P. 1
JURNAL TRANSPORTASI DESA

JURNAL TRANSPORTASI DESA

|Views: 237|Likes:
Published by Farah'laudia'Praba
pemilihan moda transportasi
pemilihan moda transportasi

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: Farah'laudia'Praba on Apr 09, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/13/2015

pdf

text

original

Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 14, No.

2, Juli 2010

ANALISIS PEMILIHAN MODA TRANSPORTASI UNTUK PERJALANAN KERJA
(Studi Kasus : Desa Dalung, Kecamatan Kuta Utara, Badung, Bali)

Ida Bagus Putu Widiarta
Dosen Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Udayana, Denpasar email: widiarta@civil.unud.ac.id

Abstrak: Optimalisasi penggunaan angkutan umum (angkot atau mikrolet) sangat diperlukan mengingat sulitnya untuk meningkatkan kapasitas jalan dengan memperlebar jalan dalam upaya untuk mengelola “supply”. Oleh karena itu dibutuhkan alternatif pendekatan dengan mengelola “demand” agar transportasi secara sistem dapat dikendalikan. Hal ini diperlukan terutama pada permukiman baru yang berkembang pesat di Kabupaten Badung yaitu di Desa Dalung. Wilayah Desa Dalung (Kecamatan Kuta Utara) adalah bagian dari pengembangan Samigita dengan jumlah penduduk yang melakukan perjalanan kerja sebanyak 613 orang dengan rincian 189 orang pegawai negeri dan 424 orang pegawai swasta yang sebagian besar (94%) menggunakan angkutan pribadi. Salah satu aspek yang perlu dikaji adalah besarnya biaya perjalanan ke tempat kerja dengan menggunakan angkutan pribadi (sepeda motor) dan angkutan umum (angkot atau mikrolet). Pemodelan pemilihan moda dilakukan dengan menggunakan Model Bi-nomial Logit Biner. Diperoleh persamaan pemilihan moda: Log {(1 – PP ) / PP } =2,248 – 0,001 (CP – CU). Dari hasil analisis diperoleh bahwa: Jika selisih biaya angkutan umum dengan angkutan pribadi semakin besar, maka peluang menggunakan angkutan pribadi akan meningkat; Walaupun biaya angkutan pribadi dan angkutan umum sama besar, maka tetap saja pekerja memilih untuk menggunakan angkutan pribadi (sebanyak 79%) walaupun terdapat selisih biaya sebesar Rp2.800,00. Kesetimbangan antara biaya dan pemakaian angkutan pribadi dengan angkutan umum didapat jika biaya angkutan pribadi lebih besar 1,4 kali dibandingkan biaya angkutan umum.

Kata kunci : Pemilihan Moda, Perjalanan Kerja, Model Logit Biner ANALYSIS OF TRANSPORTATION MODE CHOICE FOR JOURNEY-TO-WORK
(Case Study: Dalung Village, North Kuta District, Badung, Bali) Abstract: Optimisation of public transport use (such as angkot or microbus) is required due to the difficulty to increase the roadway capacity by widening of road in order to manage supply. Therefore, an alternative approach is required by managing transport demand so that the system can be controlled. This approach is required especially for the new developed housing in Dalung Village, Badung Regency. Dalung area (in North Kuta District) is part of Samigita development project where the the number or people travelling to work are about 613 persons (189 persons working in public service and 424 persons in private company). The majority of people in this area are travelling by private vehicles. One aspect that needs to be studied is the general cost for the journey to work both by private vehicles (motor bikes) and public transport. Mode choice model used is Binomial Logit Model. The model equation is Log {(1 – PP ) / PP} = 2,248 – 0,001 (CP – CU). Results of analyses indicate that if the cost difference between public transport and private transport increases, the probability of using private vehicles will increase; Although the cost of the two modes of transportation is set at the same cost, the majority of workers will still use private vehicles (about 79%), and this

is also the case even when the cost difference is Rp 2.800,00. The cost
218

” Di samping itu pelebaran jalan untuk meningkatkan kapasitas di wilayah ini sudah tidak memungkinkan untuk dilakukan karena terbatas dan mahalnya lahan. Tinjauan Umum Daerah Kajian Desa Dalung berada di Kecamatan Kuta Utara.... keamanan. Sifat-sifat tersebut menjadi multimasalah (permasalahan menjadi kompleks). Widiarta balance between private vehicles and public transport is achieved when the cost of using private vehicles is about 1..Analisis Pemilihan Moda Transportasi Untuk Perjalanan Kerja.7% per tahun.. Selain pengaruh dari faktor itu pemilihan juga dipe219 ..... Kecamatan Kuta Utara yang merupakan bagian dari daerah Samigita (Seminyak-LegianKuta). pemilikan SIM... MATERI DAN METODE Pemilihan moda sangat sulit dimodelkan walapun hanya melibatkan dua jenis moda (angkutan umum dan pribadi). tetapi sejak tahun 2008 terminal ini mulai terbengkalai dan pada tahun 2009 sudah tidak berfungsi lagi. Key words: Mode Choice. daerah selatan adalah Kelurahan Kerobokan dan daerah Barat adalah Desa Buduk.. 2003).. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis biaya yang harus dikeluarkan oleh penduduk ke tempat kerja dengan membandingkan bila menggunakan angkutan pribadi dan menggunakan angkutan umum (angkot atau mikrolet) dan untuk menganalisis besarnya peluang masyarakat memilih angkutan umum. ciri kota atau zona. Hal ini dialami di Desa Dalung.. kepadatan penduduk rata-rata 27 jiwa/ha. multidisiplin dan multisektoral. dari pusat kota Denpasar.. ciri pergerakan. Menurut informasi dari penduduk setempat dikatakan bahwa sebelumnya sekitar tahun 2007 di daerah Dalung ini masih ada terminal untuk melayani angkutan umum... Dampak dari lambatnya antisipasi perkembangan demand oleh lembaga terkait di wilayah tersebut mengakibatkan perbaikan tidak dapat dilakukan secara menyeluruh dan menimbulkan permasalahan-permasalahan baru.... Faktor yang dapat berpengaruh terhadap penggunaan moda dapat dikelompokkan dari sisi ciri pengguna jalan. daerah timur adalah Kelurahan Sempidi. Hal ini disebabkan oleh banyaknya faktor yang sulit dikuantifikasikan. dengan luas daerah 615 ha.. dan berjarak + 6 km. ciri fasilitas moda..4 times more than public transport cost. misalnya kenyamanan.... dengan topografi relatif datar.. Jumlah penduduk tahun 2008 sebanyak 17.. keandalan dan ketersediaan kendaraan pada saat diperlukan.... Pemilihan Moda Transportasi Seperti telah disampaikan bahwa pengambilan keputusan untuk menggunakan moda tertentu sangat dipengaruhi oleh faktor sesuai dengan ciri pengguna jalan.036 jiwa dengan persentase peningkatan rata-rata 4... dan secara administrasi batas daerah kajian meliputi daerah utara adalah Desa Tegal Kerta... Pesatnya perkembangan serta pengalihan fungsi lahan menjadi pemukiman menyebabkan tingginya bangkitan pergerakan terutama untuk bekerja di Desa Dalung ini. Hal ini sungguh sangat ironis dimana justru terjadi pada saat adanya keinginan pemerintah untuk membangkitkan kembali sistem angkutan umum sebagai salah satu cara untuk mengelola “demand. misalnya: ketersediaan atau kepemilikan kendaraan pribadi.. Pemilihan moda yang baik harus mempertimbangkan semua faktor yang ada pada ciri-ciri tersebut. Selanjutnya dengan adanya aglomerasi Samigita akan memberi dampak pada kian kompleksnya masalah transporttasi yang harus segera mendapatkan penanganan yang serius. Journey to Work.. Binomial Logit Model PENDAHULUAN Sifat-sifat sistem transportasi adalah multimoda. pendapatan serta keharusan penggunaan moda ke tempat kerja atau keperluan mengantar anak ke sekolah (Tamin..

