BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH

Pendidikan di Indonesia diharapkan dapat mempersiapkan peserta didik menjadi warga Negara yang memiliki komitmen kuat dan konsisten untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Komitmen yang kuat dan konsisten terhadap prinsip dan semangat kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, perlu ditingkatkan terus menerus untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia. Konstitusi Negara Republik Indonesia perlu ditanamkan kepada seluruh komponen bangsa Indonesia, khususnya generasi muda sebagai generasi penerus.

Indonesia harus menghindari sistem pemerintahan yang memasung hak-hak asasi manusia, hak-hak warganegara untuk dapat menjalankan prinsip-prinsip demokrasi. Kehidupan yang demokratis didalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, pemerintahan, dan organisasi-organisasi non pemeritahan perlu dikenal, dipahami, diinternalisasi, dan diterapkan demi terwujudnya pelaksanaan prinsip-prinsip demokrasi serta demi peningkatan martabat kemanusian, kesejahteraan, kebahagiaan, kecerdasan dan keadilan.

Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan warganegara yang memahami dan mampu melaksanakan hak-hak dan kewajibannya untuk menjadi warga Negara yang baik, yang cerdas, terampil, dan berkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945.

Pendidikan Kewarganegaraan (Citizenship Education) merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan diri yang beragam dari segi agama, sosio-kultural, bahasa, usia, dan suku bangsa.

Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (KBK 2004 dan Standar Isi 2006) ditegaskan bahwa :

I. Tujuan Pendidikan Menengah Kejuruan :

Tujuan Pendidikan Menengah Kejuruan adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya

II. Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan

Standar isi Pendidikan Kewarganegaraan SMA/SMK/MA :

  

1. Memahami hakekat Bangsa dan Negara kesatuan Republik Indonesia 2. Menganalisis sikap positif terhadap penegakan hokum, peradilan nasional, dan tindakan anti korupsi 3. Meganalisis pola-pola dan partisipasi aktif dalam pemajuan, penghormatan serta penegakan HAM baik di Indonesia maupun luar negeri

4. Menganalisis peran dan hak warganegara dan system pemerintahan Negara Kesatuan Repbulik Indonesia

5. Menganalisis budaya politik demokrasi, konstitusi, kedaulatan Negara, keterbukaan dan keadilan di Indonesia

  

6. Mengevaluasi hubungan Internasional dan sistem hokum internasional 7. Mengevaluasi sikap berpolitik dan bermasyarakat madani sesuai dengan pancasila dan UUD 1945 8. Mengaalisis peran Indonesia dalam politik dan hubungan Internasional, regional dan kerjasama Global lainnya

9. Menganalisis sistem hokum internasional, timbulnya konflik internasional, dan mahkamah internasional.

Dari Standar Isi dan Standar Kompetensi tersebut diatas, penulis memilih butir ketiga yaitu meganalisis polapola dan partisipasi aktif dalam pemajuan, penghormatan serta penegakan HAM baik di Indonesia maupun di luar negeri, sebagai landasan judul penelitian tindakan kelas ini.

Berdasarkan hasil pengamatan dan pengalaman selama ini, siswa kurang aktif dalam kegiatan belajarmengajar. Anak cenderug tidak begitu tertarik dengan pelajaran PKn karena selama ini pelajaran PKn dianggap sebagai pelajaran yang hanya mementingkan hafalan semata, kurang menekankan aspek penalaran sehingga menyebabkan rendahnya minat belajar PKn siswa di sekolah.

Banyak faktor yang menyebabkan hasil belajar PKn siswa rendah yaitu faktor internal dan eksternal dari siswa. Faktor internal antara lain: motivasi belajar, intelegensi, kebiasan dan rasa percaya diri. Sedangkan faktor eksternal adalah faktor yang terdapat di luar siswa, seperti; guru sebagai Pembina kegiatan belajar, startegi pembelajaran, sarana dan prasarana, kurikulum dan lingkungan.

Dari masalah-masalah yang dikemukakan diatas, perlu dicari strategi baru dalam pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif. Pembelajaran yang mengutamakan penguasaan kompetensi harus berpusat pada siswa (Focus on Learners), memberika pembelajaran dan pengalaman belajar yang relevan dan kontekstual dalam kehidupan nyata (provide relevant and contextualized subject matter) dan mengembangkan mental yang kaya dan kuat pada siswa.

Disinilah guru dituntut untuk merancang kegiatan pembelajaran yang mampu mengembangkan kompetensi, baik dalam ranah kognitif, ranah afektif maupun psikomotorik siswa. Strategi pembelajaran yang berpusat pada siswa dan peciptaan suasana yang menyenangkan sangat diperlukan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran PKn. Dalam hal ini penulis memilih model “pembelajaran berbasis masalah (PROBLEM BASED LEARNING) dalam meningkatkan kemampuan memecahkan masalah HAM dalam mata pelajaran PKn.

Pembelajaran berbasis masalah adalah suatu proses belajar mengajar didalam kelas dimana siswa terlebih dahulu diminta mengobservasi suatu fenomena. Kemudian siswa diminta untuk mencatat permasalahanpermasalahan yang muncul, setelah itu tugas guru adalah merangsang untuk berfikir kritis dalam memecahkan masalah yang ada. Tugas guru mengarahkan siswa untuk bertanya, membuktikan asumsi, dan mendengarkan persfektif yang berbeda diantara mereka.

Menurut E. Mulyana Pembelajaran aktif dengan menciptakan suatu kondisi dimana siswa dapat berperan aktif, sedangkan guru bertindak sebagai fasilitator. [1] Pembelajaran harus dibuat dalam suatu kondisi yang menyenangkan sehingga siswa akan terus termotivasi dari awal sampai akhir kegiatan belajar mengajar (KBM). Dalam hal ini pembelajaran dengan Problem Based Learning sebagai salah satu bagian dari pembelajaran CTL (Contextual Teaching and Learning) merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan guru disekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PKn. Berdasarkan uraian diatas maka Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini, dirancang untuk mengkaji penerapan pembelajaran model “Problem Based Learning” dalam meningkatkan kemampuan memecahkan masalah HAM dalam mata pelajaran PKn

B. PERUMUSAN MASALAH

Berdasarkan uraian pada latar belakang masalah tersebut diatas, maka dapat dirumuskan masalah penelitian sebagai berikut:

1. Apakah pembelajaran model Problen Based Learning dapat meningkatkan kemampuan memecahkan masalah HAM dalam masalah PKn?

banyak memuat materi sosial. pendekatan model Problem Based Learning apabila diterapkan di kelas akan dapat meningkatkan kemampuan memecahkan masalah HAM dalam mata pelajaran PKn. aspek kurikuler dan aspek sosial budaya. designing. . Learning to Know ( penguasaan ways of knowing or mode of inquire) 2. Kemampuan untuk melakukan penilaian baik proses maupun hasil Selanjutnya UNESCO dalam Soedijarto (2004 : 10-18) mencanangkan empat pilar belajar dalam pembelajaran (termasuk model Problem Based Learning) :     1. Sejauh manakah pendekatan model Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa? C. Kemampuan dalam mengelola kelas 3. PKn merupakan salah satu dari lima tradisi pendidikan IPS yakni citizenship transmission. Implementasiya sangat dibutuhkan guru yang profesional. maintening. antara lain :     1. Kemampuan menguasai bahan ajar 2. Learning to live together 4. Secara akademis PKn dapat didefinisikan sebagai suatu bidang kajian yang memusatkan telaahannya pada seluruh dimensi psikologi dan sosial budaya kewarganegaraan individu dengan menggunakan ilmu politik dan pendidikan sebagai landasan kajiannya [2]. Kemampuan dalam menggunakan metode.  D. monitoring. guru yang profesional dituntut menguasai sejumlah kemampuan dan keterampilan. sehingga pembelajaran PKn menjadi lebih menyenangkan dan menimbulkan kreatifitas. TUJUAN PENELITIAN Tujuan Penelititan Tindakan Kelas ini adalah meningkatkan kemampuan memecahkan masalah HAM dalam mata pelajaran PKn khususnya kelas X Ak pada SMKN 3 Jakarta. PEMECAHAN MASALAH PKn sebagai salah satu bidang studi yang memiliki tujuan “How to Develop Better Civics Behaviours” membekali siswa untuk mengembangkan penalarannya disamping aspek nilai dan moral. Bagaimana penerapan pembelaran model Problem Based Learning di kelas dalam mata pelajaran PKn?   3. 2. Learning to do ( controlling. Learning to be [3] Berdasarkan uraian analisis permasalahan diatas. organizing) 3. yakni aspek akademis. media dan sumber belajar 4. saat ini sudah berkembang menjadi tiga aspek PKn (Citizenship Education).

Memberikan alterntif kegiatan pembelajaran pendidikan kewarganegaraan 4. dari tidak mengerti menjadi mengerti. Belajar merupakan suatu proses usaha yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungan[4] Ada empat pilar belajar yang dikemukakan oleh UNESCO.  2. Mengembangkan kualitas guru dalam mengajarkan pedidikan kewarganegaraan di Sekolah Menengah Kejuruan. penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk :   1. E. sehingga terjadi perubahan yang bersifat permanen dan persisten pada dirinya sebagai hasil pengalaman (Learning is a change of behaviour as a result of experience). salah seorang ahli pendidikan Amerika Serikat dari aliran Behavioural Approach. Learning to do adalah pembelajaran untuk mencapai kemampuan untuk melaksanakan Controlling. KAJIAN TEORI   1. Hakekat Pembelajaran PKn a. yaitu suatu proses pembelajaran yang memungkinkan siswa menguasai tekhnik menemukan pengetahuan dan bukan semata-mata hanya memperoleh pengetahuan. MANFAAT HASIL PENELITIAN Secara teoritis dan praktis. baik mencakup aspek pengetahuan (cognitive domain). Designing. Menciptakan rasa senang belajar Pendidikan Kewarganegaraan selama pelajaran berlangsung dengan adanya “The Involvement of Participaton melalui Problem Based Learning. Monitoring.” BAB II KAJIAN TEORI DAN KERANGKA BERPIKIR •A. Perubahan yang dihasilkan oleh proses belajar bersifat progresif dan akumulatif. megarah kepada kesmpurnaan. Organizing. Maintening. aspek afektif (afektive domain) maupun aspek psikomotorik (psychomotoric domain). Memperbaiki proses belajar mengajar dalam pelajaran PKn di Sekolah Menengah Kejuruan. yaitu :  1. misalnya dari tidak mampu menjadi mampu. Belajar dengan melakukan sesuatu dalam potensi yang . 2.   3. demikian pendapat John Dewey. Learning to Know. Pengertian belajar Belajar merupakan proses perubahan yang terjadi pada diri seseorang melalui penguatan ( reinforcement).

bertenggang rasa. Ketiga : PKn sebagai suatu proses pencerdasan.kongkret tidak hanya terbatas pada kemampuan mekanistis.   5. berkepribadian mantap dan mandiri. Learning to be adalah keberhasilan pembelajaran yang untuk mencapai tingkatan ini diperlukan dukungan keberhasilan dari pilar pertama. Kedua : PKn mengembangkan daya nalar (state of mind) bagi para peserta didik. bekerjasama dengan orang lain serta mengelola dan mengatasi koflik  3. yang disebut emotional intelegence (kecerdasan emosi).  4. nilai dan perilaku demokrasi warganegara. Pengertian Pendidikan Kewarganegaraan Pendidikan kewarganegaraan adalah sebagai wahana untuk mengembangkan kemampuan. sosiologi. Learning to live together adalah membekali kemampuan untuk hidup bersama dengan orang lain yang berbeda dengan penuh toleransi. psokoliogi dan disiplin ilmu lainnya yang digunakan sebagai landasan untuk melakukan kajian-kajian terhadap proses pengembangan konsep. maka pendekatan pembelajaran yang digunakan adalah yang lebih inspiratif dan partisipatif dengan menekankan pelatihan penggunaan logika dan pealaran. Pengembangan karakter bangsa merupakan proses pengembangan warganegara yang cerdas dan berdaya nalar tinggi. hukum. saling pengertia dan tanpa prasangka. yang dapat mengendalikan dirinya dengan konsisten. dan bahan belajar yang digali dari ligkungan masyarakat sebagai pengalaman langsung (hand of experience). Tiga pilar tersebut ditujukan bagi lahirnya siswa yang mampu mencari informasi dan menemukan ilmu pengetahua yang mampu memecahkan masalah. kedua dan ketiga. elektronik. . b. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelajaran PKn dalam rangka “nation and character building” : Pertama : PKn merupakan bidang kajian kewarganegaraan yang ditopang berbagai disiplin ilmu yang releven. Untuk menfasilitasi pembelajaran PKn yang efektif dikembangkan bahan pembelajaran yang interaktif yang dikemas dalam berbagai paket seperti bahan belajar tercetak. dan toleransi terhadap perbedaan. terekam. melainkan juga meliputi kemampuan berkomunikasi. PKn memusatkan perhatiannya pada pengembangan kecerdasan warga negara (civic intelegence) sebagai landasan pengembangan nilai dan perilaku demokrasi. antropologi. tersiar. yaitu: ilmu politik. Bila ketiganya behasil dengan memuaskan akan menumbuhkan percaya diri pada siswa sehingga menjadi manusia yang mampu mengenal dirinya. memiliki kemantapan emosional dan intelektual. watak dan karakter warganegara yang demokratis dan bertanggung jawab. bekerjasama.

serta mendiskusikan permasalahan dan mencari pemecahan masalah dari permasalahan tersebut. siswa terlebih dahulu diminta mengobservasi suatu fenomena. keragaman keyakinan (agama dan golongan) serta keragaman tingkat kemampuan intelektual dan emosional. Melalui PKn. sikap. Meningkatkan hasil belajar PKn melalui model Problem Based Learning Hasil belajar adalah segala kemampuan yang dapat dicapai siswa melalui proses belajar yang berupa pemahaman dan penerapan pengetahuan dan keterampilan yang berguna bagi siswa dalam kehidupannya sehari-hari serta sikap dan cara berpikir kritis dan kreatif dalam rangka mewujudkan manusia yang berkualitas. afektif dan psikomotorik sehingga tercapai hasil belajar. hasil kerja (produk). unjuk kerja (performance). portofolio. sikap serta penilaian diri. Guru merancang proses belajar mengajar yang melibatkan siswa secara integratif dan komprehensif pada aspek kognitif. Agar hasil belajar PKn meningkat diperlukan situasi. Diperlukan model pembelajara interaktif dimana guru lebih banyak memberikan peran kepada siswa sebagai subjek belajar. tugas guru adalah merangsang untuk berpikir kritis dan kreatif dalam . Hasil belajar PKn adalah hasil belajar yang dicapai siswa setelah mengikuti proses pembelajara PKn berupa seperangkat pengetahuan. Untuk meningkatkan hasil belajar PKn. penugasan (Proyek). KERANGKA BERPIKIR 1. subsumatif dan sumatif). bertanggung jawab bagi diri sendir. masyarakat.Keempat: kelas PKn sebagai laboratorium demokrasi. penglihatan. pemahaman sikap dan perilaku demokratis dikembangkan bukan semata-mata melalui „mengajar demokrasi” (teaching democracy). Penilaian bukan semata-mata dimaksudkan sebagai alat kedali mutu tetapi juga sebagai alat untuk memberikan bantuan belajar bagi siswa sehingga lebih dapat berhasil dimasa depan. Hasil belajar didapat baik dari hasil tes (formatif. Kemudian siswa diminta untuk mencatat permasalahan yang muncul.   B. dan keterampilan dasar yang berguna bagi siswa untuk kehidupan sosialnya baik untuk masa kini maupun masa yang akan datang yang meliputi: keragaman suku bangsa dan budaya Indonesia. tetapi melalui model pembelajaran yang secara langsung menerapkan cara hidup secara demokrasi (doing democracy). cara dan strategi pembelajaran yang tepat untuk melibatkan siswa secara aktif baik pikiran. pendengaran. bangsa dan negara serta bertanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa. dalam pembelajarannya harus menarik sehingga siswa termotivasi untuk belajar. Pembelajaran dengan model Problem Based Learning adalah suatu model pembelajaran dimana sebelum proses belajar mengajar didalam kelas dimulai. Adapun pembelajaran yang tepat untuk melibatkan siswa secara totalitas adalah pembelajaran dengan Problem Based Learning. Evaluasi dilakukan secara menyeluruh termasuk portofolio siswa dan evaluasi diri yang lebih berbasis kelas. guru mengutamakan proses daripada hasil. dan psikomotor dalam proses belajar mengajar. Setelah itu.

Pedekatan model Problem Based Learning dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam pembelajaran efektif. tetapi lebih pada kegiatan nyata (pemecahan kasus-kasus) yang dikerjakan siswa pada saat melakukan proses pembelajaran (diskusi kelompok dan diskusi kelas)  C. dan mendengarkan perspektif yang berbeda diantara mereka. Siswa megerti apa makna belajar. apa manfaatya. Dari pembahasan diatas dapat diduga bahwa pembelajaran dengan model Problem Based Learning dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam belajar efektif dan kreatif. dalam status apa mereka. dan bagaimana mencapainya. membuktikan asumsi. Pendekatan dan penerapan model Problem Based Learning dalam mata pelajaran PKn Pembelajaran model Problem Based Learning berlangung secara alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami. Siswa terbiasa memecahkan masalah. BAB III . bukan transfer pengetahuan dari guru ke siswa. Pembelajaran dengan model Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran PKn siswa kelas X Ak SMKN 3 Jakarta  2. Dari uraian diatas dapat diduga bahwa pembelajaran dengan model Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar PKn siswa dibandingkan dengan pendekatan tradisional (metode ceramah). diaman siswa dapat membangun sendiri pengetahuannya. Dalam pembelajaran model Problem Based Learning tugas guru mengatur strategi belajar. Anak harus tahu makna belajar dan menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang diperolehnya untuk memecahkan masalah dalam kehidupannya. HIPOTESIS TINDAKAN Dengan demikian dapat diduga bahwa:  1.  2. membantu menghubungkan pengetahuan lama dengan pngetahuan baru. dan memfasilitasi belajar. aktif dan kreatif. kerja kelompok. menemukan sesuatu yang bergua bagi dirinya dan bergumul dengan ide-ide. menemukan dan mendiskusikan masalah serta mencari pemecahan masalah. Mereka sadar bahwa yang mereka pelajari berguna bagi hidupnya nanti. belajar dari model yang sebenarnya.memecahkan masalah yang ada serta mengarahkan siswa untuk bertanya. menemukan pengetahuan dan keterampilannya sendiri melalui proses bertanya. bisa merefleksikan apa yang diperolehnya antara harapan dengan kenyataan sehingga peningkatan hasil belajar yang didapat bkan hanya sekedar hasil menghapal materi belaka.

dan evaluasi. yang terdiri dari 3 orang laki-laki dan 34 orang perempuan. catatan lapangan. partisipasi dan kerjasama dalam diskusi. Refleksi dalam tahap siklus dan akan berulang kembali pada siklus-siklus berikutnya. Data yang diambil adalah data kuantitatif dari hasil tes. untuk mengetahui tingkat kemajuan belajarnya yang akan berpengaruh terhadap hasil belajar dengan alat pengumpul data yang sudah disebutkan diatas. kemampuan atau keberanian siswa dalam melaporkan hasil. Desain penelitian Penelitian ini merupakan pengembangan metode dan strategi pembelajaran. Aspek yang diamati dalam setiap siklusnya adalah kegiatan atau aktifitas siswa saat mata pelajaran PKn dengan pendekatan Problem Based Learning (pembelajaran berbasis masalah) untuk melihat perubahan tingkah laku siswa. wawancara. Data yang terkumpul dianalisis untuk mengukur indikator keberhasilan yang sudah dirumuskan. observasi. nilai tugas seta data kualitatif yang menggambarkan keaktifan siswa. melakukan tindakan. antusias siswa. Tempat Penelitian ini dilakukan di SMK Negeri 3 Jakarta pada siswa kelas I AK. yakni perencanaan. catatan siswa. rekaman tape recorder. Alat pengumpul data yang dipakai dalam penelitian ini antara lain : catatan guru. presensi. Prosedur penelitian terdiri dari 4 tahap.Pelaksanaan Penelitian A. Perencanan Penelitian  1.  2. observasi. Metode dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan kelas (Class Action Research) yaitu suatu penelitian yang dikembangkan bersama sama untuk peneliti dan decision maker tentang variable yang dimanipulasikan dan dapat digunakan untuk melakukan perbaikan. Penelitian dilaksanakan pada saat mata . dengan jumlah siswa 37 orang. Instrument yang dipakai berbentuk : soal tes. angket dan berbagai dokumen yang terkait dengan siswa.

(PBL). D. Memilih bahan pelajaran yang sesuai Menentukan scenario pembelajaran dengan pendekatan kontekstual dan pembelajaran berbasis masalah.  4.               Mempersiapkan sumber. bahan. Pengamatan Melakukan observasi dengan memakai format observasi yang sudah disiapkan yaitu dengan alat perekam. Waktu Penelitian Penelitian direncanakan selama 4 (empat) bulan dimulai pada pertengahan bulan Agustus sampai dengan pertengahan bulan Desember 2007. Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang materi yang terdapat pada buku sumber. catatan anekdot untuk mengumpulkan data.   Menlai hasil tindakan dengan menggunakan format lembar kerja siswa (LKS). Merencanakan pembelajaran yang akan diterapkan dalam proses belajar mengajar. Masing-masing kelompok melaporkan hasil diskusi. Tindakan Menerapkan tindakan yang mengacu pada skenario pembelajaran. dan alat Bantu yang dibutuhkan. Perencanaan Identifikasi masalah dan penetapan alternative pemecahan masalah. B. Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang materi yang dipelajari. Prosedur Penelitian Siklus I       A. Menetapkan standar kompetensi dan kompetensi dasar. Refleksi .  3. Siswa membaca materi yang terdapat pada buku sumber.pelajaran pendidikan kewarganegaraan berlangsung dengan pokok bahasan “Peran Serta dalam Penghormatan dan Penegakan HAM”. Siswa berdiskusi membahas masalah (kasus) yang sudah dipersiapkan oleh guru. Siswa mengerjakan lembar kerja siswa (LKS). Menyusun lembar kerja siswa Mengembangkan format evaluasi Mengembangkan format observasi pembelajaran. C.

memahami materi dan menulis hasil diskusi untuk dilaporkan. 5. sesuai dengan alternative pemecahan maslah yang sudah ditentukan.  Memperbaiki pelaksanaan tindakan sesuai hasil evaluasi. Membahas hasil evaluasi tentang scenario pembelajaran pada siklus II. Tindakan Pelaksanaan program tindakan II yang mengacu pada identifikasi masalah yang muncul pada siklus I.       Menilai hasil tindakan sesuai dengan format yang sudah dikembangkan. Melakukan evaluasi tindakan yang telah dilakukan meliputi evaluasai mutu. Siswa menyelesaikan tugas pada lembar kerja siswa.    Menentukan indikator pencapaian hasil belajar. 6. melakukan diskusi kelompok belajar.  Melakukan pertemuan untuk membahas hasil evalusi tentang scenario pembelajaran dan lembar kerja siswa. Siswa mengamati gambar-gambar / foto-foto yang sesuai dengan materi. C. antara lain melalui:   1. Siswa mengumpulkan bacaaan dari berbagai sumber. Perencanaan Identifikasi masalah yang muncul pada siklus I dan belum teratasi dan penetapan alternative pemecahan masalah. Siswa menceritakan unsure-usur Hak Asasi Manusia yang ada pada gambar. Guru melakukan appersepsi 2. Siklus II   A. Presentasi hasil diskusi. Pengamatan (Observasi) Melakukan observasi sesuai dengan format yang sudah disiapkan dan mencatat semua hal-hal yang diperlukan yang terjadi selama pelaksanaan tindakan berlangsung. Memperbaiki pelaksanaan tindakan sesuai dengan hasil evaluasi untuk digunakan pada siklus III Evaluasi tindakan II .     7. Siswa bertanya jawab tentang gambar / foto. Pengembangan program tindakan II. B. untuk digunakan pada siklus berikutnya. Siswa yang diperkenalkan dengan materi yang akan dibahas dan tujuan yang ingin dicapai dalam pembelajaran. D. 4. Refleksi Melakukan evaluasi terhadap tindakan pada siklus II berdasarkan data yang terkumpul. jumlah dan waktu dari setiap macam tindakan.     3. 8.

Indikator keberhasilan yang dicapai pada siklus ini diharapkan mengalami kemajuan minimal 10% dari siklus I. dimana para siswa dilatih untuk berani mengeluarkan pendapat dan / atau berbeda pendapat tentang masalah Hak Asasi Manusia. Hak Wanita. Siklus III (bila diperlukan). Kriteria hasil penelitian tentang penguasaan materi ” Masalah HAM ” dan aktivitas siswa ditetapkan sebagai berikut : Table 1. permasalahan kasuskasus bentuk-bentuk HAM dari pasal 9 uu no 39 tahun 1999 s/d pasal 66 uu no 39 tahun 1999 melalui metode Problem Based Learning. serta melalui wawancara tentang sikap siswa terhadap PKn. Hal ini dapat diketahui melalui hasil pengamatan yang terekam dalam catatan anekdot dan jurnal harian. Kriteria nilai penguasaan materi / kasus HAM (Hak Hidup. meningkatkan motivasi / minat siswa. Kriteria keberhasilan penelitian ini dari sisi proses dan hasil. maka tindakan tersebut diasumsikan sudah berhasil. Bila 70% siswa telah berhasil . Sisi proses yaitu dengan berhasilnya siswa memecahkan masalah melalui ” Pembelajaran berbasis masalah ” dengan mengadakan diskusi kelompok belajar. kerjasama dan partisipasi siswa semakin meningkat. Hak Anak) . khususnya :           Hak Hidup (pasal 9 UU no 39/1999) Hak Wanita (pasal 45 – 51 UU no 39/1999 ) Hak Anak (pasal 52 – 66 UU no 39/1999) HAka Berkeluarga dan Melanjutkan Ketuunan ( pasal 10 UU no. 39/1999) Hak Mengembangkan Diri (pasal 11 – 16 UU no 39/1999) Hak Memperoleh Keadilam (pasal 17 – 19 UU no 39/1999) Hak Atas Kebebasan Pribadi (pasal 20 – 27 UU no 39/1999) Hak Atas Rasa Aman ( pasal 28 – 35 UU no 39/1999) Hak Atas Kesejahteraan (pasal 36 – 42 UU no 39/1999) Hak Turut Serta dalam Pemerintah (pasal 43 – 44 UU no 39/1999) Belajar PKn serasa lebih menyenagkan.

0 – 7.9 Kurang 2 6.00 – 10 Baik Sekali Table 2. Kriteria aktivitas siswa yang relevan No NIlai Kriteria 1 < 50 Kurang 2 60 – 69 Sedang 3 70 – 89 Baik 4 90 – 100 Baik Sekali BAB IV Hasil Penelitian dan Pembahasan .99 Baik 4 9.50 Sedang 3 7.51 – 8.No NIlai Kriteria 1 < 5.

66% 86. terlihat bahwa aktivitas siswa yang relevan dengan kegiatan pembelajaran pada siklus 2 mengalami peningkatan dibandingkan dengan siklus1 yaitu sebesar 12.55% 70. data yang diambil adalah aktivitas dan nilai evalusi pada akhir siklus.25% 75.75% 69. A. Hasil Observasi aktivitas siswa dari siklus ke siklus dapat dilihat pada table-tabel berikut ini : Table 3. Data aktivitas siswa yang relevan dengan pembelajaran. Hasil Penelitian Pembelajaran PKn dikelas I SMK Negeri 3 Jakarta ini dilakukan dalam dua siklus.33% 94.42%.00% 77. Ketercapaian No Indikator Siklus I Siklus II 1 Keberanian siswa dalam bertanya dan mengemukakan pendapat Motivasi dan kegairahan dalam mengikuti pembelajaran ( meyelesaikan tugas mandiri atau tugas kelompok ) Interaksi siswa dalam mengikuti diskusi kelompok Hubungan siswa dengan guru selama kegiatan pembelajaran Hubungan siswa dengan siswa lain selama pembelajaran ( Dalam kerja kelompok) Partisipasi siswa dalam pembelajaran (memperhatikan). selalu mengikuti petunjuk guru). Pada setiap siklus.65% 83.44% 2 3 4 5 63.11% 6 80.35% 88.82% 72.55% Berdasarkan tabel 3 diatas.45% 85. Rata -Rata 52. .32% 91. ikut melakukan kegiatan kelompok. Selanjutnya data aktivitas siswa yang kurang relevan dengan pembelajaran terlihat pada table 4.

01% 74.14%.60% 21. Ketercapaian No Aspek yang diamati Siklus I Siklus II 1 2 3 Nilai Rata-rata pemahaman HAM Siswa yang telah tuntas Siswa yang belum tuntas 7.88% Berdasarkan tabel 5 diatas.80% 89.Table 4.96% 7.52% 7. begitu juga prosentase siswa yang mencapai ketuntasan belajar meningkat dari siklus 1 ke siklus2 sebesar 15. Ketercapaian No Indikator Siklus I Siklus II 1 2 3 Tidak memperhatikan penjelasan guru Mengobrol dengan teman Mengerjakan tugas lain Rata – rata 27.26% 13.  B.50% 9. Data pemahaman Siswa tentang masalah HAM dan ketuntasan belajar dari siklus ke siklus dapat dilihat pada tabel 5 sebagai berikut.01%. Tabel 5.75% 19.25% Berdasarkan tabel 4 diatas terlihat bahwa aktivitas siswa yang kurang relevan dengan kegiatan pembelajaran pada siklus 2 mengalami penurunan dibandingkan dengan siklus 1 yaitu sebesar 12.88% 8. nilai rata-rata pemahaman siswa tentang masalah HAM mengalami peningkatan dari siklus 1 ke siklus 2.44% 16. Data Pemahaman Siswa tentang masalah HAM dan ketuntasan belajar siswa .33% 5.82% 16. Data Aktivitas Siswa yang kurang relevan dengan pembelajaran. Pembahasan .

Dalam metode learning how to learn guru hanya sebagai guide (pemberi arah/petunjuk) untuk membantu siswa jika menemukan kesulitan dalam mempelajari dan menyelesaikan masalah. Melalui model Problem Based Learning ini terlihat hubungan siswa dengan guru sangat signifikan karena guru tidak dianggap sosok yang menakutkan tetapi sebagai fasilitator dan mitra untuk berbagi pengalaman sesuai dengan konsep creatif learning yaitu melalui discovery dan invention serta creativity and diversity sangat menunjol dalam model pembelajaran ini. setiap kasus Hak Asasi Manusia yang meliputi:   1. Setiap anggota kelompok diberi lembaran kasus yang telah disediakan oleh guru. rerata perolehan skor pada siklus pertama 52. Hak untuk hidup (membahas tentang pro dan kontra pengguguran kandungan/aborsi) 2.07 %. Dalam indikator hubungan siswa dengan siswa.69 %.Siklus pertama dilaksanakan dalam 2 kali pertemuan.66 %.45 % mengalam kenaikan sebesar 13.9 %.82 % dan pada siklus kedus 83. sedangkan pada silklus kedua 94. Dalam indikator hubungan siswa dengan guru selama kegiatan pembelajaran. mengalami kenaikan 16.53 %. Berdasarkan tabel 3 diatas terlihat keberanian siswa bertanya dan mengemukakan pendapat.75 % menjadi 69.55 %. Begitupun dalam indikator motivasi dan kegairahan dalam mengikuti pembelajaran pada siklus pertama rata-rata 63. Dengan model problem based learning guru hanya mengarahkan strategi yang efektif dan efisien yaitu belajar bagaimana cara belajar ( learning how to learn). 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia serta Undang Undang Dasar 1945 (yang telah diamandemen).11 % mengalami kenaikan sebesar 8.44 %. Dalam indikator interaksi siswa selama mengikuti diskusi kelompok pada siklus pertama 72. Dalam indikator partisipasi siswa dalam pembelajaraan terlihata pada siklkus pertama 80. terlihat para siswa sangat antusias dalam mengajukan pertanyaan dan memberikan argumentasi. Siswa dibagi menjadi delapan kelompok dengan masing-masing kelompok beranggotakan 4 – 5 orang. pada siklus pertama 75 % dan pada siklus kedua 91. Tiap-tiap kelompok melakukan pembahasan dengan mengacu kepada buku pegangan dan Undang-Undang no. Hasil pengamatan guru menunjukan pada pembahasan siklus pertama dengan judul hak hidup (pro dan kontra masalah pengguguran kandungan/aborsi).66 % mengalami kenaikan sebesar 16. Hak wanita (Hak perempuan) membahas tentang pro dan kontra perkawinan dibawah tangan ( nikah syiri) .65 % sedangkan pada siklus kedua 86. Melalui metode learning how to learn siswa dapat mengeksplorasi dan mengkaji setiap persoalan. pada siklus pertama 77.32 % mengalami kenaikan sebesar 16.46 %.35 % mengalami kenaikan 19.25 % dan pada siklus kedua 88.

Sedangkan siswa yang lebih suka berdialog. ada beberapa temuan dalam penelitian tindakan kelas ini yaitu:  1. mendengar uraian dari siswa yang lain.22 % . 3. mampu membuktikan teori kedalam praktek. tergolong kepada kelompok belajar yang memiliki potensi atau modalitas Kinestetik (gaya belajar Kinestetik). maka dapat disimpulkan bahwa temuan pada penelitian menjawab hipotesis yang dirumuskan pada bab II bahwa melalui model Problem Based Learning dapat meningkatkan kemampuan memecahkan masalah Hak Asasi Manusia dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan pada siswa SMK Negeri 3 Jakarta.33 % menjadi 85. BAB V SIMPULAN DAN SARAN  A. Skor rerata aktivitas siswa yang relevan dengan pembelajaran mengalami peningkatan dari siklus pertama sampai siklus kedua. saling mngajukan argumentasi dengan cara mendengarkan siswa yang lain sewaktu menyampaikan pendapatnya baru kemudian menyampaikan pendapatnya tergolong kepada siswa yang memiliki potensi atau modalitas Auditorial (gaya belajar Auditorial). Kelompok kinestetik ini tergolong kepada tipe belajar konvergen dimana siswa memiliki kekuartan otak kiri lebih dominan dan cenderung bertanya dengan menggunakan kata tanya “How” (bagaimana). Pada siklus pertama keberanian siswa dalam bertanya dan mengemukakan pendapat meningkat dari 70. Siswa yang lebih suka membacakan kasus dalam hal ini tergolong kepada siswa yang memiliki potensi atau modalitas visual (gaya belajar visual). Dan siswa yang dengan lugas. mampu memecahkan masalah secara rasional. lincah dan fleksibel. selain melihat. Berdasarkan hasil Penelitian Tindakan Kelas diatas prosentasi ketercapaian pada siklus npertama mengalami peningkatan yang signifikan pada siklus kedua. Ada kelompok siswa yang lebih suka membaca daripada dibacakan kasusnya oleh orang lain. Hak anak (membahas tentang peluang anak yang cacat untuk memperoleh pendidikan serta untuk memperoleh perlakuan bahwa setiap orang baik yang normal maupun yang cacat dilindungi oleh hukum Dalam model Problem Based Learning melalui diskusi kelompok guru dapat mengamati karakteristik atau gaya belajar masing-masing siswa. Simpulan Berdasarkan hasil penelitian pada bab IV diatas. dia juga mengakomodir semua permasalahan.55 % mengalami kenaikan sebesar 15.

Pustaka Pelajar .01 %  3. Dengan demikian seorang guru yang profesional dapat elbih efektif dapat melakuakn kegiatan proses belajar mengajar. Transisi menuju Demokrasi. dan besok harus lebih baik daripada hari ini. serta dengan mudah dapat merespon perbedaan0perbedaan potensi yang dimiliki peserta didiknya  3. Bekerjalah hari ini lebih baik daripada hari kemarin. 2002. Ghalia Indonesia Affan Gaffar. PT. 2002.96 % Berdasarkan temuan hasil penelitian ini dapat dismpulkan bahwa model Problem Based Learning dapat meningkatkan kemampuan siswa memecahkan masalah Hak Asasi Manusia dalam pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan pada siswa SMK Negeri 3 Jakarta. Jogjakarta. Perkembangan Hak Asasi Manusia dan Keberadaan Peradilan Hak Asasi Manusia di Indonesia. 2. Politik Indonesia. Jakarta. dapat diasarankan agar:  1. maka kita termasuk orangorang yang sukses. sedangkan pada siklus kedua sebesar 9. pada siklus pertama sebesar 7.80 %. gurur dapat dengan mudah merespon potensi atau modalitas siswa daoam setiap kelompok belajar. dan Syamsir. dan berbanggalah kita menjadi seorang guru yang dilibatkan (diikut-sertakan) dalam kegiatan penelitian kegiatan kelas tahun 2007 ini. Skor rerata pemahaman siswa tentang masalah Hak Asasi Manusia.25 % mengalami penurunan sebesar 12. Berbuat lebih baik lagi. H. atau kelompok Auditorial atau kelompok Kinestetik. Bersyukurlah kita senantiasa kepada Tuhan Yang Maha Esa.  2. Saran Berdasarkan temuan-temuan diatas. apakah tergolong kepada kelompok Visual. Rozali. tergolong baik demikian juga tentang penuntasan belajar pada siklus pertama 74. Pembelajaran pengetahuan IPS pada umunya dan Pendidikan Kewarganegaraan pada khususnya dapat menggunkan mdel Problem Based Learning sebagai salah satu alternatif dalam proses penyampaian pembelajaran di Sekolah. Pada siklus pertama rerata skor aktivitas siswa yang tidak relevan sebesar 21.01 % dan pada siklus kedua pada siklus kedua 7. agar kita dapat menuntut yang lebih baik. Skor rerata aktivitas siswa yang kurang relevan dengan pembelajaran mengalami penurunan dari siklus pertama sampai siklus kedua.26 %. melalui pembelajaran model Problem Based Learning.  B.82 % dan pada siklus kedua menjadi 89. DAFTAR PUSTAKA Abdullah. Dengan demikian.

UUD 1945. Jakarta.. Pendidikan Pancasila. Bina Aksara Kaelan. Jakarta Arikunto. 1984. 1995. Undang-undang No. Miriam. Standar Kompetensi Kurikulum Pendidikan Kewarganegaraan tahun 2006. Format Kelembagaan Negara dan Pergeseran Kekuasaan dalam UUD 1945. Jogjakarta. Genesindo Budiardjo. 2006. Kebudayaan dan Manusia Indonesia. Dasim. 1995. Franz. Jakarta. Penelitian Tindakan Kelas. Depdiknas Gabriel A. Jakarta. Gramedia Depdiknas. Prinsip-Prinsip Moral Dasar Kenegaraan Modern. Jakarta. 1980. 1993. Jakarta. Jakarta. Etika Politik. Pendidikan Kewarganegaraan dan Hak Asasi Manusia. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 2006. 2002. 2001. FHUII Press BP7 Pusat. Bahan Penataran P4. 2003. Suhardjono. Bina Aksara Asshiddiqie. Pendidikan Kewarganegaraan. P4. UII Press Republik Indonesia. dan Supardi. Almond dan Sidney Verba. 2006. LP3ES Anonim. Prof. BP7 Pusat Budimansyah.Alfian. 2004. Jakarta. Edisi reformasi. 50 tahun 1993 tentang Kominsi Nasional Hak Asasi Manusia . Model Pembelajaran dan Penelian Portofolio. GBHN. Bandung. 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia . Jakarta. 2005. Jogjakarta. Gramedia Malian. Dasar-Dasar Ilmu Politik. 200. Politik. Gramedia Pustaka Umum Magnis-Suseno. Jimly. Sobirin dan Marzuki Suparman. MS. PT. Suharsimi. 22 tahun 2006 tentang Standar Isi. Keputusan Presiden Republik Indonesia No. Jogjakarta. penerbit Paradigma Lemhanas. Budaya Politik.

Tilaar. selalu mengikuti petunjuk guru)  Ya Tidak 2. Alumni Lampiran 1 PEDOMAN OBSERVASI  A. et. Indikator Keberanian siswa dalam bertanya dan mengemukakan pendapat Motivasi dan kegairahan dalam mengikuti pembelajaran (menyelesaikan tugas mandiri dan aktif mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru) Interaksi siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran kelompok Hubungan siswa dengan guru selama pembelajaran Hubungan siswa dengan siswa lain selama pembelajaran ( dalam kerja kelompok Partisipasi siswa dalam pembelajaran (melihat. 2. Dimensi-Dimensi Hak Asasi Manusia dalam Kurikulum Persekolahan Indonesia. Indikator Tidak memperhatikan penjelasan guru Mengobrol dengan teman Mengerjakan tugas lain FORMAT PENILAIAN KELOMPOK Ya Tidak . B. 6. Data Aktivitas Siswa yang Kurang Relevan dengan Pembelajaran Ketercapaian No. al. 3. ikut melakukan kegiatan kelompok. 4. PT. Bandung. 5. 1. 1. HAR. 3. Data Aktivitas Siswa yang Relevan dengan Pembelajaran Ketercapaian No.

No. Keberanian Kerjasama Penguasaan Materi Ketepatan Jawaban 5 7 9 5 7 9 5 7 9 5 7 9 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 . Nama.

13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 .

27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 .

Pacarnya Anton tidak menghendaki kehamilan tersebut karena Anton belum punya pekerjaan tetap dan belum siap untuk menikah. Mereka sudah berhubungan lebih kurang 1 tahun. Bagaiman tindakan Martina seharusnya? 3. Apakah sikap Anton melanggar Hak Asasi Manusia 2.Nama : Kelas : Lampiran 2LEMBARAN KASUS 1 HAK UNTUK HIDUP Martina seorang gadis berusia 19 tahun berpacaran dengan pria bernama Anton berusia 25 tahun. Saat itu Anton menyuruh Martina menggugurkan kandungannya. Pertanyaan untuk didiskusikan:    1. sehingga dalam hubungan mereka yang begitu akrab mereka melakukan hubungan suami istri yang mengakibatkan Martina hamil. Dalam hal keadaan bagaimana seorang dokter dapat melayani pengguguran kandungan? .

hak waris atau hak memperoleh nafkah. pernikahan yang dilakukan di bawah tangan itu tetap syah. Bagaimana pendapat anda menganai praktek pernikahan di bawah tangan? 2. Menurut ketua Badan Penasehat Pembinaan Pelestarian Perkawinan (BP4) Jakarta. 4. secara keagamaan. Kemukakan dampak negatif dari perbuatan Aborsi bagi seorang wanita! Nilai : Paraf Guru: Nama : Kelas : LEMBARAN KASUS 2HAK WANITA Banyaknya kasus pernikahan dibawah tangan karena rendahnya sanksi hukum di Jakarta. ternyata banyak para suami yuang memiliki istri lebuih dari satu dengan cara dnikah di bawah tangan. maraknya perkawinan dibawah tangan karena dalam undang undang perkawinan tersebut tidak ada sanksi hukum yang cukup berat. Ismail. (Sumber: Republika 28 Mei 2004) Pertanyaan:     1. jika anda seorang perepuan. Menurut Ismail. Dampaknya istri maupun anak-anak dari hasil perkawinan dibawah tangan itu tidak memiliki hak kepedataan misalnya. Hanya saja secara hukum normatif. Bagaimana perlindungan Hak-hak istri serta anak dari hasil pernikahan di bawah tangan? 4. apakah anda setuju dengan praktek pernikahan di bawah tangan? 3. kegiatan perkawinan itu tidak tercatat. Pendapat apa yang dapat anda berikan untuk melindungi istri dan anak-anak dari hasil pernikahan di bawah tangan? Nilai : Paraf Guru: Lampiran 3 DATA HASIL PENELITIAN Data Aktivitas Siswa yang Relevan dengan Pembelajaran .

66 4. Keberanian siswa dalam bertanya dan mengemukakan pendapat Motivasi dan kegairahan dalam mengikuti pembelajaran (menyelesaikan tugas mandiri dan aktif mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru) Interaksi siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran kelompok Hubungan siswa dengan guru selama pembelajaran Hubungan siswa dengan siswa lain selama pembelajaran (dalam kerja kelompok) Partisipasi siswa dalam pembelajaran (melihat. 26 32 72.33 31.Jumlah Siswa Prosentase No.77 69.11 5.44 23 30 63. 25.32 3.88 83.22 88.00 91.33 2. 29 34 80. 27 33 75. selalu mengikuti petunjuk guru) Rerata 19 28 52. ikut melakukan kegiatan kelompok.65 86. Indikator Siklus 1 Siklus Siklus 1 Siklus 2 . 28 32 77.34 85.00 70. Indikator Siklus 1 Siklus 2 Siklus 1 Siklus 2 1.55 94.55 Data Aktivitas Siswa yang Kurang Relevan dengan Pembelajaran Jumlah Siswa Prosentase No.55 6.

33 2 16.60 5.23 . Mengerjakan tugas lain Rerata 7.44 8.88 7 2.2 1.75 13. Mengobrol dengan teman 6 3.26 9.33 21.66 3 19.50 3. Tidak memperhatikan penjelasan guru 10 5 27.

50 7.00 8.75 6.25 7.00 9.00 8.00 ..50 5.25 6.50 8. Nama Nilai Siklus 1 Nilai Siklus 2 1 Abdurrahman Saleh 2 Agung Novianto 3 Agustia Ardila 4 Allisa Septia Indriani 5 Aprilia Rulis 6 Dessy Lestari 7 Dini Tri Rulita Sari 8 Eka Novita Sari 8.00 5.00 9.50 8.50 4.50 8.PEROLEHAN SKOR HASIL BELAJAR SISWA TENTANG HAK ASASI MANUSIA No.50 8.

00 8.00 8.00 6.75 9.25 7.75 9.75 8.00 9.00 8.75 6.75 9.25 8.9 Elysa Andelany A 10 Erliawati Suci 11 Evany Rodhiyah 12 Fina Nurfitriana 13 Fitria Aprilliani 14 Fitria Nurtiani 15 Ika Ayu Puji Lestari 16 Kuni Julita Sari 17 Mentari 18 Nungki Saraswati 19 Okti Marina 20 Putri Dina Sulistiyani 21 Resti Pratiwi 22 Ris Triadi 6.00 9.00 7.50 7.75 7.00 4.00 9.75 7.75 6.50 - - .75 6.50 8.50 9.50 4.00 6.

00 5.75 8.00 9.00 7.25 6.50 .50 4.00 6.75 9.00 5.50 6.50 6.50 8.00 7.75 8.00 8.00 4.75 9.25 7.00 7.00 8.00 6.00 6.00 7.00 9.23 Septiasih 24 Siti Lutfiah 25 Sri Wahyuni 26 Syadat Faillah Syaifatul 27 Syawallyyah Handayani 28 Tia Ashari 29 Tria Oktarianti 30 Ulfah Nurillah 31 Umanti 32 Wenny Wulandari 33 Wike Widowati 34 Wina Waskilah Dewi 35 Wisika 36 Wulandari 9.50 7.50 7.00 6.

00 7.01 7. MM.80 Diketahui oleh: Kepala SMK Negeri 3 Jakarta Drs.25 7. NIP. 131765462 Jakarta. November 2007 Peneliti Drs. Msi. NIP.37 Yuli Yana Wulansari Rerata 6. Aston L. 130523414 Lampiran 4 . Dedi Dwitagama. Toruan SH.

peta. eksplorasi dan penemuan-penemuan yang memungkinkan anda bergerak bebas dalam belajar   5. aktifitas yang sedang berjalan yang dilakukan diruangan tersebut 4. pilih jawaban yang paling cocok dan paling natural pada anda! 2. Pertanyaan yang mungkin perlu anda perhatikan adalah. sesuatu yang anda lakukan bersamanya meski lupa nama dan wajahnya 3. tetapi tidak diberikan sesuatu untuk dilihat. gambar. Jika anda bertemu dengan teman baru. Tulis jawaban anda di lembar soal yang telah disediakan 5. keadaan ruangan b. nama c. simulasi. saat anda memasuki ruangan yang baru apa yang paling anda perhatikan a.TIPE GAYA BELAJAR ANDA PETUNJUK PENGISIAN   1. Apabila anda tidak menjawab dengan akurat maka hasil tes ini tidak akan menggambarkan diri anda yang sesungguhnya. permainan. diberikan penjelasan melalui diskusi dan kesempatan bertanya. Saat anda harus mengajar orang lain. cara berbicara saat mengucapkan kata-kata atau suaranya c. apa yang biasanya anda perhatikan pertama kali? a. Baca pernyataan/pertanyaan. percobaan. diberikan kesempatan untuk mengerjakan sebuah projek. Jika anda mempelajari sesuatu yang baru. penampilan dan cara berpakaiannya b. grafik. SELAMAT MENGERJAKAN      1. cara mereka bertingkah laku atau berperilaku 2. diberui bahan untuk dibaca dan ditunjukkan buku-buku. bagan atau objek b. Anda boleh memilih dua atau bahkan semua pilihan jawaban yang tersedia dengan catatan demikianlah adanya diri anda !   4. suara ataupun diskusi yang berlangsung di ruangan tersebut c. apa yang biasanya paling anda ingat dari orang tersebut?           a. ditulis atau dikerjakan  c. dibaca. memberikan sesuatu kepada mereka untuk dihormati seperti suatu objek. gambar atau bagan . wajah b. beberapa hari setelah anda bertemu dengan orang baru. “Manakah yang paling cocok dengan diri saya saat ini?”  3. cara mana yang paling anda sukai? a. manakah yang akan anda lakukan? a.

buku yang berisi informasi faktual. anda tidak biasa tinggal diam dan jika sekeliling anda begitu sunyi maka anda akan bersenandung atau menghidupkan tv agar diruangan tersebut selalu ada suara  c. tetapi jika ada suatu gerakan maka anda akan mengalihkan pandangan ke arah gerakan tersebut    10. Saat anda berbicara dengan seseorang kemanakah arah pandangan mata anda? a. tetapi tidak memberikan materi visual apapun c. anda harus merasa nyaman. anda sering memandangnya dan melihat ke bawah atau ke arah lain. anda mendemonstrasikan dan mengajak mereka melakukan secara bersama-sama 6. dan desain b. buku saku yang berisi tips olahraga. berolahraga atau melakukan permainan yang membutuhkan gerakan tubuh 8. anda memandangnya hanya sekilas saja dan kemudian mata anda melihat dari satu sisi ke sisi yang lain. Pernyataan manakah yang paling pas menggambarkan diri anda a. membaca buku atau majalah b. tetap bisa belajar baik dengan atau tanpa musik tapi aktivitas dan kegiatan yang berlagsung di ruangan bisa mempengaruhi proses belajar anda   9. atau cara mengembangkan bakat 7. Anda merasa kesulitan bila harus duduk berlama-lama dan harus banyak bergerak dan bila anda harus duduk anda akan membungkuk. bentuk. atau sering menggerak-gerakkan kaki . anda tetap bisa belajar dengan diiringi musik atau suara-suara bising disekelling anda b. Berikut ini situasi mana yang anda anggap paling enak untuk membaca atau mempelajari sesuatu a. buku yang berisi penjelasan untuk membantu memahami situasi b. anda tidak akan bisa belajar bila ada musik atau kebisingan di sekeliling anda c.              b. Jenis aktivitas apa yang akan anda lakukan dalam waktu senggang anda? a. anda merasa harus melihat tepat diwajah orang yang anda ajak berbicara dan iapun harus melihat wajah anda  b. mendengarkan pelajaran lewat kaset atau radio c. ke kanan atau kekiri  c. anda senang mengamati warna. sejarah atau dialog-dialog c. hobi. Jenis buku apa yang paling anda suka? a. bergeser-geser. anda akan menjelaskan dengan berbicara.

Lampiran 5 RENCANA PEMBELAJARAN Nama Sekolah : SMK Negeri 3 Jakarta Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan Kelas : I (satu) SMK .

Kertas 5. Tujuan Pembelajaran Siswa dapat menganalisis pengertian HAM. Langkah-Langkah Pembelajaran Langkah Pembelajaran 1 (Apersepsi):   Melakukan tanya jawab dengan siswa tentang Hak Asasi Manusia Menunjukkan gambar-gambar tokoh-tokoh yang berjasa dalam memperjuangkan Hak Asasi Manusia Kegiatan Inti:       Membagi siswa dalam kelompok belajar. macam-macam HAM dan perkembangan Hak Asasi Manusia  II. Alat tulis IV. Lembar pengamatan/skala sikap 4. siswa 4 membahas hak turut serta dalam pemerintah e. siswa 2 membahas hak wanita c. Macam-macam Hak Asasi Manusia 3. Kliping tentang Hak Asasi Manusia 2. Kasus yang berhubungan dengan Hak Asasi Manusia 3. siswa 5 membahas hak memperoleh keadilan . Media/Metode Pembelajaran 1.Semester : 1 (satu) Waktu : 2 X 45 menit (1 x pertemuan) Kompetensi Dasar : Kemampuan Menganalisis Penegakan HAM dan Implikasinya  I. Perkembangan Hak Asasi Manusia dalam piagam Hak Asasi Manusia III. masing-masing kelompok belajar terdiri dari 4 – 5 orang : a. Pengertian Hak Asasi Manusia 2. siswa 1 membahas hak untuk hidup b. siswa 3 membahas hak anak d. Materi Ajar Penegakan Hak Asasi Manusia dan Implikasinya:           1.

Kepala SMK Negeri 3 Jakarta . Bertanya kepada siswa apakah senang dengan kegiatan belajar yang baru saja diikuti? 2. Lembar pengamatan/skala sikap 6. Lembar kerja pengumpulan daftar kerja kelompk 3. Apakah melalui kegiatan belajar demikian anda lebih memahami Hak Asasi Manusia? Mengetahui. Sikap dan perilaku selama kerja kelompok Catatan: Dilakukan refleksi diakhir pembelajaran:   1. Siswa-siswa dengan nomor yang sama membentuk kelompok baru membahas hak asasi sesuai tugas pada nomornya  Memastikan semua siswa memiliki catatan hasil diskusi tersebut. Hasil laporan siswa terhadap kasus yang dibahas 5. Cara siswa menyampaikan usul deskriptif secara lisan 4. sehingga dalam waktu yang bersamaan semua siswa akan mendapat jawaban dari kelima kasus   Salah satu siswa melaporkan hasilnya didepan kelas dan yang lainnya menyimak laporan tersebut Guru memberikan penguatan dan klarifikasi terhadap laporan dan jawaban siswa Kegiatan Akhir: Penilaian Data kemajuan belajar siwa diperoleh dari:       1. Partisipasi siswa dalam kerja kelompok 2.

Dedi Dwitagama. Aston L.Drs. NIP. 131765462 Jakarta. November 2007 Guru Yang Bersangkutan Drs. MM. MSi. 130523414 Lampiran 6 . Toruan SH NIP.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful