MAKALAH EVALUASI PENDIDIKAN TES HASIL BELAJAR BENTUK OBYEKTIF (OBJEKTIVE TEST

)

Oleh : YUDI PUTRA 13851 / 09

PENDIDIKAN TEKNIK OTOMOTIF FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI PADANG 2011

Kata pengantar Puji syukur penulis ucapkan kepada allah swt yang telah memberikan rahmat adan karunianya sehingga kami telah diberikan kesempatan untuk menyelesaikan makalah evaluasi pendidikan yang berjudul tentang tes hasil belajar bentuk objektif (objektif test)... jenis test objektif yang disertai dengan contoh soal. Wassalam. Dalam makalah ini akan dibahas tentang pengertian test objektif. Penulis . Dalam penyusunan makalah penulis sadar bahwa makalah ini masih jauh dari tingkat kesempurnaan jadi penulis mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca yang budiman.

........ 14 Daftar pustaka ...................... kesimpulan............. latar belakang........... pengertian.......1 B.....................................................................................2 Bab II tes hasil belajar bentuk obyektif (obyektive test)............................................... tujuan.......................................................................................... penggolongan test obyektif...........DAFTAR ISI Kata pengantar Daftar isi Bab I pendahuluan A.............................3 B.................................. A......................................3 Bab III kesimpulan A...........

BAB I PENDAHULUAN A. 4. memberikan bahan yang sangat penting untuk memilih dan kemudian menetapkan status peserta didik. dibandingkan dengan tujuan yang telah ditentukan atau dengan kata lain evaluasi dapat dikatakan sebagai sebuah usaha untuk memperoleh informasi berupa umpan balik (feed back) bagi penyempurnaan pendidikan. memberikan informasi yang sangat berguna. 5. memberikan landasan untuk menilai usaha (presentasi) yang tekah dicapai oleh peserta didiknya. memberikan pedoman untuk mencari dan menemukan jalan keluar bagi peserta didik yang memang memerlukannya. tanpa adanya evaluasi maka tidak mungkin timbl kegairahan atau rangsangan pada diri peserta didik untuk memperbaiki dan meningkatkan prestasi masing – masing dan juga test objektif ini juga digunakan untuk mencari menemukan faktor faktor penyebab keberhasilan dan 1 . Tujuan Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk bisa mempelajari mengenai cara merangsang kegiatan peserta didik dalam menempuh pendidikan. Disni evaluasi dikatakan berfungsi memeriksa pad bagian – bagian manakah para peserta didik pada ummnya mengalami kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran. 2. guna mengetahui posisi masing – masing peserta didik ditengah – tengah kelompoknya. jadi fungsi dari evaluasi pendidikan itu diantaranya adalah : 1. Melihat dari pengertian diatas bahwa evaluasi itu sangat penting dalam dunia pendidikan.untuk selanjutnya dapat cara – cara pemecahannya. 3. Latar Belakang Evaluasi pendidikan adalah proses / kegiatan untuk menentukan kemajuan pendidikan. memberikan petunjuk tentang sudah sejauh manakah program pengajaran yang telah ditentukan telah dapat dicapai B.

sehingga dapat dicari dan ditemukan jalan keluar atau cara – cara perbaikannya.ketidakberhasilan peserta didik dalam mengikuti program pendidikan. 2 .

atau dengan jalan menuliskan (mengisikan) jawabannya berupa kata – kata atau simbol – simbol tertentu pada tempat atau ruang yang telah disediakan untuk masing – masing butir items yang bersangkutan. Anda simita menentukan pendapat mengenai 3 . B. adalah salah satu jenis hasil belajar yang terdiri dari butir – butir soal (items) yang dapat dijawab oleh testee dengan jalan memilih salah satu (atau lebih) diantara beberapa kemungkinan jawaban yang telah dipasangkan pada masing – masing item. Disini tugas testee adalah membubuhkan tanda (simbol) tertentu atau mencoret huruf B jika menurut keyaknan mereka pernyataan itu benar . atau membubuhkan tanda (simbol) tertentu atau mencoret huruf S jika menurut keyakinan mereka pernyataan tersebut adalah salah. pernyataan mana ada yang benar dan ada yang salah. test “ya. dan testee diminta menetukan pendapatnya mengenai pernyataan – pernyataan tersebut dengan cara seperti yang telah ditentukan dalam petujuk cara mengerjakan soal Contoh : Peutnjuk : Dibawah ini ada sejumlah pernyataan yang mengandung dua kemungkinan jawaban : benar dan salah. Pengertian Tes objektif (obyektive test) yang juga dikenal dengan istilah tes jawaban pendek (short answer test). Jadi test obyektif itu adaah bentuknya dalah kalimat atau pernyataan yang mengandung dua kemungkinan jawab : benar atau salah.false adalah salh satu bentuk tes oyektif bentuk tes obyektif dimana butir – butir soal yang diajukan dalam tes hasil belajar itu berupa pernyataan (statement). Tes obyetif bentuk true.tidak” (yes-no test) dan tes model baru (new type test).BAB II TES HASIL BELAJAR BENTUK OBYEKTIF (OBYEKTIVE TEST) A. Penggolongan Test Obyektif 1. test objektif bentuk benar – salah (true – false test) Tes obyektif bentuk true false sering dikenal dengan istilah tes obyektif bentuk benar salah atau tes obyektif bentuk ya –tidak (yes-no test).

B – S : social conditioning and cultural setting umat islam tidak mempengaruhi pemahaman umat terhadap ajaran – ajaran isalam. B – S : “ alislam mahzubun bil muslim “ kalimat inidikemukakan oleh muhammad abduh. cara mengerjakan mudah. Nomor1 adalah contoh mengenai bagaimana cara mengerjakan soal selanjutnya.B . 4. d) tidak terlalu banyak memakan lembaran kertas. b) dapat dipergunakan berulang kali. 4 . e) bagi testee. lingkarilah huruf B pada lembar jawaban. Jika benar. f) bagi testee. yakni hanya aspek sufistiknya saja. Jika slah. ummat islam indonesia tidak dinamis. 3.masing pernyataan tersebut.false antara lain adalah : 1) tes obyektif bentuk true. 1 .false membuka peluang bagi testee untuk berspekulasi dalam memberikan jawaban.false memiliki berbagai keunggulan diantaranya adalah : a) pembuatannya mudah. lingkaarila huruf S sesuai dengan masing.pernyataan – pernyataan tersebut. c) dapat mencakup bahan pelajaran yang luas. 2. karena islam itu sudah jelas bersifat universal. cara mengoreksinya juga mudah. Sementara aspek raasionalistiknya diambil oleh orang barat. Test obyektif bentuk true. B – S : teologi islam yangberkembang di indonesia lebih didominasi oleh teologi versi asy’ariy. Damapaknya.S : ajaran islam yang masuk ke indonesia adalah “ islam yang kalah”. Adapaun kelemahan – kelemahan yang disanadang oleh tes obyektif bentuk true. benar ataukah salah.

daftar II A. Contoh : Dibawah ini terdapat dua daftar. . 4) Dapat terjadi bahwa butir – butir soal tes obyektif jenis ini tidak dapat dijawab dengan dua kemungkinan saja..soal berikutnya: Daftar I 1. tes mencocokkkan dan mempertandingkan. yaitu betul atau salah. Nomor I adalah cotoh mengenai cara mengerjakan soal. 2. sehingga sesuai atau cocok.2) sifatnya amat terbatas. Tes Obyektif Bentuk Matcing Tes obyektif bentuk matching.. sholat sunnah yang dilaksanakan pada tiap malam bulan rhamadan 2. shalat sunnah yang dilakukan seorang Waktu memasuki mesjid 3. Istisgha B. 3) Pada umumnya tes obyektif jenis ini reliabilitasnya rendah. . kecuali apabila butir – butir soalnya dibuat dalam jumlah yang banyak sekali. tarawih C... Tes obyektif bentuk matching merupakan salah satu bentuk tes obyektif yang mempunyai ciri – ciri sebagai berikut : a) tes terdiri dari satu seri pernyataan dan satu seri jawaban. dalam arti bahwa tes tersebut hanya dapat mengungkap daya ingat dan pengenalan kembali saja.. Tulislah huruf abjad yang terdapat pada daftar II siatas titik – titik yang terdapat pada daftar I... merupakan pasangan / jodoh dari pertanyaannya.. tes menyesuaikan. b) tugas testee adalah mencari dan menempatkan jawaban – jawaban yang telah tersedia. . sering dikenal dengan istilah tes menjodohkan. Tahayatul mesjid 5 . shalat sunnah yang tidak ditentukan Waktunya dan tidak pula ditentukan Bilangan rakaatnya. Jadi sifatnya haya hafalan. yaitu daftar 1 dan daftar 11.B. Tiap – tiap kata pada daftar I mempunyai pasangan yang terdapat pada daftar II.. tes mencari pasangan.

pendek. . 3.Tes obyektif bentuk matcing ini memiliki beberapa kebaikan. b) karena mudah disusun. Adapun kelemahan yang dimiliki oleh tes obyektif bentuk matching antara lain ialah : a) matching tesr cenderung lebih banyak mengungkapkan aspek hafalan atau daya ingat saja. 6 . misalnya: . dalam tes jenis ini sering menyelinapakan atau masuk halhal yang sebenarnya kurang perlu untuk diujikan.bagian yang telah dikosongkan itu.antara sebab dan akibatnya. c) karena jawaban yang pendek. maka tes jenis ini kurang mapu utuk mengevaluasi pengertian dan kemampuan membuat tafsira (interpretasi) d) tanpa sengaja. sedangakan tugas testee adalah mengisi bagian . b) dapat dinilai dengan mudah. d) tes jenis sangat berguna untuk menilai berbagi hal.antara tiori dan penemuannya. diantaranya ialah: a) pembuatannya mudah. kata – kata penting dalam cerita atau karangan itu beberapa diantaranya dikosnongkan (tidak dinyatakan). maka faktor menebak praktis dapat dihilangkan. Tes obyektif bentuk fill in (betuk isian) ini biasanya berbentuk cerita atau karangan. cepat dan obyektif. . maka tes jenis ini acapkali dijadikan “pelarian” bagi pengajar. c) apabila tes jenis ini dibuat dengan baik. .antara problem dan penyelesaiannya.antara istilah dan definisinya.antara singkatann dan kata – kata lengkapnya. . Tes Obyektif Bentuk Fill In. yaitu dipergunakan kalau pengajar tidak sempat lagi untuk membuat tes betuk lain.

. c) cara penyusunan itemsnya mudah.... sebab hanya dapat mengungkapkan sebahagian saja dari bahan yang seharusnya diteskan.. syekh anwar junadi selanjutnya merumuskan tujuan pendidikan islam. Adapun segi kelemahan yang dimiliki oleh test obyektif fill in adalah: a) tes obyektif bentuk fill in ini senderug lebih banyak mengungkapkan aspek pengetahuan atau pengenalan saja..segi kebaikan yang diantaranya adalah : a) dengan menggunakan tes obyektif bentuk fill in maka masalah yang diujikan tertuang secara keseluruhan dalam konsteksnya....(4).Contoh : Petunjuk: Isilah titik berikut ini dengan jawaban yang tepat! Penertian pedidikanislam menurut syekh anwar junadi ialah.. b) butir – butir item tes obyektif bentuk fill in berguna sekaliuntuk mengungkapkan pengetahuan testee secara bulat atau mengenai suatu bidang....(2).(3) sedangkan menurut syekh Dr. b) karena tes tertuang dalam bentuk rangkaian cerita maka tes obyektif bentuk fill in umumnya banyak memakan tempat... Test obyektif bentuk fill in ini memiliki segi.. c) tes obyektif bentk fill in sifatnya kurang komprehensif.. 7 ... (1). konsep pendidikan islam tersebut diatas mengandung pengertian bahwa pendidikan islam itu berlangsung.. Athiyah alabrasyi. d) terbuka peluang bagi testee untuk bemain tebak kata. tujuan pendidikan islam itu ialah. yaitu.

d) Sehubungan dengan yang disebutkan pada butir c) maka tes ini dapat digunakan untuk mengukur berbagai taraf kompetensi dan tidak sekedar mengungkapakan taraf pengenalan atau hafalan saja. Kebaikan dari tes obyektif bentuk completion adalah : a) tes model ini sangat mudah dalam penyusunannya.).. tes ini lebihmenghemat tempat (menghemat kertas).... buku alsyifa adalah merupakan ensklopedi tentang. c) Karena bahan yang disajiak dalam tes ini cukup banyak dan beragam.. Contoh : Isilah titik – titik berikut ini dengan jawaban yang benar dan tepat.....bagiannya sudah dihilangkan (sudah dihapuskan) b) b. 8 ..... dengan jawaban (yang oleh testee) telah dihilangkan.. 3. Kelemahan dari tes obyektif bentuk completion ini diantaranya adalah : a) pada umumnya testee lebih cenderung menggunakan tes model ini untuk menggugkapakan daya ingat atau aspek hafalan saja. c) c. test obyektif brntuk copletion Test obyektif bentuk completion sering dikenal dengan istilah tes melengkapi atau menyempurnakan.. yaitu salah satu jenis tes obyektif yang memiliki ciri – ciri sebagai berikut : a) tes tersbut terdiri atas susunan kalimat yang bagian.. 2. b) jika dibandingkan dengan tes obyektif bentuk fill in. titik – titik itu harus diisi atau dilengkapi atau disempurnakan oleh testee.. bagian – bagian yangdihilangkan itu diganti dengan titik – titik (.. lembaga keilmuan terkenal di masa kejayaan khalifah al-ma’un bernama. Tesini dapat juga disajiakan dalam bentuk peta atau gambar – gambar.4..... Disamping tertuang dalam bentuk kalimat – kaimat seperti yang telah dikemukan pada contoh diatas. 1. aliran jabariah terkenal dengan pahamnya. maka persyaratan komprehensif dapat dipenuhi oleh model ini.

utsman bin affan C. Contoh 9 . a) Tes obyektif bentuk multiple choice items model melengkapi lima pilihan tes ini pada umumya terdiri atas kalimat pokok (=item) yang berupa pernyataan yang belum lengkap diikuti oleh lima kemungkinan jawab (alternatif) yang dapat melengkapi pernyataan tersebut. tes obyektif bentuk multiple choice item Tes obyektif bentuk multiple choice item sering dikenal denga istilah tes obyektif bentuk pilihan ganda. Contoh : Daulah bani abasiyah mencapai puncak kejayaannya zaman keemasan pada masa pemerintahan. dan untuk menyelesaikan haru sdipilih salah satu (atau lebih) dari beberapa kemungkinan. umar bin abdul aziz B. d) 5. c) karena pembuatannya mudah. Tes dengan bentuk ini terdiri dari lima atau empat judul / istilah / pengertian. harun al. al-ma’mun b) tes obyektif bentuk multiple choice item model asosiasi dengan limaatau empat pilihan. A. maka testee sering menjadi kurang berhati – hati dalam menyusun kaliamt – kalimat soalnya (butir – butir dibuat “ asal jadi” saja). yaitu salah satu bentuk tes obyektif yang terdiri atas pertanyaan yang sifatnya belum selesai.b) dapat terjadi bahwa butir – butir items dari model ini kurang relevan untuk diujikan.rasyid E. yang diberi tanda huruf abjad didepannya.. dan diikutioleh beberapa pernyataan yang diberi nomor urut didepannya. yazid bin mu’awiyah D. Jawab yangtelah disediakan pada tiap – tiap butir soal yang bersangkutan.

bila (1). 2. diikuti dengan beberapa kemungkinan jawaban (bisa merupakan lima pernyataan dan bisa pula merupakan empat pernyataan). bila hanya (4) yang betul. Contoh : Tulislah : A. C.B 5. (2). bila (1). orang yang keluar dari agama islam. A 3. zhalim B. cocokkanlah istilah yang terdapat dibelakang huruf abjad dengan pernyataan yang terdapat dibelakang huruf abjad.tiga atau empat. (2) dan (3) betul. 5. d) tes obyektif bentuk multiple choice item model analisis hubungan antar hal. Tes obyektif bentuk multiple choice item biasanya terdiri dari satu kalimat pernyataan yang diikuti oleh satu kalimat keterangan.Untuk butir soal nomor 1 sampai 5 berikut ini . dengan pernyataan yang terdapat pada masingmasing soal : A. orang yang tidak mengaku adanya allah. fashiq C. 3. yaitu terdiri atas satu kalimat pokok yang tidak (belum) lengkap. D. bila semuanya betul. apakah pernyataan itu betul. dua. (3) betul. suka pamer dan ingin dipuji orang. Kepada testee ditanyakan. E. kemungkunan jawaban betulnya bisa satu. orang yang menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya. (kunci : 1. B. Kafir D. Perbedaannya adalah bahwa pada butir soal jenis ini. dan apakah keterangan itu juga 10 . Murtad E. Riya Soal : 1. 4. Bila (2) dan (4) betul. orang yang tau aturan dan kewajiban tapi tidak mau melakukannya.D 4.C 2. E) c) tes obyektif bentuk multiple choice model melengkapi berganda butir soal sejenis ini pada dasarnya sama dengan multiple choice item model melengkapi lima pilihan.

jika pernyataan BETUL dan alasan SALAH. jika pernyataan BETUL. Dari kasus tersebut. testee harus memikirkan. Contoh : Soal nomor 1 sampai dengan 3 berikut ini terdiri atas tiga bagian. f) tes obyektif bentuk multiple choice model hal kecuali model ini dikembangkan atas dasar asosiasi positif dan asosiasi negatif secara serempak.3. C. apakah pernyataan itu disebabakan oleh keterangan yang diberikan.betul jika pernyataan dan keterangan itu betul. e) test obyektif bentuk multiple choice item model analysis kasus Butir soal jenis ini merupakan tiruan keadaan yang sebenarnya jadi solah – seolah testee dihadapkan kepada suatu kasus. B dan C) sedangkan pada kolom sebelah kana terdapat lima hal atau keadaan (yaitu 1. E. jika pernyataan SALAH dan alasan SALAH. Pada tes hasil belajar pada kolom sebelah kiri dicantumkan tiga untuk soal dibawah kiri macam gejala atau kategori (yakni A. sebab dan alasan yang disusun secara berurutan. kepada testee ditanyakan mengenai berbagai hal dan kunci jawaban – jawaban itu tergantung pada tahu atau tidaknya testee dalam memahami kasus tersebut. yakni pernyataan.2. Pilihlah : A.alasan BETUL dan keduanya menunjukkan HUBUNGAN SEBAB AKIBAT.4 dan 5). ataukah pernyataan itu tidak disebabakan oleh keterangna tersebut. B. jikan pernyataan BETUL alasan BETUL. D. Contoh : Untuk soal dibawah ini anda diminta dua jawaban pada kolom sebelah kiri terdapat tiga macam kategori sedangkan pada kolom sebelah kana terdapat 11 . tetapi keduanya TIDAK MENUNJUKKAN HUBUNGAN SEBAB AKIBAT. dimana empat dianataranya cocok dengan satu hal yang berada disebelah kiri. jika pernyataan SALAH dan alasan BETUL.

Tabligh 5. C. Khianat 4. jika (1) naik maka (2) turun. shidiq 2. Amannah 3. Jika (1) turun maka (2) naik. C 2. (1) kadar protein plasma (2) tekanan koloid osmotik plasma. A) 12 .3) g) tes obyektif bentuk multiple choice item model hubungan dinamik tes ini adalah salah satu jenis tes yang menuntut kepada testee untuk memilki bekal penertian atau pemahaman tentang perbandingan kuantitatif dalam hubungan dinamik. jika perubahan pada (1) tidak mempengaruhi (2). C.lima macam hal diman empat diantranya berhubungan erat dengan salah satu kategori dikolom sebelah kiri. Pilihlah : Kategori manakah yang berhubungan erat dengan emapt hal tesebut dan pilihlah hal yang tidak termasuk kelompok hal dimaksut diatas ! Soal : A. jika (1) naik maka (2) naik. Contoh : Pilihlah : A. C. jika (1) turun maka (2) turun B. Soal : 1. (1) volume urine (2) berat jenis urine 2. (Kunci : 1. fathanah (kunci . kriteria untuk menjadi khalifah dalam pemerintahan islam B. sifat – sifat yang dimiliki oleh rasul 1. sifat – sifat orang sombong.

(1) pulau irian (2) pulau kalimantan (kunci 1. jka keduanya sama besar atau hampir sama besar.B. jika (1) lebih kecil daripada (2) C. tanpa melihat buku.h) tes obyektif bentuk multiple choice item model perbandingan kuantitatif.C dan sebagainya. 2.tanda tersebut. B 2. didalam profesinya. Kepada testee ditanyakan tentang ifat/ keadaan / hal – hal tertentu yang berhubungan dengan tanda. tanpa melihat buku. 13 . Contoh : Petunjuk : Dibawah ini terdapat beberapa soal mengenai perbandigan Tulislah : A. model perbandingan kuantitatif ini yang perlu ditanyakan kepada testee adalah hafalan kuantitatif yang sifatnya fundamental dan kemudian hari perlu hafal diluar kepala didalam profesinya. (2) berat jenis air. jika (1) lebih besar daripada (2) B. dan di kemudian hari perlu hafal diluar kepala. daftar atau tabel. Soal : 1.A) i) tes obyektif bentuk multiple choice item model pemakaian gambar / diagram / grafik/ peta pada tes ini terdapat gambar /diagram/ grafik/peta yang diberi tanda huruf abjad A. (1) berat jenis bensin.

test obyektif brntuk copletion tes obyektif bentuk multiple choice item 14 . Penggolongan Test Obyektif      test objektif bentuk benar – salah (true – false test) Tes Obyektif Bentuk Matcing Tes Obyektif Bentuk Fill In. 2. Tes objektif (obyektive test) adalah salah satu jenis hasil belajar yang terdiri dari butir – butir soal (items) yang dapat dijawab oleh testee dengan jalan memilih salah satu (atau lebih) diantara beberapa kemungkinan jawaban yang telah dipasangkan pada masing – masing item. kesimpulan 1.BAB III KESIMPULAN A. atau dengan jalan menuliskan (mengisikan) jawabannya berupa kata – kata atau simbol – simbol tertentu pada tempat atau ruang yang telah disediakan untuk masing – masing butir items yang bersangkutan.

DAFTAR PUSTAKA Sudijanono anas (2009). Pengantar evaluasi pendidikan. jakarta: pt rajagrafindo persada .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful