IMPLEMENTASI KURIKULUM SMK EDISI 2004 MELALUI PENDEKATAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI PADA MATADIKLAT SIKLUS AKUNTANSI

(Studi Kasus di SMK Yapek Gombong Kebumen Tahun Pelajaran 2004/2005)

Skripsi

Diajukan dalam rangka menyelesaikan Studi Strata I untuk mencapai gelar Sarjana Pendidikan

Disusun Oleh: Nama NIM : Dwi Marwati : 1102401002

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN KURIKULUM DAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN 2005 1

2

PERSETUJUAN PEMBIMBING

Skripsi ini telah disetujui oleh pembimbing untuk diajukan ke sidang panitia ujian skripsi pada:

Hari Tanggal

: Rabu : 27 Juli 2005

Pembimbing I

Pembimbing II

Drs. Achmad Munib, S.H, M.Si NIP. 130371112

Drs. Haryanto NIP. 131404301

Mengetahui, Ketua Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan

Drs. Haryanto NIP. 131404301

ii

3

PENGESAHAN KELULUSAN

Skripsi ini telah dipertahankan di depan Sidang Panitia Ujian Skripsi Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang pada : Hari Tanggal : Selasa : 23 Agustus 2005

Panitia Ujian Ketua Sekretaris

Drs. Siswanto, M.M NIP. 130515769 Pembimbing I

Dra. Hj. Nurussa’dah, M.Si NIP. 131469642 Anggota Penguji Penguji I

Drs. Achmad Munib, S.H., M. Si NIP. 130371112 Pembimbing II

Dra. Hj. Nurussa’dah, M. Si NIP. 131469642 Penguji II

Drs. Haryanto NIP. 131404301

Drs. Achmad Munib, S.H., M. Si NIP. 130371112 Penguji III

Drs. Haryanto NIP. 131404301

iii

M. Semarang. baik sebagian atau seluruhnya. Haryanto Dosen Pembimbing II. 1102401002 iv . ………… 2005 Dwi Marwati NIM. bukan jiplakan dari karya tulis orang lain. Achmad Munib S. Saya menyatakan bahwa yang tertulis di dalam skripsi atau tugas akhir ini benarbenar hasil karya sendiri dengan sumbangan pemikiran dari Drs.4 PERNYATAAN. Pendapat atau temuan orang lain yang terdapat dalam skripsi ini dikutip atau dirujuk berdasarkan kode etik ilmiah.H.Si Dosen Pembimbing I dan Drs.

SMK Yapek Gombong Kebumen Almamater UNNES v . dan Riska). Budi. Haryanto. PERSEMBAHAN Dengan mengucap rasa syukur Alkhamdulillah kepada Allah SWT.E ) Anakku tersayang ( Iraya Febri Anggana ) Kakakku (Mba Yuni & Mas Budi) dan Adik-adikku (Sutri. Jangan menjanjikan sesuatu di luar kesanggupan Anda.H.5 MOTTO Segala problema yang ada di dunia ini akan mudah terpecahkan selama kita tetap berusaha dan berdoa kepada Allah SWT. Suamiku tercinta ( Jupri. Jangan memaksakan diri di luar kemampuan. Jangan membelanjakan untuk sesuatu. M. skripsi ini penulis persembahkan kepada : Ibunda dan Ayahanda tercinta yang telah memberikan doa. kasih sayang. cinta. Jangan mencampuri urusan yang tidak Anda kuasai dan tidak menyangkut Anda. dan jangan menangani suatu pekerjaan kecuali yang Anda benar-benar ahli dalam bidangnya. S. maka dia tidak akan meraih citacitanya. dan segalanya. Jangan menuntut imbalan kecuali yang sesuai pekerjaan.Si dan Drs. S. Restin. Achmad Munib. Drs. kecuali sesuai dengan kemanfaatan (kebutuhan). Teman-teman Venus Cost & Hidayah Cost. Teman-teman seperjuanganku “Angakatan 2001” Jurusan Kurtekdik. Barang siapa tidak berani berjuang.

Di samping itu. Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang. memberdayakan otoritas daerah setempat. Haryanto. Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004 Melalui Pendekatan Kurikulum Berbasis Kompetensi pada Matadiklat Siklus Akuntansi di SMK Yapek Gombong kebumen Tahun Ajaran 2004/2005. Perubahan dalam arti perbaikan pendidikan pada semua tingkat perlu terus menerus untuk dilakukan sebagai antisipasi kepentingan masa depan. 2) bagaimana peran serta kepala sekolah dan orang-orang yang terkait di instansi sekolah dalam memahami kurikulum SMK edisi 2004 yang berpendekatan kurikulum berbasis kompetensi. yaitu kurikulum SMK edisi 2004 yang merupakan hasil penyempurnaan dari kurikulum SMK edisi 1999. Penyempurnaan/ perbaikan pendidikan tersebut berupa perubahan kurikulum. Pemikiran ini mengandung konsekuensi bahwa penyempurnaan/ perbaikan pendidikan menengah kejuruan dimaksudkan untuk mengantisipasi kebutuhan dan tantangan masa depan yang perlu dilakukan dan diselaraskan dengan perkembangan kebutuhan dunia usaha/ industri. dan mampu menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat dan warga negara. mengefesiensikan sistem. khususnya pada mata diklat siklus akuntansi.6 SARI Dwi Marwati. Dosen Pembimbing I Drs. Adapun tujuan penelitian ini yaitu : 1) untuk mengetahui bagaimana implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang berpendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada mata diklat siklus akuntansi. dan 3) bagaimana pelaksanaan proses belajar mengajar di kelas dengan menggunakan kurikulum SMK edisi 2004 yang vi . membentuk pribadi yang mandiri. sehingga dapat membangkitkan motivasi kerja yang lebih produktif. Dalam hal ini. Oleh karena itu. S. Kata kunci : Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004 Berbasis KBK Pendidikan adalah salah satu bentuk perwujudan kebudayaan manusia yang dinamis dan sarat untuk menuju perkembangan. ilmu pengetahuan dan teknologi. 2005.Si. Achmad Munib. pembimbing II Drs. dituntut pula kemandirian dan kreativitas sekolah dalam menjalankan pendidikan dan pembelajaran dibalik otonomi yang dimilikinya. M. dan menghilangkan birokrasi yang tumpang tindih. perubahan atau perkembangan pendidikan adalah hal yang memang seharusnya terjadi sejalan dengan perubahan budaya kehidupan. Dengan kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi diharapkan agar jajaran pendidikan menengah kejuruan mampu mengembangkan potensi peserta didik untuk bekerja.H. implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang menggunakan pendekatan kurikulum berbasis kompetensi juga menuntut adanya dukungan tenaga kerja yang terampil dan berkualitas.

dan siswa-siswi SMK Yapek Gombong Kebumen untuk selalu meningkatkan pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 yang sudah baik agar menjadi lebih optimal dan sempurna sesuai dengan tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.7 berpendekatan kurikulum berbasis kompetensi. dan siswasiswi SMK Yapek Gombong Kebumen. dan dokumentasi yang telah dilakukan peneliti. wawancara. wakil kepala sekolah bagian kurikulum. khususnya pada mata diklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen. guru mata diklat siklus akuntansi. wawancara. Sesuai dengan hasil observasi. Penulis menyarankan kepada pihak-pihak yang terkait dalam instansi sekolah seperti kepala sekolah. vii . Penelitian ini dilakukan di SMK Yapek Gombong Kebumen dengan mengambil informan sebanyak 9 (sembilan) orang yang terdiri dari kepala sekolah. guru mata diklat siklus akuntansi. wakil kepala sekolah bagian kurikulum. pekerjaan lapangan. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode observasi. dan tahap analisis data. dan dokumentasi. Tahap-tahap penelitian yang dilakukan antara lain penelitian pra lapangan. yaitu dengan dilakukan pemeriksaan keabsahan data yang menggunakan teknik triangulasi akhirnya peneliti memperoleh gambaran bahwa implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang menggunakan pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada mata diklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen telah terlaksana dengan baik sesuai dengan peraturan dan petunjuk dari Dinas Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Menengah dan Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan.

M. dosen pembimbing I yang telah memberikan bimbingan.8 KATA PENGANTAR Puji syukur Alkhamdulillah atas rahmat dan hidayah yang dilimpahkan oleh-Nya. M. A. Rektor Universitas Negeri Semarang yang telah memberikan ijin untuk menempuh jenjang pendidikan di perguruan tinggi. Siswanto. 2. H. Drs.Si. dan saran dalam penyusunan skripsi ini. Menyadari keterbatasan pengetahuan yang penulis miliki. 3.T. 4. pengarahan. Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang yang telah memberikan ijin untuk mengadakan penelitian. Achmad Munib. SH. MM. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada : 1. viii . Drs. M. Ketua Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang sekaligus dosen pembimbing II yang telah memberikan pengarahan. Haryanto. Drs. SH. sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi yang berjudul “Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004 yang Menggunakan Pendekatan Kurikulum Berbasis Kompetensi pada Mata Pelajaran Siklus Akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen Tahun Pelajaran 2004/2005“. Soegito. maka dalam penyusunan skripsi ini penulis mendapat bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak. DR.

9 5. 8. Amiin … Dengan penyusunan skripsi ini penulis berharap semoga skripsi ini dapat berguna dan bermanfaat bagi para pembaca. S. Suamiku. Seluruh Bapak dan Ibu Dosen jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan yang telah memberikan pengalaman dan ilmunya kepada penulis. 9. 6. Agus Supriyanto. penulis menyampaikan terima kasih yang sedalam-dalamnya semoga segala kebaikan beliau mendapat imbalan yang setimpal dari Allah SWT. serta siswa-siswi SMK Yapek Gombong Kebumen yang telah meluangkan waktu dan memberikan informasi dalam penelitian ini.Pd dan Bapak Ibu guru. Penulis 2005 ix . Semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan skripsi ini hingga selesai yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Ibu Sri Ariyani. Bapak dan Ibuku. 7. Kepala sekolah SMK Yapek Gombong Kebumen yang telah memberikan ijin penelitian dan informasi yang berguna bagi penulis. Kepada beliau-beliau tersebut di atas. 10. terima kasih atas suport dan kebersamaannya. Semarang. Drs. terima kasih atas doa dan kasih sayang serta pengertian dan perhatiannya selama ini.

........................................................................................................................................................... i ii HALAMAN PENGESAHAN KELULUSAN ............................... xiii DAFTAR GAMBAR ..................... B.......................................................................................................................................................... Latar Belakang Penelitian .................................... MOTTO DAN PERSEMBAHAN ........................................................................................................ Tujuan penelitian ...................................................................................................... BAB II LANDASAN TEORI 1 5 6 6 7 A........................................................................................ Fokus Penelitian................................................ C................................................................... E........................................ viii DAFTAR ISI .................................................. Penegasan Istilah.............................. SARI .................... iv v vi KATA PENGANTAR ........................................................................ 11 x ..................10 DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ............ Pengertian Kurikulum Berbasis Kompetensi ................... x DAFTAR TABEL .............. xiv DAFTAR BAGAN........................................................... HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING . D........................................ Manfaat penelitian ........................................ iii HALAMAN PERNYATAAN ........................ Konsep-konsep Dasar Kurikulum Berbasis Kompetensi 1...................................................... xv DAFTAR LAMPIRAN .................... xvi BAB I PENDAHULUAN A.............................................

............... 45 6................................................................................................................................... Karakteristik KBK .................... 26 B................................... 19 5..................................... 47 C...... Proses Pencatatan dan Teknik Analisis Data ...................................................... Evaluasi ............................................ Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data ...................................................................... 62 F.......................................... 51 BAB III METODE PENELITIAN A............... Lokasi Penelitian ................... Administrasi dan Pelaporan Hasil ....... Komponen KBK ............................................................................................... 55 C........................ Kurikulum SMK Edisi 2004 Berpendekatan KBK 1......................................................................... Pelaksanaan Pembelajaran .......................... Program ....................... Tahap-tahap Penelitan dan Jadwal Penelitian ................................. 41 5.................... Kerangka KBK ........................... Kompetensi Dalam KBK ...... 34 3............... 16 4.......................................................................................................................... Teknik Pengumpulan Data ............................. Informan Penelitian ......... 73 xi ..................... 36 4................. 28 2. 67 G.... Landasan .... 25 6. Prinsip-prinsip KBK ..... Desain Penelitian ............. 58 E............... 54 B.................11 2.......................... Struktur Kurikulum ..................... Sumber Data ......................... Pengembangan Kurikulum SMK Edisi 2004 Berpendekatan KBK 48 D.......................... Sertifikasi .......... 55 D................................................ 67 H........................ 14 3.........................

........................................................................ 92 E............................................................... Hasil Penelitian Informan IV ............................................................. Hasil Penelitian Informan II ........... 126 xii ....................................... Triangulasi ....................................................................... Hasil penelitian Informan VI ......................... Hasil penelitian Informan VII ... Analisis Data ......... Hasil Penelitian Informan III ................................... Hasil Penelitian Informan I .................................... 96 F..... 88 D.................................... 121 B............ 99 H................... 103 K...........................................................................................................12 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A............................................................................................................... Hasil penelitian Informan IX .............................. Setting Penelitian ......... 102 J.... 83 C................ Simpulan ......................................................................... Hasil Penelitian Informan V ..................................... 75 B................................................. Hasil Penelitian Informan VIII . 97 G.......................... 115 BAB V PENUTUP A. 124 LAMPIRAN ................................................. Saran .. 104 L.................... 100 I.............................. 123 DAFTAR PUSTAKA ............................

........................13 DAFTAR TABEL Tabel 1 Struktur Kurikulum Dalam 3 Tahun ................. 38 Tabel 2 Struktur Kurikulum Dalam 1 Tahun .............................................................................. 40 xiii ................. 39 Tabel 3 Struktur Kurikulum Dalam 1 Minggu ......................

........... 20 Gambar 2 Komponen Dasar Kurikulum Berbasis Kompetensi .................14 DAFTAR GAMBAR Gambar 1 Kerangka Kurikulum Berbasis Kompetensi ....................... 25 Gambar 3 Urutan Jabaran Kompetensi Dalam KBK ................................ 27 xiv ......................

........................... 82 xv .......... 72 Bagan 2 Struktur Organisasi SMK Yapek Gombong Kebumen .........................15 DAFTAR BAGAN Bagan 1 Tahapan Analisis Data Kualitatif ....................

.............. 128 Lampiran 4 Biodata Informan Penelitian ........................................................ 134 Lampiran 6 Hasil Dokumentasi .................................................... 127 Lampiran 3 Kisi-kisi Instrumen Penelitian ................................................... 126 Lampiran 2 Surat Keterangan Penelitian ...........................................16 DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Permohonan Ijin Penelitian ................................................................................. 132 Lampiran 5 Personalia SMK Yapek Gombong Kebumen .................. 137 xvi ..........................

yaitu yang selalu dekat dengan aktivitas menghitung. tetapi juga dalam penataan cara berfikir. Latar Belakang Penelitian Tugas utama seorang guru adalah mengelola proses belajar mengajar. Interaksi tersebut sudah barang tentu akan mengoptimalkan pencapaian tujuan yang dirumuskan. akuntansi berperan sebagai bahasa simbolis yang memungkinkan terwujudnya komunikasi yang cermat dan tepat. matadiklat siklus akuntansi juga mempunyai peranan yang penting dalam kehidupan sehari-hari karena pada kenyataannya siswa tidak dapat lepas dengan dunia akuntansi. Selain itu. sehingga terjadi interaksi antara guru dengan siswa dan siswa dengan siswa. Dalam dunia pendidikan. sehingga keterlibatan siswa dapat optimal dan pada akhirnya berdampak pada perolehan hasil belajar. Dalam proses pembelajaran matadiklat siklus akuntansi diperlukan adanya kemampuan guru dalam mengelola proses belajar mengajar. Salah satu contoh proses pembelajaran yang memerlukan keterlibatan siswa secara komprehensif adalah matadiklat siklus akuntansi. 1 . Kegunaan akuntansi bukan hanya memberi kemampuan dalam perhitunganperhitungan kuantitatif.BAB I PENDAHULUAN A. terutama dalam hal pembentukan kemampuan menganalisis dan melakukan evaluasi serta kemampuan dalam memecahkan masalah.

dan proses belajar mengajar itu sendiri. dan perencanaan tersebut hendaknya memperhatikan perkembangan siswa. Dengan kenyataan itulah matadiklat siklus akuntansi mempunyai potensi yang sangat besar dalam kaitannya dengan perkembangan ilmu pengetahuan secara cermat dan tepat. 3) menjadi tenaga kerja tingkat menengah untuk mengisi kebutuhan dunia usaha dan industri pada saat ini maupun masa yang akan datang dalam lingkup keahlian bisnis dan manajemen. adaptif dan kreatif. . khususnya Akuntansi. Variabelvariabel tersebut adalah kurikulum. berkompetisi dan mengembangkan diri dalam lingkup keahlian bisnis dan manajemen. guru. khususnya Akuntansi dan 4) menjadi warga negara yang produktif. Kurikulum disusun untuk perencanaan kegiatan belajar. Untuk mencapai tujuan pendidikan banyak variabel yang mempengaruhi pelaksanaan proses belajar mengajar di sekolah. kesesuaian lingkungan dan perubahan-perubahan yang mungkin terjadi. serta dalam mempersiapkan warga masyarakat yang mampu mengantisipasi perkembangan ilmu pengetahuan dengan cara berfikir dan bersikap yang tepat pula. 2) mampu memilih karir. khususnya Akuntansi. maka matadiklat siklus akuntansi yang merupakan rumpun dari kelompok produktif program keahlian Akuntansi mempunyai tujuan untuk menyiapkan siswa/ tamatan seperti : 1) memasuki lapangan kerja dan dapat mengembangkan sikap profesional dalam lingkup keahlian bisnis dan manajemen.2 Sesuai dengan kurikulum SMK Edisi 2004 yang telah mencoba menerapkan pendekatan kurikulum berbasis kompetensi.

diversifikasi jenis pendidikan secara profesional yang sesuai dengan kepentingan daerah tentang adanya perubahan kurikulum. ekonomis. 2004). kompetensi dasar.3 sehingga diharapkan dapat mempersiapkan sumber daya manusia untuk menghadapi dan menjalani perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. maka Departemen Pendidikan Nasional melakukan penyusunan standar nasional untuk seluruh matadiklat di SMK yang mencakup standar kompetensi. Perubahan-perubahan tersebut sesuai dengan penjelasan UndangUndang No. Pembaharuan kurikulum yang dimaksud yaitu suatu analisis mengenai penerapan kurikulum berbasis kompetensi (Competency Based Curriculum) yang dapat membekali peserta didik dengan berbagai kemampuan dalam melakukan tugas-tugas yang sesuai dengan standar performansi tertentu. Berdasarkan landasan-landasan tersebut di atas. Dengan tetap mengacu pada landasan filosofis. yaitu pendekatan kurikulum berbasis kompetensi dan pendekatan berbasis luas dan mendasar (Dirjen Dikdasmen dan Dikmenjur.32/2004 tentang Pemerintahan Daerah yang menuntut agar dilakukannya pembaharuan berupa diversifikasi kurikulum yang memberi kesempatan kepada daerah untuk mengembangkannya dalam rangka melayani keberagaman peserta didik. . materi pokok dan indikator pencapaian. Maka dari itu perlu diadakannya suatu pembaharuan kurikulum. dan yuridis. maka disusun GBPP dan pedoman pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 yang dalam pengembangannya menggunakan dua pendekatan utama.

Untuk menghilangkan atau mengurangi kejadian-kejadian tersebut. d) sumber belajar bukan hanya guru. b) berorientasi pada hasil belajar dan keberagaman. Oleh sebab itu. tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif dan e) penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi (Download. Dalam penelitian ini penulis mengangkat permasalahan pendidikan pada matadiklat siklus akuntansi.4 Di samping berpedoman pada UU No. Sebagai contoh nyata yaitu: 1) terkadang siswa tidak mengikuti matadiklat siklus akuntansi karena belum mengerjakan tugas yang telah diberikan oleh guru. . 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah dan landasan filosofis. suatu kurikulum berbasis kompetensi dipilih sebagai bentuk konkret dari pembaharuan kurikulum karena kurikulum ini mempunyai beberapa karakteristik seperti : a) menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun klasikal. ekonomis.id). guru sebaiknya membuat persiapan yang terencana agar murid mendapatkan pengalaman belajar yang beragam dan fungsional. dan yuridis. karena disisi lain banyak anggapan bahwa matadiklat siklus akuntansi merupakan pelajaran yang sulit seperti halnya matematika. c) penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi. 2) siswa malas mengikuti matadiklat siklus akuntansi karena kegiatan menghitung cenderung lebih banyak dari pada teori yang diberikan. maka guru perlu memberikan informasi yang jelas dan sedapat mungkin berorientasi kepada pengguna akuntansi di kehidupan sehari-hari. http: : //www. Puskur. or.

B. Dengan demikian. Fokus Penelitian Menurut Moleong (2002:65) fokus pada dasarnya adalah masalah yang bersumber dari pengalaman peneliti atau melalui pengetahuan yang diperolehnya melalui kepustakaan ilmiah ataupun lainnya. bangsa ataupun negara. guru matadiklat. wakil kepala sekolah bidang kurikulum. siswa-siswi. serta memberanikan diri untuk berperanserta dalam berbagai kegiatan. 2) peran serta kepala sekolah. baik di sekolah.5 Persiapan yang terencana tersebut diantaranya dengan diberlakukannya kurikulum berbasis kompetensi sebagai penerapan kurikulum yang baru dan lebih memfokuskan pada kemampuan pengetahuan. dan 3) proses belajar mengajar yang baik di kelas dengan menggunakan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan KBK khususnya pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan KBK pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen. keterampilan dan sikap yang dikembangkan berdasarkan pemahaman yang akan membentuk kompetensi individual. Dalam penelitian ini yang dijadikan fokus penelitian adalah 1) implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen. maka suatu kurikulum berbasis kompetensi perlu dikembangkan dan diterapkan pada tiap-tiap sekolah guna menumbuhkan tanggungjawab dan partisipasi peserta didik untuk belajar menilai dan mempengaruhi kebijakan umum. . masyarakat.

instansi terkait dan para orang tua siswa dalam upaya peningkatan pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. dan pelaksanaannya hampir setara dengan sekolah kejuruan yang berstatus negeri. khususnya pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen. guru matadiklat. yaitu : . dan siswa-siswi dalam memahami kurikulum SMK edisi 2004 yang berpendekatan kurikulum berbasis kompetensi. 2) bagaimana peran serta kepala sekolah. kepala sekolah. Tujuan Penelitian Tujuan dari skripsi ini adalah: 1) untuk mengetahui bagaimana implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang berpendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen. Hal ini dikarenakan SMK tersebut merupakan sekolah kejuruan swasta yang sudah menerapkan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. wakil kepala sekolah bidang kurikulum.6 Peneliti sengaja memilih SMK Yapek Gombong Kebumen sebagai fokus penelitian. khususnya pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen. dan 3) bagaimana pelaksanaan proses belajar mengajar di kelas dengan menggunakan kurikulum SMK edisi 2004 yang berpendekatan kurikulum berbasis kompetensi. C. pengawas. Adapun manfaat dari penelitian ini meliputi 2 hal. D. Manfaat Penelitian Harapan penulis dari hasil penelitian ini agar dapat bermanfaat bagi para guru.

. manfaat penelitian ini sangat membantu dalam meningkatkan pembinaan dan supervisi kepada para guru secara efektif dan efesien. c. konsep. c. manfaat penelitian ini dapat digunakan untuk mengoreksi dan mengevaluasi dalam melaksanakan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi agar tercapai hasil belajar yang maksimal. 2. Hasil-hasil penelitian ini dapat memberikan masukan-masukan yang berharga yang berupa konsep sebagai upaya peningkatan dan pengembangan ilmu. sehingga dapat digunakan sebagai upaya peningkatan proses pembelajaran di SMK khususnya dan dunia pendidikan umumnya. atau inovasi dalam suatu tindakan praktis sehingga memberikan dampak. b. Manfaat Teoritis a. kebijakan. manfaat penelitian ini dapat dijadikan tolak ukur dan merupakan bahan pertimbangan untuk melakukan pembenahan serta koreksi diri terhadap berbagai kekurangan dalam melaksanakan tugas profesinya. Hasil-hasil penelitian ini dapat dijadikan sumber bahan yang penting bagi para peneliti dibidang pendidikan dan para pengembang kurikulum. khususnya pelaksanaan implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi. b. Manfaat Praktis a. E.7 1. Penegasan Istilah 1. Bagi kepala sekolah dan pengawas sekolah. Implementasi Adalah merupakan suatu proses penerapan ide. Diharapkan dapat menambah wawasan baru tentang implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi. Bagi para guru SMK. Bagi SMK Yapek Gombong Kebumen.

keterampilan maupun nilai dan sikap.puskur. Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi Adalah sebagai suatu proses penerapan ide. (Kamus Besar Bahasa Indonesia. Mulyasa. http: // www.or.id) 4. Kurikulum a. konsep dan kebijakan kurikulum (kurikulum potensial) dalam suatu aktivitas pembelajaran sehingga peserta didik menguasai seperangkat kompetensi tertentu sebagai hasil interaksi dengan lingkungan. http: //www. penilaian.id) 5. 1990:479) b. (Download.8 baik berupa perubahan pengetahuan. Mulyasa. (E. (Kamus Besar Bahasa Indonesia.puskur. 1990:453) b.or. (Download. 2001:8) 3. Nasution. Kurikulum adalah perangkat mata pelajaran atau yang diajarkan pada lembaga pendidikan atau perangkat mata kuliah mengenai bidang keahlian khusus. Kompetensi adalah kewenangan / kekuasaan untuk menentukan atau memutuskan sesuatu. (E. 2003:93) 2. Kurikulum adalah sesuatu yang direncanakan sebagai pegangan guna mencapai tujuan pendidikan. keterampilan. 2003:93) . Kurikulum Berbasis Kompetensi Kurikulum berbasis kompetensi adalah merupakan seperangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi dan hasil belajar yang harus dicapai siswa. kegiatan belajar mengajar dan pembudayaan sumber daya pendidikan dalam pengembangan kurikulum di sekolah. Kompetensi a. (S. nilai dan sikap yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak. Kompetensi adalah merupakan perpaduan dari pengetahuan.

yaitu merefleksikan kemampuan dalam mengerjakan sesuatu (siklus akuntansi) yang lebih menitik beratkan pada penguasaaan suatu pengetahuan.9 6. maka dapat ditarik pemahaman bahwa dalam penelitian ini implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen adalah suatu penerapan kurikulum SMK edisi 2004 di sekolah kejuruan (SMK Yapek Gombong Kebumen) yang pada pelaksanannya menggunakan pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. sikap dan keterampilan tertentu serta penerapannya di lapangan (dunia industri). Berdasarkan penegasan istilah tersebut di atas. . SMK Yayasan Pendidikan Ekonomi (Yapek) Adalah salah satu sekolah menengah kejuruan yang berada diwilayah Wero kecamatan Gombong kabupaten Kebumen yang telah melaksanakan implementasi kurikulum berbasis kompetensi.

dan 4) pengalaman belajar bagi siswa. 1999:118). istilah kurikulum berasal dari dunia olah raga pada zaman Romawi kuno di Yunani yang mengandung pengertian jarak yang harus ditempuh oleh pelari dari garis star sampai finish (Sudirman dalam idi. 4) sebagai hasil belajar. dan curere yang artinya tempat berpacu. 2) sebagai mata dan isi pelajaran. 3) sebagai rencana kegiatan pembelajaran. dan 5) sebagai pengalaman belajar. 2) program. Beane dalam Suyatno (2000:59) membagi kurikulum dalam empat jenis. Pemahaman yang benar tentang kurikulum sangat penting karena akan menentukan arah pembelajaran yang terkait dengan proses maupun substansinya. Secara etimologis. kurikulum berasal dari bahasa Yunani yaitu curir yang berarti pelari. Jika kurikulum dipahami dalam arti kata yang sempit. maka semua pelaksana pendidikan harus dapat memahami kurikulum dengan baik. Tanpa adanya kurikulum. 3) hasil belajar yang diinginkan.10 BAB II LANDASAN TEORI Dalam bidang pendidikan. Mengingat sangat pentingnya kurikulum. yaitu : 1) kurikulum sebagai produk. kurikulum merupakan unsur penting dalam setiap bentuk dan model pendidikan. Secara sederhana pengertian kurikulum menurut B3PTKSM dalam Edi Waluyo (2002) adalah : 1) sebagai jalan meraih ijazah. sulit rasanya bagi para perencana pendidikan dalam mencapai tujuan pendidikan yang diselenggarakan. Dengan demikian. 10 . maka jangan diharapkan kalau pendidikan dan pengajaran yang dilaksanakan akan mendapatkan hasil sesuai dengan yang kita inginkan.

Kesesuaian ini meliputi dua hal. dan isi dengan tujuan kurikulum. kondisi. (Nana Sudjana. atau lebih dikenal dengan sebutan kurikulum berbasis kompetensi (Competency Based Curriculum). isi. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab I Pasal 1 ayat 19 kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. yaitu sesuai dengan isi dan tujuan.11 Suatu kurikulum memiliki komponen utama seperti : tujuan. dan evaluasi. keterampilan. maka di era globalisasi ini suatu pendidikan juga mengalami banyak perubahan. Seiring dengan kemajuan jaman dan ilmu pengetahuan teknologi yang semakin canggih. proses atau sistem penyampaian antar media. evaluasi dengan proses. nilai dan sikap. Kurikulum dalam kaitannya dengan pendidikan adalah sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh atau diselesaikan anak didik untuk memperoleh ijazah. dan perkembangan masyarakat. Keempat komponen tersebut berkaitan erat satu sama lain. dan 2) kesesuaian antar komponen-komponen kurikulum. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. 2001:4) . A. Konsep-konsep Dasar Kurikulum Berbasis Kompetensi 1. isi atau materi. kurikulum juga harus memiliki kesesuaian atau relevansi. Sebagai contoh yaitu dengan adanya perubahan kurikulum yang lebih memfokuskan pada pengetahuan. Selain itu. kebutuhan. Pengertian Kurikulum Berbasis Kompetensi Berdasarkan UU No. yaitu : 1) kesesuaian antara kurikulum dengan tuntutan.

maka setiap peserta didik harus diberi kesempatan untuk mencapai tujuan sesuai dengan kemampuan dan kecepatan belajar masing-masing. http: //www. kompetensi menunjuk kepada perbuatan yang bersifat rasional dan memenuhi spesifikasi tertentu . Kurikulum berbasis kompetensi menuntut guru yang berkualitas dan profesional untuk melakukan kerjasama dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan.or. Peserta didik berada dalam proses perkembangan yang berkelanjutan dari seluruh aspek kepribadian sebagai pemekaran terhadap potensi-potensi bawaan sesuai dengan kesempatan belajar yang ada dan diberikan oleh lingkungan. Sesuai dengan konsep belajar tuntas dan pengembangan bakat. tetapi pemekarannya sangat bergantung pada kesempatan yang ada dan kondisi lingkungannya.puskur. Pendidikan merupakan lingkungan utama yang memberikan kesempatan dan dukungan bagi perkembangan potensi-potensi peserta didik. Oleh karena itu kurikulum ini mencakup sejumlah kompetensi dan seperangkat tujuan pembelajaran yang pencapaiannya dapat diamati dalam bentuk perilaku atau keterampilan peserta didik sebagai suatu kriteria keberhasilan. Kurikulum berbasis kompetensi memfokuskan pada pemerolehan kompetensi-kompetensi tertentu pada peserta didik.id ). Setiap tahap perkembangan memiliki sejumlah potensi bawaan yang dapat dikembangkan. Dalam hubungannya dengan pembelajaran.12 Suatu pengembangan pendekatan kurikulum kompetensi yang merupakan pada pendekatan penguasaan memfokuskan kompetensi tertentu berdasarkan tahap-tahap perkembangan peserta didik (Download.

sikap. Dari pernyataan di atas. Suatu implementasi kurikulum berbasis kompetensi juga dapat diartikan sebagai aktualisasi kurikulum tertulis (written curriculum) dalam bentuk pembelajaran. Kurikulum berbasis kompetensi juga memberikan keleluasaan kepada sekolah untuk menyusun dan mengembangkan silabus mata pelajaran sesuai dengan potensi sekolah. 2003:24). yaitu penerapan sesuatu yang memberikan efek atau dampak. dan kemampuan peserta didik serta kebutuhan masyarakat di sekitar sekolah tanpa mengurangi kompetensi yang telah ditetapkan dan berlaku secara nasional (standar akademis). keterampilan. nilai. Hal tersebut sejalan dengan apa yang diungkapkan Miller dan Seller (1985:13) bahwa implementasi kurikulum merupakan suatu proses penerapan konsep ide.13 dalam proses belajar. sehingga terjadi perubahan pada sekelompok orang yang diharapkan untuk berubah. serta tahap-tahap pelaksanaannya secara utuh. maka dapat disimpulkan bahwa kompetensi merupakan indikator yang menunjuk kepada perbuatan yang bisa diamati. Implementasi itu sendiri merupakan “put something Into effect”. kebutuhan. program atau tatanan kurikulum kedalam praktek pembelajaran atau aktifitas-aktifitas baru. Mulyasa. Standar akademis yaitu merefleksikan pengetahuan dan ketrampilan esensial setiap disiplin ilmu yang harus dipelajari oleh seluruh peserta didik dengan merinci tujuan pembelajaran setiap pokok bahasan dan cara mencapai tujuan (E. dan sebagai konsep yang mencakup aspek-aspek pengetahuan. Sedangkan kurikulum berbasis kompetensi adalah sebagai suatu .

2. dan Pengembangan Kurikulum SMK). Pemahaman secara utuh dan benar tehadap buku-buku seri kurikulum. Buku-buku seri kurikulum tersebut terdiri dari : Buku I (Landasan. b. dan Buku III (Pedoman Pelaksanaan Kurikulum SMK). Memiliki Pendidikan Sistem Ganda (PSG). Pendidikan Sistem Ganda (PSG) ini merupakan kebijakan pendidikan kejuruan di Indonesia. Buku II (Garis-garis Besar program Pembelajaran). seperti : a.14 konsep kurikulum yang menekankan pada pengembangan kemampuan melakukan (kompeten) tugas-tugas dengan standar performansi tertentu yang hasilnya dapat dirasakan oleh peserta didik berupa penguasaan terhadap seperangkat kompetensi tertentu. Dari ketiga buku tersebut bukan merupakan suatu harga mati. Program. oleh sebab itu SMK pada saat ini sudah milik bersama Depdikbud dan dunia usaha/industri termasuk kurikulumnya serta dalam pelaksanaannyapun dilakukan secara taat azas . berikut ini merupakan beberapa karakteristik kurikulum berbasis kompetensi yang perlu diperhatikan. oleh sebab itu apabila SMK dapat menemukan cara-cara pelaksanaan yang lebih baik dari buku-buku pedoman tersebut maka dipersilakan untuk memilihnya dengan berdasarkan pada prinsip akuntabilitas (bertanggungjawab). Karakteristik Kurikulum Berbasis Kompetensi Dalam Dikmenjur Depdiknas (2004) sebagai arahan dan bimbingan dalam melaksanakan kurikulum.

c. penerbit. d. Pendekatan belajar tuntas mengharapkan bahwa setiap siswa harus menguasai apa yang dipelajari secara tuntas. Dalam pendekatan kompetensi setiap siswa harus menguasai kompetensi yang sedang dipelajari sebelum mempelajari kompetensi berikutnya yang lebih sulit. Penerapan Sistem Modul (Modularisasi Pengajaran). Jadi tugas guru dan instruktur adalah mengidentifikasi dan meilih bahan-bahan ajar yang dapat membantu siswa dalam menguasai kompetensi-kompetensi yang ditetapkan. yaitu di SMK dan di industri. Menurut Badan Litbang dan Dikmenjur Depdiknas 2004 belajar tuntas adalah suatu pendekatan pembelajaran dimana diasumsikan bahwa setiap siswa dapat menyelesaikan belajarnya secara tuntas asalkan diberi kesempatan sesuai dengan langgam belajarnya (kecepatan masing-masing).15 kebersamaan. seperti : toko buku. dan industri. Mengidentifikasi dan memilih bahan ajar yang mampu menampilkan sosok utuh isi kurikulum yang merupakan keputusan esensial yang harus dilakukan secara bersama-sama oleh SMK dan industri. e. Bahanbahan ajar yang dimaksud telah tersedia diberbagai sumber. Modul adalah paket pengajaran mandiri yang terdiri dari serentetan pengalaman belajar yang dirancang untuk membantu siswa . Pendekatan ini sangat cocok untuk SMK karena di SMK menerapkan pendekatan kompetensi. Jadi seorang siswa tidak boleh mempelajari pelajaran selanjutnya sebelumnya dia menguasai secara tuntas apa yang dipelajarinya saat ini. Kurikulum dilaksanakan di dua tempat. Penerapan Belajar Tuntas (Mastery Learning).

yaitu yang sifatnya memberi kesempatan kepada siswa untuk memeperoleh sertifikasi (pengakuan) terhadap keahlian yang dimiliki sebagai bekal untuk memasuki dunia kerja. dan modul seri kedua harus dikuasai sebelum siswa mempelajari modul seri ketiga. Uji Kompetensi dan UAN Untuk kepentingan pemasaran tamatan di SMK selain UAN juga diberlakukan Uji Kompetensi. Evaluasi siswa dilakukan bersama-sama oleh SMK dan industri.16 menguasai tujuan yang telah ditentukan (Badan Litbang dan Dikmenjur Depdiknas. Pendidikan Sistem Ganda (PSG) mengharuskan siswa belajar di dua tempat. Semua pembelajaran yang berlangsung di SMK dievaluasi oleh SMK dan pelatihan yang berlangsung di industri dievaluasi oleh industri. maka dalam pengembangan dan kurikulum berbasis kompetensi perlu seperti: memperhatikan 1) keimanan. 3) keseimbangan etika. f. yaitu di SMK dan industri. Jadi. 2004:7). Pada umumnya modul dibuat secara berseri. mempertimbangkan prinsip-prinsip nilai dan budi pekerti luhur. 4) . dan berbagai perkembangan serta perubahan yang sedang berlangsung dewasa ini. 2) penguatan integritas nasional. dan begitu seterusnya. kebutuhan masyarakat. Prinsip-prinsip Kurikulum Berbasis Kompetensi Sesuai dengan kondisi negara. estetika. siswa tidak diperkenankan mengambil modul lanjutannya sebelum tuntas pada modul sebelumnya. g. logika. 3. Oleh karena itu evaluasi prestasi belajar siswapun harus dilakukan di dua tempat. dan kinestetika. dimana modul seri pertama merupakan prasyarat bagi siswa untuk mempelajari modul seri kedua.

Kesamaan memperoleh kesempatan Pengembangan kurikulum berbasis kompetensi harus menyediakan tempat yang memberdayakan semua peserta didik untuk memperoleh pengetahuan. Oleh karena itu. 7) belajar sepanjang hayat. Penguatan integritas nasional Pengembangan kurikulum berbasis kompetensi harus memperhatikan penguatan integritas nasional melalui pendidikan yang memberikan pemahaman tentang masyarakat Indonesia yang majemuk dan kemajuan peradaban dalam tatanan kehidupan dunia yang multikultur dan multibahasa. 5) abad pengetahuan dan teknologi informasi. estetika.17 kesamaan memperoleh kesempatan. estetika. nilai dan budi pekerti luhur Keimanan. logika. dan diamalkan oleh peserta didik melalui pengembangan kurikulum berbasis kompetensi (KBK). nilai-nilai. Hal ini tanpa . dan kinestetika. 6) pengembangan keterampilan hidup. Keimanan. a. dan budi pekerti luhur yang dianut dan dijunjung tinggi masyarakat sangat berpengaruh terhadap sikap dan arti kehidupannya. hal tersebut perlu digali. ketrampilan. b. logika. dan kinestetika Dalam mengembangkan kurikulum berbasis kompetensi perlu diperhatikan adanya suatu keseimbangan pengalaman belajar peserta didik antara etika. d. (Depdikbud. Keseimbangan etika. dipahami. 2002). dan sikap. 8) berpusat pada anak dengan pemikiran yang berkelanjutan dan komprehensif dan 9) pendekataan menyeluruh dan kemitraaan. c.

kurikulum juga perlu mengintegrasikan unsur-unsur penting yang menunjang kemampuan untuk bertahan hidup. Pengembangan ketrampilan hidup Pengembangan kurikulum berbasis kompetensi perlu memasukan unsur ketrampilan untuk hidup agar peserta didik memiliki ketrampilan. dan yang merupakan kompetensi terpenting dalam menghadapi abad ilmu pengetahuan dan teknologi informasi. dan perilaku adaptif. Abad pengetahuan dan teknologi informasi Kurikulum perlu mengembangkan kemampuan berpikir dan belajar dengan mengakses. baik itu kelompok yang kurang beruntung atau yang beruntung dalam status ekonomi dan sosial semuanya berhak atas kesamaan dalam memperoleh kesempatan untuk menerima pendidikan yang tepat dan sesuai dengan kemampuan dan kecepatannya. Belajar sepanjang hayat Pendidikan berlangsung sepanjang hidup manusia untuk mengembangkan. Oleh karena itu. menambah kesadaran. f. memilih. dan selalu belajar memahami dunia yang selalu berubah dalam berbagai bidang. g. artinya bahwa seluruh peserta didik dari berbagai kelompok. dan menilai pengetahuan untuk mangatasi situasi yang cepat berubah dan penuh ketidakpastian. pengembangan kurikulum berbasis kompetensi perlu memperhatikan . e. Selain itu. sikap.18 melihat adanya perbedaan dari masing-masing peserta didik. kooperatif dan kompetitif dalam menghadapi tantangan dan tuntutan kehidupan sehari-hari secara efektif.

19

kemampuan belajar sepanjang hayat yang dapat dilakukan melalui pendidikan formal, non formal, dan pendidikan alternatif yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun masyarakat. h. Berpusat pada anak dengan pemikiran yang berkelanjutan dan komprehensif Pengembangan kurikulum berbasis kompetensi harus berupaya memandirikan peserta didik untuk belajar, bekerja sama, dan menilai diri sendiri agar mampu membangun pemahaman dan pengetahuannya. Penilaian berkelanjutan dan komprehensif menjadi sangat penting dalam rangka pencapaian upaya tersebut. i. Pendekatan menyeluruh dan kemitraan Pendekatan yang digunakan dalam mengorganisasikan

pengalaman belajar harus berfokus pada kebutuhan peserta didik yang bervariasi dan mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu. Keberhasilan pencapaian pengalaman belajar menuntut kemitraan dan tanggung jawab bersama dari peserta didik, guru, sekolah, orangtua, perguruan tinggi, dunia usaha, industri, dan masyarakat pada umumnya. 4. Kerangka Kurikulum Berbasis Kompetensi Untuk mewujudkan hasil pendidikan yang berkualitas tinggi, maka diperlukan kompetensi dasar tamatan yang dapat dipertanggungjawabkan dalam konteks lokal, nasional, dan global. Peningkatan kualitas secara nasional memerlukan standar kualitas pendidikan nasional yang memuat kompetensi dasar yang harus dikuasai oleh siswa di seluruh Indonesia. Menurut Puskur (2001) kerangka KBK dapat digambarkan sebagai berikut .

20

Gambar 1. Kerangka kurikulum berbasis kompetensi

Potensi Anak Diversifikasi Kurikulum Masyarakat Majemuk Manajemen Berbasis Sekolah

Standar Nasional

Pendidikan Bermutu Kurikulum Berbasis kompetensi Misi Pendidikan Masa Depan 4 pilar Pendidikan Kesejagatan

Siswa yang beriman, Sehat, berbudaya, berakhlak mulia, beretos kerja, berpengetahuan, dan menguasai teknologi serta cinta tanah air

Partisipasi
Sekolah sebagai Peningkatan Peradaban dan Kebudayaan Masyarakat Pendidikan Kesejagatan

Fokus hasil pendidikan yang bermutu adalah siswa yang sehat, mandiri, berbudaya, berakhlak mulia, beretos kerja, berpengetahuan dan menguasai teknologi, serta cinta tanah air. Untuk mewujudkan siswa dengan ciri-ciri tersebut, maka perlu dikembangkan kurikulum

berdasarkan aspek-aspek : a) diversifikasi kurikulum, b) standar nasional, c) kurikulum berbasis kompetensi dasar, d) empat pilar pendidikan kesejagatan, e) partisipasi masyarakat, dan f) manajemen berbasis sekolah (Puskur 2001). a. Diversifikasi Kurikulum Kurikulum berdiversifikasi ialah kurikulum yang

mengakomodasikan berbagai perbedaan siswa dalam kesiapan untuk

21

belajar, potensi akademik, kecerdasan, minat, lingkungan, dan budaya. Dengan kurikulum berdiversifikasi, maka dapat dikembangkan kurikulum inklusif (khusus seperti anak yang berpotensi unggul) yang

mengakomodasikan pemerataan mutu dan kesempatan belajar yang bermakna melalui penyelenggaraan pendidikan yang produktif, interaksi belajar mengajar yang bervariasi dan kesempatan mengekspresikan keanekaragaman gagasan. Keinklusifan kurikulum tersebut dapat memaksimalkan

pencapaian hasil belajar karena dapat memberdayakan semua potensi yang digali dari kemajemukan sumber daya alam, budaya, dan etnis. Dengan demikian, maka kurikulum yang berdiversifikasi ini

memungkinkan adanya perbedaan, tetapi tetap mengacu pada standar minimal yang sama, yaitu standar nasional. b. Standar Nasional Kerangka ini disajikan dalam bentuk pengembangan

penguasaan ilmu-ilmu dasar dengan sistematika keilmuan dan kebenaran materi yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademis. Standar ini juga disertai dengan standar pemahiran keterampilan dan pembentukan akhlak mulia yang mengutamakan terbentuknya sistem nilai komprehensif untuk mewujudkan pembentukan manusia Indonesia yang berkepribadian dan beretos kerja. c. Kurikulum Berbasis Kompetensi Dasar Kurikulum disusun sesuai dengan kekinian dan kemasadepanan. Oleh karena itu, kurikulum harus relevan, fleksibel, dan dapat

dan learning to be. 2003:21) pilar ini pada hakikatnya terkait dengan relevansi epistemologi yang mengutamakan proses pembelajaran dan memungkinkan peserta didik untuk terlibat dalam proses belajar meneliti dan mengkaji. d. maka ditetapkan kompetensi dasar siswa pada setiap jenjang pendidikan yang dapat dicapai melalui berbagai cara sesuai dengan keadaan sekolah atau daerah. Oleh karena itu. Dengan orientasi ini. Pertanggungjawaban ini menuntut kejelasan orientasi kurikulum. sasarannya adalah kemampuan kerja generasi muda untuk mendukung dan memasuki . learning to do. memecahkan masalah dan berinovasi. Empat Pilar Pendidikan Kesejagatan Landasan pembaruan pendidikan kesejagatan menggali dan memberdayakan potensi serta bakat-bakat anak yang terpendam seperti : learning to know.22 dipertanggungjawabkan baik secara akademik maupun publik. Menurut Scheffler (Sudijarta. Hakikat learning to do adalah pendidikan sebagai upaya penguasaan seni dalam menggunakan pengetahuan agar melahirkan generasi baru yang mempunyai potensi tinggi dalam bekerja. Hakikat learning to know adalah proses pembelajaran yang memungkinkan siswa menguasai teknik memperoleh pengetahuan dan bukan semata-mata memperoleh pengetahuan. yaitu lebih tertuju pada hasil belajar daripada prosedur pembelajarannya. learning to live together. Melalui pilar ini sasarannya adalah pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pada pilar yang kedua ini. penguasaan keterampilan teknis. Partisipasi Masyarakat Masyarakat tempat sekolah atau lembaga pendidikan yang ada memiliki berbagai kompetensi. tugas pendidikan adalah memberi kesempatan kepada peserta didik untuk memahami dan memiliki pengetahuan serta kesadaran tentang hakikat manusia yang beragam. pengertian. makna yang terkandung yaitu tentang perlunya pendidikan secara konsekuentif dan bermuara pada paradigma pemecahan masalah. sehingga dapat memberikan kesempatan pada siswa untuk mengintegrasikan pemahaman konsep. Oleh karena itu. pembelajaran di alam terbuka seperti ‘camping’ atau sekolah berasrama dapat dijadikan sebagai salah satu implementasi pilar ini. Hakikat learning to live together adalah proses pembelajaran yang dapat hidup bersama dengan orang lain yang berbeda dengan penuh toleransi. segala potensi yang ada dalam masyarakat perlu dibangkitkan untuk mendukung . Hakikat learning to be adalah proses pembelajaran yang mengarahkan siswa untuk memiliki kemantapan emosional dan intelektual yang dapat mengenali dan mengendalikan dirinya sendiri secara konsisten. tetapi dalam keragaman tersebut terdapat persamaan. Oleh sebab itu.23 ekonomi industri. e. dan intelektual dalam memecahkan masalah. dan tanpa prasangka buruk. Dalam kaitannya dengan pilar ini.

Tujuan-tujuan itu itu antara lain: 1) dapat mencapai pendidikan yang bermutu. f. khususnya dalam pengelolaan kurikulum. standar nasional. . Keprofesionalan ini sejalan dengan pemberian kewenangan sekolah dalam mengambil keputusan untuk penyelenggaraan program pendidikan yang berorientasi pada standar nasional. dan 6) potensi anak yang berkualitas. Standar ini dapat dicapai melalui cara yang dipilih oleh sekolah secara mandiri. Namun dilain pihak menuntut pula kesiapan sekolah agar membuka diri untuk bekerja sama dengan berbagai pihak dalam menyelenggarakan program pendidikan. Apabila suatu kurikulum telah berkembang berdasarkan aspekaspek diversifikasi kurikulum. dan manajemen berbasis sekolah. 5) masyarakat majemuk. pencapaian pendidikan yang berkualitas tersebut menuntut agar pengembangan sekolah dapat terwujud secara profesional. empat pilar pendidikan kesejagatan. 3) pendidikan kesejagatan. partisipasi masyarakat. Perkembangan kehidupan masa kini dan yang akan datang menuntut akan kesadaran masyarakat agar berperan serta secara aktif dalam proses pendidikan. maka akan terwujud pula suatu tujuan pendidikan yang telah diharapkan. 2) misi pendidikan masa depan. maka sekolah harus dikelola secara profesional.24 terciptanya pendidikan yang bermutu. kurikulum berbasis kompetensi dasar. 4) sekolah sebagai peningkatan peradaban dan kebudayaan. Oleh karena itu. Manajemen berbasis Sekolah Untuk mencapai pendidikan yang berkualitas tinggi.

3) kegiatan belajar mengajar.25 5. Komponen-komponen Kurikulum Berbasis Kompetensi Komponen dasar kurikulum berbasis kompetensi terdiri dari empat komponen yaitu: 1) kurikulum dan hasil belajar. dan 4) pengelolaan kurikulum berbasis sekolah. hasil belajar. Penilaian berbasis Kelas (PBK) Memuat prinsip. 2) penilaian berbasis kelas. Komponen Dasar Kurikulum Berbasis Kompetensi Kurikulum dan Hasil belajar Penilaian Berbasis Kelas Kurikulum Berbasis Kompetensi Pengelolaan Kurikulum Berbasis Sekolah Kegiatan Belajar Mengajar a. dan indikator. Adapun komponen-komponen dari kurikulum berbasis kompetensi tersebut dapat digambarkan sebagai berikut : Gambar 2. Kurikulum dan Hasil Belajar (KHB) Memuat perencanaan pengembangan kompetensi peserta didik yang perlu dicapai secara keseluruhan dan meliputi kompetensi. b. sasaran dan pelaksanaan penilaian berkelanjutan yang lebih akurat dan konsisten sebagai akuntabilitas publik melalui penilaian terpadu dengan kegiatan belajar mengajar di kelas (berbasis .

d. dan tes tertulis. dan nilai-nilai dasar untuk melakukan sesuatu. Pengelolaan Kurikulum Berbasis Sekolah (PKBS) Memuat berbagai pola pemberdayaan tenaga kependidikan dan sumber daya lain untuk meningkatkan mutu hasil belajar. ketrampilan. 2) . penugasan (proyek). pembinaan profesional tenaga kependidikan. artinya seseorang itu memiliki pengetahuan. dan pengembangan sistem informasi kurikulum. 2002:1). dan nilai-nilai dasar yang terefleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak (Pusku. pengetahuan. pengembangan kurikulum. ketrampilan. kinerja (performance). c. Kebiasaan berpikir dan bertindak secara konsisten dan terus menerus memungkinkan seseorang menjaadi kompeten. Hakikat Kompetensi 1) Kompetensi merupakan pengetahuan. Pola ini dilengkapi pula dengan gagasan pembentukan jaringan kurikulum. 2) Konsep kompetensi ini digunakan dalam kurikulum baru didasarkan pada pemikiran sebagai berikut: 1) kompetensi berkenaan dengan kemampuan siswa melakukan sesuatu dalam berbagai konteks. 6. Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Memuat gagasan-gagasan pokok tentang pembelajaran dan pengajaran untuk mencapai kompetensi yang ditetapkan serta gagasan-gagasan paedagogis dan andragogis yang mengelola pembelajaran agar tidak mekanistik.26 kelas) dengan mengumpulkan kerja siswa (portofolio). hasil karya (produk). Kompetensi Dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi a.

27 kompetensi menjelaskan pengalaman belajar yang dilalui siswa untuk menjadi kompeten. dan 4) kehandalan kemampuan siswa melakukan sesuatu harus didefinisikan secara jelas dan luas dalam suatu standar yang dapat dicapai melalui kinerja yang dapat diukur (Puskur. 2002:1). b. TPN secara urut dijabarkan menjadi kompetensi lintas kurikulum (KLK). 2002:7). dan setiap aspek dijabarkan menjasi hasil belajar dan indikator (Puskur. kompetensi tamatan. 3) Kompeten merupakan hasil belajar (learning outcome) yang menjelaskan hal-hal yang dilakukan siswa setelah melalui proses pembelajaran. Penjabaran hasil belajar untuk tiap-tiap mata pelajaran dikelompokan berdasarkan aspek. Kompetensi Dalam KBK Kompetensi KBK merupakan jabaran dari tujuan pendidikan nasional (TPN). Urutan Jabaran Kompetensi dalam KBK Kompetensi Lintas Kurikulum Kompetensi Tamatan Kompetensi Rumpun Mata Pelajaran Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Kompetensi Dasar Hasil Belajar Indikator (Sumber : Puskur 2002) Tujuan Pendidikan Nasional Silabus . kompetensi rumpun pelajaran. dan kompetensi dasar mata pelajaran. Adapun urutan jabaran kompetensi dalam KBK tampak pada diagram berikut ini : Gambar 3.

dan nilai-nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak yang seharusnya dicapai setelah siswa menyelesaikan rumpun mata pelajaran tertentu. sikap. UndangUndang Dasar 1945 mengamanatkan upaya untuk mencerdaskan . dan nilai-nilai yang direleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak setelah siswa menyelesaikan suatu jenjang tertentu. 2) Kompetensi tamatan merupakan pengetahuan. B. 4) Kompetensi dasar merupakan pernyataan minimal atau memadai tentang pengetahuan. Hasil belajar dari KLK ini perlu dicapai melalui pembelajaran-pembelajaran dari semua rumpun mata pelajaran.28 1) Kompetensi Lintas Kurikulum (KLK) merupakan pernyataan tentang pengetahuan. ketrampilan. ketrampilan. 3) Kompetensi rumpun mata pelajaran merupakan pernyataan tetnang pengetahuan. sikap dan nilai-nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak yang mencakup kecakapan belajar sepanjang hayat dan ketrampilan hidup yang harus dimiliki. dan nilai-nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan berindak setelah siswa menyelesaikan suatu aspek atau subaspek mata pelajaran tertentu. ketrampilan. Landasan Pendidikan nasional berakar pada kebudayaan bangsa Indonesia dan berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945. sikap. Kurikulum SMK Edisi 2004 Berpendekatan KBK 1. ketrampilan. sikap.

dan humanistis. lingkungan sosial. dan mengembangkan diri di kemudian hari. pendidikan menengah kejuruan merupakan pendidikan pada jenjang pendidikan menengah yang mengutamakan pengembangan kemampuan peserta didik untuk dapat bekerja dalam bidang tertentu. Ini berarti kurikulum SMK dirancang untuk mengembangkan nilai-nilai demokratis. Landasan Filosofis Landasan filosofis yang dijadikan acuan adalah demokratis. maka penyusunan kurikulum SMK edisi 2004 bertumpu pada landasan filosofis. perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Implikasinya. a.29 kehidupan bangsa serta agar pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang diatur dengan undang-undang yaitu Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. peserta didik diberi kebebasan untuk berkembang sesuai dengan minat dan kebutuhannya. dan yuridis. melihat peluang kerja. kemampuan beradaptasi di lingkungan kerja. dan diberikan peluang untuk mengembangkan nilainilai demokratis pada dirinya. maka dalam menyusun kurikulum SMK sangat memperhatikan tahap perkembangan siswa dan kesesuaian dengan jenis pekerjaan. Sebagai bagian dari Sistem Pendidikan Nasional. Oleh sebab itu. pragmatis. Di samping itu kurikulum SMK edisi 2004 dirancang untuk memberi kesempatan berkembangnya . ekonomis. kebutuhan pembangunan nasional. serta kesenian. Untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

. Oleh karena itu.30 kompetensi kerja yang relevan dengan perkembangan permintaan pasar kerja. masyarakat. dan negara. serta memberi ruang gerak pada diri peserta didik untuk mengembangkan dan melakukan berbagai aktivitas yang dapat memberi kontribusi terhadap kecakapan hidup di lingkungan masyarakat. 2. Pendidikan harus memberikan sesuatu yang bermakna. bangsa. tetapi dengan secara perlahan-lahan ada kalanya mengalami penurunan kualitas sesuai perkembangan jaman. Pendidikan adalah salah satu wujud kebudayaan manusia yang selalu tumbuh dan berkembang. penyusunan kurikulum SMK perlu mempertimbangkan perkembangan psikologis peserta didik dan perkembangan/ kondisi kehidupan social budaya masyarakat. kurikulum SMK edisi 2004 harus memperhatikan beberapa hal mendasar sebagai berikut : 1. Kurikulum SMK disusun untuk mengemban misi agar dapat turut mendukung perkembangan kebudayaan pada arah yang positif. Pendidikan harus menanamkan tata nilai yang kuat dan jelas sebagai landasan pembentukan watak dan perkembangan kehidupan manusia. baik yang ideal maupun pragmatis. Secara filosofis. Pendidikan harus memberikan arah yang terencana bagi kepentingan bersama peserta didik. sesuai dengan kebutuhan peserta didik. keluarga. 3.

intelektual. Fondasi kejiwaan yang kuat diperlukan oleh peserta didik agar berani menghadap. ekonomi keluarga. dan lingkungan pergaulan yang mengakibatkan perbedaan dalam dimensi fisik. mereka memiliki kecenderungan untuk mencari identitas atau jati diri. mampu beradaptasi dan mengatasi berbagai masalah kehidupan.31 a) Perkembangan Psikologi Peserta Didik Landasan psikologisnya yaitu jika filosofi “apa” yang seharusnya diajarkan kepada peserta didik. sehingga muncul model-model pembelajaran yang beragam yang penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhan individual yang berbeda-beda pula. dan spiritual. . Secara umum. maka psikologi mempersoalkan “bagaimana” cara mengajarkan “apa” tersebut. baik kehidupan profesional maupun keseharian yang selalu berubah bentuk dan jenisnya serta mampu meningkatkan diri dengan mengikuti pendidikan yang lebih tinggi. kita harus menggunakan cara-cara penyampaian yang berbeda-beda. Pada kurun usia peserta didik di SMK. emosional. emosional. dan spiritual. Pendidikan kejuruan melandasi diri pada kenyataan bahwa manusia itu memiliki perbedaan dalam dimensi-dimensi fisik. Oleh karena itu. manusia mengalami perkembangan psikologis sesuai dengan pertambahan usia dan berbagai faktor lainnya yaitu latar belakang pendidikan. intelektual.

saling mengisi. kurikulum SMK edisi 2004 dikembangkan dengan memperhatikan berbagai dinamika. dan pemerintah. dan moral). Adapun landasan sosiologinya yaitu merupakan ilmu pengetahuan yang memusatkan perhatian pada hubungan antar manusia. dan diharapkan dapat saling memperkaya secara positif. pendidikan kejuruan dijalankan atas dasar prinsip-prinsip efisiensi. Pendidikan kejuruan mendasarkan pada sosiologi. dan tidak meninggalkan akar budaya Indonesia. politik. dan system.32 b) Kondisi Sosial Budaya Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga. b. kebutuhan masyarakat. Artinya. Landasan Ekonomis Landasan ekonomi yang dimaksud disini yaitu suatu ilmu ekonomi yang menekankan pada efisiensi dan investasi dasar penyelenggaraan pendidikan kejuruan. masyarakat. Pendidikan yang diterima dari lingkungan keluarga. Secara sosial budaya. social. serta keharmonisan antar system pendidikan dengan system-sistem yang lain (ekonomi. maupun sekolah akan menyatu dalam diri peserta didik dan menjadi satu kesatuan yang utuh. baik internal maupun . masyarakat. religi. kelompok. sehingga segala upaya yang dilakukan harus selalu berpegang teguh pada keharmonisan hubungan antar sesama individu dalam masyarakat luas yang dilandasi dengan akhlak dan budi pekerti yang luhur.

hal ini dikarenakan pembangunan ekonomi memerlukan kesadaran sebagai warga negara yang baik dan bertanggung jawab. b) agar mengusahakan dan menyelenggarakan satu system pendidikan nasional yang . yaitu: a) untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Selain itu. Penyiapan manusia untuk bekerja bukan berarti menganggap manusia semata-mata sebagai faktor produksi. Landasan Yuridis Peraturan perundang-undangan yang mendasari dan menjadi acuan dalam penyusunan kurikulum SMK edisi 2004 adalah : 1) UUD 1945 Undang-undang Dasar 1945 yang mengamanatkan kepada pemerintah. 2004:3). kaitannya dengan pendidikan nasional. c. maka orang yang lebih produktif akan mendapatkan upah yang lebih besar. Dengan demikian. pendidikan kejuruan juga dijalankan atas dasar prinsip investasi. Inilah esensi human capital theory yang menjadi dasar penyelenggaraan pendidikan kejuruan. maka semestinya orang yang bersangkutan semakin produktif.33 eksternal. yang artinya bahwa kita berpedoman pada semakin tinggi pendidikan dan pelatihan seseorang. Dengan demikian. pembukaan program diklat di SMK harus responsif tehadap perubahan pasar kerja. Pendidikan menengah kejuruan adalah pendidikan yang menyiapkan peserta didik menjadi manusia yang produktif dan dapat bekerja langsung di bidangnya setelah melalui pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi (Dirjen Dikdasmen.

Program a. Yaitu berfungsi mengembangkan kemampuan serta membentuk watak dan peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. 2. cakap kreatif. Jenis Program Keahlian SMK menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan (diklat) berbagai program keahlian yang disesuaikan dengan kebutuhan lapangan kerja. mandiri. 3) Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 323/U/1997 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Sistem Ganda pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). berilmu.34 meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang-undang. berakhal mulia. dan menjadi warga negara yang demokratis. 4) Ketentuan-ketentuan lain (yang akan disusun) berkaitan dengan Sistem Pendidikan Nasional Indonesia pada umumnya dan Pendidikan Menengah Kejuruan pada khususnya. Program keahlian tersebut dikelompokan menjadi bidang keahlian sesuai dengan kelompok bidang industri/ usaha/ . bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. sehat. 2) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

.35 profesi. Jenis keahlian baru diwadahi dengan jenis program keahlian baru atau spesialisasi baru pada program keahlian yang relevan. b. dan jika Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) menuntut masa pendidikan lebih dari tiga tahun. Jenis bidang dan program keahlian ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah. Substansi Pendidikan Substansi atau materi yang diajarkan di SMK disajikan dalam bentuk berbagai kompetensi yang dinilai penting dan perlu bagi peserta didik dalam menjalani kehidupan sesuai dengan perkembangan jaman. Penamaan bidang keahlian dan program keahlian pada kurikulum SMK edisi 2004 yang dikembangkan mengacu pada nama bidang dan program keahlian yang berlaku pada kurikulum SMK edisi 1999. Kompetensi yang dimaksud meliputi kompetensi-kompetensi yang dibutuhkan untuk menjadi manusia Indonesia yang cerdas dan pekerja yang kompeten sesuai dengan standar kompetensi yang ditetapkan oleh industri/ dunia usaha/ asosiasi profesi. Dengan mempertimbangkan keluasan dan jumlah kompetensi yang harus dipelajari. maka masa pendidikan dapat diperpanjang paling banyak 2 (dua) semester atau sampai dengan 4 (empat) tahun. Masa Pendidikan Masa pendidikan di SMK pada prinsipnya sama dengan masa pendidikan tingkat menengah lainnya yaitu 3 (tiga) tahun. c.

b. dan bernegara. Program Normatif Yaitu kelompok matadiklat yang berfungsi membentuk peserta didik sebagai pribadi yang utuh. a. Program normatif diberikan agar peserta didik biasa hidup dan berkembang selaras dalam kehidupan pribadi. Program normatif dijabarkan menjadi matadiklat yang memuat kompetensi-kompetensi tentang norma. adaptif.36 3. substansi diklat dikemas dalam berbagai matadiklat yang dikelompokan dan diorganisasikan menjadi program normative. sikap. Program Adaptif Yaitu kelompok matadiklat yang berfungsi membentuk peserta didik sebagai individu agar memiliki dasar yang kuat untuk berkembang dan mampu menyesuaikan diri dengan perubahan. dan produktif. dan perilaku yang harus diajarkan dan dilatihkan pada peserta didik. Struktur Kurikulum Untuk mencapai standar kompetensi yang telah ditetapkan oleh industri/ dunia usaha / asosiasi profesi. . Program adaptif memberi kesempatan kepada peserta didik untuk memahami dan menguasai konsep dan prinsip dasar keilmuan yang dapat diterapkan pada kehidupan sehari-hari dan atau melandasi suatu kompetensi untuk bekerja. yang memiliki norma-norma sebagai mahluk individu maupun sosial (anggota masyarakat). sosial. sebagai warga negara Indonesia maupun sebagai warga dunia.

c. Penyajiannya terintegrasi dengan substansi instruksional yang dituangkan pada saat merencanakan . yaitu berupa nama matadiklat. Pengorganisasian materi program normatif dan adaptif mengacu pada UU Sisdiknas Nomor 20 tahun 2003 pasal 37.37 Program adaptif diberikan agar peserta didik tidak hanya memahami dan menguasai “apa” dan “bagaimana” suatu suatu pekerjaan yang dilakukan. Substansi pembelajaran terdiri dari 2 (dua) kelompok. adaptif. dan produktif. Program Produktif Yaitu kelompok matadiklat yang berfungsi membekali peserta didik agar memiliki kompetensi standar atau kemampuan produktif pada suatu pekerjaan/keahlian tertentu yang relevan dengan tuntutan dan permintaan pasar kerja. 1) Substansi Instruksional Substansi instruksional adalah substansi pembelajaran yang dirancang secara terstruktur dalam kurikulum dan dikemas dalam berbagai matadiklat yang dikelompokan dalam program normatif. tetapi memberi pemahaman dan penguasaan tentang “mengapa” hal tersebut harus dilakukan. yaitu : 1) substansi instruksional. dan 2 ) substansi noninstruksional. 2) Substansi Noninstruksional Substansi noninstruksional berisi hal-hal yang dianggap penting dan perlu bagi peserta didik dan dirancang secara tidak terstruktur dalam kurikulum. Sedangkan program produktif berupa nama kompetensi yang mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

4. 16. 14. narkoba. III 1. 5. 4. Matadiklat pada SMK program keahlian akuntansi adalah sebagai berikut: Tabel 1. lingkungan hidup. dan isu-isu lain seperti muatan lokal. 10. 2. 6. dan pendidikan seks. 3. 8.38 strategi pembelajaran dan penyusunan pendidikan modul. 5. : Bisnis dan Manajemen : Akuntansi DURASI 192 288 192 288 403 550 203 192 112 12 12 30 20 30 70 65 460 80 70 40 20 40 60 60 60 MATADIKLAT NORMATIF Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan dan Sejarah Bahasa Indonesia Pendidikan Jasmani dan Olah Raga ADAPTIF Matematika Bahasa Inggris Keterampilan Komputer dan pengelolaan Informasi Kewirausahaan Ekonomi PRODUKTIF Bekerja sama dengan kolega dan pelanggan Bekerja sama dengan lingkungan sosial yang berbeda Berkomunikasi melalui telepon dan faksimili Mengerjakan persamaan dasar akuntansi Mengelola bukti transaksi Mengelola buku jurnal Mengelola buku besar Menyelesaikan siklus akuntansi perusahaan jasa dan dagang Mengelola administrasi kas bank Mengelola administrasi dana kas kecil Mengelola order penjualan Mengelola proses kredit Mengelola kartu piutang Mengelola penagihan piutang Mengelola administrasi pembelian Mengelola kartu utang . 2. 4. 7. Struktur kurikulum dalam 3 tahun (kelas 1. 11. 2. 9. II 1. 12. 13. 3. 15. noninstruksional meliputi kompetensi kunci. 3. 3) Bidang Keahlian Program Keahlian No I 1. kecakapan Substansi hidup. 2.

39

17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27.

Mengelola penerimaan barang supplies Mengelola kartu persediaan supplies Mengelola kartu persediaan barang dagangan Mengelola administrasi gudang Mengelola aktiva tetap Mengelola buku jurnal Mengelola buku besar Menyelesaikan siklus akuntansi perusahaan jasa dan dagang Mengelola administrasi gaji dan upah Mengelola kartu biaya produksi Menyelesaikan siklus akuntansi perusahaan manufaktur JUMLAH (Sumber : Dirjen Dikdasmenjur 2004)

10 16 30 20 80 70 65 460 80 45 465 4396

Tabel 2. Struktur kurikulum I tahun PROGRAM KEAHLIAN TINGKAT NO I. 1. 2. 3. 4. II. 1. 2. 3. 4. 5. 6. III. 1. 2. 3. : AKUNTANSI : I (SATU) WAKTU

MATADIKLAT
PROGRAM NORMATIF Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Pendidikan Jasmani dan Olah Raga PROGRAM ADAPTIF Matematika Bahasa Inggris Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi Kewirausahaan Ekonomi Mengetik Manual dan elektronik PROGRAM PRODUKTIF Bekerja sama dengan kolega dan pelanggan Bekerja sama dalam lingkungan sosial yang berbeda Berkomunikasi melalui telepon dan faksimili

80 120 80 120

200 200 160 80 80 200

20 20 40

40

Matadiklat Siklus Akuntansi : 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. IV. 1 Mengerjakan persamaan dasar akuntansi Mengelola bukti transaksi Mengelola buku jurnal Mengelola buku besar Menyelesaikan siklus akuntansi perusahaan jasa dan dagang Mengelola administrasi kas bank Mengelola administrasi dana kas kecil Mengelola order penjualan PROGRAM MUATAN LOKAL Bimbingan dan penyuluhan JUMLAH (Sumber : Dirjen Dikdasmenjur 2004) 40 1920 480

Tabel 3. Struktur kurikulum 1 minggu NO I. 1. 2. 3. 4. II. 1. 2. 3. 4. 5. 6. MATADIKLAT PROGRAM NORMATIF Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan dan Sejarah Bahasa Indonesia Pendidikan Jasmani dan Olah Raga PROGRAM ADAPTIF Matematika Bahasa Inggris Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi Kewirausahaan Ekonomi Mengetik Manual dan Elektronik 5 5 4 2 2 5 2 3 2 3 WAKTU

41

III. 1.

PROGRAM ADAPTIF Bekerja sama dengan kolega dan pelanggan Bekerja sama dalam lingkungan sosial yang Berbeda Berkomunikasi melalui telepon dan faksimili 2

2.

Matadiklat Siklus Akuntansi : Mengerjakan persamaan dasar akuntansi Mengelola bukti transaksi Mengelola buku jurnal Mengelola buku besar Menyelesaikan siklus akuntansi perusahaan jasa dan dagang Mengelola administrasi kas bank Mengelola administrasi dana kas kecil Mengelola order penjualan 1 48 12

3.

Bimbingan dan penyuluhan JUMLAH (Sumber : Dirjen Dikdasmenjur 2004)

4. Pelaksanaan Pembelajaran Pembelajaran pada hakekatnya adalah proses interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya, sehingga terjadi perubahan perilaku ke arah yang lebih baik. Dalam interaksi tersebut berbagai faktor yang mempengaruhinya, baik faktor internal yang datang dari dalam diri individu maupun faktor eksternal yang datang dari lingkungan. a. Kegiatan Pembelajaran Pelaksanaan pembelajaran adalah proses kegiatan belajar peserta diklat sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan guna

pembimbingan. 2004. Sedangkan pelaksanaan pembelajaran di dunia industri (kerja) yaitu peserta yang mengikuti pelatihan di industri adalah mereka yang memenuhi persyaratan minimal yang telah ditetapkan. dan penguasaaan alat serta teknik bekerja yang tepat. Kegiatan ekstrakurikuler ditujukan untuk pengembangan bakat dan minat serta untuk memantapkan . Prosedur pelaksanaan pembelajaran di SMK merupakan tatacara pembelajaran. dan pelatihan yang dilakukan di sekolah dan di dunia kerja. kuat. baik pada saat penerimaan maupun pada saat pemilihan program diklat. mendasar. Pelaksanaan pembelajaran di sekolah merupakan realisasi pembelajaran program produkif yang ditekankan pada penguasaan dasar-dasar keahlian yang luas. Pelaksanaan pembelajaran dituangkan dalam bentuk kegiatankegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler. Bag. 1) Kegiatan Kurikuler Merupakan kegiatan yang dilaksanakan sesuai dengan struktur kurikulum dan ditujukan untuk mengembangkan kompetensi peserta didik sesuai dengan bidang keahliannya. 2) Kegiatan Ekstrakurikuler Merupakan kegiatan diklat di luar jam yang tercantum pada struktur kurikulum.42 mencapai penguasaan kompetensi. Pembelajaran dapat dilaksanakan di sekolah dan atau di dunia kerja (Dirjen Dikdasmen. III:16). Kegiatan kurikuler dilakukan melalui kegiatan pembelajaran terstruktur sesuai dengan struktur kurikulum.

penyelenggaraan kegiatan kesiswaan dan kemasyarakatan. usaha kesehatan sekolah. palang merah. ilmu pengetahuan (knowledge). Untuk dapat belajar secara tuntas. Hal ini dimaksudkan agar peserta didik dapat menguasai sikap (attitude). dan keterampilan (skills). Pendekatan Pembelajaran Pembelajaran berbasis kompetensi harus menganut prinsip pembelajaran tuntas (mastery learning). kegiatan sosial. serta situasi dan kondisi sosial. Jenis kegiatan yang dipilih harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kebermaknaan bagi peserta didik. antara lain dapat berupa kepramukaan. keadaan dan kemampuan sekolah. perlu dikembangkan prinsip pembelajaran sebagai berikut : 1). ekonomi. kelompok debat. . b. Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk lebih mengaitkan dan menerapkan kompetensi yang diperoleh pada program kurikuler dengan keadaan dan kebutuhan lingkungan guna kepribadian peserta didik seutuhnya. olah raga.43 pembentukan kepribadian peserta didik. maupun budaya masyarakat dimana sekolah berada. Learning by doing Yaitu belajar melalui aktivitas/kegiatan nyata yang memberikan pengalaman belajar bermakna dan dikembangkan menjadi mengembangkan pembelajaran berbasis produksi. kesenian.

multi entry-multi exit (MEME). Pemilihan model pembelajaran kelas industri atau kelas wiraswasta mempertimbangkan minat dan kemampuan peserta didik serta kondisi sekolah. yaitu : 1) jalur kelas industri (employed) peserta didik belajar di sekolah dan berlatih di industri. dan 2) jalur kelas wiraswasta/mandiri (selfemployed) peserta didik belajar dan berlatih berwiraswasta di sekolah dan berusaha secara mandiri. Pola Penyelenggaraan Pendidikan di SMK dapat menerapkan berbagai pola penyelenggaraan pendidikan yang dapat dilaksanakan secara terpadu. Individualized learning Yaitu pembelajaran dengan memperhatikan keunikan setiap individu yang dilaksanakan dengan sistem modular. yaitu pola pendidikan sistem ganda (PSG).44 2). c. industri. dan pendidikan jarak jauh. Mengingat lulusan SMK dapat bekerja sebagai wiraswastawan atau pegawai. 1) Pola pendidikan sistem ganda (PSG) PSG adalah pola penyelenggaraan diklat yang dikelola bersama-sama antara SMK dengan industri/asosiasi profesi sebagai . Dalam hal ini yang paling menentukan adalah ada tidaknya kesempatan berwirausaha pada program keahlian yang diminati peserta didik. dan dunia kerja sekitar sekolah. maka pelaksanaan pembelajaran dengna pendekatan tersebut di atas dapat dilakukan melalui dua jalur alternatif.

evaluasi. dan sertifikasi. dan sebagainya. 5. Dengan pola ini. Durasi pelatihan di industri dilaksanakan selama 4 (empat) bulan sampai dengan 1 (satu) tahun pada industri dalam dan atau luar negeri. lembaga kursus. peserta didik dapat mengambil program/ kompetensi di berbagai institusi pendidikan seperti SMK. Penilaian hasil belajar peserta didik dalam sistem pembelajaran berbasis kompetensi pada dasarnya merupakan proses penentuan untuk . maka peserta didik di SMK dapat mengikuti pendidikan secara paruh waktu. politeknik. pelaksanaan. 2) Pola multi entry-multi exit Pola multi entry-multi exit merupakan perwujudan konsep pendidikan dengan sistem terbuka yang diterapkan agar peserta didik dapat memperoleh layanan secara fleksibel dalam menyelesaikan pendidikannya. 2004:22). Sedangkan pengukuran adalah proses kuantifikasi atau pengumpulan bukti-bukti suatu gejala atau objek menurut aturan tertentu yang sdapat dilakukan baik dengan cara tes maupun nontes (Dirjen Dikdasmen. diklat industri. Oleh sebab itu. Pola pendidikan sistem ganda ini diterapkan dalam proses penyelenggaraan SMK dalam rangka lebih mendekatkan mutu lulusan yang berkualitas sesuai dengan permintaan dari dunia industri/ usaha. Evaluasi Evaluasi (penilaian) adalah penentuan nilai hasil pengukuran dinbandingkan dengan acuan atau standar tertentu.45 institusi pasangan (IP) mulai dari tahap perencanaan.

maka sistem penilaian menitikberatkan pada penilaian hasil belajar berbasis kompetensi (competency based assesment) dengan ciri sebagai berikut : 1) Menggunakan assesment). penilaian acuan patokan (criterion reference . dan perbaikan hasil belajar secara berkesinambungan. Pelaksanaan penilaian dapat dilakukan secara langsung pada saat peserta didik melakukan aktivitas belajar. dan secara tidak langsung melalui bukti-bukti hasil belajar (learning evidance) yang diperoleh seorang peserta didik dengan kriteria kinerja (performance criteria) yang ditetapkan pada standar kompetensi. Dalam pelaksanaannya penilaian hasil belajar peserta didik dapat dibagi menjadi penilaian berbasis kelas (classroom based assesment) yang berguna untuk mengukur tingkat penguasaan suatu kompetensi atau tahap pembelajaran. 3) Keberhasilan peserta didik hanya dikategorikan dalam bentuk kompeten dan belum kompeten. Sesuai dengan pendekatan kompetensi yang digunakan dalam pengembangan kurikulum SMK edisi 2004. kemajuan. 4) Dilaksanakan secara berkelanjutan. penilaian hasil belajar juga merupakan bagian integral dari proses pembelajaran yang diarahkan untuk menilai kinerja peserta didik dalam memantau proses.46 memastikan peserta didik apakah sudah kompeten atau belum. 2) Diberlakukan secara perseorangan (individualized). Selain itu.

b) Penilaian Kompetensi Penilaian kompetensi pada dasarnya merupakan penilaian sumatif terhadap ketuntasan pencapaian hasil belajar peserta didik setelah menyelesaikan satu unit kompetensi. Sertifikasi a. 3. Menetapkan penyelesaian suatu tahap pembelajaran sebagai dasar untuk memutuskan kelanjutan pembelajaran tahap berikutnya. maka SMK yang telah diakreditasi diberi wewenang untuk menyelenggarakan ujian dan . Penilaian yang berkaitan dengan sertifikasi kompetensi dilakukan oleh lembaga sertifikasi independen sesuai dengan keahliannya. Ijazah Mengacu pada Undang-Undang Sisdiknas. Apabila lembaga ini belum tersedia. Menetapkan sistem pembimbingan guna membantu kelancaran dan keberhasilan belajar peserta didik. Penilaian tersebut bertujuan untuk menetapkan keberhasilan peserta didik dalam menguasai satu unit kompetensi.47 a) Penilaian Berbasis Kelas Penilaian berbasis kelas adalah penilaian yang dilaksanakan oleh guru dalam proses pembelajaran yang bertujuan untuk : 1. maka sekolah dapat bekerja sama dengan dunia industri/ industri terkait yang mempunyai kredibilitas untuk berperan sebagai pengganti lembaga sertifikasi. 2. Memantau kegiatan dan kemajuan belajar peserta didik sebagai bahan masukan untuk perbaikan pembelajaran lebih lanjut. 6.

Oleh karena itu. b. C. memiliki daya . Tenaga kerja yang dibutuhkan adalah sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sesuai dengan bidang pekerjaannya. dan lembaga diklat yang diberi wewenang oleh lembaga sertifikasi. Pengembangan Kurikulum SMK Edisi 2004 Berpendekatan KBK Arah pengembangan pendidikan menengah kejuruan memiliki peran untuk menyiapkan peserta didik agar siap bekerja. lembaga diklat yang memiliki kredibilitas dalam bidangnya. Sertifikat Kompetensi Sertifikat kompetensi diberikan kepada peserta didik yang lulus uji kompetensi yang diselenggarakan oleh SMK/ lembaga diklat yang terakreditasi sebagai penyelenggara uji kompetensi. dituntut agar mampu menghasilkan lulusan sebagaimana yang diharapkan oleh dunia kerja. baik bekerja secara mandiri (wiraswasta) maupun mengisi lowongan pekerjaan yang ada. perusahaan/ industri.48 memberikan ijasah yang diterbitkan oleh Departemen Pendidikan Nasional kepada peserta didik yang dinyatakan lulus ujian. asosiasi profesi. Ijasah ini digunakan sebagai pengakuan terhadap penyelesaian pada jenjang pendidikan SMK atau prestasi belajar yang telah diraih oleh peserta didik. Sertifikat kompetensi tersebut diterbitkan oleh lembaga sertifikasi. SMK sebagai salah satu institusi yang menyiapkan tenaga kerja. arah pengembangan pendidikan menengah kejuruan diorientasikan pada pemenuhan permintaan pasar kerja.

Atas dasar itulah. Pengelompokan kembali program-program diklat (bidang dan program keahlian) berdasarkan kesamaan akar kompetensi untuk menentukan dasar-dasar keahlian dan keilmuan sejenis. Atas dasar itulah. maka perluasan bidang keahlian dan dasar-dasar keilmuan disesuaikan dengan kebutuhan kontekstual pada masingmasing karakteristik lapangan kerja. 3. Berdasarkan Dikmenjur Depdiknas (2004) penyempurnaan kurikulum SMK edisi 2004 dirancang sebagai : 1. Perkuatan daya suai adaptabilitas tidak cukup dengan memperluas dasardasar keahlian. maka pengembangan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan dunia kerja. maka tidak mungkin memberikan dasardasar yang lebih luas yang berarti derajat keluwesannya akan menurun. 2. maka akan makin tinggi derajat keluwesannya.49 adaptasi dan daya saing yang tinggi. tetapi perlu didukung oleh kemampuan-kemampuan . Pengembangan kurikulum SMK edisi 2004 yang berpendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada dasarnya merupakan upaya penyempurnaan terhadap kurikulum yang berlaku. Sebaliknya jika kontekstual dipertajam. tetapi derajat kontekstualnya terhadap dunia kerja akan semakin rendah. Makin lebar/ luas bidang keahlian dan keilmuan yang dijadikan dasar acuan. Tingkat keluwesan keahlian sangat ditentukan oleh keleluasaan bidang keahlian yang dijadikan dasar dalam pengembangan isi kurikulum.

yaitu bahwa pendidikan di SMK harus berbasis ganda (school and industry based) dan tidak bisa hanya berbasis tunggal (school based). maka program pendidikan di SMK . Standarisasi program. yaitu perlu pengorganisasian yang tegas mengenai materi atau isi kurikulum sesuai dengan kedudukannya. Dengan demikian. 4. lanjut keahlian. dan spesialisasi (paket keahlian). evaluasi.50 generik yang lebih memungkinkan terjadinya proses interaksi individu dengan lingkungan yang lebih luas sebagai prasyarat untuk terjadinya pengembangan pribadi secara optimal. mulai dari profil kompetensi. 6. keahlian. Pentahapan pembelajaran. yaitu bahwa penggunaan pendekatan kompetensi dimaksudkan agar SMK mampu menghasilkan tamatan yang memiliki kompetensi (kompeten). Seseorang dapat dikatakan kompeten apabila memenuhi persyaratan-persyaratan yang telah ditetapkan. Oleh karena itu penggunaan pendekatan kompetensi mengandung makna bahwa program pendidikan di SMK harus terstandar. 5. Hal ini akan sangat membantu dalam mengatur pentahapan pembelajaran (learning hierarchy). sehingga jelas mana yang bersifat dasar. penyelenggaraan program. mulai dari penetapan materi dasar keahlian. dan kontekstual. bahan pembelajaran. deskripsi program. Berbasis ganda. Oleh karena itu diperlukan peningkatan dan perkuatan kompetensi-kompetensi dasar (key competencies) yang lebih luas. yaitu tamatan yang memiliki kemampuan sekaligus berkewenangan. dan sertifikasi.

dan memelihara data hasil belajar peserta didik secara cermat. III:24). 2004. akurat. D. dan melaporkan data tersebut sesuai dengan tujuan masing-masing aktivitas (Dirjen Dikdasmen. Administrasi dan pelaporan hasil belajar peserta didik dimaksudkan untuk : 1) mencatat. dan mudah digunakan. Oleh karena itu SMK diharapkan dapat mengembangkan kegiatan ekstrakurikuler sebagai bagian integral dari pelaksanaan diklat untuk mengembangkan aspek kedewasaan emosional peserta didik. 2) menyediakan informasi tentang kemajuan dan prerstasi belajar bagi kepentingan pembinaan dan pengembangan peserta didik dalam bentuk/format yang sesuai dengna kepentingannya. Bag. Administrasi dan Pelaporan Hasil Administrasi dan pelaporan hasil belajar adalah aktivitas mengadministrasikan seluruh data hasil belajar peserta didik dengan cara-cara yang dapat memudahkan penyimpanan. . memeriksa. dan 3) menginformasikan kemajuan dan prestasi hasil belajar peserta didik kepada pihak-pihak yang berkepentingan sebagai bagian pertanggung jawaban sekolah dalam rangka akuntabilitas penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan.51 harus dirancang dengan mempertimbangkan bahwa implementasinya dalam bentuk pendidikan sistem ganda (dual based program). yaitu bahwa tugas SMK menghasilkan tamatan yang terdidik sekaligus terlatih tidak seluruhnya dapat diprogramkan secara terstruktur dalam kurikulum. menyimpan. Kegiatan ekstrakurikuler. 7. aman.

identitas sekolah. 3. Leger Leger merupakan buku yang berisi informasi pencapaian hasil belajar peserta didik dalam satu kelas yang memberi gambaran secara . Skill passport minimal berisi komponen-komponen seperti identitas pemegang. identitas peserta didik. Buku laporan berisi tentang identitas sekolah. dan legalitas kepala sekolah. daftar kompetensi dan sub kompetensi. 2. dan ijazah. transkip. leger. penjelasan tentang skill passport. yaitu dapat berupa laporan penilaian seperti buku laporan (rapor). paspor keterampilan (skill passport). nama program keahlian.52 Hasil penilaian didokumenkan dalam berbagai bentuk. Buku laporan (Rapor) Buku laporan (rapor) berisi informasi hasil belaajr peserta didik yang memberi gambaran secara rinci tentang pencapaian kompetensi pada tahap waktu pembelajaran tertentu. nilai hasil belajar matadiklat. Paspor keterampilan (Skill Passport) Skill passport dimaksudkan untuk menginformasikan kompetensi/ sub kompetensi yang telah dicapai dan menginformasikan kepada dunia kerja atau pihak lain yang terkait tentang riwayat pencapaian kompetensi/ sub kompetensi yang dikuasai pemegangnya sebagai bukti dan bahan pertimbangan bagi lapangan kerja. serta pencapaian dan legalitas. 1. pengesahan oleh guru pembimbing diketahui oleh orang tua/ wali murid.

Transkip ini berisi komponen-komponen seperti identitas sekolah. Transkip dimaksudkan untuk memberi penjelasan secara rinci prestasi peserta didik pada akhir pendidikan. nilai hasil belajar matadiklat yang dinyatakan dalam angka dan huruf. serta pengesahan dan cap oleh kepala sekolah. Transkip Transkip merupakan kumpulan laporan pencapaian hasil belajar pada akhir pendidikan yang memberikan gambaran secara rinci dan menyeluruh kompetensi dan prestasi peserta didik selama proses pendidikan. . 5. identitas peserta didik. Leger ini diimaksudkan untuk merekam perkembangan kemajuan belajar peserta didik dan memberi informasi tentang keadaan hasil belajar peserta didik dalam satu kelas. Ijazah dimaksudkan untuk memberikan pengakuan bahwa yang bersangkutan telah menyelesaikan program dan lulus jenejang pendidikan SMK. 4.53 rinci tentang penguasaan kompetensi dan catatan pribadi dalam satu tahun. Ijazah Ijazah merupakan keterangan pengakuan penyelesaian suatu jenjang pendidikan sekaligus tanda kelulusan yang diberikan setelah peserta didik menyelesaikan seluruh program pendidikan jenjang SMK dan lulus ujian yang diselenggarakan pada akhir pendidikan.

54

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Desain Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini bersifat kualitatif dan menggunakan metode deskripsi, yaitu dengan menggambarkan keadaan dan memecahkan masalah yang sedang berlangsung. Dengan pendekatan ini diharapkan peneliti dapat menghasilkan data yang deskriptif yang nantinya dituangkan dalam bentuk laporan dan uraian, jadi tidak mengutamakan angkaangka statistik. Istilah penelitian kualitatif menurut Bogdan dan Taylor (1975:25)

yang dikutip oleh Moleong (2002:3) mendefinisikan “Metodologi Kualitatif” sebagai prosedur pemilihan yang menghasilkan data dan deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Penelitian kualitatif tidak bertujuan untuk menguji hipotesis tetapi berusaha mengumpulkan data empiris, dari data tersebut ditemukan pola-pola yang mungkin dapat dikembangkan menjadi teori. Disamping untuk memberikan gambaran secara objektif tentang realitas di lapangan, deskripsi disini tidak terbatas pada pengumpulan data dan penyusunan data saja, melainkan meliputi analisis tentang arti data tersebut. Pendekatan kualitatif menurut Bodgan dan Biklen yang diterjemahkan oleh Munandar (1990:33–36) memiliki 5 sifat yaitu : 1. Pendekatan kualitatif mempunyai latar belakang alami, karena sebagai alat terpenting adanya sumber data yang langsung di lapangan perisetnya. 2. Pendekatan kualitatif bersifat deskriptif. 3. Pendekatan kualitatif lebih memperhatikan proses daripada hasil atau produk semata. 54

55

4. Periset kualitatif cenderung menganalisis datanya secara induktif. 5. Makna merupakan bagiana yang esensial untuk rancangan kualitatif. Dengan pendekatan kualitatif maka penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran secara obyektif dan menguraikan keadaan atau fenomena tentang pelaksanaan implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Kecamatan Gombong Kabupaten Kebumen. B. Lokasi Penelitian Lokasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Sekolah Menengah Kejuruan Yayasan Pendidikan Ekonomi (Yapek), yang beralokasi di Jalan Merbabu No. 64 Wero Kecamatan Gombong Kabupaten Kebumen. Lokasi ini dipilih karena peneliti berasal dari Kebumen, dan kebetulan peneliti juga merupakan alumni dari SMK tersebut. Dengan demikian, maka antara peneliti dan pihak SMK Yapek Gombong Kebumen terjalin hubungan familier. Di samping itu, peneliti juga ingin mengetahui sejauh mana pelaksanaan implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi, khususnya pada matadiklat siklus akuntansi. C. Informan Penelitian Informan adalah orang yang dimanfaatkan untuk memberikan informasi tentang situasi dan kondisi latar penelitian (Moleong, 2002:90). Dalam penelitian kualitatif, keberadaan informan penelitian sebagai informasi kunci yang akan diwawancarai secara mendalam sangat dibutuhkan. Oleh karena itu, sebagai informan penelitian pada penelitian ini adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah bagian kurikulum, guru matadiklat siklus akuntansi dan siswa-siswi yang sedang menempuh mata pelajaran siklus akuntansi.

56

1. Kepala Sekolah SMK Yapek Gombong Kebumen Peneliti memilih kepala sekolah sebagai informan penelitian karena tugas kepala sekolah adalah selaku penanggung jawab dari kegiatan pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. Kepala sekolah juga berperan sebagai dinamisator,

organisator, administrator dan supervisor yang mengelola pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. Dengan demikian, maka kepala sekolah dapat dimintai keterangan tentang perannya dalam memperdayakan seluruh aspek kependidikan yang menyangkut fasilitas, sarana dan prasarana sekolah guna mendukung terlaksananya penerapan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan KBK, khususnya pada matadiklat siklus akuntansi. Selain itu, peneliti juga dapat memperoleh informasi dari kepala sekolah mengenai tenaga pengajar, proses pembelajaran, ragam kegiatan belajar, waktu belajar, pendukung belajar dan guru yang mengelola proses pembelajaran. 2. Wakil kepala sekolah bagian kurikulum SMK Yapek Gombong Kebumen Wakil kepala sekolah bagian kurikulum dijadikan informan penelitian karena tugas dan wewenang dari wakil kepala sekolah bagian kurikulum adalah mengatur, mengelola, dan menyesuaikan kurikulum yang hendak diterapkan dalam sekolah tersebut. Dengan demikian, maka peneliti dapat memperoleh informasi dari wakil kepala sekolah bagian kurikulum mengenai penerapan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan KBK, khususnya pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen. 3. Guru matadiklat siklus akuntansi Tugas dari seorang guru bidang studi adalah sebagai pelaksana kegiatan belajar mengajar. Untuk mengetahui proses belajar mengajar dengan kkkkk

Oleh karena itu. dan untuk tingkat satunya ada 3 kelas. peneliti juga memilih guru matadiklat siklus akuntansi sebagai informan penelitian. khususnya pada matadiklat siklus akuntansi. Siswa-siswi SMK Yapek Gombong Kebumen Selain kepala sekolah. Dari ke-6 informan ini dapat ditanya mengenai bagaimana siswa-siswi dalam menerima pelajaran siklus akuntansi yang penerapannya menggunakan kurikulum SMK edisi 2004 yang berpendekatan KBK. 4. peneliti dapat melakukannya secara . Dalam mengumpulkan data/ informasi dari masing-masing informan. Dari informan penelitian yang telah dipilih oleh peneliti. disamping kepala sekolah dan wakil kepala sekolah bagian kurikulum. Dalam penelitian ini siswa-siswi yang dijadikan informan penelitian hanya sebagian saja. wakil kepala sekolah bagian kurikulum. siswa-siswi yang dijadikan informan penelitian sebanyak 6 siswa. siswa-siswi SMK Yapek Gombong Kebumen khususnya yang sedang menempuh matadiklat siklus akuntansi juga perlu dijadikan sebagai informan penelitian. yaitu dari tiap-tiap kelas diambil 2 siswa yang merupakan siswa berprestasi. diharapkan dapat memberikan segala informasi yang diperlukan guna memecahkan permasalahan yang ada dalam penelitian ini. dan guru mata pelajaran siklus akuntansi. khususnya pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen.57 menggunakan kurikulum SMK edisi 2004 yang berpendekatan KBK. Sedangkan di SMK Yapek Gombong Kebumen siswa-siswi yang mendapatkan matadiklat siklus akuntansi adalah semua siswa-siswi yang duduk di tingkat I program keahlian akuntansi. maka peneliti sangat memerlukan informasi dari guru bidang studi yang bersangkutan. Dengan demikian.

. Dilihat dari jenisnya. guru matadiklat siklus akuntansi. Artinya. menurut Bogdan dan Biklen (1982) dalam (Utanto. 2002:9). penelitian ini digolongkan pada jenis penelitian deskriptif yang bersifat eksploratif. peneliti melakukan wawancara dengan informan. yaitu kepala sekolah. wakil kepala sekolah bagian kurikulum. kebutuhan peneliti. tetapi tergantung pada situasi. yaitu penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan keadaan atau status fenomena. bahwa peneliti dalam meminta keterangan dari masing-masing informan tidak terikat alur urutan jabatan. Adapun pelaksanaan penelitian dilakukan di lapangan. 2002:47) peneliti menyesuaikan diri dengan memahami kenyataan di lapangan. Oleh karena itu seyogyanya. peneliti merupakan instrumen utama. kondisi. dan dapat dilakukan kapan saja dengan catatan selama tidak mengganggu jam-jam kesibukan para informan. Tahap-tahap Penelitian dan Jadwal Waktu Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan lebih mengacu pada perspektif fenomenologis. Dengan demikian. D. Peneliti dalam pandangan fenomenologis berusaha memahami arti peristiwa dan kaitan-kaitannya terhadap orang-orang biasa dalam situasi tertentu (Moleong.58 bebas dan tidak terbatas waktu. apabila pada suatu saat peneliti meminta keterangan pada masing-masing informan dan ternyata mengalami kegagalan. maka peneliti dapat meminta keterangan dilain hari selama jangka waktu penelitian. dan siswa-siswi yang sedang menempuh matadiklat siklus akuntansi yang sesuai dengan tujuan penelitian. Selama melakukan penelitian.

59 Tahap-tahap yang ditempuh dalam penelitian ini terdiri dari persiapan penelitian sampai dengan pelaksanaan penelitian. yaitu meliputi konsep dasar analisis data. memasuki lapangan. Tahap pra lapangan. . menjajagi dan menilai keadaan lapangan. memilih dan memanfaatkan informan. Menurut Moleong (1988:85). b. menyiapkan perlengkapan penelitian dan persoalan etika penelitian. tema penelitian terlebih dahulu diajukan kepada tim penyeleksi tema di tingkat jurusan untuk mendapatkan persetujuan tema. Tahap analisis data. tahap-tahap penelitian yang telah disesuaikan dengan keadaan Indonesia adalah : a. dan menganalisis berdasarkan hipotesis. c. mengurus perijinan. yaitu meliputi menyusun rancangan penelitian. yaitu meliputi memahami latar penelitian dan persiapan diri. Tahap-tahap penelitian yang akan dilaksanakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : a. Tahap pekerjaan lapangan. Pada tahap awal. Penelitian pra lapangan 1) Menyusun rancangan penelitian yang sering kita kenal dengan sebutan proposal penelitian. dan berperan serta sambil mengumpulkan data. memilih lapangan penelitian. Selanjutnya tema yang telah disetujui disusun dalam bentuk proposal penelitian dan diserahkan kepada dosen pembimbing I dan II untuk mendapatkan bimbingan dan persetujuan. menemukan tema dan perumusan hipotesis.

6) Menyiapkan kelengkapan penelitian. dilakukan juga pada saat peneliti hampir memasuki lapangan penelitian. Pada tahap awal. dan siswa-siswi yang sedang menempuh matadiklat siklus akuntansi. Perlengkapan penelitian yang dipersiapkan antara lain peralatan tulis sebagai peralatan catatan lapangan. Berkaitan dengan tema penelitian yaitu pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi. Informan penelitian dipilih dengan cara purposive sample dan dimanfaatkan sesuai dengan tujuan pengungkapan data penelitian. perijinan penelitian dilakukan secara lisan. kamera. dan panduan observasi. Informan penelitian merupakan orang-orang yang terkait dalam instansi yang digunakan sebagai tempat penelitian. wakil kepala sekolah bagian kurikulum. seperti : kepala sekolah. alat perekam. 3) Mengurus perijinan. 4) Menjajagi dan menilai keadaan lapangan. maka lembaga yang dipilih sebagai lapangan penelitian adalah SMK Yapek Gombong Kebumen.60 2) Memilih lapangan penelitian. dan III skripsi disetujui oleh masing-masing dosen pembimbing kemudian perijinan penelitian dilakukan secara formal antara lembaga yang menaungi peneliti yaitu UNNES dengan Yayasan SMK Yapek Gombong Kebumen. garis besar materi wawancara. Kegiatan ini selain dilakukan pada saat memilih lapangan penelitian. II. selanjutnya setelah Bab I. guru matadiklat siklus akuntansi. 5) Memilih dan memanfaatkan informan penelitian. .

mempelajari kembali proposal serta memperdalam dan memperluas kajian literatur penelitian. Dalam melakukan wawancara. oleh sebab itu etika peneliti harus selalu diperhatikan. dan observasi peneliti dapat melakukannya secara bebas (tidak terikat alur urutan jabatan). Pada tahapan ini. dan kebutuhan peneliti. . peran keterlibatan peneliti sangat dibutuhkan. dokumentasi. maka pelaksanaan penelitian dapat dilakukan secara efektif dan efesien. kemudian peneliti dapat memulai memasuki lapangan penelitian secara proporsional. sehingga perasaan empati dan kekeluargaan dapat terjalin baik dengan konsisten pada tujuan penelitian.61 7) Etika penelitian. 3) Berperan serta sambil mengumpulkan data. b. maupun observasi. Adanya perasaan empati dan kekeluargaan antara peneliti dengan informan penelitian di SMK Yapek Gombong Kebumen dapat memberi kemudahan bagi peneliti untuk berpartisipasi dalam kegiatan yang dilakukan di SMK tersebut. Peneliti dapat secara langsung melakukan wawancara. dokumentasi. peneliti diharapkan berusaha untuk melakukan interaksi awal. tetapi tergantung pada situasi. kondisi. Dengan adanya persiapan yang matang. Dalam penelitian kualitatif. Setelah seluruh persiapan intern maupun ekstern peneliti terpenuhi. 2) Memasuki lapangan. Tahap pekerjaan lapangan 1) Memahami latar penelitian dan persiapan diri.

Peneliti memilih dua tahap dalam melakukan penelitian di lapangan karena pada pelaksanaan tahap I merupakan tahun ajaran baru dan proses belajar mengajar baru dimulai. Menurut Milles dan Hoberman dalam Rahman (1999:20) salah satu cara yang dianjurkan ialah mengikuti langkah-langkah analisis data yang umum digunakan. Dalam kegiatan ini peneliti dilengkapi dengan alat perekam mini. agar peneliti dapat menyelami dan memahami realitas sosial di lapangan yang dijumpai (Bogdan & Biklen. dan III yang harus disetujui terlebih dahulu oleh dosen pembimbing I dan II. . II. dan dokumentasi fotografi. yaitu tahap-1 dimulai tanggal 15 Juli sampai dengan 30 Agustus 2004 dan tahap ke2 dimulai setelah Bab I. sehinggga peneliti dapat memperoleh informasi dari para informan secara langsung mulai dari awal tahun ajaran baru 2004/2005. Teknik Pengumpulan Data Proses pengumpulan data dalam penelitian ini menempatkan peneliti sebagai instrumen penelitian yang utama. 1985). II. 1982. (2) reduksi data. (3) display data. Ini bisa dilakukan setelah peneliti dapat diterima. (4) mengambil kesimpulan atau verifikasi. Jadwal penelitian yang direncanakan oleh peneliti ada dua tahap. dan III disetujui oleh dosen pembimbing I dan II. dipercaya dan bisa menjalin hubungan baik dengan para responden. yaitu : (1) pengumpulan data. E. Mengenai tahapan analisis data akan dibahas lebih lanjut secara luas pada sub G tentang proses pencatatan dan teknik analisis data. Tahap Analisis Data Ada banyak cara yang dapat diikuti oleh para peneliti dalam menganalis data. catatan kecil. Guba & Lincoin.62 c. Sedangkan pada tahap II peneliti memilih waktu tersebut karena peneliti sambil menunggu bimbingan skripsi dari Bab I.

Disitu tekandung pengertian bahwa peneliti sebagai instrumen penelitian harus peka dalam mengamati segala sesuatu. observasi adalah kegiatan mengamati sesuatu tanpa mempengaruhi dan secara simultan mencatat atau merekamnya untuk bahan analisis. dan mampu merekam/mencatat segala hal yang menjadi fokus pengamatannya. guru bidang studi. . Syarat yang harus dipenuhi dalam penggunaan teknik ini adalah tidak boleh mempengaruhi hal-hal yang diobservasi seperti apa yang dikendaki observer.63 Pengumpulan data dilakukan berulang-ulang dalam beberapa tahap berdasarkan perkembangan yang muncul sehubungan dengan jawaban-jawaban atas suatu pertanyaan. Metode Observasi Merujuk pendapat Audrey True (1983) dalam Nugroho (1993:18). dan siswa yang akan diteliti. sedangkan dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data tentang beberapa kegiatan yang berhubungan dengan situasi pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi pada mata pelajaran siklus akuntansi. Awal dari tahap ini yaitu peneliti melakukan sosialisasi untuk menanamkan rasa saling percaya antara peneliti dengan kepala sekolah. wakil kepala sekolah bagian kurikulum. Observasi dan wawancara merupakan dua teknik pengumpulan data yang digunakan sekaligus. Berikut dipaparkan pengunaan masing-masing metode pengumpul data : 1. Pada tahap ini peneliti mengamati langsung di sekolah yang telah dijadikan tempat penelitian.

yaitu menyangkut ketersediaan sarana dan prasarana yang dapat menunjang kegiatan belajar mengajar. Wawancara Penelitian ini bersifat kualitatif. khususnya pada matadiklat siklus akuntansi. dialami. observasi dilakukan dengan mengamati situasi pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi dan mengamati kegiatan guru-guru yang sedang melaksanakan proses pembelajaran. dari persiapan. . Selain itu. dan dipikirkan. selanjutnya peneliti mengamati kondisi sekolah yang meliputi kondisi fisik dan kondisi non fisik. sehingga penggunaan wawancara menjadi sangat cocok karena mampu mengorek kedalaman peristiwa maupun setting sosial yang menjadi bingkai terjadinya peristiwa tersebut. Setiap data dan informasi yang diperoleh melalui teknik observasi ini akan selalu didokumentasikan dalam catatan lapangan. pelaksanaan. Catatan lapangan adalah catatan tertulis tentang apa yang didengar. dilihat. Hal-hal yang diobservasi meliputi: waktu pelaksanaan. Banyak fenomena sosial di lapangan yang sulit dijaring melalui angket dan sejenisnya. 2. dan evaluasi pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi. hal ini bertujuan untuk menghindari tercecernya data-data yang telah diperoleh saat di lapangan. implementasi hasil dan evaluasi pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi yang diterapkan di SMK Yapek Gombong Kebumen.64 Setelah terbina hubungan baik dan saling percaya antara peneliti dengan pihak-pihak informan. maka wawancara merupakan teknik yang penting.

khususnya pada matadiklat siklus akuntansi. Sedangkan wawancara tak berencana hanya sebagai teknik pelengkap apabila pewawancara merasa bahwa data yang diperoleh dari teknik lain belum memadai.. dan proses belajar mengajar yang baik. wawancara dilaksanakan secara berencana terhadap informan-informan yang telah ditentukan di atas tentang hal-hal yang berkaitan dengan pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi. waktu pelaksanaan. dan siswa-siswi yang sedang menempuh matadiklat siklus akuntansi dalam menyikapi kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi. makna pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi pada matadiklat akuntansi. . Adapun bahanbahan yang menjadi bahan wawancara meliputi : persiapan. Dalam penelitian ini. peran kepala sekolah.65 Teknik wawancara yang dilakukan dalam penelitian ini adalah bentuk wawancara mendalam dengan menggunakan teknik wawancara berencana (standar interview) dan wawancara tanpa rencana (under standardized interview). Menurut Tim Pengembangan MKDK IKIP Semarang (1989:104). wawancara berencana adalah suatu bentuk wawancara dengan merumuskan terlebih dahulu semua aspek-aspek yang akan dipertanyakan ke dalam suatu daftar. implementasi hasil. guru matadiklat siklus akuntansi. wakil kepala sekolah bagian kurikulum. sehingga saat pelaksanaannya berfungsi sebagai pedoman wawancara.

catatan harian dan sebagainya (Suharsimi Arikunto. mudah didapat dan digunakan. . Di dalam melaksanakan metode dokumentasi. dokumen. 3) data/informasi yang ada pada dokumen bersifat faktual dan realistis dalam arti memuat apa adanya tentang hal-hal yang didokumentasikan. peneliti menyelidiki benda-benda tertulis seperti buku-buku. Pelaksanaan metode dokumentasi dengan menyelidiki administrasi kepala sekolah dan foto kegiatan yang berhubungan dengan pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen. Metode dokumentasi ini adalah mencari data mengenai hal-hal atau catatan. Dokumentasi digunakan dalam penelitian ini dengan alasan: 1) selalu tersedia di kantor/lembaga. 2) dokumen merupakan sumber data yang stabil. agenda dan sebagainya untuk melengkapi datadata yang belum terambil melalui pengisian-pengisian kuesener atau dalam mengamati perangkat dokumen yang berkaitan dengan ketentuan pelaksanaan proses pembelajaran yang berorientasi pada kurikulum berbasis kompetensi. majalah. peraturanperaturan. transkip.66 3. Metode Dokumentasi Dokumentasi berasal dari kata dokumen yang artinya barang-barang tertulis. 1998:148). notulen rapat. buku.

Sumber Data Data merupakan suatu faktor yang sangat penting dalam suatu penelitian. Proses Pencatatan dan Teknik Analisis Data 1. Proses pencatatan Data Kegiatan yang tidak kalah penting dan perlu diperhatikan oleh seorang peneliti dalam usaha mengumpulkan informasi adalah proses pencatatan data. Data Primer Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari responden. catatan-catatan rapat kerja dinas yang penting tentang pelaksanaan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi. guru-guru mata pelajaran siklus akuntansi SMK Yapek Kecamatan Gombong Kabupaten Kebumen.67 F. G. Dalam penelitian ini penulis memperoleh data sekunder dari dokumen. yaitu dari kepala sekolah. Untuk mengumpulkan data-data mengenai implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntasi di SMK Yapek Gombong Kebumen penulis menggunakan data yang berasal dari : 1. petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis kurikulum berbasis kompetensi dari Depdiknas. Data Sekunder Data sekunder adalah data yang diperoleh secara tidak langsung dan dipakai untuk melengkapi data-data primer. Alat penelitian penting yang akan digunakan dalam . wakil kepala sekolah bagian kurikulum. 2.

dokumentasi maupun menyaksikan suatu kejadian tertentu. peneliti berusaha mengikuti pedoman yang telah dirumuskan oleh Bogdan dan Moleong (2002:101) antara lain : a) buatlah catatan secepatnya. jika teringat segeralah dicatat kembali. kemudian dilengkapi dan disempurnakan. Peneliti tidak mungkin melakukan pengamatan sambil membuat catatan yang baik. sehingga apa yang diragukan dalam penafsiran data dapat dicek secara langsung.68 pengumpulan data ialah catatan lapangan (field notes). Dengan dasar kenyataan tersebut. maka makin sulit data diingat dan kemungkinan data hilang akan semakin besar. dan dapat memberikan dasar . yaitu tape recorder maupun kamera sebagai alat dokumentasi dipilih untuk mengatasi kesulitan-kesulitan tersebut. Pada saat melakukan proses pencatatan lapangan. sebab makin ditunda pekerjaan. pokok-pokok utama saja. penggunaan alat-alat perekam kejadian. yaitu catatan yang dibuat oleh peneliti sewaktu mengadakan pengamatan/observasi. singkatan. wawancara. b) buatlah garis besar yang berisi judul-judul tentang sesuatu yang ditemui dalam suatu pengamatan atau wawancara yang cukup lama dilakukan. Penggunaan peralatan tersebut sebagai pencatat data mempunyai keuntungan antara lain dapat diamati dan didengar secara berulang. c) apa yang dikatakan atau yang telah diamati sering terlupakan setelah beberapa hari berlalu. jangan menundanunda pekerjaan. dan tidak dapat pula membuat catatan yang baik sambil mengadakan wawancara secara mendalam dengan seseorang. Catatan lapangan dalam bentuk kata-kata kunci. Pada dasarnya peneliti tidak dapat melakukan dua pekerjaan sekaligus.

Teknik Analisis Data Menurut Patton dalam Moleong (2002:103) analisis data adalah proses mengatur urutan data. Menurut Miles dan Hoberman dalam Rachman (1999:120). Pengumpulan data Peneliti mencatat semua data secara objektif dan apa adanya sesuai dengan hasil observasi dan interview di lapangan. mempelajari.69 yang kuat tentang apa yang dikatakan oleh peneliti itu benar-benar terjadi dan dapat dicek kembali dengan mudah. kategori dan suatu uraian dasar. Analisis data dilakukan secara induktif. bahwa peneliti mencatat semua data secara objektif dan apa adanya sesuai dengan hasil observasi dan wawancara di lapangan. mengorganisasikannya ke dalam suatu pola. Sedangkan Bogdan dan Taylor mendefinisikan analisis data sebagai proses yang merinci usaha formal untuk menentukan tema dan merumuskan hipotesis (ide) seperti yang disarankan oleh data dan sebagai usaha untuk memberikan bantuan dan tema pada hipotesis itu. 2. yaitu dimulai dari lapangan atau fakta empiris dengan cara terjun ke lapangan. Analisis data di dalam penelitian kualitatif dilakukan bersamaan dengan proses pengumpulan data. Adapun tahapan analisis data sebagai berikut : a. menafsir dan menarik kesimpulan dari fenomena yang ada di lapangan. Reduksi data Yaitu memilih hal-hal pokok yang sesuai dengan fokus penelitian. Data yang diperoleh dalam lapangan ditulis dalam bentuk uraian terinci . menganalisis. b.

70 yang akan terus bertambah sejalan bertambahnya waktu penelitian. yaitu pertama satuan itu harus “heuristic” artinya mengarah pada suatu pengertian atau tindakan yang diperlukan oleh peneliti atau akan dilakukannya. Langkah selanjutnya adalah menyusun data hasil reduksi dalam bentuk satuan-satuan. Menurut Licoln dan Guba (1985:345) karakteristik ada dua. Kedua. dirangkum. dan disusun lebih sistematis sehingga lebih mudah dikendalikan. laporan sebagai bahan mentah juga perlu disingkatkan direduksi. dan dicari tema atau polanya. artinya satuan itu harus dapat ditafsirkan tanpa informasi tambahan selain pengertian umum dalam konteks latar penelitian (Moleong. satuan itu hendaknya merupakan “sepotong” informasi kecil yang dapat berdiri sendiri. 2002:192). oleh sebab itu laporan tersebut perlu direduksi. Setelah seluruh data penelitian telah tersusun dalam satuansatuan. Satuan itu tidak lain adalah bagian terkecil yang mengandung makna yang bulat dan dapat berdiri sendiri terlepas dari bagian yang lain. Kategori disini tidak lain adalah salah satu tumpukan dari seperangkat tumpukan yang disusun atas dasar pikiran. difokuskan pada hal yang penting. Disamping itu. dan satuan itu hendaknya juga menarik. Selanjutnya Licoln dan Guba dalam Moleong (2002: 347–351) menguraikan kategori sebagai berikut : tugas pokok kategorisasi adalah 1) mengelompokan kartu-kartu yang telah dibuat . langkah penelitian selanjutnya adalah melakukan kategorisasi. dipilih hal-hal yang pokok. intuisi. pendapat ataupun kriteria tertentu.

Kesimpulan adalah tinjauan ulang pada catatan di lapangan atau kesimpulan dapat ditinjau sebagai makna-makna yang muncul dari data . 3) menjaga agar setiap kategori yang telah disusun satu dengan lainnya mengikuti prinsip taat asas. Penyajian data (display data). Penarikan kesimpulan merupakan bagian dari satu kegiatan konvigurasi yang utuh. sehingga kesimpulan-kesimpulan juga diverifikasi selama penelitian berlangsung. Hasil dari data-data yang telah didapatkan dari laporan penelitian selanjutnya digabungkan dan disimpulkan serta diuji kebenarannya. Pengambilan keputusan atau verifikasi. grafik. disajikan langkah terakhir adalah kesimpulan-kesimpulan. yaitu sekumpulan informasi tersusun yang memberikan kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. d. Dalam penyajian ini dapat dilakukan melalui berbagai macam visual. c. Dalam pelaksanaan penelitian penyajian-penyajian data yang lebih baik merupakan suatu cara yang utama bagi analisis kualitatif yang valid.71 ke dalam bagian-bagian isi yang secara jelas berkaitan. yaitu data-data dari hasil penelitian setelah direduksi. chart network. misalnya gambar. 1992:17). dan sebagainya (Milles dan Hoberman. Verifikasi data yaitu pemeriksaan tentang besar dan tidaknya hasil laporan penelitian. matrik. diagram. Untuk menampilkan data-data tersebut agar lebih menarik maka diperlukan penyajian yang menarik pula. 2) merumuskan aturan yang menguraikan kawasan kategori dan yang akhirnya dapat digunakan untuk menetapkan inkluisi setiap kartu pada kategori.

yaitu yang merupakan validitasnya (Milles dan Hoberman. Tahapan analisis data kualitatif PENGUMPULAN DATA REDUKSI DATA SAJIAN DATA PENGAMBILAN KEPUTUSAN ATAU VERIFIKASI Sumber : Milles dan Hoberman dalam Rahman (1999:20) Keempat komponen tersebut saling mempengaruhi dan terkait. hal-hal yang sering muncul.72 yang harus diuji kebenarannya. . model. Untuk itu peneliti berusaha mencari pola. Karena data yang dikumpulkan banyak. Setelah direduksi kemudian diadakan sajian data. tema. Tahapan analisis data kualitatif tersebut dapat dilihat dalam bagan di bawah ini : Bagan 1. hubungan. dan sebagainya. hipotesis. 1992:19). maka perlu diadakan reduksi data. maka diambil suatu keputusan atau verifikasi. persamaan. selain itu pengumpulan data juga digunakan untuk penyajian data. Pertama-tama peneliti di lapangan dengan mengadakan wawancara atau observasi yang disebut tahap pengumpulan data. Apabila ketiga tahapan tersebut selesai dilakukan. kekokohannya dan kecocokannya. Sejak semula peneliti berusaha mencari makna dari data yang diperoleh.

yang berarti membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda dalam metode kualitatif (Patton dalam Lembaran Penelitian. 1993:73). Dalam penelitian ini. 2) keteralihan (transferability). triangulasi. maka peneliti menggunakan teknik triangulasi. Menurut Moleong (2002:173) ada empat kriteria dalam teknik pemeriksaan data. Membandingkan apa yang dikatakan orang di depan umum dengan apa yang dikatakannya secara pribadi. Denzim (dalam Moleong. Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu untuk keperluan pengecekan dan perbandingan terhadap data itu (Moleong. Dalam hal ini proses triangulasi yang digunakan oleh peneliti adalah triangulasi sumber. Hal ini dapat dicapai dengan jalan: 1. 2002:178) membedakan triangulasi menjadi empat macam yaitu : sumber. Membandingkan data hasil pengamatan dengan hasil data wawancara. 3) kebergantungan (dependability). dan 4) kepastian (confirmability). penyidik. 2. kajian terhadap kasus-kasus negatif. Membandingkan apa yang dikatakan orang-orang tentang situasi penelitian dengan apa yang dikatakan sepanjang waktu. referensi yang memadai. . dan teori. dan pengecekan anggota. Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data Keabsahan suatu data dapat dilakukan dengan teknik pemeriksaan yang didasarkan atas kriteria tertentu. yaitu : 1) derajat kepercayaan (credibility). 2002:178).73 H. Adapun teknik yang digunakan untuk membuktikan kebenaran data yaitu melalui ketekunan pengamatan di lapangan. pengecekan dengan teman sejawat. metode. untuk membuktikan keabsahan data. 3.

tetapi apabila kedua jawaban saling berlawanan atau berbeda. 5. Membandingkan keadaan dan perspektif seseorang dengan berbagai pendapat dan pandangan menengah orang/ atau masyarakat orang biasa. Triangulasi sumber yang digunakan yaitu sebagai teknik pemeriksaan yang memanfaatkan penggunaan sumber. Informasi yang diberikan oleh salah satu informan dalam menjawab pertanyaan peneliti. . berada. tinggi. Membandingkan hasil wawancara dengan isi suatu dokumen yang berkaitan. maka jawaban itu dianggap sah.74 4. sehingga keabsahan data tetap terjaga dan bisa dipertanggungjawabkan. maka langkah alternatif sebagai solusi yang tepat adalah dengan mencari jawaban atas pertanyaan itu kepada informan ketiga yang berfungsi sebagai pembanding antara keduanya. sehingga akan diperoleh informasi yang benar-benar valid. Hal ini dilakukan untuk membahas setiap fokus penelitian yang ada. orang yang dan orang berpendidikan pemerintahan. kemudian peneliti mengecek ulang dengan jalan menanyakan ulang pertanyaan yang disampaikan oleh informan pertama ke informan kedua. Apabila kedua jawaban yang diberikan sama. dengan pertimbangan bahwa untuk memperoleh informasi dari para informan perlu diadakan cros cek antara satu informan dengan informan yang lain. Informasi ynag diperoleh diusahakan dari nara sumber yang betul-betul mengetahui akan permasalahan dalam penelitian ini.

Untuk mewujudkan keinginan dalam mendirikan SMEA Gombong Kebumen dipandang perlu diadakannya rapat. Pelaksanaan rapat pertama kali pada tanggal 15 Agustus 1967. Setting Penelitian 1. Kemudian pada bulan Desember 1967 SMEA Yapek Gombong Kebumen menerima pendaftaran siswa baru sebanyak 89 siswa. Selain itu. dimaksudkan juga untuk mengisi waktu luang bagi para guru SMA Negeri Kebumen pada waktu siang maupun sore hari sesudah selesai melaksanakan tugas mengajar. khususnya pendidikan kejuruan. Niat mendirikan sekolah adalah niat yang tulus dan luhur.75 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Dari hasil rapat tersebut memutuskan bahwa Drs. terutama dalam rangka peran aktif untuk mencerdaskan kehidupan bangsa melalui bidang pendidikan. Soedarman SA sebagai kepala SMEA Gombong Kebumen. Tinjauan Historis SMK Yapek Gombong Kebumen Pemrakarsa pendirian SMEA Gombong Kebumen atau kini disebut dengan SMK Yapek Gombong Kebumen tidak dapat dipisahkan dari usaha dan perjuangan para guru SMA Negeri Gombong Kebumen. Setelah melihat daya tampung siswa di SMA Negeri Gombong yang masih sangat terbatas dan minat calon siswa lulusan SLTP yang akan meneruskan ke jenjang lebih tinggi sangat banyak. maka niat mendirikan sekolah semakin mantap. sedangkan tenaga 75 .

76 pengajar sejumlah 10 orang. dan tenaga pesuruh 1 orang. Pada rapat ini dihadiri oleh para pejabat dan tokoh masyarakat di kecamatan Gombong yang menghasilkan keputusan tentang susunan kepanitiaan pendiri SMEA persiapan Negeri gombong kebumen. yaitu Kawedanan atau Kecamatan Gombong maka pada bulan Januari 1968 diadakan rapat di rumah bapak Sosro Mihardjo. staf usaha 1 orang. Adapun tenaga pengajar tersebut kesemuanya merupakan guru dari SMA Negeri Gombong Kebumen. Soedarman SA (Kepala SMEA Negeri Karanganyar Kebumen) . BA (Camat Gombong) : Bapak Pitojo Soesilo (Kepala SD Wonokriyo I Gombong) Bendahara I : Bapak Sosro Mihardjo (Pemborong) Bendahara II : Bapak Drs. Kegiatan proses belajar mengajar sementara masih menggunakan gedung dan fasilitas dari SMA Negeri Gombong Kebumen. yaitu gedung KWN Kendalgrowong Gombong Kebumen. Berdasarkan pada Peraturan Pemerintah bahwa untuk mendirikan sekolah negeri harus ada persetujuan dari instansi pemerintah setempat. Adapun susunan kepanitiaan tersebut adalah sebagai berikut : Penasehat I : Bapak Mayor Suripto (komando Garnizun Gombong) Penasehat II : Bapak M. Koesni (wedono Gombong) Ketua Sekretaris : Bapak Mas Soekarno. Kemudian atas anjuran dari bapak Suparjadi Tjokrodimejo selaku kepala sekolah SMA Negeri Gombong agar SMEA Gombong diubah namanya menjadi SMEA Persiapan Negeri Gombong Kebumen.

Bapak Kwee Kie Shoo (Pengusaha pabrik Sarawita Gombong) 3. dan tata niaga (sekarang penjualan). Bapak Lie Chan San (Pengusaha Pabrik Nusantara Gombong) 2. khususnya masyarakat Gombong dan sekitarnya. Perkembangan jumlah siswa terus meningkat. dan 2) agar masyarakat Gombong dan sekitarnya dapat menikmati pendidikan yang lebih tinggi tanpa harus pergi ke luar kota. sehingga di sekolah ini dibuka 3 jurusan yaitu jurusan tata usaha (sekarang sekretaris).77 Seksi Usaha : 1. akhirnya pada tahun 1969 SMEA Persiapan Negeri Gombong berhasil membeli sebidang tanah yang beralokasi di Jalan Merbabu No. Dengan keuletan dan kegigihan dari para seksi usaha dan segenap panitia. Bapak Soekiran (Guru SMEP Gombong) Adapun tujuan mendirikan SMEA Persiapan Negeri Gombong adalah: 1) ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa. Bapak Atmowinangun (Carik Wero Gombong) 4. tata buku (sekarang akuntansi). Sesuai dengan waktu pertama kali diadakan rapat yaitu pada tanggal 15 Agustus 1967. . maka tanggal tersebut dijadikan hari jadi berdirinya SMEA Persiapan Negeri Gombong Kebumen atau yang kini disebut dengan SMK Yapek Gombong Kebumen.64 Wero Gombong Kebumen. Adapun jumlah tenaga pengajar pada tahun 1972 sebagian besar masih tetap guru dari SMA Negeri Gombong Kebumen.

. Selaku kepala sekolah beliau mulai melakukan upaya beberapa pembenahan dalam kegiatan proses belajar mengajar. maka kepemimpinan SMEA Persiapan Negeri Gombong digantikan oleh bapak Tjetjep Supandi.78 Perkembangan jumlah siswa tiap tahun selalu meningkat. baik itu dari SMA Negeri Gombong maupun SMEA Negeri Karanganyar Kebumen. khususnya guru bidang studi kejuruan ekonomi. hal ini dikarenakan pada bulan Februari 1972 beliau diangkat menjadi Kepala SMEP Negeri Prembun Kebumen. tetapi karena Peraturan Pemerintah yang menetapkan bahwa setiap kabupaten hanya ada dua SMEA Negeri yaitu di Kebumen dan Karanganyar. Soedarman SA berlangsung hanya sampai tahun 1972. Dengan demikian. maka harapan SMEA Persiapan Negeri Gombong Kebumen untuk menajdi SMEA Negeri Gombong Kebumen gagal. Dengan demikian. Dengan demikian tenaga pengajarpun ditambah dari SMEA Negeri Karanganyar Kebumen. maka SMEA Persiapan Negeri Gombong Kebumen harus menjadi sekolah swasta. Usaha untuk menjadikan SMEA Persiapan Negeri Gombong Kebumen agar menjadi sekolah yang berstatus negeri terus dilakukan. selain itu secara bertahap beliau juga mulai memberhentikan guru-guru negeri yang kurang efektif. sehingga kegiatan belajar mengajar terpaksa dilaksanakan pada pagi dan siang hari. Kepemimpinan bapak Drs. BcHk.

baik itu berupa materi. dan seluruh siswa. Berdasarkan hasil tim akreditasi. Dengan adanya kerja keras dan semangat tinggi dari pihak kepala sekolah. Yayasan ini kemudian didaftarkan ke Notaris Soetardjo Sastro Atmodjo di Purwokerto dengan Akta no.86 tanggal 6 Januari 1986. Hal ini terbukti dengan adanya subsidi yang diberikan dari pemerintah mulai tahun 1979. dan sebagai gantinya yaitu bapak Drs. Oleh karena itu pada tanggal 27 Agustus 1973 didirikan Badan Usaha yang berbentuk yayasan. Setelah puluhan tahun bapak Tjetjep Supandi. Adapun status yang dimaksud adalah “Terdaftar. dengan SK Nomor 001/C/Kep/I. 21 tanggal 27 Agustus 1973. Sementara itu berlaku Peraturan Pemerintah yang mengatur tentang status sekolah-sekolah swasta dengan cara akreditasi. Diakui. maka status SMK Yapek Gombong Kebumen sejak tahun 1986 “DIAKUI”. maka SMK Yapek Gombong Kebumen ini mengalami kemajuan dan keberhasilan yang cukup pesat. sarana prasarana sekolah. maupun bantuan guru negeri. yaitu yang diberi nama “YAYASAN PENDIDIKAN EKONOMI (YAPEK) GOMBONG KEBUMEN”. BcHk memimpin SMK Yapek Gombong Kebumen. akhirnya pada tanggal 19 Juli 1999 beliau purna tugas.79 Sesuai dengan Peraturan Pemerintah sekolah swasta harus dikelola oleh suatu badan atau yayasan. karyawan. guru. Agus . dan Disamakan”.

sehingga mudah untuk ditempuh dengan menggunakan kendaraan umum. Agus Supriyanto selalu menekankan pada kedisiplinan dan kebersamaan. Sebelah Selatan : Perkampungan Wero Gombong : Perkampungan Wero Gombong : Hotel Marsiwo Gombong : Jalan Yos Sudarso Timur Lokasi sekolah terletak di perkotaan. . Sebelah Barat 2.80 Supriyanto. Jarak orbitasi SMK Yapek Gombong Kebumen dengan pusat kecamatan sekitar 2 km. Dalam kepimpinan bapak Drs. tepatnya jalan Merbabu No. Letak Geografis SMK Yapek Gombong Kebumen Secara geografis SMK Yapek Gombong Kebumen terletak di perkotaan. 64 Wero Gombong Kebumen Jawa Tengah. Kemudian mulai tahun 1999 kurikulum yang berlaku di SMK adalah kurikulum SMK edisi 1999 yang pada akhirnya mulai tahun pembelajaran 2004/2005 berubah menjadi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi.batas : 1. Dengan batas. Sebelah Timur 4. 2. Sebelah Utara 3.

dan memiliki tenaga pengajar sebanyak 42 orang guru.81 3. Keadaan Guru SMK Yapek Gombong Kebumen Pada tahun pembelajaran 2004/2005 SMK Gombong Kebumen dipimpin oleh 1 kepala sekolah. Dari ke 42 tenaga pengajar tersebut yang laki-laki berjumlah 23. sedangkan tenaga pengajar perempuan berjumlah 19 orang . Struktur Organisasi SMK Yapek Gombong Kebumen Bagan 2 Struktur Organisasi KOMITE SEKOLAH KEPALA SEKOLAH MS WAKA KURIKULUM WAKA KESISWAAN WAKA HUMAS WAKA SAPRAS KPK AKUNTANSI KPK SEKRETARIS KPK PENJUALAN WALI KELAS BP DEWAN GURU SISWA (Profil SMK Yapek Gombong Kebumen 2004/ 2004) 4.

Pada tahun pembelajaran 2004/2005 jumlah siswa keseluruhan yang sekolah di SMK Yapek Gombong Kebumen berjumlah 1400 siswa.82 guru. dan 3) Penjualan. 2) kelas II 478. yaitu : 1) kelas I berjumlah 441 siswa. ruang kelas. yaitu : 1) Akuntansi. 6. yaitu banyaknya prestasi yang telah diraih oleh siswa-siswi SMK Yapek Gombong Kebumen dari tahun ke tahun. 2) Administrasi Perkantoran. Adapun daftar personalia organisasi di SMK Yapek Gombong Kebumen terlampir. dan 3) kelas III 480. Keadaan Siswa SMK Yapek Gombong Kebumen Program keahlian yang dimiliki SMK Yapek Gombong Kebumen ada 3. Sejak SMK Yapek Gombong Kebumen berdiri hingga sampai diberlakukannya kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. . Selain itu masih banyak bukti-bukti lain yang dapat dilihat. sekolah tersebut merupakan sekolah swasta yang favorit. 2004/2005). mengetik. Keadaan Sarana dan Prasarana SMK Yapek Gombong Sarana dan prasarana yang dimiliki oleh SMK Yapek Gombong Kebumen antara lain laboratorium komputer. khususnya matadiklat siklus akuntansi (Profil SMK Yapek Gombong Kebumen. Hal ini terbukti dengan banyaknya kapasitas pendaftar calon siswa baru yang selalu meningkat setiap tahun ajaran baru. 5. Guru yang dijadikan informan dalam penelitian ini adalah guru yang mengajar program keahlian akuntansi. baik itu di tingkat kabupaten maupun propinsi.

mendorong. baik itu mulai dari pengelolaan sekolah maupun penataan segala administrasi dalam mengimplementasikan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi di SMK Yapek Gombong Kebumen. ketua program keahlian. Secara umum kepala sekolah mempunyai tugas untuk bertanggung jawab dan mengkoordinator terhadap sekolah yang dipimpin. wakil-wakil kepala sekolah. rumah dinas karyawan. B. dan mengajak guru-guru dan . bank mini. kepala sekolah. guru. dan tanah. lapangan bola volly. UKS. penyelenggara. kamar kecil. Tugas dan tanggung jawab kepala sekolah kepala sekolah salah satunya adalah kepemimpinan. Impelementasi Kurikulum SMK Edisi 2004 Sebelum kepala sekolah menjelaskan tentang persiapan apa saja yang dilakukan dalam rangka mengimplementasikan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. BKK. dapur. Hasil Penelitian Informan I (Kepala Sekolah/A) Tentang : 1. Kepala sekolah sebagai pemimpin juga memiliki tugas pokok untuk mempengaruhi. tempat parkir. tata usaha. yang artinya suatu proses untuk mempengaruhi aktivitas individu atau kelompok dalam usaha menuju pencapaian tujuan. khususnya pada matadiklat siklus akuntansi terlebih dahulu kepala sekolah menerangkan tugas dan tanggung jawabnya selaku pemimpin di SMK Yapek Gombong Kebumen. bola basket. mushola. BP. perpustakaan.83 pertokoan. kafetaria/ kantin. gudang.

4) Mengkoordinasikan semua pembantu agar terjalin hubungan kerja yang baik dan serasi dalam rangka memberikan motifasi kepada semua unsur/ personil sekolah. 2) Mengorganisasikan semua sumber daya dan dana secara efektif sesuai dengan peraturan yang berlaku untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. c) persiapan . 3) Mengarahkan semua pembantu kepala sekolah termasuk guru dan staff tata usaha untuk mencapai tujuan yang hendak dicapai sesuai dengan bidang dan tugas masing-masing. b) persiapan evaluasi. Selain itu. 6) Secara rutin mengadakan supervisi/ pembinaan setiap seminggu sekali pada hari sabtu atau senin dalam rangka mengatasi hambatanhambatan. 5) Secara terus menerus melaksanakan pengawasan / monitoring kepada semua personil sekolah.84 karyawan lainnya agar mereka bersedia untuk berbuat sesuatu yang dapat menyokong pencapaian tujuan sekolah sebagai suatu institusi. 7) Menyelenggarakan rapat-rapat sesuai dengan keperluan yang meliputi: a) membicarakan program tahunan. sehingga membangkitkan partisipasi dan dedikasi yang sebesar-besarnya. sehingga apabila terjadi ketimpangan/ hambatan dapat segera diatasi. dijelaskan pula bahwa tugas dan tanggung jawab kepala sekolah meliputi : 1) Merencanakan seluruh kegiatan sekolah dengan dibantu oleh pembantu kepala sekolah sesuai dengan urusan masing-masing.

Dengan adanya pensosialisasian tentang implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang berpendekatan kurikulum berbasis kompetensi. apakah sudah dapat terlaksana dengan baik atau belum. yaitu sejauh mana pelaksanaan implementasi kurikulum SMK edisi 2004. dipersiapkan pula sarana dan prasarana serta alat dan bahan yang merupakan sarana . 8) Mengadakan evaluasi terhadap semua kegiatan sekolah dalam rangka mengurangi hambatan dan meningkatkan hasil yang sesuai tujuan. Sedangkan cara mensosialisasikan kurikulum tersebut yaitu dengan mengambil langkah-langkah sebagai berikut : 1) menyelenggarakan pertemuan-pertemuan rutin dengan orang-orang yang terkait di instansi sekolah. Selain mensosialisasikan tentang kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. diharapkan agar pelaksanaan kurikulum tersebut dapat berjalan lebih baik lagi. khususnya pada matadiklat siklus akuntansi. dan 3) mengadakan sering dengan wakilwakil kepala sekolah. dan staff karyawan lainnya. d) kemajuan pengembangan pengajaran. guru-guru. 9) Menjalin hubungan erat dengan industri dan dunia usaha. 2) pemantauan secara rutin terhadap hasil-hasil yang telah dirapatkan secara bersama-sama. “Adapun persiapan yang dilakukan oleh saya selaku pemimpin dalam mengkoordinator pengelolaan sekolah.85 UAN. dan e) penerimaan siswa baru. sehingga dapat diterapkan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi sekolah. yaitu dengan cara mensosialisasikan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi kepada wakil kepala sekolah bagian kurikulum dan guru-guru serta staff karyawan yang ada di SMK Yapek Gombong Kebumen” (A).

Sebagai contoh yaitu peserta didik dalam menguasai materi matadiklat siklus akuntansi terlebih dahulu harus menguasai matadiklat secara runtut dari kompetensi yang satu ke kompetensi yang berikutnya. dan 3) penilaian tidak dilakukan secara global. makna dari adanya kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. Di samping mensosialisasikan implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. 7) mengelola administrasi dana kas kecil. 2) mengelola bukti transaksi. sehingga siswa-siswi harus dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar secara aktif. 2) kedudukan guru hanya sebagai fasilitor. Sarana penunjang tersebut antara lain dengan adanya ruang kelas yang nyaman dan memadai serta ruang praktek seperti : ruang komputer. “Menurut saya. dan 8) mengelola order penjualan. khususnya pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen adalah 1) siswa dituntut adanya kemandirian dalam menguasai masing-masing kompetensi.86 penunjang dalam kegiatan belajar mengajar. dijelaskan pula tentang bagaimana kepala sekolah dalam memaknai kurikulum tersebut. 3) mengelola buku jurnal. 4) mengelola buku besar. Matadiklat yang dimaksud adalah : 1) mengerjakan persamaan dasar akuntansi. mengetik. dan perpustakaan sekolah. 6) mengelola administrasi kas bank. 5) menyelesaikan siklus akuntansi perusahaan jasa dan dagang. Kepala sekolah juga menyadari bahwa implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi . bank mini. pertokoan. melainkan dinilai dari kompetensi per kompetensi” (A). Dalam matadiklat siklus akuntansi maksud dari kompetensi per kompetensi yaitu bahwa setiap peserta didik dalam menguasai materi hendaknya secara bertahap dari yang dasar dulu lalu meningkat ke yang lebih tinggi.

alat dan bahan. yaitu kurikulum SMK edisi 1999.87 masih merupakan tahap awal yang perlu ditingkatkan dan dikembangkan lebih lanjut lagi guna mencapai hasil belajar yang maksimal. maka dituntut adanya pembuatan modul bahan ajar. Implementasi dari hasil pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi pada dasarnya merupakan penyempurnaan dari kurikulum SMK edisi 1999. khususnya guru matadiklat siklus akuntansi. “Adapun peran serta saya sebagai kepala sekolah adalah : 1) memberikan masukan. arahan. Sedangkan pembuatan modul bahan ajar tersebut memerlukan biaya yang . dan motifasi serta pengawasan terhadap guru. Akan tetapi agar pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dapat dikatakan baik dan maksimal. sehingga dalam pelaksanaannya pun tidak begitu masalah. 2. Meskipun masih tahap awal dan baru dimulai pada tahun ajaran 2004/2005. Peran Serta terhadap Kurikulum SMK Edisi 2004 Dalam pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi selalu melibatkan orang-orang yang terkait di dalam instansi sekolah. Hal ini dikarenakan kurikulum SMK edisi 2004 merupakan penyempurnaan dari kurikulum sebelumnya. bimbingan. serta blangko administrasi”(A). namun pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi sudah dapat berjalan baik. diantaranya yaitu peran serta dari kepala sekolah yang sangat mendukung diberlakukannya kurikulum tersebut. dan 2) menyediakan keperluan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 seperti sarana dan prasarana.

C. Evaluasi atau penilaian pada dasarnya merupakan bagian integral dari proses pembelajaran yang diarahkan untuk menilai kinerja peserta didik dalam memantau proses. yaitu guna mengetahui kelebihan. Dengan demikian siswa dapat memperbanyak latihan-latihan soal secara mandiri sesuai penekanan pada praktek studi kasus” (A). Hasil Penelitian Informan II (Waka Bidang Kurikulum/B) Tentang : 1. maka menurut saya setiap siswa harus memiliki modul sebagai bahan ajar. Proses evaluasi terhadap implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. Oleh sebab itu pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi bisa saja mengalami keterlambatan apabila kendala biaya tidak dapat terpenuhi 3. “Oleh karena itu.88 cukup banyak. kekurangan. kemajuan. Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004 Sebelum wakil kepala sekolah bidang kurikulum menjabarkan secara luas tentang implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. dan bagaimana cara mengatasinya. dan perbaikan hasil belajar secara berkesinambungan. khususnya pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen dilakukan secara bertahap. agar siswa dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar secara aktif. kendala. Proses Belajar Mengajar yang Baik Teori dari matadiklat siklus akuntansi yang diperoleh oleh tiap-tiap peserta didik setiap kompetensinya lebih sedikit apabila dibandingkan dengan prakteknya. Informan B terlebih dahulu menuturkan bahwa apa yang hendak diungkapkan pada dasarnya sama .

5) mengkoordinasikan pembagian tugas bahan pengajaran. 2) mengkoordinasikan pembagian kelas di awal tahun pelajaran. 3) mengkoordinasikan penyusunan jadwal proses belajar mengajar. pengendalian. maka persiapan-persiapan yang dilakukan oleh saya dalam mengimplementasikan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. mulai dari perencanaan. 9) mengkoordinasikan kegiatan evaluasi/ UNAS. pelaksanaan. “Selaku wakil kepala sekolah bidang kurikulum. dan 10) mengkoordinasikan keseluruhan pengajaran di semua jurusan. 3) bersama ketua program keahlian menginventarisasi kebutuhan dokumen yang . 2) bersama ketua program keahlian dan guru produktif akuntansi menentukan alokasi waktu tiap minggunya. 6) mengawasi kelancaran kegiatan proses belajar mengajar. 8) mengumpulkan dan menganalisa absensi murid. Selaku pembantu kepala sekolah. 4) mengkoordinasikan penyusunan kalender pendidikan. karena dalam mengimplementasikan kurikulum SMK edisi 2004 wakil kepala sekolah bidang kurikulum selalu berkoordinasi dengan kepala sekolah. Wakil kepala sekolah bidang kurikulum bertanggung jawab kepada sekolah atas berlangsungnya semua kegiatan. wakil kepala sekolah bidang kurikulum mempunyai tugas-tugas seperti : 1) menyusun program tahunan dan semesteran yang berkaitan dengan implementasi kurikulum di sekolah. koordinasi. khususnya pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen adalah 1) rapat koordinasi dengan ketua program keahlian akuntansi dan guru produktif akuntansi untuk menentukan pencapaian materi yang harus dicapai pada tiap-tiap semester dan tiap-tiap tingkat.89 dengan yang diungkapkan oleh kepala sekolah. 7) mengkoordinasikan kegiatan pengadaan bahan pengajaran. dan evaluasi terhadap implementasi kurikulum yang berlaku di sekolah secara optimal.

sedangkan untuk tingkat II dan III masih tetap mengacu pada penerapan kurikulum SMK edisi 1999. “Peran serta saya selaku kepala sekolah bidang kurikulum antara lain : 1) menyediakan blangko-blangko administrasi. Peran Serta terhadap Kurikulum SMK Edisi 2004 Peran serta dari wakil kepala sekolah bidang kurikulum juga berpengaruh besar terhadap keberhasilan implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi. wakil kepala sekolah bidang kurikulum juga menerangkan bahwa dengan diberlakukannya kurikulum ini maka dituntut adanya kemandirian pada peserta didik untuk dapat menguasai masing-masing kompetensi yang ada. sehingga pelaksanaan kurikulum ini baru diterapkan untuk tingkat I. dimana penilaian disini tidak dilakukan secara global melainkan dinilai dari kompetensi perkompetensi. maka guru selaku fasilitator harus mempersiapkan materi seoptimal mungkin agar batas nilai yang dicapai siswa dapat terwujud secara maksimal sesuai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan sebelumnya. 2.90 diperlukan untuk praktek siswa. 4) mempersiapkan blangko-blangko administrasi guru. 2) menyusun jadwal pembelajaran. 3) mengkoordinir guru-guru . Dengan menggunakan kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi. Seperti halnya yang dijelaskan oleh informan A dalam memaknai implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi. dan 5) koordinasi dengan pembina perpustakaan untuk mempersiapkan buku materi pelajaran yang diperlukan sebagai acuan untuk persiapan penyusunan modul bahan ajar” (B). Informan B juga menuturkan bahwa implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi diberlakukan mulai tahun pelajaran 2004/ 2005.

maka saya selaku wakil kepala sekolah bidang kurikulum menganjurkan agar setiap siswa harus memiliki modul sebagai bahan ajar. pikiran. Adapun evaluasi terhadap implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. dan biaya. penyediaan bahan dan alat praktek juga harus memadai” (B). yaitu guna mengetahui kelebihan. kendala. baik dari segi tenaga. waktu. Hal ini dikarenakan pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi baru dimulai tahun pelajaran 2004/ 2005. khususnya dalam penyiapan modul bahan ajar. Proses Belajar Mengajar yang Baik Jika dibandingkan dengan praktek. 3. sedangkan sosialisi kurikulum SMK edisi 2004 terlambat. dan 4) mengkoordinir penyiapan alat-alat praktek siswa melalui guru diklat” (B). Akan tetapi masih ada sedikit kendala yang terjadi di lapangan. Implementasi dari hasil pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi pada dasarnya merupakan penyempurnaan dari kurikulum SMK edisi 1999. teori dari matadiklat siklus akuntansi yang diperoleh oleh setiap peserta didik lebih sedikit. dan bagaimana cara mengatasinya.91 produktif akuntansi melalui ketua program keahlian. khususnya pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen dilakukan secara bertahap. sehingga dalam pelaksanaannya pun dapat berjalan dengan baik. Proses evaluasi atau penilaian pada dasarnya merupakan bagian integral dari proses pembelajaran yang diarahkan untuk menilai kinerja peserta didik yang dilakukan secara berkesinambungan. kekurangan. “Dengan adanya perbandingan yang demikian. .

analisis program satuan pelajaran. Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004 Dengan diberlakukannya kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi. seperti : daftar nilai. 4) Mengembangkan alat bantu sebagai sarana penunjang kegiatan belajar mengajar. 3) Melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Hasil Penelitian Informan III (Guru Matadiklat/C) Tentang : 1. daftar hadir. seperti : a) Mempersiapkan pembagian tugas. Meskipun guru hanya sebagai fasilitator. dan kisi-kisi serta perangkat evaluasi. c) Mengkoordinir dan mengevaluasi pembersihan dan penyimpangan alat serta ruangan setelah pelajaran praktek. b) Melaksanakan kegiatan belajar mengajar praktek dan penilaian. dan . d) Mempertanggung jawabkan semua fasilitas yang digunakan. ruang. guru juga harus betul-betul menguasai kompetensi yang diajarkan. bahan ajaran. 2) Melaksanakan administrasi siswa. Selaku guru matadiklat siklus akuntansi (C) memiliki tugas-tugas seperti : 1) Menyiapkan perangkat mengajar semesteran. maka kedudukan guru hanya sebagai fasilitator. bahan praktek.92 D. sehingga peserta didik dalam menguasai masing-masing kompetensi dituntut adanya kemandirian dan keaktifan dari diri sendiri. dan daftar kemajuan kelas.

7) Mengajar tepat pada jam pelajaran dan membina budi pekerti siswa serta menyusun laporan. maka dalam rangka mensukseskan implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi menurut perlu adanya persiapan-persiapan yang lebih matang. maupun waktu. dan 5) menarget pencapaian materi yang harus dicapai pada tiap-tiap semester” (C). guru yang hanya berkedudukan sebagai fasilitator juga harus berusaha semaksimal mungkin agar peserta didik dapat mencapai hasil belajar sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. maka penguasaan materi cukup banyak. 2) mengembangkan alat bantu guna menunjang kegiatan belajar mengajar. . 3) mempersiapkan bahan-bahan untuk praktek. baik tenaga. siswa dituntut adanya kemandirian dan keaktifan dalam menguasai kompeten per kompeten. “Adapun persiapan-persiapan yang saya lakukan selama ini adalah 1) penguasaan kompetensi yang hendak diajarkan. 6) Mengembangkan kemampuan potensi melalui kegiatan/ keterampilan yang diberikan. pikiran. baik secara formal maupun informal.93 5) Mengembangkan bahan ajaran sesuai dengan perkembangan IPTEK dan kebutuhan lokal. Dengan menggunakan kurikulum SMK edisi 2004. Di samping itu. 4) pengawasan ketat terhadap pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. Oleh sebab itu. Jika dibandingkan dengan kurikulum-kurikulum sebelumnya.

Mengingat pendapat guru matadiklat seperti di atas. karena dengan adanya siswa yang tidak lulus kompetensi.94 Mengingat adanya kemandirian. siap. dan bekerja keras. Oleh karena itu. maka mau tidak mau guru harus mengulang/mengajarkan kembali dari tiap-tiap kompetensi sampai siswa mencapai target lulus kompetensi. maka selaku guru dalam memaknai implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi harus lebih giat. siswa harus benarbenar menguasai kompetensi per kompetensi guna mencapai target nilai yang telah ditentukan. Seperti yang diungkapkan oleh (A & B) informan (C) juga mengaku bahwa pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi baru dimulai pada awal tahun ajaran 2004/ 2005. Hal ini merupakan tanggung jawab dari guru secara utuh. sehingga baru tingkat I saja melalui kurikulum ini. Sedangkan untuk tingkat II dan III masih menggunakan kurikulum lama. 2. yaitu kurikulum SMK edisi 1999. maka selaku guru harus benar-benar siap dan mampu untuk mengajarkan peserta didik agar pada akhirnya siswa benar-benar menguasai kompetensi yang diajarkan dan mampu mencapai target nilai dari masing-masing kompetensi. dan target nilai yang harus dipenuhi oleh tiap-tiap peserta didik dari kompetensi per kompetensi. Peran Serta terhadap Kurikulum SMK Edisi 2004 “Dalam pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 selaku guru saya berperan serta sebagai fasilitator dan pembimbing siswa”(C). . keaktifan.

Adapun biaya yang diperlukan untuk dapat memiliki modul bahan ajar tidaklah sedikit. dan psikomotorik. Sedangkan untuk mencapai kemandirian dan keaktifan tersebut. dan perbaikan hasil belajar secara berkesinambungan. kemajuan. maka peserta didik memiliki keterampilan dalam menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan kemampuan afektif. kognitif. maka proses belajar mengajar yang baik menurut saya selaku guru matadiklat yaitu dengan memperbanyak latihan-latihan soal” (C). nilai. tiap-tiap siswa harus menggunakan modul sebagai bahan ajar.95 Kurikulum SMK edisi 2004 yang merupakan penyempurnaan dari kurikulum SMK edisi 1999 pada dasarnya hampir sama. Proses Belajar Mengajar yang Baik “Dengan diberlakukannya kurikulum SMK edisi 2004 khususnya pada matadiklat siklus akuntansi. Proses evaluasi merupakan bagian yang sangat penting dari proses pembelajaran yang diarahkan untuk menilai kinerja peserta didik yang dilakukan guna memantau proses. Semakin banyak mengerjakan latihan-latihan soal. maka dari itu pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi harus memiliki dana yang dapat mencukupi kebutuhan. sehingga pelaksanaannya pun tidak begitu sulit. hanya saja dengan menggunakan kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi harus lebih memfokuskan pada pengetahuan. dan sikap. 3. Adapun evaluasi terhadap implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis . Hal ini dikarenakan adanya tuntutan kemandirian dan keaktifan dari tiap-tiap peserta didik untuk lulus setiap kompetensinya.

Pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi pada dasarnya sudah . kendala. E. 2. Kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi baru diterapkan pada awal tahun ajaran 2004/2005.96 kompetensi. Dengan diberlakukannya kurikulum SMK edisi 2004 yang merupakan penyempurnaan dari kurikulum SMK edisi 1999. maka peran serta dari siswa yaitu belajar secara mandiri dan berusaha untuk dapat memiliki berbagai modul yang diperlukan sebagai bahan ajar. Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004 Dalam rangka mensukseskan implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi. Hal ini dikarenakan siswa dalam memperoleh materi tidak selalu didampingi oleh guru. yaitu guna mengetahui kelebihan. maka persiapan-persiapan yang dilakukan oleh seorang siswa adalah mempersiapkan diri semaksimal mungkin terhadap matadiklat yang hendak dipelajari dan berusaha untuk dapat mandiri serta aktif tanpa harus didampingi oleh guru. Peran Serta terhadap Kurikulum SMK Edisi 2004 Dengan diberlakukannya kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi khususnya pada matadiklat siklus akuntansi. kekurangan. khususnya pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen dilakukan secara bertahap. melainkan berpedoman pada modul bahan ajar. Hasil Penelitian Informan IV (Siswa/D1) Tentang : 1. maka dalam memaknai kurikulum ini selaku siswa harus belajar lebih giat. dan bagaimana cara mengatasinya.

F. 2) siswa harus lebih banyak latihan soal-soal. hal ini dimaksudkan agar guru dapat mengetahui perkembangan hasil belajar yang telah dicapai oleh siswa dari kompeten per kompeten. Hasil Penelitian Informan V (Siswa/D2) Tentang : 1. tetapi siswa terkadang mengalami kendala mengenai modul yang hendak digunakan sebagai bahan ajar. Evaluasi sering dilakukan oleh guru. tetapi harus belajar secara mandiri tanpa harus didampingi oleh guru. Selaku siswa kejuruan. maka selaku siswa perlu mempersiapkan diri sedini mungkin untuk dapat mengikuti proses belajar mengajar yang berbeda dari kurikulum sebelumnya. . Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004 Dengan diterapkan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi khususnya pada matadiklat siklus akuntansi. dan 3) siswa tidak boleh bergantung pada guru.97 terlaksana dengan baik. maka kegiatan belajar mengajar yang baik adalah : 1) sebelum masuk kelas siswa hendaknya sudah mempelajari materi terlebih dahulu. 3. Proses Belajar Mengajar yang Baik Apabila menggunakan kurikulum yang baru ini. maka dalam memaknai kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi adalah dituntut adanya kepribadian yang mandiri dan tidak selalu bergantung pada orang lain. Adapun evaluasi yang sering dilakukan oleh guru adalah diberikan tugas-tugas secara rutin.

2. Peran Serta terhadap Kurikulum SMK Edisi 2004 Untuk mensukseskan pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi. Untuk mengetahui seberapa besar tingkat perkembangan yang telah dicapai dalam melakukan kegiatan belajar mengajar. 3. maka guru sering melakukan evaluasi secara rutin. Dalam hal ini peran serta dari siswa yaitu mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan baik secara mandiri dan tidak harus bergantung pada guru. maka kegiatan belajar mengajar yang baik yaitu dengan memperbanyak latihan-latihan soal yang lebih menekankan pada praktek studi kasus. . maka siswa ikut berperan serta. Evaluasi tersebut dapat berupa pemberian tugas-tugas yang lebih menekankan pada praktek. Hal ini dapat dilihat pada kepribadian tiap-tiap siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar yang dilakukan secara mandiri tanpa harus bergantung pada orang lain (guru). Proses Belajar Mengajar yang Baik Dengan diterapkan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi khususnya pada matadiklat siklus akuntansi.98 Pada awal tahun ajaran 2004/ 2005 di SMK Yapek Gombong Kebumen mulai diterapkan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. Implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi di SMK Yapek Gombong Kebumen sudah terlaksana dengan baik.

Implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi mulai diterapkan di SMK Yapek Gombong Kebumen pada awal tahun ajaran 2004/ 2005. Hasil Penelitian Informan VI (Siswa/D3) Tentang : 1. baik fisik maupun mental. Dalam memaknai implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi khususnya pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong yaitu sangat diperlukan adanya peran aktif dari siswa. Peran Serta terhadap Kurikulum SMK Edisi 2004 Peran serta yang sangat penting dalam mensukseskan implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi adalah dengan belajar lebih giat lagi agar mencapai hasil belajar yang maksimal dan mampu mencapai target nilai dari masing-masing kompeten per kompeten yang telah ditentukan.99 G. 2. maka selaku siswa perlu mempersiapkan diri sedini mungkin. sehingga guru hanya bertindak sebagai fasilitator saja. Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004 Sehubungan dengan adanya kurikulum SMK edisi 2004 yang diterapkan di SMK Yapek Gombong. namun implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi di SMK Yapek Gombong Kebumen sudah dapat dikatakan . Meskipun masih ada beberapa kendala. Hal ini dikarenakan matadiklat siklus akuntansi merupakan materi yang perlu dipahami secara mendasar.

dan 3) siswa tidak boleh bergantung pada guru. maka selaku siswa perlu mempersiapkan diri sedini mungkin. Hasil penelitian Informan VII (Siswa/D4) Tentang : 1. Proses Belajar Mengajar yang Baik Apabila menggunakan kurikulum yang baru ini. maka guru sering mengadakan evaluasi. Agar siswa dapat mencapai hasil belajar sesuai target yang telah ditentukan. tetapi harus belajar secara mandiri tanpa harus didampingi oleh guru. Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004 Dengan diberlakukan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi khususnya pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong. Evaluasi yang dilakukan tersebut merupakan tindak lanjut dari akhir proses belajar mengajar untuk tiap-tiap kompeten. 2) siswa harus lebih banyak latihan soal-soal.100 baik. baik fisik maupun mental tanpa ada paksaan dari pihak lain. yaitu siswa belajar secara aktif dan mandiri. . H. maka kegiatan belajar mengajar yang baik adalah: 1) sebelum masuk kelas siswa hendaknya sudah mempelajari materi terlebih dahulu. 3. Dalam memaknai implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi khususnya pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong yaitu siswa dituntut untuk mandiri dan berfikir secara kreatif dalam mengembangkan materi yang telah dipelajari. Hal ini terbukti pada kegiatan belajar mengajar yang sudah dapat dilaksanakan sesuai dengan kurikulum SMK edisi 2004.

. Agar tingkat keberhasilan yang dicapai dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar diketahui. Hal ini terbukti pada kegiatan belajar mengajar yang sudah dapat dilaksanakan sesuai dengan kurikulum SMK edisi 2004. sehingga pada saat jam pelajaran siswa sudah menguasai materi yang diajarkan. maka sering dilakukan evaluasi. Implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi di SMK Yapek Gombong Kebumen sudah dapat dikatakan baik. 2. Adapun peran serta tersebut yaitu dengan belajar lebih giat dan berusaha mencari pengetahuan dari luar guna mengikuti perkembangan jaman. dan 2) perbanyak latihan soal-soal yang menekankan pada praktek studi kasus. Evaluasi tersebut berupa tugas-tugas akhir dari tiap-tiap kompeten yang telah dipelajari. yaitu siswa belajar secara aktif dan mandiri. Peran Serta terhadap Kurikulum SMK Edisi 2004 Dalam rangka mencapai keberhasilan dari implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi.101 Pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi mulai diterapkan di SMK Yapek Gombong Kebumen pada awal tahun ajaran 2004/ 2005. maka peran serta siswa sangat dibutuhkan. Proses Belajar Mengajar yang Baik Proses belajar mengajar yang baik yaitu : 1) sebelum jam pelajaran dimulai siswa perlu mempelajari materi terlebih dahulu. 3.

karena melalui pendekatan tersebut dapat mendorong siswa untuk belajar secara aktif dan mandiri tanpa harus ada guru yang mendampingi. Implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi dimulai sejak awal tahun pelajaran 2004/ 2005. Hasil penelitian Informan Penelitian VIII (Siswa/D5) 1. Proses Belajar Mengajar yang Baik Dengan menggunakan kurikulum ini. maka tugas guru hanya sebagai fasilitator. Hal ini dikarenakan pentingnya persiapan mental guna menghadapi berbagai kesulitan yang dihadapi.102 I. Hasil pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi adalah baik dan sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku. 3. Peran Serta terhadap Kurikulum SMK Edisi 2004 Peran serta siswa dalam rangka memajukan implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi adalah dengan turut serta mensukseskan kurikulum tersebut (belajar). 2. . maka persiapan-persiapan dalam mengimplementasikan kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi adalah dengan belajar dan menyiapkan mental sebaik mungkin. sehingga siswa harus belajar secara aktif dan mandiri. Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004 Selaku siswa. Dalam memaknai implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi sudah dapat dikatakan bagus.

maka proses belajar mengajar yang baik adalah guru tidak perlu memberi materi sebanyak mungkin. Oleh sebab itu. Proses evaluasi atau penilaian pada dasarnya merupakan kegiatan rutin setelah pembelajaran selesai. Akan tetapi guru juga harus banyak menguasai materi dari kompeten per kompeten yang akan diajarkan. perlu diadakan persiapan-persiapan yang lebih lanjut. Dalam memaknai implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi khususnya pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong yaitu sangat diperlukan adanya peran aktif dari siswa. . J. Adapun evaluasi terhadap implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi dapat dilakukan dengan memberikan penugasan terstruktur yang mengacu pada modul bahan ajar. Dengan demikian. maka melatih siswa untuk belajar secara aktif.103 Dengan demikian. sehingga guru hanya bertindak sebagai fasilitator saja. melainkan guru harus memberikan latihan-latihan soal semaksimal mungkin. Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004 Dengan diberlakukan kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi. Hasil penelitian Informan IX (Siswa/D6) 1. maka proses evaluasi sangat penting. Adapun persiapanpersiapan yang dilakukan oleh seorang siswa adalah dengan belajar sungguh-sungguh tanpa harus menunggu perintah dari guru.

Analisis Data Dalam melakukan proses analisis data dimulai dari menelaah seluruh data yang tersedia dari berbagai sumber wawancara. 2. Agar tingkat keberhasilan yang dicapai dalam proses belajar mengajar diketahui. Evaluasi tersebut berupa tugas-tugas akhir dari tiap-tiap kompeten yang diberikan oleh guru dengan berpedoman pada modul bahan ajar. dan guru juga harus memperbanyak latihan-latihan soal. . catatan lapangan dan komentar peneliti. 3. dokumen berupa laporan. artikel.104 Implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi di SMK Yapek Gombong Kebumen dimulai sejak awal tahun pelajaran 2004/ 2005. maka dilakukan evaluasi. foto. Dengan demikian. maka akan melatih siswa untuk belajar secara mandiri. gambar. maka proes belajar mengajar yang baik adalah guru harus memperbanyak praktek daripada teori. K. biografi. Peran Serta terhadap Kurikulum SMK Edisi 2004 Peran serta selaku siswa dalam implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi adalah dengan belajar lebih giat agar mencapai hasil belajar yang maksimal. Proses Belajar Mengajar yang Baik Dengan menggunakan kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi. Implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi di SMK Yapek Gombong Kebumen sudah terlaksana dengan baik.

peran serta. D6). Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004 Melalui Pendekatan Kurikulum Berbasis Kompetensi pada Matadiklat Siklus Akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen Dengan menerapkan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen pada dasarnya merupakan kegiatan penyempurnaan dari kurikulum SMK edisi 1999. hasil observasi. Setelah dibaca. D5. 1. D4. dipelajari. dan ditelaah maka langkah berikutnya adalah mengadakan reduksi data dan menyusunnya dalam satuan-satuan yang selanjutnya akan dikategorikan. 2002: 103). D2. B. C. dan pelaksanaan proses belajar mengajar dengan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen dapat disajikan sebagai berikut. Diberlakukannya kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi. maka pengelola pendidikan harus senantiasa berjuang keras . Dalam hal ini sekolah sebagai tempat pelaksanaan proses belajar mengajar harus mempunyai rencana yang matang guna menunjang pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. D3. dan hasil dokumentasi. D1. di bawah ini disajikan data yang kemudian akan dilakukan kategorisasi. khususnya pada matadiklat siklus akuntansi. Kategorisasi ini didasarkan pada tujuan dan kemiripan isi dengan menggunakan kriteria-kriteria implementasi. Berdasarkan data temuan hasil wawancara dengan ke-9 informan penelitian yaitu (A.105 dan sebagainya (Moleong.

Ketiga landasan tersebut antara lain : 1) adanya pergeseran dari pembelajaran kelompok ke arah pembelajaran individu. guru. Adanya perpaduan pengetahuan. Adanya kurikulum yang idealis akan membawa peserta didik ke dalam kerangka pemikiran yang jauh ke depan. dan staf karyawan yang lain harus lebih bekerja keras secara utuh dalam rangka mempersiapkan dan memaknai pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. Selain itu. maka dalam pelaksanaannya pun harus didasarkan pada 3 (tiga) landasan teoritis. khususnya pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen. nilai. kepala sekolah dengan dibantu oleh wakil-wakil kepala sekolah. keterampilan. 2) pengembangan konsep belajar tuntas. nilai. penerapan kurikulum ini juga memberikan kemudahan bagi penyelenggara pendidikan untuk memasukan perkembangan-perkembangan yang ada dalam masyarakat. dan sikap yang menonjol pada pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi. keterampilan. dan 3) pendefinisian kembali terhadap bakat. dan sikap yang direfleksikan ke dalam kebiasaan berfikir dan bertindak. Sesuai yang dipaparkan oleh kepala sekolah (A) bahwa pengertian kurikulum berbasis kompetensi adalah suatu pemberlakuan kurikulum yang lebih memfokuskan pada perpaduan pengetahuan. Dengan demikian tidak menutup kemungkinan untuk tercipta kurikulum yang idealis.106 untuk menentukan rencana-rencana yang akan diajarkan sesuai kebutuhan sekarang dan yang akan datang. .

dan demokratis. 2. serta tertib. alat dan bahan yang dibutuhkan dalam kegiatan belajar mengajar. Melakukan peningkatan mutu pendidikan yang dapat dicapai oleh sekolah melalui kemandirian dan inisiatif kepala sekolah dan orangorang yang terkait di instansi sekolah dalam mengelola dan memberdayakan sumber-sumber yang tersedia. Persiapan itu antara lain dengan cara mensosialisasikan kurikulum tersebut kepada orang-orang yang terkait di instansi sekolah dan mempersiapkan sarana prasarana. 3.107 Hal tersebut juga dibenarkan oleh informan penelitian II (B) mengenai persiapan dan pemaknaan terhadap implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi. Melakukan proses evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan. Melakukan peningkatan efisiensi dan efektifitas pengelolaan dan penggunaan sumber-sumber pendidikan melalui pembagian tanggung jawab yang jelas. Melakukan peningkatan perhatian serta partisipasi warga dan masyarakat sekitar sekolah dalam penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran yang dicapai melalui pengambilan keputusan bersama. 6. Berkaitan dengan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. 4. 5. . Mewujudkan proses belajar mengajar yang efektif dan menciptakan iklim sekolah yang aman. Menumbuhkan kemandirian dan ketidak tergantungan di kalangan warga sekolah agar memiliki jiwa kewirausahaan yang tinggi. transparan. maka secara garis besar persiapanpersiapan tersebut dapat dilakukan dengan cara : 1. nyaman.

penataran. Sosialisasi kurikulum SMK edisi 2004 . C) dapat disimpulkan bahwa persiapan dan pemaknaan terhadap implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen sangat penting guna memasyarakatkan pelaksanaan kurikulum tersebut di lingkungan sekolah. Hal ini bertujuan untuk mengenalkan dan menerapkan kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi di kehidupan sekolah agar tidak terjadi tumpang tindih antara yang satu dengan yang lain. seminar. Persiapan-persiapan yang dilakukan dengan cara mensosialisasikan kurikulum SMK edisi 2004 kepada orang-orang yang terkait di instansi sekolah sangat penting. perbaikan hingga pengembangan. baik di sekolah ataupun di masyarakat melalui berbagai kegiatan-kegiatan seperti : pertemuan. pemeliharaan. sosialisasi ini dapat pula digunakan untuk memasyarakatkan program pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. B. dan sebagainya. Berdasarkan pemaparan dari ke-tiga informan (A. Pengelolaan sarana dan sumber belajar mulai dari pengadaan. Pemaparan (A dan B) dibenarkan dan dikuatkan oleh (C) yaitu bahwa persiapan-persiapan yang dilakukan terhadap implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi di SMK Yapek Gombong Kebumen perlu dilaksanakan secara optimal dalam rangka untuk mencapai hasil belajar yang maksimal. pelatihan.108 7. Selain itu.

mengawasi. penataran. guru. peran serta dari kepala sekolah. dan siswa-siswi terhadap implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi bertujuan untuk memajukan kualitas pembelajaran dan pertumbuhan anak serta meningkatkan kualitas hidup. Dengan adanya peran serta dari orang-orang tersebut. guru.109 yang berbasis kompetensi dapat dilakukan melalui rapat rutin. dan siswa-siswi merupakan aspek penting dalam mengimplementasikan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. maka kepala sekolah harus dapat menciptakan hubungan baik antara orang-orang yang terkait di instansi sekolah terhadap implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi secara efektif. maka dapat saling bekerja sama dalam pembuatan berbagai keputusan dan saling memahami. 2. dan membantu sekolah dalam pengelolaan kegiatan belajar mengajar. Dengan demikian. dan pertemuan-pertemuan dengan tokoh-tokoh pendidikan. wakil kepala sekolah bidang kurikulum. Peran Serta Orang-orang yang Terkait Dalam Instansi Sekolah terhadap Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004 Melalui Pendekatan Kurikulum Berbasis Kompetensi pada Matadiklat Siklus Akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen Peran serta dari orang-orang yang terkait di instansi sekolah terhadap implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi seperti kepala sekolah. maka . wakil kepala sekolah bidang kurikulum. Kepala sekolah sebagai penanggung jawab pelaksanaan kurikulum di sekolah dan berperan sebagai pembina kurikulum serta koordinator pembinaan kurikulum. Selain itu. seminar.

D5. Pendapat-pendapat tersebut diperkuat lagi melalui pendapat (D1. Hal ini juga dituturkan oleh (B) bahwa kerja sama yang terbentuk dengan orang-orang yang terkait di instansi sekolah terhadap implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang berpendekatan kurikulum berbasis kompetensi sangat erat. bahkan bentuk kerja sama juga sudah dibentuk dengan badan yang berdiri sendiri yaitu komite sekolah. wakil kepala sekolah bidang kurikulum.D4. sehingga pelaksanaan kurikulum ini dapat terlaksana dengan baik dan sesuai peraturan-peraturan dari Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Menengah dan Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan. peran serta dari orang tersebut merupakan peran yang sangat penting.D3. Dari pendapat (A dan B) dipertegas oleh pendapat (C) yaitu bahwa kerja sama dengan orang-orang yang terkait di instansi sekolah terhadap implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi sagat erat hubungannya. Berkaitan dengan dunia pendidikan. .D2. partisipasi langsung dalam kegiatan pendidikan ataupun dalam bentuk bantuan sarana dan prasarana. Peran serta tersebut diperlukan juga dalam rangka peningkatan mutu pelayanan pendidikan sehingga tercipta kondisi yang memenuhi standar minimal.D6) bahwa kerja sama antara kepala sekolah. baik dalam bentuk gagasan/ pemikiran.110 sekolah dalam hal kerja sama dengan orang-orang yang terkait di instansi sekolah akan terlihat unsur transparan. dan guru terjalin dengan baik.

Dari berbagai pendapat para informan yang telah memberikan pernyataan. maka akan menimbulkan permasalahan dan pro kontra antara sekolah dengan komponen-komponen pendidikan. dan evaluasi dapat terjalin secara kebersamaan. maka dapat disimpulkan bahwa peran serta antara kepala sekolah. guru. Sedangkan kelemahan dari peran serta orang-orang tersebut dalam penyelenggaraan pendidikan adalah apabila kurang saling pengertian. sehingga terjadi perubahan perilaku ke arah yang lebih baik. 3. Pelaksanaan Proses Belajar Mengajar Dengan Menggunakan Kurikulum SMK Edisi 2004 Melalui Pendekatan Kurikulum Berbasis Kompetensi pada Matadiklat Siklus Akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen Belajar juga merupakan kegiatan aktif siswa dalam membangun makna atau pemahaman. monitoring. Sedangkan pembelajaran pada hakekatnya adalah proses interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya. Kelebihan tersebut adalah bahwa dalam penyelenggaraan pendidikan yang menyangkut pengambilan keputusan.111 Adanya peran serta dari orang-orang yang terkait di instansi sekolah dapat menimbulkan beberapa kelebihan dan kelemahan. wakil kepala sekolah bidang kurikulum. Hal ini terbukti pada pendayagunaan potensi dalam kelancaran penyelenggaraan pendidikan di sekolah sehingga pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen sudah terlaksana dengan baik dan dapat mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. dan siswa-siswi SMK Yapek Gombong Kebumen sudah terjalin baik. Dalam .

motivasi. Kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan adalah pembelajaran yang memberdayakan semua potensi peserta didik untuk menguasai kompetensi yang diharapkan. tetapi guru juga harus bertanggung jawab untuk menciptakan situasi yang mendorong prakarsa. Secara umum kegiatan belajar mengajar dilandasi oleh prinsipprinsip seperti : a) berpusat pada siswa. dan tanggung jawab siswa untuk belajar. c) menciptakan kondisi menyenangkan dan manantang. e) menyediakan pengalaman belajar yang beragam. serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga mampu mengembangkan diri sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan dunia kerja. sehingga mendorong individu untuk belajar sepanjang hayat dan mewujudkan masyarakat belajar. b) mengembangkan kreativitas peserta didik. baik faktor internal yang datang dari dalam diri individu maupun faktor eksternal yang datang dari luar lingkungan. Oleh karena itu. d) mengembangkan beragam kemampuan yang bermuatan nilai. maka dalam proses pembelajaran tugas guru yang paling utama adalah mengkondisikan lingkungan agar menunjang terjadinya perubahan perilaku bagi peserta didik dan memberikan dorongan kepada siswa untuk menggunakan seluruh kompetensinya. Tanggung jawab belajar berada pada diri siswa. Sedangkan proses pembelajaran di sekolah dimaksudkan untuk mengembangkan potensi akademis dan kepribadian siswa.112 interaksi tersebut banyak faktor yang mempengaruhi. dan f) belajar melalui .

dan d) sistem evaluasi. Sedangkan kegiatan belajar mengajar yang berbasis kompetensi dilandasi oleh: a) standar kompetensi. yakni bagaimana tujuan-tujuan belajar direalisasikan melalui modul. Adapun pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi mencakup 3 hal pokok. 3) Untuk mengetahui kemampuan awal yang telah dimiliki peserta didik mengenai bahan ajaran yang akan dijadikan topik dalam proses pembelajaran. b. c) strategi pencapaian. 4) Untuk mengetahui darimana seharusnya proses pembelajaran dimulai. 2) Untuk mengetahui tingkat kemajuan peserta didik sehubungan dengan proses pembelajaran yang dilakukan. suatu pre tes mempunyai peranan yang cukup penting. b) kompetensi dasar yang akan dicapai. a. tujuan-tujuan mana yang telah dikuasai peserta didik dan tujuan-tujuan mana yang perlu mendapat penekanan dan perhatian khusus. Adapun fungsi dari pre tes tersebut antara lain : 1) Untuk menyiapkan peserta didik dalam proses belajar. Pre Tes (Tes Awal) Dalam menjajagi proses pembelajaran yang akan dilaksanakan.113 berbuat. Proses Proses disini dimaksudkan sebagai kegiatan inti dari pelaksanaan proses pembelajaran. dan c) pos test. Proses pembelajaran perlu dilakukan . b) proses. yaitu a) pre tes.

Fungsi pos test tersebut diantaranya yaitu : a) Untuk mengetahui tingkat penguasaan peserta didik terhadap kompetensi yang telah ditentukan. menghasilkan output yang banyak dan bermutu tinggi. bahkan menuntut aktivitas dan kreativitas guru dalam menciptakan lingkungan yang kondusif. Dari segi proses. pos test juga memiliki banyak kegunaan. baik fisik mental maupun sosial dalam proses pembelajaran.114 dengan tenang dan menyenangkan. b) Untuk mengetahui kompetensi dan tujuan-tujuan yang dapat dikuasai oleh peserta didik serta kompetensi dan tujuan-tujuan yang belum dikuasainya. . Pos Test Pada umumnya pelaksanaan pembelajaran diakhiri dengan pos test. perkembangan masyarakat. Kualitas pembelajaran dapat dilihat dari segi proses dan hasil. pembelajaran dikatakan berhasil dan berkualitas apabila seluruhnya atau setidak-tidaknya sebagian besar 75 % peserta didik terlibat secara aktif. proses pembelajaran dikatakan berhasil apabila terjadi perubahan perilaku yang positif pada diri peserta didik seluruhnya atau setidak-tidaknya sebagian besar 75 %. baik secara individu maupun kelompok. terutama dalam melihat keberhasilan pembelajaran. Sedangkan dari segi hasil. c. serta sesuai dengan kebutuhan. Sama halnya dengan pre tes. dan pembangunan. Oleh sebab itu. suatu proses pembelajaran dikatakan berhasil dan berkualitas apabila masukan merata.

setidaknya ada aspek utama yang diungkap dalam penelitian ini. TRIANGULASI Dalam konteks implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen. D5. L. pelaksanaan maupun evaluasi. D2. yakni : 1) implementasi kurikulum SMK edisi 2004. D4. Dengan diberlakukannya kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi. maka proses belajar mengajar yang baik menurut pendapat (A. Dengan demikian. C) yang juga dibenarkan oleh (D1. maka metode belajar yang sesuai dengan kurikulum SMK edisi 2004 yang berbasis kompetensi adalah dengan cara tidak memberi materi yang sebanyak-banyaknya kepada siswa.115 c) Untuk mengetahui para peserta didik yang perlu mengikuti kegiatan remedial dan peserta didik yang perlu mengikuti kegiatan pengayaan serta untuk mengetahui tingkat kesulitan dalam mengerjakan modul (kesulitan belajar). baik terhadap perencanaan. B. melainkan penguasaan praktek yang dapat dilakukan melalui latihan-latihan soal. 2) . D6) yaitu dengan memperbanyak praktek yang mengacu pada modul bahan ajar dan memperbanyak soal-soal latihan dengan penekanan pada praktek studi kasus. d) Sebagai bahan acuan untuk melakukan perbaikan terhadap komponen-komponen modul dan proses pembelajaran yang telah dilaksanakan. D3.

Dengan adanya sarana dan prasarana yang dapat mendukung berjalannya penerapan kurikulum SMK edisi 2004. makna implementasi kurikulum SMK edisi 2004. Pada umumnya. Persiapan implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang dilakukan di SMK Yapek Gombong Kebumen ditandai dengan penyiapan sarana dan prasarana sebagai penunjang keberhasilan dari pelaksanaan kurikulum tersebut. jika dianalisis lebih mendalam akan menemukan berbagai gambaran mengenai implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi di SMK Yapek Gombong Kebumen. Persiapan-persiapan tersebut merupakan tugas utama bagi kepa sekolah yang berkedudukan sebagai pemimpin dalam mengkoordinator pengelolaan sekolah. Dari beberapa permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini.116 peran serta kepala sekolah. diantaranya yaitu dalam hal persiapan. Meskipun demikian. siswa. dan waktu pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004. maka usaha keras dan kerjasama yang kuat juga merupakan salah satu ciri khas dari pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004. dan 3) proses belajar mengajar yang baik. wakil kepala sekolah bidang kurikulum. persiapan-persiapan yang telah dilakukan bertujuan untuk mencapai hasil yang optimal dan sesuai dengan tujuan yang diharapkan sebelumnya. permasalahan yang ditelaah dalam implementasi kurikulum SMK edisi 2004 merupakan satu sistem yang saling berhubungan. guru matadiklat. Secara integratif. kepala sekolah dalam melaksanakan tugas utamanya selalu melibatkan orang-orang yang berkedudukan .

semua informan penelitian mengungkapkan bahwa waktu pelaksanaan kurikulum tersebut dimulai pada awal tahun pembelajaran 2004/2005. semua informan penelitian memaknai implementasi kurikulum SMK edisi 2004 sebagai proses awal dari perubahan kurikulum SMK edisi 1999 menjadi kurikulum SMK edisi 2004 yang lebih difokuskan pada kemandirian dan keaktifan masing-masing siswa dalam menguasai materi dari kompeten per kompeten. dan siswa-siswi juga terlibat didalamnya” (B). Hal tersebut langsung ditanggapi oleh guru matadiklat : “memang kedudukan saya sebagai guru matadiklat hanya sebagai fasilitator. Berkenaan dengan waktu pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekaran KBK.117 dibawahnya. Meskipun kurikulum SMK edisi 2004 merupakan bentuk penyempurnaan dari kurikulum SMK edisi 1999. Informan penelitian kepala sekolah dan wakil kepala sekolah bidang kurikulum mengatakan bahwa guru matadiklat bertindak sebagai fasilitator. guru. Dengan demikian. namun dalam hal ini kepala sekolah beserta informan penelitian yang lainnya juga menyadari bahwa dalam melaksanakan kurikulum SMK edisi 2004 setiap guru hendaknya benar-benar . pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 ini merupakan tanggung jawab bersama. maka wakilwakil kepala sekolah. staf. “Bagaimanapun juga. menurutnya apa yang dilakukan kepala sekolah adalah merupakan bentuk kerjasama yang harus dibina secara erat guna mencapai keberhasilan secara maksimal. Mengenai makna implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan KBK. sehingga peserta didik dalam menguasai masing-masing kompetensi dituntut adanya kemandirian dan keaktifan dari diri sendiri” (C). Fenomena tersebut ditanggapi oleh wakil kepala sekolah bidang kurikulum.

tenaga. pemikiran. Dalam konteks yang aplikatif. penambahan modul sebagai bahan ajar. seyogyanya dilaksanakan dengan baik dan selalu berpedoman pada modul-modul yang diberlakukan oleh Dinas Pendidikan Nasional Dirjen Dikdasmen Dikmenjur. wakil kepala sekolah bidang kurikulum. Sehubungan dengan implementasi hasil pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004. informan penelitian (A) mengatakan bahwa guru matadiklat sudah berusaha menjalankan tugas mengajar dengan baik dan sesuai peraturanperaturan yang berlaku. konsistensi komponen-komponen tersebut diawali adanya pemaknaan terhadap pemberlakuan kurikulum SMK edisi 2004 yang dilaksanakan dengan tepat dan sesuai tujuan pendidikan nasional. yaitu kepala sekolah. Terhadap pernyataan tersebut. waktu.118 memperhatikan situasi dan kondisi sekitar. Selanjutnya. informan penelitian (C) juga lebih menitikberatkan dalam hal ketersediaan sarana dan prasarana penunjang seperti . baik itu tenaga. informan (B) menyatakan bahwa implementasi hasil pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 merupakan hasil penyempurnaan dari kurikulum SMK edisi 1999. dan siswa-siswi. waktu. dana. guru matadiklat. pikiran. hanya saja masih perlu ditambah beberapa modul sebagai bahan ajar. dan biaya. sehingga pada pelaksanaannya sudah berjalan dengan baik. maupun keadaan siswa itu sendiri. keberhasilan implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan KBK sangat tergantung dari konsistensi komponen yang terkait. Dari beberapa pernyataan di atas dapat dipahami bahwa pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 yang masih baru ini. . Secara logis.

Adapun proses evaluasi tersebut digunakan untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan tujuan yang telah dicapai. tenaga. Dengan demikian. biaya. Dalam pelaksanaannya. maka akan berdampak positif bagi proses evaluasi pelaksanaan implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan KBK. baik kepala sekolah maupun informan penelitian yang lain sama-sama melaksanakan evaluasi. yaitu dari kompetensi per kompetensi. Mengacu pada uraian di atas. dan sekolah kejuruan lain pada umumnya. pikiran. waktu. yaitu: “Sarana dan prasarana seperti : penambahan modul. Menurut informan penelitian (A) wujud evaluasi dari implementasi kurikulum SMK edisi 2004 tidak dilakukan secara global. maka implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan KBK pada matadiklat siklus akuntansi mampu memberikan kontribusi bagi upaya peningkatan proses belajar mengajar di SMK Yapek Gombong Kebumen khususnya. khususnya pada matadiklat siklus akuntansi. dan penyediaan ruangan praktek yang memadai merupakan sarana penunjang untuk mencapai suatu keberhasilan” (A). maka dapat dipahami bahwa proses belajar mengajar yang baik yaitu apabila siswa sudah dapat menguasai materi dari masing-masing kompeten per kompeten secara aktif dan mandiri.119 Perlunya ketersediaan sarana dan prasarana terhadap implementasi hasil pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan KBK dikatakan pula oleh kepala sekolah. implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan KBK pada matadiklat siklus akuntansi mampu mencapai hasil belajar sesuai dengan . Dengan berjalannya proses belajar mengajar yang baik. melainkan bertahap. maka dapat dipahami bahwa secara teoritis. Menanggapi hal tersebut di atas.

sehingga dapat mengembangkan kemampuan afektif.120 tujuan pendidikan nasional dan mampu menciptakan keaktifan serta kemandirian pada tiap-tiap peserta didik dalam menguasai materi dari kompeten per kompeten. kognitif. dan psikomotorik. .

Implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat di SMK Yapek Gombong Kebumen merupakan penyempurnaan dari kurikulum SMK edisi 1999. 121 . Meskipun implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen baru diberlakukan pada awal tahun ajaran 2004/2005. Hal ini terbukti bahwa proses belajar mengajar yang dilakukan sesuai dengan persiapan-persiapan yang telah direncanakan sebelumnya. maka peneliti dapat menyimpulkan hal-hal sebagai berikut : 1. dan Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan tahun 2004. namun pelaksanaannya sudah berjalan baik dan sesuai dengan peraturan dan petunjuk-petunjuk yang diatur oleh Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Menengah. dan baru dilaksanakan pada awal tahun pelajaran 2004/2005 yang merupakan bagian dari rencana jangka panjang. sehingga siap untuk bekerja. Melalui kurikulum ini diharapkan agar jajaran pendidikan menengah kejuruan lebih mampu mengembangkan potensi anak didik. dan mampu menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat dan warga negara. yaitu sebagai upaya untuk lebih meningkatkan kualitas kelulusan sekolah menengah kejuruan. Simpulan Berdasarkan analisis data seperti terurai di atas.121 BAB V SIMPULAN DAN SARAN A. membentuk pribadi yang mandiri.

Dengan diberlakukannya kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. . dan pikiran tanpa mengenal lelah.122 2. dan guru matadiklat rela mengorbankan waktu. wakil kepala sekolah bidang kurikulum. maka dalam proses belajar mengajar kedudukan guru hanya sebagai fasilitator. maka proses belajar mengajar yang baik dengan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. tenaga. wakil kepala sekolah bagian kurikulum. 20 tahun 2003. Peran serta dari kepala sekolah. Dengan demikian. khususnya pada matadiklat siklus akuntansi merupakan suatu dukungan yang sangat menunjang keberhasilan dalam mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan sesuai dengan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. Kurikulum SMK edisi 2004 ini juga memberikan kesempatan yang lebih luas kepada peserta didik untuk belajar secara aktif dan mandiri tanpa didampingi oleh guru dengan cara menggunakan modul bahan ajar. guru matadiklat siklus akuntansi dan siswa-siswi SMK Yapek Gombong Kebumen terhadap implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. Sebagai wujud nyata yaitu kepala sekolah. khususnya pada matadiklat siklus akuntansi adalah dengan memperbanyak praktek studi kasus dengan berpedoman pada modul bahan ajar. 3.

Dengan demikan. . Dalam melaksanakan proses belajar mengajar yang menggunakan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen. maka pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 ini mampu meluluskan siswa-siswi yang berkompeten dan banyak dibutuhkan oleh dunia industri/ usaha. 3. Saran Berdasarkan simpulan di atas. saran yang diajukan adalah : 1. dari pihak sekolah agar tetap menyediakan modul bahan ajar sesuai dengan kebutuhan siswa dan selalu menjalin kerja sama dengan dunia industri/ usaha. perlu kiranya untuk selalu dipertahankan dan selalu menjalin kerja sama dengan pihak luar seperti dunia industri/ usaha. Berkaitan dengan peran serta dari pihak-pihak yang bersangkutan di instansi sekolah terhadap implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen diharapkan agar tetap berpartisipasi dan mendukung diberlakukannya kurikulum SMK edisi 2004 dengan cara selalu menjalankan tugas dan kewajiban sesuai dengan bidangnya masing-masing dan membantu berbagai hal yang diperlukan guna terlaksananya kurikulum tersebut. 2.123 B. sehingga setiap siswa dapat melaksanakan praktek studi kasus sesuai program keahliannya masing-masing. Sehubungan dengan implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen.

Jakarta : Depdiknas Download. Depdiknas. Achasius. Nasution. Jakarta : UI Press. 1993. Pengembangan Kurikulum. Strategi dan Langkah-langkah Penelitian.id E. 2002. Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional. Asas-Asas Kurikulum. Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktik. Hasil Penelitian (Ruang Hidup Psikologis dan Kinerja Guru SD di Jateng 1993/1994). S. Kurikulum Berbasis Kompetensi. Munandar SC Utami. 2004. Nasution. Mulyasa. 1992. Jakarta : Gaya Media Pratama. Kualitatif Dasar-dasar Penelitian (Terjemahan A. Matthew B dan Huberman. 1985. Tidak Dipublikasikan. Bandung : Remaja Rosdakarya. Jakarta : Bumi Aksara. Suharsimi. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Maman. Gramedia. dan III Kurikulum SMK edisi 2004. 1988. Semarang : IKIP Semarang Press. Jakarta : PT. Modul I. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. Idi.124 DAFTAR PUSTAKA Abdullah. Dinas Pendidikan Nasional Dirjen Dikdasmen Dikmenjur. Licoln & Guba.or. II. Bandung : Citra Aditya. 2003. Mengembangkan Bakat dan Kreatifitas Anak Sekolah. . Analisis Data Kualitatif (Terjemahan Tjetjep Rohendi Rohidi). Petunjuk Bagi Guru dan Orangtua. Jakarta : Badan Penelitian dan Pengembangan Depdiknas. Miles. 1999. Metode Penelitian Kualitatif. Kaber. Robert dan Steven J. Part Analysis (Terjemahan Nasution). Rahman. 1990. 1998. Jakarta : UI Press. Lexy J. 1993. Arikunto. 1999. Pengembangan Kurikulum. Jakarta : PT Rineka Cipta. Michael. 2001. Bogdan. S. Surabaya : Usaha Nasional. Moleong. Khozin Afendi). Nugroho. 1991.puskur. Jakarta : Depdikbud. http : // www. 2003.

Semarang : IKIP Semarang Press. 2004. 2002. Semarang : Universitas Negeri Semarang. Waluyo. Kamus Besar Bahasa Indonesia. 1989. Skripsi. Tim. Kebumen : SMK Yapek Gombong Kebumen. Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum di Sekolah. Jakarta : Balai Pustaka. Edi. Yuli. Skripsi. Tim Pengembang MKDK IKIP Semarang. 2002. Manajemen Kurikulum Sekolah di SLTP I Wonosobo. Bandung : Sinar Baru Algensindo. 2002. Proses Belajar Mengajar dan Prinsip-prinsip Belajar. Semarang : Universitas Negeri Semarang. Profil Sekolah Menengah Kejuruan Yapek Gombong Kebumen. Nana.125 Sudjana. . Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Kesiapan Pengembangan Kurikulum Model Grass Roots Dalam Rangka Otonomi Daerah. Utanto. 1995.

126 .

Lampiran 2 127 .

128 Lampiran 3 KISI-KISI DAN LAY OUT INSTRUMEN PENELITIAN Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004 Melalui Pendekatan Kurikulum Berbasis Kompetensi pada Matadiklat Siklus Akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen Tahun Pelajaran 2004/2005 Fokus Penelitian (Aspek-aspek yang Diungkap) 1). edisi 2004 melalui Observasi pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi. 2). Pelaksanaan proses belajar mengajar yang baik dengan menggunakan kurikulum SMK edisi 2004 yang berpendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi. b). Indikator Penelitian a). guru matadiklat. wakil kepala sekolah bidang kurikulum. a). Waktu pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurkulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi. Implementasi hasil pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada siklus akuntansi. Wawancara. a). dan siswa-siswi. Peran serta kepala sekolah. Makna implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi. Observasi. Persiapan b). Wawancara A 1c Wawancara A 2a b). Implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada mata pelajran siklus akuntansi. guru matadiklat. Peran serta kepala sekolah. Observasi A 2b B1 3). wakil kepala sekolah bidang kurikulum. Evaluasi pelaksanaan kurikulum SMK Wawancara. Wawancara. Pelaksanaan proses belajar mengajar yang baik. Dokumentasi A 3a B2 C1 A 3b B3 . Instrumen Penelitian Wawancara Wawancara Nomor Item A 1a A 1b c). dan siswa-siswi terhadap implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi.

DRAF PEDOMAN WAWANCARA Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004 Melalui Pendekatan Kurikulum Berbasis Kompetensi pada Matadiklat Siklus Akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen Tahun Pelajaran 2004/2005 1. guru matadiklat siklus akuntansi. wakil kepala sekolah bidang kurikulum. wakil kepala sekolah bagian kurikulum. khususnya pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen dimulai ? 2. khususnya pada matadiklat siklus akuntansi. guru matadiklat siklus akuntansi. a. guru matadiklat. Dengan menggunakan kurkulum SMK edisi 2004 yang berpendekatan kurikulum berbasis kompetensi. a. dan siswa terhadap implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SM Yapek Gombong Kebumen. Sejauh mana kepala sekolah.129 A. menurut Anda bagaimana proses belajar mengajar yang baik ? . dan siswa-siswi SMK Yapek Gombong Kebumen yang sedang menempuh matadiklat siklus akuntansi terhadap implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi. Bagaimana peran serta kepala sekolah. Bagaimana anda memaknai implementasi kurkulum SMK edisi 2004 yang berpendekatan kurkulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen ? c. dan siswa-siswi dalam mengimplementasikan hasil pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen ? 3. khususnya pada matadiklat siklus akuntansi di Smk Yapek Gombong Kebumen ? b. Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004 Melalui Pendekatan Kurikulum Berbasis Kompetensi pada Matadiklat Siklus Akuntansi. wakil kepala sekolah bagian kurikulum. khususnya pada matadiklat siklus akuntansi ? b. Bagaimana persiapan kepala sekolah dalam mengimplementasikan kurikulum SM edisi 2004 melalui pendekatan kurkulum berbasis kompetensi. Sejak kapan implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang berpendekatan kurikulum berbasis kompetensi. Peran serta kepala sekolah. Pelaksanaan Proses Belajar Mengajar a.

2. Evaluasi terhadap implementasi kurikulum SMK edisi 2004 yang berpendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen. khususnya pada matadiklat siklus akuntansi dengan menggunakan kurikulum SMK edisi 2004 yang berpendekatan kurikulum berbasis kompetensi. Implementasi hasil pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen.130 b. DRAF PEDOMAN OBSERVASI Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004 Melalui Pendekatan Kurikulum Berbasis Kompetensi pada Matadiklat Siklus Akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen Tahun Pelajaran 2004/2005 1. Proses belajar mengajar yang baik. 3. Sejauh mana proses evaluasi implementasi kurikulum SMK edisi 2004 melalui pendekatan kurikulum berbasis kompetensi pada matadiklat siklus akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen ? B. .

2. Dokumen/gambar mengenai waktu/situasi pelaksanaan observasi.131 C. . DRAF PEDOMAN DOKUMENTASI Implementasi Kurikulum SMK Edisi 2004 Melalui Pendekatan Kurikulum Berbasis Kompetensi pada Matadiklat Siklus Akuntansi di SMK Yapek Gombong Kebumen Tahun Pelajaran 2004/2005 1. Kegiatan belajar mengajar di kelas dengan menggunakan kurikulum SMK edisi 2004 yang berpendekatan KBK pada matadiklat siklus akuntansi.

Informan Penelitian II (Waka Bidang Kurikulum/B) Nama : Sri Ariyani. Informan Penelitian III (Guru Matadiklat/C) Nama : Musriyati. 7 Oktober 1979 Jenis Kelamin : Perempuan Jabatan : Guru Mata Diklat Siklus Akuntansi Agama : Islam Alamat : Kemujen Adimulyo Kebumen 4.Pd Tempat/ Tgl Lahir : Purworejo. 5A Rt 01/I Wero Gombong Kebumen 3. S. Bogowonto No. 29 Agustus 1989 Jenis Kelamin : Perempuan Jabatan : Siswa Kelas I AK 1 Agama : Islam Alamat : Wonokriyo RT 01/VI Gombong Kebumen . Informan Penelitian IV (Siswa/D1) Nama : Ratih Tempat/ Tgl Lahir : Kebumen. Informan Penelitian V (Siswa/D2) Nama : Warti Agustina Tempat/ Tgl Lahir : Kebumen.132 Lampiran 4 BIODATA INFORMAN PENELITIAN 1. S. Informan Penelitian I (Kepala Sekolah/A) Nama : Drs.Pd Tempat/ Tgl Lahir : Kebumen. Agus Supriyanto Jabatan : Kepala Sekolah Jenis Kelamin : Laki-laki Tempat/ Tgl Lahir : Kebumen. 18 Desember 1964 Agama : Islam Alamat : RT 02/ IV Tangeran Sruweng Kebumen 2. 11 Juni 1989 Jenis Kelamin : Perempuan Jabatan : Siswa I AK 1 Agama : Islam Alamat : Penimbun RT 03/ III Krajen Karanganyar Kebumen 5. 29 Februari 1968 Jenis Kelamin : Perempuan Jabatan : Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Agama : Islam Alamat : Gg.

27 Juli 1989 Jenis Kelamin : Perempuan Jabatan : Siswa Kelas I AK 3 Agama : Islam Alamat : Banjareja RT 01/ V Kuwarasan Kebumen . Informan Penelitian VIII (Siswa/D5) Nama : Eti Astuti Tempat/ Tgl Lahir : Kebumen. Informan Penelitian VII (Siswa/D4) Nama : Kuswati Tempat/ Tgl Lahir : Kebumen. 21 April 1989 Jenis Kelamin : Perempuan Jabatan : Siswa Kelas I AK 2 Agama : Islam Alamat : Kalitengah RT 03/ VI Gombong Kebumen 7. 16 Mei 1989 Jenis Kelamin : Perempuan Jabatan : Siswa Kelas I AK 3 Agama : Islam Alamat : Kenteng RT 02/ I Sempor Kebumen 9. Informan penelitian IX (Siswa/D6) Nama : Siti Umi Rukoyah Tempat/ Tgl Lahir : Kebumen. Informan Penelitian VI (Siswa/D3) Nama : Reni Purwasih Tempat/ Tgl Lahir : Kebumen.133 6. 24 Agustus 1989 Jenis Kelamin : Perempuan Jabatan : Siswa Kelas I AK 2 Agama : Islam Alamat : Gunung Mujil RT 03/ VI Kuwarasan Kebumen 8.

134 Lampiran 5 .

135 .

136

137 Lampiran 6 HASIL DOKUMENTASI DI SMK YAPEK GOMBONG KEBUMEN

Pintu Gerbang SMK YAPEK

Tujuan SMK YAPEK

Visi dan Misi SMK YAPEK

138

Ruang Praktek Perbankan

Ruang Praktek Komputer

Ruang Praktek Pertokoan

Siswi .139 Wawancara dengan Kepala Sekolah Wawancara dengan Waka Kurikulum Wawancara dengan Guru Matadiklat Wawancara dengan Siswa – Siswi Wawancara dengan Siswa .

140 Kegiatan Belajar Mengajar di Kelas Kegiatan Belajar Mengajar di Kelas .

141 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful