P. 1
pondasi

pondasi

|Views: 936|Likes:
Published by Ach Jadidil Khoir
Pondasi
Pondasi

More info:

Published by: Ach Jadidil Khoir on Apr 09, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/14/2014

pdf

text

original

PONDASI SEBAGAI DASAR UTAMA BERDIRINYA SEBUAH BANGUNAN LAPORAN

Untuk memenuhi tugas matakuliah Kimia Bahan yang dibina oleh Bapak Drs. Adjib Karjanto S. T., M. T.

Oleh Ach Jadidil Khoir 120523417714

UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK SIPIL Desamber 2012 KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rachmat dan nikmatNya yang telah diberikan kepada kita sehingga bisa mengerjakan tugas makalah ini dengan baik.

I

Kami membuat makalah ini untuk memenuhi tugas Kimia Bahan. Pengerjaan makalah ini merupakan salah satu cara dalam memahami atau mempelajari maksud dan tujuan mata kuliah Kimia Bahan. Akhirnya, kami mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang mendukung pengerjaan makalah ini. Selanjutnya, kami mohon saran dan masukan yang membangun dalam perbaikan dan kesempurnaan makalah ini. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan pertolongan,

kemudahan, kepada kita semua.

Malang, 11 Desember 2012

Penulis

DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR DAFTAR ISI ......................................................................................................... ii

BAB I

PENDAHULUAN 1.1 1.2 1.3 Latar Belakang ............................................................................ 1 Rumusan Masalah ....................................................................... 2 Tujuan Penulisan ......................................................................... 2

BAB II

PEMBAHASAN 2.1 2.2 2.3 2.4 2.5 2.6 2.7 2.8 2.9 Segi-segi Umum .......................................................................... 3 Berbagai Macam Pondasi............................................................ 11 Berbagai Tipe Pondasi Lain ........................................................ 69 Pondasi Bersisi Satu .................................................................... 70 Petunjuk-Petunjuk Mengenai Pondasi ........................................ 72 Berbagai Cacat Pada Pondasi ................................................... ... 73 Uitvoering van heiwerken ........................................................... 73 Pelaksanaan Pemancangan .......................................................... 132 Kelder .......................................................................................... 135

2.10 Segi-segi Ekonomis Pengonstruksian ......................................... 138 2.11 Pengangkeran Konstruksi Bangunan .......................................... 139 2.12 Pondasi Bawah Air ...................................................................... 144 2.13 Konstruksi-Konstruksi Khusus ................................................... 147

BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan .................................................................................... 163 3.2 Saran .............................................................................................. 164 DAFTAR RUJUKAN ........................................................................................... 165

BAB I PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG Pondasi adalah bagian terbawah dari suatu struktur yang berfungsi menyalurkan beban dari struktur diatasnya ke lapisan tanah pendukung. Pondasi sendiri jenisnya ada bermacam - macam. Penentuan jenis pondasi biasanya dipengaruhi keadaan tanah disekitar bangunan atau pun jenisbeban bangunan itu sendiri. Pondasi merupakan bagian dari struktur yang berfungsi meneruskan beban menuju lapisan tanah pendukung dibawahnya. Sedangkan dalam pendapat lain Pondasi ialah bagian bangunan yang menghubungkan gedung dengan tanah. Tanah harus menerima beban dari gedung (beban mati serta beban berguna) dan pondasi membagi beban itu, sehingga tekanan tanah yang diperbolehkan tidak dilewati. Pondasi harus diperhitungkan sedemikian rupa sehingga dapat menjamin kestabilan bangunan terhadap berat sendiri, beban berguna dan gaya-gaya luar seperti angin, gempa bumi dan lain-lain. Pondasi yang diperhitungkan dengan tepat menghindarkan penurunan gedung yang tidak merata. Pondasi berfungsi untuk mencegah atau menghindarkan timbulnya patah geser yang disebabkan muatan tegak ke bawah. Dapat menyesuaikan terhadap kemungkinan terjadinya gerakan-gerakan tanah antara lain, tanah mengembang, tanah menyusut, tanah yang tidak stabil, kegiatan pertambangan dan gaya mendatar dari gempa bumi.Menahan gangguan dari unsur-unsur kimiawi di dalam tanah baik organik maupun anorganik. Dapat menahan tekanan air yang mungkin terjadi. Dalam pondasi biasanya kita ketahui tujuh jenis yang umum digunakan, diantaranya, Pondasi batu kali setempat, Pondasi lajur batu kali, Pondasi tapak atau plat beton setempat, Pondasi beton lajur, Pondasi Strauss, Pondasi tiang pancang kayu, Pondasi sumuran, Pondasi Bored Pile. Maka dalam hal bangun-membangun, pondasi sangat penting dan harus diperhatikan secara baik. Dalam makalah ini akan dibahas hal-hal yang perlu diketahui dan dikuasai dalam memilih, merencanakan dan membangun sebuah pondasi.

1.2 Rumusan masalah 1. Apa saja segi-segi umum yang dibahas dalam pondasi? 2. Apa saja jenis-jenis pondasi? 3. Apa saja tipe pondasi lain yang sering dipakai? 4. Apa yang dimaksud pondasi bersisi satu? 5. Apa petunjuk mengenai pondasi yang terdapat dalam gambar bestek? 6. Bagaimana cacat-cacat yang terjadi pada pondasi? 7. Apa yang dimaksud dengan Uitvoering van heiwerken? 8. Bagaimana proses pelaksanaan pemancangan? 9. Apa yang dimaksud dengan kelder? 10. Apa saja segi-segi ekonomis yang menyangkut pengkonstruksian pondasi dan dinding-dinding kelder? 11. Apa yang dimaksud dengan pengangkeran konstruksi bangunan pada tanah bawah dan sumuran bangunan yang dalam? 12. Bagaimana pondasi bawah air? 13. Bagaimana konstruksi-konstruksi pondasi khusus? 1.3 Tujuan Penulisan 1. Menjelaskan segi-segi umum yang dibahas dalam pondasi 2. Menjelaskan jenis-jenis pondasi 3. Menjelaskan tipe pondasi lain yang sering dipakai 4. Menjelaskan dimaksud pondasi bersisi satu 5. Menjelaskan petunjuk mengenai pondasi yang terdapat dalam gambar bestek 6. Menjelaskan cacat-cacat yang terjadi pada pondasi 7. Menjelaskan dimaksud dengan Uitvoering van heiwerken 8. Menjelaskan proses pelaksanaan pemancangan 9. Menjelaskan yang dimaksud dengan kelder 10. Menjelaskan segi-segi ekonomis yang menyangkut pengkonstruksian pondasi dan dinding-dinding kelder 11. Menjelaskan yang dimaksud dengan pengangkeran konstruksi bangunan pada tanah bawah dan sumuran bangunan yang dalam 12. Menjelaskan pondasi bawah air 13. Menjelaskan konstruksi-konstruksi pondasi khusus

BAB II PEMBAHASAN 2.1. Segi-segi umum Pengertian Fondasi Pondasi adalah bagian terbawah dari suatu struktur yang berfungsi menyalurkan beban daristruktur diatasnya ke lapisan tanah pendukung. Pondasi sendiri jenisnya ada bermacam - macam.Penentuan jenis pondasi biasanya dipengaruhi keadaan tanah disekitar bangunan atau pun jenisbeban bangunan itu sendiri.Pondasi merupakan bagian dari struktur yang berfungsi meneruskan beban menuju lapisantanah pendukung dibawahnya. Dalam struktur apapun, beban yang terjadi baik yang disebabkanoleh berat sendiri ataupun akibat beban rencana harus disalurkan ke dalam suatu lapisan pendukungdalam hal ini adalah tanah yang ada di bawah struktur tersebut. Banyak faktor dalam pemilihan jenispondasi, faktor tersebut antara lain beban yang direncanakan bekerja, jenis lapisan tanah dan faktornon teknis seperti biaya konstruksi, waktu konstruksi. Pemilihan jenis pondasi yang digunakansangat berpengaruh kepada keamanan struktur yang berada diatas pondasi tersebut .Jenis pondasi yang dipilih harus mampu menjamin kedudukan struktur terhadap semua gaya yang bekerja. Selainitu, tanah pendukungnya harus mempunyai kapasitas daya dukung yang cukup untuk memikul beban yang bekerja sehingga tidak terjadi keruntuhan. Dalam kasus tertentu, apabila sudah tidak memungkinkan untuk menggunakan pondasi dangkal, maka digunakan pondasi dalam. Pondasi dalam yang sering dipakai adalah pondasi tiang pancang.Menurut Bowles (1984), pondasi tiangpancang banyak digunakan pada struktur gedung tinggi yang mendapat beban lateral dan aksial.Pondasi jenis ini juga banyak digunakan pada struktur yang dibangun pada tanah mengembang (expansive soil). Daya dukung tiang pancang yang diperoleh dari skin friction dapat diaplikasikanuntuk menahan gaya uplift yang terjadi. Faktor erosi pada sungai juga menjadi pertimbangan penggunaan tiang pancang pada jembatan.

Guna dan arti pondasi Pondasi ialah bagian bangunan yang menghubungkan gedung dengan tanah. Tanah harus menerima beban dari gedung (beban mati serta beban berguna) dan pondasi membagi beban itu, sehingga tekanan tanah yang diperbolehkan tidak dilewati. Pondasi harus diperhitungkan sedemikian rupa sehingga dapat menjamin kestabilan bangunan terhadap berat sendiri, beban berguna dan gaya-gaya luar seperti angin, gempa bumi dan lain-lain. Pondasi yang diperhitungkan dengan tepat menghindarkan penurunan gedung yang tidak merata. Kita ketahui, bahwa semua bangunan akan turun sedikit oleh beban berat sendiri dan sebagainya, hanya pondasi yang baik mengakibatkan penurunan gedung yang merata. Penurunan gedung yang tidak merata mengakibatkan retak-retak pada dinding, dinding tidak sejajar anting lagi, atau pintu dan jendela tidak dapat dibuka lagi. Untuk menghindari kejadian itu maka pondasi diperhitungkan sedemikian rupa sehingga tekanan pada tanah pada seluruh gedung menjadi sama. Dasarnya perhitungan menjadi beratnya bangunan beserta beban berguna, jenis pondasi dan ukuran pondasi yang dipilih dan kekokohan landasan. Mengenai keadaan tanah tempat bangunan kita harus mengetahui:  Dalamnya dan tebalnya lapisan bumi (stara) terutama dari lapisan yang akan menerima beban pondasi  Kekokohan landasan  Keadaan hidrologis (pengetahuan mengenai perairan tanah masing-masing) pada lapisan

Cara Menentukan Jenis Pondasi Dalam pemilihan bentuk pondasi dan jenis pondasi yang memadahi, perlu diperhatikan beberapa hal yang berkaitan dengan pekerjaan pondasi tersebut. Hal ini disebabkan tidak semua jenis pondasi dapat dilaksanakan

di semua tempat.(Misal penggunaan pondasi tiang pancang pada daerah padat penduduk tentu tidak tepat meskipun secara teknis telah memenuhi syarat). Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih pondasi :
     

Kondisi tanah yang akan dipasangi pondasi. Batasan-batasan akibat konstruksi di atas pondasi (superstructure). Faktor lingkungan. waktu pekerjaan pondasi Biaya pengerjaan pondasi Ketersediaan material pembuatan pondasi di daerah tersebut. Umumnya kondisi tanah dasar pondasi mempunyai karakteristik

yang bervariasi, berbagai parameter yang mempengaruhi karakteristik tanah antara lain pengaruh muka air tanah mengakibatkan berat volume tanah terendam air berbeda dengan tanah tidak terendam air meskipun jenis tanah sama.Jenis tanah dengan karakteristik fisik dan mekanis masing-masing memberikan nilai kuat dukung tanah yang berbeda-beda. Dengan demikian pemilihan tipe pondasi yang akan digunakan harus disesuaikan dengan berbagai aspek dari tanah di lokasi tempat akan dibangunnya bangunan tersebut.Suatu pondasi harus direncanakan dengan baik, karena jika pondasi tidak direncanakan dengan benar akan ada bagian yang mengalami penurunan yang lebih besar dari bagian sekitarnya. Pemilihan Pondasi Berdasar Daya Dukung Tanah :

Bila tanah keras terletak pada permukaan tanah atau 2-3 meter di bawah permukaan tanah maka jenis pondasinya adalah pondasi dangkal. (misal: pondasi jalur, pondasi telapak atau pondasi strauss).

Bila tanah keras terletak pada kedalaman sekitar 10 meter atau lebih di bawah permukaan tanah maka jenis pondasinya adalah pondasi tiang minipile, pondasi sumuran atau pondasi bored pile.

Bila tanah keras terletak pada kedalaman 20 meter atau lebih di bawah permukaan tanah maka jenis pondasinya adalah pondasi tiang pancang atau pondasi bored pile. Standar daya dukung tanah menurut Peraturan

PembebananIndonesia Untuk Gedung tahun 1983 adalah :
   

Tanah keras (lebih dari 5 kg/cm2). Tanah sedang (2-5 kg/cm2) Tanah lunak (0,5-2 g/cm2) Tanah amat lunak (0-0,5 kg/cm2) Kriteria daya dukung tanah tersebut dapat ditentukan melalui

pengujian secara sederhana. Misal pada tanah berukuran 1 cm x 1 cm yang diberi beban 5 kg tidak akan mengalami penurunan atau amblas maka tanah tersebut digolongkan tanah keras. Sebuah rumah yang fondasinya kokoh merupakan suatu yang sangat berharga karenanya dalam membuat fondasi itu jangan ada tergolong hemat secara keliru. Pembuatan fondasi untuk suatu bangunan sepenuhnya tergantung pada susunan dan tanah setempat. Justru ketergantungan ini kadang –kadang menyulitkan kita untuk mengadakan suatu pemisah yang tepat diantara hal –hal yang tercakup dalam „pekerjaan tanah‟ dan hal – hal yang tercakup „fondasi‟. Sifat dan konstruksi dari bangunan yang bersangkutan Bobot dan kestabilan Fondasi sari sebuah rumah untuk satu keluarga akan sangat berbeda dari sebuah bangunan flat yang terdiri dari beberapa tingkat Jumlah bobot bangunan flat akan jauh lebih besar dibanding bobot sebuah bangunan untuk satu keluarga. Kestabilan sebuah bangunan flat akan memiliki pengaruh yang lebih besar dibanding kestabilan pada sebuah rumah untuk satu keluarga.

Pengontruksian Kontruksi suatu bangunan atau sebagian daripadanya merupakan hal yang menentukan bagi bentuk konstruksi fondasi. Pada sebuah bangunan susun yang masif, beban akan terbagi rata atas fondasi karenanya dalam hal seperti ini kita dapat mempraktekkan fondasi lanjur, dengan atau tanpa diberi rusuk pengkaku, atau balok beton diatas tiangtiang atau sumur –sumur.

Kontruksi sebuah bangunan bergantung kepada bobotnya dan kepada penggunaan bangunan bersangkutan, sedangkan konstruksinya

menentukan pilihan tas tipe fondasi.

Letak suatu bangunan Apabila sebuah bangunan akan didirikan dekat sebuah jalan yang banyak dilalui kendaraan, kita hendaknya memperhitungkan getaran – getaran yang akan ditimbulkan oleh ramainya lalu lintas terhadap lapisan – lapisan tanah. Lebih – lebih jika lapisan –lapisan atasnya lembek, seperti lapisan – lapisan tipis pasir.

Pelaksanaan Pencapaian tempat pembangunan ada kalanya kemungkinan bagi suatu pelaksanaan merupakan hal yang mentukan,karena letak bangunan yang akan didirikan sulit atau tidak dapat dicapai oleh mesin-mesin pancang yang berat atau oleh tiang-tiang pancang panjang.Dapat pula terjadi bahwa seorang pemborong mengajukan sebuah usul untuk merubah konstruksi sebuah fondasi, yang berhubungan dengan pelaksanaan. Letak „tanah keras‟ dibawah permukaan Dapat terjadi bahwa pada tempat yang akan didirikan sebuah bangunan terdapat letak kedalaman yang sangat bervariasi dari lapisan yang memiliki daya pikul.Hal ini dapat mendorong bagi dipasangnya tiangtiang yang sambung menyambung atau bagi dipergunakannya tiang-tiang

yang dibentuk didalam tanah.Pada fondasi yang langsung dibuat di atas galian, pada kasus seperti ini hendaknya dibuat sebuah fondasi bertangga.

Kedudukan lapisan-lapisan tanah Bila yang kita persoalkan adalah lapisan-lapisan yang paling atas, kesemua ini memang penting bagi bangunan-bangunan yang lebih ringan, namun pasti tidak demikian halnya untuk bangunan-bangunan berat.Justru ketidakmenentuan letak lapisan-lapisan inilah yang membuat problema fondasi menjadi demikian rumit dan riskan.

Permukaan air tanah Permukaan air tanah merupakan hal penting sehubungan dengan kemungkinan naiknya air kedalam dinding-dinding bangunan.Ada kalanya kita keluarkan banyak air dari tanah di atas sebuah bangunan baru yang akan didirikan, untuk mengeringkan sumuran bangunan dan untuk mempertahankan keadaan ini.Ini merupakan suatu penurunan tambahan yang bersifat sementara terhadap kedudukan air tanah disekitar bangunan yang akan didirikan.Jelas bagi kita bahwa kedudukan air tanah merupakan hal yang perlu sekali diperhitungkan dalam melaksanakan pembuatan fondasi.

Bahan bangunan pondasi Pondasi bangunan-bangunan dapat kita bedakan menurut bahan bangunan yang digunakan seperti batu kali, batu buatan, beton dan sebagainya seperti kita perhatikan bagian berikut: 

Pondasi batu kali Pondasi dengan batu kali dapat dibuat dengan batu pecahan yang

cukup besar. Haru diperhatikan agar celah-celah antara batu kali selalu berselang-seling dan diisi dengan adukansatu bagian kapur : 1 semen merah : 3 pasir atau 1 bagian kapur : 5 tras atau ½ bagian semen portland : 1 kapur : 7 pasir. Semua batu kali harus terletak rata dan tepat pada

tempatnya. Lebar pondasi dibuat sekurang-kurangnya 5cm lebih tebal dari dinding pada sisi masing-masing. Biasanya dipilih lebarnya pada sisi masing-masing sebanyak ½ tingginya pondasi. 

Pondasi batu buatan Pondasi juga bisa dibuat dari batu buatan, yaitu batu semen, batu

merah berkualitas tinggi sehingga tahan air atau batu batako yang mengandung semen portland cukup. Tingginya pondasi batu buatan paling sedikit lima lapisan batu dengan pengaturan batu yang betul dan adukan sperti ditunjuk pada pondasi batu buatan. 

Pondasi beton Pondasi beton (yang tidak bertulang) biasanya digunakan hanya

pada rumah tinggal dengan satu atau dua tingkat pda bangunan-bangunan lainnya yang sederhana saja. Karena beton ini tidak bertulang, maka harus diperhatikan bahwa beton ini hanya dapat meerima gaya tekan. Sebagai bahan bangunan biasanya digunakan beton K 150 sampai dengan K 175 tetapi bisa juga digunakan campuran 1 bagian semen portland : 5 semen : 8 pasir / kerikil halus.

Pondasi beton bertulang Pada bagunan yang bertingkat atau pada keadaan tanah dengan kekokohan landasan yang jelek, kita memerlukan pondasi yang agak lebar. Konstruksi beton tidak bertulang menjadi pondasi yang tinggi (dalam) sekali. Maka dalam hal ini pondasi beton bertulang jauh lebih ekonomis karena walaupun lebar dalamnya tidak seberapa. Berarti menghemat beton. Pada umumnya boleh dikatakan, bahwa tiap-tiap besi beton yang masuk ke dalam pondasi akan bisa berkurang pada bagian atas, atau dengan kata lain: jangan menghemat uang pada pondasi karena pondasi sangat penting. Jikalau pondasi kuat, bangunan atas dapat dibangun lebih sederhana karena bahaya retak telah ditiadakan.

Penentuan ukuran pondasi minimal

a)    

Dalamnya pondasi Pondasi batu kali : sudut yang membagi tekanan 65º s/d 70º dengan dalamnya pondasi minimal 60cm Pondasi batu buatan : sudut yang membagi tekanan 60º dengan dalamnya pondasi minimal 30cm Pondasi beton : sudut yang membagi tekanan 60º dengan dalamnya pondasi minimal 30cm Pondasi beton bertulang : sudut yang membagi tekanan tidak terbatas, dengan dalamnya pondasi minimal 30cm

Harus diperhatikan, bahwa pondasi harus selalu „duduk‟ kuat didalam tanah. Maka sebaiknya jangan di dalam humus atau tanah yang mudah longsor. Jikalau perlu, harus kita menambah dalamnya pondasi sampai lapisan tanah yang kuat bisa menerima beban bangunan tersebut.

b)

Lebarnya pondasi

Lebarnya pondasi tergantung dari tebalnya dinding atas, pada kekokohan landasan dan dalamnya pondasi. Lebarnya minimal didapat dari dinding batu merah setebal 1 batu = ± 11cm ditambah dua kali 5 cm. Maka tebal menjadi 21cm minimal. Harus diperhatikan, bahwa cangkul atau skop masih dapat masuk pada parit pondasi yang hendak digali.

Kekokohan landasan

Kita bedakan tiga golongan kekokohan landasan, yaitu: yang baik, yang sedang, dan yang jelek.  Sebagai kekokohan landasan yang baik dimaksudkan tanah yang tidak atau hampir tidak dapat dipres. Tebalnya lapisan tanah ini seharusnya paling sedikit 2.00 m sampai 3.00 m, seperti misalnya

batu gunung, kerikil yang sudah dipres padat sekali dan kering dan sebagainya.  Dengan kekokohan landasan yang sedang kita maksudkan, tanah yang dapat dipres seperti misalnya kerikil dengan pasir yang basah, tanah liat, lempung dan sebagainya. Tebalnya lapisan tanah ini seharusnya paling sedikit setebal 3.00 sampai dengan 4.00 m.  Dengan kekokohan landasan yang jelek kita maksudkan, tanah yang menyingkir jikalau dipres, seperti misalnya pasir atau tanah liat yang basah, humus, rawa-rawa atau timbunan tanah yang masih muda/baru. 2.2 Berbagai macam fondasi Macam fondasi Secara umum terdapat dua macam pondasi, Yaitu:   Pondasi Dangkal : dipakai untuk bangunan bertanah keras atau bangunanbangunan sederhana. Pondasi Dalam : dipakai untuk bangunan bertanah lembek, bangunan berbentang lebar (memiliki jarak kolom lebih dari 6 meter), dan bangunan bertingkat. Pondasi Dangkal Yang termasuk Pondasi dangkal antara lain:
   

Pondasi batu kali Pondasi tapak atau plat beton Pondasi beton lajur Pondasi Strauss

Pondasi Dalam Pondasi dalam adalah jenis pondasi dibedakan dari pondasi

dangkal dengan kedalaman mereka tertanam ke dalam tanah. Ada banyak alasan seorang insinyur geoteknik akan merekomendasikan pondasi dalam ke pondasi

dangkal, tetapi beberapa alasan umum adalah beban desain yang sangat besar, tanah yang buruk pada kedalaman dangkal, atau kendala situs (seperti garis properti). Ada istilah yang berbeda digunakan untuk menggambarkan berbagai jenis pondasi yang mendalam, termasuk tumpukan (yang analog dengan tiang), tiang jembatan (yang analog dengankolom), poros dibor, dan caisson.Tumpukan umumnya didorong ke dalam tanah di situ; pondasi mendalam lainnya biasanya diletakkan di tempat dengan menggunakan penggalian dan pengeboran.Konvensi penamaan dapat bervariasi antara disiplin ilmu teknik dan perusahaan.Pondasi dalam dapat terbuat dari kayu, baja, beton bertulang dan beton pratekan. Yang termasuk pondasi dalam antara lain :
  

Pondasi tiang pancang (beton, besi, pipa baja) Pondasi sumuran Pondasi Bored Pile

Untuk menghindari penurunan setempat pada pondasi (pada salah satu kolom), maka pondasi bagian atas dihubungkan, atau di ikat dengan beton sloof. Beton sloof ini berfungsi untuk menahan resapan atau rembesan air tanah ke dinding bangunan dan menahan bangunan. Dengan adanya beton sloof ini, juga berfungsi sebagai beton pengikat pondasi yang bila terjadi penurunan pada bangunan maka akan terjadi penurunan secara bersama-sama (turun seragam sehingga tidak menimbulkan kerusakan).

Pondasi kaku

Untuk mesin-mesin yang lebih kecil kita bangun apa yang disebut pondasi kaku, ini berarti bahwa perubahan-perubahan bentuk pada pondasi adalah kecil dibandingkan dengan gerakan yang dibuat oleh mesin. Satu hal yang cukup merepotkan adalah pemasangan berbagai pipa pengirim dan pembuang karena hanya tersedia sedikit ruang.

Pondasi lembek

Untuk mesin-mesin yang berukuran lebih besar pembuatan pondasi berat seperti itu sulit untuk kita lakukan. Maka untuk ini kita buat pondasi „lembek‟, yang mengandung arti bahwa perubahan-perubahan bentuk pada ponddasi adalah besar dibandingkan dengan gerakan yang dilakukan oleh pondasi. Seorang konstruktur pondasi hendaknya memiliki pengetahuan yang menyangkut: getaran yang diperbolehkan, berbagai reaksi terhadap gerakan-gerakan kecil yang ditimbulkan oleh titik-titik bantalan; besarnya gaya gangguan, amplitudo getaran, penimbunan pondasi, pengaruh tanah bawah (diberi pondasi tipe tembokan atau pondasi diatas di atas tiang-tiang), keausan mesin-mesin, dan lain-lain. Dari faktor-faktor ini belum banyak diketahui keterangan yang jelas. Pondasipondasinya dibuat dari beton bertulang, beton yang dipasang terlebih dulu dan dari baja. Laporan C.U.R. No. 35 menyangkut segi-segi konstruktif mengenai fondasi meja untuk mesin-mesin yang berputar, sedangkan dalam laporan C.U.R. No. 57 diadakan penelitian bagaimana misalnya untuk mengurangi gangguan getaran pada pondasi „lembek‟.

Jenis-Jenis Pondasi 1. Pondasi Batu Kali

Pondasi ini digunakan pada bangunan sederhana yang kondisi tanah aslinya cukup baik. Biasanya kedalaman pondasi ini antara 60 - 80 cm. Dengan lebar tapak sama dengan tingginya. Kebutuhan bahan baku untuk pondasi ini adalah:

- Batu belah (batu kali/guning) - Pasir pasang - Semen PC (abu-abu). Standart Pondasi Batu kali untuk rumah tinggal Pondasi pasangan batu kali, pondasi ini biasa digunakan untuk bangunan 1 lantai dengan konstruksi standart ( jenis beban : dinding s/d atap genteng dengan kondisi tanah bagus ).

Komposisi pasangan :
  

Urugan pasir , setebal 10 cm pada bagian bawah Pasangan aanstamping / batu kosong setebal 20 cm diatas urugan pasir Pasangan batu kali bentuk trapesium dengan campuran batu kali/gunung + pasir + semen PC dan kapur, biasanya dipakai komposisi 1PC : 3KPR : 10 PSR dengan ketinggian 1 m s/d 1,5 m ( bisa lebih tergantung kontur tanah )

Lebar atas minimal 30 cm, lebar bawah tergantung ketinggian ( makin tinggi makin lebar )

Tahapan dalam pelaksanaan : Pekerjaan Tanah   Pembongkaran dan Pembersihan Pembersihan lapangan pekerjaan dilakukan dengan membuang

rumput/tanah, sampah atau bahan lainnya yang mengganggu, menebang pohon-pohon dan mencabut akarnya serta membuang keluar lokasi.

Galian tanah untuk pondasi disesuai dengan ukuran dalam gambar atau sampai tanah keras. Apabila diperlukan untuk memadatkan daya dukung yang baik, dasar galian harus dipadatkan / ditumbuk.

 

Jika galian melebihi batas kedalaman harus menimbun kembali dan dipadatkan sampai kepadatan maksimum. Hasil galian yang dipakai untuk penimbunan harus diangkat langsung ketempat yang direncanakan . Sedangkan hasil galian yang tidak dapat dipakai untuk penimbunan harus disingkirkan.

Harga satuan pekerjaan harus sudah mencakup semua biaya pekerjaanpekerjaan, pembersihan, sewa alat, penimbunan dan pembuangan hasil galian.

Pekerjaan Pondasi Batu Kali   Pondasi bangunan yang digunakan adalah pondasi batu kali / batu gunung yang memenuhi persyaratan teknis atau sesuai keadaan dilapangan . Pasangan pondasi adalah dari batu kali, ukuran pondasi sesuai dengan gambar rencana pondasi atau pondasi batu belah dengan perekat 1pc : 3kp : 10 ps dan kemudian diplester kasar , bagian bawah pondasi dipasang batu kosong (aanstamping) tebal 20 cm dengan sela- selanya disisi pasir urug, disiram air sampai Penuh dan ditumbuk hingga padat dan rata.    Celah–celah yang besar antara batu diisi dengan batu kecil yang cocok padatnya. Pasangan pondasi batu kali tidak saling bersentuhan dan selalu ada perekat diantaranya hinga rapat. Pada pasangan batu kali sudah harus disiapkan anker besi untuk kolom, kedalaman anker 30 cm harus dicor dan panjang besi yang muncul diatasnya minimal 75 cm.

Pondasi batu kali dengan tambahan Dolken kayu / terucuk bambu

Perhitungan Pondasi Batu Kali Untuk menghitung pondasi batu kali sangatlah mudah, misalkan total panjang pondasi batu kali 80 meter. Maka kia hitung luas penampang pondasi batu kali tersebut dengan cara sebagai berikut :

Rumus yang digunakan adalah (0,7 + 0,25)/2 x 0,7 = 0,33 m2, Maka didapat volume pasangan pondasi = 0,33 m2 x 80 m = 26,4 m3. Maka material yang dibutuhkan adalah : Campuran 1 semen : 3 Pasir   Batu kali = 26,4 m3 x 1,2 = 31,68 m3 Semen = 26,4 m3 x 202 kg = 5332,8 kg (pc 40kg = 133,32 zak atau pc 50 kg = 106,656 zak). Campuran 1 semen : 4 Pasir   Batu kali = 26,4 m3 x 1,2 = 31,68 m3 Semen = 26,4 m3 x 163 kg = 4303,2 kg (pc 40 kg = 107,58 zak pc 50 kg = 86,064 zak). Campuran 1 semen : 5 Pasir   Batu kali = 26,4 m3 x 1,2 = 31,68 m3 Semen = 26,4 m3 x 136 kg = 3590,4 kg (pc 40 kg = 89,76 zak, pc 50 kg = 71,808 zak). Campuran 1 semen : 6 Pasir      Batu kali = 26,4 m3 x 1,2 = 31,68 m3 Semen = 26,4 m3 x 117 kg = 3088,8 kg (pc 40 kg = 77,22 zak, pc 50 kg = 61,776 zak). Campuran 1 semen : 8 Pasir Batu kali = 26,4 m3 x 1,2 = 31,68 m3 Semen = 26,4 m3 x 91 kg = 2402,4 kg (pc 40 kg = 60,06 zak, pc 50 kg = 48,048 zak ) Kebutuhan Tenaga     Pekerja = 26,4 m3 x 1,5 = 39,6 OH 2. Tukang = 26,4 m3 x 0,6 = 15,84 OH 3. Kep.Tkg = 26,4 m3 x 0,06 = 1,59 OH 4. Mandor = 26,4 m3 x 0,075= 1,98 OH

Dalam menyelesaikan pekerjaan pemasangan pondasi batu kali tersebut kita bisa menentukan lamanya waktu yang dibutuhkan serta jumlah tenaga yang dibutuhkan.Dan analisa tersebut kita bisa dijadikan sebagai pedoman biaya untuk

patokan harga borongan. Untuk merencanakan pelaksanaan membangun rumah pelaksanaannya menggunakan tenaga harian, maka kita dapat memperkirakan berapa jumlah pekerja dan tukang yg digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan bangunan rumah tersebut dalam waktu yg sudah ditentukan.

Contoh Perhitungan : Misalkan dalam perhitungan analisa diatas tadi, untuk menyelesaikan pekerjaan pemasangan pondasi batu kali ditentukan waktu 10 hari kerja, Maka pekerja yang dibutuhakan 39,4/10 = 3,9 = 4 orang, Tukang 16+2+1,6=19,6/10 = 2 orang, Jumlah tenaga tersebut sudah merupakan jumlah tenaga maksimum, sehingga dalam pelaksanaan tidak harus dipenuhi semua, dengan melihat kondisi lapangan, bila tenaga sesuai dengan hitungan diatas waktu penyelesaiannya lebih dari 10 hari perlu ditinjau ulang. Bisa beberapa faktor penyebabnya, mungkin saja cara kerja tenaga tersebut lambat, mungkin tenaga tersebut belum ahli dibindangnya. Apabila menemukan kondisi seperti tersebut sebaiknya untuk tenaga

pelaksananya di ganti saja. Kelebihan :
  

Pelaksanaan pondasi mudah Waktu pengerjaan pondasi cepat Batu belah mudah didapat, (khususnya pulau jawa)

Kekurangan :
  

Batu belah di daerah tertentu sulit dicari Membuat pondasi ini memerlukan cost besar (bila sesuai kondisi pertama) Pondasi ini memerlukan biaya lebih mahal jika untuk rumah bertingkat.

Pondasi Tapak (Foot Plate)

Contoh fondasi tapak

Contoh fondasi tapak

Pondasi yang biasa digunakan untuk bangunan bertingkat atau bangunan di atas tanah lembek disebut pondasi Tapak (foot Plate). Pondasi ini terbuat dari beton bertulang dan letaknya tepat di bawah kolom/tiang dan kedalamannya sampai pada tanah yang keras. Pondasi tapak ini dapat dikombinasikan dengan pondasi batu belah/kali. Pengaplikasiannya juga dapat langsung menggunakan sloof beton dengan dimensi tertentu untuk kepentingan pemasangan dinding. Pondasi ini juga dapat dipersiapkan untuk bangunan di tanah sempit yang akan dikembangkan ke atas. Kebutuhan Bahannya adalah:     Batu pecah / split (2/3) Pasir beton Semen PC Besi beton

Papan kayu sebagai bekisting (papan cetakan) Langkah – Langkah Merancang Pondasi Telapak Gabungan Dalam ilmu teknik sipil, keamanan sebuah rumah sangat ditentukan oleh kekuatan strukturnya. Baik struktur atas dan struktur bawah. Yang dimaksud dengan struktur bawah adalah bagian bangunan yang berada dibawah tanah. Yaitu pondasi. Pondasi berfungsi untuk menerima beban dari struktur atas suatu

bangunan dan meneruskannya kedalam tanah. Banyak jenis pondasi yang dapat digunakan tergantung kebutuhan, berdasarkan besar beban yang diterima dan jenis tanah dibawah pondasi. Pada kondisi tertentu seperti jarak kolom terlalu dekat, sifat tanah yang menyebabkan terjadinya momen guling terlalu besar, ataupun adanya bangunan lain sebelumnya. Dengan kondisi yang demikian diperlukan suatu pondasi yang disebut pondasi telapak gabungan. Anggapan yang digunakan adalah pondasi atau pelat pondasi sangat kaku dan distribusi tekanan sentuh pada dasar pondasi disebarkan secara linear.

Untuk merencanakan pondasi terlapak gabungan berikut akan disajikan langkah-langkahnya: 

Menyiapkan denah dasar

Denah dasar diperlukan untuk melihat letak kolom, dinding dan beban – beban struktur atas lainnya. Sehingga perencana dapat menentukan letak beban mati, beban hidup, momen lentur dan data lainnya yang diperlukan dalam perencanaan.  Menghitung jumlah beban pada kolom – kolom

Pada langkah ini jumlah beban dari struktur atas mulai dari atap hingga ke sloof dihitung dan ditentukan pelimpahannya, sehingga dapat ditentukan susunan pondasi telapak gabungan. 

Menentukan lokasi resultan beban-beban

Jika pada kolom-kolomnya terdapat momen lentur, maka perhitungkan resultan ∑P nya. 

Menghitung kapasitas

Berdasarkan jenis tanah dasar tempat diletakkan pondasi, maka diperoleh nilai-nilai kapasitas dukung tanah

Menentukan lebar pondasi

Sebelum menentukan lebar pondasi, tentukan terlebih dahulu panjang pelat pondasi L dengan metode coba-coba. Kemudian hitung luas pelat pondasi A dengan menggunakan rumus berikut . A = Σp / qa

dengan :

A = luas dasar pondasi

qa = kapasitas dukung tanah

Lebar pondasi, B1 dan B2 dapat ditentukan dengan rumus berikut : B1 = ( 2A/L) . ((3r/L – 1)

r = jarak resultan P terhadap sisi B2 B2 = (2A/L) – B1 

Mengecek qa yang diperoleh dari dimensi pondasi pada langkah diatas.

Pada hitungan cara ini, karena resultan beban dibuat berhimpit dengan pusat berat luasan pondasi, tekanan dasar pondasi seragam, sehingga q = qa. Kemudian menggambar diagram gaya lintang disepanjang pondasi, menghitung momen lentur dan mengecek kedalaman pondasi. 

Jika resultan beban tidak berhimpit, maka lanjutkan langkah berikut.

Langkah selanjutnya menentukan letak titik berat luasan pondasi, menentukan momen inersia luasan pondasi terhadap sumbu y, menghitung momen ∑P terhadap sumbu y.

Kemudian menentukan besar tekanan sentuh pada dasar pondasi diikuti dengan menggambar diagram gaya lintang disepanjang pondasi, Mengecek kedalaman pondasi dan menghitung kembali lebar pondasi dan besar tekanan sentuh pada dasar pondasi. Cek kembali nilai qa yang diperoleh dari dimensi pondasi. qa yang didapat harus lebih kecil dari qa izin tanah.

Besar tekanan sentuh pada dasar pondasi dapat dihitung dengan rumus berikut. q = (Σp/BL)(1+/- 6ex/L) ; untuk (e ≤ L/6) q = 4∑p / (3B(L-2ex)) ; untuk (e > L/6)

Kemudian gambarkan kembali gaya lintang, hitung momen lentur, dan cek kedalaman pondasi. Kelebihan :
  

Pondasi ini lebih murah bila dihitung dari sisi biaya Galian tanah lebih sedikit (hanya pada kolom struktur saja) Untuk bangunan bertingkat penggunaan pondasi foot plate lebih handal daripada pondasi batu belah.

Kekurangan :

Harus dipersiapkan bekisting atau cetakan terlebih dulu (Persiapan lebih lama).

Diperlukan waktu pengerjaan lebih lama (harus menunggu beton kering/ sesuai umur beton).

  

Tidak semua tukang bisa mengerjakannya. Diperlukan pemahaman terhadap ilmu struktur. Pekerjaan rangka besi dibuat dari awal dan harus selesai setelah dilakukan galian tanah.

Pondasi Pelat Beton Lajur Pondasi pelat beton lajur atau jalur digunakan bila luas penampang yang menggunakan pondasi pelat setempat terlalu besar. Karena itu luas penampang tersebut dibagi dengan cara memanjangkan lajur agar tidak terlalu melebar Pondasi ini lebih kuat jika dibanding dua jenis pondasi dangkal lainnya. Ini disebabkan seluruhnya terbuat dari beton bertulang. Harganya lebih murah dibandingkan dengan pondasi batu kali untuk bangunan rumah bertingkat. Ukuran lebar pondasi pelat lajur sama dengan lebar bawah pondasi batu kali, yaitu 70 - 120 cm. Ini disebabkan fungsi pondasi pelat lajur adalah menggantikan pondasi batu belah bila batu belah sulit didapat, atau memang sudah ada rencana pengembangan rumah ke atas. Kelebihan :
 

Pondasi ini lebih murah bila dihitung dari sisi biaya. Galian tanah lebih sedikit karena hanya berada di titik yang terdapat kolom strukturnya.

Penggunaannya pada bangunan bertingkat lebih handal dibanding pondasi batu belah, baik sebagai penopang beban vertikal maupun gaya horizontal seperti gempa, angin, ledakan dan lain-lain

Kekurangan :

Harus dipersiapkan bekisting atau cetakan terlebih dulu (Persiapan lebih lama).

Diperlukan waktu pengerjaan lebih lama (harus menunggu beton kering/ sesuai umur beton).

  

Tidak semua tukang bisa mengerjakannya. Diperlukan pemahaman terhadap ilmu struktur. Pekerjaan rangka besi dibuat dari awal dan harus selesai setelah dilakukan galian tanah

. 4. Pondasi Sumuran

Contoh Pondasi Sumuran

Contoh Pondasi sumuran Pondasi sumuran adalah jenis pondasi dalam yang dicor di tempat dengan menggunakan komponen beton dan batu belah sebagai pengisinya. Disebut pondasi sumuran karena pondasi ini dimulai dengan menggali tanah berdiameter 60 - 80 cm seperti menggali sumur. Kedalaman pondasi ini dapat mencapai 8 meter.

Pada bagian atas pondasi yang mendekati sloof, diberi pembesian untuk mengikat sloof. Pondasi jenis ini digunakan bila lokasi pembangunannya jauh sehingga tidak memungkinkan dilakukan transportasi untuk mengangkut tiang pancang. Walaupun lokasi pembangunan memungkinkan, pondasi jenis ini jarang digunakan. Selain boros adukan beton, penyebab lainnya adalah sulit dilakukan pengontrolan hasil cor beton di tempat yang dalam. Persyaratan Pondasi Sumuran.   

Daya dukung pondasi harus lebih besar dari pada beban yang dipikul oleh pondasi tersebut. Penurunan yang terjadi harus sesuai batas yang diizinkan (toleransi) yaitu1” (2,54cm) Persamaan daya dukung Pondasi Sumuran Qb = Ah x qc

………….……..persamaan 1 Keterangan :Qb = Daya dukung ujung (kg)Ah = Luas penampang (cm²)qc = Tekanan rata-rata (Kg/cm²) Qs = As x Fs ………….……..persamaan 2 Keterangan :Qs = Daya dukung kulit (Kg)As = Luas selimut (cm²)Fs = Tahanan dinding (Kg/cm²)Fs dapat dicari dengan persamaan :Fs = 0,012 x qc Qult = Qb + Qs ………….……..persamaan 3 Qall = Sf Qult ………….……..persamaan 4 Keterangan :Qult = Daya dukung batas (Kg)Sf = Angka Keamanan

Kelebihan :

Alternatif penggunaan pondasi dalam, jika material batu banyak dan bila tidak dimungkinkan pengangkutan tiang pancang.

 

Tidak diperlukan alat berat. Biayanya lebih murah untuk tempat tertentu.

Kekurangan :

Bagian dalam dari hasil pasangan pondasi tidak dapat di kontrol (Karena batu dan adukan dilempar/ dituang dari atas)

  

Pemakaian bahan boros. Tidak tahan terhadap gaya horizontal (karena tidak ada tulangan). Untuk tanah lumpur, pondasi ini sangat sulit digunakan karena susah dalam menggalinya.

5. Pondasi Strauss Pile atau Bored Pile

Contoh Pondasi Strauss atau Bored Pile Pondasi strauss pile ini termasuk kategori pondasi dangkal. Pondasi jenis ini biasanya digunakan pada bangunan yang bebannya tidak terlalu berat, misalnya untuk rumah tinggal atau bangunan lain yang memiliki bentang antar kolom tidak panjang.

Strauss Pile

Cara kerja pemasangan pondasi ini adalah dengan mengebor tanah berdiameter sesuai perhitungan struktur diameter pondasi. Setelah itu digunakan cassing dari pipa PVC yang di cor sambil diangkat cassing-nya. Cassing digunakan pada tanah lembek dan berair. Jika tanah keras dan tidak berair, pondasi dapat langsung di cor tanpa cassing. Kedalaman pondasi ini dapat mencapai 5 meter dengan mengunakan besi tulangan sepanjang dalamnya pondasi. Biasanya ukuran pondasi yang sering dipakai adalah diameter 20 cm, 30 cm, dan 40 cm, sesuai dengan tersedianya mata bor. Seperti layaknya pondasi tiang, maka pondasi strauss ini ditumpu pada dudukan beton (pile cap). Fungsi dudukan beton adalah mengikatkan tulangan pondasi pada kolom dan sloof. Selain itu fungsinya adalah untuk transfer tekanan beban di atasnya. Untuk pondasi bored pile, system kerjanya hampir sama dengan pondasi strauss pile. Perbedaannya hanya terletak pada peralatan bor, peralatan cor, dan system cassing yang menggunakan teknologi lebih modern. Pondasi ini digunakan untuk jenis pondasi dalam dan di atas 2 lantai.

Cara Pembuatan Pondasi Strauss atau Bored Pile  Pertama tama letak tiang straus supaya ditentukan terlebih dahulu (uitzet), sumbu tiang straus harus tepat pada sumbu dinding tembok yang didukungnya.  Pada titik dimana tiang straus didirikan, supaya dilubang vertikal dengan jalan mengebor sampai kedalaman pada lapisan tanah cukup keras, tetapi dalamnya tidak lebih dari 3,5 meter. Garis tengah bor cukup diambil 30 cm.

Setelah pekerjaan pengeboran selesai atau bersamaan dengan pekerjaan pengeboran, pada lubang tanah lalu dimasukkan pipa besi dengan garis tengah yang sesuai dengan garis tengah bor (lubang tanah), sehingga ujung pipa tersebut sampai pada dasar pengeboran.

Setelah bor tanah ditarik keluar dari pipa besi, kemudian dalam pipa dimasukkan beton kering sebanyak kurang lebih 0,12 m3 dengan

perbandingan campuran beton 1PC : 2PS : 3KR yang telah diaduk homogen.  Guna pemadatan campuran beton kering dalam pipa, dipakailah timbris dengan berat kurang lebih 100 kg yang terbuat dari besi atau kayu dengan garis tengah kurang lebih 25 cm atau 27 cm . Dipakai lebih kecil dimaksudkan agar mempermudah pekerjaan.  Campuran beton kering dalam pipa, kemudian ditimbris beberapa kali sambil pipa secara perlahan diangkat ke atas setinggi kurang lebih 50 cm.

Campuran beton kering dalam pipa, setelah ditimbris beberapa kali akan mendesak tanah dasar dan tanah di sampingnya hingga menjadi bentuk kebulat bulatan dan keadaan seperti ini dapat berfungsi sbagai telapak kaki pondasi tiang straus.

Sesudah permukaan beton kering yang ditimbris dalam pipa mencapai sama tinggi dengan ujung yang telah diangkat setinggi kurang lebih 50 cm, pekerjaan timbris lalu dihentikan dan alat timbris ditarik keluar dari pipa.

Selanjutnya rangkaian tulangan beton kolom bulat dengan garis tengah sesuai dengan garis tengah lubang pipa yang terdiri dari tulangan pokok 6 Ø 12 mm dengan begel (sengkang) spiral Ø 8 mm dengan jarak s = 15 cm dimasukkan ke dalam pipa besi.

Sesudah tulangan distel (diatur) dengan baik yaitu satu sumbu dengan pipa dan terletak di dasar beton tumbuk, kemudian campuran beton cair dengan perbandingan 1 : 2 : 3 yang telah diaduk homogen lalu dimasukkan ke dalam pipa. Bersamaan dengan proses pengecoran, beton cair dipadatkan dengan alat getar (vibrator) dan pipa besi diangkat perlahan lahan ke luar dari lubang tanah hingga seluruh lubang tanah terisi penuh dengan beton.

Selanjutnya pekerjaan seperti di atas dapat dilakukan lagi untuk pembuatan tiang straus yang lain.

6. Pondasi Tiang Pancang

Contoh Pondasi Tiang Pancang Pondasi tiang pancang adalah suatu konstruksi pondasi yang mampu menahan gaya orthogonal ke sumbu tiang dengan jalan menyerap lenturan. Pondasi tiang pancang dibuat menjadi satu kesatuan yang monolit dengan menyatukan pangkal tiang pancang yang terdapat di bawah konstruksi dengan tumpuan pondasi. Pelaksanaan pekerjaan pemancangan menggunakan diesel

hammer. Sistem kerja diesel Hammer adalah dengan pemukulan sehingga dapat menimbulkan suara keras dan getaran pada daerah sekitar. Itulah sebabnya cara pemancangan pondasi ini menjadi permasalahan tersendiri pada lingkungan sekitar. Permasalahan lain adalah cara membawa diesel hammer kelokasi pemancangan harus menggunakan truk tronton yang memiliki crane. Crane berfungsi untuk menaikkan dan menurunkan. Namun saat ini sudah ada alat pancang yang menggunakan system hidraulik hammer dengan berat 3 – 7 ton. Pekerjaan pemukulan tiang pancang dihentikan dan dianggap telah mencapai tanah keras jika pada 10 kali pukulan terakhir, tiang pancang masuk ke tanah tidak lebih dari 2 cm. Berikut ini cara sederhana untuk menghitung kebutuhan pondasi tiang pancang dan penampang tiang pancang yang akan digunakan : Misalnya didapat brosure produk tiang pancang segitiga ukuran 25/25. Jika daya dukung setiap tiangnya mencapai 2 ton maka berapakah jumlah tiang dalam setiap kolomnya?
Adapun tahap perhitungannya adalah sebagai berikut:

Denah bangunan dibagi-bagi di antara kolom-kolom untuk mengetahui berat yang harus dipikul setiap pondasi. Dapat juga semua luas denah bangunan dijumlahkan kemudian dibagi ke dalam beberapa titik pondasi dalam setiap kolomnya. Cara kedua ini memiliki kelemahan karena beban di pinggir kolom tentu saja berbeda dengan beban di tengah.

Selanjutnya total volume beton dikalikan dengan berat jenis beton, volume lantai dikalikan berat jenis lantai, demikian seterusnya untuk tembok, kayu, genteng, dan sebagainya. Hasilnya dijumlahkan sehingga diperoleh berat = X ton.

Selain itu juga dihitung jumlah beban hidup untuk jenis bangunan tersebut. Misalnya beban rumah tinggal 200 Kg/m2. Sehingga diperoleh 200 kg dikalikan dengan seluruh luas lantai, misalnya Y ton.

Jumlah semua beban tersebut yaitu : X ton + Y ton. Misalnya, hasil penjumlahannya 48 ton. Dengan demikian kebutuhan tiang pancang adalah 48 ton : 25 ton atau sekitar dua buah tiang pancang pada satu titik kolom. Jadi jumlah tiang pancang untuk bangunan tersebut adalah hasil perkalian antara jumlah kolom dengan dua titik pancang.

Hasil tersebut hanya untuk sebuah tiang pancang yang ukurannya 6 meter setiap batangnya. Bila kedalaman tanah keras adalah 9 meter, maka diperlukan dua buah tiang pancang per titiknya.

Hitungan sederhana tersebut mengabaikan daya dukung tanah hasil laboratorium dan daya lekat tanah si sepanjang tiang pancang. Bila hal tersebut dihitung, jumlah tiang pancang tentu akan berkurang. Bahkan cara perhitungannya tidak sesederhana hitungan di atas.

Ukuran Tiang Pancang Berbagai ukuran tiang pancang yang ada pada intinya dapat dibagi dua, yaitu : MINIPILE dan MAXIPILE. A. Minipile (Ukuran Kecil) Tiang pancang berukuran kecil ini digunakan untuk bangunan-bangunan bertingkat rendah dan tanah relative baik. Ukuran dan kekuatan yang ditawarkan adalah:
  

Berbentuk penampang segitiga dengan ukuran 28 dan 32. Berbentuk bujur sangkar dengan ukuran 20x20 dan 25x25. Tiang pancang berbentuk penampang segitiga berukuran 28 mampu menopang beban 25 – 30 ton.

Tiang pancang berbentuk penampang segitiga berukuran 32 mampu menopang beban 35 – 40 ton.

Tiang pancang berbentuk bujur sangkar berukuran 20x20 mampu menopang tekanan 30 – 35 ton

Tiang pancang berbentuk bujur sangkar berukuran 25 x 25 mampu menopang tekanan 40 – 50 ton.

B. Maxipile (Ukuran Besar)

Tiang pancang ini berbentuk bulat (spun pile) atau kotak (square pile). Tiang pancang ini digunkan untuk menopang beban yang besar pada bangunan bertingkat tinggi. Bahkan untuk ukuran 50x50 dapat menopang beban sampai 500 ton. 2. Kelebihan dan Kekurangan Kelebihan :      Karena dibuat dengan system pabrikasi, maka mutu beton terjamin. Bisa mencapai daya dukung tanah yang paling keras. Daya dukung tidak hanya dari ujung tiang, tetapi juga lekatan pada sekeliling tiang. Pada penggunaan tiang kelompok atau grup (satu beban tiang ditahan oleh dua atau lebih tiang), daya dukungnya sangat kuat. Harga relative murah bila dibanding pondasi sumuran.

Kekurangan :     Untuk daerah proyek yang masuk gang kecil, sulit dikerjakan karena factor angkutan. Sistem ini baru ada di daerah kota dan sekitarnya. Untuk daerah dan penggunaan volumenya sedikit, harganya jauh lebih mahal. Proses pemancangan menimbulkan getaran dan kebisingan.

3. Keuntungan dan Kerugian menurut teknik pemasangan
a. Pondasi tiang pancang pabrikan.

Keuntungan:

Karena tiang dibuat di pabrik dan pemeriksaan kwalitas sangat ketat, hasilnya lebih dapat diandalkan.

Pelaksanaan pemancangan relative cepat, terutama untuk tiang baja. Walaupun lapisan antara cukup keras, lapisan tersebut masih dapat ditembus sehingga pemancangan ke lapisan tanah keras masih dapat dilakukan.

Persediaannya culup banyak di pabrik sehingga mudah diperoleh, kecuali jika diperlukan tiang dengan ukuran khusus.

 

Untuk pekerjaan pemancangan yang kecil, biayanya tetap rendah. Daya dukungnya dapat diperkirakan berdasar rumus tiang pancang sehingga pekerjaankonstruksinya mudah diawasi.

Cara pemukulan sangat cocok untuk mempertahankan daya dukung beban vertical.

Kerugian :

Karena pekerjaan pemasangannya menimbulkan getaran dan kegaduhan maka pada daerah yang berpenduduk padat akan menimbulkan masalah di sekitarnya.

Untuk tiang yang panjang, diperlukan persiapan penyambungan dengan menggunakan pengelasan (untuk tiang pancang beton yang bagian atas atau bawahnya berkepala baja). Bila pekerjaan penyambungan tidak baik, akibatnya sangat merugikan.

Bila pekerjaan pemancangan tidak dilaksanakan dengan baik, kepala tiang cepat hancur. Sebaiknya pada saat dipukul dengan palu besi, kepala tiang dilapisi denga kayu.

Bila pemancangan tidak dapat dihentikan pada kedalaman yang telah ditentukan, diperlukan perbaikan khusus.

Karena tempat penampungan di lapangan dalam banyak hal mutlak diperlukan maka harus disediakan tempat yang cukup luas.

Tiang-tiang beton berdiameter besar sangat berat, sehingga sulit diangkut atau dipasang. Karena itu diperlukan mesinpemancang yang besar.

Untuk tiang-tiang pipa baja, diperlukan tiang yang tahan korosi.

b. Pondasi Tiang yang Dicor di Tempat

Keuntungan:

Karena pada saat melaksanakan pekerjaan hanya terjadi getaran dan keriuhan yang sangat kecil maka pondasi ini cocok untuk pekerjaan pada daerah yang padat penduduknya.

Karena tanpa sambungan, dapat dibuat tiang yang lurus dengan diameter besar dan lebih panjang.

Diameter tiang ini biasanya lebih besar daripada tiang pracetak atau pabrikan.

Daya dukung sstiap tiang lebih besar sehingga beton tumpuan (Pile cap) dapat dibuat lebih kecil.

Selain cara pemboran di dalam arah berlawanan dengan putaran jam, tanah galian dapat diamati secara langsung dan sifat-sifat tanah pada lapisan antara atau pada tanah pendukung pondasi dapat langsung diketahui.

Pengaruh jelek terhadap bangunan di dekatnya cukup kecil.

Kerugian :

Dalam banyak hal, beton dari tubuh tiang diletakkan di bawah air dn kualitas tiang yang sudah selesai lebih rendah dari tiang-tiang pracetak atau pabrikan. Disamping itu, pemeriksaan kualitas hanya dapat dilakukan secara tidak langsung.

Ketika beton dituangkan, dikawatirkan adukan beton akan bercampur dengan reruntuhan tanah. Oleh karena itu, beton harus segera dituangkan dengan seksama setelah penggalian tanah dilakukan.

Walaupun penetrasi sampai ke tanah pendukung pondasi dianggap telah terpenuhi, terkadang tiang pendukung kurang sempurna karena ada lumpur yang tertimbun di dasar.

Karena diameter tiang cukup besar dan memerlukan banyak beton, maka untuk pekerjaan yang kecil dapat mengakibatkan biaya tinggi.

Karena pada cara pemasangan tiang yang diputar berlawanan arah jarum jam menggunakan air maka lapangan akan menjadi kotor. Untuk setiap cara perlu dipikirkan cara menangani tanah yang telah dibor atau digali.

Pondasi Cakar Ayam Pondasi Cakar Ayam merupakan solusi tepat yang harus kita siapkan ketika kita memilih untuk membangun rumah yang mempunyai lebih dari dua lantai, hal ini sudah menjadi kebiasaan berdasarkan perhitungan beban yang dilakukan oleh konsultan teknik sipil. Membuat bangunan untuk hunian yang mempunyai lebih dari dua lantai lantai mungkin bukan impian atau keinginan kita, tetapi karena kondisi lokasi tempat yang terbatas sehingga kita mau tidak mau harus membuatnya. Pondasi Cakar Ayam didesain untuk dapat menahan bebeban bangunan yang cukup berat, metode pondasi ini menjadi pilihan yang tepat demi keamanan dan kenyamanan. Pondasi Cakar Ayam sebenarnya adalah sebuah istilah atau sebutan sebuah konstruksi bangunan dasar bangunan yang men yerupai konsep “Cakar Ayam” atau Tapak Kaki Ayam kalau dilihat dari bentuknya, ditemukan oleh tokoh dari negara kita yaitu Prof Dr Ir Sedijatmo tahun 1961 sumber informasi dari wikipedia org. Dan yang lebih membanggakan bahwa Sistem Pondasi Cakar Ayam ini telah pula dikenal di banyak negara, bahkan telah mendapat pengakuan paten internasional di 11 negara, yaitu: Indonesia, Jerman Timur, Inggris, Prancis, Italia, Belgia, Kanada, Amerika Serikat, Jerman Barat, Belanda; dan Denmark. Pada desain rumah minimalis yang akan saya bangun, sesuai dengan gambar rencana yang dibuat oleh konsultan teknik juga akan menggunakan Sistem Podasi Cakar Ayam. Hal ini karena dipengaruhi oleh berbagai faktor yaitu, keterbatasan lokasi tanah, peruntukan bangunan dan desain atau bentuk rumah impian yang diinginkan. Pondasi Cakar Ayam yang harus saya buat berdasarkan gambar desain pondasi sebanyak 16 titik, hal ini sesuai dengan bentuk desain rumah yang disetujui oleh konsultan.

Denah Rencana Pondasi Cakar Ayam Membuat Pondasi Cakar Ayam memerlukan dana yang tidak sedikit, hal itu bisa dilihat dari bahan – bahan yang kita butuhkan. Untuk membuat rangka besi dan juga bahan – bahan yang kita gunakan untuk memasang Pondasi Cakar Ayam. Harga besi batangan biasa bukan besi ulir sangat tergantung dari jenis dan ukuranya, jangan heran ketika kita awam dibidang material bangunan lebih baik kita meminta orang yang bisa kita percaya untuk mengurus pembeliannya. Dipasaran bahan untuk membuat Pondasi Cakar Ayam khususnya besi dari jenisnya saja sangat beragam, sebagai contoh besi ukuran diameter 10 mm

memiliki jenis seperti KSTY, TI, KYT dan masih banyak lagi sebutan lainnya. Ada istilah besi banci yaitu besi yang berukuran kurang dari aslinya (jika tertulis disana diameter 10 mm kenyataannya hanya 8-9 mm), selain besi banci ada juga besi Cas yaitu jenis besi yang sesuai dengan ukurannya. Dalam mendirikan bangunan-bangunan gedung, jalan-jalan dan landasan pesawat terbang di Indonesia (juga diluar negeri) kita sering menjumpai keadaankeadaan tanah yang menyulitkan, antara lain keadaan tanah yang terlalu lembek, sehingga tanpa cara-cara yang khusus kita tidak dapat membangun diatasnya. Cara-cara yang khusus ini biasanya mahal biayanya dan/atau memakan waktu yang tidak sedikit, misalnya mengadakan perbaikan tanah, membuat pondasi sumuran, pondasi caisson, pondasi tiang pancang dsb. Maka uhtuk mengatasi persoalan ini oleh Prof.Dr. Ir. Sedijatmo telah ditemukan suatu cara yang relatif tidak mahal dan tidak memakan waktu, pembuatannyapun tidak sulit, dan tidak memerlukan alat-alat yang khusus dan tinggi harganya. Cara baru ini dinamakan oleh penemunya "Pondasi Cakar Ayam" dan terdiri dari pelat beton bertulang yang tebalnya 10 s/d 12 cm dan dibagian bawahnya diberi pipa-pipa beton bertulang pula yang menempel kuat-kuat pada pelat beton tersebut. Diameter pipa biasanya diambil 1,20 @ 1.50 meter dan panjangnya antara 1.50 @ 3.00 meter, sedangkan tebalnya pipa biasa diambil 8 cm."Pipa-pipa beton tsb, dimasukkan kadalam tanah yang (biasanya) lembek dan pelat betonnya berada disebelah atasnya. Pelat beton itu akan mengapung diatas tanah lembek dan pipa-pipa beton yang masuk dalam tanah itu menjaga agar pelat diatasnya tetap datar dan kaku. Pelat ini meskipun tipis namun ia bisa mencapai kekakuan (stiffness) yang besar karena pipa beton yang ada di bawahnya, dan pipa-pipa beton ini mengambil kekuatannya dari sifat-sifat tanah yang dikenal sebagai “passieve gronddruk” suatu sifat yang pada systeem pondasi lain tak pernah dimanfaatkan. Dengan demikian maka jumlah materiaal yang digunakan dapat direduccer sebesar-besarnya.

Pada dasarnya systeem Cakar Ayam ini dapat digunakan untuk segala macam keadaan tanah, dari yang terlembek sampai kepada yang terkeras. Hanya dari sudut biaya maka penggunaannya akan sangat ekonomis dibanding dengan systeem lain apabila daya-tahan-tanah yang diizinkan (toe te laten

draagvermogen) terletak antara 0,15 kg/ cm2 sampai 0,35 kg/cm2 atau 1,5 ton/m2 sampai 3,5 ton/m2. Untuk keadaan tanah semacani ini pemakaian beton keseluruhannya (pelat dan pipa-pipa) akan sebesar 0,25 s/d 0,30 m3/m2 pelat dengan tulangan tidak lebih dari 90 kg/m3 beton. Cara memasangnyapun sangat sederhana dan dapat dilakukan oleh setiap pemborong yang pernah mengerjakan pekerjaan beton bertulang. Sebagai contoh pelat pondasi Cakar Ayam seluas 2.300 m2 di Semarang selesai dikerjakan dalam waktu 3 bulan dengan baik oleh pemborong kelas menengah. Hingga kini pondasi Cakar Ayam telah dipakai dengan succes untuk antara lain: 2 bh. hanggar dengan bentang 64 m10-bh. hoogepanningsten P.L.N. 2 bh. Watertorens 1 bh. Scheepshelling di Tg. Priok. 1 bh. Gereja Katolik di Jakarta. 2 bh. pondasi diesel generator 4. bh. pondasi Pusat Tenaga Listrik; Gas di Palernbangl bh. kantor Doane ( Bea Cukai) di Semarang 1 bh. gedung Bank Indonesia di Pakanbaru

1 bh, repair-sation IDA di Godong, Semarang1 Jembatan di Situnggak, Indramayu high tension towers P.L.N. di Gresik, Surabaya 1 gedung P.L.N. bertingkat tiga di Menteng, Jakarta1 hanggar Pertamina di Kmayoran, Jakarta high tension tower di Banjarmasin high tension tower di Palembang1 bonded Warehouse II di Ancol 'Tg. Priok'. Dan sekarang sedang dikerjakan pondasi Cakar Ayam. ini untuk :   Pabrik Kompos di Surabaya Perluasan kantor Pertamina di Palembang.

Mengenai patent-nya sendiri system Cakar Ayam. tersebut telah di-patent-kan di Negara-negara:

         '

Indonesia dengan no. octrooi 1813 Jerman Timur Inggris Perancis Italia Belgia Canada USA Jerman Barat

Sebagaimana disebutkan diatas pipa-pipa yang ada dibawah pelat merupakan alat2 pengkaku pelat (Slab stiffeners)dan bukan merupakan alat-alat penumpu pelat, (slab supporters) karena apabila ada settlement pada pelat pipapipa juga akan turut turun. Jadi kalau dibanding dengan pelat dengan balokpenguat maka balok penguat itulah. yang-dilakukan oleh pipa-pipa tersebut. Bedanya ialah bahwa balok penguat tidak memanfaatkan tekanan tanah pasif, sedangkan pipa Cakar Ayam justru mengexploitir adanya tekanan tanah pasif tersebut. Dari pemikiran ini saja sudah dapat dipahami bahwa volume beton pada pipa Cakar Ayam akan kurang (less) jika dibandingkan volume beton pada pipa penguat yang berarti akan lebih ekonomis. Prinsip kerjanya Cakar Ayam dapat dipahami dari gambar dan perhitungan berikut: Periksalah gambar diatas. Gambar dan uraian tercebut dapat dipahami bahwa pelat akan tetap kaku berkat tekanan pasip yang ada dan ukuran-ukuran dari masing bagian konstruksi dapat ditentukan dari rumus tersebut Juga tampak bahwa sifat2 phisik tanah (physical properties) menentukan cara positif ukuranukuran tersebut. Luas pelat ditetapkan dari perbandingan muatan dan daya dukung tanah yang diizinkan, yang pada konstruksi jalan maupun runways sama sekali tidak menimbulkan kesulitan. Penurunan pondasi dapat dihitung dengan formulalogaritma sbb:

Z=∑h/c.2,3logᵟk2/ᵟk1 Dari pengalaman kami yang sudah kami lakukan pada bangunan-bangunan gedung rumus settlement tersebut adalah cukup teliti (reliable). Dibandingkan dengan perhitungan konstruksi pondasi untuk bangunan gedung, maka perhitungan untuk keperluan runways maupun jalan-jalan raya adalah jauh lebih mudah karena muatan yang diatasnya adalah kecil. Sebagai contoh muatan pada runway yang mampu untuk menahan pesawat Jumbo Jet(Boeing 747) tidak akan melebihi 1 ton/m2 dan untuk jalan raya klas 1 tidak melebihi 0,5 ton/m2. Pula untuk kapasitas runway dikemudian hari juga tidak terlalu sulit pelaksanaannya karena hanya dengan menambah tebalnya pelat beton sesuai dengan kebutuhan peningkatan. Sebagai contoh untuk landasan lapangan terbang Banjarmasin kita pergunakan pipa tengah sepanjang 1,80 m, pipa tepi 2,00 m, dan tebal pelat 10 cm sedangkan untuk runway Cengkareng ( 2x3600 mx 60 m) cukup kita pergunakan panjang pipa yang sama hanya tebal pelat yang menjadi 15 cm tebal pelat-pelat tsb, sebaiknya ditambah dengan lapisan hot mixed asphalt sebagai lapisan aus setebal 4 @ 5 cm . Jikalau pada runway yang konvensionil hanya sebagian dari runway yang dibawah roda yang mendukung muatan, maka pada systeem Cakar Ayam secara teoritis seluruh runway ikut mendukungnya, tetapi dalam perhitungan kita ambil sebagian saja dari pada runway yang berdekatan dengan lokasi pesawat terbang. Jadi pada Cakar Ayam ini luas bagian runway yang mendukung menyesuaikan diri dengan muatan yang ada diatasnya, suatu sifat yang tidak ada pada runway system konvensionil maupun jenis pondasi lainnya. Terhadap benturan kapal terbang pada landasan,pada waktu kapal terbang mendarat, tidak akan mempengaruhi konstruksi ini karena shock tersebut sebagian besar telah "dimatikan” oleh pegas dan shock-absorber landing gear maupun ban udara yang ada dibawahnya. Bila benturan terlalu besar maka pesawat akan mengalami kerusakan lebih dahulu. Secara teoritis maka pelat untuk runway ini tidak perlu memerlukan sambungan dillatatie sehingga tidak menimbulkan benturan kecil pada roda yang terdapat pada runway beton bertulang yang bersambungan. Untuk keperluan maintenance dillatatie ini bisa diadakan pada jarak-jarak 100 m.

Pengaruh dari pada perbedaan suhu telah diperhitungan didalam penentuan tulangan pelat. Mungkin Saudara-Saudara ingin mehgetahui berapa % penghematan apabila kita membuat runway Cakar Ayam dibanding dengan runway konvensionil. Dari perhitungan biaya yang telah dibuat untulk keperluan lapangan terbang Sjamsudin Noor Banjarmasin kita sampai kepada angka-angka sbb : Conventional Cakar Ayam Rp. 100 A Rp. 68 A- ( biaya) . 470 hari 255 hari ( waktu konstruksi) Pes. DC. 9 Pes. DC.8 (daya dukung) Biasa minim (maintenance) Pemasangan dan Pengecoran Pondasi Cakar Ayam Pemasangan dan Pengecoran Pondasi Cakar Ayam pada bangunan rumah saya dalam tahap pengerjaan oleh empat orang pekerja. Jumlah total Pemasangan dan Pengecoran Pondasi Cakar Ayam ada 16 buah dengan ukuran 1 meter x 1 meter ada 8 buah dan ukuran 75 cm x 75 cm ada 8 buah juga. Pemasangan dan Pengecoran Pondasi Cakar Ayam membutuhkan bahan material yang wajib kita siapkan antara lain :     Pasir kasar saya siapkan 1 mobil truk dengan bak papan isi kisaran 5 M³ dengan harga Rp 600.000 Semen saya siapkan 20 zak isi 50 Kg waktu itu menggunakan merek Holcim harga per zak masih Rp 58.000 Batu split atau koral saya siapakan 2 M³ harga per M³ kisaran Rp 250.000 Air secukupnya.

Tapak Cakar Ayam yang sudah di cor Proses Pemasangan dan Pengecoran Pondasi Cakar Ayam memakan banyak sekali material semen, untuk ukuran tapak pondasi yang 1m x 1m

hampir menghabiskan 1 zak semen. Jadi perkiraan saya untuk 16 titik Pondasi Cakar Ayam akan menghabiskan minimal 12 zak semen. Pemasangan dan Pengecoran Pondasi Cakar Ayam juga membutuhkan waktu yang cukup lama berbeda dengan pemasangan Pondasi Batu Kali. Hal yang diamati dari cara kerja para tukangnya pada saat sebelum Pemasangan dan Pengecoran Pondasi Cakar Ayam. Mereka menentukan titik Nol dan siku antar sudut, setelah titik-titik nol ditemukan mereka memastikan kesikuan antara sudutnya. Tak jarang mereka harus menggali lebih dalam lagi lubang tempat Pondasi Cakar Ayam karena ternyata titik nol belum didapatkan.

Para tukang dan pekerja membutuhkan waktu satu hari untuk menyetting tempat Pemasangan dan Pengecoran Pondasi Cakar Ayam. Alasan kenapa menggunakan atau melakukan Pemasangan dan

Pengecoran Pondasi Cakar Ayam di setiap titik dan sudut pondasi karena rencananya bangunan yang akan didirikan memiliki 2 lantai dengan luas (10 m x 10 m) + (3 m x 2 m) + (3 m x 4 m) = 118 m². Dan jenis ukuran pondasi berbeda dikarenakan situasi dan kondisi dilapangan dimana tanah kavlingan antara batas samping kanan, samping kiri dan belakang habis makanya menggunakan rangka besi tapak cakar ayam ukuran 75 cm x 75 cm dan pada titik Pondasi bagian tengah bangunan menggunakan ukuran 1 m x 1 m untuk tulangan besi pondasi cakar ayam menggunakan besi ukuran cas Ø 10 mm. Pemasangan dan Pengecoran Pondasi Cakar Ayam akhirnya selesai dalam 4 hari kerja. Macam-macam kemungkinan pondasi Berhubungan dengan keadaan tanah tempat bangunan, maka dapat dibuat macam pondasi seperti berikut: 

Keadaan tanah yang kering Keadaan tanah yang kering berarti tanah yang tidak dapat dipengaruhi oleh air hujan dan sebagainya dengan air dalam tanah sedikit sekali atau dalam sekali. Bisa terjadi pada batu gunung, dan tanah yang tidak liat seperti pasir, kerikil dan sebagainya. Jikalau kekokohan landasan cukup tinggi maka dapat dipergunakan pondasi jalur atau pondasi umpak. Dapat juga digunakan paku bumi kalau diperlukan dan kalau panjangnya melebihi 2.00 m atau kalau ada kolom beton bertulang yang berdiri pada pondasi umpak dan tingginya tidak melebihi 2.00 m. Andaikata kekokohan landasan tidak mengizinkan salah satu kemungkinan tersebut diatas maka dapat digunakan pondasi pelat beton bertulang yang membagi beban atas seluruh luasnya gedung atau paku bumi beton bertulang dengan dalamnya sampai dengan 14.00 m. Selebihnya dari 14.00 m itu, maka ditanamkan paku bumi berkelompok atau selain paku bumi.

Jangan menggunakan paku bumi dari kayu karena dapat menyebabkan pembusukan. 

Keadaan tanah yang basah Tanah yang basah adalah tanah yang berarti bisa longsor jika terjadi hujan atau tanah dibawah permukaan air tanah. Pada tanah yang basah biasanya digunakan dinding bendungan. Sesuai dengan kokohnya landasan dapat digunakan pondasi pelat beton bertulang, selain paku bumi dari kayu atau paku bumi dari beton bertulang. Paku bumi dari kayu hanya boleh digunakan dibawah permukaan air tanah terendah karena bahaya pembusukan.

Pondasi di dalam air Karena pondasi di dalam air biasanya pekerjaan insinyur sipil basah. Pada prinsipnya dapat digunakan cara seperti pada keadaan tanah tanah yang basah, yaitu: menggunakan dinding bendungan dan pondasi paku bumi kayu atau beton bertulang. Kemudian ada juga kemungkinan menimbun batu kali selebar mungkin dengan ketinggian sampai diatas permukaan air. Untuk pekerjaan-pekerjaan dibawah air dapat digunakan caisson, sebuah kotak dari kayu, baja atau beton bertulang. Kita membedakan caisson terbuka dan caisson tertutup.

Caisson terbuka Berbentuk silinder atau prisma yang terbuka pada kedua ujungnya. Ukuran dan bentuknya sesuai dengan pondasi yang dikehendaki. Pinggiran ujung bawah tajam agar mudah masuk ke dalam tanah. Caisson diturunkan ke dasar sungai, danau dan sebagainya dan masuk ke dalamnya karena tanah digali dan /tau karena beratnya sendiri. Air didalam caisson dikeluarkan, kemudian caisson diisi beton.

Caisson tertutup Pada umumnya digunakan dalam pekerjaan di dasar sungai dan sebagainya atau di tempat-tempat yang berpasir apung. Dalam caisson jenis ini, cukup jauh dari pinggirannya yang sebelah bawah sekat. Orang dapat berdiri dan bekerja dibawahnya. Tekanan udara di ruang itu cukup tinggi untuk mencegah air masuk dari bawah. Pekerja-pekerja turun ke dasar sungai melalui terowongan-terowongan itu. Diujung sebelah atas terowongan-terowongan itu ada pintu udara, yang memungkinkan orang keluar masuk ruang didekat sekat itu tanpa mengubah tekanan udara di ruang itu. Sejalan dengan turunnya caisson, ruang antara terowonganterowongan diisi beton dan akhirnya ruang di bawah sekat itu pun terisi beton. Buruh yang bekerja di caisson tertutup bekerja dalam ruang bertekanan tinggi. Sekatan keluar mendapat perawatan khusus, supaya biasa lagi pada tekanan udara normal. Fondasi yang langsung dipasang diatas galian Faktor-faktor yang sangat penting pada pembuatan fondasi langsung diatas sebuah galian adalah: 1. Susunan dari tanah 2. Konstruksi yang dipilih untuk fondasi 3. Penghalauan air sampai diatas tasram(adukan kedap air) 4. Kemungkinan-kemungkinan untuk ventilasi dibawah lantai Kaki yang di Perlebar Fondasi ini menapak pada kaki yang diperlebar pada tanah.Kaki yang diperlebar ini dimaksudkan untuk membagi beban-beban berguna serta beban tambahan atas suatu bidang yang lebih luas.Selain itu, kaki yang diperlebar akan memberikan stabilitas yang diperlukan dindingdinding.Lebar kaki ini (lebar alas fondasi) ditentukan oleh perhitungan, yaitu: b=

Dimana : F= jumlah beban per m Lapisan peralihan Dibagian bawah sebuah pondasi, diatas tanah keras, kita pasang suatu lapisan peralihan, pada suatu fondasi yang ditembokhal tersebut dinamai lapisan peletak, dan pada fondasi dari beton bertulang ia dinamai lantai kerja. Kelambapan merupakan salah satu musush terbesar bangunan, sehingga perlu sekali hal ini dihalau dari sebuah bangunan. Pada umumnya fondasi terletak dalam tanah basah apakah karena air kapiler atau karena air penduler. Mau tidak mau kita harus menerima bahwa kaki fondasi tersebut memang basah dan berada dalam tanah basa, tetapi kita harus menjaga agar air tidak masuk ke dinding-dinding. Untuk menjaga hal ini kita memasang sebagian tembokan yang kedap airdiantara kaki dan dinding naik. Ventilasi Untuk menghindarkan udara yang diam tidak bergerak, atau udara yang lembab dibawah lantai, ruang disitu hendaknya diventilasi dengan baik. Untuk itu pada semua tembokan luar dan tembokan dalam harus dibuat lubang-lubang ventilasi sehingga terdapat kemungkinan bagi laju udara. Pada umumnya, pada tembokan-tembokan dalam memang disediakan karena ruang-ruang terobosan mempunyai hubungan satu dengan yang lainnya. Pada tembokan-tembokan luar kita pasang pada ketinggian beberapa lapis bata diatas permukaan halaman sebuah rosterventilasi yang tidak dapat dimasuki tikus. Fondasi langsung di atas galian (tipe ditembok) Alas fondasi

Setelah alur umtuk fondasi, ataupun sumuran bangunan kita gali, alas fondasi kita siapkan. Dalam hal ini bata-bata kita selupkan ke dalam tanah, sehingga bata akan melakukan sanggaan dengan bidang penuh. Sekarang seluruh hamparan kita beri lapisan aduk dan kemudian kita pasangkan blok paling bawah hamparan tadi, yang dilihat secara konstruktif, tidak termaksud dalam kaki yang sesungguhnya. Kaki yang di tembok Bila suatu fondasi, akan diberi beban yang sangat berat, sebuah blok dapat terdiri dari lebih banyak lapisan untuk dapat menghasilkan gaya geser vertikal di dalamnya. Tidak di benarkan untuk membuat suatu blok dari satu lapisan. Berbagntung kepada kedalaman alas fondasi, blok yang paling atas seringkali kita teruskan hingga sedikit di bawah permukaan halaman, jadi pada sebuah tembokan spouw ini adalah 330 mm. Bila tidak demikian halnya, kita harus menutup spow hingga sekitar 400 mm di bawah permukaan halaman. Jenis-jenis bata yang akan digunakan Untuk menembok sebuah kaki dari bata, biasanya kita mempergunakan bata merah. Untuk melindungi fondasi terhadap berbagai dampak negative, ia harus dirapikan dengan adukan yang sama seperti yang digunakan untuk menemboknya. Maksud perapian ini adalah untuk memadatkan semua siar, sehingga tidak aka nada lubang-lubang yang dapat dimasukan zat-zat yang dapat merugikan atau binatang-binatang kecil yang dapat menimbulkan kerusakan. Di mana terdapat kemungkinan bagi pencemaran oleh asam tanah atau oleh zat-zat lain yang agresif, maka setiap macam fondasi hendaknya dilindungi dengan sebuah lapisan yang kedap air dan memiliki daya dangkal. Lebar alas fondasi Lebar alas-fondasi

b=

Fondasi yang dibuat dari beton tumbuk Pada bangunan-bangunan yang kurang begitu penting kita

mempergunakan fondasi dari beton tumbuk dan bukannya fondasi yang ditembok. Bekisting (acuan atau peti cetak) Bekisting untuk bentuk fondasi ini dapat dibuat secara mudah dengan beberapa bilah papan di bawah kemiringan 2:1, namun dianjurkan agar jari kaki diberi sisi vertikal 50-100 mm untuk menghidarkan pemelorotan.Bila kita tidak membuat sisi yang vertikal, kita buat sol kaki 50 mm lebih lebar daripada yang diperhitungkan. Hendaknya, di bagian atas, papan-papan tidak distel terlampau sempit, agar penembokan ke atas dapat dilakukan dengan lancar tanpa terlebih dulu harus membuka papan acuan.Sisi vertikal tadi merupakan pula suatu penopang yang baik untuk memasang profil. Lebar alas fondasi Lebar alas fondasi b kita tentukan melalui cara yang sama seperti untuk fondasi yang ditembok dengan jalan mencari keseimbangan di antara fondasi yang melakukan tekanan terhadap tanah dan tegangan tanah yang diperbolehkan.

Dimana: q = beban tiap m1

l f1gr F b Susunan beton

= satuan panjang (satuan 1 m) = tegangan tanah yang diperbolehkan = beban terpusat = lebar alas fondasi

Secara sederhana kita gali sebuah alur, asalkan saja tanah tetap berdiri dengan baik, dimana dasarnya mempunyai kelebaran yang sama seperti lebar alas fondasi yang direncakan. Kualitas beton untuk kaki-kaki fondasi ini biasanya B 12,5 atau b 17,5 dalam suatu konsistensi kebasahan tanah. Perlu dikemukakan di sini, bahwa pengecoran hendaknya dilakukan dalam lapisan-lapisan yang tebalnya paling tinggi 200 mm dan bahwa beton itu sendiri harus dipadatkan dengan baik.Untuk pengerjaannya kita melakukan tusukan-tusukan, dan di sini pun berlaku pula ketentuan, semakin sedikit ruang-ruang kosong, semakin sedikit pula kemungkinan terjadinya pencemaran dari luar. Fondasi lajur Sebuah metode fondasi yang sangat sederhana adalah fondasi lajur, yang dilaksanakan dalam beton tumbuk.Lebih-lebih bila beban per m1 menjadi besar, atau bila pembebanan tanah yang diperbolehkan sangat kecil, kita pergunakan bentuk fondasi ini.

Prinsip dasar Prinsip dasar bagi bentuk fondasi ini adalah, bahwa tegangan-tarik yang akan terjadi dalam material, diserap oleh suatu penulangan yang berdiri tegak lurus pada dinding. Momen maksimum Momen maksimum, yang pada hakikatnya hanya merupakan suatu perkiraan, kita hitung sebagai berikut:

Pelaksanaan Setelah alur digali, terlebih dulu kita memasang sebuah lantai kerja dari beton tumbuk setebal kira-kira 50 mm. Setelah itu kita pasang penulangan utama,

dalam hal penulangan lintang dan kemudian penulangan pembagi, yang sedikitnya harus berjumlah 20% dari penulangan utama. Susunan beton Setelah penulangan disetel dan diperiksa, kita beralih pada pengecoran beton dalam kualitas beton B17,5.Dianjurkan agar bagian atas jalur-jalur sedikit dimiringkan sehingga air dapat turun.Di sini pun sewaktu berlangsungnya pengecoran, merupakan suatu keharusan bahwa beton hendaknya benar-benar menjadi padat, lebih baik dengan mempergunakan sebuah aparat penggetar mekanis. Beberapa catatan : 1. Penusukan tidak akan cukup pada jenis beton ini; 2. Penggetaran dengan sebuah jarum-penggetar harus dilakukan secara ahli;jarum penggetar tidak boleh menyentuh penulangan; 3. Adukan beton yang akan kita pergunakan untuk beton bertulang, selalu harus merupakan suatu konsistensi kebasahan tanah; beton yang terlalu cair akan segera buyar kembali dan akan merugikan kekuatan. Fondasi lajur dengan rusuk pengkaku Bila lapisan-lapisan tanah di bawah sebuah bangunan memiliki suatu struktur yang kurang beraturan, sehingga penurunan bisa sangat berbeda-beda dan bila beban terhadap pelat fondasi agak berlainan, maka sebuah fondasi lajur dengan rusuk pengkaku merupakan cara pemecahan yang paling baik. Berkat rusuk yang di pasang di bawah tembokan, kaki fondasi pun dapat menyerap gayagaya luar dalam arah kepanjangan. Tulangan praktis Karena biasanya kita tidak mungkin dapat menentukan semua gaya luar yang bekerja pada suatu rusuk pengkaku, kita selalu melengkapi rusuk ini dengan suatu penulangan praktis. Misalnya di atas dan bawah dua batang Ø 16 dengan

begel Ø 8-250 mm, atau tiga batang Ø 12 dengan begel Ø 8-250 mm, lapisan penutup berturut-turut 20 dan 30 mm. Tinggi rusuk ditetapkan antara 400 dan 800 mm dan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan keperaktisan ketinggian ini kita pertahankan sama tinggi di semua tempat, berbeda dengan kelebaran pelat, yang dikarenakan beban dinding yang sangat berbeda-beda bisa agak bervariasi. Di sini pun dianjurkan agar bagian atas lajur sedikit dimiringkan, sehingga tidak akan digenangi cairancairan yang dapat merusak. Dianjurkan pula untuk mengolesi bagian luar beton dengan fintkote, lebih-lebih jika air tanah bersifat agresif atau jika tanah mengandung asam tanah. Fondasi di atas kopor pasir atau urugan pasir Metode fondasi ini kita pergunakan bila tanah “keras” berada lebih dalam dari sekitar 2000 mm di bawah permukaan halaman. Fondasi ini kita praktekkan pula bila tanah itu sendiri kurang cukup memiliki gaya pikul untuk langsung dapat menyerap beban. Maka kita membuat sebuah kopor-pasir dari pasir bersih dengan ketebalan sedemikian rupa, sehingga kini gaya-gaya yang terpencar dapat diserap oleh tanah.

Rumus:

dalam hal ini ukuran kopor pasti harus sebesar Cara memasangkan kopor pasir Urugan pasir dapat kita pasang sebagai berikut: 

kali lebar alas fondasi.

Dalam lapisan-lapisan sekitar tebal 200 mm bilamana pasir ditumbuhkan, ditanamkan atau dipadatkan dengan air, metode ini tidak banyak lagi dipergukan,

Dalam lapisan-lapisan sekitar 500 mm, jika kita mempergunakan alat penggetar, metode ini merupakan yang paling banyak dipergunakan sekarang ini.

Fondasi dengan sebuah pelat yang berlanjut Di betulan titik-titik tumpu dan pembebanan terhadap lantai, seperti dinding-dinding pelat-pelat kita beri pemberat lantai.Lantai ini berada agak dalam di bawah permukaan halaman sehingga sebenarnya dapat kita anggap sebagai lantai sebuah kelder.

Pada prinsipnya tidaklah menjadi persoalan pada kedalaman berao pelat-pelat, seperti dinding-dinding, ini harus dipasang, asalkan saja mereka ditempatkan di atas tanah “keras”.Metode ini berasal dari fondasi lajur yang dilengkapi rusuk pengkaku, dalam mana lajur-lajurnya menjadi demikian lebar, sehingga kesemua

itu praktis menjadi satu. Karenanya akan lebih ekonomis untuk langsung membuatnya menjadi satu kesatuan. Untuk dapat memperoleh lebih banyak ruangan berguna, rusuk-rusuk pengkaku diarahkan ke bawah. Di dalam praktek hal ini agak menimbulkan kesukaran karena pengerjaan tidak akan berjalan begitu lancar, namun hasilnya memang bisa lebih baik. Fondasi tiang atau fondasi tetapakan Metode fondasi ini banyak dipraktekkan dalam pembangunan di sector industry.Fondasi-fondasi ini sangat baik sebagai kaki fondasi di bawah kolomkolom bangunan berangka.

Pemikulan bebas Maka pada umumnya lantai-lantai ruang bawah tidak melakukan permikulan bebas, melainkan begitu saja dipasang di atas fondasi.Dikarenakan alasan tersebut lantia ini harus berada bebas dari fondasi.Setelah kita mengecor fondasi dan mengisi tanah, dipasanglah rangka dan lantai pun dapat dicor.Untuk itu kita pasang papan bangunan di keliling kolom.Bagian sesisanya kita cor penuh.Kini fondasi berdiri terbebas dari lantai.

Susunan beton Untuk pekerjaan normal, kita cor beton dalam pekerjaan pada kualitas beton B 17,5 atau B 22,5. Fondasi tiang modern terdiri dari sebuah kolom dari beton bertulang beserta sebuah pelat kaki. Perhitungan besarnya pelat kaki Besarnya pelat kaki kita hitung dengan membagi beban oleh tegangan tanah yang diperbolehkan:

Agar lantai dapat kita pasang terbebas dari fondasi, di antara pelat-pelat kaki kita pasang lapuk tumbuhan.Dalam hal ini lantai menekan pada pelat kaki dan keseluruhannya dapat sedikit menurun.Bagian atas pelat-pelat kaki seringkali kita miringkan.Ini dimaksudkan pula untuk menghindarkan dari berlanjutnya penembusan. Penembusan yang berlanjut Momen terbesar dan gaya lintang di dalam pelat berada tepat di samping tiang. Berlanjutnya penembusan merupakan suatu bahaya karena seringkali beban P berjumlah ribuan ton, maka pergeseran akan terjadi dalam sudut 45°. Susunan beton Pada umumnya tiang-tiang denga pelat kita cor dalam kualitas beton B 17,5 atau B 22,5. Bila lantai beton di atas tiang-tiang fondasi harus menjadi suatu medan pur yang berpikul bebas, maka tiang-tiang ini harus dihubungkan satu sama lain oleh balok-balok fondasi. Setelah ruang-ruang di antara semua tetapakan kita isi, balok-balok tersebut kita beri papan acuan.Kiranya perlu diingat bahwa urugan pasir masih dapat menyusut.Setelah beton mengeras dan papan acuan dibuka, sumuran bangunan dapat diisi sampai pada bagian bawah lantai kerja dari lantai pertama.Maka di atas isian ini dipasanglah lantai kerja dan di atasnya lagi dicor lantai pertama dibuat dari beton.

Material elastis Dikarenakan pengaturan konstruktif suatu bangunan, ada kalanya suatu alur ledeng akan melintasi pelat kaki sebuah tiang. Dalam hal seperti ini kita harus memasangkan suatu material yang elastis di antara pelat dasar dan pipa tadi dan bagian atas kaki pelat, sehingga kedua bagian tersebut tidak mempengaruhi satu sama lain. Catatan: Sewaktu memasang suatu rangka baja di atas sebuah kaki dari beton, kita hendaknya tidak lupa memasang baut-baut angker beserta mur penyetelnya. Keuntungan menggunakan mur-mur penyetel adalah, bahwa semua itu sebelumnya dapat kita setel dalam pekerjaan untuk ketinggian yang kita hendaki. Setelah konstruksi baja selesai kita setel, pelat kaki hendaknya kita landasi dengan adukan agak kering, sehingga pelat kaki baja ini secara konstruksi tidak lagi akan mengalihkan tekanannya pada mur-mur tadi. Fondasi yang diprefab Pada bangunan – bangunan kecil dengan dinding – dinding yang tidak begitu panjang , bentuk fondasi ini agak sering dipraktekkan Adukan yang tidak diperkeras Problema yang terdapat pada jenis fondasi ini adalah bahwa ia harus dipasang dalam alas adukan yang tidak diperkeras untuk menjamin adanya pengalihan tekanan yang baik terhadap tanah bawah. Risiko yang dapat menimpa kita adalah, bahwa fondasi-fondasi yang kita pasang itu tidak semua akan terletak sama tinggi . Dengan demikian, pada konstruksi pembangunan selanjutnya seringkali kita akan mendapatka kesulitan dalam hal penyambungan. Sambungan cekung dan cembung Penyambungan satu sama lain sering berupa sambungan cekung dan cembung. Sebuah sistem yang lebih banyak dipraktekkan terutama pada

pendirian bangunan yang diprefab (disiapkan terlebih dahulu) adalah sistem konstruksi fondasi semi-prefab. Sistem konstruksi fondasi semi-prefab Pada sistem ini pur di cor secara biasa dalam pekerjaan. Di atas semua tetap akan dipasanglah balok –balok fondasi yang diprefab. Setelah balok-balok disetel tepat pada ketinggiannya, tumpuan-tumpuannya kita landasi dengan baik.Masingmasing hubungannya dicor penuh dengan beton. Memperkuat dan memperlebar fondasi yang ditembok Perkuatan Perkuatan sebuah kaki fondasi yang ditembok seringkali diperlukan seandainya tanah bawah tidak homogen, yang memiliki arti bahwa struktur tanah adalah sedemikian rupa, sehingga ia terutama dalam arah kepanjangan fondasi tidak bereaksi sama di semua tempat. Ini dapat berakibat bahwa fondasi tidak dapat lagi menyerap perbedaan-perbedaan dalam penurunan dan penyusutan. Isian spouw Spouw dapat kita cor penuh sampai pada transram. Dalam hal ini hendaknya membiarkan beberapa buah bata tanpa adukan tepat diatas beton yang kita cor, sehingga air yang turun lewat spouw dapat dienyahkan. Pelebaran Pelebaran suatu kaki fondasi tembok yang sudah ada mungkin diperlukan seandainya lebar alas fondasi tidak memadai lagi untuk mengalihkan seluruh beban kepada tanah bawah, tanpa adanya kemungkinan bagi terganggunya keseimbangan. Kemungkinan-kemungkinan penyebabnya adalah :   Lebih ditinggikannya bangunan bersangkutan Bertambah besarnya bebab berguna , misalnya karena bangunan termaksud mendapatkan tujuan kegunaan lain

 

Berubahnya kedudukan air tanah Diperbaikinya fondasi seandainya ia ini berada dalam keadaan rusak.

Pelaksanaan Kita gali setempat fondasi yang sudah ada itu sepanjang 1000mm dan kita gali fondasi sampai kepada kedalaman yang ditentukan, sehingga kita dapat mengecor sebuah pelat yan baik di bawahnya. Dewasa ini kita tidak banyak lagi memasang sebuah lantai kerja, melainkan sejalur plastik folie di bawah alas fondasi .Maka di atasnya kita langsung mengecor pelat kaki beton, yang dengan dipergunakannya folie tadi dapat menjadi lebih tebal ketimbang pada sebuah lantai kerja. Di bagian atas pun sepatu beton yang telah dibentuk itu harus dihubungkan selang kira-kira 500mm as sampai as. Fondasi dengan tetapakan tipe sumur Dalam pembangunan di bidang industry seringkali untuk fondasi kita menggunakan tetapakan tipe sumur, dalam mana kita pasangkan kolom-kolom yang pada umumnya dibuat dari beton.

Pondasi sumuran adalah jenis pondasi dalam yang dicor di tempat dengan menggunakan komponen beton dan batu belah sebagai pengisinya.

Disebut pondasi sumuran karenapondasi ini dimulai dengan menggali tanah berdiameter 60- 80 cm seperti menggali sumur. Kedalaman pondasi ini dapat mencapai 8 meter.Pada bagian atas pondasi yang mendekati sloof, diberi pembesian untuk mengikat sloof.Pondasi jenis ini digunakan bila lokasi pembangunannya jauh sehingga tidak memungkinkan dilakukan transportasi untuk mengangkut tiang pancang. Walaupun lokasi pembangunan

memungkinkan, pondasi jenis ini jarang digunakan.Selain boros adukan beton, penyebab lainnya adalah sulit dilakukan pengontrolan hasil cor beton di tempat yang dalam.

Kelebihan :

Alternatif penggunaan pondasi dalam, jika material batu banyak dan bila tidak dimungkinkan pengangkutan tiang pancang.

 

Tidak diperlukan alat berat. Biayanya lebih murah untuk tempat tertentu.

Kekurangan :

Bagian dalam dari hasil pasangan pondasi tidak dapat di kontrol (Karena batu dan adukan dilempar/ dituang dari atas)

  

Pemakaian bahan boros. Tidak tahan terhadap gaya horizontal (karena tidak ada tulangan). Untuk tanah lumpur, pondasi ini sangat sulit digunakan karena susah dalam menggalinya.

Tetapakan prefab untung ruginya Menguntunkannya tetapakan prefab adalah, bahwa pembuatannya dapat dilakukan dalam keadaan cuaca bagaimana pun dan bahkan kita dapat mempersiapkan persediaan. Soalnya hal ini harus dilakukan dalam suatu bantalan aduk, di mana kita terutama sekali hendaknya memperhatikan bahwa :

   

Tetapakan hendaknya dipasang pada tempat yang seharusnya Tetapakan hendaknya dipasang sepenuhnya waterpas Tetapakan hendaknya dipasang pada ketinggian yang seharusnya disbanding terhadap peil Kaki tetapakan hendaknya melakukan pemikulan secara homoge

Tetapakan dicor dalam pekerjaan Metode pengecoran tetapakan dalam pekerjaan dapat memberikan jaminan lebih besar dalam hal pemikulan secara homogen dan karena itu seorang ahli bangunan lebih menyenangi metode ini. Pelaksanan Setelah kita mengecor lantai kerja, kita pasang papan acuan untuk pelat.Kemudian kita pasang penulangan pelat dan penulangan beronjong, dan setelah itu kita pasang papan acuan luar dan papan acuan dalam untuk sumur.Bagian dalam sumur hendaknya dilengkapi kelos-kelos gelincir dan keloskelos jarak agar kolom dapat disetel dengan baik (vertikal ke semua arah dan tepat ditempatnya), setelah itu kita dapat menuangkan mortel pengisi. Susunan mortel pengisi Susunan mortel pengisi diatur berdasarkan perbandingan berikut : 350kg semen yang cepat mengeras 500l pasir murni (besar butiran 0-2 mm) 700l kerikil (besar butiran 2-8 mm) Fondasi berturun tangga Bentuk fondasi ini kita praktekkan dalam keadaan-keadaan berikut :  Bila tanah „keras‟ di bawah permukaan halaman terletak sangat tidak beraturan. Biasanya hal ini tidak tampak di permukaan .

Bila kita harus membangun pada suatu lereng, di sini pun kaki fondasi harus kita pasang berturun tangga. Pembangunan pada sebuah lereng (bukit) menyebabkan pula, bahwa transram pun harus ditembok dengan cara berturun tangga. Pada prinsipnya kita pasang transram sama tingginya diatas maupun di bawah permukaan halaman. Tinggi minimal suatu trnasram (semenram) selalu kita buat deiapan lapis (atau 500mm).

Bila bentuk dan pembagian bangunan bersangkutan menuntut adanya suatu fondasi yang berturun tangga, misalnya bila sebuah gerasi harus dibuat seluruhnya atau untuk sebagian di bawah permukaan halaman. Maka tembok-tembok penahan yang diperlukan bagi jalan masuk kendaraan dapat diberi fondasi turun tangga.

Mejembatani tanah yang pernah dijamah Penjembatanan dapat merupakan suatu keharusan bila sebagian dari tanah bawah menunjukan penyimpangan yang cukup berarti disbanding sisa tanah lainnya, misalnya:    Sebuah selokan yang ditimbulan Sebagian dari fondasi tua (yang lepas), yang dibuang maupun tidak Bagian tanah berilaku lain disbanding sisa tanah lainnya

Apabila dasar tanah tidak homogen, biasanya kita mempergunakan fondasi lajur dengan rusuk.Pada titik yang diperlukan, pelat berhenti dari lajur (diperlebar ataupun tidak di ujung) dan rusuk terus menerus. Fondasi di atas sumuran Metode fondasi ini seringkali kita praktekkan bila tanah yang memiliki gaya pikul berada 3000-6000 mm di bawah permukaan halaman. Dalam hal seperti itu penggalian suatu sumuran bangunan yang besar tidak kita perlukan, demikian pula pengangkutan sejumlah besar tanah, yang perlu ditimbun. Juda pada tempat-tempat di mana pemancangan tiang-tiang tidak dapat diperkenankan karena akan terjadinya geteran, kita pergunakan jenis fondasi ini.

Pelaksanaan Kita pasang gelang-gelang sumur dan kita lakukan penggalian di bagian dalamnya, sehingga gelang-gelang tersebut akan melorot sendiri oleh bobot mereka. Dianjurkan untuk sekaligus memasangkan beberapa gelang satu di atas lainnya., agar pertama bobot untuk melorot menjadi lebih besar dan kedua, melalui cara demikian kita dapat mudah mengontrol apakah gelang-gelang tegak lurus melaju ke bawah. Biasanya gelang-gelang yang berdiameter 600 dipasang lewat pemboran atau dipuls, karena kita tidak dapat melakukan penggalian di dalamnya. Bila gelang-gelang sudah mencapai kedalaman yang ditentukan terus diisi, seringkali dengan pasir yang distabilkan. Bagian atas gelang yang paling atas kita isi dengan beton yang berkualitas B 17,5. Dalam isian beton yang paling atas ini dapat dicor ujung-ujung stek yang akan digunakan untuk mengangkerkan bagian atas pembangunan. Masing-masing jarak Jarak antara masing-masing susunan gelang bervariasi dalam praktek mulai dari 400 hingga 700 mm, tetapi jika kita dengan metode ini ingin mencapai suatu penghematan yang nyata, maka sumur-sumur tersebut hendaknya ditempatkan satu sama lain pada jarak yang cukup besar. Bila tiang yang terdiri dari gelang-gelang ini akan dilengkapi pelat kaki dari beton, maka dua buah segmen dari gelang dapat dibuat dari beton bertulang, dari pelat kaki sampai merapat pada slof. Bagian sesisanya kita isi kemudian dengan pasir, setelah mana kesemuanya kita tutup dengan sebuah pelat dari beton bertulang.Untuk gelang-gelang berdiameter kecil kita biasanya mempergunakan isian beton biasa.Tergantung dari jenis konstruksi bangunan bersangkutan, kita tumpangkan sebuah balok pengkopel di atas sumuran-sumuran, yang juga berperan selaku bidang pikul bagi pekerjaan tembok. Metode pemberian fondasi ini dipraktekkan:

Di tempat-tempat di mana kita tidak dapat melakukan pemancangan, dikarenakan getaran-getaran yang dapat menimbulkan kerusakan terhadap persil-persil yang berdampingan

  

Apabila banyak terjadi beban setempat Apabila sebuah konstruksi yang sudah ada tidak dapat disingkirkan Apabila lapisan-lapisan tanah sanagt bergelombang.

2.3. Berbagai tipe fodasi lain Metode penyuntikan Ada saatnya kita memerlukan sebuah lantai yang sangat tebal yang akan berperan selaku fondasi bagi pembangunan di atasanya dan juga bia sebuah lantai harus berperan selaku lantai pemberat. Pengecoran lantai-lantai ini melalui metode tradisional akan terbentur pada berbagai kesulitan teknis dan ekonomi. Di dalamnya kita perhitungkan besarnya coran, tegangan-tegangan temperatur yang timbul, banyaknya penulangan tambahan dikarenakan banyaknya penopangpenopang yang harus menyangga jaringan atas dan sebagainya. Metode penyuntikan memberikan kita berbagai keuntungan, seperti penghematan atas penulangan, karena di sini kita tidak membutuhkan penopang-penopang. Hal-hal yang menguntungkan Metode ini terdiri dari penyuntikan dengan adukan semen terhadap lapisan kerikil yang ukuran tebalnya sama seperti lantai yang definitive. Dalam lapisan kerikil ini dari lantai stasiun di schipol yang disebut di atas (isi sekitar 20000m3 kerikil) telah diisi sekitar 40% ruang kosong dengan 8000m3 adukan semen yang dicorkan oleh empat buah pompa yang dilengkapi sebuah instalasi pencampur adukan selama masa putar kira-kira enam minggu secara terus-menerus. Konstruksi Cantilever Apabila harus dilaksanakan berbagai pekerjaan di dekat suatu fondasi, misalnya perbaikan atas fondasi ini atau penggalian suatu sumuran bangunan dalam, sehingga dengan demikian penumpuan ke arah samping menjadi hilang,

seringkali kita harus mengadakan persiapan-persiapan untuk dapat menahan beban yang ditimbulkan oleh dinding-dinding luar dan dinding-dinding dalam. Salah satu kemungkinan untuk ini adalah konstruksi cantilever.Di atas tiang tarik dan tiang tekan kita pasang sebuah balok baja, diatas bagian balok ini uyang menonjol ke luar berdiri sebuah dinding luar. Soalnya balok ini diteroboskan ke dalam dinding dan selanjutnya direntangkan sebagai tuas sampai fondasi terbebas dari pembebanan. Perentangan harus dilakukan sangat cermat dan selama berlangsungnya pekerjaan kita harus sering mengontrol tuas tersebut. 2.4. Fondasi bersisi satu Tinjauan teoristis tentang sebuah fondasi yang berisi satu Jika kita tepat di sisi suatu persil yang berdampingan akan mendirikan sebuah bangunan, seringkali kita mempraktekkan suatu fondasi yang berisi satu. Pada sebuah kaki fondasi yang berisi satu resultan beban selalu melaju menembus titik-titik berat diagram tegangan yang berbentuk segi tiga.

Dimana:

q

= bebean persatuan panjang = satuan panjang = tegangan tanah yang diperbolehkan

Karena

dapat digunakan, maka b berdasarkan perbandingan menjadi

2 × sebesar itu.Pada lebar alas fondasi 600 mm ternyata konstruksi dari gambar 42a tidak dapat berlaku. Bagian yang diarsir sama sekali tidak turut bekerja dan karenanya tiada guna. Dengan memasang sebuah kaki tambahan, dalam hal ini 50 mm, lebar dasar fondasi b menjadi memenuhi persyaratan.

Pembuatan fondasi berisi satu Metode-metode pelaksanaan

Fondasi berisi satu dapat dari: 1. Tembokan. Untuk dapat bertahan terhadap tegangan-tegangan geser yang bekerja di dalam, kini semua blok kita buat masing-masing empat lapis, dan bukan dua, dan kini kita bukan menonjolkan 1 klezoor melainkan 1 kop (kepala). 2. Beton tumbuk 3. Beton bertulang. Dari segi pandangan konstruksi dan untuk memperkecil eksentrisitas, seringkali kita lengkapi fondasi ini dengan suatu kaki tambahan. Jika perlu, kedua metode terakhir dapat dikombinasikan dengan sebuah kalender terobosan.Metode-metode ini terutama sekali kita gunakan dalam mendirikan bangunan-banguan berat. Bila kita ingin memanfaatkan teagangan-tanah secara baik, maka lantai

di atas permukaan halaman dapat kita beri tembokan bawah sehingga dengan demikian bobot sendirinya dan beban berguna dapat dialihkan pada tempat lebih serasi kepada fondasi.\ Fondasi bersisi satu yang dibuat selaku batas beku Metode ini kita pergunakan pada pendirian bangunan-bangunan kecil, yang kurang penting, seperti garasi, rumah pompa dan sebagainya, di mana terdapat kedudukan air yang rendah.Pada hakikatnya ini sudah merupakan sebuah fondasi di atas pelat yang melaju terus, dilengkapi dengan tepi-tepi pembukuan. Metode pemfondasian ini dapat memberikan suatu penurunan yang relatif besar, tetapi bila penulangan lantai dan penulangan tepi telah kita pilih dengan baik, bangunan kecil tadi tidak akan menderita suatu gangguan. Namun demikian kita perlu diperhitungkan bila ada pipa-pipa yang harus melaju dari luar ke dalam, misalnya untuk rol, gas atau air.

2.5. Petunjuk-petunjuk mengenai fondasi yang harus terdapat dalam gambar-gambar Bestek Petunjuk-petunjuk mengenai fondasi Bahwa fondasi merupakan bagian konstruksi yang paling penting dari dari sebuah bangunan terbukti dari berbagai persyaratan yang dikenakan pihak berwenang terhadapnya. Bila seorang arsitek menyerahkan suatu gambar bestek kepada biro pembangunan dan pengawasan rumah, dalam gambar tersebut harus dapat dilihat dengan jelas bagaimana bangunan bersangkutan akan difondasikan. Pada sebuah gambar bestek hendaknya dicantumkan keteranganketerangan berikut mengenai suatu fondasi. Bahan-bahan untuk keperluan gambar bestek 1. Denah fondasi pada skala 1:100, dengan ukuran-ukuran utama dan ukuranukuran lainnya 2. Penampang lintang bangunan termaksud, juga pada skala 1:100, dalam mana selain tipe konstruksi dicantumkan pula cara penfondasian, juga tidak boleh dilupakan sebuah penampang memanjang 3. Berbagai detail dari fondasi pada skala 1:20, agar dapat diberikan suatu gambaran yang lebih jelas perihal konstruksi fondasi. 4. Jika memungkinkan, kedudukan air tanah pun hendaknya dicantumkan. Atas dasar keterangan-keterangan ini biro.Pembangunan dan pengawasan rumah dapat menilai, dari segi pandangan konstruksi, apakah pembangunan termaksud dapat diizinkan. 2.6. Berbagai cacat pada fondasi Penyebab-penyebab Penyebab dari berbagai cacat ini bias beraneka ragam, seperti misalnya suatu tipe fondasi yang telah dipilih secara keliru. Demikianlah mungkin saja kita mempergunakan suatu fondasi lajur tanpa rusuk pengkaku pada sbuah tempat di

mana rusuk ini sebenarnya sangat diperlukan.Pada hakikatnya persoalannya adalah, bahwa orang tidak selamanya memperhitungkan butir-butir yang tercantum dalam bestek. Dengan demikian berbagai cacat ini yang terdapat pada sebuah fondasi merupakan akibat dari cara pelaksanaan yang jorok . Catatan Dari hal-hal yang dipaparkan diatas kiranya menjadi jelas, bahwa suatu pelaksanaan sama skali tidak boleh dianggap enteng. Bila kita bersikap lali terhadapnya, di kemudian hari dapat terjadi berbagai akibat yang sangat merugikan, seperti misalnya amblas-amblasan setempat. 2.7. Uitvoering van heiwerken Sebutan secara umum Pencatatan hal – hal penting ari setiap tiang Dari setiap tiang dicantumkan pula hal-hal yag penting. Register pemancangan ini kita simpan baik-baik dan kita ungkap kembali dalam perluasanperluasan , perombakan , pada terjadinya suatu retakan, amblasan, dan sebagainya. Mandekan Bila sebuah tiang mendapatka daya dukungan dari kenyataan, bahwa ujung tiang sudah tiba pada ujung tanah „keras‟,maka tiang ini berada dakam osisi mandek. Lengket BIla sebuah tiang mendapatkan daya dukug berkat daya tahan gesekan lapisan-lapisan tanah yang mengelilinginya, maka tiang ini berada dalam posisi „lengket‟.

Kelengketan yang negatif Bila harus diadakan pemancangan dalam lapisan-lapisan yang saling tekan atau dalam lahan-lahan hasil penyemprotan, maka dikarenakan saling bertekanan atau penciutan tadi terdapat kemungkinan akan bekerja suatu gaya yang mengarah ke bawah terhadap tiang. Gejala ini kita namai „lengketan negatif‟.Karena dengan demikian tiang harus menerima suatu beban tambahan, untuk mengurangi lengketan negatif ada kalanya kita memasang suatu lapisan tergelincir stelah 10 mm dari bitumen pada tiang-tiang bitu. Pemenggalan Yang dimaksud dengan ini adalah pemotongan secara cermat terhadap tiang beton yang dipancangkan. BIasanya hal ini dilakukan dengan sebuah palu pneumatik, sedangkan penulangan kita potong 200-400 mm di atas beton. Hambatan ujung Sebuah tiang pancang mendapatkan daya dukungan dari hambatan yang dialami ujung tiang sewaktu menembus tanah.Besarnya hambatan ujung ini (Pw) ditentukan oleh ukuran d dari tiang dan hambatan sonder (Sw). Pw = d2. Sw Semakin besar ini, semakinbesar pula pengaruh dari pembebanan tiang dalam tanah bawah akan nampak. Hambatan ujung setelah pemancangan akan lebih besar dibanding yang disebabkan oleh pensonderan. Oleh pemancangan, tanah dibawah ujung tiang mendapatkan presan dan karenanya solah terbetuk segumpal besar tanah yang didapatkan ,hal seperti ini terutama sekali akan terjadi bila tiangtiang berdiri berdekatan. Setelah selesai pemancangan gumpalan ini hampir tidak akan berubah lagi (namun ini tergantung pula dari jenis tanah bersangkutan) sehingga hambatan ujung dapat dikatakan konstan. Dalam keadaan-keadaan tertentu kita pergunakan sebuah ketentuan v, yang dapat bervariasi dari 3 sampai 20, sehingga

Daya dukung Daya dukung maksimal ditentukan oleh gesekan antar tanah yang berada di sekeliling (lengketan) ditambah dengan hambatan ujung.Karena kita tidak selamanya dapat mengandalkan diri pada lengketan dan bahkan lengketan ini bias negatif, maka seringkali hambatan ujung kita jadikan ukuran. Bila lengketan negatif harus turut diperhitungkan, maka daya dukung adalah D Besarnya lengketan negatif kita tentukan dengan rumus : Jumlah lengketan negative = 100 × lingkaran tiang (dalam m) × h2 (dalam m) Daya dukung dapat pula ditentukan dengan bantuan hasil-hasil yang didapat pada pengkalenderan . Sebuah rumus global adalah misalnya : Daya dukung D =

Jika misalnya kita melakukan pemancangan dengan sebuah balok yang beratnya 50 kN, pada jatuhan 0,50 m, maka kegiatan yang telah dilaksanakan adalah 50 × 0,5 = 25 kNm. Jika penurunan tiang ini 25 mm, maka daya dukung akan menunjukkan :

Maka daya dukung yang diperbolehkan adalah kira-kira sepertiga bagian, jadi sekitar 330kN. Sebuah rumus lainnya yang menyangkut pemancangan berbunyi : W=( Di mana :
)

W = gaya pikul tuang Gb= bobot blok pancang Gp= bobot tiang kN dan meter hp = turunnya tiang h = tinggi jatuhan blok pancang Semua dalam

Ada kalanya dipergunakan juga rumus berikut : Daya dukung yang diperbolehkan =

Jika tidak turut diperhitungkan lengketan positif atau lengketan negatif, maka untuk ini kita isi 0.Lengketan negatif tidak pernah boleh dibagi oleh koefisien pengamanan. Beban percobaan Untuk menentukan gaya pikul sebuah tiang kayu di bawah suatu konstruksi yang sudah ada, pebebanan percobaan dapat dilaksanakan sampai maksimal 300kN seandainya terdapat tekanan balik yang mencukupi. Dapat pula pembebanan percobaan dilaksanakan di lapangan. Untuk dapat melaksanakan pembebanan percobaan dibawah suatu konstruksi yang sudah ada, kita menggergaji 400mm dari kepala tiang. Ini perlu untuk dapat memasangkan naga yang terjadi diukur secara elektronis dengan menggunkan alat

pencatat gaya tekan yang ditempatkan di dalam. Dengan bantuan alat pengukur geseran yang dijalankan dengan listrik kita catat penurunan kepala tiang tercapai. Tiang Kayu Tiang kayu didatangkan ke Negeri Belanda dari Belgia dan Luxemburg (Ardennen), Swedia, Filandia, Austria, dan Jerman-Selatan. Pengklasifikasian Sesuai dengan pengertian modern, tiang-tiang kayu dinyatakan sebagai berikut: k/p, panjang 1 m. Kita mengukur keliling tiang pada kayu, ini berarti di bawah kulit kayu pada jarak 1 m dari ujungakar (k) dan pada ujung (p). Oleh kebanyakan perusahaan tiang-tiang ini dilever dalam jenis-jenis kayu berikut: den, vuren , grenen, douglas, larix, den halus. Di kebanyakan perusahaan, tiang-tiang berdasarkan permintaan dapat diberi upaya pengawetan (penghilangan kulit kayu, pengkreosotan) Banyak perusahaan melever produk-produk sampingan, seperti pemanjangpemanjangan tiang berikut segala sesuatu yang berkaitan dengan itu, papan-papan bendungan dan kayu-kayu bulat berukuran kecil.Bahkan terdapat beberapa perusahaan kayu yang menerima pekerjaan pemancangan. Tiang-tiang kayu sudah semenjak dahulu dipergunakan untuk berbagai macam fondasi.Sebagai contoh, istana di atas Dam di Amsterdam difondasikan di atas 12659 tiang yang terkenal itu.(1665). Demikian pula Stasiun Sentral di Amsterdam difondasikan di atas tiang-tiang kayu (di tahun 1889). Akhir-akhir ini fondasi dengan tiang-tiang kayu dipergunakan untuk pabriktong Van Leer di Amstelveen; rumah yaitu piatu di Jalan Amstelveen dan galangankerja dari terowongan IJ. Fondasi tiang kayu Agar kita mendapatkan sebuah gambaran yang lebih jelas tentang perkembangan teknik pemfondasian, kitanya teknik-teknik lama ini masih perlu mendapatkan

perhatian kita.Selain itu, teknik-teknik ini masih bisa menjadi penting dalam melaksanakan perbaikan-perbaikan arau rombakan-tombakan. Hal-hal yang kurang menguntungkan Beberapa hal yang kurang menguntungkan pada fondasi tiang kayu adalah: 1. Tegangan-tegangan tekan yang ditimbulkan oleh pembebanan memang dapat ditahan oleh kayu kepala tiang, namu tidak oleh kayu memanjang dari balok-balok lintang dan pelat-pelat. Bahkan adakalanya balok-balok lintang tertekan hingga patah; kejadian seperti ini akan lebih mudah lagi timbul andaikata kepala-kepala tiang tidak digergaji secara pas. 2. Pada mulanya kedudukan air tanah terendah tidak selalu dapat diketahui atau mungkin kemudian setelah itu direndahkan, sehingga bagian teratas pekerjaan kayu menjadi berada di tempat kering dan akibat-akibatnya yang sangat merugikan baru akan kita ketahui stelah segalanya terlambat; 3. Daya pikul tiang-tinag tidak seluruhnya dimanfaatkan. Jarak antara pikulan-pikulan atau tiang kita tentukan dengan memasangkan pelat-pelat penahan lantai diatas pikulan-pikulan ini. Bila jarak-jarak tadi terlampau besar, hal ini akan mengakibatkan melengkungnya pelat-pelat penahan lantai. Sekitar setengah dari semua tiang yang dipergunakan di negeri belanda

merupakan tiang-tiang kayu , tetapi 2/3 bagian dari daya pikul yang diperlukan dihasilkan oleh tiang-tiang beton prefab.

Tiang-tiang kayu dengan balok beton (slof) Daya pikul pelat-pelat fondasi atau tegangan tekan dalam kayu memanjang dibetulan kepala-kepala tiang merupakan penentu ukuran bagi jarak maksimal tiang-tiang atau pikulan-pikulan tiang. Pada pemasangan sebuah balok beton diatas kepala-kepala tiang yang terbuat dari kayu, jarak maksimal ini ditentukan oleh denah dari bangunan yang akan diberi fondasi.

Hal-hal yang menguntungkan Ini mempunyai hal-hal menguntungkan seperti yang dicantumkan dibawah ini: 1. Daya pikul tiang kayu dapat sepenuhnya dimanfaatkan, karena jarak di antara tiang-tiang bisa lebih besar. Atas dasar perhitungan statis, balok beton dapat kita beri ukuran tinggi atau ukuran lebar seperti yang kita kehendaki 2. Penghematan yang cukup berarti atas banyaknya tiang-tiang dan dengan sendirinya juga atas biaya pemancangan dan sebagainya. Biasanya lebar balok beton 18-20 mm lebih besar daripada diameter kepala tiang, karena tiang-tiang tidak selamanya dapat berdiri dalam satu garis lurus.Tinggi balok ditentukan berdasarkan perhitungan statis yang telah dikemukakan di atas.

Gaya-gaya mendatar Bila tidak diadakan tutntutan-tuntutan terhadap sambungan antara kepala tiang dan balok, misalnya karena kita tidak perlu memperhitungkan gaya-gaya mendatar, maka kita cor lantai kerja demikian rupa (VB 1927, art.B-805) sehingga bagian atasnya menjadi rata dengan kepala tiang. Namaun karena beton balok melekat pada lantai kerja, maka tentu masih terdapat sedikit rreaksi terhadap gaya – gaya mendatar. Pengangkeran Ada kalanya untuk pengangkeran antara balok dan tiang kita memasangkan sepotong besi beton atau sebuah baut kait di dalam kepala tiang. Seandainya kita memang harus memperhitungkan gaya –gaya mendatar, maka kita mengangkerkan kepala tiang cukup panjang di dalam balok. Pada balok – balok yang di beri beban sangat berat terkadang dipasang dua buah tiang atau lebih secara berdampingan, yang kemudian dihubungkan satu sama lain oleh sebuah balok beton. Pada sudut – sudut dan pertemuan – pertemuan ada kalanya kita pasangkan suatu pengkaku. Pada kontruksi ini pun berlaku ketentuan, bahwa bagian atas kayu sedikitnya harus berada 200mm di bawah kedudukan air tanah yang paling rendah Tiang tiang kayu dengan sebuah pemasang dari beton bila nivo dari kedudukan air –tanah-terendah terletak sangat dalam dan waktu demikian pemfondasian harus dilakukan di atas tiang – tiang kayu, maka kita perpanjang tiang –tiang kayu ini untuk menghemat pekerjaan tembokan, oleh perpanjangan – perpanjangan jangan dari beton bertulang, apa yang kita sebut pemasang dan pemanjangan

Pelaksanaan kita pancangkan tiang kayu sampai sedikit di atas permukaan halaman, kemudian kita gergaji rata bagian atas kepala tiang, dan selanjutya kita tempatkan sebuah pemasang. Setelah itu kita pancangkan kesemuanya menurut kedalaman yang seharusnya.Karena kedalaman tanah keras bervariasi, terdapat kemungkinan ujung tiang yang sudah mandek sedangkan kepalanya masih mencuat di atas airtanah.Maka kita harus melanjutkan pemancangan hingga akhirnya kepala tiangkayu tertanam di bawah air-tanah. Tiang pun akan mendapatkan hambatan yang sangat besar, sehingga kualitas sebuah pemasang (pemanjang) akan benar – benar mengalami ujian berat dan tidak mustahil pemasang demikian akan menampakkan retakan – retakan. Bila sebuah pemasang ternyata terlampau pendek, karena tiang tidak dapat mencapai tanah keras yang diharapkan, kita perpanjang pemasang ini dengan pur beton yang di corkan.Maka penulangan pemasang lita perpanjang hingga 200 – 250 mm ke dalam balok beton. Penulangan Pemasang diberi penulangan memanjang dan penulangan spiral.Pabrik – pabrik yang memproduksi pemasang – pemasang mempergunakan berbagai system untuk menghubungkan tiang dengan pemasang.Pada system lainnya rumah – rumahnya dibentuk oleh sepotong pipa baja yang di eratkan dengan aduk beton dan sebuah tepi kerat atau oleh sepotong pipa baja yang sedikit menjulur dibawah beton. Sambungan antara tiang kayu dan sebuah pemasang hendaknya sama kuatnya seperti tiang kayu itu sendiri. Persyaratan bagi pelaksana Berdasarkan artikel C-721-2 dari VB 1974 gambar ikhtisar dan gambar kerja harus memenuhi NEN 3870. Selain itu dalam gambar harus dicantumkan :

a. Tempat,kedudukan dan tinggi pangkas tiang-tiang; b. Tempat-tempat diadakannya penelitian tanah di atas lahan

pembangunan dan nivo-dasar di tempat-tempat itu. Nivo-dasar adalah nivo dari penampang-penuh selubung yang berada paling dalam,berturut-turut kaki tiang yang diperberat; c. Penampang dari selubung-seubung tiang dan kaki-kaki yang mungkin diperberat dan ukuran panjangnya; d. Penulangan dari tiang-tiang; e. Kualitas beton yang diisyaratkan ( ini minimal B 22,5); f. Perbebanan tiang yang terjadi.

Memilih jenis semen Untuk beton,zat-zat yang agresif adalah antara lain : 1. Asam. Dalam tanah yang kadar asamnya tinggi,beton akan tercemar. Dibawah derajat asam, yang diukur sebagai nilah pH dari sekitar 5,airtanah dapat dinilai sangat agresif ; pada nilai pH dari 7, tanah adalah netral dan jika nilai ini lebih besar dari 7, tanah menjadi alkalis; 2. Sulfat. Mengenal sulfat yang dengan trikalsium-aluminiat dapat bereaksi dari semen,pilihan kita jatuh pada pemakaian semen dapurtinggi atau pada jenis semen lainnya yang bersulfat tetap; 3. Khlorida. Khlorida dalam air-tanah atau air laut terutama sekali dapat menimbulkan kerugian karena ia dapat mempercepat pencemaran terhadap beton. Satuan-satuan yang diperbolehkan

Karena zat-zat yang dapat menimbulkan kerusakan ini memang dapat muncul,maka di buatlah peraturan-peraturan yang menyangkut banyakan maksimal yang diperbolehkan bagi setiap zat ini. Bila kehadiran zat-zat ini besar sekali kemungkinannya,maka suatu penelitian perlu kita adakan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini merupakan hal yang menentukan bagi jenis semen yang akan kita pilih. Tipe tiang Pilihan atas tipe tiang adalah tergantung dari daya-pikul yang kita

inginkan.Ukuran panjang yang diharuskan, dan perlu tidaknya diadakan pemancangan berat. Merupakan hal penting pula fungsi tiang dalam keseluruhan konstruksi bangunan dalam hubungan dengan kemungkinan penyerapan gayagaya mendatar atau gaya gaya tarik.

Bagi tiang-tiang licin berlaku beberapa ketentuan,yaitu : 1. Sewaktu memuat,mengangkut,menurunkan,menumpuk dan mengerek tiang-tiang,kita harus menghindarkan terjadinya benturan,putaran dan/atau jatuhan. 2. Sewaktu dilaksanakan penumpukan,tiang-tiang hanya boleh diganjal pada tempat-tempat yang ditentukan untuk itu,biasanya ditandai oleh garis hitam. Ini sekaligus merupakan titik-titik cengkeram untuk pengangkatan horizontal tiang-tiang. Sewaktu dilaksanakan penumpukan dan pengerekan tiang dalam perangkat pancang dalam tiang akan terjadi momen-momen bengkokan. Hendaknya titiktitik pengganjal dan titik-titik cengkeram dipilih sedemikian rupa, sehingga momen-momen ini terbatas pada tahapan minimum. Terapat yang paling memadai

kita peroleh dengan jalan menyamakan nilai-mutlak momen di atas titik pengganjal dengan medan. Jika q merupakan bobot-sendiri per meter panjang,maka Ms = -q.a. a = 2

3. Titik cengkeraman bagi pengerekan dalam perangkat kerek diberi ciri garis merah. Sewaktu berlangsung pengerekan,ujung tiang akan menggelusur di atas tanah atau ditumpahkan di atas sebuah kendaraan khusus. 4. Pada tiang-tiang yang panjang kita pasangkan dua buah garis merah bagi titik-titik cengkeram untuk kabel. 5. Bila kita harus menangani sejumlah besar tiang, kita siapkan sebuah instalasi bongkar muat yang dapat melaju, dengan mana tiang-tiang dapat diangkat dari truk yang mengirimnya dan ditumpuk di bawah instalasi. Instalasi pancang Belanda Tiang-tiang sampai dengan kepanjangan 12000 mm dan bobot 2 ton, masih dapat dipancangkan dengan perangkat-pancang Belanda yang terbuat dari kayu. Di dalam surat edaran No. 45 yang dikeluarkan oleh Arbeidsinspectie(Inspeksi tenaga kerja) dicantumkan petunjuk-petunjuk untuk pengkonstuksian dan penggunaan perangkat-perangkat pancan Belanda, yang dilengkapi blok-blok jatuhan dan yang dipergunakan di daratan. Sebagian besar dari petunjuk-petunjuk ini didasarkan atas ayat-ayat dalam Keputusan Pengamanan bagi pabrikpabrik,tempat-tempat kerja,1938 dan Keputusan Pengamanan 1920. Untuk tiang-tiang yang lebih panjang dan lebih berat ditentukan penggunaan penrangkat-pancang Belanda yang terbuat dari baja. Pemancangan bawah air Dengan tipe ini kita dapat melakukan pemancangan bawah air.

Oli didalam ruangan oli dan di bawah torak yang sedang melayang (gambar 725a) dikenakan tekanan maksimal sebesar 300 atm. Bagian bawah bobot-jatuhan ditutup oleh sebuah pemukul yang dapat digerakkan ke atas.Bagian pemukul ini ditekan kuat-kuat oleh zat lemas pada dudukan blok-jatuhan. Pada akhir tumbukan pemancang, bagian pemukul menimpa tiang. Tenaga pancangan yang telah dikembangkan sama besarnya dengan tenaga

sanggaan.Tenaga ii disetel demikian rupa sehingga ia menjadi lebih besar daripada hambatan tanah.Maka tiang pun akan menurun.Blok-jatuhan terus menurun, sehingga penyangga membuka, sampai akhirnya ia dihentikan oleh tekanan zat lemas. Kini blok terdorong ke atas, stelah mana tumbukan-angkat dimulai. Bobot blok 155-300 kN. f. Blok-getar sangat baik terutama sekali untuk memasukkan dan mencabut elemen-elemen baja.Blok ini dilengkapi eksentrik-eksentrik yang dijalankan oleh motor listrik atau motor hidro.

Eksentrik-eksentrik ini berputar ke arah satu dan lainnya sehingga akan memperkuat gaya vertikal.Gabungan gaya vertikal ini yang diperkuat pula oleh bobot blok, mendorong elemen ke arah kedalaman yang seharusnya atau yang menggetarnya ke atas.Penting pula untuk dikemukakan di sini bahwa dengan

beberapa tipe tertentu dapat pula dilakukan pengerjaan bawah air dan bahwa nivo suara dapat dipertahankan dibawah 80 dB.Bobot blok 6,7 sampai 198 kN. Pelapis dalam 8. Pemasangan pelapius-dalam topi pancang (gambar 7-27)hendaknya dilakukan dengan cermat.Pelappis ini harus terdiri dari kayu vuren yang tebalnya 130 mm yang berkualitas baik dan pelapis ini hendaknya secara teratur diganti oleh yang baru.Pada kayu-baru penggantian ini dilakukan kira-kira setelah 100 pukulan.

9. Penting sekali agar blok berdiri sentris dan dalam arah kepanjangan tiang.Apabila tiang menjadi agak menceng, ia hendaknya ditata

kembali.Tegangan-tegangan yang ditimbulkan oleh pemancangan dalam tiangtiang, yaitu apa yang disebut gelombang-tarik atau gelombang-tekan, dapat melaju sampai ke suatu lapisan yang hambat konusnya tinggi dan yang dibawahnya terdapat suatu lapisan dengan hambat-konus kecil,di dalam tiang dapat terjadi suatu tegangan-tarik maksimal.selain itu dapat pula terjadi tegangantegangan yang tidak kita harapkan seandainya tiang belum mendapatkan topangan samping dari tanah.

Tinggi jatuhan blok sekecil mungkin Dalam hal seperti ini, dianjurkan agar tinggi jatuhan dibuat sekecil mungkin.Untuk ini ada kalanya kita menggunakan rumus beriku:

dalam mana: Z= Penurunan tiang dalam mm dikarenakan 1 pukulan ; B= bobot blo dalam kN; A= penampang tiang dalam mm²; h= tinggi-jatuhan blok dalam m. Semuanya dalam kN dan meter. Bila tiang mendapatkab lebih banyak hambatan atau topangan samping, tinggi jatuhan dapat ditingkatkan sampai kepada tingkat maksimum yang ditentukan oleh pabrik yang membuatnya. Sebuah rumus lain berbunyi : W= -

Dalam mana: W= daya-pikul tiang; Gb= bobot blok; Gp= bobot tiang; hp= penurunan tiang; h= tinggi-jatuhan blok. Semuanya dalam kN dan meter. 10. Untuk masing-masing jarak-tiang-minimal a di dalam praktek kita mengikuti rumus-rumus berikut: a = 3 kali diameter selubung, atau a = 2,2 kali √

7.7 Tiang-tiang monolitis Pada tiang-tiang ini (gambar-gambar 7-28a s/d 7-28e) kita melakukan perbedaan antara tiang-tiang yang dibuat ditempat pekerjaan dan tiang-tiang yang dibuat di pabrik, apa yang dinamakan tiang-tiang prefab. Untung ruginya pembuatan tiang-tiang dalam pekerjaan Menguntungkannya jenis tiang-tiang yang disebut pertama adalah, bahwa tidak terdapat biaya angkutan dan juga tidak terdapat kemungkinan terjadinya retakan yang disebabkan oleh angkutan.

Keuntungan ini seringkali berimbang dengan kerugian-kerugian, yang antara lain dapat berupa: 1. Suatu lahan kerja yang lebih besar untuk pembuatan tiang-tiang (lihat daftar dengan ukuran-ukuran) 2. Banyaknya papan acuan 3. Campuran beton yang belum tentu selamanya tepat dan sebagainya dan bila mortel beton tidak didatangkan dari sentral beton, diperlukan lagi ruang tambahan untuk menimbun semen, pasir dan kerikil dan untuk memasang betonmolen 4. Pemadatan beton tidak dapat dilaksanakan sebaik dalam pabrik, dimana tiang-tiang dipadatkan sangat baik oleh getaran dan hentakan 5. Banyaknya jam-orang yang dibutuhkan untuk pembuatan penulangan, penganyaman, pengecoran dan sebagainya. Menguntungkannya tiang-tiang prefab

Pada tiang-tiang prefab kita pada biaya angkutan harus pula memperhitungkan biaya yang disebabkan oleh kemungkinan terjadinya retakan sewaktu

berlangsungnya transportasi dan sewaktu pemancangan.Namun bagaimanapun kita lebih banyak menjatuhkan pilihan pada tiang-tiang prefab, bukan saja dikarenakan kualitas beton yang lebih tinggi dan pemadatan yang lebih sempurna, melainkan juga karena tiang-tiang prefab seringkali mudah dilever dari persediaan. Tujuan tulangan yang dipasang terlebih dahulu Tiang-tiang dengan penulangan yang dipasang terlebih dulu kita buat untuk mengurangi tegangan-tarik sewaktu dalam transportasi dan dalam pemancangan yang dapat mengarah pada timbulnya retakan.Bila tekanan-tanah yang diperbolehkan ternyata lebih rendah daripada tekanan beton yang diperbolehkan dalam lubang untuk tiang, penampang tiang masih dapat sepenuhnya kita manfaatkan, yang berarti, bahwa pembebanan yang lebih berat terhadap tiang dapat diizinkan.

Maka ujung tiang kita buat seperti yang terlihat dalam gambar ini disebut ujung yang diperberat.Hal yang kurang menguntungkan disini adalah bahwa pelaksanaan pemancangan akan menjadi lebih sukar dikarenakan hambatan yang lebih besar yang akan dialami oleh ujung selama pemancangan, namun kemungkinan bagi terjadinya lengketan atau lengketan negatif akan

berkurang.Ujung yang diperberat ada kalanya dibuat seperdalam gambar 7-28d

dan 7-28e; disini ujung tiang mempunyai penampang-lintang yang berbentuk silang/apa yang dinamakan „tiang-tiang sayap‟.Menguntungkannya tiang sayap (gambar 7-28e) adalah, bahwa ujung tiang dapat lebih mudah dicapai oleh sebuah tombak-semprot. Menggunakan tombak semprot Kita mempergunakan tombak-semprot bila tiang-tiang selama berlangsungnya pemancangan mendapatkan hambatn besar, misalnya oleh lapisan pasir yang tipis namun sangat keras.Maka dikarenakan pemancangnya, tiang-tiang bisa sangat rusak. Penyemprotan terlebih dahulu Dengan bantuan sebuah tombak-semprot tanah di bawah ujung tiang dapat kita buat agak gembur dan hambatan pun akan menjadi berkurang dan seringkali tiang kan terus menurun oleh bobotnya sendiri.Ini kita namai „penyemprotan terlebih dahulu‟. Tombak-semprot terdiri dari sebatang pipa baja bulat yang berdiameter 1-2 , yang ujung bawahnya diberi beberapa buah lubang.Kita hubungkan tombak-semprot melalui pipa karet pada sebuah pompa tekan-sedot dan oleh air yang dengan kuat menyemprot dari tombak-semprot tanah akan dibuat agak gembur; tanah telah kita „jamah‟. Setelah tiang berada dalam kedalamyang telah direncanakan, kita untuk beberapa saat masih melanjutkan pemancangan untuk meyakinkan diri bahwa ujung tiang benar-benar berada dalam tanah yang belum terjamah.Meskipun pada kebanyakan pekerjaan-pemancangan, berdasarkan mandekan yang dicapai dan berdasarkan perilaku tiang-tiang beton selama berlangsungnya pemancangan akan cukup memberikan petunjuk kalau-kalau telah terjadi sesuatu yang kurang beres dengan tiang, dalam hal-hal tertentu bisa terjadi, bahwa gejala-gejala luaran itu ternyata normal, sedangkan mandekan yang diharapkan belum kita capai. Sirkuit listrik

Agar kita dalam kasus seperti itu dapat menetapkan apakah tiang telah patah, ataukah ada penyebab lain bagi tidak tercapainya mandekan yang kita harapkan, kita dapat menggunakan tiang-tiang beton dengan sirkuit listrik yang dicorkan (gambar 7-29).Tujuannya adalah, agar setelah tiang mencapai kedalaman yang diharapkan, kita dapat mengukur lewat cara listrik apakah sewaktu

berlangsungnya pemancangan telah terjadi kerusakan-kerusakan.Pada terjadinya retakan gawat atau patah tiang, sirkuit listrik pun akan ikut rusak, sehingga dengan demikian akan terdapat suatu kemungkinan untuk mengontrol ketahanan dari tiang yang dipancangkan. Jumlah rata-rata terjadinya patah tiang, secara persentasi tidaklah begitu besar, sehingga tidaklah akan menguntungkan dan juga tidak perlu untuk melengkapi semua tiang dengan kawat-kawat pengukur.Untuk pekerjaan-pekerjaan yang bersifat istimewa di atas lahan yang keadaan dasar tanahnya sangat tidak beraturan dan mengandung banyak rintangan, pemasangan prasarana tersebut di atas memang akan bermanfaat. Sebelum beton dicordiikatkanlah kawat penghantar listrik yang diisolasi, bolakbalik dari kepala tiang ke ujung penulangan spiral. Setelah beton dicor dan mengeras, sirkuit kita ukur dan bila segalanya baik kita gambarkan sebuah lingkaran merah di betulan nongolnya ujung-ujung kawat. Dengan bantuan sebuah baterai dan sebuah lampu kita ukur tiang di tempat pekerjaan sebelum dan sesudah berlangsungnya pemancangan, setelah terlebih dahulu kedua ujung kawat kita bersihkan untuk menghilangkan oksidasi.

7.8 Tiang-tiang sambung Persentasi tiang-tiang pancang, yang terdiri dari dua batang prefab atau lebih, semakin meningkat saja; untuk ini dapat kita sebutkan penyebab-penyebab berikut: Penggunaan tiang-tiang sambung 1. Banyaknya jenis dan tipe tiang pancang yang kita butuhkan demikian besarnya (dikarenakan lapisan-lapisan tanah yang sangat berbeda-beda dan sebagainya) sehingga tidaklah mungkin untuk menyimpan dalam persediaan semua jenis dan tipe ini; 2. Penggunaan perangkat-pancang mobil (mudah dipindah-pindah) menjadi sangat meningkat akhir-akhir ini dengan dimanfaatkannya blok-blok disel dan mesin-mesin pancang setengah automatis lainnya.Perangkat-perangkat yang dapat melaju ini dilengkapi suatu konstruksi pengarah, yang memberikan batasan pada kepanjangan tiang-tiang yang akan

dipancangkan; kepanjangan maksimal adalah 19 000 mm sekarang ini.Namun demikian, penggunaan tiang-tiang yang mempunyai ukuran panjang lebih dari 25 000 mm makin hari makin meningkat

3. Sewaktu berlangsungnya pengangkutan dan penggerekan ke dalam perangkat-pancang, tiang-tiang dibebani selaku gelagar.Dengan demikian tidak dapat dihindarkan bahwa terutama sekali tiang-tiang panjang harus memiliki penampang-lintang yang lebih besar, padahal untuk tujuan mereka yang sesungguhnya hal ini tidaklah begitu perlu.Maka ini akan berarti suatu bobot sendiri yang besar; sebuah tiang yang berpenampang 400 x 400 mm dengan panjang 20 000 mm akan berbobot 80 kN.Hal ini, terlebih-lebih pada pekerjaan-pekerjaan yang relatif kecil, akan

memerlukan pengeluaran yang cukup tinggi pertiang untuk angkutan, perangkat-perangkat dan msin-mesin berat 4. Untuk bangunan-bangunan ringan seringkali penampang-lintang dari tiang-tiang panjang lebih besar daripada yang sebenarnya dibutuhkan sehubungan dengan pembebanan, sehingga menjadi tidak ekonomis 5. Hasil penelaahan terhadap berbagai sistem yang digunakan di negaranegara lain 6. Pengleveran dari unsur-unsur yang distandartkan yang dapat diperoleh dari persediaan 7. Adanya kemungkinan untuk menyusun tiang-tiang yang panjangnya melebihi ukuran normal; tiang yang paling panjang, yang dibuat berdasarkan sistem „Herkules‟, mempunyai ukuran panjang 100 000 mm 8. Dikarenakan ukuran panjang yang tidak begitu besar dari unsur-unsur bersangkutan, biaya angkutan dari dan di tempat pembangunan menjadi lebih rendah 9. Karena kita dapat menggunakan perangkat-pancang yang lebih kecil, biaya pemancangan jadi lebih rendah 10. Adanya kemungkinan untuk memberikan penampang kecil pada tiangtiang panjang,apa yang disebut tiang-tiang langsing

a. Tiang „Herkules‟ Tiang ini diperkenalkan kembali ke Negeri Belanda oleh De Wit funderingtechnieken di schiedam bekerjasama dengan schokindustri di

zwijndrecht (dengan bantuan Mekanika Tanah Pekerjaan Umum Hamin te fan TNO Delft).

Tiang ini merupakan tipe tiang penyambung dari beton bertulang yang diprefab, yang unsur-unsurnya dihubungkan satu sama lain dengan bantuan kopeling Herkules yang memiliki hak paten. Sistem ini kita pergunakan bila diperlukan tiang-tiang yang sangat panjang.(sudah ada tiang-tiang Herkules dengan ukuran panjang 110 m yang dipancangkan).Selain itu kita pergunakan tiang-tiang ini bila kita memerlukan tiang-tiang panjang dengan penampang tiang yang relatif kecil.Tiang-tiang ini dapat dipasang ditempat-tempat dimana ketinggian kerja lebih kecil daripada jumlah kepanjangan tiang.

Pelaksanaan Unsur tiang pertama dipasangkan pada kedalamannya.Setelah itu elemen berikutnya ditempatkan demikian rupa diatasnya, sehingga pelat-pelat kopling akan berdiri satu di atas lainnya.Kemudian unsur yang paling atas

diputar 1/8 putaran, sehingga kopeling berdiri pas.Akhirnya kopeling dieratkan dengan baut-baut, dan pemancangan pun dapat dimulai lagi. Tebal pelat kopeling sangat bergantung kepada momen bengkokan, yang akan terjadi dalam tiang.Semakin besar momen bengkokan ini, akan semakin besar pula ketebalan pelat dan sedemikian rupa, sehingga kopeling selamanya paling tidak akan sama kuatnya seperti elemenelemen tiang itu sendiri.Dalam hal ini tidak dituntut adanya teknik

pemancangan khusus, sehingga dapat saja kita menggunakan sebuah blok disel atau sebuah blok-jatuhan bebas. Mengontrol kelurusan tiang Sewaktu tiang dibuat, di bagian sumbunya dapat dipasangkan sebuah pipa pengontrol yang melaju mulai dari kepala tiang sampai kepada ujung tiang dan bahkan menembus kopeling.Dengan demikian kita dapat mengontrol kelurusan tiang setelah selesainya pemancangan. Bila kita harus mengadakan pemancangan dalam tanah yang sangat keras, maka unsur yang pertama kita lengkapi dengan sebuah ujung yang terbuat dari baja berkualitas tinggi, dalam 3 model: Keterangan-keterangan teknis Panjang tiang : teoritis Tidak terbatas Pembebanan tiang Sekur : tergantung dari keadaan tanah dan pensonderan : sampai 1:1

Ukuran-ukuran setelah tiang pertama dipancangkan sampai sedikit di atas permukaan halaman, kita pasangkan bagian tiang yang kedua.Bagianbagian penutup akan saling cekal satu sama lain karena mereka diputar dengan sebuah kunci-tusuk berukuran besar.Kemudian pelat-tutup dieratkan dengan dua buah baut pasak. Bentuk-bentuk pembuatan Selubung tiang bisa didapat dalam bentuk bersudut enam, bulat dan bujursangkar.Hendaknya kira terlebih dahulu bersihkan dengan baik kedua

bagian tutup, karena kehadiran tanah, kotoran dan lain sebagainya, bisa sangat mempersulit pemutaran pelat tutup.

Korosi Satu hal yang merugikan sehubungan dengan penggunaan pelat-tutup dari baja adalah kemungkinan terjadinya korosi, namun bahaya ini menjadi diperkecil lagi karena celah diantara bagian-bagian penutup ini demikian kecilnya sehingga sukar untuk air tanah menembus ke dalam.Selain itu, pada umumnya pelat-tutup berada lebih dari delapan meter di bawah permukaan halaman, namun andaikata keadaannya sangat tidak

menguntungkan maka kita dapat memasang sebuah lapisan pelindung diantara bagian-bagian penutup. a. Tiang-tiang Niemans Tiang-sambung Niemans kita buat dengan menyambungkan satu sama lain dua bagian atau lebih sewaktu pemancangan dilaksanakan.Konstruksi sambungan lain dari tiang-tiang-sambungan ini terdiri dari dua buah pelat tekan-bagi dari baja, dibalut oleh pelat baja setebal 4 mm ; sebagian dari padanya dilengkapi sedikinya empat buah lubang untuk tempat masuknya cuatan-cuatan dari bagian lain.Sambungan di antara kedua bagian dikunci dengan bantuan beberapa buah purus yang berperan selaku derip.Dalam hal ini purus-purus tersebut agak dibengkokkan.dengan jan demikian di antara kedua bagian dapat dicapai suatu pemasangan di muka melauli penekanan. b. Tiang duplex Schokindustri di zwijndrecht telah membuat suatu tiang-sambung yang terdiri dari dua bagian. Penampang tiang-bawah dan tiang-atas antara lain tergantung dari seluruh kepanjangan, yang ditentukan berdasarkan pensoderan dan pembebanan

yang digariskan.Pada umumnya penampang dari tiang-atas dibuat 50 mm lebih besar dibandingkan penampang tiang-bawah; misalnya tiang-bawah 350 mm, tiang-atas 400 mm. Mula-mula tiang-bawah dipancangkan hingga sedikit diatas permukaan halaman.Setelah itu tiang-atas dipasang diatasnya dan kedua tiang tersebut dapat langsung dipancangkan pada kedalamannya. Sebuah sambungan yang dapat dipercaya di anatar kedua tiang merupakan hal yang sangat penting dan ini dapat kita capai dengan jalan menyediakan sebuah „rumah‟ pada ujung bawah dari tiang-atas yang „dibesarkan‟, dalam mana – dengan sedikit ruang main – kita paskan kepala dari tiangbawah. Dengan bantuan 4 potong plat kayu, kepala tiang kita arahkan tepat secara sentris disitu.Dalam dasar „rumah‟ yang dalamnya 400 mm, kita pasangkan sepotong multiplex untuk menghindarkan benturan antara beton dengan beton.

Sebelum kini tiang-atas kita selusupkan, di atas kepala dari tiang-bawah yang sudah dipancangkan kita pasang segumpal adukan setengah kering

pasir semen, cukup untuk mengisi ruang yang terdapat antara rumah dan kepala tiang.Banyaknya adukan kira-kira 4 liter untuk tipe 350 mm.Oleh pemancangan, adukan akan mencair dan ditekan ke dalam ruang kosong.Sebuah lubang pelepas kita sediakan untuk jalan keluar adek lebihan.Setelah adukan mengeras, kedua bagian akan membentuk sebuah kesatuan yang sangat erat; sedikitnya sambungan yang telah terbentuk ini akan sama kuatnya seperti bagian lain tiang.Cukup jelas kiranya, bahwa kepala tiang-bawah tidak boleh rusak sewaktu berlangsungnya

pemancangan, sehingga untuk itu isian topi-pancang yang baik merupakan suatu keharusan. Berdasarkan pesananan, dapat kita peroleh tiang-tiang Duplex dengan ujung yang dipererat ataupun yang ditandai sebuah lingkaran. Kombinasi tiang sambung dan tiang yang dibentuk dalam tanah c. De Waalpaal B.V. Sebuah kombinasi antara tiang-sambung dan sebuah tiang yang dibentuk di dalam tanah adalah sistem De Waalpaal B.V di Amsterdam dan N.V. Westpaal di Degstgeest. Pada sistem ini dipasang beberapa buah unsur yang pendek dan kosong (berlubang) dalam tanah, yang kemudian kita isi dengan beton, sehingga dengan demikian unsur-unsur ini berperan sebagai sejenis penulangan tetap.Karena unsur-unsur tersebut berukuran tidak begitu panjang, dengan mudah kita dapat berhenti pada setiap ketinggian yang kita kehendaki sewaktu pembuatan tiang berlangsung.

d. Tiang-tekan-beton De Waal Tiang-tekan-beton, sistem „De Waalpaal‟, disusun dari segmen-segmen tiang kosong yang terbuat dari beton bertulang.Segmen-segmen ini dipasangkan satu diatas lainnya dan masing-masing dihubungkan oleh sambungan pipa.Cara pemasukannya dilakukan dengan alat-angkat hidraulis.Oleh bentukan segmen-segmen, ukuran panjang tiang dapat kita sesuaikan kepada keadaan dasar tanah. Setelah tiang berdiri pada kedalaman yang dikehendaki, sebuah kaki yang diperlebar dapat dibentuk, yang ukuran besarnya dapat kita sesuaikan dengan daya-pikul yang telah digariskan dan dengan keadaan dasar tanah.Setelah itu, intinya kita isi dengan beton.

Pelaksanaan Pada umumnya sistem ini dipergunakan pada tempat-tempat yang sulit untuk dicapai, di mana getaran dan kebisingan sangat tidak dikehendaki, seperti dalam kelder, sekolah, rumah sakit, monumen-monumen dan pada konstruksi-konstruksi yang sudah lapuk. Bobot-balik untuk penekanan diperoleh dari lantai.Dengan demikian, pemasukan material penunjang yang berat dan pencoakan lubang-lubang menjadi tidak diperlukan. Melalui kesepakatan dengan pengkonstruksi disediakanlah lubang-lubang dalam lantai beton dan dicor sejumlah angker. Tahapan pertama Semua angker harus disetel secara cermat berdasarkan ukuran-ukuran yang diberikan dan tegak lurus terhadap bagian atas lantai.

Perlu kita perhatikan agar semua angker benar-benar terbalut beton.Bagian atas semua angker hendaknya tepat berada pada ketinggian yang sama. Tahapan kedua Pemasangan pelat-pelat tarik yang terbuat dari baja Tahapan ketiga Pemasukan Waalpaal (tiang waal)

Tahapan keempat Pemantapan kedudukan tiang Untuk pemantapan kedudukan tiang dipasanglah sebuah konstruksi pembantu.Sebuah pipa baja dipasangkan diatas tiang.Alat angkat disetel, dan setelah itu tiang dengan beban yang telah ditetapkan oleh

pengkonstruksi dipasangkan; besarnya beban ini sekitar 50% dari beban kerja. Kemudian fihak pemborong akan memasangkan penulangan dan ruang main (celah lebihan) harus dicor dengan beton dari semen C sampai pada ketinggian yang ditentukan. Oleh Waalpaal konstruksi pembatu ini akan dihilangkan; setelah itu tiang dipangkas dan lantai dibereskan oleh pemborong. Menguntungkannya tiang tekan Dikarenakan sistem hidraulis, tiang-tekan dapat memberikan berbagai keuntungan, yaitu : 1. Tidak diperlukan perangkat-pancang, sehingga karenanya tiang-tiang dapat kita pasang di bawah jembatan, dalam kelder, dalam tempattempat kerja atau pabrik-pabrik dan tempat-tempat lain yang sulit untuk dicapai.Karena ketinggian kerja sangat minim, yaitu 900 mm, terdapat kemungkinan untuk memasang tiang-tiang waal dibawah dan didalam tembokan-tembokan yang berfondasi tipe ditembok atau untuk mempergunakannya selaku pengganti fondasi tiang kayu (fondasi yang sudah ada dan/atau dinding-dinding dapat memberikan tekanan balik) 2. Karena getaran tidak begitu banyak kita dapat memasangkan tiangtiang pada obyek-obyek dimana terdapat kemungkinan terjadinya runtuhan, atau rusakan dari obyek itu sendiri atau dari bangunanbangunan yang berdampingan, misalnya pada suatu perbaikan. Di tahun 1967, De Waalpaal B.V dengan menggunakan alat-alat angkat yang mempunyai daya tekan 1800 kN, pernah memancangkan tiang-tiang yang bebas getaran dibawah menara Katharine Kirche di Hamburg.Dikarenakan amblasan terdapat kemungkinan bahaya

runtuhan dan ini akan lebih gawat lagi seandainya perkuatan fondasi dipasangkan dengan sebuah perangkat-pancang tradisional dan tiangtiang prefab

3. Karena seluruh proses berlangsung hampir tidak bersuara, hal tersebut sangat penting bagi pemfondasian disekitar rumah sakit, sekolah, dan sebagainya 4. Karena ukuran-ukuran aparatur ini tidak begitu besar, mesin-mesin dan lain sebagainya dapat terus berputar seeecara normal.

Dongkrak rata Untuk memasang tiang-tiang di bawah atau di dalam dinding-dinding dari tembokan seperti yang dikemukakan di bawah butir 1, kita

mempergunakan jenis alat-angkat rata.Alat angkat-rata terdiri dari dua buah pelat baja yang bagian pinggirnya dibengkokkan sehingga dengan demikian membentuk sebuah talam silindris.Pelat-pelat ini disekelilingnya disatukan (dilas satu sama lain.)

Kita pasang alat-angkat tersebut pada kepala tiang dan kemudian kita suntikkan mortel beton di bawah tekanan tinggi.Dengan demikian,kedua pelat akan lepas dan akan melakukan tekanan yang sama besarnya dengan tekanan yang berasal dari mortel yang telah disuntik dan dari luas aktif pelat-pelat.Dengan mempergunakan sebuah alat-angkat, tiang akan langsung mendapatkan beban definitif.Setelah alat-angkat dikembbalikan pada tegangan yang seharusnya, kesemua itu dibeton.Alat-alat angkat kita pergunakan pula untuk mengarahkan berbagai konstruksi.Alat-alat angkat mempunyai diameter sampai 800 mm, tinggi minimalnya 60 mm, pembebanan maksimal adalah 10 000 kN. Tiang-tiang L.T.B

Tiang-tiang pancang segmen beton bertonasi ringan, sistem „de Waal‟, terdiri dari segmen-segmen tiang dari beton bertulang, yang dipasangkan di atas lannya dan masing-masing dihubungkan oleh sebuah sambungna pipa-dalam atau pipa-luar, tergantung dari perangkat-pancang yang akan digunakan dan dari keadaan dasar tanah.Penekannya dilakukan dengan bantuan palu eksplosi atau blok jatuhan. Panjang tiang dibatasi oleh perbandingan antara bobot blok/bobot tiang dan keadaan tanah. Pelaksanaan Pada konstruksi-konstruksi ringan, tempat-tempat yang sulit dicapai dan ketinggian kerja yang terbatas. e. Witsegmen (tiang-segmen Wit) Tiang-segmen Wit merupakan suatu tiang-fondasi beton, yang dibuat dalam tanah dari segmen-segmen lepas, yang dengan bantuan sambungan purus dan lubang digabungkan satu sama lain.Ia khusus tepat untuk jenis fondasi yang akan menerima beban tidak begitu berat, misalnya garasi, rumah kebun, dinding-dinding, teras, dan perluasan-perluasan pada bangunan yang sudah ada, dan sebagainya.Daya-pikul maksimal adalah 100 kN.

Segmen yang pertama dipasangkan pada tempat dan kedudukannya yang tepat dan dipancangkan ke dalam tanah.Semua segmen di bagian atasnya diberi cincin baja untuk menghindarkan retakan karena pukulan.Di bagian tengah dari bidang di atas terdapat sebuah lubang bulat, dalam mana purus baja pas pada sisi bawah segmen berikutnya.Setelah segmen yang pertama hampir seluruhnya menghilang dalam tanah, segmen yang kedua ini pun hampir seluruhnya menghilang dalam tanah, segmen yang kedua kita pasangkan diatasnya.Kemudian pemancangan kita lanjutkan, hingga segmen yang keduai ini pun hampir seluruhnya menghilang dalam tanah.Pemasangan dan pemancangan segmen-segmen yang lainnya terus dilakukan hingga segmen yang paling bawah mencapai lapisan pemikul.Maka siaplah tiang-segmen Wit. Bentuk lain Panjang standar setiap bagian adalah 1,50 m; penampangnya 180 mm.Untuk tujuan-tujuan khusus, terdapat kemungkinan bagi berbagai variasi atas ukuran-ukuran ini.Segmen-segmenstandart tersebut dibuat dari beton. Instalasi berukuran kecil dan ringan yangh dipergunakan untuk memancangkan tiang-segmen Wit memungkinkan kita untuk bekerja tanpa

banyak menimbulkan gangguan terhadap lingkungan sekitar.Begitulah, tiang-segmen Wit dapat dipasang misalnya dalam sebuah kebun, tanpa repot-repot meniadakan tanaman yang ada. 7.9 Tiang-tiang yang dibentuk didalam tanah Di Negeri Belanda beberapa perusahaan mengkhususkan diri dalam pembuatan tiang-tiang beton yang dibentuk didalam tanah, yaitu apa yang dinamakan tiang-tiang cor. Setiap perusahaan ini mengembangkan suatu sistem tertentu, yang dibandingkan dengan sistem-sistem lainnya menampakkan hal-hal yang menguntungkan atau merugikan. Hal-hal yang menguntungkan Namun demikian untuk semua sistem dapat kita sebutkan hal-hal yang secara umum memang menguntungkan: 1. Tiang dilever hingga ketinggian yang seharusnya dibanding terhadap konstruksi beton, yang harus dipasangkan diatas kepala-kepala tiang 2. Oleh cara pembuatan, laisan kemandekan seakan-akan diratakan, sehingga setiap tiang dibandingkan lapisan kemandekan memilki kepanjanga yang tepat 3. Daya-pikul adalah relatif tinggi 4. Daya-tembus besar yang dimilki ujung tiang 5. Tidak perlu menunggu pembuatan tiang, seperti yang dapat terjadi dengan tiang-tiang prefab sehingga tidak akan terjadi keterlambatan dalam angkutan.Tidak diperlukan tempat menimbun bagi tiang 6. Tidak ada penangan yang sulit dilakukan yang terkadang ditimbulkan oleh tiang-tiang panjang 7. Pada berbagai sistem, penggalian di muka seebuah sumuran bangunan dapat diabaikan karena pembuatan tiang dapat dihentikan pada setiap edalaman yang kita kehendaki, sehingga dalam hal-hal tertentu kita dapat menghemat atas biaya pemompaan air-tanah.

Di bawah ini berturut-turut akan kita bicarakan beberikil yang dijejalkan pada pipa tersebut.Bila kedalaman yang kita kehendaki sudah dicapai, pipa diangkat beberapa centimeter dan gumpalan beton tersebut

dikeluarkan.Kemudian kembali diisikan beton setengah kering dan kembali dikeluarkan dari bawah pipa yang selalu diangkat sedikit lebih tinggi, sampai banykan beton yang dipersiapkan untuk pembetukan kaki, terpakai semua.Maka kaki yang diperbesar pun telah mancapai ukuran yang dikehendaki. Setelah tulangan dipasangkan, dibentuklah selubung tiang, dengan jalan berulang-kali mengecor jumlah-jumlah kecil beton setengah kering ke dalam pipa, menumbuk-numbuk beton ini dan mengangkat pipa beberapa centimeter.Oleh cara kerja seperti ini selubung tiang kan memperoleh permukaan yang bergelombang, yang akan memberikan hambatan-gesek tambahan kepada tiang. Casing Dapat pula tiang atlas dibentuk dengan apa yang dinamkan casing. Casing adalah sebuah pipa baja tipis dan dipasangkan setelah kaki dibentuk dan akan tertinggal dalam tanah bila pipa-pancang diangkat.

Sebuah casing kita praktekkan dalam lapisan-lapisan tanah yang sangat lembek.Ia seakan-akan merupakan sebuah bekisting yang hilang. Dalam lapisan-lapisan yang keras terdapat kemungkinan bagi kita untuk membuat sebagian dari jumlah tiang tanpa penulangan (di haminte Den Haag keadaan ini berjumpalah sekitar 80%).Bagian sesisanya kita beri penulangan utama.Pada umumnya tiang-tiang ini akan kita beri penulangan pada bagian di mana diperkirakan akan terjadi momen-momen bengkokan dalam tiang, yang mungkin diakibatkan oleh lalulintas yang ramai, atau oleh kemungkinan dilakukannya penggalian disekeliling tiang.Dalam lapisan-lapisan yang sangat lembek untuk 300 mm paling atas biasanya akan diberi pula suatu penulangan.Namun bila suatu penulangan memang diharuskan, ia ini harus memiliki sebuah konstruksi yang

bentuknya sedemikian rupa, sehingga beton dapat di keluarkan dengan mudah.Karenanya kita harus menyetel suatu beronjong penulangan dengan mata anyaman yang sangat besar.Untuk ini sekarang kita menggunakan sejumlah begel yang terbuat dari baja gepeng atau bulat, yang masingmasing antaranya sama dengan dua-a tiga kali diameter selubung tiang.

Hal-hal yang menguntungkan Dengan demikian, tiang-tiang atlas tidak pernah akan terlampau panjang atau terlampau pendek, karena kepanjangannya kita tentukan dalam pekerjaan. Bila proyek yang kan dibangun itu akan dilengkapi sebuah kelder, pembetonan tiang dihentikan sewaktu sampai pada lantai

kelder.Penulangan yang diperlukan bisa jauh lebih sedikit dibanding pada tiang-tiang prefab, karena tiang-tiang atlas tidak perlu diangkut atau dikerek.Selain itu, terdapat pula kemungkina bahwa tiang-tiang ini hanya untuk sebagian saka diberi penulangan.Oleh kaki yang diperbesar, yang dibuat dalam tanah, tiang-tiang ini dapat digunakan pada tempat-tempat, di mana hanya diperbolehkan suatu tegangan- ujung yang kecil saja. Pemangkasan kepala-kepala tiang dapat dibatasi hingga beberapa decimeter.Daya-pikul tiang-tiang ini berkisar antara 300 hingga 1500 kN; tiang-tiang ini dapat diberi bentukan sekur 3,5:1.Kepanjangan maksimal adalah 25 500 mm.Tiang-tiang ini terutama sekali sipraktekkan pada suatu pembangunan baru.Diameter standar pipa-pipa; 360, 450, 420, 445, 470, 520, dan 610 mm. Penampang maksimal tiang-tiang, yang dapat dibuat dengan mesin ini, adalah 61 cm.Panjang maksimal adalah 25,5 m. Mesin ini dilengkapi pelat-pelat penopang berukuran besar.Ukuran lebar terbesar dari bidang topang yang terbentuk olehnya adalah 7 meter, yang memberikan stabilitas yang sangat besar kepada instalasi tersebut.Dengan demikian, ia pun memadai sekali untuk digunakan di atas lahan yang kurang baik, tekanannya hanya 0,07N/mm². Bentukan sekur

Meskipun mesin ini memiliki ukuran-ukuran istimewa, ia dapat memberi bentukan sekur hingga 20º kepada tiang-tiang.Karena ia melaju di atas baja berigi (caterpillar) ia pun dapat dengan mudah

membelok.Sehubungan dengan jenis-jenis tanah yang mempunyai dayalekat besar perlu kiranya dikemukakan disini, bahwa instalasi ini memiliki daya-tarik 2000 kN.dengan demikian terdapat kemungkinan bagi digunakannya tiang-tiang yang dibuat dalam tanah, di mana pipanya tidak menjadi dianggap hilang (sehingga bisa lebih murah), pada tempat-tempat di mana hal ini dahulu tidak dapat dilakukan. Tiang Fundex Tiang fundex dibuat oleh Verstraeten B.V. di Oostburg. Cara pengerjaan Tahapan 1 Pipa pembor diborkan di bawah tekanan aksial dan momen putar ke dalam tanah.Dalam hal ini tanah didesak ke samping. Tahapan 2 Setelah pengontrolan pada sebuah pipa kering, penulangan kita pasang dan beton dicorkan ke dalam pipa cukup untuk keseluruhan selubung tiang. Tahapan 3 Pipa pembor dicabut melalui gerakan naik turun tau gerakan memutar sehingga kpela bor, yang membentuk sebuah dasar yang diperlebar untuk tiang, tertinggal dalam tanah, beton mengalir ke luar dan selubung tiang pun terbentuk. Tahapan 4 Tiang yang diperkuat penulangan sudah siap.

Bentuk lain Sebuah cara lain dari sistem di atas adalah „tiang-tarik fundex‟ Pipa pembor dilengkapi sebuah kepala bor yang berbentuk khusus; di dalamnya di pasang sebuah pelat baja sebagai angker.Untuk melaksanakan pemboran, pelat baja tersebut dibalut dengan ban „denso‟ atau jenis-jenis pembalut lainnya yang tepat untuk tujuan ini dan dipasangkan di dlam kepala bor. Setelah pemboran mencapai kedalaman fondasi, beton dicorkan ke dalam pipa, dan setelah itu pipa mantel diangkat dari dalam tanah.Pelat angker sedikit dikencangkan sehingga ia akan tertinggal kaku dalam beton yang mengeras. Setelah konstruksi-atas menjadi keras, yaitu pelat satu lantai atau pelat fondasi, dipasangkanlah batang dywidag.Pada tiang-tiang tarik yang pembebanannya agak ringan biasanya penulangan dywidag yang mahal ini diganti dengan beronjong penulangan yang memiliki kualitas baja FeB 400.Bentuk yang dimiliki ujung tiang fundex turut membantu bagi adanya kenyataan bahwa tiang-tiang ini sangat sesuai selaku tiang tarik.

Tiang-tiang lain yang dibuat oleh Verstraeten B.V. adalah tiang vibrex dan tiang Vibrex dengan kaki yang diperberat.

Cara pengerjaan Tahapan 1 Sebuah pipa baja, yang bagian bawahnya ditutup olehsebuah pelat kaki dari logam atau oleh segumpal mortel beton kering dipancangkan dengan bantuan sebuah balok-pancang disel kedalam tanah, hingga mencapai kedalaman fondasi.Pengontrolan terhadap ini dapat kita lakukan berdasarkan pensonderan atau pengkelderan. Tahapan 2 Setelah diadakan pengontrolan pada sebuah pipa kering, dimasukkanlah penulangan yang diperlukan ke dalam pipa.Penulangan tersebut terdiri dari beronjong batang-batang panjang yang diberi bentuk oleh sejumlah begel dan dapat diveri pengatur-pengatur jarak untuk menjamin adanya pelapis tetap. Tahapan 3 Sebuah vibrator (alat penggetar) dijepitkan mengelilingi pipa dan dihidupkan.Setelah pipa tergetar lepas, ia ini dicabut dalam keadaan bergetar.Beton yang terdapat dalam pipa akan mengisi selubung tiang yang telah dibentuk oleh pipa, yang dikarenakan penggetaran akan dipadatkan dengan baik.Banyakan beton yang dibutuhkan untuk

pembuatan selubung tiang dihitung sebelumnya berdasarkan besar selubung yang akan dibentuk, sedang sewaktu pipa dicabut kita dapat mengontrol nivo-beton pipa untuk mengetahui apakah ini akan mencukupi bagi tiang yang kita bentuk itu.

Cara pengerjaan Tahapan 1 Dengan bantuan sebuah balok-pancang disel, pipa baja yang bawahnya dilengkapi tutup yang kedap air dipancangkan ke dalam tanah hingga tercapai lapisan untuk fondasi yang memiliki daya pikul. Tahapan 2 Setelah diadakan pengontrolan pada sebuah pipa kering, dicorkan sejumlah beton ke dalam pipa, cukup bagi pembuatan kaki yang diperberat.Pada beton dipasangkan sebah stempel didalam pipa yang ukuran panjangnya sedikit lebih pendek daripada pipa pancang. Tahapan 3 Dengan bantuan alat penggetar yang dijepitkan mengelilingi pipa, pipa kita tarik sampai ia pada bagian atasnya berada pada ketinggian yang sama dengan stempel yang tadi. Tahapan 4 Dengan mempergunakan blok-pancang kemudian pipa dan juga stempel kembali dipancangkan.Oleh kegiatan ini beton yang terdapat dibawah pipa dan stempel menjadi terdesak dan membentuk kaki yang diperberat.

Tahapan 5 Setelah pemasangan penulangan dan pengecoran beton, yang diperlukan untuk selubung tiang dicabutlah pipa dalam keadaan bergetar dari dasar tanah dan pada saat yang sama dibentuklah selubung tiang. Tiang beton-tumbuk Franki Tiang ini dibuat oleh N.V. Nederlandse Franki Maatschappij di Capehe pinggir sungai Ijsel. Cara pemancangan Cara pemancangannya adalah sebagai berikut: 1. Di atas muka tanah dipasangkan sebuah pipa baja.Ke dalam pipa ini kita corkan segumpal sumbat, yang terdiri dari campuran kerikil dan pasir. 2. Gumpalan sumbat ini kita tumbuk padat dengan bantuan palu baja yang berbentuk sebuah silinder 3. Pipa tersebut kita tanamkan ke dalam tanah melalui pemancangan terhadap gumpalan sumbat.Nivo dari beton kita kontrol dengan jalan mengamati sebuah ciri pada kabel pancang.Berdasarkan petunjuk perihal pembuatan tiang-tiang Franki, jarak antara garis ciri dan bagian bawah palu harus sama dengan panjang pipa 4. Setelah lapisan yang memiliki daya-pikul dicapai, kita kelderkan setiap tiang dengan 10 pukulan yang tinggi jatuhannya 1250 mm.Biasanya kita mulai pemancangan pada betulan atau didekat sebuah titik sonder.Mandekan yang ditemukan, yang didapat dari kedalaman ujung sondering, kita jadikan ukuran bagi tiang-tiang yang berdiri di sekitar 5. Kabel-kabel tarik kita pasangkan pada pipa, gumpalan sumbat diperbesar, dan pipa dicekal erat-erat oleh kabel-kabel tarik.Dalam pada itu kita kontrol lagi nivo dari beton.

6. Kaki dipancangkan ke luar.Banyaknya beton yang diperlukan untuk kaki adalah tergantung dari pembebanan tiang dan dari tegangan-ujung yang diperbolehkan 7. Jika perlu, pada seluruh kepanjangan dipasangan beronjong

penulangan yang dieratkan dengan lasan 8. Selubung tiang dibangun berturut-turut denggan mengcorkan segumpal beton setengah keras kedalam pipa, mengangkat tiang pada setiap pengisian paling tinggi 300 mm dan dengan memadatkan

beton.Sewaktu berlangsungnya pengangkatan, palu harus menumpang diatas bagian tiang yang sudah dibentuk.Tinggi jatuhan sewaktu berlangsungnya penumbukan tiang adalah maksimal 600 mm.Bila ternyata pipa terlampau pendek, kita pasangkan sebuah pipa penyambung diatasnya.Dalam hal ini kita harus memindahkan ciri pada kabel-pancang sejauh jarak yang sama besarnya dengan ukuran panjang pipa penyambung.Sewaktu pemancangan dilanjutkan dengan pipa penyambung, pipa bisa menurun, tetapi pipa penyambung mungkin akan menggantung.Pada kedudukan tertentu dari air-tanah, ia ini melalui manset pipa penyambung dapat menembus ke dalam pipapancang.Keadaan seperti ini mengharuskan kita untuk memancangkan sebuah tiang baru.

Kegiatan seperti yang diuraikan di atas kita ulangi hingga tiang mencapai kedalaman yang ditentukan.Instalasi Franki berdiri tanpa diikat.Diameterluar pipa dapat mempunyai diameter maksimal 600 mm, sedang luas ujungnya dapat mencapai lebih dari 1.200 000 mm². Daya pikul Daya-pikul tiang Franki bisa sangat tinggi, yaitu sampai 2500 kN; dayapikul ini bergantung kepada kaki yang dibentuk di dalam tanah.Oleh luas yang besar dari kaki terdapat kemungkinan bagi kita untuk melakukan pemfondasian pada lapisan-lapisan yang terletak lebih tinggi dengan suatu tegangan ujung tiang yang relatif rendah.Dewasa ini panjang maksimal bagi tiang adalah 29 000 mm.Selain tiang yang dibicarakan di atas, Franki Maatschappij membuat pula\ Tiang beton-getar Franki Tiang ini dibentuk di dalam tanah dan dapat menerima beban hingga sekitar 6000 kN.Namun hal ini tergantung dari ukuran kaki tiang,

konstruksi selubung tiang dan keadaan dasar tanah.Tiang-tiang ini dapat dilengkapi kaki yang dibentuk dalam tanah.Selubung bisa dibuat dari beton-getar yang tidak diberi penulangan, yang hanya untuk sebagian diberi penulangan atau yang diberi penulanggan penuh.Penulangannya bisa berupa penulangan beronjong atau sebuah profil H. Kita menggunakan tiang-tiang yang bagian luarnya berdiametr 250, 320, 355, 420, 520, dan 600 mm.kaki yang dibentuk dalam tanah dapat dibuat dengan luas yang melakukan pemikulan aksimal sekitar 12 000 mm².Pelat untuk kaki-kaki tiang dapat mempunyai ukuran luas sekitar 6000 cm².Panjang maksimal tiang adalah 29 m.

Terdapat 3 tipe tiang beton-getar. Pembuatan tipe 1 1. Sebuah pipa baja, yang bagian bawahnya ditutup oleh sebuah kakipelat dari baja, dipancangkan dengan bantuan palu disel hingga kedalaman yang direncanakan.Setelah itu, jika memang diharuskan, digantungkanlah penulangan beronjong atau sebuah profil H dan pipa pun dicor seluruhnya dengan beton kenyal (penurunan kira-kira 10 sampai 12 cm). 2. Setelah kabel tarik dipasang dan alat penggetar yang dipasangkan pada pipa dihidupkan, pipa kita angkat. 3. Tiang beton-getar Franki kini selesailah sudah.

Pembuatan tipe 2 1. Sebuah pipa baja, yang bagian bawahnya ditutup oleh sebuah tutup dari baja, dipancangkan dengan bantuan palu disel hingga kedalaman yang direncanakan. 2. Setelah kabel tarik dipasang, dengan bantuan sebuah palu jatuhan bebas yang bekerja dalam pipa didesaklah keluar sejumlah beton sehingga dengan demikian terbentuklah sebuah kaki yang diperberat. 3. Setelah itu, jika memang diharuskan,digantungkanlah penulangan beronjong atau sebuah profil H dipancangkan ke dalam kaki dan pipa pun dicor seluruhnya dengan beton kenyal. 4. Tiang beton-getar Franki kini selesailah sudah.

Pembuatan tipe 3

1. Sbuah pipa baja, yang ke dalamnya dicorkan segumpal pasir atau kerikil yang berperan sebagai penutup tanah dan air, dipancangkanlah dengan bantuan sebuah palu jatuhan bebas yang bekerja dalam pipa hingga kedalaman yang direncanakan. 2. Setelah kabel tarik dipasang, selain gumpalan penyumbat didesaklah pula sejumlah beton dari bawah pipa, sehingga dengan demikian terbentuklah sebuah kaki yang di perberat. 3. Setelah itu, jika memang diharuskan,digantungkanlah penulangan beronjong atau sebuah profil H dan pipa pun dicor seluruhnya dengan beton kenyal. 4. Setelah alat penggetar yang dipasangkan pada pipa kita hidupkan, pipa pun kita angkat.

Tiang-campuran Franki Dalam hal ini sebuah pipa dipancangkan dan sebuah kaki yang diperberat kita bentuk dengan cara yang sama seperti yang terjadi dengan tiang Franki.Pada kaki ini kita pasangkan sebuah tiang prefab.Kemudian pipa kita angkat; palu menumpang diatas kepala tiang.Tiang prefab dapat kita beri suatu pelapis, sehingga ia akan terhindar dari pencemaran oleh zat-zat kimia.selain itu, pemfondasian kita lakukan di atas sebuah selubung pipa yang sepenuhnya ituh karena pemancangan tidak dapat kita lakukan pada tiang. Tiang-selubung-campuran Franki

Di sini pun mula-mula kita pancangkan sebuah pipa-pancang dan kita bentuk sebuah kaki yang diperberat.kita pasangkan sebuah pipa-selubung dari baja atau beton, yang kemudian kita cor penuh dengan beton.Pipaselubung („casing‟) yang terbuat dari baja atau beton ini pun dapat kita beri suatu lapisan pelindung.

Tiang-selubung Franki Tiang-selubung Franki adalah tiang dengan sebuah selubung baja yang ditinggalkan dalam dasar tanah.Tiang-tiang ini pada umumnya

dipergunakan pada tempat-tempat yang dikarenakan ruang kerja yang terbatas telah memaksa kita untuk bekerja dengan material pancang berukuran kecil. Tiang-tiang jenis ini dapat kita pancangkan tegak lurus atau dalam kemiringan 3:1.Tiang-tiang ini dibuat dalam ruang-ruang dengan ketinggian kerja 2 m.Karena pemancangan tiang-tiang ini tidak begitu banyak menimbulkan getaran, sistem ini memberikan suatu pemecahan yang baik bagi bangunan-bangunan di sebelah yang berada dalam kondisi agak buruk.Ukuran selubung dan ukuran kaki bergantung daya-pikul yang dibutuhkan.Setelah tebal dinding kita kurang 3 mm untuk korosi, pipa dapat pula dianggap selaku penulangan.Daya-pikul hingga 1250 kN.Panjang tidak terbatas.

Pembuatannya 1. Ke dalam sebuah pipa baja yang berdinding tipis, yang ukuran panjangnya tergantung dari ketinggian kerja yang tersedia, kita corkan sebuah sumbat dari beton.Bagian bawah pipa ini kita tutp dengan sebuah pelat-kaki dari baja atau dengan sebuah kaki beton yang di prefab. 2. Pipa ini ditanamkan dengan sebuah palu yang berbentuk sebuah silinder, yang melakukan pemukulan terhadap sumbat tadi.Setelah bagian atas pipa berada sedikit di atas permukaan halaman, disambungkanlah pipa yang kedua 3. Tiang casing telah mencapai lapisan yang memiliki daya-pikul 4. Kini pipa kita isi dengan beton kenyal, yang kemudian dipadatkan oleh sebuah jarum penggetar. 5. Tiang-selubung Franki kini selesailah sudah Tiang-tiang sistem Parera (Diemen)

Bagian bawah sebuah pipa baja kita beri pelat-kaki baja dengan gelang yang dilipat ke atas.Di sela-selanya kita pasangkan sebuah cincin karet untuk menjamin kebersihan dan ketidaktembusan air. Selain itu, pipa dilengkapi 3 kepala-semprot bertekanan tinggi , yang bermuara di bawah pelat kaki.Kemudian beronjong penulangan kita gantungkan tepat di tengah-tengah dan pipa kita cor penuh dengan beton kenyal.

Dengan bantuan sebuah alat penggetar, tanpa mempergunakan tenaga besar pipa diangkat, dan bersamaan dengan itu terjadilah pemadatan beton. Dengan jalan mempergunakan pipa-pipa dan instalasi-instalasi tambahan, berturut-turut untuk pemancangan dan pengangkatan yang dibarengi penggetaran, masing-masing pekerjaan dapat dilaksanakan secara

bersinambungan dan tidak saling tunggu satu sama lain. Hal-hal yang menguntungkan Menguntungkannya hal ini adalah, bahwa sekali pada kelompok-kelompok tiang terlebih dahulu kita pancangkan seluruh kelompok, sehingga tiangtiang lain tidak pernah akan terganggu. Pipa digetarkan ke dalam dengan bantuan sebuah blok penggetar, sedangkan pada waktu yang bersamaan tanah di bawah ujung pipa dibasahi dengan mempergunakan kepala-kepala-semprot bertekanan tinggi.Dalam hal ini air disemprotkan sedikit-sedikit di bawah tekanan yang sangat tinggi ke bawah ujung pipa.Bergantung kepada keadaan tanah dan pembebanan tiang yang direncanakan \, meter terakhir hendaknya digetarkan tanpa pembasahan atau dipancangkan. Pada pipa yang sudah mencapai kedalaman yang digariskan,

digantungkanlah beronjong penulangan; setelah itu pipa kita cor dengan adukan beton hingga ketinggian yang diinginkan. Tiang Vibro Tiang ini dibuat oleh Nederhorst di Gouda dan pada tiang ini kita pergunakan pula sebuah ujung lepas, yaitu apa yang disebut sepatu tiang.Sepatu tiang ini terbuat dari baja pelat.

Cara pemancangan Cara bekerjanya berlangsung sebagai berikut: 1. Kita pasangkan sebuah pipa baja yang bagian bawahnya dipertebal (sisi pukulan) di atas sepatu tiang, dan setelah itu kita tanam pipa sampai pada kedalaman yang digariskan dengan mempergunakan

sebuah instalasi-pancang khusus vibro.Dalam hal ini, berbeda dengan sistem Franki, pemancangan kita lakukan pada pipa.Kedalaman ujung untuk setiap tiang kita tentukan melalui penelitian tanah. 2. Setelah kita meyakinkan diri bahwa tidak ada air atau tanah yang masuk ke dalam pipa, sekalipun penyambungan antara pipa dan sepatu tiang telah kitam lakukan dengan sangat cermat, tiang dapat kita buat.Jika dikehendaki, terlebih dahulu kita gantungkan jaringan penulangan baja dalam pipa.Setelah itu kita isi pipa sepenuhnya dengan beton. 3. Kini pipa dihubhngkan dengan blok pancang oleh batang-batang tarik.Sewaktu blok bergerak keatas, ia akan menghantam batangbatang tarik, sehingga dengan demikian pipa akan terangkat beberapa centimeter.Beton akan mengalir dari pipa dan mengisi ruang, yang ditinggalkan oleh sisi pukulan dengan beton.

Sewaktu blok meluncur ke bawah, ia akan menimpa pipa.Dengan cara demikian beton akan menjadi padat.Pada waktu yang bersamaan , dengan bantuan kabel-kabel-tarik pipa diangkat dari dalam tanah.Oleh laju getaran-getaran ini beton akan tetap cair dan akan mengisi dengan baik ruang yang ditinggalkan oleh sisi pukulan.Gerakan ke atas dan ke bawah diatus sendiri secara automatis oleh blok-pancang, dengan kecepatan sekitar 40 pukulan setiap menit.

Akan jelas bagi kita, bahwa kulit yang paling luarlah yang mengalami pemadatan paling mantap dan karenanya akan berkualitas sangat baik.Selalu akan terdapat suatu pelapis yang baik pada penulangan yang sedikitnya akan sama tebalnya seperti pada sisi pukulan.Tiang vibro pun memiliki permukaan yang bergelombang. Luas ujung tiang Vibro ditentukan dengan cermat.Beban yang diperbolehkan kita tetapkan berdasarkan daya-pikul tanah dan berdasarkan besar ujung tiang yang kita pilih.Pada tiang-tiang yang kita bicarakan sebelum ini kedalaman-pancang pipa kita tentukan berdasarkan daya-tarik maksimal yang dimiliki instalasi pancang. Tiang-tiang pancang Oleh susul-menyusulnhya pukulan-pukulan ke atas dan ke bawah yang dilakukan dengan cepat oleh instalasi Vibro tarikan selalu mungkin terjadi, sehingga dengan demikian sistem Vibro ini sangat memadai untuk pembuatan tiang-tiang yang sangat panjang, dan untuk ini kita mempergunakan pipa-pipa pancang yang disambungkan satu sama lain.Semenjak tahun 1965 terdapat kemungkinan, dengan mempergunakan tiang-tiang yang panjangnya 42 000 mm, dengan bantuan satu batang pipa. Tiang-kombinasi Vibro

Setelah sebuah pipa dipancangkan berdasarkan sistem Vibro, kita pasangkan sebuah tiang prefab bersudut delapan kedalam pipa. Ruang antara tiang dan tanah dapat kita isi dengan beton, sehingga akan terdapat suatu hubungan yang baik dengan tanah sekitar.Pada tiang ini pun kita tidak memancang pada tiang itu sendiri, sehingga pengrusakan tidak akan terjadi Penggunaan tiang ini dilakukan dalam keadaan-keadaan yang menuntut adanya pelaksanaan ukuran yang sangat cermat.

Cara pengerjaan Dalam hal ini pun kita pancangkan sebuah pipa berdasarkan sistem Vibro, kemudian kita pasangkan dalam pipa ini sebuah pipa baja berdinding tipis dan mengecorkannya dengan beton.Setelah itu kita angkat pipa paling luar.Tipe ini dipraktekkan dalam keadaan-keadaan manakala tekanan-balik tanah terbukti terlampau kecil. Dapat terjadi pada lapisan-lapisan tanah lembek, bahwa penampang selubung ternyata terlampau besar dan ini tidak ekonomis karena akan terlalu banyak beton yang harus dicorkan.Hal ini pada hakikatnya berlaku pula bagi tiang-selubung Franki yang telah kita bicarakan lebih dulu. Tiang beton suntik Nederhorst telah memperkenalkan sebuah tipe baru di Negeri Belanda untuk menstabilkan lahan-lahan.Alasannya adalah timbulnya deformasi horisontal dalam lapisan tanah yang disebabkan oleh timbunan-timbunan pasir dan kerikil dalam suatu Sentral Beton. Pelaksanaan Untuk menyerap geseran-geseran ini dipasanglah antara lai apa yang dinamakan tiang-tiang beton suntik.

Tujuan penggunaan tiang-tiang ini bersifat ganda, yaitu: 1. Pembebanan oleh timbunan pasir dan kerikil dipindahkan lewat lapisan pasir yang mempunyai ketebalan misalnya 1 meter kepada tiang-

tiang.Lapisan pasir ini akan menyebarkan beban tadi.Suatu lapisan aspal dapat kita pergunakan sebagai pemisah antar timbunan dan lapisan pasir.Pemindahan beban terjadi oleh gesekan lapisan tanah pada selubung tiang; gesekan ini timbul oleh agak menurunnya lahan, yang beberapa waktu kemudian akan berhenti

2. Tiang-tiang

membentukunsur-unsur

kaku

dalam

lapisan-lapisan

tanah.Dengan demikian, oleh tiang-tiang ini lapisan-lapisan atas seakan dipancangkan pada lapisan-lapisan bawah yang stabil.Tiang-tiang ini dipasangkan sedemikian rupa sehingga kesemua itu pada kenyataannya membentuk dinding-dinding lintang, yang ber pengaruh sangat positif terhadap kestabilan. Pembuatan tiang beton suntik dilaksanakan sebagai berikut.Dengan bantuan sebuah instalasi tiang pasir, kita semprot sebuah lubang sampai kepada kedalaman yang telah digariskan.Kemudian kita pasang sebuah pipa penyuntik dalam lubang dan kita isi dengan kerikil kasar. Setelah itu kita desakkan aduk semen pasir ke dalam pipa pada waktu yang bersamaan kita angkat berangsur-angsur pipa ini.Mortel akan mengisi ruangruang kosong dalam kerikil dan akan mengusir air yang mungkin terdapat disitu; setelah mortel menjadi keras, tiang pun siaplah sudah. Tiang-tarik Vibro Tiang-tarik Vibro dapat dibuat dengan penulangan normal ataupun dengan sebatang angker pusat yang terbuat dari baja berkualitas tinggi; dengan bantuan mur, tipe dengan batang angker ini dapat dihubungkan erat dengan bangunan di atasnya.Batang angker dibalut dengan plastik atau bitumen khusus untuk mencegah pelengketan pada beton.

7.10 Tiang beton Wit Ini adalah tiang-tiang yang dibuat berdasarkan sebuah sistem yang memungkinkan kita untuk bekerja pada tempat-tempat, dimana

pemancangan secara normal dengan instalasi dragline, instalasi tipe Belanda, atau sebuah instalasi yang dapat dipergunakan untuk membuat tiang-tiang dalam tanah merupakan sesuatu yang tidak mungkin dapat kita lakukan.

Beberapa contoh mengenai ini: 1. Bila kelebaran atau ketinggian tidak mencukupi untuk dapat bekerja dengan alat-alat pancang yang normal 2. Bila pekerjaan harus dilaksanakan berdampingan dengan bangunabangunan lain 3. Bila tidak diperkenankan adanya getaran 4. Bila pada suatu kecelakaan dapat tertimpa instalasi-instalasi vital 5. Bila terdapat suatu keberatan terhadap instalasi pancang yang berukuran tinggi, misalnya didekat lapang terbang dan sebagainya 6. Bila hanya dibutuhkan sejumlah kecil tiang saja yang secara finansial mauoun ekonomis tidak dapat dipertanggungjawabkan. Dalam hal-hal seperti titu kita dapat mempergunakan apa yang dinamakan tiang-tiang beton wit.Tergantung dari cara pendesakan tiang ke dalam tanah, kita mengenal: 1. Tiang beton wit

2. Tiang puls wit 3. Tiang kaki bundar wit Aparatur Tergantung dari daya-pikul tiang-tiang, aparatur akan berdiri dari satu derek atau lebih, dipasang di atas sebuah casis, yang ukuran lebarnya bervariasi dari mulai 800 mm sampai 2350 mm.Pada umumnya derekderek ini dijalankan dengan motor listrik, sehingga tidak akan terdapat gas-gas buangan yang dapat menggangu, namun di tempat-tempat yang tidak ada aliran listrik, biasanya kita mempergunakan agregat arus disel.Selain itu, kita memerlukan pula sebuah kaki-tiga, yang kegunaannya adalah untuk mengarahkan kabel yang menggerakkan alat tumbuk atau puls ke atas dan ke bawah. Pelaksanaan Kita pasang sebuah pipa baja dalam tanah, yang kemudian kita isi dengan beton.Pipa ini ditinggalkan dalam dasar tanah dan dapat dianggap sebagai suatu papan acuan yang hilang.Karenanya kita tidak memerlukan sebuah aparat untuk mengangkat pipa dan materil yang kita pergunakan pun cukup yang berukuran kecil dan ringan.

2.8. PELAKSANAAN PEMANCANG 8.1 Pengukuran Rencana tiang-tiang

Penentuan tempat bagi dipancangkannya tiang-tiang diatas lahan pembangunan, yaitu pekerjaan pengukuran, kita lakukan berdasarkan rencana tiang-tiang. Selain menuliskan ketinggian pangkasan pada setiap tiang, ada kalanya kita tandai ketinggiannya dengan cara mengarsir bulatan buatan yang ada pada rencana tiangtiang. Dalam sumuran bangunan kita tandai tempat setiap tiang dengan bantuan patok-patok atau dengan memberi ciri pada sebuah bingkai pancang. Patok-patok kita gunakan pada tanah keras dan bingkai pancang pada tanah. Pada sumuran-sumuran bangunan yang dalam di bagian dasarnya kita tempatkan pula sejumlah papan bangun dan terkadang kita gambarkan garis-garis sistem pada dinding penahan tanah. Selain itu pengontrolan terhadap jumlah patok dan tempat-tempat kedudukannya perlu kita lakukan, karena bisa saja semua itu berpindah tempat oleh kemungkinan geseran tanah yang disebabkan oleh pemancangan. Dapat pula semua itu tertekan kedalam tanah oleh dipindahkannya instalasi pancang atau transportasi tiang-tiang. 8.2 Pemancangan Tinggi jatuhan Tinggi jatuhan blok pancang adalah tergantung dari jenis tanah, bobot blok, kerampingan tiang dan kedalaman dari bagian tiang yag sudah dipancangkan. Pada sebuah blok jatuhan ketinggian ini berkisar antara 1500 hingga 4000 mm; pada sebuah blok uap antara 600 hingga 1000 mm. Banyaknya pukulan per menit sebuah blok uap jauh lebih besar dibandingkan dengan yang dilakukan sebuah blok jatuhan, suatu hal yang sangat penting terutama dalam pemancngan pada tanah liat. Dengan jalan meningkatkan frekuensi jumlah pukulan, tahanan tanah akan menjadi berkurang.

Gelang penahan pukulan Ujung atas tiang-tiang kayu kita gergaji rata dan tepinya kita pahat. Untu mengurangi kemungkinan terjadinya retakan pada kepala tiang sewaktu sedang berlangsungnya pemancangan, kepala tiang kita lindungi dengan sebuah gelang

peahan pukulan. Gelang pelindung ini dipasangkan pada tiang dengan menggunakan tali baja untuk menghindarkan terjadinya kecelakaan seandainya gelang ini jatuh. Topi pancang Tiang-tiang prefab dari beton dilindungi oleh sebuah topi selama pemukulan terhadapa kepala tiang berlangsung. Bila kepala tiang masih juga menjadi rusak, kita hendaknya mengecorkan kepala yang baru padanya dan untuk ini kita harus menggunakan beton dengan semen yang cepat mengeras. Untuk mengerek sebuah tiang kedalam instalasi pancang, ia endaknya dicekal pada titik-titik yang telah ditandai untuk itu. Tiang anak Bila sebuah tiang harus ditanam dibawah air, kita pasang tiang pemanjang sementara, yaitu tiang anak yang ada diatas tiang yang pertama. Tiang anak ini adalah sebuah tiang yang diameternya sedikit lebih besar daripada tiang pertama dan dielngkapi sebuah pipa baja. Setelah tiang mencapai kedalaman yang seharusnya, tiang anak ini kita lepas.

Pernyataan garansi Ada kalanya diminta sebuah pernyataan garansi dari si pemborong sehubungan dengan kualitas dan kekuatan tiang-tiang cor. Maka akan dicantumkan bahwa, pihak pemborong dengan biaya sendiri dan secepat mungkin akan memuaskan sang pemilik, akan memperbaiki semua cacat yang mungkin akan muncul setelah selesainya bangunan bersangkutan dan selama sepuluh tahun tahun berikutnya yang tidak secara nyata dapat ditudingkan pada penggunaan yang tidak semestinya, dan dalam hal ini semua kerugian yang ditimbulkan oleh kemungkinan cacat tadi akan diganti olehnya. Setelah pemancangan selesai dilaksanakan, kepala-kepala tiang harus disesuaikan, yang mengandung arti bahwa tempat tiang-tiang harus kita ukurkan terhadap garis-garis sistem.

2.9. Kelder (gudang bawah lantai) Dalam pembangunan berbagai sarana kegunaan, misalnya tentang kelder pompa, kelder pipa-pipa, kelder air kotor, kelder air bersih, kelder penguras, ruang

tegangan tinggi, rung teganggan rendah dan lain-lain. Sebuah kelder kita buat jika suatu volume pembangunan tertentu sangat dibutuhkan, sedangkan bangunan bersangkutan dikarenakan sesuatu alasan tidak adapat diberi ukuran luas yang lebih besar atau tidak dapat dibuat lebih tinggi. Ada kalanya pula ruangan yang kita butuhkan itu dikarenakan pertimbangan-pertimbangan yang menyangkut keindhan kita proyeksikan ke bawah tanah. Bangunan-bangunan yang seluruhnya atau untuk sebagian dibuat dibawah tanah, diantaranya adalah stasiun-stasiun untuk kereta bawah tanah berbagai macam terowongan, garasi bawah tanah dan sebagainya. Souterrain Sebuah kelder yang untuk sebagian berada dibawah tanah dan sisanya berada diatas tanah, kita namai sebuah souterrain. Beberapa kelebihan souterrain dibandingkan sebuah kelder diantaranya, tidak membutuhkan galian yang begitu dalam untuk pembuatannya, tidak cepat mendapat gangguan dari air tanah, lebih mudah untuk dipasang penerangan siang dan ventilasi. Dahulu lantai atau sebuah dinding kelder kita buat dari tembokan. Karena tembokan hamir tidak dapat menyerap tegangan tarik, tembokan lantai kelder harus kita buat demikian tebal, agar bobot lantai dapat menidakan tekanan air tanah.

Sekarang kita tidak perlu membuat kelder yang ditembok, karena dengan mengguanakan beton bertulang persoalan yang seringkali sangat rumit dalam hubungan dengan tekanan tanah dan tekanan air dapat dipecahkan lebih mudah dan lebih ekonomis. Pada pekerjaan rombakan dan perbaikan kita masih dapat menjumpai konstruksi-konstruksi yang demikian.

9.2 Persyaratan yang dikenakan terhadap sebuah kelder a. lantai kelder lantai sebuah kelder harus kita perhitungan sehubungan dengan tekanan ketasa yang ditimbulakn oleh air tanah, sehingga dengan demikian suatu penulangan di bagian atas lantai menjadi sebuah keharusan. Andaikata kita tidak perlu memperhitungkan tekanan air tanah dan kelder yang bersangkutan difondasikan diatas tiang-tiang, maka suatu penulangan di bagian bawah lantai perlu di buat untuk bobot sendiri dan bebean berguna. Kedudukan air yang rendah dapat pula

timbul dengan tersedotnya air dalam tanah oleh pemompaan untuk tujuan pembuatan sebuah kelder bagi bangunan yang berdampingan. Perhitungan untuk lantai bergantung dari ada atau tiadanya dinding dalam yang kaku, sederet kolom dan dari panjang dan lebarnya kelder. Pada ukuran-ukuran yang besar kita tempatkan balok-balok dalam lantai. Juga kolom-kolom yang berada dalam sebuah kelder mengalihkan beban dari bangunan atas kepada lantai, pada umumnya balok-balok ini kita pasang juga, karena kolom-kolom tidak boleh melakukan penembusan terhadap lantai. Untuk meghindarkan retakan-retakan yang dikhawatirkan akan terjadi, dinding-dinding kelder kita fondasikan pada suatu jalur yang lebih tebal yang harus kita hitung. Bagian lain diantara jalur-jalur tidak boleh memikul dan untuk mencapai hal ini tanah dibawah bagian-bagian lantai harus sedikit digali dan diisi dengan lapuk tumbuhan atau yang sejenis dengn itu. b. dinding-dinding kelder besarnya tekanan tanah dan tekanan air terhadap dinding kelder adalah tergantung dari jenis tanah, kedudukan paling tinggi dari air dan kedalaman lantai dibawah muka tanah. Sehubungan dengan tuntutan kedap air, tebal dinding harus kita buat 150-200 mm. Seringkali penulangan kita ikuti berdasarkan peraturan pemangunan dan untuk menghindari retakan-retakan karena penyusutan dan sebagainya pada umumnya kita pasangkan suatu jaringan penulangan ganda.

c. ventilasi dan penerangan sebuah kelder perlu sekali untuk diventilasikan secara baik, sedangkan pemasukan cahaya sinag merupakan hal kedua. Bagi sebuah souterrain ventilasi dan penerangan tidak menimbulkan problema apapun. Bagi sebuah kelder ventilasi dan penerangan harus kita berikan lewat sebuah tempat masuk cahaya yang ditonjolkan keluar. d. fondasi yang terletak lebih tinggi menyambung pada dinding kelder

fondasi-fodasi ini hendaknya tidak difondasikan sampai kepada dinding kelder karena dengan tipe tembokan. Lebih baik jika balok kita hentikan di muka dinding dan untuk menyangganya kita beton sebuah pilaster yang marapat pada dinding. Balok dapat kita pisahkan dengan dinding dengan menggunakan bantuan dari beberapa kertas aspal. Yang terakhir, balok harus kita hitung sebagi sebuah balok diatas dua buah titik tumpu dan sebagai sebuh balok pemikul. Kelder dapat sedikit menurun sedangkan fondasi akan tetap berdiri tegak.

2.10. Segi-segi ekonomis yang menyangkut pengonstruksian fondasi dan dinding kelder 10.1 Pengantar Dalam perencanaan bangunan-bangunan, jembatan-jembatan, jalan-jalan dan lainnya faktor-faktor yang paling penting adalah persyaratan yang dikerjakan terhadap fungsi, estetika, statika, ketahanan, dan pemeliharaan. Faktor-faktor ini merupakan yang terpenting dalam seluruh paket pembiayaan, yang secara langsung akan menentukan harga suatu proyek. Segi-segi teknis pelaksanaan 1. pilihan atas sistem konstruksi 2. besar seri 3. mekanisasi 4. pre-fabrikasi 5. persyaratan kualitas dan pertimbangan 6. organisasi kerja 10.2 pengaruh pendetailan terhadap intensivitas kerja Pur fondasi

jika alas tanah ternyata cukup keras, sehingga pelat dapat langsung dicor dalam galian, maka ini berarti dengan dihilangkannya papan acuan adalah suatu penghematan besar atas waktu dan papan acuan. Dengan demikian metode ini merupakan jalan keluar yang paling murah, tapi tentu saja pengecoran hendaknya dilakukan hati-hati agar galian tidak ambruk.

2.11. Pengangkeran konstruksi bangunan pada tanah-bawah dan sumuran bangunan yang dalam 11.1 fondasi yang langsung diatas galian Pada kelder yang dalam atau pada kedudukan air tanah yang tinggi harus dicari jalan pemecahan untuk menghindarkan pengambangan. Namun problemanya adalah justru menyangkut pembuatan kelder itu sendiri di temapt kering. Untuk dapat membangun di tempat kering, kedudukan air tanah harus direndahkan. Pada umumnya pemompaan dapat dirasakan dari jarak jauh, dan karenanya dapat terjadi bahaya penurunan bagi bangunan-bangunan yang berdampingan. 11.2 lapisan suntikan Untuk keperluan sebuah pusat komputer harus dibuat sebuah sumuran bangunan dengan ukuran luas 7000 m² dan kedalaman 10000 mm. Disini pun yang menjadi problema adalah pemompaan air tanah. Pada kedalaman seperti ini hal tersebut merupakan penurunan yang sangat berarti terhadap kedudukan air tanah yang akan dapat dirasa higga cukup jauh, dengan segala akibat negatif yang ditimbulkannya.

11.3 beton penyuntik Untuk sebuah instalasi penjernih air kotor dibutuhkan dua ruang pengendap dimuka dan empat ruang pengendap sesudahnya, dengan lantai yang berbentuk bulat; setiap lantai mempunyai ukuran luar 2000 m². Disinipun terdapat gaya ke atas yang cukup besar. Dikarenakan alasan ini dan untuk mencegah kemungkinan

terjadinya penyusutan dalam lantai beton, yang dapat menyebabkan retakan selama proses pengerasan, kita memilih penggunaan beton Kedudukan air tanah harus kita turunkan secara buatan. 11.4 sumuran-sumuran bangunan Pada bangunan-bangunan dibawah permukaan halaman, seperti kelder bawah bangunan, garasai parkir, terowongan dan sebagainya seringkali harus diadakan persiapan-persiapan khusus dalam menghadapi pelaksanaannya. Secara garis besar kemungkinan persiapan-persiapan tersebut dapat kita pecah dalam baagianbagian pokok berikut:     Konstruksi penahan tanah Pengangkeran bagi konstruksi penahan tanah Kemungkinan pemompaan Fondasi bangunan bersangkutan penyuntik.

Sifat dan ukuran-ukuran dari konstruksi ini ditentukan lewat perhitungan statis dengan bantuan komputer. Lewat pembandingan beberapa anggaran dapat diambil kesimpulan cara pemecahan yang mana yang kiranya akan paling ekonomis.

Konstruksi penahan tanah

Pilihan atas suatu konstruksi adalah tergantung dari beberapa faktor, seperti jenis tanah, kedudukan air tanah, ketinggian penahan tanah dan pembebanan di belakang konstruksi bersangkutan dan sebagainya. Merupakan hal penting pula apakah yang dipersoalkan itu menyangkut sebuah konstruksi sementara atau sebuah konstruksi tetap. Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini akan mementukan piliha dari kemungkinan-kemungkinan berikut.

Dinding-dinding penahan dari baja

Ini dapat dipancangkan , ditegarkan atau ditekan tanpa melibatkan getaran

Dinding dalam

Ini berarti suatu dinding penahan (terbuat dari beton) yang dibentuk di dalam tanah. Untuk ini, dengan bantuan sebuah aparat khusus, dilakukan penggalian sebuah alur dalam tanah sampai kepada kedalaman yang direncanakan. Tergantung dari berbagai keadaan, alur ini kita biarkan terbuka dengan bangunan cairan penunjang khusus. Sesudah penulangan yang dikehendaki kita pasang, beton kita masukkan kedalam alur.

Dinding tiang sekrup mortel

Dengan memasangkan secara bergandengan tiang-tiang MS akan terbentuklah suatu dinding tertutup yang dapat berfungsi selaku konstruksi penahan tanah. Hal yang paling menguntungkan dari konstruksi ini adalah, bahwa ia dapat dipasangkan bebas getaran dan tanpa menimbulkan kebisingan.

Dinding tiang pembor

Untuk ini berlaku hal-hal yang sama seperti untuk tiang-tiang MS.

Dinding berlin

Melalui pemancangan atau penggetaran, atau bila pengerjaannya harus berlangsung tanpa getaran atau kebisingan dengan bantuan sebuah mesin tiang sekrup mortel, dipasanglah mendatar apan-papan kayu atau beton di belakang atau diantara tiangtiang ini.

Penyuntikan cara kimiawi

Sebuah penahan tanah dapat dibentuk lewat penyuntikan cara kimiawi.

Pengangkeran konstruksi penahan tanah

Dinding-dnding penahan yang telah kita bicarakan diatas dalam banyak hal perlu diangkerkan. Apakah untuk mencegah bergesernya konstruksi yang bersangkutan atau untuk membatasi ukuran dari konstruksi-konstruksi tersebut, ataupun dikarenakan kedua alasan ini. Untuk pengangkeran seperti itu kita dapat melakukan pilihan dari teknik-teknik berikut:    

Bingkai-bingkai stempel Angker-angker grout Angker-angker sekrup Dinding-dinding pengangker dibelakang dinding penahan

Perlu dikemukanan disini bahwa hal yang kurang menguntungkan pada bingkaibingkai stempel adalah bahwa mereka ini dapat mengganggu kegiatan pekerjaan dan selain itu bisa muda rusak. Kerusakan ini diantaranya dapat timbul karena bingkai-bingkai stempel bisa tertimpa muatan dari sebuah mesin angkat. Sebaliknya, angker-angker grout menjamin tidak akan terganggunya sebuah sumuran bangunan yang sepenuhnya terbuka. Karenanya dipandang dari segi keefisienan tipe angker ini merupakan cara pemecahan yang sangat menyenangkan. Hal yang sama tentu saja berlaku pula bagi angker-angker sekrup.

Pemompaan

bila dalam sebuah sumuran bangunan diperkirakan akan terjadi gangguan air, maka terhadap gejala ini hendaknya diadakan berbagai cara penanggulangan. Hal ini dapat dilakukan melalui:

  

Pemompaan terbuka Pemompaan terhadap sumber air Penutupan dengan bantuan penyuntikan kimiawi pada sisi tanah dari dinding penahan

Pemompaan terbuka dilakukan pada permukaan dan hanya da[at dilakukan pada permukaan dan hanya dapat dilaksanakan jika gangguan air tidak begitu besar. Pemompaan terhadap sumber air terjadi pada lapisan pasir yang dalam. Garisgaris menggantungnya air tanah dialihkan sedemikian rupa, sehingga kesemua ini menjadi berada di bawah dasar sumuran bangunan, dan gangguan air dapat dihilangkan. Hal yang kurang menguntungkan dari metode ini adalah bahwa garis-garis gantung di sekitar pun akan turut diturunkan. Hal ini dapat meimbulkan kerugian besar terhadap persil-persil yang berdampingan. Jalan keluar yang baik dapat diperoleh dengan memasang suatu lapisan penutup air dengan bantuan penyuntikan kimiawi pada kedalaman pasir. Maka dindingdinding penahan hendaknya mencapai lapisan yang disuntik. Dengan cara ini sumuran bangunan akan sepenuhnya terpiah dari air tanah yang mengelilinginya dan pemompaan terbuka pun dapat kita lakukan.

2.12. Fondasi bawah air

12.1 pengantar

Pemberian bentuk

bagi fondasi bawah air akan sangat dipengaruhi oleh ekonomis dan teknologis dari metode

kemungkinan-kemungkinan pelaksanaannya.

Dan pada gilirannya metode pelaksanaan pun aakan tergantung dari berbagai fakto, seperti kedalaman air dan kedalaman dimana dibawah dasar terdapat lapisan yang memiliki gaya pikul. Bentuk dan fungsi dari objek yang akan diberi fondasi merupakan hal yang sangta penting, sedangkan dalam taraf perencanaan pun kemungkinan pemasukan materiil yang akan dipasang, arus dan berubah-ubahnya gelombang, keganasan air, dan juga lokasi objek bersangkutan sudah merupakan faktor-faktor yang turut menentukan.

12.2 beton bawah air

Berikut beberapa metode yang digunakn di Negeri Belanda.

a) Metode kontraktor Dalam hal ini spesi beton dicorkan dibawah air dengan mempergunakan sebuah pipa

b) Metode corong Dalam halini diatas air sebuah corong diisi degan beton yang kemudian dilepas dibawah air

c) Metode pompa Spesi beton dipasangkan dibawah air dengan bantuan sebuah pompa beton dan pipa-pipa pompa. Metode ini dapat dipandang sebagai perluasan dari metode kontraktor.

Ada kalanya kita pergunakan pula beton penyuntik. Sebuah lantai beton bawah air seringkali dipergunakan bersama-sama dengan sebuah dinding penahan yang terbuat dari baja. Maka lantai ini akan merupakan bagian dari sebuah bangunan dengan berbagai fungsi, misalnya lapisan pembagi tekanan, stempel untuk dinding penahan, pembesar bobot selaku tekanan-balik terhadap tekanan keatas yang dilakukan air.

Beberapa macam penggunaan Ditemukan cara pembuatan sumuran bangunan „di tempat kering‟:

1. Keudukan air diturunkan sampai 1500 mm minus muka tanah 2. Sumuran bangunan digali sampai kedalaman tersebut 3. Memancangkan suatu dinding penahan dari baja untuk seluruh sumuran bangunan dan mengeratkan dinding ini dengan angker-angker grout 4. Menggali sumuran bangunan sampai kedalaman yang direncanakan 5. Mengecor lantai beton bawah air menurut metode pompa 6. Mengelas penulangan lantai oleh para penyelam pada dinding lantai 7. Setelah mengeras, memompa sumuran bangunan hingga kosong 8. Setelah itu, memasang lapisan pemyelesai yang dibuat dari beton bertulang diatas lantai beton bawah air.

Lantai beton bawah air dicor dengan bantuan sebuah pompa yang ditempatkan pada perangkat beroda, yang dapat bergerak diatas balok-balok HE yang dipasang diatas dinding-dinding penahan. Sewaktu mempersiapkan pembangunan sebuah rumah pompa telah diketahui bahwa dasar tanah, dihitung dari permukaan halaman, ternyata terdiri dari lapisan tanah lembek setebal 5000 mm dan dibawahnya pasir. Disini pun tidak terdapat kemungkinan untuk menuunkan kedudukan air tanah hingga dibawah dasar sumuran bangunan. Cara pemecahannya didapat melalui pemasangan suatu dinding penahan tertutup yang terbuat dari baja dan suatu lantai beton bawah air setebbal 2000 mm. Profilprofil dinding penahan dan lantai diangkerkan oleh tiang-tiang tarik dari baja. Pada peningkatan kedalaman, lantai beton bawah tanah akan kehilangan fungsinya selaku lantai pemberat karena beton sebagai pemberat adalah merupakan material yang mahal. Tambahan pula sumuran bangunan terbuka lebih besar dibanding metode-metode lain seperti caisson atau tiang-tiang besar.

Hingga kini masih terus diadakan percobaan untuk pemberian bentuk kepada fondasi bawah tanah yang terletak lebih dalam daripada 20000 mm hingga 40000 mm. Kedalaman-kedalaman ini kita perlukan untuk seteger-seteger, terowonganterowongan, menara-menara cahaya dan lain-lain.

Kotak bahan buatan

Terdapat suatu percobaan di perancis yang memberlakukan kotak-kotak dari bahan buatan. Kotak yang terletak didasar laut ini „ditiup‟ dengan eton. Sebuah beronjong penulangan yang dikonstruksi menyerupai sebuah harmonika yang dipasangkan terlebih dahulu, diangkat sewaktu berlangsungnya peniupan, sehingga penulangan dapat terbagi meurut cara yang kita inginkan dalam beton.

2.13. konstruksi-konstruksi fondasi khusus

13.1 pengantar

Fondasi untuk berbagai jenis bangunan, seperti gedung-gedung, garasigarasi parkir, menara-menara TV, tiang-tiang tegangan tinggi, span-span, kepalakepala dan tiang-tiang jembatan dan lain-lain ditentukan berdasarkan tuntutantuntutan yang dikenakan terhadap bangunan-bangunan ini dan berdasarkan

kondisi setempat. Terdapat faktor-faktor yang berlaku bagi semua pekerjaan seperti: letak dari tekanan tanah „tetap‟ yang diperbolehkan, kedudukan air tanah, namun yang untuk setiap bangunan masih juga dapat berlainan. Adapula faktor-faktor yang hanya berlaku bagi sebuah bangunan tertentu, misalnya letaknya dibandingkan persil-persil yang berdampingan, kedalaman kelder dibandingkan terhadap permukaan halaman dan sebagainya. Sewaktu merencanakan konstruksi-konstruksi fondasi seringkali orang akan diarahkan oleh pendapat sendiri, pengetahuan dan pengalaman dan dalam hal-hal tertentu oleh adpis-adpis yang diberikan perusahaan-perusahaan yang mengkhususkna diri dalam teknik fondasi. Seringkali yang terkahir ini dibarengi dengan sebuah penawaran harga dari perusahaan-perusahaan ini untuk melaksanakan konstruksi fondasi tersebut dengan pekerjaan-pekerjaan lain yang berkaitan dengan konstruksi yang bersangkutan, seperti misalnya pekerjaan tanah dan kemungkinan perbaikan kondidi tanah. Jelas kiranya bahwa untuk banyak kasus perlu ditemukan lagi pemecahan-pemecahan baru dan bahwa akan sulit untuk memberikan cara pemecahan yang langsung dapat menanggulangi semua kasus tersebut. Oleh karena itu, dalam paragraf-paragraf yang berikutnya akan dibicarakan beberapa konstruksi fondasi yang menarik dikarenakan pada tempattempat yang lain atau dalam keadaan-keadaan yang lain.

13.2 span (kuda-kuda atap)

Pada pelaksanaan apa yang disebut span berengsel tiga, kaki-kaki span dapat kita buat dengan cara sederhana karena kaki-kaki ini tidak dijepit.

Batang tarik

Namun demikian konstruksi kaki hendaknya diperhitungkan untuk menerima gaya-gaya horisontal; untuk ini kaki-kaki harus dihubungkan satu sama lain oleh batang-batang tarik yang harus menyerap gaya-gaya horisontal. Spanspan yang sudah dilengkapi plat kita setel, kemudian lubang kita cor penuh. Setelah itu batang-batang tarik kita kencangkan. Batang-batang tersebut telah diperhitungkan dengan keamanan tambahan, sehingga pada pembebanan maksimal tegangan baja akan pas. Pada sebuah contoh, lahan tersebut sudah digunakan sejak beberapa tahun dilengkapi jalur jalan dan telah menjadi sangat padat oleh lalu lintas angkutan. Karenanya batang-batang tidak dipasang dalam tabung. Batang-batang ini disepuh seng (dipersing) dan setelah itu diberi lapisan inertol. Kita tidak dapat menggunakan pipa PVC karena dapat mencemari baja.

Gaya recik

Lewat konstruksi-konstruksi penyangga ini gaya-gaya recik yang disebabkan oleh span-span dialihkan kepada batang-batang tarik yang ditempatkan bawah lantai dalam tabung-tabung beton. Got-got ditutup dengan pelat-pelat beton dan dipergunakan pula sebagai selubung-selubung pipa untuk gas, air, listrik dan lain0lain untuk keperluan para penyewa stand.

Batang-batang tarik harus menyerap suatu gaya tarik sebesar 900 kN. Diperbolehkan tegangan-tegangan rendah untuk mempertahankan regangan di dalam batas-batas tertentu. Batang-batang tarik terdiri dari baja bulat yang berdiameter 4 hingga 4¼; mereka diangkerkan di dalam fondasi konstruksi-konstruksi penyangga yang terbuat dari beton dan pengencangannya dapat dilakukan dalam bebrapa tahapan dengan dongkrak, bersamaan dengan dipasangnya penutup atap.

13.3 perbaikan tanah dengan menambahkan pasir

Dari beberapa pensonderan pada sebuah lahan untuk sebuah laboraturium besar telah terbukti, bahwa suatu fondasi yang begitu saja akan dipasang diatas tiangtiang prefab atau tiang-tiang cor tidak mungkin dapat dilakukan. Bebrapa buah boran memperlihatkan bahwa pada kedalaman sekitar 8000 mm dibawah permukaan halaman terdapat suatu lapisan pasir yang sangat lembek diselingi beberapa lapisan lumpur.

Sistem parera

Dari beberapa buah pengajuan telah dilakukan pilihan atas pemadatan kedalaman berdasarkan sistem parera dengan diatasnya sebuah pondasi dari tiang-tiang cor, juga berdasarkan sistem parera. Beban bangunan harus diserap oleh tiang-tiang 1000 kN. Terhadap pemadatan diajukan tuntutan-tuntutan berikut:

1. Pada 1750 mm dari pusat pemadatan harus ditemukan pada pensonderan kembali suatu nilai konus sedikitnya 10 kN 2. Niali konus ini harus terdapat pada ketebalan sedikitnya 4000 mm Sedangkan untuk pemadatan dapat dilakukan bebrapa hal berikut:

1. Sebuah pipa baja yang diujung bawahnya ditutup dengan katup-katup baja dimasukkan kedalam tanah melalui pemancangan atau penggetaran, dengan menyemprotkan air dengan bantuan alat-alat penyuntik dibawah tekanan 300-600 ATO ke dalam tanah sewaktu berlangsungnya penggetaran pipa Pemakaian air tidaklah begitu banyak sehingga tidak akan terjadi tegangan air secara berlebihan yang dapat menimbulkan problema terhadap persilpersil yang berdekatan. Setelah itu pipa diisi penuh dengan pasir yang susunan butirannya sudah ditentukan sebeumnya 2. Dengan sebuah vibrator (alat penggetar) yang dipasangkan pada pipa, pipa ini diangkat beberapa meter; katup-katup baja diujung bawah pipa akan membuka sewaktu pipa bergerak keatas, sehingga pasir yang berada dalam pipa akan mengalir dari bawah katup-katup 3. Langsung setelah itu kita getarkan pipa kebawah; katup-katup baja akan menutup dan pasir yang telah mengalir tadi akan terdesak ke dalam pasir lembek di sekelilingnya. Penarikan beberapa meter ke atas dan

penggetaran pipa sejauh mungkin kebawah ini terus kita lakukan hingga bagian atas dari lapisan pasir yang akan diperbaiki kita capai. Jika perlu, pipa kita beri tambahan isian pasir. Hasilnya akan meruakan suatu pemadatan yang sangat pejal, bukan saja pada pasir yang dimasukkan, melainkan juga pada tanah sekeliling tempat pemadatan.

13.4 mencegah kemugkinan amblasan Untuk membuat kelder bagi perangkat jembatan timbang kita gali sebuah sumuran bangunan. Untuk mencegah amblasnya jalan rel yyang mungkin untuk sebagian akan berada diatas tanah yang pernah kita pijak, kita pasang sebuah pelat beton. Pelat ini di satu sisi menumpang pada dinding kelder dan di sisi lainnya pada tanah padat. Balok-balok lintang untuk jalan rel dipasang diatas pelat beto ini,

sehingga dengan demikian jalan rel akan mempunyai suatu ukuran tetap dalam hubungannya dengan jembatan timbang. Konstruksi sperti itu banyak

dipergunakan pada pintu-pintu garasi yang berukuran besar dan terkadang juga pada jembatan-jembatan dan waduk-waduk, dimana jalur tanah menyatu pada konstruksi beton 13.5 beberapa catatan mengenai fondasi mesin Seringkali pondasi sebuah mesin harus sekaligus memenuhi berbagai persyaratan karena pondasi ini memilki berbagi fungsi, seperti: 1. Pondasi merupakan sebuah tapak untuk penyetelan mesin 2. Ia harus memberikan kekakuan pada mesin yang memang tidak kaku ini; 3. Ia harus mengurangi gangguan getaran, sehingga mesin itu sendiri atau lingkungan sekitar tidak mendapat gangguan dari getaran. Pada umumnya bagi masalah-masalah yang bersifat statis dapat ditemukan pemecahan yang baik karena problema-problema demikian tidak hanya berlaku bagi pondasi mesin. Bagi masalah-masalah yang bersifat dinamis seringkali persoalannya lebih rumit, karena dalam konstrukskonstruksi lain jarang sekali terjadi tenaga-tenaga yang menimbulkan gangguan sperti yang terdapat dalam mesin. Masalah-masalah ini ditimbulkan oleh perkembangan jaman yang menjurus kepada pemakaian mesin-mesin yang semakin besar dan persyaratan yang semakin berat terhadap gangguan getaran.

Pondasi umpak dan pondasi jalur 1. pondasi umpak Pondasi umpak kita gunakan pada bagian bangunan yang terpisah seperti misalnya kolom, tiang dan sebagainya. Biasanya pada konstruksi kayu.

2. pondasi jalur Pondasi jalur dapat kita gunakan pada keadaan tanah bangunan yang seragam. Untuk mengurangi kenaikan kelembapan dari tanah lewat pondasi ke dalam dinding batu buatan, maka sebaiknya pada pondasi batu kali dan pondasi batu buatan dibuat suatu balok beton bertulang (rolag, trasram) setebal dinding setinggi ± 30cm. Balok beton itu juga membantu untuk membagi gaya-gaya dan beban seragam ke pondasi dan ke tanah bangunan.

Pondasi pelat beton bertulang Pondasi pelat beton bertulang biasanya seluas ukuran gedung yang direncanakan. Sebaliknya dari pondasi umpak atau pondasi jalur, pondasi

pelat beton bertulang seluruh pelat membagi beban ke tanah bangunan. Maka dalam hal ini pelat beton bertulang biasanya digunakan jikalau:  Oleh kekokohan landasan yang jelek atau beban bangunan yang tinggi pondasi jalur begitu lebar, sehingga kia lebih beruntung jika membuat pondasi pelat beton bertulang    Raster atau jarak-jarak tiang / dinding dengan beban bangunan tinggi lebih kecil daripada 8.00 m Beban bangunan yang tinggi sudah dibagi seragam pada seluruh luasnya bangunan oleh konstruksi diatas. Daerah itu sering banjir dan pondasi pelat beton bertulang dapat menghindarkan air akan naik dari bawah

Pondasi paku bumi Pondasi paku bumi diterapkan pada bangunan/gedung yang harus didirikan pada suatu tanah bangunan yang tidak memungkinkan landasan yang kokoh. Gaya-gaya yang diperkenankan per paku bumi dapat diterima dengan dua cara, yaitu: paku bumi beralih yang mengalirkan beban bangunan ke suatu lapisan tanah dengan kekokohan landasan yang cukup tinggi terletak jauh di bawah permukaan tanah. Jika lapisan tanah dengan kekokohan landasan yang cukup tinggi terlalu jauh terletak dibawah permukaan tanah atau sama sekali tidak ada, maka kita menggunakan paku bumi pergesekan dibuat biasanya sebagai paku bumi pemboran. Karena nilai paku bumi pelantak oleh permukaan yang licin sangat rendah.

1. paku bumi pelantak Paku bumi pelantak dapat dibagi atas paku bumi pelantak siap jadi atau paku bumi pelantak dibuat dari beton berisi Paku bumi pelantak terdiri dari kayu, baja atau beton bertulang dan akan dilantak kedalam tanah. Sebelum menggunakan paku bumi pelantak harus diadakan penyelidikan tanah yang tepat dan yang menentukan dalamnya lapisan tanah dengan kekokohan landasan yang kuat pada seluruh luas

tanah bangunan. Penyelidikan tanah itu harus dilakukan dengan alat bor tanah. Jika penyelidikan tanah itu tidak dilaksanakan dengan teliti, maka akan timbul bahaya paku bumi sampai lapisan tanah dengan kekokohan landasan yang kuat dan gedung yang akan didirikan mengalami penurunan pondasi yang tidak seragam. Sistem paku bumi pelantak tidak dapat dilakukan pada tanah yang berisi batu – batuan yang besar dan sebagainya.

a. Pengentak tangan Terlihat dari namanya, pengentak tangan dikerjakan dengan tangan. Pada suatu steling kaki tiga dipasang balok pengendali kepala babi dan sebuah katrol di ujung atas. Kemudian buruh – buruh menarik tali pengentak dan kemudian melepaskannya

b. Pengentak diesel Pengentak diesel biasanya dibangun dengan kepala babi 300 kg – 2200kg, tinggi angkatan 0.90 – 1,80 m, hasil perjam 50 – 60 pukulan. Pemakaian bahan bakar pengentak diesel dengan kepala babi 500 kg sekitar 2,5 kg/jam. Tentu saja suatu pengentak diesel memerlukan steling yang jauh lebih kuat dari pada pengentak tangan.

c. Paku bumi pelantak kayu Paku bumi pelantak kayu hanya dapat digunakan, jika selalu berada didalam air, sehingga karena tidak ada oksigen kayu tidak busuk.

Jarak antara paku bumi pelantak dari kayu sekurang-kurangnya 2,5 kali garis tengah dan harus lebih besar dari 60 cm. Pengukuran dapat dilakukan menurut tabel berikut:

Panjang paku bumi 4,00 m 6,00 m 10,00 m 15,00 m

Ø paku bumi 20 cm 20-25 cm 25-35 cm 35-45 cm

Kekuatan paku bumi 28 t 33 t 40 t

d. Paku bumi pelantak profil baja Paku bumi profil baja na sistem ini agak jarang digunakan karena sistem ini biasanya terlalu mahal. Jikalau digunakan paku bumi pelantak profil baja harus diadakan persiapan terhadap karat. e. Paku bumi pelantak beton bertulang Paku bumi pelantak beton bertulang sering digunakan, karena tidak perlu memperhatikan keadaan air tanah seperti pada paku bumi pelantak kayu atau masalah karat seperti pada paku bumi pelantak profil baja. Panjangnya dapat dibuat menurut keperluan. Paku

bumi pelantak beton betulang yang dicor dahulu, harus cukup kuat pula untuk diangkut dan dikerjakan. Panjangnya tidak boleh melebihi dari 45 kali garis tengahnya.

Pengukuran dapat dilakukan menurut tabel berikut: Panjang paku bumi Lebih dariPada 5,00 m Ukuran paku bumi 30/30 cm 35/35 cm 40/40 cm Kekuatan paku bumi 40 t 48 t 55 t

Paku bumi pelantak beton atau beton bertulang dapat juga dilakukan sedemikian rupa, sehingga melubangi tanah. Kemudian lubang itu diisi beton yang ditumbuk di dalam lubang seperti terlihat pada gambar berikut: a) alu tajam yang mendalamkan lubang paku bumi b) alu tumpul yang memperbesar lubang paku bumi c) alu khusus penumbuk beton yang diisikan ke dalam lubang

2. paku bumi pemboran Paku bumi pemboran menguntungkan sekali dibandingkan dengan paku bumi pelantak. Tidak memerlukan pengentak hanya steling kaki tiga yang sederhana. Karena paku bumi tidak dilantakkan maka tidak terjadi getaran. Jika paku bumi pemboran akan dijadikan paku bumi beralih, maka kita memperbesar lubang pada bagian kaki dengan alat-alat khusus seperti terlihat pada gambar berikut, sehingga paku bumi akan kuat dan berbentuk seperti bawang bombay. Jika paku bumi pemboran akan menjadi paku bumi pergesekan, maka kita perhatikan cara-cara pembuatannya pada sistem Michaelis Mast seperti gambar berikut ini:

a) Besi tulang yang dihubungkan dengan pelat kaki beton diturunkan didalam pipa baja paku bumi dengan selalu langsung diisi beton. Air tanah lewat pipa air terdesak ke atas b) Pelat kaki beton berada pada lapisan tanah yang kuat dan pipa baja paku bumi terisi beton c) Pemasangan kepala kompresi, udara kompresi akan menekan pipa baja paku bumi keatas dan menekan ke beton bawah d) Paku bumi pemboran yang diselesaikan

3. salaian-salaian paku bumi Apapun yang digunanakan: paku bumi pelantak atau pemboran, paku bumi beralih atau pergesekan, dan apa pun bahannya: kayu, baja, beton atau beton bertulang, selalu harus diadakan suatu salaian paku bumi. Salaian paku bumi dapat dibentuk sebagi pondasi tulang, pondasi jalur atau pondasi pelat, akan tetapi selalu digunakan beton bertulang. Pada pondasi jalur, paku bumi dilantak dalam satu atau dua barisan dan pada pondasi pelat beton dibawah dinding bangunan. Pada pondasi umpak, kita perhatikan ukuran-ukuran minimalnya.

Pencegahan terhadap rayap Pencegahan binatang-binatang perusak (rayap/ anai-anai) lebih baik dilaksanakan sebelum gedung yang akan dibangun itu didirikan, karena pembasmian rayap selalu lebih mahal dari pencegahan. Ada beberapa macam tindakan pencegahan terhadap rayap, yaitu:   Memperhatikan bahaya rayap dalam perencanaan dan perincian pekerjaan Pengawetan dengan obat-obatan

 

Pencegahan selama pelaksanaan pendirian bangunan Menggunakan bahan-bahan bangunan yang tidak dapat dirusak oleh rayap, seperti beton, baja, kaca dan sebagainya.

1.

Pencegahan pada lapangan berawa-rawa Karena pada daerah rawa-rawa biasanya hanya dibangun gedung yang sederhana dan berkonstruksi kayu, maka kita selanjutnya memperhatikan hanya pencegahan terhadap rayap pada konstruksi kayu. Pemasangan gedung diatas tiang-tiang didalam air. Harus dibawah bangunan yang direncanakan tersebut dibuat sebuah galian. Perlu diperhatikan, bahwa air harus bisa selalu berganti atau mengalir. Air tergenang menjadi tempat nyamuk (Malaria). Di daerah pasang surut cukup jika air pasang menggenang dibawah rumah.

2.

Pencegahan pada lapangan yang kering

a)

Pada bangunan berkonstruksi kayu Pemasangan bangunan berkonstruksi kayu di atas pondai umpak atau pondasi jalur dari beton yang ditutup dengan seng diatas alas. Seng itu harus dipilih dari bahan yang tahan karat, yang bisa dilekukkan dan yang tahan terhadap kerusakan mekanis. Ketentuan ini besar artinya besar terutama pada bangunan yang istimewa menggunakan seng tembaga atau kuningan. Pada bangunan lain digunakan seng yang digalvanisasi, dengan tebal sekurangkurangnya BWG 24.

b)

Pada bangunan berkonstruksi batu Karena pada bangunan berkonstruksi batu, misalnya batu merah, terlalu sulit mengadakan strip seng yang dilekukkan, maka pada bangunan berkonstruksi batu kita pasang strip seng itu lurus. Supaya seng ini tidak mengganggu sebaiknya dipasang pas diatas pangkalan batu dan sebagainya. Maksud pembuatan cara ini adalah agar rayap tidak mungkin dapat naik tanpa sepengetahuan penghuni gedung karena rayap itu harus melewati seng yang terbuka sekeliling semua dinding dan dengan begitu dengan mudah dapat dimusnahkan.

BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Pondasi adalah bagian terbawah dari suatu struktur bangunan yang menghubungkan langsung beban dari struktur diatasnya ke lapisan tanah pendukung. Jenis-jenis pondasi antara lain pondasi di atas galian, pondasi dari beton, pondasi lajur, pondasi tiang, pondasi berturun tangga, pondasi sumuran, pondasi cakar ayam, pondasi batu kali, pondasi strauss, pondasi bored pile, pondasi tapak, pondasi tiang pancang. Pondasi-pondasi tersebut adalah jenis-jenis pondasi yang paling sering dan paling banyak digunakan. Pondasi tipe lain disini dimaksudkan adalah pondasi dengan menggunakan metode penyuntikan dan konstruksi cantilever sebagai teori yang digunakan. Pondasi bersisi satu adalah pondasi yang biasanya dikombinasikan dengan sebuah kelder terobosan. Metode ini terutama sekali digunakan dalam mendirikan bangunan-bangunan berat.Namun demikian perlu diperhatikan bila ada pipa-pipa yang melaju dari luar ke dalam, misalnya riol, gas atau air. Petunjuk mengenai pondasi yang harus terdapat dalam gambar bestek. Dari gambar bestek dapat disimpulkan keterangan-keterangan mengenai nilai segi pandangan konstruktif dan apakah bangunan tersebut diizinkan. Cacat pada pondasi biasanya diakibatkan oleh tembokan dengan lapisan yang tidak dilaksanakan dengan baik. Dan bisa juga disebabkan oleh faktor kimiawi dan faktor fisik. Uitveoring van heiwerken adalah pondasi yang dibuat dengan bahan kayu atau tiang-tiang kayu. Pelaksanaan pemancangan dapat dimulai dari rencana tiang-tiang pemancangan yaitu hal-hal yang sangat penting dalam pembangunan pondasi menggunakan tiang pemancang. Kelder adalah ruang bawah tanah yang berhubungan langsung dengan pondasi, sehingga ada aturan-aturan dan faktor-faktor yang harus diperhatikan dengan baik agar tidak merusak pondasi dan bangunan itu sendiri. Segi-segi ekonomis yang menyangkut pengonstruksian pondasi dan dinding kelder adalah mengenai jam-jam pekerja, perbandingan biaya, dan pendetailan terhadap intesivitas kerja. Pengangkeran konstruksi bangunan pada tanah bawah dan sumuran bangunan yang dalam adalah pembahasan mengenai pondasi yang langsung dibangun si atas galian dan pondasi di atas tiang-tiang tarik yang memiliki banyak kesulitan.

Pondasi bawah air membahas mengenai beton bawah air dan metodemetode yang digunakan untuk membangunnya. Diantaranya metode kontraktor, metode corong, dan metode pompa. Konstruksi-konstruksi pondasi khusus yaitu konstruksi yang langsung berhubungan dengan span (kuda-kuda atap) yang biasanya diterapkan dalam konstruksi yang besar dan bernilai tinggi. 3.2 Saran Dalam mendirikan sebuah bangunan unsur pondasi tidak mungkin terlepas dan merupakan hal yang paling penting, maka hal-hal seperti kedudukan tanah, jenis tanah, dan kedudukan air tanah perlu diperhatikan dengan seksama.Berbagai macam jenis pondasi yang telah dijelaskan dalam bab pembahasan dapat dijadikan acuan.Oleh karena itu sebaiknya sebelum membangun hendaknya kita mengerti dengan baik hal-hal yang menyangkut tentang pondasi.Bagaimana jenis tanah di tempat yang akan kita bangun pondasi, daerah tempat kita akan membangun, dan jenis pondasi apa yang sesuai dengan bangunan yang ingi kita dirikan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->