P. 1
Modul 2 (Rasio Muatan Dan Massa Elektron)

Modul 2 (Rasio Muatan Dan Massa Elektron)

|Views: 308|Likes:
Published by Sonya Rahayu

More info:

Published by: Sonya Rahayu on Apr 09, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/25/2015

pdf

text

original

Abstrak Pengukuran nilai muatan elektron (e) dapat diketahui setelah percobaan yang dilakukan oleh J.J.

Thompson, yaitu dengan menggunakan peralatan tabung sinar katoda yang dilengkapi dengan magnet. Harga e dapat didekati dengan harga perbandingan e/m yang diperoleh dari hubungan antara nilai arus (I), tegangan elektroda (∆V), dan radius lintasan elektron (r). Hubungan antara ketiganya dapat diketahui dari sifat-sifat coilhelmholzt yang menyebabkan adanya gaya sentrifugal yang membuat elektron berbentuk lingkaran dari gaya linier yang timbul akibat perbedaan tegangan listrik antara katoda dengan anoda. Proses pengukuran perbandingan rasio muatan dan massa elektron dipengaruhi oleh adanya tegangan dan aliran arus pada kumparan helmholtz yang pada akhirnya menghasilkan medan magnet. Kata kunci : Coilhelmholtz, Rasio muatan dan massa elektron, Tegangan elektroda, Radius lintasan elektron, Medan Magnet.

I.

PENDAHULUAN Elektron adalah partikel subatom yang bermuatan negatif dan umumnya

ditulis sebagai e-. Elektron tidak memiliki komponen dasar ataupun substruktur apapun yang diketahui, sehingga ia dipercayai sebagai partikel elementer pada tahun 1897 oleh J.J Thompson. Elektron merupakan salah satu dari tiga sub partikel dasar penyusun atom yang juga merupakan partikel fundamental dalam sifat kelistrikan secara mikro. Oleh karena itu, eksperimen mengenai sinar katoda termasuk eksperimen yang penting dalam perkembangan bidang kelistrikan. Pada tahun 1869, Fisikawan Jerman Johann Wilhelm Hittorf menemukan sebuah pancaran yang dipancarkan dari katoda yang ukurannya meningkat seiring dengan menurunnya tekanan gas. Pada tahun 1876, fisikawan Jerman Eugen Goldstein menunjukkan bahwa sinar pancaran ini menghasilkan bayangnya, dan ia menamakannya sinar katoda. Semasa tahun 1870-an, kimiawan dan fisikawan Inggris William Crookes mengembangkan tabung katoda pertama yang vakum. Ia kemudian menunjukkan sinar berpendar yang tampak di dalam tabung tersebut membawa energi dan bergerak dari katoda ke anoda. Lebih jauh lagi, menggunakan medan magnetik, ia dapat membelokkan sinar tersebut dan mendemonstrasikan bahwa berkas ini berperilaku seolah-olah ia bermuatan negatif. Fisikawan Britania kelahiran Jerman Arthur Schuster memperluas eksperimen Crookes dengan memasang dua pelat logam secara paralel terhadap

Pengukuran nilai muatan elektron (e) dapat diketahui setelah percobaan yang dilakukan oleh J. Hubungan antara ketiganya dapat diketahui dari sifat-sifat coilhelmholzt yang menyebabkan adanya gaya sentrifugal yang membuat elektron berbentuk lingkaran dari gaya linier yang timbul akibat perbedaan tegangan listrikantara katoda dengan anoda. Geometri ini memberikan medan magnet yang sangat seragam dekat pusat kumparan. Thompson juga menunjukkan bahwa nisbah massa terhadap muatan.J.sinar katoda dan memberikan potensial listrik antara dua pelat tersebut. Pada eksperimen ini. eksperimen ini mencoba untuk membuktikan kembali hubungan-hubungan tersebut. Harga e dapat didekati dengan harga perbandingan e/m yang diperoleh dari hubungan antara nilai arus (I). Medan magnet (B) yang dihasilkan oleh kumparan sebanding dengan arus (I) dengan persamaan : Gaya magnet Fm bekerja pada partikel bermuatan dari muatan q bergerak dengan kecepatan V dalam medan magnet B dengan persamaan : . memberikan bukti lebih jauh bahwa sinar ini mengandung muatan negatif. sehingga perhitungan ini tidak dipercayai pada saat itu. Bertolak dari percobaan yang pernah dilakukan oleh Thompson tersebut. e/m. atau bahan-bahan yang berpendar bersifat universal. jari –jari kumparan sama dengan jarak antar kumparan. Dengan mengukur besar pembelokan sinar sesuai dengan arus listrik yang diberikan. dan radius lintasan elektron (r). Setiap kumparan memiliki 130. perhitungan ini menghasilkan nilai yang seribu kali lebih besar daripada yang diperkirakan. Namun. Thompson. bahan-bahan yang dipanaskan. yaitu dengan menggunakan peralatan tabung sinar katoda yang dilengkapi dengan magnet. tegangan elektroda (∆V). tidak tergantung pada material katoda. Ia lebih jauh lagi menunjukkan bahwa partikel bermuatan negatif yang dihasilkan oleh bahan-bahan radioaktif. Medan ini kemudian membelokkan sinar menuju pelat bermuatan positif. pada tahun 1890. Schuster berhasil memperkirakan rasio massa terhadap muatan komponenkomponen sinar. Kumparan helmholtz dari apparatus e/m memiliki radius dan pemisahan 15 cm.

