P. 1
MAKALAH Seminar Luka Bakar Listrik

MAKALAH Seminar Luka Bakar Listrik

|Views: 772|Likes:
Published by Iga Amanda
RM
RM

More info:

Published by: Iga Amanda on Apr 09, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/29/2014

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN Luka bakar atau combustio merupakan cedera yang cukup sering dihadapi para dokter dan

menjadi masalah oleh karena angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Definisi dari luka bakar itu sendiri adalah suatu bentuk kerusakan atau kehilangan jaringan yang disebabkan kontak dengan sumber panas seperti api, air panas, bahan kimia, listrik dan radiasi. Pada electrical injury walaupun relatif, tapi pasti ditemui oleh kebanyakan dokter emergency. Electrical injury pada dewasa biasanya terjadi dalam pekerjaan, sedangkan anak-anak terutama terluka oleh barang rumah tangga. Spektrum cedera listrik sangat luas, mulai dari cedera minimal sampai keterlibatan multiorgan berat, komplikasi langsung dan yang tertunda, sampai meninggal. Di Amerika Serikat, sekitar 1000 kematian per tahun akibat dari electrical injuries, dengan tingkat kematian 3-5%. Klasifikasi cedera listrik umumnya berfokus pada sumber daya (petir atau listrik), tegangan (tegangan tinggi atau rendah ), dan jenis arus (bolak-balik atau langsung), yang masing-masing dikaitkan dengan pola cedera tertentu. Dalamnya luka bakar tergantung tinggi panasnya, penyebab dan lama kontak dengan kulit. Biaya yang dibutuhkan untuk penanganannya pun tinggi. Luka bakar yang lebih luas dan dalam memerlukan perawatan lebih intensif dibandingkan luka bakar yang hanya sedikit dan superfisial. Di Indonesia, luka bakar masih merupakan problem yang berat. Perawatan dan rehabilitasinya masih sukar dan memerlukan ketekunan, biaya mahal, tenaga terlatih dan terampil. Oleh karena itu, penanganan luka bakar lebih tepat dikelola oleh suatu tim trauma yang terdiri dari spesialis bedah (bedah anak, bedah plastik, bedah thoraks, bedah umum), intensifis, spesialis penyakit dalam, ahli gizi, rehabilitasi medik, psikiatri, dan psikologi yang berkoordinasi dengan tim penanganan / perawatan intensif.

1

BAB II LAPORAN KASUS Seorang pemuda pekerjaan buruh, berusia 21 tahun datang ke Instalasi Gawat Darurat dengan digotong oleh 3 orang. Keluhan utama adalah tersengat listrik, sekitar 30 menit yang lalu pada telapak tangan dan lengan bawah kanan. Biodata pasien Nama Usia Pekerjaan Status : Abubakar : 21 tahun : Buruh pabrik : Belum menikah

Status generalis Riwayat Penyakit Sekarang Saat menumpang di atap kereta api jurusan Bogor-Jakarta, pasien tanpa sengaja menyentuh besi yang dialiri listrik tegangan tinggi. Pasien langsung terlempar ke belakang namun masih tetap sadar. Kepala tidak terbentur, tidak mengalami muntah dan mual. Pasien tetap sadar tetapi lemah tampak syok, sehingga tidak mampu berjalan. Riwayat Penyakit Dahulu Pasien menyangkal adanya masalah : batuk lama, penurunan berat badan tanpa sebab, menggunakan obat terlarang,dan merokok. Riwayat Sosial-ekonomi Pasien masih tinggal bersama orang tua dan memiliki Jaminan Sosial Tenaga Kerja ( Jamsostek )

2

5 jt Creatinin : 1 Trombosit : 250.Airway Breathing Circulation Disability Jantung Paru Ekstremitas Status lokalis : bebas : spontan 20x/mnt : akral hangat .000 SGPT : 15 Globulin : K:4 Eritrosit : 4. Pada area kehitaman tes pin prick (-).5 Na : 138 Leukosit : 10. kering. N: 110x/mnt : Compos mentis : dalam batas normal : dalam batas normal : motorik dan sensorik dalam batas normal Pada sebagian area palmar manus dekstra tampak luka bakar kehitaman. 120/70 mmHg. disekitarnya sampai lengan tampak oedem hiperemis dan bulae (+). T. EKG : dalam batas normal Lab darah Hb : 13 mg/dl SGOT : 17 Albumin : 3.000 Ureum : 27 Lab Urin Makroskopis : jernih kemerahan Eritrosit (-) 3 .

Leukosit (-) Myoglobin dan Hemoglobin (+) Glukosa (-) 4 .

berapa lama waktunya? 5 . 4. Kapan tersengat listrik? Berapa lama tersengat arus litsrik? Apa penyebab dari pasien tersebut tersengat listrik ? Apakah ada trauma tambahan ketika terjatuh/terlempar ? Apakah saat tersengat listrik sempat terjadi penurunan kesadaran? Kalau sempat terjadi penurunan kesadaran. pasien tanpa sengaja menyentuh besi yang dialiri listrik tegangan tinggi. Kepala tidak terbentur. Riwayat Perjalanan Penyakit: Saat menumpang di atap kereta api. Pasien tetap sadar tetapi lemah tampak syok. 5. Pasien langsung terlempar ke belakang namun masih tetap sadar. sekitar 30 menit yang lalu pada telapak tangan dan lengan bawah kanan. sehingga tidak mampu jalan.BAB III PEMBAHASAN ANAMNESIS Identitas pasien Nama Usia Jenis kelamin Pekerjaan Status : Abubakar : 21 tahun : Pria : Buruh pabrik : Belum menikah : Keluhan Utama Tersengat listrik. 3. 2. 6.Hal-hal yang perlu ditanyakan untuk menunjang hipotesis dalam anamnesis ( Alloanamnesis ): 1. tidak mengalami muntah dan mual.

7. Selain terjadi tachikardi. tubuh pasien ini mengkompensasi dengan tachipnoe sehingga tidak terjadi hipoksia pada pasien ini Circulation TD Nadi Disability Jantung Paru Ekstremitas : akral hangat (normal) : 120/70 mmHg (normal) : 110 x/menit (takikardi) kompensasi. Tindakan apa yang telah pertama kali diberikan kepada pasien setelah kejadian tersebut ? Riwayat Penyakit Dahulu (-) Riwayat Keluarga (-) Riwayat Kebiasaan (-) PEMERIKSAAN FISIK Status Generalis Airway Breathing : bebas : spontan 20 x/menit (tachypnoe) Pernafasan pasien tersebut hampir kearah tachipnoe dikarenakan kompensasi tubuh karena syok. : compos mentis : dalam batas normal : motorik dan sensorik dalam batas normal 6 . akibat syok yang dialami pasien.

Pada area kehitaman tes pin prick (-). Oedema terjadi akibat adanya gangguan vaskularisasi yang menyebabkan permeabilitas kapiler meningkat. kering disekitarnya sampai lengan tampak oedema hiperemis dan bula (+). Cara tes tersebut adalah dengan menusukkan sebuah jarum. Kering disekitarnya merupakan zona statis dimana terjadi kerusakan endotel pembuluh darah disertai kerusakan trombosit dan lekosit sehingga terjadi gangguan perfusi. dimana belu terjadi kerusakan jaringan namun tubuh sudah mempersiapkan untuk mencegah terjadinya kerusakan jaringan dengan meningkatkan aliran darah pada daerah ini. Jika hasil (+) maka syaraf pada daerah itu masih tersensitisasi sehingga terasa nyeri dan jika hasil (-) maka syaraf sudah tidak tersensitisasi sehingga sudah tidak ada rasa nyeri pada daerah tersebut. diikuti perubahan permeabilitas kapiler dan respon inflamasi. 7 .Status Lokalis Kulit Pada sebagian area palmar manus dekstra tampak luka bakar kehitaman. Bulae (+) menandakan terjadinya perpindahan cairan dari jaringan interstisial (2 nd spacing) menuju 3rd spacing di atas dermis yang selanjutnya akan membentuk bulae tersebut. Hiperemis terjadi akibat adanya peningkatan aliran darah pada zona ini.  Area palmar manus dekstra tampak luka bakar kehitaman. tekanan osmotik koloid menurun sehingga air.  Lengan tampak oedema hiperemis dan bulae (+) derajat luka bakar IIb (dalam/deep). warna kehitaman diakibatkan sudah terjadinya nekrosis pada jaringan yang disebut sebagai zona koagulasi akibat dari pengaruh panas. tes pin prick (-) menandakan sudah terjadinya defisit neurologis atau kerusakan saraf perifer pada lokasi yang tersengat listrik. protein yang terkandung dalam vascular berpindah ke jaringan interstisial.  Pada area kehitaman. kering disekitarnya derajat luka bakar III. Tes pinprick adalah tes untuk mengetahui apakah ada gangguan pada syaraf atau tidak.

000 (normal) SGOT : 17 (normal) SGPT : 15 (normal) Creatinin : 1 (normal) Ureum : 27 (normal) Albumin : 3.2 → N : 13-16 mg/dl → N : 5.5 (normal) Globulin : Na : 138 (normal) K : 4 (normal) → N : 135-145 → N : 3. Dalam keadaan normal.000 (normal) Eritrosit : 4. Mioglobin adalah suatu protein intrasel yang terdapat di otot.5 → N : 10-38 → N : 3-5.7-1. Apabila sel otot rusak. mioglobin yang terfiltrasi dalam urine seluruhnya direabsorpsi kembali ke kapiler peritubulus oleh transpor akif.PEMERIKSAAN LAB Lab darah Hb : 13 mg/dl (normal) Leukosit : 10. maka kadar mioglobin dalam darah dapat meningkat secara drastis.000 → N : 4. Apabila terdapat mioglobin dalam jumlah besar 8 .5-5.000 → N : 5-40 → N : 0-40 → N : 0.5 juta → N : 150. terutama pada cedera remuk atau trauma tubuh yang luas.000-450.5 Lab Urin Makroskopis : jernih kemerahan Myoglobin dan Hemoglobin (+) Mioglobinuria atau rabdomiolisis adalah mioglobin dengan kadar tinggi dalam urine.5 jt (normal) Trombosit : 250.5-5.000-10. Luka bakar listrik yang parah dapat menyebabkan kerusakan otot yang bermakna dan mioglobinuria.

Dapat terjadi gagal ginjal. Luka yang diakibatkan oleh trauma listrik yang fatal umumnya disebabkan oleh kecelakaan dan lebih sering pada arus bolak-balik (AC) daripada searah (DC). efek benturan dan getaran pada ginjal mungkin ikut berperan menyebabkan filtrasi protein. maka ambang reabsorpsinya dapat terlampaui dan mioglobin bocor ke dalam urine. Karena sel syaraf. Sepsis dan hipertermia juga dapat menyebabkan mioglobinuria. pembuluh darah dan otot. kerusakan membran sel dan paling besar kerusakan pada sel syaraf. peradangan. Kerusakan yang diakibatkan oleh trauma listrik disebabkan oleh dua mekanisme yaitu terjadinya pemanasan dan aliran listrik itu sendiri yang melewati jaringan. Kerusakan yang terjadi jika arus listrik mengalir ke dalam tubuh manusia dan membakar jaringan melalui panas yang ditimbulkan akan mengakibatkan kerusakan jaringan dan gangguan fungsi suatu organ. Dilaporkan adanya mioglobinuria setelah episode olahraga atau maraton yang berat. pembuluh darah dan otot adalah penghantar listrik yangt baik.dalam darah. Mioglobin dalam jumlah besar dalam filtrat urine dapat menyumbat tubulus sehingga terjadi obstruksi. dan cedera glomerulus dan tubulus. Tampaknya selain penguraian otot. Hemoglobin ada didalam urin kemungkinan karena adanya trauma karena pasien tersebut jatuh dari kereta dan tidak sengaja mengenai daerah atas pinggang pasien tersebut. HIPOTESIS Kemungkinan yang terjadi pada pasien adalah terjadinya trauma akibat listrik tegangan tinggi yang mengakibatkan lengan dan telapak tangan kanan pasien luka bakar. Energi listrik yang bertegangan tinggi akan mengakibatkan pemanasan pada kulit yang terkontak dengan aliran listrik. Karena trauma tersebut menyebabkan adanya sedikit pendarahan di ginjal sehingga urin pasien terlihat kemerahan. 9 . pemanasan tersebut menyebabkan nekrosis koagulatif.

Pada area kehitaman tes pinprick (-). DIAGNOSIS Luka bakar berat dengan derajat 2 pada 2/3 distal antebrachii dextra dan derajat 3 pada palmar manus dextra et causa electrical injuri.Pada arus arah DC biasanya terjadi saat laki-laki usia muda secara tidak sengaja menyentuh rel kereta api dari sebuah kereta listrik yang sedang berjalan. Biasanya jika terkena arus DC sering dapat selamat. sehingga pasien terlempar dan masih dalam keadaan sadar. kering. Pada kasus ini pasien kemungkinan pasien terkena setruman listrik bertegangan tinggi dengan arus searah atau DC. Diagnosis yang ditegakkan berdasarkan hasil dari anamnesis bahwa pasien tersetrum listrik bertegangan tinggi saat berada diatap rel kereta api dan pada pemeriksaan didapatkan sebagian area palmar manus dextra tampak luka bakar kehitaman. 10 . di sekitarnya sampai lengan tampak oedem hiperemis dan bullae (+).

pembuluh darah dan otot. Arus listrik bisa menyebabkan terjadinya cedera melalui 3 cara: • Henti jantung (cardiac arrest) akibat efek listrik terhadap jantung • Perusakan otot. Kerusakan yang diakibatkan oleh trauma listrik disebabkan oleh dua mekanisme yaitu terjadinya pemanasan dan aliran listrik itu sendiri yang melewati jaringan. Cedera listrik bisa terjadi akibat tersambar petir atau menyentuh kabel maupun sesuatu yang menghantarkan listrik dari kabel yang terpasang. Arus listrik yang mengalir ke dalam tubuh manusia akan menghasilkan panas yang dapat membakar dan menghancurkan jaringan tubuh. Pemanasan akan menyebabkan nekrosis koagulatif dan aliran listrik akan menyebabkan kerusakan membran sel. Kerusakan terbesar biasanya pada sel-sel saraf . tetapi mungkin saja telah terjadi kerusakan organ dalam yang serius. Kontak langsung dengan arus listrik bisa berakibat fatal. terutama pada jantung.BAB IV TINJAUAN PUSTAKA Definisi Cedera Akibat Listrik adalah kerusakan yang terjadi jika arus listrik mengalir ke dalam tubuh manusia dan membakar jaringan ataupun menyebabkan terganggunya fungsi suatu organ dalam. Tubuh manusia adalah penghantar listrik yang baik. otot atau otak. tergantung kepada: 11 . Cedera bisa berupa luka bakar ringan sampai kematian. saraf dan jaringan oleh arus listrik yang melewati tubuh • Luka bakar termal akibat kontak dengan sumber listrik. Meskipun luka bakar listrik tampak ringan.

Ketahanan tubuh terhadap arus listrik Resistensi adalah kemampuan tubuh untuk menghentikan atau memperlambat aliran arus listrik.1. 12 . yang diukur dalam satuan siklus/detik (hertz). Resistensi dari kulit telapak tangan atau telapak kaki yang tebal adalah 100 kali lebih besar dari kulit yang lebih tipis. Arus frekuensi rendah (50-60 hertz) lebih berbahaya dari arus frekuensi tinggi dan 3-5 kali lebih berbahaya dari DC pada tegangan (voltase) dan kekuatan (ampere) yang sama. Akibatnya korban terkena sengatan listrik lebih lama sehingga terjadi luka bakar yang berat. Biasanya semakin tinggi tegangan dan kekuatannya. Efek AC pada tubuh manusia sangat tergantung kepada kecepatan berubahnya arus (frekuensi). Kebanyakan resistensi tubuh terpusat pada kulit dan secara langsung tergantung kepada keadaan kulit. arus searah (DC) tidak terlalu berbahaya jika dibandingkan dengan arus bolakbalik (AC). maka permukaan luka bakar yang luas dapat terjadi pada titik masuk dan keluarnya arus. Resistensi kulit yang kering dan sehat rata-rata adalah 40 kali lebih besar dari resistensi kulit yang tipis dan lembab. rektum atau vagina). Resistensi kulit yang tertusuk atau tergores atau resistensi selaput lendir yang lembab (misalnya mulut. disertai dengan hangusnya jaringan diantara titik masuk dan titik keluarnya arus listrik. sehingga korban tidak dapat melepaskan genggamannya pada sumber listrik. DC cenderung menyebabkan kontraksi otot yang kuat. yang seringkali mendorong jauh/melempar korbannya dari sumber arus. Jenis dan kekuatan arus listrik. 2. Arus listrik banyak yang melewati kulit. karena itu energinya banyak yang dilepaskan di permukaan. Secara umum. Jika resistensi kulit tinggi. maka semakin besar kerusakan yang ditimbulkan oleh kedua jenis arus listrik tersebut. hanya separuh dari resistensi kulit utuh yang lembab. AC sebesar 60 hertz menyebabkan otot terpaku pada posisinya.

perdarahan otak . Kerusakan pada mata bisa menyebabkan katarak.3. karena itu lebih berbahaya daripada arus listrik yang mengalir dari tungkai ke tanah. Arus yang melewati kepala bisa menyebabkan: . infeksi. dan masalah distress pernapasan. mudah tersinggung dan gangguan tidur) . luka bakar dapat juga menyebabkan distress emosional (trauma) dan psikologis yang berat dikarenakan cacat akibat luka bakar dan bekas luka (scar). perubahan kepribadian. Selain komplikasi yang berbentuk fisik. Seorang korban luka bakar dapat mengalami berbagai macam komplikasi yang fatal termasuk diantaranya kondisi shock dikarenakan ketidakseimbangan elektrolit. 4. Luka bakar dangkal dan ringan (superficial) dapat sembuh dengan cepat dan tidak menimbulkan jaringan parut. kemudian kepala. Semakin lama terkena listrik maka semakin banyak jumlah jaringan yang mengalami kerusakan.irama jantung yang tidak beraturan.kelumpuhan pernafasan .Namun apabila luka bakarnya dalam dan luas. dan paling sering keluar dari kaki. maka penanganan memerlukan perawatan di fasilitas yang lengkap dan komplikasi semakin besar serta kecacatan dapat 13 . Arus listrik yang mengalir dari lengan ke lengan atau dari lengan ke tungkai bisa melewati jantung. Jalur arus listrik ketika masuk ke dalam tubuh Arus listrik paling sering masuk melalui tangan.kejang . Lamanya terkena arus listrik.perubahan psikis (misalnya gangguan ingatan jangka pendek.

2. Masalah pada fase ini adalah timbulnya penyulit dari luka bakar berupa parut hipertrofik. Fase akut Pada fase ini masalah yang ada berkisar pada gangguan saluran napas karena adanya cedera inhalasi dan gangguan sirkulasi. Luka terbuka akibat kerusakan jaringan (kulit dan jaringan dibawahnya) menimbulkan masalah inflamasi. yaitu sebagai berikut: 14 . harus meningkatkan pengetahuan mengenai luka bakar dan penanganannya. terutama pada anak-anak. penyebab dan lamanya kontak dengan tubuh penderita. Dahulu Dupuytren membagi atas 6 tingkat. FASE LUKA BAKAR Dalam perjalanan penyakit dibedakan 3 fase pada luka bakar. Fase sub akut Fase ini berlangsung setelah syok berakhir. sekarang lebih praktis hanya dibagi 3 tingkat/derajat. semua orang khususnya orangtua.terjadi. Fase lanjut Fase ini berlangsung setelah terjadi penutupan luka sampai terjadi maturasi. kontraktur. Pada fase ini terjadi gangguan keseimbangan sirkulasi cairan dan elektrolit akibat cedera termis yang bersifat sistemik. sumber. sepsis dan penguapan cairan tubuh yang disertai panas / energi ( evaporative heat loss ) yang menyebabkan perubahan dan gangguan proses metabolisme. yaitu : 1. DERAJAT KEDALAMAN Kedalaman kerusakan jaringan akibat luka bakar tergantung pada derajat panas.dan deformitas lain yang terjadi karena kerapuhan jaringan atau organ-organ strukturil.Oleh karena itu. 3.

Organ – organ kulit seperti folikel rambut. Derajat II dangkal/superficial (IIA) Kerusakan mengenai bagian epidermis dan lapisan atas dari corium/dermis. Biasanya penyembuhan terjadi dalam waktu lebih dari satu bulan. Pemyembuhan terjadi lama karena tidak ada proses epitelisasi spontan dari dasar luka. Kulit yang terbakar berwarna abi-abu dan pucat. nyeri karena ujung-ujung saraf sensorik teriritasi. 15 . sering terletak lebih tinggi diatas kulit normal. Kulit kering. kelenjar sebecea masih banyak. Derajat II dalam / deep (IIB) Kerusakan mengenai hampir seluruh bagian dermis. Karena kering. Dibedakan atas 2 (dua) bagian : A. Luka bakar derajat I : Dimana kerusakan terbatas pada lapisan epidermis ( superficial ). Penyembuhan terjadi secara spontan dalam waktu 10-14 hari. Terjadi koagulasi protein pada epidermis dan dermis yang dikenal dengan sebagai eskar. berupa reaksi inflamasi disertai proses eksudasi. Tidak dijumpai bulae. Luka bakar derajat III Kerusakan meliputi seluruh tebal kulit dan lapisan yang lebih dalam. Luka bakar derajat II Dimana kerusakan meliputi epidermis dan sebagian dermis. Organ-organ kulit seperti folikel rambut . 2. kelenjar sebasea mengalami kerusakan. hiperemik berupa eritem. kelenjar sebasea sebagian besar masih utuh. Organ – organ kulit seperti folikel rambut. Tidak dijumpai bulae. B. Tidak dijumpai rasa nyeri dan hilang sensasi oleh karena ujung-ujung saraf sensorik mengalami kerusakan/kematian. 3. Penyembuhan terjadi lebih lama. Terdapat bullae. letaknya lebih rendah dibandingkan kulit sekitar.1. Dasar luka berwarna merah atau pucat . Penyembuhan terjadi secara spontan dalam waktu 5-10 hari. kelenjar keringat . kelenjar keringat. Nyeri karena ujung0ujung saraf sensorik teriritasi.

16 . Zona hiperemi Ikut mengalami reaksi berupa vasodilatasi tanpa banyak melibatkan reaksi selular. hampir dapat dipastikan jaringan ini mengalami nekrosis beberapa saat setelah kontak 2. Di daerah ini terjadi kerusakan endotel pembuluh darah disertai kerusakan trombosit dan lekosit. dan mungkin berakhir dengan nekrosis jaringan 3. sehingga terjadi gangguan perfusi diikuti permeabilitas kapilar dan respon inflamasi lokal. Metode rules of nine merupakan metode yang sesuai untuk dewasa dan dapat dipakai untuk melakukan penilaian cepat pada anak-anak. Zona koagulasi.Pembagian Zona Kerusakan Jaringan 1. Zona statis : Daerah yang langsung berada di luar/di sekitar zona koagulasi. Metode Lund-Browder dapat dilihat pada tabel 2. Proses ini berlangsung selama 12-24 jam pasca cedera.Derah yang hanya mengalami eritema (kemerahan) tanpa adanya gelembung cairan (blister) tidak termasuk dalam penghitungan.Untuk menilai luas luka bakar dapat digunakan metode Lund-Browder. Tergantung keadaan umum dan terapi yang diberikan . zona ketiga dapat mengalami penyembuhan spontan atau berubah menjadi zona kedua bahkan zona pertama/ Luas daerah Selanjutnya dilakukan penilaian mengenai luas daerah yang terkena (TBSA-total body surface area). Metode ini berlaku untuk semua usia dan merupakan metode yang akurat untuk diterapkan pada anak-anak. zona nekrosis : Daerah yang mengalami kerusakan ( koagulasi protein ) akibat pengaruh cedera termis.Penilaian luas area tubuh menurut Lund-Browder.

Dewasa • • • • • • • • Kepala bagian depan Kepala bagian belakang Dada Punggung atas Perut Punggung bawah Kelamin Lengan atas depan : 4.Rules of Nines a.5% : 4.5 % :9% : 9% :9% : 9% : 1% : 4.5 % 17 .

diperoleh beberapa kategori luka bakar menurut American Burn Association 1. 18 .• • • Lengan atas belakang Tungkai depan Tungkai belakang : 4. Bayi • • • • • • • 100% Kepala dan Leher Badan bagian depan : 21% : 13% Badan bagian belakang : 13% Lengan Tungkai Bokong Alat kelamin : 10% : 13. telinga.5 % :9% :9% Total: b. dan perineum Adanya cedera pada jalan nafas ( cedera inhalasi ) tanpa memperhitungkan luas luka bakar. Luka bakar berat/kritis ( Major burn) a) b) c) d) Derajat II-III > 20 % pada pasien berusia di bawah 10 tahun atau di atas usia 50 tahun Derajat II-III >25% pada kelompok usia selain disebutkan pada butir pertama. tangan.5% : 5% : 1% Kategori Penderita Berdasarkan berat/ringan luka bakar . Luka bakar pada muka . kaki.

kaki dan perineum 3. terutama pada anak dan orang tua). Luka bakar sedang ( moderate burn ) a) Luka bakar dengan luas 15-25 % pada dewasa dengan luka bakar derajat tiga < 10 % b) Luka bakar dengan luas 10-20 % pada anak usia <10 tahun atau dewasa >40 tahun dengan luka bakar derajat tiga < 10 % c) Luka bakar dengan derajat tiga <10% pada anak maupun dewasa yang tidak mengenai muka. cooling. hindari hipotermia (penurunan suhu di bawah normal. Bahan pakaian yang menempel dan tak dapat dilepaskan maka dibiarkan untuk sampai pada fase cleaning. tidak mengenai muka.Jangan pergunakan es karena 19 .Dinginkan daerah yang terkena luka bakar dengan menggunakan air mengalir selama 20 menit. Tatalaksana Secara sistematik dapat dilakukan 6c : clothing. baru selanjutnya dilakukan pada fasilitas kesehatan • Clothing : singkirkan semua pakaian yang panas atau terbakar. kaki dan perineum. Untuk pertolongan pertama dapat dilakukan langkah clothing dan cooling. telinga. chemoprophylaxis. Luka bakar ringan a) Luka bakar dengan luas < 15% pada dewasa b) Luka bakar dengan luas < 10% pada anak dan usia lanjut c) Luka bakar dengan luas < 2% pada segala usia .telinga. • Cooling : .e) f) g) Luka bakar listrik tegangan tinggi Disertai trauma lainnya Pasien-pasien dengan resiko tinggi 2.Kompres dengan air dingin (air sering diganti agar efektif tetap memberikan rasa dingin) sebagai analgesia (penghilang rasa nyeri) untuk luka yang terlokalisasi . covering and comforting (contoh pengurang nyeri). Cara ini efektif sampai dengan 3 jam setelah kejadian luka bakar . cleaning.

siram dengan air mengalir yang banyak selama 15 menit atau lebih.M-intramuskular) 0. oli atau larutan lainnya.2mg/kg 20 .1mg/kg diberikan dengan dosis titrasi bolus Morphine (I. • Chemoprophylaxis : pemberian anti tetanus. proses penyembuhan akan lebih cepat dan risiko infeksi berkurang. Pemberian krim silver sulvadiazin untuk penanganan infeksi. Dilakukan sesuai dengan derajat luka bakar. Tidak boleh diberikan pada wajah. maka singkirkan terlebih dahulu dari kulit baru disiram air yang mengalir. Bila penyebab luka bakar berupa bubuk.Untuk luka bakar karena zat kimia dan luka bakar di daerah mata. • Cleaning : pembersihan dilakukan dengan zat anastesi untuk mengurangi rasa sakit. dapat diberikan pada luka yang lebih dalam dari superficial partial. Jangan berikan mentega.thickness (dapat dilihat pada tabel 4 jadwal pemberian antitetanus).es menyebabkan pembuluh darah mengkerut (vasokonstriksi) sehingga justru akan memperberat derajat luka dan risiko hipotermia . bayi baru lahir. menghambat penyembuhan dan meningkatkan risiko infeksi. Luka bakar superfisial tidak perlu ditutup dengan kasa atau bahan lainnya. Dengan membuang jaringan yang sudah mati. dapat diberikan kecuali pada luka bakar superfisial. perempuan hamil. minyak. Dapat diberikan penghilang nyeri berupa : • • • Paracetamol dan codein (PO-per oral). • Comforting : dapat dilakukan pemberian pengurang rasa nyeri. riwayat alergi sulfa. ibu menyususi dengan bayi kurang dari 2 bulan • Covering : penutupan luka bakar dengan kassa. Pembalutan luka (yang dilakukan setelah pendinginan) bertujuan untuk mengurangi pengeluaran panas yang terjadi akibat hilangnya lapisan kulit akibat luka bakar.20-30mg/kg Morphine (IV-intra vena) 0.

bengkak pada wajah. Circulation) Airway and breathing Perhatikan adanya stridor (mengorok). Jumlah cairan yang diberikan berdasarkan formula dari Parkland : 3-4 cc x berat badan (kg) x %TBSA + cairan rumatan (maintenance per 24 jam).Luka bakar pada daerah orofaring dan leher membutuhkan tatalaksana intubasi (pemasangan pipa saluran napas ke dalam trakea/batang tenggorok) untuk menjaga jalan napas yang adekuat/tetap terbuka.Cairan formula parkland (3-4ccx kgBB x %TBSA) diberikan setengahnya dalam 8 jam pertama 21 .Pastikan luas luka bakar untuk perhitungan pemberian cairan. NaCl 0.Cairan merupakan komponen penting karena pada luka bakar terjadi kehilangan cairan baik melalui penguapan karena kulit yang berfungsi sebagai proteksi sudah rusak dan mekanisme dimana terjadi perembesan cairan dari pembuluh darah ke jaringan sekitar pembuluh darah yang mengakibatkan timbulnya pembengkakan (edema). dahak berwana jelaga (black sputum). Circulation Penilaian terhadap keadaan cairan harus dilakukan. Kristaloid dengan dekstrosa (gula) di dalamnya dipertimbangkan untuk diberikan pada bayi dengan luka bakar. gagal napas. bulu hidung yang terbakar.Intubasi dilakukan di fasilitas kesehatan yang lengkap.Selanjutnya pertolongan diarahkan untuk mengawasi tanda-tana bahaya dari ABC (airway.Bila kurang dari itu dapat diberikan cairan melalui mulut.9%/normal Saline). 2cc/kgBB dalam 10 kg ke 2 (11-20kg) dan 1cc/kgBB untuk tiap kg diatas 20 kg. Cairan rumatan adalah 4cc/kgBB dalam 10 kg pertama.Pemberian cairan intravena (melalui infus) diberikan bila luas luka bakar >10%. breathing. suara serak. Cairan infus yang diberikan adalah cairan kristaloid (ringer laktat.Bila hal ini terjadi dalam jumlah yang banyak dan tidak tergantikan maka volume cairan dalam pembuluh darah dapat berkurang dan mengakibatkan kekurangan cairan yang berat dan mengganggu fungsi organorgan tubuh.

Pada anak-anak dapat membutuhkan morfin sebelum penilaian luka bakar dan pembalutan awal.Gelembung cairan yang besar dan yang meliputi daerah persendian harus dipecah dan dibersihkan.Pada bayi yang menunjukakan kecenderungan terbentuknya gelembung cairan atau penggarukan dapat dittup perban untuk proteksi. Gelembung cairan yang berubah menjadi opak/keruh setelah beberapa hari menandakan proses infeksi sehingga perlu untuk dibuka dan dibalut. Jika luka kotor dapat dibersihkan dengan clorhexidine 0. • Luka bakar superfisial partial thickness dapat ditutup dengan kasa yang tidak menempel lalu dibalut atau di plester 22 . Luka bakar sebagian (partial thicknes) • Dilakukan pembersihan luka dan sekelilingnya dengan salin (larutan yang mengandung garam-steril). Luka bakar superfisial / dangkal Dapat dibiarkan terbuka.1% lalu dengan salin.Pengawasan kecukupan cairan yang diberikan dapat dilihat dari produksi urin yaitu 1cc/kgBB/jam. tidak berada di dekat sendi dan tidak menghalangi pembalutan maka dapat tidak perlu dipecahkan.dan setengah sisanya dalam 16 jam berikutnya.Jika gelembung cairan kecil. Cairan yang keluar dari luka bakar menentukan frekuensi penggantian balutan Gelembung cairan (blister) memiliki fungsi untuk proteksi dan mengurangi rasa sakit bila tetap dibiarkan utuh selama beberapa hari. • • • Pada luka bakar mengenai anggota gerak atas disarankan imobilisasi denga balut dan bidai Pemeriksaan status tetanus pasien Pembalutan tertutup disarankan untuk luka bakar partial thickness. Tatalaksana luka bakar minor • Pemberian pengurang rasa nyeri harus adekuat.

atau menunjukkan tanda-tanda terinfeksi atau ternyata lebih dalam maka rujukan sebaiknya dilakukan.Kemungkinan timbulnya jaringan parut yang berlebihan (scar hipertrofik) harus dipikirkan apabila dalam waktu 3 minggu luka bakar belum juga menyembuh. Luka bakar mayor Airway and breathing (jalan napas dan pernapasan) Apabila ada tanda-tanda luka bakar pada saluran napas atau cedera pada paru-paru maka intubasi dilakukan secepatnya sebelum pembengkakan pad jalna napas terjadi.• Luka bakar deep partial thickness dilakukan penutupan dengan kasa yang tidak lengket dan diberikan antimikroba krim silverdiazin Follow up Bila luka bakar dangkal tidak menyembuh dalam 7-10 hari. Cairan Jika luas area luka bakar >10% maka lakukan resusitasi cairan dan lakukan penghitungan cairan dari saat waktu kejadian luka bakar. dan mulai untuk pemberian makanan antara 6-18 jam Pemberian anti tetanus diperlukan pada luka-luka sebagai berikut : 23 . Pasang kateter urin jika luka bakar>15% atau luka bakar daerah perineum NGT-pipa nasogastrik dipasang jika luka bakar>10% berupa deep partial thickness atau full thickness.

elektrolit. kadar COHb dan kadar sianida (pada luka bakar akiibat kebakaran di ruangan).Hal ini untuk menunjang tatalaksana. hematokrit.• • • • • • • Disertai patah tulang Luka yang menembus ke dalam Luka dengan kontaminasi benda asing (terutama serpihan kayu) Luka dengan komplikasi infeksi Luka dengan kerusakan jaringan yang besar (contoh luka bakar) Luka dengan kontaminasi tanah. golongan darah. Pemberian anti tetanus dapat dilihat pada tabel 4.Pemeriksaan yang dapat dilakukan :Hemoglobin. Pencegahan luka bakar Hal-hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya luka bakar bagi anak-anak di rumah : 24 . mengingat luka bakar mayor dapat menyebabkan kerusakan yang lebih berat dan gangguan keseimbangan metabolisme tubuh yang berat. Hal ini harus dikenali sehingga bisa diatasi secepat mungkin. Pemeriksaan laboratorium Pemeriksaan laboratorium perlu dilakukan pada luka bakar mayor. debu atau produk cairan atau kotoran kuda Implantasi ulang dari gigi yang tanggal. gula darah.

dapat menimbulkan daerah yang panas • • • cicipi setiap makanan yang akan dihidangkan singkirkan taplak meja menjuntai ketika di rumah ada anak yang seang belajar merangkak jauhkan dan simpan bahan kimia (pemutih. amonia) yang dapat menyebabkan luka bakar kimia. Ciptakan zona larangan di sekitarnya untuk anak-anak • jauhkan makanan dan minuman panas dari jangkauan anak-anak.7°C). Umumnya air panas untuk anak sebaiknya suhunya tidak lebih dari 100°F (37. lilin jauh dari jangkauan. curling irons dari jangkauan anak Pastikan termostat pemanas air pada suhu 120°F (48. Jangan pernah biarkan lilin menyala tanpa pengawasan. II. Di setiap ruangan 25 . Jangan biarkan anak bermain degan keran atau shower. Dapur • Jauhkan anak-anak dari oven dan pemanggang. III. • simpan korek api.I. Jangan pernah membawa makanan panas dan minuman panas dengan satu tangan dengan ketika ada anak-anak di sekitar anda • jangan masukkan botol susu anank ke dalam mikrowave.8°C) atau lebih rendah. • Beli alat-alat listrik dengan kabel yang pendek dan tidak mudah lepas atau menggantung. Kamar mandi • • Jauhkan blow dryer.

Cedera akibat luka listrik merupakan kerusakan yang terjadi jika arus listrik mengalir ke dalam tubuh manusia dan membakar. tempat yang berapi Pasang detektor asap dan periksa baterai minimal satu tahun/kali KESIMPULAN Trauma bakar adalah suatu trauma yang dapat disebabkan oleh panas. arus listrik. 26 .• • • Tutup setiap tempat yang dapat dipakai untuk menusukkan kabel listrik Jauhkan anak dari pemanas ruangan. merusak jaringan ataupun menyebabkan terganggunya fungsi suatu organ yang terkena. mukosa dan jaringan-jaringan yang berada di dalamnya. bahan kimia yang mengenai kulit. radiator.

Pediatrics Burns.Jika seseorang mengalami luka bakar akibat trauma listrik sebaiknya cepat ditangani karena akan berakibat fatal.hlm.1999 2.Jakarta:EGC.1995. BAB V DAFTAR PUSTAKA 1. kaki. Setelah ditangani dengan baik jangan lupa untuk mengembalikan fungsi dari organ yang terkena luka bakar tersebut jika terkena di area seperti : tangan. Hansbrough W. Dan penanganannya juga tergantung dari berat atau ringannya luka bakar tersebut. Hansbrough JF. Sabiston David C.Buku Ajar Bedah Bagian 1.152-160 27 . muka dll. Vol 20. Pedriatics in Review.

Atkinson K. Burns : how to protect your child now. Parenting. British Journal of Anasthesia. Canadian journal of Surgery. Buku Saku Patofisiologi.1487-9. 6. Hudspith J. Burns. EGC: Jakarta. 724 28 . Pediatric burns: the forgotten trauma of childhood. BMJ 2004. Fenlon S. American association of family Physician. (diterjemahkan oleh : Subekti NB).3. Corwin EJ. ABC of Burns. 3 th ed. Holland AJA. 5. Ambulatory management of Burns. Clinical practice Guidelines. 7. 2000. Nene S. First aid and treatment of minor burns.4. Barker J. 2001. Royal Children’ Hospital Melbourne. Critical Care&Pain.2006.272-7 9. Rayatt S. Burns in children.p. 2009. Bledsoe SC. Continuing Education in Anasthesia. 2007 8. 2007 4.328. Morgan ED.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->