MODUL PERKULIAHAN KELAS KARYAWAN (PKK) MATERI: AUDIT SEKTOR PUBLIK

MODUL 13 S1 AKUNTANSI Oleh: Dr. Amilin, MSi, Ak

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA 2012

‘12

1

Akuntansi Sektor Publik Dr Amilin M.Si.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana

B. Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana . PENGERTIAN AUDIT SEKTOR PUBLIK PROSEDUR AUDIT SEKTOR PUBLIK LAPORAN HASIL AUDIT SEKTOR PUBLIK KESIMPULAN DAFTAR PUSTAKA ‘12 2 Akuntansi Sektor Publik Dr Amilin M.Si. C.DAFTAR ISI A.

yang diatur dalam UU no. 15 tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. Penyelenggaraan audit sektor publik atau pemerintahan tersebut dilakukan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembanguan (BPKP). BPKP merupakan suatu badan yang dibentuk oleh lembaga eksekutif negara (presiden). yang bertugas untuk mengawasi dana untuk penyelenggaraan pembangunan negara yang dilakukan pemerintah dan bertangungg jawab atas tugasnya pada pemerintah juga.AUDIT SEKTOR PUBLIK A. Audit Sektor Publik di Indonesia dikenal sebagai Audit Keuangan Negara. ‘12 3 Akuntansi Sektor Publik Dr Amilin M.Si. PENGERTIAN AUDIT SEKTOR PUBLIK Audit Sektor Publik adalah kegiatan yang ditujukan terhadap entitas yang menyediakan pelayanan dan penyediaan barang yang pembiayaannya berasal dari penerimaan pajak dan penerimaan negara lainnya dengan tujuan untuk membandingkan antara kondisi yang ditemukan dan kriteria yang ditetapkan. Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana .

1996:25) Sementara menurut Bastian. seperti : memadai atau tidaknya sistem pengendalian intern. Tujuan Audit Sektor Publik Tujuan audit sektor publik dipertegas dalam UU No. yaitu: a. Audit Keuangan Adalah audit atas laporan keuangan yang bertujuan untuk memberikan keyakinan yang memadai (reasonable assurance). UU ini menyatakan bahwa pemeriksaan berfungsi untuk mendukung keberhasilan upaya pengelolaan keuangan negara secara tertib dan taat pada peraturan perundang-undangan yang berlaku. terdapat tiga jenis audit keuangan Negara. 1. peraturan atau kontrak/perjanjian tertentu. (Pendlebury. 15 tahun 2004 dan Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN). efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber. dalam semua hal yang material sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia atau basis akuntansi komprehensif selain prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. ekonomi.Menurut Pendlebury. pengertian audit sektor publik adalah suatu pemeriksaan atau pengujian independen disertai pengungkapan opini tentang laporan keuangan atau berbagai kegiatan lain berkaitan dengan informasi keuangan dan non keuangan.Si. Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana . kesesuaian pelaksanaan kegiatan dengan ketentuan. Jenis Audit Sektor Publik Berdasarkan UU no. 15 tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. Tujuan dari audit keuangan : 1) 2) 3) Existence & Accurance ( ada & terjadinya ) Completeness ( kelengkapan ) Right & Obligation ( hak & kewajiban ) ‘12 4 Akuntansi Sektor Publik Dr Amilin M. apakah laporan keuangan telah disajikan secara wajar. 2. Audit sektor publik adalah jasa penyelidikan bagi masyarakat atas organisasi publik dan politikus yg sudah mereka bayar.

dan efektivitas. ekonomi. manusia. efisiensi. Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana . menggunakan Penyebab timbulnya ketidakhematan dan ketidakefisienan. barang) dari segi Penyajian pertanggungjawaban. 2) 3) yang berkaitan dengan kehematan dan efisiensi. 2) Menurut Lembaga Pemeriksaan Tertinggi AS (the United States General Accounting Office) Audit kinerja diterjemahkan sebagai performance audit yang artinya audit yang meliputi ekonomi. Entitas tersebut telah mematuhi peraturan perundang-undangan sumber dayanya secara hemat dan efisien. Audit Kinerja/ Audit Manajemen/ Value for Money Audit Adalah audit yang dilakukan secara objektif dan sistematis terhadap berbagai macam bukti untuk menilai kinerja entitas yang diaudit dalam hal ekonomi. menentukan apakah: 1) Suatu entitas telah memperoleh. efisiensi dan audit program. melindungi. efisiensi. Menurut CCAF (Canadian Comprehensive Auditing Foundation) Audit kinerja (comprehensive audit) adalah suatu pengujian (exemination) yang memberikan penilaian objektif dan konstruksi mengenai: 1) Pengelolaan sumber daya (uang. dengan tujuan untuk memperbaiki kinerja dan entitas yang diaudit dan meningkatkan akuntabilitas publik.Si.4) 5) Valuation & Alocation ( penilaian & alokasi ) Presentation & Disclosure ( penyajian & pengungkapan ) b. efisiensi dan efektifitas penggunaan sumber daya entitas yang diperiksa dalam rangka melaksanakan tanggungjawabnya. Menurut INTOSAI (International Organization of Supreme Audit Institutions Auditing Standars) Audit kinerja adalah suatu audit mengenai karakteristik audit kinerja yaitu : ekonomi. Sementara audit program adalah audit yang mencakup penentuan : ‘12 5 Akuntansi Sektor Publik Dr Amilin M. Audit tentang ekonomi dan efisiensi. dan efektifitas.

the right place. bedanya hanya “objek” yang di audit (Mahmudi. yaitu: a) Efektivitas program yaitu pencapaian tujuan yang telah Efektivitas operasional yaitu pencapaian sasaran ditetapkan.1) Tingkat pencapaian hasil program yang diinginkan atau Efektifitas kegiatan entitas. efisien. yang semuanya berkaitan dengan misi dan tujuan organisasi. Audit kinerja merupakan perluasan dari audit keuangan. c) Efektivitas organisasi yaitu keseluruhan kemampuan organisasi dan interaksi antara perencanaan strategis. dan costnya b) keluaran/output. 2005). 2) instansi yang bersangkutan. sumber daya manusia dan keuangan. ‘12 6 Akuntansi Sektor Publik Dr Amilin M. the right quality and the right quantity) 2) 3) Efisiensi yaitu mengoptimalkan penggunaan sumber daya. struktur dan proses manajemen. 3) perundang-undangan yang berkaitan dengan pelaksanaan program/ kegiatannya.Si. Kesimpulan Audit kinerja dalam hal ekonomi. tempat kualitas dan kuantitas yang benar (the right cost. Audit Keuangan Objek -> Laporan Keuangan. waktu. Dilakukan untuk memberi jaminan bahwa Laporan Keuangan yang disajikan Wajar & Bebas dari salah saji material & sesuai dengan PABU. Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana . Efektifitas yaitu melakukan pengukuran terhadap tingkat pencapaian tujuan (objektives dan goals) aktivitas tertentu atau program yang telah ditetapkan. the right time. dan efektivitas kos system tersebut. dampaknya. dan efektif 1) Dalam hal ekonomi yaitu memperoleh sumber daya (resources) dengan cost. sistem menghasilkan barang dan jasa yang diproduksi. pelaksanaan program atau fungsi Apakah entitas yang diaudit telah menaati peraturan manfaat yang telah ditetapkan oleh UU atau badan lain yang berwenang. Efektivitas berarti satu dari 3 terminologi.

5) 6) 7) 8) Mengikuti ketentuan pelaksanaan pengadaan yang sehat. 2) Menentukan tingkat pencapaian hasil suatu program yang diinginkan. Tujuan dari audit efektivitas yaitu : 1) Menilai tujuan program (baru/sdg berjalan) apakah sudah memadai dan tepat. ‘12 7 Akuntansi Sektor Publik Dr Amilin M. efisiensi dan efektivitas program & pengelolaan sumber daya. 3) Menilai efektifitas program dan atau unsur-unsur program secara terpisah. Melakukan pengadaan sumber daya sesuai dengan kebutuhan Melindungi dan memelihara semua sumber daya yang ada Menghindari duplikasi pekerjaan atau kegiatan yang tanpa Menghindari adanya pengangguran sumber daya. Tujuan dari audit ekonomi dan efisiensi adalah untuk mengetahui apakah entitas yang diaudit telah: 1) 2) 3) 4) tujuan. Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana . Menggunakan prosedur kerja yang efisien. secara memadai. Mematuhi persyaratan peraturan perundangundangan yang berkaitan dengan perolehan. 4) Mengidentifikasi faktor yang menghambat pelaksanaan kinerja.Si.Audit Kinerja Objek -> Organisasi. Menggunakan sumber daya yang minimum dalam pada biaya terendah. 9) Melaporkan ukuran yang sah dan dapat dipertanggungjawabkan mengenai kehematan dan efisiensi. menghasilkan barang/jasa dengan kualitas dan kuantitas yang tepat. pemeliharaan dan penggunaan sumber daya Negara. program dan aktivitas. Dilakukan untuk memperbaiki hasil kerja.

9) Apakah sistem pengendalian manajemen sudah memadai. Menentukan apakah program tersebut saling melengkapi dengan program lain yang terkait.5) Menentukan apakah manajemen telah mempertimbangkan alternatif untuk melaksanakan program (hasil baik dgn biaya yang lebih rendah). Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana . melaporkan dan memantau efektifitas program. 6) 7) Mengidentifikasi cara melaksanakan program dengan lebih baik. 8) Menilai ketaatan terhadap peraturan perundangundangan.Si. untuk mengukur. yaitu : 1) 2) 3) 4) Meningkatkan pendapatan. EFEKTIVITAS AUDIT PROGRAM Mengurangi biaya atau belanja. Memperbaiki kualitas pelayanan. BAGAN KARAKTERISTIK AUDIT KINERJA EKONOMI AUDIT MANAJEMEN EFISIENSI AUDIT KINERJA Manfaat audit kinerja sektor publik. ‘12 8 Akuntansi Sektor Publik Dr Amilin M. Memperbaiki efisiensi dan produktivitas.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana .5) Meningkatkan kesadaran manajemen sector publik terhadap transparasi & akuntabilitas. Pihak-pihak yang terlibat dalam audit kinerja. orang yang menguji akuntabilitas entitas yang diperiksa (auditee) untuk dilaporkan kepada pihak ketiga (stakeholder). entitas yang menuntut akuntabilitas entitas yang diperiksa (auditee) dan menerima laporan hasil pengujian akuntabilitas dari entitas pemeriksa (auditor). dan lebih spesifik pada area-area pertanggungjawaban yang diduga mengandung inefisiensi atau indikasi peyalahgunaan wewenang. diluar audit keuangan dan audit kinerja yang bertujuan untuk memberikan kesimpulan atas hal yang diaudit yang tidak dibatasi periodenya. dengan hasil audit berupa rekomendasi untuk ditindaklanjuti ‘12 9 Akuntansi Sektor Publik Dr Amilin M. Audit dengan Tujuan Tertentu (Audit Investigasi) Adalah audit khusus. yaitu : 1) Entitas pemeriksa (Auditor). 2) Entitas yang diperiksa (Auditee). Auditor Fungsi Atestasi Fungsi Audit Stakeholder Fungsi Akuntabilitas Auditee a.Si. entitas yang bertanggungjawab kepada entitas yang meminta pertanggungjawaban (stakeholder) 3) Entitas yang meminta pertanggungjawaban (Stakeholder).

Mengetahui potensi kelemahan aktivitas . Audit Pendahuluan : .Menilai efektivitas pengendalian manajemen . ketentuan dan kebijakan . b.Memahami pengendalian yang berlaku .Mendukung audit sementara dan menjadikannya audit yang sesungguhnya (definitive audit objektif). Prosedur Audit Berikut ini adalah beberapa prosedur yang dilakukan dalam pengauditan di sektor publik antara lain : a. Audit Terinci ‘12 10 Akuntansi Sektor Publik Dr Amilin M.Si. Tujuan audit investigasi adalah mencari temuan lebih lanjut atas temuan audit sebelumnya. .Penemuan obyek yang memiliki potensial kelemahan . B. PROSEDUR AUDIT SEKTOR PUBLIK 1.Menentukan audit sementara (tetantive audit objectif) . Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana .Informasi latar belakang obyek .bergantung pada derajat penyimpangan wewenang yang ditemukan. serta melaksanakan audit untuk membuktikan kebenaran berdasarkan pengaduan atau informasi dari masyarakat.Penelaahan peraturan.

3) Menguji asersi yang berkaitan dengan laporan keuangan dan menguji ketaatan pada undang-undang atau peraturan yang mengikat. dengan keyakinan yang memadai. proses audit sektor publik terbagi menjadi empat tahap. 2) Mengevaluasi efektivitas pengendalian internal auditan. relevan dan kompeten Pengembangan temuan atas keterkaitan temuan satu dengan temuan yang lain disajikan dalam kertas kerja audit (KKA) sebagai pendukung kesimpulan dan rekomendasi yang dibuat.. Pelaporan . yaitu: 1) Merencanakan audit untuk memperoleh informasi yang relevan dengan cara yang paling efisien.Mendorong pihak yang berwenang untuk melaksanakan tindak lanjut (perbaikan) sesuai dengan rekomendasi yang diberikan.Si. audit mempunyai tujuan untuk menyediakan informasi kepada para pengambil keputusan (pengguna laporan keuangan). Untuk mencapai tujuan ini.Mengkomunikasikan hasil audit termasuk rekomendasi kepada pihak yang berkepentingan terhadap laporan komprehensif dan menyajikan temuan penting hasil audit untuk mendukung kesimpulan audit dan rekomendasi. d. Tindak Lanjut . c. Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana . Secara keseluruhan.Pengumpulan bukti yang cukup. ‘12 11 Akuntansi Sektor Publik Dr Amilin M. dan sesuai dengan undang-undang atau peraturan yang berlaku. apakah laporan tersebut dapat diandalkan. pengendalian internal efektif.

SPKN ini merupakan revisi dari Standar Audit Pemerintahan (SAP) 1995. Saat ini. Standar Audit Sektor Publik Standar Audit adalah ukuran mutu berupa persyaratan minimum yang harus dipenuhi oleh seorang auditor. Melaksanakan tugas yang bukan merupakan kompetensinya b. pengetahuan akan tandatanda peringatan adanya masalah etika akan memberikan peluang untuk melindungi diri sendiri. Oleh karena itu. Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana . ‘12 12 Akuntansi Sektor Publik Dr Amilin M. Banyak auditor menghadapi masalah serius karena mereka melakukan hal-hal kecil yang tak satu pun tampak mengandung kesalahan serius. 3.Si. standar pekerjaan lapangan yang memuat mutu pelaksanaan audit di lapangan. SKPN memuat standar umum yang mengatur tentang persyaratan professional auditor. akan membangun suasana etis di lingkungan kerja.4) Melaporkan hasil audit. Pentingnya Nilai-Nilai Etika dalam Auditing Beragam masalah etis berkaitan langsung maupun tidak langsung dengan auditing. Berikut adalah masalah-masalah etika yang dapat dijumpai oleh auditor yang meliputi permintaan atau tekanan untuk: a. Mengungkapkan informasi rahasia c. penggelapan. namun ternyata hanya menumpuknya hingga menjadi suatu kesalahan yang besar dan merupakan pelanggaran serius terhadap kepercayaan yang diberikan. BPK telah menetapkan Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SKPN) sebagai standar audit di lingkungan keuangan Negara. dan standar pelaporan yang memuat persyaratan laporan audit yang professional. dan pada saat yang sama. penyuapan dan sebagainya. Mengkompromikan integritasnya dengan melakukan pemalsuan. 2.

2) Kepentingan Umum (Publik) Setiap akuntan harus menerima kewajiban untuk melakukan tindakan yang mendahulukan masyarakat kepentingan dan masyarakat. Oleh karena itu. 4) Obyektivitas menunjukkan komitmen ‘12 13 Akuntansi Sektor Publik Dr Amilin M. aturan etika dan interpretasi aturan etika yang diikuti dengan tanya jawab dalam kaitannya dengan interpretasi aturan etika. menghargai pada kepercayaan profesional. seorang auditor harus selalu memupuk dan menjaga kewaspadaannya agar tidak mudah takluk pada godaan dan tekanan yang membawanya ke dalam pelanggaran prinsipprinsip etika secara umum dan etika profesi.Si. maka telah terjadi pelanggaran terhadap komitmen pada prinsip-prinsip etika yang dianut oleh profesi. 3) Integritas Untuk memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik. Jika auditor tunduk pada tekanan atau permintaan tersebut. yaitu: 1) Tanggung Jawab Dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai profesional. Seorang auditor haruslah memiliki kesadaran dan kepekaan etis yang tinggi. Mendistorsi obyektivitas dengan menerbitkan laporan-laporan yang menyesatkan. Prinsip-prinsip etika dalam Kode Etik IAI ada 8 (delapan).d. setiap anggota harus memenuhi tanggung jawab profesionalnya dengan integritas setinggi mungkin. setiap moral dalam semua kegiatan yang dilakukan. mampu mengenali situasi-situasi yang mengandung isu-isu etis sehingga memungkinkannya untuk mengambil keputusan atau tindakan yang tepat Kode Etik Akuntan Indonesia mempunyai struktur seperti kode etik AICPA yang meliputi prinsip etika. Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana .

LAPORAN HASIL AUDIT SEKTOR PUBLIK ‘12 14 Akuntansi Sektor Publik Dr Amilin M. kecuali bila ada hak atau kewajiban profesional atau hukum untuk mengungkapkannya.Setiap akuntan harus menjaga obyektivitasnya dan bebas dari benturan kepentingan dalam pemenuhan kewajiban profesionalnya. 8) Standar Teknis Setiap akuntan harus melaksanakan jasa profesionalnya sesuai dengan standar teknis dan standar profesional yang relevan. legislasi dan teknik yang paling mutakhir. serta mempunyai kewajiban untuk mempertahankan pengetahuan dan keterampilan profesional pada tingkat yang diperlukan untuk memastikan bahwa auditan atau pemberi kerja memperoleh manfaat dari jasa profesional yang kompeten berdasarkan perkembangan praktik. 6) Kerahasiaan Setiap akuntan harus menghormati kerahasiaan informasi yang diperoleh selama melakukan jasa profesional dan tidak boleh memakai atau mengungkapkan informasi tersebut tanpa persetujuan.Si. 7) Perilaku Profesional Setiap akuntan harus berperilaku yang konsisten dengan reputasi profesi yang baik dan menjauhi tindakan yang dapat mendiskreditkan profesi. Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana . C. 5) Kompetensi dan Kehati-hatian Profesional Setiap akuntan harus melaksanakan jasa profesionalnya dengan kehatihatian. kompetensi dan ketekunan.

Nota dinas berisi hasil pengawasan yag strategis. mendesak dan atau yang bersifat rahasia sehingga harus disusun secara singkat.1. Pada audit keuangan. Tentang norma Pengawasan dan Kode Etik Pejabat Pengawas Pemerintah. Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana . laporan hasil audit dilengkapi dengan laporan keuangan yang diaudit. Biasanya format laporan audit internal sudah ditetapkan dalam bentuk yang baku. Gambaran Umum Tentang Laporan Hasil Audit Akhir dari proses audit ditutup dengan penyusunan laporan yang berfungsi sebagai media untuk mengkomunikasikan hasil audit kepada para penggunanya. memuat permasalahan/temuanhasil audit beserta rekomendasi yang perlu ditindak lanjuti oleh manajemen. Sedangkan pada audit ketaatan dan audit operasional. padat ‘12 15 Akuntansi Sektor Publik Dr Amilin M. memuat dasar penugasan. periode yang diperiksa. Kemudian. laporan hasilaudit dilengkapi dengan uraian hasil audit. laporannya dilengkapi dengan informasi mengenai keluaran yang dihasilkan dari kegiatan operasional satuan kerja yang diaudit. 2. antara lain. Laporan Hasil Audit Internal Pemerintah Daerah Dalam penulisan laporan audit internal pemerintah daerah perlu diperhatikan norma pelaporan yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 28 tahun 2007. informasi umum tentang audit. laporan hasil pengawasan secara tertulis dapat disajikan dalam bentuk “Nota Dinas/Surat” dan “Laporan Hasil Pengawasan Lengkap”. dan gambaran umum tentang pelaksanaan kegiatan operasional yang diuji pada audit kepatuhan dan audit operasional. lingkup dan tujuan audit. kebijakan akuntansi untuk laporan audit keuangan.Si.

.Si. kompeten dan relevan. Laporan pengawsan ini dapat bersifat sementara dan bersifat final.Dibuat secara tertulis dan disampaikan kepada pejabat yang berwenang. Penulisan dalam laporan hasil pengawasan ini dengan menggunakan bahasa/istilah yang sederhana dan mudah dipahami oleh pembaca atau pengguna laporan.Mengungkapkan permasalahan yang disajikan menggunakan analisis berdasarkan disiplin ilmu pengetahuan tertentu harus berdasarkan fakta/data yang valid dari instandi yang diawasi dan/atau sumber informasi yang independen. .dan jelas yang menggambarkan permasalahan secara utuh dan lengkap. Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana . Laporan bersifat sementara dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan yang sangat mendesak bagi pejabat yang berwenang mengambil tindakan dan atau menjadi bahan pertimbangan dalam mengambil suatu kebijakan.Berisi laporan pengawasan yang diuraikan secara lengkap atas semua permasalahan yang ditemukan berdasarkan bukti/fakta yang cukup. Walaupun bersifat sementara isi laporan harus didukung fakta/data yang mengarah pada kesimpulan final. Laporan Hasil Pengawas Lengkap : . Ketepatan Waktu Laporan Laporan hasil pengawasan harus diterbitkan sebelum batas waktu yang ditentukan di dalam peraturan perundang-undangan agar ‘12 16 Akuntansi Sektor Publik Dr Amilin M. yaitu pejabat pemberi perintah dan pejabat lain yang terkait dan/atau memerlukan laporan hasil pengawasan itu. 3.

Kesimpulan secara obyektif dalam bahasa yang sederhana namun jelas. Fakta secara teliti. Memberitahukan masalah penting/urgen kepada pejabat yang berwenang pada instansi yang diawasi.Si. harus dijelaskan sebab dan akibatnya. jelas. Melaporkan masalah penting/urgen kepada pejabat pemberi perintah tugas pengawasan. cermat. Penjelasan ruang lingkup dan tujuan pengawasan b. c.memberikan manfaat yang maksimal. b. dan mudah dimengerti oleh para pihak yang menggunakannya. ‘12 17 Akuntansi Sektor Publik Dr Amilin M. lengkap dan layak atas permasalahan yang diangkat. Isi Laporan Hasil Audit Pejabat pengawas pemerntah menyusun laporan tertulis yang memuat : a. Menyusun laporan pada saat kegiatan pengawasan mulai dilaksanakan. Hal ini dimaksudkan agar tindakan korektif terhadap permasalahan tersebut terjadi. Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana . d. Dalam upaya mempercepat penerbitan laporan maka pejabat pengawas pemerintah sudah harus : a. Uraian laporan hasil pengawasan dibuat secara singkat. lengkap. guna tertentu dapat dilaksanakan oleh pejabat yang mencegah meluasnya permasalahan 4. c.

Identifikasi dan penjelasan atas permasalahan yang masih perlu pendalaman lebih lanjut dari pejabat pengawas pemerintah atau pihak lain. Standar Audit Pemerintahan. penerbitan dan penyempurnaan serta peningkatan kinerja. Loebbecke. Informasi berdasarkan fakta/bukti dan kesimpulan yang disajikan di dalam kertas kerja pengawasan sehingga apabila diperlukan dalam dibuka kembali/ ditunjukan dasar penulisan laporan.  ‘12 18 Akuntansi Sektor Publik Dr Amilin M. Alvin A.Englewoods Cliff. An Integrated Approach. Rekomendasi yang dapat disajikan dasar tindakan perbaikan. Rowan (1996). i. Kritik disajikan dalam pertimbangan yang wajar dengan memuat kesulitan atau kondisi yang tidak lazim yang dihadapi oleh pejabat yang diawasi. Badan Pemeriksa Keuangan. Jakarta: BPK.e. 15 tahun 2004 Arens. Pengakuan atau penghargaan bagi prestasi yang dicapai oleh instansi yang diawasi. Public Sector Accounting. g. dan James K. j. Auditing. 1995. f. Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana . DAFTAR PUSTAKA Pendlebury.Si. Permasalahan yang bersifat kasus penyelewengan tertentu dan/atau pertimbangan lain tidak perlu dimuat namun disampaikan secara khusus kepada pejabat yang berwenang secara tertulis/tidak tertulis. h. Maurice & Jones. New Jersey: Prentice Hall. terlebih apabila prestasi tersebut dapat dimanfaatkan instansi lain. 1991. Prentice Hall    UU no.

‘12 19 Akuntansi Sektor Publik Dr Amilin M. Indra Akt. Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana .. Visi Global Media.D. Jakarta.Si. Standar Profesional Akuntan Publik. Ph. 2001. MBA.  Ikatan Akuntan Indonesia. Bastian. Audit Sektor Publik.. 2003.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful