Hakikat Manusia Menurut Islam

Abdurachman Assad, MA A. PENDAHULUAN Tentunya orang bertanya, Apa hakikat manusia menurut Islam? Seindah manakah manusia digambarkan dalam pandangan islam?, apakah mereka ada dengan sendirinya, lalu kemanakah mereka akan pergi? Untuk apa sebenarnya mereka hidup? Menurut Islam, manusia adalah makhluk ciptaan Allah; ia tidaklah muncul dengan sendirinya atau berada oleh dirinya sendiri. Al-Quran surat al-'Alaq ayat 2 menjelaskan bahwa manusia itu diciptakan Tuhan dari segumpal darah; Al-Quran surat al-Thariq ayat 5 menjelaskan bahwa manusia dijadikan oleh Allah; Al-Quran surat al-Rahman ayat 3 menjelaskan bahwa Al-Rahman (Allah) itulah yang menciptakan manusia. Masih banyak sekali ayat Al-Quran yang menjelaskan bahwa yang menjadikan manusia adalah Tuhan. Jadi, manusia adalah makhluk ciptaan Allah. Hakikat wujudnya yang lain ialah bahwa manusia adalah makhluk yan

perkembangannya dipengaruhi oleh pembawaan dan lingkungan. Dalam teori yang dikembangkan di dunia Barat, dikatakan bahwa perkembangan seseorang hanya dipengaruhi oleh pembawaan (nativisme). Sebagai lawannya berkembang pula teori yang mengatakan bahwa perkembangan seseorang hanya ditentukan oleh lingkungannya (empirisme). Sebagai sintesisnya dikembangkan teori ketiga yang mengatakan bahwa perkembangan seseorang ditentukan oleh pembawaan dan lingkungannya (konvergensi). Menurut Islam; kira-kira konvergensi inilah yang mendekati kebenaran. Salah satu sabda Rasulullah saw mengatakan: Tiap orang dilahirkan membawa fitrah; ayah dan ibunyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi. (Hadis riwayat Bukhari dan Muslim) Menurut hadis ini manusia lahir membawa kemampuan-kemampuan; kemampuan itulah yang disebut pembawaan. Fitrah yang disebut di dalam hadis itu adalah potensi. Potensi adalah kemampuan; jadi, fitrah yang dimaksud di sini adalah pembawaan. Ayah-ibu dalam hadis ini adalah lingkungan sebagaimana yang dimaksud oleh para ahli

‘13

1

Agama Islam Abdurachman Assad, MA.

Pusat Bahan Ajar dan Elearning Universitas Mercu Buana

sepeti firman Allah dalam surat Al-Anbiya : 34-35 "Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu (Muhammad) maka apabila kamu mati apakah mereka akan kekal ? tiap . dan rohani sebagai potensi pokok. insan / ins / annas 2. fisik psikis. Pusat Bahan Ajar dan Elearning Universitas Mercu Buana . yaitu nafsu .pendidikan. ia berkecenderungan beragama. Dalam Alqur'an ada 3 kata yang digunakan untuk menunjukan arti manusia. Nafsu merupakan tenaga potensial yang berupa dorongan untuk berbuat kreatif dan dinamis yang yang dapat berkembang kepada dua arah . MA. yaitu 1. Pengertian Manusia Menurut Al-Qur’an Apa dan siapa sebenarnya manusia itu? Manusia adalah makhluk ciptaan Allah. B. kami akan menguji kamu dengan kebaikan dan keburukan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya) dan hanya kepada kami kamu dikembalikan " Kata insan digunakan untuk menunjuk manusia dengan segala totalitasnya . KONSEP MANUSIA 1. di dalam diri manusia terdapat tiga kemampuan yang sangat potensial untuk membentuk struktur kerohaniahan . ia berkembamg dipengaruhi oleh pembawaan dan lingkungannya. bani adam / dzurriyat adam Sedangkan yang paling banyak di jelaskan dalam alquran adalah Basyar dan insan . kata Basyar menunjukan manusia dari sudut lahiriyahnya ( fisik) serta persamaanya dengan manusia seluruhnya . jasmani dan rohani. Kedua-duanya itulah.tiap yang berjiwa akan mati. akal. yang menentukan perkembangan seseorang. menurut hadis ini. Itulah antara lain hakikat wujud manusia yang lain ialah bahwa manusia itu adalah makhluk utuh yang terdiri atas jasmani. yaitu kebaikan dan kejahatan. sebagaimana Firman Allah dalam surat as-Syam 8 : " Maka allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) esesatan dan ketakwaan " ‘13 2 Agama Islam Abdurachman Assad. basyar 3. akal dan rasa.

Sebelum ruh ditiupkan . Pusat Bahan Ajar dan Elearning Universitas Mercu Buana . ketika masih di alam ruh manusia telah berjanji mentauhidkan Allah (Qs Al A’raf : 172 ) Al-Quran menerangkan bahwa manusia berasal tanah dengan mempergunakan bermacam-macam istilah. " Sesungguhnya orang yang mengatakan : tuhan kami adalah Allah. Manusia diciptakan Allah Swt. estetika dan agama. Hal ini dapat ‘13 3 Agama Islam Abdurachman Assad. seperti : Turab.Akal sebagai potensi intelegensi berfungsi sebagai filter yang menyeleksi mana yang benar dan mana yang salah yang didorong oleh nafsu akal akan membawa manusia untuk memahami . Dari segumpal tanah lalu menjadi nutfah ( didalam rahim ). Proses Kejadian Manusia Di dalam Alqur’an Proses kejadian Manusia dapat di jelaskan sebagai berikut : 1. 2. Ditiupakn Ruh (Qs Alhijr : 29 ) 4. dan Sualalah. segumpal daging. Shal-shal.nilai etika. segumapl darah. " akan tetapi Orang . 12-14 ) 3. meneliti dan menghayati alam dalam rangka memperoleh ilmu pengetahuandan kesejahteraan . tulang dibungkus dengan daging dan akhirnya menjadi makhluk yang paling sempurna (Qs Almukminun . Thien. MA. Sedangkan dalam Hubungan social Alqur’an memberikan istilah Annas yang merupakan jamak dari kata insane dan perwujudan kualitas keinsanian manusia ini tidak terlepas dari konteks sosialnya dengan lingkungan. Berasal dari saripati tanah.Orang yang lalim itu mengikuti hawanafsunya tanpa ilmu pengetahuan " ( Qs Arrum : 29 ) sedangkan rasa merupakan potensi yang mengarah kepada nilai . kemudian mereka berIstiqomah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada pula berduka" (Qs Al Ahqaf : 13) Ketiga potensi Dasar diatas membentuk Struktur kerohaniahan yang berada Di dalam diri manusia yang kemudian akan membentuk manusia sebagai insan. ( Qs Al Hijr : 28 ) 2. Konsep basyar dan insan merupakan konsep islam tentang manusia sebagai individu .

Hal ini itu menimbulkan pendapat bahwa manusia benar-benar dari tanah. Manusia yang sekarang ini. Adapun tahapan-tahapan dalam proses selanjutnya. ‘13 4 Agama Islam Abdurachman Assad. Ayat-ayat yang menyebutkan bahwa manusia diciptakan dari tanah. Ayat yang menyatakan ( zahir ayat ) bahwa jika Allah menghendaki sesuatu jadi maka jadilah ( kun fayakun ). MA. Jika dinyatakan istilah “Lumpur hitam yang diberi bentuk” (mungkin yang dimaksud adalah bahan-bahan yang terdapat pada Lumpur hitam yang kemudian diolah dalam bentuk reaksi kimia). yaitu pada tanah. bukan ayat yang menjamin bahwa setiap yang dikehendaki Allah pasti akan terwujud seketika. maka segala sesuatu dapat terjadi. untuk kemudian bereaksi kimiawi. umumnya dipahami secara lahiriah. Apa yang dikehendaki Allah pasti terwujud dan terwujudnya mungkin saja melalui suatu proses. Pusat Bahan Ajar dan Elearning Universitas Mercu Buana . Hal itu seperti pernyataan bahwa tumbuh-tumbuhan bahan makanannya dari tanah. Dalam hal ini harus dibedakan antara kalimat kun fayakun dengan kun fa kana. hanya merupakan petunjuk dimana sebenarnya bahan-bahan pembentuk manusia yaitu ammonia. Berdasarkan pengamatan yang mendalam dapat diketahui bahwa manusia dilahirkan ibu dari rahimnya yang proses penciptaannya dimulai sejak pertemuan antara permatozoa dengan ovum. tetapi sebagian saja. dengan asumsi karena Tuhan berkuasa . Pada zaman dahulu tenaga yang memungkinkan terjadinya sintesa cukup banyak dan terdapat di mana-mana seperti panas dan sinar ultraviolet. Pendapat tersebut didasarkan atas asumsi bahwa: Ayat-ayat yang menerangkan bahwa manusia diciptakan dari tanah tidak berarti bahwa semua unsure kimia yang ada dalam tanah ikut mengalami reaksi kimia. maka maksudnya adalah bahwa proses kejadiannya melalui oksidasi pembakaran. Akan tetapi ada sebagian umat islam yang berpendapat bahwa Adam bukan manusia pertama. Oleh karena itu bahan-bahan pembuk manusia yang disebut dalam al-Quran hanya merupakan petunjuk manusia yang disebut dalam al-Quran . Sedangkan kalau dikatakan sebagai tembikar yang dibakar . al-Quran tidak menjelaskan secara rinci.diartikan bahwa jasad manusia diciptakan Allah dari bermacam-macam unsure kimiawi yang terdapat dari tanah. prosesnya dapat diamati meskipun secara bersusah payah. menthe. Hal ini dimungkinkan karena segala sesuatu yang ada didunia juga mengalami prosi yang seperti dinyatakan antara lain dalam surat alA’la 1-2 dan Nuh 14. dan air terdapat. karena tidak semua unsur kimia yang ada dalam tanah ikut diserap oleh tumbuh-tumbuhan.

maka Adam lahir pula dari sesuatu yang hidup sebelumnya. abu bakar antara lain menyatakan “selama saya menaati Allah. Hal itu karena kata “tsumma” yang berarti kemudian. Dalam penciptaannya manusia dibekali dengan beberapa unsure sebagai kelengkapan dalam menunjang tugasnya. tetapi apabila saya menyimpang . Unsur-unsur tersebut ialah : jasad ( al-Anbiya’ : 8. Untuk memahami informasi tersebut secara mendalam. Yang perlu diingatkan sekarang adalah bahwa manusia oleh Allah. MA. Perlu diingat bahwa istilah khalifah pernah dimunculkan Abu bakar pada waktu dipercaya untuk memimpin umat islam. Dalam pidatonya setelah diangkat oleh umat islam. dan lainlainnya perlu dilibatkan. agar dalam memahami ayat-ayat tersebut tidak secara harfiah. Jika demikian pengertian khalifah. Shad : ‘13 5 Agama Islam Abdurachman Assad. Kebanyakan umat Islam menerjemahkan dengan pemimpin atau pengganti. kata khalifah berasal dari kata khalafa yakhlifu khilafatan atau khalifatan yang berarti meneruskan. Hal itu karena kenyataan menunjukkan bahwa tidak semua orang mau memilih ajaran Allah. Jika polemik ini senantiasa diperpanjang. yang biasanya dihubunkan dengan jabatan pimpinan umat islam sesudah Nabi Muhammad saw wafat . dinyatakan dalam al-baqarah 30. Perbedaan pendapat tentang apakah adam manusia pertama atau tidak. jangan-jangan hanya akan menghabiskan waktu dan tidak sempat lagi memikirkan tentang status dn tugas yang telah ditetapkan Allah pada manusia al-Quran cukup lengkap dalam memberikan informasi tentang itu. dapat juga berarti suatu proses. baik pimpinan yang termasuk khulafaurrasyidin maupun di masa Muawiyah-‘Abbasiah. maka dapat menimbulkan pemikiran bahwa apabila isa lahir dari sesuatu yang hidup.Jika diperhatikan surat Ali Imran 59 dimana Allah menyatakan bahwa penciptaan Isa seperti proses penciptaan Isa seperti proses penciptaan Adam. maka luruskanlah saya”. ahli-ahli kimi. sehingga kata khalifah dapat diartikan sebagai pemilih atau penerus ajaran Allah. maka ikutilah saya. maka tidak setiap manusia mampu menerima atau melaksanakan kekhalifahannya. diciptakan langsung atau melalui suatu proses tampaknya tidak akan ada ujungnya karena masingmasing akan teguh pada pendiriannya. yang berarti aku adalah pelanjut sunah rasulillah. yaitu maryam. Status manusia sebagai khalifah . diharapkan menjadi khalifah ( pemilih atau penerus ajaran Allah ). Pusat Bahan Ajar dan Elearning Universitas Mercu Buana . biologi. Pada waktu itu beliau mengucapkan inni khalifaur rasulillah.

tetapi ia khalifah pertama. Yang dapat mengendalikan adalah wahyu. Nafs adalah jiwa . kemudian lahir ke dunia setelah berproses dalam rahim ibu. Aqal adalah daya fakir. malaikat melihat ada makhluk dan jenis makhluk yang dilihat adalah jenis yang selalu merusak alam dan bertumpah darah. yaitu ilmu yang obyektif dari Allah. Berdasarkan ungkapan pada surat al-Baqarah 30 terlihat suatu gambaran bahwa Adam bukanlah manusia pertama. As-Sajadah 9. suka berkeluh kesah ( al-Ma’arif 19 ). sedang kata ja’ala mengarah pada sesuatu yang bukan baru. al-Anfal 22. Al-Ara’f 179. Hal itu semua merupakan produk dari nafs . Ruh adalah daya hidup. Dengan demikian. berkembang menjadi mudgah. Shaffat 84 dan lain-lain ). Al-anbiya’ :91 dan lain-lain). pemahaman ayat akan lebih sempurna jika ditunjang dengan ilmu pengetahuan. karena subyektif. Pemahaman seperti ini konsisten dengan ungkapan malaikat yang menyatakan “ apakah engkau akan menjadikan di bumi mereka yang merusak alam dan bertumpah darah?” ungkapan malaikat tersebut memberi pengertian bahwa sebelum adam diciptakan. tetapi dengan bantuan ilmu pengetahuan dapat dipahami urutannya. ditiupkannya ruh. Dengan demikian al-Quran tidak berbicara tentang proses penciptaan manusia pertama. dan Qolb adalah daya rasa. kecenderungan tersebut belum sepenuhnya dapat terkendali. saripati makanan. ‘13 6 Agama Islam Abdurachman Assad. sedang yang dapat mengendalikan kecenderungan negatif adalah aqal dan qolb. alaqah. al-Mulk 10 dan lain-lain). Nafs (al-Baqarah 48. Tetapi jika hanya dengan aqal dan qolb. dan Qolb ( Ali Imran 159.dengan arti kata “ memberi bentuk baru”. karena malaikat tidak tahu apa yang akan terjadi pada masa depan. Ali Imran 185 dan lain-lain ) . kata yang dipakai adalah jaa’ilun dan bukan khaaliqun. suka membantah ( al-kahfi 54 ). Adanya pengertian seperti itu dimungkinkan. Yang dibicarakan secara terinci namun dalam ungkapan yang tersebar adalah proses terciptanya manusia dari tanah. Ayat berserak. sebab yang tahu apa yang akan terjadi dimasa depan hanya Allah. MA. Kemampuan seseorang untuk dapat menetralisasi kecenderungan negatif tersebut ( karena tidak mungkin dihilangkan sama sekali ) ditentukan oleh kemauan dan kemampuan dalam menyerap dan membudayakan wahyu. Dalam ayat tersebut. Aqal ( al-Baqarah 76. Kata khalaqa mengarah pada penciptaan sesuatu yang baru. Pusat Bahan Ajar dan Elearning Universitas Mercu Buana .34 ). suka melampaui batas ( al-‘Alaq 6 ) suka terburu nafsu ( al-Isra 11 ) dan lain sebagainya. air yang kotor yang keluar dari tulang sulbi. Ruh (al-Hijr 29. Jasad adalah bentuk lahiriah manusia. suka bernuat zalim dan ingkar ( ibrahim 34). Di samping itu manusia juga disertai dengan sifat-sifat yang negatif seperti lemah ( an-Nisa 28 ).

peranan manusia dalam kehidupan di bumi tentulah sangat vital.tujuan tersebut dapat dikelompokan menjadi dua ‘13 7 Agama Islam Abdurachman Assad. baik didarat. berupa al-Quran menurut sunah rasul. Namun demikian. oleh karena itu dalam hidup manusia memiliki banyak sekali tujuan. Kelebihan manusia adalah kemampuan untuk bergerak dalam ruang yang bagaimanapun. EKSISTENSI DAN MARTABAT MANUSIA MENURUT ISLAM 1. MA.Oleh karena al-Quran tidak bicara tentang manusia pertama. “mereka itu seperti binatang ( ulaaika kal an’aam ). Mengenai kelebihan manusia atas makhluk lain dijelaskan surat al-Isra’ ayat 70. Sedangkan binatang bergerak diruang yang terbatas. B. Jika manusia hidup dengn ilmu selain ilmu Allah. Dengan ilmu manusia mampu berbudaya. tujuan Hidup manusia Sebagai makhluk yang paling sempurna yang telah diciptakan oleh allah didunia. manusia tidak bermartabat lagi. Pusat Bahan Ajar dan Elearning Universitas Mercu Buana . dilaut. maupun diudara. Hasil pembuktian para saintis hanya bersifat relatif dan pada suatu saat dapat disanggah kembali. Karena ilmunya itulah manusia dilebihkan ( bisa dibedakan ) dengan makhluk lainny. Al-An’am : 165 ). namun tetap saja mempunyai keterbatasan dan tidak bisa melampaui manusia. 3. Disamping itu. Kelebihankelebihan itu membedakan manusia dengan makhluk lainnya. manusia diberi akal dan hati. sehingga dapat memahami ilmu yang diturunkan Allah. Dalam keadaan demikian manusia disamakan dengan binatang. jika ada penemuan baru. Allah menciptakan manusia dalam keadaan sebaik-baiknya (at-Tiin : 95:4). manusia akan tetap bermartabat mulia kalau mereka sebagai khalifah ( makhluk alternatif ) tetap hidup dengan ajaran Allah ( QS. Persamaan dan perbedaan manusia dengan makhluk lain Dibanding makhluk lainnya manusai mempunyai kelebihan-kelebihan. Semua itu bersifat sekedar pengayaan saint untuk menambah wawasan pendekatan diri pada Allah. bahkan lebih buruk dari binatang ( bal hum adhal ). Biarkanlah para saintis berbicara tentang asal-usul manusia dengan usaha pembuktian yang berdasarkan penemuan fosil. Walaupun ada binatang yang bergerak didarat dan dilaut. Adapun tujuan . Dalam keadaan demikian manusia bermartabat rendah ( at-Tiin : 4 ).

Allah SWT dengan kehendak kebijaksanaanNya telah mencipta makhluk-makhluk yang di tempatkan di alam penciptaanNya. dibedakan menjadi : Tujuan Hidup vertikal : Mencari ridho Allah (QS Al. MA. Sebagai hamba Allah tanggungjawab manusia adalah amat luas di dalam kehidupannya.• Dilihat dari arahnya. Tanggungjawab manusia secara umum digambarkan oleh Rasulullah SAW di dalam hadis berikut. meliputi semua keadaan dan tugas yang ditentukan kepadanya. Manusia di antara makhluk Allah dan menjadi hamba Allah SWT. Tanggungjawab Manusia Sebagai Hamba. Pusat Bahan Ajar dan Elearning Universitas Mercu Buana .Baqoroh 207) Tujuan hidupo horizontal : bahagia di dunia dan akhirat rahmat bagi semua manusia dan seluruh alam ( Al anbiya' : 107) • Dilihat dari segi lingkunganya : tujuan hidup pribadi ( albaqoroh 22) tujuan hidup anggota keluarga ( Arrum : 21) tujuan hidup anggota lingkungan ( Al a'rof : 96 ) tujuan hidup warga negara / Bangsa ( Saba' : 15 ) tujuan hidup warga dunia ( Al qashas : 77 ) tujuan hidup alam semesta ( al anbiya : 107) C. “Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud: ‘13 8 Agama Islam Abdurachman Assad. TANGGUNG JAWAB MANUSIA SEBAGAI HAMBA DAN KHALIFAH 1. Dari Ibnu Umar RA katanya.

2. Ini sudah tentu kerana manusia merupakan makhluk yang paling istimewa.” (Al-Baqarah:30) Di kalangan makhluk ciptaan Allah. menghapuskan kemungkaran serta penyelewengan dan penyimpangan dari jalan Allah. Manusia dicipta untuk dikembalikan semula kepada Allah dan setiap manusia akan ditanya atas setiap usaha dan amal yang dilakukan selama ia hidup di dunia. manusia telah dipilih oleh Allah melaksanakan tanggungjawab tersebut. Maka semua orang dari kamu sekalian adalah pengembala dan akan ditanya tentang pengembalaannya.” (Muttafaq ‘alaih) Allah mencipta manusia ada tujuan-tujuannya yang tertentu.Seorang khadam juga pengembala dalam harta tuannya dan akan ditanya tentang pengembalaannya. kebaikan.“Semua orang dari engkau sekalian adalah pengembala dan dipertanggungjawabkan terhadap apa yang digembalainya. Pusat Bahan Ajar dan Elearning Universitas Mercu Buana . Seorang isteri adalah pengembala di rumah suaminya dan akan ditanya tentang pengembalaannya. Manusia Sebagai Khalifah Allah. Apabila pengakuan terhadap kenyataan dan hakikat wujudnya hari pembalasan telah dibuat maka tugas yang diwajibkan ke atas dirinya perlu dilaksanakan. sedangkan kami sentiasa bertasbih dan bertaqdis dengan memuji Engkau? Jawab Allah: Aku lebih mengetahui apa yang kamu tidak ketahui. Firman Allah SWT : Artinya : “Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Malaikat: Sesungguhnya Aku jadikan di bumi seorang Khalifah. Antara anugerah utama Allah kepada manusia ialah pemilihan manusia untuk menjadi khalifah atau wakilNya di bumi. Dengan ini manusia berkewajipan menegakkan kebenaran. mewujudkan kedamaian. MA. Berkata Malaikat: Adakah Engkau hendak jadikan di muka bumi ini orang yang melakukan kerusakan dan menumpahkan darah. Seorang laki-laki adalah pengembala dalam keluarganya dan akan ditanya tentang pengembalaannya. Firman Allah SWT : ‘13 9 Agama Islam Abdurachman Assad.

seluruh potensi alam hampir habis di serap untuk kepentingan manusia tanpa berpikir baik buruknya sehingga terjadi ketidakseimbangan ‘13 10 Agama Islam Abdurachman Assad. mobil. Optimalisasi kemampuan tercermin dalam pemanfaatan kemampuan dari manusia itu sendiri terhadap potensipotensi yang dimilikinya. dalam arti memnafaatkan potensi sumber daya dari Allah. Pusat Bahan Ajar dan Elearning Universitas Mercu Buana . pesawat terbang. air dan apapun adalah untuk manusia. motor. Artinya manusia harus bisa berlaku normal sebagaimana adanya. angin. dan (pada ketika itu) manusia (dengan persediaan yang ada padanya) sanggup memikulnya. sangat penting bagi manusia untuk dapat mengembangkan diri dan mengoptimalkan kemampuanya. Dengan tangan. Sekarang kita bisa melihat hasilnya yaitu dengan adanya kapal. akibat pengaruh industrialisasi. Tentunya hal tersebut dimaksudkan untuk membantu kekhalifahan manusia di bumi. Optimalisasi Pemanfaatan Sumber Daya Alam Sesungguhnya semua fasilitas yang sudah tersedia di dunia secara gratus seperti tumbuhan. Namun. Allah mengatakan bahwasanya potensi-potensi alam itu tidak akan pernah habis tetapi hal tersebut berlaku apabila manusia memnafaatkan dengan sewajarnya. janganlah pernah melampaui batas. Dari hal-hal tersebut di atas maka jelaslah bahwa optimalisasi kemampuan tercermin dari optimalisasi potensi materi yang dimiliki oleh manusia dari Allah. Allah berkali-kali mengatakan bahwa dalam melakukan sesuatu hal. udara. binatang. dan tumbuhan.”(Al-Ahzab: 72) Optimalisasi Kemampuan Dengan berbagai kelebihan tersebut. hewan. manusia diharapkan memiliki kemampuan mencipta. dan teknologi lainnya yang dapat dimanfaatkan untuk kemashlahatan makhluk.manusia. Dengan otak manusia diharapkan kehidupan di bumi secara umum dapat berkembang dengan baik dan terjaga dari kerusakan. MA. Dengan lisan manusia diharapkan memiliki kemampuan komunikasi yang baik. maka mereka enggan memikulnya dan bimbang tidak dapat menyempurnakannya (kerana tidak ada pada mereka persediaan untuk memikulnya). Manusia diberikan kelebihan fisik tersebut guna memasimalkan tugas kekhalifahan di bumi.“Sesungguhnya Kami telah kemukakan tanggungjawab amanah (Kami) kepada langit dan bumi serta gunung-ganang (untuk memikulnya). (Ingatlah) sesungguhnya tabiat kebanyakan manusia adalah suka melakukan kezaliman dan suka pula membuat perkara-perkara yang tidak patut dikerjakan. kejadian sekarang ini.

namun tidak semua manusia percaya berita ini serta beriman dengannya. Pusat Bahan Ajar dan Elearning Universitas Mercu Buana .dalam ekosistem. Karena itulah Allah Taala berfirman dalam surat Saba 13 : “Sedikit sekali daripada hamba-hamba-Ku yang bersyukur. Bahkan yang percaya dan beriman dengannya pun. MA. Akan tetapi. ‘13 11 Agama Islam Abdurachman Assad. ramai yang tidak dapat benar-benar memperhambakan diri kepada Allah dan gagal menjadi khalifah-Nya yang mentadbir dan mengurus dunia ini dengan syariat-Nya. Janganlah melampaui batas. Kalaupun terjadi. karena tidak mampu melawan nafsu serta mempunyai kepentingan-kepentingan peribadi. manakala yang tidak bertanggung jawab akan ke Neraka. Apabila hal-halk tersebut tidak tercapai seluruhnya maka tidak pula tercapai keoptimalisasian peran kekhalifahan manusia. optimalisasi sebenarnya dimaksudkan untuk mengatur semaksimal mungkin perihal pengelolaan alam. Jadi.” Keoptimalan peran manusia sebagai khalifah dibumi akan tercapai dengan sempurna apabila manusia dapat memanfaatkan segala pikiran hebatnya yang dianugerahkan dari Allah dengan menciptakan teknologi yang canggih dengan berdasarkan nilai-nilai keilahiyahan (sifat-sifat Allah -Asmaul Husna-) dan keislaman dengan kemampuan seni mengatur keseimbangan potensi alam dan lainnya dengan dipimpin oleh seorang khalifah yang robbani yang memerintah berdasarkan Syariat Islam. Walaupun Al Quranul Karim telah memberitahu tugas dan tanggungjawab manusia di dunia ini dan diberitahu mereka yang menunaikan tanggung jawab akan masuk ke Syurga. Sesungguhnya hal tersebut tidak harus terjadi apabila manusia taat dan patuhpada perintah Allah. Dengan potensi otak manusia telah diberi akal untuk berpikir bagaimana menyeimbangakan segala potensi kehidupan dan alam semesta. Hutan tidak akan habis hanya oleh karena alasan industrialisasi atau perluasan masalah tempat tinggal. Optimalisasi alam bukanlah dengan tindakan mengeruk sebanyak-banyaknya potensi alam semesta. Sehingga tidak terjadi ketidakseimbangan ekosistem. pada dasarnya setiap umat manusia mengemban tugas yang maha penting untuk memerankan kekhalifhan di bumi. maka hal tersebut belum dan tidak maksimal.

diantaranya dengan memaksimalkan semua potensi yang ada pada diri kita. sudah sepatutnya manusia mensyukuri anugrah tersebut dengan berbagai cara. ‘13 12 Agama Islam Abdurachman Assad. KESIMPULAN Sebagai makhluk yang dibekali dengan berbagai kelebihan jika dibandingan denagn makhluk lain.D. Pusat Bahan Ajar dan Elearning Universitas Mercu Buana . Kita juga dituntut untuk terus mengembangkan potensi tersebut dalam rangka mewujudkan tugas dan tanggung jawab manusia sebagai makhluk dan khalifah di bumi. MA.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful