Hakikat Manusia Menurut Islam

Abdurachman Assad, MA A. PENDAHULUAN Tentunya orang bertanya, Apa hakikat manusia menurut Islam? Seindah manakah manusia digambarkan dalam pandangan islam?, apakah mereka ada dengan sendirinya, lalu kemanakah mereka akan pergi? Untuk apa sebenarnya mereka hidup? Menurut Islam, manusia adalah makhluk ciptaan Allah; ia tidaklah muncul dengan sendirinya atau berada oleh dirinya sendiri. Al-Quran surat al-'Alaq ayat 2 menjelaskan bahwa manusia itu diciptakan Tuhan dari segumpal darah; Al-Quran surat al-Thariq ayat 5 menjelaskan bahwa manusia dijadikan oleh Allah; Al-Quran surat al-Rahman ayat 3 menjelaskan bahwa Al-Rahman (Allah) itulah yang menciptakan manusia. Masih banyak sekali ayat Al-Quran yang menjelaskan bahwa yang menjadikan manusia adalah Tuhan. Jadi, manusia adalah makhluk ciptaan Allah. Hakikat wujudnya yang lain ialah bahwa manusia adalah makhluk yan

perkembangannya dipengaruhi oleh pembawaan dan lingkungan. Dalam teori yang dikembangkan di dunia Barat, dikatakan bahwa perkembangan seseorang hanya dipengaruhi oleh pembawaan (nativisme). Sebagai lawannya berkembang pula teori yang mengatakan bahwa perkembangan seseorang hanya ditentukan oleh lingkungannya (empirisme). Sebagai sintesisnya dikembangkan teori ketiga yang mengatakan bahwa perkembangan seseorang ditentukan oleh pembawaan dan lingkungannya (konvergensi). Menurut Islam; kira-kira konvergensi inilah yang mendekati kebenaran. Salah satu sabda Rasulullah saw mengatakan: Tiap orang dilahirkan membawa fitrah; ayah dan ibunyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi. (Hadis riwayat Bukhari dan Muslim) Menurut hadis ini manusia lahir membawa kemampuan-kemampuan; kemampuan itulah yang disebut pembawaan. Fitrah yang disebut di dalam hadis itu adalah potensi. Potensi adalah kemampuan; jadi, fitrah yang dimaksud di sini adalah pembawaan. Ayah-ibu dalam hadis ini adalah lingkungan sebagaimana yang dimaksud oleh para ahli

‘13

1

Agama Islam Abdurachman Assad, MA.

Pusat Bahan Ajar dan Elearning Universitas Mercu Buana

yaitu kebaikan dan kejahatan. ia berkembamg dipengaruhi oleh pembawaan dan lingkungannya. sepeti firman Allah dalam surat Al-Anbiya : 34-35 "Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu (Muhammad) maka apabila kamu mati apakah mereka akan kekal ? tiap . MA. yaitu 1. Dalam Alqur'an ada 3 kata yang digunakan untuk menunjukan arti manusia. B. di dalam diri manusia terdapat tiga kemampuan yang sangat potensial untuk membentuk struktur kerohaniahan . dan rohani sebagai potensi pokok. Pengertian Manusia Menurut Al-Qur’an Apa dan siapa sebenarnya manusia itu? Manusia adalah makhluk ciptaan Allah. jasmani dan rohani. ia berkecenderungan beragama. bani adam / dzurriyat adam Sedangkan yang paling banyak di jelaskan dalam alquran adalah Basyar dan insan . KONSEP MANUSIA 1. basyar 3.pendidikan. akal. fisik psikis. sebagaimana Firman Allah dalam surat as-Syam 8 : " Maka allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) esesatan dan ketakwaan " ‘13 2 Agama Islam Abdurachman Assad.tiap yang berjiwa akan mati. Itulah antara lain hakikat wujud manusia yang lain ialah bahwa manusia itu adalah makhluk utuh yang terdiri atas jasmani. menurut hadis ini. Nafsu merupakan tenaga potensial yang berupa dorongan untuk berbuat kreatif dan dinamis yang yang dapat berkembang kepada dua arah . yaitu nafsu . Pusat Bahan Ajar dan Elearning Universitas Mercu Buana . Kedua-duanya itulah. akal dan rasa. kami akan menguji kamu dengan kebaikan dan keburukan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya) dan hanya kepada kami kamu dikembalikan " Kata insan digunakan untuk menunjuk manusia dengan segala totalitasnya . kata Basyar menunjukan manusia dari sudut lahiriyahnya ( fisik) serta persamaanya dengan manusia seluruhnya . yang menentukan perkembangan seseorang. insan / ins / annas 2.

MA.Orang yang lalim itu mengikuti hawanafsunya tanpa ilmu pengetahuan " ( Qs Arrum : 29 ) sedangkan rasa merupakan potensi yang mengarah kepada nilai . " akan tetapi Orang .Akal sebagai potensi intelegensi berfungsi sebagai filter yang menyeleksi mana yang benar dan mana yang salah yang didorong oleh nafsu akal akan membawa manusia untuk memahami . Sebelum ruh ditiupkan . Proses Kejadian Manusia Di dalam Alqur’an Proses kejadian Manusia dapat di jelaskan sebagai berikut : 1. Thien. 12-14 ) 3. meneliti dan menghayati alam dalam rangka memperoleh ilmu pengetahuandan kesejahteraan . Sedangkan dalam Hubungan social Alqur’an memberikan istilah Annas yang merupakan jamak dari kata insane dan perwujudan kualitas keinsanian manusia ini tidak terlepas dari konteks sosialnya dengan lingkungan. Pusat Bahan Ajar dan Elearning Universitas Mercu Buana . segumapl darah. Konsep basyar dan insan merupakan konsep islam tentang manusia sebagai individu . seperti : Turab. Manusia diciptakan Allah Swt. Dari segumpal tanah lalu menjadi nutfah ( didalam rahim ). dan Sualalah. tulang dibungkus dengan daging dan akhirnya menjadi makhluk yang paling sempurna (Qs Almukminun . ( Qs Al Hijr : 28 ) 2. " Sesungguhnya orang yang mengatakan : tuhan kami adalah Allah. Hal ini dapat ‘13 3 Agama Islam Abdurachman Assad. estetika dan agama. Berasal dari saripati tanah. segumpal daging. Ditiupakn Ruh (Qs Alhijr : 29 ) 4. Shal-shal. ketika masih di alam ruh manusia telah berjanji mentauhidkan Allah (Qs Al A’raf : 172 ) Al-Quran menerangkan bahwa manusia berasal tanah dengan mempergunakan bermacam-macam istilah.nilai etika. kemudian mereka berIstiqomah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada pula berduka" (Qs Al Ahqaf : 13) Ketiga potensi Dasar diatas membentuk Struktur kerohaniahan yang berada Di dalam diri manusia yang kemudian akan membentuk manusia sebagai insan. 2.

dan air terdapat. ‘13 4 Agama Islam Abdurachman Assad. Jika dinyatakan istilah “Lumpur hitam yang diberi bentuk” (mungkin yang dimaksud adalah bahan-bahan yang terdapat pada Lumpur hitam yang kemudian diolah dalam bentuk reaksi kimia). prosesnya dapat diamati meskipun secara bersusah payah. Hal ini dimungkinkan karena segala sesuatu yang ada didunia juga mengalami prosi yang seperti dinyatakan antara lain dalam surat alA’la 1-2 dan Nuh 14. Pusat Bahan Ajar dan Elearning Universitas Mercu Buana . Hal ini itu menimbulkan pendapat bahwa manusia benar-benar dari tanah. Ayat yang menyatakan ( zahir ayat ) bahwa jika Allah menghendaki sesuatu jadi maka jadilah ( kun fayakun ). Oleh karena itu bahan-bahan pembuk manusia yang disebut dalam al-Quran hanya merupakan petunjuk manusia yang disebut dalam al-Quran . Manusia yang sekarang ini. maka segala sesuatu dapat terjadi. tetapi sebagian saja. hanya merupakan petunjuk dimana sebenarnya bahan-bahan pembentuk manusia yaitu ammonia. Pendapat tersebut didasarkan atas asumsi bahwa: Ayat-ayat yang menerangkan bahwa manusia diciptakan dari tanah tidak berarti bahwa semua unsure kimia yang ada dalam tanah ikut mengalami reaksi kimia. Hal itu seperti pernyataan bahwa tumbuh-tumbuhan bahan makanannya dari tanah. untuk kemudian bereaksi kimiawi. umumnya dipahami secara lahiriah. dengan asumsi karena Tuhan berkuasa . menthe. Akan tetapi ada sebagian umat islam yang berpendapat bahwa Adam bukan manusia pertama. Sedangkan kalau dikatakan sebagai tembikar yang dibakar . al-Quran tidak menjelaskan secara rinci.diartikan bahwa jasad manusia diciptakan Allah dari bermacam-macam unsure kimiawi yang terdapat dari tanah. Ayat-ayat yang menyebutkan bahwa manusia diciptakan dari tanah. Pada zaman dahulu tenaga yang memungkinkan terjadinya sintesa cukup banyak dan terdapat di mana-mana seperti panas dan sinar ultraviolet. maka maksudnya adalah bahwa proses kejadiannya melalui oksidasi pembakaran. Apa yang dikehendaki Allah pasti terwujud dan terwujudnya mungkin saja melalui suatu proses. Dalam hal ini harus dibedakan antara kalimat kun fayakun dengan kun fa kana. MA. yaitu pada tanah. Adapun tahapan-tahapan dalam proses selanjutnya. Berdasarkan pengamatan yang mendalam dapat diketahui bahwa manusia dilahirkan ibu dari rahimnya yang proses penciptaannya dimulai sejak pertemuan antara permatozoa dengan ovum. bukan ayat yang menjamin bahwa setiap yang dikehendaki Allah pasti akan terwujud seketika. karena tidak semua unsur kimia yang ada dalam tanah ikut diserap oleh tumbuh-tumbuhan.

Unsur-unsur tersebut ialah : jasad ( al-Anbiya’ : 8. yaitu maryam. Yang perlu diingatkan sekarang adalah bahwa manusia oleh Allah. MA. Pada waktu itu beliau mengucapkan inni khalifaur rasulillah. Pusat Bahan Ajar dan Elearning Universitas Mercu Buana . Jika polemik ini senantiasa diperpanjang. Jika demikian pengertian khalifah. Hal itu karena kenyataan menunjukkan bahwa tidak semua orang mau memilih ajaran Allah. yang berarti aku adalah pelanjut sunah rasulillah. baik pimpinan yang termasuk khulafaurrasyidin maupun di masa Muawiyah-‘Abbasiah. Untuk memahami informasi tersebut secara mendalam. jangan-jangan hanya akan menghabiskan waktu dan tidak sempat lagi memikirkan tentang status dn tugas yang telah ditetapkan Allah pada manusia al-Quran cukup lengkap dalam memberikan informasi tentang itu. dapat juga berarti suatu proses.Jika diperhatikan surat Ali Imran 59 dimana Allah menyatakan bahwa penciptaan Isa seperti proses penciptaan Isa seperti proses penciptaan Adam. dinyatakan dalam al-baqarah 30. ahli-ahli kimi. Kebanyakan umat Islam menerjemahkan dengan pemimpin atau pengganti. Perlu diingat bahwa istilah khalifah pernah dimunculkan Abu bakar pada waktu dipercaya untuk memimpin umat islam. maka dapat menimbulkan pemikiran bahwa apabila isa lahir dari sesuatu yang hidup. Dalam penciptaannya manusia dibekali dengan beberapa unsure sebagai kelengkapan dalam menunjang tugasnya. dan lainlainnya perlu dilibatkan. Shad : ‘13 5 Agama Islam Abdurachman Assad. agar dalam memahami ayat-ayat tersebut tidak secara harfiah. maka tidak setiap manusia mampu menerima atau melaksanakan kekhalifahannya. kata khalifah berasal dari kata khalafa yakhlifu khilafatan atau khalifatan yang berarti meneruskan. Hal itu karena kata “tsumma” yang berarti kemudian. abu bakar antara lain menyatakan “selama saya menaati Allah. sehingga kata khalifah dapat diartikan sebagai pemilih atau penerus ajaran Allah. biologi. diciptakan langsung atau melalui suatu proses tampaknya tidak akan ada ujungnya karena masingmasing akan teguh pada pendiriannya. Status manusia sebagai khalifah . tetapi apabila saya menyimpang . Dalam pidatonya setelah diangkat oleh umat islam. yang biasanya dihubunkan dengan jabatan pimpinan umat islam sesudah Nabi Muhammad saw wafat . maka luruskanlah saya”. maka ikutilah saya. Perbedaan pendapat tentang apakah adam manusia pertama atau tidak. maka Adam lahir pula dari sesuatu yang hidup sebelumnya. diharapkan menjadi khalifah ( pemilih atau penerus ajaran Allah ).

kata yang dipakai adalah jaa’ilun dan bukan khaaliqun. kecenderungan tersebut belum sepenuhnya dapat terkendali. sedang yang dapat mengendalikan kecenderungan negatif adalah aqal dan qolb. Hal itu semua merupakan produk dari nafs . Aqal ( al-Baqarah 76. Pusat Bahan Ajar dan Elearning Universitas Mercu Buana . Tetapi jika hanya dengan aqal dan qolb. berkembang menjadi mudgah. dan Qolb adalah daya rasa. Yang dapat mengendalikan adalah wahyu. pemahaman ayat akan lebih sempurna jika ditunjang dengan ilmu pengetahuan. Shaffat 84 dan lain-lain ). Berdasarkan ungkapan pada surat al-Baqarah 30 terlihat suatu gambaran bahwa Adam bukanlah manusia pertama. ditiupkannya ruh. saripati makanan. yaitu ilmu yang obyektif dari Allah. malaikat melihat ada makhluk dan jenis makhluk yang dilihat adalah jenis yang selalu merusak alam dan bertumpah darah. Dengan demikian al-Quran tidak berbicara tentang proses penciptaan manusia pertama. Aqal adalah daya fakir. MA. suka membantah ( al-kahfi 54 ). sedang kata ja’ala mengarah pada sesuatu yang bukan baru. suka berkeluh kesah ( al-Ma’arif 19 ). Dengan demikian. suka melampaui batas ( al-‘Alaq 6 ) suka terburu nafsu ( al-Isra 11 ) dan lain sebagainya. Nafs adalah jiwa . Adanya pengertian seperti itu dimungkinkan. Ali Imran 185 dan lain-lain ) . As-Sajadah 9. Ruh (al-Hijr 29. Al-Ara’f 179. air yang kotor yang keluar dari tulang sulbi. dan Qolb ( Ali Imran 159. Kata khalaqa mengarah pada penciptaan sesuatu yang baru. karena subyektif. Ayat berserak. karena malaikat tidak tahu apa yang akan terjadi pada masa depan. al-Mulk 10 dan lain-lain). alaqah. al-Anfal 22. Kemampuan seseorang untuk dapat menetralisasi kecenderungan negatif tersebut ( karena tidak mungkin dihilangkan sama sekali ) ditentukan oleh kemauan dan kemampuan dalam menyerap dan membudayakan wahyu.34 ). Dalam ayat tersebut. Pemahaman seperti ini konsisten dengan ungkapan malaikat yang menyatakan “ apakah engkau akan menjadikan di bumi mereka yang merusak alam dan bertumpah darah?” ungkapan malaikat tersebut memberi pengertian bahwa sebelum adam diciptakan. suka bernuat zalim dan ingkar ( ibrahim 34). Nafs (al-Baqarah 48. tetapi ia khalifah pertama. sebab yang tahu apa yang akan terjadi dimasa depan hanya Allah. Yang dibicarakan secara terinci namun dalam ungkapan yang tersebar adalah proses terciptanya manusia dari tanah. kemudian lahir ke dunia setelah berproses dalam rahim ibu. Al-anbiya’ :91 dan lain-lain). Di samping itu manusia juga disertai dengan sifat-sifat yang negatif seperti lemah ( an-Nisa 28 ). tetapi dengan bantuan ilmu pengetahuan dapat dipahami urutannya. ‘13 6 Agama Islam Abdurachman Assad. Jasad adalah bentuk lahiriah manusia. Ruh adalah daya hidup.dengan arti kata “ memberi bentuk baru”.

