P. 1
gede prama 3

gede prama 3

|Views: 2|Likes:
Published by Firdaus Al Farisi

More info:

Published by: Firdaus Al Farisi on Apr 09, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/25/2014

pdf

text

original

BERJUMPA CINTA DI MANA MANA

.: Oleh Gede Prama :. Cerita manusia adalah cerita derita, demikian bisik seorang kawan. Di Pakistan, belum lama Benazir Bhutto menginjakkan kaki di tanah kelahirannya, lehernya sudah ditembus peluru sampai tewas. Di Kamboja, pendeta Buddha berkelahi dengan polisi. Amerika Serikat yang menjadi tauladan dunia menjadi penghalang kesepakatan untuk mengurangi dampak pemanasan global. Gempa, tsunami, kelaparan mengunjungi semua pojokan Bumi. Di negeri ini serupa. Banyak pemilihan kepala daerah berakhir rusuh. Kekerasan di kalangan remaja amat mengkhawatirkan. Di Bali, kadang kekerasan muncul bahkan ketika upacara dilaksanakan. Membaca tanda-tanda seperti ini, ada yang mengeluh, bila demikian, bukankah hidup manusia sama dengan neraka? Entahlah, yang jelas wajah kehidupan yang terlihat bergantung pada siapa diri kita di dalam. Bila di dalamnya cinta, manusia berjumpa cinta di mana-mana. Jika di dalamnya kebencian, manusia menemukan kebencian di mana-mana. Membangun rumah cinta Dilihat dari segi bahan, manusia berbahankan cinta. Orangtua berpelukan penuh cinta ketika manusia dibikin. Disusui ibu penuh dengan pelukan cinta. Banyak ayah yang tidak jadi memasukkan makanan ke mulut hanya karena mau berbagi cinta dengan anak. Makanan dan minuman manusia datang dari alam yang berlimpah cinta. Ada yang mengandaikan kehidupan sebagai hujan cinta yang tidak pernah berhenti. Cuma sebagian memayungi dirinya dengan keangkuhan sehingga badannya kering dari hujan cinta. Dengan bahan seperti itu, bila output-nya kebencian, mungkin kita perlu merenungkan prosesnya. Perilaku kehidupan serupa Matahari. Bila sudah waktunya terbit, ia terbit. Jika saatnya terbenam, ia terbenam. Dan di dalam pikiran yang dipenuhi rasa cinta, Matahari akan disebut menerangi, memberi energi. Dalam pikiran yang penuh keluhan, ia diberi judul panas, sumber kekeringan, awal paceklik. Berdiri di atas kesadaran seperti inilah kemudian banyak guru sepakat, fondasi awal membangun rumah cinta adalah pikiran yang terawasi secara rapi. Ketika senang diawasi, tatkala sedih juga diawasi. Persoalan dengan banyak manusia, terlalu melekat dengan hal-hal yang menyenangkan, menolak yang menjengkelkan, bosan dengan hal-hal biasa. Karena yang menyenangkan berpasangan dengan hal-hal yang menjengkelkan (seperti malam berpasangan dengan siang), maka berputarlah kehidupan dalam siklus tanpa akhir: senang, sedih, bosan, dan seterusnya. Inilah awal dari banyak kelelahan emosi. Sadar dengan akibat kelelahan inilah, kemudian sejumlah orang mengakhiri siklus terakhir hanya dengan mengamatinya. Being a compassionate witness, demikian saran seorang penulis meditasi. Lihat emosi dan pikiran yang naik turun seperti seorang nenek penuh cinta sedang melihat cucu-cucunya berlari ke sana kemari. Semuanya sudah, sedang, dan akan baik-baik saja. Atau lihat keseharian yang digerakkan senang, sedih, bosan seperti melihat aliran air di sungai. Kesenangan mengalir berlalu,

kesetiaan istri. renungkanlah kekurangankekurangan Anda. terbangunlah rumah. bantuan teman atau keluarga. Tidak sedikit pasien yang sudah mendapatkan sebagian penyembuhan hanya dengan didengarkan. Kombinasi antara kesediaan mendengar dan kata-kata yang penuh cinta inilah yang membuat rumah cinta dipenuhi udara segar. Berkaitan dengan momentum pergantian tahun. Sebagai hasilnya. Murid karate ini panas. tiba-tiba gurunya muncul dengan penuh senyuman menyambut tentara-tentara tadi: 'selamat datang di 0kinawa. Di suatu latihan. senyuman tetangga. Dan bila harus berbicara. bila ada waktu merenung. Dan tentu muridnya bingung. murid ini menemui tentara Amerika mabuk yang mau membuat keributan di jalan. kemudian ia diam. Anda pasti sudah menikmati keindahan 0kinawa'. Jarang yang mau bertanya. apa itu cinta? The Book of Mirdad menulis: 'cintamu adalah dirimu yang sesungguhnya'. Begitu siap berkelahi. kenapa kata-katanya demikian berkarisma. Karate berarti tersenyum di semua keadaan. Atap rumah cinta kemudian bernama kaya karena rasa berkecukupan. di luar cinta adalah kepalsuankepalsuan. Dengan kata lain. bukan untuk menyakiti.rumah cinta yang sejuk dan teduh. Sebagaimana sudah menjadi rahasia banyak terapis. bicarakanlah kelebihan-kelebihan orang lain. jabat tangan bawahan. Sepulang latihan. apakah karate itu? Dengan tersenyum ia menjawab: 'karate means keep smiling in all situations'. ia memerlukan pintu dan jendela. Dan selanjutnya tidak saja perkelahian bisa dihindarkan. perlakuan atasan. rasa hormat putra/putri. muridnya bertanya. Ia menjadi contoh nyata cerita di awal: 'bila di dalamnya cinta. Jepang. maka manusia berjumpa cinta di mana-mana'. pernah ada guru karate yang disegani. ada yang bertanya. Dalam bahasa seorang bapak yang amat mencintai anaknya: 'dalam rasa berkecukupanlah letak kekayaan teragung'. kemudian lihat bagaimana ia membuka keindahan dirinya. gunakan kata-kata hanya untuk membantu. Jika ada waktu berbicara. Mendengar penjelasan seperti ini. Kata-kata hanya penghalang pemahaman. Di atas siklus yang terawasi rapi ini. Seorang sahabat dengan kata-kata yang berkarisma pernah ditanya. Meminjam hasil kontemplasi orang suci. 'Bila tidak bisa membantu cukup jangan menyakiti'. kalau demikian. Dengan tangkas ia menjawab. Pintunya bernama deep listening. Adakah ia lebih baik atau lebih buruk dari tahun lalu? . seberapa indah rumah cinta sekarang.kesedihan mengalir berlalu. persahabatan dengan tentara Amerika juga berjalan baik-baik saja. kebanyakan orang bertanya seberapa tua umur sekarang. kita sedang melihat rumah cinta kita. Rumah cinta berjalan Di Pulau 0kinawa. Agar rumahnya tidak pengap. demikian pesan sejuk seorang Lama. berbicaralah dengan bahasa-bahasa cinta. Laksanakan cinta. Melalui tatapan mata suami. Jendelanya berupa loving speech. senyuman orang-orang yang pernah menyakiti. Ini mungkin yang disebut dengan rumah cinta berjalan. kesediaan untuk mendengarkan adalah sebuah penyegar banyak kepengapan jiwa di zaman ini. Hanya karena segan. kemudian dibangun tiang-tiang keseharian yang banyak membantu.

Mungkin ini yang membuat Yesus Kristus tidak pernah berhenti menerangi banyak sekali perjalanan.' Ia yang meninggal dengan cinta kasih menjadi lilin penerang banyak perjalanan. Bali Utara .Perhatikan apa yang ditulis Thich Nhat Hanh dalam The Diamond that Cuts through Illusion: 'If you die with compassion in mind. Selamat hari Natal tahun 2007 dan Selamat Tahun Baru 2008. you are a torch lightening our path. Gede Prama bekerja di Jakarta dan tinggal di Desa Tajun.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->