Elektron bergerak dalam lintasan melingkar berjari – jari. Eksperimen juga bertujuan untuk mempelajari gerak elektron dalam medan magnet dan untuk menentukan rasio muatan dan massa elektron (e/m). METODE PERCOBAAN . II. dengan gaya magnet yang sama dengan gaya sentrifugal : Besarnya muatan (q) dari elektron : Elektron dipercepat melalui potensial V mempercepat mendapatkan energi kinetik : ( ⁄ ) Kecepatan elektron : ⁄ ( Sehingga diperoleh : ⁄ ⁄ ) ⁄( ) Percobaan mengenai sinar katoda adalah salah satu eksperimen untuk mengetahui karakteristik dari elektron yang merupakan partikel sub-atomik yang fundamental dalam terbentuknya arus listrik. Sehingga eksperimen ini penting dilakukan mengingat wilayah aplikasi kelistrikan yang sangat luas.

III. Sumber tegangan diatur pada level : elektron gun ( heater = 6. tangan digerakkan untuk menyejajarkan berkas elektron dengan berkas refleksi yang dapat dilihat pada cermin skala. Sehubungan dari proses pengukuran tersebut. Lalu sumberdaya dan pengukur bagian depan alat dihubungkan sesuai skema gambar. Jangan keluarkan dari tempatnya. dan hasilnya dirata. Untuk menghindari kesalahan paralax.d 300 V DC. arus pada kumparan Helmholtz dibaca dari ammeter dan tegangan pemercepat segera dibaca pada Voltmeter. Dengan hati. putar tabung hingga berkas sejajar. PEMBAHASAN Proses pengukuran rasio perbandingan e/m dipengaruhi oleh adanya tegangan dan aliran arus pada kumparan helmholtz yang pada akhirnya menghasilkan medan magnet. yaitu : pengukuran e/m dan defleksi dari elektron pada medan listrik.hati. Hubungan variasi tegangan (V) terhadap kecepatan elektron yaitu hubungan yang sebanding. Ketika beda potensial yang dialirkan pada set tabung e/m semakin besar maka akan semakin meningkatkan proses pemanasan filament . Ditunggu beberapa menit untuk memanaskan katoda. Knob pengatur arus untuk kumparan Helmholtz diputar pada posisi OFF. Helmholtz Coils 6-9 V DC ripple harus kurang dari 1 %). Harga perbandingan e/m dipengaruhi oleh hubungan antara nilai arus (I). radius dari berkas elektron diukur secara hati. tempatnya juga ikut berputar. Disaat katoda lebih panas. tegangan elektroda (Volt) dan radius lintasan elektron (r).Eksperimen ini terbagi kepada dua macam percobaan . elektrodes 150 s. Lalu diletakkan switch pada posisi MEASURE e/m. Pembacaan dicatat! Lalu.hati melalui tabung pada berkas elektron. Radius diukur dari berkas sebagaimana yang terlihat pada kedua sisi skala. lalu diperhatikan ammeter agar arus tidak lebih dari 2 A.ratakan. Jika tidak. Saat tabung diputar.3 V AC/DC . akan terlihat bekas keluar dari elektron gun dan akan membentuk kurva oleh medan magnet helmholtz. Kemudian tombol penagatur arus diputar perlahan searah putaran jam untuk kumparan helmholtz. Pada pengukuran e/m dilakukan petama. penutup kain menutupi e/m jika bekerja pada ruangan bercahaya. maka pada pengukuran e/m ini dilakukan 2 jenis percobaan yaitu variasi tegangan (V) dan variasi arus (I).

jadi besar medan magnet yang dihasilkan pada kumparan Helmholtz tergantung pada seberapa banyak arus (I) yang dialirkan pada kumparan tersebut. Pada variasi tegangan. Hal ini disebabkan karena rumus yang digunakan adalah . maka semakin besar jari – jari lintasan pergerakan elektron. Kecepatan pergerakan elektron ini adalah seberapa besar beda potensial yang diberikan untuk memanaskan filament yang dapat menyebabkan aliran elektron dari katoda ke anoda. Untuk pengaruh variasi arus (I) terhadap medan magnet (B) hubungannya adalah berbanding lurus. pada variasi arus (I) mempunyai hubungan semakin kecil gaya lorentz yang dihasilkan maka semakin besar jari – jari lintasan pergerakan elektron. Ketika arus dialirkan pada kumparan Helmholtz yang merupakan gulungan kawat maka akan menimbulkan medan magnet. Pada variasi tegangan (V). Hubungan variasi arus (I) dan variasi tegangan (V) terhadap nilai e/m dapat dilihat pada bentuk grafik yang terbentuk berdasarkan plot data.yang menyebabkan pergerakan elektron dari katoda ke anoda. Berikut adalah grafik hubungan variasi beda potensial (V) dan variasi arus (I) terhadap e/m : . Sedangkan pada variasi arus (I). medan magnet didapat nilai yang konstan. juga didapat hubungan seperti pada variasi arus. tidak dapat dilihat hubungannya karena nilai kecepatan elektron tidak kontinu yang artinya ada yang berkurang dan ada juga yang bertambah. Hubungan gaya lorentz terhadap jari – jari pergerakan yaitu. hal inilah yang menyebabkan hubungan antara medan magnet (B) terhadap arus (I) adalah berbanding lurus. yaitu semakin kecil gaya lorentz.

4000 11. tegangan (V) diset dengan nilai konstan.083 R² = 0.6000 10. Grafik hubungan variasi arus (I) terhadap e/m diperoleh nilai R yang tidak terdefinisi dengan persamaan linier 6E-13x + 360.2000 11.08 dengan besar = 0.0000 10.0000 11.2000 10. Hal ini disebabkan karena salah satu variabel yang dibutuhkan untuk memplot data adalah konstan karena pada percobaan dengan variasi arus. hal ini menunjukkan bahwa nilai e/m yang diperoleh dari eksperimen ini memiliki perbedaan yang signifikan dengan nilai e/m yang telah ditetapkan pada literatur.4000 10.titik koordinat data.9736 2*Volt 8 10 12 Dapat dilihat pada grafik variasi tegangan (V). Pada grafik ini terlihat bentuk garis lurus tidak cendrung mendekati titik.953x + 83.6000 (Br) (10E-10) y = 3E-12x + 360 R² = #N/A 2*Volt Variasi Tegangan 450 400 350 300 250 200 150 100 50 0 0 2 4 6 (Br) (10E-10) y = 27. . didapat nilai persamaan linier yang diperoleh untuk hubungan tegangan (V) terhadap kuadrat radius adalah 27.Variasi Arus 360 360 360 360 360 360 360 360 10.973.8000 11.95 x + 83.

Jakarta : Erlangga. . Pedoman Fisika Eksperimen I. Tim Penyusun Panduan Praktikum Laboratorium Atom dan Inti. Jurusan Fisika.IV. 2001. tegangan elektroda (Volt) dan radius lintasan elektron (r). Fisika Jilid 2 Edisi Kelima. Pada variasi tegangan (V). Jakarta : Erlangga. Fisika Jilid 2. Halliday and Resnik. 2007. FMIPA: Universitas Andalas. Douglas C. Hal ini disebabkan karena rumus yang digunakan adalah . medan magnet didapat nilai yang konstan. Harga perbandingan e/m dipengaruhi oleh hubungan antara nilai arus (I). PENUTUP Proses pengukuran rasio perbandingan e/m dipengaruhi oleh adanya tegangan dan aliran arus pada kumparan helmholtz yang pada akhirnya menghasilkan medan magnet. Untuk pengaruh variasi arus (I) terhadap medan magnet (B) hubungannya adalah berbanding lurus. Arthur. Referensi Beiser. 1987. Giancolli. Konsep Fisika Modern Jilid Keempat. 1991. Jakarta : Erlangga. Nilai e/m dapat dilihat pada grafik variasi arus dan variasi tegangan yang terdapat pada pembahasan.

JURNAL FISIKA EKSPERIMEN 1 MODUL A.BP HARI/TANGGAL SHIFT/KELOMPOK REKAN KERJA ASISTEN : SONYA RAHAYU : 0910441022 : JUMAT/7 OKTOBER 2011 : II / II : HERLINA NAINGGOLAN : EKO SATRIA LABORATORIUM FISIKA ATOM DAN INTI JURUSAN FISIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS ANDALAS PADANG.2011 .6 RASIO MUATAN DAN MASSA ELEKTRON NAMA NO.O.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->