P. 1
Makalah Peranan Malaikat Dan MAkhluk Gaib Lainnya

Makalah Peranan Malaikat Dan MAkhluk Gaib Lainnya

|Views: 1,112|Likes:
Published by Yank Widya

More info:

Published by: Yank Widya on Apr 08, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/05/2014

pdf

text

original

BAB II

PEMBAHASAN A.Malaikat di dalam ajaran Islam Malaikat diciptakan oleh Allah terbuat dari cahaya (nur), berdasarkan salah satu hadist Muhammad, “Malaikat telah diciptakan dari cahaya Iman kepada malaikat adalah bagian dari Rukun Iman. Iman kepada malaikat maksudnya adalah meyakini adanya malaikat, walaupun kita tidak dapat melihat mereka, dan bahwa mereka adalah salah satu makhluk ciptaan Allah. Allah menciptakan mereka dari cahaya. Mereka menyembah Allah dan selalu taat kepadaNya, mereka tidak pernah berdosa. Tak seorang pun mengetahui jumlah pasti malaikat, hanya Allah saja yang mengetahui jumlahnya. Walaupun manusia tidak dapat melihat malaikat tetapi jika Allah berkehendak maka malaikat dapat dilihat oleh manusia, yang biasanya terjadi pada para Nabi dan Rasul. Malaikat selalu menampakan diri dalam wujud laki-laki kepada para nabi dan rasul. Seperti terjadi kepada Nabi ibrahim 1. Pengertian Malaikat

Secara etimologis kata Malaikah (dalam Bahasa Indonesia disebut Malaikat) adalah bentuk jamak dari Malak, berasal dari mashdar Al-Alukah artinya Ar-Risalah (missi atau pesan). Yang membawa missi atau pesan disebut Ar-Rasul (utusan). Dalam beberapa ayat Al-Qur’an Malaikat juga disebut dengan rusul (utusan-utusan), misalnya pada surat Hud ayat 69. Bentuk jamak lain dari malak adalah mala-ik. Dalam bahasa indonesia menjadi para malaikat atau malaikat-malaikat. Secara terminologis Malaikat adalah mahluk ghaib yang diciptakan oleh Allah SWT dari cahaya dengan wujud dan sifat-sifat tertentu. 2. Pencipta Malaikat Malikat diciptakan oleh Allah SWT dari cahaya, seperti yang dijelaskan oleh Rasulullah SAW: ْ‫ك‬ ‫م‬ ٌ ‫مل م‬ َ‫ف ِت‬ َ‫ص ِت‬ ِ ‫خو ا‬ ُ ‫َما‬ َّ‫م ا‬ ِ ‫م ا‬ ٌ ‫د م‬ َ‫ق أ ِت‬ َ‫ل ِت‬ ِ ‫ر خوخا‬ ٍ‫نا و‬ َ‫ن ِت‬ ْ‫م‬ ِ ‫ج ا‬ ٍ‫رخوخلق املجان من مار و‬ ٍ‫نرو و‬ ُ‫ن‬ ْ‫م‬ ِ ‫ة ا‬ ُ‫ك‬ َ‫ئ ِت‬ ِ ‫ال ا‬ َ‫َم ِت‬ َ‫امل ِت‬ ْ‫ت‬ ِ ‫ِتَ ا‬ ‫لق‬ ِ ‫خا‬ ُ “Malaikat itu diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari nyala api, dan Adam diciptakan dari apa yang telah diterangkan kepada mu semua.” (HR. Muslim) Tentang kapan Malaikat diciptakan oleh Allah SWT, tidak ada penjelasan. Tapi yang jelas, Malaikat dicipatakan lebih dahulu dari manusia pertama (Adam AS) sebagaimana yang disebutkan oleh Allah SWT dalam surat Al-Baqarah ayat 30: ً ‫ق‬ ‫ة‬ َ‫ي ِت‬ ِ ‫خل ا‬ َ‫ض ِت‬ ِ ‫ر ا‬ ْ ‫أل‬ َ‫ى ا ِت‬ ِ ‫ل ف ا‬ ٌ ‫ع م‬ ِ ‫خا ا‬ َ‫ى ِت‬ ِ ‫ذإن ا‬ ِ ‫ة ا‬ ِ ‫ك ا‬ َ‫ككئ ِت‬ ِ ‫َمل ا‬ َ‫ملل ِت‬ ْ‫ك‬ ِ ‫ا‬ َ‫ب ِت‬ ُّ‫رك‬ َ‫ل ِت‬ َ‫قا ِت‬ َ‫ذ ِت‬ ِ ‫خوذإ ا‬ َ‫ِت‬

“ingatlah ketika Tuhan mu berfirman kepada para Malaikat: “sesungguhnya Aku hendak mencuptakan seorang Khalifah di muka bumi…”(Al-Baqarah 2: 30 3. Wujud Malaikat Sebagai mahluk ghaib wujud Malaikat tidak dapat dilihat, didengar, diraba, dicium dan dicicipi (dirasakan) oleh manusia, atau dengan kata lain tidak dapat dijangkau oleh pancaindra, kecuali jika Malaikat menampukan diri dalam rupa tertentu, seperti rupa manusia. Malaikat tidak dilengkapi dengan hawa nafsu, tidak memiliki keinginan seperti manusia, tidak berjenis lelaki dan perempuan, dan tidak berkeluarga. Hidup dalam alam yang berbeda dengan kehidupan alam semesta yang kita saksikan ini. Yang mengetahui hakikat wujud Maliakat hanyalah Allah SWT.

Wujud Malaikat Wujud para malaikat telah dijabarkan di dalam Al Qur'an ada yang memiliki sayap sebanyak 2, 3 dan 4. surah Faathir 35:1 yang berbunyi: “ Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Faathir 35:1)

Kemudian dalam beberapa hadits dikatakan bahwa Jibril memiliki 600 sayap, Israfil memiliki 1200 sayap, dimana satu sayapnya menyamai 600 sayap Jibril dan yang terakhir dikatakan bahwa Hamalat al-'Arsy memiliki 2400 sayap dimana satu sayapnya menyamai 1200 sayap Israfil. Wujud malaikat mustahil dapat dilihat dengan mata telanjang, karena mata manusia tercipta dari unsur dasar tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk [31] tidak akan mampu melihat wujud dari malaikat yang asalnya terdiri dari cahaya, hanya Nabi Muhammad SAW yang mampu melihat wujud asli malaikat bahkan sampai dua kali. Yaitu wujud asli malikat Jibril . Mereka tidak bertambah tua ataupun bertambah muda, keadaan mereka sekarang sama persis ketika mereka diciptakan. Dalam ajaran Islam, ibadah manusia dan jin lebih disukai oleh Allah dibandingkan ibadah para malaikat, karena manusia dan jin bisa menentukan pilihannya sendiri berbeda dengan malaikat yang tidak memiliki pilihan lain. Malaikat mengemban tugas-tugas tertentu dalam mengelola alam semesta. Mereka dapat melintasi alam semesta secepat kilat atau bahkan lebih cepat lagi. Mereka tidak berjenis lelaki atau perempuan dan tidak berkeluarga.

4.

Sifat Malaikat Malaikat selalu memperhambakan diri kepada Allah dan patuh akan segala

Malaikat adalah hamba-hamba Allah SWT yang mulia: perintah-Nya, serta tidak pernah berbuat maksiat dan durhaka kepada Allah SWT: َ‫رو ِت‬ ‫ن‬ ْ‫ل‬ ُ‫ع‬ ْ‫ي‬ َ‫ر ه ِت‬ ِ ‫م ا‬ ْ‫أ‬ َ‫ب ِت‬ ِ ‫م ا‬ ْ‫ه‬ ُ ‫خو‬ َ‫ل ِت‬ ِ ‫رو ا‬ ْ‫ق‬ َ‫بامل ِت‬ ِ ‫ه ا‬ ُ‫ن‬ َ‫رو ِت‬ ْ‫ق‬ ُ‫ب‬ ِ ‫يِبس ا‬ َ‫ِت‬ ْ ‫ال‬ َ‫ِت‬ “mereka (Malaikat-Malaikat itu) tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya.” (Al-Anbiya’ 21: 27)

Sifat-sifat malaikat yang diyakini oleh umat Islam adalah sebagai berikut: 1. Selalu bertasbih siang dan malam tidak pernah berhenti. 2. Suci dari sifat-sifat manusia dan jin, seperti hawa nafsu, lapar, sakit, makan, tidur, bercanda, berdebat, dan lainnya. 3. Selalu takut dan taat kepada Allah. 4. Tidak pernah maksiat dan selalu mengamalkan apa saja yang diperintahkanNya. 5. Mempunyai sifat malu. 6. Bisa terganggu dengan bau tidak sedap, anjing dan patung. 7. Tidak makan dan minum. 8. Mampu mengubah wujudnya. 9. Memiliki kekuatan dan kecepatan cahaya.[ Malaikat tidak pernah lelah dalam melaksanakan apa-apa yang diperintahkan kepada mereka. Sebagai makhluk ghaib, wujud Malaikat tidak dapat dilihat,

didengar, diraba, dicium dan dirasakan oleh manusia, dengan kata lain tidak dapat dijangkau oleh panca indera, kecuali jika malaikat menampakkan diri dalam rupa tertentu, seperti rupa manusia. Ada pengecualian terhadap kisah Muhammad yang pernah bertemu dengan Jibril dengan menampakkan wujud aslinya, penampakkan yang ditunjukkan kepada Muhammad ini sebanyak 2 kali, yaitu pada saat menerima wahyu dan isra’ mi’raj Beberapa nabi dan rasul telah di tampakkan wujud malaikat yang berubah menjadi manusia, seperti dalam kisah Ibrahim, Luth,muhammad ,Maryam dan lainnya. Berbeda dengan ajaran Kristen dan Yahudi, Islam tidak mengenal istilah "Malaikat Yang Terjatuh" (Fallen Angel). Azazil yang kemudian mendapatkan julukan Iblis, adalah nenek moyang Jin, seperti Adam nenek moyang Manusia. Jin adalah makhluk yang dicipta oleh Allah dari 'api yang tidak berasap', sedang malaikat dicipta dari cahaya. Tempat yang tidak disukai Malaikat Menurut syariat Islam ada beberapa tempat dimana para malaikat tidak akan mendatangi tempat (rumah) tersebut dan ada pendapat lain yang mengatakan adanya pengecualian terhadap malaikat-malaikat tertentu yang tetap akan mengunjungi tempat-tempat tersebut. Pendapat ini telah disampaikan oleh Ibnu Wadhdhah, Imam Al-Khaththabi, dan yang lainnya. Tempat atau rumah yang tidak dimasuki oleh malaikat itu di antara lain adalah:
1. Tempat yang di dalamnya terdapat anjing, (kecuali anjing untuk kepentingan

penjagaan keamanan, pertanian dan berburu); 2. Tempat yang terdapat patung (gambar);
3. Tempat yang di dalamnya ada seseorang muslim yang mengancungkan

dengan senjata terhadap saudaranya sesama muslim;
4. Tempat yang memiliki bau tidak sedap atau menyengat.

Kesemuanya itu berdasarkan dalil dari hadits shahih yang dicatatat oleh para Imam, di antaranya adalah Ahmad, Hambali, Bukhari, Tirmidzy, Muslim dan lainnya. Tidak sedikit nash hadits yang menyatakan bahwa malaikat rahmat tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat anjing dan pahala pemilik anjing akan susut atau berkurang. Malaikat Jibril pun enggan untuk masuk ke rumah Muhammad sewaktu ia berjanji ingin datang ke rumahnya, dikarenakan ada seekor anak anjing di bawah tempat tidur. Malaikat Rahmat pun tidak akan mendampingi suatu kaum yang terdiri atas orang-orang yang berteman dengan (memelihara) anjing.

B.

Nama dan Tugas Malaikat

Jumlah Malaikat sangat banyak, tidak bisa diperkirakan. Sama meraka juga ada perbedaan dan tingkatan-tingkatan, baik dalam kejadian maupun dalam tugas, pangkat dan kedudukan. Sebagian dari Malaikat disebut dengan nama-nama mereka dan sebagiannya lagi hanya dijelaskan tugas-tugasnya saja. Diantara nama-nama dan tugas-tugas Malaikat adalah sebagau berikut: 1. Malaikat Jibril ‘alaihis salam, bertugas menyampaikan wahyu kepada nabi‫ين‬ َ‫ن ِت‬ ِ ‫م ا‬ ِ ‫رو ا‬ ْ ‫َم‬ َ‫ل ِت‬ ْ ‫مل‬ ِ ‫ر ى ا‬ َ‫ث ِت‬ ُ‫ب‬ ُ ‫دى خو‬ ً ‫ه‬ ُ ‫خو‬ َ‫د ِت‬ َ‫ي ِت‬ ْ‫ن‬ َ‫ي ِت‬ ْ‫ب‬ َ‫َما ِت‬ َ‫قا مل ِت‬ ِ ‫ا‬ ً ‫د‬ ِ ‫ص ا‬ َ‫م ِت‬ ُ ‫هلل‬ ِ ‫ن ا ا‬ ِ ‫ذ ا‬ ْ ‫با‬ ٍ‫و‬ ِ ‫ك ا‬ َ‫ب ِت‬ ِ ‫ل ا‬ ْ‫ق‬ َ‫ى ِت‬ ُ ‫عا‬ َ‫ه ِت‬ ُ ‫مل‬ َ‫زِت‬ َّ‫ن ا‬ َ‫ه ِت‬ ُ‫ن‬ َّ‫إ ا‬ ِ ‫فا‬ َ‫ل ِت‬ َ‫ي ِت‬ َ‫ر ِت‬ ِ ‫ب ا‬ ْ‫ب‬ ِ ‫ح ا‬ ِ ‫خوا ا‬ ًّ‫د ا‬ ُ‫ع‬ َ‫ن ِت‬ َ‫كا ِت‬ َ‫ن ِت‬ ْ‫م‬ َ‫ل ِت‬ ْ‫ق‬ ُ “Katakanlah: Barang siapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkan Al-Qur’an kedalam hatimu dengan seizin Allah, membenarkan kitabkitab yang sebelumnya menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman.”(Al-Baqarah 2: 97) Nama lain dari Jibril adalah Ruh Al-Qudus (An-Nahl 16: 102), Ar- Ruh Al-Amin (Asy-Syu’ara’ 26: 193dan An-Namus (sebagaumana yang perna dikatakan oleh Waraqah bin Naufal kepada Rasulullah SWA pada permulaan kalinya menerima Wahyu). 2. Malaikat Mikail, bertugas mengatur hal-hal yang berhubungan dengan alam seperti melepaskan angin, menurunkan hujan dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dan lain-lain. Nama Mikail disebut didalam surat Al-Baqarah ayat 98: ‫هلل عدخوملكفرين‬ َ‫ن عد خواهلل خوملكئكته خورسله خوجبريل خوميكل فإن ا ِت‬ َ‫من كا ِت‬ “Barang siapa yang menjadi musuh Allah, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir.” (Al-Baqarah 2: 98). 3. Malaikat Israfil, bertugas meniup terompet dihari kiamat dan hari berbangkitnya nanti. Tentang terompet itu Al-Qur’an menyebutkan: ‫ض باحق خويروم يقروملكن فيكرون قرومله احق خومله املَملك يروم ينفخ فى املصصصرورعلم املغيصصب‬ َ‫ألر ِت‬ َ‫خوهروأملذى خلق املِبسَمروت خوا ِت‬ ‫خواملثهادةخوهرواحكيم أخبير‬ 4. Malaikat Izrail dikenal dengan Malaikat maut, yang mana bertugas menyabut ‫قل يتروفكم ملك املَمروت املذىروكل بكم ثم املى ربكم ترجعن‬ nabi dan rasul-rasul.

nyawa-nyawa manusia dan mahluk hidup lainnya.

“katakanlah: Malaikat maut yang diserahi untuk mencabut nyawaa akan mematikan kamu, kemudian hanya kepada Tuhan mulah kamu akan dikembalikan.” (As-Sajdah 32: 11). 5. Malaikat Raqub dan Atid yang bertugas mencatat amal perbuatan manusia, kedua malaikat mencatat setiap perbuatan, yang satu duduk disebelah kanan dan yang satu dusebelah kiri, tidak ada suatu yang dikatakan melainkan mencatat. Disamping Rakib dab Atid, ada lagi malaikat Kiraman Katibin yang bertugas menuliskan amal perbuatan manusia, kemudian ada lagi malaikat Hafazhah (penjaga atau pemelihara), yang bertugas memelihara catatan amalan manusia itu, sebagaimana ulama berpendapat, malikat Rakib dan Atid, Kiraman Katibin dan Hafazhah itu dalam satu kesatuan tugas dalam bidang yng berbeda-beda, ada yang mengawasi, ada yang mencatat dan ada yng memelihara catatan itu. 6. 7. 8. Malaikat Munkar dan Nakir, bertugas menanyai mayat dalam alam kubur Malaikat Ridwan, bertugas menjaga soga dan memimpin para malaikat Malaikat Malik, bertugas menjaga neraka, dan memimpin para malaika tentang siapa Tuhannya, apa agamanya, dansiapa nabinya. didalam sorga. mrnyiksa penghuni neraka, Allah berfirman tentang ucapn penghunu neraka terhadap malaikat Malik: ‫خونادخوايَملك مليكدعليناربك قا ل انكم ما كثرون‬ “Mereka berseru: “Hai Malik, biarlah Tuhan mu membunu kami saja” Dia menjawab: “kamu akan tetap tinggal di neraka ini”(Az-Zukhruf 43: 77) 9. Malaikat yang bertugas memikul ‘Arasy. ‫هم‬ ِ ‫ب ا‬ ِ ‫ا ملد ين يحَملرو ن ا ملعر ش خومن حرومله يِبسبحرون بحَمد ر ا‬ “malaikat-malaikat yang memikul ‘ Arsy dan malaikat yang berada disekelilingnya bertasbih memuji tuhannya…” (Gafir 30: 7) 10. Malaikat yang bertugas mengerakkan hati manusia untuk berbuat kebaikan dan kebenaran. Rasululallah SAW bersabda: ‫ذإن مللثيطانلَمة با بن أدمرومللَملك ملَمة فام ملَمة املثيطصصان فإيعادبصا ملثرخوتكصد يصصب بصصا نحصق خوأمصصا ملَمصصةاملَملك فإيعصاد بصصانحير‬ ِ ‫ا‬ ‫خوتصديق بلحق‬ “Syaitan dapat menggerakkan hati anak Adam, demikian pula malaikat dapat menggerakkan hati. Bisikan syaitan berupa godaan untuk melakukan kejahatan dan

mendustakan kebenaran. Sedangkan ajakan malaikat merupakan dorongan untuk berbuat kebaikan dan meyakini kebenaran…” (HR Ibn Hatim dan Tirmizi). 11. Malaikat yang bertugas mendo’akan orang-orang yang beriman supaya diampuni oleh Allah segala dosa-dosanya, diberi ganjaran surga dan dijaga dari segala keburukan dan do’a-do’a. dalam surat Al-Ahzab ayat 43 dan hadits riwayat Tarmizi, dijelaskan bahwa Malaikat-malaikat memohon rahmat untuk orang-orang yang beriman umumnya dan untuk orang-orang yang mengerjakan kebaikan khusunya. Bahkan para malaikat sebagaimana disebutkan didalam hadits lain yang diriwayatkan oleh imam ahmad, Abu dawud, dan Nasa’I ikut pula membaca “Amin” bersama-sama dengan orang-orang yang melakukan, sholat. Dismaping tugas-tugas yang sudah disebutkan diatas, tentu masih banyak lagi tugas-tugas Malaikat yang lain seperti : ikut menghadiri sholat subuh dan ashar (HR. Bukhari dan Muslim), menghadiri majlis-majlis dzikir (H.R Muslim), memberikan bantuan kepada orang-orang yang beriman (Al-anfal 8 : 12), dan tugas-tugas lain yang dapat kita ketahhui baik dari Al-Quran maupun hadits Rasulullah SAW. C. MANUSIA LEBIH MULIA DARI PADA MALAIKAT

Manusiajika beriman dan taat kepada Allah SWTlebih mulia dari malaikat. Ada beberapa alasan yang mendukung pernyataan tersebut : 1. 2. SWT. 3. Kepatuan malaikat kepada Allah SWT karenasudah tabiat-Nya, sebab malaikat tidak memiliki Hawa Nafsu, sedangkan kepatuhan Manusia pada Allah SWT melalui perjuangan yang berat melawan hawa Nafsu dan godaan Syaitan. 4. Manusia diberi tugas oleh Allah menjadi Khalifah di permukaan Bumi Allah SWT memerintahkan kepada Malaikat untuk bersujud, (Hormat) kepada Malaikat tidak bisa jawab pertanyaan Allah tentang Al-asman’ (nama-nama adam AS. Ilmu Pengetahuan) sedangkan adam mampu, karena memang diberi ilmu oleh Allah

D.

HIKMAH BERIMAN KEPADA MALAIKAT

Imam kepada malaikat adalah salah satu dari arkanul Iman yang tidak boleh sedikitpun bercampur dengan keraguan. Imam kepada malaikat termasuk dalam pengertian ‘al-birru’ (kebajikan) sebagaimana yang dinyatakan oleh allah swt ‫خوملكن املبر من أمن با هلل خوامليروم االخر خواملَملكة‬ "tetapi yang sebut kebijakan itu adalah orang yang beriman kepada allah dan hari akhirnya serta malaikat ….. "(al-baqarah 1; 177) Dengan beriman kepada malaikat seseorang akan ; 1. 2. Lebih mengenal kebesaran dan kekuasaan allah swt yang menciptakan dan menugaskan para malaikat tersebut. Lebih besyukur kepada alah swt atas perhatian dan perlindungan-nya dengan menugaskan para malaikat untuk menjaga, membantu dan mendoakan hambahhambahnya. 3. Berusaha berhubungan dengan para malaikat dengan jalan mensucikan jiwa, membersihkan hati dan meningkatkan ibadah kepada allah swt, sehingga seseorang sangat beruntung, bila termasuk golongan yang di do’akan para malaikat, sebab do’a malaikat tidak pernah ditolak tuhan. 4. Berusaha selalu berbuat kebaikan dan menjahui segala kemaksiatan serta ingat senantiasa kepada allah swt, sebab para malikat selalu mengawasi dan mencatat amal perbuatan manusia.

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Didalam pembukaan makalah ini kami menggunakan berbagai sumber. Namun didalam makalah ini kami hanya dapat mengembangkan hanya semampu kami. Dari berbagai pemaparan materi tersebut dapat disimpulkan bahwa malaikat di ciptakan oleh Allah tidak ada penjelasan, tetapi yang jelas malaikat lebih dahulu dari manusia pertama (Adam AS) dan diciptakan dari cahaya dan berbentuk Gaib. B. Saran Didalam pembuatan makalah ini kami masih banyak mendapatkan kesulitan. Diantaranya dalam pencarian sumber referensi. Oleh karena itu kami menyarankan kepada para Dosen agar berusaha menambah Buku-buku tentang sejarah peradapan Islam maupun buku-buku yang lain yang ada diperpustakaan, karena kami banyak kekurangan materi. Dan kepada Dosen pengajar dan rekan-rekan sekalian, kami selaku pemapar menyadari masih benyak kekurangan dan kesalahan oleh karena itu kami masi mengharapkan saran dan arahan dari rekan-rekan sekalian.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->