LISTRIK MAGNET I S1 Fisika

3 SKS

1

BAB I MEDAN LISTRIK STATIS
1.1 PENDAHULUAN

Sebutlah q1, q2,… sebagai muatan-muatan “sumber” dan Q sebagai muatan test. Satuan muatan: coulomb (C) Bagaimana menentukan gaya pada muatan Q ? Pada umumnya muatan-muatan sumber dan muatan test bergerak. Lalu bagaimana menentukan lintasan muatan test Q ?

2

Misalkan

r r F1 , F2 ,...........

adalah gaya-gaya oleh muatan-muatan sumber q1, q2, ……..pada muatan test, maka total gaya pada muatan test itu

r r r F = F1 + F2 + .............

r r
-q +q

r F

+Q

r r

r F
+Q Muatan test Besar gaya bergantung pada besar muatan dan jarak Arahnya bergantung jenis muatan.

Muatan sumber

3

.....1.85 x 10-12 C2/Nm2 adalah permittivitas ruang hampa yang besarnya r r Q r r O r R r F ˆ e r Vektor satuan searah r r r q2Q 4πε o 2 2 Untuk sejumlah muatan sumber: ˆ= F q1Q 4πε o 2 1 r ˆ1+ e r r ˆ2+ e r q3 Q 4πε o 2 3 r ˆ 3 + ... e 4 r .... r F= qQ 4πε o r 2 ˆ e r newton q r r r r = R−r εo=8.2 HUKUM COULOMB Gaya pada muatan test Q oleh muatan sumber q sebanding dengan muatan-muatan dan berbanding terbalik kuadrat jarak.

..⎟ = QE e e e = Q⎜ ⎟ ⎜ 4πε o 2 4πε o 2 4πε o 2 1 2 3 ⎠ ⎝ r ˆ1+ e r q2Q r ˆ2+ e r q3 Q r ˆ 3 + ..1..........2 MEDAN LISTRIK ˆ= F qQ 4πε o r v F = QE.... e r r r r r r r Medan listrik dari sejumlah muatan sumber 5 . r ⎛ q ˆ e = Q⎜ 2 ⎜ 4πε o ⎝ r q ˆ E= e 2 4πε o r r r r ⎞ ˆ ⎟ e 2 ⎟ = QE ⎠ Arah: F//E jika Q positip F><E jika Q negatip r r Medan listrik dari satu muatan sumber q di titik sejauh r Untuk banyak muatan sumber: ˆ= F q1Q 4πε o 2 4πε o 2 4πε o 2 1 2 3 ⎞ ⎛ r ⎟ ⎜ q1 q2 q1 ˆ1+ ˆ2+ ˆ 3 + ....

...... = ∑ e r qi i 4πε o 2 i r ˆ e r i qi r ri r R y newton/coulomb Titik medan r ri x Medan listrik bergantung pada posisi titik medan R 6 .r r E ( R) = q1 4πε o 2 1 r ˆ1+ e r q2 z 4πε o 2 2 r ˆ2+ e r q1 4πε o 2 3 r ˆ 3 + ..

a) E θ Misalkan muatan-muatan itu positif E=2 q 4πε o r . (b) jika berbeda jenis.Contoh 1: Tentukan kuat medan di titik P (a) jika kedua muatan sejenis. Periksa jika z>>d/2. 2 cosθ r +q d/2 P z r cosθ = E=2 r = r z z 2 + (d / 2) 2 d/2 +q 4πε o z 2 + (d / 2 ) 2q 4πε o z 2 [ qz 2 3/ 2 ] Jika z>>d/2: E= 7 .

b) E=2 P θ E q 4πε o cosθ = E=2 d /2 r +q d/2 z r r = r . r 2 cosθ z 2 + (d / 2 ) 2 d/2 -q 4πε o z 2 + (d / 2 ) [ qd / 2 2 3/ 2 ] Jika z>>d/2: E= qd 4πε o z 3 qd disebut momen dipol 8 .

Jika sumber merupakan muatan kontinu: 1. volume r E= 1 4πε o V ∫ ρ (r ) r 2 ˆr dv e 9 . Permukaan r E= 1 4πε o ∫ σ (r ) 2 ˆr da e A 3. garis P r E= 1 4πε o ∫ λ ( x) r2 r ˆr dx e λ(x)dx 2.

4πε o z cos θ = .Contoh 2: Tentukanlah medan listrik pada jarak z di atas titik tengah garis lurus panjangnya 2L dan rapat muatannya λ Periksa jika z>>L dan L>>z. r dE = 1 r r = r 2 λ dx ˆ cos θ k z2 + x2 E z 2λ L 4πε o z 2 1 2λ Jika L>>z: E = 4πε o z Jika z>>L: E= 1 sepertinya q=2λL 10 .

3 FLUKS LISTRIK DAN HUKUM GAUSS r E= q ˆ newton/coulomb e 2 r 4πε o r 1 Garis medan dari suatu muatan positif Garis medan dari dua buah muatan yang sama besar tapi berbeda jenis. dipol Garis medan dari dua buah muatan yang sama besar sama jenis.1. l 11 .

da S r da =vektor elemen luas tegak lurus pada permukaan S S r ˆ da da = n ˆ =vektor satuan normal pada S n Perkalian dot →proyeksi E pada garis normal r E da θ ˆ n r r r ˆ da = ∫ E cosθ da Φ E = ∫ E .Fluks listrik= jumlah garis gaya melalui suatu permukaan r r Φ E = ∫ E . da = ∫ E . n S S S 12 .

n e . 0 ≤ φ ≤ 360 o bola r q ˆ Φ E = ∫ E. bentuk permukaan tertutup tak harus bola. n r sinθ dθ dφ 2 r 4πεo r S da = r 2 sin θ dθ dφ ˆr = n ˆ e 0 ≤ θ ≤ 180 o . • q tak harus muatan tunggal. 13 Sembarang permukaan tertutup . bisa berbentuk apa saja asal tertutup akan memenuhi persamaan di atas. n da = S εo Nm2C-1 +q • Dalam kenyataannya.Fluks melalui permukaan tertutup q r E ˆ n r 1 q 2 ˆ ˆ ˆ da = ∫ Φ = ∫ E. tapi bisa jumlah muatan asal berada dalam permukaan tertutup.

da = S V ∫( r ∇ . da = S Hukum Gauss dalam bentuk integral. E = V εo Hukum Gauss dalam bentuk diferensial Ingat: r ∂E x ∂E y ∂E z ∇. S disebut permukaan Gauss. da = ∫ ∇. E = + + ∂y ∂x ∂z 14 . εo Teori Divergensi: r r r ∫ E. E dv V ∂ ˆ ∂ ˆ∂ ˆ ∇=i + j +k ∂z ∂x ∂y Q = ∫ ρ dv ρ rapat muatan r ρ ∇.Hukum Gauss : Fluks listrik melalui permukaan tertutup sebanding dengan jumlah muatan di dalam permukaan itu r r Q Φ E = ∫ E . E dv S ( ) ) V=volume yang ditutupi permukaan S r r Φ E = ∫ E .

E = 2 r Er + Eφ r ∂r r sin θ ∂θ r sin θ ∂φ ( ) r 1 ∂ 2 1 3 ∇. dv = r 2 dr sin θ dθ dφ V x φ y = 5kε o ∫ r 4 dr ∫ sin θ dθ ∫ dφ = 4π kε o R 5 0 0 0 R π 2π Koordinat bola 15 . E = r ρ εo r 1 ∂ 2 1 ∂ 1 ∂ sin θ Eθ + ∇.Contoh 3: Andaikan medan listrik r ˆr . k adalah konstanta. a) Tentukan rapat muatan ρ. b) Tentukan total muatan dalam bola berjari-jari R a) ∇.E = 2 r × kr = 2 5kr 4 = 5kr 2 r ∂r r ρ (r ) = 5kε o r 2 ( ) z θ r b) Q = ∫ ρ (r )dv. E = kr 3 e di dalam koordinat bola.

Contoh 4: Sebuah silinder panjang memiliki rapat muatan sebanding dengan jarak dari sumbunya: ρ=ks. l r r r Q Φ E = ∫ E . da = E 2π sl E tegak lurus permukaan 2 S s 2π l E 2π sl = 2 1 π kls 3 → E = ks 2 3ε o 3ε o 16 . Tentukan medan listrik di dalam silinder. k konstanta. da = S εo Permukaan Gauss 2 Q = ∫ ρ dv = k ∫ r r dr dφ dz = k ∫ r dr ∫ dφ ∫ dz = π kls 3 3 V 0 0 0 r r r ∫ E. Gambarkan permukaan Gauss berbentuk silinder sepusat dengan silinder asli.

r r 1 ∫ E . Jadi.Contoh 5: Suatu bidang datar luas sekali. Gambarkan permukaan Gauss berbentuk kotak yang memotong bidang datar. Q = σ A S εo Permukaan Gauss A=luas permukaan sisi atas kotak.d a = Q . Medan E tegak lurus permukaan kotak arah ke atas dan ke bawah. r r ∫ E.da = 2 EA 2 EA = σA σ →E= εo 2ε o Arah ke atas atau ke bawah 17 . Tentukan medan listrik yang ditimbulkannya. memiliki muatan himogen dengan kerapatan σ.

σ 2ε o σ E = Plat negatif menghasilkan medan arah menuju plat: − 2ε o Plat positif menghasilkan medan arah keluar plat: E + = Medan di daerah (i) dan (iii): E =0 E= Medan di daerah (ii) atau di antara kedua plat: σ εo 18 .Contoh 6: Dua plat sejajar masing-masing dengan rapat muatan +σ dan -σ.

4 SIFAT KONSERVATIF MEDAN LISTRIK r E= +q q ˆ e 2 r 4πε o r b 1 rb b r r Integaral E dari a ke b: ∫ E. tapi bergantung pada posisi titik awal dan posisi titik akhir. dl = ? a ra a b Koordinat bola: r ˆr + (r dθ ) e ˆθ + (r sin θ dφ ) e ˆφ dl = dr e rb r r b 1 q 1 q ˆ ˆ E . e dr 2 r r ∫ ∫ 4 πε 4πε o r r o a a ra 1 ⎛q q⎞ ⎜ = − ⎟ ⎜ 4πε o ⎝ ra rb ⎟ ⎠ Hasil integral tidak bergantung pada bentuk lintasan. d l = = − e .1. 19 .

ciri medan konservatif Ingat: r ⎛ ∂E z ∂E y ⎞ ˆ⎜ ∇× E = i ⎜ ∂y − ∂z ⎟ ⎟+ ⎝ ⎠ r ∂E z ∂E y ∇× E = 0 → = . Jadi medan listrik bersifat konservatif. Teori Stokes: r r r ˆ da ∫ E . dl = ∫ ∇ × E . ∂z ∂x ∂x ∂y ⎞ ⎟ ⎟ ⎠ 20 . n S ( ) S=luas bidang yang dilingkupi oleh kurva tertutup r r r ∫ E.r r ∫ E . ∂z ∂y ∂E y ∂E x ⎛ E ∂ ∂ E ⎞ ⎛ x z ˆ ˆ j⎜ − − ⎟ + k⎜ ⎜ ∂x ⎠ ⎝ ∂x ∂y ⎝ ∂z ∂E x ∂E z ∂E y ∂E x = − . dl = +q ra b a Kurva tertutup Karena 1 ⎛q q⎞ ⎜ − ⎟ =0 ⎜ ⎟ 4πε o ⎝ ra ra ⎠ Integral pada garis tertutup sama dengan nol. dl = 0 → ∇ × E = 0 Inilah curl dari medan listrik.

=0 E y = 2α yz → ∂z ∂x ∂E ∂E z E z = 3α xz → z = 3αz.Contoh 7: Periksa apakah medan berikut konservatif atau tidak. ∂y ∂z ∂E y ∂E y = 2α y. r ˆ ˆ + 2 yzˆ a ) E = α xyi j + 3xzk r ˆ ˆ + 2 xy + z 2 ˆ b) E = α y 2 i j + 2 yzk ( [ ( ) ) ] ⎞ ⎟ ⎟=0 ⎠ Konservatif jika: r ⎛ ∂E z ∂E y ⎞ ˆ ⎛ ∂E x ∂E z ⎞ ˆ ⎛ ∂E y ∂E x ˆ ∇× E = i⎜ ⎜ ∂x − ∂y ⎜ ∂y − ∂z ⎟ ⎟ + j ⎜ ∂z − ∂x ⎟ + k ⎜ ⎝ ⎠ ⎝ ⎝ ⎠ ∂E ∂E x =α x a ) E x = α xy → x = 0. =0 ∂x ∂y r ˆ(0 − α x ) ≠ 0 ˆ(0 − 2α y ) + ˆ ∇× E = i j (0 − 3αz ) + k r ˆ bukan gaya konservatif ˆ + 2 yzˆ E = α xyi j + 3xzk ( ) 21 .

= 2αz ∂x ∂y r ˆ(2αy − 2αy ) = 0 ˆ(2αz − 2αz ) + ˆ ∇× E = i j (0 − 0 ) + k r ˆ gaya konservatif ˆ + 2 xy + z 2 ˆ E = α y 2i j + 2 yzk ( ) [ ( ) ] 22 . ∂y ∂z ∂E y ∂E y 2 E y = α 2 xy + z → = 2αz.b) E x = αy 2 → ∂E x ∂E x = 2αy = 0. = 2αy ∂z ∂x ∂E ∂E z E z = 2αyz → z = 0.

BAB II POTENSIAL LISTRIK
2.1 POTENSIAL LISTRIK Tinjau muatan test +Q di dalam medan listrik yang ditimbulkan r Er muatan sumber +q. Gaya pada muatan F = qE Karena E medan konservatif, maka gaya F juga konservatif. Energi potensial +Q sejauh r dari sumber +q adalah usaha membawa muatan +Q dari suatu titik standar ke titik r untuk melawan gaya listrik F. +q r +Q

r E

r r F = QE

Joule

r r E p (r ) = − ∫ F . dl
r O

O adalah titik standar.

Potensial listrik di suatu titik=energi potensial per satuan muatan di titik itu.

V (r ) =

dE p dQ

r r = − ∫ E . dl
r O

volt=joule/coulomb =newton meter/coulomb

23

r r r V (r ) = − ∫ E. dl → E = −∇ V
r O

dV ˆ dV ˆ dV + ˆ j ∇V = i +k dy dz dx

Gradient dari V

Beda potensial antara titik b dan titik a adalah V(b)-V(a):
rb r r ⎛ rb r r ⎞ ⎛ ra r r ⎞ V (b) − V (a ) = ⎜ − ∫ E.dl ⎟ − ⎜ − ∫ E.dl ⎟ = − ∫ E. dl ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ O O ra ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ rb r = ∫ ∇ V . dl ra

24

Contoh 8: Tentukanlah potensial di dalam dan di luar bola berjari-jari R, jika muatan tersebar merata dipermukaanya. Gunakan titik di tak berhingga jauh sebagai referensi. Misalkan total muatan permukaan bola adalah Q. Maka dengan hukum Gauss diperoleh medan listrik:

⎧ Q ˆ r≥R r e ⎪ 2 r E (r ) = ⎨ 4πε o r ⎪0 r < R ⎩

r r V (r ) = − ∫ E. dl
r

E

Q 4πε o R 2
R r
25

r ˆr + (r dθ ) e ˆθ + (r sin θ dφ ) e ˆφ dl = dr e ˆr . dlˆ = dr e

O

r ≥ R: 1 Q ⎛1⎞ Q V (r ) = − dr ' = ⎜ ⎟ = 2 ∫ 4πε o ∞ r ' 4πε o ⎝ r ' ⎠ ∞ 4πε o r Q r r r < R: r r Q 1 V (r ) = − ∫ E. dl ⎟ = =− 2 ∫ 4πε o ∞ r ' ⎝ R ⎠ 4πε o R Q V R Q 4πε o R R r 26 . dr '+⎜ − ∫ 0. dr ' 2 ∫ 4πε o ∞ r ' ∞ r r⎞ ⎛ r 1 Q ⎜ ⎟ . dlˆ = − .

2. dl r O 27 .2 Potensial oleh distribusi muatan Berdasarkan: r r V ( r ) = − ∫ E .

Potensial oleh muatan garis: Potensial oleh muatan permukaan: Contoh 9: Tentukan potensial oleh suatu bola yang bermuatan homogen pada kulitnya. Tinjau titik pada sb-z sejah berposisi polar (R.θ’) r dari elemen luas 28 .

Elemen luas di permukaan bola R2 sinθ dθ dφ Di luar bola z>R: Di dalam bola z<R: (R − z) 2 = z − R (R − z) 2 = R − z 29 .

di luar bola di dalam bola Contoh 10. 30 . Tentukanlah potensial di titik P sejauh z dari titik tengah garis yang panjangnya 2L dan rapat muatannya λ.

(− ∇V ) = ρ ρ → ∇ 2V = − εo εo εo Ini disebut persamaan Poisson Jika tidak ada muatan. E = ˆ = −∇V E ∇. secara vektor selalu berlaku sifat curl dari gradient=0: ∇ × ∇f = 0 31 .2. maka peramaan Poisson berubah menjadi: ∇ V =0 2 Ini disebut persamaan Laplace Kita sudah mengenal juga sifat dari Maka: r konservatif medan listrik: ∇ × E = 0 ∇ × (− ∇V ) = 0 → Sebenarnya. atau ρ=0.3 Persamaan Poisson dan Persamaan Laplace Kita sudah mengetahui medan listrik sebagai gradien dari potensial: Demikian juga Hukum Gauss dalam bentuk diferensial: Jadi: r ρ ∇.

y). x=10 cm dan y=∞. potensial 0 volt. potensial di y=0 adalah 100 volt. k≥0 A ∂x 2 B ∂y 2 ∂2 A ∂2 A 2 2 = −k A → 2 + k A = 0 → A = sin kx atau cos kx 2 ∂x ∂x ∂2B ∂2B 2 2 ky −ky = k B → − k B = 0 → B = e atau e ∂y 2 ∂y 2 32 . misalkan V(x.Contoh 11: Persamaan Laplace dalam koordinat Cartesian Pada bidang (x. y>0 ∇ 2V = 0 → ∂V ∂V + 2 =0 2 ∂x ∂y 2 2 2 y V=0 Pemisahan variabel. Tentukanlah potensial di daerah 0<x<10 cm .y)=A(x) B(y) ∂ A ∂ B B + A =0 2 2 ∂x ∂y 1 ∂2 A 1 ∂2B Bagi dengan AB: + =0 2 2 A ∂x B ∂y 2 V=0 10 cm V=0 V=100 volt x 1 ∂2A 1 ∂2B 2 = − = konstanta = − k . sedangkan di x=0.

.2. = e − ky sin kx x = 10 → V = 0 → sin 10k = 0 → k = nπ . 10 33 V ( x . y ) = ⎨ ky ⎪e cos kx ⎪e − ky cos kx ⎩ Gunakan syarat batas untuk menentukan V(x. y ) } tak bisa dipakai..y) yang betul. y ) = e − nπ y / 10 sin( n π x / 10 ) . V = 0 → e ky x = 0 → V = 0 → cos kx Solusi sementara: V ( x . y → ∞...⎧e ky sin kx ⎪ − ky ⎪e sin kx V ( x . n = 1.

y ) = ∑ bn e − nπ y / 10 sin( n π x / 10 ) n =1 ∞ Dengan y = 0 → V = 100 ∞ n =1 V ( x . y ) = e − nπ y / 10 sin( n π x / 10 ) y = 0 → V = 100 Ini tak dapat dipenuhi oleh persamaan di atas.V ( x .0 ) = ∑ bn sin( n π x / 10 ) = 100 Tentukan bn 34 . Jadi. harus diambil kombinasi liniernya: V ( x .

. 2 ] 35 ..Deret Fourier untuk sinus: 2 bn = L ∫ 0 L 2 ⎛ nπ x ⎞ 100 sin f ( x ) sin kx dx = ⎜ ⎟ dx ∫ 10 0 ⎝ 10 ⎠ 10 = 20 × 10 nπ ⎡ 200 ⎛ nπ x ⎞⎤ n = − − −1 − cos ( 1 ) ⎟ ⎜ ⎢ ⎥ nπ ⎝ 10 ⎠ ⎦ 0 ⎣ 10 [ ] ⎧ 400 ⎪ = ⎨ nπ ⎪ ⎩0 utk n ganjil utk ∞ n genap V ( x. y ) = ∑ n =1 400 − nπ y / 10 e sin( n π x / 10 ) nπ sin( π x / 10 ) + 1 Utk n ganjil = 400 π [e −π y / 10 − 2 π y / 10 e sin( 2π x / 10 ) + .....

(a) n=1 (b) n=5 (c) Jumlah hingga n=10 (d) Jumlah hingga n=100 0 5 10 x 36 .

di dinding dan ujung lainnya (z→∞) V= 0 volt.θ . z ) 1 ∂ ⎛ ∂V ∇ V =0→ ⎜r r ∂r ⎝ ∂r 2 2 2 ⎞ 1 ∂V ∂V + 2 =0 ⎟+ 2 2 ∂z ⎠ r ∂θ V=0 Pemisahan variabel.z)=R(r) Θ(θ)Z(z) 1 d ⎛ dR ⎞ 1 d 2Θ d 2Z ΘZ + RΘ = 0 ⎜r ⎟ + RZ 2 2 2 r dr ⎝ dr ⎠ r dθ dz Bagi dengan RΘZ: x V=100 volt y 1 d ⎛ dR ⎞ 1 d 2Θ ∂ 2Z + =0 ⎜r ⎟+ 2 2 2 Rr dr ⎝ dr ⎠ Θ r d θ Z ∂z Tdk tercampur dg lainnya. V ≡ V ( r . Tentukanlah potensial di dalam silinder.Contoh 12: Persamaan Laplace dalam koordinat silinder.θ. misalkan V(r. memanjang pada sumbu-z. Potensial di dasarnya V=100 volt. Suatu silinder berjari r=1 cm. 37 .

⎧sin n θ ∂ 2Θ 1 ∂ 2Θ 2 2 = − → + Θ = → Θ = n n 0 ⎨ Θ ∂θ 2 ∂θ 2 ⎩cos n θ n=bil bulat ⎧sin nθ Gunakan syarat batas untuk: Θ = ⎨ ⎩cos nθ Kalau silinder diputar terhadap sb-z. maka solusi ini tak bergantung pada sudut θ. V=0→ pilih Z = e − kz 1 ∂ ⎛ ∂R ⎞ 1 ∂ 2Θ 2 k + =0 ∴ ⎜r ⎟+ 2 2 Rr ∂ r ⎝ ∂ r ⎠ Θ r ∂ θ r ∂ ⎛ ∂R ⎞ 1 ∂ 2 Θ 2 2 + k r =0 ⎜r ⎟+ 2 R ∂r ⎝ ∂r ⎠ Θ ∂θ Tdk tercampur dg lainnya. tidak akan mengubah potensial.kz 2 ⎧ e d Z d 2Z ⎪ 2 2 = → − Zk = 0 → Z = k ⎨ −kz Zdz 2 dz 2 ⎪ ⎩e k ≥0 Sarat batas z→∞. dan boleh diambil n = 0 → Θ = 1 38 .

maka dipilih Jn(kr) sedangkan Nn(kr) tak bisa dipakai karena titik pusatnya di ∞. J 0 (km ) = 0 39 Jadi. ada banyak solusi.r ∂ ⎛ ∂R ⎞ 2 2 2 ∴ − n + k r =0 r ⎟ ⎜ R ∂r ⎝ ∂r ⎠ ∂ ⎛ ∂R ⎞ 2 2 2 ∴r ⎜r ⎟+ k r −n R =0 ∂r ⎝ ∂r ⎠ ( ) Ini adalah persamaan Bessel. solusinya adalah Jn(kr) dan Nn(kr).…. m=1.. Karena dasar silinder di pusat koordinat.2. oleh sebab itu V adalah superposisi: . Jadi (−1) ⎛ kr ⎞ R(r ) = J n (kr ) = ∑ ⎜ ⎟ p =1 Γ ( p + 1) Γ ( p + n + 1) ⎝ 2 ⎠ ∞ p 2 p+n Γ ( n ) = ( n − 1)! r = 1 → V = 0 atau R = 0 → J 0 (k ) = 0 Misalkan harga k=km.3.

j=1. V=100 → V = ∑ cm J 0 (k m r ) = 100 m =1 ∞ Kalikan dengan rJ0(kjr).3… lalu integral suku per suku antara 0 dan 1 ∑ c ∫ rJ m =1 j 0 ∞ 1 0 (k j r )J 0 (k m r )dr = ∫100 rJ 0 (k j r ) dr 0 1 Sifat ortogonal c j ∫ r J 0 ( k j r ) dr = 100 ∫ rJ 0 ( k j r ) dr 2 0 0 1 [ ] 1 40 .2.Solusi: V = ∑ cm J 0 (k m r ) e −km z m =1 ∞ Untuk z=0.

. Jadi j boleh diganti dengan m.Setiap harga j memberikan satu harga koefisien cj. ∫ r [J 0 1 0 ( k m r ) ] dr = 2 1 2 J 2 1 (k m ) Sifat fungsi Bessel xJ 0 ( x ) = d [xJ 1 ( x )] → k m rJ 0 ( k m r ) = 1 d [k m rJ 1 ( k m r )] dx k m dr ∫ 0 1 1 1 1 1 rJ 0 (k m r ) dr = rJ 1 (k m r ) 0 = J 1 (k m ) km km 100 200 J 1 ( k m ) → cm = km k m J 1 (k m ) ∞ 2 J 2 1 (k m )c m = V = ∑ cm J 0 (k m r ) e −km z = 200∑ m =1 ∞ m =1 J 0 ( k m r ) − km z e k m J 1 (k m ) 41 km diperoleh dari Jo(km)=0 J0 dan J1 dapat dilihat dalam tabel fungsi Bessel.

Contoh 13: Persamaan Laplace dalam koordinat bola Misalkan V tidak bergantung sudut azimut φ z Tidak tercampur θ r φ x y 42 .

Pl adalah polinomial Legendre: 43 .

Untuk itu Bl = 0 untuk semua l. Jadi Di r=R (kulit): ∞ V ( R. berjari-jari R. Tentukanlah potensial dalam bola.Solusi umum: Ini masih memerlukan syarat batas untuk r dan θ.θ ) = ∑ Al R l Pl (cosθ ) = V0 (θ ) l =0 44 . Misalkan V(θ) tertentu di permukaan bola berlubang.

= Sifat polinom Legendre: ∑ ∞ l=0 A l R l ∫ Pl ' (cos θ ) Pl (cos θ ) sin θ d θ 0 π = π 2 Al ' R l ' 2 l '+ 1 Jadi 2l + 1 Al = V (θ ) Pl (cos θ ) sin θ d θ l ∫ 0 2R 0 45 .

Misalkan: k= konstanta 2l + 1 V (θ ) Pl (cos θ ) sin θ d θ Al = l ∫ 0 2R 0 π Bagaimana potensial di luar bola? Al=0 46 .

B1 = − 3 4 R 2 k B0 B1 Rk 3R 2 k V ( r .r=R: Kalikan dengan lalu diintegral = Jadi: B0 = 1 4 Rk .θ ) = − P0 (cosθ ) + 2 P1 (cosθ ) = cosθ 2 r r r 4r 47 .

Vo → 0 sehingga A0=0 V0 (r ) = Bo r 48 . Persamaan Poisson: ρ ∇ V =− εo 2 ∇ 2V = R Karena rapat muatan tidak bergantung sudut.Contoh 14: Suatu bola padat bermuatan homogen dengan rapat muatan uniform. Tentukanlah potensial di luar dan di dalam bola. maka potensial bersimetri bola: ρ (r ) 1 d ⎛ 2 dV ⎞ = − r ⎜ ⎟ εo r 2 dr ⎝ dr ⎠ Bo 1 d ⎛ 2 dV ⎞ = 0 → ( ) = + r V r A ⎜ ⎟ o o Di luar bola ρ=0: 2 r r dr ⎝ dr ⎠ Bi ρ r 2 ρ r2 d ⎛ 2 dV ⎞ → Vi (r ) = Ai + − ⎟=− ⎜r Di dalam bola: εo dr ⎝ dr ⎠ r 6ε o Andaikan syarat batas: r → ∞.

Vi(R)=Vo(R) Bo ρ R 2 ρ R 2 Bo = → Ai = + Ai − R 6ε o 6ε o R Bo ρ R 2 − r 2 Vi (r ) = + R 6ε o Bo V0 (r ) = r ( ) Medan di sebelah dalam dan di sebelah luar permukaan bola harus sama: Bo ρR ρR 3 ⎛ ∂V0 ⎞ ⎛ ∂Vi ⎞ → Bo = ⎜− ⎟ = ⎜− ⎟ → 2 = 3ε o 3ε o R ⎝ ∂r ⎠ r = R ⎝ ∂r ⎠ r = R Akhirnya: Vi(r) ρR 3 . sehingga harus berlaku Bi=0. ρ r2 Vi (r ) = Ai − εo V(r) harus kontinu di kulit bola.Di pusat bola r=0. Vo (r ) = 3ε o r ρ (3R 2 − r 2 ) Vi (r ) = 6ε o Vo(r) 0 R r 49 .

Potensial tak bisa ditentukan hanya dengan muatan q saja. Lupakan plat. Masalahnya. berapa besar dan agaimana distribusi muatan terinduksi itu.4 Metoda Bayangan Tinjau muatan +q di sumbu-z sejauh d dari plat logam yang dibumikan (V=0). V → 0 jika x 2 + y 2 + z 2 >> d 2 50 . Bagaimana menentukan potensial di atas plat. tetapi juga dengan muatan negatif yang terinduksi pada plat itu. x + y + z >> d 2 2 2 2 z d -d +q z=0.2. Potensial di suatau titik adalah V = 0 di z = 0. persoalan di atas dipandang sebagai berikut. V → 0 di titik yang jauh dari q. dan misalkan V=0 di z=0 dengan mengandaikan ada muatan -q di z=-d. V=0 -q Secara matematik. Yang jelas berlaku: V = 0 di z = 0.

Misalkan σ adalah rapat muatan induksi Jadi. 51 . dengan metoda bayangan dapat ditentukan rapat muatan pada plat logam.

misalkan q’= -αq 52 .Contoh berikutnya 15: Suatu muatan q ditempatkan sejauh a dari pusat bola logam berjari-jari R yang dibumikan. Potensial dengan konfigurasi itu adalah Agar V=0. Sementara lupakan bola. Tentukan potensial di luar bola. sedemikian sehingga V=0 di r=R (kulit bola). dan misalkan ada muatan q’ sejauh b (<R) dari pusat bola pada garis Oa.

R 2 + a 2 − 2 Ra cosθ = R 2 + b 2 − 2 Rb cosθ α2 R R2 R b= .Dengan rumus cosinus.θ ) = ⎢ 2 ⎥ 2 2 2 4πε o ⎣ r + a − 2ra cosθ r + b − 2rb cosθ ⎦ Agar V=0 jika r=R (dipermukaan bola). α = → q' = − q a a a 1 ⎡ q q ⎢ V ( r .θ ) = − 2 2 2 2 4πε o ⎢ r + a − 2ra cosθ ( ) R ra / R + − 2ra cosθ ⎣ ⎤ ⎥ ⎥ ⎦ 53 . maka ⎤ 1 ⎡ q αq − V ( r .

Misalkan σ adalah rapat muatan induksi σ = −ε o ∂V ∂r r =R ∂V σ = −ε o ∂r r =R q =− 4π 2 q =− 4π R 2 + a 2 − 2 Ra cosθ ( ( (a / R − R ) ( ⎡ ( r − a cosθ ) ⎢− 2 2 + − 2ra cosθ r a ⎢ ⎣ ) 3/ 2 ⎤ + ⎥ 3/ 2 2 2 ⎥ R + (ra / R ) − 2ra cosθ ⎦ r =R 2 ( r (a / R ) − a cosθ ) q a2 / R2 =− 3/ 2 4πR 2 ⎡ a ⎤ 2 1 + (a / R ) − 2 cosθ ⎥ ⎢ R ⎣ ⎦ ) − 1) 3/ 2 54 .

Dalam keadaan setimbang itu. atom disebut terpolarisasi dan atom memiliki momen dipol yang arahnya sama dengan medan listrik.BAB III BAHAN DIELEKTRIK 3. maka baik inti maupun elektronnya akan merasakan medan itu. jika dikenai medan listrik hanya bisa bergeser sedikit. tetapi efek kumulatifnya akan memberikan ciri kepada bahan dielektrik tersebut. Dalam dielektrik. Inti terdorong searah medan dan elektro terdorong berlawanan arah medan. Momen dipole hasil induksi ini dirumuskan seperti: r r p = αE α disebut polarizabilitas atomik 55 . Jika medan tak terlalu besar ada keadaan setimbang antara gaya tarik menarik dan gaya dorong medan. Konduktor adalah bahan (seperti logam) yang mengandung atom-atom dengan elektron-elektron (satu atau dua elektron per atom) yang bebas bergerak jika dikenai oleh medan listruik.1 Dipol Listrik Perbedaan bahan konduktor dan bahan dielektrik. Dipol listrik terinduksi Jika sebuah atom dikenai medan listrik. elektron-elektro masih teriket dalam atom-atomnya.

Kehadiran medan listrik E. α/4πεo(10-30m3) Contoh 1: Menurut model primitif.Polarizabiltas atomik untuk berbagai atom. suatu atom mengandung inti bermuatan +q yang dikelilingi awan elektron homogen berbentuk bola dengan muatan –q . 56 . tentukanlah polarizabilitas atom. menyebabkan inti bergeser sedikit searah E. Misalkan jari-jari bola a. dan awan elektron bergeser sedikit berlawanan arah E. Misalkan pada saat setimbang pergeseran itu sejauh d dari pusat bola.

plarizabilitas atom adalah α = 4πε o a = 3ε oν .Pada titik itu. maka p = 4πε o a 3 E Jadi. 3 4π 3 ν= a 3 volume atom 57 . Karena Ec = maka qd 4πε o a 3 1 1 E= qd 4πε o a 3 Karena dipol listrik p=qd. medan oleh awan elektron Ec sehingga E=Ec.

5 x10-40 C2m/N sepanjang sumbumolekul tetapi hanya 2x10-40 C2m/N dalam arah tegak lurus sumbu-molekul. α xx α xy α xz ⎞⎛ E x ⎞ ⎛ px ⎞ ⎛ ⎟⎜ ⎟ r tr ⎜ ⎟ ⎜ p = α E → ⎜ p y ⎟ = ⎜α yx α yy α yz ⎟⎜ E y ⎟ ⎟⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎜ ⎝ p z ⎠ ⎝α zx α zy α zz ⎟ ⎠⎝ E z ⎠ 58 . polarisasi bisa lebih mudah dalam arah tertentu. maka polarisasi yang terinduksi adalah: r r r p = α II E II + α I E I Secara umum. polarizabiliti 4. α = Tensor polarizabilitas. Misalnya pada karbon dioksida. r EI r E r EII Sumbu-molekul Jika medan listrik berarah sembarang.Pada molekul.

r p r d +q -q r d= Vektor jarak dari +q ke -q Vektor dipol listrik r r p = −qd V Potensial oleh suatu dipol: V= q 4πε o s+ − q 4πε o s− sr θ -q d +q 59 s+ .Pengertian dipol Dua muatan yang sama tapi berbenda tanda disebut dipol listrik.

θ ) = cos θ = 4πε o r 2 4πε o r 2 p V r ˆr e θ r p 60 .s+ = r 2 + ( 1 2 d ) 2 − rd cosθ .e V ( r . s− = r 2 + ( 1 2 d ) 2 + rd cosθ Jika r>>d/2: s+ = r 1 − (d / r ) cosθ = 1 − 1 2 (d / r ) cosθ s− = r 1 + (d / r ) cosθ = 1 + 1 2 (d / r ) cosθ ⎛ 1 + 12 (d / r ) cosθ − 1 + 12 (d / r ) cosθ ⎞ q ⎟ ⎜ (d / r )cosθ V= = ⎟ ⎜ 1 1 4πε o r ⎝ [1 − 2 (d / r ) cosθ ][1 + 2 (d / r ) cosθ ] ⎠ 4πε o r qd = cosθ 2 4πε o r q r ˆr p .

θ ) = p 4πε o r 3 ˆr + sin θ e ˆθ ) (2 cosθ e 61 .e p cosθ = V ( r .Medan oleh dipol listrik z θ r ˆr p .θ ) = 4πε o r 2 4πε o r 2 r p x φ r y r ⎛ ∂V 1 ∂V 1 ∂V ⎞ ˆ ˆ ˆ E = −∇V = −⎜ ⎜ er ∂r + eθ r ∂θ + eφ r sin θ ∂φ ⎟ ⎟ ⎝ ⎠ 2p ∂V cosθ = Er = − 3 ∂r 4πε o r 1 ∂V p sin θ = Eθ = − 3 r ∂θ 4πε o r Eφ = − 1 ∂V =0 r sin θ ∂φ r E ( r .

θ ) = p 4πε o r 3 ˆr + sin θ e ˆθ ) (2 cosθ e r E= r E r Jika θ=0o p 2πε o r 3 ˆr e r p Jika θ=90o r E= p 4πε o r 3 ˆθ e r p r r E r p Jika θ=180o r E= p 2πε o r 3 ˆr e r r E 62 .r E ( r .

Di dalam medan listrik luar. r r F− = − qE r E Momen gaya terhadap titik O: r F -q r p O r r r r r N = 1 2 d × F+ + (− 1 2 d ) × F− r r r r r r = 1 2 d × qE + (− 1 2 d ) × (− qE ) = qd × E r r p = qd r E r r r N = p× E Karena medan luar dipol bergerak rotasi terhadap pusatnya. 63 . suatu dipol mengalami momen gaya: +q O d r F r r F+ = qE . rotasi berhenti jika p sejajar E.

Contoh 2: Jika p1 dan p2 adalah dipol permanen yang terpisah oleh jarak r. medan di pusat dipol p1 adalah: r N 21 = 1 2πε o r 3 r r p2 × p1 64 . medan di pusat dipol p2 adalah: E1 = p1 r r E1 4πε o r 3 r p1 p2 Momen gaya oleh E1 (oleh p1) pada p2: r r r N12 = p2 × E1 = 1 4πε o r 3 r r p 2 × p1 Oleh dipol p2. p1 r p2 r Oleh dipol p1. Tentukanlah momen gaya oleh p1 pada p2 dan sebaliknya.

. r r = qV (0) − ∫ ρ (r )r ...... Energi medium itu adalah: U = ∫ ρ (r )V (r ) dv Andaikan potensial V(r) berubah perlahan dalam medium sehingga dengan deret Taylor dapat dinyatakan: r V (r ) = V (0) + r . E dv + . Misalkan medium itu ditempatkan dalam suatu potensial V(r). E 65 ... r r = qV (0) − p. r U = ∫ ρ (r )V (0) dv + ∫ ρ (r )r ....∇V (0) dv + . Energi dipol dalam medan listrik: r p θ r E U dipol r r = − p. E + ..Energi dipol dalam medan listrik Tinjau suatu medium dengan distribusi muatan ρ(r)..∇V (0) + ..

er )er − p1 ] r p2 r p1 ˆr e r r E1 r r r r ˆ ˆ ( )( [ p .Energi dipol dalam medan dipol lain r E ( r . e p − 2 1 1 r 2 . maka energi dipol p2 dalam medan E1: r r U 21 = − p2 . E1 = − = 1 4πε o r 1 4πε o r 3 r r r ˆ ˆ p2 .θ ) = 4πε o r r ˆr − p sin θ e ˆθ p = p cosθ e ˆr e ˆr r e p e ˆθ Jika E1 adalah medan oleh dipol p1.θ ) = = = p 4πε o r 1 3 3 ˆr + sin θ e ˆθ ) (2 cosθ e z θ r r E 4πε o r 1 4πε o r 1 ˆr − p cosθ e ˆr + p sin θ e ˆθ ) (3 p cosθ e ˆr − ( p cosθ e ˆr − p sin θ e ˆθ )] [3 p cosθ e 3 r r ˆ ˆ ( ) − [ p e e p ] 3 . er )] 3 66 .[3( p1 . r r 3 r E ( r . p 3 p .

E Polarisasi: r r p = ∫ P dv r P =momen dipol per satuan volume.Polarisasi Listrik • Jika suatu bahan dielektrik nonpolar ditempatkan dalam medan listrik luar. artinya dipol-dipol searah dengan medan listrik luar. di sana ada dipol-dipol permanen. Maka medan listrik luar akan menimbulkan momen gaya pada setiap dipol hingga akhirnya dipol-dipol itu searah medan listrik. • Jika bahan itu bersifat polar. maka dalam bahan akan terinduksi dipol-dipol listrik. 67 . • Kedua hal di atas menyebabkan bahan terpolarisasi.

Untuk dipole tunggal. potensial yang ditimbulkanya: r ˆr p .e p V = cosθ = 2 4πε o r 4πε o r 2 Tetapi: r r p = ∫ P dv r ˆr P (r ). P r r ⎝r⎠ ( ) 68 . − ∇. e 1 V = dv 2 ∫ 4πε o Vol r ˆr e ⎛1⎞ = ∇ ⎜ ⎟ 2 r ⎝r⎠ r ⎛1⎞ V = P (r ).3.∇⎜ ⎟ dv ∫ 4πε o Vol ⎝r⎠ 1 r r r ⎛1⎞ P 1 P.2 Medan oleh Obyek terpolarisasi Mialkan suatu obyek memiliki dipol-dipol terpolarisasi di dalamnya. Misalkan P=dipol per satuan volume=polarisasi.∇⎜ ⎟ = ∇.

dv − ∫ ∇. P dv ∫ ∫ 4πε o A r 4πε o Vol r ( ) Potensial oleh suatu permukaan bermuatan dengan rapat muatan: r ˆ σ = P. P dv ⎥ 4πε o ⎣Vol r r Vol ⎦ ( ) Dengan teorema divergen: r r ˆ 1 P. n 69 .r r ⎤ 1 1 ⎡ P V= ⎢ ∫ ∇. n 1 1 V= da − ∇. P = P r ˆ σ = P. n Potensial oleh suatu volume bermuatan dengan rapat muatan: r ρ = −∇. P r ρ = −∇.

Contoh 3: Sebuah bola berjari R terpolarisasi uniform. z r Rapat muatan permukaan: σ o = P. n ˆ = P cosθ Rapatan muatan di dalam bola: ρ = 0 karena P uniform θ ˆ n r P R Kontinuitas di r=R 1) 70 . tentukan potensial dan medan listrik yang ditimbulkannya.

2) σ o = P cosθ = PP1 (cosθ ) Untuk konstant P. l berharga 1 P A1 = 2ε o π P [P1 (cosθ )] sin θ dθ = ∫ 3ε o 0 2 B1 = A1 R 2 l +1 P 3 = R 3ε o 71 .

r > R 2 r 3ε o r 72 .P P V= r P1 (cosθ ) = r cosθ . r < R 3ε o 3ε o B1 P 3 V = 2 P1 (cosθ ) = R cosθ .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.