Allah menciptakan manusia dalam keadaan sebaik-baiknya (at-Tiin : 95:4). Mengenai kelebihan manusia atas makhluk lain dijelaskan surat al-Isra’ ayat 70. Kelebihankelebihan itu membedakan manusia dengan makhluk lainnya. Hasil pembuktian para saintis hanya bersifat relatif dan pada suatu saat dapat disanggah kembali. EKSISTENSI DAN MARTABAT MANUSIA MENURUT ISLAM 1. tujuan Hidup manusia Sebagai makhluk yang paling sempurna yang telah diciptakan oleh allah didunia. Jika manusia hidup dengn ilmu selain ilmu Allah. dilaut. B. Al-An’am : 165 ). Namun demikian. Dalam keadaan demikian manusia bermartabat rendah ( at-Tiin : 4 ). oleh karena itu dalam hidup manusia memiliki banyak sekali tujuan. Persamaan dan perbedaan manusia dengan makhluk lain Dibanding makhluk lainnya manusai mempunyai kelebihan-kelebihan. bahkan lebih buruk dari binatang ( bal hum adhal ). Semua itu bersifat sekedar pengayaan saint untuk menambah wawasan pendekatan diri pada Allah. namun tetap saja mempunyai keterbatasan dan tidak bisa melampaui manusia. manusia diberi akal dan hati. manusia akan tetap bermartabat mulia kalau mereka sebagai khalifah ( makhluk alternatif ) tetap hidup dengan ajaran Allah ( QS. sehingga dapat memahami ilmu yang diturunkan Allah. Disamping itu. “mereka itu seperti binatang ( ulaaika kal an’aam ).tujuan tersebut dapat dikelompokan menjadi dua ‘13 7 Agama Islam Abdurachman Assad. Dengan ilmu manusia mampu berbudaya. manusia tidak bermartabat lagi. Walaupun ada binatang yang bergerak didarat dan dilaut. Karena ilmunya itulah manusia dilebihkan ( bisa dibedakan ) dengan makhluk lainny. Biarkanlah para saintis berbicara tentang asal-usul manusia dengan usaha pembuktian yang berdasarkan penemuan fosil. Dalam keadaan demikian manusia disamakan dengan binatang. Sedangkan binatang bergerak diruang yang terbatas. maupun diudara. jika ada penemuan baru. Pusat Bahan Ajar dan Elearning Universitas Mercu Buana .Oleh karena al-Quran tidak bicara tentang manusia pertama. 3. MA. baik didarat. Adapun tujuan . berupa al-Quran menurut sunah rasul. Kelebihan manusia adalah kemampuan untuk bergerak dalam ruang yang bagaimanapun. peranan manusia dalam kehidupan di bumi tentulah sangat vital.

Allah SWT dengan kehendak kebijaksanaanNya telah mencipta makhluk-makhluk yang di tempatkan di alam penciptaanNya.Baqoroh 207) Tujuan hidupo horizontal : bahagia di dunia dan akhirat rahmat bagi semua manusia dan seluruh alam ( Al anbiya' : 107) • Dilihat dari segi lingkunganya : tujuan hidup pribadi ( albaqoroh 22) tujuan hidup anggota keluarga ( Arrum : 21) tujuan hidup anggota lingkungan ( Al a'rof : 96 ) tujuan hidup warga negara / Bangsa ( Saba' : 15 ) tujuan hidup warga dunia ( Al qashas : 77 ) tujuan hidup alam semesta ( al anbiya : 107) C. meliputi semua keadaan dan tugas yang ditentukan kepadanya. “Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud: ‘13 8 Agama Islam Abdurachman Assad. Tanggungjawab manusia secara umum digambarkan oleh Rasulullah SAW di dalam hadis berikut. dibedakan menjadi : Tujuan Hidup vertikal : Mencari ridho Allah (QS Al. Tanggungjawab Manusia Sebagai Hamba.• Dilihat dari arahnya. TANGGUNG JAWAB MANUSIA SEBAGAI HAMBA DAN KHALIFAH 1. Sebagai hamba Allah tanggungjawab manusia adalah amat luas di dalam kehidupannya. Dari Ibnu Umar RA katanya. Manusia di antara makhluk Allah dan menjadi hamba Allah SWT. MA. Pusat Bahan Ajar dan Elearning Universitas Mercu Buana .

Antara anugerah utama Allah kepada manusia ialah pemilihan manusia untuk menjadi khalifah atau wakilNya di bumi. sedangkan kami sentiasa bertasbih dan bertaqdis dengan memuji Engkau? Jawab Allah: Aku lebih mengetahui apa yang kamu tidak ketahui.“Semua orang dari engkau sekalian adalah pengembala dan dipertanggungjawabkan terhadap apa yang digembalainya. Manusia Sebagai Khalifah Allah.Seorang khadam juga pengembala dalam harta tuannya dan akan ditanya tentang pengembalaannya. Seorang laki-laki adalah pengembala dalam keluarganya dan akan ditanya tentang pengembalaannya. mewujudkan kedamaian. 2. Apabila pengakuan terhadap kenyataan dan hakikat wujudnya hari pembalasan telah dibuat maka tugas yang diwajibkan ke atas dirinya perlu dilaksanakan. Ini sudah tentu kerana manusia merupakan makhluk yang paling istimewa. Berkata Malaikat: Adakah Engkau hendak jadikan di muka bumi ini orang yang melakukan kerusakan dan menumpahkan darah. Maka semua orang dari kamu sekalian adalah pengembala dan akan ditanya tentang pengembalaannya. kebaikan.” (Muttafaq ‘alaih) Allah mencipta manusia ada tujuan-tujuannya yang tertentu. Dengan ini manusia berkewajipan menegakkan kebenaran. MA. manusia telah dipilih oleh Allah melaksanakan tanggungjawab tersebut. menghapuskan kemungkaran serta penyelewengan dan penyimpangan dari jalan Allah. Manusia dicipta untuk dikembalikan semula kepada Allah dan setiap manusia akan ditanya atas setiap usaha dan amal yang dilakukan selama ia hidup di dunia.” (Al-Baqarah:30) Di kalangan makhluk ciptaan Allah. Firman Allah SWT : Artinya : “Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Malaikat: Sesungguhnya Aku jadikan di bumi seorang Khalifah. Pusat Bahan Ajar dan Elearning Universitas Mercu Buana . Seorang isteri adalah pengembala di rumah suaminya dan akan ditanya tentang pengembalaannya. Firman Allah SWT : ‘13 9 Agama Islam Abdurachman Assad.

(Ingatlah) sesungguhnya tabiat kebanyakan manusia adalah suka melakukan kezaliman dan suka pula membuat perkara-perkara yang tidak patut dikerjakan. binatang. Tentunya hal tersebut dimaksudkan untuk membantu kekhalifahan manusia di bumi. pesawat terbang. Optimalisasi kemampuan tercermin dalam pemanfaatan kemampuan dari manusia itu sendiri terhadap potensipotensi yang dimilikinya. kejadian sekarang ini. Optimalisasi Pemanfaatan Sumber Daya Alam Sesungguhnya semua fasilitas yang sudah tersedia di dunia secara gratus seperti tumbuhan. Namun. MA. udara.“Sesungguhnya Kami telah kemukakan tanggungjawab amanah (Kami) kepada langit dan bumi serta gunung-ganang (untuk memikulnya). Artinya manusia harus bisa berlaku normal sebagaimana adanya. dan tumbuhan.manusia. dalam arti memnafaatkan potensi sumber daya dari Allah. hewan. Dari hal-hal tersebut di atas maka jelaslah bahwa optimalisasi kemampuan tercermin dari optimalisasi potensi materi yang dimiliki oleh manusia dari Allah. Manusia diberikan kelebihan fisik tersebut guna memasimalkan tugas kekhalifahan di bumi. air dan apapun adalah untuk manusia. akibat pengaruh industrialisasi. seluruh potensi alam hampir habis di serap untuk kepentingan manusia tanpa berpikir baik buruknya sehingga terjadi ketidakseimbangan ‘13 10 Agama Islam Abdurachman Assad. maka mereka enggan memikulnya dan bimbang tidak dapat menyempurnakannya (kerana tidak ada pada mereka persediaan untuk memikulnya). sangat penting bagi manusia untuk dapat mengembangkan diri dan mengoptimalkan kemampuanya. dan teknologi lainnya yang dapat dimanfaatkan untuk kemashlahatan makhluk. Allah mengatakan bahwasanya potensi-potensi alam itu tidak akan pernah habis tetapi hal tersebut berlaku apabila manusia memnafaatkan dengan sewajarnya. motor. Dengan lisan manusia diharapkan memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Sekarang kita bisa melihat hasilnya yaitu dengan adanya kapal.”(Al-Ahzab: 72) Optimalisasi Kemampuan Dengan berbagai kelebihan tersebut. Allah berkali-kali mengatakan bahwa dalam melakukan sesuatu hal. Dengan tangan. mobil. janganlah pernah melampaui batas. manusia diharapkan memiliki kemampuan mencipta. dan (pada ketika itu) manusia (dengan persediaan yang ada padanya) sanggup memikulnya. Pusat Bahan Ajar dan Elearning Universitas Mercu Buana . angin. Dengan otak manusia diharapkan kehidupan di bumi secara umum dapat berkembang dengan baik dan terjaga dari kerusakan.

Optimalisasi alam bukanlah dengan tindakan mengeruk sebanyak-banyaknya potensi alam semesta. Dengan potensi otak manusia telah diberi akal untuk berpikir bagaimana menyeimbangakan segala potensi kehidupan dan alam semesta. Akan tetapi. manakala yang tidak bertanggung jawab akan ke Neraka. optimalisasi sebenarnya dimaksudkan untuk mengatur semaksimal mungkin perihal pengelolaan alam. Jadi. Walaupun Al Quranul Karim telah memberitahu tugas dan tanggungjawab manusia di dunia ini dan diberitahu mereka yang menunaikan tanggung jawab akan masuk ke Syurga. Apabila hal-halk tersebut tidak tercapai seluruhnya maka tidak pula tercapai keoptimalisasian peran kekhalifahan manusia. Janganlah melampaui batas. pada dasarnya setiap umat manusia mengemban tugas yang maha penting untuk memerankan kekhalifhan di bumi. ramai yang tidak dapat benar-benar memperhambakan diri kepada Allah dan gagal menjadi khalifah-Nya yang mentadbir dan mengurus dunia ini dengan syariat-Nya.dalam ekosistem. Pusat Bahan Ajar dan Elearning Universitas Mercu Buana . MA. Karena itulah Allah Taala berfirman dalam surat Saba 13 : “Sedikit sekali daripada hamba-hamba-Ku yang bersyukur. Sesungguhnya hal tersebut tidak harus terjadi apabila manusia taat dan patuhpada perintah Allah. karena tidak mampu melawan nafsu serta mempunyai kepentingan-kepentingan peribadi.” Keoptimalan peran manusia sebagai khalifah dibumi akan tercapai dengan sempurna apabila manusia dapat memanfaatkan segala pikiran hebatnya yang dianugerahkan dari Allah dengan menciptakan teknologi yang canggih dengan berdasarkan nilai-nilai keilahiyahan (sifat-sifat Allah -Asmaul Husna-) dan keislaman dengan kemampuan seni mengatur keseimbangan potensi alam dan lainnya dengan dipimpin oleh seorang khalifah yang robbani yang memerintah berdasarkan Syariat Islam. maka hal tersebut belum dan tidak maksimal. Kalaupun terjadi. Hutan tidak akan habis hanya oleh karena alasan industrialisasi atau perluasan masalah tempat tinggal. namun tidak semua manusia percaya berita ini serta beriman dengannya. Sehingga tidak terjadi ketidakseimbangan ekosistem. ‘13 11 Agama Islam Abdurachman Assad. Bahkan yang percaya dan beriman dengannya pun.

Pusat Bahan Ajar dan Elearning Universitas Mercu Buana .D. sudah sepatutnya manusia mensyukuri anugrah tersebut dengan berbagai cara. diantaranya dengan memaksimalkan semua potensi yang ada pada diri kita. KESIMPULAN Sebagai makhluk yang dibekali dengan berbagai kelebihan jika dibandingan denagn makhluk lain. MA. ‘13 12 Agama Islam Abdurachman Assad. Kita juga dituntut untuk terus mengembangkan potensi tersebut dalam rangka mewujudkan tugas dan tanggung jawab manusia sebagai makhluk dan khalifah di bumi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful