P. 1
MAKALAH Peranan Agama Islam

MAKALAH Peranan Agama Islam

|Views: 1,608|Likes:
Published by Yank Widya

More info:

Published by: Yank Widya on Apr 08, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/22/2014

pdf

text

original

1

BAB II AGAMA ISLAM Kata Islam berasal dari kata aslama,yang tunduk, patuh dan berserah diri. Ditinjau dari segi pengertian Istilah, islam memiliki dua macam pengertian, yaitu pengertian khusus dan pengertian umum. Islam menurut pengertian khusus adalah agama yang diajarkan oleh Nabi Muhammad saw. Menurut pengertian umum, Islam adalah agama yang diajarkan oleh semua Nabi dan Rasul Allah swt dari Adam as sampai Muhammad saw. Akan tetapi yang dinamakan Islam itu agama yang masih murni/asli sesuai yang diajarkan oleh Nabi dan Rasul. Apabila ajaran tersebut sudah berubah dari aslinya, seperti yang terjadi pada agama Nasrani/Kristen yang melenceng dari ajaran Nabi Isa as dan agama Bangsa Yahudi sekarang ini yang melenceng dari ajaran Nabi Musa as, tidak lagi bisa disebut islam. Itulah makna kata Islam ditinjau dari segi Istilah. Islam adalah nama dari agama wahyu yang di turunkan Allah Swt. Kepada Rosul-rosul - Nya yang berisi wahyu Allah untuk di sampaikan kepada manusia. Agama Islam berisi tentang aturan-aturan Allah yang mengatur hubungan manusia denganAllah, manusia dengan manusia,manusia dengan alam. Karena itu agama ini sudah sempurna dan senantiasa sesuai dengan tingkat perkembangan manusia sejak masa di turunkanya empat belas abad manusia yang lalu hingga akhir peradaban manusia yang di tutup dengan hari kiamat.

A. Pengertian Agama Manusia memerlukan agama, yaitu sesuatu yang berhubungan dengan kepercayaandan keyakinan manusia, istilah agama dalam bahasa inggris di sebut religion berasaldari bahasa latin religio yang berarti agama kesucian, kesalahan, ketelitian batin. Setiap manusia yang hidup pasti akan mengetahui apa itu agama?. Secara sederhana agama merupakan

2

pegangan hidup agar tidak menyimpang. Tapi bagi orang-orang yang beraliran komunis mungkin agama hanya merupakan candu yang tidak membawa dalam kemajuan atau kehidupan yang sempurna. Aliran ini memang lebih mengutamakan material dari pada segi religiusnitas. Memang agama memiliki aturan-aturan yang sudah ditetapkan oleh penyebar agama dengan dasar wahyu dari Tuhan. Tuntutan hidup yang harus dilakukan harus sejalan dengan hukum-hukum wahyu Tuhan. Akibatnya masyarakat agama hanya mengikuti dan menunggu akan takdir Tuhan. Pengertian agama dalam konsep Sosiologi adalah: kepercayaan terhadap hal-hal yang spiritual, perangkat kepercayaan dan praktik-praktik spiritual yang dianggap sebagai tujuan tersendiri, dan ideologi mengenai hal-hal yang bersifat supranatural. Dalam konsepsi ini, agama memiliki peranan yang paling penting dalam kehidupan manusia. Dalam kehidupan sosial, keberadaan lembaga agama sangat mempengaruhi perilaku manusia. Dengan agama manusia dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.

B. Macam agama dan kedudukan Islam Kebutuhan manusia akan hal-hal yang bersifat keyakinan dan supranatural mendorong manusia untuk mencari agama, hal tersebut adalah alasan utama lahirnya berbagai macama agama didunia. Melihat definisi di atas tampak bahwa pengertian agama (religion) mencakup berbagai aspek yang berhubungan dengan kepercayaan terhadap tuhan atau supranatural dan mistik, termasuk di dalamnya legenda dan mitos. Kebutuhan manusia akan hal-hal yang bersifat keyakinan dan supranatural mendorongnya untuk mencari agama, sehingga lahir berbagai agama di dunia.

3

Menurut McGee, agama-agama di dunia dapat dikelompokkan kepada agama monoteistik dan politeistik, juga agama etikal (agama etik) dan agama ancestral atau nasionalistik. Agama monoteistik agama yang mempercayai satu tuhan, yaitu agama Yahudi, Kristen yang mempercayai Trinitas (tuhan adalah satu dalam tiga person: Bapak, Anak dan Roh Kudus), dan Islam. Yang termasuk politeisme adalah Hinduisme yang percaya akan adanya tingkatan dewa, dari dewa lokal, regional, sampai kepada yang umum. Agama yang termasuk kelompok ethical religion adalah Budhisme, Konfusianisme dan Taoisme. Kesemuanya mencerminkan suatu pandangan hidup yang berbeda dengan kepercayaan lainnya. Mereka mementingkan etika ketimbang ide. Semuanya kurang mementingkan persoalan Tuhan sebagai obyek yang disembah. Doktrinnya berkembang dari seperangkat prinsip dasar yang menentukan keteraturan (alam raya) dan kesucian hidup. Prinsip kesucian ini mendorong para penganutnya untuk hidup teratur dan harmonis dalam kehidupan sosial. Budhisme erat hubungannya dengan Budha yang lahir di India pada abad 16 SM, sedangkan Konfusianisme adalah agama yang disebarkan atas dasar ajaran Konfusius yang hidup pada tahun 551-479 SM yang mementingkan hidup harmonis dan atas dasar moral. Konfusianisme menarik banyak orang karena kurang mementingkan system kependetaan, sistem teologi dan unsur-unsur yang biasa terdapat dalam agama-agama yang lain. Karena itu, sebagian ahli mempertanyakan apakah Konfusianisme dapat dipandang sebagai agama atau filsafat yang memiliki sistem etika.

Taoisme dekat hubungannya dengan Konfusianisme, dimulai dari suatu aliran filsafat di Cina 2000 tahun yang lalu. Ajarannya lebih mistis daripada Konfusianisme. Taoisme telah memiliki kitab suci dan teori etika

4

seperti agama etika lainnya. Taoisme lebih mementingkan kualitas hidup dalam hubungannya dengan keteraturan alam semesta dan tujuan hidup individual. Agama Ancestral atau agama nenek moyang antara lain Sintoisme; suatu kepercayaan tradisional Jepang. Ketika perang Dunia II menjadi sarana kesetiaan warga negara Jepang terhadap negara yang melahirkan nasionalisme yang luar biasa di kalangan tentara Jepang. Dari segi sumber, terdapat agama yang lahir dari pemikiran dan pengalaman manusia yang dikenal sebagai agama budaya dan agama yang datang melalui wahyu yang diterima utusan Tuhan atau disebut agama langit. Yang termasuk agama langit adalah Yahudi, Kristen dan Islam. Agama Yahudi dan Kristen bermuara pada wahyu yang

disampaikan kepada nabi Musa dan Isa, walaupun dalam perkembangan selanjutnya wahyu itu telah mengalami berbagai perobahan yang dilakukan umatnya. Sedangkan agama Islam bersumberkan wahyu Allah (Alquran) yang sejak diturunkan kepada Nabi Muhammad 14 abad yang lalu tidak mengalami perobahan apapun baik isi maupun redaksinya. Karena itu dapatlah dikatakan bahwa agama wahyu yang murni sekarang ini hanyalah agama Islam. Dalam pandangan agama Islam, setiap agama yang dibawa oleh para Rasulullah adalah agama Islam, karena sumbernya satu, yaitu Allah swt yang ditandai dengan kesamaan akidahnya yaitu tauhid (mengesakan Allah). Jadi semua Nabi sejak Adam sampai Muhammad membawa ajaran Islam dengan akidah Tauhid, tetapi setelah nabi-nabi pembawanya wafat, terjadi pembiasan ajaran oleh para pengikutnya sehingga ciri utama agama Allah yaitu Tauhid menjadi hilang, seperti Nasrani (Kristen) yang mengembangkan ajaran Isa yang Tauhid menjadi trinitas, dan agamanya yang bernama Islam berubah pula menjadi Kristen yang dirujukkan

5

kepada nama pembawanya (Isa) yang mereka juluki kristus. Karena itu Islam menjadi satusatunya agama wahyu yang terjaga dari segala intervensi manusia dan murni wahyu Allah. Agama-agama wahyu sebelum kerasulan Muhammad, umumnya bersifat lokal untuk satu dua suku bangsa, misalnya wahyu yang diterima oleh Nabi Isa hanya untuk Bani Israil saja. Ajarannya pun masih bersifat sederhana, karena memang masalah yang dihadapi manusia pada saat itu sederhana pula, misalnya wahyu untuk Nabi Musa hanya memuat sepuluh peraturan saja. Sedangkan ajaran yang diturunkan kepada Nabi Muhammad mencakup semua aspek kehidupan manusia yang dapat memberikan dasar pada setiap perkembangan budaya yang akan dialami manusia sampai akhir masa. Karena itu tidak akan ada lagi Rasul yang diutus ke dunia ini setelah Nabi Muhammad, karena misi yang dibawa olehnya telah sempurna diberikan kepada manusia dan dapat memberikan dasar-dasar nilai bagi kehidupan bagaimana pun perubahan yang akan dialami manusia sampai akhir kehidupan dunia. Hal ini dijelaskan dalam Alquran:

6

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Kuridhai Islam menjadi agamamu”. (Q.S, Al maidah, 5:3) C. Peranan Agama Islam Agama Islam mengajarkan perdamaian dan kasih sayang bagi umat manusia tanpa mamandang warna kulit, agama dan status social. Oleh karennya Islam tidak membenarkan adanya penjajahan. Dan sampai saat ini terbukti bahwa jika umat Islam mencapai jumlah mayoritas dalam suatu Negara, maka umat lain yang minoritas dapat menikmati hidup damai dan sejahtera Karena umat Islam mengulurkan persahabatan dan memberi kasih sayang. Islam merupakan petunjuk untuk memperoleh keselmaatan hidup baik di dunia maupun di akhirat kelak. Itulah sebabnya salam Islam adalah Assalamualaikum wa rahmatullahi wabarakatuh

7

(semoga

Allah

melimpahkan

keselamatan

dan

kesejahteraan-nya

kepadamu). Selanjutnya dalam agama Islam kita juga mengenal yang disebut dengan Syariat Islam, apa itu Syariat Islam ? Syariat Islam atau hukum Islam adalah peraturan yang ditetapkan oleh Allah swt untuk hambaNya yang berakal sehat dan telah menginjak usia baligh atau dewasa. Tanda baligh atau dewasa bagi anak laki-laki yaitu apabila telah bermimpi bersetubuh dengan lawan jenisnya sedangkan bagi anak perempuan adalah jika sudah mengalami datang bulan (menstruasi). Bagi orang yang mengaku Islam, keharusan mematuhi peraturan ini diterangkan dalam firman Allah swt “Kami jadikan kamu sekalian berada dalam suatu hukum atau peraturan dan urusan agama. Patuhilah peraturan itu, dan janganlah mengikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui” (QS. Al Jaatsiyah;18). Syariat Islam ini, secara garis besar mencakup tiga hal ; 1. Petunjuk dan bimbingan untuk mengenal Allah swt dan alam ghaib yang tidak terjangkau oleh Indra manusia yang menjadi pokok bahasan ilmu tauhid. 2. Petunjuk untuk mengembangkan potensi kebaikan yang ada dalam diri manusia agar menjadi makhluk terhormat yang sesungguhnya yang menjadi bidang bahasan ilmu tasafuf (ahlak). 3. Ketentuan-ketentuan yang mengatur tata cara beribadah kepada Allah swt atauhubungan manusia dnegan Allah (vertical) serta ketentuan yang mengatur pergaulan/huungan antara manusia dengan sesamanya dan dengan lingkunganya. Uraian lebih jauh tentang syariat Islam akan diuraikan dalam Bab tersendiri pada bagian selanjutnya.

8

D. a.

Peranan agama Islam dalam menentramkan batin dan membina kedamaian. Agama Islam membawa Kedamaian Dalam kehidupan sehari-hari dapat disaksikan dengan jelas

perbedaan orang yang beragama (yang menjalankan ajaran agam dengan baik) dengan orang yang hidupnya jauh dari ikatan agama. Pada wajah orang-orang yang menjalankan ajaran agama dengan baik nampak tandatanda ketenangan batin, tidak mudah cemas dalam menghadapi persoalan hidup dan tindakannya tidak merugikan orang lain. Sebaliknya orang yang lepas dari tatanan agama, biasanya ia mampu bersikap tenang hanya pada waktu segalanya berjalan dengan baik dan menyenangkan. Akan tetapi bila keadaan mulai berubah, ia akan merasa panik dan cemas. Ada yang sampai terganggu kesehatannya ataupun melakukan sesuatu yang merugikan dirinya maupun orang lain. dengan memahami makna nama agama ini yakni Islam, seseorang telah dapat mengetahui bahwa ia adalah agama yang mendambakan perdamaian. Perdamaian merupakan salah satu ciri utama agama Islam. Ia lahir dari pandangan ajarannya tentang Allah, Tuhan Yang Mahakuasa, alam, dan manusia. Allah, Tuhan Yang Maha Esa, adalah Dia yang menciptakan segala sesuatu berdasarkan kehendak-Nya semata. Semua ciptaan-Nya adalah baik dan serasi, sehingga tidak mungkin kebaikan dan keserasian itu mengantar kepada kekacauan dan pertentangan. Dari sini bermula kedamaian antara seluruh ciptaan-Nya. Cukup juga dengan mendengarkan ucapan yang dianjurkan untuk disampaikan pada setiap pertemuan. "Assalamu 'Alaikum" (Damai untuk Anda), seseorang dapat menghayati bahwa kedamaian yang didambakan bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk pihak lain. Kalau demikian, tidak heran jika salah satu ciri seorang Muslim, adalah seperti sabda Nabi Muhammad

9

saw : "Siapa yang menyelamatkan orang lain (yang mendambakan kedamaian) dari gangguan lidahnya dan tangannya". Pada garis besarnya peranan agama dalam kehidupan manusia ada tiga,yaitu 1. Agama menjadi pembimbing dalam hidup. Sikap seseorang dalalm hidup ini dipengaruhi oleh kepribadian dirinya. Dan kepribadian itu adalah kumpulan dari pengalaman, pendidikan dan keyakinan (agama) yang tertanam sejak awal. Dari unsur-unsur diatas faktor keyakinan atau agama paling dominan pengaruhnya terhadap sikap dan kepribadian seseorang. Bila agama sudah ditanamkan sejak awal maka akan membentuk sikap dari dalam diri secara otomatis, sehingga dalam menghadapi segala persoalan hidup ia selalu bersandar kepada ajaran agama yang diyakininya. Ia akan rajin berbuat baik karena ia sadar bahwa hal itu sesuai dengan perintah agama yang diyakininya dan akan menjauhi perbuatan yang tidak baik, karena ia sadar bahwa hal itu bertentangan dengan ajaran agama.

2. Agama menjadi penolong dalam berbagai kesulitan. Bagi orang yang beragama dengan baik tidak akan mudah putus asa dalam menghadapi kesulitan. Ia menyadari bahwa kesulitan itu adalah bagian dari hidup ini, yang merupakan cobaan dari tuhan, karenanya ia sering meminta pertolongan kepadaNya, bersamaan dengan sikap sabar dan keyakinan bahwa tuhan akan memberikan jalan keluar yang terbaik untuknya. Orang yang beragama dengan baik selalu mengingat :  Allah tidak akan membebani (memberi cobaan) diluar kemampuan hambanya (surat Al-Baqarah ayat: 25)  Dibalik kesulitan ada kemudahan (surat An-Nasroh ayat: 6)

10

 Kedekatan dengan allah akan mendapat jalan keluar dari kesulitan (surat Al-Qalaq ayat: 123)  Siapa yang benar-benar bertaqwa kepada allah akan diberiNya jalan keluar (dari kesulitan) dan akan diberiNya rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka. b. Agama menentramkan batin Sesuai dengan asal katanya, Islam mengandung arti selamat dan damai. Keselamatan dan kedamaian merupakan harapan setiap orang dan menjadi inti dari kebahagiaan, karena hakekat bahagia adalah adanya ketentraman hati. Karena itu secara individual, Islam berperan dalam menentramkan batin dan menenangkan jiwa. Ketentraman batin merupakan hasil dari proses pengahayatan yang dalam terhadap ajaran Islam yang melahirkan penyerahan diri secara total kepada Allah. Orang yang beragama dengan baik selalu merasakan seolah-olah Tuhan itu dekat dengan dirinya, sehingga ia merasa yakin senantiasa ditolong karena itu jiwanya menjadi tenang. Agama yang dapat berperan seperti itu hanyalah agama islam, sesuai dengan firman Allah dalam alqur’an yang artinya “sesungguhnya agama yang diakui Allah hanyalah islam” dan “siapa yang mencari agama lain selain islam, maka tidak akan diterima dan diakhirat ia akan rugi”. Sedangkan ketidak puasan,keresahan dan kegelisahan merupakan siksaan batin akibat penolakan terhadap eksistensi Allah. Demikian pula esensi ajaran Islam mengandung dorongan untuk mengembangkan perdamaian di muka bumi. Hal ini dinyatakan oleh Alquran ketika menjelaskan misi Rasulullah di muka bumi dalam ayatnya:

11

“Dan tiadalah Kami mengutus kamu (Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi sekalian alam. (QS. Al-Anbiya,21:107) Memberi rahmat adalah menyebarkan kasih sayang dan

perdamaian di muka bumi, baik perdamaian antar manusia maupun kebaikan untuk alam secara keseluruhan. Perdamaian antar manusia akan terwujud manakala manusia mampu mengedepankan kemaslahatan bersama di atas kepentingan individu. Masyarakat yang bertata nilai digambarkan Nabi ketika beliau berada di Madinah. Salah satu identitas masyarakat Madinah yang dipimpin Nabi adalah masyarakat yang mengetengahkan perdamaian dan persatuan serta penegakan kebaikan dan kebenaran di tengah masyarakat yang pluralistis. Alquran menjadi acuan normative yang memberikan ciri yang jelas pada masyarakat madaniah.Penghargaan terhadap kemanusiaan menjadi bagian yang menonjol, sementara agama dibina dan dikembangkan secara sukarela tanpa paksaan. Negara yang dipimpin Nabi memberikan perlindungan terhadap jiwa dan harta orang-orang yang bukan muslim, sementara penegakkan hukum dan keadilan diterapkan pada seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang agama. Gambaran masyarakat Madinah dapat menjadi rujukan pencarian bentuk masyarakat pluralis seperti Indonesia. Pengembangan dan penerapan konsep Islam di tengah masyarakat menjadi bagian yang penting dalam mewujudkan masyarakat yang adil, tentram dan damai.

E. Pendapat Cendikiawan Barat tentang Islam Kebenaran agama Islam dari zaman kezaman tidak diragukan lagi, hal ini bukan hanya diakui oleh umt Islam sendiri melainkan umat lain diluar Islam, Ribuan bahkan ratusan ribu cendikiawan Barat yang

12

mengagumi ajaran Islam sekaligus mengakuinya sebagai ajaran yang rasional, bahkan diantaranya banyak yang langsung menyatakan diri masuk Islam, benarlah firman Allah swt:

“Dan orang-orang yang diberi ilmu (ahli kitab) berpendapat bahwa wahyu yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu itulah yang benar dan menunjukan (manusia) kepada jalan Tuhan Yang Maha Perkasa dan Maha Terpuji” (QS. Saba:6) Berikut di sampaikan pendapat beberapa cendikiawan Barat tentang Islam dariBuku Pintar agama Islam karya Syamsul Rijal Hamid (2005), antara lain: 1. Vera Micheles Dean mengatakan dalam bukunya (The Nature of the nonWestern World), Islam meliputi 4 unsur:  Islam Is Religion (Islam adalah agama)  Islam Is political system (Islam adalah system politik)  Islam is way of life (Islam adalah falsafah hidup)  Islam is interpretation of history (Islam adalah interprentasi sejarah) 2. Gustav Libon mengatakan “sesungguhnya filsuf Arab dan kaum Musliminadalah yang pertama – tama mengajarkan bagaimana kemerdekaan berpikir sesuai dengan kelurusan beragama.” Ia juga mengakui “Pengaruh peradabankaum muslimin di barat kuat sekali, terutama di bidang ilmu, sastra dan budi pekerti. 3. De Slane Mac Gokein (1810-1879), berkomentar “Sesungguhnya bangsaArab merupakan suatu umat yang memiliki keistimewaan dalam banyak sifat,Ia mempunyai agama Islam yang dan paripurna”.

13

4. George Starton, berkomentar “Sesungguhnya Islam merupakan tatananagama yang paling tepat dan paling Indah. Dan kalau kita melihat Islam dari perbuatan kaum muslimin sudah tentu kita tidak akan melihat ajaran agama itu dengan jelas dan gamblang”. 5. Prof.Dr. Wilfred Canthwell mengatakan dalam (Islam in Modern History)Islam merupakan suatu agama, Islam cocok untuk semua aspek kehidupan dan masyarakat. 6. Monsieur Siffter de Sasie (1750-1838), menulis dalam bukunya, Al Hayatantara lain : “Saya tidak dapat melukiskan dengan kata – kata yang lebihtepat selain menyatakan bahwa agama Islam itu sesuatu yang paripurna dan berpenangkal”. 7. Dr. Ritten, berkomentar “agama Muhammad sudah meyakinkan sejak saat – saat kelahirannya dan dalam kehidupan Nabi itu juga, bahwa ajarannya bersifat universal. Jadi sesuai dengan segala bangsa dan dengan sendirinyadapat dicerna oleh semua akal di semua iklim dan cuaca”

14

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Dari pembahasan singkat mengenai agama islam dan kedudukanya dengan agama lain serta kedudukanya dalam diri kita, dapat kita ambil kesimpulan bahwa agama islam merupakan agama sempurna yang dapat memberikan kita ketentraman dan ketenangan jiwa. Agama islam merupakan agama yang terjamin kebenaranya tidak ada perubahan yang di buat oleh tangan manusia, islam adalah agma yang universal ditunjukan kepada setiap umat manusia yang ada dimuka bumi ini untuk mencapai keselamatan dan kebahagiaan didunia dan diakhirat nanti. Dengan menjalankan ajaran islam secara utuh dan konsekuen maka kedamaian batin akan tercipta dan perdamaian seluruh umat manusia akan dapat terrwujud karna Islam adalah agama yang sesuai dengan fitrah manusia dan merupakan instrumen kehidupan yang akan menuntun hidup kita menuju keselamatan dengan selalu mengabdi kepada Allah, dengan berefrensikan Al-Quran dan tuntunan kita Nabi Muhamad SAW. Insyaallah Allah SWT akan meridhoi jalan kita. Amin. Bila ada pepatah yang mengatakan bahwa “tidak ada gading yang tak retak” begitu halnya dengan makalah yang telah penulis selesaikan masih sangatlah jauh dari kata baik namun semoga bermanfa’at bagi pembaca semuanya. Karna hal tersebut penulis memohon maaf dan meminta kritik dan saran kepada ahli cerdik pandai pembaca guna perbaikan dalam penulisan karya-karya selanjutnya dan sebagai bahan instropeksi bagi penulis.Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih.

15

B. SARAN Saran yang dapat kami berikan kepada para pembaca tentang makalah ini adalah semoga dengan para pembaca sekalian membaca makalah ini dapat menambah sedikit ilmu pengetahuan, tidak hanya mengerti tetapi diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, serta saran yang diberikan kepada para pembaca mengenai isi makalah ini diharapkan kita sebagai umat manusia yang beragama Islam untuk selalu ingat kepada Allah swt, agar membuat hati manusia menjadi jernih halus dan suci. Kamipun juga sangan menyadari keterbatasan dari makalah ini, oleh karena itu kami sangat mengharapkan kritik serta saran dari para pembaca.

16

DAFTAR PUSTAKA http://texbuk.blogspot.com/2011/09/pengertian-agama-menurut-paraahli_9534.html#ixzz2AbMdi0Sw http://www.sudeska.net/2011/05/09/mengapa-manusia-harus-beragama/ http://naroh.blogspot.com/2007/12/peranan-agama-dalam-kehidupanmanusia.html http://en.wikipedia.org/wiki/Sintoism http://www.scribd.com/doc/69698693/Agama-Islam

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->