujui oleh dosen pembimbing I dan II. Mengenai tahapan analisis data akan dibahas lebih lanjut secara luas pada sub G tentang proses pencatatan dan teknik analisis data. dan dokumentasi fotografi. II. Jadwal penelitian yang direncanakan oleh peneliti ada dua tahap. Tahap Analisis Data Ada banyak cara yang dapat diikuti oleh para peneliti dalam menganalis data. (3) display data. (2) reduksi data. Menurut Milles dan Hoberman dalam Rahman (1999:20) salah satu cara yang dianjurkan ialah mengikuti langkah-langkah analisis data yang umum digunakan. Guba & Lincoin. (4) mengambil kesimpulan atau verifikasi. II. Ini bisa dilakukan setelah peneliti dapat diterima. 1982. dipercaya dan bisa menjalin hubungan baik dengan para responden. yaitu : (1) pengumpulan data. yaitu tahap-1 dimulai tanggal 15 Juli sampai dengan 30 Agustus 2004 dan tahap ke2 dimulai setelah Bab I. dan III yang harus disetujui terlebih dahulu oleh dosen pembimbing I dan II. Peneliti memilih dua tahap dalam melakukan penelitian di lapangan karena pada pelaksanaan tahap I merupakan tahun ajaran baru dan proses belajar mengajar baru dimulai. agar peneliti dapat menyelami dan memahami realitas sosial di lapangan yang dijumpai (Bogdan & Biklen. E. Teknik Pengumpulan Data Proses pengumpulan data dalam penelitian ini menempatkan peneliti sebagai instrumen penelitian yang utama. . sehinggga peneliti dapat memperoleh informasi dari para informan secara langsung mulai dari awal tahun ajaran baru 2004/2005. 1985). Dalam kegiatan ini peneliti dilengkapi dengan alat perekam mini. catatan kecil. Sedangkan pada tahap II peneliti memilih waktu tersebut karena peneliti sambil menunggu bimbingan skripsi dari Bab I.62 c.

Syarat yang harus dipenuhi dalam penggunaan teknik ini adalah tidak boleh mempengaruhi hal-hal yang diobservasi seperti apa yang dikendaki observer. guru bidang studi. dan siswa yang akan diteliti. sedangkan dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data tentang beberapa kegiatan yang berhubungan dengan situasi pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi pada mata pelajaran siklus akuntansi. Berikut dipaparkan pengunaan masing-masing metode pengumpul data : 1. . Metode Observasi Merujuk pendapat Audrey True (1983) dalam Nugroho (1993:18).63 Pengumpulan data dilakukan berulang-ulang dalam beberapa tahap berdasarkan perkembangan yang muncul sehubungan dengan jawaban-jawaban atas suatu pertanyaan. Awal dari tahap ini yaitu peneliti melakukan sosialisasi untuk menanamkan rasa saling percaya antara peneliti dengan kepala sekolah. dan mampu merekam/mencatat segala hal yang menjadi fokus pengamatannya. observasi adalah kegiatan mengamati sesuatu tanpa mempengaruhi dan secara simultan mencatat atau merekamnya untuk bahan analisis. Disitu tekandung pengertian bahwa peneliti sebagai instrumen penelitian harus peka dalam mengamati segala sesuatu. Observasi dan wawancara merupakan dua teknik pengumpulan data yang digunakan sekaligus. wakil kepala sekolah bagian kurikulum. Pada tahap ini peneliti mengamati langsung di sekolah yang telah dijadikan tempat penelitian.

hal ini bertujuan untuk menghindari tercecernya data-data yang telah diperoleh saat di lapangan. implementasi hasil dan evaluasi pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi yang diterapkan di SMK Yapek Gombong Kebumen. dan evaluasi pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi. observasi dilakukan dengan mengamati situasi pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi dan mengamati kegiatan guru-guru yang sedang melaksanakan proses pembelajaran. 2. Wawancara Penelitian ini bersifat kualitatif. dari persiapan.64 Setelah terbina hubungan baik dan saling percaya antara peneliti dengan pihak-pihak informan. Hal-hal yang diobservasi meliputi: waktu pelaksanaan. . maka wawancara merupakan teknik yang penting. selanjutnya peneliti mengamati kondisi sekolah yang meliputi kondisi fisik dan kondisi non fisik. khususnya pada matadiklat siklus akuntansi. yaitu menyangkut ketersediaan sarana dan prasarana yang dapat menunjang kegiatan belajar mengajar. Catatan lapangan adalah catatan tertulis tentang apa yang didengar. dan dipikirkan. Setiap data dan informasi yang diperoleh melalui teknik observasi ini akan selalu didokumentasikan dalam catatan lapangan. Selain itu. Banyak fenomena sosial di lapangan yang sulit dijaring melalui angket dan sejenisnya. pelaksanaan. dialami. dilihat. sehingga penggunaan wawancara menjadi sangat cocok karena mampu mengorek kedalaman peristiwa maupun setting sosial yang menjadi bingkai terjadinya peristiwa tersebut.

65 Teknik wawancara yang dilakukan dalam penelitian ini adalah bentuk wawancara mendalam dengan menggunakan teknik wawancara berencana (standar interview) dan wawancara tanpa rencana (under standardized interview). dan siswa-siswi yang sedang menempuh matadiklat siklus akuntansi dalam menyikapi kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi. Sedangkan wawancara tak berencana hanya sebagai teknik pelengkap apabila pewawancara merasa bahwa data yang diperoleh dari teknik lain belum memadai. wawancara dilaksanakan secara berencana terhadap informan-informan yang telah ditentukan di atas tentang hal-hal yang berkaitan dengan pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi. wawancara berencana adalah suatu bentuk wawancara dengan merumuskan terlebih dahulu semua aspek-aspek yang akan dipertanyakan ke dalam suatu daftar. sehingga saat pelaksanaannya berfungsi sebagai pedoman wawancara. guru matadiklat siklus akuntansi. Menurut Tim Pengembangan MKDK IKIP Semarang (1989:104). waktu pelaksanaan. Dalam penelitian ini. peran kepala sekolah. makna pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi pada matadiklat akuntansi. implementasi hasil.. wakil kepala sekolah bagian kurikulum. khususnya pada matadiklat siklus akuntansi. . dan proses belajar mengajar yang baik. Adapun bahanbahan yang menjadi bahan wawancara meliputi : persiapan.

. Pelaksanaan metode dokumentasi dengan menyelidiki administrasi kepala sekolah dan foto kegiatan yang berhubungan dengan pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen.66 3. peraturanperaturan. 3) data/informasi yang ada pada dokumen bersifat faktual dan realistis dalam arti memuat apa adanya tentang hal-hal yang didokumentasikan. Metode dokumentasi ini adalah mencari data mengenai hal-hal atau catatan. 1998:148). buku. peneliti menyelidiki benda-benda tertulis seperti buku-buku. transkip. Di dalam melaksanakan metode dokumentasi. majalah. mudah didapat dan digunakan. notulen rapat. dokumen. catatan harian dan sebagainya (Suharsimi Arikunto. Dokumentasi digunakan dalam penelitian ini dengan alasan: 1) selalu tersedia di kantor/lembaga. 2) dokumen merupakan sumber data yang stabil. Metode Dokumentasi Dokumentasi berasal dari kata dokumen yang artinya barang-barang tertulis. agenda dan sebagainya untuk melengkapi datadata yang belum terambil melalui pengisian-pengisian kuesener atau dalam mengamati perangkat dokumen yang berkaitan dengan ketentuan pelaksanaan proses pembelajaran yang berorientasi pada kurikulum berbasis kompetensi.

Proses Pencatatan dan Teknik Analisis Data 1. catatan-catatan rapat kerja dinas yang penting tentang pelaksanaan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi.67 F. Proses pencatatan Data Kegiatan yang tidak kalah penting dan perlu diperhatikan oleh seorang peneliti dalam usaha mengumpulkan informasi adalah proses pencatatan data. Sumber Data Data merupakan suatu faktor yang sangat penting dalam suatu penelitian. 2. Untuk mengumpulkan data-data mengenai implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntasi di SMK Yapek Gombong Kebumen penulis menggunakan data yang berasal dari : 1. wakil kepala sekolah bagian kurikulum. Alat penelitian penting yang akan digunakan dalam . Dalam penelitian ini penulis memperoleh data sekunder dari dokumen. Data Sekunder Data sekunder adalah data yang diperoleh secara tidak langsung dan dipakai untuk melengkapi data-data primer. Data Primer Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari responden. G. yaitu dari kepala sekolah. petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis kurikulum berbasis kompetensi dari Depdiknas. guru-guru mata pelajaran siklus akuntansi SMK Yapek Kecamatan Gombong Kabupaten Kebumen.

Pada saat melakukan proses pencatatan lapangan. yaitu catatan yang dibuat oleh peneliti sewaktu mengadakan pengamatan/observasi. dan tidak dapat pula membuat catatan yang baik sambil mengadakan wawancara secara mendalam dengan seseorang. penggunaan alat-alat perekam kejadian. jika teringat segeralah dicatat kembali. b) buatlah garis besar yang berisi judul-judul tentang sesuatu yang ditemui dalam suatu pengamatan atau wawancara yang cukup lama dilakukan. Dengan dasar kenyataan tersebut. jangan menundanunda pekerjaan. sebab makin ditunda pekerjaan. dokumentasi maupun menyaksikan suatu kejadian tertentu. pokok-pokok utama saja. Penggunaan peralatan tersebut sebagai pencatat data mempunyai keuntungan antara lain dapat diamati dan didengar secara berulang. wawancara. c) apa yang dikatakan atau yang telah diamati sering terlupakan setelah beberapa hari berlalu. maka makin sulit data diingat dan kemungkinan data hilang akan semakin besar. Catatan lapangan dalam bentuk kata-kata kunci. kemudian dilengkapi dan disempurnakan. Peneliti tidak mungkin melakukan pengamatan sambil membuat catatan yang baik. yaitu tape recorder maupun kamera sebagai alat dokumentasi dipilih untuk mengatasi kesulitan-kesulitan tersebut. Pada dasarnya peneliti tidak dapat melakukan dua pekerjaan sekaligus. dan dapat memberikan dasar . singkatan. peneliti berusaha mengikuti pedoman yang telah dirumuskan oleh Bogdan dan Moleong (2002:101) antara lain : a) buatlah catatan secepatnya. sehingga apa yang diragukan dalam penafsiran data dapat dicek secara langsung.68 pengumpulan data ialah catatan lapangan (field notes).

yaitu dimulai dari lapangan atau fakta empiris dengan cara terjun ke lapangan. b. menganalisis. mempelajari. bahwa peneliti mencatat semua data secara objektif dan apa adanya sesuai dengan hasil observasi dan wawancara di lapangan. Menurut Miles dan Hoberman dalam Rachman (1999:120). Analisis data di dalam penelitian kualitatif dilakukan bersamaan dengan proses pengumpulan data. kategori dan suatu uraian dasar. Analisis data dilakukan secara induktif. mengorganisasikannya ke dalam suatu pola. menafsir dan menarik kesimpulan dari fenomena yang ada di lapangan. Data yang diperoleh dalam lapangan ditulis dalam bentuk uraian terinci . Adapun tahapan analisis data sebagai berikut : a. Sedangkan Bogdan dan Taylor mendefinisikan analisis data sebagai proses yang merinci usaha formal untuk menentukan tema dan merumuskan hipotesis (ide) seperti yang disarankan oleh data dan sebagai usaha untuk memberikan bantuan dan tema pada hipotesis itu. Teknik Analisis Data Menurut Patton dalam Moleong (2002:103) analisis data adalah proses mengatur urutan data. Pengumpulan data Peneliti mencatat semua data secara objektif dan apa adanya sesuai dengan hasil observasi dan interview di lapangan. Reduksi data Yaitu memilih hal-hal pokok yang sesuai dengan fokus penelitian. 2.69 yang kuat tentang apa yang dikatakan oleh peneliti itu benar-benar terjadi dan dapat dicek kembali dengan mudah.

intuisi. laporan sebagai bahan mentah juga perlu disingkatkan direduksi. Satuan itu tidak lain adalah bagian terkecil yang mengandung makna yang bulat dan dapat berdiri sendiri terlepas dari bagian yang lain. Menurut Licoln dan Guba (1985:345) karakteristik ada dua. dan disusun lebih sistematis sehingga lebih mudah dikendalikan. dan dicari tema atau polanya. langkah penelitian selanjutnya adalah melakukan kategorisasi. dan satuan itu hendaknya juga menarik. Kedua. Langkah selanjutnya adalah menyusun data hasil reduksi dalam bentuk satuan-satuan. 2002:192). satuan itu hendaknya merupakan “sepotong” informasi kecil yang dapat berdiri sendiri. Kategori disini tidak lain adalah salah satu tumpukan dari seperangkat tumpukan yang disusun atas dasar pikiran. oleh sebab itu laporan tersebut perlu direduksi. artinya satuan itu harus dapat ditafsirkan tanpa informasi tambahan selain pengertian umum dalam konteks latar penelitian (Moleong.70 yang akan terus bertambah sejalan bertambahnya waktu penelitian. pendapat ataupun kriteria tertentu. difokuskan pada hal yang penting. dirangkum. yaitu pertama satuan itu harus “heuristic” artinya mengarah pada suatu pengertian atau tindakan yang diperlukan oleh peneliti atau akan dilakukannya. Disamping itu. Setelah seluruh data penelitian telah tersusun dalam satuansatuan. Selanjutnya Licoln dan Guba dalam Moleong (2002: 347–351) menguraikan kategori sebagai berikut : tugas pokok kategorisasi adalah 1) mengelompokan kartu-kartu yang telah dibuat . dipilih hal-hal yang pokok.

Kesimpulan adalah tinjauan ulang pada catatan di lapangan atau kesimpulan dapat ditinjau sebagai makna-makna yang muncul dari data . Pengambilan keputusan atau verifikasi. matrik. Dalam penyajian ini dapat dilakukan melalui berbagai macam visual. 1992:17). Dalam pelaksanaan penelitian penyajian-penyajian data yang lebih baik merupakan suatu cara yang utama bagi analisis kualitatif yang valid. Penarikan kesimpulan merupakan bagian dari satu kegiatan konvigurasi yang utuh. misalnya gambar. 2) merumuskan aturan yang menguraikan kawasan kategori dan yang akhirnya dapat digunakan untuk menetapkan inkluisi setiap kartu pada kategori. grafik. dan sebagainya (Milles dan Hoberman. disajikan langkah terakhir adalah kesimpulan-kesimpulan. 3) menjaga agar setiap kategori yang telah disusun satu dengan lainnya mengikuti prinsip taat asas. Untuk menampilkan data-data tersebut agar lebih menarik maka diperlukan penyajian yang menarik pula.71 ke dalam bagian-bagian isi yang secara jelas berkaitan. diagram. Penyajian data (display data). d. Verifikasi data yaitu pemeriksaan tentang besar dan tidaknya hasil laporan penelitian. Hasil dari data-data yang telah didapatkan dari laporan penelitian selanjutnya digabungkan dan disimpulkan serta diuji kebenarannya. chart network. sehingga kesimpulan-kesimpulan juga diverifikasi selama penelitian berlangsung. yaitu data-data dari hasil penelitian setelah direduksi. c. yaitu sekumpulan informasi tersusun yang memberikan kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan.

Pertama-tama peneliti di lapangan dengan mengadakan wawancara atau observasi yang disebut tahap pengumpulan data. . kekokohannya dan kecocokannya. yaitu yang merupakan validitasnya (Milles dan Hoberman. hal-hal yang sering muncul. tema. Apabila ketiga tahapan tersebut selesai dilakukan. 1992:19). maka perlu diadakan reduksi data. selain itu pengumpulan data juga digunakan untuk penyajian data.72 yang harus diuji kebenarannya. model. dan sebagainya. hubungan. Tahapan analisis data kualitatif PENGUMPULAN DATA REDUKSI DATA SAJIAN DATA PENGAMBILAN KEPUTUSAN ATAU VERIFIKASI Sumber : Milles dan Hoberman dalam Rahman (1999:20) Keempat komponen tersebut saling mempengaruhi dan terkait. hipotesis. Karena data yang dikumpulkan banyak. Setelah direduksi kemudian diadakan sajian data. persamaan. Tahapan analisis data kualitatif tersebut dapat dilihat dalam bagan di bawah ini : Bagan 1. maka diambil suatu keputusan atau verifikasi. Sejak semula peneliti berusaha mencari makna dari data yang diperoleh. Untuk itu peneliti berusaha mencari pola.

maka peneliti menggunakan teknik triangulasi. pengecekan dengan teman sejawat. penyidik. Dalam penelitian ini. . Dalam hal ini proses triangulasi yang digunakan oleh peneliti adalah triangulasi sumber.73 H. Adapun teknik yang digunakan untuk membuktikan kebenaran data yaitu melalui ketekunan pengamatan di lapangan. 3) kebergantungan (dependability). 2) keteralihan (transferability). 2002:178). triangulasi. referensi yang memadai. Menurut Moleong (2002:173) ada empat kriteria dalam teknik pemeriksaan data. 2. dan 4) kepastian (confirmability). dan pengecekan anggota. untuk membuktikan keabsahan data. Membandingkan apa yang dikatakan orang di depan umum dengan apa yang dikatakannya secara pribadi. 1993:73). 2002:178) membedakan triangulasi menjadi empat macam yaitu : sumber. yaitu : 1) derajat kepercayaan (credibility). metode. Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu untuk keperluan pengecekan dan perbandingan terhadap data itu (Moleong. kajian terhadap kasus-kasus negatif. Denzim (dalam Moleong. Membandingkan apa yang dikatakan orang-orang tentang situasi penelitian dengan apa yang dikatakan sepanjang waktu. yang berarti membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda dalam metode kualitatif (Patton dalam Lembaran Penelitian. Membandingkan data hasil pengamatan dengan hasil data wawancara. Hal ini dapat dicapai dengan jalan: 1. 3. dan teori. Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data Keabsahan suatu data dapat dilakukan dengan teknik pemeriksaan yang didasarkan atas kriteria tertentu.

Informasi ynag diperoleh diusahakan dari nara sumber yang betul-betul mengetahui akan permasalahan dalam penelitian ini. orang yang dan orang berpendidikan pemerintahan. Triangulasi sumber yang digunakan yaitu sebagai teknik pemeriksaan yang memanfaatkan penggunaan sumber. maka jawaban itu dianggap sah. Membandingkan hasil wawancara dengan isi suatu dokumen yang berkaitan. sehingga akan diperoleh informasi yang benar-benar valid. tetapi apabila kedua jawaban saling berlawanan atau berbeda. Informasi yang diberikan oleh salah satu informan dalam menjawab pertanyaan peneliti. maka langkah alternatif sebagai solusi yang tepat adalah dengan mencari jawaban atas pertanyaan itu kepada informan ketiga yang berfungsi sebagai pembanding antara keduanya. Membandingkan keadaan dan perspektif seseorang dengan berbagai pendapat dan pandangan menengah orang/ atau masyarakat orang biasa.74 4. sehingga keabsahan data tetap terjaga dan bisa dipertanggungjawabkan. 5. Hal ini dilakukan untuk membahas setiap fokus penelitian yang ada. kemudian peneliti mengecek ulang dengan jalan menanyakan ulang pertanyaan yang disampaikan oleh informan pertama ke informan kedua. Apabila kedua jawaban yang diberikan sama. dengan pertimbangan bahwa untuk memperoleh informasi dari para informan perlu diadakan cros cek antara satu informan dengan informan yang lain. tinggi. . berada.

maka niat mendirikan sekolah semakin mantap. Kemudian pada bulan Desember 1967 SMEA Yapek Gombong Kebumen menerima pendaftaran siswa baru sebanyak 89 siswa. Selain itu.75 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Untuk mewujudkan keinginan dalam mendirikan SMEA Gombong Kebumen dipandang perlu diadakannya rapat. Pelaksanaan rapat pertama kali pada tanggal 15 Agustus 1967. Setelah melihat daya tampung siswa di SMA Negeri Gombong yang masih sangat terbatas dan minat calon siswa lulusan SLTP yang akan meneruskan ke jenjang lebih tinggi sangat banyak. khususnya pendidikan kejuruan. sedangkan tenaga 75 . Setting Penelitian 1. terutama dalam rangka peran aktif untuk mencerdaskan kehidupan bangsa melalui bidang pendidikan. Dari hasil rapat tersebut memutuskan bahwa Drs. Tinjauan Historis SMK Yapek Gombong Kebumen Pemrakarsa pendirian SMEA Gombong Kebumen atau kini disebut dengan SMK Yapek Gombong Kebumen tidak dapat dipisahkan dari usaha dan perjuangan para guru SMA Negeri Gombong Kebumen. dimaksudkan juga untuk mengisi waktu luang bagi para guru SMA Negeri Kebumen pada waktu siang maupun sore hari sesudah selesai melaksanakan tugas mengajar. Soedarman SA sebagai kepala SMEA Gombong Kebumen. Niat mendirikan sekolah adalah niat yang tulus dan luhur.

dan tenaga pesuruh 1 orang. Adapun tenaga pengajar tersebut kesemuanya merupakan guru dari SMA Negeri Gombong Kebumen. Pada rapat ini dihadiri oleh para pejabat dan tokoh masyarakat di kecamatan Gombong yang menghasilkan keputusan tentang susunan kepanitiaan pendiri SMEA persiapan Negeri gombong kebumen. Kegiatan proses belajar mengajar sementara masih menggunakan gedung dan fasilitas dari SMA Negeri Gombong Kebumen. Adapun susunan kepanitiaan tersebut adalah sebagai berikut : Penasehat I : Bapak Mayor Suripto (komando Garnizun Gombong) Penasehat II : Bapak M. staf usaha 1 orang. yaitu gedung KWN Kendalgrowong Gombong Kebumen. BA (Camat Gombong) : Bapak Pitojo Soesilo (Kepala SD Wonokriyo I Gombong) Bendahara I : Bapak Sosro Mihardjo (Pemborong) Bendahara II : Bapak Drs. Berdasarkan pada Peraturan Pemerintah bahwa untuk mendirikan sekolah negeri harus ada persetujuan dari instansi pemerintah setempat. Koesni (wedono Gombong) Ketua Sekretaris : Bapak Mas Soekarno. Kemudian atas anjuran dari bapak Suparjadi Tjokrodimejo selaku kepala sekolah SMA Negeri Gombong agar SMEA Gombong diubah namanya menjadi SMEA Persiapan Negeri Gombong Kebumen. Soedarman SA (Kepala SMEA Negeri Karanganyar Kebumen) . yaitu Kawedanan atau Kecamatan Gombong maka pada bulan Januari 1968 diadakan rapat di rumah bapak Sosro Mihardjo.76 pengajar sejumlah 10 orang.

Sesuai dengan waktu pertama kali diadakan rapat yaitu pada tanggal 15 Agustus 1967. Dengan keuletan dan kegigihan dari para seksi usaha dan segenap panitia. Adapun jumlah tenaga pengajar pada tahun 1972 sebagian besar masih tetap guru dari SMA Negeri Gombong Kebumen. . akhirnya pada tahun 1969 SMEA Persiapan Negeri Gombong berhasil membeli sebidang tanah yang beralokasi di Jalan Merbabu No. Bapak Lie Chan San (Pengusaha Pabrik Nusantara Gombong) 2. Perkembangan jumlah siswa terus meningkat. dan tata niaga (sekarang penjualan). Bapak Kwee Kie Shoo (Pengusaha pabrik Sarawita Gombong) 3. khususnya masyarakat Gombong dan sekitarnya. maka tanggal tersebut dijadikan hari jadi berdirinya SMEA Persiapan Negeri Gombong Kebumen atau yang kini disebut dengan SMK Yapek Gombong Kebumen. Bapak Soekiran (Guru SMEP Gombong) Adapun tujuan mendirikan SMEA Persiapan Negeri Gombong adalah: 1) ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa.64 Wero Gombong Kebumen. dan 2) agar masyarakat Gombong dan sekitarnya dapat menikmati pendidikan yang lebih tinggi tanpa harus pergi ke luar kota. Bapak Atmowinangun (Carik Wero Gombong) 4.77 Seksi Usaha : 1. sehingga di sekolah ini dibuka 3 jurusan yaitu jurusan tata usaha (sekarang sekretaris). tata buku (sekarang akuntansi).

tetapi karena Peraturan Pemerintah yang menetapkan bahwa setiap kabupaten hanya ada dua SMEA Negeri yaitu di Kebumen dan Karanganyar. . BcHk. Selaku kepala sekolah beliau mulai melakukan upaya beberapa pembenahan dalam kegiatan proses belajar mengajar. khususnya guru bidang studi kejuruan ekonomi.78 Perkembangan jumlah siswa tiap tahun selalu meningkat. Dengan demikian tenaga pengajarpun ditambah dari SMEA Negeri Karanganyar Kebumen. baik itu dari SMA Negeri Gombong maupun SMEA Negeri Karanganyar Kebumen. hal ini dikarenakan pada bulan Februari 1972 beliau diangkat menjadi Kepala SMEP Negeri Prembun Kebumen. Dengan demikian. Kepemimpinan bapak Drs. sehingga kegiatan belajar mengajar terpaksa dilaksanakan pada pagi dan siang hari. maka SMEA Persiapan Negeri Gombong Kebumen harus menjadi sekolah swasta. Dengan demikian. selain itu secara bertahap beliau juga mulai memberhentikan guru-guru negeri yang kurang efektif. maka kepemimpinan SMEA Persiapan Negeri Gombong digantikan oleh bapak Tjetjep Supandi. maka harapan SMEA Persiapan Negeri Gombong Kebumen untuk menajdi SMEA Negeri Gombong Kebumen gagal. Usaha untuk menjadikan SMEA Persiapan Negeri Gombong Kebumen agar menjadi sekolah yang berstatus negeri terus dilakukan. Soedarman SA berlangsung hanya sampai tahun 1972.

Setelah puluhan tahun bapak Tjetjep Supandi. dengan SK Nomor 001/C/Kep/I. Adapun status yang dimaksud adalah “Terdaftar. dan seluruh siswa. baik itu berupa materi. dan sebagai gantinya yaitu bapak Drs. BcHk memimpin SMK Yapek Gombong Kebumen. Dengan adanya kerja keras dan semangat tinggi dari pihak kepala sekolah. Oleh karena itu pada tanggal 27 Agustus 1973 didirikan Badan Usaha yang berbentuk yayasan. Berdasarkan hasil tim akreditasi. karyawan. Diakui. maka SMK Yapek Gombong Kebumen ini mengalami kemajuan dan keberhasilan yang cukup pesat. Agus . guru. Yayasan ini kemudian didaftarkan ke Notaris Soetardjo Sastro Atmodjo di Purwokerto dengan Akta no.79 Sesuai dengan Peraturan Pemerintah sekolah swasta harus dikelola oleh suatu badan atau yayasan.86 tanggal 6 Januari 1986. Hal ini terbukti dengan adanya subsidi yang diberikan dari pemerintah mulai tahun 1979. maupun bantuan guru negeri. 21 tanggal 27 Agustus 1973. maka status SMK Yapek Gombong Kebumen sejak tahun 1986 “DIAKUI”. yaitu yang diberi nama “YAYASAN PENDIDIKAN EKONOMI (YAPEK) GOMBONG KEBUMEN”. akhirnya pada tanggal 19 Juli 1999 beliau purna tugas. Sementara itu berlaku Peraturan Pemerintah yang mengatur tentang status sekolah-sekolah swasta dengan cara akreditasi. sarana prasarana sekolah. dan Disamakan”.

Sebelah Barat 2. 64 Wero Gombong Kebumen Jawa Tengah. Letak Geografis SMK Yapek Gombong Kebumen Secara geografis SMK Yapek Gombong Kebumen terletak di perkotaan. Kemudian mulai tahun 1999 kurikulum yang berlaku di SMK adalah kurikulum SMK edisi 1999 yang pada akhirnya mulai tahun pembelajaran 2004/2005 berubah menjadi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. Dengan batas. 2. Sebelah Utara 3. Sebelah Selatan : Perkampungan Wero Gombong : Perkampungan Wero Gombong : Hotel Marsiwo Gombong : Jalan Yos Sudarso Timur Lokasi sekolah terletak di perkotaan. tepatnya jalan Merbabu No. sehingga mudah untuk ditempuh dengan menggunakan kendaraan umum. Sebelah Timur 4. Agus Supriyanto selalu menekankan pada kedisiplinan dan kebersamaan.80 Supriyanto.batas : 1. . Dalam kepimpinan bapak Drs. Jarak orbitasi SMK Yapek Gombong Kebumen dengan pusat kecamatan sekitar 2 km.

Struktur Organisasi SMK Yapek Gombong Kebumen Bagan 2 Struktur Organisasi KOMITE SEKOLAH KEPALA SEKOLAH MS WAKA KURIKULUM WAKA KESISWAAN WAKA HUMAS WAKA SAPRAS KPK AKUNTANSI KPK SEKRETARIS KPK PENJUALAN WALI KELAS BP DEWAN GURU SISWA (Profil SMK Yapek Gombong Kebumen 2004/ 2004) 4. dan memiliki tenaga pengajar sebanyak 42 orang guru. sedangkan tenaga pengajar perempuan berjumlah 19 orang .81 3. Dari ke 42 tenaga pengajar tersebut yang laki-laki berjumlah 23. Keadaan Guru SMK Yapek Gombong Kebumen Pada tahun pembelajaran 2004/2005 SMK Gombong Kebumen dipimpin oleh 1 kepala sekolah.

2004/2005). 5. Guru yang dijadikan informan dalam penelitian ini adalah guru yang mengajar program keahlian akuntansi. Hal ini terbukti dengan banyaknya kapasitas pendaftar calon siswa baru yang selalu meningkat setiap tahun ajaran baru. Adapun daftar personalia organisasi di SMK Yapek Gombong Kebumen terlampir. Pada tahun pembelajaran 2004/2005 jumlah siswa keseluruhan yang sekolah di SMK Yapek Gombong Kebumen berjumlah 1400 siswa. ruang kelas. dan 3) kelas III 480. . 2) kelas II 478. yaitu : 1) kelas I berjumlah 441 siswa. Keadaan Siswa SMK Yapek Gombong Kebumen Program keahlian yang dimiliki SMK Yapek Gombong Kebumen ada 3. Keadaan Sarana dan Prasarana SMK Yapek Gombong Sarana dan prasarana yang dimiliki oleh SMK Yapek Gombong Kebumen antara lain laboratorium komputer. mengetik.82 guru. khususnya matadiklat siklus akuntansi (Profil SMK Yapek Gombong Kebumen. 2) Administrasi Perkantoran. sekolah tersebut merupakan sekolah swasta yang favorit. yaitu : 1) Akuntansi. Sejak SMK Yapek Gombong Kebumen berdiri hingga sampai diberlakukannya kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. Selain itu masih banyak bukti-bukti lain yang dapat dilihat. 6. baik itu di tingkat kabupaten maupun propinsi. yaitu banyaknya prestasi yang telah diraih oleh siswa-siswi SMK Yapek Gombong Kebumen dari tahun ke tahun. dan 3) Penjualan.

lapangan bola volly. rumah dinas karyawan. khususnya pada matadiklat siklus akuntansi terlebih dahulu kepala sekolah menerangkan tugas dan tanggung jawabnya selaku pemimpin di SMK Yapek Gombong Kebumen. kamar kecil. yang artinya suatu proses untuk mempengaruhi aktivitas individu atau kelompok dalam usaha menuju pencapaian tujuan. B. ketua program keahlian. tempat parkir. perpustakaan. wakil-wakil kepala sekolah. bank mini. baik itu mulai dari pengelolaan sekolah maupun penataan segala administrasi dalam mengimplementasikan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi di SMK Yapek Gombong Kebumen. Hasil Penelitian Informan I (Kepala Sekolah/A) Tentang : 1. kafetaria/ kantin. UKS. Tugas dan tanggung jawab kepala sekolah kepala sekolah salah satunya adalah kepemimpinan. Impelementasi Kurikulum SMK Edisi 2004 Sebelum kepala sekolah menjelaskan tentang persiapan apa saja yang dilakukan dalam rangka mengimplementasikan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. guru. Secara umum kepala sekolah mempunyai tugas untuk bertanggung jawab dan mengkoordinator terhadap sekolah yang dipimpin. tata usaha. dan tanah. dan mengajak guru-guru dan . Kepala sekolah sebagai pemimpin juga memiliki tugas pokok untuk mempengaruhi. bola basket. kepala sekolah. BKK. mushola. mendorong. gudang. BP.83 pertokoan. dapur. penyelenggara.

2) Mengorganisasikan semua sumber daya dan dana secara efektif sesuai dengan peraturan yang berlaku untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. dijelaskan pula bahwa tugas dan tanggung jawab kepala sekolah meliputi : 1) Merencanakan seluruh kegiatan sekolah dengan dibantu oleh pembantu kepala sekolah sesuai dengan urusan masing-masing. sehingga apabila terjadi ketimpangan/ hambatan dapat segera diatasi. 3) Mengarahkan semua pembantu kepala sekolah termasuk guru dan staff tata usaha untuk mencapai tujuan yang hendak dicapai sesuai dengan bidang dan tugas masing-masing. b) persiapan evaluasi. 4) Mengkoordinasikan semua pembantu agar terjalin hubungan kerja yang baik dan serasi dalam rangka memberikan motifasi kepada semua unsur/ personil sekolah. 7) Menyelenggarakan rapat-rapat sesuai dengan keperluan yang meliputi: a) membicarakan program tahunan. 5) Secara terus menerus melaksanakan pengawasan / monitoring kepada semua personil sekolah. c) persiapan .84 karyawan lainnya agar mereka bersedia untuk berbuat sesuatu yang dapat menyokong pencapaian tujuan sekolah sebagai suatu institusi. 6) Secara rutin mengadakan supervisi/ pembinaan setiap seminggu sekali pada hari sabtu atau senin dalam rangka mengatasi hambatanhambatan. sehingga membangkitkan partisipasi dan dedikasi yang sebesar-besarnya. Selain itu.

sehingga dapat diterapkan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi sekolah. dan e) penerimaan siswa baru. d) kemajuan pengembangan pengajaran.85 UAN. yaitu dengan cara mensosialisasikan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi kepada wakil kepala sekolah bagian kurikulum dan guru-guru serta staff karyawan yang ada di SMK Yapek Gombong Kebumen” (A). dan staff karyawan lainnya. dan 3) mengadakan sering dengan wakilwakil kepala sekolah. Selain mensosialisasikan tentang kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. 8) Mengadakan evaluasi terhadap semua kegiatan sekolah dalam rangka mengurangi hambatan dan meningkatkan hasil yang sesuai tujuan. guru-guru. diharapkan agar pelaksanaan kurikulum tersebut dapat berjalan lebih baik lagi. 2) pemantauan secara rutin terhadap hasil-hasil yang telah dirapatkan secara bersama-sama. dipersiapkan pula sarana dan prasarana serta alat dan bahan yang merupakan sarana . khususnya pada matadiklat siklus akuntansi. “Adapun persiapan yang dilakukan oleh saya selaku pemimpin dalam mengkoordinator pengelolaan sekolah. Dengan adanya pensosialisasian tentang implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang berpendekatan kurikulum berbasis kompetensi. apakah sudah dapat terlaksana dengan baik atau belum. 9) Menjalin hubungan erat dengan industri dan dunia usaha. Sedangkan cara mensosialisasikan kurikulum tersebut yaitu dengan mengambil langkah-langkah sebagai berikut : 1) menyelenggarakan pertemuan-pertemuan rutin dengan orang-orang yang terkait di instansi sekolah. yaitu sejauh mana pelaksanaan implementasi kurikulum SMK edisi 2004.

melainkan dinilai dari kompetensi per kompetensi” (A). 7) mengelola administrasi dana kas kecil. dan 8) mengelola order penjualan. Matadiklat yang dimaksud adalah : 1) mengerjakan persamaan dasar akuntansi. 4) mengelola buku besar. “Menurut saya. Dalam matadiklat siklus akuntansi maksud dari kompetensi per kompetensi yaitu bahwa setiap peserta didik dalam menguasai materi hendaknya secara bertahap dari yang dasar dulu lalu meningkat ke yang lebih tinggi. Sarana penunjang tersebut antara lain dengan adanya ruang kelas yang nyaman dan memadai serta ruang praktek seperti : ruang komputer. makna dari adanya kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. dan 3) penilaian tidak dilakukan secara global. bank mini. Sebagai contoh yaitu peserta didik dalam menguasai materi matadiklat siklus akuntansi terlebih dahulu harus menguasai matadiklat secara runtut dari kompetensi yang satu ke kompetensi yang berikutnya. 5) menyelesaikan siklus akuntansi perusahaan jasa dan dagang. Kepala sekolah juga menyadari bahwa implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi . 2) mengelola bukti transaksi.86 penunjang dalam kegiatan belajar mengajar. Di samping mensosialisasikan implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. dan perpustakaan sekolah. 6) mengelola administrasi kas bank. 3) mengelola buku jurnal. mengetik. khususnya pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen adalah 1) siswa dituntut adanya kemandirian dalam menguasai masing-masing kompetensi. dijelaskan pula tentang bagaimana kepala sekolah dalam memaknai kurikulum tersebut. sehingga siswa-siswi harus dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar secara aktif. 2) kedudukan guru hanya sebagai fasilitor. pertokoan.

namun pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi sudah dapat berjalan baik. 2. Sedangkan pembuatan modul bahan ajar tersebut memerlukan biaya yang . dan motifasi serta pengawasan terhadap guru. Hal ini dikarenakan kurikulum SMK edisi 2004 merupakan penyempurnaan dari kurikulum sebelumnya. Akan tetapi agar pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dapat dikatakan baik dan maksimal. dan 2) menyediakan keperluan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 seperti sarana dan prasarana. Peran Serta terhadap Kurikulum SMK Edisi 2004 Dalam pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi selalu melibatkan orang-orang yang terkait di dalam instansi sekolah. Implementasi dari hasil pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi pada dasarnya merupakan penyempurnaan dari kurikulum SMK edisi 1999. bimbingan. maka dituntut adanya pembuatan modul bahan ajar. Meskipun masih tahap awal dan baru dimulai pada tahun ajaran 2004/2005. “Adapun peran serta saya sebagai kepala sekolah adalah : 1) memberikan masukan. khususnya guru matadiklat siklus akuntansi.87 masih merupakan tahap awal yang perlu ditingkatkan dan dikembangkan lebih lanjut lagi guna mencapai hasil belajar yang maksimal. serta blangko administrasi”(A). alat dan bahan. sehingga dalam pelaksanaannya pun tidak begitu masalah. diantaranya yaitu peran serta dari kepala sekolah yang sangat mendukung diberlakukannya kurikulum tersebut. yaitu kurikulum SMK edisi 1999. arahan.

khususnya pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen dilakukan secara bertahap. agar siswa dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar secara aktif.88 cukup banyak. kendala. dan bagaimana cara mengatasinya. kemajuan. Proses evaluasi terhadap implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. Informan B terlebih dahulu menuturkan bahwa apa yang hendak diungkapkan pada dasarnya sama . Oleh sebab itu pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi bisa saja mengalami keterlambatan apabila kendala biaya tidak dapat terpenuhi 3. dan perbaikan hasil belajar secara berkesinambungan. kekurangan. “Oleh karena itu. maka menurut saya setiap siswa harus memiliki modul sebagai bahan ajar. Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004 Sebelum wakil kepala sekolah bidang kurikulum menjabarkan secara luas tentang implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. Dengan demikian siswa dapat memperbanyak latihan-latihan soal secara mandiri sesuai penekanan pada praktek studi kasus” (A). C. Proses Belajar Mengajar yang Baik Teori dari matadiklat siklus akuntansi yang diperoleh oleh tiap-tiap peserta didik setiap kompetensinya lebih sedikit apabila dibandingkan dengan prakteknya. Hasil Penelitian Informan II (Waka Bidang Kurikulum/B) Tentang : 1. yaitu guna mengetahui kelebihan. Evaluasi atau penilaian pada dasarnya merupakan bagian integral dari proses pembelajaran yang diarahkan untuk menilai kinerja peserta didik dalam memantau proses.

3) bersama ketua program keahlian menginventarisasi kebutuhan dokumen yang . koordinasi. 5) mengkoordinasikan pembagian tugas bahan pengajaran. 2) mengkoordinasikan pembagian kelas di awal tahun pelajaran. Selaku pembantu kepala sekolah. Wakil kepala sekolah bidang kurikulum bertanggung jawab kepada sekolah atas berlangsungnya semua kegiatan. dan evaluasi terhadap implementasi kurikulum yang berlaku di sekolah secara optimal. 8) mengumpulkan dan menganalisa absensi murid. pelaksanaan. maka persiapan-persiapan yang dilakukan oleh saya dalam mengimplementasikan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. 2) bersama ketua program keahlian dan guru produktif akuntansi menentukan alokasi waktu tiap minggunya. 4) mengkoordinasikan penyusunan kalender pendidikan. 7) mengkoordinasikan kegiatan pengadaan bahan pengajaran. mulai dari perencanaan. 9) mengkoordinasikan kegiatan evaluasi/ UNAS. wakil kepala sekolah bidang kurikulum mempunyai tugas-tugas seperti : 1) menyusun program tahunan dan semesteran yang berkaitan dengan implementasi kurikulum di sekolah.89 dengan yang diungkapkan oleh kepala sekolah. khususnya pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen adalah 1) rapat koordinasi dengan ketua program keahlian akuntansi dan guru produktif akuntansi untuk menentukan pencapaian materi yang harus dicapai pada tiap-tiap semester dan tiap-tiap tingkat. pengendalian. dan 10) mengkoordinasikan keseluruhan pengajaran di semua jurusan. 6) mengawasi kelancaran kegiatan proses belajar mengajar. “Selaku wakil kepala sekolah bidang kurikulum. 3) mengkoordinasikan penyusunan jadwal proses belajar mengajar. karena dalam mengimplementasikan kurikulum SMK edisi 2004 wakil kepala sekolah bidang kurikulum selalu berkoordinasi dengan kepala sekolah.

4) mempersiapkan blangko-blangko administrasi guru. sehingga pelaksanaan kurikulum ini baru diterapkan untuk tingkat I. 2) menyusun jadwal pembelajaran. Seperti halnya yang dijelaskan oleh informan A dalam memaknai implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi.90 diperlukan untuk praktek siswa. sedangkan untuk tingkat II dan III masih tetap mengacu pada penerapan kurikulum SMK edisi 1999. maka guru selaku fasilitator harus mempersiapkan materi seoptimal mungkin agar batas nilai yang dicapai siswa dapat terwujud secara maksimal sesuai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan sebelumnya. dimana penilaian disini tidak dilakukan secara global melainkan dinilai dari kompetensi perkompetensi. 3) mengkoordinir guru-guru . Peran Serta terhadap Kurikulum SMK Edisi 2004 Peran serta dari wakil kepala sekolah bidang kurikulum juga berpengaruh besar terhadap keberhasilan implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi. Dengan menggunakan kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi. “Peran serta saya selaku kepala sekolah bidang kurikulum antara lain : 1) menyediakan blangko-blangko administrasi. Informan B juga menuturkan bahwa implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi diberlakukan mulai tahun pelajaran 2004/ 2005. wakil kepala sekolah bidang kurikulum juga menerangkan bahwa dengan diberlakukannya kurikulum ini maka dituntut adanya kemandirian pada peserta didik untuk dapat menguasai masing-masing kompetensi yang ada. 2. dan 5) koordinasi dengan pembina perpustakaan untuk mempersiapkan buku materi pelajaran yang diperlukan sebagai acuan untuk persiapan penyusunan modul bahan ajar” (B).

sehingga dalam pelaksanaannya pun dapat berjalan dengan baik. Akan tetapi masih ada sedikit kendala yang terjadi di lapangan. penyediaan bahan dan alat praktek juga harus memadai” (B). pikiran. dan bagaimana cara mengatasinya. .91 produktif akuntansi melalui ketua program keahlian. 3. khususnya pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen dilakukan secara bertahap. teori dari matadiklat siklus akuntansi yang diperoleh oleh setiap peserta didik lebih sedikit. maka saya selaku wakil kepala sekolah bidang kurikulum menganjurkan agar setiap siswa harus memiliki modul sebagai bahan ajar. Proses Belajar Mengajar yang Baik Jika dibandingkan dengan praktek. Hal ini dikarenakan pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi baru dimulai tahun pelajaran 2004/ 2005. baik dari segi tenaga. “Dengan adanya perbandingan yang demikian. dan 4) mengkoordinir penyiapan alat-alat praktek siswa melalui guru diklat” (B). Proses evaluasi atau penilaian pada dasarnya merupakan bagian integral dari proses pembelajaran yang diarahkan untuk menilai kinerja peserta didik yang dilakukan secara berkesinambungan. khususnya dalam penyiapan modul bahan ajar. dan biaya. kekurangan. Implementasi dari hasil pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi pada dasarnya merupakan penyempurnaan dari kurikulum SMK edisi 1999. waktu. sedangkan sosialisi kurikulum SMK edisi 2004 terlambat. yaitu guna mengetahui kelebihan. Adapun evaluasi terhadap implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. kendala.

ruang. Hasil Penelitian Informan III (Guru Matadiklat/C) Tentang : 1. d) Mempertanggung jawabkan semua fasilitas yang digunakan. sehingga peserta didik dalam menguasai masing-masing kompetensi dituntut adanya kemandirian dan keaktifan dari diri sendiri. seperti : daftar nilai. daftar hadir. Selaku guru matadiklat siklus akuntansi (C) memiliki tugas-tugas seperti : 1) Menyiapkan perangkat mengajar semesteran. 2) Melaksanakan administrasi siswa. dan kisi-kisi serta perangkat evaluasi. 4) Mengembangkan alat bantu sebagai sarana penunjang kegiatan belajar mengajar. Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004 Dengan diberlakukannya kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi. c) Mengkoordinir dan mengevaluasi pembersihan dan penyimpangan alat serta ruangan setelah pelajaran praktek.92 D. seperti : a) Mempersiapkan pembagian tugas. Meskipun guru hanya sebagai fasilitator. dan daftar kemajuan kelas. analisis program satuan pelajaran. guru juga harus betul-betul menguasai kompetensi yang diajarkan. bahan praktek. 3) Melaksanakan kegiatan belajar mengajar. maka kedudukan guru hanya sebagai fasilitator. dan . bahan ajaran. b) Melaksanakan kegiatan belajar mengajar praktek dan penilaian.

Oleh sebab itu. maka penguasaan materi cukup banyak. pikiran. baik secara formal maupun informal. maka dalam rangka mensukseskan implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi menurut perlu adanya persiapan-persiapan yang lebih matang. Di samping itu. 6) Mengembangkan kemampuan potensi melalui kegiatan/ keterampilan yang diberikan. dan 5) menarget pencapaian materi yang harus dicapai pada tiap-tiap semester” (C). . siswa dituntut adanya kemandirian dan keaktifan dalam menguasai kompeten per kompeten. Jika dibandingkan dengan kurikulum-kurikulum sebelumnya. Dengan menggunakan kurikulum SMK edisi 2004. 2) mengembangkan alat bantu guna menunjang kegiatan belajar mengajar. 3) mempersiapkan bahan-bahan untuk praktek.93 5) Mengembangkan bahan ajaran sesuai dengan perkembangan IPTEK dan kebutuhan lokal. guru yang hanya berkedudukan sebagai fasilitator juga harus berusaha semaksimal mungkin agar peserta didik dapat mencapai hasil belajar sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. 4) pengawasan ketat terhadap pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. baik tenaga. 7) Mengajar tepat pada jam pelajaran dan membina budi pekerti siswa serta menyusun laporan. “Adapun persiapan-persiapan yang saya lakukan selama ini adalah 1) penguasaan kompetensi yang hendak diajarkan. maupun waktu.

maka mau tidak mau guru harus mengulang/mengajarkan kembali dari tiap-tiap kompetensi sampai siswa mencapai target lulus kompetensi. Sedangkan untuk tingkat II dan III masih menggunakan kurikulum lama. Seperti yang diungkapkan oleh (A & B) informan (C) juga mengaku bahwa pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi baru dimulai pada awal tahun ajaran 2004/ 2005. dan target nilai yang harus dipenuhi oleh tiap-tiap peserta didik dari kompetensi per kompetensi. keaktifan. karena dengan adanya siswa yang tidak lulus kompetensi. 2. siswa harus benarbenar menguasai kompetensi per kompetensi guna mencapai target nilai yang telah ditentukan.94 Mengingat adanya kemandirian. maka selaku guru harus benar-benar siap dan mampu untuk mengajarkan peserta didik agar pada akhirnya siswa benar-benar menguasai kompetensi yang diajarkan dan mampu mencapai target nilai dari masing-masing kompetensi. sehingga baru tingkat I saja melalui kurikulum ini. . maka selaku guru dalam memaknai implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi harus lebih giat. Mengingat pendapat guru matadiklat seperti di atas. siap. Oleh karena itu. yaitu kurikulum SMK edisi 1999. Peran Serta terhadap Kurikulum SMK Edisi 2004 “Dalam pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 selaku guru saya berperan serta sebagai fasilitator dan pembimbing siswa”(C). Hal ini merupakan tanggung jawab dari guru secara utuh. dan bekerja keras.

dan psikomotorik. Adapun evaluasi terhadap implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis . maka peserta didik memiliki keterampilan dalam menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan kemampuan afektif. Hal ini dikarenakan adanya tuntutan kemandirian dan keaktifan dari tiap-tiap peserta didik untuk lulus setiap kompetensinya. Semakin banyak mengerjakan latihan-latihan soal. hanya saja dengan menggunakan kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi harus lebih memfokuskan pada pengetahuan.95 Kurikulum SMK edisi 2004 yang merupakan penyempurnaan dari kurikulum SMK edisi 1999 pada dasarnya hampir sama. kemajuan. 3. tiap-tiap siswa harus menggunakan modul sebagai bahan ajar. nilai. Proses evaluasi merupakan bagian yang sangat penting dari proses pembelajaran yang diarahkan untuk menilai kinerja peserta didik yang dilakukan guna memantau proses. sehingga pelaksanaannya pun tidak begitu sulit. maka proses belajar mengajar yang baik menurut saya selaku guru matadiklat yaitu dengan memperbanyak latihan-latihan soal” (C). Proses Belajar Mengajar yang Baik “Dengan diberlakukannya kurikulum SMK edisi 2004 khususnya pada matadiklat siklus akuntansi. Sedangkan untuk mencapai kemandirian dan keaktifan tersebut. Adapun biaya yang diperlukan untuk dapat memiliki modul bahan ajar tidaklah sedikit. dan sikap. kognitif. dan perbaikan hasil belajar secara berkesinambungan. maka dari itu pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi harus memiliki dana yang dapat mencukupi kebutuhan.

E. Pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi pada dasarnya sudah . 2. Dengan diberlakukannya kurikulum SMK edisi 2004 yang merupakan penyempurnaan dari kurikulum SMK edisi 1999. Hasil Penelitian Informan IV (Siswa/D1) Tentang : 1. maka persiapan-persiapan yang dilakukan oleh seorang siswa adalah mempersiapkan diri semaksimal mungkin terhadap matadiklat yang hendak dipelajari dan berusaha untuk dapat mandiri serta aktif tanpa harus didampingi oleh guru. melainkan berpedoman pada modul bahan ajar. Kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi baru diterapkan pada awal tahun ajaran 2004/2005. maka peran serta dari siswa yaitu belajar secara mandiri dan berusaha untuk dapat memiliki berbagai modul yang diperlukan sebagai bahan ajar. maka dalam memaknai kurikulum ini selaku siswa harus belajar lebih giat. khususnya pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen dilakukan secara bertahap. kendala.96 kompetensi. dan bagaimana cara mengatasinya. Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004 Dalam rangka mensukseskan implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi. kekurangan. yaitu guna mengetahui kelebihan. Peran Serta terhadap Kurikulum SMK Edisi 2004 Dengan diberlakukannya kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi khususnya pada matadiklat siklus akuntansi. Hal ini dikarenakan siswa dalam memperoleh materi tidak selalu didampingi oleh guru.

dan 3) siswa tidak boleh bergantung pada guru. 3. maka selaku siswa perlu mempersiapkan diri sedini mungkin untuk dapat mengikuti proses belajar mengajar yang berbeda dari kurikulum sebelumnya. tetapi siswa terkadang mengalami kendala mengenai modul yang hendak digunakan sebagai bahan ajar. Proses Belajar Mengajar yang Baik Apabila menggunakan kurikulum yang baru ini. tetapi harus belajar secara mandiri tanpa harus didampingi oleh guru. Adapun evaluasi yang sering dilakukan oleh guru adalah diberikan tugas-tugas secara rutin. hal ini dimaksudkan agar guru dapat mengetahui perkembangan hasil belajar yang telah dicapai oleh siswa dari kompeten per kompeten. Evaluasi sering dilakukan oleh guru. maka kegiatan belajar mengajar yang baik adalah : 1) sebelum masuk kelas siswa hendaknya sudah mempelajari materi terlebih dahulu. Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004 Dengan diterapkan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi khususnya pada matadiklat siklus akuntansi. Selaku siswa kejuruan. Hasil Penelitian Informan V (Siswa/D2) Tentang : 1. . 2) siswa harus lebih banyak latihan soal-soal. maka dalam memaknai kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi adalah dituntut adanya kepribadian yang mandiri dan tidak selalu bergantung pada orang lain. F.97 terlaksana dengan baik.

Peran Serta terhadap Kurikulum SMK Edisi 2004 Untuk mensukseskan pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi. maka siswa ikut berperan serta. Proses Belajar Mengajar yang Baik Dengan diterapkan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi khususnya pada matadiklat siklus akuntansi. Untuk mengetahui seberapa besar tingkat perkembangan yang telah dicapai dalam melakukan kegiatan belajar mengajar. 2. Evaluasi tersebut dapat berupa pemberian tugas-tugas yang lebih menekankan pada praktek. . maka guru sering melakukan evaluasi secara rutin. Implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi di SMK Yapek Gombong Kebumen sudah terlaksana dengan baik. Hal ini dapat dilihat pada kepribadian tiap-tiap siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar yang dilakukan secara mandiri tanpa harus bergantung pada orang lain (guru). Dalam hal ini peran serta dari siswa yaitu mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan baik secara mandiri dan tidak harus bergantung pada guru.98 Pada awal tahun ajaran 2004/ 2005 di SMK Yapek Gombong Kebumen mulai diterapkan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. 3. maka kegiatan belajar mengajar yang baik yaitu dengan memperbanyak latihan-latihan soal yang lebih menekankan pada praktek studi kasus.

baik fisik maupun mental. Peran Serta terhadap Kurikulum SMK Edisi 2004 Peran serta yang sangat penting dalam mensukseskan implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi adalah dengan belajar lebih giat lagi agar mencapai hasil belajar yang maksimal dan mampu mencapai target nilai dari masing-masing kompeten per kompeten yang telah ditentukan. Hal ini dikarenakan matadiklat siklus akuntansi merupakan materi yang perlu dipahami secara mendasar. Hasil Penelitian Informan VI (Siswa/D3) Tentang : 1. sehingga guru hanya bertindak sebagai fasilitator saja. Implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi mulai diterapkan di SMK Yapek Gombong Kebumen pada awal tahun ajaran 2004/ 2005. namun implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi di SMK Yapek Gombong Kebumen sudah dapat dikatakan . maka selaku siswa perlu mempersiapkan diri sedini mungkin. 2. Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004 Sehubungan dengan adanya kurikulum SMK edisi 2004 yang diterapkan di SMK Yapek Gombong. Dalam memaknai implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi khususnya pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong yaitu sangat diperlukan adanya peran aktif dari siswa. Meskipun masih ada beberapa kendala.99 G.

tetapi harus belajar secara mandiri tanpa harus didampingi oleh guru. Evaluasi yang dilakukan tersebut merupakan tindak lanjut dari akhir proses belajar mengajar untuk tiap-tiap kompeten. Proses Belajar Mengajar yang Baik Apabila menggunakan kurikulum yang baru ini. maka guru sering mengadakan evaluasi. yaitu siswa belajar secara aktif dan mandiri.100 baik. Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004 Dengan diberlakukan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi khususnya pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong. Hal ini terbukti pada kegiatan belajar mengajar yang sudah dapat dilaksanakan sesuai dengan kurikulum SMK edisi 2004. 2) siswa harus lebih banyak latihan soal-soal. Dalam memaknai implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi khususnya pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong yaitu siswa dituntut untuk mandiri dan berfikir secara kreatif dalam mengembangkan materi yang telah dipelajari. maka selaku siswa perlu mempersiapkan diri sedini mungkin. baik fisik maupun mental tanpa ada paksaan dari pihak lain. . Agar siswa dapat mencapai hasil belajar sesuai target yang telah ditentukan. dan 3) siswa tidak boleh bergantung pada guru. 3. maka kegiatan belajar mengajar yang baik adalah: 1) sebelum masuk kelas siswa hendaknya sudah mempelajari materi terlebih dahulu. Hasil penelitian Informan VII (Siswa/D4) Tentang : 1. H.

Proses Belajar Mengajar yang Baik Proses belajar mengajar yang baik yaitu : 1) sebelum jam pelajaran dimulai siswa perlu mempelajari materi terlebih dahulu. Agar tingkat keberhasilan yang dicapai dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar diketahui. maka sering dilakukan evaluasi. 3. . 2. Implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi di SMK Yapek Gombong Kebumen sudah dapat dikatakan baik. sehingga pada saat jam pelajaran siswa sudah menguasai materi yang diajarkan. dan 2) perbanyak latihan soal-soal yang menekankan pada praktek studi kasus. Peran Serta terhadap Kurikulum SMK Edisi 2004 Dalam rangka mencapai keberhasilan dari implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi. yaitu siswa belajar secara aktif dan mandiri. Hal ini terbukti pada kegiatan belajar mengajar yang sudah dapat dilaksanakan sesuai dengan kurikulum SMK edisi 2004. Evaluasi tersebut berupa tugas-tugas akhir dari tiap-tiap kompeten yang telah dipelajari. Adapun peran serta tersebut yaitu dengan belajar lebih giat dan berusaha mencari pengetahuan dari luar guna mengikuti perkembangan jaman. maka peran serta siswa sangat dibutuhkan.101 Pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi mulai diterapkan di SMK Yapek Gombong Kebumen pada awal tahun ajaran 2004/ 2005.

Peran Serta terhadap Kurikulum SMK Edisi 2004 Peran serta siswa dalam rangka memajukan implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi adalah dengan turut serta mensukseskan kurikulum tersebut (belajar). karena melalui pendekatan tersebut dapat mendorong siswa untuk belajar secara aktif dan mandiri tanpa harus ada guru yang mendampingi. maka tugas guru hanya sebagai fasilitator. maka persiapan-persiapan dalam mengimplementasikan kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi adalah dengan belajar dan menyiapkan mental sebaik mungkin. Hal ini dikarenakan pentingnya persiapan mental guna menghadapi berbagai kesulitan yang dihadapi. Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004 Selaku siswa.102 I. . Dalam memaknai implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi sudah dapat dikatakan bagus. sehingga siswa harus belajar secara aktif dan mandiri. Hasil pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi adalah baik dan sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku. Hasil penelitian Informan Penelitian VIII (Siswa/D5) 1. Implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi dimulai sejak awal tahun pelajaran 2004/ 2005. 3. Proses Belajar Mengajar yang Baik Dengan menggunakan kurikulum ini. 2.

J. perlu diadakan persiapan-persiapan yang lebih lanjut. maka proses belajar mengajar yang baik adalah guru tidak perlu memberi materi sebanyak mungkin. Adapun evaluasi terhadap implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi dapat dilakukan dengan memberikan penugasan terstruktur yang mengacu pada modul bahan ajar. . sehingga guru hanya bertindak sebagai fasilitator saja. Akan tetapi guru juga harus banyak menguasai materi dari kompeten per kompeten yang akan diajarkan. maka proses evaluasi sangat penting. Dengan demikian. Adapun persiapanpersiapan yang dilakukan oleh seorang siswa adalah dengan belajar sungguh-sungguh tanpa harus menunggu perintah dari guru. Oleh sebab itu. Proses evaluasi atau penilaian pada dasarnya merupakan kegiatan rutin setelah pembelajaran selesai. melainkan guru harus memberikan latihan-latihan soal semaksimal mungkin. Dalam memaknai implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi khususnya pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong yaitu sangat diperlukan adanya peran aktif dari siswa. maka melatih siswa untuk belajar secara aktif. Hasil penelitian Informan IX (Siswa/D6) 1. Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004 Dengan diberlakukan kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi.103 Dengan demikian.

104 Implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi di SMK Yapek Gombong Kebumen dimulai sejak awal tahun pelajaran 2004/ 2005. Peran Serta terhadap Kurikulum SMK Edisi 2004 Peran serta selaku siswa dalam implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi adalah dengan belajar lebih giat agar mencapai hasil belajar yang maksimal. maka proes belajar mengajar yang baik adalah guru harus memperbanyak praktek daripada teori. . catatan lapangan dan komentar peneliti. Implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi di SMK Yapek Gombong Kebumen sudah terlaksana dengan baik. maka akan melatih siswa untuk belajar secara mandiri. Evaluasi tersebut berupa tugas-tugas akhir dari tiap-tiap kompeten yang diberikan oleh guru dengan berpedoman pada modul bahan ajar. Analisis Data Dalam melakukan proses analisis data dimulai dari menelaah seluruh data yang tersedia dari berbagai sumber wawancara. biografi. Dengan demikian. gambar. dokumen berupa laporan. K. Agar tingkat keberhasilan yang dicapai dalam proses belajar mengajar diketahui. 3. dan guru juga harus memperbanyak latihan-latihan soal. 2. maka dilakukan evaluasi. artikel. Proses Belajar Mengajar yang Baik Dengan menggunakan kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi. foto.

105 dan sebagainya (Moleong. Berdasarkan data temuan hasil wawancara dengan ke-9 informan penelitian yaitu (A. dan ditelaah maka langkah berikutnya adalah mengadakan reduksi data dan menyusunnya dalam satuan-satuan yang selanjutnya akan dikategorikan. peran serta. di bawah ini disajikan data yang kemudian akan dilakukan kategorisasi. Dalam hal ini sekolah sebagai tempat pelaksanaan proses belajar mengajar harus mempunyai rencana yang matang guna menunjang pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. D3. dan pelaksanaan proses belajar mengajar dengan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen dapat disajikan sebagai berikut. Kategorisasi ini didasarkan pada tujuan dan kemiripan isi dengan menggunakan kriteria-kriteria implementasi. 1. Diberlakukannya kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi. hasil observasi. Setelah dibaca. Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004 Melalui Pendekatan Kurikulum Berbasis Kompetensi pada Matadiklat Siklus Akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen Dengan menerapkan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen pada dasarnya merupakan kegiatan penyempurnaan dari kurikulum SMK edisi 1999. D1. B. dan hasil dokumentasi. D4. 2002: 103). D6). khususnya pada matadiklat siklus akuntansi. D2. dipelajari. maka pengelola pendidikan harus senantiasa berjuang keras . D5. C.

dan 3) pendefinisian kembali terhadap bakat. 2) pengembangan konsep belajar tuntas. Selain itu. khususnya pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen. Dengan demikian tidak menutup kemungkinan untuk tercipta kurikulum yang idealis. . Adanya kurikulum yang idealis akan membawa peserta didik ke dalam kerangka pemikiran yang jauh ke depan. keterampilan.106 untuk menentukan rencana-rencana yang akan diajarkan sesuai kebutuhan sekarang dan yang akan datang. dan sikap yang menonjol pada pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi. guru. Adanya perpaduan pengetahuan. Ketiga landasan tersebut antara lain : 1) adanya pergeseran dari pembelajaran kelompok ke arah pembelajaran individu. maka dalam pelaksanaannya pun harus didasarkan pada 3 (tiga) landasan teoritis. dan staf karyawan yang lain harus lebih bekerja keras secara utuh dalam rangka mempersiapkan dan memaknai pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. Sesuai yang dipaparkan oleh kepala sekolah (A) bahwa pengertian kurikulum berbasis kompetensi adalah suatu pemberlakuan kurikulum yang lebih memfokuskan pada perpaduan pengetahuan. nilai. keterampilan. penerapan kurikulum ini juga memberikan kemudahan bagi penyelenggara pendidikan untuk memasukan perkembangan-perkembangan yang ada dalam masyarakat. dan sikap yang direfleksikan ke dalam kebiasaan berfikir dan bertindak. nilai. kepala sekolah dengan dibantu oleh wakil-wakil kepala sekolah.

Mewujudkan proses belajar mengajar yang efektif dan menciptakan iklim sekolah yang aman. alat dan bahan yang dibutuhkan dalam kegiatan belajar mengajar. Melakukan peningkatan perhatian serta partisipasi warga dan masyarakat sekitar sekolah dalam penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran yang dicapai melalui pengambilan keputusan bersama. Menumbuhkan kemandirian dan ketidak tergantungan di kalangan warga sekolah agar memiliki jiwa kewirausahaan yang tinggi. dan demokratis. transparan. 4. 2. Melakukan peningkatan efisiensi dan efektifitas pengelolaan dan penggunaan sumber-sumber pendidikan melalui pembagian tanggung jawab yang jelas. . maka secara garis besar persiapanpersiapan tersebut dapat dilakukan dengan cara : 1. Melakukan peningkatan mutu pendidikan yang dapat dicapai oleh sekolah melalui kemandirian dan inisiatif kepala sekolah dan orangorang yang terkait di instansi sekolah dalam mengelola dan memberdayakan sumber-sumber yang tersedia.107 Hal tersebut juga dibenarkan oleh informan penelitian II (B) mengenai persiapan dan pemaknaan terhadap implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi. 3. Melakukan proses evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan. 5. 6. nyaman. serta tertib. Persiapan itu antara lain dengan cara mensosialisasikan kurikulum tersebut kepada orang-orang yang terkait di instansi sekolah dan mempersiapkan sarana prasarana. Berkaitan dengan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi.

baik di sekolah ataupun di masyarakat melalui berbagai kegiatan-kegiatan seperti : pertemuan. dan sebagainya. perbaikan hingga pengembangan. C) dapat disimpulkan bahwa persiapan dan pemaknaan terhadap implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen sangat penting guna memasyarakatkan pelaksanaan kurikulum tersebut di lingkungan sekolah. Hal ini bertujuan untuk mengenalkan dan menerapkan kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi di kehidupan sekolah agar tidak terjadi tumpang tindih antara yang satu dengan yang lain. Berdasarkan pemaparan dari ke-tiga informan (A. Pemaparan (A dan B) dibenarkan dan dikuatkan oleh (C) yaitu bahwa persiapan-persiapan yang dilakukan terhadap implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi di SMK Yapek Gombong Kebumen perlu dilaksanakan secara optimal dalam rangka untuk mencapai hasil belajar yang maksimal. pelatihan. B. penataran. Sosialisasi kurikulum SMK edisi 2004 . Selain itu. seminar. sosialisasi ini dapat pula digunakan untuk memasyarakatkan program pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. Persiapan-persiapan yang dilakukan dengan cara mensosialisasikan kurikulum SMK edisi 2004 kepada orang-orang yang terkait di instansi sekolah sangat penting.108 7. pemeliharaan. Pengelolaan sarana dan sumber belajar mulai dari pengadaan.

Selain itu. guru. maka . Dengan adanya peran serta dari orang-orang tersebut.109 yang berbasis kompetensi dapat dilakukan melalui rapat rutin. dan siswa-siswi merupakan aspek penting dalam mengimplementasikan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. dan pertemuan-pertemuan dengan tokoh-tokoh pendidikan. penataran. Kepala sekolah sebagai penanggung jawab pelaksanaan kurikulum di sekolah dan berperan sebagai pembina kurikulum serta koordinator pembinaan kurikulum. wakil kepala sekolah bidang kurikulum. dan siswa-siswi terhadap implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi bertujuan untuk memajukan kualitas pembelajaran dan pertumbuhan anak serta meningkatkan kualitas hidup. Dengan demikian. maka dapat saling bekerja sama dalam pembuatan berbagai keputusan dan saling memahami. maka kepala sekolah harus dapat menciptakan hubungan baik antara orang-orang yang terkait di instansi sekolah terhadap implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi secara efektif. Peran Serta Orang-orang yang Terkait Dalam Instansi Sekolah terhadap Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004 Melalui Pendekatan Kurikulum Berbasis Kompetensi pada Matadiklat Siklus Akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen Peran serta dari orang-orang yang terkait di instansi sekolah terhadap implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi seperti kepala sekolah. dan membantu sekolah dalam pengelolaan kegiatan belajar mengajar. mengawasi. peran serta dari kepala sekolah. seminar. wakil kepala sekolah bidang kurikulum. 2. guru.

110 sekolah dalam hal kerja sama dengan orang-orang yang terkait di instansi sekolah akan terlihat unsur transparan. bahkan bentuk kerja sama juga sudah dibentuk dengan badan yang berdiri sendiri yaitu komite sekolah.D5.D3. Hal ini juga dituturkan oleh (B) bahwa kerja sama yang terbentuk dengan orang-orang yang terkait di instansi sekolah terhadap implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang berpendekatan kurikulum berbasis kompetensi sangat erat. peran serta dari orang tersebut merupakan peran yang sangat penting.D2. dan guru terjalin dengan baik. Berkaitan dengan dunia pendidikan. baik dalam bentuk gagasan/ pemikiran.D6) bahwa kerja sama antara kepala sekolah.D4. partisipasi langsung dalam kegiatan pendidikan ataupun dalam bentuk bantuan sarana dan prasarana. sehingga pelaksanaan kurikulum ini dapat terlaksana dengan baik dan sesuai peraturan-peraturan dari Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Menengah dan Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan. wakil kepala sekolah bidang kurikulum. Pendapat-pendapat tersebut diperkuat lagi melalui pendapat (D1. . Dari pendapat (A dan B) dipertegas oleh pendapat (C) yaitu bahwa kerja sama dengan orang-orang yang terkait di instansi sekolah terhadap implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi sagat erat hubungannya. Peran serta tersebut diperlukan juga dalam rangka peningkatan mutu pelayanan pendidikan sehingga tercipta kondisi yang memenuhi standar minimal.

maka akan menimbulkan permasalahan dan pro kontra antara sekolah dengan komponen-komponen pendidikan. Sedangkan kelemahan dari peran serta orang-orang tersebut dalam penyelenggaraan pendidikan adalah apabila kurang saling pengertian. maka dapat disimpulkan bahwa peran serta antara kepala sekolah.111 Adanya peran serta dari orang-orang yang terkait di instansi sekolah dapat menimbulkan beberapa kelebihan dan kelemahan. 3. Dalam . guru. Pelaksanaan Proses Belajar Mengajar Dengan Menggunakan Kurikulum SMK Edisi 2004 Melalui Pendekatan Kurikulum Berbasis Kompetensi pada Matadiklat Siklus Akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen Belajar juga merupakan kegiatan aktif siswa dalam membangun makna atau pemahaman. dan evaluasi dapat terjalin secara kebersamaan. Sedangkan pembelajaran pada hakekatnya adalah proses interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya. Hal ini terbukti pada pendayagunaan potensi dalam kelancaran penyelenggaraan pendidikan di sekolah sehingga pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen sudah terlaksana dengan baik dan dapat mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. monitoring. dan siswa-siswi SMK Yapek Gombong Kebumen sudah terjalin baik. Kelebihan tersebut adalah bahwa dalam penyelenggaraan pendidikan yang menyangkut pengambilan keputusan. sehingga terjadi perubahan perilaku ke arah yang lebih baik. wakil kepala sekolah bidang kurikulum. Dari berbagai pendapat para informan yang telah memberikan pernyataan.

Secara umum kegiatan belajar mengajar dilandasi oleh prinsipprinsip seperti : a) berpusat pada siswa. b) mengembangkan kreativitas peserta didik. c) menciptakan kondisi menyenangkan dan manantang. e) menyediakan pengalaman belajar yang beragam. dan f) belajar melalui . dan tanggung jawab siswa untuk belajar. Kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan adalah pembelajaran yang memberdayakan semua potensi peserta didik untuk menguasai kompetensi yang diharapkan. baik faktor internal yang datang dari dalam diri individu maupun faktor eksternal yang datang dari luar lingkungan. Oleh karena itu. Tanggung jawab belajar berada pada diri siswa. serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga mampu mengembangkan diri sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan dunia kerja. tetapi guru juga harus bertanggung jawab untuk menciptakan situasi yang mendorong prakarsa. motivasi. Sedangkan proses pembelajaran di sekolah dimaksudkan untuk mengembangkan potensi akademis dan kepribadian siswa. d) mengembangkan beragam kemampuan yang bermuatan nilai. sehingga mendorong individu untuk belajar sepanjang hayat dan mewujudkan masyarakat belajar. maka dalam proses pembelajaran tugas guru yang paling utama adalah mengkondisikan lingkungan agar menunjang terjadinya perubahan perilaku bagi peserta didik dan memberikan dorongan kepada siswa untuk menggunakan seluruh kompetensinya.112 interaksi tersebut banyak faktor yang mempengaruhi.

a. b. 4) Untuk mengetahui darimana seharusnya proses pembelajaran dimulai. dan d) sistem evaluasi.113 berbuat. 2) Untuk mengetahui tingkat kemajuan peserta didik sehubungan dengan proses pembelajaran yang dilakukan. 3) Untuk mengetahui kemampuan awal yang telah dimiliki peserta didik mengenai bahan ajaran yang akan dijadikan topik dalam proses pembelajaran. b) proses. Sedangkan kegiatan belajar mengajar yang berbasis kompetensi dilandasi oleh: a) standar kompetensi. Adapun pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi mencakup 3 hal pokok. c) strategi pencapaian. b) kompetensi dasar yang akan dicapai. Proses pembelajaran perlu dilakukan . Proses Proses disini dimaksudkan sebagai kegiatan inti dari pelaksanaan proses pembelajaran. yakni bagaimana tujuan-tujuan belajar direalisasikan melalui modul. Adapun fungsi dari pre tes tersebut antara lain : 1) Untuk menyiapkan peserta didik dalam proses belajar. suatu pre tes mempunyai peranan yang cukup penting. tujuan-tujuan mana yang telah dikuasai peserta didik dan tujuan-tujuan mana yang perlu mendapat penekanan dan perhatian khusus. Pre Tes (Tes Awal) Dalam menjajagi proses pembelajaran yang akan dilaksanakan. dan c) pos test. yaitu a) pre tes.

Pos Test Pada umumnya pelaksanaan pembelajaran diakhiri dengan pos test. b) Untuk mengetahui kompetensi dan tujuan-tujuan yang dapat dikuasai oleh peserta didik serta kompetensi dan tujuan-tujuan yang belum dikuasainya. pembelajaran dikatakan berhasil dan berkualitas apabila seluruhnya atau setidak-tidaknya sebagian besar 75 % peserta didik terlibat secara aktif.114 dengan tenang dan menyenangkan. suatu proses pembelajaran dikatakan berhasil dan berkualitas apabila masukan merata. baik fisik mental maupun sosial dalam proses pembelajaran. menghasilkan output yang banyak dan bermutu tinggi. baik secara individu maupun kelompok. bahkan menuntut aktivitas dan kreativitas guru dalam menciptakan lingkungan yang kondusif. c. Fungsi pos test tersebut diantaranya yaitu : a) Untuk mengetahui tingkat penguasaan peserta didik terhadap kompetensi yang telah ditentukan. proses pembelajaran dikatakan berhasil apabila terjadi perubahan perilaku yang positif pada diri peserta didik seluruhnya atau setidak-tidaknya sebagian besar 75 %. Oleh sebab itu. Kualitas pembelajaran dapat dilihat dari segi proses dan hasil. Dari segi proses. Sedangkan dari segi hasil. . pos test juga memiliki banyak kegunaan. perkembangan masyarakat. serta sesuai dengan kebutuhan. dan pembangunan. terutama dalam melihat keberhasilan pembelajaran. Sama halnya dengan pre tes.

D6) yaitu dengan memperbanyak praktek yang mengacu pada modul bahan ajar dan memperbanyak soal-soal latihan dengan penekanan pada praktek studi kasus. D4. D2. D3. L. Dengan diberlakukannya kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi. C) yang juga dibenarkan oleh (D1. baik terhadap perencanaan. 2) . D5. yakni : 1) implementasi kurikulum SMK edisi 2004. maka proses belajar mengajar yang baik menurut pendapat (A. setidaknya ada aspek utama yang diungkap dalam penelitian ini. melainkan penguasaan praktek yang dapat dilakukan melalui latihan-latihan soal. B.115 c) Untuk mengetahui para peserta didik yang perlu mengikuti kegiatan remedial dan peserta didik yang perlu mengikuti kegiatan pengayaan serta untuk mengetahui tingkat kesulitan dalam mengerjakan modul (kesulitan belajar). TRIANGULASI Dalam konteks implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen. Dengan demikian. maka metode belajar yang sesuai dengan kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi adalah dengan cara tidak memberi materi yang sebanyak-banyaknya kepada siswa. pelaksanaan maupun evaluasi. d) Sebagai bahan acuan untuk melakukan perbaikan terhadap komponen-komponen modul dan proses pembelajaran yang telah dilaksanakan.

dan waktu pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004. diantaranya yaitu dalam hal persiapan. Persiapan implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang dilakukan di SMK Yapek Gombong Kebumen ditandai dengan penyiapan sarana dan prasarana sebagai penunjang keberhasilan dari pelaksanaan kurikulum tersebut. permasalahan yang ditelaah dalam implementasi kurikulum SMK edisi 2004 merupakan satu sistem yang saling berhubungan. siswa. maka usaha keras dan kerjasama yang kuat juga merupakan salah satu ciri khas dari pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004. guru matadiklat. kepala sekolah dalam melaksanakan tugas utamanya selalu melibatkan orang-orang yang berkedudukan . wakil kepala sekolah bidang kurikulum. Persiapan-persiapan tersebut merupakan tugas utama bagi kepa sekolah yang berkedudukan sebagai pemimpin dalam mengkoordinator pengelolaan sekolah. persiapan-persiapan yang telah dilakukan bertujuan untuk mencapai hasil yang optimal dan sesuai dengan tujuan yang diharapkan sebelumnya. Meskipun demikian.116 peran serta kepala sekolah. Dengan adanya sarana dan prasarana yang dapat mendukung berjalannya penerapan kurikulum SMK edisi 2004. Secara integratif. makna implementasi kurikulum SMK edisi 2004. dan 3) proses belajar mengajar yang baik. jika dianalisis lebih mendalam akan menemukan berbagai gambaran mengenai implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi di SMK Yapek Gombong Kebumen. Dari beberapa permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini. Pada umumnya.

semua informan penelitian memaknai implementasi kurikulum SMK edisi 2004 sebagai proses awal dari perubahan kurikulum SMK edisi 1999 menjadi kurikulum SMK edisi 2004 yang lebih difokuskan pada kemandirian dan keaktifan masing-masing siswa dalam menguasai materi dari kompeten per kompeten. Mengenai makna implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan KBK. staf. Meskipun kurikulum SMK edisi 2004 merupakan bentuk penyempurnaan dari kurikulum SMK edisi 1999. Hal tersebut langsung ditanggapi oleh guru matadiklat : “memang kedudukan saya sebagai guru matadiklat hanya sebagai fasilitator. Fenomena tersebut ditanggapi oleh wakil kepala sekolah bidang kurikulum. dan siswa-siswi juga terlibat didalamnya” (B). Informan penelitian kepala sekolah dan wakil kepala sekolah bidang kurikulum mengatakan bahwa guru matadiklat bertindak sebagai fasilitator. pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 ini merupakan tanggung jawab bersama. namun dalam hal ini kepala sekolah beserta informan penelitian yang lainnya juga menyadari bahwa dalam melaksanakan kurikulum SMK edisi 2004 setiap guru hendaknya benar-benar . Berkenaan dengan waktu pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekaran KBK. semua informan penelitian mengungkapkan bahwa waktu pelaksanaan kurikulum tersebut dimulai pada awal tahun pembelajaran 2004/2005. “Bagaimanapun juga. menurutnya apa yang dilakukan kepala sekolah adalah merupakan bentuk kerjasama yang harus dibina secara erat guna mencapai keberhasilan secara maksimal. sehingga peserta didik dalam menguasai masing-masing kompetensi dituntut adanya kemandirian dan keaktifan dari diri sendiri” (C). guru.117 dibawahnya. Dengan demikian. maka wakilwakil kepala sekolah.

Dari beberapa pernyataan di atas dapat dipahami bahwa pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 yang masih baru ini. pemikiran. sehingga pada pelaksanaannya sudah berjalan dengan baik. baik itu tenaga. dan siswa-siswi. seyogyanya dilaksanakan dengan baik dan selalu berpedoman pada modul-modul yang diberlakukan oleh Dinas Pendidikan Nasional Dirjen Dikdasmen Dikmenjur. konsistensi komponen-komponen tersebut diawali adanya pemaknaan terhadap pemberlakuan kurikulum SMK edisi 2004 yang dilaksanakan dengan tepat dan sesuai tujuan pendidikan nasional. tenaga. pikiran.118 memperhatikan situasi dan kondisi sekitar. hanya saja masih perlu ditambah beberapa modul sebagai bahan ajar. maupun keadaan siswa itu sendiri. dan biaya. penambahan modul sebagai bahan ajar. waktu. Selanjutnya. guru matadiklat. Terhadap pernyataan tersebut. waktu. yaitu kepala sekolah. Secara logis. . informan penelitian (A) mengatakan bahwa guru matadiklat sudah berusaha menjalankan tugas mengajar dengan baik dan sesuai peraturanperaturan yang berlaku. keberhasilan implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan KBK sangat tergantung dari konsistensi komponen yang terkait. informan (B) menyatakan bahwa implementasi hasil pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 merupakan hasil penyempurnaan dari kurikulum SMK edisi 1999. informan penelitian (C) juga lebih menitikberatkan dalam hal ketersediaan sarana dan prasarana penunjang seperti . Dalam konteks yang aplikatif. dana. Sehubungan dengan implementasi hasil pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004. wakil kepala sekolah bidang kurikulum.

Dengan berjalannya proses belajar mengajar yang baik. implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan KBK pada matadiklat siklus akuntansi mampu mencapai hasil belajar sesuai dengan . Adapun proses evaluasi tersebut digunakan untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan tujuan yang telah dicapai. Menanggapi hal tersebut di atas. biaya. Dengan demikian. maka implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan KBK pada matadiklat siklus akuntansi mampu memberikan kontribusi bagi upaya peningkatan proses belajar mengajar di SMK Yapek Gombong Kebumen khususnya. maka dapat dipahami bahwa proses belajar mengajar yang baik yaitu apabila siswa sudah dapat menguasai materi dari masing-masing kompeten per kompeten secara aktif dan mandiri. yaitu: “Sarana dan prasarana seperti : penambahan modul. Dalam pelaksanaannya. melainkan bertahap. pikiran. khususnya pada matadiklat siklus akuntansi.119 Perlunya ketersediaan sarana dan prasarana terhadap implementasi hasil pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan KBK dikatakan pula oleh kepala sekolah. dan sekolah kejuruan lain pada umumnya. baik kepala sekolah maupun informan penelitian yang lain sama-sama melaksanakan evaluasi. tenaga. maka dapat dipahami bahwa secara teoritis. yaitu dari kompetensi per kompetensi. Menurut informan penelitian (A) wujud evaluasi dari implementasi kurikulum SMK edisi 2004 tidak dilakukan secara global. dan penyediaan ruangan praktek yang memadai merupakan sarana penunjang untuk mencapai suatu keberhasilan” (A). waktu. Mengacu pada uraian di atas. maka akan berdampak positif bagi proses evaluasi pelaksanaan implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan KBK.

.120 tujuan pendidikan nasional dan mampu menciptakan keaktifan serta kemandirian pada tiap-tiap peserta didik dalam menguasai materi dari kompeten per kompeten. sehingga dapat mengembangkan kemampuan afektif. dan psikomotorik. kognitif.

yaitu sebagai upaya untuk lebih meningkatkan kualitas kelulusan sekolah menengah kejuruan.121 BAB V SIMPULAN DAN SARAN A. dan Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan tahun 2004. Melalui kurikulum ini diharapkan agar jajaran pendidikan menengah kejuruan lebih mampu mengembangkan potensi anak didik. membentuk pribadi yang mandiri. Hal ini terbukti bahwa proses belajar mengajar yang dilakukan sesuai dengan persiapan-persiapan yang telah direncanakan sebelumnya. sehingga siap untuk bekerja. Simpulan Berdasarkan analisis data seperti terurai di atas. Meskipun implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen baru diberlakukan pada awal tahun ajaran 2004/2005. 121 . Implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat di SMK Yapek Gombong Kebumen merupakan penyempurnaan dari kurikulum SMK edisi 1999. namun pelaksanaannya sudah berjalan baik dan sesuai dengan peraturan dan petunjuk-petunjuk yang diatur oleh Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Menengah. dan baru dilaksanakan pada awal tahun pelajaran 2004/2005 yang merupakan bagian dari rencana jangka panjang. dan mampu menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat dan warga negara. maka peneliti dapat menyimpulkan hal-hal sebagai berikut : 1.

dan guru matadiklat rela mengorbankan waktu.122 2. Dengan diberlakukannya kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. . tenaga. dan pikiran tanpa mengenal lelah. maka dalam proses belajar mengajar kedudukan guru hanya sebagai fasilitator. Kurikulum SMK edisi 2004 ini juga memberikan kesempatan yang lebih luas kepada peserta didik untuk belajar secara aktif dan mandiri tanpa didampingi oleh guru dengan cara menggunakan modul bahan ajar. khususnya pada matadiklat siklus akuntansi adalah dengan memperbanyak praktek studi kasus dengan berpedoman pada modul bahan ajar. maka proses belajar mengajar yang baik dengan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. khususnya pada matadiklat siklus akuntansi merupakan suatu dukungan yang sangat menunjang keberhasilan dalam mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan sesuai dengan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. wakil kepala sekolah bagian kurikulum. Peran serta dari kepala sekolah. 20 tahun 2003. 3. Dengan demikian. guru matadiklat siklus akuntansi dan siswa-siswi SMK Yapek Gombong Kebumen terhadap implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. Sebagai wujud nyata yaitu kepala sekolah. wakil kepala sekolah bidang kurikulum.

Saran Berdasarkan simpulan di atas. maka pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 ini mampu meluluskan siswa-siswi yang berkompeten dan banyak dibutuhkan oleh dunia industri/ usaha. Dengan demikan. 2. sehingga setiap siswa dapat melaksanakan praktek studi kasus sesuai program keahliannya masing-masing. perlu kiranya untuk selalu dipertahankan dan selalu menjalin kerja sama dengan pihak luar seperti dunia industri/ usaha. Berkaitan dengan peran serta dari pihak-pihak yang bersangkutan di instansi sekolah terhadap implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen diharapkan agar tetap berpartisipasi dan mendukung diberlakukannya kurikulum SMK edisi 2004 dengan cara selalu menjalankan tugas dan kewajiban sesuai dengan bidangnya masing-masing dan membantu berbagai hal yang diperlukan guna terlaksananya kurikulum tersebut. . 3. dari pihak sekolah agar tetap menyediakan modul bahan ajar sesuai dengan kebutuhan siswa dan selalu menjalin kerja sama dengan dunia industri/ usaha. Sehubungan dengan implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen. Dalam melaksanakan proses belajar mengajar yang menggunakan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen.123 B. saran yang diajukan adalah : 1.

1999. 1998. Jakarta : PT Rineka Cipta. Mengembangkan Bakat dan Kreatifitas Anak Sekolah. Munandar SC Utami. Jakarta : Gaya Media Pratama. Pengembangan Kurikulum. Arikunto. Lexy J. Pengembangan Kurikulum. 2004. Matthew B dan Huberman. Depdiknas. Semarang : IKIP Semarang Press. Jakarta : Badan Penelitian dan Pengembangan Depdiknas. Kaber. 2001.puskur. 2003.or. Kualitatif Dasar-dasar Penelitian (Terjemahan A. Nasution. Asas-Asas Kurikulum. Bogdan. Tidak Dipublikasikan. http : // www. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. Part Analysis (Terjemahan Nasution). Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktik. Jakarta : Depdiknas Download. Kurikulum Berbasis Kompetensi. Analisis Data Kualitatif (Terjemahan Tjetjep Rohendi Rohidi). Bandung : Citra Aditya. dan III Kurikulum SMK edisi 2004. 1993. Jakarta : UI Press. 1990. Mulyasa. Bandung : Remaja Rosdakarya. Suharsimi. Jakarta : UI Press. Petunjuk Bagi Guru dan Orangtua. 1985. Jakarta : PT. 1999. Maman.124 DAFTAR PUSTAKA Abdullah. 1993. 1992. 2003. . 1991. Gramedia. Hasil Penelitian (Ruang Hidup Psikologis dan Kinerja Guru SD di Jateng 1993/1994). Michael. Nasution. Khozin Afendi). II. Idi. 2002. Rahman.id E. 1988. Licoln & Guba. Miles. Robert dan Steven J. Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional. Moleong. Nugroho. Dinas Pendidikan Nasional Dirjen Dikdasmen Dikmenjur. Strategi dan Langkah-langkah Penelitian. Metode Penelitian Kualitatif. Modul I. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. S. Jakarta : Depdikbud. Surabaya : Usaha Nasional. Achasius. Jakarta : Bumi Aksara. S.

Tim Pengembang MKDK IKIP Semarang.125 Sudjana. Proses Belajar Mengajar dan Prinsip-prinsip Belajar. Bandung : Sinar Baru Algensindo. 1995. Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Waluyo. 1989. 2002. Utanto. 2002. Manajemen Kurikulum Sekolah di SLTP I Wonosobo. Tim. Semarang : Universitas Negeri Semarang. Semarang : IKIP Semarang Press. . Edi. Skripsi. Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum di Sekolah. 2002. Yuli. Skripsi. Nana. Semarang : Universitas Negeri Semarang. Kebumen : SMK Yapek Gombong Kebumen. Jakarta : Balai Pustaka. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Kesiapan Pengembangan Kurikulum Model Grass Roots Dalam Rangka Otonomi Daerah. Profil Sekolah Menengah Kejuruan Yapek Gombong Kebumen. 2004.

126 .

Lampiran 2 127 .

Wawancara. 2). dan siswa-siswi terhadap implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi. Wawancara. dan siswa-siswi. Wawancara A 1c Wawancara A 2a b). Peran serta kepala sekolah. a). Observasi.128 Lampiran 3 KISI-KISI DAN LAY OUT INSTRUMEN PENELITIAN Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004 Melalui Pendekatan Kurikulum Berbasis Kompetensi pada Matadiklat Siklus Akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen Tahun Pelajaran 2004/2005 Fokus Penelitian (Aspek-aspek yang Diungkap) 1). Persiapan b). guru matadiklat. wakil kepala sekolah bidang kurikulum. Indikator Penelitian a). Evaluasi pelaksanaan kurikulum SMK Wawancara. edisi 2004 melalui Observasi pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi. guru matadiklat. Dokumentasi A 3a B2 C1 A 3b B3 . Implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada mata pelajran siklus akuntansi. Waktu pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurkulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi. Makna implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi. Instrumen Penelitian Wawancara Wawancara Nomor Item A 1a A 1b c). Implementasi hasil pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada siklus akuntansi. wakil kepala sekolah bidang kurikulum. Observasi A 2b B1 3). a). b). Peran serta kepala sekolah. Pelaksanaan proses belajar mengajar yang baik. Pelaksanaan proses belajar mengajar yang baik dengan menggunakan kurikulum SMK edisi 2004 yang berpendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi.

DRAF PEDOMAN WAWANCARA Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004 Melalui Pendekatan Kurikulum Berbasis Kompetensi pada Matadiklat Siklus Akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen Tahun Pelajaran 2004/2005 1. Peran serta kepala sekolah. dan siswa-siswi dalam mengimplementasikan hasil pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen ? 3. khususnya pada matadiklat siklus akuntansi di Smk Yapek Gombong Kebumen ? b. dan siswa terhadap implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SM Yapek Gombong Kebumen. Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004 Melalui Pendekatan Kurikulum Berbasis Kompetensi pada Matadiklat Siklus Akuntansi. Bagaimana peran serta kepala sekolah. guru matadiklat siklus akuntansi. wakil kepala sekolah bagian kurikulum. guru matadiklat. khususnya pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen dimulai ? 2. khususnya pada matadiklat siklus akuntansi. guru matadiklat siklus akuntansi. Sejauh mana kepala sekolah. Sejak kapan implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang berpendekatan kurikulum berbasis kompetensi. Bagaimana persiapan kepala sekolah dalam mengimplementasikan kurikulum SM edisi 2004 melalui pendekatan kurkulum berbasis kompetensi. wakil kepala sekolah bidang kurikulum. Bagaimana anda memaknai implementasi kurkulum SMK edisi 2004 yang berpendekatan kurkulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen ? c. wakil kepala sekolah bagian kurikulum. Pelaksanaan Proses Belajar Mengajar a. a. khususnya pada matadiklat siklus akuntansi ? b. menurut Anda bagaimana proses belajar mengajar yang baik ? . Dengan menggunakan kurkulum SMK edisi 2004 yang berpendekatan kurikulum berbasis kompetensi.129 A. a. dan siswa-siswi SMK Yapek Gombong Kebumen yang sedang menempuh matadiklat siklus akuntansi terhadap implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi.

Evaluasi terhadap implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang berpendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen. Sejauh mana proses evaluasi implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen ? B. Proses belajar mengajar yang baik. khususnya pada matadiklat siklus akuntansi dengan menggunakan kurikulum SMK edisi 2004 yang berpendekatan kurikulum berbasis kompetensi. 2. DRAF PEDOMAN OBSERVASI Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004 Melalui Pendekatan Kurikulum Berbasis Kompetensi pada Matadiklat Siklus Akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen Tahun Pelajaran 2004/2005 1. 3.130 b. Implementasi hasil pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen. .

131 C. . Dokumen/gambar mengenai waktu/situasi pelaksanaan observasi. DRAF PEDOMAN DOKUMENTASI Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004 Melalui Pendekatan Kurikulum Berbasis Kompetensi pada Matadiklat Siklus Akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen Tahun Pelajaran 2004/2005 1. 2. Kegiatan belajar mengajar di kelas dengan menggunakan kurikulum SMK edisi 2004 yang berpendekatan KBK pada matadiklat siklus akuntansi.

18 Desember 1964 Agama : Islam Alamat : RT 02/ IV Tangeran Sruweng Kebumen 2. Bogowonto No. 29 Februari 1968 Jenis Kelamin : Perempuan Jabatan : Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Agama : Islam Alamat : Gg. Informan Penelitian V (Siswa/D2) Nama : Warti Agustina Tempat/ Tgl Lahir : Kebumen.132 Lampiran 4 BIODATA INFORMAN PENELITIAN 1. 7 Oktober 1979 Jenis Kelamin : Perempuan Jabatan : Guru Mata Diklat Siklus Akuntansi Agama : Islam Alamat : Kemujen Adimulyo Kebumen 4. Informan Penelitian III (Guru Matadiklat/C) Nama : Musriyati. Agus Supriyanto Jabatan : Kepala Sekolah Jenis Kelamin : Laki-laki Tempat/ Tgl Lahir : Kebumen.Pd Tempat/ Tgl Lahir : Kebumen. Informan Penelitian IV (Siswa/D1) Nama : Ratih Tempat/ Tgl Lahir : Kebumen. S. 29 Agustus 1989 Jenis Kelamin : Perempuan Jabatan : Siswa Kelas I AK 1 Agama : Islam Alamat : Wonokriyo RT 01/VI Gombong Kebumen . Informan Penelitian II (Waka Bidang Kurikulum/B) Nama : Sri Ariyani. S. 11 Juni 1989 Jenis Kelamin : Perempuan Jabatan : Siswa I AK 1 Agama : Islam Alamat : Penimbun RT 03/ III Krajen Karanganyar Kebumen 5.Pd Tempat/ Tgl Lahir : Purworejo. Informan Penelitian I (Kepala Sekolah/A) Nama : Drs. 5A Rt 01/I Wero Gombong Kebumen 3.

21 April 1989 Jenis Kelamin : Perempuan Jabatan : Siswa Kelas I AK 2 Agama : Islam Alamat : Kalitengah RT 03/ VI Gombong Kebumen 7. 24 Agustus 1989 Jenis Kelamin : Perempuan Jabatan : Siswa Kelas I AK 2 Agama : Islam Alamat : Gunung Mujil RT 03/ VI Kuwarasan Kebumen 8. Informan Penelitian VII (Siswa/D4) Nama : Kuswati Tempat/ Tgl Lahir : Kebumen. Informan Penelitian VI (Siswa/D3) Nama : Reni Purwasih Tempat/ Tgl Lahir : Kebumen. 16 Mei 1989 Jenis Kelamin : Perempuan Jabatan : Siswa Kelas I AK 3 Agama : Islam Alamat : Kenteng RT 02/ I Sempor Kebumen 9. Informan penelitian IX (Siswa/D6) Nama : Siti Umi Rukoyah Tempat/ Tgl Lahir : Kebumen.133 6. Informan Penelitian VIII (Siswa/D5) Nama : Eti Astuti Tempat/ Tgl Lahir : Kebumen. 27 Juli 1989 Jenis Kelamin : Perempuan Jabatan : Siswa Kelas I AK 3 Agama : Islam Alamat : Banjareja RT 01/ V Kuwarasan Kebumen .

134 Lampiran 5 .

135 .

136

137 Lampiran 6 HASIL DOKUMENTASI DI SMK YAPEK GOMBONG KEBUMEN

Pintu Gerbang SMK YAPEK

Tujuan SMK YAPEK

Visi dan Misi SMK YAPEK

138

Ruang Praktek Perbankan

Ruang Praktek Komputer

Ruang Praktek Pertokoan

Siswi .139 Wawancara dengan Kepala Sekolah Wawancara dengan Waka Kurikulum Wawancara dengan Guru Matadiklat Wawancara dengan Siswa – Siswi Wawancara dengan Siswa .

140 Kegiatan Belajar Mengajar di Kelas Kegiatan Belajar Mengajar di Kelas .

141 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful