CAIRAN SEREBROSPINAL Dr ISKANDAR JAPARDI Fakultas Kedokteran Bagian Bedah Universitas Sumatera Utara

I.

PENDAHULUAN

Cairan serebrospinal yang berada di ruang subarakhnoid merupakan salah satu proteksi untuk melindungi jaringan otak dan medula spinalis terhadap trauma atau gangguan dari luar. Pada orang dewasa volume intrakranial kurang lebih 1700 ml, volume otak sekitar 1400 ml, volume cairan serebrospinal 52-162 ml (rata-rata 104 ml) dan darah sekitar 150 ml. 80% dari jaringan otak terdiri dari cairan, baik ekstra sel maupun intra sel. Rata-rata cairan serebrospinal dibentuk sebanyak 0,35 ml/menit atau 500 ml/hari, sedangkan total volume cairan serebrospinal berkisar 75-150 ml dalam sewaktu. Ini merupakan suatu kegiatan dinamis, berupa pembentukan, sirkulasi dan absorpsi. Untuk mempertahankan jumlah cairan serebrospinal tetap dalam sewaktu, maka cairan serebrospinal diganti 4-5 kali dalam sehari. Perubahan dalam cairan serebrospinal dapat merupakan proses dasar patologi suatu kelainan klinik. Pemeriksaan cairan serebrospinal sangat membantu dalam mendiagnosa penyakit-penyakit neurologi. Selain itu juga untuk evaluasi pengobatan dan perjalanan penyakit, serta menentukan prognosa penyakit. Pemeriksaan cairan serebrospinal adalah suatu tindakan yang aman, tidak mahal dan cepat untuk menetapkan diagnosa, mengidentifikasi organisme penyebab serta dapat untuk melakukan test sensitivitas antibiotika.

2002 digitized by USU digital library

1

yaitu Piamater. ANATOMI DANFISIOLOGI Dalam membahas cairan serebrospinal ada baiknya diketahui mengenai anatomi yang berhubungan dengan produksi dan sirkulasi cairan serebrospinal. thalamus dan dinding hipothalanus. batang otak dan medula spinalis. terletak di sebelah ventral serebrum dan dorsal dari pons dan medula oblongata Gambar-1: Sistem ventrikel. tetapi tidak mengikuti setiap lekukan otak. Meningen terdiri dari 3 lapisan. ditengah korpus kalosum dan bagian korpus unilokuler ventrikel lateral. kelenjar hipofisa dan otak tengah dan diantara hemisfer serebri. maka di beberapa tempat ruang subarakhnoid melebar yang 2002 digitized by USU digital library 2 . arakhnoid dan duramater. Ventrikel III adalah suatu rongga sempit di garis tengah yang berbentuk corong unilokuler. 1981) • Meningen danruang subarakhnoid Meningen adalah selaput otak yang merupakan bagian dari susunan saraf yang bersiaft non neural. Karena arakhnoid tidak mengikuti lekukanlekukan otak. yaitu: • Sistem Ventrikel Sistem ventrikel terdiri dari 2 buah ventrikel lateral. (dikutip dari Textbook of Medical Physiology. Disebelah anteropeoterior berhubungan dengan ventrikel IV melalui aquaductus sylvii. Ventrikel IV merupakan suatu rongga berbentuk kompleks. Meningen terdiri dari jarningan ikat berupa membran yang menyelubungi seluruh permukaan otak. badan dan atrium.II. Arakhnoid mempunyai banyak trabekula halus yang berhubungan dengan piameter. kornu posterior. ventrikel III dan ventrikel IV. Ventrikel lateral terdapat di bagian dalam serebrum. Diantara arakhnoid dan piameter disebut ruang subrakhnoid. kornu inferior. amsing-masing ventrikel terdiri dari 5 bagian yaitu kornu anterior. terus ke kaudal sampai ke ujung medula spinalis setinggi korpus vertebra. Piameter merupakan selaput tipis yang melekat pada permukaan otak yang mengikuti setiap lekukan-lekukan pada sulkus-sulkus dan fisura-fisura. diatas sela tursica. letaknya di tengah kepala. juga melekat pada permukaan batang otak dan medula spinalis. yang berisi cairan serebrospinal dan pembuluh-pembuluh darah.

dasar sel epitel kuboid terdapat membran basalis dengan ruang stroma diantaranya. Sisterna ini berhubungan dengan sisterna interpedunkularis melalui sisterna ambiens. yang menonjol ke ventrikel. Pleksus khoroideus membentuk lobul-lobul danmembentuk seperti daun pakis yang ditutupi oleh mikrovili dan silia. 2002 digitized by USU digital library 3 . Pada sudut antara serebelum dan lamina quadrigemina terdapat sisterna vena magna serebri.disebut sisterna. tempat dimana cairan serebrospinal diambil pada waktu pungsi lumbal. (dikutip dari The Anatomy of the nervus system) • Ruang Epidural Diantara lapisan luar dura dan tulang tengkorak terdapat jaringan ikat yang mengandung kapiler-kapiler halus yang mengisi suatu ruangan disebut ruang epidural Ruang Subdural Diantara lapisan dalam durameter dan arakhnoid yang mengandung sedikit cairan. mengisi suatu ruang disebut ruang subdural • Pembentukan. sisterna siasmatis di depan lamina terminalis. Ditengah villus terdapat endotel yang menjorok ke dalam (kapiler fenestrata). Lapisan luar dirameter di daerah kepala menjadi satu dengan periosteum tulang tengkorak dan berhubungan erat dengan endosteumnya. Durameter terdiri dari lapisan luar durameter dan lapisan dalam durameter. terletak diantara bagian inferior serebelum danme oblongata. Gambar-2: Meningen dan ruang subarakhnoid. Ruang subarakhnoid spinal yang merupakan lanjutan dari sisterna magna dan sisterna pontis merupakan selubung dari medula spinalis sampai setinggi S2. dimana sejumlah pembuluh darah kapiler dikelilingi oleh epitel kuboid/kolumner yang menutupi stroma di bagian tengah dan merupakan modifikasi dari sel ependim. sisterna interpedunkularis di permukaan venttralmesensefalon. Inilah yang disebut sawar darah LCS. Lainnya adalah sisterna pontis di permukaan ventral pons. Gambaran histologis khusus ini mempunyai karakteristik yaitu epitel untuk transport bahan dengan berat molekul besar dan kapiler fenestrata untuk transport cairan aktif. Sirkulasi dan Absorpsi Cairan Serebrospinal (CSS) Cairan serebrospinal (CSS) dibentuk terutama oleh pleksus khoroideus. Ruang subarakhnoid dibawah L2 dinamakan sakus atau teka lumbalis. Yang paling besar adalah siterna magna. Tapi sel epitel kuboid berhubungan satu sama lain dengan tigth junction pada sisi aspeks.

CSS mengalir perlahan menuju sisterna basalis. Mekanisme sekresi CSS oleh pleksus khoroideus adalah sebagai berikut: Natrium dipompa/disekresikan secara aktif oleh epitel kuboid pleksus khoroideus sehingga menimbulkan muatan positif di dalam CSS. Natrium memasuki CSS dengan dua cara. Akibatnya terjadi kelebihan ion di dalam cairan neuron sehingga meningkatkan tekanan somotik cairan ventrikel sekitar 160 mmHg lebih tinggi dari pada dalam plasma. melalui apertura tentorial dan berakhir dipermukaan atas dan samping serebri dimana sebagian besar CSS akan diabsorpsi melalui villi arakhnoid (granula Pacchioni) pada dinding sinus sagitalis superior. sisterna ambiens. Proses ini disebut Na-K Pump yang terjadi dgnbantuan Na-K-ATP ase. demikian juga sebaliknya. selanjutnya melalui aquaductus sylvii masuk ke dlam ventrikel IV. Hal ini dapat menjelaskan efek cepat penyuntikan intervena cairan hipotonik dan hipertonik. demikian juga keluarnya dari CSS ke jaringan otak. Ada 2 kelompok pleksus yang utama menghasilkan CSS: yang pertama dan terbanyak terletak di dasar tiap ventrikel lateral. Fasilitas ini (carrier) bersifat stereospesifik. Air dan Na berdifusi secara mudah dari darah ke CSS dan juga pengeluaran CO2. terutama clorida ke dalam CSS. Hal ini akan menarik ion-ion bermuatan negatif. Juga insulin dan transferin memerlukan reseptor transport media. Diperkirakan CSS yang dihasilkan oleh ventrikel lateral sekitar 95%. Bikarbonat terbentuk oleh karbonik abhidrase dan ion hidrogen yang dihasilkan akan mengembalikan pompa Na dengan ion penggantinya yaitu Kalium. Villi arakhnoid berfungsi sebagai katup yang dapat dilalui CSS dari satu arah. yang kedua (lebih sedikit) terdapat di atap ventrikel III dan IV. kekuatan hidrodinamik aliran darah dan perubahan dalam tekanan osmotik darah.Pembentukan CSS melalui 2 tahap. Perpindahan Cairan. CSS akan melewati villi masuk ke dalam aliran adrah vena dalam sinus. Yang mempengaruhi alirannya adalah: metabolisme otak. Dari daerah medula spinalis dan dasar otak. yang pertama terbentuknya ultrafiltrat plasma di luar kapiler oleh karena tekanan hidrostatik dan kemudian ultrafiltrasi diubah menjadi sekresi pada epitel khoroid melalui proses metabolik aktif. Obat yang menghambat proses ini dapat menghambat produksi CSS. Kalium disekresi ke CSS dgnmekanisme transport aktif. amin danhormon tyroid relatif tidak larut dalam lemak. CSS mengisi rongga subarakhnoid sekeliling medula spinalis sampai batas sekitar S2. memasuki CSS secara lambat dengan bantuan sistim transport membran. Tiga buah lubang dalam ventrikel IV yang terdiri dari 2 foramen ventrikel lateral (foramen luschka) yang berlokasi pada atap resesus lateral ventrikel IV dan foramen ventrikuler medial (foramen magendi) yang berada di bagian tengah atap ventrikel III memungkinkan CSS keluar dari sistem ventrikel masuk ke dalam rongga subarakhnoid. Rata-rata pembentukan CSS 20 ml/jam. Kekuatan osmotik ini menyebabkan sejumlah air dan zat terlarut lain bergerak melalui membran khoroideus ke dalam CSS. Air dan Na berdifusi secara mudah dari darah ke CSS dan ruang interseluler. asam amino. juga mengisi keliling jaringan otak. Penetrasi obat-obat dan metabolit lain tergantung kelarutannya dalam lemak. transport aktif dan difusi pasif. CSS dari ventrikel lateral melalui foramen interventrikular monroe masuk ke dalam ventrikel III. dimana 2002 digitized by USU digital library 4 . dan konsentrasinya dalam CSS tidak tergantung pada konsentrasinya dalam serum. hanya membawa larutan yang mempunyai susunan spesifik untuk melewati membran kemudian melepaskannya di CSS. Mg dan Phosfor ke CSS dan jaringan otak juga terjadi terutama dengan mekanisme transport aktif. Ion campuran seperti glukosa. Perbedaan difusi menentukan masuknya protein serum ke dalam CSS dan juga pengeluaran CO2. yang berlangsung dalam keseimbangan. CSS bukan hanya ultrafiltrat dari serum saja tapi pembentukannya dikontrol oleh proses enzimatik.

Perluasan rongga subarakhnoid ke dalam jaringan sistem saraf melalui perluasaan sekeliling pembuluh darah membawa juga selaput piametr disamping selaput arakhnoid. Ph CSS lebihrendah dari darah. Vena-vena dan kapiler pada piameter mampu memindahkan CSS dengan cara difusi melalui dindingnya. lapisan pia dan arakhnoid bergabung sehingga rongga perivaskuler tidak melanjutkan diri pada tingkatan kapiler. bikarbonat.semua unsur pokok dari cairan CSS akan tetap berada di dalam CSS. glukosa yang lebih kecil dankonsentrasi Mg dan klorida yang lebih tinggi. K. CSS juga diserap di rongga subrakhnoid yang mengelilingi batang otak dan medula spinalis oleh pembuluh darah yang terdapat pada sarung/selaput saraf kranial dan spinal. 2002 digitized by USU digital library 5 . Sejumlah kecil cairan berdifusi secara bebas antara cairan ekstraselluler dan css dalam rongga perivaskuler dan juga sepanjang permukaan ependim dari ventrikel sehingga metabolit dapat berpindah dari jaringan otak ke dalam rongga subrakhnoid. suatu proses yang dikenal sebagai bulk flow. Pada kedalaman sistem saraf pusat. (dikutip dari the Anatomy of the nervus system) Gambar-4: Rongga perivaskuler. Gambar-3: Aliran Cairan Serebrospinal. CSS hampir meyerupai ultrafiltrat dari plasma darah tapi berisi konsentrasi Na. Cairan. (dikutip dari textbook of medical physiology) Komposisi dan fungsi cairan serebrospinal (CSS) Cairan serebrospinal dibentuk dari kombinasi filtrasi kapiler dan sekresi aktif dari epitel.

4 mM 5. 1991) CSS mempunyai fungsi: 1. materi purulen dan nekrotik lainnya yang akan diirigasi dan dikeluarkan melalui villi arakhnoid.Perbandingan komposisi normal cairan serebrospinal lumbal dan serum CSS Serum Osmolaritas 295 mOsm/L 295 mOsm/L Natrium 138 mM 138 mM Klorida 119 mM 102 mM PH 7. CSS menyediakan keseimbangan dalam sistem saraf.laktat.33 7. baik dengan mempercepat pengalirannya melalui berbagai foramina. jadi mempertahankan lingkungan luar yang konstan terhadap sel-sel dalam sistem saraf.0 mM Total Protein 0.41 (arterial) Tekanan CONCUSSION 6. Dan untuk memindahkan produk seperti darah.35 g/L 70 g/L Albumin 0. 2. 5. hipothalamus. melindungi otak dari keadaan/trauma yang mengenai tulang tengkorak 3. bakteri. Unsur-unsur pokok pada CSS berada dalam keseimbangan dengan cairan otak ekstraseluler. Mempertahankan tekanan intrakranial.3 kPa Glukosa 3. CSS mengakibatkann otak dikelilingi cairan. hingga mencapai sinus venosus. mengurangi berat otak dalam tengkorak dan menyediakan bantalan mekanik. Bertindak sebagai saluran untuk transport intraserebral.23 g/L 42 g/L Ig G 0. Hormonhormon dari lobus posterior hipofise. 2002 digitized by USU digital library 6 . melatonin dari fineal dapat dikeluarkan ke CSS dan transportasi ke sisi lain melalui intraserebral.31 kPa 25.03 g/L 10 g/L (dikutip dari Diagnostic Test in Neurology. seperti CO2. 4. Hal ini penting karena otak hanya mempunyai sedikit sistem limfatik. atau masuk ke dalam rongga subarakhnoid lumbal yang mempunyai kemampuan mengembang sekitar 30%. Dengan cara pengurangan CSS dengan mengalirkannya ke luar rongga tengkorak. dan ion Hidrogen. CSS mengalirkan bahan-bahan yang tidak diperlukan dari otak.

juga akan berubah pada penekanan abdomen dan waktu batuk. bila posisi berbaring maka tekanan normal cairan serebrospinal antara 8-20 cm H2O pada daerahh lumbal. Peningkatan protein yang penting danbermakna dalam perubahan warna adalah bila lebih dari 1 g/L. Kelainan tersebut bis aberupa kelainan bawaan atau didapat. maka tekanannya turun. Pada pengukuran dengan manometer. Sylvi dan for. Monroe. trombosis sinus sagitalis superior. Bila terdapat penyumbatan pada subarakhnoid. Tekanan Tekanan CSS diatur oleh hasil kali dari kecepatan pembentukan cairan dan tahanan terhadap absorpsi melalui villi arakhnoid. Kalau tidak ada sumbatan pada ruang subarakhnoid. maka perubahan tekanan hidrostastik akan ditransmisikan melalui ruang serebrospinalis. b. 2002 digitized by USU digital library 7 . Sel darah merah yang utuh akan memberikan warna merah segar. Warna kuning muncul dari protein. bila salah satu dari keduanya turun. sedangkan jika penderita duduk tekanan cairan serebrospinal akan meningkat 10-30 cm H2O. dapat dilakukan pemeriksaan Queckenstedt yaitu dengan penekanan pada kedua vena jugularis. Pada keadaan normal penekanan vena jugularis akan meninggikan tekanan 10-20 cm H2O dan tekanan kembali ke asal dalam waktu 10 detik. Cairan serebrospinal berwarna pink berasal dari darah dengan jumlah sel darah merah lebih dari 500 sdm/cm3. cucian daging. Hidrosefalus obstruktif terjadi akibat adanya ganguan aliran CSS dalam sistim ventrikel atau pada jalan keluar ke ruang subarakhnoid. yang bisa disebabkan oleh karena peningkatan volume dalam ruang kranial. Eritrosit akan lisis dalam satu jam danakan memberikan warna cucian daging di dalam cairan serebrospinal. siterna magna dan ventrikel. aq. purulenta atau keruh. tekanan intrakranial juga dapat meningkat. Bila ada penyumbatan. PATOFISIOLOGI CAIRAN SEREBROSPINAL Keadaan normal dan beberapa kelainan cairan serebrospinal dapat diketahui dengan memperhatikan: a. Bila salah satu dari keduanya naik. tak terlihat atau sedikit sekali peninggian tekanan. atau penekanan suatu msa terhadap foramen Luschka for Magendi ventrikel IV. keadaan-keadaan dimana viscositas CSS meningkat danproduksi CSS yang meningkat. Kelainan ini dapat disebabkan stenosis aquaduktus serebri. Tekanan CSS tergantung pada posisi. normal tekanan akan sedikit naik pada perubahan nadi dan respirasi. Kelainan ini bisa disebabkan oleh adanya infeksi. Warna Normal cairan serebrospinal warnamya jernih dan patologis bila berwarna: kuning. Keadaan ini sering dibagi menjadi hidrosefalus komunikans dan hidrosefalus obstruktif.santokhrom. Pada hidrosefalus komunikans terjadi gangguan reabsorpsi CSS. perdarahan subarakhnoid. Karena keadaan rongga kranium kaku.. Kegagalan sirkulasi normal CSS dapat menyebabkan pelebaran ven dan hidrocephalus. Cairan serebrospinal tampak purulenta bila jumlah leukosit lebih dari 1000 sel/ml. adanya masa intrakranial dan oedema serebri.III. maka tekanan naik. peningkatan cairan serebrospinal atau penurunan absorbsi. dimana sirkulasi CSS dari ventrikel ke ruang subarakhnoid tidak terganggu.

pada sisterna 10-25 mg% dan pada daerah lumbal adalah 15-45 .5 gr% akan menyebabkan pada permukaan tampak sarang laba-laba (pellicle) atau bekuan yang menunjukkan tingginya kadar fibrinogen. sisterna dan ruang subarakhnoid lumbar. kemungkinan telah terjadi rupture dari abses serebri atau perimeningeal perlu dipertimbangkan. Eosinophil relatif jarang ditemukan dan akan tampak pada infeksi cacing dan penyakit parasit lainnya termasuk Cysticercosis. limphostic khoriomeningitis atau herpes simplek dapat menurunkan kadar glukosa ringan sampai sedang. Protein Kadar protein normal cairan serebrospinal pada ventrikel adalah 5-15 mg%. mump. d. reabsorbsi yang lambat atau 2002 digitized by USU digital library 8 . Perpindahan glukosa dari darah ke cairan serebrospinal secara difusi difasilitasi transportasi membran. rasio kadar glukosa cairan serebrospinalis. Kadar protein lebih dari 150 mg% akan menyebabkan cairan serebrospinal berwarna xantokrom. dan mungkin hanya terdapat 1 sel polymorphonuklear saja. sedang pada meningitis aseptik jarang jumlah selnya tinggi. Inflamasi pembuluh darah semacam lupus serebral atau meningitis rhematoid mungkin juga ditemukan kadar glukosa cairan serebrospinal yang rendah. lympoma susunan saraf pusat. Kadar gamma globulin normal 5-15 mg% dari total protein. Keadaaan ini akan merubah jumlah sel secara bermakna. Kadar protein cairan serebrospinal akan meningkat oleh karena hilangnya sawar darah otak (blood barin barrier). monocytogenes. Kadar glukosa cairan serebrospinal sangat bervariasi di dalam susunan saraf pusat. pada keadaan hipoglikemia. Monositosis tampak pada inflamasi kronik oleh L. pada peningkatan kadar protein yang ekstrim lebih dari 1. infeksi parasit misalnya. juga meningitis tuberculosis. Glukosa Normal kadar glukosa berkisar 45-80 mg%. tuberkulosis. cysticercosis dan trichinosis atau meningitis zat khemikal.c. glukosa serum tetap terpelihara. Sel leukosit junlahnya akan meningkat pada proses inflamasi. kadarnya makin menurun dari mulai tempat pembuatannya di ventrikel. e. Leukositosis ringan antara 5-20 sel/mm3 adalah abnormal tetapi tidak spesifik. pengendapan dan terbentuk fibrin. jangan lebih dari 30 menit setelah dilakukan lumbal punksi. keadaan ini ditemukan pada derjat yang bervariasi. neurosiphilis. Jumlah sel Jumlah sel leukosit normal tertinggi 4-5 sel/mm3. Jika jumlah sel meningkat secara berlebihan (5000-10000 sel /mm3). reaksi tubuh terhadap benda asing. Bila tertunda maka sel akan mengalami lisis. Rasio normal kadar glukosa cairan serebrospinal lumbal dibandingkan kadar glukosa serum adalah >0. Perhitungan jumlah sel harus sesegera mungkin dilakukan. Penurunan kadar glukosa ringan sering juga ditemukan pada meningitis sarcoidosis.6. dan paling umum pada proses inflamasi bakteri akut. glukosa serum. Pada meningitis bakterial biasanya jumlah sel lebih dari 1000 sel/mm3. jamur dan meningitis oleh carcinoma. Meningitis viral. Bila kadar glukosa cairan serebrospinalis rendah. Hypoglicorrhacia menunjukkan penurunan rasio kadar glukosa cairan serebrospinal. Pada meningitis bakterial akut akan cenderung memberikan respon perubahan sel yang lebih besar terhadap peradangan dibanding dengan yang meningitis aseptik. Perbedaan jumlah sel memberikan petunjuk ke arah penyebab peradangan.g%.

sedangkan PCO2 lebih tinggi pada cairan serebrospinal. Peningkatan kadar immunoglobulin cairan serebrospinal ditemukan pada multiple sklerosis. g.peningkatan sintesis immunoglobulin loka. acut inflamatory polyradikulopati. misalnya pada meningitis atau perdarahan subarakhnoid. meningitis. Kadar HCO3 adalah sama (23 mEg/L). juga ditemukan pada tumor intra kranial dan penyakit infeksi susunan saraf pusat lainnya. 2002 digitized by USU digital library 9 . neurosipilis. Kadar elektrolit ini dalam cairan serebrospinal tidak menunjukkan perubahan pada kelainan neurologis.3 mRq. PH CSS relatif tidak berubah bila metabolik asidosis terjadi secara subakut atau kronik. bila dinilai sendirian akan memberikan sedikit nilai diagnostik pada infeksi susunan saraf pusat. Elektrolit Kadar elektrolit normal CSS adalah Na 141-150 mEq/L. termasuk ensefalitis. Perubahan kadar protein di cairan serebrospinal bersifat umum tapi bermakna sedikit. Cl 120-130 mEq/L. hanya terdpat penurunan kadar Cl pada meningitis tapi tidak spesifik. K 2.7 mEq/L. arakhnoiditis dan SSPE (sub acut sclerosing panensefalitis). Sawar darah otak hilang biasanya terjadi pada keadaan peradangan. h.iskemia baktrial trauma atau neovaskularisasi tumor. reabsorsi yang lambat dapat terjadi pada situasi yang berhubungan dengan tingginya kadar protein cairan serebrospinal. Bila terdapat perubahan osmolaritas darah akan diikuti perubahan osmolaritas CSS.2-3. PH Keseimbangan asam bas harus dipertimbangkan pada metabolik asidosis danmetabolik alkalosis. f. dan akan berubah bila metabolik asidosis atau alkalosis terjadi secara cepat. PH cairan serebrospinal lebih rendah dari PH darah. Mg 2. Osmolaritas Terdapat osmolaritas yang sama antara CSS dan darah (299 mosmol/L0.

Adanya peninggian tekanan intra kranial dengan tanda-tanda nyeri kepala. Sakit kepala Biasanya dirasakan segera sesudah lumbal punksi. kimia dan bakteriologi 2. PENGAMBILAN CAIRAN SEREBROSPINAL Pengambilann cairan serebrospinal dapat dilakukan dengan cara Lumbal Punksi. Sisternal Punksi atau Lateral Cervical Punksi. muntah dan papil edema 2. Tumor epidermoid intraspinal karena 2002 digitized by USU digital library 10 . Untrakranial subdural hematom 6. biasanya di lokasi bekas punksi disebabkan spasme otot 3. Bila tidak berhasil dapat dicoba lagi intervertebrale ke atas atau ke bawah. dan zat kontras pada myelografi Kontra Indikasi Lumbal Punski: 1. anti tumor dan spinal anastesi 3.IV. Kemudian ambil sampel untuk pemeriksaan jumlah danjenis sel. protein. kadar gula. Periksa gula darah 15-30 menit sebelum dilakukan LP 2. Indikasi Lumbal Punksi: 1. pinggul dan tumit lemas. Penyakit kardiopulmonal yang berat 3. Infeksi 4. kultur baktri dan sebagainya. bila perlu diminta pasen/keluarga terutama pada LP dengan resiko tinggi persetujuan Teknik Lumbal Punksi: 1. Boleh diberikan bantal tipis dibawah kepala atau lutut. punggung. Pasien diletakkan pada pinggir tempat tidur. Herniasi 5. kemudian jarum diputar dengan bagian pinggir yang miring menghadap ke kepala. sedangkan sisternal punksi dan lateral hanya dilakukan oleh orang yang benar-benar ahli. Jelaskan prosedur pemeriksaan. Komplikasi Lumbal Punksi 1. masukkan jarum tegak lurus dengan ujung jarum yang mirip menghadap ke atas. Dapat diberikan anasthesi lokal lidocain HCL 5. Untukmembantu pengobatan melalui spinal. Lumbal Punksi merupakan prosedure neuro diagnostik yang paling sering dilakukan. yaitu setinggi crista iliaca. Hematom dengan penekanan pada radiks 7. ini timbul pengurangan cairan serebrospinal 2. pemberian antibiotika. Backache. 6. Untuk membantu diagnosa dengan penyuntikan udara pada pneumoencephalografi. Dilakukan pemeriksaan tekanan dengan manometer dan test Queckenstedt bila diperlukan. Untuk mengetahui tekanan dan mengambil sampel untuk pemeriksan sel. dalam posisi lateral decubitus dengan leher. Ada infeksi lokal pada tempat Lumbal Punksi Persiapan Lumbal Punksi: 1. Bersihkan dengan yodium dan alkohol daerah yang akan dipungsi 4. Gunakan sarung tangan steril dan lakukan punksi. 2. Pada bayi dan anak setinggi intervertebrale L4-5 3. Bila telah dirasakan menembus jaringan meningen penusukan dihentikan. Tempat melakukan pungsi adalah pada kolumna vetebralis setinggi L 3-4.

USA : Mosby. 1991:3-37 Chusid JG. 1984: 203-210 Scheld MW. DAFTAR PUSTAKA Adams RD. 1990: 391-397 Duus P. 1989: 15-28 Ranson and Clark.3rd ed. 2nd ed. New York : Raven Press. including hydrocephalus and meningeal reaction. 6th ed. Infectious disease in basic neurology. Neurodiagnostic procedures in handbook of symptom-oriented neurology. Corelatif neuroanatomy and functional neurology. 4th ed. infection of the nervous system. 2nd ed vol. its development and function. USA. Kandel ER. New York: McGraw Hill. 1983:334-347 Gilroy J. 10th ed. New York:McGraw Hill. 1991: 251-273 Guyton AC. Philadelphia: WB Sounders. 8th ed. patofisiologi kelainan cairan serebrospinal. Philadelphia : WB Sounders. Disturbances of cerebrospinal fluid circulation.V. 1981: 383-386. PENUTUP Telah dibicarakan secara singkat mengenai anatomi dan fisiologi pembentukan cairan serebrospinal. 1991: 861-881 Sid Gilman MD. 1982: 651658 Olson WH. Clinical laboratory medicine. New York: Lange Medical Publication. 2nd ed. 1992:270-275 2002 digitized by USU digital library 11 . Chicago: Year Book Medical. 71-77 Ravel R. 2nd ed. Meninges.1 New York : Elsevier. Infection of the central nervous system. The Anatomy of the nervous system. 1997:623-642. The special fluid systems of the Body in textbook of medical phsyilogy. Ventriceles and cerebro spinal fluid in topical diagnosis in neurology. Philadelphia: Davis Concussion. New York : Theime Verlay.1st ed. pengambilan cairan serebrospinal dan aplikasi klinik kelainan cairan serebrospinal. Lumbar puncsture and examination of cerebro spinalis fluid in diagnosti test in neurology. The cerebro spinal fluid in Manter and Gat’z Essentials of clinical neuroanatomy and neurophysiology. Principles of neural science. 1959. in principal of neurology. 717-721 Arnold and Matthews.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful