P. 1
BELAJAR MOTORIK

BELAJAR MOTORIK

|Views: 27|Likes:
Published by Satriyo Pamungkas
BELAJAR MOTORIK
BELAJAR MOTORIK

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Satriyo Pamungkas on Apr 09, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/22/2013

pdf

text

original

BELAJAR MOTORIK

Konsep umum belajar motorubik : proses/perubahan perilaku gerak akibat pengalaman dan latihan. Perilaku ini mencangkup kognitif, afektif, dan psikomotor.

Konsep spesipik belajar motorik : proses menguasai, menghaluskan, memantapkan → motor ability (kemamapuan mtorik), motor skill (keterampilan motorik)Teknik : prosedur gerak dalam melakukan suatu tugas gerak/model untuk melakukank tugas gerak.

Keterampilan : diperoleh melalui belajar/latihan, merupakan aksi motorik, merupakan kemempuan seseorang melakukan tugas gerak mencapai tujuan tertentu.

Motor ability : kapasitas uang dimiliki seseorang untuk melakukan tugas gerak, yang sudah melakat sejak anak-anak. Tidak perlu dipelajari, bersifat biologis, bakat, dibawa sejak lahir.

Karakteristi belajar motorik : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Merupakan proses Tidak teramati secara langsung Hasil pengalaman Menghsilkan kebiasaan Relative permanen Ada efek negative Kurva mula-mula menanjak, selanjutnya mendatar, akhirnya menurun.

Fase belajar motorik 1. Kognitif : verbal

Motor mencari hubungan antara gerak yang dilakukan dengan hasil yang dicapai 2. Fixasi/asosiatif : motor stage

Gerakan dilakukan berulang-ulang/dimantapkan. Fase latihan : koreksi, perbaikan oleh guru.

3.

Autonomus : otomatisasi

Gerakn dilakukan secara otomatis, keterampilan sudah disempurnakan, tingkat kecemasan berkurang, waktu dan urutan pola otomatis, gangguan lingkungan berkurang.

Beberapa hal dalam fase 1 : 1. 2. 3. 1. 2. 3. 4. Pahami hakekat gerak Memperolah gambaran yang jelas Memperoleh ide tentang gerakan. Empat hal yang dituntut untuk memperoleh ide: Tujuan harus jelas Adanya perhatian siswa Bemakna/mempunyai arti Kondisi harus mantap

Fase 2 : 1. 2. 3. Latihan berulang-ulang Lakukan koreksi dan perbaikan Banyak latihan tergantung kompliksitas dan pengalaman motorik

Fase 3 : (cirri-ciri yang terlihat) 1. 2. 3. 4. 5. 6. Keterampilan mudah disempurnakan Tingkat kecemasan menurun Waktu dan urutan gerak otomatis Gangguan lingkungan berkurang Pengendalian akal berkurang Kecepatan dan efisiansi meningkat

Prinsip belajar motorik 1. Sederhana ke komplek 2. Kenali kemampuan awal siswa 3. Kesempatan berlatih cukup

4. Mantapkan umpan balik 5. Menghasilkan keberhasilan 6. Berikan bantuan dan kurangi bantuan 7. Lakukan koreksi dan perbaikan gerakan Unsur-unsur gerak :

1. Space (ruang) 2. Force (tenaga) 3. Flow (aliran gerak) 4. Ritme (irama gerak) Tugas utama belajar motorik ; 1. Menerima dan menginterpretasikan informasi

a. Faktor psikologis b. Berfungsi indera c. Faktor fisiologi d. Kejelasan informasi 2. Mengolah dan menyusun informasi

a. Pengalaman mototik yagn ngtersimpan si dalam LTM ( long term memory) b. Kemampuan kognitif 3. Realisasi gerakan dalam bentuk latihan

a. Kapabilitas b. Motor ability c. Penglaman motorik yang terimpan dalam LTM d. Komplek gerakan

PERSIAPAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MOTORIK

A. "Bagaimana memotivasi?"

Motivasi akan menentuktuan siswa mamapu dan mau mempelajari suatu kemampuan. Seorang siswa yang tidak termotivasi sama sekali tidak akan mau beraltih, dan karenanya hasil latihan atau belajar tidak akan maksimal. Siswa yang termotivasi akan menghabiskan waktu dan usahanya untuk melakukan tugas yang diberikan, dengan latihan yang lebih serius, yang mengarahkannya pada pembelajaran yang relative.

Upaya memotivasi siswa 1. Memperkenalkan keterampilan

Memperkenalkan makna dan manfaat dari keterampilan yang dimaksud untuk masa-masa tertentu. Penjelasan tentang bagaimana keterampilan itu ditampilkan dalam tingkat yang sebenarnya. 2. Menetapkan tujuan belajar

Commit pada diri sendiri terhadap suatu tujuan merupakan motivasi yang sungguh-sungguh kuat. Tujuan yang ditetapkan harus realistis, sesuatu yang dapat dicapai melelui latihan dan usaha.

3.

Knowledge of result

Pentingnya pengetahuan penmpilan atau pengetahuan tentang hasil penmpilan dalam proses pembelajarn gerak.

B.

Memberi tugas

Memeberi gambaran yang menyeluruh kepada siswa tentang keterampilan yang akan dipelajari, termasuk pemberian deskripsi umum tentang bagaimana keterampilan itu dittampilkan. Prosedur yang dilakukan : 1. Pemberian instruksi

Siner mencatat bahwa pemberian intruksi ini harus meliputi empat hal : a. b. c. d. 2. Terus menerus memeberikan intruksi dan aratukh Hanya digunakan sebagai teknik transfer nilai pra-latihan (pre training) Mendorong siswa untuk memberikan respon pada tanda-tanda khusus pada saat yang khusus Menwarkan saran yang bersifat korektif pada penmapilan yang bersangkutan Modeling dan demonstrasi

Media yang paling baik dalam pemberian intruksi pra-latihan adalah alat-alat bantu visual, seperti gambar dari suatu teknik atau keterampilan yang benar, klip film, atau demonstrasi oleh kawan sekelas atau oleh guru sendiri. Prosedur ini merupakan bagian dari upaya pembelajaran observasional, dimana para siswa menalbah informasinya hanya dengan mengamati penampilan orang lain.

Empat pedoman pemberian demonstrasi :

1. 2. 3. 4.

Para siswa harus disadarkan untuk mengamati contoh yang diberikan dengan perhatian penuh. Guru harus menyampaikan informasi yang optimal dapat diproses oleh kemampuan siswa Demonstrasi tersebut akan memberikan efek yang lebih baik jika diulang lebih dari sekali Akan sangat membantu jika dapat menampilkan demontrasi dalam bentuk film.

Bentuk latihan Bentuk latihan dapat dibedakan antara latihan yang berbentuk latihan motorik dan fisik serta latihan yang berbentuk latihan mental. Teknik latihan fisik dan motorik Siapapun yang menyatakan “practice make perfect” mean ngetahui bahwa penguasaan keterampilan memerlukan pengulangan. Akan tetapi, pengulangan sendiri tidak menjamin meningkatnya penguasaan keterampilan tetapi hanya memperkuat pembentukan perilaku permanen. Oleh kerana itu adigium lama tersebut akan lebih tapat berbunyi “latihan dirancang efektif membuat sempurna”.

Bebeapa teknik latihan fisik

1.

Latihan simulator

Simulator adalah alat yang meniru keadaan tertentu dari tugas yag menyerupai gerak sebenarnya. Simulator sering berupa alat yang rumit, canggih,dan mahal, seperti yang digunakan untuk melatih pilot. Tetapi simulator juga tidak terlalu rumit. Banyak perlengkapan yang malahan dapat dibuat sendiri oleh guru atau pelatih, sebagai alat bantu latihan.

2.

Latihan gerak lamban

Satu metode untuk menyedehanakan latihan dari keterampilan target adalah latihan gerak lamban. Kekhususan dari gagasan pembelajaran akan menyatakan bahwa gerak lamban amat berbeda jauh dengan kecepatan normal. Latihan gerak lamban bermanfaat pada latihan tahap-tahap awal pembelajran. Dengan melatih gerakn lamban, meraka harus mengontrol gerakan secara efektif, sehingga mengurangi keselahan dalam pola gerak fundamentalnya

Teknik latihan mental (menthal rehearsal) Dalam khsanah pembelajaran gerak, kini muncul kesadaran bahwa upaya penguasaan keterampilan tidak hanya difokuskan pada pembalajaran gerak saja, melainkan disadari perlunya menyisihkan waktu untuk latihan mental.

Latihan mental adalah proses latihan dengan cara memikirkan atau membayangkan secara mental aspek tertentu dari keterampilan yang sedang dipelajari, tanpa terlibat dalam segala macam gerak sesungguhnya. Dalam khsanah pelatihan kita, praktik pelatihan mental sering juga disebut latihan nir gerak atau nir motorik.

Selama latihan mental, anak atau atlet dapat diingatkan kepada aspek procedural atau aspek simbolik dari keterampilan (misalnya, urutan dalam rangkaian dansa atau gerakan stroke dalam permainan raket), atau meraka membayangkan dirinya seperti benar-benar sedang memenangkan pertandingan, yang kadang disebut secara khusus sebagai pembayangan mental (mental imagery).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->