(menit). Estimasi Nilai Waktu Nilai waktu seseorang sangat tergantung pada tujuan perjalanan (tujuan bisnis/ bekerja dan non bisnis) yang besarnya dapat menggambarkan layanan waktu konsumen yang diberikan oleh jalan kepada pengguna jalan. Ф = tarif per satuan jarak (Rp). 2003). terdiri dari: biaya langsung (direct cost) yang berkaitan dengan produk jasa yang dihasilkan seperti pemakaian bahan bakar dan sebaliknya biaya tak langsung (indirect cost) adalah biaya yang tidak berkaitan dengan produk jasa yang dihasilkan. D = jarak pergerakan (km)..Biaya kendaraan umum : Cu = фD + ZX1 + ZX2 + X3 …………(2) dimana.. nilai waktu di dalam atau menggunakan kendaraan untuk satu kali perjalanan (Tamin. 2. (1) dimana Cp = biaya dari kendaraan pribadi (Rp).Biaya kendaraan pribadi: Cp = ΨD + ZX2 + C …………. sehingga pemilihan moda transportasi ini menjadi sangat penting dalam perencanaan transportasi. X1= waktu menunggu kend. Tabel 1. Untuk menghitung nilai waktu digunakan hasil penelitian pada beberapa provinsi dengan nilai rata-rata tahun 1994 di tiga zona seperti terlihat pada Tabel 1. 14. Cu = biaya dari angkutan umum (Rp)./ hari Medium Rp 235. Untuk memudahkan menghitung biaya pokok dikelompokkan menurut hubungannya dengan produksi jasa yang dihasilkan. dengan asumsi sama dengan nilai per jam pendapatan per kapita. ketersediaan ruang dan besarnya tarif parkir./ hari Sumber: CTC. dimana biaya pokoknya adalah biaya pemakaian bahan bakar yang dikeluarkan untuk melakukan satu kali perjalanan. Z = nilai dari waktu penumpang per satuan waktu (Rp). Total pergerakan dalam angkutan umum serta nilai menunggu angkutan umum tersebut. Z = nilai waktu penumpang per satuan waktu (Rp). nilai waktu seseorang di 220 . Ψ = biaya operasi kendaraan per satuan jarak (Rp). Biaya pokok untuk jasa angkutan umum. seperti proses yang terlihat pada Gambar 1. D = jarak dari pergerakan (km). 1994 Bergerak Tidak bergerak Berjalan Kaki Angkutan Angkutan Umum Angkutan Pribadi Gambar 1. C = biaya parkir (Rp) .: . Juli 2010 ngaruhi oleh faktor-faktor lain yaitu waktu perjalanan. biaya transportasi. sedangkan biaya pokok angkutan pribadi. Nilai perjalanan bisnis/bekerja dikuantifikasikan sebagai nilai waktu per jam. maka diharuskan memilih dua pilihan penggunaan angkutan umum atau angkutan pribadi. Jika dipilih melakukan pergerakan maka akan dilakukan pemilihan moda transportasi dan berjalan kaki. Dalam kajian ini diasumsikan pemakai jalan memilih antara bergerak dan tidak bergerak. kemudian apabila memilih memakai moda. X2 = waktu di dalam kend..Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. X3 = biaya-biaya tambahan misalnya retribusi terminal (Rp)./ hari Low Rp 170. kenyamanan dan keamanan. Secara matematis dapat ditulis sbb.(menit). dimana biaya pokoknya adalah besarnya biaya yang dikenakan kepada setiap penumpang kendaraan satu kali melakukan perjalanan dari titik asal ke titik tujuan perjalanan. Rata-rata Nilai Waktu Zona Nilai Waktu Penumpang High Rp 300.. X2 = waktu di dalam kendaraan (menit). No. Proses Pemilihan Moda Pengertian Biaya Biaya pokok adalah besaran pengorbanan yang dikeluarkan untuk menghasilkan satu satuan unit produksi jasa angkutan.…….

.5 Mobil 3. Proses ini dilakukan untuk mendapatkan data olahan yang kemudian diolah lagi menjadi tahapan analisis.00 / hari Low Rp1.. Data lainnya berupa data sekunder antara lain: data kependudukan. penghasilan penduduk.44% (rata-rata suku bunga th. analisis dan pengelompokan data. kalibrasi model. data laju pertumbuhan ekonomi.. n = 15 (jumlah tahun dari th... analisis sesuai model... Kerobokan Kelod dan Desa Tibubeneng.. identifikasi masa- lah dan penetapan tujuan. 221 . dan persamaan simulasi untuk regresi. Data yang diperoleh dilakukan rekapitulasi dan dilakukan pengolahan dengan langkah pengklasifikasian data yang terdiri atas editing dan coding data dan analisis data baik dengan metode deskriptif maupun metode analisis. Tabel 2. mulai dari studi pendahuluan. analisis berdasarkan faktor kepegawaian dan tingkat penghasilan.5 Sumber: CTC... sbb. Kerangka Analisis Kerangka analisis merupakan urutan dari tahapan pekerjaan sebagai acuan untuk mendapatkan hasil yang diharapkan sesuai tujuan akhir dari kajian ini. Rata-rata Nilai Waktu tahun 2008 Zona Nilai Waktu Penumpang High Rp1. Pengumpulan Data Data yang dikumpulkan terdiri atas data primer berupa biaya transportasi.. data inflasi.500. sedangkan jumlah penumpang masing-masing tipe kendaraan kajian disajikan pada Tabel 3.5 Spd... studi pustaka..Analisis Pemilihan Moda Transportasi Untuk Perjalanan Kerja. waktu dan jarak perjalanan dan tingkat usia responden.900.500. F = P (1 + i)n Nilai F hasil perhitungan sampai tahun 2008... Hasil survei terhadap sejumlah penduduk pada enam desa di kecamatan Kuta Utara dapat dilihat pada Table 4-8.. Tahapan Analisis Dalam tahapan ini dilakukan analisis terhadap biaya. sehingga daerah ini mempunyai bangkitan perjalanan lebih besar dibandingkan dengan tarikan perjalanannya.100. Kerobokan Kaja. dan terakhir diperoleh simpulan dan saran. Khusus desa Dalung terdiri dari 23 dusun yang masing-masing dusun dikepalai oleh Kepala Dusun dengan jumlah 4. Jumlah penumpang untuk setiap tipe kendaraan Jenis Penumpang (orang/kend) Pick-up penumpang 7 Bus 18.. didapat seperti pada Tabel 2. Kerobokan. dan sebagai modanya digunakan sepeda motor untuk angkutan pribadi dan angkot atau mikrolet sebagai angkutan umum. jumlah kendaraan yang dimiliki.00/hari (zona medium) Dengan analisis tersebut Rata-rata Nilai Waktu pada tahun 2008.... survei pendahuluan... P = Rp235.19942008)... desain kuisioner. HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Responden..00 / hari Medium Rp1... diperoleh sebesar: F = Rp1.19942008)...00 / hari Sumber: Hasil Analisis 2009 Tabel 3.motor 1. Widiarta Nilai pada Tabel 1 digunakan untuk dapat mencari nilai Future Value.. pengumpulan data. 1994 Pemilihan Lokasi Pemilihan lokasi desa Dalung sebagai daerah kajian karena sebagian besar penggunaan lahannya berubah menjadi daerah permukiman. yaitu: Desa Dalung. Tahapan berikutnya dilakukan kalibrasi dengan Model Logit...00/hari dimana : i = 13. Jumlah KK dan Jumlah Pekerja Desa Dalung yang terletak di Kecamatan Kuta Utara terdiri dari 6 (enam) desa..193 KK sehingga jumlah sampelnya menjadi 409 sampel.. dan analisis menggunakan model Binomial-Logit-Selisih dan model Binomial-Logit-Nisbah. Canggu...

maka nilai waktu = 1500 x(5.51 45. 14. No.000.73/menit. 2.000.31% + 4.00/hari atau Rp463.91% + 9.anggota keluargayang bekerja = 1.00 / menit sehingga berdasarkan rumus (2).2. 2.215. Tabel 7.97% + 11. sehingga nilai waktu penumpang (Z) dari tahun 20042008 dihitung sebagai berikut : Nilai waktu = Nilai waktu penumpang zona medium x rata-rata inflasi.000. 3. waktu menunggu kendaraan 10 menit dan lama perjalanan 30 menit dengan mengabaikan biaya tambahan dapat dihitung sebagai berikut: Cu = фD + ZX1 + ZX2 + X3 Cu = 300*9 + 55*10 + 55*30 + 0 Cu = 2700+550+1650 = Rp 4. maka biaya umum untuk angkutan umum untuk jarak 9 km. Pemilihan moda transportasi berdasarkan status kepegawaian Pegawai Negeri Swasta Total : Moda P (Angkutan Pribadi) 180 398 578 Moda U (Angkutan Umum) 9 26 35 Biaya Umum Angkutan Umum Biaya umum (Generalized Cost) untuk angkutan umum yaitu biaya yang harus dibayar atau ongkos waktu di dalam dan waktu menunggu kendaraan atau nilai waktu penumpang. ( x ) yang disurvei (f) 1 0 43 2 3 4 5 6 1 2 3 4 5 Total : 188 126 39 9 4 409 Total pekerja ( f. Juli 2010 Tabel 4.Jumlah Responden (orang) 359 238 16 613 % Terhadap Jumlah Responden 58. Jumlah KK yang bekerja Jumlah Jumlah pekerja keluarga No.54 2. Jumlah Pendapatan (Rupiah) < 2.97 30.73 = Rp 54. sehingga nilai waktu penumpang (Z) dari tahun 20042008 dihitung sebagai berikut: Nilai waktu penumpang (Z) = Jumlah penumpang kendaraan sampel x nilai waktu.000. Penggunaan Moda pada kondisi Revealed Preferences dan Stated Preferences Moda P U Revealed Preferences 578 20 Stated Preferences 593 20 Rerata jumlah.Biaya Umum Angkutan Pribadi Biaya umum (Generalized Cost) untuk angkutan pribadi yaitu biaya yang harus dibayar termasuk biaya parkir.8 % 2.6 % 1. dimana untuk Desa Dalung dianggap zona medium.sampai 3.) < 30 > 30 Moda P (Angkutan Pribadi) 193 385 578 Moda U (Angkutan Umum) 15 20 35 Total : 222 . Nilai waktu penumpang = 7 x Rp7. Dalam menghitung nilai waktu juga diperhitungkan terhadap nilai inflasi di Bali. Karakteristik responden berdasarkan tingkat usia No.500.000.87/jam atau Rp7.98 Tabel 8.133.900.500.81 9.62%) / 5 = Rp11.x ) Persentase (%) 0 288 252 117 36 20 613 10.500.500. Tabel 6.Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol.498 pekerja ≈ 2 pekerja Tabel 5.11 ≈ Rp 55.6 % 38. 2. Desa Dalung dianggap zona medium. 1.30% + 5.20 0.> 3. Dengan demikian diperoleh: Nilai waktu penumpang (Z) = Jumlah penumpang kendaraan sampel x nilai waktu. Umur ( Th.Total : Rata-rata = Rp2. Hasil survei wawancara rumah tangga (Home Interview Survey) dengan penggolongannya No.

1 2 3 4 5 6 CP 1.702.73 = Rp11.28560 -5326. Perhitungan metode analisis regresi linier untuk model binomial-logit-selisih CP .00 2.14860 -1123.00 K2 : Pegawai negeri berpendapatan Rp.0161 0.26367 0.. Y = 2. 1999).83037 0..248–0.00 1..20429 0.Analisis Pemilihan Moda Transportasi Untuk Perjalanan Kerja. diperoleh hasil seperti Tabel 10 dan Tabel 11.00 CU ( Xi ) 4.(∑(Xi*Yi)} / {N*∑Xi2 .8889 0.595 ≈ Rp 12.. sebagai berikut : K1: Pegawai negeri berpendapatan kurang dari Rp2.00 1.694.29711 -4826.667. dan lama perjalanan 30 menit dengan biaya parkir Rp1..500..000. tingkat penghasilan dan umur untuk dapat mengagregasi data yang diperoleh.658.001 X Atau Log {(1-Pp)/Pp} = α + β (Cp – Cu) Log {(1-Pp)/Pp} = 2.00 K6 : Pegawai swasta berpendapatan lebih dari Rp3.658.84503 0.00 4.X dimana : Y (Y rata-rata) dan X (X rata-rata) Dari Tabel 10 diperoleh persamaan untuk model binomial-logit-selisih kemudian dimasukkan ke dalam persamaan simultan dengan tujuan mendapatkan hasil.. Biaya umum angkutan Kelompok K1 K2 K3 K4 K5 K6 Cp (Rp) 1..00 dapat dihitung sebagai berikut: Cp = ΨD + ZX2 + C Cp = 44.00 1.84553 0.053.001 2.821.00 18095 0..00 4.00 1.890 9132484 8892324 7958041 9653449 9672100 9320809 54629207 0. 2. dimana α dan β merupakan suatu para- meter model dari suatu persamaan regresi.9333 0.. maka biaya umum untuk angkutan pribadi untuk jarak 9 km.110..8333 0.755.0273 0.00 3.000.982.819.19641 0.00 1.00 K4 : Pegawai swasta berpendapatan kurang dari Rp2.716..9839 0..248 ..825.001(Cp-Cu) 223 ..716. 3.21493 0.38 Pemodelan dan Analisis Pekerja dalam kajian ini dibedakan berdasarkan status kepegawaian yaitu pegawai swasta dan pegawai negeri.B.552 -0..43313 -19536.000.755.22500 -1971. Bali .1111 0.022.715.00 Cp = 403.00 K5 : Pegawai swasta berpendapatan Rp.38+360+1000 = Rp1.702.3000 PP ( % ) PU ( % ) ( Yi ) -0.500.00 Cu (Rp.00 1.107.000.24800 Loge{(1-Pi)/Pi} XiYi Xi2 exp(A+BXi) P=1/{1+exp(A+BXi)} B = {N*∑XiYi ..18270 0..368 -6.00 3.819.00370*402) BOK = Rp 44.00 K3 : Pegawai negeri berpendapatan lebih dari Rp...903 -1. Berdasarkan rumus (1).500. untuk sepeda motor: BOK = a + b/V + c*V2 dimana: V = kecepatan rata-rata 40 km/jam a = konstanta sebesar 24 b = koefisien dengan nilai 596 c = koefisien dengan nilai 0.694.00 4.00 4.00 1.786 -0.9727 0.00 ∑= 3...146 -1.00 4.) 4.79135 0.479.5x Rp7..Konsultan PTS.00 4. Sementara itu biaya operasi kendaraan (BOK) untuk kendaraan pribadi (DLLAJ Prop.00 1...500.50037 -3560.7000 0.5000.699 -1.82309 0.00 1.715.000.000.00 2.500.685.00-Rp3..82*9 + 12*30 + 1000 Tabel 10.712.00 3.00 4.763..00370 maka : BOK = 24 + (596/40) + (0.0..479.00/menit..667. Nilai waktu penumpang = 1.CU No.00 4. Widiarta Tabel 9..0667 0.712.000..00 4..1667 0.5000. 2.83584 -0.00 4..00 1....000.82 / km.000..(∑Xi)2} A = Y . Dengan analisis menggunakan metode analisis regresi linier untuk model binomial logit selisih dan model binomial logit nisbah.500.00 Berdasarkan perhitungan biaya umum baik penggunaan angkutan pribadi (sepeda motor) maupun angkutan umum (angkot atau mikrolet) dan berdasarkan status kepegawaian dan tingkat penghasilan didapat hasil analisis rata-rata.825.685.454 -2729. yaitu: Y = α + β X.00-Rp3.18339 0.

Y)^2 0.933 0.833 0.146 -1.786 -0.700 0.449 -0.Yi) ^ 2 -0.X dimana : Y (Y rata-rata) dan X (X rata-rata) 0.59728 1. demikian sebaliknya.801 1.302 = 0.001 X -0.00 CJB 4.903 -1.552 -0. Selanjutnya Gambar 4 menunjukkan bahwa untuk mendapat peluang yang sama. 2003): -0.552 -0.450 -0.186 0.070 -0.248 .755.359 0.079 0.(∑(Xi*Yi)} / {N*∑Xi .66113 Ŷi .6 R2 = 0.00 4.567 -1. 1 2 3 4 5 6 CJR 1.816 1.708 (Ŷi .790 0.773 -1.442 -0.361 0.402 0.712.302 0.00 1.199 1.4 0.172 -0.374 -0.454 2 2 Log{(1-Pi)/Pi} XiYi 0.00 4.8 0.6 0.476 0.Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol.00 4.Yi -0.198 0.336 -0.196 0.368 -6.027 0.Yi)^2 0.319 -0.146 -1.056 0.903 -1.699 -1.699 -1.CP) Gambar 3 Hubungan antara selisih biaya perjalanan dan peluang penggunaan kendaraan pribadi 224 .368 Ŷi .870 Wi B Log ( Wi ) P=1/{1+exp(A+BXi)} Xi -0.759 1.515 0.973 0.825.698 -0.664 β α 1.146 -1.Yi 0.699 -1.816 1.177 -0.449 -0.00 1.164 2.076 Ŷi -0.819.00034 4.698 Gambar 2.32148 2. Perhitungan koefisien determinasi Kelompok 1 2 3 4 5 6 ∑ Rata-rata Yi -0.903 -1.454 -1.467 -0.0.016 0.074 0.552 -0. Juli 2010 Tabel 11.445 -0.067 0.4 Y = 2.111 0. maka peluang pemilihan moda angkutan pribadi (Pp) akan semakin besar pula. Peluang Pemilihan Moda Pribadi (PP) 1 0.806 Xi 2 0.00 4.15312 0.667.2 ∑ R 2 Log{(1-Pi)/Pi} n i=1 n ^ ( Y .355 0.20251 0.167 0.22675 0.432 -0.549 0.398 Dari kedua perhitungan baik menggunakan model binomial-logit selisih dan model binomial-logit nisbah dapat digambarkan bentuk kurvanya.072 0.370 0. No.446 -2.00 1.B.02976 0.2 0 0 2000 4000 6000 8000 10000 Selisih Biaya (CU .(∑Xi) } LogA = Y .40897 Untuk mendapatkan Koefisien Determinasi digunakan persamaan (Tamin.368 -6.00.8 -1 2800 2900 3000 3100 3200 Selisih biaya (CU .786 -0. subsidi harus diberikan ke angkutan umum sedikitnya Rp2.018 (Ŷi .685.183 2.00 ∑= ( Wi ) 0. Perhitungan metode analisis regresi linier untuk model binomial-logit-nisbah CJR / CJB No.377 -0.355 0.373 -0. 2.800.Y) 2 R2 = 1 – 0.694.716.073 B = {N*∑XiYi .CP) = 1 − ∑ i=1 ( Y .358 PP ( % ) CU ( % ) 0.786 -0.00494 0.202 0.794 1.202 0.710 0.00 4. Simpangan perhitungan koefisien determinasi Tabel 12.715.702.075 0.50479 0. Gambar 3 memperlihatkan bahwa dengan selisih biaya yang semakin besar.50078 1.658.889 0.00 1. 14.984 0.479.249 -0.350 Ỹi -0.14196 0.300 ( Yi ) -0.697 0.072 0.38640 0.00 1.

6 0. (KREEM) DLLAJ. Peluang Pemilihan Moda Pribadi (PP) 1 0. DAFTAR PUSTAKA CTC. maka penggunaan kendaraan pribadi akan lebih besar. Jika biaya kedua moda sama besar (selisih biaya sama dengan nol).Peluang Pemilihan Moda Pribadi (PP) 1 0.2 0. kondisi ini akan dapat tercapai jika biaya angkutan umum lebih 225 .. ditemukan bahwa pada kondisi biaya angkutan pribadi sama dengan biaya angkutan umum.6 1. Perencanaan dan Pemodelan Transportasi.0 0. Wirawan. Untuk menarik minat penggunaan angkutan umum.1 2.2 (1. Selanjutnya berdasarkan hasil analisis pemodelan binomial logitnisbah.5) murah sebesar 1.6 0. Adi Wilka Penas atas bantuannya dalam survei kajian daerah ini.2 0. 2003.8 0.2 0 0. N.2 Nisbah Biaya (CU/ CP) Gambar 5. Hubungan antara nisbah biaya perjalanan dan peluang penggunaan kendaraan pribadi Peluang Pemilihan Moda Pribadi (PP) 1 0.4 0. 1999.4 0.0 2. ditemukan bahwa apabila selisih biaya angkutan umum dengan angkutan pribadi semakin besar maka peluang penggunaan angkutan pribadi akan menjadi lebih besar.0 2.800. Bali Kantor Kepala Desa Dalung. sekitar 79% orang akan tetap memilih menggunakan angkutan pribadi. Selisih Biaya (CU .6 0.8 1. Cara Mudah Memahami Statistik. Penerbit ITB Bandung. Biaya Operasional Kendaraan Pribadi.00.0 1. 2008.4 kali dibandingkan dengan biaya angkutan pribadi. seperti diperlihatkan pada Gambar 6. Untuk menarik minat masyarakat dalam menggunakan angkutan umum.6 0. 1994.0 1. Peta Wilayah Kecamatan Kuta Utara. Detail Lokasi Desa Dalung.6 1.8 2.2 1.4 1.4 1.0 : 0. maka akan makin besar peluang pemilihan ke angkutan pribadi. Keramas Emas Denpasar. SIMPULAN Berdasarkan hasil analisis pemodelan binomial logit-selisih.2 1.. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih disampaikan kepada Sdr. Kabupaten Roads Economic Evaluation Model.4 0. Kantor Camat Kuta Utara. 2008.4 0.1 2..CP) Gambar 4.8 2. sekitar 79% orang akan memilih menggunakan angkutan pribadi. Bali.79) Nisbah Biaya (CU/ CP) Gambar 6.Z. Prop. Untuk mendapat peluang yang sama.8 1.6 0.4 kali dibandingkan dengan biaya angkutan pribadi. Hubungan antara selisih biaya perjalanan dan peluang penggunaan kendaraan pribadi Gambar 5 menunjukkan bahwa semakin kecil nisbah/rasio biaya angkutan umum dengan biaya angkutan pribadi.Bali-Konsultan PTS.0 0. subsidi harus diberikan ke angkutan umum sedikitnya Rp2.8 0. Tamin O. 2001.4 0.2 0 0.2 0 0 2000 4000 6000 8000 10000 (2800 : 0. Hubungan antara nisbah biaya perjalanan dan peluang penggunaan kendaraan pribadi Walaupun biaya angkutan pribadi sama dengan biaya angkutan umum. maka biaya angkutan umum harus lebih murah sebesar 1.8 0.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->